{"pages":[{"id":1,"text":"11\r3449. BAGAIMANA PUASANYA UMAT TERDAHULU ?\rPERTANYAAN :\r> Chikado Lukime\rAssalamualaikum, mau tanya tentang puasa Apa ada ajaran puasa sebelum datangnya islam ? Makasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Ada, yaitu puasanya orang-orang ahli kitab dan puasanya juga di bulan romadhon. Lihat kitab tafsir at tabary :\rقال أبو جعفر : وأولى هذه الأقوال بالصواب قول من قال : معنى الآية : يا أيها الذين آمنوا فرض عليكم الصيام كما فرض على الذين من قبلكم من أهل الكتاب ،\r\" أياما معدودات \" ، وهي شهر رمضان كله . لأن من بعد إبراهيم صلى الله عليه وسلم كان مأمورا باتباع إبراهيم ، وذلك أن الله جل ثناؤه كان جعله للناس إماما ، وقد أخبرنا الله عز وجل أن دينه كان الحنيفية المسلمة ، فأمر نبينا صلى الله عليه وسلم بمثل الذي أمر به من قبله من الأنبياء .\rوأما التشبيه ، فإنما وقع على الوقت . وذلك أن من كان قبلنا إنما كان فرض عليهم شهر رمضان ، مثل الذي فرض علينا سواء .\r“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183).\rMakna dari dari ayat menurut abu ja'far (ini adalah pendapat yang lebih utama dengan yang benar) adalah : \"wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagimu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelummu dari ahli kitab.\"","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"\" Pada hari-hari yang telah di tentukan \" yaitu bulan romadhon sepenuhnya. Karena orang-orang setelah nabi Ibrahim shollallohu alaihi wasallam diperintahkan untuk mengikuti Ibrahim, hal tersebut dikarenkan Allah yang maha agung pujian-Nya telah menjadikan Ibrahim sebagai imam para manusia, Allah juga telah mengkhabarkan bahwa agamanya ibrahim adalah agama yang dicondongi dan menyelamatkan, maka Allah memerintahkan nabi kita Shollallohu alaihi wasallam sebagaimana yang diperintahkan kepada orang-orang sebelum beliau yaitu para nabi.\rAdapun penyerupaan dalam ayat tsb adalah berdasarkan waktunya, hal itu sebabnya adalah orang-orang sebelum kita dulu hanyalah diwajibkan berpuasa kepada mereka pada bulan romadhon sebgaimana yang diwajibkan kepada kita secara sama. Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/822962524393224/\rPUASA RAMADHAN\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang puasa Ramadhan.\r0207. Arti dan Makna Kata Ramadhan\rPERTANYAAN :\rAldy Maula\rMakna dari kalimat \"Romadhon\" mohon diuraikan ya ?\rJAWABAN :\rHakam Trunojoyo ElChudrie\rMaknanya adalah cuaca yang sangatlah panas..\rMasaji Antoro\r( يَجِبُ صَوْمُ رَمَضَانَ ) إجْمَاعًا وَهُوَ مَعْلُومٌ مِنْ الدِّينِ بِالضَّرُورَةِ مِنْ الرَّمْضِ وَهُوَ شِدَّةُ الْحَرِّ ؛ لِأَنَّ وَضْعَ اسْمِهِ عَلَى مُسَمَّاهُ وَافَقَ ذَلِكَ وَكَذَا فِي بَقِيَّةِ الشُّهُورِ كَذَا قَالُوهُ وَهُوَ إنَّمَا يَأْتِي عَلَى الضَّعِيفِ أَنَّ اللُّغَاتِ اصْطِلَاحِيَّةٌ .","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"أَمَّا عَلَى أَنَّهَا تَوْقِيفِيَّةٌ أَيْ أَنَّ الْوَاضِعَ لَهَا هُوَ اللَّهُ تَعَالَى وَعَلَّمَهَا جَمِيعًا لِآدَمَ عِنْدَ قَوْلِ الْمَلَائِكَةِ لَا عِلْمَ لَنَا فَلَا يَأْتِي ذَلِكَ وَهُوَ أَفْضَلُ الْأَشْهُرِ حَتَّى مِنْ عَشْرِ الْحِجَّةِ لِلْخَبَرِ الصَّحِيحِ\r(Wajib puasa ramadhan) menurut kesepakatan ulama, puasa ramadhan merupakan perkara yang diketahui secara pasti oleh masyarakat umum. Ramadhan berasal dari kata ar-romadh yaitu panas yang terik hal ini karena kebiasaan penamaan oleh orang-orang arab atas nama-nama bulan dalam setahun. Sedang pendapat lain menyatakan penamaan ramadhan bersifat tauqify yang menamainya langsung Allah sendiri dan diajarkan pada Adam. [ Tuhfah alMuhtaaj XIII/178 ].\r( لأن وضع اسمه الخ ) عبارة المغني والنهاية لأن العرب لما أرادت أن تضع أسماء الشهور وافق أن الشهر المذكور كان في شدة الحر فسمي بذلك كما سمي الربيعان لموافقتهما زمن الربيع اه قوله ( وكذا في بقية الشهور ) عبارة المصباح في مادة ج م د ويحكى أن العرب حين وضعت الشهور وافق الوضع الأزمنة فاشتق للشهور معان من تلك الأزمنة ثم كثر حتى استعملوها في الأهلة وإن لم توافق ذلك الزمان فقالوا رمضان لما ارمضت الأرض من شدة الحر وشوال لما شالت الإبل بأذنابها للظروف وذو القعدة لما ذللوا القعدان للركوب وذو الحجة لما حجوا والمحرم لما حرموا القتال أو التجارة والصفر لما غزوا وتركوا ديار القوم صفرا وشهر ربيع لما أربعت الأرض وأمرعت وجمادى لما جمد الماء ورجب لما رجبوا الشجر وشعبان لما أشعبوا مثل العود انتهت اه ع ش","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Keterangan dalam kitab alMughni dan an-Nihaayah “karena kebiasaan orang arab saat menamai bulan disesuaikan dengan keadaan zamannya, mereka menamai ramadhan karena bulan ini bertepatan dengan masa terik panas seperti mereka menamai dua bulan robii’ (robiiul awal dan robii’us tsani) karena bertepatan dengan musim semi, begitu juga bulan-bulan lain meskipun kenyataannya pada musim-musim tertentu tidak sesuai dengan apa yang mereka namai.\r1. Ramadhan = saat bumi terbakar karena panas yang terik\r2. Syawwal = saat unta menaikkan ekornya pada wadah\r3. Dzul Qa’dah = saat merendahkan kendaran untuk dinaiki\r4. Dzul hijjah = saat menjalani haji\r5. Muharram = saat diharamkan peperangan atau niaga\r6. Shofar = saat orang arab meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong\r7. dan 8. Robii’ (awal dan tsani) = saat musim semi\r9. dan 10. Jumada (ula dan tsani) = saat air membeku\r11. Rojab = saat pepohonan berduri\r12. Sya’ban = saat mereka meninggalkan untuk selama-lamanya seperti kembali\r[ Hawaasyi as-syarwaany III/371 ].\r2460. KENAPA DISEBUT BULAN RAMADHAN ?\rPERTANYAAN :\r> Ayonkz Inthepeinden DheathMetalsequad\rTanya, kenapa bulan puasa qo dinamakan bulan ramadan ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rKarena romadlon adalah bulan pembakaran dosa..romadlon artinya panas\rالحاوى الكبير ـ الماوردى (3/ 854)وَقَدْ رَوَى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} قَالَ : إِنَّمَا سُمِّيَ رَمَضَانُ : لِأَنَّهُ يَرْمِضُ الذُّنُوبَ أَيْ : يَحْرِقُهَا وَيَذْهَبُ بِهَا","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Anas bin malik bercerita bahwa Rosululloh SAW bersabda,dinamakan romadlon karena membakar dosa dalam arti membakar sekaligus melenyapkan dosa.\rحاشية البجيرمي على الخطيب (12/ 43)\rوَرَمَضَانَ لِرَمَضِ الذُّنُوبِ فِيهِ ، لِأَنَّهُ يُرْمِضُ الذُّنُوبَ أَيْ يُحْرِقُهَا ، وَقِيلَ : لِأَنَّ الْقُلُوبَ تُؤْخَذُ فِيهِ مِنْ حَرَارَةِ الْمَوْعِظَةِ ، وَقِيلَ : سُمِّيَ رَمَضَانَ ، لِأَنَّهُمْ لَمَّا نَقَلُوا أَسْمَاءَ الشُّهُورِ عَنْ اللُّغَةِ الْقَدِيمَةِ سَمَّوْهَا بِالْأَزْمِنَةِ الَّتِي وَقَعَتْ فِيهَا فَوَافَقَ زَمَنَ الْحَرِّ وَالرَّمَضِ ،\rDinamakan romadlon karena di bulan itu untuk membakar dosa karena pada bulan itu dosa-dosa pada dibakar dikatakan karena hati di bulan itu menerima panasnya mauidzoh, dikatakan bahwa dinamakan romadlon karena masyarakat terdahulu memberi nama pada bulan-bulan dengan bahasa terdahulu,mereka menamakan bulan dengan musim yang bertepatan pada bulan tersebut dan romadlon pas bertepatan dengan musim panas .\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rKarena kewajiban puasa adalah pada bulan ramadhan, jadi lazim dalam khalayak ramai bulan ramadhan disebut bulan puasa. Keumuman yang terjadi pada masyarakat menyebut bukan pada maknanya, tapi ritualitas yang biasa diterapkan di dalamnya. Karena ramadhan identik dengan puasa, maka mereka menamakan bulan puasa. Meski maknanya ramadhan sendiri adalah sangat panas. Perintah menjalankan puasa turun pada tanggal 10 bulan Sya'ban tahun 1,5 hijriyah. Adapula yang menyatakan tahun ke-2 hijriyah.\r- Kitab Alfiqhu ala madzahibil arba'ah :\rهو فرض عين على كل مكلف قادر على الصوم و قد فرض فى عشر من شهر شعبان بعد الهجرة بسنة و نصف","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"- Kitab Attaqrirot Assyadiidat :\rوقت فرضه:فرض فى الثانية من الهجرة فى شهر شعبان\rWALLOHU A'LAM .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/612378192118326/\r0230. PASUTRI MUSAFIR DAN BER-JIMA DI SIANG HARI RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rKsatria Muda\rSuami istri dalam keadaan musafir, Lalu tidak puasa.. lalu keduanya melakukan jima... Bagaimana hukumnya ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rTidak wajib kaffarat, bahkan bila tadinya ia puasa kemudian ditengah jalan dibatalkan dengan jima' maka tidak wajib kaffarat menurut Imam syafi'i karena berbuka puasa saat musafir baginya mubah.\rو لا على مسافر وطئ زنا أو لم ينو ترخصا لأنه لم يأثم به للصوم بل للزنا أو للصوم مع عدم نية الترخص ولأن الإفطار مباح له فيصير شبهة في درء الكفارة\rSyarh alMinhaj II/345\rومن ذلك ما لو كان مسافرا ثم نوى الصيام وأصبح صائما : ثم أفطر في أثناء اليوم بالجماع : فإنه لا كفارة عليه بسبب رخصة السفر\rFiqh alaa Madzaahib al-arba’ah I/903\rثم اختلفوا فيما إذا أنشأ المسافر الصوم في شهر رمضان ثم جامع .\rفقال أبو حنيفة والشافعي : لا تجب عليه كفارة .\rوعن مالك وأحمد روايتان ، أحدهما : الوجوب ، والأخرى : الإسقاط .\rIkhtilaaf al-Ummah I/250\r0228. HUBUNGAN INTIM PASUTRI DI SIANG HARI RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rIbnu Zainulmutaqin\rJika suami istri ber-jima di siang hari bulan romadhon maka siapakah yang diwajibkan qodho berikut kafaratnya ?? suwun\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rPENDAPAT YANG PALING SHAHIH KEWAJIBAN KAFFARAT HANYA TERTENTU BUAT SUAMI","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"ويقول في الكفارة ثلاثة اقوال (اصحها) تجب علي الزوج خاصة (والثانى) تجب عليه عنه وعنها (والثالث) يلزم كل واحد منهما كفارة والاصح علي الجملة وجوب كفارة واحدة عليه خاصة عن نفسه فقط وانه لا شئ على المرأة ولا يلاقيها الوجوب وذكر الدارمي وغيره في المسألة أربعة اقوال هذه الثلاثة (والرابع) يجب علي الزوج في ماله كفارتان كفارة عنه وكفارة عنها\rTerdapat tiga pendapat dalam masalah KAFFAARAT (denda pelanggaran) sebab persenggamaan di siang bulang ramadhan :\r1. Kewajiban kaffaratnya khusus bagi suami (pendapat paling shahih).\r2. Kewajiban kaffaratnya bagi suami untuk dirinya dan untuk istri (satu kaffarat untuk mereka berdua).\r3. Masing-masing suami istri wajib mengeluarkan kaffaarat .\rPendapat paling shahih adalah yang menyatakan ‘kewajiban kaffarat khusus bagi suami’ sebagai denda buatnya sendiri dan untuk istri tidak diwajibkan sesuatupun (kecuali qadha).\r4. Kewajibannya bagi suami hanya saja dia wajib mengeluarkan dua kaffaarat dari hartanya, satu kaffarat untuk dirinya dan satu kaffarat untuk istrinya (ini pendapat ad-Daraamy dan lainnya). [ al-Majmuu’ ‘alaa Syarh alMuhadzdzab VI/331-332 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab....\rAndaikan suami batalin puasa dulu pake makan dan minum terus menjimak istrinya, apakah masih ada kewjiban kaffarot Yaa ? Menurut Imam Maalik dan Hanafy wajib kaffaarat sedang menurut Imam Syafi’I dan hanbaly tidak wajib….","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"فلا تجب على موطوء لأن المخاطب بها في الخبر المذكور هو الفاعل ولا على نحو ناس من مكره وجاهل ومأمور بالإمساك لأن وطأه لا يفسد صوما ولا على من وطئ بلا عذر ثم جن أو مات في اليوم لأنه بان أنه لم يفسد صوم يوم و لا على مفسد غير صوم كصلاة أو صوم غيره ولو في رمضان كأن وطئ مسافر أو نحوه امرأته ففسد صومها أو صومه في غير رمضان كنذر وقضاء لأن النص ورد في صوم رمضان كما مر وهو مخصوص بفضائل لا يشركه فيها غيره أو مفسد له ولو في رمضان بغير وطء كأكل واستمناء لأن النص ورد في الوطء وما عداه ليس في معناه و لا على من ظن وقت الوطء ليلا أي بقاءه أو دخوله أو شك فيه فبان نهارا أو أكل ناسيا وظن أنه أفطر به ثم وطئ عامدا أو كان صبيا لسقوط الكفارة بالشبهة في الجميع ولعدم الإثم فيما عدا ظن دخول الليل بلا تحر أو الشك فيه و لا على مسافر وطئ زنا أو لم ينو ترخصا لأنه لم يأثم به للصوم بل للزنا أو للصوم مع عدم نية الترخص ولأن الإفطار مباح له فيصير شبهة في درء الكفارة وذكر الشك المفرع على قولي ولا شبهة من زيادتي\rقوله ( أو أكل ناسيا وظن أنه أفطر به ) أما إذا علم أنه لا يفطر به ثم جامع في يومه فيفطر وتجب الكفارة شرح م ر\rSyarh al-Minhaj II/345\rأن يفسد الصوم بالجماع وحده: فإن أكل ثم جامع، لا كفارة عليه، ولا كفارة بغير الجماع كالأكل والشرب والاستمناء باليد، والمباشرة فيما دون الفرج المفضية إلى الإنزال.\rAl-Fiqh al-Islaam Wa adillatuh III/97\rوَنَصَّ الْحَنَابِلَةُ عَلَى أَنَّهُ لَوْ جَامَعَ فِي يَوْمٍ رَأَى الْهِلاَل فِي لَيْلَتِهِ ، وَرُدَّتْ شَهَادَتُهُ لِفِسْقِهِ أَوْ غَيْرِهِ ، فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَالْكَفَّارَةُ ، لأَِنَّهُ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ بِجِمَاعٍ ، فَلَزِمَتْهُ كَمَا لَوْ قُبِلَتْ شَهَادَتُهُ .","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"وَإِذَا لَمْ يَعْلَمْ بِرُؤْيَةِ الْهِلاَل إِلاَّ بَعْدَ طُلُوعِ الْفَجْرِ ، أَوْ نَسِيَ النِّيَّةَ ، أَوْ أَكَل عَامِدًا ، ثُمَّ جَامَعَ تَجِبُ عَلَيْهِ الْكَفَّارَةُ ، لِهَتْكِهِ حُرْمَةَ الزَّمَنِ بِهِ ، وَلأَِنَّهَا تَجِبُ عَلَى الْمُسْتَدِيمِ لِلْوَطْءِ ، وَلاَ صَوْمَ هُنَاكَ ، فَكَذَا هُنَا (2.\r(2) كشاف القناع 2 / 326 ، والروض المربع 1 / 142 .\rAlMausuu’ah al-Fiqhiyyah 28/44\r4548. KAFFAROH JIMA' DI SIANG ROMADHON KHUSUS LAKI LAKI ?\rPERTANYAAN :\r> Faizin Mind\rAkhi wa ukhti, suami istri yang wati' di siang hari dengan sengaja di bulan ramadhon maka wjib menqodho' & bayar kaffaroh... kenapa yang terkena kaffaroh hanya laki-lakinya ???... afwan\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWati /jima' di siang romadhon secara sengaja maka wajib qodho' puasa baik bagi yang lelaki maupun yang perempuan, dan juga wajib bayar kifarat khusus yang lelaki saja, sedangkan yang perempuan tidak wajib bayar kifarat alasannya sebab puasanya perempuan itu tidak sempurna seperti lelaki, yaitu dengan adanya haid atau semisalnya, jadi keharamannya juga tidak sempurnya hingga bisa menjadikanya terhubung dengan bayar kifarat. Oleh sebab itulah bayar kifarat dikhususkan untuk lelaki yang jima' karena kifarat ini adalah tebusan berupa harta yang berhubungan dengan jima' seperti mahar, jadi tidak wajib bagi yang di wati / dijima'. Wallohu a'lam bis showab.\r- kitab iqna' (1/240) :","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"(وَمن وطىء) بتغييب جَمِيع الْحَشَفَة أَو قدرهَا من مقطوعها (عَامِدًا) مُخْتَارًا عَالما بِالتَّحْرِيمِ (فِي الْفرج) وَلَو دبرا من آدَمِيّ أَو غَيره (فِي نَهَار رَمَضَان) وَلَو قبل تَمام الْغُرُوب وَهُوَ مُكَلّف صَائِم آثم بِالْوَطْءِ بِسَبَب الصَّوْم (فَعَلَيهِ) وعَلى الْمَوْطُوءَة المكلفة (الْقَضَاء) لإفساد صومهما بِالْجِمَاعِ (و) عَلَيْهِ وَحده (الْكَفَّارَة) دونهَا لنُقْصَان صَومهَا بتعرضه للبطلان بعروض الْحيض أَو نَحوه فَلم تكمل حرمته حَتَّى تتَعَلَّق بهَا الْكَفَّارَة فتختص بِالرجلِ الواطىء وَلِأَنَّهَا غرم مَا لي يتَعَلَّق بِالْجِمَاعِ كالمهر فَلَا يجب على الْمَوْطُوءَة\r> Ghufron Bkl\rNyumbang ta'bir :\rفإذا قلنا بهذا: فهل تجب الكفارة عنه وعنها، أو تجب عنه دونها؟ فيه وجهان:وحكاهما ابن الصباغ قولين:أحدهما: تجب عليه عنه وعنها. وتعلق هذا القائل بقول الشافعي: (والكفارة واحدة عنه وعنها)، ولأنهما اشتركا في المأثم، فاشتركا في الكفارة.والثاني: تجب عليه عنه دونها؛ لأنها حق مال يتعلق بالوطء، فكان على الزوج، كالمهر، وتأول هذا القائل قول الشافعي: أنه أراد: أنها تجزئ عنهما جميعاً.\rwww.al-eman.com\rوفي الكفارة ثلاثة أقوال ( أحدها ) تجب على الرجل دون المرأة ; لأنه حق مال مختص بالجماع فاختص به الرجل دون المرأة كالمهر\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1031746690181472/\r0239. RISALAH RAMADHAN I : KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN\rOleh Hakam Ahmed ElChudrie\r1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:\rAdalah Rasulullah saw memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda,","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'.” (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)\r2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:\r“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).\rAl-Mundziri berkata: \"Diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Al-Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pernah mendengar darinya.\"\r3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"\"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga), “Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. \"Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.'” (HR. Ahmad)'\"\rIsnad hadits tersebut dha'if, dan di antara bagiannya ada nash-Nash lain yang memperkuatnya.\rKEUTAMAAN PUASA\r1. Dalil :\rDiriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda:\r“Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, ‘Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.’ Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.\"\r2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah?","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal, seperti: dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabi bersabda :\r“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari).\rInti pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqarrub kepada Allah Ta'ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram. Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah, ibaratnya orang yang meninggalkan hal-hal yang wajib dan ber-taqarrub dengan hal-hal yang sunat.\rJika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam shalat malam dan puasa maka ia mendapat pahala karenanya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal (bekerja) maka tidurnya itu merupakan ibadah. Jadi, orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya. Dikabulkan do'anya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur.\r3. Syarat mendapat pahala puasa :","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do'anya.\rOrang berpuasa yang berjihad :\rPerlu diketahui bahwa orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu :\r1. Jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa.\r2. Jihad pada malam hari dengan shalat malam.\rBarangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, niscaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung.\r0252. BERJUALAN MAKANAN SAAT PUASA RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rZaine Elarifine Yahya\rBerjualan aneka macam makanan di siang hari bulan ramadhan, bolehkah ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rHaram dan termasuk jual beli yang mengandung maksiat bila si penjual yakin atau punya dugaan kuat bahwa pembeli akan memakannya disiang hari ramadhan. Keterangan dari kitab :\r( وقوله من كل تصرف يفضي إلى معصية ) بيان لنحو وذلك كبيع الدابة لمن يكلفها فوق طاقتها والأمة على من يتخذها لغناء محرم والخشب على من يتخذه آلة لهو وكإطعام مسلم مكلف كافرا مكلفا في نهار رمضان وكذا بيعه طعاما علم أو ظن أنه يأكله نهارا","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"(Keterangan \"dari setiap tindakan yang berakibat kearah maksiat\") seperti menjual tunggangan pada orang yang akan membebaninya diluar batas kemampuannya, menjual sahaya wanita untuk menyanyi yang diharamkan, menjual kayu pada orang yang akan memakainya untuk alat malaahi, dan seperti orang muslim dewasa yang memberi makanan pada orang kafir dewasa disiang hari ramadhan, begitu juga menjual makanan bila yakin atau menduga kuat ia akan memakannya disiang hari ramadhan. [ I’aanah at-Thoolibiin III/24 ].\rومن النحو بيع الأمرد لمن عرف بالفجور والجارية لمن يتخذها للغناء المحرم والخشب لمن يتخذه آلة لهو وإطعام مسلم مكلف كافرا مكلفا في نهار رمضان وكذا بيعه طعاما علم أو ظن أنه يأكله نهارا .\rSebagian contoh jual beli yang diharamkan adalah menjual amraad (pemuda tampan) pada orang yang diketahui kemesumannya, menjual sahaya wanita untuk menyanyi yang diharamkan, menjual kayu pada orang yang akan memakainya untuk alat malaahi, dan seperti orang muslim dewasa yang memberi makanan pada orang kafir dewasa disiang hari ramadhan, begitu juga menjual makanan bila yakin atau menduga kuat ia akan memakannya disiang hari ramadhan. [ Hasyiyah al-Bujairomi II/224 ].\r0254. Lailatul Qodar Dalam Perbincangan Santri PISS-KTB\rPERTANYAAN :\rZaine Elarifine Yahya\rLAILATUL QODAR kapankah terjadinya di malam ramadhan tahun ini ? Apa itu lailatul Qodar dan bagaimana cara mendapatkannya ?\rJAWABAN :\r?…An Aresma Shori >> kalau hakikatnya laitul qadar tidak bisa di difinisikan kalau tnd2x ada,mengenai wk tunya ulamak khilaf.","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"?…Kiki Yuswiit >> Lailatur Qadar adalh suatu rahmat/hadiah yang sgt luar biasa yang di berikn oleh Allah kepada hambny pada bulan r0madhn, yang snan tiasa tidak pnh meninggalkn ibdh.. Waktuny pada hari2 gnjil saja dari tgl 21 smpai 29.. Dan cara untuk mndapatkny, jgnlah tdur smlman pada hr2 gnjil tersebut dengan di isi ibadah trz mnrz.. Insya ALLAH akn mndapatkny... Amin.. terimakasih\r?…Zaine Elarifine Yahya An Aresma Shori >> malam yang lebih baik dari seribu bulan itu maksudnya apa ya? Afwan malam lailatul qodar malam yang lebih baik dari seribu bulan..>> She'Jasmine Ayda Az-zahra >>\r?…Zaine Elarifine Yahya >> Seribu bulan berapa tahun ning She'Jasmine Ayda Az-zahra ?\r?…Noval Yoko >> pernah baca ratib Al-Haddad?\r?…Zaine Elarifine Yahya >> Ada kaitannya dengan inikah ratib alchaddaad?\r?…Noval Yoko >> bacalah...kitab ratib Al-Haddad, Zaine Elarifine Yahya >> 83 tahun plus 4 bulan.. hmm ?? menakjubkan..\r?…She'Jasmine Ayda Az-zahra >> usia kita aja,,, mungkinkah sampe segitu... Allahu akbar,,, apa tanda2 malam lailatul qodar?`afwan....\r?…Noval Yoko >> kamu mau cepat tidur di malam itu walaupun anda sudah tidur siang.. hati kamu lebih plong dari sebelumnya..\r?…Zaine >> Tanda2 inderawi di alam semesta ini adakah sewaktu terjadi malam lailatul qodar itu ?\r?…Noval Yoko >> angin berhembus sepoi-sepoi dan waktu itu anda cepat sekali ingin cepat lagi tidur ditunjang dengan alam sekitar yang diam tidak seperti biasanya (malah suara jangkrik tidak terdengar sama sekali) dan hati anda cepat sekali plong tanpa sebab dan musabab","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"?…Zaine Elarifine Yahya >> Adakah yang bisa dilakukan untuk mengetahui kapankah malam ajaib itu datangnya?\r?…Eanice Alvira Elizabet's >> Lailatul Qadar trjd di stiap thn di bulan sc rmdan,trtma pada mlm2 10 hr trkhir ketika Rosulullah saw mlkn I'tikaf, apbl mmsuki 10 hr trkhr bulan rmdhn Rosulullah sj mnghdpkn mlm2x dengan brbdh,beliu mmbgnkn istrix brsggh2&srius brbdh(HR Bukhari&muslim), lebih utmx pada mlm2 gnjl 21,23,25,27,29. Rosulullah saw brsbd crlh lailatul Qadr pada pd mlm gnjl di splh hr trkhr di bulan rmdhn(HR Bukhari&muslim), sesungguhx km trnkn ia mlm Qadr.thkh km ap it mlm Qadr ? mlm Qadr itu lebih baik dari 1000 bulan (Al Qadr 1-3)\r?…Noval Yoko >> seandainya anda dapat raih dan berdoa \"Allahumma atini bifadlika afdala ma tu'ti ibadaka sholihin...kau tinggal pilih:1.Doa yang makbul.2.cepat sekali ilmu yang tangkap dan resapi.3.dirimu bermartabat baik kawan maupun lawan...\r?…Supri putra peta >> Malam Lailatul Qodar adlah 1 malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang keberadaannya menjadi Rahasia Allah swt..yang hanya dapat diketahui Sedikit tanda-tandanya..tapi kita sebagai Hamba yang beriman dianjurkan mencarinya... Adalah Kemuliyaan yang diturunkan Pada Malam itu,yang perlu kita persiapkan adalah tempat Untuk meletakkan Kemuliyaan itu pada diri kita, yaitu \"HATI\" kita,Mari bersihkan Hati untuk menemukan Rahasia Malam Lailatul Qodar...","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"?…Mbah Jenggot >> Sesudah disyariatkannya ibadah shaum, dan agar umat Islam dapat merealisasikan nilai taqwa, Allah SWT melengkapi nikmat-Nya dengan memberikan adanya \"Lailat al qodr\". Allah berfirman : \" Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada \" Lailat al qodr\". Tahukah kalian apakah \" Lailat al qodr\" ?. Itulah malam yang lebih utama dari pada seribu bulan\" (QS. Al Qodr : 1-3)\rKeutamaan Lailat al Qodr\rAyat yang dikutip di atas jelas menunjukkan nilai utama dari \"Lailat al qodr\". Mengomentari ayat di atas Anas bin Malik ra menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan keutamaan disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur'an, dan dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailat al qodr sendiri). Dalam riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya Allah mengkaruniakan \" Lailat al qodr\" untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya.","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Sementara berkenaan dengan ayat 4 surat al qodr, Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah bahwa pada saat terjadinya lailat al qodr, para malaikat turun kebumi menghampiri hamba-hamba Allah yang sedang qiyam al lail, atau melakukan dzikir, para malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari para hambaNya yang bertaubat. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, seperti dilaporkan oleh Bukhori, Muslim dan al Baihaqi, Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan , \"barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) pada lailat al qodr, atas dasar iman serta semata-mata mencari keridloan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya\". Demikian banyaknya keutamaan lailat al qodr, sehingga Ibnu Abi Syaibah pernah menyampaikan ungkapan al Hasan al Bashri, katanya : \" Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali ' Lailat al qodr', karena lailat al qodr lebih utama dari (amalan) seribu bulan\".\rHukum \"Menggapai\" Lailat al Qodr","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"Memperhatikan pada arahan (taujih) Rasulullah SAW, serta contoh yang beliau tampilkan dalam upaya \"menggapai\" lailat al qodr, dalam hal ini misalnya Umar pernah menyampaikan sabda Rasulullah SAW : \" Barangsiapa mencari lailat al qodr, hendaknya ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh\" (HR. Ahmad). Maka para ulama' berkesimpulan bahwa berupaya menggapai lailat al qodr hukumnya sunnah. IV. Kapankah terjadinya Lailat al Qodr Sesuai dengan firman Allah pada awal surat Al Qodr, serta pada ayat 185 surat Al Baqoroh, dan hadits Rasulullah SAW. Maka para ulama' bersepakat bahwa \" Lailat al qodr\" terjadi pada malam bulan Ramadhan. Bahkan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Abu Dzar, dan Abu Hurairah, lailat al qodr bukannya sekali terjadi pada masa Rasulullah SAW saja, malainkan ia terus berlangsung pada setiap bulan Ramadhan untuk mashlahat umat Muhammad, sampai terjadinya hari qiyamat. Adapun tentang penentuan kapan persis terjadinya lailat al qodr, para ulama berbeda pendapat disebabkan beragamnya informasi hadits Rasulullah, serta pemahaman para shahabat tentang hal tersebut. Sebagaimana tersebut dibawah ini :\r1. Lailat al qodr terjadi pada malam 17 Ramadhan, malam diturunkannya Al Qur'an. Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqom, dan Abdullah bin Zubair ra. (HR. Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan Bukhori dalam tarikh).\r2. Lailat al qodr terjadi pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Aisyah dari sabda Rasululah SAW: \"Carilah lailat al qodr pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadhan\" (HR. Bukhori, Muslim dan Baihaqi)","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"3. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 21 Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Abi Said al Khudri yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim.\r4. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 23 bulan Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Abdullah bin Unais al Juhany, seperti dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim.\r5. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 27 bulan Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar, seperti dikutip oleh Ahmad. Dan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, bahwa Umar bin al Khoththob, Hudzaifah serta sekumpulan besar shahabat, yakin bahwa lailat al qodr terjadi pada malam 27 bulan Ramadhan. Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, juga pernah menyampaikan kepada shahabat yang telah tua dan lemah tak mampu qiyam berlama-lama dan meminta nasehat kepada beliau kapan ia bisa mendapatkan lailat al qodr, Rasulullah SAW kemudian menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 bulan Ramadhan (HR. Thabroni dan Baihaqi).\r6. Seperti difahami dari riwayat Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim, terjadinya lailat al qodr mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sesuai dengan informasi terakhir ini, dan karena langka dan pentingnya lailat al qodr, maka selayaknya setiap muslim berupaya selalu mendapatkan lailat al qodr pada sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.\rTanda-tanda terjadinya Lailat al qodr","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Seperti diriwayatkan Oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: \" Pada saat terjadinya lailat al qodr itu, malam terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan\".\rApa yang perlu dilakukan pada lailat al qodr dan agar dapat menggapai lailat al qodr ?\r1. Lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan, menjauhkan diri dari semua hal yang dapat mengurangi keseriusan beribadah pada hari-hari itu. Dalam peribadatan ini juga dengan mengikutsertakan keluarga. Hal itulah yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW.\r2. Melakukan i'tikaf dengan berupaya sekuat tenaga. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.\r3. Melakukan qiyamu al lail berjama'ah, sampai dengan rekaat terakhir yang dilakukan imam, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dzar ra.\r4. Memperbanyak do'a memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah dengan lafal : \"Allahumma innaka 'afuwun tuhibul afwa fa'fu 'anni\". Hal inilah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah ra ketika beliau bertanya : ' wahai Rasulullah, bila aku ketahui kedatangan lailat al qodr, apa yang mesti aku ucapkan\"?. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi).\rMenggapai \" Lailat al qodr\" bagi Muslimah","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Sebagaimana tersirat dari dialog Rasulullah SAW dengan Aisyah, istri beliau itu, maka mudah disimpulkan bahwa kaum muslimah-pun disyari'atkan dan diperbolehkan menggapai lailat al qodr . Dengan melakukan maksimalisasi ibadah yang memang diperbolehkan untuk dilakukan seorang muslimah. VIII. Khotimah Demikian panduan ringkas ini, mudah-mudahan pada bulan Ramadhan tahun ini Allah memperkenankan kita meraih \" Lailat al qodr\", malam yang utama dari 1000 bulan alias 83 tahun itu.\r3433. BATASAN SAKIT DIPERBOLEHKAN TIDAK PUASA RAMADHAN\rPERTANYAAN :\r> Yusuf Cokro Joyo\rAssalamu alaikum, mau nanya batasan sakit yang boleh tidak berpuasa (tarkusshoim) / tinggal puasa sebatas mana? syukron\rJAWABAN :\r> Santriwati Dumay\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, bagi orang yang sakit ada 3 keadaan,jika disalah pahami bahwa sakit tersebut menjadi berbahaya yang membolehkan tayamum maka makruh untuk berpuasa dan boleh tidak berpuasa (ifthor). Jika jelas adanya bahaya yang dimaksud atau menurut persangkaan yang kuat atau udzurnya sampai menjadikannya binasa atau hilangnya manfaat anggota tubuh maka haram untuk berpuasa dan wajib ifthor. Jika sakitnya ringan sekira tidak disalah pahami bahwa sakit tsb berbahaya yang membolehkan tayammum maka haram untuk ifthor dan wajib berpuasa selagi tidak khawatir adanya tambahan pada sakit tersebut.\rنهاية الزين ص 189\rفللمريض ثَلَاثَة أَحْوَال إِن توهم ضَرَرا يُبِيح التَّيَمُّم كره لَهُ الصَّوْم وَجَاز لَهُ الْفطر\rوَإِن تحقق الضَّرَر الْمَذْكُور أَو غلب على ظَنّه أَو انْتهى بِهِ الْعذر إِلَى الْهَلَاك أَو ذهَاب مَنْفَعَة عُضْو حرم الصَّوْم وَوَجَب الْفطر","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"وَإِن كَانَ الْمَرَض خَفِيفا بِحَيْثُ لَا يتَوَهَّم فِيهِ ضَرَرا يُبِيح التَّيَمُّم حرم الْفطر وَوَجَب الصَّوْم مَا لم يخف الزِّيَادَة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة وَنَحْوهم\r> Penawar Rinduku\rBACA POINT KE 4 dari at-taqriiraat as-sadiidah fii al-masaail al-mufiidah hal. 451\rالمفطر السادس : وصول عين من منفذ مفتوح إلى الجوف قوله : { وصول عين } خرج به : الهواء ، فلا يضر وصول هواء إلى الجوف ، وكذلك مجرد الطعم والريح بدون عين فلا يفطر ما وصل منهما إلى الجوف\rPerkara yang membatalkan puasa yang keenam sampainya benda (ain) melalui lubang tembus hingga ke perut. Dikecualikan dari maksud benda (ain) apabila yang masuk berupa udara (hawa'), maka tidak berbahaya (tidak berpengaruh) terhadap keabsahan puasa. yakni puasanya tetap sah. begitu pula jika yang masuk hanya berupa rasa dan hanya berupa angin (rich) tanpa bendanya (ain), maka keduanya tidak membahayakan terhadap keabsahan puasa.\rSYARAT YANG MEWAJIBKAN PUASA\rBaca kitab At-taqriiraat as-sadiidah fi al-masaail al-mufiidah hal. 438-439 :\rشروط وجوب الصوم : أي إذا توفرت هذه الشروط وجب الصوم ، وهي خمسة ؛ 1 ـ الإسلام : فلا يخاطب به الكافر في الدنيا ، وأما المرتد فيجب عليه القضاء إذا رجع إلى الإسلام تغليظا عليه\rSyarat-syarat yang mewajibkan puasa : yakni ketika syarat-syarat ini terpenuhi maka wajib berpuasa, syarat-syarat tersebut ada lima (5) :\r1. Islam : Orang yang kafir tidak terkena khithob (urusan/tuntutan) berpuasa di dunia. adapun orang yang murtad wajib untuk mengqodlo' puasa ketika dia kembali ke agama Islam sebagai pemberat atasnya.","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"2 ـ التكليف : أي أن يكون بالغا عاقلا ، وأما الصبي فيجب على ولي أمره أن يأمره بالصوم لسبع سنبن ويضربه إذا تركه لعشر سنين إن أطاقه\r2. Taklif : yakni sudah baligh dan berakal. adapun anak kecil (shobiy) diwajibkan atas walinya untuk memerintah anak kecil ketika berumur 7 tahun, dan memukulnya ketika meninggalkan puasa pada saat berumur 10 tahun, jika anak tersebut mampu berpuasa.\r3 ـ الإطاقة : أي القدرة عليه ، والإطاقز تكون حسا وشرعا 1 } حسا : فلا يجب على الشيخ الهرم والمريض ال} لا يرجى برؤه\r3. Mampu : mampu untuk berpuasa, kemampuan ini adakalanya berupa keadaan/kondisi (chissi) adakalanya berupa syara'.\r1) Secara chissi : maka tidak wajib berpuasa atas orang yang sudah tua renta, dan orang yang sakit yang sudah tidak ada harapan sembuh.\r2) Secara syara' : Maka tidak wajib atas orang yang haidl dan nifas.\r4 ـ الصحة فلا يجب على المريض وضابط المرض المبيح للفطر : هو الذي يخاف منه الهلاك أو تأخر الشفاء أو زيادة المريض ، وذلك ما يسمى : { محذور التيمم }؛\r4. Sehat : maka dari itu orang yang sakit tidak wajib berpuasa. batasan sakit yang memperbolehkan tidak berpuasa (fithr) : yaitu keadaan sakit yang dikhawatirkan menyebabkan binasa, atau lama sembuhnya, atau bertambah parah. dan hal ini disebut dengan : machdzurut tayammum { محذور التيمم } , perkara yang perlu diwaspadai yang memperbolehkan tayammum.\r5 ـ الإقامة : فلا يجب على المسافر الذي يسافر سفرا طويلا { 82 كيلو متر } مباحا ، ويشترط ـــ لجواز الفطر في السفر ـــ أن يسافر قبل طلوع الفجر","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"5. Iqamah / bermukim : Maka puasa tidak wajib atas orang yang melakukan perjalanan (musafir) yang menempuh jarak yang jauh (82 KM) dalam perjalana yag diperbolehkan (mubah). disyaratkan -- bagi diperbolehkannya tidak berpuasa dalam perjalanan -- jikalau perjalanan tersebut dilakukan sebelum keluarnya fajar. Wallohu a'lam bish-showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/809115045777972/\r0270. Sakit, Puasa Ramadhan dan Fidyah\rPERTANYAAN :\rMuhammad Bisri Musthofa\rAssalamualaikum.Adakah qoul /pendapat Ulama yang mengatakan bahwa orang yang sakitnya tahunan hanya membayar fidyah tanpa mengqodho ? semisal ada orang yang sakit menerus hingga 20 tahun kemudian sembuh dan kuat berpuasa (namun selama sakit membayar fidyah) apakah ada yang berpndapat tidak perlu mengqodo' ?terimakasih\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikum salam. Kalangan Syafiiyah berpendapat bila pengakhiran qadha puasa tersebut sebab adanya udzur yang ISTIMROOR terus menerus baginya cukup mengqadha puasa tanpa menyertakan membayar fidyah.\rومن أخر قضاء رمضان مع إمكانه حتى دخل رمضان آخر لزمه مع القضاء لكل يوم مد لأن ستة من الصحابة رضي الله عنهم قالوا بذلك ولا مخالف لهم ويأثم بهذا التأخير\rقال في المجموع ويلزمه المد بدخول رمضان أما من لم يمكنه القضاء لاستمرار عذره حتى دخل رمضان فلا فدية عليه بهذا التأخير","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"Barang siapa yang mengakhirkan qadha puasa ramadhan padahal berkesempatan mengqadhanya hingga memasuki ramadhan yang lain (ramadhan berikutnya) wajib baginya disetip hari yang pernah ia tinggalkan satu MUD (6,25 gram) karena enam shahabat nabi menyatakan masalah ini dan tidak ada perbedaan diantara mereka, dan ia berdosa sebab mengakhirkannya.\rImam Nawawy berkata dalam kitab ‘alMajmuu’ : Dan wajib baginya satu Mud sebab mengakhirkannya hingga masuk ramadhan berikutnya, sedang bagi yang tidak berkesempatan mengqadhainya karena udzurnya yang terus berlangsung hingga memasuki ramadhan berikutnya maka tidak berkewajiban membayar fidyah (sehari satu mud) sebab pengakhiran qadhanya. [ Al-Iqnaa’ Li as-Syarbiiny I/243 ].\rPertanyaan anda : apakah ada yang berpndapat tidak perlu mengqodo' terimakasih sebelumnya\rAda, yaitu pendapat Ibn Abbas, Ibn Umar, Sa’id Bin Jubir dan Qataadah yang menyatakan : “Puasa yang ada dijalani, puasa yang telah lewat fidyahnya dibayari dan tidak ada qadha puasa lagi.\r{ فرع } في مذاهب العلماء في من أخر قضاء رمضان بغير عذر حتى دخل رمضان آخر","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"قد ذكرنا ان مذهبنا انه يلزمه صوم رمضان الحاضر ثم يقضى الاول ويلزمه عن كل يوم فدية وهى مد من طعام وبهذا قال ابن عباس وابو هريرة وعطاء بن أبي رباح والقاسم بن محمد والزهرى والاوزاعي ومالك والثوري واحمد واسحق الا ان الثوري قال الفدية مدان عن كل يوم وقال الحسن البصري وابراهيم النخعي وابو حنيفة والمزني وداود يقضيه ولا فدية عليه أما إذا دام سفره ومرضه ونحوهما من الاعذار حتى دخل رمضان الثاني فمذهبنا انه يصوم رمضان الحاضر ثم يقضى الاول ولا فدية عليه لانه معذور وحكاه ابن المنذر عن طاوس والحسن البصري والنخعي وحماد بن ابى سليمان والاوزاعي ومالك واحمد واسحق وهو مذهب ابى حنيفه والمزنى وداود قال ابن المنذر وقال ابن عباس وابن عمر وسعيد بن جبير وقتادة يصوم رمضان الحاضر عن الحاضر ويفدى عن الغائب ولا قضاء عليه\r[ al-Majmuu’ alaa Syarh alMuhaddzab VI/366 ]\r0271. Bersiwak dan Puasa Ramadhan\rPERTANYAAN :\rMochadie Alfaqir Abdil\rAssalamu'alaikum... Kapankah batas bersiwak di bulan puasa terkait dengan lantaran ber-siwak merupakan suatu kesunahan sebelum mengerjakan ibadah sholat dan ibadah sunah lainnya\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam wr wb. BATASANNYA SETELAH TERGELINCIRNYA MATAHARI\rولا يكره إلا للصائم بعد الزوال ولو صوم نفل\rDan tidak dimakruhkan memakai siwak kecuali bagi orang puasa setelah tergelincirnya matahari meskipun saat menjalani puasa sunah. [ As-Siraaj al-Wahhaaj I/17 ].\r( ولا يكره ) بحال ( إلا للصائم بعد الزوال ) ولو نفلا لخبر الصحيحين لخلوف الصائم أطيب عند الله من ريح المسك والخلوف بضم الخاء تغير رائحة الفم والمراد الخلوف بعد الزوال لخبر أعطيت أمتي في شهر رمضان خمسا ثم قال وأما الثانية فإنهم يمسون وخلوف أفواههم أطيب عند الله من ريح المسك والمساء بعد الزوال","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"(Dan tidak dimakruhkan sama sekali memakai siwak kecuali bagi orang puasa setelah tergelincirnya matahari meskipun saat menjalani puasa sunah). Berdasarkan hadits Nabi “Sungguh bau mulut orang berpuasa lebih harum dari minyak misik (HR. Bukhari Muslim). Yang dimaksud bau mulut diatas adalah bau mulut setelah tergelincirnya matahari berdasarkan hadits nabi yang lain. ”Diberikan kepada umatku lima perkara dalam bulan Ramadhan. Seterusnya beliau bersabda : Adapun yang kedua, mereka berada pada saat setelah tergelincir matahari, sedangkan bau mulut mereka di sisi Allah lebih harum dari bau misik” (H.R. al-Hasan bin Sufyan dalam Musnadnya dan Abu Bakar al-Sam’any dalam Amaliah, beliau berkata : “ Ini hadits hasan”. Seperti ini juga telah dikatakan oleh An-Nawawi dalam Syarah Muhazzab berdasarkan cerita dari Ibnu Shalah). Kata Masaa’ (sore hari) adalah waktu setelah tergelincirnya matahari. [ Mughni alMuhtaaj I/56 ].\rTergelincirnya matahari itu maksudnya apa ya kang ? ZAWAL / tergelincirnya matahari adalah waktu yang menandakan masuknya sholat dhuhur.\rGhufron Bkl\rMakruh stelah masuk waktux slat dhuhur blmana siwakan it di lkukan bkn karena mlut yang berbau, kalau di lakukan karena berbaunya mulut maka tidak makruh.bhkan mnurut imam Nawawi tidak makruh walaupun stlah msukx wakt solat dhuhur. IANAH DaN BAJURI BAB SIWAK\rAbdurrahman As-syafi'i\rو يكره للصائم و لو نفلا السواك بعد الزوال اى الغروب و ان لم يتغير فمه من الصوم بل من نحو نوم عند حج للخبر الصحيح \" لخلوف فم الصائم يوم القيامة اطيب عند الله من الريح المسك\" ....\rبشرى الكريم 2/75","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"Dimakruhkan bagi orang yang berpuasa walau puasa sunah menggunakan siwak setelah lingsirnya matahari sampai tenggelamnya... siwak sebelum zawal nda'apa-apa, karena ada pendapat yang mengatakan tidak ada kemakruhan secara mutlak meski ba'da zawal sekalipun.\rو هل يكره للصائم بعد الزوال فيه خلاف؟ الراجح فى الرافعى و الروضة انه يكره لقوله عليه الصلاة و السلام لخلوف فم الصائم الطيب عند الله من الريح المسك رواه البخارى.و فى رواية مسلم يوم القيامة. و الخلوف بضم الخاء واللام هو التغييرو خص بما بعده الزوال لان تغيير الفم بسبب الصوم حينئذ يظهر، فلو تغير فمه بعد الزوال بسبب اخر كنوم او غيره فاستاك لاجل ذلك لا يكره و قيل لا يكره الا ستياك مطلقا و به قال الائمة الثلاثة و رجحه النووى فى الشرح المهذب\rكفاية الاخيار 1/16_17\rApakah makruh bagi orang yang berpuasa bersiwak setelah lingsir matahari? hal ini terjadi perbedaan pendapat pendapat yang rojeh dari Imam Rofi'i adalah makruh hal ini didasarkan atas hadis dari imam Bukhori dan Imam Muslim Bahwasanya perubahan bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah adalah lebih wangi dibanding misik.Dihususkan dengan lingsir matahari, karena pada waktu itu perubaham bau mulut karena berpuasa akan tampak, Apa bila perubahan bau mulut sesudah matahari lengser disebabkan oleh hal lain semisal karena habis tidur maka bersiwak tidak dimakruhkan.\rPendapat yang ke-2 menghukumi tidak makruh secara mutlak dan ini adalah pendapat 3 Imam Madzhab. Dan Imam Nawawi merojehkan dalam kitabnya Syarah al-Muhadzab. Wallaahu A'laamu Bis Showaab\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/450315198324627/\r0288. JOMPO TAK BERDAYA, PUASA RAMADHAN DAN FIDYAH\rPERTANYAAN :","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Dewi Vie\rNenek saya sudah tidak bisa apa2 lagi bahkan buang air kecil dan besar sudah ditempat beliau dibaringkan, ditambah sekarang ini sudah bergantung dengan infusan karena sudah tidak bisa menerima makan dengan cara normal lagi.Pertanyaannya : apakah nenek saya masih wajib puasa? dan bila tidak lagi wajib, berapa yang harus ditunaikan dalam fidyahnya untuk setiap harinya? dengan beras bisa tidak sebagai gantinya makanan ?\rJAWABAN :\rNur Hasyim S. Anam\rTidak wajib berpuasa baginya dan diganti fidyah\rMuhammad Bisri Musthofa\rUntuk orang yang seperti nenenknya neng nih Biasanya sudah tidak mampu berpuasa namun harus bayar fidyah.Ukuran untuk seharinya fidyahnya 1 mud ( 6ons lebih 25 gram ).\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Sepakat, sekedar melengkapi referensi :\r( والشيخ ) وهو من جاوز الأربعين والعجوز والمريض الذي لا يرجى برؤه ( إن عجز ) كل منهم ( عن الصوم ) بأن كان يلحقه به مشقة شديدة ( يفطر ويطعم ) إن كان حرا ( عن كل يوم مدا ) لقوله تعالى { وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين }\r“Kakek-kakek (orang yang telah melewati usia 40 tahun), nenek-nenek dan orang sakit yang tidak diharapkan lagi akan kesembuhannya bila tidak mampu menjalani puasa (seperti mendapatkan masyaqqat/kesulitan yang sangat bila berpuasa) boleh baginya tidak berpuasa dan wajib baginya (bila ia merdeka) mengeluarkan satu Mud setiap harinya berdasarkan firman Allah ta’aalaa “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (QS. 2:184)”.[ Iqnaa’ Li as-Syarbiiny I/242 ].","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"Maksudnya 1 Mud (ukuran seperempat dari yang kita keluarkan saat zakat fitrah) tersebut kalau di negara kita ya dengan menunaikan berupa beras.. Wallohu A'lam.\r0298. Syaithon di bulan ramadhan\rPERTANYAAN :\rNadia Faelasufha\rDi bulan Ramadhan benarkah syaithn-syaithon dibelenggu? Tetapi faktanya sewaktu sedang puasa.... Habis subuh kok ramai asyik berpacaran ? dan maksiat masih saja tetap terjadi? kenapa ea ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rKarena masih dimungkinkan kejelekan tersebut terjadi akibat nafsu yang jelek dari seseorang atau pengaruh setan dari bangsa manusia...\rوقال القرطبي بعد أن رجح حمله على ظاهره فإن قيل كيف نرى الشرور والمعاصى واقعة في رمضان كثيرا فلو صفدت الشياطين لم يقع ذلك فالجواب أنها إنما تقل عن الصائمين الصوم الذي حوفظ على شروطه وروعيت ادابه أو المصفد بعض الشياطين وه...م المردة لاكلهم كما تقدم في بعض الروايات أو المقصود تقليل الشرور فيه وهذا أمر محسوس فإن وقوع ذلك فيه أقل من غيره اذلا يلزم من تصفيد جميعهم أن لا يقع شر ولا معصية لأن لذلك اسبابا غير الشياطين كالنفوس الخبيثة والعادات القبيحة والشياطين الإنسية وقال غيره في تصفيد الشياطين في رمضان إشارة إلى رفع عذر المكلف كأنه يقال له قد كفت الشياطين عنك فلا تعتل بهم في ترك الطاعة ولا فعل المعصية","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Berkata alQurthuby setelah mengunggulkan pernyataan hadits ““pada bulan ramadhan pintu neraka ditutup rapat dan pintu surga dibuka selebar lebarnya dan setan diborgol ” pada zhahirnya hadits. Bila ditanyakan “Bagaimana kita masih banyak melihat kejelekan dan maksiat terjadi dibulan ramadhan bila memang setan telah di borgol ?”. Kejelekan tersebut menjadi jarang terjadi pada orang yang berpuasa dengan menjalankan semua syarat-syaratnya dan menjaga adab-adabnya. Atau yang diborgol hanyalah sebagian setan tidak semuanya seperti keterangan disebagian riwayat terdahulu.\rAtau yang dimaksud adalah sedikitnya kejelekan dibulan ramadhan, ini adalah hal nyata karena kejelekan dibulan ramadhan kenyataannya memang lebih sedikit dibanding dibulan-bulan lainnya dan bukan berarti apabila semua setan diborgol dibulan Ramadan sekalipun, tidak akan terjadi kejelekan dan kemaksiatan karena masih dimungkinkan kejelekan tersebut terjadi disebabkan oleh nafsu yang jelek atau setan dari setan sebangsa manusia. Dan berkata ulama lainnya “Pengertian setan dibelenggu dibulan Ramadan adalah tidak adanya lagi alas an seorang mukallaf, seolah-olah dikatakan : Telah tercegah setan dari menggodamu maka jangan beralasan dirimu karenanya saat meninggalkan ketaatan dan menjalani kemaksiatan. [ Fath alBaari IV/114-115 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab..\r0312. SEDEKAH DI BULAN RAMADHAN","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu 'anhuma, ia berkata : \"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur'an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur'an. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.”\rHadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan: \"Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. \"\rDan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu 'anha : \"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. \"\rKedermawanan adalah sifat murah hati dan banyak memberi. Allah pun bersifat Maha Pemurah, Allah Ta'ala Maha Pemurah, kedermawanan-Nya berlipat ganda pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam segala sifat yang terpuji; kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini.","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Berbagai pelajaran yang dapat diambil dari berlipatgandanya kedermawanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di bulan Ramadhan : Bahwa kesempatan ini amat berharga dan melipatgandakan amal kebaikan. Membantu orang-orang yang berpuasa dan berdzikir untuk senantiasa taat, agar memperoleh pahala seperti pahala mereka; sebagaimana siapa yang membekali orang yang berperang maka ia memperoleh seperti pahala orang yang berperang, dan siapa yang menanggung dengan balk keluarga orang yang berperang maka ia memperoleh pula seperti pahala orang yang berperang. Dinyatakan dalam hadits Zaid bin Khalid dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: \"Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya. \" (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).\rBulan Ramadhan adalah saat Allah berderma kepada para hamba-Nya dengan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api Neraka, terutama pada Lailatul Qadar Allah Ta 'ala melimpahkan kasih-Nya kepada para hamba-Nya yang bersifat kasih, maka barangsiapa berderma kepada para hamba Allah niscaya Allah Maha Pemurah kepadanya dengan anugerah dan kebaikan. Balasan itu adalah sejenis dengan amal perbuatan.","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Puasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama termasuk sebab masuk Surga. Dinyatakan dalam hadits Ali radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Sungguh di Surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luamya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.\" Maka berdirilah kepada beliau seorang Arab Badui seraya berkata: “Untuk siapakah ruangan-ruangan itu wahai Rasulullah? jawab beliau: \"Untuk siapa saja yang berkata baik, memberi makan, selalu berpuasa dan shalat malam ketika orang-orang dalam keadaan tidur. \" (HR. At-Tirmidzi dan Abu Isa berkata, hadits ini gharib)\rSemua kriteria ini terdapat dalam bulan Ramadhan. Terkumpul bagi orang mukmin dalam bulan ini; puasa, shalat malam, sedekah dan perkataan baik. Karena pada waktu ini orang yang berpuasa dilarang dari perkataan kotor dan perbuatan keji. Sedangkan shalat, puasa dan sedekah dapat menghantarkan pelakunya kepada Allah Ta 'ala.\rPuasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama lebih dapat menghapuskan dosa-dosa dan menjauhkan dari api Neraka Jahannam, terutama jika ditambah lagi shalat malam. Dinyatakan dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Puasa itu merupakan perisai bagi seseorang dari api Neraka, sebagaimana perisai dalam peperangan \" ( Hadits riwayat Ahmad, An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari Ustman bin Abil-'Ash; juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya serta dinyatakan shahih oleh Hakim dan disetujui Adz-Dzahabi.) Hadits riwayat Ahmad dengan isnad hasan dan Al-Baihaqi.","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"Diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Puasa itu perisai dan benteng kokoh yang melindungi seseorang) dari api Neraka\"\rDan dalam hadits Mu'adz radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Sedekah dan shalat seseorang di tengah malam dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api\" (Hadist riwayat At-Tirmidzi dan katanya. \"Hadits hasan shahih. \"\rDalam puasa, tentu terdapat kekeliruan serta kekurangan. Dan puasa dapat menghapuskan dosa-dosa dengan syarat menjaga diri dari apa yang mesti dijaga. Padahal kebanyakan puasa yang dilakukan kebanyakan orang tidak terpenuhi dalam puasanya itu penjagaan yang semestinya. Dan dengan sedekah kekurangan dan kekeliruan yang terjadi dapat terlengkapi. Karena itu pada akhir Ramadhan, diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan kotor dan perbuatan keji.","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Orang yang berpuasa meninggalkan makan dan minumnya. Jika ia dapat membantu orang lain yang berpuasa agar kuat dengan makan dan minum maka kedudukannya sama dengan orang yang meninggalkan syahwatnya karena Allah, memberikan dan membantukannya kepada orang lain. Untuk itu disyari'atkan baginya memberi hidangan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa bersamanya, karena makanan ketika itu sangat disukainya, maka hendaknya ia membantu orang lain dengan makanan tersebut, agar ia termasuk orang yang memberi makanan yang disukai dan karenanya menjadi orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat makanan dan minuman yang dianugerahkan kepadanya, di mana sebelumnya ia tidak mendapatkan anugerah tersebut. Sungguh nikmat ini hanyalah dapat diketahui nilainya ketika tidak didapatkan. (Lihat kitab Larhaa'iful Ma'arif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 172-178).\rSemoga Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya. [ Hakam elChudrie ].\r0321. Pembagian Bulan Ramadhan dalam 3 Fase\rPERTANYAAN :\rAssalaamu'alaikum, hadits mengenai pembagian bulan romadhon dibagi menjadi tiga fase, apakah benar hadits tersebut munkar ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rMenurut imam suyuthi hanya dhoif. Sanadnya.sallam bin sawar dari maslamah bin shalt dari az zuhri dari abu hurairah dari Nabi. yang jadi titik lemah perawi pertama dan kedua.pendapat ibnu hibban dalam kitab al majruhin hadist yang diriwayatkan dari 2 perowi tersbt tidak bisa dijadikan pegangan hukum kecuali ada jalur riwayat lain.","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Namun menilik dari hadist diatas tidak berimbas pada hukum dan hanya berkaitan dngn afdhol a'mal maka sah2 saja menggunakannya.plus juga dikarenakan setidaknya ada riwayat lain selain dari jalur yang disebut di atas. kalau albaniy malah menganggap mungkar hadist diatas..\rMasaji Antoro\rفقد روي من حديث سلمان: وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار. رواه ابن خزيمة في صحيحه 1887 وقال: إن صح. والبيهقي في شعب الإيمان: 3608.\rوفي سنده عليِّ بن زيد بن جدعان قال في الكشاف: علي بن زيد بن جدعان أحد الحفاظ ليس بالثبت، قال الدار قطني: لا يزال عندي فيه لين. ، وقال عنه الإمام أحمد وأبو زرعة -كما في الجرح والتعديل- ليس هو بالقوى. وعن يحيى بن معين: ليس بحجة.\rوضعف الحديث الشيخ الألباني في السلسة الضعيفة، حديث رقم: 871 وقال: منكر.\rوروي أيضًا من حديث أبي هريرة : أول شهر رمضان رحمة، وأوسطه مغفرة، وآخره عتق من النار. رواه ابن أبي الدنيا والخطيب وابن عساكر.\rوضعفه الشيخ الألباني في ضعيف الجامع ، حديث رقم : 2135 ، وقال عنه في السلسة الضعيفة: 1569 : منكر.\rوالله أعلم.\rDari kedua TAKHRIJ HADITS di atas yang mendhoifkan adalah ALBAANI. Wallaahu A'lam.....\rKoes Safi'i","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"Afwan mbah Ingin nambahi ......hadis ini memang populer .. Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-'Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha'if ya...ng berjudul Adh-Dhu'afa'. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikhu Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir . Tapi ingat hadits lemah untuk di jadikan pedoman,jdiknlh hadits tersebut sbgi motivator amaliyyah di bulan ramadhan ini insya Alllah tidak apa-apa. Semoga ada manfaatnya.\r0343. PEKERJA BERAT DAN PUASA RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rMuhammad Toyyib\rAssalamu 'alaikum. ada seorang ustadz menerangkan bahwa \"bagi pekerja berat yang tidak kuat puasa silahkan batalkan puasanya\", sedangkan si ustad tau kalau warga yang diberi penjelasan itu sulit untuk mengqodhoinya karena pekerjaannya terus menerus dan islamnya dangkal... Apa pendapat anda ? Monggo....\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikum salam. Bagi pekerja berat (seperti pengetam, kuli bangunan, tukang becak, nelayan, pembajak tanah dll.) tidak diperbolehkan berbuka puasa (mokel-java-pen) kecuali bila memenuhi 6 persyaratan :\r1. Pekerjaannya tidak bisa diundur hingga bulan syawal.\r2. Ada halangan untuk dikerjakan dimalam hari.\r3. Terjadi masyaqqat (kesulitan) menurut kebiasaan manusia bila menjalani puasa hingga dalam batasan masyaqqat yang memperkenankan baginya tayammum atau menjalani shalat dengan duduk.\r4. Dimalam hari tetap niat, dipagi hari tetap puasa baru setelah benar-benar tidak kuat boleh berbuka.","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"5. Saat berbuka diniati mencari keringanan hukuman.\r6. Tidak boleh menyalahgunakan keringanan dalam arti pekerjaannya dijadikan tujuan atau membebani diri diluar batas kemampuan agar dapat keringanan berbuka puasa.\rBila syarat-syarat diatas tidak terpenuhi maka berdosa baginya berbuka puasa meskipun diganti dihari-hari selain ramadhan berdasarkan hadits “Barangsiapa berbuka puasa tanpa adanya udzur tidak mencukupi baginya meskipun diganti dengan puasa sepanjang tahun”. [ Buhyah alMustarsyidiin Hal. 234 ]. Ibarohnya :\rمسألة) : لا يجوز الفطر لنحو الحصاد وجذاذ النخل والحراث إلا إن اجتمعت فيه الشروط. وحاصلها كما يعلم من كلامهم ستة : أن لا يمكن تأخير العمل إلى شوّال ، وأن يتعذر العمل ليلاً ، أو لم يغنه ذلك فيؤدي إلى تلفه أو نقصه نقصاً لا يتغابن به ، وأن يشق عليه الصوم مشقة لا تحتمل عادة بأن تبيح التيمم أو الجلوس في الفرض خلافاً لابن حجر ، وأن ينوي ليلاً ويصحب صائماً فلا يفطر إلا عند وجود العذر ، وأن ينوي الترخص بالفطر ليمتاز الفطر المباح عن غيره ، كمريض أراد الفطر للمرض فلا بد أن ينوي بفطره الرخصة أيضاً ، وأن لا يقصد ذلك العمل وتكليف نفسه لمحض الترخص بالفطر وإلا امتنع ، كمسافر قصد بسفره مجرد الرخصة ، فحيث وجدت هذه الشروط أبيح الفطر ، سواء كان لنفسه أو لغيره وإن لم يتعين ووجد غيره ، وإن فقد شرط أثم إثماً عظيماً ووجب نهيه وتعزيره لما ورد أن : \"من أفطر يوماً من رمضان بغير عذر لم يغنه عنه صوم الدهر\".\r0753. Puasa Syak ( Ragu-Ragu )\rPERTANYAAN :\rHakim Ei Zain\rKapan kita boleh puasa di hari syak... (ragu ragu)..?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rKetika kita sudah terbiasa menjalankan puasa pada hari-hari sebelum jatuhnya tanggal 30 Sya'ban","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"قال الشافعية: يحرم صوم النصف الأخير من شعبان الذي منه يوم الشك، إلا لوِرْد بأن اعتاد صوم الدهر أو صوم يوم وفطر يوم أو صوم يوم معين كالاثنين فصادف ما بعد النصف، أو نذر مستقر في ذمته، أو قضاء لنفل أو فرض، أو كفارة،\rKalangan Syafiiyyah berpendapat : Haram puasa diseparuh akhir dari bulan sya'ban yang didalamnya terdapat hari syak (tanggal 30 sya'ban) kecuali bagi orang yang membiasakan diri berpuasa seperti biasa menjalani puasa DAHR (puasa sepanjang tahun kecuali pada dua hari hara dan hari-hari tasyriq/tanggal 11, 12,13 dzul hijjah), puasa DAUD, puasa dihari-hari tertentu seperti senin kamis kemudian kebiasaannya bertepatan dengan hari diseparuh akhir bulan sya'ban, atau puasa nadzar yang dalam tanggungannya, puasa qadha sunat atau wajib, puasa kaffaarat. [ Alfiqh al-Islaam wa adillatuh III/19 ].\rقوله وكذا بعد نصف شعبان ) أي وكذلك يحرم الصوم بعد نصف شعبان لما صح من قوله صلى الله عليه وسلم إذا انتصف شعبان فلا تصوموا\r( قوله ما لم يصله بما قبله ) أي محل الحرمة ما لم يصل صوم ما بعد النصف بما قبله فإن وصله به ولو بيوم النصف بأن صام خامس عشره وتالييه واستمر إلى آخر الشهر فلا حرمة","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"(Keterangan ‘begitu juga haram puasa setelah nisyfu sya’ban) berdasarkan hadits “Bila bulan sya’ban telah menjadi separuh, janganlah kalian berpuasa”. Keharaman ini dengan catatan bila puasa setelah hari nisyfu sya’ban (tanggal 16-pen) tersebut tidak disambungkan dengan puasa sebelumnya, bila disambungkan meskipun dengan berpuasa ditanggal separuh bulan sya’ban (meskipun hanya disambungkan dengan puasa pada tanggal 15) dan kemudian disambung dengan hari setelahnya hingga tanggal 30 (syaum assyak) maka tidak lagi dihukum haram. [ I’aanah at-Thoolibiin II/273 ].\r1081. KESEMPURNAAN PAHALA PUASA TERHALANG TANPA ZAKAT FITRAH\rPERTANYAAN :\rUmmy Salamah\rAssalamu'alaikum. Pertanya'an:apakah benar s'sorang yang tdak mampu mmbayar zkat fitrah pahala puasanya<romadlon>tdak sampai?lalu apakah stelah mampu bisa diqodlokan zkat fitrah yang trtunda itu?mhon keterangan karena ini pngalaman pribadi sy. terimakasih\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam\r• Maksud pahala puasa tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dikeluarkan zakat fitrahnya dalam hadits tersebut adalah tidak diterima pahala puasanya sebelum dikeluarkan zakat fitrahnya, sebagian ulama ada yang memberi pengertian tidak diterima pahalanya secara sempurna artinya pahala puasanya masih diterima tapi tidak sempurna.\r• Ketentuan hadits diatas bagi orang yang MAMPU MENGELUARKAN ZAKAT fitrah namun enggan memberikannya.\rKETERANGAN DIAMBIL DARI :","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"الكتاب : حاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري ج 4 - الصفحة 228المؤلف / العلامة الشيخ سليمان الجملوأخرج ابن شاهين في ترغيبه والضياء عن جرير شهر رمضان معلق بين السماء والأرض لا يرفع إلى الله تعالى إلا بزكاة الفطر والظاهر أن ذلك كناية عن عدم ترتب فائدة عليه إذا لم تخرج زكاة الفطر لكن بمعنى توقف ترتب ثوابه العظيم على إخراجها بالنسبة للقادر عليها المخاطب بها عن نفسه فحينئذ لا يتم له جميع ما رتب على صوم رمضان من الثواب وغيره إلا بإخراج زكاة الفطر\rIbn Syaahiin meriwayatkan hadits dalam kitab Targhiib wa ad-Dhiyaa’ dari sahabat Jarir ra “Bulan ramadhan (maksudnya puasa dibulan ramadhan) digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah”Secara dhahir pengertiannya adalah tidak mendapatkan pahala puasanya yang agung bila tidak dikeluarkan zakat fitrahnya bagi orang yang mampu mengeluarkannya. [ Hasyiyah al-Jamaal alaa al-Minhaaj IV/228 ].\rحاشية إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين لشرح قرة العين بمهمات الدين ج 2 - الصفحة 167أبي بكر ابن السيد محمد شطا الدمياطيإن صوم رمضان معلق بين السماء والأرض لا يرفع إلا بزكاة الفطروهو كناية عن توقف تمام ثوابه حتى تؤدى الزكاة فلا ينافي حصول أصل الثواب بدونها\r“Puasa dibulan ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah”Adalah kinayah (kalimat sindiran) ditangguhkannya kesempurnaan pahala puasa seseorang hingga dikeluarkan zakat fitrahnya, berarti tidak menafikan masih didapatkannya pahala meski tanpa zakat fitrah. [ I’aanah at-Thoolibiin II/167 ].","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"الكتاب : التيسير بشرح الجامع الصغير ج 1 - الصفحة 650المؤلف / الإمام الحافظ زين الدين عبد الرؤوف المناويدار النشر / مكتبة الإمام الشافعي - الرياض - 1408هـ - 1988م( ان شهر رمضان معلق بين السماء والأرض ) أي صومه كما في الفردوس ( لا يرفع ) إلى الله تعالى رفع قبول أو رفعا تاماً ( إلا ) مصحوباً ( بزكاة الفطر ) أي بإخراجها فقبوله والإثابة عليه تتوقف على إخراجها\rBulan ramadhan (maksudnya puasa dibulan ramadhan seperti dalam keterangan pada al-Firdaus) digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala (Artinya tidak diangkat diterima pahalanya atau diangkat secara sempurna) kecuali dengan zakat fitrah (artinya diangkat dan diterimanya ditangguhkan dengan dikeluarkannya zakat fitrah)”. [ at-Taysiir Bi Syarh al-Jaami' as-Shoghiir I/650 ].\rDERAJAT HADITS\rالكتاب : أسنى المطالب في أحاديث مختلفة المراتب ج 1 - الصفحة 167المؤلف : الحوت، محمد بن درويش بن محمد795- حديث شهر رمضان معلق بين السماء والأرض ولا يرفع إلى الله إلا بزكاة الفطررواه ابن شاهين وقال ابن الجوزي في علله لا يصح فيه محمد بن عبيد البصري مجهول\r“Bulan ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah” (hr. Ibn Syaahiin)Ibn al-Jawzi menyatakan hadits tersebut tidak sah, didalamnya ada Muhammad Bin Ubaid al-Basry yang tidak diketahui. [ Asnaa al-Mathaalib fii Ahaadiits al-Muhtalifati I/167 ].","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"اسم الكتاب : جامع الأحاديث ج 9 - الصفحة 55المؤلف : جلال الدين السيوطي7897 - إن شهر رمضان معلق بين السماء والأرض لا يرفع إلا بزكاة الفطر (ابن صصرى فى أماليه ، والديلمى عن جرير)أخرجه الديلمى (1/235 ، رقم 901) ، وأورده ابن الجوزى فى العلل المتناهية (2/499 ، رقم 824) وقال : لا يصح ، فيه محمد بن عبيد مجهول . قال المنذرى (2/97) : رواه أبو حفص بن شاهين فى فضائل رمضان وقال : حديث غريب جيد الإسناد . وقال المناوى (2/455) : فيه ضعف .\r“Bulan ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah” (hr. Ibn Syaahiin)Ibn al-Jawzi menyatakan hadits tersebut tidak sah, didalamnya ada Muhammad Bin Ubaid al-Basry yang tidak diketahui (al-‘Ilal al-Mutanaahiyyah II/499 no. 824)Al-Mundziri (II/97) hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Hafsh dalam Fadhaail Ramadhaan dan dinyatakan “Hadits Ghoriib yang sanadnya bagus”Al-Munaawy berkata “Hadits dho’if). [ Jalaaluddiin as-Suyuuthy-Jaami’ al-Ahaadiits IX/55 ].\r1269. KIFARAT JIMA' DI BULAN RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rTb Khan Banteny\rAssalaamu 'alaikum. Dalam agama menjalankan syare'atnya tidak memberatkan dan tidak pula berat. Begitu pula orang yang melanggar syareatnya yang harus membayar kifaratnya (tebusan). Ada 3 poin cara membayar kifarat :\r1. Memerdekakan hamba cahaya ('abid).Law tidak ada..\r2. Harus puasa 2 bulan berturut turut.Law tidak mampu..\r3. Memberi makan kepada orang miskin atau faqir sbnyak 60 orang.\rPertanyaanya bagaimana kalaw tidak mampu bayar kifaratnya tersebut harus dengan cara apa ? Makasih\rJAWABAN :\r> Hadlro Maut","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"Mungkn ptanyaan awalnya: adakah batas waktu tidak mampu untuk ketiganya? karena tidak mampu untuk saat ini, apakah mash tetap bhutang dan menunggu sampai punya kemampuan?\r> Yupiter Jet\rTentang kifarat (khususnya jima' di bulan romadlon)...\rوَهِيَ) أَيْ: الْكَفَّارَةُ (عِتْقُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا) كَمَا فِي الْخَبَرِ السَّابِقِ وَسَيَأْتِي بَيَانُ هَذِهِ الثَّلَاثَةِ وَشُرُوطُهَا وَصِفَاتُهَا فِي بَابِ الْكَفَّارَةِ (فَلَوْ عَجَزَ عَنْ الْجَمِيعِ اسْتَقَرَّتْ) مُرَتَّبَةً (فِي ذِمَّتِهِ فِي الْأَظْهَرِ)\rkifarat ini termasuk kifarat tartib (harus berurutan) diantara ketiganya. dan ketika tidak (belum) mampu, maka TETAP baginya menanggung hutang kifarat terrsebut, karena masalah ini termasuk HUQUUQULLOH /hak-hak Alloh. [ tuhfatul muhtaj 3/452 ].\rJawaban senada juga ada di hasyiyah albajuri 1/309.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/366843980005083/\r1373. SEKILAS TENTANG FIDYAH PUASA RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rBunga Kuncup Ungu\rAssalamu'alaykum. Pertanyaan titipan :\r_ Kapankah waktu yang tepat untuk membayar FIDYAH??\r_ Dan siapa saja yang berkewajiban membayar FIDYAH ??\r_ Dan kepada siapa FIDYAH itu wajib diserahkan. Matur nuhun jawaban nya :)","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Masalah ~> teman saya namanya mb ayu beliau bkerja di LN tepatnya taiwan..beliau bermksud membyar fidyah karena merasa 2 kali puasanya di bulan ramadhan kurang sempurna.. (tnggal di rmh majikan mau ga mau bntu majikan cuci +klutek2 babi,dan dalam rumah majikan ada anjing nya yang otomatis kena air liurnya dan ke2 hwan tersebut adalah haram.) oleh sbb itu ia merasa puasax 2 kali bulan ramadhan (30+30=60 hri kurang sempurna) dan kmudian dia berniat membyar fidyah..tapi ketika dia mengunjungi slh 1 pesantren..yai pesantrenx blang kdu mbyar sgitu.. tanpa di ksh thu hitung2 an nya...tp karena trlalu bxk (seperti kurang wajar),tman saya tidak jadi membyar..dan memberkan sdkit sdekah...next...gurunya mb ayu tadi blang \"ndak usah di byar dlu..\" smpai skrg pun tmen saya blum membyarx karena tidak di perbolehkan oleh gurunya td..\rNah..kalau tidak jadi membayar fidyah.. bagaimana dengan niat awalnya td.....apa tidak apa2 niatnya tidak di laksnakan..dan bgaimana puasanya yang dia rasa kurang sempurna td?\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\r1.…Diperkenankan memilih antara membayarnya diakhir bulan Ramadhan atau setelah terbitnya fajar disetiap hari ramadhan (yang ia tinggalkan puasanya).\r2.…Orang tua renta, orang sakit keras yang sudah tidak dimungkinkan kesembuhannya dan wanita hamil atau menyusui saat meninggalkan puasa karena mengkhawatirkan anaknya karena disamping wajib Qadha bagi wanita tersebut juga diwajibkan membayar fidyah.\rUntuk keterangan lebih lanjut silahkan buka Dokumen Photo PISS :\r(www.fb.com/photo.php?fbid=220965771284633)","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"Dan orang yang meninggal dunia sebelum mengqadhai puasa karena tanpa adanya udzur, maka wajib bagi ahli warisnya memberikan sehari satu mud atas puasa yang ditinggalkan si Mayit. Dan fidyah tidak disyariatkan dalam kasus mereka yang telah menjalani puasa namun karena hati-hati mereka juga membayar fidyah.\r3. Fakir Miskin\rتعجيل الفدية :\r13 - اختلف الفقهاء في مسألة ما إذا كان يجوز للشيخ العاجز والمريض الذي لا يرجى برؤه تعجيل الفدية ، فأجاز الحنفية دفع الفدية في أول الشهر كما يجوز دفعها في آخره . (1) وقال النووي : اتفق أصحابنا على أنه لا يجوز للشيخ العاجز والمريض الذي لا يرجى برؤه تعجيل الفدية قبل دخول رمضان ، ويجوز بعد طلوع فجر كل يوم ، وهل يجوز قبل الفجر في رمضان ؟ قطع الدارمي بالجواز وهو الصواب . (2)\r__________\r(1) حاشية ابن عابدين 2 / 119 .\r(2) المجموع للنووي 6 / 260 .\rTA’JIIL (MEMPERCEPAT WAKTU PEMBAYARAN) FIDYAH\rUlama Fiqh berbeda pendapat mengenai masalah Ta’jil Fidyah yang dikerjakan oleh orang tua renta dan orang sakit keras yang sudah tidak dimungkinkan kesembuhannya, Kalangan hanafiyah memperkenankan pembayaran Fidyah dilakukan oleh keduanya diawal bulan ramadhan seperti diperkenannkannya membayarnya diakhir bulan.","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"Imam An-nawawy berkata “Pengikut Madzhab Syafi’i sepakat bahwa bagi orang tua renta dan orang sakit keras yang sudah tidak dimungkinkan kesembuhannya tidak boleh menunaikan pembayaran fidyah sebelum memasuki bulan ramadhan dan boleh ditunaikan setelah terbitnya fajar disetiap hari ramadhan (yang ia tinggalkan puasanya), Apakah boleh ditunaikan sebelum terbitnya fajar ? Imam ad-Daroomi memastikan kebolehannya dan inilah pendapat yang benar. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 32/68 ].\rDalam Kitab Fataawa ar-Romly dijelaskan :\rقال الرملي الشافعي رحمه الله: ويتخير في إخراجها بين تأخيرها وبين إخراج قيمة كل يوم فيه أو بعد فراغه، ولا يجوز تعجيل شيء منها لما فيه من تقديمها على وجوبه. انتهى.\rImam ar-Romly dari madhab As-Syafi’i berpendapat “Dalam pelaksanaan pembayaran fidyah diperkenankan memilih waktunya antara mengakhirkannya (di akhir bulan ramadhan) dan antara mengeluarkan nilai harga fidyahnya disetiap hari atau setelah selesainya tiap hari ramadhan dan tidak diperbolehkan mempercepat pembayarannya karena artinya mendahulukan pelaksanaannya sebelum waktu diwajibkannya”\r{ فرع } اتفق أصحابنا علي أنه لا يجوز للشيخ العاجز والمريض الذى لا يرجى برؤه تعجيل الفدية قبل دخول رمضان ويجوز بعد طلوع فجر كل يوم وهل يجوز قبل الفجر في رمضان قطع الدارمي بالجواز وهو الصواب وقال صاحب البحر فيه احتمالان لوالده وليس بشئ ودليله القياس علي تعجيل الزكاة","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"[ CABANG ] Pengikut Madzhab Syafi’i sepakat bahwa bagi orang tua renta dan orang sakit keras yang sudah tidak dimungkinkan kesembuhannya tidak boleh menunaikan pembayaran fidyah sebelum memasuki bulan ramadhan dan boleh ditunaikan setelah terbitnya fajar disetiap hari ramadhan (yang ia tinggalkan puasanya). Pengarang Kitab al-bahr berkata ”Didalamnya mengandung dua kemungkinan dan ini bukanlah sesuatu masalah dengan dikiyaskan pada ta’jil az-zakat” . [ Al-majmuu’ Alaa Syarh al-Muhadzdzab VI/260 ].\r( كمفطر لكبر ) لا يطيق معه الصوم ، أو يلحقه به مشقة شديدة فإنه يجب عليه لكل يوم مد قال تعالى { وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين } المراد لا يطيقونه ، أو يطيقونه حال الشباب ثم يعجزون عنه بعد الكبر وروى البخاري أن ابن عباس وعائشة كانا يقرآن وعلى الذين يطوقونه ومعناه يكلفون الصوم فلا يطيقونه وكالكبير مريض لا يرجى برؤه... ( ، أو ) كذات ( حمل ، أو مرضع ) ولو لولد غيرها بأجرة ، أو دونها وقد أفطرتا فإنه يجب على كل منهما لكل يوم مد\r(Keterangan seperti orang yang meninggalkan puasa karena ketuaannya) yang tidak kuat baginya menjalankan puasa, atau saat puasa ia menemukan kesulitan yang teramat sangat, maka wajib baginya setiap hri satu mud.\rAllah berfirman “Dan atas orang yang tidak kuat menjalaninya wajib mengeluarkan fidyah makanan untuk orang-orang miskin” artinya tidak kuat menjalani puasa atau saat muda ia kuat kemudian setelah tua ia tidak kuat...","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Seperti halnya orang tua renta adalah orang sakit yang tidak lagi diharapkan kesembuhannya. (atau bagi wanita hamil dan menyusui) meskipun menyusui anak orang lain karena diberi upah atau karena lainnya dan mereka berdua meninggalkan puasa maka wajib bagi mereka mengeluarkan setiap hari satu mud (disamping mengqadhai puasanya). [ Syarh al-Bahjah al-Wardiyyah VII/148 ].\rومن مات قبل أن يقضي فلا يخلو إما أن يفوته الصيام بعذر أو بغير عذر وعلى الأول فإن تمكن من القضاء بأن خلا عن السفر والمرض ولم يقض يأثم ويخرج من تركته لكل يوم مد\rBarangsiapa meninggal dunia sebelum ia mengqadhai puasanya maka adakalanya peninggalan qadha tersebut karena udzur atau tanpa udzur... Bila ada kesempatan baginya menjalani qadha namun ia enggan melaksanakannya (hingga ia meninggal) maka ia berdosa dan ahli warisnya mengeluarkan harta peninggalannya setiap hari yang ia tidak puasai satu mud. [ I’aanah at-Thoolibiin II/237 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/382012065154941/\r1692. YANG BERHAK MENERIMA FIDYAH\rPERTANYAAN :\rAyda Az-zahra\rTanya satu lagi..... Mumpung ingat. ( Jangan ada yang protes ya, kalau postinganku selalu bnyak yang nanggapi )... ^__~ anak anak pondokan ( santri2 ) itu boleh tidak menerima fidyah ? Misalnya khusus untuk pondok2 kecil yang baru dirintis. Syukran wa jazakumullahu khoir....\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rFidyah hanya untuk faqir miskin. Boleh fidyah diberikan pada santri yang miskin, kalau seperti saya yang kaya raya dan dermawan tidak boleh menerima fidyah. ^__^\r> Mbah Godek","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"Intinya yang berhak menerima fidyah adalah faqir miskin.. kalau santri / kyai yang faqir miskin maka juga berhak menerima..\rومصرف الفدية الفقراء والمساكين فقط دون بقية الاصناف الثمانية المارة في\rقسم الصدقات لقوله تعالى * (وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين) * والفقير أسوأ حالا منه، فإذا جاز صرفها إلى المسكين فالفقير أولى\r[ al iqna' juz 1 hal 225 ].\rTambahan ibaroh :\rوَمَصْرِفُ الْفِدْيَةِ الْفُقَرَاءُ وَالْمَسَاكِينُ) خَاصَّةً لِأَنَّ الْمِسْكِينَ ذُكِرَ فِي الْآيَةِ وَالْحَدِيثِ وَالْفَقِيرُ أَسْوَأُ حَالًا مِنْهُ\rYang berhak menerima tasarufnya fidyah itu khusus pada fuqoro' dan orang-orang miskin saja karena miskin itu disebut pada alqur'an dan hadis..sedangkan fuqoro' itu keadaannya lebih parah dari pada miskin. [ al mahalli juz 1 hal 138 ].\r( والكفارة ) أن يخرج ( عن كل يوم مد وهو ) كما سبق ( رطل وثلث بالعراقي ) أي البغدادي وبالكيل نصف قدح بالمصري ومصرف الفدية الفقراء والمساكين فقط دون بقية الأصناف الثمانية المارة في قسم الصدقات لقوله تعالى { وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين } والفقير أسوأ حالا منه فإذا جاز صرفها إلى المسكين فالفقير أولى ولا يجب الجمع بينهما\r[ al iqna' lis syarbini juz 1 hal 244 ].\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/447326985290115/\r1702. HUKUM NIAT PUASA RAMADHAN SEBULAN PENUH SEKALIGUS\rPERTANYAAN :\rSiti Munawaroh\rAssalamu'alaikum.. Bentar lagi puasa romadon, mu tanya tentang niat'y. Boleh tidak niatnya disekaligusin sebulan, seperti.... \"Nawaitu shouma syahri romadlon kullihi\" atas jawaban'ya saya ucapkan terma kasih... ^^\rJAWABAN :\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"Niat puasa sebulan penuh pada malam awal puasa romadlon hukumya di sunahkan. Sedangkan hukum niat untuk puasa hari2 setelah hari pertama ulama berbeda pendapat (khilaf):\r1.…menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh tersebut cukup untuk puasa satu hari yang pertama,sehingga stiap hari puasa romadlonya wajib di niati,jika tidak di niati maka tidak sah puasanya sbulan tersebut kecuali puasa romadlon hari pertamanya.\r2.…sedangkan menurut imam malik niat puasa romadlon untuk sebulan penuh sdah mencukupi,sehingga untuk hari2 berikutnya tidak wajib niat kembali.yang artinya jika tidak niatpun sdah sah karena niatya sdah sebulan penuh pada malam hari pertama awal puasa romadlon trsebut.\r[ hasyiya qulyubi wa 'umairoh 2/67, al majmu' syarah muhadzab 6/303, hasyiyah al bajuri 1/288 ].\r> Abdurrahman As-syafi'i\rSedikit mengutipkan dari kitab kecil.\rفلو نوى ليلة اول رمضان صوم جميعه لم يكف لغير اليوم الاول ، لكن ينبغى له ذلك ليحصل له صوم اليوم الذى نسي النية فبه عند مالك كما يسن له ان ينوى اول اليوم الذى نسيها فيه ليحصل له صومه عند ابى حنيفة و واضح ان محله ان قلد و الا كان متلبسا بعبادة فاسدة فى اعتقاده و هو حرام كاشفة السجا 117","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Apabila seseorang berniat pada awal malam bulan Ramadhan untuk melakukan puasa keseluruhannya ( 1 bulan full) maka menurut Madzhab Syafii tidak cukup. Kewajiban niat harus dilakukan pada tiap malamnya. Tetapi menurut pendapat madzhab Maliki niat jamak puasa 1 bulan adalah sunah hal ini untuk menjaga puasa yang lupa tidak diniati. Hal senada juga dikemukakan oleh Madzhab Hanafi. Tapi yang perlu menjadi catatan adalah kita tidak boleh mencampur adukan madzhab. Bila ini dilakukan maka yang terjadi adalah kerusakan ibadah.\r> Masaji Antoro\rMenurut Syafi'iyyah SUNNAH dan hanya mencukupi niat tersebut untuk malam pertama saja sedang bagi Malikiyyah dapat mencukupi pada malam-malam ramadhan berikutnya selama sebulan bila kebetulan ia lupa menjalankan niat.\rقَوْلُهُ : ( التَّبْيِيتُ ) أَيْ كُلَّ لَيْلَةٍ عِنْدَنَا كَالْحَنَابِلَةِ وَالْحَنَفِيَّةِ وَإِنْ اكْتَفَى الْحَنَفِيَّةُ بِالنِّيَّةِ نَهَارًا لِأَنَّ كُلَّ يَوْمٍ عِبَادَةٌ مُسْتَقِلَّةٌ وَلِذَلِكَ تَعَدَّدَتْ الْكَفَّارَةُ بِالْوَطْءِ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْهُ ، وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ ، وَعِنْدَنَا لِلَّيْلَةِ الْأُولَى فَقَطْ .\r(Keterangan niat dimalam hari) artinya pada setiap malam dibulan Ramadhan menurut kalangan Kami (Syafi’iyyah) seperti pendapat kalangan Hanabilah dan Hanafiyyah hanya saja dikalangan Hanafiyyah menganggap cukup bila niatnya dikerjakan pada siang hari.","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"Sebab setiap hari pada bulan Ramadhan adalah ibadah tersendiri karenanya diwajibkan membayar banyak kaffaarat (denda pelanggaran) sebab berkali-kalinya senggama disiang hari disetiap hari-hari ramadhan namun disunahkan dimalam pertama pada bulan ramadhan niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil kemanfaatan bertaqlid pada pendapat Imam Malik yang menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya disemua malam ramadhan dan bagi kami (Syafi’iyyah) niat yang demikian hanya mencukupi pada malam pertama saja. [ Hasyiyah al-Qolyuby V/365 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/449209228435224/\r1713. Lafadz Niat Puasa : Romadhona atau Romadhoni ?\rPERTANYAAN :\rYusuf Yasin\rAssalamu'alaikum.sebenarnya yang benar itu Romadlona apa romadloni dalam niat puasa...dan keduanya ikut sighot apa??\rJAWABAN :\rA Ramdhan Ab\rWa'alaikum salam, keduanya bisa, tapi yang lebih afdhal romadhani yaitu diidofatkan dengan lafadz hadzihi sannati, dengan maksud bahwa bulan ramadhan nya adalah bulan ramadhan thn ini, bla dibaca romadhana maka dalam sgi lafadz trpisah dengan lafadz hadz?hi sannati, shingga ramadhan dengan tahunnya seolah2 terpisah.\rMukhlis Barokah","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"Menurut ane sebenarnnya ini masalah khilaf anara ulama' kufah dan sebagian ulama' besroh. intinya bisa dibaca romadona/romadoni, jika dibaca romadoni berarti di idofatkan pada hedhihisanati,jika di baca romadona berarti tidak di idofatkan pada isim isyaro? yang mana oleh sebagian ulama' basroh tidak memperbolehkan.., tapi ulama' kufah dan sebagian ulama' basroh membolehkan mengidofatkan pada isim isyaro, karena dalam alquran ada isim isyaro jadi mudof ileh.saya kira tidak kunjung selasai jika bahas masalah khilafiyah. silahkan aja terusin...\rArwan Masruri Muhammad\rBajuri : Romadlon kalau tidak diidlofahkan (dibaca jer dengan kasroh) maka maknanya fasid, karena niat hanya butuh (dhorf) waktu sekejap pada malam dia niat, bukan setahun..\rAlif Jum'an Azend\rROMADONI bukan ROMADONA. Nawaitu shouma ghodin 'an adaa-i fardli syahri romadloni hadzihis sanati lillaahi ta'alaa.\rLihat : I'anah Thalibin :\r(قوله: نويت إلخ) خبر عن أكملها: أي أكملها هذا اللفظ. (قوله: صوم غد) هو اليوم الذي يلي الليلة التي نوى فيها. (قوله: عن أداء فرض رمضان) قال في النهاية: يغني عن ذكر الأداء أن يقول عن هذا الرمضان. اهـ. (قوله: بالجرّ لإِضافته لما بعده) أي يقرأ رمضان بالجرّ بالكسرة، لكونه مضافاً إلى ما بعده، وهو اسم الإِشارة. قال في التحفة: واحتيج لإِضافة رمضان إلى ما بعده لأن قطعه عنها يصير هذه السنة محتملاً لكونه ظرفاً لنويت، فلا يبقى له معنى، فتأمله، فإنه مما يخفى. اهـ. ووجهه: أن النية زمنها يسير، فلا معنى لجعل هذه السنة ظرفاً لها. (قوله: هذه السنة) .\r(إن قلت) : إن ذكر الأداء يغني عنه. (قلت) لا يغني، لأن الأداء يطلق على مطلق الفعل، فيصدق بصوم غير هذه السنة.","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"وعبارة النهاية: واحتيج لذكره ــــ أي الأداء ــــ مع هذه السنة، وإن اتحد محترزهما، إذ فرض غير هذه السنة لا يكون إلا قضاء، لأن لفظ الأداء يطلق ويراد به الفعل. اهـ.\rوفي البرماوي: ويسن أن يزيد: إيماناً واحتساباً لوجه الله الكريم عزّ وجلّ. اهـ.\rFokus pada :\rأي يقرأ رمضان بالجرّ بالكسرة، لكونه مضافاً إلى ما بعده، وهو اسم الإِشارة\rRomadhoni dibaca jer dengan tanda kasroh, karena dimudhofkan pada lafadz setelahnya yaitu isim isyaroh (hadzihi)\rIsim ghoiru munsharif itu tidak ditanwin dan tidak dikasroh karena punya illat yang menyebabkan sifat keisimannya lemah, lebih cenderung mirip fi'il..\rNamun isim ghoiru munshorif ketika dimudhofkan maka sifat keisimannya menjadi kuat, sehingga tanda jer nya pakai kasroh...\r'Uvairy L 'Ascholy\rKalau ROMADHONI harus HADZIHIS SANATI, karena Romadhoni adalah ghoiru munshorif yang diidhofahkan, maka hukum kembali asal yaitu jer kasroh..\rKalau ROMADHONA harus HADZIHIS SANATA, karena pembacaan berhenti pada kata romadhon maka jer tetap fathah karena ghoiru munshorif, sedangkan lafad hadzihis sanata menjadi dzorof hukumnya nashob..\rBiar g terjadi khilaf, yang enak dibaca \"NAWAITU SHOUMA GHODIN 'AN ADA-I FARDLI SYAHRI ROMADHON HADZIHIS SANAH LILLAHI TA'ALA\" hehe\rAlif Jum'an Azend\rNggak boleh waqof pada kalimah yang sangat berkaitan lafad dan maknanya dengan kalimah sesudahnya.... di sini tidak boleh memisah mudhof dari mudhof ilaih nya.\rNawaitu shouma ghodin 'an adaa-i fardli syahri romadlooni hadzihis sanati lillaahi ta'alaa...\rSaya niat puasa besok untuk menunaikan kefardhuan bulan romadhon tahun ini karena Allah ta'aalaa...","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"Yang masih kurang sepakat dengan mbah mushonif i'anah, bujairomiy, dan nihayatuzzain (dengan membuat romadhoni sebagai mudhof yang majrur, silahkan dalami maksud dan makna niatnya itu... lalu padukan dengan ilmu ma'ani sehingga bisa melafadzkan niat dengan fasih, 'afwan\rRomadlon itu ma'rifat apa nakiroh ?\r> Ma'rifat, namun bila dimaksud bulan-bulan romadhon di semua tahun maka NAKIROH\r(تنبيه) اعلم أن رمضان غير منصرف للعلمية إلا إن كان المراد به كل رمضان من غير تعيين وإذا أريد به ذلك صرف لأنه نكرة، وبقاء الألف والنون الزائدتين لا يقتضي منعه من الصرف كما قال الشرقاوي\ri'lam anna romadhona ghoiru munshorifin lil'alamiyati illa in kanal murodu bihi kulla romdoni min ghoiri t'ayiinin...(kasyifatussaja.hal:7)\rTerus konsekwensinya bagaimana kalau tidak dibaca romadloni ?\r> Tidak ada konsekwensi (niatnya tetap sah), kecuali si pengucap bisa dikatagorikan kurang fasih karena tidak bisa mendatangkan lafad sesuai makna yang diinginkan... (nulayani ilmu ma'ani)\rAwik Mubarok\r( قَوْلُهُ : بِإِضَافَةِ رَمَضَانَ ) أَيْ لِمَا بَعْدَهُ فَنُونُهُ مَكْسُورَةٌ ؛ لِأَنَّهُ مَخْفُوضٌ وَإِنَّمَا اُحْتِيجَ لِإِضَافَتِهِ إلَى مَا بَعْدَهُ ؛ لِأَنَّ قَطْعَهُ عَنْهَا يُصَيِّرُ هَذِهِ السَّنَةَ مُحْتَمَلًا لِكَوْنِهِ ظَرْفًا لِقَوْلِهِ : أَنْ يَنْوِيَ وَلَا مَعْنَى لَهُ ؛ لِأَنَّ النِّيَّةَ زَمَنُهَا يَسِيرٌ ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ : إنْ جَرَرْت رَمَضَانَ بِالْكَسْرِ جَرَرْت السَّنَةَ وَإِنْ جَرَرْته بِالْفَتْحِ نَصَبْت السَّنَةَ وَحِينَئِذٍ فَنَصْبُهَا عَلَى الْقَطْعِ ، وَعَلَيْهِ فَفِي إضَافَةِ رَمَضَانَ إلَى مَا بَعْدَهُ نَظَرٌ ؛ لِأَنَّ الْعَلَمَ لَا يُضَافُ فَلْيُتَأَمَّلْ ا هـ","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"I`ROB NIAT PUASA ROMADLON oleh Arwan Masruri Muhammad pada 4 Agustus 2011 pukul 1:57\rنويتُ صومَ غدٍ عن أداءِ فرضِ شهرِ رمضانِ هذه السنةِ لله تعالى نويتُ : فعل وفاعل؛ صومَ : مفعول به منصوب، وعلامة نصبه فتحة؛ غدٍ : مضاف إليه مجرور، وعلامة جره كسرة؛ عن : حرف جر مبني على السكون؛ أداء : مجرور بِعَنْ، وعلامة جره كسرة، وهو مضاف لما بعده؛ فرض : مضاف إليه مجرور، وعلامة جره كسرة، وهو مضاف أيضا لما بعده؛ شهر : مضاف إليه مجرور، وعلامة جره كسرة، وهو مضاف أيضا لما بعده؛ رمضان : مضاف إليه مجرور، وعلامة جره كسرة، وهو مضاف أيضا لما بعده؛ هذه : اسم إشارة مبني في محل جر بالإضافة، وعامل جر المضاف إليه: قيل المضاف، وقيل الإضافة، وقيل حرف الجر المحذوف، وقيل غير ذلك؛ السنة : مشار إليه لاسم الإشارة (هذه) فهو بدل أو عطف بيان له، مجرور، وعلامة جره كسرة\rMukhlis Barokah\rSebelumnya kami mohon maaf atas segala kesalahan, terutama pada embah, admin, dan akhina yang lain. Sebaiknya dibaca romadon di-idofatkan pada hadzihissanati. Di-idofatkan pada heeedihissanati wajib. Ref : weekamaalunniyeti fi romadona Naweitu shouma ghodin an adee i fardi syahri romadoni heedihissanati bi jerri romadona bil kasroti li idofatihi lismil isyaroti fahiye weejibetun.di sini ada kata2 weejibetun. [ is'adurrofiq hal. 115 juz 1 darul ihye' indonesia ].\rAlif Jum'an Azend\rMenarik, jadi buka-buka Syarah Ibnu 'Aqil :\rما لا يَنْصَرِفُ\rـ الصَّرْفُ تَنوِينٌ أتى مُبَيِّنا\rمَعْنًى بِهِ يَكُونُ الاسْمُ أَمْكَنَا","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"الاسم إن أشبه الحرفَ سمي مبنّياً، وغير متمكن، وإن لم يُشْبِهِ الحرف سمِي مُعْرَباً ومتمكناً. ثم المُعرَب على قسمين: أحَدُهُما ما أَشبهَ الفعل ويسمى غير منصرف، ومتمكناً غير أمْكنَ . والثاني ما لم يُشبِهِ الفعلَ، ويسمى منصرفاً، ومتمكناً أمكَنَ. وعلامةُ المنصرفِ: أن يجرَّ بالكسرة مع الألف واللام، والإضافة، وبدونهما وأن يدخله الصرف. وهو التنوينُ الذي لغير مقابلة أو تعويض، الدالُّ على مَعْنًى يستحقُّ به الاسمُ أن يسمى أمكَنَ، وذلك المعنى هو عَدَمُ شِبْهِهِ الفعل. نحو: مَرَرْتُ بِغُلامٍ، وغلامِ زَيدٍ والغلام. واحترز بقوله: لغير مُقَابَلة من تنوين أذْرِعاتٍ ونحوه؛ فإنه تنوين جمع المؤنث السالم، وهو يصحب غَيرَ المنصرف: كأذْرِعَاتٍ وهِنْدَاتٍ ـ عَلم امرأة ـ وقد سبق الكلامُ في تسميته تنوينَ المقابلة. واحترز بقوله: أو تعويض من تنوين جَوَارٍ، وغَوَاشٍ ونحوهما؛ فإنه عِوَضٌ من الياء، والتقدير: جواريٌ وغَواشِيٌ، وهو يصحب غير المنصرف،\rكهذين المثالين، وأما المنصرف فلا يدخل عليه هذا التَّنْوِينُ، ويجرُّ بالفتحة: إن لم يُضَفْ، أو لم تدخل عليه أل نحو: مَرَرْتُ بأحْمَدَ، فإن أضِيف، أو دخلت عليه أل جُرَّ بالكسرة، نحو: مَرَرْتُ بأحْمدِكُم وبالأحْمَدِ\rAbdurrahman As-syafi'i\rنويت صوم غد عن اداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى ايمانا و احتسابا باضافة رمضان الى ما بعده لتتميزعن اضدادها و يغنى عن ذكر الاداء ان يقول عن هذا الرمضان و احتيج لذكره مع هذه السنة و ان اتحد محترزهما اذ فرض غير هذه السنة لا يكون الا قضاء لان لفظ الاداء يطلق و يراد به الفعل كذا قاله الرملى نهاية الزين 186\rقوله : رمضان هذه السنة ) باضافة رمضان الى اسم الاشارة لتكون الاضافة معينة لكونه رمضان هذه السنة\rالبيجورى 1/430\rKesimpulanya : Ni bukan Na..\rوجر بالفتحة مالم ينصرف # مالم يضف او يك بعد ال ردف","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"Isim ghoir munshorif ketika jer bertanda fathah itu apa bila tidak kemasukan al atau di mudhofkan. Tetapi bila kemasukan al atau dimudhofkan maka jernya dengan kasroh. Mengenai sah dan tidaknya coba dilihat dalam syarat niat... Apakah harokat termasuk di dalamnya?\rارمل الزواج\rYai itu isim ghoru mun shorif yang mani'nya berupa alam dan ziadah alif & nun seperti usmana.\rابناء عثمان\rMesqi dalam kedaan jer karena mudlof ilaih tetapi ttp dibaca abna'u utsmana.\rKhamidah Nda\rKalimah Ramadhon adalah isim ghoiril munshorif, illatnya ialak tambahan alif nun dan 'alam, alamat jernya fafhah, TAPI bila isim ghuiril munsorif itu di MUDHOFKAN / tarkim idhofah atau kemasukkan ali lam maka menjadi MUNSHORIF artinya alamat jernya dengan kasroh. Untuk kasus dalam pertanyaan lafad Ramadhan di idhofkan pada KALIMAH HADIHI.....maka ramadhon di baca jer dengan kasroh menjadi RAMADHANI HADIHIS SANATI.\r( CATATAN ) Semua isim ghoiri munshorif alamat jernya dengan fathah, TETAPI bila di mudhofkan atau kemasukan AL/ alif lam maka alamat jernya dengan kasroh sbb menjadi munsorif bukan ghoiri munshorif lagi.\r- مالم يضاف او بعد ال صرف ~\rDan lafad Romadhon itu mu'rob bukan mabni.\rIbnu Toha\rDalam contoh ibnu aqil, ada contoh\rمَرَرْتُ بأحْمدِكُم وبالأحْمَدِ\rmeski ahmad juga 'alam, disitu bisa dita'yin\r> Ya dita'yin yang berfaidah takhsis karena isim ma'rifat, itupun kalau tidak ada qoyyid, kalau sudah ada qayyid terus masih dita'yin itu bisa menjadi pemborosan kata. Adapun qoyyid ROMADHONA yang ada pada niat puasa di atas :\r1. ADAA'AN.\r2. HADZIHISSANATI\r3. Qayyid SIKON.\rSandy Maulana","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"Koq ra rampung-rampung...min ??? Padahal sumber dari beberapa kitab dah ada, pluz penjelasannya... Kenapa seakan tidak menyetujui ulama besar ya ? Hemm heran ! kalau menurut pengamatanku kesimpulan dari komentar-komentar di atas adalah :\r1.…Romadhon adalah isim ghoir munshorif (dg illat 'alam + nun) dan merupakan isim ma'rifat bila yang dimaksud adalah bulan romadhon pada tahun tertentu, namun merupakan isim nakiroh bila dimaksudkan semua bulan romadhon yang ada pada semua tahun, seperti penjelasan dalam kitab kasyifatus sajaa'.\r2.…Kewajiban dalam niat adalah ta'yin, sehingga dengan demikian perlu ada kata pembatas yakni hadzihi sanati yang dimudhofkan dengan lafadz romadhon dengan faedah tamyiz (pembeda)..\r3.…Dalam bait alfiah di atas juga dijelaskan isim ghoir munshorif jika menjadi mudhof maka tanda jernya dengan kasroh\r4.…Tidak ada konsekwensi (niatnya tetap sah) ketika dibaca romadhona atau romadhoni, kecuali si pengucap bisa dikatagorikan kurang fasih karena tidak bisa mendatangkan lafad sesuai makna yang dikehendaki... (nulayani ilmu ma'ani)\rJadi..dah selesai... Kalau harus dibaca na atau nu, harus mengutak-utik lagi dan memberi penjelasan yang sorih ...sehingga tidak lepas dari apa yang dikehendaki dari niat tersebut.. afwan, walloohu a'lam..\rLINK ASAL :\r?…www.fb.com/groups/piss.ktb/450812894941524/\r?…www.fb.com/groups/piss.ktb/253377934685022/\r?…www.fb.com/notes/201062676617411\r1743. MUFTIR BAGI PEKERJA BERAT APAKAH WAJIB IMSAK\rPERTANYAAN :\rAyda Az-zahra","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...Mau tanya.... Kebolehan berbuka (membatalkan) puasa bagi pekerja berat (kuli bangunan, penuai padi dll), apakah setelah berbuka juga masih wajib imsak ? Terima kasih sebelum dan sesudahnya...\rJAWABAN :\rBatasan-batasan yang memperbolehkan membatalkan puasa bagi pekerja keras bisa di buka di link berikut : www.piss-ktb.com/2012/02/343-pekerja-berat-dan-puasa-ramadhan.html\r> Ibnu Toha\rBagi MUFTHIR (orang yang membatalkan puasa) karena ada udzur syar'i, kemudian setelah itu udzurnya hilang misalnya, maka boleh terus muftir (tidak wajib imsak) pada sisa waktu seterusnya. ini menurut pendapat :\r1. MADZHAB SYAFI'IYAH (qoul ashoh)\r2. MADZHAB MALIKIYAH\r3. SEBAGIAN HANABALAH.sebagian lain dari mereka ada yang menyatakan sunnah tetap imsak (untuk menghormati bulan ramadhan)\rPendapat yang tetap wajib imsak hingga maghrib menurut :\r1. MADZHAB HANAFIYAH\r2. SEBAGIAN SYAFI'IYAH (muqobalah ashoh)\r3. SEBAGIAN HANABALAH\rIBAROT :\rأما من يباح له الفطر وزال عذره في نهار رمضان كما لو بلغ الصبي، أو أفاق المجنون، أو أسلم الكافر، أو صح المريض أو أقام المسافر، أو طهرت الحائض والنفساء، فالمالكية وكذا الشافعية في الأصح والحنابلة في رواية على عدم وجوب الإمساك عليهم بقية يومهم.وصرح بعضهم باستحباب إمساكهم لحرمة الشهر (2)أما الحنفية والشافعية في قولهم الثاني والحنابلة في رواية فقد صرحوا بوجوب الإمساك عليهم بقية يومهم\r(AL-MAUSU'AH AL-FIQHIYAH).\rWallaahu A'laamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/453851217971025/\r1760. PUASA DAN JIMA' DI SIANG HARI SEBAB LUPA\rPERTANYAAN :\rAgus Ainulyaqin AL-Gifary","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"Saya dipaksa / lupa kalau saya sedang puasa, terus melakukan hubungan intim di siang hari, pertanyaannya :\r1. batal kah puasa saya ?\r2. wajib kah kiparat bagi saya ?\rJAWABAN :\r> Fiq Khachu Jumfunk\rKalo lupa ya tidak batal dan tidak wajib kifarot. Karena jima di siang bulan rhamadha sama aja hukumnya dengan makan ketika lupa. Tapi ketika ingat ga di cabut karena tanggung lagi enak itu yang batal dan wajib kifarat.\r> Abdurrahman As-syafi'i\rو يفطر عامد عالم مختار بجماع اى ادخال حشفة او قدرها من مقطوعها فرجا قبلا او دبرا من ادمى او غيره انزل او لا، عامدا مختارا عالما بالتحريم ، فلا يفطر بالوطء ناسيا للصوم و ان تكرر ، و لا بالاكراه مالم يكن زنا لانه لا يباح بالاكراه فيفطر به نهاية الزين 186\rBatal puasanya orang yang sengaja,tau,tidak dipaksa dengan sebab jimak. Yakni memasukan khasyafah atau kira-kiranya dari orang yang terpotong khasyafahnya kedalam farji, baik qubul maupun dubur,baik dengan anak adam atau dengan yang lain,baik keluar sperma atau tidak, dengan disengaja, tidak terpaksa,dan mengerti keharamannya. Maka tidak batal jimak karena lupa walaupun dilakukan berulang-ulang. Dan tidak batal karena dipaksa selagi jimak tersebut tidak dikatakan zina.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/456041214418692/\r1762. ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN PUASA RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rAan Farhan\rAssalamu'alaikum ,sudah lama ga mampir kesini. Ada pertanyaan tetangga : Adakah ancaman bagi orang yang tidak berpuasa,baik dari al quran,al hadits atau fatwa ulama. Suwun.\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"فإن الفطر في نهار رمضان من أغلظ الذنوب وأكبر الكبائر، وقد ثبت فيه من الوعيد ما يفري الأكباد ويقض المضاجع، فعن أبي أمامة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: بينا أنا نائم أتاني رجلان، فأخذا بضبعي فأتيا بي جبلا وعرا، فقالا: اصعد. فق\rلت: إني لا أطيقه. فقال: إنا سنسهله لك. فصعدت حتى إذا كنت في سواء الجبل إذا بأصوات شديدة. قلت: ما هذه الأصوات؟ قالوا: هذا عواء أهل النار، ثم انطلق بي فإذا أنا بقوم معلقين بعراقيبهم، مشققة أشداقهم، تسيل أشداقهم دماً. قال: قلت: من هؤلاء؟ قال: الذين يفطرون قبل تحلة صومهم..... صححه الحاكم والذهبي، وقال الهيثمي: رجاله رجال الصحيح\rDari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang kedua lenganku, membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, “Naik”. Aku katakan, “Aku tidak mampu”. Keduanya berkata, ‘Kami akan memudahkanmu’. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya, ‘Suara apakah ini?’. Mereka berkata, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka’. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktu berbuka.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/456510074371806/\r1774. Apakah sah niat puasa pada saat kita sedang shalat ?\rPERTANYAAN :\rPutri Aje","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"Assalaamu'alaikum... mo nanya, sah nggak niat puasa saat kita sedang shalat... ? karena entah mengapa sering2nya inget niatnya pas shalat, jadi sekalian niat pass inget itu saat shalat...\rJAWABAN :\rMbah Godek\rWa alaikum salam, saya pernah baca keterangan..seingat saya itu sah..\rSandy Maulana\rMbantu simbahnya ...\rو يعلم من كون محلها ما ذكر انه لو نوى الصوم بقلبه فى اثناء الصلاة صحت نيته كاشفة السجا 117\rDan telah diketahui bahwasanya tempat niat adalalah dalam hati, sehingga apabila ada seseorang berniat melakukan puasa dalam hatinya di tengah-tengah sholat maka sah lah niatnya. [ Kasyifatus Sajaa 117 ].\r1796. NIAT PUASA SAAT SHOLAT\rPERTANYAAN\rChasby Dinu Muhammad\r\" ألنية تكون في القلب \"\rNiat harus dilakukan Dalam hati, yang Ingin ana tanyakan: \" Bolehkah Kita niat Ibadah ditengah-tengah kita melakukan ibadah yang lain?semisal Niat Puasa Ramadhan kita lakukan ditengah kita melakukan sholat Tahajjud, dengan cara Qoshdu / Krentek dalam hati niat puasa Fardhu Ramadhan ??? Jika Tidak Sah, Apa Illat nya ? sementara syarat sah niat hanya ada 4 yaitu1\r:.إسلام.2 : التمييز فلا تصح عبادة صبي لا يميز ولا عبادة مجنون..3: العلم بالمنوي مطابقا للواقع فلو اعتقد أن الوضوء أو الصلاة سنة لم يصح4.عدم المنافي بأن لا يأتي بما ينافيها دواما وابتداء\rMohon Petromax Nya Para Masyayikh dan Ust2 di Group ini! Syukron..\rJAWABAN\rMbah Jenggot II\rSah Niat puasa atau I`tikaf di dalam hati di saat sedang sholat seperti halnya keterangan dalam kitab Majmu`:","part":1,"page":67},{"id":68,"text":".فرع ) تصح نية الصوم بالقلب ولو في الصلاة كما في المجموع وبه يعلم أنه يصح نية الاعتكاف في الصلاة وأن التوقف فيها إنما هو بعدم الاطلاع على ما ذكر ا هـ . إيعاب وكتب أيضا(الجمل ج 2 ص 311 )\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/464952003527613/\r1750. MENGAPA NIAT PUASA TIDAK BERSAMAAN MULAI MENGERJAKANNYA?\rPERTANYAAN :\rAgus Ainulyaqin AL-Gifary\rNiat puasa....Sesuai ta,rifnya QOSHDU SYAIN MUQTARONAN BIFI'LIH. Niat suatu perkara dengan dibarengi mengerjakannya... Niat sholat, wudhu, adus dll tapi bagaimana dengan Niat puasa ? Kenapa niat nya harus tengah malam, padahal puasa nya baru setelah keluar fajar ?\rJAWABAN :\r> Kang As'ad\rNiat puasa wajib adalah harus malam hari, dan ketentuan ini adalah pengecualian dari ta'rif niat yang anda sampekan tersebut. Bahkan kalau seseorang ketika melakukan niat puasa wajib kok bareng dengan fajar, maka menurt qoul yang Ashoh puasanya tidak sah... Wallaahu A'laamu Bis Showaab. Lihat Asybah wa an-Nadzoir juz 1 hlm 60.\r> Najwa Asnawi\rقال: [ ولا يجزئه صيام فرض حتى ينويه أي وقت كان من الليل ] وجملته أنه لا يصح صوم إلا بنية إجماعا فرضا كان أو تطوعا, لأنه عبادة محضة فافتقر إلى النية كالصلاة, ثم إن كان فرضا كصيام رمضان في أدائه أو قضائه والنذر والكفارة اشترط أن ينويه من اللي\rل عند إمامنا ومالك, والشافعي وقال أبو حنيفة: يجزئ صيام رمضان وكل صوم متعين بنية من النهار لأن النبي -صلى الله عليه وسلم- أرسل غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: (من كان أصبح صائما فليتم صومه ومن كان أصبح مفطرا فليصم بقية يومه, ومن لم يكن أكل فليصم) متفق عليه وكان صوما واجبا متعينا ولأنه غير ثابت في الذمة فهو كالتطوع","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"المغنيموفق الدين أبو محمد عبد الله بن قدامة المقدسي الحنبلي\rCoba dibuka bab niat puasa\r> Sunde Pati\rأسنى المطالب في شرح روض الطالب - (ج 1 / ص 28)\rوَإِنَّمَا لم يُوجِبُوا الْمُقَارَنَةَ في الصَّوْمِ لِعُسْرِ مُرَاقَبَةِ الْفَجْرِ وَتَطْبِيقِ النِّيَّةِ عليه\rDan sesungguhnya tidak wajib muqoronah / mbarengno niat pada puasa karena sulitnya meneliti / mengantisipasi / nginjen-nginjen fajar dan menyesuaikannya. [ Lihat asnal matholib juz 1 hal 28 ]. Dan tuhfatul muhtaj :\rتحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 2 / ص 341)\r( قَوْلُهُ : مُقْتَرِنًا بِفِعْلِهِ ) أَيْ فِعْلِ ذَلِكَ الشَّيْءِ فَيَجِبُ اقْتِرَانُهَا بِفِعْلِ الشَّيْءِ الْمَنْوِيِّ إلَّا فِي الصَّوْمِ فَلَا يَجِبُ فِيهِ الِاقْتِرَانُ بَلْ لَوْ فَرَضَ وَأَوْقَعَ النِّيَّةَ فِيهِ مُقَارِنَةً لِلْفَجْرِ لَمْ يَصِحَّ لِوُجُوبِ التَّبْيِيتِ فِي الْفَرْضِ فَهُوَ مُسْتَثْنًى مِنْ وُجُوبِ الِاقْتِرَانِ أَوْ أَنَّ الشَّارِعَ أَقَامَ فِيهِ الْعَزْمَ مَقَامَ النِّيَّةِ لِعُسْرِ مُرَاقَبَةِ الْفَجْرِ ، وَهُوَ الصَّحِيحُ شَيْخُنَا عِبَارَةُ سم .قَوْلُهُ مُقْتَرِنًا بِفِعْلِهِ اعْتِبَارُ الِاقْتِرَانِ فِي مَفْهُومِ النِّيَّةِ يَشْكُلُ بِتَحَقُّقِهَا بِدُونِهِ فِي الصَّوْمِ وَلَا مَعْنَى لِلِاسْتِثْنَاءِ فِي أَجْزَاءِ الْمَفْهُومِ\rHasyiyah qolyubi :\rحاشية قليوبي - (ج 2 / ص 66)\r( لما تعذر اقترانها ) لعل المراد لما تعذر صحة الصوم مع اقترانها لأنه جزء من النهار , ولو كان مراده مشقة الاقتران لقال لعسر مراقبة الفجر كما قاله غيره\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/453227418033405/\r4473. NIAT MEMUTUS PUASA TIDAK MEMBATALKAN PUASANYA ?\rPERTANYAAN :\r> Ibnu Bathutah","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"Assalamu'alaikum . wr . wb . saya mau tanya hukum niat membatalkan puasa, apa puasanya bisa batal ? terimakasih . . !!\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rKetika saat berpuasa seseorang berniat membatalkan puasanya, maka puasanya tidak batal menurut pendapat yang ashoh. Lihat kitab asbah wan nadhoir bab niat fasal munafi niatul qot'i :\rنوى قطع الصوم والاعتكاف ، لم يبطلا في الأصح\rNiat memutus puasa dan i'tikaf maka keduanya tidak batal menurut pendapat yang ashoh.\rNamun pendapat yang ashoh menurut imam as saerozy dalam kitab muhadzab dan imam baghowi adalah puasanya batal\r- kitab majmu' (6/313) :\r( وأما حكم المسألة ) فإذا دخل في صوم ثم نوى قطعه ، فهل يبطل ؟ فيه وجهان مشهوران ذكر المصنف دليلهما ( أصحهما ) عند المصنف والبغوي وآخرين بطلانه ( وأصحهما ) عند الأكثرين : لا يبطل ، وقد سبق بيانه في أوائل باب صفة الصلاة ، وذكرنا هناك ما يبطل بنية الخروج ، وما لا يبطل ، وما اختلفوا فيه\r- dalam kitab tuhfah (3/389) : pendapat yang mu'tamad adalah tidak batal puasanya.\r( و ) الصحيح ( أنه لا يجب التجديد إذا نام ثم تنبه ) ؛ لأن النوم لا ينافي الصوم ولو استمر للفجر لم يضر قطعا نعم لو قطع النية قبله احتاج لتجديدها قطعا ؛ لأنه أتى بمنافيها نفسها بخلاف نحو الأكل وإنما لم يؤثر قطعها نهارا على المعتمد ؛ لأنها وجدت في وقتها من غير معارض فاستحال رفعها ، ولأن القصد الإمساك بالنية المتقدمة وقد وجد وبه فارق بطلان نحو الصلاة بنية قطعها .\rJadi kesimpulannya pilih yang nggak batal puasanya sebagaimana dikutip dalam kitab i'anatut tolibin (2/251) :\r(قوله: نعم: لو قطعها إلخ) يعني لو رفض النية قبل الفجر احتاج لتجديدها - بلا خلاف - بخلافه بعد الفجر، فلا يضر.","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"وعبارة البجيرمي: نعم تضر الردة ليلا أو نهارا، وكذا يضر رفض النية ليلا لا نهارا\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1025537327469075/\rwww.fb.com/notes/1044363945586413\r1798. MEMBAYAR FIDYAH DENGAN UANG\rPERTANYAAN :\rHasanul Zain\rAssalamu'alaikum wr wb...! Permisi numpang Nanya Bolehkah membayar Fidyah diGanti dengan Uang...? Syukron...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam Wr Wb. Menurut mayoritas ulama Fiqh (Malikiyah, Syafi'iyyah dan Hanabilah) tidak boleh sedang menurut Hanafiyah boleh...\rولا يجوز إخراج القيمة عند الجمهور غير الحنفية عملا بقوله تعالى : { فكفارته إطعام عشرة مساكين } (2) وقول\rه سبحانه : { فإطعام ستين مسكينا } (3) .\r[ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 35/103 ].\rPerbandingan :\rوأما عن إخراج هذه الفدية بالقيمة فلا يجوز إخراجها قيمة عند جماهير العلماء خلافاً لأبي حنيفة رحمه الله، والصحيح مذهب الجمهور؛ لقوله تعالى: وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ {البقرة:184}، ولا يجوز إخراج الفدية قبل الوجوب ولا تجزئ إلا بعده، ولا تجب الفدية إلا بطلوع فجر اليوم، فإن شاء أخرجها كل يوم وإن شاء جمع أياماً بعد مضيها.\rLink : http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=110458\rWallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/452261668129980/\r2291. BALIGH DI PERTENGAHAN HARI, WAJIB PUASA ATAU TIDAK\rPERTANYAAN :\rAdir Cool\rAssalamualaekum..wr..wb...mau tanya, maksud dalam 'umdatus saalik, masalah anak puasa belum baligh, tapi waktu tengah hari, bermimpi, lalu di sunatkan qoda' kata na, maksud nya apa... terimakasih.. wassalam..\rJAWABAN :\r> Al-Yusuf Al-Idrisi","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"Wa'alaikum salam wr. wb. Permasalahan anak yang belum baligh ketika menjadi baligh disiang hari romadhoan diperinci sebagai berikut :\r1. Jika ia baligh dalam keadaan tidak puasa, maka ia tidak wajib IMSAK (menahan diri sperti orang puasa), melainkan hanya disunnahkan saja imsak, dan disunnahkan juga baginya untuk meng-qodho' puasa tersebut, tapi bkan wajib.\r2. Jika ia baligh dalam keadaan puasa seperti telah berniat puasa di malam harinya, maka wajib baginya menyempurnakan puasanya, dan tidak wajib qodho', melainkan tetap disunnahkan baginya meng-QODHO' dikarenakan puasa yang ia kerjakan adalah menjadi puasa sunnah dan bkn puasa wajib, karena diwaktu fajar ia msh blm mukallaf. [ Liat di syarh Faidh Al-Ilaahi Al-Malik, syarh Umdatus Salik juz 1 hal 470 - 471 ].\rحاشيتا قليوبي - وعميرة - (ج 5 / ص 352)\r( وَإِذَا بَلَغَ ) الصَّبِيُّ ( بِالنَّهَارِ صَائِمًا ) بِأَنْ نَوَى لَيْلًا . ( وَجَبَ ) عَلَيْهِ ( إتْمَامُهُ بِلَا قَضَاءٍ ) وَقِيلَ : يُسْتَحَبُّ إتْمَامُهُ وَيَلْزَمُهُ الْقَضَاءُ ، لِأَنَّهُ لَمْ يَنْوِ الْفَرْضَ . ( وَلَوْ بَلَغَ ) الصَّبِيُّ ( فِيهِ مُفْطِرًا أَوْ أَفَاقَ ) الْمَجْنُونُ فِيهِ ( أَوْ أَسْلَمَ ) الْكَافِرُ فِيهِ . ( فَلَا قَضَاءَ ) عَلَيْهِمْ ( فِي الْأَصَحِّ ) لِأَنَّ مَا أَدْرَكُوهُ مِنْهُ لَا يُمْكِنُهُمْ صَوْمُهُ ، وَلَمْ يُؤْمَرُوا بِالْقَضَاءِ وَالثَّانِي يَلْزَمُهُمْ الْقَضَاءُ كَمَا تَلْزَمُهُمْ الصَّلَاةُ إذَا أَدْرَكُوا مِنْ آخِرِ وَقْتِهَا مَا لَا يَسَعُهَا، ( وَلَا يَلْزَمُهُمْ إمْسَاكُ بَقِيَّةِ النَّهَارِ فِي الْأَصَحِّ ) بِنَاءً عَلَى عَدَمِ لُزُومِ الْقَضَاءِ\rفيض الإله المالك / 1 / 470 - 471","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"(فان اسلم) الكافر (او افاق) المجنون (او بلغ) الصبي حال كونه (مفطرا في أثناء النهار) ..... (ندب9 لهم اي المذكرين (الإمساك و) ندب لهم (القضاء) لعدم النية في قوتها وما تصفوا بالوجوب الا في زمن لا تصح فيه النية وهو النهار فلذلك لم يجب عليهم القضاء لهذا اليوم الذي زال المانع فيه واغناهم هذا اليوم عن القضاء ..... الى ان قال .... (وان بلغ الصبي) حال كونه ( صائما لزمه الإمساك) لأنه صار من اهل الخطاب (وندب له القضاء) لأن صومه وقع نفلا لا فرضا لأنه وقت طلوع الفجر لم يكم من اهل الخطاب حتى يلزمه القضاء\rWallaahu A'laamu Bis showaab.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/563326150356864/\r2385. QODHO PUASA TANPA KAFAROH\rPERTANYAAN :\rAmien Hamie\rAssalamualaikum wr wb, mau nanya, kapan batas terakhir mengkodokan puaza ramadhan yang boleh ? Dan kalau ramadon yang akan datang tepat pada bulan juli, bolehkah orang yang punya hutang puasa mengkodokan pada bulan juni, terimakasih, wassalam\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaykum salam, bila mengqodlo'nya tidak sampai datangnya / melewati bulan romadlon tahun berikutnya maka boleh tanpa harus membayar kafaroh,umpama tiga hari atau dua hari menjelang ramadhan.","part":1,"page":73},{"id":74,"text":":.و يجب المد مع القضاء على حامل ومرضع أفطرتا للخوف على الولد أى فقط دون أنفسهما................ويجب على مؤخر قضاء لشيئ من رمضان حتى دخل رمضان آخر بلا عذر في التأخير بأن خلا عن السفر والمرض قدر ما عليه مد لكل سنة فيتكرر بتكرر السنين على المعتمد وخرج بقولي بلا عذر ما اذا كان التأخير بعذر كأن استمر سفره أو مرضه أو ارضاعها الى قابل فلا شيئ عليه ما بقي العذر وان استمر سنين، قوله لكل سنة أى يجب مد لصوم كل يوم من رمضان كل سنة وقوله على المعتمد مقابله لا يتكرر كالحد فيكفي المد عن كل السنين. إعانة الطالبين\r2/24\r> Timur Lenk\rLihat Safinatun najah :\r(فصل) يجب مع القضاء للصوم الكفارة العظمى والتعزير على من أفسد صومه في رمضان يوما كاملا بجماع تام آثم به للصوم ويجب مع القضاء الإمساك للصوم في ستة مواضع: الأول في رمضان لافي غيره على متعد بفطره، والثاني على تارك النية ليلا في الفرض، والثالث على من تسحر ظانا بقاء الليل فبان خلافة أيضا، والرابع على من افطر ظانا الغروب فبان خلافه ايضا، والخامس على من بان له يوم ثلاثين من شعبان أنه من رمضان، والسادس على من سبقه ماء المبالغة من مضمضة واستنشاق\rWajib beserta meng-qadla' bagi orang yang puasa pada 6 tempat yaitu :\r1. bulan ramadlan bukan pada bulan yang lainnya karena sengaja membatalkan puasa.\r2. meninggalkan (melakukan) niat didalam hari pada puasa fardlu.\r3. orang yang bersahur karena menyangka masih malam, namun dugaannya ternyata berbeda (sudah terbit fajar, penj)\r4. yang berbuka puasa karena menyangka telah terbenam matahari, namun faktanya menyelisihi dugaannya (matahari belum terbenam, penj).\r5.orang yang menyakini bahwa telah genap tanggal 30 bulan Sya'ban namun ternyata telah memasuki bulan Ramadlan.","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"6. orang yang terlanjur menelan air ketika kumur-kumur atau dari air yang masuk dari hidung\rالحائض والنفساء، وجائز كما في المسافر والمريض ولاولاكما في المجنون ، ومحرم كمن أخر قضاء رمضان تمكنه حتى ضاق الوقت عنه.\rIFTHAR RAMADHAN TERBAGI 4 :\r1. Wajib meng-qadla' dan membayar fidyah, ada 2 :\r- Ifthar karena mengkhawatirkan orang lain (seperti mengkhawatirkan janin, penj)\r- Ifthar beserta mengakhirkan qadla' puasa sampai tiba Ramadlan berikutnya.\r2. Wajib meng-qadla' tanpa membayar fidyah yaitu banyak seperti orang pingsan\r3. Wajib membayar fidyah tanpa wajib meng-qadla' puasa, yaitu eperti orang yang sangat tua\r4. Tidak wajib meng-qadla' dan tidak wajib membayar fidyah yaitu orang yang gila yang tidak disengaja.\rوأقسام الإفطار أربعة: أيضا ما يلزم فية القضاء والفدية وهو اثنان: الأول الإفطار لخوف على غيرة، والثاني الإفطار مع تأخير قضاء مع إمكانه حتى يأتي رمضان آخر، وثانيها مايلزم فية القضاء دون الفدية وهو يكثر كمغمى علية، وثالثهما ما يلزم فيه الفدية دون القضاء وهوشيخ كبير، ورابعها لا ولا وهو المجنون الذي لم يتعد بجنونه.\rTIDAK MEMBATALKAN PUASA\rSesuatu yang tidak membatalkan puasa walaupun sampai sampai kerongga mulut, ada 7 macam :Sesuatu yang masuk sampai kerongga mulut karena lupa___ karena tidak tahu (jahil)___ karena dipaksa orang lain___ karena air liur yang mengalir di antara gigi, sedangkan tidak mungkin bisa dikeluarkan karena adanya udzur (halangan).___ berupa debu jalanan___ berupa ayakan tepung___ berupa lalat yang masuk ketika terbang, atau seumpamanya.","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"(فصل) الذي لا يفطِر مما يصل إلى الجوف سبعة أفراد: مايصل إلى الجوف بنسيان أو جهل أو إكراة وبجريان ريق بما بين أسنانه وقد عجز عن مجه لعذره وما وصل إلى الجوف وكان غبار طريق، وما وصل إلية وكان غربلة دقيق، أوذبابا طائرا أو نحوه\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/584295948259884\rF0080. Qadha Puasa Dan Fidyah\rOleh Masaji Antoro\rSeseorang yang memiliki tanggungan Qadha Puasa? Ramadhan baik yang ditinggalkan karena udzur atau pun bukan wajib mengganti puasa tersebut dihari-hari yang diperbolehkan menjalankan puasa.\rHARI-HARI YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN MENJALANI PUASA\r~ Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha\r~ Hari TASYRIQ (tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah)\r~ Hari-hari yang telah ia tentukan untuk puasa NADZAR\r~ Hari Syak (30 Sya'ban) kecuali bagi orang yang sebelumnya telah membiasakan berpuasa semacam senin kamis\rYANG DIPERBOLEHKAN BERBUKA PUASA (mokel-java-pent)\r• Lanjut Usia dan orang sakit\rBerdasarkan ijma’ kaum muslimin, seseorang yang lanjut usia yang sudah tidak mampu lagi untuk berpuasa, baik pada bulan Ramadhan atau lainnya dibolehkan untuk tidak berpuasa dan tidak diwajibkan untuk mengqadha’nya melainkan ia harus membayar fidyah yang diberikan pada orang-orang miskin. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Baqarah 184. Menurut Ibnu Abbas, ayat ini menerangkan tentang orang yang sudah lanjut usia yang sudah tidak mampu lagi berpuasa, maka ia wajib membayar fidyah kepada satu orang miskin tiap satu hari.","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"Ketentuan ini juga berlaku bagi orang sakit yang tidak diharap lagi kesembuhannya, berdasar firman Allah “..dan sekali-kali Dia (Allah) tidak menjadikan bagi kamu dalam agama suatu kesempitan.” [QS. Al-Hajj 78]. Dan bagi mereka yang kira-kira masih bisa sembuh maka wajib mengqadha’ tanpa membayar fidyah.\r• Lapar dan dahaga yang tak tertahankan lagi\rSeseorang yang tertimpa lapar atau dahaga yang tak tertahankan lagi, sekiranya jika ia berpuasa akan menemui kepayahan luar biasa, maka ia boleh membatalkan puasa dan wajib mengqadha’nya. Bahkan ia wajib membatalkan puasanya jika menduga akan menemui madharrat sehingga merusak mekanisme (syaraf) tubuh. Firman Allah: “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan. [QS. Al Baqarah 195]\r• Dalam keadaan dipaksa\rMayoritas ulama (berbeda dari Syafi’iyah) berpendapat bahwa seseorang yang dipaksa/diperkosa boleh membatalkan puasanya dan ia wajib mengqadha’nya. Dan jika ada seorang perempuan di gauli secara paksa atau dalam keadaan tidur, ia (si perempuan) wajib mengqadha’nya puasanya.\rKetentuan-ketentuan lain :\r1. Pekerja berat Imam Abu Bakar Al-Ajiri mengatakan bahwa jika ia mengkhawatirkan kondisinya karena pekerjaan berat yang ia lakukan maka dia boleh tidak berpuasa dan wajib mengqadha’nya. Namun, mayoritas ulama mengatakan bahwa mereka tetap wajib berpuasa dan jika ternyata ditengah hari dia tidak mampu lagi melanjutkan puasanya, barulah ia membatalkannya dan wajib mengqadha’ nya. Sebagaimana firman Allah “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, karena sesungguhnya Allah Maha Peenyayang kepadamu.” [Surat Annisa 29]","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"2. Penyelamat seseorang yang tenggelam Ulama Hanbali mengatakan bahwa ia boleh berbuka dan tidak wajib membayar fidyah jika tidak mampu menahan masuknya air, jika ia mampu menahannya maka ia tidak diperbolehkan berbuka.\r• Wanita hamil dan menyusui\rSemua Ulama sepakat tentang adanya rukhsah (keringanan) bolehnya wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dibulan Ramadhan, namun mereka berbeda pendapat mengenai cara mengganti puasanya. Berikut adalah pendapat-pendapat yang ada :\r> Versi Imam Hanafi\rWanita hamil atau menyusui yang tidak berpuasa dibulan Ramadhan (baik karena menghawatirkan dirinya sendiri atau bayinya atau bahkan keduanya) kewajibannya hanya meng-Qodho puasa yang mereka tinggalkan tersebut tanpa harus membayar Fidyah (tebusan), Tendensi Beliau Hadits Anas bin Malik al-Ka’bi menuturkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menggugurkan puasa dan separoh sholat dari musafir, dan menggugurkan puasa saja dari wanita hamil dan menyusui.”(HR. Imam Ahmad, 4/374; at-Tirmidzi, 3/94; an-Nasâ’i, 4/190).\rPendapat Imam Auza’i, Zuhri dan At tsauri dalam masalah ini sama dengan pendapat Imam Hanafi.\r> Versi Imam Maliki\rWanita hamil yang tidak berpuasa dibulan Ramadhan kewajibannya hanya meng-Qodho puasa yang mereka tinggalkan tersebut tanpa harus membayar Fidyah, alasannya karena wanita hamil disamakan dengan orang sakit. Tendensi ketetapan hukum ini adalah firman Allah swt","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Albaqaarah Ayat 184)\rSedangkan Wanita menyusui yang tidak berpuasa dibulan Ramadhan kewajibannya meng-Qodho puasa yang mereka tinggalkan tersebut serta harus membayar Fidyah berdasarkan firman Allah swt : “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Albaqaarah Ayat 184)\rYang dimaksud dalam ayat tersebut menurut Imam Malik adalah Wanita menyusui dan orang tua renta.\r> Versi Imam Syafi’I dan Imam Hambali\rWanita hamil atau menyusui yang tidak berpuasa dibulan Ramadhan wajib meng-Qodho puasa yang mereka tinggalkan tersebut tanpa harus membayar Fidyah dengan catatan apabila faktornya karena menghawatirkan terhadap dirinya sendiri, atau menghawatirkan terhadap dirinya sendiri dan anaknya, Tendensi ketentuan ini adalah firman Allah swt.\r“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Albaqaarah Ayat 184)\rImam Syafi’I menyamakan wanita hamil atau menyusui dengan orang sakit sedang orang sakit pada ayat diatas (saat tidak berpuasa) tidak diwajibkan membayar fidyah.","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"Jika faktor wanita hamil atau menyusui yang tidak berpuasa murni karena menghawatirkan anak yang ia kandung atau ia susui maka dia wajib meng-Qodho puasa yang mereka tinggalkan tersebut sekaligus membayar Fidyah hal ini karena berdasarkan Hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Daud ra dan Imam baehaqi : “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” ( HR. Abu Dawud)\rDan berdasarkan perkataan Ibnu ‘Umar ra. ketika ditanya tentang seorang wanita hamil yang mengkhawatirkan anaknya, maka beliau berkata, “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.” (HR. al-Baihaqi dalam Sunan dari jalan Imam Syafi’i, sanadnya shahih). Jika dikonversikan dalam bentuk liter satu mud adalah 0,6875 liter atau 687,5 mililiter berupa makanan pokok.\rQADHA PUASA YANG TERTUNDA\rAda beberapa perbedaan pendapat yang berkembang seputar tanggungan puasanya seseorang yang belum diqadha hingga datangnya bulan ramadhan berikutnya,\r• Versi Imam Hanafi\rMengqadha sesuai berapa hari puasa yang ditinggalkan (baik menunda qadha'nya karena udzur/tidak). Berdasarkan dhahirnya Firman Allah : “Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Albaqaarah Ayat 184).\r• Versi Imam Syafi’I, Maliki dan Imam Hambali","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Mengqadha sesuai berapa hari puasa yang ditinggalkan ditambah membayar Fidyah bila menunda qadhanya karena tanpa adanya udzur berdasarkan sabda Rasulullah saw : \"Barangsiapa yang memutuskan puasa dibulan ramadhan dan tidak mengqadha'nya sampai datang bulan ramadhan berikutnya maka dia wajib berpuasa untuk hari itu, kemudian baru puasa qadha dan memberi makanan setiap hari terhadap orang miskin (HR Baehaqi). Namun pijakan Imam syafi'i dalam wajibnya mengqadha ditambah fidyah dalam masalah ini bukan berpijak pada hadits dhaif ini melainkan berdasarkan ijma ulama.\r• Versi Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan Sa'id bin Zubair\rTanggungan qadha puasanya berubah menjadi membayar fidyah bukan qadha puasa lagi berdasarkan Hadits Nabi : \"Apabila tanggungan qadha puasa masih tetap (belum dipenuhi) hingga datangnya bulan puasa berikutnya maka dia wajib membayar kafarat (HR Baehaqi). [ Dinukil dari Kitab Madzahib Al-Arba'ah 1/902-905 ].\rCARA MENGQADHA PUASA YANG TELAH LUPA\rWajib mengqadhai puasanya di selain hari-hari yang ia yakini telah dikerjakan puasanya, terhitung sejak ia mulai baligh. Niat melakukan qadha puasa ramadhannya dengan tanpa ditentukan waktunya (hari / tahunnya)\rوعبارة الزواجر الحادي عشر أي من شروط التوبة التدارك فيما إذا كانت المعصية بترك عبادة ففي ترك نحو الصلاة والصوم تتوقف صحة توبته على قضائها لوجوبها عليه فورا وفسقه بتركه كما مر فإن لم يعرف مقدار ما عليه من الصلوات مثلا قال الغزالي تحرى وقضى ما تحقق أنه تركه من حين بلوغه","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"Redaksi dalam kitab az-Zawaajir : Yang no. 11 (dari syarat-syaratnya taubat) adalah menyusul dan membenarkan kesalahan/maksiat yang telah ia perbuat akibat meninggalkan ibadah dimasa silam, dalam meninggalkan semacam shalat dan puasa misalnya, untuk dapat mengabsahkan taubatnya harus diqadha terlebih dahulu karena mengqadhanya diwajibkan sesegera mungkin dan dihukumi fasik bila ditinggalkan seperti keterangan yang telah lewat.\rBila tidak diketahui jumlah yang wajib ia qadha seperti dalam kasus shalat (juga puasa) menurut al-Ghazali wajib baginya meneliti dan mengqadha yang telah nyata ia tinggalkan mulai masa balighnya. [ I’aanah at-Thoolibiin IV/294, Is’aad ar-Rofiiq Hal. 143 ].\rولو علم أنه صام بعض الليالي وبعض الأيام ولم يعلم مقدار الأيام التي صامها فظاهر أنه يأخذ باليقين فما تيقنه من صوم الأيام أجزأه وقضى ما زاد عليه سم\r[ Hawaasyi as-Syarwaani III/396 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\r3450. MEMBAYAR FIDYAH DI LUAR BULAN RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum. Bolehkah fidyah dibayarkan setelah Ramadhan berakhr (setelah hari raya idul fitri) Karena blm punya biaya untuk membli beras ? (Zanzanti Yanti Andeslo).\rJAWABAN :\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Kewajiban fidyah tidak seketika, tapi boleh diakhirkan, sehingga boleh membayar fidyah setelah bulan romadlon atau di luar bulan Ramadhan. Jika tidak mampu membayar fidyah, maka fidyah tersebut tetap menjadi tanggungannya dengan dibayar di kemudian hari bila sudah mampu. Wallohu a'lam bis showab. Referensi :\rشرح البهة الوردية 151/7\rفرع بحث الزركشي أن الفدية على التراخي لعدم التعدي\rبجيرمي على شرح المنهاج 84/2","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"لأن المد لايتكرر مطلقا لأن وجوبه على التراخي\rغاية البيان161/1\rوالمد واجب ابتداء فلو قدر بعد الصوم لم يلزمه القضاء ولا ينعقد ندره بالصوم ولوعسر بالفدية استقرت في دمته\rحواشي الشرواني :\rولو أخر نحو الهرم الفدية عن السنة الاولى لم يلزمه شئ للتأخير\rنهاية المحتاج :\r، ولا شيء على الهرم والزمن ومن اشتدت مشقة الصوم عليه لتأخير الفدية إذا أخرها عن السنة الأولى\rMUJAWIB : Ghufron Bkl, Abdul Qodir\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/823023114387165/\r2442. BOLEHKAH IBU HAMIL PUASA RAMADHAN SEBULAN PENUH ?\rPERTANYAAN :\rCahaya Hati\rAssalamu'alaikum, bolehkah ibu hamil puasa 1 bulan penuh...??\rJAWABAN :\r> Tazkiyatun Nafsi\rIngat perempuan menyusui dan hamil, disamakan dengan orang sakit, dalam arti boleh berbuka. Karena bila terus berpuasa malah membahayakan diri sendiri atau anaknya. Perempuan yang sedang menyusui dan mengandung, membutuhkan gizi cukup. Kekurangan makanan dan minuman selama berpuasa dapat mengurangi kadar gizi atau air susu ibu yang dibutuhkan dan itu pada giliranya akan membawa akibat kurang baik pada janin dan anaknya. Berpuasa pada hakikatnya baik. Tetapi karena di balik sisi positifnya itu bagi perempuan hamil dan menyusui bisa berakibat negatif maka boleh ditinggalkan.\r> Ghufron Bkl\rBoleh tetap berpuasa selagi tidak menimbulkan efek negatif baik pada janin atau pada siibu sendiri, karena sebenarnya orang hamil tetap wajib berpuasa, akan tetapi bila hawatir timbul efek negativ baik pada janin atau pada ibunya maka makruh berpuasa dan boleh tidak berpuasa dan bila yaqin akan menimbul efek negativ maka harus tidak berpuasa dan harom hukumnya bila berpuasa. :","part":1,"page":83},{"id":84,"text":".فللمريض ثلاثة أحوال : إن توهم ضرر يبيح التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر وإن تحقق الضرر المذكور أو غلب على ظنه أو انتهى به العذر إلى الهلاك أو ذهاب منفعة عضو حرم الصوم و وجب الفطر وإن كان المرض خفيفا بحيث لا يتوهم فيه ضررا يبيح التيمم حرم الفطر و وجب الصوم مالم يخف الزيادة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة ونحوهم، ومثله الحامل والمرضع ولو كان الحمل من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما أو كانت المرضع مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي. نهاية الزين ص : 172\rBila orang hamil yang tidak berpuasa tersebut karena menimbulkan efek negativ pada janinnya maka wajib qodlo' dan bayar fidyah 1 mud / 7 ons,bila menimbulkan efek negativ pada ibunya atau pada ibu dan janinnya maka wajib qodlo' saja tanpa bayar fidyah.\r: ويجب المد مع القضاء على حامل ومرضع أفطرتا للخوف على الولد___واحترز بقوله للخوف على الولد عما إذا أفطرتا خوفا على أنفسهما أن يحصل لهما من الصوم مبيح تيمم فإنه يجب عليهما القضاء بلا فدية كالمريض المرجو البرء وإن انضم لذلك الخوف على الولد لأنه وقع تبعا. إعانة الطالبين 2/241-242\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/610058525683626/\r2455. HUKUM PUASA BAGI WANITA YANG MENYUSUI DAN KAFFAROH / FIDYAHNYA\rPERTANYAAN :\r> Dedi Bachdim\rMet malam... Ibu-ibu yang menyusui kalau menjalankan puasa itu boleh atau tidak ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rOrang yang menyusui tetap wajib berpuasa, akan tetapi diperbolehkan tidak berpuasa bilamana dengan berpuasa tersebut khawatir membahayakan baik pada dirinya sendiri atau pada anaknya,bahkan bila sudah pasti menimbulkan bahaya maka hukumnya harom berpuasa.","part":1,"page":84},{"id":85,"text":": .فللمريض ثلاثة أحوال : إن توهم ضرر يبيح التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر وإن تحقق الضرر المذكور أو غلب على ظنه أو انتهى به العذر إلى الهلاك أو ذهاب منفعة عضو حرم الصوم و وجب الفطر وإن كان المرض خفيفا بحيث لا يتوهم فيه ضررا يبيح التيمم حرم الفطر و وجب الصوم مالم يخف الزيادة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة ونحوهم، ومثله الحامل والمرضع ولو كان الحمل من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما أو كانت المرضع مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي. نهاية الزين ص : 172\rOrang menyusui yang tidak berpuasa wajib qodlo' dan bayar fidyah bila mana tidak berpuasanya karena menimbulkan efek negatif pada anaknya, bila menimbul efek negatif pada dirinya sendiri atau menimbulkan efek negatif pada dirinya sendiri dan anaknya maka wajib qodlo' saja tanpa bayar fidyah.\r: ويجب المد مع القضاء على حامل ومرضع أفطرتا للخوف على الولد___واحترز بقوله للخوف على الولد عما إذا أفطرتا خوفا على أنفسهما أن يحصل لهما من الصوم مبيح تيمم فإنه يجب عليهما القضاء بلا فدية كالمريض المرجو البرء وإن انضم لذلك الخوف على الولد لأنه وقع تبعا. إعانة الطالبين 2/241-\r> Ibnu Hasyim Alwi\rIkut Nimbrung ! Barangkali dapat melengkapi jawaban para alim di atas. Sedangkan dalam harusnya kaffarot terdapat TIGA PENDAPAT :\r1. menurut Qoul shohih seperti yang tertulis dalam kitab \"AL UMM\" wajib kaffaroh 1 hari 1 mud\r2. hukum kaffarohnya tidak wajib/sunnah, dan ini pendapat imam muzanni karena wanita tadi berbuka di karnakan uzdur maka hukumnya seperti orang sakit.","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"3. wajib kaffarot pada orang yang menyusui dan tidak wajib bagi orang hamil karena orang hamil mudorotnya ada pada dirinya maka hukumnya sama dengan orang sakit sedang orang menyusui mudorotnya terpisah dari dirinya maka dia wajib kaffaroh.\r- Kitab Al Majmu' : 6 /267 :\rوفى الكفارة ثلاثة أوجه (قال) في الام يجب عن كل يوم مد من الطعام وهو الصحيح لقوله تعالي (وعلي الذين يطيقونهفدية) قال ابن عباس نسخت هذه الآية وبقيت للشيخ الكبير والعجوز والحامل والمرضع إذا خافتا أفطرتا وأطعمتا كل يوم مسكينا (والثاني) ان الكفارة مستحبةغير واجبة وهو قول المزني لانه افطار بعذر فلم تجب فيه الكفارة كافطار المريض (والثالث) يجب علي المرضع دون الحامل لان الحامل أفطرت لمعنى فيها فهى كالمريض والمرضع أفطرت لمنفصل عنها فوجب عليها الكفارة\r.\rLink diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/612758785413600/\r2464. PUASA WANITA HAMIL\rPERTANYAAN:\r> Cahaya Hati\rAssalamu'alaikum, bolehkah ibu hamil puasa 1bulan penuh...??\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikum salaam, orang hamil tetap wajib berpuasa, akan tetapi bila hawatir timbul efek negativ baik pada janin atau pada ibunya maka makruh berpuasa dan boleh tidak berpuasa dan bla yaqin akan menimbul efek negativ maka harus tidak berpuasa dan harom hukumnya bila berpuasa.","part":1,"page":86},{"id":87,"text":": .فللمريض ثلاثة أحوال : إن توهم ضرر يبيح التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر وإن تحقق الضرر المذكور أو غلب على ظنه أو انتهى به العذر إلى الهلاك أو ذهاب منفعة عضو حرم الصوم و وجب الفطر وإن كان المرض خفيفا بحيث لا يتوهم فيه ضررا يبيح التيمم حرم الفطر و وجب الصوم مالم يخف الزيادة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة ونحوهم، ومثله الحامل والمرضع ولو كان الحمل من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما أو كانت المرضع مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي. نهاية الزين ص : 172\rBila orang hamil yang tidak berpuasa tersebut karena menimbulkan efek negatif pada janinnya maka wajib qodlo' dan bayar fidyah 1 mud / 7 ons,bila menimbulkan efek negatif pada ibunya atau pada ibu dan janinnya maka wajib qodlo' saja tanpa bayar fidyah.\r: ويجب المد مع القضاء على حامل ومرضع أفطرتا للخوف على الولد___واحترز بقوله للخوف على الولد عما إذا أفطرتا خوفا على أنفسهما أن يحصل لهما من الصوم مبيح تيمم فإنه يجب عليهما القضاء بلا فدية كالمريض المرجو البرء وإن انضم لذلك الخوف على الولد لأنه وقع تبعا. إعانة الطالبين 2/241-242\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/610058525683626\r2471. ORANG TUA YANG PIKUN DALAM PUASA\rPERTANYAAN :\r> Hasbie Musyadad Alluthfi\rAssalamu alaikum... mau nanya ustadz bagaimana status puasanya orang tua PIKUN...wa'alaikumsalaam\rJAWABAN :\r> Toni Imam Tontowi\rwa'alaikumsalaam. Orang yang pikun, tidak wajib puasa . Namun kalau orang sangat tua yang tidak kuat puasa (karena udzur) maka boleh tudak berpuasa dan bayar fidyah sebesar 1 mud.\r;\r'IBAROH :\r- Fathul Mu'in Hamisy I'anatut Tholibin II / 242 - 243","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"ـ (و) يجبُ (على مَن أفطَرَ) في رمضان (لِعُذرٍ لا يُرْجَى زَوالُه) كَكِبَرٍ ومرَضٍ لا يُرْجى بَرْؤُه: (مدّ) لِكلّ يَوْمٍ مِنه إن كان مُوسراً حينئذ (بلا قضاء) وإن قَدِرَ عليه بعد، لأنه غير مخاطَبٍ بالصّومِ\rFathul Mu'in Hamisy I'anatut Tholibin II / 220\rوإنما يجِبُ صَوْمُ رَمَضانَ (على) كل مُكلِّفٍ ــــ أي بالغ ــــ عاقِلٍ، (مُطيقٍ له) أي للصوم حِسّاً، وشَرعاً، فلا يجبُ على صَبيّ، ومجنونٍ، ولا على من لا يُطيقُه ــــ لِكَبِرٍ، أو مَرَضٍ لا يُرْجى بَرْؤه، ويَلزمهُ مِدّ لكل يوم\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/616112125078266/\r2483. HARUSKAH MANDI SEBELUM MASUK AWAL BULAN RAMADHAN ?\rPERTANYAAN :\r> Ali Talaga\rKalau mau memasuki bulan puasa apa harus mandi besar dulu ?!\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl [edited]\rMandi besar (mandi wajib karena hadats besar ) wajib dilakukan setiap saat ketika seseorang hadats besar (misal junub, haid atau nifas) dan akan melakukan ibadah yang disyaratkan suci dari hadats, misal shalat dan thawaf. Sehingga saat memasuki bulan romadlon seseorang tidak harus mandi besar dahulu, jika ia tidak berhadat besar. Dan kami belum menemukan referensi yang menjelaskan disunnahkannya mandi menjelang masuknya awal puasa ramadhan, yang ada di kitab-kitab fiqih, justru di dalam bulan romadlon itu sendiri yang disunahkan mandi setiap malam, waktunya mulai terbenamnya matahari / maghrib sampai terbitnya fajar shodiq / subuh. :","part":1,"page":88},{"id":89,"text":".و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة____ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك. الباجوري 1/81 و من الأغسال المسنونة غسل العيدين____ولكل ليلة من رمضان معطوف على للاعتكاف أى و من الأغسال المسنونة الغسل لكل ليلة من رمضان قال في النهاية و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والأوجه الأخذ بإطلاقهم قال ع ش و يدخل وقت الغسل بالغروب و يخرج بطلوع الفجر. إعانة الطالبين 2/72\rSEBAGAI PERBANDINGAN :\r> Ki Nur Jati Alfarizi\rHukumnya sunah malah dianjurkan oleh para ulama untuk mandi sebelum awal puasa.....contohnya ntar habis ashar para muslimin akan mandi sunah bulan ramadhon dengan niat : \"NAWAITUL GUSLA SHOMAGHODIN AN ADA-I FARDHU SAHRI ROMADHONA HAZIHI SANNATI LILLAHI TA'ALA\".\rCoba kalian rasakan hikmah mandi sunah bulan ramadhan ini....setelah kalian mandi akan ada perbedaan dihati kita dan ruhani kita ada perubahan yang mana diri kita siap untuk melaksanakan puasa ramadhan.....dan ada hikmah dibalik mandi sunah ramadhan ini bahwa kita secara tidak langsung membersihkan kotoran lahir dan bathin untuk menyambut dan melaksanakan puasa ramadhan...mandinya sambil dihayati niat mandi tersebut..,...... kalau tidak mandi kayanya ada yang kurang walaupun mandi bulan ramadhan itu sunah......\r> Ali Talaga\rItu mandi dikenal dengan padusan atau keramas biasa \"mungkin\" itu lebih tepatnya. niat ngebersihin badan jelang puasa dan yang paling utama ngebersihin hati.\r> Sunde Pati\r997. MANDI MENJELANG RAMADHAN\rPERTANYAAN:\r> Naira Hasyim","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"Assalamu Alaikum. MANDI MENJELANG ROMADHON , apakah ada referensinya ? ataukah referensinya di qiyaskan pada Mandi Taubah ? silahkan para alim di tunggu ilmunya ! Trims.\rJAWABAN :\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumus salam. Neng Naira Hasyim_Amalan mandi ketika hendak memasuki bulan Ramadhan (lebih tepatnya pada malam pertama bulan Ramadhan) adalah bagian dari aktivitas saudara kita golongan Syi'ah dan itu ada dasarnya. Ini kitab dari aliran Syi'ah :\rبحار ا?نوار - الع?مة المجلسي - ج 78 - الصفحة 17 - 18:\rومنه قال: روى ابن أبي قرة في كتاب عمل شهر رمضان باسناده، عن أبي عبد الله عليه الس?م قال: يستحب الغسل في أول ليلة من شهر رمضان، وليلة النصف منه، وقال: وقد ذكره جماعة من أصحابنا الماضين، ف? نطيل بذكر أسماء المصنفين، ووقت اغتسال شهر رمضان قبل دخول العشاء، ويكفي ذلك الغسل لليلة جميعها، وروي أن الغسل في أول الليل، وروي بين العشائين، وروينا ذلك عن ا?ئمة الطاهرين .\rومنه قال: ورأيت في كتاب أعتقد أنه تأليف أبي محمد جعفر بن أحمد القمي عن الصادق عليه الس?م من اغتسل أول ليلة من شهر رمضان في نهر جار ويصب على رأسه ث?ثين كفا من الماء، طهر إلى شهر رمضان من قابل .\rومن ذلك الكتاب المشار إليه عن الصادق عليه الس?م من أحب أن ? يكون به الحكة فليغتسل أول ليلة من شهر رمضان، فإنه من اغتسل أول ليلة من شهر رمضان ? تصيبه حكة ويكون سالما منها إلى شهر رمضان قابل .","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"ومنه نق? من كتاب ا?غسال ?حمد بن محمد بن عياش باسناده إلى أمير - المؤمنين عليه الس?م أنه قال: لما كان أول ليلة من شهر رمضان، قام رسول الله صلى الله عليه وآله فحمد الله وأثنى عليه إلى أن قال: حتى إذا كان أول ليلة من العشر قام فحمد الله وأثنى عليه وقال مثل ذلك ثم قام وشمر وشد المئزر، وبرز من بيته واعتكف وأحيا الليل كله، وكان يغتسل كل ليلة منه بين العشائين الحديث .\rومنه باسناده إلى سعد بن عبد الله، عن علي بن إبراهيم بن هاشم، عن أبيه عن النوفلي، عن السكوني، عن جعفر بن محمد، عن أبيه، عن آبائه، عن أمير - المؤمنين صلوات الله عليهم أنه قال: من اغتسل أول يوم من السنة في ماء جار وصب على رأسه ث?ثين غرفة كان دواء لسنته . بيان: أول السنة يحتمل أول المحرم، وأول شهر رمضان لورود الرواية بأنه أول السنة\rKalau kaitannya dengan masyarakat itu bisa diasumsikan hanya kebiasaan mereka, atau ikut-ikutan saja tanpa tahu dasarnya.\rSumber :\rhttp://huda-sarungan.blogspot.com/2013/07/997-mandi-menjelang-ramadhan.html?m=1\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/615031751852970\r2495. BACA DO'A BERBUKA PUASA ITU SEBELUM ATAU SESUDAH MAKAN ?\rPERTANYAAN :\r> Ndoro Ahmad Yahabibi\rAssalamualaikum. . . afwan ustadz ane mau nanya nie. . . Waktu membaca do'a berbuka puasa itu sbelum membatalkan puasa apa sesudahnya. . . ?? Sukron. . wasalam.\rJAWABAN :\r> Yazid Anwar\rBerdo'a berbuka puasa itu setelah berbuka / makan\rويسن أن يقول عقب الفطر اللهم لك صمت الخ\rDan disunatkan berdoa stelah berbuka . . . . [ fathul muin hal 58 ].\rقوله عقب الفطر أى عقب ما يحصل به الفطر لا قبله ولا عنده .\rIanah juz 2 hal 247\rقوله عقب الفطر أى عقب ما يحصل به الفطر لا قبله ولا عنده .","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Ianah juz 2 hal 247 : tidak sebelum buka dan tidak ketika berbuka\rكان النبى صلى الله عليه وسلم اذا أفطر قال : ذهب الظمأ . . . الخ\rDi situ idza afthoro, brarti : \" apabila telah berbuka Beliau berdoa . . [ al adzkar hal 172 ]. Lafadz afthoro itu fi.il madzi , idza itu dhorf zaman mustaqbal\r> Brojol Gemblung\rDalam Fathul Mu'in dan I'anah-nya sunnah membaca do'a setelah berbuka, bukan sebelum atau hendak berbuka.\rإعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين 2/279 :\rويسن أن يقول عقب الفطر: اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت ويزيد - من أفطر بالماء :- ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت ا?جر إن شاء الله تعالى.\rقوله: ويسن أن يقول أي المفطر. وقوله: عقب الفطر أي عقب ما يحصل به الفطر، ? قبله، و? عنده.\r> Ghufron Bkl\rBerdo'anya boleh sebelum berbuka dan yang afdlol setelah berbuka puasa. [ Busyro al karim ]. Do'anya dibaca ketika hendak berbuka puasa, dan yang afdlol dibaca setelah berbuka puasa. :\r.و يسن أن يقول عنده أى عند إرادته والأولى بعده : اللهم لك صمت و على رزقك أفطرت. بشرى الكريم\r> Timur Lenk\rMacam-macam Do'a ketika (setelah) berbuka puasa :\r1. Dzahab adh-dhomaa-u wa btallat al-'uruuqu wa tsabata al-ajru in syaa- Allah\r2. Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthortu\r3. Alhamdulillahi al-ladzii a'aanani fa shumtu wa rozaqoni fa afthortu\r4. Allahumma laka shumna wa 'alaa rizqika afthorna fa taqobbal minna innaka anta as-samii'u al-'aliim\r5. Allahumma inni as-aluka bi rohmatika al-latiy wa si'at kulla syai-in an taghfiro liy.\rAdzkar Nawawi :","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"(بابُ ما يقولُ عندَ الإِفْطَار)544 - روينا في سنن أبي داود، والنسائي، عن ابن عمر رضي الله عنهما، قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال: \" ذَهَبَ الظَّمأُ، وابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى \" (2) .قلت: الظمأ مهموز الآخر مقصور: وهو العطش.قال الله تعالى: (ذلكَ بأنهُمْ لا يُصِيبُهُمْ ظَمأُ) [التوبة: 120] وإنما ذكرت هذا وإن كان ظاهراً، لأني رأيتُ مَن اشتبه عليه فتوهمه ممدوداً.545 - وروينا في سنن أبي داود، عن معاذ بن زهرة، أنه بلغه، أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أفطر قال: \" اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ \" هكذا رواه مرسَلاً (3) .546 - وروينا في كتاب ابن السني، عن معاذ بن زهرة، قال: كان رسولُ الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال: \" الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ \" (4) .547 - وروينا في كتاب ابن السني عن ابن عباس رضي الله عنهما، قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال: \" اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ \" (5) .548 - وروينا في كتابي ابن ماجه، وابن السني، عن عبد الله بن أبي مليكة، عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما، قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: \" إنَّ للصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً ما تُرَدُّ \" قال ابن أبي مُليكة: سمعتُ عبد الله بن عمرو إذا أفطرَيقول: \" اللَّهُمَّ إني أسألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كل شئ أنْ تَغْفِرَ لي \" (6) .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/616904868332325\r2703. MEMBATALKAN PUASA RAMADHAN DENGAN ONANI TIDAK WAJIB KAFAROH\rPERTANYAAN :\r> Mohammad Ali El-haBsy Bisy-bisy","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"Assalamu'alaikum wr.wb, bagi perjaka, onani pada puasa romadhon apa ada kafarotnya ?\rJAWABAN :\r> Hasyim Toha\rWa`alaikum salam, jawabannya lebih jelasnya sebab :\r- kalau onaninya sampai keluar mani maka wajib qodho, tidak wajib kafarot.\r- kalau tidak sampai keluar mani maka tidak wajib qodho' dan kafarot\r- kalau onani sampai keluar mani dan tidak segera diqodho hingga romadhan berikutnya, maka wajib qodho' dan kafarot.\r> Ghufron Bkl\rYa, kalau keluar mani maka puasanya batal dan wajib qodlo' tapi tidak harus membayar kafaroh, tidak seperti jika membatalkan puasanya dengan jimak. :\r.ويفطر عامد____بجماع وإن لم ينزل واستمناء ولو بيده أو يد حليلته قوله واستمناء بالجر معطوف على جماع أى و يفطر باستمناء وهو استخراج المني بغير جماع حراما كان كاخراجه بيده أو مباحا كاخراجه بيد حليلته .إعانة الطالبين 2/226 ويجب على من أفسده أى صوم رمضان بجماع اثم به لاجل الصوم لا باستمناء وأكل كفارة.إعانة الطالبين 2/239\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/572363792786433/\r2746. SOPIR TIDAK BERPUASA RAMADHAN KARENA ALASAN MUSAFIR, BOLEHKAH ?\rPERTANYAAN :\r> Amien Guantueng\rAssalaamu'alaikum... dapat keringanankah seorang sopir bus Jakarta surabaya... apa dia tergolong musafir yang diperbolehkan berbuka.... wassalamu'alaikum... thank's atas jawabanya !\rJAWABAN :\r> Siaki-aki Sedang Ngalanglang\rNemu di dokumen simbah www.piss-ktb.com/2012/03/f0068-permasalahan-seputar-puasa.html :\r13. PAK SOPIR SERING MEMBATALKAN PUASA","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"Menikah dan berkeluarga bukan pekerjaan mudah, butuh kesiapan dzahir dan batin. Taruh saja sopir bus yang setiap harinya jauh dari keluarga karena tuntutan ekonomi. kehidupannya selalu di perjalanan menuju satu kota ke kota yang lain demi anak dan istri. Apakah bagi pak sopir setiap harinya diperbolehkan membatalkan puasa mengingat ia selalu bepergian?\rJawab : Tidak boleh, karena akan meninggalkan kewajiban puasa selama-lamanya, kecuali ada niat meng-qadlâ’ puasa. Namun menurut Ibn Hajâr selama dalam bepergian boleh membatalkan puasa.\rReferensi :\rكاشفا ة السجا صحـ :\rوَالصَّوْمُ لِلْمُسَافِرِ أَفْضَلُ مِنَ الْفِطْرِ إِنْ لَمْ يَشُقَّ عَلَيْهِ ِلأَنَّ فِيْهِ بَرَاءَة َلذِّمَّةِ فَإِنْ شَقَّ عَلَيْهِ بِأَنْ لَحِقَهُ مِنْهُ نَحْوُ أَلَمٍ يَشُقُّ احْتِمَالُهُ عَادَةً فَالْفِطْرُ أَفْضَلُ أَمَّا إذَا خَشِيَ مِنْهُ تَلَفَ مَنْفَعَةِ عُضْوٍ فَيَجِبُ الْفِطْرُ فَإِنْ صَامَ عَصَى وَأَجْزَأَهُ وَمَحَلُّ جَوَازِ الْفِطْرِ لِلْمُسَافِرِ إِذَا رَجَا إِقَامَةً يَقْضِيْ فِيْهَا وَإِلاَّ بِأَنْ كَانَ مُدِيْمًا لَهُ وَلَمْ يُرْجَ ذَلِكَ فَلاَ يَجُوْزُ لَهُ الْفِطْرُ عَلَى الْمُعْتَمَدِ ِلأَدَائِهِ إِلَى إِسْقاَطِ الْوُجُوْبِ بِالْكُلِّيَّةِ قَالَ ابْنُ حَجَرٍ بِالْجَوَازِ فَائِدَتُهُ فِيْمَا إِذَا أَفْطَرَ فِيْ أَيَّامِ الطَّوِيْلَةِ أَنْ يَّقْضِيَهُ فِيْ أَيَّامٍ أَقْصَرُ مِنْهَا إِنْتَهَى مِنَ الشَّرْقَاوِي وَالزِّيَادِي اهـ\rحاشيتا قليوبي وعميرة الجزء 2 صحـ : 88 مكتبة دار إحياء الكتب العربية","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"كَذَا قَالَهُ شَيْخُنَا وَنَقَلَ الْعَلاَمَةُ ابْنُ قَاسِمٍ عَنْ شَيْخِنَا الرَّمْلِيِّ أَنَّهُ يَكْفِي تَمَكُّنُهُ فِي الْعَامِ اْلأَوَّلِ وَبِهَذَا عُلِمَ أَنَّهُ لاَ فِدْيَةَ عَلَى نَحْوِ الْهَرَمِ بِتَأْخِيرِ الْفِدْيَةِ لِعَدَمِ الْقَضَاءِ فِيهِ وَلاَ عَلَى مُدِيمِ السَّفَرِ لاِسْتِمْرَارِ عُذْرِهِ كَمَا مَرَّ اهـ\rإعانة الطالبين الجزء الثانى صحـ : 267 مكتبة دار الفكر\rوَيسْتَثْنَى مِنْ جَوَازِ الْفِطْرِ بِالسَّفَرِ مُدِيْمُ السَّفَرِ فَلاَ يُبَاحُ لَهُ الْفِطْرُ ِلأَنَّهُ يُؤَدِّيْ إِلَى إِسْقَاطِ الْوُجُوْبِ بِالْكُلَّيَّةِ إِلاَّ أَنْ يَقْصِدَ قَضَاءً فِيْ أَيَّامٍ أَخَرَ فِيْ سَفَرِهِ وَمِثْلُهُ مَنْ عَلِمَ مَوْتَهُ عَقِبَ الْعِيْدِ فَيَجِبُ عَلَيْهِ الصَّوْمُ إِنْ كَانَ قَادِرًا فَجَوَازُ الْفِطْرِ لِلْمُسَافِرِ إِنَّمَا هُوَ فِيْمَنْ يَرْجُوْ إِقَامَةً يَقْضِيْ فِيْهَا وَهَذَا هُوَ مَا جَرَى عَلَيْهِ السُّبُكِيُّ وَاسْتَظْهَرَهُ فِي النِّهَايَةِ اهـ\r> Ghufron Bkl\rPak sopir itu tidak boleh tidak berpuasa karena akan meninggalkan kewajiban puasa selamanya kecuali ada niatan mengqodlo', sedangkan menurut Imam Ibnu Hajar boleh tidak berpuasa bila ada niatan untuk mengqodlo'nya di hari2 yg lebih pendek waktu siangnya. :\r.و محلجواز الفطر للمسافر إذا رجا إقامة يقضي فيها و إلا بأن كان مديما له ولم يرج ذلك فلا يجوز له الفطر على المعتمد لأدائه إلى إسقاط الوجوب بالكلية وقال ابن حجر بالجواز و فائدته فيما إذا أفطر في الأيام الطويلة أن يقضيه في أيام أقصر منها. الشرقاوي 1/259 و يستثنى من جواز الفطر بالسفر مديم السفر فلا يباح له الفطر لأنه يؤدي إلى إسقاط الوجوب بالكلية إلا أن يقصد قضاء في أيام أخر في سفره. إعانة الطالبين 2/267\rLINK ASAL :","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/620105208012291/\r3160. HUKUM PUASA RAMADHANNYA ANAK KECIL DAN PAHALANYA\rPERTANYAAN :\r> Bunda Shozyka\rAsslamu'alaikum... Para kyai, asatidz, mohon pencerahanya nich... Diskripsi : Sering sekali kita melihat fenomena di masyarakat adanya anak kecil yang berpuasa, hal ini dilakukan agar terbiasa berpuasa dan agar anak ini mendapatkan keberkahan dari bulan puasa. Ada yang puasa \"bedug\" atau seharian. Pertanyaan:\r1. Bagaimana hukumnya anak kecil beepuasa?\r2. Apakah anak kecil yang berpuasa mendapatkan pahala? Matur nuwun atas pencerahanya moga manfaat amin... Wassallam...\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rPuasa romadhon bagi shobiy atau anak kecil jatuhnya sunnah,\rقال أبو إسحاق : يلزمه أن ينوي صوم فرض رمضان ، لأن صوم رمضان قد يكون نفلا في حق الصبي فافتقر إلى نية الفرض ليتميز عن صوم الصبي\r> Ubaid Bin Aziz Hasanan\r1. Puasa anak belum baligh tidak wajib akan tetapi menjadi sunnah\r2. Mendapatkan pahala yaitu orang tuanya yang mendapatkan pahala.\rReferensi :\rقال ابن بطال - رحمه الله - ( أجمع العلماء أنه ? تلزم العبادة و الفرائض إ? عند البلوغ ولكن أكثر العلماء استحسنوا تدريب الصبيان على العبادات رجاء البركة وأن من فعل ذلك منهم مأجور و?نهم باعتيادهم عليها تسهل عليهم إذا لزمتهم","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"Ibnu batthol berkata ulama' sepakat (ijam') bahwa anak yang belum baligh tidak diwajibkan ibadah dan melakukan kefarduan kecuali bila sudah baligh akan tetapi mayoritas ulama' menganggap baik atas latihan ibadah yang dilakukan anak belum baligh karena mengharapkan keberkahan . dan orang yang orang tua yang melakukan tersebut (menyuruh anaknya melakukan latihan puasa) itu diberikan pahala dikarenakan sebab kebiasaan ibadah yang dilakukan anak belum baligh itu menyebabkan dia mudah melakukan ibadah disaat dirinya (anak) sudah diwajibkan melakukan ibadah (yaitu disaat baligh) wallahu a'lam\rUmdatul qori' syarah shohih bukhari 17/16 :\r( باب صوم الصبيان ) أي هذا باب في بيان صوم الصبيان هل يشرع أم ? والجمهور على أنه ? يجب على من دون البلوغ واستحب جماعة من السلف منهم ابن سيرين والزهري وبه قال الشافعي أنهم يؤمرون به للتمرين عليه إذا أطاقوه وحد ذلك عند أصحاب الشافعي بالسبع والعشر كالص?ة وعند إسحاق حده اثنتي عشرة سنة وعند أحمد في رواية عشر سنين وقال ا?وزاعي إذا أطاق صوم ث?ثة أيام تباعا ? يضعف فيهن حمل على الصوم والمشهور عند المالكية أنه ? يشرع في حق الصبيان وقال ابن بطال أجمع العلماء أنه ? تلزم العبادات والفرائض إ? عند البلوغ إ? أن أكثر العلماء استحسنوا تدريب الصبيان على العبادات رجاء البركة وأنهم يعتادونها فتسهل عليهم إذا ألزمهم وأن من فعل ذلك بهم مأجور وفي ( ا?شراف ) اختلفوا في الوقت الذي يؤمر فيه الصبي بالصيام فكان ابن سيرين والحسن والزهري وعطاء وعروة وقتادة والشافعي يقولون يؤمر به إذا أطاقه\rKeterangan fatwa syeh dr. muhammad hisan mursyid thoriqoh samaniyah di syiria :","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"إذاً صوم الصبي ذكراً أم أنثى دون البلوغ غير واجب لحديث رسول اللَه r \"رفع القلم عن ث?ثة وفيه .. عن الصبي حتى يحتلم \" ( رواه أبو داود ) بل هو مستحب يعود عليه الصبي، فدلت ا?حاديث على مشروعية تعويد ا?طفال على الصيام لمن ? يؤثر عليه، حتى يطيقونه، فمن بلغ منهم السابعة من عمره فعلى وليه أن يعوده على الصيام حتى يطيقه فيما بعد، وليكن ذلك بالتدريج، فمث?ً اليوم ا?ول يصوم جزءاً من النهار، وفي اليوم الثاني كذلك، وفي اليوم الثالث نصف النهار، وهكذا حتى يتعود الطفل على الصيام ويألفه، وعلى ولي ا?مر من أب أو أم أن يستخدموا اللعب والقصص مع ا?طفال حتى ينسوا الرغبة إلى ا?كل والشرب، ولهذا جاء في بعض روايات مسلم قالت : فإذا سألونا الطعام أعطيناهم اللعبة تلهيهم حتى يتموا صومهم . و? بأس في تدريب الصغار عـلى الصوم ــ إن كان اليوم طوي?ً وحاراً ـ بأن يتسحر الطفل مع أسـرته ثم يمسـك حتى الظهر، فتعطى لـه وجبـة، ثم يمسـك بعدها حتى ا?فطار، ويسـمونه في الشـام ( درجات المئذنة ) ، وهذا ?طفال ما قبل السابعة إن وجدت عندهم الرغبة في الصوم وتقليد الكبار، والهدف منه هو التدريب على ا?مساك وا?متناع عن الطعام والشراب مدة محددة .","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Adapun puasa bagi pria atau wanita yang belum baligh itu tidak wajib berdasarkan hadist rasulullah :diangkat qolam (pena) dari tiga orang diantaranya bagi anak sehingga iihtilam .riwayat abu dawud.bahkan puasa anak yang belum baligh disunnahkan bila anak tersebut membiasakan puasa.dalil hadist atas disyariatkannya puasa bagi anak yang belum baligh sehingga kuat berpuasa . pada anak yang sudah mencapai umur 7 tahun maka bagi orang tua hendaknya membiasakan anaknya untuk berpuasa sehingga kuat berpuasa, akan tetapi secara perlahan2/bertahap sebagai contoh sebagian hari puasa ( 1/3 hari puasa ) dihari pertama dihari kedua juga begitu di hari ketiga puasa setengah hari sehingga anak tersebut membiasakannya.","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"Dan bagi wali (ortu) bapak atau ibu hendaknya menyuruh pembantunya untuk memberikan mainan dan menceritakan dongeng sehingga lupa dari keinginan makan dan minum dan dari itu disebutkan disebagian riwayat muslim : bila anak yang belum baligh itu meminta makanan maka berikanlah mainan untuk dibuat permainan sehingga anak menyempurnakan puasanya dan tidak mengapa untuk latihan puasa bagi anak dikala hari itu panas dan panjang misal anak itu sahur bersama keluarga puasa hingga dzuhur diwaktu dzuhur berikanlah makan sekali kemudian menahan lapar sampai waktu berbuka dan orang-orang syiria menamakan puasa tersebut derajat al mu'dzanah . adapun ini untuk anak yang belum mencapi umur 7 tahun bila ditemukan dalam dirinya sifat suka pada puasa dan ikut kebiasaan dan kumpul dengan orang dewasa adapun ini sebagai latihan bagi anak yang belum baligh untuk menahan dan mencegah makan dan minum dimasa yang ditentukan batasannya.","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"صوم الصبيان عادة أم عبادة محمد حسان شيخ الطريقة السمانية الطيبية بسوريا , إجازة من شيخنا ومو?نا حسن أحمد العوض السوداني مأوى وا?شعري عقيدة والمالكي مذهباً والسماني طريقةً والصوفي مشرباً . ورئيس قسم ا?حوال الشخصية في كلية الشريعة بجامعة دمشق ؟؟؟ !!! الدكتور محمد حسان عوض قال تعالى في كتابه الحكيم: } يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ { التحريم 6، الطفولة ليست مرحلة تكليف وإنما هي مرحلة إعداد وتدريب وتعويد للوصول إلى التكليف عند البلوغ ليسهل عليه أداء الواجبات، فالوالدان مسؤو?ن أمام الله عز وجل عن تربية أو?دهما على ا?س?م . ومن وسائل التربية : \"التربية بالعادة أي تعويد الطفل على أشياء معينة حنى تصبح عادة ذاتية لـه . ومن أبرز ا?مثلة شعائر العبادة وفي مقدمتها الص?ة .... وتكوين العادة في الصغر أسهل بكثير من تكوينها في الكبر، ذلك أن الجهاز العصبي الغض أكثر قابلية للتشكيل ..... وقد اختص حديث رسول الله r الص?ة بهذا ا?مر ( مروا أو?دكم بالص?ة لسبع ... ) ?ن الص?ة عنوان ا?س?م، ولكن جميع آداب ا?س?م وأوامره سائرة على هذا النهج، فكلها تحتاج إلى تعويد مبكر .\" وأخرج ابن أبي الدنيا عن هشام بن عروة عن أبيه أنه : كان يأمر بنيه بالصيام إذا أطاقوه، وبالص?ة إذا عقلوا. وقد عنون ا?مام البخاري رحمه اللـه باباً في صحيحه اسمه باب صوم الصبيان وأورد حديث عمر t حيث قال لنشوان في رمضان - ويبدو أنه كان مفطـراً :- ويلـك وصبيـاننــا صيام فضربه، وعلق الحافظ ابن حجر في الفتح فقال: ( ... واستحب جماعة من السلف منهم ابن سيرين والزهري وقال به الشافعي : أن الصبيان يؤمرون بالصوم للتمرين عليه إذا أطاقوه وحده بالسبع والعشـــر كالص?ة. وإذا أطاق صوم","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"ث?ثة أيام تباعاً ? يضعف فيهن حمل على الصوم، وقال ابن الماجشون من المالكية: إذا طاق الصبيان الصيام ألزموه، فإن أفطروا لغير عذر فعليهم القضاء [ فتح الباري 5/3 ]. [ الروض المربع 1/415 ]\rوالمشهور عند المالكية أن الصوم ? يشرع في حق الصبيان، وقال الغزالي إذا بلغ الصبي سن التمييز فينبغي أ? يسامح في ترك الص?ة والطهارة بالصوم في بعض أيام رمضان . وأخرج البخاري ومسلم عن الربيع بنت معوذ قالت أرسل رسول اللـه r غداة عاشـــوراء إلى قرى ا?نصار التي حول المدينة )) من كان أصبح صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح مفطراً فليصم بقية يومه (( فكنا بعد ذلك نصومه، ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء اللـه، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن ( الصوف ) فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها ذلك حتى يكون عند ا?فطار، وعلق الحافظ ابن حجر فقال : وفي الحديث حجة على مشروعية تمرين الصبيان على الصيام، ?ن من كان مثل السن الذي ذكر في هذا الحديث فهو غير مكلف . وإنما صنع ذلك للتمرين . قال ابن بطال - رحمه الله - ( أجمع العلماء أنه ? تلزم العبادة و الفرائض إ? عند البلوغ ولكن أكثر العلماء استحسنوا تدريب الصبيان على العبادات رجاء البركة وأن من فعل ذلك منهم مأجور و?نهم باعتيادهم عليها تسهل عليهم إذا لزمتهم ) . إذاً صوم الصبي ذكراً أم أنثى دون البلوغ غير واجب لحديث رسول اللَه r \"رفع القلم عن ث?ثة وفيه .. عن الصبي حتى يحتلم \" ( رواه أبو داود ) بل هو مستحب يعود عليه الصبي، فدلت ا?حاديث على مشروعية تعويد ا?طفال على الصيام لمن ? يؤثر عليه، حتى يطيقونه، فمن بلغ منهم السابعة من عمره فعلى وليه أن يعوده على الصيام حتى يطيقه فيما بعد، وليكن ذلك بالتدريج، فمث?ً اليوم ا?ول يصوم جزءاً من النهار، وفي اليوم الثاني كذلك، وفي اليوم الثالث نصف النهار، وهكذا حتى يتعود الطفل على الصيام ويألفه، وعلى ولي ا?مر من أب أو أم أن يستخدموا اللعب","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"والقصص مع ا?طفال حتى ينسوا الرغبة إلى ا?كل والشرب، ولهذا جاء في بعض روايات مسلم قالت : فإذا سألونا الطعام أعطيناهم اللعبة تلهيهم حتى يتموا صومهم . و? بأس في تدريب الصغار عـلى الصوم ــ إن كان اليوم طوي?ً وحاراً ـ بأن يتسحر الطفل مع أسـرته ثم يمسـك حتى الظهر، فتعطى لـه وجبـة، ثم يمسـك بعدها حتى ا?فطار، ويسـمونه في الشـام ( درجات المئذنة ) ، وهذا ?طفال ما قبل السابعة إن وجدت عندهم الرغبة في الصوم وتقليد الكبار، والهدف منه هو التدريب على ا?مساك وا?متناع عن الطعام والشراب مدة محددة","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"أما من ? يستطيع الصوم ف? يجبر عليه حتى يطيقه، ويعلم وليه بذلك، بأن يتركه فترة من الزمن ب? أكل و? شرب فيرى مدة تحمله، ومتى يطلب الطعام والشراب، فمتى طلبه كانت تلك الفترة هي الفترة التي يستطيع الصغير تحملها، وقد يزيد الولي في ذلك مما ? يضر بالصغير، حتى يعتاد الصوم ويطيقه. وبهذا يطيق الصغير الصيام ويعتاده، لكن ? يكون ذلك من باب الواجب، ف? يجب الصيام إ? على من بلغ . [ فتح الباري بتصرف 4/256 ] . فيُستحب لوليّ الصغير إذا بلغ سبعاً فأكثر من الذكور أو ا?ناث أن يأمره بالصوم ليتعوده ويطيقه وينشأ عليه، فيأمره بالصوم إذا بلغ سبع سنين، ويضربه على ذلك إذا بلغ عشر سنين على أن يكون ضرباً سه?ً، مثل الص?ة فشبه الصيام بالص?ة من حيث ا?مر بها، لقوله صلى الله عليه وسلم: \" مروا أبناءكم بالص?ة لسبع، واضربوهم عليها لعشر \".. [ رواه أحمد ] . وكان الصحابة y - وهم القدوة ?خر هذه ا?مة - كانوا يصومون أو?دهم وفي المذهب الشافعي ( ويؤمر به الصبي لسبع ويضرب لعشر ). وفي المذهب الحنبلي ( ويلزم الصوم لكل مسلم مكلف قادر، وعلى ولي صغير مطيق أمره به، وضربه عليه ليعتاده ). اذاً ? يشدد على الصبيان في الصوم . فإنه إذا أكرهوا على الصوم ربما يعود بالضرر على صحتهم ودينهم !! أما ضرره في صحتهم فقد أثبت الطب أن صيام ا?طفال دون البلوغ ضار بهم ?ن أجسامهم في هذه المرحلة المهمة من مراحل النمو بحاجة إلى التغذية المستمرة فإن صام توقف نموها أو تعطل وفي هذا من غير شك إضرار بالصحة الجسمانية للطفل . أما ضرره على دينه فهو أكراه الصبية على فعل أمر ديني يشق عليهم ?ن ذلك يبغضهم في العبادة ويعمي قلوبهم ويضعف عزائمهم . ويجب أن يؤمر الصبي على الصيام باللطف واللين وحسن التأني فان اعتياد الشيء يذلل صعبه ويرقق قسوته ويمهد سبيله وقد جاء في الحديث الشريف ( تعودوا الخير فإن الخير عادة والشر لجاجة ) رواه البيهقي في السنن الكبرى . ويقول الحكماء","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"العادة طبيعة ثانية . وأخيراً هل يؤجر الصبي على هذه العبادة التي يفعلها عادة أم تهدر حسناته لحديث \"رفع القلم عن ث?ثة عن الصبي حتى يبلغ \"؟ الصحيح أنه يؤجر وتكتب له حسنات هذه العبادة فرفع القلم هو عن المؤاخذة على السيئات ودليل هذا ما رواه ابن البر في التمهيد بسنده أن عمر ابن الخطاب t قال : \" تكتب للصبي حسناته و? تكتب عليه سيئاته \" . والحمد لله رب لعالمين وصلى الله على سيدنا محمد وآله وسلم\r> Ghufron Bkl\r1. Hukum puasanya anak kecil bila tamyiz hukumnya sah dan dihukumi sunnah :\rالباجوري 1/287. :\rقوله البلوغ فلا يجب على الصبي ثم ان كان مميزا صح منه والا فلا.\rاعانة الطالبين 2/220\rقوله فلا يجب على صبي أى وإن صح منه إذلا تلازم بين الصحة والوجوب كما مر. :\rاعانة الطالبين 2/222\r:(قوله: ولو في صوم المميز) غاية في اشتراط التبييت نفلا. أي يشترط التبييت، ولو كان الناوي صبيا مميزا، نظرا لذات الصوم، وإن كان صومه يقع نفلا، وليس لنا صوم نفل يشترط فيه ذلك إلا هذا، فيلغز به ويقال: لنا صوم نفل يشترط فيه تبييت النية.\r2. Amal taatnya anak yang belum baligh di catat di buku catatan amal kedua orang tuanya, setelah baligh maka pahala tsb diperoleh oleh anak tsb dan juga kedua orang dua mendapatkan pahala yang sama bila amal taat atas petunjuk ato perintah kedua orang tuanya.\rالنصائح الدينية : ص : 22-23","part":1,"page":106},{"id":107,"text":":وأعمال الطفل من الطاعات التي تكون قبل البلوغ في صحائف أبويه من المسلمين ومهما أحسنا في تربيته والقيام عليه كما ينبغي فالمرجو من فضل الله أن لا يخيبهما من ثواب أعماله الصالحة وطاعاته بعد البلوغ بل المرجو من فضل الله أن يكون لهما مثل ثوابه ويشهد لذالك ما ورد من الأحاديث في الدعاء إلى الهدى والدلالة على الخير فإنهما قد دعواه إلى الهدى ودلاه على الخير مهما أخذا في حقه بنحو ما ذكرناه من الإحسان في تربيته و أمره بالخير وترغيبه فيه ونهيه عن الشر وزجره عنه والله أعلم.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/772506062772204\r3376. HUKUM MEMASUKKAN SEPARUH HASYAFAH PADA FARJI ISTERI KETIKA PUASA ROMADHON\rPERTANYAAN :\r> uhsin Rock Evolution\rAssalaamu'alaykum wr.wb. Maaf mau tanya : Gimana hukumnya ketika puasa memasukkan separuh khasafah ke farji dan gak mengeluarkan mani. Membatakan puasa atau tidak ? Matur suwun\rJAWABAN :\r> Mahmud Pingaran\rCoba lihat qalyubi jil 2 hal 90 :\rقوله: (على الزوج) لو قال على الواطئ دون الموطوء لشمل غير الزوج والزوجة كأجنبي وفي الدبر. وقد يقال: إنما قيد بالزوج ?نه محل الخ?ف فغيره تجب الكفارة عنه قطعا ? على الموطوء، وسواء الكفارة بالصوم أو غيره. وفيه بحث ظاهر على أن الموطوء يبطل صومه بدخول بعض الحشفة ف? يتصور فيه إفساد بجماع فتأمل\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Konsekuensi ketika saat puasa memasukkan separuh khasafah ke farji dan tapi tak mengeluarkan mani :\r?…BAGI WANITA :\r- Batal puasanya, bukan karena jima' tapi karena masuknya ain ke dalam jaufnya\r- Tidak wajib mandi\r?…BAGI LAKI-LAKI :\r- Tidak batal puasanya\r- Tidak wajib qodho dan kifarat","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"Memasukkan separuh hasafah belum dikatakan jima', sehingga puasa tidak batal bagi laki-laki tersebut dan tidak ada hukum had, qodho dan kafarot, ini sudah menjadi ijma' fukoha. Dan qoul atau pendapat yang mengatakan batal puasa keduanya dan wajib qodho dan kafarot adalah qoul yang Syudzuz (tidak shohih) dan dhoif, qoul ini diriwayatkan oleh Ad-darimi dan imam rofi'i dari Ibnu Kajjin, yang menyatakan \" memasukkan separuh hasyafah sama dengan memasukkan seluruh hasyafah\". Wallahu A'lam.\rReferensi :\r1. Al Mausu'ah al-fiqhiyah al kuwaitiyyah :\rأجمع الفقهاء على أنّه يجب الغسل بغيبوبة الحشفة كلّها في فرج آدميّ حيّ\rاتّفق الفقهاء على أنّ تغييب الحشفة في أحد السّبيلين في صوم رمضان مفسد للصّوم إذا كان عامدا، ويلزمه القضاء والكفّارة، ولا يشترط الإنزال، لأنّ الإنزال شبع\r2. Al-Muhadzdzab Imam Nawawi :\rالمرأة إذا جومعت فإنها يحصل فطرها بتغييب بعض الحشفة فلا يحصل الجماع التام إلا وقد أفطرت لدخول داخل فيها، فالفطر يحصل بمجرد الدخول ... اهـ\rجميع الأحكام المتعلقة بالجماع يشترط فيها تغييب الحشفة بكمالها في الفرج، ولا يشرط زيادة على الحشفة، ولا يتعلق ببعض الحشفة وحده شيء من الأحكام، وهذا كله متفق عليه في جميع الطرق؛ إلا وجها حكاه الدارمي وحكاه الرافعي عن حكاية ابن كج أن بعض الحشفة كجميعها وهذا في نهاية من الشذوذ والضعف . اهـ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/805601139462696/\r3429. DILIPAT GANDAKAN NILAI GANJARAN DAN DOSA DI BULAN ROMADHON\rPERTANYAAN :\r> Saifuddin","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Aslmkm. Kang mau tanya, Di saat siang bulan puasa memang kita sedang menjalani puasa dan berusaha menghindari dosa-dosa yang menyebabkan hilangnya pahala puasa. Sedangkan di saat malam bulan puasa apakah kedudukannya sama seperti siangnya bulan puasa, seperti dosa bohong, ghibah dll. Syukron kang.\rJAWABAN :\r> Al Murtadho\rBerdasarkan keumuman hadits sama saja mas, yang menjadi patokan adalah bulannya, bukan siang atau malamnya. Terdapat hadis dari Ummi Hani’ radhiyallahu ‘anha, yang diriwayat At-Thabrani dan lainnya,\rفَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ\r“Takutlah kalian terhadap bulan ramadhan. Karena pada bulan ini, kebaikan dilipatkan sebagaimana dosa juga dilipat-gandakan.”\rHR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 4983 dan As-Shaghir 698, dan Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid (3/190).\r> Ical Rizaldysantrialit\rIdem,Teks lengkap haditsnya dalam\r- Al Mu'jam Al Ausath Li Thobrony :","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"(حديث مرفوع) (حديث موقوف) وَعَنِ وَعَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" إِنَّ أُمَّتِي لَنْ تَخْزَى مَا أَقَامُوا صِيَامَ رَمَضَانَ \" ، قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا خِزْيُهُمْ فِي إِضَاعَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ ؟ قَالَ : \" انْتِهَاكُ الْمَحَارِمِ فِيهِ ، مَنْ عَمِلَ فِيهِ زِنًى أَوْ شَرِبَ خَمْرًا لَعَنَهُ اللَّهُ ، وَمَنْ فِي السَّمَوَاتِ إِلَى مِثْلِهِ مِنَ الْحَوْلِ ، فَإِنْ مَاتَ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَ شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَلَيْسَتْ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ حَسَنَةٌ يَتَّقِي بِهَا النَّارَ ، فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لا تُضَاعَفُ فِيمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ \" . لَمْ يَرْوِ هَذِهِ الأَحَادِيثَ عَنِ الأَعْمَشِ إِلا أَبُو طَيْبَةَ ، تَفَرَّدَ بِهَا : ابْنُهُ .\r- Al 'Ilal li ibni Abi Hatim :","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"(حديث مرفوع) وَسألت عَنْ حديث رَوَاهُ عَمَّارُ بْنُ رَجَاءٍ ، عَنْ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي طَيْبَةَ ، ثَنَا أَبِي أَبُو طَيْبَةَ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَنَّهُ قَالَ : \" إِنَّ أُمَّتِي لَنْ تُخْزَى مَا أَقَامُوا صِيَامَ شَهْرِ رَمَضَانَ \" ، فَقَالَ رَجُلٌ : مَا خِزْيُهُمْ فِي إِضَاعَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ ؟ قَالَ : \" انْتِهَاكُ الْمَحَارِمِ فِيهِ ، مَنْ عَمِلَ فِيهِ سَيِّئَةً : زَنَى ، أَوْ شَرِبَ خَمْرًا ، لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ حَسَنَةٌ يَتَّقِي بِهَا النَّارَ ، فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ ، مَا لا تُضَاعَفُ فِي سِوَاهُ ، وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ \" . فَسَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ : هَذَا حَدِيثٌ مَوْضُوعٌ عِنْدِي ، يُشْبِهُ أَنْ يَكُونَ مِنْ حَدِيثِ الْكَلْبِيِّ .\r- Fadhoilu Syahri Romadhona Li Abdil Ghoni Al-Maqdisi :","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"(حديث مرفوع) أَخْبَرَنَا أَبُو الْقَاسِمِ يَحْيَى بْنُ ثَابِتِ بْنِ بُنْدَارِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْبَقَّالُ : أَنْبَأَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ غَالِبٍ الْخَوَارَزْمِيُّ الْبَرْقَانِيُّ الْحَافِظُ ، أَنْبَأَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الإِسْمَاعِيلِيُّ ، حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسْيَنِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْمَعْرُوفُ بِابْنِ أَبِي الْقَاسِمِ الطَّيْفُورِيِّ جُرْجَانِيٍّ ، إِمْلاءً مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ ، حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ رَجَاءٍ ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي طَيْبَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أُمِّ هَانِئٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" إِنَّ أُمَّتِي لَنْ تَخْزِيَ مَا أَقَامُوا صِيَامَ شَهْرِ رَمَضَانَ \" ، فَقَالَ رَجُلٌ : مَا خِزْيُهُمْ فِي إِضَاعَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ ؟ قَالَ : \" انْتِهَاكُ الْمَحَارِمِ فِيهِ ، مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً ؛ زَنَا أَوْ شَرِبَ ، لَمْ يَتَقَبَّلِ اللَّهُ مِنْهُ شَهْرَ رَمَضَانَ ، وَلَعَنَهُ اللَّهُ وَالْمَلائِكَةُ ، وَالسَّمَوَاتُ إِلَى مِثْلِهِ مِنَ الْحَوْلِ ، فَإِنْ مَاتَ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ حَسَنَةٌ يَتَّقِي بِهَا النَّارَ ، فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَالا تُضَاعَفُ فِي سِوَاهُ ، وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتِ \" .\rPara ulama menegaskan bahwa dosa yang dilakukan pada waktu mulia atau di tempat mulia, derajatnya lebih besar dibandingkan dosa yang dilakukan di tempat atau waktu biasa.\rIbnu Muflih dalam karyanya Adab As-Syar’iyah, beliau mengatakan","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"فصل زيادة الوزر كزيادة الأجر في الأزمنة والأمكنة المعظمة\rPelipatan dosa sebanding dengan pelipatan pahala, pada tempat dan waktu yang diagungkan.\rKemudian beliau menyebutkan keterangan gurunya\rقَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : الْمَعَاصِي فِي الْأَيَّامِ الْمُعَظَّمَةِ وَالْأَمْكِنَةِ الْمُعَظَّمَةِ تُغَلَّظُ مَعْصِيَتُهَا وَعِقَابُهَا بِقَدْرِ فَضِيلَةِ الزَّمَانِ وَالْمَكَانِ انْتَهَى كَلَامُهُ وَهُوَ مَعْنَى كَلَامِ ابْنِ الْجَوْزِيِّ وَغَيْرِهِ\rSyaikh Taqiyuddin mengatakan, Perbuatan maksiat yang dilakukan di hari-hari istimewa atau tempat istimewa. Nilai kemaksiatannya dan hukumannya, semakin marah setingkat dengan nilai keistimewaan waktu dan tempat tersebut.’ Demikian keterangan beliau, dan itu semakna dengan keterangan Ibnul Jauzi dan ulama lainnya.\rفصل ( زيادة الوزر كزيادة الأجر في الأزمنة والأمكنة المعظمة )\rقال الشيخ تقي الدين : المعاصي في الأيام المعظمة والأمكنة المعظمة تغلظ معصيتها وعقابها بقدر فضيلة الزمان والمكان انتهى كلامه وهو معنى كلام ابن الجوزي وغيره .\rوقد روى الحافظ أبو القاسم التميمي في الترغيب ثنا سليمان بن إبراهيم ثنا عبد الله بن محمد ابن حمديه ثنا محمد بن عبد الله بن إبراهيم ثنا محمد بن أحمد بن أبي العوام ثنا أبو خلف بن خليفة عن عبد الله بن عبد الله بن أبي مليكة عن الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة مرفوعا فذكره وفي آخره { فاتقوا شهر رمضان فإن الحسنات تضاعف فيه وكذلك السيئات } وهو خبر ضعيف .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=585&idto=585&bk_no=43&ID=447\rWallahu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/817736851582458/\r3482. SAHUR JAM 12 MALAM SUDAH MULAI MENDAPAT KESUNAHAN SAHUR\rPERTANYAAN :\r> Syamsidar Sidar","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Apa hukum sahur ketika jam 12 ?? Mohon jawabannya.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rMakan sahur jam 12 malam sudah mulai mendapat kesunahan sahur.\r- kitab fathul mu'in\rوسن لصائم رمضان وغيره تسحر وتأخيره ما لم يقع في شك وكونه على تمر لخبر فيهويحصل ولو بجرعة ماء.ويدخل وقته بنصف الليل.\r- kitab i'anatut tolibin :\r(قوله: ويدخل وقته) أي التسحر.(وقوله: بنصف الليل) أي بدخول نصف الليل - أي الثاني - قال في المغنى: وقيل يدخل بدخول السدس الأخير.اه.وفي المحلى - نقلا عن شرح المهذب - وقت السحور: بين نصف الليل وطلوع الفجر، وأنه يحصل بكثير المأكول وقليله.اه.(والحاصل) أن السحور يدخل وقته بنصف الليل، فالأكل قبله ليس بسحور، فلا يحصل به السنة، والأفضل تأخيره إلى قرب الفجر بقدر ما يسع قراءة خمسين آية.\r> Penawar Rinduku\rTambahan ibarot, taqrirotus sadidah hal. 443 :\rسنن الصوم ورمضان ؛ 1 ـ تعجيل الفطر إذا تيقن الغروب ، بخلاف ما إذا شك فيجب عليه أن يعمل بالاحتياط ويؤخر الفطر\r2 ـ السحور ولو بجرعة ماء ، ويدخل وقت السحور من منتصف الليل\r3 ـ تأخير السحور بحيث لا يفحش التأخير ، ويمسك ندبا عن الأكل قبل الفجر بنحو خمسين آية {{ ربع ساعة }}؛\rKesunahan-kesunahan puasa dan ramadlan :\r1. Bersegera fithr (berbuka) ketika meyakini terbenamnya matahari. Lain halnya ketika ragu-ragu, maka wajib atas seseorang untuk melakukan kehati-hatian dan mengakhirkan fithr (berbuka).\r2. Suhur (sahur) meskipun dengan seteguk air, dan waktu suhur masuk mulai dari pertengahan malam.\r3. Mengakhirkan suhur, sekiranya tidak dianggap buruk dalam mengakhirkan.","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Dan sunnah menahan diri dari makam sebelum keluarnya fajar dengan semisal seukuran bacaan 50 ayat. ( ± 1/4 jam / 15 menit). Wallohu a'lam bish-showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/830952146927595/\r3498. QADHA PUASA KARENA RAGU\rPERTANYAAN :\r> Bunga Kenangan\rAsalamualaikum wrwb... Maaf mau tanya singkat cerita.... misal punya puasa Qodo 6 hari terus mau ditambahin 2 hari. Jumlah jadi 8 hari yang 2 tambahan itu karena sewaktu puasa merasa makanan mau keluar tapi tak keluar tapi tetap puasa sampai magrib. Gimana hukum nya puasa+han itu?? Boleh / tidak???\rJAWABAN :\r> Al Murtadho\rBerasa mau muntah tapi tidak muntah. Sehingga ini menyebabkan anda ragu-ragu puasanya sah atau tidak. Lalu anda berinisiatif menqadha puasa tersebut. Hal semacam ini diperbolehkan dan sah hukumnya. Bahkan andai telah nyata sekalipun tidak memiliki tanggungan maka puasanya menjadi puasa sunnah.\r- Al Fatawiy al Fiqhiyyah al Kubra juz 2 hal. 90 :\rأنه لو شك أن عليه قضاء مثلا فنواه إن كان، وإلا فتطوع صحت نيته أيضا وحصل له القضاء بتقدير وجوده بل، وإن بان أنه عليه وإلا حصل له التطوع كما يحصل له في مسألة الوضوء وضوء التجديد بفرض أن لا حدث عليه بل هذا أولى بالإجزاء؛ لأن الوضوء ثم واجب ولم يؤثر فيه ذلك التردد لعدم الاحتياج إليه فأولى أن لا يؤثر في مسألة الصوم للاحتياج إليه وبهذا يعلم أن الأفضل لمريد التطوع بالصوم أن ينوي الواجب إن كان عليه وإلا فالتطوع، ليحصل له ما عليه إن كان فات قلت ينافي ذلك كله قول المجموع لو قال أصوم عن القضاء أو تطوعا لم يجزئه عن القضاء قطعا ويصح نفلا في غير رمضان اهـ","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"Hal ini berbeda halnya jika sejak awal telah yakin tidak memiliki tanggungan qadha puasa Ramadhan lalu puasa dan berniat qadha Ramadhan maka hukumnya menjadi haram karena bermain-main dalam perkara ibadah.\r- Ahkam al Fuqaha juz 2 hal. 29\rفمن تيقن او ظن عدم وجوب قضاء رمضان عليه فيحرم عليه نية القضاء للت?عب ومن شك فله نية القضاء ان كان عليه وا? فالتطوع\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/828599610496182/\r3515. JIMA' SAAT QODHO PUASA ROMADHON TIDAK WAJIB KAFFAROT\rPERTANYAAN :\r> Rizka Hikami\rAssalamu alaikum. Mau bertanya apakah terkena kafarot bagi orang yang melakukan jima' ketika dalam keadaan mengqodho' puasa romadhon ?? Artinya jima' tersebut di lakukan bukan d bulan romadhon, sebab ia dalam komdisi khodho' puasa romadhon, apakah masih terkena kaffaroh ? Syukron\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Menurut Jumhur Ulama : berdosa pelakunya, kembali melakukan qodho di hari lain, tidak wajib kafaroh. Wallahu a'lam. Lihat Daarul Ifta Al-Mishriyyah :\r- أما الجماع في قضاء رمضان فقد ذكر القرطبي في تفسيره في أن جمهور العلماء ذهبوا الى إثم فاعله، وأن عليه قضاء ذلك اليوم ولا كفارة عليه، واستدلوا لذلك بحديث أم هانىء – رضي الله عنها – يوم فتح مكة حيث شربت من سؤر رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال لها : أكنت تقضين عنك شيئاً؟ فقالت لا؛ ققال: فلا يضرك. رواه أبو داود والبيهقي وغيرهما\rhttp://www.dar-alifta.org/ViewFatwa.aspx?ID=2853\r> Ghufron Bkl\rDalam puasa qodlo' romadlon tidak wajib kaffaroh :","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"اعانة الطالبين : (قوله: ويجب على من أفسده) شروع فيمن تجب عليه الكفارة بسبب الإفطار بمفطر من المفطرات السابقة، وهو الجماع فقط، لكن بشروط ذكر المؤلف بعضها، وحاصلها تسعة. الأول منها: أن يكون الجماع مفسدا للصوم، بأن يكون من عامد مختار عالم بتحريمه. الثاني: أن يكون في صوم رمضان.\rالثالث: أن يكون الصوم الذي أفسده صوم نفسه. الرابع: أن ينفرد الافساد بالوطئ. الخامس: أن يستمر على الأهلية كل اليوم الذي أفسده، ويعبر عنه بأن يفسد يوما كاملا. السادس: أن يكون ما أفسده من أداء رمضان يقينا. السابع: أن يأثم بجماعه. الثامن: أن يكون إثمه به لأجل الصوم. التاسع: عدم الشبهة.\rفخرج بالأول: ما لا يكون مفسدا، كأن صدر من ناس أو مكره أو جاهل معذور. وبالثاني: صوم غير رمضان. وبالثالث: ما لو أفسد صوم غيره ولو في رمضان، كأن وطئ مسافر أو نحوه امرأته ففسد صومها. وبالرابع: ما إذا لم ينفرد الإفساد بالوطئ، كأن أفسده بالوطئ وغيره معا. وبالخامس: ما إذا لم يستمر على الأهلية كل اليوم، بأن جن أو مات بعد الجماع. وبالسادس: ما إذا كان الصوم الذي أفسده من قضاء رمضان أو من أداء رمضان لكن من غير تعيين، بأن صامه بالاجتهاد، ولم يتحقق أنه من رمضان، أو صام يوم الشك - حيث جاز - فبان أنه من رمضان.\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/821603954529081/\r3729. CARA MENG-QODLO PUASA RAMADHAN YANG TIDAK DIKETAHUI JUMLAHNYA\rPERTANYAAN :\r> Agus Suryo Komputro\rAssalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Saya mau tanya nih. Jika saya (laki laki) dulunya lalai dalam beribadah khususnya berpuasa bulan ramadhan sering bolong bolong, saya berniat membayar puasa ramadhan saya yang bolong tapi sudah lupa berapa banyak yang bolong. Apa yang harus saya lakukan berdasar Al-Qur'an & Hadits yang ada ? Syukron","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"JAWABAN\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam warohmatullah wabarokaatuh. Wajib meng-qadlâ’ puasa sampai yakin sudah dikerjakan semua.\rReferensi dari Hawasyi Asy-Syarwani III / 396 :\rحواشي الشرواني ج 3 ص 396 مكتبة دار إحياء ااتراث العربي\rوَلَوْ عَلِمَ أَنَّهُ صَامَ بَعْضَ اللَّيَالِي وَبَعْضَ اْلأَيَّامِ وَلَمْ يَعْلَمْ مِقْدَارَ اْلأَيَّامِ الَّتِي صَامَهَا فَظَاهِرٌ أَنَّهُ يَأْخُذُ بِالْيَقِينِ فَمَا تَيَقَّنَهُ مِنْ صَوْمِ اْلأَيَّامِ أَجْزَأَهُ وَقَضَى مَا زَادَ عَلَيْهِ سم اهـ\r\"Apabila ada seseorang mengetahui bahwa dirinya berpuasa sebagian jatuh pada malam hari (karena tinggal di daerah yang tidak diketahui batas siang dan malamnya), dan sebagian jatuh pada siang hari, sedangkan dia tidak mengetahui jumlah puasa yang dikerjakan pada siang harinya, maka menurut qoul yang jelas orang tersebut wajib mengambil hitungan yang diyakininya, maka hitungan puasa siang hari yang diyakininya itu cukup baginya (untuk dijadikan jumlah puasa siang harinya) dan wajib mengqodlo sisanya puasa yang dilakukan pada malam harinya\". Wallahu A'lam.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/881062578583218/\r3859. HUKUM MEMBATALKAN PUASA RAMADHAN TANPA UDZUR\rPERTANYAAN :\r> Wahid\rAssalamu'alaykum.Mau nanya, orang yang sengaja membatalkan puasa ramadlan (tanpa udzur) itu wajib qodho saja, apa wajib qodho & fidyah? Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Sunde Pati","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Wa'alaikum salam wr.wb. Berdosa orang yang sengaja membatalkan puasa ramadlan (tanpa udzur) dan dia wajib qodlo' puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak usah fidyah. Berbeda jika membatalkan puasa dengan jimak maka wajib qodlo' dan bayar kafarot. Lihat Syarah muhaddzab juz 1 hal 331 :\rومن أفطر في رمضان بغير جماع من غير عذر وجب عليه القضاء لقوله صلى الله عليه وسلم: \"من استقاء فعليه القضاء1\" ولأن الله تعالى أوجب القضاء على المريض والمسافر مع وجود العذر فلأن يجب مع عدم العذر أولى ويجب عليه إمساك بقية النهار لأنه أفطر بغير عذر فلزمه إمساك بقية النهار ولا تجب عليه الكفارة لأن الأصل عدم الكفارة إلا فيما ورد به الشرع وقد ورد الشرع بإيجاب الكفارة في الجماعوما سواه ليس في معناه لأن الجماع أغلظ ولهذا يجب به الحد في ملك الغير ولا يجب فيما سواه فبقي على الأصل وإن بلغ ذلك السلطان عذره لأنه محرم ليس فيه حد ولا كفارة فثبت فيه التعزيز كالمباشرة فيما دون الفرج من الأجنب\r> Mas Hamzah\ridem, wajib qodho', lihat kitab roudhoh (2/370) :\rفَرْعٌ . فِي أَحْكَامِ الْفِطْرِ . كُلُّ مَنْ تَرَكَ النِّيَّةَ الْوَاجِبَةَ عَمْدًا أَوْ سَهْوًا ، فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ . وَكَذَا كُلُّ مَنْ أَفْطَرَ\r> Wong Gendeng\rMakan dan minom dengan sengaja maka ia wajib Qadha' dan bayar Kaffarat menurut kami ( Hanafiyyah) Dan menurut Imam Syafi’i hanya wajib Qadha saja .\rالمبسوط ج 3 74قال : وكذلك إن أكل أو شرب متعمدا فعليه القضاء والكفارة عندنا وعند الشافعي رحمه الله تعالى لا كفارة عليه\r> Ghufron Bkl\rWajib qodlo', tetapi tidak wajib membayar fidyah :\rالتقريرات السديدة\rما يلزم فيه القضاء دون الفدية كالمغمى عليه وناسي النية والمتعدي بفطره بغير جماع.","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"فلا كفارة على من افسده بغير جماع كأكل او استمناء ومثل ذلك ما لو أفسده بجماع مع غيره فلا كفارة عليه سواء تقدم ذلك الغير على الجماع أو قارنه . . . كاشفة السجا\rTidak wajib membayar kifarat bagi orang yang merusak puasa dengan selain jima' seperti makan, istimna'. Demikian juga orang yang merusak puasa dengan jima beserta lainnya. Maka tidak wajib kifarot. Baik yang selain jima itu mendahului jima ato bersamaan. Wallohu a'lam. (AS).\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/926314380724704/\rwww.fb.com/notes/928162063873269\r4143. HUKUM TERKAIT WANITA HAMIL DI BULAN ROMADHON\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum. Maaf, wanita yang sedang hamil dan takut akan kesehatan janinnya,ahirnya dibulan romadlon wanita tersebut meninggalkan puasa. Apakah wajib qodlo puasa dan bayar denda? Suwun. [ إنتظار الفرج ]\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Wanita hamil yang khawatir membahayakan dirinya sendiri ketika puasa maka boleh tidak berpuasa dan wajib qodho' tanpa bayar kifarat. Namun jika wanita hamil khawatir membahayakan janinnya maka boleh tidak berpuasa dan wajib qodho' serta wajib bayar kifarat. Kifaratnya yaitu satu hari bayar satu mud. Wallohu a'lam.\r- Kitab Fathul Qorib (1/141) :\r(والحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما) ضررا يلحقهما بالصوم، كضرر المريض (أفطرتا، و) وجب (عليهما القضاء، وإن خافتا على أولادهما) أي إسقاط الولد في الحامل وقلة اللبن في المرضع (أفطرتا، و) وجب (عليهما القضاء) للإفطار (والكفارة) أيضا. والكفارة أن يُخرج (عن كل يوم مد؛ وهو) كما سبق (رطل وثلث بالعراقي). ويعبر عنه بالبغدادي.\r> Ghufron Bkl\rIdem, Dan berikut ibaroh dari beberapa sumber","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"الفقهاء متفقون على أن الحامل والمرضع لهما أن تفطرا في رمضان، بشرط أن تخافا على أنفسهما أو على ولدهما المرض أو زيادته، أو الضرر أو الهلاك، فالولد من الحامل بمنزلة عضو منها، فالإشفاق عليه من ذلك كالإشفاق منه على بعض أعضائها. الموسوعة الفقهية. الجز 28. صفحة 54.\rوالحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما) ضررا يلحقهما بالصوم، كضرر المريض (أفطرتا، و) وجب (عليهما القضاء، وإن خافتا على أولادهما) أي إسقاط الولد في الحامل وقلة اللبن في المرضع (أفطرتا، و) وجب (عليهما القضاء) للإفطار (والكفارة) أيضا. والكفارة أن يخرج (عن كل يوم مد؛ وهو) كما سبق (رطل وثلث بالعراقي). ويعبر عنه بالبغدادي. فتح القريب . الجز 1. صفحة 141.\rقال المصنف رحمه الله * { فان خافت الحامل والمرضع على أنفسهما أفطرتا وعليهما القضاء دون الكفارة لانهما أفطرتا للخوف على أنفسهما فوجب عليهما القضاء دون الكفارة كالمريض وإن خافتا على ولديهما أفطرتا وعليهما القضاء بدلا عن الصوم وفى الكفارة ثلاثة أوجه (قال) في الام يجب عن كل يوم مد من الطعام وهو الصحيح لقوله تعالي (وعلي الذين يطيقونه فدية) قال ابن عباس نسخت هذه الآية وبقيت للشيخ الكبير والعجوز والحامل والمرضع إذا خافتا أفطرتا وأطعمتا كل يوم مسكينا (والثاني) ان الكفارة مستحبة غير واجبة وهو قول المزني لانه افطار بعذر فلم تجب فيه الكفارة كافطار المريض (والثالث) يجب علي المرضع دون الحامل لان الحامل أفطرت لمعنى فيها فهى كالمريض والمرضع أفطرت لمنفصل عنها فوجب عليها الكفارة والله أعلم. مجموع شرح المهذب. الجز 6. صفحة 267.","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"فللمريض ثلاثة أحوال إن توهم ضررا يبيح التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر وإن تحقق الضرر المذكور أو غلب على ظنه أو انتهى به العذر إلى الهلاك أو ذهاب منفعة عضو حرم الصوم ووجب الفطر وإن كان المرض خفيفا بحيث لا يتوهم فيه ضررا يبيح التيمم حرم الفطر ووجب الصوم ما لم يخف الزيادة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة ونحوهم ومثله الحامل والمرضع ولو كان الحمل من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما أو كانت المرضع مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي. نهاية الزين. الجز 1. صفحة 187.\rويجب المد مع القضاء على حامل ومرضع أفطرتا للخوف على الولد___واحترز بقوله للخوف على الولد عما إذا\rأفطرتا خوفا على أنفسهما أن يحصل لهما من الصوم مبيح تيمم فإنه يجب عليهما القضاء ب? فدية كالمريض المرجو\rالبرء وإن انضم لذلك الخوف على الولد ?نه وقع تبعا. إعانة الطالبين 2/241\rكفاية الأخيار. الجز 1. صفحة 172\rإذا خافت الحامل أو المرضع على أنفسهما ضررا بينا من الصوم مثل الضرر الناشىء للمريض من المرض أفطرتا وعليهما القضاء كالمريض وسواء تضرر الولد أم ? كما قاله القاضي حسين و? فدية كالمريض وإن خافتا على ولديهما بسبب إسقاط الولد في الحامل وقلة اللبن في المرضع أفطرتا وعليهما القضاء ل?فطار والفدية على أظهر ا?قوال لكل يوم مد من طعام لقوله تعالى } وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين { وبذلك قال ابن عمر وابن عباس رضي الله عنهما و? مخالف لهما وقال القاضي حسين : يجب ا?فطار إن أضر الصوم بالرضيع ولو أرادت واحدة أن ترضع صبيا تقربا إلى الله جاز الفطر لها ثم هذا فيما إذا كانتا مقيمتين صحيحتين أما لو كانتا مسافرتين وأفطرتا بنية الترخص بالسفر أو المرض ف? فدية عليهما وإن لم تنويا الترخص ففي وجوب الفدية وجهان كالوجهين في فطر المسافر با?جماع وا?صح أنه ? كفارة هناك قال : والمريض والمسافر سفرا طوي? يفطران ويقضيان.","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"Artikel terkait : F0080. QODHO' PUASA DAN FIDYAH\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/945553602134115/\rwww.fb.com/editdoc.php?note_id=948658078490334\r4472. HUKUM MENGQODHO PUASA ORANG LAIN YANG MASIH HIDUP\rPERTANYAAN :\r> Maulidia Dia\rAssalamu alaikum wr wb. Mohon penjelasannya : Kalau seorang istri mempunyai hutang puasa, Apa boleh seorang suaminya membantu mengqada'nya (ikut berpuasa melunasinya) ?\rJAWABAN :\r> Muhammad Kantil\rIbadah badaniyyah yang pelaksanaannya membutuhkan niat seperti sholat dan puasa ini tidak bisa untuk diwakilkan. Lihat Al Fiqh ala Madzahib al Arbaah, juz.3 hal.76, di Al Mausuah Asy Syamilah :\rولا يصح التوكيل في العبادات البدنية التي لا بد لها أو لمتعلقها من نية كالصلاة والإمامة فإن الإمامة وإن كانت لا تحتاج إلى نية ولكنها تتعلق بالصلاة والصلاة لا بد من نية ويلحق بهذا اليمين والإيلاء والظهار والشهادة والنذر فإن كل هذا لا يقبل النيابة\rأما العبادات التي تتركب من بدنية ومالية فإنه يصح فيها التوكيل كالحج والعمرة وتجهيز الميت وبنذر في الحج توابعه كركعتي الطواف فإنها وإن كانت صلاة لا تنفع فيها النيابة ولكن تقبل النيابة في هذه الحالة تبعا\rومجمل القول أن العبادات البدنية المحضة كالصلاة والصيام لا تقبل النيابة والعبادات المالية المحضة أو المركبة من بدنية ومالية فإنها تقبل الإنابة\rhttp://islamport.com/w/fqh/Web/2793/1439.htm\rSedangkan Untuk permasalahan orang yang telah meninggal dunia yang masih mempunyai hutang puasa, perinciannya sebagai berikut :\r1.…Bila tidak ada kesempatan untuk mengqodlo' puasanya misal sebab sakit yang berkepanjangan hingga ia meninggal dunia, maka ia tidak punya beban Qodlo' puasa.","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"2.…Bila sudah ada kesempatan tapi ia selalu menunda, sebelum mengqodlo' ia keburu meninggal dunia, maka wajib diganti dengan membayar fidyah bila si mayyit meninggalkan harta warisan. Dan ini pendapat mayoritas ulama'. Sedang menurut Qawl Qadimnya imam Syafii menyatakan \", penggantiannya dengan cara Ahli Warisnya atau walinya yang berpuasa atas nama si Mayyit.\rفإن من مات وعليه صيام من رمضان لم يخلُ من واحد من حالين ذكرهما ابن قدامة في المغني:\rأحدهما: أن يموت قبل إمكان القضاء لعذر من مرض أو سفر أو عجز عن الصوم، فهذا لا شيء عليه عند أكثر أهل العلم، لأنه حق لله تعالى وجب بالشرع، مات من يجب عليه قبل إمكان فعله، فسقط إلى غير بدل كالحج.\rالثاني: أن يموت بعد إمكان القضاء، فالواجب أن يُطعَم عنه لكل يوم مسكين، وهذا قول أكثر أهل العلم.\rواستدلوا بحديث ابن عمر رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: \" من مات وعليه صيام شهر، فليطعم عنه مكان كل يوم مسكيناً \" قال الترمذي: الصحيح عن ابن عمرموقوف قوله. وكذا قالت عائشة وابن عباس رضي الله عنهم وذهب الشافعي في القديم إلى أنه يصام عنه،\rلحديث عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: \" من مات وعليه صيام صام عنه وليه \" متفق عليه.\rوهذا القول هو الراجح لدلالة الحديث، ولأن ما روي عن ابن عباس وعائشة فيه مقال كما ذكر الحافظ في الفتح، ووردت عنهما روايات صحيحة بالصيام.\rhttp://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=20771\r> Kang Dul\rBetul, tidak boleh... lihat kitab i'anatuttholibin ..\r?ة وخرج بمات من عجز في حياته بمرض أو غيره فإنه ? يصام عنه ما دام حيا\r> Ghufron Bkl\rSama, Tidak boleh. Lihat Roudhotuth Tholibin","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"قلت : قال أصحابنا : ولا يصح الصيام من أحد في حياته بلا خلاف ، سواء كان عاجزا أو غيره . والله أعلم .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=95&ID=371\r> Jasmail\rWa'alaikum Salam Wr Wb. Mengqodhok Puasa orang yang masih hidup tidak Sah, disebutkan dalam kitab Asnaa al Mathalib bahwa tidak sah puasa bagi seseorang yang masih hidup tanpa ada perbedaan baik orang tersebut memiliki halangan atau tidak. Di dalam penjelasannya tentang menggantikan atau mengqodho' puasa bagi seseorang yang masih hidup yang dinukil di dalam Syarh Muslim, Bahwa mengqodhok puasa terhadap orang yang masih hidup menurut ijma’ tidak sah. Berbeda dengan mengqodhok puasanya orang meninggal ?\rقال الإمام النووي يرحمه الله- في شرحه على مسلم :\rوقال القاضي : وأصحابنا أجمعوا على أنه لا يصلى عنه -أي الميت- صلاة فائتة، وعلى أنه لا يصام عن أحد في حياته، وإنما الخلاف في الميت\rوقال زكريا الأنصاري في أسنى المطالب :\rولا يصح الصوم عن حي بلا خلاف معذوراً كان أو غيره، واختلفوا في الصوم عن الميت على ثلاثة أقوال، قال الإمام النووي -يرحمه الله- في شرحه على مسلم: اختلف أهل العلم فيمن مات وعليه صوم واجب من رمضان أو قضاء أو نذر أو غيره هل يقضى عنه؟ وللشافعي في المسألة قولان مشهوران، أشهرهما لا يصام عنه ولا يصح عن ميت صوم أصلاً\rوالثاني : يستحب لوليه أن يصوم عنه ويصح صومه عنه ويبرأ به الميت ولا يحتاج إلى إطعام عنه. وهذا القول هو الصحيح المختار الذي نعتقده وهو الذي صححه محققو أصحابنا الجامعون بين الفقه والحديث لهذه الأحاديث الصحيحة الصريحة : يقصد ما رواه مسلم وغيره من مات وعليه صوم صام عنه وليه","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"وأما الحديث الوارد : من مات وعليه صيام أطعم عنه. فليس بثابت، ولو ثبت أمكن الجمع بينه وبين هذه الأحاديث بأن يحمل على جواز الأمرين، فإن من يقول بالصيام يجوز عنده الإطعام فثبت أن الصواب المتعين تجويز الصيام وتجويز الإطعام والولي مخير بينهما\rFokus :\rوعلى أنه لا يصام عن أحد في حياته، وإنما الخلاف في الميت\rYang ini Lagi\rولا يصح الصوم عن حي بلا خلاف معذوراً كان أو غيره\rTambahan dari madzhab imam malik :\rالاستذكار الجزء 3 ص 340\rأما الصلاة فإجماع من العلماء أنه لا يُصلِّي أحدٌ عن أحدٍ\rفَرْضاً عليه من الصلاة ، ولا سُنة ، ولا تطوعا لا عن حي ولا عن ميت ، وكذلك الصيام عن الحي لا يجزئ صوم أحدٌ في حياته عن أحد ، وهذا كله إجماع لا خلاف فيه :\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1034607229895418/\rwww.fb.com/notes/1043928558963285\r4542. MUSAFIR JIMA' DI SIANG PUASA ROMADHON\rPERTANYAAN :\r> Donny Eru Putra\rAssalaamu 'alaikum, mau tanya om, apakah boleh dan bagaimana hukumnya suami istri yang sedang dalam keadaan musafir yang dimana mereka berdua motel / tidak puasa. Melakukan jimak di siang hari pada bulan romadhon, thank you atas jawabanya om..\rJAWABAN :\r> Abu Cenghood\rtidak dosa jimak bagi musafir dengan niat tarokhus(mengambil keringanan). Dan tidak wajib kifarat karena kifarat itu wajib kepada orang yang bersetubuh di siang hari bulan ramadan apabila memenuhi 9 syarat, diantaranya :\rأن يأثم بجماعه\r\"...berdosa dengan persetubuhannya\".\rBerikutiIni adalah syarat nomor tujuh :\rوبالسابع ما إذا لم يأثم بجماعه كالصبي وكذا المسافر والمريض إذا جامعا بنية الترخص","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"Dan dikecualikan dengan syarat no 7 ini yaitu jika dengan jimaknya tidak berdosa spt anak kecil. Begitu juga (tidak berdosa) orang yang sedang melakukan perjalanan dan orang yang sedang sakit jika keduanya jimak dengan niat tarokhus\rإعانة الطالبين الجزء الثاني صفحة: 239\r> Ayah Ibrahim\rCoba perhatikan ini :\rوقولنا: آثم به احتراز عن المسافر فيما إذا جامع بنية الترخص فإنه لا يأثم\rPerkataan kita: dia (orang yang jimak disiang hari di bulan ramadan) berdosa dengan jimaknya adalah merupakan pengecualian untk orang yang sedang melakukan safar apabila jimak dalam safarnya dengan niat tarokhus. maka dia tidak wajib kifarat karena dia TIDAK berdosa dengan jimaknya. Yang menjadi alasan dia (musafir) tidak berdosa dengan sebab jimaknya adalah:\rلأن الإفطار مباح له\rKarena berbuka puasa baginya diperbolehkan. Ini dari kifayatul akhyar juz 1 halaman 211.\rAlasan si musafir tidak wajib kifarat dengan jimaknya diterangkan juga dalam kitab MUGNIL MUHTAJ :\rلأنه لم يأثم لوجود القصد مع الإباحة\rKarena dia dengan jimaknya tidak berdosa. Karena ada dasar niat tarokhus serta diperbolehkan. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1023720360984105/\r4543. HUKUM PEMANASAN JIMA' SAAT PUASA\rPERTANYAAN :\r> Nuyun Nuy","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"Assalamualaikum.. post perdana saya dsni, tadi ada teman yang bertanya tapi saya tak tahu jawabnya jadi saya tanyakan di sini, maaf sebelumnya, jika kurang berkenan dengan post ini boleh dihapus. Pertanyaannya, jika sedang berpuasa di bulan romadlan ini, pada siang hari suami istri melakukan maaf pemanasan saja seperti ktika akan berhubungan intim tapi tidak memasukan alat vital. Apakah perkara tsb bisa membatalkan puasa? Syukron\rJAWABAN :\r> Anake Garwane Pake\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, kalo sampai inzal (keluar mani) batal tapi kalo tidak inzal tidak batal.\rكاشفة السجا ص119\rثم اعلم ان الواطئ إن علت عليه المرأة ولم يحصل منه حركة ولم ينزل لم يفطر ، أما إذا أنزل فإنه يفسد صومه كالإنزال بالمباشرة فيما دون الفرج\rحاشية الباجورى ج 1ص 292\rوحرم نحو لمس كقبلة إن حرك شهوة لخوف الإنزال ،وإلّا فتركه أولى إذ يسن للصائم ترك الشهوات ، وإنما لم يحرم لضعف احتمال أداءه إلى الإنزال\r> Mas Hamzah\rHukumnya haram walaupun tidak batal puasanya. Wallohu a'lam bis showab\r- kitab hasiyah qolyubi (2/75) :\rتنبيه : النظر والفكر المحرك للشهوة كالقبلة فيحرم وإن لم يفطر به\r- kitab hasiyah al bujairomi (2 / 75) :\rوالنظر والفكر المحركان للشهوة كالقبلة فيحرمان وإن لم يفطر كما في ق ل على الجلال\r> Kang Dul\rHukumnya haram dan batal jika sampai keluar mani, lihat kitab fiqhul manhaji :","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"5ـ ا?ستمناء: وهو استخراج المني بمباشرة تقبيل ونحوه، أو بواسطة اليد، فإن تعمد ذلك الصائم أفطر. أما إن غلب على أمره ف? يفطر. هذا وتكره القبلة في رمضان كراهة تحريم لمن حركت شهوته، رج? كان أو امرأة، ?ن في ذلك تعريضا ?فساد الصوم. أما من لم تحرك شهوته، فا?ولى له تركها حسما للباب. روى مسلم (1106) عن عائشة رضي الله عنهما قالت: \" كان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقبلني وهو صائم. وأيكم يملك إربه كما كان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يملك إربه \". قال العلماء: ومعنى ك?م عائشة رضي الله عنهما: أنه ينبغي لكم ا?حتراز عن القبلة، و? تتوهموا من أنفسكم أنكم مثل النبي - صلى الله عليه وسلم - في استباحتها، ?نه يملك نفسه، ويأمن الوقوع في قبلة يتولد منها إنزال أو شهوة، أو هيجان نفس ونحو ذلك، وأنتم ? تأمنون ذلك.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1023850074304467/\rPUASA SUNNAH\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang puasa sunnah.\r0232. PUASA SUNNAH DI BULAN SYA'BAN\rقوله وكذا بعد نصف شعبان ) أي وكذلك يحرم الصوم بعد نصف شعبان لما صح من قوله صلى الله عليه وسلم إذا انتصف شعبان فلا تصوموا\r( قوله ما لم يصله بما قبله ) أي محل الحرمة ما لم يصل صوم ما بعد النصف بما قبله فإن وصله به ولو بيوم النصف بأن صام خامس عشره وتالييه واستمر إلى آخر الشهر فلا حرمة","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"(Keterangan ‘begitu juga haram puasa setelah nisyfu sya’ban) berdasarkan hadits “Bila bulan sya’ban telah menjadi separuh, janganlah kalian berpuasa”. Keharaman ini dengan catatan bila puasa setelah hari nisyfu sya’ban (tanggal 16-pen) tersebut tidak disambungkan dengan puasa sebelumnya, bila disambungkan meskipun dengan berpuasa di tanggal separuh bulan sya’ban (meskipun hanya disambungkan dengan puasa pada tanggal 15) dan kemudian disambung dengan hari setelahnya hingga tanggal 30 (syaum assyak) maka tidak lagi dihukumi haram. [ I’aanah at-Thoolibiin II/273 ].\rوقد قطع كثير من الشافعية بأن ابتداء المنع من أول السادس عشر من شعبان واستدلوا بحديث العلاء بن عبد الرحمن عن أبيه عن أبي هريرة مرفوعا : ( إذا انتصف شعبان فلا تصوموا ) أخرجه أصحاب السنن وصححه ابن حبان وغيره\rMenurut pendapat kebanyakan ulama dari kalangan syafiiyyah permulaan larangan puasa sya’ban adalah tanggal 16 sya’ban dengan tendensi hadits riwayat al’Allaa’ Bin Abdur Rohman dari ayahnya dari Abu hurairah ra “Bila bulan sya’ban telah menjadi separuh, janganlah kalian berpuasa” (HR . Ashaab assunan disahihkan oleh Ibnu Hibbaan dan lainnya. [ Nail al-Authaar IV/349 ]. Neil elMuna\r0218. PUASA TENGAH BULAN ( AYYAMUL BIDH )\rPuasa tengah bulan sering disebut sebagai puasa ayyaamul bidl, yaitu puasa pada hari ke 13, 14 dan 15 setiap bulan, baik bulan itu berumur 29 hari atau 30 hari. Imam Bukhari menulis sebuah bab di dalam Kitab Shahihnya dengan judul : “puasa hari-hari bidl (hari putih/purnama)”, hari ke 13, 14 dan 15).","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Puasa ini hukumnya adalah sunnah untuk dibiasakan setiap bulan. Dasarnya adalah hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Diantaranya adalah sebagai berikut : Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallaahu ‘anhu bahwa dia berkata : “Kekasihku, yaitu Rasulullah SAW memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, yaitu : berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat dua raka’at dhuha dan melaksanakan shalat witir sebelum tidur”. (HR (Bukhari, VII, hal 98, hadits no. 1845 dan Muslim, IV, hal. 48, no. 1182)\rDalam riwayat Abu Dawud (IV, hal. 218, no. 1220) ditambahkan dimana aku tidak meninggalkannya, baik pada waktu bepergian maupun waktu mukim. Demikian juga sebuah hadits : Diriwayatkan dari Mu’adzah Al ‘Adawiyah bahwa dia bertanya kepada Aisyah, istri Rasulullah SAW : “Apakah Rasulullah SAW berpuasa tiga hari setiap bulan ?”. Dia berkata : “Ya”. Dia bertanya : “Pada hari bulan apa saja dia berpuasa ?”. Dia berkata : “Dia tidak mempedulikan bulan apapun untuk berpuasa”. (HR Muslim, III, hal. 166, no. 2801)\rTentang penentuan tiga hari itu hari yang keberapa ?. Di sini para ulama sebenarnya berbeda pendapat. Ibnu Hajar di dalam Kitabnya Fathul Bari Syarah Bukhari (IV, 227) ketika mensyarah hadits tersebut, beliau mengatakan : Para ulama berbeda tentang penetuan 3 hari itu menjadi 9 pendapat”. Kemudian beliau menyebutkan secara rinci perbedaan pendapat itu, yaitu : tidak dapat ditentukan bahwa dimakruhkan untuk menentukannya. Jadi merut pendapat ini yang penting adalah berpuasa tiga hari selama tiga bulan, terserah di haru yan keberapa.","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"Pendapat ini diriwayatkan dari Imam Malik tiga hari pertama dari awal bulan. Ini adalah pendapat dari Imam Hasan Bashri yaitu hari ke 12, 13 dan 14 yaitu hari ke 13, 14 dan 15 hari yang pertama adalah hari sabtu pertama dari bulan itu, kemudian hari ahad, kemudian hari senin, kemudian untuk bulan berikutnya dimulai dari hari selasa, rabu, dan kamis, kemudian bulan berikutnya dimulai hari jum’at, sabtu dan ahad. Demikian seterusnya.\rPendapat ini diriwayatkan dari Aisyah. hari kamis yang pertama, kemudian hari senin, kemudian hari kamis hari senin yang pertama, kemudian hari kamis dan hari senin hari pertama, hari ke sepuluh dan hari ke dua puluh. Ini diriwayatkan dari Abu Darda’. awal setiap bulan. Kemudian beliau sendiri menambahkan pendapat yang kesepuluh, yaitu tiga hari terakhir setiap bulan. Pendapat ini diriwayatkan dari Imam An Nakha’i. Pendapat yang paling benar adalah pendapat ke empat, yaitu hari ke 13, 14 dan 15. Dalilnya adalah hadits : Dari Abu Dzar bahwa dia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Wahai Abu Dzar, jika kamu berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada hari ke 13, 14 dan 15”. (HR Turmudzi, III, hal. 230, no. 692 dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah di dalam kitabnya Shahih Ibnu Huzaimah, III, hal. 302, no. 2128)","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Adapun keutamaannya adalah seperti yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi setelah beliau meriwayatkan hadits di atas :Barangsiapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka seolah-olah dia seperti orang yang berpuasa selama-lamanya (sepanjang masa). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari, XI/ 228, no. 3166; Ibnu Majah, V/230, no. 1697. Penjelasannya adalah bahwa seperti yang disebutkan dalam hadits-hadits yang lainnya bahwa amalan setiap muslim itu dilipatkandakan 1 berbanding sepuluh. Satu amalan dianggap 10 amalan. Jadi orang yang berpuasa tiga hari dianggap berpuasa 30 hari. Jadi dia dianggap berpuasa sepanjang bulan itu, sepanjang tahun itu, dan selamanya.\rSumber : http://hajiakbar2546.wordpress.com/2011/07/09/puasa-tengah-bulan-ayyamul-bidl/\r0120. Kedudukan Puasa Daud\rPERTANYAAN :\rMeymey Armien\rAssalamu alaikum wr wb kakak2 admin, Mey mau tnya tentang puasa daud, fadillah dan kedudukannya apa sama dengan puasa senin kamis, syukron...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb. Bagi orang yang mampu dan kuat menjalani puasa lebih banyak dalam sebulan tentu yang lebih baik seperti dasar dalam kaidah fiqih : “maa kaana aktsaru fi’lan kaana aktsaru fadhlan”, artinya “Semakin banyak suatu ibadah dilakukan maka semakin besar fadhilah/pahalanya”.) asal semuanya dilakukan dengan kesungguhan dan keikhlasan. Berikut dalil anjuran puasa daud dari Nabi Muhammad SAW :","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"حدثنا آدم حدثنا شعبة حدثنا حبيب بن أبي ثابت قال سمعت أبا العباس المكي وكان شاعرا وكان لا يتهم في حديثه قال سمعت عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال قال النبي صلى الله عليه وسلم إنك لتصوم الدهر وتقوم الليل فقلت نعم قال إنك إذا فعلت ذلك هجمت له العين ونفهت له النفس لا صام من صام الدهر صوم ثلاثة أيام صوم الدهر كله قلت فإني أطيق أكثر من ذلك قال فصم صومداود عليه السلام كان يصوم يوما ويفطر يوما ولا يفر إذا لاقى\rقال الزين بن المنير : أفرد ترجمة صوم يوم وإفطار يوم بالذكر للتنبيه على أفضليته ، وأفرد صيام داود - عليه السلام - بالذكر للإشارة إلى الاقتداء به في ذلك .","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"Dari Adam dari Sya’bah dari Habib Bin Abi Tsabit “aku mendegar dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash berkata,”Aku memberitahu Rasulullah saw bahwa aku mengatakan,’Demi Allah aku akan puasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.’ Maka Rasulullah saw berkata kepadanya,’Apakah kamu yang mengatakan,’Demi Allah aku akan berpuasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.’ Aku mengatakan,’Sungguh aku yang mengatakannya.’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup untuk itu maka berpuasalah dan berbukalah, sholat malamlah dan tidurlah. Berpuasalah tiga hari dalam sebulan maka sesungguhnya suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang sepertinya dan hal itu seperti berpuasa sepanjang masa.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau saw bersabda,’Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu.’ Beliau bersabda,’Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Ini adalah puasa Daud dan ini puasa yang paling baik.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda,’Tidak ada yang lebih utama darinya.” (HR. Bukhori hadits no 1878).\rBerkata Zain Bin Munir : Imam Bukhori menyendirikan Bab Puasa Daud (puasa sehari dan berbuka sehari karena mengingatkan akan keutamaan puasanya, dan penyendirian penuturkan Puasa daud oleh baginda Nabi Muhammad SAW memberikan isarat agar didikuti dan di jalani. [ Fath Albaari IV/225 ].\rPERTANYAAN :\rIan Saputra","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Yai Masaji: Mantab yai ;-) Btw ad syarat gk untuk puasa nabi daud tersebut?misalkan dari niat dan lama waktu puasa (contoh: minimal 1thn). Mohon penginclongannya yai :-)\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\r@ Kang Ian Saputra ~ Seperti dalam kaidah fiqh diatas “maa kaana aktsaru fi’lan kaana aktsaru fadhlan”, kalaupun mampu dilakukan sepanjang hayat tentu lebih bagus ketimbang dalam jangka waktu tertentu, dalam keterangan di sebuah kitab adariwayat hadits yang menyatakan bahwa nabi Daud tidak membatasi puasanya kecuali di bulan rajab.\rإنَّ أَفْضَلَ الصِّيَامِ صِيَامُ أَخِي دَاوُد كان يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وكان دَاوُد يَصُومُ\rمن غَيْرِ تَقْيِيدٍ بِمَا عَدَا رجب ( ( ( رجبا ) ) ) من الشُّهُورِ\rAlfataawii alfiqhiyah kubro II/54\rSaat terjadi benturan antara puasa ala nabi daud dan puasa senin kamis (misalkan pas hari senin/kamis mestinya bila menyesuaikan siklus puasa daudnya dia ifthoor/ tidak puasa, padahal senin dan kamis termasuk hari yang disunahkan puasa) yang afdhol menurut Imam Romli menjalani puasa senin dan kamis\rوسئل الشهاب م ر عمن يصوم يوماً ويفطر يوماً فوافق يوم فطره يوماً مما يطلب صومه كيوم الاثنين أو الخميس هل فطره أفضل أم صومه ولا يخرج بذلك عن صوم يوم وفطر يوم ؟ فأجاب بأن الأفضل صومه ولا يخرج به عما ذكر اه م د .\rTuhfah alHabiib III/156\rBegitu juga saat siklus puasa daudnya berbenturan dengan berpuasa di hari jumat yang padahal menyendirikan puasa hari jumat hukumnya makruh, maka baginya juga tidak di makruhkan puasa dihari jumat","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"( قَوْلُهُ وَإِنَّمَا زَالَتْ الْكَرَاهَةُ بِضَمِّ غَيْرِهِ إلَيْهِ ) ( قَوْلُهُ إذَا وَافَقَ عَادَةً ) أَيْ : كَأَنْ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا فَوَافَقَ يَوْمَ صَوْمِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ نِهَايَةٌ وَمُغْنِي وَإِيعَابٌ\rTuhfah alHabiib XIV/87\rPERTANYAAN :\rMeymey Armien\rTrus seyogya nya gmn kak masaji ? Seumpa du lu mey aktif puasa senin kamis, karena mey ingin jalanin puasa daud mey stop puasa senin kamisnya apakah itu baik... ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rItu sudah masuk dalam keterangan diatas Ning. Saat terjadi benturan antara puasa daud dan puasa senin kamis (misalkan pas hari senin/kamis mestinya bila menyesuaikan siklus puasa daudnya dia ifthoor/ tidak puasa, padahal senin dan kamis termasuk hari yang disunahkan puasa) yang afdhol menurut Imam Romli menjalani puasa senin dan kamis.\rوسئل الشهاب م ر عمن يصوم يوماً ويفطر يوماً فوافق يوم فطره يوماً مما يطلب صومه كيوم الاثنين أو الخميس هل فطره أفضل أم صومه ولا يخرج بذلك عن صوم يوم وفطر يوم ؟ فأجاب بأن الأفضل صومه ولا يخرج به عما ذكر اه م د .\rTuhfah alHabiib III/156\rArtinya dua-dua jalan dan bisa di kerjakan bersama-sama, ntar pas hari puasa daud kebetulan hari senin/kamis, niatin puasa senin/kamis sekalian, pas kebeneran dipuasa daud lagi tidak puasa tapi bertepatan hari senin/kamis, jalanin aja puasa senin/kamisnya sesuai keterangan kitab di atas....^_^\rPERTANYAAN :\rCuth Zavheera Berlindung PadaNya","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"Alhamdulillah..inilah pertanyaan yang telah beberapa kali saya tanyakan ke bbrp ustadz yang dekat dengan saya disini tetapi beliau blm juga memberikan jwban karena blm tau pasti tentang jwban yang saya tanyakan. Eh disini saya dapat jwbannya. jadi sekali lagi misalnya saya selama ini rutin puasa senin kamis tetapi saya ingin ada peningkatan maka saya puasa daud.\rJadi boleh ya mencampurkan puasa senin kamis dengan puasa daud?maksudnya bgni :\rSenin puasa,selasa tidak,rabu puasa,kamis kan hrsnya tidak puasa ya ustadz (jk sesuai siklus puasa daud) tetapi kamisnya saya tetap puasa dengan niat puasa senin kamis (boleh tidak?atau sebaiknya jgn puasa sesuai siklus puasa daud yang saya jalani?) lalu saya melanjutkan puasa daud lg..mk jumat tidak puasa (karena di kamisnya saya sudah puasa/puasa senin kamis) atau jumatnya tetap puasa sesuai siklus puasa daud yang seharusnya?.. jika seperti itu terus kan berarti bukan sehari puasa sehari tidak,karena pasti menemui waktu dmna ada hari senin/kamis yang seharusnya tidak puasa tetapi saya tetap puasa (puasa senin kamis) sehingga siklus puasanya jadi : misal jumat puasa,sabtu tidak,minggu puasa,senin puasa lagi (karena senin kamis) dan selasa tidak puasa,rabu puasa,kamis puasa lagi (pdhl jika di puasa daud kan hrsnya tidak puasa)..pdhl diatas dijelaskan puasa yang terbaik adalah sehari puasa&sehari berbuka...yang benar hrs saya lakukan bagaimanaa ustadz? Teerimakasih banyak atas penjelasannya.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"Ning Cut Zavheera Berlindung PadaNya ~ Maaf ana ngga lihat kalau ada pertanyaan dari anda.... Pertanyaan Ning sebenarnya telah terjawab dalam dokumen di atas,, ana cuba urai kembali.\rوسئل الشهاب م ر عمن يصوم يوماً ويفطر يوماً فوافق يوم فطره يوماً مما يطلب صومه كيوم الاثنين أو الخميس هل فطره أفضل أم صومه ولا يخرج بذلك عن صوم يوم وفطر يوم ؟ فأجاب بأن الأفضل صومه ولا يخرج به عما ذكر اه م د .\r\"Syaikh Sihab Arromli ditanya oleh orang yang membiasakan menjalani puasa daud (sehari puasa dan sehari berbuka) yang kemudian saat berbukanya bertepatan dengan hari yang di anjurkan untuk berpusa seperti hari senin atau kamis,\rApakah berbukanya dia (karena mengikuti siklus puasa daudnya) lebih utama ?\rAtau puasanya dia (karena menjalani anjuran berpuasa senin/kamis meskipun berarti tidak mengikuti siklus puasa daud) lebih utama ?\rApakah saat dia menjalani puasa (karena menjalani anjuran berpuasa senin/kamis meskipun berarti tidak mengikuti siklus puasa daud) tidak berarti keluar dari aturan yang ada dalam siklus puasa daud ?\". Imam Romli menjawab : \"Puasa dia (karena menjalani anjuran berpuasa senin/kamis meskipun berarti tidak mengikuti siklus puasa daud) itu lebih utama dan yang demikian tidak berarti dia keluar dari aturan yang ada dalam siklus puasa daud\".\r0588. Fadhilah Puasa Dawud dan Puasa Senin Kamis\rPERTANYAAN :\rMeymey Armien\rAssalamu alaikum wr wb kakak2 admin, Mey mau tanya tentang puasa daud, fadillah dan kedudukannya apa sama dengan puasa senin kamis, dengan kata lain SAMAKAH KEUTAMAAN PUASA DAUD DENGAN PUASA SENIN KAMIS ? syukron\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Waalaikumsalam wr wb. Bagi orang yang mampu dan kuat menjalani puasa lebih banyak dalam sebulan tentu yang lebih baik seperti dasar dalam kaidah fiqih : “maa kaana aktsaru fi’lan kaana aktsaru fadhlan”, artinya “Semakin banyak suatu ibadah dilakukan maka semakin besar fadhilah/pahalanya”.) asal semuanya dilakukan dengan kesungguhan dan keikhlasan. Berikut dalil anjuran puasa daud dari Nabi Muhammad SAW\rحدثنا آدم حدثنا شعبة حدثنا حبيب بن أبي ثابت قال سمعت أبا العباس المكي وكان شاعرا وكان لا يتهم في حديثه قال سمعت عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال قال النبي صلى الله عليه وسلم إنك لتصوم الدهر وتقوم الليل فقلت نعم قال إنك إذا فعلت ذلك هجمت له العين ونفهت له النفس لا صام من صام الدهر صوم ثلاثة أيام صوم الدهر كله قلت فإني أطيق أكثر من ذلك قال فصم صومداود عليه السلام كان يصوم يوما ويفطر يوما ولا يفر إذا لاقى\rقال الزين بن المنير : أفرد ترجمة صوم يوم وإفطار يوم بالذكر للتنبيه على أفضليته ، وأفرد صيام داود - عليه السلام - بالذكر للإشارة إلى الاقتداء به في ذلك .","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Dari Adam dari Sya’bah dari Habib Bin Abi Tsabit “aku mendegar dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash berkata,”Aku memberitahu Rasulullah saw bahwa aku mengatakan,’Demi Allah aku akan puasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.’ Maka Rasulullah saw berkata kepadanya,’Apakah kamu yang mengatakan,’Demi Allah aku akan berpuasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.’ Aku mengatakan,’Sungguh aku yang mengatakannya.’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup untuk itu maka berpuasalah dan berbukalah, sholat malamlah dan tidurlah. Berpuasalah tiga hari dalam sebulan maka sesungguhnya suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang sepertinya dan hal itu seperti berpuasa sepanjang masa.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau saw bersabda,’Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu.’ Beliau bersabda,’Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Ini adalah puasa Daud dan ini puasa yang paling baik.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda,’Tidak ada yang lebih utama darinya.” (HR. Bukhori hadits no 1878).\rBerkata Zain Bin Munir : Imam Bukhori menyendirikan Bab Puasa Daud (puasa sehari dan berbuka sehari karena mengingatkan akan keutamaan puasanya, dan penyendirian penuturkan Puasa daud oleh baginda Nabi Muhammad SAW memberikan isarat agar didikuti dan di jalani. [ Fath Albaari IV/225 ].\rIan Saputra","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"Yai Masaji Mantab yai ;-) Btw ad syarat gk untuk puasa nabi daud tersebut?misalkan dari niat dan lama waktu puasa (contoh: minimal 1thn). Mohon penginclongannya yai :-)\rMasaji Antoro\rKang Ian Saputra ~ Seperti dalam kaidah fiqh diatas “maa kaana aktsaru fi’lan kaana aktsaru fadhlan”, kalaupun mampu dilakukan sepanjang hayat tentu lebih bagus ketimbang dalam jangka waktu tertentu, dalam keterangan di sebuah kitab adariwayat hadits yang menyatakan bahwa nabi Daud tidak membatasi puasanya kecuali di bulan rajab.\rإنَّ أَفْضَلَ الصِّيَامِ صِيَامُ أَخِي دَاوُد كان يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وكان دَاوُد يَصُومُ من غَيْرِ تَقْيِيدٍ بِمَا عَدَا رجب ( ( ( رجبا ) ) ) من الشُّهُورِ\rAlfataawii alfiqhiyah kubro II/54\rSaat terjadi benturan antara puasa ala nabi daud dan puasa senin kamis (misalkan pas hari senin/kamis mestinya bila menyesuaikan siklus puasa daudnya dia ifthoor/ tidak puasa, padahal senin dan kamis termasuk hari yang disunahkan puasa) yang afdhol menurut Imam Romli menjalani puasa senin dan kamis\rوسئل الشهاب م ر عمن يصوم يوماً ويفطر يوماً فوافق يوم فطره يوماً مما يطلب صومه كيوم الاثنين أو الخميس هل فطره أفضل أم صومه ولا يخرج بذلك عن صوم يوم وفطر يوم ؟ فأجاب بأن الأفضل صومه ولا يخرج به عما ذكر اه م د .\rTuhfah alHabiib III/156\rBegitu juga saat siklus puasa daudnya berbenturan dengan berpuasa di hari jumat yang padahal menyendirikan puasa hari jumat hukumnya makruh, maka baginya juga tidak di makruhkan puasa dihari jumat","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"( قَوْلُهُ وَإِنَّمَا زَالَتْ الْكَرَاهَةُ بِضَمِّ غَيْرِهِ إلَيْهِ ) ( قَوْلُهُ إذَا وَافَقَ عَادَةً ) أَيْ : كَأَنْ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا فَوَافَقَ يَوْمَ صَوْمِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ نِهَايَةٌ وَمُغْنِي وَإِيعَابٌ\rTuhfah alHabiib XIV/87\rMeymey Armien\rTerus seyogya nya bagaimana kak masaji ? Seumpa dlu mey aktif puasa senin kamis,karna mey ingin jalanin puasa daud mey stop puasa senin kamisnya apakah itu baik\rMasaji Antoro\rItu sudah masuk dalam keterangan diatas Ning. Saat terjadi benturan antara puasa daud dan puasa senin kamis (misalkan pas hari senin/kamis mestinya bila menyesuaikan siklus puasa daudnya dia ifthoor/ tidak puasa, padahal senin dan kamis termasuk hari yang disunahkan puasa) yang afdhol menurut Imam Romli menjalani puasa senin dan kamis, buka Tuhfah alHabiib III/156 :\rوسئل الشهاب م ر عمن يصوم يوماً ويفطر يوماً فوافق يوم فطره يوماً مما يطلب صومه كيوم الاثنين أو الخميس هل فطره أفضل أم صومه ولا يخرج بذلك عن صوم يوم وفطر يوم ؟ فأجاب بأن الأفضل صومه ولا يخرج به عما ذكر اه م د .\rArtinya dua-dua jalan dan bisa di kerjakan bersama-sama, entar pas hari puasa daud kebetulan hari senin/kamis, niatin puasa senin/kamis sekalian, pas kebeneran dipuasa daud lagi tidak puasa tapi bertepatan hari senin/kamis, jalanin aja puasa senin/kamisnya sesuai keterangan kitab di atas....^_^\r3267. JIKA PUASA DAWUD BERTEPATAN DENGAN HARI JUM'AT\rPERTANYAAN :\r> Aswad Addu Ali\rAssalamualaikum wa rahmatullah wa barokatuh.. Mau tanya soal hadist :\r?َ يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، إِ?َّيَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَه","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"“Janganlah kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika telah berpuasa sehari sebelumnya atau akan puasa sehari setelahnya.” (H.R.Bukhari dan Muslim). Yang jadi pertanyaan : Bagaimana dengan puasa daud yang pas pelaksanaan puasanya jatuh pada hari jum'at saja ? Terima kasih. Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam warohmatulloh wabarokaatuh. Tidak Makruh melaksanakan puasa di hari jum'at saja, jika itu memang menjadi adat kebiasaannya seperti puasa daud atau bertepatan dengan nadzarnya\rReferensi :\r- Syarh Nawawi ala Muslimin\rباب كراهة صيام يوم الجمعة منفردا\r1143 حدثنا عمرو الناقد حدثنا سفيان بن عيينة عن عبد الحميد بن جبير عن محمد بن عباد بن جعفر سألت جابر بن عبد الله رضي الله عنهما وهو يطوف بالبيت أنهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صيام يوم الجمعة فقال نعم ورب هذا البيت وحدثنا محمد بن رافع حدثنا عبد الرزاق أخبرنا ابن جريج أخبرني عبد الحميد بن جبير بن شيبة أنه أخبره محمد بن عباد بن جعفر أنه سأل جابر بن عبد الله رضي الله عنهما بمثله عن النبي صلى الله عليه وسلم\rالحاشية رقم: 1باب كراهة إفراد يوم الجمعة بصوم لا يوافق عادته","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"قوله : ( سألت جابر بن عبد الله وهو يطوف بالبيت أنهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صيام يوم الجمعة ؟ فقال : نعم . ورب هذا البيت ) وفي رواية أبي هريرة : قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يصم أحدكم يوم الجمعة إلا أن يصوم قبله أو يصوم بعده ، وفي رواية : لا تختصوا ليلة الجمعة بقيام من بين الليالي ، ولا [ ص: 210 ] تخصوا يوم الجمعة بصيام من بين الأيام ، إلا أن يكون في صوم يصومه أحدكم هكذا وقع في الأصول ( تختصوا ليلة الجمعة ، ولا تخصوا يوم الجمعة ) بإثبات تاء في الأول بين الخاء والصاد وبحذفها في الثاني ، وهما صحيحان .\rوفي هذه الأحاديث الدلالة الظاهرة لقول جمهور أصحاب الشافعي وموافقيهم ، وأنه يكره إفراد يوم الجمعة بالصوم إلا أن يوافق عادة له ، فإن وصله بيوم قبله أو بعده ، أو وافق عادة له بأن نذر أن يصوم يوم شفاء مريضه أبدا ، فوافق يوم الجمعة لم يكره ؛ لهذه الأحاديث .\r- Al- Fiqh 'Alal Madzahibil arba'ah\rالصوم المكروه","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"صوم يوم الجمعة وحده والنيروز والمهرجان وصوم يوم أو يومين قبل رمضانمن الصوم المكروه صوم يوم النيروز ويوم المهرجان منفردين بدون أن يصوم قبلهما أو بعدهما ما لم يوافق ذلك عادة له فإنه لا يكره عند ثلاثة وقال الشافعية : لا يكره صومها مطلقا ومن المكروه صيام يوم الجمعة منفردا وكذا صيام يوم السبت منفردا وقال المالكية : لا يكره إفراد يوم الجمعة أو غيره بالصوم ومن المكروه أن يصوم قبل شهر رمضان بيوم أو يومين لا أكثر عند الحنفية والحنابلة أما المالكية فقالوا : لا يكره صوم يوم أو يومين قبل رمضان والشافعية قالوا يحرم صوم أو يومين قبل رمضان وكذا صوم النصف الثاني من شعبان إذا لم يصله بما قبله ولم يوجد سبب يقتضي صومه من نذر أو عادة ومن المكروه صوم يوم الشبك وقد تقدم بيانه في المذاهب وهناك مكروهات أخرى مفصلة في المذاهب : فانظرها تحت الخط ( الحنفية قالوا : الصوم المكروه ينقسم إلى قسمين : مكروه تحريما وهو صوم أيام الأعياد والتشريق فإذا صامها انعقد صومه مع الإثم وإن شرع في صومها ثم أفسدها لا يلزمه القضاء ومكروه تنزيها وهو صيام يوم عاشوراء منفردا عن التاسع أو عن الحادي عشر ومن المكروه تنزيها إفراد يوم النيروز والمهرجان بالصوم إذا لم يوافق عادة له كما ذكر في أعلى الصحيفة ومنه صيام أيام الدهر لأنه يضعف البدن عادة ومنه صوم الوصال وهو مواصلة الإمساك ليلا ونهارا ومنه صوم الصمت وهو أن يصوم ولا يتكلم ومنه صوم المرأة تطوعا بغير إذن زوجها إلا أن يكون مريضا أو صائما أو محرما بحج أو عمرة ومنه صوم المسافر إذا أجهده الصوم","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"المالكية قالوا : يكره صوم رابع النحر ويستثنى من ذلك للقارن ونحوه كالمتمتع ومن لزمه هدي ينقص في حج أو عمرة فإنه يصومه ولا كراهة وإذا صام الرابع تطوعا فيعقد وإذا أفطر فيه عامدا ولم يقصد بالفطر التخلص من النهي وجب عليه قضاؤه وإذا نذر صومه لزمه نظرا لكونه عبادة في ذاته ويكره سرد الصوم وتتابعة لمن يضعفه ذلك عن عمل أفضل من السوم ويكره أيضا صوم يوم المولد النبوي لأنه شبيه بالأعياد ويكره صوم التطوع لمن عليه صوم واجب كالقضاء وصوم الضيف بدون إذن رب المنزل أما صوم المرأة تطوعا بدون إذن زوجها فهو حرام كما تقدم وكذا يحرم الوصال في الصوم وهو وصل الليل بالنهار في الصوم وعدم الفطر وأما صوم المسافر فهو أفضل من الفطر إلا أن يشق عليه الصوم فالأفضل الفطر\rالشافعية قالوا : يكره صوم المريض والمسافر والحامل والمرضع والشيخ الكبير إذا خافوا مشقة شديدة وقد يكون محرما في حالة ما إذا خافوا على أنفسهم الهلاك أو تلف عضو بترك الغذاء ويكره أيضا إفراد يوم الجمعة أو يوم سبت أو أحد بالصوم إذا لم يوجد لهم سبب من نذر ونحوه أما إذا صام لسبب فلا يكره كما إذا وافق عادة له أو وافق يوما في صومه وكذا يكره صوم الدهر ويكره التطوع بصيام يوم وعليه قضاء فرض لأن أداء الفرض أهم من التطوع\rالحنابلة قالوا : يكره أيضا صيام الوصال وهو أن لا يفطر بين اليومين وتزول الكراهة بأكل تمرة ونحوها ويكره إفراد رجب بالصوم )\rWallahu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/787733411249469/\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/120-puasa-kedudukan-puasa-daud.html?m=1\r0406. BOLEHKAH PUASA 6 HARI SYAWAL BERSELANG SELING\rPERTANYAAN :\rAchunt Al Khabib\rAssalamu'alaikum. Saya mau tanya nih, Puasa syawal 6 hari tu puasanya harus runtut 6 hari apa boleh selang seling?? Mhn jwbn'a. syukron\rJAWABAN :\rMas Iyung-ganteng","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Boleh seling. Tapi yang paling utama adalah langsung/urut. Ibarohnya : Wayahshulu ashlussunnati bishoumiha(6 hr) mutafarriqotan walakin shoumuha bilwila'i ay ma'a tawaliha aula min tafriqiha. [ Mawahibusshomd hal 73 ].\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam... Berikut sedikit uraian keistimewaan puasa 6 hari dibulan syawal dan tata caranya :\rمن شوال كان كصيام الدهر ) فيه دلالة صريحة لمذهب الشافعى وأحمد وداود وموافقيهم في استحباب صوم هذه الستة وقال مالك وأبو حنيفة يكره ذلك قال مالك في الموطأ ما رأيت أحدا من اهل العلم يصومها قالوا فيكره لئلا يظن وجوبه ودليل الشافعى وموافقيه هذا الحديث الصحيح الصريح واذا ثبتت السنة لا تترك لترك بعض الناس أو أكثرهم أو كلهم لها وقولهم قد يظن وجوبها ينتقض بصوم عرفة وعاشوراء وغيرهما من الصوم المندوب قال أصحابنا والأفضل أن تصام الستة متوالية عقب يوم الفطر فان فرقها أو أخرها عن أوائل شوال إلى اواخره حصلت فضيلة المتابعة لأنه يصدق أنه أتبعه ستا من شوال قال العلماء وانما كان ذلك كصيام الدهر لان الحسنة بعشر امثالها فرمضان بعشرة أشهر والستة بشهرين وقد جاء هذا في حديث مرفوع في كتاب النسائي وقوله صلى الله عليه و سلم ( ستا من شوال ) صحيح ولو قال ستة بالهاء جاز أيضا قال أهل اللغة يقال صمنا خمسا وستا )","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, \"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.\" (HR. Muslim). Dalil ini yang dibuat pijakan kuat madzhab syafi’i, Ahmad Bin hanbal dan Abu Daud tentang kesunahan menjalankan puasa 6 hari dibulan syawal, sedang Abu hanifah memakruhkan menjalaninya dengan argument agar tidak memberi prasangka akan wajibnya puasa tersebut... Para pengikut kalangan syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua syawal) namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan diakhir bulan syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan sebagaimana hadits diatas. Ulama berkata “alasan menyamainya puasa setahun penuh berdasarkan bahwa satu kebaikan menyamai sepuluh kebaikan, dengan demikian bulan ramadhan menyamai sepuluh bulan lain, dan 6 hari dibulan syawal menyamai dua bulan lainnya (6x10=60=2 bulan). Sumber : Syarh nawaawi ‘ala Muslim VIII/56. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r0554. PUASA SUNAH SENIN KAMIS\rPERTANYAAN :\rRudi Ansyah\rAssalamualaykum temen2 rudy mw nanya apa yang dimaksud puasa senin-kamis ? dan koq mesti senin sama kamis ? apa sich istimewa senin dan kamis? m0ngGo dijawaB yo..\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rWa`alaikum salam. Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim).\rdalam Hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:\r“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)\rDalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda:\r“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim).\rRasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,\r“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)\rAsh-Shan’ani rahimahullah berkata, “Tidak ada kontradiksi antara dua alasan tersebut.” (Lihat Subulus Salam).\r0757. Puasa Asyura\rOleh Yupiter Jet","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"Izinkan saya tuk menukilkan sedikit catatan kecil yang kaitannya dengan hari ‘ASYURO…\rفصل فِي صَوْم التَّطَوُّع\r(و) الثَّانِي صَوْم يَوْم (عَاشُورَاء) وَهُوَ عَاشر الْمحرم لِأَنَّهُ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم سُئِلَ عَنهُ فَقَالَ يكفر السّنة الْمَاضِيَة\rوَإِنَّمَا كَانَ صَوْم عَرَفَة بِسنتَيْنِ وعاشوراء بِسنة لِأَن الأول يَوْم نَبينَا صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَالثَّانِي يَوْم غَيره من الْأَنْبِيَاء وَنَبِينَا صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أفضل الْأَنْبِيَاء فَكَانَ يَوْمه بِسنتَيْنِ وَلِأَن المزية لَا تَقْتَضِي الْفَضِيلَة\rFASHOL TENTANG PUASA SUNAT\rDan yang ke dua adalah puasa ‘ASYURO, yaitu hari ke sepuluh bulan Muharrom. Rosululloh SAW. Pernah ditanya perihal itu, dan beliau menjawab: “(puasa ‘asyuro) menjadi kifarat (dosa) satu tahun yang telah lalu”.\rAdapun puasa ‘arofah (9 dzulhijjah) mengkifarati (dosa) untuk dua tahun (satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan), sementara puasa ‘asyuro mengkifarati untuk satu tahun kebelakang saja, itu karena puasa ‘arofah adalah hari Nabi kita Muhammad SAW., sementara puasa ‘asyuro adalah hari para Nabi AS. selain Nabi Muhammad SAW. Dimana Nabi kita Muhammad SAW. adalah afdlolul anbiya, (dengan keunggulan itu) maka harinya (‘arofah) sebanding untuk dua tahun. (dan juga kenapa puasa ‘arofah punya nilai lebih daripada puasa ‘asyuro yang notabene puasa ‘asyuro memiliki beberapa kelebihan menyangkut kisah para Nabi) karena kelebihan (pada diri para Nabi) tidak menuntut (berimplikasi) kepada kefadlihan (yang bisa mengalahkan kefadlihan Nabi Muhammad SAW).","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"وَحكي أَن نوحًا عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام لما اسْتَقَرَّتْ بِهِ السَّفِينَة يَوْم عَاشُورَاء قَالَ لمن مَعَه اجْمَعُوا مَا بَقِي مَعكُمْ من الزَّاد فجَاء هَذَا بكف من الباقلاء وَهُوَ الفول وَهَذَا بكف من العدس وَهَذَا بأرز وَهَذَا بشعير وَهَذَا بحنطة فَقَالَ اطبخوه جَمِيعًا فقد هنئتم بالسلامة فَمن ذَلِك اتخذ الْمُسلمُونَ طَعَام الْحُبُوب وَكَانَ ذَلِك أول طَعَام طبخ على وَجه الأَرْض بعد الطوفان وَاتخذ ذَلِك عَادَة فِي يَوْم عَاشُورَاء\rDihikayatkan, bahwa tatkala perahu Nabi Nuh AS. sudah berlabuh (siap digunakan) pada hari ‘asyuro, beliau berkata kepada kaumnya: “kumpulkanlah semua perbekalan yang ada pada diri kalian!”. Lalu beliau menghampiri (mereka) dan berkata: “(ambillah) kacang fuul (semacam kedelai) ini sekepal, dan ‘adas (biji-bijian) ini sekepal, dan ini dengan beras, dan ini dengan gandum dan ini dengan jelai (sejenis tumbuhan yang bijinya/buahnya keras dibuat tasbih)”. Kemudian Nabi Nuh berkata: “pasaklah semua itu oleh kalian!, niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat”. Dari peristiwa ini maka kaum muslimin (terbiasa) memasak biji-bijian. Dan kejadian di atas merupakan praktik memasak yang pertama kali terjadi di atas muka bumi setelah kejadian topan. Dan juga peristiwa itu dijadikan (inspirasi) sebagai kebiasan setiap hari ‘asyuro.\rوللحافظ ابْن حجر شعر من الرجزفِي الْحُبُوب الَّتِي طبخها نوح عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام: فِي يَوْم عَاشُورَاء سبع تهترس *بر شعير ثمَّ ماش وعدس وحمص ولوبيا والفول * هَذَا هُوَ الصيح وَالْمَنْقُول","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"وَنقل عَن بعض الأفاضل أَن الْأَعْمَال فِي يَوْم عَاشُورَاء اثْنَا عشر عملا الصَّلَاة وَالْأولَى أَن تكون صَلَاة التَّسْبِيح وَالصَّوْم وَالصَّدَََقَة والتوسعة على الْعِيَال والاغتسال وزيارة الْعَالم الصَّالح وعيادة الْمَرِيض وَمسح رَأس الْيَتِيم والاكتحال وتقليم الْأَظْفَار وَقِرَاءَة سُورَة الْإِخْلَاص ألف مرّة وصلَة الرَّحِم وَقد وَردت الْأَحَادِيث فِي الصَّوْم والتوسعة على الْعِيَال وَأما غَيرهمَا فَلم يرد فِي الْأَحَادِيث\rDinuqil dari sebagian Afadlil (orang-orang yang biasa melakukan hal yang paling utama), bahwa amal-amal pada hari ‘asyuro ada dua belas macam amal:\r1. Sholat, dan yang paling utama adalah sholat tasbih\r2. Puasa\r3. Sodaqoh\r4. Memberi keleluasaan kepada keluarga (seperti dengan memberi nafkah lebih dari hari-hari biasanya)\r5. Mandi\r6. Mengunjungi orang ‘alim yang solih\r7. Menengok orang sakit\r8. Mengusap kepala anak yatim\r9. Bercelak\r10. Memotong kuku\r11. Membaca QS. Al ikhlash 1000 kali\r12. Silaturahim\rTentang puasa dan memberi keleluasaan kepada keluarga (keterangannya) tercatat dalam beberapa hadits, adapaun yang lainnya tidak ada.\rوَقد ذكر إِمَام الْمُحدثين ابْن حجر الْعَسْقَلَانِي فِي شرح البُخَارِيّ كَلِمَات من قَالَهَا فِي يَوْم عَاشُورَاء لم يمت قلبه وَهِي:\rImamul muhadditsin Ibnu Hajar Al-‘Asqolany dalam syarah Al bukhory mengatakan : “(ada) beberapa kalimat (dzikir) yang barang siapa membacanya pada hari ‘Asyuro, maka hatinya tidak akan mati” kalimat tersebut…\rسُبْحَانَ الله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش\rSUBHAANALLOH MIL-AL MIIZAANI WA MUNTAHAL ‘ILMI WA MABLAGHOR RIDLOO WA ZINATAL ‘ARSYI.","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"Maha suci Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.\rوَالْحَمْد لله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش\rWALHAMDULILLAH MIL-AL MIIZAANI WA MUNTAHAL ‘ILMI WA MABLAGHOR RIDLOO WA ZINATAL ‘ARSYI.\rDan Segala puji bagi Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.\rوَالله أكبر ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش\rWALLOHU AKBAR MIL-AL MIIZAANI WA MUNTAHAL ‘ILMI WA MABLAGHOR RIDLOO WA ZINATAL ‘ARSYI.\rDan Maha besar Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.\rلَا ملْجأ وَلَا منجا من الله إِلَّا إِلَيْهِ\rLAA MALJA-A WALAA MANJAA MINALLOH ILLAA ILAIHI.\rTidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan dari Alloh kecuali kepadanya.\rسُبْحَانَ الله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا\rSUBHAANALLOH ‘ADADASY SYAF’I WAL WATRI WA ‘ADADA KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI KULLIHAA\rMaha suci Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.\rوَالْحَمْد لله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا\rWALHAMDULILLAH ‘ADADASY SYAF’I WAL WATRI WA ‘ADADA KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI KULLIHAA\rDan Segala puji bagi Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.\rوَالله أكبر عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"WALLOHU AKBAR ‘ADADASY SYAF’I WAL WATRI WA ‘ADADA KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI KULLIHAA\rDan Maha besar Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.\rأَسأَلك السَّلامَة بِرَحْمَتك يَا أرْحم الرَّاحِمِينَ وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم\rAS-ALUKAS SALAAMATA BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM\rAku memohon keselamatan kepadamu dengan rohmatmu, wahai dzat yang pengasih diantara para pengasih!, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali oleh Alloh yang maha tinggi dan agung.\rوَصلى الله على سيدنَا مُحَمَّد وعَلى آله وَصَحبه أَجْمَعِينَ وَالْحَمْد لله رب الْعَالمين\rWASHOLLALLOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHOHBIHII AJMA’IIN WALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN\rوَنقل سَيِّدي عَليّ الأَجْهُورِيّ أَن من قَالَ يَوْم عَاشُورَاء سبعين مرّة حسبي الله وَنعم الْوَكِيل نعم الْمولى وَنعم النصير كَفاهُ الله تَعَالَى شَرّ ذَلِك الْعَام\rSayyid ‘Aly Al-Ajhuri menuqil, bahwa orang yang membaca “HASBIYALLOHU WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULAA WANI’MAN NASHIIR” sebanyak 70 kali pada hari ‘asyuro, maka Alloh akan mencegah darinya kejelekan yang ada pada tahun itu.\rوَذكر الْعلمَاء أَن ليَوْم عَاشُورَاء مزايا لم تكن لغيره وَذَلِكَ:","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"أَنه خلق فِيهِ آدم دَاخل الْجنَّة وتيب عَلَيْهِ فِيهِ واستوت سفينة نوح على الجودي وفلق الْبَحْر لمُوسَى وَأغْرقَ فِي الْبَحْر فِرْعَوْن وَأخرج يُونُس من بطن الْحُوت ويوسف من الْجب وتيب على قوم يُونُس وَولد إِبْرَاهِيم عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام وَنَجَا من النَّار فِيهِ وَولد عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَرفع إِلَى السَّمَاء فِيهِ ورد بصر يَعْقُوب وكشف ضرّ أَيُّوب وَغفر لنَبِيّ الله دَاوُد فِيهِ اه\rPara ulama mengatakan bahwa hari asyuro memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan hari-hari yang lain, yaitu:\r1. diciptakannya Nabi Adam AS di dalam surga\r2. diterimanya taubatu Nabi Adama AS di dalam surge\r3. naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh AS dengan bukit Juudy\r4. terbelahnya laut untuk Nabi Musa AS\r5. tenggelamnya Fir’aun di dasar laut\r6. dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari peruta ikan\r7. dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari sumur\r8. diterimanya taubat umat Nabi Yunus AS\r9. dilahirkannya Nabi Ibrohim AS\r10. selamatnya Nabi Ibrohim AS dari api\r11. dilahirkannya Nabi Isa AS\r12. diangkatnya Nabi Isa AS ke langit\r13. dikembalikannya penglihatan Nabi Ya’qub AS\r14. dibuka (dihilangkan)nya madlorot yang mendera Nabi Ayyub AS\r15. diampuninya Nabi Dawud AS\r(و) الثَّالِث صَوْم يَوْم (تاسوعاء) وَهُوَ تَاسِع الْمحرم لِأَنَّهُ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ لَئِن عِشْت إِلَى قَابل لأصومن التَّاسِع والعاشر فَقبض صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من عَامه","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"Dan yang ke tiga adalah puasa hari TASU’A, yaitu hari ke Sembilan dari bulan Muharrom. Rosululloh bersabda: “andai aku (masih) hidup pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari ke Sembilan dan ke sepuluh (dari bulan Muharrom)”. (hanya saja) beliau keburu wafat. Demikian risalah kecil ini, semoga bermanfaat dan kita diberi kemampuan oleh Alloh untuk melaksanakannya. Amin. Nihayatuz Zain hal 195-197, versi kitab asli cetakan Daru ihya alkutub al’arobiyyah. [ Nihayatuz Zain juz I hal 196-197, versi listrik almaktabah asysyamilah ].\r4347. PUASA 'ASYURO TRADISI JAHILIYYAH ?\rPERTANYAAN :\r> Maulidia Dia\rAssalamu alaikum wr wb. Mohon bimbingannya. Apa benar puasa bulan a'syuro itu tradisi jahiliyah? Karena tidak bertentangan dengan syariat islam terus di lestarikan oleh Rosulullah. Atas jawabanya syukron\rJAWABAN :\r> Pencari Ilmu\rWa'alaikum salam, itu tidak benar.\rفصل فِي صَوْم التَّطَوُّع\r(و) الثَّانِي صَوْم يَوْم (عَاشُورَاء) وَهُوَ عَاشر الْمحرم لِأَنَّهُ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم سُئِلَ عَنهُ فَقَالَ يكفر السّنة الْمَاضِيَةوَإِنَّمَا كَانَ صَوْم عَرَفَة بِسنتَيْنِ وعاشوراء بِسنة لِأَن الأول يَوْم نَبينَا صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَالثَّانِي يَوْم غَيره من الْأَنْبِيَاء وَنَبِينَا صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أفضل الْأَنْبِيَاء فَكَانَ يَوْمه بِسنتَيْنِ وَلِأَن المزية لَا تَقْتَضِي الْفَضِيلَة\rFASHOL TENTANG PUASA SUNAT. Dan yang ke dua adalah puasa ‘ASYURO, yaitu hari ke sepuluh bulan Muharrom. Rosululloh SAW. Pernah ditanya perihal itu, dan beliau menjawab: “(puasa ‘asyuro) menjadi kifarat (dosa) satu tahun yang telah lalu”.","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"Adapun puasa ‘arofah (9 dzulhijjah) mengkifarati (dosa) untuk dua tahun (satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan), sementara puasa ‘asyuro mengkifarati untuk satu tahun kebelakang saja, itu karena puasa ‘arofah adalah hari Nabi kita Muhammad SAW., sementara puasa ‘asyuro adalah hari para Nabi AS. selain Nabi Muhammad SAW. Dimana Nabi kita Muhammad SAW. adalah afdlolul anbiya, (dengan keunggulan itu) maka harinya (‘arofah) sebanding untuk dua tahun. (dan juga kenapa puasa ‘arofah punya nilai lebih daripada puasa ‘asyuro yang notabene puasa ‘asyuro memiliki beberapa kelebihan menyangkut kisah para Nabi) karena kelebihan (pada diri para Nabi) tidak menuntut (berimplikasi) kepada kefadilahan (yang bisa mengalahkan kefadilahan Nabi Muhammad SAW). Wallaahu a'lam.\rSumber : www.piss-ktb.com/2012/02/757-puasa-puasa-asyura.html\r> Mas Hamzah\rDari ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata\rقَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟، قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الله بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ»، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"“Nabi shallallalhu ‘alaihi wa salam tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari ‘Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: “Ada apa ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.” Nabi shallallalhu ‘alaihi wa salam bersabda, “Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian.”Maka beliau berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa ‘Asyura.” (H.R. Bukhari dan Muslim).\rDari Aisyah radiyallahu ‘anha berkata:\rكَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ، فَلَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ صَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ\r“Kaum musyrik Quraisy mengerjakan puasa pada hari ‘Asyura sejak zaman jahiliyah. Demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengerjakan puasa ‘Asyura.Ketika beliau tiba di Madinah, maka beliau berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Kemudian ketika puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa hari ‘Asyura. Maka barangsiapa ingin, ia boleh berpuasa ‘Asyura. Dan barangsiapa ingin, ia boleh tidak berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).\r- kitab fathul bary sarah shoheh bukhory","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"قال القرطبي : لعل قريشا كانوا يستندون في صومه إلى شرع من مضى كإبراهيم ، وصوم رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يحتمل أن يكون بحكم الموافقة لهم كما في الحج ، أو أذن الله له في صيامه على أنه فعل خير ، فلما هاجر ووجد اليهود يصومونه وسألهم وصامه وأمر بصيامه احتمل ذلك أن يكون ذلك استئلافا لليهود كما استألفهم باستقبال قبلتهم ، ويحتمل غير ذلك . وعلى كل حال فلم يصمه اقتداء بهما ، فإنه كان يصومه قبل ذلك ، وكان ذلك في الوقت الذي يحب فيه موافقة أهل الكتاب فيما لم ينه عنه .\ral qurtuby berkata : \" mungkin orang-orang qurays dulu menyandarkan puasanya kpada syare'at nabi terdahulu seperti Nabi Ibrahim sedangkan puasanya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bisa jadi karena kecocokan kepada mereka sebagaimana dalam masalah haji, atau karena Allah mengizini beliau untuk berpuasa karena itu termasuk pekerjaan yang baik, ketika beliau hijrah dan menemukan orang-orang yahudi berpuasa asyuro' kemudian beliau bertanya dan memerintahkan untuk berpuasa maka bisa jadi hal tsb tujuannya untuk meluluhkan hatinya orang-orang yahudi sebagaimana Nabi meluluhkan hati mereka dalam masalah kiblat mereka, dan bisa jadi karena hal lainnya.intinya, Nabi shollallohu alaihi wasallam berpuasa hari asyuro' BUKAN sebab dimulai oleh yahudi dan quraisy, karna sebelumnya nabi sudah berpuasa asyuro dan waktu itu adalah waktu disukainya mencocoki ahlul kitab dalam hal-hal yang tidak dilarang\". Walohu a'lam.\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"وعن عائشة قالت : { كان يوم عاشوراء يوما تصومه قريش في الجاهلية ، فلما جاء الإسلام قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من شاء صام ومن شاء تركه } رواه مسلم ( وأما ) الجواب عن الأحاديث فهو أنها محمولة على تأكد الاستحباب جمعا بين الأحاديث ، وقوله : \" فلما فرض رمضان ترك \" أي ترك تأكد الاستحباب وكذا قوله : { فمن شاء صام ومن شاء أفطر } .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=4038&idto=4039&bk_no=14&ID=2653\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/977629745593167/\rwww.fb.com/notes/984952098194265\r1532. Puasa Rajab Menurut Ulama Madzahib al-Arba’ah\rOleh Kang As'ad\rSetelah membaca beberapa artikel yang mudah ditemui pada banyak link di internet yang menyatakan bahwsanya puasa pada bulan Rajab tidak ada dasarnya, kami tergerak untuk melacak pendapat para ulama di kalangan madzahib al-Arba’ah yang note bene mereka adaah orang sholih dan lebih mengerti tentang syariat. Dan ternyata setelah kami lacak, para ulama di kalangan madzahib menyatkan bahwasanya puasa pada bulan Rjab adalah sunnah, kecuali para ulama dari kalangan madzhab Habilah yang menyatakan bahwa puasa satu bulan penuh pada bulan Rajab adalah makruh, meskipun kemakruhannya bisa dihilangkangkan dengan cara tertentu seperti keterangan yang akan kami sampaikan di bawah.\rإِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (التوبة: 36)","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (at-Taubah: 36)\rDi dalam menafsiri ayat ini syaikh Ibnu Katsir menyampaikan sebuah hadits yang menyatkan bahwa Ayshur al-Hurum adalah; bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Hadits tersebut adalah:\rقال الإمام أحمد: حدثنا إسماعيل، أخبرنا أيوب، أخبرنا محمد بن سيرين، عن أبي بَكْرَة، أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب في حجته، فقال: \"ألا إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض، السنة اثنا عشر شهرًا، منها أربعة [حرم، ثلاثة] متواليات: ذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان\". تفسير ابن كثير 4/144\rMalikiyyah\rPara ulama madzhab Malikiyyah menyatakan bahwasanya melakukan puasa di bulan Rajab adalah merupakan salah satu macam puasa yang disunnahkan. Ibarot yang menyatakan seperti itu adalah :\rوهو يعدد الصوم المستحب : (والمحرم ورجب وشعبان) يعني : أنه يستحب صوم شهر المحرم وهو أول الشهور الحرم , ورجب وهو الشهر الفرد عن الأشهر الحرم.\rشرح الخرشي على خليل 2/241\rالتنفل بالصوم مرغب فيه وكذلك , صوم يوم عاشوراء ورجب وشعبان ويوم عرفة والتروية وصوم يوم عرفة لغير الحاج أفضل منه للحاج. مقدمة ابن أبي زيد مع اشرح لفواكه الدواني\r2/ 272 و كذلك صوم شهر ( رجب ) مرغب فيه. كفاية الطالب الرباني 2/407","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"(و) ندب صوم ( المحرم ورجب وشعبان ) وكذا بقية الحرم الأربعة وأفضلها المحرم فرجب فذو القعدة والحجة.\rشرح الدردير على خليل 1/513\rHanafiyyah\rUlama madzhab Hanafiyyah juga menyatakan bahwasanya puasa Rajab adalah sunnah. Ibarohnya adalah:\r( المرغوبات من الصيام أنواع ) أولها صوم المحرم والثاني صوم رجب والثالث صوم شعبان وصوم عاشوراء. الفتاوي الهندية 1/202\rSyafi’iyyah\rUlama madzhab Syafi’iyyah juga menyatakan bahwasanya puasa di bulan Rajab adalah disunnahkan. Ibarot yang menyatakan demikian adalah:\rقال أصحابنا : ومن الصوم المستحب صوم الأشهر الحرم , وهي ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب , وأفضلها المحرم , قال الروياني في البحر : أفضلها رجب , وهذا غلط ; لحديث أبي هريرة الذي سنذكره إن شاء الله تعالى { أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم. المجموع شرح المهذب 6/439\rوأفضل الأشهر للصوم ) بعد رمضان الأشهر ( الحرم ) ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب أسنى المطالب 1/433\rأفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم , وأفضلها المحرم لخبر مسلم { أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم ثم رجب } خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها ثم شعبان.\rمغني المحتاج 2/187\rاعلم أن أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم وأفضلها المحرم ثم رجب خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها وظاهره الاستواء ثم شعبان.\rنهاية المحتاج 3/211\rDi dalam kitab al-Hawi Li al-Fatawa imam as-Suyuti menjelaskan tentang derajat hadits yang menyatakan tentang keutamaan puasa bulan Rajab. Beliau menjelaskan bahwasanya hadits-hadits tersebut bukan berstatus maudlu’ (palsu) tetapi hanya berstatus dlaif yang sehingga boleh diriwayatkan dalam rangka untuk fadhailul a’mal.","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"مسألة - في حديث أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن في الجنة نهرا يقال له رجب ماؤه أبيض من اللبن وأحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهر، وحديث أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سبعمائة سنة، وحديث ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات هل هذه الأحاديث موضوعة وما الفرق بين الضعيف والغريب. الجواب – ليست هذه الأحاديث بموضوعة بل هي من قسم الضعيف الذي تجوز روايته في الفضائل, أما الحديث الأول فأخرجه أبو الشيخ ابن حيان في كتاب الصيام, والأصبهاني, وابن شاهين – كلاهما في الترغيب – والبيهقي, وغيرهم قال الحافظ ابن حجر: ليس في اسناده من ينظر في حاله سوى منصور بن زائدة الأسدي وقد روي عنه جماعة لكن لم أر فيه تعديلا, وقد ذكره\rالذهبي في الميزان وضعفه بهذا الحديث. واما الحديث الثاني فأخرجه الطبراني, وأبو نعيم, وغيرهما من طرق بعضها بلفظ عبادة سنتين, قال ابن حجر: وهو أشبه ومخرجه أحسن وإسناد الحديث أمثل من الضعيف قريب من الحسن. أما الحديث الثالث فأخرجه البيهقى في فضائل الأوقات وغيره وله طرق وشواهد ضعيفة لا تثبت إلا أنه يرتقي عن كونه موضوعا. وأما الفرق بين الضعيف والغريب فإن بينهما عموما وخصوصا من وجه فقد يكون غريبا لا ضعيفا لصحة سنده أو حسنه, وقد يكون ضعيفا لا غريبا لتعدده إسناده وفقد شرط من شروط القبول كما هو مقرر في علم الحديث.\rالحاوي الفتاوى للسيوطي 1/339\rHanabilah","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"Para ulama madzhab Habilah menyatakan bahwsanya menyendirikan berpuasa di bulan Rajab secara keseluruhan (satu bulan penuh) adalah makruh meskipun terdapat pendapat lain (qiil) yang menyatakan sunnah. Apabila menyela-nyelaninya dengan tidak puasa meski dengan satu hari atau dengan mengirinya dengan puasa pada bulan sebelum Rajab maka hukum kemakruhannya adalah hilang.\rفصل : ويكره إفراد رجب بالصوم . قال أحمد : وإن صامه رجل , أفطر فيه يوما أو أياما , بقدر ما لا يصومه كله ... قال أحمد : من كان يصوم السنة صامه , وإلا فلا يصومه متواليا , يفطر فيه ولا يشبهه برمضان. قال ابن قدامة في المغني 3/53\rفصل : يكره إفراد رجب بالصوم نقل حنبل : يكره , ورواه عن عمر وابنه وأبي بكرة , قال أحمد : يروى فيه عن عمر أنه كان يضرب على صومه , وابن عباس قال : يصومه إلا يوما أو أياما.\rالفروع لابن مفلح 3/118\r( ويكره إفراد رجب بالصوم ) . هذا المذهب , وعليه الأصحاب , وقطع به كثير منهم . وهو من مفردات المذهب , وحكى الشيخ تقي الدين في تحريم إفراده وجهين . قال في الفروع : ولعله أخذه من كراهة أحمد. تنبيه : مفهوم كلام المصنف : أنه لا يكره إفراد غير رجب بالصوم . وهو صحيح لا نزاع فيه . قال المجد : لا نعلم فيه خلافا. فائدتان . إحداهما : تزول الكراهة بالفطر من رجب , ولو يوما , أو بصوم شهر آخر من السنة . قال في المجد : وإن لم يله الثانية : قال في الفروع : لم يذكر أكثر الأصحاب استحباب صوم رجب وشعبان . واستحسنه ابن أبي موسى في الإرشاد","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"قال ابن الجوزي في كتاب أسباب الهداية : يستحب صوم الأشهر الحرم وشعبان كله , وهو ظاهر ما ذكره المجد في الأشهر الحرم , وجزم به في المستوعب , وقال : آكد شعبان يوم النصف , واستحب الآجري صوم شعبان , ولم يذكر غيره , وقال الشيخ تقي الدين : في مذهب أحمد وغيره نزاع . قيل : يستحب صوم رجب وشعبان , وقيل : يكره . يفطر ناذرهما بعض رجب.\rقال المرداوي في الإنصاف 3/346\rHadits-hadits yang menunjukkan sunnahnya puasa Rajab di antaranya adalah:\rعن أسامة بن زيد قال قلت : يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان\rسنن النسائي 4/201\rعن مجيبة الباهلية عن أبيها أو عمها أنه : أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم انطلق فأتاه بعد سنة وقد تغيرت حالته وهيئته فقال يا رسول الله أما تعرفني قال ومن أنت قال أنا الباهلي الذي جئتك عام الأول قال فما غيرك وقد كنت حسن الهيئة قال ما أكلت طعاما إلا بليل منذ فارقتك فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لم عذبت نفسك ثم قال صم شهر الصبر ويوما من كل شهر قال زدني فإن بي قوة قال صم يومين قال زدني قال صم ثلاثة أيام قال زدني قال صم من الحرم واترك صم من الحرم واترك صم من الحرم واترك وقال بأصابعه الثلاثة فضمها ثم أرسلها\rسنن أبي داود 2/322\rقوله صلى الله عليه وسلم : { صم من الحرم واترك } إنما أمره بالترك ; لأنه كان يشق عليه إكثار الصوم كما ذكره في أول الحديث . فأما من لم يشق عليه فصوم جميعها فضيلة\rقاله الإمام النووي في المجموع 6/439\r1926. PUASA AROFAH DAN TARWIYAH BESERTA FADHILAHNYA\rPERTANYAAN :\rImankepadaAlloh TheBlues Ctid\rAssalamu,alaikum...Tolong dijawab ea..?? Keterangan puasa ngarofah + tarwiyah apa..??\rJAWABAN :\r> Alif Jum'an Azend\rWalaikumussalam..Puasa Sunat Terbagi Menjadi 3 Macam :","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"Tahunan (berulang dengan berulangnya tahun), yaitu puasa ‘Arofah, ‘Asyuro, Tasyu’a dan 6 harinya bulan Syawal. Bulanan (berulang dengan berulangnya bulan), yaitu puasa hari-hari putih (ayyamul bid) tanggal 13, 14 dan 15 tiap bulan. Mingguan (berulang dengan berulangnya minggu), yaitu puasa hari Senin dan Kamis.\r?…Puasa ‘Arofah (9 Dzulhijjah) disunatkan bagi selain orang yang sedang berhaji dan musafir. Bagi orang yang sedang berhaji disunatkan tidak berpuasa pada hari ‘Arofah.\r?…Puasa ‘Asyuro (10 Muharrom) disunatkan disambung dengan puasa Tasyu’a (9 Muharrom) untuk membedakan diri dari kaum yahudi.\r?…Puasa 6 harinya bulan Syawal diutamakan disambung langsung setelah hari ‘Ied ( tanggal 2 – 7 ) dan berturut-turut.\r?…Puasa genap setahun penuh selain dua hari raya id dan hari-hari Tasyriq itu hukumnya boleh bagi orang yang tidak mendapat madhorot (bahaya) dengan puasa itu\r?…Puasa ndawud, sehari puasa sehari tidak (meniru nabi Dawud) disunatkan berdasarkan riwayat sabda nabi saw “sebaik-baik puasa adalah puasa saudaraku, Dawud”.\rPuasa Tarwiyah dan Arafah [ NUonline. 26/12/2006 ]\rPUASA ARAFAH adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.\rKeutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda :\rصوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)\rSementara puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif(kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.\rLagi pula hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:\rما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء\rTidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci.\rSebagai catatan, jika terjadi perbedaan dalam penentuan awal bulan Dzulhijjah antara pemerintah Arab Saudi dan Indonesia seperti terjadi pada tahun ini (Dzulhijjah 1427 H), dimana Saudi menetapkan Awal Dzulhijjah pada hari Kamis (21 Desember 2006) dan Indonesia menetapkan hari Jum'at (22 Desember 2006) maka untuk umat Islam Indonesia melaksanakan puasa Arafah dan Tarwiyah sesuai dengan ketetapan pemerintah setempat, yakni tanggal 8-9 Dzulhijjah (29-30 Desember 2006). Ini didasarkan pada perbedaan posisi geografis semata.\rTidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.\rDiriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.(HR Bukhari Muslim). (***Anam)\rFadhilah Puasa Arafah [ NUonline. 02/12/2008 ]\rPuasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.\rKeinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri. (Lebih lanjut tentang hal ini silakan klik di rubrik Syari’ah dan Iptek)\rPenentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.\rAdapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً\rPuasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)\rPara ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.\rSelain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:\rمَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid.(HR Bukhari)\rPuasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan.\rBagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:\rيُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ\rDiketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya. (A Khoirul Anam). Wallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Asal :","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/481135285242618/\r4568. PUASA AROFAH MENGHAPUS DOSA-DOSA KECIL ?\rPERTANYAAN :\r> Moch Ifdol R\rAssalamualaikum. Mau nanya ustadz ,\rعن أبي قتادة الانصاريّ رضى الله عنه (أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل عن صوم يوم عرفة فقال : يكفّر السنة الماضية والباقية . رواه مسلم\ryang dimaksud dalam hadist tersebut tentang masalah puasa arofah menghapus dosa 1 tahun yang sudah lewat & yang akan datang itu dosa kecil saja apa juga termasuk dosa besar ? Syukron katsir atas jawabannya .\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, jika tidak punya maka diharapkan bisa meringankan dosa besar, jika tidak punya maka untuk mengangkat derajat. Wallohu a'lam bis showab.\r- kitab syarah nawawi ala muslim :\rقوله صلى الله عليه وسلم : ( صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله ، والسنة التي بعده ) معناه : يكفر ذنوب صائمه في السنتين ،قالوا : والمراد بها الصغائر ، وسبق بيان مثل هذا في تكفير الخطايا بالوضوء ، وذكرنا هناك أنه إن لم تكن صغائر يرجى التخفيف من الكبائر ، فإن لم يكن رفعت درجات .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1069538769735597/\r2010. PUASA SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH\rPERTANYAAN :\rJaka Sableng\rMaaf, ada dokument tentang puasa 10 hari pertama bulan dzulhijjah nggak.?\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rSependek pengetahuan saya, tidak ada hadits yang secara khusus menerangkan keutamaan puasa tanggal satu Dzul Hijjah..... Yang ada adalah hadits yang menerangkan keutamaan puasa dihari-hari pertama bulan Dzulhijjah. Dalam kitab I'anah diterangkan 2/266, syamilah:","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"قوله للخبر الصحيح فيها ) أي الثمانية أي صومها مع صوم يوم عرفة وذلك لخبر هو أنه صلى الله عليه وسلم قال\rمَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ\rUcapan Mushannif ' karena ada khabar yang shahih didalam delapan\". Maksudnya berpuasa pada hari delapan bersama puasa hari Arafah. Hal itu karena adanya khabar (hadits) bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:\rمَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ\rMAA MIN AYAAMIN AHABBA ILALLAAHI AN YUTA'ABBADA LAHUU FIIHAA MIN 'ASYRI DZIL HIJJAH YA'DILU SHIYAAMU KULLI YAUMIN MINHAA BISHIYAAMI SANATIN WA QIYAAMU KULLI LALLATIN MINHAA BIQIYAAMI LAILATIL QADRI. Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, satu hari berpuasa didalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar\rCatatan : Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Tirimidzi dalam kitab Sunannya (juz I halaman 131, hadits nomor 758). Berikut sanad dan matannya :","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"حدثنا أبو بكر بن نافع البصري حدثنا مسعود بن واصل عن نهاس بن قهم عن قتادة عن سعيد بن المسيب عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة يعدل صيام كل يوم منها بصيام سنة وقيام كل ليلة منها بقيام ليلة القدر\rSumber:\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=56&ID=1360\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/485538768135603/\r2294. HARUSKAH ISTRI IZIN PUASA SUNAH SAAT SUAMI DI LUAR KOTA\rPERTANYAAN :\rHuurul Aini Addaroin\rAssalamu'alaikum, jika seorang istri ingin menjalankan puasa sunah, apakah harus meminta izin suaminya yang sedang di luar kota ? suwun\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rBila suaminya berada di luar kota maka seorang istri boleh puasa sunah walawpun tanpa idzin dari suami. :\r.ويحرم على الزوجة أن تصوم تطوعا أو قضاء موسعا وزوجها حاضر الا بإذنه أو علم رضاه. هذا حيث جاز التمتع بها والا كأن قام بالزوج مانع من الوطئ كإحرام أو إعتكاف فلا حرمة وحيث لم يقع بها مانع كالرتق والقرن وإلا فلا حرمة أيضا ومحل التحريم في الصوم المتكرر في السنة كالإثنين والخميس بخلاف صوم يوم عرفة وعاشوراء لأنهما نادران في السنة ومع الحرمة ينعقد صومها كالصلاة في دار مغصوبة ولزوجها وطؤها والإثم عليها، (قوله وزوجها حاضر) أى في البلد قال ع ش ولو جرت عادته أن يغيب عنها من أول النهار إلى آخره لاحتمال أن يطرأ له قضاء وطره في بعض الأوقات على خلاف عادته وخرج بكونه حاضرا في البلد ما إذا كان غائبا عنها فلا يحرم عليها ذلك بلا خلاف. إعانة الطالبين 2/273\rfokus :\rوخرج بكونه حاضرا في البلد ما إذا كان غائبا عنها فلا يحرم عليها ذلك بلا خلاف\rPELENGKAP :\r> Kakek Jhosy\rالموسوعة الفقهية الكويتية الجزء 29 ص 94","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"اتفق الفقهاء على أنه ليس للمرأة أن تصوم تطوعا إلا بإذن زوجها \" لقول النبي صلى الله عليه وسلم \" لا تصم المرأة وبعلها شاهد ، إلا بإذنه ، ولأن حق الزوج فرض، فلا يجوز تركه لنفل\rولو صامت المرأة بغير إذن زوجها صح مع الحرمة عند جمهور الفقهاء ، والكراهة التحريمية عند الحنفية ، إلا أن الشافعية خصوا الحرمة بما يتكرر صومه ، أما ما لا يتكرر صومه كعرفة وعاشوراء وستة من شوال فلها صومها بغير إذنه ، إلا إن منعها\rKesimpulanya : Kesepakatan ulama fuqoha' tidak boleh berpuasa tathawu' bagi perempuan tanpa izin suaminya, karena nabi bersabda : Tidak boleh seorang wanita berpuasa selain puasa Ramadhan sedangkan suaminya sedang ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya\rJika seorang wanita menjalankan puasa (selain puasa Ramadhan) tanpa izin suaminya, puasanya tetap sah, namun ia telah melakukan keharaman. Demikian pendapat mayoritas fuqoha. Ulama Hanafiyah menganggapnya makruh tahrim. Ulama Syafi’iyah menyatakan seperti itu haram jika puasanya berulang kali. Akan tetapi jika puasanya tidak berulang kali (artinya, memiliki batasan waktu tertentu) seperti puasa ‘Arofah, puasa ‘Asyura, puasa enam hari di bulan Syawal, maka boleh dilakukan tanpa izin suami, kecuali jika memang suami melarangnya. Wallaahu A'lam.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/567056069983872\rF0027. Puasa Dan Keutamaan Rajab\rOleh Yusuf Suharto [1]","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dari bulan hijriah (penanggalan Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini. Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram atau muharram yang artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat bulan haram, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, Rajab.\rDinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan ini, Al-Qur’an menjelaskan : “ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”\rHukum Puasa Rajab\rDitulis oleh al-Syaukani, dalam Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhammad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab itu cukup menjadi hujjah atau landasan. Di samping itu, karena juga tidak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.\rDiriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda \"Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).\" (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): \"Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'\"\rMenurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, \"Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang\" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.\rKeutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.\rDisebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.\rTerkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).\rHadis Keutamaan Rajab","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab : Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).\r\"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan.\"\rRiwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya.....\"\r\"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut\".\rRiwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda: \"Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.\"","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.\rMengamalkan Hadis Daif Rajab\rDitegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi bahwa hadis-hadis tentang keutamaan dan kekhususan puasa Rajab tersebut terkategori dha'if (lemah atau kurang kuat).\rNamun dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salaf yang saleh telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).\rSyaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirah mengatakan : “Adapun hadis dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadis itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain.”\r------------------\r[1] Guru PAI SMPN 3 Peterongan dan Dosen FAI Univ. Darul ‘Ulum Jombang. Sumber :\rwww.fb.com/notes/pesantren-virtual/puasa-dan-keutamaan-rajab/10150239208476014\rF0095. PUASA SUNNAH 6 Hari Bulan SYAWAL\rOleh Masaji Antoro","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"قال صلى اللَّهُ عليه وسلم من صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا من شَوَّالٍ كان كَصِيَامِ الدَّهْرِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ ) فيه دلالة صريحة لمذهب الشافعى وأحمد وداود وموافقيهم في استحباب صوم هذه الستة وقال مالك وأبو حنيفة يكره ذلك قال مالك في الموطأ ما رأيت أحدا من اهل العلم يصومها قالوا فيكره لئلا يظن وجوبه ودليل الشافعى وموافقيه هذا الحديث الصحيح الصريح واذا ثبتت السنة لا تترك لترك بعض الناس أو أكثرهم أو كلهم لها وقولهم قد يظن وجوبها ينتقض بصوم عرفة وعاشوراء وغيرهما من الصوم المندوب قال أصحابنا والأفضل أن تصام الستة متوالية عقب يوم الفطر فان فرقها أو أخرها عن أوائل شوال إلى اواخره حصلت فضيلة المتابعة لأنه يصدق أنه أتبعه ستا من شوال قال العلماء وانما كان ذلك كصيام الدهر لان الحسنة بعشر امثالها فرمضان بعشرة أشهر والستة بشهرين وقد جاء هذا في حديث مرفوع في كتاب النسائي وقوله صلى الله عليه و سلم ( ستا من شوال ) صحيح ولو قال ستة بالهاء جاز أيضا قال أهل اللغة يقال صمنا خمسا وستا )\rNabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, \"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.\" (HR. Muslim).\rDalil ini yang dibuat pijakan kuat madzhab syafi’i, Ahmad Bin Hanbal dan Abu Daud tentang kesunahan menjalankan puasa 6 hari dibulan syawal, sedang Abu Hanifah memakruhkan menjalaninya dengan argument agar tidak memberi prasangka akan wajibnya puasa tersebut….","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"Para pengikut kalangan Syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua syawal) namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan diakhir bulan syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan sebagaimana hadits diatas.\rUlama berkata “alasan menyamainya puasa setahun penuh berdasarkan bahwa satu kebaikan menyamai sepuluh kebaikan, dengan demikian bulan ramadhan menyamai sepuluh bulan lain (1 bulan x 10 = 10 bulan) dan 6 hari di bulan syawal menyamai dua bulan lainnya (6 x 10 = 60 = 2 bulan). [ Syarh nawaawi ‘ala Muslim VIII/56 ].\rPUASA SYAWAL Bersamaan QADHA PUASA\rDiperbolehkan menggabung niat puasa 6 hari bulan syawal dengan qadha ramadhan menurut Imam Romli dan keduanya mendapatkan pahala. Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.\rقال شيخنا كشيخه والذي يتجه أن القصد وجود صوم فيها فهي كالتحية فإن نوى التطوع أيضا حصلا وإلا سقط عنه الطلب\r( وقوله كالتحية ) أي فإنها تحصل بفرض أو نفل غيرها لأن القصد شغل البقعة بالطاعة وقد وجدت ( قوله فإن نوى التطوع أيضا ) أي كما أنه نوى الفرض ( وقوله حصلا ) أي التطوع والفرض أي ثوابهما ( قوله وإلا ) أي وإن لم ينو التطوع بل نوى الفرض فقط ( وقوله سقط عنه الطلب ) أي بالتطوع لاندراجه في الفرض\r“Berkata Guru kami seperti guru beliau : Pendapat yang memiliki wajah penyengajaan dalam niat (dalam masalah ini) adalah adanya puasa didalamnya maka sama seperti shalat tahiyyat masjid bila diniati kesunahan kedua-duanya juga mendapatkan pahala bila tidak diniati maka gugur tuntutannya”.","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"(Keterangan seperti shalat tahiyyat masjid) artinya shalat tahiyyah bisa berhasil ia dapatkan saat ia menjalani kewajiaban shalat fardhu atau sunah lainnya karena tujuan niat (dalam shalat tahiyyah masjid) adalah terdapatnya aktifitas ibadah di masjid dan ini sudah terjadi.\r(Keterangan diniati kesunahan) sama halnya saat ia niati ibadah fardhu\r(Keterangan kedua-duanya juga mendapatkan) artinya mendapatkan pahala puasa sunah dan puasa fardhu\r(Keterangan bila tidak ia niati) artinya ia tidak niat puasa sunah tapi hanya niat puasa fardhu saja\r(Keterangan maka gugur tuntutannya) artinya tuntutan puasa sunnahnya karena telah tercakup dalam puasa fardhu. [ I’aanah at-Thoolibiin II/271 ].\r(مسألة: ك): ظاهر حديث: «وأتبعه ستاً من شوّال» وغيره من الأحاديث عدم حصول الست إذا نواها مع قضاء رمضان، لكن صرح ابن حجر بحصول أصل الثواب لإكماله إذا نواها كغيرها من عرفة وعاشوراء، بل رجح (م ر) حصول أصل ثواب سائر التطوعات مع الفرض وإن لم ينوها، ما لم يصرفه عنها صارف، كأن قضى رمضان في شوّال، وقصد قضاء الست من ذي القعدة، ويسنّ صوم الست وإن أفطر رمضان اهـ. قلت: واعتمد أبو مخرمة تبعاً للسمهودي عدم حصول واحد منهما إذا نواهما معاً، كما لو نوى الظهر وسنتها، بل رجح أبو مخرمة عدم صحة صوم الست لمن عليه قضاء رمضان مطلقاً.\rNabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, \"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.\" (HR. Muslim).","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"Bila melihat zhahirnya hadits seolah memberi pengertian tidak terjadinya kesunahan 6 hari bulan syawal saat ia niati bersamaan dengan qadha ramadhan namun Ibn Hajar menjelaskan mendapatkan kesunahan dan pahalanya bila ia niati sama seperti puasa-puasa sunah lainnya seperti puasa hari arafah dan asyura bahkan Imam Romli mengunggulkan pendapat terjadinya pahala ibadah-ibadah sunah lainnya yang dilakukan bersamaan ibadah fardhu meskipun tidak ia niati selama tidak terbelokkan arah ibadahnya seperti ia niat puasa qadha ramadhan dibulan syawal dan ia niati sekalian puasa qadha 6 hari dibulan dzil hijjah (maka tidak ia dapati kesunahan puasa syawalnya).\rDisunahkan menjalankan puasa 6 hari dibulan syawal meskipun ia memiliki tanggungan qadha karena ia menjalani berbuka puasa dibulan ramadhannya. Abu Makhromah dengan mengikuti pendapat al-Mashudi berkeyakinan tidak dapatnya pahala keduanya bila ia niati keduanya bersamaan seperti saat ia niat shalat dhuhur dan shalat sunah dhuhur bahkan Abu Makhromah menyatakan tidak sahnya puasa 6 hari bulan syawal bagi yang memiliki tanggungan Qadha puasa ramadhan secara muthlak. [ Bughyah al-Mustarsyidiin Hal. 113-114 ].\rQADHA PUASA Karena RAGU-RAGU\rDiharamkan menjalankan puasa dengan niat QADHA dengan alasan karena ihtiyaath (hati-hati) selama ia yakin atau memiliki sangkaan kuat tidak memiliki tanggungan mengqadha puasa ramadhan dan boleh menjalaninya bila ia ragu-ragu .\rفمن تيقن او ظن عدم وجوب قضاء رمضان عليه فيحرم عليه نية القضاء للتلاعب ومن شك فله نية القضاء ان كان عليه والا فالتطوع","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"Barangsiapa yakin atau memiliki sangkaan kuat tidak memiliki kewajiban mengqadha puasa ramadhan maka haram baginya puasa dengan diniati qadha karena sama halnya dngan mempermainkan ibadah namun barangsiapa ragu-ragu diperbolehkan dengan niat puasa qadha bila memiliki tanggungan qadha dan puasa sunnah bila tidak memiliki tanggungan. [ Ahkaam al-Fuqahaa II/29 ].\rوَيُؤْخَذُ من مَسْأَلَةِ الْوُضُوءِ هذه أَنَّهُ لو شَكَّ أَنَّ عليه قَضَاءً مَثَلًا فَنَوَاهُ إنْ كان وَإِلَّا فَتَطَوُّعٌ صَحَّتْ نِيَّتُهُ أَيْضًا وَحَصَلَ له الْقَضَاءُ بِتَقْدِيرِ وُجُودِهِ بَلْ وَإِنْ بَانَ أَنَّهُ عليه وَإِلَّا حَصَلَ له التَّطَوُّعُ\rDapat diambil kesimpulan dari masalah wudhu ini, sesungghnya bila seseorang ragu-ragu atas kewajiban mengqadha baginya kemudian puasa dengan niat mengqadhainya bila ada tanggungan dan niat puasa sunnah bila tidak memiliki tanggungan maka juga sah niatnya dan qadha puasanya juga terjadi bila memang tanggungan tersebut diperkirakan terdapat padanya bahkan andai telah nyata sekalipun baginya namun bila ia tidak memiliki tanggungan, puasanya menjadi puasa sunnah. [ Fataawy al-Fqhiyyah al-Kubraa II/90 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\r2645. HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNAH\rPERTANYAAN :\r> Ipin La Tahzan\rassalamualaikum. Mau nanya, misal saya puasa sunah lalu bersilaturrahim dan disitu disuguhi hidangan, mana yang lebh baik saya lakukan? Apakah meneruskan puasa sunah dan menolak hidangan ataukah membatalkan puasa sunah dan memakan hidangan dengan tujuan idkholussurur? Mohon disertakn referensi ta'birnya. Makasih\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"Wa'alaikum salaam, orang yang berpuasa sunah ketika bertamu dan disuguhi makanan maka sunah membatalkan puasanya kalau sekiranya tidak makan menyinggung perasaan tuan rumahnya, kalau tidak menyinggung perasaaan tuan rumahnya maka lebih utama tidak membatalkan puasanya. Akan tetapi menurut Imam Syafi'i secara muthlaq sunah membatalkan puasanya.\r: يندب الأكل في صوم نفل ولو مؤكدا لارضاء ذي طعام بأن شق عليه إمساكه ولو آخر النهار للأمر بالفطر و يثاب على ما مضى و قضى ندبا يوما مكانه فإن لم يشق عليه إمساكه لم يندب الفطر بل الإمساك أولى____وأطلق الإمام الشافعي والعراقيون الحكم فيندب الأكل عندهم مطلقا. إعانة الطالبين 3/365-366\r> Sunde Pati\rHukum memotong / membatalkan puasa sunnah itu makruh jika tanpa udzur dan tidak mendapat kemakruhan membatalkan semisal makan bersama tamu jika memang tamu tadi tidak mau makan jika tidak ditemenin\rفتح المعين - (ج 2 / ص 272)( فائدة )من تلبس بصوم تطوع أو صلاته فله قطعهما=======حاشية إعانة الطالبين - (ج 2 / ص 308)(قوله: فله قطعهما) أي لخبر: الصائم المتطوع أمير نفسه، إن شاء صام، وإن شاء أفطر.رواه الترمذي.ويقاس بالصوم: الصلاة ونحوها.ولكن يكره القطع، إن لم يكن بعذر، وإلا كأن قطعه ليساعد الضيف في الاكل إذا شق عليه\rامتناع مضيفه منه، فلا كراهة\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/625012437521568/\r3377. PUASA DI HARI KELAHIRAN\rPERTANYAAN :\r> Ulin Nuha D'jibril\rassalamualaikum... saya mau nanya bagaimana hukumnya puasa pada hari kelahiran kita ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalaam, puasa dihari kelahiran merupakan sesuatu yang bagus asalkan jangan dijadikan hari raya, sebagaimana mafhum keterangan dari ibnu rojab dalam kitab fathul barinya :","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"\" Hari-hari yang di dalamnya terdapat hal-hal baru dari nikmat-nikmat Allah kepada hambanya jika sebagian orang berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur tanpa menjadikannya hari raya maka ini adalah sesuatu yang bagus, mengambil dalil dari puasanya Nabi Shollallohu alaihi wasallam pada hari asyura ketika orang yahudi mengkhabari beliau tentang puasanya Nabi Musa karena bersyukur, dan juga sabda Nabi shollallohu alaihi wasallam ketika beliau ditanyai tetang puasa hari senin \" itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari (wahyu) diturunkan padaku \". Wallohu a'lam.\rوقال عطاء : إنما هي أعياد لأهل الموسم ، فلا ينهى أهل الأمصار عن صيامها . وقول الجمهور أصح . ولكن الأيام التي يحدث فيها حوادث من نعم الله على عباده لو صامها بعض الناس شكرا من غير اتخاذها عيدا كان حسنا استدلالا بصيام النبي صلى الله عليه وسلم عاشوراء لما أخبره اليهود بصيام موسى له شكرا ، وبقول النبي صلى الله عليه وسلم لما سئل عن صيام يوم الاثنين ، قال : \" ذلك يوم ولدت فيه وأنزل علي فيه\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-137/page-201\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/793638277325649/\r3610. BOLEH NIAT PUASA SUNAH SETELAH TERBIT FAJAR\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Hamam\rAssalamu'alaikum, derek tanglet... niat puasa sunnah.. apa boleh dilakukan setelah terbit fajar... maturnwun.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Boleh. Bahkan jika sebelum zawal belum makan, minum dan atau melakukan perkara yang dapat merusak puasa, ia niat puasa sunah, maka menurut jumhur ulama hasil puasa sunahnya. Lihat kitab Syarah Imam Muslim :","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"باب جواز صوم النافلة بنية من النهار قبل الزوال وجواز فطر الصائم نفلا من غير عذر\r1154 وحدثنا أبو كامل فضيل بن حسين حدثنا عبد الواحد بن زياد حدثنا طلحة بن يحيى بن عبيد الله حدثتني عائشة بنت طلحة عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها قالت قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم يا عائشة هل عندكم شيء قالت فقلت يا رسول الله ما عندنا شيء قال فإني صائم قالت فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فأهديت لنا هدية أو جاءنا زور قالت فلما رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم قلت يا رسول الله أهديت لنا هدية أو جاءنا زور وقد خبأت لك شيئا قال ما هو قلت حيس قال هاتيه فجئت به فأكل ثم قال قد كنت أصبحت صائما قال طلحة فحدثت مجاهدا بهذا الحديث فقال ذاك بمنزلة الرجل يخرج الصدقة من ماله فإن شاء أمضاها وإن شاء أمسكها\rالحاشية رقم:1\r( باب جواز صوم النافلة بنية من النهار قبل الزوال وجواز فطر الصائم نفلا من غير عذر والأولى إتمامه )","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"فيه حديث عائشة رضي الله عنها ( قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم : يا عائشة هل عندكم شيء ؟ قالت : فقلت : يا رسول الله ، ما عندنا شيء قال : فإني صائم ، قالت : فخرج صلى الله عليه وسلم فأهديت لنا هدية أو جاءنا زور ، فلما رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم قلت : يا رسول الله ، أهديت لنا هدية ، أو جاءنا زور وقد خبأت لك شيئا ، قال : ما هو . قلت : حيس ، قال : هاتيه ؛ فجئت به فأكل ثم قال : قد كنت أصبحت صائما ) ، وفي الرواية الأخرى قالت : دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال : هل عندكم شيء ؟ قلنا : لا . قال : فإني إذن صائم ، ثم أتانا يوما آخر فقلنا : يا رسول الله ، أهدي لنا حيس ، قال : أرينيه فلقد أصبحت صائما فأكل ( الحيس ) بفتح الحاء المهملة ، هو التمر مع السمن والأقط ، وقال الهروي : ثريدة من أخلاط ، والأول [ ص: 222 ] هو المشهور و ( الزور ) بفتح الزاي الزوار ، ويقع الزور على الواحد والجماعة القليلة والكثيرة ، وقولها : ( جاءنا زور وقد خبأت لك ) معناه : جاءنا زائرون ومعهم هدية خبأت لك منها ، أو يكون معناه : جاءنا زور فأهدي لنا بسببهم هدية ، فخبأت لك منها .","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"وهاتان الروايتان هما حديث واحد ، والثانية مفسرة للأولى ومبينة أن القصة في الرواية الأولى كانت في يومين لا في يوم واحد ، كذا قاله القاضي وغيره ، وهو ظاهر ، وفيه دليل لمذهب الجمهور أن صوم النافلة يجوز بنية في النهار قبل زوال الشمس ، ويتأوله الآخرون على أن سؤاله صلى الله عليه وسلم : ( هل عندكم شيء ) . ؟ لكونه ضعف عن الصوم ، وكان نواه من الليل ، فأراد الفطر للضعف ، وهذا تأويل فاسد ، وتكلف بعيد ، وفي الرواية الثانية التصريح بالدلالة لمذهب الشافعي وموافقيه في أن صوم النافلة يجوز قطعه ، والأكل في أثناء النهار ، ويبطل الصوم ، لأنه نفل ، فهو إلى خيرة الإنسان في الابتداء ، وكذا في الدوام ، وممن قال بهذا جماعة من الصحابة وأحمد وإسحاق وآخرون ، ولكنهم كلهم والشافعي معهم متفقون على استحباب إتمامه ، وقال أبو حنيفة ومالك : لا يجوز قطعه ويأثم بذلك ، وبه قال الحسن البصري ومكحول والنخعي ، وأوجبوا قضاءه على من أفطر بلا عذر ، قال ابن عبد البر : وأجمعوا على أن لا قضاء على من أفطره بعذر . والله أعلم .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/866298070059669/\r4578. PUASA BULAN MUHARROM\rPERTANYAAN :\r> Jarip Aripudin\rAssalamualaikum, selamat sore para mujawib dan member PISS KTB. Ane tanya nih (bukan ngeyel) mengenai hadits di bawah ini,\rأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ اْلمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ\r”Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom, dan sebaik-baiknya sholat setelah sholat fardhu adalah Sholat malam” (HR. Muslim).","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"Bagaimana pandangan muhaddits rujukan ulama-ulama kita (ASWAJA) mengenai hadits di atas. Apakah dianjurkan puasa di seluruh hari bulan Muharom ato hadits tersebut lebih ditekankan ke 10 Muharom. Wassalam.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rDalam riwayat Muslim, Aisyah berkata : \"Aku tidak pernah melihat Nabi shalallahu 'alaihi wa salam berpuasa dalam satu bulan melebihi banyaknya puasa yang beliau lakukan pada bulan sya'ban, beliau berpuasa pada bulan sya'ban sebulan penuh, beliau berpuasa Sya’ban dan nya beberapa hari saja beliau (berbuka pada bulan itu)\". Maksudnya adalah biasanya Rasululloh berpuasa pada bulan sya'ban , waqila Rasululloh berpuasa sebulan penuh pada bulan sya'ban dalam satu waktu dan berpuasa sebagian bulan sya'ban di tahun yg lainnya, waqila Rasululloh berpuasa di awal bulan sya'ban sekali waktu, berpuasa di akhir bulan sya'ban sekali waktu dan berpuasa diantara keduanya.\rDikatakan ttg pengkhususan memperbanyak puasa di bulan sya'ban karena saat itu amalan seorang hamba sedang diangkat. Jika ada yang bertanya : \" ada hadis lain yang mengatakan bahwa Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom, mengapa Rasululloh lebih banyak berpuasa di bulan sya'ban daripada di bulan muharrom ?\rjawabnya : ada dua kemungkinan :\r1.…mungkin Beliau shollallohu alaihi wasallam belum mengetahui keutamaannya kecuali di akhir hayatnya dan belum sempat berpuasa.\r2.…mungkin Beliau shollallohu alaihi wasallam ada udzur-udzur yang mencegahnya banyak puasa di bulan muharrom misalnya bepergian , sakit dan selain keduanya. Wallohu a'lam.","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"- kitab syarah nawawi ala muslim :\r( باب صيام النبي صلى الله عليه وسلم في غير رمضان )\r\" واستحباب أن لا يخلي شهرا من صوم \"\rفيه حديث عائشة ( أن النبي صلى الله عليه وسلم ما صام شهرا كله إلا رمضان ولا أفطره كله حتى يصيب منه ) . وفي رواية : ( يصوم منه ) ، وفي رواية : كان يصوم حتى نقول : قد صام ، قد صام ، ويفطر حتى نقول : قد أفطر ، قد أفطر ، وفي رواية : ( يصوم حتى نقول : لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم وما رأيته في شهر أكثر منه صياما في شعبان ) ، وفي رواية : كان يصوم شعبان كله ، كان يصوم شعبان إلا قليلا .\rفي هذه الأحاديث أنه يستحب أن لا يخلي شهرا من صيام ، وفيها : أن صوم النفل غير مختص بزمان معين ، بل كل السنة صالحة له إلا رمضان والعيد والتشريق .\rوقولها : ( كان يصوم شعبان كله ، كان يصومه إلا قليلا ) الثاني تفسير للأول ، وبيان أن قولها كله أي غالبه ، وقيل : كان يصومه كله في وقت ، ويصوم بعضه في سنة أخرى ، وقيل : كان يصوم تارة من أوله ، وتارة من آخره ، وتارة بينهما ، وما يخلي منه شيئا بلا صيام لكن في سنين ، وقيل : في تخصيص شعبان بكثرة الصوم لكونه ترفع فيه أعمال العباد ، وقيل غير ذلك ،\rفإن قيل : سيأتي قريبا في الحديث الآخر أن أفضل الصوم بعد رمضان صوم المحرم فكيف أكثر منه في شعبان دون المحرم ؟ فالجواب : لعله لم يعلم فضل المحرم إلا في آخر الحياة قبل التمكن من صومه ، أو لعله كان يعرض فيه أعذار تمنع من إكثار الصوم فيه كسفر ومرض وغيرهما ، قال العلماء : وإنما لم يستكمل غير رمضان لئلا يظن وجوبه .\rالي ان قال","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"قوله صلى الله عليه وسلم : ( أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم ) تصريح بأنه أفضل الشهور للصوم ، وق سبق الجواب عن إكثار النبي صلى الله عليه وسلم من صوم شعبان دون المحرم ، وذكرنا فيه جوابين : أحدهما : لعله إنما علم فضله في آخر حياته ، والثاني : لعله كان يعرض فيه أعذار ، من سفر أو مرض أو غيرهما .\r> Ghufron Bkl\rSetuju, paling utamanya puasa sunah adalah di bulan muharrom/bulan yg dimuliakan ( Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Muharrom dan rojab)\rقال أصحابنا : ومن الصوم المستحب صوم الأشهر الحرم , وهي ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب , أفضلها المحرم , قال الروياني في البحر : أفضلها رجب , وهذا غلط ; لحديث أبي هريرة الذي سنذكره إن شاء الله تعالى { أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم. المجموع شرح المهذب 6/439\r(وأفضل الأشهر للصوم ) بعد رمضان الأشهر ( الحرم ) ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب\rأسنى المطالب 1/433\rأفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم , وأفضلها المحرم لخبر مسلم { أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم ثم رجب } خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها ثم شعبان. مغني المحتاج 2/187\rاعلم أن أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم وأفضلها المحرم ثم رجب خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها وظاهره الاستواء ثم شعبان.\rنهاية المحتاج 3/211\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : { أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل } رواه مسلم . وعن عائشة قالت : { كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول : لا يفطر ، ويفطر حتى نقول : لا يصوم . وما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان ، وما رأيته في شهر أكثر منه صياما من شعبان } رواه البخاري ومسلم من طرق .","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"وفي رواية لمسلم { كان يصوم شعبان كله ، كان يصوم شعبان إلا قليلا } . قال العلماء : اللفظ الثاني مفسر للأول وبيان ; لأن مرادها بكله غالبه وقيل : كان يصومه كله في وقت ويصوم بعضه في سنة أخرى ، وقيل : كان يصوم تارة من أوله وتارة من وسطه وتارة من آخره ولا يخلي منه شيئا بلا صيام ، لكن في سنين . وقيل في تخصيصه شعبان بكثرة الصيام : لأنه ترفع فيه أعمال العباد في سنتهم . وقيل غير ذلك فإن قيل ، فقد سبق في حديث أبي هريرة أن أفضل الصيام بعد رمضان المحرم ، فكيف أكثر منه في شعبان دون المحرم . فالجواب : لعله صلى الله عليه وسلم لم يعلم فضل المحرم إلا في آخر الحياة قبل التمكن من صومه . أو لعله كانت تعرض فيه أعذار تمنع من إكثار الصوم فيه ؟ كسفر ومرض وغيرهما . قال العلماء : وإنما لم يستكمل شهرا غير رمضان لئلا يظن وجوبه .\r> Akhbib Maulana\rNambah hadis shoheh\r1163 حدثني قتيبة بن سعيد حدثنا أبو عوانة عن أبي بشر عن حميد بن عبد الرحمن الحميري عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل\rالحاشية رقم: 1\rقوله : ( عن حميد بن عبد الرحمن الحميري عن أبي هريرة ) اعلم أن أبا هريرة يروي عنه اثنان : كل واحد منهما حميد بن عبد الرحمن ، أحدهما : هذا الحميري ، والثاني : حميد بن عبد الرحمن بن عوف الزهري ، قال الحميدي في الجمع بين الصحيحين : كل ما في البخاري ومسلم حميد بن عبد الرحمن عن أبي هريرة ، فهو الزهري ، إلا في هذا الحديث خاصة حديث : ( أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله المحرم ، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل ) فإن راويه حميد بن عبد الرحمن الحميري عن أبي هريرة ، وهذا الحديث لم يذكره البخاري في صحيحه ، ولا ذكر للحميري في البخاري أصلا ، ولا في مسلم إلا في هذا الحديث .","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"قوله صلى الله عليه وسلم : ( أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم ) تصريح بأنه أفضل الشهور للصوم ، وقد [ ص: 238 ] سبق الجواب عن إكثار النبي صلى الله عليه وسلم من صوم شعبان دون المحرم ، وذكرنا فيه جوابين : أحدهما : لعله إنما علم فضله في آخر حياته ، والثاني : لعله كان يعرض فيه أعذار ، من سفر أو مرض أو غيرهما .\rقوله صلى الله عليه وسلم : ( وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل ) فيه دليل لما اتفق العلماء عليه أن تطوع الليل أفضل من تطوع النهار ، وفيه حجة لأبي إسحاق المروزي من أصحابنا ومن وافقه أن صلاة الليل أفضل من السنن الراتبة ، وقال أكثر أصحابنا : الرواتب أفضل ؛ لأنها تشبه الفرائض ، والأول أقوى وأوفق للحديث . والله أعلم .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1094873583868782\rwww.fb.com/notes/1112728475416626\rF0068. 33 PERMASALAHAN SEPUTAR PUASA\rOleh Mbah Jenggot\r1. PERGI SESUDAH FAJAR MEMBATALKAN PUASA\rBolehkan orang yang bepergian setelah Fajar membatalkan puasa ?\rJawab : Tidak boleh, karena bolehnya membatalkan puasa bagi musâfir, jika berangkatnya sebelum fajar. Namun menurut Imam Muzâni tetap diperbolehkan membatalkan puasa. Referensi :\rسلم التوفيق صحـ : 43 مكتبة الحرمين\rفَلَوْ اَصْبَحَ مُقِيْمًا ثُمَّ سَافَرَ فَلاَ يُفْطِرُ ِلأَنَّهُ عِبَادَةٌ اِجْتَمَعَ فِيْهَا السَفَرُ وَالْحَضَرُ فَغَلَبْنَا الْحَضَرَ وَقَالَ الْمُزَنِّىُ يَجُوْزُ لَهُ الْفِطْرُ ِلأَنَّ السَبَبَ الْمُرَخِّصَ مَوْجُوْدٌ اهـ\r2. AROMA YANG TERSISA SETELAH MENCICIPI MASAKAN\rBolehkah bagi orang yang puasa mencicipi makanan, mengingat aroma makanan masih terasa di lidah?\rJawab : Boleh, asalkan tidak menelan apa yang dicicipi tersebut. Referensi:","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء 3 صحـ : 425 مكتبة دار إحياء التراث العربي\rوَ عَنْ ذَوْقِ الطَّعَامِ وَغَيْرِهِ بَلْ يُكْرَهُ خَوْفًا مِنْ وُصُولِهِ إلَى حَلْقِهِ ( قَوْلُهُ إلَى حَلْقِهِ ) قَضِيَّتُهُ أَنَّ وُصُولَهُ قَهْرًا عَلَيْهِ مُفْطِرٌ وَلاَ يَبْعُدُ فِيمَا إذَا احْتِيجَ لِلذَّوْقِ أَنْ لاَ يَضُرَّ سَبْقُهُ إلَى الْجَوْفِ كَمَا يُؤْخَذُ مِمَّا تَقَدَّمَ فِي الْحَاشِيَةِ عَنِ اْلأَنْوَارِ ( قَوْلُهُ بَلْ يُكْرَهُ إلَخْ ) نَعَمْ إنِ احْتَاجَ إلَى مَضْغِ نَحْوِ خُبْزٍ لِطِفْلٍ لَمْ يُكْرَهْ نِهَايَةٌ وَإِيعَابٌ قَالَ ع ش قَوْلُهُ نَعَمْ إنِ احْتَاجَ إلَخْ قَضِيَّةُ اقْتِصَارِهِ عَلَى ذَلِكَ كَرَاهَةُ ذَوْقِ الطَّعَامِ لِغَرَضِ إِصْلاَحِهِ لِمُتَعَاطِيهِ وَيَنْبَغِي عَدَمُ كَرَاهَتِهِ لِلْحَاجَةِ وَإِنْ كَانَ عِنْدَهُ مُفْطِرٌ غَيْرُهُ ِلأَنَّهُ قَدْ لاَ يُعْرَفُ إصْلاَحُهُ مِثْلَ الصَّائِمِ اهـ ( قَوْلُهُ فِي الْمَتْنِ وَذَوْقِ الطَّعَامِ وَالْعِلْكِ ) وَمَحَلُّهُ فِي غَيْرِ مَا يَتَفَتَّتُ أَمَّا هُوَ فَإِنْ تَيَقَّنَ وُصُولَ بَعْضِ جِرْمِهِ عَمْدًا إلَى جَوْفِهِ أَفْطَرَ وَحِينَئِذٍ يَحْرُمُ مَضْغُهُ بِخِلاَفِ مَا إذَا شَكَّ أَوْ وَصَلَ طَعْمُهُ أَوْ رِيحُهُ ِلأَنَّهُ مُجَاوِرٌ اهـ\r3. MENGUNYAH MAKANAN UNTUK SANG BAYI\rKasih sayang seorang ibu begitu besar pada anak tercintanya. Ia rela melakukan apapun demi pertumbuhan dan kesehatan anaknya. Termasuk ketika menyuapin si kecil, sang ibu terlebih dulu mengunyah sebelum makanan diberikan pada anaknya, padahal ia dalam keadaan berpuasa. Apakah mengunyah makanan diperbolehkan bagi orang yang berpuasa sementara aroma dan rasa makanannya sangat kentara di lidah?","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"Jawab : Boleh, dengan syarat tanpa menelan makanan yang dikunyah tersebut, walaupun aroma dan rasa makanan masih terasa dilidah. Referensi :\rحاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 329 مكتبة دار الفكر\rوَ تَرْكُ ذَوْقٍ لِطَعَامٍ أَوْ غَيْرِهِ خَوْفَ وُصُولِهِ حَلْقَهُ وَتَقْيِيدُ اْلأَصْلِ بِذَوْقِ الطَّعَامِ جَرَى عَلَى الْغَالِبِ وَ تَرْكُ عَلْكٍ بِفَتْحِ الْعَيْنِ ِلأَنَّهُ يَجْمَعُ الرِّيقَ فَإِنْ بَلَعَهُ أَفْطَرَ فِي وَجْهٍ وَإِنْ أَبْقَاهُ عَطَّشَهُ وَهُوَ مَكْرُوهٌ كَمَا فِي الْمَجْمُوعِ (قَوْلُهُ خَوْفَ وُصُولِهِ حَلْقَهُ) نَعَمْ إنِ احْتَاجَ إلَى مَضْغِ نَحْوِ خُبْزٍ لِطِفْلٍ لَمْ يُكْرَهْ اهـ شَرْحُ م ر ( قَوْلُهُ وَتَرْكُ عَلْكٍ ) أَيْ لاَ يَتَحَلَّلُ مِنْهُ جِرْمٌ وَمِنْهُ اللِّبَانُ ( وَقَوْلُهُ بِفَتْحِ الْعَيْنِ ) وَهُوَ الْفِعْلُ أَيْ الْمَضْغُ ( وَقَوْلُهُ فِي وَجْهٍ ) أَيْ ضَعِيفٍ وَالصَّحِيحُ خِلاَفُهُ وَإِنْ تَرَوَّحَ ذَلِكَ الرِّيقَ بِرِيحِهِ أَوْ وَجَدَ فِيهِ طَعْمَهُ اهـ\r4. SAHUR SEBELUM JAM 12 MALAM\rUntuk mengantisipasi rasa haus dan lapar saat berpuasa, agama menganjurkan agar mengakhirkan makan sahur. Hal ini tidak lain supaya lebih kuat dan semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Namun entah karena apa, terkadang sebagian orang melaksanakan makan sahur sebelum jam 12 malam. Apakah yang demikian masih mendapatkan kesunahan sahur ?\rJawab : Tidak, karena waktu sahur mulai pertengahan malam. Referensi:\rحاشية الباجورى الجزء 1 صحـ : 293 مكتبة دار الكتب العلمية\r( وَقَوْلُهُ وَتَأْخِيْرُ السَّحُوْرِ ) - الى أن قال - وَيَدْخُلُ وَقْتُهُ بِنِصْفِ اللَّيْلِ فَاْلأَكْلُ قَبْلَهُ لَيْسَ بِسَحُوْرٍ فَلاَ يَحْصُلُ بِهِ السُنَّةُ اهـ\r5. NIAT PUASA SENIN-KAMIS PLUS QADLA'","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"Seseorang mempunyai tanggungan qadlâ’ puasa Ramadlan. Kebetulan disaat meng-qadlâ’ puasa bertepatan dengan hari Senin. Kesempatan ini tidak disia-siakan olehnya, disamping melakukan puasa qadlâ’, ia juga niat mengerjakan puasa sunah. Bisakah ia mendapatkan dua pahala, yakni pahala qadlâ’ dan sunah?\rJawab : Bisa, apabila keduanya diniati. Referensi:\rإعانة الطالبين الجزء 2 صحـ : 306 – 307 مكتبة دار الفكر\r(فَرْعٌ) أَفْتَى جَمْعٌ مُتَأَخِّرُوْنَ بِحُصُوْلِ ثَوَابِ عَرَفَةَ وَمَا بَعْدَهُ بِوُقُوْعِ صَوْمِ فَرْضٍ فِيْهَا خِلاَفٌ لِلْمَجْمُوْعِ وَتَبِِعَهُ اَلإسْنَوِيُّ فَقَالَ إِنْ نَوَاهُمَا لَمْ يَحْصُلْ لَهُ شَيْءٌ مِنْهُمَا قَالَ شَيْخُنَا كَشَيْخِهِ وَالَّذِيْ يُتَّجَهُ أَنَّ الْقَصْدَ وُجُوْدُ صَوْمٍ فِيْهَا فَهِيَ كَالتَّحِيَّةِ فَإِنْ نَوَى التَّطَوُّعَ أَيْضًا حَصَلاَ وَإِلاَّ سَقَطَ عَنْهُ الطَّلَبُ (قَوْلُهُ فَإِنْ نَوَى التَّطَوُّعَ أَيْضًا) أَيْ كَمَا أَنَّهُ نَوَى الْفَرْضَ (وَقَوْلُهُ حَصَلاَ) أَي التَّطَوُّعُ وَالْفَرْضُ أَيْ ثَوَابُهُمَا ( قَوْلُهُ وَإِلاَّ ) أَيْ وَإِنْ لَمْ يَنْوِ التَّطَوُّعَ بَلْ نَوَى الْفَرْضَ فَقَطُّ (وَقَوْلُهُ سَقَطَ عَنْهُ الطَّلَبُ) أَيْ بِالتَّطَوُّعِ لاِنْدِرَاجِهِ فِي الْفَرْضِ اهـ\r6. SATU NIAT DUA PAHALA\rKadang-kadang pada hari-hari tertentu, puasa disunahkan karena dua sebab, semisal hari Kamis bertepatan dengan hari ‘Asyûrâ. Apakah orang yang berpuasa pada hari tersebut bisa memperoleh dua kesunahan ?\rJawab: Bisa, asalkan keduanya diniati. Referensi:\rإعانة الطالبين الجزء 2 صحـ : 307 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"(تَنْبِيْهٌ) اِعْلَمْ أَنَّهُ قَدْ يُوْجَدُ لِلصَّوْمِ سَبَبَانِ كَوُقُوْعِ عَرَفَةَ أَوْ عَاشُورَاءَ يَوْمَ اثْنَيْنِ أَوْ خَمِيسٍ أَوْ وُقُوْعِ اثْنَيْنِ أَوْ خَمِيسٍ فِي سِتَّةِ شَوَّالٍ فَيَزْدَادُ تَأْكُّدُهُ رِعَايَةً لِوُجُوْدِ السَّبَبَيْنِ فَإِنْ نَوَاهُمَا حَصَلاَ كَالصّدَقَةِ عَلَى الْقَرِيْبِ صَدَقَةَ وَصِلَةٍ وَكَذَا لَوْ نَوَى أَحَدَهُمَا فِيْمَا يَظْهَرُ اهـ\r7. MENJUAL MAKANAN DI SIANG HARI\r“Terpaksa” sering dibuat alasan sebagai pembenaran atas semua tindakan. Sebagaimana realita yang terjadi di sekeliling kita. Walaupun sudah tahu bulan puasa, masih saja ada yang berjualan makanan disiang hari. Bolehkah menjual makanan disiang hari pada saat bulan Ramadlan?\rJawab: Tidak boleh, karena mendorong terjadinya maksiat. Kecuali menjual makanan untuk persiapan buka puasa. Referensi:\rإعانة الطالبين الجزء الثالث صحـ : 29 – 30 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"(وَ) حَرُمَ أَيْضًا ( بَيْعُ نَحْوِ عِنَبٍ مِمَّنْ ) عُلِمَ أَوْ ( ظُنَّ أَنَّهُ يَتَّخِذُهُ مُسْكِرًا) لِلشُّرْبِ وَاْلاَمْرَدِ مِمَّنْ عُرِفَ بِالْفُجُوْرِ بِهِ وَالدِّيْكِ لِلْمُهَارَشَةِ وَالْكَبْشِ لِلْمُنَاطَحَةِ وَالْحَرِيْرِ لِرَجُلٍ يَلْبَسَهُ وَكَذَا بَيْعُ نَحْوِ الْمِسْكِ لِكَافِرٍ يَشْتَرِيْ لِتَطْيِيْبِ الصَّنَمِ وَالْحَيَوَانِ لِكَافِرٍ عُلِمَ أَنَّهُ يَأْكُلُهُ بِلاَ ذَبْحٍ ِلأَنَّ اْلأَصَحَّ أَنَّ الْكُفَّارَ مُخَاطَبُوْنَ بِفُرُوْعِ الشَّرِيْعَةِ كَالْمُسْلِمِيْنَ عِنْدَنَا خِلاَفًا ِلأَبِيْ حَنِيْفَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ فَلاَ يَجُوْزُ اْلإِعَانَةُ عَلَيْهِمَا وَنَحْوِ ذَلِكَ مِنْ كُلِّ تَصَرُّفٍ يُفْضِيْ إِلَى مَعْصِيَةٍ يَقِيْنًا أَوْ ظَنًّا وَمَعَ ذَلِكَ يَصِحُّ الْبَيْعُ وَيُكْرَهُ بَيْعُ مَا ذُكِرَ مِمَّنْ تُوُهِّمَ مِنْهُ ذَلِكَ ( وَقَوْلُهُ مِنْ كُلِّ تَصَرُّفٍ يُفْضِيْ إِلَى مَعْصِيَةٍ ) بَيَانٌ لِنَحْوٍ وَذَلِكَ كَبَيْعِ الدَّابَّةِ لِمَنْ يُكَلِّفُهَا فَوْقَ طَاقَتِهَا وَاْلأَمَّةِ عَلَى مَنْ يَتَّخِذُهَا لِغِنَاءٍ مُحَرَّمٍ وَالْخَشَبِ عَلَى مَنْ يَتَّخِذُهُ آلَةَ لَهْوٍ وَكَإِطْعَامِ مُسْلِمٍ مُكَلَّفٍ كَافِرًا مُكَلَّفًا فِيْ نَهَارِ رَمَضَانَ وَكَذَا بَيْعُهُ طَعَامًا عَلِمَ أَوْ ظَنَّ أَنَّهُ يَأْكُلُهُ نَهَارًا ( قَوْلُهُ وَمَعَ ذَلِكَ إِلَخْ ) رَاجِعٌ لِجَمِيْعِ مَا قَبْلَهُ أَيْ وَمَعَ تَحْرِيْمِ مَا ذُكِرَ مِنْ بَيْعِ نَحْوِ الْعِنَبِ وَمَا ذُكِرَ بَعْدُ يَصِحُّ الْبِيْعُ اهـ\r8. MASUKNYA AIR KE TELINGA SAAT MANDI","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"Mandi disaat cuaca panas sangat menyegarkan tubuh, terlebih lagi ketika tubuh gerah dan berkeringat. Hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang yang tubuhnya mulai lemas karena berpuasa. Apakah masuknya air tanpa disengaja pada bagian anggota tubuh semisal telinga dapat membatalkan puasa ?\rJawab : Membatalkan puasa, kecuali ketika mandi wajib atau sunah. Referensi:\rإعانة الطالبين الجزء الثانى صحـ : 265 مكتبة دار الفكر\r(وَالْحَاصِلُ) أَنَّ الْقَاعِدَةَ عِنْدَهُمْ أَنَّ مَا سَبَقَ لِجَوْفِهِ مِنْ غَيْرِ مَأْمُوْرٍ بِهِ يُفْطِرُ بِهِ أَوْ مِنْ مَأْمُوْرٍ بِهِ وَلَوْ مَنْدُوْبًا لَمْ يُفْطِرْ وَيُسْتَفَادُ مِنْ هِذِهِ الْقَاعِدَةِ ثَلاَثَةُ أَقْسَامٍ اَلأَوَّلُ يُفْطِرُ مُطْلَقًا بَالَغَ أَوْ لاَ وَهَذَا فِيْمَا إِذَا سَبَقَ الْمَاءُ إِلَى جَوْفِهِ فِيْ غَيْرِ مَطْلُوْبٍ كَالرَّابِعَةِ وَكَانْغِمَاسٍ فِي الْمَاءِ لِكَرَاهَتِهِ لِلصَّائِمِ وَكَغُسْلِ تَبَرُّدٍ أَوْ تَنَظُفٍ الثَّانِيُّ يُفْطِرُ إِنْ بَالَغَ وَهَذَا فِيْمَا إِذَا سَبَقَهُ الْمَاءُ فِيْ نَحْوِ الْمَضْمَضَةِ الْمَطْلُوْبَةِ فِيْ نَحْوِ الْوُضُوْءِ الثَّالِثُ لاَ يُفْطِرُ مُطْلَقًا وَإِنْ بَالَغَ وَهَذَا عِنْدَ تَنَجُّسِِ الْفَمِّ لِوُجُوْبِ الْمُبَالَغَةِ فِيْ غَسْلِ النَّجَاسَةِ عَلَى الصَّائِمِ وَعَلَى غَيْرِهِ لِيَنْغَسِلَ كُلُّ مَا فِيْ حَدِّ الظَّاهِرِ اهـ\r9. MEMAKAI OBAT TETES MATA\rKenyataan dimasyarakat, tidak sedikit yang harus dipertegas kembali mengenai sah dan tidaknya sebuah ibadah. Contoh kecil, seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa mengobati matanya dengan Visin, ternyata obat tetes tersebut sangat terasa di tenggorokan. Apakah hal tersebut membatalkan puasa ?","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"Jawab: Puasanya tidak batal. Karena obat mata yang terasa di tenggorokan itu masuk melalui pori-pori, bukan lubang yang tembus ke tenggorokan, seperti hidung. Referensi :\rحاشيتا قليوبي وعميرة الجزء 2 صحـ : 73 مكتبة دار إحياء الكتب العربية\r( وَلاَ ) يَضُرُّ ( اَلإِكْتِحَالُ وَإِنْ وَجَدَ طَعْمَهُ ) أَيْ الْكُحْلِ ( بِحَلْقِهِ ) ِلأَنَّهُ لاَ مَنْفَذَ مِنْ الْعَيْنِ إلَى الْحَلْقِ وَالْوَاصِلِ إلَيْهِ مِنْ الْمَسَامِّ ( وَكَوْنُهُ ) أَيْ الْوَاصِلِ ( بِقَصْدٍ فَلَوْ وَصَلَ جَوْفَهُ ذُبَابٌ أَوْ بَعُوضَةٌ أَوْ غُبَارُ الطَّرِيقِ أَوْ غَرْبَلَةُ الدَّقِيقِ لَمْ يُفْطِرْ ) ِلأَنَّ التَّحَرُّزَ عَنْ ذَلِكَ يَعْسُرُ وَلَوْ فَتَحَ فَاهُ عَمْدًا حَتَّى دَخَلَ الْغُبَارُ جَوْفَهُ لَمْ يُفْطِرْ عَلَى اْلأَصَحِّ فِي التَّهْذِيبِ اهـ\r10. PEKERJA BERAT MEMBATALKAN PUASA\rKehidupan masyarakat yang di bawah garis kemiskinan sangat memperihatinkan. Mereka harus banting tulang, tidak mengenal lelah demi menutupi kebutuhan anak istrinya. Pekerjaan beratpun dianggap hal yang biasa, ketimbang tidak sama sekali. Apakah pekerja berat seperti kuli bangunan, penuai padi dan sesamanya boleh membatalkan puasa?\rJawab : Boleh, apabila dengan puasa akan mengalami kepayahan (masyaqqat). Referensi:\rبشرى الكريم الجزء 2 صحـ : 72 مكتبة الحرمين\rوَيَلْزَمُ أَهْلَ الْعَمَلِ الْمُشِقِّ فِيْ رَمَضَانَ كَالْحَصَّادِيْنَ وَنَحْوِهِمْ تَبْيِيْتُ النِّيَةِ ثُمَّ إِنْ لَحِقَهُ مِنْهُمْ مَشَقَّةٌ شَدِيْدَةٌ أَفْطَرَ وَإِلاَّ فَلاَ وَلاَ فَرْقَ بَيْنَ اْلأَجِيْرِ وَالْغَنِيِّ وَغَيْرِهِ أَوْ الْمُتَبَرِّعِ وَإِنْ وَجَدَ غَيْرَهُ وَتَأْتَّى لَهُم الْعَمَلُ لَيْلاً اهـ\r11. JUMLAH QADLA PUASA TIDAK DIKETAHUI","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"Pintu taubat belum tertutup, selama nyawa masih dikandung badan dan bersungguh-sungguh insya Allah akan terampuni. Namun bertaubat tidak cukup hanya dengan penyesalan, disamping itu juga harus meng-qadlâ’-i semua kewajiban yang telah ditinggalkan, termasuk puasa. Berapakah puasa yang harus di-qadlâ’, bila seseorang lupa jumlah puasa yang ditinggalkannya ?\rJawab : Wajib meng-qadlâ’ puasa sampai yakin sudah dikerjakan semua. Referensi:\r& حواشي الشرواني الجزء 3 صحـ : 396 مكتبة دار إحياء ااتراث العربي\rوَلَوْ عَلِمَ أَنَّهُ صَامَ بَعْضَ اللَّيَالِي وَبَعْضَ اْلأَيَّامِ وَلَمْ يَعْلَمْ مِقْدَارَ اْلأَيَّامِ الَّتِي صَامَهَا فَظَاهِرٌ أَنَّهُ يَأْخُذُ بِالْيَقِينِ فَمَا تَيَقَّنَهُ مِنْ صَوْمِ اْلأَيَّامِ أَجْزَأَهُ وَقَضَى مَا زَادَ عَلَيْهِ سم اهـ\r& إحياء علوم الدين الجزء الرابع صحـ : 35 مكتبة الهداية\rفَإِنْ شَكَّ فِيْ عَدَدِ مَا فَاتَهُ مِنْهَا حُسِبَ مِنْ مُدَّةِ بُلُوْغِهِ وَتُرِكَ الْقَدْرُ الَّذِىْ يُسْتَيْقَنُ أَنَّهُ أَدَّاهُ وَيَقْضِى الْبَاقِىَ وَلَهُ أَنْ يَّأخُذَ فِيْهِ بِغَالِبِ الظَّنِّ وَيَصِلَ إِلَيْهِ عَلَى سَبِيْلِ التَّحَرِّىْ وَاْلإِجْتِهَادِ وَأَمَّا الصَّوْمُ فَإِنْ كَانَ قَدْ تَرَكَهُ فِيْ سَفَرٍ وَلَمْ يَقْضِهِ أَوْ أَفْطَرَ عَمْدًا أَوْ نَسِيَ النِّيَّةَ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَقْضِ فَيُتَعَرَّفُ مَجْمُوْعُ ذَلِكَ بِالتَّحَرِّىْ وَاْلإِجْتِهَادِ وَيَشْتَغِلُ بِقَضَائِهِ اهـ\r12. PUASA WANITA YANG BELUM MANDI BESAR","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"Sebagaimana telah diketahui, bagi perempuan ketika keluar darah haid tidak boleh melakukan sebuah ibadah yang mensyaratkan niat atau suci dari hadats, seperti: shalat, thawaf dan sesamanya. Begitu pula sebaliknya, ia harus segera melakukan ibadah fardlu saat darah haid mulai berhenti. Sahkah ibadah puasanya perempuan yang sudah mampet dari haidnya akan tetapi belum mandi besar ?\rJawab: Sah. Referensi:\r& حاشيتا قليوبي وعميرة الجزء 1 صحـ : 115 مكتبة دار إحياء الكتب العربية\r( فَإِذَا انْقَطَعَ ) أَيْ الْحَيْضُ ( لَمْ يَحِلَّ قَبْلَ الْغُسْلِ ) مِمَّا حَرُمَ ( غَيْرُ الصَّوْمِ وَالطَّلاَقِ ) فَيَحِلاََّنِ لاِنْتِفَاءِ مَانِعِ اْلأَوَّلِ وَالْمَعْنَى الَّذِي حَرُمَ لَهُ الثَّانِي قَوْلُهُ ( غَيْرُ الصَّوْمِ وَالطَّلاَقِ ) أَيْ وَالطُّهْرُ كَمَا فِي الْمَنْهَجِ وَعَلَّلَ الشَّارِحُ اْلأَوَّلَيْنِ ِلأَنَّهُ لَمْ يَذْكُرْ الثَّالِثَ وَعَلَّلَ الثَّلاَثَةَ فِي الْمَنْهَجِ بِقَوْلِهِ لاِنْتِفَاءِ عِلَّةِ التَّحْرِيمِ وَهِيَ الْمَانِعُ فِي الصَّوْمِ وَطُولُ الْمُدَّةِ فِي الطَّلاَقِ وَالتَّلاَعُبُ فِي الطُّهْرِ وَقِيلَ عِلَّةُ اْلأَوَّلِ اجْتِمَاعُ الْمُضْعِفَيْنِ كَمَا مَرّ اهـ\r13. PAK SOPIR SERING MEMBATALKAN PUASA\rMenikah dan berkeluarga bukan pekerjaan mudah, butuh kesiapan dzahir dan batin. Taruh saja sopir bus yang setiap harinya jauh dari keluarga karena tuntutan ekonomi. kehidupannya selalu di perjalanan menuju satu kota ke kota yang lain demi anak dan istri. Apakah bagi pak sopir setiap harinya diperbolehkan membatalkan puasa mengingat ia selalu bepergian ?","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"Jawab: Tidak boleh, karena akan meninggalkan kewajiban puasa selama-lamanya, kecuali ada niat meng-qadlâ’ puasa. Namun menurut Ibn Hajâr selama dalam bepergian boleh membatalkan puasa. Referensi :\rكاشفا ة السجا صحـ :\rوَالصَّوْمُ لِلْمُسَافِرِ أَفْضَلُ مِنَ الْفِطْرِ إِنْ لَمْ يَشُقَّ عَلَيْهِ ِلأَنَّ فِيْهِ بَرَاءَة َلذِّمَّةِ فَإِنْ شَقَّ عَلَيْهِ بِأَنْ لَحِقَهُ مِنْهُ نَحْوُ أَلَمٍ يَشُقُّ احْتِمَالُهُ عَادَةً فَالْفِطْرُ أَفْضَلُ أَمَّا إذَا خَشِيَ مِنْهُ تَلَفَ مَنْفَعَةِ عُضْوٍ فَيَجِبُ الْفِطْرُ فَإِنْ صَامَ عَصَى وَأَجْزَأَهُ وَمَحَلُّ جَوَازِ الْفِطْرِ لِلْمُسَافِرِ إِذَا رَجَا إِقَامَةً يَقْضِيْ فِيْهَا وَإِلاَّ بِأَنْ كَانَ مُدِيْمًا لَهُ وَلَمْ يُرْجَ ذَلِكَ فَلاَ يَجُوْزُ لَهُ الْفِطْرُ عَلَى الْمُعْتَمَدِ ِلأَدَائِهِ إِلَى إِسْقاَطِ الْوُجُوْبِ بِالْكُلِّيَّةِ قَالَ ابْنُ حَجَرٍ بِالْجَوَازِ فَائِدَتُهُ فِيْمَا إِذَا أَفْطَرَ فِيْ أَيَّامِ الطَّوِيْلَةِ أَنْ يَّقْضِيَهُ فِيْ أَيَّامٍ أَقْصَرُ مِنْهَا إِنْتَهَى مِنَ الشَّرْقَاوِي وَالزِّيَادِي اهـ\rحاشيتا قليوبي وعميرة الجزء 2 صحـ : 88 مكتبة دار إحياء الكتب العربية\rكَذَا قَالَهُ شَيْخُنَا وَنَقَلَ الْعَلاَمَةُ ابْنُ قَاسِمٍ عَنْ شَيْخِنَا الرَّمْلِيِّ أَنَّهُ يَكْفِي تَمَكُّنُهُ فِي الْعَامِ اْلأَوَّلِ وَبِهَذَا عُلِمَ أَنَّهُ لاَ فِدْيَةَ عَلَى نَحْوِ الْهَرَمِ بِتَأْخِيرِ الْفِدْيَةِ لِعَدَمِ الْقَضَاءِ فِيهِ وَلاَ عَلَى مُدِيمِ السَّفَرِ لاِسْتِمْرَارِ عُذْرِهِ كَمَا مَرَّ اهـ\rإعانة الطالبين الجزء الثانى صحـ : 267 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"وَيسْتَثْنَى مِنْ جَوَازِ الْفِطْرِ بِالسَّفَرِ مُدِيْمُ السَّفَرِ فَلاَ يُبَاحُ لَهُ الْفِطْرُ ِلأَنَّهُ يُؤَدِّيْ إِلَى إِسْقَاطِ الْوُجُوْبِ بِالْكُلَّيَّةِ إِلاَّ أَنْ يَقْصِدَ قَضَاءً فِيْ أَيَّامٍ أَخَرَ فِيْ سَفَرِهِ وَمِثْلُهُ مَنْ عَلِمَ مَوْتَهُ عَقِبَ الْعِيْدِ فَيَجِبُ عَلَيْهِ الصَّوْمُ إِنْ كَانَ قَادِرًا فَجَوَازُ الْفِطْرِ لِلْمُسَافِرِ إِنَّمَا هُوَ فِيْمَنْ يَرْجُوْ إِقَامَةً يَقْضِيْ فِيْهَا وَهَذَا هُوَ مَا جَرَى عَلَيْهِ السُّبُكِيُّ وَاسْتَظْهَرَهُ فِي النِّهَايَةِ اهـ\r14. MENELAN LUDAH KETIKA GUSI BERDARAH\rDalam melaksanakan ritual puasa banyak hal yang perlu diketahui terkait masalah batal dan tidaknya puasa. Sebut saja kang Asror, entah karena apa, disaat sedang berpuasa gusinya sering mengeluarkan darah. akibatnya percampuran air ludah dan darah sulit dihindari. Hal ini akan menjadi problem ketika ia mau menelan ludahnya. Apakah puasanya kang Asror batal saat menelan ludah ?\rJawab : Batal, kecuali jika darah yang keluar dari gusi tersebut terus menerus. Dengan demikian hal itu termasuk masyaqqat. Referensi:\r& بُغْيَةُ المْسُتَرْشِدِيْنَ للِسَيّدِ باعَلَوِي الحضرمي صحـ : 182 مكتبة دار الفكر\r(مَسْأَلَةُ ك) يُعْفَى عَنْ دَمِّ اللِّثَّةِ الَّذِيْ يَجْرِيْ دَائِماً أَوْ غَالِباً وَلاَ يُكَلَّفُ غَسْلٌ فِيْهِ لِلْمَشَقَّةِ بِخِلاَفِ مَا لَوِ احْتَاجَ لِلْقَيْءِ بِقَوْلِ طَبِيْبٍ فَالَّذِيْ يَظْهَرُ الْفِطْرُ بِذَلِكَ نَظِيْرُ إِخْرَاجِ الذُّبَابَةِ وَلَوِ ابْتُلِيَ بِدُوْدٍ فِيْ بَاطِنِهِ فَأَخْرَجَهُ بِنَحْوِ أُصْبُِعِهِ لَمْ يُفْطِرْ إِنْ تَعَيَّنَ طَرِيْقاً قِيَاسًا عَلَى إِدْخَالِهِ الْبَاسُوْرَ بِهِ اهـ","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"& أسنى المطالب الجزء 1 صـ : 417 مكتبة دار الكتاب الإسلامي\rوَيُفْطِرُ بِهِ إنْ تَنَجَّسَ كَمَنْ دَمِيَتْ لِثَتُهُ أَوْ أَكَلَ شَيْئًا نَجْسًا وَلَمْ يَغْسِلْ فَمَهُ حَتَّى أَصْبَحَ وَإِنِ ابْيَضَّ رِيقُهُ ( قَوْلُهُ كَمَنْ دَمِيَتْ لِثَتُهُ ) قَالَ اْلأَذْرَعِيُّ لاَ يَبْعُدُ أَنْ يُقَالَ مَنْ عَمَّتْ بَلْوَاهُ بِدَمِ لِثَتِهِ بِحَيْثُ يَجْرِي دَائِمًا أَوْ غَالِبًا أَنَّهُ يُتَسَامَحُ بِمَا يَشُقُّ اَلإِحْتِرَازُ عَنْهُ وَيَكْفِي بَصْقُهُ الدَّمَ وَيُعْفَى عَنْ أَثَرِهِ وَلاَ سَبِيلَ إلَى تَكْلِيفِهِ غَسْلُهِ جَمِيعَ نَهَارِهِ إِذَا الْفَرْضُ أَنَّهُ يَجْرِي دَائِمًا أَوْ يَتَرَشَّحُ وَرُبَّمَا إِذَا غَسَلَهُ زَادَ جَرَيَانُهُ اهـ\r& تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء 1 صحـ : 321 مكتبة دار إحياء التراث العربي\rوَتَقَدَّمَ عَنْ ع ش أَنَّهُ لَوِ ابْتُلِيَ شَخْصٌ بِدَمْيِ اللِّثَةِ بِأَنْ يَكْثُرَ وُجُودُهُ مِنْهُ بِحَيْثُ يَقِلُّ خُلُوُّهُ عَنْهُ يُعْفَى عَنْهُ اهـ\r15. MENETESKAN OBAT DI TELINGA\rKesehatan jasmani sangat mahal harganya. Orang yang menderita sakit, meskipun hanya ditelinga, akan kebingungan karenanya. Bahkan berbagai upaya ia lakukan demi kesembuhan penyakitnya. Sahkah puasa seseorang yang menaruh obat dilubang telinganya, mengingat ia merasa kesakitan ?\rJawab: Sah, jika yakin obat tersebut bisa menyembuhkan atau menghilangkan rasa sakit, karena termasuk dlarûrat. Referensi:\r& بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي صحـ : 182 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"(فَائِدَةٌ) اُبْتُلِيَ بِوَجَعٍ فِيْ أُذُنِهِ لاَ يُحْتَمَلُ مَعَهُ السُّكُوْنُ إِلاَّ بِوَضْعِ دَوَاءٍ يُسْتَعْمَلُ فِيْ دُهْنٍ أَوْ قُطْنٍ وَتَحَقَّقَ التَّخْفِيْفُ أَوْ زَوَالُ اْلأَلَمِ بِهِ بِأَنْ عَرَفَ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ أَخْبَرَهُ طَبِيْبٌ جَازَ ذَلِكَ وَصَحَّ صَوْمُهُ لِلضَّرُوْرَةِ اهـ فتاوي باحويرث\r16. MENGGOSOK GIGI DENGAN PASTA GIGI\rSering kita temui, ketika seseorang bersiwakan atau menggosok gigi, alat siwak atau sikat giginya dibasahi dengan air. Hal ini sangat rawan sekali, air bekas basuhan alat siwak atau sikat gigi tersebut ikut tertelan bersamaan dengan ludah. Apakah hal yang demikian dapat membatalkan puasa ?\rJawab: Batal, jika air yang digunakan untuk membasahi siwak atau sikat gigi tersebut ikut tertelan. Referensi:\r& حاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 230 مكتبة دار الفكر\r( قَوْلُهُ أَوْ مُخْتَلِطًا بِغَيْرِهِ ) مِثْلُهُ مَا لَوْ بَلَّ خَيْطًا بِرِيقِهِ وَرَدَّهُ إلَى فَمِهِ كَمَا يُعْتَادُ عِنْدَ الْفَتْلِ وَعَلَيْهِ رُطُوبَةٌ تَنْفَصِلُ وَابْتَلَعَهَا أَوِ ابْتَلَعَ رِيقَهُ مَخْلُوطًا بِغَيْرِهِ الطَّاهِرِ كَمَنْ فَتَلَ خَيْطًا مَصْبُوغًا تَغَيَّرَ رِيقُهُ بِهِ أَيْ وَلَوْ بِلَوْنٍ أَوْ رِيحٍ فِيمَا يَظْهَرُ مِنْ إِطْلاَقِهِمْ إنِ انْفَصَلَتْ عَيْنٌ مِنْهُ لِسُهُولَةِ التَّحَرُّزِ عَنْ ذَلِكَ وَمِثْلُهُ كَمَا فِي اْلأَنْوَارِ مَا لَوِ اسْتَاكَ وَقَدْ غَسَلَ السِّوَاكَ وَبَقِيَتْ فِيهِ رُطُوبَةٌ تَنْفَصِلُ وَابْتَلَعَهَا وَخَرَجَ بِذَلِكَ مَا لَوْ لَمْ يَكُنْ عَلَى الْخَيْطِ مَا يَنْفَصِلُ بِفَتْلِهِ أَوْ عَصْرِهِ أَوْ لِجَفَافِهِ فَإِنَّهُ لاَ يَضُرُّ اهـ\r17. MASUKNYA DAHAK KE DALAM PERUT","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"Seseorang yang terserang penyakit flu, biasanya hidung tersumbat akibat banyaknya dahak di dalamnya. Terkadang dahak tersebut tertelan dengan sendirinya karena sulitnya untuk menahan agar tidak tertelan. Batalkah puasa seseorang yang di rongga hidungnya terdapat dahak, kemudian masuk ke dalam perutnya ?\rJawab: Dipeinci;\r- Jika telah mencapai batas luar tenggorokan, maka haram menelan dan membatalkan puasa.\r- Jika masih di batas dalam tenggorokan, maka boleh dan tidak membatalkan puasa.\rYang dimaksud batas luar menurut pendapat Imam Nawawi (mu’tamad) adalah makhroj huruf kha’ (ح), dan dibawahnya adalah batas dalam. Sedangkan menurut sebagian ulama’ batas luar adalah makhroj huruf kho’(خ), dan di bawahnya adalah batas dalam. Referensi:\r& كفاية الأخيار الجزء الأول صحـ : 205 مكتبة دار إحياء الكتب\rوَلَوْ نَزَلَتْ نُخَامَةٌ مِنْ رَأْسِهِ وَصَارَتْ فَوْقَ الْحُلْقُوْمِ نُظِرَ إِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى إِخْرَاجِهَا ثُمَّ نَزَلَتْ إِلَى الْجَوْفِ لَمْ يُفْطِرْ وَإِنْ قَدَرَ عَلَى إِخْرَاجِهَا وَتَرَكَهَا حَتَّى نَزَلَتْ بِنَفْسِهَا أَفْطَرَ أَيْضًا لِتَقْصِيْرِهِ اهـ\r18. MAKAN KARENA LUPA\rSering terjadi, seseorang yang sedang puasa pada awal-awal bulan Ramadlan, lupa akan puasanya. Akhirnya ia makan dengan sepuas-puasnya hingga kekenyangan. Apakah puasa dalam kasus diatas dihukumi batal mengingat ia makan sampai kekenyangan ?\rJawab: Terjadi perbedaan pendapat. Menurut Imam an-Nawâwi hukum puasanya tidak batal. Sementara menurut Imam ar-Rôfi'i batal. Referensi:\r& كفاية الأخيار الجزء الأول صحـ : 206 مكتبة دار إحياء الكتب","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"وَلَوْ أَكَلَ نَاسِيًا لِلصَّوْمِ لَمْ يُفْطِرْ فِي الصَّحِيحَيْنِ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ فَلَوْ كَثُرَ وَجْهَانِ اَْلأَصَحُّ عِنْدَ الرَّافِعِيّ يُفْطِرُ ِلأَنَّ النِّسْيَانَ مَعَ الْكَثْرَةِ نَادِرٌ وَلِهَذَا قُلْنَا تَبْطُلُ الصَّلاَةُ بِالْكَلاَمِ الْكَثِيرِ وَإِنْ كَانَ نَاسِيًا وَاْلأَصَحُّ عِنْدَ النَّوَوِيّ أَنَّهُ لاَ يُفْطِرُ لِعُمُوْمِ اْلأَخْبَارِ وَلَيْسَ الصَّوْمُ كَالصَّلاَةِ وَالْفَرْقُ أَنَّ لِلصَّلاَةِ أَفْعَالاً وَأَقْوَالاً تُذَكِّرِهُ الصَّلاَةُ فَيَنْدُرُ وُقُوْعُ ذَلِكَ مِنْهُ بِخِلاَفِ الصَّوْمِ اهـ\r19. MENDUGA WAKTU BERBUKA SUDAH TIBA\rSambil menunggu buka puasa, biasanya masyarakat mencari kesibukan masing-masing, semisal ngaji, mendengarkan siraman rohani dsb. Tiba-tiba ketika menjelang maghrib, ternyata listrik padam disertai mendung menyelimuti langit. Sehingga mereka kesulitan mencari informasi waktu adzan Magrib. Karena sudah lama menunggu, akhirnya mereka menduga bahwa waktu berbuka puasa telah tiba. Namun di tengah-tengah berbuka, mereka mendengar adzan Maghrib baru dikumandangkan. Sahkah puasa seseorang sebagaimana deskripsi di atas ?\rJawab : Puasanya tidak sah dan wajib meng-qadlâ’, kalau memang saat ia berbuka, waktu maghrib belum tiba. Referensi:\r& كفاية الأخيار الجزء الأول صحـ : 206 مكتبة دار إحياء الكتب","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"وَأَمَّا مَعْرِفَةُ طَرَفَيِ النَّهَارِ فَلاَ بُدََّ مِنْ ذَلِكَ فِي الْجُمْلَةِ لِصِحَّةِ الصَّوْمِ وَحَتَّى لَوْ نَوَى بَعْدَ طُلُوْعِ الْفَجْرِ لاَ يَصِحُّ صَوْمُهُ أَوْ أَكَلَ مُعْتَقِدًا أَنَّهُ لَيْلٌ وَكَانَ قَدْ طَلَعَ الْفَجْرُ لَزِمَهُ الْقَضَاءُ وَكَذَا لَوْ أَكَلَ مُعْتَقِدًا أَنَّهُ قَدْ دَخَلَ اللَّيْلُ ثُمَّ بَانَ خِلاَفُهُ لَزِمَهُ الْقَضَاءُ اهـ\r20. PUASANYA ORANG PINGSAN\rEntah karena apa, seseorang yang sedang berpuasa pingsan disiang hari, kemudian siuman kembali sesaat sebelum maghrib tiba. Apakah puasanya tetap sah dalam kasus di atas ?\rJawab: Menurut Imam ar-Romli hukum puasanya tetap sah, jika disiang harinya siuman walaupun sebentar. Referensi:\r& حاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 324 مكتبة دار الفكر\r( قَوْلُهُ وَلاَ إغْمَاءٌ أَوْ سُكْرٌ بَعْضَهُ ) عِبَارَةُ أَصْلِهِ مَعَ شَرْحِ م ر وَاْلأَظْهَرُ أَنَّ اَْلإغْمَاءَ لاَ يَضُرُّ إذَا أَفَاقَ لَحْظَةً مِنْ نَهَارِهِ أَيَّ لَحْظَةٍ كَانَتْ اكْتِفَاءً بِالنِّيَّةِ مَعَ اَْلإفَاقَةِ فِي جُزْءٍ ِلأَنَّهُ فِي اَلإِسْتِيلاَءِ عَلَى الْعَقْلِ فَوْقَ النَّوْمِ وَدُونَ الْجُنُونِ فَلَوْ قُلْنَا إنَّ الْمُسْتَغْرِقَ مِنْهُ لاَ يَضُرُّ كَالنَّوْمِ لألحَقْنَا اْلأَقْوَى بِاْلأَضْعَفِ وَلَوْ قُلْنَا إنَّ اللَّحْظَةَ مِنْهُ تَضُرُّ كَالْجُنُونِ لألحَقْنَا الأَضْعَفِ ِاْلأَقْوَى فَتَوَسَّطْنَا وَقُلْنَا إنَّ اَْلإفَاقَةَ فِي لَحْظَةٍ كَافِيَةٌ وَالثَّانِي يَضُرُّ مُطْلَقًا وَالثَّالِثُ لاَ يَضُرُّ إذَا أَفَاقَ أَوَّلَ النَّهَارِ اهـ\r21. MEMBATALKAN PUASA SUNAH\rSebagaimana kita ketahui, bahwa membatalkan puasa wajib seperti puasa Ramadlan hukumnya tidak boleh jika tidak ada udzur. Bagaimana hukum membatalkan puasa sunah?","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"Jawab : Makruh, jika tidak ada udzur. Referensi:\r& كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار الجزء 1 صحـ : 215 مكتبة دار إحياء الكتب\rوَمَنْ شَرَعَ فِيْ صَوْمِ تَطَوُّعٍ لَمْ يَلْزَمْهُ إِتْمَامُهُ وَيُسْتَحَبُّ لَهُ اَلإِتْمَامُ فَلَوَ خَرَجَ مِنْهُ فَلاَ قَضَاءَ لَكِنْ يُسْتَحَبُّ وَهَلْ يُكْرَهُ أَنْ يُخْرِجَ مِنْهُ ؟ نَظَرٌ إِنْ خَرَجَ لِعُذْرٍ لَمْ يُكْرَهْ وَ إِلاَّ كُرِهَ وَمِنَ الْعُذْرِ أَنْ يُعَزَّ عَلَى مَنْ يُضِيْفُهُ امْتِنَاعُهُ مِنَ اْلأَكْلِ اهـ\r22. MASUKNYA DEBU KE MULUT\rKetika musim kemarau tiba, biasanya debu halus beterbangan kemana-mana akibat tiupan angin yang lumayan kencang, lebih-lebih di daerah yang tanahnya tandus. Apakah masuknya debu ke mulut dapat membatalkan puasa?\rJawab: Tidak batal, asalkan tidak disengaja. Namun bila disengaja, seperti membuka mulutnya, maka terjadi perbedaan pendapat, menurut qaul Ashah tetap tidak batal. Referensi:\r& المجموع الجزء 6 صحـ : 358 مطبعة المنيرية","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"( فَرْعٌ ) اتَّفَقَ أَصْحَابُنَا عَلَى أَنَّهُ لَوْ طَارَتْ ذُبَابَةٌ فَدَخَلَتْ جَوْفَهُ أَوْ وَصَلَ إلَيْهِ غُبَارُ الطَّرِيقِ أَوْ غَرْبَلَةُ الدَّقِيقِ بِغَيْرِ تَعَمُّدٍ لَمْ يُفْطِرْ قَالَ أَصْحَابُنَا وَلاَ يُكَلَّفُ إطْبَاقُ فَمِهِ عِنْدَ الْغُبَارِ وَالْغَرْبَلَةِ ِلأَنَّ فِيهِ حَرَجًا فَلَوْ فَتَحَ فَمَهُ عَمْدًا حَتَّى دَخَلَهُ الْغُبَارُ وَوَصَلَ جَوْفَهُ فَوَجْهَانِ حَكَاهُمَا الْبَغَوِيُّ وَالْمُتَوَلِّيُ وَغَيْرُهُمَا قَالَ الْبَغَوِيُّ ( أَصَحُّهُمَا ) لاَ يُفْطِرُ ِلأَنَّهُ مَعْفُوٌّ عَنْ جِنْسِهِ ( وَالثَّانِيُّ ) يُفْطِرُ لِتَقْصِيرِهِ وَهُوَ شَبِيهٌ بِالْخِلاَفِ السَّابِقِ فِي دَمِ الْبَرَاغِيثِ إذَا كَثُرَ وَفِيمَا إذَا تَعَمَّدَ قَتْلَ قَمْلَةٍ فِي ثَوْبِهِ وَصَلَّى وَنَظَائِرِ ذَلِكَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ اهـ\r23. AIR MASUK KETELINGA SAAT MANDI\rSepasang pasutri dimalam bulan Ramadlan melakukan hubungan intim. Anehnya pada saat waktu sahur, mereka tidak langsung mandi besar akan tetapi menunggu waktu subuh tiba. Akibatnya, saat mereka mandi besar telinganya kemasukan air, sementara mereka dalam keadaan puasa. Apakah telinga yang kemasukan air ketika mandi besar dapat membatalkan puasa ?\rJawab: Tidak mambatalkan puasa. Referensi:\r& الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 2 صحـ : 74 مكتبة الإسلامية","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"( وَسُئِلَ ) فَسَّحَ اللَّهُ فِي مُدَّتِهِ عَنِ الصَّائِمِ إذَا دَخَلَ الْمَاءُ فِي أُذُنَيْهِ لِغَسْلِ مَا ظَهَرَ مِنْهُمَا عَنْ جَنَابَةٍ أَوْ لِنَحْوِ جُمْعَةٍ فَسَبَقَهُ الْمَاءُ إلَى بَاطِنِهِمَا فَهَلْ يُفْطِرُ أَوْ لاَ (فَأَجَابَ) بِقَوْلِهِ لاَ يُفْطِرُ بِذَلِكَ كَمَا ذَكَرَهُ بَعْضُهُمْ وَإِنْ بَالَغَ لاِسْتِيفَاءِ الْغُسْلِ كَمَا لَوْ سَبَقَ الْمَاءُ مَعَ الْمُبَالَغَةِ لِغَسْلِ نَجَاسَةِ الْفَمِ وَإِنَّمَا أَفْطَرَ بِالْمُبَالَغَةِ فِي الْمَضْمَضَةِ لِحُصُولِ السُّنَّةِ بِمُجَرَّدِ وَضْعِ الْمَاءِ فِي الْفَمِ فَالْمُبَالَغَةُ تَقْصِيرٌ وَهُنَا لاَ يَحْصُلُ مَطْلُوبُهُ مِنْ غَسْلِ الصِّمَاخِ إلاَ بِالْمُبَالَغَةِ غَالِبًا فَلاَ تَقْصِيرَ اهـ\r24. MENYENTUH ANUS BAGI ORANG PUASA\rBer-istinjâ’ harus dilakukan dengan maksimal supaya kotoran dapat benar-benar dibersihkan. Di sisi lain, bagi orang yang berpuasa masuknya jari ke rongga dubur dapat membatalkan puasa. Sebatas mana masuknya jari ke rongga dubur dapat membatalkan puasa ?\rJawab: Ketika jari-jari masuk ke bagian dalam anus. Jika hanya menyentuh permukaan anus, maka tidak membatalkan. Referensi:\r& الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 2 صحـ : 74 مكتبة الإسلامية\rوَمُلَخَّصُ عِبَارَتِهِ يَنْبَغِي لِلصَّائِمِ حِفْظُ أُصْبُعِهِ حَالَ اَلإِسْتِنْجَاءِ مِنْ مَسْرَبَتِهِ فَإِنَّهُ لَوْ دَخَلَ فِيهِ أَدْنَى شَيْءٍ مِنْ رَأْسِ أُنْمُلَتِهِ بَطَلَ صَوْمُهُ قَالَ السُّبْكِيُّ وَهُوَ ظَاهِرٌ إنْ وَصَلَ لِلْمَكَانِ الْمُجَوَّفِ أَمَّا أَوَّلُ الْمَسْرَبَةِ الْمُنْطَبِِِقِ فَإِنَّهُ لاَ يُسَمَّى جَوْفًا فَلاَ فِطْرَ بِالْوُصُولِ إلَيْهِ اهـ\r25. DAMPAK TIDAK GOSOK GIGI SEHABIS SAHUR","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"Mas Paijo sehabis sahur langsung tidur lagi tanpa terlebih dahulu menggosok gigi. Akibatnya, sisa-sisa makanan masih terselip diantara sela-sela gigi-giginya. Disiang harinya, sisa-sisa makanan tersebut ada yang terbawa ketika menelan air ludahnya.\rPertanyaan :\ra. Apakah puasa mas Paijo batal dalam kasus di atas ?\rb. Wajibkah bagi mas Paijo menggosok gigi pada malam harinya, supaya mulut dalam keadaan bersih ketika berpuasa ?\rJawab:\ra. Batal, jika pada saat menelan ludahnya ia mampu mengeluarkan sisa makanan tersebut.\rb. Tidak wajib, namun hal itu sangat dianjurkan. Referensi:\r& فتاوى الرملي الجزء 2 صحـ : 72 مكتبة الإسلامية\r( سُئِلَ ) عَنْ قَوْلِ الْمِنْهَاجِ وَلَوْ بَقِيَ طَعَامٌ بَيْنَ أَسْنَانِهِ فَجَرَى بِهِ رِيْقُهُ لَمْ يُفْطِرْ إنْ عَجَزَ عَنْ تَمْيِيزِهِ وَمَجِّهِ هَلْ مُرَادُهُ بِالْعَجْزِ عَنْ التَّمْيِيزِ وَالْمَجِّ فِي حَالَةِ جَرْيِهِ فَقَطْ حَتَّى لَوْ قَدَرَ عَلَى إخْرَاجِهِ مِنْ بَيْنِ أَسْنَانِهِ فَلَمْ يَفْعَلْ لاَ يُفْطِرُ أَوْ مُرَادُهُ أَعَمُّ مِنْ أَنْ يَكُونَ بَيْنَ اْلأَسْنَانِ أَوْ حَالَةَ الْجَرْيِ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّ مُرَادَهُ بِالْعَجْزِ عَنْ التَّمْيِيزِ وَالْمَجِّ فِي حَالَةِ جَرْيِهِ وَإِنْ قَدَرَ وَلَوْ نَهَارًا عَلَى إخْرَاجِهِ مِنْ بَيْنِ أَسْنَانِهِ فَلَمْ يَفْعَلْ اهـ\r& نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج الجزء 3 صحـ : 172 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"(وَهَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ الْخِلاَلُ لَيْلاً إذَا عَلِمَ بَقَايَا بَيْنَ أَسْنَانِهِ يَجْرِي بِهَا رِيقُهُ نَهَارًا وَلاَ يُمْكِنُهُ التَّمْيِيزُ وَالْمَجُّ) اْلأَوْجَهُ كَمَا هُوَ ظَاهِرُ كَلاَمِهِمْ عَدَمُ الْوُجُوبِ وَيُوَجَّهُ بِأَنَّهُ إنَّمَا يُخَاطَبُ بِوُجُوبِ التَّمْيِيزِ وَالْمَجِّ عِنْدَ الْقُدْرَةِ عَلَيْهِمَا فِي حَالِ الصَّوْمِ فَلاَ يَلْزَمُهُ تَقْدِيمُ ذَلِكَ عَلَيْهِ لَكِنْ يَنْبَغِي أَنْ يَتَأَكَّدَ لَهُ ذَلِكَ لَيْلاًوَأَشَارَ اْلأَذْرَعِيُّ إلَى أَنَّ مَحَلَّ إيجَابِهِ عِنْدَ مَنْ يَقُولُ بِالْفِطْرِ مِمَّا تَعَذَّرَ تَمْيِيزُهُ وَمَجُّهُ وَقَدْ أَفْتَى الْوَالِدُ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِأَنَّ مُرَادَهُ بِالْعَجْزِ عَنْ التَّمْيِيزِ وَالْمَجِّ فِي حَالَةِ صَيْرُورَتِهِ وَإِنْ قَدَرَ عَلَى إخْرَاجِهِ مِنْ بَيْنِ أَسْنَانِهِ فَلَمْ يَفْعَلْ اهـ\r26. MENINGGAL SEBELUM MENG-QADLA’ PUASA\rPak Durahem mempunyai tanggungan qadlâ’ puasa, karena pada saat bulan Ramadlan Ia menderita sakit. Setelah sembuh dari sakitnya, Ia tidak segera meng-qadlâ’-i puasanya dan beralasan bahwa bulan Ramadlan yang akan datang masih lama. Namun tak disangka-sangka ternyata ajal menjemputnya sebelum Ia sempat meng-qadlâ’-inya. Apakah ia termasuk meninggal dalam keadaan maksiat ?\rJawab : Menurut pendapat yang kuat, ia tidak termasuk meninggal dalam keadaan maksiat. Referensi :\r& فتاوى الرملي الجزء 2 صحـ : 63 مكتبة الإسلامية","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"( سُئِلَ ) عَمَّنْ فَاتَهُ شَيْءٌ مِنْ رَمَضَانَ بِعُذْرٍ وَمَاتَ مِنْ غَيْرِ قَضَائِهِ بَعْدَ تَمَكُّنِهِ مِنْهُ هَلْ يَمُوتُ بِهِ عَاصِيًا أَوْ لاَ وَمَا الْمَنْقُولُ فِي ذَلِكَ مَبْسُوطًا مَعْزُوًّا لِقَائِلِهِ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ يَمُوتُ عَاصِيًا وَعِصْيَانُهُ مِنْ آخِرِ زَمَنِ اَْلإمْكَانِ وَعِبَارَةُ جَمْعِ الْجَوَامِعِ وَمَنْ أَخَّرَ مَعَ ظَنِّ السَّلاَمَةِ فَالصَّحِيحُ لاَ يَعْصِي بِخِلاَفِ مَا وَقْتُهُ الْعُمْرُ كَالْحَجِّ وَقَالَ الْعِرَاقِيُّ فِي شَرْحِهَا أَمَّا الْمُوَسَّعُ بِمُدَّةِ الْعُمْرِ كَالْحَجِّ وَقَضَاءِ الْفَائِتَةِ بَعْدَ زَمَانِهِ يَعْصِي فِيهِ بِالْمَوْتِ عَلَى الصَّحِيحِ وَإِنْ لَمْ يَغْلِبْ عَلَى ظَنِّهِ قَبْلَ ذَلِكَ الْمَوْتُ وَقِيلَ لاَ وَقِيلَ يَعْصِي الشَّيْخُ دُونَ الشَّابِّ وَقَالَ الْكُورَانِيُّ فِي شَرْحِهَا بِخِلاَفِ مَا وَقْتُهُ الْعُمْرُ كَالْحَجِّ وَقَضَاءِ الْوَاجِبَاتِ ِلأَنَّهُ بِالْمَوْتِ تَبَيَّنَ إخْرَاجُ الْوَاجِبِ عَنْ الْوَقْتِ بِخِلاَفِ الْمُوَقَّتِ بِغَيْرِ الْعُمْرِ اهـ وَأَيْضًا لَوْ قِيلَ يَجُوزُ لَهُ التَّأْخِيرُ أَبَدًا وَإِذَا مَاتَ قَبْلَ الْفِعْلِ لَمْ يَعْصِ لَمْ يَتَحَقَّقْ الْوُجُوبُ وَقَالَ الْبِرْمَاوِيُّ فِي شَرْحِ أَلْفِيَّتِهِ مَا كَانَ آخِرُهُ آخِرَ الْعُمْرِ كَالْحَجِّ إنْ قُلْنَا بِالْمُرَجَّحِ أَنَّهُ عَلَى التَّرَاخِي لاَ الْفَوْرِ وَكَقَضَاءِ الْعِبَادَةِ الَّتِي فَاتَتْ بِعُذْرٍ مِنْ صَلاَةٍ أَوْ صِيَامٍ إذَا أَخَّرَ مَعَ ظَنِّ السَّلاَمَةِ وَمَاتَ قَبْلَ الْفِعْلِ مَاتَ عَاصِيًا ِلأَنَّهُ لَمَّا لَمْ يَعْلَمْ الْآخَرَ كَانَ جَوَازُ التَّأْخِيرِ لَهُ مَشْرُوطًا بِسَلاَمَةِ الْعَاقِبَةِ بِخِلاَفِ الْمُوَسَّعِ الْمَعْلُومِ الطَّرَفَيْنِ اهـ\r27. LAILAT AL-QADAR","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"Malam lailat al-qadar merupakan malam yang penuh berkah. Di dalam al-Qur’an sendiri diakui sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Namun bagi orang yang ingin mendapatkanya, bagaikan mencari permata di dasar lautan. Apakah untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan pada malam lailat al-qadar harus mengetahui bahwa malam itu adalah malam lailat al-qadar?\rJawab: Ya, harus mengetahui, untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan. Akan tetapi bagi mereka yang tidak mengetahuinya, tetap mendapatkan pahala berupa terampuni semua dosa-dosa. Referensi:\r& فتاوى الرملي الجزء 2 صحـ : 67 مكتبة الإسلامية","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"( سُئِلَ ) عَمَّنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ هَلْ يُتَوَقَّفُ حُصُولُ ثَوَابِهِ الْمَذْكُورِ فِي الْحَدِيثِ عَلَى عِلْمِهِ بِهَا كَمَا قَالَهُ النَّوَوِيُّ أَمْ لاَ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ قَدْ قَالَ شَيْخُ اَْلإسْلاَمِ الشِّهَابُ ابْنُ حَجَرٍ اِخْتَلَفُوا هَلْ يَحْصُلُ الثَّوَابُ الْمُتَرَتَّبُ عَلَيْهَا لِمَنِ اتَّفَقَ أَنَّهُ قَامَهَا وَإِنْ لَمْ يَظْهَرْ لَهُ شَيْءٌ أَوْ يَتَوَقَّفُ ذَلِكَ عَلَى كَشْفِهَا وَإِلَى اْلأَوَّلِ ذَهَبَ الطَّبَرِيُّ وَالْمُهَلَّبُ وَابْنُ الْمُقْرِي وَجَمَاعَةٌ وَإِلَى الثَّانِي ذَهَبَ اْلأَكْثَرُ وَيَدُلُّ لَهُ مَا وَقَعَ عِنْدَ مُسْلِمٍ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ بِلَفْظِ مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَيُوَافِقُهَا وَفِي حَدِيثِ عُبَادَةَ عِنْدَ أَحْمَدَ مَنْ قَامَهَا إيمَانًا وَاحْتِسَابًا ثُمَّ وُقِفَتْ لَهُ قَالَ النَّوَوِيُّ مَعْنَى يُوَافِقُهَا أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ وَيَحْتَمِلُ أَنْ يَكُونَ الْمُرَادُ يُوَافِقُهَا فِي نَفْسِ اْلأَمْرِ وَإِنْ لَمْ يَعْلَمْ هُوَ ذَلِكَ قَالَ ابْنُ حَجَرٍ وَتَفْسِيرُ الْمُوَافَقَةِ بِالْعِلْمِ بِهَا هُوَ الَّذِي يَتَرَجَّحُ فِي نَظَرِي وَلاَ أُنْكِرُ حُصُولَ الثَّوَابِ الْجَزِيلِ لِمَنْ قَامَ لاِبْتِغَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَإِنْ لَمْ يَعْلَمْ بِهَا وَإِنَّمَا الْكَلاَمُ عَلَى حُصُولِ الثَّوَابِ الْمُعَيَّنِ الْمَوْعُودِ بِهِ اهـ وَالرَّاجِحُ مِنْ حَيْثُ الْمَعْنَى اْلأَوَّلُ فَقَدْ قَالَ الْمُتَوَلِّيُ يُسْتَحَبُّ التَّعَبُّدُ فِي كُلِّ لَيَالِي الْعَشْرِ حَتَّى يَجُوزَ الْفَضِيلَةَ بِيَقِينٍ اهـ وَيُمْكِنُ الْجَمْعُ بَيْنَهُمَا بِحَمْلِ اْلأَوَّلِ عَلَى حُصُولِ ذَلِكَ الْغُفْرَانِ وَالثَّانِي عَلَى زِيَادَةِ حُصُولِ الثَّوَابِ الْمَوْعُودِ بِهِ وَنَحْوِهِ اهـ","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"28. KEBIASAAN BERSENDAWA (JAWA; GLEGE’EN)\rPak Hasan mempunyai kebiasaan bersendawa (jawa; glege’en) setelah melahap makanan dalam porsi yang lumayan banyak. Terkadang saat ia bersendawa, makanan yang didalam perutnya keluar kembali seperti orang yang muntah. Apakah baginya diperbolehkan makan sahur dengan porsi jumbo, mengingat di pagi harinya, ia akan mengalami sendawa dan mengeluarkan makanan dari perutnya?\rJawab : Diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa, sekalipun hal itu terjadi berulang-berulang. Asalkan makanan yang keluar dari perutnya tersebut tidak ditelan lagi dan diharuskan berkumur. Referensi:\r& حاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 316 مكتبة دار الفكر\r( فَرْعٌ ) أَكَلَ أَوْ شَرِبَ لَيْلاً كَثِيرًا وَعُلِمَ مِنْ عَادَتِهِ أَنَّهُ إذَا أَصْبَحَ حَصَلَ لَهُ جَشًّا يَخْرُجُ بِسَبَبِهِ مَا فِي جَوْفِهِ هَلْ يَمْتَنِعُ عَلَيْهِ كَثْرَةُ مَا ذُكِرَ أَمْ لاَ وَهَلْ إذَا خَالَفَ وَخَرَجَ مِنْهُ يُفْطِرُ أَمْ لاَ فِيهِ نَظَرٌ وَيُجَابُ عَنْهُ بِأَنَّهُ لاَ يُمْنَعُ مِنْ كَثْرَةِ ذَلِكَ لَيْلاً وَإِذَا أَصْبَحَ وَحَصَلَ لَهُ الْجُشَاءُ الْمَذْكُورُ يَلْفِظُهُ وَيَغْسِلُ فَاهُ وَلاَ يُفْطِرُ وَإِنْ تَكَرَّرَ ذَلِكَ مِنْهُ مِرَارًا كَمَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ اهـ\r29. MEMASUKKAN ANUS BAGI PENDERITA AMBEIYEN\rSeseorang penderita penyakit ambeyen mudah sekali anusnya keluar, lebih-lebih disaat membuang air besar. Sementara anus yang telah keluar, sulit masuk ke dalam lagi, kecuali ada upaya bantuan dengan tangannya sendiri. Batalkah puasa seseorang yang memasukkan bagian anusnya yang keluar?\rJawab: Tidak batal. Namun menurut Imam Nawawi membatalkan puasa. Referensi:","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"& تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء 3 صحـ : 404 مكتبة دار إحياء التراث العربي\rوَلَوْ خَرَجَتْ مَقْعَدَةُ مَبْسُورٍ لَمْ يُفْطِرْ بِعَوْدِهَا وَكَذَا إنْ أَعَادَهَا كَمَا قَالَهُ الْبَغَوِيُّ وَالْخُوَارِزْمِيُّ وَاعْتَمَدَهُ جَمْعٌ مُتَأَخِّرُونَ بَلْ جَزَمَ بِهِ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْهُمْ لاِضْطِرَارِهِ إلَيْهِ وَلَيْسَ هَذَا كَاْلأَكْلِ جُوْعًا الَّذِي أَخَذَ مِنْهُ اْلأَذْرَعِيُّ قَوْلَهُ اْلأَقْرَبُ إلَى كَلاَمِ النَّوَوِيِّ وَغَيْرِهِ الْفِطْرُ وَإِنْ اُضْطُرَّ إلَيْهِ كَاْلأَكْلِ جُوعًا اهـ\r30. MENGHIRUP AROMA MASAKAN\rBagi ibu rumah tangga yang sedang memasak, menghirup aroma makanan tidak bisa dihindari lagi. Apakah masuknya uap makanan ke hidung dapat membatalkan puasa?\rJawab: Tidak, karena uap bukan termasuk benda (‘ain). Referensi:\r& حاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 318 - 319 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"وَ تَرْكُ وُصُولِ عَيْنٍ لاَ رِيحٍ وَطَعْمٍ مِنْ ظَاهِرٍ ( قَوْلُهُ لاَ رِيحٍ ) أَيْ وَلَوْ مِنْ نَجَسٍ وَهُوَ غَيْرُ بَعِيدٍ وَصَلَ بِالشَّمِّ إلَى دِمَاغِهِ وَلَوْ رِيحَ الْبُخُورِ ِلأَنَّهُ لَيْسَ عَيْنًا وَيُؤْخَذُ مِنْ هَذَا أَنَّ وُصُولَ الدُّخَانِ الَّذِي فِيهِ رَائِحَةُ الْبُخُورِ أَوْ غَيْرُهُ إلَى جَوْفِهِ لاَ يَضُرُّ وَإِنْ تَعَمَّدَ ذَلِكَ قَالَ شَيْخُنَا وَهُوَ ظَاهِرٌ وَبِهِ أَفْتَى الشَّمْسُ الْبَرْمَاوِيُّ لِمَا تَقَرَّرَ أَنَّ الرَّائِحَةَ لَيْسَتْ عَيْنًا أَيْ عُرْفًا إذِ الْمَدَارُ هُنَا عَلَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ مُلْحَقَةً بِالْعَيْنِ فِي بَابِ اَْلإحْرَامِ أَلاَ تَرَى أَنَّ ظُهُورَ الرِّيحِ وَالطَّعْمِ مُلْحَقٌ بِالْعَيْنِ فِيهِ لاَ هُنَا وَقَدْ عُلِمَ مِنْ ذَلِكَ أَنَّ صُورَةَ الْمَسْأَلَةِ أَنَّهُ لَمْ يُعْلَمْ انْفِصَالُ عَيْنٍ هُنَا أَيْ بِوَاسِطَةِ الدُّخَانِ اهـ حَلَبِيٌّ\r31. AIR TERTELAN AKIBAT BERKUMUR\rBerkumur ketika berwudlu hukumnya adalah sunah, baik bagi orang puasa maupun tidak. Bagaimanakah hukum puasa seseorang ketika berkumur ada air yang terlanjur masuk ke dalam perutnya?\rJawab : Tidak batal, jika tidak dilakukan dengan berlebihan. Namun apabila dilakukan secara berlebihan, maka dapat membatalkan puasa. Referensi:\r& تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء 3 صحـ : 407 مكتبة دار إحياء التراث العربي","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"وَلَوْ سَبَقَ مَاءُ الْمَضْمَضَةِ أَوْ اَلإِسْتِنْشَاقِ إلَى جَوْفِهِ الشَّامِلِ لِدِمَاغِهِ أَوْ بَاطِنِهِ فَالْمَذْهَبُ أَنَّهُ إنْ بَالَغَ مَعَ تَذَكُّرِهِ لِلصَّوْمِ وَعِلْمِهِ بِعَدَمِ مَشْرُوعِيَّةِ ذَلِكَ أَفْطَرَِ لأَنَّ الصَّائِمَ مَنْهِيٌّ عَنْ الْمُبَالَغَةِ كَمَا مَرَّ وَيَظْهَرُ ضَبْطُهَا بِأَنْ يَمْلاَ فَمَهُ أَوْ أَنْفَهُ مَاءً بِحَيْثُ يَسْبِقُ غَالِبًا إلَى الْجَوْفِ ( قَوْلُهُ وَيَظْهَرُ ضَبْطُهَا بِأَنْ يَجْعَلَ بِفَمِهِ أَوْ أَنْفِهِ مَاءً إلَخْ ) قَدْ يُقَالُ ظَاهِرُ كَلاَمِهِمْ ضَرَرُ السَّبْقِ بِالْمُبَالَغَةِ الْمَعْرُوفَةِ وَإِنْ لَمْ يَمْلاَ فَمَهُ أَوْ أَنْفَهُ كَمَا ذُكِرَ سم عَلَى حَجّ اهـ ع ش ( قَوْلُهُ بِحَيْثُ يَسْبِقُ غَالِبًا إلَخْ ) أَيْ لِكَثْرَتِهِ وَيَظْهَرُ أَنَّ مِثْلَهُ مَا لَوْ كَانَ الْمَاءُ قَلِيلاًلَكِنَّهُ بَالَغَ فِي إدَارَتِهِ فِي الْفَمِ وَجَذْبِهِ فِي اْلأَنْفِ إدَارَةً وَجَذْبًا يَسْبِقُ مَعَهُمَا الْمَاءُ غَالِبًا بَصْرِيٌّ اهـ\r32. BATASAN ADAT TERKAIT PUASA NISHFU SYA'BAN\rBerpuasa pada paruh akhir bulan Sya'bân hukumnya haram, kecuali bagi meraka yang sebelumnya sudah membiasakan puasa. Sebatas manakah seseorang dianggap \"membiasakan puasa\" terkait masalah di atas ?\rJawab : Ketika orang tersebut pernah melakukan puasa sebelum separuh akhir bulan Sya'bân, meskipun hanya seminggu sekali atau sebulan sekali, dengan syarat terus dilakukan. Apabila sebelum separuh akhir bulan Sya'bân pernah absen, meskipun hanya satu kali, maka ia tidak diperkenankan melakukan puasa pada paruh akhir bulan Sya'bân. Referensi:\r& الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 2 صحـ : 76 مكتبة الإسلامية","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"( وَسُئِلَ ) فَسَّحَ اللَّهُ فِي مُدَّتِهُ بِمَا لَفْظُهُ يَحْرُمُ الصَّوْمُ بَعْد نِصْفِ شَعْبَانَ إنْ لَمْ يَعْتَدْهُ أَوْ يَصِلُهُ بِمَا قَبْلَهُ مَا ضَابِطُ الْعَادَةِ هُنَا وَيَوْمِ الشَّكّ ( فَأَجَابَ ) بِقَوْلِهِ الَّذِي يَظْهَرُ أَنَّهُ يُكْتَفَى فِي الْعَادَةِ بِمَرَّةٍ إنْ لَمْ يَتَخَلَّل فِطْرُ مِثْل ذَلِكَ الْيَوْمِ الَّذِي اعْتَادَهُ فَإِذَا اعْتَادَ صَوْمَ اَلإِثْنَيْنِ فِي أَكْثَرِ أَسَابِيعِهِ جَازَ لَهُ صَوْمُهُ بَعْد النِّصْفِ وَيَوْمِ الشَّكِّ وَإِنْ كَانَ أَفْطَرَهُ قَبْلَ ذَلِكَ ِلأَنَّ هَذَا يَصْدُقُ عَلَيْهِ عُرْفًا أَنَّهُ مُعْتَادُهُ وَإِنْ تَخَلَّلَ بَيْن عَادَتِهِ وَصَوْمِهِ بَعْد النِّصْفِ فَطَرَهُ وَأَمَّا إذَا اعْتَادَهُ مَرَّةً قَبْلَ النِّصْفِ ثُمَّ أَفْطَرَهُ مِنْ اْلاًسْبُوعِ الَّذِي بَعْدَهُ ثُمَّ دَخَلَ النِّصْفُ فَالظَّاهِرُ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ لَهُ صَوْمُهُ ِلأَنَّ الْعَادَةَ حِينَئِذٍ بَطُلَتْ بِفِطْرِ الْيَوْمِ الثَّانِي بِخِلاَفِ مَا إذَا صَامَ اَلإِثْنَيْنِ الَّذِي قَبْلَ النِّصْفِ ثُمَّ دَخَلَ النِّصْفُ مِنْ غَيْرِ تَخَلُّلِ يَوْمِ اثْنَيْنِ آخَرَ بَيْنَهُمَا فَإِنَّهُ يَجُوزُ صَوْمُ اَلإِثْنَيْنِ الْوَاقِعِ بَعْدَ النِّصْفِ ِلأَنَّهُ اعْتَادَهُ وَلَمْ يَتَخَلَّلْ مَا يُبْطِلُ الْعَادَةَ فَإِذَا صَامَهُ ثُمَّ أَفْطَرَهُ مِنْ أُسْبُوعٍ ثَانٍ ثُمَّ صَادَفَ اَلإِثْنَيْنِ الثَّالِثُ يَوْمَ الشَّكِّ فَالظَّاهِرُ أَنَّهُ يَجُوْز ُلَهُ صَوْمُهُ وَلاَ يَضُرُّ حِينَئِذٍ تَخَلُّلُ فِطْرِهِ ِلأَنَّهُ سَبَقَ لَهُ صَوْمُهُ بَعْد النِّصْفِ وَذَلِكَ كَافٍ اهـ\r33. BULAN RAMADLAN BAGI PENGANTEN BARU","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Bagi mereka yang baru menikah tentunya semangat tempurnya menggebu-gebu. Baik siang ataupun malam tidak ada bedanya. Asalkan masih kuat, gas siap ditancap. Lain halnya ketika memasuki bulan Ramadlan. Disiang harinya mereka harus bersabar menahan kebutuhan biologisnya, walaupun mereka masih bisa bercumbu. Apakah berciuman bagi suami istri diperbolehkan, mengingat nafsu penganten baru sangat menggebu-gebu ?\rJawab: Diperbolehkan, jika hal itu tidak menimbulkan keluarnya sperma atau keinginan untuk bersetubuh. Referensi:\r& تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء 3 صحـ : 411 مكتبة دار إحياء التراث العربي\rقَالَ اَْلإسْنَوِيُّ وَالْمُرَادُ بِتَحْرِيكِهَا أَنْ يَصِيرَ بِحَيْثُ يَخَافُ مَعَهَا الْجِمَاعَ أَوِاْلإنْزَالَ كَمَا قَالَهُ فِي التَّتِمَّةِ وَلِهَذَا عَبَّرَ فِي الرَّوْضَةِ بِقَوْلِهِ يُكْرَهُ لِمَنْ حَرَّكَتْ شَهْوَتَهُ وَلاَ يَأْمَنُ عَلَى نَفْسِهِ قَالَ أَعْنِي اَْلإسْنَوِيَّ وَقَدْ عُلِمَ مِنْ هَذَا أَنَّهَا لاَ تَحْرُمُ بِمُجَرَّدِ التَّلَذُّذِ وَنَقَلَ اَْلإمَامُ فِي الظِّهَارِ عَنْ بَعْضِهِمْ التَّحْرِيمَ وَخَطَّأَهُ فِيهِ اهـ بِرّ وَلاَ يَخْفَى أَنَّهُ إذَا لَمْ تَحْرُمْ الْقُبْلَةُ بِمُجَرَّدِ التَّلَذُّذِ لاَ يَحْرُمُ النَّظْرُ وَالْفِكْرُ بِمُجَرَّدِ ذَلِكَ بِاْلأَوْلَى فَحَيْثُ قِيلَ بِحُرْمَةِ —\r0171. Benarkah Puasa 1 Hari dalam Sepekan Hukumnya Makruh ??\rPERTANYAAN :\rHady Wantoro\rAssalamualaikm wr.wb. ada pertanyaan titipan benarkah jika puasa dalam seminggu makruh jika puasanya hanya senin saja atau kamis saja dengan alasan menyerupai puasanya umat lain yang dilakukan sehari dalam seminggu...monggo\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"Waalaikumsalam wr wb. Yang terdapat dalil kemakruhan menyendirikan hari-hari dalam seminggu untuk dipuasai adalah hari JUMAT, SABTU dan AHAD sedang hari SENIN dan KAMIS tidak terdapat.\rويكره إفراد يوم الجمعة بالصوم و يكره أو الأحد بالصوم وأما جمع واحد منها مع غيره فلا يكره وصوم الدهر غير يومي العيد وأيام التشريق مكروه لمن خاف به ضررا أو فوت حق واجب أو مستحب ومستحب لغيره\r\"Dimakruhkan menyendirikan puasa di hari jumat, sabtu atau ahad, sedang bila dikumpulakan dengan hari lain maka tidak makruh, makruh juga puasa DAHR (sepanjang tahun) kecuali di dua hari raya dan hari-hari tasyriq 911, 12 dan 13 dzul hijjah) bagi yang dikwatirkan terjadi bahaya dalam dirinya atau terbengkalainya tanggung jawab yang wajib ataupun yang sunat, namun bila tidak dikhawatirkan hukumnya sunat”. [ Sirooj al-Wahaab I/146 ].\r- 1 - يكره إفراد يوم الجمعة عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول : \" لا يصومن أحدكم يوم الجمعة إلا يوما قبله أو بعده \" ( 1 )\r2 - وكذا إفراد يوم السبت أو الأحد لحديث عبد الله بن بسر عن أخته رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : \" لا تصوموا يوم السبت إلا فيما افترض الله عليكم \" ( 2 ) . ولأن اليهود تعظم يوم السبت والنصارى تعظم يوم الأحد\rفإن لم يفرد ذلك ووصله بما قبله أو بعده فلا كراهة وكذا إن وجد سبب من عادة أو نذر\r________________\r( 1 ) البخاري ج 2 / كتاب الصوم باب 62 / 1884\r( 2 ) الترمذي ج 3 / كتاب الصوم باب 43 / 744","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"Makruh menyendirikan puasa di hari jumat berdasarkan hadits riwayat Abu hurairah ra : Aku mendengar Nabi Muhammad shallaallaahu alaihi wa sallam bersabda “Janganlah seorang diantara kalian menghususkan puasa dihari jumat kecuali digabung dengan hari sebelum atau sesudahnya”. (HR bukhori Juz II Kitab Shoum 62/1884).\r”Makruh juga menyendirikan puasa di hari sabtu atau ahad berdasarkan hadits riwayat Abdillah Bin basar dari saudara perempuannya ra. Bahwa Rasulullaah shallaahu alaihio wa sallam bersabda “Janganlah kalian puasa dihari sabtu kecuali yang diwajibkan Allah atasmu”. (HR Turmudzi Juz III Kitab shoum 43/744).\rDan karena orang-orang yahudi menghormati hari sabtu dan orang nasrani menghormati hari ahad. Namun dalam kesemuanya bila hari-hari tersebut tidak dipuasai secara sendiri dengan disambung bersama hari sebelum/setelahnya maka tidak lagi makruh begitu juga saat terdapat sebab/alasan menjalani puasa (Jumat, sabtu dan ahad) baik yang berupa sebab kebiasaan atau sebab karena nadzar”. [ Fiqh al’Ibaadah- assyaafi’i I/156 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.....\r0104. Puasa Setahun Penuh ( Dahr )\rPERTANYAAN :\rMuhammad Mujtahid Muthlaq\rBiar tidak diseneni kepala suku... tak pisah pertanyaane...hihihi..... Bagaimana kalau puasa DALAA'ILUL KHOIROOT.. yang puasanya dalam jangka 3,5 tahun tidak berhenti2 kecuali hari2 yang diharamkan... boleh nggak...? mohon pencerahannya mbah kakung lan asatidz asatidzah yang ada disini...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rPuasa DAHR ( sepanjang tahun selain hari raya dan hari tasyriq )","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"وقال الشافعية (1) : يكره إفراد الجمعة بالصوم، وإفراد السبت والأحد بالصوم، وصوم الدهر غير العيد والتشريق لمن خاف به ضرراً أو فوت حق واجب أو مستحب، للنهي الم...تقدم عنها في الأحاديث السابقة، ولخبر البخاري: «إن لربك عليك حقاً، ولأهلك عليك حقاً، ولجسدك عليك حقاً» ، وعليه حمل خبر الصحيحين: «لا صام من صام الأبد» .\rويستحب صوم الدهر لمن لم يخف ضرراً أو فوت حق، لإطلاق الأدلة، ولأنه صلّى الله عليه وسلم قال: «من صام الدهر ضيقت عليه جهنم هكذا، وعقد تسعين» (2)\r__________\r(1) مغني المحتاج: 447/1 ومابعدها، المهذب: 188/1 ومابعدها.\r(2) رواه البيهقي وأحمد، ومعنى «ضيقت عليه» أي عنه، فلم يدخلها، أو لا يكون له فيها موضع (نيل الأوطار: 255/4)\rMenurut kalangan Madzhab syafiiyyah (Mughni Almuhtaaj I/447) makruh hukumnya mengkhususkan puasa jumah, sabtu dan ahad dan juga makruh puasa DAHR (puasa sepanjang tahun) kecuali hanya berbuka dihari Ied dan hari-hari tasyriq bagi orang yang khawatir terjadi bahaya dalam dirinya atau terbengkalainya tanggungjawab pada dirinya baik yang bersifat wajib atau sunat (seperti mencukupi keluarga) berdasarkan hadits yang tersebut dahulu dan hadits\rإن لربك عليك حقاً، ولأهلك عليك حقاً، ولجسدك عليك حقاً» ، وعليه حمل خبر الصحيحين: «لا صام من صام الأبد\r“Sesungguhnya dalam dirimu ada kewajiban terhadap Tuhanmu, keluargamu dan jasadmu”\rDan dalam sebuah hadist disebutkan :\rلا صام من صام الأبد","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"“Tidak ada puasa sepanjang tahun” (HR Bukhori Muslim) cenderung diarahkan pengertiannya pada hadits ini, Bagi orang yang tidak mengkhawatirkan terjadi bahaya dalam dirinya, atau terbengkalainya tanggungjawab pada dirinya di sunahkan puasa DAHR karena hadits-hadits yang diatas masih bersifat muthlak dan dengan berdasarkan hadits nabi yang lain\rمن صام الدهر ضيقت عليه جهنم هكذا، وعقد تسعين\r“Barangsiapa puasa DAHR menjadi sempit baginya neraka jahannam (artinya dia tidak memasukinya, atau tidak ada tempat baginya dalam neraka jahanam\". [ Kitab Nail al-Authaar IV/255. HR Imam Baehaqi dan Ahmad]. Fiqh Al-Islaam wa Adillatuhu III/22.\r0110. Menggabungkan Niat Puasa\rPERTANYAAN :\rAdirianto Wong Farobian\rAssalamualaikum mbah jenggot..... saya mau tanya apa boleh penggabungan niat dalam 1 perkara.... seperti sekarang puasa rajab dan digabung dengan puasa senin kamis... mohon penjelasannya mbah....\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rWa`alaikum Salam. Menggabung niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Arofah dan puasa senin / kamis adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya. Sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Kurdi. Bahkan menurut Imam Al-Barizi puasa sunnah seperti hari ‘Asyuro, jika diniati puasa lain seperti qadha ramadhan tanpa meniatkan pauasa Asyura’ tetap mendapatkan pahala keduanya. Adapun puasa 6 hari bulan syawal jika digabung dengan qadha ramadhan, maka menurut imam Romli mendapatkan pahala keduanya. Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.\rإعانة الطالبين – (ج 2 / ص 252)","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"(وقوله: النفل) منصوب بنزع الخافض وهو عن، والتقدير: واحترز باشتراط التعيين في الفرض عن النفل. وكان المناسب أن يقول هنا أيضا: واحترز بقولي في الفرض من حيث اشتراط التعيين في الفرض عن النفل، لان المحترز به هو الفرض، لا اشتراط التعيين. فتنبه. وقوله: أيضا، أي كما احترز باشتراط التبييت في الفرض عن النفل. وقوله: فيصح: أي النفل – أي صومه. وقوله: ولو مؤقتا: غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة، أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا – كصوم الاثنين، والخميس، وعرفة، وعاشوراء، وأيام البيض – أو لا: كأن يكون ذا سبب – كصوم الاستسقاء – بغير أمر الامام، أو نفلا مطلقا. (قوله: بنية مطلقة) متعلق بيصح، فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول: نويت الصوم. (قوله: كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة.وفي الكردي ما نصه: في الاسنى – ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي – الصوم في الايام المتأكد صومها منصرف إليها، بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ: زاد في الايعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا، نواه معه أو لا. وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة يوم الخميس. اه. وكلام التحفة كالمتردد في ذلك. اه. (قوله: نعم بحث في المجموع إلخ) هذا إنما يتم له إن ثبت أن الصوم في الايام المذكورة مقصود لذاتها. والمعتمد: كما يؤخذ من عبارة الكردي المارة آنفا – أن القصد وجود صوم فيها. فهي كالتحية، فإن نوى التطوع أيضا حصلا، وإلا سقط الطلب عنه، وبهذا فارق رواتب الصلوات. (قوله: كعرفة وما معها) أي وما يذكر معها عند تعداد الرواتب – كعاشورا، وستة من شوال، والايام البيض، والايام السود -. (قوله: فلا يحصل غيرها) أي من قضاء أو كفارة. (وقوله: معها) أي الرواتب. (وقوله: وإن نوى) أي غير الرواتب. (قوله: بل مقتضى القياس) أي على رواتب الصلاة. (وقوله: أن نيتهما) أي الرواتب وغيرها، كأن نوى","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"صوم عرفة وقضاء أو كفارة. (وقوله: مبطلة) أي لان الراتب لا يندرج في غيره، فإذا جمعه مع غيره لم يصح، للتشريك بين مقصودين. (قوله: كما لو نوى الظهر وسنته) أي فإن ذلك مبطل، وقد علمت الفرق – فلا تغفل.\rفتح الوهاب – (ج 1 / ص 206)\r(وتعيينه) أي الفرض قال في المجموع، وينبغي اشتراط التعيين في الصوم الراتب كعرفة وعاشوراء وأيام البيض وستة من شوال كرواتب الصلاة وأجيب بأن الصوم في الايام المذكورة منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت أيضا كتحية المسجد، لان المقصود وجوب صوم فيها\rبغية المسترشدين ص 113-114\r(مسألة: ك): ظاهر حديث: «وأتبعه ستاً من شوّال» وغيره من الأحاديث عدم حصول الست إذا نواها مع قضاء رمضان، لكن صرح ابن حجر بحصول أصل الثواب لإكماله إذا نواها كغيرها من عرفة وعاشوراء، بل رجح (م ر) حصول أصل ثواب سائر التطوعات مع الفرض وإن لم ينوها، ما لم يصرفه عنها صارف، كأن قضى رمضان في شوّال، وقصد قضاء الست من ذي القعدة، ويسنّ صوم الست وإن أفطر رمضان اهـ. قلت: واعتمد أبو مخرمة تبعاً للسمهودي عدم حصول واحد منهما إذا نواهما معاً، كما لو نوى الظهر وسنتها، بل رجح أبو مخرمة عدم صحة صوم الست لمن عليه قضاء رمضان مطلقاً.\rالفوائد الجنية ج1 ص 153\rقوله : (كل ما المقصود منه الفعل) أي لا حصوله مستقبلا بنية. قوله : (وهي نحو ستة عشر سنة) منها غسل الجمعة هو سنة إذا نوى مع غسل الجنابة, ومنها سلام الخروج من الصلاة إذ نوى به السلام على الحاضرين, ومنها عمرة التطوع إذا نويت مقرونة بحج الفرض, ومنها الصوم عن عرفة إذا نوى معه صوم قضاء أو نذر أو كفارة.\r0113. Air Tertelan Saat Berkumur\rPERTANYAAN :\rSecercah Harapan\rJika boleh bertanya lagi, orang yang berkumur saat puasa kemudian airnya tertelan. Batalkah ?\rJAWABAN :\rAghitsNy Robby\rHukum tertelannya air saat kumur itu tafshil :","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"1. Jika berkumurnya itu disyari'atkn (seperti saat wudlu/mandi) dan tak berlebihan = GA BATAL\r2. Jika berkumurnya itu disyari'atkan tapi berlebihan = BATAL\r3. Jika berkumurnya tak disyari'atkn = BATAL\r(Taqrirotus sadidah:454)\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/301514656538016/\r0222. PUASA MUTIH DAN PENGANTIN WANITA\rJAWABAN :\rNabila Rizkya Azka\rAssaLamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.. . Apa Hukumnya Puasa Mutih.? Syukron Wa jazakallahu AhsanaL Jaza...^^\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam warohmatullaahi wabarakaatuh.. Setiap puasa yang dilakukan sesuai dengan hukum syara’ yang tidak tuntunan pelaksaannya, masuk dalam kategori puasa sunah mutlak, dan niatnya adalah puasa mutlak. Dengan demikian, selama pelaksanaan puasa mutih tersebut tidak mengandung hal-hal yang dilarang dalam agama, maka puasa tersebut termasuk puasa sunah mutlak.\r( وَتَكْفِي نِيَّةٌ مُطْلَقَةٌ فِي النَّفْلِ الْمُطْلَقِ ) كَمَا فِي نَظِيرِهِ مِنْ الصَّلَاةِ ( وَلَوْ قَبْلَ الزَّوَالِ لَا بَعْدَهُ ) { لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَائِشَةَ يَوْمًا هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ غَدَاءٍ قَالَتْ لَا قَالَ فَإِنِّي إذًا أَصُومُ قَالَتْ وَقَالَ لِي يَوْمًا آخَرَ أَعِنْدَكُمْ شَيْءٌ قُلْت نَعَمْ قَالَ إذًا أُفْطِرُ وَإِنْ كُنْت فَرَضْت الصَّوْمَ } رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَ إسْنَادَهُ","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"“Dalam puasa sunah mutlak (yang tidak terkait dengan puasa wajib dan sunah), cara niatnya cukup dengan niat yang mutlak (umum), sebagaimana niat pada salat sunah mutlak. Meskipun letak niatnya sebelum dzuhur, dan tidak boleh setelah dzuhur. Karena Rasulullah Saw suatu hari berkata pada Aisyah: “Apa ada sarapan pagi?” Aisyah menjawab: “Tidak ada.” Nabi berkata: “Kalau begitu saya puasa.” Aisyah menyebutkan: Suatu hari yang lain Nabi bertanya pada saya: “Apa ada sarapan pagi? Saya menjawab:“Ada.” Nabi berkata:“Kalau begitu saya tidak puasa, meski saya perkirakan berpuasa.”. [ Asna almathoolib V/281 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.... Sumber : Hasil Bahts Masail LBM NU Surabaya 2009.\ro…Nabila Rizkya Azka >> Maaf Pak UstadZ kalau Puasa Mutih selama 7 hari sebelum perinakahan itu tujuannya Untuk apa ya ?\ro…Masaji Antoro >> Konon bila dilakukan puasa mutih sebelum nikah 3 atau 7 hari sebelum hari H agar tampil beda, fresh,, dan ngga ada BB.. Hal ini sudah termasuk ke Ranah keniscayaan yang bersifat adat istiadat ini Ning... ^^\ro…Zaine Elarifine Yahya >> Tujuannya adalah agar supaya aura dalam diri kamu menebar.. kesiapan batin untuk menjalani kehidupan baru dalam rumah tangga lebih oke.. ;o\r0236. Cicip masakan dikala puasa\rPERTANYAAN :\rAni Fah\rAssalamu'alaikum. Apa hukumnya mencicipi makanan saat puasa,tapi setelah itu diludahkan kembali???\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Boleh dan tidak makruh bila ada hajat, asal hanya sebatas lidah dan tidak sampai tertelan.Namun bila tidak ada hajat maka dimakruhkan..","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"ومحل الكراهة ان لم تكن له حاجة اما الطباح رجلا كان او امراءة ومن له صغير يعلله فلا يكره في حقهما ذلك قاله الزيادي\r\"Dimakruhkan mencicipi makanan (bagi orang yang puasa...) tersebut bila memang bagi orang yang tidak ada kepentingan sedangkan bagi seorang pemasak makanan baik laki-laki atau perempuan atau orang yang memiliki anak kecil yang mengunyahkan makanan buatnya maka tidak dimakruhkan mencicipi makanan buat mereka seperti apa yang di fatwakan Imam Az-Ziyaadi\". (Assyarqowy I/445).\r0247. Suntik dan infus saat berpuasa\rPERTANYAAN :\rToni Imam Tontowi\rSuntik sama infus itu mbatalin puasa ataukah tidak ?\rJAWABAN :\rIwan Fathi Fauzan\rAda 5 lubang bagi laki-laki dan 6 bagi perempuan. Jika masuk sesuatu yang kelihatan (ainiyah) ke dalamnya, maka batal lah puasanya, Yaitu Lubang: 1.Hidung, 2.Telinga, 3.Mulut, 4.Dubur, 5.Kemaluan dan 6.Susu (bagi perempuan). [Kitab Sabilul Muhtadin]\rDi kitab tersebut juga disebutkan tiada batal puasanya karena memasukkan jarum suntik, karena kulit tidak termasuk lubang yang terbuka yang 5 atau 6 ini. Ini mazhab Imam Syafi'i 'alaihi ridhwanulloh wa ardhoh. Kalau mazhab Imam Maliki ditambah mata (maka bercelak membatalkan puasa menurut mazhab beliau 'alaihi ridhwanulloh wa ardhoh). Wallahu a'lam. Mohon dikoreksi. Maaf tidak menyertakan teks kitabnya.\rRaden Mas LeyehLeyeh\rAdapun hukum suntik bagi orang yang berpuasa, maka boleh jika dalam keadaan darurat. Namun ulama’ berbeda pendapat dalam masalah suntik membatalkan puasa atau tidak ?\rPendapat pertama : Membatalkan secara mutlak. Karena sampai ke dalam tubuh.","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"Pendapat kedua : Tidak membatalkan secara mutlak. Karena sampainya ke dalam tubuh bukan melalui lubang yang terbuka\rPendapat ketiga : diperinci sebagai berikut :\r1. Jika suntikan tersebut berisi suplemen, sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin, maka membatalkan puasa. Karena ia membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.\r2. Jika tidak mengandung suplemen (hanya berisi obat), maka diperinci :\ra. Apabila disuntikkan lewat pembuluh darah maka membatalkan puasa.\rb. Disuntikkan lewat urat-urat yang tidak berongga maka tidak membatalkan puasa.\rروضة الطالبين وعمدة المفتين – (ج 1 / ص 274)\rفصل في مبيحات الفطر في رمضان وأحكامه : فالمرض والسفر مبيحان بالنص والاجماع كان مقيما صحيح البدن ثم شرط كون المرض مبيحا أن يجهده الصوم معه فيلحقه ضرر يشق احتماله على ما ذكرنا من وجوه المضار في التيمم. ثم المرض إن كان مطبقا فله ترك النية بالليل وإن كان يحم وينقطع نظر إن كان محموما وقت الشروع فله ترك النية وإلا فعليه أن ينوي من الليل ثم إن عاد واحتاج إلى الافطار أفطر وشرط كون السفر مبيحا كونه طويلا ومباحا ولو أصبح صائما ثم مرض في أثناء النهار فله الفطر ولو أصبح مقيما صائما ثم سافر لم يجز له فطر ذلك اليوم وقال المزني يجوز وبه قال غيره من أصحابنا.\rالتقريرات السديدة / 452\rحكم الإبرة : تجوز للضرورةو ولكن اختلفوا في ابطالها للصوم على ثلاث اقوال :\r1. ففي قول : انها تبطل مطلقا لأنها وصلت الى الجوف.\r2. وفي قول : انها لا تبطل مطلقا ، لأنها وصلت الى الجوف من غير منفذ مفتوح.\r3. وقول فيه تفصيل – وهو الأصح- : اذا كانت مغذية فتبطل الصوم, واذا كانت غير مغذية فننظر : اذا كان في العروق المجوفة-وهي الأوردة- : فتبطل، واذا كان في العضل – وهي العروق غير المجوفة – فلا تبطل\rEdy Humaidi","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Saya copaskan dari Bahtsul Masaail PP Nurul Hudaa/1997/35.Berobat Dalam Keadaan Puasa :\rSaya adalah seorang karyawan rumah sakit Islam di Mojokerto dan sering menjumpai permasalahan sebagaimana di bawah, khususnya di bulan Ramadlan ini. Adapun permasalahannya itu sebagai berikut:\r1.…Bagamana hukumnya orang puasa yang diberi injeksi/suntikan?\r2.…Bagaimana hukumnya orang yang berpuasa dipasang infus?\r3.…Bagaimana hukumnya orang puasa yang diberi obat tetes mata/tetes mata atau tetes telinga?\rJawaban:\r1.…Orang yang berpuasa dan disuntik, puasanya tidak batal, sebab obat yang dimasukan melalui injeksi itu adalah ke dalam daging, dan tidak ke dalam rongga badan.\rDasar pengambilan Kitab Al Mahali, Hamisy dari Kitab Al Qalyubi juz 2 halaman 56:\rوَلَوْ اَوْصَلَ الدَّوَاءَ لِجَرَاحَةٍ عَلَى اسَّاقِ اِلَى دَاخِلِ الَّلخْمِ اَوْ غَرَزَ فِيْهِ سِكَّيْنًا وَصَلَتْ مُحَّهُ لَمْ يُفْطِرْ لأَِنَّهُ لَيْسَ بِجَوْفٍ.\rAndaikata seseorang menyampaikan obat bagi luka betis sampai luka kedalam daging, atau menancapkan pisau pada betis tersebut sampai ke sumsum, maka hal itu tidak sampai membatalkan puasanya, daging itu bukan rongga badan.\r2.…Infus yang diberikan kepada pasien itu ada dua macam, meskipun caranya sama, yaitu infus untuk memasukan obat dan infus untuk memasukan makanan. Namun yang jelas, kedua macam infus tersebut dilakukan dengan memasukan jarum infus ke dalam saluran darah.","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"Masalahnya sekarang, apakah saluran darah itu oleh ilmu kedokteran dianggap rongga seperti usus yang menjadi saluran makanan, maka memasukan jarum injeksi ke dalam urat nadi tersebut oleh ilmu kedokteran tidak di anggap rongga seperti usus, maka memasukan jarum injeksi itu tidak di masukan melalui jarum infus tersebut adalah bahan makanan.\rSebab orang yang di infus dengan bahan makanan, yang terkadang beberapa tube, dia akan sanggup hidup meskipun berbulan-bulan meskipun tanpa makanan dan minuman lewat mulutnya. Maka ditinjau dari kandungan hikmah disyariatkan puasa, memasukan bahan makanan melalui jarum infus dapat membatalkan puasa.\rDasar pengambilan Kitab Al Mahalli, Hamisy dari Kitab Al Qalyubi juz 2 halaman 56:\rوَلَوْ طَعَنَ نَفْسَهُ اَوْ طَعَنَهُ غَيْرُهُ بِاِذْ نهِ فَوَصَلَ السِّكِيْنُ جَوْفَهُ أَفْطَرَ.\rDan andaikata seorang menikam dirinya sendiri atau orang lain menikam dirinya dengan izinnya, kemudian pisaunya sampai pada rongga, maka hal itu membatalkan puasanya.\r3.…Memasukan obat tetes ke dalam telinga hukumnya membatalkan puasa. Memasukkan obat tetes mata tidak membatalkan puasa.\rDasar pengambilan Kitab Al Fiqhul Manhaji ala Madzahibil Imam Asy Syafi'i halaman 84:\rفَا قَطْرَةُ مِنَ الأُذُنِ مُفْطِرَةٌ, لأَنَّهَا مَنْفَدٌ مَفْتُوْحٌ. وَالْقَطْرَةُ فِآ الْعَيْنِ غَيْرُ مُفْطِرَةٍ لأَِنَّهُ مَنْفَدٌ غَيْرُ مَفْتُوْحٍ.\rMaka tetesan ke dalam lubang dari telinga adalah membatalkan puasa, karena telinga itu adalah lubang yang terbuka. Dan tetesan ke dalam mata itu tidak membatalkan puasa, karena mata itu lubang yang tidak terbuka.\r0250. RAHASIA PUASA","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.\rDr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.\r1. Menguatkan Jiwa.\rDalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi.\rManakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya:","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.” (QS 45:23).\rDengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:\r“Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).\r2. Mendidik Kemauan\rPuasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar.\rKarena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.\r3. Badan","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.\r4. Mengenal Nilai Kenikmatan\rDalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh.","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil.\rRasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).\r5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain\rMerasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir.","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi. Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 9:103). Hakam Ahmed ElChudrie\r0274. Qodho puasa untuk Mayit alMarhum atau alMarhumah\rPERTANYAAN :\rSyah Az\rAdakah niat khusus meng-qodho puasa yang diperuntukan bagi orang tua kita yang telah meninggal ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rو الأصح أنه لو أخر القضاء مع امكانه حتى دخل رمضان آخر فمات أخرج من تركته لكل يوم مدان مد للفوات ومد للتأخير للقضاء فان صام عنه وليه وجبت فدية التأخير فقط ومقابل الأصح يكفى مد واحد ومصرف الفدية الفقراء والمساكين دون بقية الأصناف","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"Menurut pendapat yang paling shahih (paling benar) bila seseorang mengakhirkan qadha puasa ramadhan hingga datangnya ramadhan yang lain (berikutnya) sementara terdapat kesempatan baginya sebelumnya mengqadhanya, kemudian ia meninggal maka dikeluarkan dari harta peninggalannya untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan dua Mud, satu mud akibat pengganti puasa yang diqadha, satu mud sebab pengakhiran qadha. Bila walinya berpuasa qadha untuknya maka hanya diwajibkan satu mud sebab pengakhiran qadha, sedang menurut muqabil ashah (bandingan pendapat yang paling shahih diatas) : Cukup baginya satu mud. Saluran Mud bentuk fidyah ini pada fakir miskin bukan golongan yang berhak menerima zakat yang lainnya. [As-Siraaj al-Wahhaaj I/145].\rSedang niatnya : Boleh semisal \"NAWAITU SHOUMA GHODIN LI QADHAA-I SHOWMI ROMADHAANA\"…….. (nama orang meninggal yang diqadhai puasanya) FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.\rBoleh juga pake bahasa Indonesia, jawa, madura… silahkan asal pengertiannya “Berniat puasa untuk sifulan yang telah meninggal\"\r0277. OBAT ANTI HAIDH DAN PUASA RAMADHAN\rPERTANYAAN :\rAyi Yuniar\r1. Demi ingin berpuasa sebulan penuh seorang muslimah mngkonsumsi obat anti haid. Bagaimana menurut islam yang demkian itu ?\r2. Gabriel mencoba meminumkan obat tersebut kepada istrinya agar ia dapat menggarap sawah sebulan penuh. Bagamanakah Islam menyikapinya ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"Dalam dua pertanyaan di atas menurut kalangan Syafi'iyyah diperbolehkan asalkan tidak menimbulkan bahaya pada dirinya. Berikut uraiannya, sekaligus pendapat-pendapat kalangan madzhab selain syafiiyyah tentang wanita yang minum obat pencegah datangnya haid.\rوَفِيْ فَتَاوَى الْقَمَّاطِ مَا حَاصِلُهُ جَوَازُ اسْتِعْمَالِ الدَّوَاءِ لِمَنْعِ الْحَيْضِ\r\"Dalam Fatawa Al Qammaath (Syeikh Muhammd ibn al Husein al Qammaath) di simpulkan diperbolehkannya menggunakan obat untuk mencegah datangnya haid.\" (Ghayatut Talkhis: 196). Sumber kitab : Ghooyah at-Talkhiish al-Murood 247 / halaman 196, maktabah syamilah (Fiqh Syafi’iyyah).\rاَلْمَالِكِيَّةُ قَالُوْا\rأَمَّا أَنْ تَصُوْمَ الْحَيْضُ بِسَبَبِ دَوَاءٍ فِيْ غَيْرِ مَوْعِدِهِ فَإِنَّ الظَّاهِرَ عِنْدَهُمْ أَنَّهُ لَا يُسَمَّى حَيْضًا وَلَا تَنْقَضِيْ بِهَ عِدَّتُهَا وَهَذَا بِخِلَافِ مَا إِذَا اسْتَعْمَلَتْ دَوَاءً يَنْقَطِعُ بِهِ الْحَيْضُ فِيْ غَيْرِ وَقْتِهِ الْمُعْتَادِ فَإِنَّهُ يُعْتَبَرُ طُهْرًا وَتَنْقَضِيْ بِهِ الْعِدَّةُ عَلَى أَنَّهُ لَا يَجُوْزُ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَمْنَعَ حَيْضَهَا أَوْ تَسْتَعْجِلُ إِنْزَالَهُ إِذَا كَانَ ذَلِكَ يَضُرُّ صِحَّتَهَا لِأَنَّ الْمُحَافَظَةَ عَلَى الصِّحَّةِ وَاجِبَةٌ\r\"Kalangan Malikiyyah berpendapat :","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"Haid adalah darah yang yang keluar dari alat kelamin wanita pada usia yang ia bisa hamil menurut kebiasaan umum. Bila wanita menjalani puasa akibat obat yang mencegah haid hadir dalam masanya, menurut pendapat yang zhahir masa-masa tidak dikatakan haid dan tidak menghabiskan masa iddahnya, berbeda saat ia menjalani haid dan meminum obat untuk menghentikan haidnya diselain waktu kebiasaannya, maka ia dinyatakan suci namun iddahnya dapat terputus karena sesungguhnya tidak boleh bagi seorang wanita mencegah atau mempercepat keluarnya darah haid bila membahayakan kesehatannya karena menjaga kesehatan wajib hukumnya.\" (al-Fiqhu 'ala Madzahibil 'Arba'ah, 1/103). Sumber kitab: Al Fiqh ‘alaa Madzaahib al-Arba’ah I/103, maktabah syamilah (Fiqh Muqaarin). Sumber link : http://islamport.com/w/fqh/Web/2793/102.htm(1/103)\rأَحْكَامٌ عَامَّةٌ\rأَوَّلًا - إِنْزَالُ وَرَفْعُ الْحَيْضِ بِالدَّوَاءِ\rصَرَّحَ الْحَنَابِلَةُ بِأَنَّهُ يَجُوْزُ لِلْمَرْأَةِ شُرْبُ دَوَاءٍ مُبَاحٍ لِقَطْعِ الْحَيْضِ إِنْ أُمِنَ الضَّرَرُ ، وَذَلِكَ مُقَيَّدٌ بِإِذْنِ الزَّوْجِ . لأِنَّ لَهُ حَقًّا فِي الْوَلَدِ ، وَكَرِهَهُ مَالِكٌ مَخَافَةَ أَنْ تُدْخِل عَلَى نَفْسِهَا ضَرَرًا بِذَلِكَ فِي جِسْمِهَا . كَمَا صَرَّحُوا بِأَنَّهُ يَجُوْزُ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَشْرَبَ دَوَاءً مُبَاحًا لِحُصُوْل الْحَيْضِ ، إِلاَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهَا غَرَضٌ مُحَرَّمٌ شَرْعًا كَفِطْرِ رَمَضَانَ فَلاَ يَجُوْزُ .","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"ثُمَّ إِنَّ الْمَرْأَةَ مَتَى شَرِبَتْ دَوَاءً وَارْتَفَعَ حَيْضُهَا فَإِنَّهُ يُحْكَمُ لَهَا بِالطَّهَارَةِ ، وَأَمَّا إِنْ شَرِبَتْ دَوَاءً وَنَزَل الْحَيْضُ قَبْل وَقْتِهِ فَقَدْ صَرَّحَ الْمَالِكِيَّةُ بِأَنَّ النَّازِل غَيْرُ حَيْضٍ وَأَنَّهَا طَاهِرٌ . فَلاَ تَنْقَضِي بِهِ الْعِدَّةُ ، وَلاَ تَحِل لِلأزْوَاجِ ، وَتُصَلِّيْ وَتَصُوْمُ لاِحْتِمَال كَوْنِهِ غَيْرَ حَيْضٍ ، وَتَقْضِي الصَّوْمَ دُوْنَ الصَّلاَةِ احْتِيَاطًا لاِحْتِمَال أَنَّهُ حَيْضٌ .\rوَقَدْ صَرَّحَ الْحَنَفِيَّةُ بِأَنَّهُ إِذَا شَرِبَتِ الْمَرْأَةُ دَوَاءً فَنَزَل الدَّمُ فِي أَيَّامِ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ حَيْضٌ وَتَنْقَضِيْ بِهِ الْعِدَّةُ\r(1) حاشية ابن عابدين 1 / 202 ، حاشية الدسوقي 1 / 167 ، 168 ، مواهب الجليل 1 / 366 ، كشاف القناع 1 / 218\rHukum umum\rKeluar dan hilangnya haid akibat obat. Kalangan Hanabilah menjelaskan : Diperkenankan bagi wanita meminum obat yang diperbolehkan syara’ untuk memutus datangnya haid bila aman dari bahaya, itupun bila seijin suami karena suami punya hak anak atas dirinya, Imam malik memakruhkannya bila menimbulkan bahaya dalam raganya seperti diperkenankan baginya meminum obat yang diperbolehkan syara’ untuk mendapatkan masa haidnya hanya saja bila bertujuan yang diharamkan syara’ seperti agar tidak berpuasa dibulan ramadhan maka tidak diperkenankan.","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"Wanita yang meminum obat kemudian hilang haidnya maka dihukumi wanita suci, namun wanita yang meminum obat agar mendapatkan haidnya sebelum masanya tiba maka darah yang keluar menurut kalangan malikiyyah bukanlah darah haid dan dia tetap dikatakan suci dan tidak habis iddahnya dan tidak halal untuk dinikahi, baginya tetap wajib sholat dan puasa karena kemungkinannya bukan darah haid, boleh mengqadha puasanya bukan shalatnya karena kemungkinan yang keluar darah haid.\rKalangan Hanafiyyah menjelaskan : Wanita yang meminum obat kemudian keluar darah haid pada masa-masanya, yang keluar adalah darah haid dan menghabiskan masa iddahnya.\" (Haasyiyah Ibn ‘Aabidiin I/202, Haasyiyah ad-Daasuqi I/167-168, Mawaahib al-jaliil I/366, Kasysyaaf alQanaa’ I/218). [al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, 18/327]. Sumber kitab: Al Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah XVIII/327 , maktabah syamilah (Fiqh Muqaarin). Sumber link: http://islamport.com/d/2/fqh/1/35/820.html (19/357).\rCatatan:\rBerikut ta’bir Kitab Kasysyaaful Qanaa’ selengkapnya:\r( وَيَجُوزُ شُرْبُ دَوَاءٍ مُبَاحٍ لِقَطْعِ الْحَيْضِ مَعَ أَمْنِ الضَّرَرِ نَصًّا ) كَالْعَزْلِ وَ ( قَالَ الْقَاضِي لَا يُبَاحُ إلَّا بِإِذْنِ الزَّوْجِ ) أَيْ : لِأَنَّ لَهُ حَقًّا فِي الْوَلَدِ ( وَفِعْلُ الرَّجُلِ ذَلِكَ بِهَا ) أَيْ : إسْقَاؤُهُ إيَّاهَا دَوَاءً مُبَاحًا يَقْطَعُ الْحَيْضَ ( مِنْ غَيْرِ عِلْمِهَا يَتَوَجَّهُ تَحْرِيمُهُ ) قَالَهُ فِي الْفُرُوعِ ، وَقُطِعَ بِهِ فِي الْمُنْتَهَى لِإِسْقَاطِ حَقِّهَا مِنْ النَّسْلِ الْمَقْصُودِ .\r( ومثله ) أي مثل شربها دواء مباحا لقطع الحيض ( شربه كافورا ) قال في المنتهى ولرجل شرب دواء مباح يمنع الجماع","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"\"[Diperbolehkan meminum obat yang diperbolehkan syara’ untuk memutus datangnya haid bila aman dari bahaya atas dasar nash] sebagaimana masalah 'azl. [Qadhi Ibnu Muflih berkata: tidak diperbolehkan kecuali dengan sejin suami] sebab suami memiliki hak atas mendapatkan keturunan [serta perbuatan suami akan hal itu] yakni meminumkan obat yang diperbolehkan syara' pada istri untuk memutus haid [tanpa sepengetahuan istrinya pantas dinilai haram] diungkapkan dalam kitab Furu', ditegaskan pula dalam kitab al-Muntaha sebab perbuatan itu melanggar hak istrinya untuk mendapatkan keturunan yang dikehendakinya\r[Sebagaimana hal itu] yakni sebagaimana meminumkan pada istri obat yang diperbolehkan syara' untuk memutus haid [boleh juga meminum air kapur] Dijelaskan dalam kitab al-Muntaha bahwa bagi suami boleh meminum air yang diperbolehkan syara' untuk menolak keinginan persetubuhan.\" (Kasysyaful Qana', 1/218). Sumber kitab : Kasysyaaful Qanaa’ karya Syeikh Manshuur ibn Yunuus al Bahuuti juz II halaman 96, maktabah syamilah (Fiqh Hanabilah). Sumber link: http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=16&ID=444. Wallaahu A’lamu bishshawaab.\r0292. Berpuasa namun berjunub\rPERTANYAAN :\rMulyadi Sholeh\rAda sepasang suami istri melakukan hubungan intim di malam romadhon sehingga dia ketiduran dan ketika terbangun sudah masuk waktu subuh.Bagaimanakah hukum puasanya ?\rJAWABAN :\rHafa Zubair\rPuasanya sah.. sebab syaratnya berpuasa tidak ada ketentuan harus suci dari dua hadats.\rMasaji Antoro\rPUASANYA SAH","part":1,"page":249},{"id":250,"text":"22 - يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل (1) فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ (2) .\r__________\r(1) البدائع 1 / 38 ، والمغني 3 / 109 ، والمهذب 1 / 188 - 189 ، وجواهر الإكليل 1 / 152 - 153 .\r(2) حديث : \" أن عائشة وأم سلمة قالتا : نشهد على رسول الله صلى الله عليه وسلم إن كان ليصبح جنبا من غير احتلام ثم يغتسل ثم يصوم \" أخرجه البخاري ( الفتح 4 / 153 - ط السلفية ) .\rBerpuasa hukumnya SAH bagi orang junub seperti orang yang memasuki shubuh sebelum ia menjalani mandi besar karena Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata : “ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, kemudian ia mandi dan berpuasa” (Hadits Riwayat Bukhari 4/153). ALBADAA-I’ I/38, ALMUGHNI III/109, ALMUHADDZAB I/188-189, JAWAAHIR AL-IKLIIL I/152-153. [ ALMAUSUU’AH ALFIQHIYYAH XVI/55 ].\r0296. Manfaat puasa bagi kesehatan","part":1,"page":250},{"id":251,"text":"Puasa, selain kewajiban bagi umat Islam, juga dari sisi ilmu kedokteran, berpuasa ternyata bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Menurut dari Siti Setiati SpPD, spesialis penyakit dalam dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indoenesia (FKUI), dengan berpuasa, jumlah kalori makanan yang kita konsumsi biasanya akan berkurang. \"Pembatasan jumlah kalori makanan adalah salah satu cara yang telah terbukti dapat memperlambat penuaan. Serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker,\" kata siti Setiati, Rabu (27/7/2011) lalu, di Jakarta.\rSaat berpuasa, umumnya akan terjadi pengurangan jumlah kalori yang diasup hingga 10-40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Hasil penelitian pada binatang menunjukkan, dengan mengurangi jumlah kalori ternyata dapat memperpanjang usia harapan hidup, menurunkan risiko kanker, mencegah berkembangnya penyakit seperti diabetes dan ginjal. \"Penelitian pada manusia juga sudah ada. Dan hasilnya, komposisi lemak tubuh berkurang, tekanan darah membaik, kolesterol turun, risiko diabetes berkurang, dan dapat memperlambat proses penuaan,\" katanya.","part":1,"page":251},{"id":252,"text":"Siti mengatakan, berbagai penelitian dan literatur memang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan. Tetapi, seseorang tentu tidak akan langsung merasakan khasiatnya jika hanya puasa sebulan saja. \"Ini tentu bukan puasa yang hanya dilakukan satu bulan saja. Tetapi harus terus menerus dilakukan dalam bulan-bulan berikutnya,\" jelasnya. Manfaat restriksi (pembatasan) kalori, lanjut Siti, juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Pembatasan kalori, dipercaya dapat memompa jantung menjadi lebih kuat dan membuat seseorang tidak mudah lelah setelah melakukan aktivitas atau olahraga. [ TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA ].\r0300. PUASA : Waktu Imsak Sebelum Adzan Shubuh\rPERTANYAAN :\rIzZa Anisatul Husna\rAssalamu 'alaikum ada sebagian yang mengatakan jam 3 itu belum masuk waktu sahur dan mencantumkan waktu imsak itu bid'ah ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rWaktu sahur sepanjang malam sebelum masuk waktu subuh dan mengenai waktu imsak demikian ini uraiannya...\rWAKTU IMSAK TIDAKLAH SESAT ( Menolak Fatwa Sesat Ulama Salafy )\roleh Aqil Fikri pada 28 Juli 2011 jam 22:01\rMUKADDIMAH","part":1,"page":252},{"id":253,"text":"Dalam beberapa tahun ini muncul fatwa dari Ulama Wahaby yang menfatwakan tentang terlarangnya dan sesatnya jadwal waktu Imsakiyah yang muncul pada bulan Ramadhan, fatwa ini menurut pandangan para wahaby disebabkan ada beberapa hal yaitu waktu imsak adalah bid’ah dan tidak ada pada zaman nabi, waktu imsak di asumsikan wahaby sebagai awal waktu berpuasa padahal mengakhirkan waktu sahur adalah sunnah dan utama, waktu imsak termasuk dalam kategori membuat syareat baru dan kalaupun ada tentu nabi telah melakukannya. Beberapa alas an tersebut begitu mengemuka di permukaan dan difatwakan untuk mensesatkan jadwal waktu imsakiyah yang berkembang di masyarakat, utamanya di daerah muslim Sunni.\rPERSPEKTIF IMSAK MENURUT ILMU FALAK\rWaktu imsak adalah waktu tertentu sebelum shubuh, saat kapan biasanya seseorang mulai berpuasa[1]. Mengenai watu imsak ada yang berpendapat 15 menit[2],10 menit[3], dan ada yang menggunakan 18 menit dan 20 menit sebelum fajar shodiq yang merupakan awal waktu shubuh dan juga awal berpuasa[4]. Dalam hal ini para ahli astronomi berbeda pendapat mengenai irtifa’ (ketinggian matahari ) fajar shadiq yang pada waktu itu dibawah ufuq (horizon) ada yang berpendapat -18,-19,dan -20[5].","part":1,"page":253},{"id":254,"text":"Fenomena ini dalam astronomi disebut dengan Twilight, fenomena ini muncul dibawah horizon sampai matahari terbit pada pagi hari atau setelah matahari terbenam pada sore hari[6]. Pada waktu itu cahaya kemerahan dilangit sebelah timur sebelum matahari terbit, yaitu saat matahari menuju terbit pada posisi jarak zenith 108 derajad dibawah ufuq sebelah timur[7]. Dalam Explanatory Supplemen to The Astronomical Almanac dijelaskan” this is caused by the scattering of sunlight from upper layer of the earth atmosphere. It begins at sunset (ends at sunrise) and is conventionally taken to end (or begin) when the center of the sun reaches an altitude of -18”.[8]\rFajar sendiri dibagi menurut ahli astronomi dapat dibagi menjadi dua, yaitu fajar waktu pagi dan fajar waktu senja hari, secara fiqhi fajar dibagi menjadi dua juga yaitu fajar shodiq dan fajar kadzib, dalam hal ini K. Maisur mengatakan\rوهو المنتشر ضوؤه معترضا ينواحى السماء. بخلاف الكاذب فإنه يطلع مستطيلا ثمّ يذهب ويعتقبه ظلمة.وذالك قبل الصادق[9]","part":1,"page":254},{"id":255,"text":"Dalam ranah fiqih fajar dapat dibagi atas dua macam yaitu fajar shadiq dan fajar kadzib, fajar kadzib adalah fenomena cahaya kemerahan yang tampak dalam beberapa saat kemudian menghilang sebelum fajar shadiq, dalam dunia ilmu astronomi sering disebut Twilight False atau Zodiacal light, Fajar kadzib terjadi akibat hamburan cahaya matahari oleh debu-debu antar planet di ekliptika,sedangkan fajar shadiq adalah fenomena astronomical twilight yang muncul setelah fajar kadzib. Para Ahli Fiqih memberi gambaran bahwa fenomena fajar shadiq ketika mega putih (biyadh) dari horizon telah tampak dari arah timur, hal tersebut telah dijelaskan dalam surat Al-Baqoroh ayat 187 dimana waktu melakukan puasa adalah ketika terbitnya fajar (fajar shadiq) sampai tenggelamnya matahari.[10]\rWAKTU IMSAK DALAM PERDEBATAN\rDalam pemaparan diatas waktu imsak adalah suatu waktu sebelum waktu shubuh dimana juga menjadi awal untuk menjalankan ibadah Puasa, dari gambaran ini sungguh salah apabila diyakini bahwa awal berpuasa dimulai pada waktu imsak ini dan ini kemudian yang disalah persepsikan oleh ulama-ulama salafy, penggunaan waktu imsak ternyata berkaitan dengan kehati-hatian (ikhtiyat) dalam menjalankan awal ibadah puasa, dalam menyikapi fatwa sesat dari salafy setidaknya ada beberapa hal yang bias kita fahami, antara lain:","part":1,"page":255},{"id":256,"text":"Pertama, masalah auqot terkait dengan masalah fenomena alam untuk itu kita harus memahami bahwa masalah auqot berkaitan dengan Sunnatulloh, Sunnatullah mengatur dan berlaku untuk alam semesta (makro kosmos) dan alam manusia (mikro kosmos), hukum ini tidak diwahyukan, tetapi dihamparkan dalam bentangan realitas alam semesta dan alam manusia, yang semuanya tunduk patuh kepadanya dengan sukarela maupun terpaksa, hukum ini berlaku obyektif, pasti dan tetap, diperoleh melalui observasi dan lahirlah science dengan berbagai disiplin ilmu yang melingkupinya, berbeda dengan Dienullah yang khusus mengatur alam manusia yaitu tentang bagaimana harus berprilaku terhadap penciptanya,dirinya sendiri, dan lingkungannya, hukumnya bersifat subyektif, tidak pasti, tidak tetap, hukum ini diwahyukan dan terangkum di dalam Alqur’an dan Hadist, pengetahuannya di peroleh dari telaah kita terhadap teks-teks wahyu, maka lahirlah ilmu fiqih, tafsir, hadits, dll, derajad kebenarannya seberapa akurat ia didukung oleh dalil-dalil naqli yang sifatnya legal formal, ayat-ayat yang berkiatan dengan fajar nampak jelas merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah dan akan dapat difahami dari Sunnatullah.","part":1,"page":256},{"id":257,"text":"Kedua, waktu imsak merupakan bagian dari ikhiyat, artinya waktu imsak diperlukan dalam rangka untuk menjauhkan kita dari kesalahan untuk makan dan minum, maksudnya supaya kita hati-hati dan tidak makan dan minum ketika waktu puasa telah tiba[11]. Hal ini sangat jelas bahwa dalam waktu imsak bukanlah awal melaksanakan puasa dan dugaan serta tuduhan dari salafy salah besar, ihtiyat sangat penting sekali dalam menjalankan ibadah kita, Syekh Ali al-Shobuni mengisyaratkan hal tersebut dengan sebuah qoidah :\rأمور العبادة ينبغي فيها الإحتياط[12]\rAkhirnya dari pemaparan tersebut, maka waktu Imsak yang banyak beredar bukanlah suatu bid’ah yang sesat tetapi bagian dari bid’ah hasanah dalam rangka memudahkan kita dalam menjalankan ibadah Puasa.\r---------------------------------------------------------\r[1] Nur Ahmad Shadiq bin Saryani, Abu Saiful Mujab, Nur al-Anwar min Muntaha al-Aqwal, Madrasah Tasywiq al-Thullab al-Salafiyah, Kudus, 1407H/1986M, hal 66\r[2] ……..opcit, hal 66\r[3] Sjamsul Arifin,Drs.H, Ilmu Falak, STAIN PONOROGO, Ponorogo, 1997M. hal 56\r[4] Al Istanbuly, Sa’id bin Husaein Hamly, Kitab Mawaqit al-Sholat, Hakikat Kitabevi, Istanbul, 1988 M, hal 33\r[5] ……..opcit, hal 33.\r[6] Azhari, Susiknan, Ensiklopedia Hisab Rukyat, Pustaka Pelajar, Jogjakarta, 2005, hal 156.\r[7] …….opcit, hal 53\r[8] Yallop, B.D, Astronomical Phenomena, Explanatory Supplemen to The Astronomical Almanac, University Science, California, 1992, hal 492\r[9] Al-Tursidi, Maisur,K, Al-Hawashil , PP. Mahir al-Riyadh, Kediri, tt, hal 50","part":1,"page":257},{"id":258,"text":"[10] Sabiq, Sayyid, al-Syekh, Fiqh al-Sunnah, Dar el-Fikr,Beirut, 1403H/1983M, hal 369\r[11] Al Istanbuly, Sa’id bin Husaein Hamly, Kitab Mawaqit al-Sholat, Hakikat Kitabevi, Istanbul, 1988 M, hal 33\r[12] Al-Shobuny, Mohammad Ali, Al-Syekh, Rawai’ al-Bayan Tafsir ayat al-Ahkam min al-Qur’an, jilid 2, Dar el-Fikr, Beirut,tt,, hal 205\r0320. SUNTIK DAN BERPUASA\rPERTANYAAN :\rDien Saepudin\rألسلام عليكم و رحمة الله و بركاته\rMohon di cerahkan soal \"Qoul mu'tamad\" mengenai pengobatan dengan cara disuntik ketika puasa itu apakah membatalkan atau tidak ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rوعليكم سلام ورحمة الله وبركاته\rHukum suntik bagi orang yang berpuasa, maka boleh jika dalam keadaan darurat. Namun ulama’ berbeda pendapat dalam masalah suntik membatalkan puasa atau tidak ?\rPendapat pertama : Membatalkan secara mutlak. Karena sampai ke dalam tubuh.\rPendapat kedua : Tidak membatalkan secara mutlak. Karena sampainya ke dalam tubuh bukan melalui lubang yang terbuka\rPendapat ketiga : diperinci sebagai berikut :\r1. Jika suntikan tersebut berisi suplemen, sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin, maka membatalkan puasa. Karena ia membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.\r2. Jika tidak mengandung suplemen (hanya berisi obat), maka diperinci :\ra. Apabila disuntikkan lewat pembuluh darah maka membatalkan puasa.\rb. Disuntikkan lewat urat-urat yang tidak berongga maka tidak membatalkan puasa.\rروضة الطالبين وعمدة المفتين – (ج 1 / ص 274)","part":1,"page":258},{"id":259,"text":"فصل في مبيحات الفطر في رمضان وأحكامه : فالمرض والسفر مبيحان بالنص والاجماع كان مقيما صحيح البدن ثم شرط كون المرض مبيحا أن يجهده الصوم معه فيلحقه ضرر يشق احتماله على ما ذكرنا من وجوه المضار في التيمم. ثم المرض إن كان مطبقا فله ترك النية بالليل وإن كان يحم وينقطع نظر إن كان محموما وقت الشروع فله ترك النية وإلا فعليه أن ينوي من الليل ثم إن عاد واحتاج إلى الافطار أفطر وشرط كون السفر مبيحا كونه طويلا ومباحا ولو أصبح صائما ثم مرض في أثناء النهار فله الفطر ولو أصبح مقيما صائما ثم سافر لم يجز له فطر ذلك اليوم وقال المزني يجوز وبه قال غيره من أصحابنا.\rالتقريرات السديدة / 452\rحكم الإبرة : تجوز للضرورةو ولكن اختلفوا في ابطالها للصوم على ثلاث اقوال :\r1. ففي قول : انها تبطل مطلقا لأنها وصلت الى الجوف.\r2. وفي قول : انها لا تبطل مطلقا ، لأنها وصلت الى الجوف من غير منفذ مفتوح.\r3. وقول فيه تفصيل – وهو الأصح- : اذا كانت مغذية فتبطل الصوم, واذا كانت غير مغذية فننظر : اذا كان في العروق المجوفة-وهي الأوردة- : فتبطل، واذا كان في العضل – وهي العروق غير المجوفة – فلا تبطل\rSumber http://www.forsansalaf.com/2010/meninggalkan-puasa-karena-suntik/\r0332. PUASA : Menelan ludah sewaktu berpuasa\rPERTANYAAN :\rSulton AsSammaqy\rMohon penjelasan yang sejelas-jelasnya apakah menelan air ludah membatalkan puasa ? saya buka fathul mu'in tapi saya masih bingung penjelasan di kitab tersebut.\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rTa'birnya Fat-hul Mu'in sbb :\rلا يفطر بريق طاهر صرف أي خالص ابتلعه من معدنه وهو جميع الفم\rlaa yufthiru biroiqin thoohirin shirfin ai khoolishin ibtala'ahuu min ma'danihii wahuwa jamii'ul fami","part":1,"page":259},{"id":260,"text":"Poso ora batal sbab ngeleg idu kang suci tur murni kang ngeleg saking sumbere idu yoiku sekabehane ruangan cangkem.\rNamun jika air ludah tersebut sengaja dikumpulkan dalam mulut sehingga menjadi banyak lalu ditelan, maka ada dua pendapat.. Ada yang mengatakan tidak membatalkan puasa, dan ada pula yang mengatakan membatalkan puasa. Berikut ta'bir dari Kitab Al-Muhadzdzab :\r، وإن جمع في فمه ريقا كثيرا وابتلعه ففيه وجهان : أحدهما : يبطل صومه ، لأنه ابتلع ما يمكنه الاحتراز منه مما لا حاجة به إليه ، فأشبه ما إذا قلع ما بين أسنانه وابتلعه . والثاني : لا يبطل لأنه وصل إلى جوفه من معدته فأشبه ما يبتلعه من ريقه على عادته\rWA IN JAMA'A FII FAMIHII RAIQAN KATSIIRAN FA IBTALA'AHUU FAFIIHI WAJHAANI, AHADUHUMAA: YABTHULU SHAUMUHUU... WATSTSAANII: LAA YABTHULU\rJika seseorang (yang berpuasa) mengumpulkan air ludah yang banyak dalam mulutnya lalu menelannya, maka ada dua pendapat :\rPertama : Batal puasanya\rKedua : Tidak batal.\rImam Nawawi dalam Syarahnya mengomentari sbb:\rأصحهما : لا يفطر ، ولو اجتمع ريق كثير بغير قصد بأن كثر كلامه أو غير ذلك بغير قصد فابتلعه لم يفطر بلا خلاف\rASHAHHUHUMAA LAA YUFTHIRU, WA LAU IJTAMA'A RAIQUN KATSIIRUN BIGHAIRI QASHDIN BI AN KATSURA KALAAMUHUU AU GHAIRI DZAALIKA BIGHAIRI QASHDIN FA IBTALA'AHUU LAM YUFTHIR BILAA KHILAAFIN\rPendapat yang ashah (paling shahih) tidak membatalkan puasa. Jika ludah banyak terkumpul tanpa disengaja, misalnya banyak berbicara atau yang lainnya dengan tanpa sengaja kemudian menelannya maka tidak membatalkan puasa tanpa ada perbedaan. [ Sumber : Al Majmuu', Syarah al Muhadzdzab juz VI halaman 327 ]. Wallaahu A'lam.","part":1,"page":260},{"id":261,"text":"0421. HUKUM PUASA PATI GENI DAN TIRAKAT\rPERTANYAAN\r1.…Puasa mutih, Puasa ngrowot, Puasa patigeni, boleh apa tidak??\r2.…Apakah tidak termasuk wishol yang dilarang?\rJAWABAN\r1.…Setiap puasa yang dilakukan sesuai dengan hukum syara’ yang tidak tuntunan pelaksaannya, masuk dalam kategori puasa sunah mutlak, dan niatnya adalah puasa mutlak. Dengan demikian, selama pelaksanaan puasa patigeni tidak mengandung hal-hal yang dilarang dalam agama, maka puasa tersebut termasuk puasa sunah mutlak.\rأسنى المطالب - (ج 5 / ص 281)\r( وَتَكْفِي نِيَّةٌ مُطْلَقَةٌ فِي النَّفْلِ الْمُطْلَقِ ) كَمَا فِي نَظِيرِهِ مِنْ الصَّلَاةِ ( وَلَوْ قَبْلَ الزَّوَالِ لَا بَعْدَهُ ) { لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَائِشَةَ يَوْمًا هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ غَدَاءٍ قَالَتْ لَا قَالَ فَإِنِّي إذًا أَصُومُ قَالَتْ وَقَالَ لِي يَوْمًا آخَرَ أَعِنْدَكُمْ شَيْءٌ قُلْت نَعَمْ قَالَ إذًا أُفْطِرُ وَإِنْ كُنْت فَرَضْت الصَّوْمَ } رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَ إسْنَادَهُ\r“Dalam puasa sunah mutlak (yang tidak terkait dengan puasa wajib dan sunah), cara niatnya cukup dengan niat yang mutlak (umum), sebagaimana niat pada salat sunah mutlak. Meskipun letak niatnya sebelum dzuhur, dan tidak boleh setelah dzuhur. Karena Rasulullah Saw suatu hari berkata pada Aisyah: “Apa ada sarapan pagi?” Aisyah menjawab: “Tidak ada.” Nabi berkata: “Kalau begitu saya puasa.” Aisyah menyebutkan: Suatu hari yang lain Nabi bertanya pada saya: “Apa ada sarapan pagi? Saya menjawab:“Ada.” Nabi berkata:“Kalau begitu saya tidak puasa, meski saya perkirakan berpuasa.”","part":1,"page":261},{"id":262,"text":"2. Puasa patigeni (puasa 24 jam) tidak termasuk puasa wishal yang dilarang oleh Rasullah Saw. karena puasa wishal yang dilarang adalah berpuasa selama 2 hari (48 jam).\rالمجموع - (ج 6 / ص 357-359)\rوعن ابي سعيد الخدرى انه سمع النبي صلي الله عليه وسلم يقول \" لا تواصلوا فأيكم ارد ان يواصل فليواصل إلى السحر قالوا فانك تواصل يارسول الله قال إنى لست كهيأتكم اني ابيت لى مطعم يطعمنى وساق يسقيني \" رواه البخاري\rقال أصحابنا وحقيقة الوصال المنهي عنه أن يصوم يومين فصاعدا ولا يتناول في الليل شيئا لا ماء ولا مأكولا فان أكل شيئا يسيرا أو شرب فليس وصالا وكذا إن أخر الاكل الي السحر لمقصود صحيح أو غيره فليس بوصال وممن صرح بأن الوصال أن لا يأكل ولا يشرب ويزول الوصال بأكل أو شرب وان قل صاحب الحاوى وسليم الرازي والقاضى أبو الطيب وامام الحرمين والشيخ نصر والمتولي وصاحب العدة وصاحب البيان وخلائق لا يحصون من اصحابنا\r“Rasul bersabda: Janganlah kalian melakukan puasa wishal. Barangsiapa diantara kalian ingin melakukan wishal, maka lakukanlah hingga waktu sahur (sehari semalam). Para sahabat bertanya: Anda juga melakukan wishal, wahai Rasul? Rasul menjawab: Saya tidak sama dengan kalian. Di saat malam, ada yang memberi makan dan minum kepada saya.” (HR Bukhari)\rPara ulama madzhab Syafii menjelaskan bahwa hakikat puasa wishal yang dilarang adalah puasa dua hari atau lebih tanpa mengkonsumsi makanan dan minuman. Jika seseorang mengkonsumsi makanan atau minuman sedikit saja, maka tidak disebut wishal. Diantara ulama yang menjelaskan bentuk puasa wishal seperti definisi ini adalah Al Mawardi, Salim Al Razi, Qadhi Abu Thayyib, Imam Haramain dan lain lain.\rاسعاد الرفيق 2- 14","part":1,"page":262},{"id":263,"text":"ومنها اى معاصى البدن الوصال فى الصوم ولو نفلا للنهى عنه وفسره فى المجموع نقلا عن الجمهور بان يصوم يومين فاكثر من غير تناول مطعوم عمدا بلاعذر ...الى ان قال... قال الرويانى ولو فعل الوصال لا على قصد التقرب به لم يأثم كما فى الفتح واصله .\r“Diantara perbuatan maksiat tubuh adalah puasa wishal meskipun untuk puasa sunah. Sebab Rasulullah melarang jenis puasa seperti ini. Sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Majmu’nya, puasa wishal adalah puasa selama dua hari atau lebih tanpa mengkonsumsi makanan secara sengaja dan tanpa udzur…. Imam Ruyani mengatakan bahwa bila seseorang melakukan puasa wishal tanpa bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, maka dia tidak berdosa (boleh).”.\rMbah Jenggot\rMenggabung niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Arofah dan puasa senin/kamis adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya. Sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Kurdi. Bahkan menurut Imam Al-Barizi puasa sunnah seperti hari ‘Asyuro, jika diniati puasa lain seperti qadha ramadhan tanpa meniatkan pauasa Asyura’ tetap mendapatkan pahala keduanya. Adapun puasa 6 hari bulan syawal jika digabung dengan qadha ramadhan, maka menurut imam Romli mendapatkan pahala keduanya. Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.\rإعانة الطالبين – (ج 2 / ص 252)","part":1,"page":263},{"id":264,"text":"(وقوله: النفل) منصوب بنزع الخافض وهو عن، والتقدير: واحترز باشتراط التعيين في الفرض عن النفل. وكان المناسب أن يقول هنا أيضا: واحترز بقولي في الفرض من حيث اشتراط التعيين في الفرض عن النفل، لان المحترز به هو الفرض، لا اشتراط التعيين. فتنبه. وقوله: أيضا، أي كما احترز باشتراط التبييت في الفرض عن النفل. وقوله: فيصح: أي النفل – أي صومه. وقوله: ولو مؤقتا: غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة، أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا – كصوم الاثنين، والخميس، وعرفة، وعاشوراء، وأيام البيض – أو لا: كأن يكون ذا سبب – كصوم الاستسقاء – بغير أمر الامام، أو نفلا مطلقا. (قوله: بنية مطلقة) متعلق بيصح، فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول: نويت الصوم. (قوله: كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة.وفي الكردي ما نصه: في الاسنى – ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي – الصوم في الايام المتأكد صومها منصرف إليها، بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ: زاد في الايعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا، نواه معه أو لا. وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة يوم الخميس. اه. وكلام التحفة كالمتردد في ذلك. اه. (قوله: نعم بحث في المجموع إلخ) هذا إنما يتم له إن ثبت أن الصوم في الايام المذكورة مقصود لذاتها. والمعتمد: كما يؤخذ من عبارة الكردي المارة آنفا – أن القصد وجود صوم فيها. فهي كالتحية، فإن نوى التطوع أيضا حصلا، وإلا سقط الطلب عنه، وبهذا فارق رواتب الصلوات. (قوله: كعرفة وما معها) أي وما يذكر معها عند تعداد الرواتب – كعاشورا، وستة من شوال، والايام البيض، والايام السود -. (قوله: فلا يحصل غيرها) أي من قضاء أو كفارة. (وقوله: معها) أي الرواتب. (وقوله: وإن نوى) أي غير الرواتب. (قوله: بل مقتضى القياس) أي على رواتب الصلاة. (وقوله: أن نيتهما) أي الرواتب وغيرها، كأن نوى","part":1,"page":264},{"id":265,"text":"صوم عرفة وقضاء أو كفارة. (وقوله: مبطلة) أي لان الراتب لا يندرج في غيره، فإذا جمعه مع غيره لم يصح، للتشريك بين مقصودين. (قوله: كما لو نوى الظهر وسنته) أي فإن ذلك مبطل، وقد علمت الفرق – فلا تغفل.\rفتح الوهاب – (ج 1 / ص 206)\r(وتعيينه) أي الفرض قال في المجموع، وينبغي اشتراط التعيين في الصوم الراتب كعرفة وعاشوراء وأيام البيض وستة من شوال كرواتب الصلاة وأجيب بأن الصوم في الايام المذكورة منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت أيضا كتحية المسجد، لان المقصود وجوب صوم فيها\rبغية المسترشدين ص 113-114\r(مسألة: ك): ظاهر حديث: «وأتبعه ستاً من شوّال» وغيره من الأحاديث عدم حصول الست إذا نواها مع قضاء رمضان، لكن صرح ابن حجر بحصول أصل الثواب لإكماله إذا نواها كغيرها من عرفة وعاشوراء، بل رجح (م ر) حصول أصل ثواب سائر التطوعات مع الفرض وإن لم ينوها، ما لم يصرفه عنها صارف، كأن قضى رمضان في شوّال، وقصد قضاء الست من ذي القعدة، ويسنّ صوم الست وإن أفطر رمضان اهـ. قلت: واعتمد أبو مخرمة تبعاً للسمهودي عدم حصول واحد منهما إذا نواهما معاً، كما لو نوى الظهر وسنتها، بل رجح أبو مخرمة عدم صحة صوم الست لمن عليه قضاء رمضان مطلقاً.\rالفوائد الجنية ج1 ص 153\rقوله : (كل ما المقصود منه الفعل) أي لا حصوله مستقبلا بنية. قوله : (وهي نحو ستة عشر سنة) منها غسل الجمعة هو سنة إذا نوى مع غسل الجنابة, ومنها سلام الخروج من الصلاة إذ نوى به السلام على الحاضرين, ومنها عمرة التطوع إذا نويت مقرونة بحج الفرض, ومنها الصوم عن عرفة إذا نوى معه صوم قضاء أو نذر أو كفارة\rNi'mah Masykurotun\rUntuk puasa menaun seperti dalail atau qur'an :","part":1,"page":265},{"id":266,"text":"1415 - أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ فُورَكٍ، أَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ، نَا يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ، نَا أَبُو دَاوُدَ، نَا الضَّحَّاكُ بْنُ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «مَنْ صَامَ الدَّهْرَ ضُيِّقَتْ عَلَيْهِ جَهَنَّمُ هَكَذَا، وَعَقَدَ تِسْعِينَ»\r(assunan as shoghir lil baihaqi )\rوَ \" سُنَّ صَوْمُ \" دَهْرٍ غَيْرِ عِيدٍ وَتَشْرِيقٍ إن لم يخف به ضررا أَوْ فَوْتَ حَقٍّ \" لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ الدَّهْرَ ضُيِّقَتْ عَلَيْهِ جَهَنَّمُ هَكَذَا وَعَقَدَ تِسْعِينَ رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ\r(fathul wahab, juz 1, 145, bab puasa sunah)\r(وَ) سُنَّ صَوْمُ (دَهْرٍ غَيْرِ عِيدٍ وَتَشْرِيقٍ إنْ لَمْ يَخَفْ بِهِ ضَرَرًا\rhasiyah jama 'ala syarhil manhaj, juz 2, 351, bab puasa sunah\r(وَ) سُنَّ صَوْمُ (دَهْرٍ غَيْرِ عِيدٍ وَتَشْرِيقٍ إنْ لَمْ يَخَفْ بِهِ ضَرَرًا، أَوْ فَوْتَ حَقٍّ) لِأَنَّهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: «مَنْ صَامَ الدَّهْرَ ضُيِّقَتْ عَلَيْهِ جَهَنَّمُ هَكَذَا\rhasiyah bujairomi 'ala syarhil manhaj, juz 2, 89, bab puasa sunah\rPUASA Menaun Hukumnya Sunah Jika tidak membahayakan tubuh atau menjadikan terlupakannya hak2 Alloh seperti kewajiban shalat, menuntut ilmu, dll\r0462. PUASA : Yang Boleh Meninggalkan Puasa Secara Syari'ah\rDalam keadaan tertentu, syariah membolehkan seseorang tidak berpuasa. Hal ini adalah bentuk keringanan yang Allah berikan kepada umat Muhammad SAW. Bila salah satu dari keadaan tertentu itu terjadi, maka bolehlah seseorang meninggalkan kewajiban puasa.\r1. Safar (perjalanan)","part":1,"page":266},{"id":267,"text":"Seorang yang sedang dalam perjalanan, dibolehkan untuk tidak berpuasa. Keringanan ini didasari oleh Firman Allah SWT:\rDan siapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain (QS Al-Baqarah: 85)\rSedangkan batasan jarak minimal untuk safar yang dibolehkan berbuka adalah jarak dibolehkannya qashar dalam shalat, yaitu 47 mil atau 89 km. Sebagian ulama mensyaratkan bahwa perjalanan itu telah dimulai sebelum mulai berpuasa (waktu shubuh). Jadi bila melakukan perjalanan mulai lepas Maghrib hingga keesokan harinya, bolehlah dia tidak puasa pada esok harinya itu.\rNamun ketentuan ini tidak secara ijma‘ disepakati, karena ada sebagian pendapat lainnya yang tidak mensyaratkan jarak sejauh itu untuk membolehkan berbuka. Misalnya Abu Hanifah yang mengatakan bahwa jaraknya selama perjalanan tiga hari tiga malam. Sebagian mengatakan jarak perjhalan dua hari. Bahkan ada yang juga mengatakan tidak perlu jarak minimal seperti apa yang dikatakan Ibnul Qayyim.\rMeski berbuka dibolehkan, tetapi harus dilihat kondisi berat ringannya. Bila perjalanan itu tidak memberatkan, maka meneruskan puasa lebih utama. Dan sebaliknya, bila perjalanan itu memang sangat berat, maka berbuka lebih utama. Demikian pendapat Abu Hanifah, Asy-Syafi`i dan Malik.","part":1,"page":267},{"id":268,"text":"Sedangkan Ahmad mengatakan bahwa berbuka dalam perjalanan lebih utama. Berbeda dengan keringanan dalam menjama‘ atau mengqashar shalat di mana menjama‘ dan mengqashar lebih utama, maka dalam puasa harus dilihat kondisinya. Meski dibolehkan berbuka, sesungguhnya seseorang tetap wajib menggantinya di hari lain. Jadi bila tidak terlalu terpaksa, sebaiknya tidak berbuka. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW:\rDari Abi Said al-Khudri RA. Berkata, ”Dulu kami beperang bersama Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Di antara kami ada yang tetap berpuasa dan ada yang berbuka. …Mereka memandang bahwa siapa yang kuat untuk tetap berpuasa, maka lebih baik.” (HR Muslim: 1117, Ahmad: 3/12 dan Tirmizy: 713)\r2. Sakit\rOrang yang sakit dan khawatir bila berpuasa akan menyebabkan bertambah sakit atau kesembuhannya akan terhambat, maka dibolehkan berbuka puasa. Bagi orang yang sakit dan masih punya harapan sembuh dan sehat, maka puasa yang hilang harus diganti setelah sembuhnya nanti. Sedangkan orang yang sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil kemungkinannya untuk sembuh, maka cukup dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya.\r3. Hamil dan Menyusui\rWanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan.\r?…Pertama, mereka digolongkan kepada orang sakit. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha‘ (mengganti) di hari lain.","part":1,"page":268},{"id":269,"text":"?…Kedua, mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah.\r?…Ketiga, mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu, karena itu selain wajib mengqadha‘, mereka wajib membayar fidyah.\rPendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi‘i RA. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan/ kekuatan dirinya sendiri, bukan bayinya, maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah.\r4. Lanjut Usia\rOrang yang sudah lanjut usia dan tidak kuat lagi untuk berpuasa, maka tidak wajib lagi berpuasa. Hanya saja dia wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya itu. Firman Allah SWT\r“Dan bagi orang yang tidak kuat/mampu, wajib bagi mereka membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin.” (QS Al-Baqarah)\r5. Lapar dan Haus yang sangat\rIslam memberikan keringanan bagi mereka yang ditimpa kondisi yang mengharuskan makan atau minum untuk tidak berpuasa. Namun kondisi ini memang secara nyata membahayakan keselamatan jiwa sehingga makan dan minum menjadi wajib. Seperti dalam kemarau yang sangat terik dan paceklik berkepanjangan, kekeringan dan hal lainnya yang mewajibkan seseorang untuk makan atau minum.","part":1,"page":269},{"id":270,"text":"Namun kondisi ini sangat situasional dan tidak bisa digeneralisir secara umum. Karena keringanan itu diberikan sesuai dengan tingkat kesulitan. Semakin besar kesulitan maka semakin besar pula keringanan yang diberikan. Sebaliknya, semakin ringan tingkat kesulitan, maka semakin kecil pula keringanan yang diberikan.\rAllah SWT telah berfirman : Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173).\rIni mengacu pada kaidah fiqih yang berbunyi : Bila tingkat kesulitan suatu masalah itu luas (ringan), maka hukumnya menjadi sempit (lebih berat). Dan bila tingkat kesulitan suatu masalah itu sempit (sulit), maka hukumnya menjadi luas (ringan).\rKedaruratan itu harus diukur sesuai dengan kadarnya (ukuran berat ringannya).\r6. Dipaksa atau Terpaksa\rOrang yang mengerjakan perbuatan karena dipaksa di mana dia tidak mampu untuk menolaknya, maka tidak akan dikenakan sanksi oleh Allah. Karena semua itu diluar niat dan keinginannya sendiri.\rTermasuk di dalamnya adalah orang puasa yang dipaksa makan atau minum atau hal lain yang membuat puasanya batal. Sedangkan pemaksaan itu beresiko pada hal-hal yang mencelakakannya seperti akan dibunuh atau disiksa dan sejenisnya. Ada juga kondisi di mana seseorang terpaksa berbuka puasa, misalnya dalam kondisi darurat seperti menolong ketika ada kebakaran, wabah, kebanjiran, atau menolong orang yang tenggelam.","part":1,"page":270},{"id":271,"text":"Dalam upaya seperti itu, dia terpaksa harus membatalkan puasa, maka hal itu dibolehkan selama tingkat kesulitan puasa itu sampai pada batas yang membolehkan berbuka. Namun tetap ada kewajiban untuk mengganti puasa di hari lain.\r7. Pekerja Berat\rOrang yang karena keadaan harus menjalani profesi sebagai pekerja berat yang membutuhkan tenaga ekstra terkadang tidak sanggup bila harus menahan lapar dalam waktu yang lama. Seperti para kuli angkut di pelabuhan, pandai besi, pembuat roti dan pekerja kasar lainnya. Bila memang dalam kondisi yang membahayakan jiwanya, maka kepada mereka diberi keringanan untuk berbuka puasa dengan kewajiban menggantinya di hari lain.\rTetapi mereka harus berniat dahulu untuk puasa serta makan sahur seperti biasanya. Pada siang hari bila ternyata masih kuat untuk meneruskan puasa, wajib untuk meneruskan puasa.\rSedangkan bila tidak kuat dalam arti yang sesungguhnya, maka boleh berbuka. Namun wajib menngganti di hari lain serta tetap menjaga kehormatan bulan puasa dengan tidak makan di tempat umum. Selain itu yang bersangkutan harus mengupayakan untuk menyiapkan diri agar bisa berpuasa Ramadhan sejak setahun sebelumnya.\rMisalnya dengan menabung sedikit demi sedikit agar terkumpul uang demi nafkahnya selama bulan Ramadhan di mana dia tidak bekerja. Sehingga dia bisa ikut berpuasa bersama-sama dengan umat Islam di bulan Ramadhan dengan libur bekerja dan hidup dari uang yang ditabungnya.\rWallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,\rAhmad Sarwat, Lc\r0700. Keharaman Berpuasa DI HARI TASYRIQ\rPERTANYAAN :\rAlif Layyin","part":1,"page":271},{"id":272,"text":"Tanya : Apa benar ada keterangan yang mnyebutkan bahwa rekan rekan As-Syafi'i membolehkan berpuasa pada hari tasyriq jika puasa tersebut ada sbabnya sperti puasa nadzar, kifarat atau puasa qodho..?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rDikalangan Syafiiyyah tidak membolehkan puasa dihari-hari Tasyriq sekalipun karena unsur nadzar. Imam Ahmad membolehkannya tapi jelek menjalani nadzarnya, Imam Malik membolehkan dihari ketiga dari hari tasyriq (tanggal 13 dzul Hijjah).\rPUASA DIHARI-HARI TASYRIQ (11, 12 & 13 Dzul Hijjah)\rهـ - الصَّوْمُ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ :\r10 - مِنَ الأَْيَّامِ الَّتِي نُهِيَ عَنِ الصِّيَامِ فِيهَا أَيَّامُ التَّشْرِيقِ ، فَفِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَال : أَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٌ لِلَّهِ (1) إِلاَّ أَنَّهُ يَجُوزُ لِلْمُتَمَتِّعِ أَوِ الْقَارِنِ الَّذِي لَمْ يَجِدِ الْهَدْيَ أَنْ يَصُومَ هَذِهِ الأَْيَّامَ ؛ لِمَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ أَنَّهُمَا قَالاَ : لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْيَ (2) .\rوَهَذَا عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ وَالْمَالِكِيَّةِ ، وَفِي الْقَدِيمِ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ ، وَرُوِيَ عَنِ الإِْمَامِ أَحْمَدَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ صِيَامُ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ عَنِ الْهَدْيِ .\rوَعِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ ، وَفِي الْجَدِيدِ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ : لاَ يَجُوزُ صَوْمُهَا لِلنَّهْيِ الْوَارِدِ فِي ذَلِكَ .\rوَمَنْ نَذَرَ صَوْمَ سَنَةٍ لَمْ يَدْخُل فِي نَذْرِهِ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ ، وَأَفْطَرَ وَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ ؛ لأَِنَّهُ مُسْتَحِقٌّ لِلْفِطْرِ وَلاَ يَتَنَاوَلُهَا النَّذْرُ .","part":1,"page":272},{"id":273,"text":"وَهَذَا عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْمَالِكِيَّةِ ، وَهُوَ قَوْل زُفَرَ وَرِوَايَةُ أَبِي يُوسُفَ وَابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ أَبِي حَنِيفَةَ ، وَرَوَى مُحَمَّدٌ عَنْ أَبِي حَنِيفَةَ أَنَّهُ يَصِحُّ نَذْرُهُ فِي هَذِهِ الأَْيَّامِ ، لَكِنِ الأَْفْضَل أَنْ يُفْطِرَ فِيهَا وَيَصُومَ فِي أَيَّامٍ أُخَرَ ، وَلَوْ صَامَ فِي هَذِهِ الأَْيَّامِ يَكُونُ مُسِيئًا لَكِنَّهُ يَخْرُجُ عَنِ النَّذْرِ .\rوَرُوِيَ عَنِ الإِْمَامِ مَالِكٍ أَنَّهُ يَجُوزُ صَوْمُ الْيَوْمِ الثَّالِثِ مِنْ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ لِمَنْ نَذَرَهُ (3) .\r__________\r(1) حديث : \" أيام منى أيام أكل وشرب وذكر لله \" أخرجه مسلم من حديث كعب رضي الله عنه مرفوعا بلفظ : \" أيام منى أيام أكل وشرب \" وأما زيادة \" وذكر لله \" فهي في رواية أبي المليح . ( صحيح مسلم 2 / 800 ط عيسى الحلبي ) .\r(2) الأثر عن ابن عمر وعائشة رضي الله عنهم أنهما قالا : \" لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن إلا لمن لم يجد الهدي \" . أخرجه البخاري من حديث ابن عمر وعائشة رضي الله عنهم ( فتح الباري 4 / 242 ط السلفية ) .\r(3) منتهى الإرادات 1 / 461 ، 3 / 452 ، والمغني 3 / 479 ، والهداية 1 / 155 ، وبدائع الصنائع 2 / 80 و 173 ، والمهذب 1 / 196 ، 251 ، ومنح الجليل 1 / 544 ، وحاشية الدسوقي 1 / 540 ، والكافي 1 / 346 ، 349 .\rTermasuk hari-hari yang dilarang puasa adalah hari Tasyriq, tersebut dalam shahih Muslim Rasulullah saw. Bersabda “Hari-hari Mina adalah hari makan, minum dan berdzikir pada Allah” (HR. Muslim II/800)","part":1,"page":273},{"id":274,"text":"Hanya saja menurut kalangan Hanabilah, Malikiyyah dan Qaul Qadimnya Syafi’iyyah bagi orang yang menjalankan haji Tamattu’ dan Qiran saat tidak menemukan hadiah diperbolehkan berpuasa dihari-hari tersebut berdasarkan sebuah riwayat hadits dari Ibn Umar dan ‘Aisyah ra “Tidak ada kemurahan dihari-hari taysriq untuk dipuasai kecuali bagi orang yang tidak menemukan hadiah” (Atsar Ibn Umar dan ‘Aisyah ra- Fath al-Baari II/242)\rSedang menurut Imam Ahmad, Kalangan Hanafiyyah dan Qaul Qadimnya Syafi’iyyah puasa dihari-hari tasyriq sebagai pengganti hadiah diatas tetap tidak diperbolehkan berdasarkan larangan hadits yang pertama.\rKalangan Hanabilah, Syafi’iyyah dan malikiyyah berpendapat “Barangsiapa bernadzar menjalani puasa dalam satu tahun, tidak masuk dalam nadzarnya hari-hari tasyriq, berbukalah dan tidak ada qadha baginya karena hari-hari tasyriq memang hari berbuka dan tidak dapat disentuh oleh nadzar sekalipun”.\rAbi Yusuf, Ibn Mubaarak dan Muhammad meriwayatkan dari Imam Abu Hanifah “Nadzarnya sah hari-hari tasyriq tersebut hanya yang lebih baik ia berbuka dan berpuasa dihari-hari lainnya, bila ia berpuasa hari-hari tasyriq ini dirinya dianggap jelek tapi ia sudah keluar dari nadzarnya”\rDiriwayatkan dari Imam malik “Boleh hukumnya bagi orang yang berpuasa dihari ketiga dihari-hari tasyriq (tanggal 13 dzul Hijjah) bagi orang yang menadzarinya”. [ Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah VII/323 ].\rولو صام وجاء يوم الفطر أو النحر أو أيام التشريق فإن صيامه يبطل","part":1,"page":274},{"id":275,"text":"Bila seseorang puasa dan tiba ditengah puasanya hari ied fitri, ied adha atau hari-hari tasyriq maka puasanya BATAL. [ alFiqh alaa Madzaahib al-Arbaah IV/238 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rAwan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\r( ويحرم صيام خمسة أيام العيدين وأيام التشريق الثلاثة )\rلا يصح صوم عيد الفطر والأضحى بالإجماع ويحرم عليه ذلك وهو آثم لأن نفس العبادة واجب أو عن نذر ولو نذر صومهما لم ينعقد نذره حتى نقل الإمام عن القفال أن الأوقات المنهي عنها لا بد أن يأتي فيها بمناف للصوم وكما يحرم صوم العيدين يحرم صوم أيام التشريق وهي ثلاثة أيام بعد يوم النحر وهذا هو الجديد الصحيح لأن النبي صلى الله عليه وسلم ( نهى عن صيامهما ) وقد ورد ( إنها أيام أكل وشرب وذكر الله تعالى ) وفي القديم أنه يجوز للمتمتع العادم للهدى أن يصوم أيام التشريق وهي المشار اليها في قوله تعالى ( فصيام ثلاثة أيام في الحج ) ( ورد عن عائشة وابن عمر رضي الله عنهما أنهما قال لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن إلا لمن لم يجد الهدى ) واختار النووي هذا القول وصححه ابن الصلاح قبله والمذهب أنه لا يجوز فإن قلنا بالقول القديم فهل يجوز لغير المتمتع صومها فيه وجهان الصحيح التحريم والله أعلم","part":1,"page":275},{"id":276,"text":"(Wa yahrumu shiyamu khomsati ayyamin:al 'idaini wa ayyami at tasyriqi ats tsalatsati) (naha rosulu shod mim 'an shiyaami yaumaini yaumi al fithri wa yaumi al adalaha)wa la farqo baina an yashumahuma tathowwu'an,aw 'an wajibin aw 'an nadzarin wa lau nadzaro shoumahuma lam yan'aqid nadzaruhu. Yahrumu shouma ayyami at tasyriqi wa hiya tsalatsatu ayyamin ba'da yaumi an nahri wa hadza huwa al jadidu as shohihu li anna nabiyyu (nahaa 'an shiyamiha). Wa fi al qodimi annahu yajuzu lil mutamatti'i al 'adimi li al hadyi an yashuma ayyama at tasyriqi wa hiya al musyaru ilaihi fi qoulihi ta'ala (fa shiyamu tsalatsati ayyamin fi al hajji) wa fi al bukhori 'an 'aisyata wa ibni 'umaro qola lam yurokkhosh fi ayyami at tasyriqi an yashumna illa liman lam yajidu al hadya.\rQoul jadid : Haram berpuasa sesuai sabda nabi naha 'an shiyamiha(ayyami at tasyriq).\rQoul qodim : Boleh berpuasa bagi orang yang tidak mndapatkan dengang kurban,tpi jka selain tu maka harom puasa hari2 tasyriq.yang di isyarohkn kepada firman allah(fa shiyamu tsalatsati ayyamin fi al hajji).\rdalam ktb al bukhori dari siti 'aisyah dan shobat umar Ra,tidak di blehkan tau di rgankan puasa pada hr2 tasyriq kcuali bagi orang yang tdak mendapatkan dengang kurban(al hadyu).\rImam nawawi memilih qoul tersebut n imam ibnu shilah menshohehkn qoul tersebut. sdangkn menurut madzhab tdak bleh. [ Kifayatul akhyar 1/209 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r0737. Makan Sahur Saat Sudah Subuh\rPERTANYAAN :\r> Aconk Misbah","part":1,"page":276},{"id":277,"text":"Para masyayikh rohimakumullah. bagaimana hukum sahur pada waktu sudah terbit fajar dengan sangkaan belum terbit. Misalnya makan saat telah imsak. Sahkah puasanya ?\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot\rJika memang pada saat makan itu memang sudah subuh maka puasanya batal walaupun dia menyangka bahwa saat itu belum subuh. Perlu diketahui bahwa ulama indonesia menetapkan waktu imsak sebagai batas akhir sahur. Sebab waktu subuh sendiri sudah mengalami penambahan beberapa menit sebagai waktu ikhtiyat (hati20. Dan dikurangi beberapa menit untuk kehati-hatian sebagai waktu imsak. [ iqna' atau di bujairomi (Faraidhus Shoumi) ].\r(وَ) الرَّابِعُ مِنْ الشُّرُوطِ (مَعْرِفَةُ طَرَفَيْ النَّهَارِ) يَقِينًا أَوْ ظَنًّا لِتَحَقُّقِ إمْسَاكِ جَمِيعِ النَّهَارِ. تَنْبِيهٌ: انْفَرَدَ الْمُصَنِّفُ بِهَذَا الرَّابِعِ وَكَأَنَّهُ أَخَذَهُ مِنْ قَوْلِهِمْ: لَوْ نَوَى بَعْدَ الْفَجْرِ لَمْ يَصِحَّ صَوْمُهُ, أَوْ أَكَلَ مُعْتَقِدًا أَنَّهُ لَيْلٌ وَكَانَ قَدْ طَلَعَ الْفَجْرُ لَمْ يَصِحَّ أَيْضًا, وَكَذَا لَوْ أَكَلَ مُعْتَقِدًا أَنَّ اللَّيْلَ دَخَلَ فَبَانَ خِلافُهُ لَزِمَهُ الْقَضَاءُ\r1112. PUASA KELUAR MANI KARENA NONTON FILM\rPERTANYAAN :\rAbun Lajang Latahzan\rAssalamu'alaiku m .., maaf mau nanya ., mohon jawab.an.nya ya sodaraku semuaa.. Seseorang sedang berPuasa,,nah di dalam puasa.a itu dia melihat/ menOnton film hot , saMpai keLuar cairan sPerma ( hanya melihat , tanpa pergerakan tangan ) .. PertanyaanNya : apakah puasa Orang itu batal atau bagaimana ,. ?? Cukup sekian, assalamu'alaiku m .. =)\rJAWABAN :\r1. Ghufron Bkl","part":1,"page":277},{"id":278,"text":"Wa'alaikumussalam, puasanya tidak batal, kecuali sudah jadi kebiasaan dengan nonton film tersebut mengeluarkan mani. maka puasanya batal :\r.والإنزال بنظر وفكر أى وكالانزال بنظر وفكر فإنه لا يفطر به لانتفاء المباشرة قال البجيرمي مالم يكن من عادته الإنزال بهما والا أفطر كما قرره شيخنا ح ف. إعانة الطالبين 2/228\r2. Mbah Godek\rMelihat atau memikir2 sampai kluar sperma maka tidak membatalkan puasa selama tidak mubasyaroh (sentuhan langsung kulit) dan kebiasaannya jika melakukan hal tadi diluar puasa tidak sampai kluar sperma.\rتحفة الحبيب على شرح الخطيب (3/ 115)\rقوله : ( والإنزال الخ ) . حاصل الإنزال أنه إن كان بالاستمناء ، أي بطلب خروج المني ، سواء كان بيده أو بيد زوجته أو بغيرهما بحائل أو لا يفطر مطلقاً . وأما إذا كان الإنزال باللمس من غير طلب الاستمناء ، أي خروج المني ، فتارة تكون مما تشتهيه الطبائع السليمة أو لا ، فإن كان لا تشتهيه الطباع السليمة كالأمرد الجميل والعضو المبان فلا يفطر بالإنزال مطلقاً سواء كان بشهوة أو لا ، بحائل أو لا . وأما إذا كان الإنزال بلمس ما يشتهي طبعاً فتارة يكون محرماً وتارة يكون غير محرم ، فإن كان محرماً وكان بشهوة وبدون حائل أفطر وإلا فلا ، وأما إذا كان غير محرّم كزوجته فيفطر الإنزال بلمسه مطلقاً بشهوة أو لا بشرط عدم الحائل . وأما إذا كان بحائل فلا فطر به مطلقاً بشهوة أو لا ؛ أفاده شيخنا ح ف .\rقوله : ( بنحو لمس ) أي لما ينقض الوضوء مطلقاً ولما لا ينقض كمحرم إن كان بشهوة . كما في شرح م ر . والأمرد كالمحرم .\rقوله : ( بلا حائل ) متعلق بلمس .\rقوله : ( بخلاف ما لو كان بحائل ) محله إن لم يقصد إخراج المني وإلا أفطر مطلقاً ؛ لأن التفصيل بين الحائل وعدمه إنما هو فيما إذا قصد اللذة فقط ع ش وح ف .\rوقوله بحائل أي ولو كان رقيقاً جداً .","part":1,"page":278},{"id":279,"text":"قوله : ( أو نظر أو فكر ) ما لم يكن من عادته الإنزال بهما وإلا أفطر كما في م ر ، قال الأذرعي : ينبغي أنه لو أحس بانتقال المني وتهيئته للخروج بسبب استدامة النظر فاستدامه فإنه يفطر قطعاً شرح م ر . وعبارة م د على التحرير : نعم إن كانت عادته الإنزال بهما أو كررهما حتى أنزل أفطر على المعتمد اه ق ل\rالإقناع للشربيني (1/ 237)\r( و ) الخامس ( الإنزال ) ولو قطرة ( عن مباشرة ) بنحو لمس كقبلة بلا حائل لأنه يفطر بالإيلاج بغير إنزال فبالإنزال مع نوع شهوة أولى بخلاف ما لو كان بحائل أو نظر أو فكر ولو بشهوة لأنه إنزال بغير مباشرة كالاحتلام\rYang ke lima dari yang membatalkan puasa adalah kluarnya sperma walau setetes dengan bersentuhan langsung antar kulit sperti mencium tanpa adanya satir/penghalang,karena sebab ilaj/memasukkan dzakar kefarji dengan tanpa kluar sperma itu bisa membatalkan maka lebih2 kluar sperma yang disertai syahwat\rlain halnya (tidak batal) kluar sperma dengan adanya penghalang (tidak bersentuhan kulit secara langsung) atau melihat atau memikir2 walau disertai syahwat karena hal ini tidak termasuk mubasyaroh (bersentuhan kulit secara langsung) sebagaimana mimpi basah.\r3. Ibnu Toha\rPuasa kok nonton filem hot... piye iki? memangnya puasa cuma sebatas menahan makan dan minum? tujuan berpuasa agar kita menjadi orang yang bertakwa... kalau puasa nontoh filem porno mengumbar nafsunya sekalipun tidak keluar mani, itu sudah keluar dari tujuan diwajibkannya berpuasa. Allah berfirman :\rيا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون (183)","part":1,"page":279},{"id":280,"text":"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. AL-BAQARAH 183). Tafsir oleh Imam Ar-Rozi :\rأنه سبحانه بين بهذا الكلام أن الصوم يورث التقوى لما فيه من انكسار الشهوة وانقماع الهوى\rRosulullah bersabda bahwa siapa yang tidak mampu menahan syahwatnya maka berpuasalah.... malah puasa sambil nonton filem hot.... :D\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/573310159358463","part":1,"page":280}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (29)","lvl":1,"sub":0}]}