{"pages":[{"id":1,"text":"57\r0398. SEBAB NABI IDRIS MASUK SURGA\rAda sebuah cerita yang mengatakan bahwa sebab masuknya Idris as kedalam surga adalah karena telah dinaikkan setiap hari dan siang amal dia yang banyaknya seperti amalnya seluruh penghuni bumi. Kemudian malaikat maut sangat suka kepadanya dan meminta kepada Allah untuk memberi ijin mengunjungi Idris as. Allah lalu memberinya ijin dan diapun pergi mengunjungi Idris as dalam bentuk manusia dan duduk disampingnya. Pada saat itu Idris as sedang melakukan puasa satu tahun, dan ketika waktu bebruka sudah dekat, maka malaikat akan datang dengan membawa makanan dari surga dan Idris memakannya. Dia berkata kepada malaikat maut, “Kamu juga makan makanan itu.” Namun malaikat maut tidak memakannya. Kemudian idris berdiri dan bersibuk diri dengan ibadah sedangkan malaikat maut duduk didekatnya hingga fajar muncul dan matahari sudah keluar dari tempatnya. Idris menjadi heran dan berkata, “Hei kamu! Maukah kamu berjalan-jalan bersamaku hingga kamu menjadi bahagia?” malaikat maut berkata, “Aku mau.” Keduanya lalu berdiri dan berjalan hingga keduanya sampai pada perkebunan.","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Malaikat maut berkata, “Apakah kamu memberi ijin aku untuk mengambil dari perkebunan ini beberapa bulir saja untuk kita makan?” Idris berkata, “Subhanallah. Kemarin kamu tidak mau memakan makanan yang halal, tetapi sekarang kamu ingin memakan barang haram.” Keduanya lalu berjalan hingga empat hari dan Idris melihat sesuatu yang tidak biasanya pada diri orang yang menyertai dia itu. Dia berkata, “Sebenarnya kamu itu siapa?” Dia menjawab, “Aku adalah malaikat maut.” Idris bertanya, “Apakah kamu yang mencabut para ruh?” Dia menjawab, “Iya.” Idris bertanya, “Kamu telah bersamaku selama empat hari, lalu apakah kamu telah mencabut ruh seseorang?” Dia menjawab, “Iya, aku telah mencabut banyak sekali ruh. Ruh semua makhluk bagiku adalah seperti nampan yang aku mengambilnya seperti kamu mengambil suapan makanan.” Idris bertanya, “Hei malikat mau! Apakah kamu datang kemari untuk berkunjung ataukah untuk mencabut nyawaku?” Dia menjawab, “Aku datang kemari untuk berkunjung dengan ijin Allah.” Idris berkata, “Hei malaikat maut! Aku punya hajat kepadamu.” Dia bertanya, “Apa hajatmu.” Idris berkata, “Hajatku adalah kamu mencabut ruhku kemudian Allah menghidupkan aku lagi hingga aku bisa beribadah kepada Allah setelah aku merasakan pahitnya kematian.” Dia menjawab, “Aku tidak akan mencabut ruh seseorang kecuali dengan mendapatkan ijin Allah ta’ala.”","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"Kemudian Allah menurunkan wahyu, “cabutlah ruh idris.” Seketika itu juga malaikat maut mencabut ruh Idris as dan Idris pun menjadi mati. Malaikat maut kemudian menangis dan bertadlarru’ kepada Allah dan meminta supaya dia menghidupkan kembali shohibnya Idris. Allah lalu mengabulkannya dan menghidupkan Idris. Malaikat maut bertanya, “Hei saudaraku! Bagaimana kamu menemukan rasanya kematian?” Idris menjawab, “Hewan ketika dikelupas kulitnya pada saat dia masih hidup, maka rasa pahitnya kematian seribu kali lipat sakitnya dari itu.” Malaikat maut berkata, “Yang aku lakukan kepadamu adalah yang paling halus yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.” Idris berkata, “Hei malaikat maut! Aku punya hajat lain kepadamu, yaitu aku ingin melihat neraka Jahannam sehingga aku bisa beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah aku melihat siksa, belenggu dan segala sesuatu yang ada didalamnya.” Dia menjawab, “Bagaimana aku bisa pergi bersamamu ke neraka Jahannam tanpa mendapatkan ijin.” Kemudian Allah memberikan wahyu, “Pergilah bersama Idris keneraka Jahannam.” Dia lalu pergi bersama Idris ke neraka Jahannam dan dia bisa melihat segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah untuk musuh-musuh-Nya yang berupa rantai, belenggu dan siksa berupa ular, kalajengking, api, kayu zaqum dan air panas.","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Kemudian keduanya kembali dan Idris berkata lagi, “Aku punya hajat lagi, yaitu aku ingin kamu membawaku ke surga hingga aku melihat apa yang ada didalamnya yang telah diciptakan oleh Allah untuk hamba-Nya sehingga akan menjadi bertambah ketaatanku.” Malaikat maut berkata, “Bagaimana aku bisa bergi membawa kamu ke surga tanpa mendapatkan ijin dari Allah?” Lalu Allah menurunkan wahyu, “Pergilah bersama Idris ke surga.” Keduanya lalu pergi dan berhenti dipintu surga. Idris lalu melihat kenikmatan yang ada didalam surga, malaikat yang agung, pemberian yang sempurna, pepohonan dan buah-buahan. Idris berkata, “Wahai saudaraku! Aku telah merasakan pahirnya kematian dan aku telah melihat menakutkannya jahannam, lalu mengapakah tidak kamu meminta kepada Allah untuk memberi aku ijin masuk kedalam surga dan aku meminum airnya supaya menjadi hilang rasa pahitnya kematian dan menakutkannya Jahannam.” Lalu malaikat maut meminta ijin kepada Allah dan Allah memberinya ijin untuk masuk kedalam surga lalu keluar lagi. Idris lalu masuk kedalam surga dan menaruh kedua sandalnya dibawah sebuah pohon surga lalu dia keluar dari surga.","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Dia kemudian berkata kepada malaikat maut, “Aku telah meninggalkan sandalku didalam surga. Kembalikan aku kesurga lagi.” Dia lalu kembali dan masuk kedalam surga dan tidak mau lagi keluar darinya. Malaikat maut lalu berteriak, “Hei Idris! Keluarlah.” Idris menjawab, “Aku tidak mau keluar, karena Allah telah berfirman (“Semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”) dan aku telah merasakannya. Dia telah berfirman, (“Sesungguhnya pasti akan mendatangi neraka jahannam”) dan aku juga telah mendatanginya, dan Dia telah berfirman, (“dan tidaklah mereka akan dikeluarkan dari surga”). Lalu siapa yang akan mengeluarkan aku dari surga.” Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada malaikat maut, “Biarkan dia, karena aku telah memutuskan dia sejak zaman azali kalau dia termasuk penghuni surga.” Dan Allah telah memberi tahu tentang kisah Idris kepada rasul-Nya dengan bersabda (“Dan sebutkanlah dalam al kitab cerita Idris”). Hakam eLChudrie\r0399. Perkataan Makam\rSebenarnya makam setiap harinya menyeru dengan suara yang fasih dan lancar, “Hai manusia! Bagaimana bisa kalian lupa kepadaku. Apakah kalian tidak tahu kalau aku adalah tempat kesendirian, tempat ketakutan, tempat keterasingan, tempat ketakutan, tempat ulat dan tempat yang sempit, kecuali bagi orang yang allah telah membuatnya lapang.” Hadits Nabi telah menjelaskan kepada kita seperti itu, seperti yang telah diriwayatkan oleh al Thabrani dari Abu Hurairah ra.","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"Dan juga telah diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan al Thabrani dari Abu al Hajjaj al yamani, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Makam akan berkata kepada mayit ketika mayit itu ditaruh didalamnya, “Celakah kamu, hei manusia! Apa yang telah menipumu dariku? Apakah kamu tidak tahu kalau aku adalah rumahnya fitnah dan tempatnya kegelapan. Apa yang telah menipumu ketika kamu melewati aku dengan sombong.” Jika mayit itu adalah orang yang beramal sholeh, maka akan ada yang menjawab perkataan makam itu, “Lalu bagaimana menurutmu jika dia adalah orang yang beramar ma’ruf dan bernahi munkar?” Makam akan menjawabnya, “Jika dia seperti itu, maka aku akan menjadi hijau untuknya, jasadnya akan kembali dalam keadaan bersinar dan ruhnya akan naik menemui Tuhan semesta alam.”\rTelah diceritakan, ketika Fatimah al Zahra’ binti Rasulullah meninggal, maka yang membawa jenazahnya kemakama adalah empat orang yaitu suaminya, yaitu Ali, kedua anaknya, yaitu Hasan dan Husein, dan Abu Dzarr al Ghifari. Ketika mereka menaruhnya dipinggir makam, Abu Dzarr berdiri dan berkata, “Hei kubur! Apakah kamu tahu siapa yang akan memasuki kamu? Dia adalah Fatimah al Zahra’ putri Rasulullah saw, istri Ali yang diridloi dan ibu hasan dan Husein.” Kemudian mereka para sahabat mendengar suara dari dalam kubur, “Aku bukanlah tempat nasab dan keturunan. Sesungguhnya aku adalah tempatnya amal yang sholeh, sehingga tidak akan bisa selamat dariku kecuali orang yang banyak kebaikannya, hatinya selamat dan amalnya murni karena Allah.” (Seperti yang telah dijelaskan dalam Misykah al Anwar). Hakam eLChudrie","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"0400. Tetapnya Karamah Bagi Selain Nabi\rAhli ilmu telah meriwayatkan tentang karamah itu bagi sebagian orang salaf yang sholeh yang mereka dapatkan setelah mereka meninggal. Orang-orang yang bisa dipercaya telah menuqil karamah-karamah itu dari orang-orang yang bisa dipercaya lainnya yang melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri, dan disini aku akan menuqil sebagian dari karamah itu dari Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, dia berkata dalam kitab Ahkam Tamanni Al Maut (Hukum mengharap kematian) yang terkandung didalam kumpulan karangan dia:\r* Shalat didalam Kubur\rDari Ahmad dari ‘Affan dari Hammad dari Tsabit, dia berkata, “Ya Allah, jika Engkau memberikan kepada seseorang bisa shalat didalam kuburnya maka berikanlah aku karunia untuk shalat didalam kuburku.”\rDari Abu Na’im dari Jubair, dia berkata, “Aku –demi Allah dzat yang tiada Tuhan selain Dia- telah memasukkan Tsabit Al Bunnani kedalam liang kuburnya dan bersamaku adalah Hamid al Thawil. Ketika aku memeratakan batu bata yang belum dibakar (gelu: jawa) salah satu dari batu bata itu terjatuh dan ternyata aku melihat dia sedang shalat didalam kuburnya.”\r* Membaca Al Qur’an\rDari Abu Na’im dan Ibnu Jarir dari Ibrahim bin al Mahlabi, dia berkata, “Telah bercerita kepadaku orang-orang yang telah melewati makam diwaktu sahur. Mereka berkata, “Ketika kami sedang melewati makam Tsabit al Bunnani, kami mendengar bacaan Al Qur’an dari dalam kuburnya.”","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Dari al Tirmidzi dan dia menghasankannya dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Sebagian sahabat Nabi saw telah membangun tendanya diatas makam dan dia tidak menyangka kalau itu adalah sebuah makam. Dan ternyata didalamnya terdapat seseorang yang sedang membaca surat al Mulk hingga selesai. Kemudian dia mendatangi Nabi saw dan menceritakan kejadian itu kepada beliau lalu beliau bersabda, (“Surat al Mulk adalah yang mencegah dan yang menyelamatkan. Surat itu menyelamatkan dia dari siksa kubur.”).\rDari al Nasa’i dan al Hakim dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah saw telah bersabda,\rنُمْتُ فَرَأَيْتُنِي فِي الْجَنَّةِ –وَ لَفْظُ النَّسَائِي دَخَلْتُ الْجَنَّةَ- فَسَمِعْتُ صَوْتَ قَارِئٍ يَقْرَأُ فَقُلْتُ مَنْ هَذاَ قَالُوا حَارِثَةُ بْنُ النُّعْمَانِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه و سلم كَذاكَ الْبِرُُّ كَذاَكَ الْبِرُّ كَذَاكَ الْبِرُّ\r(“Aku tertidur kemudian aku melihat diriku berada disurga, –Lafal Al Nasa’i: aku masuk surga- lalu aku mendengar suara orang yang sedang membaca. Aku bertanya, “Siapa dia?” Para penghuni surga menjawab, “Dia adalah Haritsah bin Al Nu’man.”) Lalu Rasulullah saw bersabda, (“Akan seperti itulah orang yang berbakti kepada orang tuanya.”), Kalimat itu beliau ucapkan sebanyak tiga kali. Dan Haritsah bin Al Nu’man adalah orang yang paling berbakti kepada ibunya.”","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"Dari Ibnu Abu al Dunia dari al hasan, dia berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa seorang mukmin ketika meninggal dan dia belum hapal al Qur’an, maka malaikat penjaganya akan disuruh untuk mengajarkan kepada dia al Qur’an didalam kuburnya hinnga Allah membangkitkan dia dihari kiamat beserta keluarganya.” Dan dari Ibnu Abu al Dunia dari Yazid al Raqasyi semisal cerita itu dan al Salafi telah meriwayatkan cerita yang semakna dengan cerita itu dari marasil-nya Athiyyah al ‘Aufa.\r* Saling Berkunjungnya Para Penghuni Kubur\rDari Ibnu Abu Syaibah dari Ibnu Sirin, dia berkata, “Dia sangat meyukai kain kafan yang bagus.” Dia berkata, “Mereka –para penghuni kubur- saling berkunjung dengan memakai kafan mereka.” Arti cerita itu, seperti dijelaskan dalam Musnad Ibnu Abu Usamah dari Jabir secara marfu’, adalah mereka saling membanggakan kain kafannya dan saling berkunjung didalam kuburnya.\rDari al Tirmidzi, Ibnu Maajah dan Muhammad bin Yahya al Hamdani dalam shahihnya dari Abu Qatadah secara marfu’, (Ketika salah satu dari kalian menjadi wali dari saudaranya maka perbaguslah kain kafannya, karena mereka -para penghuni kubur- akan saling berkunjung didalam kuburnya.)\r* Kiriman Dari Dunia Ke alam Barzah Bersama Mayit","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"Ibnu Abu al Dunia telah mengeluarkan dengan sanad yang tidak ada cacat didalamnya dari Rasyid bin Sa’ad, Sesungguhnya seseorang telah meninggal istrinya lalu didalam mimpinya dia melihat banyak wanita, namun dia tidak melihat istrinya bersama mereka. Dia bertanya kepada mereka tentang keadaan istrinya dan mereka menjawab, “Kalian telah sangat pendek dalam mengkafani dia, makanya dia malu untuk keluar bersama kami.” Lalu orang itu mendatangi Nabi saw dan menceritakan kejadian itu kepada beliau. Beliau bersabda, (“Lihatlah apakah ada orang bisa dipercaya untuk bisa menyampaikannya?”) Dia lalu mendatangi seorang lelaki dari Anshor yang sedang sakaratul maut. Dia lalu bercerita kepada orang itu tentang kejadian yang telah menimpa kepadanya. Lelaki Anshor itu lalu berkata, “Jika ada seseorang yang bisa menyampaikan kepada orang yang sudah mati, maka pasti aku akan menyampaikannya.” Orang Anshor itu kemudian meninggal. Kemudian orang itu datang dengan membawa dua kain kafan baru yang diberi minyak za’faran lalu dia menaruh kain itu dikafan orang Anshor yang baru meninggal itu. Ketika malam tiba, dia melihat para wanita dan ada bersama mereka istrinya dengan memakai dua baju kuning.”","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"Ibnu Al Juzy telah meriwayatkan cerita dari Muhammad bin Yusuf al Faryabi tentang perempuan yang melihat ibunya didalam mimpi yang mengadukan kafannya kepada dia. Perempuan itu lalu mengadukannya kepada Muhammad dan bertanya kepadanya. Dalam cerita itu ibunya bertanya kepada dia, “Belikan kain kafan untukku dan kirimkan kain itu bersama Fulanah.” Al Faryabi berkata, “Lalu aku ingat pada hadits, (“Sesungguhnya mereka saling berkunjung dengan memakai kafan mereka.”) Kemudian aku berkata, “Belikan untuknya kain kafan kemudian titipkan kepada perempuan itu.” Kemudian seorang wanita dihari yang sang ibu sebut itu meninggal, lalu perempuan itu menaruh kafan itu bersamanya.\r* Cahaya Diatas Kubur\rDari Ibnu Abu al Dunia dari Abu Ghalib -teman Abu Umamah- Sesungguhnya seorang pemuda di Syam sedang sakaratul maut. Dia berkata kepada pamannya, “Beritahu aku kalau Allah menyerahkan aku kepada ibuku, maka apa yang akan dia perbuat?” Dia menjawab, “Ketika itu benar terjadi, demi Allah, dia akan memasukkan kamu kedalam surga.” Pemuda itu berkata, “Demi Allah, Sesungguhnya Allah adalah dzat yang lebih sayang kepadaku dibandingkan ibuku.” Pemuda itu kemudian meninggal. Aku dan pamannya yang memasukkan dia kedalam liang kuburnya lalu aku berkata, “Berikan batu bata mentah kepadaku.” Kami pun menatanya kemudian sebuah batu bata jatuh dan pamannya melompat kebelakang dan aku berkata kepadanya, “Ada apa denganmu?” Dia menjawab, “Kubur dia dipenuhi dengan cahaya dan Allah telah melonggarkan kuburnya sepanjang mata memandang.”","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"Dari Abu Daud dan lainnya dari Aisyah, dia berkata, “Ketika al Najasyi meninggal, kami sedang berbincang: “Tidak henti-hentinya cahaya berada diatas kuburnya.”\rDalam Tarikh Ibnu ‘Asakir dari Abdurrahman bin Ammarah, dia berkata, “Telah datang jenazahnya al Ahnaf bin Qays dan aku termasuk orang yang turun kedalam kuburnya. Ketika aku memeratakannya aku melihat kuburnya telah menjadi longgar sepanjang mata memandang. Kemudian aku menceritakan kejadian itu kepada teman-temanku dan mereka tidak pernah melihat apa yang telah aku lihat.”\rDari Ibrahim al Ahnafi, dia berkata, “Ketika Mahan al Hanafi disalib dipintunya, maka kami melihat cahaya berada disisinya dimalam hari.”\r0417. Dan Mu'adz R.A. Pun Menangis\rIbnu Mubarak menceritakan bahwa Khalid bin Makdam berkata kepada Mu’adz radliyallahu ‘anhum ajma’in, “Mohon, engkau kisahkan sebuah hadits Rasulullah yang engkau hafal dan yang engkau anggap paling berkesan!” Kata Mu’adz, “Baik, aku akan mengisahkan.” Belum lagi memulai kisahnya, Mu’adz tampak menangis. Katanya kemudian, “Hhmmm... rindu sekali rasanya aku kepada Rasulullah. Ingin sekali aku dapat bertemu beliau.” Dia lalu melanjutkan perkataannya, “Ketika aku menghadap Rasulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallama, beliau sedang menunggang unta, dan beliau memintaku agar naik di belakang beliau. Kemudian berangkatlah kami dengan menunggang unta itu. Di tengah perjalanan, sekonyong-konyong beliau menengadah ke langit dan bersabda:\r“Puji syukur ke hadirat Allah yang telah menentukan qadla’ atas makhluk menurut kehendak-Nya, hai Mu’adz.”\rJawabku, “Benar, ya Sayyidil Mursalin.”","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Sabda beliau shollallaahu ‘alayhi wa sallama kemudian, “Aku ingin mengisahkan sebuah riwayat kepadamu. Apabila kamu menghafalnya, akan sangat berguna bagimu. Tetapi jika kamu memandangnya remeh, maka kelak kamu tidak akan memiliki hujjah di hadapan Allah.\rHai, Mu’adz! Sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah telah menciptakan tujuh malaikat. Pada setiap langit terdapat satu malaikat pengawal pintu menurut derajat pintu dan keagungannya. Kemudian, naiklah malaikat Hafadhah (malaikat yang bertugas mengawasi amal hamba) membawa amalan si hamba dengan kemilau cahaya bagaikan matahari. Sesampainya pada langit bumi, malaikat Hafadhah memuji-muji amalan itu. Tetapi setibanya pada pintu langit pertama, malaikat pengawal berkata kepada malaikat Hafadhah, ‘Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya! Aku adalah pengawas orang-orang yang suka mengumpat. Aku diperintahkan oleh Tuhanku agar menolak amalan-amalan orang yang suka mengumpat, dan supaya aku tidak membiarkannya melewatiku.’","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Keesokan harinya, kembali malaikat Hafadhah naik ke langit membawa amal shaleh yang berkilau yang dipandangnya sangat banyak dan terpuji. Sesampainya ke langit kedua (ia lolos dari malaikat penjaga pintu langit pertama, sebab pemiliknya bukan seorang pengumpat), malaikat pengawal berkata, ‘Berhenti, dan lemparkanlah amalan ini ke muka pemiliknya! Sebab, dia beramal dengan mengharapkan dunia, aku diperintahkan oleh Tuhanku agar tidak membiarkannya melewatiku.’ Maka, para malaikat melaknat orang itu. Hari berikutnya, kembali malaikat Hafadhah naik ke langit membawa amalan seorang hamba yang sangat memuaskan, penuh sedekah, puasa dan berbagai kebajikan, yang oleh malaikat Hafadhah dianggapnya sangat mulia dan terpuji. Sesampai di langit ketiga (ia lolos dari malaikat penjaga pintu langit pertama dan kedua, sebab pemiliknya bukan seorang pengumpat/pengharap dunia), malaikat pengawal berkata, ‘Berhenti! Tamparkan amal itu ke muka pemiliknya. Aku malaikat penjaga sifat sombong. Aku diperintahkan oleh Tuhanku agar aku tidak membiarkannya melewatiku. Sesungguhnya dia telah bersikap sombong kepada manusia dalam majelis-majelis mereka.’ Hari berikutnya, kembali malaikat Hafadhah naik ke langit membawa amal hamba lainnya yang terang berkilauan bagaikan bintang dan mengeluarkan suara gemuruh, penuh tasbih, puasa, salat, haji dan umrah. Sesampainya di langit keempat (ia lolos dari malaikat pengawal pintu pertama, kedua dan ketiga, sebab pemiliknya bukan seorang pengumpat/pengharap dunia/sombong), malaikat pengawal berkata, ‘Berhenti! Tamparkan amal itu ke muka pemiliknya. Aku adalah","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"malaikat penjaga ujub. Aku diperintahkan oleh Tuhanku agar tidak membiarkannya melewatiku. Sesungguhnya dia beramal dengan disertai ujub.\rHari berikutnya, kembali malaikat Hafadhah naik ke langit membawa amalan hamba lainnya, yang sangat baik dan mulia, penuh jihad, haji, umrah, sehingga bercahaya seperti kilauan matahari. Sesampainya di langit kelima (ia lolos dari malaikat pengawal pintu pertama, kedua, ketiga dan keempat, sebab pemiliknya bukan orang pengumpat/pengharap dunia/sombong/ujub), malaikat pengawal berkata, ‘Aku malaikat penjaga hasud. Walaupun amalannya amat bagus, namun dia suka hasud kepada orang lain yang memperoleh kenikmatan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Dengan demikian, berarti dia membenci Dzat yang meridhai. Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Tuhanku agar tidak membiarkannya melewatiku.’\rHari berikutnya, kembali malaikat Hafadhah naik ke langit membawa amalan hamba lainnya, yang berupa wudlu’ yang sempurna, shalat yang banyak, puasa, haji dan umrah. Sesampainya di langit keenam (ia lolos dari malaikat pengawal pintu langit pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, sebab pemiliknya bukan seorang pengumpat/pengharap dunia/sombong/ujub/hasud), malaikat pengawal berkata, ‘Aku malaikat penjaga rahmat belas-kasih. Berhenti! Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya. Selama hidupnya, orang ini tidak pernah mengasihi orang lain, bahkan dia merasa senang jika melihat yang lainnya ditimpa musibah. Aku diperintahkan oleh Tuhanku agar tidak membiarkannya melewatiku.’","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Hari berikutnya, kembali malaikat Hafadhah naik ke langit tujuh, membawa amalan yang lebih baik dari yang lalu, berupa sedekah, puasa, shalat, jihad dan wara’. Suaranya menggelegar bagai petir menyambar-nyambar dan bercahaya bagai kilat. Sesampainya di langit tujuh, malaikat pengawal berkata, ‘Aku malaikat penjaga sum’at (tidak ingin terkenal). Sesungguhnya pemilik amal ini menginginkan kemasyhuran dalam setiap perkumpulan; menginginkan derajat tinggi di waktu berkumpul dengan kawan-kawan sebaya; ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin. Aku diperintahkan oleh Tuhanku agar tidak membiarkannya melewatiku. Sebab, ibadah yang bukan karena Allah adalah riya’, dan Dia tidak menerima amal ibadah orang-orang ahli riya’.’ Kemudian malaikat Hafadhah kembali naik ke langit membawa amal dan ibadah seorang hamba berupa ibadah shalat, puasa, haji, umrah, akhlak mulia, pendiam, suka berdzikir kepada Allah, dengan diiringi para malaikat dari tujuh lapis langit, hingga terbukalah seluruh hijab menuju kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Dan para malaikat itu mengantarkan serta mempersaksikan padaNya akan amal sholih (yang dilakukan dengan) ikhlas karena Allah Ta’ala.","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"Allah Subhaanahu wa Ta’ala kemudian berfirman, “Hai, Hafadhah! Malaikat Pencatat Amal HambaKu! Aku-lah yang Maha Mengetahui akan segala isi hatinya. Sesungguhnya dia beramal bukan untukku, tetapi diperuntukkan bagi selain Aku, bukan diniatkan dan diikhlaskan untuk-Ku. Aku adalah lebih Mengetahui daripada kalian. Aku laknat mereka yang telah menipu orang lain dan menipu kalian (para malaikat Hafadhah). Tetapi Aku tidaklah akan pernah tertipu olehnya. Aku-lah Yang Maha Mengetahui akan hal-hal yang ghaib; Aku Maha Mengetahui akan segala isi hatinya; yang samar tidaklah samar bagiKu; setiap yang tersembunyi tidaklah tersembunyi bagiKu; Pengetahuan-Ku atas yang telah terjadi sama dengan Pengetahuan-Ku atas sesuatu yang belum terjadi; Pengetahuan-Ku atas segala sesuatu yang telah lewat sama dengan Pengetahuan-Ku atas yang akan datang; Pengetahuan-Ku atas orang-orang terdahulu sama dengan Pengetahuan-Ku atas orang-orang kemudian. Aku lebih Mengetahui atas segala sesuatu yang samar dan terahasiakan. Bagaimana bisa hambaKu menipu dengan amalannya. Mereka dapat saja menipu sesama makhluk, tetapi Aku Maha Mengetahui akan hal-hal yang ghaib. Aku laknat dia!!’ Tujuh malaikat di antara tiga ribu malaikat berkata, ‘Ya, Tuhan! Dengan demikian, tetaplah laknatMu dan laknat kamu atasnya!’ Kemudian, semua yang berada di langit sama mengucapkan, ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat semua yang melaknat!!”\rDemi mendengar semua itu, Mu’adz lantas menangis tersedu-sedu, kemudian berkata, “Ya, Rasulallah! Bagaimana kita dapat selamat dari semua yang engkau sebutkan tadi?”","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"Jawab beliau shollallaahu ‘alayhi wa sallama, “Hai, Mu’adz! Ikutilah Nabimu dalam perkara agama!”\rAku (Mu’adz) berkata, “Engkau adalah Rasulullah, sedangkan aku hanyalah Mu’adz bin Jabal. Bagaimana aku dapat selamat dari bahaya itu?”\rBeliau shollallaahu ‘alayhi wa sallama bersabda, “Kamu benar, hai Mu’adz.\rApabila dalam amal perbuatanmu terdapat kekurangan, maka tahanlah lidahmu jangan sampai menjelek-jelekkan orang, terutama saudara-saudaramu sesama penganut ajaran Al-Qur’an. Janganlah kamu jelek-jelekkan mereka, sebab pada dirimu pun terdapat cela.\r?…Janganlah kamu sok suci dengan memandang hina saudara-saudaramu.\r?…Janganlah kamu perlihatkan amal perbuatanmu dengan tujuan agar diketahui oleh banyak orang.\r?…Janganlah kamu terlalu jauh memasuki urusan dunia sehingga membuat dirimu lupa akan perkara akhirat.\r?…Janganlah kamu mendoakan seseorang dengan ucapan yang berbeda dengan apa yang ada di hatimu.\r?…Janganlah kamu memandang agung akan dirimu terhadap manusia, maka akan putuslah bagimu segala kebaikan dunia dan akhirat.\r?…Janganlah kamu berlaku nista dalam majelismu sehingga orang-orang pergi menjauh karena keburukan perangaimu.\r?…Janganlah kamu suka mengungkit-ungkit kebajikan kepada manusia.\r?…Janganlah kamu merobek-robek perihal pribadi orang lain, niscaya dirimu kelak akan dirobek-robek pula oleh anjing-anjing Jahannam. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala., ... dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.’ (QS. An-Nazi’at : 2).\rYakni, ia akan mengupas daging dari tulangmu.”","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Aku (Mu’adz bin Jabal r.a.) bertanya, “Ya, Rasulallah! Lalu, siapakah orang yang sanggup menanggung penderitaan ini?”\rJawab beliau, “Hai, Mu’adz! Sesungguhnya apa yang aku sebutkan kepadamu tadi sangatlah mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Yaitu, cukuplah kamu dengan jalan mencintai untuk orang lain apa-apa yang kamu cintai untuk dirimu sendiri, dan membenci untuk mereka apa yang kamu benci untuk dirimu sendiri. Dengan demikian, maka kamu dapat selamat.”\rKhalid bin Makdan rahimahullah meriwayatkan, “Mu’adz senantiasa membaca hadits di atas seperti dia selalu membaca kitab Al-Qur’an, dan mempelajari hadits tersebut sebagaimana mempelajari Al-Qur’an di dalam majelis”. [ Hakam elChudrie ].\r0485. SYAIR IMAM SYAFI'I\rدع الأيام تفعل ما تشاءُ\rدَعِ الأَيَّامَ تَفْعَل مَا تَشَاءُ ××× وَطِبْ نَفساً إذَا حَكَمَ الْقَضاءُ\rوَلا تَجْزَعْ لِحَادِثة الليالي ××× فَمَا لِحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقَاءُ\rوَكُنْ رَجلاً عَلَى الأَهْوَالِ جَلْداً ××× وَشِيْمَتُكَ السَّمَاحَةُ وَالْوَفَاءُ\rوإنْ كَثُرَتْ عُيُوبكَ في الْبَرَايَا ××× وسَركَ أَنْ يَكُونَ لَها غِطَاءُ\rتَسَتَّرْ بِالسَّخَاء فَكُلُّ عَيْب ××× يُغطِّيهِ ـ كَمَا قِيلَ ـ السَّخَاءُ\rوَلا تُر للأَعَادِي قَطُّ ذُلاًّ ××× فَإِنَّ شَمَاتَةَ الأعْدَا بَلاَءُ\rوَلا تَرْجُ السَّماحَةَ مِنْ بَخِيلٍ ××× فَما فِي النَّارِ لِلظْمآنِ مَاءُ\rوَرِزْقُكَ لَيْسَ يُنْقِصُهُ التَأَنِّي ××× وَلَيْسَ يَزِيدُ في الرِّزْقِ الْعَنَاءُ\rوَلا حُزْنٌ يَدُومُ وَلا سُرورٌ ××× وَلا بُؤْسٌ عَلَيْكَ وَلا رَخَاءُ\rإذَا ما كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوع ××× فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيا سَوَاءُ","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"وَمَنْ نَزَلَتْ بِسَاحَتِهِ الْمَنَايَا ××× فَلا أَرْضٌ تقيه وَلا سَمَاءُ\rوَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ وَلَكِنْ ××× إذَا نَزَلَ الْقَضَا ضاقَ الْفَضَاءُ\rدَعِ الأَيَّامَ تَغْدِرُ كُلَّ حِينٍ ××× فَمَا يُغْني عَنِ المَوتِ الدَّوَاءُ\r2- لا تهزاء بالدعاء\rأَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيهِ ××× وَمَا تَدْرِي بِما صَنَعَ الدُّعَاءُ\rسِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي وَلَكِنْ ××× لَهَا أَمَدٌ وَللأمَدِ انْقِضَاءُ\r3- هكذا الحظ\rتَمُوتُ الأُسْدُ في الْغَابَاتِ جُوعاً ××× وَلَحْمُ الضَّأْنِ تَأْكُلُهُ الْكِلاَبُ\rوَعَبْدٌ قَدْ يَنامُ عَلَى حَرِيرٍ ××× وَذُو نَسَبٍ مَفَارِشُهُ التُّرَابُ\r3- الحلم سيد الخلاق\rإذَا سَبَّنِي نَذْلٌ تَزَايَدْتُ رِفْعةً ××× وَمَا الْعَيْبُ إلاَّ أَنْ أَكُونَ مُسَابِبُهْ\rوَلَوْ لَمْ تَكْنْ نَفْسِي عَلَيَّ عَزِيزَةً ××× لَمَكَّنْتُها مِنْ كُلِّ نَذْلٍ تُحَارِبُهُ\rوَلَوْ أنَّني أسْعَى لِنَفْعِي وجدْتَني ××× كَثِيرَ التَّواني للذِي أَنَا طَالِبُهْ\rوَلكِنَّني أَسْعَى لأَنْفَعَ صَاحِبي ××× وَعَارٌ عَلَى الشَّبْعَانِ إنْ جَاعَ صَاحِبُهْ\rيُخَاطِبني السَّفيهُ بِكُلِّ قُبْحٍ ××× فأَكْرَهُ أنْ أكُونَ لَهُ مُجيبَا\rيَزِيدُ سَفَاهَةً فأزِيدُ حِلْماً ××× كَعُودٍ زَادَهُ الإِحْرَاقُ طِيبَا\rإذَا نَطَقَ السَّفِيهُ فَلاَ تُجَبْهُ ××× فَخيْرٌ مِنْ إجَابَتِهِ السُّكُوتُ\rفإنْ كَلَّمْتَهُ فَرَّجْتَ عَنْهُ ××× وَإنْ خَلَّيْتَهُ كَمَداً يَمُوتُ\rسَكَتُّ عَنِ السَّفِيهِ فَظَنَّ أنَّي ××× عَييتُ عَنِ الجوَابِ وَمَا عَيِيتُ\r4- خلق الرجال\rوَمَنْ هَابَ الرِّجَالَ تَهيَّبُوه ××× وَمَنْ حَقَرَ الرِّجالَ فَلَنْ يُهابا\rوَمَنْ قَضَتِ الرِّجالُ لَهُ حُقُوقاً ××× وَمَنْ يَعْصِ الرِّجَالَ فَما أصَابَا\r5- اخلاق المسلم\rلَمَّا عَفَوْتُ وَلَمْ أحْقِدْ عَلَى أحَدٍ ××× أرَحْتُ نَفْسِي مِنْ هَمِّ الْعَدَاوَاتِ","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"إنِّي أُحَيي عَدُوِّي عنْدَ رُؤْيَتِهِ ××× لأِدْفَعَ الشَّرَّ عَنِّي بِالتَّحِيَّاتِ\rوأُظْهِرُ الْبِشرَ لِلإِنْسَانِ أُبْغِضهُ ××× كما إنْ قدْ حَشى قَلْبي مَحَبَّاتِ\rالنَّاسُ داءٌ وَدَاءُ النَّاسِ قُرْبُهُمُ ××× وَفي اعْتِزَالهمُ قطْعُ الْمَوَدَّاتِ\r6- اداب العلم\rاصْبِرْ عَلَى مُرِّ الْجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ ××× فَإنَّ رُسُوبَ الْعِلْمِ في نَفَراتِهِ\rوَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ ساعةً ××× تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُول حَيَاتِهِ\rوَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيمُ وَقتَ شَبَابِهِ ××× فَكَبِّر عَلَيْهِ أَرْبَعاً لِوَفَاتِهِ\rوَذَاتُ الْفَتَى ـ واللَّهِ ـ بالْعِلْمِ وَالتُّقَى ××× إذَا لمَ يكُونا لا اعْتِبَارَ لِذَاتِه\r7- الصمت حكمة\rقَالُوا سَكتَّ وَقَد خُوصِمْتَ قُلْتُ لَهُمْ ××× إنَّ الجَوابَ لِبَابِ الشَّرِّ مِفْتاحُ\rوَالصَّمتُ عَنْ جَاهِلٍ أَوْ أحْمَقٍ شَرَفٌ ××× وَفيهِ أيْضاً لِصَوْنِ الْعِرْضِ إصْلاَحُ\rأما تَرَى الأُسْدَ تُخْشى وهْي صَامِتةٌ؟ ××× والْكَلْبُ يُخْسَى لَعَمْري وهْوَ نَبَّاحُ\r8- اخلاق الناس\rلَيْتَ الْكِلاَبَ لَنَا كَانَتْ مُجَاورَةً ××× وَلَيْتَنَا لا نَرَى مِمَّا نَرَى أَحَدَا\rإِنَّ الْكِلاَبَ لَتَهْدي في مَوَاطِنِهَا ××× وَالْخَلْقُ لَيْسَ بهَادٍ، شَرُّهُمْ أَبَدَا\rفَاهرَبْ بِنَفْسِكَ وَاسْتَأْنِسْ بِوِحْدتهَا ××× تَبْقَ سَعِيداً إِذَا مَا كنْتَ مُنْفَرِدَا\r9- عداوة الحساد\rكلُّ العداوةِ قد تُرْجى مَوَدَّتُهَا ××× إلاَّ عداوةَ من عَادَاكَ عن حَسَدِ\r10- تقوى الله\rيُريدُ الْمَرْءُ أَنْ يُعْطَى مُنَاهُ ××× وَيَأْبَى اللَّهُ إلاَّ مَا أرَادَا\rيَقُولُ الْمَرْءُ فَائِدَتِي وَمَالي ××× وَتَقْوَى اللَّهِ أَفْضَلُ مَا اسْتَفَادَا\r11- في الأسفار خمس فوائد\rتَغَرَّبْ عَن لأَوْطَانِ في طَلَبِ الْعُلُى ××× وَسَافِرْ فَفِي الأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"تَفَرُّجُ هَمٍّ، وَاكْتِسابُ مَعِيشَةٍ ××× وَعِلْمٌ، وَآدَابٌ، وَصُحْبَةُ مَاجِد\r12- جنان الخلد\rيا مَنْ يُعَانِقُ دُنْيَا لا بَقَاءَ لَهَا ××× يُمسِي وَيُصْبِحُ في دُنْيَاهُ سَفَّارا\rهَلاَّ تَرَكْتَ لِذِي الدُّنْيَا مُعَانَقَةً ××× حَتَّى تُعَانِقَ في الْفِرْدَوسِ أبْكَارَا\rإنْ كُنْتَ تَبْغي جِنَانَ الخُلُدِ تَسْكُنُها ××× فَيَنْبَغِي لكَ أنْ لا تَأْمَنَ النَّارا\r13- المرء خبير بنفسه\rما حك جلدَك مثلُ ظفرِك ××× فتولَّ أنتَ جميعَ أمرك\rوإذا قصدتَ لحاجةٍ ××× فاقصدْ لمعترفٍ بفضلِك\r14- وحدي للعبادة\rإذَا لَمْ أجِدْ خِلاًّ تَقِيَّاً فَوِحْدَتي ××× ألَذُّ وَأشْهَى مِنْ غَوِيٍّ أُعَاشِرُه\rوَأَجْلِسُ وَحْدِي لِلْعِبَادَةِ آمِناً ××× أقَرُّ لِعَينِي مِنْ جَلِيسٍ أُحَاذِرُه\r15- رحمتك اللهم\rقَلْبِي بِرَحَمتِكَ اللَّهُمَّ ذُو أُنُسِ ××× في السِّرِّ وَالْجَهْرِ وَالإِصْبَاحِ وَالْغَلَسِ\rوَمَا تَقَلَّبْتُ مِنْ نَوْمِي وَفي سِنَتى ××× إلاَّ وَذكْرُكَ بَيْن النَّفَسِ وَالنَّفَسِ\rلَقَدْ مَنَنْتَ عَلَى قَلْبي بِمَعْرِفَةٍ ××× بِأنَّكَ اللَّهُ ذُو الآلاءِ وَالْقَدْسِ\rوَقَدْ أَتَيْتُ ذُنُوباً أَنْتَ تَعْلَمُها ××× وَلَمْ تَكُنْ فَاضِحي فِيهَا بِفِعْلِ مسي\rفَامْنُنْ عَلَيَّ بِذِكْرِ الصَّالِحِينَ وَلا ××× تَجْعَلْ عَلَيَّ إذاً في الدِّينِ مِنْ لَبَسِ\rوَكُنْ مَعِي طُولَ دُنْيَايَ وَآخِرَتي ××× وَيَوْمَ حَشْرِي بِما أَنْزَلْت في عَبَس\r16- طريق النجاة\rيَا وَاعِظَ النَّاسِ عَمَّا أنْتَ فَاعِلُهُ ××× يَا مَنْ يُعَدُّ عَلَيْهِ العُمْرُ بِالنَّفَسِ\rاحْفَظْ لِشَيْبِكَ مِنْ عَيْب يُدَنِّسُهُ ××× إنَّ البَيَاضَ قَلِيلُ الْحَمْلِ لِلدَّنَسِ\rكَحَامِلٍ لِثِيَابِ النَّاسِ يَغْسِلُهَا ××× وَثَوْبُهُ غَارِقٌ في الرِّجْسِ وَالنَّجَس","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"تَبْغي النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ طَرِيقَتَهَا ××× إنَّ السَّفِينَةَ لاَ تَجْرِي عَلَى اليَبَسِ\rرُكُوبُكَ النَّعْشَ يُنْسِيكَ الرُّكُوبَ عَلى ××× مَا كُنْتَ تَرْكَبُ مِنْ بَغْلٍ وَمِنْ فَرَسِ\rيَوْمَ القِيَامَةِ لاَ مالٌ وَلاَ وَلَدٌ ××× وَضَمَّةُ القَبْرِ تُنْسي لَيْلَةَ العُرسِ\r17- العلم نور\rشَكَوْتُ إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي ××× فَأرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ المعَاصي\rوَأخْبَرَنِي بأَنَّ العِلْمَ نُورٌ ××× وَنُورُ اللَّهِ لا يُهْدَى لِعَاصِي\r18- أحب الصالحين\rأُحبُّ الصَّالِحِينَ وَلسْتُ مِنْهُمْ ××× لَعَلِّي أنْ أنَالَ بهمْ شَفَاعَهْ\rوَأكْرَهُ مَنْ تِجَارَتُهُ المَعَاصِي ××× وَلَوْ كُنَّا سَواءً في البضَاعهْ\r19- أداب الناصح\rتَعَمَّدني بِنُصْحِكَ في انْفِرَادِي ××× وَجَنِّبْنِي النَّصِيحَةَ في الْجَمَاعَه\rفَإِنَّ النُّصْحَ بَيْنَ النَّاسِ نَوْعٌ ××× مِنَ التَّوْبِيخِ لا أرْضَى اسْتِمَاعَه\rوَإنْ خَالَفْتنِي وَعَصَيْتَ قَوْلِي ××× فَلاَ تَجْزَعْ إذَا لَمْ تُعْطَ طَاعَه\r20- الرجا سلم لعفو الله\rإليك إله الخلق أرفع رغبتي ××× وإنْ كنتُ ياذا المنِّ والجودِ مجرمَا\rوَلَمَا قَسَا قَلْبِي وَضَاقَتْ مَذَاهِبِي ××× جَعَلْتُ الرَّجَا مِنِّي لِعَفْوِكَ سُلّمَا\rتَعَاظمَنِي ذنبي فَلَمَّا قَرنْتُه ××× بِعَفْوكَ رَبي كَانَ عَفْوَكَ أَعْظَما\rفَمَا زِلْتَ ذَا عَفْوٍ عَنِ الذَّنْبِ لَمْ تَزَلْ ××× تَجُودُ وَتَعْفُو مِنَّةً وَتَكَرُّمَا\rفَلَولاَكَ لَمْ يَصْمُدْ لإِبْلِيسَ عَابِدٌ ××× فَكَيْفَ وَقَدْ أغْوى صَفيَّكَ آدَمَا\rفيا ليت شعري هل أصير لجنةٍ ××× أهنا وأما للسعير فأندما\rفَللَّهِ دَرُّ الْعَارِفِ النَّدْبِ إنَّهُ ××× تفيض لِفَرْطِ الْوَجْدِ أجفانُهُ دَمَا\rيُقِيمُ إذَا مَا الليلُ مَدَّ ظَلاَمَهُ ××× عَلَى نَفْسِهِ مَنْ شِدَّةِ الْخَوفِ مَأْتمَا","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"فَصِيحاً إِذَا مَا كَانَ فِي ذِكْرِ رَبِّهِ ××× وَفِي مَا سِواهُ فِي الْوَرَى كَانَ أَعْجَمَا\rوَيَذْكُر أيَاماً مَضَتْ مِنْ شَبَابِهِ ××× وَمَا كَانَ فِيهَا بِالْجَهَالَةِ أَجْرَمَا\rفَصَارَ قَرِينَ الهَمِّ طُولَ نَهَارِهِ ××× أَخَا السُّهْدِ وَالنَّجْوَى إذَا اللَّيلُ أظلَمَا\rيَقُولُ حَبيبي أَنْتَ سُؤْلِي وَبُغْيَتِي ××× كَفَى بِكَ للرَّاجِينَ سُؤْلاً وَمَغْنَمَا\rأَلَسْتَ الَّذِي غَذَّيتني وهديتَنِي ××× وَلاَ زِلْتَ مَنَّاناً عَلَيَّ وَمُنْعِمَا\rعَسَى مَنْ لَهُ الإِحْسَانُ يَغْفِرُ زَلَّتي ××× وَيَسْتُرُ أَوْزَارِي وَمَا قَدْ تَقَدّما\rتعاظمني ذنبي فأقبلتُ خاشعاً ××× ولولا الرضا ما كنتَ يا ربِّ مُنْعما\rفإن تَعْفُ عني تَعْفُ عن متمرِّدٍ ××× ظَلُومٍ غَشُومٍ لا يزايلُ مأثما\rفإن تستقمْ منيَ فلستُ بآيسٍ ××× ولو أدخلوا نفسي بجُرْم جهنَّما\rفجرمِي عظيمٌ من قديم وحادثٍ ××× وعفوُك يأتي العبدَ أعلى وأجْسَما\rحَواليَّ فضلُ اللَّه من كل جانب ××× ونورٌ من الرحمن يفترش السَّمَا\rوفي القلب إشراقُ المحبِ بوصلهِ ××× إذا قارب البشرى وجاز إلى الحمى\r[ Azam Fikulli Waktinwahin ]\rF0006. SYAIR TANPO WATON GUS DUR\rOleh : Mbah Jenggot\rNgawiti ingsun nglaras syi’iran\r(aku memulai menembangkan syi’ir)\rKelawan muji maring Pengeran\r(dengan memuji kepada Tuhan)\rKang paring rohmat lan kenikmatan ….\r(yang memberi rohmat dan kenikmatan)\rRino wengine tanpo pitungan 2X ….\r(siang dan malamnya tanpa terhitung)\rDuh bolo konco priyo wanito\r(wahai para teman pria dan wanita)\rOjo mung ngaji syareat bloko\r(jangan hanya belajar syari’at saja)\rGur pinter ndongeng nulis lan moco …\r(hanya pandai bicara, menulis dan membaca)\rTembe mburine bakal sengsoro 2X ….\r(esok hari bakal sengsara)\rAkeh kang apal Qur’an Haditse ….","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"(banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)\rSeneng ngafirke marang liyane ….\r(senang mengkafirkan kepada orang lain)\rKafire dewe dak digatekke ….\r(kafirnya sendiri tak dihiraukan)\rYen isih kotor ati akale 2X ….\r(jika masih kotor hati dan akalnya)\rGampang kabujuk nafsu angkoro ….\r(gampang terbujuk nafsu angkara)\rIng pepaese gebyare ndunyo\r(dalam hiasan gemerlapnya dunia)\rIri lan meri sugihe tonggo …\r(iri dan dengki kekayaan tetangga)\rMulo atine peteng lan nisto 2X\r(maka hatinya gelap dan nista)\rAyo sedulur jo nglaleake ….\r(ayo saudara jangan melupakan)\rWajibe ngaji sak pranatane …\r(wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)\rNggo ngandelake iman tauhide …\r(untuk mempertebal iman tauhidnya)\rBaguse sangu mulyo matine 2X ….\r(bagusnya bekal mulia matinya)\rKang aran sholeh bagus atine\r(Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)\rKerono mapan seri ngelmune\r(karena mapan lengkap ilmunya)\rLaku thoriqot lan ma’rifate ….\r(menjalankan tarekat dan ma ’rifatnya)\rUgo haqiqot manjing rasane 2 X …\r(juga hakikat meresap rasanya)\rAl Qur’an qodim wahyu minulyo …\r(Al Qur’an qodim wahyu mulia)\rTanpo tinulis biso diwoco (tanpa ditulis bisa dibaca)\rIku wejangan guru waskito …\r(itulah petuah guru mumpuni)\rDen tancepake ing jero dodo 2X …\r(ditancapkan di dalam dada)\rKumantil ati lan pikiran …\r(menempel di hati dan pikiran)\rMrasuk ing badan kabeh jeroan ….\r(merasuk dalam badan dan seluruh hati)\rMu’jizat Rosul dadi pedoman\r(mukjizat Rosul (Al-Qur’an) jadi pedoman)\rMinongko dalan manjinge iman 2 X …\r(sebagai sarana jalan masuknya iman)\rKelawan Alloh Kang Moho Suci …\r(Kepada Alloh Yang Maha Suci)","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"Kudu rangkulan rino lan wengi\r(harus mendekatkan diri siang dan malam)\rDitirakati diriyadohi\r(diusahakan dengan\rsungguh-sungguh secara ihlas)\rDzikir lan suluk jo nganti lali 2X …\r(dzikir dan suluk jangan sampai lupa)\rUripe ayem rumongso aman\r(hidupnya tentram merasa aman)\rDununge roso tondo yen iman\r(mantabnya rasa tandanya beriman)\rSabar narimo najan pas-pasan\r(sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)\rKabeh tinakdir saking Pengeran 2X …\r(semua itu adalah takdir dari Tuhan)\rKelawan konco dulur lan tonggo\r(terhadap teman, saudara dan tetangga)\rKang podho rukun ojo dursilo\r(yang rukunlah jangan bertengkar)\rIku sunahe Rosul kang mulyo\r(itu sunnahnya Rosul yang mulia)\rNabi Muhammad panutan kito 2x ….\r(Nabi Muhammad tauladan kita)\rAyo nglakoni sakabehane …\r(ayo jalani semuanya)\rAlloh kang bakal ngangkat drajate …\r(Allah yang akan mengangkat derajatnya)\rSenajan asor toto dhohire …\r(Walaupun rendah tampilan dhohirnya)\rAnanging mulyo maqom drajate 2X …\r( namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)\rLamun palastro ing pungkasane …\r(ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)\rOra kesasar roh lan sukmane\r(tidak tersesat roh dan sukmanya)\rDen gadang Alloh swargo manggone …\r(dirindukan Allah surga tempatnya)\rUtuh mayite ugo ulese 2X …\r(utuh jasadnya juga kain kafannya)\rF0054. SYAIR UHIBBUKI mitsla maa ANTI, UHIBBUKI kaifa maa KUNTI\rأُحِبُّكِ مثلما أنتِ أُحِبُّكِ كيفما كُنْتِ\rومهما كانَ مهما صارَ أنتِ حبيبتي أنتِ\rحَلالي أَنتِ لا أَخْشى عَذولاً هَمُّه مَقْتِي\rلقدْ أَذِنَ الزمانُ لنا بِوَصْلٍ غَيْرِ منْبَتِّ\rسَقَيْتِ الحُبَّ في قلبي بِحُسْن الفعلِ والسَّمْتِ","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"يغيبُ السَّعْدُ إن غِبْتِ ويَصْفو العَيْشُ إِنْ جِئْتِ\rنهاري كادِحٌ حتى إذا ما عُدْتُ للبيتِ\rلَقِيتُكِ فانْجَلى عني ضَنايَ إذا تَبَسَّمْتِ\rتَضيقُ بيَ الحياةُ إذا بها يوماً تَبَرَّمتِ\rفأَسعى جاهداً حتى أُحَقِّقَ ما تَمَنَّيْتِ\rهَنائي أنتِ فَلْتَهْنَيْ بِدفءِ الْحُبِّ مَا عِشْتِ\rفَرُوحَانَا قدِ ائْتَلَفا كَمِثْلِ الْأَرْضِ وَالنَّبْتِ\rفَيَا أَمَلي وَيَا سَكَنِي وَ يَا أُنْسِي ومُلْهِمَتِي\rيَطيبُ العَيْشُ مَهْمَا ضَاقَتِ الأيامُ إِنْ طِبْتِ\rUHIBBUKI MISLA MAA ANTII.. UHIBBUKI KAIFA MAA KUNTI.. WA MAHMA KAANA, MAHMAA SARAA.., ANTI HABIBATI ANTI ZAWJATI.. ANTI HABIBATI ANTI..** HALAALI ANTI LAA AKHSHAA ADULAN... AN NUMAQTI.. LAQOD AZINA ZAMAANULANA BI WUSLIM GHOYRI MUMBATTI, SAQAYTIL HUBBA FII QOLBI BI HUSNIL FA A'LI WAS-SAMTI, YAGHIB-US SA'ADU INNIBTI, WA YASFUL A'YSHU INJI TI, NAHAARI KAADIHUM HATTA IZAA MA A'TTULIL BAYTI, LAQITUKI FANJALA ANNI DUNA IZAA.. TABASSAMTI,** ANTI HABIBATI ANTI, TAGIKU BI AL HAYAATU IZA BI AAYAUMAN TABARROMTI, FA ASSAA JAAHIDAAN HATTA AWHAQQI QOOMAA TAMANNAYTI, ANAA I ANTI FAL TANAY BI JIFHIL HUBBI MAA ASHTI, FA ROOHANA QODA TALAFA KA MISLIL ARDHI WANNABTI,WA AMALI WA YAA SAKAANI YAA UNSI WAMULHIMATI, YATIBUL A' ESHU MAHMA DHO.. QOTIL AYYAMU INTIBTI,\r??• Terjemah Syair UHIBBUKI mitsla maa ANTI, UHIBBUKI kaifa maa KUNTI •??\rAku mencintaimu apapun dirimu..\rAku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu..\rApa pun yang terjadi dan kapan pun…\rIstriku engkaulah cintaku…\rDuhai istriku..\rEngkaulah kekasihku…\rEngkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang...\rKita satu tujuan untuk selamanya…\rEngkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu…","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap,\rHidupku menjadikan terang ketika kamu disana…\rHari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu…\rMaka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum ..\rJika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras…\rSampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan…\rEngkau kebahagiaanku .\rtanamkanlah kebahagiaan selamanya…\rJiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan\rDuhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku….\rindahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia…\rNasyid : Zawjaty... Uhibbuki mitsla maa Anti, Uhibbuki kaifa maa Kunti By : Ahmad Bukhatir — Visit: http://www.bukhatir.org/ [ Oleh Masaji Antoro, Umi Afiadah dan Rovi Al-Hidayah ].\r0489. MUSYAWARAH PARA BURUNG\rDikisahkan, segala burung di dunia, yang dikenal atau tidak dikenal, datang berkumpul. Mereka sama-sama memiliki satu pertanyaan, siapakah raja mereka? Di antara mereka ada yang berkata, “Rasanya tak mungkin negeri dunia ini tidak memiliki raja. Maka rasanya mustahil bila kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Jadi, kita semua memiliki Raja, ya, Raja.”\rSemua burung tertegun, seperti ada keraguan yang mengawang-awang.\r“Keadaan semacam ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Hidup kita ini akan percuma bila sepanjang hayat kita, kita tidak pernah mengetahui, dan mengenal siapa Raja kita sesungguhnya.”\rMasing-masing dari mereka masih berfikir dan terdiam. Lalu kembali ada yang berteriak, “Lalu apa yang harus kita lakukan?”","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"musyawarah burung 1“Tentu saja kita harus berusaha bersama-sama mencari seorang raja untuk kita semua; karena tidak ada negeri yang memiliki tatanan yang baik, tanpa seorang raja.· Mereka pun mulai berkumpul dan bersidang untuk memecahkan persoalan. Burung Hudhud dengan semangat dan penuh rasa percaya diri, tampil ke depan dan menempatkan diri di tengah majelis burung-burung itu. Di dadanya tampak perhiasan yang melambangkan bahwa dia telah memiliki pancaran ruhaniah yang tinggi. Dan jambul di kepalanya tegak berdiri mahkota yang melambangkan keagungan dan kebenaran, dan dia juga memiliki pengetahuan luas tentang baik dan buruk.\rBurung-burung sekalian, kata Hudhud, kita mempunyai raja sejati, ia tinggal jauh di balik gunung-gunung Qaf. Ribuan daratan dan lautan terbentang sepanjang perjalanan menuju tempatnya. Namanya Simurgh. Aku kenal raja itu dengan baik, tapi aku tak bisa terbang sendiri menemuinya. Bebaskan dirimu dari rasa malu, sombong, dan ingkar. Dia pasti akan melimpahkan cahaya bagi mereka yang sanggup melepaskan belenggu diri. Mereka yang demikian akan bebas dari baik dan buruk, karena berada di jalan kekasih-Nya. Sesungguhnya Dia dekat dengan kita, tapi kita jauh dari-Nya.","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"musyawarah burung 3Dikisahkan, pada suatu malam sang Maharaja Simurgh terbang di kegelapan malam. Tiba-tiba jatuhlah sehelai bulunya yang membuat geger seluruh penduduk bumi. Begitu mempesonanya bulu Simurg hingga membuat tercengang dan terheran-heran. Semua penduduk gegap gempita ingin menyaksikan keindahan dan keelokannya. Dan dikatakan kepada mereka, “Andaikata sehelai bulu tersebut tidak jatuh, niscaya tidak akan ada makhluk yang bernama burung di muka bumi ini.”\rKemudian burung Hudhud melanjutkan pembicaraannya, bahwa untuk menggapai istana Simurg mereka harus bersatu, saling bekerja sama dan tidak boleh saling mendahului. Setelah mendengar cerita yang disampaikan oleh burung Hudhud, semua burung-burung bersemangat ingin sekali secepatnya pergi menghadap sang Maharaja Simurg. Namun, burung Hudhud menambahkan, bahwa perjalanan menuju istana Simurg tidak semudah yang dibayangkan, melainkan harus melewati ribuan rintangan dan guncangan dahsyat. Perjalanan juga sarat dengan penderitaan, kepedihan dan kesengsaraan.\r“Apakah kalian sudah siap ?” kata burung Hudhud, menguji keseriusan mereka. Setelah mereka mendengarkan penjelasan bagaimana suka dukanya, pahit getirnya perjalanan menuju istana Simurg, ternyata semangat sebagian burung menjadi pudar dan turun.","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"musyawarah burung 2Namun, di antara burung-burung, ada seekor burung Kenari yang memberanikan diri menyampaikan pendapatnya, “Aku adalah Imamul Asyiqin, imamnya orang-orang yang asyik dan rindu. Aku sangat keberatan untuk ikut berangkat, bagaimana nanti orang-orang rindu dengan kemerduan kicauanku bila aku harus meninggalkan mereka. Bagaimana mungkin aku dapat berpisah dari kembang-kembang mekarku ?” demikian alasan burung Kenari.\rSelanjutnya, burung Merak berkata, “Dulu aku hidup di syurga bersama Adam, lantas aku diusir dari syurga, rasanya aku ingin kembali ke tempat tinggalku lagi. Karena itu, aku tidak mau ikut dalam rombongan.”\rKemudian disusul oleh Itik, “Aku sudah biasa hidup dalam kesucian, dan aku juga terbiasa berenang di tempat yang kering kerontang. Aku tidak mungkin hidup tanpa air,” kilah Itik.\rBegitu juga burung Garuda, “Saya sudah biasa hidup senang di gunung, bagaimana mungkin aku sanggup meninggalkan tempatku yang menyenangkan”, alasan Garuda.\rKemudian disusul burung Gelatik, “Aku hanya seekor burung kecil, dan lemah, takkan mungkin sanggup ikut mengembara sejauh itu,” kata burung Gelatik.\rLantas burung Elang ikut menyahut, “Semua orang sudah tahu kedudukanku yang tinggi ini, maka tidak mungkin aku meninggalkan tempat dan kedudukan yang mulia ini, ” kata burung Elang.","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"Burung Hudhud sebagai pemimpin sangat bijak dan sabar mendengar semua keluhan dan alasan burung-burung yang enggan berangkat. Namun demikian, burung Hudhud tetap bersemangat memberikan dorongan dan motivasi kepada mereka. “Kenapa kalian harus berberlindung di balik dalil-dalil nafsumu, sehingga semangatmu yang sudah membara menjadi padam? Padahal kalian tahu bahwa perjalanan menuju istana Simurgh adalah perjalanan suci, kenapa harus takut dan bimbang dengan prasangka yang ada pada dirimu?” ucap Hudhud.\rKemudian ada seekor burung menyela, “Dengan cara apa kita bisa sampai ke tempat Maharaja Simurgh yang jauh dan sulit itu? “Dengan bekal himmah (semangat) yang tinggi, kemauan yang kuat, dan tabah menghadapi segala cobaan dan rintangan. Bagi orang yang rindu, seperti apapun cobaan akan dihadapi, dan seberapa pun rintangan akan dilewati. Perlu diketahui bahwa Maharaja Simurg sudah jelas dan dekat, laksana matahari dengan cahayanya,” jawab Hudhud meyakinkan. Sabarlah, bertawakkallah, karena bila kalian telah sanggup menempuh perjalanan itu, kalian akan tetap berada dalam jalan yang benar,·demikian lanjut Hudhud.\rSetelah itu, bangkitlah semangat burung-burung seolah-olah baru saja mendapatkan kekuatan baru untuk terus melangkah menuju istana Simurg. Akhirnya, burung-burung yang berjumlah ribuan sepakat untuk berangkat bersama-sama tanpa satupun yang tertinggal.","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Perjalanan panjang telah dimulai, perbekalan telah disiapkan. Burung Hudhud yang didaulat menjadi pemimpin mereka telah mengatur persiapan, dengan membagi rombongan menjadi beberapa kelompok. Setelah perjalanan cukup lama menembus lorong-lorong waktu, kegelisahan mulai datang menimpa mereka. “Mengapa perjalanan sudah lama dan jauh, kok tidak sampai-sampai?” guman mereka di dalam hati. Mulailah mereka dihinggapi rasa malas karena menganggap perjalanan terlalu lama, mereka bosan karena tidak lekas sampai. Perasaan mereka diliputi keraguan dan kebimbangan. Kemudian sebagian burung ada yang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan.\rNamun burung-burung lain yang masih memiliki stamina kuat dan himmah yang tinggi tidak menghiraukan penderitaan yang mereka alami, dan melanjutkan perjalanan yang maha panjang itu.\rTiba-tiba rintangan datang kembali, terpaan angin yang sangat kencang menerpa mereka sehingga membuat bulu-bulu indah yang dibanggakan berguguran. Kegagahan burung-burung perkasa pun mulai pudar. Kedudukan dan pangkat yang tinggi sudah tidak terpikirkan. Berbagai macam penyakit mulai menyerang mereka, kian lengkaplah penderitaan yang dirasakan oleh para burung tersebut. Badan mereka kurus kering, penyakit datang silih berganti membuat mereka makin tidak berdaya. Semua atribut duniawi yang dulu disandang dan dibanggakan, sekarang tanggal tanpa sisa, yang ada hanyalah totalitas kepasrahan dalam ketidak berdayaan. Mereka hanyut dalam samudera iradatullah dan tenggelam dalam gelombang fana’.","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Pada akhirnya Cuma sedikit dari mereka yang benar-benar sampai ke tempat yang teramat mulia dimana Simurg membangun mahligainya. Dari ribuan burung yang pergi, tinggal 30 ekor yang masih bertahan dan akhirnya sampai di gerbang istana Simurgh. Namun kondisi mereka sangat memprihatinkan, tampak gurat-gurat kelelahan di wajah mereka. Bahkan bulu-bulu yang menempel di tubuh mereka rontok tak bersisa. Di sini terlihat, meski mereka berasal dari latar belakang berbeda, namun pada proses puncak pencapaian spiritual adalah sama, yaitu dalam kondisi telanjang bulat dan lepas dari pakaian basyariyah.\rKemudian di depan gerbang istana mereka beristirahat sejenak sambil mengatur nafas. Tiba-tiba datang penjaga istana menghampiri mereka, “Apa tujuan kalian susah payah datang ke istana Simurgh?” kata penjaga istana. Serentak mereka menjawab, “Saya datang untuk menghadap Maharaja Simurg, berilah kami kesempatan untuk bertemu dengannya.”\rTanpa diduga, terdengar suara sayup-sayup menyapa mereka dari dalam istana, “Salaamun qaulam min rabbir rahiim” sembari mempersilahkan mereka masuk ke dalam. Lalu mereka masuk secara bersama-sama. Kemudian terbukalah kelambu hijab satu demi satu yang berjumlah ribuan. Mata mereka terbelalak memandang keindahan yang amat mempesona, keindahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Tatkala seluruh hijab tersingkap, ternyata yang dijumpai adalah wujud dirinya. Burung-burung pun saling bertanya dan terkagum-kagum, “Lho kok aku sudah ada disini?” begitu guman mereka dalam hati. Seolah-olah mereka berada di depan cermin sehingga yang ada adalah wujud dirinya. Maka datanglah suara lembut menjawabnya, “Mahligai Simurgh ibarat cermin, maka siapapun yang sampai pada mahligai ini, tidak akan melihat wujud selain wujud diri sendiri. Perjumpaan ini di luar angan dan pikirmu, dan juga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, namun hanya dapat dirasakan dengan rasa. Karena itu, engkau harus keluar dari dalam dirimu sehingga engkau menjadi sosok pribadi Insan Kamil.”\rAkhirnya, mereka memahami hakikat dirinya, setelah melewati tahapan fana’ billah hingga mencapai puncak baqa’ billah. Maka hilanglah sifat-sifat kehambaan dan kekal dalam ketuhanan. [ Hakam eLChudrie ].\r0517. MENGUNDANG TUHAN MAKAN MALAM\rPada suatu hari, beberapa orang dari Bani Israil datang menemui Musa as dan berkata, Wahai Musa, bukankah kau boleh bicara dengan Tuhan? Tolong sampaikan pada-Nya, kami ingin mengundang-Nya makan malam.\rMusa marah luar biasa. Ia berkata bahwa Tuhan tidak perlu makan atau minum.\rKetika Musa datang ke Gunung Sinai untuk berbicara dengan Tuhan, Tuhan bersabda,\rMengapa kau tidak menyampaikan kepada-Ku undangan makan malam dari hamba-Ku? Musa menjawab, Tapi Tuhanku, Engkau tidak makan. Engkau pasti tidak akan menerima undangan tolol seperti itu. Tuhan berkata, Simpan pengetahuanmu antara kau dan Aku. Katakan pada mereka, Aku akan datang memenuhi undangan itu.","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Turunlah Musa dari Gunung Sinai dan mengumumkan bahwa Tuhan akan datang untuk makan malam bersama Bani Israil. Tentu saja semua orang, termasuk Musa, menyiapkan jamuan yang amat mewah. Ketika mereka sedang sibuk memasak hidangan-hidangan terlezat dan mempersiapkan segalanya, seorang kakek tua muncul tanpa diduga.\rOrang itu miskin dan kelaparan. Ia meminta sesuatu untuk dimakan. Para koki yang sibuk memasak menolaknya, Tidak, tidak. Kami sedang menunggu Tuhan. Nanti ketika Tuhan datang, kita makan bersama-sama. Mengapa kamu tidak ikut membantu. Lebih baik kamu ikut mengambilkan air dari sumur!\rMereka tidak memberi apa-apa untuk kakek malang itu. Waktu berlalu tetapi Tuhan ternyata tidak datang. Musa menjadi amat malu dan tidak tahu harus berkata apa kepada para pengikutnya.\rKeesokan harinya, Musa pergi ke Gunung Sinai dan berkata, Tuhan, apa yang Kau lakukan kepadaku?\rAku berusaha meyakinkan setiap orang bahwa Kau ada. Kau katakan Kau akan datang ke jamuan kami, tapi Kau ternyata tak muncul. Sekarang tidak ada yang akan mempercayaiku lagi!\rTuhan menjawab, Aku datang. Jika saja kau memberi makan kepada hamba-Ku yang miskin, kau telah memberi makan kepada-Ku. Tuhan bersabda, Aku, Yang tidak akan boleh dimasukkan ke seluruh semesta, boleh dimasukkan ke dalam hati hamba-Ku yang beriman.\rKetika kita berkhidmat kepada hamba Tuhan, kita telah berkhidmat kepada-Nya. Ketika kita mengabdi kepada makhluk, sesungguhnya kita juga mengabdi kepada Sang Khalik. [ hakam elchudrie ]\r0586. PAHALA AMAL DALAM HITUNGAN ANGKA\rPERTANYAAN :\rAndi Rizky\r10 - 1 = 19,\r1 + 1 = 27,","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"1 x 6 = 365, kok bisa yaa, apa alasannya...??\rJAWABAN :\rChabib Musthofa\r10 -1 = 19\rAnda punya uang 10 lembar. Anda sedekahkan 1. Secara dlohir uang anda masih 9 lembar. Tapi hakikatnya justru jadi 19 karena \"Allah akan mengganti 10 x lipat bagi orang yang mau sedekah\".\r1 + 1 = 27\rAnda sholat munfarid / sendirian (1 orang), ditambah 1 orang lagi jadi makmumnya (jama'ah). Secara dlohir hanya ada 2 orang yang melakukan sholat, jadi matematiknya pahala anda 1 dan makmum 1 (2). Tapi hakikatnya Allah memberi pahala 27 derajat bagi orang yang sholat berjama'ah.\r1 x 6 = 365\rJika anda puasa 6 hari berturut-turut di bulan syawal. Dzohirnya ya mmg cuma puasa 6 hari saja. Tapi hakikatnya Allah, pahala yang anda terima ibarat puasa setahun atau 365 hari.\r0610. PERTEMUAN NAFS ORANG MATI DAN NAFS ORANG HIDUP DALAM MIMPI\rIbn Abi Ad-Dunya dan Ibn al-Jawzi menuturkan riwayat dari Syahr ibn Hawsyib.\rDisebutkan bahwa Sha’ab ibn Jutsamah dan ‘Awf ibn Malik telah lama menjalin persaudaraan. Sha’ab berkata kepada Awf,”Saudaraku, siapa saja yang meninggal lebih dulu di antara kita, hendaklah ia memperlihatkan diri kepada yang lainnya.”Awf bertanya,”Apakah itu bisa terjadi?” “Ya.”, jawab Sha’ab.\rDikisahkan bahwa Sha’ab kemudian meninggal lebih dulu. Awf pun melihat Sha’ab dalam tidurnya. Dia bertanya,”Bagaimana perlakuan Allah SWT terhadapmu?” Sha’ab menjawab,”Aku diberikan ampunan setelah menghadapi kesusahan.”\rSelanjutnya Awf bertutur sebagai berikut:\r“Aku melihat kilapan berwarna hitam yang melingkar di leher Sha’ab. Aku bertanya,’Apa yang melingkar di lehermu?’","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Dia menjawab,’Ini adalah sepuluh dinar yang kupinjam dari si Fulan, seorang Yahudi. Uang itu berada dalam sarung anak panah milikku. Oleh karena itu, tolong ambilkan dan berikan kepada Fulan.\rKetahuilah, tidak akan terjadi sesuatu pada keluargaku setelah kematianku ini melainkan telah sampai beritanya kepadaku, sampai kucing keluargaku yang mati beberapa hari yang lalu sekalipun. Ketahuilah, putriku akan meninggal enam hari lagi. Oleh karena itu, berikanlah nasihat kebaikan kepadanya.’\rSetelah bangun pagi, aku langsung berangkat menemui keluarga Sha’ab. Selanjutnya aku melihat sarung anak panah dan kulihat memang ada uang sepuluh dinar. Kemudian aku temui orang Yahudi tersebut dan kutanyakan,’Apakah engkau mempunyai piutang kepada Sha’ab?’\rFulan menjawab,’Semoga Allah memberi rahmat kepada Sha’ab. Dia adalah sahabat pilihan Nabi SAW. Aku pernah meminjamkan sepuluh dinar dan telah kuserahkan kepadanya.’\rAwf berkata,’Demi Allah, ini uang itu masih utuh.’\rKemudian Awf menemui keluarga Sha’ab dan berkata,’Apakah pada kalian pernah terjadi sesuatu setelah kematian Sha’ab?’\rMereka menjawab,’Ya.’\rMereka menyebutkan begini dan begitu hingga akhirnya mereka menyebutkan kematian kucing mereka. Kutanyakan, ‘Dimana keponakanku?’\r‘Dia sedang bermain’, jawab mereka.\rSetelah itu, aku langsung mendatang putri Sha’ab dan kupegang ternyata dia sedang sakit panas, lalu aku berkata,’Berikanlah nasih at kebaikan kepadanya.’\rSetelah enam hari kemudian, putri Sha’ab tersebut meninggal dunia.","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Sumber : “ZIARAH KE ALAM BARZAKH” karya Imam Jalaluddin As-Suyuti, Pustaka Hidayah, Bandung, 2005. [ Hakam ]\r0739. ILMU FIRASAT : KEDUTEN\rBismillahirrohmanirrohim. Segala puji hanya milik Alloh Dzat yang Maha Mencukupi. Salam semoga terhaturkan kepada para hambanya yang terpilih. (wa ba'du) kitab ini adalah kitab kecil yang akan menjelaskan tentang kedutannya anggota tubuh yang dibuat oleh Iskandar Dzul Qarnain al Yunani al Hakim 'alaihis salam yang kemudian ditafsiri oleh para ulama' dan para ahli hikmah... (wa'lam) semoga Alloh memberikan pertolongan kepadaku dan kalian pada apa yang Dia sukai dan ridhoi. Dan semoga Dia menjadikan kita termasuk golongannya orang-orang yang bertakwa dan takut kepadaNya.\r1.…Kitab risalah ini akan memaparkan keduten yang terjadi pada bagian-bagian tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki.\r2.…(Ketika ubun-ubun kepala keduten) maka menunjukkan akan mendapatkan kebaikan.\r3.…(ketika bagian belakang kepala keduten) maka menunjukkan pada keluar dari kegelisahan.\r4.…(ketika ubun-ubun dan kening keduten) maka menunjukkan akan mendapatkan kebaikan.\r5.…(ketika bagian kanan kepala keduten) maka menunjukkan pada kebaikan dan kelapangan yang sebentar lagi akan didapat.\r6.…(ketika bagian kiri kepala keduten) maka menunjukkan akan mendapatkan perkara yang tidak disukai.\r7.…(ketika dua alis mata keduten) maka menunjukkan akan mendapatkan kebaikan yang sangat banyak dan kemuliaan. Ahli firasat berkata, \"akan mendapatkan kemuliaan yang sangat besar.\"\r8.…(ketika alis kiri keduten) maka akan mendapatkan kelapangan, kebahagiaan dan kesenangan.","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"9.…(ketika alis kanan keduten) maka kelapangan akan menemui dia dan kemulian yang sangat besar.\r10.…(ketika bagian diantara dua alis keduten) maka menunjukkan pada kebaikan, sorban yang akan dia pakai dan kemuliaan.\r11.…(ketika kelopak mata kanan atas keduten) maka kebaikan akan didapat dari orang yang sangat mulia. Ahli firasat berkata, \"begitu juga dikatakan sebagai tanda kesusahan dan sakit.\"\r12.…(ketika kelopak kanan bawah keduten) maka menunjukkan pada tangisan, kesusahan, kegelisahan dan perkara yang tidak disukai akan menimpa. Dikatakan, \"menunjukkan pada datangnya orang yang bepergian.\"\r1490. PANDANGAN ISLAM TENTANG MIMPI\rMimpi adalah bagian dari tidur yang dialami oleh hampir semua manusia.Mimpi baik itu bisa mendatangkan rasa senang dan bahagia.Sebaliknya mimpi buruk tak jarang mengundang kegelisahan.Dari perkara mimpi ini kerap muncul upaya takwil-takwil yang menyesatkan dan merusak aqidah.Oleh karena itu,Islam mengaturnya dan memberikan tuntunan dalam hal mimpi ini.Ini sekaligus membuktikan kesempurnaan ajaran Islam dalam mengatur kehidupan manusia baik urusan dunia maupun akhirat.Entah mimpi baik atau buruk,seorang muslim hendaklah memperhatikan adab-adab berikut ini:\rMIMPI BAIK\rJika kita mendapatkan mimpi yang baik maka kita harus melakukan hal-hal berikut ini:\r1. Memuji Allah SWT","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"Rasulullah SAW bersabda,\"Jika salah satu dari kalian mendapat mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya ia dari Allah SWT,karena itu hendaklah memuji Allah atas mimpi tersebut dan memberitakannya.Akan tetapi jika mendapat mimpi yang buruk yang ia membencinya,maka sesungguhnya ia dari setan.\"(Riwayat Bukhari dari Abu said Ra).\r2. Senang dan berharap baik\rHendaklah jika mendapat mimpi baik,merasa senang dan berharap baik dari mimpi tersebut.Rasulullah SAW bersabda,\"...dan jika ia melihat mimpi yang baik,maka hendaklah ia berharap baik dan tidak menceritakannya kecuali kepada orang yang ia sukai.\"(Riwayat muslim dari abu hurairah Ra)\r3. Menafsiri sebaik mungkin\rSetiap muslim dituntut untuk selalu optimis dan berprasangka baik kepada Allah dalam setiap kesempatan.Rasa optimis dan berprasangka baik terbaca saat bangun dari tidurnya.Rasulullah SAW bersabda,\"Jika salah satu dari kalian mimpi baik,maka hendaklah ia menafsirinya,dan memberitakannya,dan jika melihat mimpi buruk maka hendaklah ia tidak menafsirkannya dan memberitakannya.\"(As-silsilah Ash-shahihah dari abu hurairah,ada yang meriwayatkannya dari ibnu abdi albarr dalam kitab Tahmid)\rMIMPI BURUK\rJika kita mendapatkan mimpi yang tidak menyenangkan atau buruk,maka lakukanlah hal-hal yang berikut ini:\r1.Meludah ke kiri tiga kali","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"Lakukanlah meludah tiga kali ke arah kiri untuk mengusir setan,karena mimpi buruk berasal darinya.Rasulullah SAW bersabda,\"Jika salah satu dari kalian melihat mimpi buruk ,maka hendaklah mengubah posisinya(membalik tubuhnya),lalu meludah tiga kali ke kiri dan memohon kebaikan dari Allah dan berlindung dari kejahatannya kepadaNya.\"(Riwayat ibnu majah dan abu hurairah).\r2.Tidak menceritakan kepada orang lain\rKetika mendapati mimpi buruk/yang tidak menyenangkan,hendaklah tidak menceritakannya kepada siapa pun.Rasulullah SAW bersabda,\"jika setan mempermainkan salah satu dari kalian dalam mimpinya,maka hendaklah tidak menceritakannya kepada orang-orang.\"(Riwayat muslim dari jabir Ra).Ada seorang arab baduibermimpi seakan-akan melihat kepalanya putus menggelinding lalu mengikutinya,Rasulullah SAW bersabda,\"Janganlah kamu beritahukan kepada siapa pun tentang permainan setan kepadamu dalam mimpi tersebut.\"(Riwayat muslim dari jabir Ra).Dalam hadits lainnya,Beliau bersabda,\"...dan jika ia melihat mimpi yang ia tidak sukai,maka sesungguhnya ia berasal dari setan,maka hendaklah ia berlindung dari kejahatannya dan tidak menceritakan kepada siapa pun maka sesungguhnya ia tidak akan membahayakannya.\"(Riwayat bukhari dari abu said Ra).\r3. Membaca Ta'awudz,mengubah posisi tidur","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Bacaan Ta'awudz dimaksudkan untuk mengusir setan.Rasulullah SAW bersabda,\"jika salah satu dari kalian melihat mimpi yang tidak ia sukai,maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali,dan hendaklah ia berlindung kepada Allah dari setan tiga kali(membaca ta'awudz tiga kali),dan hendaklah ia mengubah posisi tidurnya.\"(Riwayat muslim dari Jabir Ra).\r4. Shalat dua raka'at\rRasulullah SAW bersabda,\"...mimpi itu ada tiga macam,mimpi baik sebagai kabar gembira dari Allah,mimpi yang membuat sedih dari setan,dan mimpi yang berasal dari kata hati seseorang,maka barang siapa melihat mimpi yang tidak ia sukai,hendaklah ia mendirikan shalat,dan tidak menceritakannya kepada orang lain.\"(Riwayat muslim dari abu hurairah Ra).\rItulah tuntunan dari Al Islam dalam menyikapi mimpi..karena semua orang pasti pernah mengalami namanya mimpi..apakah itu mimpi baik atau mimpi buruk...semoga bermanfa'at artikel ini agar kita terjebak dan masuk ke perbuatan yang merusak aqidah kita sebagai seorang muslim..:goodboy:\r[ Risandrianto 29th January 2012, 10:20 ].\rSUMBER DOKUMEN; http://forums.klikajadeh.net/archive/index.php/t-49881.html\r4175. MIMPI BERJUMPA ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM\rPERTANYAAN :\r> Tsalisul Khiyar\rAssalamu 'alaikum. Setan tidak bisa menyerupakan dirinya dengan nabi,terus bagaimana jika setan menjelma (menjadi seseorang bagus rupawan, misalnya) kemudian mengatakan \"saya (nabi) muhammad\" kepada orang yang bermimpi (yang belum pernah bermimpi nabi). Bagaimana menjawab pertanyaan ini ?\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam. HADITS MIMPI BERTEMU NABI SAW. (رؤية النبي)","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"A. Hadis Mimpi Bertemu Nabi saw. (Ru’yah al-Nabi)\r-حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِىُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ - يَعْنِى ابْنَ زَيْدٍ - حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَهِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِى فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِى ». رواه مسلم و الترمذي و ابن ماجه. وفى رواية الدارمي : (لا يتمثل مثلي)\r-حدثنا محمد بن رمح . أنبأنا الليث بن سعد عن أبي الزبير عن جابر عن رسول الله صلى الله عليه و سلم أنه : قال ( من رآني في المنام فقد رآني . إنه لا ينبغي للشيطان أن يتمثل في صورتي ) رواه مسلم و ابن ماجه\r-حدثنا عبدان أخبرنا عبد الله عن يونس عن الزهري حدثني أبو سلمة أن أبا هريرة قال : سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول ( من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي ) رواه البخاري\r-حدثنا علي بن محمد . حدثنا وكيع عن سفيان عن أبي إسحاق عن أبي الأحوص عن عبد الله عن النبي صلى الله عليه و سلم : قال ( من رآني في المنام فقد رآني في اليقظة فإن الشيطان لا يتمثل على صورتي ) رواه ابن ماجه\r-حَدَّثَنِى أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ قَالاَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِى يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِى أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ )مَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَسَيَرَانِى فِى الْيَقَظَةِ أَوْ لَكَأَنَّمَا رَآنِى فِى الْيَقَظَةِ لاَ يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِى( رواه مسلم و أبو داود","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"وفى رواية احمد : ( أَوْ فَكَأَنَّمَا)-حدثنا محمد بن يحيى . حدثنا سليمان بن عبد الرحمن الدمشقي . حدثنا سعدان بن يحيى بن صالح اللخمي . حدثنا صدقة بن أبي عمران عن عون بن أبي جحيفة عن أبيه عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال ( من رآني في المنام فكأنما رآني في اليقظة . إن الشيطان لا بستطيع أن يتمثل بي ) رواه ابن ماجه\r-أخبرنا أبو محمد بن المصفى ثنا محمد بن حرب عن الزبيدي عن الزهري عن أبي سلمة عن أبي قتادة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : )من رآني في المنام فقد رأى الحق( رواه الدارمي وفي رواية البخاري و مسلم : (من رآني فقد رأى الحق\rB. Penjelasan\rمَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِى فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِى\rMenurut al-Baqillani, makna “melihatku” (Rasulullah) dalam hadis di atas adalah benar adanya, bukan mimpi kosong, juga bukan penyerupaan-penyerupaan dari syetan.\rMenurut Imam al-Ghazali, makna sabda Nabi :\rفَقَدْ رَآنِى\rmaksudnya bukan berarti seseorang akan melihat jasadnya atau badannya, melainkan seseorang akan melihat perumpamaan dari makna yang terkandung dalam mimpi tersebut.\rNamun, banyak kaum sufi yang berkeyakinan bahwa seseorang dapat bertemu Nabi secara langsung, meskipun Nabi Muhammad saw. telah wafat empat belas abad yang silam. Keyakinan kaum sufi yang seperti ini berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dari Abû Hurairah:\rمن رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي\r“Siapa yang melihatku saat mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadaan sadar. Dan syetan tidak dapat menyerupai diriku.”","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"Untuk dapat menafsirkan hadis riwayat al-Bukhari di atas, perlu diperhatikan apakah ada hadis-hadis lain yang membicarakan tema yang sama. Jika ternyata ditemukan adanya riwayat lain, maka tidak boleh mengabaikan riwayat-riwayat tersebut. Karena seperti halnya ayat al-Qur’an antara yang satu dengan yang lain bisa saling menafsirkan, dalam hadis Nabi pun berlaku kaidah demikian, yakni antara satu riwayat dengan riwayat lainnya dapat saling menafsirkan.\rUntuk menjawab pertanyaan bisakah seseorang bertemu langsung dengan Nabi Muhammad saw., ada riwayat lain yang perlu diteliti dan merupakan kunci untuk memahami hadis mimpi bertemu Nabi Muhammad saw., yaitu sebuah hadis riwayat Muslim dan Abû Dâwûd melalui jalur Abû Hurairah ra. Berikut teks hadis tersebut:\rمَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَسَيَرَانِى فِى الْيَقَظَةِ أَوْ لَكَأَنَّمَا رَآنِى فِى الْيَقَظَةِ لاَ يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِى\r“Siapa yang melihatku saat mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadaan sadar atau seakan-akan ia telah melihatku. Dan syetan tidak bisa menyerupai diriku.”\rBaik riwayat al-Bukhari maupun riwayat Muslim dan Abû Dâwûd, keduanya sama-sama melalui jalur Abû Hurairah. Namun riwayat al-Bukhari nampaknya mempunyai arti yang umum. Riwayat seperti ini membutuhkan riwayat lain untuk menafsirkannya. Tanpa didukung riwayat lain yang semakna, maka akan sulit untuk menafsirkannya. Bahkan bisa keliru menafsirkannya dan merusak makna yang sebenarnya dari hadis tersebut.","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"Sementara riwayat Muslim dan Abû Dâwûd nampaknya mempunyai arti yang lebih khusus. Maka tepat sekali jika riwayat Muslim dan Abû Dâwûd tersebut dijadikan sebagai penafsir dari riwayat al-Bukhari. Dengan demikian, makna hadis\rمَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَسَيَرَانِى فِى الْيَقَظَةِ\r(Siapa yang bermimpi melihatku, maka ia akan melihatku secara nyata), tidak seperti pemahaman kaum sufi selama ini yakni benar-benar bertemu langsung dengan Nabi Muhammad saw., tapi hanya merupakan sebuah pengandaian saja. Kata kunci untuk menafsirkan hadis tersebut adalah lafazh لَكَأَنَّمَا yang berarti suatu pangandaian. Jika kedua riwayat tersebut digabungkan, maka hadis itu bermakna Siapa yang bermimpi melihatku, maka seakan-akan ia telah bertemu langsung denganku.\rUntuk mengetahui penafsiran hadis tersebut secara luas, di sini akan dikemukakan beberapa pendapat ulama ahli hadis. Menurut al-Nawawi, maksud lafazh\rفسيراني في اليقظة\rmengandung tiga pengertian, yaitu:\r1.…Bagi orang-orang yang sezaman dengan Nabi Muhammad saw. namun tidak sempat berhijrah, lalu orang tersebut bermimpi melihat Nabi Muhammad saw. maka Allah akan memberikan taufiq-Nya kepada mereka sehingga bisa bertemu Nabi Muhammad saw.;\r2.…Akan bertemu Nabi Muhammad saw. di akhirat sebagai pembenaran mimpinya, karena di akhirat setiap umat Nabi Muhammad saw. baik yang pernah bertemu maupun belu, akan mengalami pertemuan langsung dengan beliau;\r3.…Melihat Nabi di akhirat secara dekat dan mendapat syafa’atnya.","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalânî, penafsiran terhadap hadis mimpi bertemu Nabi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dibagi menjadi enam pendapat, yaitu:\r1.…Hadis tersebut harus dipahami secara perumpamaan (tasybîh), karena diperkuat dengan riwayat lain yang redaksi lafazhnya menunjukkan arti perumpamaan (لَكَأَنَّمَا).\r2.…Orang yang mimpi bertemu Nabi akan melihat kebenaran, baik secara nyata maupun hanya ta’bir saja.\r3.…Hadis tersebut dikhususkan kepada orang-orang yang sezaman dengan Nabi Muhammad saw. dan bagi orang yang beriman kepada Nabi yang belum sempat melihatnya.\r4.…Bahwa orang mimpi tersebut akan melihat Nabi, seperti ketika bercermin, namun hal tersebut sangat mustahil.\r5.…Maknanya bahwa ia akan melihat Nabi Muhammad saw. pada hari kiamat dan tidak dikhususkan bagi mereka yang telah mimpi bertemu dengan Nabi saja.\r6.…Orang yang mimpi melihat Nabi, ia akan melihatnya secara nyata. Namun pendapat ini masih diperdebatkan.","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"Sementara itu menurut Yûsuf al-Qardhawi, pengertian hadis mimpi bertemu Nabi dengan berbagai riwayatnya menunjukkan bahwa Allah memuliakan Nabi-Nya dan memuliakan umat-Nya dengan mencegah syetan untuk menampakkan dirinya dalam sosok Nabi Muhammad saw. di dalam mimpi. Tujuannya agar syetan tidak mempunyai peluang untuk berdusta dengan lisan Nabi-Nya dan tidak bisa menyesatkan umat manusia. Meskipun Allah telah memberikan kesanggupan kepada syetan untuk merubah dirinya dalam sosok apa saja yang diinginkannya, tapi untuk menjelma seperti sosok Nabi Muhammad saw. syetan tidak sanggup melakukannnya. Oleh karena itu, siapa saja yang melihat Nabi Muhammad saw. dalam mimpinya, maka orang tersebut sungguh-sungguh telah melihat Nabi Muhammad saw. dengan benar atau ia telah melihat kebenaran, sebagaimana dijelaskan dalam hadis. Dan mimpi melihat Nabi Muhammad saw. tidaklah dikategorikan sebagai mimpi yang kosong dari makna, dan juga bukan dari godaan syetan.\rSedangkan untuk membuktikan kebenaran mimpi bertemu dengan Nabi, langkah yang harus ditempuh adalah dengan menanyakan kepada orang yang bermimpi tentang sifat Nabi yang ditemuinya itu. Jika cocok dengan sifat yang telah diterangkan dalam riwayat-riwayat, maka orang tersebut benar-benar telah melihat Nabi dalam mimpinya.\rSebaliknya, jika tidak sesuai maka orang tersebut telah bermimpi. Hal seperti inilah yang dilakukan oleh ahli tafsir mimpi, Ibnu Sirin, sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalâni:\rإذا قص عليه رجل أنه رأى النبي صلى الله عليه و سلم قال صف لي الذي رأيته فان وصف له صفة لا يعرفها قال لم تره","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"“Jika seseorang berkata kepada Ibnu Sirrin bahwa ia telah mimpi melihat Nabi Muhammad saw., maka ia akan bertanya kepadanya: ‘Jelaskanlah sifat orang yang kamu lihat (mimpikan) itu kepadaku’. Maka jika orang yang bermimpi tersebut mengisahkan kepadanya denga sifat yang tidak diketahui oleh Ibnu Sirin, maka Ibnu Sirin berkata: ‘Kamu tidak melihat Nabi Muhammad saw. dalam mimpimu’.”\rhttp://muthmainnah-ma.blogspot.com/.../hadits-mimpi...\r- Syarah Shohih Bukhori Li Ibni Bathol\rباب فى رؤية النبى عليه السلام فى المنام\r- فيه: أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ النَّبِى صلى الله عليه وسلم: (مَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَسَيَرَانِى فِى الْيَقَظَةِ، وَلا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِى).\r- وفيه: أَنَس، قَالَ النَّبِى صلى الله عليه وسلم: (مَنْ رَآنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِى، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لا يَتَخَيَّلُ بِى...) الحديث.\rهذا إخبار منه صلى الله عليه وسلم عن الغيب وأن الله تعالى منع الشيطان أن يتصور على صورته، وقد تقدم فى أول كتاب العبارة وقوله: (فسيرانى فى اليقظة) يعنى تصديق تلك الرؤيا فى اليقظة وصحتها وخروجها على الحق؛ لأنه عليه السلام ستراه يوم القيامة فى اليقظة جميع أمته من رآه فى النوم، ومن لم يره منهم.\r> Ghufron Bkl\rSyaikhul Islaam Zakariya Al-Anshoori berkata :\rوَرُؤْيَتُهُ في النَّوْمِ حَقٌّ فإن الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِهِ كما ثَبَتَ ذلك في الصَّحِيحَيْنِ وَلَا يُعْمَلُ بها فِيمَا يَتَعَلَّقُ بِالْأَحْكَامِ لِعَدَمِ ضَبْطِ النَّائِمِ لَا لِلشَّكِّ في رُؤْيَتِهِ","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"\"Dan melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpi adalah kebenaran, karena Syaithan tidak bisa meniru Nabi sebagaimana telah valid dalam shahih Al-Bukhari dan shahih Muslim, dan tidaklah diamalkan mimpi tersebut tentang apa-apa yang berkaitan dengan hukum-hukum dikarenakan tidak adanya dhobth dari orang yang mimpi, bukan karena keraguan akan benarnya ia mimpi\" (Asna Al-Mathoolib 3/106).\rAl-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :\rأَنَّهُ مَنْ رَآهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآهُ حَقًّا. وَأَنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِهِ، وَلَكِنْ لَا يُعْمَلُ بِمَا يَسْمَعُهُ الرَّائِي مِنْهُ فِي الْمَنَامِ مِمَّا يَتَعَلَّقُ بِالْأَحْكَامِ، لِعَدَمِ ضَبْطِ الرَّائِي، لَا لِلشَّكِّ فِي الرُّؤْيَةِ، فَإِنَّ الْخَبَرَ لَا يُقْبَلُ إِلَّا مِنْ ضَابِطٍ مُكَلَّفٍ، وَالنَّائِمُ بِخِلَافِهِ\r\"Sesungguhnya barang siapa yang melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpi maka ia telah melihatnya sesungguhnya. Dan sesungguhnya syaitan tidak bisa menyerupai bentuk Nabi. Akan tetapi tidak diamalkan apa yang didengar oleh seorang yang mimpi dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpi, tentang apa yang berkaitan dengan hukum. Karena orang yang mimpi tidak dhobith (tidak memiliki kemampuan menangkap dan menghafalkan berita atau riwayat yang didengarnya-pen) bukan dari sisi ragu akan mimpinya melihat Nabi akan tetapi suatu khobar/berita tidaklah diterima kecuali dari seseorang yang dhobith mukallaf. Adapun seorang yang sedang tidur tidaklah demikian\" (Roudhotut Thoolibin 7/16).","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Artikel terkait : PISS-KTB : MIMPI BERTEMU DENGAN NABI SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/947818075241001/\rwww.fb.com/notes/952184334804375\r0702. TABIR MIMPI BINTANG\rMimpi melihat bintang ditafsiri dengan kemuliaan orang. Maka jika bermimpi pada bintang itu tampak baik atau mengalami perubahan, maka bintang itu menunjukkan pada orang2 mulia pada daerah itu.\rPlanet mars ditafsiri dengan orang yang akan melawan penguasa. Dan planet saturnus ditafsiri dengan pemilik siksa dan pembeli penjaga harta dan pengatur keuangan penguasa. Namun terkadang ditafsiri dengan orang yang sangat alim.\rBintang yang warna-warni ditafsiri dengan istri penguasa.\rBintang merkuri ditafsiri sekretaris penguasa.\rSesiapa bermimpi memiliki bintang atau sesuatu darinya, maka dia akan memiliki kekuasaan dari umat dengan kadar yang dia miliki dari mereka.\rBermimpi menjaga bintang maka dia akan menguasai urusan umat.\rMimpi memakan bintang atau sesuatu darinya, maka dia akan makan harta orang mulia.\rJatuhnya bintang dari langit menunjukkan pada siksa yang akan turun di tempat bintang itu jatuh.\rMimpi mengambil bintang dengan tangan, dia akan diberi anak yang mulia.\rMimpi bintang berjatuhan dari langit, jika dia orang kaya maka dia akan mjd fakir. Dan bila dia orang fakir, dia akan mati syahid.\rMimpi melihat bintang mengelilingi, maka dia akan bepergian.\rHIKAYAT","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"Datang seorang wanita kepada syekh Muhammad ibn Sirien pada saat beliau sedang makan. Dia berkata, \"saya telah bermimpi.\" beliau berkata, \"ceritakan mimpimu.\" dia berkata, \"nanti stl anda selesai makan saya akan menceritakannya.\"\rstl selesai dari makannya beliau berkata, \"ceritakan mimpimu.\" dia berkata, \"saya melihat rembulan telah masuk dalam bintang tsurayya. Kemudian ada yang menyeruku dari belakang, \"datangilah Muhammad ibn Sirien lalu ceritakan mimpimu.\"\rbelia menggenggam kedua tangan beliau sendiri lalu berkata, \"bgm mimpimu tadi?\" wanita itupun menceritakan mimpinya untuk kedua kali. Kemudian beliau menafsiri mimpi wanita itu dan wajah beliau mjd pucat lalu beliau berdiri sambil memegangi perut beliau.\rSaudara perempuan beliau bertanya, \"kenapa wajahmu pucat saudaraku?\" beliau menjawb, \"bgm tidak mjd pucat wajahku. Aku mengira dari mimpi wanita ini kalau aku akan dikuburkan stl 7 hari nanti.\" dan pada hari ke 7 beliaupun dimakamkan. Semoga Alloh merahmati beliau.\rHIKAYAT\rDiceritakan, ada seorang lelaki mendatangi Ja'far as Shodiq dan berkata, \"saya bermimpi seakan-akan saya memeluk rembulan.\" beliau berkata, \"apakah kamu belum menikah?\" dia menjawab, \"iya.\" beliau berkata, \"kamu akan menikah dengan wanita yang paling baik dijamannya.\" kemudian lelaki itu pergi dalam jangka waktu yang lama.","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"Setelah berselang waktu yang lama, lelaki itu datang lagi dan berkata, \"tuan, saya telah menikahi wanita kota dan tidak ada yang bisa melebihi dia. Tetapi aku telah bermimpi semalam seakan-akan aku membawa rembulan.\" beliau menjawab, \"dari wanita itu kamu akan dikaruniai anak yang paling bagus dijamannya. Apakah istrimu sedang mengandung?\" dia menjawab, \"tuan, demi Alloh, dia sedang mengandung.\"\rdan ternyata apa yang dikatakan Ja'far as Shodiq benar adanya..\rHIKAYAT\rDiceritakan, ibu imam Syafi'i pada saat mengandung beliau pernah bermimpi seakan-akan bintang jupiter telah keluar dari farjinya lalu meletus dan terbang darinya percikan bunga api yang sangat besar seperti parabola. Sehingga tidaklah ada kota atau desa melainkan ilmu dan mazhab beliau tersebar disitu, dan maqom beliau seperti yang telah ditafsiri Ja'far as Shodiq..\r[ dikutip dari Ta'birur Ru'ya Ibnu Sirien ].\r0730. TABIR MIMPI API\rMemimpikan api mempunyai banyak tafsiran :\r1.…Jika mimpi api telah jatuh ditanah yang gersang disuatu daerah atau desa atau rumah, dan api itu memilika lidah api serta membakar apa saja yang dilewatinya dan api itu mempunyai suara yang mengerikan, maka itu pertanda kelaliman akan terjadi ditempat itu dengan kadar besarnya api dan kadar kepanasannya. Namun bila tidak jatuh ditanah yang gersang, maka itu pertanda penyakit tho'un atau lepra atau cacar atau kematian akan menimpa tempat itu.\r2.…Jika api itu tidak memiliki lidah api dan tidak pula suara, dan api itu membakar sebagian dari tempat itu dan membiarkan yang lainnya, maka akan menimpa tempat itu kejadian2 buruk dan penyakit.","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"3.…Jika bermimpi api turun dari langit, maka pertanda kepayahan akan menimpa kaum.\r4.…Jika api itu tidak membakar sesuatu, maka itu pertanda perselisihan yang sangat besar yang terjadi dengan lidah dan tidak membahayakan.\r5.…Jika api itu memiliki asap, kejadian buruk yang akan menimpa tempat itu akan lebih ringan.\r6.…Jika mimpi api naik dari suatu tempat ke langit, maka penduduk daerah itu akan melawan Alloh dengan kemaksiatan dan akan membuat pendustaan yang besar thd Alloh.\r7.…Sesiapa bermimpi menyalakan api untuk menghangatkan diri sendiri atau orang lain, maka dia mengobarkan perkara yang bermanfaat dan menutup kefakirannya, karena dingin ditafsiri kefakiran dan panas ditafsiri keuntungan.\r8.…Jika dia memanggang daging diatas api, maka dia akan terbebas dari gunjingan orang2 yang menggunjingnya. Dan jika memakan daging itu, maka dia akan dapat rejeki yang sedikit dan kesedihan yang banyak, karena memanggang ditafsiri dengan kesedihan dan kegundahan.\r9.…Jika dia memasak makanan didalam periuk, maka dia akan terbebas dari perkara yang menimpanya sebagai kemanfaatan dari rumah, karena periuk adl nilai dari rumah.\r10.…Jika dalam periuk tidak ada makanannya, maka dia akan mengobarkan nilai dari rumah dengan perkataan atau membawanya pada perkara yang tidak disukai.\r11.…Jika bermimpi api telah membakar bajunya atau sebagian anggota tubuhnya, maka dia akan mendapatkan musibah bagi pemilik baju dan tentang anggota tubuh nanti akan dijelaskan.\r12.…Jika api yang mengenainya mempunyai lidah api, maka itu pertanda bahaya yang akan menimpanya dari penguasa.","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"13.…Jika api itu tidak mempunyai lidah api, maka itu adl penyakit lepra atau kusta.\r14.…Jika mimpi makan api yang tak punya lidah api, maka dia akan makan harta anak yatim.\r15.…Jika api itu punya lidah api atau nyala api, maka dalam memakan harta itu akan ada yang mengungkitnya.\r16.…Jika mimpi menuangkan api, maka dia akan jatuh dalam jalannya umat dan mereka akan menggunjing dia.\r17.…NGECOS (nyelomot karo geni) adl perkataan buruk yang akan dia terima sesuai kadar yang dimimpikan.\r18.…Percikan api adl perkataan buruk. Jika bermimpi melihat percikan api dan bertebaran pada dia, maka itu adalah perkataan yang tidak disukai. Jika percikannya banyak mengenai dia, maka dia akan dapat siksa.\r19.…Jika bermimpi ditangannya ada nyala api, maka dia akan dapat siksa dari penguasa.\r20.…Jika melihat api jatuh dipasar atau toko, maka itu petunjuk pada penipuan barang dagangan dan tsaman (uang hasil penjualanya) adl haram.\r21.…Jika melihat lampu bersinar terang dirumah, maka menunjukkan baiknya perbuatan penghuni rumah itu.\r22.…Jika redup sinarnya, maka perbuatanya juga redup.\r23.…Jika lampu itu padam dan dalam mimpi tidak ada petunjuk pada kematian, maka penghuni rumah akan mengalami perubahan perilaku dan akan ditimpa perkara yang tidak disukai.\r24.…Jika menyalakan api untuk menerangi orang2, maka itu ditafsiri dengan ilmu dan hikmah yang bermanfaat bagi mereka.\r25.…Bermimpi mengumpulkan abu atau membawanya, maka dia akan mengumpulkan ilmu2 yang batil yang tidak bermanfaat.","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"26.…Mimpi menyediakan api namun apinya tidak menyala, maka itu juga pertanda ilmu yang tidak bermanfaat. Wallohu a'lam\r[ Disarikan dari Ta'birur Ru'ya Ibnu Sirien by Hakam ]\r0760. TAFSIR MIMPI Digigit Anjing\rPERTANYAAN :\rAngel Ayoe Permatasari\rAssalamu'alikum wr.wb. . Punten pak kyai,,,pak Ustadz,,,ibu ustadzah & member piss-ktb, saya mau tanya... Semalam d'waktu saya tdur,,saya bermimpi ada 2 ekor Anjing menghampiri saya,,,trus k'dua Anjing tersebut menggigit k'dua telapak tangan saya,,,tangan sebelah kanan tidak apa2 tetapi tangan sebelah kiri'ku sedikit terluka... Apa ada yng tau arti dari mimpi'ku itu . ?? Terima kasih\rJAWABAN :\rKang As'ad\rFaman Ra-a kalban 'Adldohu auw Khodasyahu Naalahu min 'aduwwihi hammun biqadril alam : barangsiapa melihat anjing lalu anjing tersebutt menggigitnya atau merobek2nya, maka (orang yang bermimpi tersebutt) akan mendapatkan kesusahan dari musuhnya seukur dengan sakit yang dirasakan dalam mimpi.(Ta'birurru'ya juz 1 hlm 47-48)\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam\rالكلب التفسير : الكلب هو في المنام رجل سفيه، فإذا نبح فهو سفيه شنيع الطبع. ومن رأى كلباً عضه نال ضرراً من عدوه. ومن رأى كلباً مزق ثيابه فإن سفيهاً يغتابه\r[ TAFSIR MIMPI ] Anjing dalam mimpi adalah lelaki bodoh, kalau menyalak maka ia lelaki pandir yang buruk perangainya. Barangsiapa bermimpi digigit anjing maka (diperkirakan) ia akan mendapatkan kesulitan/bahaya dari musuhnya, barangsiapa bermimpi pakaiannya digigit anjing maka ada orang bodoh menggunjingnya..\rPerbanyak ISTI'ADZAH (meminta perlindungan kepada Allah), semoga tidak menjadi kenyataan.... Aamiin.","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"1012. TAFSIR MIMPI SEPUTAR ULAR\rPERTANYAAN :\rHikma TwiZhe CuTez\rPak, assalamu'alaikum. tanya lagi nih, kata orang-orang kalau mimpi digigit ular itu artinya ada yang suka, pengen ga percaya tapi aqu pernah ngalamin. apa ada ya dalil ataw hadistnya ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam\rMIMPI SEPUTAR ULAR\rتفسير الاحلام حسب رؤية الحروف الابجدية\rللثعابين دور في أحلام الإنسان ، فكل ما يحلم الإنسان يفسر على أساس انه جزء من الواقع الذي يعيشه ، وتنبؤات قد تتحقق ، وقد فسرت رؤية الثعبان في المنام على الأرجح أنها عدو ، إلا أن للثعبان في الأحلام تفسيرات عدة منها : الحية في المنام تعبر عن أشياء كثيرة فهي عدو ، ودولة ، وحياة ، وسيل ، وولد ، و امرأة …\rكما إن اللون الذي نراه مهم جداً في تفسير هذه الأحلام فاللون الأسود عادة ما يكون عدو أو ما شابه ذلك والألوان الخضراء تعني حدوث مطر أو ظهور سيل أو خير\rإن رؤية الثعابين في الأحلام وتفسير تلك الأحلام يعتمد على ما تم رؤيته في المنام فلا يمكن تفسير الحلم إلا إذا عرفنا هيئة الثعبان ولونه وما قام به الثعبان والشخص صاحب الحلم حتى يمكن تفسير ذلك بكل دقة وموضعية\rفمثلاً من رأي أنه قتل حية على فراشه ماتت امرأته ، ومن رأي امرأته حاملاً ووضعت حية أتاه ولد عاق ، ومن رأي حية ميتة فإنه عدو وقد كفاه الله شره ، ومن عضته حية فورم موضع العضة نال مالاً لأن السم مال والورم زيادة فيه ، ومن رأي أنه أكل لحم حية مطبوخاً نال مال عدوه ، ومن أكله نيئاً اغتاب عدوه ، ومن رأي حية نزلت من مكان عال فإن ذلك يعني موت رئيس ذلك المكان ، ومن رأي حية ابتلعته فإنه ينال سلطاناً أو جاه ، ومن رأي كأنه يتخطى الحيات ولا تنهشه فإنه يأمن من أعدائه وغن كان مسجوناً","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"Mimpi adalah bagian dari kehidupan nyata, seseorang yang dalam mimpinya terdapat unsure ular didalamnya dapat memiliki tafsiran berbeda-beda disesuaikan kondisi dan bentuk ular dalam mimpinya, ular warna hitam identik dengan arti “musuh” sedang warna hijau biasa diartikan mendapatkan kebaikan, rizki, hujan dll. Berikut sekilas tentang arti ular dalam mimpi :\r• Melihat ular = menurut pendapat yang paling kuat berarti musuh\r• Membunuh ular ditempat tidur = Istrinya meninggal\r• Isrtinya hamil dan melahirkan ular = Dikaruniai anak durhaka\r• Melihat ular mati = Dia memiliki musuh namun ia dijaga oleh Allah dari kekejian musuhnya\r• Digigit ular dan bengkak = Mendapatkan harta berlimpah karena racun dalam mimpi artinya harta sedang bengkak artinya berlimpah\r• Makan daging ular yang dimasak = Mendapatkan harta dari musuhnya\r• Makan daging ular mentah-mentah = Sedang digunjingkan oleh musuhnya\r• Melihat ular jatuh dari tempat tinggi = Meninggalnya pimpinan didaerahnya\r• Ditelan ular = Mendapatkan kedudukan dan pangkat\r• Selamat dari kejaran dan gigitan ular = Selamat dan aman dari musuh\r• Bercakap-cakap dengan ular = Terpenjara\r[ Ta’biir ar-Ru’yaa Hal 25, Tafsiir al-Ahlaam Hasba Ru’yah al-Huruuf al-Abjadiyyah ].\rSumber : http://salah.in-goo.com/t1802-topic\rWallaahu A'lamu Bis Showaab\r2653. TAFSIR MIMPI BICARA DENGAN ORANG MENINGGAL\rPERTANYAAN\r> Susi El Daud\rAssalamu'alaikum, bulan puasa, setan\" dipenjara. Kalo mimpi bertemu dan berbicara dengan orang yang sudah meninggal, apakah yang berbicara itu ruhnya sendiri atau apa ya?\rJAWABAN\r> Kang As'ad","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"Wa'alaikumussalam. Ini cuplikan dari buku saya :\rDi dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam al-Qurtubi menguraikan firman Allah Ta’ala dalam surat ar-Rum ayat 52:\rفَإِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى وَلا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ\rMaka Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.\rDalam penjelasannya, ayat ini berkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullah shallahu’alaihi wasallam memanggil tiga orang pemimpin kafir Quraisy dalam perang Badar yang telah mati beberapa hari. Saat itu Rasulullah shallahu’alaihi wasallam ditanya oleh Umar bin Khattab radliyallahu’anh:\rيا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟ يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده ما أنتم بأسمع منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا\rYa Rasulullah!, apakah engkau memanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari, apakah mereka bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam al-Qur’an: sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar?. Rasulullah shallahu’alaihi wasallam menjawab: Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggup mendengar melebihi mereka, mereka lebih mendengar dari pada kamu, hanya saja mereka tidak mampu menjawab”.(HR. Muslim dari Imam Anas radliyallahu’anhum).","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"Menurut hadits ash-Shahihain (Bukhari dan Muslim) dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah shallahu’alaihi wasallam pernah berbicara kepada orang-orang kafir yang tewas dalam perang Badar saat mereka dibuang di sumur Qulaib kemudian Rasulullah shallahu’alaihi wasallam berdiri dan memanggil nama-nama mereka:\r“Ya Fulan bin Fulan: Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmu dengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dari Tuhanku”.\rMenurut Ibnu Katsir di dalam Kitab Tafsirnya, bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah shallahu’alaihi wasallam itu adalah; Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi’ah dan Syaibah bin Robi’ah. Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik.\rIni cuplikan buku saya yang lain :\rSungguh banyak sekali riwayat atau kisah-kisah yang menyampaikan bahwa orang mati bisa bertemu dengan orang hidup di dalam mimpi.\rSalah satunya adalah apa yang telah disampaikan oleh Shalih bin Basyir, beliau berkata; Aku melihat Atha’ as-Sulami di dalam mimpi setelah kematiannya. Lalu aku berkata kepadanya; “Semoga engkau dirahmati Allah, engkau adalah orang yang lama dalam menanggung kesusahan di dalam dunia”.\r“Sungguh demi Allah, setelah kematianku, Allah telah menganugrahikan kesenangan yang panjang juga kebahagiaan yang abadi”. Kata Atha’ as-Sulami.\rShalih bin Basyir berkata; “Pada derajat apa engkau berada saat ini?”.\r“Beserta orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, dari para Nabi, Shidiqin, Syuhada, juga orang-orang shaleh”, kata Atha’ bin Basyir.","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"Syaikh Abdullah ibnu Mubarok mengatakan; “Aku melihat Sufyan ats-Tsauri di dalam mimpi, lalu aku berkata kepadanya; Apa yang dilakukan oleh Allah kepadamu?”.\r“Aku bertemu dengan Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam juga kelompoknya”, kata Sufyan ats-Tsauri.\rSyaikh Shakhr bin Rasyid berkata; “Aku melihat Abdullah bin Mubarok di dalam mimpi setelah kematiannya. Aku berkata kepadanya; Bukankah engkau telah mati?”.\r“Iya”, jawab Abdullah bin Mubarok. “Apa yang dilakukan Allah Ta’ala kepadamu?”, tanya Shakhr bin Rasyid.\r“Allah mengampuni segala dosa yang pernah aku lakukan”, jawab Abdullah bin Mubarok.\r“Bagaimana dengan keadaan Sufyan ats-Tsauri?”, tanya Shakhr bin Rasyid.\r“Wah..wah, dia disana bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh, dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. Jawab Abdullah bin Mubarok.\rLINK DISKUSI\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/621349677887844/\r2933. TAFSIR MIMPI SEPUTAR JIMAK (HUBUNGAN SEKSUAL)\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Firdaus Al-Banjari\rAssalamu alaikum. Bagaimana hukumnya mimpi bercinta dengan suami / istri yang sudah meninggal ?\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rBermimpi bersenggama, akan mendapat apa yang ia cita-citakan, lebih_lebih bila berujung keluar mani, dan mimpi bersenggama dengan istrinya yang telah wafat alamat tidak baik.\rتفسير الأحلام لابن سيرين\rانه يجامع زوجاته وكانت ميتة فلاخير فيه\rBermimpi bersetubuh ada beberapa macam tafsirannya :\rرؤيا الجماعوهو على أوجه: فمن رأى أنه يجامع فإنه يدل على حصول مراده، خصوصاً إن أنزل.","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"Bermimpi bersetubuh menunjukkan akan mendapatkan apa yang dicita citakan hususnya yang sampai keluar mani.\rومن رأى: أنه جامع رجلاً فإن المفعول ينال من الفاعل خيراً.\rBermimpi bersetubuh dengan laki-laki, orang yang disetubuh mendapatkan kebaikan darinya.\rومن رأى: أنه جامع زوجته على عادته فإنه يصلها بالبر والخير، وإن كان جماعه معها في الدبر فإنه يطلب أمراً فيه بدعة ولا يحصل له في مطلبه نتيجة ويكون غير محافظ على السنة.\rBermimpi bersetubuh dengan istrinya seperti biasa (lewat farji' ), akan mendapatkan kebaikan, kalau lewat jalan dubur, akan melakukan bid'ah, dan tidak akan hasil apa yang ia cita-citakan\rومن رأى: أنه يجامع أحداً من محارمه فإنه يكون قليل المحبة والشفقة لمن فعل بها، وربما تنقطع مودته عنها، وإن كانت ميتة فإنه يدل على حصول هم وغم، وقيل إن رؤيا ذلك خير للفاعل والمفعول، وربما دل على الحج.\rBermimpi bersetubuh dengan mahramnya, akan berkurang rasa cinta dan sayangnya pada yang disetubuhi, kalau kelurga yang disetubuh telah meninggal, akan mendapakan kesusahan, sebagian mengtakan , bermimpi hal itu baik bagi pelaku dan bagi yang disetubuh, dan kadang menunjukkan pada haji.\rومن رأى: أنه يجامع زوجته وكانت ميتة فلا خير فيه.\rBermimpi bersetubuh dengan istrinya yang meninggal, tidak ada kebaikan sama sekali.\rومن رأى: أنه يجامع إمرأة ميتة مجهولة فإنه حصول مراد، وقيل الجماع في الأصل يدل على نيل المطلوب وإصابة البغية.\rBermimpi bersetubuh dengan berempuan yang tidak diketahui, akan mendapatkan apa yang ia inginkan.\rSumber :\rhttp://www.mktbtk.com/dir/ish/19/d-0005.html\r> Mbah Godek\rالمؤلف : ابن شاهين مصدر الكتاب : الوراق","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"وقيل من رأى أنه طلق امرأته وكان من طلاب الآخرة انقطع عن الدنيا واشتغل بالآخرة.\rفصل في رؤيا الجماع وهو على وجوه.\rقال دانيال من رأى أنه يجامع فإنه يدل على حصول مراده خصوصا ان أنزل.\rومن رأى أنه جامع رجلافإن المفعول ينال من الفاعل خيرا.\rومن رأى أنه جامع زوجته على عادته فإنه يصلها بالبر والخير، وإن كان جماعه معها في الدبر فإنه يطلب أمرا فيه بدعة ولا يحصل له في مطلبه نتيجة ويكون غير محافظ على السنة.\rومن رأى أنه يجامع أحدا من محارمه فإنه يكون قليل المحبة والشفقة لمن فعل بها، وربما تنقطع مودته عنها، وإن كانت ميتة فإنه يدل على حصول هم وغم، وقيل ان رؤيا ذلك خير للفاعل والمفعول، وربما دل على الحج.\rومن رأى أنه يجامع زوجته وكانت ميتة فلا خير فيه.\rومن رأى أنه يجامع امرأة ميتة مجهولة فإنه حصول مراد.\rوقال أبو سعيد الواعظ الجماع في الأصل يدل على نيل المطلوب وإصابة البغية\rhttp://islamport.com/d/3/lqh/1/19/86.htm\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/703033029719508/\r3336. TAFSIR MIMPI MELIHAT MATAHARI DAN BULAN\rPERTANYAAN :\r> Zanzanti Yanti Andeslo\rAssalamu'alaikum, edisi titipan, minta tolong bila ada yang tahu tafsir mimpi berikut :\r1. mimpi melihat matahari\r2. mimpi melihat bulan purnama berjajar empat buah. ( NB : mimpi kira-kira jam 3 . Sebelum tidur keadaan suci )\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rWa alaikum salam, mimpi melihat matahari itu ditakwil jadi pemimpin.\rحلم رؤيا الشمس قال دانيال: رؤيا الشمس تؤول بالخليفة والسلطان فمن رأى أحدث فيها حادث مما ينكر في اليقظة فيكون عائداً إليها حسب الحادث.\rhttp://vb.almastba.com/t264477.html","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"Dan dalam kitab tafsirul ahlam karya ibnu sirin menjelaskan : mimpi melihat matahari pada aslinya adalah menunjukkan pada tahta / kepimimpinan yang tinggi, terkadang matahari tersebut menunjukkan pada kepemimpinan bagi yg bermimpi ketika ia melihat dengan khusus, dan terkadang mimpi matahari itu menunjukkan pada wanita (seseorang) yang mulya seperti permaisuri atau rois atau tuan / majikan,atau putri majikan atau ibu majikan\rSedangkan mimpi rembulan itu tanda patih/wakil pemimpin pusat atau menunjukkan pemimpin tapi bukan pusat / utama, sedangkan bintang itu menunjukkan para prajurit. http://www.mktbtk.com/dir/ser/d-0046.htm\r> Mas Hamzah\rDalam kitab tafsirul ahlam ibnu sirrin dijelaskan :\rالشمس: في الأصل الملك الأعظم، لأنها أنور ما في السماء من نظرائها، مع كثرة نفعها وتصرف كل الناس في مصالحها، وربما دلت عن ملك المكان الذي يرى الرؤيا فيه، وفوقه أرفع منه تدل السماء عليه، وهو ملك الملوك وأعظم السلاطين، لأن الله سبحانه وتعالى ملك الملوك وجبار الجبابرة ومدير السماء ومن فيها والأرض ومن عليها. وربما دلت الشمس على سلطان صاحب الرؤيا، إذا رآها خاصة دون الجماعة والمجامع، كأميره وعريفه أو أستاذه أو والده، أو زوجها إن كانت امرأة، وربما دلت على المرأة الشريفة كزوجة الملك أو الرئيس أو السيد أو ابنته، أو أمه أو زوجة الرائي، أو أمه أو ابنته، أو جمالها.\rhttp://www.alwaraq.net/Core/AlwaraqSrv/bookpage?book=52&session=ABBBVFAGFGFHAAWER&fkey=2&page=1&option=1\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/794261393930004\r3532. TAFSIR MIMPI TENTANG SHALAT\rPERTANYAAN :\r> Yadi SurYahdil\rMaaf akhi kira-kira kalo mimpi sholat tafsirannya apaan ya..?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"Mimpi tentang sholat pada dasarnya adalah terpuji baik secara agama maupun dunia, mimpi sholat dibagi tiga, fardhu, sunnah dan tatowwu' :\r1.…sholat fardhu menujukkan bahwa orang yang bermimpi medapat rizki berangkat haji dan menunaikan amanah, bisa melunasi hutang dll.\r2.…mimpi sholat sunnah menujukkan sucinya orang yang bermimpi, sabar thd sesuatu yang dibenci, menjadi suri tauladan, welas asih terhadap makhluk dll.\r3.…mimpi sholat tatowwu' mendapatkan kesempurna'an kehormatan dan hilangnya kesedihan.\rWallohu a'lam. Lihat kitab tafsir mimpi ibnu sirin :\rقال الأستاذ أبو سعد رحمه اللهّ: الأصل في رؤيا الصلاة في المنام أنّها محمودة ديناً ودنيا، وتدل على إدراك ولاية ونيل رسالة، أو قضاء دين، أو اداء أمانة أو إقامة فريضة من فرائض الله تعالى. ثم هي على ثلاثة أضرب، فريضه وسنة وتطوع، فالفريضة منها تدل على ما قلنا، وأنّ صاحبها يرزق الحج ويجتلب الفواحش، لقوله تعالى: \" إن الصَلاَةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ\" .والسنّة تدل على طهارة صاحبها وصبره على المكاره، وظهور اسم حسن له، لقوله تعالى:\" لَقَدْ كَانَ لَكُمْ في رَسُول الله أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ \" . وشفقة على خلق الله تعالى، وعلى أنّه يكرم عياله ومن تحت يده، ويحسن إليهم، فوق ما يلزمه ويجب عليه في الطعام والكسوة، ويسعى في أمور أصدقائه فيورثه ذلك عزاً. والتطوع يقتضي كمال المروءة وزوال الهموم.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/841583642531112/\r3553. TAFSIR MIMPI MEMBACA SURAT AL WAQI'AH DAN FADHLAH SURAT AL WAQI'AH\rPERTANYAAN :\r> Kumbang Gurun\rAssalamu 'alaikum ada pertanyaan titipan : titipanya begini \" saya pernah mimpi \" dalam mimpi diajari surat Al Waqiah , sebelum selesai sudah keburu bangun \". Yang jadi pertanyaan :","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"1) apa maksud mimpi tersebut ?\r2) apa saja keutamaan surat tertesebut ? monggo jawabannya, kalau ada di link mohon dicopas.\rJAWABAN :\r> Fakhrur Rozy Abdul Kholiq\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, siapa yang bermimpi membaca surat waqi'ah atau dibacakan maka saidina Umar bin Khotthob berkata ( tidak akan faqir didunia dan tidak sesat diakhiratnya ). Menurut sebagian termasuk golongan yang paling dahulu masuk kesurga ( sabiqin ) . dan menurut sebagian akan aman dari yang ditakuti dan gampang rizqinya.\rسورة الواقعة) من قرأها في المنام أو شيئاً منها أو قرئت عليه قال عمر بن الخطاب رضي اللّه عنه ? يفتقر في ديناه و? يضل عن آخرته وقيل يكون من السابقين إلى الجنة وقيل إنه يأمن ممن يخاف وتتسع عليه دنياه\rKeutamaan membaca surat waqi'ah di setiap malam akan digampangkan rizqinya dan dijahui kefaqiran :\rباب فضل سورة الواقعة 226 ـ أخبرنا عبيد الله بن محمد العيشي ، قثنا بشر بن أبي حرب ا?سيدي بإسناد ذكره : أن عثمان بن عفان رضياللهعنه / 105 ب / دخل على عبد الله بن مسعود وهو وجع فقال : لو أوصيت إلينا ، فإنك إن تخلف أو تدع بنات حفظناهن من بعدك فقال : إني قد علمتهن سورة الواقعة ،\rوسمعت النبي صلّى الله عليه وسلم يقول : « من قرأها ـ أحسبه قال : في كل ليلة ـ عوفي من الفقر » ( 4)\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby\rالتفسير المنير للزحيلي (27/ 239)\rفضلها:وردت أحاديث في فضل هذه السورة منها:\r1-أخرج الحافظ أبو يعلى وابن عساكر عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «من قرأ سورة الواقعة كل ليلة، لم تصبه فاقة أبدا»وفي رواية: «في كل ليلة» .","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"2-أخرج ابن مردويه عن أنس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «سورة الواقعة سورة الغنى، فاقرؤوها، وعلّموها أولادكم»وأخرج الديلمي عنه مرفوعا: «علّموا نساءكم سورة الواقعة، فإنها سورة الغنى» .\r3-أخرج الإمام أحمد عن جابر بن سمرة يقول: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي الصلوات كنحو من صلاتكم التي تصلون اليوم، ولكنه كان يخفف، كانت صلاته أخف من صلاتكم، وكان يقرأ في الفجر الواقعة ونحوها من السور.\r4-أخرج الترمذي عن ابن عباس قال: قال أبو بكر: يا رسول الله، قد شبت قال: «شيّبتني هود، والواقعة، والمرسلات، وعَمَّ يَتَساءَلُونَ، وإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ»\rوقال: حسن غريب.\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam Warahmatullaah. Nyumbang ta'bir dari Kitab (TA'THIIRUL ANAAM FII TAFSIIRIL AHLAAM) karya Syeikh Nabulsi, juz 2 halaman 281 :\rتعطير الأنام في تفسير الأحلام\rسورة الواقعة ) من قرأها في المنام أو شيئا منها أو قرئت عليه قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه لا يفتقر في ديناه ولا يضل عن آخرته وقيل يكون من السابقين إلى الجنة وقيل إنه يأمن ممن يخاف وتتسع عليه دنياه\rSURAT AL WAQI'AH. Barang siapa membacanya di dalam tidur, atau sesuatu (sebagian) darinya, atau dibacakan untuknya, Umar bin Khaththab radhiyallaahu 'anhu berkata: \" Dia tidak faqir di dunianya , dan tidak sesat diakhiratnya. Wallaahu A'lam\r> Mas Hamzah\rBarang siapa bermimpi membaca surat alwaqi'ah maka dia adalah orang yg berada didepan dalam keta'atan.\r- Tafsir mimpi ibnu sirin\rومن قرأ سورة الواقعة كان سباقاً إلى الطاعات\rFadhilah surat al waqi'ah barang siapa yg membacanya setiap malam maka tidak akan faqir selamanya\r- Kitab tafsir ibnu katsir :","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"الحافظ ابن عساكر في ترجمة عبد الله بن مسعود بسنده إلى عمرو بن الربيع بن طارق المصري : حدثنا السري بن يحيى الشيباني ، عن أبي شجاع ، عن أبي ظبية قال : مرض عبد الله مرضه الذي توفي فيه ، فعاده عثمان بن عفان فقال : ما تشتكي ؟ قال : ذنوبي . قال : فما تشتهي ؟ قال : رحمة ربي . قال ألا آمر لك بطبيب ؟ قال : الطبيب أمرضني . قال : ألا آمر لك بعطاء ؟ قال : لا حاجة لي فيه . قال : يكون لبناتك من بعدك ؟ قال : أتخشى على بناتي الفقر ؟ إني أمرت بناتي يقرأن كل ليلة سورة الواقعة ، إني سمعت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول : \" من قرأ سورة الواقعة كل ليلة ، لم تصبه فاقة أبدا \" . .\rثم قال ابن عساكر : كذا قال والصواب : عن \" شجاع \" ، كما رواه عبد الله بن وهب عن السري . وقال عبد الله بن وهب : أخبرني السري بن يحيى أن شجاعا حدثه ، عن أبي ظبية ، عن عبد الله بن مسعود ، قال : سمعت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول : \" من قرأ سورة الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا \" . فكان أبو ظبية لا يدعها .\rوكذا رواه أبو يعلى ، عن إسحاق بن إبراهيم ، عن محمد بن منيب ، عن السري بن يحيى ، عن شجاع ، عن أبي ظبية ، عن ابن مسعود ، به . ثم رواه عن إسحاق بن أبي إسرائيل ، عن محمد بن منيب العدني ، عن السري بن يحيى ، عن أبي ظبية ، عن ابن مسعود ; أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال : \" من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة ، لم تصبه فاقة أبدا \" . لم يذكر في سنده \" شجاعا \" . قال : وقد أمرت بناتي أن يقرأنها كل ليلة .\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/841096375913172/\r3575. TAFSIR MIMPI TENTANG QIYAMAT\rPERTANYAAN :\r> Siti Maryam I\rPertanyaan titipan. Assalamualaikum wr wb. Bertanda apa kalau bermimpi hari kiamat. Dan kiamat itu datang nya dari barat daya, Terima kasih dan salam.\rJAWABAN :","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Mimpi qiyamat dalam kitab tafsirul ahlam bab 17 :\rكتاب تفسير الأحلام لابن سيرين الباب 17 في رؤيا القيامة\rمحتوياتالباب السابع عشر في رؤيا القيامة والحساب والميزان والصحائف والصراط وما يتصل بذلك\r(أخبرنا) الحسن ابن بكير بعكا قال حدثنا أبو يعقوب اسحق ابن إبراهيم الأزرعي عن عبد الرحمن بن واصل عن أبي عبيدة التستري قال رأيت كأن القيامة قد قامت وقد أجتمع الناس فإذا المنادي ينادي أيها الناس من كان من أصحاب الجوع في دار الدنيا فليقم إلى الغداء فقام الناس واحدا بعد واحد ثم نوديت يا أبا عبيدة قم فقمت وقد وضعت الموائد فقلت لنفسي ما يسرني أني ثم (أخبرنا) أبو الحسن الهمداني بمكة حرسها الله قال حدثنا محمد ابن جعفر عن أحمد بن مسروق قال رأيت في المنام كأن القيامة قد قامت والخلق مجتمعون إذ نادى مناد الصلاة جامعة اصطف الناس صفوفا فأتاني ملك عرض وجهه قدر ميل في طول مثل ذلك قال تقدم فصلى بالناس فتأملت وجهه فإذا بين عينيه مكتوب جبريل أمين الله فقلت فأين النبي صلى الله عليه وسلم فقال هو مشغول بنصب الموائد لأخوانه من الصوفية وذكر الحكاية (قال الأستاذ أبو سعيد) رحمه الله قال الله تبارك وتعالى (ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا) فمن رأى كأن القيامة قد قامت في مكان فإنه يبسط العدل في ذلك المكان لأهله فينتقم من الظالمين هناك وينصر المظلومين لأن ذلك يوم الفصل والعدل","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"ومن رأى كأنه ظهر شرط من اشراط الساعة بمكان مثل طلوع الشمس من مغربها وخروج دابة الأرض أو الدجال أو يأجوح ومأجوج فإن كان عاملا بطاعة الله عز وجل كانت رؤياه بشارة له وأن كان عاملا بمعصية الله أو هام بها كانت رؤياه له نذيرا فإن رأى كأن القيامة قد قامت وهو واقف بين يدي الله عز وجل كانت الرؤيا أثبت وأقوى وظهور العدل أسرع وأرجى وكذلك إن رأى في منامه كأن القبور قد انشقت والأموات يخرجون منها دلت رؤياه على بسط العدل فإن رأى قيام القيامة وهو في حرب نصر فإن رأى أنه في القيامة أوجبت رؤياه سفرا فإن رأى كأنه حشر وحده أو مع واحد أخر دلت رؤياه على أنه ظالم لقوله تعالى (أحشروا الذين ظلموا وأزواجهم) فإن رأى كأن القيامة قد قامت عليه وحده دلت رؤياه على موته لما روي في الخبر أنه من مات قامت قيامته فإن رأى القيامة قد قامت وعاين أهوالها ثم رأى كأنها سكنت وعادت إلى حالها فإنها تدل على تعقب العدل الظلم من قوم لايتوقع منهم الظلم وقيل أن هذه الرؤيا يكون صاحبها مشغولا بارتكاب المعاصي وطلب المحال مسوفا بالتوبة أو مصرا على الكذب لقوله تعالى (ولو ردوا لعادوا لما نهوا عنه وأنهم لكاذبون)\rBarangsiapa bermimpi telah datang ciri-ciri qiyamat kubro seperti bermimpi matahari terbit dari barat,dan telah keluar hewan penghuni perut bumi,atau dajjal,atau ya'juz ma'juz,maka Ulama memberi ta'wilan sebagai berikut :\r1.…Jika orang yang sholeh atau taat beragama yang mengalami mimpi demikian, maka itu sebagai BISYAROH (kado kebahagian),artinya Allah memberikan mimpi tersebut agar bertambah keyakinannya terhadap apa yang telah Allah dan RosulNYA sampaikan dan buahnya adalah terus belajar menambah ibadahnya (sesuatu yang bernilai ibadah).","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"2.…Jika yang mengalami mimpi tersebut termasuk orang yang lalai dalam agamanya atau ahli ma'shiyat,maka mimpi tersebut merupakan peringatan dari Allah agar segera menghentikan laku ma'shiyatnya dan bertaubat.\rBarangsiapa yang bermimpi seakan qiyamat terjadi,dan dia di hadapan Allah untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya,maka ulama menta'wil orang tersebut akan mengalami proses pendewasaan dalam kehidupannya lebih cepat terutama dalam berlaku adil,adil buat diri sendiri,adil buat lingkungan sekelilingnya,Dst...Demikian pula jika bermimpi dalam kejadian qiyamat itu seakan akan quburqn terbelah dan penghuni quburnya keluar,maka ta'wilnya ia akan menjadi orang yang menyebar keadilan.\rBarangsiapa yang bermimpi seakan ia berada dipadang mahsyar dan menghadapi mizan atau sidangnya Allah,baik ia sendiri atau beserta seseorang,maka itu menandakan bahwa ia telah berlaku dzolim (buahnya harus muhasabah 'ala nafsihi,ingat-ingat kepada siapa ia telah berbuat dzolim dan segeralah mohon halal selagi ada kesempatan).\rBarangsiapa yang bermimpi seakan akan terjadi qiyamat dan hanya ia yang mengalaminya (tidak ada orang lain dalam mimpinya) maka ta'wilnya bahwa kematiannya telah dekat.\rPerlu digaris bawahi bahwa Allah maha kuasa memberikan Bisyaroh dan Peringatan kepada hambanya dengan sangat banyak cara,Dan melalui Mimpi adalah salasatunya.Seyogyanya diambil langkah positif dalam menyikapinya. Wallohu a'lam bis showab.\rhttp://arh789.blogspot.com/.../pernahkah-mimpi-qiyamat.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/848187195204090/","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"3586. TAFSIR MIMPI BASMALLAH DAN FADHILAH BASMALLAH\rPERTANYAAN :\r> Kumbang Gurun\rAssalamu 'alaikum, ada titipan pertanyaan masalah tafsir mimpi \"orang tersebut mimpi \" dalam mimpinya membaca Bismillahirohman nirohiim terus menurus dan duduk di atas kursi \". Pertanyaanya :\r1) apa tafsiran mimpi tersebut ?\r2) apa saja keutamaan ayat tersebut ? hatur nuhun.\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, membaca basmalah dalam mimpi diberkahi dan ditambah rizkinya oleh Alloh Subhanhu wataala dan kadang bermakna diijabah doanya.\rتفسير حلم رؤيا قراءة بسم الله الرحمن الرحيم لابن شاهين : من رأى أنه يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم خاصة فإنه يسأل الله البركة في ماله وزيادة في رزقه وربما يجاب دعاؤه ببركتها.\rتفسير حلم رؤيا قراءة بسم الله الرحمن الرحيم للنابلسي : من رأى أنه قرأ في منامه بسم الله الرحمن الرحيم فإن الله تعالى يطرح البركة في ماله\r> Ibuetz Ibnu Al Mubasyiri\r(ومن رأى) أنه قرأ في منامه بسم الله الرحمن الرحيم فإن الله تعالى يوجد البركة في ماله والزيادة فيه.تعطير الأنام في تعبير المنام juz 1 hal 26\r> Mas Hamzah\r- Fadhilah basmallah dinukil dari kitab i'anatut tolibin sayyid bakri :\rعن علي رضي الله عنه، مرفوعا: ما من كتاب يلقى في الأرض وفيه بسم الله الرحمن الرحيم إلا بعث الله ملائكة يحفون عليها بأجنحتهم، حتى يبعث الله وليا من أوليائه يرفعه.فمن رفع كتابا من الأرض فيه البسملة رفع الله اسمه في أعلى عليين، وغفر له ولوالديه ببركتها.","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"Dari 'Ali rodhiyallohu 'anhu secara marfu' : \" tiadalah dari suatu kitab yang di lemparkan ke tanah dan dalam kitab tersebut terdapat tulisan 'Bismillaahir rochmaanir rochiim' kecuali Allah akan mengutus malaikat agar mengepungnya dengan sayap-sayap mereka hingga Allah mengutus salah seorang wali dari para wali-wali-Nya untuk mengangkat kitab tersebut.maka barang siapa yang mengangkat kitab dari tanah yang dlm kitab tersebut terdapat tulisan 'Bismillaahir rochmaanir rochiim' maka Allah akan mengangkat nama orang tersebut di a'lal 'illiyyin /alam tertinggi dan Allah juga mengampuninya serta mengampuni kedua ortunya dengan sebab berkahnya 'Bismillaahir rochmaanir rochiim'\rوروي عنه - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: من قرأ بسم الله الرحمن الرحيم، وكان مؤمنا، سبحت معه الجبال، إلا أنه لا يسمع تسبيحها.وروي عنه - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: إذا قال العبد بسم الله الرحمن الرحيم، قالت الجنة: لبيك اللهم وسعديك، إلهي، إن عبدك فلانا قال بسم الله الرحمن الرحيم، اللهم زحزحه عن النار وأدخله الجنة.","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"dan diriwayatkan dari nabi shollallohu alaihi wasallam , sesungguhnya beliau bersabda : \" barang siapa membaca 'Bismillaahir rochmaanir rochiim' dan orang tersebut adalah seorang yang beriman maka gunung-gunung membaca tasbih bersamanya hanya saja dia tidak mendengar bacaan tasbihnya gunung.\"dan diriwayatkan dari nabi shollallohu alaihi wasallam, sesungguhnya beliau bersabda : \" ketika seorang hamba mengucapkan 'Bismillaahir rochmaanir rochiim' maka syurga berkata : 'telah aku penuhi panggilan dan keinginan-Mu , wahai Tuhanku, sesungguhnya hambaMu si fulan mengucapkan 'Bismillaahir rochmaanir rochiim' wahai Tuhanku semoga Engkau jauhkan dia dari neraka dan semoga Engkau masukkan dia kedalam syurga.\"\rومما يتعلق بالبسملة من المعاني الدقيقة ما قيل: إن الباء بهاء الله، والسين سناء الله، والميم مجد الله.وقيل: الباء بكاء التائبين، والسين سهو الغافلين، والميم مغفرته للمذنبين.وقال بعض الصوفية: الله لأهل الصفاء، الرحمن لأهل الوفاء، الرحيم لأهل الجفاء.\rSebagian dari yang berhubungan dengan basmalah dari makna yang lembut adalah apa yang dikatakan bahwa sesunguhnya ba' adalah baha'ulloh (keindahan Alah), sin adalah sana'ulloh ( keluhuran Allah ), dan mim adalah majdulloh ( kemuliaan Allah )dan dikatakan : \" ba' adalah buka'ut taa'ibiin ( tangisan para pendosa ), sin adalah sahwul ghofilin ( lalainya para pelupa ) dan mim adalah magfirotuhu lil mudznibiin ( ampunanNya kepada para pendosa ) \"sebagian ulama' sufi berkata : \" Allahu bagi orang yang suci, ar rochmanu bagi orang yang sempurna, ar rochiimu bagi orang yang bertabi'at kasar.","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"والحكمة في أن الله سبحانه وتعالى جعل افتتاح البسملة بالباء دون غيرها من الحروف، وأسقط الألف من اسم، وجعل الباء في مكانها، أن الباء حرف شفوي تنفتح به الشفة ما لا تنفتح بغيره، ولذلك كان أول انفتاح فم الذرة الإنسانية في عهد ألست بربكم بالباء في جواب بلى، وأنها مكسورة أبدا.فلما كانت فيها الكسرة، والانكسار في الصورة والمعنى، وجدت شرف العندية من الله تعالى، كما قال: أناعند المنكسرة قلوبهم بخلاف الألف، فإن فيها ترفعا وتكبرا وتطاولا، فلذلك أسقطت.","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"Hikmah bahwa sesungguhnya Allah subchanahu wata'ala menjadikan permulaan basamalah dengan huruf ba' bukan huruf selainnya dan menggugurkan huruf alif dari kalimat ismum serta menempatkan huruf ba' pada tempatnya huruf alif adalah bahwa sesungguhnya huruf ba' adalah huruf safawy / huruf bibir, yang dengan huruf ba' ini bibir menjadi terbuka sepertimana yang tidak terbuka oleh huruf selainnya, oleh karena itulah saat terbukanya bibir embrio janin manusia kala kala dalam rahim ibunya saat mengikat janji dengan Allah \"Bukankah aku Tuhanmu ? janin tersebut menjawab dengan kalimat yang di awali dengan ba' juga yaitu BALAA yang artinya, Benar Engkaulah Tuhanku(sebelum kita terlahir sudah berjanji ketika Allah bertanya : \" bukankah Aku ini Tuhan kalian ?\" kita menjawab : \" benar \" lihat surat al a'rof ayat 172 )Huruf ba' adalah huruf jar yang senantiasa dibaca kasroh (sedih/pecah), yaitu sedih/pecah dalam bentuk dan mknanya, maka dgn inilah ditemukan kemuliaan 'indiyah/kebersamaan dari Allah ta'ala, sebagaimana Allah berfirman dalam hadis qudsi : \" Aku menyertai orang-orang yang sedih hatinya \"berbeda dengan alif yang menunjukkan arti tinggi, sombong dan panjang, karenanya alif digugurkan dalam lafadz BASMALAH\rإعانة الطالبين سيد البكري الدمياطي\rوالكلام على البسملة من الأسرار والعجائب واللطائف، لا يدخل تحت حصر.وفي هذا القدر كفاية، وبالله التوفيق.\rPembahasan rahasia-rahasia, keajaiban dan kelembutan basmalah sangatlah banyak dan tidak terhitung, yang ini saja sudah cukup. wabillahit taufiq wallohu a'lam.\rKISAH FADHILAH BASMALLAH","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"Dinukil dari kitab Is'adur Rofiq Syeh Muhammad bin Salim juz awal hal.6 :\rDalam kitab As Syifa' Rasululloh shollallohu alahi wasallam bersabda sesunguhnya seseorang dari bani israil menulis basmallah dan memperbagus tulisannya maka Allah mengampuni dosa2nya sebab hal itu.\rDalam sebagian kitab syarahnya muhtashor Bukhory diceritakan bahwa seungguhnya setan gemuk bertemu dgn setan kurus kemudian berkata :\" apa yang menyebabkanmu spt ini ?\"setan kurus menjawab : \" aku berada ada seseorang yang jika mau masuk rumah dia membaca basmallah dan jik mau makan baca basmallah maka kuruslah aku.\"setan gemuk berkata : \" aku berada pada seseorang yang tidak mengetahui hal itu maka aku selalu menyertainya dalam makanan, pakaian dan pernikahannya maka aku menaiki lehernya sebagaimana menaiki seekor hewan.\"\rDikisahkan bahwa pembantunya Abu Muslim Al Khoulani pernah memberi minum racun kepada beliau tetapi tidak berpengaruh sama sekali, kemudian pembantunya bertanya kepada beliau tentang masalah itu dan beliaupun bertanya :\" apa yang menyebabkanmu melakukan hal itu ?\"pembantu berkata : \" karena engkau orang besar \"kemudian beliau memerdekakan pembantunya itu dan beliau berkata :\" sesungguhnya aku membaca basamallah ketika makan dan minum maka tiada sesuatupun yang membahayakanku.\"","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"Diceritkan sesungguhnya Luqmanul Hakim melihat kertas yang bertuliskan basmallah kemudian beliau memakannya maka Allah memuliakannya dengan ilmu hikmah.Begitu juga dengan Bisyr Al hafi melihat kertas bertulisakn basmallah kemudian beliau mengambilnya, pada saat itu beliau mempunyai uang dirham dan dibelikan minyak wangi untuk meminyaki kertas tersebut, maka beliau dipanggil dalam sirnya \" sebagaimana engkau membuat wangi asma-Ku maka asmamu juga Kubuat wangi \"Telah datang hadis Nabi shollallohu alaihi wasallam : \" doa yang diawali dengan basmallah tidak akan tertolak .\"\rImam Sya'roni dalam kitab Al Yawaqit berkata, \" sesungguhnya sayyidina Kholid bin Walid rodhiyallohu anhu mengepung orang kafir dalam benteng mereka, kemudian mereka berkata : apakah engkau berpendapat bahwa agama islam adalah agama yang benar ? perlihatkan kepada kami suatu tanda agar kami masuk islam .kemudian beliau berkata : \" bawakan kesini racun yang bisa membunuh, aku akan meminumnya.\"mereka mebawakan racun kemudian beliau mengambilnya dan mengucapkan basmallah lalu meminumnya dan racun tersebut tidak membahayakan beliau.mereka berkata : \" agama islam memang agama yang benar .\"kemudian mereka semua masuk islam.\"","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"Dari sebagian ulama' berkata: \" barang siapa megangkat kertas bertuliskan asma Allah dengan tujuan mengagungkan-Nya maka Allah menulis orang tersebut termasuk orang yang shiddiq.\"Dari sebagian orang arif berkata : \" barang siapa ketika bangun tidur membaca basmallah maka Allah akan memerikannya rizki keridhoan-Nya yang agung.\"Dan telah datang : \" barang siapa yang membaca basmallah sebanyak 21 kali ketika akan tidur maka dia aman pd malam itu dari setan, pencuri, su'ul khotimah dan cobaan yang lainya.\"\rDan dari sebagian ulama' besar : \" barang siapa membaca basmallah sebanyak 12.000 kali dan sholat dua rokaat setiap seribu kalinya kemudian membaca sholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam dan meminta hajatnya kepada Allah maka hajat apapun itu akan dipenuhi.\"\rDari sebagian ulama' :\" barang siapa menulis basmallah sebanyak 625 kali dan membawanya maka Allah meberikan pakaian kewibawaan dan keagungan kepadanya dan tidak ada seorangpun yang mampu berbuat buruk kepadanya, semua itu atas izin Allah.\" itu semua mujarrab. Dan masih banyak fadhilah yang lainnya. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/845353175487492/\r3598. TAFSIR MIMPI GIGI RONTOK SEMUA\rPERTANYAAN :\r> Arie Putra Dinata El-rumy\rAssalamu'alaikumm.. Para member pustaka sunni salafiyah....Ini ada pertanyaan titipan...Tentang mimpi... Pertanda kabar apakah yang ada apabila di antara kita ada yang mimpi kalau semua gigi kita itu pada rontok semua... NB : maaf kalau pertanyaannya agak nyeleneh... Wassalam...\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Wa'alaikumus salaam warohmatulloh, jika mimpi seolah-olah gigi rontok semua kemudian diambil dari dalam lengan baju atau pangkuannya maka dia akan hidup lama hingga gigi-giginya tanggal dan banyak anggota keluarganya. Jika mimpi seolah-olah gigi rontok semua kemudian lenyap dari pandangan berarti keluarganya akan meninggal sebelum dia dan adakalanya yang meninggal adalah orang-orang atau teman-temannya yang seumuran.\r- kitab tafsir ahlam ibnu sirin :\rفإن رأى كأنّ جميع أسنانه سقطت، وأخذها في كمه أو حجره، فإنه يعيش عيشاً طويلاً حتى تسقط أسنانه، ويكثر عدد أهل بيته. وإن رأى كأنّ جميع أسنانه قطت وذهبت عن بصره، فإنّ أهل بيته يموتون قبله، وربما كان ذلك موت ذوي سنه. من الناس ،وأقرانه في العمر.\rوأما الأصحاء والأحرار والمسافرون، إذا سقطت جميع أسنانهم، دل على مرض طويل ووقوع في السل من غير أن يموتوا، وذلك أنّ الإنسان لا يمكنه أن ينال الغذاء القوي بلا أسنان، لكنه يستعمل الإحساء والعصارات، وإنّما لا يموتون لأنّ الموتى لا تسقط أسنانهم، والشيء الذي لا يعرض للموتى هو مخلص للمرضى فلهذا السبب صار محموداً في المرض. وإن تساقطت أسنانهم جميعاً فإنّه يدل على سرعة نجاتهم من المرض، وأما التجار المسافرون فيدل على خفة حملهم، وخاصة إن رأى أنّ تلك الأسنان تتحرك،\rAdapun jika orang yang sehat, orang-orang merdeka dan musafir bermimpi semua giginya rontok maka menunjukkan sakit yang lama dan TBC tanpa segera mati,jika gigi rontok semua maka itu menunjukkan cepatnya keselamatan bagi orang-orang yang sakit, jika hal itu dialami musafir dan pedagang maka menunjukkan ringannya beban mereka, khususnya jika mimpi giginya bergoyang.","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"وحكي أنّ رجلاً رأى أسنانه كلها سقطت، فاغتم لذلك غماً شديداً، وقص رؤياه على معبر، فقال: تموت أسنانك كلها قبلك، فكان كذلك.\rDiceritakan bahwa seseorang bermimpi giginya rontok semua hingga membuat dia tenggelam dalam kesedihan , kemudian di ceritakan kpd penakwil, kemudian penakwil berkata : \"semua orang yang seusiamu semua akan meninggal sebelummu.\"dan terjadilah hal itu. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/861287613894048/\r3605. TAFSIR MIMPI SHALAT DI DALAM KA'BAH\rPERTANYAAN :\r> Kakaktinggi\rAssalamualaikum...Saya pernah mimpi solat di dalam Ka'bah... Apa artinya ya? Terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rMimpi sholat di dalam ka'bah maka dia akan meraih kebaikan dan kemuliaan dari penguasa atau pemimpin.\rفإن رأى أنه يصلي في الكعبة فإنّه يتمكن من بعض الأشراف والرؤساء وينال أمناً وخيراً\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-21615#page-99\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/859436054079204/\r3691. TAFSIR MIMPI WUDHU DAN SEPUTAR SHOLAT\rPERTANYAAN :\r> Salman Al-farizzi\rAssalamu'alaikum.. Kagem poro alim, Apa arti dari.. Mimpi wudhu, mimpi sholat, mimpi melihat orang sholat, mimpi akan melaksanakan sholat jum'at (perjalan). matur swun..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, buka kitab tafsirul ahlam ibnu sirin :\r* Mimpi wudhu\rوقيل الوضوء في المنام أمانة يؤديها أو دين يقضيه أو شهادة يقيمها.\rDikatakan, mimpi wudhu' adalah amanah yang akan ditunaikan , utang yang akan di bayar, atau kesaksian yang ditegakkan,","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"?…mimipi tentang sholat pada dasarnya adalah terpuji baik secara agama maupun dunia, mimpi sholat dibagi tiga, fardhu, sunnah dan tatowwu'.\r?…sholat fardhu menujukkan bahwa orang yang bermimpi medapat rizki berangkat haji dan menunaikan amanah, bisa melunasi hutang dll.\r?…mimpi sholat sunnah menujukkan sucinya orang yang bermimpi, sabar terhadap sesuatu yang dibenci, menjadi suri tauladan, welas asih terhadap makhluk dll.\r?…mimpi sholat tatowwu' mendapatkan kesempurna'an kehormatan dan hilangnya kesedihan.\rwallohu a'lam\r- kitab tafsir mimpi ibnu sirin\rقال الأستاذ أبو سعد رحمه اللهّ: الأصل في رؤيا الصلاة في المنام أنّها محمودة ديناً ودنيا، وتدل على إدراك ولاية ونيل رسالة، أو قضاء دين، أو اداء أمانة أو إقامة فريضة من فرائض الله تعالى. ثم هي على ثلاثة أضرب، فريضه وسنة وتطوع، فالفريضة منها تدل على ما قلنا، وأنّ صاحبها يرزق الحج ويجتلب الفواحش، لقوله تعالى: \" إن الصَلاَةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ\" .والسنّة تدل على طهارة صاحبها وصبره على المكاره، وظهور اسم حسن له، لقوله تعالى:\" لَقَدْ كَانَ لَكُمْ في رَسُول الله أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ \" . وشفقة على خلق الله تعالى، وعلى أنّه يكرم عياله ومن تحت يده، ويحسن إليهم، فوق ما يلزمه ويجب عليه في الطعام والكسوة، ويسعى في أمور أصدقائه فيورثه ذلك عزاً. والتطوع يقتضي كمال المروءة وزوال الهموم.","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Jika bermimpi sholat pada hari jum'at aka dia akn melakukan perjalanan yang menyenangkan serta meraih kebaikan, rezeki dan keutamaan.jika bermimpi sholat jum'at pada hari jum'at maka persoalannya yang tercerai berai menjadi tersimpul dan meraih kemudahan serta setelah mendapat kesulitan, ada pula yang menakwilkan bahwa dia akan menyangka suatu persoalan itu baik padahal tdk demikian.\rومن رأى كأنّه صلّى يوم الجمعة، فإنّه يسافر سفراَ ممتنعاً ينال خيراً وبراً ورزقاً وفضلاً.ومن رأى كأنّه صلى صلاة الجمعة يوم الجمعة، 1جتمعت له أموره المتفرقة وأصاب بعد العسر يسراً، وقيل من رأى هذه الرؤيا فإنّه يظن بأمر خيراً وليس كذلك.\rSholat jum'at menunjukkan apa yang diinginkan musholli, atau menunjukkan kebahagiaan dan menyaksikan hari-hari raya dan musim-musim haji, sholat jum'at seperti sholat qosor menunjukkan perjalanan atau menunjukan jalan keluar yang dekat dan berkumpul dengan kekasih.\r- kitab tafsirul ahlam abdul ghoni\rوصلاة الجمعة تدل للمصلي على ما يريد، أو على الفرح وشهود الأعياد، والمواسم والحج. وصلاة الجمعة مثل صلاة القصر تدل على السفر، أو على الفرج القريب والاجتماع بالحبيب.\rMimpi melihat orang lain sholat :jika melihat ahlu masjid sholat selain arah kiblat maka pemimpin daerah tsb akan di pecat.jika melihat orang alim sholat selain arah kiblat atau beramal menyelisihi sunnah maka dia telah menyelisihi syari'ah dan mengikuti hawa nafsu.\r- kitab al isyarot fi ilmil ibarot ibnu syahin\rومن رأى أهل المسجد يصلون إلى غير القبلة يعزل رئيس ذلك المكان.ومن رأى عالماً يصلي إلى غير القبلة أو عمل بخلاف السنة فقد خالف الشريعة واتبع الهوى.","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Jika engkau mimpi sholat atau melihat orang lain sholat maka engkau orang lemah yang mengalami kegagalan, engkau butuh untuk mengerahkan segenp kemampuan yang bisa menembus untuk mengalahkan apa yang engkau hadapi\r- kitab mausu'ah tafsirul ahlam\rإذا حلمت أنك صليت أو رأيت الآخرين يصلون، فأنت مهدد بالفشل وتحتاج لبذل مجهود خارق للتغلب على ما يواجهك.\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/873187609370715/\rwww.fb.com/notes/896387797050696\r3724. TAFSIR MIMPI BERJALAN DI ATAS AIR\rPERTANYAAN :\r> Samsudin Lpk\rAssalammu alaikum. Ustadz saya mau tanya tentang mimpi. Beberapa waktu malam yang lalu saya bermimpi berjalan di atas air yang luas. Apakah makna mimpi saya ustadz ? Mohon penjelasannya. Terimakasih sebelumnya\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumsalaam. Baca Kitab Tafsir Mimpi Ibnu Sirin :\rمنتخب الكلام في تفسير الأحلام\rوالمشي فوق الماء غرور ومخاطرة، فإن خرج منه قضيت حوائجه.\r\"Mimipi berjalan di atas air ditakwilkan dengan ketertipuan dan kekhawatiran, jika dia keluar dari air itu maka kebutuhan kebutuhannya dapat terpenuhi\". Wallaahu A'lam.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/880651005291042/\r3776. TAFSIR MIMPI MEMBACA SURAT AL-IKHLASH\rPERTANYAAN :\r> Sugeng Prasetyo\rAssalamu alaikum wr.wb. Saya mau nanya : Mimpi membaca surat AL-IKHLAS.. Maknanya apa ya..tolong diwedar lur.. Masalahnya aku bingung maknanya apa.. Makasih sebelumnya atas komentanya\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh, jika bermimpi membaca surat al ikhlas ditakwilkan bahwa dia akan mendapatkan karunia, popularitasnya merebak dan terpelihara dari aneka kekeliruan dalam tauhid. Ada yang menakwilkan bahwa keluarganya akan berkurang dan kehidupannya menjadi baik, ada juga yg menakwilkan bahwa al-ikhlas menunjukkan pada dekatnya ajal.\rDikisahkan bahwa sebagian orang saleh mimpi surat aikhlas tertulis diantara kedua matanya, kemdian dia menceritakan mimpinya kpd sa'id bin musayyab, sa'id berkata : \" mimpimu benarm telah dekat kematianmu \". Dan demikianlah yg terjadi. Wallohu a'lam.\r- Kitab Tafsirul Ahlam Ibnu Sirin\rومن قرأ سورة الإخلاص نال مناه وعظم ذكره، ووقي زلات توحيده، وقيل يقل عياله ويطيب عيشه، وقد قيل أن قِراءتها أيضاً دليل على اقتراب الأجل.\rوقد حكي أنّ بعض الصالحين رأى سورة الإخلاص مكتوبة بين عينيه فقص ذلك على سعيد بن المسيب، فقال إن صدقت رؤياك فقد دنا موتك. فكان كما قال.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/911484775540998/\rwww.fb.com/notes/912331415456334\r3779. TAFSIR MIMPI GIGINYA TANGGAL\rPERTANYAAN :\r> Siluman Mimpi\rAssalamu'alaikum para kyai/nyai mau tanya ttg mimpi, kalau mimpi giginya putus / tanggal itu tafsiranya ada gak ya ?? maturnuwun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rBerikut keterangan Tafsir mimpi tentang gigi di Kitab tafsirul ahlam ibnu sirin halaman 35 :\rوأما الأسنان: فإنّهم أهل بيت الرجل، فالعليا هم الرجال من أهل البيت، والسفلى هم النساء، فالناب سيد بيته، والثنية اليمنى الأب، والثنية اليسرى العم وإن لم يكونا فأخوان أو ابنان، فإن لم يكونا فصديقان شقيقان، والرباعية ابن العم، والضواحك الأخوال والخالات، ومن يقوم مقامهم في النصح،","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Adapun mimpi tentang gigi maka ditakwilkan dengan keluarganya, gigi sebelah atas ditakwilkan dengan keluarga laki-laki, sedangkan gigi bawah dita'wilkan dengan keluarga perempuan.\rGigi taring atas ditakwilkan dengan orang yang dituakan dalam keluarga, gigi seri yang kanan ditakwikan dengan ayah, gigi seri yang kiri ditakwilkan dengan paman, jika ayah dan paman sudah tidak ada maka kedua gigi seri tsb ditakwilkan dengan dua saudara laki-laki atau anak laki-laki, jika keduanya juga nggak ada maka ditakwilkan dengan dua teman akrab.\rRoba'iyah (gigi antara gigi seri dan gigi taring) ditakwilkan dengan anak paman, gigi atas yang tampak saat tertawa ditakwilkan paman dan bibi dari pihak ibu serta orang yang sekedudukan dengan mereka dalam memberi nasehat.\rوالأضراس الأجداد، والبنون الصغار، والثنية السفلى اليمنى الأم، واليسرى العمة، فإن لم يكون فأُختان أو ابنتان أو من يقوم مقامهما، والرباعية السفلى بنات العم وبنات العمات، والناب السفلى سيدة أهل بيتها، والضواحك السفلى بنات الخال والخالة وأضراس السفل الأبعدون من أهل بيت الرجل، من النساء والبنات الصغار.\rGigi geraham ditakwilkan dengan kakek dan anak kecil, gigi seri bawah kanan ditakwilkan dengan ibu, sedangkan gigi seri bawah kiri ditakwilkan dengan bibi, jika ibu dan bibi sudah tidak ada maka kedua gigi seri tsb ditakwilkan dengan dua saudara wanita atau dua anak wanita atau orang yang sekedudukan dengan keduanya.","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"Gigi Robaiyah yang bawah ditakwilkan dengan anak-anak wanita paman dan anak-anak wanita bibi, gigi taring bawah ditakwilakan dengan wanita yang dituakan dalam keluarga, gigi bawah yang tampak saat tertawa ditakwilkan dengan anak-anak wanita paman atau bibi dari pihak ibu, gusi bawah ditakwilkan dengan keluarga wanita yang jauh dan anak-anak wanita.\rوحركة بعض الأسنان، دليل على من هو تأويله في المرض، وسقوطه وضياعه دليل على موته أو غيبته عنه غيبة من لا يعود إليه، فإن أصابه بعدما فقده، فإنّه يرجع\rGigi yang bergoyang menunjukkan kerabat yang sakit, jika gigi itu tanggal atau hilang menunjukkan kematian anggota keluarga tsb, atau kepergian darinya yaitu kepergian yang tidak akan kembali lagi, jika mimpinya setelah kepergiannya maka dia akan kembali. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/908397742516368/\rwww.fb.com/notes/912455965443879\rBACA JUGA :\rwww.piss-ktb.com/2014/10/3598-tafsir-mimpi-mimpi-gigi-rontok.html\r3813. TAFSIR MIMPI MEMIKUL MAYAT\rPERTANYAAN :\r> Afiq Ozy\rAssalamualaikumMau tanya uztadz, jika bermimpi melayat itu dalam islam bagaimana ya ustadz ? Dalam mimpi itu saya ikut memikul mayat sepertinya berat sekali, dan setelah saya bangun lutut saya terasa sakit. Terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumsalaam. Lihat Kitab Tafsir Mimpi Ibnu Sirin halaman 20 :\rوحكي عن بعضهم أنّ من رأى كأنّه يصاحب ميتاً، فإنّه يسافر سفراً بعيداً يصيبب فيه خيراً كثيراً. فإن حمل ميتاً على عنقه، نال مالاً وخيراً كثيراً.","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"Dan dikisahkan dari sebagian ulama' ahli tafsir mimpi bahwa sesungguhnya orang bermimpi seolah-olah menemani mayat maka dia akan bepergian jauh dan mendapatkan kebaikan yang banyak. Jika mimpi memikul mayat maka dia akan mendapatkan harta dan kebaikan yang banyak. Wallahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/896186683737474/\r3863. TAFSIR MIMPI MENGANGKAT KERANDA (JENAZAH)\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Hidayat Kusumonegoro\rAssalamu 'alaikum wr. wb. Tafsir mimpi ngangkat keranda jenazah itu apa ya ? Pas diangkat keranda sempat terjatuh, tapi cepat-cepat diangkat lagi sampai tempat pemakaman. Trims.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalam. Bermimpi dipikul di atas keranda pertanda derajatnya yang tinggi dan harta yang banyak. Sedang jika dia bermimpi memikul jenazah (mayit) maka akan dicoba dengan harta haram. Na'udzubillah min dzalik. Wallohu A'lam. (ALF). Lihat kitab tafsir mimpi Ibnu Sirin :\rتفسير الاحلام لابن سيرين في رؤيا النعش :\rفمن رأى كأنه حمل على نعش ارتفع أمره، و كثر ماله، لأن أصله من الإنتعاش\rتفسير الأحلام لإبن سرين : . فإن رأى أنه حمل ميتا أصاب مالا حراما\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/904176049605204/\rwww.fb.com/notes/928290240527118\r3870. TAFSIR MIMPI MENGGENDONG ANAK PEREMPUAN\rPERTANYAAN :\r> Kumbang Gurun\rAssalaamu 'alaikum. \"ada pertanyaan semoga mendapat jawaban semoga yang memberi jawaban ikhlas\". Pertanyaan di dalam mimpi menggendong anak perempuan cantik \"umur 3-4 tahun\" tafsirannya apa ? Hatur nuhun ..\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"Wa alaikumus salaam. Dan barang siapa mimpi melihat anak perempuan, atau mimpi menggendongnya, atau mimpi anak perempuan tersebut dilahirkan untuknya sedangkan sipemimpi dalam penjara atau orang yang punya hutang atau orang faqir maka Allah akan memberinya kelapangan dan menghilangkan kesedihannya. Tapi jika si pemimpi keadaanya tidak seperti yang disebutkan tadi maka anak perempuan yang terlihat dalam mimpi adalah kesusahan, kegalauan dan kesedihannya,anak perempuan juga ditakwilkan dengan dunia bagi orang yang memimpikannya.\rومن رأى طفلة صغيرة أو أنه حملها أو ولدت له وكان سجينا أو مدينا أو فقيرا فرج الله عنه وأزال همه وإن لم يكن شيئ من ذلك فالطفلة هم وغم وحزن والصبية والطفلة دنيا لمن رآها\r> Wong Gendeng\rDisebutkan dalam tafsir ibnu sirin : barang siapa mimpi menggendong anak kecil maka dia ditakwilkan kesedihan yang akan mendatanginya dan kemududian menjadi lapang. Wallohu a'lam bis showab. (MHZ)\rتفسير لابن سيرين\rمن راى انه يحمل طفلاً صغيراً فهو هم صغير ياتيه ومن ثم ينفرج\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/913572745332201/\rwww.fb.com/notes/928630487159760\r3908. TAFSIR MIMPI TERBANG DAN MERASA SANGAT SENANG SEKALI\rPERTANYAAN :\r> Syarifuddin Jadit\rAssalamualaikum wr wb. ..? Mohon bantuannya kepada para admin dan member di grup ini. Apa tafsirnya mimpi terbang dan rasanya senang sekali. Atas jawabannya terimakasih. Wassalamu alaikum.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalam. Tafsir MIMPI TERBANG coba lihat di kitab tafsirul ahlam ibnu sirin الصفحة : 209","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"وأما الطيران: فقد حكي أنّ رجلاً أتى ابن سيرين: فقال رأيت كأنّي أطير بين السماء والأرض، فقال أنت تكثر المنى.ومن رأى كأنّه طاف فوق جبل، فإنّه ينال ولاية يخضع له فيها الملوك.\rAdapun mimpi terbang ,dikisahkan bahwa seseorang menemui ibnu sirin kemudian berkata :\" aku bermimpi seolah-olah aku terbang diantara langit dan bumi \"ibnu sirin berkata : \" engkau banyak anugrah.\"barang siapa mimpi seolah-olah keliling di atas gunung maka dia akan memperoleh kekuasaan yang membuat para penguasa tunduk.\rوقيل من رأى كأنّه يطير فإن كان أهلاً للسلطان ناله، وإن سقط على شيء ملكه، وإن لم يصلح للولاية دل على مرض يصيبه يشرف منه على الموت، أو خطأ منه يقع في دينه.\rDikatakan barang siapa mimpi seolah-olah terbang, jika dia ahli sebagai pemimpin maka dia akn mendapatkannya, jika jatuh pada sesuatu maka akan memilikinya.jika tidak patut sebagai pemimpin maka menunjukan penyakit yang akan membawanya pada kematian, atau dia akan melakukan kekeliruan dalam agamanya.\rفإن طار من سطح إلى سطح، فإنّه يستبدل بامرأته امرأة أخرى. وقال بعضهم: الطيران دليل السفر، إذا كان بجناح فإنّه انتقال من حال إلى حال. فإن بلغ طيرانه منتهاه، فإنّه ينال في سفره خيراً.\rJika mimpi terbang dari satu atap ke atap yang lain maka dia akan mengganti istrinya,sebagian yang lain berkata : \" mimpi terbang menunjukkan perjalanan, jika terbang dengan sayap maka dia akan beralih dari satu keadaan kepada keadaan yang lainnya,jika dia terbang mencapai tujuannya maka dia akan mendapatkan kebaikan dalam perjalananya.\"","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"وإذا طار من أرض إلى أرض نال شرفاً وقرة عين، لما قيل:وإذا نبا بك منزل فتحولفإن طار من أسفل إلى علو بغير جناح نالت أمنيته وارتفع بقدر ما علا. فإن طار كما تطير الحمامة في الهواء نال عزاً. فإن رأى كأنّه طار حتى توارى في جو السماء ولم يرجع، فإنّه يموت. ومن طار من داره إلى دار مجهولة، فإنه يتحول من داره إلى قبره.\rJika terbang dari satu wilayah ke wilayah yang lain maka dia akan mendapatkan kemuliyaan dan kegembiraan. Jika mimpi terbang dari bawah ke atas tanpa sayap maka dia akan meraih cita-citanya dan menjadi tinggi sesuai dengan tinggi terbangnya. Jika mimpi terbang seperti terbangnya merpati di angkasa maka dia akan memperoleh kemuliyaan.jika mimpi terbang hingga lenyap di balik langit dan tidak kembali maka dia akan meningga. Jika mimpi terbang dari rumahnya ke rumah yang tidak dikenal maka dia akan berpindah dari rumahnya ke kuburannya. Wallohu a'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/930695986953210/\rwww.fb.com/notes/930969850259157\r3938. TAFSIR MIMPI MELIHAT MATAHARI KEMBAR LIMA\rPERTANYAAN :\r> Heriyanto Ayah Hafidz\rAssalamu'alaikum Wrwb. Saya bermimpi melihat fenomena alam Matahari kembar 5. Apa dari arti dari Mimpi tersebut ? Mohon pencerahannya\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rWa'alaikum salam . Mimpi matahari pada umumnya baik, sangat baik, matahari kadang berarti pemimpin, harta dan wanita cantik.\r- شمس هي في المنام الملك ا?عظم أو الخليفة أو ا?ب أو الذهب أو أمير من ا?مراء أو امرأة جميلة\rdan jika melihat dalam mimpi matahari menjadi lebih dari satu maka baik dalam perjalanan dan usahanya. Lihat Tafsirul manam li ibni sirin :","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"ومن رأى الشمس ليست واحدة بل شموس كثيرة اكتنفتها فإن ذلك دليل خير للمسافرين والفرسان .........\r> Sunde Pati\rMenurut tafsir mimpi yg lain ( tafsirul ahlam li Muhammad ibnul Jawazim ). Matahari bahasa arabnya adalah ( شمس ) berarti huruf awalnya adalah syin ( ش ) . Dan jika bermimpi ketemu sesuatu yg huruf awalnya Syin ( ش ) itu artinya\rزيادة الأمانة والافادة\rBertambahnya Amanah ( kepercayaan ) dan ifadah ( manfaat / ambil kemanfaatan ). Wallohu A'lam. (Di)\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/928104790545663\rwww.fb.com/notes//932419323447543\r3992. TAFSIR MIMPI KETINGGALAN MELAKSANAKAN SHOLAT JUM'AT\rPERTANYAAN :\r> Santriwati Dumay\rAssalaamu 'alaikum wr.wb. Sudah dua minggu ini saya sering mimpi tertinggal sholat jum'at, Artinya apa ya ? (pertanyaan titipan)\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rWa'alaikum salam wr wb. Bismillah,Semoga bisa membantu. Annabilsi mentafsirkan mimpi tentang Jum'at. Beliau berkata : Siapa bermimpi bahwa ia berada dihari jum'at maka Allah akan mengumpulkan / mempertemukan urusan-urusan yang sudah pada bercerai berai.dan memindahkan yang sulit menjadi mudah serta memberi keberkahan.\rJika bermimpi bahwa para manusia pada melakukan sholat jum'at di masjid sedangkan ia di rumah atau di tokonya yang mana ia mendengar suara takbir, ruku', sujud, tasyahud dan salam dan ia juga menyangka bahwa para manusia sudah pada kembali pulang maka umpama ia seorang pejuang disuatu daerah,ia akan di kucilkan dari daerah tersebut. Wallohu a'lam.","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"والنابلسي فسر حلم رؤيا الجمعة وقال : من رأى في المنام أنه في يوم جمعة، فإن الله تعالى يجمع أموره المتفرقة، وينقله من العسر إلى اليسر، وتأتيه البركة .فإن رأى أن الناس يصلون ص?ة الجمعة في المسجد وهو في بيته أو حانوته يسمع صوت التكبير والركوع والسجود والتشهدوالتسليم، ويظن أن الناس قد رجعوا من الص?ة، فإن كان والي تلك الكورة يعزل منها .\rhttp://dreams.mrkzy.com/jeem/interpretation-818/\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Lihat Kitab Tafsirul Ahlam Ibnu Sirin :\rالصفحة : 15\rفإن رأى أنّ الناس يصلون الجمعة في الجامع وهو في بيته أو حانوته أو قرية يسمع التكبير والركوع والسجود والتشهد والتسليم، ويظن أنّ الناس قد رجعوا من الصلاة، فإن والي تلك الكورة يعزل.\rJika bermimpi bahwa orang orang melaksnakan sholat jum'at di masjid jami' sedangkan dia di dalam rumahnya,atau tokonya atau didesanya bisa mendengar takbir, ruku', sujud, tasyahud dan salam, dan dia menyangka bahwa orang orang telah kembali dari sholatnya.Maka dia akan di pecat dari kekuasaannya jika dia seorang penguasa. Wallohu a'lam. (Rz)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/935022749853867/\rwww.fb.com/notes/935765599779582\r4039. TAFSIR MIMPI MASUK MASJID\rPERTANYAAN :\r> Akka Mikhail\rAsslm 'alykm. Saya mau bertanya, semalam saya bermimpi masuk ke mesjid yang sangat besar dan banyak pengunjungnya, dan mesjid besar tersebut terdiri dari beberapa ruang-ruang besar yang merupakan mesjid-masjid dari berbagai aliran, dari Aswaja hingga baha'i pun ada kira-kira itu artinya apa ya ? Mohon pencerahan nya..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"Wa'alaikumussalam, mimpi memasuki masjid maka artinya adalah keamanan, ketenangan dan tambahnya ketaqwaan. Wallohu A'lam. (ALF)\r- kitab al isyarit fi ilmil ibarot hal. 33\rمن رأى جامعاً أو مدرسة أو مسجداً فهو أمن.ومن رأى أنه يعمر ذلك يكون عالماً يقتدى به.وقال جابر المغربي من رأى أنه يعمر مسجداً فإنه يتزوج امرأة دينة.ومن رأى أنه في جامع أو مدرسة أو مسجد وحوله ورد وأزهار وخضرة منثورة يظن فيه السوء وهو بريء من ذلك.ومن رأى أنه دخل مكاناً منها فإنه أمن وراحة وزيادة تقوى،\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/938032542886221/\rwww.fb.com/notes/938349802854495\r4086. TAFSIR MIMPI SEBAGIAN KELUARGANYA MENINGGAL\rPERTANYAAN :\r> Kang Rholiez\rAssalamu alaikun wrwb : Saya cari di dokumen tidak ketemu, minta jawabannya para asatidz, tafsir mimpi ketika kita bermimpi sebagian keluarga kita ada yang meninggal, misalkan keluarga terdekat. Semoga kita sekalian beserta seluruh keluarga di panjangkan umur, Amin…\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rJika mimpi bahwa anak laki-lakinya meninggal berarti dia akan selamat dari musuhnya, jika mimpi anak perempuannya meninggal berarti dia akan berputus asa dari jalan keluar. Wallaahu A'lam ( MI )\r- kitab tafsirul ahlam ibnu sirin\rالصفحة : 20\rفإن رأى كأنّ ابنه مات، تخلص من عدوه. وإن رأى كأنّ ابنته ماتت ، أيس من الفرج.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/940623302627145/\rwww.fb.com/notes/941844365838372\r4215. TAFSIR MIMPI SHOLAT MEMBELAKANGI QIBLAT\rPERTANYAAN :\r> Luthfi","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"Assalaamu'alaikum, saya mau nanya tentang mimpi.Kalau mimpi sholat tapi menghadapnya membelakangi kiblat apa ya artinya ? Soalnya saya mengalami tidak cuma 1 kali. Apa karena sholat saya buruk apa gimana ? Wassalam\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalaam. Jika mimpi sholat membelakangi kiblat maka menunjukkan bahwa dia mencampakkan islam ke belakang sebab dia melakukan sebagian dari dosa-dosa besar. Wallohu a'lam.\rفإن صلى وظهره للقبلة في الصلاة دل على نبذه الإسلام وراء ظهره بارتكاب بعض الكبائر\rMUJAAWIB : Abdullah Afif dan Yai Mas Hamzah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/949819011707574/\rwww.fb.com/notes/955454264477382\r4303. TAFSIR MIMPI DIBERI TELUR\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Fadly Jafar\rAssalamu alaikum wr.wb! bagaimana tafsirnya jika seseorang mimpi diberikan telur oleh seorang ulama?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikum salaam warohmatulloh, mimpi diberi telur maka dia akan mempunyai seorang anak yang mulia. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab tafsirul ahlam an nabulisi (1/43)\r( ومن رأى ) أنه أعطي بيضة ولد له ولد شريف فإن انكسرت مات ولده\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/962046243818184/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969812783041530\r4313. TAFSIR MIMPI MENANGIS\rPERTANYAAN :\r> Fikry Abdulhalim Asy-Syafi'i\rAssalaamu'alaikum. Kiayi, punya 'ibaroh tentang mimpi, \"menangis melihat orang cacat.\"? Tadi pagi saya bangun tidur sambil nangis haha. Apa maksudnya ? saya tak tahu.\rJAWABAN :\r> Rizalullah","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"Wa'alaikum salam wr.wb. Saya tidak menemukan menangis karena melihat orang cacat. maka diambil saja kata kuncinya yaitu \"menangis\". Bermimpi menangis bisa menjadi pertanda kebaikan atau sebaliknya :\r- Jika ia terbangun dan ia merasa tenang hatinya maka pertanda baik dan hilangnya kesusahan/keprihatinan, insyaallah\r- Jika sebaliknya, setelah bangun hatinya menjadi resah gelisah maka pertanda kurang baik. Wallohu a'lam\rhttp://www.zaherlime.com/crying.htm\rختاما ان رؤية البكاء في المنام تدل على الخير او غير ذلك , ويكون الفيصل في هذا الامر هو الراحة او القلق بعد الاستيقاظ من النوم , فإن صاحب الاستيقاظ راحة بال واطمئنان النفس دل انها خير وانجلاء الهموم ان شاء الله , وان كان العكس فالعكس والله تعالى اعلى واعلم.\r> Mas Hamzah\rMimpi menangis :\r1.…jika dsertai jeritan-jeritan atau menampar-nampar, atau menyobeknyobek baju maka menunjukkan kesedihan.\r2.…jika menngis karena takut kpd Allah ta'ala atau karena mendengarkan al qur'an atau penyesalan atas dosa-dosa yg terdahulu maka menujukkan kebahagiaan, kesenangan dan hilangnya kesedihan.atau menunjukkan turunnya hujan bagi orang yg tdk mendpatkan hujan sedangkan dia membutuhkannya,\r3.…terkadang menangis menunjukkan panjangnya umur, terkadang menunjukkan tambahnya tauhid jika berdzikir kpd Allah, bertasbih atau bertahlil, wallohu a'lam.\r- Tafsir ahlam an nabulisi halaman 34 :\rالبكاء","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"إذا كان في المنام بصراخ أو لطم أو لباس أسود أو شق جيب فيدل على الحزن. وإن كان البكاء من خشية اللّه تعالى، أو لسماع قرآن، أو من ندم على ذنب سابق فإنَّه يدل على الفرح والسرور وزوال الهموم والأنكاد، وهو دال على الخشية، أو على نزول المطر لمن احتبس عنه، وهو محتاج إليه. وقد يدلّ على طول العمر، وربما دلّ على الزيادة في التوحيد إن ذُكر اللّه\rتعالى أو سبح أو هلل\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/975622092460599/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/976232809066194\r4314. TAFSIR MIMPI TERJADI QIYAMAT\rPERTANYAAN :\r> Ayu Intan Az-zazira\rAssalamualaikum.wr.wb. Ini mau bertanya soal mimpi.sya pernah bermimpi , dan mimpi itu gambaran sperti kiamat , namun dlam mimpi tersebut sya dan teman sya termasuk glongan yang baik dan di selamatkan .dan saya mimpi ini sudah 3 kali.Ada yang tahu makna dari mimpi ini.Tlong dijawab. Syukron\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rWa'alaikum salam wr wb\rوإن رأى كأنه حوسب حساباً يسيراً دلت رؤياه على شفقة زوجته عليه وصلاحها وحسن دينها،\rJika selamatnya karena ia dihisab dengan hisaban yang ringan ,maka tanda akan mendapat isteri yang yang welas asih dan bagus agamanya, Jika sudah beristeri,isterinya akan sholihah (bisa bertambah kesholehannya, atau jika berperangai buruk,akan berubah secara bertahap menjadi sholehah.\rوإن رأى كأن الله سبحانه وتعالى يحاسبه وقد وضعت أعماله فى الميزان فرجحت حسناته على سيئاته فإنه فى طاعة عظيمة\rJika selamatnya karena timbangan kebaikannya lebih banyak dari keburukannya,maka pertanda ia dalam ketaatan yang besar (banyak taatnya). Wallohu a'lam.","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"Secara umum mimpi qiyamat adalah bisa berarti - tabsyir/berita kebahagian , jika selama ini melakukan ketaatan kepada Allah dan rosulNya- Peringatan , jika selama ini banyak berbuat dosa dan ma'shiyat, ini peringatan agar orang yang mimpi segera bertaubat. Wallohu a'lam\rفسيرات رؤية القيامة فى المنام مأخوذة عن العلماء القدماء ومنهم ابن سيرين.. من رأي كأنه ظهر دليل من أدلة الساعة بمكان.. مثل طلوع الشمس من مغربها وخروج دابة الأرض أو الدجال أو يأجوج ومأجوج، فإن كان عاملاً بطاعة الله عز وجل، كانت رؤياه بشارة له، وإن كان عاملاً بمعصية الله تعالى أو هاماً بها، كانت رؤياه له نذيراً لترك ما هو عليه وتصحيح أخطائه. قال الله تبارك وتعالى: (وتضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئاً) الأنبياء 47.. و من رأى كأن القيامة قد قامت فى مكان فإنه يبسط العدل فى ذلك المكان لأهله فينتقم من الظالمين هناك وينصر المظلومون.. لأن ذلك يوم الفصل والعدل.\rhttp://www.gn4me.com/gn4me/details.jsp?artId=3985427\r> Mas Hamzah\rKiamat dalam mimpi artinya adalah peringatan bagi si pemimpin atas kemaksiyatan yang diniatkannya, kiyamat adalah keadilan bagi orang yang didholimi dari orang yang dholim, jika mimpi bahwa kiyamat telah tegak atasnya dan dia sendirian maka dia akan meninggal.jika mimpi berdiri dihari kiyamat maka dia akan bepergian.","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Jika mimpi dihisab dengan hisab yang berat maka menunjukkan atas kerugian yang terjadi padanya, jika mimpi bahwa Allah azza wajallan menghisabnya dan amalan-amalan diletakkan pada timbangan kemudian kebaikanya lebih berat daripada keburukannya maka ini menunjukkan ketaatan yang agung dan dia mendapatkan pahala yang besar disisi Allah, jika keburukanya lebih berat maka usrusan agamanya mengkhawatirkan.dikatakan bahwa barang siapa mimpi bahwa kiyamat telah tegak maka dia akan selamat dari keburukan musuh-musuhnya, atau menjadi fitnah pada manusia.\rBarang siapa mimpi mengambil buku catatan amalnya dengan tangan kanannya maka dia mendapatkan kebaikan, kekayaan dan keluhuran,jika mengambilnya dengan tangan kiri maka dia akan binasa dengan dosa, kefakiran dan kebutuhan.barang siapa mimpi di atas titian dan selamat maka dia akan selamat dari fitnah dan musibah yang berat. Wallohu a'lam.\r- Kitab tafsir ahlam an nabulisi halaman 246 :\rالقيامة\rهي في المنام نذير وتحذير لمن رآها من معصية هم بها. والقيامة عدل لانصاف المظلوم من الظالم. ومَن رأى أن القيامة قامت عليه وحده فإنه يموت. ومَن رأى أنه واقف في القيامة فإنه يسافر.\rومَن رأى أنه حوسب حساباً شديداً دلّت رؤياه على خسران يقع له. وإن رأى أن اللّه عز وجل يحاسبه وقد وُضعت أعماله في الميزان فرجحت حسناته على سيئاته فإنه في طاعة عظيمة، وله عند اللّه مثوبة جزيلة، وإن رجحت سيئاته على حسناته فإن أمر دينه مخوف عليه. وقيل: مَن رأى أن القيامة قامت فإنه ينجو من شر أعدائه، أو تكون فتنة في الناس.\rومَن رأى أنه أخذ كتابه بيمينه فاز بالصلاح والغنى والعز، وإن أخذه بشماله هلك بالإثم والفقر والحاجة. ومن رأى أنه على الصراط سليماً نجا من شدة وفتنة وبلاء","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"LINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/975285519160923/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/976238799065595\r4315. TAFSIR MIMPI BERAMBUT PANJANG\rPERTANYAAN :\r> Kumbang Gurun\rAsalamu 'alaikum, saya tidak punya tafsir mimpi, saya serahkan disini, mimpi rambut tambah panjang ( pokoknya rambut di kepala bukan rambut lain ) tafsiranya apa ?\rJAWABAN :\r> Kang RRholiez\rWa'alaikum salam wr.wb. Insyaallah..\rتفسير الأحلام\rإذا حلم الشخص أن شعره في زيادة وطول دائم فهذا يدل على أنه يحدث له زيادة في المال والعمل...\rJika mimpi seseorang yang rambutnya bertambah dan memanjang, ini menunjukkan bahwa terjadi padanya peningkatan uang dan pekerjaan.\r> Mas Hamzah\rMimpi rambut kepala artinya harta dan umur yang panjang, barang siapa mimpi rambut kepalanya memanjang maka umurnya panjang. Wallohu a'lam\r- Kitab tasir ahlam an nabulisi halaman 183 :\rشعر الرأس وهو في المنام مالٌ وطول عمر، فمن رأى شعر رأسه طال فإن عمره يطول\rMimpi rambut kepala artinya harta dan panjangnya umur.dikatakan barang siapa mimpi seolah-olah mempunyai rambut yang panjang maka artinya kebahagiaan, mimpi berambut panjang itu terpuji khususnya bagi perempuan. Wallohu a'lam.\r- Kitab tafsir ahlam ibnu sirin halaman 32 :\rوشعر الرأس: مال وطول عمروقيل من رأى كأن له شعراً طويلاً وهو مسرور به، فإنّه محمود وخاصة في النساء\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/975810739108401/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/4315/976625882360220\r4322. TAFSIR MIMPI MATI KEMUDIAN HIDUP LAGI\rPERTANYAAN :\r> Ibnu Djamil","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Assalamu'alaikum, saya pernah bermimpi saya sudah mati,dan diberi kesempatan untuk kembali ke dunia dan bertaubat.apa maknanya?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb. Lihat Kitab Tafsir Ahlam Ibnu Sirin, halaman 19 :\rالموت في الرؤيا ندامه من أمر عظيم،فمن رأى أنّه مات ثم عاش، فإنّه يذنب ذنباً ثم يتوب، لقوله تعالى: \" رَبّنَا أَمَتّنَا اثنين وَأحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فاعْتَرَفْنَا بذُنُوبنا\" .\rKematian dalam mimpi artinya adalah penyesalannya atas perkara yang besar, maka barang siapa bermimpi mati kemudian hidup lagi maka dia akan melakukan suatu dosa kemudian bertaubat, sebab Allah berfirman :\" yaa Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. \"(al mukmin ayat 11). Wallohu a'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/976350799054395/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/978195005536641\r4349. TAFSIR MIMPI MEMBUNUH ORANG, MENINGGAL DAN BERENANG\rPERTANYAAN :\r> Budi Setiawan\rAssalamualaikum wr wb. Izin bertanya. Adakah penjelasan tafsir mimpi berikut ini:\r1. Mimpi meninggal dunia?\r2. Mimpi membunuh orang?\r3. Mimpi berenang?\rMaaf jika ada dokumennya mohon disundulkan... ketiga mimpi ini beberapa kali dialami oleh rekan yang bercerita kepada saya.. Atas jawabannya diucapkan terima kasih. Wassalamualaikum wr wb\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam\r1. Bermimpi kematian takwilannya adalah penyesalannya atas perkara yang besar.\r- kitab tafsirul ahlam ibnu sirin halaman 19 :\rقال الأستاذ أبو سعد رحمه الله: الموت في الرؤيا ندامه من أمر عظيم","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"2. Bermimpi membunuh orang maka dia akan melakukan suatu dosa besar, sedangkan yang dibunuh akan mendapatkan kebaikan.\r- kitab tafsirul ahlam an nabulisi halaman 235 :\rومن رأى أنه قتل إنساناً فإنَه يذنب ذنباً عظيماً، والمقتول يصيب خيراً.\r3. Bermimpi berenang, barang siapa mimpi berenang di laut dan dia orang yang ahli berenang maka kebutuhannya dalam hal ilmu akan tercapai.dikatakan bahwa mimpi berenang artinya adalah penjara, barang siapa mimpi berenang di daratan maka dia akan di penjara dan mendapatkan kesulitan di dalam penjara, dia tinggal dipenjara seukuran kesulitan atau kemudahannya berenang dan seukuran kedekatannya dari daratan. Wallohu a'lam.\r- kitab tafsirul ahlam an nabulisi halaman 150 :\rالسباحةمَن رأى في المنام أن يسبح في البحر، وكان عالماً بذلك، بلغ في العلم حاجته. وقيل: السباحة حبس فمَن رأى أنه يسبح في البر فإنه يحبس ويناله ضيق في حبسه، ويمكث فيه بقدر صعوبة السباحة أو سهولتها، وبقدر قربه من البر.\rApa ciri-ciri mimpi sebagai petunjuk kebaikan maupun peringatan dari Alloh SWT atau hanya mimpi sekedar bunga tidur belaka atau mimpi yang datangnya dari setan/jin ?\rTermasuk perbedaan mimpi yang haq/mimpi yang benar dan mimpi bunga tidur adalah, mimpi yang haq gambaran hayalan ketika tidur tetapi gambaran yang turun kedalam mimpi tsb turunnya dari ruh akli yang bisa di temukan,sedangkan mimpi bunga tidur adalah gambaran hayalan ketika tidur tapi gambaran tsb diambil dari gambaran sebelumnya yang telah dihafal ketika dia sadar.","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"Tanda bahwa mimpi tsb adalah mimpi yang benar adalah cepatnya bangun ketika dia telah menemukan mimpinya, seolah-olah dia kembali dari kenyataan dengan tersadar walaupu tidurnya sangat terlelap.tanda kedua adalah mimpi tsb masih teringat jelas ketika terbangun bahkan sampai perincian-perincian mimpinya tidak tidak terlupakan sama sekali, tidak membutuhkan pemikiran ataupun ingatan ketika mengingatnya bahkan masih jelas tercetak di dalam batinnya ketika terbangun.\rSedangkan mimpi yang hanya bunga tidur itu zamaniyah/dibatasi waktu, karena dia dihasilkan dari kuatnya otak dan mengeluarkan khayalan dari ingatan , semua perbuatan badan adalah zamaniyah jadi ada urutan utk menemukannya, serta adanya lupa yang datang pada otak.hal ini berbeda dengan mimpi haq, mimpi haq bukan zamaniyah dan tidak ada urutan , mimpi yang haq sekali datang langsung tercetak didalam ingatan dan dia lebih cepat daripada kedipan mata, dan mash tetap ada ketika bangun serta masih teringat sampai beberapa hari tidak terhalangi oleh lupa sama sekali.jika kita mengingat ingat mimpi setelah bangun tidur dan ternyata banyak yang terlupakan tentang rincian mimpinya hingga kita perlu mengingat-ingatnya maka ini bukanlah mimpi yang haq, tapi hanyalah bunga tidur. Wallohu a'lam bis showab.\r- kitab muqoddimah ibnu kholdun (288-289) :","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"ومن هذا التقرير يظهر لك الفرق بين الرؤيا الصادقة وأضغاث الأحلام الكاذبة، فإنها كلها صور في الخيال حالة النوم. لكن إن كانت تلك الصور متنرلة من الروح العقلي المدرك فهي رؤيا، وإن كانت مأخوذة من الصور التي في الحافظة التي كان الخيال أودعها إياها، منذ اليقظة، فهي أضغاث أحلام. واعلم أن للرؤيا الصادقة علامات تؤذن بصدقها وتشهد بصحتها، فيستشعر الرائي البشارة من الله بما ألقى إليه في نومه: فمنها سرعة انتباه الرائي عندما يدرك الرؤيا، كأنه يعاجل الرجوع إلى الحس باليقظة، ولو كان مستغرقاً في نومه، لثقل ما ألقي عليه من ذلك الإدراك فيفر من تلك الحالة إلى حالة الحس التي تبقى النفس فيها منغمسة بالبدن وعوارضه، ومنها ثبوت ذلك الإدراك ودوامه بانطباع تلك الرؤيا بتفاصيلها في حفظه، فلا يتخللها سهو ولا نسيان. ولا يحتاج إلى إحضارها بالفكر والتذكر، بل تبقى متصورة في ذهنه إذا انتبه. ولا يغرب عنه شيء منها، لأن الإدراك النفساني ليس بزماني ولا يلحقه ترتيب، بل يدركه دفعة في زمن فرد. وأضغاث الأحلام زمانية، لأنها في القوى الدماغية يستخرجها الخيال من الحافظة إلى الحس المشترك كما قلناه. وأفعال البدن كلها زمانية فيلحقها الترتيب في الإدراك والمتقدم والمتأخر. ويعرض النسيان العارض للقوى الدماغية. وليس كذلك مدارك النفس الناطقة إذ ليست بزمانية، ولا ترتيب فيها. وما ينطبع فيها من الإدراكات فينطبع دفعة واحدة في أقرب من لمح البصر. وقد تبقى الرؤيا بعد الانتباه حاضرة في الحفظ أياماً من العمر، لا تشذ بالغفلة عن الفكر بوجه، إذا كان الإدراك الأول قوياً، وإذا كان إنما يتذكر الرؤيا بعد الانتباه من النوم بإعمال الفكر والوجهة إليها، وينسى الكثير من تفاصيلها حتى يتذكرها فليست الرؤيا بصادقة، وإنما هي من أضغاث الأحلام.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/969171263105682/\rwww.fb.com/notes/984957501527058","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"4366. TAFSIR MIMPI MELIHAT BULAN\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Zainal Mukarom\rAssalamualaikum, maaf para ikhwanul muslimin, saya mau bertanya, ketika kita bermimpi melihat bulan dan suasananya hujan, apakah tafsiran dari mimpi tersebut ?\rJAWABAN :\r> Muhammad Rizky Alfarizi\rWa'alaikumussalaam. Mimpi melihat bulan alamat menjadi wakil pemimpin. Tafsiir al-Ahlaam libni Sirrin.\r> Moh Ilhamudin\rMimpi bulan asal takwilnya adalah pemimpin tapi bukan pemimpin pusat (raja). Terkadang juga bermakna pada orang alim / ahli fiqih atau juga sesuatu yang bisa menjadi penerang dari dunia kegelapan.\rتفسير الأحلام لإبن سيرين | الشمس والقمر والكواكب","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"القمر : في ا?صل وزير الملك ا?عظم أوسلطان دون الملك ا?عظم والنجوم حوله جنودومنازله ومساكنه أو زوجاته وجواريه، وربمادل على العالم والفقيه وكل ما يهتدي به منا?دلة ?نه يهدي في الظلمات، ويدل علىالولد والزوج والسيد وعلى الزوجة وا?بنةولجماله ونوره يشبه به ذو الجمال من النساءوالرجال فيقال كأنه البدر وكأنه فلقة قمر، ثميجري تأويل حوادثه ومزاولته كنحو ما تقدمفي الشمس، وربما دل على الزيادة والنقص?نه يزيد وينقص كا?موال وا?عمال وا?بدانمع ما سبق من لفظ المرور مثل مريض يراهفي أول الشهر قد نزل عليه أو أتى به إليه،فإنه يفيق من علته ويسلم من مرضه، وإن كانفي نقصان الشهر ذهب عمره واقترب أجلهعلى مقدار ما بقي من الشهر فربما كان أياماً،وربما كان جمعاً أو شهوراً أو أعواماً بأدلة تزادعند ذلك في المنام أو في اليقظة، وإن نزلفي أول الشهر أو طلع على من له غائب فقدخرج من مكانه وقدم من سفره، وإن كان ذلكفي آخر الشهر بعد في سفره وتغرب عنوطنه، ومن رآه عنده أو في حجره أو في يدهتزوج زوجاً رأت عائشة رضوان الله عليهاث?ثة أقمار سقطت في حجرتها فقصت رؤياهاعلى أبيها رضي الله عنه، فقال لها: إنصدقت رؤياك دفن في حجرتك ث?ثة هم خيرأهل ا?رض\rhttp://www.mktbtk.com/dir/ser/d-0046.htm\r> Mas Hamzah","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"Bulan dalam mimpi artinya raja yang adil, atau orang alim yang agung atau lelaki pembohong. Barang siapa mimpi bulan di pangkuannya maka dia akan menikah. Bulan juga menunjukkan istrinya pemimpi, atau kedua ortunya, putrinya, saudarinya, dagangannya atau ilmunya. Bulan juga menunjukkan pada perahu karena pelaut berjalan di lautan berdasarkan perjalanan bulan.bulan juga menunjukkan atas perjalanan kaena bulan selalu bergerak.orang sakit yang mimpi bulan maka menunjukkan kebinasaan. Barang siapa mimpi bulan tertutup mega maaka menunjukkan sakit atau hilangnya harta. Barang siapa mimpi bulan berbicara dengannya maka menunjukkan pangkat. Wallahu a'lam bish-showaab.\r- kitab tafsir ahlam an nabulisi halaman 242 :\rالقمر\rهو في المنام ملك عادل أو عالم كبير أو رجل كذاب. ومن رأى القمر في حجره تزوج.والقمر يدل على زوجة الرائي وعلى والديه أو ابنته أو أخته أو تجارته أو عمله. ويدل على السفينة لأن الملاحين يسعون في البحر حسب مسير القمر. ويدل أيضاً على سفر لأنه دائم الحركة. ورؤية القمر للمريض تدل على الهلاك، ومن رأى القمر احتجب بالسحب فإنه يدل على مرض، أو ذهاب المال، ومن رأى أن القمر يكلمه نال رئاسة.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/980311291991679/\rwww.fb.com/notes/987072727982202\r4367. TAFSIR MIMPI MELIHAT WANITA\rPERTANYAAN :\r> Kosasih Wahid Pramana\rAssalamualaikum wr.wb. ketika saya berada di pesantren saya pernah bermimpi perempuan yang tidak dikenal 5 hari berturut-turut, dalam mimpi itu saya diajak pergi / sekedar main di suatu rumah, apa makna dari mimpi itu ya ustadz ? atau itu hanya sekedar mimpi semata ? makasih\rJAWABAN :\r> Rampak Naung","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Wa'alaikumussalaam. Biasanya wanita dalam mimpi bermakna pangkat, derajat setara dengan wajah wanita yang dilihat dalam mimpi itu.\rرؤيا المرآة وأما المرآة فتدل على الجاه والو?ية بقدر عظمها وصفائها\r> Mas Hamzah\rWanita dalam mimpi jika cantik maka menunjukkan terhadap tahun yang akan datang dengan kebaikan dan kegembiraan. Terkadang wanita menunjukkan terhadap tempat penyimpanan dan kotak atau penjara dan sekutu, karena wanita bersekutu pada lelaki dalam hal kenikmatan dan harta. Terkadang wanita dalam mimpi menunjukkan pohon yang ada buahnya, kendaraannya dan tempat duduknya. Barang siapa mimpi melihat wanita cantik masuk kerumahnya maka dia akn mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan. Wanita cantik adalah harta yang tidak abadi, wanita arab muda yang berhias dan tidak dikenal sangat panjang mensifati kebaikannya dalam takwil. Wanita yang gemuk adalah kesuburan tahun itu dan wanita kurus adalah kegersangannya. Wallahu a'lam bish-showaab.\r- kitab tafsirul ahlam an nabulisi halaman 272\rالمرأة\rهي في المنام إن كانت جميلة دلّت على السنة المقبلة بالخير والراحة. وربما دلّت المرأة على المخزن والصندوق، أو السجن والشريك لأنها تشارك الرجل في اللذة والمال. وربما دلّت على الشجرة التي تحمل الثمر، ومركبه ومقعده. ومن رأى امرأة حسنة دخلت داره نال سروراً وفرحاً. والمرأة الجميلة مال لا بقاء له. والمرأة العربية المجهولة الشابة المتزيّنة يطول وصف خيرها في التأويل. والمرأة السمينة خصب السنة والهزيلة أجدبها.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/979276178761857\rwww.fb.com/notes/987074417982033\r4386. TAFSIR MIMPI MENINGGAL DUNIA\rPERTANYAAN :\r> Tabi'ut Tabi'in","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"Assalamu Alaikum. Kepada Para kyai asatidz dan member yang minulyo. Saya mau minta tolong dan mohon bantuan untuk menta'wilkan apa arti mimpi meninggal dunia (mati). Sekian dan terima kasih sebelumnya\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam wr wb. Mimpi meninggal mempunyai banyak ta'wil yang berbeda :\r1.…Jika ia mimpi meninggal, dan manusia memandikannya,mengkafaninya dan memikul jenazahnya dan menguburkannya, Maka ta'wilnya adalah menunjukkan akan keruksakan dalam agamanya.\r2.…Jika ia mimpi meninggal namun tidak sampai proses pemakaman, maka mimpi itu menandakan bahwa allah masih memberi kesempatan untuk bertaubat dan kembali untuk melaksanakan ibadah. dst... Wallohu a'lam.\r- Tafsirul ahlam libni sirin :\rقال ابن سيرين في تفسير رؤيا الموت ، أو من رأى نفسه ميت ، أو أنه مات أو يموت في المنام ، أو رؤيا حلم الميت في المنام أقوال عدة ، والموت حقيقةً هو الشيء الوحيد الذي لا يمكن تصور لحظاته في اليقظة لأن ذلك الشيء دائما ما تبتعد النفس عن التفكير به في الغالب ..\rتفسير حلم من رأى نفسه ميتاً في المنام لابن سيرين\rلكن حضور الموت للنائم على شكل رؤية أو حلم في المنام فهذا يدل على خلاف معنى الموت أحيانا ، إذ ان الموت بمعناه هو انتهاء الحياة وتوقفها .\rتفسير من رأى ان الناس غسلوه أو كفنوه أو حملوه الى القبر أو دفنوه ، من قيل له انك ستموت في المنام :","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"فالموت في المنام كمن وجد نفسه ميتا مثلا .. يدل على أشياء مختلفة فمثلا من وجد في منامه أن الناس قد غسلوه وكفنوه وحملوه الى القبر ودفنوه فان ذلك يدل على فساد دينه وأما إذا لم يدفن في المنام فهذا يد على أن الله عز وجل يمهله للتوبة والرجوع إلي العبادة الصادقة، ومن رأى أنه قيل له أنك لن تموت أبدا فإنه سيموت شهيدا والله أعلم ومن رأى أنه يموت ولم تبدو عليه علامات الموت فإنه يستعد لسفر، ومن وجد نفسه ملقياً على مغتسل فسوف يرتفع شأنه وسوف يبرأ من الديون والهموم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/990736287615846\rwww.fb.com/notes/991084110914397\r4390. TAFSIR MIMPI MELIHAT PUSAR WANITA YANG DICINTAI\rPERTANYAAN :\r> Velan Tina Rasa\rAssalaamu alaikum. Kalau bermimpi melihat pusar wanita yang dicintai tafsirannya apa ya?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rAdapun pusar maka takwilannya adalah istri seseorang dan kekasihnya yang didambakan. Barang siapa mimpi pusarnya dalam keadaan buruk, cantik atau cacat maka menunjukkan keadaan istri atau kekasihnya.dikatakan jika mempunyai kedua ortu kemudian mimpi pusarnya berpenyakit maka itu menunjukkan adanya penyakit pada kedua ortunya.jika tdk mempunyai kedua ortu maka menunjukkan tempat tinggal dimana dia dilahirkan.adapun jika mimpinya dialami oleh pengembara maka menunjukkan bahwa dia akan pulang.\r- kitab tafsirul ahlam ibnu sirin halaman 41 :\rوأما السرة: فامرأة الرجل وحبيبته من جواريه وهمته. فما رأى بسرته من قبح الحال أو جمال أو سوء حال، فهو فيهن. وقيل من كان له والدان فرأى سرته عليلة فإنّ ذلك يدل على علة الوالدين، ومن لم يكن له والدان، فإنّ ذلك يدل على أوطانه التي ولدوا فيها. وأما من كان في غربة، فإنّه يدل على رجوعه.","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"- kitab tafsirul ahlam annabulisi halaman 155 :\rالسرة هي في المنام دالة على والدة الرائي أو والده، أو كسبه الذي كان يعيش منه، أو حرفته التي كان يمارسها. وربما دلّت على زوجته أو أمته أو كيسه المختوم. وإن رأى أن سرته قد انفتحت وكان مريضاً دلّ ذلك على موته. وربما دلّت السرة على المسرة والسر. ومن رأى أن له سرتين رزق جاريتين جميلتين. والسرة امرأة الرجل. ومن رأى وجعاً في سرته فإنه يفقد والديه أو بلده، وإن كان في غربة فإن ذلك يدل على رجوعه إلى بلده.\r[ Pusar ] Pusar dalam mimpi menunjukkan ibunya pemimpi atau ayahnya, atau pekerjaan yg dia mencari penghidupan darinya, atau pekerjaan yg sedang dikerjakannya.terkadang pusar menunjukkan atas istrinya, budaknya atau kantong uangnya yg tersembunyi.jika mimpi pusarnya telah terbuka dan dia sedang sakit maka menunjukkan atas kematiannya.terkadang pusar menujukkan pada rahasia.barang siapa mimpi mempunyai dua pusar maka akan mendapatkan dua budak perempuan yg cantik.pusar bisa diartikan istrinya seseorang, barang siapa mimpi sakit pada pusarnya maka dia akan kehilangan kedua ortunya atau menunjukkan tempat asalnya,jika dia sedang dalam pengembaraan maka mimpi sakit pada pusar menunjukkan kepulangannya pada tempat asalnya. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/988331124523029/\rwww.fb.com/notes/992558694100272\r4401. TAFSIR MIMPI BERDAKWAH\rPERTANYAAN :\r> Velan Tina Rasa\rAssalaamu alaikum. Mimpi berdakwah di hadapan orang banyak tafsirannya apa ??\rJAWABAN :\r> Neng Yasmin\rWa'alaikum salam wr wb, mungkin bisa lebih spesifik pak, soalnya banyak ta'biran seputar mimpi ceramah di depan khalayak, afwan. Wallaahu a'lam bis shawaab","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"- Tafsir ibni sirin\rالمجلسمن رأى في المنام أن له مجلس وعظ، وهو يذكر الناس فيه، وليس هو أهلاً، لذلك فإنه في هم ومرض، فإن تكلم بكلام البر والحكمة فيأتيه الفرج ويبرأ من مرضه ويخرج من ضيق إلى سعة، أو يبرأ من دين عليه، أو ينصر على ظالم، والمجلس الذي يراه في مكان يجري فيه ذكر الله تعالى فإنه يدل على تعمير ذلك المكان بالحكمة.ومن رأى: مجلساً فيه جماعة من العلماء وهو جالس في صدرهم وكان أهلاً لذلك، فهو علم له وزيادة رفعة.وإن رأى مجلس وعظ وهو يعظ فيه فإنه أمره ينفذ إن تم وعظه، والمجلس في المنام هو المنصب الذي يجلس فيه، والدابة التي يجلس عليها، والمجلس هو الزوجة والولد والخادم.ومن رأى: أنه دعي إلى مجلس مجهول فيه فاكهة وشراب فإنه يدعى إلى الجهاد والاستشهاد.\rخليل بن شاهين الظاهري\rرؤيا مجلس الفقه والوعظ\rمن رأى أنه يعظ الناس وكان أهلاً للولاية فإنه يتولى أمراً يحكم فيه، وإن كان ذا أمر فإنه ينفذ\rومن رأى: أنه يعظ الناس ويأمرهم وينهاهم فإنه يدعو أقواماً إلى الحق وسبيل الرشاد\rومن رأى: أنه لم يتم وعظه فإن حاجته تتعذر عليه ولا يتم له أمر هو طالبه، وقيل إن الوعظ إعراض عن قوم يعظهم\rhttp://tafsiralahlam.com/المجلس/\rالمجلس - في المنام معنى الحلم لابن سيرين تفسير الاحلام\rالمجلس من رأى في المنام أن له مجلس وعظ، وهو يذكر الناس فيه، وليس هو أهلاً، لذلك فإنه في هم ومرض، فإن تكلم بكلام البر والحكمة فيأتيه الفرج ويبرأ من مرضه ويخرج من ضيق إلى سعة، أو يبرأ من دين عليه، أو ينصر على ظالم، والمجلس الذي يراه في مكان يجري فيه ذكر الله تعالى ...","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"- Barang siapa yang bermimpi ia berada di majlis ilmu, dan ia memberikan ilmu atau mengajak jama'ah untuk berdzikir atau mengingat allah dengan menyampaikan ilmunya, sedangkan ia bukan ahli (agama), maka ta'wilan mimpi tersebut ia akan berada dalam keprihatinan atau sakit.\r- Jika ia menyampaikan perkataan yang baik dan penuh hikmah dan ia merasa gembira,maka ta'wilannya ia akan segera sembuh dari sakit yang di deritanya, dan keluar dari kesulitan menuju kemudahan, atau akan segera terlunasi hutangnya, atau ia menolong orang zholim (dengan menasehatinya dan niat zholimnya tidak terlaksana). (Terj. by Rizalullah). Wallohu a'lam.\rLINK ASAL:\rhttps://www.facebookcom/groups/piss.ktb/994294687260006/\rwww.fb.com/notes/997150826974392\r4404. TAFSIR MIMPI DIBUNUH\rPERTANYAAN :\r> Ari Alghifari\rAssalamu'alaikum... ustad mau tanya soal mimpi, kalau kita mimpi dibunuh artinya apa ya ???\rJAWABAN :\r> Neng Yasmin\rJika seseorang bermimpi ada seseorang membunuhnya, bila pembunuhnya tidak ia kenal/tidak diketahui, maka ta'wilannya bahwa ia telah lalai dalam hal agamanya.\rJika sipembunuhnya dikenali / diketahui, maka ta'wilannya ia akan mendapat pertolongan Allah dari musuh atau lawannya. Wallohu a'lam.\r- tafsir ibni sirin\rومن رأى في منامه ان احد قتله ولم يدرى من هو دلت الرؤيا انه غافل ومهمل للشريعة, وان عرف من القاتل فانه ينتصر على العدو.\rLINK ASAL:\rhttps://www.facebookcom/groups/piss.ktb/994930293863112/\rwww.fb.com/notes/997559816933493\r4416. TAFSIR MIMPI SHOLAT BERJAMA'AH\rPERTANYAAN :\r> Dik's Satuhati\rAssalamu 'alaikum. Jika bermimpi sholat jamaah dengan seseorang, adakah tafsirnya ?","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"JAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, lihat Kitab Tafsir Ahlam Ibnu Sirrin halaman 14 :\rفإن رأى كأنّه يصلي في جماعة مستوية الصفوف، فإنّهم يكثرون التسبيح والتهليل، لقوله تعالى: \" وإنّا لَنَحْنُ الصَّافّونَ وإنّا لَنَحْنُ المُسَبِّخون\" .\rJika mimpi seolah olah sholat berjama'ah dengan barisan yang rapi berarti dia akan banyak membaca tasbih dan tahlil, karena firman Allah : \"Dan sesungguhnya kami benar-benar bershof shof (dalam menunaikan perintah Allah) dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah )\". QS. Ash Shoffaat ayat 165-166. Wallohu a'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/981813618508113/\rwww.fb.com/notes/1004391002917041\r4421. TAFSIR MIMPI MELIHAT PENARI (ORANG YANG MENARI)\rPERTANYAAN :\r> Yan Bae\rAssalamu'alaikum... Kalau bermimpi melihat orang menari / penari maksudnya apa ya ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rJika bermimpi melihat istrinya, atau anaknya atau salah seorang kerabatnya menari maka itu menunjukkan kebaikan dan menunjukkan atas kebahagiaan dan keluhuran yang banyak. Wallohu a'lam\r- kitab tafsirul ahlam an nabulisi hal 137 :\rومن رأى أن امرأته أو ابنه أو أحد أقربائه يرقص فإن ذلك خير، ويدل على فرح وعز كثير.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/995958430426965/\rwww.fb.com/notes/1008049489217859\r4482. TAFSIR WANITA PERAWAN BERMIMPI HAMIL\rPERTANYAAN :\r> Ashadi Firmansyah\rAssalamu'alaikum para admin, maaf saya mau tanya, adakah maksud / pertanda apa dari seorang wanita yang mimpi hamil sedangkan wanita tersebut belum menikah? Terima kasih... :-)\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"Wa'alaikumussalaam, wanita yang tidak bersuami ataupun wanita perawan yang bermimpi hamil maka keduanya akan menikah. Wallohu a'lam. Lihat kitab tafsirul ahlam an nabulisi hal 95 :\rوالمرأة الخالية من الزوج وكذلك البكر إذا رأتا كأنهما حبلتا فإنهما تتزوجان.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1048437835179024/\rwww.fb.com/notes/1053725241316950\r4502. TAFSIR MIMPI DIKERUBUT TAWON MADU\rPERTANYAAN :\r> Gatot Prakozo\rAssalaamualaikum, pertanyaan titipan : Kalau mimpi dirubung tawon madu itu pertanda apa ?. Tolong minta tafsirnya. Terima kasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rBila seseorang bermimpi dikerut tawon, maka ia akan mendapatkan harta tanpa bersusah payah menurut kitab tafsir mimpi tafsirul ahlam ibnu sirin 110 :\rفمن أصاب من النحل جماعة، أو اتخذها أو أصاب من بطونها، أصاب غنائم وأموالاً بلا مؤنة ولا تعب.\rDi kitab lain, diterangkan bila seorang raja yang mimpi dirubung tawon dan disengat maka mereka adalah rakyat yang saling bantu untuk menyakiti rajanya. Mimpi tawon menunjukkan pangkat dan mendapatkan manfa'at, tawon juga menunjukkan tentara islam sebagaimana belalang menunjukkan tentara kafir begitu juga dengan kecoa. Dan terkadang tawon menunjukkan pada ahli kasy orang yang mempunyai mata hati yang tajam. Wallohu a'lam. Lihat kitab tafsirul ahlam an nabulisi hal 293 :\rوإن رأى ملك أن النحل اجتمع عليه ولدغه فإنهم قوم يتعاونون ويصيبه منهم أذى ورؤية النحل تدل على نيل رياسة وإصابة منفعة. ويدل النحل على جيش الإسلام، كما يدل الجراد على جيش الكفار، وكذلك الزنابير، وربما دلّ النحل على أرباب الكشف والإطلاع\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1057413644281443/","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"www.fb.com/notes/1057932027562938\r4566. TAFSIR MIMPI DITANYAI MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR\rPERTAANYAAN :\r> Gatot Prakozo\rAssalaamualaikum, mohon penjelasan dan ta'wilnya. Semalam saya mimpi yang menakutkan, saya mimpi di su'al oleh mungkar dan nakir di alam kubur. Kira-kira itu pertanda apa wahai saudara/i ku. Mohon penjelasannya\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rWa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokaatuh. Lihat Tafsirul Ahlaam Ibni siriin :\rومن رأى انه موضوع في قبره ومنكر ونكير يسالانه فإنه يدل على ان الملك يرسل أعوان إليه في أمر ومطالبة، فإن رأى أنه أجابهما بجواب صواب فإنه يأمن من جهته، وإن غلط في الجواب فضد ذلك.\rbarang siapa bermimpi,ia diletakkan dalam kuburnya kemudian di tanyai oleh malaikat munkar dan nakir , itu menandakan bahwa malaikat tersebut sedang mengirim pesan kepada si pemimpi melalui a'wannya (mgkin bisa di sebut ,anak buahnya malaikat munkar nakir) dengan tujuan memerintah dan mutholabah/meminta.\r- Jika dalam mimpi tsb si pemimpi mampu menjawab dengan benar pertanyaan munkar dan nakir, maka menandakan ia akan selamat dari keduanya.\r- Jika ia tidak mampu menjawab keduanya, maka menandakan kebalikannya.\rBersyukurlah yang memimpikannya, jika selama ini dalam keadaan taat,maka itu sinyal agar si pemimpi meningkatkan amal sholih dan ketaatannya kepada Allah dan Rosul-Nya. Jika selama ini penuh dosa dan jauh dari ketaatan, maka pesannya adalah agar si pemimpi segera bertaubat dan memperbaiki diri serta taat dalam menjalankan agama. Wallohu a'lam bis showab\rhttp://vb.elmstba.com/t264323.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1062911130398361/\r3029. ASAL MIMPI BURUK","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"PERTANYAAN :\rAssalamualaikum . . . Apakah mimpi buruk itu juga datangnya dari Tuhan, seperti halnya digigit kucing, dikejar ular dan sebagainya . . ? Dan apakah semua mimpi buruk itu bisa ditafsiri . . . ? Mohon penjelasan beserta dalil nya . . . [ Imrondipenjara Nabiyusuf ].\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, mimpi baik datangnya dari ALLAH, sedangkan mimpi buruk datangnya dari syaithan (meski hakekatnya dari Allah juga), ketika bermimpi buruk maka sunah meludah ke kiri sebanyak 3 X dan membaca TA'AWWUDZ :\r.روينا في صحيح البخاري عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول : إذا رأى أحدكم رؤيا يحبها فإنما هي من الله فليحمد الله تعالى عليها وليحدث بها وفي رواية فلا يحدث بها إلا من يحب وإذا رأى غير ذلك مما يكره فإنما هي من الشيطان فليستعذ من شرها ولا يذكرها لأحد فإنها لاتضره.قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الرؤيا الصالحة وفي رواية الرؤيا الحسنة من الله والحلم من الشيطان فمن رأى شيئا يكرهه فلينفث عن شماله ثلاثا وليتعوذ من الشيطان فإنها لا تضره وفي رواية فليبصق. الأذكار : ص : 92\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/708197482536396/\rwww.fb.com/notes/759751280714349\r0897. Kisah Kyai Facebook\roleh Rama Rif\rB i s m i l l a h ...\rTidak seperti biasanya. Hari itu aku menyempatkan waktu untuk datang berkunjung ke rumah seorang kyai. Di samping silaturrahim karena lama tak berjumpa, aku pun berniat untuk numpang istirahat sekedar menghilangkan lelah karena telah melakukan perjalanan yang cukup lumayan jauh. Saat aku sampai di depan pintu rumahnya, seperti umumnya para tetamu. Akupun mengucapkan salam; Assalamu alaikuuuum..... !!!!","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Tidak berapa lama, keras kudengar jawaban salamku dari dalam \"Waalaikum salaaam.. silahkan le.. monggoo melebu Hooo..!!” Begitu keras kudengar jawaban salam dari dalam. Dengan penuh santun, aku langkahkan kakiku menujunya. “Hehehehehe”. Kyai tengah tersenyum-senyum sendirian, dengan penuh riang di hadapan layar monitor sambil terus memainkan mostnya. “Hahahahaha”. Sambil terus tertawa, tangannya menari begitu cekatan, menekan huruf demi huruf, angka, tanda baca, dan entah apalagi. Sesekali tangannya menggaruk-garuk kepala sambil terkekeh-kekeh kegirangan.\r“ Kyai..”! lirih aku memanggilnya. “ Sebentar le.. sebentar le....aku masih bahstul masail ! ; jawabnya dengan nada tinggi.\r“ Oohh..maaf Kyai ”; Jawabku spontan dengan lirih. “Sebentar yo le ”; Jawabnya datar. “Na’am Kyai”; timpalku.\r“Aku lagi coment le. Sekalian ganti status hubungan. Marem tenaaan..... emoticonnya lucu-lucu le. Lebay & alay kabeh cah-cah iki ”. Ucapnya lagi.\rMendengar itu, Aku sempat tersentak kaget. Ku coba mencuri pandang kelayar monitor. “HAH. FACEBOOK?! Seperti baru tersadar, bahwa ia telah keceplosan bicara. Kyai pun melihatku dengan penuh kaget. “ Roman tokh ? Hadooh.!! Sepurone man. Sepurone.. monggo-monggo... silahkan.! Ucapnya.\r”Bu.. bu.. buatkan kopi ! Enek roman teko bu.!!!” Sambil teriak kyai mengambil bajunya. “ tidak apa-apa kyai, teruskan saja bahstul-masailnya ” . kataku.","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"\" Pun. Sampun ko man !! jawabane Mauquf ”. Sambutnya. “wah . Maaf kyai, jadi ganggu nih ?” ucapku. ”Mboten-mboten. wis suwe tidak petuk. Yo piye awakmu man. Sehat to man ?” tanyanya. \"Alhamdulillah Kyai”. Jawabku.. Tak lama kemudian empat cangkir Kopi pun datang. Kami pun berbincang-bincang dengan panjang lebar. Sambil sesekali menikmati hidangan kue-kue pasar dan buah di wadah parcel..\rSingkat cerita; setelah aku anggap cukup. Aku pun mohon pamit. “ Kyai, ana mohon pamit. Mohon doanya agar selamet dalam perjalanan. Terima kasih atas jamuannya. Sekali lagi, ana mohon maaf kalau ana dah ganggu kesibukan kyai”. Kataku. “Ya. Ya. Mboten nopo-nopo ko man. Malah aku seneng eh..!!! sing ngati-ngati ning dalan yo!!! Selamet selamet selamet..Aamiin.. Aamiin Aamiin”. Jawabnya tangkas.\rKyai pun bangkit dan kami berpelukan, bersalam-salaman. aku berlalu menuju pintu utama rumahnya yang memang cukup besar. Tak seperti biasanya. Kyai menahan lajunya persis di meja kerjanya. Ia pun memutar-mutar most computernya. Rupanya Facebooknya belum di“ sign out ”. Sambil berdiri kyai membaca tulisan pada monitornya dengan tersenyum-senyum. Seperti lupa bahwa aku masih ada di depan pintu utamanya. Aku pun tak mau mengganggunya. “Kyai, Bil Qulub yo.. Ilalliqo”. Kata ku. “Monggo silahkan man”. Sambil terus memainkan mostnya tanpa menoleh.\r”Bahtsul-masail lagi Kyai.?” Candaku. \" Inggih roman. Baru dapat takbir, barusan ”. Jawabnya sambil terkekeh. Aku melenggang menuju motorku. Sepanjang jalan aku berpikir sambil terus menyenyumi ulah Kyai.","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"“Luar biasa”. Gumamku. “Ternyata sihir Facebook mampu membuat Kyai lupa pada keluwesan dan kebiasaan lawasnya, keistiqomahannya, bahkan santri lamanya ya..?????\rDalam hati aku terus berkata; Apakah facebook telah mampu menggeser posisi keyakinan? Apakah konsentrasi penuh dalam membaca Qur’an, Hadis dan Kitab-kitab itu telah dialokasikan kepada layar monitor yang berisi gambar, foto gadis, emoticon dan coment-coment? Sehingga separuh atau sepertiga waktu dan perhatiannya hanya dipakai untuk cengangas-cengenges di depan layar monitor? Apakah buah tasbih telah tergantikan dengan angka dan hurup pada kifet-kifet tekhnologi anak zaman ? Apakah Facebook lebih pantas dia perhatikan dibandingkan santri yang notebene-nya adalah titipan Allah dan masyarakatnya ? Sejuta tanya timbul tenggelam dalam hatiku. Dan selanjutnya aku hanya terdiam dalam tanya. Kini, Aku hanya mampu berdoa. “Semoga Facebook pun dapat menjadi ladang subur buat memupuk bekal hidup sesudah mati”. Aamiin..!!!!\rBy : Catatan bukuku, saat ku bertamu ke rumah kyai. Maaf boleh nyontek :)\r0988. ANGGAPAN BULAN SHAFAR SEBAGAI BULAN PANAS\rPERTANYAAN :\rHaidir Malakat\rMohon penjelasan tentang bulan sofar Arba mustamir yang sebagian Masyarakat menganggap bulan panas (muncul sejumlah malapetaka atau musibah) apakah memang ada di dalam Qur'an atau hadist?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rKalau sekedar penamaan, dikatakan bulan shafar karena kebiasaan orang arab saat dibulan-bulan itu meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"( لأن وضع اسمه الخ ) عبارة المغني والنهاية لأن العرب لما أرادت أن تضع أسماء الشهور وافق أن الشهر المذكور كان في شدة الحر فسمي بذلك كما سمي الربيعان لموافقتهما زمن الربيع اه قوله ( وكذا في بقية الشهور ) عبارة المصباح في مادة ج م د ويحكى أن العرب حين وضعت الشهور وافق الوضع الأزمنة فاشتق للشهور معان من تلك الأزمنة ثم كثر حتى استعملوها في الأهلة وإن لم توافق ذلك الزمان فقالوا رمضان لما ارمضت الأرض من شدة الحر وشوال لما شالت الإبل بأذنابها للظروف وذو القعدة لما ذللوا القعدان للركوب وذو الحجة لما حجوا والمحرم لما حرموا القتال أو التجارة والصفر لما غزوا وتركوا ديار القوم صفرا وشهر ربيع لما أربعت الأرض وأمرعت وجمادى لما جمد الماء ورجب لما رجبوا الشجر وشعبان لما أشعبوا مثل العود انتهت اه ع ش\rKeterangan dalam kitab alMughni dan an-Nihaayah “karena kebiasaan orang arab saat menamai bulan disesuaikan dengan keadaan zamannya, mereka menamai ramadhan karena bulan ini bertepatan dengan masa terik panas seperti mereka menamai dua bulan robii’ (robiiul awal dan robii’us tsani) karena bertepatan dengan musim semi, begitu juga bulan-bulan lain meskipun kenyataannya pada musim-musim tertentu tidak sesuai dengan apa yang mereka namai :\r?…Ramadhan = saat bumi terbakar karena panas yang terik\r?…Syawwal = saat unta menaikkan ekornya pada wadah\r?…Dzul Qa’dah = saat merendahkan kendaran untuk dinaiki\r?…Dzul hijjah = saat menjalani haji\r?…Muharram = saat diharamkan peperangan atau niaga\r?…Shofar = saat orang arab meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong\r?…Robii’ (awal dan tsani) = saat musim semi\r?…Jumada (ula dan tsani) = saat air membeku\r?…Rojab = saat pepohonan berduri","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"?…Sya’ban = saat mereka meninggalkan untuk selama-lamanya seperti kembali\r[ Hawaasyi as-syarwaany III/371 ].\rKalau melihat keterangan-keterangan yang sementara ini kami dapatkan, keberadaan Arba MUSTAMIR yang terdapat dibulan Shafar keterangannya bersumber dari para Ulama 'Aarif dan Shalihin tidak bersumber pada hadits Nabi\r(اعلم - أن مجموع كلام الصالحين- كما يعلم مما سيأتي - أنه ينزل في آخر أربعاء في صفر بلاء عظيم ، وأن البلاء الذي يفرق في سائر السنة كله ينزل في ذلك اليوم فمن أراد السلامة والحفظ من ذلك فليدع أول يوم من صفر وكذا في آخر أربعاء منه بهذا الدعاء، فمن دعا به دفع الله سبحانه وتعالى عنه شر ذلك البلاء، هكذا وجدته بخط بعض الصالحين ،\rوالدعاء في أول يوم منه هو هذا : ( بسم الله الرحمن الرحيم وصلى تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ، أعوذ بالله من شر هذا الزمان وأهله، وأعوذ بجلالك وجلال وجهك وكمال جلال قدسك أن تجيرني ووالديّ وأولادي وأهلي وأحبابي وما تحيطه شفقة قلبي من شر هذه السنة وقني شر ما قضيت فيها واصرف عني شر شهر صفر يا كريم النظر واختم لي في هذا الشهر والدهر بالسلامة والعافية والسعادة لي ولوالديّ وأولادي ولأهلي وما تحوطه شفقة قلبي وجميع المسلمين وصلى تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم )","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"ذكر بعض العارفين من أهل الكشف والتمكين : أنه ينزل في كل سنة ثلاثمائة ألف بلية وعشرون ألفا من البليات، وكل ذلك في يوم الأربعاء الأخير من صفر، فيكون ذلك اليوم أصعب أيام السنة ، فمن صلى في ذلك اليوم أربع ركعات يقرأ في كل ركعة منها بعد الفاتحة سورة ( إنا أعطيناك الكوثر ) سبع عشرة مرة والإخلاص خمس مرات والمعوذتين مرة مرة ويدعو بعد السلام بهذا الدعاء حفظه الله بكرمه من جميع البلايا التي تنزل في ذلك اليوم ولم تحم حوله بلية من تلك البلايا إلى تمام السنة ، والدعاء المعظم هو :\r( بسم الله الرحمن الرحيم وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم ، اللهم يا شديد القوى ويا شديد المِحال ويا عزيزُ ذلّت لعزتك جميع خلقك ، اكفني من جميع خلقك ، يا محسن يا مُجمِّل، يا متفضل يامنعم يا مكرم، يا من لا إله إلا أنت برحمتك يا أرحم الراحمين ، اللهم بِسِرّ الحسن وأخيه، وجده وأبيه، اكفني شر هذا اليوم وما ينزل فيه ، ياكافي ( فسيكفيكهم الله وهو السميع العليم ) وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم )","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"وقال البشيخ البوني رحمه الله في كتاب الفردوس : إن الله عزوجل ينزل بلاء في آخر أربعاء من صفر بين السماء والأرض ، فيأخذه الموكل به ويسلمه إلى قطب الغوث فيفرقه على العالم ، فما حصل من موت أو بلاء أو هم إلا ويكون من ذلك البلاء الذي يفرقه القطب فمن يرد السلامة من ذلك فليصل ست ركعات يقرأ في الأولى بأم القرآن وآية الكرسي وفي الثانية سورة الإخلاص في كل ركعة ، ثم يصلي على النبي بأي صلاة ثم يدعو بهذا الدعاء فيقول : ( اللهم إني أسألك بأسمائك الحسنى وبكلماتك التامات وبحرمة نبيك محمد صلى الله عليه وسلم أن تحفظني وأن تعافيني من بلائك يا دافع البلايا ، يا مفرج الهم ، وياكاشف الغم ، اكشف عني ما كُتب عليّ في هذه السنة من هم أو غم إنك على كل شيء قدير وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما )\rوذكر بعض الصالحين أن آخر أربعاء في صفر يوم نحس مستمر فيستحب أن يقرأ فيه سورة يس ، فإذا وصل إلى قوله تعالى ( سلام قولا من رب رحيم ) يكررها ثلاثمائة وثلاث عشرة مرة (313) ثم يدعو فيقول ( اللهم صلّ على سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع الأهوال والآفات وتقضي لنا بها جميع الحاجات وتطهرنا بها من جميع السيئات وترفعنا بها أعلى الدرجات وتبلغنا بها أقصى الغايات من جميع الخيرات في الحياة وبعد الممات ) ثم يقول: ( اللهم اصرف عنا شر ما ينزل من السماء وما يخرج من الأرض إنك على كل شيء قدير وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم )\rثم يدعو بالمهم دنيا وأخرى ،ويسأل الله تعالى العافية والسلامة ..)\rانتهى من الكتاب الباعث للسرور كنز النجاح والسرور في الأدعية التي تشرح الصدور .. للشيخ عبدالحميد بن الشيخ محمد علي قُدس -قدّس الله سره-\rSumber : http://www.attiaabdoo.com/vb3/showthread.php?t=1449","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"Dalam hal ini kalangan Fuqaha memilih hati-hati menyikapi keberadaan amalan yang berkaitan dengan ARBA' MUSTAMIR (lihat dokumen \"sholat rebo wekasan\") karena sandarannya tidak terdapatkan dalil berupa al-Quran dan as-Sunnah.\rJauhar Nur Lathiefah\rArba musta'mir, dalam Alqur'an tidak ada, juga dalam hadits tidak terdapat masalah ini namun klau kita berpegang kepada faham ahlussunnah wal jamaah\" mengenai Arba musta'mir ini ada disebutkan, masalahnya terdapat dalam kita \"Kanzun Najaah was Suruur\" halaman 25 sebagai berikut (artinya) : menyebutkan sbgian orang-orang arifin, bahwasanya diturunkan pada tiap-tiap tahun 324.000 bala, seluruhnya diturunkan pada hari Arba mustamir yang akhir dari bulan safar, maka jadilah hari itu paling sulit hari dalam setahun.oleh karena itu orang-orang shalihin mengantisipasinya dengan disunnatkan itu...\r?…Sambungan coment di atas.. : disunnatkan hari itu membca surah yasin 1 kali, kemudian apabila sampai kepada kalimat salaamun qoulan mirrabbir rahiim diulang membacanya sbanyak 313 kali.lalu membaca do'a shalawat tunjina sampai selesai, disambung pula dengan do'a : Allahummashrif annasy syara maa yanzilu minas sama_i wa maa yakhruju minal ardhi innaka'alaa kulli syai'in qodiiru.\r?…Andaikata hari itu sama saj,kenapa imam al-Ghazali mengarang kitab spesial / khusus yang diberi nama oleh beliau dengan\"al-aufaq\"antara lain disebutkan bahwa ada hari yang disebut nahas itu, dan Allah sendiri melebihkan hari jum'at dari hari yang lainnya, demikian pula bulan dan tahun.itu artinya ada hari,bulan dan tahun yang terbaik dari yang terbaik.","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"Muhajir Madad Salim\rSebagihan ulama berpendapat, hadits shahih LA SHOFARO..gak ada shofar yang nahas, tidak bertentangan dengan keyakinan bakdhus shalihin tentang arba musta'mir.. sebab tidak ada bulan apapun termasuk shafar yang dengan sendirinya bisa bikin sial. Selamat dan sial, semua Allah yang bikin. Tetapi sunnatullah menunjukkan bahwa di rabo terakhir bulan safar Allah turunkan banyak bala' INDA HADHAL YAUM LAA BIHADHAL YAUM. Maka, dua pendapat tersebut bisa dijami' kan.\r0997. Kisah Seorang Ahli Ibadah Yang Tertipu Dengan Ibadahnya\rDiriwayatkan dari sahabat Jabir radliyallahu’anhu, beliau berkata; Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kami kemudian beliau bersanda:\rJibril berkata; Wahai Muhammad, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sesungguhnya Allah Azza wa Jall memiliki seorang hamba dari hamba-hambanya yang l...ain, hamba tersebut telah beribadah kepada Allah Azza wa Jall selama lima ratus tahun di puncak sebuah gunung di sebuah pulau yang dikelilingi dengan lautan yang lebar dan tinggi gunung tersebut adalah tiga puluh dzira’.\rJarak dari setiap tepi lautan yang mengelilingi gunung tersebut adalah empat ribu farsakh. Di gunung tersebut terdapat sebuah mata air yang selebar beberapa jari, dari mata air tesebut mengalir air yang sangat segar dan berkumpul ke sebuah telaga dikaki gunung.","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"Disana juga terdapat pohon-pohon delima yang selalu berbuah setiap hari sebagai bekal hamba tersebut beribadah kepada Allah dihari-harinya. Setiap kali menjelang sore, hamba tersebut turun dari atas gunung menuju telaga untuk mengambil air wudlu, sekaligus untuk memetik buah delima lalu memakannya, baru kemudian mengerjakan shalat.\rSetelah usai shalat, hamba tersebut selalu berdo’a kepada Allah Ta’ala, supaya kelak ketika ajalnya datang menjemput, dia dicabut nyawanya dalam keadaan sujud kepada Allah dan dia juga berdo’a supaya setelah kematiannya, jasadnya tidak dirusakkan oleh bumi dan oleh apapun juga sampai datangnya hari kebangkitan.\rJibril berkata; Allah Ta’ala mengabulkan semua do’a-do’a sang hamba. Kemudian kami melintasi hamba tersebut, ketika kami turun dan naik lagi, kami menemukan sebuah pengetahuan bahwa; Nanti pada hari dibangkitkan, hamba tersebut akan dihadapkan pada Allah Ta’ala, kemudian Allah Ta’ala akan bersabda;\r“Masukkan hambaku ini ke surga dengan sebab rahmat-Ku”.\rHamba tersebut berkata; “dengan sebab amalku Ya Rabb”.\rAllah bersabda; “Masukkan hambaku ke surga dengan sebab rahmat-Ku”.\rSekali lagi hamba tersebut berkata; “dengan sebab amalku Ya Rabb”.\rKemudian Allah Ta’ala bersabda; “Sekarang coba timbang amal hambaku ini dengan nikmat yang telah aku berikan kepadanya”.","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"Dan ternyata setelah ditimbang, nikmat penglihatan yang telah diberikan Allah kepada hamba tersebut, menyamai dengan timbangan amal ibadah yang telah dilakukannya selama lima ratus tahun. Dan masih tersisa anggota tubuh lain yang belum ditimbang, sedangkan amal hamba tersebut ternyata sudah habis.\rKemudian Allah Ta’ala bersabda; “sekarang masukkan hambaku ini ke neraka”\rDengan perintah Allah tersebut, kemudian para malaikat menggiring hamba ke neraka. Tiba-tiba ketika akan digiring ke neraka, hamba tersebut berteriak sambil menangis;\r“Ya Rabb……Masukkan aku ke surga dengan rahmat-Mu”.\rKemudian Allah Ta’ala bersabda kepada para Malaikat; “Tahan dulu wahai malaikat, dan bawa kesini”.\rHamba tersebut lalu dibawa oleh para malaikat kehadapan Allah Ta’ala. Kemudian Allah Ta’ala bersabda;\r“Wahai hambaku, siapakah yang telah menciptakanmu yang sebelumnya kamu bukan apa-apa??”\rHamba tersebut menjawab; “Engkau Ya Rabb”.\rAllah Ta’ala bersabda; “siapakah yang telah memberikan kekuatan kepadamu, sehingga kamu mampu beribadah kepadaku selama lima ratus tahun??”\rHamba menjawab; “Engkau Ya Rabb”.\rAllah Ta’ala bersabda: “siapakah yang telah menempatkanmu disebuah gunung yang berada ditengah-tengah laut yang luas, mengalirkan dari gunung tersebut air yang segar sedangkan di sekelilingnya adalah air yang asin, yang menumbuhkan buah delima setiap malam yang seharusnya hanya setahun sekali berbuah, serta siapa yang telah memenuhi permintaanmu, ketika engkau berdo’a supaya dimatikan dengan cara bersujud??”\rHamba tersebut menjawab dengan wajah menunduk malu dan bersuara pelan; “Engkau Ya Rabb”.","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"Allah Ta’ala bersabda: “itu semua tak lain adalah atas berkata rahmat-Ku, dan dengan rahmat-Ku juga engkau Aku masukkan surga”.\rKemudian Allah Ta’ala bersabda kepada para malaikat; “masukkan hambaku ini ke surga, engkau adalah sebaik-baik hamba wahai hamba-Ku”.\rDan dimasukkanlah hamba tersebut kedalam surga berkat rahmat Allah Ta’ala.\rKemudian Jibril berkata; “Sesungguhnya, segala sesuatu itu adalah berkat rahmat Allah wahai Muhammad”.\r*Diterjemahkan secara bebas dari hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir dan terdapat dalam kitab Jami’ al-Kabir Imam As-Suyuthi juz 1 hlm 12093 hadits nomor 12200……semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Seperti biasa, jika berkenan mohon untuk disebar luaskan, supaya saldo amal kembali bertambah…”_^\rاللهم صل و سلم على حبيبنا و قرة أعيننا سيدنا محمد و على أله وأصحابه أجمعين\rAllahummaghfir lii….Allahummaghfir lanaa….Allahummaghfir lanaa wal Muslimiin. Aamiin..\r0998. Malunya Perempuan Dan Kecerdasan Sang Imam\rSuatu ketika, tatkala al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man radliyallahu’anh sedang duduk-duduk untuk memberikan pelajaran dan nashehat kepada para murid-muridnya, tiba-tiba datanglah seorang perempuan yang kemudian duduk lalu dengan penuh tatakrama, bergerak mendekati tempat sang Imam.","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Setelah cukup dekat, tiba-tiba perempuan tersebut mengeluarkan dari kantong bajunya sebuah apel yang di kedua sisi buah apel tersebut sebagian berwana merah dan sebagian lagi berwarna kuning lalu meletakkan apel tersebut di depan sang Imam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Kemudian dengan tenang sang Imam mengambil buah apel tersebut lalu membelahnya menjadi dua. Setelah sang Imam melakukan hal tersebut, tiba-tiba perempuan itu bangun lalu beranjak pergi meninggalkan majelis sang Imam.\rMurid-murid sang Imam yang menyaksikan kejadian itu tak habis pikir, apa gerangan yang dikehendaki oleh perempuan tersebut sehingga berperilaku demikian di hadapan mereka dan sang Imam. Tak tahan dengan tanda besar yang menghinggapi kepala para murid-murid tersebut, salah seorang di antara mereka memberanikan diri untuk ambil suara menanyakan apa gerangan yang dikehendaki oleh si perempuan sehingga berbuat demikian.\rKemudian dengan bijak dan penuh wibawa sang Imam menjelaskan; “Sesungguhnya perempuan yang kalian saksikan tadi sedang mengalami haidl yang kadang-kadang darah haidlnya berwarna merah seperti sebagian sisi dari apel ini dan terkadang berwarna kuning seperti sebagian sisi yang lain.”\r“Dia ingin menanyakan padaku, mana di antara kedua warna darah tersebut yang masuk kategori haidl dan mana yang masuk kategori suci?!”.\r“Tetapi karena sifat malunya yang besar, dan didorong oleh kesadarannya bahwa menuntut ilmu tidak boleh dikalahkan oleh sekedar rasa malu…maka dia gunakanlah apel tersebut sebagai sarana bertanya padaku.”","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"“Kemudian aku membelah apel yang dibawanya untuk aku perlihatkan kepadanya bagian dalam dari apel tersbut.”\r“Hal itu aku lakukan, karena aku bermaksud mengajarkan kepadanya, bahwasanya kamu belum suci dari haidl sebelum kamu melihat cairan yang berwarna putih sebagaimna warna dari bagian dalam apel tersebut.”. “Setelah aku lakukan itu, dia langsung memahaminya, kemudian perempuan tersebut beranjak pergi.”\r**Cerita ini diterjemahkan secara sangat bebas dari cerita berbahasa arab yang berjudul Hayya’ Imra’ah yang di dapat dari http://alharary.com , semoga bermanfaat dan menjadi I’tibar bagi kita semua.\rاللهم صل وسلم على حبيبنا و قرة أعيننا سيدنا محمد و على أله وأصحابه أجمعين\r0999. Tidak Faham Saja Sudah Hebat Apalagi Kalau Faham\rPASTI AKAN ADA PERUBAHAN\rSeorang kakek tua yang hidup dengan cucunya di perkebunan kecil yang indah, memiliki kebiasaan bangun setiap pagi, lalu duduk di kursi yang ada didapur kemudian membaca al-Qur’an. Cucunya yang masih kecil, bercita-cita ingin menjadi seperti kakeknya. Oleh karena itu sang cucu selalu mencoba untuk menirukan apa yang dilakukan oleh sang kakek selagi bisa. Suatu hari sang cucu bertanya kepada kakeknya; “Aku selalu mencoba menirukan kakek untuk membaca al-Qur’an, tetapi banyak kata-kata dalam al-Qur’an yang tidak aku mengerti, kalaupun aku mengerti maka cepat sekali aku lupa, kalau begini terus…apa dong kek gunanya aku membaca al-Qur’an jika aku tak faham isinya”….(kata sang cucu sambil cemberut).","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Sang kakek tersenyum lembut, kemudian tanpa berbicara sepatah kata pun sang kakek mengambil keranjang arang yang berada disampingnya dan memasukkan arang yang ada dalam keranjang tersebut seluruhnya kedalam tungku pemanas dan berkata; “Bawa keranjang arang yang sudah kosong ini kesungai lalu isilah dengan air kemudian bawa kembali kesini”.\rSang cucu kemudian melaksanakan perintah sang kakek, tetapi semua air yang dibawanya dengan keranjang bocor semua sebelum sampai kerumah, sesampai dirumah sang kakek melihat cucunya sambil tertawa dan berkata; “Kamu harus berjalan lebih cepat”.\rKemudian sang kakek menyuruh kembali cucunya kesungai dengan keranjang tersebut untuk mencoba lagi.\rKali ini sang cucu berlari lebih cepat, tapi sekali lagi keranjang yang diisinya dengan air kosong sebelum sampai ke tempat kakeknya. Dengan nafas terengah-engah, nampak kebingunan diwajahnya, kemudian sang cucu berkata pada sang kakek; “Tidak mungkin aku bisa mengambil air dengan keranjang ini…..aku akan mengambil ember sebagai ganti keranjang”.\rNamun sang kakek menjawab dengan tegas; “Yang aku inginkan bukan Seember air, tetapi sekeranjang air….kamu hanya kurang keras dalam berusaha”.\rKemudian sang kakek keluar guna menyaksikan cucunya yang mencoba lagi mengambil air dengan keranjang.\rSementara itu, sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin bisa mengambil air dengan keranjang meskipun dia belari secepat apapun, air tetap akan bocor sebelum sampai kerumah. Tetapi karena ingin menunjukkan kesungguhannya, sang cucu tetap melaksanakan perintah sang kakek.","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"Sesampainya disungai sang cucu kemudian melemparkan keranjang yang dibawanya ke sungai kemudian menariknya dan berlari secepat mungkin menuju rumah, tetapi setelah sampai dirumah dan melihat keranjang yang diisinya dengan air telah kosong untuk kali ketiga, sambil terngah-engah dia berkata pada kakeknya; “Lihat Kek…tidak ada gunanya kan??”\rKemudian sang kakek berkata dengan serius; “Jadi kamu pikir semua ini tak ada gunanya??!.....Lihatlah sekarang keranjang yang kamu bawa!!”.\rKemudian sang cucu melihat ke dalam keranjang yang dibawanya, dan untuk pertama kalinya dia menyadari bahwa keranjang tersebut sekarang berbeda, berubah….yang sebelumnya keranjang tersebut kelihatan tua, kotor dan hitam karena arang….kini telah bersih luar dalam dan tampak baru.\rKemudian sang kakek berkata setelah memberikan kesempatan sebentar kepada sang cucu untuk mengatur nafasnya yang terengah-engah; “Inilah yang akan terjadi jika kamu membaca al-Qur’an…mungkin saat ini kamu belum faham dengan apa yang kamu baca, atau kamu faham tetapi sebentar kemudian setelah kamu menutup al-Qur’an, kamu tidak bisa mengingat apapun tentang apa yang telah kamu baca”.\rSang kakek melanjutkan; “Tetapi ketika kamu membaca lagi dan lagi, akan tampak perubahan pada dirimu, baik yang tampak oleh mata ataupun tidak, tanpa kamu sadari…oleh karena itu wahai cucuku, tetaplah kamu membaca al-Qur’an dan jangan pernah kamu tinggalkan Kalamulloh selamanya\".\rاللهم صل وسلم على حبيبنا و قرة أعيننا سيدنا محمد و على أله وأصحابه أجمعين","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"NB: Cerita ini adalah kiriman dari seorang teman yang bernama Ustadz Abu Zain al-Banjari dalam teks Arab yang berjudul “Saufa Tataghoyyar” kemudian diterjemahkan secara bebas oleh Turob el-Aqdam As’ad, semoga bermanfaat.\r1019 Seorang Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Al-Qur’an Selama 40 Tahun\rSyaikh Abdullah bin al-Mubarak berkata; Suatu hari aku pergi untuk melaksanakan ibadah haji menuju Bait al-Haram dan menziarahi Masjid Nabi shalallahu’alaihi wasallam, ketika aku berada pada sebuah jalan, aku melihat ada sosok yang berwarna hitam dikejauhan. Ketika sudah semakin dekat, aku tau bahwa sosok hitam tersebut adalah seorang wanita yang memakai jubah kain yang terbuat dari wol (shuf).\rAku berkata padanya: Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. Wanita tersebut menjawab:\rسَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (يس: 58)\rArtinya :(Kepada mereka dikatakan): Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.\rAku berkata kepadanya: Semoga Allah merahmatimu, apa yang sedang kamu perbuat di tempat seperti ini ? Wanita tersebut menjawab:\rمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلا هَادِيَ لَهُ (الأعراف: 186)\rArtinya : Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk.\rDari jawabannya aku mengerti bahwasanya dia adalah seorang wanita yang sedang tersesat di jalan, kemudian aku bertanya kepadanya: kemana arah tujuanmu ? Wanita tersebut menjawab:\rسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى (الإسراء: 1)","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Artinya : Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari al-Masjid al- Haram ke al-Masjid al-Aqsha.\rDari jawabannya aku mengerti bahwasanya dia telah selesai dengan urusannya dan ingin kembali menuju Bait al-Maqdis. Kemudian aku bertanya kepadanya: Sudah berapa lama kamu berada di tempat ini ? Wanita tersebut menjawab:\rثَلاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا (مريم: 10)\rArtinya : selama tiga malam, padahal kamu sehat. Aku berkata: Aku tidak melihat makanan di sisimu, apakah kamu sudah makan ? Wanita tersebut menjawab:\rوَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ (الشعراء: 79)\rArtinya : Dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku.\rAku berkata kepadanya: Ini kan bukan bulan Ramadlan ? Wanita tersebut menjawab:\rوَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ (البقرة: 158)\rArtinya : Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.\rAku berkata kepadanya: Bukankah ketika diperjalanan kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa ? Wanita tersebut menjawab:\rوَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (البقرة: 184)\rArtinya : Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.\rAku bertanya kepadanya: Dimana air wudlumu ? Wanita tersebut menjawab:\rفَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا (النساء: 43)\rArtinya : kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik.\rAku berkata kepadanya: Kenapa kamu tidak berbicara dengan cara berbicara yang seperti aku lakukan ? Wanita tersebut menjawab:","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (ق: 18)\rArtinya : Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.\rKemudian aku bertanya kepadanya: Dari suku bangsa mana kamu ? Wanita tersebut menjawab:\rوَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (الإسراء:36)\rArtinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.\rAku berkata kepadanya: Jika pembicaraanku salah tolong maafkan aku. Wanita tersebut berkata:\rلا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (يوسف: 92)\rArtinya : Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu, dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang.\rKemudian aku berkata kepdanya: Maukah kamu aku naikkan ke untaku untuk aku antarkan ke rombonganmu?\rWanita tersebut menjawab:\rوَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ (البقرة: 197)\rArtinya : Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.\rKemudian aku memandang bagian bawah dari untaku (sehingga terlihat pula sebagian anggota tubuh wanita tersebut). Wanita tersebut berkata:\rقُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ (النور: 30)\rArtinya : Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya.","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"Maka seketika itu aku langsung menundukkan pandanganku kepadanya, lalu aku berkata kepadanya: Naiklah kamu ke punggung untaku….ketika wanita tersebut hendak bergegas menaiki unta, tiba-tiba untaku berlari sehingga tersingkaplah pakaiannya, lalu wanita tersebut berkata:\rوَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ (الشورى: 30)\rArtinya : Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.\rLalu aku berkata kepadanya: Sabarlah sebentar sehingga aku mencancangnya terlebih dahulu. Wanita tersebut menjawab:\rفَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ (الأنبياء: 79)\rArtinya : Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman.\rKemudian aku mencancang untaku, setelah selesai kemudian aku berkata kepadanya: Naiklah kamu sekarang. Ketika wanita tersebut beranjak menaiki unta dia berkata:\rسُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ . وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ (الزخرف: 13-14)\rArtinya : Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.\rKemudian aku mengambil tali kendali unta tersebut lalu berteriak dan aku pacu supaya berjalan cepat, ketika aku melakukan hal itu, wanita tersebut berkata:\rوَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ (لقمان: 19)\rArtinya : Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.\rSetelah diperingatkan demikian, aku lalu memacu unta dengan pelan-pelan sambil aku mendendangkan sebuah syair, melihat apa yang aku lakukan, wanita tersebut berkata:","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ (المزمل: 20)\rArtinya : Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.\rAku berkata kepadanya: Engkau sungguh telah dianugrahi kebaikan yang sangat banyak. Wanita tersebut menjawab:\rوَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (البقرة: 269)\rArtinya : Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).\rSetelah berjalan beberapa saat, aku bertanya kepadanya: Apakah kamu memiliki suami ? Wanita tersebut menjawab:\rيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ (المائدة: 101)\rArtinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu.\rSetelah mendapatkan jawaban yang demikian, aku tidak lagi mengajaknya berbicara sampai kami tiba pada rombongan wanita tersebut.kemudian setelah sampai kau menanyainya:\rDi dalam rombongan tersebut, siapa yang menjadi keluargamu ? Wanita tersebut berkata:\rالْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا (الكهفي: 46)\rArtinya : Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.\rMendengar jawabannya tersebut, aku mengerti bahwasanya dalam rombongan terdapat anak-anak wanita tersebut.\rKemudian aku bertanya kepadanya:\rBagaimana keadaan mereka dalam melaksanakan perjalanan untuk menunaikan haji tersebut ? Wanita tersebut menjawab:\rوَعَلامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ (النحل: 16)\rArtinya : dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Dari jawabannya tersebut aku tau bahwa dalam rombongan tersebut terdapat orang-orang yang memberikan petunjuk dalam perjalanan mereka. Kemudian aku dan wanita tersebut bergegas menuju perkemahan yang ada dalam rombongan tersebut. Setelah sampai pada sebuah tenda, aku bertanya kepada wanita tersebut:\rApakah yang engkau tuju adalah tenda ini? Dan siapakah keluarga yang engkau miliki dalam tenda ini ? Wanita tersebut lalu berkata :\rوَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلا (النساء:125)\rArtinya : Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.\rوَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (النساء:164)\rArtinya : Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.\rيَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ (مريم: 12)\rArtinya : Hai Yahya, ambillah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.\rDari jawabannya tersebut aku mengerti bahwasanya dia sedang memanggil anak-anaknya yang bernama Ibrahim, Musa, dan Yahya. Tidak begitu lama kemudia muncullah dua orang pemuda yang ganteng, mereka berdua tampak senang ketika melihat kehadiran ibunya tersebut. Ketika kami sudah dipersilahkan duduk, wanita tersebut berkata kepada anak-anaknya:\rفَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ (الكهفي: 19)\rArtinya : Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu.","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Setelah mendengar ucapan ibunya, salah seorang dari mereka bergegas pergi untuk membeli makanan lalu dihidangkanlah makanan tersebut pada kami. Kemudian wanita tersebut berkata:\rكُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الأيَّامِ الْخَالِيَةِ (الحاقة: 24)\rArtinya : Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.\rSetelah selesai makan, aku tidak dapat menahan rasa penasaranku terhadap wanita tersebut. Untuk itu aku menanyai salah seorang dari mereka:\rSaya sangat mengharapkan agar kalian sudi menceritakan tentang keadaan ibu kalian kepadaku.\rLalu salah seorang dari mereka berkata : Sesungguhnya ibu kami semenjak empat puluh tahun yang lalu tidak pernah berkata kecuali dengan memakai ayat-ayat al-Qur’an. Hal itu beliau lakukan karena beliau khawatir hafalan al-Qur’annya hilang (jika tidak sering-sering dibaca). Maha Suci Dzat Yang Kuasa atas segala yang Dia Kehendaki.\rMendengar jawaban mereka, aku berkata:\rذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة: 54)\rArtinya : Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.\r[ Sumber : Diterjemahkan oleh al-Faqir As’ad dari salah satu kisah yang terdapat dalam kitab Alfu Qishah wa Qishah hlm 26-29 cet. Al-Maktabah at-Tauqifiyyah ].\r1197. Lakukanlah Lima Hal, Setelah Itu Lakukan Dosa Sesukamu","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"Pada suatu hari datanglah seorang laki-laki menemui imam Ali bin Husain radliyallahu’anh, laki-laki tersebut berkata kepada imam Husain; “Aku adalah seorang laki-laki yang selalu berbuat dosa, aku sangat tidak kuat untuk tidak melakukannya, oleh karena itu, berilah aku nasehat atas keadaanku ini”.\rMendengar perkataan laki-laki tersebut, imam Husain menjawab; “Lakukan lima hal, setelah itu lakukanlah dosa sesukamu”.\r“Yang Pertama; Jangan sekali-kali kamu memakan rizki dari Allah, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.\r“Yang kedua; Keluarlah kamu dari wilayah kekuasaan Allah, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.\r“Yang ketiga; Carilah tempat dimana Allah tidak dapat melihatmu, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.\r“Yang keempat; Jika datang malaikat pencabut nyawa kepadamu, jauhkanlah dirimu darinya, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.\r“Dan yang kelima; Jika nanti malaikat adzab memasukkanmu ke dalam neraka, janganlah engkau mau dimasukkan ke dalamnya, setelah itu lakukan dosa sesukamu”. [ Kunuzul Hikmah, by Kang As'ad ].\r1199. HIKMAH : RENUNGAN HATIM AL ASHAM\rأن حاتم الأصم كان من أصحاب الشقيق البلخي فسأله يوما قال صحبتني منذ ثلاثين سنة ما حصلت فيها؟ قال حصلت ثماني فوائد من العلم و هي تكفيني منه لأني أرجو خلاصي و نجاتي فيها فقال شقيق ما هي؟ قال حاتم الأصم ؛","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"الفائدة الأولى أني نظرت إلى الخلق فرأيت فلكل منهم محبوبا و معشوقا يحبه و يعشقه و بعض ذلك المحبوب يصاحبه إلى مرض الموت و بضه إلى شفير القبر ثم يرجع كله و يتركه فريدا وحيدا و لا يدخل معه في قبره منهم احد فتفكرت و قلت أفضل محبوب المرء ما يدخل في قبره و يؤانسه فيه فما وجدته غير الأعمال الصالحة فأخذتها محبوبا لي لتكون سراجا لي في قبري و تؤانسني فيه و لا تتركني فريدا\rالفائدة الثانية أني رأيت الخلق يقتدون بأهوائهم و يبادرون إلى مرادات أنفسهم فتأملت قوله تعالى و أما من خاف مقام ربه و نهى النفس عن الهوى فإن الجنة هي المأوى و تيقنت أن القرآن حق صادق فبادرت إلى خلاف نفسي و تشمرت لمجاهدتها و منعها عن هواها حت...ى ارتاضت لطاعة الله سبحانه و تعالى و انقادت.\rالفائدة الثالثة أني رأيت كل واحد من الناس يسعى في جمع حطام الدنيا ثم يمسكه قابضا يده عليه فتأملت في قوله تعالى ما عندكم ينفد و ما عند الله باق فبذلت محصولي من الدنيا لوجه الله تعالى ففرقته بين المساكين ليكون ذخرا لي عند الله تعالى\rالفائدة الرابعة أني رأيت بعض الخلق ظن شرفه و عزه في كثرة الأقوام و العشائر فاغتر بهم و زعم آخرون أنه في ثروة الأموال و كثرة الأولاد فافتخروا بها و حسب بعضهم الشرف و العز في غصب أموال الناس و ظلمهم و سفك دمائهم و اعتقدت طائفة أنه في إتلاف المال و إسرافه و تبذيره و تأملت في قوله تعالى إن أكرمكم عند الله أتقاكم فاخترت التقوى و اعتقدت أن القرآن حق صادق و ظنهم و حسبانهم كلها باطل زائل.\rالفائدة الخامسة أني رأيت الناس يذم بعضهم بعضا و يغتاب بعضهم بعضا فوجدت ذلك من الحسد و الجاه و العلم فتأملت في قوله تعالى نحن قسمنا بينهم معيشتهم في الحياة الدنيا فعلمت أن القسمة كانت من الله تعالى في الأزل فما حسدت أحدا و رضيت بقسمة الله سبحانه و تعالى","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"الفائدة السادسة أني رأيت الناس يعادي بعضهم بعضا لغرض و سبب فتأملت قوله تعالى إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا فعلمت أنه لا تجوز عداوة أحد غير الشيطان.\rالفائدة السابعة أني رأيت كل أحد يسعى بجد و يجتهد بمبالغة لطلب القوت و المعاش بحيث يقع به في شبهة و حرام و يذل نفسه و ينقص قدره فتأملت في قوله تعالى و ما من دآبة في الأرض إلا على الله رزقها فعلمت أن رزقي على الله تعالى و قد ضمنه فاشتغلت بعبادته و قطعت طمعي عمن سواه\rالفائدة الثامنة أني رأيت كل واحد معتمدا على شيء مخلوق بعضهم إلى الدينار و الدرهم و بعضهم إلى المال و الملك و بعضهم الى الحرفة و الصناعة و بعضهم إلى مخلوق مثله فتأملت في قوله تعالى و من يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله ل...كل شيء قدرا فتوكلت على الله فهو حسبي و نعم الوكي. فقال شقيق وفقك الله إني قد نظرت التورات و الإنجيل و الزبور و الفرقان فوجدت الكتب الأربعة تدور على هذه الفوائد الثمانية فمن عمل بها كان عاملا بهذه الكتب الأربعة. أيها الولد ص 11-13\rHatim al Asham adalah salah satu murid al Syaqiq al Balkhi. Suatu hari Syaqiq bertanya kepada dia, \"kamu telah bersamaku selama 30 tahun. Lalu apa yang telah kamu dapatkan?\" Hatim menjawab, \"saya telah mendapatkan 8 faidah dari ilmu, dan it...u sudah cukup bagi saya karena saya mengharap keselamatan pada 8 faidah itu.\" Syaqiq bertanya, \"8 faidah itu apa saja?\" Hatim menjawab, \" :","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"(Faidah pertama) saya melihat semua makhluk mempunyai sesuatu yang dicintai dan rindui. Sebagian yang dia cintai hanya menemani dia sampai dia sekarat saja. Ada yang hanya menemani sampai pinggir kubur kemudian mereka semua kembali dan meninggalkan dia sendirian tidak ikut masuk kedalam kubur. Lalu saya berpikir, 'kekasih terbaik seseorang adalah yang ikut masuk kedalam kubur dan membuat dia tentram didalamnya.' lalu saya tidak menemukannya melainkan amal sholih saja. Kemudian saya menjadikan amal sebagai kekasih supaya dia mjd penerang kubur, penentranku dan tidak meninggalkanku sendirian.\r(Faidah kedua) aku telah melihat orang2 suka mengikuti hawa nafsunya dan cepat2 melakukan keinginan dirinya. Kemudian aku memikirkan firman Allah, \"dan adapun orang yang takut pada makam Tuhannya dan mencegah dirinya dari kesenangannya, ma...ka surga adalah tempat dia.\" aku yakin kalau Qur'an adalah benar dan haq. Kemudian aku bersegera untuk menentang nafsuku dan aku bersiap2 untuk memerangi dan menghalanginya dari kesenangannya hingga nafsu bisa menjadi ridha untuk taat kepada Allah dan tunduk.\r(Faidah ketiga) aku melihat masing-masing orang berusaha mengumpulkan harta dunia kemudian mereka menimbunnya dengan tangannya tergenggam. Kemudian aku memikirkan firman Allah, \"apa yang ada pada kalian akan hancur dan apa yang ada disisi Alloh adl yang kekal.\" kemudian aku serahkan harta dunia yang aku peroleh untuk keridhaan Allah lalu aku bagikan kepada orang2 miskin supaya harta tersebut nanti mjd simpananku disisi Allah.","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"(Faidah keempat) aku telah melhat sebgian orang yang menyangka kalau kemuliaan dia berada dalam banyaknya pengikut dan keluarga kemudian dia menjadi tertipu oleh mereka. Ada yang menyangka kalau kemuliaanya ada dalam banyaknya harta dan banyakny...a anak sehingga dia membangga2kan itu semua. yang lain menyangka kalau kemuliannya ada dalam mengambil harta orang, mendhalimi dan mengalirkan darah mereka. Kelompok lain berkeyakinan kalau kemuliaan mereka ada dalam menghambur2kan harta. Kemudian aku memikirkan firman Allah, \"sesungguhnya paling mulia kalian disisi Allah adalah yang paling bertaqwa kalian.\" kemudian aku memilih ketaqwaan dan aku yakin kalau Qur'an adl haq dan benar, dan semua sangkaan mereka adalah salah dan batal..\r(Faidah kelima) aku melihat orang2 saling menghina dan menggunjing. Lalu aku menemukan sebabnya adalah karena rasa hasut, kedudukan dan ilmu. Kemudian aku memikirkan firman Allah, \"Kami telah membagi penghidupan mereka dikehidupan dunia.\" ...kemudian aku tahu kalau bagian itu adl dari Allah dijaman azali dulu. Lalu aku tidak menghasudi seseorang dan aku ridha pada bagian yang Allah berikan.\r(Faidah keenam) aku melihat orang2 saling memusuhi karena suatu tujuan atau sebab. Kemudian aku memikirkan firman Allah, \"sesungguhnya setan adalah yang menjadi musuh kalian. Maka jadikanlah dia sebagai musuh.\" lalu aku menjadi tahu kalau tidak diperbolehkan memusuhi seseorangpun selain setan.","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"(Faidah ketujuh) aku telah melhat masing-masing orang bersusah payah membanting tulang mencari makan dan penghidupan hingga mereka jatuh dalam perkara syubhat dan haram, dan mereka menghinakan diri dan menghancurkan harga dirinya. Kemudian aku mem...ikirkan firman Allah, \"dan tidaklah dari hewan dibumi melainkan pada Allah rejekinya.\" kemudian aku tahu bahwa rejekiku ada pada Allah dan Dia telah menanggungnya. Lalu aku bersibuk diri beribadah kepadaNya dan ku putuskan harapanku kepada selain Dia.\r(Faidah kedelapan) aku melihat masing-masing orang berpegang teguh pada sesuatu yang diciptakan. Ada yang berpegang kuat pada dinar dan dirham. Ada yang berpegang teguh pada harta dan kekuasaan. Ada yang berpegang kuat pada pekerjaannya. Dan ada yang berpegang te...guh pada makhluk seperti dia. Kemudian aku memikirkan firman Allah, \"dan sesiapa yang berserah diri kepada Allah maka Dia yang akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah yang akan memenuhi urusannya. Sungguh Allah telah menjadikan kadar pada segala sesuatu.\" kemudian aku berserah diri kepada Allah. Dia adalah dzat yang mencukupiku dan yang paling baik dijadikan sebagai yang mengurusi adalah Dia.\"\rKemudian Syaqiq berkata, \"Allah telah menolongmu. Aku telah melihat dalam taurat, injil, zabur dan al Qur'an kemudian aku menemukan dalam keempat kitab itu berputar pada kedelapan faidah itu. Jadi, sesiapa yang mengamalkannya, maka dia telah mengamalkan keempat kitab itu.\". [ Ayyuhal Walad, hlm. 11-13, by Hakam elChudrie].\r1216. Dengarkan Pengaduanku, Jika Tidak, Aku Adukan pada Allah Ta’ala","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Diceritakan bahwasanya salah seorang ulama di antara ulama-ulama yang ada di negara irak, harta kekayaannya telah diambil oleh salah seorang pejabat pemerintahan di daerahnya dengan cara yang dzalim. Ia lalu mendatangi khalifah al-Manshur dengan maksud mengadukan perkara tersebut. Sesampainya di hadapan khalifah, ia berkata; “Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kebaikan kepadamu wahai pemimpin orang-orang mukmin, sebaiknya apakah aku langsung menyampaikan kebutuhanku padamu ataukah aku sampaikan sebuah perumpamaan terlebih dahulu?”.\rMendengar perkataan dari orang alim tersebut khalifah berkata; “Silahkan sampaikan perumpamaan terlebih dahulu”. Setelah dipersilahkan, orang alim tersebut segera menyampaikan perumpamaan yang dimaksudkannya; “Sesungguhnya anak yang masih kecil, jika ia tertimpa sesuatu hal yang tidak disukainya maka ia akan mengadu kepada ibunya. Hal itu ia lakukan karena ia tidak mengetahui orang yang selain ibunya, juga karena ia mengira bahwasanya tiada yang dapat menolongnya kecuali ibunya”.\r“Jika setelah mengadu kepada ibunya dan ternyata ibunya tidak bisa memenuhi keinginannya, maka anak kecil tersebut akan mengadu pada bapaknya. Ketika anak kecil tersebut telah tumbuh dewasa lalu ia mendapatkan sebuah permasalahan, maka ia akan mengadu kepada pejabat pemerintahan di daerahnya. Hal tersebut ia lakukan karena ia telah tahu bahwasanya pejabat pemerintahan yang ada di daerahnya lebih kuat dari pada bapaknya”.","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"“Jika laki-laki dewasa tersebut telah berkembang akalnya dan bertambah wawasannya lalu mendapatkan suatu permasalahan, maka ia akan mengadu kepada rajanya. Hal itu ia lakukan karena ia telah tahu bahwasanya tidak ada orang lain yang lebih kuat dari pada rajanya”. “Dan jika setelah mengadu kepada rajanya ternyata rajanya tidak mendengarkan pengaduannya, maka laki-laki dewasa tersebut akan mengadu kepada Allah Ta’ala. Hal itu ia lakukan karena ia tahu, bahwasanya Allah Ta’ala lebih kuat dari pada rajanya. Dan jika ia telah mengadu kepada Allah, maka pasti Allah akan menetapkan keputusannya”.\r“Wahai khalifah….saat tidak ada siapapun yang lebih kuat dari padamu selain Allah Ta’ala, oleh karena itu maka dengarkanlah pengaduanku, jika engkau tidak mau mendengarkannya, maka engkau akan aku adukan kepada Allah Ta’ala dalam satu musim, aku akan berangkat menuju ke rumahnya (Bait al-Haram) untuk mengadukanmu kepada-Nya”. Mendengar perkataan dari salah satu orang alim negara irak tersebut, khalifah berkata; “Oh iya….saya akan mendengarkan pengaduanmu”.\rSetelah berkata demikian, khalifah al-Manshur segera memerintahkan kepada wazirnya untuk menulis surat kepada pejabat pemerintahan yang ada di daerah tempat tinggal orang alim tersebut agar mengembalikan harta yang ia rampas secara dzalim. [ Alfu Qishah wa Qishah, by Kang As'ad ].\r1288. Rakyat Sesuai Dengan Kepribadian Pemimpinnya","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"Para ahli sejarah telah menceritakan di kitab-kitab mereka tentang keadaan para raja atau pemimpin juga keadaan para manusia yang menjadi rakyatnya, diantaranya adalah; Manusia pada zaman kepemimpinan Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi ketika mereka saling bertemu, maka mereka akan saling bertanya, siapakah yang dibunuh kemaren?, siapakah yang tekah disalib barusan?, siapakah yang telah dicambuk?, siapakah yang telah dipotong tangannya?, atau pertanyaan-pertanyaan yang semacamnya.\rPada masa kepemimpinan al-Walid bin Hisyam seorang raja yang memiliki banyak sekali perusahaan, pabrik, dan harta benda yang melimpah, maka pembicaraan yang banyak menjadi tema percakapan oleh rakyatnya adalah selalu berkaitan dengan ekonomi, membicarakan tentang model-model bangunan, kabar-kabar tentang berbagai perusahaan, membicarakan tentang berbagai jenis barang-barang terbaru, tentang lahan-lahan pertanian, tentang berbagai macam pertanian yang bisa menguntungkan, dan pembicaraan yang sejenisnya.\rPada masa kemimpinan Sulaiman bin Abdul Malik seorang raja yang gemar makan makanan yang enak dan suka sekali menikah, keadaan rakyat pada masa itu yang sering menjadi tema obrolan mereka adalah hal-hal yang berkaitan dengan makanan dan rakyatnya gemar sekali menikah serta memelihara wanita simpanan. Mereka selalu membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan keduanya disetiap pertemuan-pertemuan mereka.","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"Dan pada masa kepemimpinan khalifah Umar bin Abdul Aziz radliyallahu’anh, tema yang sering menjadi pembicaraan rakyatnya diantaranya adalah; Berapa surat dari al-Qur’an yang telah kamu hafal?, Berapa ayat yang kamu baca dan menjadi kebiasaanmu (wirid) dalam sehari semalam?, Orang itu telah hafal berapa surat dari al-Qur’an?, Berapa kali dia bisa menghatamkan al-Qur’an dalam sehari?, Berapa hari dalam sebulan ia melakukan puasa?, dan hal-hal yang semacamnya.\rSudah semestinya bagi seorang pemimpim untuk menempuh jalan-jalan yang dilalui para sahabat dan orang-orang salaf radliyallahu’anhum, selalu menjadikan mereka sebagai contoh yang diikuti dalam setiap ucapan dan perbuatan. Barangsiapa yang menyelisihi mereka, maka pasti akan mengalami sebuah kehancuran. Tiada kedudukan yang lebih tinggi bagi seorang pemimpin yang adil kecuali kedudukan Nabi yang menjadi utusan dan kedudukan Malaikat yang dekat dengan Allah Ta’ala. [ Sumber asli Qashas al-Arab juz 1 hlm 28., terjemah oleh Kang As'ad ]\r1372. Anak-anakku Memiliki Allah Azza Wa Jall\rMuslimah bin Abdul Malik mengunjungi khalifah Umar bin Abdul Aziz pada saat beliau sakit yang akhirnya menghantarkan beliau hingga wafat. Setelah sampai di tempat beliau, beliau berkata; “Wahai Amirul Mukminin, engkau telah meninggalkan anak-anakmu dalam keadaan membutuhkan orang lain, oleh karena itu berwasiatlah kepadaku agar aku bisa memberikan kecukupan kepadamu atas urusan-urusan mereka, sesungguhnya engkau tidak meninggalkan apa-apa untuk mereka dan tidak pula memberikan harta untuk mereka”.","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"Mendengar perkataan beliau, khalifah Umar bin Abdul Azizi berkata kepadanya; “Wahai Said, sesungguhnya anak-anakku memiliki Allah Yang telah menurunkan al-Kitab, dan Dia-lah Dzat Yang memenuhi kebutuhan orang-orang shalih”.\rSetelah berkata demikian, khalifah Umar bin Abdul Aziz segera memanggil anak-anaknya, mereka semua berjumlah empat belas orang anak, kemudian beliau memandang mereka dan beliau melihat mereka sedang memakai pakaian dari bahan-bahan yang kasar, setelah mereka mendatangi tempat bapak mereka, beliau melihat dari kedua mata khalifah Umar bin Abdul Aziz terlihat meneteskan air mata lalu khalifah Umar berkata kepada mereka; “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah Yang Maha Agung, hendaknya yang kecil di antara kalian menghormati yang besar, dan hendaknya yang besar di antara kalian menyayangi yang kecil”.\rKemudian khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata berkata kepada Muslimah; “Wahai Abu Said, sesungguhnya anak-anakku diantara dua hal, bisa jadi mereka beramal dalam ketaatan kepada Allah, maka Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka, dan bisa jadi mereka adalah orang yang bermaksiat kepada Allah, maka aku tidak senang untuk menolong kemaksiatan mereka dengan harta benda”.","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Lalu beliau melanjutkan; “Berdirilah kalian semua, semoga Allah selalu menjaga kalian dan menolong kalian”. Setelah berkata demikian, beliau memanggil Raja’ bin Hayah lalu beliau meminta waktu sebentar untuk berbicara berdua saja dengannya. Beliau berkata kepada kepadanya; “Wahai Raja’, sesungguhnya kematian akan segera datang menjemputku, aku memintamu untuk berjanji kepadaku dengan janji yang tidak aku sampaikan kepada orang lain selain dirimu. Jika aku telah mati, aku ingin engkau menjadi orang yang menguburkanku, jika engkau telah meletakkan aku di dalam liang lahat, bukalah penutup wajahku dan lihatlah wajahku tersebut. Sesungguhnya aku telah menguburkan tiga orang laki-laki dengan tanganku sendiri lalu aku buka wajah mereka ketika di dalam kubur, aku melihat wajah mereka berubah warna menjadi hitam dan mata mereka keluar dari wajah-wajah mereka. Oleh karena itu wahai Raja’, maka bukalah penutup wahajahku lihatlah, jika engkau melihat tanda seperti yang telah aku ceritakan tadi, maka tolong simpan untuk dirimu saja dan jangan engkau ceritakan pada orang lain, dan jika yang engkau lihat adalah selain dari ciri yang telah aku ceritakan kepadamu tadi, maka pujilah Allah Ta’ala atas itu semua”.\rRaja’ kemudian berkata; “Aku menjalankan semua yang diwasiatkan beliau kepadaku, setelah aku meletakkan beliau ke liang lahat lalu aku membuka penutup wajahnya, aku melihat wajahnya sangat bersinar bagaikan bulan purnama”. [ Kang As'ad ].\r1389. Identitas utama dan pertama\rassalamualaykum, wr,wb, saudara/iku yang insyaAllah slalu dalam Rahmat Allah Aamiinnn,,,,","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"Allah SWT berfirman, ''Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).'' (QS Al-An'aam, 6: 162-163).\rPerintah Allah itu memang awalnya pada Nabi Ibrahim AS. Namun, itu juga tertuju pada kita ketika tertera dalam kitab suci. Kita tidak cuma diperintahkan untuk tegas mengikrarkan diri dalam penyerahan total kepada Allah.\rLebih dari itu, kita juga diperintahkan berlomba-lomba menjadi orang-orang yang pertama, ada di barisan terdepan, dalam menyatakan diri sebagai Muslim. Tentu, bukan cuma di bibir, tapi dibuktikan dalam setiap detak jantung dan detik kehidupan, di dalam aspek ibadah, akhlak, berpakaian, bertingkah laku, makanan dan minuman, berpolitik, berbisnis, dan sebagainya.\rIdentitas itu pula yang dipakai Rasulullah SAW dalam surat-suratnya kepada penguasa terbesar di masa beliau, Kaisar Romawi Heraklius. Dengan mengutip ayat-ayat Alquran, Rasul menyeru salah satu kaisar terbesar imperium itu kepada Islam. Bila menolak, maka, ''Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim (yang berserah diri kepada Allah).'' (QS Ali Imran, 3: 64).","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"Bayangkan, di hadapan kaisar, demi menghadapi negara terkuat dan terluas di dunia saat itu, seorang kepala negara seperti Rasulullah SAW tidak menyebutkan identitas atau jatidiri yang lain, misal jabatan, latar belakang, atau jumlah kekuatannya. Seolah-olah kita diajari untuk rendah hati, meski sebenarnya itu justru pengakuan kemuliaan, baik di dunia maupun akhirat.\rSebab, seperti tertera dalam Sahih Muslim, sebagaimana dituturkan Abu Sufyan yang menjadi saksi pembacaan surat Nabi, bahwa kaisar sampai mengatakan, ''Bila beliau ada di hadapanku, maka akan kucuci kakinya dan bersimpuh di hadapannya,'' sebagai respons pernyataan Nabi bahwa dirinya adalah Muslim.\rItulah hati nurani seorang kaisar yang mau mengakui kehinaan dirinya karena bukan Muslim, meski jutaan rakyatnya memuliakan, bahkan bersujud padanya setiap hari. Ironisnya, kini banyak orang malu dan takut menyebut dirinya sebagai Muslim, baik itu rakyat jelata, wakil rakyat, pemimpin organisasi atau negara.\rMereka khawatir dituduh sektarian, memecah belah masyarakat, atau dikaitkan dengan teroris dan semacamnya. Mereka jengah tidak dianggap bagian masyarakat modern yang terpengaruh Barat, padahal peradaban Barat banyak merujuk peradaban Romawi dan Yunani, di mana seseorang yang paling dimuliakan di sana hingga hari ini (Heraklius) telah menyatakan kehinaan dirinya karena bukan bagian dari kaum Muslimin.","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"Kemusliman adalah identitas terawal, tertinggi, dan termulia. Dengan identitas itu kita dikenal dan berinteraksi. Dengan itu pula kita menyikapi segala hal. Bahkan, bagaimana kita diperlakukan ketika lahir dan meninggal dunia, akan tergantung padanya. [ Jun Satriani ].\r1466. WASIAT LUQMANUL HAKIM DAN AYAH NABI NUH AS\rPERTANYAAN :\rAyda Az-zahra\rTitipan Gan.....^___^,\r1. Luqmanul hakim itu sohabat apa tabi'in ? terus apa saja wasiat luqmanul hakim kepada anaknya ?\r2. Siapa nama ayah nabi nuh?\r3. Apakah boleh perempuan yang sedang melakukan iddah keluar dari rumah dengan alasan ada hajat ? Syukran, Jazakumullah...\rJAWABAN :\r> Yupiter Jet\r1. Wasiyat Lukmanul Hakim ada di QS. Luqman: 13-19 :","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13) وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15) يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16) يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19)\r1. Melarang berbuat syirik kepada Alloh\r2. Memerintahkan berbuat baik kepada orang tua\r3. Memerintahkan bersyukur kepada Alloh\r4. Memerintahkan bersyukur kepada orang tua\r5. Melarang menta’ati orang tua bila menyuruh ma’shiyat\r6. Memerintahkan mentaati dan memperlakukan orang tua sebaik mungkin dalam hal duniawi, walaupun keduanya berbeda ideologi.","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"7. Memerintahkan untuk tetap waspada atas amal yang dilakukan dimanapun berada, sebab Alloh maha mengetahui dan akan menghisab setiap kebaikan dan keburukan kelak.\r8. Memerintahkan untuk sholat\r9. Memerintahkan untuk amar ma’ruf nahyi munkar dan bersabar atas resiko yang akan menimpa karenanya.\r10. Melarang takabbur\r11. Memerintahkan untuk tawadlu\r2. Nasab Nabi Nuh 'alaihi as-salaam\rهُوَ إِبْرَاهِيم بن تارح وَهُوَ آزر بن ناحور بن ساروح بن أرعو بن فالخ بن عيبر بن شالخ بن أرفخشد بن سَام بن نوح بن لامك بن متوشلخ بن أَخْنُوخ بن يرد بن مهلاييل بن قابن بن فانوش بن شِيث بن آدم عَلَيْهِ السَّلَام\r[ 'umdatu al-qoori 1/114 ].\r> Ubaid Bin Aziz Hasanan\r3. Boleh bagi wanita yang menyandang iddah keluar rumah bermuamalah dengan ketentuan apabila istri yang menyandang iddah tidak tercukupi nafaqahnya ataupun hanya sekedar bercakap2 dengan tetangga dengan syarat harus kembali lagi kerumahnya tanpa menginap di rumah tetangga. Referensi mughnil muhtaj juz 3 hal 403 :\rوَفَسْخٌ عَلَى الْمَذْهَبِ ، وَتُسَكَّنُ فِي مَسْكَنٍ كَانَتْ فِيهِ عِنْدَ الْفُرْقَةِ ، وَلَيْسَ لِلزَّوْجِ وَغَيْرِهِ إخْرَاجُهَا ، وَلَا لَهَا خُرُوجٌ قُلْت : وَلَهَا الْخُرُوجُ فِي عِدَّةِ وَفَاةٍ ، وَكَذَا بَائِنٌ فِي النَّهَارِ لِشِرَاءِ طَعَامٍ وَغَزْلٍ وَنَحْوِهِ ، وَكَذَا لَيْلًا إلَى دَارِ جَارَةٍ لِغَزْلٍ وَحَدِيثٍ وَنَحْوِهِمَا بِشَرْطِ أَنْ تَرْجِعَ وَتَبِيتَ فِي بَيْتِهَا\r> Sunde Pati","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"1. Luqman itu bukan shohabat juga bukan tabiin karen hidup sebelum rosululloh, ada yang bilang luqman itu nabi ada yang bilang orang sholih, dalam kitab bad'ul amali karya syeh sirojuddin abulhasan ali bin usman al ausyi ada keterangan :\rWA DZUL QORNAINI LAM YU'ROF NABIYYAN....KADZA LUQMANU FAHDZAR AN JIDALI\rAYAH NABI NUH ADALAH LAMAK\rوهو نوح بن لامك بن متوشلخ بن ادريس عليه السلام\rNUH BIN LAMAK BIN MATUSYALKHO BIN IDRIS/UKHNUH ALAIHIS SALAM\r[ BADA'I IZ ZUHUR HAL 51 KARYA DARI IMAM JALALUDDIN AS SUYUTI ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/371899186166229/\r2164. Kisah perempuan masuk surga karena anjing\rPERTANYAAN :\rYanuar Hasana Puthra Alfadani\rAssalamu'alaikum wr.wb. Para Ustadz dan sahabat Piss-ktb yang terhormat. Diriwayatkan, \"ada seorang perempuan yang masuk neraka gara-gara kucing.\" Dan riwayat yang lain, \"ada seorang perempuan lacur masuk surga lantaran seekor anjing..\". Bagaimanakah riwayat yang selengkapnya ? Mohon pencerahannya ?\rJAWABAN :\r> Radhin El-Maujudy\rBerikut yang saya temukan..\rحدثنا نصر بن علي الجهضمي حدثنا عبد الأعلى عن عبيد الله عن سعيد المقبري عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم بمثله\rدخلت امرأة النار من جراء هرة لها أو هر ربطتها فلا هي أطعمتها ولا هي أرسلتها ترمرم من خشاش الأرض حتى ماتت هزلا...\rLihat Selengkapnya\r::: صحيح مسلم ::: ::: شبكة الأسلام للجميع\rwww.islam2all.com\rDalam riwayat al-Bukhari disebutkan :","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"“Maka Allah memujinya dan memberikan ampunan kepadanya, kemudian memasukannya ke Surga. Sedangkan dalam sebuah riwayat dari al-Bhukari dan Muslim disebutkan: “Ketika ada seekor anjing yang hampir saja mati karena kehausan berputar-putar mengitari sumur, tiba-tiba ada seorang pelacur dari Bani Israil yang melihat anjing tersebut, lalu dia melepas sepatunya dan mengambilkan air untuk anjing itu, kemudian ia memberinya minum sehingga ia diampuni karena perbuatannya itu. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (VI/511-Fat-h).\r(حديث مرفوع) (حديث موقوف) وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : \" دَخَلْتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا ، فَلا هِيَ أَطْعَمَتْهَا ، وَلا هِيَ أَرْسَلْتَهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ هَزْلا \" .\rhttp://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=480&pid=482290&hid=3228\rموسوعة الحديث - عرض الكتب - إسلام ويب\rwww.islamweb.net\rالكتب » مسند الشاميين للطبراني » رِوَايَتُهُ عَنِ الْمَكِّيِّينَ »\rImam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: \"Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi, hingga kemudian mati\".\rDalam riwayat imam Bukhari, \"Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk Neraka karenanya. Dia tidak memberinyamakan dan minum sewaktu. Mengurungnya. Dia tidak pula membiarkannya dia makan serangga bumi hinga kemudian mati\".\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/512221038800709/","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"2171. LEBIH UTAMA MANA ANTARA HATI & AKAL ?\rPERTANYAAN :\rTitik NUr Hidayatulloh\rAssalamu'alaykum, lebih utama mana antara hati Dan Akal???\rJAWABAN :\r> Hanya Ingin Ridlo Robby\rكيمياء السعادة\rثم العقل خادم القلب، والقلب مخلوق لنظر جمال الحضرة الإلهية.\rفمن اجتهد في هذه الصنعة، فهو عبد حق، من غلمان الحضرة، كما قال سبحانه وتعالى: (وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدون)\rوكذلك أعمال العقل؛ التي هي الرحمة، والعلم، والخير؛ هي أخلاق الملائكة.\rمشكاة الأنوار\rولكن في الإنسان \"عيناً\" ليس فيها شىء من هذه النقائص وهى \"العقل\" أو الروح أو النفس الإنسانية: لذلك كانت أولى باسم النور من العين الباصرة. هذه هى الخطوة الثانية التى خطاها الغزالى في تجريد النور حيث وصل إلى نور عقلى به يبصر الإنسان نفسه وغيره، ويدرك المتناهى واللامتناهى، والأشياء المفرطة في البعد والقرب، ويدرك ما وراء الحجب، وينفذ إلى بواطن الأمور وأسرارها وحقائقها، والعالم أعلاه وأسفله؛ بل يدرك الخالق جل شأنه ويدرك نسبته إليه.\rإحياء علوم الدين","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"والأول هو المراد بقوله صلى الله عليه وسلم ما خلق الله عز وجل خلقاً أكرم عليه من العقل (1) والأخير هو المراد بقوله صلى الله عليه وسلم إذا تقرب الناس بأبواب البر والأعمال الصالحة فتقرب أنت بعقلك (2) وهو المراد بقول رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي الدرداء رضي الله عنه ازدد عقلاً تزدد من ربك قرباً فقال بأبي أنت وأمي وكيف لي بذلك فقال اجتنب محارم الله تعالى وأد فرائض الله سبحانه تكن عاقلاً واعمل بالصالحات من الأعمال تزدد في عاجل الدنيا رفعة وكرامة وتنل في آجل العقبى بها من ربك عز وجل القرب والعز (3) وعن سعيد بن المسيب أن عمر وأبي بن كعب وأبا هريرة رضي الله عنهم دخلوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فقال يا رسول الله من أعلم الناس فقال صلى الله عليه وسلم العاقل قالوا فمن أعبد الناس قال العاقل قالوا فمن أفضل الناس قال العاقل قالوا اليس العاقل من تمت مروءته وظهرت فصاحته وجادت كفه وعظمت منزلته فقال صلى الله عليه وسلم {وإن كل ذلك لما متاع الحياة الدنيا والآخرة عند ربك للمتقين} إن العاقل هو المتقي وإن كان في الدنيا خسيساً ذليلاً (4) قال صلى الله عليه وسلم في حديث آخر إنما العاقل من آمن بالله وصدق رسله وعمل بطاعته (5) ويشبه أن يكون أصل الاسم في أصل اللغة لتلك الغريزة وكذلك في الاستعمال وإنما أطلق على العلوم من حيث إنها ثمرتها كما يعرف الشيء بثمرته فيقال العلم هو الخشية والعالم من يخشى الله تعالى","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"والقلوب في الثبات على الخير والشر والتردد بينهما ثلاثة قلب عمر بالتقوى وزكا بالرياضة وطهر عن خبائث الأخلاق تنقدح فيه خواطر الخير من خزائن الغيب ومداخل الملكوت فينصرف العقل إلى التفكر فيما خطر له ليعرف دقائق الخير فيه ويطلع على أسرار فوائده فينكشف له بنور البصيرة وجهه فيحكم بأنه لا بد من فعله فيستحثه عليه ويدعوه إلى العمل به وينظر الملك إلى القلب فيجده طيباً في جوهره طاهراً بتقواه مستنيراً بضياء العقل معموراً بأنوار المعرفة فيراه صالحاً لأن يكون له مستقراً ومهبطا فعند ذلك يمده بجنود لا ترى ويهديه إلى خيرات أخرى حتى ينجر الخير إلى الخير وكذلك على الدوام ولا يتناهى إمداده بالترغيب بالخير وتيسير الأمر عليه وإليه الإشارة بقوله تعالى فأما من أعطى\rواتقى وصدق بالحسنى فسنيسره لليسرىوالأول هو المراد بقوله صلى الله عليه وسلم ما خلق الله عز وجل خلقاً أكرم عليه من العقل)\rYang paling utama qolbun/ hati.\r> Mbah Godek\rقال ولما كان آدم عليه السلام صلصالا كالخلية كان ابليس اللعين يمر عليه ويضرب بيده على بطن آدم فمن تلك الضربة صار مكانها السرة فكانت السرة علامة من ضرب ابليس وأن سبب ضرب أبليس ليعلم أهو مجوف أم صامد فلما رآه مجوفا دخل الى باطنه فاطلع على جميع أعضائه ظاهرا وباطنا وعلى عروقه الا قلبه فأنه لم يطلع عليه أحد غير الله تعالى ومنع ابليس عن القلب لأنه بيت الرب ولهذا يقال ان الشيطان يجري مجرى الدم\rIbnu abbas ra.berkata,keti ka nabi adam as,masih berupa perongkolan tanah liat,iblis melewatinya dan mengetuk perut nabi adam dengan jarinya,dan sebab ketukan itulah jadilah pusar pada perut nabi adam,dari itulah yang namanya pusar adalah petilasan dari ketukan (dudulan.jawa) iblis.","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"Sebab musababnya iblis mengetuk perut adam adalah dia ingin tau apakah ciptaan ALLOH itu bisa bolong apa buntu,dan ketika mengetahui kalau itu bolong maka iblis masuk pada perut nabi adam dan menerobos keanggota-anggo ta tubuh mulai dalam sampai luar dan sampai pada otot-otot kecuali hati,karena pada hati siapa pun tidak bisa menerobos selain ALLOH, Iblis tidak diberi kemampuan menerobos hati karena hati adalah BAITURROBBI. Oleh karena inilah dikatakan bahwa sesungguhnya syetan itu berjalan sebagaimana tempat aliran darah, ini menunjukkan bahwa hati itu lebih unggul.\rIni mohon dikoreksi dan tolong dibenahi dan dilengkapi larena saya sendiri juga mumet memahami karena kedangkalan pengetahuan\rلمسات بيانية - (ج 1 / ص 811) ما الفرق بين العقل والقلب؟\rالعقل يأخذ الأمور بمحسوب رياضي والعقل منطقة باردة ، أما القلب فهو الذي يحملك على العمل بموجب ما تعتقد وقد لا يحمل المنطق العقلي للإنسان على العمل بموجب ما تعتقد\rApa perbedaan antara akal dan hati ? akal itu mengambil dari beberapa perkara dengan indra jasmani dan akal itu rakitan yang dingin, sedangkan hati adalah sesuatu yang bisa membawamu pada suatu kerjaan yang bisa mengantar pada keyakinanmu dan terkadang rakitan akal tidak bisa mengantar mnusia pada amal menuju titik keyakinan.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/512613792094767/\r2228. Mencari Ilmu dahulu, Lalu baru menikah\rOleh : Kang As'ad\rWashiat al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man Kepada Para Pemuda","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"ولا تتوزوج الا بعد أن تعلم أنك تقدر على القيام بجميع حوائجها واطلب العلم أولا ثم اجمع المال من الحلال ثم تزوج, فانك ان طلبت المال في وقت التعلم عجزت عن طلب العلم ودعاك المال الى شراء الجواري والغلمان وتشتغل بالدنيا والنساء قبل تحصيل العلم, فيضيع وقتك ويجتمع عليك الولد ويكثر عيالك فتحتاج الى القيام بمصالحهم وتترك العلم.\rJanganlah engkau (terburu2) menikah kecuali setelah engkau tau bahwasanya engkau sudah mampu untuk bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan2 istrimu. Carilah ilmu terlebih dahulu, kemudian (setelah punya ilmu) kumpulkanlah harta benda dari jalan yang halal lalu menikahlah.\rJika engkau mencari harta benda di tengah2 waktumu mencari ilmu, maka engkau akan lemah di dalam mendapatkan ilmu, karena harta benda selalu mengajakmu untuk terus berniaga dengan orang2 sekitarmu, dan engkau akan tersibukkan dengan urusan dunia juga wanita sebelum engkau benar2 mendapatkan ilmu.\r(Jika itu yang terjadi) maka waktumu akan tersia-siakan, dan engkau akan mempunyai banyak anak, keluargamu akan menjadi semakin banyak juga. Oleh karena itu, maka engkau akan sangat berhajat untuk memenuhi kebutuhan2 mereka dan engkau lalu meninggalkan ilmu.\rواشتغل بالعلم في عنفوان شبابك ووقت فراغ قلبك وخاطرك ثم اشتغل بالمال ليجتمع عندك, فان كثرة الولد والعيال يشوش البال, فاذا جمعت المال فتزوج.","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"Sibukkanlah waktumu dalam mencari ilmu pada masa-masa mudamu, pada waktu hatimu masih senggang dari banyak pikiran, kemudian setelah itu (setelah ilmu berhasil diraih), sibukkanlah dirimu untuk mengumpulkan harta benda, karena sesungguhnya banyaknya anak dan keluarga akan mengganggu pikiran. Dan ketika harta sudah kau raih, maka menikahlah. *Di nukil dari kitab al-Asybah wa an-Nadzoir li Ibni Najm.\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/545792525443560/\r2301. Engkau Gubernur Syam, Kenapa Engkau Hanya Duduk di Atas Tanah\rAbu Hudzaifah meriwayatkan, bahwasanya ketika pasukan muslimim berhasil menguasai daerah Syam, penguasa Romawi yang sebelumnya menguasai Syam berkeinginan untuk mengirimkan utusannya kepada Abu Ubaidah bin Jarrah dengan tujuan untuk berunding.\rPenguasa Romawi mengatakan; “Kami menginginkan untuk mengirimkan kepadamu seorang delegasi kami yang akan menyampaikan kepadamu hal-hal yang berkaitan dengan perdamaian dan mengajakmu kepada keadilan”.\r“Jika engkau sudi menerimanya, semoga yang demikian baik untukmu dan baik untuk kami, tetapi jika engkau menolak, maka kami tidak melihat sesuatu kecuali keburukan bagimu”, ucap penguasa Romawi.\rMendengar permintaan tersebut, Abu Ubaidah bin Jarrah barkata; “Kirimkan siapa pun yang engkau inginkan”.\rSetelah ada kesepakatan tersebut, beberapa waktu kemudian, penguasa Romawi mengirimkan utusan seorang laki-laki yang berpostur tubuh tinggi dan berwarna kulit kemerah-merahan yang alami.","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"Setelah utusan tersebut sampai pada perkemahan pasukan muslimin, ia tidak mengetahui yang mana diantara orang-orang yang sedang berkumpul tersebut, gubernur kaum muslimin yang bernama Abu Ubaidah bin Jarrah. Ia juga tidak mengetahui apakah Abu Ubaidah ada dalam kumpulan tersebut atau pun tidak. Ia juga tidak melihat sebuah tempat duduk khusus bagi seorang pemimpin sebagaimana tempat duduk pemimpin-pemimpin yang lain yang pernah ia ketahui.\rKarena ingin segera mengetahui di mana guberbur Syam yang bernama Abu Ubaidah bin Jarrah, utusan tersebut berkata; “Wahai orang-orang arab, di mana pemimpin kalian?”.\rMendapat pertanyaan demikian, sebagian dari kaum muslimin menjawab; “Itu dia pemimpin kami (sambil menunjuk ke sebuah arah)”.\rMendapat petunjuk tentang keberadaan pemimpin kaum muslimin, utusan tersebut segera menoleh kepada arah yang ditunjukkan kepadanya, dan disana ternyata terdapat Abu Ubaidah bin Jarrah yang saat itu sedang duduk di atas tanah. Beliau ketika itu sedang memegang rumput basah untuk memberi makan kuda miliknya. Di tangan beliau yang lain terdapat beberapa anak panah yang belilau letakkan di depannya.\rMelihat keadaan Abu Ubaidah bin Jarrah demikian, utusan tersebut berkata; “Apakah engkau benar pemimpin mereka?”.\r“Benar”, jawab Abu Ubaidah bin Jarrah.\r“Kenapa engkau duduk di atas tanah?”, tanya utusan tersebut.","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"Mendapat pertanyaan demikian, gubernur Abu Ubaidah bin Jarrah menjawab; “Apakah engkau mengira, jika engkau duduk di atas bantal atau dibawahmu terdapat permadani, hal tersebut menjadikanmu mendapat tempat duduk yang serupa kelak di sisi Allah?, atau malah akan menjauhkanmu dari kebaikan??!”.\rGubernur Syam Abu Ubaidah bin Jarrah melanjutkan; “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak malu terhadap sebuah kebenaran, oleh karena itu aku akan berkata jujur kepadamu. Sebenarnya aku tidak memiliki apapun kecuali pedangku ini, kuda, juga senjataku ini. Kemaren aku memiliki sebuah keperluan untuk memenuhi kebutuhanku, karena aku tidak memiliki apa-apa, maka aku berhutang kepada saudaraku ini (yang dimaksudkan oleh beliau pada saat itu adalah sahabat Mu’adz bin Jabal)”.\rAbu Ubaidah bin Jarrah melanjutkan; “Seandainya saja aku memiliki permadani ataupun bantal, maka aku tetap tidak akan duduk di atasnya, tetapi aku akan mendudukkan di atas bantal dan permadani tersebut, saudaraku muslim yang aku tidak tau, jangan-jangan ia memiliki kedudukan yang lebih baik dariku di sisi Allah Azza wa Jall di bumi ini”.\r“Kami adalah hamba-hamba Allah, sama-sama berjalan di atas bumi juga duduk di atasnya, kami makan dan tidur di atasnya, dan yang demikian itu tidak ada yang mengurangi sedikitpun derajat kami di sisi Allah, tetapi yang demikian malah akan menjadi sebab bertambahnya pahala kami dan juga ketinggian derajat kami di sisi-Nya. Kesinilah, dan sampaikan keperluan yang membuatmu datang ke sini”. [ Riyadl an-Nadzroh fi Manaqibil Asyrah, Kang As'ad, Jogja : 06/04/2013 ].","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"3091. TULISAN YANG TERDAPAT DI MATAHARI DAN REMBULAN ?\rOleh : Sunde Pati\rAbu syaikh menerbitkan keterangan dari Ibnu Syudzab,ia berkata : \" Matahari adalah sebagian dari 3000 bagian dari cahaya yang terdapat di bawah arasy \". Dan juga menerbitkan keterangan dari salman, ia berkata : Allah menciptakan matahari dari cahaya arasy, dan Allah pun menulis di wajah matahari sebuah tulisan : \" Aku Allah,tiada tuhan selain-KU, Aku membentuk/menciptakan matahari dengan kekuasaan-KU dan menjalankan / menggerakkannya dengan perintah-KU . \"\rDan di perut matahari juga dituliskan : \"Aku Allah, tiada tuhan selain-KU, ridlo-KU adalah kalam, murka-KU adalah kalam, Rohmat-KU adalah kalam dan siksa-KU adalah kalam . \"\rDan diciptakan rembulan dari cahaya hijab yang ada didekatnya , kemudian wajahnya dituliskan : \" Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada tuhan selain AKU, Aku membentuk rembulan, dan Aku menciptakan kegelapan dan penerangan (nur) . Kegelapan adalah kesesatan dan penerangan (nur) adalah petunjuk-KU , Aku menyesatkan pada yang Ku kehendaki dan memberi petunjuk pada yang Ku kehendaki \"\rDan pada perut rembulan dituliskan : \" Sesungguhnya Aku adalah Allah,tiada tuhan selain Aku, AKU menciptakan kebaikan dan keburukan dengan kekuasaan-KU dan kemulyaan-KU, pada kebaikan dan keburukan pula AKU menguji para hamba-KU yang KU kehendaki \". WALLOHU A'LAM.\r.أسرار الكون(ص:6، ) المؤلف : السيوطي","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"وأخرج أبو الشيخ عن ابن شوذب قال: )الشمس جزء من ثلاثة آلاف جزء من نورتحت العرش.وأخرج عن سلمان قال: )خلق الله الشمس من نور عرشه، وكتب في وجهها: أنا الله لا إله إلا أنا، صغت الشمس بقدرتي، وأجريتها بأمري، وكتب في بطنها: أنا الله لا إله إلا أنا، رضاى كلام، وغضبي كلام، ورحمتي كلام، وعذابي كلام، وخلق القمر من نور حجابه الذي يليه، ثم كتب في وجهه: إني أنا الله لا إله إلا أنا، صغت القمر، وخلقت الظلمات والنور، فالظلمة ضلالة، والنور هداي؛ أضل من شئت، وأهدى من شئت، وكتب في بطنه، إن أنا الله لا إله إلا أنا، خلقت الخير والشر بقدرتي وعزتي ابتلى بهما من شئت من خلقي\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/755570304465780/\rF0038. Nabi Musapun berguru pada Nabi Khidhir\rDiceritakan bahwa setelah Nabi Musa a.s berhasil mengalahkan orang-orang kafir, beliau di perintahkan oleh Allah agar menyeru manusia untuk memperbanyak syukur kepadaNya. Suatu ketika ia ditanya oleh seseorang tentang siapa yang paling berilmu (alim) pada saat itu spontan Nabi Musa menjawab bahwa dirinyalah yang paling alim saat itu. Jawaban itulah yang selanjutnya menjadi penyebab merantaunya Nabi Musa mencari hamba Allah yang memiliki ilmu yang jauh lebih tinggi dibanding dirinnya.\rSeperti yang dituturkan oleh Al Qur’an Al Karim surat Al Kahfi : 60 – 65.","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا (60) فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ سَرَبًا (61) فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ آَتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَذَا نَصَبًا (62) قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا (63) قَالَ ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آَثَارِهِمَا قَصَصًا (64) فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آَتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا (65)\r60. Dan (Ingatlah) ketika Musa Berkata kepada muridnya[885]: \"Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau Aku akan berjalan sampai bertahun-tahun\".\r61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.\r62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: \"Bawalah kemari makanan kita; Sesungguhnya kita Telah merasa letih Karena perjalanan kita ini\".\r63. Muridnya menjawab: \"Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, Maka Sesungguhnya Aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan Aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali\".\r64. Musa berkata: \"Itulah (tempat) yang kita cari\". lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba kami, yang Telah kami berikan kepadanya rahmat dari sisi kami, dan yang Telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami[886].\r-----------------------\r[885] menurut ahli tafsir, murid nabi Musa a.s. itu ialah Yusya 'bin Nun.\r[886] menurut ahli tafsir hamba di sini ialah Khidhr, dan yang dimaksud dengan rahmat di sini ialah wahyu dan kenabian. sedang yang dimaksud dengan ilmu ialah ilmu tentang yang ghaib seperti yang akan diterangkan dengan ayat-ayat berikut. akhirnya Nabi Musa berhasil menemukan hamba Allah yang di kenal dengan Khidir itu. Dalam melakukan perjalanan tersebut, paling tidak Nabi Musa mendapatkan tiga kejadian aneh yang selama ini belum pernah ia temui :\r1.…Pertama, takala Nabi Khidir melobangi dinding perahu yang telah menolong mereka. Ketika ditanya oleh nabi Musa, Nabi Khidir hanya menjawab, ”Bukankah telah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan bisa sabar bersamaku”. Nabi Musa akhirnya minta maaf atas kekhilafannya.\r2.…Kedua, Ketika Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil yang tidak berdosa.” Mengapa engkau bunuh seorang jiwa yang suci dengan tanpa kebenaran?”. Tanya Nabi Musa. Lagi-lagi Nabi Khidir hanya memberikan jawaban seperti semula. “Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan bisa sabar bersamaku ”. Kali ini Nabi Musa berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya.","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"3.…Ketiga, ketika Nabi Khidir berbaik hati memperbaiki sebuah rumah yang nyaris roboh, padahal penduduk desa tersebut tak ada seorangpun yang bersedia menerima kehadiran mereka. ”Seandainya engkau mau, tentu engkau bisa meminta upah?”. Ujar Nabi Musa. Dan kalimat inilah yang mengakhiri masa belajarnya dengan Nabi Khidir. Sebelum keduanya berpisah, Nabi Khidir menceritakan rahasia segala apa yang telah ia lakukan :\rPertama pembocoran dinding perahu yang bertujuan agar tidak dirampas oleh raja yang zalim. (pada waktu itu ada raja zalim yang merampas perahu milik rakyat yang masih layak )\rKedua tentang pembunuhan anak kecil yang di takutkan akan menyesatkan kedua orang tuanya jika di biarkan hidup. Karena itu , Nabi Khidir membunuhnya dengan harapan agar Allah mengantinya dengan anak yang sholeh.\rKetiga rumah yang di perbaiki oleh Nabi Khidir tanpa meminta upah adalah milik dua orang anak yatim piatu. Di bawah rumah tersebut terdapat harta benda berharga. Diharapkan jika rumah tersebut diperbaiki, dapat menjaga harta tersebut hingga dua anak yatim itu dewasa.” Demikian Ta’wil perkara yang engkau tidak sanggup untuk bersabar”. Ujar Nabi Khidir menyudahi penjelasannya.\rIbroh/Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas adalah :\r?…”Sebagai murid seperti Nabi Musa adalah agar menjadi murid yang tahu diri. Takalah ia mendapat teguran, bahwa ada orang lain yang lebih berilmu ia langsung sadar dan mengakui kesalahannya.","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"?…Di sisi lain sebagai guru Nabi Khidir adalah sosok yang tidak hanya bisa di contoh dari sisi keguruan (pendidik), tapi juga sebagai sosok pemimpin. Kesabaran dan penjelasan tentang segala yang ia kerjakan memberi ketenangan pada muridnya. Ia bukan sosok yang mau menang sendiri, tertutup atau mau membingungkan muridnya.\rF0043. HAKIKAT IBADAH\rOleh Masaji Antoro\rقَالَ الشَّيْخُ نَجْمُ الدِّيْنِ اَلْكِبْرِىْ : اَلشَّرِيْعَةُ كَالسَّفِيْنَةِ وَالطَّرِيْقَةُ كَاْلبَحْرِ وَلْحَقِيْقَةُ كَالدُّرّ ِفَمَنْ أَرَادَ الدُّرّ َرَكِبَ ِفيْ السَّفِيْنَةِ ثُمَّ شَرَعَ ِفيْ اْلبَحْرِ ثمُ َّوَصَلَ ِالىَ الدُّرّ ِفَمَنْ تَرَكَ هااذَا التَّرْتِيْبَ َلا يَصِلُ اِلىَ الدُّر ِ\rSyakh Najmuddin berkata “Syariat itu bagaikan perahu, thariqah bagaikan laut sedang haqiqat bagaikan intan permata di tengah lauatan, barangsiapa mengiginkan intan permata itu maka dia harus naik perahu dan berlayar ke tengah lautan kemudian menyelam ke dasar laut, dengan cara itulah dia akan menemukan intan permata. Dan barang siapa meninggalkan urutan/tata cara ini maka dia tidak akan sampai dan tidak akan menemukan sebuah intan/permata”.\rو قال مولانا جلال الدين: \"الطهارة في الشريعة بالماء، و الطهارة في الطريقة بالتخلية عن الهوى\". و قال أيضا: \" صلاة الشريعة بالأذكار و الأركان، و صلاة الطريقة بالانخلاع عن الأكوان و التوجه بالكلية إلى الرحمن واستغراقه في لذات المناجاة في كل زمان و مكان\"\rصوم الشريعة بالإمساك عن الأكل و الشرب و غيرهما، و صوم الطريقة بالإمساك عن الأوهام و الإنشغال بمحبة رب الأنام \" . و أيضا \"الحج في الشريعة هو زيارة بيت الله، و الحج في الطريقة زيارة تجليات الله تعالى، و الحج في الحقيقة فناء في الله\".","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"Maulana Jalaaluddin berkata :\r?…Thoharoh (bersuci) dalam syariat menggunakan air, dalam thariqah dengan melepaskan diri dari hawa nafsu.\r?…Sholat dalam syariat dengan aneka dzikir dan rukun, dalam thariqah dengan menanggalkan hal selain Allah, menghadap secara totalitas pada Yang Maha Penyayang dan menyelam dalam nikmatnya munajat di sepanjang waktu dan ruang.\r?…Puasa dalam syariat dengan mencegah diri dari makan minum dan yang membatalkan lainnya, dalam thariqah dengan mencegah dari khayalan, angan-angan serta menyibukkan diri dengan mencintai Sang Penguasa Alam.\r?…Haji dalam syariat berziarah ke Baitullah, dalam thariqah berziarah kedalam tajalli nya Allah, dalam haqiqat fana (sirna) dengan Allah..\rF0067. MAKHLUK SEBELUM MANUSIA\rOleh Hock Khambara\rوَإِذ? قَالَ رَبُّكَ لِل?مَلَا???ِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ? فِى ال?أَر?ضِ خَلِيفَةً? ? قَالُو?اْ أَتَج?عَلُ فِيہَا مَن يُف?سِدُ فِيہَا وَيَس?فِكُ الدِّمَا?ءَ وَنَح?نُ نُسَبِّحُ بِحَم?دِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ? قَالَ إِنِّى? أَع?لَمُ مَا لَا تَع?لَمُونَ\r\" Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: \"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi\". Mereka berkata: \"Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?\" Tuhan berfirman: \"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui\".\r( QS 2 : 30 )","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"Menurut Islam, manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah (pengganti/penerus) di bumi, sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam 'bukanlah Makhluk Pertama' dibumi, tetapi ia adalah 'Manusia Pertama' dalam ajaran Agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi.\rSebelum kehadiran manusia telah banyak umat yang terdiri malaikat, jin, hewan, tumbuhan dan sebagainya, karena dalam Al-Qur'an ciptaan Allah disebut juga dengan kata umat.\rSesuai dengan salah satu surah Al An'aam 38, yang berbunyi:\rوَمَا مِن دَا?بَّةٍ? فِى ال?أَر?ضِ وَلَا طَا???ِرٍ? يَطِيرُ بِجَنَاحَي?هِ إِلَّا? أُمَمٌ أَم?ثَالُكُم ? مَّا فَرَّط?نَا فِى ال?كِتَابِ مِن شَى?ءٍ? ? ثُمَّ إِلَى رَبِّہِم? يُح?شَرُونَ\r“ Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. ”(Al An'aam 6:38 ).\rDalam literatur Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memilki karakteristik yang sangat primitif dan tidak berbudaya.\rVolume otak mereka lebih kecil dari manusia, oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok makhluk ini kemudian dinamakan oleh para arkeolog sebagai Neanderthal.","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Sebagai contoh Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sekitar 900 cc, sementara Homo sapiens memiliki volume otak diatas 1000 cc (otak kera maksimal sebesar 600 cc).\rMaka dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa semenjak 20.000 tahun yang lalu, telah ada sosok makhluk yang memiliki kemampuan akal yang mendekati kemampuan berpikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Adam.\rSurah Al Hijr ayat 27 menjelaskan tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin:\rوَال?جَا?نَّ خَلَق?نَاهُ مِن قَب?لُ مِن نَّارِ السَّمُومِ\r“ Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr 15:27) ”\rNama makhluk yang diungkapkan para ahli arkeologi diatas kemudian dikaitkan pada pendapat para ahli mufassirin.\rSalah satu diantaranya adalah Ibnu Jazir, dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan:\r\"Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah Al Jan yang suka berbuat kerusuhan.\"\rMenurut salah seorang perawi hadits yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin.\rAda juga yang mengatakan bahwa telah ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari bangsa jin,... sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari Jin,.. karena mereka ini berdarah dan berdaging.\rDiantara sekian banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian canggih, masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia.","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini.\rHal ini diperkuat dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pitheccanthropus dan Meghanthropus.\rDi lain puhak banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut.\rHal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama.\rYang menjadi pertanyaan adalah termasuk dalam golongan manakah Adam ? Apakah golongan fosil yang ditemukan tadi atau golongan yang lain ?\rLalu bagaimanakah keterkaitannya ?\rAsal Usul Manusia menurut Islam\rKita sebagai umat yang mengakui dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.\rذَ?لِكَ ال??ِتَابُ لَا رَي?بَ ? فِيهِ ? هُدً?ى لِّل?مُتَّقِينَ\r\"Kitab (Al Qur’an) in tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa \" (QS. 2 : 2 )","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.\rTahapan kejadian manusia :\ra) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)\rDi dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya.\rSetelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup.....Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :\rالَّذِى? أَح?سَنَ كُلَّ شَى?ءٍ خَلَقَهُ ? ? وَبَدَأَ خَل?قَ ال?إِنسَانِ مِن طِينٍ?\r\"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah\". (QS. As Sajdah (32) : 7)\rوَلَقَد? خَلَق?نَا ال?إِنسَانَ مِن صَل?صَالٍ? مِّن? حَمَإٍ? مَّس?نُونٍ?\r\"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk\".\r(QS. Al Hijr (15) : 26)\rDisamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 .\rوَإِذ? قَالَ رَبُّكَ لِل?مَلَا???ِكَةِ إِنِّى خَالِقُ? بَشَرً?ا مِّن صَل?صَالٍ? مِّن? حَمَإٍ? مَّس?نُونٍ? فَإِذَا سَوَّي?تُهُ ? وَنَفَخ?تُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُ ? سَاجِدِينَ","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"\"Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: \"Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering [yang berasal] dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh [ciptaan] Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud .\"\rDi dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda : \"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah\". (HR. Bukhari)\rb) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)\rPada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan.\rDemikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri).\rHal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah satu firman-Nya :\rسُب?حَانَ الَّذِى خَلَقَ ال?أَز?وَ?جَ ?ُلَّهَا مِمَّا تُن?بِتُ ال?أَر?ضُ وَمِن? أَنفُسِهِم? وَمِمَّا لَا يَع?لَمُونَ\r\"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui\" (QS. Yaasiin (36) : 36)\rAdapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :\rيَا?أَيُّہَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّف?سٍ? وَ?حِدَةٍ? وَخَلَقَ مِن?ہَا زَو?جَهَا وَبَثَّ مِن?ہُمَا رِجَالاً? كَثِيرً?ا وَنِسَا?ءً? ? وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِى تَسَا?ءَلُونَ بِهِ? وَال?أَر?حَامَ ? إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَي?كُم? رَقِيبً?ا","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"\"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya [1] Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan [mempergunakan] nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain [2], dan [peliharalah] hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu\" (QS. An Nisaa’ (4) : 1)\rDi dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan : \"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam\". (HR. Bukhari-Muslim).\rApabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.\rc) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)\rKejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"وَلَقَد? خَلَق?نَا ال?إِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ? مِّن طِينٍ? ثُمَّ جَعَل?نَاهُ نُط?فَةً? فِى قَرَارٍ? مَّكِينٍ? ثُمَّ خَلَق?نَا النُّط?فَةَ عَلَقَةً? فَخَلَق?نَا ال?عَلَقَةَ مُض?غَةً? فَخَلَق?نَا ال?مُض?غَةَ عِظَامً?ا فَكَسَو?نَا ال?عِظَامَ لَح?مً?ا ثُمَّ أَنشَأ?نَاهُ خَل?قًا ءَاخَرَ ? فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَح?سَنُ ال?خَالِقِينَ\r\"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.\" (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).\rKemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda : \"Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya).\" (HR. Bukhari-Muslim).","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia.\rSelanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan \"saripati berasal dari tanah\" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah.\rYang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).\rPara ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum.\rIni sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan :\r\"Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu\".","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"Selain itu beliau juga mengatakan, : \"Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zyangote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zyangote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19.\rTetapi jauh sebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.\"\rSebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embrio berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu,.. dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim).\rHal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :\rخَلَقَكُم مِّن نَّف?سٍ? وَ?حِدَةٍ? ثُمَّ جَعَلَ مِن?ہَا زَو?جَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ال?أَن?عَامِ ثَمَانِيَةَ أَز?وَ?جٍ? ? يَخ?لُقُكُم? فِى بُطُونِ أُمَّهَاتِ?ُم? خَل?قً?ا مِّن? بَع?دِ خَل?قٍ? فِى ظُلُمَاتٍ? ثَلَاثٍ? ? ذَ?لِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُم? لَهُ ال?مُل?كُ ? لَا? اله إِلَّا هُوَ ? فَأَنَّى تُص?رَفُونَ","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"\" Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan . Yang [berbuat] demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan\". (QS. Az Zumar (39) : 6).\rLalu bagaimanakah proses kejadian Nabi Isa a.s ? Dan bagaimana pula keterkaitan informasi dari Al Qur’an dengan bukti-bukti ilmiah tentang asal-usul manusia dan sanggahan adanya teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin ?\rProses kejadian Nabi Isa a.s\rSeperti telah kita ketahui bersama,... Nabi Isa a.s diciptakan oleh Allah dengan proses yang agak berbeda dengan kejadian manusia biasa.\rPenciptaan Nabi Isa ini tidak melalui pembauran antara sel telur (ovum) dengan sel sperma, namun proses kehidupan embrionya di dalam rahim berjalan normal seperti biasa, yaitu kelahiran Nabi Isa a.s dari seorang wanita yang bernama Siti Maryam.\rProses kejadian Nabi Isa a.s ini secara lengkap dijelaskan oleh Allah di dalam Surat Maryam (19) ayat 16 s/d 40. Di dalam Al Qur’an Allah berfirman :\rإِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ? خَلَقَهُ ? مِن تُرَابٍ? ثُمَّ قَالَ لَهُ ? كُن فَيَكُونُ\r\"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : ‘Jadilah’ (seorang manusia) maka jadilah dia\". (QS. Al Imran (3) : 59)","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"Ayat ini memberi gambaran kepada manusia bahwa Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu baik yang dapat diterima oleh akal maupun tidak akibat dari keterbatasan akal manusia.\rHal ini juga dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :\rقَالَ كَذَ?لِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ? ? وَلِنَج?عَلَهُ ?? ءَايَةً? لِّلنَّاسِ وَرَح?مَةً? مِّنَّا ? وَكَانَ أَم?رً?ا مَّق?ضِيًّ?ا\r\"Jibril berkata : ‘Demikianlah’. Tuhanmu berfirman : ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai ramat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan\"\r(QS. Maryam (19) : 21)\rAsal Usul manusia menurut teori evolusi dan sanggahannya\rTeori evolusi ini dipelopori oleh seorang ahli Zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan : \"Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan\". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai kepada asal-usul manusia. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"Tetapi dalam hal ini Darwin sendiri kebingungan karena ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak mengalami evolusi dan tetap dalam keadaan seperti semula. Walaupun pernyataan Darwin dalam bukunya yang berjudul \"The Origin of Species\" dapat dikatakan sukses besar karena membahas masalah yang menyangkut asal usul manusia, namun hal ini hanyalah bersifat dugaan belaka.\rHal ini diantaranya merupakan kelemahan teori yang dikemukakan oleh Darwin. Tidak ada titik temu antara teori yang ada dengan kenyataan. Sebagai contoh,.. para ahli Zoologi sangat akrab dengan suatu species yang bernama panchronic yang tetap sama sepanjang masa. Juga ganggang biru yang diperkirakan telah ada lebih dari satu milyar tahun namun hingga sekarang tetap sama. Yang lebih jelas lagi adalah hewan sejenis biawak/komodo yang telah ada sejak berjuta-juta tahun yang lalu dan hingga kini tetap ada.","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"Di dalam teorinya Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia. Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah Australopithecus yang diperkirakan umurnya antara 350.000 - 1.000.000 tahun dengan ukuran otak sekitar 450 - 1450 cm3. Perkembangan dengan perubahan volume otak ini besar pengaruhnya bagi kecerdasan otak manusia. Australopithecus yang mempunyai volume otak rata-rata 450 cm3 berevolusi menjadi manusia kera (Neandertal) yang mempunyai volume otak 1450 cm3. Dari penelitian ini diperkirakan dalam waktu antara 400.000-500.000 tahun volume otak itu bertambah 1000 cm3.\rTetapi anehnya perkembangan dari Neandertal ke manusia modern sekarang ini selama ± 100.000 tahun volume otaknya tidak berkembang. Teori ini tidak mengemukakan alasannya. Jadi secara jujur dapat kita katakan bahwa teori yang dianggap ilmiah itu ternyata tidak mutlak karena antara teori dengan kenyataan tidak dapat dibuktikan.\rPerpaduan Al Qur’an dengan hasil penelitian ilmiah tentang asal-usul manusia pertama\rTerwujudnya alam semesta ini berikut segala isinya diciptakan oleh Allah dalam waktu enam masa. hal ini sesuai dengan firman Allah :\rالَّذِى خَلَقَ السَّمَاوَ?تِ وَال?أَر?ضَ وَمَا بَي?نَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ? ثُمَّ اس?تَوَى عَلَى ال?عَر?شِ ? الرَّح?مَانُ فَس?ـ?َل? بِهِ? خَبِيرً?","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"\"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada iantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah itu kepada Yang Maha Mengetahui.\" (QS. Al Furqaan (25) : 59).\rKeenam masa itu adalah : Azoikum,... Ercheozoikum,... Protovozoikum,... Palaeozoikum,... Mesozoikum, dan Cenozoikum.\rDari penelitian para ahli, setiap periode menunjukkan perubahan dan perkembangan yang bertahap menurut susunan organisme yang sesuai dengan ukuran dan kadarnya masing-masing. (tidak berevolusi).\rالَّذِى لَهُ ? مُل?كُ السَّمَاوَ?تِ وَال?أَر?ضِ وَلَم? يَتَّخِذ? وَلَدً?ا وَلَم? يَكُن لَّهُ ? شَرِيكٌ? فِى ال?مُل?كِ وَخَلَقَ ?ُلَّ شَى?ءٍ? فَقَدَّرَهُ ? تَق?دِيرً?ا\r\"yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan [Nya], dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya\" (QS. Al Furqaan (25) : 2).\rDari perpaduan antara Al Qur’an dengan hasil penelitian ini maka teori evolusi Darwin tidak dapat diterima. Dari penelitian membuktikan bahwa kurun akhir (cenozoikum) adalah masa dimana mulai muncul manusia yang berbudaya dan Allah menciptakan lima kurun sebelumnya lengkap dengan segala isinya adalah untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh manusia.\rHal ini dijelaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :\rهُوَ الَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ال?أَر?ضِ جَمِيعً?ا ثُمَّ اس?تَوَى? إِلَى السَّمَا?ءِ فَسَوَّ?اهُنَّ سَب?عَ سَمَاوَ?تٍ? ? وَهُوَ بِكُلِّ شَى?ءٍ عَلِيمٌ?","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"\"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu\" (QS Al Baqarah (2) : 29)\rKemudian di dalam surat Al Baqarah ayat 31 s/d 32 Allah berfirman :\rوَعَلَّمَ ءَادَمَ ال?أَس?مَا?ءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَہُم? عَلَى ال?مَلَا???ِكَةِ فَقَالَ أَن?بِـ?ُونِى بِأَس?مَا?ءِ هَا?ؤُلَا?ءِ إِن قَالُواْ سُب?حَانَكَ لَا عِل?مَ لَنَا? إِلَّا مَا عَلَّم?تَنَا? ? إِنَّكَ أَنتَ ال?عَلِيمُ ال?حَكِيمُ كُنتُم? صَادِقِينَ\r\"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman : ‘Sebutlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’. Mereka menjawab : ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain daripada apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Baqarah (2) : 31-32).\rUntuk memelihara kelebihan ilmu yang dimiliki oleh Adam a.s maka Allah berkenan menurunkan kepada semua keturunannya agar derajat mereka lebih tinggi daripada makhluk yang lain.\rApabila kita menilik kepada literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah antropologi, maka akan tampak sekali keragu-raguan dari para ahli antropologi sendiri, apakah Homo Sapiens itu benar-benar berasal dari Pithecanthropus dan Sinanthropus ?","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya para ahli mengambil kesimpulan bahwa Pithecanthropus dan Sinanthropus bukanlah asal (nenek moyang) dari Homo Sapiens (manusia), tetapi keduanya adalah makhluk yang berkembang dengan bentuk pendahuluan yang mirip dengan manusia kemudian musnah.\rوَإِذ? قَالَ رَبُّكَ لِل?مَلَا???ِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ? فِى ال?أَر?ضِ خَلِيفَةً? ? قَالُو?اْ أَتَج?عَلُ فِيہَا مَن يُف?سِدُ فِيہَا وَيَس?فِكُ الدِّمَا?ءَ وَنَح?نُ نُسَبِّحُ بِحَم?دِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ? قَالَ إِنِّى? أَع?لَمُ مَا لَا تَع?لَمُونَ\r\"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata : ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau..?’. Tuhan berfirman : ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tdak kamu ketahui’.\" (QS. Al Baqarah (2) : 30)\rDari ayat ini banyak mengandung pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas. Dalam literatur Antropologi memang ada jawabannya yaitu sebelum manusia Homo Sapiens (manusia berbudaya) memang ada makhluk yang mirip dengan manusia yang disebut Pthecanthropus,... Sinanthropus,... Neanderthal, dan sebagainya yang tentu saja karena mereka tidak berbudaya maka mereka selalu berbuat kerusakan seperti yang dilihat para malaikat. Nama-nama makhluk yang diungkapkan para ahli antropologi diatas dapat pula ditemui dalam pendapat para ahli mufassirin.","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"Salah satu di antaranya adalah Ibnu Jazir dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan : \"Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam a.s diciptakan adalah Al Jan yang kerjanya suka berbuat kerusuhan\". Dengan demikian dari uraian diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa Adam a.s adalah manusia pertama, khalifah pertama dan Rasul (nabi) pertama.\rHal ini sesuai dengan firman Allah :\rإِنَّا? أَر?سَل?نَاكَ بِال?حَقِّ بَشِيرً?ا وَنَذِيرً?ا? وَإِن مِّن? أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيہَا نَذِيرٌ?\r\"Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. \" (QS. Fathir : 24).\rوَلِ?ُلِّ أُمَّةٍ? رَّسُولٌ? ? فَإِذَا جَا?ءَ رَسُولُهُم? قُضِىَ بَي?نَهُم بِال?قِس?طِ وَهُم? لَا يُظ?لَمُونَ\r\"Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka [sedikit pun] tidak dianiaya. \" (QS. Yunus : 47).\rF0092. GARIS EDAR TATA SURYA\rOleh Agussty\rTatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. \"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.\" (Al Qur'an, 21:33)\rDisebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:\r\"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.\" (Al Qur'an, 36:38)","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.\rKeseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:\r\"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.\" (Al Qur'an, 51:7)\rTerdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah \"berenang\" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.\rDapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa \"dipenuhi lintasan dan garis edar\" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah. Subhanalloh......!\rF0085. ANTARA HUKUM DAN MANUSIA\rOleh Deandra Shalshaby","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"Suatu ketika Abu nawas dan anaknya,pergi ke sebuah pasar,,,,dari suatu percakapan dalam perjalanan singkat itu kita dapat beberapa HIKMAH YANG KITA bisa ambil pelajaran betapa TUHAN tak pernah menghukumi manusia (hamba),,dengan kadar yang di atas kemampuan kita,,,,\"(isi dalam surat al-baqoroh)\", dengan menuntun se ekor kuda Abu Nawas masuk ke dalam pasar di tengah pusat desa,,,dan dengan tenang pula Beliau menyuruh anaknya naik diatas kuda imuetnya,,,,salah satu celoteh penjual sayur saat melihat bayangan Abu nawas menuntun kuda yang di tunggangi anaknya.\r\"wah dasar anak tidak tau sopan santun,,,kurang ajar bener,,,ayahnya disuruh jalan anaknya naik kuda lagi ! (nrunyam,,jawa red)\rdengan muka sinis sang pedagang itu mengumpat Abu Nawas,,,,dan itu pun di dengar sang Abu,,,sambil berfikir Abu Nawas tetap berjalan dan kembali keluar pasar dengan sejuta idenya...\r,,,kmudian sang Abu bilang ke anaknya dengan santun\r\"anakku,,,biarlah ayah yang naik di punggung kuda itu ya,,,,???\rdengan hormat pula sang anak menjawab,,,,\"na'am ayah,,,is ok,,,\" (*anaknya gaul,,*)\rdengan tak ada berfikir banyak sang Abu kembali masuk dalam pasar desa itu,,,dengan diiringi anaknya yang memegangi kudanya,,namun untung tak dapat di tolak malang pun tak dapat diraih,,,,tukang jual sapu pun mengumpatnya,,\r\"ooohhhh dasar ayah tidak tak punya rasa belas kasian,,,masak anaknya suruh jalan nuntun kuda ayahnya naik begituw,,,????\"\rAbu Nawas pun mendengar dan senyum manis padanya sambil berucab,,,MASYAALLAH,,,","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"satu kata terucab untuk anaknya,,,\"anakku,,,mari kitqa keluar lagi,,ada sesuatu yang ayah lupa di sana,,,\"__dengan maksud membesarkan hati sang buah hatinya,,,--\r\"IAY AYAH,,,TAFADHOL..\"\rKMUDIAN,,sang aBUPUN MEMINTA ANAKNYA BERJALAN bersama dan menunutun kuda imuetnya masuk ke dalam pasar lg,,,,\rnamun cerita hukum manusia tak lepas dari telinganya,,,\rpenjual jamu pun berucap keras,,,\r\"walah,,,ini anak ma ayah sama aja,,ndak mikir apa,,pasar rame gini bawa kuda masuk,,,ndak punya otak ya,,?? masak anak kecil suruh jalan ,,,!,,,kudanya di pakai apa,,,??\"\rAstaqfirullahal adzim,,,,,masih saja saya di umpat...(gumam sang Abu)..\rdah nak ayo keluar lg....\ranak pun menjawab,,,\"loh pak saya dah lapar kok kluar masuk pasar terus,,,gimana tow...*(logat jawa*)\rnak,,,,ini adalah ujian kamu, barang siapa yang lulus dari hukum manusia yang super repot dan kita bisa sabar dengan senyuman untuk menghadapinya,,maka HUKUM TUHAN Pun sangatlah indah,,,,dan akan kamu rasakan betapa ALLAH SWT sangatlah sayang pada kita,,,dan sangatlah adil pada hambanya,,,\"abu nawas me wejang anaknya\"\rmari kita tinggalkan kuda kita di sini nak,,,\rdengan percaya diri abu nawas menaruh kudanya,,di luar pasar dan berjalan bersama anaknya,,,,namun tak urung pula dengan umpatan lainnya,,,\rgiliran sang tukang onde2,,,,woh,,,anae tidak di gendong pak, abu,???,,senyum manispun di sunggingkan oleh Abu nawas,,,","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"\"ndak perlu,,,karena anak saya bisa jalan bersama saya dan dia sangat mengerti dengan keadaaan saya,,,dan keadaan manusia itu pada dasarnya adalah sama di mata Allah swt,,,yang membedakan adalah IMAN DAN TAGWA kita nantinya,,,\r\" inna akromakum ngindaallahi atqokum,,\"\rjd jangan kau umpat lagi aku dengan hukum2 mu yang merepotkan aku wahai para pedagang,,,\"celoteh sang abu\",,,dengan muka sumringah,,,\rpara pedangangpun diam dan malu padanya,\rdari cerita di atas, skiranya kita mampu mengambil pelajaran, betapa repot dan susah nya hukum manusia,,,di banding hukum2 Allah yang mudah dan murah tentunya, dan juga betapa kesabaran kita dalam bersosialisasi dengan yang lain sangatlah penting. Sekian\rSABAR ADALAH PENUNJANG KETENGANGAN HATI DAN KERUKUNAN BERSOSIALISAS\rF0118. TAUBATNYA WANITA PENDOSA\rOleh Mbah Jenggot\rPada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam \"Silakan masuk\". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, \"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.\" \"Apakah dosamu wahai wanita ayu?\" tanya Nabi Musa as terkejut. \"Saya takut mengatakannya.\" jawab wanita cantik. \"Katakanlah jangan ragu-ragu!\" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, \"Saya ......telah berzina.\" Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.\rPerempuan itu meneruskan, \"Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas\", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,\" Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!\"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, \"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?\" Nabi Musa terperanjat. \"Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?\" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.\r\"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?\" \"Ada!\" jawab Jibril dengan tegas. \"Dosa apakah itu?\" tanya Musa kian penasaran. \"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina\".\rMendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.\rDikutip dari buku 30 kisah teladan - KH. Abdurrahman Arroisy - Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.\rDalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.\rDemikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.\r3184. HATI-HATI MEMILIH MENANTU : NASEHAT UNTUK PARA ORANG TUA","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Diceritakan, dahulu di kota marwu (salah satu kota di negara Persia), terdapat seorang laki-laki yang bernama Nuh bin Maryam, ia adalah seorang pemimpin sekaligus Qadli kota tersebut. Ia adalah seorang laki-laki yang banyak mendapatkan nikmat juga harta benda yang melimpah.\rIa juga seorang bapak yang memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik, baik, menarik, sungguh sempurna sekali kecantikannya. Telah banyak para pembesar, petinggi, atau pemuda-pemuda kaya yang datang untuk melamarnya. Tetapi tak ada seorang pun dari mereka yang datang, dapat membuat tertarik hati syaikh Nuh bin Maryam untuk melepaskan anak gadisnya.\rKarena melihat putrinya sudah waktunya menikah, tetapi belum menemukan sosok yang cocok sebagai pendamping putrinya, syaikh Nuh bin Maryam merasa gundah dan susah menghadapi masalah ini. “Jika aku memilih salah satu dari mereka, maka sebagian yang lain tentu akan merasa kecewa”, kata syaikh Nuh bin Maryam.\rSyaikh Nuh bin Maryam memiliki seorang budak laki-laki yang bernama Mubarok, ia adalah seorang budak yang berasal dari India dan merupakan seorang budak laki-laki yang sangat bertaqwa. Beliau memiliki kebun yang sangat luas, kebun tersebut ia tanami dengan berbagai macam pohon, buah-buahan, juga tumbuh-tumbuhan.\rSyaikh Nuh bin Maryam berkata kepada budak laki-lakinya; “Aku ingin engkau merawat dan menjaga kebunku”. Mendapat perintah tersebut, ia lalu mulai menjaga dan menetap di kebun syaikh Nuh bin Maryam selama satu bulan penuh.","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"Beberapa hari kemudian setelah Mubarok mulai menjaga kebun tersebut, tuannya mengunjungi kebun untuk melihatnya. Ia berkata kepada Mubarok; “Wahai Mubarok, petikkan aku segenggam anggur”. Mendapat perintah demikian, Mubarok segera mengambilkan segenggam kurma, tetapi anggur yang dipetikkan oleh Mubarok, ternyata terasa masam.\rMendapat anggur yang masam, syaikh Nuh bin Maryam memerintahkan Mubarok untuk memetikkan anggur yang lain; “Petikkan aku anggur yang lain, yang tadi masam rasanya…!”\rMendapatkan perintah demikian, ia mulai memetikkan anggur yang lain, tetapi lagi-lagi anggur yang ia petik masam juga rasanya. Mengetahui hal tersebut, syaikh Nuh bin Maryam heran lalu bertanya pada Mubarok;\r“Wahai Mubarok, dari anggur sebanyak ini, kenapa engkau tidak bisa memetikkan untukku anggur yang manis, engkau malah memetikkan anggur yang masam??”.\r“Wahai tuanku, sungguh aku tak tau, mana anggur yang manis dan mana anggur yang masam”, kata Mubarok. “Subhanallah, engkau hidup satu bulan penuh dalam kebun anggur tetapi engkau belum bisa membedakan mana anggur yang manis dan mana yang masam??”. “benar wahai tuanku, aku tidak bisa membedakannya”, kata Mubarok.\r“Kenapa engkau tidak mencicipi anggur tersebut, agar tau rasanya?”, kata syaikh Nuh bin Maryam. “Engkau hanya memerintahkan aku untuk menjaganya, dan tidak memerintahkan aku untuk mencicipinya, bagaimana bisa aku mengkhianatimu wahai tuanku?!”. Kata Mubarok.","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"Mendengar jawaban demikain, al-Qadli syaikh Nuh bin Maryam merasa takjub akan kejujuran pemuda ini, lalu berkata; “Semoga Allah menjagamu atas amanah yang engkau emban wahai pemuda”.\rSyaikh Nuh bin Maryam sekarang tau, bahwa pemuda yang sedang berada di hadapannya adalah pemuda yang memiliki akal yang cerdas. Syaikh Nuh bin Maryam berkata; “Wahai anak muda, sungguh hatiku saat ini sangat senang kepadamu, dan aku ingin, engkau melaksanakan perintahku berikutnya”.\r“Aku selalu mentaati Allah Ta’ala dan perintahmu wahai syaikh”, kata Mubarok. Syaikh Nuh bin Maryam berkata; “Sesungguhnya aku memiliki seorang putri yang sangat cantik dan sudah pernah di khitbah oleh banyak para pembesar dan orang-orang penting, tetapi aku masih belum tau, siapa di antara mereka yang harus aku jadikan menantu, apa saranmu atas masalahku ini??”.\rMubarok berkata; “Orang-orang kafir zaman jahiliyyah, mereka lebih mengutamakan keturunan, nasab, kemasyhuran keluarga, juga kedudukan”.\r“Orang-orang Yahudi dan Nasrani lebih mengutamakan keelokan dan kecantikan. Pada masa Nabi shalallahu’alaihi wasallam, para sahabat lebih mengutamakan kebaikan agama juga ketaqwaan”.\r“Sedangkan di zaman kita sekarang, dalam masalah mencari mantu, para orang tua lebih mengutamakan banyaknya harta benda. Oleh karena itu wahai syaikh, anda bebas menentukan pilihan anda dari empat hal ini”.","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"Mendapat jawaban demikian, syaikh Nuh bin Maryam berkata; “wahai pemuda, aku lebih memilih calon yang kokoh agamanya, bertaqwa dan amanah. Oleh karena itu, aku ingin menjadikan engkau sebagai menantuku. Karena aku sungguh telah menemukan kebaikan, agama yang kokoh, juga amanah pada dirimu. Juga engkau adalah pemuda yang memiliki iffah (kemulyaan diri) juga penjagaan diri yang bagus”.\rMendegar ucapan tuannya, Mubarok berkata; “Wahai tuan, saya adalah seorang budak yang berasal dari India dan berkulit hitam yang telah engkau beli dengan hartamu, kenapa engkau malah ingin menikahkan aku dengan anakmu? Mengapa engkau malah meilihku dan ridlo kepadaku?”. “Berdirilah bersamaku menuju rumahku untuk merembug masalah ini, kata syaikh Nuh bin Maryam.\rSetelah syaikh Nuh bin Maryam bersama Mubarok sampai di rumah, beliau berkata kepada istrinya; “Ketahuilah, pemuda India ini adalah seorang pemuda yang baik agamanya juga bertaqwa, aku suka akan kesalehannya dan aku ingin menikahkannya dengan anak kita, apa pendapatmu mengenai hal ini?”.\r“Semua keputusan berada di tanganmu wahai suamiku, tetapi berilah aku waktu sebentar untuk memberitahu anak kita, aku ingin mendengar jawabannya”, kata sang istri. Sesampainya istri syaikh Nuh bin Maryam kepada anaknya, ia berkata kepadanya tentang keinginan ayahnya.\rMendengar perkataan ibunya, gadis tersebut menjawab; “Jika hal tersebut sudah menjadi pilihan ayah dan ibu, maka aku akan melaksanakannya, aku tidak akan pernah menentang keputusan ayah dan ibu, aku akan selalu berbuat baik kepada ayah dan ibu”.","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"Mendapat persetujuan dari anak gadisnya yang sangat salihah ini, syaikh Nuh bin Maryam segera menikahkan Mubarok dengan anak gadisnya tersebut.\rSetelah pernikahan, syaikh Nuh bin Maryam memberikan harta yang sangat banyak sekali kepada kedua mempelai tersebut, dan tidak begitu lama kemudian, lahirlah dari kedua pasangan yang saleh dan solihah tersebut seorang anak laki-laki tampan yang kemudian dinamai Abdullah.\rDialah anak yang kelak sangat terkenal di kalangan Ulama Islam dengan nama Abdullah bin Mubarok, seorang ulama besar yang memiliki banyak ilmu, zuhud, dan banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam. Sampai saat ini, nama besar Abdullah bin Mubarok masih dikenang dalam dunia Islam.\rاللهم ان كنت صالحا ارزقني زوجة صالحة وان لم اكن صالحا ارزقني زوجة تصلحني\r*Disadur dari kitab at-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk karya al-Imam al-Ghazali oleh al-Faqir As'ad.\r3195. Punya Musuh Itu Juga Penting\rSuatu ketika, setelah salah seorang Khalifah Islam wafat, Raja Romawi mulai mengumpulkan kembali penguasa-penguasa daerah yang masih dalam kekuasaannya. Hal ini dilakukan, karena memang sebelumnya mereka terpecah-pecah dan saling berselisih satu dengan lainnya, sehingga mereka meski besar tetapi terkesan sangat rapuh. Mungkin sebab itulah, seringkali dalam banyak pertempuran, mereka keok oleh pasukan Islam yang lebih kecil jumlahnya.","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"“Saat ini, kaum muslimin sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri. Mereka baru saja kehilangan pemimpinnya, tentu saat ini fikiran mereka sedang fokus menentukan siapa pemimpin mereka berikutnya…..apalagi, mereka saat ini terlihat sangat tidak akur satu dengan lainnya, sebab perbedaan jago yang mereka usung untuk jadi pemimpin yang baru”.\r“Ini adalah salah satu momen tepat, untuk kita memperdaya mereka, kita taklukkan mereka di saat mereka lengah”, kata salah satu komandan pasukan Romawi.\rUcapan dari salah satu komandan pasukan Romawi tersebut ternyata disepakati oleh para pejabat kerajaan Romawi yang lain. Mereka semua bersepakat, memang saat inilah momen yang tepat untuk menghancurkan kaum muslimin.\rNamun sayangnya, salah seorang penasehat kerajaan yang cukup terkenal kecerdasannya dikalangan Romawi, tidak menghadiri forum tersebut, sehingga kesepakatan yang telah mereka buat, belum mendapatkan kritikan juga saran masukan darinya.\rPara komandan dan pejabat tinggi kerajaan Romawi itu kemudian setuju untuk mengirimkan salah seorang di antara mereka agar memberi tahu hasil kesepakatan itu kepada penasehat tersebut.\rSetelah kabar tentang kesepakatan tersebut disampaikan, penasehat itu berkata; “Aku tidak memandang kesepakatan tersebut sebagai sebuah kesepakatan yang benar…!!”.\rMendapat tanggapan demikian, para pembesar Romawi yang telah membuat kesepakatan tersebut bertanya, apa alasan dari yang ia sampaikan??. “Besok akan aku beri tahu alasannya”, kata penasehat tersebut.","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"Ketika esok hari menjelang, datanglah para pembesar Romawi tersebut, menagih janji dari penasehat itu; “Kemaren engkau telah berjanji, bahwasanya hari ini engkau akan menyampaikan alasan dari pandanganmu kemaren?”. “Baik, akan aku sampaikan alasanku”.\rPenasehat tersebut lalu memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mendatangkan dua ekor anjing besar yang telah ia persiapkan sebelumnya.\rTiba-tiba, ketika dua anjing besar tersebut diletakkan secara berhadapan lalu dilepaskan kendalinya, mereka lalu saling menyerang, saling menggigit dan mencakar, sehingga darah keluar dari kedua tubuh anjing tersebut.\rSetelah kedua anjing tersebut sama-sama klenger karena pertarungan yang sengit, penasehat itu lalu memerintahkan anak buahnya untuk mendatangkan ke arena duel kedua anjing tersebut, seekor serigala.\rKetika kedua anjing yang sudah agak klenger tersebut melihat ada seekor serigala yang mendatangi mereka, sontak mereka berdua berdiri lalu menyerang serigala itu.\rKedua anjing tersebut tiba-tiba bisa saling bekerja sama, saling membantu untuk mengalahkan serigala. Seolah mereka telah lupa, bahwasanya beberapa saat sebelumnya, mereka berdua adalah musuh yang saling menyerang.\rKetika orang-orang yang mendatangi penasehat tersebut sedang bengong menyaksikan duel antara seekor serigala melawan dua ekor anjing yang sebelumnya saling menyerang, penasehat tersebut tiba-tiba angkat bicara;\r“Begitulah perumpamaan kalian dengan kaum muslimin, yaitu bagaikan seekor serigala dan dua ekor anjing yang saat ini sedang bertarung ini”.","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"“Kaum muslimin memang tidak akan henti-hentinya berselisih juga bermusuhan dengan sesama mereka sendiri, sampai mereka menemukan musuh yang sama dari yang selain mereka…..ketika mereka telah menemukan musuh yang sama, maka mereka akan menghentikan segera permusuhan tersebut, mereka akan saling menolong satu dengan yang lain demi menghadapi musuh tersebut”.\rSetelah para pembesar Romawi tersebut mendengarkan alasan dari sang penasehat, mereka bisa memahami dan mengurungkan niat atas apa yang telah mereka sepakati sebelumnya.\r** Disadur dari Qoshosh al-‘Arab juz 2 karya syaikh Ibrahim Syamsuddin oleh al-Faqir As’ad.\rاللهم شتت شملهم وفرق جمعهم وفرط تدبيرهم وخرب بنيانهم وبدل احوالهم وقرب اجالهم وقطع اعمارهم واشغلهم بابدانهم وخذهم اخذ عزيز مقتدر ياقهار ياقهار ياقهار ياجبار ياجبار ياجبار\r3241. Beruntung Sekali Andai Engkau Bukan Seorang Pemimpin\rDiriwayatkan, bahwasanya sayyidina Umar bin Khattab radliyallahu’anh suatu ketika turut serta menghantar jenazah salah seorang kaum muslimin, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tak dikenal, lalu turut serta mensholatkan janazah tersebut. Ketika mayit tersebut telah dimakamkan, laki-laki tersebut lalu meletakkan tangannya di atas kubur mayit tadi lalu berkata; “Ya Allah, jika Engkau menyiksa mayit ini, maka itu adalah hak-Mu, karena mayit ini telah maksiat kepada-Mu. Tetapi jika Engkau merahmatinya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang sangat butuh akan belas kasih-Mu.”","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"“Sungguh beruntung sekali engkau wahai mayit, seandainya saja engkau bukan seorang amir, bukan seorang pemimpin, bukan seorang penulis, bukan seorang pengurus, dan bukan pula seorang penarik pajak.” Ketika laki-laki tersebut telah selesai mengucapkan kata-kata di atas, tiba-tiba sosoknya hilang dalam kerumunan manusia. Sayyidina Umar lalu memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk mencari laki-laki tersebut, namun tak menemukannya. Sayyidina Umar lalu berkata; “Laki-laki tersebut adalah Nabiyullah Hidlir ‘alaihissalam.”\r**Disadur dari kitab at-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk karya al-Imam al-Ghazali, oleh al-faqir As’ad.\r3255. HIKMAH 10 SIFAT ANJING YANG PERLU DITIRU MANUSIA\rPERTANYAAN :\r> N?la Nilna Al-Muna\rAssalamualaikum, konon kita itu disuruh meniru 8 sifat dari anjing dan tidak meniru 8 sifat dari anjing yang lain. Apa sih masing-masing 8 sifat dari anjing tersebut ?\rJAWABAN :\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rWaalaikum salam, bukan 8 tapi 10 :","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"كاشفة السجا في شرح سفينة النجا : 23 حكمة: في الكلب عشر خصال محمودة ينبغي للمؤمن أن ? يخلو منها: أولها: ? يزال جائعاً وهذه صفات الصالحين. الثانية: ? ينام من الليل إ? قلي?ً وهذه من صفات المتهجدين. الثالثة: لو طرد في اليوم ألف مرة ما برح عن باب سيده وهذه من ع?مات الصادقين. الرابعة: إذا مات لم يخلف ميراثاً وهذه من ع?مات الزاهدين. الخامسة: أن يقنع من ا?رض بأدنى موضع وهذه من ع?مات الراضين. السادسة: أن ينظر إلى كل من يرى حتى يطرح له لقمة وهذه من أخ?ق المساكين. السابعة: أنه لو طرد وحثي عليه التراب ف? يغضب و? يحقد وهذه من أخ?ق العاشقين. الثامنة: إذا غلب على موضعه يتركه ويذهب إلى غيره وهذه من أفعال الحامدين. التاسعة: إذا أجدي له أي أعطي له لقمة أكلها وبات عليها وهذه من ع?مات القانعين. العاشرة: أنه إذا سافر من بلد إلى غيرها لم يتزود وهذه من ع?مات المتوكلين انتهى\rHIKMAH :\rPada anjing terdapat pekerti / kebiasaan terpuji yang seyogyanya seorang mukmin tidak melepasnya :\r1.…Pertama : Dia senantiasa dalam keadaan lapar, dan ini merupakan sifat orang-orang shalih.\r2.…Kedua : Pada waktu malam dia hanya tidur sebentar, dan ini merupakan sifat orang-orang yang ahli tahajjud.\r3.…Ketiga : Andai pada suatu hari dia diusir seribu kali maka dia senantiasa di pintu rumah tuannya, dan ini merupakan sifat orang-orang jujur.\r4.…Keempat : Jika dia mati maka dia tidak meninggalkan warisan, dan ini merupakan tanda orang-orang zuhud.\r5.…Kelima : Dia merasa puas / rela atas bagiannya di bumi dg tempat yang paling rendah, dan ini merupakan tanda orang-orang ridha.","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"6.…Keenam : Dia memandangi setiap orang yang melihatnya sehingga dilemparkannya sesuap makanan untuknya, dan ini merupakan akhlaq orang-orang miskin.\r7.…Ketujuh : Andai debu dilemparkan terhadapnya maka dia tidak marah dan tidak dengki, dan ini merupakan akhlaq para pecinta.\r8.…Kedelapan : Apabila tempatnya dikuasai maka dia akan meninggalkan tempatnya dan berjalan ke tempat lain, dan ini merupakan sikap seorang pemuja.\r9.…Kesembilan : Apabila dia diberi sesuap makanan maka dia memakannya dan senantiasa makan sesuap makanan, dan ini merupakan tanda orang-orang yang qona'ah / menerima apa adanya.\r10.…Kesepuluh : Apabila dia bepergian dari suatu daerah ke daerah lain maka dia tidak berbekal, dan ini merupakan tanda orang-orang yang tawakkal. Selesai\r> Kumbang Gurun\rTinggal sifat kebalikan sifat yang tercela dari anjing :\r1. mengikuti sahwat, diberi peringatan atau tidak dia akan menjulurkan lidahnya ( kinayah selalu mengikuti syahwat)\r2. menerkam ( menyakiti orang lain )\r3. merobek dengan cakaran ( merusak kehormatan orang lain )\r[ Imam Gozali dalam Ihya uluumiddin].\rWALLOHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/785679104788233/\r3339. YANG GILA ITU AKU ATAU ENGKAU ?\rBahlul adalah seorang laki-laki yang dikenal sebagai orang gila pada zaman kekhalifahan Harun ar-Rasyid. Suatu ketika, saat Harus ar-Rasyid sedang berjalan-jalan melihat daerah kekuasaannya, ia melintasi sebuah pemakaman yang ternyata di sana Bahlul sedang duduk di atas sebuah makam.","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"Melihat hal tersebut, Harun ar-Rasyid lalu berkata sambil berteriak; “Hai Bahlul, hai orang gila….kapan engkau akan waras?!”\rMendengar Harus ar-Rasyid berkata demikian kepadanya, Bahlul lalu bergerak lalu memanjat sebuah pohon yang paling tinggi yang ada di sekitar pemakaman itu lalu berteriak; “Hai Harun, hai orang gila….kapan engkau akan waras?!”\rHarun ar-Rasyid lalu mendatangi pohon yang dipanjat oleh Bahlul, ketika itu Bahlul sedang nongkrong pada sebuah cabang di pohon yang ia panjat.\rLalu berkata; “Sebenarnya, yang gila itu aku ataukah engkau wahai Bahlul??!”\r“Akulah yang sebenarnya waras, dan engkaulah yang gila”, kata Bahlul kepada Harun ar-Rasyid.\r“Kok bisa begitu??”\r“Tentu saja…karena aku tau, bahwasanya ini (ia memberi isyarat ke istana Harun) akan sirna, sedangkan ini (memberi isyarat pada kubur) akan tetap adanya. Aku selalu maramaikan ini (kubur) sebelum ini (istana)….sedangkan engkau wahai Harun, engkau selalu meramaikan ini (menunjuk pada istana) dan engkau malah melalaikan ini (menunjuk pada kuburan)”.\r“Engkau tidak suka, jika engkau harus berpindah dari tempat yang ramai (istanamu) ke tempat yang sepi (kuburan)!!.....padahal engkau tau betul, bahwasanya engkau pasti akan menuju ke sana!!”\r“Jika demikian adanya wahai Harun, siapa sebenarnya yang gila???”. Kata Bahlul dengan tegas.\rMendengar ucapan Bahlul tersebut, hati khalifah Harun ar-Rasyid terguncang. Ia lalu menangis sampai air matanya meleleh membasahi jenggotnya. Lalu berkata; “Demi Allah, sungguh yang di ucapkannya adalah benar”.\r“Tambahlah nasehatmu untukku wahai Bahlul”, kata Harun.","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"“Cukuplah Kitabullah menjadi penasehatmu…..tetapilah ia selalu”, ucap Bahlul.\r“Apakah engkau memiliki sebuah keperluan yang bisa aku penuhi wahai Bahlul?”.\rBahlul berkata; “Iya, aku memiliki tiga keperluan, jika engkau bisa memenuhinya, maka aku akan berterima kasih kepadamu…”\r“Katakan saja keperluanmu wahai Bahlul”, ucap Harun.\r“Aku ingin engkau menambah usiaku”.\r“Aku tidak mampu melakukannya wahai Bahlul”, jawab Harun.\r“Aku ingin engkau menjagaku dari malaikat maut”.\r“Aku tidak mampu melakukannya wahai Bahlul”.\r“Aku ingin engkau memasukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”.\r“Aku juga tidak mampu melakukan hal tersebut wahai Bahlul”, ucap Harun ar-Rasyid.\r“Jika demikian adanya, engkau ini sebenarnya bukanlah seorang raja wahai Harun, engkau tak lebih hanyalah seorang budak ….dan aku tidak membutuhkan apa pun dari seorang budak”, kata Bahlul.\rby Kang As'ad, Krapyak 20/06/2014\r3345. Seorang Pembebas Masjidil Aqsha Tidak Akan Pernah Mengaduh\rSaat Shalahuddin al-Ayyubi, seorang Raja besar yang berhasil membebaskan Baitil Maqdis Palestina masih kanak-kanak, ia terlihat bermain dengan gadis-gadis kecil di tengah jalan. Mengetahui hal tersebut, bapak beliau yaitu syaikh al-Amir Najmuddin segera mendatanginya lalu menarik tangan Sholahuddin dan mengangkatnya tinggi-tinggi dari tengah-tengah anak-anak kecil yang sedang bermain.","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"Dan memang, bapak Sholahuddin al-Ayyubi adalah seorang laki-laki yang memiliki postur tubuh yang cukup tinggi. Beliau berkata kepada Sholahuddin; “Aku tidak menikahi ibumu dan tidak pula memiliki anak agar engaku bermain dengan gadis-gadis kecil!!.....aku menikahi ibumu dan memiliki anak, agar engkau membebaskan Masjidil Aqsho.”\rSetelah berkata demikian, syaikh Najmuddin lalu melepaskan genggamannya dan terjatuhlah Sholahuddin kecil di atas tanah. Syaikh Najmuddin lalu memandangi putranya tersebut….beliau melihat rasa sakit yang tampak di wajahnya.\rSyaikh Najmuddin berkata; “Apakah engkau kesakitan??”\r“Iya, aku merasa sakit”, kata Sholahuddin kecil.\r“Kenapa tidak menangis dan mengaduh??”\r“Seorang pembebas Masjidil Aqsha tidak akan pernah menangis dan mengaduh”, jawab Sholahuddin kecil.\rDialih bahasakan dari sebuah kisah yang terdapat di FP al-Habib Zain bin Sumaith by Kang As'ad. Krapyak, 25/06/2014\r3358. KALAM HIKMAH DARI IMAM ASY-SYAFI'I\rPERTANYAAN :\r> Aziz Huda Iwan Budoyanto\rUntuk \"ngasah gaman sing wis kethuL\". Monggo! Yang senjatanya masih tajam, dimohon untuk membantu mengupas! Matur nuwuuuuun. M O N G G O O O.\rتغرب عن الاوطان فىطلب العلى* وسافرففىالاسفارخمس فوائدا.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rBismillahir rohmaanir rohiim, bait ini adalah kata-kata hikmah dari Imam syafi'i , ada yang mengatakan qoul nya sayyidina Ali karromallahu wajhahu.\rويقول فى الاسفار خمس فوائد:\rتغرب عن الاوطان فى طلب العلى *** وسافر ففى الاسفارخمس فوائد\rتفرج هم واكتساب معيشه *** وعلم واداب وصحبه ماجد\rDalam kesempatan lainnya Imam Syafi’I juga menulis :","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"تغرب عن الأوطان تكتسب العلا وسافر ففي الأسفار خمس فوائد\rتفريج همٍّ واكتساب معيشة وعلم وآداب وصحبة ماجد\rفان قيل في الأسفار ذل وشدة وقطع الفيافي وارتكاب الشدائد\rفموت الفتى خير له من حياته بدار هوان بين واش وحاسد\r“ Tinggalkan negaramu, niscaya engkau akan menjadi mulia, dan pergilah, karena bepergian itu mempunyai lima faedah .\rMenghibur dari kesedihan, mendapatkan pekerjaan, ilmu dan adab, serta bertemu dengan orang-orang baik.\rJika dikatakan bahwa bepergian itu mengandung kehinaan,dan kekerasan, dan harus mlewati jalan panjang, serta penuh dengan tantangan,\rMaka bagi pemuda kematian lebih baik daripada hidup di kampung dengan para pembohong dan pendengki. “\rPara ulama-pun melakukan perjalanan jauh untuk menuntut ilmu, sebagaimana yang dilakukan oleh Jabir bin Abdullah yang menempuh perjalanan selama dua bulan dari Madinah menuju Mesir, hanya mencari satu hadits. Begitu juga yang dilakukan imam Syafi’I sendiri, yang berpindah dari tempat kelahirannya Palestina menuju Mekkah, kemudian dilanjutkan ke Iraq, kemudian ke Yaman, dan akhirnya ke Mesir hingga wafat beliau.\rتَغَرَّبْ عَنِ الأَوْطَانِ فِيْ طَلَبِ العُلَى =وسافِرْ ففي الأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ\rتَفَرُّجُ هَمٍّ، واكتِسَابُ مَعِيْشَةٍ =وَعِلْمٌ ، وآدابٌ، وصُحْبَةُ مَاجِدِ\rفإن قيلَ في الأَسفارِ ذُلٌّ ومِحْنَةٌ =وَقَطْعُ الفيافي وارتكاب الشَّدائِدِ\rفَمَوْتُ الفتى خيْرٌ له مِنْ قِيامِهِ =بِدَارِ هَوَانٍ بين واشٍ وَحَاسِدِ\rعالم السفر جميل جداً\rيمنح السفر الإنسان لحظة يبتعد فيها عن مجريات العمل ومتاعب الحياة اليومية،","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"فالسفر له فوائد يجنيها الشخص ، يضاف إلى ذلك زيادة التعرف على الناس والإطلاع على حضارات الدول وثقافات الشعوب ، والأحرى أن يتوجه المرء عند وصوله إلى أي دولة إلى أقرب مكتبة يسأل عن أهم إصدارات كتاب تلك الدولة ، وسيتعرف من خلالها على تلك الدولة وشعبها .\rويحاول أن يطوف أرجاءها قاصداً مؤسساتها السياحية التي تحتوي بين جنبات تاريخها وحضارتها\rإن المواقف التي تستمر في الذاكرة بعد السفر هي كيف استطاع أن يستغل وقته خلال الإجازة وأن يعطي نفسه قدراً من الحرية في ربوع تلك الدولة وتلك الأماكن ، ويسجل تلك اللحظات بعدسته للرجوع إليها ، حيث إن المناظر تعيده إلي تلك اللحظات التي تعمل علي إسعاده وإشعاره بالراحة .\rومن المعلوم أن السياحة في الأرض والتأمل في عجائب الدنيا عند السفر مما يزيد العبد المؤمن معرفة بالله جل وعلا، ويقيناً بأن لهذا الكون رباً ومدبراً يستحق العبادة وحده دون ما سواه، قال تعالى: { وفي الأرض آيات للموقنين } ( الذاريات:20)،\rويعتبر السفر من جملة حاجات الإنسان التي جاءت الشريعة بتنظيمها، فينبغي لمن أراد السفر أن يحافظ على هدي النبي صلى الله عليه وسلم، الذي جاءت السنة ببيانه:-\rفقد كانت أسفاره صلى الله عليه وسلم دائرة بين أربعة أسفار:\rسفر لهجرته، وسفر للجهاد، وسفر للعمرة وسفر للحج.\rوكان عليه الصلاة السلام قبل أن يخرج يودع أهله وأصحابه، فعن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يودعنا فيقول: ( أستودع الله دينك وأمانتك وخواتيم عملك ) رواه الترمذي ، وكان يوصيهم بتقوى الله في كل حين.","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"وكان صلى الله عليه وسلم يوصي أصحابه بالجماعة في السفر، وينهى عن الوحدة، فقال صلى الله عليه وسلم: ( لو يعلم الناس ما في الوحدة ما أعلم، ما سار راكب بليلٍ وحده ) رواه البخاري ، فعلى المسافر أن يصطحب معه رفيقاً يكون له عوناً على سفره، يرغبه في الخير ويبعده عن الشر، إن نسي ذكره، وإن تعب شد من أزره.\rوكان صلى الله عليه وسلم يأمر أصحابه إذا خرجوا لسفر أن يجعلوا عليهم أميراً، حتى يكون رأيهم واحداً، ولا يقع بينهم الاختلاف، وكل ذلك حرصاً منه عليه الصلاة والسلام على لزوم الجماعة وتجنب أسباب الفرقة.\rوكان يستحب – صلى الله عليه وسلم - الخروج يوم الخميس في أول النهار، فعن كعب بن مالك رضي الله عنه قال : \" لقلَّما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يخرج إذا خرج في سفر إلا يوم الخميس \" رواه البخاري ، وكان عليه السلام يدعو الله تبارك وتعالى أن يبارك لأمته في بكورها.\rوشرع رسول الله صلى الله عليه وسلم جملة من الأذكار والأدعية للمسافر:-\rمنها أنه إذا ركب على دابته، واستقر عليها قال: ( الحمد لله، سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا الى ربنا لمنقلبون، ثم يقول: الحمد لله، الحمد لله، الحمد لله، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، سبحانك إني ظلمت نفسي، فاغفر لي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت ) رواه أبو داود ثم يقول: ( اللهم إنا نسألك في سفرنا هذا البر والتقوى، ومن العمل ما ترضى، اللهم هون علينا سفرنا هذا واطو عنا بعده، اللهم أنت الصاحب في السفر والخليفة في الأهل، اللهم إني أعوذ بك من وعثاء السفر، وكآبة المنظر، وسوء المنقلب، في المال والأهل ) رواه مسلم .","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"ومما ورد عنه من الأذكار أثناء المسير أنه كان صلى الله عليه وسلم إذا علا شرفاً – وهو المكان المرتفع- كبَّر الله تعالى، وإذا هبط وادياً سبح الله تعالى، ففي حديث جابر الطويل في صفة حجة النبي صلى الله عليه وسلم ، قال: ( كنا إذا صعدنا كبرنا، وإذا نزلنا سبحنا ) رواه البخاري .\rومن جملة الأدعية في هذا الشأن، أنه صلى الله عليه وسلم إذا دخل قرية أو شارف على دخولها، قال:- ( اللهم رب السماوات السبع وما أظللن ورب الأرضين وما أقللن، ورب الشياطين وما أضللن، ورب الرياح وما ذرين، فإنا نسألك خير هذه القرية، وخير أهلها، ونعوذ بك من شرها، وشر أهلها، وشر ما فيها ) رواه النسائي ، وكان إذا نزل منزلاً قال: ( أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق ) رواه مسلم .\rوكان إذا قضى حاجته من سفره، ورجع إلى أهله، ذكر دعاء السفر السابق، وزاد: ( آيبون تائبون عابدون لربنا حامدون ) رواه البخاري .\rوكان من هديه صلى الله عليه وسلم في السفر أخذه بما رخصه الله له، ومن ذلك قصر الصلاة الرباعية ركعتين، والفطر إذا شق عليه الصوم، والمسح على الخفين مدة ثلاث أيام بلياليهن، ولم يحفظ عنه أنه صلى في أسفاره السنن الرواتب، إلا سنة الفجر والوتر، فإنه لم يكن يدعهما في حضر ولا سفر.\rومن جملة ما نهى عنه – صلى الله عليه وسلم- في السفر: اصطحاب الكلب والجرس، وفي هذا جاء قوله صلى الله عليه وسلم: ( لا تصحب الملائكة رفقة فيها كلب ولا جرس ) رواه مسلم .\rومما نهى عنه عليه الصلاة والسلام سفر المرأة بدون محرم، لما يترتب عليه من حصول الفتنة والأذية لها، فقد قال – صلى الله عليه وسلم: ( لا تسافر امرأة إلا ومعها محرم ) رواه البخاري .","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"وكذلك نهى – صلى الله عليه وسلم – أن يطرق المسافر أهله ليلاً، ففي الحديث عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:- ( إذا طال أحدكم الغيبة ، فلا يطرق أهله ليلاً ) رواه البخاري ، وعنه أيضاً أنه قال: ( نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يطرق الرجل أهله ليلاً يتخونهم أو يطلب عثراتهم ) رواه البخاري .\rفالزم هدي نبيك صلى الله عليه وسلم في حياتك كلها، تنعم بالسعادة في الدنيا والآخرة.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/804543762901767/\r3378. HIKMAH ATAU KEBIJAKSANAAN YANG PALING LUHUR ADALAH PENGETAHUAN\rPERTANYAAN :\r> Rofiah Adawiyah\rAssalamualaikum wr wb, pernah dengar maqolah \"hikmah lebih tinggi derajatnya daripada hukum\" itu teks arab dan maksudnya bagaimana ya? trims dan wassalam.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb\rإِنَّ أَرْفَعَ دَرَجَاتِ الْحِكْمَةِ اَلْبَشَرِيَّةِ هِيَ مَعْرِفَةُ مُسَايَرَةِ الظُّرُوْفِ وَخَلْقِ سَكِيْنَةٍ وَهُدُوْءٍ دَاخِلِيَّيْنِ عَلَى الرَّغْمِ مِنَ الْعَوَاصِفِ اَلْخَارِجِيَّةِ\r“Sesungguhnya, kedudukan hikmah (kebijaksanaan, wisdom) seorang manusia yang paling tinggi adalah pengetahuannya dalam mengarungi berbagai situasi dan kondisi dan kemampuan menciptakan ketenangan dan ketenteraman dalam internal dirinya, meskipun banyak badai menerjangnya dari luar.”\rيَقُوْلُ عُلَمَاءَ النَّفْسِ إِنَّ اْلإِنْسَانَ اَلَّذِيْ يَغْضَبُ لأَتْفَهِ اْلأَسْبَابِ هُوَ إِنْسَانٌ رَكِيْكُ الشَّخْصِيَّةِ تَمَامًا كَالشَّجَرَةِ اَلضَّعِيْفَةِ اَلَّتِيْ تُؤَثِّرُ عَلَيْهَا أَبْسَطُ هَبَّةٍ مِنَ الرِّيْحِ","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"Pakar psikologi berkata : Sesunguhnya, manusia yang marah oleh penyebab yang remeh adalah seorang manusia yang ringkih. Persis seperti pohon yang lemah, sedikit hembusan angin mempengaruhinya.\rأَمَّا اْلإِنْسَانُ اَلْقَوِيُّ كَالشَّجَرَةِ اَلْقَوِيَّةِ؛ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ تَمْتَدُّ جُذُوْرُهَا إِلَى أَعْمَاقِ اْلأَرْضِ حَيْثُ تَزْدَادُ ثَبَاتًا كُلَّمَا عَصَفَتِ الرِّيَاحُ بِهَا\rAdapun seorang manusia yang kuat, Ibarat pohon yang kuat; dimana pokoknya kokoh, cabang dan dahannya menjulang ke angkasa. Akar-akarnya menghunjam jauh ke dalam bumi, sehingga, hembusan angin yang kuat semakin membuatnya tegar dan kokoh. Wallahu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/796670287022448/\r3379. HIKMAH UNGKAPAN ADALAH MAKANAN HATI\rPERTANYAAN :\r> Arif Rachmad\rAssalamu'alaikum, apa maksudnya :\rالعبارات قوت لعائلة المستمعين ، وليس لك إلا ما أنت له آكل .الحكم ابن عطاء الله .\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rHikmah no 187 dalam kitab syarh Al-Hikam :\rالعِباراتُ قُوتٌ لعائِلَةِ المُسْتَمِعينَ، وَلَيْسَ لَكَ إلّا ما أنْتَ لَهُ آكِلٌ.\rTutur kata yang bijak itu ibarat hidangan makanan bagi mereka yang mendengarkan, dan jatahmu hanyalah apa yang engkau makan darinya, selengkapnya :\rالعبارات قوت لعائلة المستمعين وليس لك إلا ما أنت له آكل","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"يعني : أن العبارات التي يعبر بها أهل هذه الطائفة عن العلوم والمعارف هي من حيث معناها قوت لأرواح جماعة المستمعين كما أن الأطعمة الحسية قوت لأبدان المحتاجين لها وهذه الأقوات المعنوية كالأقوات الحسية من حيث إنها تختلف باختلاف الطبائع فكما أن بعض الأطعمة قد يصلح لشخص دون آخر للاختلاف في الطبيعة والمزاج فكذلك الأقوات المعنوية منها ما يصلح لواحد دون آخر . وليس لك إلا ما أنت له آكل أي إلا ما فهمته عنهم لاختلاف المذاهب وتباين المطالب . فقد تلقى العبارة على جماعة فيفهم كل واحد منهم ما لا يفهمه الآخر وقد يفهم بعضهم من الكلام معنى لم يقصده المتكلم ويتأثر باطنه بذلك تأثراً عجيباً وربما فهم منه ضد ما قصده المتكلم كما اتفق أن بعضهم سمع قائلاً يقول :\rإذا العشرون من شعبان ولت فواصل شرب ليلك بالنهار و لا تشرب بأقداح صغار فإن الوقت ضاف عن الصغار فخرج هائماً على وجهه حتى أتى مكة ولم يزل مجاوراً بها حتى مات وإلى ذلك الإشارة بقوله تعالى : { قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ } ( 60 ) البقرة\rhttp://www.islamport.com/w/akh/Web/2831/157.htm\rUNGKAPAN ADALAH MAKANAN HATI\rاَلْعِبَارَاتُ قُوْتٌ لِعَائِلَةِ الْمُسْتَمِعِيْنَ وَلَيْسَ لَكَ اِلاَّ مَا اَنْتَ لَهُ آكِلٌ\rرُبَّمَا عَبَّرَ عَنِ الْمَقَامِ مَنِ اسْتَشْرَفَ عَلَيْهِ وَرُبَّمَا عَبَّرَ عَنْهُ مَنْ وَصَلَ اِلَيْهِ وَذَلِكَ مُلْتَبِسٌ اِلاَّ عَلَى صَاحِبِ بَصِيْرَةٍ .\rلاَ يَنْبَغِى لِلسَّالِكِ اَنْ يُعْبِّرَ عَنْ وَارِدَاتِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ يُقِلُّ عَمَلَهَا فِى قَلْبِهِ وَيَمْنَعُ وُجُوْدَ الصِّدْقِ مَعَ رَبِّهِ .","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Ungkapan adalah makanan hati bagi para pendengarnya, maka engkau tidak akan mampu melakukannya kecuali terlebih dahulu telah makan. Terkadang orang mengungkapkan dari kedudukan orang yang berharap mendapatkan kemuliaan, terkadang diungkapkan oleh orang yang telah sampai di dalam kemuliaan, keduanya samar kecuali bagi orang yang mempunyai mata hati. Tidak patut bagi para salik mengungkapkan warid-warid yang datang kepada dirinya, hal itu meyebabkan berkurangnya amalan hati dan menghalangi kesungguhan kepada Tuhannya.(Hikam Ibnu Atho'illah)\rOrang yang belum pernah merasakan penderitaan sakit gigi misalnya, bagaimana mungkin dia mampu menggambarkan rasanya sakit gigi kepada orang lain. Kalau toh dia mengenal sakit gigi, pengenalan itu tentunya hanya sebatas teori yang didapatkan dari membaca dan mendengar. Orang yang pernah merasakan sakit gigi, bila kebetulan dia juga orang yang ahli mengobati sakit gigi, tentunya lebih pandai mengobati sakit gigi daripada orang yang belum pernah sakit gigi.\rDemikian pula orang yang mampu mengungkapkan keadaan yang batin, tentunya karena memiliki mata batin. Orang yang memiliki mata batin yang cemerlang, sesungguhnya karena telah mengalami kehidupan batin yang sempurna, itulah buah ibadah. Hasil dari melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah. Karena dengan ibadah, berarti orang tersebut telah terlatih menggunakan indera batin untuk berhadapan dengan alam batin. Itulah makanan spiritual yang hanya bisa didapat dengan dzikir secara istiqomah.","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"Ketika indera yang batin itu mampu terlatih dengan baik sehingga sorotnya menjadi tajam dan tembus pandang, disaat indera batin itu melihat gambaran yang lahir, maka “keadaan batin” yang ada dibalik “keadaan lahir” itu menjadi tampak terang. Ini adalah hal yang biasa. Artinya semua orang yang sehat lahir batin berpotensi mencapai kemampuan itu. Asal mereka mau melatih indera batinnya dengan benar, tentunya dengan bimbingan guru ahlinya.\rKetika orang yang matahatinya cemerlang itu melihat sesuatu yang batin. Disaat urusan batin yang menyangkut rahasia orang lain itu harus dilahirkan dihadapan orang banyak, maka secara spontan ungkapannya akan keluar melalui ucapan. Oleh karena itu, setiap ungkapan yang diucapkan selalu dengan menggunakan bahasa lambang yang terkadang masih membutuhkan penafsiran. Adapun bagi para murid yang hatinya sedang membutuhkan obat dari guru mursyidnya, mereka tidak harus susah-susah menafsirkan bahasa lambang tersebut, karena ungkapan itu adalah obat yang disuapkan guru mursyidnya untuk mengobati penyakit hati yang sedang dialami.","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"Oleh karena kemampuan mengungkapkan keadaan batin seseorang itu adalah hasil ibadah dan pengabdian yang panjang, maka para ahli itu selalu mendapatkan kemuliaan di tengah masyarakat. Itu disebabkan karena dengan kemampuannya sebagai dokter ruhani, dia selalu didatangi orang lain untuk dimintai pertolongan, baik untuk mencarikan jalan keluar dari masalah hidup yang sedang mereka hadapi maupun hanya sekedar berkonsultasi. Dengan yang demikian itu, maka keberadaan ahli batin tersebut dibutuhkan oleh orang yang ada disekitarnya.\rUngkapan tersebut adakalanya diungkapkan oleh orang yang sedang mencari kemuliaan dan adakalanya terungkap dari kedudukan yang mulia. Hakekat dua keadaan itu samar dan tersembunyi, kecuali bagi orang yang matahatinya telah menjadi cemerlang. Oleh karena dua hal itu merupakan keadaan yang batin, maka tanpa indera batin orang sulit membedakannya.\rOrang-orang yang mampu mengungkapkan keadaan batin orang lain, karena mereka pernah mengalami perjalanan ruhani sebagaimana perjalanan ruhani orang batinnya diungkap itu. Bagian dari pengalaman ruhaniyah itu adalah warid-warid yang didatangkan sebagai buah dari wirid-wirid yang mereka dijalani. Setiap orang yang melaksanakan perjalanan ruhaniyah, apabila jalan yang ditempuh berada di jalan benar, jalan Allah, maka mereka akan mendapatkan warid-warid yang datangnya dari urusan ketuhanan. Dengan warid-warid tersebut, seseorang akan mendapatkan kelebihan hidup.","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"Namun demikian, bagi para salik tidak sepantasnya mengungkapkan warid-warid yang didatangkan kepada dirinya. Jika hal itu dilakukan akan menjadi penyebab keruhnya matahati yang mulai cemerlang sehingga hati itu akan kembali terhijab. Apabila hati mereka kembali terhijab, maka amaliyah yang dilakukan yang semula mampu menghidupkan ruhani akan menjadi amaliyah lahir yang hanya akan mendapatkan pahala saja, itupun manakala amaliyah tersebut dikerjakan dengan hati ihlas.\rAdapun seorang guru mursyid thoriqoh yang hatinya telah terjaga dari sifat-sifat basyariyah yang tidak terpuji, mereka terkadang mengungkapkan warid-warid yang didatangkan kepada dirinya. Hal itu dilakukan, disamping bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada para murid, juga melaksakanan perintah Allah untuk mencerikan kenikmatan yang didatangkan kepada dirinya sebagai perwujudan rasa syukur atas kenikmatan tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan Allah dengan firmanNya yang artinya: “Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya”(Adh Dhuhaa(93)11).","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Dikisahkan dalam buku manaqibnya “Lujjaini Dani” yang ditulis oleh Asy-Syekh Ja’far bin hasan bin Abdul Karim al-Barjanji ra. Asy-Syekh Abdul Qodir Jailani ra. pernah mengungkapkan kewaliannya di depan orang banyak. Beliau berkata: “Syekh Husain Al-Hallaj pernah terpeleset satu kali dalam menjalankan kewaliannya, pada waktu itu tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya. Seandainya saya hidup sezaman dengannya, niscaya saya akan menolongnya. Karena saya harus menolong orang yang terpeleset dalam menjalankan kewaliannya dari sahabat-sahabatku, murid-muridku, dan orang-orang yang mencintaiku sampai hari kiamat, baik mereka terpeleset waktu masih hidup maupun setelah mati. Disebabkan karena kudaku sudah terpasang pelananya, tombakku sudah tertancapkan, pedangku sudah terhunus dan anak panahku sudah terpasang busurnya untuk menjaga muridku yang sedang lupa”.","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"Alam kewalian (warid-warid khusus yang diturunkan kepada orang-orang khusus), meskipun itu adalah anugerah utama yang hanya diturunkan Allah kepada para waliNya, namun demikian warid seperti itu terkadang malah membawa dampak negatif kepada pemiliknya. Seperti orang mabuk, ketika dengan fasilitas yang berlebihan, apa saja yang dikendaki seketika bisa terwujud misalnya, kelebihan seperti itu bisa menjebak pemiliknya merasa menjadi Tuhan. Mereka mengatakan: “Ana Al-Haq” (Aku adalah Tuhan). Padahal mereka itu hanyalah seorang hamba biasa sebagaimana hamba yang lain. Itulah yang dimaksud terpeleset di dalam alam kewalian. Seharusnya siapapun tetap merasa sebagai seorang hamba meski dia telah mendapatkan kelebihan yang luar biasa. Dalam kondisi terpeleset itu, harus ada seorang waliyullah yang mampu menolongnya. Orang yang mampu mengembalikan rasa dalam hati yang menyesatkan alam sadar itu ke jalur yang benar. Orang yang terpeleset dalam alam kewalian itu seperti orang yang tenggelam di dalam perasaan alam bawah sadar, maka harus ada tangan yang mampu menarik kembali ke alam sadar. Wallahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/797139360308874/\r3545. BENTUK BUMI MENURUT AHLUS SUNNAH\rBumi itu Bulat, Bukan Datar !","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"Akhir-akhir ini ada segelintir umat Islam yang berpegang kepada teks Al-Qur’an yang tertulis secara zahirnya saja (tekstual), dan mengklaim bahwa bumi ini datar. Lebih dari itu, tidak tanggung-tanggung, mereka malah berani mengkafirkan orang-orang yang berkeyakinan bahwa bumi ini bulat adanya. Kata mereka orang yang tidak percaya bahwa bumi ini datar melawan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah menjelaskan dengan nyata bahwa bumi ini datar! Persoalan ini menjadi masalah yang sangat serius, karena menyebabkan terjadinya benturan antara percaya kepada science modern atau percaya kepada Al-Qur’an suci yang agung.\rSebagian orang awam lalu mengambil jalan pintas dengan mengikuti segelintir umat yang berfaham bumi itu datar, karena takut terjatuh ke dalam kemurtadan, alias menjadi kafir. Mereka takut dengan ancaman kelompok ini. Apalagi selama ini, sudah terkenal bahwa kelompok ini sangat rajin dan lantang menyerang orang yang tidak sefaham dengan mereka dengan ancaman kafir, murtad, bid’ah dan lain sebagainya, seraya memakai ayat-ayat Al-Quran segala.\rTimbul pertanyaan kemudian, benarkah Al-Qur’an bertentangan dengan ilmu science modern ? Jawabnya tegas, tidak mungkin ada pertentangan antara ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan ilmu science. Jika pun terjadi pertentangan maka itu terjadi karena dua hal saja. Pertama; ilmu sciencenya yang tidak atau belum mampu mendefinisikan secara tepat, atau kedua; ayat Al-Qur’annya yang difahamkan secara keliru, melenceng, alias tidak tepat!","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"Selama ini ada beberapa ayat yang oleh para PENGANUT FAHAM BUMI DATAR dipakai untuk mendukung argumentasi atas faham mereka, antara lain;\rDALIL PERTAMA,\rfirman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr: 19, Dan Kami (Allah) telah menghamparkan bumi .”. Nah lihatlah, kata mereka, bukankah ayat ini dengan gamblang telah menjelaskan bahwa bumi itu terhampar, dan tidak dikatakan bulat ! Kemudian mereka pun dengan enteng mengkafirkan semua orang yang berseberangan faham dengan mereka.\rDALIL KEDUA,\radalah firman Allah pada surat Al-Baqarah: 22, “Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"Memang secara tekstual, bunyi ayat-ayat di atas mengatakan bahwa bumi ini terhampar, seumpama firasy, karpet, atau tempat tidur. Namun, apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an.? Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya ? Kalau demikian, yakni Al-Qur’an hanya difahamkan secara tekstual saja, maka pasti akan hilanglah kehebatan dan keagungan Al-Qur’an itu. Padahal ada banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang mendudukkan derajat orang-orang berpengetahuan berada beberapa tingkat di atas orang awam. Dalam hal ini, pemahaman kontekstual jelas memerlukan daya nalar yang lebih tinggi dibandingkan sekedar pemahaman tekstual saja. Dengan demikian, pantaslah kiranya jika Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi dalam banyak hadis beliau, memuji dan menyatakan bahwa orang yang berilmu pengetahuan, yang memakai akal dan nalar, memiliki derajat yang tinggi jauh berbeda dengan orang awam.\rPEMBAHASAN MASALAH","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi. Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita. Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan. Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya. Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR..!","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu. Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.\rPenjelasan yang lebih gamblang adalah pada surat Al-Baqarah ayat 22: Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi itu firasy (hamparan, kapet) BAGIMU Perhatikan kata-kata “bagimu”. Al-Qur’an dalam hal ini, tidak sekedar mengatakan bahwa bumi itu hamparan umpama karpet saja, kemudian berhenti pada kalimat itu, tapi ada kata tambahan lain yaitu “bagimu”. Artinya, bagi kita manusia yang tinggal di atas permukaan bumi ini, bumi terasa datar. Walaupun, bumi itu pada kenyataannya adalah tidak datar. Hanya TERASA DATAR bagi kita manusia. Terasa datar bukan berarti benar-benar datar, bukan.?","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"Penjelasan kata “karpet (firasy)” bagimu bukankah bisa diartikan sebagai sesuatu yang berfungsi untuk diduduki atau dipakai tidur, dengan aman dan nyaman ?. Kata firasy dalam bahasa Indonesia dapat diartikan karpet, atau ranjang adalah sesuatu yang nyaman dan aman dan dipakai untuk tidur. Nampaknya arti seperti ini dapat dipakai, sebab keberadaan struktur bumi ini memang berlapis-lapis. Bagian intinya sangat panas dengan suhu ribuan derajat celcius yang mematikan. Namun demikian, pada bagian LAPISAN YANG PALING ATAS, ada sebuah lapisan keras setebal 70 kilometer, disebut lapisan kerak bumi yang paling aman dan nyaman, dengan suhu yang aman pula bagi kehidupan. Seolah-olah lapisan bumi bagian atas itu adalah ‘karpet’ atau ‘ranjang’ yang terbentang luas dan melindungi manusia serta seluruh makhluk Allah yang berada di atasnya, aman dari bahaya lapisan bumi bagian dalam yang cair, yang sangat panas lagi mematikan itu. Subhanallah, Maha Suci Allah dengan firman-Nya..!\rAda satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, yakni surat Az-Zumar ayat 5: “Dia (Allah) yang telah menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia juga MEMASUKKAN MALAM KEPADA SIANG (dengan cara menggulungnya-penulis), DAN MEMASUKKAN SIANG ATAS MALAM, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dia (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar.? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH.\rDari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya !\rLebih jauh lagi, andaikan saja bumi ini datar seumpama sebuah karpet, pastilah jika matahari terbit dan menyinari bumi, maka keseluruhan bagian bumi seketika akan berada dalam keadaan siang. Kemudian saat matahari berlalu meninggalkan bumi, datang pula kegelapan, maka seluruh permukaan bumi akan serentak menjadi malam pula semuanya. Namun, kenyataannya tidak demikian..!","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"Di zaman modern ini, sudah terbukti disaat Indonesia sedang siang hari, lalu kita menelepon atau chatt dengan teman kita di Amerika, mereka akan mengatakan: “Disini, saat ini, adalah malam hari, teman...!”, seraya dia akan menyapa kita dengan salamnya: Good evening, my friend!” Tidak percaya.? Silakan mencoba.!\rAjaibnya, keterangan-keterangan ini ditulis dalam ayat-ayat Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu, disaat orang-orang Eropa dan Amerika masih primitif, dan masih menganggap bumi ini datar serta menganggapnya sebagai pusat bagi jagad raya ini. Maha suci Allah dengan Al-Qur’an-Nya yang Agung ! Wallahu A’lam Bishshowab.\rSumber :\rhttp://www.as-salafiyyah.com/2010/08/aswaja-bumi-itu-bulat-bukan-datar.html\rwww.fb.com/notes/859198130769663\r3814. KISAH TENTANG TAWAKAL\rPERTANYAAN :\r> Pada Pada Manungsa\rAssalamu'alaikum. Dumateng para ustadz dan kyai PISS KTB Saya mau request tentang kisah yang berkaitan dengan tawakal. Terimakasih dan wasalam.\rJAWABAN\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum saalam wr wb. Syaqiq Al-Balkhi, beliau adalah gurunya hatim al ashom, dikatakan bahwa sebab taubatnya syaqiq adalah, dulunya dia termasuk anaknya orang kaya, ketika masih muda dia pergi ke daerah turki untuk berdagang,kemudian dia masuk kedalam sebuah rumah pemujaan berhala, di sana dia melihat ada seorang pelayan bagi berhala-berhala sedang mencukur rambut kepala dan jenggotnya serta mengenakan pakaian ungu.","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"Syaqiq berkata kepada pelayan tersebut : \" Sesungguhnya kamu mempunyai dzat yang menciptakan, maha hidup, maha mengetahui dan maha kuasa, sembahlah Dia, jangan kau sembah berhala-berhala ini yang tidak bisa memberikan bahaya atau pun manfaat.\" kemudian pelayan berkata : \" jika memang benar apa yg kau ucapkan, maka Dia juga maha kuasa untuk memberimu rizky di daerahmu sendiri, lantas mengapa engkau bersusah payah berdagang sampai kesini ?\". Maka tersadarlah Syaqiq , kemudian dia mengambil jalan zuhud. Wallohu A'lam.\r- Kitab Risalatul Qusyairiyah (1/55)\rوَمِنْهُم أَبُو عَلَى شقيق بْن إِبْرَاهِيم البلخي من مشايخ خراسان لَهُ لسان فِي التوكل، وَكَانَ أستاذ حاتم الأصم، قيل كَانَ سبب توبته أَنَّهُ كَانَ من أبناء الأغنياء خرج للتجارة إِلَى أرض الترك وَهُوَ حدث فدخل بيتا للأصنام فرأى خادما للأصنام فِيهِ قَدْ حلق رأسه ولحيته ولبس ثيابا أرجوانية , فَقَالَ شقيق للخادم: إِن لَك صانعا حيا عالما قادرا فاعبده ولا تعبد هذه الأصنام الَّتِي لا تضر ولا تنفع , فَقَالَ: إِن كَانَ كَمَا تقول فَهُوَ قادر عَلَى أَن يرزقك ببلدك فلم تعنيت إِلَى هاهنا للتجارة فانتبه شقيق وأخذ فِي طريق الزهد.\rDikatakan bahwa yang namanya orang bertawakkal itu seperti anak bayi, tidak mengetahui apapun yang mendatanginya kecuali payudara ibunya, begitu juga orang yg bertawakkal tidak mendapatkan petunjuk kecuali kepada Tuhannya.","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Dari sebagian ulama' berkata : \" Dulu aku pernah berada di gurun dan mendahului rombongan, kemudian di depan aku melihat ada seseorang, kupercepat jalanku hingga aku menyusulnya. ternyata dia seorang perempuan yang membawa tongkat dan jalannya sangat pelan, kukira dia kepayahan, kemudian kuambil uang 20 dirham dari lengan baju dan kuberikan padanya : \" ambillah uang ini, dan janganlah kemana-mana hingga nanti ada rombongan yang menemuimu dan belilah sesuatu dengan uang ini.Kemudian datanglah kepadaku pada malam hari nanti aku perbaiki urusanmu\".\rKemudian perempuan tersebut mengulurkan tangannya ke udara, tiba-tiba saja di telapak tangannya terdapat uang beberapa dinar.\rDia berkata : \" engkau mengambil uang dirham dari dalam lengan baju, sedangkan aku mengambil uang dinar dari ghaib. \"\rKisahnya, Abu Sulaiman Ad-Daroni melihat seorang lelaki di makkah - semoga Allah ta'ala memuliakannya- lelaki tersebut tidak memakan apaun kecuali satu teguk minuman dari air zamzam. Kemudian lewatlah beberapa hari, dan abu sulaiman berkata kepada lelaki tersebut : \" Bagaimana pendapatmu jika sumur zamzam airnya habis meresap kedalam tanah, bagaimana engkau akan minum ?\" kemudian lelaki tersebut berdiri dan mencium kepala abu sulaiman, kemudian berkata : \" Semoga Allah memberimu balasan yang banyak karena engkau telah memberikan petunjuk kepadaku, sesungguhnya dulu aku menyembah zamzam sejak beberapa hari yang lalu\". Wallohu A'lam.\r- Kitab risalatul Qusyairiyah (1/304)","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"وقيل: المتوكل كالطفل لا يعرف شَيْئًا يأوي إِلَيْهِ إلا ثدي أمه كَذَلِكَ المتوكل لا يهتدي إلا إِلَى ربه تَعَالَى وعن بَعْضهم قَالَ: كنت فِي البادية فتقدمت القافلة فرأيت قدامي واحدا فتسارعت حَتَّى أدركته فَإِذَا هِيَ امْرَأَة بيدها عكازة تمشي عَلَى التؤدة فظننت أَنَّهَا أعيت فأدخلت يدي فِي جيبي فأخرجت عشرين درهما فَقُلْتُ خذيها وامكثي حَتَّى تلحقك القافلة فتكتري بِهَا ثُمَّ ائتني الليلة حَتَّى أصلح أمرك فَقَالَتْ بيدها هكذا فِي الهواء فَإِذَا فِي كفها دنانير قَالَتْ: أَنْتَ أخذتا لدراهم من الجيب وأنا أخذت الدنانير من الغيب.\rورأى أَبُو سُلَيْمَان الداراني رجلا بمكة , شرفها اللَّه تَعَالَى , لا يتناول شَيْئًا إلا شربة من ماء زمزم فمضى عَلَيْهِ أَيَّام فَقَالَ أَبُو سُلَيْمَان يوما: أرأيت لو غارت زمزم إيش كنت تشرب فقام وقبل رأسه وَقَالَ جزاك اللَّه تعالى خيرا حيث أرشدتني فإني كنت أعبد زمزم منذ أَيَّام ومضى.\rKisah selanjutnya\r(1/306) الرسالة القشيرية\rوقيل: جاع النوري فِي البادية فهتف بِهِ هاتف أيما أحب إليك سب أَوْ كفاية فَقَالَ: الكفاية فليس فوقها نهاية فبقي سبعة عشر يوما لَمْ يأكل.\rوَقَالَ أَبُو عَلَى الروذباري إِذَا قَالَ الفقير بَعْد خمسة أَيَّام أنا جائع فألزموه بالسوق ومروه بالعمل والكسب.\rوقيل: نظر أَبُو تراب النخشبي إِلَى صوفي مد يده عَلَى قشر بطيخ ليأكله بَعْد ثلاثة أَيَّام فَقَالَ: لَهُ لا يصلح لَك التصوف الزم السوق","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"وَقَالَ أَبُو يعقوب الأقطع البصرى: جعت مرة بالحرم عشرة أَيَّام فوجدت ضعفا فحدثني نفسي فخرجت إِلَى الوادي لعلى أجد شَيْئًا يسكن ضعفى فرأيت سلجمة مطروحة فأخذتها فوجدت فِي قلبي منها وحشة وكأن قائلا يَقُول لي جعت عشرة أَيَّام فآخره يَكُون حظك سلجمة متغيرة فرميت بِهَا ودخلت الْمَسْجِد فقعدت فَإِذَا أنا برجل أعجمي جلس بَيْنَ يدي ووضع قمطرة وَقَالَ هذه لَك فَقُلْتُ كَيْفَ خصصتني بِهَا فَقَالَ: اعلم أنا كُنَّا فِي البحر منذ عشرة أَيَّام وأشرفت السفينة عَلَى الغرق فنذر كُل واحد منا إِن خلصنا اللَّه تَعَالَى أَن يتصدق بشيء ونذرت أنا إِن خلصني اللَّه تَعَالَى أَن أتصدق بِهَذِهِ عَلَى أول من يقع بصرى عَلَيْهِ من المجاورين وأنت أول من لقيته فَقُلْتُ: افتحها ففتحه فَإِذَا فِيهَا كعك سميد مصري ولوز مقشور وسكر كعاب فقبضت قبضة من ذا وقبضة من ذا وقبضة من ذا وقلت: رد الباقي إِلَى صبيانك هُوَ هدية منى لكم وَقَدْ قبلتها ثُمَّ قُلْت فِي نفسي: رزقك يسير إليك من عشرة أَيَّام وأنت تطلبه من الوادي.\rDan dikatakan : An-Nuriy berada di padang sahara dalam keadaan kelaparan. kemudian terdengar suara yang tidak diketahui darimana asalnya : yang mana yang lebih kamu sukai antara cacian dengan kecukupan ? dia menjawab : kecukupan yang tidak ada puncak yang mengunggulinya. Kemudian tetap dalam keadaannya selama 17 hari tanpa makan.\rAbu ali ar-rudzbariy berkata : ketika al-faqir (orang yang sangat membutuhkan rohmat Allah) berkata setelah 5 hari : \" saya lapar \".\rMaka para ulama mengharuskannya pergi ke pasar dan memerintahkannya untuk bekerja dan berusaha.","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"Dikatakan : abu turob an-nakhsabiy melihat seorang sufi mengulurkan tangannya pada kulit semangka (biththikh) untuk dimakan setelah 3 hari. Maka abu turob berkata padanya : kamu tidak layak menjalani tasawwuf pergilah ke pasar.\rAbu ya'qub al-aqtho' al-bishriy berkata : satu kali saya kelaparan di tanah haram selama 10 hari. sehingga saya menjadi lemah. kemudian saya bicara pada diri sendiri. maka saya keluar ke lembah agar menemukan sesuatu yang bisa menenangkan kelemahanku. kemudian saya melihat lobak yang dibuang, saya pun mengambilnya. namun di hati saya timbul rasa kerisauan/gelisah yang seakan seperti orang yang berkata engkau kelaparan selama 10 hari kemudian akhirnya bagianmu sebuah lobak yang telah berubah. Maka aku melempar lobak itu, masuk masjid dan aku duduk. tiba-tiba aku bertemu seorang lelaki ajam (bukan orang arab) duduk didepanku dan meletakkan sebuah tas sambil berkata : ini untukmu. Aku berkata padanya : bagaimana bisa kamu mengistimeakan aku dengan memberikan tas ini untukku.\rDia berkata : ketahuilah sebelumnya kami berada di lautan selama 10 hari dan perahu yang ku naiki nyaris tenggelam maka masing-masing dari kami bernadzar jika Allah menyelamatkan kami untuk menyedekahkan sesuatu. dan aku bernadzar jika Allah menyelamatkanku untuk menyedekahkan ini pada orang yang pertama kutemui di bashro dari orang yang mujawir (berkediaman/bertetangga) dan kamu adalah orang yang pertama kutemui.","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"Aku berkata : bukalah. Dia pun membukanya, ternyata tas itu berisi kue tepung putih dari mesir, buah badam yang dikupas, dan gula berbentuk dadu. aku pun mengambilnya masing-masing satu dari ketiganya, kemudian berkata : kembalikan sisanya kepada anak-anak kecilmu, itu hadiah dariku untukmu dan aku telah menerimanya.\rKemudian aku berkata pada diriku : rizqimu begitu mudah bagimu daripada 10 hari dan kamu mencarinya di lembah. Wallohu A'lam.\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/896305703725572/\rwww.fb.com/notes/915904318432377\r3831. KISAH ORANG YANG MENGATAKAN BAHWA MAULID NABI BID’AH SAYYI`AH\rOleh KH. Abdullah Afif\rDiceritakan oleh Sayyid Alawi Al-Maliki dari abahnya, Sayyid Abbas Al-Maliki Rahimahumallaahu ta'aalaa.\rتَنْبِيْهٌ","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"حَكَى السَّيِّدُ عَلَوِي اَلْمَالِكِيُّ أَنَّ وَالِدَهُ اَلْمَرْحُوْمَ السَّيِّدَ عَبَّاسْ اَلْمَالِكِيَّ رَحِمَهُ اللهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ حَضَرَ فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ اِحْتِفَالًا نَبَوِيًّا لَيْلَةَ عِيْدِ الْمِيْلَادِ النَّبَوِيِّ تُلِيَ فِيْهِ مَوْلِدُ الْبَرْزَنْجِيِّ فَإِذَا رَجٌلٌ أَشْيَبُ قَامَ بِغَايَةِ الْأَدَبِ مِنْ أَوَّلِ الْمَوْلِدِ إِلَى نِهَايَتِهِ وَأَفَادَهُ لَمَّا سَأَلَهُ عَنْ سَبَبِ وُقُوْفِهِ مَعَ كِبَرِ سِنِّهِ بِأَنَّه كَانَ لَا يَقُوْمُ عِنْدَ ذِكْرِ الْمِيْلَادِ النَّبَوِيِّ وَيَعْتَقِدُ أَنَّهُ بِدْعَةٌ سَيِّئَةٌ فَرَأَى فِيْ نَوْمِهِ أَنَّهُ مَعَ جَمَاعَةٍ مُتَهَيِّئِيْنَ لِاسْتِقْبَالِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا طَلَعَ لَهُمْ بَدْرُ مُحَيَّاهُ وَنَهَضَ الْجَمِيْعُ لِاسْتِقْبَالِهِ لَمْ يَسْتَطِعْ هُوَ الْقِيَامَ لِذَلِكَ وَقَالَ لَهُ الرَّسُوْلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ لَا تَسْتَطِيْعُ الْقِيَامَ فَمَا اسْتَيْقَظَ إِلَّا وَهُوَ مُقْعَدٌ وَبَقِيَ عَلَى هَذَا الْحَالِ عَامًا فَنَذَرَ إِنْ شَفَاهُ اللهُ مِنْ مَرَضِهِ هَذَا يَقُوْمُ مِنْ أَوَّلِ قِرَاءَةِ الْمَوْلِدِ إِلَى غَايَتِهِ (نِهَايَتِهِ) فَعَافَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِمًا بِوَفَاءِ نَذْرِهِ تَعْظِيْمًا لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ\rPERINGATAN\rSayyid Alawi Al-Maliki menceritakan bahwasanya abah beliau, Sayyid Abbas Al-Maliki memberi khabar kepada beliau sesungguhnya abah beliau (sayyid Abbas Al-Maliki) berada di Baitul Maqdis untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi pada malam ‘ied Milad An-Nabawi, di mana saat itu dibacakan Maulid Al-Barzanji.","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"Saat itulah beliau melihat seorang pria tua beruban yang berdiri dengan khidmat penuh adab mulai dari awal sampai acara selesai. Kemudian beliau bertanya kepadanya akan sikapnya itu, yaitu berdiri sementara usianya sudah tua.\rLelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia tidak mau berdiri pada acara peringatan Maulid Nabi dan ia memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah bid'ah sayyi'ah (bid'ah yang jelek)\rSuatu malam ia bermimpi dalam tidurnya. Dia bersama sekelompok orang yg bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka saat cahaya wajah beliau yang bagaikan bulan purnama muncul, sekelompok orang itu bangkit dengan berdiri menyambut kehadiran Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam\rNamun hanya ia saja seorang diri yang tidak mampu bangkit untuk berdiri. Lalu Rasullullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: \"Kamu tidak akan bisa berdiri\" Saat ia bangun dari tidurnya ternyata ia dalam keadaan duduk dan tidak mampu berdiri. Hal ini ia alami selama 1 (satu) tahun.\rKemudian ia pun bernadzar jika Allah menyembuhkan sakitnya ini, ia akan berdiri mulai awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir bacaan, kemudian Allah menyembuhkannya.\rIa pun selalu berdiri (mulai awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir bacaan) untuk memenuhi nadzarnya karena ta’zhim (mengagungkan) beliau Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.\rSumber:Kitab Al-Hadyuttaamm fii Mawaaridil Maulidinnabawiyyi Wa Maa I’tiida Fiihi Minal Qiyaam, hal 50-51, karya Sayyid Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki (1287 H – 1367 H). Wallaahu A'lam.\rLink Artikel :","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/925031404186335/\r3840. KISAH AL-HFIDZ IBNU HAJAR DAN ISLAMNYA SEORANG YAHUDI PENJUAL MINYAK\rOleh Maung Bodas Siliwangi\rSyaikh Muhammad Nawawi bin Umar Ra Tanara Banten dalam kitabnya Menjelaskan : Imam Ibnu Hajar Rodliayallahu 'anh adalah seorang hakim besar di Mesir pada masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda2 atau keledai2 dalam sebuah arak-arakan.\rSuatu hari, beliau dgn keretanya melewati seorang Yahudi penjual minyak di Mesir yang pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan tersebut, si Yahudi menghadang dan menghentikannya. Si Yahudi itu berkata kepada Imam Ibnu Hajar : Sesungguhnya Nabi kalian berkata : Dunia itu penjara bagi orang-orang yang beriman dan surganya orang-orang kafir?? Namun kenapa Engkau sebagai seorang yang beriman, menjadi seorang hakim besar di Mesir dan dalam arak-arakan yang mewah serta dalam kenikmatan seperti ini. Sedang aku (yang kafir) dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini?\rMaka Imam Ibnu Hajar menjawab : Aku dgn keadaanku yang penuh dengan kemewahan dan kenikmatan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Sedang penderitaan yang kau alami di dunia ini dibandingkan dgn adzabmu di Neraka kelak sepeti sebuah surga. Maka si Yahudi disa'at itupun kemudian langsung mengucapkan syahadat dan masuk Islam.. Subahanallah..","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"Imam an-Nawawi menjelaskan tentang hadits : Dunia itu penjara bagi orang-orang yang beriman dan surganya orang kafir, sebagai berikut : Maknan?ya bahwa setiap mukmin itu dipenjara dan dilarang di dunia ini dari kesenangan-kese?nangan dan syahwat-syahwat? yang diharamkan dan dibenci.\rDia dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaat?an yang terasa berat. Jika dia meninggal maka ia akan beristirahat dari hal ini dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah berupa kenikmatan abadi dan kelapangan yang bersih dari cacat. Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang ia peroleh, yang jumlahnya sedikit dan bercampur dengan keusahan dan penderitaan. Dan bila dia telah mati, dia akan pergi menuju siksaan yang abadi dan penderitaan yang selama-lamanya. (Kitab Fath al-Majid, Syaikh Imam Muhammad Nawawi bin Umar Tanara Al-Bantani).\r> Rizalullah Santrialit\rBismillahirrohmaanirrohiim. Kisah ini termaktub dalam kitab Fathul Majid, hal 38 (karya Syeikh Muhammad Nawawi al-bantani) Fathul Majid merupakan syarh dari kitab Al-Durr Al-farid fi 'Aqoidi Ahli Al-Tauhid. Teks Asli dari kisah ini :\r(تتمة) ذكروا أن الحافظ ابن حجر لما كان قاضي القضاة مر يوما بالسوق في موكب عظيم وهيئة جميلة فهجم عليه يهودي يبيع الزيت الحار وأثوابه ملطخة بالزيت وهو في غاية الرثاثة والشناعة فقبض على لجام بغلته وقال : يا شيخ الإسلام تزعم أن نبيكم قال الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر فأي سجن أنت فيه وأي جنة أنا فيها فقال : أنا بالنسبة لما أعد الله لي في الآخرة من النعيم كأني الآن في السجن وأنت بالنسبة لما أعد لك في الآخرة من العذاب الأليم كأنك في جنة فأسلم اليهودي","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"Juga bisa ditemukan dalam kitab Faidhul Qodiir :\rhttp://islamport.com/d/1/srh/1/51/2197.html\rWallohu a'lam. (ALIF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/907459369276872/\rwww.fb.com/notes/927457043943771\r3993. NABI SULAIMAN AS DAN HISAB HARTANYA\rPERTANYAAN :\r> Alfiedz Saya Ngayah\rAssalamu'alakum Poro Ajengan.saya pernah dengar katanya Nabi Sulaiman Alaihis Salam, saking kayanya ketika akan masuk syurga selisih waktunya dengan para Nabi yang lain sampe 500 tahun (saking lama dihisab). Benar ga sich ? Mohon ibarohnya dari kitab apa plus halaman berapa ? Trimakasih atas jawabannya dari para Kyai, Asatidz, Ajengan PISS KTB\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah. Dalam kitab Mirqaatul Mafaatih juz 14 halaman 288 Ta'birnya :\rوورد أن سليمان عليه السلام يدخل الجنة بعد الأنبياء بخمسمائة عام\rTelah datang keterangan bahwa Nabi Sulaiman as menjadi Nabi yang terakhir masuk syurga,setelah seluruh para Nabi dan Rosul dengan rentang waktu Lima Ratus Tahun.\rSementara dalam kitab Ihya 3/238 :\rوفي الخبر عن النبي صلى الله عليه وسلم: \" آخر الأنبياء دخولاً الجنة سليمان بن داود عليهما السلام لمكان ملكه\rDalam sebuah hadits : Dari Nabi SAW \" Nabi yang paling akhir masuk syurga adalah Nabi Sulaiman bin Dawud 'Alaihimassalam , karna lama proses hisab harta dan kekuasaannya.\rDalam takhrij Al Ihya,lil hafzih Al 'Iraqi, 8/263:\rحديث \" آخر الأنبياء دخولا الجنة سليمان بن داود عليهما السلام لمكان ملكه ، وآخر أصحابي دخولا الجنة عبد الرحمن بن عوف لمكان غناه \"","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"** أخرجه الطبراني في الأوسط من حديث معاذ بن جبل \" يدخل الأنبياء كلهم قبل داود وسليمان الجنة بأربعين عاما \" وقال : لم يروه إلا شعيب بن خالد وهو كوفي ثقة .\rHadits : \" Nabi yang paling akhir masuk syurga adalah Nabi Sulaiman bin Dawud 'Alaihimassalam , karna lama proses hisab harta dan kekuasaannya. Dan Sahabat Nabi SAW yang terakhir masuk syurga adalah Sahabat Abdurrohman bin 'Auf RA karena kekayaannya. Wallohu a'lam (Rz).\rDan dalam Al Mu'jam Al Ausath,lil Imam Ath-thabarani, 9/315 :\rحدثنا علي قال : نا إبراهيم بن هارون بن المغيرة قال : نا أبي قال : نا عمرو بن أبي قيس ، عن شعيب بن خالد ، عن الزهري ، عن عبد الرحمن بن غنم قال : استعمل عمر بن الخطاب ، معاذا على الشام ، فكتب إليه : أن أعط الناس أعطياتهم ، واغز بهم ، فبينا هو يعطي الناس ، وذلك في آخر النهار ، جاء رجل من أهل الرستاق ، من مكان كذا وكذا ، فقال له : يا معاذ ، من لي بعطائي ؟ فإني رجل من أهل الرستاق ، من مكان كذا وكذا فلعلي آوي إلى أهلي قبل الليل ؟ فقال : والله لا أعطيك حتى هؤلاء ، يعني : أهل المدينة ، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : « الأنبياء كلهم يدخلون الجنة قبل داود ، وسليمان بألفي عام.......... الحديث\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934757863213689/\rwww.fb.com/notes/935773916445417\r4217. KISAH TAUBATNYA MALIK BIN DINAR DAN IBROHIM BIN ADHAM\rPERTANYAAN :\r> Kumbang Gurun\rAsalamu 'alaikum. Biasa ada pertanyaan kisah tentang taubatnya salah seorang pembesar sufi ( terkenal dua orang ini yaitu Ibrahim bin Adham rah dan Malik bin Dinar rah ) menyurusi jalan sufi diawali dengan jalan taubat. Pertanyaan : Bagaimana awal mula taubatnya Malik bin Dinar rah ? Hatur nuhun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"Wa'alaikum salam. Tentang Taubatnya Malik bin Dinar Diriwayatkan dari Malik bin Dinar, dia pernah ditanya tentang sebab-sebab dia bertaubat, maka dia berkata : \"Aku adalah seorang polisi dan aku sedang asyik menikmati khamr, kemudian aku beli seorang budak perempuan dengan harga mahal, maka dia melahirkan seorang anak perempuan, aku pun menyayanginya. Ketika dia mulai belajar berjalan, maka cintaku bertambah padanya. Setiap kali aku meletakkan minuman keras dihadapanku anak itu datang padaku dan mengambilnya dan menuangkannya di bajuku, ketika umurnya menginjak dua tahun dia meninggal dunia, maka aku pun sangat sedih atas musibah ini.","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"Ketika malam di pertengahan bulan Syaban dan itu di malam Jumaat, aku meneguk khamr lalu tidur belum sholat isya'. Maka aku bermimpi seakan-akan qiyamat itu terjadi, dan terompet sangkakala ditiup, orang mati dibangkitkan, seluruh makhluk dikumpulkan dan aku berada bersama mereka, kemudian aku mendengar sesuatu yang bergerak di belakangku, ketika aku menoleh ke arahnya kulihat ular yang sangat besar berwarna hitam kebiru-biruan membuka mulutnya menuju kearahku, maka aku lari tunggang langgang karena ketakutan, di tengah jalan kutemui seorang syaikh yang berpakaian putih dengan wangi yang semerbak, maka aku ucapkan salam atasnya dia pun menjawabnya, maka aku berkata : \"Wahai syaikh ! Tolong lindungilah aku dari ular ini semoga Allah melindungimu\". Maka syaikh itu menangis dan berkata padaku : \"Aku orang yang lemah dan ular itu lebih kuat dariku dan aku tak mampu mengatasinya, akan tetapi bergegaslah engkau mudah-mudahan Allah menyelamatkanmu\", maka aku bergegas lari dan memanjat sebuah tebing Neraka hingga sampai pada ujung tebing itu, aku lihat kobaran api Neraka yang sangat dahsyat, hampir saja aku terjatuh kedalamnya karena rasa takutku pada ular itu. Namun pada waktu itu seorang menjerit memanggilku, \"Kembalilah engkau karena engkau bukan penghuni Neraka itu!\", aku pun tenang mendengarnya, maka turunlah aku dari tebing itu dan pulang. Sedang ular yang mengejarku itu juga kembali. Aku datangi syaikh dan aku katakan, \"Wahai syaikh, aku mohon kepadamu agar melindungiku dari ular itu namun engkau tak mampu berbuat apa-apa\". Menangislah syaikh itu seraya berkata, \"Aku","part":1,"page":249},{"id":250,"text":"seorang yang lemah tetapi pergilah ke gunung itu karena di sana terdapat banyak simpanan kaum muslimin, kalau engkau punya barang simpanan di sana maka barang itu akan menolongmu.\"\rAku melihat ke gunung yang bulat itu yang terbuat dari perak. Di sana ada setrika yang telah retak dan tirai-tirai yang tergantung yang setiap lubang cahaya mempunyai daun-daun pintu dari emas dan di setiap daun pintu itu mempunyai tirai sutera. Ketika aku lihat gunung itu, aku langsung lari karena kutemui ular besar lagi. Maka tatkala ular itu mendekatiku, para malaikat berteriak : \"Angkatlah tirai-tirai itu dan bukalah pintu-pintunya dan mendakilah ke sana!\" Mudah-mudahan dia punya barang titipan di sana yang dapat melindunginya dari musuhnya (ular). Ketika tirai-tirai itu diangkat dan pintu-pintu telah dibuka, ada beberapa anak dengan wajah berseri mengawasiku dari atas. Ular itu semakin mendekat padaku maka aku kebingungan, berteriaklah anak-anak itu : \"Celakalah kamu sekalian! Cepatlah naik semuanya karena ular besar itu telah mendekatinya\". Maka naiklah mereka dengan serentak, aku lihat anak perempuanku yang telah meninggal ikut mengawasiku bersama mereka. Ketika dia melihatku, dia menangis dan berkata : \"Ayahku, demi Allah!\" Kemudian dia melompat bak anak panah menuju padaku, kemudian dia ulurkan tangan kirinya pada tangan kananku dan menariknya, kemudian dia ulurkan tangan kanannya ke ular itu, namun binatang tersebut lari.","part":1,"page":250},{"id":251,"text":"Kemudian dia mendudukkanku dan dia duduk di pangkuanku, maka aku pegang tangan kanannya untuk menghelai jenggotku dan berkata : \"Wahai ayahku! Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah\". (QS. Al-Hadid : 16). Maka aku menangis dan berkata : \"Wahai anakku! Kalian semua faham tentang Al-Quran\", maka dia berkata : \"Wahai ayahku, kami lebih tahu tentang Al-Quran darimu\", aku berkata : \"Ceritakanlah padaku tentang ular yang ingin membunuhku\", dia menjawab : \"Itulah pekerjaanmu yang buruk yang selama ini engkau kerjakan, maka itu akan memasukkanmu ke dalam api Neraka\", aku berkata : \"Ceritakanlah tentang Syaikh yang berjalan di jalanku itu\", dia menjawab : \"Wahai ayahku, itulah amal soleh yang sedikit hingga tak mampu menolongmu\", aku berkata : \"Wahai anakku, apa yang kalian perbuat di gunung itu?\", dia menjawab : \"Kami adalah anak-anak orang muslimin yang di sini hingga terjadinya kiamat, kami menunggu kalian hingga datang pada kami kemudian kami memberi syafa'at pada kalian\".\rBerkata Malik : \"Maka akupun takut dan aku tuangkan seluruh minuman keras itu dan kupecahkan seluruh botol-botol minuman kemudian aku bertaubat pada Allah, dan inilah cerita tentang taubatku pada Allah\". Wallohu a'lam.\rSumber : Kitab At Tawwabin Ibnu Qudamah\rالصفحة : 58 توبة مالك بن دينار","part":1,"page":251},{"id":252,"text":"وروى عن مالك بن دينار أنه سئل عن سبب توبته فقال: كنت شرطياً وكنت منهمكاً على شرب الخمر ثم إنني اشتريت جارية نفيسة ووقعت مني أحسن موقع فولدت لي بنتاً فشغفت بها فلما دبت على الأرض ازدادت في قلبي حباً وألفتني وألفتها قال: فكنت إذا وضعت المسكر بين يدي جاءت إلي وجاذبتني عليه وهرقته من ثوبي فلما تم لها سنتان ماتت فأكمدني حزنها فلما كانت ليلة النصف من شعبان وكانت ليلة الجمعة بت ثملاً من الخمر ولم أصل فيها عشاء الآخرة فرأيت فيما يرى النائم كأن القيامة قد قامت ونفخ في الصور وبعثرت القبور وحشر الخلائق وأنا معهم فسمعت حساً من ورائي فالتفت فإذا أنا بتنين أعظم ما يكون أسود أزرق قد فتح فاه مسرعاً نحوي فمررت بين يديه هارباً فزعاً مرعوباً فمررت في طريقي بشيخ نقي الثوب طيب الرائحة فسلمت عليه فرد السلام فقلت: أيها الشيخ! أجرني من هذا التنين أجارك الله فبكى الشيخ وقال لي: أنا ضعيف وهذا أقوى مني وما أقدر عليه ولكن مر وأسرع فلعل الله أن يتيح لك ما ينجيك منه فوليت هارباً على وجهي فصعدت على شرف من شرف القيامة فأشرفت على طبقات النيران فنظرت إلى هولها وكدت أهوي فيها من فزع التنين فصاح بي صائح: ارجع فلست من أهلها! فاطمأننت إلى قوله ورجعت ورجع التنين في طلبي فأتيت الشيخ فقلت: يا شيخ! سألتك أن تجيرني من هذا التنين فلم تفعل فبكى الشيخ وقال: أنا ضعيف ولكن سر إلى هذا الجبل فإن فيه ودائع المسلمين فإن كان لك فيه وديعة فستنصرك قال: فنظرت إلى جبل مستدير من فضة وفيه كوى مخرمة وستور معلقة على كل خوخة وكوة مصراعان من الذهب الأحمر مفصلة باليواقيت مكوكبة بالدر على كل مصراع ستر من الحرير فلما نظرت إلى الجبل وليت إليه هارباً والتنين من ورائي حتى إذا قربت منه صاح بعض الملائكة: ارفعوا الستور وافتحوا المصاريع وأشرفوا! فلعل لهذا البائس فيكم وديعة تجيره من عدوه فإذا الستور قد رفعت والمصاريع قد فتحت فأشرف علي من تلك","part":1,"page":252},{"id":253,"text":"المخرمات أطفال بوجوه كالأقمار وقرب التنين مني فتحيرت في أمري فصاح بعض الأطفال: ويحكم! أشرفوا كلكم فقد قرب منه عدوه فأشرفوا فوجاً بعد فوج وإذا أنا بابنتي التي ماتت قد أشرفت علي معهم فلما رأتني بكت وقالت: أبي والله! ثم وثبت في كفة من نور كرمية السهم حتى مثلت بين يدي فمدت يدها الشمال إلى يدي اليمنى فتعلقت بها ومدت يدها اليمنى إلى التنين فولى هارباً.\rثم أجلستني وقعدت في حجري وضربت بيدها اليمنى إلى لحيتي وقالت: يا أبت\" ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله\" الحديد: \" فبكيت وقلت: يا بنية! وأنتم تعرفون القرآن? فقالت: يا أبت! نحن أعرف به منكم قلت: فأخبريني عن التنين الذي أراد أن يهلكني قالت: ذلك عملك السوء قويته فأراد أن يغرقك في نار جهنم قلت فأخبريني عن الشيخ الذي مررت به في طريقي قالت: يا أبت! ذلك عملك الصالح أضعفته حتى لم يكن له طاقة بعملك السوء قلت: يا بنية! وما تصنعون في هذا الجبل? قالت: نحن أطفال المسلمين قد أسكنا فيه إلى أن تقوم الساعة ننتظركم تقدمون علينا فنشفع لكم. قال مالك: فانتبهت فزعاً وأصبحت فأرقت المسكر وكسرت الآنية وتبت إلى الله عز وجل وهذا كان سبب توبتي .\r- Kitab Al-Zuhrul Faikh\rالصفحة : 13 وقيل لمالك بن دينار رضي الله عنه: كيف سبب توبتك\r? فقال: كنت شرطياً وكنت منهمكا على شرب الخمر، وكانت لي جارية، فولدت لي بنتاً فلما دبت على الأرض ألفتها وألفتني، وكنت إذا شربت الخمر جاءت إلي وأهرقتها علي، ثم أنها ماتت.","part":1,"page":253},{"id":254,"text":"فلما كانت ليلة النصف من شعبان وأنا نائم سكران، فرأيت كأن القيامة قد قامت، فالتفت فإذا بتنين عظيم وهو من أعظم ما يكون، قد فتح فاه وهو مسرع إلي، فوليت هارباً منه مرعوبا، فرأيت شيخاً نقي الثوب، طيب الرائحة، فقلت له: أجرني من هذا التنين أجارك الله، فبكى الشيخ، وقال: إني ضعيف وهذا أقوى مني، فوليت هارباً حتى أشرفت على طبقات النيران، وكنت كدت أن أهوي فيها، فصاح صائح: إرجع فلست من أهلها، فاطمأننت إلى قوله فرجعت.\rفإذا التنين قد قرب مني وتحيرت في أمري، وإذا بإبنتي التي ماتت وقد أشرفت وقالت: يا أبت، أنت أبي والله، ومدت يدها اليمنى إلي فتعلقت بها، ومدت يدها اليسرى إلى التنين فولى هارباً، ثم أجلستني وقعدت في حجري، وقالت: يا أبت، (ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله). فقلت لها: وأنتم تقرأون القرآن? قالت: نعم، ونحن أعرف بحروفه منكم، فقلت لها: أخبريني عن التنين الذي هو أراد هلاكي، قالت: يا أبت، هذا عملك السوء قويته عليك،.فقلت: أخبريني عن الشيخ الذي مررت به، قالت: ذلك عملك الصالح أضعفته فلم يكن له قوة ولا طاقة بعملك السوء، فقلت لها: وما الذي تصنعون ههنا? قالت: نحن أطفال المؤمنين قد أسكننا الله تعالى في هذا الجبل ننتظر قدومكم علينا فنشفع لكم، فانتبهت فرحاً مسروراً.\rTentang taubatnya Ibrohim bin Adham bisa dibaca di : PISS-KTB : KISAH TAUBATNYA IBROHIM BIN ADHAM\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/951548654867943/\rwww.fb.com/notes/955986434424165\r4244. KISAH DEBAT NABI MUSA ALAIHIS SALAAM DENGAN IMAM AL GHAZALI\rPERTANYAAN :\r> Hasan Efendi\rAssalaamu alaikum, adakah file tentang cerita perdebatan nabi musa as dan imam al ghozali, tolong share geh?\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa alaikumus salaam","part":1,"page":254},{"id":255,"text":"جاء في الأثر أن سيدنا موسى عليه السلام إحتج على حديث سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم (علماء أمتي كأنبياء بني إسرائيل) فأتاه سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم بروح سيدنا الإمام الغزالي كواحد من علماء الأمة وقال له إختبره... فسأله سيدنا موسى عليه السلام: ما إسمك فقال: محمد بن محمد بن محمد بن أحمد إبن....... فإستوقفه سيدنا موسى عليه السلام وإستنكر عليه إسترساله في ذكر آبائه وجدوده وقال له إنما أردت إسمك فقط فرد عليه الإمام الغزالي قائلاً: ما إسترسلت في ذلك إلا قياساً على إسترسالك عندما سألك ربك (ما تلك بيمينك يا موسى) فقلت هي (عصاي - أنوكأ عليها - وأهش بها على غنمي - ولي فيها مآرب أخرى) ولم تقل هي عصاي فقط.\rKisah senada saya temukan dalam tafsir Ruuhul Bayaan karya Syeikh Isma'il Haqqi al Hanafi 1/330:","part":1,"page":255},{"id":256,"text":"وذكر الراغب الاصفهانى فى المحاضرات انه قال الامام الشاذلى صاحب حزب البحر اضطجعت فى المسجد الاقصى فرأيت فى المنام قد نصب تخت خارج الاقصى فى وسط الحرم فدخل خلق كثير أفواجا افواجا فقلت ما هذا الجمع فقالوا جمع الانبياء والرسل قد حضروا ليشفعوا فى حسين الحلاج عند محمد عليه افضل الصلاة والسلام لاساءة ادب وقعت منه فنظرت الى التخت فاذا نبينا محمد عليه السلام جالس عليه بانفراده وجميع الانبياء عليهم الصلاة والسلام على الارض جالسون مثل ابراهيم وموسى وعيسى ونوح فوقفت انظر واسمع كلامهم فخاطب موسى نبينا عليه الصلاة والسلام وقال له انك قد قلت علماء امتى كانبياء بنى اسرائيل فأرنا منهم واحدا فقال هذا واشار الى الامام الغزالى فسأله موسى سؤالا فاجابه بعشرة اجوبة فاعترض عليه موسى بان السؤال ينبغى ان يطابق الجواب والسؤال واحد والجواب عشرة فقال الامام هذا الاعتراض وارد عليك ايضا حين سئلت وما تلك بيمينك يا موسى وكان الجواب عصاى فعددت صفات كثيرة قال فبينما انا متفكر فى جلالة قدر محمد عليه السلام وكونه جالسا على التخت بانفراده والخليل والكليم والروح جالسون على الارض اذ رفسنى شخص برجله رفسة مزعجة فانتبهت فاذا بقيم ثم غاب عنى فلم اجده الى يومى هذا ومن هذا قالفانسب الى ذاته ما شئت من شرف ... وانسب الى قدره ما شئت من عظم\r> Nur Hasyim S Anam II","part":1,"page":256},{"id":257,"text":"Kisah ini kalau dibawakan oleh muballigh, bisa bikin tertawa. Alkisah nabi musa masghul dengan dawuh Rasulullah yang menyamakan ulama'nya denga para nabinya bani israel. Kemudian nabi musa minta contoh kepada Rasul satu ulama. Rasulullahpun menunjuk kepada imam alghazali. Nabi musa pun bertanya kepada imam ghazali, \"Siapa namamu?\". Imam ghazali.menjawab, \"Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad bin ......\". Nabi musa memotong perkataan alghazali dan berkata, \"aku hanya tanya namamu tidak tanya nama ayah dan kakekmu! \". Kemudian alghazali menjawab, \"Saya menjawab begini karena meniru panjenengan ketika ditanya Allah tentang apa yang di tangan panjenengan, panjenengan menjawab; ini tongkat untuk..... dst panjang lebar, padahal Allah hanya tanya apa yang kamu pegang\".\r> Abdul Qodir Bani Arofuddin\rNabi Musa As dan Imam Al-Ghozali Ra. dalam sebuah hadits disebutkan :\rعلماء امّتي كأنبياء بني اسرائيل\rUlama-ulama di kalangan ummatku seperti Nabi-Nabi Bani Israel. Artinya walaupun sudah tiada Nabi selepas kewafatan Sayyidina Nabi Muhammad Saw, namun ulama dikalangan ummatnya tetap mendapat pahala sama seperti Nabi dikalangan Bani Israel sekiranya mereka menjalankan tugas dengan baik.\rDiceritakan di dalam mimpi seorang ulama Imam Ghozali (ulama dikalangan ummat Nabi Muhammad Saw) pernah bertemu dengan Nabi Musa As (Nabi dikalangan Bani Israel) di alam arwah. Awalnya Nabi Musa bertanya kepada Nabi Muhammad SAW di alam arwah. Nabi Musa As bertanya : wahai Rasulullah apakah benar engkau yang mengatakan bahwasannya : ulama-ulama dikalangan ummatku seperti nabi-nabi Bani Israel??","part":1,"page":257},{"id":258,"text":"Nabi Muhammad Saw menjawab : Ya benar! Nabi Musa As : ulama’ seperti apa yang dimaksud oleh engkau wahai Rasulullah dan dimana dia? {seakan tidak percaya}. Maka ulama’ yang dipanggil oleh Nabi Muhammad Saw iyalah Imam Al-Ghozali. Nabi Musa As bertanya kepadanya seakan mengujinya, Siapa namamu ?\rImam Ghozali menjawab : Namaku Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali.\rNabi Musa As berkata kepadanya : apakah ini yang sampai disamakan dengan nabi bani israil wahai Rasulullah?\rKan Saya tidak tanya nama bapakmu dan datukmu, saya tanyakan siapa namamu. Sambil menghadap Imam ghozali, Nabi Musa As berkata kepada Nabi Muhammad saw : sudikah engkau untuk mengizinkan aku menjawab Nabi Musa?\rNabi Muhammad Saw pun berkata : silahkan!Imam Ghozali berkata kepada Nabi Musa As : Jika saya bersalah kepadamu saya minta maaf, tetapi kamu telah bersalah kepada Allah dan kamu tidak meminta maaf.\rNabi Musa As sangat terkejut dan berkata : Apa salahku kepada Allah?\rImam Ghozali menjawab : bukankah Allah telah bertanya kepadamu : Dan apa (benda) yang di tangan kananmu itu wahai Musa?. (Qs AtTo-Ha ayat 17). Seharusnya kamu cukup menjawab di tangan kananku adalah tongkat, tapi kamu menjawab panjang lebar. Nabi Musa menjawab : Ini iyalah tongkatku, aku bertekan atasnya semasa berjalan, dan aku memukul dengannya daun-daun kayu supaya gugur kepada kambing-kambingku dan ada lagi lain-lain keperluanku pada tongkat itu. (Qs At-To-Ha ayat 18).","part":1,"page":258},{"id":259,"text":"Nabi Musa As berkata : Tuhan itu adalah kekasih kita, maka aku mengambil peluang itu untuk bercakap panjang lebar dengannya. Imam Ghozali pula mengatakan. Begitulah aku, kamu juga adalah kekasih aku, maka aku juga mengambil kesempatan untuk bercakap panjang lebar denganmu. Wallohu a'lam bis showab (NN)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/950184171671058/\rwww.fb.com/notes/962003137155828\r4320. TERNYATA INILAH ASAL MULA TANAH\rPERTANYAAN :\r> Saleum Aneuk Nanggroe\rAssalamu'alaikum. Mohon jawaban dari ustazd. Tanah itu jadi dari apa, dan air itu jadi dari apa, dan angin itu jadi dari apa, dan api itu jadi dari apa ? Terimakasih\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam, Saya menemukan keterangan berikut tapi sepertinya kurang mantap, karena musonif kitab ini sendiri (syeikh al alamah al imam al muhadits yahya bin abi bakar bin muhamamad bin yahya al amiri). Beliau menyatakan :\rفان صح هذا من جهة النقل ....\rNabi adam dari tanah,tanah dari buih,buih dari ombak,ombak dari air, air dari susu, susu dari awan, dan awan itu berasal dari nur nya rasulullah saw.\rبهجة المحافل ص 48 دار المنهاج.\rوروى الشيخ أبو الحسن الحرانى المغربى في كتابه الذي صنفه في أسماء النبي صلى الله عليه وسلم وتفسيرها أنه صلى الله عليه وسلم نسب نفسه فقال انا احمد وانا محمد بن عبد الله بن عبد المطلب ثم رفع نسبه الى آدم ثم قال وآدم من تراب والتراب من الزبد والزبد من الموج والموج من الماء والماء من الدرة والدرة من الضبابة والضبابة أنشئت من نور محمد صلى الله عليه وعلى آله وسلم فان صح هذا من جهة النقل فهو صلى الله عليه وآله وسلم أصل الوجود ا?نسانى خلقا وتكوينا.","part":1,"page":259},{"id":260,"text":"Keterangan lafazh الدرة (baca Al dirroh) artinya \"Air Susu\". Ta'liq nya :\rالدِرَّةُ في أصل اللغة : كثرة اللبن و سيلانه...\rLINK TERKAIT : 0561. AQIDAH: NUR MUHAMMAD\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/960541497301992/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/4320/978142965541845\r4330. KISAH ALASAN IMAM ABU HANIFAH TIDAK PERNAH TIDUR MALAM\rPERTANYAAN :\r> Aep Ezztt\rAssalamualaikum.. maaf pak.. mau bertanya.. Saya pernah baca di kitab tasawuf.. tapi lupa keterangannya di kitab apa.. mudah mudahan ada yg punya referensinya. \"Jika seseorang menyangka kepadaku sesuatu yang baik / menyangka bahwa aku melakukan perbuatan baik, padahal perbuatan itu tidak pernah kulakukan, sejak saat itu aku mewajibkan diriku untuk mengerjakan hal tersebut\"..\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam, cerita yang mirip sebagaimana dalam biografi Imam Abu Hanifah:\rوروى بشر بن الوليد، عن القاضي أبي يوسف قال: بينما أنا أمشي مع أبي حنيفة، إذ سمعت رجلا يقول لآخر: هذا أبو حنيفة لا ينام الليل.\rفقال أبو حنيفة: والله لا يتحدث عني بما لم أفعل. فكان يحيى الليل صلاة وتضرعا ودعاء.\r...dari qadhi Abu Yusuf: satu saat aku berjalan bersama Imam Abu Hanifah, tiba-tiba saya mendengar seseorang berkata kepada yang lain, “Inilah Abu Hanifah, dia tidak pernah tidur malam.” Lalu Imam Abu Hanifah berkata, “Demi Allah, Dia tidak membicarakan tentang aku dengan apa-apa yang aku tidak pernah lakukan.” Maka Beliau senantiasa menghidupkan malam dengan melakukan shalat , bertadharru' dan banyak berdoa. Wallohu a'lam\rSumber : Siyar Al A'laam Annubala` 6/399\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/976041109085364/","part":1,"page":260},{"id":261,"text":"https://m.facebook.com/notes/979394685416673/\r4385. KISAH SAID BIN JUBAIR DAN AL HAJJAJ BIN YUSUF\rPERTANYAAN :\r> Wonk Salafy\rAssalamu'alaykum dulur-dulur kulo sedanten. Dalam kitab majalisussaniyah halaman 59 pas lafad \" WA'LAMU YA IKHWANI ANNA MAN ATHO'ALLOH\" sampai selesai, artiya bagaimana ya ? Sebelumnya terimakasih dulur kulo sedanten.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, berikut Kisah Said Bin Jubair Dan Al-hajjaj Bin Yusuf :\rKetahuilah wahai saudaraku , barang siapa yang ta'at kepada Allah maka Allah akan membuat segala sesuatu ta'at kepadanya, dan barang siapa takut kepada Allah maka segala sesuatu akan takut kepadanya.\rAuf bin bin abi syadad al ubadi berkata : \" telah sampai kepadaku bahwa al hajjaj bin yusuf ketika said bin jubair disebut dihadapannya maka dia mengutus seorang kepala tentara bernama al multamis bin al akhwash utk mendatangkan said,\rbersama al multamis terdapat 20 orang penduduk sam yg termasuk sahabat khususnya.\rketika mereka sedang mencari said, mereka bertemu dengan pendeta di musholanya , kemudian mereka bertanya tentang said kepadanya. Pendeta berkata : \" ciri cirinya bagaimana ?\"\rkemudian mereka memberitahukan ciri ciri said, dan pendetapun memberikan petunjuk keberadaan said.\rMereka pergi ketempat yang telah diberitahukan dan disana mereka menemukan said sedang bermunajat dengan suaranya yang tinggi, mereka mendekati said dan mengucapkan salam kepadanya.\rsaid menganggkat kepalanya kemudian meneruskan sholatnya. setelah selesai salat, said menjawab salam mereka.\rmereka berkata : \" al hajjaj mengutus kepadamu agar datang kepadanya \"","part":1,"page":261},{"id":262,"text":"said berkata : \" apakah harus mendatanginya ?\"\rmereka berkata \" harus \"\rkemudian said memuji kepada Allah dan membaca sholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam. kemudian berdiri dan pergi bersama mereka sampai kerumahnya pendeta.\rpendeta berkata : \" wahai para penunggang kuda, apakah kalian sudah menemukan teman kalian ?\"\rmereka berkata : \" benar \"\rpedeta berkata : \" naiklah kalian kerumah, karena biasanya singa dan macan berada disekitar rumah ini \"\rkemudian mereka bergegas masuk kerumah sebelum datangnya sore hari, tapi said tidak mau masuk.\rmereka berkata : \" kamu pasti mau kabur dari kami, ya ?\"\rsaid berkata : \" tidak, tetapi aku tidak akan pernah memasuki rumahnya orang musyrik selamanya .\"\rMereka berkata : \" kami tidak akan meninggalkanmu, dan binatang buas akan membunuhmu \"\rsaid berkata : \" sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia menyingkirkan binatang buas dariku dan menjadikannya sebagai penjaga disekitarku yang akan menjagaku dari segala keburukan , insya Allah \"\rmereka berkata : \" apakah engkau seorang nabi ?\"\rsaid berkata : \" aku bukanlah seorang nabi, tapi aku adalah seorang hamba dari hamba hambaNya Allah , seorang hamba yang banyak salah dan dosanya.\"\rmereka berkata : \" bersumpahlah untuk kami bahwa kamu tidak akan pergi \"\rkemudian said bersumpah kepada meraka.\rKemudian pendeta berkata : \" kalian cepat naiklah kerumah dan pasanglah tali busur untuk mengusir binatang buas dari hamba yang sholeh ini karena dia tidak mau masuk ke mushollaku .\"","part":1,"page":262},{"id":263,"text":"maka mereka memasang tali busur, tiba tiba datanglah seekor singa, setelah singa dekat dari said, singa menggaruk-garuk dan mengusap-usap said kemudian menderum tidak jauh darinya. kemudian macan datang dan melakukan hal yang serupa .\rketika pendeta melihat hal itu, keesokan harinya dia turun dan menanyakan tentang syare'at, agama dan sunnah2 Rasululloh shollallohu alaihi wasallam,\rsaid menjelaskan semuanya kepada pendeta, kemudian pendeta tersebut masuk islam dan bagus keislamannya.\rOrang orang yang bersama said menghadap dan meminta maaf, mereka mencium tangan dan kaki said, mengambil tanah yang di injak said semalam dan berkata : \" wahai said, kami telah bersumpah kepada al hajjaj dengan talak dan memerdekakan budak jika kami melihatmu dan tidak meninggalkanmu hingga kami memperlihatkanmu kepada al hajjaj, sekarang perintahkanlah kepada kami apapun yang kamu mau \", said berkata : \" laksanakanlah tugas kalian, karena sesungguhnya aku berlindung kepada penciptaku dan tidak ada yang bisa menolak keputusan-Nya \"\rKemudian mereka berjalan lagi sampai daerah wasith, ketika sampai sana said berkata kepada mereka : \" wahai sekalian kaum, aku telah menjadi terhormat sebab kalian dan pertemanan dengan kalian, aku tidaklah ragu bahwa ajalku telah datang dan waktunya sudah habis. tinggalkanlah aku malam ini sendirian, aku akan bersiap2 menghadapi kematian, bersiap2 untuk malaikat munkar dan nakir, mengingat adzab kubur dan debu di tebarkan padaku, ketika pagi nanti maka janji antara diriku dan diri kalian adalah tempat yang kalian inginkan . \"","part":1,"page":263},{"id":264,"text":"Sebagian diantara merka berkata : \" kami tidak menginginkan bukti lagi setelah menyaksikan secara nyata \"\rsebagaimana lagi berkata : \" telah sampai angan2 kalian, janganlah membuat dia lemah \"\rsebagian yang lainnya berkata : \" dia bagiku kuserahkan kepada kalian, insya Allah \"\rkemudian mereka semua melihat said yang sedang mencucurkan air mata dikedua matanya, warnanya berubah, tidak pernah makan dan minum serta tidak pernah tertawa semenjak mereka bersamanya.\rmereka semua berkata : \" wahai sebaik baik penduduk bumi, andai saja kami tidak mengenal dan diutus untukmu, kecelakaan bagi kami, bagaimana bisa kami datang dengan membawamu. mohon maafkanlah kami dihadapan pencipta kami kelak di hari qiyamat, karena sesungguhnya Dia adalah yang maha memutuskan yang agung dan adil .\"\rMereka menangis bersama, setelah selesai menangis, sang penanggung jawab berkata : \" aku memohon atas nama Allah kepadamu wahai said, agar engkau memberi bekal kepada kami berupa doa dan ucapanmu, karena sesungguhnya kami tidak akan betemu lagi dengan orang sepertimu selamanya. \"\rkemudian said mendoakan mereka dan merekapun melepaskan said.\rsaid membasuh kepala, baju dan kantongnya .\rdan mereka pun malam itu menyingkir dari said semuanya.\rKetika fajar subuh menjelang, said bin jubair mendatangi mereka dan mengetuk pintu.\rmereka berkata : \" siapa yang diluar ?\"\r\" temanmu, demi Rabnya ka'bah \" jawab said\rkemudian mereka turun menemui said dan menagis bersama sama dalam waktu yang lama.\rsetelah itu mereka bersama said pergi ketempatnya al hajjaj.","part":1,"page":264},{"id":265,"text":"al mutalammis sang kepala tentara masuk dan memberi salam kepada al hajjaj, dia memberitahukan kedatangan said bin jubair.\rketika said bin jubair sudah berada di hadapan al hajjaj\rAl-Hajjaj bertanya, “Siapa namamu?”\rSa’id menjawab, “Sa’id bin Jubair.”\rAl-Hajjaj berkata: “Kamu adalah orang yang celaka anak dari orang yang binasa.”\rSa’id menjawab, “Ibuku lebih tahu dengan namaku daripada dirimu.”\rAl-Hajjaj berkata, “Celakalah ibumu dan celakalah dirimu.”\rSa’id berkata, “Bukan dirimu yang mengetahui perkara ghaib.”\rAl-Hajjaj berkata, “Kamu harus merasakan api membara di dunia.”\rSa’id berkata, “Kalau aku mengetahui bahwa siksa api naar di tanganmu niscaya aku akan menjadikan dirimu tuhan.”\rAl-Hajjaj berkata, “Apa pendapatmu tentang Muhammad?”\rSa’id menjawab, “Nabi penebar kasih sayang dan imam pemberi petunjuk.”\rAl-Hajjaj berkata, “Apa pendapatmu tentang Ali, apakah dia di jannah atau di naar?”\rSa’id berkata, “Kalau aku masuk jannah, aku akan mengetahui orang-orang yang di dalam jannah dan para penghuninya.”\rAl-Hajjaj berkata, “Apa pendapatmu tentang para Khalifah?”\rSa’id menjawab, “Mereka bukan tanggung jawab saya.”\rAl-Hajjaj berkata, “Siapakah yang paling kamu kagumi di antara mereka?”\rSa’id menjawab, “Yang paling diridhai oleh Penciptaku.”\rAl-Hajjaj berkata, “Siapakah di antara mereka yang paling diridhai oleh Sang Pencipta?”\rSa’id menjawab, “Ilmu hal ini di sisi Dzat yang mengetahui rahasia mereka dan yang tersembunyi dari mereka.”\rAl-Hajjaj berkata, “Aku senang kamu berkata jujur kepadaku.”\rSa’id menjawab, “Meskipun aku tidak menyukaimu, aku tidak akan berdusta kepadamu.”","part":1,"page":265},{"id":266,"text":"Al-Hajjaj berkata, “Kenapa kamu tidak pernah tertawa?”\rSa’id menjawab, “Bagaimana seorang makhluk yang diciptakan dari tanah bisa tertawa, sedangkan tanah akan dimakan oleh api!”\rAl-Hajjaj berkata, “Kenapa kami tertawa?”\rSa’id menjawab, “Hati kita tidak sama.”\rKemudian Al-Hajjaj memerintahkan untuk diambilkan intan, permata dan mutiara lalu dikumpulkan dihadapan Sa’id.\rSa’id berkata, “Jika kamu mengumpulkan ini untuk menjaga dirimu dari ketakutan pada hari kiamat, maka alangkah baiknya. Jika tidak, sungguh satu saja guncangan hari kiamat bisa melalaikan seorang ibu yang menyusui terhadap anak susuannya. Tidak ada kebaikan di dunia ini kecuali yang baik dan suci.”\rKemudian Al-Hajjaj meminta alat musik maka menangislah Said.\rAl-Hajjaj berkata, “Celakalah kamu wahai Sa’id , pilihlah cara pembunuhan yang aku akan membunuhmu dengannya.”\rSa’id berkata, “Pilihlah sendiri. Demi Allah, tidaklah kamu membunuhku dengan satu cara kecuali Allah akan menyiksamu dengan cara yang sama pada hari kiamat.”\rAl-Hajjaj berkata, “Apakah kamu ingin ampunanku?”\rSaid berkata, “Jika ampunan dari Allah aku mengharapkannya. Adapun dirimu, kamu tidak akan terbebas dari dosamu dan tidak ada udzur bagimu.”\rAl-Hajjaj berkata (kepada tentaranya), “Bawalah dia dan bunuhlah.”\rTatkala Said keluar dari hadapan Al-Hajjaj, dia tertawa. Maka Al-Hajjaj diberitahu akan hal ini, lalu mereka mengembalikan Sa’id kepada Al-Hajjaj.\rAl-Hajjaj berkata, “Apa yang membuatmu tertawa?”\rSa’id menjawab, “Aku heran dengan keberanianmu kepada Allah terhadap diriku dan kasih sayang Allah terhadap dirimu.”","part":1,"page":266},{"id":267,"text":"Maka Al-Hajjaj memerintahkan untuk di datangkan tikar dari kulit dan dibentangkan. Lalu Al-Hajjaj berkata, “Bunuhlah dia.”\rSa’id berkata, “Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dalam kondisi lurus dan Islam dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”\rAl-Hajjaj berkata, “Arahkan dia ke selain kiblat.”\rSa’id berkata, “Kemanapun kamu menghadapkan wajahmu, di sanalah wajah Allah.”\rAl-Hajjaj berkata, “Sungkurkan wajahnya ke tanah.”\rSaid berkata, “Dari tanah Kami menciptakan kalian dan pada tanah Kami mengembalikan kalian dan dari tanah Kami mengeluarkan kalian untuk kedua kalinya.”\rAl-Hajjaj berkata, “Sembelihlah dia.” Said berkata, “Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ambillah syahadat ini dariku sampai kamu bertemu denganku pada hari Kiamat. Ya Allah, janganlah kamu kuasakan dia kepada seorangpun untuk dia bunuh setelahku.” Kemudian Said dibunuh disembelih di atas tikar kulit -semoga Allah merahmati dan meridhoinya- . Kepala sa'id setelah terpotong mengucapkan kalimat : laa ilaaha illalloh \". Setelah pembunuhan tersebut, al hajjaj hidup selama 15 hari , hal itu terjadi pada tahun 95 H, dan umur sa'id saat itu adalah 49 tahun. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rhttps://web.facebook.com/groups/piss.ktb/978200398869435/\rwww.fb.com/notes/990614657628009\r4406. INILAH MANFAAT DAUN BIDARA\rPERTANYAAN :\r> Sri Rahayu Febriasari","part":1,"page":267},{"id":268,"text":"Assalamu'alaikum, maaf mau tanya apakah benar daun bidara bisa sebagai media dalam ruqyah? mohon jawabannya, makasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rItu benar bu, daun bidara bisa sebagai media ruqiyah\r- kitab tafsir al qurtuby (2/48) :\rالثالثة عشرة : واختلفوا هل يسأل الساحر حل السحر عن المسحور ، فأجازه سعيد بن المسيب على ما ذكره البخاري ، وإليه مال المزني وكرهه الحسن البصري . وقال الشعبي : لا بأس بالنشرة . قال ابن بطال : وفي كتاب وهب بن منبه أن يأخذ سبع ورقات من سدر أخضر فيدقه بين حجرين ثم يضربه بالماء ويقرأ عليه آية الكرسي ، ثم يحسو منه ثلاث حسوات ويغتسل به ، فإنه يذهب عنه كل ما به ، إن شاء الله تعالى ، وهو جيد للرجل إذا حبس عن أهله\r- Al Majmu' 5/169 :\rروى ابن عباس ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال في المحرم الذى خر من بعيره \" اغسلوه بماء وسدر \" ولان السدر ينظف الجسم\rHadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda untuk laki-laki yang sedang ihram yang jatuh tersungkur dari ontanya: \"Basuhlah dia dengan air dan daun bidara\" Dan karena sesungguhnya daun bidara itu membersihkan badan.\rDOKUMEN TERKAIT:\rKESUNNAHAN MENCAMPURI AIR DENGAN DAUN BIDARA KETIKA MEMANDIKAN JENAZAH\rLINK ASAL:\rhttps://www.facebookcom/groups/piss.ktb/995825283773613/\rwww.fb.com/notes/999954053360736\r4467. TAFSIR MIMPI DIRUQYAH\rPERTANYAAN :\r> Erlangga As Sumatrani\rAssalamu'alaykum apa arti mimpi diruqiah oleh cewek?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, barang siapa mimpi meruqiyah atau diruqiyah maka ruqiyah tsb batil dan bohong kecuali ruqiyah yg didalamnya terdapat bismillahirrohmaanirrohiim atau ayat dari al qur'anul karim. Wallaahu a'lam","part":1,"page":268},{"id":269,"text":"- kitab tafsirul ahlam an nabulisi hal. 137 :\rومن رأى أنه يرقي أو يُرقى فإنَّ الرقي باطل وكذب، إلا رقية فيها بسم اللّه الرحمن الرحيم أو آية من القرآن الكريم\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1036795236343284/\rwww.fb.com/notes/1037674476255360\rILMU ALAT\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu NAHWU, SHARAF dan BALAGHOH\rF0098. 100 Kaedah Nahwiyah\rOleh Agus Sutopo\rSERATUS KAIDAH NAHWIYYAH\r(Belajar Nahwu Dengan Menggunakan Kaedah Sebagaimana Usul Fiqh : Satu Pengenalan)\rPengantar\rSistem pelajaran nahwu di pondok pesantren mengalami pasang-surut dari waktu ke waktu. faktor ini dipengaruhi oleh situasi politik dan budaya sekitar pondok. Begitu juga penekanan materi pelajaran satu pondok dengan pondok yang lain tidak sama, misalnya pondok A memberi porsi lebih kepada pelajaran fiqh dan usulnya tetapi pondok B memberi tumpuan lebih kepada pembelajaran nahwu. Walaupun demikian pengaruh kyai selaku pimpinan pondok turut mempengaruhi kecenderungan sistem pengajian di pondok.\rLatar belakang inilah yang mendorong penulisan 100 kaedah nahwiyah dengan menggunakan pendekatan kaedah usul fiqh sebagai pengenalan awal sehingga diharapkan dapat mendorong lebih berkesan dalam belajar ilmu nahwu. Adapun 100 kaedah nahwu tersebut adalah sebagai berikut :\r1- كلّ لفظٍ مفيدٍ كلام\r2- كلُّ كلمةً أو جملةٍ أو كلامٍ فهو قول وكل قول لفظ\r3- الفعل مرتبط بزمان\r4- الأصل في الأسماء الإعراب\r5- كلُّ حرف مبنيٌّ\r6- كل مضمرٍ مبنيُّ\r7- الأصلُ في البناء السكون\r8- الحركات هي الأصل في الإعراب\r9- قد يكون الإعراب بالحرفِ أو بالحذف\r10- المعارف سبعة فقط","part":1,"page":269},{"id":270,"text":"11- الضمائر والإشارة والموصول :ألفاظ محصورة\r12- الأصل في (أل) أن تكون للتعريف\r13- النيابة في الحركاتِ والحروفِ والكلماتِ\r14- كلُ اسم مرفوع_ليس قبله شيء_فهو مبتدأُُ أو خبر\r15- المبتدأ وخبره،والفاعل ونائبه،مرفوعات\r16- الأصل في الأخبار أن تؤخر\r17- حذف ما يعلم جائز\r18- الحذف بلا دليل ممتنع\r19- الأصل في المبتدأ أن يكون معرفة\r20- لا يجوز الابتداء بالنكرة مالم تُفد\r21- \" كان \" وأخواتها ولواحقها رافعةٌ للمبتدأ ناصبةٌ للخبر\r22- \" إنّ \" وأخواتها و\" لا \" النافية للجنس ناصبةٌ رافعةٌ\r23- \" ظنّ \" وأخواتها تنصب الجزئين\r24- الاسم المرفوعُ بعد الفعلِ فاعلٌ أو نائبه\r25- \" أرى \" وأخواتها الست تنصب ثلاثة\r26- كلُّ موجود يصح جعله فاعلاً أو مفعولاً به\r27- اجتمع في الاشتغال الأحكام الخمسة،ومثله المفعول معه\r28- الأصل في الفاعل أن يتصل بفعله ،ويتقدم على مفعوله\r29- اللازم من الأفعال ماتعدّى بواسطة\r30- الأقرب هو الأولى عند التنازع\r31- المفاعيل خمسةٌ منصوبة\r32- الظرف مضمّن معنى \" في \"\r33- المفعول من أجله يصح أن يقع جواب \" لماذا؟ \"\r34- الحال جواب \" كيف؟ \" غالباً\r35- التمييز جواب \" ماذا \" غالباً\r36- الأصل في الاستثناء النصب\r37- مابعد \" غير \" و \" سوى \" مجرور غالباً\r38- يتوسع في معاني حروف الجر ،ولاينوب بعضها عن بعض\r39- الباء أوسع حروف الجر معنى\r40- لابد للظروف والحروف من التعلّق\r41- المضاف إليه مجرور أبداً\r42- لا يجتمع التنوين والإضافة\r43- بعض الأسماء مضاف أبداً\r44- المصدر يعمل عمل فعله، وكذلك اسم الفاعل\r45- المقرَّر لاسم الفاعل يعطى لاسم المفعول\r46- المصادر مقيسةٌ أو منقولة\r47- تصاغ الصفة المشبهة من لازم لحاضر\r48- التعجبُ: ما أجملَه،وأجمل به\r49- \" نِعم \" و\" بئس \" فعلان جامدان\r50- يصاغ التفضيل مما صِيغ منه التعجب\r51- تابعُ التابعِ تابعٌ\r52- التابع يتبع ما قبله في الإعراب\r53- الجمل بعد النكرات صفات","part":1,"page":270},{"id":271,"text":"54- الجمل بعد المعارف أحوال\r55- التوكيد لفظي ومعنوي\r56- الصالح لعطف البيان صالح للبدلية إلا في مسألتين\r57- عطف الفعل على الفعل يصح\r58- الأصل المحلّى بـ \" أل \" بعد الإشارة بدل\r59- الأصل في النداء بـ \" يا \"\r60- ما استحقه النداء استحقه المندوب\r61- الترخيم حذف آخر المنادى\r62- التحذير والإغراء متفقان في العمل ،مختلفان في المعنى\r63- اسم الفعل ك \" صَه \" واسم الصوت ك \" قَب \"\r64- للفعل توكيدٌ بالنون\r65- الماضي لايؤكد بالنون\r66- الصرف هو التنوين\r67- المضارع معربٌ مالم تباشره نون التوكيد،أوتتصل به نون الإناث\r68- \" لَم \" وأخواتها تجزم فعلاً ، و\" إِن \" وأخواتها تجزم فعلين\r69- \" إِن \" تجزم ولاتجزم ،و \" إذا \" لاتجزم وتجزم\r70- الواحد ليس بعدد\r71- العدد يخالف معدوده من ثلاثة إلى عشرة\r72- تمييز المائة والألف مجرور\r73- الاسم لا يزيد على خمسة أصول،والفعل أربعة\r74- جموع القلة \" أَفعِلَة \" و \" أفعُل \"و \" أفعال \"و\" فِعلة \"\r75- حروف العلة \"واي\"\r76- حروف الزيادة \" سألتمونيها \"\r77- لاتبتدىء بساكن ،وقف به\r78- أحرف الإبدال \" هدأت موطيا \"\r79- التصغير \" فُعَيل \" و \" فُعَيعِل \" و\" فُعيعيِل \"\r80- ماقبل ياء النسب مكسور\r81- الإمالة في الألف والفتحة\r82- الحرف بريء من التصريف\r83- ليس في اللغة ماهو على وزن \" فِعُل \"\r84- مالزم الكلمة هو الأصلي من الحروف\r85- همزة الوصل لاتثبت في الوصل\r86- اللبس بلاقصد محذور\r87- التخفيف مقصد من مقاصد اللغة\r88- الهمز ثقيلٌ يعالج بالملاينة\r89- كل ماجاز قراءةً جاز لغةً\r90- الأيسر في الاستعمال هو الأشهر\r91- لاتنقض القواعد بمفاريد الشواهد\r92- عليك بالأشباه والنظائر\r93- المشقة تجلب التيسير\r94- العبرة بالغالب لابالنادر\r95- إعمال الكلام أولى من إهماله\r96- الإعراب فرع عن المعنى\r97- عدم التقدير أولى من التقدير\r98- الضرورة في الشعر تقدر بقدرها\r99- الأصل بقاء ماكان على ماكان","part":1,"page":271},{"id":272,"text":"100- العبرة في الإعراب بالخواتيم\rWallahu A'lam bish Showab\rF0099. Makna Dan Pembagian Kalam\rOleh Agus Sutopo\rالكلام: معناه وأقسامه\rSubjek : pengajian ilmu nahwu\rKatagori : ilmu bahasa\rما هو الكلام؟\rالكلام له معنيان:\rمعنى في اللغة، ومعنى في النحو،\rأما معناه في اللغة: فكلُّ ما تحصل به الفوائد، كاللفظ، أو الإشارةِ أو الكتابة...\rومعناه في النحو: فلابد له من أن يجتمع فيه أربعة أمور:\rـ أن يكون ملفوظا بالفم البشري.\rـ أن يكون مركبا.\rـ أن يكون مفيدا.\rأن يكون بالوضع العربي.\rومعناه ملفوظا بالفم البشري: يعني أن يشتمل على بعض الحروف الهجائية،\rمثل: (عبدُالله، عبدُ الرحمان، أحمد، يُسرى، فاطمة، زينب...)\rومعناه مركبا: أي مؤلفا من كلمتين أو أكثر، نحو: سعيدٌ مسافر، عائشة مجتهدة...).\rومعناه مفيدا: أي لا بد أن يفهم السامعُ شيئا ما قاله المتكلم، فمثلا، لو قلتَ:\r(إذا كنت في الدار) وسكتَّ، لم تحصل الفائدة، إذا ليس بكلام، فلابد بالإتيان بالفائدة.\rومعنى أن يكون بالوضع العربي: يعني أن نستعمل الألفاظ التي وضعتها العربُ\rللدلالة على إحدى المعاني، مثلا: (حَضَرَ) كلمةٌ وضعتها العرب لمعنى،\rوهو حصول الحضور في الزمان الماضي...إلخ.\rانتظرونا في المعلومة القادمة إن شاء الله.\rPengantar","part":1,"page":272},{"id":273,"text":"Sebagaimana dimaklumi bersama, bahwa dalam sehari-hari tanpa sadar kita menggunakan 'kalam' sebagai alat komunikasi dan berinteraksi sesama, lebih jauh lagi dalam mencerna sebuah ilmu pengetahuan. Dalam khazanah bahasa cakupan 'kalam' sangat luas, dengan demikian perlu batasan yakni menurut pandangan para ahli nahwu saja. Sebagai gambaran luasnya 'kalam' dalam khazanah bahasa, ada 4 katagori. (1) kalam bil lisan (2) kalam bil isyarah, (3) kalam bil af'al (4) kalam bil hal. Keempat-empat objek kajian ini tidak berkaitan dengan subjek yang dikaji sekarang ini.\rما هو الكلام؟\rApakah yang dimaksud dengan kalam ?\rPertanyaan ini memberitahu kita akan dua objek, yaitu objek bahasa dan objek ilmu bahasa. sebagaiman dimaklumi bersama bahwa maksud ahli bahasa disini adalah para ahli semiotika, semantik dan bahasa kamus leksikal atau sejenisnya. Dan soalan diatas tidak perlu dijawab, karena penulisnya sudah menyediakan jawabannya. yakni الكلام له معنيان (kalam mengandungi dua makna, masing-masing adalah makna bahasa dan makna ilmu bahasa. Misalnya bunyi-bunyian musik atau tari-tarian. Walaupun bunyi mengndungi makna, contohnya orang mengetuk pintu (tok...tok..) mempunyai maksud 'ingin berjumpa' tetapi oleh ahli ilmu bahasa tidak diakui adanya. Sebabnya apa ?. ini juga tidak perlu dijawab oleh kita-kitanya, karena penulisnya sudah memberikan kayu ukurnya (pelanggerahannya) yaitu :\rـ أن يكون ملفوظا بالفم البشري.\rـ أن يكون مركبا\rـ أن يكون مفيدا\rأن يكون بالوضع العربي.","part":1,"page":273},{"id":274,"text":"Komposisi Empat dalam Satu (four in one). Maksud empat dalam satu disini adalah terjemahan kasar untuk menggambarkan ungkapan\rالْكَلاَمُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ\r(Kalam ialah (1) lafazh yang (2) tersusun rapi, (3) memberikan kefahaman, (4)sengaja disampaikan”.\rKomposisi pertama\rـ أن يكون ملفوظا بالفم البشري.\rdiucapkan melalui lisan manusia hidup, yang memberi kefahaman kepada kita bahwa sumber lafadz tersebut bukan berasal dari sumber suara hewan, bunyi atau sejenisnya.\rKomposisi kedua\rـ أن يكون مركبا\rdengan bahasa yang tersusun rapi, (susunan katanya bersambung antara paragrap satu dengan paragrap berikutnya juga kait-mengkait antara alinea satu dengan alinea berikutnya).\rkomposisi ketiga\rـ أن يكون مفيدا\rdapat dimengerti serta difahami oleh sesiapa saja yang mendengar dan\rkomposisi keempat\rأن يكون بالوضع العربي\rucapan tersebut disampaikan dengan sadar (sengaja) bukan dalam keadaan tidur ataupun hilang akal. العربي selanjutnya penulisnya memberi penekanan bahasa yang digunakan merupakan bahasa arab saja.\rpenjelasan\rtujuan dari pelajaran ini sebenarnya cukup baik. karena mengajak kita menggunakan bahasa yang tersusun rapi dan baik, mengajar kita memahami apa-apa yang kita sampaikan kepada orang lain serta sebagai pendengar (audence) juga faham mesej yang diterimanya yang juga tidak kalah pentingnya adalah berbudi bahasa.\rمعناه ملفوظا بالفم البشري\r(maksud disampaikannya lafazh tersebut melalui lisan manusia, yaitu lafadhnya mengandungi abjab arab (huruf hijaiyyah) misalnya ;\rعبدُالله، عبدُ الرحمان، أحمد، يُسرى، فاطمة، زينب","part":1,"page":274},{"id":275,"text":"dan seterusnya). Sedangkan maksud perkataan\rأن يكون مركبا\r(hendaknya tersusun rapi) yaitu :\rأي مؤلفا من كلمتين أو أكثر\r(yang dimaksud susunan lafadznya terdiri dari dua perkataan atau lebih, penulisnya memberi contoh, misalnya perkataan\r.سعيدٌ مسافر\ratau\rعائشة مجتهدة\r(said itu musafir atau 'aisyah perempuan yang rajin (mengenai sinonim dan antonim kata 'musafir' atau 'mujtahidah' silahkan merujuk kamus bahasa. t.kasih)\rSelanjutnya, yang dikehendaki dengan makna 'mufid' dalam konteks ini\rومعناه مفيدا: أي لا بد أن يفهم السامعُ شيئا ما قاله المتكلم،\ryaitu pendengar (audence) memahami serta mengerti apa-apa yang diinginkan, dikehendaki, dimahui oleh si pembicara. Penulisnya memberi contoh\rلو قلتَ\r(kalau katamu) maka selaku pendengar akan tertanya-tanya..'apa yang ia sampaikan (dikatakan)??' dengan demikian menimbulkan ketidak fahaman bahkan akan salah faham miss_understanding.\r(bersambung...bi idznillah)\r0395. I'ROB LAFADZ SYAHADAT TAUHID : LAA ILAAHA ILLALLOOH\rAgus Sutopo\rإعراب لا إله إلا الله\rمقدمة\rلقد صنف علماؤنا القدامى كثيرا من الرسائل في بيان معنى لا إله إلا اللّه وفي إعرابها. وقد اطلعت في مكتبة عارف حكمت بالمدينة المنورة على عدد من الرسائل المخطوطة في ذلك، وهي:\r- رسالة في إعراب لا إله إلا اللّه. لابن هشام الأنصاري. المتوفى سنة 761 هـ.\r- رسالة في إعراب لا إله إلا اللّه. للزركشي المتوفى سنة 794هـ.\r- رسالة في إعراب لا إله إلا الله. وتسمى التجريد في إعراب كلمة التوحيد لمصنفها علي بن سلطان القاري. المتوفى سنة 1014هـ.\r- إنباه الأنباه على تحقيق إعراب لا إله إلا اللّه، لمصنفها إبراهيم بن حسن الكوراني، المتوفى سنة 1101هـ.","part":1,"page":275},{"id":276,"text":"ولم يطبع من هذه الرسائل- فيما أعلم- سوى رسالة واحدة بعنوان \"معنى لا إله إلا الله\"للإمام الزركشي.\rوهذه رسالة أخرى أقوم بتحقيقها في إعراب لا إله إلا الله، منسوبة إلى ابن هشام الأنصاري، اطلعت عليها في قسم المخطوطات بمكتبة عارف حكمت، فرأيتها تشتمل على فوائد قيّمة وتوجيهات عديدة لم أجدها في غيرها من المصنفات. وهذا ما دعاني إلى الاهتمام بها وتحقيقها، على الرغم من أنها نسخة فريدة.\rوقد عانيت كثيراً في إقامة النص، وتقويم العبارات المضطربة، وشرح الوجوه المختلفة، ونسبة الآراء إلى أصحابها. ولا أدّعي الكمال في ذلك، وحسبي أنني بذلت جهدي.\rواللّه أسأل أن يوفقنا ويسدد خطانا، ويهدينا سواء السبيل، والحمد للّه رب العالمين.\rابن هشام الأنصاري\rهو أبو محمد عبد اللّه بن يوسف بن أحمد بن عبد الله بن هشام الأنصاري جمال الدين المشهور بابن هشام [1] .\rولد في القاهرة خامس ذي القعدة سنة 708 هـ، وتلقّى على عدد من علماء عصره، حتى فاق أقرانه، وتخرج به جماعة من أهل مصر وغيرهم.\rقالت ابن خلدون: \"ما زلنا ونحن بالمغرب نسمع أنه ظهر بمصر عالم بالعربية يقال له ابن هشام أنحى من سيبويه\".\rوقد ترك ابن هشام عددا من المصنفات ما بين مطبوع ومخطوط ومفقود، ومن أشهر مصنفاته: مغني اللبيب عن كتب الأعاريب، أوضح المسالك إلى ألفية ابن مالك، شرح شذور الذهب، شرح قطر الندى، شرح اللمحة البدرية، التذكرة.\rوقد توفي ابن هشام ليلة الجمعة خامس ذي القعدة سنة 1 6 7 هـ. رحمه اللّه.\rنسبة هذه الرسالة إلى ابن هشام:\rاطلعت على هذه الرسالة، منسوبة إلى ابن هشام، في مخطوطة فريدة، بمكتبة عارف حكمت، برقم (88) مجاميع. وقد ورد في هذه المخطوطة نسبتها إلى ابن هشام مرتين، مرة في العنوان، ومرة في مقدمة الرسالة.\rولم أجد أحدا ممن ترجم لابن هشام ذكر له هذه الرسالة، ولم أعثر على نسخة أخرى تؤكد نسبتها إليه.","part":1,"page":276},{"id":277,"text":"ولكّن الدكتور علي فودة نيل يؤكد نسبتها إلى ابن هشام للأسباب التالية: (ملخصة):\r1- أن ما جاء في مقدمتها من قول المؤلف \"أما بعد حمد اللّه...\"هو المألوف في تقديم معظم مصنفاته.\r2- أن منهج التأليف في هذه الرسالة من العرض الشامل للآراء المختلفة ومناقشتها لبيان الراجح والمرجوح شبيه بمنهج ابن هشام.\r3- أن بعض ما ذكر في هذه الرسالة من آراء مذكور في كتاب المغني.\r4- أن الاعتداد في هذه الرسالة بآراء بعض العلماء السابقين، كابن عمرون، ملحوظ في بعض رسائل أُخر لابن هشام [2] .\rومما يقوي نسبتها إلى ابن هشام أنها ضمن مجموعة من الرسائل مكتوبة بخط عالم مشهور، هو العلامة محمد بن أحمد بن علي البهوتي الشهير بالخلوتي، وهو فقيه حنبلي مصري توفي سنة 1088 هـ [3] .\rوعلى الرغم من قوة الأسباب التي تنسب هذه الرسالة إلى ابن هشام، فإنّي لست على ثقة من نسبتها إليه، ومما رابني في ذلك أمور، منها:\r1- أن هذه الرسالة لم ترد في مصنفات ابن هشام، ولم يذكرها أحد ممّن ترجم له.\r2- أن هذه الرسالة تشير إلى علاقة طيبة بين مصنفها وأبي حيان النحوي الأندلسي المشهور. فقد قال فيها المصنف: \"وكنت عرضت هذا النظر على شيخنا أبي حيان، فقال...\".\rومن المعروف أن ابن هشام لم يكن على وفاق مع أبي حيان، بل كان كثير المخالفة له، شديد الانحراف عنه [4] .\rومهما يكن من أمر فستبقى هذه الرسالة تذكر لابن هشام حتى يثبت خلاف ذلك بأدّلة قاطعة. واللّه أعلم.\rموضوع الرسالة\rهذه رسالة قيّمة تكتسب قيمتها من أهمية الموضوع الذي تعالجه، وهو إعراب الاسم الواقع بعد إلا من كلمة التوحيد، في قولنا: \"لا إله إلا اللّه\".","part":1,"page":277},{"id":278,"text":"وقد ذكر المصنّف في هذه الرسالة جواز الرفع والنصب في الاسم الواقع بعد \"إلا\"من كلمة التوحيد، فقال: يجوز الرفع فيما بعد إلا والنصب. والأول أكثر، نص على ذلك جماعة منهم العلامة ابن عمرون في شرحه على المفصّل. وظاهر كلام ابن عصفور والأبذيَ يقتضي أن النصب على الاستثناء أفصح، أو مساو للرفع على بعض الوجوه...\rوقد فصّل المصنّف كثيرا في بيان أوجه الرفع والنصب، مع المناقشة والاستدلال والترجيح، فذكر للرفع ستة أوجه وللنصب وجهين. وهذا موجز للأوجه المختلفة:\rفأما الرفع فمن ستة أوجه، وهي:\r1- أن خبر \"لا\"محذوف، و\"إلا الله\"بدل من موضع لامع اسمها، أو من موضع اسمها قبل دخولها. وهذا هو الإعراب المشهور لدى المتقدمين وأكثر المتأخرين.\r2- أن خبر لا محذوف، كما سبق، والإبدال من الضمير المستكن فيه. وهذا الإعراب اختاره بعض.\r3- أن الخبر محذوف أيضا، و\"إلا اللّه \"صفة لـ \"إله\"على الموضع، أي موضع لا مع اسمها، أو موضع اسمها قبل دخول \"لا\".\r4- أن يكون الاستثناء مفزعا، و\"إله\"اسم \"لا\"بني معها، و\"إلا اللّه\"الخبر. وهذا الإعراب منقول عن الشلوبين، ونقله ابن عمرون عن الزمخشري.\r5- أن \"لا إله\"في موضع الخبر، و\"إلا اللّه\"في موضع المبتدأ. وهذا الإعراب منسوب للزمخشري.\r6- أن تكون \"لا\"مبنية مع اسمها، و\"إلا الله\"مرفوع بـ \"إله\"ارتفاع الاسم بالصفة، واستغني بالمرفوع عن الخبر، كما في مسألة: ما مضروبٌ الزّيدان، وما قائِمٌ العَمْران.\rوأما نصب ما بعد \"إلا\"فمن وجهين:\r1- أن يكون على الاستثناء، إذا قدر الخبر محذوفا، أي لا إله في الوجود إلا اللّه عز وجل.\r2- أن يكون الخبر محذوفا، كما سبق، و\"إلا اللّه\" صفة لاسم \"لا\"على اللفظ، أو على الموضع بعد دخول \"لا\"لأن موضعه النصب.","part":1,"page":278},{"id":279,"text":"ثم ختم المصنف الرسالة بقوله: وقد تلخّص في \"لا إله إلا اللّه\"عشرة أوجه، غير أن في البدل من الموضع إما من موضع اسم لا قبل الدخول، وإما من لا مع اسمها، فيتقدر سبعة. والنصب من وجهين إلا أن في وجه الصفة إما أنه صفة للفظ اسم لا إجراء لحركة البناء مجرى حركة الإِعراب، وإما أن يكون صفة لموضعه بعد دخول لا، فيتقدر ثلاثة مع السبعة، فتلك عشرة كاملة. والذي في كلام ابن عصفور من ذلك أربعة أوجه، وهو أكثر من وسع في إلا من الأوجه...\rدراسة للاسم الواقع بعد إلاّ في الشواهد اللغوية\rبعد الفراغ من تحقيق هذه الرسالة، قمت بدراسة وصفية، تتبعت فيها ما أمكن من الشواهد اللغوية لحالات الاسم الواقع بعد إلا، في نصوص القرآن الكَريم والحديث النبوي والشعر العربي التي جاءت على نمط \"لا إله إلا الله\"، للمقارنة بين الواقع اللغوي لهذه النصوص، وما ورد في هذه الرسالة من جواز الرفع والنصب، فكانت النتيجة أن رفع الاسم الواقع بعد إلا هو الفصيح الغالب في اللغة، بل لم يرد في القرآن الكَريم والحديث النبوي غيره، وأما النصب فقد ورد في بعض الأبيات الشعرية على قلّة.\rوقد جاءت الدراسة على النحو التالي:\r(1) في القرآن الكريم : تتبعت الآيات القرآنية التي وردت فيها \"لا إله إلا الله\"أو ما كان على وفق هذا الأسلوب، فوجدتها كلها جاءت برفع الاسم الواقع بعد \"إلا\"، ولم تأت قراءة واحدة، ولو شاذة؟ بالنصب.\rوهذه هي الآيات مع السور التي وردت فيها في القرآن الكريم:\rأ- {لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّه} : الصافات (35)، محمد (19).\rب- {لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ} : البقرة (163 ، 255)، آل عمران (2، 6، 8 1)، النسا ء (87) والأنعام (102 ، 106)، الأعراف (158)، التوبة (31، 129)، هود (14)، الرعد (30)، طه (8، 98)، المؤمنون (116)، النمل (26)، القصص (0 7، 88)، فاطر (3)، الزمر (6)، غافر (3، 62، 65)، الدخان (8)، ا لحشر (22، 23)، التغابن (13)، المزمل (9).","part":1,"page":279},{"id":280,"text":"جـ_ {لا إِلَهَ إِلاَّ أَنَا} : النحل (2)، طه (14)، الأنبياء (25).\rد- {لا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ} : الأنبياء (87).\rهـ _ {فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ} : الأنعام (17)، يونس (107).\rق قال أبو جعفر النحاس في قوله تعالى: {اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ} [5] : ويجوز في غير القرآن: لا إله إلا إياه، نصب على الاستثناء [6] .\rوكرر هذه العبارة بعينها القرطبي عند حديثه عن هذه الآية [7] .\rوقال الزجاج [8] : ولو قيل: لا رجل عندك إلا زيداً جاز. ولا إله إلا اللّهَ جاز. ولكن الأجود ما في القرآن، وهو أجود أيضا في الكلام. قال اللّه عز وجل: {إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ} [9] . فإذا نصبت بعد إلا فإنما نصبت على الاستثناء.\r(2) في الحديث النبوي:\rوردت كلمة الشهادة (لا إله إلا اللّه) في مواضع كثيرة من الحديث، وجاءت كلها بالرفع، ومن ذلك:\rأ- في صحيح البخاري، ومعه فتح الباري (1/103)، (129).\rب- في صحيح مسلم بشرح النووي (1/ 183)، (188)، (197)، (206).\rجـ- ومن ذلك قوله صلى الله عليه وسلم: \"لا صلاة بعد الإِقامة إلا المكتوبة\".\rقال أبو البقاء العكبري [10] : الوجه هو الرفع على البدل من موضع لا، والنصب ضعيف، وقد بين ذلك في مسائل النحو، ومثل ذلك: لا إله إلا اللّه.\rد- وقوله صلى الله عليه وسلم: \"لا شفاءَ إلا شفاؤك\".\rقال العكبري [11] : \"شفاؤك\"مرفوع بدلا من موضع \"لا شفاء\"ومثله لا إله إلا اللّه.\r(3) في الشعر:\rأ- قال الشنفري في لا ميّته:\rنصبت له وجهي ولا كِنّ دُونَهُ ولا سترَ إلا الأتْحَمِيُّ المُرَعْبَلُ [12]\rقال الزمخشري [13] : \"كّن\"مبنية مع لا لتضمنها معنى من المقدرة بعد لا. ودونه: في موضع رفع، أي لا كنّ استقر دونه، وهو خبر لا... والأتحمي: بدل من موضع لا واسمها، لأن موضعهما رفع على أنه مبتدأ. وهو مثل قولنا (لا إله إلا اللّه)، كأنه قال: اللّه الإله.","part":1,"page":280},{"id":281,"text":"وقال أبو البقاء [14] : الأتحمي: بدل من موضع لا واسمها. لأن موضعها رفع، ومثله قولنا (لا إله إلا اللّه).\rب- وقال الشاعرِ:\rإلاّ الضَّوابِحَ والأصْداءَ والبُوما [15] مَهامِهاً وخروقاَ لا أَنيسَ بها\rجـ- وقال آخر:\rأمرتكمُ أمري بمُنعَرجِ اللّوي ولا أَمْرَ لِلْمَعصيِّ إلاّ مُضَيَّعاَ [16]\rهذان البيتان استشهِد بهما الرضي [17] على أن النصب بعد إلا فيهما قليل، كما في قولك: لا أحد فيها إلا زيداَ.\rواستشهد سيبويه بالبيت الثاني منهما على أن \"مضيعا\"نصب على الحال. قال سيبويه [18] كأنه قال: للمعصي أمرٌ مُضَيَّعاَ. كما جاء: فيها رجلٌ قائماً. وهذا قول الخليل رحمه اللّه. وقد يكون أيضاً على قوله: لا أحد فيها إلا زيداً.\rقال ابن السيرافي [19] : يريد أن \"مضيَّعا\"قد ينتصب أيضا على غير وجه الحال، على أن يكون مستثنى من \"أمر\"في قوله \"ولا أمر\"، كما استثني زيد من رجل، في قوله: لا رجل فيها إلا زيدا. وكأنه قال: ولا أثر للمعصي إلا أمراً مُضيعا، فحذف المنعوت وقام النعت مقامه.\rو وقوال الأعلم [20] (1): ونصف \"مضيعا\"على وجهين: أجودهما الحال، وحرف الاستثناء قد يدخل بسم الحال وصاحبها... والوجه الآخر أنه نصب على الاستثناء بعد النفي، والوجه البدل من موضع لا، كما أن الرفع على البدل من موضع لا في (لا إله إلا اللَّهُ) أقوى من النصب بالاستثناء.\rنسخة الرسالة الخطية\rلهذه الرسالة نسخة خطية فريدة تقع في اثنتي عشرة صفحة، ضمن مجموع يضم 15 رسالة بمكتبة عارف حكمت برقم 88 مجاميع. وهي الرسالة التاسعة في المجموع، وتقع من ورقة 29- 34. وقد كتبت بخط نسخي عادي، بخط العلامة محمد بن أحمد بن علي البهوتي الحنبلي الشهير بالخلوتي. وفي الصفحة نحو 27 سطرا وفي السطر 10 كلمات تقريبا.","part":1,"page":281},{"id":282,"text":"وقد ورد في آخر الرسالة الأولى ورقة 3: وعلقه لنفسه أفقر العباد، وأحوجهم إلى عفو ربه العلي محمد بن أحمد البهوتي الحنبلي، في يوم الجمعة المبارك ثاني عشر ذي القعدة من شهور سنة 1038 من الهجرة النبوية.\rوالنسخة كاملة واضحة، ولكنها لا تخلو من التحريف والاضطراب والغموض في بعض المواضيع.\rوقد عملت على خدمة النصر وضبطه وتوثيق محا شيه، والتعليق عليه، ما أمكن، لتوضيح الجوانب الدقيقة لكل مسألة.\rوباللّه التوفيق، والحمد للّه أولا وآخرا.\rبسم اللّه الرحمن الرحيم\rوبه ثقتي\rقال الشيخ العلامة جمال الدين [ عبد الله بن] [21] يوسف بن هشام الأنصاري، رحمه اللّه تعالى، ونفعنا بتحقيقاته:\rأما بعد حمد اللّه، والصلاة على رسوله محمّد، صلى الله عليه وسلم، فهذه رسالة كتبتها في إعراب لا إله إلا الله [22] سألني في وضعها بعض الأصحاب، فأجبته مستمداً من الكريم الوهاب.\r[جواز الرفع والنصب في الاسم الواقع بعد إلاّ]:\rيجوز الرفع فيما بعد إلا، والنصب. والأوّل أكثر [23] .\rنص على ذلك جماعة منهم العلاّمة محمد بن [محمد]بن عمرون [24] في شرحه على المفصّل. وظاهر كلام ابن عصفور [25] والأبذي [26] يقتضي أن النصب على الاستثناء أفصح [27] ، أو مساو للرفع على بعض الوجوه، كما سيأتي تقريره.\r[أوجه الرفع]:\rفأما الرفع فمن ستة أوجه:\rأولها: أن خبر \"لا\"محذوف، و\"إلاّ اللّه\"بدل من موضع لا مع اسمها، أو من موضع اسمها قبل دخولها. وقع للنحويين الحَمْلان.\rوهذا الإِعراب مشهور في كلام جماعة من أكابر هذه الصناعة، قيل أطبق عليه المعربون من المتقدمين وأكثر المتأخرين [28] .\rقلت: وقد استشكل من قاعدة أن البدل لا بد أن يصحّ إحلاله في محل المبدل منه، وهو على نيِّة تكرار العامل. ولا يصحّ تكرار \"لا\"لو قلت: إلا عبد الله في قولك: لا أحد فيها إلا عبد الله. لم يجزْ.\rوأجاب الشلوبين [29] بأن هذا في معنى، ما فيها من أحدٍ إلاّ عبدُ اللّه، ويمكنك في هذا الإحلال [30] .","part":1,"page":282},{"id":283,"text":"قال ابن عصفور، رحمه اللّه تعالى: وهذا الإشكال لا يتقرر، لأنه لا يلزم أن يحلّ \"أحد\"الواقع بعد إلاّ، إنما يلزم تقدير العامل في المبدل منه، والعامل في المبدل منه الابتداء، فإذا أبدلت منه كان\rمبتدأ، وخبره محذوف. والتقدير في \"لا أحد فيها إلاّ عبد الله: لا فيها [ أحدٌ] إلا عبدُ الله [31] .\rوهذا فيه تأمل يظهر بما ذكره النحويون، في مسألة (ما زيدٌ بشيءٍ إلا شيءٌ لا يعبأ به) من أن \"إلاّ شيء\"بالرفع لا غير على اللغتين [32] .\rأما عند بني تميم فلأنّ (بشيء) في محل رفع، وتعذّر حمله على اللفظ [33] لأن الباء لا تزاد في الإيجاب.\rوأما عند أهل الحجاز فلأنهم وإن أعملوا ما، و\"بشيء\"في محل نصب عندهم، فإعمالها مشروط بعدم انتقاض النفي. فما بعد \"إلا\"لا يمكن تقدير عملها فيه، والبدل على نية التكرار، ولذلك قال سيبويه [34] : وتستوي اللغتان [35] .\rوقد زعم ابن خروف [36] أن مراده بالاستواء فيما قبل إلاّ وفيما بعدها من المستثنى والمستثنى منه.\rقال ابن الضائع [37] : \"وغلط الأستاذ أبو علي [38] في النقل عنه، فنقل الاستواء فيما بعد إلاّ، لا فيما بعد المجرور، حتى يرد عليه بأنه لا يجوز بدلا مرفوع من منصوب\".\rقال ابن الضائع: وعِندي أن القياس أن يبقوا على لغتهم في المجرور، وإلا كان يلزم الرفع في قولنا: ما زيدٌ قائماَ بل قاعدٌ ، وكذا في لكنْ. ولم ينقل عن الحجازيين رجوعهم إلى اللغة التميمية في ذلك. وإنما نقل عنهم الرفع فيما بعد بل ولكن على جهة الابتداء. [39] فهاهنا ينبغي أن يرجع فيما بعد \"إلا\"على النصب على الاستثناء. فقول سيبويه: استوت اللغتان في الرفع، ينبغي أن يحمل على ما بعد إلاّ. ولا حجة لهم في قول سيبويه: وصارت \"ما\"على أقيس اللغتين [40] ، فإنه يمكن حمله على ما بعد إلاّ، كما قالوا في: ما زيد إلا منطلق، رجعوا إلى اللغة التميمية.\rويقوّى أنه يريد ما بعد إلاّ، تقديره وقوله: كأنك قلت: ما زيد إلا شيء لا يعبأ به [41] .","part":1,"page":283},{"id":284,"text":"وقول الأستاذ \"لا يبدل مرفوع من منصوب\"، جوابه أن البدل هنا بالحمل على المعنى [42] . فإن الشرط في البدل تقدير تكرار العامل، فإن العامل يتكرر على أن البدل مرفوع. ويظهر البدل هنا في أنه لا يعمل فيه اللفظ المتقدم العامل في المبدل منه، بل الابتداء قولهم \"لا إله إلا اللّه\"، ألا ترى أنه بدل على تقدير مالنا أو ما في الوجود. ولا يجوز تقدير لا في الوجود إلا اللّه، لأن \"لا\"لا تلغى إلا مكررة [43] . وكذا البدل هنا على تقدير: ما زيد إلا شيء. وكأن \"ما\"لها عملان، عمل فيما بعد إلا وهو الرفع، وعمل فيما قبلها وهو النصب، فترك الأول على أحد العملين، وحمل الثاني، وهو ما بعد إلا، على العمل الآخر. انتهى [44] .\rوفي كلامه نظران:\rالأول: قوله \"ولا يجوز تقدير لا في الوجود إلا اللّه \"ليس معنا في اللفظ إلاّ \"لا\" واحدة وهي عاملة. نعم إذا أعربناه على ما سبق بدلا نوينا تكرار لا، وانتفى عمل تلك المقدرة بالدخول على المعرفة. ومن أين لزوم التكرار لتلك المقدّرة. ولو قيل إنها تكررت في الجملة كان كافيا في جوابه.\rالثاني : جعله باب \"لا إله إلا اللّه \"وباب \"ما زيدٌ بشيءٍ إلا شيء\"سواء. ولقائل أن يقول بينهما فرق، بأن \"اللّه \"مرفوع بدلا من منصوب.\rوقد يعتذر له عن الثاني بأن \"إلا اللّه \"بدل من موضع اسم لا، لا من \"لا\"مع اسمها [45] . بل لا يفتقر إلى ذلك جميعه، فإن العامل المقدر مع البدل هو الابتداء، وهو صالح للعمل في البدل والمبدل منه، كما تقدم في كلام ابن عصفور.","part":1,"page":284},{"id":285,"text":"وقد رأيت في المجد المؤثل مما كتبته على المفصّل [46] أن الرفع في \"ما زيد بشيء إلا شيء\"يحتمل [47] ثلاثة أوجه: إما البدل من جهة المعنى كما سبق، وإما على موضع \"بشيء\" قبل دخول \"ما\"، و إما على أن الرفع في الثاني هو الرفع في الأول، لو اتصف الأول بصفته من الإِثبات. وشبهت ذلك بمسألة التنزيل في توريث ذوي الأرحام في الفرائض [48] ، أي إعطاء الذكر ما للأنثى التي أدلى بها [49] ، وبالعكس، مع مراعاة العدد منه نفسه، فليتأمل.\rثانيها: أن خبر \"لا\"محذوف، كما سبق، والإبدال من الضمير المستكن فيه. وهذا لا كلفة فيه، واختاره بعض المتأخرين [50] .\rثالثها: أن الخبر محذوف كما سبق، و\"إلا اللّه \"صفة لإله على الموضع [51] ، أي موضع لا مع اسمها، أو موضع اسمها قبل دخول \"لا\".\rولا يستنكرون وقوع \"إلا\" صفة [52] ، فقد جاء {لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلاَّ اللَّهُ لَفَسَدَتَا} [53] . ويصير المعنى: لا إلهَ غير اللّه في الوجود. وقد جاء {مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ} [54] بالوصف، لكنّ الخبر المحذوف قدّره بعضهم \"في الوجود\"، وقدّره بعضهم \"كائن\"، وبعضهم \"لنا\".\rقيل والتقديران الأولان أولى من حيث كونه أدل على التوحيد المطلق من غير تقييد. ولذلك جاء {وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ} وأعقب بقوله {لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ} [55] .\rوقد يقال إذا قدِّر \"لنا\"فالمراد لنا أيها العالَم الذي هو كل موجود سوى اللّه عز وجل، فاتحدت التقادير [56] .\rوقد ردّ الإمام فخر الدين [57] على من قدر الخبر \"في الوجود\"لأن هذا النفي عام\rمستغرق، فتقييده بالوجود مخصص، فلا يبقى النفي على عمومه المراد منه، فلا يكون هذا إقرارا بالوحدانية على الإطلاق [58] .","part":1,"page":285},{"id":286,"text":"قال الأندلسي [59] : \"لا إله حقيقة إلا من له الخلق والأمر، لابد أن يكون موجودا فينعكس بعكس النقيض فما ليس موجودا ليس بإله. والمراد بقوله \"في الوجود\"مسمى الوجود الصادق على العيني والذهني، فنفي الإله عن الوجود نفي لحقيقته\".\rوفي ريّ الظمآن [60] : \"لا يتصور نفي الماهية عندنا إلا مع الوجود. هذا مذهب أهل السنة، خلافا للمعتزلة فإنهم يثبتون الماهية عارية عن الوجود، والدليل يأبى ذلك\".\rرابعها: أن يكون الاستثناء مفرغا [61] ، و\"إله \"اسم \"لا\"بني معها، و\"إلاّ اللّه \"الخبر [62] .\rو هذا منقول عن الشلوبين فيما علّقه على المفصل، ونقله عن الزمخشري [63] في حواشيه ابن عمرون، وإن كان في المفصل قال غيره، وذهب إلى أن الخبر محذوف [64] .\rومقتضى كلام ابن خروف، على ما نقله عنه ابن الضائع قول الشاعر:\rألا طعان ألا فُرسانَ عاديةً ألا تجشّؤُكم حوَلْ التنَّانير [65]\rمن أنه أعرب ( إلاّ تجشؤكم) خبر لا، لكن ردّه عليه بوجهين، أحدهما: أن \"لا\"لا تعمل في الموجب. الثاني: أنها لا تعمل في الموجب مع المعرفة، وهما لازمان لإعراب \"إلاّ اللّه \"خبرا.\rوفي الوجهين نظر، لأنّ \"لا \"عند سيبويه وجمهور البصريين [66] لا عمل لها في الخبر إذا بني الاسم معها.وقولك لا رَجُلَ حاضرٌ، بمثابة: هل مِنْ رجلٍ حاضر؟ الجواب كالسؤال.\rواستدل لذلك ابن عصفور في شرحه للإيضاح بجواز حمل جميع التوابع لاسمها على الموضع قبل الخبر.\rوالقائل إن \"لا\"ترفع الخبر الأخفش [67] وتابعوه.\rوبنى ابن عصفور على الاختلاف جواز: لا رجلَ ولا امرأة قائمان. على القول\rالأول، وامتناعه علىَ الثاني [68] . مع أن كلام أبي البقاء [69] في اللباب، وابن يعيش [70] في شرح المفصل ما يوهم أن خلاف سيبويه والأخفش في \"لا\"مطلقا المبني معها الاسم والمعرب، حيث عللا مذهب سيبويه بضعف عمل لا.","part":1,"page":286},{"id":287,"text":"ولكن ابن مالك [71] في التسهيل [72] نقل الاتفاق على عمل \"لا\"في الخبر إذا كان اسمها معربا، واختار قوله الأخفش فيما إذا بني الاسم معها.\rورتب أبو البقاء على الخلاف أن قوله الشاعر:\rفلا لَغْوٌ ولا تأثيم فيها وما فاهوا به أبداً مُقيم [73]\rلا يحتاج إلى تقدير \"فيها\"عند سيبويه، بل الثابت \"فيها\"خبر الاثنين، ويحتاج لتقدير \"فيها\"أخرى عند سيبويه في أحد قوليه، وعند الأخفش.\rوكنت عرضت هذا النظر على شيخنا أبي حيان [74] فقال: كلام ابن الضائع محمول على مذهب من يرى أنها عاملة في الخبر مطلقا. ثم اعترض عليه من وجه آخر، وهو أنه يلزم أن تعمل \"لا\" [75] في المعرفة. وهذا إن تم به الاعتراض على الأخفش فسيبويه سالم منه، حيث يقول إن \"لا\"لا عمل لها في الخبر.\rعلى أن ابن عمرون حين نقل هذا الإِعراب عن الزمخشري في الحواشي، ردّه بأن المعرفة لا تكون خبراً عن النكرة. فيقال له هذا لا يضر سيبويه إذا كان مع النكرة ما يسوغ الإخبار عنها، وهي متقدمة على المعرفة حفظا للأصول، وقد أعرب: كم جربيا أرضك؟ [76] مبتدأ مقدما وخبرا مؤخرا.\rعلى أن ما ذكره ابن الضائع من أن \"لا\"لا تعمل في الموجب، قد يقال فيه إن تلك \"لا\"العاملة عمل ليس، من حيث إنها إنما عملت للشبه بليس من جهة النفي، فإذا زال النفي زال الشبه فزال العمل. أما لا النافية للجنس فعملها إنما هو بالحمل على إن، وهي للإثبات.\rوقد قال العطار [77] في شرح الكراسة: إذا قلت \"لا فيها رجل\"رفعت على الابتداء لا غير، لأنه لا يتقدم خبر \"ما\"الحجازية، يعني \"لا\"العاملة عمل ليس. وإلا فالعاملة عمل إنّ امتناع التقديم فيها لأجل تركبها مع لا. وإن حملت كلامه على الإِطلاق، فالكلام معه كالكلام مع ابن الضائع.","part":1,"page":287},{"id":288,"text":"وقد ردّ ابن الحاجب [78] على من جعل \"إلا اللّه \"خبرا. وسبق [79] إلى ذلك الأندلسي، قال: لأنه مستثنى من الاسم، ولا يجوز أن يكون المستثنى خبرا عن المستثنى منه، لأنه مبين له [80] . ويمكن أن يقال لا نسلّم أن الاستثناء إخراج من المحكوم عليه بل من الحكم. سلّمنا أنه إخراج من المحكوم عليه، لكن المستثنى منه المحكوم عليه ليس اسم \"لا\"الذي أخبر عنه بـ \"إلا اللّه\"، إلا أنه حذف لقصد التفريغ وأقيم المستثنى مقامه، وأعرب بإعرابه.\rوهذا فرق ما بين الأقوال السابقة. وهذا حيث جعلنا الاستثناء فيها تاما، وهنا مفرغا، مع أن الخبر وهو \"موجود\"فيهما محذوف. إلا أن ذلك حذف لمحذوف محكوم له بحكم الثابت، وهذا فيه حذف لمحذوف معرض عنه في الإعراب.\rوقد ردّ أبو البقاء العكبري هذا الإعراب أيضا في شرح الخطب النباتية، بأنه يلزم منه الإخبار بالخاص عن العام، وهذا مع الإخبار بالمعرفة عن النكرة.\rويمكن أن يقال إنما يمنع ذلك في الإثبات، كقولنا: الحيوان إنسان. أما في النفي\rفلا. وقد ردّ ابن عمرون قول من جعل \"إلا اللّه\"خبرا بجواز نصب \"إلا اللّه\"على الاستثناء، ومحال نصب خبر لا المشبهة بأن، وإن كان الرفع المشهور. انتهى.\rولقائل أن يقول إذا نصبنا لم نعتقد الخبر إلا محذوفا. ولا يحسن الرد بهذا على من جعل \"إلا\"خبرا، مع تجويزه الوجوه السابقة. واللّه أعلم.\rخامسها: أن \"لا إله\"في موضع الخبر، و\"إلا اللّه\"في موضع المبتدأ. ذكر ذلك الزمخشري [81] في كلام تلقفه عنه بعض تلامذته، وكتب ما ملخصه: اعلم أن متقدمي الشيوخ ذهبوا إلى أن قولنا: لا إله إلا اللّه، كلام غير مستقل بنفسه، بل بتقدير خبر، أي في الوجود، أو موجود، أو لنا. تقدير قولنا: لا رجلَ في الدار إلا زيدٌ . فجعلوا الكلام جملتين. وليس كذلك، ولا يحتاج إلى تقدير، لأن الكلام لا يخلو من وجهين: أحدهما أصل الكلام. الثاني: تفريع يزيد الكلام تحقيقا، وفائدة زائدة.","part":1,"page":288},{"id":289,"text":"نحو: ما جاءني رجل. يفيد نفي واحد غير معين، فيجوّز السامع مجيء اثنين. [ فلذلك يصحّ أن يقول: ما جاءني رجل بل رجلان] [82] . فإذا قيل: ما جاءني من رجل، [ فيعلم السامع أنه لم يجئه أحد من جنس الرجال]، فلم يصحّ: ما جاءني من رجل بل رجلان [83] .\rوكذا {فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ} [84] و {فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ} [85] ، لو لم يأت بـ \"ما\"جوّزنا أن اللين واللعن كانا للسببين المذكورين ولغيرهما، وحين دخلت \"ما\"قطعنا بأن اللين لم يكن إلا للرحمة، وأن اللعن لم يكن إلاّ لأجل نقض الميثاق.\rوالاستثناء من تفريعات الكلام يزيده تأكيداً، فأصل الكلام: جاءني زيد.\rوهذا لا يقتضي قطع السامع بأن غير زيد لم يجيء، فإذا أريد جمع المعنيين، مجيء زيد ونفي مجيء، غيره قيل: ما جاءني إلا زيد.\rوكذا في مسألتنا: اللّه إله، يوازن: زيد منطلق. فلما فرّع عليه وقيل \"لا إله إلا اللّه\"أفاد الفائدتين: إثبات الإلهية للّه تعالى، ونفيها عمّا سواه.\rفإذن \"لا إله\"في موضع الخبر، و\"إلا الله\"في موضع المبتدأ. يوضح هذا أن \"لا\"تطلب النكرة أبدا [86] ، لا تقول: لا زيد منطلق. والمبتدأ يجب أن يكون معرفة والخبر نكرة.\rثم تكلم بكلم آخر. [ انتهى ملخص كلام الزمخشري ].\rوهذا الإعراب ارتضاه جماعة منهم ابن الحاجب وبعض مشايخنا، وذكره في ابتداء تدريسه قاضي القضاة جلال الدين القزويني [87] ، رحمه الله، بالقاهرة، وأنكره بعض العلماء، ولم يبين لفساده معنى، وقد رُدّ بمخالفته الإجماع من وجهين: أحدهما أن \"لا\"إنما يبنى معها المبتدأ لا الخبر. الثاني: جوار النصب بعد إلاّ [88] .\rوفي بقية الكلام المنسوب للزمخشري، رحمة اللّه عليه، تعقّب.\rسادسها: أن تكون \"لا\"مبنية مع اسمها، و\"إلا اللّه\"مرفوع بإله، ارتفاع الاسم بالصفة، واستغني بالمرفوع عن الخبر، كما في مسألة: ما مضروب الزيدان، وما قائم العمران.","part":1,"page":289},{"id":290,"text":"وشجعني على ذلك قول الزمخشري رحمه اللّه تعالى: إله بمعنى مألوه [89] ، من أُلِه إذا عُبِد. ولو قلت: لا معبود إلا اللّه، لم يمتنع فيه ما ذكرت.\rوعلى ذلك اعتراضان: الأول أن هذا الوصف الرافع لمكتفى به ينظر في دخول النواسخ عليه، فقد منع سيبويه: إنّ قائماً أخواك [90] .\rالثاني: أنه على تقدير عمل \"إله\"يكون ذلك مطوّلا [91] فيقتضي ذلك تنوينه. والتطويل كما يكون بالعمل نصبا، كذلك يكون بالعمل رفعا.\rففي مسائل ابن جني [92] رحمه اللّه تعالى، لشيخه ت إذا قلت: يا منطلق وزيد، وعطفت على المرفوع في منطلق، وقلت إنّ العامل في المعطوف هو العامل في المعطوف عليه [93] ، أتنصب \"منطلق\"أم ترفعه؟ فاستقر أمرهما بعد محاورة طويلة على أن ينصب، وأنه مطوّل [94] .\rوالجواب عن الأول: أن الأخفش قد أجاز: إنّ قائما أخواك. ومنع سيبويه لها إنما هو لعدم مسوغ الابتداء بالنكرة.\rقال بعض الفضلاء من أهل العصر، وقد عرضت ذلك عليه وارتضاه: قد خطر لي أن نحو \"ليس قائم أخواك\"يتفق الإمامان على إجازته.\rوعن الثاني: أن ابن كيسان [95] اختار حذف التنوين من نحو ذلك، وجعل منه {لا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ} [96] و {لا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ} [97] . وإن كان جمهور البصريين يؤولون ذلك.\rقال بعض مشايخنا: وأرى أن مذهب ابن كيسان أولى لعدم التكلف.\r[ وجها النصب] :\rوأما النصب في \"إلا اللّه\"فمن وجهين:\rأولهما: أن يكون على الاستثناء إذا قدر الخبر محذوفا، أي لا إله في الوجود إلا اللّه عز وجل. ولا يرجح عليه الرفع على البدل، كما هو مقدر في الاستثناء التام غير الموجب، من جهة أن الترجيح هناك لحصول المشاكلة في الإتباعِ دون الاستثناء. حتى لو حصلت المشاكلة فيهما استويا، نحو: ما ضربت أحداً إلا زيدا.","part":1,"page":290},{"id":291,"text":"نص على ذلك جماعة منهم الأُبذي رحمه اللّه تعالى. بل إذا حصلت المشاكلة في النصب على الاستثناء وفاتت في الإتباع ترجح النصب على الاستثناء. وهذا كذلك يترجح النصب في القياس، لكن السماع والأكثر الرفع. ولا يستنكر مثل ذلك، فقد يكون الشيء شاذا في القياس وهو واجب الاستعمال. وليس هذا موضع بسط ذلك [98] .\rوقاك أبو الحسن الأبذي في شرح الكراسة: إنك إذا قلت: لا رجل في الدار إلا عمرو، كان نصب \"إلا عمرو\" على الاستثناء أحسن من رفعه على البدل، لما في ذلك من المشاكلة.\rعلى أن أبا القاسم الكرماني [99] رحمه اللّه تعالى، قال في كتاب الغرائب، في قوله تعالى: {لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ} [100] : ولا يجوز النصب هنا، لأن الرفع يدل على أن الاعتماد على الثاني، والنصب يدل على أن الاعتماد على الأول. يعني إنك إذا أبدلت فما بعد إلا مسند إليه كالذي قبلها، إلا أن الاعتماد في الحكم على البدل [101] ، وإذا نصبت فما بعد إلا ليست مسندا إليه، إنما هو مخرج.\rوقد اعترض عليه بأنه لا فرق في المعنى بين قولنا: ما قام القوم إلا زيدٌ وإلا زيداً، إلا من حيث ان الرفع أولى من جهة المشاكلة.\rوكلام الكرماني لا يقتضي منع النصب مطلقا، بل في الآية من جهة الأرجحية التي يجب حمل أفصح الكلام عليها.\rوقي كلام بعضهم أرجحية الرفع لأن فيه إعراضا عن غير اللّه تعالى وإقبالا عليه بالكلية. وأما الاستثناء فيقتضي الاشتغال بنفي السابق وإثبات اللاحق، ففيه اشتغال بهما جميعاً. وهذا قد يرجح به النصب.... [102]\rثانيهما: أن يكون الخبر محذوفا كما سبق، و\"إلا اللّه \"صفة لاسم \"لا\"على اللفظ [103] . وفي عبارة بعضهم أو على الموضع بعد دخول \"لا\"، وهما متقاربان كما سبق مثلهما في اللفظ.\rقال الأبذيَ: ولا يجوز البدل من اسم \"لا\"عام اللفظ، يعني في: لا رجلَ في الدار إلا، زيداً، لأن البدل في نية تكرار العامل، ولو قدر فسد المعنى، وعملت \"لا\"في المعرفة. انتهى.","part":1,"page":291},{"id":292,"text":"وقال ابن الحاجب، رحمه اللّه تعالى: لأن \"لا\"إنما عملت للنفي [104] . وفيه ما سبق.\rوقال النيلي [105] : \"وإن شئت قلت إنَّ \"مِنْ \"مقدرة في النفي إذا كان مفردا، وجاء بعد إلا موجب لا يصح تقدير \"من \"فيه. وقيل لأن تقدير \"لا\" يقتضي النفي، ووقوعه بعد إلا يقتضي الإثبات، فيفضي إلى التناقض\".\rوقد تلخص في \"لا إله إلا اللّه\"عشرة أوجه: الرفع من ستة أوجه، غير أن البدل من الموضع إما من موضع اسم لا قبل الدخول، وإما من لا مع اسمها، فيتقدر سبعة.\rوالنصب من وجهين إلا أن في وجه الصفة، إما أنه صفة للفظ اسم لا إجراء لحركة البناء مجرى حركة الإعراب، وإما أن يكون صفة لموضعه بعد دخول لا، فيتقدر ثلاثة مع السبعة، فتلك عشرة كاملة.\rوالذي في كلام ابن عصفور من ذلك أربعة أوجه، وهو أكثر من وسّع في \"إلاّ\"من الأوجه.\rانتهى ما خطر لي في هذه المسألة من الأوجه الواضحة، واللّه يرزقنا منه المسامحة.\rوالحمد للّه رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله الطاهرين وصحابته أجمعين.\rتمت بحمد اللّه وعونه وحسن توفيقه\rفهرس المصادر\r1_ ابن هشام الأنصاري/ آثاره ومذهبه النحوي/ د. علي فودة نيل. منشورات جامعة الملك سعود- الرياض 1406 هـ/ 1985.\r2_ أحكام الميراث في الشريعة الإِسلامية: د.جمعة برّاج. دار الفكر للنشر والتوزيع. عمان، الطبعة الأولى1401 هـ/ 1981م.\r3_ أخبار النحويين البصريين: السيرافي، تحقيق د. محمد البنا، دار الاعتصام الطبعة الأولى 1405 هـ/1985م.\r4_ ارتشاف الضرب: أبو حيان الأندلسي، تحقيق د. مصطفى النماس.\r5_ الاستغناء في أحكام الاستثناء: شهاب الدين القرافي، تحقيق د. طه محسن.\r6_ أسرار العربية: الأنباري، تحقيق محمد بهجة البيطار، دمشق 1377هـ/ 1957م.\r7_ إشارة التعين: عبد الباقي اليماني، تحقيق د. عبد المجيد دياب، الطبعة الأولى 1406 هـ.","part":1,"page":292},{"id":293,"text":"8_ اشتقاق أسماء اللّه: الزجاجي، تحقيق د. عبد الحسين المبارك، مؤسسة الرسالة، الطبعة الثانية 1406 هـ/ 1986م.\r9_ الأشباه والنظائر: السيوطي، تحقيق د. عبد العال سالم مكرم، مؤسسة الرسالة.\r10_ الأصول في النحو: ابن السرّاج، تحقيق د. عبد الحسين الفتلي.\r11_ أعجب العجب في شرح لامية العرب: الزمخشري، الطبعة الأولى بالجوائب 1300 هـ.\r12_ إعراب الحديث النبوي: العكبري، تحقيق د.حسن موسى الشاعر، الطبعة الثانية 1408 هـ/1987 م.\r13_ إعراب القرآن الكريم: النحاس، تحقيق د. زهير غازي زاهد، الطبعة الثانية 1405 هـ/ 985 1م.\r14_ إعراب لامية الشنفري: العكبري، تحقيق محمد أديب جمران، المكتب الإِسلامي، الطبعة الأولى 1404 هـ/ 1984م.\r15_ الأعلام : الزركلي، دار العلم للملايين.\r16_ إنباه الرواة: القفطي، تحقيق محمد أبو الفضل إبراهيم، الطبعة الأولى.\r17_ الإنصاف في مسائل الخلاف: الأنباري، تحقيقَ المرحوم الشيخ محي الدين عبد الحميد.\r18_ أوضح المسالك: ابن هشام الأنصاري، تحقيق المرحوم الشيخ محي الدين عبد الحميد، الطبعة الخامسة- بيروت.\r19_ إيضاح المكنون: إسماعيل باشا البغدادي.\r20_ الإيضاح في شرح المفصَّل: ابن الحاجب، تحقيق د. موسى بناي العليلي، مطبعة العاني- بغداد 1982 م.\r21_ البحر المحيط: أبو حيان الأندلسي.\r22_ البدر الطالع: الشوكاني، مطبعة السعادة، الطبعة الأولى 1348 هـ.\r23_ البلغة في تاريخ أئمة اللغة: الفيروز أبادي، تحقيق محمد المصري، دمشق 1392هـ/1972 م.\r24_ بغية الوعاة: السيوطي، تحقيق محمد أبو الفضل إبراهيم، مطبعة الحلب\rي، الطبعة الأولى 1384 هـ/1964 م.\r25_ تاريخ الأدب العربي: بروكلمان، جـ5 نقله إلى العربية د. رمضان عبد التواب، الطبعة الثانية، دار المعارف بمصر.\r26_ تاريخ العلماء النحويين: التنوخي، تحقيق د.عبد الفتاح الحلو، الرياض،1401 هـ/1981 م.","part":1,"page":293},{"id":294,"text":"27_ التحقيقات المرضية في المباحث الفرضية: الشيخ صالح الفوزان، مكتبة المعارف، الرياض، الطبعة الثالثة 1407 هـ/ 1986 م.\r28_ تخليص الشواهد وتلخيص الفوائد: ابن هشام الأنصاري، تحقيق د. عباس الصالحي، دار الكتاب العربي، الطبعة الأولى 1406 هـ/ 1986 م.\r29_ تسهيل الفوائد: ابن مالك، تحقيق محمد كامل بركات، القاهرة 1968ام.\r30_ التصريح على التوضيح: الشيخ خالد الأزهري.\r31_ التفسير الكبير: فخر الدين الرازي، الطبعة الأولى 1354 هـ/ 1935.\r32_ الجامع لأحكام القرآن: القرطبي، دار إحياء التراث العربي عن طبعة دار الكتب المصرية.\r33_ الجني الداني في حروف المعاني: المرادي، تحقيق طه محسن 1396 هـ/ 1976 م.\r34_ حاشية الصبان على شرح الأشموني: دار إحياء الكتب العربية.\r35_ حاشية يس العليمي على التصريح: دار إحياء الكتب العربية.\r36_ خزانة الأدب: البغدادي، تحقيق عبد السلام هارون، دار الكتاب العربي.\r37_ الخصائص: ابن جني، تحقيق محمد علي النجار، مطبعة دار الكتب المصرية، الطبعة الثانية 1371 هـ/1952م.\r38_ الدرر الكامنة: ابن حجر، تحقيق محمد سيد جاد الحق.\r39_ الدرّ المصون: السمين الحلبي، تحقيق د. أحمد الخراط، دار القلم، دمشق.\r40_ شرح ابن عقيل على ألفية ابن مالك، تحقيق محمد محي الدين عبد الحميد.\r41_ شرح أبيات سيبويه: ابن السيرافي، تحقيق د. محمد علي سلطاني، دار المأمون للتراث، دمشق 1979 م.\r42_ شرح الأشموني مع الصبان، دار إحياء الكتب العربية.\r43_ شرح جمل الزجاجي: ابن عصفور، تحقيق د. صاحب أبو جناح، 1400 هـ/ 1980 م. 44_ شرح ا لكافية: ا لرضي، بيروت.\r45_ شرح الكافية الشافية: ابن مالك، تحقيق د. عبد المنعم هريدي، الطبعة الأولى 1402هـ/1982م.\r46_ شرح اللمحة البدرية: ابن هشام. تحقيق د. هادي نهر.\r47_ شرح المفصل: ابن يعيش، إدارة الطباعة المنيرية.\r48_ فتح القدير: الشوكاني، دار الفكر- بيروت.","part":1,"page":294},{"id":295,"text":"49_ الكتاب: سيبويه، تحقيق عبد السلام هارون، الهيئة المصرية العامة للكتاب.\r50_ الكشاف: الزمخشري، مطبعة الحلبي.\r51_ كشف الظنون: حاجي خليفة- بيروت.\r52_ مجلة البحوث الإسلامية، تصدرها الرئاسة العامة لإدارات البحوث، في الرياض العدد 25 لسنة 1409 هـ.\r53_ مسألة في كلمة الشهادة: الزمخشري، مخطوطة برلين.\r54_ المسائل المنثورة: أبو علي الفارسيّ، تحقيق مصطفى الحدري، مطبوعات مجمع اللغة العربية بدمشق.\r55_ المساعد على تسهيل الفوائد: ابن عقيل، تحقيق د. محمد كامل بركات، الطبعة الأولى، منشورات جامعة أم القرى.\r56_ معاني القرآن وإعرابه: الزجاج، تحقيق د. عبد الجليل شلبي، عالم الكتب، بيروت، الطبعة الأولى 08 14 هـ/1988م.\r57_ معجم المؤلفين: عمر رضا كحالة- بيروت.\r58_ معنى لا إله إلا اللّه: الزركشي، تحقيق علي محي الدين القرة داغي، دار الإصلاح، القاهرة.\r59_ مغني اللبيب: ابن هشام. تحقيق د. مازن المبارك وزميله، دمشق، الطبعة الأولى 1384 هـ/1964م.\r60_ المقتصد في شرح الإيضاح: عبد القاهر الجرجاني، تحقيق د. كاظم بحر المرجان، 1982 م.\r61- النكت في تفسير كتاب سيبويه: الأعلم الشنتمري، تحقيق زهير سلطان، الكويت 1407هـ/ 1987م.\r62- همع الهوامع: السيوطي، تحقيق د. عبد العال سالم مكرم، دار البحوث العلمية- الكويت.\r0422. Belajar Mengi'rob Bismillahirrohmanirrohiim\rإِعْرَابُ ( بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ )\rالْبَاءُ فِي : بِسْمِ مُتَعَلِّقَةٌ بِمَحْذُوفٍ ; فَعِنْدَ الْبَصْرِيِّينَ الْمَحْذُوفُ مُبْتَدَأٌ وَالْجَارُّ وَالْمَجْرُورُ خَبَرُهُ ، وَالتَّقْدِيرُ ابْتِدَائِي بِسْمِ اللَّهِ ; أَيْ كَائِنٌ بِاسْمِ اللَّهِ ; فَالْبَاءُ مُتَعَلِّقَةٌ بِالْكَوْنِ وَالِاسْتِقْرَارِ .","part":1,"page":295},{"id":296,"text":"وَقَالَ الْكُوفِيُّونَ : الْمَحْذُوفُ فِعْلٌ تَقْدِيرُهُ ابْتَدَأْتُ ، أَوْ أَبْدَأُ ، فَالْجَارُّ وَالْمَجْرُورُ فِي مَوْضِعِ نَصْبٍ بِالْمَحْذُوفِ ، وَحُذِفَتِ الْأَلِفُ مِنَ الْخَطِّ لِكَثْرَةِ الِاسْتِعْمَالِ ، فَلَوْ قُلْتَ لِاسْمِ اللَّهِ بَرَكَةٌ أَوْ بِاسْمِ رَبِّكَ ، أَثْبَتَّ الْأَلِفَ فِي الْخَطِّ .\rوَقِيلَ حَذَفُوا الْأَلِفَ ; لِأَنَّهُمْ حَمَلُوهُ عَلَى سِمٍ ، وَهِيَ لُغَةٌ فِي اسْمٍ .\rوَلُغَاتُهُ خَمْسٌ : سِمٌ بِكَسْرِ السِّينِ وَضَمِّهَا ، اسْمٌ بِكَسْرِ الْهَمْزَةِ وَضَمِّهَا ، وَسُمَى مِثْلُ ضُحَى .\rوَالْأَصْلُ فِي اسْمٍ : سُمُوٌ فَالْمَحْذُوفُ مِنْهُ لَامُهُ يَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ قَوْلُهُمْ فِي جَمْعِهِ أَسْمَاءُ وَأَسَامِي وَفِي تَصْغِيرِهِ \" سُمَيٌّ \" وَبَنَوْا مِنْهُ فَعِيلًا ، فَقَالُوا فُلَانٌ سَمِيُّكَ : أَيِ [ ص: 10 ] اسْمُهُ كَاسْمِكَ ، وَالْفِعْلُ مِنْهُ سَمَّيْتُ وَأَسْمَيْتُ ; فَقَدْ رَأَيْتَ كَيْفَ رَجَعَ الْمَحْذُوفُ إِلَى آخِرِهِ .\rوَقَالَ الْكُوفِيُّونَ : أَصْلُهُ وَسَمَ لِأَنَّهُ مِنَ الْوَسْمِ ، وَهُوَ الْعَلَامَةُ وَهَذَا صَحِيحٌ فِي الْمَعْنَى فَاسِدٌ اشْتِقَاقًا .\rفَإِنْ قِيلَ : كَيْفَ أُضِيفَ الِاسْمُ إِلَى اللَّهِ ، وَاللَّهُ هُوَ الِاسْمُ ؟ .","part":1,"page":296},{"id":297,"text":"قِيلَ فِي ذَلِكَ ثَلَاثَةُ أَوْجُهٍ : أَحَدُهَا : أَنَّ الِاسْمَ هُنَا بِمَعْنَى التَّسْمِيَةِ ، وَالتَّسْمِيَةُ غَيْرُ الِاسْمِ ; لِأَنَّ الِاسْمَ هُوَ اللَّازِمُ لِلْمُسَمَّى ، وَالتَّسْمِيَةُ هُوَ التَّلَفُّظُ بِالِاسْمِ . وَالثَّانِي : أَنَّ فِي الْكَلَامِ حَذْفُ مُضَافٍ ، تَقْدِيرُهُ بِاسْمِ مُسَمَّى اللَّهِ . وَالثَّالِثُ أَنَّ اسْمًا زِيَادَةٌ ; وَمِنْ ذَلِكَ قَوْلُهُ : إِلَى الْحَوْلِ ثُمَّ اسْمُ السَّلَامِ عَلَيْكُمَا وَقَوْلُ الْآخَرِ : دَاعٍ يُنَادِيهِ بِاسْمِ الْمَاءِ أَيِ السَّلَامُ عَلَيْكُمَا ، وَنُنَادِيهِ بِالْمَاءِ .\rوَالْأَصْلُ فِي اللَّهِ الْإِلَاءُ ، فَأُلْقِيَتْ حَرَكَةُ الْهَمْزَةِ عَلَى لَامِ الْمَعْرِفَةِ ثُمَّ سُكِّنَتْ وَأُدْغِمَتْ فِي اللَّامِ الثَّانِيَةِ ، ثُمَّ فُخِّمَتْ إِذَا لَمْ يَكُنْ قَبْلَهَا كَسْرَةٌ ، [ وَرُقِّقَتْ إِذَا كَانَتْ قَبْلَهَا كَسْرَةٌ ] وَمِنْهُمْ مَنْ يُرَقِّقُهَا فِي كُلِّ حَالٍ ، وَالتَّفْخِيمُ فِي هَذَا الِاسْمِ مِنْ خَوَاصِّهِ .\rوَقَالَ أَبُو عَلِيٍّ : هَمْزَةُ إِلَاهٍ حُذِفَتْ حَذْفًا مِنْ غَيْرِ إِلْقَاءٍ ، وَهَمْزَةُ إِلَاهٍ أَصْلٌ ; وَهُوَ مِنْ أَلِهَ يَأْلَهُ إِذَا عُبِدَ ، فَالْإِلَهُ مَصْدَرٌ فِي مَوْضِعِ الْمَفْعُولِ أَيِ الْمَأْلُوهِ ، وَهُوَ الْمَعْبُودُ .\rوَقِيلَ أَصْلُ الْهَمْزَةِ وَاوٌ ; لِأَنَّهُ مِنَ الْوَلَهِ ، فَالْإِلَهُ تَوَلَّهُ إِلَيْهِ الْقُلُوبُ ; أَيْ تَتَحَيَّرُ .\rوَقِيلَ أَصْلُهُ لَاهُ عَلَى فَعِلَ ، وَأَصْلُ الْأَلِفِ يَاءٌ ; لِأَنَّهُمْ قَالُوا فِي مَقْلُوبِهِ لَهِيَ أَبُوكَ ثُمَّ أُدْخِلَتْ عَلَيْهِ الْأَلِفُ وَاللَّامُ .\r( الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ) صِفَتَانِ مُشْتَقَّتَانِ مِنَ الرَّحْمَةِ .","part":1,"page":297},{"id":298,"text":"وَالرَّحْمَنُ مِنْ أَبْنِيَةِ الْمُبَالَغَةِ . وَفِي الرَّحِيمِ مُبَالَغَةٌ أَيْضًا ; إِلَّا أَنَّ فَعْلَانًا أَبْلَغُ مِنْ فَعِيلٍ .\rوَجَرُّهُمَا عَلَى الصِّفَةِ ; وَالْعَامِلُ فِي الصِّفَةِ هُوَ الْعَامِلُ فِي الْمَوْصُوفِ .\rوَقَالَ الْأَخْفَشُ : الْعَامِلُ فِيهَا مَعْنَوِيٌّ وَهُوَ كَوْنُهَا تَبَعًا وَيَجُوزُ نَصْبُهُمَا عَلَى إِضْمَارِ أَعْنِي ، وَرَفْعُهُمَا عَلَى تَقْدِيرِ هُوَ .\rفائدة في أوجه البسملة الجائزة لغة : مجموع الأوجه تسعة منها سبعة أوجه جائزة و وجهان ممتنعان\rالوجه الأول : خفضهما جميعا ( أي الرحمن و الرحيم ) على أنهما صفتان \" لله \"\rبسم الله الرحمنٍ الرحيمٍ\rالوجه الثاني : رفعهما جميعا على أنهما خبر لمبتدأ محذوف تقديره \" هو \"\rبسم الله الرحمن هو الرحمن’ هو الرحيم’\rالوجه الثالث : نصبهما جميعا . على أنهما مفعول به لفعل محذوف تقديره \" أقصد \"\rبسم الله أقصد الرحمنَ أقصد الرحيمَ\rالوجه الرابع : خفض الأول و رفع الثاني . على أن الأول صفة لله و الثاني خبر لمبتدأ محذوف تقديره \" هو \"\rبسم الله الرحمن ِ هو الرحيم’\rالوجه الخامس : خفض الأول و نصب الثاني . على أن الأول صفة لله و الثاني على أنه مفعول به لفعل محذوف تقديره \" أقصد \"\rبسم الله الرحمن ِ أقصد الرحيم َ\rالوجه السادس : رفع الأول و نصب الثاني . على أن الأول خبر لمبتدأ محذوف تقديره \" هو \" و الثاني على أنه مفعول به لفعل محذوف تقديره \" أقصد \"\rبسم الله هو الرحمن ’ أقصد الرحيم َ\rالوجه السابع : نصب الأول و رفع الثاني . فالأول على أنه مفعول به لفعل محذوف تقديره \" أقصد \" و الثاني على أنه خبر لمبتدأ محذوف تقديره \" هو \"\rبسم الله أقصد الرحمن َ هو الرحيم’\rالوجه الثامن ( ممتنع ) : رفع الأول و خفض الثاني . لامتناع خفض الثاني للانقطاع\rبسم الله هو الرحمن’ الرحيم ِ\rالوجه التاسع ( ممتنع ) : نصب الأول و خفض الثاني . لامتناع خفض الثاني","part":1,"page":298},{"id":299,"text":"بسم الله أقصد الرحمن َ الرحيمِ\rملاحظة : الأوجه السبعة جائزة لغة فقط ، أما قراءة فالوجه الجائز هو الأول فقط .\r[ Agus Sutopo ]\r0424. SILATURAHMI atau SILATURAHIM ???!!!\rPERTANYAAN :\rIeOn Moehammad\rYang benar yang mana ya antara shilaturrohmi dengan shilaturrohim, menyambung sanak famili ?\rJAWABAN :\rAgus Sutopo\rAda ayat al-qur'an yang menganjurkan pentingnya silaturrahim\r(( إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْأِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)) (النحل:90).\rوقال سبحانه وتعالى : (( فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ * أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ)) (محمد:23).\radapun shilaturrohmi atau shilaturrohim mana yang benar keduanya sama-sama benar. essensinya sama yakni shilah (صلة) menyambung dan rahim (الرحيم ) jamaknya arham. Bisa dirujuk ke ilmu bahasa ada polisemi, hipernim dan hiponim. misalnya poliseninya kue, maka hipernimnya donat, kucur, jemblem dan lain-lain. odol misalnya, hipernimnya pepsodent, ritadent, dll.\rمن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحمه\rMan kaana yu'minu billahi wal yaumil akhir fal yashil rahimau (sesiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaklah silaturrahim) hadis riwayat bukhori\rمن احب ان يبسط له فى رزقه وينسأ له فى اثره فليصل رحمه (متفقن عليه)\rArtinya: Sesiapa yang ingin dimurahkan rezkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia bersilaturrahmi.\rPenjelasan kata ro, ha, mim (رحم )\rAda dua bacaan (1) dibaca rohm dan (2) rihm","part":1,"page":299},{"id":300,"text":"Menurut Ibn Manzur dalam lisan al-arab jilid 12, hal. 232, makna رحم adalah kerabat dekat, adapun menurut al-Raghib adalah peranakan tempat bersemanyamnya anak.\r(1) قال ابن منظور في لسان العرب 12 / 232: الرحم (بفتح الراء وكسر الحاء) أسباب\rالقربة، وأصلها الرحم التي هي منبت الولد، وهي الرحم (بكسر الراء وسكون الحاء)\r. الجوهري: الرحم القرابة، والرحم بالكسر مثله.\rDari berbagai sumber kamus bahasa makna ro, ha' mim, mengandungi 22 makna\r(1)\rرحم:\rر ح م: الرَّحْمَةُ الرقة والتعطف و المَرْحَمَةُ مثله وقد رَحِمَهُ بالكسر رَحْمَةً و مَرْحَمَةً أيضا و تَرَحَّمَ عليه و تَرَاحَمَ القوم رَحِمَ بعضهم بعضا و الرَّحَمُوتُ من الرحمة يقال رهبوت خير من رحموت أي لأن تُرهَب خير من أن تُرحَم و الرَّحِمُ القرابة والرحم أيضا بوزن الجسم مثله و الرَّحْمنُ الرَّحِيمُ اسمان مشتقان من الرحمة ونظيرهما نديم وندمان وهما بمعنى ويجوز تكرير الاسمين إذا اختلف اشتقاقهما على وجه التأكيد كما يقال فلان جاد مجد إلا أن الرحمن اسم مختص بالله تعالى ولا يجوز أن يسمى به غيره ألا ترى أنه سبحانه وتعالى قال {قل ادعوا الله أو ادعوا الرحمن} فعادل به الاسم الذي لا يشركه فيه غيره وكان مسيلمة الكذاب يقال له رَحْمَانُ اليمامة و الرَّحِيمُ قد يكون بمعنى المرحوم كما يكون بمعنى الراحم و الرُّحْمُ بالضمة الرحمة قال الله تعالى {وأقرب رحما} و الرُّحُمُ بضمتين مثله\rالمعجم: مختار الصحاح\r(2)\rرحم : مرحوم:\rاسم مفعول من رحِمَ.\r• المرحوم: الميِّت (تفاؤلاً بتمتعه برحمة الله وعفوه) \"ذكرى وفاة المرحوم فلان\".\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(3)\rرحم : رُحْمى:\rرحمة، رقَّة القلب وعطف يقتضي المغفرة والإحسان \"رُحْماك ياربّ: ارحمني\".\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(4)\rرحم : رحِمَ يَرحَم، رَحمةً ورُحْمًا، فهو راحِم، والمفعول مَرْحوم:\r• رحِم يتيمًا","part":1,"page":300},{"id":301,"text":"رقَّ له وعطَف عليه \"ضربه بلا رحمة ولا شفقة- كان يوم فتح مكة يوم الرَّحمة- ارْحَمُوا مَنْ فِي الأرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ [حديث]- {كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ}: أوجبها على نفسه كرمًا منه وفضلاً- {وَأَقْرَبَ رُحْمًا} \".\r• رحِم اللهُ فلانًا: تعطَّف عليه وأحسن إليه ورزقه \" {وَإلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ} \" ° رحِمه الله/ الله يرحمه: دعاء للميِّت- يرحمك الله: تشميت للعاطس.\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(5)\rرحم : رُحْم:\r1 - مصدر رحِمَ.\r2 - علاقة القرابة وسببها \" {فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا} \".\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(6)\rرحم : رَحيم:\rج رحيمون ورُحَماء: صيغة مبالغة من رحِمَ: كثير الرّحمة والشفقة \"أبٌ/ شيخٌ رحيم- إنه حاكم عادل بين الناس، رحيم بالضعفاء- {أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ} \".\r• الرَّحيم: اسم من أسماء الله الحسنى، ومعناه: الرَّفيق بالمؤمنين، والعاطف على خلقه بالرِّزق، والمثيب على العمل \" {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} \".\r• القتل الرَّحيم: إنهاء حياة المرضى الميئوس من شفائهم طبِّيًّا.\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(7)\rرحم : رَحْمَن:\r• الرَّحمن\r1 - اسم من أسماء الله الحسنى، ومعناه: ذو الرَّحمة التي لا غايةَ بعدها في الرّحمة، الذي وسعت رحمتُه كلَّ شيء، الذي يُزيح العلل ويُزيل الكروب، العطوفُ على عباده بالإيجاد أوّلاً، وبالهداية إلى الإيمان وأسباب السّعادة ثانيًا، وبالإسعاد في الآخرة ثالثًا، المنعِمُ بما لا يُتصوَّر صدورُ جنسه من العباد \" {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} \".\r2 - اسم سورة من سور القرآن الكريم، وهي السُّورة رقم 55 في ترتيب المصحف، مدنيَّة، عدد آياتها ثمانٍ وسبعون آية.\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(8)","part":1,"page":301},{"id":302,"text":"رحم : رَحْمَة:\rج رَحَمات (لغير المصدر) ورَحْمات (لغير المصدر):\r1 - مصدر رحِمَ ° الرَّحمة: نداء لالتماس المغفرة والصفح أو لاستثارة الشفقة- تغمَّده الله برحمته/ انتقل إلى رحمة الله: تُوفِّي، مات- ملائكة الرَّحمة: كناية عن الممرِّضات- وضَعه تحت رحمته/ جعله تحت رحمته: تحكَّم فيه.\r2 - خير ونعمة \" {وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ} \".\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(9)\rرحم : رَحِميَّة:\rاسم مؤنَّث منسوب إلى رَحِم: \"أواصر/ التهابات رحميّة\".\r• نزعة رحمِيَّة: نزعة تميل إلى إيجاد علاقة قويَّة ومتينة تجمع بين الأشخاص أو الأشياء.\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(10)\rرحم : رَحِم:\rج أَرحام، مؤ رَحِم، ج مؤ أَرحام:\r1 - قرابة أو أسبابها \"ونحن في الشرق والفصحى بنو رحمٍ ... ونحن في الجُرح والآلام إخوانُ- إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ [حديث]- {فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ} \" ° أولو الأرحام/ ذوو الأرحام: الأقارب الذين ليسوا من العَصَبة ولا من ذوي الفروض، كبنات الإخوة وبنات الأعمام- صِلَة الرَّحِم: زيارة الأقارب والإحسان إليهم، وعكسها قطيعة الرَّحم.\r2 - (حي، شر) عضو عضليّ أجوف غليظ الجدار يوجد في بطن الثدييات، وفيه يتكوّن الجنين وينمو إلى أن يُولد (يذكَّر ويؤنَّث) \" {هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ} \".\r• حلقتا الرَّحم: (طب) حلقة على فم الفرج عند طرفه والحلقة الأخرى تنضمّ على الماء وتنفتح للحَيْض.\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(11)\rرحم : رَحُوم:\rصيغة مبالغة من رحِمَ: كثير الرَّحمة (للمذكر والمؤنث).\rالمعجم: اللغة العربية المعاصر\r(12)\rرحم : رَحَموت:","part":1,"page":302},{"id":303,"text":"شفقة ورحمة عظيمة \"رَهبوتٌ خيرٌ لك من رَحَمُوت [مثل]: لأن تُرهَبَ خيرٌ لك من أن تُرْحَمَ لأن الذي يخافه النَّاس يقتضي أن يكون ع?\rAdapun pecahan kalimat ro' ha' mim ( رحم ) sebagai berikut :\r(1) الرَّحْمة (2) المرْحَمَةُ (3) مَرْحومٌ (4)الرَّحْمَنُ (5)الرحيم(6)راحِمٌ (7) رَحِمٌ (8) رُحُماً (9) الرِحْمُ (10) الرُّحْمُ\rKesimpulannya dari aspek semiotika-leksikografi perkataan silaturahmi mempunyai arti sama dengan silaturahim hanya saja penyebutan silaturahmi kurang tepat dan yang tepat silaturrahim. Sungguhpun ini hanya ijtihad lughawi, kalau lepat mohon ngapuro. Suwun. Adapun perkataan silah (صلة) asal kata وصل يصل وصلا atau وصل يصل صلة yang bermakna sambung ( الوصل) lawan darpada putus (ضد القطع). Pada pendapat Ibn Athir yang dimaksud dengan صلة الرحم adalah berbaik-baik kepada kerabat dekat yang masih ada hubungan keluarga\r( يقول الإمام ابن الأثير : صلة الرحم هي الإحسان الى الأقربين من ذوي النسب).\r0434. Belajar Mengi'rob A'uudzu billahi minasy syaithoonir rojiim\rOleh Agus Sutopo\rأعوذ بالله من الشيطان الرجيم\rإِعْرَابُ الِاسْتِعَاذَةِ : ( أَعُوذُ ) أَصْلُهُ أَعْوُذُ بِسُكُونِ الْعَيْنِ وَضَمِّ الْوَاوِ ، مِثْلُ أَقْتُلُ ; فَاسْتُثْقِلَتِ الضَّمَّةُ عَلَى الْوَاوِ فَنُقِلَتْ إِلَى الْعَيْنِ وَبَقِيَتْ سَاكِنَةً . وَمَصْدَرُهُ عَوْذٌ ، وَعِيَاذٌ ، وَمَعَاذٌ .\rوَهَذَا تَعْلِيمٌ وَالتَّقْدِيرُ فِيهِ : قُلْ أَعُوذُ .\rوَ ( الشَّيْطَانِ ) فَيْعَالٌ مِنْ شَطَنَ يَشْطُنُ إِذَا بَعُدَ ، وَيُقَالُ فِيهِ شَاطَنَ وَتَشَيْطَنَ وَسُمِّيَ بِذَلِكَ كُلُّ مُتَمَرِّدٍ لِبُعْدِ غَوْرِهِ فِي الشَّرِّ .","part":1,"page":303},{"id":304,"text":"وَقِيلَ : هُوَ فَعْلَانُ ، مِنْ شَاطَ يَشِيطُ إِذَا هَلَكَ ; فَالْمُتَمَرِّدُ هَالِكٌ بِتَمَرُّدِهِ .\rوَيَجُوزُ أَنْ يَكُونَ سُمِّيَ بِفَعْلَانَ لِمُبَالَغَتِهِ فِي إِهْلَاكِ غَيْرِهِ .\rوَ ( الرَّجِيمِ ) فَعِيلٌ بِمَعْنَى مَفْعُولٍ ، أَيْ مَرْجُومٌ بِالطَّرْدِ وَاللَّعْنِ .\rوَقِيلَ : هُوَ فَعِيلٌ بِمَعْنَى فَاعِلٍ ، أَيْ يَرْجُمُ غَيْرَهُ بِالْإِغْوَاءِ .\r(أعوذ بالله من الشيطان الرجيم)\rأعوذ: فعل مضارع مرفوع وعلامة رفعه الضمة، والفاعل ضمير مستتر تقديره (أنا).\rبالله: الباء: حرف جر، الله: لفظ الجلالة اسم مجرور وعلامة جره الكسرة، والجار والمجرور متعلقان بالفعل (أعوذ).\rمن الشيطان: جار ومجرور متعلقان بالفعل (أعوذ).\rالرجيم: نعت لـ(الشيطان) مجرور وعلامة جره الكسرة\r0437. Bab al-Kalam wa Ma Yataallafu Minhu\rPengajian Syarah Alfiyah Ibn Malik\rBab al-Kalam wa Ma Yataallafu Minhu\r--------------------------\rالكَلامُ وما يتأَلَّفُ منْهُ\r\"الكلام والكلم والكلمة\"\r-------------------------\rكلامُنا لَفْظٌ مفيدٌ كاسْتَقِمْ::: واسْمٌ وفعلٌ ثُمَّ حرفٌ الْكَلِمْ\r------------------------------------------------------------\rواحِدُهُ كَلِمَةٌ والقولُ عَمّ::: وكَلْمَةٌ بها كَلامٌ قد يُؤَمّ\r------------------------------------------------------------\rالشرح\r(كلامُنا لَفْظٌ مفيدٌ كاسْتَقِمْ)\rالكلام في اللغة\rهواسم لكل ما يتكلم به\rأما في الاصطلاح -اصطلاح النحويين-: فهو اللفظ المفيد فائدة يحسن السكوت عليها\rلذلك قال ابن مالك:كلامنا لكي يشير إلى أن المقصود هنا هو كلام النحويين لا كلام اللغويين\rوفيما يلي توضيح التعريف الاصطلاحي\r- اللفظ\rهو الصوت المشتمل على بعض الحروف تحقيقاً أو تقديراً، فهو بذلك يشمل المستعمل كـ(زيد) ويشمل المهمل كـ(ديز)-لفظ لا معنى له- ويشمل الكلمة والكلام والكلم","part":1,"page":304},{"id":305,"text":"------------------------------------------------------------------\r- مفيد\rأخرج غير المفيد وهو المهمل\r- فائدة يحسن السكوت عليها: أخرج الكلمة وبعض الكلم لأنه لا يشترط في الكلم أن يكون مفيداً وإنما أن يتكون من ثلاث كلمات فأكثر كما سيأتي شرحه في البند التالي\r----------------------------------------------------------------------\rنلاحظ هنا أن ابن مالك قال في هذا البيت (كلامنا لفظ مفيد كاستقم) ولم يقل (مفيد فائدة يحسن السكوت عليها) والجواب على هذا أن نقول: إنه قصد بقوله (كاستقم) أي كفائدة استقم وهي فائدة يحسن السكوت عليها فهو بذلك قد استغنى بالمثال عن ذكر بقية التعريف، ونقصد بالفائدة التي يحسن السكوت عليها: أن تفيد معنى بحيث لا يكون السامع منتظراً لشيء آخر انتظاراً تاماً\rوأقل ما يتألف الكلام من اسمين نحو(زيدٌ قائمٌ) ،أو من فعل واسم نحو(قامَ زيدٌ) ، ولا يشترط في الاسم أو الفعل أن يكونا ظاهرين كما في مثال المصنف قوله(استقم) فهو يتكون من الفعل الظاهر-استقمْ- ومن الاسم المستتر-الضمير أنت-، ومثال الفعل المستتر قولنا(يا زيدُ) فتقديرها أدعو زيداً\r--------------------------------------------------------------------------------------------\rوينقسم الكلام إلى قسمين :\r- أولهما الخبر: وهو ما يحتمل التصديق والتكذيب من الكلام أو ما يصلح لأن يوصف بالصدق والكذب نحو (قامَ زيدٌ) و (ما قام زيد)، فإنه يصلح في هذين المثالين أن يقال هذا صدق أو هذا كذب\r- ثانيهما الإنشاء: وهو ما لا يصلح لأن يوصف بالصدق أو الكذب نحو (كيف حالك؟) ونحو (اللهم إني أسألك الجنة) وغيرها من الأمثلة التي لا يصلح في أي منها أن يقال هذا صدق أو هذا كذب إذ لا يوجد إخبار عن شيء ليوصف الخبر بالصدق أو الكذب\r(ملاحظة: لم يذكر المصنف في ألفيته أقسام الكلام فأوردتها في الشرح لصلتها بموضوعه كما لا يخفى)","part":1,"page":305},{"id":306,"text":"-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------\r(واسْمٌ وفعلٌ ثُمَّ حرفٌ الْكَلِمْ)\rالكلم\rهو ما تركب من ثلاث كلمات فأكثر، سواء حسن السكوت عليه أم لا\r- فمثال ما يحسن السكوت عليه من الكلم (جاءَ زيدٌ ماشياً)\r- ومثال ما لا يحسن السكوت عليه إنْ قامَ زيدٌ\r--------------------------------------------------\r* العلاقة بين الكلام والكلم*:\r- بما أن شرط الكلام أن يكون مفيداً\r- وبما أن أقل الجمع ثلاثة\rفإن بين الكلام والكلم عموماً وخصوصاً\r- فالكلم أعم من جهة المعنى لأنه يشمل المفيد وغيره\r- والكلم أخص من جهة اللفظ لكونه لا يشمل المركب من كلمتين، والأمثلة التالية توضح هذه العلاقة:\r(جاءَ زيدٌ ماشياً) كلام لوجود الفائدة، وكلم لأنه يتركب من ثلاث كلمات\r(قامَ زيدٌ) كلام لوجود الفائدة، وليس كلماً لأنه تركب من أقل من ثلاث كلمات\r(إنْ قامَ زيدٌ) ليس كلاماً لأنه لم يفد، ولكنه كلم لأنه تركب من ثلاث كلمات\r(إن قامَ زيدٌ فسوفَ) ليس كلاماً لأنه لم يفد، ولكنه كلم لأنه تركب من أكثر من ثلاث كلمات.\rملاحظة:سيأتي شرح الاسم والفعل والحرف في البند التالي.\r-----------------------------------------------------------------\r(واحِدُهُ كَلِمَةٌ والقولُ عَمّ)\r------------------------------\rالكلمة(لغة): هي الجمل المفيدة\rقال تعالى (كلا إنَّها كَلِمَةٌ هُوَ قائِلُهَا) إشارة إلى قوله (رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صالِحاً فِيْما تَرَكْتُ)\rالكلمة (اصطلاحاً): هي قول مفرد\rتوضيح التعريف:\r- القول: هو اللفظ الدال على معنى، فهو بذلك يشمل الكلام والكلم والكلمة\r- المفرد: هو ما لا يدل جزؤه على جزء معناه، وهو بذلك يشمل ثلاثة أنواع:\r1- ما لا جزء له أصلاً كهمزة الاستفهام وواو العطف وغيرها","part":1,"page":306},{"id":307,"text":"2- ما له جزء ولا يدل على جزء معناه مثل(زيد)، فإن أجزاءه الزاي والياء والدال إذا أفردت لا تدل على شيء مما يدل هو عليه.\r3- ما له أجزاء تدل عليه ولكنه ليس جزء المعنى الذي تدل عليه الجملة نحو (عبد الله) علماً\r--------------------------------------------------------------------------------------------------\r*أقسام الكلمة*\r1- الاسم: وهو ما دل على معنى مفرد\rونقول (معنى مفرد) لنميزه عن الفعل إذ كان الفعل يدل على معنى وزمان محصل.\r- الاسم لغة: سمة الشيء أي علامته\r2- الفعل وهو ما دل على معنى وزمان محصل\rونعني بالمحصل الماضي والحاضر والمستقبل\rمثال ذلك (يقوم) فإنه يدل على معنى أو حدث وهو القيام ويدل أيضاً على أن الحدث يحدث في الحاضر أي يقوم الآن\r- الفعل لغة: هو نفس الحدث الذي يحدثه الفاعل من قيام أو قعود أو نحوهما\r3- الحرف\rوهو ما دل على معنى في غيره، كحروف الجر\r- الحرف لغة: طرف الشيء\r** فالكلمة ثلاثة أقسام ليس غير ، أجمع على ذلك من يعتد بقوله، والدليل على ذلك ما يلي:-\r1- الاستقراء:\rفإن علماء النحو تتبعوا كلام العرب فلم يجدوا إلا ثلاثة أنواع، ولو كان ثَمَّ نوع رابع لعثروا على شيء منه\r2- أن المعاني ثلاثة: ذات وحدث ورابطة للحدث بالذات\rفالذات الاسمُ، والحدث الفعلُ، والرابطة الحرفُ\r3- وأن الكلمة إن دلت على معنى في غيرها فهي الحرف- وإن دلت على معنى في نفسها-، فإن دلت على زمان محصل فهي الفعل ، وإلا فهي الاسم\r* قال ابن الخبَّاز: ولا يختص انحصار الكلمة في الأنواع الثلاثة بلغة العرب؛ لأن الدليل الذي دل على الانحصار في الثلاثة عقليٌّ، والأمور العقلية لا تختلف باختلاف اللغات،انتهى\r** وفي الكلمة ثلاث لغات هي:\r1- كَلِمَة (وهي الفصحى ولغة أهل الحجاز)، وجمعها كَلِم.\r2- كِلْمَة (وهي لغة تميم)، وجمعها كِلْم.\r3- كَلْمَة (وهي لغة تميم)، وجمعها كَلْم.\r(وكَلْمَةٌ بها كَلامٌ قد يُؤَمّ)","part":1,"page":307},{"id":308,"text":"--------------------------\rيعني أن الكلمة قد يقصد بها الكلام كقولهم في ( لا إله إلا الله) كلمة الإخلاص.\rbersambung...[ Agus Sutopo ]\r0515. TA' TA'NIST FI'IL KETIKA FA'ILNYA JAMA' MUDZAKAR SALIM\rPERTANYAAN:\rUtuh Raji\rMaafkan tak sesuai Ad/ART group, tapi saya perlu tahu. Ini masalah Shorof, dan sudah saya lempar di Group Nahwu Shorof belum ada yang bersedia menjawabkan. Pertanyaannya begini....\rالصلاة لسيدنا احمد البدوي رضي الله عنه\rاللهم صل و سلم و بارك على سيدنا و مولانا محمد شجرة الأصل النورانية و لمعة القبضة الرحمانية و أفضل الخليقة الإنسانية و اشرف الصورة الجسمانية و معدن الأسرار الربانية و خزائن العلوم الإصطفائية صاحب القبضة الأصلية و البهجة السنية و الرتبة العلية من اندرجت النبيون تحت لوائه فهم منه و إليه و صلّ و سلم و بارك عليه و على آله و صحبه عدد ما خلقت و رزقت و أمت و احييت إلى يوم تبعث من أفنيت و سلم تسليما كثيرا و الحمد لله رب العالمين\rPertanyaan! Mengapa \"indarojat\" bukan \"indaroja\". Padahal , fa'ailnya \"an-nabiyyun \" itu jama' mudzakkar saliim... Mohon penjelasannya !\rJAWABAN :\rIben Noel Mubarok\rPemberian ta' ta'nits di fi'il yang fa'ilnya berupa jama' mudzakar salim ada perkhilafan antara ulama kuffah dan basroh. Boleh menurut kuffiyyun dan tidak boleh menurut bashriyyun. Coba cek kitab hasyiyah khudlori bab fail hal 164 cet darul fikr :","part":1,"page":308},{"id":309,"text":"(قوله والتاء مع جمع إلخ) أفاد بهذا ان ما مر من لزوم التاء مع الظاهر الحقيقي التأنيث خاص بغير الجمع والمراد به ما يدل على متعدد سالما كان كزيدون وفاطمات وطلحات أو مكسرا كهنود وزيود أو اسم جمع كنساء وقوم أو اسم جنس كشجرة وبقر فكل ذلك يجوز فيه ترك التاء لتأوله بالجمع أو الفريق مثلا وإثباتها ولو مذكرا سالما لتأوله بالجماعة وهي من المؤنث المجازي والفرج في نساء وفاطمات ليس بنفس الجمع حتى يكون حقيقيا بل لآحاد هذا مذهب الكوفيين ، وذهب البصريون الى وجوب تأنيث جمع المؤنث السالم الحقيقي التأنيث لا كطلحات وتمرات ووجوب تذكير جمع المذكر السالم لأن سلامة الواحد فيهما صيرته كالمذكر بخلاف البقية....إلخ\rWallahu a'lam\rUtuh Raji\rBerarti untuk 'indarajat' ini, sayyid ahmad badawi memilih pendapat kuufiyyiin. Karena jelas sekali menurut yang masyhur kita pelajari, jama' mudzakkar salim, fi'ilnya tak boleh mu'annats, lain hal dengan jama' taksir.... 'alaaa kulli haal, syukran lakum jamii'an...... I LOVE YOU ALL.....\r0776. Pengertian MAJAZ\rPERTANYAAN :\rAfri Adi\rAda berapakah macam macam majaz ? Lafal anta syamsun anta badrun termasuk yang mana ?\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie\rMajaz ada 2 :\r1.…mursal\r2.…isti'arah\ranta syamsun adalah majaz istiarah karena dibangun atas tujuan tasybih(menyerupakan)\ranta syamsun = engkau laksana mentari\rMasaji Antoro\rMAJAZ ialah penggunaan suatu kata dengan makna yang lain daripada maknanya yang lazim. Kebalikan dari majaz adalah HAQIQAH.\rMajaz terbagi dua :\r1). Majaz Mursal : majaz yang tidak dibangun diatas tasybih","part":1,"page":309},{"id":310,"text":"2). Isti’arah : majaz yang dibangun diatas tasybih, atau penggunaan kata tidak dalam makna haqiqinya karena adanya hubungan keserupaan (syibh) antara makna yang dipakai tersebut dan makna haqiqinya.\r0807. Makna TAA' Marbutoh Pada Lafadz Malaikat\rPERTANYAAN :\rDihyatoel Kalabhie\rAssalamu'alaikum maaf saya maw tanya, kenapa lapadz malaikat itu pake ta marbutoh !! yang menunjukan perempuan, apakan malaikat itu perempuan !! mohon penjelasannya. termakasih\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Taa’ yang terdapat pada kata malaaikat ( ملائكة ) berfungsi mentaukidi (mengukuhkan) arti jama'nya (arti banyak) bukan memberi arti ta’nits (wanita).\rالتاء : هي تجيء لمعان كلها راجع إلى التأنيث وتاء الجمع… وتكون لتمييز الواحد من الجنس نحو : ( التمرة ) ؛ومن الجمع نحو : ( التخمة ) ولتأكيد الصفة والمبالغة نحو : (علامة ) ولتأكيد الجمع نحو : ( ملائكة )\r[ HURUF TAA’ ] AT-TAA’ dalam sebuah kata memiliki beberapa arti yang kesemuanya menunjukkan makna ta’nits (arti wanita) atau arti jama’. Taa’ juga berfungsi untuk membedakan arti tunggal dan jinis seperti dalam contoh kata at-Tamrah ( التمرة ), dari kata tunggal dengan jamaknya seperti dalam contoh at-Tukhmah ( التخمة ) \\Berfungsi untuk mentaukidi (mengukuhkan) dan memubalaghahkan (memberi arti sangat melebihkan) seperti dalam contoh kata ‘allaamat (علامة ), memberi arti mentaukidi kejamakannya seperti dalam kata malaaikat ( ملائكة ). [ Kitaab al-Kulliyyaat FASHAL AT-TAA I/254 ].\r0883. SHALLA WASAALAM/ SHALLA WASAALLIM YANG BENAR\rPERTANYAAN :\rIbnu Albansyuri Mashudiyah\r: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ.","part":1,"page":310},{"id":311,"text":"Maaf, saya sering mendengar banyak orang yang membaca A'LAIHI WASAALAM DAN A'LAIHI WASALLIM, terus yang benar yang mana?\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie\rKalo depannya shalli yang pas wa sallim, kalau depannya shalla yang pas wa sallam. Aturannya fiil amar athaf pada fiil amar, fiil maadhi athaf pada fiil madi. Jadi kalau dalam contoh diatas yang pas shalla wa sallam. Salah satu syarat mengathafkan fiil pada fiil yang lain yaitu kedua fiil harus memiliki zaman yang sama..\rو حذف متبوع بدا هنا استبح * و عطفك الفعل على الفعل يصح\r(و عطفك الفعل على الفعل)إن اتحدا في الزمان(يصح)نحو لنحيي به بلدة ميتا و نسقيه و لا يضر إختلافهما في اللفظ نحو تبارك الذي إن شاء جعل لك خيرا من ذلك جنات تجري من تحتها الأنهار و يجعل ذلك قصورا~بهجة المرضية 127\rSyarat sah mengathafkan fiil pada fiil adlah harus sama zamannya dan tidak masalah jika hanya berbeda lafadznya. [ ~bahjatul mardiah 127]. Sedang dalam bab washal dan fashal dalam ilmu balaghah salah satu hal yang mewajibkan fashal(tidak diathafkan)adalah berbedanya kedua jumlah dalam khabar dan insya'nya\rتجب الفصل في خمسة مواضع -إلى أن قال-أن يكون بين الجملتين تباين تام بأن يختلفا خبلاا و إنشاء ~حسن الصياغة 78\rNomor 2 dari hal yang mewajibkan fashal (tidak boleh diathafkan) adalah ketika kedua jumlah memiliki perbedaan yang jelas seperti ketika berbeda dalam khabar dan insya'nya. [ ~husnusshiaghah 78 ].\rJadi shalli wa sallam atau shalla wa sallim hukumnya tidak boleh menurut ilmu balaghah karena kedua jumlah yang berbeda dalam status khabar dan insya'nya maka wajib di fashal dan tak boleh di washal.\rNur Hasyim S. Anam","part":1,"page":311},{"id":312,"text":"وَعَطْفُكَ الفِعْلَ عَلَى الفِعْلِ يَصِحْ بشرط اتحاد زمانيهما سواء اتحد نوعهما : نحو: {لنحيي به بلدة ميتاً ونسقيه} (الفرقان: 49) {وإن تؤمنوا وتتقوا يؤتكم أجوركم ولا يسألكم أموالكم} (محمد: 36)\rأم اختلفا نحو قوله تعالى: {يقدم قومه يوم القيامة فأوردهم النار} (هود: 98)، {تبارك الذي إن شاء جعل لك خيراً من ذلك جنات تجري} (الفرقان: 10) الآية\r0996. DEFINISI ILMU MANTIQ\rPERTANYAAN :\rمحمد ابن العربي\rAssalamualaikum warohmatullohiwabarokaatuh,,,Mohon pencerahan tentang ilmu ''MANTEQ'',,,sukron,,,\rJAWABAN :\rYupiter Jet\rMabadi' / Isi-isi Ilmu Mantiq (مبادئ علم المنطق):\r1. Definisi / ta'rif:\rعلم يعرف فيه عن المعلومات التصورية و التصديقية من حيث انها توصل الى مجهول تصوري او تصديقي\rArtinya: \"Ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang sudah diketahui gambarannya dan pembenarannya sekira-kira ia bisa mendatangkan kepada sesuatu yang samar gambarannya atau pembenarannya. Atau bisa juga dikatakan: Ilmu yang mempelajari tentang ta'rif / definisi atau dalil / hujjah / argumentasi berdasarkan akal pikiran yang sehat dalam rangka menuju jalan kebenaran dalam dunia keilmuan.\rAtau: \"ilmu yang mempelajari tentang cara berpikir yang tepat, sehat, dan benar untuk memperoleh jalan kebenaran sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam ilmu logika.\r2. Materi ilmu mantiq / logika ( موضوعه ):\rالمعلومات التصورية و التصديقية من حيث المذكورة صحة ايصالها الى مجهول\r3. Pelopor atau pencipta ilmu logika (واضعه ) : Aristoteles\r4. Hukum mempelajari ilmu mantiq / logika (حكمه ) :","part":1,"page":312},{"id":313,"text":"a. Kalau ilmu mantiqnya tidak bercampur dengan kesesatan para filosuf, maka hukumnya fardhu kifayah berdasarkan kesepakatan para ulama.\rb. Kalau ilmu mantiqnya bercampur kesesatan para filosuf, maka hukumnya diperselisihkan di kalangan ulama, yaitu bisa haram dan bisa boleh. Tapi yang masyhur hukumnya diperbolehkan apabila orang yang mempelajarinya sempurna aka pikirannya.\r5. Nama lain dari ilmu mantiq (اسمه ) : Ilmu Mantiq, Ilmu Mizan dan Mi'yarul 'Ulum\r6. Hubungan ilmu mantiq dengan ilmu-ilmu lain (نسبته الى غيره ) : Masing-masing mempunyai perbedaan tersendiri\r7. Masalah-masalah dalam ilmu mantiq (مسائله ): ilmu pengetahuan berikut pembagiannya\r8. Pengambilan ilmu mantiq (استمداده ) : diambil dari akal pikiran yang sehat\r9. Faedah ilmu mantiq (فائدته ) :\rعصمة الذهن عن الخطء فى الفكر\rArtinya : Menjaga kesalahan dalam berpikir.\rKata Imam Ghazali:\rمن لا معرفة له بعلم المنطق لا يوثق بعلمه\rArtinya: Barangsiapa tidak tahu ilmu mantiq (ilmu logika), maka tidak bisa dipercaya ilmunya.\r10. Keutamaan mempelajari ilmu mantiq (فضيلة ):\rفوقانه على غيره من حيث كونه عام لنفع اذ لا من العلم الا يحتاج الى التعريف و الدليل\rArtinya: Berada di atas ilmu selainnya sekira-kira ilmu mantiq tersebut berlaku umum kemanfa'atannya. Karena, tidak ada ilmu mantiq terkecuali butuh kepada ta'rif (definisi) dan dalil (hujjah / argumentasi).\r[ Sumber : diambil dari catatan Yai Thobary Syadzily ].\r1050. NAHWU : AINA ZAIDUN DAN KAIFA HALUKA\rPERTANYAAN :\rSami Khan Mencari Guru\rAssalamualaikum. Tanya Nahwu.Mohon pencerahannya.Sering dikatakan AINA ZAIDUN?..atau KAIFA HALUKA ?\rاين زيد؟..كيف حالك ؟..","part":1,"page":313},{"id":314,"text":"Mohon petunjuk I’robnya dari kalimat tersebut.Maklum mantan santri lagi semangat belajar tumbuh lagi, tetapi nahwu lemah.Terimakasih.\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie\rCuma bantu ibarat aja..\rكذا إذا يستوجب التصديرا * كأين من علتمه نصيرا\rالثالث أن يكون الخبر له صدر الكلام و هو المراد بقوله كذا إذا يستوجب التصديرا نحو أين زيد فزيد مبتدأ مؤخر و أين خبر مقدم و لا يؤخر فلا تقول زيد أين لإن الإستفهام له صدر الكلام ~شرح إبن عقيل 126\rWajib mendahulukan khabar dan mengakhirkan mubtada' ketika khabar berupa lafadz yang wajib berada di permulaan kalam seperti ketika khabar berbentuk istifham contoh : أين زيد/aina zaidun. Aina adalah khabar muqaddam sedangkan zaidun adalah mubtada muakhhor tidak boleh dikatakan zaidun aina ? Karena istifham adalah lafadz yang wajib berada di permulaan kalam. [ ~syarh ibnu aqil 127 ].\rJika aina zaidun di jawab dengan fiddaari maka kedudukan fiddaari adalah khabar dari mubtada' yang dibuang taqdirannya : zaidun fiddari karena boleh membuang mubtada' jika mubtada' tersebut sudah maklum dan bisa difahami maknanya ketika dibuang :\r136-وحذف ما يعلم جائز كما * تقول زيد بعد من عندكما\r137-و في جواب كيف زيد قل دنف * فزيد أستغني عنه إذ عرف\rBoleh membuang mubtada' dan khabar yang sudah maklum. contoh membuang khabar : man indakuma ? Di jawab zaidun : taqdirannya zaidun indana. contoh membuang mubtada' : kaifa zaidun ? Dijawab danifun taqdirannya huwa danifun. [ ~alfiah ibnu malik bait 136-137 ].\r1096. NAHWU : SEJARAH ILMU NAHWU","part":1,"page":314},{"id":315,"text":"Salah satu cara untuk mengenal dengan baik sebuah ilmu ialah dengan meninjau sejarahnya, perkembangannya, metode-metode para pakarnya dalam merumuskan prinsip-prinsipnya, membentuk hukum-hukumnya, dan menggali kaidah-kaidahnya.\rIlmu nahwu berbeda dari ilmu-ilmu ke-Arab-an yang lain dari sisi bahwa ia mempunyai sejarah yang cukup unik, dan juga ia mulia atas dasar ketinggian tujuannya yaitu menjaga otentisitas lisan (bahasa) orang Arab secara umum dan al-Qur’an secara khusus. Hal ini terutama ketika didapati banyak penyim-pangan bahasa yang kemudian menggugah kesadaran setiap orang Arab yang takut kepada Allah bahwasa-nya mereka harus menjaga al-Qur’an yang tentangnya Allah berfirman, ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan Peringatan (al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami pulalah yang akan menjaganya”.\rSungguh, ilmu nahwu telah mendapatkan perhatian yang luar biasa dalam perkembangannya, sampai-sampai dikatakan, \"Ilmu nahwu telah dipelajari dengan giat sampai terbakar.\" Yang demkian ini tentu saja menunjukkan adanya gerakan-gerakan ilmiah yang cemerlang sepanjang perkembangannya, terutama pada saat orang-orang Kufah memasuki dunia studi ilmu nahwu sebagai rival bagi orang-orang Bashrah yang selama beberapa saat telah terlebih dahulu memegang panji ilmu nahwu. Persaingan positif tersebut telah mengakibatkan berbagai perbaikan dan pengkajian yang mendalam, sehingga ilmu nahwu pun berkembang dengan cepat dan akhirnya mengalami formasi pada periode yang sangat dini, yang hal itu belum terjadi pada ilmu-ilmu yang lain.","part":1,"page":315},{"id":316,"text":"Dan sungguh sejarah kemanusiaan telah mencatat hal tersebut melalui mereka yang telah mengungkap hal yang menakjubkan ini. Sementara, apa yang sejauh ini dipahami oleh orang-orang Arab tidaklah sebagaimana yang digambarkan di atas, dimana orang-orang Arab telah berusaha keras menyusun ilmu yang paling mula-mula dari ilmu-ilmu bahasa, yakni ilmu nahwu.\rPenyusunan ilmu nahwu tidaklah sebagaimana gambaran-gambaran negatif yang telah disebutkan di atas. Penyusunan tersebut mencakup definisi istilah-istilahnya, pembentukan kaidah-kaidahnya, dan penjagaan terhadap hukum-hukumnya. Semua ini merupakan hal yang sungguh-sungguh menakjubkan, yang dilakukan oleh para ahlinya dengan pola pikir Arab. Mereka telah melakukannya dengan tekun dan sungguh-sungguh, meskipun ada sementara kalangan yang karena pretensi buruk meragukan prestasi dan kemampuan intelektual mereka dengan mengatakan, ”Sesungguhnya orang-orang Arab telah berhasil melakukan pekerjaan besar ini dengan bersandar pada orang lain yakni para ahli tata bahasa lain seperti India dan sebagainya. Mereka berargumentasi bahwa kebudayaan Yunani -yang merupakan warisan kebudayaan India- telah beralih ke Arab melalui orang-orang Suryani.","part":1,"page":316},{"id":317,"text":"Ada pula sekelompok orang yang ingin bersikap tengah-tengah diantara dua pendapat yang ada dengan mengatakan, Sesungguhnya dasar-dasar metodologi yang dengan itu orang-orang Arab menyusun Ilmu Nahwu mereka bukanlah milik orang Arab, namun implementasi pengembangannya merupakan pekerjaan orang Arab. Namun, agaknya pendapat yang pertama lebih tepat tanpa ada keinginan untuk melebih-lebihkan dan membuat-buat.\rDari sini, dan karena hal ini serta yang lainnya, studi tentang sejarah tata bahasa Arab harus dilakukan dengan teliti, tekun, dan bebas tanpa sikap ekstrim, agar menghasilkan sebuah disiplin ilmu yang bebas dari bias dan manipulasi, yang dipelajari di ma’had-ma’had dan kampus-kampus kita, yang banyak mempelajari bahasa dan tata bahasa Arab. Dengan demikian pada akhirnya para mahasiswa kita akan mengenal khazanah klasik mereka, meyakini orisinalitasnya, dan tsiqah terhadap pemikiran para pendahulu kita yang mana Al-Qur’an telah membukakan mata mereka terhadap kebaikan yang banyak dan ilmu yang beragam. Sebaliknya, mereka pun menjaga al-Qur’an dari manipulasi orang-orang yang sesat, penakwilan orang-orang yang berpretensi negatif, dan syubhat yang ditiupkan oleh orang-orang yang durjana.\rCikal Bakal Ilmu Nahwu","part":1,"page":317},{"id":318,"text":"Hampir semua pakar linguistik Arab bersepakat bahwa gagasan awal yang kemudian berkembang menjadi Ilmu Nahwu muncul dari Ali bin Abi Thalib saat beliau menjadi khalifah. Gagasan ini muncul karena didorong oleh beberapa faktor, antara lain faktor agama dan faktor sosial budaya. Yang dimaksud faktor agama di sini terutama adalah usaha pemurnian al-Qur'an dari lahn (salah baca). Sebetulnya, fenomena lahn itu sudah muncul pada masa Nabi Muhammad masih hidup, tetapi frekuensinya masih jarang. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa ada seorang yang berkata salah (dari segi bahasa) dihadapan Nabi, maka beliau berkata kepada para sahabat: \"Arsyiduu akhaakum fa innahu qad dlalla\" (Bimbinglah teman kalian, sesungguhnya ia telah tersesat). Perkataan dlalla 'tersesat' pada hadits tersebut merupakan peringatan yang cukup keras dari Nabi. Kata itu lebih keras artinya dari akhtha'a 'berbuat salah' atau zalla 'keseleo lidah'. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa salah seorang gubernur pada pemerintahan Umar bin Khattab menulis surat kepadanya dan di dalamnya terdapat lahn, maka Umar membalasnya dengan diberi kata-kata \"qannii kitaabak sawthan\" 'berhati-hatilah dalam menulis'. Lahn itu semakin lama semakin sering terjadi, terutama ketika bahasa Arab telah mulai menyebar ke negara-negara atau bangsa-bangsa lain non-Arab. Pada saat itulah mulai terjadi akulturasi dan proses saling mem-pengaruhi antara bahasa Arab dan bahasa-bahasa lain. Para penutur bahasa Arab dari non-Arab seringkali berbuat lahn dalam berbahasa Arab, sehingga hal itu dikhawatirkan akan terjadi juga pada waktu mereka membaca","part":1,"page":318},{"id":319,"text":"al-Qur'an.\rDari sisi sosial budaya, bangsa Arab dikenal mempunyai kebanggaan dan fanatisme yang tinggi terhadap bahasa yang mereka miliki. Hal ini mendorong mereka berusaha keras untuk memurni-kan bahasa Arab dari pengaruh asing. Kesadaran itu semakin lama semakin mengkristal, sehingga tahap demi tahap mereka mulai memikirkan langkah-langkah pembakuan bahasa dalam bentuk kaidah-kaidah. Selanjutnya, dengan prakarsa Khalifah Ali dan dukungan para tokoh yang mempunyai komitmen terhadap bahasa Arab dan al-Qur'an, sedikit demi sedikit disusun kerangka-kerangka teoritis yang kelak kemudian menjadi cikal bakal pertumbuhan Ilmu Nahwu. Sebagaimana terjadi pada ilmu-ilmu lain, Ilmu Nahwu tidak begitu saja muncul dan langsung sempurna dalam waktu singkat, melainkan ber-kembang tahap demi tahap dalam kurun waktu yang cukup panjang.\rAda cerita yang menarik seputar cikal bakal terbentuknya ilmu nahwu diantaranya :","part":1,"page":319},{"id":320,"text":"Pada jaman Jahiliyyah, kebiasaan orang-orang Arab ketika mereka berucap atau berkomunikasi dengan orang lain, mereka melakukannya dengan tabiat masing-masing, dan lafazh-lafazh yang muncul, terbentuk dengan peraturan yang telah ditetapkan mereka, di mana para junior belajar kepada senior, para anak belajar bahasa dari orang tuanya dan seterusnya. Namun, ketika Islam datang dan menyebar ke negeri Persia dan Romawi, terjadinya pernikahan orang Arab dengan orang non Arab, serta terjadi perdagangan dan pendidikan, menjadikan Bahasa Arab bercampur baur dengan bahasa non Arab. Orang yang fasih bahasanya menjadi jelek dan banyak terjadi salah ucap, sehingga keindahan Bahasa Arab menjadi hilang.\rDari kondisi inilah mendorong adanya pembuatan kaidah-kaidah yang disimpulkan dari ucapan orang Arab yang fasih yang bisa dijadikan rujukan dalam mengharakati bahasa Arab, sehingga muncullah ilmu pertama yang dibuat untuk menyelamatkan Bahasa Arab dari kerusakan, yang disebut dengan ilmu Nahwu. Adapun orang yang pertama kali menyusun kaidah Bahasa Arab adalah Abul Aswad ad-Du'ali dari Bani Kinaanah atas dasar perintah Khalifah Ali bin Abi Thalib.","part":1,"page":320},{"id":321,"text":"Terdapat suatu kisah yang dinukil dari Abul Aswad ad-Du'ali, bahwasanya ketika ia sedang ber-jalan-jalan dengan anak perempuannya pada malam hari, sang anak mendongakkan wajahnya ke langit dan memikirkan tentang indahnya serta bagusnya bintang-bintang. Kemudian ia berkata, (مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ) “Apakah yang paling indah di langit?” Dengan mengkasrah hamzah, yang menunjukkan kalimat tanya. Kemudian sang ayah mengatakan, (نُجُوْمُهَا يَا بُنَيَّةُ) “Wahai anakku, Bintang-bintangnya”. Namun sang anak menyanggah dengan mengatakan, (اِنَّمَا اَرَدْتُ التَّعَجُّبَ) “Sesungguhnya aku ingin mengungkapkan kekaguman”. Maka sang ayah mengatakan, kalau begitu ucapkanlah, (مَا اَحْسَنَ السَّمَاءَ) “Betapa indahnya langit.” Bukan, (مَا اَحْسَنُ السَّمَاءِِ) “Apakah yang paling indah di langit?” Dengan memfathahkan hamzah…\"\rDikisahkan pula dari Abul Aswad ad-Du'ali, ketika ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur’an, ia mendengar sang qari membaca surat at-Taubah ayat 3 dengan ucapan, (أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولِهُ), dengan mengkasrahkan huruf lam pada kata rasuulihi yang seharusnya di dhommah. Menjadikan artinya “…Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan rasulnya...” Hal ini menyebabkan arti dari kalimat tersebut menjadi rusak dan menyesatkan. Seharusnya kalimat tersebut adalah, (أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُوْلُهُ) “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.”","part":1,"page":321},{"id":322,"text":"Karena mendengar perkataan ini, Abul Aswad ad-Du'ali menjadi ketakutan, ia takut keindahan Bahasa Arab menjadi rusak dan gagahnya Bahasa Arab ini menjadi hilang, padahal hal tersebut terjadi di awal mula daulah Islam. Kemudian hal ini disadari oleh khalifah Ali Bin Abi Thalib, sehingga ia mem-perbaiki keadaan ini dengan membuat pembagian kata, bab inna dan saudaranya, bentuk idhofah (penyandaran), kalimat ta’ajjub (kekaguman), kata tanya dan selainnya, kemudian Ali bin Abi Thalib berkata kepada Abul Aswad ad-Duali, (اُنْحُ هَذَا النَّحْوَ) “Ikutilah jalan ini”. Dari kalimat inilah, ilmu kaidah Bahasa Arab disebut dengan ilmu nahwu. (Arti nahwu secara bahasa adalah arah)\rKemudian Abul Aswad ad-Du'ali melaksana-kan tugasnya dan menambahi kaidah tersebut dengan bab-bab lainnya sampai terkumpul bab-bab yang men-cukupi. Kemudian, dari Abul Aswad ad-Duali inilah muncul ulama-ulama Bahasa Arab lainnya, seperti Abu Amru bin ‘alaai, kemudian al-Khalil al-Farahidi al-Bashri (peletak ilmu ‘Arudh dan penulis Mu’jam pertama), sampai ke Sibawaih dan Kisa'i (pakar ilmu nahwu, dan menjadi rujukan dalam kaidah Bahasa Arab).\rSeiring dengan berjalannya waktu, kaidah Bahasa Arab berpecah belah menjadi dua mazhab, yakni mazhab Bashrah dan Kufy (padahal kedua-duanya bukan termasuk daerah Jazirah Arab). Kedua mazhab ini tidak henti-hentinya tersebar sampai akhirnya mereka membaguskan pembukuan ilmu nahwu sampai kepada kita sekarang.\rPeletak Dasar Ilmu Nahwu","part":1,"page":322},{"id":323,"text":"Adalah bangsa Arab dahulu pada masa Jahiliyah mendiami jazirah Arab, yang mana mereka tidak bercampur dengan bangsa-bangsa 'Ajam (bukan Arab) melainkan hanya terkadang saja. Dan yang demikian mengakibatkan fasihnya dialek mereka dalam bahasa Arab, dan kuatnya mereka dalam menerangkan bahasa Arab, serta jauhnya mereka dari kesalahan berbicara dan penyimpangan dalam suku Quraisy menempati kedudukan yang mulia, yang menjadikan bahasa Arab. Dan adalah mereka pemuka bagi kabilah-kabilah Arab lainnya. Suku Quraisy-lah yang memonopoli pelayanan terhadap Ka’bah. Dan bangsa Arab pergi menunaikan haji ke Ka’bah setiap tahun untuk tujuan ekonomi, seperti berdagang, saling tukar menukar barang dagangan dan juga tujuan-tujuan kesusasteraan, seperti menyaksikan perkumpulan ahli pidato dan syair di pasar-pasar “Ukadz” dan “Majnah” dan “Dzil Majaz”.","part":1,"page":323},{"id":324,"text":"Tempat-tempat itulah, tempat dimana para penyair dan ahli pidato dari seluruh penjuru bangsa Arab bertemu untuk membanggakan keturunan, berlomba dalam berpidato, saling bersyair, serta ber-hukum kepada orang-orang yang mulia dari kalangan penyair dan ahli pidato, agar mereka menetapkan keputusan atau menghukumi mereka. Dan dari kalangan mereka terdapat seorang hakim yang masyhur yang bernama “adz-Dzibyani”, yang mana keputusannya ditaati dan tidak ditolak. Dan sungguh suku Quraisy dengan aspek-aspek pendorong yang diberikan kepada mereka ini, mampu untuk menjadi suku atau kabilah yang paling bersih dialeknya dan paling fasih bahasa mereka, serta paling mencukupi penjelasannya. Maka dialek Quraisy menguasai atas segala dialek-dialek bahasa Arab.","part":1,"page":324},{"id":325,"text":"Para ahli sastra pun berlomba-lomba mem-pergunakan dialek Quraisy, sehingga tersebarlah dialek itu diseluruh penjuru jazirah Arab, dan hal ini adalah yang memperkenankan diturunkannya al-Qur’an dengan dialek Quraisy ketika “bersinar” matahari Islam atas jazirah Arabiyyah, dan manusia masuk dalam agama Allah dengan berbondong-bondong, (hal ini) mengharuskan bangsa Arab untuk tersebar di permukaan bumi serta berhubungan dengan manusia, bercampur dengan bangsa selain Arab diseluruh penjuru negeri yang ditaklukkan oleh kaum muslimin. Dimana dahulu (kaum muslimin) adalah “Mujahidin” (pejuang-pejuang agama) yang mana mereka bergerak dengan “dakwah yang baru” ke seluruh penjuru alam. Dan sungguh (hal ini) menimbulkan hubungan erat dengan penduduk negeri-negeri (yang ditaklukkan oleh kaum muslimin). Dan merekapun saling tukar-menukar barang-barang perdagangan. Lalu mereka pun menikahi (penduduk-penduduk negeri yang ditaklukkan itu), maka tumbuhlah generasi baru dari anak-anak yang terlahir yang tidak mampu “mengikat” lidah mereka (dengan bahasa Arab), dari sinilah kefasihan dan kelancaran bahasa Arab, dan tabiat mereka rusak, hingga mucullah “kesalahan pengucapan bahasa Arab”, kemudian memencar dan bertambah luaslah (kesalahan pengucapan bahasa Arab ini) hingga mencemaskan dan menggelisahkan “Mereka yang punya rasa cemburu” pada kefasihan bahasa Arab, dan menggoncangkan jiwa-jiwa mereka.","part":1,"page":325},{"id":326,"text":"Mengenai tokoh yang dapat disebut sebagai peletak batu pertama Ilmu Nahwu, ada perbedaan dikalangan para ahli. Sebagian ahli mengatakan, peletak dasar Ilmu Nahwu adalah Abul Aswad ad-Du'ali. Sebagian yang lain mengatakan, Nashr bin 'Ashim. Ada juga yang mengatakan, Abdurrahman bin Hurmus. Namun, dari perbedaan-perbedaan itu pendapat yang paling populer dan diakui oleh mayoritas ahli sejarah adalah Abul Aswad. Pendukung pendapat ini dari golongan ahli sejarah terdahulu antara lain Ibnu Qutaibah (wafat 272 H), al-Mubarrad (wafat 285 H), as-Sairafi (wafat 368 H), ar-Raghib al-Ashfahaniy (502 H), dan as-Suyuthi (wafat 911 H), sedangkan dari golongan ahli nahwu kontemporer antara lain Kamal Ibrahim, Musthofa as-Saqa, dan Ali an-Najdiy Nashif. Penokohan Abul Aswad ini didasarkan atas jasa-jasanya yang fundamental dalam membidani lahirnya Ilmu Nahwu.","part":1,"page":326},{"id":327,"text":"Abul Aswad ad-Du'ali (wafat 69 H) adalah orang pertama yang mendapat kepercayaan dari Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk menangani dan mengatasi masalah lahn yang mulai mewabah di kalangan masyarakat awam. Ali memilihnya untuk hal itu karena ia adalah salah seorang penduduk Bashrah yang berotak genius, berwawasan luas, dan berkemampuan tinggi dalam bahasa Arab. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu ketika, Abul Aswad melihat Ali sedang termenung memikirkan sesuatu, maka ia mendekatinya dan bertanya: \"Wahai Amirul Mu'minin! Apa yang sedang engkau pikirkan?\" Ali menjawab: \"Saya dengar di negeri ini banyak terjadi lahn, maka aku ingin menulis sebuah buku tentang dasar-dasar bahasa Arab\". Setelah beberapa hari, Abul Aswad mendatangi Ali dengan membawa lembaran yang bertuliskan antara lain:\r\"Bismillahir rahmaanir rahiim. Al-kalaamu kulluhu ismun wafi'lun waharfun. Fal ismu maa anbaa 'anil musammaa, wal fi'lu maa anbaa a'an harakatil musammaa, wal harfu maa anbaa 'an ma'nan laisa bi ismin walaa fi'lin\".\rArtinya : \"Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Ujaran itu terdiri dari isim, fi'il dan harf. Isim adalah kata yang mengacu pada sesuatu (nomina), fi'il adalah kata yang menunjukkan aktifitas, dan harf adalah kata yang menunjukkan makna yang tidak termasuk kategori isim dan fi'il'.","part":1,"page":327},{"id":328,"text":"Dalam riwayat lain dikatakan bahwa suatu ketika Abul Aswad mendengar seorang membaca ayat al-Qur'an: \"Inna AIlaaha bariiun minal mu'miniina warasuulihi\" dengan mengkasrah lam dari kata rasuulihi, padahal seharusnya didlammah. Atas kejadian itu dia kemudian meminta izin kepada Ziyad bin Abieh, Gubernur Bashrah, untuk menulis buku tentang dasar-dasar kaidah bahasa Arab. Ibnu Salam dalam kitabnya Thabaqaatu Fuhuulisy Syu'araa mengatakan \"Bahwa Abul Aswad adalah orang pertama yang meletakkan dasar ilmu bahasa Arab. Hal itu dilakukannya ketika ia melihat lahn mulai mewabah di kalangan orang arab. Dia menulis antara lain bab fa'il, maf'ul, harf jar, rafa', nashab, dan jazm.\" Berbagai riwayat dengan berbagai sumber banyak sekali disebutkan oleh para ahli dalam rangka men-dukung Abul Aswad seagai tokoh peletak dasar Ilmu Nahwu.\rNamun demikian, diantara riwayat-riwayat itu masih banyak yang diperdebatkan keabsahannya. Satu riwayat yang cukup populer dan diakui keabsahannya oleh para ahli adalah bahwa Abul Aswad berjasa dalam memberi syakal (tanda baca) pada mushaf al-Qur'an. Sebagaimana diketahui pada mulanya tulisan Arab itu tidak bertitik dan tidak menggunakan tanda baca. Tidak ada tanda pembeda antara huruf dal dan dzal, antara huruf sin dan syin, dan sebagainya. Juga tidak ada perbedaan antara yang berbaris /a/, /i/, dan /u/.","part":1,"page":328},{"id":329,"text":"Demikian juga tulisan yang ada pada mushaf al-Qur'an, sehingga banyak orang yang keliru dalam membaca al-Qur'an, terutama umat Islam non-Arab. Lama-kelamaan, karena khawatir kesalahan itu akan semakin mewabah, Ziad bin Abi Sufyan meminta Abul Aswad untuk mencari solusi yang tepat. Berangkat dari permintaan itu akhirnya Abul Aswad menemu-kan jalan, yaitu dengan memberi tanda baca dalam al-Qur'an. Dengan tinta yang warnanya berlainan dengan tulisan al-Qur'an. Tanda baca itu adalah titik di atas huruf untuk fathah, titik dibawah huruf untuk kasrah, dan titik di sebelah kiri atas untuk dlammah. Karena tanda baca itu berupa titik-titik, maka dikenal dengan sebutan naqthul i'rab (titik penanda i'rab).\rMeski para sarjana bahasa berbeda pendapat tentang Abu al-Aswad sebagai peletak dasar Ilmu Nahwu. Namun tidak boleh dilupakan bahwa di sana banyak sekali pendapat yang menguatkan keabsahan-nya sebagai pioner Ilmu Nahwu (wâdhi`-u `Ilm al-Nahw-i) itu sendiri, seperti disinggung dengan bagus oleh Ahmad Amin, bahwa Ibn Qutaybah dalam kitab al-Ma’ârif mengafirmasi posisi Abu al-Aswad sebagai orang: “Yang pertama kali meletakkan dasar pondasi Nahwu”, Ibn Hajar pun dalam kitab Fî al-Ishâbah mengutarakan hal yang senada: “Orang yang pertama kali memberikan “titik” di mushaf dan meletakkan pondasi Nahwu adalah Abu al-Aswad. Inovasi yang digagas oleh Abu al-Aswad ini, lambat-laun, kemudian disambut hangat oleh para penduduk Arab dikala itu. Maka tak heran jika ilmu ini berkembang begitu pesatnya sehingga melahirkan banyak generasi mahir di bidang ilmu Bahasa Arab.","part":1,"page":329},{"id":330,"text":"Setelah Abu al-Aswad wafat, dua muridnya yaitu: Nashr ibn Ashim al-Laitsi (Wafat 89 H) dan Yahya ibn Ya’mur (Wafat 129 H) langsung sigap mengambil tongkat estafet gurunya dalam mempelopori perkembangan bahasa Arab dari masa ke masa. Selang beberapa tahun kemudian, setelah kematian murid-murid Abu al-Aswad, munculah seorang ulama popular yang karya agungnya menjadi disiplin ilmu terkenal dalam sastra arab yaitu: Khalil ibn Ahmad al-Farahidi. Estafet Khalil ini melahirkan murid brilian, Sibawaih, dengan karya besarnya: “al-Kitâb”. [ Hakam elChudrie ].\r1248. LAFADZ HAYYA TERMASUK ISIM APA\rPERTANYAAN :\rAbdullah Al-Fakir Billaahi\rAssalamu 'alaykum. . . . Ya ustad dan ustadzah, ana mau tanya nih,lafad hayya termasuk isim apa fiil apa huruf,asal nya apa,n ikut wazan apa? sukron katsiron.ws. . . .\rJAWABAN :\r> Hadlro Maut\rHAYYA, bisa isim fiil amar yang artinya datanglah atau cepatlah. bisa juga fiil madli asalnya HAYIYA wazan FA'ILA\r> Yupiter Jet\rأقسام أسماء الأفعال:أ- تنقسم بحسب نوع الأفعال التي تدل عليها4، إلى ثلاثة أقسام:\rأولها: اسم فعل أمر، وهو أكثرها ورودا في الكلام المأثور، نحو: \"آمين\"، بمعنى: استجب، و\"صه\" -بالسكون- بمعنى؛ اسكت عن الموضوع المعين الذي تتكلم فيه، و\"حي\" \"بفتح الياء المشددة، مثل: حي على الصلاة -حي على الفلاح\" بمعنى: أقبل، أو: عجل ... وجميع هذه الألفاظ سماعية\r[ annahwu alwafii 4/144 ].","part":1,"page":330},{"id":331,"text":"فالجواب عن حيي وحي أن من قال: حي, وهي قراءة أكثر القراء, أدغم؛ لأنه قد التقى حرفان متحركان من جنسٍ واحدٍ, فقد صار مثل قولك: بر فلانٌ, ولا تقول: برر, ومن قال: حيي, وهي قراءة أهلٍ المدينة, فحجته أن الياء الآخرة من حيي قد تقع ساكنةً ومتحركةً في المستقبل, ولا يجوز الإدغام, فأجروا الماضي مجرى المستقبل لئلا يختلف الفعل, فإن جمعت على لغة من أدغم قلت: حيوا\r[ 'umdatul kitab 1/263 ].\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/343962835626531/\r1371. HURUF LAM DALAM LAFADZ \"LAQOD KAANA\"\rPERTANYAAN :\rUlilalbab Hafas\rAssalamualaikum, pertanyaan ttipan, LAM yang masuk pada lafad LAQOD KAANA itu LAM apa ?\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rLAM QOSAM :\rلَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ}(التوبة:128)فالمشهور أنها لام القسم، لأن لام الابتداء لا تدخل على الفعل إلا في باب أن كما في المغني، وسميت بذلك لأن أصلها الدخول على المبتدأ.\r(Ref : Hasiyah Al-KHudhori)\r> Masaji Antoro\rLAM pada ayat dalam pertanyaan diatas adalah LAM QASAM dari Qasam yang dikira-kirakan yang takdirnya adalah WALLAAHI\rلَقَدْ كانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً (21)الإعراب : (اللام) لام القسم لقسم مقدّر (قد) حرف تحقيق (لكم) متعلّق بخبر كان (في رسول) متعلّق بحال من أسوة (لمن) بدل من (لكم) بإعادة الجارّ ، واسم كان ضمير هو العائد (كثيرا) مفعول مطلق نائب عن المصدر.جملة : « كان لكم ... أسوة » لا محلّ لها جواب القسم المقدّر.وجملة : « كان يرجو ... » لا محلّ لها صلة الموصول (من).وجملة : « يرجو ... » في محلّ نصب خبر كان.وجملة : « ذكر ... » لا محلّ لها معطوفة على جملة الصلة.\r?…LAAM = Lam qasam pada lafadz qasam yang muqaddar (dikira-kirakan yang takdirnya adalah والله","part":1,"page":331},{"id":332,"text":"?…QOD = Huruf Tahqiiq\r?…LAKUM = Berta’aalluq dengan khobarnya\r?…KAANAFII ROSUULILLAAHI = Berta’alluq pada HAL dari lafadz USWATUN\r?…LIMAN = BADAL dari LAKUM dengan mengulangi huruf JAAR,\r?…Sedang Isimnya KAANA adalah berupa dhomir MUSTATIR yang takdirnya HUWAAKATSIIRAN = MAF’UL MUTHLAK\r?…JUMLAH KAANA LAKUM sampai dengan USWATUN = Tidak ada mahal i’rabnya sebagai jawab dari Qasam yang dikira-kirakan.\r?…JUMLAH KAANA YARJU dst.. = Tidak ada mahal i’rabnya sebagai shilah dari ISIM MAUSHUL berupa MAN.\r?…JUMLAH YARJU.. = MAHALNYA NASHAB sebagai KHOBAR dari KAANA.\r?…JUMLAH DZAKARA... = Tidak ada mahal i’rabnya diathafkan pada jumlah shilah KAANA YARJU. [ Judul I’raab al-Quran 21/146 ].\rPENGERTIAN LAM QASAM\rو \"لامُ القسم\": هي التي تقعُ في جواب القسمِ تأكيداً له، كقوله تعالى: {تاللهِ لقد آثرَك اللهُ علينا}. والجملةُ بعدَها جوابُ القسم وقد يكونُ القسمُ مُقدَّراً، كقوله سبحانه: {لقد كان لكم في رسولِ الله أُسوةٌ حَسنةٌ}.\rLam Qasam adalah lam yang terjadi pada jawabnya Qasam yang didatangkan sebagai penguat seperti pada firman Allah “TALLAAHI LAQOD AATSAROKALLAAHU ‘ALAINAA” Jumlah setelah TALLAAHI adalah jawab Qasam. Dan terkadang Qasamnya dikira-kirakan seperti pada firman Allah “ayat LAQOD KAANA LAKUM FII ROSUULILLAAHI USWATUN HASANTUN”. [ Jaami’a d-Duruus al-‘Arabiyyah II/67 ].\rCONTOH DALAM AYAT LAIN :","part":1,"page":332},{"id":333,"text":"وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلى حَياةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَما هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِما يَعْمَلُونَ (96)...وَ لَتَجِدَنَّهُمْ اللام لام القسم والنون تأكيد القسم تقديره : والله لتجدنهم يا محمد يعني اليهود أَحْرَصَ النَّاسِ عَلى حَياةٍ\rWALATAJIDANNAHUM lamnya adalah LAAM QASAM dan Nun mentaukidi qasamnya, takdir “WALLAAHI LATAJIDANNAHUM YAA MUHAMMADU YA’NII AL-YAHUUDU AKHROSHON NAASI ‘ALAA CHAYAAH”. [ Al-Kasyfu wa al-Bayaan 1/238 ].\rوَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خاسِئِينَ (65)الإعراب : (الواو) ، عاطفة (اللام) لام القسم لقسم مقدّر (قد) حرف تحقيق (علمتم) فعل وفاعل\rWAU dalam ayat ini adalah wau ‘Athaf, Lamnya Lam Qasam atas Qasam yang muqaddar, Qad huruf Tahqiiq, ‘Alimtum gabungan antara Fi’il dan Fa’il. [ Judul I’raab al-Quran 1/151 ].\rالثانية: قد علمت أن القسم إنما جيء به لتوكيد المقسم عليه فتارة يزيدون فيه للمبالغة في التوكيد وتارة يحذفون منه للاختصار وللعلم بالمحذوف.فما زادوه لفظ [إي] بمعنى [نعم] كقوله تعالى: {قُلْ إِي وَرَبِّي}ومما يحذفونه فعل القسم وحرف الجر ويكون الجواب مذكورا كقوله تعالى: {لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ} أي [والله].\r2. Telah anda ketahui bahwa Qasam (sumpah) didatangkan bertujuan untuk menguatkan yang disumpahi, penguat yang berupa Qasam tersebut adakalanya ditambahkan pada sebuah kalimat dengan tujuan agar sempurna pengauatan maksud dan adakalanya dibuang untuk meringkas atau telah diketahui adanya pembuangan.","part":1,"page":333},{"id":334,"text":"Diantara Qasam yang dibuang beserta huruf Jarnya dan hanya menuturkan jawab Qasamnya adalah contooh pada ayat LAQOD KAANA LAKUM FII ROSUULILLAAHI USWATUN HASANTUN yakni WALLAAHI. [ Al-Burhaan Fii ‘Uluum al-Quraan III/43 ]. Wallaahu A'lamu bisa showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/381304081892406/\r1391. KENAPA ULAMA' BERMADZHAB HANBALI DISEBUT HANABILAH ?\rPERTANYAAN :\rIam Alizhahab\rAssalaamu'alaikum. Tanya ilmu alat (bab nisbat). Dalam istilah fiqih, para imam/ulama' yang bermadzhab syafi'i lazim disebut SYAFI'IYYAH, begitu juga malikiyyah & hanafiyyah.Tapi kenapa 'ulama yang bermadzhab Hanbali disebut HANABILAH, bukan HANBALIYYAH ??? Syukron\rJAWABAN :\rYupiter Jet\rاعلم أن كل جمع أقصى واحدُه مُعَرَّب كجَوْرَب (4) أو منسوب كأَشْعَثي (5) فإنهم يلحقونه الهاء، أما الأول فعلى الأغلب، وأما الثاني فوجوباً،\rKetauhilah, bahwa setiap (shighot) JAMA’ aqsho (muntaha al-jumu’) dari isim mufrod mu’rob atau isim MANSUB, maka (ulama arab) selalu membubuhkan –menambahkan- huruf TA/HA.\rPembubuhan huruf ta untuk shighot jama’ muntaha dari isim mufrod mu’rob karena keGHOLIBAN.Adapun pembubuhan ta untuk jama shighot jama muntaha dari isim mansub hukumnya wajib.\rوذلك نحو مَوَازجة (6) وصوالجة (1) وطيالسد (2) وَجَوَاربة في المعرب، وقد جاء كَيَالج (3) وَجَوَارِب تشبيهاً بالجمع العربي كالمساجد، ونحو أشَاعِثة ومَهَالِبة (4) ومشاهدة (5) في المنسوب، واحدها أشْعَثِيّ ومُهَلَّبِي وَمَشْهَدِي،","part":1,"page":334},{"id":335,"text":"(5) الاشاعثة: جمع أشعثي، والاشعثى المنسوب إلى أشعث، والاشاعثة قوم من الخوارج منسوبون إلى الاشعث بن قيس الكندى، وابنته جعدة بنت الاشعث هي التي سمت الحسن بن علي رضي الله تعالى عنه، وكان زوجه فحرضها معاوية على ذلك.\rContoh: Jaurobun, jama’nya JAWAARIBU dan JAWAARIBATUN. Asy’atsiyyun (isim mansub untuk Asy’ats), jama’nya ASYAA’ITSATUN\rوقد اجتمع العجمة والنسبة في بَرَابرة جمع بَرْبَريّ، وسَيَابِجَةٍ جمع سَيْبَجِيّ، على وزن دَيْلَمِيّ، وهم قوم من الهند يبذقون المراكب (6) في البحر، وقد يقال \" سَابَج \" بألف كخاتم،\rوالتاء عند سيبويه في جمع المنسوب عوض من ياء النسبة المحذوفة في الجمع حذفاً لازماً، وإنما حذفت فيه لكون أقصى الجموع ثقيلاً لفظاً ومعنى فلا يركب إذا ركب وجعل مع شئ كاسم واحد، إلا مع ما هو خفيف، والتاء أخف من الياءالمشددة وبينهما مناسبة كما مر في أول باب النسبة، فلذا اختيرت للعوض\rشرح شافية ابن الحاجبمع شرح شواهده للعالم الجليل عبد القادر البغدادي صاحب خزانة الأدب المتوفي عام 1093 من الهجرةالمؤلف: محمد بن الحسن الرضي الإستراباذي، نجم الدين (المتوفى: 686هـ)\r2/190\rMenurut Imam Sibawaih, TA yang ada pada jama’ isim mansub merupakan pengganti dari YA nisbat yang dibuang, dan pembuangan itu hukumnya lazim (wajib).Pembuangan huruf ya itu menurutnya, dikarenakan shighot muntaha al-jumu’ adalah bentuk kalimat yang berat secara lafazh dan ma’na, yang karenanya pembubuhan huruf ta sebagai pengganti dirasa karena huruf ta relative lebih ringan.Adapun hubungan ta dengan jama karena ta adalah huruf ta-nits dan muntaha al-jumu’ adalah bentuk jama dimana kullu jam’in muannatsun. Demikianlah korelasi diantaranya keduanya (ta dan jama).\rIbarot tambahan;","part":1,"page":335},{"id":336,"text":"والأزارق: جمع أزرقي، وهو المنسوب إلى نافع بن الأزرق، رأس الخوارج، وكان من حق العربية عليه أن يقول \"الأزارقة\" لأنهم يزيدون التاء في الجمع عوضًا عن ياء النسبة التي تكون في المفرد، قالوا: المهالبة، والأشاعرة، في جمع أشعري ومهلبي، ولكنه حذف التاء حين اضطر لإقامة الوزن\rالإنصاف في مسائل الخلاف بين النحويين: البصريين والكوفيينالمؤلف: عبد الرحمن بن محمد بن عبيد الله الأنصاري، أبو البركات، كمال الدين الأنباري (المتوفى: 577هـ)2/403\rKaitannya dengan prtanyaan : Tapi kenapa 'ulama yang bermadzhab Hanbali disebut HANABILAH, bukan HANBALIYYAH ???\r(الْحَنْبَلِيّ) من تقلد مَذْهَب الإِمَام أَحْمد بن حَنْبَل (ج) حنابلة\rالمعجم الوسيطالمؤلف: مجمع اللغة العربية بالقاهرة(إبراهيم مصطفى / أحمد الزيات / حامد عبد القادر / محمد النجار)1/14\rHANAABILATUN adalah jama’ dari HANBALIYYUN. Mudah-mudahan tidak ada yang salah. Wallohu a’lam wa huwa al-mu’iin wa bihi nasta’iin.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/385709081451906/\r1422. NAHWU : MAATA TERMASUK ISIM APA\rPERTANYAAN :\rUlilalbab Hafas\rAssalamualaikum masalah nahwu, Kalimat MAATA itu isim mu'rob apa babnii ?\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rIsim Mabni dalam Alfiyah Bait ke 16 disebutkan:\rكَالْشَّبَهِ الْوَضْعِيِّ فِي اسْمَيْ جِئْتَنَا O وَالْمَعْنَوِيِّ فِي مَتَى وَفِي هُنَا\rSeperti keserupaan bangsa “Wadh’i” di dalam dua isimnya lafadz جئتنا. Dan keserupaan bangsa “Ma’nawi” dalam contoh متى dan هنا\rKETERANGAN : Keserupaan pada Kalimat Huruf bangsa Ma’nawi/maknanya:Dalam hal ini ada dua term:","part":1,"page":336},{"id":337,"text":"(1). Keserupaan bangsa makna yang ada padanannya, misal متى serupa maknanya dengan Kalimat Huruf Istifham (kata tanya). Atau serupa maknanya dengan Kalimat Huruf Syarat.\r? Contoh Isim Istifham:\rمَتَى تَقُومُ ؟\rKapan kamu akan berdiri?\rمَتى السّفرُ ؟\rKapankah bepergian?\rمَتَى نَصْرُ الله أَلاَ إِنَّ نَصْرَ الله قَرِيبٌ\r“Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.\r? Contoh Isim Syarat:\rمَتَى تَقُمْ أَقُمْ\rBilamana kamu berdiri, niscaya aku ikut berdiri.\rفَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ\rBarangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.\rDURUUSUL BALAGHAH :\rو(متى) يُطْلَبُ بها تَعيينُ الزمانِ، ماضيًا كانَ أوْ مستَقْبلًا، نحوُ: (متى جِئْتَ؟) و(متى تَذْهَبُ؟)\rMATAA (متى)\rMenuntut menentukan zaman baik madhi (telah lewat) atau istiqbal (akan datang). Contoh : MATAA JI’TA ? Kapan kamu datang ? MATAA TADZHABU ? Kapan kamu akan pergi?\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/388450864511061/\r1632. I'ROB LAFADZ \"KALAAMUN QODIIMUN LAA YUMALLU SAMA'UHU\"\rPERTANYAAN :\rAli Tho\rAssalaamualaikum...alim admin dan akhi semua..SEPUTAR NAHWU ..lapad KALAMUN KODIMUN LA YUMALLU/YAMULLU SAMAUHU.. mohon Pencrahan i'robnya.. syukron\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-Syafi'i\rWa'alaikum salam\rكلام قديم لا يمل سماعه\rKal?mun Qodïmun l? yumallu sam?’uhu. Dialah Al-Quran, Kalam Azaliy yang tiada bosan (telinga) mendengarnya.\rتنزه عن قول و فعل و نية\rTanazzaha ‘an Qowlin wa Fi’lin wa Niyyatin. Yang Suci Bersih, kosong, dari ucapan, perbuatan, maupun bersit hati. Berdasarkan i'robnya maka :","part":1,"page":337},{"id":338,"text":"?…lafad kalaamun berkedudukan sebagai mubtada dibaca rofa dengan alama dhomah dhohiroh karena isim mufrod\r?…lafad qodimun berkedudukan menjadi sifat dari lafad kalam beri'rob rofa mengikuti lafad sebelumnya yakni kalaamun\r?…la adalah kalimah huruf hukumnya mabni\r?…yumallu fiil mudhore dibaca rofa karena tidak kemasukan amil nawasib atau amil jawazim\r?…asal kata yumallu adalah yamallu dari malla,yamallu,malalan yang berarti bosan,jemu\r?…dengan demikian lafad yumallu adalah fiil mudhore'mabni majhul\r?…dan lafadz samaa'uhu berkedudukan mjd naibul fail\r?…jumlah fiil dan naibul fail berkedudukan menjadi hobar mubtada yang ber i'rob makhal rofa.\rDalam versi jowo bisa dimaknani demikian :\ro…kalaamun utawi kalam,\ro…qodiimun kang disit\ro…iku laa yumallu ora dibosenake\ro…opo samaa'uhu ngringoake kalaam.\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam\rكَلاَمٌ قَدِيْمٌ لاَّ يُمَلُّ سَمَاعُهُ\rAlquran adalah kalam Allah yang dahulu, tidak bosan mendengarnya.\rتَنَزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَّفِعْلٍ وَّنِيَّةٍ\rBersih dari ucapan, perbuatan dan niatan.\rبِهِ أَشْتَفِيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَّنُوْرُهُ\rDengan Alquran saya mohon disembuhkan dari segala penyakit dan cahaya Alquran –\rدَلِيْلٌ لِّقَلْبِيْ عِنْدَ جَهْلِيْ وَحَيْرَتِيْ\rDari petunjuk hati saya di kala kebodohan dan di saat kebingungan\rفَيَا رَبِّ مَتِّعْنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِهِ\rWahai Tuhanku, senangkan diriku dengan rahasia huruf Alquran\rوَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِيْ وَسَمْعِيْ وَمُقْلَتِيْ\rDan dengan Alquran terangkan hatiku, pendengaranku dan penglihatanku\rوَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ","part":1,"page":338},{"id":339,"text":"Dan dengan Alquran mudahkanlah kepadaku menghapal dan mempelajarinya\rبِجَاهِ النَّبِيِّ وَاْلآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ\rDengan pangkat ( Kemuliaan ) Nabi saw, keluarga dan para sahabatnya\rBila menilik dari ungkapan yang sejenisnya maka cara bacanya adalah YUMALLU\rوَجَاء حَدِيثٌ لا يُمَلُّ سَمَاعُهُ شَهِيٌّ إليْنَا نَثْرُهُ وَنِظَامُهُ إذَا سَمِعَتْهُ النَّفْسُ طَابَ نَعِيمُهَا وَزَالَ عَنِ القَلْبِ المُعَنَّى غَرامُهُ\r[ AL-Bahr al-Madiid IV/530 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/431274730228674/\r1786. MAKNA UCAPAN \" TSAKILATKA UMMUKA \"\rPERTANYAAN :\rTaufieq Tenant\rSalam alaikum ikhwanal kiram. Saya ada satu pertanyaan, anda semua tentu menyaksikan film Omar bukan? nah, dalam film itu banyak kata2 yang bahkan diucapkan oleh nabi maupun para sahabat yaitu WAIHAK, atau TSAQILATKA UMMUKA ... bukankah ini pisuhan (serapah)? Bagaimana menurut anda?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rTSAKILATKA UMMUKA\r( ثكلتك ) بكسر الكاف أي فقدتك وهو دعاء عليه بالموت على ظاهره ولا يراد وقوعه بل هو تأديب وتنبيه من الغفلة وتعجيب وتعظيم للأمر\rTSAKILATKA dengan dibaca kasrah kaaf nya adalah doa atas kematian seseorang secara arti dhahirnya namun secara arti sebenarnya (bagi si pengucap) tidak dikehendaki terjadinya, kalimat tersebut hanyalah sekedar ungkapan peringatan, pengajaran etika dari kelalaian, keheranan dan pengagungan suatuperkara. [ Tuhfah al-Ahwaadzii VII/305 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/460309410658539/\r1808. NAHWU : TARKIB KALAM ALLATI LAA NAFSA LAHAA SAAILATUN\rPERTANYAAN :\rIbnu Hamdan AL-Fanasy\rBagaimana tarkibannya kalam di bawah ini :\rألتى لا نفس لها سائلة","part":1,"page":339},{"id":340,"text":"Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rSaya hanya bisa mengutip :\rPertama : kamus al Misbahul Munir:\rو قولهم ( لا نَفْسَ لَهَا سَائِلَةٌ ) ( سَائِلَةٌ ) مرفوعة لأنه خبر مبتدأ في الأصل\rو حاصل ما قيل في خبر لا لنفي الجنس إن كان معلوما فأهل الحجاز يجيزون حذفه وإثباته فيقولون لا بأس\rعليك ولا بأس و الإثبات أكثر وبنو تميم يلتزمون الحذف وإن لم يكن عليه دليل وجب الإثبات لأن المبتدأ لا بدّ له من خبر والنفي العام لا يدلّ على خبر خاص فتعين أن يكون ( سَائِلَةٌ ) هي الخبر لأن الفائدة لا تتم إلا بها ولا يجوز النصب على أنها صفة تابعة لنفس لأن الصفة منفكة عن الموصوف غير لازمة له يجوز حذفها ويبقى الكلام بعدها مفيدا في الجملة فإذا قلت لا رجل ظريفا في الدار وحذفت ظريفا بقي لا رجل في الدار وأفاد فائدة يحسن السكوت عليها وإذا جعلت ( سَائِلَةٌ ) صفةً و قلت ( لا نَفْسَ عَلَيْهَا ) تسلط النفي على وجود نفس وبقي المعنى و إن كان ميتة ليس لها نفس وهو معلوم الفساد لصدق نقيضه قطعا وهو كلّ ميتة لها نفس وإذا جعلت خبراً استقام المعنى وبقي التقدير وإن كان ميتة لا يسيل دمها وهو المطلوب لأن النفي إنما يسلط على سيلان نفس لا على وجودها و ( لها ) في موضع نصب صفةٌ للنفس وقد قالوا لا يجوز حذف العامل وإبقاء عمله إلا شاذاً\r[ Sumber : http://www.kl28.net/knol7/?p=view&post=10344785 ].\rKedua : Al Majmu':\rوقوله ما لا نفس لها سائلة يعنى ما ليس لها دم يسيل والنفس الدم: ويجوز في اعراب سائلة ثلاثة أوجه الفتح بلا تنوين والنصب والرفع مع التنوين فيهما\r[ Sumber : http://www.kl28.com/knol2/?p=view&post=73176&page=46 ].\rKetiga : I'anah:\rلا بوصول ميتة لا دم لجنسها سائل","part":1,"page":340},{"id":341,"text":"(فائدة) خبر لا في هذا التركيب محذوف تقديره موجود، وسائل صفة ويجوز فيه الرفع على أنه صفة لاسم لا مراعاة له قبل دخولها لانه كان مرفوعا بالابتداء، والنصب على أنه صفة له باعتبار محله، إذ محله نصب بلا، ولا يجوز بناؤه على الفتح لوجود الفاصل بينهما. كما قال ابن مالك: وغير ما يلي وغير المفردلا تبن وانصبه أو الرفع اقصد 1/43\r[ Sumber : http://islamport.com/w/shf/Web/963/40.htm]\rKeempat : Tuhfah dan Syarwani:\r( ميتة لا دم لها )أي لجنسها ( سائل ) عند شق عضو منها في حياتها كذباب وبعوض وقمل وبراغيث وخنافس وبق وعقرب ووزغ وبنات وردان وزنبور وسام أبرص لا حية وسلحفاة وضفدع ولو شك في شيء أيسيل دمه أو لا لم يجرح فيما يظهر خل\rافا للغزالي كما بينته في شرح الإرشاد وغيره بل له حكم ما لا يسيل دمه ( تنبيه )\rجوز في المجموع في سائل الرفع والنصب ووجههما ظاهر والفتح واعترض للفاصل بما بسطت رده في شرح العباب فراجعه فإنه مهم .\r( قوله واعترض للفاصل إلخ ) عبارة ابن عبد الحق قوله لا دم لها سائل قال في شرح المهذب بالفتح والنصب والرفع فيهما واعترض بانتفاء الاتصال المشترط في الفتح وأقول الذي يظهر من كلامهم أن اشتراط الاتصال في الفتح إنما هو على القول بأن فتحته فتحة بناء أما إذا قلنا بأنها فتحة إعراب وإن ترك التنوين للمشاكلة فلا لانتفاء علة البناء بالفصل على الأول من تركبه مع اسم لا قبل دخولها بخلافه على الثاني ، فيمكن أن يكون كلام الشيخ مبنيا عليه فليتأمل انتهت ا هـ ع ش .\r[ Sumber : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?ID=168&startno=19&start=19&idfrom=71&idto=727&bookid=20&Hashiya=2 ]\r> Ibnu Toha\rJadi bisa dua wajah :\r1. LAA NAFSA LAHAA = MUBTADA'. SAA'ILATUN = KHOBAR\r2. LAA NAFSA = MUBTADA'. LAHAA = KHOBAR. SAA'ILATA/SAA'ILATAN/SAA'ILATUN = SIFAT.","part":1,"page":341},{"id":342,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/456659407690206/\r1933. ARTI HURUF - HURUF HIJAIYYAH\rPERTANYAAN :\rSafak Cah Zobo Azri\rAssalamu'alaikum. mohon tafsiran/arti DARI HURUF2 HIJAIYAH... Mohon disertakan referensinya...terimakasih..\rJAWABAN :\r> Alif Jum'an Azend\rWAssalamu'alaikum...Jika yang ditanyakan adalah huruf hijaiyyah pada awal surat maka As-Suyuthi mengatakan bahwa huruf hijaiyah termasuk rahasia yang hanya diketahui Allah SWT. Sekalipun demikian ada beberapa ulama yang mencoba mengungkapnya.\rIbn Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat-ayat pembuka surat pun tentu saja memiliki makna. Seandainya kita terpelihara dari berbuat kesalahan niscaya kita akan dapat mengungkapkan maknanya. Diantaranya maknanya :\r1.…Merupakan nama-nama Allah SWT. Ini berdasarkan dari riwayat Yang dikeluarkan Ibnu Jurair dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Ia (huruf hijaiyah) adalah nama Allah yang terbesar.” Juga riwayat lainnya dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Alif lam mim, tha sin mim, min nun dan yang serupa adalah sumpah yang dengannya Allah bersumpah, yaitu termasuk nama-nama Allah.”\r2.…Merupakan nama-nama Al-Qur’an.\r3.…Merupakan nama-nama Surat. Abdurrahman Al-Bagdadi, mengatakan bahwa huruf mu’jam diawal surah merupakan nama surah. Karena dalam istilah ulama ilmu nahwu ia adalah apa yang menunjukkan makna terhadap yang lainnya & jika tidak bergandengan dengan yang lain maka tidak ada maknanya. Dan dalam huruf-huruf mu’jam yang terdapat diawal surat sungguh bergandengan dengan huruf yang lain.","part":1,"page":342},{"id":343,"text":"4.…Merupakan peringatan sebagaimana didalam panggilan, tetapi ia tidak memakai kata-kata biasa. Karena Al-Qur’an adalah kalam yang berbeda dengan kalam yang lainnya.\r5.…Menunjukkan bahwa Al-Qur’an disusun dari huruf-huruf yang diketahui & dikenal orang Arab, sebagai penggugah & bukti ketidakmampuan mereka menirunya walaupun huruf yang dipakai Al-Qur’an telah mereka ketahui & kenali.\r> Hamba Yang Dho'if\rDari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :\rSeorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.\rYahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : \"apa faedah dari huruf hijaiyah ?\"\rRasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, \"Jawablah\".\rLalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, \"ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu\".\rLalu Ali berkata : \"Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt\".\rKemudian Ali berkata :\r\"Adapun Alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,\rAdapun Ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk- Nya.\rAdapun Ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,\radapun Tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk \"Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia\"\rAdapun Jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian- Nya serta suci seluruh nama- nama-Nya.\rAdapun Ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.\rKha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.\rDal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,","part":1,"page":343},{"id":344,"text":"Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.\rRa artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.\rZay artinya hiasan penghambaan.\rSin artinya Maha mendengar dan melihat.\rSyin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.\rShad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.\rDhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.\rTha artinya Yang suci dan mensucikan,\rDzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda- tanda.\rAyn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.\rGhayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.\rFa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.\rQaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya\rKaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.\rAdapun Lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba- nya.\rMim artinya pemilik semua kerajaan.\rNun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.\rAdapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.\rHa artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.\rLam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.\rAdapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya\".\rRasulullah lalu berkata \"Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya\".\rMendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.\rLihat : http://pejalan-cahaya.blogspot.com/2007/07/makna-huruf.html\r> Masaji Antoro\rYang ini referensinya dari Mbah Guugel.. Hehe","part":1,"page":344},{"id":345,"text":"معاني الحروف الهجائية على لسان الإمام علي عليه الصلاه السلامجاء يهودي إلى النبي صلى الله عليه و آله سلم وعنده أمير المؤمنينفقال له : ما الفائدة في حروف الهجاء؟فقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم لعلي : أجبه , وقال اللهم وفقه وسددهفقال علي : مامن حرف إلا وهو اسم من أسماء الله عز وجلثم قال :أما الألف : الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوموأما الباء : باق بعد فناء خلقهوأما التاء : تواب يقبل التوبة عن عبادهوأما الثاء : الثابت الكائن يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابتوأما الجيم : جل ثناؤه وتقدست أسماؤهوأما الحاء : حق حي حليموأما الخاء : خبير بما يعمل العبادوأما الدال : ديان يوم الدينوأما الذال : ذو الجلال والإكراموأما الراء : رؤوف بعبادهوأما الزاي : زين المعبودينوأما السين : سميع البصيروأما الشين : شاكر لعباده المؤمنينوأما الصاد : صادق في وعده ووعيدهوأما الضاد : الضار النافعوأما الطاء : الطاهر المطهروأما الظاء : الظاهر المظهر لآياتهوأما العين : عالم بعبادهوأما الغين :غياث المستغيثينوأما الفاء : فالق الحب والنوىوأما القاف : قادر على جميع خلقهوأما الكاف : الكافي الذي لم يكن له كفوا احد ولم يلد ولم يولدوأما اللام : لطيف بعبادهوأما الميم : مالك الملكوأما النون : نور السماوات والأرض من نور عرشهوأما الهاء : هادي لخلقهوأما الواو : واحد صمد لم يلد ولم يولدوأما اللام : لا إله إلا الله وحده لا شريك لهوأما الياء : يد الله باسطة على خلقهفقال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : هذا هو القول الذي رضي الله عز وجل لنفسه من جميع خلقه,فاسلم اليهودي\rARTI HURUF-HURUF HIJAIYAH","part":1,"page":345},{"id":346,"text":"“Telah datang seorang yahudi pada Nabi Saw yang disamping beliau sahabat Ali, Amiir al-Mukminiin ra,Si Yahudi berkata “Apakah faidah huruf-huruf Hijaiyyah ?”Rasulullah Saw berkata pada Ali “Jawablah..!!, Dan Rasulullah berdoa “ Ya Allah, berilah taufik dan kekuatan pada Ali”Sahabat Ali berkata “Tidaklah terdapat huruf hijaiyyah kecuali mengandung Asma-asma Allah ‘Azza Wa Jalla, kemudian ia melanjutkan paparannya, Arti Alif = ALLAH ALLADZI LAA ILAAHA ILLA HUWA AL-HAYYU AL-QAYYUUM (Allah tiada tuhan selainNya Yang Maha Hidup dan Mengurusi), Arti Ba’ = BAAQIN BA’DA FANAA-I KHOLQIHI (Yang Maha Langgeng setelah kehancuran makhlukNya)Arti Ta’ = AT-TAWWAAB YAQBALU AT-TAUBATA ‘AN ‘IBAADIHI (Yang Maha menerima Taubat dari hamba-hambaNya), Arti Tsa’ = dan seterusnya.....(s.d.a).\r> Alif Jum'an Azend\rTambahan Ibaroh dari Marji Akbar :\rفصل قال القرطبي لما قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم. أن لله\rتسعة وتسعين اسما من أحصاها دخل الجنة. أردت أن يكون لي في هذا الإحصاء\rنصيب. وذكر بعضهم أنه من أراد الإحصاء فليقرأ القرآن من أوله إلى آخره\rفيستوفي الأسماء كلها في إضعاف التلاوة. قال الخطابي وذكر أبو عبد الله\rالزبيدي أنه أخرج الأسماء كلها من القرآن وذكر أنها ثلاثمائة وثلاثة عشر\rاسما وهي هذه مرتبة على حروف المعجم. \"حرف الألف\"\rالله-اللهم-إله-أحد-أول-آخر-ال في أحد وجوه\r-آيل-أعز-أعظم-أحكم-آجل-أقدر-أوسع-أكثر-أكبر-أكرم--أعلم-أقرب-أحسن-أصدق-أعلى-أهل\rالتقوى-المغفرة-آمر-أبد-أمين.\"حرف الباء الموحدة\"\rباق-باطن-بصير-بديع-باري-بريء-بر-بار-باسط-باعث-بالغ أمره-بادي-بدى-برهان\r\"حرف التاء الفوقية\" تواب-تام \"حرف الثاء المثلثة\" قال الأقليشي ولم يرد","part":1,"page":346},{"id":347,"text":"اسم مفتح بالثاء ولم يجيء ثابت في القرآن ولا في الأثر وأن كان يوصف الله\rتعالى به في معرض المدح فيقال الله ثابت سلطانه وثابت علمه وثابت قدمه إلى\rغير ذلك مما يستحق.\rحرف الجيم\" جليل-جبار-جامع-جواد-جاعل-جميل-جابر \"حرف الحاء المهملة\"\rحكيم-حكم-حاكم-حاسب-حسيب-حليم-حنان-حفي-حافظ-حفيظ-حق \"حرف الخاء المعجمة\"\rخبير-خلاق-خافض-خليفة-خير-خفي\r11\"حرف الدال المهملة\" دائم-دهر-ديان-دافع-داع \"حرف الذال المعجمة\" ذو\rالجلال والإكرام-ذو الفضل-ذو الطول-ذو المعارج-ذو العرش-ذو القوة-ذو\rالرحمة-ذو رحمة واسعة-ذو مغفرة-ذو عقلب-ذاري-ذات-وفي كتاب الترمذي يا ذا\rالحيل الشديد بالياء المعجمة بائنتين وهو الصحيح ومن رواه بالباء الموحدة\rفقد غلط والحيل هو القوة ومنه لا حول ولا قوة ولا حيل إلا بالله ولا\rاحتيال.\"حرف الراء المهملة\"\rرحمن-رحيم-رؤوف-رقيب-راشد-رشيد-رازق-رزاق-رافع-رفيع\rالدرجات-رب-رفيق-راض-راتق-رابع ثلاثة.\"حرف الزاي المعجمة\" زكي- ذكره ابن\rبرجان- زارع أم نحن الزارعون- ذكره ابن العربي.\"حرف الطاء المهملة\"\rطاهر-طالب-طيب-طبيب.\r\"حرف الظاء المعجمة\" ظاهر.\"حرف الكاف\"\rكبير-كريم-كاف-كاشف-كاين-كثير-قال الأقليشي وليس في الصفات كامل وصفا لله\rتعالى في أثر ولورود كان معناه كمعنى تام فإن ذات الله تعالى وأفعاله تامة\rكاملة.\"حرف اللام\" لطيف.\"حرف الميم\"\rموجود-معهود-مذكور-منسئ-مصور-مكون-مخرج-موجد- مبدع-مبتدع-محدث-\rملك-مليك-ملك الملوك-مالك الملك-مجيد-ماجد-متكبر-مقتدر-متعال-\rمحصي-محيط-مؤمن-مهيمن-مقسط-مقيت-مبين-منير-مجيب-مستجيب-مناد-مناج-مغيث-منيع-ماي-معصي-مغني-مانع-معز-مذل-مقدم-مؤخر-مبدئ-معيد-محيي-مميت-منتقم-محسن-محسان-مفضل-منان-مولى-مستعان-مدبر-مريد-مكلم-متكلم-مبرم-منذر-مرسل-منزل-مهلك-معدم-معذب-مبغض-معاذ-مسعر-مبلي-مبتلى-ممتحن-متوف-مفن-مبق-مكرم-\r12مطهر-مؤمل-موسع-ماهد-موهن-مقلب القلوب-مثبتها-مجري\rالسحاب-مصرفها-مستهزئ-ماكر-مضل-متم","part":1,"page":347},{"id":348,"text":"نوره-مقبل-ممرض-منصح-مداوي-مجير-معلم-ميسر-مسهل-مسترزق-متكفل.\"حرف النون\"\rنور-نافع-ناصر-نصير-ناظر-نظيف-نعم المولى ونعم النصير-ناه.\"حرف الصاد\rالمهملة\" صمد-صبور-صادق-صاحب.\"حرف الضاد المعجلة\" ضار.\"حرف العين المهملة\"\rعالم-علام-علي-عزيز-عدل-عفو-عظيم-عاصم-عدو-عامل-عادل.\"حرف الغين المعجمة\"\rغافر-غفور-غفار-غالب-غيور-غضبان.\"حرف الفاء\"\rفتاح-فاعل-فعال-فارج-فاكل-فاطر-فالق-فليق-فائق-فرد.\"حرف القاف\"\rقادر-قدير-قوي-قيوم-قايم-قهر-قدوس-قابض-قريب-قديم-قاطن-قاض-قابل التوب.\"\rحرف السين المهملة\" سامع-سميع-سلام-سيد-سريع الحساب-سريع\rالعقاب-ساخر-ساخط-ستير-ستار-ساتر-سادس خمسة.\"حرف الشين المعجمة\"\rشئ-شهيد-شاكر-شكور-شديد العقاب-شافي-شفيع.\"حرف الهاء\"هاد-قال الأقليشي وليس\rفي القرآن ولا في الأثر من أسماء الله الله تعالى اسم مفتتح بها غيرها وقد\rذكر بعض العلماء في شرح الأسماء هو والهوى \"قلت\" قال القرطبي غفر الله له\rوفيه اسم رابع هازم الأحزاب.\"حرف الواو\"\rواحد-واجد-واسع-وكيل-وال-ودود-وهاب-وارث-وتر-وفي-ولي.\r13\"حرف اللام والألف\" قال الأقليشي وليس في الأسماء اسم مفتتح بلام ألف.\rقلت. قال القرطبي غفر الله له فيه لا إله إلا هو.\"حرف الياء\" وليس في\rالأسماء مفتتح بياء غير ما ذكره بعض العلماء في يس أنه من أسماء الله تعالى\rكسائر حروف التهجي وهي أربعة عشر حرفا.\rحا-را-طا-كاف-لام-ميم-نون-صاد-عين-قاف-سين-ها-يا.\rاسم الكتاب: الجواهر المضيئة في طبقات الحنفية رقم الجزء: 1 رقم الصفحة:8\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/480628695293277/\r2136. CERITA DI BALIK MENGAPA : DHOROBA ZAIDUN 'AMRON ?\rPERTANYAAN:\rBayou Nur Bayou\rAs-slaamu 'Alaikum...","part":1,"page":348},{"id":349,"text":"Kenapa dalam kitab-kitab alat khususnya dalam ilmu nahwu baik Jurumiyah, 'Imrithy, Al-fiyah dll yang jadi selebritis dan selalu dijadikan contoh itu Ki Zaid, Ki Umar, Utsman, Ali, Bakar, Kholid, dan Hindun?? Apakah ada rahasia dibalik semua itu?? Mohon penjelasannya..!! Terimakasih..\rJAWABAN:\r> Ala Kulli Hal\rWa'alaikumussalam.. Kenapa sih nama amrun harus ada waw di depan huruf ro nya, Kalian bingung kan gmana ceritanya, hehe. Jangan bingung, karena mahmud bakal bercerita, lengkap dengan nash yang ada dalam kitab nya, karena aku punya kitab nya, hehe. Cerita ini diambil dari kitab :\rالنظرات للشيخ مصطفى لطفي بن محمد لطفي المنفلوطي المتوفى 1343 هجرية بمصر\rDalam jilid 1 halaman 307 di ceritakan :\rأراد داود باشا أحد الوزراء السالفين في الدولة العثمانية أن يتعلم اللغة العربية فأحضر أحد علماءها\rسأل شيخه يوما ما الذي جناه عمرو من الذنوب حتى استحق أن يضربه زيد كل يوم ويقتله تقتيلا ويبرح به هذا التبريح المؤلم\rوهل بلغ عمرو من الذل والعجز منزلة من يضعف عن الانتقام لنفسه وضرب ضاربه ضربة تقضى عليه القضاء الأخير\rسأل شيخه هذا السؤال وهو يتحرق غيظا وحنقا ويضرب الأرض بقدميه\rفأجابه الشيخ : ليس هناك ضارب ولا مضروب\rوإنما هي أمثلة يأتي بها النحاة لتقريب القواعد من أذهان المتعلمين\rفلم يعجبه هذا الجواب\rفغضب عليه وأمر بسجنه\rثم أرسل إلى نحوي آخر فسأله كما سأل الأول فأجابه بنحو جوابه فسجنه كذالك\rثم مازال يأتي بهم واحدا بعد واحد حتى امتلأت السجون وأفقرت المدارس\rوأصبحت هذه القضية المشئومة الشغل الشاغل له عن جميع قضايا الدولة ومصالحها\rثم بدا له أن يستوفد علماء بغداد فأمر بإحضارهم فحضروا وقد علموا قبل الوصول إليه ماذا يراد بهم\rوكان رئيس هؤلاء العلماء بمكانة من الفضل والحذق والبصر بموارد الأمور ومصادرها","part":1,"page":349},{"id":350,"text":"فلما اجتمعوا في حضرة الوزير أعاد عليهم السؤال بعينه\rفقال داود الوزير ما هي جنايته\rفقال له إنه هجم على اسم مولانا الوزير واغتصب منه الواو فسلط النحويون عليه زيدا يضربه كل يوم جزاء وقاحته وفضوله\rيشير إلى زيادة واو عمرو وإسقاط الواو الثانية من داود في الرسم\rفأعجب الوزير بهذا الجواب كل الإعجاب\rوقال لرئيس العلماء :أنت أعلم من أقلته الغبراء وأظلته الخضراء فاقترح علي ما تشاء\rفلم يقترح عليه سوى إطلاق سبيل العلماء المسجونين\rفأمر بإطلاقهم وأنعم عليهم وعلى علماء بغداد بالجوائز والصلات\rDi ceritakan : daud basya seorang gubernur dari daulah usmaniyah,ingin belajar bahasa arab, Lalu dia menghadirkan salah seorang ulama dari ulama2 di negrinya, Suatu hari dia bertanya kepada guru nya, \"apa kesalahan si amrun sampai2 si zaid memukul nya tiap hari\". \"Apakah amrun punya kedudukan lebih rendah dari zaid sehingga zaid bebas memukulnya,menyiksanya dan amrun tidak bisa membela dirinya\". Si gubernur menanyakan ini smbil menghentakkan kakinya ke tanah smbl marah-marah, Lalu gurunya menjawab :\"tidak ada yang di pukul ,tidak ada yang memukul wahai gubernur,ini cuma permisalan saja yang di buat ulama nahwu supaya memudahkan untuk bljar ilmu lugat itu\".","part":1,"page":350},{"id":351,"text":"Lalu jwbn ini tidak memuaskan gubernur td, dan ia marah lalu ia penjarakan guru nya td, Kmdyn ia menyuruh orang mencari ulama nahwu yang lain,lalu ia tanya kepada mereka seperti pertanyaan itu,dan mereka jwb dengan jwbn seperti ulama yang pertama td, Lalu mereka juga terpenjara,satu per satu ulama negri itu tidak bisa memuaskan gubernur dengan jwbn nya,akhirnya penuh lah penjara dan sunyi lah madrasah2 dari guru2 pengajar di karenakan ulamanya semua terpenjara, Kejadian ini menjadi pembahasan dmana2 dan bgaimana mencri jalan keluarnya, Kmdyn ia utus utusan untuk menjemput para ulama2 ahli bahasa di bagdad lalu di hadirkan di hadapan nya.","part":1,"page":351},{"id":352,"text":"Akhirnya pimpinan ulama yang paling alim dari para ulama bagdad ini berani maju menjawab pertanyaan gubernur td, Maka gubernur daud bertanya :apa kesalahan amrun sehingga slalu di pukul zaid ? Maka ulama tadi menjwb : Kesalahan amrun adalah karena ia telah mencuri huruf waw yang seharusnya itu milik anda wahai gubernur, Sambil ulama tadi meisyaratkan adanya huruf waw di kalimat amrun setelah ro,dan huruf waw yang saharusnya ada 2 di kalimat daud trnyata cuma ada 1, Maka para ulama nahwu menguasakan si zaid untuk slalu memukul amrun,sbagai hukuman atas perbuatan nya itu, Maka sangat puaslah gubernur dengan ini jwbn,dan memuji ulama td, Lalu gubernur menawarkan hadiah,apa saja yang kamu kehendaki silahkan sebutkan, Lalu ulama tadi menjawab : aku cuma minta agar para ulama yang anda penjarakan di bebaskan semuanya, Maka gubernur mengabulkan nya,akhirnya para ulama itu bebas semuanya dari penjara, Dan ulama2 dari bagdad tadi di beri hadiah skaligus diberi uang transport dan diantar kmbali ke negri mereka.\r[ http://www.as-salafiyyah.com/2012/10/cerita-di-balik-mengapa-dhoroba-zaidun.html ]\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/483169535039193/\r2149. BAB ISIM A'DAD ATAU AL-A'DADU\rPERTANYAAN :\rAni Fah\r* Amanat Sa_il * : Assalaamu a'laikum wr wb... lansung saja... Saya Mau minta ketterangan khusus \"bab isim a'dad/al-a'dadu kitab alfian ibnu malik.. tolong di kirim yah terjemah nya) \"BAB ISIM A'DAD\"/AL-A'DADU... kitab alfaih. Atas perhatianya saya ucapkan banyak2x trimakasih...\rJAWABAN :\rIbnu Toha\rالعدد\rBab 'Adad (Bilangan)","part":1,"page":352},{"id":353,"text":"726- ثَلَاثَةً بِالتَّاءِ قُلْ لِلعشَرَهْ... فِي عَدِّ مَا آحَادُهُ مُذَكّرَهْ\rUcapkan angka Tsalatsatun (tiga) sampai 'Asyarotun (sepuluh) dengan menggunakan Ta' didalam menghitung sesuatu yang mufrodnya Mudzakkar,\r727- في الضِّدِّ جَرِّدْ وَالْمُمَيِّزَ اجْرُرِ... جَمْعاً بِلَفْظِ قِلَّةٍ فِي الأكْثَرِ\rSebaliknya buanglah Ta'nya (pada mufrod ma'dud muannats). Jarkanlah! Lafazh Mumayyiz/Ma'dud yang jamak qillah pada kebanyakannya (daripada yang jamak katsroh).\r728- وَمِائَةً وَالأَلْفَ لِلْفَرْدِ أضِفْ... وَمِائَةٌ بِالجَمْعِ نَزْراً قَدْ رُدِفْ\rTerhadap angka Mi'atun (seratus) dan Alfun (seribu) mudhafkan pada Isim Mufrod. Dan angka Mi'atun (seratus) jarang diikuti oleh Jamak. (jarang dimudhafkan pada jamak)\rKETERANGAN :\rSebelumnya perlu diketahui, bahwa Isim Adad (kata bilangan/hitungan) menurut istilah Ulama' Nahwu terbagi menjadi 4 bagian.\r1. \"Adad Mufrod\" :\rAdalah Isim Adad yang kosong dari Tarkib dan 'Athaf. Yaitu bilangan dari Wahidun (satu) sampai 'Asyarotun (sepuluh), Bidh'un (sejumlah antara 3-9), Mi'atun (seratus), dan Alfun (seribu).\rSebagian Nuhat menyebutnya \"Adad Mudhaf\" karena dapat dimudhafkan pada Tamyiznya/Ma'dudnya, yang selain wahidun (satu) dan Itsnani (dua).\r2. \"Adad Murokkab\"\rAdalah Isim Adad susunan dua bilangan menjadi satu dengan susunan Tarkib Mazji. Yaitu bilangan dari Ahada 'Asyaro (sebelas) sampai Tis'ata 'Asyaro (Sembilan belas).\r3. \"Adad 'Aqd\"\rAdalah Isim Adad puluhan/kelipatan sepuluh. Yaitu bilangan dari 'Isyruuna (dua puluh) sampai Tis'uuna (sembilan puluh).","part":1,"page":353},{"id":354,"text":"Sebagian Nuhat menyebutnya \"Adad Mufrod\" karena tidak Mudhaf juga tidak Murokkab.\r4. \"Adad Ma'thuf\"\rAdalah Isim Adad susunan Athaf. Yaitu bilangan yang ada diantara dua Adad Aqd (angka yang ada diantara 20>…<30, 30>…<40, dst.). Contoh Wahidun wa 'Isyruuna (dua puluh satu), Itsnaani wa Isyruuna (dua puluh dua), dst. Hingga Tis'atun wa Tis'uuna (sebilan puluh Sembilan).\rInsyaallah 4 bagian diatas akan diterangkan menurut penerangan Kitab Alfiyah pada tiga bahasan sebagai berikut:\rI. Hukum Mudzakkar&Muannatsnya\rII. Hukum Tamyiznya/Ma'dudnya\rIII. Hukum I'robnya\rI. Hukum Mudzakkar&Muannatsnya\rBagian ini diperuntukkan pada Adad Mufrad.\ra. Untuk Wahidun dan Itsnani harus mencocoki Mudzakkar&Muannatsnya pada Ma'dudnya.\rContoh:\rفي القرية مسجد واحد\rFIL-QORYATI MASJIDUN WAAHIDUN = Di desa itu hanya ada satu masjid.\rاشتريت كتابين اثنين\rISYTAROITU KITAABAINI ITSNAINI = Aku telah membeli dua buku/kitab.\rcontoh yang mencocoki dalam mu'annatsnya:\rفي القرية مدرسة واحدة\rFIL-QORYATI MADROSATUN WAAHIDUN = Di desa itu hanya ada satu madrasah/sekolah.\rاشتريت كراستين اثنتين\rISYTAROITU KURROOSATAINI ITSNATAINI = Aku telah membeli dua buku tulis.\rUntuk bilangan wahidun dan itsnaani (1 & 2) tersebut, di i'rob menurut posisinya pada suatu susunan kalam. Dan ma'dudnya tidak boleh disebut setelahnya. Jadi tidak boleh mengucapkan :\rفي القرية واحدُ مسجدٍ\rFIL-QORYATI WAAHIDU MASJIDIN\rtidak boleh juga mengucapkan:\rاشتريت اثني كتابين\rISYTAROITU ITSNAI KITAABAINI\rKarena penyebutan ma'dud (masjidun dan kitaabaini) secara langsung sudah mencukupi yang dimaksud. jadi tidak perlu menyebut 'adad di sebelumnya.","part":1,"page":354},{"id":355,"text":"b. untuk bilangan 3 sampai 10 (\"tsalatsatun > 'asyarotun\") dan kalimah \"Bidh'un/Bidh'atun\" (sejumlah sekitar 3-9). kebalikan hukum mudzakkar dan muannats pada ma'dudnya.\ryakni, dimudzakkarkan apabila ma'dudnya mu'annats. contoh :\rعندي ثلاثُ نسوةٍ\r'INDIY TSALAATSU NISWATIN = Saya punya tiga orang wanita.\rنصحت بضع نساء\rNASHOHTU BIDH'A NISAA'IN = Saya telah menasehati beberapa wanita.\rdan dimu'anntskan apabila ma'dudnya mudzakkar, contoh :\rعندي سبعةُ رجال\r'INDIY SAB'ATU RIJAALIN = Saya punya tujuh orang pria.\rصافحت بضعة رجال\rSHOOFAHTU BIDH'ATA RIJAALIN = Saya telah bejabat tangan dengan beberapa laki-laki.\rContoh dalam Al-Qur'an :\rسَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا\rSAKHKHOROHAA 'ALAIHIM SAB'A LAYAALIN WA TSAMAANIYATA AYYAAMIN HUSUUMAN = yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus (QS. Al-Haaqah :7)\rفَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ\rFA SYAHAADATU AHADIHIM ARBA'U SYAHAADAATIN BILLAAHI = maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah (QS. Annuur :6)\rثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ\rTSUMMA LAM YA'TUU BI ARBA'ATI SYUHADAA'A = dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi (QS. Annuur :4)\r> lafazh SYAHADAATIN = ma’dud mu’annats karena mufrodnya SAHAADATIN, maka menggunakan ‘adad mudzakkar ARBA’U.\r> lafazh SYUHADAA’A = ma’dud mudzakkar karena mufrodnya SYAAHIDUN/SYAHIIDUN, maka menggunakan ‘adad mu’annats ARBA’ATI.","part":1,"page":355},{"id":356,"text":"Dengan demikian, yang dipandang mudzakkar dan muannatsnya dalam hal ini bukan pada bentuk lafazh jamaknya, akan tetapi yang dipandang adalah bentuk isim mufrodnya. contohnya lagi :\rجاء خمسة فتية\rJAA’A KHOMSATU FITYATIN = lima orang pemuda telah datang.\r> Lafazh “FITYATIN” mempunyai bentuk mufrod “FATAA” adalah ma’dud mudzakkar, makanya menggunakan ‘adad mu’annats (KHOMSATU). Tidaklah memandang bentuk lafazh jamaknya yang mu’annats (FITYATIN).\rApabila terdapat dua ma’dud dalam satu ‘adad. Yang satu mudzakkar dan yang lain muannats, maka yang dipandang muannats dan mudzakkarnya adalah pada ma’dud yang disebut pertama kali.\rContoh:\rحضر سبعة رجال ونساء\rHADHORO SAB’ATU RIJAALIN WA NISAA’IN = tujuh orang pria dan wanita telah hadir.\rوأقبل خمس نساءٍ ورجال\rAQBALA KHOMSATU NISAA’IN WA RIJAALIN = lima orang wanita dan pria telah menghadap.\rAkan berbeda nanti hukum mudzakkar dan mu’annatsnya apabila adad-adad mufrad tersebut diatas dibentuk menjadi ‘Adad Murokkab atau ‘Adad Ma’thuf yang insyaAllah akan dijelaskan pada bait-bait selanjutnya.\rII. Hukum I’robnya : disesuaikan menurut posisinya pada susunan kalam.\rIII. Hukum Tamyiznya/Ma’dudnya :\rA. Dijadikan mudhaf ilaih dengan susunan idhofah, yakni memudhofkan adad kepada ma’dud yang dibutuhkan sebagai tamyiznya, seperti pada contoh-contoh diatas. Dan terkadang tidak dimudhofkan kepada tamyiznya tapi cukup dimudhofkan langsung kepada siempunya tamyiz/ma’dud. Kerena dalam hal ini si pembicara sudah memaklumi akan jenis/bentuk ma’dud. Sehingga tidak perlu ditamyizi. Semisal contoh:\rهذه خمسةُ محمد","part":1,"page":356},{"id":357,"text":"HADZIHI KHOMSATU MUHAMMADIN = ini adalah limanya Zaid (yakni, ini lima barang punya zaid)\rخذ سبعتك\rKHUDZ! SAB’ATAKA = ambillah! Tujuhmu. (yakni, ambilah tujuh barangmu)\rB. Ma’dudnya berbentuk jamak, yang sering digunakan adalah dalam bentuk Jamak Taksir Qillah. Dan diketahui juga bahwa maksud jamak dalam ma’dud di sini tidak harus berupa bentuk jamak dalam istilah, tapi juga bisa masuk kepada semua jenis isim yang menunjukkan jamak, seperti Isim Jamak dan Isim Jinsi Jam’i, yang dalam penggunaannya banyak menyertakan huruf jar MIN. contoh dalam Ayat Al-Qur’an :\rفَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ\rFA KHUDZ! ARBA’ATAN MINATH-THOIRI = ambillah empat ekor burung (QS. Al-Baqoroh : 260)\rجاء ثلاثة من القوم\rJAA’A TSALAATSATUN MINAL QOUMI = telah datang tiga kaum.\rفي المزرعة سبع من النخل وتسع من الشجر\rFIL MAZRO’ATI SAB’UN MINAN-NAKHLI WA TIS’UN MINAS-SYAJARI = di ladang itu ada tujuh pohon kurma dan Sembilan pepohonan.\rTerkadang juga langsung disusun secara idhofah. Contoh dalam Ayat Al-Qur’an :\rوَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ\rWA KAANA FIL-MADIINATI TIS’ATU ROHTHIN = Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki (QS. An-naml:48).\rYang berbeda dengan tiga hal diatas dalam hukum penggunaan ma’dudnya yakni : 1. Jamak. 2. Jamak Taksir. 3. Jamak Taksir Qillah. Adalah :\r1. Menggunakan bentuk isim mufrod, apabila adad-adad tersebut diatas bertamyiz pada lafazh MI’ATUN. Contoh :\rفي المعهد ثلثمائة طالب وأربعمائة مقعد\rFIL-MA’HADI TSALATSUMI’ATI THOOLIBIN WA ARBA’UMI’ATI MAQ’ADIN = di lembaga itu ada 300 siswa dan 400 bangku.","part":1,"page":357},{"id":358,"text":"2. Menggunakan bentuk jamak shohih, apabila tidak terdapat dalam bentuk jamak taksirnya. Contoh:\rخمس صلوات\rKHOMSU SHOLAWAATIN = lima sholat.\rContoh dalam Ayat Al-Qur’an :\rاللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ\rALLAHUL-LADZII KHOLAQO SAB’A SAMAAWAATIN WA MINAL-ARDHI MITSLAHUNNA = Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi (QS. Ath-Tholaaq : 12)\r> Lafazh “SAMAWAATIN” = menggunakan jamak shohih (jamak muannats salim) karena tidak mempunyai bentuk jamak lain selain itu.\rثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ\rTSALAATU ‘AUROOTIN = tiga ‘aurat bagi kamu (QS. An-Nur : 58)\r> lafazh “‘AUROOTIN” = jamak shohih sebab juga tidak ada dalam bentuk jamak taksirnya.\rDemikian juga menggunakan jamak shohih, apabila bentuk jamak taksirnya jarang digunakan. Semisal contoh dalam Ayat Al-Qur’an :\rفِي تِسْعِ آيَاتٍ\rFII TIS’I AAYAATIN = termasuk sembilan buah mukjizat (QS. An-Naml : 12)\r> lafazh “AAYAATIN” = jamak shohih dari “AAYATIN” ditemukan dari bangsa arab menggunakan jamak taksirnya yaitu AAYUN tapi tidak banyak digunakan (lihat Al-Mishbahul Munir hal. 23).\rDemikian juga menggunakan bentuk jamak shohih apabila digunakan bersamaan dengan jamak yang tidak ada bentuk jamak taksirnya, seperti contoh:\rيُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ","part":1,"page":358},{"id":359,"text":"YUUSUFU AYYUHASH-SHIDDIIQU AFTINAA FII SAB’I BAQOROOTIN SIMAANIN YA’KULUHUNNA SAB’UN ‘IJAAFUN WA SAB’I SUNBULAATIN KHUDHRIN WA UKHORU YAABISAATIN = (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering (QS. Yusuf : 46)\r> lafazh SAB’I “SUNBULAATIN” = menggunakan jamak shohih karena berdampingan dengan lafazh sebelumnya yaitu SAB’I “BAQOROOTIN” yang tidak diketahui bentuk jamak taksirnya.\rSedangkan apabila tidak berdampingan dengan jamak shohih yang tidak ada bentuk jamak taksirnya, maka menggunakan bentuk jamak taksirnya yaitu “SANAABILA”, contoh dalam Ayat :\rمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ\rMATSALUL-LADZIINA YANFIQUUNA AMWAALAHUM FII SABIILILLAAHI KAMATSALI HUBBATIN ANBATAT SAB’A SANAABILA FII KULLI SUNBULATIN MA’ATU HABBAH. = Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. (QS. Al-Baqoro : 261).\r3. Tetap menggunakan bentuk Jamak Taksir Katsroh sekalipun ada dalam bentuk Jamak Taksi Qillahnya, contoh dalam Ayat Al-Qur’an :\rوَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ","part":1,"page":359},{"id":360,"text":"WAL-MUTHOLLAQOOTU YATAROBBASHNA BI ANFUSIHINNA TSALAATSATA QURUU’IN = Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’ (QS. Al-Baqoroh : 228)\r> ‘Adad TSALAATSATA dimudhofkan kepada ma’dudnya lafazh “QURUU’IN” yang berupa Jamak Taksir Katsroh, beserta ia mempunyai bentuk Jamak Taksir Qillah yaitu “AQROO’IN”.\rC. MI’ATUN (SERATUS) dan ALFUN (SERIBU)\rI. Hukum Mudzakkar & Muannatsnya : Tetap dalam bentuknya baik ma’dudnya Mudzakkar atau Mu’annats.\rII. Hukum Tamyiznya/Ma’dudnya : Pada umumnya harus berupa Isim Mufrod yang dijarkan menjadi mudhaf ilaih.\rContoh :\rقلَّ من يعيش مائة سنةٍ\rQOLLA MA YA’IISYU MI’ATA SANATIN = Jarang orang yang hidup seratus tahun.\rContoh dalam Ayat Al-Qur’an :\rالزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ\rAZZAANIYATU WAZ-ZAANIY FAJLIDUU KULLA WAAHIDIN MINHUMAA M’ATA JALDATIN = Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera (QS. An Nuur : 2)\rيَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ\rYAWADDU AHADUHUM LAW YU’AMMARU ALFA SANATIN = Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun (QS. Al-Baqarah : 96)\rTerkadang menggunakan ma’dud/tamyiz bentuk jamak majrur dari ‘adad MI’ATUN, contoh dalam Ayat AL-Qur’an :\rوَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا\rWA LABITSUU FIY KAHFIHIM TSALAATSA MI’ATIN SINIINA WAZDAADUU TIS’AN = Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS. Al-Kahfi 25).","part":1,"page":360},{"id":361,"text":"> karena dalam ayat ini oleh bacaan salah satu qiro’ah sab’ah (Hamzah dan Al-Kasa’iy) memudhofkan lafazh MI’ATIN pada lafazh SINIINA menjadi “MI’ATI SINIINA”. Sumber :\rhttp://nahwusharaf.wordpress.com/category/kitab-alfiyah-ibnu-malik/bab-adad-madud/Link\rAsal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/471362512886562/\r2232. KAJIAN NAHWU : PERBEDAAN KUNIYAH DAN KINAYAH\rPERTANYAAN :\rRizqi Mubarok Ibnu Abdirrohman\rAssalamu alaikum afwan mau tanya tentang nahwu apa bedanya kunyah dengan kinayah syukran\rJAWABAN :\r1. Alif Jum'an Azend\rWa'alaikumussalam.. Kuniyah adalah nama julukan seseorang disamping nama aslinya (asma), biasa menggunakan kata depan abu atau ibnu... misal Abu Hamid (nama aslinya Muhammad), Ibnu Abbas (nama aslinya Abdullah).\rKinayah (Mitonimie). Al-Mubarrad (w. 258 H) merupakan sarjana bahasa yang melakukan sistematisasi mengenai konsep kinayah. Dalam karyanya \"al-Kamil\", al-Mubarrad menguraikan tiga model kinayah beserta fungsinya:\r- menjadikan sesuatu lebih umum\r- memperindah ungkapan\r- untaian pujian\rNamun al-Mubarrad tidak banyak mengulas pada model pertama dan ketiga, ia lebih menitikberatkan pada model yang kedua, yaitu kinayah sebagai penyempurna keindahan ungkapan, khususnya yang diambil dari ayat-ayat al-Qur'an. Kinayah adalah mengungkapan kata, tetapi yang dimaksud bukan makna dari kata itu, sekalipun bisa dibenarkan kalau dipahami sesuai dengan makna dasarnya. Misalnya dalam pribahasa Arab:\rاليد الطويلة","part":1,"page":361},{"id":362,"text":"Tangan panjang : Di kalangan orang Arab sangat popular istilah \"al-yad al-thawilah\" untuk menyebut (sebagai kinayah) kepada seseorang yang suka memberi atau membantu. Tetapi kalau \"al-yad al-thawilah\" dipahami sebagai tangan yang panjang, sesuai dengan makna dasarnya juga tidak salah, inilah kinayah.\rPerhatikan pula dalam surat al-Zukhruf ayat 18:\rأَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ\rDan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran. Menurut Fadlal Hasan, ayat tersebut diturunkan kepada Nabi yang dilatarbelakangi oleh kebiasaan orang Arab jahilayah yang membenci anak-anak perempuan dan menguburnya hidup-hidup. Selain itu, mereka juga menyangka bahwa malaikat itu anak perempuan Allah. Kemudian ayat tersebut diturunkan sekaligus memperkuat kebodohan dan kedangkalan pemikiran mereka. Dalam ungkapan ayat di atas \"man yunasysya'u fil hilyati\" (orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan) adalah kinayah bagi seorang perempuan. Karena yang sering berhias dan berdandan, serta tidak memiliki kekuatan dalam pertengkaran adalah orang perempuan. Jadi, konteks ayat di atas sebagai kinayah bagi orang perempuan Arab jahili yang memiliki kebiasaan berhias diri dan tidak punya kekuatan, sekalipun sifat-sifat itu juga terdapat pada perempuan zaman sekarang.\r2. Hakam Ahmed ElChudrie","part":1,"page":362},{"id":363,"text":"Kinayah secara bahasa adalah perlambang atau simbol. Misalnya lambang banteng moncong putih adalah lambang atau simbol dari PAI-P. atau (هو) adalah perlambang dari (زيد) misanya, yang merupakan kata ganti orang ketiga.\r‘Alam Kunyah, yaitu isim ‘alam yang dibuat untuk yang kedua, artinya setelah ‘alam ismi, dan diawali dengan abu (اَبٌ) atau ummu (اُمٌّ), seperti abu fadhl (اَبُو الْفَضْلِ) dan ummu kultsum (اُمٌّ كُلْثُومِ). Referensi : Fath Rab al-Bariyyah, hlm. 23\r( ك ن ي ) : كَنَيْتُ بِكَذَا عَنْ كَذَا مِنْ بَابِ رَمَى وَالِاسْمُ الْكِنَايَةُ وَهِيَ أَنْ يَتَكَلَّمَ بِشَيْءٍ يُسْتَدَلُّ بِهِ عَلَى الْمَكْنِيِّ عَنْهُ كَالرَّفَثِ وَالْغَائِطِ وَالْكُنْيَةُ اسْمٌ يُطْلَقُ عَلَى الشَّخْصِ لِلتَّعْظِيمِ نَحْوُ أَبِي حَفْصٍ وَأَبِي الْحَسَنِ أَوْ عَلَامَةٌ عَلَيْهِ المصباح المنير ج 8 ص 172 مكتبة شاملة\r3. Sunde Pati\rBismillah. Kuniyah (gelar) itu terbagi 3..gelar yang jelek untuk disebutkan,gelar yang diberikan pada seseorang dengan tujuan meremeh atau mengagungkan,dan gelar yang menempati/menggantikan kedudukan nama asli,yang mana seseorang tersebut bisa dikenal dengan sebutan gelar tersebut sebagaimana dikenal dengan nama aslinya contoh abu lahab.\rKuniyah menurut kesepakatan penduduk arab yang lebih shohih adalah nama/gelar yang diawali dengan lafadz abu, ummu, ibnu atau bintu. Dalam kitab al-misbah yang namanya kuniyah yaitu sebuah nama yang dimutlakkan pada seseorang untuk mengagungkannya atau sebagai tanda darinya, seperti contoh abi hafs dan abi hasan\rتاج العروس من جواهر القاموس (39/ 422)","part":1,"page":363},{"id":364,"text":"ُ : *!الكُنْيَةُ على ثلاثَةِ أَوْجُهٍ : أَحَدُها أن *!يُكْنَى عن شيءٍ يُسْتَفْحَش ذِكْرُه ؛ الثَّاني : أنْ يُكْنَى الرَّجُل تَوْقيراً له وتَعْظيماً ؛ الثالث : أَن تقومَ *!الكُنْيةُ مُقامَ الاسْمِ فيُعْرَفُ صاحِبُها بها ، كما يُعْرَف باسْمِه\r( وأَبو فلانٍ : *!كُنْيَتُه *!وكُنْوتُه ) ، بالضَّمِّ فيهما ( ويُكْسَرانِ ) ، بالضَّمِّ والكسر في *!الكُنْوةِ عن اللحْياني .\r*!والكُنْيَةُ على ما اتَّفَقَ عليه أَهْلُ العربيَّةِ هو ما صُدِّرَ بأَبٍ أَو أُمَ أَو ابنٍ أَو بنتٍ على الأصَحّ في الأخيرَيْن ، وهو قولُ الرَّضي ، وسَبَقَه إليه الفَخْرُ الرّازِي .\rوفي المِصْباح : *!الكُنْيَةُ اسمٌ يُطْلَقُ على الشَّخْصِ للتَّعْظِيمِ نَحْو أَبي حِفْص وأَبي حَسَنٍ ؛ أَو عَلامَة عليه ؛ والجَمْعُ *!كُنًى بالضم في المُفْردِ والجَمْع ، والكَسْر فيها لُغَةٌ مثْلُ بُرْمةٍ وبِرَمٍ وسِدْرَةٍ وسدرٍ . وكَنَّيْته أبا محمدٍ وبأَبي محمدٍ ؛ قالَ ابنُ فارِس في المُجمل : قالَ الخليلُ : الصَّوابُ الإِتْيانُ بالباءِ ، انتَهَى\rKinayah menurut ibnu mandzur adalah berbicara tentang sesuatu tapi yang dihendaki adalah perkara lain\rالأمثال العربية والأمثال العامية مقارنة دلالية (ص: 9)\rيقول ابن منظور :\"والكناية أن تتكلم بشيء وتريد غيره وكنى عن الأمر بغيره يكنى كناية ، يعنى أن تتكلم بغيره مما يستدل به عليه\r4. Kakang Prabu\r1. Sebutan yang diawali dengan ummun atau abun adalah \"Kunyah\"\r2. Sebutan tanpa ammun atau abun namun ada unsur mencela atau memuji adalah \"Laqob\"\r3. Sebutan nama yang sebenarnya tanpa ada unsur apa-apa disebut 'Isim'\rفما أتى منه بأم أو بأب # فكنية وغيره اسم أو لقب\r\"Sebutan yang didatangkan/di awali dengan umm atau ab # adalah kunyah, selain itu adalah isim atau laqob\"","part":1,"page":364},{"id":365,"text":"فما بمدح أو بذم مشعر # فلقب والإسم ما لا يشعر\r\"Sebutan yang ada unsur mencela atau memuji # adalah laqob, sedangkan isim/nama adalah tanpa ada unsur apa-apa\". (Nadhom Imrithi Bab Ma'rifat dan Nakiroh). Wallaahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/546751355347677/\r3035. PERBEDAAN LAFADZ KHOLAQO DAN JA'ALA\rPERTANYAAN :\r> Rofiq Murtaji\rAssalamualaikum wr wb....mohon maaf, mau nanya... apakah perbedaan antara kholaqo dan ja'ala..? moohon jawabannya .. wassalamualaikum wr wb..\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rMakna Kholaqo (Kholqon-mashdar) adalah menciptakan atau meng'ada'kan atau memunculkan sesuatu yang tak ada dari sesuatu yang telah ada, contoh dalam al-qur'an surat al-an'am\rخَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ\rAllah yang telah menciptakan kamu sekalian dari tanah.\rSyai`in Ma'dum ( sesuatu yang tak ada ) nya \"kamu sekalian = manusia\", Syai`in Maujud ( sesuatu yang telah ada ) nya adalah \"Tanah\".\rSedangkan makna lafadz Ja'ala (Ja'lan-Mashdar) adalah ciptaan untuk kemanfaatan atau faidah dari sesuatu. Contoh dalam al-qur'an surat yunus : 5\r(Allah telah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya..)\rالفرق بين الخلق والجعْل :\rالخلق : إيجاد شيء معدوم من شيء موجود ، (خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ (2)) الأنعام ، (هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ (11)) لقمان . (لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ «4») التين .","part":1,"page":365},{"id":366,"text":"الجعل: هو خلقٌ لوظيفة الأشياء. الله خلق الأرض ووظيفتها أنه جعلها بساطاً ،(وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا «19») نوح، و(جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا (5)) يونس ، و(جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا (22)) البقرة، (وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ جُلُودِ الْأَنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ «80») النحل. فكلمة جعلّ تعني خلقاً ، ولكنْ خلق لوظائف المخلوقات، وحينئذٍ كل شيء خلقه لكي يكون وظيفة لمخلوق آخر هذا الجعل.\rhttp://www.alabwaa.com/vb/t15917/\rمن أقوال المفسرين في قوله تعالى: {وَجَعَلَ الظلمات والنور}:\r.قال الفخر:لفظ {جَعَلَ} يتعدى إلى مفعول واحد إذا كان بمعنى أحدث وأنشأ كقوله تعالى: {وَجَعَلَ الظلمات والنور} وإلى مفعولين إذا كان بمعنى صير كقوله: {وَجَعَلُواْ الملائكة الذين هُمْ عِبَادُ الرحمن إناثا} [الزخرف: 19] والفرق بين الخلق والجعل أن الخلق فيه معنى التقدير، وفي الجعل معنى التضمين والتصيير كإنشاء شيء من شيء، وتصيير شيء شيئًا، ومنه: قوله تعالى: {وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا} [الأعراف: 189] وقوله: {وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا} [الرعد: 38] وقوله: {أَجَعَلَ الألهة إلها واحدا} [ص: 5] وإنما حسن لفظ الجعل هاهنا لأن النور والظلمة لما تعاقبا صار كأنه كل واحد منهما إنما تولد من الآخر. اهـ.","part":1,"page":366},{"id":367,"text":"Lafadz \"ja'ala\" menjadi fi'il muta'addi pada satu maf'ul jika berma'na lafadz \"ahdatsa\" atau \"ansya`a\" dan butuh pada dua maf'ul jika bermakna \"shoyaro\". Dan perbedaan antara \"KHOLQO\" dan \"JA'LU\" , Bahwa dalam kholqo ada ma'na \"TAQDIR\" dan dalam Ja'lu ada makna Tadhmin (menyimpan) dan Tashyir (menjadikan / memunculkan). Wallahu a'lam. Hal senada juga dikatakan oleh ibnu 'Asyur :\rقال ابن عاشور:وقوله: {وجعل الظلمات والنور} أشار في الكشاف أنّ (جعلَ) إذا تعدّى إلى مفعول واحد فهو بمعنى أحدث وأنشأ فيقارب مرادفة معنى (خلق).والفرق بينه وبين (خلق)؛ فإنّ في الخلق ملاحظة معنى التقدير، وفي الجعل ملاحظة معنى الانتساب، يعني كون المجعول مخلوقًا لأجل غيره أو منتسبًا إلى غيره، فيعْرف المنتسب إليه بمعونة المقام.فالظلمات والنور لمّا كانا عرضين كان خلقهما تكوينًا لتُكيَّف موجودات السماوات والأرض بهما.ويعرف ذلك بذكر {الظلمات والنور} عقب ذكر {السماوات والأرض}، وباختيار لفظ الخلق للسماوات والأرض، ولفظ الجعل للظلمات والنور، ومنه قوله تعالى: {هو الذي خلقكم من نفس واحدة وجعل منها زوجها} [الأعراف: 189] فإنّ الزوج وهو الأنثى مراعى في إيجاده أن يكون تكملة لخلق الذكر، ولذلك عقّبه بقوله: {ليسكن إليها} [الأعراف: 189] والخلق أعمّ في الإطلاق ولذلك قال تعالى في آية أخرى: {يا أيها النّاس اتّقوا ربّكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها} [النساء: 1] لأنّ كلّ تكوين لا يخلو من تقدير ونظام.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/757556277600516/\r3074. PERIHAL LAFADZ ALLOHUMMA\rPERTANYAAN :\r> Abdussalam Arfan\rBagaimana perincian (terdiri dari berapa ismi) pada lafazh \"Allahumma\"??\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rاللهم itu asalnya الله يا kemudian YA' nida'nya diganti mim menjadi اللهم :\rشرح ابن عقيل : ص : 140","part":1,"page":367},{"id":368,"text":"( والأكثر اللهم بالتعويض ... وشذ يا اللهم في قريض ) لا يجوز الجمع بين حرف النداء وأل في غير اسم الله تعالى وما سمى به من الجمل إلا في ضرورة الشعر كقوله 309 - ( فيا الغلامان اللذان فرا ... إيا كما أن تعقبانا شرا ) (3/264) وأما مع اسم الله تعالى ومحكى الجمل فيجوز فتقول يا الله بقطع الهمزة ووصلها وتقول فيمن اسمه الرجل منطلق يا الرجل منطلق أقبل والأكثر في نداء اسم الله اللهم بميم مشددة معوضة من حرف النداء وشذ الجمع بين اليم وحرف النداء في قوله 310 - ( إني إذا ما حدث ألما ... أقول يا اللهم يا اللهما ) :\r> Sunde Pati\rHuruf MIM tambahan di sana adalah gantian dari YA' nida' aslinya adalah YA ALLAH\rأصول النحو (1/ 338) فصل\rوالميم الزائدة في قولك ( اللهم ) عوض من ( يا ) وقال الكوفيون أصله ( يا الله أمنا بخير ) وهو غلط لوجهين أحدهما أنه لو كان كذلك لكثر الجمع بينهما ولما لم يأت ذلك إلا في الضرورة علم أنه عوض فلم يجمع بينه وبين المعوض والثاني أنه يصح أن يقع بعد هذا الاسم ( أمنا بخير ) وما أشبهه كقولك اللهم أغفر لي وأن يقع بعده ضد هذا المعنى كقولك اللهم العن فلانا وما أشبهه\rأوضح المسالك (4/ 31) فصل\rولا يجوز نداء ما فيه ( ( أل ) ) إلا في أربع صُوَر : إحداها : اسم الله تعالى أْجمْعَوُا على ذلك تقول ( ( يا الله ) ) بإثبات الألفين و ( ( يَا الله ) ) بحذفهما و ( ( يا الله ) ) بحذف الثانية فقط والأكْثَرُ أن يحذف حرف النداء ويُعَوَّض عنه الميم المشدَّدة فتقول ( ( الّلهُمَّ ) ) وقد يجمع بينهما في الضرورة النادرة كقوله : - ( أَقُولُ يَا الَّلهُمَّ يَا الَّلهُمَّا ... )\rالثانية : اُلْجمَلُ الَمحْكِيَّة نحو ( ( يا المنُطَلِقُ زَيْدٌ ) ) فيمن سُمِّى بذلك نَصَّ على ذلك سيبويه وزاد عليه المبرد ما سُمَّى به من موصول مبدوء بأل نحو الذي والتى وصَوَّبه الناظم","part":1,"page":368},{"id":369,"text":"الثالثة : اسم الجنس المُشَبَّهُ به كقوله ( ( يا الخَلْيِفَةُ هَيْفَةً ) ) نَصَّ على ذلك ابن سَعْدَان\rالرابعة : ضرورة الشعر كقوله : - ( عَبَّاسُ يَا الَملِكُ المُتَوَّجُ وَالّذِى ... ) ولا يجوز ذلك في النثر خلافاً للبغداديين\rالأصول في النحو (1/ 338)\rفأما قولهم : اللهُّم اغفر لي فإنَّ الخليل كان يقول : الميم المشددة في آخرهِ بدل من ( يا ) التي للنداء لأنهما حرفان مكان حرفين قال أبو العباس : الدليل على صحة قول الخليل : أن قولك : اللهم لا يكون إلا في النداء لا تقول : غفر اللهم لزيد ولا : سخط اللهم على زيد كما تقول : سخط الله على زيد وغفر الله لزيد وإنما تقول : اللهم اغفر لنا اللهم اهدنا وقال : فإن قال الفراء : هو نداء معه ( أم ) قيل : له فكيف تقول : اللهم اغفر لنا واللهم أمنا بخير فقد ذكر ( أم ) مرتين قال : ويجب على قوله أن تقول : يا اللهم لأنه : يا الله أمنا ولا يلزم ذلك الخليل : لأنه يقول الميم بدل من يا وإذا وصفت مفرداً بمضاف لم يكن المضاف إلا منصوباً تقول : يا زيد\rPada permasalahan huruf MIM pada lafadz ALLOHUMA apakah kedudukan MIM tersebut itu gantian huruf nida; atau tidak ?\rUlama' kuffah berpendapat bahwa hurum MIM yg ditasydid pada lafadz ALLOHUMMA bukanlah gantian dari huruf YA' untuk tanbih dalam nida'dan ulama' basroh berpendapat bahwa huruf MIM tersebut adalah gantian dari huruf YA' yg berfaidah tanbih didalam nida' sedangkan huruf HA' itu dimabnikan dlommah karena kedudukannya adalah nida' .\rالإنصاف في مسائل الخلاف (1/ 341)","part":1,"page":369},{"id":370,"text":"سألة القول في الميم في اللهم أعوض من حرف النداء أم لا ذهب الكوفيون إلى أن الميم المشددة في اللهم ليست عوضا من يا التي للتنبيه في النداء وذهب البصريون إلى أنها عوض من يا التي للتنبيه في النداء والهاء مبنية على الضم لأنه نداء أما الكوفيون فاحتجوا بأن قالوا إنما قلنا ذلك لأن الأصل فيه يا الله أمنا بخير إلا أنه لما كثر في كلامهم وجرى على ألسنتهم حذفوا بعض الكلام طلبا للخفة والحذف في كلام العرب لطلب الخفة كثير ألا ترى أنهم قالوا هلم وويلمه والأصل فيه هل أم وويل أمه وقالوا أيش والأصل أي شيء وقالوا عم صباحا والأصل انعم صباحا\rWALLOHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/766167443406066/\r3181. KONOTASI LAFADZ YANBAGI (SEBAIKNYA)\rPERTANYAAN :\r> Miftah El Busyaireiy\rAssalamu'alaykum warohmatulloh. Para asatidz yang kami ta'dzimi. Saya mohon pencerahan pemahaman ta'bir berikut :\r5 - تصح للإمام نية الإمامة مع تحرمه إن لم يكن خلفه أحد إن وثق بالجماعة على الأوجه لأنه سيصير إماما فإن لم ينو ولو لعدم علمه بالمقتدين حصل للمأموم فضيلة الجماعة دونه وان نواها فى الأثناء حصل له الفضل من حينئذ ( قال الفقيه الحبيب زين بن سميط ولذلك ينبغي لمن أراد الاقتداء بالمنفرد ان يشير إليه بنحو ضرب كتفه لينوي ذلك المنفرد الإمامة فيحوز فضيلة الجماعة )\r(الشمس المنيرة ج 1 ص 357 )\rPertanyaannya :\r1.…Apa maksud dari lafadz ينبغي dari ta'bir tersebut ?\r2.…Apakah sunnah atau bagaimana ? Wassalamu'alaykum warohmatulloh.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Maadah Inbigho (mashdar inbagho-yanbaghi-inbigho`an ) adalah sunah\rالانبغاء بعضهم فسره بالوجوبوفسر بفرض عين وكفايهوبعضهم يسحب او استحبابا شديدا","part":1,"page":370},{"id":371,"text":"Sebagian ulama menafsirkan lafadz \"inbigho\" dengan wajib,sebagian lagi dengan fardhu 'ain dan kifayah,dan sebagian lagi dengan sunah atau sunah muakkad.(Sulamul Munawaroq). Wallahu a'lam.\r> Mazz Rofii\rKalau pemahaman saya ....Redaksi Yanbagi itu bermakna Sunnat ....\rالمصباح المنير (1/ 346)( ب غ ى ) : بغيته أبغيه بغيا طلبته وابتغيته وتبغيته مثله والاسم البغاء وزان غراب وينبغي أن يكون كذا معناه يندب ندبا مؤكدا لا يحسن تركه\rContoh Lafadz Yanbagi dalam kitab Fiqih nya :\r(1) فرع ينبغي أي يندب أن يكتب القاضي في الكتاب اسم المحكوم له والمحكوم عليه\r(2) السراج الوهاج (ص: 338)\rفصل في الوصية بزائد على الثلث ينبغي أي يندب أن لا يوصى بأكثر من ثلث ماله فان زاد ورد الوراث الخاص بطلت في الزائد\r(3) تحفة الحبيب على شرح الخطيب (1/ 352)\r( ينبغي له ) أي يندب الخ . وترتفع الجنابة عن كفه وعن محل الاستنجاء\rDan masih banyak contoh yang lain yang sudah sangat ma,lum\r> Ghufron Bkl\r\"ينبغي\" di sana jatuhnya pada hukum sunah. \"ينبغي\" lafazh yang banyak mempunyai arti sunah, wajib dengna melihat qorinah, kadang-kadang mempunyai arti jawaz dan tarjih/menguatkan. sedangkan ينبغي لا bisa mempunyai arti harom atau makruh :\rالفوائد المكية /54\rوينبغي الأغلب فيها استعمالها في المندوب تارة والوجوب اخرى ويحمل على احدهما بالقرينة، وقد يستعمل للجواز والترجيح ولا ينبغي قد تكون للتحريم او الكراهة\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/776553322367478/\r3262. LAFADZ ALLAH MEMANG BERASAL DARI BAHASA ARAB\rPERTANYAAN :\r> Dani Anggih\rAssalamu'alaikum ustad saya mau tanya apakah kata / lafadz ALLOH itu berasal dari bahasa arab? Mohon bimbingannya\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit","part":1,"page":371},{"id":372,"text":"Wa'alaikum salam Wr Wb. Berikut I’lal lafal Allah yang asalnya Ilaahun dalam kitab Hillil Ma’qud min Nadzmil Maqshud halaman 3 :\rالله اصله إله ككتاب وإمام فحذفت الهمزة إعتباطا وعوض عنه أل وهو الصحيح وقيل قياسا بأن ادخل عليه أل للتفخيم فصار الإله ثم خذفت الهمزة بعد نقل حركتها الى ما قبلها من اللام اعتباطا قصد للتخفيف او ليكون الإدغام قياسا ثم أدغمت اللامال الأولى فى الثانية ثم فخم وعظم ان فتح ما قبلها نحو قال الله او ضم نحو قالوا اللهم ورقق ان كسر نحو بسم الله\rLafal Alloh (الله) asalnya Ilaahun (إله) seperti kitaabun (كتاب) dan imaamun (إمام) secara i’tibath (sembarangan). Kemudian dibuang hamzahnya, dan hamzah tersebut diganti alif lam (ال) . Itu pendapat yang shohih. Ada juga yang mengatakan secara qiyas bahwa alif lam dimasukkan pada lafal itu karena untuk pembesaran maka menjadi “ Al-Ilaahu”(الإله).Kemudian hamzah dibuang, setelah memindah harokatnya ke huruf sebelumnya dari lam secara i’tibath (sembarangan) karena untuk tujuan meringankan atau agar terwujud idghom secara qiyas. Kemudian lam pertama diidghomkan kepada lam yang kedua. Kemudian lam dibaca tafkhim dan untuk menaggungkan apabila huruf sebelum lafal Alloh difatahah, misalnya “Qoolallohu” (قال الله), atau didlommah, misalnya “Allohumma” (اللهم), dan dibaca tarqiq apabila huruf sebelem lafal “Alloh” dikasroh misalnya bismillahi (بسم الله). Wallohu a'lamu bis showaab.\r> Ghufron Bkl\rBenar, lafazh ALLAH adalah dari bahasa arab sebelum islam datang :","part":1,"page":372},{"id":373,"text":"و الخلاصة , أن كلمة (الله) كلمة عربية موجودة قبل الإسلام فقد اعتراها ما يعتري الكلمات من زيادة و تطور \"ان صح التعبير\" على لسان العرب , ثم ارتضاه سبحانه اسماً له عندما شرف الأرض برسوله محمد صلى الله عليه و سلم...فتُعامل معاملة (أل) التعريف (لأن هذا أصلها) و أيضاً يعامل الإسم الشريف على انه كلمة واحدة و ال(أل) فيه غير قابلة للحذف كعادة أل التعريف فلا نقول (لاه) اسم لله , لانه سبحانه اتخذ اللفظ (الله) اسماً له على حاله\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/784098251612985/\r3558. KAJIAN NAHWU AL LILLAMHI\rPERTANYAAN :\r> Muhammad El Andalusy\rAssalamu alaikum.. ada sail titipan : Apa yang dimaksud dengan alif lam lilamhi....saya pusing belum nemu jawabannya.. bisa minta dibantu. Nuwun\rJAWABAN :\r> Muntaqy\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, .lamhi bermakna melirik :\r1.…AL lilamhi adalah AL yang masuk pada 'alam (nama-nama) manqul yang patut dimasuki AL dgn tujuan melirik / melihat makna asalnya sebelum menjadi Alam, sehingga berfaedah Tafa'ul.\r2.…AL lilamhi ketika masuk pada isim 'Alam tidak memberikan pengaruh terhadap kemakrifatan 'Alam, sehingga tidak ada perbedaan antara ada dan tidaknya.\r3.…AL lilamhi berhukum sama'i, tidak bisa diqiyaskan/ dianalogikan sendiri.\rPernyataan Ibnu malik :\rوبعض الاعلام عليه دخلا # للمح ما قد كان عنه نقلا\rكالفضل والحارث والنغمان # فذكر ذا وحذفه سيان\r\"Dan AL masuk dalam sebagian isim Alam dgn tujuan melihat makna asalnya sebelum menjadi 'Alam,\rseperti Al fadli, Alharist dan An nu'man, disebutkan atau tidak Al lilamhi tidak memberi pengaruh kemakrifatan.\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":373},{"id":374,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/841600589196084/\r3567. NAHWU : I'ROB LAFADZ YARFA' QS. ALMUJADALAH AYAT 11\rPERTANYAAN :\r> DewayOneis Malhotra\rSelamat Malam Saudara-saudaraku. Seperti yang kita ketahui dalam ilmu Nahwu (Al-Ajurumiyah Bab I'rob) tidak ada fi'il itu jarr, tapi kenapa di lafadz \"yarfa'i\" dalam ayat Yarfa'illaahulladziina aamanuu minkum walladziina uutul ilma darojaat itu fi'ilnya kok Jarr...??? Monggo penjelasan & alasannya saudara-saudaraku para santri khususnya para asyatidz !!!\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rSurat Al-mujadalah ayat 11 :\rيا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَ إِذا قيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ وَ اللَّهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ\rWahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ; Berdirilah ! \", maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang~rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan Allah dengan apapun yang kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui.","part":1,"page":374},{"id":375,"text":"Dalam ayat di atas ada dua kalimat dari fi'il mudhori' yang di i'robi kasroh di akhirnya, pertama lafadz يَفْسَحِ dan kedua lafadz يَرْفَعِ . Kedua lafadz tersebut wajib dibaca jazem (sukun di hurup akhirnya pada kalimah mufrod) sebab jadi jawab fi'il amar dari kalimat sebelumnya. Lafadz يَفْسَحِ (baca yafsah) jadi jawab amar dari تَفَسَّحُوا , dan lafadz يَرْفَعِ (baca yarfa') jadi jawab amar dari انْشُزُوا .\rKenapa ketika diwashol (disambung ) i'rob sukun diakhir berubah jadi kasroh ? karena i'rob hurup akhir lafadz يَفْسَحِ dan lafadz يَرْفَعِ adalah sukun dan hurup awal lafadz sesudahnya juga sukun , ini akan sulit dibacanya. Kang santri narkib, alasannya :\rوحرك بالكسر لاجل التخلص من التقاء الساكنين\r(Maka dirubah kepada kasroh karna menyelamatkan bacaan dari bertemunya dua sukun. Wallahu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/860788003944009/\r3809. NAHWU : HURUF \"ANNA\" YANG DI BACA TAKHFIF PADA KALIMAH SYAHADAT\rPERTANYAAN :\r> April Lathifa\rAssalamu alaikum Wr Wb. Tanya pak kyai bu nyai : Kenapa dalam dua kalimat syahadat yang pertama pakai \"an\" dan yang kedua pakai \"anna\" ? Apakah an itu sebenarnya anna yang ditakhfif ? terimakasih.\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Perhatikan perubahannya\rاشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله\rAsalnya :\rاشهد انه لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله\rPERIHAL “AN” TAUKID TAKHFIF DARI “ANNA”\rIbnu malik dalam beit alfiyah nya mengatakan\rوَإِنْ تُخَفَّفْ أَنَّ فَاسْمُهَا اسْتَكَنّ *** وَالْخَبَرَ اجْعَلْ جُمْلَةً مِنْ بَعْدِ أَنّ","part":1,"page":375},{"id":376,"text":"Jika ANNA ditakhfif = AN, maka isimnya ada tersimpan (berupa dhamir syaen/sya`nu). Dan jumlah sesudah AN jadikan! sebagai khobarnya .\rApabila ANNA yang hamzahnya berharakat fathah tsb di-takhfif (AN), maka ia tetap beramal namun isimnya berupa dhomir sya`en yang terbuang, dan khobarnya tiada lain adalah kalimat yang ada setelah AN tersebut.\rJadi asalnya : ASYHADU ANNAHU LAA ILAAHA ILLALLAHU, dhomir \"HU\" sesudah ANNA dibuang , karna TAKHFIF dibaca AN kemudian di idghomkan pada huruf LAM sesudahnya\rMa'na Asal : Aku bersaksi Bahwa sesungguhnya suatu perkara ( aw sya`nu) Tiada tuhan yang haq disembah kecuali Allah.\rMa'na lazim : Aku bersaksi Bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang haq disembah kecuali Allah.\rLengkapnya dalam syahadat pertama ada ISIM ANNA yang dibuang dan ada KHOBAR LAA NAFI JINIS yang dibuang :\rاشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله\rAsalnya :\rاشهد ان (ه) لا اله ( اي لا معبود بحق في الوجود ) الا الله واشهد ان محمدا رسول الله\rContoh dalam kalimat :\r‘ALIMTU “AN” ZAIDUN QOOIMUN, ada dhamir sya`en yang terbuang taksirannya : ‘ALIMTU “ANNA-HU” ZAIDUN QOOIMUN. (Isimnya berupa dhomir “HU” dan khobarnya adalah kalimat “ZAIDUN QOOIMUN”).\rArti secara tarkib nahwu: Aku tahu sesungguhnya “suatu perkara” adalah zaid orang yang berdiri.\rArti bebas : Aku tahu bahwasanya zaid adalah orang yang berdiri. (dhamir sya`en = dhomir yang merujuk pada suatu hal, suatu kejadian atau suatu perkara). Wallahu A'lam\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/895275213828621/\rwww.fb.com/notes/915883768434432\r3844. NAHWU : TARKIB LAFAD MARHABAN\rPERTANYAAN :\r> Intan Dwi Andini","part":1,"page":376},{"id":377,"text":"Assalamu'alaikum. MARHABAN iku tarkibnya bagaimana...???\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\r.مرحبًا : مفعول مطلق منصوب وعلامة نصبه الفتحة الظاهرة على آخره\rLafad marhaban adalah maf'ul mutlak dibaca nasab, tanda nasabnya adalah harokat fathah yang terlihat pada huruf akhirnya.\rLihat keterangan kitab lisanul arob (6/119) :\rأهلا ومرحبا أي : صادفت أهلا ومرحبا . وقالوا : مرحبك الله ومسهلك . وقولهم : مرحبا وأهلا أي : أتيت سعة وأتيت أهلا ، فاستأنس ولا تستوحش . وقال الليث : معنى قول العرب مرحبا : انزل في الرحب والسعة ، وأقم فلك عندنا ذلك . وسئل الخليل عن نصب مرحبا ، فقال : فيه كمين الفعل أراد : به انزل أو أقم ، فنصب بفعل مضمر ، فلما عرف معناه المراد به أميت الفعل . قال الأزهري وقال غيره في قولهم مرحبا : أتيت أو لقيت رحبا وسعة لا ضيقا ، وكذلك إذا قال : سهلا أراد : نزلت بلدا سهلا ، لا حزنا غليظا .\rAhlan wa marhaban : yakni shodafta ahlan wa marhaban orang arab berkata : marhabakalloh wa mashalak (mudah-mudahan Allah menempatkanmu dalam kelapangan dan kemudahan)\rPerkataan mereka : ahlan wa marhaban yakni engkau datang dengan disambut dengan baik/keramahan/senang/kelapangan hati dan suka cita, sehingga menjadi tentram/damai dan engkau tidak merasa kesepian.\rAl-laits berkata : artinya ucapan orang arab \"marhaban\". ialah anzil fir rochbi was sa'ati, wa aqim falaka indana dzalik. [menempatilah dengan sambutan baik dan senang hati, dan berdiamlah (muqim) maka hal itu berlaku bagimu di sisi kami.]","part":1,"page":377},{"id":378,"text":"Imam al-kholil ditanya tentang nashobnya lafadh marhaban. beliau menjawab : dalam lafadz tersebut tersimpan fi'il yang dikehendaki fi'ilnya yaitu : anzil wa aqim. maka lafadh marhaban dinashobkan oleh fi'il yang mudhmar (tersimpan). jika makna yang dikehendaki sudah di maklumi maka fi'ilnya dibuang.\rAl-azhuriy berkata : dan selainnya berkata tentang ucapannya orang arab \"marhaban\" maksudnya ialah : ataita wa laqoita rohaban wa sa'atan la dloyyiqon. (engkau datang dan bertemu dengan senang dan lapang bukan sempit)\rBegitu pula ketika berkata \"sahlan\" : maka yang dikehendaki adalah : nazalta baladan sahlan (engkau menempati negeri dengan mudah), bukan dengan kesulitan yang sangat. ( Terj. Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku )\r> Ghufron Bkl\r\"مَرْحَبًا\":مفعول به لفعل محذوف تقديره \"صَادَفْتَ\" منصوب، وعلامة نصبه الفتحة الظاهرة على آخره؛ أي: \"صَادَفْتَ مَرْحَبًا\"...\rWallohu a'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/907092465980229/\rwww.fb.com/notes/927638217258987\r3849 . MAKNA DAN ARTI BEBERAPA LAFADZ BERBAHASA IBRANI\rPERTANYAAN :\r> Khodijah Muhadi\rAssalamu'alaikum Wr Wb\rدعاء جلب الرزق فبارك لنا اللهم فى جميع كسبنا وحل عقود العسر يايوه ارتخت\rKalimat \"Yaa yuuhin irtakhot\" Sepertinya itu bahasa ibrani ya? Adakah yang tahu artinya? Syukron\rJAWABAN :\r> Kang As'ad","part":1,"page":378},{"id":379,"text":"Wa'alaikum salam Wr Wb , Itu Qoshidah Jaljalut yang di nisbatkan kepada sayyidina Ali karomallhu wajhah. Memang ada beragam redaksi, totalnya kalau tidak salah ada sekitar 60-an bait. Ijazah jaljalut yang saya dapatkan redaksinya agak berbeda pada bait yang anda tanyakan ini, khususnya pada lafadz (irtakhot) pake kho', saya mendapatkan ijazah dengan lafadz \"armakhot\" (ada mim dan kho' nya), di riwayat lain bukan kho' tetapi kha' (itakhat). Untuk lafadz Yuuhin, maknanya adalah dalam bahasa arab \"al-Awal al-akhiir\"\rتفسير بعض الكلمات\rآجٍ: اللة\rأهٌوجٍ: الاحد\rجَلِْ جَلْجَلْيُوت: البديع\rجَلْجَلًت: القادر\rهى: الكافى\rهَل: الودود\rهَل هَلهَلَت: الباسط\rطَيطغت: الحى\rغلمهت: القهارذو البطش الشديد\rشماخ: الحليم\rأشمخ: الخالق\rسلمة: سمت السلام\rصمصام: البارئ\rمهراش: الثابت\rطمطام: القوى\rبازخ: الجليل\rشرنطخ: الحى الباقى\rبرهوت: الرحيم\rياه: هو اللة\rيوه: الاول الاخر\rنموه: الظاهر\rآصاليا: الباطن\rنجا عاليا: الوكيل\rصلصلت: الكافى\rحوسمت: القابض\rحوسم: الرحمن\rدوسم: الرحيم\rبراسم: الظهير\rشلمهت: الفتاح\rأرمخت: الغنى المغنى\rتعداد: القوى\rأيزام: المتين\rسنداد كاهر: المجيب\rبهراه: الاول\rتبريز: الاخر\rتاكر: النور\rأباريخ: الحكم\rبيروخ: العدل\rبرخوا: المعز\rشماريخ: المبدئ\rشيراخ: المعيد\rشروخ: القريب\rتشمخث: عالم السر\rيمليخ: القيوم\rشمياثا: الحق\rبانوخ: الوكيل\rداميخ: الكريم\rيشموخ: الحنان\rقنضب: غالب على امره\rتناو: الحسيب\rكماه: ربي\rأواه: المحيى\rهشمكاخ: الوال\rهشكاخ: المتعال\rبهرام: العزيز\rشمخثا: الرحمن\rشلمخا: العلى\rشلمخ: المعز\rعيطلان: القهار\rWallahu A'lam. ( Rz )\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/836004033089073/\r3923. NAHWU : ARTI DAN TARKIB ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDHOKA MATHLUBI\rPERTANYAAN :\r> HhambhaYgmenyesyali Perbhuwatanx","part":1,"page":379},{"id":380,"text":"Assalamu'alaikum wr wb. karena yang kemarin sudah selesai.....aku mau minto tolong lagi nih kepada para asatid wal asatidah. Gimana tarkib dan arti dari kalimat ini :\rالهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي اعطني محبتك ومعرفتك\rTerima kasih sebelumnya.....\rJAWABAN :\r> Hariz Jaya\rWa alaikum salam wa rohmatullohi wa barokaatuhu. Artinya dari kalimat itu : Ya Allah hanya Engkaulah yang hamba maksud, Ridha-Mu yang hamba dambakan, berikanlah hamba kemampuan untuk dapat mencinta-Mu dan bermakrifat kepada-Mu.\r> Muhammad Harsandi Kudung Kantil\rILAAHIY ANTA MAQSHUUDIY WA RIDLOOKA MATHLUUBIY A'THINIY MACHABBATAKA WA MA'RIFATAKA\rالهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي اعطني محبتك ومعرفتك\rILAAHIY= Duh Pengeran ingsun : Wahai Tuhanku\rANTA = Utawi Tuan : Engkau .....\riku = adalah\rMAQSHUUDIY= Dzat kang den sejo ingsun : Dzat yang ku tuju.....\rWA RIDLOOKA= lan utawi ridlone Tuan : Dan keridloan-Mu lah....\riku = adalah\rMATHLUUBIY= Barang kang den suprih ingsun : Sesuatu yang saya pinta....\rA'THINIY= mugi paring Tuan ing ingsun : Sudilah kiranya Engkau memberikan kepadaku.....\rMAKHABBATAKA= ing roso demen ing Tuan : Rasa cinta kepada-Mu (Versi 2= ing roso demen Tuan (ing ingsun) : Rasa cinta-Mu (kepadaku))\rWA MA'RIFATAKA= lan ing ma'rifat ing Tuan : Dan sifat ma'rifat kepada-Mu\rKETERANGAN :\rUTAWI = MUBTADA'\rIKU = KHOBAR\rING = MAF'UL BIHI\rRIDLOOKA itu rofa' jadi Mubtada' alamat rofa'nya adalah dlommah yang dikira-kirakan pada Alif, karena huruf Alif tidak bisa untuk diharokati.. Ridlo itu termasuk isim maqshur sama halnya lafadz AL-FATAA yang i'robnya Muqoddar pada Alifnya.\rLINK ASAL :","part":1,"page":380},{"id":381,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/724217997601011/\rwww.fb.com/notes/932147313474744\r3926. MAKNA SEHAT WAL'AFIAT\rPERTANYAAN :\r> Nina Siti Balkah\rAssalamualaikum. Para Ustadz mohon ijin untuk bertanya : Sehat wal 'afiat itu maksudnya bagaimana? Syukron, wassalam\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rLihat kitab mu'jamul furuq (1/309) :\rالفرق بين الصحة والعافية: أن الصحة أعم من العافية يقال رجل صحيح وآلة صحيحة وخشبة صحيحة إذا كانت ملتئمة لا كسر فيها ولا يقال خشبة معافاة، وتستعار الصحة فيقال صححت القول وصح لي على فلان حق، ولا تستعمل العافية في ذلك، والعافية مقابلة المرض بما يضاده من الصحة فقط والصحة تنصرف في وجوه على ما ذكرناه\rPerbedaan antara shihhah dan afiyah : Sesungguhnya shihhah lebih umum daripada afiyah. Diucapkan : rojulun shohih (lelaki sehat), alatun shohihah (peralatan yang bagus), khosyabah shohihah (sepotong kayu yang bagus) ketika rapat (utuh) tidak ada pecahnya. Tidaklah diucapkan : khosyabah mu'afah. Dan terkadang shihhah digunakan untuk majaz isti'aroh, diucapkan: shohahat al-qoul wa shohha lii ala fulanin haqq. (Benar ucapan itu dan hak yang sah bagiku atas si fulan). 'Afiyah tidak digunakan dalam hal itu. 'Afiyah adalah lawan dari sakit, berhubungan dengan lawan dari sehat saja, sedang shihhah digunakan untuk beberapa bentuk seperti yang telah kami sebutkan. Wallohu a'lam bish-showab. (Terj. Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku).\r> Muhib Salaf Soleh","part":1,"page":381},{"id":382,"text":"Pengertian afiyah : yaitu selamat dari sesuatu yang di benci baik bagi badan ataupun ruh di dunia atau pun di akhirat.(fathul bari). Ada juga yang mengartikan afiyah : Suatu kalimat yang mencangkup kebaikan dunia dan akhirat dari mulai sehat di dunia dan kelak akan selamat di akhirat.(faidul qodir).\rشرح المسلم للإمام النووي ج 12 ص 45.\rواسألوا الله العافية وقد كثرت ا?حاديث في ا?مر بسؤال العافية وهي من ا?لفاظ العامة المتناولة لدفع جميع المكروهات في البدن والباطن في الدين والدنيا وا?خرة اللهم إني أسألك العافية العامة لي و?حبائي ولجميع المسلمين.\rعمدة القارى بشرح البخاري ج 25 ص 8.\rأي الس?مة من المكروهات والبليات في الدنيا وا?خرة.\rفيض القادر ج 5 ص 293.\rمثل العافية) ?نها جامعة ?نواع خير الدارين من الصحة في الدنيا والس?مة في العقبى (فسلوا الله العافية) أي الس?مة من الشدائد والب?يا والمكاره الدنيوية وا?خروية.\rو الله أعلم. (Di)\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/929909140365228/\rwww.fb.com/notes/932393156783493\r4052. NAHWU : TENTANG SHODAR SHILAH\rPERTANYAAN :\r> Agus\rAssalamu 'alaikum, nuwun sewu badhe tangklet bab isim maushul. Shodar shilah itu definisinya apa, tolong tunjukkan barangnya yang mana ? pada contoh yang akan anda berikan. Syukran\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa alaykumussalaam... Shodar silah adalah dhomir yang mana dia termasuk bagian dari shilah itu sendiri dan letaknya ada di awal (lebih dahulu dia dari pada silahnya).\rتعليق جامع الدروس العربية ج 1 ص 88.\rالمراد بصدر الصلة الضمير الذي هو جزء منها و واقع في صدرها أي أولها فإن قلت : أكرم أيهم هو مجتهد فقولك : هو مجتهد صلة أي و صدر الصلة الضمير. و الله أعلم.\rContohnya :\rأكرم أيهم هو مجتهد","part":1,"page":382},{"id":383,"text":"أيهم nya= itu isim mausul. هو nya= itu shodr silah. Jumlah mubtada khobar (هو مجتهد) setelahnya itu shilahnya.\r> Simfoni Hitam\rShodar shilah adalah dlomir mahal rofa'/yang menjadi mubtada' yang berada pada permula'an sh?lah yang kembali pada isim maushuL Wallahu a'lam (DA)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/928289560527186\rwww.fb.com/notes/939758209380321\r4127. NAHWU : I'ROB KALIMAT HASBUNALLOHU WA NI'MAL WAKIL\rPERTANYAAN :\r> Wahid\rAssalamu'alaykum. Mau tanya ngi'rab kalimat \"hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wani'mal wani'mannashir\"\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Berikut ini keterangan Kitab Judulil Qur'an tentang i'rob kalimat :\rحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيرُ\r(حسب) مبتدأ مرفوع و(نا) ضمير مضاف إليه في محلّ جرّ (اللّه) لفظ الجلالة خبر مرفوع بحذف مضاف أي عون اللّه الواو عاطفة- أو استئنافيّة- (نعم) فعل ماض جامد لإنشاء المدح (الوكيل) فاعل مرفوع، والمخصوص بالمدح محذوف تقديره اللّه.\r[Hasbu] mubtada' di baca rafa'\r[Na] dhomir, mudhof ilaih mahal jer\r[Allahu] lafadz jalalah, khobar dibaca rafa' dengan membuang mudhof, maksudnya 'aunillah (pertolongan Allah)\r[Wawu] athof atau isti'naf,\r[Ni'ma] fi'il madhi jamid untuk memunculkan pujian,\r[Al wakil] fail dibaca rafa' dan yang dikhususkan dengan pujian itu dibuang, taqdirnya adalah dhomir HUWA yang marji' nya pada lafadz Allah.\r(نِعْمَ) فعل ماض لإنشاء المدح.\r(الْمَوْلى) فاعل والمخصوص بالمدح محذوف تقديره هو، وجملة المدح في محل رفع خبر للمبتدأ المحذوف، وجملة وهو نعم المولى المقدرة مستأنفة (وَنِعْمَ النَّصِيرُ) إعرابها سابقتها.\r[Ni'ma] fi'il madhi untuk memunculkan pujian,","part":1,"page":383},{"id":384,"text":"[Al maula] fail dan yang dikhususkan dengan pujian itu di buang, taqdirnya dia, jumlah pujian dalam mahal rafa' sebagi khobarnya mubtada' yg dibuang, dan jumlah yaitu ni'mal maula yg ditaqdirkan lagi permulaan.\r[Wani'man nashir] i'robnya sama dengan sebelumnya. Wallohu A'lam (Rz)\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/944564205566388/\rwww.fb.com/notes/944780145544794\r4177. NAHWU : FAIDAH IDHROB DAN MUDHOF\rPERTANYAAN :\r> Polem Useuman\rAssalamu'alaikum, seputar nahwu sharaf\r1. Apa pengertian idrab intiqal dan idrab ibtal, dan sebutkan contohnya\r2. Kenapa pada mudhaf, jika kalimah mudhafnya tasniah atau jama mudzakkar nun nya dibuang? terimakasih atas ilmunya.\rJAWABAN :\r> Nyuprih Restu\rWa'alaikum salam\r1. Mengenai بل (bal) bermakna Idrob\rIdlrob itu i'rodl (berpaling) memalingkan,maksudnya membelokkan / mengalihkan.\rA. Idlrob Ibthol (إضراب إبطال ) : Mengalihkan dan membatalkan kalimat sebelumnya بل, dan menetapkan kalimat setelahnya بل.\rContoh :\rوقالوا اتخذ الرحمن ولدا سبحنه بل عباد مكرمون\r\"Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil / menjadikan anak. Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan). Akan tetapi (mereka para malaikat) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Al-Anbiya' juz 17 ayat 26\rKeterangan :\r1.…Dalam kalimat tersebut mengalihkan pernyataan sebelum بل serta membatalkannya. yakni pernyataan orang kafir bahwa Allah mengambil/menjadikan anak.\r2.…Dan dalam kalimat tersebut menetapkan pernyataan setelah بل yakni pernyataan bahwa para malaikat adalah hamba-hamba yang dimulyakan.\rContoh lain :\rأم يقولون به جنة بل جاءهم بالحق . . . الأية","part":1,"page":384},{"id":385,"text":"Al-Mu'minun juz 18 ayat 70. Perinciannya sama dengan di atas.\r2. Idlrob Intiqol : pernyataan sebelum بل dengan ditetapkan hukum, dan beralih menetapkan hukum lawannya yang berada setelah بل.\rContoh :\rقد أفلح مم تزكى وذكر اسم ربه فصلى بل تؤثرون الحياة الدنيا\r\"Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ingat (menyebut) Nama Tuhannya, kemudian sholat. Akan Tetapi kalian semua lebih memilih kehidupan duniawi\". Al-A'la juz 30 ayat 14-16\rKeterangan :\rKalimat sebelum بل ditetapkan hukumnya, dan beralih atau berpindah menetapkan hukum pada kalimat setelah بل tanpa membatalkan kalimat sebelumnya. Contoh lain :\rما قام زيد بل عمرو\r\"Zaid tidaklah berdiri akan tetapi 'Amr (yang berdiri).\"\rKet: Hukum tidak berdirinya zaid yang jatuh sebelum بل ditetapkan. dan beralih menetapkan hukum berdirinya 'Amr yang jatuh setelah بل tanpa membatalkan pernyataan sebelumnya.\rReferensi :\r- Tasywiq Al-Khollan hal. 182 al-haramain.\r- Al-Kawakib Ad-Durriyah juz 2, hal. 230 al-haramain.\r- Hasyiyah Al-Khudloriy juz 2, hal. 66. al-hidayah.\r2. Karena NUN pada isim tasniah, dinisbahkan kepada tanwin. Maka NUN sudah sepatut nya di hilangkan pada kalimat mudhof ilaih. Wallohu a'lam.\rIbarat/referensi untuk nomer 2.\r- Al-Kawakib Ad-Durriyah juz 2, hal. 186 al-haramain\rفصل وأما المخفوض بالإضافة فنحو غلام زيد ، ويجب تجريد المضاف من التنوين كما في غلام زيد ، ومن نوني التثنية والجمع نحو غلاما زيد وكاتبو عمرو\r؛ ( و ) يجب أيضا تجريد المضاف ( من نوني التثنية والجمع ) المذكر السالم ، لأنهما يشبهان التنوين من حيث إنهما يليان علامة الإعراب كالتنوين\rLINK ASAL :","part":1,"page":385},{"id":386,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/946563688699773/\rwww.fb.com/notes/952812551408220\r4183. APA ITU ASMA' AL A'ZHOM ?\rPERTANYAAN :\r> R-ara F-ifi Q\rAssalamu alaikum, saya mau nanya, Apa sih ismu a'dzom itu ? Dan di dalam al-qur'an di surat apa saja ada ismu a'zhom ? terima kasih..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam warohmatulloh. Asma' A'zhom adalah asma Allah, yang jika di gunakan untuk meminta maka akan di beri dan jika di gunakan untuk berdoa maka doanya akan di-ijabah. Di dalam al qur'an ada dalam surat al imron dan surat thoha. Asma' A'zhom ada disebut dalam hadis, di antaranya adalah :\r1. Allahu laa ilaha illa anta al ahad as shomad lam yalid walam yulad walam yakul lahu kufuwan ahad.\r2. Laa ilaha illa anta al mannaan badi'us samawati wal ard ya dzal jalali wal ikrom, ya hayyu ya qoyyum.\r3. Allahu laa ilaha ilaa huwal hayyul qoyyum.\r4. Laa ilaalah illa huwar rohmanur rohim. Wallohu a'lam.\rحديث بريدة فعن بريدة رضي الله عنه ان رسول الله سمع رجلاً يقول : اللهم إني اسالك بأني أشهد أنك انت الله لااله الا انت الاحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً احد . فقال :.( لقد سالت الله تعالى بالاسم الذي اذا سئل به اعطى واذا دعي به اجاب ) وفي رواية :.( لقد سالت الله تعالى باسمه الاعظم ).\rرواه في سننه الترمذي وابوداود وابن ماجه . قال ابن حجر :. ان هذا الحديث ارجح ماورد في الاسم الاعظم من حيث السند .\rوصححه ابن حبان و الحاكم والذهبي وقواه المقدسي وحسنه الترمذي والسخاوي.","part":1,"page":386},{"id":387,"text":"حديث أنس فعن انس رضي الله عنه انه كان مع رسول الله جالساً ورجل يصلي ثم دعا: اللهم إني أسالك بان لك الحمد لااله الا انت المنان بديع السماوات و الارض ياذا الجلال و الاكرام ياحي ياقيوم فقال النبي : ( لقد دعا الله تعالى باسمه العظيم الذي اذا دعي به اجاب واذا سئل به اعطى ) .\rرواه أحمد و البخاري في الادب المفرد و رواه الاربعة\rوقد صححه ابن حبان والحاكم و الذهبي وضياء المقدسي وحسنه ابن حجر والسخاوي .\rحديث أبي امامة رضي الله عنه فعن أبي أمامة يرفعه قال: \"اسم الله الأعظم الذي إذا دعي به أجاب في ثلاث: سورة البقرة وآل عمران وطه\" وقال هشام -وهو ابن عمار خطيب دمشق-: أما البقرة فـ ( اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ) وفي آل عمران: الم * اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وفي طه: وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ [طه:111]\rقال عنه المناوي [حديث سنده حسن وقيل صحيح]\rحديث أسماء رضي الله عنها فعن أسماء بنت يزيد بن السكن، عن رسول الله أنه قال: \"اسم الله الأعظم في هاتين الآيتين: ( وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ) و الم * اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ [آل عمران: 1، 2] \" ]وفي رواية أخرى عند أحمد حدثنا محمد بن بكر أخبرنا عبيد الله بن أبي زياد حدثنا شهر بن حوشب عن أسماء بنت يزيد بن السكن قالت : سمعت رسول الله يقول في هاتين الآيتين ( اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ) و الم * اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ [آل عمران:1، 2] \"إن فيهما اسم الله الأعظم\" . رواه أبو داوود وغيره وصححه الترمذي والسيوطي.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/946191395403669/\rwww.fb.com/notes/953335604689248\r4206. SHOROF : SHIGHOT KATA \"KHOLIFAH\"\rPERTANYAAN :\r> Yahya Muhammad AL Madani","part":1,"page":387},{"id":388,"text":"Assalamu'alaikum. Memakai shigot apa pada kata الخليفة (Al-Kholifah) ? Terimakasih\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam. Jadi kata \"الخليفة\" (Al-Kholifah) itu isim fail dan ta' marbutohnya itu di tambahkan untuk shighot mubalaghoh. Wallohu a'lam (Rz)\rإعراب القرآن و بيانه\rإعراب سورة البقرة 30 (الخليفة) مفعول به لجاعل لأنه اسم فاعل\rالتبيان في إعراب القرآن ( إعراب سورة البقرة 30)\r(الخليفة) فَعِيلَةً بِمَعْنَى فَاعِلٍ ; أَيْ يَخْلُفُ غَيْرَهُ وَزِيدَتِ الْهَاءُ لِلْمُبَالَغَةِ\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/948754551814020/\rwww.fb.com/notes/954456087910533\r4249. SHOROF : FI'IL MUDHORI'NYA MASHDAR RODH'AN\rPERTANYAAN :\r> Qiya Kuait\rAssalaamu alaikum, kalau rodho' kan isim masdar pertanyaan apakah fi'il mudhori' nya...???\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa alaikumus salaam. wazannya ada 3 (tiga) :\r1.…fa'ila yaf'alu = RADHI'A YARDHA'U\r2.…fa'ala yaf'ilu = RADHA'A YARDHI'U\r3.…fa'ala yaf'alu = RADHA'A YARDHA'U. Wallohu a'lam bis showab (NN)\r- Ta' bir dari kitab Al Mishbahul Munir juz 1 halaman 229 :\rرَضِعَ الصبي ( رَضَعًا ) من باب تعب في لغة نجد و ( رَضَعَ ) ( رَضْعًا ) من باب ضرب لغة لأهل تهامة وأهل مكة يتكلمون بها وبعضهم يقول أصل المصدر من هذه اللغة كسر الضاد وإنما السكون تخفيف مثل الحلف والحلف و ( رَضَعَ ) ( يَرْضَعُ ) بفتحتين لغة ثالثة و ( رَضَاعًا ) و ( رَضَاعَةً ) بفتح الراء\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/951831064839702/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/962015113821297\r4300. NAHWU : FAEDAH TARKIB IDHOFI\rPERTANYAAN :\r> Agus K","part":1,"page":388},{"id":389,"text":"Assalamu'alaikum, nuwunsewu, mau tanya : kalau tarkib idhofi yang terdiri dari isim nakiroh semua itu statusnya nakiroh / ma'rifah? Contoh : shohibu birrin\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam, tarkib idhofi 2 kalimah nakiroh tidak membuatnya menjadi ma'rifat, tarkib idhofi yang terdiri dari isim nakiroh semua itu statusnya nakiroh, susunan atau tarkib ini hanya memberi faedah takhsis (pengkhususan). Wallaahu A'lam bis showab (NN).\rCek dalam kitab syarhuttashrih 'alattaudhih juz 1 halaman 667:\rوالإضافة على ثلاثة أنواع:نوع يفيد تعريف المضاف بالمضاف إليه إن كان\" المضاف إليه \"معرفة كـ: غلام زيد\"، فغلام قبل الإضافة نكرة فلما أضيف إلى المعرفة اكتسب التعريف منها، \"وتخصيصه به\" أي: تخصيص المضاف بالمضاف إليه \"إن كان\" المضاف إليه \"نكرة كـ: غلام امرأة\"، فغلام قبل الإضافة نكرة خالية عن التخصيص فما أضيف إلى النكرة تخصص بها. والمراد بالتخصيص ما لا يبلغ درجة التعريف فإن غلام امرأة أخص من \"غلام\"، ولكنه لم يتميز بعينه كما تميز \"غلام زيد\" به. قاله في المغني\rDan dalam kitab syarh Ibn aqil bab idhahfah :\rوتفيد الاسم الأول تخصيصا إن كان المضاف إليه نكرة نحو هذا غلام امرأة وتعريفا إن كان المضاف إليه معرفة نحو هذا غلام زيد\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/961289507227191\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969812686374873\r4328. NAHWU : ISIM MAUSHUL HARFI DAN MAUSHUL ISMI\rPERTANYAAN :\r> HhambhaYgmenyesyali Perbhuwatanx\rAssalamualaikum. apakah yang dimaksud isim mausul harfi dan ismi ? dan apa saja yang termasuk itu ? terima kasih\rJAWABAN :\r> Santrialit","part":1,"page":389},{"id":390,"text":"Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Lihat Fath Rab al-Bariyyah, hlm. 24 : Isim Maushul adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu dengan perantaraan jumlah yang disebutkan sesudahnya. Jumlah tersebut dinamakan dengan Shillah.\r1). Maushul Harfi dan Maushul Ismi\rIsim Maushul terbagi menjadi dua, yaitu Maushul Ismi dan Maushul Harfi.\ra). Maushul Harfi adalah lafal yang hanya membutuhkan pada shillah saja dan tidak membutuhkan pada ‘aid, dan lafal itu beserta shillahnya dita’wil dengan masdar.\rMaushul harfi hanya terdapat dalam lima huruf, seperti yang telah dikumpulkan oleh imam Syihab al-Sandubi, yaitu (اَنْ), seperti :\r(وَ اَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ)\rdengan penakdiran (صِيَامُكُمْ), (اَنَّ), seperti :\r(اَوَلَمْ يَكْفِيْهِمْ اَناَّ اَنْزَلْناَهُ)\rdengan penakdiran (اِنْزَالُناَ اِيَّاهُ), (كَيْ), seperti :\r(جِئْتُ لِكَيْ تُكْرِمَ زَيْداً)\rdengan penakdiran (لِإِكْرَامِكَ), (ماَ), seperti :\r(لاَ اَصْحَبُكَ مَا دُمْتَ مُنْطَلِقاً)\rdengan penakdiran (مُدَّةَ دَوَامِكَ), dan (لَوْ), seperti :\r(يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍ).\rb). Maushul Ismi adalah isim yang membutuhkan shillah dan ‘aid. Macam dari maushul ismi atau isim maushul ada dua, yaitu Isim Maushul Khas dan Isim Maushul Musytarak.\r2). Maushul Khas dan Musytarak","part":1,"page":390},{"id":391,"text":"Isim Maushul Khas adalah isim maushul yang dimufradkan, ditatsniyyahkan, dijama’kan, dimudzakarkan dan dimu’annatskan sesuai dengan kebutuhan kalam, yaitu (اَلَّذِي) yang digunakan untuk mufrad mudzakar, (اَللَّذَانِ) dan (اَللَّذَيْنِ) untuk tatsniyyah mudzakar, (اَلَّذِيْنَ) untuk jama’ mudzakar berakal, (اَلَّتِي) untuk mufradah mu’annatsah, (اَللَّتاَنِ) dan (اَللَّتَيْنِ) untuk tatsniyyah mu’annats, (اَللاَّتِي), (اَللَّوَاتِبي) dan (اَللاَّئِي) untuk jama’ mu’annats, dan (الأُلَى) untuk jama’ secara mutlak, artinya baik mudzakar atau mu’annats, berakal atau tidak berakal.\rContohnya adalah :\r(يُفْلِحُ الَّذِي يَجْتَهِدُ), (يُفْلِحُ اللَّذَانِ يَجْتَهِداَنِ), (يُفْلِحُ الَّذِيْنَ يَجْتَهِدُونَ), (تُفْلِحُ الَّتِي تَجْتَهِدُ), (تُفْلِحُ اللَّتاَنِ تَجْتَهِداَنِ), (تُفْلِحُ اللَّاتِي اَوِ اللَّوَاتِي اَوِ اللاَّئِي يَجْتَهِدْنَ), (تُفْلِحُ الْأُلَى يَجْتَهِدْنَ), (يُفْلِحُ الْأُلَى يَجْتَهِدُونَ), dan (اقْرَأْ مِنَ الْكُتُبِ الْأُلَى تَنْفَعُ).\r(اَللَّذَانِ) dan (اَللَّتاَنِ) digunakan pada saat rafa’, seperti :\r(جَاءَ اللَّذَانِ سَافَراَ)\rdan\r(جَاءَ اللَّتاَنِ سَافَرَتاَ), (الَلَّذَيْنِ)\rdan (اَللَّتاَنِ) digunakan pada saat nashab dan jer, seperti :\r(اَكْرَمْتُ اللَّذَيْنِ اجْتَهَداَ), (اَكْرَمْتُ اللَّتَيْنِ اجْتَهَدَتاَ), (اَحْسَنْتُ اِلَى اللَّذَيْنِ تَعَلَّماَ) dan (اَحْسَنْتُ اللَّتَيْنِ تَعَلَّمَتاَ).","part":1,"page":391},{"id":392,"text":"Kedua lafal tersebut pada saat rafa’ dimabnikan alif, dan pada saat nashab dan jer dimabnikan ya’. Keduanya tidaklah mu’rab dengan alif ketika rafa’, atau dengan ya’ ketika nashab dan jer, seperti isim tatsniyyah, karena isim maushul adalah mabni bukan mu’rab. Namun ada sebagian ulama’ yang memu’rabkannya seperti i’rabnya isim tatsniyyah, dan pendapat itu tidaklah jauh dari kebenaran.\r- Isim Maushul Musytarak adalah isim maushul yang menggunakan satu lafal untuk semuanya, sehingga dalam isim maushul tersebut mufrad, tatsniyyah, jama’, mudzakar dan mu’annats dengan menggunakan satu lafal, yaitu (مَنْ), (ماَ), (ذَا), (اَيُّ) dan (ذُو),\rakan tetapi (مَنْ) untuk yang berakal dan (ماَ) untuk yang tidak berakal. Adapun (ذَا), (اَيُّ) dan (ذُو) bisa untuk yang berakal dan yang lainnya, seperti :\r(نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَ), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَتْ), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَا), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَتاَ), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدُوْا), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدْنَ), (اِرْكَبْ مَا شِئْتَ مِنَ الْخَيْلِ), dan (اقْرَأْ مِنَ الْكُتُبِ مَا يُفِيْدُكَ نَفْعاً).\r> Muhammad Hidayat\rDapat dari surah guru: definisi mausul harfi/haraf mausul ialah\rما يحتاج إلي صلة فقط\rIsim maushul harfi adalah isim maushul yang hanya membutuhkan shilah saja.\rSedangkan definisi mausul ismi/isim mausul ialah :\rما يحتاج إلي صلة وعائد\rIsim maushul ismi adalah isim maushul yang membutuhkan shilah dan 'a_id. Wallohu a'lam\r> Ghufron Bkl\rMaushul itu terbagi dua : Maushul harfiy ( huruf maushul ) yaitu maushul yang bersama shilahnya dapat dita'wil dengan masdar, maushul harfiy itu ada lima huruf yaitu : . أن ،أن ،كي، ما ،لو","part":1,"page":392},{"id":393,"text":"dan semua ini di sebut huruf masdariyah. Wallohu a'lam.\rشرح إبن عقيل :\rينقسم الموصول إلى اسمي وحرفي\rولم يذكر المصنف الموصولات الحرفية وهي خمسة أحرف\rأحدها أن المصدرية وتوصل بالفعل المنصرف ماضيا مثل عجبت من أن قام زيد ومضارعا نحو عجبت من أن يقوم زيد وأمرا نحو أشرت إليه بأن قم فإن وقع بعدها فعل غير متصرف نحو قوله تعالى ( وأن ليس للإنسان إلا ما سعى ) وقوله تعالى ( وأن عسى أن يكون قد اقترب أجلهم ) فهي مخففة من الثقيلة\rومنها أن وتوصل باسمها وخبرها نحو عجبت من أن زيدا قائم ومنه قوله تعالى ( أولم يكفهم أنا أنزلنا ) وأن المخففة كالمثقلة وتوصل باسمها وخبرها لكن اسمها يكون محذوفا واسم المثقلة مذكورا\rومنها كي وتوصل بفعل مضارع فقط مثل جئت لكي تكرم زيدا و منها ما وتكون مصدرية ظرفية نحو لا أصحبك ما دمت منطلقا أي مدة دوامك منطلقا وغير ظرفية نحو عجبت مما ضربت زيدا وتوصل بالماضي كما مثل وبالمضارع نحو لا أصحبك ما يقوم زيد وعجبت مما تضرب زيدا ومنه ( بما نسوا يوم الحساب ) وبالجملة الإسمية نحو عجبت مما زيد قائم ولا أصحبك ما زيد قائم وهو قليل وأكثر ما توصل الظرفية المصدرية بالماضي أو بالمضارع المنفي بلم نحو لا أصحبك ما لم تضرب زيدا ويقل وصلها أعني المصدرية بالفعل المضارع الذي ليس منفيا بلم نحو لا أصحبك ما يقوم زيد ومنه قوله\r( أطوف ما أطوف ثم آوي ... إلى بيت قعيدته لكاع )\rو منها لو وتوصل بالماضي نحو وددت لو قام زيد والمضارع نحو وددت لو يقوم زيد\rفقول المصنف موصول الاسماء احتراز من الموصول الحرفي وهو أن وأن و كى وما ولو وعلامته صحة وقوع المصدر موقعه نحو وددت لو تقوم أي قيامك وعجبت مما تصنع وجئت لكي أقرأ ويعجبني أنك قائم وأريد أن تقوم وقد سبق ذكره\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960046600684815/\rhttps://m.facebook.com/notes/979195618769913/\r4336. SHOROF : PEMBAHASAN LAFADZ أذي\rPERTANYAAN :","part":1,"page":393},{"id":394,"text":"> HhambhaYgmenyesyali Perbhuwatanx\rAssalaamu'alaikum. Ana mau nanya nihhh أذى itu isim manqus atau isim maqsur ???? Mohon penjelasannya dengan detail ..!!! Terimakasih\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rItu fi'il madhi, atau bisa juga itu isim maqsur...\rأذى :\rأ ذ ى : آذاه يؤذيه أذَّى و أذَاةً و أذِيَّة و تَأذَّى به\rالمعجم: مختار الصحاح\rأَذىً : أ ذ ي ( مصدر أَذِيَ ). :- تَعَرَّضَ لِلأذَى :- : تَعَرَّضَ للضَّرَرِ . :- لَحِقَهُ مِنَ الأَذَى الشَّيْءُ الكَثِيرُ :-لاَ يَسْلَمُ الشَّرَفُ الرَّفِيعُ مِنَ الأَذَى ... ... حَتَّى يُرَاقَ عَلى جَوَانِبِهِ الدَّمُ\rالمتنبي\rKalau lafadl itu kita jadikan fiil madi maka itu memang ya asalnya : أَذَيَ\rLalu ya' nya diganti dengan alif menjadi : أَذَى\rإذَا تَحَرَّكَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ بَعْدَ فَتْحَةٍ مُتَّصِلَةٍ فِيْ كَلِمَتَيْهِمَا أُبْدِلَتَا آلِفًا مِثْلُ صَانَ أَصْلُهُ صَوَنَ وَبَاعَ أَصْلُهُ بَيَعَ.\rApabilah ada wawu atau ya’ berharkah, jatuh sesudah harkah Fathah dalam satu kalimah, maka wawu atau ya’ tersebut harus diganti dengan alif seperti contoh صَانَ asalnya صَوَنَ , dan بَاعَ asalnya بَيَعَ .\rPraktek I’lal :\r1.…صَانَ asalnya صَوَنَ ikut pada wazan فَعَلَ. wawu diganti alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada huruf berharkah fathah, maka menjadi صَانَ.\r2.…بَاعَ asalnya بَيَعَ ikut pada wazan فَعَلَ. ya’ diganti alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada huruf berharkah fathah, maka menjadi بَاعَ.\r3.…غَزَا asalnya غَزَوَ ikut pada wazan فَعَلَ. wawu diganti alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada huruf berharkah fathah, maka menjadi غزا.","part":1,"page":394},{"id":395,"text":"4.…رَمَىْ asalnya رَمَيَ ikut pada wazan فَعَلَ. ya’ diganti alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada huruf berharkah fathah, maka menjadi رَمَيَ. (alif pada lafazh رَمَىْ dinamakan alif layyinah).\rKenapa bisa juga disebut isim maqsur ? karena masdar dan fiil madinya sama hurufnya jadi tergantung mutakalim mau di jadiin apa... Wallaahu A'lam.\r> Rizalullah\rBuka juga Lisanul 'Arob :\rأذي : الأذى : كل ما تأذيت به . آذاه يؤذيه أذى وأذاة وأذية وتأذيت به . قال ابن بري : صوابه آذاني إيذاء ، فأما أذى فمصدر أذي أذى ، وكذلك أذاة وأذية . يقال أذيت بالشيء آذى أذى وأذاة وأذية فأنا أذ ; قال الشاعر :\rلقد أذوا بك ودوا لو تفارقهم أذى الهراسة بين النعل والقدم\rLink diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/946654972023978\rwww.fb.com/notes/981957941827014/\r4426. PERBEDAAN KATA WATHI' DAN JIMA' SERTA KATA NUTHFAH DAN MANI\rPERTANYAAN :\r> Putra Nusakambangan\rAsalamu 'Alaikum. Apa perbedaan dari kata \" JIMA' \" & WATH'U | \"NUTHFAH\" dan \"MANIY\"?\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rWa'alaikum salam wr wb. Coba kutip dari sebuah link :\rPertanyaan tentang perbedaan kata Jima' dan wathi`\rJawaban: Saya tidak mengetahui perbedaan diantara keduanya dalam bahasa yang biasa disuguhkan oleh fuqoha,walaupun kata \"wathi` dalam bahasa lebih bersifat umum daripada kata \" jima' \". (murodif)\rالفرق بين الوطء والجماع عند الفقهاء","part":1,"page":395},{"id":396,"text":"سم الله الرحمن الرحيمالحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد خاتم الأنبياء والمرسلين، وعلى آله وأصحابه أجمعين، والتابعين، ومن تبع هداهم بإحسان إلى يوم الدين، وبعد:فلا أعلم فرقاً بينهما في استعمال الفقهاء.وإن كان الوطء في اللغة أعم من الجماع، إذ أنه العلو على الشيء، فيقال: وطئته برجلي، أطؤه، أي علوته، وكذلك يطلق الوطء على الجماع فيقال: وطئ زوجته وطأ، أي جامعها؛ لأن فيه استعلاء.والله تعالى أعلم.\rhttp://www.islamic-fatwa.com/fatawa/index.php?module=fatwa&id=30948\rPerbedaan Al-Nuthfah dan Al-Mani\r1.…Bahwa kata nuthfah memberi faidah dan menunjukkan air yang sedikit, dan air yang sedikit biasa dikatakan oleh orang arab dengan \"nuthfah\" , seperti mereka mengatakan \"نطفة عذبة \" (air tawar). Kemudian dalam penggunaannya berkembang dan menunjukkan pada \"air mani\".\r2.…Kata \"Mani\" memberi faidah/pengertian bahwa anak/janin ditaqdirkan/tercipta dari air mani. Wallohu a'lam\rالفرق بين النطفة والمني:أن قولك النطفة يفيد أنها ماء قليل والماء القليل تسمية العرب النطفة يقولون هذه نطفة عذبة اي ماء عذب ثم كثر أستعمال النطفة في المني حتى صار لا يعرف باطلاقه غيره وقولنا المني يفيد أن الولد يقدر منه وهو من قولك منى الله له كذا أي قدره ومنه المنا الذي يوزن به لأنه تقديرا معلوما.\rhttp://www.al-eman.com/الكتب/الحاوي%20في%20تفسير%20القرآن%20الكريم/الفرق%20بين%20النطفة%20والمني:/i543&d819877&c&p1\rWallohu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/1013136212042520\r4456. NAHWU : JUMLAH SUGHRO DAN JUMLAH KUBRO\rPERTANYAAN :\r> HhambhaYgmenyesyali Perbhuwatanx\rAssalamu'alaikum. . . Apakah yang dimaksud dengan jumlah sughro / kubro ? Thanks\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":396},{"id":397,"text":"Jumlah sughro = jumlah yang dikandung oleh jumlah lain, biasanya berkedudukan menjadi khobar\rJumlah kubro = jumlah yang mengandung jumlah lain, biasanya berupa jumlah ismiyah yang khobarnya berupa jumlah ismiyah atau jumlah fi'liyah, misal :\rزيد أبوه قائم\rزيد قام أبوه\rjumlah sughronya :\rأبوه قائم dan قام أبوه\rوان تكن في ضمن اخري صغري # وان تكن في ضمنها فكبري\rوفي أوله بيان للجملة الصغرى والكبرى.فالصغرى هي الجملة التي تقع خبرًا - أو كما قال ابن هشام في المغني: المبنية على المبتدأ.والكبرى هي: جملة اسمية خبرها جملة؛ نحو [زيد قام أبوه] و [زيد أبوه قائم].فالصغرى فيما سبق: [قام أبوه] و [أبوه قائم].\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1012783922077749\rwww.fb.com/notes/1033659449990196\r4584. NAHWU : FAIDAH HURUF ATHOF TSUMMA DAN FA`\rPERTANYAAN :\r> HhambhaYgmenyesaliPerbuatanx\rAssalamualaikum wr wb. Apa yang dimaksud tsumma berfaedah littartib ma-a t-tarokhi ? Dan seperti apa contohnya.\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam wr wb. Huruf athof FA` merupakan huruf athof yang menunjukan pengertian keterbelakangan ma'thuf atas ma'thuf 'alaih nya secara muttashil (tanpa tenggang waktu). Huruf athof TSUMMA merupakan hurup athof yang menunjukan pengertian keterbelakangan ma'thuf atas ma'thuf 'alaih nya secara terpisah (menggunakan tenggang waktu).\rDalam Alfiyah Ibnu Malik :\rو الفاء للترتيب باتصال *** و ثم للترتيب بانفصال\rAthof الفاء = Kemudian dengan faidah berurutan, sedangkan\rContoh :\rجاء زيد فعمرو\r= telah datang zaid kemudian amr (mungkin seperti orang antri)\rAthof ثم = Kemudian dengan faidah berselang lama\rContoh :\rجاء زيد ثم عمرو\r= telah datang zaid kemudian (berselang lama ) amr","part":1,"page":397},{"id":398,"text":"- Syarah Asymuni Li alfiyah :\rالعطف بالفاء\":\rوالفاء للترتيب باتصال ... و\"ثم\" للترتيب بانفصال\r\"والفاء للترتيب باتصال\" أي: بلا مهلة، وهو المعتبر عنه بالتعقيب، نحو: {أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَه} 1 وكثيرًا ما تقتضي أيضًا التسبب إن كان المعطوف جملة، نحو: {فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْه} 2.\rوأما نحو: {أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا} 3، نحو: \"توضأ فغسل وجهه ويديه\"\rلحديث؛ فالمعنى: أردنا إهلاكها، وأراد الوضوء.\rوأما نحو: {فَجَعَلَهُ غُثَاء} 1 أي جافًّا هشيمًا {أَحْوَى} 2 أي أسود، فالتقدير: فمضت مدة فجعله غثاء، أو أن الفاء نابت عن \"ثم\"، كما جاء عكسه وسيأتي.\r\"العطف بـ\"ثم\":\r\"وثم للترتيب بانفصال\": أي بمهلة وتراخ، نحو: {فَأَقْبَرَهُ، ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ} 3، وقد توضع موضع الفاء كقوله \"من المتقارب\":\rكهز الرديني تحت العجاج ... جرى في الأنابيب ثم اضطرب\rوأما نحو: {هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا} 4، {ذَلِكُم وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، ثُمَّ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ تَمَامًا} 1 وقوله \"من الخفيف\":\r- Al bahru Al muhith","part":1,"page":398},{"id":399,"text":"ومنها الفاء : وهي للترتيب وزيادة ، وهي التعقيب أي : أن المعطوف بعد المعطوف عليه بحسب ما يمكن ، وهو معنى قولهم : إنها تدل على الترتيب بلا مهلة أي : في عقبه ولهذا قال المحققون منهم : إن معناها التفرق على مواصلة . وهذه العبارة تحكى عن الزجاج وأخذها ابن جني في لمعه \" . ومعنى التفرق أنها ليست للجمع كالواو ، ومعنى على مواصلة أي : أن الثاني لما كان يلي الأول من غير فاصل زماني كان مواصلا له . واستدل الفارسي في \" الإيضاح \" على ذلك بوقوعها في جواب الشرط ، نحو إن دخلت الدار فأنت طالق . يريد أن الجواب يلي الشرط عقبه بلا مهلة . وأما قوله تعالى : { وكم من قرية أهلكناها فجاءها بأسنا } قال الهروي وغيره معناه قرب هلاكها . وقال المتأخرون : أي أردنا إهلاكها فجاءها بأسنا ، وفيه نظر من جهة علم الكلام . وقيل : لما كان مجيء البأس مجهولا عند الناس قدر كالعدم ، ولما حصل الهلاك اعتقدوا وجوده فحسن دخول الفاء . وقيل : ليست عاطفة ، وإنما هي سببية ، والفاء السببية لا يشترط فيها التعقيب ، فإنك تقول : أكرمت زيدا أمس ، فأكرمني اليوم ، وهذا تأويل [ ص: 153 ] ظاهر ، وعليه ينبغي أن يحمل قوله تعالى : { فتصبح الأرض مخضرة } ثم الترتيب إما في الزمان نحو { خلقك فسواك } ولهذا كثر كون تابعها مسببا ، نحو ضربته فهلك ، أو في الذكر ، وهو عطف مفصل على مجمل هو ، نحو { ونادى نوح ربه فقال رب } أو متأخر عما قبله في الإخبار نحو : بسقط اللوى بين الدخول فحومل وزعم الفراء أنها تأتي لغير الترتيب ، وهذا مع ما نقل عنه من أن الواو تفيد الترتيب عجيب ، وهو يوقع خللا في ذلك النقل ، فإنه قد ذكر هذا في معاني القرآن في قوله تعالى { ثم دنا فتدلى } المعنى ثم تدلى فدنا ، ولكنه جائز إذا كان المعنى في الفعلين واحدا ، أو كالواحد قدمت أيهما شئت فقلت : دنا فقرب أو قرب فدنا ، وشتمني فأساء ، أو أساء فشتمني ; لأن الشتم والإساءة واحد . ونوقش بأن","part":1,"page":399},{"id":400,"text":"القلب إنما يصح فيما يكون كل واحد مسببا وسببا من وجهين ، فيكون الترتيب حاصلا قدمت أو أخرت ، فقولك : دنا فقرب . الدنو علة القرب ، والقرب غايته . فإذا قلت : دنا فقرب ، فمعناه لما دنا حصل القرب ، وإذا عكست فقلت : قرب فدنا ، فمعناه قرب فلزم منه الدنو ، ولا يصح في قولك : ضربته فبكى ; لأن الضرب ليس غايته البكاء بل الأدب ، أو شيء آخر ، وكذلك أعطيته فشنعا . وقال الجرمي : لا تفيد الفاء الترتيب في البقاع ولا في الأمطار بدليل [ ص: 154 ] قوله : بين الدخول فحومل . وقال الشيخ عز الدين بن عبد السلام : نص الفارسي في \" الإيضاح \" على أن \" ثم \" أشد تراخيا من الفاء فدل على أن الفاء لها تراخ ، وكذلك ذكر غيره من المتقدمين ، ولم يدع أنها للتعقيب إلا المتأخرون . قلت : وهي عبارة أبي بكر بن السراج في أصوله \" ، فقال : و \" ثم \" مثل الفاء إلا أنها أشد تراخيا ، وقال ابن الخشاب : ظاهره أن في الفاء تراخيا جما ; لأن أشد \" أفضل للتفضيل \" ولا يقع التفضيل إلا بين مشتركين في معنى ، ثم يزيد المفضل على المفضل عليه في ذلك المعنى ، ولا تراخي تدل عليه الفاء فيما بعدها عما قبلها إلا أن يكون أبو بكر عد تعقيب الفاء وترتيبها تراخيا فذلك تساهل في العبارة وتسامح . ثم شرع في تأويل عبارة أبي بكر على أن \" أفعل التفضيل \" قد لا يراد به ظاهره كقوله تعالى : { أصحاب الجنة يومئذ خير مستقرا } ومن البين أنه لا خير في مستقر أهل النار . قلت : ولا حاجة إلى هذا فقد صرح عبد القاهر الجرجاني ، فقال في الفاء : إن أصلها الإتباع ، ولذلك لا تعرى عنه مع تعريها عن العطف في جواز الشرط ، ولكن مع ذلك لا ينافي التراخي اليسير . ا هـ .\rFaidah Tarokhi :","part":1,"page":400},{"id":401,"text":"وكذا قال غيره : معنى التراخي فيها وإن لطف فإن من ضرورة التعقيب تراخي الثاني عن الأول بزمان وإن قل بحيث لا يدرك ; إذ لو لم يكن كذلك كان مقارنا ، والقرآن ليس بموجب له ، وأنت إذا علمت تفسيرنا التعقيب بحسب ما يمكن زال الإشكال . وقد جوزوا \" دخلت البصرة فالكوفة \" ، وبين الدخولين تراخ ومهلة ، وقال تعالى : { والذي أخرج [ ص: 155 ] المرعى فجعله غثاء أحوى } فإن بين الإخراج والإحواء وسائط . وقال ابن أبي الربيع : الاتصال يكون حقيقة ويكون مجازا ، فإذا كان حقيقة فلا تراخي فيه وإذا كان مجازا ففيه تراخ بلا شك ، كقولك : دخلت البصرة فالكوفة وإنما جاءت الفاء ; لأن سبب دخول الكوفة اتصل بدخول البصرة ، فلم يكن بينهما مهلة . وقد يكون التراخي بينهما قليلا فيكون كالمستهلك لكونه غير مفتقر لعلته ، فتدخل الفاء كذلك .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=35&ID&idfrom=497&idto=541&bookid=35&startno=1\rWallohu a'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1026152994074175\rSERBA-SERBI\rBab ini berisi tema bebas hasil diskusi dan dokumen PISS-KTB yang berasal dari anggota group, sekira bermanfaat bagi kaum muslimin..\r2391. Susunan Pengurus PISS - KTB Masa Hidmah 1433/1435 H.\rSusunan Pengurus PISS-KTB Masa Hidmah 1434-1435\rI. PENASEHAT\r1. Habib MUMU BSA\r2. Kiai Abdullah Afif\r3. Kiai Masaji Antoro\rII. PENDIRI\r1. Ian Saputra\r2. Ayi Yuniar\r3. Mbah Jenggot\r4. عبدالرحيم الثوري\r5. ?matz Van Dee Ivz\r6. Umam Zein\r7. Agus Aja\r8. Ganjar Aja Setiawan\r9. Fathimah Bint Shahab\r10. Aeni Belajar Ikhlas\r11. Imron Rosyadi\r12. Nur Hasyim S. Anam\r13. Arwandi Arwan (alm)\r14. Raden Mas Leyeh-leyeh\r15. Linda Umi F'two\rIII. MUJAWWIB\r1. Timur Lenk\r2. Sunde Pati\r3. Ghufron BKL\r4. Rampak Naung\r5. Ibnu Thoha","part":1,"page":401},{"id":402,"text":"6. Brojol Gemblung\r7. Abdurrofiq Ingin Ridho Ilahi\r8. Mbah Jenggot\r9. Masaji Antoro\r10. Abdullah Afif\r11. Nur Hasyim S Anam\r12. Toni Imam Tontowi\r13. Umam Zain\r14. Alif Jum’an Azend\r15. RadenMas Leyeh-leyeh\r16. Kang Asad\r17. Dewi Rosita\r18. Nabilah Az-Zahra\r19. Ulilalbab Hafas\r20. Dewan Masjid As-salam\r21. Mbah Cemeng\rIV. DOKUMENTASI\r1. Ayda Azzahra\r2. Ani Fah\r3. Nimas\r4. Toni Imam Tontowi\r5. Abdurrahman As-Syafi’i\r6. Mbah Godeg\rV. EKONOMI\r1. Alkannas Saja\r2. Ifaq Abdillah Natagama\r3. Andri Atma\r4. Titik Jogja Buanget\rVI. INFORMASI DAN TEKNOLOGI\r1. Alif Jum’an Azend\r2. Nyari Sinyal\r3. Mbah Fesbuk\r4. Dien Saepudin\rVII. KEAMANAN\r1. Ian Saputra\r2. Agus Aja\r3. Toni Imam Tontowi\r4. RadenMas Leyeh-leyeh\r5. Kang Asad\r6. Sasan Al G\rF0120. KAMUS ISTILAH PISS-KTB\rOleh Mbah Jenggot\r1.…BUNGKUS : Anjuran untuk mendokumentasikan Pertanyaan yang telah tuntas mendapatkan jawaban disertai dalil ibarot yang bisa dipertangung jawabkan.\r2.…LIAT DOKUMENT / DI LOKER DOKUMEN : Anjuran untuk melihat dan membuka dokument grup untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, disebabkan pertanyaan pernah dibahas dan dijawab dengan tuntas dan tersimpan di dokumen grup\r3.…Link Dokumen : www.fb.com/notes/www.piss-ktb.coms/\r4.…UP/SYUN /DUL / SUNDUL/MUMBUL : Mengangkat postingan agar tidak tenggelam dibawah.\r5.…KARTU KUNING : Peringatan dari admint karena postingan tidak sesuai Visi-Misi PISS-KTB\r6.…MENJIMAK : Plesetan dari kata menyimak (katanya siy pake Ejaan lama)\r7.…TENDANG : Anjuran untuk mengeluarkan member dari grup karena melanggar aturan dan tidak sejalan dengan Visi-Misi PISS-KTB.","part":1,"page":402},{"id":403,"text":"8.…TA`BIR,IBAROT : Refrensi/rujukan dan dalil dari kitab.\r9.…NGLENYIT : sudah tau nanya\r1478. ISLAM DAN FORMALISME AJARANNYA\rDalam sejarah umat manusia, selalu terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Terkadang kesenjangan itu sangatlah besar, dan kadang kecil. Apa yang oleh paham komunisme dirumuskan dengan kata rakyat, dalam teori dimaksudkan untuk membela kepentingan orang kecil, tapi dalam praktek justru yang dibela terbanyak adalah kepentingan kaum Aparatchik. Itupun berlaku dalam orientasi paham tersebut, yang lebih banyak membela kepentingan penguasa dari pada kepentingan rakyat kebanyakan. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam merumuskan orientasi paham ke-Islaman, agar tidak mengalami nasib seperti paham komunisme tersebut.\rOrientasi paham ke-Islaman sebenarnya adalah kepentingan orang kecil dalam hampir seluruh persoalannya. Lihat saja kata “maslahah ‘ammah”, yang berarti kesejahteraan umum. Inilah yang menjadi objek dari segala macam tindakan yang diambil pemerintah. Kata kesejahteraan umum dan/atau kemaslahatan umum itu tampak nyata dalam keseluruhan umat Islam. Yang langsung tampak, umpamanya, adalah kata kunci dalam adagium teori hukum Islam (Ushul Fiqh): “tindakan/kebijakan seorang pemimpin atas rakyat (yang dipimpin) sepenuhnya bergantung kepada kebutuhan atau kesejahteraan mereka” (tasharruf al-Imam ‘ala al-ra’iyyah manuuthun bi al-maslahah).","part":1,"page":403},{"id":404,"text":"Adapun yang tidak langsung mengenai kebutuhan orang banyak dapat dilihat dalam adagium lain: “menghindarkan kerusakan/kerugian diutamakan atas upaya membawakan keuntungan dan kebaikan” (dar’u al-mafasith muqaddam ‘ala jalbi al-masholih). Artinya, menghindari hal-hal yang merusak umat lebih diutamakan atas upaya membawakan kebaikan bagi mereka. Dengan demikian, menghindari kerusakan dianggap lebih berarti dari pada mendatangkan kebaikan. Adagium inilah yang digunakan Dr. Amien Rais untuk meyakinkan penulis untuk menerima pencalonan sebagai Presiden Republik Indonesia, tiga tahun lalu. Karena ia yakin bangsa ini waktu itu belum dapat menerima seorang wanita (Megawati) sebagai Presiden negara, hingga dikhawatirkan akan ada perang saudara jika hal itu terjadi.","part":1,"page":404},{"id":405,"text":"Pengaturan melalui kesejahteraan, keselamatan, keutuhan sesuatu, secara langsung atau tidak langsung, menjadi pegangan gerakan-gerakan Islam di negeri kita semenjak dahulu. Contoh terbaik dalam hal ini adalah gugurnya Piagam Jakarta (Jakarta Charter) dari Undang-Undang Dasar (UUD) kita. Para pemimpin berbagai gerakan Islam pada saat itu, tanggal 18 Agustus 1945, setuju membuang Piagam Jakarta tersebut dari UUD ‘45, agar bangsa kita yang heterogen dalam asal-usul mereka itu dapat bergabung ke dalam pangkuan Republik Indonesia. Pendapat yang dipegang oleh Ki Bagus Hadikusumo dan KH A. Kahar Mudzakir dari Muhammadiyah, Abi Kusno Cokrosuyoso dari Sarekat Islam, A. Rahman Baswedan dari Partai Arab Indonesia (PAI), A. Subardjo dari Masyumi, H. Agus Salim dan A. Wahid Hasjim dari Nahdlatul Ulama (NU), itu jelas menonjolkan semangat persatuan pada tingkat paling tinggi. Bahwa para Ulama Fiqh (Hukum Islam) tidak menolak tindakan itu, menunjukkan dengan jelas bahwa keutuhan dan kesejahteraan umat dinilai begitu tinggi oleh berbagai gerakan Islam.","part":1,"page":405},{"id":406,"text":"Dengan demikian, tertolaklah anggapan bahwa Islam hanya bersandar pada formalitas belaka, secara kultural, masuknya beberapa unsur budaya lokal ke dalam budaya Islam, atau sebaliknya, merupakan bukti kuat akan hal ini. Tari Seudati yang digambarkan dengan indahnya oleh James Siegel dalam the rope of God, mengenai kesenian daerah Aceh yang bernapaskan praktek-praktek kaum sufi itu jelas menunjukkan hal itu. Demikian pula, diciptakannya tembang Ilir-ilir oleh Sunan Ampel, menunjukkan bagaimana terjadi saling pengaruh-mempengaruhi yang sangat halus antara budaya daerah kita dan budaya agama yang dibawakan oleh Islam.\rDemikian pula, bagaimana dengan mudahnya manifestasi budaya santri dalam budaya daerah yang disebut Tabot di Sumatera barat dan Bengkulu, dengan budaya daerah setempat menjadi wahana bagi ekspresi keagamaan kaum Syi’ah di hadapan tindakan-tindakan “budaya Sunni” dalam beberapa abad terakhir ini, menunjukkan betapa besar dinamika budaya yang terjadi. Penggunaan “budaya adat” sebagai wahana apa yang tadinya dikenal sebagai budaya agama adalah sesuatu yang benar-benar hidup dalam perkembangan sejarahnya.","part":1,"page":406},{"id":407,"text":"Hal inilah yang menjadi tantangan kita dewasa ini. Ayat kitab suci Al-Qur’an menyatakan “dan dalam diri utusan Tuhan benar-benar telah ada contoh yang sempurna bagi orang yang mengharapkan kerelaan Allah, kebahagiaan akhirat dan senantiasa ingat akan tanda-tanda kebesaran Allah” (la qad kaana lakum fii rasulillahi uswatun hasanah li man kaana yarju Allaha wa al-yauma al akhira wa dzakara Allaha kathira), dapat digunakan sebagai pengingat bagi kita akan pentingnya arti pelestarian lingkungan alam dan penjagaan kepentingan kita dalam apa yang dinamakan kasus makro.\rHal-hal seperti inilah yang seharusnya menjadi tekanan bagi gerakan-gerakan Islam dalam membangun sebuah bangsa, justru bukannya mementingkan formalisasi ajaran-ajaran agama tersebut dalam kehidupan. Karena itu, persoalan formalisasi ideologi Islam dalam kehidupan bernegara tidak menjadi kebutuhan utama. Justru penampilan non-formal dari agama tersebut harus terwujud tanpa formalisasi dirinya, seperti di negara ini. Dengan demikian, agama Islam menjadi sumber inspirasi bagi gerakan-gerakan Islam dalam kehidupan bernegara.","part":1,"page":407},{"id":408,"text":"Dasar perjuangan seperti inilah yang sebenarnya mengilhami juga lahirnya partai-partai CDU (Christian Democratic Union, Uni Demokratik Kristen), di Jerman dan sejumlah negara lain. Inti dari pandangan seperti itu, terletak pada kesadaran bahwa agama harus lebih berfungsi nyata dalam kehidupan, dari pada membuat dirinya menjadi wahana bagi formalisasi agama yang bersangkutan dalam kehidupan bernegara. Esensi inilah yang telah ditangkap dengan sangat baik oleh berbagai gerakan Islam di negara ini semenjak beberapa puluh tahun yang lalu. Ceritera yang indah, bukan?\r[ DIKUTIP DARI ARTIKEL KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) oleh Hakam elChudrie ]\r0324. DEFINISI SANTRI ALA PISS-KTB\rPERTANYAAN :\rMuhammad Saiful Amin\rAssalamu 'alaikum. Asal muasal nama \"SANTRI\" itu dari siapa & dari bahasa apa ?\rJAWABAN :\rIbnu Husain Saddam\rWa'alaikum salam ... Umumnya kata santri diidentikkan bagi seseorang yang tinggal di pondok pesantren yang kesehariannya mengkaji kitab-kitab salafi atau kitab kuning, dengan tubuh dibungkus sarung, peci, serta pakaian koko menjadi pelengkap atau menambah ciri khas tersendiri bagi mereka. Asal-usul kata santri sendiri menurut Nur Kholis Majid sekurang-kurangnya ada 2 pendapat yang dapat di jadikan bahan acuhan. Pertama, berasal dari bahasa sangsekerta, yaitu \"sastri\", yang berarti orang yang melek huruf. Kedua, berasal dari bahasa jawa, yaitu \"cantrik\", yang berarti seseorang yang mengikuti kiai di mana pun ia pergi dan menetap untuk menguasai suatu keahlian tersendiri.","part":1,"page":408},{"id":409,"text":"Berbeda menurut Dr. KH. MA. Sahal Mahfud yang justru kata santri dijadikan menjadi bahasa Arab, yaitu dari kata \"santaro\", yang mempunyai jama' (plural) sanaatiir (beberapa santri). Di balik kata santri tersebut yang mempunyai 4 huruf arab (sin, nun, ta', ra'), KH. Abdullah Dimyathy (alm) dari Pandegelang- Banten, mengimplementasikan kata santri sesuai dengan fungsi manusia. Adapun 4 huruf tersebut yaitu :\rSin. Yang artinya \"satrul al aurah\" (menutup aurat) sebagaimana selayaknya kaum santri yang mempunyai ciri khas dengan sarung, peci, pakaian koko, dan sandal ala kadarnya sudah barang tentu bisa masuk dalam golongan huruf sin ini, yaitu menutup aurat. Namun pengertian menutup aurat di sini mempunyai 2 pengertian yang keduanya saling ta'aluq atau berhubungan. Yaitu menutup aurat secara tampak oleh mata (dhahiri) dan yang tersirat atau tidak tampak (bathini). Menutup aurat secara dhahiri gambarannya susuai dengan gambaran yang telah ada menurut syari'at Islam. Mulai dari pusar sampai lutut bagi pria dan seluruh tubuh kecuali tangan dan wajah bagi wanita. Gambaran tersebut merupakan gambaran yang sudah tersurat atau aturan-aturan yang sudah jelas dalam syari'at. Namun satu sisi yang kaitannya makna yang tersirat (bathini) terlebih dahulu kita harus mengetahui apa sebenarnya tujuan dari perintah menutup aurat.","part":1,"page":409},{"id":410,"text":"Manusia sebagai mahluk yang mulia yang diberikan nilai lebih oleh Allah berupa akal menjadikan posisi manusia sebagai mahluk yang sempurna dibandingkan yang lain. Dengan akal tersebutlah akan terbentuk suatu custom atau habitual yang tentu akan dibarengi dengan budi dan naluri, yang nantinya manusia akan mempunyai rasa malu jikalau dalam perjalanannya tidak sesuai dengan riel–riel yang telah di tentukan oleh agama dan habitual action atau hukum adab setempat. Yang kaitannya dengan hal ini, tujuan utama manusia menutup aurat tak lain adalah menutupi kemaluan yang dianggap fital yang berharga. Andaikata manusia sudah tidak dapat lagi menutup kemaluannya yang fital dan berharga itu, berarti sudah dapat ditanyakan kemanusiaannya antara manusia dan mahluk yang lain semisal hewan. Hal yang terpenting di sini adalah bagaimana manusia menutupi dan mempunya rasa malu dalam hal sifat dan perilaku secara dhahiri atau bathini. Sebagimana disinggung dalam salah satu hadits : \"Alhaya' minal iman\", malu sebagian dari iman. Tentunya hal ini sudah jelas betapa besar pengaruhnya haya' atau malu dalam kacamata religius (agama) maupun sosial kemasyarakatan.\rNun. Yang berarti \"na'ibul ulama\" (wakil dari ulama). Dalam koridor ajaran Islam dikatakan dalam suatu hadits bahwa : \"al-ulama warasul ambiya' (ulama adalah pewaris nabi). Rasul adalah pemimpin dari ummat, begitu juga ulama. Peran dan fungsi ulama dalam masyarakat sama halnya dengan rasul, sebagai pengayom atau pelayan ummat dalam segala dimensi.","part":1,"page":410},{"id":411,"text":"Tentunya di harapakan seorang ulama mempunyai kepekaan-kepekaan sosial yang tahu atas problematika dan perkembangan serta tuntutan zaman akibat arus globalisasi dan modernisasi, serta dapat menyelesaikannya dengan arif dan bijak atas apa yang terjadi dalam masyarakatnya. Kaitannya dengan na'ibul ulama, seorang santri di tuntut mampu aktif, merespon, sekaligus mengikuti perkembangan masyarakat yang diaktualisasikan dalam bentuk sikap dan perilaku yang bijak. Minimal dalam masyarakat kecil yang ada dalam pesantren. Sebagaimana yang kita tahu, pesantren merupakan sub-kultur dari masyarakat yang majemuk. Dan dengan didukung potensi yang dimiliki kaum santri itulah yang berfungsi sebagai modal dasar untuk memberikan suatu perubahan yang positif sesuai dengan yang di harapkan Islam.\rTa'. Yang artinya \"tarku al-ma'shi\" (meninggalkan kemaksiatan). Dengan dasar yang dimiliki kaum santri, khususnya dalam mempelajari syari'at, kaum santri diharapkan mampu memegang prinsip sekaligus konsis terhadap pendirian dan nilai-nilai ajaran Islam serta hukum adab yang berlaku di masyarakatnya selagi tidak keluar dari jalur syari'at. Kaitannya hal tersebut yaitu seberapa jauh kaum santri mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan dan sejauh mana pula ia memegang hubungan hablum minallah dan hablum minannas, hubungan horizontal dan vertikal dengan sang khaliq dan sosial masyarakat. Karena tarku al-ma'shi tidak hanya mencakup pelanggaran-pelanggaran hukum yang telah ditetapkan-Nya, tetapi juga hubungan sosial dengan sesama mahluk, baik manusia ataupun yang lain.","part":1,"page":411},{"id":412,"text":"Ra'. Yang artinya \"raisul ummah\" (pemimpin ummat). Manusia selain diberi kehormatan oleh Allah sebagai mahluk yang paling sempurna dibanding yang lain. Manusia juga diangkat sebagai khalifatullah di atas bumi ini. Sebagaimana diterangkan dalam firmanNya \"inni ja'ulun fil ardhi khalifah\" (QS. Al-Baqarah : 30), yang artinya \"Sesungguhnya aku ciptakan di muka bumi ini seorang pemimpin.\" Kemuliaan manusia itu ditandai dengan pemberianNya yang sangat mempunyai makna untuk menguasai dan mengatur apa saja di alam ini, khususnya ummat manusia. Selain itu pula peranan khalifah mempunyai fungsi ganda.\rPertama, ibadatullah (beribadah kepada allah) baik secara individual maupun sosial, dimana sebagai mahluk sosial dalam komunitas berbangsa, ummat Islam juga dituntut memberikan manfaat kepada orang lain dalam kerangka ibadah sosial.","part":1,"page":412},{"id":413,"text":"Kedua, 'imaratul ardhi, yaitu membangun bumi dalam arti mengelola, mengembangkan, dan melestarikan semua yang ada. Jika hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia itu hukumnya wajib. Maka melestarikan, mengembangkan, serta mengelola pun hukumnya wajib. Sebagaimana di jelaskan dalam salah satu kaidah fiqih; \"ma la yatimu bi hi wajib fahuwa wajibun\", sesuatu yang menjadikan kewajiban maka hukumnya pun wajib. Gambaran di atas merupakan seorang santri, dalam hal pengembangan. Di situlah diperlukan suatu mentalitas religius serta totalitas kesandaran, karena kaum santrilah yang dapat dijadikan harapan dalam mengembalikan konsep-konsep ajaran Islam dan di sini muncullah beberapa pertanyaan. Bagaimana keadaan dan perkembangan kita sebagai seorang santri? Sudah sesuaikah seperti gambaran di atas?Dan layakkah kita disebut sebagai santri? Dengan merubah diri kita dululah, maka kita akan dapat menghasilkan perubahan.\rShon Haji Zuhri-AnNuri\rSebuah istilah akan berbeda menurut siapa yang mengakatan. itu akan sangat panjang jika diteruskan. menurut pribadi santri insya Allah dari berbagai arti condong ke kebaikan. tambahan barangkali bermnfaat, saya pernah mendengar SANTRI di-arabkan SA (sin sama alif)= SATIRUL UYUB (penutup kejelekan) N(nun)= Naibus Syuyukh (penerus ulama) T(ta')=Tarikul Maashi (menjauhi larangan/orang) R(ro')=Roghibul Al khoirot (menyukai kabaikan) I(hamzah kasroh)= Ikhlasun fil 'amal (ihlas dalam beramal) ..semoga bermanfaat.. by the Way...jadi SANTRI ???? Why Not ??? Wallahu 'alam Bis showab.\rUnsur-unsur sebuah pesantren :","part":1,"page":413},{"id":414,"text":"Untuk memberi definisi sebuah pondok pesantren, harus kita melihat makna perkataannya. Kata pondok berarti tempat yang dipakai untuk makan dan istirahat. Istilah pondok dalam konteks dunia pesantren berasal dari pengertian asrama-asrama bagi para santri. Perkataan pesantren berasal dari kata santri, yang dengan awalan pe di depan dan akhiran an berarti tempat tinggal para santri (Dhofier 1985:18). Maka pondok pesantren adalah asrama tempat tinggal para santri. Menurut Wahid (2001:171), “pondok pesantren mirip dengan akademi militer atau biara (monestory, convent) dalam arti bahwa mereka yang berada di sana mengalami suatu kondisi totalitas.”\rSekarang di Indonesia ada ribuan lembaga pendidikan Islam terletak diseluruh nusantara dan dikenal sebagai dayah dan rangkang di Aceh, surau di Sumatra Barat, dan pondok pesantren di Jawa (Azra, 2001:70). Pondok pesantren di Jawa itu membentuk banyak macam-macam jenis. Perbedaan jenis-jenis pondok pesantren di Jawa dapat dilihat dari segi ilmu yang diajarkan, jumlah santri, pola kepemimpinan atau perkembangan ilmu teknologi. Namun demikian, ada unsur-unsur pokok pesantren yang harus dimiliki setiap pondok pesantren. (Hasyim, 1998:39) Unsur-unsur pokok pesantren, yaitu kyai. masjid, santri, pondok dan kitab Islam klasik (atau kitab kuning), adalah elemen unik yang membedakan sistem pendidikan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya.\ra.Kyai:","part":1,"page":414},{"id":415,"text":"Peran penting kyai dalam pendirian, pertumbuhan, perkembangan dan pengurusan sebuah pesantren berarti dia merupakan unsur yang paling esensial. Sebagai pemimpin pesantren, watak dan keberhasilan pesantren banyak bergantung pada keahlian dan kedalaman ilmu, karismatik dan wibawa, serta ketrampilan kyai. Dalam konteks ini, pribadi kyai sangat menentukan sebab dia adalah tokoh sentral dalam pesantren (Hasbullah, 1999:144).\rIstilah kyai bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan dari bahasa Jawa (Ziemek, 1986:130). Dalam bahasa Jawa, perkataan kyai dipakai untuk tiga jenis gelar yang berbeda, yaitu: 1.sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat; contohnya, “kyai garuda kencana” dipakai untuk sebutkan kereta emas yang ada di Kraton Yogyakarta; 2. gelar kehormatan bagi orang-orang tua pada umumnya; 3.gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada orang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren dan mengajar kitab-kitab Islam klasik kepada para santrinya (Dhofier 1985:55).\rb.Masjid:","part":1,"page":415},{"id":416,"text":"Sangkut paut pendidikan Islam dan masjid sangat dekat dan erat dalam tradisi Islam di seluruh dunia. Dahulu, kaum muslimin selalu memanfaatkan masjid untuk tempat beribadah dan juga sebagai tempat lembaga pendidikan Islam. Sebagai pusat kehidupan rohani,sosial dan politik, dan pendidikan Islam, masjid merupakan aspek kehidupan sehari-hari yang sangat penting bagi masyarakat. Dalam rangka pesantren, masjid dianggap sebagai “tempat yang paling tepat untuk mendidik para santri, terutama dalam praktek sembahyang lima waktu, khutbah, dan sembahyang Jumat, dan pengajaran kitab-kitab Islam klasik.” (Dhofier 1985:49) Biasanya yang pertama-tama didirikan oleh seorang kyai yang ingin mengembangkan sebuah pesantren adalah masjid. Masjid itu terletak dekat atau di belakang rumah kyai.\rc.Santri:\rSantri merupakan unsur yang penting sekali dalam perkembangan sebuah pesantren karena langkah pertama dalam tahap-tahap membangun pesantren adalah bahwa harus ada murid yang datang untuk belajar dari seorang alim. Kalau murid itu sudah menetap di rumah seorang alim, baru seorang alim itu bisa disebut kyai dan mulai membangun fasilitas yang lebih lengkap untuk pondoknya.","part":1,"page":416},{"id":417,"text":"Santri biasanya terdiri dari dua kelompok, yaitu santri kalong dan santri mukim. Santri kalong merupakan bagian santri yang tidak menetap dalam pondok tetapi pulang ke rumah masing-masing sesudah selesai mengikuti suatu pelajaran di pesantren. Santri kalong biasanya berasal dari daerah-daerah sekitar pesantren jadi tidak keberatan kalau sering pergi pulang. Makna santri mukim ialah putera atau puteri yang menetap dalam pondok pesantren dan biasanya berasal dari daerah jauh. Pada masa lalu, kesempatan untuk pergi dan menetap di sebuah pesantren yang jauh merupakan suatu keistimewaan untuk santri karena dia harus penuh cita-cita, memiliki keberanian yang cukup dan siap menghadapi sendiri tantangan yang akan dialaminya di pesantren (Dhofier, 1985:52).\rd.Pondok:\rDefinisi singkat istilah ‘pondok’ adalah tempat sederhana yang merupakan tempat tinggal kyai bersama para santrinya (Hasbullah, 1999:142). Di Jawa, besarnya pondok tergantung pada jumlah santrinya. Adanya pondok yang sangat kecil dengan jumlah santri kurang dari seratus sampai pondok yang memiliki tanah yang luas dengan jumlah santri lebih dari tiga ribu. Tanpa memperhatikan berapa jumlah santri, asrama santri wanita selalu dipisahkan dengan asrama santri laki-laki.","part":1,"page":417},{"id":418,"text":"Komplek sebuah pesantren memiliki gedung-gedung selain dari asrama santri dan rumah kyai, termasuk perumahan ustad, gedung madrasah, lapangan olahraga, kantin, koperasi, lahan pertanian dan/atau lahan pertenakan. Kadang-kadang bangunan pondok didirikan sendiri oleh kyai dan kadang-kadang oleh penduduk desa yang bekerja sama untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan.\rSalah satu niat pondok selain dari yang dimaksudkan sebagai tempat asrama para santri adalah sebagai tempat latihan bagi santri untuk mengembangkan ketrampilan kemandiriannya agar mereka siap hidup mandiri dalam masyarakat sesudah tamat dari pesantren. Santri harus memasak sendiri, mencuci pakaian sendiri dan diberi tugas seperti memelihara lingkungan pondok.\rSistem asrama ini merupakan ciri khas tradisi pesantren yang membedakan sistem pendidikan pesantren dengan sistem pendidikan Islam lain seperti sistem pendidikan di daerah Minangkabau yang disebut surau atau sistem yang digunakan di Afghanistan (Dhofier, 1985:45).\re.Kitab-Kitab Islam Klasik:\rKitab-kitab Islam klasik dikarang para ulama terdahulu dan termasuk pelajaran mengenai macam-macam ilmu pengetahuan agam Islam dan Bahasa Arab. Dalam kalangan pesantren, kitab-kitab Islam klasik sering disebut kitab kuning oleh karena warna kertas edisi-edisi kitab kebanyakan berwarna kuning.","part":1,"page":418},{"id":419,"text":"Menurut Dhofier (1985:50), “pada masa lalu, pengajaran kitab-kitab Islam klasik…. merupakan satu-satunya pengajaran formal yang diberikan dalam lingkungan pesantren.” Pada saat ini, kebanyakan pesantren telah mengambil pengajaran pengetahuan umum sebagai suatu bagian yang juga penting dalam pendidikan pesantren, namun pengajaran kitab-kitab Islam klasik masih diberi kepentingan tinggi. Pada umumnya, pelajaran dimulai dengan kitab-kitab yang sederhana, kemudian dilanjutkan dengan kitab-kitab yang lebih mendalam dan tingkatan suatu pesantren bisa diketahui dari jenis kitab-kitab yang diajarkan (Hasbullah, 1999:144).\rAda delapan macam bidang pengetahuan yang diajarkan dalam kitab-kitab Islam klasik, termasuk: 1.nahwu dan saraf (morfologi); 2.fiqh; 3.usul fiqh; 4.hadis; 5.tafsir; 6.tauhid; 7.tasawwuf dan etika; dan 8. cabang-cabang lain seperti tarikh dan balaghah. Semua jenis kitab ini dapat digolongkan kedalam kelompok menurut tingkat ajarannya, misalnya: tingkat dasar, menengah dan lanjut. Kitab yang diajarkan di pesantren di Jawa pada umumnya sama (Dhofier 1985:51).\r0523. Profil Pondok Pesantren Sidogiri (Putra) Jatim\rSEKILAS TENTANG PONDOK PESANTREN SIDOGIRI","part":1,"page":419},{"id":420,"text":"Pesantren ini didirikan pada tahun 1745 M. oleh seorang Sayyid Sulaiman yang berasal dari Cirebon Jawa Barat. Beliau adalah keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban. Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.\rUrutan Pengasuh\rTentang urutan Pengasuh, terdapat beberapa versi, sebab tidak tercatat pada masa lalu. Dalam catatan yang ditandatangani KH A Nawawi Abd Djalil pada 2007, urutan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri sampai saat ini adalah:\r1.…Sayyid Sulaiman (wafat 1766)\r2.…KH Aminullah (wafat akhir 1700-an/awal 1800-an)\r3.…KH Abu Dzarrin (wafat 1800-an)\r4.…KH Mahalli (wafat 1800-an)\r5.…KH Noerhasan bin Noerkhotim (wafat pertengahan 1800-an)\r6.…KH Bahar bin Noerhasan (wafat awal 1920-an)\r7.…KH Nawawie bin Noerhasan (wafat 1929)\r8.…KH Abd Adzim bin Oerip (wafat 1959)\r9.…KH Abd Djalil bin Fadlil (wafat 1947)\r10. KH Cholil Nawawie (wafat 1978)\r11. KH Abd Alim Abd Djalil (wafat 2005)\r12. KH A Nawawi Abd Djalil (2005-sekarang)\rJenjang Pendidikan\rDi Pondok Pesantren Sidogiri mengenal dua istilah pendidikan. Yakni pendidikan madrasiyah dan pendidikan ma’hadiyah. Pendidikan madrasiyah ialah sistem pendidikan klasikal yang dibagi menjadi beberapa jenjang, yakni\rSifir (1 tahun)\rIbtida’iyah (6 tahun)\rTsanawiyah (3 tahun)\rAliyah (3 tahun)","part":1,"page":420},{"id":421,"text":"Dari semua tingkatan ini pelajarannya adalah kurikulum sendiri (tidak berafiliasi ke diknas ataupun depag) yang semuanya murni diniyah. Namun demikian sejak beberapa tahun terakhir lulusan Aliyah PP. Sidogiri sudah mendapat pengakuan dari pemerintah dan dapat melanjutkan pendidikan kepada jenjang lanjutan di berbagai PT di luar pesantren. Dan untuk saat ini pihak pesantren bekerja sama dengan UNSURI Surabaya (salah satu perguruan tinggi milik NU) memberi kesempatan kepada santri dan alumni pesantren lulusan Aliyah untuk kuliyah yang diselenggarakan di pesantren.\rSampai saat ini sudah ada beberapa orang santri yang mendapatkan beasiswa untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA di Bogor, sebuah sekolah yang dirintis oleh pakar ekonom syari’ah kenamaan DR. Syafi’I Antonio.\rPendidikan ma’hadiyah ialah pendidikan yang dilakukan di luar sekolah. Ada beberapa daerah yang dihuni khusus oleh mereka yang mempelajari bahasa asing yakni daerah H, K, dan L. Di tiga daerah ini santri wajib menggunakan bahasa Arab atau inggris. Karena antusianya santri untuk masuk ke daerah bahasa asing, maka untuk bisa menjadi penduduk tiga daerah ini diseleksi dan melalui ujian yang sangat ketat. Di samping daerah khusus bahasa asing, ada juga daerah A sebagai daerah khusus bagi santri yang menghafal al-Qur’an","part":1,"page":421},{"id":422,"text":"Untuk menunjang pendidikan pesantren pengurus mendirikan perpustakaan. Saat ini perpustakaan sidogiri tergolong perpustakaan terbesar untuk ukuran pesantren salaf di Indonesia, Bahkan koleksi kitabnya sekarang sudah mencapai ribuan judul. Bahkan untuk menambah koleksinya pihak pengurus kadang harus inden berbagai bulan karena kitab yang dimaksud tidak beredar di Indonesia.\rIni sekilas data yang kami ketahui tentang pesantren Sidogiri, namun semua data ini hanyalah mencakup pesantren putra. Adapun untuk pesantren putri belum terdata karena beda management. [ Diposting oleh : Nur Hasyim S. Anam ].\r0528. KUMPULAN NAMA-NAMA ISLAMI ALA PISS-KTB\r1. NAMA UNTUK ANAK LAKI-LAKI :\r?…Nizarul arifin\r?…Ibhan Faruq Zidqi\r?…rohmatullah alex = rahmat Allah atasmu\r?…khuwairizmi\r?…harzaqil.... nama nabi di bani isroil\r?…MUHAMMAD MAHER SHIDIQ\r?…danial = nama nabi\r?…Achmad zainuddine\r?…Salman al farisi\r?…YASED WILLIANDA\r?…Daniel Robithul Huda\r?…muhammad hudalil mutaqin\r?…Muhammad Hasyim Musthofa\r?…muhammad abdul fattahul jannah\r?…M.faqih andrianata el zindan\r?…Agil robbani\r?…SOFYAN ATSAURY\r?…GALIH AINUL YAQIN\r?…M muzayyin adib\r?…Muhammad ichsan\r?…Alfis maulana\r?…Aly Masyhad\r?…Muhammad furqon as-syafa\r?…ZAINUDDIN YAZID ZAIDAN\r?…MUHAMMAD MISK AL-'ARSY\r?…SYIFQON TSUBUT\r?…Muhammad ilyas\r2. NAMA UNTUK ANAK PEREMPUAN :\r?…robiatul adawiyah\r?…khoirunnisa\r?…Qurrotu aini\r?…anamira qonita\r?…Naila rif'atul jannah\r?…habibatul maula,\r?…mariyatul qibtiyah.\r?…akmala wilda\r?…silvi qorrotun nada\r?…maghfiro khasanah\r?…mila fitriani\r?…nikhayatul uliya\r?…Fauziatul iffah\r?…mifthakhul anita\r?…Naila kamala","part":1,"page":422},{"id":423,"text":"?…Maria ghibthiya\r?…Humaida hasna\r?…Luthfiyah Ramadany\r?…fi isyatin rodiyatin\r?…Kharimah hilyatunnafizah\r?…sulhah nurul azizah\r?…ALIYA FATIYATUZ ZAKIYYAH\r?…NAYLA INAYATUS SYIFAA\r?…almira fauziah\r?…AHYA KAMILA\r?…ULIYATUL'IZZAH\r?…Nina Arviya Nur Faizah\r?…FAISILIL QIBTIYAH\rAlif Jum'an Azend\rSaya pernah membaca artikel tentang 9 tips memberi nama bayi...\r1. Nama itu mengandung do'a.\rNama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Do'a.Tetapi do'anya yang singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira Tahlil atau Wirid. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang \"Amiinn..\"\r2. Nama jangan nyusahin orang Kelurahan\rNama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus,jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel-dobel (mis.Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll.Nah... nggak enaknya lagi kalau kita minta revisi biasanya kena biaya lagi... dan prosesnya lama lagi.\r3. Nama jangan cuma satu kata\rMinimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Inipenting terutama kalau pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadiberangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan esiaan...\r4. Nama jangan terlalu panjang","part":1,"page":423},{"id":424,"text":"Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaranmasuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan... Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.\r5. Nama anak bersifat internasional\rAnak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov, misalnya, orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop, orang Amrik bilang Sechlaytinove. .. Syusah khaaannn Padahal maksudnya : Sabtu Kliwon Tiga November...\r6. Ketahuilah arti nama anak\rKetahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalau ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.\r7.Jangan pakai nama artis.\rNama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itukelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda tidak kreatif dalam bikin nama.\r8. Abjad huruf pertama nama anak.","part":1,"page":424},{"id":425,"text":"Huruf pertama \"A\" pada nama anak ada enak tidak enaknya. tidak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancar a sering dipanggil duluan. tidak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara di sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah.. biasanya adanya dibawah...\r9. Jangan sok Kebarat-baratan\rJangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia , orang Indonesia ,kultur ya tetap orang Indonesia . Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan , anaknya ya ortunya.. Lagian kalau kejepit toh bilangnya \"aduuuhhhhh....\" bukan \"Oh my God..\"\r0718. JUKNIS : TRIK MENGHINDARI HACK MENGGUNAKAN KEYLOGER\rBanyak kasus di mana email dan Daftar Isi Dokumen teman-teman kena hack orang yang tidak bertanggung jawab tanpa tau siapa mereka. Celakanya tidak jarang mereka melakukan penipuan dengan menggunakan nama kita. Sebagaimana yang dialami oleh member PISS - KTB Tarkam Sriatun yang tanpa dia tahu dari mana asalnya tiba2 dari akunnya banyak mengirimkan penawaran alat-alat elektronik berharga jutaan kepada sejumlah teman. Apa yang terjadi jika orang2 yang sudah mengenal dengan baik saudara Tarkam Sriatun mempercayai iklan tersebut yang ternyata bohong?","part":1,"page":425},{"id":426,"text":"Ada banyak cara orang membobol pasword kita, di antaranya dengan memasang software keyloger pada komputer yang dipakai sebagai jebakan, misalnya komputer warnet. Lalu bagaimana dengan kita yang tidak bisa online di rumah? Haruskah merasa waswas jika kita harus online di warnet? Silakan simak keterangan berikut.\rKetahuilah bahwa software keyloger merekam semua aktifitas keyboard anda. Oleh karenanya jika anda online pada komputer yang terpasang keyloger maka dijamin emaiL dan pasword anda akan dikuasai orang yang tidak bertanggungjawab.\rUntuk mengatasinya sebenarnya mudah. Silakan ketik email dan pasword anda menggunakan mouse (jangan pakai keyboard). bagaimana caranya mengetik pakai mouse?\rCaranya ialah : Klik Start > All Programs > Accessories > Accessibility > On-Screen Keyboard. Dan selanjutnya ketik email dan pasword anda menggunakan mouse. Dijamin orang yang akan menghack pasword anda gigit jari. Selamat mencoba. Semoga berkah\rGus Mus : Tips Membuat Password Yang Aman Dari Serangan Hacker\rBerikut adalah tips membuat password yang aman dari serangan hacker.\r1.…Pertama, selalu gunakan karakter secara maksimum. Biasanya dalam membuat password ditentukan jumlah karakter minimal dan jumlah karakter maksimal yang bisa kita gunakan. Gunakanlah karakter secara maksimal. Karena semakin panjang karakter yang kita gunakan maka password tersebut semakin sulit untuk ditebak oleh orang lain (hacker).","part":1,"page":426},{"id":427,"text":"2.…Kedua, hindari menggunakan data pribadi kita. Cobalah untuk menghindari menggunakan data pribadi, seperti nama kita, nama anak atau nama pasangan kita, nama jalan, nama kota dan lain-lain. Jika ada pihak-pihak tertentu yang mengenai data-data pribadi secara detail maka mereka akan dengan mudah untuk menebak password kita dengan menggunakan data-data tersebut.\r3.…Ketiga, gunakan kombinasi huruf kecil dan huruf besar. Dalam membuat password, kita biasanya menggunakan huruf kecil. Akan lebih baik dan aman jika kita menggunakan kombinasi huruf kecil dan huruf besar, dengan demikian akan mempersulit hacker untuk melacaknya.\r4.…Keempat, gunakan kombinasi huruf dan angka. Kita juga dapat menggunakan kombinasi huruf dan angka dalam suatu password yang kita buat. Dengan kombinasi tersebut akan mempersulit pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengetahui password milik kita.\r5.…Kelima, gunakan tool untuk mengacak password. Jika menginginkan, kita dapat menggunakan tool pihak ketiga baik yang gratis maupun yang berbayar untuk membuat password yang aman dari serangan pihak lain.\r6.…Keenam, jangan menuliskan password tersebut pada tempat apa pun dan juga pastikan kita tidak memberitahukan password tersebut kepada siapa pun termasuk keluarga kita.\r7.…Ketujuh, gantilah password tersebut secara periodik. Dengan mengganti password secara rutin diharapkan akan semakin menyulitkan pihak lain untuk menebak password kita.\rSemoga bermanfaat.","part":1,"page":427}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (57)","lvl":1,"sub":0}]}