{"pages":[{"id":1,"text":"47\r4189. EFEK RIYA', TAKABBUR DAN DENGKI\rPERTANYAAN :\r> Polem Useuman\rAssalamu'alaikum. Mohon penjelasan beserta ibarah tentang efek penyakit hati (riya, takabur, angkuh dll) terhadap ibadah.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Celaan terhadap orang yang riya'/pamer, kitab mau'idhotul mukminin hal, 232 :\rقال تعالى : ( فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا ) [ الكهف : 110 ] نزل ذلك فيمن يطلب الأجر والحمد بعباداته وأعماله . ومن الأحاديث : قوله صلى الله عليه وسلم : \" يقول الله عز وجل من عمل لي عملا أشرك فيه غيري فهو له كله وأنا منه بريء ، وأنا أغنى الأغنياء عن الشرك \" . وقال صلى الله عليه وسلم : \" إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر \" قالوا : \" وما الشرك الأصغر ، يا رسول الله \" ؟ قال : \" الرياء ، يقول الله عز وجل يوم القيامة إذا جاز العباد بأعمالهم : اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم الجزاء \" . وقال صلى الله عليه وسلم : \" لا يقبل الله عز وجل عملا فيه مثقال ذرة من رياء \" وقال صلى الله عليه وسلم : \" إن أدنى الرياء شرك \" .\rDalam surat al kahfi ayat 110 Allah ta'ala berfirman :\" Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya\".ayat tsb turun berkenaan dengan orang yang meminta upah dan pujian dalam ibadah dan amalannya.","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" Allah azza wajalla berfirman ' barang siapa beramal kepada-Ku dengan amalan yang dipersekutukan dengan selain-Ku, maka amalan tersebut untuknya dan Aku terbebas darinya, Aku adalah dzat yang maha kaya tidak mebutuhkan sekutu \"\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" sesungguhnya yang paling aku khawatrirkn thd kalian adalah syirik kecil.\"sahabat bertanya : \" apa syirik kecil itu , wahai Rasululloh ?\"Rasululloh menjawab : \" riya'/pamer, Allah azza wajalla pada hari kiayamat kelak ketika para hamba lewat dengan amal-amalnya ,berfirman :\" pergilah kalian kepada orang-orang yang telah kalian pameri di dunia, lihatlah mereka, apakah kalian menmukan balasan dari mereka ?\"\rRasululloh shollallohu alaihi wasalla bersabda :\" Allah tidak menerima amalan yang di dalamnya terdapat riya'/pamer seberat satu dzarroh \"Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" sesungguhnya riya'/pamer yang paling rendah adalah syirik \"\rCelaan terhadap orang yang takabbur/sombong,lihat kitab mau'idhotul mukminin hal. 243 :\rقال تعالى : ( إنه لا يحب المستكبرين ) [ النحل : 23 ] وقال : ( إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين ) [ غافر : 60 ] . وقال صلى الله عليه وسلم : \" لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر \" . وقال عليه السلام : \" يقول الله تعالى : الكبرياء ردائي ، والعظمة إزاري فمن نازعني واحدا منهما ألقيته في جهنم ، ولا أبالي \" . وقال صلى الله عليه وسلم : \" لا يدخل الجنة بخيل ، ولا جبار \" . وقال صلى الله عليه وسلم : \" لا ينظر الله إلى رجل يجر إزاره بطرا \" .","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"Dalam surat an nahl ayat 23 Allah ta'ala berfirman : \" Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.\"\rDalam surat ghofir ayat 60 Allah berfirman : \" Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina\"\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat satu biji sawi \"\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.\"\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" tidak akan masuk syurga orang yang bakhil, tidak pula orang yang sombong \"\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" Allah tidak akan memandang orang yang menyeret kainnya karena sombong”.\rCelaan terhadap orang yang hasud/iri dengki, lihat Kitab mau'idhotul mukminin :\rوقد ورد في ذمه أخبار كثيرة ، منها قوله - صلى الله عليه وسلم - : \" الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب \" ، وقوله : \" لا تحاسدوا ، ولا تقاطعوا ، ولا تباغضوا ، ولا تدابروا ، وكونوا عباد الله إخوانا كما أمركم الله \" ومن الآثار قول بعض السلف : \" إن أول خطيئة كانت هي الحسد ، حسد إبليس آدم - عليه السلام - على رتبته ، فأبى أن يسجد له ، فحمله الحسد على المعصية \" .\rBanyak hadis yang mencela orang yang hasud/iri, di antaranya adalah sabda Rasululloh shollallohu alaihi wasallam :\" sifat hasud memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar.”","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\"Janganlah kalian dengki-mendengki, janganlah kalian putus-me- mutuskan silaturrahim, janganlah kalian marah-memarahi, janganlah kalian belakang-membelakangi,Hendaklah kalian menjadi itu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah memerintahkan kepada kalian. \"\rSebagian ulama' salaf berkata :\" sesungguhnya dosa yang terjadi pertama kali adalah hasud, yaitu hasudnya iblis kepada nabi adam alaihis salam, iblis iri dengan pangkatnya nabi adam, maka iblis tidak mau bersujud kepadanya, kemudian hasud tersebut membawanya kepada kemaksiyatan\". Wallohu a'lam bis showab (NN).\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/937880849568057/\rwww.fb.com/notes/954333927922749\r4200. SIAPAKAH YANG DIMAKSUD SEBAGAI HAMBA ALLAH ?\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Fusyani\rAssalaamu'alaikum. Pertanyaan titipan : Siapakah yang disebut dengan Hamba Allah? Ada seorg ustadz mengatakan hamba Allah didunia ini cuma satu yaitu nabi muhammad saw. berdasarkan dalil qur'an suroh al isro ayat satu. abdi disitu nabi muhammad dan bagaimana penafsirannya? Lalu bagaimana dengan kita kita apakah hamba Allah yang dho'if yang selalu berlumur dosa? thanks\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam. Hamba Allah yang disebut dalam alqur'an bukan Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam saja, dalam surat maryam ayat 30 disebutkan bahwa Nabi Isa alaihis salam juga hamba Allah :\rقَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا\rBerkata Isa: \"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Dalam tafsir al jalalain ketika menyebutkan suratnya Nabi Sulaiman bin dawud alaihimas salam, dalam surat tsb Nabi Sulaiman juga menamakan dirinya sbg hamba Allah.\r- Tafsir al jalalain :\rثُمَّ كَتَبَ سُلَيْمَان كِتَابًا صُورَته {مِنْ عَبْد اللَّه سُلَيْمَان بْن دَاوُد إلَى بِلْقِيس مَلِكَة سَبَأ بِسْمِ اللَّه الرَّحْمَن الرَّحِيم السَّلَام عَلَى مَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْد فَلَا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ} ثُمَّ طَبَعَهُ بِالْمِسْكِ وَخَتَمَهُ بِخَاتَمِهِ\rkemudian Nabi sulaiman menulis surat yang isinya :\" Dari Hamba Allah sulaiman bin dawud kepada bilqis ratu saba'.bismillahirrohmanirrohiim keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk, amma ba'du, janganlah kalian mengungguliku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang muslim \". Kemudian Nabi Sulaiman memberikan cap dengan minyak misik dan mensetempelnya dengan cincinya.\r- Dalam surat al isro' ayat 1, yang dimaksud dengan kalimat \"hamba-Nya\" disitu memang Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam.\rKesimpulannya, Abdulloh/hamba Allah bukan hanya Nabi Muhammad saja tapi bisa juga orang lainnya.Imam qurtuby dalam kitab tafsirnya berkata :\" barang siapa ta'at kepada Allah, menyembah-Nya, menyibukkan pendengaran, penglihatan, lisan dan hatinya dengan apa yang diperintah Allah maka dialah yang berhak menyandang gelar kehambaan, barang siapa bersifat sebaliknya maka dia termasuk dalam firman Allah surat al a'rof ayat 179 :\rأُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ\r\"Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi \"\r- kitab tafsir al qurtuby (13/66) :","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"فمن أطاع الله وعبده وشغل سمعه وبصره ولسانه وقلبه بما أمره فهو الذي يستحق اسم العبودية ، ومن كان بعكس هذا شمله قوله تعالى : أولئك كالأنعام بل هم أضل يعني في عدم الاعتبار ; كما تقدم في ( الأعراف )\r> Anake Garwane Pake\rPenjelasan tentang siapa yang dinamakan hamba Allah telah diterangkan di Al-Qur'an surat alfurqon mulai ayat 63 dan ayat2 berikutnya.\rsurat al furqon ayat 63-68 :\r. وَعِبَادُ الرَّحْمَانِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا\r(63) Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.\r. وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا\r(64) Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.\r. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ?إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا\r(65) Dan orang-orang yang berkata: \"Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal\".\r. إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا\r(66) Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.\r. وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَامًا\r(67) Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.","part":1,"page":6},{"id":7,"text":". وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ الها آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ?وَمَنْ يَفْعَلْ ذَالِكَ يَلْقَ أَثَامًا\r(68) Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), berarti siapapun yang dapat mengamalkan ayat 63 dst dalam surat alfurqon bisa disebut hamba Allah. Bukan cuma kanjeng Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam saja. Wallohu a'lam bis showab (NN)\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/944912732198202/\rwww.fb.com/notes/954363034586505\r4205. TIGA MACAM TUJUAN IBADAH\rPERTANYAAN :\r> Sang Pengembara\rAssalamu'alaikum. Apakah benar ibadah Itu ada 3 macam ?\r1. Ibadah\r2. Ubudiyah\r3. Ubadah\rLantas penjelasan yang lebih detail nya gimana ? Jazakallah atas jawabanya.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, baca Kitab Syarah Misykatul Mashobih :\rقال العارفون : التعبد إما لنيل الثواب ، أو التخلص من العقاب ، وهي أنزل الدرجات ، وتسمى عبادة ؛ لأن معبوده في الحقيقة ذلك المطلوب ، بل نقل الفخر الرازي إجماع المتكلمين على عدم صحة عبادته .\rأو للتشرف بخدمته تعالى والانتساب إليه ، وتسمى عبودية ، وهي أرفع من الأولى ، ولكنها ليست خالصة له ،\rأو لوجهه تعالى وحده من غير ملاحظة شيء آخر ، وتسمى عبودة ، وهي أعلى المقامات وأرفع الحالات","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Ulama' ahli ma'rifat berkata : \"Beribadah ada kalanya bertujuan untuk mendapatkan pahala atau agar selamat dari siksa, ini adalah derajat ibadan terendah dan dinamakan IBADAH, karena sesungguhnya yang disembahnya secara hakekat adalah tujuan tersebut.Bahkan fakhrur rozi menukil ijma'nya ulama' kalam bahwa ibadah sepetti itu tidaklah sah.\rAtau tujuan ibadah adalah agar meraih kemuliyaan dengan berkhidmat kepada Allah ta'ala dan bersandar kepada-Nya, dan ini dinamakan sebagai UBUDIYAH, derajat ini lebih tinggi daripada yang awal,tetapi masih belum murni untuk Allah.\rAtau tujuan ibadahnya hanyalah untuk meraih ridho Allah semata tanpa melirik sesuatu lainnya,ini dinamakan UBUDAH, dan ini adalah maqom dan keadaan tertinggi\". Wallohu a'lam (Rz)\rDOKUMEN TERKAIT :\r0936. TINGKATAN KEIKHLASAN\rF0061. TINGKATAN DALAM IBADAH\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/949089948447147/\rwww.fb.com/notes/954448254577983\r4218. MAKNA DARI BAROKAH\rDari : Amie Lia dan Yai Ghufron Bkl\rBismillahir Rohmaanir Rohiim\r1.…Barokah adalah kata yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.\r2.…Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.\r3.…Barokah itu: \"albarokatu tuziidukum fi thoah\" ~ barokah menambah taatmu kepada الله.\r4.…Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"5.…Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.\r6.…Tanah yang barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله tiada yang menandingi.\r7.…Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.\r8.…Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat & catatan kakinya, tapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.\r9.…Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar & bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yang lainnya & semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut. Anak-anak yang barokah bukanlah anak yang banyak & saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya & kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orang tuanya.\rاللهم بارك على محمد طلب من الله تعالى أن يبارك على النبي صلى الله عليه وسلم، والبركة هي زيادة الخير وثبوته. والباقي واضح يُعلم مما سبق.\rوالله أعلم.\rفي كثير نفع، ومن أعظم ثمار البركة في الأمور كلها إستعمالها في طاعة الله عز وجل.","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"ومن تأمل في حال الصالحين والأخيار من العلماء، وطلبة العلم، والعباد يجد البركة ظاهرة في أحوالهم. فتجد الرجل منهم دخله المادي في مستوى الآخرين لكن الله بارك في ماله فلا تجد أعطال سيارته (مثلا) كثيرة ولا تجد مصاريف ينفقها دون فائدة؛ فهو مستقر الحال لا يطلبه الدائنون، ولا يثقله قدوم الزائرين، والآخر: بارك الله في ابنة وحيدة تخدمه وتقوم بأمره، وأنجبت له أحفادا هم قرة عين له، والثالث: تجد وقته معمورا بطاعة الله ونفع الناس وكأن ساعات يومه أطول من ساعات وأيام الناس العادية! وتأمل في حال الآخرين ممن لا أثر للبركة لديهم، فهذا يملك الملايين، لكنها تشقيه بالكد والتعب في النهار، وبالسهر والحساب وطول التفكير في الليل، والآخر: تجد أعطال سيارته مستمرة فما أن تخرج من (ورشة) حتى تدخل أخرى! والثالث له من الولد عشرة لكنهم في صف واحد أعداء لوالدهم والعياذ بالله، لا يرى منهم برا، ولا يسمع منهم إلا شرا، ولا يجد من أعينهم إلا سؤالا واحدا. متى نرتاح منك؟.\rوأما البركة في العلم فجلية واضحة، البعض زكى ما لديه من العلم - وهو قليل - فنفع الله به مدرسا، أو داعية، أو موظفا، أو غير ذلك، وضدهم من لديه علم كثير لكن لا أثر لنفع الناس منه.\rو البركة إذا أنزلها الله عز وجل تعم كل شيء: في المال، والولد، والوقت، والعمل، والإنتاج، والزوجة، والعلم، والدعوة، والدابة، والدار، والعقل، والجوارح، والصديق ولهذا كان البحث عن البركة مهما وضروريا !.\rWallohu A'lam\rLink terkait : 0953. DEFINISI TAUFIQ, HIDAYAH, DAN BAROKAH\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/950706484952160/\rwww.fb.com/notes/957009514321857\r4230. SUFI WANITA ROBI'AH BINTI ISMA'IL ASY-SYAMIYAH\rKisah teladan berikut ini di nukil dari kitab Syarah 'Uqudullujain Fi Bayani Huquqi az-Zaujain :","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"(وَ) حُكي أنه (كَانَتْ رَابِعَةُ) بنتُإسماعيل (الشَّامِيَّةُ) نسبةٌ إلى الشام (امْرَأَةُ) أبي الحسين (أَحْمَدَ بْنِأَبِيْ الحَوَارِي) من أهل دِمَشْقَ. وكان الجنيد يقول: أحمد بن أبي الحواريرَيحانةُ الشام (تُطْعِمُهُ الطَعَامَ الطَّيِّبَ) أي المستلذ (وَتُطَيِّبُهُ) أيتضمخه بالطيب (وَتَقُوْلُ لَهُ) أي للشيخ أحمد (اذْهَبْ بِنَشَاطِكَ) أي بخفتكوإسراعك (وَقُوَّتِكَ إِلَى أَهْلِكَ) وزوجاتك (وَكَانَ لَهُ امْرَأَةٌ غَيْرُهَا)أي رابعة أي كان له ثلاث نسوة غيرها. وكانت رابعة هذه تشبه في أهل الشام رابعةالعدوية بالبصرة (وَكَانَتْ) أي رابعة هذه إذا كان بعد صلاة العشاء (تَطَيَّبَتْ)أي استعملت الطيب (وَلَبِسَتْ ثِيَابَهَا) أي التي للمباشرة (وَأَتَتْ إِلَىفِرَاشِهِ) أي الشيخ أحمد (فَقَالَتْ: \"أَلَكَ حَاجَةٌ ؟\") في نفسيبالمباشرة أم لا (فَإِنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ كَانَتْ مَعَهُ) إلى أن يرضى عنها(وَإِلاَّ) تكن له حاجة (نَزَعَتْ ثِيَابَهَا) التي كانت عليها، وهي أفخر الثياب،ولبست ثيابا أُخر للعبادة (وَانْتَصَبَتْ) أي ثبتت (فِيْ مُصَلاَّهَا حَتَّىتُصْبِحَ) أي تدخل في الصباح.","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"(وَكَانَتْ هِيَ) أي رابعة بنت إسماعيل(دَعَتْ ابْنَ أَبِي الحَوَارِي إِلَى التَزَوُّجِ بِهَا، لأَنَّهُ) أي الشأن(كَانَ لَهَا) أي رابعة (زَوْجٌ قَبْلَهُ) أي أحمد بن أبي الحواري (فَمَاتَ) أيالزوج الأول (عَنْهَا) أي رابعة (وَوَرِثَتْ مِنْهُ) أي الزوج (مَالاً) جزيلا(فَأَرَادَتْ) أي رابعة (مِنْ ابْنِ أَبِيْ الحَوَارِي أَنْ يَتَصَدَّى) أي يتوجه(لإِنْفَاقِ ذَلِكَ المَالِ عَلَى أَهْلِ الدِيْنِ وَ الخَيْرِ فِيْ إِطْعَامٍوَنَحْوِهِ، لأَنَّ الرَجُلَ أَوْفَقُ) أي أصلح (لِذَلِكَ) أي الإنفاق(والمَرْأَةُ أَقْوَمُ) أي أعدل (بِهِ) أي بذلك الإنفاق (فَلِذَلِكَ) أي الغرضالمذكور (دَعَتْهُ بِأَنْ يَتَزَوَّجَ بِهَا رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِمَا) وكانأحمد أوّلاً كره التزوج لما خطبته رابعة لما كان فيه من العبادة، وقال لها:\"والله مالي همة في النساء لشغلي بحالي\". فقالت: \" إني لأشغل بحاليمنكَ، ومالي شهوة، ولكن ورثتُ مالا جزيلا من زوجي، فأردت أن تنفقه على إخوانك،وأعرف بك الصالحين، فيكون لي طريق إلى الله تعالى. فقال: \"حتى أستأذنأستاذي\". فرجع إلى أبي سليمان الداراني. قال: \"وكان ينهاني عن التزوج، ويقول:ما تزوج أحد من أصحابه إلا تعير\". فلما سمع أبو سليمان كلامها قال لابن أبيالحواري: تزوج بها، فإنها ولية.\rSufi wanita yang satu ini adalah sufi wanita yang dapat di jadikan contoh oleh para muslimah tentang bagaimana menjadi seorang istri sholihah bagi suaminya. Ia pernah berkata kepada suaminya yang sedang diliputi perasaan duka dan sedih dengan perkataan yang menghibur, “Kalau yang kamu sedihkan berhubungan dengan urusan akhirat, sesungguhnya hal itu sangat menguntungkan bagimu, tetapi jika yang kau sedihkan berhubungan dengan urusan dunia, sama sekali aku tidak membebanimu dengan perkara yang berat”.","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Tidak sampai disini teladan yang baik sebagai istri yang sholihah diperlihatkannya. Dalam kisah yang lain, di sebutkan bahwa Abu Husain Ahmad bin Abu Hawari mempunyai istri lain selain Rabi’ah binti Ismail As-Syamiyah. Suatu ketika Rabi’ah memasak makanan yang enak. Masakan itu di beri campuran aroma yang harum. Setelah masak dan menyantap makanan itu, Rabi’ah berkata pada suaminya: “Pergilah kamu ke istri yang lain dengan tenaga yang baru”.\rRabi’ah yang satu ini memang mirip dengan Rabi’ah al Adawiyah yang berdomisili di bashrah. Rabi’ah Asy Syamiyah ini setelah menunaikan shalat ‘Isya ia berdandan lengkap dengan busananya. Setelah itu baru mendekati tempat tidur suaminya. Ia tawarkan pada suaminya, “Apakah malam ini kamu membutuhkan kehadiranku atau tidak”.\rJika suaminya sedang berhasrat untuk menggaulinya, maka ia melayaninya hingga puas. Kalau malam itu suaminya sedang tidak berminat menggaulinya, maka ia menukar pakaian yang ia kenakan tadi dan berganti dengan pakaian lain yang digunakan untuk beribadah. Malam itu ia tenggelam di tempat shalatnya hingga subuh. Rabi’ah binti Isma’il Asy Syamiyah bersuamikan Ahmad bin Abu Huwari itu memang dikehendaki Rabi’ah sendiri. Ia pula yang pertama-tama melamar syeikh Ahmad supaya berkenan memperistri dirinya.","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Kisahnya bermula dari kematian suami Rabi’ah binti Ismail Asy-Syamiyah yang meninggalkan harta warisan yang sangat besar. Ia kesulitan menafkahkan harta itu,mengingat ia seorang wanita yang terbatas gerakannya. Maka ia bermaksud melamar syeikh Ahmad, dengan tujuan agar dapat menasarufkan (menghibahkan) hartanya demi kepentingan Islam dan diberikan kepada orang orang yang membutuhkan. Yang demikian itu karena Rabi’ah binti Ismail memandang syeikh Ahmad sebagai orang yang dapat menjalankan amanat, sedang Rabi’ah sendiri seorang yang adil.\rKetika mendapat lamaran dari Rabi’ah.\rSyeikh Ahmad berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak berminat lagi untuk menikah. Sebab aku ingin berkonsentrasi untuk beribadah”. Rabi’ah menjawab, “Syeikh Ahmad, sesungguhnya konsentrasiku dalam beribadah adalah lebih tinggi dari pada kamu. Aku sendiri sudah memutuskan untuk tidak menikah lagi. Tetapi tujuanku menikah kali ini tidak lain adalah agar dapat menasarufkan harta kekayaan yang kumiliki kepada saudara-saudara yang muslim dan untuk kepentingan Islam sendiri. Akupun mengerti bahwa engkau itu orang yang shalih, tapi justru dengan begitu aku akan memperoleh keridhaan dari Allah”.","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"Syeikh Ahmad berkata, “Baiklah, tapi aku minta waktu, Aku hendak meminta izin dari Guruku”. Lalu syeikh Ahmad menghadap gurunya, yakni Syeikh Abu Sulaiman Ad Darani. Sebab gurunya itu dulu pernah melarang dirinya untuk menikah lagi. Katanya: “Setiap orang yang menikah, sedikit atau banyak pasti akan terjadi perubahan atas dirinya”. Tetapi setelah Abu Sulaiman mendapat penjelasan dari muridnya mengenai rencana Rabi’ah, ia berkata: “Kalau begitu nikahilah Ia. Karena perempuan itu seorang wali”.\rRabi’ah binti Ismail Asy-Syamiyyah adalah sufi wanita yang berjaga sepanjang malam untuk beribadah dan berpuasa pada siang harinya. Ketika ia mendengar panggilan untuk beribadah shalat, ia menyamakan panggilan itu dengan tiupan terompet malaikat Isrofil tanda kiamat besar terjadi. Bila cuaca sedang panas, maka ia menyamakannya dengan panasnya neraka.\rSuaminya ibn Abi Al-Hawari termasuk sebagai suami yang pengertian. Dia memberitahukan padanya bahwa dia mencintainya sebagaimana ia mencintai saudara laki-lakinya. Ini bermakna bahwa dia tidak memerlukan kebutuhan yang bersifat fisik dari suaminya. Dia juga mengatakan bahwa seseorang yang tenggelam dalam beribadah, Allah akan membuka tabir kesalahannya sebelumnya dan ketika seseorang mengetahuinya maka ia tidak memiliki perhatian terhadap masalah yang lain. Dia merasa heran bahwa ia dapat melihat jin dan bidadari yang seseorang tidak dapat melihatnya dalam keadaan normal.\rCinta Dan Rasa Takut Robi’ah as Syamiyah","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Ahmad bin Abu Hawari mengatakan bahwa istrinya adalah seorang wanita yang pikirannya saling mengalahkan antara dua hal. Terkadang dia tampak dipengaruhi oleh cinta sementara di suatu waktu dia dipengaruhi oleh ketakutan. Ketika dipengaruhi cinta, dia akan membacakan puisi cinta seperti :”Dia adalah teman yang tiada bandingannya, Kasih-Nya menempati seluruh hatiku. Teman yang membuka penglihatanku tetapi tidak pernah hilang dari hati dan pikiranku. “\rKetika dia berada dalam pengaruh kasih sayang, dia akan bergumam sendiri :”Aku telah membuatmu tersangkut dalam hatiku dan berbicara sendiri dalam pergaulanku. Aku sendiri adalah untuk hidupku dan hati adalah tempat bagi teman yang sesungguhnya. “\rKetika dalam pengaruh ketakutan, dia akan berkata :”Aku memiliki ketentuan atas perjalananan yang kurang dari cukup. Haruskan aku mencoba lebih sedikit atau lebih banyak mengatur perjalanan. Akankah aku akan dibakar oleh api nerakaMu, manakah yang paling aku suka. Kemudian dimanakan akan aku letakkan rasa harap dan takut ?”.\rAhmad bercerita bahwa dia berkata pada istrinya : “Aku tidak pernah melihat orang yang berdoa yang seperti itu dan shalat tahajjud sepanjang malam\". ”Kemuliaan hanya untuk Allah. Seseorang yang berkata sebagaimana kamu berbicara. Aku bangkit untuk beribadah diakhir malam ketika aku di panggil.“ Jawab Robi'ah as syamiyah.","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"Lebih lanjut, Ahmad berkata, “Suatu hari, aku akan makan pada saat melakukan ibadah ketika dia mulai menasehatiku. Aku berkata, “Biarkan aku makan terlebih dahulu. Dia berkata bahwa berbicara tentang akhirat seharusnya tidak mengganggu orang-orang seperti kita. Kemudian ia berkata bahwa setelah dia melihatku sebagai saudara bukan sebagai seorang suami, segera melayaniku secara khusus untuk mempersiapkan piring. Dia pernah berkata bahwa ia dapat melihat jin dan bidadari. Wallohu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/956716874351121/\r4237. MEMASUKKAN AMALAN DUNIA KE DALAM AMALAN AKHERAT\rPERTANYAAN :\r> KholizDlz\rAssalamu'alaikum... Mau tanya... Salah satu nasihat. Rosullullah kepada Mu'adz bin Jabbal adalah \"Janganlah engkau memasukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat\". Yang saya tanyakan, Nasihat tersebut di atas maksudnya gimana ya?? & kalau bisa beri contohnya juga Syukron... Wassalam...\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa alaikumus salaam, lihat Ihya 2/482 atau 3/296 (syamilah) :\rولا تدخل عمل الدنيا في عمل الآخرة\rJuga dalam kitab Bahruddumuu' halaman 137 atau 163-164 (PDF)\rSyarahnya sebagaimana dalam kitab Maraaqil 'Ubuudiyyah halaman 100 :\r(ولا تُدْخِلْ عملَ الدُّنيا)كطلب منفعتها (في عمل الآخرة)من نحو طلب العلم\r(Dan janganlah memasukkan amalan dunia) misalnya mencari manfaat dunia (kedalam amalan akherat) contohnya mencari ilmu.","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"Jadi maksud dari \"Janganlah engkau memasukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat\" adalah ketika kita sedang melakukan suatu ibadah misalnya tolabul ilmi, maka janganlah bertujuan utk mendapatkan manfaatnya dunia misalnya biar terkenal, biar mudah mencari uang dan tujuan-tujuan duniawi lainnya. Wallohu a'lam bis showab (NN)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/950166925006116/\rwww.fb.com/notes/961989977157144\r4251. HASUD ATAU IRI DENGKI\rPERTANYAAN :\r> Maulidia Dia\rAssalamu alaikum wr wb. Sifat iri seperti apa yang tidak boleh ,Apa boleh iri Contoh : si ahmad beli mobil baru, Terus saya iri dan membelinya, tapi saya tidak mempunyai rasa benci sama si ahmad, Ahmad bikin rumah baru, saya juga bikin rumah baru juga tapi saya tidak membencinya ? Syukron atas pencerahannya\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, perlu diketahui bahwa tiada hasud/iri kecuali atas suatu kenikmatan ketika Allah memberikan kenikmatan kepada saudaramu maka bagimu terdapat dua keadaan :\r1.…engkau membenci kenikmatan tsb dan suka hilangnya nikmat itu dari saudaramu, maka inilah yang dinamakan hasud/ iri, jadi batasan hasud adalah membenci nikmat dan suka jika nikmat itu hilang dari orang yang diberi kenikmatan.\r2.…engaku tidak menyukai hilangnya nikmat tidak pula membenci ada dan langgengnya nikmat tsb, tetapi engkau juga menyukai nikmat yang serupa untuk dirimu sendiri (seperti kasus dalam status), maka ini dinamakan ghibtoh /iri yang baik, dan terkadang di khususkan dengan nama munafasah .","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Adapun yang awal maka hukumnya haram kecuali kenikmatan yang didapatkan oleh orang fajir atau kafir dan kenikmatan tsb digunakan untuk melakuka fitnah dan menyakiti makhluk maka tidak menjadi masalah jika engkau membenci nikmat dan suka jika nikmat tsb hilang dari pemiliknya, karena engkau tidak membenci nikmat tsb dari arah nikmatnya tapi karena dia digunakan sebagai alat untuk merusak. Sedangkan yang kedua maka hukumnya tidaklah haram bahkan bisa saja wajib, mandub ataupun mubah. Wallohu a'lam.\r- kitab ihya' (3/189-190) :\rاعلم أنه لا حسد إلا على نعمة فإذا أنعم الله على أخيك بنعمة فلك فيها حالتانإحداهما أن تكره تلك النعمة وتحب زوالها وهذه الحالة تسمى حسداً فالحسد حده كَرَاهَةُ النِّعْمَةِ وَحُبُّ زَوَالِهَا عَنِ الْمُنْعَمِ عَلَيْهِالحالة الثانية أن لا تحب زوالها ولا تكره وجودها ودوامها ولكن تشتهي لنفسك مثلهاوهذه تسمى غبطة وقد تختص باسم المنافسة وقد تسمى المنافسة حسداً والحسد منافسة ويوضع أحد اللفظين موضع الآخر ولا حجر في الأسامي بعد فهم المعاني وقد قال صلى الله عليه وسلم إن المؤمن يغبط والمنافق يحسد فأما الأول فهو حَرَامٌ بِكُلِّ حَالٍ إِلَّا نِعْمَةً أَصَابَهَا فَاجِرٌ أو كافر وهو يستعين بها على تهييج الفتنة وإفساد ذات البين وإيذاء الخلق فلا يضرك كراهتك لها ومحبتك لزوالها فإنك لا تحب زوالها من حيث هي نعمة بل من حيث هي آلة الفساد\rالي ان قال\rوأما المنافسة فليست بحرام بل هي إما واجبة وإما مندوبة وإما مباحة\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"قوله - صلى الله عليه وسلم : ( لا حسد إلا في اثنتين ) قال العلماء : الحسد قسمان : حقيقي ومجازي ، فالحقيقي : تمني زوال النعمة عن صاحبها ، وهذا حرام بإجماع الأمة مع النصوص الصحيحة . وأما المجازي فهو الغبطة وهو أن يتمنى مثل النعمة التي على غيره من غير زوالها عن صاحبها ، فإن كانت من أمور الدنيا كانت مباحة ، وإن كانت طاعة فهي مستحبة ، والمراد بالحديث لا غبطة محبوبة إلا في هاتين الخصلتين وما في معناهما .\r> Jasmail Jeep\rTarjemahan-nya :\rSabda Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wassalam : Tidak ada Hasad kecuali dalam dua bagian :Para ulama membagi hasad menjadi dua macam, Yang pertama : hasad hakiki Dan yang kedua hasad majazi. Hasad hakiki adalah seseorang berharap nikmat orang lain hilang. Hasad seperti ini diharamkan berdasarkan ijma’ para ulama. Adapun hasad majazi, yang dimaksudkan adalah ghibthoh : Ghibthoh adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat seperti yang ada pada orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang darinya. Jika ghibthoh ini dalam hal keta'atan, maka itu dianjurkan. Sedangkan maksud dari hadits di atas adalah tidak ada ghibtoh (hasad yang disukai) kecuali pada dua hal atau yang semakna dengan itu. Wallohu a'lam bis showab (NN).\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/951978854824923/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/962018320487643\r4273. CINTA NABI DAN ISTIGHFAR\rPERTANYAAN :\r> Ria Zaharani\rالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته\rQuestions : munafikkah saya, jika saya mengatakan mencintai nabi tapi tidak bisa meneladani beliau? masih diterimakah istighfar saya jika saya terus-terusan maksiat tobat maksiat tobat ? domoo arigatou\rJAWABAN :","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"> Erlangga As Sumatrani\rWa alaikum salaam. Taubatnya masih diterima selagi nafas masih di tenggorokan, sebagaimana kisah dibawa ini sebagai i'tibar bagi kita semua\rJANGAN PUTUS ASA DARI RAHMATALLAH DINUKIL DARI KITAB AZ ZUHRUL FAIH IBNU JAZARI\rكتاب الزهر الفائح في ذكر من تنزه عن الذنوب القبائح لابن الجزري\rلا تقنط من رحمة اللهوحكي عن الحسن البصري رضي الله عنه: أنه تاب على يده شاب يقال له العباس، وكان كثير المعاصي، ثم تاب ثم نكث سبعين مرة يتوب وينكث حتى كان آخر عمره وقد حضرته الوفاة، قال لوالدته أدركيني بالشيخ حتى أجدد التوبة على يديه، فلعل الله يقبلني. فأتت العجوز إلى الشيخ وسلمت عليه، وقالت له: أنا أم العباس، وقد حضرته الوفاة وهو يريد تجديد التوبة على يديك، فقال لها: إذهبي فلا حاجة لي فيمن يتوب وينكث، فرجعت باكية، وقالت: ويحك يا عباس إن الشيخ قد أبى أن يأتيك لقبح أفعالك، فقال: إلهي وسيدي ومولاي، إن الشيخ قطعني فلا تقطعني ولا تقطع رجائي منك.ثم قال لوالدته: إذا أنا متّ فضعي رجلك على وجهي، وضعي في رقبتي حبلاً، واسحبيني في الأسواق وقولي هذا جزاء من عصى الله، فلعله يراني فيرحمني بفضله وكرمه. فهمت أن تضع رجلها على وجهه، وإذا بهاتف يقول: لا تضعي قدمك موضع السجود، واعلمي أن الله سبحانه وتعالى قد غفر له وأعتقه من النار، فجهزته ووارته بالتراب وانصرفت.فرأى الشيخ البصري رب العزة في المنام، وهو يقول: \" يا حسن، ما حملك على أن تقنط عبدي من رحمتي، أليس أنا الذي خلقته ورحمتي وسعت كل شيء، وعزتي وجلالي لئن عدت إلى مثلها لأمحونك من ديوان الصالحين","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Diceritakan dari Hasan Bashri yang mudah mudahan Allah meridhoinya bahwasanya seorang pemuda telah bertaubat dihadapannya yang dipanggil Al Abbas dia adalah seorang pemuda yang sering bermaksiat kemudian ia bertaubat lalu mengingkarinya sebanyak 70 kali bertaubat kemudian mengingkarinya sampai akhir umur hidupnya ,maka tatkala ajalnya hampir tiba ia berkata kepada ibunya :\"Pertemukanlah aku kepada syaikh sehingga aku dapat memperbarui taubatku dihadapannya agar Allah menerima taubatku ,maka datanglah ibunya yang tua renta kepada Syaikh Hasan Bashri kemudian ibu mengucapkan salam kepadanya ibu itu berkata:Saya adalah ibunya Abbas ajalnya hampir tiba ia ingin memperbarui taubatnya dihadapanmu !Maka Syaikh Hasan berkata kepada ibu itu:\"Pergilah aku tidak butuh kepada orang yang bertaubat dan mengingkari taubatnya !maka ibu itupun pulang dalam keadaan menangis lalu ia berkata kepada Abbas anaknya:\"Celakalah engkau Syaikh enggan mendatangimu dikarenakan buruknya perbuatanmu !\"Abbas berkata :\"Tuhanku Tuanku Syaikh telah memutuskan harapanku maka janganlah engkau memutuskan harapanku padamu!Kemudian Abbas berkata pada ibunya:\"Jika aku mati nanti maka letakkanlah kakimu diatas wajahku dan letakkanlah sebuah tali dileherku lalu tahanlah mayatku di pasar dan katakanlah \"inilah balasan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah \" agar Allah melihatku dan mengasihiku dengan karunia dan kemuliannya .Fahamlah ibu itu akan permohonan anaknya agar meletakkan kakinya keatas wajahnya maka tiba tiba terdengar suara berkata kepada ibunya:\"Janganlah engkau letakkan kakimu diatas tempat sujud","part":1,"page":22},{"id":23,"text":",ketahuilah olehmu bahwa Allah telah mengampuni anakmu dan membebaskannya dari Azab neraka !!!Kemudian ibunya menyiapkan untuk merawat jasad anaknya dan berpaling pergi !Kemudian Hasan Bashri bermimpi melihat tuhan yang maha mulia dan berkata kepadanya:Wahai Hasan Apa yang menyebabkanmu memutuskan harapan hambaku bukankah aku yang menciptakannya dan rahmatku meliputi segala sesuatu ,Demi kemuliaanku dan keagunganku jika engkau kembali melakukan perbuatan seperti itu lagi maka sungguh aku akan menghapusmu dari daftar orang orang sholeh .\r\" جامع العلوم الحِكَم \" ( 1 / 165 ) .\rوقال ابن رجب الحنبلي : قال [ عمر بن عبد العزيز ] : \" أيها الناس مَن ألمَّ بذنبٍ فليستغفر الله وليتب ، فإن عاد فليستغفر الله وليتب ، فإن عاد فليستغفر وليتب ، فإنما هي خطايا مطوَّقة في أعناق الرجال ، وإن الهلاك في الإصرار عليها \" .\rومعنى هذا : أن العبد لا بد أن يفعل ما قدِّر عليه من الذنوب ، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : كُتب على ابن آدم حظه من الزنا فهو مدرك ذلك لا محالة ... \" ولكن الله جعل للعبد مخرجاً مما وقع فيه من الذنوب ، ومحاه بالتوبة والاستغفار ، فإن فعل فقد تخلص من شر الذنوب ، وإن أصر على الذنب هلك .\rIbnu Rojab Al Hanbali berkata : Telah berkata Umar bin Abdul Aziz: Wahai sekalian manusia Barang siapa yang ditimpa suatu dosa maka hendaklah ia beristighfar dan bertaubat kpd Allah, jika kembali melakukan dosa maka hendaklah istighfar dan bertaubat, jika ia kembali berbuat dosa maka hendaklah ia istighfar dan bertaubat,sesungguhnya ia adalah kesalahan (dosa ) yang dijepitkan dileher, Sesungguhnya kecelakaan itu dalam hal bersikukuh dalam berbuat dosa. Wallahu a'lam\r> Mas Hamzah","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"No 1. Coba kitab hilyatul aliya' al hafidz abu nu'aim\r\" من ادعى ثلاثا بغير ثلاث فهو كذاب : من ادعى حب الله بغير ورع عن محارمه فهو كذاب ، ومن ادعى حب الجنة من غير إنفاق ماله فهو كذاب ، ومن ادعى حب النبي صلى الله عليه وسلم من غير حب الفقراء فهو كذاب \"\rHatim Al Ashom berkata : Barang siapa mengaku 3 perkara tanpa adanya 3 perkara lainnya maka dia disebut sebagai PEMBOHONG :\r1.…Barang siapa mengaku cinta kepada Allah tetapi dia tidak menjaga diri dari larangan-larangan Allah maka dia seorang PEMBOHONG.\r2.…Barang siapa mengaku cinta syurga tetapi dia tidak menginfaqkan hartanya maka dia seorang PEMBOHONG.\r3.…Barang siapa mengaku cinta kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam tetapi dia tidak cinta kepada orang-orang faqir maka dia seorang PEMBOHONG.\rTermasuk meneladani beliau shollallohu alaihi wasallam adalah cinta kepada orang-orang faqir.\rNo 2. Dari abu hurairoh, dari nabi shollallohu alaihi wasallam yg diceritakan dari Tuhannya azza wajalla :\rعن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يحكي عن ربه عز وجل قال أذنب عبد ذنبا فقال اللهم اغفر لي ذنبي فقال تبارك وتعالى أذنب عبدي ذنبا فعلم أن له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب ثم عاد فأذنب فقال أي رب اغفر لي ذنبي فقال تبارك وتعالى عبدي أذنب ذنبا فعلم أن له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب ثم عاد فأذنب فقال أي رب اغفر لي ذنبي فقال تبارك وتعالى أذنب عبدي ذنبا فعلم أن له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب اعمل ما شئت فقد غفرت لك","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku].Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya),\rKemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya),\rKemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni”. ( HR. Muslim ).\rKomentar imam nawawi dalam syarah muslim (17/75) :\rوهذه الأحاديث ظاهرة في الدلالة لها ، وأنه لو تكرر الذنب مائة مرة أو ألف مرة أو أكثر ، وتاب في كل مرة ، قبلت توبته ، وسقطت ذنوبه ، ولو تاب عن الجميع توبة واحدة بعد جميعها صحت توبته .","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"”Hadis ini jelas menjadi dalil atas taubat, seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur.Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah”. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r> Abdurrofik Qodir\r1 ~ نضرة النعيم في مكارم أخلاق الرسول الكريم (8/ 3329)\rثانيا: محبة الرسول صلّى الله عليه وسلّم:إنّ محبّة رسول الله صلّى الله عليه وسلّم هي دليل الإيمان الصّادق مصداقا لقوله صلّى الله عليه وسلّم: «لا يؤمن أحدكم حتّى أكون أحبّ إليه من ماله وولده والنّاس أجمعين» وليس هذا الحبّ مجرّد عاطفة جوفاء، وإنّما هو حبّ حقيقيّ نابع من القلب ومن العقل معا ودليل صدق تلك المحبّة هو اتّباع المصطفى صلّى الله عليه وسلّم في كلّ ما أمر به، أو نهى عنه، فالمحبّ مطيع دائما لمن يحبّه ولذلك قيل:لو كان حبّك صادقا لأطعته ... إنّ المحبّ لمن يحبّ مطيع\r2 ~ تنبيه الغافلين بأحاديث سيد الأنبياء والمرسلين للسمرقندي (ص: 104)","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"فِي هَذَا الْخَبَرِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْعَبْدَ إِذَا تَابَ قَبِلَ اللَّهُ تَوْبَتَهُ، فَلَا يَنْبَغِي لِلْعَبْدِ أَنْ يَيْأَسَ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى.فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ إِنَّهُ «لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ» ، يَعْنِي مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى.وَقَالَ فِي آيَةٍ أُخْرَى: {وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ} [الشورى: 25] ، فَيَنْبَغِي لِلْعَاقِلِ أَنْ يَتُوبَ إِلَى اللَّهِ فِي كُلِّ وَقْتٍ، وَلَا يَكُونُ مُصِرًّا عَلَى الذَّنْبِ، فَإِنَّ الرَّاجِعَ عَنْ ذَنْبِهِ لَا يَكُونُ مُصِرًّا، وَإِنْ عَادَ فِي الْيَوْمِ سَبْعِينَ مَرَّةً108 - كَمَا رُوِيَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّهُ قَالَ: «مَا أَصَرَّ مَنِ اسْتَغْفَرَ وَإِنْ عَادَ فِي الْيَوْمِ سَبْعِينَ مَرَّةً» .\rإحياء علوم الدين (3/ 198)","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"المرء مع من أحب (1)وقام أعرابي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهو يخطب فقال يا رسول الله متى الساعة فقال ما أعددت لها قال ما أعددت لها من كثير صلاة ولا صيام إلا أني أحب الله ورسوله فقال صلى الله عليه وسلم أنت مع من أحببت (2)قال أنس فما فرح المسلمون بعد إسلامهم كفرحهم يومئذ إشارة إلى أن أكبر بغيتهم كانت حب الله ورسوله قال أنس فنحن نحب رسول الله وأبا بكر وعمر ولا نعمل مثل عملهم ونرجو أن نكون معهم وقال أبو موسى قلت يا رسول الله الرجل يحب المصلين ولا يصلي ويحب الصوام ولا يصوم حتى عد أشياء فقال النبي صلى الله عليه وسلم هو مع من أحب (3)وقال رجل لعمر بن عبد العزيز إنه كان يقال إن استطعت أن تكون عالماً فكن عالماً فإن لم تستطع أن تكون عالماً فكن متعلماً فإن لم تستطع أن تكون متعلماً فأحبهم فإن لم تستطع فلا تبغضهم فقال سبحان الله الذي جعل الله لنا مخرجاً\rشرح النووي على مسلم (2/ 45)\rوَقَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ عَلَى قَبُولِ التَّوْبَةِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ وَلِلتَّوْبَةِ ثَلَاثَةُ أَرْكَانٍ أَنْ يُقْلِعَ عَنِ الْمَعْصِيَةِ وَيَنْدَمَ عَلَى فِعْلِهَا وَيَعْزِمَ أَنْ لَا يَعُودَ إِلَيْهَا فَإِنْ تَابَ مِنْ ذَنْبٍ ثُمَّ عَادَ إِلَيْهِ لَمْ تَبْطُلْ تَوْبَتُهُ وَإِنْ تَابَ مِنْ ذَنْبٍ وَهُوَ مُتَلَبِّسٌ بِآخَرَ صَحَّتْ تَوْبَتُهُ هَذَا مذهب أهل الحق وخالفت المعتزلة فى المسئلتين\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/957559767600165/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/965831270106348\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2011/09/apakah-diterima-tobatnya-dari-perbuatan.html\r4275. TENTANG RIDHO DAN IKHLAS\rPERTANYAAN :\r> Uci Sanusi\rWassalaamu'alaikum... tangklet mbah...apa bedanya Ridho sama Ikhlas? matur suwun...","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"JAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, ini bab ridho dari Kitab Risalatul Qusyairiyah (2/341-2345) :\rبَاب الرضاقَالَ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ: {رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ} [المائدة: 119] الآية.أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ الأَهْوَازِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْكَرِيمِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ السَّلالُ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الْعَبَادَانِيُّ , عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عِيسَى الرَّقَاشِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَيْنَا أَهْلُ الْجَنَّةِ فِي مَجْلِسٍ لَهُمْ إِذْ سَطَعَ لَهُمْ نُورٌ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَرَفَعُوا رُءُوسَهُمْ فَإِذَا الرَّبُّ تَعَالَى قَدْ أَشْرَفَ عَلَيْهِمْ فَقَالَ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ سَلُونِي.فَقَالُوا: نَسْأَلُكَ الرِّضَا عَنَّا.قَالَ تَعَالَى: رِضَايَ قَدْ أَحَلَّكُمْ دَارِي وَأَنَالَكُمْ كَرَامَتِي هَذَا أَوَانُهَا فَسَلُونِي.قَالُوا: نَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ.قَالَ: فَيُؤْتَوْنَ بِنَجَائِبِ مِنْ يَاقُوتٍ أَحْمَرَ أَزِمَّتُهَا زُمُرُّدٍ أَخْضَرَ وَيَاقُوتٍ أَحْمَرَ، فَجَاءُوا عَلَيْهَا تَضَعُ حَوَافِرَهَا عِنْدَ مُنْتَهَى طَرَفِهَا، فَيَأْمُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَشْجَارٍ عَلَيْهَا الثِّمَارُ، وَتَجِيءُ جَوَارٍ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَهُنَّ يَقُلْنَ: نَحْنُ النَّاعِمَاتِ فَلا نَبْؤُسُ وَنَحْنُ الْخَالِدَاتِ فَلا نَمُوتُ أَزْوَاجَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ كِرَامٍ وَيَأْمُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِكُثْبَانَ مِنْ مِسْكٍ أَبْيَضَ أَذْفَرَ فَتُثِيرُ عَلَيْهِمْ رِيحًا يُقَالُ لَهَا: الْمُثِيرُ حَتَّى تَنْتَهِيَ بِهِمْ إِلَى جَنَّةِ عَدْنٍ وَهِيَ قَصَبَةُ الْجَنَّةِ","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"فَتَقُولُ الْمَلائِكَةُ: يَا رَبَّنَا قَدْ جَاءَ الْقَوْمُ فَيَقُولُ اللَّهُ: مَرْحَبًا بِالصَّادِقِينَ مَرْحَبًا بِالطَّائِعِينَ قَالَ: فَيُكْشَفُ لَهُمُ الْحِجَابُ فَيَنْظُرُونَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَتَمَتَّعُونَ بِنُورِ الرَّحْمَنِ حَتَّى لا يُبْصِرُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا ثُمَّ يَقُولُ: أَرْجِعُوهُمْ إِلَى الْقُصُورِ بِالتُّحَفِ قَالَ: فَيَرْجِعُونَ وَقَدْ أَبْصَرَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَذَلِكَ قَوْلُهُ: {نُزُلا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ} [فصلت: 32]\rAllah aza wajalla berfirman :\rرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ\r\"Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada-Nya \"al maidah ayat 19.","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Dari Jabir diceritakan bahwa Rasulullah Shollallohu alaihi wasalam bersabda, “Pada suatu hari ahli surga berada di suatu tempat. Tiba-tiba ada cahaya memancar di atas pintu surga. Mereka mengangkat kepala. Allah SWT telah memuliakan mereka seraya berfirman : Wahai ahli surga memohonlah kepada-Ku. Mereka mengatakan, ‘Kami memohon keridhaan-Mu’.Allah SWT berfirman, : Keridhaan-Ku adalah Aku menghalalkan tempat tinggal untuk kalian dan kemuliaan-Ku selalu bersama kalian. Pada saat ini memohonlah kepada-Ku. Mereka mengatakan, ‘ kami memohon tambahan’. Kemudian mereka diberi hewan kendaraan yang terdiri dari yaqut berwarna merah. Tali pengikatnya terbuat dari zamrud berwarna hijau dan merah. Mereka mendatangi hewan kendaraan itu yang sedang meletakkan telapak kakinya . Demikian pula Allah SWT memberikan pohon-pohon yang berbuah yang berdampingan dengan para bidadari. Mereka mengatakan ‘ Kami perempuan-perempuan yang nikmat dan yang tidak menyengsarakan. Kami wanita yang kekal yang tidak akan mati, dan kami sebagai isteri-isteri orang beriman dan sangat mulia’. Setelah itu Allah SWT memberikan bukit pasir yang terdiri dari minyak misik putih yang semerbak baunya sampai ke surga Adn. Para Malaikat mengatakan, “Yaa Tuhan ,orang-orang telah datang’. Allah SWT berfirman : Selamat datang wahai orang-orang baik dan ta’at.’ Kemudian hijab (tirai) terbuka. Mereka memandang Allah SWT. Mereka bersenang – senang dengan cahaya Tuhannya, sehingga sebagian mereka tidak dapat melihat sebagian yang lain. Allah SWT berfirman : kembalikanlah mereka wahai malaikat ke gedung-gedung tempat tinggal","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"mereka dengan membawa hadiah. Merekapun lantas kembali dan sebagian mereka dapat lagi melihat sebagian yang lain. Itulah yang dimaksud firman Allah SWT :\rنُزُلا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ\r\"Sebagian Rezeki datang dari Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih\"fushilat ayat 32\rوَقَد اختلف العراقيون والخراسانيون فِي الرضا هل هُوَ من الأحوال أَوْ من المقامات فأهل خراسان قَالُوا: الرضا من جملة المقامات وَهُوَ نهاية التوكل ومعناه أَنَّهُ يئول إِلَى أَنَّهُ مِمَّا يتوصل إِلَيْهِ العبد باكتسابهوَأَمَّا العراقيون فإنهم قَالُوا: الرضا من جملة الأحوال وليس ذَلِكَ كسبا للعبد بَل هُوَ نازلة تحل بالقلب كسائر الأحوال ويمكن الجمع بَيْنَ اللسانين فيقال: بداية الرضا مكتسبة للعبد وَهِيَ من المقامات ونهايته من جملة الأحوال وليست بمكتسبة\rUlama Irak dan Khurasan berbeda pendapat tentang ridha, apakah ridha itu termasuk keadaan ( الاحوال ) atau tempat / maqam (Kedudukan). Menurut Ulama Khurasan, ridha termasuk bagian dari maqam yaitu puncak dari tawakal. Artinya ridha dapat ditafsiri sebagai sesuatu yang dapat menghantarkan hamba kepada Allah SWT karena usaha-usahanya. Sedangkan menurut ulama Irak,ridha termasuk ahwal /keadaan dan itu bukanlah atas usaha seorang hamba bahkan ridha termasuk bagian dari sesuatu yang turun dan bersemayam di hati sebagaimana keadaan yang lain.\rMenyatukan dua pendapat tadi sangatlah baik dan mungkin yaitu bahwa permulaan ridha dapat diusahakan oleh hamba dan ini merupakan bagian dari tempat ( المقام ), sedangkan puncaknya yang merupakan bagian dari keadaan (الاحوال), maka itu tidak dapat diusahakan.","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"سمعت الأستاذ أبا عَلِي الدقاق يَقُول: لَيْسَ الرضا أَن لا تحس بالبلاء إِنَّمَا الرضا أَن لا تعترض عَلَى الحكم والقضاء.واعلم أَن الواجب عَلَى العبد أَن يرضى بالقضاء الَّذِي أمر بالرضا بِهِ إذ لَيْسَ كُل مَا هُوَ بقضائه يَجُوز للعبد أَوْ يجب عَلَيْهِ الرضا بِهِ كالمعاصي وفنون محن الْمُسْلِمِينَوَقَالَ المشايخ: الرضا بَاب اللَّه الأعظم يعنون أَن من أكرم بالرضا فَقَدْ لقى بالترحيب الأوفى وأكرم بالتقريب الأعلى.سمعت مُحَمَّد بْن الْحُسَيْن يَقُول أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَر الرازي قَالَ: حَدَّثَنَا الْعَبَّاس بْن حمزة قَالَ: حَدَّثَنَا ابْن أَبِي الحواري قَالَ: قَالَ عَبْد الْوَاحِد بْن زَيْد: الرضا بَاب اللَّه الأعظم وجنة الدنيا.واعلم أَن العبد لا يكاد يرضى عَنِ الحق سبحانه إلا بَعْد أَن يرضى عَنْهُ الحق سبحانه، لأن اللَّه عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: {رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ} [المائدة: 119]\rUstadz Abu Ali Ad-Daqaq menyatakan, “Tidak dapat disebut ridha jika seseorang belum pernah mendapatkan cobaan. Namun dapat disebut ridha jika dia tidak menentang hukum dan keputusan Allah SWT.”Perlu diketahui bahwa kewajiban hamba adalah ridha terhadap keputusan yang telah diperintahkan untuk ridha kepadanya. Karena segala sesuatu tanpa keputusan akan menjadi boleh. Kewajiban hamba adalah ridha terhadap keputusan seperti ridha terhadap kemaksiyatan dan fitnah ujian orang-orang Islam.","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Menurut guru sufi, ridha ibarat pintu Allah SWT yang besar. Orang yang memuliakan ridha maka dia akan dipertemukan dengan kecintaan yang penuh dan dimuliakan dengan pendekatan yang paling tinggi. Menurut Abdul Wahid bin Zaid, ridha diibaratkan pintu Allah SWT yang besar dan merupakan surga dunia. Seorang hamba hampir tidak meridhai Allah SWT kecuali Dia meridhaknnya. Allah SWT berfirman :\rرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ\r\"Allah ridha kepada mereka dan merakapun ridha kepada-Nya.\"\rسمعت الأستاذ أبا عَلِي الدقاق يَقُول: قَالَ تلميذ لأستاذه: هل يعرف العبد أَن اللَّه تَعَالَى راض عَنْهُ؟ فَقَالَ لا كَيْفَ يعلم ذَلِكَ ورضاه غيب فَقَالَ التلميذ: الولي يعلم ذَلِكَ، فَقَالَ: كَيْفَ؟ قَالَ: إِذَا وجدت قلبي راضيا عَنِ اللَّه تَعَالَى علمت أَنَّهُ راض عني، فَقَالَ الأستاذ: أحسنت يا غلام.وقيل: قَالَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلام إلهي دلني عَلَى عمل إِذَا عملته رضيت بِهِ عنى فَقَالَ:إنك لا تطيق ذَلِكَ , فخر مُوسَى عَلَيْهِ السَّلام ساجدا متضرعا فأوحى اللَّه تَعَالَى إِلَيْهِ: يا ابْن عمران إِن رضاي فِي رضاك بقضائي.\rSyaikh Abul Qasim Alqusyairi meriwayatkan bahwa Syaikh Abu Ali Ad-Daqaq bercerita tentang seorang murid yang bertaya kepada gurunya, “Apakah seorang hamba dapat mengetahui bahwa Allah SWT ridha kepadanya ?”“Tidak. Bagaimana dia akan mengetahui hal itu sedangkan ridha itu merupakan hal yang ghaib”.“Dia mengetahui hal itu”. Bantah si murid.“Bagaimana mungkin ?”“Jika hatiku ridha kepada Allah SWT maka berarti saya tahu bahwa Dia ridha kepadaku”. “Engkau benar wahai anakku”.","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Dalam sebuah cerita disebutkan bahwa nabi Musa AS pernah mengatakan, “Yaa Tuhanku tunjukkanlah kepadaku perbuatan yang apabila saya kerjakan Engkau ridha kepadaku”. Allah SWT berfirman : ‘Engkau tidak akan mampu mengerjakan hal itu.’ Nabi Musa AS kemudian merebahkan diri dan bersujud serta berdoa. Setelah itu Allah SWT menurunkan wahyu :Wahai Putera Imran, Aku akan ridha apabila engkau ridha terhadap keputusan-Ku.\"\rقَالَ: سمعت أبا سُلَيْمَان الدارداني يَقُول: إِذَا سلا العبد عَنِ الشهوات فَهُوَ راض وسمعته يَقُول: سمعت النصراباذي يَقُول: من أراد أَن يبلغ محل الرضا فليلزم مَا جعل اللَّه رضاه فِيهِ وَقَالَ مُحَمَّد بْن خفيف الرضا عَلَى قسمين: رضا بِهِ ورضا عَنْهُ فالرضا بِهِ مدبرا والرضا عَنْهُ فيما يقضى سمعت الأستاذ أبا عَلِيّ الدقاق يَقُول: طريق السالكين أطول وَهُوَ طريق الرياضة وطريق الخواص أقرب لكنه أشق وَهُوَ أَن يَكُون عملك بالرضا ورضاك بالقضا.\rMenurut Abu Sulaiman Ad-daraani, apabila hamba meninggalkan syahwat maka dia adalah orang yang ridha.Menurut Ibrahim An-Nash Abadzi ‘Barang siapa yang ingin sampai ke tempat ridha maka kerjakanlah apa-apa yang telah dijadikan oleh Allah SWT ridha.Menurut AbduLlah bin Khafif ridha terbagi menjadi dua yaitu ridha dengan-Nya dan ridha kepada-Nya,Yang dimaksud ridha dengan-Nya adalah memikirkan dan merenungkan-Nya. Sedangkan ridha kepada-Nya adalah melaksanakan apa-apa yang telah diputuskan.\rUstadz Abu Ali Ad-Daqaq berkata, “Jalan orang menuju Allah SWT lebih panjang yakni jalan latihan, sedangkan jalan orang yang waspada lebih dekat akan tetapi lebih sulit yakni mengerjakan dengan ridha dan ridha dengan keputusan.”","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"وَقَالَ رويم: الرضا أَن لو جعل اللَّه جهنم عَلَى يمينه مَا سأل أَن يحولها إِلَى يساره، وَقَالَ أَبُو بَكْر بْن طاهر: الرضا إخراج الكراهية من القلب حَتَّى لا يَكُون فِيهِ إلا فرح وسرور، وَقَالَ الواسطي: استعمل الرضا جهدك ولا تدع الرضا يستعملك فتكون محجوبا بلذته ورؤيته عَن حقيقة مَا تطالع.واعلم أَن هَذَا الْكَلام الَّذِي قاله الواسطي شَيْء عظيم، وفيه تنبيه عَلَى مقطعة للقوم خفية فَإِن السكون عندهم إِلَى الأحوال حجاب عَن محول الأحوال فَإِذَا استلذ رضاه ووجده بقلبه راحة الرضا حجب بحاله عَن شهود حقه، ولقد قَالَ الواسطي أَيْضًا: إياكم واستحلاء الطاعات فإنها سموم قاتلة،\rMenurut Ruwaim, yang dimaksud ridha adalah jika seandainya Allah SWT menjadikan neraka jahanam di sebelah kanannya maka dia tidak akan memohon agar neraka jahanam dipindah ke sebelah kirinya. Menurut Abu Bakan bin Thahir yang dimaksud ridha adalah menghilangkan kebencian di dalam hati, sehingga tidak sedikitpun yang tertinggal di dalam hatinya kecuali kebahagiaan dan kesenangan. Menurut Muhammad Al-Wasithi “Ridha harus dikerjakan berdasarkan kemampuan. Ridha tidak dapat dipaksakan untuk dikerjakan karena akan menjadi penghalang dengan tidak mendapatkan kenikmatan dan tidak dapat melihat hakikat sesuatu yang dipandang.","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"Perlu diketahui bahwa pernyataan Al-Washiti adalah sesuatu yang besar yang di dalamnya terkandung pernyataan untuk memutuskan orang-orang secara samar. Oleh karena itu tenang dalam menghadapi berbagai keadaan di hadapan mereka merupakan penghalang dari berbagai perubahan keadaan yang lain. Barang siapa yang menikmati ridha dan menemukan bau harumnya maka ia akan terhalang dengan keadaannya sendiri yang mengakibatkan jauh dari Allah SWT. Al Washithi juga menegaskan, “Takutlah pada manisnya ta’at karena ia akan dapat menjadi racun yang membunuh”.\rوَقَالَ ابْن خفيف: الرضا سكون القلب إِلَى أحكامه وموافقة القلب بِمَا رَضِيَ اللَّهُ بِهِ وأختاره.وسئلت رابعة مَتَى يَكُون العبد راضيا؟ فَقَالَتْ إِذَا سرته المصيبة كَمَا سرته النعمة،وقيل قَالَ الشبلي بَيْنَ يدي الجنيد لا حول ولا قوة إلا بالله فَقَالَ الجنيد: قولك ذا ضيق صدر وضيق الصدر لترك الرضا.فسكت الشبلي وَقَالَ أَبُو سُلَيْمَان: الرضا أَن لا تسأل اللَّه تَعَالَى الْجَنَّة ولا تستعيذ بِهِ من النار.","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Menurut Abu AbdiLlah bin Khafif yang dimaksud ridha adalah tenangnya hati menerima hukum-hukum Allah SWT dan ia bersepakat dengan segala sesuatu yang Allah SWT ridha dan memilihnya sebagai pegangan. Rabi’ah Al-Adawiyah pernah ditanya, “Kapan seseorang disebut sebagai orang yang ridha ?”. Dia menjawab, ‘Apabila dia senang ketika mendapatkan musibah sebagaimana dia senang ketika mendapatkan kenikmatan’. Menurut suatu cerita, As-Syibli pernah berkata kepada Al-Junaid “Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT yang Maha Tinggi dan Maha Agung”. Kemudian Al-Junaid mengatakan, ‘Ucapanmu itu adalah ucapan orang yang sempit hati. Orang yang sempit hatinya akan meninggalkan ridha karena ada keputusan”. Stelah itu Asy-Syibli diam. Abu Sulaiman berpendapat bahwa yang dimaksud ridha adalah jangan memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan surga dan jangan pula memohon perlindungan-Nya agar terhindar dari neraka.","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"ذا النون الْمِصْرِي يَقُول ثلاثة من أعلام الرضا: ترك الاختيار قبل الْقَضَاء، وفقدان المرارة بَعْد الْقَضَاء، وهيجان الحب فِي حشو البلاء، قيل للحسين بْن عَلِي بْن أَبِي طَالِب رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: إِن أبا ذر يَقُول الفقر أحب إِلَى من الغني، والسقم أحب إِلَى من الصحة.فَقَالَ: رحم اللَّه تَعَالَى أبا ذر أما أنا فأقول من اتكل عَلَى حسن اختيار اللَّه تَعَالَى لَهُ لَمْ يتمن غَيْر مَا اختاره اللَّه عَزَّ وَجَلَّ لَهُ، وَقَالَ الفضيل بْن عياض لبشر الحافي: الرضا أفضل من الزهد فِي الدنيا، لأن الراضي لا يتمنى فَوْقَ منزلته، وسئل أَبُو عُثْمَان عَن قَوْل النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أسألك الرضا بَعْد الْقَضَاء فَقَالَ:، لأن الرضا قبل الْقَضَاء عزم عَلَى الرضا والرضا بَعْد الْقَضَاء هُوَ الرضا.أبا سُلَيْمَان يَقُول: أرجو أَن أكون عرفت طرفا من الرضا لو أَنَّهُ أدخلني النار لكنت بِذَلِكَ راضيا.\rMenurut Dzun-Nun tanda-tanda ridha ada tiga :\r1. meninggalkan ikhtiyar sebelum keputusan,\r2. menghilangkan kepahitan sebelum keputusan,\r3. cinta apabila mendapatkan cobaan.\rPernah ditanyakan kepada Husain bin Ali RA bahwa Abu Dzar mengatakan , “Fakir lebih aku cintai daripada sehat”. Husain mengatakan, ‘Mudah-Mudahan Allah SWT memberikan rahmat kepada Abu Dzar. Adapun saya maka aku tegaskan barang siapa bersungguh-sungguh di atas kebaikan dengan memilih Allah SWT maka dia tidak akan menerima sesuatu selain apa yang telah diputuskan-Nya.”","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"Fudhail bin Iyadh pernah mengatakan kepada Bisyir, “ Ridha lebih utama daripada zuhud di dunia karena orang yang ridha tidak mengharapkan sesuatu atas kedudukannya”.Abu Utsman pernah ditanya tentang sabda Nabi Muhammad SAW, “Saya memohon kepada-Mu keridhaan setelah keputusan”. Dia menjawab, “ridha sebelum keputusan adalah ridha yang sebenarnya.’ Abu sulaiman mengatakan, “Saya berharap mampu mengetahui ujung dari ridha. Seandainya Allah SWT memasukkan diriku ke dalam neraka, maka saya akan tetap ridha”.\rوَقَالَ أَبُو عُمَر الدمشقي: الرضا ارتفاع الجزع فِي أي حكم كَانَ وَقَالَ الجنيد: الرضا رفع الاختيار، وَقَالَ ابْن عَطَاء: الرضا نظر القلب إِلَى قديم اختيار اللَّه تَعَالَى للعبد وَهُوَ ترك التسخط، وَقَالَ رويم: الرضا استقبال الأَحْكَام بالفرح، وَقَالَ المحاسبي: الرضا سكون القلب تَحْتَ مجاري الأَحْكَام، وَقَالَ النوري: الرضا سرور القلب بمر الْقَضَاء.سمعت مُحَمَّد بْن الْحُسَيْن يَقُول: سمعت أبا الْحُسَيْن الفارسي يَقُول: سمعت الجريري يَقُول: من رَضِيَ بدون قدره رفعه اللَّه تَعَالَى فَوْقَ غايته، وسمعته يَقُول: سمعت أَحْمَد بْن عَلِيّ يَقُول: سمعت الْحَسَن بْن علويه يَقُول: قَالَ أَبُو التراب النخشبي: لَيْسَ ينال الرضا من للدنيا فِي قلبه مقدار.","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"Menurut Abu Umar Ad-Dimsyaqi yang dimaksud ridha adalah menghilangkan keluh kesah dimana saja hukum berlaku. Menurut Al-Junaid yang dimaksud ridha adalah menghilangkan ikhtiyar (usaha/pilihan). Menurut Ibnu Atha’ yang dimaksud ridha adalah melihatnya hati kepada lamanya pilihan Allah SWT bagi hamba dengan meninggalkan kemarahan. Sedangkan menurut Ruwaim, yang dimaksud ridha adalah menerima hukum dengan senang hati.Menurut Harits Al-Muhasibi, yang dimaksud ridha adalah tenangnya hati di bawah tempat-tempat berlakunya hukum. Menurut An-Nuuri yang dimaksud ridha adalah senangnya hati karena menerima pahitnya keputusan. Al-Jauzi mengatakan, “Barang siapa ridha tanpa batas maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya di luar batas”. Sedangkan Abu Turab An-Nakhsyabi mengatakan, “Siapapun tidak akan pernah mendapatkan ridha jika di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari dunia”.","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاقَ طَعْمَ الإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّاوقيل: كتب عُمَر بْن الْخَطَّاب رضى اللَّه عَنْهُ إِلَى أَبِي مُوسَى الأشعري: أما بَعْد فَإِن الخير كُلهُ فِي الرضا فَإِن استطعت أَن ترضى وإلا فاصبر، وقيل: إِن عتبة الغلام بات ليلة يَقُول إِلَى الصباح: إِن تعذبني فأنا لَك محب، وإن ترحمني فأنا لَك محب.سمعت الأستاذ أبا عَلِيّ الدقاق يَقُول: الإِنْسَان خزف وليس للخزف من الخطر مَا يعارض فِيهِ حكم الحق تَعَالَى.وَقَالَ أَبُو عُثْمَان الحيري: منذ أربعين سنة مَا أقامني اللَّه عَزَّ وَجَلَّ فِي حال فكرهته وَمَا تنقلني إِلَى غيره فسخطته.سمعت الأستاذ أبا عَلي الدقاق يَقُول: غضب رجل عَلَى عَبْد اللَّهِ لَهُ فاستشفع العبد إِلَى سيده إِنْسَانا فعفا عَنْهُ فأخذ العبد يبكى فَقَالَ لَهُ الشفيع: لَمْ تبكى وَقَدْ عفا عَنْك سيدك فَقَالَ السيد: إنه يطلب الرضا منى ولا سبيل إِلَيْهِ فإنما يبكى لأجله.\rDiriwayatkan dari Al-Abbas bin Abdul Munthalib, bahwa RasuluLlah S hollallohu laihi wasallam bersabda, “Akan merasakan lezatnya iman orang yang ridha terhadap Allah SWT sebagai Tuhannya\". Diceritakan bahwa Umar bin Al-Khatab menulis surat kepada Abu Musa Al-Asy’ary, ....”bahwa kebaikan terletak pada keridhaan. Maka jikalau engkau mampu jadilah orang-orang yang ridha, jika tidak mampu jadilah orang yang sabar”. Dalam sebuah cerita disebutkan bahwa Uthbah bin Ghulam biasa menghabiskan malam-malamnya hingga pagi dengan berucap, “jika Engkau menghukumku maka aku akan tetap mencintai-Mu dan jika Engkau mengasihiku maka akupun tetap mencintai-Mu”.","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq berkata, “Manusia ibarat tembikar ia tidak memiliki pikiran menentang hukum Allah SWT.Abu Utsman Al Hirri berkata : \"selama 40 tahun tdklah Allah menempatkanku dalam suatu keadaan kemudian aku membencinya dan tdklah Allah memindahkanku kepada selainnya kemudian aku marah \". Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq berkata, “seorang lelaki marah kepada budaknya. Budak itu meminta tolong kepada orang lain agar tuannya memberi maaf dan tuannya pun memaafkannya.Budak itu masih menangis sampai penolong itu bertanya ‘Kenapa engkau menangis padahal tuanmu telah memaafkanmu ?’ Maka tuannya menjawab, “Dia hanya meminta keridhaanku bukan yang lain, sebab itulah dia menangis \". Wallohu a'lam bis showab (NN).\rSedangkan tentang ikhlas silahkan masuk ke dokumen berikut :\rwww.piss-ktb.com/2013/05/2372-lain-lain-definisi-ikhlas.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/957648184257990/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/965841460105329\r4290. PETUNJUK KEBAIKAN DAN KEBURUKAN\rPERTANYAAN :\r> Hizzam Swolrds\rAssalamu 'alaikum... mohon pencerahannya para alim para ustadz di PISS KTB.. saya mau tanya dan ini selalu jadi pertanyaan dalam benak saya, hidayah adalah sepenuhnya hak Alloh tapi kenapa orang yang tidak pernah mendapat hidayah katakanlah kafir sejak lahir di akhirat dia tetap disiksa, sementara dia tidak pernah mendapat hidayah dari Allah, mungkin kalau orang islam yang berbuat maksiat disiksa wajar karena dia sudah mendapat hidayah tapi kenapa orang yang kafir sejak lahir tetap disiksa...? atas bantuan nya terima kasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh, setiap orang dan setiap jiwa telah diberi hidayah / petunjuk dan juga ilham, bukan orang islam saja, semuanya tanpa terkecuali mendapat hidayah dan juga ilham berupa dua jalan, yaitu jalan kebaikan dan jalan keburukan atau jalan kefasikan dan ketaqwaan. Jadi terserah manusianya sendiri mau pilih yang mana. Dalam surat al balad ayat 10 Allah berfirman :\rوَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ\r\" Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan\". Maksud dua jalan tsb adalah jalan kebaikan dan keburukan sbagaimana penjelasan Rasululloh shollallohu alaihi wasallam. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab tafsir ibnu katsir :","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"( وهديناه النجدين ) قال سفيان الثوري ، عن عاصم ، عن زر ، عن عبد الله - هو ابن مسعود - : ( وهديناه النجدين ) قال : الخير والشر . وكذا روي عن علي ، وابن عباس ، ومجاهد ، وعكرمة ، وأبي وائل ، وأبي صالح ، ومحمد بن كعب ، والضحاك ، وعطاء الخراساني في آخرين . وقال عبد الله بن وهب : أخبرني ابن لهيعة ، عن يزيد بن أبي حبيب ، عن سنان بن سعد ، عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : \" هما نجدان ، فما جعل نجد الشر أحب إليكم من نجد الخير \" . تفرد به سنان بن سعد - ويقال : سعد بن سنان - وقد وثقه ابن معين . وقال الإمام أحمد والنسائي والجوزجاني : منكر الحديث . وقال أحمد : تركت حديثه لاضطرابه . وروى خمسة عشر حديثا منكرة كلها ، ما أعرف منها حديثا واحدا . يشبه حديثه حديث الحسن - يعني البصري - لا يشبه حديث أنس . وقال ابن جرير : حدثني يعقوب ، حدثنا ابن علية ، عن أبي رجاء قال : سمعت الحسن يقول : ( وهديناه النجدين ) قال : ذكر لنا أن نبي الله - صلى الله عليه وسلم - كان يقول : \" يا أيها الناس ، إنهما النجدان ، نجد الخير ونجد الشر ، فما جعل نجد الشر أحب إليكم من نجد الخير \" .\rDalam surat as syams ayat 8 Allah berfirman :\rفَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىهَا\r\"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.\"\r- kitab tafsir ibnu katsir :\rوقوله : ( فألهمها فجورها وتقواها ) أي : فأرشدها إلى فجورها وتقواها ، أي : بين لها ذلك ، وهداها إلى ما قدر لها .\rقال ابن عباس : ( فألهمها فجورها وتقواها ) بين لها الخير والشر . وكذا قال مجاهد ، وقتادة ، والضحاك ، والثوري .\rوقال سعيد بن جبير : ألهمها الخير والشر . وقال ابن زيد : جعل فيها فجورها وتقواها .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/959854934037315/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969788249710650","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"4471. TIDAK AKAN MERUGI, ORANG YANG MENUNJUKKAN KEPADA KEBAIKAN\rOleh : Ust. Mas Hamzah\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\rمَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ أَوْ قَالَ عَامِلِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ\r\"Barangsiapa yang menunjukkan pada kebaikan, maka dia mendapatkan seperti pahala pelakunya, atau orang yang mengerjakannya\". Abu Isa berkata (imam tirmidzi) ini hadits hasan shahih.\r- kitab syarah sunan tirmidzi :\r( من دل ) أي بالقول أو الفعل أو الإشارة أو الكتابة ( على خير ) أي علم أو عمل مما فيه أجر وثواب ( فله ) أي فللدال ( مثل أجر فاعله ) أي من غير أن ينقص من أجره شيء\rSabda nabi : \" Barangsiapa yang menunjukkan \" maksudnya, menunjukkan dengan ucapan, atau tindakan, atau isyarat atau tulisan.\" pada kebaikan\" maksudnya, ilmu ataupun amalan-amalan yang di dalamnya terdapat balasan dan pahala.\" maka dia mendapatkan \" maksudnya, orang yang menunjukkan.\" seperti pahala pelakunya \" maksudnya, tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun. Wallohu a'lam.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1041428762546598/\rwww.fb.com/notes/1041424432547031\r4508. KEWAJIBAN MENJAGA DIRI DAN KELUARGA DARI HAL MAKSIAT\rPERTANYAAN :\r> Sunardi\rAssalamualaikum. Apakah kewajiban istri menjaga rumah, juga termasuk menjaga anak dari kemaksiatan ???\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, disebutkan dalam surat at tahrim ayat 6 :\rيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا\rHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka\r- kitab tafsir ibnu katsir (8/167) :","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"قال قتادة : يأمرهم بطاعة الله ، وينهاهم عن معصية الله ، وأن يقوم عليهم بأمر الله ، ويأمرهم به ويساعدهم عليه ، فإذا رأيت لله معصية ، قدعتهم عنها ، وزجرتهم عنها .\rQotadah berkata : memerintah kepada keluarga agar ta'at kepada Allah dan melarang mereka dari bermaksiyat kepada Allah, mendirikan kepada mereka dengan perintah Allah, memerintahkan dan menolong mereka dalam menjalankan perintah, ketika melihat mereka melakukan kemaksiyatan maka cegahlah darinya.\rوهكذا قال الضحاك ، ومقاتل : حق على المسلم أن يعلم أهله من قرابته ، وإمائه ، وعبيده ما فرض الله عليهم ، وما نهاهم الله عنه .\rDan seperti inilah pendapatnya ad dhohak.muqotil : hak atas sesama muslim adalam mengajari keluarga, kerabat, pembantu dan budaknya apa-apa yang Allah wajibkan kepada mereka dan apa-apa yang dilarang oleh Allah dari mereka.\rوفي معنى هذه الآية الحديث الذي رواه الإمام أحمد ، وأبو داود ، والترمذي ، من حديث عبد الملك بن الربيع بن سبرة ، عن أبيه ، عن جده ، قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : \" مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين ، فإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها \" .هذا لفظ أبي داود ، وقال الترمذي : هذا حديث حسن .وروى أبو داود من حديث عمرو بن شعيب ، عن أبيه ، عن جده ، عن النبي - صلى الله عليه وسلم - مثل ذلك .\rYang semakna dengan ayat ini adalah hadits :Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : \" perintahkanlah anak-anak sholat ketika sampai umur 7 tahun, ketika sampai umur 10 tahun pukullah dia jika meninggalkannya. \"hadits hasan riwayat ahmad, abu dawud, tirmidzi dan abu dawud.","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"قال الفقهاء : وهكذا في الصوم ; ليكون ذلك تمرينا له على العبادة ، لكي يبلغ وهو مستمر على العبادة ، والطاعة ، ومجانبة المعصية ، وترك المنكر ، والله الموفق .\rFuqoha' berkata :begitu juga dalam masalah puasa agar menjadi latihan beribadah tujuannya ketika dia baligh maka sudah terbiasa beribadah, ta'at dan menjauhi maksiyat serta menjauhi kemungkaran. Wallohul muwaffiq\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1044349882254486\rwww.fb.com/notes/1060268137329327\r4509. MAQOM MAHMUDAH\rPERTANYAAN :\r> Ikhlas\rAssalamualaikum, mau nanya, kalau maqom mahmudah itu apa ya? dalam doa habis adzan\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rTerdapat perbedaan pendapat ulama' mengenai tafsiran maqom mahmudah yg diberikan keada Nabi shollallohu alaihi wasallam :\r1. maqom mahmudah adalah syafa'at untuk manusia dihari kiyamat, ini adalah pendapat yg paling shohih.\r2. maqom mahmudah adalah pemberian liwa'ul hamdi oleh Allah kepada beliau SAW dihari kiyamat.\r3. maqom mahmudah adalah Allah mendudukkan beliau SAW bersama-Nya di kursi-Nya.\r4. maqom mahmudah adalah Beliau SAW mengeluarkan orang-orang yg keluar dari neraka dengan syafa'atnya. Wallohu a'lam.\r- kitab tafsir al qurtuby (10/278) :\rالثالثة : قوله تعالى : عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا اختلف في المقام المحمود على أربعة أقوال :","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"[ الأول ] وهو أصحها - الشفاعة للناس يوم القيامة ; قاله حذيفة بن اليمان . وفي صحيح البخاري عن ابن عمر قال : إن الناس يصيرون يوم القيامة جثا كل أمة تتبع نبيها تقول : يا فلان اشفع ، حتى تنتهي الشفاعة إلى النبي - صلى الله عليه وسلم - ، فذلك يوم يبعثه الله المقام المحمود . وفي صحيح مسلم عن أنس قال حدثنا محمد - صلى الله عليه وسلم - قال : إذا كان يوم القيامة ماج الناس بعضهم إلى بعض فيأتون آدم فيقولون له اشفع لذريتك فيقول لست لها ولكن عليكم بإبراهيم - عليه السلام - فإنه خليل الله فيأتون إبراهيم فيقول لست لها ولكن عليكم بموسى فإنه كليم الله فيؤتى موسى فيقول لست لها ولكن عليكم بعيسى - عليه السلام - فإنه روح الله وكلمته فيؤتى عيسى فيقول لست لها ولكن عليكم بمحمد - صلى الله عليه وسلم - فأوتى فأقول أنا لها . . . وذكر الحديث . وروى الترمذي عن أبي هريرة قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - في قوله : عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا سئل عنها قال : هي الشفاعة قال : هذا حديث حسن صحيح . الي ان قال[ الرابع ] إخراجه من النار بشفاعته من يخرج ; قاله جابر بن عبد الله . ذكره مسلم . وقد ذكرناه في ( كتاب التذكرة ) والله الموفق\rMaqom mahmud adalah segala hal yang bisa menarik pujian dari bermacam-macam kemuliaan.\r- kitab tuhfatul ahwadzi :\r( مقاما محمودا ) أي يحمد القائم فيه وهو مطلق في كل ما يجلب الحمد من أنواع الكرامات ونصب على الظرفية ، أي ابعثه يوم القيامة فأقمه مقاما محمودا ، أو ضمن ابعثه معنى أقمه ، أو على أنه مفعول به ، ومعنى ابعثه أعطه\r- kitab fathul mu'in (1/156) :\rوالوسيلة هي أعلى درجة في الجنة والمقام المحمود مقام الشفاعة في فصل القضاء يوم القيامة\r> Anake Garwane Pake\rWa'alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh. Maqom Mahmud adalah syafaat .","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"الكتب - شرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعة - باب الشفاعة لأهل الكبائر - سياق ما روي...\rالعقيدةشرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعةأبو القاسم هبة الله ابن الحسن بن منصور الطبريالجزء السادس 0[ ص: 1184 ] 0سياق ما روي في أن المقام المحمود هو الشفاعة\r2091 - أنا عيسى بن علي قال : أنا عبد الله بن محمد البغوي قال : نا منصور بن أبي مزاحم قال : نا أبو الأحوص : \\ح\\ :\r2092 - وأنا محمد بن عبد الرحمن قال : نا يحيى بن محمد بن صاعد إملاء قال : نا محمد بن سليمان قال : نا أبو الأحوص سلام بن سليم ، عن آدم بن علي قال : سمعت ابن عمر يقول :\r( إن الناس يوم القيامة يصيرون جثا كل أمة تتبع نبيها يقولون : يا فلان اشفع لنا حتى ينتهي الشفاعة إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، فذلك يوم يبعثه الله المقام المحمود ) .\rأخرجه البخاري من حديث أبي الأحوص .\r2093 - أنا محمد بن الحسين الفارسي قال : نا أحمد بن سعيد الثقفي قال : نا محمد بن يحيى الذهلي قال : نا يزيد بن عبد ربه قال : نا محمد بن حرب ، عن الزبيدي ، عن الزهري ، عن عبد الرحمن بن عبد الله بن كعب بن مالك ، عن كعب بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :\r( يبعث الناس يوم القيامة فأكون أنا وأمتي على تل ويكسوني ربي حلة خضراء ، ثم يؤذن فأقول ما شاء الله أن أقول ، فذلك المقام المحمود ) .\r2094 - أنا أحمد بن حسنون قال : أنا أحمد بن الحسن بن يونس ، [ ص: 1185 ] قال : نا إبراهيم بن إسحاق قال : نا موسى بن إسماعيل قال : نا حماد بن سلمة ، عن عبد الله بن المختار ، عن أبي إسحاق ، عن صلة ، عن حذيفة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :\r( يجمع الله الناس يوم القيامة في صعيد واحد ينفذهم البصر ، ويسمعهم الداعي فيقول : يا محمد فأقول : لبيك وسعديك والخير في يديك تباركت وتعاليت ، فهو المقام المحمود ) .","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"2095 - أنا أحمد بن عبيد ، أنا علي بن عبد الله بن مبشر قال : نا أحمد بن سنان قال : نا عبد الرحمن بن مهدي ، عن سفيان ، عن أبي إسحاق ، عن صلة ، عن حذيفة قال :\r( يجمع الله الناس في صعيد واحد يسمعهم الداعي ، وينفذهم البصر حفاة عراة سكوتا كما خلقهم ، لا تكلم نفس إلا بإذنه قال : فينادي يا محمد ، فيقول : لبيك وسعديك والخير في يديك ، والمهدي من هديت ، عبدك بين يديك ولك وإليك ، لا منجى ولا ملجأ منك إلا إليك ، تباركت وتعاليت ، سبحان رب البيت ، وذلك المقام المحمود الذي ذكر الله : ( عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا ) ) . 0\r> Akhbib Maulana\rUntuk mendapat buah dari ibadah yaitu akhlak dan untuk mencapai maqam-maqam mahmudah, ibadah mesti ada roh, mesti ada rasa-rasa, mesti ada penjiwaan dan mesti ada penghayatan. Salahlah orang yang menafikan amalan hati dan amalan rohani dalam ibadah. Kalau amalan lahir sahaja dititikberatkan maka ia mungkin memadai di peringkat syariat dan tariqat yaitu pada peringkat ilmu dan amal. Memang itu kerja lahir. Tetapi untuk mendapat hasil dari ilmu dan amal tersebut . supaya ibadah mendidik hati, amalan lahir semata-mata tidak memadai. Dalam arti kata yang lain, untuk mencapai maqam hakikat dalam ibadah dan amalan, itu bukan lagi kerja lahir. Itu adalah kerja hati.\rوَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا\rDan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Maqam mahmudah memiliki dua pengertian, bangkit dengan perilaku terpuji dan di maknai secara dhahir. Adapula yang memaknai syafa’at. Disimpulkan bahwa ini menjadi harapan yang akan dicapai manusia dalam perjalanannya menuju Allah. Wallaahu a'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1045588858797255\rwww.fb.com/notes/1060275957328545\r4534. PERBEDAAN SUM'AH DAN RIYA'\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Hidayat\rAssalaamu'alaikum. Apa sih perbedaan Sum'ah / سمعه dengan Riya /ريآء itu?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, perbedaan antara keduanya adalah bahwa sesungguhnya riya' berhubungan dengan indra penglihatan dan sum'ah berhubungan dengan indra pendengaran. Wallohu a'lam bis showab\r- kitab ihya' (3/297) :\rاعْلَمْ أَنَّ الرِّيَاءَ مُشْتَقٌّ مِنَ الرؤية والسمعة مشتقة من السماع\r- kitab faidhul qodir syarah jami'us shoghir (2/122) :\r(والسمعة) بضم فسكون التنويه بالعمل ليسمعه الناس (والرياء) بكسر الراء والمد ومثناة تحتية إظهار العبادة ليراها الناس فيحمدوه فالسمعة أن يعمل لله خفية ثم يتحدث بها تنويها والرياء أن يعمل لغير الله\r- kitab jam'ul wasail, syarah kitab asy syamailnya imam tirmidzi (2/168) :","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"اللهم اجعله ) أي حجي ( حجا لا رياء فيه ) بالهمزة وفي نسخة بالياء وهو مما اشتهر على الألسنة لثقل الهمزتين فخففت الأولى لكسرة ما قبلها ، وبه قرأ أبو جعفر من العشرة ، ووقف عليه حمزة من السبعة ، وما نقله الحنفي من المغرب : ورياء بالياء خطا خطأ مع أن البيهقي قال : يقال راءى فلان الناس يرائيهم مراءة وراياهم مراياة على القلب بمعنى انتهى ، ولا شك أن الرياء على القلب إنما يكون بالياء فقط وفي الحديث من راءى راءى الله به ، أي من عمل عملا لكي يراه الناس شهر الله رياءه يوم القيامة ( ولا سمعة ) بضم سين فسكون ميم ، يقال : فعل ذلك سمعة أي ليسمعه الناس ويمدحوه ، وفي الحديث : من سمع سمع الله به ، أي من فعله سمعة شهره تسميعا\r> Opick Syahreza\r) باب الرياء والسمعة ( أي هذا باب في بيان ذم الرياء بكسر الراء وتخفيف الياء آخر الحروف وبالمد هو إظهار العبادة لقصد رؤية الناس لها فيحمدوا صاحبها والسمعة بضم السين المهملة وسكون الميم قال بعضهم هي مشتقة من السماع قلت السمعة اسم والسماع مصدر وا?سم ? يشتق من المصدر ومعنى السمعة التنويه بالعمل وتشهيره ليراه الناس ويسمعوا به والفرق بينهما أن الرياء يتعلق بحاسة البصر والسمعة بحاسة السمع - 9446 حدثنا ) مسدد ( حدثنا ) يحيى ( الله عن ) سفيان ( حدثني ) سلمة بن كهيل ( ) ح ( وحدثنا ) أبو نعيم ( حدثنا ) سفيان ( عن ) سلمة ( قال سمعت ) جندبا ( يقول قال النبي ولم أسمع أحدا يقول قال النبي غيره فدنوت منه فسمعته يقول قال النبي من سمع سمع الله به ومن يرائي يرائي الله به مطابقته للترجمة ظاهرة ويحيى هو ابن سعيد القطان وسفيان هو الثوري في الطريقين وأبو نعيم هو الفضل بن دكين وجندب بضم الجيم وسكون النون وفتح الدال المهملة وضمها ابن عبد الله البجلي بالباء الموحدة والجيم المفتوحتين وهو من صغار الصحابة وأخرج هذا الحديث من طريقين والسند الثاني أعلى من ا?ول","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"islamport.com/w/srh/Web/840/16282.htm?zoom_highlight=%C7%E1%D3%E3%DA%C9\rوحاصل المعنى أن من سمع سمع الله به إن خيرا فخير وإن شرا فشر ومن راءى راءى الله به إن خيرا فخير وإن شرا فشر ويدل عليه إط?ق ا?فعال في الحديث مع ترك المفعول لكن يعكر عليه أن الرياء والسمعة مشهوران في الشرف فقط )ومن راءى ( بعمله والرياء إظهار العبادة بقصد رؤية الناس لها فيحمدوا صاحبها )راءى الله به ( أي بلغ مسامع خلقه أنه مراء مزور وأشهره بذلك بين خلقه وقرع به أسماعهم ليشتهر بأنه مراء فيفتضح بين الناس ذكره القاضي ] ص 156 [ وقال الزمخشري : السمعة أن يسمع الناس عمله وينوه به على سبيل الرياء يعني من نوه بعمله رياء وسمعة نوه الله بريائه وتسميعه وقرع به أسماع خلقه فتعارفوه وأشهروه بذلك فيفتضح اه قال ابن حجر : ورد في عدة أحاديث التصريح بوقوع ذلك في ا?خرة فهو المعتمد وفيه ندب إخفاء العمل الصالح قال ابن عبد الس?م : لكن يستثنى من يظهره ليقتدى به أو لينتفع به ككتابة العلم فمن كان إماما يستن بعلمه عالما بما لله عليه قاهرا لشيطانه استوى ما ظهر من علمه وما خفي لصحة قصده وا?فضل في حق غيره ا?خفاء مطلقا. - )حم م ( في آخر صحيحه )عن ابن عباس ( قضية تصرف المصنف أن ذا مما تفرد به مسلم عن صاحبه وهو وهم فقد خرجه البخاري في الرقاق. - 8760 )من سمى المدينة يثرب ( بفتح فسكون كانت سميت به باسم من يسكنها أو? )فليستغفر الله ( أي فليطلب منه المغفرة لما وقع فيه من ا?ثم )هي طابة هي طابة ( ?ن اليثرب الفساد والتثريب التوبيخ والمؤاخذة بالذنب واللوم و? يليق بها ذلك ، وظاهر أمره با?ستغفار أن تسميتها\rislamport.com/w/srh/Web/1227/3834.htm?zoom_highlight=%C7%E1%D3%E3%DA%C9\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/991945350828273/\rwww.fb.com/notes/1079378342084973\rDO'A WIRID SHALAWAT DAN DZIKIR","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Bab ini berisi dokumen PISS-KTB yang bersangkut paut dengan wirid, shalawat, do'a, dzikir dan amaliyah keseharian lain.\r1918. HUKUM BERDO'A\rPERTANYAAN :\rTarkam Sriatun\rGimana hukumnya berdo'a...?\rJAWABAN :\r> Khodim Piss-ktb II\rBudayakan salam sebelum posting\rإعلم أن المذهب المختار الذي عليه الفقهاء والمحدثون وجماهير العلماء من الطوائف كلها من السلف والخلف : أن الدعاء مستحب\r\"Ketahuilah bahwa menurut pendapat madzhab yang terpilih yang diikuti oleh para fuqaha, muhadditsun, serta jumhur ulama dari semua golongan salaf dan khalaf bahwa hukum berdoa adalah mustahab [ di Anjurkan dan Mendekati Sunnah ]\". (al-Adzkar hlm. 395)\r> Abuw Luncur\rHukum berdoa bisa berbeda tergantung cara , dasar dan sasarannnya. Misalnya berdoa supaya orang kafir masuk surga hukumnya haram. Berdoa dengan doa yang ma`tsur hukumnya sunnah. Berdoa supaya hidup enak, kaya raya, istri cantik, dihormati org, dan tidak prnah prnah mndapat kesusahan apapun hukumnya tanda tanya (bagi saya mungkin makruh). Secara umum ulama berpendapat berdoa itu dianjurkan tetapi menurut sebagian berpendapat tidak berdoa karena ridlo terhadap hukum Allah lebih mulia.\rوروينا في \" رسالة الإِمام أبي القاسم القشيريّ \" رضي الله عنه قال: اختلفَ الناسُ في أن الأفضل الدعاء، أم السكوت والرضى؟ فمنهم من قال: الدعاء عبادة، للحديث السابق \" الدُّعاءُ هُوَ العبادة \" (2) ولأنَّ الدعاءَ إظهارُ الافتقار إلى الله تعالى.\rوقالت طائفة: السكوت والخمودُ تحت جريان الحكم أتمّ، والرضا بما سبق به القدر أولى، وقال قوم: يكون صاحبُ دعاءٍ بلسانه ورضا بقلبه ليأتيَ بالأمرين جميعاً.","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"قال القشيري: والأولى أن يُقال: الأوقات مختلفة، ففي بعض الأحوال الدعاء أفضل من السكوت، وهو الأدب، وفي بعض الأحوال السكوت أفضل من الدعاء، وهو الأدب، وإنما يُعرف ذلك بالوقت، فإذا وجدَ في قلبه إشارةً إلى الدعاء، فالدعاءُ أولى به، وإذا وجد إشارةً إلى السكوت، فالسكوتُ أتمّ.\r> Abdullah Afif\rDi antara qashidah Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad\rقَدْ كَفَانِيْ عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي\rQAD KAFAANII 'ILMU RABBII MIN SU`AALII WAFTIQAARIY. Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui segala permintaanku dan usahaku\rفَدُعَائِي وَابْتِهَالِي شَاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي\rFADU'AA`II WABTIHAALII SYAAHIDUN LII BIFTIQAARIY. Maka do’a do’a dan jeritan hatiku sebagai saksiku atas kefakiranku\rإلخ\rdst. Wallaahu A'lam\rLink Asal :www.fb.com/groups/piss.ktb/477014722321341/\r0150. Adab Berdoa\rPERTANYAAN :\rTommy Sumardi\rAssalamu'alaikum wr wb\r1. Bagaimanakah adab berdo'a sesuai dengan tuntunan Rasululloh saw ?\r2. Apakah berdo'a sendiri dengan berdo'a bersama, bacaanya wajib beda ?? semisal \"allohummaghfirly\"...kalau jamak \"Allohummaghfirlana\"...nyuwun pencerahannya.\rJAWABAN :\rAgus Prayitno\rMaaf, setahu saya, ni artinya saya dan na artinya kami, makanya kalau doa bareng harus hati, dprhtikan ustadznya doanya gimana. misal allohummaghfirlanaa kita amin, tapi kalau allohummaghfirlii jangan diamini, itu ustadz doa wat sendiri kita disuruh mngamini, terus kita dapat apa? makanya lebih baik doa sendiri yang tahu maksudnya, sesuai hajatnya. mohon koreksi.\rZaine Elarifine Yahya","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"Saran seseorang itu mengenai bila memimpin doa dengan menggunakan kata ganti \"kami\" < contoh ihdinaa...> itu benar adanya.. namun bila ada pemimpin doa yang menggunakan kata ganti \"aku\" < contoh ihdinii...> sebenarnya hanya tinggal diniatkan saja kita turut berdoanya atau kita baca kalmat yang sama dalam hati bila menjadi makmum atau penjawab doanya. Saran dari Sandra Al G, buka http://www.alifsufi.com/artikel/tazkiah/adab-berdoa.html .\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb\rآداب الدعاء وهي عشرة\rالأول أن يترصد لدعائه الأوقات الشريفة كيوم عرفة من السنة ورمضان من الأشهر ويوم الجمعة من الأسبوع ووقت السحر من ساعات الليل قال تعالى وبالأسحار هم يستغفرون وقال صلى الله عليه و سلم ينزل الله تعالى كل... ليلة إلى سماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز و جل من يدعوني فأستجيب له من يسألني فأعطيه من يستغفرني فأغفر له // حديث ينزل الله كل ليلة إلى سماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الحديث متفق عليه من حديث أبي هريرة // وقيل إن يعقوب صلى الله عليه و سلم إنما قال سوف أستغفر لكم ربي ليدعو في وقت السحر فقيل إنه قام في وقت السحر يدعو وأولاده يؤمنون خلفه فأوحى الله عز و جل إني قد غفرت لهم وجعلتهم أنبياء\rالثاني أن يغتنم الأحوال الشريفة قال أبو هريرة رضي الله عنه إن أبواب السماء تفتح عند زحف الصفوف في سبيل الله تعالى وعند نزول الغيث وعند إقامة الصلوات المكتوبة فاغتنموا الدعاء فيها وقال مجاهد إن الصلاة جعلت في خير الساعات فعليكم بالدعاء خلف الصلوات","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"وقال صلى الله عليه و سلم الدعاء بين الأذان والإقامة لا يرد // حديث الدعاء بين الأذان والإقامة لايرد أخرجه أبو داود والنسائي في اليوم والليلة والترمذي وحسنه من حديث أنس وضعفه ابن عدي وابن القطان ورواه في اليوم والليلة بإسناد آخر جيد وابن حبان والحاكم وصححه // وقال صلى الله عليه و سلم أيضا الصائم لا ترد دعوته // حديث الصائم لا ترد دعوته أخرجه الترمذي وقال حسن وابن ماجه من حديث أبي هريرة بزيادة فيه // وبالحقيقة يرجع شرف الأوقات إلى شرف الحالات أيضا إذ وقت السحر وقت صفاء القلب وإخلاصه وفراغه من المشوشات ويوم عرفة ويوم الجمعة وقت اجتماع الهمم وتعاون القلوب على استدرار رحمة الله عز و جل فهذا أحد أسباب شرف الأوقات سوى ما فيها من أسرار لا يطلع البشر عليها\rوحالة السجود أيضا أجدر بالإجابة قال أبو هريرة رضي الله عنه قال النبي صلى الله عليه و سلم أقرب ما يكون العبد من ربه عز و جل وهو ساجد فأكثروا فيه من الدعاء // حديث أبي هريرة أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد فأكثروا من الدعاء رواه مسلم // وروى ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال إني نهيت أن أقرأ القرآن راكعا أو ساجدا فأما الركوع فعظموا فيه الرب تعالى وأما السجود فاجتهدوا فيه بالدعاء فإنه قمن أن يستجاب لكم // حديث ابن عباس إنني نهيت أن أقرأ القرآن راكعا أو ساجدا الحديث أخرجه مسلم أيضا //\rالثالث أن يدعو مستقبل القبلة ويرفع يديه بحيث يرى بياض إبطيه وروى جابر بن عبد الله أن رسول الله صلى الله عليه و سلم أتى الموقف بعرفة واستقبل القبلة ولم يزل يدعو حتى غربت الشمس // حديث جابر أن رسول الله صلى الله عليه و سلم أتي الموقف بعرفة واستقبل القبلة ولم يزل يدعو حتى غربت الشمس الحديث أخرجه مسلم دون قوله يدعو فقال مكانها واقفا والنسائي من حديث أسامة بن زيد كنت ردفه بعرفات فرفع يديه يدعو ورجاله ثقات //","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"وقال سلمان قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إن ربكم حيي كريم يستحي من عبيده إذا رفعوا أيديهم إليه أن يردها صفرا // حديث سلمان إن ربكم حيي كريم يستحي من عبده إذا رفع يديه أن يردهما صفرا أخرجه أبو داود والترمذي وحسنه وابن ماجه والحاكم وقال إسناده صحيح على شرطهما //\rوروى أنس أنه صلى الله عليه و سلم كان يرفع يديه حتى يرى بياض إبطيه في الدعاء ولا يشير بأصبعيه // حديث أنس كان يرفع يديه حتى يرى بياض إبطيه في الدعاء ولا يشير بأصبعه أخرجه مسلم دون قوله ولا يشير بأصبعه والحديث متفق عليه لكن مقيد بالاستسقاء //\rوروى أبو هريرة رضي الله عنه أنه صلى الله عليه و سلم مر على إنسان يدعو ويشير بإصبعيه السبابتين فقال صلى الله عليه و سلم أحد أحد // حديث أبي هريرة مر على إنسان يدعو بأصبعيه السبابتين فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم أحد أحد أخرجه النسائي وقال حسن وابن ماجه والحاكم وقال صحيح الإسناد // أي اقتصر على الواحدة\rوقال أبو الدرداء رضي الله عنه ارفعوا هذه الأيدي قبل أن تغل بالأغلال ثم ينبغي أن يمسح بهما وجهه في آخر الدعاء قال عمر رضي الله عنه كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا مد يديه في الدعاء لم يردهما حتى يمسح بهما وجهه // حديث عمر كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا مد يديه في الدعاء لم يردهما حتى يمسح بهما وجهه أخرجه الترمذي وقال غريب والحاكم في المستدرك وسكت عليه وهو ضعيف //\rوقال ابن عباس كان صلى الله عليه و سلم إذا دعا ضم كفيه وجعل بطونهما مما يلي وجهه // حديث ابن عباس كان صلى الله عليه و سلم إذا دعا ضم كفيه وجعل بطونهما مما يلي وجهه أخرجه الطبراني في الكبير بسند ضعيف //","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"فهذه هيئات اليد ولا يرفع بصره إلى السماء قال صلى الله عليه و سلم لينتهين أقوام عن رفع أبصارهم إلى السماء عند الدعاء أو لتخطفن أبصارهم // حديث لينتهين أقوام عن رفع أبصارهم إلى السماء عند الدعاء أو لتخطفن أبصارهم أخرجه مسلم من حديث أبي هريرة وقال عند الدعاء في الصلاة //\rالرابع خفض الصوت بين المخافتة والجهر لما روى أن أبا موسى الأشعري قال قدمنا مع رسول الله فلما دنونا من المدينة كبر وكبر الناس ورفعوا أصواتهم فقال النبي صلى الله عليه و سلم يا أيها الناس إن الذي تدعون ليس بأصم ولا غائب إن الذي تدعون بينكم وبين أعناق ركابكم // حديث أبي موسى الأشعري يا أيها الناس إن الذي تدعون ليس بأصم ولا غائب متفق عليه مع اختلاف واللفظ الذي ذكره المصنف لأبي داود //\rوقالت عائشة رضي الله عنه في قوله عز و جل ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها // حديث عائشة في قوله تعالى ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها أي بدعائك متفق عليه // أي بدعائك وقد أثنى الله عز و جل على نبيه زكرياء عليه السلام حيث قال إذ نادى ربه نداء خفيا وقال عز و جل ادعوا ربكم تضرعا وخفية\rالخامس أن لا يتكلف السجع في الدعاء فإن حال الداعي ينبغي أن يكون حال متضرع والتكلف لا يناسبه قال صلى الله عليه و سلم سيكون قوم يعتدون في الدعاء // حديث سيكون قوم يعتدون في الدعاء وفي رواية والطهور أخرجه أبو داود وابن ماجه وابن حبان والحاكم من حديث عبد الله بن مغفل // وقد قال عز و جل ادعوا ربكم تضرعا وخفية إنه","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"لا يحب المعتدين قيل معناه التكلف للأسجاع والأولى أن لا يجاوز الدعوات المأثورة فإنه قد يعتدى في دعائه فيسأل ما لا تقتضيه مصلحته فما كل أحد يحسن الدعاء ولذلك روي عن معاذ رضي الله عنه إن العلماء يحتاج إليهم في الجنة إذ يقال لأهل الجنة تمنوا فلا يدرون كيف يتمنون حتى يتعلموا من العلماء وقد قال صلى الله عليه و سلم إياكم والسجع في الدعاء حسب أحدكم أن يقول اللهم إني أسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل وأعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول وعمل // حديث إياكم والسجع في الدعاء بحسب أحدكم أن يقول اللهم إني أسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل وأعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول وعمل غريب بهذا السياق وللبخاري عن ابن عباس وانظر السجع من الدعاء فاجتنبه فإني عهدت أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم لا يفعلون إلا ذلك وابن ماجه والحاكم واللفظ له وقال صحيح الإسناد من حديث عائشة عليك بالكوامل وفيه وأسألك الجنة إلى آخره // وفي الخبر سيأتي قوم يعتدون في الدعاء والطهور ومر بعض السلف بقاص يدعو بسجع فقال له أعلى الله تبالغ أشهد لقد رأيت حبيبا العجمي يدعو وما يزيد على قوله اللهم اجعلنا جيدين اللهم لا تفضحنا يوم القيامة اللهم وفقنا للخير والناس يدعون من كل ناحية وراءه وكان يعرف بركة دعائه\rوقال بعضهم ادع بلسان الذلة والافتقار لا بلسان الفصاحة والانطلاق\rويقال إن العلماء الأبدال لا يزيدون في الدعاء على سبع كلمات فما دونها ويشهد له آخر سورة البقرة فإن الله تعالى لم يخبر في موضع من أدعية عبادة أكثر من ذلك","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"واعلم أن المراد بالسجع هو المتكلف من الكلام فإن ذلك لا يلائم الضراعة والذلة وإلا ففي الأدعية المأثورة عن رسول الله صلى الله عليه و سلم كلمات متوازنة لكنها غير متكلفة كقوله صلى الله عليه و سلم أسألك الأمن من يوم الوعيد والجنة يوم الخلود مع المقربين الشهود والركع السجود الموفين بالعهود إنك رحيم ودود وإنك تفعل ما تريد // حديث أسألك الأمن يوم الوعيد والجنة يوم الخلود مع المقربين الشهود والركع السجود الموفين بالعهود إنك رحيم ودود وإنك تفعل ما تريد أخرجه الترمذي من حديث ابن عباس سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول ليلة حين فرغ من صلاته فذكر حديثا طويلا مع جملته هذا وقال حديث غريب انتهى وفيه محمد بن عبد الرحمن بن أبي ليلى سيىء الحفظ // وأمثال ذلك فليقتصر على المأثور من الدعوات أو ليلتمس بلسان التضرع والخشوع من غير سجع وتكلف فالتضرع هو المحبوب عند الله عز و جل\rالسادس التضرع والخشوع والرغبة والرهبة قال الله تعالى إنهم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وقال عز و جل ادعوا ربكم تضرعا وخفية وقال صلى الله عليه و سلم إذا أحب الله عبدا ابتلاه حتى يسمع تضرعه // حديث إذا أحب الله عبدا ابتلاه حتى يسمع تضرعه أخرجه أبو منصور الديلمي في مسند الفردوس من حديث أنس إذا أحب الله عبدا صب عليه البلاء صبا الحديث وفيه دعه فإني أحب أن أسمع صوته وللطبراني من حديث أبي أمامة إن الله يقول للملائكة انطلقوا إلى عبدي فصبوا عليه البلاء الحديث وفيه فإني أحب أن أسمع صوته وسندهما ضعيف //\rالسابع أن يجزم الدعاء ويوقن بالإجابة ويصدق رجاءه فيه","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مكره له // حديث لا يقل أحدكم اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مكره له متفق عليه من حديث أبي هريرة // وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا دعا أحدكم فليعظم الرغبة فإن الله لا يتعاظمه شيء // حديث إذا دعا أحدكم فليعظم الرغبة فإن الله لا يتعاظمه شيء أخرجه ابن حبان من حديث أبي هريرة // وقال صلى الله عليه و سلم ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله عز و جل لا يستجيب دعاء من قلب غافل // حديث ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل أخرجه الترمذي من حديث أبي هريرة وقال غريب والحاكم وقال مستقيم الإسناد وتفرد به صالح المري وهو أحد زهاد البصرة قلت لكنه ضعيف في الحديث // وقال سفيان بن عيينة لا يمنعن أحدكم من الدعاء ما يعلم من نفسه فإن الله عز و جل أجاب دعاء شر الخلق إبليس لعنه الله إذ قال رب فانظرني إلى يوم يبعثون قال إنك من كان صلى الله عليه و سلم إذا دعا دعا ثلاثا وإذا سأل سأل ثلاثا // حديث ابن مسعود كان صلى الله عليه و سلم إذا دعا دعا ثلاثا وإذا سأل سأل ثلاثا رواه مسلم وأصله متفق عليه // وينبغي أن لا يستبطىء الإجابة لقوله صلى الله عليه و سلم يستجاب لأحدكم ما لم يعجل فيقول قد دعوت فلم يستجب لي فإذا دعوت فاسأل الله كثيرا فإنك تدعو كريما // حديث يستجاب لأحدكم ما لم يعجل فيقول دعوت فلم يستجب لي متفق عليه من حديث أبي هريرة // وقال بعضهم إني أسأل الله عز و جل منذ عشرين سنة حاجة وما أجابني وأنا أرجو الإجابة سألت الله تعالى أن يوفقني لترك ما لا يعنيني","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"وقال صلى الله عليه و سلم إذا سأل أحدكم ربه مسألة فتعرف الإجابة فليقل الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات ومن أبطأ عنه من ذلك فليقل الحمد لله على كل حال // حديث إذا سأل أحدكم مسألة فتعرف الإجابة فليقل الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات ومن أبطأ عنه من ذلك شيء فليقل الحمد لله على كل حال أخرجه البيهقي في الدعوات من حديث أبي هريرة وللحاكم نحوه من حديث عائشة مختصرا بإسناد ضعيف //\rالتاسع أن يفتتح الدعاء بذكر الله عز و جل فلا يبدأ بالسؤال قال سلمة بن الأكوع ما سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يستفتح الدعاء إلا استفتحه بقول سبحان ربي العلي الأعلى الوهاب // حديث سلمة بن الأكوع ما سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يستفتح الدعاء إلا استفتحه وقال سبحان ربي العلي الأعلى الوهاب أخرجه أحمد والحاكم وقال صحيح الإسناد قلت فيه عمر بن راشد اليماني ضعفه الجمهور // قال أبو سليمان الداراني رحمه الله من أراد أن يسأل الله حاجة فليبدأ بالصلاة على النبي صلى الله عليه و سلم ثم يسأله حاجته ثم يختم بالصلاة على النبي صلى الله عليه و سلم فإن الله عز و جل يقبل الصلاتين وهو أكرم من أن يدع ما بينهما وروى في الخبر عن رسول الله صلى الله عليه و سلم أنه قال إذا سألتم الله عز و جل حاجة فابتدئوا بالصلاة علي فإن الله تعالى أكرم من أن يسئل حاجتين فيقضي إحداهما ويرد الأخرى // حديث إذا سألتم الله حاجة فابدءوا بالصلاة علي فإن الله تعالى أكرم من أن يسأل حاجتين فيعطي إحداهما ويرد الأخرى لم أجده مرفوعا وإنما هو موقوف على أبي الدرداء // رواه أبو طالب المكي","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"العاشر وهو الأدب الباطن وهو الأصل في الإجابة التوبة ورد المظالم والإقبال على الله عز و جل بكنه الهمة فذلك هو السبب القريب في الإجابة فيروى عن كعب الأحبار أنه قال أصاب الناس قحط شديد على عهد موسى رسول الله صلى الله عليه و سلم فخرج موسى ببني إسرائيل يستسقى بهم فلم يسقوا حتى خرج ثلاث مرات ولم يسقوا فأوحى الله عز و جل إلى موسى عليه السلام إني لا أستجيب لك ولا لمن معك وفيكم نمام فقال موسى يا رب ومن هو حتى نخرجه من بيننا فأوحى الله عز و جل إليه يا موسى أنهاكم عن النميمة وأكون نماما فقال موسى لبني إسرائيل توبوا إلى ربكم بأجمعكم عن النميمة فتابوا فأرسل الله تعالى عليهم الغيث\rوقال سعيد بن جبير قحط الناس في زمن ملك من ملوك بني إسرائيل فاستسقوا فقال الملك لبني إسرائيل ليرسلن الله تعالى علينا السماء أو لنؤذينه قيل له وكيف تقدر أن تؤذيه وهو في السماء فقال أقتل أولياءه وأهل طاعته فيكون ذلك أذى له فأرسل الله تعالى عليهم السماء\rImam Abu hamid al-Ghozali berkata dalam Kitab Ihyaa’\rAdab berdoa ada sepuluh ringkasannya kurang lebihnya begini :\r• Hendaklah kita mengamati dan memilih waktu-waktu yang baik dan mulia untuk berdoa. Dengan berdasarkan hadits Rasulullah Imam al-Ghazali dalam Ihya’nya mencontohkan bahwa waktu–waktu yang baik itu adalah seperti hari Arafah, bulan Ramadhan hari Jum’at, dan diwaktu sahur.","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"• Hendaklah kita mempergunakan kesempatan berdoa pada keadaan–keadaan yang mulia. Dengan berdasarkan hadits Rasulullah pula Imam al-Ghazali mencontohkan dalam kitabnya tersebut bahwa keadaan yang baik adalah seperti ketika berada dalam barisan (shaf) peperangan (jihad fisabilillah), ketika turunnya hujan, antara azan dan iqamat, ketika hari kala kita sedang berpuasa dan ketika berada pada sujud sembahyang.\r• Hendaklah kita berdoa dengan menghadap qiblat (Ka’bah), baik berdoa setelah shalat atau pada waktu-waktu lainnya, begitu yang dilakukan Rasulullah kala Beliau berdoa. Adapun jika berdoa setelah shalat fardhu maka menurut Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibariy dalam kitabnya Fat-hul Mu’in, bahwa menghadap qiblat hanya disunatkan bagi selain imam. Adapun bagi imam maka sebaiknya ia berdiri pada tempat ia sembahyang dan menghadap jama’ah jika dari para jama’ah itu tidak terdapat orang perempuan, atau sebaiknya bagi imam berdoa dengan mengarahkan pihak kanannya kearah makmum sedangkan qiblat berada pada pihak kirinya.","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"• Hendaklah kita berdoa dengan mengangkatkan dua tangan kelangit (keatas). Menurut Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibariy dalam kitabnya Irsyaadil ‘Ibaad bahwa hukum mengangkat dua tangan itu adalah disunatkan bagi selain orang yang sedang sembahyang dan yang sedang berkhutbah, adapun bagi keduanya maka tidak disunatkan mengangkat dua tangan. Dan tangan yang diangkat itu adalah tangan yang dalam keadaan suci dan diangkat sampai sejajar tingginya dengan dua bahu. Adapun tangan yang bernajis menurut Syeikh Sayed Bakri bin Sayed Muhammad Syatha dalam kitab beliau I’anatuth Thaalibin maka hukum mengangkatnya adalah makruh walaupun tangan itu tertutup. Dan jika adalah hal yang didoakan itu merupakan hal yang sangat rumit dan mendesak maka menurut beliau berdasarkan al-Kurdiy bahwa tangan itu diangkat bukan sejajar dengan bahu tapi lebih keatas lagi, sekira-kira tampaklah putih–putih ketiaknya. Menurut Syeikh Syihabuddin Qulyubiy dalam kitab beliau Hasyiyah al-Mahalliy bahwa telapak tangan itu dirapatkan dan sebaiknya dalam keadaan terbuka, artinya telapak tangan tidak ditutup dengan penutup apapun jua. Hal itu kita lakukan sebagai isyarah kita sedang menadah pemberian dan anugerah dari Tuhan, dan dalam keadaan seperti itu maka pandangan mata ditujukan kelangit (keatas), sebagai isyarah kita memperhatikan rahmat Allah yang sedang diturunkan, dan setelah selesai berdoa maka tangan itu disapukan kewajah.","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"• Hendaklah berdoa dengan suara yang lunak dan sayup. Yang dimaksudkan disini adalah jangan meninggikan suara sampai terdengar oleh orang lain dan jangan pula mengecilkannya sampai tak terdengar pada diri sendiri. Guru besar kita pembangun mazhab Syafi’iy yaitu Muhammad bin Idris asy-Syafi’ie yang dikenal dengan Imam Syafi’iy dalam kitab beliau yang terkenal yaitu al-Um bahwa beliau berkata, “Saya memilih (berpendapat) bahwa disunatkan bagi imam dan makmum apabila telah selesai dari shalat agar mereka berzikir dan berdoa dan hendaknya mereka melakukan itu dengan merendahkan suara, kecuali kalau ia seorang imam yang bermaksud ingin mengajarkan zikir dan doa kepada para jama’ah maka baguslah jika ia membesarkan suaranya sebatas para jama’ah itu belum bisa, adapun jika mereka telah bisa maka suara imam kala berzikir dan berdoa itu harus dikecilkan kembali. Pendapat maha guru kita itu telah diikuti oleh semua murid beliau dan semua penganut mazhab Syafi’ie termasuk Syeikh Zainuddin al-Malibariy dalam kitabnya Fathul Mu’in, dan beliau menambahkan bahwa boleh juga bagi imam untuk membesarkan suara dalam zikir dan doanya jika ia bermaksud agar makmum atau para jama’ah membaca amien untuk doanya tersebut. Dan beliau menyebutkan dalam kitab tersebut, menurut guru beliau Syihabuddin Syeikh Ibnu Hajar al-Haitamiy bahwa terlalu membesarkan suara ketika berzikir dan berdoa didalam masjid, sekira-kira dapat mengganggu kekhusyukkan orang sembahyang maka membesarkan suara adalah sepantasnya diharamkan.","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"• Hendaklah kita dalam berdoa tidak membebani diri dengan bersajak. Kecuali pada doa-doa yang pernah diajari oleh Rasulullah, karena do’a yang paling bagus yang kita bacakan adalah do’a–do’a yang diajarkan oleh Rasulullah maka walaupun terdapat sajak didalamnya tapi tidak termasuk membebani diri. Yang dimaksud dengan bersajak ialah membebani diri dengan mencari persamaan kata atau huruf pada akhir kalimat lalu tidak memperhatikan maksud dari doa yang sedang dibaca itu, karena yang dituntut kala berdoa bukan persamaan kata tapi merendah diri dengan hati yang khusyuk dan lidah yang hina.\r• Hendaklah keadaan kita dalam berdoa dengan merendah diri dan dengan khusyuk serta bersikap bahwa kita harap dan takut kepada Allah. Menurut Syeikh Jalaluddin al-Mahalliy dalam kitabnya Tafsir al-Jalalaini bahwa yang dimaksud dengan harap adalah bahwa kita dalam berdoa dengan satu kepastian bahwa kita berada dalam rahmat Allah SWT. dan kita pula harus cemas dan takut dari azab-Nya.","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"• Hendaklah kita mengokohkan doa dengan satu keyakinan bahwa doa itu pasti diperkenankan sebagaimana yang Allah janjikan. Dan hendaklah kita berbaik sangka pada Tuhan dengan membenarkan harapan bahwa doa pasti diterima-Nya. Disebutkan dalam berbagai kitab bahwa “Tuhan akan bersikap terhadap kita hamba menurut sangkaan kita terhadap-Nya, kalau kita menyangka bahwa Tuhan akan berbuat baik pada kita maka kebaikanlah yang diberikan Tuhan bagi kita, dan sebaliknya jika kita beranggapan bahwa yang akan diperbuat Tuhan terhadap kita adalah keburukan maka hal yang terburuklah yang bakal menghimpit kita nantinya. Oleh karena itu maka hendaklah kita dalam berdoa harus dengan satu keyakinan dan rasa percaya bahwa pintu keampunan Allah itu jauh lebih besar dibandingkan dengan dosa–dosa kita. Dan pintu rahmat Allah terbuka lebar bagi siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat dan mau berdoa pada-Nya. Dan rahmat yang luas itu akan diberikan bagi semua yang memerlukannya dan mau meminta kepada-Nya. Dari satu sisi bahwa kita dihadapan Tuhan harus mengakui kesalahan dan dosa yang kita lakukan dalam sebuah pengakuan yang melambangkan penyesalan bukan kepuasan dan bangga, dan dari sisi lain bahwa kita juga harus mengakui bahwa keampunan Allah SWT. jauh lebih besar dari sebesar apapun dosa-dosa kita.\r• Hendaklah kita berdoa dengan penuh kesungguhan dan mengulang–ulang doa itu sampai tiga kali.","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"• Hendaklah kita memulai doa dengan menyebut nama Allah dan memuji kehebatan dan kebesaran-Nya apakah dalam bentuk Basmalah, Hamdalah, atau Zikir–Zikir lain yang sifatnya merupakan bentuk sanjungan kita kepada Allah SWT. setelah memuji Allah SWT. maka kita membaca shalawat kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. Hal ini mengandung pengertian bahwa janganlah kita dalam berdoa menuju lansung pada permohonan dan permintaan, tapi berikan dulu kata-kata sanjungan dan pujian akan kebesaran Tuhan dan kemurahan-Nya. Tidakkah kita memperhatikan pengajaran Allah SWT. pada surat al-Fatihah, bahwa dalam surat tersebut sesungguhnya Allah SWT. mengajarkan kita akan cara berdoa kepada-Nya dengan firman-Nya. “Berikan Kami Jalan Yang Lurus. Yaitu Jalan Yang Telah Engkau Berikan Bagi Mereka, Yang Tidak Adalah Mereka Itu Dimurkakan Dan Tidak Pula Dalam Kesesatan.\rDoa tersebut tertulis setelah kata-kata pujian dan sanjungan terhadap dirinya pada ayat sebelumnya dengan firman-Nya “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala Jenis Puji-Pujian Itu Hanyalah Hak Istimewa Bagi Allah Pemilik Alam Jagat Raya. Yang Pengasih Dan Penyayang. Yang Merupakan Raja Pada Hari Kiamat. Hanya Engkau Yang Kami Sembah Dan Hanya Kepada Engkau Pula Kami Mohon Pertolongan”.\r• Hendaklah kita berdoa dengan memelihara adab bathiniyah. Adab inilah yang merupakan pangkal dan modal agar doa kita diterima oleh Allah SWT”. [ Ihyaa’ ‘Uluumiddiin I/304 ]. Wallaahu A'lamu bis Showaab.\rMbah Noyo Drono","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"Yang singkat aja, mungkin diawali dengan fatehah, beristigfar, memuji Allah, bersholawat kepada sayidina Muhamad SAW, baru memohon yang diinginkan, kemudian Sholawat selesai afdholnya lagi ditutup fatehah.\r3633. ADAB BERDZIKIR\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Nuruddin\rAssalamualaikum Wr Wb. Untuk membaca Dzikir apa aja, lebih utama dengan mata terbuka apa mata tertutup ?. syukron.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, diantara adabnya dzikir adalah duduk dengan khusyu', tenang, merasa hina, menghadap qiblat dan sambil menundukkan kepala .jika tidak seperti itu juga boleh dan tidak makruh tetapi jk tanpa udzur maka dia meninggalkan yang lebih utama.dalilnya adalah firman Allah surat ali imron ayat 190-191 yang artinya :“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi \".\r\" Dulu rasululloh shollallohu alaihi wasallam bertelekan dipangkuanku sedangkan aku dalam keadaan haid kemudian beliau membaca alqur'an \"dalam satu riwayat : \" dan kepala beliau berada di pangkuanku sedangkan aku dalam keadaan haid\". HR. Bukhory dan Muslim dari Aisyah rodhiyallohu anha. Aisyah berkata : \" sesungguhnya aku membaca hizbku sedangkan aku dalam keadaan berbaring pada kasur. \"","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"Maksud dari dzikir adalah hadirnya hati, maka sebaiknya hadirnya hati ini menjadi tujuannya orang yang berdzikir dan bersungguh-sungguh untuk menghasilkannya, mentadaburi kalimat dzikir yang dibaca dan memikirkan maknanya. Lihat kitab adzkar nawawi (1/12-13) :\rفصل : ينبغي أن يكون الذاكر على أكمل الصفات ، فإن كان جالسا في موضع استقبل القبلة وجلس متذللا متخشعا بسكينة ووقار ، مطرقا رأسه ، ولو ذكر على غير هذه الأحوال جاز ولا كراهة في حقه ، لكن إن كان بغير عذر كان تاركا للأفضل.والدليل على عدم الكراهة قول الله تعالى : (إن في خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب.الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلقالسموات والأرض.) [ آل عمران : 190 - 191 ].10 - وثبت في (الصحيحين) ، عن عائشة رضي الله عنها قالت : (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتكئ في حجري وأنا حائض فيقرأ القرآن) رواه البخاري ومسلم.وفي رواية : (ورأسه في حجري وأنا حائض).وجاء عن عائشة رضي الله عنها أيضا قالت : (إني لأقرأ حزبي وأنا مضطجعة على السرير).الى ان قالالمراد من الذكر حضور القلب ، فينبغي أن يكون هو مقصود الذاكر فيحرص على تحصيله ، ويتدبر ما يذكر ، ويتعقل معناه.\rKESIMPULAN :\rkalo dengan memejamkan mata bisa menjadikan lebih khusyu' tenang dan hati bisa hadir maka menutup mata lebih baik. Wallahu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/877335675622575/\r3373. HUKUM BERDZIKIR BAGI ORANG YANG TIDAK DALAM KEADAAN SUCI\rPERTANYAAN :\r> oim El Erions","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"Assalamualaikum . Guru saya pernah menganjurkan agar selalu berdzikir dengan lafadz \"Allah\" setiap saat. Jika tidak punya wudhu', dan dalam keadaan gak suci, tapi tetap berdzikir dengan lafadz itu, apa gak termasuk \"su'ul adab\" pada Allah? Dan bagaimana hukumnya berdzikir dalam keadaan tak pnya wudhu'?\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dzikir pada umumnya boleh diucapkan di lisan atau dalam hati walaupun dalam keadaan tidak suci seperti junub, haidh dan nifas. Referensi : Al-Adzkar Imam Nawawi :","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"فصل: أجمع العلماءُ على جواز الذكر بالقلب واللسان للمُحْدِث والجُنب والحائض والنفساء، وذلك في التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير والصلاة على رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم والدعاء وغير ذلك. ولكنَّ قراءة القرآن حرامٌ على الجُنب والحائض والنفساء، سواءٌ قرأ قليلاً أو كثيراً حتى بعض آية، ويجوز لهم إجراءُ القرآن على القلب من غير لفظ، وكذلك النَّظَرُ في المصحف، وإمرارُه على القلب. قال أصحابُنا: ويجوز للجُنب والحائض أن يقولا عند المصيبة: {إنَّا للّه وإنَّا إليه راجعون}، وعند ركوب الدابة: {سبحان الذي سخَّر لنا هذا وما كُنَّا له مُقرنين} (14)، وعند الدعاء: {ربنا آتنا في الدنيا حسنةً وفي الآخرة حسنةً وقنا عذاب النار}، إذا لم يقصدا به القرآن، ولهما أن يقولا: بسم اللّه، والحمد للّه، إذا لم يقصدا القرآن، سواءٌ قصدا الذكر أو لم يكن لهما قصد، ولا يأثمان إلا إذا قصدا القرآن، ويجوزُ لهما قراءةُ ما نُسخت تلاوتُه \"كالشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما\". وأما إذا قالا لإِنسان: خذ الكتاب بقوّة، أو قالا: ادخلوها بسلام آمنين، ونحو ذلك، فإن قصدا غيرَ القرآن لم يحرم، وإذا لم يجدا الماء تيمَّمَا وجاز لهما القراءة، فإن أحدثَ بعد ذلك لم تحرم عليه القراءة كما لو اغتسل ثم أحدث. ثم لا فرق بين أن يكون تَيمُّمُه لعدم الماء في الحَضَر أو في السفر، فله أن يقرأ القرآن بعده وإن أحدث. وقال بعضُ أصحابنا: إن كان في الحضر صلَّى به وقرأ به في الصلاة، ولا يجوزُ أن يقرأ خارجَ الصلاة، والصحيحُ جوازه كما قدّمناه، لأن تيمُّمَه قام مقام الغسل. ولو تيمَّمَ الجنبُ ثم رأى ماء يلزمُه استعمالُه فإنه يحرمُ عليه القراءة وجميع ما يحرم على الجُنب حتى يغتسل. ولو تيمَّم وصلَّى وقرأ ثم أراد التيمّم لحدثٍ أو لفريضةٍ أخرى أو لغير ذلك لم تحرم عليه القراءة.\rهذا هو المذهب الصحيح المختار، وفيه وجه لبعض أصحابنا أنه يحرمُ، وهو ضعيف.","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"Wallahu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/805896732766470/\r3306. TANDA TERKABULNYA DO'A\rPERTANYAAN :\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rAssalamu 'alaikum, Allah pasti akan mengabulkan setiap doa hamba-Nya. Ciri ciri doa yang tekabul itu bagaimana ustadz?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rCiri doa terkabul adalah ketika berdo'a hati merasa takut, kulit bergetar, mata mengeluarkan air mata. Baca Kitab hilyah al hafidz abu nu'aim :\rحدثنا عبد الله بن محمد قال :ثنا أحمد بن الحسين قال :ثنا أحمد بن إبراهيم قال :ثنا بكير بن محمد قال :ثنا جعفر قال : ثنا ثابت البناني ، عن رجل من العباد قال يوما لإخوانه : إني لأعلم حين يذكرني ربي ، قال : ففزعوا من ذلك ، فقالوا : تعلم حين يذكرك ربك؟ قال : نعم ، قالوا : ومتى ؟ قال : إذا ذكرته ذكرني ، قال : وإني لأعلم حين يستجيب لي ربي ، قال : فعجبوا من قوله ، قالوا : تعلم حين يستجيب لك ربك عز وجل؟ قال : نعم ، قالوا : وكيف تعلم ذلك ؟ قال : إذا وجل قلبي ، واقشعر جلدي ، وفاضت عيناي ، وفتح لي في الدعاء ، فثم أعلم أني قد استجيب لي ، قال : فسكتوا .\rTsabit al bannani dari seorang lelaki ahli ibadah suatu hari dia bekata kepada teman-temannya :\r\" Sesungguhnya aku mengetahui ketika Tuhanku mengingatku ,\"\rTsabit berkata : \" kemudian mereka kaget dengan ucapan lelaki itu .\"\rMereka berkata : \" engkau mengetahui ketika Tuhanmu mengingatmu ?\"\r\" Iya \" jawab lelaki ahli badah.\rMereka bertanya : \" kapan itu ?\"\rLelaki menjawab : \" ketika aku mengingatnya maka Dia mengingatku \"\rLelaki tadi berkata lagi : \" dan sesungguhnya aku juga tahu ketika doaku diijabah oleh Tuhanku. \"\rTsabit berkata : \" kemudian mereka terheran heran dengan perkataan lelaki ahli ibadah tsb,","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"Mereka berkata : \" engkau mengetahui ketika doamu diijabah oleh Tuhanmu azza wajalla ?\"\r\" Iya \" jawab lelaki itu.\rMereka bertanya :\" bagaimana kau bisa tahu kalo do'amu di ijabah ?\"\rLelaki ahli ibadah menjwab :\" ketika hatiku merasa takut, kulitku bergetar, kedua mata mengeluarkan airmata dan terbuka bagiku dalam berdoa maka dari situlah aku mengetahui bahwa doaku telah diijabah.\"\rTsabit berkata : \" kemudian mereka diam.\". Wallohu a'lam.\rTanda Do'a Diijabah\rDari kitab tuffatudzakirin as syaukani :\rفصل في علامة استجابة الدعاءعلامة استجابة الدعاء الخشية والبكاء والقشعريرة وربما تحصل الرعدة والغشي والغيبة ويكون عقيبه سكون القلب وبرد الجأش وظهور النشاط باطنا والخفة ظاهرا حتى يظن الداعي أنه كان على كتفيه حملة ثقيلة فوضعها عنه وحينئذ لا يغفل عن التوجه والإقبال والصدقة والأفضال والحمد والابتهال وأن يقول الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما يمنع أحدكم إذا عرف الإجابة من نفسه فشفي من مرض أو قدم من سفر أن يقول الحمد لله الذي بعزته وجلاله تتم الصالحات مس الحديث أخرجه الحاكم في المستدرك\rhttp://islamport.com/w/akh/Web/3313/90.htm\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rفائدة : أخرج البيهقى ان الدعاء يستجاب فى اربعة مواضع : عند التقاء الصفوف و نزول الغيث و اقامة الصلاة و رؤية الكعبة\rومن علامة استجابه الدعاء الخسية و البكاء و القشعريرة وقد تحصل الرعدة و الغشاء و سكون القلب عقبه و برد الجأش و ظهور النشاط باطنا و الخفة ظاهرا حتى كأنها نزعت عنه حملة ثقيلة انتهى أ جبغية المسترشدين 65-66دار الكتب العلمية\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/791015817587895/\r0058. Mengucap dan Menjawab Salam Non Muslim\rPERTANYAAN :\rWalet Cihuy","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"Bagai mana hukum nya memberi salam atau menjawab salam nya non muslim (nasrani misalnya) dan menerima pemberian nya.!! mohon bagi2 ilmunya ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rSalam yang terjadi antara orang muslim dan non muslim berdasarkan Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini :\rMemulai salam kepada Non Muslim\r\" لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام وإذا لقيتموهم في طريق فاضطروهم إلى أضيقه \" رواه الإمام مسلم في صحيحه\r“Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apabila kamu bertemu mereka disuatu jalan, maka paksalah mereka kepada jalannya yang paling sempit.” (HR . Muslim )\rMenjawab salam kepada Non Muslim\r. وقال صلى الله عليه وسلم \" إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكم \" متفق عليه .\r“Bila ahli kitab memberi salam kepada kalian maka jawablah WA ‘ALAIKUM’’ (HR. Mutafaq ‘Alaih)\rImam al’allamah Abu Hasan al mawardi dalam kitab haawy alkabiir nya merinci maksud dari dua hadits di atas sebagai berikut :\rوَإِنْ كَانَ السَّلَامُ بَيْنَ مُسْلِمٍ وَكَافِرٍ فَضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : أَنْ يَكُونَ الْكَافِرُ مُبْتَدِئًا بِالسَّلَامِ كيفة الرد عليه فَيَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ سَلَامِهِ ، وَفِي صِفَةِ رَدِّهِ وَجْهَانِ : أَحَدُهُمَا : أَنْ يَرُدَّ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُ فَيَقُولُ : وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَلَا يَزِيدُ عَلَيْهِ \" وَرَحْمَةُ اللَّهِ و بَرَكَاتُهُ \" .","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"وَالْوَجْهُ الثَّانِي : أَنْ يَقْتَصِرَ فِي رَدِّهِ عَلَيْهِ بِقَوْلِهِ وَعَلَيْكَ : لِأَنَّهُ رُبَّمَا نَوَى سُوءًا بِسَلَامِهِ وَإِنْ كَانَ الْمُسْلِمُ مُبْتَدِئًا بِالسَّلَامِ ، فَفِي جَوَازِ ابْتِدَائِهِ بِالسَّلَامِ وَجْهَانِ : أَحَدُهُمَا : يَجُوزُ أَنْ يَبْتَدِئَ بِالسَّلَامِ : لِأَنَّهُ لَمَّا كَانَ السَّلَامُ أَدَبًا وَسُنَّةً كَانَ الْمُسْلِمُ بِفِعْلِهِ أَحَقَّ ، فَعَلَى هَذَا يَقُولُ لَهُ الْمُسْلِمُ : \" السَّلَامُ عَلَيْكَ \" عَلَى لَفْظِ الْوَاحِدِ ، وَلَا يَذْكُرُهُ عَلَى لَفْظِ الْجَمْعِ كَالْمُسْلِمِ ، لِيَقَعَ بِهِ الْفَرْقُ بَيْنَ السَّلَامِ عَلَى الْمُسْلِمِ وَالْكَافِرِ .\rوَالْوَجْهُ الثَّانِي : لَا يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ السلام على الكافر حَتَّى يُبْتَدَأَ بِهِ ، فَيُجَابُ لِمَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ - {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} - أَنَّهُ قَالَ : لَا تَبْتَدِئُوا الْيَهُودَ بالسَّلَامِ ، فَإِنْ بَدَءُوكُمْ فَقُولُوا : وَعَلَيْكُمْ.\r“Bila salam terjadi antara orang muslim dan Non Muslim maka ada dua macam :\r1. Bila Non Muslim mendahului salam hukum menjawab salamnya juga wajib hanya saja cara menjawab salamnya ada beberapa cara :\ra. Dijawab dengan WA ‘ALAIKA ASSALAAM dan jangan di tambah dengan kalimat WA ROHMATULLAAHI WA BAROKAATUH\rb. Cukup di jawab dengan kalimat WA ‘ALAIK karena bisa saja tujuan Non muslim memulai salam pada kita hanya berniat jelek (melecehkan, mengolok-olok atau bahkan mendoakan kejelekan seperti bila mereka mengucapkan ASSAAMMU ‘ALAIKUM maka jawablah ‘ALAIK atau ‘ALAIKA ASSAAM (Assaam = kematian)\r2. Bila muslim yang mendahului salam pada Non Muslium, dalam hukum di perbolehkannya ada dua pendapat :","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"a. Boleh memulai salam pada mereka karena salam adalah bentuk sopan santun dan sunnah yang semestinya orang muslim lebih berhak ketimbang orang lain, hanya saja cara memulai salamnya dengan kalimat “ASSALAAMU ‘ALAIKA” dengan lafadz mufrad (tunggal) jangan memakai lafadz jamak (‘ALAIKUM) seperti layaknya salam pada sesame muslim supaya ada pembeda antara salam dengan sesama muslim dan dengan Non muslim\rb. Tidak boleh memulai slam pada non muslim hingga mereka memulai salam terlebih dulu seperti dhahirnya hadits “Janganlah kalian memualai salam pada orang yahudi namun bila mereka memulai salam jawablah WA ‘ALAIKUM’’. [ Alhaawy alkaabiir lil mawardy XIV/319 ].\rWallaahu A’lamu bis shawaab\r0085. Menjawab Kiriman Salam\rPERTANYAAN :\rAghitsNy Robby\rAssalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh wamaghfirotuh waridhwanuh... Afwan, teh Efy Iysha ngomong ke kang Nur H...:\"kang...kirim salam ya..ke Mbah Jenggot.....\". Pertanyaan : \"apa wajib Mbah jawab salamnya teh Efy ?...\". (kalo ada dengan ibarohnya yaa...) afwan.\rZihad Hilmy\rSEKLIAN NUMPANG PENGERTOSAN, APA JAWABAN SALAM HARUS AM dengan KONTEK SIKON MKSUDNYA kalau MISAL aku DI SMS MS AJI \"ASSLMU ALAIKUM\" aku G BLS SMS tetapi aku JWBIN DI HATI GMN MAS ? MONGGO..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb. Hukum menjawab salamnya wajib bila salah satu antara Ning Efy Iysha (orang yang mengirimkan salam) dan Kang Nur Hasyim S. Anam (utusan penyampai salam) saat menyampaikan salam ke Mbah Jenggot (yang di beri salam) menggunakan sighot (kalimat) salam.","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"فرع : إذا أرسل السلام مع غيره إلى آخر ، فإن قال : سلم لي على فلان ، فقال الرسول : فلان يقول : السلام عليك أو السلام عليك من فلان وجب الرد ، وحاصل ذلك أنه لا بد في الاعتداد به لوجوب الرد من صيغة من المرسل أو الرسول ، فلو قال المرسل : سلم لي على فلان ، فقال الرسول لفلان : زيد يسلم عليك ، فلا اعتداد به ولا يجب به الرد\rBughyah alMustarsyidiin I/540\rفرع إذا أرسل السلام مع غيره إلى أحد فإن قال له سلم لي على فلان فقال الرسول لفلان فلان يقول السلام عليك أو السلام عليك من فلان وجب الرد وكذا لو قال السلام على فلان فبلغه عني فقال الرسول لفلان زيد يسلم عليك وجب الرد وحاصله أنه لا بد في الاعتداد به ووجوب الرد من صيغة من المرسل أو الرسول بخلاف ما إذا لم توجد من واحد كأن قال له المرسل سلم لي على فلان فقال الرسول لفلان زيد يسلم عليك فلا اعتداد به ولا يجب الرد كذا نقله م ر عن والده واعتمده\rHasyiyah aljamaal X/195\rKalau Mas Zihad Hilmy membaca salam yang ada di SMS saya, maka wajib segera menjawab salam saya dengan lafadz.\rالأذكار للنواوى، صـ 221\r: وهذا الرد واجب على الفور وكذا لو بلغه سلام فى ورقة من غائب وجب عليه ان يرد السلام باللفظ على الفور إذا قرأه اهـ\r\"Jawaban salam ini juga wajib secepatnya saat datang pada seseorang sebuah tulisan salam dari orang yang jauh, wajib baginya menjawab salam dengan lafadz secepatnya bila ia membacanya \". [ Al-adzkaar li annawaawy 221 ].\r0213. Menjawab Salam via penyampai salam ( Titip Salam )\rPERTANYAAN :\rAghitsNy Robby\rAssalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh wamaghfirotuh waridhwanuh...Apabila si A berpesan ke si B berikut ini : \" sampaikan salam saya ya ke si C .. jangan lupa ya ?\". Pertanyaannya : \"apakah wajib si C menjawab salamnya si A ?\"","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"JAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb. Hukum menjawab salamnya wajib bila salah satu antara si A (orang yang mengirimkan salam) dan si B (utusan penyampai salam) saat menyampaikan salam ke si C(yang di beri salam) tersebut menggunakan sighot (kalimat) salam.\rفرع : إذا أرسل السلام مع غيره إلى آخر ، فإن قال : سلم لي على فلان ، فقال الرسول : فلان يقول : السلام عليك أو السلام عليك من فلان وجب الرد ، وحاصل ذلك أنه لا بد في الاعتداد به لوجوب الرد من صيغة من المرسل أو الرسول ، فلو قال المرسل : سلم لي على فلان ، فقال الرسول لفلان : زيد يسلم عليك ، فلا اعتداد به ولا يجب به الرد\rBughyah alMustarsyidiin I/540\rفرع إذا أرسل السلام مع غيره إلى أحد فإن قال له سلم لي على فلان فقال الرسول لفلان فلان يقول السلام عليك أو السلام عليك من فلان وجب الرد وكذا لو قال السلام على فلان فبلغه عني فقال الرسول لفلان زيد يسلم عليك وجب الرد وحاصله أنه لا بد في الاعتداد به ووجوب الرد من صيغة من المرسل أو الرسول بخلاف ما إذا لم توجد من واحد كأن قال له المرسل سلم لي على فلان فقال الرسول لفلان زيد يسلم عليك فلا اعتداد به ولا يجب الرد كذا نقله م ر عن والده واعتمده\rHasyiyah aljamaal X/195\r0210. Cara menjawab salam via tulisan\rPERTANYAAN :\rEfy Iysha\rAssalamu 'alaikum... Apa hukumnya tidak menjawab salam yang disampaikan dengan tulisan seperti via sms, komentar status via fb dsb... ? syukr0n..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb. Bila ia membaca tulisan salam tersebut maka wajib segera menjawab salamnya dengan lafadz (ucapan) bukan menjawab secepatnya dengan tulisan..\r: وهذا الرد واجب على الفور وكذا لو بلغه سلام فى ورقة من غائب وجب عليه ان يرد السلام باللفظ على الفور إذا قرأه اهـ","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"\"Jawaban salam ini juga wajib secepatnya saat datang pada seseorang sebuah tulisan salam dari orang yang jauh, wajib baginya menjawab salam dengan lafadz secepatnya bila ia membacanya\". [ Al-adzkaar li annawaawy 221 ].\rGhufron Bkl\rMenjawab salam melalui tulisan bisa dengan tulisan dan bisa dengan ucapan. [ sumber i'anatuth Thoolibiin ].\r2124. HUKUM MENJAWAB SALAM TAMU TETANGGA\rPERTANYAAN :\r> Bang Toyyib Aja\rAssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Badhe tanglet poro 'aliim..! Nyuwun pencerahanipun... Wajibkah kita menjawab salam tamunya tetangga yang kita dengar ? Wajibkah mengulang-ngulang jawaban salam saat tamu itu mengulang-ngulang salamnya karena yang punya rumah lagi tidak ada? Sa'dherengipun kulo aturken matur nuwun.\rJAWABAN :\r> Nizar Arif\rWa'alaikum salam.. menjawab salam cukup sekali..\r> Abuw Luncur\rDalam Al-adzkar linnawawi :\rواتفق أصحابنا على أنه لو ردّ غيرُهم، لم يسقط الرد، بل يجب عليهم أن يردّوا، فإن اقتصروا على ردّ ذلك الأجنبيّ أثموا.\rAshab sepakat bahwasannya kalau selain mereka menjawab salam, maka tidak gugur kewjiban mnjawab salam, tapi wajib menjwb salam atas mereka. maka jika mereka mereka merasa cukup dengan jawaban orang lain maka mereka dosa.\rDari ibaroh bisa disimpulkan kewajiban menjwb salam tidak gugur dengan jawaban orang lain yang tidak disalami. Kewajiban menjawab salam tidak gugur disebabkan yang menjawab tidak punya kewajiban menjawab. Wallohu a'lam.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/486547731368040/\r3121. HUKUM MENJAWAB SALAM TAMU SAAT SUAMI TAK DI RUMAH\rPERTANYAAN\r> Fuji Yati Abadie","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Suami saya sedang di luar rumah, tiba-tiba ada tamu di luar (temen suami) ucap salam, apa yang harus saya lakukan? Saya dari dalam harus menjawab salam atau diam saja ?\rJAWABAN\r> Kudung Khantil Harsandi Muhammad\rMEMBERI DAN MENJAWAB SALAM KEPADA AJNABI ATAU AJNABIYAH DALAM MADZHAB SYAFIIYYAH\rHarom bagi seorang lelaki memberi salam kepada wanita non mahrom, jika wanita tersebut masih muda, cantik wajahnya dan khawatir tergoda dengan wanita tersebut. Jika wanita tadi diberi salam, maka ia tidak perlu membalasnya.\rBegitu pula wanita tersebut tidak boleh mendahului memberi salam pada si pria tadi. Jika wanita tersebut memberi salam, maka dimakruhkan menjawabnya. Sedangkan jika wanita tersebut sudah tua renta dan tidak khawatir tergoda dengannya, maka boleh mengucapkan salam padanya. Dan jika diberi salam, wanita tersebut wajib menjawabnya.\rHukum di atas berlaku jika memang lelaki dan wanita tersebut sama-sama sendirian. Tapi kalau mengikuti madzhab Syafii dirasa kurang etis untuk diterapkan di masyarakatnya mbak... maka bisa ikut madzhab lain yang memperbolehkan menjawab salam asal aman dari fitnah ...\r- Al Adzkar, Hal : 263","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"باب من يسلم عليه ومن ? يسلم عليه ومن يرد عليه ومن ? يرد عليه وأما المرأة مع الرجل ، فقال ا?مام أبو سعد المتولي : إن كانت زوجته أو جاريته أو محرما من محارمه ، فهي معه كالرجل مع الرجل ، فيستحب لكل واحد منهما ابتداء ا?خر بالس?م ، ويجب على ا?خر رد الس?م عليه ، وإن كانت أجنبية ، فإن كانت جميلة يخاف ا?فتتان بها ، لم يسلم الرجل عليها ، ولو سلم ، لم يجز لها رد الجواب ، ولم تسلم هي عليه ابتداء ، فإن سلمت ، لم تستحق جوابا ، فإن أجابها كره له ، وإن كانت عجوزا ? يفتتن بها ، جاز أن تسلم على الرجل ، وعلى الرجل رد الس?م عليها ، وإذا كانت النساء جمعا ، فيسلم عليهن الرجل ، أو كان الرجال جمعا كثيرا ، فسلموا على المرأة الواحدة جاز إذا لم يخف عليه و? عليهن و? عليها أو عليهم فتنة . روينا في سنن أبي داود والترمذي وابن ماجه وغيرها عن أسماءَ بنت يزيدَ رضي الله عنها قالت : \" مرَّ علينا رسولُ الله صلى الله عليه وسلم في نسوة فسلَّم علينا \" قال الترمذي : حديث حسن . وهذا الذي ذكرته لفظ رواية أبي داود\r- Roudlotut Tholibin, Juz : 10 Hal : 229-230 :\rالثامنة : س?م النساء على النساء، كس?م الرجال على الرجال، ولو سلم رجل على امرأة أو عكسه، فإن كان بينهما زوجية أو محرمية،جاز ووجب الرد، وإ? ف? يجب إ? أن تكون عجوزا خارجة عن مظنة الفتنة . قلت : وجاريته كزوجته، وقوله : جاز، ناقص، والصواب أنه سنة كس?م الرجل على الرجل، قاله أصحابنا، قال المتولي : ولو سلم على شابة، لم يجز لها الرد، ولو سلمت، كره له الرد عليها، ولو كان النساء جمعا، فسلم عليهن الرجل، جاز، للحديث الصحيح في ذلك . والله أعلم\r- I’anatut Tholibin, Juz : 4 Hal : 212 :\rوالحاصل : يحرم الرد عند اخت?ف الجنس بشروط أربعة : كون ا?نثى وحدها، وكونها مشتهاة، وكون الرجل.وحده، وانتفاء المحرمية ونحوها : كالزوجية\r> Hariz Jaya","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"- Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Juz 14 Halaman 148-149 :\r( أن رسول الله صلى الله عليه و سلم مر على غلمان فسلم عليهم ) وفى رواية مر بصبيان فسلم عليهم الغلمان هم الصبيان بكسر الصاد على المشهور وبضمها ففيه استحباب السلام على الصبيان المميزين والندب إلى التواضع وبذل السلام للناس كلهم وبيان تواضعه صلى الله عليه و سلم وكمال شفقته على العالمين واتفق العلماء على استحباب السلام على الصبيان ولو سلم على رجال وصبيان فرد السلام صبى منهم هل يسقط فرض الرد عن الرجال ففيه وجهان لأصحابنا أصحهما يسقط ومثله الخلاف فى صلاة الجنازة هل يسقط فرضها بصلاة الصبى الأصح سقوطه ونص عليه الشافعي ولو سلم الصبى على رجل لزم الرجل رد السلام هذا هو الصواب الذى أطبق عليه الجمهور وقال بعض أصحابنا لايجب وهو ضعيف أو غلط وأما النساء فان كن جميعا سلم عليهن وان كانت واحدة سلم عليها النساء وزوجها وسيدها ومحرمها سواء كانت جميلة أو غيرها وأما الأجنبى فان كانت عجوزا لاتشتهى استحب له السلام عليها واستحب لها السلام عليه ومن سلم منهما لزم الآخر رد السلام عليه وإن كانت شابة أو عجوزا تشتهى لم يسلم عليها الأجنبي ولم تسلم عليه ومن سلم منهما لم يستحق جوابا ويكره رد جوابه هذا مذهبنا ومذهب الجمهور وقال ربيعة لايسلم الرجال على النساء ولا النساء على الرجال وهذا غلط وقال الكوفيون لايسلم الرجال على النساء اذا لم يكن فيهن محرم والله أعلم\r- Asna’ Al-Muthallib Juz 4 Halaman 184 :\rفَرْعٌ وَيُسَنُّ السَّلَامُ لِلنِّسَاءِ مع بَعْضِهِنَّ وَغَيْرِهِنَّ لَا مع الرِّجَالِ الْأَجَانِبِ أَفْرَادًا وَجَمْعًا","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"فَيَحْرُمُ السَّلَامُ عليهم من الشَّابَّةِ ابْتِدَاءً وَرَدًّا خَوْفَ الْفِتْنَةِ وَيُكْرَهَانِ أَيْ ابْتِدَاءُ السَّلَامِ وَرَدُّهُ عليها نعم لَا يُكْرَهُ سَلَامُ الْجَمْعِ الْكَثِيرِ من الرِّجَالِ عليها إنْ لم يُخَفْ فِتْنَةٌ ذَكَرَهُ في الْأَذْكَارِ وَذِكْرُ حُرْمَةِ وَكَرَاهَةِ ابْتِدَائِهَا بِهِ من زِيَادَةِ الْمُصَنِّفِ\rلَا على جَمْعِ نِسْوَةٍ أو عَجُوزٍ أَيْ لَا يُكْرَهُ ابْتِدَاءُ السَّلَامِ وَرَدُّهُ عَلَيْهِنَّ لِانْتِفَاءِ خَوْفِ الْفِتْنَةِ بَلْ يُنْدَبُ الِابْتِدَاءُ بِهِ مِنْهُنَّ على غَيْرِهِنَّ وَعَكْسُهُ وَيَجِبُ الرَّدُّ لِذَلِكَ وَذِكْرُ الِابْتِدَاءِ مِنْهُنَّ ما عَدَا الْعَجُوزَ من زِيَادَتِهِ وَيُسْتَثْنَى عبد الْمَرْأَةِ بِالنِّسْبَةِ إلَيْهَا وَمِثْلُهُ كُلُّ من يُبَاحُ نَظَرُهُ إلَيْهَا كَمَمْسُوحٍ\rوَلَوْ سَلَّمَ بِالْعَجَمِيَّةِ جَازَ إذَا فَهِمَ الْمُخَاطَبُ وَإِنْ قَدَرَ على الْعَرَبِيَّةِ وَوَجَبَ الرَّدُّ لِأَنَّهُ يُسَمَّى سَلَامًا\rوَلَا يَبْدَأُ بِهِ أَيْ بِالسَّلَامِ فَاسِقًا ولا مُبْتَدِعًا على الْمُخْتَارِ إلَّا لِعُذْرٍ كَخَوْفٍ من مَفْسَدَةٍ وَالتَّرْجِيحُ وَالِاسْتِثْنَاءُ في مَسْأَلَةِ الْفَاسِقِ من زِيَادَتِهِ وَصَرَّحَ بِهِ في الْأَذْكَارِ وَغَيْرِهِ وَسَكَتَ عن حُكْمِ الرَّدِّ على الْفَاسِقِ وَالْمُبْتَدِعِ وقد قال في الْأَذْكَارِ يَنْبَغِي أَنْ لَا يُسَلِّمَ عَلَيْهِمَا وَلَا يَرُدَّ عَلَيْهِمَا السَّلَامَ كما قَالَهُ الْبُخَارِيُّ وَغَيْرُهُ\rوفي وُجُوبِ الرَّدِّ على الْمَجْنُونِ وَالسَّكْرَانِ إذَا سَلَّمَا وَجْهَانِ أَصَحُّهُمَا في الْمَجْمُوعِ الْمَنْعُ\rWallahu A'lam\rLINK DISKUSI\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/723083014381176\r0237. UCAPAN SALAM DAN NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rMazidatul Khoir","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"Di dunia maya ini ana punya teman dari luar negeri, kebetulan dia non muslim. sewaktu dia pernah mengucapkan salam sama ana. . . kalau menurut sepengetahuan ana kan haram hukumnya seorang muslim menjawab salam darinya sedangkan teman ana memaksa minta salamnya dijawab. Bolehkah hal itu tetap dilkukan ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam....... Salam yang terjadi antara orang muslim dan non muslim dijelaskan dalam Hadits Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam berikut ini :\rMEMULAI SALAM PADA NON MUSLIM\r\" لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام وإذا لقيتموهم في طريق فاضطروهم إلى أضيقه \" رواه الإمام مسلم في صحي...حه\r“Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apabila kamu bertemu mereka disuatu jalan, maka paksalah mereka kepada jalannya yang paling sempit.”. (HR . Muslim ).\rMENJAWAB SALAM PADA NON MUSLIM\r. وقال صلى الله عليه وسلم \" إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكم \" متفق عليه .\r“Bila ahli kitab memberi salam kepada kalian maka jawablah WA ‘ALAIKUM’’ (HR. Mutafaq ‘Alaih)\rImam al’allamah Abu Hasan al mawardi dalam kitab haawy alkabiir nya merinci maksud dari dua hadits di atas sebagai berikut :\rوَإِنْ كَانَ السَّلَامُ بَيْنَ مُسْلِمٍ وَكَافِرٍ فَضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : أَنْ يَكُونَ الْكَافِرُ مُبْتَدِئًا بِالسَّلَامِ كيفة الرد عليه فَيَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ سَلَامِهِ ، وَفِي صِفَةِ رَدِّهِ وَجْهَانِ : أَحَدُهُمَا : أَنْ يَرُدَّ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُ فَيَقُولُ : وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَلَا يَزِيدُ عَلَيْهِ \" وَرَحْمَةُ اللَّهِ و بَرَكَاتُهُ \" .","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"وَالْوَجْهُ الثَّانِي : أَنْ يَقْتَصِرَ فِي رَدِّهِ عَلَيْهِ بِقَوْلِهِ وَعَلَيْكَ : لِأَنَّهُ رُبَّمَا نَوَى سُوءًا بِسَلَامِهِ وَإِنْ كَانَ الْمُسْلِمُ مُبْتَدِئًا بِالسَّلَامِ ، فَفِي جَوَازِ ابْتِدَائِهِ بِالسَّلَامِ وَجْهَانِ : أَحَدُهُمَا : يَجُوزُ أَنْ يَبْتَدِئَ بِالسَّلَامِ : لِأَنَّهُ لَمَّا كَانَ السَّلَامُ أَدَبًا وَسُنَّةً كَانَ الْمُسْلِمُ بِفِعْلِهِ أَحَقَّ ، فَعَلَى هَذَا يَقُولُ لَهُ الْمُسْلِمُ : \" السَّلَامُ عَلَيْكَ \" عَلَى لَفْظِ الْوَاحِدِ ، وَلَا يَذْكُرُهُ عَلَى لَفْظِ الْجَمْعِ كَالْمُسْلِمِ ، لِيَقَعَ بِهِ الْفَرْقُ بَيْنَ السَّلَامِ عَلَى الْمُسْلِمِ وَالْكَافِرِ .\rوَالْوَجْهُ الثَّانِي : لَا يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ السلام على الكافر حَتَّى يُبْتَدَأَ بِهِ ، فَيُجَابُ لِمَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ - {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} - أَنَّهُ قَالَ : لَا تَبْتَدِئُوا الْيَهُودَ بالسَّلَامِ ، فَإِنْ بَدَءُوكُمْ فَقُولُوا : وَعَلَيْكُمْ.\r“Bila salam terjadi antara orang muslim dan Non Muslim maka ada dua macam :\r1. Bila Non Muslim mendahului salam hukum menjawab salamnya juga wajib hanya saja cara menjawab salamnya ada beberapa cara :\ra. Dijawab dengan WA ‘ALAIKA ASSALAAM dan jangan di tambah dengan kalimat WA ROHMATULLAAHI WA BAROKAATUH\rb. Cukup di jawab dengan kalimat WA ‘ALAIK karena bisa saja tujuan Non muslim memulai salam pada kita hanya berniat jelek (melecehkan, mengolok-olok atau bahkan mendoakan kejelekan seperti bila mereka mengucapkan ASSAAMMU ‘ALAIKUM maka jawablah ‘ALAIK atau ‘ALAIKA ASSAAM (Assaam = kematian)\r2. Bila muslim yang mendahului salam pada Non Muslium, dalam hukum di perbolehkannya ada dua pendapat :","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"a. Boleh memulai salam pada mereka karena salam adalah bentuk sopan santun dan sunnah yang semestinya orang muslim lebih berhak ketimbang orang lain, hanya saja cara memulai salamnya dengan kalimat “ASSALAAMU ‘ALAIKA” dengan lafadz mufrad (tunggal) jangan memakai lafadz jamak (‘ALAIKUM) seperti layaknya salam pada sesame muslim supaya ada pembeda antara salam dengan sesama muslim dan dengan Non muslim\rb. Tidak boleh memulai slam pada non muslim hingga mereka memulai salam terlebih dulu seperti dhahirnya hadits “Janganlah kalian memualai salam pada orang yahudi namun bila mereka memulai salam jawablah WA ‘ALAIKUM’’. [ Alhaawy alkaabiir lil mawardy XIV/319 ]. Wallaahu A’lamu bis shawaab\r1498. MEMBACA BISMILLAH SEBELUM SALAM\rPERTANYAAN :\rBagaimanakah hukumnya membaca basmalah sebelum mengucapkan salam ?\rJAWABAN :\rTidak sunah bahkan bid’ah bila sampai meyakini bahwa basmalah sunnah diucapkan pada saat akan mengucapkan salam. Apabila akan menimbulkan iham (sangkaan yang keliru) pada orang-orang awam bahwa hal itu disunahkan maka makruh . Referensi :\r1.…Al Bajuri juz 1 hal. 11\r2.…Tuhfatul Murid ‘ala Jauharit Tauhid hal. 3\r3.…Al Ihya’ Ulumuddin juz 2 hal. 225\r4.…Al adzkarunnawawi hal 314.\r5.…Bughyatul Mustarsyidin hal 37.\rويشترط أن لا يكون ذلك الأمر ذكرا محضا بأن لم يكن ذكرا أصلا أو كان ذكرا غير محض كالقرآن فتسن التسمية فيه بخلاف الذكر المحض كلا اله إلا الله وأن لا يجعل له الشارع مبدأ غير البسملة والحمدلة كالصلاة فإنه جعل لها مبدئ غير البسملة والحمدلة وهو التكبير اهـ\rالباجورى الجزء الاول ص : 11","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"والمراد بالأمر ما يعم القول كالقراءة والفعل كالتأليف ومعنى ذي بال أي صاحب حال بحيث يهتم به شرعا أى بأن لا يكون من سفاسف الأمور وليس محرما ولا مكروها ويشترط أيضا أن لا يكون ذكرا محضا ولا جعل الشارع له مبدأ غير البسملة والحمدلة وخرج ما جعل الشارع له مبدأ غير البسملة والحمدلة كالصلاة فلا يبدأ بالبسملة ولا بالحمدلة بل بالتكبير مثلا اهـ\rتحفة المريد على جوهر التوحيد ص : 3\rومنها أن يبدأ كل مسلم منهم بالسلام قبل الكلام ويصافحه عند السلام قال النبى من بدأ بالكلام قبل السلام فلا تجيبوه حتى يبدأ بالسلام اهـ\rإحياء علوم الدين الجزء الثانى ص : 225\rفصل أن السلام يبدأ بالسلام قبل كل كلام ( والأحاديث الصحيحة ) وعمل سلف الأمة وخلفها على وفق ذلك مشهورة فهذا هو المعتمد في دليل الفصل\rالأذكار النووى ص : 314\r( مسئلة ب ) تسن الصلاة على النبى صلى الله عليه وسلم بعد الإقامة كالأذان ولا تتعين لها صيغة وقد استنبط ابن حجر تصلية ستأتى في الجمعة قال هى أفضل الكيفيات على الإطلاق فينبغى الإتيان بها بعدهما ثم اللهم رب هذه الدعوة التامة إلخ ونقل عن النووى واعتمده ابن زياد أنه يسن الإتيان بها قبل الإقامة وعن البكرى سنها قبلهما وأما الترضى عن الصحابة فلم يرد بخصوصه هنا كبين تسليمات التراويح بل هو بدعة إن أتى به بقصد أنه سنة في هذا المحل بخصوصه لا إن أتى به بقصد كونه سنة من حيث العموم لإجماع المسلمين على سن الترضى عنهم ولعل الحكمة في الترضى عنهم وعن العلماء والصلحاء التنويه بعلو شأنهم والتنبيه بعظم مقامهم إهـ\rبغية المسترشدين ص : 37\r2802. SIGHOT REDAKSI MENJAWAB SALAM YANG BENAR\rPERTANYAAN :\r> Guod Dye\rAssalaamu'alaikum,tanya : Sighot/lafadz menjawab salam yang benar itu gimana ? apakah wa'alaikUM Salam atau wa'alaikumUSSalam. MATURNUWUN\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh, dalam kitab Al Adzkaar halaman 244, syamilah:\rوأما الجواب فأقله : وعليك السلام ، أو وعليكم السلام ، فإن حذف الواو فقال : عليكم السلام أجزأه ذلك وكان جوابا ، هذا هو المذهب الصحيح المشهور الذي نص عليه إمامنا الشافعي رحمه الله في \" الأم \" ، وقاله جمهور أصحابنا.\rAdapun menjawab salam minimal: WA 'ALAIKASSALAAM atau WA 'ALAIKUMUSSALAAM, jika wawunya dibuang, dia membaca: 'ALAIKUMUSSALAAM maka itu mencukupi, dan merupakan jawaban.\rSementara dalam kitab Haasyiyah Jamal 21/338 :\rوَهُوَ أَيْ السَّلَامُ ابْتِدَاءً وَرَدًّا بِالتَّعْرِيفِ أَفْضَلُ مِنْهُ بِالتَّنْكِيرِ فَيَكْفِي سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَعَلَيْكُمْ سَلَامٌ\rMengucapkan salam baik mengawali maupun menjawab yang lebih utama adalah dengan ta'rif daripada tankir.\rMencukupi dengan ucapan SALAAMUN 'ALAIKUM dan WA A'LAIKUM SALAAM\r> Sunde Pati\rMengucapkan salam dengan ucapan SALAMUN ALAIKUM (tankir / nakiroh ) atau dengan ucapan ASSALAMU ALAIKUM (ta'rif / ma'rifat) itu boleh2 saja begitu juga dengan menjawab salam dengan memakai WA ALAIKUM SALAM (tankir / nakiroh) sama WA ALAIKUMUS SALAM (ta'rif) itu juga boleh semua,akan tetapi yg afdlol adalah dengan memakai ta'rif\rمغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج (6/ 17)\rوَيَكْفِي سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ابْتِدَاءً، وَعَلَيْكُمْ سَلَامٌ جَوَابًا، وَلَكِنَّ التَّعْرِيفَ فِيهِمَا أَفْضَلُ\r.أسنى المطالب في شرح روض الطالب (4/ 184)","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"(وَصِيغَتُهُ رَدًّا وَعَلَيْكُمْ السَّلَامُ) قَالَ فِي الْأَصْلِ أَوْ وَعَلَيْك السَّلَامُ لِلْوَاحِدِ (وَكَذَا لَوْ تَرَكَ الْوَاوَ) فَقَالَ عَلَيْكُمْ السَّلَامُ وَإِنْ كَانَ ذِكْرُهَا أَفْضَلَ كَمَا أَشْعَرَ بِهِ كَلَامُهُ (فَإِنْ عَكَسَ) فِيهِمَا فَقَالَ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَوْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ (جَازَ) وَكَفَى (فَإِنْ قَالَ وَعَلَيْكُمْ وَسَكَتَ) عَنْ السَّلَامِ (لَمْ يَجُزْ) إذْ لَيْسَ فِيهِ تَعَرُّضٌ لِلسَّلَامِ وَقِيلَ يُجْزِئُ وَالتَّصْرِيحُ بِالتَّرْجِيحِ مِنْ زِيَادَتِهِ وَقَدْ يُقَالُ يُؤَيِّدُ الثَّانِي مَا يَأْتِي مِنْ أَنَّهُ لَوْ سَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِ ذِمِّيٌّ لَمْ يَزِدْ فِي الرَّدِّ عَلَى قَوْلِهِ وَعَلَيْك وَيُجَابُ بِأَنَّهُ لَيْسَ الْغَرَضُ ثَمَّ السَّلَامُ عَلَى الذِّمِّيِّ بَلْ الْغَرَضُ أَنْ يَرُدَّ عَلَيْهِ لِمَا ثَبَتَ فِي الْحَدِيثِ.\r(وَهُوَ) أَيْ السَّلَامُ ابْتِدَاءً وَرَدًّا (بِالتَّعْرِيفِ أَفْضَلُ) مِنْهُ بِالتَّنْكِيرِ فَيَكْفِي سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَعَلَيْكُمْ سَلَامٌ وَإِنْ كَانَا مَفْضُولَيْنِ\rWallaahu A'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/658211194201692\r4025. HUKUM SALAM PENUTUP SETELAH SELESAI PIDATO\rPERTANYAAN :\rAssalaamu alaikum. Mau tanya, sudah maklum tentang sunnahnya salam sebelum berbicara dan dikatakan laa kalaama qablas salaam. Lantas apa hukumnya salam penutup yang sering dibaca saat selesai pidato ? [ Sholluu 'alaa Muhammad ].\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalam. Salam penutup setelah selesai pidato itu adalah adab yang baik dan bagus, coba habis pidato langsung nyelonong pergi.. hadirin pasti bisa bingung. Wallohu A'lam. (ALF)\rالأذكار النووية ص 272 .","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"أن سنة السلام عليهم قد حصلت بالسلام على أوائلهم لأنهم جمع واحد فلو أعاد السلام عليهم كان أدبا. و الله أعلم.\rMUJAWWIB : Kumbang Gurun, Muhib Salaf Soleh\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/935076036515205/\rwww.fb.com/notes/936806549675487\r4270. UCAPAN SALAM DIGANTI SELAMAT PAGI DAN SIANG\rPERTANYAAN :\r> Ikhwan Sibolang\rassalamu'alaikum, kita sering kali dengar para pejabat pidato diawali dengan salam untuk semua ummat, kalau diganti selamat pagi, selamat siang atau selamat malam, biar tidak serupa dengan ummat lain dalam salam???\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikum salaam. Ucapan selamat pagi, selamat siang atau selamat malam, Salam tersebut tidak mencukupi untuk mendapat kesunnahan salam dan tidak wajib dijawab.\r- kitab nihayatuz zain (1/361)\rوَلَا يَكْفِي سَلام عَلَيْكُم بترك التَّنْوِين وأل وَكَذَا لَو قَالَ وَعَلَيْكُم السَّلَام بِالْوَاو أَو اقْترن بالصيغة مَا هُوَ من تَحِيَّة الْجَاهِلِيَّة كَأَن قَالَ السَّلَام عَلَيْكُم صبحكم بِالْخَيرِ أَو صبحكم بِالْخَيرِ السَّلَام عَلَيْكُم فَلَا يجب الرَّد فِي ذَلِك\rDan tidak cukup salaam 'alaikum tanpa tanwinnya salam dan Al, demikian pula wa alaikumussalaam dengan wawu (wa) atau menyertainya dengan ucapan penghormatan ala jahiliyyah semisal assalaamu ‘alaikum selamat pagi atau selamat pagi assalaamu ‘alaikum, maka tidak wajib menjawab dalam contoh2 tersebut. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r> Ghufron Bkl\rفتح المنعم :","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"واختلف فيمن أتى في التحية بغير لفظ السلام، كأن قال: مساء الخير مثلاًَ، هل يجب جوابه، بمثل تحيته؟ فيقول: ومساكم الله بالخير؟ أو بأحسن منها؟ فيقول: عليكم السلام ورحمة الله وبركاته؟ فيكون في ذلك تعليماً له لما كان ينبغي؟ أو يجمع بينهما؟ وهو الأفضل، فيقول: وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته، ومساكم الله بالخير؟ وقال ابن دقيق العيد: الذي يظهر أن التحية بغير لفظ السلام من باب ترك المستحب، وليس بمكروه، إلا إن قصد به العدول عن السلام، إلى ما هو أظهر في التعظيم من أجل أكابر أهل الدنيا. ولو أتى بالسلام بغير اللفظ العربي، هل يستحق الجواب؟ ثلاثة أقوال للعلماء: يجب، لا يجب، يجب الرد على من لا يحسن العربية، لعذره، ولا يجب الرد على من يحسن العربية لتقصيره، وحين الرد يكون باللغة الأجنبية، بمثل المبتدئ لمن يقدر عليها.\rhttp://www.sonnaonline.com/DisplayExplanation.aspx?ExplainId=52507%2C59821%2C104032%2C84102%2C120623&HadithID=3277\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/956947884328020/\r4535. MENGUCAPKAN SALAM KE RUMAH KOSONG\rPERTANYAAN :\r> Kanjeng Romo\rAsalamu'alaikum.... minta penjelasan dari sahabat bagaimana hukumnya uluk salam rumah kosong dan tahu betul bahwa rumah itu tidak berpenghuni. Contoh di acara tv, masih dunia lain, uji nyali, salam berkali-kali, padahal peserta uji nyali tahu betul berada di rumah kosong. Salamnya kepada siapa yang ia tuju ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, hukumnya sunnah uluk salam walaupun rumahnya kosong.\r- kitab adzkar nawawi (1/23) :","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"(بابُ ما يقولُ إذا دخلَ بيتَه)يُستحبّ أن يقول: باسم الله، وأن يكثرَ من ذكر الله تعالى، وأن يسلّمَ سواء كان في البيت آدميّ أم لا، لقول الله تعالى: (فإذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتاً فَسَلِّمُوا على أنْفُسِكُمُ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً) [النور: 61] .\rBab apa yang diucapkan ketika masuk rumahdianjurkan baca bismillah, memperbanyak dzikir kepada Allah ta'ala dan uluk salam baik di rumah ada orangnya maupun tidak, sebab Allah ta'ala berfirman : “Maka apabila kamu memasuki rumah- rumah hendaklah kamu memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61).\r- kitab adzkar (1/257-258) :\rفصل:ويستحبّ إذا دخلَ بيتَه أن يُسلِّم وإن لم يكن فيه أحد، وليقل: السَّلامُ عَلَيْنا وعلى عِبادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ.وقد قدَّمنا في أول الكتاب بيان ما يقوله إذا دخل بيته وكذا إذا دخل مسجداً أو بيتاً لغيره ليس فيه أحد، يُستحبّ أن يُسلِّم، وأن يقول: السَّلامُ عَلَيْنا وَعلى عِباد اللَّهِ الصَّالِحِين، السَّلامُ عَلَيْكُمْ أهْلَ البَيْتِ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.\r[ Fasal ] Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. dan telah kami terangkan dahulu di awwal kitab penje;asan tentang apa yang diucapkan ketika masuk rumah.Begitu pula ketika memasuki masjid dan rumah orang lain yang kosong disunnahkan mengucapkan salam “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/992125800810228/\rwww.fb.com/notes/1079379262084881\r0001. Ratib Al-Hadad\rOleh Mbah Jenggot\rRatib Al-Haddad ini diambil dari nama penyusunnya, Yakni Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Dari doa-doa dan zikir-zikir karangan dan susunan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).\rRatib ini disusun atas permintaan salah seorang murid beliau, ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut untuk mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri dari ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu.\rPertama kalinya Ratib ini dibaca di kampung ‘Amir sendiri, yakni di kota Shibam setelah mendapat izin dan ijazah daripada Al-Imam Abdullah Al-Haddad sendiri. Selepas itu Ratib dibaca di Masjid Al-Imam Al-Haddad di Al-Hawi, Tarim dalam tahun 1072 Hijriah bersamaan tahun 1661 Masehi. Pada kebiasaannya ratib ini dibaca berjamaah bersama doa dan nafalnya, setelah solat Isya’. Pada bulan Ramadhan dibaca sebelum solat Isya’. Mengikut Imam Al-Haddad di kawasan-kawasan di mana Ratib al-Haddad ini diamalkan, dengan izin Allah kawasan-kawasan tersebut selamat dipertahankan dari pengaruh sesat tersebut.","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"Ketahuilah bahawa setiap ayat, doa, dan nama Allah yang disebutkan di dalam ratib ini dipetik dari Al-Quran dan hadith Rasulullah S.A.W. Ini berdasarkan sarana Imam Al-Haddad sendiri. Beliau menyusun zikir-zikir yang pendek yang dibaca berulang kali, dan dengan itu memudahkan pembacanya.\rKeutamaan Rotib Hadad (1)\rCerita-cerita yang dikumpulkan mengenai kelebihan RatibAl-Haddad banyak tercatat dalam buku Syarah Ratib Al-Haddad, antaranya: Telah berkata Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Jufri yang bertempat tinggal di Seiwun (Hadhramaut): “Pada suatu masa kami serombongan sedang menuju ke Makkah untuk menunaikan Haji, bahtera kami terkandas tidak dapat meneruskan perjalanannya kerana tidak ada angin yang menolaknya. Maka kami berlabuh di sebuah pantai, lalu kami isikan gerbah-gerbah (tempat isi air terbuat dari kulit) kami dengan air, dan kami pun berangkat berjalan kaki siang dan malam, kerana kami bimbang akan ketinggalan Haji. Di suatu perhentian, kami cuba meminum air dalam gerbah itu dan kami dapati airnya payau dan masin, lalu kami buangkan air itu. Kami duduk tidak tahu apa yang mesti hendak dibuat. Maka saya anjurkan rombongan kami itu untuk membaca Ratib Haddad ini, mudah-mudahan Allah akan memberikan kelapangan dari perkara yang kami hadapi itu. Belum sempat kami habis membacanya, tiba-tiba kami lihat dari kejauhan sekumpulan orang yang sedang menunggang unta menuju ke tempat kami, kami bergembira sekali. Tetapi ketika mereka mendekati kami, kami dapati mereka itu perompak-perompak yang kerap merampas harta-benda orang yang lalu-lalang di situ. Namun rupanya Allah","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"Ta’ala telah melembutkan hati mereka bila mereka dapati kami terkandas di situ, lalu mereka memberi kami minum dan mengajak kami menunggang unta mereka untuk disampaikan kami ke tempat sekumpulan kaum Syarif* tanpa diganggu kami sama sekali, dan dari situ kami pun berangkat lagi menuju ke Haji, syukurlah atas bantuan Alloh SWT karena berkat membaca Ratib ini.\rCerita ini pula diberitakan oleh seorang yang mencintai keturunan Sayyid, katanya: “Sekali peristiwa saya berangkat dari negeri Ahsa’i menuju ke Hufuf. Di perjalanan itu saya terlihat kaum Badwi yang biasanya merampas hak orang yang melintasi perjalanan itu. Saya pun berhenti dan duduk, di mana tempat itu pula saya gariskan tanahnya mengelilingiku dan saya duduk di tengah-tengahnya membaca Ratib ini. Dengan kuasa Alloh mereka telah berlalu di hadapanku seperti orang yang tidak menampakku, sedang aku memandang mereka.” Begitu juga pernah berlaku semacam itu kepada seorang alim yang mulia, namanya Hasan bin Harun ketika dia keluar bersama-sama teman-temannya dari negerinya di sudut Oman menuju ke Hadhramaut. Di perjalanan mereka dibajak oleh gerombolan perompak, maka dia menyuruh orang-orang yang bersama-samanya membaca Ratib ini. Alhamdulillah, gerombolan perompak itu tidak mengapa-apakan siapapun, malah mereka berlalu dengan tidak mengganggu.","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Apa yang diberitakan oleh seorang Arif Billah Abdul Wahid bin Subait Az-Zarafi, katanya: Ada seorang penguasa yang ganas yang dikenal dengan nama Tahmas yang juga dikenal dengan nama Nadir Syah. Tahmas ini adalah seorang penguasa ajam yang telah menguasai banyak dari negeri-negeri di sekitarannya. Dia telah menyediakan tentaranya untuk memerangi negeri Aughan. Sultan Aughan yang bernama Sulaiman mengutus orang kepada Imam Habib Abdullah Haddad memberitahunya, bahwa Tahmas sedang menyiapkan tentera untuk menyerangnya. Maka Habib Abdullah Haddad mengirim Ratib ini dan menyuruh Sultan Sulaiman dan rakyatnya membacanya. Sultan Sulaiman pun mengamalkan bacaan Ratib ini dan memerintahkan tenteranya dan sekalian rakyatnya untuk membaca Ratib i ini dengan bertitah: “Kita tidak akan dapat dikuasai Tahmas kerana kita ada benteng yang kuat, iaitu Ratib Haddad ini.” Benarlah apa yang dikatakan Sultan Sulaiman itu, bahwa negerinya terlepas dari penyerangan Tahmas dan terselamat dari angkara penguasa yang ganas itu dengan sebab berkat Ratib Haddad ini.\rSaudara penulis Syarah Ratib Al-Haddad ini yang bernama Abdullah bin Ahmad juga pernah mengalami peristiwa yang sama, yaitu ketika dia berangkat dari negeri Syiher menuju ke bandar Syugrah dengan kapal, tiba-tiba angin macet tiada bertiup lagi, lalu kapal itu pun terkandas tidak bergerak lagi. Agak lama kami menunggu namun tidak berhasil juga. Maka saya mengajak rekan-rekan membaca Ratib ini , maka tidak berapa lama datang angin membawa kapal kami ke tujuannya dengan selamat dengan berkah membaca Ratib ini.","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"Suatu pengalaman lagi dari Sayyid Awadh Barakat Asy-Syathiri Ba’alawi ketika dia belayar dengan kapal, lalu kapal itu telah tersesat jalan sehingga membawanya terkandas di pinggir sebuah batu karang. Ketika itu angin juga macet tidak dapat menggerakkan kapal itu keluar dari bahayanya. Kami sekalian merasa bimbang, lalu kami membaca Ratib ini dengan niat Alloh akan menyelamatkan kami. Maka dengan kuasa Alloh SWT datanglah angin dan menarik kami keluar dari tempat itu menuju ke tempat tujuan kami. Maka kerana itu saya amalkan membaca Ratib ini. Pada suatu malam saya tertidur sebelum membacanya, lalu saya bermimpi Habib Abdullah Haddad datang mengingatkanku supaya membaca Ratib ini, dan saya pun tersadar dari tidur dan terus membaca Ratib Haddad itu.","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Di antaranya lagi apa yang diceritakan oleh Syeikh Allamah Sufi murid Ahmad Asy-Syajjar, iaitu Muhammad bin Rumi Al-Hijazi, dia berkata: “Saya bermimpi seolah-olah saya berada di hadapan Habib Abdullah Haddad, penyusun Ratib ini. Tiba-tiba datang seorang lelaki memohon sesuatu daripada Habib Abdullah Haddad, maka dia telah memberiku semacam rantai dan sayapun memberikannya kepada orang itu. Pada hari besoknya, datang kepadaku seorang lelaki dan meminta daripadaku ijazah (kebenaran guru) untuk membaca Ratib Haddad ini, sebagaimana yang diijazahkan kepadaku oleh guruku Ahmad Asy-Syajjar. Aku pun memberitahu orang itu tentang mimpiku semalam, yakni ketika saya berada di majlis Habib Abdullah Haddad, lalu ada seorang yang datang kepadanya. Kalau begitu, kataku, engkaulah orang itu.” Dari kebiasaan Syeikh Al-Hijazi ini, dia selalu membaca Ratib Haddad ketika saat ketakutan baik di siang hari mahupun malamnya, dan memang jika dapat dibaca pada kedua-dua masa itulah yang paling utama, sebagaimana yang dipesan oleh penyusun Ratib ini sendiri. Ada seorang dari kota Quds (Syam) sesudah dihayatinya sendiri tentang banyak kelebihan membaca Ratib ini, dia lalu membuat suatu ruang di sudut rumahnya yang dinamakan Tempat Baca Ratib, di mana dikumpulkan orang untuk mengamalkan bacaan Ratib ini di situ pada waktu siang dan malam.","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"Di antaranya lagi, apa yang diberitakan oleh Sayyid Ali bin Hassan, penduduk Mirbath, katanya: “Sekali peristiwa aku tertidur sebelum aku membaca Ratib, aku lalu bermimpi datang kepadaku seorang Malaikat mengatakan kepadaku: “Setiap malam kami para Malaikat berkhidmat buatmu begini dan begitu dari bermacam-macam kebaikan, tetapi pada malam ini kami tidak membuat apa-apa pun karena engkau tidak membaca Ratib. Aku terus terjaga dari tidur lalu membaca Ratib Haddad itu dengan serta-merta.\rSetengah kaum Sayyid bercerita tentang pengalamannya: “Jika aku tertidur ketika aku membaca Ratib sebelum aku menghabiskan bacaannya, aku bermimpi melihat berbagai-bagai hal yang mengherankan, tetapi jika sudah menghabiskan bacaannya, tidak bermimpi apa-apa pun.”\rDi antara yang diberitakan lagi, bahawa seorang pecinta kaum Sayyid, Muhammad bin Ibrahim bin Muhammad Mughairiban yang tinggal di negeri Shai’ar, dia bercerita: “Dari adat kebiasaan Sidi Habib Zainul Abidin bin Ali bin Sidi Abdullah Haddad yang selalu aku berkhidmat kepadanya tidak pernah sekalipun meninggalkan bacaan Ratib ini. Tiba-tiba suatu malam kami tertidur pada awal waktu Isya', kami tidak membaca Ratib dan tidak bersembahyang Isya', semua orang termasuk Sidi Habib Zainul Abidin. Kami tidak sedarkan diri melainkan di waktu pagi, di mana kami dapati sebagian rumah kami terbakar.","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"Kini tahulah kami bahwa semua itu berlaku karena tidak membaca Ratib ini. Sebab itu kemudian kami tidak pernah meninggalkan bacaannya lagi, dan apabila sudah membacanya kami merasa tenteram, tiada sesuatupun yang akan membahayakan kami, dan kami tidak bimbang lagi terhadap rumah kami, meskipun ia terbuat dari dedaunan korma, dan bila kami tidak membacanya, hati kami tidak tenteram dan selalu kebimbangan.”\rBerkata Habib Alwi bin Ahmad, penulis Syarah Ratib Al-Haddad: “Siapa yang melarang orang membaca Ratib ini dan juga wirid-wirid para salihin, niscaya dia akan ditimpa bencana yang berat daripada Allah Ta’ala, dan hal ini pernah berlaku dan bukan omong-omong kosong.” Berkata Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait Ba’alawi di dalam kitabnya Ghayatul Qasd Wal Murad: Telah berkata Saiyidina Habib Abdullah Haddad: “Siapa yang menentang atau membangkang orang yang membaca Ratib kami ini dengan secara terang-terangan atau disembunyikan pembangkangannya itu akan mendapat bencana seperti yang ditimpa ke atas orang-orang yang membelakangi zikir dan wirid atau yang lalai hati mereka dari berzikir kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatiKu, maka baginya akan ditakdirkan hidup yang sempit.” ( Thaha: 124 ) Allah berfirman lagi: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingati Tuhan Pemurah, Kami balakan baginya syaitan yang diambilnya menjadi teman.”\r( Az-Zukhruf: 36 ) Allah berfirman lagi: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Tuhannya, Kami akan menurukannya kepada siksa yang menyesakkan nafas.” ( Al-Jin: 17)","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"(1) Dipetik dari: Syarah Ratib Haddad: Analisa Dan Komentar - karangan Syed Ahmad Semait, terbitan Pustaka Nasional Pte. Ltd.\rالراتب الشهير\rللحبيب عبد الله بن علوي الحداد\rRatib Al Haddad Moga-moga Allah merahmatinya [Rahimahu Allahu Ta’ala]\rيقول القارئ: الفَاتِحَة إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلانَا مُحَمَّد صلى الله عليه وسلم - الفاتحة-\r1. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ\rاَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. آمِيْنِ\r2. اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ.\r3. آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"4. لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.\r5 لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. (X3)\r6. سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ. (X3)\r7.سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ. (X3)\r8. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. (X3)\r9.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ. ( X3)\r10. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ. (X3)\r11. بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. (X3)\r12. رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا. (X3)\r13. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ. (X3)\r14. آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا. (X3)\r15. يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا. (X3)\r16. ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ. (X7)\r17. ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْنُ إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ. (X3)","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"18. أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ. (X3)\r19. يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ\rيَا سَمِيعُ يَا بَصِيْرُ يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ. (X3)\r20. ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ. (X3)\r21. أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ.(X4)\r22. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. (X50)\r23. مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ آلِ وَأَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.\r24. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.\rقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. (3X3)\r25. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ\rقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد\r26. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ\rقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.\r27. اَلْفَاتِحَةَ","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ عَلَوِي وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَكفَّةِ سَادَاتِنَا آلِ أَبِي عَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.\r28. اَلْفَاتِحَةَ\rإِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوا فِي مَشَارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ - أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِعُلُومِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ، وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ.\r29. اَلْفَاتِحَةَ\rإِلَى رُوْحِ صاَحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بِنْ عَلَوِي الْحَدَّاد وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ بَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.\r30. اَلْفَاتِحَة\rإِلَى كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ وَالْوَالِدِيْنِ وَجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنْ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيَنْفَعُنَا بَأَسْرَارِهِمْ وبَرَكَاتِهِمْ\r31. (ويدعو القارئ):","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وأَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحْ لَنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تُعَامِلُنَا يَا مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضِيْر إِنَّكَ وَلِيٌّ كُلِّ خَيْر وَمُتَفَضَّلٌ بِكُلِّ خَيْر وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْر يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.\r32. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. (X3)\rSumber: www.fb.com/notes/alfqyr-mbah-jenggot/ratib-haddad/454686328099Akan\r0069. Al-Wirdul Lathif Beserta Terjemahnya\rالوِرْدُ الْلَطِيف\rفي أَذكَارِ الصَّباحِ وَالْمَساَءِ\rWirdul-Latif\rZikir Pagi Dan Petang\rالإمام القطب عبد الله بن علوي الحداد\rSusunan Al-Imam Al-Qutub Abdullah bin Alawi Al-Haddad\rWirdul-Latif\rWirdul-Latif adalah satu dari susunan wirid dan zikir oleh Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Selalunya ia dibaca berseorangan pada waktu pagi dan petang. Seperti karangannya yang lain, Imam Haddad menguatkan wirid ini dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadith.","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"Dengan cara tulisannya yang senang difaham, pendek dan tepat, beliau menyusun ayat-ayat Al-Quran dan Hadith untuk berzikir kebesaran dan kelebihan Allah. Dinamakan Wirdul-Latif (wirid ringan) sebab senang dibaca dan senang dirasakan di hati kita. Juga sebab ia tidak begitu panjang seperti wirid yang besarnya, iaitu Wirdul-Kabir.\rKarangan dan bacaan Wirdul-Latif di sini ialah seperti yang dianjurkan oleh pengikut-pengikut, murid-murid dan muslimin di negeri Arab, Semenanjung Asia dan Africa, dari keturunan Al-Haddad, Munsib-munsibnya di maqam Imam al Haddad di Al-Hawi, Tarim - Hadhramaut di negara Yaman.\rImam Alawi bin Ahmad bin Hassan Al-Haddad, anak kepada cucu beliau telah menyusunkan wirid ini dengan mengurangkan jumlah bacaan tasbih and tahmeed. Perulangan tasbih dan tahmeed dikurangkan kepada tiga dan ditambah satu ayat untuk gantinya. Baginda mengikut arahan Allah seperti di Surah 2 Al-Baqarah Ayat 286: “Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya.”","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"Diriwayatkan daripada Anas r.a. katanya: Rasulullah s.a.w telah masuk ke masjid dan baginda mendapati ada seutas tali yang direntangkan di antara dua tiang, lalu baginda bertanya: “Tali apakah ini?” Para Sahabat menjawab, “Tali itu digunakan oleh Zainab untuk sembahyang, apabila dia merasa malas atau keletihan dia akan berpegang pada tali tersebut.” Rasulullah s.a.w bersabda lagi, “Lepaskan ikatan tali tersebut, seseorang dari kamu hendaklah bersembahyang dengan keupayaan yang ada pada dirinya, apabila dia malas atau letih maka hendaklah dia berhenti.” Zainab adalah seorang yang kukuh imannya. Kemudian Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Zainab r.a. jikalau ia mahu belajar satu zikir yang berpahala serupa dengan membaca bilangan zikir-zikir ini. Dan Baginda pun berkata, “tambahkan kalimah ‘seberapa banyak ciptaan Nya’ kepada setiap tasbih, taslim and tahmeed”.\rSudah tentulah lebih baik kalau kita ada masa dan tenaga untuk membaca wirid ini dengan sepenuhnya. Insya Allah Allah akan memberi kita taufiq dan hidayat dan merahmati Al-Habib kita serta memimpin kita ke jalan yang benar.\rالوِرْدُ اْللَطِيف\r1. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ\rقُلْ هُوَ اْللهُ أَحَدٌ، اَللهُ اْلصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. (ثلاثا)\r1. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya. Surah Al-Ikhlas (3X)","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!”\rDari Al-Muwatta', diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah syurga bagi si pembaca itu).\r2. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.\rقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. (ثلاثا)\r2. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”. Surah Al-Falaq (3X)","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku..\r3. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.\rقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. (ثلاثا)\r3. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”. Surah An-Nas (3X)\rDari Tirmidhi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad s.a.w selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.\r4. رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ. (ثلاثا)\r4. Ya Tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung pula dengan-Mu ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku. (3X)\rSurah 23: Al-Mu’minun Ayat 97-98","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"5. أَ فَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاَ وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ تُرْجَعُوْنَ.\r5. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?\rSurah 23: Al-Mu’minun Ayat 115\r6. فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ.\r6. Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya - Tidak ada Tuhan Selain Dia - Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang Agong.\rSurah 23: Al-Mu’minun Ayat 116\r7. وَ مَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهاً آخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ، فَإِنَّمَا حِسَابُهُ، عِنْدَ رَبِّهِ، إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُوْنَ.\r7. Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak beruntung.\rSurah 23: Al-Mu’minun Ayat 117\r8. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.\r8. Dan katakanlah: Ya Tuhanku berilah ampunan dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik!\rSurah 23: Al-Mu’minun Ayat 118\r9. فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ.\r9. Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh.\rSurah 30: Ar-Rum Ayat 17\r10. وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ.\r10. Dan bagiNyalah segala puji di langit dan bumi, dan di waktu petang dan di waktu kamu berada di waktu dhuhur.\rSurah 30: Ar-Rum Ayat 18","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"11. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ.\r11. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya: dan seperti itulah kamu dikeluarkan dari kubur.\rSurah 30: Ar-Rum Ayat 19\r12. أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم.ِ (ثلاثا)\r12. Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari bisikan syaitan yang terkutuk. (3X)\rDari Abu Daud diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; “Apabila Rasulullah s.a.w. sembahyang tahajjud, selepas beliau bertakbir, baginda membaca: “Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar dan Lailaha illallah, tiga kali kemudian beliau mengucap: “Aku berlindung dengan Allah, Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari bisikan syaitan yang terkutuk, dari bisikannya, godaannya dan ludahnya.\r13. لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ، وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ.\r13. Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-pecah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.\rSurah 59: Al-Hashr Ayat 21\r14. هُوَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهاَدَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"14. Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.\rSurah 59: Al-Hashr Ayat 22\r15. هُوَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ، سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ.\r15. Dialah Allah Yang Tiada Tuhan Selain Dia; Raja Yang Maha Suci; Yang Maha Sejahtera; Yang Mengurniakan keamanan; Yang Maha Memelihara; Yang Maha Perkasa; Yang Maha Kuasa; Yang Memeliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.\rSurah 59: Al-Hashr Ayat 23\r16. هُوَ اللهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ، لَهُ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى، يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيمُ.\r16. Dialah Allah Yang Menciptakan; Yang Mengadakan; Yang Membentuk Rupa; Yang Mempunyai\rsifat-sifat yang baik; Bertasbihlah kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana. Surah 59: Al-Hashr Ayat 24\r17. سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ.\r17. Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam. Surah 37:Al-Saffat Ayat 79\r18. إِنَّا كَذَلِكَ نُجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ.\r18. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Surah 37:Al-Saffat Ayat 80\r19. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ.\r19. Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Surah 37:Al-Saffat Ayat 81\r20. أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. (ثلاثا)","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"20. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya. (3X)\rDari Abu Dawud dan Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”\r21. بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ أسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. (ثلاثا)\r21. Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tak satu pun, yang di bumi mahupun di langit dapat memberi bencana dan Ia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (3X)\rDari Ibn Hibban; Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang, tiada kesakitan apa jua akan di alaminya.”\r22. الَّلهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (ثلاثا)\r22. Ya Allah, sesungguhnya aku telah mendapatkan kurnia, kesehatan serta perlindungan daripada-Mu di pagi hari ini, maka sempurnakan kurnia kesihatan serta perlindungan-Mu padaku di dunia dan akhirat. (3X)\r23. اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ. (أربعا)\r23. Ya Allah, di pagi hari ini aku mengambil-Mu sebagai saksi, begitu pun para pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahawa Engkaulah Tuhan, tiada Tuhan selain Engkau, Tunggal tiada sekutu, dan bahawa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (4X) (Sila rujuk ke-31)","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"24. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. (ثلاثا)\r24. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, pujian yang memadai nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi penambahanNya. (3X)\r25. آمَنْتُ بِاللهِ العَظِيْمِ، وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ، وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى، لاَ اَنْفِصَامَ لَهاَ، وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيمٌ. (ثلاثا)\r25. Aku beriman kepada Allah Yang Maha Agung dan ingkar terhadap sembahan selain Allah, kejahatan dan thoghut (segala yang disekutukan dengan Allah), dan aku berpegang dengan tali yang kukuh yang tidak akan terputus. Dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (3X) Surah Al-Baqarah Ayat 256;\rDari Bukhari, diriwayatkan oleh Abdullah ibn Salam, yang menceritakan satu peristiwanya kepada Rasulullah s.a.w. lalu baginda berkata, “Syurga itu Islam, dan berpeganglah Pegangan Yang Teguh (urwat al-wuthqa) supaya kamu sentiasa menjadi seorang Muslim sampai kamu mati.”\r26. رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَ بِالإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُولاً. (ثلاثا)\r26. Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad s.a.w. sebagai Nabi dan rasul. (3X)\rDari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Sesiapa berdoa setiap pagi dan petang dengan doa ini akan masuk ke syurga.” Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam.\r27. حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ. (سبعاً)","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"27. Cukuplah Allah sebagai pelindungku; tiada Tuhan melainkan Dia, kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Penguasa Arasy yang agung. (7X) Surah 9 al-Tawbah Ayat 129. Dari Tirmidhi, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Rasulullah s.a.w. bersabda, “Bagaimana saya hendak rehat sedangkan tiupan telah sedia di mulutnya, membuka telinganya dan tunduk kepalanya, menunggu arahan untuk meniup? Ditanya lagi, apa pula arahan baginda, “Cukuplah Allah sebagai pelindungku dan Dia lah sebaik-baik penjaga.”\r28. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. (عَشرًا)\r28. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam-Mu ke atas penghulu kami Muhammad serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. (10X)\rDari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr bin Al ’As: Rasullulah s.a.w. bersabda: “Sesiapa meminta Allah berselawat kepadaku, Allah akan membalas keatasnya dengan sepuluh kali selawat.”\rSurah 33; Al-Ahzab, Ayat 56: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya..”\r29. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ.\r29. Ya Allah aku bermohon kepada-Mu untuk kebaikan yang tidak disangka; dan aku berlindung dengan-Mu daripada bencana yang mengejut. (Sila rujuk Hadith Per. 31)\r30. اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَ أَناَ عَبْدُكَ، وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ.","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"30. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau; Engkau ciptakan daku dan aku ini adalah hamba-Mu dan aku akan menuruti titah dan amanat-Mu sekuat tenagaku.\rDari Bukhari, diriwayatkan oleh Shaddad ibn Aws; Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sebaik-baiknya cara memohon ampunan dari Allah ialah: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau; Engkau ciptakan daku dan aku ini adalah hamba-Mu dan aku akan menuruti titah dan amanat-Mu sekuat tenagaku tanpa soal. Aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal buruk yang Engkau ciptakan, dan aku mengakui nikmat kurnia-Mu kepadaku, serta mengakui dosaku, maka ampunilah daku, kerana tak ada yang mampu mengampuni dosa itu selainkan Engkau.” Rasulullah s.a.w bersambung lagi... (Sila rujuk Hadith Per. 31 dibawah)\r31. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِرْ لِيْ، فَاِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.\r31. Aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal buruk yang Engkau ciptakan, dan aku mengakui nikmat kurnia-Mu kepadaku, serta mengakui dosaku, maka ampunilah daku, kerana tak ada yang mampu mengampuni dosa itu selainkan Engkau.","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"Dari Abu Dawud, diriwayatkan oleh Buraydah ibn Hasib; Rasullulah s.a.w. bersabda: Kalau sesipa katakan di waktu pagi dan petang,: “ Ya Allah! Engkaulah Tuhanku; tiada tuhan selain-Mu, Engkau Penciptaku, aku hamba-Mu, dan aku berpegang dengan tali yang kokoh yang tidak akan putus; Aku berlindung dari perkara buruk yang aku telah lakukan; aku mengakui nikmat-Mu serta dosaku; ampunilah aku sebab tiada yang mampu mengampuni selainkan Engkau.”, dan jika dia mati pada hari atau malam itu, dia akan masuk syurga.\r32. اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ اِلَهَ إلاَّ أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.\r32. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku tiada tuhan selain Engkau, hanya kepada Engkau aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhan yang mempunyai Keagungan.\rDari Bukhari, diriwayatkan oleh Abdullah ibn Abbas; Rasullulah s.a.w. apabila dimasa kesusahan berdoa dengan membaca: “Tiada yang berhak disembah melainkan Allah, Maha Sejahtera, Maha Kuasa. Tiada yang berhak disembah selain Allah, Tuhan senanjung syurga dan dunia, Raja Yang Agung.”\r33. مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.\r33. Apa yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi, Tiada daya dan tiada kekuatan tanpa pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (Rujuk Keterangan di Per: 54)\r34. اَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَاَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا.","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"34. Aku mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya Allah tetap meliputi ilmu-Nya atas tiap-tiap sesuatu.\rSurah 65: Al Talaq Ayat 12\r35. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَا صِيَتِهاَ، إِنَّ رَبِيِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. *\r35. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan diriku sendiri, dan dari kejahatan segala yang melata yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku selalu berada di atas jalan yang lurus.\r36. يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ، وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ.\r36. Ya Allah, Yang Hidup, Tuhan Yang Berdiri Sendiri, aku memohon pertolongan dengan kasih sayang-Mu, dan aku memohon perlindungan daripada siksa-Mu.\r37. أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَي نَفْسِيْ وَلاَ إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ.\r37. Berilah kepadaku kebaikan dalam semua permasaalahanku, janganlah Engkau menyerahkan daku kepada diriku sendiri, dan jangan juga kepada salah seorang pun daripada makhluk-Mu walau sekelip mata sekalipun.\r38. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.\r38. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu daripada keluh kesah dan kesedihan, dan aku berlindung dengan-Mu daripada kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung dengan-Mu daripada bebanan hutang dan daripada paksaan manusia.","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"Dari Bukhari, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik; apabila Rasulullah s.a.w., berhenti untuk berehat; saya dengar baginda berdoa: “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu daripada keluh kesah dan kesedihan, dan aku berlindung dengan-Mu daripada kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung dengan-Mu daripada bebanan hutang dan daripada paksaan manusia\"\r39. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ، فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ.\r39. Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat.\r40. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَالْمَعَافاَةَ الدَّائِمَةَ، فِي دِيْنِيْ وَدُنْياَيَ وَأَهْلِيْ وَماَلِيْ.\r40. Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.\rDari Abu Dawud, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Umar; Rasulullah s.a.w. selalu mengucapkan doa ini di waktu pagi dan petang: “Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah segala ke’aibanku, dan amankanlah ketakutanku. Ya Allah, peliharalah daku dari malapetaka yang datang dari depanku dan dari belakangku, dan dari kananku dan dari kiriku, dan dari atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu agar jangan ditipu dari bawahku (tanpa disedari).)\r41. اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ.\r41. Ya Allah, tutupilah segala ke’aibanku, dan amankanlah ketakutanku. (Sila rujuk Hadith Per: 40)","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"42. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِماَلِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتاَلَ مِنْ تَحْتِيْ. *\r42. Ya Allah, peliharalah daku dari malapetaka yang datang dari depan dan belakangku, dan dari kanan dan kiriku, dan dari atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu agar jangan ditipu dari bawahku (tanpa disedari). (Sila rujuk Hadith Per: 40)\r43. اَللَّهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنْتَ تَهْدِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَأَنْتَ تَسْقِيْنِيْ، وَأَنْتَ تُمِيْتُنِي، وَأَنْتَ تُحْيِيْنِيْ.\r43. Ya Allah, Engkaulah yang menciptakan daku, memberikan petunjuk kepadaku, memberi makanan padaku, memberikan minuman kepadaku, mematikan daku, dan membangkitkan daku semula.\rDari Muslim, diriwayatkan oleh Miqdad, Rasulullah s.a.w bersabda, “Allah, memberiku makanan, memberiku minuman,” setelah baginda dapati susunya telah di minum oleh seorang.\r44. أَصْبَحْناَ عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْراَهِيْمَ حَنِيْفاً مُسْلِماً، وَماَ كاَنَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. *\r44. Kami berada pada pagi ini dengan fitrah beragama Islam, di atas kalimah ikhlas, dengan agama Nabi kami Muhammad s.a.w dan agama bapa kami Ibrahim a.s. yang lurus dan berserah diri (kepada Allah), dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"“Hari ini Kami telah lengkapkan agamamu, dan penuhkan nikmat-Ku kepadamu, dan meredhai untukmu Islam sebagai agamamu. Surah 5: al-Ma’idah Ayat 3\r45. اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ، أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ.\r45. Ya Allah! sesungguhnya kami berada di waktu pagi bersama Engkau, demikian pula di waktu petang, dan di kala hidup dan di kala mati, dan hanya kepada-Mu lah tempat kebangkitan, kami berada di waktu pagi sedang kekuasaan tetap berada bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.\rDari AbuDawud, diriwayatkan oleh Abu Malik; Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila bangun pagi, bacalah: “Ya Allah, sesungguhnya kami berada di waktu pagi bersama Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan hari ini keterbukaannya, kemudahannya, cahayanya, keberkatanmya dan petunjuknya; dan perlindungan dari keaiban yang datang dengan nya dan sesudahnya.” Pada petang hari serupa juga.\r46. اَللَّهُّمَ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيُوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُداَهُ\r46. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, pembukaannya, kemudahannya, cahayanya, berkatnya dan petunjuknya.\r47. اَللَّهُمَّ إِنَّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذاَ الْيُوْمِ، وَخَيْرَ ماَ فِيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذاَ الْيُوْمِ وَشَرِّ مَا فِيْهِ.\r47. Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu daripada keburukan hari ini dan keburukan apa yang terdapat didalamnya.","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"48. اَللَّهُمَّ ماَ أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذَلِكَ.\r48. Ya Allah, nikmat yang aku terima di pagi ini, atau yang di terima oleh salah seorang dari hamba-Mu, maka sumbernya hanyalah Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu lah pujian dan kepada-Mu kami bersyukur atas semuanya itu.\rDari Abu Dawud, diriwayatkan oleh Abu Malik; “Seorang bertanya Rasulullah s.a.w.: ‘Berilah kami suatu ayat yang boleh kami ulangi tiap pagi, petang dan apabila kami bangun dari tidur.’ Baginda suruh kami berdoa: \"Ya Allah! Yang Mencipta Syurga dan dunia, Yang Mengetahui semua yang zahir dan batin, Engkaulah Tuhan sekian makhluk; para malaikat saksikan bahwa tiada tuhan selain-Mu, kami berlindung dengan-Mu dari keburukan diri kami dan dari bisikan syaitan yang menyekutukan Mu.”\r49. سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِداَدَ كَلِمَاتِهِ. (ثلاثا)\r49. Maha Suci Allah dan puji-pujian untukNya, sebanyak bilangan makhlukNya, sebanyak bilangan keridhaanNya, sebanyak timbangan ‘ArsyNya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimatNya. (3X)","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"Diriwayatkan daripada Juwairiyah Ummil Mukminin r.a., bawahasanya Nabi s.a.w keluar dari rumahnya pada suatu pagi setelah habis sembahyang subuh sedang Juwairiyah masih di tempat sembahyangnya (berzikir), apabila beliau kembali ke rumah setelah menunaikan shalat Dhuha, beliau dapati Juwairiyah masih di tempat sembahyangnya lagi, lalu beliau bertanya: Apakah engkau masih lagi berkeadaan seperti aku tinggalkanmu tadi? Maka berkata Nabi s.a.w.: Bila aku meninggalkanmu tadi aku telah mengucapkan empat kalimah sebanyak 3 kali, jika ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan sejak awal hari tadi niscaya ia lebih daripada apa yang engkau ucapkan, iaitu wirid yang disambung dengan”sebanyak bilangan ......”.\r50. سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِداَدَ كَلِمَاتِهِ. (ثلاثا)\r50. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan puji-pujian untukNya, sebanyak bilangan makhlukNya, sebanyak bilangan keridhaan-Nya, sebanyak timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak bilangan kalimat-Nya. (3X)\r51. سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ. (ثلاثا)\r51. Maha suci Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya di langit, Maha suci Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya di bumi, Maha suci Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya di antara keduanya dan Maha suci Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya. (3X)","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"Diriwayatkan daripada Sa’ad bin Abu Waqqash r.a. bahawasanya dia bersama Rasulullah s.a.w. mendatangi seorang perempuan sedang pada kedua tangan perempuan itu ada biji (kurma) atau kerikil dihitungnya dalam tasbihnya, maka bersabda Rasulullah s.a.w.: Mahukah engkau aku memberitahumu sesuatu yang lebih mudah atau lebih utama buatmu? Lalu beliau menyambung dengan membaca wirid yang disambung seperti diatas ini.\r52. اَلْحَمْدُ للهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، اَلْحَمْدُ للهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، اَلْحَمْدُ للهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، اَلْحَمْدُ للهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ. (ثلاثا)\r52. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya di langit, segala puji bagi Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya di bumi, segala puji bagi Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya di antara keduanya dan segala puji bagi Allah sebanyak bilangan ciptaan-Nya. (3X)\r53. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ. (ثلاثا)\r53. Tiada tuhan melainkan Allah, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di langit, tiada tuhan melainkan Allah, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di bumi, tiada tuhan melainkan Allah, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di antara keduanya, dan tiada tuhan melainkan Allah, sebanyak bilangan ciptaan-Nya. (3X)\r54. اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ. (ثلاثا)","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"54. Allah Maha Besar, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di langit, Allah Maha Besar, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di bumi, Allah Maha Besar, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di antara keduanya, dan Allah Maha Besar, sebanyak bilangan ciptaan-Nya. (3X)\rDari Al-Muwatta, diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang membaca: “Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya, kepunyaan-Nya lah kerajaan, dan hanya bagi-Nya segala puji dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu” dalam sehari sebanyak seratus kali, nescaya dia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuat untuknya benteng sebagai pelindung dari syaitan pada hari tersebut hingga ke petang. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik daripadanya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak daripadanya. Manakala mereka yang berkata: “Maha suci Allah dan segala puji hanya bagi Allah”, dalam sehari sebanyak seratus kali nescaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyak seperti buih di lautan .\r(i) Al-Habib Abibakar Sakaran didalam Hizbnya telah mengatakan bahawa pengucapan, “Ya Allah, limpahkanlah kurnia dan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad dan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya sekalian” ialah sebagai pintu menuju kepada Allah; dan kunci ke pintu itu ialah ucapan, “Tiada tuhan melainkan Allah”; dan pertahanannya ialah ucapan, “Tiada kekuatan atau kuasa melainkan dengan izin Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung”","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"55. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ\rلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ\rلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ\rلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ. (ثلاثا)\r55. Tiada kekuatan atau kuasa melainkan dengan izin Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di langit, tiada kekuatan atau kuasa melainkan dengan izin Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di bumi, tiada kekuatan atau kuasa melainkan dengan izin Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, sebanyak bilangan ciptaan-Nya di antara keduanya, dan tiada kekuatan atau kuasa melainkan dengan izin Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, sebanyak bilangan ciptaan-Nya. (3X)\r56. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الأُمِّي وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ،\rاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الأُمِّي وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ،\rاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الأُمِّي وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ،\rاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الأُمِّي وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ.","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"56. Ya Allah, limpahkanlah kurnia dan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad yang Ummiy (buta huruf) dan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya sebanyak bilangan ciptaan-Nya di langit, Ya Allah, limpahkanlah kurnia dan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad yang Ummiy dan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya sebanyak bilangan ciptaan-Nya di bumi, Ya Allah, limpahkanlah kurnia dan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad yang Ummiy dan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya sebanyak bilangan ciptaan-Nya di antara keduanya, Ya Allah, limpahkanlah kurnia dan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad yang Ummiy dan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya sebanyak bilangan ciptaan-Nya.\r57. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ. (ثلاثا)\r57. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya lah kerajaan, dan hanya bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, sebanyak bilangan zarah yang dicipta-Nya seribu kali. (3X)\r58. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَدَدَ ماَ هُوَ خَالِقٌ.\r58. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya lah Kerajaan, dan hanya bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya.\rوَ فِي بَعْض النسخ زيادة واختلاف في هذه التسبيحات الأخيرة، فمن شاء فليعمل بها. فكلها واردة. اهـ.","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"وقد اختارها حفيد الْمؤلف الإمام علوي بن أَحْمد بن حسن الْحداد لأن الثابت في الأصل من هذه التسبيحات هو:\rسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ (مائة مرة)، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (مائة مرة)\rسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ، وَ اللهُ أَكْبَرُ. (مائة مرة)\r(وَيَزِيدُ صَبَاحًا) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. (مائة مرة)\rفمن عمل بِها فهو الأكمل. اهـ\rCatatan :\rJika dibaca pada waktu petang gantikanlah perkataan-perkataan yang di garis bawah itu seperti berikut:\rوَيَقُولُ فِي الْمَسَاء بَدَل \" أَصْبَحْتُ \" - \" أَمْسَيْتُ \"\rDi ayat 22, 23, 44 dan 45: “Pagi” digantikan dengan “Petang”.\rوَبَدَل \" اَلْنُشُوْرِ \" - \" اَلْمَصِيْرِ \"\rDi ayat 45 “kebangkitan” digantikan dengan “kembali”.\rوَبَدَل \" الْيَوْمِ \" - \" اللَّيْلِ \"\rDan di dalam ayat 46 dan 47: “hari” digantikan dengan “malam”.\rإنتهى الورد اللطيف\rWallahu a'lam bisowab. Semoga bermanfaat\r[ Sayeed Achmad ]\r0121. Etika Bersholawat dan Shalawat diringi Alat Musik\rPERTANYAAN :\rTommy Sumardi\rAssalamu'alaikum wr wb. Bismillahirrohmaanirrokhiim\rإن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين امنوا صلو عليه وسلموا تسليما\ryang trhormat Asatidz PISS,\r1. mohon dijelaskan tafsir ayat di atas yang sangat sering didengar.\r2. apa yang dimaksud dengan sholawat,apakah lagu2 religi (lagu Opick,Bimbo dll), Qosidah moderen juga trmasuk sholawat.. slnjtnx bagaimana cara kita bersholawat kepada Rasululloh saw, di luar sholat sesuai dengan perintah Al_Qur'an.. mohon pencerahannya.. terimakasih\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Waalaikumsalam wr wb\r{ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56) }\rقال البخاري: قال أبو العالية: صلاة الله: ثناؤه عليه عند الملائكة، وصلاة الملائكة: الدعاء. وقال ابن عباس: يصلون: يبرِّكون. هكذا علقه البخاري عنهما (1) .\rوقد رواه أبو جعفر الرازي، عن الربيع بن أنس، عن أبي العالية كذلك. وروي مثله عن الربيع أيضا. وروى علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس كما قاله سواء، رواهما ابن أبي حاتم.\rوقال أبو عيسى الترمذي: وروي عن سفيان الثوري وغير واحد من أهل العلم قالوا: صلاة الرب: الرحمة، وصلاة الملائكة: الاستغفار.\rثم قال ابن أبي حاتم: حدثنا عمرو الأوْديّ، حدثنا وَكِيع، عن الأعمش، عن عمرو بن مرة، قال الأعمش عن عطاء (2) بن أبي رباح { إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ } قال: صلاته تبارك وتعالى: سُبّوح قدوس، سبقت رحمتي غضبي. والمقصود من هذه الآية: أن الله سبحانه أخبر عباده بمنزلة عبده ونبيه عنده في الملأ الأعلى، بأنه يثني عليه عند الملائكة المقربين، وأن الملائكة تصلي عليه. ثم أمر تعالى أهل العالم السفلي بالصلاة والتسليم عليه، ليجتمع الثناء عليه من أهل العالمين العلوي والسفلي جميعا.\r“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. 33:56).\rImam Bukhori berkata : berkata Abu ‘Aliyah : Sholawat Allah pada Nabi artinya Allah memujinya dikalangan para malaikat, sedang sholawat malaikat pada Nabi artinya ‘doa’.","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"Ibnu ‘Abbas ra. Berkata “Allah dan para malaikat bersholawat artinya Allah dan para malaikat memberi berkah, dua arti ini yang dicatat oleh Imam Bukhori dari keduanya. (Shohih Bukhori VIII/532).\rAbu Ja’far Arrozi meriwayatkan dari Rabii’ dari anas dari ‘aliyah juga seperti riwayat Imam Bukhori begitu juga riwayat dari robii’.\rAli Bin abi Tholhah meriwayatkan dari Ibnu Abas juga demikian (riwayat Abi hatim)\rAbu Isa Attirmiidzi berkata : Diriwayatkan dari Sufyan attsauri dan tidak hanya seorang dari ahli ilmu menyatakan : Sholawat Allah pada Nabi artinya : kasih saying sedang sholawat malaikat artinya memohonkan ampunan, kemudian Ibnu Abi hatim berkata : bercerita padaku Amr Al-audzy dari Waki’ dari A’masy dari Amr bin marroh, berkata A’masy dari Abi Riyaah\rإِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ artinya سُبّوح قدوس\r“RahmatKu mendahului murkaKu”.\rMAKSUD dan TUJUAN AYAT INI :\rAllah ta’aala membertitakan kedudukan hambaNya, NabiNya (Muhammad) pada hamba-hambanya akan kedudukannya digolongan tertinggi bahwa Allah memujinya dikalangan para malaikat, dan para malaikat juga memujinya, kemudian allah memerintahkan pada seluruh penduduk alam bawah (bumi) untuk bersholawat salam pada nabi agar sholawat salam padanya tergabung dari langit dan bumi”. [ Tafsir Ibnu Katsir VI/457 ].","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"الصلاة على النبي صلّى الله عليه وسلم في غير الصلاة: أما الصلاة على النبي في غير الصلاة فهي مندوبة، لا واجبة، فقد حكى الطبري الإجماع على أن محمل الآية على الندب. وقال الحنفية (4) : هي فرض مرة واحدة في العمر، والمذهب أنه تستحب على التكرار كلما ذكر النبي صلّى الله عليه وسلم ، ولو اتحد المجلس في الأصح وعليه الفتوى.\r__________\r(4) الدر المختار:480/1، تبيين الحقائق وحاشية الشلبي:108/1.\rSemua Ulama sepakat bahwa hukum membaca sholawat pada nabi dalam sholat wajib dan di luar sholat dengan mengacu ayat quran di atas hukumnya sunah, menurut kalangan hanafiyah hokum membaca sholawat diluar sholat wajib seumur sekali. Menurut Pendapat yang bisa dijadikan madzhab disunahkan mengulang-ulang bacaan sholawat saat mengingat nabi meskipun masih dalam satu majlis…. [ Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu II/93 ]. ??• SHOLLUU 'ALAN NABI MUHAMMAD •??\rUntuk masalah tembang dan nyanyian setahu ana seperti ini :\rBERSYAIR\rLirik lagu dalam hukum islam sebenarnya diperbolehkan seperti tersurat dalam hadits abdullah bin umar :\r\" الشعر بمنزلة الكلام ، حسنه كحسن الكلام ، وقبيحه كقبيح الكلام \" .\r\"Syair lagu laksana sebuah kalam, syair yang baik sama dengan kalam yang baik syair yang jelek sama dengan kalam yang jelek\"\rDalam hadits ini jelas bahwa syair lagu boleh asal memang mengandung hal yang baik seperti wejangan, motivasi, atau hal-hal positif lainnya tapi bila mengandung kata-kata jorok, kotor, kebohongan dll hukumnya sama dengan ucapan yakni haram, dan begitu pula lirik lagu bisa menjadi makruh bila berpotensi melalaikan dzikir pada Allah atau berlebihan.\rBERNYANYI","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Legalitas hukum bernyanyi menjadi perbedaan pendapat dikalangan Ulama diantaranya :\r1. MUBAH\rDidukung oleh Al-Ghozaly (dr Syafiiyyah), Abu Bakar Al-Kholal (dr Hanabilah), Abdullah Bin Ja'far danAbdullah Bin Zubair (dr kalangan sahabt) dengan bertendensi pada sebuah hadits nabi yang diriwayatka Aisyah Ra.\rدَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي جَارِيَتَانِ تُغَنِّيَانِ بِغِنَاءِ بُعَاثَ، فَاضْطَجَعَ عَلَى الْفِرَاشِ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ. وَدَخَلَ أَبُوْ بَكْرٍ فَانْتَهَرَنِي وَقَالَ: مِزْمَارَةُ الشَّيْطَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: دَعْهُماَ. فَلَمَّا غَفَلَ غَمَزْتُهُمَا فَخَرَجَتَا\r“Rasulullah SAW masuk ke rumahku sementara di sisiku ada dua budak perempuan yang sedang berdendang dengan dendangan (perang) Bu’ats2. Beliau berbaring di atas pembaringan dan membalikkan wajahnya. Saat itu masuklah Abu Bakr. Ia pun menghardikku dengan berkata ‘Apakah seruling setan dibiarkan di sisi Nabi SAW?’ Rasulullah SAW menghadap ke arah Abu Bakr seraya berkata ‘Biarkan keduanya’. Ketika Rasulullah telah tertidur aku memberi isyarat kepada kedua agar menyudahi dendangan dan keluar. Kedua pun keluar.” (HR Bukhari)\rBahkan menurut al-Ghozaly menyanyi bisa bernilai ibadah bila berguna sebagai pengusir kepenatan, merangsang fitalitas fisik dan himmah (cita-cita) bergairah ibadah dan kegiatan positif lainnya\r2. MAKRUH","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"Didukung mayoritas Syafiiyah sebagian Hanabilah dan Malikiyyah karena menurut mereka menyanyi sangat berpotensi dengan nuansa basa-basi dan kesia-sian/allahwu\r3. HARAM\rDidukung Hanafiyyah sebagian hanabilah, Hasan albashry, Tsufyan As-saury, Abdullah Bin Mas'ud dll dengan tendensi firman Allah : \"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan\".(QS.31:6). Mereka menterjemahkan kalimat \"perkataan yang tidak berguna\" dengan arti bernyanyi.\rALAT MUSIK\rAda banyak kreteria jenis peralatan yang digunakan untuk bermain musik mulai dari musik yang di pukul, tiup, gesek dll yang bahasannya sangat panjang sekali, saya khawatir temen-temen sekalian bosen untuk membacanya... Hehe. (Hasyiyah Al-Bujayromy IV/374, Wuzarah al-auqaaf as-syu-uun al-islamiyyah IV/90).\r===============\rMbah Jenggot\r1. Bagaimana hukum bermain musik sholawat dengn diiringi alat musik yang diharamkan?\r2. Apakah masih ada pahalanya bersholawat dengan iringan alat musik yang jelas jelas diharamkan ?\rJAWABAN\r1. Hukum solawat yang didendangkan dengan diiringi alat musik yang diharamkan hilaf :\r• Haram secara mutlak\r• Musiknya haram sholawatnya tetap sunnah\rReferensi\r1. الجمل على المنهج الجزء الخامس ص: 380","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"( كغناء ) بكسر الغين والمد ( بلا آلة واستماعه ) فإنهما مكروهان لما فيهما من اللهو أما مع الآلة فمحرمان وتعبيرى بالاستماع هنا وفيما يأتى أولى من تعبيره بالسماع. قوله ( فإنهما مكروهان ) أي ولو من أجنبية أو أمراد إلا إن خاف فتنة أو نظرا محرما وإلا حرم وليس من الغناء ما اعتيد عند محاولة عمل وحمل ثقيل كحدو الأعراب لإبلهم وغناء النساء لتسكيت صغارهم فلا شك فى جوازه قال الغزالى الغناء إن قصد به ترويح القلب ليقوى على الطاعة فهو طاعة أو على المعصية فهو معصية أو لم يقصد به شيئ فهو لهو معفو عنه. إهـ ح ل ( قوله أما مع الآلة فهو محرما ) وهذا ما مشى عليه الشارح والذى مشى عليه م ر فى شرحه أن الغناء مكروه وعلى ما هو عليه والآلة محرمة وعبارته ومتى اقترن بالغناء آلة محرمة فالقياس كما قاله الزركشى تحريم الآلة فقط وبقاء الغناء على الكراهة إهـ.\r2. إحياء علوم الدين الجزء الثانى ص : 279\rفإن قلت فهل له حالة يحرم فيها. فأقول إنه يحرم بخمسة عوارض عارض فى المسمع وعارض فى آلة الإسماع وعارض فى نظم الصوت وعارض فى نفس المستمع أو فى مواظبته وعارض من كون الشخص من عوام الخلق لأن أركان السماع هى المسمع والمستمع وآلة الإسماع العارض الأول :أن يكون امرأة لا يحل النظر إليه وتخشى الفتنة من سماعها وفى معناها الصبى الأمراد - إلى أن قال - العارض الثانى :فى الآلة بأن تكون من شعار أهل الشرب أو المخنثين وهو المزامير والأوتار وطبل الكوبة فهذه ثلاثة أنواع ممنوعة وما عدا على ذلك يبقى على أصل الإباحة كالدف وإن كان فيه الجلاجل وكالطبل والشاهين والضرب بالقضيب وسائر الآلات.\r\" إذا اجتمع الحلال والحرام غلب الحرام \"\r2. Hilaf :\r- Menurut Qoul Ashoh tidak dapat pahala\r- Menurut Muqobilul Ashoh dapat pahala\rالجمل على المنهج الجزء الخامس ص: 380","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"( قوله أما مع الآلة فهو محرمان ) وهذا ما مشى عليه الشارح والذى مشى عليه م ر فى شرحه أن الغناء مكروه وعلى ما هو عليه والآلة محرمة وعبارته ومتى اقترن بالغناء آلة محرمة فالقياس كما قاله الزركشى تحريم الآلة فقط وبقاء الغناء على الكراهة إهـ.\r2. غاية الوصول ص: 31\r(و) الأصح ( أنه ) اى فاعلها على القول بصحتها ( لا يثاب ) عليها عقوبة له عليها من جهة الغصب وقيل يثاب عليها من جهة الصلاة وإن عوقب من جهة الغصب فقد يعاقب بغير حرمان الثوب أو بحرمان بعضه.\r===============\rHakam Ahmed ElChudrie\rCuma mau nambahin ta'bir :\rالمفتيعطية صقر .مايو 1997\rالمبادئالقرآن والسنة\rالسؤالما حكم الدين فيما نراه فى بعض حلقات الذكر من الضرب بالدفوف والمزامير وغيرها؟\rالجوابنقل القرطبى عن أبى بكر الطرطوشى رحمهما اللّه تعالى أنه سئل عن قوم يجتمعون فى مكان يقرءون شيئا من القرآن ، ثم ينشد لهم منشد شيئا من الشعر فيرقصون ويطربون ويضربون بالدف والشبابة ، هل الحضور معهم حلال أم لا؟ فأجاب : مذهب الصوفية أن هذا بطالة وجهالة وضلالة إلى آخر كلامه ، قلت : وقد رأيت أنه أجاب بلفظ غير هذا، وهو أنه قال :مذهب الصوفية بطالة وجهالة وضلالة ، وما الإِسلام إلا كتاب اللّه وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم وأما الرقص والتواجد فأول من أحدثه أصحاب السامرى لما اتخذ لهم عجلا جسدا له خوار قاموا يرقصون حوله ويتواجدون ، فهو دين الكفار وعبَّاد العجل ، وإنما كان مجلس النبى صلى الله عليه وسلم مع أصحابه كأنما على رءوسهم الطير من الوقار. فينبغى للسلطان ونوابه أن يمنعوهم من الحضور فى المساجد وغيرها، ولا يحل لأحد يؤمن باللّه واليوم الآخر أن يحضر معهم ولا يعينهم على باطلهم .هذا مذهب مالك والشافعى وأبى حنيفة وأحمد وغيرهم من أئمة المسلمين . \"حياة الحيوان الكبرى للدميرى- العجل \"فتاوى الأزهر ج 10 ص 310\rPertanyaan :","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Bagaimana hukumnya kejadian yang kita lihat disebagian perkumpulan dzikir yang disertai dengan alunan terbang, seruling dan selainnya ?\rJawaban :\rAl Qurthubi telah menuqil dari Abu Bakar al Thurthusyi rha, beliau pernah ditanya mengenai kaum yang berkumpul dalam suatu tempat yang disitu mereka membaca sebagian ayat Qur’an kemudian mereka melantunkan syair lalu mereka menari dan memukul terbang. Apakah menghadiri perkumpulan mereka itu dihalalkan atau tidak? Beliau menjawab, “Menurut mazhab shufi bahwa perbuatan itu adalah suatu kebodohan dan kesesatan…….dst.” namun, aku berkata, “Aku telah melihat kalau beliau pernah menjawab permasalahan itu dengan perkataan selain itu. Yaitu beliau pernah berkata, “Menurut mazhab shufi bahwa perbuatan itu adalah suatu kebodohan dan kesesatan.","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Tidaklah dalam Islam melainkan kitabullah dan sunnah Rasulullah saw. Adapun menari dan berkasih-kasihan, maka orang yang memulainya adalah teman-teman Samiri disaat dia telah berhasil membuat patung anak sapi bisa bersuara. Mereka berdiri, menari disekeliling anak sapi itu dan berkasih-kasihan, dan itu adalah perbuatan agama orang-orang kafir dan para penyembah anak sapi. Sedangkan majlis Nabi saw bersama para sahabat adalah seakan-akan diatas kepala mereka terdapat burung, karena ketenangan dan keantengan mereka. Sebaiknya, bagi para penguasa dan para wakilnya untuk melarang mereka dari mendatangi masjid-masjid dan lainnya, dan tidaklah halal bagi seorangpun yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menghadirinya dan tidak juga membantu kebatilan mereka.Demikian itu adalah mazhab Malik, syafi’I, Abu Hanifah, Ahmad dan dan para imam lainnya. “Hayatul Hayawanan al Kubra lil Damiri – al ‘Ajal (anak sapi jantan) Fatawiy Al-Azhar juz 10 hal. 310.”\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/424746950881452/\r0128. Membaca Do'a Sebelum Aamiinnya Al-Fatihah\rPERTANYAAN :\rBob Hasan\rMbah ijin nanya... apa hukumnya setelah membaca fatihah ditambahi kalimat robbi firli waliwali dayah walil mukminina ...... ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rMENAMBAH BACAAN DO’A SEBELUM AMIEN\rMembaca do'a robbi firli diantara akhir Fatihah dan amien hukumnya sunah tapi Tidak disunahkan bagi makmum saat imam selesai dari fatihah, bagi makmum hanya sunah membaca amien saja. Referensi :\r? بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي صحـ : 73 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"( فَائِدَةٌ ) قَالَ الشَّرِيْفُ الْعَلاَّمَةُ طَاهِرُ بْنُ حُسَيْنٍ لاَ يُطْلَبُ مِنَ الْمَأْمُوْمِ عِنْدَ فَرَاغِ إِمَامِهِ مِنَ الْفَاتِحَةِ قَوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَإِنَّمَا يُطْلَبُ مِنْهُ التَّأْمِيْنُ فَقَطْ وَقَوْلُ رَبِّي اغْفِرْ لِيْ مَطْلُوْبٌ مِنَ الْقَارَىءِ فَقَطْ فيِ السَّكْتَةِ بَيْنَ آخِرِ الْفَاتِحَةِ وَآمِيْنَ اهـ وَفِي اْلإِيْعَابِ أَخْبَرَ الطَّبْرَانِيُّ عَنْ وَائِلِ بْنِ حَجَرٍ قَالَ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ دَخَلَ الصَّلاَةَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ قَالَ آمِيْنَ ثَلاَثَ مَرَّّاتٍ وَيُؤْخَذُ مِمَّنْ نَدَبَ تَكْرِيْرُ آمِيْنَ ثَلاَثاً حَتَّى فِي الصَّلاَةِ وَلَمْ أَرَ مَنْ صَرَّحَ بِذَلِكَ اهـ\rAghitsNy Robby\rPada kitab I'ANAH JUZ1 :148\rقوله: سوى رب اغفر لي) أي أنه يستثنى من التلفظ بشئ التلفظ برب اغفر لي، فإنه لا يضر للخبر الحسن: أنه صلي الله عليه وسلم قال عقب * (ولا الضالين) *: رب اغفر لي.\rوقال ع ش: وينبغي أنه لو زاد على ذلك: ولوالدي ولجميع المسلمين.لم يضر أيضا.اه.\rوانظر هل الذي يقول ما ذكر القارئ فقط ؟ أو كل من القارئ والسامع ؟ والذي يظهر لي الاول، بدليل قوله في الحديث المار قال عقب: * (ولا الضالين) * أي قال عقب قراءته * (ولا الضالين) *، فليراجع.\rKESIMPULAN dari 2 KITAB DI ATAS : Yang sunah mengucapkan \"robbighfirlii waliwaalidayya walilmuslimiin\" adalah mereka yang mengucapkan \"waladdloolliin\" (baik ma'mum ataupun imam).\r0217. WIRID SAKRAAN\rPERTANYAAN :\rVera Handayani\rApakah itu wirid Ratib asSakroon? Mohon penjelasannya..trims\rJAWABAN :\rSayeed Achmad\rWirid SAkran yang merupakan salah satu wirid khas yang diamalkan di tariqa alawiyyin beserta manakib sohibul wirid dari Syeh Abu Bakar Assakran.\rMANAKIB AL IMAM AS-SAKRAN","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"Beliau adalah Sayyidinal Imam Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-'Uraidhi bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Muhammad SAW )\rBeliau digelari dengan As-Sakran (mabuk) , karena beliau mabuk dengan cintanya kepada Allah swt. Waliyullah Abu Bakar al-sakran dikarunia lima orang anak laki, yaitu: Muhammad al-akbar, Hasan, Abdullah, Ali, dan Ahmad. Dari ketiga anaknya yang bernama Abdullah, Ali dan Ahmad menurunkan keluarga al-Aydrus, Syahabuddin, al-Masyhur, al-Hadi, al-Wahath, al-Munawar.\rBeliau adalah seorang wali Allah yang mempunyai berbagai macam karamah yang luar biasa. Beliau berasal dari keturunan Al-Ba’alawi. Sebahagian dari karamahnya pernah diceritakan bahawasanya pernah ada dua orang yang datang ke kota Tarim (Hadhramaut) dengan maksud mengunjungi setiap orang terkemuka dari keluarga Al-Ba’alawi yang berada di kota tersebut.","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"Setibanya di suatu masjid jami’ keduanya dapati Syeikh Abu Bakar sedang bersolat di masjid tersebut. Setelah solat Jumaat selesai keduanya menunggu keluarnya Syeikh Abu Bakar dari masjid. Namun beliau tetap duduk beribadat dalam masjid sampai hampir matahari terbenam. Kedua orang itu merasa lapar, tapi keduanya tidak berani beranjak dari masjid sebelum bertemu dengan Syeikh Abu Bakar.\rTidak lama kemudian, Syeikh Abu Bakar Asseggaf menoleh kepada mereka berdua sambil berkata: “Ambillah apa yang ada dalam baju ini”. Keduanya mendapati dalam baju Syeikh itu sepotong roti panas. Roti tersebut cukup mengenyangkan perut kedua orang tersebut. Bahkan masih ada sisanya. Kemudian sisa roti itu barulah dimakan oleh Syeikh Abu Bakar”.\rAda seorang diceritakan telah meminang seorang gadis. Syeikh Abu Bakar ketika mendengar berita tersebut telah memberikan komentarnya: “Pemuda itu tidak akan mengahwini gadis itu, ia akan kahwin dengan ibu gadis tersebut”. Apa yang diceritakan oleh Syeikh Abu Bakar ersebut ternyata benar, kerana tidak lama kemudian ibu gadis itu diceraikan oleh suaminya. Kemudian pemuda itu membatalkan niatuntuk mengahwini gadis tersebut. Bahkan sebagai gantinya ia meminang ibu gadis tersebut.","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"Diceritakan pula bahwa ada serombongan tetamu yang berkunjung di Kota Tarim tempat kediaman Syeikh Abu Bakar Asseggaf. Tetamu itu tergerak di hatinya masing-masing ingin makan bubur gandum dan daging. Tepat waktu rombongan tetamu itu masuk ke rumah Syeikh Abu Bakar, beliau segera menjamu bubur gandum yang dimasak dengan daging. Kemudian sebahagian dari rombongan tersebut ada yang berkata: “Kami ingin minum air hujan”. Syeikh Abu Bakar berkata kepada pembantunya: “Ambillah bejana itu dan penuhilah dengan air yang ada di mata air keluarga Bahsin”. Pelayan itu segera keluar membawa bejana untuk mengambil air yang dimaksud oleh saudagarnya. Ternyata air yang diambil ari mata air keluarga Bahsin itu rasanya tawar seperti air hujan.\rPernah diceritakan bahawasanya ada seorang Qadhi dari keluarga Baya’qub yang mengumpat Syeikh Abu Bakar Asseggaf. Ketika Syeikh Abu Bakar mendengar umpatan itu, beliau hanya berkata: “Insya-Allah Qadhi Baya’qub itu akan buta kedua matanya dan rumahnya akan dirampas jika ia telah meninggal dunia”. Apa yang dikatakan oleh Syeikh Abu Bakar tersebut terlaksana sama seperti yang dikatakan.","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"Ada seorang penguasa yang merampas harta kekayaan seorang pelayan dari keluarga Bani Syawiah. Pelayan itu minta tolong kepada Syeikh Abu Bakar Asseggaf. Pada keesokkan harinya penguasa tersebut tiba-tiba datang kepada pelayan itu dengan mengembalikan semua harta kekayaannya yang dirampas dan dia pun meminta maaf atas segala kesalahannya. Penguasa itu bercerita: “Alu telah didatangi oleh seorang yang sifatnya demikian, demikian, sambil mengancamku jika aku tidak mengembalikan barangmu yang kurampas ini”. Segala sifat yang disebutkan oleh penguasa tersebut sama seperti yang terdapat pada diri Syeikh Abu Bakar.\rDiceritakan pula oleh sebagian kawannya bahawasanya pernah ada seorang ketika dalam suatu perjalanan di padang pasir bersama keluarganya tiba-tiba ia merasa haus tidak mendapatkan air. Sampai hampir mati rasanya mencari air untuk diminum. Akhirnya ia teringat pada Syeikh Abu Bakar Asseggaf dan menyebut namanya minta pertolongan. Waktu orang itu tertidur ia bermimpi melihat seorang penunggang kuda berkata padanya: “Telah kami dengar permintaan tolongmu, apakah kamu mengira kami akan mengabaikan kamu?”. Waktu orang itu terbangun dari tidurnya, ia dapati ada seorang Badwi sedang membawa tempat air berdiri di depannya. Badwi itu memberinya minum sampai puas dan menunjukkannya jalan keluar hingga dapat selamat sampai ke tempat tujuan.\rWaliyullah Abu bakar al-sakran wafat di Tarim tahun 821 Hijriyah. [ Dipetik dari Kemuliaan Para Wali diriwayatkan oleh Zulkifli Mat Isa ].\rMumu Bsa","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"Ane dapet buku karya Habib Hasan Bin Abdullah Asy-Syathiri, salah satu isi dari buku tersebut isinya wirid sakran, nah dijudulnya tertulis Wirid sayyidina Abi bakar as-Sakran\rArwandi Arwan\rDi kitab Khulasoh Syawariqul Anwar fi Ad'iyati Sadatil Abror, susunan Prof.Dr. Almuhaddits Assayid Muhammad bin Alwi Almaliki Alhasani Ra.pada hal 69, cet Nurul ulumil islamiyah Surabaya. Di dalamnya tertulis Wirdul Imam Ali bin Abi Bakar Assakran Ra.\rRaden Mas LeyehLeyeh\rحزب السكران للامام الحبيب على ابن ابوبكر السكران\rبِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ\rاللَّهُمَّ إِنِّى احْتَطْتُ بِدَرْبِ الله\rطُوْلُهُ مَاشَاءَ الله قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله\rبَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ\rأَحَاطَ بِنَا مِنْ بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ,إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ ( سُوْر3..\rواية الكرسي - الله لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ, لاَتَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ, لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي الأَرْضِ, مَنْ ذَاالَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ, وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَاشَاءْ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُوْلِ بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُوْرٍ وَحَذَرٍ مَحْذُوْرٍ وَمِنْ جَمِيْعِ السُّرُوْرِ (تَتَرَّسْنَا بِالله 3\rمِنْ عَدُوِّى وَعَدُوِّ الله مِنْ سَاقِ عَرْشِ الله إِلَى قَاعِ أَرْضِ الله بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ\rصُنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ\rعَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ\rاللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِى بِسُوْءٍ مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالْوُحُوْشِ وغيرهم من المخلوقات مِنْ بَشَرٍ أَوْ شَيْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ فَارْدُدْهُمْ ونظرهم فِي انْتِكَاسٍ وَقُلُوْبَهُمْ فِي وَسْوَاسٍ وَأَيْدِيَهُمْ فِي إِفْلاَسٍ وَأَوْبِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَى الرَّأْسِ لاَ سَهْلَ يَجْدَعُ وَلاَ جَبَلَ يَقْطَعُ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ\r0224. GUS DUR IN MEMORIAM : SYI'IR TANPO WATHON\rOleh Tommy Sumardi\rSYI'IR GUSDUR\rNgawiti ingsun..nglaras singiran\rKelawan muji maring Pangeran\rKang Paring Rokhmat lan kenikmatan\rRina wengine tnpo pitungan 2x\r(Aku memulai menembangkan syi'ir\rDengan memuji kepada Tuhan\ryang memberi Rohmat dan kenikmatan\rSiang dan malam tanpa terhitung )\rDuh bala kanca,priya wanita\rOjo mung ngaji syari'at blaka\rGur pinter ndongeng nulis lan maca\rTembe mburine bakal sengsoro 2x\r(wahai para teman,pria dan wanita","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"Jangan hanya belajar syariat saja\rHanya pandai bicara,menulis dan membaca\rEsok hari bakal sengsara)\rAkeh kang apal Qur'an Hadiste\rSeneng ngafirke Madhabz liyane\rKafire dewek ra di gateke\rYen isih kotor ati akale...2x\r(banyak yang hafal Qur'an dan Hadistnya\rSenang mengkafirkan kepada orang lain\rKafirnya sendiri tak di hiraukan\rJika masih kotor hati dan akalnya)\rGampang kabujuk nafsu angkara\rIng papahese gebyaring dunyo\rIri lan meri sugihe tonggo\rMula atine peteng lan nista\r(gampang terbujuk,nafsu angkara\rDalam hiasan gemerlapnya dunia\rIri dan dengki kekayaan tetangga\rMaka hatinya gelap dan nista)\rAyo sdulur jo nglaleake\rWajibe ngaji sak pranatane\rNggo ngandelake iman tauhide\rBaguse sangu mulya matine2x\r(Ayo saudara jangan melupakan\rWajibnya mengkaji lengkap dengan aturanya\rUntuk mempertebal iman dan tauhidnya\rBagusnya bekal mulia matinya)\rKang aran sholeh baguse atine\rKerana mapan sari ilmune\rLaku thoriqot lan ma'rifate\rUga hakikat manjing rasane 2x\r(yang di sebut sholeh adalah bagus hatinya\rKarena mapan lengkap ilmunya\rMenjalankan tarekat dan ma'arifatnya\rJuga hakikat meresap rasanya)\rAl qur'an qodim wahyu minulyo\rTanpa tinulis bisa diwoco\rIku wejangan guru waskita\rDen tancepake ing njero dada 2x\r(Al_qur'an Qodim wahyu mulia\rTanpa di tulis bisa di baca\rItulah petuah guru mumpuni\rDi tancapkan di dalam dada)\rKumanthil ati lan pikiran\rMerasuk ing badan kabeh jeroan\rMu'jizat Rosul dadi pedoman\rMinangka dalan manjinge iman 2x\r(menempel di hati dan pikiran\rMerasuk dalam badan dan seluruh hati\rMukjizat Rosul jadi pedoman\rSebagai sarana jalan masuknya iman)","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"Kelawan Alloh Kang Maha Suci\rKudu rangkulan rina lan wengi\rDitirakati diriyadhohi\rDzikir lan suluk jo nganti lali 2x\r(kepada Allah Yang Maha Suci\rHarus mendekat diri siang dan malam\rDi usahakan dengan sungguh2 secara ikhlas\rDzikir dan suluk jangan sampai lupa)\rUripe ayem rumangsa aman\rDununge rasa tandha yen iman\rSabar narima najan pas2an\rKabeh tinaqdir sangking Pangeran 2x\r(Hidupnya tentaram merasa aman\rMantapnya rasa tandanya beriman\rSabar menerima meski hidup pas_pasan\rSemua itu adalah takdir dari Tuhan)\rKelawan kanca dulur lan tangga\rKang pada rukun ojo daksia\rIku sunahe Rosul kang Mulyo\rNabi Muhammad panutan kita 2x\r(terhadap teman,saudara dan tetangga\rYang Rukun jangan bertengkar\rItu sunahnya Rosul yang mulia\rNabi Muhammad tauladan kita)\rAyo nglakoni sekabehane\rAllah kang bakal ngakat derajate\rSenajan asor tata dzohire\rAnanging mulya maqom derajate 2x\r(Ayo jalani semuanya\rAllah yang akan mengangkat derajatnya\rWalaupun rendah tampak dzohirnya/luarnya\rNamun mulia maqom derajatnya di sisi Allah)\rLamun palastra ing pungkasane\rOra ksasar ruh lan sukmane\rDen gadang Allah suarga manggone\rUtuh mayite uga ulese 2x\r(ketika ajal telah datang di akhirnya\rTidak tersesat Roh dan Sukmanya\rDi rindukan Allah,surga tempatnya\rUtuh jasad juga kain kafannya )\r0333. Kesalahan Penulisan Aamiin Yang Sering Terjadi\rDalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :\r1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek), artinya AMAN, TENTRAM\r2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN\r3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI\rTerus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra). [Luthfi Ahmad El-Wadasy].\rNAMBAH DAN KOREKSI :\rIsmael Kholilie\rMaaf mbah :) Tapi dalam bahasa arab amiin memiliki 5 bahasa dan semuanya bermakna istajib / kabulkanlah !! [ Hasyiah al bajuri 1/174 ].\r(قوله أي قول آمين)تفسير للتأمين يقال أمن الرجل إذا قال آمين بمد الهمزة و تخفيف الميم مع الإمالة و عدمها و بالقصر لكن المد أفصح و يجوز ...تشديد الميم مع المد و القصر ففيه خمس لغات ~حاشية الباجوري 1/174\rAda 5 dialek bahasa dalam amiin\r1. aamin dengan menggunakan imalah\r2. aamin tanpa menggunakan imalah\r3. amiin dengan mentakhfif hamzah\r4. aammin dengan mentasydid mim\r5. ammin dengan hamzah pendek dan takhfif mim\rMbah Jenggot II\rRa Ismael Kholilie, Syukron ra atas pencerahanya di atas tulisan juga tidak menyalahkan model penulisan seperti yang anda sampekan. Penekananya wonten mriki. Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???. Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra).\rHINDARI PENULISAN ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata ...\r''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.\r''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi MUhammad.\r''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.\r''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.\r''Mecca'' untuk sebutan Mekah.\rGunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...Karena arti dari kata tersebut adalah\rBismillah..\rJika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.\r*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.\r*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.\r*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.\r*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.\r*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.\rINGAT !!!\rASS = (maaf) PANTATMU\rASKUM = CELAKALAH KAMU\rMaka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum. Semoga bermanfaat bagi kita termasuk saya pribadi aamiin...\rFatwa Larangan Penyingkatan Salam dan Shalawat\rIbnu Shalah","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Ibnu Shalah dalam kitabnya ‘Ulumul Hadits yang lebih dikenal dengan Muqqadimah Ibnish Shalah mengatakan, “(Seorang yang belajar hadits ataupun ahlul hadits) hendaknya memerhatikan penulisan shalawat dan salam untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila melewatinya. Janganlah ia bosan menulisnya secara lengkap ketika berulang menyebut Rasulullah”. Ibnu Shalah juga berkata, “Hendaklah ia menjauhi dua kekurangan dalam penyebutan shalawat tersebut:\rPertama, ia menuliskan lafazh shalawat dengan kurang, hanya meringkasnya dalam dua huruf atau semisalnya.\rKedua, ia menuliskannya dengan makna yang kurang, misalnya ia tidak menuliskan wassalam\rAl-‘Allamah As-Sakhawi\rAl-‘Allamah As-Sakhawi dalam kitabnya Fathul Mughits Syarhu Alfiyatil Hadits lil ‘Iraqi, menyatakan, “Jauhilah wahai penulis, menuliskan shalawat dengan singkatan, dengan engkau menyingkatnya menjadi dua huruf dan semisalnya, sehingga bentuknya kurang. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang jahil dari kalangan ajam (non Arab) secara umum dan penuntut ilmu yang awam. Mereka singkat lafazh shalawat dengan saw dan shad, Karena penulisannya kurang, berarti pahalanya pun kurang, berbeda dengan orang yang menuliskannya secara lengkap.\rAs-Suyuthi\rAs-Suyuthi berkata dalam kitabnya Tadribur Rawi fi Syarhi Taqrib An-Nawawi, mengatakan, “Dibenci menyingkat shalawat dan salam dalam penulisan, baik dengan satu atau dua huruf seperti menulisnya dengan slm3, bahkan semestinya ditulis secara lengkap.”\r0393. AMALAN UNTUK MENGATASI GANGGUAN JIN & SYETAN\rPERTANYAAN :\rSyamsuddin As","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"Assalamualaikum wr wb. Ngilangin atau ngusir gangguan jin di rumah kos bagaimana caranya ? ... mohon saran sedulur\rJAWABAN :\rAlif Jum'an Azend\rWa'alaikumussalaam.. Sering-sering membaca Alqur'an di situ.... terutama surat Albaqoroh. Dalam Shahih Ibnu Hibban disebutkan :\rقالَ رَسُولُ اللَّه ، : «إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَاماً، وَإِنَّ سَنَامَ القُرْآنِ سُورَةُ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهَا فِي بَيْتِهِ لَيْلا، لَمْ يَدْخُل الشَّيْطَانُ بَيْتَهُ ثَلاثَ لَيَالٍ، وَمَنْ قَرَأَهَا نَهَاراً، لَمْ يَدْخُلِ الشَّيْطَانُ بَيْتَهُ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ».\rJuga dalam Dala-ilun Nubuwwah :\rإني أخبرك بشيء إذا قلته لم يدخل الشيطان البيت: {لله ما في السموات وما في الأرض} إلى آخر السورة.\rMasaji Antoro\rفائدة ) من الشنواني ومما جرب لحرق الجن أن يؤذن في أذن المصروع سبعا ويقرأ الفاتحة سبعا والمعوذتين وآية الكرسي والسماء والطارق وآخر سورة الحشر من { لو أنزلنا هذا القرآن } إلى آخرها وآخر سورة الصافات من قوله { فإذا نزل بساحتهم } إلى آخرها وإذا قرئت آية الكرسي سبعا على ماء ورش به وجه المصروع فإنه يفيق اه\r[ FAEDAH ] Sebagian amalan yang dapat dicoba dilakukan untuk membakar JIN (yang mengganggu manusia) adalah :\r1. Adzan di telinga penderita\r2. Surat al-Faatihah 7X\r3. Surat al-Mu'awwidzatain (alfalaq-annaas)\r4. Ayat Kursi\r5. Surat at-Thooriq (ayat 1-17)\r6. 4 ayat terakhir dari Surat al-Hasyri (ayat 21-24)\r7. 6 ayat terakhir dari Surat as-Shooffaat (ayat 177-182)\rApabila ayat kursi di bacakan pada air kemudian dipercikkan pada muka si penderita Insya Allah segera diberi kesadaran (Kitab I'aanah at-Thoolibiin I/230).\r0412. Amalan Usai Sholat Jumat\rPERTANYAAN :\rSantri EraDigital","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"Mohon penjelasan dalil bacaan setelah sholat jum'at (al ikhlas & mu'awwidzatain 7x)\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rفائدة : ورد أن من قرأ الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعاً سبعاً عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجليه غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر ، وأعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله ، وبوعد من السوء إلى الجمعة الأخرى ، وفي رواية زيادة وقبل أن يتكلم حفظ له دينه ودنياه وأهله وولده ويقول بعدها أربع مرات : اللهم يا غني يا حميد ، يا مبدىء يا معيد ، يا رحيم يا ودود ، أغنني بحلالك عن حرامك ، وبطاعتك عن معصيتك ، وبفضلك عمن سواك ، اهـ باعشن\r[Faedah] : Telah terwarid “barangsiapa membaca surat alfatihah, al-ikhlas dan surat al-mu’awwidzatain masing-masing tujuh kali setelah ia salam dari shalat jumat sebelum ia melipat kedua kakinya diampuni dosan yang telah ia jalani, diberikan pahalanya orang beriman pada Allah dan rasulNya, dan dijanjikan diajauhkan dari kejelekan hingga jumat berikutnya, dalam sebuah riwayat “(bila dibaca) sebelum ia berbicara dijaga baginya agamanya, dunianya, keluarganya dan anknya dan setelahnya ucapkan doa :\rALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID, YAA MUBDI-U YAA MU’IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK, WA BITHOO’ATIKA ‘AN MA’SHIYATIKA, WA BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK\r\"Ya Allah Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang, Maha Pengasih Penyinta ! Ya Allah jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan, dan dengan ketaatan padaMu dari bermaksiat padaMu, dan karuniaMu dari pihak selain diriMu”. [ Bughyah al-Mustarsyidiin I/175 ].","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"وورد أيضا (1) عن عائشة - رضي الله عنها - قالت: قال رسول الله (ص): من قرأ بعد صلاة الجمعة * (قل هو الله أحد) * و * (قل أعوذ برب الفلق) * و * (قل أعوذ برب الناس) * سبع مرات أعاذه الله بها من السوء إلى الجمعة الاخرى. وقال ابن مسعود - رضي الله عنه -: من قال بعد قراءة ما تقدم: اللهم يا غني يا حميد، يا مبدئ يا معيد، يا رحيم يا ودود، اغنني بفضلك عمن سواك، وبحلالك عن حرامك.أغناه الله، ورزقه من حيث لا يحتسب.وقال أنس - رضي الله عنه -: من قال يوم الجمعة سبعين مرة: اللهم اغنني بفضلك عمن سواك، وبحلالك عن حرامك. لم يمر عليه جمعتان حتى يغنيه الله تعالى.\r(فوائد) الاولى: عن ابن عباس - رضي الله عنهما - عن النبي (ص) أنه قال: من قال بعدما تقضى الجمعة سبحان الله العظيم وبحمده. مائة مرة، غفر الله له مائة ألف ذنب، ولوالديه أربعة وعشرين ألف ذنب.\rTelah datang dari ‘Aisyah ra ia berkata : Bersabda rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam “Barang siapa membaca setelah shalat jumat :\r~ Qul huwa Allaahu ahad\r~ Qul A’uudzu bi Robbil Falaq\r~ Qul A’uudzu bi Robbin Naas\rMasing-masing tujuh kali, Allah menjaganya dari kejelekan hingga jumat berikutnya. Berkata Ibn Mas’ud ra “barangsiapa berdoa setelah membaca surat-surat diatas dengan doa : ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID, YAA MUBDI-U YAA MU’IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK, WA BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK, Allah cukupkan dirinya dan dikerunia rizki dari hal yang tidak terduga”. Berkata Sahabat Anas ra “Barangsiapa berdoa dihari jumat sebanyak tujuh kali : AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK, WA BI HALAALIKA ‘AN HARAAMIK, Tidak terlewati olehnya dua jumatan hingga ia dicukupi oleh Allah Ta’aala”","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"(فوائد) الاولى: عن ابن عباس - رضي الله عنهما - عن النبي (ص) أنه قال: من قال بعدما تقضى الجمعة سبحان الله العظيم وبحمده. مائة مرة، غفر الله له مائة ألف ذنب، ولوالديه أربعة وعشرين ألف ذنب.\r(Faedah-faedah)\r1. Dari Ibn Abbas ra dari nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa membaca setelah uasai menjalani shalat jumat SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI WA BIHAMDIHII 100X, Allah ampuni 100.000 dosanya, dosa kedua orang tuanya 24.000. [ Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin II/106 ]. Wallaahu \"alamu Bis showaab....\rRaden Mas LeyehLeyeh\rفَإِذَا فَرَغَ مِنَ الْجُمْعَةِ قَرَأَ اَلْحَمْدُ ِللهِ سَبْعَ مَرَّاتٍ قَبْلَ أَنْ يَتَكَلَّمَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ سَبْعًا سَبْعًا وَرَوَى بَعْضُ السَّلَفِ أَنَّ مَنْ فَعَلَهُ عُصِمَ مِنَ الْجُمْعَةِ إِلَى الْجُمْعَةِ وَكاَنَ حَرَزًا لَهُ مِنَ الشَّيْطاَنِ وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَقُوْلَ بَعْدَ الْجُمْعَةِ اَللّهُمَّ ياَ غَنِيُّ ياَ حَمِيْدُ ياَ مُبْدِىءُ ياَ مُعِيْدُ ياَ رَحِيْمُ ياَ وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يُقَالُ مَنْ دَاوَمَ عَلَى هَذَا الدُّعَاءُ أَغْناَهُ اللهُ سُبْحَانَهُ عَنْ خَلْقِهِ وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ\rItkhaf al-Saadah al-Muttaqin juz 3 hal 442\rAan Farhan","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"Itu di tuqil dari ibnu hajar tntang pembcaan alfatehah,al ikhlas,al falaq,an nas.di bcnya 7x 2.ini sesuai kaifiyat yang di jelaskan azayaddi.adapun yang di nuqil dari abi as'ad al qusairy,setlah kaifiyah tadi lalu membc ya goniyu ya hamiid sampe selesai.lalu stlah itu adalg di nuqil dari qutub abdul wahab asyaroni,stlah membc kaifiyah tadi membc do'a ilahi lastu lil firdausi sampe selesai.fadilah nya insya Allah mendpatkan ke islaman tanpa ragu.\rLalu lafadz do'a ilahi lastu juga itu di nuqil dari dalap bin jahdar (di masa syekh jumaid) beliau wafat di thn 334 H dalam usia 87 tahun di bagdad.beliau mendapat ijazah dari para ulama di masa itu untuk membc do'a tadi sebnyak 7 x.ni ulama salaf,:D kalau ikti salaf. [ Rowahu mushanif safinah dan nasaikh ].\r0496. TATA CARA MENGHILANGKAN PENGARUH SANTET\rPERTANYAAN :\rZaine Elarifine Yahya\rPermintaan pesanan : Bila ada yang tahu cara terlindungi dari santet atau pengaruh dari ilmu hitam lainnya, silahkan dibagikan disini atau inbox ke saya.. jazaakumulloh ahsanal jazaa'.\rJAWABAN :\rA Ramdhan Ab\rDawamkan surat mu'awwadataen stiap shalat..\rNawawi Mamun\rRosululloh mengajarkan kt mandi ayat sebelom tdr ya'ni baca ayat Qursi 3kl,setiap 1kl isyarat ludah kedampal tangan terus sapukan ke sekujur tubuh dan seterusnya..mt amal ye, cttn perbaiki keyaqinan kt bahwa ALLAH lah yang kuasa atas segala sesuatu...\rMuhajir Madad Salim\rAmalan paling top markotop tolak sihir,gendam ,guna guna ,santet dan sebagainya...Ratibul Haddad dibaca bakda maghrib...!\rHakam Ahmed ElChudrie","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"Dari hb. Alwi Al haddad : setelah sholat magrib bca ayat kursi sekali dan pada bacaan WA LAA YA.UDUHU HIFDZUHUMA WA HUWAL 'ALIYYUL 'ADZIM dibca 71x.dri KH. Jazuli.\rbismillahil ladzi laa yadhurruhu ma'asmihi syai.un fil ardhi wa laa fis sama. Wa huwassami'ul 'alim wa qul jaa.al haqqu wa zahaqol bathil innal bathila kaana zahuqoo.dibaca 3x stl sholat dan sebelum tidur.\rbacakan LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL 'ALIYYIL 'ADZIM 100x dengan dibalik muter tasbihnya. Degan diniati membuang brang buruk yang ada pada diri umi anda ke laut kidul. Jgn sampai didpan anda ada orang. Hadhroh dlu pada hb. Alwi al haddad dengan bcaan fathah 7 x.\rHadrohnya : Nabi Muhammad, Nabi Hidlir, syekh abdul qodir, malaikat kandayas dan habib Alwi al haddad margoyoso\rAne Adalah Ane\rBaca ratib al'imam alhaddad setelah sholat magrib beliau pernah berkata ratibku ini adalah hizib/tameng terhadap swt negri.dan ratib al'imam al'atthos setelah subuh insya alloh terhindar dari santet dll.afwan\r0499. Saat-saat DOA IJABAH\rPERTANYAAN :\rAlkannas Sadja\rMau tanya... waktu yang mustajab buat berdoa tu kapan aja ya??? ( jangan njawab \"di dokumen udah ada\" ya ) ^_^\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rSaat-saat yang diduga kuat waktu ijabah :\rأ - الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَْذَانِ وَالإِْقَامَةِ وَبَعْدَهَا\rب - الدُّعَاءُ حَال السُّجُودِ\rج - الدُّعَاءُ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَفْرُوضَةِ\rد - حَال الصَّوْمِ وَحَال الإِْفْطَارِ مِنَ الصَّوْمِ :\rهـ - الدُّعَاءُ بَعْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَبَعْدَ خَتْمِهِ\rو - دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ\rز - الدُّعَاءُ عِنْدَ الْقِتَال فِي سَبِيل اللَّهِ","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"ج - حَال اجْتِمَاعِ الْمُسْلِمِينَ فِي مَجَالِسِ الذِّكْرِ :\rط - دُعَاءُ الْمُؤْمِنِ لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ\rي - دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ وَعَلَيْهِ\rك - دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُضْطَرِّ وَالْمَكْرُوبِ\rل - الدُّعَاءُ عِنْدَ نُزُول الْغَيْثِ\rم - دَعْوَةُ الْمَرِيضِ\rن - حَال أَوْلِيَاءِ اللَّهِ\rس - حَال الْمُجْتَهَدِ فِي الدُّعَاءِ إِذَا وَافَقَ اسْمَ اللَّهِ الأَْعْظَمَ\r1. Doa diantara adzan dan Iqaamah dan setelahnya\r2. Doa dikala sujud\r3. Doa setelah shalat lima waktu\r4. Doa disaat menjalani puasa dan ketika berbuka\r5. Doa setelah membaca alQuran dan menghatamkannya\r6. Doanya orang bepergian\r7. Doa saat perang sabilillah\r8. Doa saat kaum muslimin berkumpul dalam sebuah majlis adz-dzikri\r9. Do'a seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya\r10. doa orang tua kepada anaknya\r11. Orang yang teraniaya, tertindas dan orang kesusahan\r12. Doa saat turun hujan\r13. Doa orang sakit\r14. Doa saat menjadi kekasih allah\r15. Doa saat ia bersungguh-sungguh dengan sebelumnya di dahului penyebutan asma-asma Allah yang Agung.\r[ Almausuu’ah al-Fiqhiyyah 39/225-233 ].\rUraian lengkapnya dari redaksi kitab diatas : DOA KETIKA SUJUD\rب - الدُّعَاءُ حَال السُّجُودِ","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"14 - وَإِنَّمَا كَانَ السُّجُودُ مَظِنَّةَ الإِْجَابَةِ لأَِنَّ فِيهِ يَتَمَثَّل كَمَال الْعُبُودِيَّةِ وَالتَّذَلُّل وَالْخُضُوعِ لِلَّهِ تَعَالَى، يَضَعُ الْعَبْدُ أَكْرَمَ مَا فِيهِ وَهُوَ جَبْهَتُهُ وَوَجْهُهُ عَلَى الأَْرْضِ وَهِيَ مَوْطِئُ الأَْقْدَامِ تَعْظِيمًا لِرَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَمَعَ كَمَال التَّذَلُّل وَالتَّعْظِيمِ يَزْدَادُ الْقُرْبُ وَالْمَكَانَةُ مِنْ رَبِّ الْعِزَّةِ فَيَكُونُ ذَاكَ مَظِنَّةَ عَوْدِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى عَبْدِهِ\rبِالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ وَالْقَبُول (2) وَلِهَذَا قَال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَل وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ (3) وَرَوَى أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال :\r00 أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ (1) .\rوَلاَ فَرْقَ فِي ذَلِكَ بَيْنَ سُجُودِ الْفَرْضِ وَسُجُودِ النَّفْل إِلاَّ مَا قَالَهُ الْقَاضِي مِنَ الْحَنَابِلَةِ مِنْ أَنَّهُ لاَ يُسْتَحَبُّ الزِّيَادَةُ عَلَى ( سُبْحَانَ رَبِّي الأَْعْلَى ) فِي الْفَرْضِ وَفِي التَّطَوُّعِ رِوَايَتَانِ .\rوَنَصَّ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ عَلَى أَنَّهُ يُنْدَبُ الدُّعَاءُ فِي السُّجُودِ .\rوَزَادَ الشَّافِعِيَّةُ : بِدِينِيٍّ أَوْ دُنْيَوِيٍّ إِنْ كَانَ مُنْفَرِدًا أَوْ إِمَامًا لِمَحْصُورِينَ أَوْ لَمْ يَحْصُل بِالدُّعَاءِ طُولٌ وَإِلاَّ فَلاَ (2) .\r__________\r(2) الفتوحات الربانية 2 / 272 ، 273 ، وكشاف القناع 1 / 354 .","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"(3) حديث : \" إني نهيت أن أقرأ القرآن راكعًا أو ساجدًا . . . \" أخرجه مسلم ( 1 / 348 ) من حديث ابن عباس .\r(1) حديث أبي هريرة : \" أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . . . \" . أخرجه مسلم ( 1 / 350 ) .\r(2) المغني 1 / 522 ، وجواهر الإكليل 1 / 51 ، وحاشية القليوبي على شرح المحلي 1 / 173 .\rDoa dalam keadaan sujud termasuk saat yang diduga kuat waktu Ijabah karena sujud adalah keadaan yang menggambarkan sempurnanya pengakuan kehambaan, merasa hina dan rendah dihadapan Allah Ta’alaa, dalam posisi tersebut seseorang merelakan meletakkan anggauta tubuhnya yang paling mulia yakni muka dan dahinya diatas tanah seraya meletakkan kedua telapak kakinya diatasnya semata-mata demi mengagungkan Allah Ta’ala.\rDengan menjadikan dirinya hina secara total disertai pengagungan kepada Allah itulah yang menjadikannya kian dekat dan memiliki kedudukan dihadapan Sang Pencipta yang berdampak pada dugaan kuat bahwa sujud adalah media meraih rahmat, ampunan dan terkabulnya doa karenanya Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam bersabda :\r• “Aku dilarang untuk membaca Al Qur’an disaat ruku’ atau sujud. Adapun ruku maka agungkanlah Allah azza wa jalla didalamnya sedangkan sujud maka berupayalah untuk berdoa maka tentu kalian akan dikabulkan.” (HR. Muslim I/348 dari sahabat Ibn Abbas)\r• “Hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim I/350 dari sahabat Abu Hurairoh) (al-Futuuhaat ar-Rabbaaniyyah II/272-273 dan Kisyaaf al-Qinaa I/354)","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"Tidak ada perbedaan dalam ketentuan diatas antara sujud dalam shalat wajib dan shalat sunah kecuali menurut pendapat al-Qaadhi dari kalangan Hanabilah yang menyatakan sujud dalam shalat fardhu tidak disunahkan untuk menambahkan bacaan atas “subhaana robbiya al-a’laa” sedang sujud dalam dalam shalat sunah menurut beliau terdapat dua riwayat (pendapat).\rKalangan Malikiyyah dan Syafi’iyyah menyatakan kesunahan memanjatkan doa dikala sujud dengan pernyataan tambahan menurut syafi’iyyah “Baik doa yang berhubungan agama atau dunia bila sedang shalat sendirian atau menjadi imam bagi jamaah yang tertentu atau doa dalam sujudnya tidak terlampau panjang bila tidak demikian maka tidak disunahkan. (al-Mughni I/522, Jawaahir al-Ikliil I/51 dan hasyiyah al-Qalyubi ala Syarh al-Mahally I/173). [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 39/226 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rDokumen ini membahas tentang \"SAAT-SAAT IJABAH DOA\" sedang apa yang Ukhty tambahkan masuknya dalam bahasan \"ADAB-ADAB BERDOA\" yang kajiannya meliputi :\r* Makanan dan pakaiannya berasal dari harta yang halal\r* Memilih saat-saat mulia\r* Menghadap kiblat\r* Mengusap wajah selepas berdoa\r* Memanjatkan doa dengan suara diantara lirih dan keras\r* Tidak melampaui batas dalam permintaannya\r* Rendah diri, Khusyu', penuh harap dan takut\r* Mantap dan yakin dikabulkan doanya\r* De el el.......\rAsalkan doa-doa tersebut diajarkan Nabi atau tidak diajarkan nabi tapi dipanjatkan dengan memakai bahasa arab menurut madzhab syafi'iyyah diperbolehkan","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"ولا يجوز ان يخترع دعوة غير مأثورة ويأتى بها العجمية بلا خلاف وتبطل بها الصلاة بخلاف ما لو اخترع دعوة بالعربية فانه يجوز عندنا بلا خلاف\rDan tidak boleh membuat doa-doa yang tidak diajarkan nabi dengan mengungkapnnya dengan bahasa ‘ajam (selain bahasa arab) dengan kesepakatan ulama dan shalatnya menjadi batal karenanya berbeda saat doa yang ia buat sendiri tersebut diungkapkan dengan bahasa arab maka menurut kalangan syafi’iyyah sepakat membolehkannya. [ Almajmu’ Alaa Syarh Almuhadzdzab III/300 ].\rهـ ـ الدعاء في السجود (2) : قال الحنفية: لا يأتي المصلي في ركوعه وسجوده بغير التسبيح، على المذهب، وما ورد محمول على النفل، ويندب الدعاء في السجود عند المالكية بما يتعلق بأمور الدين أو الدنيا،أو الآخرة، له أو لغيره، خصوصاً أو عموماً، بلا حدّ، بل بحسب ما يسر الله تعالى. ولا بأس عند الحنابلة بالدعاء المأثور أو الأذكار.\rويتأكد طلب الدعاء في السجود عند الشافعية.\rودليلهم خبر مسلم وغيره: «أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد، فأكثروا الدعاء، فقِمِن أن يستجاب لكم» (3) أي أكثروا الدعاء في سجودكم، فحقيق أن يستجاب لكم.\rوعن أبي سعيد أن النبي صلّى الله عليه وسلم قال: يا معاذ، إذا وضعت وجهك ساجداً، فقل: اللهم أعني على شكرك وحسن عبادتك» .\rوقال علي رضي الله عنه: «أحب الكلام إلى الله أن يقول العبد، وهو ساجد: رب إني ظلمت نفسي فاغفر لي» (1) .\rوعن أبي هريرة: «أن النبي صلّى الله عليه وسلم كان يقول في سجوده: اللهم اغفر لي ذنبي كله، دِقَّه وجِلَّه، وأوله وآخره، وعلانيته وسره» (2) .\r__________\r(2) الدر المختار:472/1، تبيين الحقائق:118/1 ، الشرح الصغير:329/1، المغني:522/1، حاشية الباجوري:177/1، مغني المحتاج:181/1\r(1) رواهما سعيد بن منصور في سننه .","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"(2) رواه مسلم وأبو داود ومعنى «دقة وجله» قليله وكثيره (نيل الأوطار:289/2).(3) متفق عليه.\rDOA DISAAT SUJUD\rKalangan Hanafiyyah : Janganlah seseorang mendatangkan bacaan lain dalam sujud dan ruku’nya selain bacaan tasbih sedang hadits yang menerangkan anjuran memperbanyak dalam sujud arahnya pada shalat sunnah.\rKalangan Malikiyyah : Disunnahkan memanjatkan doa saat sujud dengan doa-doa yang berhubungan masalah-masalah agama, duniawi dan akhirat untuk dirinya sendiri atau orang lain secara khusus ataupun umum tanpa batas bahkan dalam segala yang diharapkan Allah Ta’ala memudahkannya.\rKalangan Hanabilah : Tidak masalah asalkan dengan memakai doa-doa yang diajarkan dan dzikiran-dzikiran.\rKalangan Syafi’iyyah : sangat dianjurkan memanjatkan doa-doa disaat sujud. [ Alfiqh al-Islaam II/85 ].\r0527. MENGUMANDANGKAN TAKBIRAN DI HARI-HARI BIASA\rPERTANYAAN :\rUmi Af-idah\rAssalamu'alaykum wr.Wb. Mbah jenggot, Apa hukumnya mengumandangkan TAKBIRAN pada hari-hari biasa. Karena srmalam anak-anak saya mau tidur pada takbiran & bangun tidur pun minta dihidupin kasetnya, tolong pnjelasannya, seblumnya makasih. Untuk mas Anam makasih jawabannya, cuma yang jadi masalah anak-anak yang pada takbiran, juga kalau ada pendapat dari yang lain, monggo...\rJAWABAN :\rMbah Jenggot","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"Wa`alaikum salam. Di selain hari-hari 'ied hukumnya makruh tapi karena masih anak2 ya biarkan saja....saya pikir lebih baik takbiran dari pada melantunkan lagu. takbir Idul Adha dimulai dari subuh hari Arafah sehari sebelum hari raya dan berakhir setelah terbenam matahari pada hari ketiga dari pada hari-hari Tasyriq. Berikut keterangannya :\rوَيُكَبِّرُ مِنْ غُرُوْبِ الشَّمْسِ لَيْلَةَ العِيْدِ إِلىَ أَنْ يَدْخُلَ الإِمَامُ فيِ الصَّلاَةِ وَفيِ الأَضْحَى خَلْفَ الصَّلَوَاتِ الفَرَائِضِ مِنْ صُبْحِ يَوْمِ عَرَفَةَ إِلىَ العَصْرِ مِنْ آخِرِ أَياَّمِ التَّشْرِيْقِ (كفاية الأخيار جزء 1 ص 150)\rArtinya : Hendaknya orang bertakbir semenjak terbenam Matahari di malam Idul-Fitri sampai dengan pagi harinya, tepatnya yaitu sampai Imam Idul-Fitri melakukan shalatnya. Dan takbir Idul-Adha (selain malamnya) adalah setelah shalat fardu adalah semenjak subuh hari ‘Arafah (yaitu sehari sebelum lebaran tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah) sampai dengan Asar akhir hari Tasyriq. (hari Tasyriq adalah tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah). [ Syamilah - Kifayatul-Akhyar - Juz 1 hal. 150 ].\rBerikut lanjutan keterangannya :\rيُسْتَحَبُ التَّكْبِيْرُ بِغُرُوْبِ الشَّمْسِ لَيْلَتَيْ العِيْدِ الفِطْرِ وَالأَضْحَى وَلاَ فَرْقَ فيِ ذَلِكَ بَيْنَ المَساَجِدَ وَالبُيُوْتِ وَالأَسْوَاقِ وَلاَ بَيْنَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَعِنْدَ ازْدِحاَمِ الناَّسِ لِيُوَافِقُوْهُ عَلَى ذَلِكَ وَلاَ فَرْقَ بَيْنَ الحاَضِرِ وَالمُساَفِرِ (كفاية الأخيار جزء 1 ص150- 151)","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"Artinya : Disunnahkan takbir sebab terbenam Matahari di malam Idul-Fitri dan malam Idul Adha, tidak ada perbedaan dalam hal sunnah takbir, artinya tetap disunnahkan baik di masjid-masjid, rumah-rumah atau di pasar-pasar, juga tidak berbeda antara malam atau siang dan saat orang berkumpul atau tidak, agar semua menyesuaikan dan menghidupkan gema takbir, dan juga tidak berbeda antara berada di rumah atau dalam perjalanan. (Syamilah -Kifayatul-Akhyar - Juz 1 hal. 150-151).\rBerikut lanjutan keterangan :\rدَلِيْلُهُ فيِ عِيْدِ الفِطْرِ قَوْلُهُ تَعاَلىَ وَلِتُكَبِّرُوْا اللهَ عَلَى ماَ هَدَاكُمْ وَفيِ عِيْدِ الأَضْحَى بِالقِياَسِ عَلَيْهِ وَيُغْنِي عَنْهُ (كفاية الأخيار جزء 1 ص 151)\rArtinya : Dalil tentang disunnahkan takbir Idul-Fitri adalah firman Allah Swt QS. Al-Baqoroh 185, sedangkan dalil takbir Idul-Adha adalah Qiyas (diukurkan) dengan Idul-Fitri dan demikian itu sudah cukup menjadi alasannya. (Syamilah - Kifayatul-Akhyar - Juz 1 hal. 151).\r0589. Do'a Amalan Obat Sakit Gigi\rPERTANYAAN :\rNorma Aziz\rAslmkm, punya amalan buat ngobatin sakit gigi tidak ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rBaca doa ini tiga kali dengan menaruh tangan pada gigi yang sakit :\rبسم الله اللهم أذهب عني شر ما أجد بدعوة نبيك الطيب المبارك المكين عندك\rBISMILLAAHI ALLAAHUMMA ADZHIB 'ANNII SYARRO MAA AJIDU BI DA'WATI NABIYYIKA ATTHOYYIBI ALMUBAAROKI ALMAKIINI 'INDAKA\rYa Allah hilangkanlah dariku keburukan dari apa yang ku rasakan dengan permintaan NabiMu yang mempunyai pengaruh dan diberkati disisiMu...\rBerdasarkan hadits ini :","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُمَرَ بْنِ جَبَلَةَ ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ النُّعْمَانِ ، عَنْ كَثِيرٍ أَبِي الْفَضْلِ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي أَبُو صَفْوَانَ ، شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ ، قَالَتْ : خَرَجَ عَلَيَّ خُرَّاجٌ فِي عُنُقِي ، فَتَخَوَّفْتُ مِنْهُ ، فَأَخْبَرْتُ بِهِ عَائِشَةَ ، فَقَالَتْ : سَلِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَتْ : فَسَأَلْتُهُ ، فَقَالَ : \" ضَعِي يَدَكِ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُولِي ثَلاثَ مَرَّاتٍ : بِسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنِّي شَرَّ مَا أَجِدُ بِدَعْوَةِ نَبِيِّكَ الطَّيِّبِ الْمُبَارَكِ الْمَكِينِ عِنْدَكَ بِسْمِ اللَّهِ ، قَالَتْ : فَفَعَلْتُ ، فَانْحَمَصَ\r[ Makarim Al-Akhlaaq hadits no. 1039 ].\r0618. SYARAH SHOLAWAT NARIYAH\rشرح صلاوة النارية\rبسم الله الرحمن الرحيم\r\"اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً، وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الذي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِم،ِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بوجهه الْكَرِيمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ في كُلِّ لَمْحَةٍ ونفس بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَك\"\rالحمد لله الذي أظهر دينه فحاطه من تحريف الغالين وانتحال المبطلين وتأويل الجاهلين و سخر لدينه رجالا قام بهم وبه قاموا على الوجه القويم..فكانوا سيوفا مسلطه على أهل البدع والأهواء ومن بدل هذا الدين واصلي واسلم على محمد ابن عبدالله النبي الأمين الذي علم الأمة التوحيد والذي قرن الله اسمه باسمه وقال فيه قد جاءكم من الله نور وكتاب مبين واصلي واسلم على آل بيته الأطهار وصحابته الأبرار","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"المصيبة الكبرى أن هذا الشيخ غفر الله له لا يعرف معانى هذه الصلاة بل إن البراك اعتقد في فتوى له انها صلاة مثل الصلوات الخمس وانها صلاة سادسة وهذا ليس بغريب على هذه الطائفة فالانسان عدو ما يجهل\r.\rومن خلال حواراتنا مع امثال هؤلاء وهى كثيرة وجدنا لديهم الكثير من الصفات المشتركة بينهم والتي لايكاد ان يخلوا منها احد منها : الجهل .. الغباء .. سوء الظن .. الجدال .. عدم الانصاف .. وتكبرهم المستمر عن اتباع الحق اذا ظهر وبان .\rاقتباس:\rفهذه الصلاة التي تسمى بـ ( النارية ) لم تثبت ولم تصح عن النبي صلى الله عليه وسلم ، وقد اشتملت على معانٍ باطلة مخالفة للشريعة ،\r................\rإذاً فما يسمى بالصلاة النارية لا يصح ، واسمها بـ (الناري) دليل على أنها من وضع الجهلة والخرافيين المبتدعة ، فلا تلتفت إلى مثل هذه الأوهام .\rقال الإمام أبو اسحق الشاطبي في كتابه الاعتصام(1/260) : [إن الرؤيا من غير الأنبياء لا يحكم بها شرعاً على حال إلا أن تعرض على ما في أيدينا من الأحكام الشرعية فإن سوغتها عمل بمقتضاها وإلا وجب تركها والإعراض عنها وإنما فائدتها البشارة أو النذارة خاصة وأما استفادة الأحكام فلا كما يحكي عن الكتاني رحمة الله تعالى : (رأيت رسول الله صلى الله عليم وسلم في المنام فقلت أدع الله ألا يميت قلبي فقال : قل كل يوم أربعين مرة : يا حي يا قيوم لا إله أنت ) فهذا كلام حسن لا إشكال في صحته وكون الذكر يحي القلب صحيح شرعاً وفائدة الرؤيا التنبيه على الخير وهو من ناحية البشارة وإنما يبقي الكلام في التحديد بالأربعين وإذا في المنام وإذا لم يوجد على اللزوم واستقام وعن أبي يزيد البسطامي رحمه الله : رأيت ربي في المنام فقلت كيف الطريق إليك فقال أترك نفسك وتعال وشأن هذا الكلام من الشرع موجود فالعمل بمقتضاه صحيح).","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"والسؤال هنا : هل يصح ان نطلق على الشيخ الكتاني أنه دجال كذاب ؟؟؟ وهل كتم النبي صلى الله عليه وسلم هذا الذكر عن الصحابة ؟؟؟ الايستطيع سيدنا ابوبكر ان يحمل هذا الذكر ؟؟؟ وماذا نقول في العلامة ابن الحاج على مايرويه لنا من مثل هذه الروايات التي كان يعتقد صحتها ؟؟؟\rقال أبن القيم رحمه الله في كتابه (مدارج السالكين(1/448).\r(من تجريبات السالكين التي جربوها فألفوها صحيحة إن من أدمن \"يا حي يا قيوم لا إله إلا أنت \" أورثه الله حياة القلب والعقل)\r(وكان شيخ الإسلام أبن تيمية – قدس الله روحه – شديد اللهج بها وقال لي يوماً: لهذين وهما الحي القيوم تأثير عظيم في حياة القلب وكان يشير إلي أنهما الأسم الأعظم وسمعته يقول: من واظب على أربعين مرة كل يوم بين سنة الفجر وصلاة الفجر\" يا حي يا قيوم لا إله إلا أنت برحمتك أستغيث \" حصلت له حياة القلب ولم يمت قلبه)\rفما هو دليل التيمية الشرعي وهل ورد عن سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم هذا الورد؟؟\rوهل سيطلق الأن هذا المفتي للسانه العنان في القدح في الائمة وكذلك ابن القيم و شيخ اسلامه ويقول هذا من فعل الخرافين والجهلة والمبتدعة لانه لم يثبت ذلك عن سيدنا النبي صلى الله عليه وسلم.!!\rومن الذي قال له ان هذا النوع من الذكر يحي القلب ؟؟؟ أهو النبي صلى الله عليه وسلم أم هو من نسج الخيال واتباع الاوهام ؟؟؟\rوما دليلهم على ذلك\rتهليل بأعداد كبيرة سبعين آلف مرة وإهداءها للميت\rالفتاوى الكبرى لابن تيمية/كتاب الجنائز/2\r385 - / 25 - سئل: عمن [ هلل سبعين ألف مرة وأهداه للميت يكون براءة للميت من النار ] حديث صحيح؟ أم لا؟\rوإذا هلل الإنسان وأهداه إلى الميت يصل إليه ثوابه أم لا؟\rالجواب: إذا هلل الإنسان هكذا: سبعون ألفا أو أقل ن أو أكثر وأهديت إليه نفعه الله بذلك وليس هذا حديثا صحيحا ولا ضعيفا والله أعلم\rــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ ـــــــــــــــ","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"وقال الإمام أبن الحاج في المدخل (4/129):\r(وقع بعض الناس في شدة كبيرة فشكى ذلك للشيخ – يعني الحافظ أبن أبي جمرة رحمه الله – فرأي النبي الله صلى الله عليه وسلم وهو يشير على الشخص بأن يسبح مائة مرة ويحمد الله مائة مرة ويكبر مائة مرة ويقول لا إله إلا الله وحده لا شريك له مائة مرة ثم يصلى اثني عشرة ركعة ويدعوا بعدها بما يظهر له ثم يصلى ركعتين ثم يقرأ في الختمة خمسين آية من آخر سورة البقرة ثم يصلى أربعاً وعشرين ركعة ثم يدعوا بهذا الدعاء وهو : اللهم لا فرج إلا فرجك ففرج عنا كل شدة وكربة يا من بيده مفاتيح الفرج أكفنا شر من يريد ضرنا من أنس وجن وأدفعه عنا بيدك القوية بإذنك وقدرتك إنك على كل شي قدير.\rففعله فذهبت تلك الشدة التي كان فيها ذلك الشخص وكان سيدنا محمد عليه الصلاة والسلام يقول في النوم للذي أخبره بما تقدم من التسبيح والصلاة والدعاء إن من فعل هذا صادقاً فرج الله عنه شدته من يومه ولو كانت أي شئ كان).\rوياترى ماهو رأي المفتي في ما قاله امام السنة المحدث عبدالله ابن ابي جمرة ؟؟؟\rفقد رأى النبي صلى الله عليه وسلم وأمره بأن يتلو بعض الاذكار ويصلي بعض الصلوات ؟؟؟ وهل مثل هذا الكلام كان معروفاً عند الصحابة ؟؟؟ وهل يضر المسلم شيئ اذا فعل مثل هذا الفعل ؟؟؟\rواقول ان الصلاة على النبى صلى الله عليه وآله وسلم وردت فى القرآن الكريم عامة بالنص \"\r{ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً } --- سورة الأحزاب - الآية رقم – 5\rوهنا سأل الصحابة رسول الله علمنا كيف نسلم عليك فكيف نصلى عليك قال قولوا : اللهم صل على محمد وعلى آل محمد الصلاة المعروفة التى نصلي بها فى التشهد.\rوهنا تبيهات مهمة :","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"1- ان سيدنا رسول الله حين علم هذه الصيغة للصحابة لم يبين لهم انه لايجوز الصلاة على النبى الا بهذه الصيغة .. والدليل على ذلك ان كثير من الصحابة لم يتقيدوا بهذه الصلاة بل كانوا يحسنون الصلاة على رسول الله بصيغ كثيرة واردة .\rوالكثير من الصحابة رضوان الله عليهم والتابعين اجتهدوا في الدعاء والذكر بداخل الصلاة فما بالك بخارجها فخارجها يكون الباب أوسع بلا شك ولم ينكر النبي صلي الله عليه وسلم عليهم ذلك .\rعن ابن عمر قال:\r: \"\"بينما نحن نصلي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ قال رجل من القوم:\r\"\" الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من القائل كلمة كذا وكذا ؟ قال رجل من القوم أنا يا رسول الله قال عجبت لها فتحت لها أبواب السماء\"\"\rقال ابن عمر رضي الله عنه: \"\"فما تركتهن منذ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ذلك\"\" رواه مسلم \"150\"،والترمذي\"3592\"،ورواه النسائي\"886\"،ورواه أحمد \"4627\".\rقال الحفاظ للذهبي في التذكرةج 1 ص 151 : في ترجمة سليمان التيمي الحافظ : قال : سعيد بن عامر الضبعي : كان سليمان التيمي يسبح الله في كل سجدة سبعين تسبيحة .\rوأجتهدوا في الصلوات والذكر ولم ينكر عليهم ذلك.\rعن عبد الله بن مسعود قال: إذا صليتم على رسول الله صلى الله عليه وسلم فأحسنوا الصلاة عليه . فإنكم لا تدرون لعل ذلك يعرض عليه . قال فقولوا له فعلمنا . قال قولوا:\r\"\"اللهم اجعل صلاتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين وإمام المتقين وخاتم النبيين محمد عبدك ورسولك إمام الخير وقائد الخير ورسول الرحمة . اللهم ابعثه مقاما محمودا يغبطه به الأولون والآخرون . اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد . اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد\"\".\rرواه البزار وحسنه الحافظ المنذري","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"======================== ..dst silahkan lihat di online atau ePISS-KTB ==============================\rولله در الحافظ ابن حجر الهيتمي إذ يقول تواترت الأدلة والنقول فما يحصى المصنف مايقول بأن المصطفى حي طري هلال ليس يطرقه أفول وأن الجسم منه بقاع لحد كورد لايدنسه الذبول وأن الهاشمي بكل وصف جميل لا يغيره الحلول وأن الدود لا يأتي إليه كذا الآفات ليس لها وصول ولم تأكل الغبراء لحما ولا عظماَ وأثبت ما أقول وتأتيه الملائك كل وقت تحييه وتسمع مايقول وتأتيه بأرزاق حسان وبر حيث يأمرها الجليل وصوم ثم حج كل عام يجوز عليه بل لا يستحيل ويطهر للصلاة بماء غيب ويقضيها بذا ورد الدليل يصلى في الضريح صلاة خمس دواماَ لا يمل ولا يميل كذا الأعمال تعرض كل يوم عليه كي يسر بها الرسول فإن كانت صلاة قام يدعو إلى المولى ليقبل ما يقول وإلا غير ذلك فهو يدعو ليغفرها وقد صفح الجليل وبقعته التي ضمت حقاَ رياض من جنان تستطيل كذا اللحد الذي ضم الطوايا تشرف حين حل به النزيل وأفضل من سموات وأرض وأملاك بأفلاك تجول ومن عرش ومن جنات عدن وفردوس بها خير جزيل وفى القبر الشريف تراه حيا إلى كل البقاع له وصول وكل الأنبياء كذاك حقاَ بأجداث لهم ظل ظليل ولم تعلم مقابرهم بأرض يقيناَ غير ما سكن الرسول وفي حبرون أيضا ثم غارً به رسل كرام والخليل ولولا أنه حي حري بإدراك كما نقل الفحول لما سعت الشموس إليه حقاَ تسلم حين تطلع أو تزول وما كان الحجيج إليه يسعى ويرجو أن يكون له قبول كذاك النوق فى البوادي ينادي لها الحادي وطاب لها المقيل تمد رقابها شوقا إليه وأدمعها كسيل إذ يسيل ويلقاهم اذا وفدوا عليه وينظرهم إذا ازدحم القفول ويسمعهم إذا صلوا عليه بأذنيه فقصر ياملول ومن لم يعتقد هذا بطه يقيناَ فهو زنديق جهول عبيد هيثمي مستجير بمن حطت بساحته الحمول عليه الله صلي كل وقت مدي الأيام ماشدت حمول وال والصحابة ماتدانى من الأقطار سيل إذ يسيل)","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"انتهى\rوهذا ما وفقنى الله إلى جمعه وكتابته وهناك الكثير والكثير من الأدلة ولكننا مع التطويل ايضاً قد اختصرنا ولكن كان لابد الرد على الشبهات من جميع الجوانب لان المعترض لا يعرف الاختصار بل يأتي بكل ما هو خارج الموضوع ولذلك وضحنا للقارئ قبل طالب العلم وخاصة في تضعيف الأحاديث لان ما يهمنا هنا هو القارئ العزيز الذي يخدع ببعض الأقوال والفتاوي فكان لابد من التوضيح ويعلم الله أننا مع هذا التطويل اختصرنا الكثير والكثير\rوالخلاصة أن الصلاة النارية فيها الكثير من الخير باذن الله ولا تخالف الشرع كما أدعى البعض بل أدلتها كثيرة ووفيرة وقد عرضنا نبذة وما كتبناه هو غيض من فيض.\rSumber : http://www.nokhbah.net/vb/showthread.php?p=30029\r0629. DO'A AGAR MENDAPAT ANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN ?\rDOA MENDAPATKAN ANAK LELAKI\rKeterangan : Barang siapa menginginkan istrinya melahirkan bayi laki-laki, maka hendaklah sang suami meletakan tangan kanannya pada pusarnya seorang istri, pada masa-masa permulaan hamil, meskipun masih pada masa kehamilan dari tiga bulan yang awal, dan megusap-ngusapnya sambil berdoa :\rاللهم ان كنت خلقت خلقا فى بطن هذه المرأة فكوّنه ذكرا واسميه احمد بحق محمد صلى الله عليه وسلم رب لاتذرنى فردا وانت خير الوارثين.\rArtinya : Ya Alloh apabila engkau berkehendak menciptakan seorang makhluq di dalam perut wanita ini, maka jadikanlah anak laki-laki dan akan aku beri nama Ahmad, dengan bertawasul kepada Muhammad SAW, wahai Tuhanku jangan engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah waris yang paling baik. (Kitab Sa’adah Ad-Daroin Hal, 655. Darul Fikr).\rANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN ???\r1. Hadits Tsauban radliyallaahu ‘anhu.","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"Ada seorang Yahudi yang datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang permasalahan anak. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab :\r\"ماء الرجل أبيض وماء المرأة أصفر. فإذا اجتمعا، فعلا مني الرجل مني المرأة، أَذْكَرَا بإذن الله. وإذا علا مني المرأة مني الرجل، آنثا بإذن الله\"\r“Air (mani) laki-laki warnanya putih, sedangkan air mani wanita warnanya kekuning-kuningan. Apabila keduanya berkumpul (melalui satu persetubuhan) yang ketika itu air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki dengan ijin Allah. Namun apabila air mani wanita mengalahkan air mani laki-laki, maka anak yang akan lahir adalah wanita dengan ijin Allah”. [HR. Muslim no. 315, Al-Baihaqiy 1/169, Ibnu Khuzaimah no. 232, dan yang lainnya].\r2. Hadits Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu.\rعن أنس : أن عبد الله بن سلام أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم مقدمه المدينة فقال يا رسول الله إني سائلك عن ثلاث خصال لا يعلمهن إلا نبي قال سل قال ما أول أشرط الساعة وما أول ما يأكل منه أهل الجنة ومن أين يشبه الولد أباه وأمه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرني بهن جبريل عليه السلام آنفا قال ...... وأما شبه الولد أباه وأمه فإذا سبق ماء الرجل ماء المرأة نزع إليه الولد وإذا سبق ماء المرأة ماء الرجل نزع إليها قال أشهد أن لا اله إلا الله وأنك رسول الله\rDari Anas : Bahwasannya ‘Abdullah bin Salaam mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat beliau tiba di Madinah.\rIa pun bertanya : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku akan bertanya kepada engkau atas tiga permasalahan yang tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi”.","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Bertanyalah”. ‘Abdullah bin Salaam melanjutkan : “Apakah tanda hari kiamat untuk pertama kali ? Makanan apakah yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga ? Dan dari mana datangnya sebab seorang anak menyerupai ayah dan ibunya ?”.\rRasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab :“Baru saja Jibril ‘alaihis-salaam mengkhabarkan kepadaku tentang jawaban ketiga hal tersebut”. Beliau melanjutkan :“………….Adapun sebab seorang anak menyerupai ayah dan ibunya : Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, maka anak (yang lahir) akan mirip ayahnya. Namun apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki, maka anak (yang lahir) akan mirip ibunya”.\r‘Abdullah bin Salaam kemudian berkata : “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan (aku bersaksi) bahwa engkau adalah utusan Allah”. (HR. Al-Bukhari no. 3329 ).\r3. Hadits Ummu Sulaim radliyallaahu ‘anhaa.\rأن أم سليم حدثت؛ أنها سألت نبي الله صلى الله عليه وسلم عن المرأة ترى في منامها ما يرى الرجل. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم \"إذا رأت ذلك المرأة فلتغتسل\" فقالت أم سليم: واستحييت من ذلك. قالت: وهل يكون هذا؟ فقال نبي الله صلى الله عليه وسلم \"نعم. فمن أين يكون الشبه. إن ماء الرجل غليظ أبيض. وماء المرأة رقيق أصفر. فمن أيهما علا، أو سبق، يكون منه الشبه\".","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Bahwasannya Ummu Sulaim pernah menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabiyullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang wanita yang bermimpi sebagaimana mimpi yang dialami oleh laki-laki. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila ia melihat yang demikian, hendaklah ia mandi”. Ummu Sulaim berkata (kepada perawi) : “Sebenarnya aku malu menanyakan hal tersebut”. Ia kembali bertanya kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Mungkinkah hal itu terjadi (pada diri seorang wanita) ?”.\rNabi shallallaahu ‘alaihi wa sallammenjawab : “Ya. (Jika tidak), maka darimana adanya penyerupaan (seorang anak kepada orang tuanya) ?. Sesungguhnya air mani laki-laki kental lagi berwarna putih, sedangkan air mani wanita encer dan berwarna kekuning-kuninganan. Siapa saja di antara keduanya yang mengalahkan atau mendahului dari yang lain, maka akan terjadi penyerupaan (dari si anak) terhadap dirinya” [HR. Muslim no. 311].\r4. Hadits ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa.\rعن عائشة؛ أن امرأة قالت لرسول الله صلى الله عليه وسلم: هل تغتسل المرأة إذا احتلمت وأبصرت الماء؟ فقال \"نعم\" فقالت لها عائشة: تربت يداك. وألت. قالت فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم \"دعيها. وهل يكون الشبه إلا من قبل ذلك. إذا علا ماؤها ماء الرجل أشبه الولد أخواله. وإذا علا ماء الرجل ماءها أشبه أعمامه\".","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"Dari ‘Aisyah : Bahwasannya ada seorang wanita yang bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Apakah seorang wanita harus mandi jika ia bermimpi dan melihat air ?”. Beliau menjawab : “Ya”. Maka ‘Aisyah berkata kepadanya : “Taribat yadak ! (sebuah kalimat pengingkaran atas pertanyaan wanita tadi –)”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda : “Biarkanlah ia. Dari mana datangnya penyerupaan bila tidak berasal dari yang demikian ? Apabila air mani wanita mengalahkan/mengungguli air mani laki-laki, maka anak yang lahir akan menyerupai keluarga ibunya. Apabila air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang lahir akan menyerupai keluarga ayahnya” [HR. Muslim no. 314].\rMIRIP SIAPAKAH ANAK ANDA ?\rAl-Haafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"والمراد بالعلو هنا السبق، لأن كل من سبق فقد علا شأنه فهو علو معنوي، وأما ما وقع عند مسلم من حديث ثوبان رفعه: \"ماء الرجل أبيض وماء المرأة أصفر فإذا اجتمعا فعلا مني الرجل مني المرأة أذكرا بإذن الله، وإذا علا مني المرأة مني الرجل أنثا بإذن الله\" فهو مشكل من جهة أنه يلزم منه اقتران الشبه للأعمام إذا علا ماء الرجل ويكون ذكرا لا أنثى وعكسه، والمشاهد خلاف ذلك لأنه قد يكون ذكرا ويشبه أخواله لا أعمامه وعكسه، قال القرطبي: يتعين تأويل حديث ثوبان بأن المراد بالعلو السبق. قلت: والذي يظهر ما قدمته وهو تأويل العلو في حديث عائشة وأما حديث ثوبان فيبقى العلو فيه على ظاهره فيكون السبق علامة التذكير والتأنيث والعلو علامة الشبه فيرتفع الإشكال، وكأن المراد بالعلو الذي يكون سبب الشبه بحسب الكثرة بحيث يصير الآخر مغمورا فيه فبذلك يحصل الشبه، وينقسم ذلك ستة أقسام: الأول أن يسبق ماء الرجل ويكون أكثر فيحصل له الذكورة والشبه، والثاني عكسه، والثالث أن يسبق ماء الرجل ويكون ماء المرأة أكثر فتحصل الذكورة والشبه للمرأة، والرابع عكسه، والخامس أن يسبق ماء الرجل ويستويان فيذكر ولا يختص بشبه، والسادس عكسه","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"“Yang dimaksud dengan al-‘ulluw adalah as-sabq (mendahului), karena setiap yang mendahului berarti ia telah mengungguli/mengalahkan dalam arti maknawi. Adapun hadits Tsauban yang diriwayatkan oleh Muslim :‘Air (mani) laki-laki warnanya putih, sedangkan air mani wanita warnanya kekuning-kuningan. Apabila keduanya berkumpul (melalui satu persetubuhan) yang ketika itu air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki dengan ijin Allah. Namun apabila air mani wanita mengalahkan air mani laki-laki, maka anak yang akan lahir adalah wanita dengan ijin Allah’ ; maka dalam hadits tersebut terdapat hal yang sulit dipahami (musykil). Karena, apabila air mani laki-laki yang mendahului, maka hal itu berkonsekuensi anak yang terlahir akan menyerupai keluarga suami dan berjenis kelamin laki-laki. Demikian pula jika sebaliknya. Sementara kenyataan yang ada, kadangkala anak laki-laki mirip dengan keluarga dari pihak ibu, bukan dari pihak keluarga ayah.","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"Demikian juga sebaliknya. Al-Qurthubi berkata : “Dengan demikian jelaslah bahwa maksud dari kata al-‘ulluw dalam hadits Tsauban adalah as-sabq(mendahului)”. Aku (Ibnu Hajar) katakan : “Menurutku, demikianlah makna kata al-‘ulluw yang tercantum dalam hadits ‘Aisyah. Adapun hadits Tsaubaan, kata al-‘ulluw tetap ditafsirkan sesuai dengan dhahirnya. Dengan demikian, as-sabq (mendahului) merupakan penentu jenis kelamin laki-laki atau wanita, sedangkan al-‘ulluw(mengalahkan/dominansi) merupakan tanda penyerupaan/kemiripan. Berarti tidak ada lagi kesulitan dalam memahami makna hadits. Seakan-akan maksud al-‘ulluw yang merupakan sebab penyerupaan/kemiripan karena banyaknya air mani yang keluar sehingga membanjiri yang lainnya. Dengan keadaan ini, maka akan tercapailah penyerupaan/kemiripan. Perkara ini ada enam keadaan :\r1.…Apabia air mani laki-laki lebih banyak dan keluar mendahului air mani wanita, maka anak yang lahir adalah laki-laki dan serupa dengan ayahnya atau keluarga ayahnya.\r2.…Sebaliknya dari yang di atas (yaitu : apabila air mani wanita lebih banyak dan keluar mendahului air mani laki-laki, maka anak yang lahir adalah wanita dan serupa dengan ibunya atau keluarga ibunya).\r3.…Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, namun air mani wanita lebih banyak; maka anak yang lahir adalah laki-laki dan serupa dengan ibunya atau keluarga ibunya.\r4.…Sebaliknya dari yang di atas (yaitu apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki, namun air mani laki-laki lebih banyak; maka anak yang lahir adalah wanita dan serupa dengan ayahnya atau keluarga ayahnya).","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"5.…Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita dan dua-duanya sama banyaknya, maka anak yang lahir adalah laki-laki tanpa ada keserupaan secara khusus kepada keduanya.\r6.…Sebaliknya (yaitu apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki dan dua-duanya sama banyaknya, maka anak yang lahir adalah wanita tanpa ada keserupaan secara khusus kepada keduanya). [Fathul-Baariy, 7/273].\r0656. DZIKIR FIDAA' (TEBUSAN)\rPERTANYAAN :\rMeymey Armien\rAssalamu alaikum semua... Mey ada masalah sekaligus tanya. ibu mey mau aqiqohin/sodakoh 2 kambing (cukup)buat 1000 hari almarhum adik mey. ayah suruh tambah 1 lagi kambingnya buat dzikir fidak. mey yang tidak tau apa apa jdi bingung karena yang handel keuangan adalah mey. Pertanyaan:\r1. apa sih yang dimaksud dzikir fidak, apa itu harus pakai kambing juga ?\r2.dr masalah mey diatas sebaiknya berapa kambing yang mey hrs sediain. Syukron\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam.Dzikir Fidaa' terbagi atas dua macam :\r1. SHUGRO (membaca kalimah TAHLIL (LAA ILAAHA ILLALLAAH sebanyak 70.000 kali)\r2. KUBRO (membaca SURAT AL-IKHLASH sebanyak 100.000 kali)\rKedua dzikir fidaa' di atas tidak ada sangkut pautnya dengan kambing\rBeberapa rujukan kitab yang menjelaskan tentang DZIKIR FIDAA’\rDzikir Fida’ adalah dzikir untuk memohon kepada Allah agar diselatkan dari api neraka, baik untuk diri sendiri ataupun diperuntukkan pada orang lain yang telah meninggal. Adapun kalimat dzikir Fida’ itu bermacam-macam diantaranya:\r• Membaca kalimat tahlil sebanyak 70.000 / 71.000.\r• Membaca surat Ikhlas sebanyak 1.000 / 100.000, dan lain sebagainya.","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"• Dzikir Fida’ bisa dilaksanakan untuk sendiri atau orang lain, dan dapat dilaksanakan dalam satu majelis atau dicicil. Lafadz niatnya perlu dibedakan dan dijelaskan.\rSebagaimana diterangkan dalam beberapa kitab diantaranya :\r1. Tafsiir As-Shoowi, Juz 4 hal. 498 ( Ahmad Shoowi Al-Maliki )\rومنها : اَنَّ مَنْ قَرَأَهَا مِائَةَ أَلْفِ مَرَّةٍ فَقَدِ اشْتَرَى نَفْسَهُ مِنَ اللهِ, وَنَادَى مُنَادٍ مِنْ قِبَلِ اللهِ تَعَالَى فِىْ سَمَوَاتِهِ وَفىِ أَرْضِهِ : اَلاَ إِنَّ فُلاَناً عَتِيْقُ اللهِ, فَمَنْ كَانَ لَهُ قَبْلَهُ بِضَاعَةً فَلْيَأْخُذْهَا مِنَ اللهِ غَزَّ وَجَلَّ, فَهِيَ عَتَاقَةٌ مِنَ النَّارِ لَكِنْ بِشَرْطِ اَنْ لاَ يَكُوْنَ عَلَيْهِ حُقُوْقٌ لِلْعِبَادِ أَصْلاً, اَوْ عَلَيْهِ وَهُوَ عَاجِزٌ عَنْ أَدَائِهَا.\rتفسير الصاوى : الجزء الرابع ص : 498\rSebagian dari fadlilahnya surat Ihlas yaitu : sesungguhnya orang yang membacanya sebanyak 100.000 kali maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah dan Malaikat akan mengumumkan dari sisi Allah di langit dan di bumi “ ketahuilah sesungguhnya si fulan adalah hamba yang dimerdekakan oleh Allah, siapa saja yang mempunyai hak yang di tanggung fulan maka mintalah dari Allah “. Maka surat Ihlas tersebut akan memerdekakan dari neraka, tetapi dengan syarat tidak mempunyai tanggungan pada orang lain, atau punya tanggungan tapi tidak mampu membanyarnya.\r2. Kitab Khoziinatul Asroor, hal. 157 ( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )\rوَأَخْرَجَ مُسْلِمٌ وَغَيْرُهُ …. وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ اْلاِخْلاَصِ بِإِخْلاَصٍ حَرّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النّارِ اهـ .\rخزينة الاسرار ص: 157","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan…. dalam riwayat yang lain Rosulullah SAW. bersabda : barangsiapa membaca surat al-Ikhlas dengan hati yang ikhlas maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.\r3. Kitab Khoziinatul Asoror, hal. 188 ( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )\rوَاَيْضًا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَالَ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ أَحَدًا وَسَبْعِيْنَ اَلْفًا اِشْتَرَى بِهِ نَفْسَهُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ رَوَاهُ اَبُوْ سَعِيْدٍ وَ عَائِشَةٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا وَكَذَا لَوْ فَعَلَهُ لِغَيْرِهِ أَقُوْلُ وَلَعَلَّ هَذَا الْحَدِيْثَ مُسْتَنَدُ السَّادَةِ الصُّوْفِيَّةِ فىِ تَسْمِيَّةِ الذِّكْرِ كَلِمَةَ التَّوْحِيْدِ بِهَذَا اْلعَدَدِ عَتَاقَةً جَلاَلِيَّةً وَاشْتَهَرَتْ فىِ ذَلِكَ حِكَايَةٌ ذَكَرَهَا الشَّيْخُ اْلاَكْبَرُ عَنِ اْلاِمَامِ أَبِي اْلعَبَّاسِ اْلقُطْبِ اْلقَسْطَلاَنِى نَقْلاً عَنِ الشَّيْخِ أَبِي الرَّبِيْعِ الْمَالِكِى دَالَّةً عَلىَ صِدْقِ هَذَا الْخَبَرِ بِطَرِيْقِ اْلكَشْفِ اهـ .\rخزينة الاسرار ص: 188","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"Rosulullah SAW. bersabda : “Barangsiapa yang membaca kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 71.000 maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah Azza wa Jalla”. Hadits riwayat Abu Sa’id dan ‘Aisyah r.a. begitu juga kalau dia melakukan untuk orang lain. Hadits ini adalah sebagai sandaran dasar para Ulama’ Shufi untuk menamakan dzikir dengan kalimat tauhid dengan jumlah hitungan tersebut dengan nama ‘Ataqoh Jalaliyyah. Cerita tentang kebenaran dzikir ini sudah sangat masyhur, diantaranya yang ditutur oleh as-Syaikh al-Akbar dari Imam Abi al-Abbas al-Qutbi al-Qostholani dari Syaikh Abi Robi’ al-Maliki untuk menunjukkan kebenaran hadits ini dengancara mukasyafah.\r4. Kitab Irsyaadul ‘Ibaad, hal. 4 (Zainuddin abdul Aziz Ibnu Zainuddin Al-Malibari)\rوَحُكِىَ اَيْضًا فِيْهِ عَنِ الشَّيْخِ أَبِي يَزِيْدَ الْقُرْطُبِى قَالَ سَمِعْتُ فِى بَعْضِ اْلأَثاَرِ أَنَّ مَنْ قَالَ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ فِدَآءً مِنَ النَّارِ.\rإرشاد العباد ص : 4\rDiriwayatkan lagi dari Syaikh Abi Yazid al-Qurtubi berkata : saya mendengar dari sebagian atsar (perkataan Shohabat) “ barangsiapa mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 70.000 kali, maka kalimat tersebut menjadi tebusan baginya dari api neraka\r5. Khoziinatul Asroor, hal. 159( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"وَيقولُ الفَقِيْرُ أَعْتَقَهُ اللهُ مِنَ السَّعِيْرِ اِنِّي رَأَيْتُ شَيْخًا فىِ المَسْجِدِ الْحَرَامِ فىِ رَمَضَانَ سَنَةَ اِثنَتَيْنِ وَسِتِّيْنَ وَمِائَتَيْنِ وَاَلْفٍ يَقْرَأُ سُوْرَةَ اْلاِخْلاَصِ عِنْدَ بَابِ الدَّاوُدِيَةِ لَيْلاً وَنَهَارً كُلَّ رَمَضَانَ فَقَبَّلْتُ يَدَهُ فَقُلْتُ يَا سَيِّدِى وَمَوْلاَيَ اِنِّىْ اَرَاكَ كُلَّ يَوْمٍ تَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَخْبِرْنِىْ عَنْ فَوَائِدِهِ وَأَسْرَارِهِ فَقَالَ أَعْتَقْتُ رَقَبَتىِ مِنَ النَّارِ يَا وَلَدِىْ وَشَارَ بِيَدِهِ اِلىَ عُنُقِهِ فَقُلْتُ أَجِزْنِيْهَا فَأَجَازَنِىْ وَأَذِنَ لِىْ وَدَعَا لِىْ بِالْبَرَكَةِ فِيْهِ وَفَّقَنِيَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ لِقِرَائَتِهَا اَلْفَ مَرَّةٍ وَبِهَا اْلاِجَازَةُ لِمَنْ قَرَأَهَا بِالخَطِّ وَالكِتَابَةِ بَارَكَ اللهُ لَناَ وَلَكُمْ وَفَتَحَ عَلَيْنَا وَعَلَيْكُمْ جَعَلَنِيَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلمُخْلِصِيْنَ بِحُرْمَةِ اْلاِخْلاَصِ.\rخزينة الاسرار ص : 159","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"Al-Faqir berkata (semoga Allah memerdekakannya dari neraka Sya’ir) : saya melihat seorang Syaikh di Masjidil Haram pada bulan Romadlon tahun 1.261 sedang membaca surat al-Ikhlas di sebelah pintu Dawudiyyah malam dan siang hari setiap bulan Romadlon. Kemudian aku mengecup tangannya sambil berkata : Wahai Tuanku, aku melihatmu setiap hari membaca surat Ikhlas, berilah tahu padaku tentang faedah dan rahasianya. Kemudian dia menjawab : aku ingin memerdekakan jasadku dari neraka wahai anakku, dan dia mengangkat tangan ke lehernya. Aku berkata : berilah aku ijazah, kemudian beliau mengijazahiku dan memberi izin padaku serta mendo’akan barokah. Semoga Allah memberi pertolongan pada kamu untuk membacanya sebanyak 1.000 kali. Dan ini merupakan ijazah melalui tulisan bagi orang yang mau membacanya. Semoga Allah memberi barokah pada kita dan membukakan rohmatnya. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang selamat sebab kemuliaan surat al-Ikhlas.\r6. Kitab Khoziinatul Asroor, hal. 188 ( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili )\rوَقَدْ نَقَلَهَا أَبُوْ سَعِيْدِ الْخَادِمِى فِى الْبَرِيْقَةِ شَرْحِ الطَّرِيْقَةِ الْمُحَمَدِيَّةِ وَغَيْرُهُ مِنَ الثِّقَاةِ اْلاِثْبَاتِ عَلىَ اَنَّ الْحَدِيْثَ الضَّعِيْفَ يُعْمَلُ بِهِ فِيْ فَضَائِلِ اْلاَعْمَالِ , لاَ سِيَّمَا وَهُوَ مُخَالِفٌ لِلْقِيَاسِ\rخزينة الاسرار ص : 188","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"Demikian itu juga dikutip oleh Abu Sa’id Al-Khodimi dari parawali itersebutat yang terpercaya yang tersebut dalam kitab Al-Bariqoh, Syarah kitab At-Thoriqotul Muhamadiyyah dan lainnya, bahwa hadits dhoif boleh diamalkan dalam hal Fadloilil ‘Amal (keutamaan amal) meskipun tidak sesuai dengan qiyas.\rWallaahu A'lamu Bis Showaab\r0688. Doa Hamil dari Mbah Kholil bin Abd. Lathif Bangkalan\rNur Hasyim S. Anam\rAjaztukum\rUntuk Suami :\r1. الفاتحة الى حضرة النبي المصطفى صلى الله عليه وسلم\r2. الفاتحة الى حضرة الشيخ عبد القادر الجيلاني\r3. الفاتحة الى حضرة الشيخ كياهي محمد خليل بن عبد اللطيف باغكالن\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيْمِ\rوَلْيَتَلَطَّفْ × 7\rيَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبْ × 3","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ اَللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدَ زَوْجَتِي ............ مِنْ بَطْنِهَا إِلَى خُرُوْجِهِ عَلَى الدُّنْيَا مِنْ مُدَّتِهَا إِلَى الاَخِرَةِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ بِحُرْمَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْتَ شَافِ ِلاَشْفَاءَ اِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَ يُغَادِرْ سَقَمًا، اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ اَللَّهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِهَا وَقْتَ وِلاَدَتِهَا سَهْلاً وَسَلِيْمًا كَمَا سَهَّلْتَ سَيِّدَتِنَا اَمِيْنَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عِنْدَ وِلاَدَتِهَا وَاجْعَلْهُ سَعِيْدًا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَلاَ تَجْعَلْهُ غَيْبًا وَكَذِيْبًا وَخِيَانَةً وَتَقَبَّلْ دُعَائَنَا كَمَا تَقَبَّلْتَ دُعَاءَ نَبِيِّكَ ورَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدَ الَّذِي اَخْرَجْتَ مِنْ عَالَمِ الظُّلْمِ اِلَى عَالِمَ النُّوْرِ وَاجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفًا اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَاهِدًا وَمُبَارَكاً وَعَالِماً وحَافِظًا لِكَلاَمِكَ الْمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَاَفْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ القُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ الْمَرَضِ وَاْلإِنْتِقَامِ وَالْعَطْشِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَمِيْعِ الاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَالاَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ\rUntuk Istri :\r1. الفاتحة الى حضرة النبي المصطفى صلى الله عليه وسلم\r2. الفاتحة الى حضرة الشيخ عبد القادر الجيلاني\r3. الفاتحة الى حضرة الشيخ كياهي محمد خليل بن عبد اللطيف باغكالن\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيْمِ\rوَلْيَتَلَطَّفْ × 7\rيَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبْ × 3\rاَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ اَللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مِنْ بَطْنِيْ إِلَى خُرُوْجِهِ عَلَى الدُّنْيَا مِنْ مُدَّتِهَا إِلَى الاَخِرَةِ وَاشْفِهِ مَعِيْ بِحُرْمَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْتَ شَافِ ِلاَشْفَاءَ اِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَ يُغَادِرْ سَقَمًا، اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ اَللَّهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَسَلِيْمًا كَمَا سَهَّلْتَ سَيِّدَتِنَا اَمِيْنَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عِنْدَ وِلاَدَتِهَا وَاجْعَلْهُ سَعِيْدًا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَلاَ تَجْعَلْهُ غَيْبًا وَكَذِيْبًا وَخِيَانَةً وَتَقَبَّلْ دُعَائَنَا كَمَا تَقَبَّلْتَ دُعَاءَ نَبِيِّكَ ورَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدَ الَّذِي اَخْرَجْتَ مِنْ عَالَمِ الظُّلْمِ اِلَى عَالِمَ النُّوْرِ وَاجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفًا اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَاهِدًا وَمُبَارَكاً وَعَالِماً وحَافِظًا لِكَلاَمِكَ الْمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"وَاَفْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ القُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ الْمَرَضِ وَاْلإِنْتِقَامِ وَالْعَطْشِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَمِيْعِ الاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَالاَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ\r0690. Doa Pernikahan dari Mbah Kholil bin Abd. Lathif Bangkalan\rNur Hasyim S. Anam\rBagi poro yai silahkan diapalke mumpung lagi rame mantenan\rSaifulloh Naji\rQabiltu ya Ustadz Hasyim S. Anam 'ala ijazatik\rاَلْفَاتحَةْ عَلَى نِيَّةِ اَنَّ اللهَ يَجْعَلُ هَذَا الزَّوَاجَ زَوَاجًا مُبَارَكًا فِى الدُّنْيَا وَ اْلاُخْرَى بِجَاهِ اَبِى الزَّهْرَاءِ زَوْجِ الْكُبْرَى وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِىِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ صَاحِبِ اْلإسْرَاءِ اَلْفَاتِحَةْ ....","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"اَللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ عُمَّنَا وَبِلُطْفِكَ حُفَّنَا وَاجْعَلْ هَذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكاً مَعْصُوْمًا. وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا. وَلاَ تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فُرْقَةً وَفِرَارًا وَخُصُوْمًا. وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ اَنْ تُلْقِيَ بَيْنَهُمَا الْمَحَبَّةَ وَالْوِدَادَ وَاَنْ تَرْزُقَهُمَا النَّسْلَ الصَّالِحَ مِنَ الْبَنَاتِ وَاْلاَوْلاَدِ حَتىَّ تُريَهُمَا اْلاَسْبَاطَ وَاْلاَحْفَادَ وَاَنْ تَحْفَظَهُمَا مِنْ مَكاَيِدِ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ وَاَنْ تُوَسِّعَ لَهُمَا الرِّزْقَ وَاَنْ تَجْعَلَهُمْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ الْعَافِيَةَ وَدَوَامَ الْعَافِيَةِ وَالشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ اَللَّهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ اَبِيْنَا اَدَمَ وَاُمِّنَا حَوِّاءَ وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ سَيّدِنَا عَلِيٍّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَاَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ الْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَِلهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ\r0726. Amalan Dan Do'a Pergantian TAHUN\rPERTANYAAN :\rWudda Non Orisinil\rSalam.... Ada yang bisa post do'a akhir dan awal tahun ga? sekalian tarjamahnya. mksh\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rAMALAN DI PERGANTIAN TAHUN\r1. Doa Akhir Tahun","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"Dengan doa ini kita memohon saat kita mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan kita tinggalkan ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah SWT yang kita kerjakan, maka kita memohon agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah SWT.\rBismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitanii 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubatii wa da'autanii ilat taubati minhu ba'da jur-atii alaa ma'syiyatika, fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikraami an tataqabbalahuu minnii wa laa taqtha' rajaaii minka yaa kariim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.\rDibaca tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah.\r2. Doa Awal Tahun\rDengan doa ini kita memohon kepada Allah SWT agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.\rBismillaahir-rahmaanir-rahiim\rWa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.\rAllaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"Wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwal\rWa haadzaa 'aamun jadiidun qad aqbal\rNas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa-ihii wa junuudihii\rWal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu-i\rWal-isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfa\rYaa dzal-jalaali wal-ikraam yaa arhamar-raahimin\rWa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam\rArtinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan tahun baru ini benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) syetan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.\rDoa ini dibaca tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya.\r[ Sumber : www.fb.com/notes/163806213660984 ].\rMbah Jenggot\rAmaliyah Menyambut Pergantian tahun dan 10 muharram ( Hari Ayura`)","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"Keutamaan Bulan Muharram, Muharram merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.\rإِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ\r“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram” (QS. At Taubah: 36)\rAmalan Do`a menyambut pergantian tahun.\rSeyogyanya pada hari terakhir bulan Zulhijjah dan pada 1 Muharram dengan :","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"Doa Akhr Tahun Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon Ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat YangMaha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang MahaPemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.\r1. Berdoa akhir tahun pada hari terakhir bulan Zulhijah selepas Asar sebanyak 3X\rFadhilahnya adalah barang siapa membaca do’a ini dalam waktu tersebut maka setan berkata: “Kesusahanlah bagiku,dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam(manusia) pada satu tahun ini karena mereka mengerjakan amal ini hanya dalam waktu lebih kurang 1 jam\r2. Berdoa awal tahun","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"DOA AWAL TAHUN Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin\rDilakukan pada 1 Muharram selepas Maghrib 3X. Pada Malam Harinya sejak permulaan terbenamnya Matahari (Timbul merah Jingga) itulah tanda tanggal 1 Muharam telah Tiba. Kita perlu Memohon pada Alloh agar pada Tahun mendatang kita selamat dari godaan syetan. Fadhilahnya Barangsiapa doa ini syetan2 akan berkata : “Alangkah bahagianya orang itu dia akan dilindungi dari godaan2ku pada sisa umurnya, karena Allah mengutus 2 malaikat untuk menjaganya dari godaan2ku”\r3. Selepas solat subuh pada 1 Muharram dianjurkan dibacakan Ayat Kursi sebanyak 360 kali dengan membaca :","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"Bismillahirrahmaanirrahim pada setiap kali permulaan bacaan. Insya Allah barangsiapa yang mengamalkannya, akan diberikan keselamatan dan dipelihara dari sebarang musibah dan kesempitan rezeki.\rAmalan-amalan lain yang disunatkan adalah: a) Qiyamullail - Solat Tahajjud, Solat Hajat, Solat Sunat Taubat b) Membaca Al-Quran c) Zikir\rHARI ASYURA` (10 MUHARAM)\r10 Muharam – Dinamakan juga hari ‘Asyura’. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilan dan kebenaran.sebagian peristiwa tersebut adalah:\r1.…Nabi Adam bertaubat kepada Allah.\r2.…Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.\r3.…Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.\r4.…Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.\r5.…Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.\r6.…Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.\r7.…Penglihatan Nabi Ya`kub yang kabur dipulihkkan Allah.\r8.…Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya.\r9.…Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.\r10.…Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentara Firaun.\r11.…Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.\r12.…Nabi Sulaiman dikurniai oleh Allah kerajaan yang besar.\r13.…Hari pertama Allah menciptakan alam.\r14.…Hari Pertama Allah menurunkan Rahmat.\r15.…Hari pertama Allah menurunkan hujan.\r16.…Allah menjadikan ‘Arasy.\r17.…Allah menjadikan Luh Mahfuz.\r18.…Allah menjadikan Malaikat Jibril.","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"19.…Nabi Isa diangkat ke langit.\rDari Abu Hurairah r.a. disebutkan Rasulullah s.a.w. bersabda, \"Seutama-utama puasa sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa bulan Muharram dan seutama-utama solat sesudah solat fardu ialah solat malam\". (Sahih Muslim). Abul Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda : \"Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura yakni 10 Muharram, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala 10,000 malaikat; dan barangsiapa yang puasa pada hari Asyura, maka akan diberikan pahala 10, 000 orang Haji dan Umrah, dan 10, 000 orang mati syahid; dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka setiap helai rambut Allah akan menaikkan satu darjat. Dan barangsiapa yang memberi makan buka puasa seorang mukmin yang berpuasa pada hari Asyura, maka seolah-olah memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW dan mengenyangkan perut mereka.\" Sahabat bertanya : \"Ya, Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Asyura dari lain-lain hari.\" Jawab Rasulullah: \"Benar!\" Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata : Rasulullah SAW bersabda : \"Bahwa siapa yang melapangkan pada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu\"","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Said bin Jubair dari Ibn Abbas r.a. berkata : Ketika Nabi SAW baru hijrah ke Madinah, didapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka ditanyakan kepada mereka tentang itu. Jawab mereka : \"Hari itu Allah memenangkan Nabi Musa a.s. dari Bani Israil terhadap Fir'aun dan kaumnya. Maka kami puasa kerana mengagungkan hari ini\". Maka sabda Nabi SAW :\"Kami lebih layak mengikuti jejak Musa dari kamu\", maka Nabi SAW menyuruh sahabat supaya berpuasa.\rAbu Musa Al Madani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a.; \"Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura adalah seperti berpuasa setahun dan siapa yang bersedekah pada hari Asyura adalah bagiku bersedekah setahun.\" (Riwayat Albazzar) . Dari Abu Qatadah Al-Anshari r.a, Rasulullah s.a.w. ditanya orang tentang puasa hari Arafah. Jawab baginda : \"Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang\". Kemudian Nabi ditanya pula tentang puasa hari Asyura, jawab Baginda, \"Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu\". (Sahih Muslim)\rRasulullah s.a.w. bersabda; \"Berpuasa kamu pada hari ke sembilan dan sepuluh Muharam dan jangan meniru cara orang-orang Yahudi.\" - Riwayat Al Baihaqi.\rAmalan di hari Asyruro`\rDari dalil-dalil diatas bisa disimpulkan bahwa sebagian dari amalan yang disunnahkan di hari asyura` adalah:\r1. Berpuasa","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para shabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).\r2. Shadaqah\rSelain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Imam Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.\rDemikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Kami belum menemukan landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya khusus pada bulan Muharram. [ Sumber : www.fb.com/notes/469220663099 ].\r0731. DOA PERGANTIAN TAHUN\rOleh Nur Hasyim S. Anam\rDo'a Akhir Tahun\rDibaca pada akhir bulan Dzul Hijjah yaitu sesudah ashar atau sebelum maghrib.\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيْمِ","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلِ فِى هَذِهِ السَّنَةِ الْمَاضِيَةَ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَنيِّ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جِرَاَتِيْ عَلَيْكَ اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْتَغْفرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْلِى اَللَّهُمَّ وَمَاعَمِلْتُ مِنْ عَمَلِ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعْ رَجَآئِي مِنْكَ يَاكَرِيْمُ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَانِّي اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِى وَمَاعَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْاَلُكَ اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ ........×3\rDo'a Awal Tahun\rDibaca pada awal bulan Muharram yaitu sesudah maghrib.\rبسم الله الرحمن الرحيم","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"الله لا اله الا هو الحي القيوم لا تأخذه سنة ولا نوم له ما في السموات وما في الارض من ذا الذي يشفع عنده الا بإذنه يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ولا حيطون بشيء من علمه الا بما شاء وسع كرسيه السموات والارض ولا يئوده خفظهما وهو العلي العظيم ............................×41/360\rاَللَّهُمَّ يَامُحَوِّلَ الاَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِىْ اِلَى اَحْسَنِ اْلاَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَاعَزِيْزُ يَامُتَعَالُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.........×41/300\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَِميْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلاَءُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَبَدِىُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ وَجُوْدِكَ العَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اسُئَلِكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَاَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الاَمَّارَةِ بِالسُّؤِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ..........×3\r0766. Maksud Palam Lafadz Afiat / Afiah\rPERTANYAAN :\rIking Iks\rSalam, sebenarnya apa yang dimaksud dalam lafadz Afiat/Afiah yang kita semua memohon kepada Allah agar memberikannya pada kita... ?\rJAWABAN :\rKang As'ad","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"(واسألوا الله العافية) وقد كثرت الأحاديث في الأمر بسؤال العافية ، وهي من الألفاظ العامة المتناولة لدفع جميع المكروهات في البدن والباطن ، في الدين والدنيا والآخرة .\r(Mintalah kamu semua al-‘Afiyyah kepada Allah). Sungguh banyak hadits2 yang memerintahkan untuk meminta al-Afiyyah. Al-Afiyyah adalah lafazd2 umum yang sering digunakan untuk menolak seluruh hal2 yang dibenci baik di badan maupun batin, baik di dunia maupun di akherat.\rاللهم إني أسألك العافية العامة لي ولأحبائي ولجميع المسلمين .\rYa Allah saya memohon kepada-Mu al-Afiyyah yang umum bagiku dan bagi orang2 yang aku cintai dan bagi seluruh orang-orang muslim.\r[ http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=5321&idto=5324&bk_no=53&ID=814 ]\rMasaji Antoro\rNambahi sak ndhulit....\r( اللهم إني أسالك العافية ) ، أي السلامة من الآفات الدينية والشدائد الدنيوية . وقيل : السلامة من الأسقام والبلايا . وقيل : عدم الابتلاء بها والصبر عليها والرضا بقضائها ، وهي مصدر أو اسم من عافى . قال في القاموس : والعافية دفاع الله عن العبد وعافاه الله تعالى من المكروه عفاء ومعافاة وعافية : وهب له العافية من العلل والبلاء كأعفاه ( اللهم إني أسالك العفو ) ، أي محو الذنوب والتجاوز عنها ، ( والعافية ) ، أي السلامة من العيوب","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"[ “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu keselamatan” ] ‘AAFIYAH artinya selamat dari cobaan dan kesulitan-kesulitan dunia, dikatakan juga ‘AAFIYAH artinya selamat dari penyakit dan musibah-musibah dunia, dikatakan juga ‘AAFIYAH artinya tidak terdapat cobaan duniawi, sabar atas cobaannya dan menerima secara suka rela atas segala ketentuan Allah pada cobaan-cobaan dunia. Dalam Kamus dikatakan ‘AAFIYAH adalah perlindungan Allah pada hambaNya dari segala hal yang tidak disukai. “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu ampunan” artinya terlebur dan dimaafkannya dosa-dosa sedang ‘AAFIYAH artinya selamat dari cela. [ Mar’aah al-Mafaatih VIII/138 ].\rوللنسائي من حديث أبي هريرة مرفوعًا: «سلوا الله العفو والعافية والمعافاة».\rDalam sebuah hadits yang ditakhrij oleh an-Nasaa-i dari Abu Hurairah disebutkan “Mintalah pada Allah ampunan, kesehatan dan kecukupan”\rالفرق بين العفو والعافية والمعافاة (1): قيل: الاول هو التجاوز عن الذنوب ومحوها. الثاني: دفاع الله - سبحانه - الاسقام والبلايا عن العبد. وهو اسم من عافاه الله وأعفاه، وضع موضع المصدر.\rوالثالث: أن يعافيك الله عن الناس ويعافيهم عنك، أي: يغنيك عنهم ويغنيهم عنك، ويصرف أذاهم عنك وأذاك عنهم. (اللغات)..\r[ PERBEDAAN ‘AFW, ‘AAFIYAH dan MU’AAFAH ] Dikatakan :\r1. ‘AFW artinya terlebur dan dimaafkannya dosa-dosa\r2. ‘AAFIYAH adalah perlindungan Allah pada hambaNya dari segala penyakit dan musibah","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"3. MU’AAFAH artinya Allah memberi kecukupan padamudari membutuhkan pada manusia dan manusia dicukupkan dari membutuhkanmu, Allah palingkan aniaya manusia padamu dan Allah palingkan aniayamu menimpa mereka. [ Al-Furuuq al-Lughawiyyah I/363 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rAwan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rSahabat Mu'awiyah bin abi sufyan berkata pada suatu majlisy \"apa itu al 'afiyah yang ada pada kalian, kmdian slah satu dari mreka menjawb sesuatu kmudian mu'awiyah brkata al 'afiyah itu ada 4 yang di berikan kepada seseorg:\r1.…yang pertama : rumah(baitun) untuk mengungsinya\r2.…yang ke dua : kekhidupan('iisyun) yang mencukupinya\r3.…yang ke tiga : istri yang ridlo kepadanya\r4.…yang ke 4 : kita tidak mengetahuiya kmdian kita menyakitiy,mu'awiyah menegaskan kekuasaany tidak diketahuinya kemudian menyakitinya karena bahwasanya dia itu adalah pemimpin(kholifah) dan penguasa (sulthon).\rAbu bakar al muzani brkata \"brang siapa yang mrupakan orang muslim,smentara badany dalam kselamatan('afiyah) maka dia tlah trumpulkan bgiya pokoky ni'mat dunya(sayyidu na'imi ad dunya)dan pokoky ni'mat akhirat(sayyidu na'imi al akhiroti).karena bahwasanya pokoky ni'mat dunya adalah kselamtan (al 'afiyah) n pokoky ni'mat akhirot adlah islam(al islamu). [ Tanbihul ghofilin 161].\r0771. Membaca Basmallah Sebelum Salam Tidak Disunnahkan\rPERTANYAAN :\rMoch Xtremz\rSalaam, biasanya dalam pengajian atau acara-acara kebanyakan mengucap SALAM didahului BISMILLAH, bukankah As.salamu qoblal kalam. Bagaimana ni hukumnya ya asatidz PISS-KTB ? Matursuwun\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"Tidak disunnahkan membaca basmalah sebelum salam, karena salam itu sebagian dari perkara yang tidak dijalankan dengan membaca bismillah. Dan jika membaca bismillah, maka putuslah kesunatan salam serta kewajiban menjawab salam\r(فَصْلٌ) السُّنَّةُ أَنَّ الْمُسْلِمَ يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ قَبْلَ كُلِّ كَلاَمٍ ِلأَنَّهُ تَحِيَّةٌ يَبْدَأُ بِهِ فَيَفُوْتُ بِاْلإِفْتِتَاحِ بِالْكَلاَمِ كَتَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ.\r[ PASAL ] Yang sunah orang salam itu mulainya sebelum bicara apa-apa … Salam adalah sebelum berbicara. Karena salam adalah penghormatan yang dibuat permulaan. Sunahnya tidak ada jika sudah dimulai dengan bicara dahulu. Seperti sunahnya tahuyatul masjid, sebelum melakukan apa-apa\". [ Al-Adzkar An-Nawawi I/168 ].\rKeterangan kitab lainnya :\rومنها أن يبدأ كل مسلم منهم بالسلام قبل الكلام ويصافحه عند السلام قال النبى من بدأ بالكلام قبل السلام فلا تجيبوه حتى يبدأ بالسلام .اهـ\rWAMINHAA AN YABDA-A KULLU MUSLIMIN MINHUM BIS SALAAMI QOBLAL KALAAMI WA YUSHOOFICHAHUU ‘INDAS SALAAMI, QOOLAN NABIYYU “MAN BADA-A BIL KALAAMI QOBLAS SALAAMI FALAA TUJIIBUUHU CHATTAA YABDA-A BIS SALAAMI, INTAHAA.\rSebagian kewajiban muslim atas muslim lainnya adalah memulai salam sebelum pembicaraan, berjabat tangan saat salam, Nabi Muhammad bersabda “Barangsiapa memulai pembicaraan sebelum salam maka tidak usah dijawab hingga ia memulainya dengan salam terlebih dahulu” (HR. Thobroni dan Abu Na’im). [ Ihyaa’ Uluumiddin II/200 ].","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"والمراد بالأمر ما يعم القول كالقرأة والفعل كالتأليف, ومعنى ذى بال أى صاحب حال بحيث يهتم به شرعا أى بأن لا يكون من سفاسف الأمور وليس محرما ولا مكروها. ويشترط أيضا أن لا يكون ذكرا محضا ولا جعل الشارع له مبدأ غير البسملة والحمدلة, وخرج ما جعل الشارع له مبدأ غير البسملة والحمدلة كالصلاة فلا يبدؤ بالبسملة ولا بالحمدلة بل بالتكبير مثلا.اهـ\rWAL MUROODU BIL AMRI MAA YA’UMMUL QOULA KAL QIROO-ATI WAL FI’LA KAT TA’LIIFI, WA MA’NAA DZII BAALIN AY SHOOHIBI HAALIN BICHAITSU YAHTAMMU BIHII SYAR’AN AY BI AN LAA YAKUUNA MIN SAFAASIFIL UMUURI WA LAYSA MUHARROMAN WA LAA MAKRUUHAN. WA YUSYTAROTHU AYDHON AN LAA YAKUUNA DZIKRON MAHDHON WA JA’ALAS SYAARI’U LAHUU MABDA-AN GHOIRAL BASMALATI WAL HAMDALATI, WA KHOROJA MAA JA’ALAS SYAARI’U LAHUU MABDA-AN GHOIROL BASMALATI WAL HAMDALATI KAS SHOLAATI FA LAA YUBDA-U BIL BASMALATI WA LAA BIL HAMDALATI BAL BIT TAKBIIRI MATSALAN. INTAHAA.\r“Setiap perkara yang mengandung kebaikan yang tidak diawali dengan basmalah kurang berkah”. Yang dimaksud ‘setiap perkara’ menjcakup semua jenis ucapan seperti bacaan dan semua jenis perbuatan seperti mengarang (kitab). Yang dimaksud ‘yang mengandung kebaikan’ adalah setiap keadaan yang oleh syara’ dipandang penting untuk diawali dengan bismillah bukan hal yang haram bukan pula hal yang makruh. Disyaratkan juga bukan berupa dzikiran murni dan bukan hal yang oleh syara’ ditetapkan keberadaannya dengan selain basmalah dan hamdalah seperti shalat yang oleh syara’ telah ditetapkan tidak diawali dengan basmalah dan hamdalah tapi awalilah dengan takbir. [ Tuhfah al-Muriid hal. 3 ].","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"ويشترط ان لايكون ذلك الامر ذكرا محضا بان لم يكن ذكرا أصلا أو كان ذكرا غير محض كالقرآن فتسن التسمية فيه بخلاف الذكر المحض كلا إله إلا الله. وان لا يجعل له الشارع مبتدأ غير البسملة والحمدلة كالصلاة فإنه جعل لها مبتدئ غير البسملة والحمدلة وهو التكبير.اهـ\rWA YUSTAROTHU AN LAA YAKUUNA DZAALIKAL AMRU DZIKRON MAHDHON BI AN LAM YAKUN DZIKRON ASHLAN AW KAANA DZIKRON GHOIRO MAHDHIN KAL QUR-AANI FA TUSANNUT TASMIYATU FIIHI BI KHILAAFIDZ DZIKRIL MAHDHI KA LAAILAAHA ILLALLOOHU.\rWA AN LAA YAJ’ALA LAHUS SYAARI’U MABDA-AN GHOIROL BASMALATI WAL HAMDALATI KAS SHOLAATI, FAINNAHUU JU’ILA LAHAA MUBTADI-UN GHOIRUL BASMALATI WAL HAMDALATI WAHUWAT TAKBIIRU. INTAHAA.\rDisyaratkan juga keberadaan perkara yang diawali dengan basmalah bukan berupa dzikiran murni seperti bacaan alQuran karena secara asalnya bukan berbentuk dzikiran maka disunahkan saat mulai membacanya membaca basmalah, berbeda bila berupa dzikir murni seperti kalimat tahlil ‘LAA ILAAHA ILLALLAAH’ maka tidak disunahkan diawali dengan basmalah. Dan disyaratkan pula bukan hal yang oleh syara’ ditetapkan keberadaannya diawali dengan selain basmalah dan hamdalah seperti shalat yang oleh syara’ telah ditetapkan tidak diawali dengan basmalah dan hamdalah yakni diawali dengan takbir. [ Hasyiyah al-Baajuury I/11 ].\rTranslate ibarat Kang A Ramdhan Ab :\rوأما ما ? تشرع فيه فستة أنواع كما يفيده الضابط المذكور: ا?ول ماجعل الشارع له مبدأغير البسملة كالصلوات وا?ذان فإن الشارع جعل مبدأهما التكبير وكالحج والعمرة فإنه جعل مبدأهما التلبية والثاني ماكان ذكرا محضا ك?إله إ? الله محمد رسول الله وسبحان الله وبحمده.","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"Sedang perkara yang tidak disyariatkan diawali dengan basmalah maka terdapat enam bagian ;\r1.…Hal yang oleh syara’ ditetapkan keberadaannya diawali dengan selain basmalah seperti shalat, adzan karena oleh syara’ telah ditetapkan permulaannya memakai takbir, dan seperti haji dan umrah yang oleh syara’ telah ditetapkan permulaannya dengan talbiyah.\r2.…Bukan berupa dzikiran murni seperti kalimat ‘LAA ILAAHA ILLALLAAH MUMMADAN ROSUULULLAAH, SUBHAANALLAAH WA BIHAMDIHI.\r[ Hasyiyah husain almaky almaliky 146 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\r0782. Wirid / Pujian Sebelum Shalat Berjamaah\rPERTANYAAN :\rMuhamad Nasir\rAdakah kesunahan membaca wirid/pujian tertentu sebelum sholat berjamaah selain waktu shubuh.Ada musholah dengan pujian yang panjang sampai imam tak kunjung datang. Di satu Masjid tanpa pujian cukup dengan 30 menit setelah adzan alu baru iqomat.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rDzikir dan Syair sebelum Shalat Berjama’ah Membaca dzikir dan syair sebelum pelaksanaan shalat berjama'ah, adalah perbuatan yang baik dan dianjurkan. Anjuran ini bisa ditinjau dari beberapa sisi :\rPertama, dari sisi dalil, membaca syair di dalam masjid bukan merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama. Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat juga membaca syair di masjid. Dalam sebuah hadits :","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانِ بْنِ ثاَبِتٍ وَهُوَ يُنْشِدُ فِيْ الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إلَيْهِ فَقَالَ قَدْ أنْشَدْتُ وَفِيْهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إلَى أبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أسَمِعْتَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ أجِبْ عَنِّيْ اَللّهُمَّ أيَّدْهُ بِرُوْحِ اْلقُدُسِ قَالَ اَللّهُمَّ نَعَمْ\rDari Sa'id bin Musayyab, ia berkata, “Suatu ketika Umar berjalan kemudian bertemu dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan syair di masjid. Umar menegur Hassan, namun Hassan menjawab, ‘aku telah melantunkan syair di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia darimu.’ Kemudian ia menoleh kepada Abu Hurairah. Hassan melanjutkan perkataannya. ‘Bukankah engkau telah mendengarkan sabda Rasulullah SAW, jawablah pertanyaanku, ya Allah mudah-mudahan Engkau menguatkannya dengan Ruh al-Qudus.’ Abu Hurairah lalu menjawab, ‘Ya Allah, benar (aku telah medengarnya).’ ” ( HR. Abu Dawud [4360] an-Nasa'i [709] dan Ahmad [20928] ).\rMeogomentari hadits ini, Syaikh Isma’il az-Zain menjelaskan adanya kebolehan melantunkan syair yang berisi puji-pujian, nasihat, pelajaran tata krama dan ilmu yang bermanfaat di dalam masjid. (Irsyadul Mu'minin ila Fadha'ili Dzikri Rabbil 'Alamin, hlm. 16).\rKedua, dari sisi syiar dan penanaman akidah umat. Selain menambah syiar agama, amaliah ini merupakan strategi yang sangat jitu untuk menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat. Karena di dalamnya terkandung beberapa pujian kepada Allah SWT, dzikir dan nasihat.","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"Ketiga, dari aspek psikologis, lantunan syair yang indah itu dapat menambah semangat dan mengkondisikan suasana. Dalam hal ini, tradisi yang telah berjalan di masyarakat tersebut dapat menjadi semacam warming up (persiapan) sebelum masuk ke tujuan inti, yakni shalat lima waktu.\rKeempat, manfaat lain adalah, untuk mengobati rasa jemu sembari menunggu waktu shalat jama'ah dilaksanakan. Juga agar para jama'ah tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu ketika menunggu shalat jama'ah dilaksanakan.\rDengan beberapa alasan inilah maka membaca dzikir, nasehat, puji-pujian secara bersama-sama sebelum melaksanakan shalat jama'ah di masjid atau di mushalla adalah amaliah yang baik dan dianjurkan. Namun dengan satu catatan, tidak mengganggu orang yang sedang melaksanakan shalat. Tentu hal tersebut disesuaikan deogan situasi dan kondisi masing-masing masjid dan mushalla masing-masing.\rSumber : http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/10/11915/Ubudiyyah/Dzikir_dan_Syair_sebelum_Shalat_Berjama__8217_ah.html\r0934. ENAM BELAS WAKTU DAN TEMPAT DIKABULKANNYA DO'A\rADA 16 WAKTU DIMAKBULKANNYA DOA :\r1.…* MALAM JUMAAT ATAU\r2.…* MALAM HARI RAYA AIDIL FITRI...\r3.…* MALAM HARI RAYA AIDIL ADHA\r4.…* MALAM 10 MUHAMRRAM\r5.…* MALAM NISFU SYA’ABAN\r6.…* MALAM LAILATUL QADAR’\r7.…* MALAM SEPERTIGA MALAM YANG YANG AKHIR\r8.…* KETIKA HENDAK BERBUKA\r9.…* ANTARA AZAN DAN IQAMAH\r10.…* PADA WAKTU KHATIB DUDUK ANTARA DUA KHUTBAH\r11.…* SETELAH SELESAI SOLAT FARDHU\r12.…* ANTARA ZOHOR DENGAN ASAR\r13.…* SELEPAS KHATAM AL-QURAN\r14.…* KETIKA MULA-MULA TURUN HUJAN TERUTAMA SELEPAS KEMARAU","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"15.…* SETELAH MELAKUKAN AMAL SOLEH\r16.…* SELEPAS BERSEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN\rADA 16 TEMPAT DIMAKBULKANNYA DOA :\r1.…* KETIKA MELIHAT KAA’BAH\r2.…* DITEMPAT MELAKUKAN TAWAF\r3.…* DI SISI MULTAZAM\r4.…* DI BAWAH PANCURAN EMAS\r5.…* DI SISI TELAGA ZAMZAM KETIKA TENGGELAM MATAHARI\r6.…* DI BELAKANG MAKAM IBRAHIM\r7.…* DI ATAS BUKIT SOLAT\r8.…* DI ATAS BUKIT MARWAH\r9.…* DI TEMPAT SA’I\r10.…* DI ARAFAH TERUTAMA SELEPAS ASAR MENJELANG MATAHARI HENDAK MASUK\r11.…* DI MUZDALIFAH\r12.…* DI MINA\r13.…* DI SISI JAMRAH AL-ULA\r14.…* DI SISI JAMRAH AL-WUSTO\r15.…* DI SISI JAMRAH AL-’AQABAH\r16.…* DI DALAM RAUDHAH MASJID NABAWI (MADINAH)\r[ Deandra Shalsaby ].\r0994. DO'A SAAT TELINGA BERDENGING\rPERTANYAAN :\rLentera Hati Sekarwangi\rAssalamu'alaikum... Tentang telinga berdenging.Ada yang bilang bila telingamu berdenging bacalah istighfar lalu tiupkan ketangan kemudian tempelkan ke telinga yang berdenging. Apakah ini sekedar turun temurun atau ada kisahnya ? Mohon dijawab ya! Makasih\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie\rقال صلى الله عليه و سلم إذا طنت أذن أحدكم فليذكرني و ليصل علي و ليقل ذكر الله من ذكرني بخير قال المناوي فإن الأذن إنما تطن لما ورد على الروح من الخبر الخير و هو أن المصطفى صلى الله عليه و سلم قد ذكر ذلك الإنسان بخير في الملاء الأعلى في عالم الأرواح ~ العزيزي على الجامع الصغير","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"Kanjeng nabi saw bersabda : \"jika telinga salah seorng kalian berdengung,maka hendaknya ia mengingat aku dan membaca shalawat kepadaku serta mengucapkan : \"dzakarallahu man dzakarani bi khair\". Komentar imam al manawi : \"sesungguhnya telinga itu berdengung hanya ketika datang berita baik bahwa rasulullah saw telah menyebutkan orng(pemilik telinga) tersebut dengan kebaikan di al mala' al a'la(majelis tertinggi)di alam ruh\". [ Al azizi alal jami' asshaghir ]\r1021. Terjemahan Maulid Adl-Dliyaul Lami’\rBerikut adalah terjemahan Maulid Adl-Dliyaul Lami’ oleh Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz.\rبسم الله الر حمن الر حيم\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد حَبِيبِكَ الشَّافِعِ الْمُشَفَّع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَ عْلَى الْوَ رَ ي رُ تْبَةً وَ أَرْ فَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَسْمَى الْبَرَ ايَا جَاهًا وَ أَوْ سَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ اسْلُكْ بِنَا رَ بِّ خَيْرَ مَهْيَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ عَافِنَا وَ اشْفِ كُلَّ مُوْ جَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ أَصْلِحِ الْقَلْبَ وَ اعْفُ وَ نْفَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَا كْفِ الْمُعَادِي وَ اصْرِفْهُ وَرْدَ ع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد نَحُلُّ فِي حِصْنِكَ الْمُمَنَّع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد رَ بِّ ارْ ضَ عَنَّا رِ ضَاكَ اْلأَ رْ فَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ اجْعَلْ لَنَا فِي الْجِنَانِ مَجْمَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد رَ افِقْ بِنَا خَيْرَ خَلْقِكَ اجْمَع\rيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد يَا رَ بِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَ سَلِّمْ\rاللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله\rDengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,\rKekasih- Mu pemilik syafa’at yang dilimpahi syafa’at- Mu.\rYa Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,\rSemulia-mulia ciptaan, dalam keagungan dan derajatnya.\rYa Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,\rMakhluk yang termulia kedudukannya, melebihi segenap ciptaan.\rYa Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,\rJalankanlah kami Wahai Tuhan ke jalan yang paling benar (jalan nabi- Mu).\rYa Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,\rSembuhkanlah kami dari segala Keluhan penyakit,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rPerbaikilah Hati dan ma’afkanlah, dan berilah kami (segala yang) manfa’at,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rBentengilah dari yang sedang memusuhi kami dan hindarkanlah kami dari musuh yang akan datang kepada kami,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rKami berlindung di dalam Benteng- Mu Yang Melindungi dari segala gangguan,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rYa Allah Ridhoilah kami dengan Keridhoan- Mu Yang Agung,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rJadikanlah kami berkompul dengan Nabi- Mu di Surga,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rJadikanlah kami selalu berdampingan dengan Sebaik-baik Ciptaan- Mu,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat atasnya serta Salam Sejahtera,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيمِ أَعُو ذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّ جِيمِ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ مَا تَقَدَّ مَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَ يُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَ يَهْدِ يَكَ صِرَ اطًا مُسْتَقِيمًا * وَ يَنْصُرَ كَ اللهُ\rنَصْرً ا عَزِ يزً ا * لَقَدْ جَاءَ كُمْ رَ سُو لٌ مِنْ أَ نْفُسِكُمْ عَزِ يزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِ يصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْ مِنِينَ رَ ءُو فٌ رَ حِايمِ * فَإِنْ تَوَ لَّوْ ا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَ كَّلْتُ وَ هُوَ رَ بُّ الْعَرْ شِ الْعَطِيمِ * إِنَّ اللهَ وَ مَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّو نَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِ ينَ آمَنُوا صَلُّو ا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيمًا * اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله\rDengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.\rAku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.\r“ SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MEMBENTANGKAN BAGIMU (Wahai Muhammad saw) KEMENANGAN YANG GEMILANG. AGAR DIA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSAMU YANG TERDAHULU DAN YANG AKAN DATANG. DAN MENYEMPURNAKAN NI’MAT NYA ATASMU (Wahai Muhammad saw), DAN DIA (Allah) MEMBERIMU PETUNJUK KE JALAN YANG LURUS, DAN ALLAH AKAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN PADAMU DENGAN PERTOLONGAN YANG MULIA”,\r“ SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADAMU UTUSAN DARI GOLONGANMU, DAN SANGAT BERAT BAGINYA (Muhammad saw) APA-APA YANG MENIMPA KALIAN, DAN SANGAT MENJAGA KALIAN (Dari Kemurkaan Allah dan Neraka), DAN IA SANGAT BERLEMAH LEMBUT DAN BERKASIH SAYANG ATAS ORANG-ORANG MU’MIN,","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"MAKA JIKA MEREKA INGKAR MAKA KATAKANLAH : CUKUPLAH PERTOLONGAN ALLAH BAGIKU, TIADA TUHAN SELAIN DIA, DAN KEPADA NYA AKU BERSERAH DIRI DAN DIA ADALAH PEMILIK ARSY YANG AGUNG”,\r“ SESUNGGUHNYA ALLAH DAN PARA MALAIKAT NYA BERSHALAWAT ATAS NABI (saw), WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN BERSHALAWATLAH PADANYA, DAN BERILAH SALAM KEPADANYA DENGAN SEBAIK-BAIK SALAM SEJAHTERA”,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya.\rاَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَ انَا\rبِعَبْدِه ِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا\rإِ لَيْهِ بِاْلإِذْنِ و َقَدْ نَادَ انَا\rلَبَّيْكَ يَا مَنْ دَ لَّنَا وَحَدَ انَا\rصَلَّى عَلَيْكَ اللّهُ بَارِ ئُكَ الَّذِي\rبِكَ يَا مُشَفَّعُ خَصَّنَا وَحَبَاَنا\rمَعَ آلِكَ اْلأَطْهَارِ مَعْدِنِ سِرِّ كَ\rاْلأَ سْمَى فَهُمْ سُفُنُ النَّجَاةِ حِمَاَنا\rوَعَلَى صَحَا بَتِكَ الْكِرَ امِ حُمَاةِ دِ يْنِكَ\rأَصْبَحُوْ ا لِوَ لاَئِهِ عُنْوَ اَنا\rوَ التَّابِعِينَ لَهُمْ بِصِدْقٍ مَا حَدَى\rحَادِي الْمَوَدَّةِ هَيَّجَ اْلأَشْجَانَا\rوَاللّهِ مَا ذُ كِرَ الْحَبِيْبُ لَدَى الْمُحِبِّ\rإِلاَّ وَ أَضْحَى وَالِهًا نَشْوَ انَا\rأَيْنَ الْمُحِبُّو نَ الَّذِ يْنَ عَلَيْهِمُ\rبَذْ لُ النُّفُو سِ مَعَ النَّفَائِسِ هَانَا\rلاَ يَسْمَعُو نَ بِذِ كْرِ طهَ الْمُصْطَفَى\rإِلاَّ بِهِ انْتَعَشُوْا وَ أَذْ هَبَ رَاَنا\rفَا هْتَا جَتِ اْلأَرْ وَاحُ تَشْتَاقُ اللِّقَا\rوَ تَحِنُّ تَسْأَلُ رَبَّهَا الرّ ِضْوَ انَا\rحَالُ الْمُحِبِّيْنَ كَذَا فَاسْمَعْ إِلَى\rسِيَرِ الْمُشَفَّعِ وَ ارْ هِفِ اْلآذَا نَا\rوَانْصِتْ إِلَى أَوْ صَافِ طهَ الْمُجْتَبَى\rوَاحْضِرْ لِقَلْبِكَ يَمْتَلِىْء وِ جْدَ انَا\r{ يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَسَلِّمْ دَ ائِمًا\rعَلَى حَبِيْبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَعَانَا}","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله\rSegala puji bagi Allah yang telah memberi kita petunjuk,\rMelalui Hamba- Nya yang terpilih(saw) yang telah menyeru kami\rKepada Nya dengan Izin Nya, dan sungguh Beliau (saw) telah menyeru kami,\rKami datang kepadamu Wahai Yang telah Menunjuki kami ke jalan yang benar (kami mendatangi panggilanmu Wahai Nabi saw), dan yang telah menyeru kami dengan Lemah Lembut dan Bahasa Indah,\rLimpahan Shalawat padamu dari Allah yang telah Menciptakanmu,\rYang denganmu Wahai Pembawa Syafa’at, telah membuat kami Terpilih dan Terkasihi,\rJuga pada Keluargamu yang Suci, sebagai Sumber-sumber Rahasiamu\rYang Tinggi, maka merekalah Bahtera Penyelamat yang Membentengi kami,\rDan pada Para Sahabatmu yang Mulia, yang menjadi Dinding Penyelamat bagi Ajaranmu dan Figur Panutan bagi Pencintanya (saw),\rJuga terhadap para Tabi’in setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan jujur dan bersungguh-sungguh,\rSebanyak puji pujian Kerinduan yang Merobohkan Kesedihan,\rDemi Allah tidaklah diperdengarkan Nama Sang Kekasih (saw) pada orang yang mencintainya,\rMaka akan tersentak gembira dan hilanglah segala kesusahan,\rDimanakah Para Pecinta, yang mereka itu rela berkorban dengan Nyawa dan meremehkan hal-hal yang berharga (yang bersifat duniawi),\rTidaklah mereka mendengar sebutan Nama Thaahaa Al Musthafa (saw),\rMaka bangkitlah Semangat dan hilanglah segala Kegundahan hati,\rMaka Bergetarlah ruh-ruh merindukan perjumpaan, dan merintih memohon Keridhoan dari Tuhan Nya,\rBegitulah keadaan para Pecinta maka dengarlah Perjalanan Hidup Sang Pembawa Syafa’at dan Konsentrasikanlah Pendengaran,","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"Maka Simaklah akan sifat-sifat Thaahaa (saw), Imam yang Terpilih\rDan hadirkanlah hatimu, niscaya terpenuhilah hatimu dengan Kerinduan padanya (saw),\rWahai Tuhan Kami Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya,\rpada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada Mu,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya\rنَبَّأَنَا اللّهُ فَقَالَ : جَاءَ كُمْ نُو رٌ فَسُبْحَانَ الَّذِي أَنْبَانَا وَالنُّو رُ طهَ عَبْدُ هُ مَنَّ بِهِ فِي ذِ كْرِ هِ أَعْظِمْ بِهِ مَنَّانَا هُوَ رَ حْمَةُ الْمَوْ لَى تَأَمَّلْ قَوْ لَهُ { فَلْيَفْرَ حُو ا} وَ اغْدُ بِهِ فَرْ حَانَا مُسْتَمْسِكًا بِالْعُرْ وَةِ الْوُ ثْقَى وَ مُعْتَصِمًا بِحَبْلِ اللّهِ مَنْ أَنْشَانَ وَاسْتَشْعِرَنْ أَنْوَ ارَ مَنْ قِيلَ : مَتَى كُنْتَ نَبِيَّا، قَالَ : آدَ مُ كَانَا بَيْنَ التُّرَ ابِ وَ بَيْنَ مَاءٍ فَاسْتَفِقْ مِنْ غَفْلَةٍ عَنْ ذَا وَ كُنْ يَقْظَانَا وَ اعْبُرْ ِإ لَى أَسْرَ ارِ رَ بِّي لَمْ يَزَ لْ يَنْقُلُنِي بَيْنَ الْخِيَارِ مُصَانَا لَمْ تَفْتَرِ قْ مِنْ شُعْبَتَيْنِ إِلاَّ أَ نَا فِي خَيْرِ هَا حَتَّى بُرُ و زِ يَ آ نَا فَأَنَا خِيَارٌ مِنْ خِيَارٍ قَدْ خَرَ جْتُ مِنْ نِكَا حٍ لِي إِلهِيَ صَانَا طَهَّرَ هُ اللّهُ حَمَاهُ اخْتَارَ هُ وَ مَا بَرَ ى كَمِثْلِهِ إِ نْسَانَا وَ بِحُبِّهِ وَ بِذِ كْرِ هِ وَ النَّصْرِ وَ التَّـ ـوْ قِيرِرَ بُّ الْعَرْ شِ قَدْ أَوْ صَانَا {يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَ سَلِّمْ دَ ائِمًا عَلَى حَبِيبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَ عَانَا} اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله\rMaka telah datang kabar dari yang berfirman : “ TELAH DATANG KEPADAMU CAHAYA ….. “ (QS Al Maidah : 15), Maha Suci Yang Telah Mengabarkannya kepada kita,","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"Dan cahaya Thaahaa Hamba- Nya, terlimpahkan dengan mengingatnya (saw), maka Agungkanlah Sang Pemberi Anugerah,\rDia (saw) adalah Rahmat dari Sang Pencipta, maka renungkanlah Firman Nya : “ MAKA BERGEMBIRALAH KAMU “, (“KATAKANLAH : DENGAN DATANGNYA ANUGERAH ALLAH DAN RAHMATNYA MAKA DENGAN ITU KALIAN BERGEMBIRALAH“) maka bergegaslah untuk bergembira dengan Kedatangannya (saw),\rDengan berpegang teguh pada Tali terkuat (Al Qur’an dan Hadits) dan berusahalah senantiasa berada di Jalan Allah, yang telah menciptakan kita,\rRenungkanlah Cahaya cahaya (Rasul saw) yang ketika dikatakan kepadanya (saw) “sejak kapankah Kenabianmu ?” , maka sabdanya kenabianku sejak Adam As,\rMasih berada diantara Air dan Tanah “, maka sadarlah kamu dari kelalaianmu itu dan bangkitlah sadar,\rMaka fahamilah rahasia-rahasia Tuhanku yang selalu memindahkanku (saw) diantara Sulbi orang mulia ke sulbi orang yang mulia dan terpilih,\rTidaklah terpisah dari dua kelompok (Suku), terkecuali aku berada pada yang terbaik, begitulah hingga aku dilahirkan,\rMaka aku adalah yang terpilih dari yang terpilih, dan aku terlahir dari pernikahan yang Tuhanku telah menjaganya,\rAllah telah menyucikan (saw), serta menjaga dan memilihnya (saw), maka tidaklah pernah Allah memunculkan manusia menyerupainya (saw),\rDan dengan mencintainya dan mengingatnya serta membantu syari’atnya dan dengan penghormatan padanya (saw) Allah pencipta Arsy telah mewasiatkan kita,\rWahai Tuhan Kami Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya, Pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada- Mu,","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,\rهذَا وَ قَدْ نَشَرَ اْلإِ لهُ نُعُوتَهُ\rفِي الْكُتْبِ بَيَّنَهَا لَنَا تِبْيَانَا\rأَخَذَ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا\rآتَيْتُكُمْ مِنْ حِكْمَةٍ إِحْسَانَا\rوَجَاءَ كُمْ رَسُولُنَا لَتُؤْ مِنُنَّ\rوَ تَنْصُرُو نَ وَ تُصْبِحُو نَ أَعْوَ انَا\rقَدْ بَشَّرُوْ ا أَقْوَ ا مَهُمْ بِالْمُصْطَفَى\rأَعْظِمْ بِذَلِكَ رُتْبَةً وَ مَكَانَا\rفَهُوَ وَ إِنْ جَاءَ اْلأَ خِيرُ مُقَدَّ م ٌ\rيَمْشُونَ تَحْتَ لِوَ اءِ مَنْ نَادَ انَا\rيَا أُمَّةَ اْلإِ سْلا َمِ أَوَّ لُ شَافِعٍ\rوَ مُشَفَّعٍ أَنَا قَطُّ لاَ أَتَوَ انَى\rحَتَّى أُنَادَ ى ارْ فَعْ وَ سَلْ تُعْطَ وَ قُلْ\rيُسْمَعْ لِقَوْ لِكَ نَجْمُ فَخْرِكَ بَانَا\rوَ لِوَ اءُ حَمْدِ اللّهِ جَلَّ بِيَدِ ي\rوَ َلأَ وَّ لاً آتِي أَنَا الْجِنَانَا\rوَ أَ كْرَ مُ الْخَلْقِ عَلَى اللّهِ أَنَا\rفَلَقَدْ حَبَاكَ اللّهُ مِنْهُ حَنَانَا\rوَ لَسَوْ فَ يُعْطِيكَ فَتَرْ ضَى جَلَّ مِنْ\rمُعْطٍ تَقَاصَرَ عَنْ عَطَا هُ نُهَانَا\rبِاللّهِ كَرِّرْ ذِ كْرَ وَ صْفِ مُحَمَّدٍ\rكَيْمَا تُزِ يحَ عَنِ الْقُلُو بِ الرَّ انَا\r{يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا\rعَلَى حَبِيبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَعَانَا}\rاللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله\rBegitulah, dan telah Tuhan sebarkan tentang sifat-sifatnya (saw) dalam kitab kitab terdahulu dan Al Qur’an yang menjelaskannya dengan sejelas jelasnya,\rDia (Allah) telah mengambil Perjanjian dari para Nabi ketika telah Kudatangkan pada kalian Hikmah dan Kemuliaan,","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"Dan datanglah pada kalian (wahai para Nabi) Utusan Kami (saw) maka agar kalian (wahai para Nabi) beriman padanya, dan kalian (wahai para Nabi) mendukungnya (saw), dan agar kalian (wahai para Nabi) menjadi pengikutnya,\rDan bahwasannya Para Nabi terdahulu telah memberi kabar gembira pada umat umat mereka akan kedatangan nabi terpilih, maka Muliakanlah Martabat dan Kedudukkannya,\rMaka apabila telah datang hari kiamat, para Nabi terdahulu berjalan di bawah naungan Panji Sang Nabi (saw) yang telah menyeru kita,\rWahai Umat Islam, aku adalah yang pertama Sebagai Pemberi Syafa’at dan yang Pertama menyebarkannya, dan tidaklah aku ragu dan memperlambat,\rHingga diserukan kepadaku (ketika bersujud memohon syafa’at) angkatlah kepalamu (wahai Muhammad), dan katakanlah permintaanmu niscaya Ku kabulkan permohonanmu dan bicaralah niscaya Ku dengar pembicaraanmu, sungguh Bintang Kemuliaanmu (Wahai Nabi saw) sungguh jelas dan terang,\rDan Panji Pujian kepada Allah Yang Maha Perkasa berada di tanganku (saw) dan aku (saw) adalah manusia pertama yang mendatangi surga- Nya,\rDan aku (saw) telah menjadi ciptaan yang paling mulia di sisi Allah, maka sungguh engkau (wahai nabi) telah terpelihara oleh Allah dengan kasih sayang- Nya,\r“DAN AKAN DIA LIMPAHKAN KEPADAMU (saw) ANUGERAH KAMI HINGGA ENGKAU (saw) PUAS” (dan ayat ini) merupakan tanda kebesaran dari Yang Maha Pemberi, dan pemberian itu merupakan hal yang akal sulit untuk menerimanya (seperti banyaknya Mukzijat beliau saw),\rDemi Allah ulang-ulanglah peringatan sifat-sifat Muhammad, agar menjadi penawar dan pengikis kotoran-kotoran hati,","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"Wahai Tuhan Kami Limpahlanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada- Mu,\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,\rلَمَّا دَ نَا وَ قْتُ الْبُرُو ز ِ ِلأَ حْمَدٍ\rعَنْ إِذْنِ مَنْ مَا شَاءَ هُ قَدْ كَانَا\rحَمَلَتْ بِهِ اْلأُ مُّ اْلأ َمِينَةُ بِنْتُ وَ هـ\rبٍ مَنْ لَهَا أَعْلَى اْلإِ لهُ مَكَانَا\rمِنْ وَ الِدِ الْمُخْتَارِ عَبْدِ اللّهِ بْنِ\rعَبْدٍ لِمُطَّلِبٍ رَ أَى الْبُرْ هَانَا\rقَدْ كَانَا يَغْمُرُ نُورُ طهَ وَجْهَهُ\rوَسَرَ ى إِلَى اْلاِ بْنِ الْمَصُونِ عَيَانَا\rوَهُوَ ابْنُ هَاشِمٍ الْكَرِ يمِ الشَّهْمِ بْنِ\rعَبْدِ مَنَافٍ اِبْنِ قُصَيٍّ كَانَا\rوَ الِدُ هُ يُدْعَى حَكِيمًا شَأْ نُهُ\rقَدِ اعْتَلَى أَعْزِزْ بِذ لِكَ شَانَا\rوَاحْفَظْ أُصُو لَ الْمُصْطَفَى حَتَّى تَرَى\rفِي سِلْسِلا َتِ أُصُو لِهِ عَدْنَانَا\rفَهُنَاكَ قِفْ وَ اعْلَمْ بِرَ فْعِهِ إِ لَى السْـ\rمَاعِيلَ كَانَا لِلأَبِ مِعْوَ انَا\rوَ حِينَمَا حَمَلَتْ بِهِ آمِنَةٌ\rلَمْ تَشْكُ شَيْئًا يَأْ خُذُ النِّسْوَ انَا\rوَبِهَا أَحَاطَ اللُّطْفُ مِنْ رَ بِّ السَّمَا\rأَ قْصَى اْلأَ ذَى وَ الْهَمَّ وَ اْلأَ حْزَ انَا\rوَ رَ أَتْ كَمَا قَدْ جَاءَ مَا عَلِمَتْ بِهِ\rأَنَّ الْمُهَيْمِنَ شَرَّ فَ اْلأَ كْوَ انَا\rبِالطُّهْرِ مَنْ فِي بَطْنِهَا فَاسْتَبْشَرَ تْ\rوَ دَ نَا الْمَخَاضُ فَأُتْرِ عَتْ رِ ضْوَ انَا\rوَ تَجَلَّتِ اْلأَ نْوَ ارُ مِنْ كُلِّ الْجِهَا\rتِ فَوَ قْتُ مِيلاَ دِ الْمُشَفَّعِ حَانَا\rوَقُبَيْلَ فَجْرٍ أَبْرَ زَتْ شَمْسُ الْهُدَى\rظَهَرَ الْحَبِيبُ مُكَرَّ مًا وَ مُصَانَا\rسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ إلهَ إِلاَ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ أربعًا","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَطِيمِ فِي كُلِّ لَحْظَةٍ أَبَدًا\rعَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْ شِهِ وَ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ.\rKetika telah dekat waktu kelahiran Ahmad (saw) dari Izin Nya, yang apabila menghendaki sesuatu tidaklah akan terhalang,\rIa (saw) berada di dalam kandungan Sang Ibu Aminah binti Wahb, yang baginya telah Allah Muliakan Martabatnya (sebagai ibu bagi sebaik baik ciptaan),\rDari ayah Sang Hamba yang terpilih (saw), yaitu (ayahnya itu) Abdullah bin Abdul Muthalib yang melihat tanda-tanda (Isyarat Kenabian),\rTelah terjadi bahwa wajahnya (ayahnya) diterangi Cahaya Thaahaa (saw) yang kemudian berpindah kepada Sang Anak yang terjaga ini (cahaya itu) terlihat dengan jelas,\rDan dia adalah keturunan Hasyim yang Mulia dan Perkasa , putra Abdu Manaaf, Keturunan Qushay yang dahulu,\rAyahnya digelari Hakiim (orang yang adil) dan kepribadiannya telah termasyur, maka berbanggalah dengan kepribadian itu,\rDan hafalkanlah silsilah keturunan Nabi yang Terpilih hingga kau temukan silisilahnya pada (datuknya) Adnan,\rApabila telah sampai kepada Adnan maka berhentilah, (bahwa setelah Adnan, banyak riwayat yang berbeda) dan ketahuilah bahwa nasabnya bersambung hingga Ismail As (putra Ibrahim As) yang telah menjadi pendukung Ayahnya (Ibrahim As),\rDan ketika Aminah (ra) mengandungnya (saw) tidaklah Ia (Ibundanya ra) merasa sakit sebagaimana keluhan wanita hamil,\rBaginya (Aminah ra) selubung Kelembutan dari Allah Pemelihara Langit, hilanglah segala gangguan, kegelisahan dan kesedihan,","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Kemudian ia (Aminah ra) menyaksikan sebagaimana yang telah diketahuinya, bahwa Yang Maha Pemelihara telah memuliakan Alam Semesta,\rDengan kesucian bayi di dalam kandungannya, maka iapun bergembira ketika telah dekat saat saat kelahiran, maka berluapanlah limpahan keridhoan Nya, (Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, 4X)\rMaka Muncullah Cahaya Cahaya dari segala penjuru dan Detik Kelahiranpun tiba,\rBeberapa saat sebelum terbitnya fajar Muncullah Matahari Hidayah, Lahirlah Sang Kekasih yang Termuliakan dan Terjaga\rShallallahu ‘ala Muhammad, shallalahu ‘alayhi wa sallam.\rYa nabi salam ‘alayka, ya rasul salam ‘alayka.\rYa habiub salam ‘alayka, shalawatullahi ‘alayka.\rAbrazallahul musyaffa’, shahibal qadril muraffa’.\rFamalannurun nawahi, ‘amma kullil kawni ajma’.\rNukisat ashnamu syirkin, wa binasy-syirku tashadda’.\rWadanal waqtul hidayah, wahimal kufri taza’za’.\rMarhaban ahlan wa sahlan, bika ya dzal qadril arfa’.\rYa imamahlir risalah, man bihi afatu tudfa’.\rAnta fil hasyri miladun, laka kullul khalqi tafza’.\rWayunaduna tara ma, qad daha min hawlin aqtha’.\rThala’al badru ‘alayna. Min tsaniyyatil wada’i.\rWajabasy-syukru ‘alayna. Ma da’a lillahi da’i.\rFalaha anta fatasjud, watunada asyfa’ tusyaffa’.\rFa’alaykallahu shalla, ma badan nuru wa sya’sya’.\rWa bikarrahmanu nas-al, wa ilahul ‘arsyi yasma’.\rYa adhiman manni ya rabb, syamlana bilmusthafajma’.\rWa bhihi fandhur ilayna, wa’thina bih kulla math-ma’.\rWakfina kullal balaya, wadfa’il afati warfa’.\rRabbi fahgfir li dzunubi, bibarkatil hadil musyaffa’.\rWasyqina ya rabb aghitsna. Bihaya hath-thali bahma’.","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"Wakhtimil ‘umra bihusna, wa ahsinil’uqba wa marja’.\rWa shalatullahi taghsya, man lahul husnu tajamma’.\rAhmadath-thuhri wa alih, wash-shahabah mas-sanasya’.\rAllahumma shalli wa sallim wa barik ‘alayhi wa ‘ala alihi.\rWulidal habibu fakharra sajidan, lillahi man ansyana wa barana.\rWa ri’ayatulmawla tuhithu biahmadin, fi kulli hinin bathinan wa ‘ayana.\rQad ardla’athul ummu tsumma tsuwaybatun, wa halimatun man sa’duha qad bana.\rQad basy-syarat tsuwaybatun sayyidaha, aba lahabin a’taqaha farhana.\rLam yansa khaliquna lahu farhatahu, bil mush-thafa wa bidzal haditsu atana.\rAnnal ‘adzaba mukhaffafun fi kulli its, nayni lifarhatihi biman wafana.\rHadza ma’al kufri fakayfa bfarhatin, min dzi fu-adin imtala iymana.\rWa ra-at halimatun ma ra-at min baraka, ti Muhammadin ma khayral adz-hana.\rDarra lahuts-tsdyu waqad kana abnuha, yabitu yabki musghaban jay’ana.\rLakinnahu laylata an ja-al habi, bu bata mawfurar ridla syab’ana.\rDa darratin nnaqatul bana wa qad, samunat duwaybatuha fakana syana.\rAnkarahu rifqatuha wasallamat, asy-jarun ahjarun ‘ala mawlana.\rSubhana man anthaqa asy-jara wa ah, jaran tuhayyil musthafa subhana.\r(Ya rabbana shalli wa sallim daiman, ‘ala habbika man ilayka da’ana.)\rAllahumma shalli wa sallim wa barik ‘alayhi wa ‘ala alihi.\rHadza waqad nasya-al habibu bisiratin, mardliyatin wama ata ‘ishyana.\rTar’ahu ‘aynullahi man addabahu, ahsana takdiban nabiyy ihsana.\rFanasya shaduqan muhsinan dza ‘iffatin, wa futuwwatin wa amanatin mi’wana.\rDza himmatin wa syaja’atin wa tawaqqurin, wa makarimin la tahtashi husbana.","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"Du’iyal aminu wahuwa fi ahlis sama, ni’mail aminu lahul muhayminu shana.\rDzahabat bihil ummu tazuru abahu fi, thaybata idz fihal himamu kana.\rWal mush-thafa fi bath-niha wa qad ata, ‘alayhi sittun min sinihil ana.\rWa qad atahal mawtu hina ruju’iha, fahabahu ‘abdul muth-thalibi hanana.\rSanatayni wafahul himamu fadlammahu, ‘ammun malal ‘athfu ‘alayhi janana.\rKhatabathu bintu Khuwaylidin fil khamsi wal, ‘isyrina hazat bil musyaffa’I syana.\rQad haqqaqal mawla laha amalaha, nalat salaman ‘aliyan wa makana.\rWa halla mujsykilatan liwadl’il hararil, aswadi fil ka’bati hay-tsu abana.\r‘An si’atil ‘aqli wawaqqadil hija, subhanaman ‘allamahu wa a’ana.\r(Ya rabbana shali wa sallim daiman, ‘ala habibika man ilayka da’ana).\rAllahumma shali wa sallim wa barik ‘alayhi wa ‘ala alihi.\rWa atahu Jibrilu biwahyillahi fi, ghari hirain ya’budurrahmana.\rWa dlammahuts-tsalatsa tsumma arsalahu, iqrak wa rabbuka ‘allamal insana.\rFada’a tsalatsan fi khafa faatahu an, ish-da’ bima tukmar bihi i’lana.\rKatsural adza wa huwash-shaburu lirabbihi, wahuwasy-syakuru wa kana la yatawana.\rMatat khadijatu wa Abu Thgalibin fil, khamsina fasytaddal adza fununa.\rWa ata tsaqifan da’iyan faramawhu bila, hari bal aghraw bihish-shibyana.\rMalakul jibali ata faqala ath-biquha, faqala la bal artajil ‘uqbana.\rAsra bihil mawla wa shalla khalfahurrus, lu wa syahada barzakhan wa jinana.\r‘Arajal habibu ilas-samawatil ‘ula, wal ‘arsyi wal kursi ra-a mawlana.\rWal idznu bilhijrati ja-a liyatsriba, fabihiz-dahal baladul karimu wazana.\rFa-aqama asyran da’iyan wa mujahidan, wa shihabuhu kanu lahu a’wana.","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"La yarfa’una idza ata ashwatahum, bal ya yuhiddunal bashara im’ana.\rQadran wa ta’dhiman lisyakni Muhammadin, idz qad talaw fi fadl-lihi qurana.\rWalaqad ra-aw min khulqihi ‘ajaban wa kam, qad syahadu ma khayyaral adz-hana.\rKaraman wa ‘afwan was-sakha wa tawadlu’an, wal jidz’a hanna mahabbatan wa hanana.\rWal ma-amin baynil ashabi’I nabi’an, wal jaysya adl-ha syariban rayyana.\rWallahi qad adhumat ma’ajizu ahmadin, rafa’al muhayminu linnabiyyi makana.\rWalaqad ghaza sab’an wa ‘isyrina ma’ash-,shahbi rijalan qad masyaw rukbana.\rAkrim bihi wabishuhbihi wa bitabi’in, ya rabbi alhiqna bihim ihsana.\r(Ya rabbana shali wa sallim daiman, ‘ala habibika man ilayka da’ana).\rAllahumma shali wa sallim wa barik ‘alayhi wa ‘ala alihi.\rBershalawat Allah kepada (Nabi) Muhammad\rBershalawat Allah padanya dan memberi salam sejahtera (3x)\rWahai Nabi salam sejahtera bagimu, Wahai Rasul salam sejahtera bagimu.\rWahai Kekasih salam sejahtera bagimu, Shalawat Allah bagimu.\rTelah tiba dengan kehendak Allah sang penberi syafa’at, Yang memiliki derajat yang dimuliakan.\rMaka limpahan cahaya memenuhi segala penjuru, Meliputi seluruh alam semesta.\rMaka berjatuhanlah patung-patung berhala di ka’bah, Dan tumbanglah sendi-sendi kemusyrikan.\rMaka dekatlah saat-saat petunjuk, Dan benteng kekafiranpun berguncang.\rSalam sejahteralah atas kedatanganmu, Wahai sang pemilik derajat yang mulia.\rWahai Imam dan pemimpin para Rasul, Yang dengannya bencana-bencana terhapuskan.","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"Engkaulah satu-satunya harapan di hari Qiamat, Kepadamulah seluruh ciptaan berlindung dari kemurkaan Allah.Kemudian mereka datang memanggil-manggilmu dengan penuh harapan, Ketika menyaksikan dahsyatnya kesulitan dan rintangan.\rMaka karena itulah engkau (SAW) bersujud kehadirat Tuhanmu,\rMaka diserukan kepadamu berikanlah syafa’at, karena engkau diizinkan memberi syafa’at.\rMaka atasmu limpahan shalawat dari Allah, Selama cahaya masih bersinar terang benderang.\rDan denganmu (SAW) kami memohon kepada Ar Rahmaan, Maka pencipta Arsy mendengar do’a kami.\rWahai pemberi anugerah yang mulia, Wahai Tuhan, Kumpulkanlah kami dengan AlMusthafa (SAW).\rDan demi Dia (SAW), maka pandanglah kami dengan kasih sayangmu, Dan berilah kami segala yang kami inginkan.\rDan hindarkanlah kami dari segala bencana, Dan jauhkanlah segala kesulitan, dan angkatlah sejauh-jauhnya.\rDan siramilah Wahai Tuhanku serta tolonglah kami, Dengan lebatnya curahan rahmat- Mu.\rDan akhirilah usia kami dengan husnul khatimah, Dan terimalah kami dengan baik saat kembali kepada- Mu\rDan terlimpahlah shalawat dari Allah, Baginya (SAW) yang kepadanya terkumpul segala kebaikan.\rAhmad yang tersuci serta keluarganya, Dan sahabatnya sebanyak pijaran cahaya.\rYa Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,\rDoa\rWa laqad asyartu lina’ti man awshafuhu, tuhyil quluba tuhayyijul asyjana.\rWallahu qad atsna ‘alayhi fama yusa, wil qawlu minni aw yakunu tsanana.\rLakinna hubban fis sarairi qad da’a, limadihi shafwati rabbina wahdana.","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"Waidzimtazajna bilmawaddati hahuna, narfa’u aydi faqrina wa rajana.\rLilwahidil ahadil ‘aliyyi ilahina, mutawassilina biman ilayhi da’ana.\rMukhtarihi wa habibihi wa shafiyyihi, zaynil wujudi bihil ilahu habana.\rYa rabbana ya rabbana ya rabbbana, bilmush-thafa aqbalna ajib da’wana.\rAnta lana anta lana ya dukhrana, fi hadzihid dunya wafi ukhrana.\rAsh-lih lanal ahwala waghfir dzanbana, wala tuakhidz rabbi in akhthana.\rWasluk bina fi nahji thahal mush-thafa, tsabbit ‘ala qadamil habibi khuthana.\rArina bifadl-lin minka thal’ata ahmadin, fi bahjatin ‘aynur ridla tar’ana.\rWarbuth bihi fi kulli halin hablana, wa hibala man wadda waman walana.\rWal muhsinina waman ajaba nida-ana, wadzawil huquqi wa thaliban awshana.\rWal hadlirina wa sa’iyan fi jam’ina, ha nahnu bayna yadayka antara tarana.\rWalaqad rajawnaka fahaqqiq suklana, wasma’ bifadl-lika ya sami’u du’ana.\rWan-shur binasunnata thaha fi biqa, il ardli waqma’ kulla man da’ana.\rWandhur ilayna wasqina kaksal hana, wasyfi wa ‘afi ‘ajilan mardlana.\rWaqdli lanal hajati wahsin khatmana, ‘indal mamati wa ash-lihan ‘uqbana.\rYa rabbi wajma’na wa ahbaban lana, fi darikal firdawsi ya rajwana.\rBils-mush-thafa shalli ‘alayhi wa alihi, ma harrakat rihush-shaba agh-shana.\rSubhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifun, wa salamun ‘alal mursalin wal hamdulillahi rabbil’alamin.\rAsh-shalatu wassalamu ‘alayka ya sayyidal mursalin.\rAsh-shalatu wassalamu ‘alayka ya khatiman nabiyyin.\rAsh-shalatu wassalamu ‘alayka ya man arsalahullahu rahmatan lil’alamin. Wa radliyallahu ta’ala ‘an ash-habi rasulillahi ajma’in. Amin\rDO’A PENUTUP","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"Maka telah ku Isyaratkan untuk menyifatkan Budi Pekerti (Beliau saw) yang menghidupkan dan mengguncang luruhkan kegundahan,\rDan Allah Telah Memujinya maka apalah artinya pujian kita dan bagaimana (pujian kita ini) dinamakan pujian,\rAkan tetapi cinta kasih dalam sanubari telah menuntut untuk memuji hamba Pilihan Pencipta kita yang telah menyeru kita dengan Kelembutan,\rMaka setelah kita berpadu dengan cinta dan kasih sayang (terhadap Nabi saw) maka disinilah kita mengangkat kedua tangan kita yang hina dina untuk berdo’a dengan penuh pengharapan,\rKepada Tuhan Yang Maha Tunggal dalam Ke Esaan Nya, serta Maha Mulia dengan mengambil perantara pada yang telah menyeru kita Kepada Nya,\rHamba- Nya yang terpilih, Kekasih- Nya serta hamba- Nya yang Terkemuka dan sebaik-baik Ciptaan di Alam Semesta yang dengannya (saw) Allah telah menciptakan kita,\rWahai Tuhan kami, Wahai Tuhan Kami, Wahai Tuhan kami, Demi Nabi yang Terpilih Terimalah Kami dan Kabulkanlah Do’a Kami,\rHanya Engkaulah Harapan Kami, Hanya Engkaulah Harapan Kami, Wahai satu-satunya Tempat Memohon dan Harapan di Dunia dan di Akhirat kami,\rPerbaikilah Keadaan Kami dan Ampunilah Dosa-Dosa Kami dan Janganlah Engkau Murkai Kami apabila kami berbuat kesalahan,\rDan jadikanlah kami selalu berjalan pada ajaran Nabi Thaahaa (saw) yang terpilih dan kuatkanlah serta tetapkanlah langkah-langkah kami pada jalan yang telah dilalui oleh Sang Kekasih,\rDan Perlihatkanlah kami Demi Anugerah dari Mu, Wajah Nabi Mu dalam Gemilangnya Kegembiraan dengan Pandangan Kasih Sayang serta Keridhoan yang selalu menaungi kami,","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"Dan ikatlah kami selalu dengan Beliau (saw) dalam segala gerak-gerik kami, dan juga orang-orang yang mengikuti kami dan mencintai kami,\rDemikian pula orang-orang yang beramal shalih dan orang-orang yang mendengar da’wah kami, orang yang kami berhutang budi pada mereka dan orang-orang yang memohon nasehat dari kami,\rJuga atas para hadirin dan penyelenggara, maka Wahai Allah Inilah kami di hadapan Mu dan Engkau Melihat Kami,\rDan bahwasanya kami Mengharapkan Mu, maka Kabulkanlah Permohonan kami dan Dengarlah demi Kemurahan Mu, Do’a Kami wahai Yang Maha Mendengar,\rDan Pilihlah Kami sebagai Penolong Sunnah Thaahaa (saw) di Seluruh Pelosok Bumi, dan Hancurkanlah semua yang memusuhi kami,\rDan Pandanglah Kami dengan Kasih Sayang Mu dan berilah kami minuman dari cangkir-cangkir (Mahabbah Rasul saw) dan Sembuhkanlah Penyakit yang ada pada kami dengan segera,\rDan kabulkanlah segala hajat kami dan akhirilah hidup kami dengan kebaikan dan jadikanlah kebaikan pula di hari kemudian,\rWahai Allah Kumpulkanlah Kami Bersama Kekasih-Kekasih Kami di surga Firdaus- Mu Wahai yang hanya kepada Nya harapan kami,\rDemi Hamba (saw) yang terpilih yang Limpahan Shalawat selalu atasnya dan atas keluarga serta keturunannya sebanyak hembusan angin di pagi hari,\rMaha Suci Tuhanmu Pencipta Yang Maha Memiliki Kekuasaan, dari apa yang mereka sifatkan,\rDan Salam Sejahtera atas Para Rasul,\rDan Segala Puji Bagi Allah Pencipta Seluruh Alam.\r[ Sumber : http://sufiroad.blogspot.com/2010/10/berikut-adalah-terjemahan-maulid-adl.html ]\r1038. TIPS-TIPS MEMILIKI BAYI LAKI-LAKI\rPERTANYAAN :\rUtut Buntut","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"Assalamualaikum.. Ada yang tau trik biar punya anak cowok ? :-D\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rBarang siapa menginginkan istrinya melahirkan bayi laki-laki, maka hendaklah sang suami meletakan tangan kanannya pada pusarnya seorang istri, pada masa-masa permulaan hamil, meskipun masih pada masa kehamilan dari tiga bulan yang awal, dan megusap-ngusapnya sambil berdoa:\rاللهم ان كنت خلقت خلقا فى بطن هذه المرأة فكوّنه ذكرا واسميه احمد بحق محمد صلى الله عليه وسلم رب لاتذرنى فردا وانت خير الوارثين.\rArtinya: Ya Alloh apabila engkau berkehendak menciptakan seorang makhluq di dalam perut wanita ini, maka jadikanlah anak laki-laki dan akan aku beri nama Ahmad, dengan bertawasul kepada Muhammad SAW, wahai Tuhanku jangan engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah waris yang paling baik. (Kitab Sa’adah Ad-Daroin Hal, 655. Darul Fikr).\rAda seorang Yahudi yang datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang permasalahan anak. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab :\r\"ماء الرجل أبيض وماء المرأة أصفر. فإذا اجتمعا، فعلا مني الرجل مني المرأة، أَذْكَرَا بإذن الله. وإذا علا مني المرأة مني الرجل، آنثا بإذن الله\"\r“Air (mani) laki-laki warnanya putih, sedangkan air mani wanita warnanya kekuning-kuningan. Apabila keduanya berkumpul (melalui satu persetubuhan) yang ketika itu air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki dengan ijin Allah. Namun apabila air mani wanita mengalahkan air mani laki-laki, maka anak yang akan lahir adalah wanita dengan ijin Allah” [HR. Muslim no. 315).","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"Al-Haafidh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan :\rوالمراد بالعلو هنا السبق، لأن كل من سبق فقد علا شأنه فهو علو معنوي، وأما ما وقع عند مسلم من حديث ثوبان رفعه: \"ماء الرجل أبيض وماء المرأة أصفر فإذا اجتمعا فعلا مني الرجل مني المرأة أذكرا بإذن الله، وإذا علا مني المرأة مني الرجل أنثا بإذن الله\" فهو مشكل من جهة أنه يلزم منه اقتران الشبه للأعمام إذا علا ماء الرجل ويكون ذكرا لا أنثى وعكسه، والمشاهد خلاف ذلك لأنه قد يكون ذكرا ويشبه أخواله لا أعمامه وعكسه، قال القرطبي: يتعين تأويل حديث ثوبان بأن المراد بالعلو السبق. قلت: والذي يظهر ما قدمته وهو تأويل العلو في حديث عائشة وأما حديث ثوبان فيبقى العلو فيه على ظاهره فيكون السبق علامة التذكير والتأنيث والعلو علامة الشبه فيرتفع الإشكال، وكأن المراد بالعلو الذي يكون سبب الشبه بحسب الكثرة بحيث يصير الآخر مغمورا فيه فبذلك يحصل الشبه، وينقسم ذلك ستة أقسام: الأول أن يسبق ماء الرجل ويكون أكثر فيحصل له الذكورة والشبه، والثاني عكسه، والثالث أن يسبق ماء الرجل ويكون ماء المرأة أكثر فتحصل الذكورة والشبه للمرأة، والرابع عكسه، والخامس أن يسبق ماء الرجل ويستويان فيذكر ولا يختص بشبه، والسادس عكسه","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"“Yang dimaksud dengan al-‘ulluw adalah as-sabq (mendahului), karena setiap yang mendahului berarti ia telah mengungguli/mengalahkan dalam arti maknawi. Adapun hadits Tsauban yang diriwayatkan oleh Muslim :‘Air (mani) laki-laki warnanya putih, sedangkan air mani wanita warnanya kekuning-kuningan. Apabila keduanya berkumpul (melalui satu persetubuhan) yang ketika itu air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka anak yang akan lahir adalah laki-laki dengan ijin Allah. Namun apabila air mani wanita mengalahkan air mani laki-laki, maka anak yang akan lahir adalah wanita dengan ijin Allah’ ; maka dalam hadits tersebut terdapat hal yang sulit dipahami (musykil). Karena, apabila air mani laki-laki yang mendahului, maka hal itu berkonsekuensi anak yang terlahir akan menyerupai keluarga suami dan berjenis kelamin laki-laki. Demikian pula jika sebaliknya. Sementara kenyataan yang ada, kadangkala anak laki-laki mirip dengan keluarga dari pihak ibu, bukan dari pihak keluarga ayah. Demikian juga sebaliknya. Al-Qurthubi berkata : “Dengan demikian jelaslah bahwa maksud dari kata al-‘ulluw dalam hadits Tsauban adalah as-sabq(mendahului)”. Aku (Ibnu Hajar) katakan : “Menurutku, demikianlah makna kata al-‘ulluw yang tercantum dalam hadits ‘Aisyah. Adapun hadits Tsaubaan, kata al-‘ulluw tetap ditafsirkan sesuai dengan dhahirnya. Dengan demikian, as-sabq (mendahului) merupakan penentu jenis kelamin laki-laki atau wanita, sedangkan al-‘ulluw(mengalahkan/","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"dominansi) merupakan tanda penyerupaan/kemiripan. Berarti tidak ada lagi kesulitan dalam memahami makna hadits. Seakan-akan maksud al-‘ulluw yang merupakan sebab penyerupaan/kemiripan karena banyaknya air mani yang keluar sehingga membanjiri yang lainnya. Dengan keadaan ini, maka akan tercapailah penyerupaan/kemiripan. Perkara ini ada enam keadaan :\r1.…Apabia air mani laki-laki lebih banyak dan keluar mendahului air mani wanita, maka anak yang lahir adalah laki-laki dan serupa dengan ayahnya atau keluarga ayahnya.\r2.…Sebaliknya dari yang di atas (yaitu : apabila air mani wanita lebih banyak dan keluar mendahului air mani laki-laki, maka anak yang lahir adalah wanita dan serupa dengan ibunya atau keluarga ibunya).\r3.…Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, namun air mani wanita lebih banyak; maka anak yang lahir adalah laki-laki dan serupa dengan ibunya atau keluarga ibunya.\r4.…Sebaliknya dari yang di atas (yaitu apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki, namun air mani laki-laki lebih banyak; maka anak yang lahir adalah wanita dan serupa dengan ayahnya atau keluarga ayahnya).\r5.…Apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita dan dua-duanya sama banyaknya, maka anak yang lahir adalah laki-laki tanpa ada keserupaan secara khusus kepada keduanya.\r6.…Sebaliknya (yaitu apabila air mani wanita mendahului air mani laki-laki dan dua-duanya sama banyaknya, maka anak yang lahir adalah wanita tanpa ada keserupaan secara khusus kepada keduanya).\r[Fathul-Baariy, 7/273].\r1182. BOLEHKAH MENGAMALKAN SUATU AMALAN TANPA GURU ?\rPERTANYAAN :","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"Junai Alfaqiiruilalloh Almubaarok\rAssalamu'alaikum... kepada para Admint Mau tanya bagaimana sebaiknya ? Saya pernah di Beri Amalan yang katanya dari Nabi khidir A.S. Tapi yang memberi Amalan itu orngnya \"fasik\" , jadi ap saya amalkan atau bgaimana ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam\r• Untuk doa-doa dan aurad yang maktsur (diajarkan Baginda Nabi), boleh diamalkan secara mutlak.\r• Untuk doa-doa dan aurad yang tidak maktsur (tidak diajarkan baginda Nabi secara lagsung), tidak diperbolehkan, kecuali telah ia dapatkan dari imam-imam yang yang mashur dan guru-guru yang telah terkenal dalam bidang ilmiah dan keteguhan agamanya.\r12 – ذهب جمهور الفقهاء إلى جواز كل دعاء دنيوي وأخروي ، ولكن الدعاء بالمأثور أفضل من غيره . (3)\r(3) روضة الطالبين للنووي 1 / 265 ، وأسنى المطالب 1 / 16\rMayoritas ulama FIQH menilai bolehnya berdoa baik segala doa yang berhubungan dengan duniawi atau ukhrawi, hanya saja berdoa memakai doa yang maktsur lebih utama. [ Raudhah at-Thaalibiin I/265, Asnaa al-Mathaalib I/16Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah 20/265 ].\rيجب علي متعاطي هذه الاحزاب والاوراد والاذكار امور منها ان يتلقاها من اهلها ويرويها عن الائمة المشهورين والشيوخ المعروفين باالعلم ويتخير لذلك من حسن فيه اعتقاده وثبت اليه استناده فاذا يتحقق علمه وديانتهه فله ان يعتقده ويقتدي به ولا يضره ما عرض من نقصه من غي موافقة له فيه ولا ايحاس له لان العصمة انما هي للانبياء خاصة","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"Diwajibkan bagi yang mengamalkan semua hizib, wirid dan dzikir ini beberapa hal, diantaranya ia harus mempertemukannya dengan guru ahlinya, diriwayatkan dari imam-imam yang telah mashur dan guru-guru yang telah terkenal dalam bidang ilmiah dan keteguhan agamanya, telah dipersilahkan untuk dikerjakan bagi orang-orang yang telah baik keyakinannya serta cara bersandarnnya juga telah tertetapkan.\rBila guru tersebut telah diakui keilmuan dan keteguhan agamanya maka baginya boleh meyakini serta mengikutinya dan tidak akan mempengaruhi kredebilasnya hal-hal yang berkembang dari orang lain akan kekurangan yang ada pada gurunya bahwa ia tidak mencocoki ilmunya sebab sifat maksum (terjaga dari dosa) adanya hanya khusus bagi para nabi. [ Syarh al-Hizib al-Imaam an-Nawaawy hal. 94 ]. Walloohu A'lamu Bis Showaab\r1306. BERDO'A MELALUI MEDIA FACEBOOK\rPERTANYAAN :\rKoes AL Jawawi\rAssalamualaikum....group PISS aku mau tanya....?Tentang wall/dinding facebook . Facebook bisa untuk bersosialisasi berbagi dengan teman2 dll. Pertanyaanya di wall/dinding facebook saya byk sekali mereka yang berdoa, mengeluh, bukanya berdoa itu setelah sholat, di tempat2 tertentu tetapi banyak yang melakukan di dinding facebook, Mohon penjelasan terima kasih. Wasalamualaikum......\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Boleh-boleh saja, malah dianjurkan kalau memang ia meyakini bahwa dindingnya adalah tempat majlis adz-dzikri atau dengan harapan mendapatkan doa dari saudara muslim lainnya dengan tanpa sepengetahuannya.","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"ج - حَال اجْتِمَاعِ الْمُسْلِمِينَ فِي مَجَالِسِ الذِّكْرِ : 20 - اجْتِمَاعُ الْمُسْلِمِينَ فِي مَجَالِسِ الذِّكْرِ مِنْ مَوَاطِنِ الإِْجَابَةِ لِحَدِيثِ : لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَل إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ (3) .وَلِحَدِيثِ : إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُول لِمَلاَئِكَتِهِ : قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيَقُولُونَ : رَبِّ فِيهِمْ فُلاَنٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ قَال : فَيَقُول : وَلَهُ غَفَرْتُ، هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ (4)(3) حديث : \" لا يقعد قوم يذكرون الله إلاَّ حفتهم الملائكة . . . \" . أخرجه مسلم ( 4 / 2074 ) من حديث أبي هريرة وأبي سعيد الخدري . (4) حديث : \" إن الله يقول لملائكته : قد غفرت لهم . . . \" . أخرجه مسلم ( 4 / 2070 ) من حديث أبي هريرة .وَلِحَدِيثِ أُمِّ عَطِيَّةَ فِي خُرُوجِ النِّسَاءِ يَوْمَ الْعِيدِ وَفِيهِ : يَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ (1) .قَال الشَّوْكَانِيُّ : فَهَذَا دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ مَجَامِعَ الْمُسْلِمِينَ - أَيْ لِلذِّكْرِ - مِنْ مَوَاطِنِ الدُّعَاءِ . (2) ط - دُعَاءُ الْمُؤْمِنِ لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ 21 - وَرَدَ فِي اسْتِجَابَةِ دُعَاءِ الْمُؤْمِنِ لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ (3) حَدِيثُ أَبِي الدَّرْدَاءِ مَرْفُوعًا :دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَِخِيهِ بِخَيْرٍ قَال الْمَلَكُ الْمُوَكَّل بِهِ : آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ (4) .\r__________","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"(1) حديث أم عطية : \" يشهدن الخير . . . \" . أخرجه البخاري ( 3 / 470 فتح الباري ) ، ومسلم ( 2 / 606 ) ، واللفظ المذكور لمسلم .\r(2) تحفة الذاكرين ص 71\r(3) تحفة الذاكرين ص 47\r(4) حديث أبي الدرداء : \" دعوة المرء المسلم لأخيه المسلم بظهر الغيب . . . \" . أخرجه مسلم ( 4 / 2094 )\rDi antara saat-saat yang diduga kuat waktu ijabah :\r8. Doa saat kaum muslimin berkumpul dalam sebuah majlis adz-dzikriBerdasarkan beberapa hadits Nabi :\r• “Tidaklah duduk suatu kaum dalam majlis berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat mengelilinginya, rahmat menyelimutinya dan turun kepada mereka ketenangan, serta Allah memujinya di hadapan makhluk yang berada di sisinya”. [Riwayat Muslim, IV/2074 dari hadits Abu Hurairoh dan Sa’id al-Hudzry].\r• “‘Sungguh Aku telah mengampuni mereka”Para malaikat itu berkata, ‘Wahai Rabbku, di antara mereka ada si fulan, seorang hamba yang telah banyak melakukan dosa, sesungguhnya dia hanya lewat kemudian duduk bersama mereka.’.” Nabi mengatakan, “Maka Allah berfirman, ‘Dan kepadanya juga Aku akan ampuni. Orang-orang itu adalah sebuah kaum yang teman duduk mereka tidak akan binasa.’.” (HR. Muslim).\r• Dan berdasarkan hadits riwayat dari Ummi ‘Athiyah berkata, saat keluarnya para wanita dihari raya”Kami diperintahkan agar wanita yang bersih dan yang sedang haidh keluar pada Dua Hari Raya, hadir menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimiin” (Muttafaqun ‘alaihi). Berkata as-Syaukaany “ini adalah dalil bahwa perkumpulan orang-orang muslim untuk dzikir termasuk tempat-tempat ijabahnya doa.\r9. Do'a seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya.","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"Terdapat riwayat hadits anjuran mendoakan kepada saudara muslim lainnya dengan tanpa sepengetahuannya : “Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.” (HR. Muslim). [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 39/229-230 ]. Wallaahu A'lamu bis Showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/334129063276575/\r1351. MENDO'AKAN ORANG NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rTixon Salim Ibnu Rhustamy\rAssalamu'alaykum warohmatulloh.. Dosakah jika kita mendo'akan fakir miskinnya orang nasrani yang bunyinya begini \"Yaa Alloh tunjukkanlah mereka,berilah mereka rizkiMu,sayangilah mereka\".. syukron atas pencerahannya...\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Mendoakan non Muslim dalam urusan dunia terlebih agar mereka diberi hidayah diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan adalah mendoakan orang kafir dalam memintakan ampunan atas kekafirannya, sedangkan orang yang didoakan sudah mati dalam keadaan kafir.\r( فَرْعٌ ) يَجُوزُ إجَابَةُ دُعَاءِ الْكَافِرِينَ ، وَيَجُوزُ الدُّعَاءُ لَهُ وَلَوْ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ ، خِلَافًا لِمَا فِي الْأَذْكَارِ إلَّا مَغْفِرَةَ ذَنْبِ الْكُفْرِ مَعَ مَوْتِهِ عَلَى الْكُفْرِ فَلَا يَجُوزُ .","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"“orang-orang Muslim boleh menjawab doanya orang-orang non-Muslim (kafir), dan boleh mendoakannya, walaupun doa memohon ampunan (maghfirah) dan kasih sayang (rahmat). Berbeda dengan keterangan dalam kitab al-Adzkaar kecuali mendoakan orang kafir dalam memintakan ampunan atas kekafirannya, sedangkan orang yang didoakan sudah mati dalam keadaan kafir, maka tidak diperbolehkan”. [ Hasyiyah al-Qalyubi IV/270 ].\r( فَرْعٌ ) فِي اسْتِحْبَابِ الدُّعَاءِ لِلْكَافِرِ خِلَافٌ ا هـ .وَاعْتَمَدَ م ر الْجَوَازَ وَأَظُنُّ أَنَّهُ قَالَ لَا يَحْرُمُ الدُّعَاءُ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ إلَّا إذَا أَرَادَ الْمَغْفِرَةَ لَهُ مَعَ مَوْتِهِ عَلَى الْكُفْرِ وَسَيَأْتِي فِي الْجَنَائِزِ التَّصْرِيحُ بِتَحْرِيمِ الدُّعَاءِ لِلْكَافِرِ بِالْمَغْفِرَةِ نَعَمْ إنْ أَرَادَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ إنْ أَسْلَمَ أَوْ أَرَادَ بِالدُّعَاءِ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ أَنْ يَحْصُلَ لَهُ سَبَبُهُ وَهُوَ الْإِسْلَامُ ثُمَّ هِيَ فَلَا يُتَّجَهُ إلَّا الْجَوَازُ ا هـ .سم عَلَى الْمَنْهَجِ وَيَنْبَغِي أَنَّ ذَلِكَ كُلَّهُ إذَا لَمْ يَكُنْ عَلَى وَجْهٍ يُشْعِرُ بِالتَّعْظِيمِ وَإِلَّا امْتَنَعَ خُصُوصًا إذَا قَوِيَتْ الْقَرِينَةُ عَلَى تَعْظِيمِهِ وَتَحْقِيرِ غَيْرِهِ كَأَنْ فَعَلَ فِعْلًا دَعَا لَهُ بِسَبَبِهِ وَلَمْ يَقُمْ بِهِ غَيْرُهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَأَشْعَرَ بِتَحْقِيرِ ذَلِكَ الْغَيْرِ ا هـ .\rDALAM ANJURAN MENDOAKAN ORANG NON MUSLIM TERJADI PERBEDAAN PENDAPAT ULAMA","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"Ar-Ramli as-Shaghiir memilih diperbolehkannya “Tidak haram mendoakan non muslim dengan mendapatkan ampunan kecuali mendoakan orang kafir dalam memintakan ampunan atas kekafirannya, sedangkan orang yang didoakan sudah mati dalam keadaan kafir, maka tidak diperbolehkan”Bila yang dikehendaki “Ya Allah ampunilah ia bila masuk islam atau bila dikehendaki agar ia islam saat didoakan ampunan maka boleh”Hanya saja menurt alQasiim bila yang demikian tidak menimbulakan pengagungan terhadap mereka, bila menimbulkan maka dilarang terlebih bila disertai tanda kuat akan pengagungan terhadap mereka dan melecehkan terhadap lainnya seperti selepas mereka menjalani suatu pekerjaan dan tidak terdapati selainnya yang mampu mengerjakannya maka doanya pertanda mengagungkan mereka dan melecehkan selainnya”. [ Hasyiyah as-Syibra malisy VI/1 ].\rDOA KESEHATAN DAN HIDAYAH UNTUK NON MUSLIM\rوَيَجُوزُ الدُّعَاءُ لِلْكَافِرِ بِنَحْوِ صِحَّةِ الْبَدَنِ وَالْهِدَايَةِ وَاخْتَلَفُوا فِي جَوَازِ التَّأْمِينِ عَلَى دُعَائِهِ .\r“Dan diperbolehkan mendoakan semacam kesehatan badan dan ulama berbeda pendapat tentang diperbolehkannya mengamini doa mereka”. [ Hasyiyah al-jamal III/436 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/380063462016468/\r1356. BOLEHKAH GELAR RODHIYA ALLAAHU ANHU UNTUK KALANGAN AWAM\rPERTANYAAN :\rMbah Kakvng","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"Assalamu'alaikum...kata-kata Almarhum merupakan Do'a untuk orang yang sudah meninggal (biasanya untuk kalangan awam)..begitu pula Rahimahullahu Ta'ala, Rahmatullah 'Alaihi (biasanya untuk kalangan ulama).. Pertanyaannya, bolehkah menyebut Rahmatullah 'Alaih atau Rahimahullahu Ta'ala atau bahkan Radhiallahu 'Anh untuk kalangan awam.. misalnya untuk orang tua atau kerabat kita..?? akan lebih baik bila ada ta'bir...\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rKalau gelar-gelar semacam itu (RODHIYA ALLAAHU ANHU dan ROHIMAHU ALLAAHU 'ALAIHI) memang layaknya hanya disematkan pada para sahabat, tabi'in, ulama dan orang-orang shalih mbah... REFERENSI :\r) اسْتِعْمَالُ التَّرَضِّي فِي غَيْرِ الصَّحَابَةِ جَائِزٌ كَمَا هُنَا وَإِنْ كَانَ الْكَثِيرُ اسْتِعْمَالَ التَّرَضِّي فِي الصَّحَابَةِ وَالتَّرَحُّمِ فِي غَيْرِهِمْ ، ثُمَّ رَأَيْت فِي كَلَامِ الشَّارِحِ قُبَيْلَ بَابِ زَكَاةِ النَّبَاتِ مَا نَصُّهُ : وَيُسَنُّ التَّرَضِّي وَالتَّرَحُّمُ عَلَى غَيْرِ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ الْأَخْيَارِ .قَالَ فِي الْمَجْمُوعِ : وَمَا قَالَهُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ مِنْ أَنَّ التَّرَضِّيَ مُخْتَصٌّ بِالصَّحَابَةِ وَالتَّرَحُّمَ بِغَيْرِهِمْ ضَعِيفٌ انْتَهَى .\rDiperlakukannya doa TARODDHI (Radhia Allahu ‘anhum) pada para selain shahabat diperbolehkan seperti dalam bahasan ini, sedang penggunaannya dikalangan sahabat dan TARAHHUM bagi selain mereka memang yang populer.Aku melihat redaksi penyarah kitab dalam Bab Zakat an-Nabaat “Dan disunahkan mendoakan TARODDHI (Radhia Allahu ‘anhum) serta TAROHHUM (Rahimahu Allahu ‘Alahi) pada para selain nabi yakni kepada orang-orang terpilih. [ Hasyiyah as-Syibro Malisy I/15 ].","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"ويستحب الترضي والترحم على الصحابة والتابعين فمن بعدهم من العلماء والعباد وسائر الأخيار وأما قول بعض العلماء أن الترضي خاص بالصحابة ويقال في غيرهم رحمه الله تعالى فليس كما قال بل الصحيح الذي عليه الجمهور إستحبابه اه\rDan disunahkan mendoakan TARODDHI (Radhia Allahu ‘anhum) pada para shahabat serta TAROHHUM (Rahimahu Allahu ‘Alahi) pada para tabi’in dan generasi-generasi stelah mereka dari kalangan ulama, para ‘Abid serta orang-orang terpilih lainnya.Sedang ungkapan sebagian ulama bahwa TARODDHI (Radhia Allahu ‘anhum) hanya khusus pada para shahabat sedang selain mereka dengan doa Rahimahu Allahu ‘Alahi bukanlah ungkapan (yang tepat), yang shahih adalah apa yang dianut oleh mayoritas ulama bahwa TARODDHI juga disunahkan pada selain para shahabat. [ I’aanah at-Thoolibiin IV/343 ].\rولعل الحكمة في الترضي عنهم وعن العلماء والصلحاء التنويه بعلوِّ شأنهم والتنبيبه بعظم مقامهم.\rHikmah prioritas gelar di atas untuk para sahabat, tabiin, ulama serta orang-orang shalih adalah memberikan isyarat akan luhurnya tingkah laku serta tingginya kedudukan mereka. [ Bughyah al-Mustarsyidiin I/74 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\r(Sama dengan dokumen 1493).\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/366047150084766/\r1364. MENGAPA KITA HARUS BERDO'A ?\rPERTANYAAN :\rTobi Hamidi\rAssalamu'alaikum... tanya dong... kalau kehidupan kita sudah ada ditentukan dalam Lauh Mahfudz...\r1) terus knapa kita harus berdoa lagi...??\r2) terus bagaimana sih cara berdoa yang benar itu...??\r3) dalam hal mengangkat tangan juga beda2, seharusnya seperti apa siih ??\rJAWABAN :\r> Kang As'ad","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"Pada hakekatnya doa itu adalah sama seperti asbab 'adiyah yang lain.....tidak bisa memberikan ta'tsir/efek apa2.....hanya saja kita diperintahkan Allah untuk berdoa sebagai wujud penghambaan/ibadah. dan biasanya, orang2 yang lisannya digerakkan oleh Allah Ta'ala untuk berdoa kepada-Nya, akan mendapatkan Ijabah atas doa yang diucapkannya tersebut.\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam\r1. DOA BAGAI PERISAI, PETAKA BAGAI PANAH API DAN SURATAN adalah SUATU MISTERI.....\rالدعاء كالترس والبلاء كالسهم والقضاء أمر مبهم مقدر في الأزل\rوفي الحديث الدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل أما نفعه مما نزل فصبره عليه ورضاه ومما لم ينزل فهو أن يصرفه عنه أو عنده قبل النزول بتأييد من عنده حتى يخفف عنه أعباء ذلك إذا نزل به فينبغي للإنسان أن يكثر من الدعاء قال الغزالي فإن قيل ما فائدة الدعاء مع أن القضاء لا مرد له ؟ فاعلم أن من جملة القضاء رد البلاء بالدعاء فالدعاء سبب لرد البلاء ووجود الرحمة كما أن البذر سبب خروج النبات من الأرض وكما أن الترس يرد السهم.\rDalam sebuah hadits “Doa dapat bermanfaat atas ketentuan yang terjadi dan yang tidak terjadi” (HR. At-Tirmidzy). Kemanfaatan doa atas takdir yang terjadi menjadikannya sabar dan rela menerima, sedang kemanfaatannya atas takdir yang tidak terjadi dapat merubahnya atau dapat menguatkan mentalnya sehingga ia dapat menanggung beban atas takdir tersebut.","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"Karenanya perbanyaklah berdoa,..!! Al-Ghozaly berkata “Apakah faedah doa sementara ketentuan Allah tiada dapat tertolak ?Ketahuilah sesungguhnya sebagian dari ketentuan Allah dapat tertolak petakanya akibat doa, maka berarti doa sebagai sebab atas tertolaknya petaka disamping dapat menumbuhkan rasa kasih sayang (ketegaran) sebagaimana benih menjadi sebab tumbuhnya tanaman-tanaman dibumi dan sebagaimana perisai dapat mencegah tembusnya anak panah. [ Faidh al-Qadiir II/421 ].\rSebaik-baiknya ibadah QOULIYYAH (yang dilakukan dengan ucapan) adalah doa karena didalamnya mengandung ungkapan kefakiran, kelemahan, kerendahan dan pengakuan hamba pada Tuhannya.\rوقيل أي أفضل وأشرف (على الله) أي عند الله (من الدعاء) أي من حسن السؤال والطلب لأن فيه إظهار الفقر والعجز والتذلل والاعتراف بقوة الله وقدرته والمعنى ليس شيء من أنواع العبادات القولية أكرم عند الله من الدعاء لأن شرف كل شيء يعتبر في بابه فلا يرد أن الصلاة أفضل العبادات البدنية\rBerdoalah... Karena dengannya terduduki makam kehambaan dan terletakkan RABB dalam keagungan. [ Misykaah al-Mashaabiih VII/708 ].\r2. www.piss-ktb.com/2012/03/150-adab-berdoa.html\rwww.piss-ktb.com/2012/02/499-saat-saat-doa-ijabah.html\r> Abdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam wr.wb.\r1. Do'a adalah otaknya ibadah.\rالدعاء مخ العباده\rDengan berdoa berarti kita mengakui bahwa kita adalah mahluknya yang lemah,yang senantiasa membutuhkan pertolongannya dimanapun dan kapanpun berada.dan Allah pun memperintahkan kita untuk berdoa\rقل ادعوا الله او ادعوا الرحمن اياما تدعوا فله الاسماء الحسنى سورة الاسراء الاية 110","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"ادعوا ربكم تضرعا و خفية انه لا بحب المعتدين سورة الاعراف الاية 55\rواذا سالك عبادي عني فاني قريب اجيب دعوة الداع اذا دعان فليستجيبوالي سورة البقرة الاية 186\r2. Cara berdoa yang baik\rالاول : ان يتر صد لدعائه الاوقات الشريفةالثاني : ان يغتنم الاحوال الشريفةالثالث : ان يدعو مستقبل القبلة ويرفع يديه بحيث يرى بياض ابطيهالربع : خفض الصوت بين المخافتة و الجهرالخامس : ان لايتكلف السجع في الدعاءالسادس : التضرع والخشوع و الرغبة و الرهبةالسابع : ان يجزم الدعاء ويوقف بالاجابة و يصدق رجاءهالثامن : ان يلح في الدعاء و يكرره ثلاثاالتاسع : ان يفتتح الدعاء بذكر الله عز وجل فلا يبدا بالسؤالالعاشر : وهو الادب الباطن وهو الاصل في الاجابة : التوبة ورد المظالم والاقبال على الله عز وجل بكنه الهمة،فذالك هو السبب القريب في الاجابة\rاحياء علوم الدين ج 1 ص 428\r3. Cara mengangkat tangan ketika berdo'a\rDalam kitab washiyatul mustofa\rيا على :اذا دعوت فابسط يدك خذو الصدرك ولا ترفعها فوق راسك و تشير الى الله تعالى بسبابتك اليمنى\rوصية المصطفى : 9\rNabi berwasita pada Sayyidana Ali\"Hai Ali,tatkala engkau berdo'a renggangkanlah tanganmu didepan dadamu dan janganlah kau mengangkatnya diatas kepalamu,dan berilah isyarah pada Allah SWT dengan telunjukmu. Wallahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/374495182573296/\r1475. BERSHALAWAT DENGAN IRINGAN MUSIK LAGU DANGDUT\rPERTANYAAN :\rAna Lu'luil Ma'nun","part":1,"page":249},{"id":250,"text":"Assalaamu'alaykum . . .Kita semua tahu bahwa \"Sholawat\" adalah sumber pahala tanpa batas ,tapi ada yang ingin ana tanyakan mengenai sholawat : \"Bolehkah sholawat dilantunkan dengan menggunakan lagu2 dangdut versi 'sagita' misalnya,karna beberapa waktu lalu ada pernah mendengar ada yang melantunkan diba' dengan nada lagunya sagita 'iwak peyek' ,bagaimanakah hukumnya?\" Terimakasih . . .^_~\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rKurang sopan tetapi tetap dapat pahala.\rwww.piss-ktb.com/2012/03/121-lain-lain-etika-bersholawat-dan.html\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Hukumnya Boleh tapi nggak baik... Karena yang tidak diperbolehkan dibaca dengan menyesuaikan ritme suatu lagu sehingga mengakibtakan bacaan panjang dan pendek yang bukan pada tempatnya adalah al-Quran, Hadits dan Asma-asma Mu’adhdhom.","part":1,"page":250},{"id":251,"text":"الوجه الثالث أن لوزن الكلام بذوق الشعر تأثيرا في النفس فليس الصوت الموزون الطيب كالصوت الطيب الذي ليس بموزون وإنما يوجد الوزن في الشعر دون الآيات ولو زحف المغنى البيت الذي ينشده أو لحن فيه أو مال عن حد تلك الطريقة في اللحن لاضطرب قلب المستمع وبطل جده وسماعه ونفر طبعه لعدم المناسبة وإذا نفر الطبع اضطرب القلب وتشوش فالوزن إذن مؤثر فلذلك طاب الشعر الوجه الرابع أن الشعر الموزون يختلف تأثيره في النفس بالألحان التي تسمى الطرق والأستانات وإنما اختلاف تلك الطرق بمد المقصور وقصر المدود والوقف في أثناء الكلمات والقطع والوصل في بعضها وهذا التصرف جائز في الشعر ولا يجوز في القرآن إلا التلاوة كما أنزل فقصره ومده والوقف والوصل والقطع فيه على خلاف ما تقضيه التلاوة حرام أو مكروه وإذا رتل القرآن كما أنزل سقط عنه الأثر الذي سببه وزن الألحان وهو سبب مستقل بالتأثير وإن لم يكن مفهوما كما في الأوتار والمزمار والشاهين وسائر الاصوات التي لا تفهم\r[ Ihyaa’ Uluum addiin II/429 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/396012090421605/\r1521. DEFINISI ISTIGHOSAH\rPERTANYAAN :\rAby Yahsya\rMohon pencerahanya tentang istighosah ; menurut bahasa dan istilah\rJAWABAN :\rRaden Mas NegeriAntahberantah\rKata “istighotsah” استغاثة berasal dari “al-ghouts” الغوث yang berarti pertolongan. Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) \"istaf’ala\" استفعل atau \"istif'al\" menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan. Seperti kata ghufron غفران yang berarti ampunan ketika diikutkan pola istif'al menjadi istighfar استغفار yang berarti memohon ampunan.","part":1,"page":251},{"id":252,"text":"Jadi istighotsah berarti \"thalabul ghouts\" طلب الغوث atau meminta pertolongan. Para ulama membedakan antara istghotsah dengan \"istianah\" استعانة, meskipun secara kebahasaan makna keduanya kurang lebih sama. Karena isti'anah juga pola istif'al dari kata \"al-aun\" العون yang berarti \"thalabul aun\" طلب العون yang juga berarti meminta pertolongan.\rIstighotsah adalah meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit. Sedangkan Isti'anah maknanya meminta pertolongan dengan arti yang lebih luas dan umum.\rBaik Istighotsah maupun Isti'anah terdapat di dalam nushushusy syari'ah atau teks-teks Al-Qur'an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan:\rإِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ\r\"(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu.\" (QS Al-Anfal:9)\rAyat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT, saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.\rDalam surat Al-Ahqaf ayat 17 juga disebutkan;\rوَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ\r\"Kedua orang tua memohon pertolongan kepada Allah.\" (QS Al-Ahqaf:17)","part":1,"page":252},{"id":253,"text":"Yang dalam hal ini adalah memohon pertolongan Allah atas kedurhakaan sang anak dan keengganannya meyakini hari kebangkitan, dan tidak ada cara lain yang dapat ditempuh oleh keduanya untuk menyadarkan sang anak kecuali memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.\rDari kedua cuplikan ayat ini barangkali dapat disimpulkan bahwa istighotsah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah \"keajaiban\" atau sesuatu yang paling tidak dianggap tidak mudah untuk diwujudkan.\rIstighotsah sebenamya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighotsah konotasinya lebih dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam istighotsah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Oleh karena itu, istighotsah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu, terutama istighfar, sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu.\rIstighotsah juga disebutkan dalam hadits Nabi,di antaranya :\rإنَّ الشَّمْسَ تَدْنُوْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَبْلُغَ الْعَرَقُ نِصْفَ الْأُذُنِ, فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ اسْتَغَاثُوْا بِآدَمَ ثُمَّ بِمُوْسَى ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ\rMatahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat, sehingga keringat sebagian orang keluar hingga mencapai separuh telinganya, ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighotsah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa kemudian kepada Nabi Muhammad. (H.R.al Bukhari).","part":1,"page":253},{"id":254,"text":"Hadits ini juga merupakan dalil dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dengan keyakinan bahwa seorang nabi atau wali adalah sebab. Terbukti ketika manusia di padang mahsyar terkena terik panasnya sinar Matahari mereka meminta tolong kepada para Nabi. Kenapa mereka tidak berdoa kepada Allah saja dan tidak perlu mendatangi para nabi tersebut? Seandainya perbuatan ini adalah syirik niscaya mereka tidak melakukan hal itu dan jelas tidak ada dalam ajaran Islam suatu perbuatan yang dianggap syirik.\rSedangkan isti'anah terdapat di dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:\rوَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ\r“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS Al-Baqarah: 45)\rKH A. Nuril HudaKetua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/412124645477016/\r1531. DO'A AGAR DI BERI KEMUDAHAN, KELANCARAN DAN BAROKAH\rPERTANYAAN :\rKhuzailia Az-Zarifa\rAssalaamu'alaykum. . .Permisi, Adakah do'a atau amalan untuk membangun rumah agar diberi kemudahan, kelancaran dan barokah. . .Sebelum dan sesudahnya, terima kasih. . .Wassalaamu'alaykum. . .\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Rencanakan dengan matang, dan langgengkan doa berikut, doa Nabi Yusuf As, yang terkutip pada Kitab Ad-Durr al-Mantsuur karya Imam Jalaaluddin as-Suyuthi as-Syafi'i (pengarang kitab Tafsir al-Jalalain), semoga Segalanya diberikan kemudahan.......Aamiin","part":1,"page":254},{"id":255,"text":"وأخرج ابن مردويه عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لما ألقي يوسف في الجب أتاه جبريل عليه السلام فقال له : يا غلام من ألقاك في هذا الجب قال : إخوتي قال : ولم قال : لمودة أبي إياي حسدوني قال : تريد الخروج من ههنا قال : ذاك إلى إله يعقوب قال : قل اللهم إني أسألك باسمك المخزون والمكنون يا بديع السموات والأرض يا ذا الجلال والإكرام أن تغفر لي ذنبي وترحمني وأن تجعل لي من أمري فرجا ومخرجا وأن ترزقني من حيث أحتسب ومن حيث لا أحتسب فقالها فجعل الله له من أمره فرجا ومخرجا ورزقه ملك مصر من حيث لا يحتسب فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ألظوا بهؤلاء الكلمات فإنهن دعاء المصطفين الأخيار\rIbn Marduwih meriwayatkan hadits dari Ibn Umar ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda “ Saat Nabi Yusuf dicampakkan kedalam sumur tua, datanglah malaikat Jibril padanya seraya bertanya :“Wahai anak kecil, siapakah yang mencampakkanmu dalam sumur ini ?”.\r“Saudara-saudaraku” Jawab Yusuf\r“Kenapa ?” Tanya Jibril\r“Karena kecintaan ayah padaku dan kedengkian mereka” Jawab Yusuf\r“Apakah engkau ingin keluar dari sini ?” Tanya Jibril\r“Aku serahkan segalanya pada Tuhannya Ya’kub” Jawab Yusuf\rKemudian Jibril mengajarkan sebuah doa pada Nabi Yusuf As : ALLAAHU INNI AS-ALUKA BISMIKAL MAKHZUUNI WAL MAKNUUNI, YAA BADII’AS SAMAWAATI WAL ARDHI, YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, AN TAGHFIRA LII DZANBII, WA TARHAMNII, WA AN TAJ’ALA LII MIN AMRII FARAKHAN WA MAKHRAJAN WA AN TARZUQNII MIN HAITSU AHTASIBU WA MIN HAITUSU LAA YAHTASIBU.","part":1,"page":255},{"id":256,"text":"“Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu yang tersimpan dan tersembunyi, Wahai Pencipta langit dan bumi, Pemilik keagungan dan kemuliaan, Ampunilah dosak, kasih sayangilah aku, Anugerahkan shalawat-Mu pada Muhammad dan keluarganya dan jadikan segala perkaraku jalan keluar dan kebahagiaan (untukku), kurniakan padaku rizki dari yang aku perhitungkan dan tidak aku perhitungkan”.\rKemudian Nabi Muhammad bersabda “Langgengkan dengan terus menerus kalimat-kalimat doa ini, karena sesungguhnya dialah doa-doa orang-orang pilihan dan terpilih”. [ Ad-Durr al-Mantsuur IV/511 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/417689288253885/\r1538. BERSHALAWAT DI KAMAR MANDI\rPERTANYAAN :\rDen Thoe\rAssalaamu 'alaikum.. Bagaimana hukumnya membaca sholawat dan juga basmalah di dalam Qulah yang berstatus double fungsi ??? Maksudnya Qulah tersebut selain buat wudlu' juga buat mandi dan kencing, seperti Qulah di dalam rumah-rumah ??? Sedangkan kebiasan akan berwudlu' membaca basmalah ataupun sholawat ??? Suwun..\rJAWABAN :\r> Sahlan Albanjari\rIni masuk dalam adab, Ditempat yang disitu dijadikan untuk qodho hajat, seperti kencing, Jangan membawa tulisan yang ada zikirnya, atau nama yang dihormati seperti nama-nama Nabi, seumpamananya adalah kitab agama. Jika terlanjur, maka ia harus mendekapnya. [ Taqrirotussadidah :110 ].\rJika membawa saja yang tanpa suara sudah melanggar adab, apalagi dengan suara. Adapun berbicara ketika keluarnya najis, itu memang dimakruhkan.","part":1,"page":256},{"id":257,"text":"مِن اداب قضا ? الحاجة فى المكان المعد لقضا ? الحاجة .6.: عدم حمل ذكر الله أو كل معظم كاسم نبي ...واسما ? العلما ????\r7. ان لا يتكلم حالة الخروج وأ ما فى غيرحالة الخروج فلا يكره الكلام الا ذكر الله او نحوه ( التقريرات السديدة : 110 )\rفلا يكره الكلام الا ذكر الله او نحوه ( التقريرات السديدة : 110 )\rYa nampaknya si tidak pas, tapi menurut saya pas aja,,karena adab qodho hajat itu termasuk pula ada masuk tempat yang disitu dijadikan tempat buang hajat, maka ada istilah\rفى المكان المعد لقضا ? الحاجة,,\rmaka jika ditempat buang hajat itu tidak makruhkan berbicara kecuali yang ada nilai zikirnya atau seumpanya , ya seperti sholawat. begitu fahamnya saya. dikalimat\rفلا يكره الكلام الا ذكر الله او نحوه\r> Dewan Masjid Assalaam\rTetep saja makruh, karena hal-hal yang dimakruhkan dalam hal qadla' hajat bukan semata-mata karena buang hajatnya tetapi karena tempat qadla' hajatnya yang memang saat memasukinya terdapat adab2 yang musti dipenuhi meskipun masuknya bukan mau buang hajat.\rويندب لمريد الخلاء وهو المعدّ لقضاء الحاجة ا?ن ينتعل.... وينحي ما فيه ذكر الله ورسوله وكل اسم معظم\rDan disunnahkan bagi orang yang mau masuk WC yaitu tempat yang diperuntukkan untuk buang hajat agar memakai sandal... dst.. dan menghindarkan hal-hal yang didalamnya ada menyebut asma Allah dan RasulNya dan semua asma2 yang dimuliakan. Anwarul Masalik Bab Qadla' alHajat","part":1,"page":257},{"id":258,"text":"Dalam ibarot tersebut, bahasa yang digunakan adalah hendak masuk WC, bukan karena ia mau buang hajat meski memang umumnya untuk maksud tersebut. Dan kamar mandi di wilayah kita sesuai adatnya memang digunakan pula untuk kencing, sehingga secara hukum sama dengan WC. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/397507570272057/\r1584. HUKUM DZIKIR JAHR ( SUARA KERAS )\rPERTANYAAN :\rLutfiah Gumelar\rAsalamualaikum. Ada yang mau saya tanya kan nich barang kali ada yang tau jawaban nya dari pertanyaan saya ini \"APA HUKUM NYA ZDIKIR dengan SUARA LANTANG\" ???\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rYang haram karena mengganggu orang, jika tidak mengganggu maka berdzikir bersuara lantang juga tidak masalah\r(مسألة ك) لايكره فى المسجد الجهر بالذكر بأنواعه ومنه قراءة القران إلا إن شوش على مصل أو آذى نائما بل إن كثر التأذى حرم فيمنع منه حينئذكما لو جلس بعد الأذان يذكر الله تعالى وكل من أتى للصلاة جلس معه وشوش على المصلين فإن لم يكن ثم تشويش أبيح بل ندب لنحو تعليم إن لم يخف رياء ويكره تعليق الأوراق المنقوش فيها صورة الحرمين وما فيها من المشاعر المسماة بالعمر فى المسجد للتشويش على المصلين وغيرهم ولكراهة الصلاة إلى ما يلهى لأنه يخل بالخشوع وقد صرحوا بكراهة نقش المسجد وهذا منه نعم إن كانت مرتفعة بحيث لا تشوش فلا بأس إلا إن تولد من إلصاقها تلويث المسجد أو فساد تجصيصه ولا يجوز الإنتفاع بها بغير رضا مالكها إلا إن بليت وسقطت ماليتها فلكل أخدها لقضاء العرف بذلك.\rبغية المشترشدين ص : 66 دار الفكر\r> Toni Iman Tontowi\rDZIKIR JAHR Menurut Nash dan Qaul Ulama. Berdzikir dengan metode jahar memiliki sandaran kuat dari Al Quran dan Hadits. Diantaranya adalah firman Allah Ta’ala :","part":1,"page":258},{"id":259,"text":"ْمُكِبْوُنُج َىلَعّو اًدْوُعُقّو اًماَيِق َلا اوُرُكْذاَف َةَلّصلا ُمُتْيَضَق اَذِإَف\r“Maka jika engkau telah menunaikan shalat, berdzikirlah kepada Allah dengan keadaanberdiri, duduk dan berbaring”. (an-Nisaa’: 103)\rDiriwayatkan dalam Shahih Muslim :\rَ ىلَع َناَك ِةَبْوُتْكَمْلا َنِم ُساّنلا ُفِرَصْنَي َنْيِح ِرْكّذلاِب ِتْوّصلا َعْفَر ّنَأ هَرَبْخََأ ٍساّبَع ِنْبا ِنَعُهُتْعِمَس اَذِإ َكِلاَذِب اْوُفَرَصْنا اَذَإ ُمَلْعَأ ُتْنُك ٍساّبَع ُنْبا َلاَق َلاَق ُهّنأ م.ص ّيِبّنلا ِدْهَع\rDari Ibnu ’Abbas Ra. berkata: “bahwasanya dzikir dengan suara keras setelah selesaishalat wajib adalah biasa pada masa Rasulullah SAW”. Kata Ibnu ’Abbas, “Aku segeratahu bahwa mereka telah selesai shalat, kalau suara mereka membaca dzikir telah kedengaran”. [ Lihat Shahih Muslim I, Bab Shalat. Hal senada juga diungkapkan oleh al Bukhari, lihat: Shahih al Bukhari hal: 109, Juz I ].\rْيِدْبَع ّنَظ َدْنِع انَأ :َلاَعَت ُلا ُلْوُقَي :م.ص ِلا ُلْوُسَر َلاَق :َلاَق ض.ر َةَرْيَرُه ْيِبَأ ِنْبا ْنَعُهُتْرَكَذ ٍإَلَم ْيِف ْيِنَرَكَذ ْنِإَو ْيِسْفَن ْيِف ُهُتْرَكَذ ِهِسْفَن ْيِف ْيِنَرَكَذ ْنِإَف ,ْيِنَرَكَذ اَذِإ ُهَعَم انَأَو ,ْيِب{يراخبلا هاور} ْمُهْنّم ٌرْيَخ ٍإَلَم ْيِف\r“Dari Abu Hurairah Ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman: ‘Aku bergantung kepada prasangka hambaKu kepada-Ku, dan Aku menyertainya ketika merekaberdzikir. Apabila mereka menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku sebut dirinya didalam diri-Ku. Apabila mereka menyebut-Ku di tempat yang ramai, maka Aku sebutmereka di tempat yang lebih ramai dari itu”.","part":1,"page":259},{"id":260,"text":"As-Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani Rhm. mengatakan bahwa hadits inimenunjukkan bahwa menyebut di tempat keramaian itu (fil-Mala-i) tidak lain adalahberdzikir jahar (dengan suara keras), agar seluruh orang-orang yang ada di sekitarnyamendengar apa yang mereka sebutkan (dari dzikirnya itu). [ Abwabul Faraj, Pen. AlHaramain, tth., hal. 366 ]\rHabib Ali bin Hasan al Aththas dalam Kitabnya Al Qirthas juga mengungkapkan hadits diatas untuk mendukung dalil dzikir dengan jahar. Selanjutnya beliau mengatakan bahwatanda syukur adalah memperjelas sesuatu dan tanda kufur adalah menyembunyikannya.Dan itulah yang dimaksud dengan ‘dzikrullah’ dengan mengeraskan suaranya danmenyebarluaskannya. [Terj. Al-Qirthas, Darul Ulum Press, 2003, hal. 190].\rىِف ٍلُجَرِب ّرَمَف ًةَلْيَل م.ص ّيِبّنلا َعَم ُتْقَلَطْنِا : ِعَرْدَلْا ُنْبا َلاَق :َلاَق ض.ر َمَلْسَأ ِنْب ِدْيَز ْنَع(ٌهاَوَأ هّنِكلَو َل) :َلاَق ؟اّيِئاَرُم اَذه َنْوُكّي ْنَأ ىسَع ِلا َلْوُسَر اَي :ُتْلُق ,هَتْوَص ُعَفْرَي ِدِجْسَمْلا {يقهيبلا هاور}","part":1,"page":260},{"id":261,"text":"“Dari Zaid bin Aslam Ra. bahwasanya Ibnu Adra’ berkata: Saya telah berjalan bersamaNabi SAW di suatu malam, maka Beliau melewati seorang laki-laki yang sedang berdzikirdengan mengangkat suara (suara yang keras) di dalam masjid. Aku bertanya kepada beliau SAW: ‘Wahai Rasulullah, barangkali orang ini (yang sedang berdzikir dengan suara keras)itu sedang pamer?’ Beliau bersabda: ‘Tidak, akan tetapi ia sedang merintih (mengeluh)‘.Para pendidik ruhani masa lalu menyatakan dengan berbagai landasan eksperimennyabahwa “Orang-orang yang mubtadi (pemula) dan bagi orang-orang yang menuntutterbukanya pintu hati adalah wajib berjahar dalam dzikirnya”. Syaikh Abdul Wahhab asySya’rani Rahimahullahu Ta’ala berkata: “Sesungguhnya sebagian besar Ulama AhliTasawuf telah mufakat bahwasanya wajib atas murid itu berdzikir dengan jahar, yaknidengan menyaringkan akan suaranya dan didalamkannya. Dan berdzikir dengan sirri danperlahan-lahan itu tidak akan memberi faidah kepadanya untuk menaikkan kepadamartabat yang tinggi” [Lihat Siyarus Salikin, Abdush Shomad Palembani, III: 191]\rAbdullah bin Alwi al Haddad Rhm. mengungkapkan dalam dalam suatu kitabnya :","part":1,"page":261},{"id":262,"text":"ْيِفْكَي اَم ِقْزّرلا ُرْيَخَو ّيِفَخْلا ِرْكِّذلا ُرْيَخ ُمَلّسلاَو ُةَلّصلا ِهْيَلَع َلاَق َعَم ِرْكّذلاِب َتْرَهَج ْنِإَو ,هُتَلَص ِهْيَلَع ْطّلَخُت ُثْيَحِب ٍئِراَق َلَو ّلَصُم ىلَع َكِلذ ِبَبَسِب ْشّوَشُت ْمَلَو ِهْيِف ِل ِصَلْخِلْا.ٍةَعاَمَج َعَم َكِلذ َناَك ْنِإَو ٌبْوُبْحَمَو ٌبَحَتْسُم َوُه ْلَب ُهْنِم َعِنُم َلَف ِرْهَجْلاِب َسْأَب َلَف هُتَئآَرِقَوَنْيّلَصُمْلا َىلَع ِشْيِوْسّتلا ِمَدَعَو ِصَلْخِلْا َنِم هُاَنْرَكَذ اَم ِقْفِو ىلَع لاَعَت ِلا َرْكّذ اوُعَمَتْجاِهْيِف ٌبَغَرُمَو ِهْيَلِإ ٌبْوُدْنَم َكِلذَف ْمِهِوْحَنَو َنْيِلاّتلاَو\r“Telah bersabda Nabi SAW: “Sebaik-baik dzikir adalah dzikir khofi, dan sebaik-baik rizkiadalah yang cukup”. Andaikata kamu menjalankan dzikir dengan ikhlas karena Allah didalam dzikirnya dan tidak mewaswaskan (mengganggu) orang lain yang sedang shalat dantidak membuat orang yang sedang membaca Al-Quran menjadi kacau bacaannya karenadzikir itu, maka tidaklah apa-apa berdzikir jahar. Hal yang demikian itu tidak dilarangbahkan disunatkan, dan dicintai walaupun keadaan dzikir itu berjama’ah. Merekaberkumpul untuk berdzikir kepada Allah sesuai dengan apa yang telah kami terangkandengan ikhlas dan tidak mewaswaskan orang-orang yang sedang shalat dan membaca Al-Quran, dan sebagainya, maka dzikir seperti itu disunatkan dan sangat dianjurkan. [An-Nasha-ihud Diniyyah, hal 50].\rْيِف ْمُهَلَو َكِلاَذِب َعاَمِتْجِلْاَو ِرْكّذلاِب َرْهَجْلا ِفّوَصّتلا ِةَقْيِرّطلا ِلْهَأ ْنِم ٌةَعاَمَج َراَتْخا ِدَقَوٌةَفْوُرْعَم ُقِئاَرَط َكِلذ","part":1,"page":262},{"id":263,"text":"“Para jama’ah dari kalangan Thariqat Shufi mengangkat suara keras ketika berdzikir, danmereka berjama’ah ketika berdzikir, hal yang demikian itu merupakan metode thariqatyang sudah umum/dikenal”. [ An-Nasha-ihud Diniyyah, hal 51 ].\rBerdzikir jahar yang dimaksud adalah berdzikir dengan suara keras yang sempurna,sehingga bagian atas kepala hingga kaki mereka itu bergerak. Dan seutama-utama dzikirjahar adalah berdiri, dengan menghentak, bergerak teratur dari ujung rambut hingga ujung kaki, hingga seluruh jasadnya turut merasakan Keagungan dan Kebesaran Allah ‘Azza waJalla. (Al-Minahus Saniyyah, Abd. Wahab as Sya’rani). Dalam kitab Taswiful Asma’, hal. 33 diterangkan :\rَمّرَك ّيِلَع ْنَع هِدَنَسِب ِمْيَعُن ْوُبَأ ُظِفاَحْلا ىَوَر اَمِل ِهْيَلِإ ٌبْوُدْنَمَف ِرْكّذلا ِةَلاَح ْيِف ُزاَزِتْهِلْا اّمَأَوْيِف ُرَجّشلا ّدُمَي اَمَك اْوّداَم َلا اْوُرَكَذ اَذِإ اْوُناَك َلاَقَف اًمْوَي َةَباَحّصلا َفَصَو هّنَأ ُهَهْجَو ُلاْمِهِباَيِث ىلَع ْمُهُعْوُمُد ْتَرَجَو ِحيّرلا ِدْيِدّشلا ِمْوَي ْيِماَطْسُبْلا نْيّدلا ُلاَمَج ُفِراَعْلا اَنُخْيَش َلاَق ,ىِف َنْوُكّرَحَتَي اْوُناَك ْمُهْنَع لاَعَت ُلا َيِضَر َةَباَحّصلا ّنَأ ْيِف ٌحْيِرَص اَذهَو هَحْوُر لاَعَت ُلا َسّدَقِحْيّرلا ِدْيِدّشلا َمْوَي ِرَجّشلا ِةَكْرَحِب ْمُهُتَكْرَح َهّبُش هنَلِ ًلاَمِشَو اًنْيِمَي ًةَدْيِدَش ًةَكْرَح ِرْكّذلا","part":1,"page":263},{"id":264,"text":"“Adapun bergoyang-goyang di kala berdzikir itu dianjurkan, karena telah meriwayatkan AlHafizh Abu Nu’aim dengan sanadnya dari Sayidina Ali (semoga Allah memuliakanwajahnya) bahwa sesungguhnya beliau pada suatu hari telah mensifati keadaan sahabatdengan katanya: ‘Adalah mereka (para sahabat) apabila berdzikir kepada Allah bergoyang-goyang seperti bergoyangnya kayu ketika datangnya angin kencang, dan mengalir airmatanya pada pakaiannya’.\rTelah berkata Syekh kita yang ‘Arif, Jamaluddin al Bushthami(semoga Allah Ta’ala menyucikan ruhnya): ‘Ini merupakan perkataan yang jelas,sesungguhnya sahabat-sahabat (semoga Allah meridhai mereka) bergoyang-goyang ketikaberdzikir dengan gerakan yang keras ke kanan dan ke kiri. Sesungguhnya berdzikir sepertiitu menyerupai bergeraknya kayu pada waktu datangnya angin kencang”.","part":1,"page":264},{"id":265,"text":"Keunggulan dzikir jahar itu adalah seperti yang dikatakan seorang Ulama Ahli Tasawuf:“Apabila seorang murid berdzikir kepada Tuhannya ‘Azza wa Jalla dengan sangat kuat dansemangat yang tinggi, niscaya dilipat baginya maqam-maqam thariqah dengan sangatcepat tanpa halangan. Maka dalam waktu sesaat (relatif singkat) ia dapat menempuh jalan(derajat) yang tidak bisa ditempuh oleh orang lain selama waktu sebulan atau lebih”.Syekhul Hadits, Maulana Zakaria Khandalawi mengatakan, ‘Sebahagian orangmengatakan bahwa dzikir jahar (dzikir dengan mengeraskkan suara) adalah termasukbid’ah dan perbuatan yang tiada dibolehkan). Pendapat ini adalah menunjukkan bahwapengetahuan mereka itu di dalam hadits adalah sangat tipis. Maulana Abdul HayyRahimahullahu Ta’ala mengarang sebuah risalah yang berjudul ‘Shabahatul Fikri’. Beliaumenukil di dalam risalahnya itu sebanyak 50 hadits yang menjadi dasar bahwa dzikir jaharitu disunnahkan’. [ Fadhilat zikir, Muh Zakariya Khandalawi. Terj. HM. Yaqoob Ansari, PenangMalaysia, hal 72 ]","part":1,"page":265},{"id":266,"text":"Dan dzikir jahar itu dianjurkan dengan berjama’ah, dikarenakan dzikir dalam berjama’ahitu lebih banyak membekas di hati dan berpengaruh dalam mengangkat hijab.Rasulullah SAW bersabda: “Tiadalah duduk suatu kaum berdzikir (menyebut nama Allah‘Azza wa Jalla) melainkan mereka dinaungi oleh para malaikat, dipenuhi oleh rahmatAllah dan mereka diberikan ketenangan hati, juga Allah menyebut-nyebut nama mereka itudihadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya”. [At Targhib wat Tarhib, II: 404]Imam al Ghazali Rahimahullahu Ta’ala telah mengumpamakan dzikir seorang diri dengandzikir berjama’ah itu bagaikan adzan orang sendiri dengan adzan berjama’ah. Makasebagaimana suara-suara muadzin secara kelompok lebih bergema di udara daripada suaraseorang muadzin, begitu pula dzikir berjama’ah lebih berpengaruh pada hati seseorangdalam mengangkat hijab, karena Allah Ta’ala mengumpamakan hati dengan batu. Telah diketahui bahwa batu tidak bisa pecah kecuali dengan kekuatan sekelompok orang yanglebih hebat daripada kekuatan satu orang”. [Al-Minahus Saniyyah, Abd. Wahab as Sya’rani].\rSayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar Rhm. mengatakan :\rًءاَيِر ْفَخَي ْمَل ُثْيَح هِب ُرْهَجلاَو ِتاَياَوّرلاَو ِتايلْا ِحْيِرَصِب ٌبْوُلْطَم ِةَءاَرِقْلاَك ُرْكّذلَاهّنَلَِو ِعاَمّسلِل هُتَلْيِضَف ُنَواَعَتتَو ُرَثْكَأ ِهْيِف َلَمَعْلا ّنَلِ ُلَضْفَأ ّلَصُم ِوْحَن ىلَع ْشّوَشُي ْمَلَوىِف ُديِزيَو َمْوّنلا ُدُرْطيَو ِهْيَلِإ هَعْمَس ُفّرَصُيَو ِرْكِفْلِل هّمَه ُعَمْجَي َو ِئِراَقْلا َبْلَق ُظِقْوُي:نيدشرتشلا ةيغب) ِطاَشّنلا 48 (","part":1,"page":266},{"id":267,"text":"“Berdzikir itu laksana orang yang membaca Al-Quran, yang diperlukan kejelasan ayat danriwayatnya, dan juga diperlukan keras suaranya, apabila tidak khawatir riya’ dan tidakmengganggu kepada orang shalat. Berdzikir seperti itu lebih afdhal, karena sesungguhnyadzikir yang banyak itu akan melimpah ruah pahalanya kepada yang mendengarnya. Danmanfaat berdzikir jahar itu akan mengetuk hati penyebutnya, menciptakan konsentrasi(fokus) pikirannya terhadap dzikirnya, mengalihkan pendengarannya pada dzikir,menghilangkan rasa kantuk, serta menambah semangat (bersungguh-sungguh)”. [Bughyatul Mustarsyidin, hal. 48].\rDalam suatu hadits disebutkan :\rاًرْهَج ّلِإ َنْوُكَي َل ُحْدَمْلاَو ِلا َنِم ُحْدَمْلا ِهْيَلِإ ّبَحَأ َدَحَأ َل\r“Tidak ada suatu pujian seseorang yang dicintai Allah, kecuali pujian yang diucapkandengan suara jelas”.\rSeorang penyair mengatakan :\rاًجِلْجَلَتُم َل ِهْيِف ْيِحْدَمِب ُتْرَهَج ُجَلْجَلَتَي َل َبْيِبَحْلا َحَدَم ْنَمَو\rDengan suara keras aku telah memujinya tanpa tergagap-gagap,Barang siapa yang memuji kekasihnya tentu tidak tergagap-gagap. [Terj. Al-Qirthas, Darul Ulum Press, 2003, hal. 191]. Diambil dari Buku: Dzikir Qurani, Mengingat Allah sesuai Fitrah Manusia, Yayasan Al-Idrisiyyah, Indonesia.\rSumber : http://pondokhabib.wordpress.com/2009/11/30/dzikir-jahar-2/\r> Ibnu Ma'mun\rDzikir dengan suara keras atau suara pelam itu ada dasarnya semua. dan kita harus melihat keadaan dan tempat, sekiranya tidak mengganggu.","part":1,"page":267},{"id":268,"text":"أخرج البزار، والحاكم في المستدرك وصححه، عن جابر رضي الله عنه قال : خرج علينا النبي صلى الله عليه وآله وسلم فقال : \" يا أيها النَّاس، إنَّ لله سرايا من الملائكة تحلّ وتقف على مجالس الذكر في الأرض، فارتعُوا في رياض الجنَّة، قالوا : وأين رياض الجنَّة ؟ قال : مجالس الذكر، فاغدوا ورُوحوا في ذكر\r( ذكر الأحاديث الدالة على استحباب الجهر بالذكر تصريحاً أو التزاماً ) ---\rSumber : http://mbina.elaphblog.com/posts.aspx?U=6222&A=82827\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/424811904208290/\r1617. Doa sebelum belajar dan Do'a selesai pelajaran\rDoa sebelum belajar :\rنَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ وَالتَّذَكُّرَ وَالتَّذْكِيْرَ وَالنّفْعَ وَالإنْتِفَاعَ وَالإفَادَةَ وَالإسْتِفَادَةَ وَالحَثَّ عَلَىالتَمَسُّكِ بِكِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَالدُّعَآءَ إلى الهُدَى و الدَّلاَلَةَ علَى الخَيْرِ إبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ اللَّهُمَّ نَوِّرْ بِالْكِتَابِ بَصَرِى, وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِى, واسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَنِى, وَاَطْلِقْ بِهِ لِسَانِى, وَقَوِّ بِهِ جَنَانِى, وَأسْرِعْ بِهِ فَهْمِى, وقَوِّ به عَزْمِى بِحَوْلِكَ وقُوَّتِك فَإِنَّهُ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ ?ِكَ يَااَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ\rDo'a selesai pelajaran :\rرَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا ? رَبِّ عَلِّمْنَا الذِى يَنْفَعُنَا رَبِّ فَقِّهْنَا وَفَقِّهْ اَهْلَنَ? وَقَرَابَاتٍ لَنَا فِى دِينِنَا\r-= مَعَ أهْلِ القُطْرِ أُنْثَى وَذَكَرْ =-\rرَبِّ وَفِّقْنَاوَوَفِّقْهُمْ لِمَا ? تَرْتَضِى قَوْلاً وَفِعْلاً كَرَمَا وَارْزُقِ الكُلَّ حَلاَلاً دَائِمَاَ? وَأخِلاَّ أتْقِيَا عُلَمَا\r-= نُحْظَى بِالخَيْرِ وَنُكْفَى كُلَّ شَرْ =-","part":1,"page":268},{"id":269,"text":"رَبَّنَا أَصْلِحْ لَنَاكُلَّ الشُّؤُونْ ? وَأقِرَّ بِالرِّضَا مِنْكَ العُيُونْ\rقَبْلَ أنْ تَأتِيَنَا رُسُلُ المَنُونْ ? ? وَاقْضِ عَنَّارَبَّنَاكُلَّ الدُّيُون\r-= وَاغْفِرْ وَاسْتُر أنْتَ اَكْرَمُ مَنْ سَتَرْ =-\rوَصَلاَةُ اللهِ تَغْشَىالمُصْطَفَى ? مَنْ اِلىالحَقِّ دَعَانَا وَالوَفَا\rبِكِتَابِ فِيْهِ للنَّاسِ شِفَا ? وَعَلَى الآلِ الكِرَامِ الشُّرَفَا\r-= وَعلَى الصَّحْبِ مَصَابِيْحِ الغُرَرِ =-\rاللهم اهدِنَا بِهُدَاكَ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُسَارِعُ فِى رِضَاكَ وَلاَ تُوَلِّنَا وَلِيًّا سِوَاكَ وَلاَتَجْعَلْنَا مِمَّنْ خَالَفَ أمْرَكَ وَعَصَاكَ\rوَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ باللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آلهِ وَصَحْبِه وَسلَّمَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمينَ\rSumber : http://infopesantren.web.id/ppssnh.malang/cgi-bin/content.cgi/doa/doa_belajar.single\r1627. RUANG LINGKUP DO'A\r* Arti kata DO'A yang terdapat dalam Al-Qur'an :\r1.…-Ibadat {QS.Yunus:106}\r2.…-Memohon pertolongan {QS.Al-Baqarah:23}\r3.…-Panggilan {QS.Al-Isra':52}\r4.…-Perkataan {QS.Yunus:10}\r5.…-Pujian {QS.Al-Isra':110}\r6.…-Permohonan {QS.AL-Mukmin:60}\r* Fungsi DO'A :\r1.…-Otaknya ibadah\r2.…-Mendatangkan anugerah dari Allah\r3.…-Senjata orang beriman\r4.…-Tiangnya agama\r5.…-Cahaya langit dan bumi\r6.…-Mendatangkan kesejahteraan hidup\r7.…-Pembuka pintu rahmat\r8.…-Menolak bencana\r9.…-Menyelamatkan diri dari ancaman musuh\r10.…-Memudahkan datangnya rizqi\r11.…-Penentram batin\r12.…-Penyembuh berbagai macam penyakit\r13.…-Pengantar kebahagiaan dunia akhirat\r14.…-Penghubung sesama sahabat di tempat jauh\r15.…-Penghubung antara orang tua dan anak","part":1,"page":269},{"id":270,"text":"16.…-Penghubung bagi orang-orang yang telah meninggal\r* Syarat terkabulnya DO'A :\r1.…-Ikhlas karena Allah\r2.…-Tidak terburu-buru\r3.…-Tidak untuk dosa\r4.…-Penuh keyakinan\r5.…-Makan dan minumnya harus dari barang halal\r6.…-Bertaqwa kepada Allah\r7.…-Dengan rendah hati dan suara lembut\r8.…-Sabar dan shalat\r* Adab-adab berdo'a :\r1.…-Diawali dan diakhiri dengan Basmalah,Hamdalah,serta Shalawat\r2.…-Diulang 3x\r3.…-Menghadap kiblat seraya menadahkan tangan\r4.…-Memiliki wudhu'\r* Tempat-tempat Mustajab :\r1.…-Ka'bah\r2.…-Pancuran emas ka'bah\r3.…-Pojok Hajar Aswad\r4.…-Hijir Ismail\r5.…-Sumur zam-zam\r6.…-Muzdalifah\r7.…-Shofa\r8.…-Marwah\r9.…-Tugu Ula Mina\r10.…-Tugu Wustho Mina\r11.…-Tugu 'Aqabah Mina\r12.…-Padang Arafah\r13.…-Masy'aril Haram\r14.…-Masjid Nabawi Madinah\r15.…-Majlis-majlis dzikir\r* Waktu-waktu Mustajab :\r1.…-Antara adzan dan iqomah\r2.…-Sesudah shalat lima waktu\r3.…-Tengah malam yang sunyi\r4.…-Hari jum'at dan malamnya\r5.…-Ketika matahari condong sedikit ke arah barat\r6.…-Hari arafah\r7.…-Pertengahan bulan sya'ban\r8.…-Malam Idul fitri dan Idul adha\r9.…-Bulan ramadhan\r10.…-Ketika perang membela agama islam\r11.…-Ketika khatmul Qur'an\r12.…-Ketika turun hujan\r13.…-Ketika mendung gelap dan angin kencang\r14.…-Pada waktu terharu airmata keluar\r15.…-Ketika bersin\r16.…-Pada waktu membaca QS.Ar-Rahman setelah membaca ayat :\r17.…\"Kullu man 'alayhaa faanin\"\r18.…-Pada waktu ruku' dan sujud\r19.…-Pada waktu melihat orang-orang lupa kepada Allah\r20.…-Pada waktu berdzikir bersama-sama\r* Orang-orang yang do'anya terkabul :\r1.…-Orang yang teraniaya\r2.…-Orang yang berdo'a untuk saudara dari kejauhan","part":1,"page":270},{"id":271,"text":"3.…-Orang yang sedang berpuasa\r4.…-Orang yang sakit\r5.…sampai datang kesembuhan\r6.…-Orang yang terkena cobaan dari Allah\r7.…-Orang yang sedang dalam bepergian bukan untuk maksiat\r8.…-Orang yang sedang melaksanakan ibadah haji\r9.…-Orang yang berperang di jalan Allah\r10.…-Orang lanjut usia yang slalu taat\r11.…-Orang yang membantu orang yang sedang kesulitan\r12.…-Orang yang disantuni kepada yang menyantuni\r13.…-Orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah\r14.…-Orang yang banyak berjasa kepada masyarakat\r15.…-Orang yang membiasakan berdo'a di waktu senang\r16.…-Anak terhadap orang tuanya\r17.…-Orang tua terhadap anaknya\r18.…-Pemimpin yang adil dan bijaksana\r19.…-Segolongan orang-orang shaleh\r[ by Anifah ].\r1642. BOLEHKAH MENGGANTI LAFADZ SALAM\rPERTANYAN :\rTaufiq El-rahman\rAssalamu alaikum.. bagaimanakah hukum nya mengganti kalimat wa alaikum salam warahmaullahi wabarakatuh menjadi wa alaikum sayang warahmacinta wabarakasih, yang mana sering dipraktek kan seorang cowok ketika memjawab salam cewek nya di telepon.\rJAWABAN :\rAbdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam,\rو اذا حييتم بتحية فحيوا باحسن منها او ردها ان الله كان على كل شئ حسيبا (النساء : 86)\r\" Apabila kamu diberi suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan serupa). Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu \".Q.S. An-Nisa :86.","part":1,"page":271},{"id":272,"text":"Salam adalah suatu do'a dan cita-cita atas keselamatan dari bahaya serta tetapnya kemanfaatan-kemanfaatan atasnya. Ketika seseorang mengucapkan salam pada seseorang, maka wajiblah atas orang itu membalasnya dengan yang lebih baik, Yakni dengan menambahkan lafadz warohmatulloh bahkan yang lebih baik lagi dengan menambahkan kata wabarokatuh.\rKata-kata salam yang baik,adalah kata-kata yang salam yang diajarkan oleh Rosululloh, bukan kata selamat pagi, selamat sore, atau selamat malam. Hukum mejawab salam adalah wajib ketika yang memberi salam adalah seorang yang muslim. Kewajiban membalas ini berlaku mesti kita sdg berkumpul dengan yang lain. Hanya saja ketika seorang memberi salam kepada suatu jama'ah, maka menjawabinya adalah fardlu kifayah dan yang lebih utama adalah manakala kumpulan jamaah itu menjawab semua.\rو اما رد السلام فان كان المسلم عليه واحد تعين عليه الرد، و ان كانوا جماعة كان رد السلام فرض كفاية عليهم فان رد واحد منهم سقط الحرج عن الباقين و ان تركوه كلهم اثموا كلهم وان ردوا كلهم فهو النهاية فى الكمال و الفضيلة كذا قاله اصحابنا وهو ظاهر حسن الاذكار 280\rKarena salam telah ada aturanya dalam Al-qur'an,hadis bahkan ijma', maka dalam menjawabnya tidak boleh asal-asalan. Apalagi merubahnya dengan kata-kata yang tidak layak.Pengubahan ini haram hukumnya. Diterangkan dalam kitab Ihya juz IV dalam bab as-sama' :\rو لا يجوز فى القران الا التلاوة كما انزل ) و تلقفه الخلق عن السلف فتصرفه ومده و الوقف و الوصل و القطع فيه على خلاف ما تفتضيه التلاوة و التجويد حرام","part":1,"page":272},{"id":273,"text":"\"Tidak diperkenankan membaca Al-quran kecuali seperti yang diturunkan seperti yang diikuti orang-orang salaf, Maka membaca panjang,berhenti.menyambung,memutuskan dengan berbeda dengan tuntunan tajwid adalah haram\".\rDengan mengacu keterangan tersebut, maka mengganti lafadz salam adalah tidak boleh, karena hukum asal membalas salam adalah dari alqur'an dan diatur oleh hadis dan ijma'. Dengan mengaganti lafadz salam dengan kata kata yang jelek berarti kita telah melakukan kesalahan yang besar. Dan ini termasuk maksiat lisan.\rو كل قول يحث على محرم او بفتر عن واجب وكل كلام يقدخ فى الدين او فى احد من الانبياء او فى العلماء او العلم او الشرع او القران او فى شئ من شعائر الله............و ترك رد السلام عليك الواجب. سلم التوفيق 71_72\rWallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/435395483149932/\r1644. SYARAT-SYARAT PEMBUATAN RAJAH\rPERTANYAAN :\rHaidir Malakat\rAssalaamu'alaykum... mau nanya nih' Apa Syarat2 pembuatan Rajah?udh bolak balik cari kitab tidak nemu.. Makasih\rJAWABAN :\rSunde Pati\rKalo di syamilah hal 149 juz 1 :\rقال شيخنا الجوهري نقلا عن مشايخه يشترط في كاتب التميمة أن يكون على طهارة وأن يكون في مكان طاهر وأن لا يكون عنده تردد في صحتها وأن لا يقصد بكتابتها تجربتها وأن لا يتلفظ بما يكتب وأن يحفظها عن الأبصار بل وعن بصره بعد الكتابة وبصر ما لا يعقل وأن يحفظها عن الشمس وأن يكون قاصدا وجه الله في كتابتها وأن لا يشكلها وأن لا يطمس حروفها وأن لا ينقطها وأن لا يتربها وأن لا يمسها بحديد وزاد بعضهم شرطا للصحة وهو أن لا يكتبها بعد العصر وشرطا للجودة وهو أن يكون صائما","part":1,"page":273},{"id":274,"text":"Kitab hasyiyah assyarwani alat tuhfah juz 1 hal 149 syameela : Syaikhuna aljauhari mengutip riwayat dari guru2nya,beliau mengatakanseseorang penulis azimat harus memenuhi beberapa syarat diantaranya :\r1.…dalam keadaan suci\r2.…di tempat yang suci\r3.…jangan sampai meragukan keshohihannya/khasiatnya alias harus mantap\r4.…jangan ada tujuan sekedar mencoba\r5.…jangan melafadzkan pada huruf2 yang tertulis\r6.…harus dijaga,jangan sampai terlihat orang lain,atau terlihat binatang tak berakal atau bahkan terlihat oleh penulis sendiri setelah azimat tersebut selesai ditulis\r7.…harus dijaga jangan sampai terkena sinar matahari\r8.…ketika menulis diniati hanya mencari ridlo ALLOH semata\r9.…jangan diharokati\r10.…huruf2nya jangan sampai ada yang terhapus\r11.…jangan diberi titik pada huruf2nya\r12.…jangan sampai terkena debu\r13.…jangan sampai tersentuh barang2 dari besidan sebagian ulama' menambahkan satu syarat lagi untuk keshohihan/keampuhan azimat yaitu jangan ditulis setelah ashar dan ada satu syarat lagi untuk menambah daya magicnya,yaitu penulis harus dalam keadaan puasa. WALLOHU A'LAM\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/428013510554796/\r1761. GELANG-GELENG KEPALA KETIKA BERDZIKIR\rPERTANYAAN :\rWahyu Hidayat Nienja Penyusup\rKenapa ketika mengucap \"la ilaha illallah\" selalu geleng-geleng kepala. apakah ada hadistnya?\rJAWABAN :\r> Alif Jum'an Azend\rGeleng kepala pada waktu dzikir itu bukan hal yang haram bukan makruh, namun ada dalil yang secara umum justru menuntut hal tersebut.\r- فتاوى الخليلى على مذهب الامام الشافعى .ص. 26.","part":1,"page":274},{"id":275,"text":"(سئل ) فيما يفعله الناس من الميل والتحريك فى حال القرأة والذكر وشبههماكما هو مشاهد من جميع الناس هل لذلك أصل فى السنة أولا ؟ وهل هو حرام أو مكروه أو مندوب وهو يثاب عليه وهو ثبت أنه من التشبه باليهود أولا ؟ ( أجاب ) اذا تأملت قوله الله عز وجل:\" الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم – آل عمران .101-وقوله تعالى:\" والذاكرين الله كثيرا والذاكرات\". -الأحزاب.25- مع آية كثيرة غيرهما ومع قول الأصوليين وعموم الأشخاص يستلزم عموم الأحوال والأزمنة والبقاع مع مالهم من الأمثلة الدالة على ذلك مع ما ورد فى تفسير الآيات المذكورة وغيرها, علمت أن الحركة فى الذكر و القرأة ليست محرمة ولا مكروهة بل هى مطلوبة فى جملة أحوال الذاكرين من قيام وقعود وجنوب وحرمة وسكون وسفر وحضر وغنى وفقر فقد أخرج ابن المنذر وابن أبى حاتم عن ابن عباس فى قوله :\" اذكروا الله ذكرا كثيرا\".يقول لا يفرض الله تعالى على عباده فريضة الا جعل لها حدا معلوما ثم عذر أهلها فى حال عذر غير الذكر فان الله تعالى لم يجعل له حدا ينتهى اليه ولم يعذر أحدا فى تركه الا مغلوبا إلى عقله.فقال: اذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم بالليل والنهار فى البحر والبر فىالسفر والحضر فى الغنى والفقر والصحة والسقم والسر والعلانية وعلى كل حال – الى ان قال- فرب ذاكر ورب ذاكر متحرك.الحركة تذهب خشوعه فالسكون أولى, ورب ذاكر أو قارئ يستوى عنده الحالان فيفعل ما شاء و الله يهدى من يشاء الى صراط مستقيم, ولكل وجهة هو موليها فاستبقوا الخيرات.اهـ\r> Cak Loekman","part":1,"page":275},{"id":276,"text":"Ada sebuah riwayat hadits yang artinya:- \"Berkata Rasulullah s.a.w. kepada 'Ali kw.: \"Dengarkan perkataanku tiga kali, kemudian tirukan tiga kali dan aku mendengarkannya\". Lalu Rasulullah s.a.w. mengucapkan 'La ilaha illa Allah' tiga kali dengan menoleh ke kanan pada kalimah nafi dan menoleh ke kiri dalam kalimah itersebutat sambil memejamkan matanya. Demikian juga tentang gerakan badan secara spontan yang biasa dijumpai pada saat berdzikir, hukumnya adalah boleh. Karena gerakan itu merupakan reaksi spontan yang wajar ketika perasaan sedang terbawa oleh bacaan dzikir. Lihat: Bariqoh Mahmudiyah juz IV hal. 139 - 140, Mausu`ah Yusufiah hal 175. [ Copy-paste dari http://bahrusshofa.blogspot.com/2006/09/gelengan-zikir.html ].\r> Hadlro Maut\rTambahan :\rويميل راسه الى الجهة اليمنى \"بلا\" ويرجع \"باله\" الى جهة صدره و\"بالا الله\" الى جهة القلب وهي اليسار ويضرب القلب بقوله الا الله ضربا قويا\rKepala ditarik/dimiringkan ke kanan ketika membaca huruf \"LAA\", bisa dua harkat atau lebih, kemudian ditarik lagi ke arah semula (kiri tapi tidak sampai keseluruhan, sampai lurus dada), itu dilakukan ketika membaca kalimat \"ILAAHA\" huruf HA-nya dibaca fathah, kemudian, pas kalimat ILLALLOH, kepala dijatuhkan ke arah hati (jantung), demikian seterusnya. [ SALAALIMU AL-FUDLOLA (pinggirnya KIFAYATU AL--ATQIYA) hal 108 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/456082784414535/\r1816. MAKRUH MENULIS -صلعم- SEBAGAI GANTINYA الصلاة على النبي\rOleh : Ust. Timur Lenk\rMakruh menulis -صلعم- sebagai gantinya الصلاة على النبي","part":1,"page":276},{"id":277,"text":"قال الحافظ العراقي في فتح المغيث [ويكره أن يرمز للصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في الخط بأن يقتصر من ذلك على حرف أو حرفين ونحو ذلك كمن يكتب صلعم يشير بذلك إلى الصلاة والتسليم]. انتهى.\rونص على هذا النووي في كتاب التقريب وأقر ذلك السيوطي في شرحه على التقريب المسمى تدريب الراوي.\rقال النووي في التقريب [وينبغي أن يحافظ على كتابة الصلاة والتسليم على رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا يسأم من تكراره ومن أغفله حرم حظا عظيما] اهـ.\rوقال السيوطي في شرحه على التقريب [ويكره الرمز إليهما في الكتابة بحرف أو حرفين كمن يكتب صلعم بل يكتبهما بكمالهما ويقال إن أول من رمزهما بصلعم قطعت يده] اهـ.\rPada kenyataannya memang sering kita jumpai bahwasanya sebagian orang islam menulis sholawat Nabi dengan صلعم atau bahkan hanya dengan ص م , dan dalam tulisan latin SAW sebagai singkatan dari sholla Allahu 'alaihi wa sallam , hal yang demikian dikarenakan beberapa sebab , diantaranya karena tidak tahu hukumnya , tempat untuk menulis tidak muat , waktu yang tidak cukup karena tergesa2 atau sibuk , kurang tahu fadlilah dan pentingnya memnbaca dan menulis sholawat dengan benar dan ada juga yang karena malas menulis panjang. Adapun yang demikian hukumnya MAKRUH karena kurang sesuai dengan derajat Nabi Sholla Allahu 'alaihi wa sallam , selanjutnya mohon bimbingan para sespuh PISS_KTB dan para pembca sekalian, silahkan ... sebelum dan sesudahnya kita ucapkan terima kasih .\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/457022687653878/\r1836. KETUPAT & UCAPAN TAQOBALALLAHU MINNA WAMINKUM\rOleh : Mlaku Ndungkluk\rKetupat Lebaran Menurut Filosofi Jawa Dan Ucapan Taqobalallahu Minna Waminkum","part":1,"page":277},{"id":278,"text":"Dalam filosofi Jawa, ketupat Lebaran bukanlah sekedar hidangan khas hari raya Lebaran. Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa, merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).\rTradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang Jawa. Prosesi sungkeman, yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, masih membudaya hingga kini. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, serta memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khsusnya ridho orang tua.\rSementara, laku papat (empat tindakan) dalam perayaan Lebaran yang dimaksud adalah lebaran, luberan, leburan, dan laburan.\r1.…Lebaran bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Sebulan lamanya umat muslim berpuasa, Lebaran menjadi ajang ditutupnya Ramadhan. Lebaran juga berakar dari kata lebar. Maknanya bahwa di hari Lebaran ini pintu ampunan telah terbuka lebar.\r2.…Luberan bermakna meluber atau melimpah, yakni sebagai simbol anjuran bersedekah bagi kaum miskin. Pengeluaran zakat fitrah menjelang Lebaran pun selain menjadi ritual wajib umat muslim, juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia. Khususnya dalam mengangkat derajat saudara-saudara kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.\r3.…Leburan berarti habis dan melebur. Maksudnya pada momen Lebaran ini dosa dan kesalahan kita akan melebur habis. Karena setiap umat dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.","part":1,"page":278},{"id":279,"text":"4.…Laburan berasal dari kata labur atau kapur. Kapur adalah zat yang biasa digunakan sebagai penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain. Hati nan putih pertanda hati nan suci. Di hari nan fitri ini, mari kita putihkan hati, sucikan diri, dan gapai ridho Ilahi.\rTaqoballahu minna waminkum\rDan berikut ini kita simak penjelasan ucapan \"Taqoballahu minna waminkum\" yang banyak diucapkan kaum muslimin dan muslimat di hari raya Idul Fitri\":\rHukum Ucapan Selamat Hari Raya\rوإن من التحية المشروعة يوم العيد والتي تكون سببا قويا من أسباب تأليف القلوب وتحابها التهنئة بالعيد التي كان الصحابة يقولها بعضهم لبعض ،\rDi antara penghormatan yang dituntunkan pada hari ied yang merupakan faktor yang sangat efektif untuk mewujudkan kesatuan dan kedekatan hati adalah ucapan selamat hari raya yang diucapkan oleh para sahabat ketika bersua dengan sesama mereka.\rوهذه التهنئة ليست خاصة بعيد دون آخر ، بل هي مشروعة في كلا العيدين.\rUcapan selamat ini tidak hanya berlaku untuk idul fitri saja bahkan berlaku untuk dua hari raya idul fitri dan idul adha.\rبعضهم زعم أن التهنئة خاصة بعيد الفطر دون عيد الأضحى ، وهذا قول غريب ليس عليه آثار من آثار العلم والهدى ، ولا هو من هدي صحابة المصطفى.\rSebagian orang beranggapan bahwa ucapan selamat hari raya tersebut hanya berlaku untuk iedul fitri tanpa iedul adha. Ini adalah pendapat yang aneh, tidak berdalil dan tidak demikian yang dicontohkan oleh para shahabat Nabi.\rذكر الآثار الواردة في التهنئة يوم العيد\rRiwayat-riwayat tentang ucapan selamat hari raya","part":1,"page":279},{"id":280,"text":"وردت طائفة طيبة من الآثار جاء فيها ذكر التهنئة بالعيد واستحبابها ، ذكر منها البيهقي طائفة لا بأس بها في سننه الكبرى ( ج3 / 319 ).\rAda sejumlah riwayat yang menyinggung ucapan selamat hari raya bahkan menganjurkannya. Sebagian besar diantaranya telah disebutkan oleh al Baihaqi dalam Sunan Kubro juz 3 hal 319.\rفقال رحمه الله : باب ما روي في قول الناس يوم العيد بعضهم لبعض تقبل الله منا ومنك\rAl Baihaqi mengatakan, “Bab berisi riwayat tentang ucapan selamat ketika hari ied dengan kata-kata taqabballahu minna wa minka”\rعن خالد بن معدان قال لقيت واثلة بن الأسقع في يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك . فقال : نعم ، تقبل الله منا ومنك . قال واثلة لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك . قال : نعم ، تقبل الله منا ومنك .\rDari Khalid bin Ma’dan, “Aku berjumpa dengan Watsilah bin al Asqa’ pada hari ied lantas kukatakan taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban beliau, “Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”. Watsilah lantas bercerita bahwa beliau berjumpa dengan Rasulullah pada hari ied lalu beliau mengucapkan, “taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban Rasulullah adalah“Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”\rأخبرنا أبو سعد الماليني وبنفس السند إلى واثلة بن الأسقع قال لقيت رسول الله يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك.قال:نعم،تقبل الله منا ومنك .\rAbu Saad al Maliyani juga meriwayatkan dengan sanad yang sama dengan yang di atas sampai ke Watsilah bin al Asqa’, beliau mengatakan, “Aku berjumpa dengan Rasulullah pada hari ied lalu kukatakan, “taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban Rasulullah adalah“Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”","part":1,"page":280},{"id":281,"text":"أخبرنا أبو سعد الماليني قال : قال أبو أحمد بن عدي الحافظ هذا منكر لا أعلم يرويه عن بقية غير محمد بن إبراهيم هذا .\rAl Hafizh Abu Ahmad bin Adi mengatakan, “Hadits ini statusnya adalah munkar (baca:lemah). Setahuku tidak ada yang meriwayatkan dari Baqiyah kecuali Muhammad bin Ibrahim ini”.\rقال الشيخ رحمه الله ( يعني البيهقي ) قد رأيته بإسناد آخر عن بقية موقوفا غير مرفوع ، ولا أراه محفوظا .\rAl Baihaqi mengatakan, “Aku pernah menjumpai sanad yang lain dari Baqiyyah secara mauquf, bukan marfu namun aku tidak menilainya sebagai hadits yang mahfuzh”\rقلت : بقية مدلس ، وقد عنعنه ، ثم قد اختلف عليه فيه فمرة يرويه مرفوعا وأخرى موقوفا ، فالحديث ضعيف لهاتين العلتين والله أعلم .\rKesimpulannya, Baqiyah adalah seorang mudallis dan dalam sanad di atas dia menggunakan ‘an yang berarti dari. Yang kedua riwayat dari Baqiyah itu kontradiktif terkadang dalam bentuk marfu’ dan terkadang dalam bentuk mauquf. Sehingga hadits di atas adalah hadits yang lemah dengan dua sebab di atas.\rأخبرنا أبو عبد الله الحافظ ثنا أبو العباس محمد بن يعقوب حدثنا العباس بن محمد حدثنا أحمد بن إسحاق حدثنا عبد السلام البزاز عن أدهم مولى عمر بن عبد العزيز قال :\rكنا نقول لعمر بن عبد العزيز في العيدين تقبل الله منا، ومنك يا أمير المؤمنين فيرد علينا ولا ينكر ذلك علينا .\rDari Adham, bekas budaknya Umar bin Abdul Aziz, “Kami mengatakan kepada Umar bin Abdul Azizi ketika Iedul Fitri dan Adha, taqabbalallu minna wa minka wahai pemimpin orang-orang yang beriman. Beliau menjawab ucapan kami dan tidak menyalahkan kami”.","part":1,"page":281},{"id":282,"text":"قال ابن التركماني رحمه الله في ذيله على السنن الكبرى المسمى< < الجوهر النقي على سنن البيهقي ( ج 3/ 320 ): في هذا الباب حديث جيد أغفله البيهقي وهو حديث محمد بن زياد قال: كنت مع أبي أمامة الباهلي وغيره من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فكانوا إذا رجعوا يقول بعضهم لبعض تقبل الله منا ومنك . قال أحمد بن حنبل إسناده إسناد جيد\rIbnu Turkumani dalam Dzail (baca:tambahan) beliau untuk Sunan Kubro yang berjudul al Jauhar al Naqiyyi ‘ala Sunan al Baihaqi juz 3 hal 320 mengatakan, “Dalam masalah ini terdapat hadits dengan kualitas jayyid yang tidak disebutkan oleh al Baihaqi. Itulah hadits Muhammad bin Ziyad, “Aku bersama dengan Abu Umamah al Bahili dan sejumlah sahabat Nabi yang lain. Jika mereka pulang dari shalat Ied sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain taqabbalallahu minna wa minka”. Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa sanad hadits ini adalah berkualitas jayyid.\rقال العلامة الشيخ الألباني رحمه الله تمام المنة ( 355 (356- بعد أن ساق كلام ابن التركماني في الجوهر النقي: لم يذكر من رواه – أي ابن التركماني- وقد عزاه السيوطي لزاهر أيضا بسند حسن عن محمد بن زياد الألهاني قال: رأيت أبا أمامة الباهلي يقول في العيد لأصحابه : تقبل الله منا ومنكم\rAl Albani dalam Tamam al Minnah 355-356 setelah membawakan perkataan Ibnu Turkumani dalam al Jauhar al Naqiyy mengatakan, “Ibnu Turkumani tidak menyebutkan siapa yang meriwayatkan atsar tersebut. Sedangkan Suyuthi mengatakan bahwa atsar tersebut diriwayatkan oleh Zahir dengan sanad yang hasan dari Muhammad bin Ziyad al Alhani, “Aku melihat Abu Umamah al Bahili mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum kepada kawan-kawannya”.","part":1,"page":282},{"id":283,"text":"قلت : فقد صح الأثر والحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات بشهادة ثلاثة من فحول وفرسان علم الحديث.\rKesimpulannya atsar di atas adalah riwayat yang sahih berdasarkan penilaian tiga pakar hadits, Imam Ahmad, Ibnu Turkumani dan Suyuthi.\rقال الحافظ ابن حجر في فتح الباري (ج2/ ص446) : ورينا في المحامليات بإسناد حسن عن جبير بن نفير قال: كان أصحاب رسول الله إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض:تقبل الله مناومنك\rDalam Fathul Bari juz 2 hal 446, al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Kami mendapatkan riwayat dalam al Mahamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, beliau menceritakan bahwa para shahabat Nabi jika saling berjumpa pada hari ied mereka saling mengatakan taqabbalallahu minna wa minka”.\rوأنظر أيضا تمام المنة للشيخ الألباني رحمه الله( ص354 – 355).\rBacalah Tamam al Minnah karya al Albani pada hal 354-355.\rوفيه من الفوائد :\rBeberapa petikan pelajaran\r1- قوله : كنت مع أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه .. حرص التابعين على التعلم من الصحابة والاقتداء فيما يقومون به من أعمال .\rPertama, atsar dari Abu Umamah menunjukkan betapa besar antusias para tabiin untuk belajar dari para shahabat dan meneladani amal yang dilakukan oleh para shahabat.\r2- وقوله وغيره من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ،وقول جبير بن نفير : كان أصحاب رسول الله ، يعني ثبت عن مجموع الصحابة، وليس عن أبي أمامة فقط ..\rKedua, atsar dari Abu Umamah dan dari Jubair bin Nufair menunjukkan bahwa ucapan taqabbalallahu minna wa minka itu dilakukan oleh sejumlah sahabat, bukan hanya Abu Umamah al Bahili.\r3- أن قول ذلك كان عند رجوعهم وانصرافهم من صلاة العيد .","part":1,"page":283},{"id":284,"text":"Ketiga, ucapan ini diucapkan sepulang para sahabat dari shalat ied.\r4- وأن ذلك يكون منهم في يوم العيد كما جاء في رواية جبير بن نفير قال: كان أصحاب رسول الله إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض:تقبل الله مناومنك.\rKeempat, ucapan tersebut diucapkan oleh para shahabat pada hari ied sebagaimana dalam atsar dari Jubair bin Nufair.\rPenjelasan Para Ulama tentang Ucapan Selamat Ied\rوقد سئل شيخ الإسلام ابن تيميه قدس الله روحه : هل التهنئة في العيد وما يجري على ألسنة الناس : < < عيدك مبارك >> وما أشبهه ، هل له أصل في الشريعة ؟ أم لا؟ وإذا كان له أصل في الشريعة فما يقال ؟ أفتونا مأجورين .\rIbnu Taimiyyah pernah ditanya, “Apakah ucapan selamat hari raya yang biasa diucapkan oleh banyak orang semisal “Ied Mubarak” memiliki dasar dalam agama ataukah tidak? Jika memang memiliki dasar dalam ajaran agama lalu ucapan apa yang tepat? Berilah kami fatwa”.\rالجواب: أما التهنئة يوم العيد يقول بعضهم لبعض إذا لقيه بعد صلاة العيد : تقبل الله منا ومنك. وأحاله الله عليك، ونحو ذلك، فهذا قد روي عن طائفة من الصحابة أنهم كانوا يفعلونه ، ورخص فيه الأئمة كأحمد وغيره .\rJawaban Ibnu Taimiyyah, “Ucapan taqabbalallahu minna wa minka atau ucapan ahalahullahu ‘alaika yang dijadikan sebagai ucapan selamat hari raya yang diucapkan ketika saling berjumpa sepulang shalat hari raya adalah ucapan yang diriwayatkan dari sejumlah shahabat bahwa mereka melakukannya. Karenanya banyak ulama semisal Imam Ahmad membolehkan hal tersebut.\rلكن قال أحمد أنا لا أبتدئ أحدا ، فإن ابتدأني أحد أجبته ، وذلك لأن جواب التحية واجب ، وأما الإبتداء بالتهنئة فليس سنة مأمورا بها ، ولا هو أيضا مما نهي عنه ،","part":1,"page":284},{"id":285,"text":"Akan tetapi Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului untuk mengucapkan selamat hari raya namun jika ada yang memberi ucapan selamat hari raya kepadaku maka pasti akan aku jawab”. Beliau mengatakan demikian karena menjawab penghormatan hukumnya wajib sedangkan memulai mengucapkan selamat hari raya bukanlah sunnah Nabi yang diperintahkan, bukan pula hal yang terlarang.\rفمن فعله فله قدوة ، ومن تركه فله قدوة . والله أعلم.\rSiapa yang memulai mengucapkan selamat hari raya dia memiliki teladan dari para ulama dan yang tidak mau memulai juga memiliki teladan dari kalangan ulama”.\rمجموع الفتاوى لابن تيميه (ج24 / ص233) ،والفتاوى الكبرى له ( ج2 /ص371).\rPerkataan Ibnu Taimiyyah ini ada di Majmu Fatawa jilid 24 hal 233 dan di Fatawa Kubro jilid 2 hal 371.\rقال ابن ضويان الحنبلي رحمه الله في منار السبيل (ج1 / ص100 ) ولا بأس بقوله لغيره تقبل الله منا ومنك ، نص عليه أي في مذهب أحمد ، قال لا بأس به ، يرويه أهل الشام عن أبي أمامة ، وواثلة بن الأسقع\rIbnu Dhawayan al Hanbali dalam Manar al Sabil jilid 1 hal 100 mengatakan, “Tidaklah mengapa mengucapkan taqabbalallahu minna wa minka. Demikianlah yang ditegaskan dalam mazhab Ahmad. Imam Ahmad mengatakan, “Ucapan tersebut tidaklah mengapa diucapkan. Para penduduk Syam telah meriwayatkan atsar tersebut dari Abu Umamah dan dari Watsilah bin al Asqa’”.\rوقال الشيخ صالح البليهي رحمه الله في كتابه السلسبيل في معرفة الدليل : (ج1 /209 ) بعد الكلام على صلاة العيدين.\rSyaikh Shalih al Balihi dalam kitabnya al Salsabil fi Ma’rifati al Dalil jilid 1 hal 209 mengatakan setelah membahas shalat dua hari raya mengatakan,","part":1,"page":285},{"id":286,"text":"تكملة : لا بأس بتهنئة الناس بعضهم بعضا بما هو مستفيض بينهم من الكلام الذي لا محذور فيه ،\r“Boleh hukumnya mengucapkan ucapan selamat hari raya dengan ucapan yang beredar di masyarakat asalkan tidak ada unsur yang terlarang dalam ucapan tersebut”.\rثم ذكر حديث واثلة ، وأبي أمامة ، وقول الإمام أحمد ، ثم قال : ويدل لما تقدم – أي التهنئة – ما ورد أن الملائكة قالت لآدم لما حج بر حجك . ولما تاب الله على كعب بن مالك قام إليه طلحة فهنئه .\rSetelah itu beliau menyebutkan hadits Watsilah dan Abu Umamah ditambah ucapan Imam Ahmad. Kemudian beliau mengatakan, “Di antara dalil yang menunjukkan bolehnya ucapan selamat hari raya adalah riwayat yang berisi ucapan para malaikat kepada Adam setelah Adam berhaji, “Moga jadi haji mabrur”. Dalil yang lain adalah ucapan selamat yang diberikan oleh Thalhah kepada Kaab bin Malik ketika Allah menerima taubat Kaab.\rوقال عليه الصلاة والسلام :ليهنئك العلم أبا المنذر في قصة مشهورة .أه\rDemikian pula, ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ubay bin Kaab, “Moga ilmu itu menjadi suatu yang mudah bagimu” dalam sebuah kisah yang terkenal”.\rذكر الآثار الواردة في كراهية التهنئة يوم العيد :\rRiwayat yang melarang ucapan selamat hari raya\rلم يصح في ذلك شيء ولله الحمد والمنة .\rTidak ada satupun riwayat yang shahih terkait hal ini.\rقال البيهقي رحمه الله في السنن الكبرى: (ج3 / 319 –320 ). وقد روي حديث مرفوع في كراهية ذلك ولا يصح .\rAl Baihaqi dalam Sunan Kubro juz 3 hal 319-320 mengatakan, “Terdapat hadits marfu’ yang melarang ucapan selamat hari raya namun hadits tersebut bukanlah hadits yang shahih”.","part":1,"page":286},{"id":287,"text":"ثم ساق بسنده إلى الصحابي عبادة بن الصامت قال : سألت رسول الله عن قول الناس في العيدين تقبل الله منا ومنكم .قال ذلك فعل أهل الكتابين وكرهه.\rSetelah itu al Baihaqi membawakan hadits dari Ubadah bin Shamit, Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ucapan yang diucapkan oleh banyak orang ketika dua hari raya yaitu ucapan taqabbalallahu minna wa minkum. Nabi bersabda, “Itu adalah perbuatan Yahudi dan Nasrani”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukainya.\rقال البيهقي: عبد الخالق بن زيد- أحد الرجال الذين رووا هذا الحديث – منكر الحديث . قاله البخاري .\rAl Baihaqi mengatakan, “Salah seorang perawi hadits di atas yaitu al Khalid bin Zaid adalah munkarul hadits”.\rقلت : وفيه نعيم بن حماد ، وإن كان إماما في السنة وشديدا على أهل البدع والأهواء فقد ضعف من أجل روايته للمناكير وتفرده بها.\rDi samping itu di dalam sanadnya juga terdapat Nu’aim bin Hammad. Meski beliau adalah seorang imam dalam sunnah dan seorang yang keras dengan ahli bid’ah, beliau dinilai lemah dikarenakan beliau sering bersendirian dalam meriwayatkan riwayat-riwayat yang munkar.\rوعلى هذا يكون هذا الحديث ضعيف لضعف كل من نعيم بن حماد وعبد الخالق بن زيد، ولمخالفته للآثار الأخرى وهي صحيحة في استحباب التهنئة ومشروعيتها في العيدين .\rBerdasarkan uraian di atas maka hadits di atas adalah hadits yang lemah dengan dua alasan. Pertama kelemahan perawi yang bernama Nu’aim bin Hammad dan al Khaliq bin Zaid. Kedua riwayat tersebut bertolak belakang dengan berbagai riwayat lain yang shahih yang menunjukkan dianjurkannya ucapan selamat pada dua hari raya.","part":1,"page":287},{"id":288,"text":"الراجح : وعليه فهذا هو الراجح لثبوته عن السلف ،وخاصة الصحابة منهم في فعل التهنئة ،\rKesimpulannya, yang benar ucapan selamat dengan taqabbalallahu minna wa minka adalah perbuatan yang disyariatkan karena telah dipraktekkan oleh salaf, terlebih lagi para shahabat.\rوما ذهب إليه هؤلاء الأئمة الأعلام الذين ذكرت لك أقوالهم آنفا.\rInilah yang menjadi pendapat para ulama yang perkataan mereka telah dikutip di atas.\rمسألة : هل تختص التهنئة بعيد الفطر دون عيد الأضحى أم هي عامة :\rApakah ucapan selamat hari raya hanya berlaku untuk iedul fitri saja ataukah untuk semua hari raya?\rلم يثبت ولا حديث مرفوع إلى النبي أو أثر عن الصحابة والتابعين فيما نعلم فيه ذكر اختصاص التهنئة بعيدالفطر دون غيره ، بل ثبت خلاف ذلك.\rTidak ada hadits marfu’ sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau atsar dari shahabat dan tabiin-sebatas pengetahuan kami-yang menyebutkan bahwa ucapan selamat hari raya itu hanya berlaku untuk iedul fitri saja. Bahkan terdapat riwayat yang sebaliknya.\rقال البيهقي في سننه الكبرى(ج3 /ص319 ): أخبرنا أبو عبد الله الحافظ حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب حدثنا العباس بن محمد حدثنا أحمد بن إسحاق حدثنا عند السلام البزاز عن أدهم مولى عمر بن العزيز قال كنا نقول لعمر بن عبد العزيز ( في العيدين ) تقبل الله منا ومنك يا أمير المؤمنين فيرد علينا ولا ينكر ذلك علينا.","part":1,"page":288},{"id":289,"text":"Riwayat tersebut terdapat dalam Sunan Kubro karya al Baihaqi pada juz 3 hal 319. Dari Adham, bekas budaknya Umar bin Abdul Aziz, “Kami mengatakan kepada Umar bin Abdul Azizi ketika Iedul Fitri dan Adha, taqabbalallu minna wa minka wahai pemimpin orang-orang yang beriman. Beliau menjawab ucapan kami dan tidak menyalahkan kami”.\rفقول أدهم في العيدين ينصرف إلى ما عهد في الشرع وهو عيد الفطر والأضحى ، ولأنه لا يوجد عيدين سنويين في الإسلام إلا هذين اليومين\rDua ied dalam riwayat di atas tentu maknanya adalah ied yang dikenal dalam syariat yaitu Iedul Fitri dan Iedul Adha. Tambahan lagi tidak ada dalam Islam dua ied tahunan kecuali dua hari tersebut.\rوأيضا فإن كل من ذكر التهنئة يذكرها في باب صلاة العيدين ، ولو كان المقصود عيد الفطر لقيدوه حتى لا يفهم من الإطلاق أنهم أرادوا العيدين المعروفين عند المسلمين،\rDi samping itu bahasan tentang ucapan selamat berupa taqabbalallahu minna wa minka disebutkan oleh para ulama dalam bab shalat dua hari raya. Andai yang diinginkan hanyalah iedul fitri tentu para ulama akan menegaskannya agar penjelasan mereka tidak dipahami dengan dua hari raya yang dikenal oleh kaum muslimin.\rثم نقول : ما وجه التفرقة بين عيد الفطر؛ وعيد الأضحى؛ وكل منهما جاء بعد عبادة فعلها المسلم تقربا إلى الله ؟ فلما يخص هذا بالتحية والدعاء دون هذا ؟ مع عدم ثبوت شيء عن النبي في ذلك","part":1,"page":289},{"id":290,"text":"Demikian pula, dengan alasan apa kita bedakan iedul fitri dengan iedul adha padahal masing-masing dari keduanya adalah hari raya yang datangnya setelah sebuah ibadah yang dikerjakan oleh seorang muslim dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah? Mengapa ucapan taqabbalallahu minna wa minka hanya dikhususkan untuk Iedul Fitri tanpa Iedul Adha? Selain itu, bacaan ini tidaklah berasal dari Nabi namun dari para shahabat.\r[ Sumber : http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=14987 dengan peringkasan. Artikel www.ustadzaris.com ]\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/464098860279594/\r1869. KEUTAMAAN DZIKIR BERJAMA'AH\rPERTANYAAN :\rWawan Sule Kamikaze\rAssalamu'alaiku warahmatullah saya mau tanya ustad..? Mana yang lebih utama berdzikir sendiri dirumah dari Pada berdzikir berjama'ah seperti tahlil dan sebagai nya trimakasih.\rJAWABAN :\rAslim Tas'ad Sie Pengajian\rKalo dalam kitab AL MINAHUS SANIYAH lil imam 'abdul wahhab as sya'roni, pada penutupan akhir kitab ada cuplikan dari imam ghozali, kurang lebih begini : dan hasyiah ibnu 'abidin juga ikut menukil :\rقال الع?مة ابن عابدين في حاشيته في معرِضِ ذكر الله تعالى مع الجماعة) :وقد شبه ا?مام الغزالي ذكر ا?نسان وحده وذكر الجماعة بأذان المنفرد وأذان الجماعة، قال: فكما أن أصوات المؤذنين جماعة تقطع جِرم الهواء أكثر من صوت المؤذن الواحد، كذلك ذكر الجماعة على قلب واحد أكثر تأثيراً في رفع الحجب الكثيفة من ذكر شخص واحد“] (حاشية ابن عابدين” ج/5 ص.[263","part":1,"page":290},{"id":291,"text":"“Imam al-Ghazali membandingkan antara berdzikir sendiri dengan dzikir dalam kelompok sebagaimana adzan dari seseorang sendirian dengan adzan dari suatu kelompok orang. Ia berkata, ‘Sebagaimana suara dari sekelompok muadzdzin akan menjangkau lebih jauh daripada suara seorang muadzdzin tunggal, demikian pula dzikir dalam suatu kelompok memiliki efek lebih besar dalam menjangkau hati/kalbu seseorang, dalam menyingkapkan hijab tebalnya, daripada dzikir oleh satu orang”. Cuma saja imam as sya'roni mengkoyidi : selama tidak mengganggu orang tidur / solat / baca al quran\rوقال الطحطاوي في حاشيته: )ونص الشعراني: أجمع العلماء سلفاً وخلفاً على استحباب ذكر الله تعالى جماعة في المساجد وغيرها من غير نكير، إ? أن يشوشَ جهرُهم بالذكر على نائم أو مصلٌّ أو قارىء قرآن، كما هو مقرر في كتب الفقه“] (حاشية الطحطاوي على مراقي الف?ح” ص.[208\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/465814396774707/\r1870. PERIHAL TULISAN \" MARHABAN YAA RAMADHAN \"\rPERTANYAAN :\r> Danar Khalafi\rAssalamu 'alaikum wr wb, nderek tanya sedulur kemarin saya mudik lebran . di sepanjang jalan masih banyak spanduk \" Marhaban ya Romadlon \" kenapa kok mesti Marhaban ya sedulur ? Mohon dimaklumi kekurangan saya . Matur suwun\rJAWABAN :\r> Aslim Tas'ad Sie Pengajian\r1. marhaban : selamat datang\r2. marhaban : nemu siro ing kajembaran. ( fathul barri ).\rص: 578 [ قوله : ) باب قول الرجل مرحبا ) كذا ل?كثر ، وفي رواية المستملي \" باب قول النبي - صلى الله عليه وسلم - مرحبا \" قال ا?صمعي : معنى قوله \" مرحبا \" لقيت رحباوسعة . وقال الفراء : نصب على المصدر ،\rوفيه معنى الدعاء بالرحب والسعة ، وقيل هو مفعول به أي لقيت سعة ? ضيقا .","part":1,"page":291},{"id":292,"text":"Menurut imam farro, MANSUBUN jadi masdar dan di dalamnya terdapat makna doa. Qiila ( dari mayoritas ulama ) menjadi maf'ul bih yang amilnya dibuang takdiruhu : laqiita rohaban ( engkau bertemu kejembaran ).\rوفي ]سيبويه » :[149 – 148 /1 :ومن ذلك قولهم: مرحبًا وأه?ً، أي أدركت ذلك وأصبت، فحذفوا الفعل لكثرة استعمالهم إياه فكأنه صار بد?ً من رحبت ب?دك وأهلت؛ كما كان الحذر بد?ً من أحذر\r( imam sibaweh )\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/465876253435188/\r1885. DO'A PINDAH RUMAH\rPERTANYAAN :\rAbdullah Afif\rAssalaamu'alaikum warahmatullaah. Kawan, Ada yang inbox : Do'a pindah omah niku mendete saking kitab nopo ? Ada yang tahu...... Monggo.....\rJAWABAN :\r> Hakam Ahmed ElChudrie\rمطلع الفوائد","part":1,"page":292},{"id":293,"text":"يَا مَنْ اَبْدَعَ الْمَخْلُوْقَاتِ وَ اَتْقَنَ الْمَصْنُوْعَاتِ مِنْ غَيْرِ مُحَاوَلاَتٍ وَ لاَ آتٍ اِنَّماَ اَمْرُهُ اِذَا اَرَادَ شَيْئاً اَنْ يَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ اَللَّهُمَّ قِناَ شَرَّ مَا خَلَقْتَ وَ ذَرَأْتَ وَ بَرَأْتَ وَ شَرَّ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَ مَا يَخْرُجُ مِنْهاَ وَ شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَ شَرَّ مَا يَعْرُجُ فِيْهاَ وَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دآبَّةٍ اَنْتَ آخِذٌ بِناَصِيَّتِهاَ اِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ اَللَّهُمَّ ارْزُقْناَ مِنَ الْعِلْمِ اَنْفَعَهُ وَ مِنَ الْعَمَلِ اَرْفَعَهُ وَ مِنَ الرِّزْقِ اَوْسَعَهُ اَللَّهُمَّ لاَ قُوَّةَ عَلَى طَاعَتِكَ اِلاَّ بِإِعَانَتِكَ وَ لاَ حَوْلَ عَنْ مَعْصِيَّتِكَ اِلاَّ بِمَشِيْئَتِكَ وَ لاَ مَلْجَأَ مِنْكَ اِلاَّ اِلَيْكَ وَ لاَ خَيْرَ يُرْتَجَى اِلاَّ مِنْ يَدَيْكَ يَا مَنْ بِيَدِهِ اِصْلاَحُ الْقُلُوْبِ اَصْلِحْ قُلُوْبَناَ وَ سَلِّمْ اُمُوْرَناَ وَ تَقَبَّلْ وَكِيْرَتَناَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ\r> Iben Noel Mubarok\rMajmu' imam nawawi juz 4 hal 197 :\rوالسنة أن يقول اذا نزل منزلا ما روته: خولة بنت حكيم رضي الله عنهما قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من نزل منزلاً ثم قال: أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرتحل من منزله ذلك.رواه مسلم\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/470534196302727/\r1887. KAIFIYAT DAN AMALAN SAAT ZIARAH ROSULULLAH SAW\rPERTANYAAN :\rCah Angon\rAlhamdulillah udah diundang kemari sama mbah yai Timur Lenk matur terimakasih, sekalian mohon nanya apa saja amalan yang bisa kita kerjakan nalika berziaroh ke makam & masjid nabi di madinah, billahi tawfiq wal hidayah ...\rJAWABAN :\rTimur Lenk","part":1,"page":293},{"id":294,"text":"Kaifiyat dan Amalan saat Ziarah Rosulullah sholla Allahu 'alaihi wa sallam dari kitab Al-Adzkar An-Nawawi halaman 174-176 :\rفصل: في زيارة قبر رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم وأذكارها. اعلم أنه ينبغي لكل من حجّ أن يتوجه إلى زيارة رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم، سواء كان ذلك طريقه أو لم يكن، فإن زيارته صلى اللّه عليه وسلم من أهمّ القربات وأربح المساعي وأفضل الطلبات،\rKetika akan ke madinah memperbanyak baca sholawat sepanjang perjalanan :\rفإذا توجَّه للزيارة أكثرَمن الصلاة عليه صلى اللّه عليه وسلم في طريقه،\rketika sudah dekat dengan madinah semakin diperbanyak baca sholawatnya\rفإذا وقعَ بصرُه على أشجار المدينةوحَرمِها وما يَعرفُ بها زاد من الصلاة والتسليم عليه صلى اللّه عليه وسلم،\rberdo'a kepada Allah agar ziarahnya membawa manfaat dan menjadi sebab untung dunia akherat\rوسألَ اللّه تعالى أن ينفعَه بزيارته صلى اللّه عليه وسلم، وأن يُسعدَه بها في الدارين،وليقلْ:\rini bacaan do'anya\rاللَّهُمَّ افْتَحْ عَليَّ أبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَارْزُقْنِي في زِيارَةِقَبْرِ نَبِيِّكَ صلى اللّه عليه وسلم ما رزقْتَهُ أوْلِياءَكَ وأهْلَ طَاعَتِكَ واغْفِرْ لي وارْحمنِي يا خَيْرَ مَسْؤُول.\rketika akan masuk masjid berdo'a dengan do'a masuk masjid\rوإذا أراد دخول المسجد استحبّ أنيقولَ ما يقوله عند دخول باقي المساجد، وقد قدّمناه في أول الكتاب،\rsetelah sholat tahiyyatul masjid mendatangi makam Rosulullah dan memalingkan kiblat , lalu ucapkan salam kepada Baginda Nabi , jangan terlalu keras\rفإذا صلّى تحيةالمسجد أتى القبر الكريم فاستقبله واستدبر القبلة على نحو أربع أذرع من جدار القبر،وسلَّم مقتصداً لا يرفع صوته، فيقول:\rini ucapan salamnya:","part":1,"page":294},{"id":295,"text":"\"السَّلامُ عَلَيْكَ يا رَسُولَ اللّه!السَّلامُ عَلَيْكَ يا خِيرَةَ اللّه مِنْ خَلْقِهِ! السَّلامُ عَلَيْكَ يَاحَبِيبَ اللَّهِ! السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدِ المُرْسَلِينَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ! السَّلامُ عَلَيْكَ وَعلى آلِكَ وأصْحابِكَ وأهْلِ بَيْتِكَ وَعَلى النَّبيِّينَ وَسائِرِ الصَّالِحِينَ؛ أشْهَدُ أنَّكَ بَلَّغْتَ الرِّسالَةَ، وأدَّيْتَ الأمانَةَ، وَنَصَحْتَ الأُمَّةَ، فَجَزَاكَ اللَّهُ عَنَّاأفْضَلَ مَا جَزَى رَسُولاً عَنْ أُمَّتِهِ\"\rjika ada titipan salam dari seseorang buat baginda Nabi disampaikan\rوإن كان قد أوصاه أحدٌ بالسَّلام على رسول اللّه صلى اللّه عليهوسلم قال:\rini lafadznya:\rالسَّلام عليك يا رسولَ اللّه من فلان بن فلان!\rkemudian mundur kearah kanan lalu ucapkan salam kepada sayyidina Abu Bakar\rثم يتأخرَ قدر ذراع إلى جهة يمينه فيُسلِّم على أبي بكر،\rmundur lagi , lalu ucapkan salam kepada sayyidina Umar\rثم يتأخرُ ذراعاً آخرَ للسلام على عُمر رضي اللّه عنهما،\rkemudian kembali ketempat semula ia menghadap Rosulullah\rثم يرجعُ إلى موقفه الأوّل قُبالة وجهِ رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم\rkemudian tawassul dengan baginda Nabi\rفيتوسلُ به في حقّ نفسه، ويتشفعُ به إلى ربه سبحانه وتعالى،\rkemudian berdo'a untuk diri sendiri , orang tua , teman2 , para kekasih tercinta dan umat islam dan memperbanyak do'a disitu\rويدعو لنفسه ولوالديه وأصحابه وأحبابه ومَن أحسنَ إليه وسائر المسلمين، وأن يَجتهدَ في إكثارالدعاء،\rmemperbanyak baca tahmid , tasbih , takbir , tahlil dan sholawat\rويغتنم هذا الموقف الشريف ويحمد اللّه تعالى ويُسبِّحه ويكبِّره ويُهلِّله ويُصلِّي على رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم ويُكثر من كل ذلك،","part":1,"page":295},{"id":296,"text":"lalu mendatangi Roudloh yang berada diantara makam dan mimbar serta memperbanyak do'a disitu\rثم يأتي الروضةَ بين القبر والمنبر، فيُكثر من الدعاء فيها. 5/492 فقد روينا في صحيحي البخاري ومسلم،عن أبي هريرة رضي اللّه عنه، عن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم قال: \"ما بَيْنَ قبري وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْرِياضِ الجَنَّةِ\".\rketika akan keluar madinah disunnatkan pamitan dimasjid dengan sholat 2 roka'at , berdo'a lalu mendatangi makam Rosul lagi , ucapkan salam , berdo'a lagi , serta pamitan dengan Rosulullah\rوإذا أراد الخروج من المدينة والسفرَ استحبّ أن يُودِّع المسجد بركعتين، ويدعو بما أحبّ، ثم يأتي القبر فيُسلّم كما سلَّم أوّلاً، ويُعيد الدعاء،ويُودّع النبيّ صلى اللّه عليه وسلم ويقول:\rini do'anya :\r\"اللَّهُمَّ لا تَجْعَلْ هَذَاآخِرَ العَهْدِ بِحَرَمِ رَسُولِكَ، وَيَسِّرْ لي العَوْدَ إِلى الحَرَمَيْنِ سَبِيلاً سَهْلَةً بِمَنِّكَ وَفَضْلِكَ، وَارْزقْنِي العَفْوَ والعَافِيةَ في الدُّنْيا والآخِرَةِ، وَرُدَّنا سالِمِينَ غانِمِينَ إلى أوْطانِنا آمِنِينَ\rselesai\rفهذا آخرُ ما وفّقني اللّه بجمعه من أذكار الحجّ. وهي وإن كان فيها بعض الطول بالنسبة إلى هذا الكتاب فهي مختصرة بالنسبة إلى ما نحفظه فيه،واللّه الكريم نسأل أن يوفِّقنا لطاعته، وأن يجمعَ بيننا وبين إخواننا في داركرامته.\rوقد أوضحت في كتاب المناسك ما يتعلَّق بهذه الأذكار من التتمّات والفروع الزائدات، واللّه أعلم بالصواب، وله الحمد والنعمة والتوفيق والعصمة.","part":1,"page":296},{"id":297,"text":"وعن العُتْبيّ قال: كنتُ جالساً عند قبر النبيّ صلى اللّه عليه وسلم فجاء أعرابيٌّ فقال: السلام عليك يا رسول اللّه! سمعتُ اللّه تعالى يقول: ”وَلَوْ أنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أنْفُسَهُمْ جَاؤُوكَ فاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ واسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّاباً رَحِيماً” [النساء:64] وقد جئتُك مستغفراً من ذنبي،مستشفعاً بك إلى ربي، ثم أنشأ يقول: يا خيرَ مَنْ دُفنتْ بالقاع أعظُمُه * فطابَ من طيبهنَّ القَاعُ والأكمُ نفسي الفداءُ لقبرٍ أنتَ ساكنُهُ * فيه العفافُ وفيه الجودُ والكرَمُ قال: ثم انصرفَ، فحملتني عيناي فرأيت النبيَّ صلى اللّه عليه وسلم في النوم فقال لي: يا عُتْبيّ، الحقِ ?\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/470713512951462/\r1893. AMALAN DIBERIKAN KECERDASAN MELEBIHI LAINNYA\rPERTANYAAN :\rHanna Widi Setyorini\rAssalamualaikum wr.Wb... Maaf mau tanya doa dan amalan untuk menghadpi ujian nasional.. Biar di bri kmudhan saat mengerjakannya.... Adakah yang tau..? Syukron...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rAMALAN DIBERIKAN KECERDASAN MELEBIHI LAINNYA\r1.\rرَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28)\rROBBISY ROHLY SHODRY WA YASSIRLY AMRY WAHLUL 'UQDATAN MIN LISAANY YAFQOHUU QOULY (3X) QS. THOOHAA 25-28\r2.\rفَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ (79\rFA FAHHAMANAAHAA SULAIMAANA WA KULLAN ATAYNAA HUKMAN WA 'ILMAN WA SAKHKHORNAA MA'A DAAWUUDAL JIBAALA YUSABBIHNAA WAT THOIIIR (1x) QS. AL-ANBIYAA 79\r* Dibaca setiap mau belajar dan akan ujian","part":1,"page":297},{"id":298,"text":"3. kalau bisa setiap malam jumat baca surat al-Kahfi 3 kali dan bila sampai pada ayat :\rفَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا (65)\rFAWAJADAA 'ABDAN MIN 'IBAADINAA AATAINAAHU ROHMATAN MIN 'INDINAA WA 'ALLAMNAAHU MIN LADUNNAA 'ILMAN. (al-Kahfi ayat 65)\rdiam sejenak, pejamkan mata dan memohon \"YA ALLAH BERIKAN AKU JUGA ILMU LADUNNI SEBAGAIMANA YANG TELAH ENGKAU BERIKAN PADA HAMBAMU-NABI KHIDHIR 'ALAIHIS SALAM\"\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/380804058609075/\r1927. BACAAN PENGGANTI SUJUD TILAWAH\rPERTANYAAN :\rBang Toyyib Aja\rAssalaamu 'alaikum wr wb. badhe tanglet.Nyuwun pencerahanipun. Biasanya di kampung saya ketika ada khotmil QUR.AN atau sedang membaca Al-QUR.AN dan pada saat sampai pada Ayat AL-SAJADAH kami tidak melakukan sujud TILAWAH melainkan di ganti dengan membaca \"SUBHAANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAHA ILLALLAH\" sebanyak 3x. Adakah dalail yang menganjurkan membaca kalimat \"SUBHAANALLAH dst...\" sebagai ganti sujud TILAWAH? Syukron sebelumnya~\rJAWABAN :\r> Muhammad Mujtahid Muthlaq\rAlternatif penggantishalat tahiyyatul masjid –meskipun dalam kondisitidak hadats- dapat juga dijadikan sebagai alternatif pengganti sujud tilawah atau sujud syukur.Alternatif pengganti tersebut adalah membaca zikir : subh anallahwalhamdulillah wa laailaaha illallahu wallaahuakbar. [ Hasyiyah qolyubi 3/150 syamilah ].\r> Hanya Ingin Ridlo Robby","part":1,"page":298},{"id":299,"text":"نهاية الزين(1/88)فَإِن لم يتَمَكَّن من فعلهَا لشغل قَالَ أَربع مَرَّات سُبْحَانَ الله وَالْحَمْد لله وَلَا إِلَه إِلَّا الله وَالله أكبر وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم\rKalu tidak mungkin melakukan sujud tilawah karena kesibukan maka berucaplah 4 x\rسُبْحَانَ الله وَالْحَمْد لله وَلَا إِلَه إِلَّا الله وَالله أكبر وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم\rBukan 3 x tetapi 4 x seperti juga difathul mu'in. Wallaahu A'laamu Bis Showaab\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/480925338596946/\r1994. DO'A DIAWALI BASMALLAH - SHOLAWAT TIDAK AKAN TERTOLAK\rPERTANYAAN :\rZaine Elarifine Yahya\rAssalaamu 'alaikum. ''.. laa yuroddu du'aa-un awwaluhu bismillaahirrohmaanirrochiim..'' doa yang diawali dengan membaca basmalah tiada akan pernah ditolak.. mohon dijernihkan, apa benar ini hadits?mohon diuraikan..trims.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\r''.. laa yuroddu du'aa-un awwaluhu bismillaahirrohmaanirrochiim..''_____\r-[جاء في رغائب القرآن لابن حبيب السلمي]: وعن سعيد بن جبير عن ابن عباس قال: أول ما نزلت: {بسم الله الرحمن الرحيم} على سليمان بن داود عليه السلام ليفتح به الدنيا ويذل بها الملوك، وهي قراءة أهل السموات، ثم رفعت فأنزلت على محمد صلى الله عليه وسلم في سورة النمل، فكانت فتحًا عظيمًا على رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فإذا قرأتموها فمدوها، فإنها هي العزيزة، وإذا كتبتموها فاقرأوها، فإنها هي الشافية من كل داء، وما تقدمها شيء من الكلام. فجعلت افتتاحًا لكل مبهم ولن يرد دعاء أوله: بسم الله الرحمن الرحيم.\rلمحات الأنوار: 1/477\r> Masaji Antoro","part":1,"page":299},{"id":300,"text":"Melengkapi Ta'bir yang telah di bawakan yai Afif... \"Telah datang dalam Raghaaib al-Quran milik al-Habiib as-Salmy, dari Sa’id Bin Jubair dari Ibn Abbas ra, ia berkata “Pertama kali diturunkannya BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM pada Nabi Sulaiman Bin Daud As terbukalah dunia dan para Malaikat merendahkan diri, ialah bacaan penduduk langit, kemudian ia diangkat dan diturunkan pada Nabi Muhammad SAW dalam surat an-Naml, maka ia menjadi pembuka yang agung bagi Muhammad SAW, maka saat kalian membacanya perpanjangkanlah karena ia adalah yang mulia, saat kalian menulisnya maka bacalah karena ia adalah penawar setiap penyakit, dan sebuah pembicaraan tidak diawali dengan selainnya, maka ia dijadikan pembuka setiap yang samar, dan tidak tertolak doa yang permulaannya BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”. [ Lanhah al-Anwaar I/477 ].\rوقال النبي صلى الله عليه وسلم:(لا يرد دعاء أوله: {بسم الله الرحمن الرحيم}..[لمحات الأنوار: 1/480- 484\rNabi SAW bersabda “Tidak tertolak doa yang awalnya adalah BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”. [ Lanhah al-Anwaar I/480-484 ].\r> Abdullah Afif\rApakah benar ada hadits yang mengatakan bahwasannya doa kita akan menggantung antara langit dan bumi ketika kita berdoa dengan tidak disertai sholawat ? Hadits mauquf diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Shahabat 'Umar ibn Khaththaab. Sanad dan matannya sbb:\rحدثنا أبو داود سليمان بن سلم البلخي المصاحفي أخبرنا النضر بن شميل عن أبي قرة الأسدي عن سعيد بن المسيب عن عمر بن الخطاب قال : إن الدعاء موقوف بين السماء والأرض لا يصعد منه شيء حتى تصلي على نبيك صلى الله عليه و سلم","part":1,"page":300},{"id":301,"text":"INNADDU'AA`A MAUQUUFUN BAINASSAMAA`I WAL ARDHI LAAYASH'ADU MINHU SYAI`UN HATTAA TUSHALLIYA 'ALAA NABIYYIKA SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM. sesungguhnya doa berhenti antara langit dan bumi, tidak naik darinya satu apapun sehingga engkau membaca shalawat atas Nabi engkau -shallallaahu 'alaihi wasallam. Wallaahu A'lam.\rSumber: Sunan at Tirmidzi juz I halaman 303, cetakan ke II tahun 1403 H - 1983 M, Daar al Fikr / juz II halaman 356, maktabah syamilah\rSumber link:http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=56&ID=360&idfrom=880&idto=887&bookid=56&startno=2\rdan:http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=79&ID=41&idfrom=1833&idto=1872&bookid=79&startno=19\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/482993258390154/\r2026. JUMLAH PENGULANGAN TAKBIR HARI RAYA [ DUA / TIGA KALI ]\rPERTANYAAN :\rJagal Kambing Musiman\rMau tanya para ustadz N para kyai: Takbir hari raya itu ada yang dua kali ada yang tiga kali. Yang bener yang mana sih...??? Kanjeng nabi mencontohkannya yang dua apa tiga...???\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rBenar semua. Hanya saja Imam Syafi'i dalam kitab al Umm memilih tiga kali, sementara dalam qaul qadim dua kali. Dalam Kitab Majmu' 5/39 diterangkan:\rصِفَةُ التَّكْبِيرِ الْمُسْتَحَبَّةُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ مِنْ نُصُوصِ الشَّافِعِيِّ فِي الْأُمِّ وَالْمُخْتَصَرِ وَغَيْرِهِمَا وَبِهِ قَطَعَ الْأَصْحَابُ وَحَكَى صَاحِبُ التَّتِمَّةِ وَغَيْرُهُ قَوْلًا قَدِيمًا لِلشَّافِعِيِّ أَنَّهُ يُكَبِّرُ مَرَّتَيْنِ وَيَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ","part":1,"page":301},{"id":302,"text":"Sifat takbir yang disunnahkan : ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR (3 x) ini yang masyhur dari nash-nash Imam Syafi'i dalam kitab al Umm, al Mukhtashar dan yang lainnya.... Pengarang kitab at Tatimmah dan yang lainnya menceritakan qaul qadim milik Imam Syafi'i, bahwa dia bertakbir dua kali. Dia mengucapkan : ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR (2 x)\rTakbir tiga diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Dalam Sunan al Baihaqi al Kubra 3/315 :\rأَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ الْحَارِثِ الْفَقِيهُ أَخْبَرَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : يُكَبِّرُ مِنْ غَدَاةِ عَرَفَةَ إِلَى آخِرِ أَيَّامِ النَّفْرِ لاَ يُكَبِّرُ فِى الْمَغْرِبِ : اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ اللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا. كَذَا أَخْبَرَنَاهُ مِنْ كِتَابِهِ ثَلاَثًا نَسَقًا وَرَوَاهُ الْوَاقِدِىُّ عَنْهُ وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَبِهِ قَالَ الْحَسَنُ بْنُ أَبِى الْحَسَنِ الْبَصْرِىُّ.\rSementara takbir dua kali diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud. Dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2/167 :\rحَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، عَنْ حَسَنِ بْنِ صَالِحٍ ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ ، عَنْ أَبِي الأَحْوَص ، عَنْ عَبْدِ اللهِ ؛ أَنَّهُ كَانَ يُكَبِّرُ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ : اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.\rWallaahu A'lam.\rTakbir tiga kali juga diriwayatkan dari Salmaan. Dalam Sunan al Baihaqi al Kubra 3/316","part":1,"page":302},{"id":303,"text":"وَأَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ بْنُ بِشْرَانَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ الصَّفَّارِ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِى عُثْمَانَ النَّهْدِىِّ قَالَ : كَانَ سَلْمَانُ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ يُعَلِّمُنَا التَّكْبِيرَ يَقُولُ : كَبِّرُوا اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا\r.....dari Abu Utsman An Nahdi, berkata : Adalah Salmaan radhiyallaahu 'anhu mengajar kami bertakbir. Beliau berkata: Bertakbirlah, ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR KABIIRAA.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/490529880969825/\r2118. DO'A EMPAT BULAN KEHAMILAN KANDUNGAN\rPERTANYAAN:\rPelangi Jingga\rAfwan maw tanya : apa langkah konkret yang harus dilakukan dalam acara mapati (usia 4 bulan kandungan) ? syukron.\rJAWABAN:\r> Timur Lenk\r?…Nabi Ibrahim pernah berdo'a\rرب هب لي من الصالحين\rRobbi hab lii minassholihiin , maka Allah mengabulkannya dengan lahirnya ptranya yaitu Nani Ishaq bin Ibrahim .\r?…Nabi Zakariya berdo'a dengan\rرب لا تذرني فردا وانت خير الوارثين\rRobbi laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waritsiin , maka Allah mengabulkannya dengan lahirnya putranya yaitu Nabi Yahya\rرب هب لي من لدنك ذرية طيبه انك سميع الدعاء\rRobbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibah innaka samii'u ddu'aa'\r?…Nabi Zakariya 'alahissalam ketika istrinya hamil mendapat perintah agar memperbanyak dzikir dan membaca tasbih diwaktu sore dan pagi\r( قال رب اجعل لي آية قال آيتك ألا تكلم الناس ثلاثة أيام إلا رمزا واذكر ربك كثيرا وسبح بالعشي والإبكار ) [ آل عمران : 41 ] [ ص: 216","part":1,"page":303},{"id":304,"text":"?…Kalau ditafsir Baghowi yang dimaksud tassbih adalah sholat\rواذكر ربك كثيرا وسبح بالعشي والإبكار ) قيل : المراد بالتسبيح الصلاة ، والعشي ما بين زوال الشمس إلى غروب الشمس ومنه سمي صلاة الظهر والعصر صلاتي العشي ، والإبكار ما بين صلاة الفجر إلى الضحى\r> Soesilo Bambang Yudhoyono\rDisarankan membaca 9 macam surat Al-Quran :\r1. yusuf\r2. alkahfi\r3. maryam\r4. yasin\r5. waqi'ah\r6. tabarak\r7. annaba\r8. Innaa anzalnaa\r9. al ikhlash\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/492900560732757/\r2121. BERDO'A DENGAN ISMUL A'DHOM\rPERTANYAAN :\rXaegul X-friends Anttii Khomerr\rAsalamualaikum. Para ustadz. mursyd maupun murid. Seperti apa do'a ISMUL A'DZAM dan apa manfa'atnya Wasalamualaikum\rJAWABAN :\rMbah Godek\r. قيل: يا حي يا قيوم: هو الاسم الأعظم\rWa'alaikumussalaam, dikatakan bahwa YA HAYYU YA QOYYUM adalah ismul a'dzom\rأيسر التفاسير لكلام العلي الكبير - (ج 4 / ص 22)\rالبحر المديد - (ج 4 / ص 191)\rوممن جزم بذلك البيهقي ، فقال : الأسماء الحسنى مائة ، على عدد درجات الجنة ، والذي يكمل المائة : \" الله \" ، ويؤيده قوله تعالى : {وَللَّهِ الأَسْمَآءُ الْحُسْنَى} [الأعرَاف : 180].\rفالتسعة والتسعون لله ؛ فهي زائدة عليه وبه تكمل المائة\rSebagian dari ulama yang menegaskn asma' Alloh ada 100 adalah albaihaqi, beliau berkata asma' Alloh ada 100 pas dengan jumlah derajatnya surga dan asma' yang menyempurnakn 100 adalah \"ALLOH\" dan albaihqi mengukuhkannya dengan firman ALLOH dalam surat al-a'rof ayat 180 :\rوَللَّهِ الأَسْمَآءُ الْحُسْنَى\rHanya milik Allah asmaa-ul husna, maka yang 99 adalah sifat milik Alloh dan itu adalah tambahan pada diri-NYA maka jadi sempurna 100\rLink Asal :","part":1,"page":304},{"id":305,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/490710667618413/\r2173. HUKUM BERDO'A MEMINTA MATI\rPERTANYAAN :\rEzzy Batik\rApa hukum nya ( berdo'a ) meminta mati ??\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-syafi'i\rHukum mengharapkan mati adalah Makruh, bila tidak karena takut fitnah akan agama, terkecuali bila ia berharap mati syahid, ingin cepat bertemu Allah, ingin mati di tanah suci makah maka ini disunahkan.\rو) يكره (تمنى الموت) لضرر فى بدنه او ماله للنهى الصحيح عنه (بلا خوف فتنة فى الدين) و الا فيسن و كذا تمنيه لنحو شهادة او محبة لقاء الله او ببلد شريف كمكة او جار صالح و هذا خرج بقولنا لضر فى بدنه او ماليه بشرى الكريم 2/28\r> Sunde Pati\rباب كراهية تمنى الموت لضر نزل بالانسان وجوازه اذا خاف فتنة فى دينه\rBab menerangkan tentang kemakruhan mengharap kematian karena adanya kerepotan/musibah yang melanda manusia dan bolehnya mengharap kematian jika takut kena fitnah pada agamanya.\rوروينا فى صحيحى البخارى ومسلم عن انس رضى الله تعالى عنه قال قال النبى صلى الله عليه وسلم لايتمنين احدكم الموت من ضر اصابه فان كان لا بد فاعلا فليقل اللهم احينى ان كان الحياة خيرا لى وتوفنى ان كان الوفاة خيرا لى قال العلماء من اصحابنا وغيرهم هذا اذا تمنى لضر ونحوه فان تمنى الموت خوفا على دينه لفساد الزمان ونحو ذلك لم يكره","part":1,"page":305},{"id":306,"text":"Dan saya bercerita yang diambil dari keterangan kitab shohih bukhori muslim dari sahabat anas Ra berkata,Nabi SAW bersabda,janganlah salah satu dari kalian mengharapkan kematian gara-gara ada kerepotan yang lagi menimpa maka jika harus mengharuskan berbuat maka berucaplah : Ya Alloh berikanlah aku kehidupan jika kehidupan itu lebih baik untukku dan berilah aku kematin jika kematian itu lebih baik untukku para ulama' dari golongan kita syafiiyyah dan yang lain berpendapat,keterangan ini jika mengharap kematian gara-gara tertimpa kerepotan dan selainnya tapi jika menginginkan kematian gara-gara takut terhadap agamanya karena rusaknya zaman atau sejenisnya maka hukumnya tidak makruh. [ AL-ADZKAR HAL 127 ].\rأحاديث مختارة من الصحيحين - (ج 1 / ص 72)\rوعنه قال : قال رسول الله ( : ( لا يتمنينّ أحدكم الموت لضرٍّ أصابه ، فإن كان لا بدّ فاعلاً فليقل : اللهم أحيني ما كانت الحياة خيراً لي ، وتوفني إذا كانت الوفاة خيراً لي ) .\rمعاني الكلمات : لا يتمنينّ أحدكم :الخطاب للصحابة والمراد هم ومن بعدهم من المسلمين . لضرٍّ أصابه : أي ضرر دنيوي كفقر أو مرض.\rالفوائد :\r1. النهي عن تمني الإنسان الموت بسبب ضرٍّ نزل به .\r2. قوله ( لضرٍّ نزل به ) حمله جماعة من السلف على الضرر الدنيوي ، وذلك لأمرين :\rأولاً : جاء عند ابن حبان : ( لا يتمنينّ أحدكم الموت لضرٍّ نزل به في الدنيا ) على أن ( في ) سببية ، أي بسبب أمر من أمر الدنيا .\rثانياً : أن جماعة من السلف تمنّوا الموت خوف الفتنة ، فدلّ على جوازه خشية الفتنة .\rقال عمر : ( اللهم كبرت سني ، وضعفت قوتي ، وانتشرت رعيتي ، فاقبضني إليك غير مضيع ولا مفرط ) . رواه مالك","part":1,"page":306},{"id":307,"text":"وجاء عن عابس الغفاري أنه قال : ( يا طاعون خذني ، فقال له علم الكندي : لم تقول هذا ؟ ألم يقل رسول الله : لا يتمنين أحدكم الموت ؟ فقال : إني سمعته يقول : بادروا بالموت ستاً : إمرة السفهاء ، وكثرة الشرط ... ) .\r3. السبب في النهي عن تمني الموت : لأن زيادة العمر في تقوى الله فيه زيادة في الحسنات ، وقد جاء عند الترمذي عن رسول الله ( أنه قال : ( خير الناس من طال عمره وحسن عمله ) .\rوقد جاءت هذه الحكمة في حديث أبي هريرة قال : قال رسول الله ( : ( لا يتمنينّ أحدكم الموت ، إما محسناً فلعله يزداد ، وإما مسيئاً فلعله يستعتب ) . متفق عليه\r4. يجوز تمني الموت في حالات :\rالأولى : عند خوف الفتنة . كما قال تعالى عن مريم : ( يا ليتني متُّ قبل هذا وكنت نسياً منسياً ( .\rقال القرطبي : \" إنها تمنت الموت لوجهين : أحدهما : أنها خافت أن يُظنّ بها السوء في دينها وتُعيّر فيفتنها ذلك الثاني : لئلا يقع قوم بسببها في البهتان والزور والتهمة إلى الزنا ، وذلك مهلك لهم .\rوقال ( : ( وإذا أردت بقوم فتنة فاقبضني إليك غير مفتون ) . رواه أحمد\rالثانية : تمني الشهادة . كما قال ( : ( من سأل الشهادة بصدق بلغه الله منازل الشهداء وإن مات على فراشه ) . رواه مسلم فإن قال قائل : ما الجواب عن قول يوسف : ( ربّ توفني مسلماً وألحقني بالصالحين ( ؟","part":1,"page":307},{"id":308,"text":"قيل : لم يتمنّ الموت ، وإنما تكاملت عليه النعم ، وجُمع له الشمل ، واشتاق إلى لقاء ربه . وقيل : أن يوسف لم يتمنى الموت ، وإنما تنمى الموافاة على الإسلام ، وهذا القول رجحه القرطبي ، وهو الصحيح . 5. على المسلم أن يغتنم حياته الدنيا ليتزود منها بالأعمال الصالحة . 6. السنة لمن أراد الموت أن يقول الدعاء الذي أرشد إليه النبي ( : ( اللهم أحيني ما كانت ... ) ففيها التسليم التام لله تعالى ، الذي يعلم حقائق الأمور وعواقبها . 7. حسن هذه الشريعة العظيمة ، حيث أنها لم تنهى عن شيء إلا وقد جاءت ببدله . 8. ينبغي الالتجاء إلى الله ودعاؤه في كل الأمور ، فهو الذي يعلم عاقبتها\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/509206039102209/\r2234. DO'A ANAK SHALEH UNTUK ORANG TUA SU'UL KHOTIMAH\rPERTANYAAN :\rHaer Ghanonk\rAssalamualaikum Wr.Wb. Kepada Ahli Ilmu, Pengganti Aulia - Aulia Allah ... saya yang awam ingin menanyakan sesuatu dan tolong jawabannya ! Bagaimanakah nasib sang ayah yang selama hidupnya selalu bermaksiat hingga ajal .. dan mungkin secara syar'i mati suul khotimah ... Dan siksaan kubur Mungkin sudah jelas ... Tapi sang ayah memiliki anak yang Sholeh Sholehah yang selalu mendo'akannya ...? Pertanyaan saya ?Apakah siksa kubur itu Allah Lapangkan ? Selama Do'a anak - anaknya Mengalir Kepadanya ... sekian Syukron .. Wassalamualaikum Wr. Wb.\rJAWABAN :\rAlif Jum'an Azend","part":1,"page":308},{"id":309,"text":"Wa'alaikumussalaam.. Secara teori do'a anak sholeh bermanfaat [ bisa diharapkan meringankan siksa ] bagi kedua orang tuanya, selama kedua orang tuanya tidak melakukan dosa syirik selama hidupnya. Namun realitasnya wallohu a'lam. Sehingga tetaplah mendo'akan kedua orang tua kita, jika kedua nya meninggal dalam keadaan muslim, betapapun kita melihatnya banyak melakukan dosa dan maksiyat selain syirik.\rAllah swt berfirman dalam hadits Qudsiy : Wahai Keturunan Adam, ketika kau berharap dan berdoa kepada Ku, kuhapuskan dosa dosa kalian dan tidak kupertanyakan lagi, wahai keturunan Adam, walau sampai dosamu memenuhi langit, dan kau mohon ampun pada Ku, kulimpahkan pengampunan Ku (HR Ahmad).\rعن أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول - قال الله تعالى : يا بن ادم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان ولا أبالي , يا بن ادم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك , يا بن ادم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة - رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح","part":1,"page":309},{"id":310,"text":"Dari Anas radhiallahu 'anhu, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Allah ta’ala telah berfirman : “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih) [Tirmidzi no. 3540].\rBanyak hadits Nabi saw. yang berarti bahwa amalan-amalan orang yang hidup bermanfaat bagi si mayit diantaranya ialah do’a kaum muslimin untuk si mayit pada sholat jenazah dan sebagainya (baca keterangan sebelumnya) yang mana do’a ini akan diterima oleh Allah swt., pelunasan hutang setelah wafat, pahala haji, pahala puasa dan sebagainya (baca haditsnya dihalaman selanjutnya) serta do’a kaum muslimin untuk sesama muslimin baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat sebagaimana yang tercantum pada ayat Ilahi Al-Hasyr.10 .\rBegitu juga pendapat sebagian golongan yang mengikat hanya do’a dari anak sholeh saja yang bisa diterima oleh Allah swt. adalah pikiran yang tidak tepat baik secara naqli (nash) maupun aqli (akal) karena hal tersebut akan bertentangan juga dengan ayat ilahi dan hadits-hadits Nabi saw. mengenai amalan-amalan serta do’a seseorang yang bermanfaat bagi si mayit maupun bagi yang masih hidup.","part":1,"page":310},{"id":311,"text":"Mengapa dalam hadits ini dicontohkan do’a anak yang sholeh karena dialah yang bakal selalu ingat pada orang tuanya dimana orang-orang lain telah melupakan ayahnya. Sedangkan anak yang tidak pernah atau tidak mau mendo’akan orang tuanya yang telah wafat itu berarti tidak termasuk sebagai anak yang sholeh.\rDari anak sholeh ini si mayit sudah pasti serta selalu (kontinu) menerima syafa’at darinya. Begitulah yang dimaksud makna dari hadits ini, dengan demikian hadits ini tidak akan berlawanan/berbenturan maknanya dengan hadits-hadits lain yang menerangkan akan sampainya pahala amalan orang yang masih hidup (penebusan hutang, puasa, haji, sholat dan lain-lain) yang ditujukan kepada simayit. Begitu juga mengenai amal jariahnya dan ilmu yang bermanfaat selama dua hal ini masih diamalkan oleh manusia yang masih hidup, maka si mayit selalu (kontinu) menerima juga syafa’at darinya.\rKalau kita tetap memakai penafsiran golongan pengingkar yang hanya mem- batasi do'a dari anak sholeh yang bisa sampai kepada mayyit, bagaimana halnya dengan orang yang tidak mempunyai anak? Apakah orang yang tidak punya anak ini tidak bisa mendapat syafa'at/manfaat do'a dari amalan orang yang masih hidup? Bagaimana do’a kaum muslimin pada waktu sholat jenazah, apakah tidak akan sampai kepada si mayyit? Sekali lagi penafsiran dan pembatasan hanya do'a anak sholeh yang bermanfa’at bagi si mayyit adalah tafsiran yang salah, karena bertentangan dengan hadits-hadits shohih mengenai amalan-amalan orang hidup yang bermanfaat buat si mayyit. Wallaahu A'lam .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/546680458688100/","part":1,"page":311},{"id":312,"text":"2317. MANFAAT DAN TUJUAN RUQYAH\rPERTANYAAN :\rHayfa Azzahra\rAssalamualaikum...... mau nanya lagi..... smoga pak ustadz dan sesepuh piss-ktb ga kberatan untuk brbagi ilmunya...... apa manfaat dan tujuan ruqyah ?? dan apa syarat\" s'orang boleh di ruqyah ?? sukran sebelumnya......\rJAWABAN :\rTimur Lenk\rWa'alaikum salam. Di antara tujuan ruqyah adalah menyembuhkan penyakit seperti yang dilakukan shahabat Anas radliya Allahu 'anhu yang mana beliau meruqyah Tsabit dengan ruqyah yang pernah digunakan Rosulullah sholla Allahu 'alaihi wa sallam. [ Adzkar Nawawi hal 113 ].\rوروينا في \" صحيح البخاري \" عن أنس رضي الله عنه، أنه قال لثابت رحمه الله: ألا أرقيك برُقْيَة رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ قال: بلى، قال: \" اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ البأسِ، اشْفِ أنْتَ الشَّافِي، لا شافِيَ إِلاَّ أَنْتَ، شِفاءً لا يُغادِرُ سَقَماً \". قلت: معنى لا يغادر: لا يترك، والبأس: الشدّة والمرض\rDiantara tujuan ruqyah lagi adalah untuk membentengi seseorang dari bahaya sebagaimana yang dilakukan Rosulullah sholla Allahu 'alaihi wa sallam terhadap kedua cucunya yaitu sayyidina Hasan dan sayyidina Husain. [ Al Adzkar An Nawawi hal 273 ].\rوروينا في \" صحيح البخاري \" حديث ابن عباس أن النبي (صلى الله عليه وسلم) كان يُعوِّذ الحسن والحسين: \" أُعِيذُكُما بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطانٍ وَهامَّةِ وَمِنْ كُلّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ، ويقول: إنَّ أباكُما كانَ يعوّذ بهما إسماعيلَ وإسحاقَ\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/f0020-rajah-wifiq-jimat.html\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/572479459441533/\r2333. AMALAN AGAR RUMAH DAN PEKARANGAN AMAN DARI PENCURI\rPERTANYAAN :\rSang Mistikus Cinta","part":1,"page":312},{"id":313,"text":"Assalamu'alaikum, aurod apa sajakah yang perlu diamalkan agar rumah dan pekarangn kita tidak dapat ditembus pencuri ??\rJAWABAN :\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby\rWa'alaykumus salaam,\rعَن معَاذ بن عبد الله بن خبيب عَن أَبِيه رَضِي الله عَنهُ أَنه قَالَ خرجنَا فِي لَيْلَة مطر وظلمة شَدِيدَة نطلب رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم ليُصَلِّي بِنَا فأدركناه فَقَالَ قل فَلم أقل شَيْئا ثمَّ قَالَ قل فَلم أقل شَيْئا ثمَّ قَالَ قل\rقلت يَا رَسُول الله مَا أَقُول قَالَ قل هُوَ الله أحد والمعوذتين حِين تصبح وَحين تمسي ثَلَاث مَرَّات تكفيك من كل شَيْء\rوَعَن أبي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ قَالَ جَاءَ رجل إِلَى النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ يَا رَسُول الله مَا لقِيت من عقرب لدغتني البارحة قَالَ أما لَو قلت حِين أمسيت أعوذ بِكَلِمَات الله التامات من شَرّ مَا خلق لم تَضُرك\rرَوَاهُ مَالك وَمُسلم وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه وَالتِّرْمِذِيّ وَحسنه وَلَفظه\rمن قَالَ حِين يُمْسِي ثَلَاث مَرَّات أعوذ بِكَلِمَات الله التامات من شَرّ مَا خلق لم تضره حمة تِلْكَ اللَّيْلَة\rقَالَ سُهَيْل فَكَانَ أهلنا تعلموها فَكَانُوا يَقُولُونَهَا كل لَيْلَة فلدغت جَارِيَة مِنْهُم فَلم تَجِد لَهَا وجعا\rرَوَاهُ ابْن حبَان فِي صَحِيحه بِنَحْوِ التِّرْمِذِيّ","part":1,"page":313},{"id":314,"text":"وَعَن أبان بن عُثْمَان قَالَ سَمِعت عُثْمَان بن عَفَّان رَضِي الله عَنهُ يَقُول قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم مَا من عبد يَقُول فِي صباح كل يَوْم وَمَسَاء كل لَيْلَة بِسم الله الَّذِي لَا يضرمَعَ اسْمه شَيْء فِي الأَرْض وَلَا فِي السَّمَاء وَهُوَ السَّمِيع الْعَلِيم ثَلَاث مَرَّات فلايضره شَيْء وَكَانَ أبان قد أَصَابَهُ طرف فالج فَجعل الرجل ينظر إِلَيْهِ فَقَالَ أبان مَا تنظر أما إِن الحَدِيث كَمَا حدثتك وَلَكِنِّي لم أَقَله يَوْمئِذٍ ليمضي الله قدره\rرَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه وَالتِّرْمِذِيّ وَقَالَ حَدِيث حسن غَرِيب صَحِيح وَابْن حبَان فِي صَحِيحه وَالْحَاكِم وَقَالَ صَحِيح الْإِسْنَاد\rوَعَن ابْن عمر رَضِي الله عَنْهُمَا قَالَ لم يكن رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يدع هَؤُلَاءِ الْكَلِمَات حِين يُمْسِي وَحين يصبح اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلك الْعَفو والعافية فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة\rاللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلك الْعَفو والعافية فِي ديني ودنياي وَأَهلي وَمَالِي\rاللَّهُمَّ اسْتُرْ عوراتي وآمن روعاتي\rاللَّهُمَّ احفظني من بَين يَدي وَمن خَلْفي وَعَن يَمِيني وَعَن شمَالي وَمن فَوقِي وَأَعُوذ بعظمتك أَن أغتال من تحتي\rقَالَ وَكِيع وَهُوَ ابْن الْجراح يَعْنِي الْخَسْف\rرَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَاللَّفْظ لَهُ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه وَالْحَاكِم وَقَالَ صَحِيح الْإِسْنَاد\rورويناه في كتاب ابن السني، وقال فيه: \" أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرّ ما خَلَقَ ثَلاثاً لم يضره شئ \" (2)\rوروينا فيه بإسناد ضعيف، عن ابن عباس رضي الله عنهما، أن رجلاً شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه تُصيبُه الآفاتُ، فقال له رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: \" قُلْ إذَا أصْبَحْتَ: بِسْمِ اللَّهِ","part":1,"page":314},{"id":315,"text":"على نَفْسِي وأهْلي ومَالي، فإنَّهُ لا يَذْهَبُ لك شئ \"، فقالهنّ الرجلُ فذهبتْ عنه الآفاتُ.\rوروينا في كتاب ابن السني، عن طلق بن حبيب قال: جاء رجلٌ إلى أبي الدرداء فقال: يا أبا الدرداء قد احترق بيتُك، فقال: ما احترق، لم يكن الله عز وجل\rليفعلَ ذلك بكلمات سمعتهنّ من رسول الله صلى الله عليه وسلم، من قالها أوّل نهاره لم تصبْه مصيبةٌ حتى يُمسي، ومَنْ قالها آخرَ النهار لم تصبْه مصيبةٌ حتى يُصبحَ: \" اللَّهُمََّ أنتَ رَبي لا إِلهَ إِلاََّ أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وأنْتَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، ما شاء الله كان، وما لم يَشأْ لَمْ يَكُنْ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ العَلِيّ العَظِيمِ، أعْلَمُ أنَّ اللَّهَ عَلى كل شئ قدير، وأن الله قد أحاط بكل شئ عِلْماً، اللَّهُمَّ إِني أعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرّ كُلّ دَابَّةٍ أنْتَ آخِذٌ بِناصِيَتها، إنَّ رَبِّي على صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ \".\rورواه من طريق آخر، عن رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، لم يقل: عن أبي الدرداء، وفيه: أنه تكرر مجئ الرجل إليه يقول: أدرِك دارَك فقد احترقتْ، وهو يقول: ما احترقتْ لأني سمعتُ النبيَّ صلى الله عليه وسلم يقول: \" مَن قال حين يُصبح هذه الكلمات، لم يُصبه في نفسه ولا أهله ولا ماله شئ يكرهه \"، وقد قلتها اليوم، ثم قال: انهضوا بنا، فقام وقاموا معه، فانتهوا إلى داره وقد احترق ما حولها ولم يصبها شئ \".\rوروينا في كتابي الترمذي وابن السني بإسناد ضعيف، عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \" مَنْ قَرأ (حَم المُؤْمِن) إلى: (إليه المصير) وآيةَ الكُرْسِيّ حِينَ يُصْبحُ حُفِظَ بِهِمَا حتَّى يُمْسِي، وَمَنْ قَرأهُما حِينَ يُمْسِي حُفِظَ بِهِما حَتَّى يُصْبحَ \" (3) .","part":1,"page":315},{"id":316,"text":"فهذه جملةٌ من الأحاديث التي قصدنا ذكرَها، وفيها كفايةٌ لمن وفّقه الله تعالى، نسألُ اللَّه العظيم التوفيقَ للعمل بها وسائر وجوه الخير.\rWallaahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/571454979543981/\r2336. FAEDAH BERSHOLAWAT KEPADA NABI SAW\rOleh: Ayi Yuniar (Di ambil dari PISS-KTB, Versi lama)\rوذكر أبو نعيم في الحلية: «أنَّ رَجُلاً مرّ بالنَّبي وَمَعَهُ ظَبْيٌ قَدِ اصْطَادَهُ، فَأَنْطَقَ الله سُبْحَانَهُ الَّذِي أنْطَقَ كُلَّ شَيْء الظَّبيَ، فَقَالَ يَا رَسُولَ الله: إنّ لي أوْلاداً وأنَا أُرْضِعُهُمْ، وَإِنَّهُمُ الآن جِيَاعٌ، فَأْمُرْ هاذا أنْ يُخْلِينِي حَتَّى أذْهَبَ فَأُرْضِع أَوْلادِي وَأَعُود. قَالَ: فَإِنْ لَمْ تَعُودِي؟ قَالَتْ: إنْ لَمْ أَعُدْ فَلَعَنَنِي الله كَمَنْ تُذْكَر بَيْن يَدَيْهِ فَلا يُصَلِّي عَلَيْكَ. فَقَالَ النَّبيُّ أطَلِقْها وَأَنَا ضَامِنُها فَذَهَبَت الظَّبيَةُ ثُمَّ عَادَتْ، فَنَزِلَ جِبْريلُ عَلَيْهِ السَّلامُ، وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ الله يُقْرِئُكَ السَّلامَ وَيَقُولُ: وَعِزَّتِي وَجَلالِي لأنَا أَرْحَمُ بِأُمّتِكَ مِنْ هاذِهِ الظَّبِيَةِ بِأَوْلادِهَا وَأَنَا أَرَدُّهُمْ إليْكَ كَمَا رَجعَتِ الظَّبْيَة إليك» الحمد لله الذي جعلنا من أمّة محمد وسلم تسليماً.","part":1,"page":316},{"id":317,"text":"Dalam kitab Alhilyah, Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa ada seorang berjalan di depan Nabi dengan membawa rusa yang baru di dapatkan dari berburu, tiba-tiba rusa itu berkata: “Ya Rasulallah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih menyusu kepadaku dan mereka kini lapar, karena itu suruhlah orang ini melepaskan aku untuk menyusui anakku, kemudian aku akan kembali lagi.” Rasulullah kemudian bertanya kepada rusa tersebut, “Wahai rusa, jika engkau tidak kembali bagaimana?” jawab sang rusa, “Jika aku tidak kembali maka Allah akan mengutukku bagaikan orang yang mendengat namamu disebut padanya tiba-tiba ia tidak membaca shalawat kepadamu.” Lalu Rasulullah menyuruh kepada orang pemburu rusa tersebut, “Lepaskan rusamu ini, dan aku yang akan menjamin akan kembalinya rusamu ini.” Kemudian pergilah rusa tersebut (untuk menyusui anak-anaknya), kemudian setelah itu ia kembali kepada sang pemburu. Maka turunlah Malaikat Jibril dan berkata: “Ya Muhammad, Allah menyampaikan salam padamu dan berfirman: “Demi kemulyaan dan kebesaranKU, sungguh AKU lebih menyayangi pada ummatmu lebih dari rahmat rusa itu terhadap anak-anaknya, dan AKU akan mengembalikan mereka kepadamu sebagaimana kembalinya rusa itu kepadamu.\rوابن أبي عاصم: «ألا أُخْبِرُكُمْ بِأَبْخَل النَّاسِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ الله. قَالَ: مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ فَذالِكَ أَبْخَلُ النَّاسِ»","part":1,"page":317},{"id":318,"text":"Ibn Abi ‘Aashim berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Sukakah kuberitakan kepada kalian (ashhab) manusia yang paling bakhil? Jawab sahabat: “Iya ya Rasulallah.” Maka Rasulullah berkata, “Yaitu orang yang mendengar namaku disebut orang di depannya, kemudian ia tidak membaca shalawat untukku, maka ia adalah manusia yang paling bakhil (pelit).\rوالنميري وابن بشكوال موقوفاً على أبي بكر رضي الله عنه قال: الصلاة على رسول الله أمحق للخطايا من الماء للنار، والسلام على النبي أفضل من عتق الرقاب، وحب رسول الله أفضل من مهج الأنفس، أو من ضرب السيف في سبيل الله.\rSayyidina Abu Bakar berkata: “Membaca shalawat kepada Rasulullah lebih kuat untuk menghapus dosa dari pada air terhadap api, dan mengucapkan salam kepada Rasulullah lebih afdhal dari memerdekakan budak, dan cinta kepada Rasulullah lebih afdhal daripada mengorbankan jiwa, dan dari pada mengangkat pedang fii sabilillah. (Annumari, dan Ibn Basykual\rوحكي أن رجلاً حج وكان يكثر الصلاة على النبي في مواقف الحج وأعماله،فقيل له: لمَ لمْ تشتغل بالدعاء المأثور؟ فاعتذر بأنه خرج للحج هو ووالده، فمات والده بالبصرة، فكشف عن وجهه، فإذا هو صورة حمار فحزن حزناً شديداً، ثم أخذته سنة فرآه ، وتعلق به وأقسم ليخبرنه بقصة والده. فقال: إنه كان يأكل الربا وآكله يقع له ذلك دنيا وأخرى، ولكنه كان يصلي عليّ كل ليلة عند نومه مائة مرة، فلما عرض له ذلك أخبرني به الملك الذي يعرض عليّ أعمال أمتي، فسألت الله فشفعني فيه فاستيقظ فرأى وجه والده كالبدر، ثم لما دفنه سمع هاتفاً يقول له: سبب العناية التي حفت والدك الصلاة والسلام على رسول الله فآليت أن لا أتركها على أيّ حال كنت في أي مكان كنت.","part":1,"page":318},{"id":319,"text":"Hikayat : Ada seorang ketika berhaji selalu mebaca shalawat Nabi dalam segala tempat yang mustahab, dan ketika ditanya: Mengapa kamu tidak membaca do’a-do’a yang ma’tsur dari Nabi di tempat-tempat yang tertentu ini? Maka ia lebih dahulu meminta ma’af kemudian menjawab dan menerangkan bahwa ia keluar bersama ayahnya menuju hajji, dan ketika sampai di Bashrah, tiba-tiba ayahnya meninggal dunia, sedangkan mukanya berubah menjadi bagaikan khimar, maka aku sangat sedih akan hal tersebut yang sangat mempengaruhi perasaanku, dan ketika aku tertidur dalam keadaan yang sedih tiba-tiba mimpi bertemu dengan Rasulullah maka langsung saya pegang tangan beliau dan saya beritahukan keadaan ayahku, maka Rasulullah bersabda, “Ayahmu makan dari perkara riba, sedang pemakan riba itu memang demikian keadaannya (akan menjadi khimar), tetapi ia membaca shalat untukku tiap malam 100 x, karena itu ketika disampaikan oleh Malaikat keadaan ayahmu (berubah menjadi khimar), maka segera aku meminta izin (kepada Allah) memberikan syafa’ah untuk ayahmu, dan Allah mengizinkannya.”\rTiba-tiba aku bangun tidur dan wajah ayahku telah berubah bagaikan bulan purnama, dan setelah kukuburkan jasad ayahku, terdengar suara, “Keselamatan ayahmu karena ia suka dan sering membaca shalawat atas Nabi Muhammad.”\rKarena itulah aku bersumpah untuk diriku, tidak akan aku tinggalkan shalawat atas Rasul dalam segala hal dan dimanapun aku berada.”\r(Dinukil dan disarikan dari kitab irsyadul ‘ibad ilaa sabili al-rasyad, dalam bab fadhalu al-shalawat ‘ala al-Nabiy).\r2337. KEUTAMAAN AYAT KURSI","part":1,"page":319},{"id":320,"text":"Oleh: Ayi Yuniar (Di ambil dari PISS-KTB, Versi lama)\r1. Keutamaan dari Ayat Kursi yang teramat mulia ini adalah sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Addurrul Mantsur, Rasulullah SAW bersabda :\rإنها أعظم اية في القران كتاب الله\r“Sesungguhnya ia (Ayat Kursi) adalah ayat yang sangat agung yang terdapat dalam Al-qur’an.”\rTerdapat sebuah riwayat yang mengatakan: “Bacalah Ayat Kursi karena dapat menjaga dirimu, anak-anakmu dan tempat tinggalmu serta rumah yang ada disekitar tempat tinggalmu. Apabila dibaca pada pagi hari dan petang hari maka akan aman dari gangguan jin. Apabila engkau membacanya ketika engkau hendak tidur maka Allah akan menjagamu sehingga setan tidak akan mampu mendekatimu hingga pagi hari.”\r2. Dalam riwayat lainnya dikatakan bahwa membaca Ayat Kursi adalah setara dengan membaca seperempat al-Qur’an.\rDalam kitab Taisiril Ushul Ila Jami’ Ushul Min Hadits Rasul SAW karya dari seorang ulama besar Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’iy Asy-Syaibani Asy-Syafi’I\rان الله يقدس روحه في الجنة وينور ضريحه ,\rdiriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :\rإن لكل شيء سناما، وإن سنام القران سورة البقرة، وفيها اية سيدة اي القران اية الكرسى.\r“Sesungguhnya segala sesuatu pasti memiliki punuk dan punuknya al-Qur’an adalah surat al-Baqarah dan di dalamnya terdapat penghulu dari ayat-ayat al-Qur’an yaitu, Ayat Kursi.” (HR. at-Turmudzi)\r3. Diriwayatkan dalam tafsir sirajul munir karangan Imam Asy-Syarbini mengatakan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan an-Nasa’i bahwa Rasulullah SAW bersabda :","part":1,"page":320},{"id":321,"text":"من قرأ اية الكرسى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يعنمه من دخول الجنة إلا الموت\r“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang dapat mencegahnya untuk masuk ke dalam surga kecuali kematian.”\rYang dimaksud kecuali kematian pada hadits tersebut diatas adalah apabila telah dating ajalnya maka dia pasti akan dimasukkan ke dalam surga.\r4. Al-Baihaqy dalam kitabnya Syi’bil Iman meriwayatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tidaklah seseorang itu selalu membacanya (Ayat Kursi) itu, kecuali dia adalah seorang shiddiq atau ‘abid (ahli ibadah).”\rDalam riwayat lainnya dikatakan: “Barangsiapa membacanya ketika dia akan mulai tidur maka Allah akan memberikan keamanan baginya, bagi tetangganya, bagi tetangga dari tetangganya dan bagi rumah-rumah yang ada disekitarnya.”\rDiriwayatkan, jika Ayat Kursi dibaca pada sebuah rumah maka setan tidak akan mendatangi rumah itu selama 30 hari, dan sihir tidak akan mampu masuk ke rumah itu selama 40 hari.\rRasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Ali RA : “Wahai Ali, ajarkanlah ini kepada anak-anakmu, kepada keluargamu dan kepada para tetanggamu, karena tidak diturunkan ayat yang lebih mulia dari ayat ini (ayat kursi).”","part":1,"page":321},{"id":322,"text":"Pada suatu ketika, para sahabat sedang membicarakan mengenai keutamaan ayat-ayat dalam al-Qur’an, maka Sayyidina Ali RA mengatakan kepada mereka, bagaimana menurut kalian tentang ayat kursi? Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku : “Wahai Ali sayyidul basyar (pemimpin para manusia) adalah Nabi Adam, pemimpin seluruh bangasa Arab adalah Muhammad dan tidaklah aku bangga karena ucapan ini, pemimpin dari orang-orang Parsi adalah Salman, pemimpin dari golongan Romawi adalah Shuhaib, pemimpin dari kaum Habasyah adalah Bilal, pemimpin semua hari adalah hari jum’at, pemimpin seluruh kitab adalah Al-Qur’an, pemimpin seluruh surat dalam Al-Qur’an adalah Al-Baqarah, pemimpin seluruh surat dalam AL-Baqarah adalah Ayat Kursi.”\r5. Dalam kitab Nawadiril Ushul diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril AS bertemu dengan Nabi Musa AS. Malaikat Jibril berkata : “Sesungguhnya Tuhanmu mengatakan bahwa barangsiapa membaca sekali dalam selesai shalat fardhu:\rاللهم إني أقدم إليك بين يدي كل نفس ولمحة وطرفة يطرف بها أهل السماوات وأهل الأرض وكل شيئ هو في علمك كائن أو قد كان، أقدم إليك بين ذلك كله : اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمُُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم.","part":1,"page":322},{"id":323,"text":"Sesungguhnya siang dan malam itu ada 24 jam dan pada setiap 1 jam diangkat sebanyak 70 juta kebaikan bagi orang yang membacanya dan para Malaikat akan sibuk mencatat (besarnya kebaikan) dari bacaan itu.”\r6. Dalam durratun nashihin, menukil dari kitab hayat al-quyub shochifah 240, majlis fi bayan al-baka’ (perihal menangis), dijelaskan bahwa :\rKetika sudah saatnya hari kiamat, seorang hamba dibangkitkan di hadapan Allah SWT kitab catatan amalnya disodorkan, ternyata lebih banyak keburukannya. Kemudian dia berkata :\rالهى ما فعلت هذه السيئات؟\r(Ya Tuhanku, aku tidak lakukan keburukan semua ini)\rMaka Allah SWT berfirman :\rان لي شهودا ثقات\r(Sungguh pada-Ku ada saksi2 yang kuat)\rLalu, ia (‘abd) pun menoleh ke kanan dan ke kiri, tiada menemukan seorang saksipun, kemudian dia berakata :\rيا رب أين الشاهد؟\r(Ya Tuhan, dimana saksi bagiku?)\rKemudian Allah SWT menyuruh anggota-anggota tubuhnya supaya menjadi saksi, merekapun bersedia.\rKedua telinganya (‘abd) berkata :\rانا سمعنا وعلمنا أنه قد عمل\r(Kami benar2 telah mendengar dan tahu pasti bahwa ia telah melakukannya). Kedua matanya berkata :\rانا قد نظرنا\r(akupun melihatnya). Berkata lisannya :\rقد قلت\r(aku juga mengucapkannya). Kedua tangannya berkata :\rانا فعلنا\r(sesungguhnya kami telah melakukannya). Farjinya pun berkata :\rانا زنيت\r(aku telah berbuat zina).\rMaka ia (‘abd) pun gusar. Kemudian Allah SWT menyuruhnya masuk neraka. Namun pada bola mata kanannya terlihat seutas rambut mata memohon idzin kepada Allah سبحانه وتعالى untuk berbicara. Maka Allah SWT menizinkannya. Ia pun berbicara :","part":1,"page":323},{"id":324,"text":"يا رب الست قلت اي عبد اغرق شعرة واحدة من اجفانه بدموع عينيه من خشيتي الا انجيته من النار؟\r(Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah berfirman “Siapapun dari seorang hamba yang tenggelam basah seutas rambut dari rambut matanya dengan air matanya karena takut pada-Ku, maka Ku bebaskan ia dari neraka”? Maka Allah SWT menjawabnya : بلى (Ya, benar)\rRambut mata tadi pun berkata :\rانا اشهد ان هذا العبد المذنب قد اغرقني بالدموع من خشيتك\r(aku bersaksi, bahwa hamba yang berdo’a ini telah membasahiku dengan air matanya akibat takut pada-Mu)\rAkhirnya Allah SWT menyuruh masuk ke surga. Selanjutnya terdengar suara,\rالا ان فلانا بن فلان قد نجا من النار بشعرة واحدة من اجفان عينيه\r(“Ketahuilah, bahwa si fulan bin fulan terbebas dari api neraka, berkat seutas rambut dari sekian rambut mata.”)\r2338. FADILAH DZIKIR\rOleh: Mbah Jenggot (Diambil dari PISS-KTB, Versi lama)\rSungguh, manakala pengamalan zikir telah meresap di dalam hati seorang hamba Allah, maka buah zikir itu akan tampak tanda-tandanya dalam setiap perbuatan dan perkataannya. Lidah orang ahli zikir tidak mempercakapkan kecuali nama-Nya. Tubuh mereka tidak bergerak kecuali untuk menjalankan perintah-Nya, dan pikiran mereka tidak berkembang menjadi tindakan kecuali untuk-Nya. Kehidupan batin mereka bersih dari kotoran. Kata-katanya bebas dari kebohongan, kekejian, hasutan dan fitnah. Pikirannya bening, bersinar dan memancarkan kebenaran karena mendapat petunjuk dari Tuhan. Pendeknya, lidah mereka mengutarakan apa yang dikandung hati, dan hati mereka milik rahasia batin, dan rahasia batin adalah milik Allah.","part":1,"page":324},{"id":325,"text":"Zikir yang dilakukan secara teratur akan menuntun pelakunya senantiasa mampu mengendalikan hati dan pikirannya, dapat menjernihkan pikiran dan kesadaraanya untuk memahami akan keberadaan dirinya.\rMemang, melakukan zikir yang khusu’ dengan penuh perasaan dan berkosentrasi pada Allah tidaklah mudah. Tetapi dengan melakaknnya secara teratur dan kesinambungan, tentu dapat melatih pikiran seseorang untuk tertuju kepada satu zikir titik tujuan yaitu Allah SWT. Karena sesungguhnya ber mujahadah melalui dzikir akan membikin hati dan pikiran seseorang tidak menyimpang ingatan selain ingat pada Allah semata. Itulah sebabnya, para sufi sangat menyakini akan fadilah fadilah zikir, yang tak terhingga banyaknya.\rDiantaranya ialah : Tidak akan disempitkan kehidupannya dan bisa menjauhkan sifat kufur, memperbarui iman, menjadi bukti kecintaan pada Allah, mendekatkan diripadaNya , menjadi benteng iman, menjauhkan sifat sifat kemunafikan, membersihkan hati dari kecintaan terhadap dunia, membukakan keajaiban hati, menjadi pelupur duka dan lara serta menambah khusyu’. Disamping itu masih banyak lagi manfaat dzikir, seperti dijamin bahwa iman dalam hati orang yang kekal dzikirnya menjadi bercahaya, ia mudah menerima Nur (cahaya Allah) dimudahkan dari segala kesukaran, mudah menerima kebaikan dimana ia berada, dimurahkan dan diberkahi rezekinya oleh Allah, dikabulkan do’a-do’anya, dan Allah akan meluluskan segala hajatnya.\r2412. KEUTAMAAN DZIKIR HATI DAN LISAN\rPERTANYAAN :\rEcko Bastian\rAssalamualaikum, gus, nderek tangklet, luwih sae pundi, dzikir diucap kale dibathin? suwun.\rJAWABAN :","part":1,"page":325},{"id":326,"text":"Timur Lenk\rDzikir itu dengan hati dan dengan lisan , yang paling utama yang dilakukan dengan bersamaan dengan hati dan lisan , jika hanya salah satu maka dengan hati lebih utama Adzkar Nawawi .\r[فصل] :الذكر يكون بالقلب، ويكون باللسان، والأفضلُ منه ما كانَ بالقلب واللسان جميعاً، فإن اقتصرَ على أحدهما فالقلبُ أفضل، ثم لا ينبغي أن يُتركَ الذكرُ باللسان مع القلب خوفاً من أن يُظنَّ به الرياء، بل يذكرُ بهما جميعاً ويُقصدُ به وجهُ الله تعالى، وقد قدّمنا عن الفُضَيل رحمه الله: أن ترك العمل لأجل الناس رياء.ولو فتح الإنسانُ عليه بابَ ملاحظة الناس، والاحتراز من تطرّق ظنونهم الباطلة لا نسدَّ عليه أكثرُ أبواب الخير، وضيَّع على نفسه شيئاً عظيماً من مهمَّات الدين، وليس هذا طريق العارفين.\rNb: Dzikir dengan bacaan itu berbeda , jika bacaan maka jika dilakukan hanya dengan hati tanpa diucapkan dengan lisan maka tidak sah , maka dari itu semua dzikir bacaan sholat harus dengan lisan\rAdzkar\rفصل:اعلم أن الأذكار المشروعة في الصلاة وغيرها، واجبةً كانت أو مستحبةً، لا يحسب شئ منها ولا يُعتدّ به حتى يتلفَّظَ به بحيثُ يُسمع نفسَه إذا كان صحيح السمع لا عارض له\rAdzkar bab takbirotul ihrom\rواعلم أنه لا يصحّ التكبير ولا غيره من الأذكار حتى يتلفظ بلسانه بحيثُ يُسمعُ نفسَه إذا لم يكن له عارض، وقد قدّمنا بيان هذا في الفصول التي في أوّل الكتاب، فإن كان بلسانه خرسٌ أو عيبُ حرَّكَه بقدر ما يقدرُ عليه وتصحُّ صلاته.\rAdzan harus dengan lisan\rAdzkar","part":1,"page":326},{"id":327,"text":"اعلم أن ألفاظه مشهورة، والترجيعُ عندنا سنّة، وهو أنه إذا قال بعالي صوته: اللَّهُ أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، قال سِرّاً بحيثُ يُسمع نفسَه ومَن بقربه: أشهدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ اللَّه، أشهد أن لا الله إلا الله، أشهد أن محمدا رسول الله، أشهدُ أنَّ محمدا رسول الله.ثم يعودُ إلى الجهر وإعلاء الصوت، فيقول: أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه، أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه، أشهد أن محمدا رسول الله، أشهدُ أنَّ محمداً رسول الله.والتثويبُ أيضاً مسنون عندنا، وهو أن يقول في أذان الصبح خاصة بعد فراغه من حيّ على الفلاح: الصلاةُ خيرٌ من النوم، الصلاةُ خيرٌ من النوم.\rواعلم أن الجهر في مواضعه، والإِسرار في مواضعه سنّة ليس بواجب، فلو جهر موضع الإِسرار، أو أسرّ موضع الجهر، فصلاته صحيحة، ولكنه ارتكب المكروه كراهة تنزيه، ولا يسجد للسهو، وقد قدّمنا أن الإِسرار في القراءة والأذكار المشروعة في الصلاة لابدّ فيه من أن يسمع نفسه، فإن لم يسمعها من غير عارض لم تصحّ قراءته ولا ذكره.\rDzikir ketika buang hajat jika dengan lisan maka makruh , tetapi tidak apa-apa jika dengan hati saja , begitu pula saat jima''\rAdzkar Nawawi\r(بابُ النّهي عن الذِّكْرِ والكَلامِ على الخَلاَء)\rيكره الذكر والكلام حال قضاء الحاجة، سواء كان في الصحراء أو في البنيان، وسواء في ذلك جميع الأذكار والكلام، إلا كلام الضرورة حتى قال بعضُ أصحابنا: إذا عطس لا يحمد الله تعالى، ولا يشمِّت عاطساً، ولا يردّ السلام، ولا يجيب المؤذّن، ويكون المُسَلِّم مُقَصِّراً لا يستحقّ جواباً، والكلام بهذا كله مكروه كراهة تنزيه، ولا يحرم، فإن عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّه تعالى بقلبه ولم يحرّك لسانه فلا بأس، وكذلك يفعل حال الجماع.","part":1,"page":327},{"id":328,"text":"69 - وروينا عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: \" مرّ رجل بالنبيّ صلى الله عليه وسلم وهو يبولُ فسلَّمَ عليه فلم يَرُدَّ عليهِ \" رواه مسلم في \" صحيحه \".\r70 - وعن المهاجر بن قنفذ رضي الله عنه قال: \" أتيتُ النبيَّ صلى الله عليه وسلم وهو يبول، فسلّمت عليه، فلم يَرُدَّ حتى تَوَضَّأَ، ثم اعتذر إليّ وقال: إني كَرِهْت أن أذْكُرَ اللَّهَ تَعالى إلاَّ على طُهْرٍ \" أو قال: \" على طَهارَةٍ \" حديث صحيح، رواه أبو داود والنسائي وابن ماجهبأسانيد صحيحة.\rAdzkar\r(بابُ ما يقولُ إذا رَأى مُبتلى بمرضٍ أو غيرِه)\r907 - روينا في كتاب الترمذي عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي (صلى الله عليه وسلم) قال: \" مَنْ رأى مُبْتَلىً فَقالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي عافاني مِمَّا ابتلاك بِهِ وَفَضَّلَنِي على كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً، لَمْ يُصِبْهُ ذلكَ البَلاءُ \" قال الترمذي: حديث حسن.وروينا في كتاب الترمذي عن عمرَ بن الخطاب رضي الله عنه أن رسول الله (صلى الله عليه وسلم) قال: \" مَنْ رأى صَاحِبَ بَلاءٍ فَقالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي عافانِي مما ابتلاك بِهِ وَفَضَّلَنِي على كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفضِيلاً إِلاَّ عُوفِيَ مِنْ ذلكَ البَلاءِ كائِناً ما كانَ ما عاش \" ضعَّفَ الترمذي إسنادَه (1) .قلتُ: قال العلماءُ من أصحابنا وغيرهم: ينبغي أن يقوَ هذا الذكرَ سِرّاً بحيثُ يُسمعُ نفسَه ولا يُسمعُه المبتلى لئلا يتألَّمَ قلبُه بذلك، إلا أن تكون بليّتُه معصيةً فلا بأس أن يُسمعَه ذلك إن لم يخفْ من ذلك مفسدة، والله أعلم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/600855059937306/\rF0005. KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT PADA HARI JUM'AT\rOleh : Masaji Antoro","part":1,"page":328},{"id":329,"text":"\"Paling dekat tempat di antara kalian padaku di hari Qiyamat adalah yang paling banyak bersholawat untukku di dunia, barangsiapa bersholawat padaku di hari dan malam jumat, Allah penuhi untuknya 100 kebutuhan, terdiri dari 70 kebutuhan akhirat dan 30 kebutuhan dunia, kemudian Allah mewakilkan malaikat untuk menyampaikan sholawat itu dalam pusaraku layaknya hadiah-hadiah yang diberikan pada kalian, seraya memberi khabar padaku siapa nama, nasab hingga suku orang yang bersholawat untukku, kemudian aku tetapkan namanya pada lembaran putih (HR. Baihaqi ~ Si’abil Imaan III/111 dan Ibnu ‘Asyaakir VII/109).\r\"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga di tiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum'at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku,\rKemudian para sahabat bertanya pada Nabi \"Bagaimana shalawat kami dapat tersampaikan padamu, sementara engkau (wahai Nabi) telah meninggal.. ? Nabi pun menjawab \"Sesungguhnya Allah 'azza wa 'alaa mengharamkan bumi memakan jasad-jasad kami\" (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)\" .\rإذا كان يوم الجمعة وليلة الجمعة فأكثروا الصلاة علي.\r“Saat hari dan malam jum’at perbanyaklah bersholawat kepadaku (Nabi)”. [ Al-Umm ~ Assyaafi'i I/208 ]. Allaahumma shoolli 'alaihi wa aalihii wa shohbihi....","part":1,"page":329},{"id":330,"text":"Sholawat pada Nabi dapat di lakukan setiap saat, kapan saja karena sholawat mampu menjadi washilah li naili arfa’id darojaat (perantara untuk menggapai paling tingginya derajat), hanya saja dalam beberapa kondisi sholawat teramat sangat diprioritaskan untuk diperbanyak, seperti ungkapan Imam Syafi’I berikut ini :\rقال الشافعي رضي الله عنه: (أحب كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كل حال، وأنا في يوم الجمعة وليلتها أشد استحباب) انتهى\r“Aku suka membaca banyak sholawat pada Nabi SAW setiap saat, dan membacanya saat hari jum’at serta malamnya aku lebih teramat menyukainya”\rALLAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINAA WA MAWLAANAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA WA MAWLAANAA MUHAMMAD.\rKAMAA SHALLAITA 'ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.\rWABAARIK 'ALAA SAYYIDINAA WA MAWLAANAA MUHAMMAD. WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA WA MAWLAANAA MUHAMMAD.\rKAMAA BAARAKTA 'ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM. WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.\rFIL 'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.\rF0016. DO'A SAAT HAMIL DAN MELAHIRKAN\rOleh Masaji Antoro\r1. Wiridan wanita hamil\rرَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ [الفرقان : 74]\r“Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun”\rArtinya : \"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. 25:74). ** Dibaca setiap saat sebanyak mungkin.\r2. D'oa agar mudah melahirkan\rحنا ولدت مريم ومريم ولدت عيسى اخرج ايها المولود بقدرة الملك المعبود","part":1,"page":330},{"id":331,"text":"“ Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi “.\rArtinya : “ Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allaah) yang disembah “. ** Dibaca saat proses persalinan diulang-ulang sebanyak-banyaknya oleh ibu yang akan melahirkan dan orang-orang yang hadir di saat persalinan tersebut.\r3. D'oa setelah melahirkan\rأُعِيْذُهُ بِالوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى حَسَدٍ\r“U’iidzuhuu bil waahidis shomadi min syarri kulli dzii hasadin”\rArtinya : \"Aku berlindung akannya dengan pertolongan Tuhan yang Esa yang ditumpu segala kehendak kepadaNya daripada sekalian yang mempunyai dengki\". ** Dibaca 3/7 X\r4. Setelah bayi lahir diadzani ditelinga sebelah kanan dan dibacakan doa\rإِنّى أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ( آل عمران 36\r“Innii u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minas syaithoonir rojiimi”\rArtinya : \"Sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.\" (QS. 3:36). * Kemudian dibacakan kalimah Iqomah ditelinga sebelah kiri, diberi nama yang bagus, dicukur rambutnya, dicelaki dan disuapi makanan-makan yang manis seperti madu, kurma dll. Sambil dibacakan doa :\rاللهم بارك لنا ولهذا الولد في حياته وطول عمره بطاعتك يا ارحم الراحمين\r“Allaahumma baarik lanaa wa lihaadzal waladi fii hayaatihii wa thowwil ‘umrohuu bi thoo’atika Yaa arhamar Roohimiin”","part":1,"page":331},{"id":332,"text":"Artinya : “Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kami dan anak ini, serta panjangkan umurnya dengan senantiasa (menjalani) taat kepada-Mu wahai Dzat Yang paling menyayangi diantara yang menyayangi”.\r5. D'oa mencium anak kecil\rاللهم حببه واحب من يحبه\r“Allaahumma habbibhu wa ahibba man yuhibbuhuu”\rArtinya : “Ya Allah cintailah dia dan cintai pula orang-orang yang mencintainya” .\rF0046. Doa Dan Amalan Mendekatkan JODOH\rOleh : Ustdz Masaji Antoro\r• Untuk laki-laki :\rرَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا\rROBBANAA HAB LANAA MIN AZWAAJINAA WA DZURRIYYAATINAA QURROTA A'YUN, WAJ'ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA.\r\"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS; Alfurqon ayat 74)\r• Untuk perempuan :\rاللهم ابعث بعلا صالحا لخطبتى وعطف قلبه علي بحق كلامك القديم وبرسولك الكريم بالف الف لاحولا ولا قوة الا بالله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين\rAllaahumma ib’ats ba’lan shoolihan likhitbaty wa ‘atthif qolbahuu ‘alayya bi haqqi kalaamikal qodiimi wa rasuulikal kariimi bi alfi alfi Laa haula wa laa Quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziimi, wa shollaa allahu ‘alaa sayyidinaa wa ‘alaa aaalihii wa shohbihii, walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.","part":1,"page":332},{"id":333,"text":"\"Ya Allah kirimkan calon suami sholih untuk meminangku, lembutkan hatinya untukku dengan haq firmanMu yang dahulu dan utusanMu yang mulia dengan berkah sejuata Laa haula wa laa Quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziimi, shalawat salam semoga tercurah pada baginda Muhammad keluarga dan para sahabatnya, segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam\".\rAMALAN MENDEKATKAN JODOH\rDalam Kitab Addayrobi Alkabiir, tertera amalan memudahkan JODOH untuk perempuan :\r~ Ambil debu dari masjid yang berjamaah ramai secukupnya (ngambilnya bilang ya,.? Kalau ngga bisa di gebukin orang sejamaah bukannya dapat jodoh malah dapat jontor.. Hehe )\r~ Jadikan debu tersebut (dicampur air) bulatan2 kecil semacam tablet 7 buah\r~ Dalam bulatan tersebut diisi tulisan\rوَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ\rArtinya : Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, Surat Al Hajj Ayat 27. (Yang ditulis arabnya saja dan pada kata يَأْتِينَ ditulis tiga kali).\r~ Setiap hari jumat bulatan tablet tersebut dilarutkan ke dalam air dan di buat mandi (satu bulatan saja, besok jumat berikutnya juga satu lagi dan seterusnya)\r~ Air yang telah dipake buat mandi tersebut. siramkan di jalan raya\rMaaf caranya agak ribet, tapi Insya Allah belum sampai 7 minggu (hingga bulatan tablet yang dibuat habis) sudah akan ada hasilnya.. Kalau ragu-ragu ngga usah dikerjakan :)\rF0097. SHOLAWAT DAHLAWY\rOleh Mbah Jenggot","part":1,"page":333},{"id":334,"text":"بسم الله اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ بعدد انواع الرزق والفتوحات يا باسط الذى يبسط الرزق لمن يشاء بغير حساب ابسط علينا رزقا واسعا من كل جهة\rومن خزائن غيبك بغير منة مخلوق بمحض فضل كرمك بغير حساب يا اكرم الاكرمين ويا ارحم الراحمين افتح الباب يا الله افتح الباب يا الله افتح الباب يا الله يا الله يا كافى يا فتاح\rBISMILLAHI ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI BI ’ADADI ANWAA‘IR RIZQI WAL FUTUUHAATI. YAA BAASITHAL LADZII YABSUTHUR RIZQAL LIMAN YASSAA-U BIGHAIRI HISAABIN. UBSHUTH ‘ALAINAA RIZQAN WAASI’AN MIN KULLI JIHATIN WAMIN KHOZAINI GHAIBIKA BIGHAIRI MINNATIN MAKHLUUQIN BIMAKHDHI FADLIKA WA KARAAMIKA BI GHOIRI HISAAB,YAA AKROMAL AKROMIIN YAA ARHAMARRAHIMIIN,IFTAH AL BABA YA ALLOOH 3x YA ALLOOH YAA KAAFII YA FATTAH\rDengan Menyebut Nama Alloh,Ya Alloh limpahkanlah kesejahteraan, keselamatan, serta barakah atas junjungan kami Nabi Muhammad Saw dan atas kaluarganya sebanyak bilangan rizqi dan pintunya.\rWahai Dzat yang menganugerahkan rizqi yang Engkau kehendaki tanpa hitungan, anugerahkanlah rizqi yang luas bagi kami dari setiap arah dan dari simpanan yang ghaib dengan tiada makhluk lain yang tersakiti ( karena iri ).\rHanya karena anugerah dan kedermawanan-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah…..Ya Alloh Bukakan pintu (rizqi),Ya Alloh bukakan pintu (rizqi) Ya Alloh Ya Alloh Dzat Yang Mencukupiku,Wahai Dzat Yang Maha Membuka.\rF0101. TENTANG HIZIB\rOleh Mbah Jenggot","part":1,"page":334},{"id":335,"text":"Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara, Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak beberapa kali yaitu :\r1. Surat Al Maaidah ayat 56 :\rوَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ\rDan barang siapa yang menjadikan Allah ta’ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.\r2. Surat Al Kahfi ayat 12 :\rثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا\rKemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu\r3. Surat Ar Ruum ayat 32 :\rمِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ\rdari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka\r4. Surat Al Fathiir ayat 6 :\rإِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ\rSungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.\r5. Surat Al Mujaadilah ayat 19 :\rSetan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta’ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.","part":1,"page":335},{"id":336,"text":"6. Surat Mujadiilaah ayat 22 : Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung.\rMasih segar dalam ingatan kita, ketika Nabi dan para sahabat bertempur melawan kaum musyrikin dalam perang badar, Allah sengaja mendatangkan 5000 pasukan sebagai bala bantuan yang bertandakan putih, mereka adalah para malaikat (Hizbullah), kata Hizib sendiri terkadang juga digunakan untuk menyebut “mendung yang berarak” atau “mendung yang tersisa”. Semisal hizbun min al-ghumum (sebagian atau sekelompok mendung).","part":1,"page":336},{"id":337,"text":"Ternyata untuk selanjutnya perkembangan kata hizib dalam tradisi thariqah atau yang berkembang di pesantren adalah untuk “menandai” sebuah bacaan-bacaan tertentu. Misalnya hizib yang dibaca hari jum’at; yang dimaksud adalah wirid-wirid tertentu yang dibaca hari jum’at. Untuk selanjutnya, makna hizib adalah wirid itu sendiri. Atau juga bisa bermakna munajat, ada hizib Ghazaly, Hizib Bukhori, Hizib Nawawi, Hizib Bahri, Hizib Syeikh Abdul Qadir Jailani, Ratib Al-Ahdad, yang masing-masing memiliki sejarah sendiri-sendiri. Hizib adalah himpunan sejumlah ayat-ayat Al-Qur’anul karim dan untaian kalimat-kalimat zikir dan do’a yang lazim diwiridkan atau diucapkan berulang-ulang sebagai salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.\rHIZIB BAHR\rAs Syaikh Abul Hasan Asy Syadzily terkenal sebagai seorang yang memiliki banyak rangkaian doa yang halus dan indah, disamping kekayaan berupa khazanah hizib-hizibnya. Salah satu hizib beliau yang terkenal sejak dulu hingga sekarang adalah hizib Bahr dan hizib Nashor. Kedua hizib tersebut banyak diamalkan oleh kaum muslimin diseluruh dunia, terlebih ulama-ulama besar, kendati sebagian dari mereka tidak mengikuti thoriqot asy syaikh. Hizib Bahr adalah hizib yang di terima Syaikh Abu Hasan asy Syadzili langsung dari Rasulullah SAW berkaitan dengan lautan yang tidak ada anginnya.","part":1,"page":337},{"id":338,"text":"Sejarah diterima hizib bahri adalah sebagai berikut : Pada waktu itu asy syaikh Abul Hasan Asy Syadzili tengah melakukan perjalan ibadah haji ke tanah suci. Perjalanan itu diantaranya harus menyeberangi laut merah. Untuk menyeberangi lautan itu sedianya beliau akan menumpang perahu milik seseorang yang beragama nasrani. Orang itu juga akan berlayar walaupun berbeda tujuan dengan asy syaikh. Akan tetapi keadaan laut pada waku itu sedang tidak ada angin yang cukup untuk menjalankan kapal. Keadaan seperti itu terjadi sampai berhari-hari, sehingga perjalannapun menjadi tertunda. Sampai akhirnya pada suatu hari, asy syaikh bertemu dengan baginda Rasulullah SAW.","part":1,"page":338},{"id":339,"text":"Dalam perjumpaan itu, Rasulullah SAW secara langsung mengajarkan hizib Bahri secara imla’ (dikte) kepada syaikh. Setelah hizib Bahri yang baru beliau terima dari Rasulululah SAW itu beliau baca, kemudian beliau menyuruh si pemilik perahu itu supaya berangkat dan menjalankan perahunya. Mengetahui keadaan yang tidak memungkinkan, karena angin yang diperlukan untuk menjalankan perahu tetap tidak ada, orang itupun tidak mau menuruti perintah asy syaikh. Namun asy syaikh tetap menyuruh agar perahu diberangkatkan. “Ayo, berangkat dan jalankan perahumu ! sekarang angin sudah waktunya datang “, ucap asy syaikh kepada orang itu. Dan memang benar kenyataannya, angin secara perlahan-lahan mulai berhembus, dan perahupun akhirnya bisa berjalan. Singkat cerita alkisah kemudian si nasrani itupun lalu menyatakan masuk islam. Berkata syaikh Abdurrahman al Busthomi, “Hizbul Bahri ini sudah digelar di permukaan bumi. Bendera hizbul bahri berkibar dan tersebar di masjid-masjid. Para ulama sudah mengatakan bahwa hizbul bahri mengandung Ismullohil ‘adhom dan beberapa rahasia yang sangat agung. Dalam kitab Kasyf al-Zhunun `an Asami al-Kutub wa al-Funun, Haji Khalifah seorang pustakawan terkenal asal Konstantinopel (Istanbul Turki) menulis berbagai jaminan yang diberikan asy Syaikh Abul Hasan Syadzili dengan Hizib Bahrinya ini.","part":1,"page":339},{"id":340,"text":"Di antaranya, menurut Haji Khalifah, Asy Syaikh Syadzili pernah berkata: Seandainya hizibku (Hizib Bahri, Red.) ini dibaca di Baghdad, niscaya daerah itu tidak akan jatuh. Mungkin yang dimaksud Asy Syaikh Syadzili dengan kejatuhan di situ adalah kejatuhan Baghdad ke tangan Tartar,Wallahu a’lam. Bila Hizib Bahri dibaca di sebuah tempat, maka termpat itu akan terhindar dari malapetaka, ujar Syaikh Abul al-Hasan, seperti ditulis Haji Khalifah dalam Kasyf al-Zhunun. Haji Khalifah juga mengutip komentar ulama-ulama lain tentang Hizib Bahri ini. Ada yang mengatakan, bahwa orang yang istiqamah membaca Hizib Bahar, ia tidak mati terbakar atau tenggelam. Bila Hizib Bahri ditulis di pintu gerbang atau tembok rumah, maka akan terjaga dari maksud jelek orang dan seterusnya. Konon, orang yang mengamalkan Hizib Bahri dengan kontinu, akan mendapat perlindungan dari segala bala’. Bahkan, bila ada orang yang bermaksud jahat mau menyatroni rumahnya, ia akan melihat lautan air yang sangat luas.","part":1,"page":340},{"id":341,"text":"Si penyatron akan melakukan gerak renang layaknya orang yang akan menyelamatkan diri dari daya telan samudera. Bila di waktu malam, ia akan terus melakukan gerak renang sampai pagi tiba dan pemilik rumah menegurnya. Banyak komentar-komentar, baik dari Asy Syaikh Syadzili maupun ulama lain tentang keampuhan Hizib Bahri yang ditulis Haji Khalifah dalam Kasyf al-Zhunun jilid 1 (pada entri kata Hizb). Selain itu, Haji Khalifah juga menyatakan bahwa Hizib Bahri telah disyarahi oleh banyak ulama, diantaranya Syaikh Abu Sulayman al-Syadzili, Syaikh Zarruq, dan Ibnu Sulthan al-Harawi. Seperti yang telah disampaikan dalam manaqib Asy Syaikh Syadzili, bahwa menjelang akhir hayat beliau, asy syaikh telah berwasiat kepada murid-murid beliau agar anak-anak mereka, maksudnya para murid thariqah syadziliyah, supaya mengamalkan hizib Bahri. Namun untuk mengamalkan Hizib ini seyogyanya harus melalui talqin atau ijazah dari seorang guru yang memiliki wewenang untuk mengajarkannya. Seseorang yang tidak mempunyai wewenang tidak berhak mengajarkannya ataupun memberikan hizib ini kepada orang lain. Hal ini merupakan adabiyah atau etika dilingkungan dunia thariqah.\rHIZIB BAHR\rبسم الله الرحمن الرحيم\rيَا الله ياعَليُ يَاعَظيمُ يَاحَليمُ يَاعَليم\rأنْتَ رَبِّي وَعِلْمُكَ حَسْبِي فَنِعمَ الْرَبُ رَبِي\rوَنِعمَ الْحَسْبُ حَسْبِي تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ\rنَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ\rمِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ","part":1,"page":341},{"id":342,"text":"فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا\rوَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضُ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا\rفَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْرَ كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لمُوْسَى وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ\rوَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ\rوَبَحْرَ الدُّنْبَا وَبَحْرَ اْلاخِرَةِ\rوَسَخِرْلَنَا كُلََّ شَيْءٍ يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ\rكهيعص\rاُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ\rوَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ\rوَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ\rوَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ\rوَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ\rوَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ\rوَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ\rوَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ\rوَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ\rاِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ\rاَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَا وَدُنْيَانَا\rوَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا\rوَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَِيْ ءَ اِلَيْنَا\rوَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْنَ","part":1,"page":342},{"id":343,"text":"وَلَوْنَشَآءُ لمََسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ\rيس وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ اِنَكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْم\rلِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ\rاِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ\rوَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ\rشَاهَتِ اْلوُجُوْهُ\rوَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا\rطس . حم . عسق\rمَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ . بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ\rحم\r(7x)\rحُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ\rحم . تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ\rغَافِرِالذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ\rبِسْمِ اللهِ باَبُنَا . تَبَارَكَ حِيْطَانُنَا . يس سَقْفُنَا\rكهيعص كِفَايَتُنَا * حم عسق حِمَايَتُنَ\rفَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ\rسِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا\rوَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا\rبِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا\rوَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيْطٌ . بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ\rفاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ\r(3x)\rاِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ\r(3x)\rحَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ\r(3x)","part":1,"page":343},{"id":344,"text":"بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ\r(3x)\rأَعُوْذَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ\r(3x)\rوَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَ بِاللهِ العَلىِ العَظِيمِ\r(3x)\rوصلى الله على سيدنا محمد و على آله و صحبه وسلم —\rF0113. Jangan Pernah lelah memohon dan berdo'a\rOleh Mbah Jenggot\rAda banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi belum mendapatkan jawaban dari doanya. Sehingga akhirnya muncul rasa pesimis, bahwa Allah tidak mendengarkan keluhan dan kesusahannya. Mengapa?\rPada hakikatnya ayat “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra’d: 31).\rSabda Rasulallah Saw : “Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.","part":1,"page":344},{"id":345,"text":"Dan beliaupun bersabda : “Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”. Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.\rDari kedua hadist diatas, kita akan mengerti bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi boleh jadi akan lebih baik bila diterima di akhirat kelak. Dan pada saat kita berdoa memohon kepada Allah, pada hakikatnya kita berada pada posisi dekat kepada Allah, sehingga walau tak dikabulkan di dunia, malah menjadi pahala penghapus dosa-dosa lalu. Lalu mengapa kita tidak berdoa?\rBerdoa adalah ibadah. Bahkan dikatakan sebagai ruhnya ibadah. Orang yang hidupnya tidak dilewati dengan berdoa maka ia adalah makhluk yang sombong. Padahal perilaku sombong adalah termasuk bagian sifat penghuni jahanam.\rSabda Rasulallah Saw :\rالدعاء هو العبادة ثم قرأ قوله تعالى وقال ربكم ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ","part":1,"page":345},{"id":346,"text":"Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”\rSyekh Ibnu Atthoillah memberikan nasehat didalam kitab Hikamnya:\rلَا يَكُنْ تَأَخُّرُ أَمَدِ الْعِطَاءِ مَعَ الْإِلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوْجِبًا لِيَأُسِكَ فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةِ فِيْمَا يَخْتَارُهُ لَكَ لَا فِيْمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ وَفِي الْوَقْتِ الَّذِيْ يُرِيْدُ لَا فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ تُرِيْدُ.\rJanganlah engkau putus asa karena tertundanya pemberian, padahal engkau telah mengulang-ulang doa. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini.\rDi antara syarat diterimanya doa adalah apabila dilaksanakan dengan penuh harapan dan tidak berputus asa. Belum terkabulnya doa seorang hamba, padahal ia telah berulang-ulang berdoa jangan sampai menjadikannya putus asa, karena Allah berfirman, ”Berdoalah kalian kepada-Ku maka Aku akan mengabulkanmu.” (Ghâfir: 60)","part":1,"page":346},{"id":347,"text":"Allah SWT. akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Namun demikian, terkabulnya doa tidaklah terikat dengan kemauan si hamba akan tetapi lebih terikat dengan kehendak dan rencana Allah. Karena Allah Maha Mengetahui akan kondisi hamba-hamba-Nya; terkadang Allah menolak permintaan seorang hamba, karena memang yang terbaik adalah tidak terkabulnya doa itu. Dalam konteks ini, ketika Allah menolak suatu doa sebenarnya secara tersirat memberi, sebagaimana dikatakan oleh syaikh Atha’, ”Ketika Allah menolak sebuah permintaan sebenarnya memberi dan ketika memberi sebenarnya menolak.” Untuk memperkuat pandangan ini, simaklah ayat berikut ini,\r”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)\rAbu Dzar al-Ghifari berkata: Doa itu melengkapi amal kebajikan sebagaimana garam melengkapi makanan.\rSeseorang yang berdoa hendaknya jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya orang yang berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan segera atau lambat. Kadang kala permohonannya dikabulkan seketika, kadangkala dikabulkan pada waktu yang agak lama, kadang kala tidak dikabulkan di dunia dan nanti akan diganti dengan pahala di akhirat.\rSetiap kita hendaknya selalu memposisikan diri sebagai hamba Allah yang berdoa, menangis di keheningan malam, memohon ampunan atas segala dosa di masa lalu. Memohon limpahan kemudahan hidup serta diselamatkan kelak dari api neraka.","part":1,"page":347},{"id":348,"text":"Manusia yang merasa telah cukup puas dengan apa yang didapatkan didunia sehingga tidak mau berdoa adalah termasuk manusia yang merugi karena kesombongannya di hadapan Allah Swt.\rPara nabi dan rasulpun selalu menengadahkan tangan memohon dan berdoa kepada Allah Swt siang dan malam tanpa lelah. Mereka yang telah dijamin kebahagiaan di akhirat kelak masih mau meminta pertolongan Allah. Sedang kita yang belum tahu di mana tempat akhir persinggahan masih melalaikan fasilitas doa yang telah disedia di dunia.\rSebagai suri tauladan kita dapat temukan beberapa kisah para nabi dan rasul yang berdoa untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. Seperti:\r1. Nabi Adam As bapak para manusia memohon ampunan karena telah mendzalimi dirinya memakan buah khuldi di surga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Doa beliau:\rرَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ\r\"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 23)\r2. Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.\rرَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنْ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ","part":1,"page":348},{"id":349,"text":"\"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Albaqoroh: 126)\r3. Nabi Musa as, nabi yang telah menyelamatkan bani Israil dari kukungan Firaun di mesir, pada saat beliau mendapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdoa:\rرَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي\r\"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28)\r4. Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.\rرَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ\r\"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.\" (QS. An-Naml: 19)","part":1,"page":349},{"id":350,"text":"Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, yang tentunya bila kita mau mentadaburi nya kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.\rBerdoalah, agar kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.\r2502. CARA MENENGADAHKAN TANGAN SAAT BERDO'A DAN HUKUM BACA ALFATIHAH SETELAHNYA\rPERTANYAAN :\r> Fatin Shidqia Factor X\rShobah al-khoir. Sugeng enjing, sedoyo mawon.\r1. Ketika berdo'a, bagaimanakah Posisi telapak tangan yang benar ? Apakah \"nyadong\" kedua telapak tangan ditempelkan / dirapatkan atau tidak ?\r2. Pada do'a tolak bala' apakah telapak tangan harus dihadapkan ke bawah (dibalik) ?\r3. Apakah do'a harus diakhiri dengan bacaan fatihah ? Biasanya kan kalau rampung berdo'a imam bilang: \"alfatihah\".\rJAWABAN :\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby\rJAWABAN SOAL NO. 1 dan 2\rBetul seperti pertanya'an Fatin :\rإعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (1/ 217)(قوله: يسن افتتاح الدعاء إلخ) قد نظم ابن العماد آداب الدعاء في قوله: واجلس إلى قبلة بالحمد مبتدئا وبالصلاة على المختار من رسل وامدد يديك وسل فالله ذو كرم واطلب كثيرا وقل يا منجح الأملببسط كف خذ الأقوال ثالثها عند البلاء بظهر الكف وابتهل برفع كف أم الإطراق قد ذكروا قولين أقواهما رفع بلا حول إن السما قبلة الداعين فاعن بهاكما دعا سادة فاختره وانتحل وقوله: بالحمد لله والصلاة الخ قال في الأذكار\rSunnah mulai doa. Telah menadzomkan ibn imad tentang adab doa :\r?…duduk menghadap kiblat\r?…mulai dengan hamdalah dan sholat alannabi\r?…menengadahkan tangan","part":1,"page":350},{"id":351,"text":"?…memohon dengan memuji Alloh yng mempunyai kemuliaan\r?…mohon yang banyak memuja :\rيا منجح الأمل\r?…membuka telapak kalau mohon jauh dari balak maka dibalik dengan bagian belakang\rAdab doa menurut iman nawawi dalamkitab al-adzkar, dinuqil dari imam qusyairi ada 10. Ini saya ringkas saja karena panjang pembahasannya dalam adzkar :\r?…Memperhatikan kedaan tempat, juga makanan.\r?…Memperhatikan waktu sperti dalam sujud, habis adzan , habis sholat dll\r?…Menghadap qiblat, mengangkat tangan selebar bahu dan diusapkan ke wajah bila selesai\r?…Suara sedang, lirih antara keras dan pelan.\r?…Berdoa’ dengan yang diajarkan nabi\r?…Tadlorruk dan khusyu’\r?…Bersungguh-sungguh dalam meminta dan yaqin dikabulkan\r?…Mengulang-ulang baca’an doa 3x\r?…Memulai dzikir dengan dzikrulloh yaitu memujinya, sholawat kepada nabi, dan diakhiri seperti ketika memulai\r?…Kata imam nawawi yang terakhir ini paling penting yaitu taubatan nasukha. Mengembalikan hak-hak Alloh dan hak adam.\rفتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين (ص: 112)رافعا يديه حذو منكبيه ولو حال الثناء كسائر الأدعية للاتباع وحيث دعا لتحصيل شيء كدفع بلاء عنه في بقية عمره جعل بطن كفيه إلى السماء أو لرفع بلاء وقع به جعل ظهرهما إليها.\rDengan mengangkat tangan sejajarpundak walaupun ketika memuji seperti doa' 2 yang lainnya karena mengikuti nabi, kalau memohon tercapainya terhindar balak dalam semua umur maka hadapkan punggung tangan yang menghadap keatas\r> Timur Lenk\rJAWABAN SOAL NO. 3\r3. Do'a tidak harus diakhiri dengan fatihah, tetapi boleh membaca fatihah setelah berdo'a\rAda yang berpendapat begini :","part":1,"page":351},{"id":352,"text":"قراءة الفاتحة - بعد الدعاء أو قبله - بقصد التوسل لقبول الدعاء أمر مشروع ولا حرج فيه، وذلك لسببين اثنين:الأول: أن التوسل بالقرآن الكريم هو توسل بصفة من صفات الله تعالى، والتوسل بصفات الله عز وجل مشروع باتفاق العلماء.الثاني: أن التوسل بتلاوة الفاتحة توسل بعمل صالح، وهو أيضا مشروع باتفاق العلماء، واختيار سورة الفاتحة خاصة له وجه مقبول شرعا؛ وذلك لأنها أم الكتاب، وتجتمع فيها جميع معاني القرآن العظيم. والله أعلم.\rMembaca fatihah setelah berdo'a atau sebelum berdo'a dengan maksud tawassul agar do'anya dikabulkan adalah perkara yang masyru' dan tidak apa-apa , ada dua alasan :\r1. Tawassul dengan Al-Qur an adalah tawassul dengan salah satu sifat Allah , seedangkan tawassul dengan sifat Allah di syare'atkan berdasarkan sepakatnya ulama\r2. Tawassul dengan membaca fatihah adalah tawassul dengan amal sholeh , tawassul dengan amal sholeh di syre'atkan dengan berdasarkan sepakatnya ulama , adapun mengapa memilih surat fatihah yang di baca (bukan yang lain) itu karena fatihah adalah ummul kitab (induk kitab) , makna Al-Qur an terkumpul pada surat fatihah.\rالبغوي في تفسيره 1-24 :","part":1,"page":352},{"id":353,"text":"(اخبرنا ابو القاسم عبد الله بن محمد الحنفي أنا ابو بكر احمد بن الحسن الحيري أنا ابو جعفر عبد الله بن اسماعيل بن ابراهيم الهاشمي أنا محمد بن علي بن زيد الصائغ أنا محمد بن أبي الأزهر أنا الحارث بن عمير أنا جعفر بن محمد عن ابيه عن جده عن علي بن أبي طالب رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم [ إن فاتحة الكتاب و آية الكرسي والآيتين من آل عمران { شهد الله } - إلى قوله - { إن الدين عند الله الإسلام } - و - { قل اللهم مالك الملك } - إلى قوله - { بغير حساب } معلقات ما بينهن وبين الله عز وجل حجاب / قلن : يارب تهبطنا إلى أرضك وإلى من يعصيك ؟ قال الله عز وجل : بي حلفت لايقرؤكن أحد من عبادي دبر كل صلاة إلا جعلت الجنة مثواه على ما كان منه ولأسكنته في حظيرة القدس ولنظرت إليه بعيني المكنونة كل يوم سبعين مرة ولقضيت له كل يوم سبعين حاجة أدناها المغفرة ولأعذته من كل عدو وحاسد ونصرته منهم ] رواه الحارث عن عمرو وهو ضعيف)اهـ\rقال القرطبي في تفسيره 1-146 :\r(الثالثة روى علي بن ابي طالب رضي الله عنه قال : [ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : فاتحة الكتاب وآية الكرسي وشهد الله أنه لا إله إلا هو وقل اللهم مالك الملك هذه الآيات معلقات بالعرش ليس بينهن وبين الله حجاب ] أسنده ابو عمرو الداني في كتاب البيان له)اهـ\rقال الحافظ السيوطي في الدر المنثور 2-165 :","part":1,"page":353},{"id":354,"text":"(أخرج ابن السني في عمل يوم و ليلة و أبو منصور الشجامي في الأربعين عن علي قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \" إن فاتحة الكتاب وآية الكرسي والآيتين من آل عمران شهد الله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إله إلا هو العزيز الحكيم إن الدين عند الله الإسلامو قل اللهم مالك الملك تؤتي الملك من تشاء و تنزع الملك ممن تشاء و تعز من تشاء و تذل من تشاء آل عمران الآية 26 إلى قوله بغير حساب هن معلقات بالعرش ما بينهن و بين الله حجاب يقلن : يا رب تهبطنا إلى أرضك وإلى من يعصيكقال الله : إني حلفت لا يقرأكن أحد من عبادي دبر كل صلاة - يعني المكتوبة - إلا جعلت الجنة مأواه على ما كان فيه وإلا أسكنته حظيرة الفردوس وإلا نظرت اليه كل يوم سبعين نظرة وإلا قضيت له كل يوم سبعين حاجة أدناها المغفرة وإلا أعذته من كل عدو ونصرته منه \"و أخرج الديلمي في مسند الفردوس عن أبي أيوب الأنصاري مرفوعا \" لما نزلت الحمد لله رب العالمين الفاتحة الآية 1 وآية الكرسي و شهد الله و قل اللهم مالك الملك آل عمران الآية 26 إلى بغير حساب تعلقن بالعرش و قلن : أنزلتنا على قوم يعملون بمعاصيك فقال : وعزتي وجلالي وارتفاع مكاني لا يتلوكن عبد عند دبر كل صلاة مكتوبة إلا غفرت له ما كان فيه و أسكنته جنة الفردوس و نظرت له كل يوم سبعين مرة و قضيت له سبعين حاجة أدناها المغفرة \")اهـ","part":1,"page":354},{"id":355,"text":"و لفظ الحافظ ابن السني في عمل اليوم والليلة :(حدثنا أبو جعفر بن بكر ، حدثنا محمد بن زنبور المكي ، حدثنا الحارث بن عمير ، عن جعفر بن محمد ، عن أبيه ، عن جده ، عن علي بن أبي طالب ، رضي الله عنهم قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \" إن فاتحة الكتاب ، وآية الكرسي ، والآيتين من آل عمران : شهد الله أنه لا إله إلا هو ، و قل اللهم مالك الملك إلى قوله : وترزق من تشاء بغير حساب معلقات ، ما بينهن وبين الله عز وجل حجاب ، لما أراد الله أن ينزلهن تعلقن بالعرش ، قلن : ربنا ، تهبطنا إلى أرضك ، وإلى من يعصيك . فقال الله عز وجل : بي حلفت ، لا يقرأكن أحد من عبادي دبر كل صلاة إلا جعلت الجنة مثواه على ما كان منه ، وإلا أسكنته حظيرة القدس ، وإلا نظرت إليه بعيني المكنونة كل يوم سبعين نظرة ، وإلا قضيت له كل يوم سبعين حاجة ، أدناها المغفرة ، وإلا أعذته من كل عدو ونصرته منه ، ولا يمنعه من دخول الجنة إلا الموت \" )اهـ\rقال المتقي الهندي في كنز العمال 2-785:","part":1,"page":355},{"id":356,"text":"(5056 - عن علي قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن فاتحة الكتاب وآية الكرسي والآيتين من آل عمران { شهد الله أنه لا إله إلا هو } و { قل اللهم مالك الملك } إلى { وترزق من تشاء بغير حساب } معلقات بالعرش ما بينهن وبين الله حجاب قلن تهبطنا إلى أرضك ؟ وإلى من يعصيك ؟ فقال الله عز وجل : حلفت لا يقرأكن أحد من عبادي دبر كل صلاة إلا جعلت الجنة مثواه على ما كان منه وإلا أسكنته حظيرة القدس وإلا نظرت إليه بعيني المكنونة كل يوم سبعين نظرة وإلا قضيت له كل يوم سبعين حاجة أدناها المغفرة وإلا عذته من كل عدو ونصرته منه( حب في الضعفاء وابن السني في عمل يوم وليلة وأبو منصور السحابي في الأربعين وأورده ابن الجوزي في الموضوعات وقال : تفرد به الحارث ابن عمير وكان يروي الموضوعات عن الأثبات وسئل الحافظ أبو الفضل العراقي عن هذا الحديث ؟ فقال رجال إسناده وثقهم المتقدمون وتكلم في بعضهم المتأخرون وليس فيه محل نظر إلا محمد بن زنبور المكي والحارث بن عمير وكل منهما وثقه جماعة من الأئمة وضعف الأول ابن خزيمة والثاني ( حب ك ) وأورده ابن حجر في أماليه وقال : الحارث لم نر للمتقدمين فيه طعنا بل أثنى عليه حماد بن زيد وهو أكبر منه ووثقه النقاد ابن معين وأبو حاتم والنسائي وأخرج له ( خ حب ) تعليقا وأصحاب السنن وذكره ( حب ) في الضعفاء فأفرط في توهينه أما من فوقه فلا يسأل عن حالهم لجلالتهم قال : وقد أفرط ابن الجوزي فذكر هذا الحديث في الموضوعات ولعله استعظم ما فيه من الثواب وإلا فحال رواته كما ترى - انتهى)","part":1,"page":356},{"id":357,"text":"سُئِلَ الإمامُ الرَّمليُ : عَنْ قِرَاءَةِ الْفَاتِحَةِ عَقِبَ الدُّعَاءِ بَعْدَ الصَّلَوَاتِ هَلْ لَهَا أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ أَمْ هِيَ مُحْدَثَةٌ لَمْ تُعْهَدْ فِي الصَّدْرِ الاوَّلِ , وَإِذَا قُلْتُمْ مُحْدَثَةٌ فَهَلْ هِيَ حَسَنَةٌ أَوْ قَبِيحَةٌ وَعَلَى تَقْدِيرِ الْكَرَاهَةِ هَلْ يُثَابُ قَائِلُهَا أَمْ لا ؟\r( فَأَجَابَ ) بِأَنَّ لِقِرَاءَةِ الْفَاتِحَةِ عَقِبَ الدُّعَاءِ بَعْدَ الصَّلَوَاتِ أَصْلا فِي السُّنَّةِ ، وَالْمَعْنَى فِيهِ ظَاهِرٌ لِكَثْرَةِ فَضَائِلِهَا ,\rوَقَدْ قَالَ صلى الله عليه وسلم { فَاتِحَةُ الْكِتَابِ مُعَلَّقَةٌ فِي الْعَرْشِ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ }","part":1,"page":357},{"id":358,"text":"وَفِيهَا مِنْ الصِّفَاتِ مَا لَيْسَ فِي غَيْرِهَا حَتَّى قَالُوا إنَّ جَمِيعَ الْقُرْآنِ فِيهَا وَهِيَ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ كَلِمَةً تَضَمَّنَتْ عُلُومَ الْقُرْآنِ لاشْتِمَالِهَا عَلَى الثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِأَوْصَافِ كَمَالِهِ وَجَمَالِهِ وَعَلَى الامْرِ بِالْعِبَادَاتِ وَالاخْلاصِ فِيهَا وَالاعْتِرَافِ بِالْعَجْزِ عَنْ الْقِيَامِ بِشَيْءٍ مِنْهَا إلا بِإِعَانَتِهِ - تَعَالَى , وَعَلَى الابْتِهَالِ إلَيْهِ فِي الْهِدَايَةِ إلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ , وَعَلَى بَيَانِ عَاقِبَةِ الْجَاحِدِينَ , وَمِنْ شَرَفِهَا أَنَّ اللَّهَ - تَعَالَى - قَسَمَهَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ عَبْدِهِ وَلا تَصِحُّ الْقِرَاءَةُ فِي الصَّلاةِ إلا بِهَا وَلا يَلْحَقُ عَمَلٌ بِثَوَابِهَا وَبِهَذَا الْمَعْنَى صَارَتْ أُمَّ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ , وَأَيْضًا فَلِكَثْرَةِ أَسْمَائِهَا , وَكَثْرَةُ الاسْمَاءِ تَدُلُّ عَلَى شَرَفِ الْمُسَمَّى , وَلانَّ مِنْ أَسْمَائِهَا أَنَّهَا سُورَةُ الدُّعَاءِ وَسُورَةُ الْمُنَاجَاةِ وَسُورَةُ التَّفْوِيضِ وَأَنَّهَا الرَّاقِيَةُ وَأَنَّهَا الشِّفَاءُ وَالشَّافِيَةُ لِقَوْلِهِ صلى الله عليه وسلم { إنَّهَا لِكُلِّ دَاءٍ } وَقَالُوا إذَا عَلَّلْت أَوْ شَكَيْت فَعَلَيْك بِالْفَاتِحَةِ فَإِنَّهَا تَشْفِي .\rفتاوى الامام شهاب الدين أحمد بن أحمد الرملي الشافعي (رحمه الله تعالى)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/591302307559248/\r2657. INILAH DOA 10 HARI TERAKHIR ROMADLON\rPERTANYAAN :\r> Ridwan Herdiansyah\rAssalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh, tumaros kang, pami doa nu biasa di waos di 10 hri terakhir di sasih romadhon kumaha nya ?? minta doa nya ? haturnuhun, wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh\rJAWABAN :\r> Mbah Ceméng\rWA A;AIKUM SALAM","part":1,"page":358},{"id":359,"text":"أسنى المطالب في شرح روض الطالب\rمِنْ (قَوْلِهِ اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُوا عَنِّي) «لِقَوْلِ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَاذَا أَقُولُ قَالَ تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي» رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ صَحِيحٌ\rالبيان في مذهب الإمام الشافعي\rوأما الدعاء فيها: «فقالت عائشة - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا -: يا رسول الله، إن وافقتها.. بم أدعو؟ فقال: \"قولي: اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني»\rالتنبية في الفقه الشافعي\rويستحب أن يكون دعاؤه فيها اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني\r2 رواه الترمذي في كتاب الدعوات باب 84. ابن ماجه في كتاب الدعاء باب 5. أحمد في مسنده \"1/419\".\rوالمستحب أن يقول فيها: اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني لما روت عائشة رضي الله عنها قالت يا رسول الله أرأيت إن وافقت ليلة القدر ماذا أقول؟ قال: \"تقولين اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني2\"\rتحفة المحتاج في شرح المنهاج\r(قَوْلُهُ قَالُوا) أَيْ الْعُلَمَاءُ (وَحِكْمَتُهُ) أَيْ حِكْمَةُ أَفْضَلِيَّةِ الِاعْتِكَافِ فِي الْعَشْرِ الْمَذْكُورِ مُغْنِي وَنِهَايَةٌ قَوْلُ الْمَتْنِ (لِطَلَبِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ) أَيْ: فَيُحْيِيهَا بِالصَّلَاةِ وَالْقِرَاءَةِ وَكَثْرَةِ الدُّعَاءِ وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُكْثِرَ فِيهَا مِنْ قَوْلِ اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي مُغْنِي.\rMemperbanyak membaca \"Allohumma innaka afuwwun karimun tuhibbul afwa fa'fu 'anna\".\rTambahan :\rقد علمتَ من حديث السيّدة عائشة رضي الله تعالى عنها أنه يطلب الدعاء في تلك الليلة بقول:","part":1,"page":359},{"id":360,"text":"«اللهم إنك عفُوٌّ كريمٌ تُحبّ الفعوَ فاعفُ عنِّي»، ويزاد بعده: «(اللهم) إني أسألك العفوَ والعافيةَ والمعافاة الدائمةَ في الدين والدنيا والآخرة»\rلورود ذلك في ليلة القدر كما تقدم عن الونائي فيما يطلب في شعبان.\rوقال الونائي أيضًا: روى ابن عباس مرفوعًا عنه صلى الله تعالى عليه وسلم أنه قال: «من قال لا إله إلا الله الحليمُ الكريمُ، سبحان ربِّ السموات السبع وربِّ العرشِ العظيمِ (ثلاث مرات) كان كمثل من أدرك ليلة القدر» أي من قال ذلك في ليلة يظنها ليلة القدر ولم تكن ليلة قدر، وعمل فيها عملا صالحا فإنه يكون عمله فيها كعمل مثل ذلك في ليلة قدر. وقال صلى الله تعالى عليه وسلم: «من قرأ آية الكرسي ليلة القدر كان أحبّ إلى الله تعالى من أن يختم القرآن في غيرها من الليالي» انتهى.\rهذا، وقد جمع بعضهم دعاء للنصف الآخر من رمضان المعظم، ولا بأس أن يقرأ في جميعه خصوصًا في العشر الأخيرة منه، وهو هذا الدعاء:\rبسم الله الرحمن الرحيم\rالحمد لله رب العالمين، اللهم صلّ على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.\rيا حيُّ يا قيّومُ، يا ذا الجلال والإكرام، اللهم تقبّل منّا صيام شهر رمضان على ما كان فيه من تساهُلنا، وإلا بفضلك تفضّل علينا، اللهم اجعله كفّارةً لما سبق من ذنوبنا، وعصمةً فيما بقي من أعمارنا، وارزُقنا أعمالاً صالحةً ترضَى بها عنّا يا ذا الجلال والإكرام.\r(اللهم) اجعلنا فيه من المقبولين، ولا تجعلنا فيه من المردُودين، ولا من المغضوب عليهم ولا من الضالين (اللهم) تقبله منه، وأعِده علينا أعوامًا بعد أعوام، وسنينَ بعد سنين، مجتمعين غير متفرّقين، راضين غير ساخطين، مغفورًا لنا غير مُذنبين. ربنا تقبل منا إنك حميدٌ مجيدٌ.","part":1,"page":360},{"id":361,"text":"(اللهم) تقبل منا أعمالنا على ما كان فيه من ضعفنا وتقصيرنا (اللهم) وأشركنا في دُعاء الصالحين، واجعل لنا في دعائهم حظّا ونصيبًا برحمتك يا أرحم الراحمين (اللهم) اجعلنا ممن أجزلتَ لهم ليلة القدر، وجعلتها لهم خيرًا من ألف شهرٍ مع عظيم الأجر وكريم الذُّخر، وما كان فيه من برّ وذِكرٍ وشكرٍ، فتقبّله منا وأحسِن قبولنا، وما كان منا من تفريطٍ وتقصير وتضييع فتجاوز عنّا بسعة رحمتك يا أرحم الراحمين.\r(اللهم) استجب دعاءنا واسمع فيه نداءنا وقوِّ أبداننا، ولا ترُتدّ أيدينا صِفرًا إلى نحورنا، برحمتك يا أرحم الراحمين. واعتق رقابنا، ورقاب آبائنا وأمهاتنا من النار، واجعلنا من المتقين الأخيار برحمتك يا عزيزُ يا غفّارُ. وهب (اللهم) لنا سوالف الآثام، وتقبّل منا الصلاة والقراءة والصدقة والصيام والقيام، واعصمنا فيما بقي من الأيام، وأحِلّنا برحمتك دار السلام، ولا تُرِنا قبيحًا بعد هذا المقام، واحشُرنا مع الأولياء البررَة الكرام برحمتك يا أرحم الراحمين {ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا ربنا ولا تحمل علينا إصرًا كما حملته على الذين من قبلنا، ربّنا ولا تُحمِّلنا ما لا طاقة لنا به، واعفُ عنّا واغفر لنا وارحمنا، أنت مولانا فانصُرنا على القوم الكافرين} برحمتك يا أرحم الراحمين، والحمد لله رب العالمين، وصلّى الله تعالى على خير خلقه سيدنا ومولانا محمد وآله وصحبه وسلم. انتهى.\rوقد تطفّلتُ فجمعت دعاء ليقرأ في العشر الأخيرة من رمضان المعظم، خصوصًا في ليالي الأوتار، وضمنته الدعاء الذي مرّ في ليلة النصف من شعبان المطوّل فلخصت منه وزدت عليه، وقدمت الوارد، جامعا بين الأحاديث المتقدمة؛ فأرجو أن يكون مناسبا مقبولا، وفي الحقيقة ليس لي فيه غير الجمع. وكيفيته أن يقول:\rبسم الله الرحمن الرحيم\rالحمد لله رب العالمين، (اللهم) صلّ على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.\rثم يقرأ «آية الكرسي» (ثلاثا)","part":1,"page":361},{"id":362,"text":"ثم «لا إله إلا الله الحليمُ الكريمُ، سبحان الله رب السموات السبع وربّ العرشِ العظيم» (ثلاث مرات).\r(اللهم) إنك عفوٌّ كريمٌ تُحبّ العفوَ فاعفُ عنّي (ثلاثا).\r(اللهم) إني أسألك العفوَ والعافية والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة.\r(اللهم) أحسن عاقبتنا في الأمور كلها، وأجِرنا من خزي الدنيا وعذاب الأخرة، {ربنا آتنا في الدنيا حسنةً وفي الآخرة حسنةً وقنا عذاب النار} وأدخلنا الجنة مع الأبرار، يا عزيزُ يا غفّار (اللهم) إني أسألك أن تتقبّل منا ما عملناه في هذا الشهر الفضيل من الصلاة والصيام والقيام، وكلِّ فعل جميلٍ، وأن تكفِّر عنا السيئات وتُجزِلَ لنا الحسنات، وتجعل حظّنا فيه موفورًا، وسعينا فيه مشكورًا، وتجعلنا من الموفّقين الذين فرّقوا أوقاتهم فيه مع الإخلاص بين صومٍ وسهرٍ، وهيّأتَ لهم لذيذَ المناجاة بصالح الدعوات بين وسط الليل والسحر، وتجعلنا ممن قام بواجباته وسننه واجتهد في عمارة زمنه، وتخلّص من آفات الصوم وفتنه، وأخلص في سرّه وعلنه، وتب علينا فيه توبةً نصوحًا لا ننقُضُ عقدها أبدًا، واحفظنا في ذلك لنكون من جملة السعدَا.","part":1,"page":362},{"id":363,"text":"(اللهم) إن لك في كلِّ ليلة من هذا الشهر عُتقاء من النار فاجعلنا من العتقاء، وأدخلنا الجنة مع الأبرار، واجعلنا من العائدين لأمثاله، المقبولين الفائزين بالنبي وآله، صلى الله تعالى وسلم عليه، وزاده فضلاً وشرفًا لديه (إلهي) تعرّض إليك في هذه الليلة المتعرِّضون، وقصدَك وأمّل معرُوفك وفضلك الطالبون، ورغب إلى جودك وكرمك الراغبون، ولك في هذه الليلة نفحاتٌ وعطايا، وجوائزُ ومواهبُ وهبات تمنّ بها على من تشاء من عبادك، وتخصّ بها من أحببته من خلقك، وتمنع وتحرم من لم تسبق له العناية منك، فأسألك يا الله بأحبّ الأسماء إليك، وأكرِم الأنبياء عليك، أن تجعلني ممن سبقت له منك العناية، وتجعلني من أوفر عبادك وأجزِلِ خلقك خظّا ونصيبا، وقسْمًا وهبة وعطيّة في كل خير تقسمه في هذه الليلة، أو فيما بعدها من نور تهدي به أو رحمةٍ تنشرُها، أو رزقٍ تبسُطُه، أو ضرٍّ تكشفُه، أو ذنبٍ تغفره، أو شدّة تدفعها، أو فتنة تصرفها، أو بلاء ترفعه، أو معافاةٍ تمنّ بها، وعدُوٍّ تكفيه، فاكفني كلّ شرٍّ، ووفِّقني (اللهم) لمكارم الأخلاق، وارزُقني العافية والبركة والسعة في الأرزاق وسلّمني من الرِّجز والشرك والنفاق.","part":1,"page":363},{"id":364,"text":"(اللهم) إنّ لك نسماتِ لُطف إذا هبّت على مريض غفلةٍ شفتهُ، وإن لك نفحات عطف إذا توجهت إلى أسير هوًى أطلقته، وإن لك عنايات إذا لاحظت غريقا في بحر الضلالة أنقذته، وإن لك سعادات إذا أخذت بيد شقيٍّ أسعدته، وإن لك لطائفَ كرم إذا ضاقت الحيلةُ لمذنب وسعته، وإن لك فضائل ونعَمًا إذا تحوَّلت لفاسدٍ أصلحته، وإن لك نظراتِ رحمةٍ إذا نظرتَ بها إلى غافلٍ أيقطته، فهب لي (اللهم) من لُطفك الخفيِّ نسمةً تشفي بها مرضَ غفلتي، وانفَحني من عطفك الوفيّ نفحةً طيبة تُطلقُ بها أسري من وثاقِ شهوتي والحظني واحفظني بعين عنايتك ملاحظةً تُنقذُني بها وتُنجيني بها من بحر الضلالة، وآتني من لدُنك رحمةً في الدنيا والآخرة تبدّلُني بها سعادةً من شقاوةٍ، واسمَع دعائي وعجِّل إجابتي، واقض حاجتي، وعافني، وهب لي من كرمك وجودِك الواسع ما ترزُقني به الإنابة إليك، مع صدق اللجاء وقبول الدعاء، وأهِّلني لقرعِ بابك بالدعاء يا جوّاد، حتى يتصلَ قلبي بما عندك، وتُبَلّغني بها إلى قصدك يا خيرَ مقصودٍ وأكرمَ معبودٍ. ابتهالي وتضرُّعي في طلب معونتك، وأتخذُك يا إلهي مَفزَعًا وملجأ أرفع إليك حاجتي ومطالبي وشكوايَ، وأُبدِي إليك ضُرِّي وأفوّضُ إليك أمري ومناجاتي، وأعتمدُ عليك في جميع أموري وحالاتي.","part":1,"page":364},{"id":365,"text":"(اللهم) إني وهذه الليلة خلقٌ من خلقك فلا تَبلُني (1) فيها ولا بعدها بسوءٍ ولا مكروهٍ ولا تقدّر عليّ فيها معصيةً ولا زلّةً ولا تثبت عليّ فيها ذنبًا، ولا تَبلُني فيها إلا بالتي هي أحسنُ، ولا تزيّن لي جراءةً على محارمك، ولا رُكونًا إلى معصيتك، ولا ميلاً إلى مخالفتك، ولا تركًا لطاعتك، ولا استخفافًا بحقّك، ولا شكًّا في رزقك، فأسألك (اللهم) نظرة من نظراتك، ورحمةً من رحماتك، وعطيّةً من عطاياك اللطيفة، وارزُقني من فضلك، واكفني شرَّ خلقك، واحفظ عليّ دين الإسلام، وانظر إلينا بعينك التي لا تنام وآتنا في الدنيا حسنةً، وفي الآخرة حسنةً، وقنا عذاب النار (ثلاثا).\r(اللهم) إني أسألك من خير ما تعلمُ، وأعوذ بك من شرِّ ما تعلم، وأستغفرُك لما تعلم، إنك أنت علاّم الغيوب. (اللهم) إني أسألك من خير ما تعلم وما لا أعلم، وأستغفرك لما أعلم ولما لا أعلم، (اللهم) إن العلمَ عندك وهو عنّا محجوبٌ، ولا نعلمُ أمرًا فنختارُه لأنفسنا وقد فوّضنا إليك أمورنا، ورفعنا إليك حاجاتنا، ورجوناك لفاقاتنا وفقرنا، فأرشدنا يا الله، وثبتنا ووفّقنا إلى أحبّ الأمور إليك وأحمدها لديك، إنك تحكم بما تشاء، وتفعلُ ما تريد، وأنت على كل شيء قديرٌ، ولا حول ولا قوّة إلا بالله العليّ العظيم، وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين، وسلامٌ على المرسلين والحمد لله رب العالمين.\rالكتاب : كنز النجاح والسرور في الأدعية التي تشرح الصدور\r> Sunde Pati\rSepakat, di akhir sepuluh bulan romadlon disunnahkan memperbanyak doa ini :\rاللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي\rALLOHUMMA INNAKA AFWUN, TUHIBBUL AFWA FA'FU ANNI\rYa Allah engkau adalah maha pengampun, engkau suka pada ampunan maka ampunilah aku\rالمقدمة الحضرمية (ص: 137)","part":1,"page":365},{"id":366,"text":"ويستحب في رمضان التوسعة على العيال والإحسان إلى الأرحام والجيران وإكثار الصدقة والتلاوة والمدارسة للقرآن والاعتكاف لا سيما العشر الأواخر وفيها ليلة القدر ويقول فيها اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني ويكتمها ويحييها ويحيي يومها كليلتها\rLINK DISKUSI\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/626577134031765/\r2674. AMALAN AGAR RUMAH AMAN DARI PENCURI\rPERTANYAAN :\r> Sang Mistikus Cinta\rAssalamu'alaikum, wirid atau aurod apa sajakah yang perlu diamalkan agar rumah dan pekarangn kita tidak dapat ditembus pencuri ??\rJAWABAN :\rMuhajir Madad Salim > Sebelum tidur membaca BASMALAH 21 kali , tidak akan kemalingan... Insyaalloh.\rTimur Lenk > Baca nadzom lam yahtalim qoththu thoha...\rIbnu Al-Ihsany > Baca Rotibul Haddad\rVaris Iey > Baca Dalailul khoirot sa' glondong.\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby\r959 - عَن معَاذ بن عبد الله بن خبيب عَن أَبِيه رَضِي الله عَنهُ أَنه قَالَ خرجنَا فِي لَيْلَة مطر وظلمة شَدِيدَة نطلب رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم ليُصَلِّي بِنَا فأدركناه فَقَالَ قل فَلم أقل شَيْئا ثمَّ قَالَ قل فَلم أقل شَيْئا ثمَّ قَالَ قلقلت يَا رَسُول الله مَا أَقُول قَالَ قل هُوَ الله أحد والمعوذتين حِين تصبح وَحين تمسي ثَلَاث مَرَّات تكفيك من كل شَيْء","part":1,"page":366},{"id":367,"text":"964 - وَعَن أبي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ قَالَ جَاءَ رجل إِلَى النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ يَا رَسُول الله مَا لقِيت من عقرب لدغتني البارحة قَالَ أما لَو قلت حِين أمسيت أعوذ بِكَلِمَات الله التامات من شَرّ مَا خلق لم تَضُركرَوَاهُ مَالك وَمُسلم وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه وَالتِّرْمِذِيّ وَحسنه وَلَفظهمن قَالَ حِين يُمْسِي ثَلَاث مَرَّات أعوذ بِكَلِمَات الله التامات من شَرّ مَا خلق لم تضره حمة تِلْكَ اللَّيْلَةقَالَ سُهَيْل فَكَانَ أهلنا تعلموها فَكَانُوا يَقُولُونَهَا كل لَيْلَة فلدغت جَارِيَة مِنْهُم فَلم تَجِد لَهَا وجعارَوَاهُ ابْن حبَان فِي صَحِيحه بِنَحْوِ التِّرْمِذِيّ\r967 - وَعَن أبان بن عُثْمَان قَالَ سَمِعت عُثْمَان بن عَفَّان رَضِي الله عَنهُ يَقُول قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم مَا من عبد يَقُول فِي صباح كل يَوْم وَمَسَاء كل لَيْلَة بِسم الله الَّذِي لَا يضرمَعَ اسْمه شَيْء فِي الأَرْض وَلَا فِي السَّمَاء وَهُوَ السَّمِيع الْعَلِيم ثَلَاث مَرَّات فلايضره شَيْء وَكَانَ أبان قد أَصَابَهُ طرف فالج فَجعل الرجل ينظر إِلَيْهِ فَقَالَ أبان مَا تنظر أما إِن الحَدِيث كَمَا حدثتك وَلَكِنِّي لم أَقَله يَوْمئِذٍ ليمضي الله قدرهرَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه وَالتِّرْمِذِيّ وَقَالَ حَدِيث حسن غَرِيب صَحِيح وَابْن حبَان فِي صَحِيحه وَالْحَاكِم وَقَالَ صَحِيح الْإِسْنَاد","part":1,"page":367},{"id":368,"text":"976 - وَعَن ابْن عمر رَضِي الله عَنْهُمَا قَالَ لم يكن رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يدع هَؤُلَاءِ الْكَلِمَات حِين يُمْسِي وَحين يصبح اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلك الْعَفو والعافية فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةاللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلك الْعَفو والعافية فِي ديني ودنياي وَأَهلي وَمَالِياللَّهُمَّ اسْتُرْ عوراتي وآمن روعاتياللَّهُمَّ احفظني من بَين يَدي وَمن خَلْفي وَعَن يَمِيني وَعَن شمَالي وَمن فَوقِي وَأَعُوذ بعظمتك أَن أغتال من تحتيقَالَ وَكِيع وَهُوَ ابْن الْجراح يَعْنِي الْخَسْفرَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَاللَّفْظ لَهُ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه وَالْحَاكِم وَقَالَ صَحِيح الْإِسْنَاد\rورويناه في كتاب ابن السني، وقال فيه: \" أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرّ ما خَلَقَ ثَلاثاً لم يضره شئ \" (2)\r231 - وروينا فيه بإسناد ضعيف، عن ابن عباس رضي الله عنهما، أن رجلاً شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه تُصيبُه الآفاتُ، فقال له رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: \" قُلْ إذَا أصْبَحْتَ: بِسْمِ اللَّهِعلى نَفْسِي وأهْلي ومَالي، فإنَّهُ لا يَذْهَبُ لك شئ \"، فقالهنّ الرجلُ فذهبتْ عنه الآفاتُ.","part":1,"page":368},{"id":369,"text":"239 - وروينا في كتاب ابن السني، عن طلق بن حبيب قال: جاء رجلٌ إلى أبي الدرداء فقال: يا أبا الدرداء قد احترق بيتُك، فقال: ما احترق، لم يكن الله عز وجلليفعلَ ذلك بكلمات سمعتهنّ من رسول الله صلى الله عليه وسلم، من قالها أوّل نهاره لم تصبْه مصيبةٌ حتى يُمسي، ومَنْ قالها آخرَ النهار لم تصبْه مصيبةٌ حتى يُصبحَ: \" اللَّهُمََّ أنتَ رَبي لا إِلهَ إِلاََّ أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وأنْتَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، ما شاء الله كان، وما لم يَشأْ لَمْ يَكُنْ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ العَلِيّ العَظِيمِ، أعْلَمُ أنَّ اللَّهَ عَلى كل شئ قدير، وأن الله قد أحاط بكل شئ عِلْماً، اللَّهُمَّ إِني أعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرّ كُلّ دَابَّةٍ أنْتَ آخِذٌ بِناصِيَتها، إنَّ رَبِّي على صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ \".ورواه من طريق آخر، عن رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، لم يقل: عن أبي الدرداء، وفيه: أنه تكرر مجئ الرجل إليه يقول: أدرِك دارَك فقد احترقتْ، وهو يقول: ما احترقتْ لأني سمعتُ النبيَّ صلى الله عليه وسلم يقول: \" مَن قال حين يُصبح هذه الكلمات، لم يُصبه في نفسه ولا أهله ولا ماله شئ يكرهه \"، وقد قلتها اليوم، ثم قال: انهضوا بنا، فقام وقاموا معه، فانتهوا إلى داره وقد احترق ما حولها ولم يصبها شئ \".\r238 - وروينا في كتابي الترمذي وابن السني بإسناد ضعيف، عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \" مَنْ قَرأ (حَم المُؤْمِن) إلى: (إليه المصير) وآيةَ الكُرْسِيّ حِينَ يُصْبحُ حُفِظَ بِهِمَا حتَّى يُمْسِي، وَمَنْ قَرأهُما حِينَ يُمْسِي حُفِظَ بِهِما حَتَّى يُصْبحَ \" (3) .فهذه جملةٌ من الأحاديث التي قصدنا ذكرَها، وفيها كفايةٌ لمن وفّقه الله تعالى، نسألُ اللَّه العظيم التوفيقَ للعمل بها وسائر وجوه الخير.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/571454979543981/","part":1,"page":369},{"id":370,"text":"2762. HUKUM MEMBACA BISMILLAH SAAT MAU MEROKOK\rPERTANYAAN :\r> Radhin El-Maujudy\rAssalamu Alaikum.. Bagaimana Hukumnya membaca Basmalah ketika ingin Merokok, mengingat adanya Khilafiyah dalam hukum merokok.. ada yang Haram, Makroh dann Mubah.. Apakah hukumnya Harom, Makruh, Mubah atau malah mungkin masih mendapat Fadlilahnya.. Mohon jawaban dan Ibarohnya..\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rBISMILLAH semoga bisa membantu, berawal dari hadis :\rأسنى المطالب في شرح روض الطالب - (ج 1 / ص 3)\rكُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فيه بِبَسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ فَهُوَ أَقْطَعُ وفي رِوَايَةٍ بِالْحَمْدِ لِلَّهِ رَوَاهُ أبو دَاوُد وَغَيْرُهُ وَحَسَّنَهُ ابن الصَّلَاحِ وَغَيْرُهُ\rSetiap perkara yang bagus yang tidak diawali dengan BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM maka akan cacat/buntung/kurang barokah, menurut riwayat lain dengan bacaan ALHAMDULILLAH. [HR. Abu Dawud]\rMenurut sependek pengetahuanku AMRIN DZI BALIN/ perkara yang bagus maksudnya adalah perkara yang diperhatikan/penting dalam syariat, jadi hal ini tidak memasukkan perkara haram dan perkara makruh pada dzatiyahnya, sedangkan hukum rokok adalah makruh pada dzatiyyahnya jadi tidak disunnahkan membaca basmalah bahkan malah makruh.\rحفة الحبيب على شرح الخطيب - (ج 1 / ص 40)","part":1,"page":370},{"id":371,"text":"قوله : ( ذي بال ) أي صاحب بال فهو جامد لفظاً مشتق تأويلاً ، ولذلك صح الوصف به ، والبال في الأصل القلب ومنه : ( ويصلح بالهم ) أي قلوبهم ، والمراد به هنا الشأن الذي يهتم له القلب فإطلاق البال عليه من إطلاق اسم المحلّ على الحالّ فيه فالعلاقة المحلية أو المجاورة لمجاورة الشأن الذي يهتم به القلب للقلب ، وعلى كل فالمجاز مرسل . ويصح أن يكون في الكلام استعارة بالكناية حيث شبه الأمر بذي قلب بجامع الاهتمام بكل والاعتناء والشرف ، وأثبت له البال تخييلاً وتنوين بال للتعظيم نحو قوله تعالى : ) وعلى أبصارهم غشاوة } ) البقرة : 7 ) فخرج الحقير كنقل القدم فلا تطلب له البسملة ففيه تخفيف على العباد وصونلاسمه تعالى عن الاقتران بالمحقرات . قال ح ف : يطلق البال على الحال الذي يهتم به شرعاً ، لكنه عام بالنسبة للبسملة ، وأما بالنسبة للحمدلة فهو خاص بالأقوال لأنه لو كان عاماً لاقتضى طلبها عند ابتداء الأكل مثلاً ، مع أن المطلوب الإتيان بها عند آخره اه . لكن قوله خاص بالأقوال يرد عليه الوضوء كما سيأتي أنه يسنّ ابتداؤه بالبسملة والحمدلة .قوله : ( يهتم به ) أي شرعاً بأن لا يكون محرماً لذاته ولا مكروهاً كذلك ، ولا ذكراً محضاً ، ولا جعل الشارع له مبدأ غير البسملة فتحرم على المحرم لذاته كالزنا بخلاف المحرم لغيره كالوضوء بماء مغصوب فتسن وتكره على المكروه لذاته كأكل بصل ونحوه ، بخلاف المكروه لغيره كالوضوء بالماء المشمس فتسنّ ، ولا تطلب للذكر المحض كالتهليل وخرج بالمحض القرآن فتطلب فيه التسمية لاشتماله على القصص والأحكام\rFokus pada :\rقوله : ( يهتم به ) أي شرعاً بأن لا يكون محرماً لذاته ولا مكروهاً كذلك ، ولا ذكراً محضاً ، ولا جعل الشارع له مبدأ غير البسملة فتحرم على المحرم لذاته كالزنا بخلاف المحرم لغيره كالوضوء بماء مغصوب فتسن وتكره على المكروه لذاته كأكل بصل ونحوه\rSedangkan hukum rokok adalah makruh","part":1,"page":371},{"id":372,"text":"(قوله ولا بيع لا منفعة فيه)قيل منه الدخان المعروف لانه لا منفعة فيه بل يحرم استعماله لان فيه ضررا كبيرا وهذا ضعيف وكذا القول بانه مباح والمعتمد انه مكروه بل قد يعتريه الوجوب كما اذا كان يعلم الضرر بتركه وحينئذ فبيعه صحيح وقد تعتريه الحرمة كما اذا كان يشتريه بما يحتاجه لنفقة عياله او تيقن ضرره\rDan tidak sah jual beli yang tidak ada manfaatnya=,,ada yang berpendapat rokok itu termasuk gak sah jual belinya karna termasuk barang yang tidak ada manfaatnya bahkan haram menggunakan/menghisapnya karena adanya dampak negatif dan pendapat ini dianggap lemah/dlo'if.begitu juga pendapat yang menyatakan rokok itu halal juga dianggap dloif/lemah..dan pendapat yang mu'tamad/yang bisa dibuat pegangan yaitu sesungguhnya hukum rokok itu makruh,,bahkan bisa menjadi wajib jika tau kalau meninggalkan rokok bisa berdampak negatif pada dirinya,kalau sudah begitu maka jual beli rokok tadi hukumnya sah..kadang juga hukumnya rokok tadi menjadi haram seperti membeli rokok dengan uang yang seharusnya untuk nafaqoh keluarganya atau ada keyakinan jika merokok akan langsung berdampak negatif pada dirinya. [keterangan dari kitab albajuri juz 1 hal 343 cetakan alhidayah].\rDzi balin itu dzatiyyah amrunnya, ini semoga bermanfaat :\rإعانة الطالبين - (ج 1 / ص 44)\r( قوله تسن التسمية لتلاوة إلخ ) أي ولكل أمر ذي بال أي شأن بحيث لايكون محرما لذاته ولا مكروها لذاته ولا من سفاسف الأمور وليس ذكرا محضا ولا جعل الشارع مبدأ له كما مر معظم ذلك أول الكتاب\rKesimpulan :","part":1,"page":372},{"id":373,"text":"Dari keterangan di atas menurut sependek pengetahuanku membaca basmalah saat mau merokok tidak disunnahkan bahkan hukumnya baca basmalah tersebut makruh. WALLOHU A'LAM.\r> MeDi Al-Murtaja Rohmata Robbi\rBegini, sependek pemahamanku \" dzii baalin \" tidak melulu harus melihat dzatiah nya, tapi lihat sya'nun dan amrun nya juga \" hal / perbuatan \". Memang betul kalau melihat dr keterangan dari Mazz Rofi :\rفتحرم على المحرم لذاته كالزنا بخلاف المحرم لغيره كالوضوء بماء مغصوب فتسن\rPerbuatan zinnah haram tidak...? atau keterangan beliau yang ini :\rوتكره على المكروه لذاته كأكل بصل ونحوه\rMemakan bawang mentah makruh, dan tidak ada alasan sewaktu memakanya karena ada tujuan obat atau lainya, makanya tetap makruh, beda lagi jika memakan nya akan menjadi sunnah / wajib karena ada 'illat, maka akan seperti rokok hukumnya.Rokok memang makruh namun sya'nun nya sudah beda lagi konteks nya / menjadi sunnah or wajib krn jadi obat misal, berbeda jika merokok itu tidak ada 'illat sama sekali.Kita kutif lagi yang ini :\rكالوضوء بماء مغصوب فتسن\rGoshob kan dilarang, tapi sya'nun dlm konteks ini krn untuk ibadah ( berwudhu ) maka baca basmalah nya sunnah : فتسن.\rDan saya kutif ta'rif dzii baalin dari kang sunde :","part":1,"page":373},{"id":374,"text":"فإطلاق البال عليه من إطلاق اسم المحلّ على الحالّ فيه فالعلاقة المحلية أو المجاورة لمجاورة الشأن الذي يهتم به القلب للقلب ، وعلى كل فالمجاز مرسل . ويصح أن يكون في الكلام استعارة بالكناية حيث شبه الأمر بذي قلب بجامع الاهتمام بكل والاعتناء والشرف ، وأثبت له البال تخييلاً وتنوين بال للتعظيم نحو قوله تعالى : ) وعلى أبصارهم غشاوة } ) البقرة : 7 ) فخرج الحقير كنقل القدم فلا تطلب له البسملة ففيه تخفيف على العباد وصونلاسمه تعالى عن الاقتران بالمحقرات . قال ح ف : يطلق البال على الحال الذي يهتم به شرعاً ، لكنه عام بالنسبة للبسملة\rSepemahaman saya di atas tidak menjelaskan tentang dzatiahnya tapi haal nya. Dan ditambah dari keterangan kang Ghufron bahwa hukum asal baca basmalah ketika ingin merokok adalah makruh dan bisa sunah karena sesuatu hal/ 'aridli.[dari kitab 'ianah 1 /3]. WaAllau'alam. Mohon dikoreksi.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/517945888228224/\r2830. PENYUSUN SHALAWAT ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIKA AN TUSHOLLIYA...DST\rPERTANYAAN :\r> Jion Tarjiono\rMau tanya tentang siapakah penyususn sholawat ini dan keistimewaan sholawat ini :\rاَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ بِكَ اَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ سَائِرِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلىَ آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ اَجْمَعِيْنَ وَاَنْ تَغْفِرَ لِيْ مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِيْ فِيْمَا بَقَى يَا اَرْحَمَ الرَاحِمِين\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rDalam Kitab Kanzunnajaah Wassuruur karya Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds halaman 15-16","part":1,"page":374},{"id":375,"text":"(وهذه فوائد) لأهل النهايات، وتفيد أهل البدايات؛ (الأولى) في أشياء تفيد في العام؛ منها دعاء أول العام وذكر ما تقدم. (وذكره شيخنا وشيخ مشايخنا رحمه الله تعالى في سفينته أيضا، وقال: ذكره بعضهم عن الإمام حجة الإسلام محمد الغزالي قدس الله تعالى سرَّه قال: كنت بمكة المشرّفة في أول يوم من سنة جديدة من سني الهجرة طائفًا بالبيت الحرام، فخطر في نفسي أن أرى الخَضِرَ عليه السلام في ذلك اليوم، وألهمني الله سبحانه وتعالى الدعاء؛ فدعوت الله تعالى أن يجمع بني وبينه في ذلك اليوم، فما فرغت من دعائي حتى ظهر لي الخضر عليه السلام في المطاف، فجعلت أطوف معه وأفعل فعله، وأقول قوله حتى فرغ من طوافه وانقضى؛ فجلست مشاهدًا للبيت الشريف، ثم التفت إليّ وقال: يا محمد، ما الذي دعاك إلى سؤال الله عزّ وجلّ ليجمع بيني وبينك في هذا اليوم بهذا الحرم الشريف؟، فقلت: يا سيدي، هذه سنة جديدة، وأحببت أن أتأسى بك في إقبالها بشيء من تعبُّداتك وتضرُّعاتك، قال: أجل، ثم قال: فاركع بركوع تام. فقمت وصليت ما أمرني به؛ فلما فرغت من ذلك قال: فادعُ بهذا الدعاء المأثور الجامع للخيرات والبركات، وهو هذا\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (اَللّهُمَّ) إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِيْنَ وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِي فِيْما بَقِيَ يَا أَرْحَم الرَّاحِمِيْنَ","part":1,"page":375},{"id":376,"text":"اَللّهُمَّ هَذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةُ لَمْ أَعْمَلْ فِي ابْتِدَائِهَا عَمَلًا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى غَيْرَ تَضَرُّعِيْ إِلَيْكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُوَفِّقَنِيْ لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ مِنَ الْقِيَامِ بِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ وَأَلْزِمْنِيَ الْإِخْلَاصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ فِيْ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ إِتْمَامَ ذَلِكَ عَلَيَّ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ، اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا وَأَمَانَهَا وَسَلَامَتَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْرِهَا وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا وَأَرْغَبُ إِلَيْكَ أَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِيَ الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ ، وَدُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ وَتُوَفِّقَنِيْ فِيْهَا إِلَى مَايُرْضِيْكَ عَنِّيْ فِيْ مَعَادِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحنَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ\rDari riwayat diatas diketahui bahwa sholawat tersebut merupakan 'piwulang' dari Nabi Khadhir 'alaihissalaam' kepada Imam Ghazali....\rSholawat tersebut juga termaktub dalam Rotibul Kubro lil Quthb Al Habib Thoha yang ditulis kembali oleh dzurriyah beliau, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Wallaahu A'lam.\r> Alif Jum'an Azend","part":1,"page":376},{"id":377,"text":"اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِينَ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِي فِيمَا بَقِيَ.ذكر هذه الصلاة العلامة السيد أَحمد دحلان في مجموعته وذكر معها صلاة سيدنا شمس الدين الحنفي السابقة بعد ذكره الصلاتين المتقدمتين لسيدي أحمد البدوي رضي الله عنه. قال ينبغي أن يشتغل المريدون في توسطهم بالصيغة المنسوبة لسيدي العارف بالله تعالى الشيخ إبراهيم المتبولي أو بالصيغة المنسوبة لسيدي الشيخ شمس الدين الحنفي. وقد ذكر الإمام الشعراني لهاتين الصيغتين من الأسرار والعجائب ما لا يدخل تنحت حصر ولا ينبغي لنا أن نطيل بتعداد ذلك واللبيب تكفيه الإشارة. وقال الشيخ المتبولي وددت أنها لا تخرج من لسان مسلم انتهت عبارة السيد أحمد دحلان ووجدت هذه الصلاة في بعض المجاميع منسوبة إلى سيدي إبراهيم المتبولي رضي الله عنه وقد كتب تحتها أن سيدنا ومولانا بحر الشريعة والحقيقة ومجدد معالم الطريقة الذي أجمعت الأمة المحمدية على ولايته وجلالة قدره الشيخ عبد الوهاب الشعراني رضي الله عنه ونفعنا بعلومه، قال وددت أن كل من أعرفه من أصحابي وأحبابي يواظب على هذه الصلاة وكفى بهذا القول من هذا الأستاذ دليلاً على زيادة فضل هذه الصلاة وكثرة نفعها وصاحبها سيدي إبراهيم المبتولي هو شيخ الوارث المحمدي الشيخ على الخواص شيخ سيدي عبد الوهاب الشعراني وقد ترجمه في طبقات الأولياء بترجمة حافلة قال في أولها كان من أصحاب الدوائر الكبرى في الولاية ولم يكن له شيخ إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم وكان يرى النبي صلى الله عليه وسلم كثيراً في المنام فيخبر بذلك أمه فتقول يا ولدي إنما الرجل من يجتمع به في اليقظة فلما صار يجتمع به في اليقظة ويشاوره على أموره قالت له الآن قد شرعت في مقام الرجولية ثم قال وكان يقول وعزة","part":1,"page":377},{"id":378,"text":"ربي ما رأيت في الأولياء أكبر فتوة من سيدي أحمد البدوي رضي الله عنه ولذلك وآخى بيني وبينه رسول الله صلى الله عليه وسلم ولو كان هناك من هو أكبر فتوة منه لآخى بيني وبينه وذكر له كرامات كثيرة منها أنه كان يسأل الفقراء القاطنين عن أحوالهم ويباسطهم فرأى يوماً شخصاً منهم كثير العبادة والأعمال الصالحة والناس منكبون على اعتقاده فقال يا ولدي مالي أراك كثير العبادة ناقص الدرجة لعل والدك غير راض عنك فقال نعم فقال تعرف قبره فقال نعم فقال اذهب بنا إلى قبره لعله يرضى. قال الشيخ يوسف الكردي فوالله لقد رأيت والده خرج من القبر ينفض التراب عن رأسه حين ناداه الشيخ، فلما استوى قائماً قال الشيخ الفقراء جاؤوا شافعين تطيب خاطرك على ولدك هذا فقال أشهدكم أني قد رضيت عنه فقال ارجع مكانك فرجع وقبره بالقرب من جامع شرف الدين برأس الحسينية في مصر انتهى.\rhttp://rohaniyate4.forumaroc.net/t51-topic\rIni lah doa yang diajarkan Nabi Khidir – semoga salam tetap atasnya – kepada Al-Imam Al-Ghozzali – semoga Allah meridhoinya dan memberi kita manfaat dengan berkatnya – di Masjidil harom untuk dibaca pada awal tahun baru hijriyyah, setelah salat sunnah dua rakaat. Inilah doanya:","part":1,"page":378},{"id":379,"text":"بسم الله الرحمن الرحيماَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِيْنَ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي مَا مَضَى وَتَحْفَظَنِيْ فِيْمَا بَقِيَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ هَذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةٌ، لَمْ أَعْمَلْ فِي ابْتِدَائِهَا عَمَلاً يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى غَيْرَ تَضَرُّعِيْ إِلَيْكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُوَفِّقَنِيْ إِلَيْكَ لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي مِنَ الْقِيَامِ لِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ، وَأَلْزِمْنِي اْلإِخْلاَصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ فِي عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ إِتْمَامَ ذَلِكَ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا وَأَمْنَهَا وَسَلاَمَتَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا. وَأَرْغَبُ إِلَيْكَ أَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِي الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ، وَدُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ، وَتُوَفِّقَنِيْ فِيْهَا إِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنِّي فِي مَعَادِيْ، يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌ، وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.","part":1,"page":379},{"id":380,"text":"Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah aku mohon kepada-Mu dengan (Nama)-Mu agar Kau senantiasa mengaruniakan salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan seluruh para nabi dan rasul serta keluarga mereka dan para sahabat mereka semuanya. Dan agar Kau mengampuniku atas dosa yang telah lalu dan memeliharaku pada yang tersisa dari umurku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang. Ya Allah inilah tahun baru telah datang dan aku tidak mengerjakan amal apapun dalam permulaan tahun ini kecuali tadhorru’ku kepadaMu, maka aku mohon kepadaMu agar Kau memberiku pertolongan untuk melaksanakan segala yang membuatMu ridho kepadaku, berupa kewajibanku untuk taat kepadaMu, dan tetapkanlah dalam diriku ikhlas untuk mencari ridhoMu dalam menyembahMu. Ya Allah aku memohon kepadaMu kebaikan tahun yang akan datang ini baik keberkahannya, kemudahannya, keamanannya, dan keselamatannya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan tahun ini, penyimpangannya, kesulitannya, ketakutannya, kebinasaannya. Dan aku berharap kepadaMu agar Kau dalam tahun ini menjagaku, menjaga agamaku yang mana itulah peganganku, menjaga duniaku yang mana disitu aku hidup sekarang, dan semoga Kau sudi menolongku untuk melaksanakan segala yang membuatMu ridho kepadaku di akhirat kelak, wahai Yang Maha Dermawan diantara para dermawan, Wahai Yang Maha Penyayang diantara pera penyayang. Semoga Allah Yang Maha Tinggi tetap melimpahkan salawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan atas seluruh keluarga dan","part":1,"page":380},{"id":381,"text":"para sahabat beliau.Doa mereka di dalam surga adalah “Maha Suci Engkau Ya Tuhanku”, penghormatan mereka di dalamnya adalah: “Semoga keselamatan atasmu”, akhir doa mereka adalah: “Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”. [ Sumber : http://muhalibaraqbah.blogspot.com/ ]\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb./permalink/65068776162070","part":1,"page":381}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (47)","lvl":1,"sub":0}]}