{"pages":[{"id":1,"text":"9\r1426. SIKAP MAKMUM KETIKA IMAM MENAMBAH ROKAAT SHOLAT\rPERTANYAAN :\rK'conk Huri Hura\rAssalamualaikum.... Mau nanya, ginie ceritanya imam sholat'a sudah sampai 2 roka'at dan sya shlat'a bru 1 rka'at,,,langsung ketika imam sdah smpai 4 roka'at, imam menambah jadi 5 roka'at .. Nah.. yang saya tanyakan apa yang saya lakukan ...Apa ikut imam atau duduk menunggu imam ... ? Monggho ...\rJAWABAN :\r> Uponk Sgr Ulilalbab\rBila imam menambah rakaat / ke 5 . maka ma'mun tidak boleh mengikuti imam walau ma'mum tadi dari awalnya ketinggalan satu rakaat.. ! bagi ma'mum boleh menungguh imam di dalam tahiyat atau ma'mum mufarokoh.\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Sikap yang diambil makmum saat mengetahui secara pasti penambahan rokaat oleh imamnya adalah :\r?…Boleh memisahkan diri dari imamnya\r?…Boleh menanti imamnya pada duduk tahiyyat\r?…Bagi makmum masbuq yang tidak mengetahui penambahan tersebut andaikan ia mengikuti imamnya berdiri maka rokaat yang ia jalani juga terhitung baginya.\rمسألة): إذا قام الإمام لخامسة وتحقق المأموم ذلك لم تجز له متابعته موافقاً كان أو مسبوقاً، ويجوز حينئذ مفارقته وانتظاره، وإن لم يعلم المسبوق أنها خامسة فتابعه فيها حسبت له.","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"[ MASALAH ] Bila Imam shalat berdiri untuk mengerjakan rakaat kelima dan makmum yakin akan hal tersebut, maka tidak boleh baginya mengikuti imamnya baik ia menjadi makmum muwaafiq (makmum yang mendapati bacaan fatihah bersama imamnya dirakaat pertama) atau menjadi makmum masbuq. Dan boleh baginya saat demikian memisahkan diri dari imam atau menantinya (dalam duduk tahiyyah).Bila makmum masbuq tidak mengetahui bahwa yang dikerjakan imam adalah rokaat yang kelima kemudian ia mengikuti imamnya maka rokaatnya juga terhitung baginya. [ Ghoyah Talkhish al-Muraad Hal. 101 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/389449394411208/\r1430. SHALAT JAMAAH DI MASJID BAGI WANITA\rPERTANYAAN :\rJauhar Nur Lathiefah\rAssalaamu alaikum... Apa hukumnya perempuan cantik pergi kemasjid untuk melakukan sholat berjamaah, sehingga menimbulkan fitnah ?\rJAWABAN :\r> Ilman Nafi'an\rDi makruhkan bagi wanita menghadiri jama'ah di masjid jika menimbulkan syahwat(fitnah) atau tidak menimbulkan syahwat tetapi memkai perhiasan, wangi2n yang dapat menarik perhatian lawan jenis dan haram bagi wanita mghadiri jama'ah di masjid tanpa izin waliya,suamiya,tuanya yang di sertai di takutkanya timbulya fitnah. Kesimpulannya:\r- makruh,baik menimbulkan syahwat ataupun tidak jika mmakai hiasan2 atau wangi2n yang dapat menarik perhtian lwan jenis.\r- haram,jika mghadiri jama'ah di masjid tanpa izin wali,suami,atau tuanya (sayid) yang di sertai di kuatirkanya timbulya fitnah.\r[ Lihat i'anatut tholibin 1/5, hasyiyah al bajuri 1/193 ]\r> Masaji Antoro","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"Wa'alaykumsalam. SHALAT JAMAAH BAGI WANITA DIMASJID\r• Bila tanpa seizin wali atau suami dan dikhawatirkan terjadi fitnah baik darinya atau kepadanya maka haram\r• Bila dengan izin namun ia termasuk wanita yang masih menimbulkan pesona syahwat maka makruh\r• Bila sudah tidak menimbulkan syahwat namun ia berhias atau memakai wewangian maka juga makruh\r• Bila dengan izin dan dia tidak menimbulkan pesona syahwat, tidak berhias, memakai wewangian maka boleh.\rوخرج بالذكر المرأة فإن الجماعة لها في البيت أفضل منها في المسجد لخبر لا تمنعوا نساءكم المسجد وبيوتهن خير لهن نعم يكره لذوات الهيئات حضور المسجد مع الرجال لما في الصحيحين عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء لمنعهن المسجد كما منعت نساء بني إسرائيل ولما في ذلك من خوف الفتنة وعبارة شرح م ر ويكره لها أي للمرأة حضور جماعة المسجد إن كانت مشتهاة ولو في ثياب بذلة أو غير مشتهاة وبها شيء من الزينة أو الريح الطيب وللإمام أو نائبه منعهن حينئذ كما له منع من تناول ذا ريح كريه من دخول المسجد ويحرم عليهن بغير إذن ولي أو حليل أو سيد أوهما في أمة متزوجة ومع خشية فتنة منها أو عليها اه\rDikecualikan dari orang lelaki adalah wanita sesungguhnya jamaah baginya dirumah lebih utama ketimbang jamaahnya dimasjid berdasarkan hadits “Janganlah kalian cegah wanita-wanitamu ke masjid namun rumah-rumah mereka lebih utama bagi mereka”.","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Namun dimakruhkan bagi wanita yang memiliki ‘tingkah’ menghadiri masjid bersama lelaki berdasarkan hadits dalam shahih bukhori muslim dari ‘Aisyah ra ia berkata “Seandainya Rasulullah SAW melihat yang terjadi pada perkembangan para wanita niscaya beliau mencegah mereka kemasjid sebagaimana dicegahnya wanita-wanita kaum bani Israel karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah didalamnya”.\rDalam redaksi pada kitab Syarh ar-Romli dituturkan “Dan makruh bagi wanita menghadiri jamaah dimasjid bila ia termasuk wanita yang menimbulkan pesona syahwat meskipun dengan memakai pakaian sehari-hari, atau bila ia wanita yang tidak menimbulkan pesona syahwat namun dia berhias atau aroma wewangian dan bagi seorang Imam atau naib (penggantinya) harus bertindak dengan mencegah mereka saat dalam kondisi demikian, sebagaimana baginya melarang masuknya aroma tidak sedap yang memasuki masjid.\rDan haram bagi wanita melakukaanya bila tanpa seizin wali, suami atau majikannya atau seizin suami dan majikannya bila ia sahaya yang telah dinikahkan dan disertai timbulnya fitnah darinya atau kepadanya. [ ”I’aanah at-Thoolibiin II/5 ].\rويكره لذوات الهيئات حضور المسجد مع الرجال ويكره للزوج والسيد والولي تمكينهن منه لما في الصحيحين عن عائشة رضي الله تعالى عنها لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء لمنعهن المسجد كما منعت نساء بني إسرائيل ولخوف الفتنة أما غيرهن فلا يكره لهن ذلك ويندب لمن ذكر إذا استأذنه أن يأذن لهن إذا أمن المفسدة لخبر مسلم إذا استأذنتكم نساؤكم بالليل إلى المسجد فأذنوا لهن فإن لم يكن لهن زوج أو سيد أو ولي ووجدت شروط الحضور حرم المنع","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"“Dan makruh bagi wanita menghadiri jamaah dimasjid bersama kaum lelaki dan juga makruh bagi suami, majikan dan wali memberikan kesempatan pada mereka berdasarkan shahih bukhori muslim dari ‘Aisyah ra ia berkata “Seandainya Rasulullah SAW melihat yang terjadi pada perkembangan para wanita niscaya beliau mencegah mereka kemasjid sebagaimana dicegahnya wanita-wanita kaum bani Israel karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah didalamnya”.Sedang bagi selain mereka maka tidak makruh berjamaah dimasjid.\rDan sunah bagi orang tersebut diatas saat memberi idzin padanya bila dipastikan aman dari timbulnya fitnah berdasarkan hadits “Bila wanita-wanita kalian meminta izin dimalam hari kemasjid maka berilah izin mereka”. Bila mereka tidak memiliki suami, majikan atau wali dan syarat-syarat ketentuan diatas telah terpenuhi maka haram melarang kehadiran mereka kemasjid. [ Mughni al-Muhtaaj I/230 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/389635174392630/\r> Abdullah Afif\rBoleh, tapi yang lebih utama di rumah.\rأما النساء والخناثى فبيوتهن أفضل لهن\rAMMAA ANNISAA`U WALKHUNAATSAA FABUYUUTAHUNNA AFDHALU LAHUNNAAdapun wanita dan khuntsa maka rumah mereka lebih utama bagi mereka. (Minhajul Qawim / Hawasyi Madaniyyah 2/5).\rImam Abu Dawud dalam Kitab Sunannya (juz I halaman 137, nomor 567, Daar al Fikr) meriwayatkan sebuah hadits\rعن ابن عمر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تمنعوا نساءكم المساجد وبيوتهن خير لهن","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"Dari Ibnu Umar, berkata, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:Janganlah kamu menghalang-halangi perempuan-perempuan kamu (ke) masjid-masjid Dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/428403980515749/\r1549. MEMBERI WAKTU UNTUK MENUNGGU MAKMUM TERLAMBAT\rPERTANYAAN :\rFahmi Auliya Tsani\rAssalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh..Dear, all PISS-KTB member..Mau tanya masalah salat wajib. Misalkan, saya sedang salat dhuhur/asar sendirian kemudian saya tahu ada orang yang makmum kepada saya. Posisi, saya sudah selesai baca fatihah dan surat pendek (hampir rukuk) kemudian orang tersebut makmum ke saya. Pertanyaannya, salahkah jika saya memberi sedikit waktu kepada orang tersebut untuk paling tidak baca fatihah? Atau saya langsung saja melanjutkan gerakan salat saya yaitu ke rukuk?Terima kasih atas jawaban dari teman-teman... :)\rJAWABAN :\r> Raden Mas NegeriAntahberantah\rSementara dapet yang ini :\rوكره له تطويل وإن قصد لحوق آخرين\r\"MAKRUH baginya (imam) memperpanjang sholatnya, meski bertujuan supaya orang laen bisa menyusulnya\" [ ~ fathul mu'in 2/14 ~ ].\rAda yang ini juga,\rويسن لإمام ومنفرد انتظار داخل محل الصلاة مريدا الاقتداء به في الركوع والتشهد الأخير لله تعالى بلا تطويل وتمييز بين الداخلين ولو لنحو علم وكذا في السجدة الثانية ليلحق موافق تخلف لإتمام فاتحة لا خارج عن محلها وأن صغر المسجد ولا داخل يعتاد البطء وتأخير الإحرام إلى الركوع بل يسن عدمه زجرا له\rSUNNAH menanti orang yang baru masuk sholat yang bermaksud untuk bermakmum di saat :\r- RUKUK & TASYAHUD AKHIR,","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"- juga pada SUJUD KEDUA agar makmum muwafik bisa menyempurnakan fatihahnya,\rHal ini dilakukan dengan syarat\r- hanya KARENA ALLAH TA'ALAA,\r- TIDAK BOLEH MEMANJANG2KAN dan juga MEMBEDA2KAN ORANG YANG MASUK.\rTIDAK SUNNAH menanti :\r?…ORANG YANG DI LUAR TEMPAT SHOLAT, meski MASJIDNYA KECIL,\r?…juga orang yang MEMANG KEBIASAAN LAMBAT dan MENGAKHIRKAN TAKBIRATUL IHRAM sampe waktunya RUKUK. bahkan TIDAK MENANTINYA adalah SUNNAH untuk memberi palajaran baginya. [~ fathul mu'in 2/12-13 ~].\r> Imam Syafi'i\rMaaf sedulur sedulur yang dtanyakan: Posisi, saya sudah selesai baca fatihah dan surat pendek (hampir rukuk) sementara ibarotnya:\rفي الركوع والتشهد الأخير\r> Raden Mas NegeriAntahberantah\rMenurut sepemahaman saya, pada kasus diatas ... maka lanjutkan saja RUKUK, dan tunggu sekedarnya (sampai sekiranya makmum bisa mengikuti rukuknya) ...\r> Imam Syafi'i\rBetul kang, ibarot fathul Wahhab:\rوإلا أي وإن كان الانتظار في غير الركوع والتشهد الآخر أو فيهما وأحس بخارج عن محل الصلاة أو لم يكن انتظاره لله كالتودد إليهم واستمالة قلوبهم أو بالغ في الانتظار أو ميز بين الداخلين كره\rBerarti makruh, yang pernah saya baca yaitu ketika Nabi ruku' datanglah Jibril meletakkan sayapnya, sehingga beliau tidak bangkit2 dari ruku' sehingga Ali bin Abu Thalib datang dan bermakmum. Ali bin Abi Thalib terlambat datang lantaran ditengah jalan didepannya ada orang tua yang sedang berjalan . Dia tidak berani mendahului orang tua tersebut karena menghormatinya.... Riwayat di atas, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam 'menunggu' sayyidinaa Ali dalam ruku' ...\rWallaahu A'lamu Bis Showaab","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/347775651911916/\r1557. IMAM MEMBACA SURAT, APA YANG DILAKUKAN MAKMUM\rPERTANYAAN :\rHalimah Tussya'dyah Binti Ihsan\rAssalamu'alaikum.. poro yai/member piss mohon diterangkan.. jika IMAM membaca surah panjang stelah fatikhah tapi ma'mum tidak bisa menirunya... lalu apa yang harus dibaca sama ma'mum ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rBagi ma'mum sunnah mendengarkan bacaan imam, jika ma'mum menirukan bacaan imam maka makruh.\r> Ibnu Abihi","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"قال الله تعالى: وَإِذا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (204)أي إذا قرأ أيّ قارئ غيركم فاستمعوا له سماع تدبر وتذكر.واللام في قوله لَهُ قيل: إنها لام الأجل، وقيل: إنّها صلة، والمعنى فاستمعوه، وقيل: إنّها بمعنى (إلى) .والإنصات السكوت يقال: نصت وأنصت إذا سكت وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ أي لكي تفوزوا بالرحمة التي هي أقصى ما تبتغون.وقد وردت الآية هكذا عامة في وجوب الاستماع والإنصات عند قراءة القرآن في كل الأحوال، وعلى جميع الأوضاع خارج الصلاة وداخلها، كلّ ذلك يجب فيه الاستماع والإنصات للقرآن الكريم إذا قرئ.وقد اختلف العلماء في الحكم إذا كان الناس خلف الإمام هل يجب عليهم الاستماع والإنصات، ويسقط عنهم فرض القراءة، أم لا يجب عليهم؟ بل عليهم أن يقرؤوا سواء في ذلك جهريّة الإمام وسرّيته، أو ذلك خاص بالسرية دون الجهرية.ذهب الحنفية إلى أنّ المأموم لا يقرأ خلف الإمام مطلقا جهرا كان يقرأ الإمام أو سرا.وذهب جماعة إلى أنّ المأموم يقرأ إذا أسرّ الإمام، ولا يقرأ إذا جهر، وهو قول عروة بن الزبير والقاسم بن محمد والزهري ومالك وابن المبارك وأحمد.وذهب الشافعي رضي الله عنه فيما رواه المزني عنه إلى أن المأموم يقرأ مطلقا أسرّ الإمام أو جهر، وروى البويطي عنه أنّه يقرأ في السرية أمّ القرآن، ويضم السورة، وفي الجهرية أمّ القرآن فقط.قال الآلوسي: والمشهور عند الشافعي أنّه لا سورة للمأموم الذي يسمع الإمام في جهرية، بل يستمع، فإن بعد بأن لم يسمع، أو سمع صوتا لا يميز حرفه، أو كانت سرّيّة قرأ في الأصح.تلك هي آراء العلماء في قراءة المأموم خلف الإمام\rتفسير آيآت الأحكام : الأعراف 204\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"Bagi makmum disunahkan untuk mendengarkan bacaan ayat al qur'annya imam dalam shalat jahriyyah (bacaanya keras) setelah selesai membaca al fatihahnya. Disunahkan bagi imam atau munfarid membaca ayat al qur'an sdang makmum tidak ikut membacanya mlainkan di sunahkan mendengarkan bacaan imamya dalam shalat jahr(isya,subuh dan maghrib), berdsarkan firman allah : \"ketika dibacakan al-qur'an maka dengarkanlah\"\rHukum mendgarkan bacaan al qur'an ada beberap pendapat :\r- qoul mu'tamd,hukumya sunah\r- qil(dlo'if) yang di perkuat oleh imam al fariqi dalam fawaidul muhadzab hukumya wajib.\rNamun, jika makmum ikut membacaya di belakang imam maka ada 2 pndapat:\r- hukumya di makruhkan menurut qoul mu'tamad\r- hukumya haram,menurut pendapat lain\r[ i'anatut tholibin 1/150 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/413578165331664/\r1559. SHOLAT AWAL WAKTU ATAU SHOLAT BERJAMAAH YANG LEBIH UTAMA\rPERTANYAAN :\rDidahSyahidah MojanxsParahyangan AsliSundavisan\rAssalaamu'aikum wr.wb....manakah yang lebih utama ?\r- shalat awal waktu, atau\r- shalat berjama'ah ? jika tidak bisa dilakukan kedua-duanya. .\rJAWABAN :\r> Zayyan Buronan Kyai\r- Sunnah hukumnya menyegerakan solat pada awal waktunya.. afdolul a'mali assolat liawwali waqtiha......amal yang paling jos tuh solat pada awal waktunya...\r- Juga sunnah mengakhirkan solat...ketika :\r1.…Yaqin bisa solat jamah...walau terlalu parah lewati batas ukuran waktunya,,,asal tidak menyempitkan waktu (gak bisa solat dengan sempurna pada waktu pelaksanaan ADA <haram>)","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"2.…Punya dzon (perkiraan kuat) bisa solat jamaah tuh boleh ngahirin waktu solat pada awal waktu nya (sunah) jika penga ahiran nya tidak berlebihan secara adat...tapi jika masih ragu,,,bisa jamaah jika ngahirin waktu awal gak??? tidak boleh tuh...jamaah sedikit pada awal waktu itu lebih utama,,dari jamaah pada ahir waktu...jadi jamaah saja lah.\r> Khodim Piss-ktb II\rWa’alaikum salam. Benar seperti penjabaran Zayyan Buronan Kyai. Namun I’anah Thalibin terlalu panjang, saya ambilkan di Fathul Mu’in yang lebih ringkas.\rالكتاب: فتح المعين ص119( فرع ) يندب تعجيل صلاة ولو عشاء لأول وقتها لخبر أفضل الأعمال الصلاة لأول وقتها وتأخيرها عن أوله لتيقن جماعة أثناءه وإن فحش التأخير ما لم يضق الوقت ولظنها إذا لم يفحش عرفا لا لشك فيها مطلقا\r“Disunnahkan menyegerakan shalat meskipun itu pada shalat Isya, mengingat sebuah hadits: ‘Lebih utamanya amal shalat adalah pada awal waktu’. Disunnahkan pula mengakhirkan shalat dari awal waktu karena telah yakin akan mendapatkan shalat jama’ah di pertengahan waktu sekira tidak membuat masa shalat nantinya terlalu sempit. Sunah mengakhirkan ini juga karena telah ada dugaan kuat akan tidak berlebihannya masa mengakhirkan tersebut. Tidak disunahkan mengakhirkan shalat ketika masih ragu adanya jama’ah di keadaan masa apapun”. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/422001921155955/\r1570. MAKMUM MASBUQ MENGGANTIKAN IMAM YANG BATAL\rPERTANYAAN :\rFahmi Auliya Tsani","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"Assalamu'alaikum wr wb. Ada prtanyaan titipan : Misal ada 1 pria 1 wanita salat jama'ah. Kemudian ada makmum masbuq pria gabung mulai rekaat ke 2. Di rokaat ke 3 sang imam batal. Apakah salat jama'ah bisa dilanjutkan dengan makmum pria maju menggantikan imam ? Kalau boleh, rakaatyna ikut yang mana ? Karena dia seblumnya adalah makmum masbuq. Suwun atas jawabane. :-)\rJAWABAN :\r> Hasanul Zain\rWa'alaikum salam wr wb... sependek pengetahuan saya dalam kasus seperti di atas makmum masbuq laki-laki tadi boleh menggantikan imam yang bathal dan masalah roka'at bagi makmum boleh langsung salam setelah roka'atnya lengkap atau menunggu imam salam dalam posisi tasyahhud akhir...\r> Dewan Masjid Assalaam\rSetuju Kang Zain, dengan tambahan bahwa menunggu imam lebih utama daripada langsung menyelesaikan shalatnya sendiri. Maksudnya, kita langsung mengikuti gerakan imam hingga jumlah rakaat kita sempurna, setelah itu menunggu imam menyempurnakan rakaatnya dalam posisi tasyahhud akhir. Misal shalat 4 rakaat, setelah imam awal batal si masbuq yang jadi imam tadi baru 2 rakaat sedang makmum si wanita sudah 3 rakaat, maka si makmum wanita mengikuti imam masbuq pada rakaat ke-3 imam alias rakaat ke-4 si wanita, setelah sujud ke-2 tentu si imam berdiri untuk rakaat ke-4 nya, nah si wanita karena sudah lengkap 4 rakaat ia tidak ikut berdiri tetapi menunggu imam dalam posisi tasyahhud untuk kemudian salam bersama2..\r:فا?ن كان الخليفة ما?موما جاز استخلافه مطلقا ويراعى المسبوق نظم الا?مام فا?ذا فرغ منه قام وا?شار ليفارقوه او ينتظروه وهو ا?فضل","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Jika imam pengganti itu dari makmum (muwafiq ataupun masbuq) maka boleh penggantian tersebut secara mutlaq (maksudnya di rakaat berapapun boleh). Dan jika imam penggantinya masbuq, maka ia harus tetap menjaga gerakannya sesuai imam yang lama, hingga saat ia selesai dari meneruskan imam lama maka ia berdiri dan memberi isyarat agar para makmum mufarroqoh (dan menyelesaikan shalat mereka sendiri) atau mereka menunggu si imam pengganti (untuk kemudian salam bersama-sama), dan yang demikian lebih utama. [ Umdatussalik bab Shalat Jamaah dengan penjelasan dari syarah Anwarul Masalik ].\rKalau imam penggantinya bukan dari makmum, semisal orang yang baru datang, maka boleh ia diangkat sebagai pengganti jika penggantian tersebut ada di rakaat pertama saja atau dan rakaat ke-3 jika shalatnya yang berjenis 4 rakaat.\r> Fahmi Auliya Tsani\rMisalkan si makmum masbuq tadi belum tahu saat ini sudah rakaat ke berapa bagaimana? Karena di situ tertulis gerakan sesuai imam yang lama.\r> Dewan Masjid Assalaam\rPersis seperti kelanjutan ibaroh di atas :\rوا?ن جهل نظم الا?مام راقبهم فان همّوا بالقيام قام والا قعد، وان كان الخليفة غير ما?موم جاز فى الاولى وفى الثالثة من الرباعية لا فى الثانية والرابعة","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Dan jika makmum pengganti (yang masbuq) tidak tahu gerakan imam maka ia mengikuti kecenderungan gerakan makmum, jika para makmum tampak mau berdiri maka ia berdiri jika tidak (makmum tak tampak hendak berdiri) maka ia (si imam) duduk. Dalam syarahnya, jika imam lama memberi tahu posisi rakaatnya maka imam pengganti boleh berpedoman pada pemberitahuan itu.Kalau imam penggantinya bukan dari makmum, semisal orang yang baru datang, maka boleh ia diangkat sebagai pengganti jika penggantian tersebut ada di rakaat pertama saja atau dan rakaat ke-3 jika shalatnya yang berjenis 4 rakaat, tidak boleh jika di rakaat ke-2 atau ke-4. Yang demikian itu jika para makmum tidak mengubah niat bermakmumnya kepada yang baru, jika mereka mengubah niatnya maka boleh.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/387386974617450/\r1585. MAKMUM MASBUQ KETIKA MENJUMPAI IMAM DALAM KEADAAN RUKUK\rPERTANYAAN :\rOigabus Preman Insaff\rAssalamualaikum. . nanya ni mengenai sholat ! ketika jamaah dalam keadaan ruku lalu ada masbuq datang langsung ikut ruku , apakah sang masbuq sudah terhitung 1 rokaat ??? Kata temen ane itu dihitung 1 rokaat. . Afwan fiqh ane kedodoran...\rJAWABAN :\rAgriela Agriell\rWa'alaikum salam wr.br..,","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"مسئلة) المسبوق إذا أدرك اخر صلاة الامام فهو أول صلاته فليوافق الامام وليبن عليه وليقنت فى الصبح فى اخر صلاة نفسه وإن قنت مع الامام وإن أدرك مع الامام بعض القيام فلا يشتغل بالدعاء وليبدأ بالفاتحة وليخففها فان ركع الامام قبل تمامها وقدر على لحوقه فى اعتداله من الركوع فليتم فان عجز وافق الامام وركع وكان لبعض الفاتحة حكم جميعها فتسقط عنه بالسبق وإن ركع الامام وهو فى السورة فليقطعها وإن أدرك الامام فى السجود أو التشهد كبر للاحرام ثم جلس ولم يكبر بخلاف ما إذا أدركه فى الركوع فانه يكبر ثانيا فى الهوى لأن ذلك انتقال محسوب له والتكبيرات للانتقالات الأصلية فى الصلاة لا للعوارض بسبب القدوة ولا يكون مدركا للركعة مالم يطمئن راكعا فى الركوع والامام بعد فى حد الراكعين فان لم يتم طمأنينته إلا بعد مجاوزة الامام حد الراكعين فاتته تلك الركعة_\rKalo datngnya menjumpai imam sedang rukuk , dan ia langsung mengikuti grakan imam, maka masih terhitung 1 rekaat. sedangkan jika datangnya menjumpai imam setelah rukuk maka tidak terhitung 1 rekaat dan ia wajib menambah setelah selesai salam sebanyak rekaat yang ditinggalkan. Jika tuma'nina sempurna berSama imam Maka bilanglah 1 raka't bgnx... Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/424661850889962/\r1623. IMAM HENDAKNYA MEMPERHATIKAN KEMASLAHATAN MAKMUM\rPERTANYAAN :\rAvansa AlLif\rMENJADI imam sholat waktu melaksanakan sholat apkah juga memperhatikan kemaslahatn ma'mumnya / bagaimana ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Dalam Shalat berjamaah, Imam hendaknya mengetahui kondisi makmumnya, bila makmumnya pendatang yang ikut berjamaah di masjid tersebut, para pegawai buruh, para sahaya dan wanita-wanita yang telah bersuami janganlah memperpanjang bacaan-bacaan shalatnya, bila makmumnya memang orang-orang yang tertentu maka sunnah baginya memperpanjang bacaan shalatnya.\r(مسألة : ك) : يسن التطويل للمنفرد كإمام محصورين بمسجد غير مطروق لم يطرأ غيرهم ، وقد رضي الجميع لفظاً بتطويله ولم يتعلق بهم حق كأجراء عين على عمل ناجز وأرقاء ومزوّجات حسبما أراد ما لم يضق الوقت فحينئذ يقتصر في دعاء الافتتاح على : وجهت وجهي إلى وأنا من المسلمين ، ثم يقرأ الفاتحة بعد التعوذ ، ثم سورة من قصار المفصل في الفروض الخمسة المتكررة حيث طلبت ، أما ما لا يتكرر كصبح الجمعة فيقرأ فيه : {الم السجدة} {وهل أتى} كغيره مما ورد فيه سورة معينة ، ويقتصر على ثلاث تسبيحات في الركوع والسجود ، ويقول في الاعتدال بعد التسميع : ربنا لك الحمد حمداً كثيراً طيباً مباركاً ، فيه ملء السموات وملء الأرض وملء ما بينهما ، وملء ما شئت من شيء بعد ، وفي الجلوس بين السجدتين : رب اغفر لي إلى واعف عني ، وفي الدعاء بعد التشهد الأخير ، والصلاة على النبي على أقل منهما اهـ","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"Disunahkan memanjangkan bacaan shalat sesuai yang dikehendaki asal tidak hingga sempit waktunya shalat bagi orang yang shalat sendirian seperti halnya imam bagi jamaah yang tertentu pada suatu masjid yang tidak sering dikunjungi oleh orang lain selain jamaah yang biasanya, yang semuanya rela dipanjangkan bacaan shalatnya dan tidak memiliki kewajiban lain seperti para pegawai upahan yang tengah bekerja, para sahaya dan para wanita-wanita yang telah bersuami,Bila demikian adanya maka ringkaslah bacaan-bacaan dalam shalat seperti ini :\r?…Saat doa Iftitah ringkaslah pada bacaan WAJJAHTU WAJHIYA hingga WA ANA MINAL MUSLIMIIN\r?…Kemudian bacalah surat al-Fatihah setelal membaca Ta’awwudz\r?…Saat membaca Surat setelah al-Fatihah bacalah surat-surat yang pendek kecuali pada shalat-shalat tertentu yang memang terdapat anjuran membaca surat pada al-Quran secara khusus seperti pada shalat shubuh dihari jumat yang dianjurkan membaca surat ALIF LAAM MIIIM AS-SAJDAH dan HAL ATAA\r?…Saat ruku’ dan sujud bacalah Tasbih hanya tiga kali\r?…Saat I’tidal setelah membaca SAMI’A ALLAAH bacalah ROBBANAA LAKA AL-HAMDU HAMDAN KATSIIRAN THOYYIBAN MUBAAROKAN FIIHI MIL-U ASSAMAAWAATI WA MIL-UL AL-ARDHI WA MIL-U MAA BAINAHUMAA WA MIL-U MAA SYI’TA MIN SYAIIN BA’DU\r?…Saat duduk diantara dua sujud bacalah ROBBI IGHFIRLI hingga kalimat WA’FU ‘ANNII\r?…Saat doa setelah Tasyahhud akhir dan membaca shalawat bacalah yang palingkas diantara keduanya. [ Bughyah al-Mustarsyidiin I/89 ].","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"ويسن للصبح طوال المفصل وللظهر قريب منها وللعصر والعشاء أوساطه إن كان مقيما منفردا أو إمام قوم محصورين راضين بالتطويل أما المسافر فإنه يقرأ في صلاته كلها بالكافرون والإخلاص وأما المأموم فلا يسن له شيء من ذلك وأما إمام غير المحصورين ومثله إمام المحصورين غير الراضين بالتطويل فيسن له التخفيف\rDan disunahkan saat shalat shubuh membaca surat-surat panjang yang bersambung, saat shalat dhuhur surat-surat yang pendek darinya, saat shalat ashar dan isyak surat-surat yang sedang-sedang (tidak panjang dan tidak pendek) bila ia adalah orang muqim yang shalat sendirian atau menjadi imam bagi jamaah tertentu yang rela dipanjangkan bacaannya didalam shalatnya.Sedang bila ia musafir maka bacalah disetiap shalat yang dikerjakannya surat al-kafirun dan al-Ikhlas, bagi makmum tidak disunahkan membaca surat apapun.Sedang bagi Imam bagi jamaah yang tidak tertentu begitu juga makmum bagi jamaah tertentu namun tidak suka dengan bacaan surat panjang maka disunahkan bagi imam membaca surat seringan mungkin. [ Nihaayah az-Zain I/65 ].\rCATATAN :\r( قوله وإمام محصورين ) أي جماعة محصورين قال البجيرمي والمراد بالمحصورين من لا يصلي وراءه غيرهم ولو ألفا كما قاله شيخنا\rYang dimaksud Imam bagi jamaah tertentu adalah Imam bagi kaum yang tidak ikut jamaah kecuali hanya kaum tersebut meskipun jumlah mereka seribu, demikian menurut al-Bujairamy. [ I’aanah at-Thoolibiin I/146 ]. Wallaahu A'laamu Bis Showaab.\r1625. BOLEH MENGGANTIKAN IMAM MESKI BUKAN MAKMUMNYA\rPERTANYAAN :\rSayyidul Istighfar","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Jika kita berjama'ah, posisi tepat di belakang Imam pada shaf pertama.pada saat raka'at pertama kita niat mufarraqah ( memisahkan diri dari imam) sebab menurut pemahaman makmum, bacaan Imam dalam al Fatihah salah.maka makmum yang sudah mufarraqah, menyelesaikan sholatnya sendiri di tempat pendiriannya semula,pada saat raka'at ke dua, Imam berhadast dan keluar dari jama'ah. Pertanyaannya : Apakah boleh makmum yang sudah mufarraqah di belakang Imam tersebut mengantikan posisi Imam, menginggat makmum tersebut sudah mufarraqah pada raka'at pertama...mohon Ilmunya para Kiayi dan assatidz semua....\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rPengganti imam boleh walaupun bukan orang yang jadi ma'mum. [ Ianah 2/97 ].\r> Nur Hasyim S. Anam\rوالثاني: وهو ما إذا وقع الاستخلاف في غير الجمعة، يجوز مطلقاً؛ سواء كان الخليفة مقتدياً بالإِمام قبل أن تبطل صلاته أم لا، لكنهم يحتاجون لنية الاقتداء به في الثانية إن خالف الإِمام في ترتيب صلاته، بأن استخلف في الثانية أو في الأخيرة، فإن لم يخالفه في ذلك، بأن استخلف في الأولى أو في ثالثة الرباعية، فلا يحتاجون لنية الاقتداء،","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"Dan yang kedua adalah mengganti imam yang terjadi di selain shalat jum'at. Hukumnya boleh secara mutlaq baik orang itu bermakmum sebelum imam batal atau tidak.Tapi bila yang mengganti imam itu dalah orang yang tidak bermakmum kepada imam, maka seluruh jama'ah wajib berniat jadi makmum kepada orang itu jika memang si imam pengganti urutan shalatnya tidak sama dengan imam, Misalnya jika dia mengganti imam pada rakaat kedua atau rakaat terakhir. Namun jika imam pengganti itu urutan shalatnya sama dengan imam, semisal jika dia mengganti pada rakaat pertama atau rakaat ketiga (shalat yang 4 rakaat) maka jamaahnya tidak wajib niat jadi makmum kepada orang itu. [ i'anatut tholibin juz 2/97 ]. Wallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/430764943612986/\r1660. HUKUM MENJAWAB BACAAN IMAM KETIKA SHALAT\rPERTANYAAN :\rOchid Avverous\rAssalamu'alaikum... apa hukum iia menjawab imam yang membaca alaysallohu bi ahkamil haakimiin dengan jawaban balaa wa anaa djalika minasyahidiin\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam wr.wb\rاذا وجدت كل اية دعا # نبينا فسن ذاك خاشعا\rApabila engkau membaca ayat,dimana Nabi kita tlah berdoa didalamnya,maka disunahkan lah kita untuk melakukannya dengan khusu'\rمتى انتهيت كل سورة اتت # فادع لما من الحديث قد ثبت\rKetika engkau selesai pada ahir surat-surat tertentu,maka berdoalah sesuai hadis yang telah ada\rفي الملك و القيامة التين اعلمن # و المرسلات هل اتاك فاختمن\rDiantaranya adalah diahir surat al mulk,alqiyamah,attin,al-mursalat,hal ataka (al ghosiyah)\r> Mbah Jenggot II","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"ويسن سؤال الرحمة بنحو: \"اللهم إغفر أو إرحم\" عند قراءة أية رحمة, والإستعاذة بنحو: \"اللم أعذنى من النا\" عند قراءة آية عذاب, والتسبيح آية التسبيح, وعند آخر والتين, وآخر القيامة أن يقول:\"بلى وإنا على ذلك من الشاهدين\", وعند آخر المرسلات :\"آمنا بالله\", يفعل ذلك كله من الإمام والمنفرد لقراءة نفسه, والمأموم لقراءة إمامه أو نفسه حيث لم يسمع قراءة إمامه وغير المصلى لكل قراءة سمعها.\rDan disunahkan meminta rahmat dengan berucap semisal : “Ya Allah ampunilah, Ya Allah rahmatilah” ketika membaca ayat rahmat. Dan disunahkan meminta perlindungan dengan berucap semisal : “Ya Allah, selamatkanlah aku dari api neraka” ketika membaca ayat adzab, bertasbih ketika membaca ayat tasbih, dan ketika membaca akhir dari surat at-tin dan akhir surat al-Qiyamah agar membaca: (“Ya, dan kami atas hal itu termasuk para saksi,) dan pada akhir surat al-Mursalat agar membaca : (“Kami beriman kepada Allah”.)disunahkan agar melakukan hal tersebutt masing-masing imam dan orang yang shalat sendiri karena mendengar bacaannya agar melakukan ssemua yang tersebut tadi, dan seorang makmum karena bacaan imamnya atau karena mendengar bacaannya sendiri apabila dia tidak mendengar bacaan imam, dan bagi orang yang tidak shalat apabila mendengar setiap bacaan yang ia dengar. [ Busyrol karim juz I hal 77 ].\rMinhajul qowim hal 40 :\rفَتَنْقَطِعُ الْفَاتِحَةُ باِلسُّكُوْتِ الطَّوِيْلِ إِنْ تَعَمَّدَهُ أو إِنْ طَان يَسِيْرًا وَقَصَدَ بِهِ قَطْعَ الْقِرَأَةِ وَبِالذِّكْرِ إِلاَّ إِنْ كَانَ نَاسِيًا وَإِلاَّ إِذَا سُنَّ فىِ الصَّلاَةِ كَالتَّأْمِيْنِ وَالتَّعَوُّذِ وَسُؤَالِ الرَّحْمَةِ وسجود التلاوة لقراءة إمامه والرد عليه.","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"(والتعوذ) من العذاب وسؤال الرحمة عند قراءة آياتهما منه أو من إمامه, وقوله بلى عند سماعه \"أليس الله بأحكم الحاكمين\".\rMaka bacaan fatihah itu terputus dengan diam yang lama apabila dia melakukannya dengan sengaja atau sebentar akan tetapi dia berniat memutus bacaan, dan juga terputus dengan dzikir kecuali apabila dia lupa. Apabila tidak, maka tidak apa-apa selagi dzikir tersebut termasuk dzikir yang disunahkan didalam shalat seperti membaca amin, ta’awwud, meminta rahmat, sujud tilawah karena bacaan imam dan menjawabinya.\rUcapan pengarang (والتعوذ) : artinya berlindung dari adzab (وسؤال الرحمة ) meminta rahmat, tatkala membaca ayat-ayat adzab atau ayat rahmat dari bacaannya sendiri atau bacaan imamnya. Adapun ucapannya (بلى) itu tatkala mendengar ayat :\rأليس الله بأحكم الحاكمين.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/382094141813400/\r1687. POSISI IMAM WANITA DALAM SHOLAT JAMA'AH\rPERTANYAAN :\rIda Layyinah\rAssalamualaikum...para ustadz/dzah bade tanglet tentang sholat jamaah yang semuanya perempuan, posisi imam lurus ma makmum atau lebih maju ? matur nuwun\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rالسنة أن تقف إمامة النساء وسطهن ، لما روي أن عائشة وأم سلمة أمتا نساء فقامتا وسطهن\rAS SUNNAH AN TAQIFA IMAAMATUNNISAA` WASTHAHUNNA, LIMAA RUWIYA ANNA 'AA`ISYAH WA UMMA SALAMAH AMMATAA NISAA`AN FAQAAMATAA WASTHAHUNNA\rSunnahnya Imam wanita berdiri ditengah mereka, karena diriwayatkan sesungguhnya Aisyah dan Hafshah mengimami wanita, keduanya berdiri ditengah mereka. [ al Muhadzdzab / al Majmu' 4/254 ].\rKesimpulan:","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Jika jama'ah perempuan : IMAM perempuan dengan MAKMUM perempuan (satu) formasinya sama dengan Imam laki-laki dengan makmum laki-laki (satu), yaitu posisi makmum berada disebelah kanan Imam mundur sedikit, Ta'birnya :\rفإن لم يحضر إلا امرأة فقط وقفت عن يمينها أخذا مما تقدم في الذكور\r[ Sumber : Hasyiya Syabramallisi 2/195 ].\rTapi jika makmumnya lebih dari satu, maka ada khilaf, ada yang mengatakan sunnah sejajar dan ada pula yang mengatakan sunnah maju sedkit\rالمعروف من كلامهم كما بينته في الأصل أن إمامة النساء يندب لها مساواة المؤتمات بها\rYang diketahui dari KALAAMIHIM (ucapan mereka/ ulama/ ashaab) sebagaimana telah saya jelaskan dalam kitab asal / hasyiyah Kubra bahwasanya Imam perempuan disunnahkan bagi makmum -makmum perempuan supaya sejajar dengannya\rلكن في حواشي المنهج للشوبري ما نصه مع تقدم يسير بحيث تمتاز عليهن\rAkan tetapi dalam Hawasyil Manhaj lisysyaubari, teksnya, beserta maju sedikit yang sekiranya imam perempuan dibedakan dari makmum-makmum perempuan. [ Sumber : Al Hawaasyi al Madaniyyah 2/21 ]. Wallaahu Alam\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/439798792709601/\r1706. MELURUSKAN SHAF DALAM SHALAT BERJAMA'AH\rPERTANYAAN :\rFahim Ciersev","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"Assalamu'alaikum wr wb. Mau ndrek tanglet:, bagaimanakah hukum nya merapatkan shof dalam sholat berjama'ah? bagaimanakah sholat kita ketika didepan atau disamping kita shof nya bolong ? saya pernah melihat. ketika dalam berjama'ah ada satu ma'mun yang sendirian di belakang. kemudian makmum yang di depan nya ada yang mundur 1 orang. (mungkin istilah nya tuk nyandingi) mengapa ada yang mundur ? dan apakah maksud dan tujuan nya ? minta penjelasan nya (maaf sya orang awam jadi mungkin bahasa nya kurang pas) terimakasih, wassalamu'alaikum.\rMaaf,, maw tanya lagi. terkadang ada yang berkata. merapatkan shof kan sunnah. ga wajib. bagaimana kalu begitu ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rWa`alaikum salam. Apabila barisan shaf depan masih terdapat tempat kosong, dia sunah menerobos masuk ke dalam barisan shaf. Namun jika shaf depannya rapat, disunahkan menarik jama’ah di depannya untuk membuat barisan shaf baru. Dan bagi jama’ah yang ditarik tersebut sunah ikut mundur.\r? حاشية البجيرمي على الخطيب الجزء 2 صحـ : 136 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"وَكُرِهَ لِمَأْمُومٍ انْفِرَادٌ عَنْ صَفٍّ مِنْ جِنْسِهِ بَلْ يَدْخُلُ الصَّفَّ إنْ وَجَدَ سَعَةً وَلَهُ أَنْ يَخْرِقَ الصَّفَّ الَّذِي يَلِيْهِ فَمَا فَوْقَهُ إلَيْهَا لِتَقْصِيرِهِمْ بِتَرْكِهَا وَلاَ يَتَقَيَّدُ خَرْقُ الصُّفُوفِ بِصَفَّيْنِ كَمَا زَعَمَهُ بَعْضُهُمْ وَإِنَّمَا يَتَقَيَّدُ بِهِ تَخَطِّي الرِّقَابِ اْلآتِيْ فِي الْجُمُعَةِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ سَعَةً أَحْرَمَ ثُمَّ بَعْدَ إحْرَامِهِ جَرَّ إلَيْهِ شَخْصًا مِنْ الصَّفِّ لِيَصْطَفَّ مَعَهُ وَسُنَّ لِمَجْرُوْرِهِ مُسَاعَدَتُهُ قَوْلُهُ ( مُسَاعَدَتُهُ ) أَيْ لِيَنَالَ مَعَهُ فَضْلَ الْمُعَاوَنَةِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى مَعَ حُصُولِ ثَوَابِ صَفِّهِ الَّذِيْ كَانَ فِيهِ ِلأَنَّهُ لَمْ يَخْرُجْ مِنْهُ إلاَ لِعُذْرٍ اهـ حَجّ و س ل\rMemang betul, merapatkan shof ada fadhilahnya tersendiri, bukankah kalau urusan dunia kita ingin yang sempurna ? kenapa urusan ibadah tidak ? bahkan menurut imam Romli shof tidak teratur tidak mengurangi fadhilah jamaah hanya menghilangkan keutamaan shof saja.\rنهاية المحتاج إلى شرح المنهاج الجزء 2 صحـ : 193 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"وَسُئِلَ الشِّهَابُ الرَّمْلِيُّ عَمَّا أَفْتَى بِهِ بَعْضُ أَهْلِ الْعَصْرِ أَنَّهُ إذَا وَقَفَ صَفٌّ قَبْلَ إتْمَامِ مَا أَمَامَهُ لَمْ تَحْصُلْ لَهُ فَضِيلَةُ الْجَمَاعَةِ هَلْ هُوَ مُعْتَمَدٌ أَوْ لاَ فَأَجَابَ بِأَنَّهُ لاَ تَفُوتُهُ فَضِيلَةُ الْجَمَاعَةِ بِوُقُوفِهِ الْمَذْكُورِ وَفِي ابْنِ عَبْدِ الْحَقِّ مَا يُوَافِقُهُ وَعِبَارَتُهُ لَيْسَ مِنْهُ كَمَا يُتَوَهَّمُ صَلاَةُ صَفٍّ لَمْ يَتِمَّ مَا قَبْلَهُ مِنْ الصُّفُوفِ فَلاَ تَفُوْتُ بِذَلِكَ فَضِيلَةُ الْجَمَاعَةِ وَإِنْ فَاتَتْ فَضِيلَةُ الصَّفِّ انْتَهَى وَعَلَيْهِ فَيَكُونُ هَذَا مُسْتَثْنًى مِنْ قَوْلِهِمْ مُخَالَفَةُ السُّنَنِ الْمَطْلُوبَةِ فِي الصَّلاَةِ مِنْ حَيْثُ الْجَمَاعَةُ مَكْرُوهَةٌ مُفَوِّتَةٌ لِلْفَضِيْلَةِ اهـ\rأَقِيْمُوْا الصُّفُوْفَ وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِيَ وَسَدُّوْا الخَلَلَ، وَلَيِّنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتِ لِلشَّيْطَانِ، وَ مَنْ وَصَلَ صَفَّا وَصَلَهُ اللَّه وَ مَنْ قَطَعَ صَفَّا قَطَعَهُ اللَّهُ\r“Luruskanlah shaf rapatkan antara bahu-bahu, Isilah sela-sela yang kosong dan lenturkanlah dengan tangan-tangan saudara kamu, janganlah kamu meninggalkan tempat kosong untuk syaithan, barang siapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya, dan barang siapa yang memutuskan shaf, maka Allah akan memutuskannya\". ( HR Ahmad ).\rوَمَا مَنْ خُطْوَةِ أَحَيَّ إِلَى اللَّه مَنْ خُطْوَةٍ يَمْشِيْهَا الأْعَبْدُ يَصِلُ بِهَا صَفَّا\rTidak ada langkah yang dilalui oleh hamba yang lebib disukai Allah melebihi langkah untuk menyambung shaf (barisan). (HR Abu Dawud, )\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/450337764989037/\r1718. IMAM BERTAYAMMUM SEDANG MAKMUM BERWUDHU'","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"PERTANYAAN :\rBoylora Peace Aswaja\rAss... mau tanya nich bagaimana hukumnya orang yang bertayammum ketika sholat menjadi imam ?, orang bertayammum tadi sang makmum udah tahu padahal sang imam itu membersihkan hadastnya dengan bertayaamum sedangkan makmum berwuduk normal dengan air, ws\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Ulama berbeda pendapat, sebagian menyatakan boleh dan sebagian lagi menyatakan makruh.\rواختلفوا في إمامة المتيمم المتطهرين بالماء فقالت طائفة ذلك جائز إذ لا فرق بين الطهارتين في أن كل واحد منهما طهارة كاملة وفعل ذلك ابن عباس وهو جنب متيمم وخلفه عمار بن ياسر في نفر من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وبه قال ابن المسيب والحسن وعطاء والزهري وحماد ومالك وسفيان وأحمد وإسحاق وأبو ثور والنعمان ويعقوب\rواحتج أحمد بفعل ابن عباس وكرهت طائفة أن يؤم المتيمم المتوضى\rPara pakar Fiqh berbeda pendapat dalam menjadi imamnya orang yang bersuci memakai tayammum atas orang yang bersuci memakai air (wudhu), sebagian golongan menyatakan BOLEH sebab antara kedua sarana bersuci diatas adalah jenis bersuci yang sempurna sebagaimana apa yang pernah dikerjakan oleh Ibn Abbas saat beliau junub dan bertayammum dan bermakmum padanya Ammar Bin Yaasir dalam golongan jamaah para sahabat Nabi SAW, pernyataan yang menyatakan boleh ini selaras dengan pendapat Ibn Musayyib, al-Hasan, ‘Athoo, az-Zuhry, Hammaad, Maalik, Sufyan, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Nu’maan dan Ya’qub. Imam Ahmad berdalih dengan kejadian yang dialami oleh sahabat Ibn Abbas ra. Dan sebagian golongan Ulama Fiqh lainnya menyatakan makruh. [ Al-Awsaath Fi as-Sunan wa al-Ijmaa’ I/174 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/452889978067149/\r1724. MAKMUM MUWAFIQ DAN BACAAN FATIHAHNYA\rPERTANYAAN :\rSu Kakov\rAssalamu 'alaikum wr Wb. K I S A H N Y A T A : Tadi saya sholat Isya', dan saya mendapati imam sudah hampir selesai bacaan suratnya, setelah imam sempurna bacaan ayatnya (fatehah saya belum rampung), namun yang dibaca imam ternyata surat Al-Qodar yang disitu ada Ayat Al-Sajadah (yang sunat sujud ketika membacanya), dan si imam melakukan sujud sajdah/Tilawah, setelah itu dia kembali berdiri tegak dan membaca surat lagi (ini dilakukan dalam satu rokaat). P e r t a n y a a n :\r1. Saya disebut Makmum Muwafiq apa Masbuq.?\r2. Sebagian Surat Fatehah yang saya baca, apakah dianggap.?\rArtinya sekembalinya imam dari sujud sajadah/Tilawah, saya cukup melanjutkan sisa Fatehah yang saya baca, atau harus mengulang dari awal lagi.? Terima kasih atas tanggapan dan jawabannya.\rJAWABAN :\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rJika makmum saat berdiriya imam tidak mendapatkan waktu yang sekiranya cukup untuk membaca al fatihahya maka ia disebut makmum masbuq. Tapi, jika ia mendapati berdirinya imam dan mendapatkan waktu yang cukup untuk membaca al fatihahya maka ia disebut makmum muwafiq. [ silahkan lhat di i'anah 2/34-35 ].\r> Mazz Rofii\rوإن وجد الإمام في القيام قبل أن يركع وقف معه، فإن أدرك معه قبل الركوع زمنا يسع الفاتحة بالنسبة للوسط المعتدل فهو موافق، فيجب عليه إتمام الفاتحة ويغتفر له التخلف بثلاثة أركان طويلة كما تقدم.\rوإن لم يدرك مع الإمام زمنا يسع الفاتحة فهو مسبوق يقرأ ما أمكنه من الفاتحة، ومتى ركع الإمام وجب عليه الركوع معه.\r[ Nihayatuzain halaman 122 ].","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"Kasus ini malah waktu bgun dari sujud tilawah malah cukup untuk baca fatihah karena surat nya masih panjang........... jadi jawaban kita sepakati makmum muwafiq .\r> Dewan Masjid Assalaam\rTidak perlu mengulang dan tinggal melanjutkan bacaan Fatihah yang sudah dibaca.\rويجب ترتيبها وتواليها، فان سكت فيها عمدا وطال او قصر وقصد قطع القراءة او خلّلها بذكر او قراءة من غيرها ممّا ليس من مصلحة الصلاة انقطعت قراءته ويستا?نفها، وان كان من مصلحة الصلاة كتا?مينه لتا?مين امامه او فتحه عليه اذا غلط او سجوده لتلاوته ونحوها او سكت او ذكر ناسيا لم تنقطع\rDan wajib membaca fatihah secara tartib (berurutan) dan muwalah (berkelanjutan). Bila :\ra. diam lama dalam fatihah secara sengaja atau\rb. tidak lama tetapi bermaksud memutus bacaan atau\rc. menyelingi fatihah dengan dzikir atau\rd. menyelingi dengan bacaan lain yang tidak termasuk maslahat shalat\rMAKA TERPUTUSLAH BACAAN FATIHAH DAN IA HARUS MENGULANG DARI AWAL.\rBila terputusnya fatihah disebabkan :\r1. Sesuatu yang merupakan maslahat shalat seperti :\ra. Bacaan AAMIIN makmum karena imam membaca AAMIIN atau\rb. Bantuan makmum (mengingatkan) saat imam lupa dalam bacaan atau\rc. sujud tilawah makmum bersama imam atau\rd. hal-hal lain semacamnya (misal dzikir memohon rahmat atau perlindungan saat mendengar bacaan imam tentang rahmat atau adzab)\r2. Diam atau membaca dzikir secara tak disengaja (lupa), MAKA TIDAK TERPUTUS BACAAN FATIHAHNYA (artinya tak perlu diulang). [ Umdatussalik wa 'uddatunnasik bab Sifat Shalat ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/403001966389284/\r1737. BOLEHKAH MEMBACA AL-FAATIHAH BARENG DENGAN IMAM\rPERTANYAAN :","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"Abd Somad NurHasan MJ\rAssalaamualaikum wr wb, Banyak terjadi sholat tarawih di kampung2 setelah baca Al Fatihah imam hanya baca satu ayat seperti yaasiin atau alif laam miim, sehingga banyak makmun yang tidak sempat baca Al Fatihah. bagaimana solusi nya, apa boleh bagi makmun membaca al Fatihah bersama imam?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rBaca fatihahnya bareng imam jika baca fatihahnya bareng imam makmum masih kalah cepet maka Boleh langsung melakukkan ruku’ bersama imam walaupun bacaan Fatihahnya belum selesai. ( apabila waktu yang digunakan imam untuk membaca Fatihah dan surat tidak mencukupi untuk digunakan membaca Fatihah oleh makmum.)\r? نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج الجزء 2 صحـ : 227 مكتبة دار الفكر( قَوْلُهُ وَإِلاَّ فَمَسْبُوقٌ ) أَيْ فَيَرْكَعُ مَعَهُ وَتُحْسَبُ لَهُ الرَّكْعَةُ وَمِنْ ذَلِكَ مَا يَقَعُ لِكَثِيْرٍ مِنْ اْلأَئِمَّةِ أَنَّهُمْ يُسْرِعُونَ الْقِرَاءَةَ فَلاَ يُمْكِنُ الْمَأْمُومَ بَعْدَ قِيَامِهِ مِنْ السُّجُودِ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ بِتَمَامِهَا قَبْلَ رُكُوعِ اْلإِمَامِ فَيَرْكَعُ مَعَهُ وَتُحْسَبُ لَهُ الرَّكْعَةُ وَلَوْ وَقَعَ لَهُ ذَلِكَ فِي جَمِيعِ الرَّكَعَاتِ فَلَوْ تَخَلَّفَ ِلإِتْمَامِ الْفَاتِحَةِ حَتَّى رَفَعَ اْلإِمَامُ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ أَوْ رَكَعَ مَعَهُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ قَبْلَ ارْتِفَاعِهِ عَنْ أَقَلِّ الرُّكُوعِ فَاتَتْهُ الرَّكْعَةُ فَيَتْبَعُ اْلإِمَامَ فِيمَا هُوَ فِيهِ وَيَأْتِيْ بِرَكْعَةٍ بَعْدَ سَلاَمِ اْلإِمَامِ اهـ\rWallaahu A'laamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/451357798220367/\r1771. BERMAKMUM KEPADA ANAK YANG BELUM BALIGH\rPERTANYAAN :\rPreman Ponten","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Assalamu'alaikum, numpang tanya poro yai dan ustadz...... sahkah sholat kita bermakmum pada seorang yang belum baligh? mohon pencerahannya, matur nuwun sebelumnya......\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-syafi'i\rWa'alaykum salam, Sholatnya sah, berdasarkan keterangan berikut :\rو يصح اقتداء البالغ بالصبي و الحر بمن فيه رق\rنهاية الزين 130\rDan sah bermakmumnya orang yang baligh dengan anak kecil, serta orang merdeka yang bermakmum dengan orang yang berada dalam perbudakan.\r> Ibnu Toha\rBOLEH dan SAH, selama sholat imam shah maka sholat makmum shah. sekalipun yang menjadi imam adalah anak kecil belum baligh, asalkan sudah tahu dan mengerti syarat2 dan wajib2nya sholat. Dalam suatu riwayat pada masa Rosulullah, si kecil Amr bin Salimah pernah menjadi Imam ketika berumur 6/7 tahun.\r4525 - حدثنا حبيب بن الحسن ، ثنا يوسف القاضي ، ثنا سليمان بن حرب ، ثنا حماد بن زيد ، عن أيوب ، عن عمرو بن سلمة ، قال : « أممت على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا غلام ابن سبع سنين أو ست سنين » (معرفة الصحابة لأبي نعيم الأصبهاني)\rYang tidak boleh anak kecil sholat bermakmum pada perempuan :\rواتفق اصحابنا علي انه لا تجوز صلاة رجل بالغ ولا صبي خلف امرأة\r(AL-MAJMU' SYARH MUHADZDZAB)\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Kalangan Syafi’iyyah mengabshahkan dan membolehkannya namun dalam kondisi normal hendaknya tidak menjadikan imam shalat kecuali yang telah dewasa yang tahu tentang shalat agar dapat mengatasi hal-hal yang tiba-tiba terjadi dalam shalat.","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"(فرع) في مذاهب العلماء في صحة امامة الصبى للبالغين: قد ذكرنا ان مذهبنا صحتها وحكاه ابن المنذر عن الحسن البصري واسحق ابن راهويه وابي ثور قال وكرهها عطاء والشعبى ومجاهد ومالك والثوري واصحاب الرأى وهو مروى عن ابن عباس وقال الاوزاعي لا يؤم في مكتوبة الا ان لا يكون فيهم من يحفظ شيئا من القرآن غيره فيؤمهم المراهق وقال الزهري ان اضطروا إليه أمهم قال ابن المنذر وبالجواز اقول وقال العبدرى قال مالك وأبو حنيفة تصح امامة الصبى في النفل دون الفرض وقال داود لا تصح في فرض ولا نفل وقال احمد لا تصح في الفرض وفى والنفل روايتان وقال القاضى أبو الطيب قال أبو حنيفة ومالك والثوري والاوزاعي واحمد واسحق لا يجوز ان يكون اماما في مكتوبة ويجوز في النفل قال وربما قال بعض الحنفية لا تنعقد صلاته\r[ SUB BAHASAN ] MENERANGKAN TENTANG PENDAPAT MADZHAB ULAMA DALAM KEABSAHAN MENJADI IMAM SHALATNYA BOCAH ATAS ORANG-ORANG DEWASA\rTelah kami sebutkan bahwa dikalangan kami ((Syafi’iyyah) mengabshahkan keimaman bocah atas orang dewasa pendapat demikian dihkayahkan oleh Ibn Mundzir dari Hasan al-Bashri, Ishaq, Ibn Rahaawih dan Abu Tsaur, sedang Imam ‘Atha’, as-Syi’bi, Mujahid, Malik dan ats-Tsaury serta para Ashab ar-Ra’yi dengan meriwayatkan dari Ibn Abbas memakruhkannya.\ral-Auzaa’i berkata “Jangan dijadikan imam shalat lima waktu kecuali bila disana tidak terdapati seorangpun yang hafal sedikitpun dari ayat-ayat al-Quran”.\raz-Zuhry berkata “Bila dibutuhkan (terpaksa) jadikan ia imam”.\rSedang dalam kebolehan menjadi imamnya seorang bocah atas orang dewasa dalam shalat diatas Ibn Mundzir menyatakan beberapa pendapat :\ral-‘Abdari berkata “Imam Malik dan Abu Hanifah sah dalam shalat sunat bukan shalat wajib”.","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Daud berkata “Tidak sah dalam shalat wajib ataupun shalat sunat”.\rImam Ahmad berkata “Sah dalam shalat wajib sedang dalam shalat sunat terdapat dua riwayat”.\ral-Qadhi Abu Thayyib, Abu Hanifah, Malik, ats-Tsauri, al-Auzaa’i, Ahmad dan Ishaq berkata “Tidak boleh dalam shalat wajib dan boleh dalam shalat sunat dan sebagian kalangan Hanafiyyah menyatakan tidak sah shalatnya”. [ Al-Majmuu ala Syarh al-Muhadzdzab IV/249 ].\rإمَامَةُ الصَّبِيِّ لم يَبْلُغْ * + ( قال الشَّافِعِيُّ ) رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى إذَا أَمَّ الْغُلَامُ الذي لم يَبْلُغْ الذي يَعْقِلُ الصَّلَاةَ وَيَقْرَأُ الرِّجَالَ الْبَالِغِينَ فإذا أَقَامَ الصَّلَاةَ أَجْزَأَتْهُمْ إمَامَتُهُ وَالِاخْتِيَارُ أَنْ لَا يَؤُمَّ إلَّا بَالِغٌ وَأَنْ يَكُونَ الْإِمَامُ الْبَالِغُ عَالِمًا بِمَا لَعَلَّهُ يَعْرِضُ له في الصَّلَاةِ\rMenjadi imamnya bocah yang belum baligh. Imam Syafi’i berkata “Bila bocah yang belum baligh namun ia telah mengerti tentang shalat dan tahu bacaan-bacannya mengimami orang-orang yang telah dewasa maka boleh keimamannya namun dalam kondisi normal hendaknya tidak menjadikan imam shalat kecuali yang telah dewasa yang tahu tentang shalat agar dapat mengatasi hal-hal yang tiba-tiba terjadi dalam shalat. [ Al-Umm I/166 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/456128687743278/\r1810. PERGESERAN POSISI IMAM SETIAP SELESAI SHALAT\rPERTANYAAN :\rKuntari Nisaul Marisa","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Assalamu'alaikum, BUMI PISS, pertanyaan ini Pindahan dari sahabat sebrang karena ga ada yang bisa termasuk Saya... saya suguhkan buat sahabat PISS siapa tau ada yang mengerti.... sering kali dia si cemplon memperhatikan ada sholat berjamaah, imAM membalikan badan setelah selesai sholat ketika zikir, terkadang diputara 90 derajat tetapi kadang ada yang berputar 180 derajat menghadap kepada makmum. Kalau memang ada dasar syariahnnya berapa lamakah imam harus menggeser atau memurat tubuhnnya ? Apakah salam langsung putar atau baca-baca dulu ? bahkan si cemplon perhatikan begitu imam memutar arah banyak jamaah yang bergeser barisannya lalu pindah posisi ( ni ga tau posisis menghadap ke mana jama'ahnnya ), adakah tuntunan dari hukum fikihnnya ? adakah dalil-dalil hadisnya yang memerintahkan hal itu ? dan mohon dijelaskan hikmah prakteknya... terimakasih banyak sesudah dan sebelumnnya.\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rSunnat bagi imam setiap selesai shalat menghadap ke makmum, baik pun ke arah kanan atau kiri. bahkan makruh apabila tidak melaksanakannya sebab kalau imam masih tetap ditempatnya menghadap kiblat takut disangka masih dalam keadaan sholat. Perkiraan jarak antara selesai shalat dan menghadap makmum adalah perkiraan bacaan Allahumma antassalaam dst.....\rسَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ\rSamurah ra berkata, “Nabi saw apabila telah selesai mengerjakan shalat beliau menghadapkan mukanya kepada kami”. (HR. Bukhori).","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"روي عن عائشة أن النبي صلى ا? عليه وسلم كان إذا فرغ من الص?ة ? يمكث في مكانه إ? مقدار أن. يقول : ( اللهم أنت الس?م ومنك الس?م تباركت يا ذا الج?ل وا?كرام )\rDiriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi Saw ketika selesai Shalat tidak menetap pada tempat duduknya, kecuali pada perkiraan bacaan (Allaahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarokta yaa dzal-jalaali wal-ikroom), kurang lebih 10 detik.\rPergeseran makmum sebelum Imam hukumnya Makruh, disunnahkan tetap diam yakni bergeser setelah pergeseran Imam, ada yang berpendapat tidak makruh :\rوَأَنْ يَمْكُثَ الْمَأْمُومُ فِي مُصَلَّاهُ حَتَّى يَقُومَ الْإِمَامُ مِنْ مُصَلَّاهُ إنْ أَرَادَهُ عَقِبَ الذّ\rِكْرِ وَالدُّعَاءِ إذْ يُكْرَهُ لِلْمَأْمُومِ الِانْصِرَافُ قَبْلَ ذَلِكَ حَيْثُ لَا عُذْرَ لَهُ بَافَضْلٍ مَعَ شَرْحِهِ قَالَ الْكُرْدِيُّ عَلَيْهِ وَظَاهِرُ كَلَامِهِ فِي الْإِيعَابِ أَنَّ انْصِرَافَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ خِلَافُ الْأَوْلَى لَا الْكَرَاهَةُ اهـ.\r(Hasyiha Asy-Syarwani)\rDijelaskan oleh ibnu hajar dalam fathul bari syarah SHAHIH BUKHARI Bab Doa setelah shalat\rأَنَّ الْمُرَادَ بِالنَّفْيِ الْمَذْكُورِ نَفْيُ اسْتِمْرَارِهِ جَالِسًا عَلَى هَيْئَتِهِ قَبْلَ السَّلَامِ إِلَّا بِقَدْرِ أَنْ يَقُولَ مَا ذَكَرَ\rtepatnya pada kalimat :\rعَلَى هَيْئَتِهِ قَبْلَ السَّلَامِ\rSesungguhnya yang dimaksud dengan pencegahan tersebut adalah mencegah tetapnya duduk dengan bentuk duduk sebelum salam, kecuali kira-kira bacaan dzikir tersebut.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/397905743565573/\r1817. HUKUM MENGULANG SHALAT BERJAMA'AH DI RUMAH\rPERTANYAAN :\rBalya Annahid","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Assalamu'alaikum wr.wb. Ustadz/ustadzah..saya mau tanya.. Boleh ga..misal kita sudah sholat berjamaah dimasjid (sebagai ma'mum) kemudian sholat lagi di rumah ( menjadi Imam untuk istri).. mohon jawabannya.. terima kasih.\rJAWABAN :\r> Awik Mubarok\rWa'alaikumussalaam, boleh.. karena masih jama'ah, dan posisinya menjadi imam... kalau jadi makmum syaratnya imamnya harus lebih baik dari imam sebelumnya...\rفمن صلى المكتوبة في جماعة ثم وجد جماعة أخرى، فقد ذهب الشافعية في الأصح والحنابلة إلى استحباب إعادة الصلاة م\rرة أخرى في الجماعة الثانية: لأن النبي صلى الله عليه وسلم صلى الصبح، فرأى رجلين لم يصليا معه فقال: ما منعكما أن تصليا معنا؟ قالا: صلينا في رحالنا، فقال: إذا صليتما في رحالكما ثم أتيتما مسجد جماعة فصليا معهم فإنها لكما نافلة.\rفقوله صلى الله عليه وسلم: صليتما. يصدق بالانفراد والجماعة، وروى الأثرم عن الإمام أحمد قال: سألت أبا عبد الله عمن صلى في جماعة ثم دخل المسجد -وهم يصلون- أيصلي معهم؟ قال: نعم، وقد روى أنس قال: صلى بنا أبو موسى الغداة في المربد، فانتهينا إلى المسجد الجامع، فأقيمت الصلاة، فصلينا مع المغيرة بن شعبة، وعن صلة عن حذيفة أنه أعاد الظهر والعصر والمغرب وكان قد صلاهن في جماعة، وسواء في ذلك أن تكون الجماعة التي تعاد معها الصلاة هي جماعة المسجد الأول أم لا قال النووي في المجموع: الرابع - أي من الأوجه -:\rإن كان في الجماعة الثانية زيادة فضيلة لكون الإمام أعلم أو أورع أو الجمع أكثر أو المكان أشرف استحب الإعادة وإلا فلا، والمذهب استحباب الإعادة مطلقاً.... انتهى.","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"وذهب المالكية، وهو مقابل الأصح عند الشافعية إلى أن من صلى في جماعة فلا يعيدها في جماعة أخرى، لأنه حصل فضيلة الجماعة فلا معنى للإعادة بخلاف المنفرد، واستثنى المالكية المسجد الحرام، ومسجد المدينة وبيت المقدس، قالوا: يجوز لمن صلى جماعة في غير هذه المساجد أن يعيد فيها جماعة، لفضل تلك البقاع. وراجع أيضاً الفتاوى ذات\r> Dewan Masjid Assalaam\rDari ibaroh panjang di atas coba fokuskan pada beberapa titik berikut :\rفمن صلى المكتوبة في جماعة ثم وجد جماعة أخرى\rMaka barang siapa yang telah shalat fardlu 5 waktu dalam jamaah kemudian MENDAPATI JAMAAH lainnya.\rDalam ibaroh ini dan juga sekian banyak ibaroh yang pernah saya ketahui, yang ditemui adalah JAMAAH, kalau istri sendirian di rumah tentu bukanlah jamaah. Fokus juga pada :\rوالمذهب استحباب الإعادة مطلقاً\rPendapat madzhab kesunnahan mengulang itu bersifat mutlak, tidak mesti adanya tambahan keutamaan sebagaimana dikatakan dalam AlMajmu'. silahkan pencerahannya lebih lanjut\r> Ghufron Bkl\rYa, boleh, walaupun shalat pertamay berjama'ah, baik jadi imam atau ma'mum dishalat pertama atau di shalat kedua, walawpun cuman berdua.ianah 2/6 - 7\r> Hanya Ingin Ridlo Robby\rفتح المعين\rوتسن إعادةالمكتوبة بشرط أن تكون في الوقت وأن لا تزاد في إعادتها على مرة خلافا لشيخ شيوخنا أبي الحسن البكري رحمه الله تعالى ولو صليت الأولى جماعة مع آخر ولو واحدااماما كان أو مأموما في الأولى أو الثانية بنية فرض وإن وقعت نفلا فينوي إعادة الصلاة المفروضة","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"واختار الإمام أن ينوي الظهر أو العصر مثلا ولا يتعرض للفرض ورجحه في الروضة لكن الأول مرجح الأكثرين والفرض الأولى ولو بان فساد الأولى لم تجزئه الثانية على ما اعتمده النووي وشيخنا خلافا لما قاله شيخه زكريا تبعا للغزالي وابن العماد أي إذا نوي بالثانية الفرض\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/458070660882414/\r1820. BERMAKMUM KEPADA ORANG YANG DIBENCI\rPERTANYAAN :\rUmar Bin Khotob\rAssalamu alaikum.. pertanyaan titipan : bagaimana hukumnya bermakmum kepada orang yang ia benci ? lebih baik mana, sholat sendiri atau tetap makmum kepadanya ? makasih.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rBERMAKMUM KEPADA ORANG YANG DIBENCI. Jawabannya sebagaimana dalam kitab Hasyiyah Jamal 4/485 (maktabah syamilah) :\rوَعُلِمَ مِنْ هَذَا التَّقْرِيرِ أَنَّ الْحُرْمَةَ أَوْ الْكَرَاهَةَ إنَّمَا هِيَ فِي حَقِّهِ أَمَّا الْمُقْتَدُونَ الَّذِينَ يَكْرَهُونَهُ فَلَا تُكْرَهُ لَهُمْ الصَّلَاةُ خَلْفَهُ\rWA 'ULIMA MIN HAADZATTAQRIIR ANNAL HURMATA AWIL KARAAHATA INNAMAA HIYA FII HAQQIHII. AMMAL MUQTADUUNA ALLADZIINA YAKRAHUUNAHUU FALAA TUKRAHU LAHUM ASHSHALAATU KHALFAHUU\rDiketahui dari taqrir (penetapan) ini bahwasanya keharaman atau kemakruhan hanyalah bagi diri imam. Adapun makmum yang membenci imam tersebut maka tidak dimakruhkan shalat dibelakangnya . Ta’bir lihat Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab, 4/239 :\rويكره أن يصلي الرجل بقوم وأكثرهم له كارهون لما روى ابن عباس رضى الله عنهما أن النبي صلي الله عليه وسلم قال \" ثلاثة لا يرفع الله صلاتهم فوق رؤوسهم فذكر فيه رجلا أم قوما وهم له كارهون \" فان كان الذى يكرهه الاقل لم يكره أن يؤمهم لان أحد لا يخلو ممن يكرهه. (الْمجموع شرح المهذب، 4/239","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Menerangkan Hukum makruh shalat seseorang yang menjadi imam sholat sedangkan mayoritas makmumnya tidak senang kepadanya, adapun makmum yang membencinya maka bagi mereka tidak dimakruhkan shalat dibelakangnya.\rTambahan ibaroh di atas : Dalam kitab al Majmu' , Syarah al Muhadzdzab:\rأما المأمومون الذين يكرهونه فلا يكره لهم الصلاة وراءه\rAMMAA ALMA`MUUMUUNA ALLADZII YAKRAHUUNAHUU FALAA YUKRAHU LAHUM ASHSHALAATU WARAA`AHUU\rSumber link : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=14&ID=1437&idfrom=2329&idto=2390&bookid=14&startno=6\r> Alif Jum'an Azend\rTambahan ibaroh :\r(أَوْ) أَيْ: وَكُرِهَ أَنْ يَؤُمَّ (قَوْمًا أَكْثَرَهُمْ لَا نِصْفَهُمْ يَكْرَهُهُ بِحَقٍّ) نَصًّا (كَخَلَلٍ فِي دِينِهِ أَوْ فَضْلِهِ), لِحَدِيثِ أَبِي أُمَامَةَ مَرْفُوعًا: [ثَلَاثَةٌ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ آذَانَهُمْ: الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ, وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ, وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ] رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ,","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"وَقَالَ: حَسَنٌ غَرِيبٌ, وَهُوَ لَيِّنٌ. [وَأَخْبَرَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ صَلَاتَهُ لَا تُقْبَلُ] , رَوَاهُ أَبُو دَاوُد مِنْ رِوَايَةِ الْأَفْرِيقِيِّ, وَهُوَ ضَعِيفٌ عِنْدَ الْأَكْثَرِ. قَالَ الْقَاضِي: يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يَؤُمَّهُمْ صِيَانَةً لِنَفْسِهِ. (وَلَا يُكْرَهُ الِائْتِمَامُ بِهِ) حَيْثُ صَلُحَ لِلْإِمَامَةِ (لِأَنَّ الْكَرَاهَةَ فِي حَقِّهِ) دُونَهُمْ لِلْأَخْبَارِ. (وَإِنْ كَرِهُوهُ لِدِينِهِ وَسُنَّتِهِ. فَلَا كَرَاهَةَ فِي حَقِّهِ) وَإِنْ كَرِهَهُ نِصْفُهُمْ بِحَقٍّ, لَمْ يُكْرَهْ أَنْ يَؤُمَّهُمْ. لِمَفْهُومِ الْخَبَرِ, لَكِنَّ الْأَوْلَى أَنْ لَا يَؤُمَّهُمْ إزَالَةً لِذَلِكَ الِاخْتِلَافِ. ذَكَرَ فِي \" الشَّرْحِ \": قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ: إذَا كَانَ بَيْنَ الْإِمَامِ وَالْمَأْمُومِينَ مُعَادَاةٌ مِنْ جِنْسِ مُعَادَاةِ أَهْلِ الْأَهْوَاءِ وَالْمَذَاهِبِ, لَمْ يَنْبَغِ أَنْ يَؤُمَّهُمْ, لِعَدَمِ الِائْتِلَافِ.\rاسم الكتاب: مطالب أولى النهي في شرح غاية المنتهى\rFokus :\r(وَلَا يُكْرَهُ الِائْتِمَامُ بِهِ) حَيْثُ صَلُحَ لِلْإِمَامَةِ (لِأَنَّ الْكَرَاهَةَ فِي حَقِّهِ) دُونَهُمْ لِلْأَخْبَارِ\rTidak dimakruhkan makmum pada imam tersebut (yang dibenci jamaah makmum), selama imam itu pantas menjadi imam, karena kemakruhan di atas itu bagi imam, bukan jamaah makmum, berdasar hadits-hadits.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/458688554153958/\r1828. IMAM TIDAK MEMBACA DO'A QUNUT DALAM SHALAT\rPERTANYAAN :\rMbah Kumis\rAssalamu'alaikum wr wb. Bila berjama'ah dengan imam yang tidak qunut apakah kita harus sujud sahwi atau ngikuti imam ?\rJAWABAN :\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rWa'alaikumussalaam, perinciannya :","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"1.…sunnah membaca qunut : jika makmum yaqin bisa nututi imam pada sujud pertama maka di sunahkan membaca qunut.\r2.…makruh membaca qunut : jika makmum yaqin bacaan qunutnya tidak sempurna(selesai)kecuali setelah imam duduk di antara dua sujud.\r3.…haram dan batal shalatnya : jika makmum yaqin baca q bacaan qunutnya tidak sempurna kecuali setelah turunya imam untuk sujud ke dua.jika makmum tidak nututi imam untuk sujud pertama dengan menyibukkan membaca qunut hingga imam hendak sujud yang ke dua maka batal shalatnya, ibarot :\r(قوله أما إذا لم تفحش المخالفة)محترز قوله تفحش مخالفة فيها(قوله كقنوت الخ)تمثيل للسنة التي لا تفحش المخالفة فيها ومثله جلسة ا?ستراحة فلايضر ا?تيان بها(قوله فى سجدة الأولى)قد تقدم أنه إن علم أنه يدرك ا?مام فيها سن له التخلف للإتيان به و إن علم أنه لا يتم قنوته إلا بعد جلوس ا?مام بين السجدتين كره له التخلف و إن علم أنه لا يتمه إلا بعد هويه للسجدة الثانية حرم عليه التخلف فإن تخلف لذالك ولم يهو للأولى إلا بعدهوي ا?مام للسجدة الثانية بطلت صلاته إعانة الطالبين ج2ص31\r2. kalau niat mufaroqohnya karena udzur maka tetap mendapatkan fadilah jama'ah,tapi jika tanpa udzur maka hilang atau tidak mendapatkan fadlilah jama'ah.\r- niat muforoqoh yang dapat menghilangkan fadlilah jama'ah yaitu jika niat mufaroqoh tanpa adanya udzur","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"- jika niat mufaroqohnya krena udzur maka tetep mendapatkan fadlilah jama'ah,sperti kringanan tidak berjama'ahkarena sakit,hujankuatir terhadap dirinya atau hartanya dari orang dzolim atau karena mninggalkanya imam sesuatu yang sunnah dlam shalat sperti tasyahud awal,qunut,membaca surat atau imam memperpanjang(lama)dlam shalatnya smentara makmum orang yang lemah.\rHukum niat mufaroqoh :\r1.…wajib niat mufaroqoh : jika mengetahui imam melakukan sesuatu yang membatalkan shalat maka harus niat mufaroqoh ketika itu juga jika tidak niat mufaroqoh ketika iti juga maka batal shalatnya.\r2.…sunah : jika imam meninggalkan kesunahan2 dalam shalat maka makmum sunnah niat mufaroqoh.\r3.…mubah : jika imam memperpanjang shalatnya\r4.…makruh : jika niat mufaroqoh tanpa adanya udzur dan meghilangkan fadlilah jama'ah.\r5.…haram : jika berjama'ah merupakan syi'ar atau jama'ah menjadi syarat seperti jama'ah shalat jum'at. [ lihat i'anatut tholibin 2/10, bughyatul murtasyidin 121-122 ]. Ibarot :\rوتجوز المفارقة بلا عذر مع الكراهة فتفوت فضيلة الجماعة و المارقة بعذر كمرخص ترك جماعة و تركه سنة مقصودة كتشهد اول و قنوة و سورة و تطويله و بالماموم ضعف او شغل لا تفوت ضيلتها وقد تجب المفارقة كان عرض مبطل لاصلاة امامه وقد علمه فيلزمه نيتها فورا و الا بطلت و ان لم يتابعه اتفاقا كما فى المجموع اعانة الطالبين ج 1\\ص 10\r(فائدة)قال فى كشف النقاب و الحاصل ان قطع القدوة تعتريه الاحكام الخمسة واجبا كأن رئى امامه متلبسا بمبطل و سنة لترك الإمام سنة مقصودةو مباحا كأن طول الإمام و مكروها مفوتا لفضيلة الجماعة إن كان لغير عذر و حراا إن توقف الشعار عليه أو وجبت الجماعة كالجمعة بغية المرتشدين ص 121-122\r> Bang Toyyib Aja","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Wa'alaikum salam warahatullahi wabarakaatuh. Afwan ikut ngimbrung. Dalam masalah qunut. apabila imamnya mengerjakan maka ma'mum boleh meninggalkan dan melakukan sujud sendiri meskipun di sengaja. Dan apabila imam meninggalkan, maka mam'mun tetap sunnah mengerjakan qunut selama ma'mum masih mendapati imam dalam sujud yang pertama, dan juga boleh serta makruh apabila ma'mum sampai mendapati imam saat duduk antara dua sujud.\rDan apabila ma'mum yang mengerjakan qunut tidak mendapati imam kecuali imam hendak sujud yang ke.dua maka ma'mum wajib meninggalkan qunutnya, kalau tidak mau niat mufaroqoh. Apabila ma'mum masih tetap melaksakan qunutnya dengan sengaja dan tau. Maka batal shalatnya ma'mum, karena yang di lakukannya termasuk terus menerusnya tertinggal dari imam dengan sengaja.\rApabila imam tidak melakukan qunut, dan ma'mum ikut imam tidak melakukan qunut, maka sebelum salam ma'mum tetap sunnah melakukan sujud sahwi, sekalipun imam tidak melakukannya(sujud sahwi. [ Kasyifatus-Sajaa hal : 87 ]. Mohon di koreksi, sekaligus ibarot arabnya, karena saya takut salah memahami..!\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/465581953464618/\r1871. UTAMA SHALAT JAMA'AH DI MASJID ATAU DI RUMAH BERSAMA ISTRI ?\rPERTANYAAN :\rDanar Khalafi\rAssalamu 'alaikum wr kth. Nderek tangklet sedulur : Sholat berjama'ah di masjid itu hukume nopo ? Kalau saya berjama'ah sama anak Istri di rumah, apakah itu gugur hukume berjama'ah ? Matur suwun.\rJAWABAN :\r> Dewan Masjid Assalaam\rHukum jamaah di masjid itu fardlu kifayah bihaytsu yadhharus syi'aar... Kalau di rumah ya tidak dapet syiarnya dong.","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"هي فرض كفاية في حق الرجال المقيمين في المكتوبات الخمس المو?ديات بحيث يظهر الشعار\rJadi tidak menggugurkan kewajiban jika :\r- Dilakukan selain laki-laki\r- Dilakukan Musafir\r- Dilakukan dalam shalat qadla'\r- Dilakukan dalam selain shalat 5 waktu\r- Dilakukan di tempat yang tidak menampakkan syiar.\rSyiar akan diperoleh jika dilakukan di tempat umum yang setiap orang bisa mengaksesnya, tidak seperti dalam kamar atau musholla pribadi. Dan tidak cukup dalam satu wilayah yang luas jika hanya ada satu jamaah saja, karena kewajiban syiar itu melingkupi seluruh wilayah sehingga jumlah jamaah harus disesuaikan dengan luasnya wilayah.\rوتسن للنساء وللمسافرين وللمقضية خلف مثلها\rShalat jamaah sunnah bagi wanita, musafir dan orang yang qadla' shalat di belakang qadla' yang sama.\rنعم لو كان إذا ذهب إلى المسجد وترك أهل بيته لصلوا فرادى أو لتهاونوا أو بعضهم في الصلاة أو لو صلى في بيته لصلى جماعة وإذا صلى في المسجد صلى وحده فصلاته في بيته أفضل\r[ Mughnil Muhtaj 1/229 ].\rCuman perlu kita pilah2 dulu karena banyak kemungkinan yang terjadi terkait shalatnya perempuan di masjid atau di rumah.\rوجماعة المرأة والخنثى في البيت أفضل منها في المسجد\rJamaah wanita dan khuntsa di rumah lebih baik dari jamaah di masjid. (Mughnil Muhtaj).\rويكره لذوات الهيئات حضور المسجد\rMakruh bagi wanita yang \"menarik\" hadir di masjid. (Mughnil Muhtaj)\rواصحهما ... لا تتا?كد في حقهن كتا?كدها في حق الرجال فلا يكره لهن تركها","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"Pendapat yang lebih shahih terkait kesunnahan jamaah bagi wanita, tidak dikuatkan kesunnahan jamaah bagi wanita seperti dikuatkannya bagi lelaki, maka tidak makruh bagi wanita meninggalkan jamaah . (AlMajmu').\rDengan pertimbangan di atas, maka :\r1. Shalat wanita di rumah secara berjamaah lebih baik dari shalat di masjid meski berjamaah, ini berlaku bagi setiap jenis wanita (tua/muda/dsb)\r2. Shalat wanita muda di rumah lebih utama dari di masjid meski di rumah sendirian dan di masjid jamaah, karena makruh hadirnya wanita muda di masjid sedang ia tidak makruh meninggalkan jamaah.\r3. Shalat wanita tua di masjid berjamaah lebih utama dari shalat sendiri di rumah karena ia tidak makruh hadir di masjid dan sunnah jamaah.\rLantas bagaimana menyiasati shalat wanita muda di rumah agar dapet jamaah, sementara suami tetap dapet keutamaan jamaah di masjid ? Pilihan yang diungkapkan dalam Mughnil Muhtaj bahwa jika ahli rumah akan shalat sendirian jika suami pergi ke masjid maka lebih utama lelaki shalat di rumah, tampaknya melihat jumlah karena yang dipakai untuk menyebut ahli rumah adalah shighat jama'. Apakah kalau cuman istri seorang akan tetap mengorbankan shalat berjamaahnya lelaki di masjid?\rقال الشافعي والأصحاب ويؤمر الصبي بحضور المساجد وجماعات الصلاة ليعتادها\r(Al-Majmu')\rAs-Syafi'i dan ashhab berkata : Anak2 lelaki diperintahkan hadir di masjid dan berjamaah shalat agar terbiasa.","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"Pernyataan itu menyiratkan bahwa lelaki tetap condong diutamakan di masjid meninggalkan sang istri shalat sendirian atau berjamaah dengan anak perempuan di rumah karena suami dan anak2 lelakinya ke masjid. Untuk menyiasati bisa dilakukan saran Kang Hanya Ingin Ridlo Robby. Setelah shalat di masjid, suami i'aadah di rumah berjamaah dengan istri. Atau cukup istri berjamaah dengan anak perempuan atau pembantunya. Jadi semua dapet nilai optimal dari jamaahnya.\r> Hasanul Zain\rWa'alaikum salam wr wb...! Hukum Sholat berjama'ah terjadi Khilaf menurut Imam Ar-rofi'i dan Imam Mawardi Hukumnya adalah Sunnah Mu'akkad dan menurut Imam Nawawi Qoul muLtamad Hukumnya Fardhu Kifayah yang mana apabila dalam satu Kampung tidak ada yang Sholat Berjama'ah maka Satu Kampung di Hukumi Haram semua.\rصلاة الجماعة فى أدء مكتوبة غير جمعة سنة مؤكدة عند الرفعى والماوردى، والمعتمد عند النووى وغيره أنها في غير جمعة فرض كفاية لرجال. نهاية الزين ص 117\r> Hanya Ingin Ridlo Robby\rكفاية الاخيار ( باب صلاة الجماعة ) ( فصل) وصلاة الجماعة مؤكدة وعلى المأموم أن ينوي الجماعة دون الإمام )\rالأصل في مشروعية الجماعة الكتاب والسنة وإجماع الأمة قال تعالى { وإذا كنت فيهم فأقمت لهم الصلاة فلتقم طائفة منهم معك } الآية أمر بالجما\rعة في قوله فلتقم فعند الأمن أولى وهي فرض عين في الجمعة وأما في غيرها ففيه خلاف الصحيح عند الرافعي أنها سنة وقيل فرض كفاية وصححه النووي وقيل فرض عين وصححه ابن المنذر وابن خزيمة وحجة من قال انها سنة قوله صلى الله عليه وسلم","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"( صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة ) وروى البخاري بخمس وعشرين درجة من رواية أبي سعيد فقوله صلى الله عليه وسلم أفضل يقتضي جواز الأمرين إذ المفاضلة تقتضي ذلك فلو كان أحد الأمرين ممنوعا لما جاءت هذه الصيغة وحجة من قال بفرض الكفاية قوله صلى الله عليه وسلم\r( ما من ثلاثة في قرية أو بدو لا تقام فيهم الصلاة إلا استحوذ عليهم الشيطان فعليكم بالجماعة فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية ) وحجة من قال إنها فرض عين أحاديث منهما قوله صلى الله عليه وسلم\r( لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ثم أنطلق مع رجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار ) وجوابه أنه لم يحرق وأن هذا كان في المنافقين واعلم أن الجماعة تحصل بصلاة الرجل في بيته مع زوجته وغيرها لكنها في المسجد أفضل وحيث كان الجمع من المساجد أكثر فهو أفضل فلو كان بقربه مسجد قليل الجمع وبالبعيد مسجد كثير الجمع فالبعيد أفضل إلا في حالتين الصحيح عند الرافعي أنها سنة واعلم أن الجماعة تحصل بصلاة الرجل في بيته مع زوجته وغيرها لكنها في المسجد أفضل\rKESIMPULAN :\r> Dewan Masjid Assalaam\rKalau cuman seorang, semisal cuman istri, maka akan mudah mengontrolnya untuk shalatnya menunggu suami pulang dari masjid dan i'adah. Ibarot2 tampaknya condong untuk bahkan membiarkan istri shalat sendiri daripada suami tidak ke masjid. Dan secara logika, kalau semua suami mengambil kebijakan shalat dengan istri di rumah karena kalau istri ke masjid makruh misalnya, maka masjid akan cenderung kosong. Namun kalau ahli rumahnya banyak seperti diungkap dalam ibarot mughnil muhtaj di atas, maka akan sulit mengontrol untuk menunggu suami pulang karenanya langsung dikatakan lebih afdhol jamaah di rumah.","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/465163363506477/\r2060. IMAM DISUNNAHKAN INTIZHOR SAAT RUKU' DAN TASYAHUD AKHIR\rPERTANYAAN :\rBang Toyyib Aja\rAssalamu 'alaikum warahmatullah wabarakaatuh. Minta pencerahannya ^__^ kalau di document sudah ada, mohon sundulannya. PERTANYAAN : Ketika kita sedang melakukan shalat sendiri dan tiba2 ada orang yang ingin berma'mum pada kita, sedangkan kita sudah selesai membaca surah.. Bolehkah kita menunggu ma'mum tadi sampai selesai takbiratul ihram agar dia mendapati 1.raka'at bersama kita ? Kalau boleh...!? Di manakah tempat yang paling afdhol untuk imam menunggu makmum..? Saat berdiri atau ketika ruku' ? Syukran wa afwan sebelumnya.\rJAWABAN :\r> Dewan Masjid Assalaam\rSebagaimana biasa dari umdatussalik wa uddatunnasik :\rواذا احس الامام بداخل وهو راكع او في التشهد الاخير ندب انتظاره بشرط ان يكون قد دخل المسجد وان لا يفحش الطول وان يقصد الطاعة لا تمييزه واكرامه بان ينتظر الشريف دون الحقير، ويكره في غير الركوع والتشهد\rDan ketika imam merasa ada seseorang yang masuk masjid untuk jamaah dan si imam sedang dalam posis ruku' atau tasyahhud akhir maka disunnahkan menunggu orang tersebut dengan syarat :\r- keberadaannya sudah benar2 masuk masjid\r- menunggunya tidak keterlaluan lamanya\r- meniatkan sebagai ketaatan, bukan karena membedakan atau memuliakan orang tersebut, semisal ia menunggu jika pejabat sedang untuk orang biasa tidak.\rDan makruh menunggu di selain ruku' dan tasyahhud.\r> Sunde Pati\rالفتاوى الفقهية الكبرى - (ج 1 / ص 204)","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"وَسُئِلَ نَفَعَ اللَّهُ بِهِ عن قَوْلِهِمْ يُسَنُّ انْتِظَارُ الْمَأْمُوم في الرُّكُوعِ وَالتَّشَهُّد الْأَخِيرِ هل يُزَادُ على ذلك شَيْءٌ فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ يُزَادُ عليه الْمَزْحُوم فَيُسَنُّ انْتِظَاره في الْقِرَاءَة وَالْمُوَافِق الْبَطِيءُ فَيَنْبَغِي أَنْ يُسَنَّ انْتِظَاره في السَّجْدَةِ الثَّانِيَة وَيَنْبَغِي أَيْضًا أَنْ يُلْحَقَ بِالْمَزْحُومِ الْمُوَافِق إذَا شَرَعَ الْإِمَامُ في الرُّكْنِ الرَّابِعِ\rإعانة الطالبين - (ج 2 / ص 13)\r( قوله داخل ) أي متلبس بالدخول وشارع فيه بالفعل وخرج به ما لو أحس الإمام به قبل شروعه في الدخول فلا يسن له الانتظار وقوله محل الصلاة أي وإن اتسع جدا إذا كان مسجدا أو بناء فإن كان فضاء فلا بد أن يقرب من الصف الآخر عرفا إن تعددت الصفوف( قوله مريد الاقتداء به ) حال من داخل أو من الضمير المستتر فيه أي حال كونه مريدا الاقتداء بالإمام أي بحسب ظنه بأن عرف من عادته ذلك فإن لم يرد الاقتداء به بحسب ذلك لم يسن له انتظاره( قوله في الركوع والتشهد الأخير ) الجار والمجرور متعلق بانتظاروإنما سن في الأول إعانة على إدراك الركعة وفي الثاني إعانة على إدراك الجماعة ومحل سنية الانتظار في الركوع إذا لم يكن الركوع الثاني من صلاة الكسوف وإلا فلا ينتظر فيه لأن الركعة لا تحصل بإدراكه وقوله لله تعالى متعلق بانتظار ومعنى كونه لله تعالى أن لا يكون له غرض في الانتظار إلا إدراك الركعة أو الفضيلة ( قوله بلا تطويل ) متعلق بانتظار أيضا والمراد به أنه لو وزع على القيام والركوع والسجود ونحوها من أفعال الصلاة لعد كل منها طويلا في عرف الناس وهذا القيد بالنسبة للإمام فقط\ri الإقناع للشربيني - (ج 1 / ص 164)\rولو أحس الإمام في ركوع غير ثان من صلاة الكسوف أو في تشهد أخير بداخل محل الصلاة يقتدى به سن انتظاره لله تعالى إن لم يبالغ في الانتظار ولم يميز بين الداخلين وإلا كره","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"السراج الوهاج - (ج 1 / ص 67)\rولو أحس الإمام في الركوع أو التشهد الأخير بداخل يأتم به لم يكره انتظاره في الأظهر إن لم يبالغ فيه أي الانتظار بأن يطوله ولم يفرق بضم الراء بين الداخلين بأن ينتظر بعضهم دون بعض بل يسوي بينهم لله قلت المذهب استحباب انتظاره بالشروط المذكورة والله أعلم إعانة لهم على إدراك الجماعة وقيل الانتظار مكروه وقيل مبطل ولا ينتظر في غيرهما أي الركوع والتشهد الأخير بل يكره الانتظار في غيرهما\rالمجموع شرح المهذب - (ج 3 / ص 387)\rان من احس بداخل وهو في القيام لا يستحب له انتظاره علي المذهب وانما اختلفوا في انتظاره في الركوع والتشهد والصحيح استحباب تطويل الاولي كما قاله القاضي أبو الطيب ونقله وقد وافقه غير وممن قال به الحافظ الفقيه أبو بكر البيهقى وحسبك به معتمدا في هذا وإذا قلنا بتطويل الاولى علي الثانية فهل يستحب تطويل الثالثة علي الرابعة فيه طريقان نقل\rالقاضي أبو الطيب الاتفاق على انها لا تطول لعدم النص فيها ولعدم المعني المذكور في الاولي ونقل الرافعي فيها الوجهين وإذا قلنا تسن السورة في الاخرتين فهي مسنونة للامام والمأموم والمنفرد وفي المأموم وجه ضعيف بناء على انه لا يقرأ السورة في السرية حكاه المتولي\rFokus ini :\rان من احس بداخل وهو في القيام لا يستحب له انتظاره علي المذهب وانما اختلفوا في انتظاره في الركوع والتشهد\rSesunguhnya musholli/imam yang merasa ada orang masuk masjid sedangkan posisi musholli/imam tersebut keadaan berdiri maka menurut madzhab syafii tidak disunnahkan baginya menunggu, dan masalah perbedaan pendapat tentang menunggu itu letaknya pada saat rukuk dan tasyahud akhir.\rsepakat makruh menunggu pada selain saat rukuk dan tasyahud, lihat :\rالسراج الوهاج - (ج 1 / ص 67)\rولا ينتظر في غيرهما أي الركوع والتشهد الأخير بل يكره الانتظار في غيرهما","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"Dan tidak boleh menunggu diselain keduanya dalam arti diselain rukuk dan tasyahud bahkan dimakruhkan menunggu pada selain saat rukuk dan tasyahud.\r> Ibnu Toha\rSetuju intizhor selain ruku' dan tasyahhud akhir tidak sunnah... sebab tujuan isntizhor agar ma'mum masbuk kebagian satu rakaat tersebut atau ma'mum basbuk mendapat fadhilah shalat berjamaah. Kesunnahan intizhar tersebut ada syarat-syaratnya, disebutkan oleh Imam Nawawi sbb :\r1. Ma'mum masbuk sudah berada di tempat (dalam masjid dsb)\r2. Ma'mum masbuk tidak menyia-nyiakan waktu intizhor oleh si Imam\r3. Imam dalam intizhor tersebut bertujuan taqorrub, bukan karena kasihan atau pilih kasih.\ribarot (AL-MAJMU') :\rوالصحيح استحباب الانتظار مطلقاً بشروط : أن يكون المسبوق داخل المسجد حين الانتظار، وألا يفحش طول الانتظار، وأن يقصد به التقرب إلى الله تعالى لا التودد إلى الداخل وتمييزه،\rKESIMPULAN :\r> Dewan Masjid Assalaam\rDiam dalam posisi berdiri boleh, berdiri itu rukun panjang. Tetapi menunggu makmum itu maka makruh dilakukan kecuali dalam posisi ruku' dan tasyahhud. Jadi dari pertanyaan di atas, jawabannya imam boleh menunggu si makmum, bahkan dianjurkan imam menunggu pada posisi ruku' atau tasyahhud akhir, jika imam menunggu pada posisi berdiri maka makruh.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/494256030597210/\r2156. BOLEHKAH NIAT MENJADI IMAM KETIKA SHALAT SENDIRIAN ?\rPERTANYAAN :\rA Ramdhan Ab\rAssalamu'alaikum, ada pertanyaan : bila kita akan shalat sendirian di masjid misalnya, bolehkah bila didalam niatnya kita sertakan ''imaaman'' karena barangkali saja ada jin yang ikut berjamaah...? Monggo!\rJAWABAN :\r? Rampak Naung","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Wa'alaikumussalaam, kalau ia percaya dan dzon akan ada yang ikut berjamaah maka boleh niat imam. Kalau hanya dengan barangkali, atau mungkin, maka tidak boleh niat imam, dan batal sholatnya karena ia bermain main dalam sholatnya.\rوتصح نيتها مع تحرمه وان لم يكن خلفه ان وثق بالجماعة على الاوجه_ ومفاده انه اذا لم يثق بها لاتصح نيته للامام فان نوى بطلت صلاته لتلاعبه وانه لا اتر لمجرد احتمال اقتداء جني اوملك به\rنعم ان ظن ذلك لم يبعد جواز نية الامام اوطلبها اعانة الطالبين 2_ 26\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/508579295831550/\r2188. KEUTAMAAN JAMAAH DIBANDING QUNUT SHUBUH\rPERTANYAAN :\rHasan Bashori\rLebih baik mana? Sholat jama'ah shubuh di masjid tanpa qunut, dengan shalat sendiri di rumah dengan qunut ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rLebih baik jama'ah, dan tetap di sunahkn qunut kalau sekiray nututi imam di sujud pertamanya, atau dengan niat mufaroqoh untuk melaksanakan qunut. [ Lihat i'anah 2/10 dan 31 ]\r> Mumu Bsa\r(فَإِنْ تَرَكَ) إمَامُهُ الْحَنَفِيُّ (الْقُنُوتَ ) فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ لِاعْتِقَادِهِ عَدَمَ سُنِّيَّتِهِ (وَأَمْكَنَهُ) هُوَ أَنْ يَقْنُتَ وَيُدْرِكُهُ فِي السَّجْدَةِ الْأُولَى (قَنَتَ) نَدْبًا (وَإِلا تَابَعَهُ وَسَجَدَ لِلسَّهْوِ) اعْتِبَارًا بِاعْتِقَادِهِ","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"Jika meninggalkan si imamnya yang bermadzhab hanafi akan qunut di dalam solat subhu, karena keyaqinan si imam tidak disnunnahkannya qunut, dan dimungkinkan bagi dia (makmum) untuk melakukan qunut dan mendapati Imam di dalam sujud yang pertama, maka sunnah melakukan qunut, jika tidak mendapati Imam di sujud pertama, maka ma'mum mengikuti Imam dan sujud sahwi, i'tibaran dengan keyaqinannya (makmum). [ Asna mathalib ].\rMirip yang dibilang kang ghufron.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/512759455413534/\r2283. SUJUD SAHWI BAGI MA'MUM MASBUQ\rPERTANYAAN :\rSiska Damayanti\rAssalamu'alaikum, mau tanya begini pak, Suatu ketika saya shalat berjama'ah, tapi masbuq pak, di akhir shalat, imam melakukan sujud syahwi karena memang ada satu rukun yang tidak terlaksana. pertanyaannya, kalau saya sudah ikut sujud syahwinya imam, apakah di akhir shalat saya (karena saya masbuq) harus melakukan sujud syawhi lagi ? makasih.. wassalamu'alaikum..\rJAWABAN :\r> Gufron Bkl\rWa'alaikum salam, disunahkan sujud sahwi kembali di akhir shalatnya masbuq tersebut. :\r.ويندب للمسبوق إعادة السجود أخر صلاته كمن إقتدى به وإن لم يسجد الأول.بغية المسترشدين ص : 58\rوعند سجوده يلزم المسبوق والموافق متابعته وإن لم يعرف أنه سها وإلا بطلت صلاته إن علم وتعمد ويعيده المسبوق ندبا آخر صلاة نفسه. إعانة الطالبين 1/205\rويلحقه سهو إمامه فإن سجد تابعه ثم يعيده مسبوق آخر صلاته لأنه محل سجود السهو.فتح الوهاب 1/54","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"Bila yang ditinggalkan rukun maka ketika ingat harus langsung melaksanakan rukun yang di tinggalkan tersebut dan meneruskan sesuai dengan urutan rukun yang di tinggalkan tersebut (tartib), bila ingatnya di kala melakukan rukun yang sama dengan yang ditinggalkn atau ingat setelah salam dengan waktu yang sebentar maka roka'at tersebut tidak dihitung / harus menambah 1 roka'at lagi. [ ianah 1/178 - 179 dan bajuri 1/184 - 185 ].\r> Mbah Njawi\rSunnah melakukan sujud sahwi lagi\rولو اقتدى به بعد فعل الإمام للسجود ويحتمل خلافه وهو الأقرب لأنه لم يبق في صلاة الإمام خلل حين اقتدى به لكن في فتاوى الشارح أنه سئل عما لو سجد للسهو فاقتدى به شخص قبل شروعه في السلام من الصلاة هل يسجد آخر صلاة نفسه للخلل المتطرق له من صلاة الإمام أم لا فأجاب أنه يندب له السجود آخر صلاته لتطرق الخلل من صلاة إمامه إعانة الطالبين (1/ 205\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/568124743210338\r2293. SAHKAH JAMAAH JIKA PAKAIAN IMAM ADA NAJISNYA ?\rPERTANYAAN :\rAlkannas Sadja\rAssalamu'alaikum.... deskripsi masalah. imam sholat yang terkena najis namun sang imam tidak mengetahui. tapi yang mengetahui kenajisan itu adalah si makmum. Pertanyaan :\r1. bagaimana hukum sholat jama'ahnya.\r2. apa yang harus dilakukan oleh si makmum yang mengetahui kenajisannya sang imam. matur suwun... ^_^\rJAWABAN :\r> Dewan Masjid Assalaam\rWa'alaikumussalaam\r1. Hukum shalat jamaahnya batal, shalat imam batal, shalat makmum batal jika ia mengetahui najisnya imam dan tidak mufarroqoh. Jika makmum mufarroqoh maka shalatnya sah.\r2. Makmum wajib mufarroqoh dari imam.","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Ketika mengetahui bahwa imamnya memiliki najis maka makmum wajib mufarroqoh. Jika tidak maka shalatnya batal. Jika tahunya setelah salam maka imam maupun makmum wajib mengulang shalatnya kecuali najisnya imam adalah najis khafy (hukmiyyah) atau imamnya berhadats maka makmum tidak wajib mengulang.\rوالحاصل أنه لو بان إمامه كافراً ولو مخفياً كفره كزنديق أو خنثى أو مجنوناً أو أمّياً قادراً على التعلم أو تاركاً للفاتحة أو البسملة في الجهرية أو تجب عليه الإعادة أو ساجداً على كمه الذي يتحرك بحركته أو تاركاً تكبيرة الإحرام، أو قادراً على القيام أو السترة وكان يصلي من قعود، أو عارياً وجبت الإعادة إن بان بعد الفراغ من الصلاة، فإن بان في أثنائها وجب استئنافها لكون الإمام ليس من أهل الإمامة في ذاته (لا) إن بان إمامه (ذا حدث) ولو أكبر (أو خبث) أي ذا نجاسة خفية وهي الحكمية التي لا يدرك لها طعم ولا لون ولا ريح، ومثل ذلك كل ما يخفى على المأموم عادة كعدم النية، وكتيممه بمحل يغلب فيه وجود الماء وكونه تاركاً للفاتحة أو للبسملة في السرية أو للتشهد مطلقاً، ولو أحرم المأموم بإحرام الإمام ثم كبر الإمام ثانياً بنية سراً لكونه شك في التكبير الأوّل لا يضر في صحة صلاة المأموم لأن هذا مما يخفى ولا أمارة عليه، أما لو بان إمامه ذا نجاسة ظاهرة وهي العينية فإنه تلزمه الإعادة، ولا فرق في ذلك بين القريب والبعيد، ولا بين القائم والقاعد ولا بين الأعمى والبصير، ولا بين باطن الثوب وظاهره نظراً للشأن\r> Ghufron Bkl\rBila berupa najis zhohir / 'ainiyah bila tahu setelah salam maka shalatnya harus diulang, akan tetapi menurut imam Nawawiy tidak wajib diulang shalatnya baik berupa najis zhohir / 'ayniyah atau najis khofiy / hukmiyah. :","part":1,"page":55},{"id":56,"text":".لا إن اقتدى بمن ظن متطهرا فبان ذا حدث ولو حدثا أكبر أو ذا خبث خفي ولو في جمعة إن زاد على الأربعين فلا يجب الإعادة وإن كان الإمام عالما لانتفاء تقصير المأموم اذ لا إمارة عليهما ومن ثم حصل له فضل الجماعة أما اذا بان ذا خبث ظاهر فيلزمه الإعادة على الأعمى لتقصيره وهو ما بظاهر الثوب وان حال بين الإمام والمأموم حائل والأوجه في ضبطه أن يكون بحيث لو تأمله المأموم رآه والخفي بخلافه وصحح النووي في التحقيق عدم وجوب الإعادة مطلقا .إعانة الطالبين 2/46\rBila najis tersebut di ketahui di pertengahan shalat maka shalaty harus di ulang lagi dari awal dan tidak cukup dengan niat mufaroqoh saja bla berupa najis zhohir/ayniyah, dan belum berupa najis khofiy/hukmiyah maka cukup niat mufaroqoh/shalaty tidak usah di ulang dari awal. :\r.كل ما يوجب الإعادة إذا طرأ في الأثناء أوظهر أوجب الإستئناف ولا يجوز الإستمرار مع نية المفارقة وكل ما لا يوجب الإعادة مما يمنع صحة الإقتداء إبتداء عند العلم إذا طرأ في الأثناء أو ظهر لا يوجب الإستئناف ويجوز الإستمرار مع نية المفارقة. إعانة الطالبين 2/45\rWallaahu A'lam\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/566985523324260\r2309. IMAM SHOLAT DENGAN DUDUK, MAKMUM TETAP BERDIRI\rPERTANYAAN :\rSenja Kalanienk\rAssalamuaalaikum, mau tanya ustadz, kmrn saya melihat di shahih muslim ada hadist yang menerangkan bahwa ketika rasulullah sholat duduk, beliau juga memerintahkan shb abu bakar untuk sholat duduk juga. Pertanyaan saya, apakah jika imam sholat duduk, maka makmum juga harus sholat duduk juga? atau apakah hadist diatas msh ada penjabaran dan tafshil yang saya tidak tahu ? matur nuhun... ^_^\rJAWABAN :\r> Dewan Masjid Assalaam","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh telah mengabarkan kepada kami al-Laits dari Abu az-Zubair dari Jabir dia berkata, Rasulullah s.a.w.mengaduh, lalu kita shalat di belakangnya, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada manusia. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja-raja mereka, sedangkan mereka (raja) dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk. (HR Muslim).","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"حدّثنا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ : حَدَّثَنَا لَيْثٌ . ح وَحَدَّثَنَا مُحمَّدُ بْنُ رُمْحٍ : أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ ، قَالَ: اشْتَكَى رَسُولُ اللّهِ . فَصَلَّيْنَا وَرَاءَهُ، وَهُوَ قَاعِدٌ . وَأَبُو بَكْرٍ يُسْمِعُ النَّاسَ تَكْبِيرَهُ. فَالْتَفَتَ إِلَيْنَا فَرَآنَا قِيَاماً، فَأَشَارَ إِلَيْنَا فَقَعَدْنَا، فَصَلَّيْنَا بِصَلاَتِهِ قُعُوداً. فَلَمَّا سَلَّمَ قَالَ: «إِنْ كِدْتُمْ آنِفاً لَتَفْعَلُونَ فِعْلَ فَارِسَ وَالرُّومِ، يَقُومُونَ عَلَى مُلُوكِهِمْ وَهُمْ قُعُودٌ فَلاَ تَفْعَلُوا، ائْتَمُّوا بِأَئِمَّتِكُمْ: إِنْ صَلَّى قَائماً فَصَلُّوا قِيَاماً. وَإِنْ صَلَّى قَاعِداً فَصَلُّوا قُعُوداً","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"Hadits ini secara hukum terjelaskan oleh hadits : Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW pada suatu hari mengendarai kudanya lalu terjatuh dan terhempas pada bagian lambungnya yang kanan. Karena sebab itu Beliau pernah melaksanakan shalat sambil duduk di antara shalat-shalatnya. Maka kamipun shalat di belakang Beliau dengan duduk. Ketika selesai Beliau bersabda: Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, jika ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri. Jika ia rukuk maka rukuklah kalian, jika ia mengangkat kepalanya maka angkatlah kepala kalian. Dan jika ia mengucapkan sami’allahu liman hamidah (semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah; rabbanaa wa lakal hamdu (Ya Rabb kami, milik-Mu lah segala pujian). Dan jika ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri, dan jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian semuanya dengan duduk. Abu Abdullah berkata, Al Humaidi ketika menerangkan sabda Nabi SAW “Dan bila dia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian dengan duduk” dia berkata, kejadian ini adalah saat sakitnya Nabi SAW di waktu yang lampau. Kemudian setelah itu Nabi SAW shalat dengan duduk sedangkan orang-orang shalat di belakangnya dengan berdiri, dan beliau tidak memerintahkan mereka agar shalat sambil duduk (mengikuti beliau). Dan sesungguhnya yang dijadikan ketentuan adalah berdasarkan apa yang paling akhir dan terakhir dari perbuatan Nabi SAW. (HR Bukhari).","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"حدّثنا عبدُ اللهِ بنُ يوسفَ قال: أخبرَنا مالكٌ عنِ ابنِ شهابٍ عن أنسِ بنِ مالكٍ : «أَنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلّم ركبَ فرَساً، فصُرِعَ عنهُ، فجُحِشَ شِقُّهُ الأيمنُ، فصلَّى صلاةً منَ الصلواتِ وهو قاعدٌ ، فصلَّينا وراءهُ قُعوداً، فلمَّا انصرَف قال: «إنما جُعِلَ الإمامُ ليُؤْتمَّ به، فإذا صلَّى قائماً فصلُّوا قِياماً، فإذا رَكعَ فاركعوا، وإِذا رفعَ فارفَعوا، وإِذا قال: سَمِعَ اللهُ لمن حمدَه فقولوا: ربَّنا وَلكَ الحمدُ. وإِذا صلَّى قائماً فصلُّوا قِياماً،وإذا صلَّى جالساً فصلُّوا جُلوساً أجمعون». قال: أبو عبدِ اللهِ: قال الحُميديُّ: قوله:«إِذا صلَّى جالساً فصلُّوا جلوساً» هو في مرضهِ القديمِ، ثمَّ صلَّى بعدَ ذلك النبيُّ صلى الله عليه وسلّم جالساً والناسُ خَلفَهُ قياماً، لم يأْمُرْهم بالقعودِ، وإِنما يُؤَخذُ بالآخرِ فالآخرِ من فعلِ النبيِّ صلى الله عليه وسلّم.\r> Ghufron Bkl\rPertanyaan saya, apakah jika imam sholat dengan duduk, maka makmum juga harus sholat duduk juga ? Bila imamnya duduk maka ma'mumnya tidak boleh ikut duduk. :\r.وصح إقتداء سليم بسلس لبول أو المذي أو الضراط وقائم بقاعد أى صح إقتداء قائم بقاعد لخبر البخاري عن عائشة رضي الله عنها أنه صلى الله عليه وسلم صلى في مرض موته قاعدا وأبو بكر والناس قياما. إعانة الطالبين 2/46\rوذهب الشافعي إلى أنها تصح صلاة القائم خلف القاعد ولا يتابعه في القعود. سبل السلام 2/23\r> Mbah Godek\rالمجموع شرح المهذب (4/ 265) (فرع) في مذاهب العلماء: قد ذكرنا أن مذهبنا جواز صلاة القائم خلف القاعد العاجز وإنه لا تجوز صلاتهم وراءه قعودا وبهذا قال الثوري وأبو حنيفة وأبو ثور والحميدي وبعض المالكية وقال الاوزاعي واحمد واسحق وابن المنذر تجوز صلاتهم وراءه قعودا ولا تجوز قياما وقال مالك في رواية وبعض أصحابه تصح الصلاة وراءه قاعدا مطلقا","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"Cabang : dalam beberapa madzhabnya ulama' aku (imam nawawi) telah menyebutkan bahwa madzhab kami (syafiiyyah) memperbolehkan sholatnya orang yang berdiri (makmum) dibelakang /ikut bermakmum pada imam yang duduk yang tidak mampu berdiri dan tidak boleh bagi makmum ikut duduk pada sholatnya dan dengan pendapat ini telah berkomentar attsauri,abu hanifah,abu tsaur,alhumaidi dan sebagian ulama' dari malikiyyah, dan al-adzro'i,ishaq,dan ibnu mundir berpendapat boleh bagi makmum untuk duduk pada sholatnya yang ikut pada imam yang sholatnya duduk dan tidak boleh bagi mereka (makmum) untuk melakukan sholat berdiri, dan imam malik berkomentar dari riwayat sebagian ashabnya bahwa sah sholat bermakmum pada imam yang sholatnya duduk dengan mutlaq.\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/571989319490547/\r2349. UMMI ( BUTA HURUF ) YANG TIDAK SAH DIJADIKAN IMAM\rPERTANYAAN :\rAbusahla Ahmad Mukhtar\rAssalâmu 'alaykum warohmatullôH. Mohon penjelasannya kepada poro Ustadz dan poro admin rohimakumullôH.. Ada 2 pertanyaan yang berhubungan dengan masalah sholat jum'at :\r1. Saat ini saya sebagai TKI di daerah Putai Serawak Malaysia,tinggal bersama TKI semua(ada sedikit orang desa setempat tetapi non muslim), disamping itu,di tempat tinggal saya ada 2 masjid tetapi masih dalam satu lingkungan/mungkin bisa disebut dalam satu desa. Dalam keadan seperti ini apakah saya masih wajib melakukan sholat jum'at?","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"2. Dalam sholat berjama'ah disyaratkan untuk tidak bermakmum dengan imam ummiy,sehingga bisa menyebabkan tidak sahnya sholatnya makmum,dalam hal ini berarti sholat jum'atnya tidak sah. Yang mau saya tanyakan, sebatas mana ukuran Ummiy tersebut ? Sedangkan kalau saya menilai ada beberapa makhroj yang kurang pas, dan penilaian saya mengukur pada kalau seumpama ia(imam) membaca fatihaH di depan Guru saya, kemungkinan bacaannya belum sah ( kalau istilah ketika saya ngaji itu diklentung / ditolak )'. Monggo.. Matur nuwun..\rJAWABAN :\r1. DOCUMENT\rwww.piss-ktb.com/2013/01/2201-hukum-iadah-shalat-jumat-saat.html\rwww.piss-ktb.com/2012/03/023-shalat-jumat-syarat-jumat-boleh.html\r2. Mahmud Al-Martapura\rWa'alaikum salam..\rالأمي من لا يحسن ولو حرفا من الفاتحة بأن يعجز عنه بالكلية\rUmmi itu adalah orang yang tidak pas membaca fatihah wlwpn 1 huruf,dengan gambaran ia tidak bisa benar membc 1 huruf dengan keseluruhan ayat fatihah,\rSpt dia tidak pas bl setiap kali nyebut huruf ha,maksudnya tidak bisa membedakan ha kecil dan ha besar,\rأو عن إخراجه من مخرجه\rAtau dia tidak bisa mengeluarkan huruf dari makhraj nya,spt dia tidak ada beda nya belum nyebut ha di Allah dan ha di rahman,\rأو عن أصل تشديد منها لرخاوة لسانه\rAtau tidak pas mentasydidkan huruf yang bertasydid,karena lidahnya trlalu santai menyebutnya, seperti kalimat iyyaka na'budu\rفلا يصح الاقتداء حينئذ\rMaka tidak shoh menjadi makmum nya waktu orang itu msh ada lahan jali pada bacaan nya yang bisa merubah makna,spt contoh2 di atas\rلأنه لا يصلح لتحمل القراءة والإمام","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"karena ia tidak pantas untuk di jadikan imam yang bisa menanggung fatihah si makmum di belakangnya\rإلا إذا اقتدى به مثله في كونه أميا أيضا في ذلك الحرف بعينه بأن اتفق الإمام والمأموم في إحسان ما عداه\rKecuali yang mengikutinya di belakang itu sama sama ummiy juga pada huruf itu,misalnya Sm2 tidak bisa benar membc huruf RO,dengan gambaran si imam dan ma'mum tetap bagus apabila membac huruf slain RO.\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/02/458-imam-tidak-fasih.html\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/583238681698944\r2388. SHOLAT BERJAMAAH TAPI IMAM DARI MEDIA TV ?\rPERTANYAAN :\rMuhamad NurFajarudin\rAssalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Pertayaan titipan bagaimana hukumnya sholat jama'ah dengan menggunakan tv sering kita jumpai khususnya di hari jum'at (sholat jum'at) ? waalaikumsalam wr wb\rJAWABAN :\rGhufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, kalau tv tersebut sebagai perantara untuk mengetahui gerak geriknya imam maka shalatnya sah asalkan shalat tersebut dilakukan dalam satu majlis seperti masjid yang berlantai dua atau lebih.\r:.وهو أى المأموم عالم بصلاته أى الإمام بمشاهدة المأموم له أو بمشاهدته بعض صف أجزأه أى كفاه ذلك في صحة الإقتداء به، قوله بمشاهدة المأموم له أى الإمام وقوله أو بمشاهدته بعض صف أى أو نحو ذلك كسماع صوت الإمام أو صوت مبلغ ولو فاسقا وقع في قلبه صدقه فلا يشترط كونه عدلا وإن أوهمه كلام المحشي بل المدار على وقوع صدقه في قلبه وإن لم يكن مصليا ومثل ذلك هداية من غيره له. الباجوري 1/199\rWallohu a'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/590749894281156/\r2438. MENGIKUTI GERAKAN ORANG, TANPA NIAT JAMAAH\rPERTANYAAN :\rImaam SeDuniaa","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"Apa hukumnya sholat niat sendiri tapi gerakannya meniru gerakan sholat orang lain ?\rJAWABAN :\rGhufron Bkl\rMengikuti gerakan shalatnya orang lain dengan menunggu yang lama secara 'urf (adat kebiasaan) dengan tanpa niat jadi ma'mum maka shalatnya batal.\r:.وشرط لقدوة شروط منها نية إقتداء أو جماعةأو إئتمام بالإمام الحاضر___ فلو ترك هذه النية أو شك فيها وتابع مصليا في فعل كأن هوى للركوع متابعا له أو في سلام بأن قصد ذلك من غير إقتداء به وطال عرفا إنتظاره له بطلت صلاته. إعانة الطالبين 2/19- 20\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/602330603123085\r2439. SHAF PERTAMA SHALAT JAMA'AH DI MASJIDIL HAROM\rPERTANYAAN :\rZikrul Hidayat\rAssalamu'alaikum. Mohon pencerahannya Mengingat di masjidil haram shof ketika sholat kelililing ka'bah Manakah shof yang pertama min jihatil imam aatau minjihatil ka'bah karena kedua2nya mempunyai fadhilah. Dan ana sudah bertanya di majlis haram \"syekh ajlan ana kurang puas dia cuma menjawab \"WaQola syekhul islam ibnu taimiyyah \" shof awwal dimasjidil haram minjihatil imam. Padahal ana nanya Pendapat 4 mazhab mengenai hal ini Mohon penjelasannya :) syukron\rJAWABAN :\rGhufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, shaf pertama dalam shalat jama'ah di masjidil haram adalah shaf yang berada dibelakang imam dan shaf yang bersambung dengan shaf tersebut dan juga dikatakan shaf pertama shaf yang lebih dekat pada ka'bah bila antara shaf tersebut dan antara imam tidak dipisah dengan shaf lain.","part":1,"page":64},{"id":65,"text":":.وإذا صلى الإمام خلف المقام في المسجد الحرام واستدار المصلون حول الكعبة فالصف الأول في غير جهة الإمام ما اتصل بالصف الذي وراء الإمام لا ما قرب من الكعبة كما في فتح الجواد ونص عبارته والصف الأول في غير جهة الإمام ما اتصل بالصف الذي وراء الإمام لا ما قرب للكعبة كما بينته ثم أى في الأصل ومثله في النهاية و نصها و يسن أن يقف الإمام خلف المقام للإتباع والصف الأول صادق على المستدير حول الكعبة المتصل بما وراء الإمام وعلى من في غير جهته وهو أقرب إلى الكعبة منه حيث لم يفصل بينه وبين الإمام صف. إعانة الطالبين 2/23\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/600702943285851\r2477. MA'MUM TERTINGGAL BACAAN FATIHAHNYA IMAM\rPERTANYAAN :\r> Riza Ar Rokhman\rAssalamualaikum. Mau tanya Pada saat saya solat Imamnya cepet banget Terus pada rakaat 2 atau seterusnya saya belum sempat menyelesaikan fatihahnya. Apakah salat saya masih sah ?\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Menurut sebagian pendapat ulama makmum tinggal mengikuti imam ruku’ dan gugurlah sisa dari bacaan fatihahnya sedang menurut pendapat yang shahih makmum harus menyempurnakan fatihahnya.\rوَإِنْ كَانَ بِأَنْ أَسْرَعَ قِرَاءَتَهُ وَرَكَعَ قَبْلَ إتْمَامِ الْمَأْمُومِ الْفَاتِحَةَ فَقِيلَ يَتْبَعُهُ وَتَسْقُطُ الْبَقِيَّةُ، وَالصَّحِيحُ يُتِمُّهَا وَيَسْعَى خَلْفَهُ مَا لَمْ يُسْبَقْ بِأَكْثَرَ مِنْ ثَلَاثَةِ أَرْكَانٍ مَقْصُودَةٍ، وَهِيَ الطَّوِيلَةُ.\rفَإِنْ سُبِقَ بِأَكْثَرَ. فَقِيلَ يُفَارِقُهُ، وَالْأَصَحُّ يَتْبَعُهُ فِيمَا هُوَ فِيهِ ثُمَّ يَتَدَارَكُ، بَعْدَ سَلَامِ الْإِمَامِ، وَلَوْ لَمْ يُتِمَّ الْفَاتِحَةَ لِشُغْلِهِ بِدُعَاءِ الِافْتِتَاحِ فَمَعْذُورٌ، هَذَا كُلُّهُ فِي الْمُوَافِقِ.","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"Bila imam shalat cepat bacaannya dan ia ruku’ sebelum makmum merampungkan bacaan fatihahnya menurut sebagian pendapat ulama makmum tinggal mengikuti imam ruku’ dan gugurlah sisa dari bacaan fatihahnya sedang menurut pendapat yang shahih makmum harus menyempurnakan fatihahnya dan mengikuti dibelakang imam selagi ia tidak tertinggal tiga rukun shalat yang menjadi tujuan yaitu rukun-rukun shalat yang panjang (i’tidal dan duduk diantara dua sujud tidak termasuk rukun panjang, pent).\rBila ia tertinggal hingga tiga rukun menurut sebagian pendapat hendaknya ia mufaraqah (memisahkan diri dari imam) sedang menurut pendapat paling shahih ia harus mengikuti imam dalam posisinya dan kemudian ia harus menambalnya setelah salamnya imam. [ A-Manhaj Li an-Nawaawy I/53]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/615555098467302/\r2503. KRITERIA MA'MUM MASBUQ\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Harun Rosyd\rAssalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.. Sebenernya saya mau tanya, makmum masbuk itu seperti apa yaa ? jika kita tertinggal dalam hal rukun dan sunahnya, mana yang harus didahulukan ??\rJAWABAN :\r> Ali Al Hamdulillah\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh, ma'mum masbuq itu ma'mum yang ketinggalan imam, maksudnya tidak bisa mengikuti jamaah sejak rokaat awal. batasannya adalah ruku' awal dengan tumakninah bersama imam. adapun rukun dan sunah, maka rukun merupakan pokok sedang sunah adalah tambahan\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"Definisi ma'mum masbuq adalah ma'mum yang tidak nututi / menyusul berdirinya imam baik di roka'at pertama atau selainnya seukuran baca fatihah dengan bacaan standar. :\r.ولو اشتغل مسبوق وهو من لم يدرك من قيام الإمام أى سواء كان قيام الركعة الأولى أو غيرها ويتصور كونه مسبوقا في كل الركعات لنحو زحمة أو بطئ حرة، قدرا يسع الفاتحة بالنسبة الى القرأة المعتدلة أى لا بالنسبة لقرأته ولا لقرأة إمامه. إعانة الطالبين 2/352.\rHarus memilih rukun karena meninggalkan rukun berakibat shalatnya tidak sah,sedangkan meninggalkan sunah shalatnya tetap sah.:\r.أما في غير الحج فالنسبة بينهما العموم والخصوص المطلق على الراجح فكل ما يسمى ركنا يسمى واجبا وما يسمى واجبا قد يسمى ركنا وتتوقف الصحة على كل منهما والسنة ما لا تتوقف عليه الصحة. الشرقاوي 1/467\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/592242297465249\r2505. SUNAT MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHOF SHALAT JAMA'AH\rPERTANYAAN :\r> Lucky Luxman\rKenapa ya,ada orang kalau shalat mesti nempelin kakinya dengan orang disebelahnya, pernah aku menjauh eh msih dikejar-kejar aja kakiku biar nempel, sampai orang tu shlatnya mekangkang\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rSebetulnya memang sunnat meluruskan shof dan merapatkannya agar syaithan tidak bisa lewat sela-sela shoff.\rRisalah al-mu'awanah Habib 'Abdullah bin''Alwi al-Haddad :","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"(وعليك) برصِّ الصفوف وتسويتها. فإن كنت إماماً كان الأمر منك بذلك آكد، وهذا أمر مهمٌّ في الشرع وأكثر الناس غافلون عنه، وقد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحرض على ذلك ويتولى فعله بنفسه ويقول: \"لتسون صفوفكم أو ليخالفنَّ الله بين قلوبكم\" وكان يأمر بسدِّ الفُرَج ويقول: \"والذي نفسي بيده إني لا أرى الشيطان يدخل في خلل الصف كأنه الخذَف\" يعني الغنم الصغار\r> Ali Al Hamdulillah\rKalau ukurannya adalah rapat, alangkah indahnya yang bertempelan adalah pundak dengan pundak jadi tak harus pekangkang-pekengkeng. selain itu sikap tawadhu', tadhoru' dan khufyah-nya mudah diterapkan. tawadhu' kok pekangkangan kan kurang sip to...???\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/593558750666937/\r2514. LEBIH UTAMA SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ATAU RUMAH SAMA ISTRI ?\rPERTANYAAN :\r> Syamsul Ma'arif\rAssalam, mohon maaf saya mau tanya, tapi sebelumnya saya juga minta maaf jika mungkin pertanyaan ini sudah pernah ditanyakan sebelumnya:\r1. Lebih baik/afdhol sholat berjamaah di masjid, ataukah sholat berjamaah dengan istri di rumah??, kan kalau berjamaah di rumah dengan istri, akhirnya malah jarang2 jamaah di masjid....\r2. Lebih baik manakah di antara kedua orang ini (Ahmad & Zaid) ; Ahmad sangat aktif (istiqomah) berjamaah sholat 5 waktu di masjid, tapi dia gk pernah sholaat tahajjud. Zaid sangat jarang sholat berjamaah 5 waktu di masjid, lebih sering sholat sendirian, tapi dia sangat aktif sholat tahajjud???? Mohon kalau ada ta'birnya. Terimakasih banyak...wassalam\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"1. Bila dia shalat berjama'ah di masjid menyebabkan istrinya shalat sendirian dirumah/tidak berjama'ah maka leb?h afdlol berjama'ah dirumah bersama istri dengan catatan dengan tidak hadirnya dia kemasjid tidak menyebabkan kekosongan jama'ah dimasjid/dengan tidak hadirnya dia ke masjid tetap ada jama'ah di masjid :\rKitab Busyro Al Karim 1/119 :\r..نعم إن كان يصليها بأهله جماعة وذهابه الى المسجد يفوتها وقام الشعار بغيره ولم يتعطل مسجد بغيبته فهو أفضل. بشرى الكريم\rAl Bajuri 1/193 :\rوتحصل فضيلة الجماعة بصلاته بزوجته أو نحوها بل تحصيله الجماعة لأهل بيته أفضل. الباجوري\r> Sedot Wc\r2. Lebih baik manakah di antara kedua orang ini (Ahmad & Zaid) ; Ahmad sangat aktif (istiqomah) berjamaah sholat 5 waktudi masjid, tapi dia gk pernah sholaat tahajjud. Zaid sangat jarang sholat berjamaah 5 waktu di masjid, lebih sering sholat sendirian, tapi dia sangat aktif sholat tahajjud ????\rAhmad berjamaah isya:solat separuh malamjamaah subuh:sama dengan salat semalam penuh. [ kitab fadhila jaamaah ]\rPandangan saya berjamaah lebih baik dari pada tahajud, sebab berjamaah hukumnya fardhu kifayah.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/584560421566770\r2518. MAKRUH LELAKI BERJAMAAH DI BELAKANG SHAF WANITA\rPERTANYAAN :\r> Omar Faruq Mukhtarom","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"Assalamu'alaikum war wab. pingin nanyak neh....apakah ada pengacualian kalau sholat dimasjid harom seperti makmum di depan lebih dekat ke kiblat itu kan boleh.yang penting di depannya si imam sampai ke kiplat itu tidak ada ma'mun / yakni dikosongkan.yang saya tanyakan kalau ma'mum yang laki-laki berada di belakangnya perempuan itu ...apakah ada pengacualian juga.... seperti di atas. apakah ada selain hokum makruh... terima kacih mohon jawapanya\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, jama'ah laki-laki berada di belakang jama'ah wanita hukumnya makruh, dan selama ini belum menemukan pengecualian dari hukum ini :\r.ويسن إذا تعددت أصناف المأموم أن يقف خلفه الرجال ولو أرقاء ثم بعدهم إن كمل صفهم الصبيان ثم بعدهم وان لم يكمل صفهم النساء____ومتى خولف الترتيب المذكور كره. إعانة الطالبين 2/25\rSolusinya silahkan buka dokumen berikut :\rwww.fb.com/notes/269072493115566\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/584681821554630\r2549. BERMA'MUM PADA SESAMA MANTAN MA'MUM\rPERTANYAAN :\r> Elfadhle The'Redarmy\rAsslmlkm. Wr. Wb.. Akang-akang teteh-teteh mujawwib grup piss-ktb, mau nanya nhi... pada wktu shlt isya ada 2 ma'mum masbuk yang cuman kebagian 1 rakaat jamaah dengan imam. setelah imam salam, keduanya berdiri kemudian salah satu dari mereka mundur ke belakang ikut jamaah lagi pada ma'mum yang satunya, pertanyaannya :\r1. Bagaimna hukumnya ma'mum tadi yang ikut lagi jamaah pada ma'mum satunya, boleh apa nggak ?\r2. Terus ma'mum yang di depan boleh tak niat jadi imam ?\rJAWABAN :\r> Ulilalbab Hafas\rWa'alaikumussalaam, Fokus :","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"أو قام مسبوقون فاقتدى بعضهم ببعض صحت أيضا - على المعتمد - لكن مع الكراهة.(فتح المعين)\r1. Beberapa ma'mum masbuk berdiri untuk meneruskan sisa raka'atnya lalu salah satu dari masbuqin tersebut jadi imam dari masbuqin yang lain maka hukum nya sah tapi makruh. [ Fathul mu'in ].\rقوله: صحت) محل الصحة في هذه الصورة وفي الثانية التي بعدها في غير الجمعة، أما فيها فلا تصح القدوة في الصورتين عند الجمال الرملي، وفي الصورة الثانية عند ابن حجر.أما في الصورة الاولى فتصح عنده، لكن مع الكراهة، أفاده الكردي(قوله: لكن مع الكراهة) ظاهره أنه مرتبط بالصورة الثانية، وهو أيضا ظاهر عبارة شيخه في التحفة،وظاهر عبارة النهاية أنه مرتبط بالصورتين، كما نبه عليه ع ش، وعبارته: قوله لكن مع الكراهة، ظاهر في الصورتين، وعليه: فلا ثواب فيها من حيث الجماعة.وفي ابن حجر التصريح برجوعه للثانية فقط والكراهة، خروجا من خلاف من أبطلها. اهـ.2.\r2. Terus ma'mum yang di depan boleh tak niat jadi imam ? Boleh tapi makruh. Hal sedemikin ini kalau bukan di salat jum'at. kalau salat jum'at maka tidak sah.\r> Ghufron Bkl\r1. Boleh / shalatnya sah tapi tidak mendapat fadlilah jama'ah, ta'bir sudah ada di atas\r2. Bila selain shalat jum'at maka boleh, tidak niat jadi imampun juga boleh / shalatnya sah. :\r.ونية إمامة أو جماعة سنة لإمام في غير جمعة__وإن نواه في الأثناء حصل له الفضل من حينئذ أى من حين النية.إعانة الطالبين 2/20\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/587421807947298\r2553. MA'MUM MASBUQ SHALAT SHUBUH SATU ROKA'AT MENGULANG DO'A QUNUT\rPERTANYAAN :\rYdnar Yadnam Milanisti","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"Bro kalau masbuq sholat shubuh 1 rakaat, di rakaat kedua apa tetap harus pake Qunut? sementara di rakaat pertama karena mengikut Imam kita juga sudah pake Qunut. Mohon klining serpisnya aki...\rJAWABAN :\rTempat do'a qunut adalah pada saat bangun dari rukuk pada rekaat terakhir, jadi masbuk tetap membaca qunut lagi nantinya. Dalam kitab Mughnil Muhtaj juz III halaman 330 :\rوما أدركه المسبوق فأول صلاته فيعيد في الباقي القنوت فيعيد في الباقي القنوت ) في محله إذا صلى مع الإمام الركعة الثانية من الصبح وقنت الإمام فيها ، وفعله مع الإمام مستحب للمتابعة\rfokus :\rفيعيد في الباقي القنوت\rFA YU'IIDU FIL BAAQII AL QUNUUTA\rMaka makmum masbuq tersebut mengulang doa qunut pada rakaat berikutnya. Link : http://islamport.com/d/2/shf/1/36/2101.html\rWallaahu A'lam.\rMujawwib : Abdullah Afif, Sunde Pati\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/591625904193555/\r2596. SAH KAH JAMA'AH JIKA MA'MUM BERADA DI SEBERANG SUNGAI ?\rPERTANYAAN :\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rAssalamu 'alaikum..Mau tanya ustad, kalau jama'ah di luar masjid dan posisinya menyeberang sungai sah apa tidak ?\rNB : Masjid didepannya ada aliran sungai, berhubung tiap jum'at jamaah penuh jadi bnyk yang sholat diseberang sungai.. Jaraknya tidak jauh dari halaman masjid.\rJAWABAN :\r> Ulilalbab Hafas\rWa'alaikumussalaam. kalau sungai tersebut ada jembatannya dan antara ahirnya masjid dengan ma'mum di sebrang sungai tidak sampai 300 dzira' dan melihat terhadap gerakannya imam atau orang yang di belakang imam maka sah.... Ini adalah syarat imam dan ma'mum yang beda tempat. Lihat Bughyah bab salat jama'ah :","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"فتشترط خمسة شروط العلم بالإنتقالات الامام.وامكان الذهاب اليه من غيرازوراروانعطاف.وقرب المسافةبان لايزيدمابينهمااوبين احدهماواخرالمسجدعلى ثلاثمئة ذراع.ورؤيةالامام أوبعض المقتدين وانتكون الرؤيةمن محل المرور.فيضرهناتخلل الشباك والباب المردود\r> Hasyim Toha\rSholat berjama'ahnya sah dengan syarat tidak lebih dari 300 dzira', sebab sungai bukanlah penghalang (ha'il) yang dapat mencegah melihat imam atau makmumnya yang dihalaman masjid.\rUlilalbab Hafas > kalau sungai tersebut ada jembatannya ?\rBagaimana kalau pakai rakit / perahu, atau berenang apa tidak mungkin.. ? di ibarotnya tertulis \"IMKAN\" :\rوامكان الذهاب اليه من غيرازوراروانعطاف\rMemungkinkan pergi ke imam tanpa berbelok. (Tidak masalah si ma'mum bisa berenang atau tidak).\r> Ghufron Bkl\rShalat jama'ah yang antara ma'mum dipisah dengan sungai hukumy sah walawpun tidak ada jembatan sekira ma'mum bisa sampai pada imam walaupun dengan cara berenang, karena sungai itu tidak termasuk penghalang, asalkan ma'mum mengetahui gerakan imam dan jaraknya antara ma'mum yang terakhir dengan ma'mum yang paling akhir yang ada dimasjid tidak melebihi 300 dzira' / kurang lebih 144 meter, sebagaimana keterangan yang ada di ta'bir diatas. :\r.ولا يضر في جميع ما ذكر شارع ولو كثر طروقه ولا نهر وإن أحوج الى سباحة وهي بكسر السين العوم وهو علم لا ينسى لأنهما لم يعدا للحيلولة. الباجوري 1/200\r> Elfaqir Rahmatallah Abiel\rتقريرات السديدة 299\rولايضر تخلل الشارع بين الإمام والمأمو، وكذلك النهر الكبير، ولاالبحر بين سفينتين.\rTak mengapa antara imam dan ma'mum dipisah jalan besar, sungai besar dan lautan antara dua perahu (imam dan ma'mum beda perahu).","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"> Sunde Pati\rJika sholat di atas loteng masjid sedangkan imam di atas loteng rumah atau di atas loteng masjid yang lain yang terpisah tapi jaraknya dekat (kurang dari 300 dziro') dan antara keduanya tidak ada penghalang maka ada yang bilang TIDAK SAH karena berada dalam bangunan yang berbeda dan tidak adanya sambungan dan karena udara juga tidak mempunyai tempat yang tetap, tapi pendapat yang lebih dekat dengan kebenaran mengatakan SAH sebagaimana contoh sahnya jama'ah antara makmum dan imam berada dalam 2 bangunan yang dihalangi jalan dan sungai.\rأسنى المطالب في شرح روض الطالب - (ج 1 / ص 225)\rوَلَوْ صلى فَوْقَ سَطْحِ مَسْجِدٍ وَإِمَامُهُ فَوْقَ سَطْحِ بَيْتٍ أو مَسْجِدٍ آخَرَ مُنْفَصِلٍ مع قُرْبِ الْمَسَافَةِ وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا حَائِلٌ فَقَدْ يُقَالُ بِعَدَمِ الصِّحَّةِ لِاخْتِلَافِ الْأَبْنِيَةِ وَعَدَمِ الِاتِّصَالِ لِأَنَّ الْهَوَاءَ لَا قَرَارَ له وَالْأَقْرَبُ الصِّحَّةُ كما لو وَقَفَا في بِنَاءَيْنِ على الْأَرْضِ وَحَالَ بَيْنَهُمَا شَارِعٌ أو نَهْرٌ وَإِنْ كان الْإِمَامُ أو من على الْمَنْفَذِ أو الْمَأْمُومُ الْمُحَاذِي له في عُلْوٍ وَالْآخَرُ في سُفْلٍ وَقَدَمُ الْأَعْلَى مُحَاذٍ لِرَأْسِ الْأَسْفَلِ وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا فُرْجَةٌ تَسَعُ وَاقِفًا إنْ صلى بِجَنْبِهِ وَلَا أَكْثَرُ من ثَلَاثَةِ أَذْرُعٍ إنْ صلى خَلْفَهُ لم يَضُرَّ فَإِنْ لم يُحَاذِهِ على الْوَجْهِ الْمَذْكُورِ بَطَلَتْ صَلَاةُ الْمُقْتَدِي لِأَنَّهُمَا حِينَئِذٍ لَا يُعَدَّانِ مُجْتَمِعَيْنِ في مَكَان وَاحِدٍ بِخِلَافِ ما لو كان ذلك في الْمَسْجِدِ لِمَا مَرَّ\rالحاوى الكبير ـ الماوردى - (ج 2 / ص 788)","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"فَصْلٌ : فَأَمَّا إِذَا صَلَّى الْإِمَامُ فِي سَفِينَةٍ وَالْمَأْمُومُ فِي أُخْرَى وَهِيَ مَسْأَلَةُ الْكِتَابِ فَلَا يَخْلُو حَالُ السَّفِينَتَيْنِ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْوَالٍ : إِمَّا أَنْ يَكُونَا مُغَطَّاتَيْنِ ، أَوْ مَكْشُوفَتَيْنِ ، أَوْ إِحْدَاهُمَا مُغَطَّاةً وَالْأُخْرَى مَكْشُوفَةً ، فَإِنْ كَانَتَا مُغَطَّاتَيْنِ ، أَوْ إِحْدَاهُمَا لَمْ تَصِحَّ صَلَاةُ الْمَأْمُومِ فِي السَّفِينَةِ الْأُخْرَى ، كَمَا لَوْ صَلَّى الْإِمَامُ فِي دَارٍ وَالْمَأْمُومُ فِي أُخْرَى ، وَإِنْ كَانَتَا مَكْشُوفَتَيْنِ أَوْ كَانَا عَلَى ظَهْرِ سَفِينَتَيْنِ مُغَطَّاتَيْنِ فَلَا يَخْلُو حَالُهُمَا مِنْ أَحَدِ أَمْرَيْنِ : إِمَّا أَنْ يَكُونَا مَشْدُودَتَيْنِ ، أَوْ مُرْسَلَتَيْنِ ، فَإِنْ كَانَتْ كُلُّ وَاحِدَةٍ مِنَ السَّفِينَتَيْنِ مَشْدُودَةً بِالْأُخْرَى صَارَتَا كَالسَّفِينَةِ الْوَاحِدَةِ ، وَصَحَّتْ صَلَاةُ الْمَأْمُومِ ، وَإِنْ كَانَتَا مُرْسَلَتَيْنِ لَيْسَ فِيهِمَا رَبْطٌ ، وَلَا شِدَادٌ فَمَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ أَنَّ صَلَاةَ الْمَأْمُومِ فِي السَّفِينَةِ الْأُخْرَى جَائِزَةٌ إِذَا عَلِمَ بِصَلَاةِ الْإِمَامِ ، وَكَانَ بَيْنَهُمْ قُرْبٌ ، وَكَانَ اعْتِبَارُ الْقُرْبِ مِنْ مَوْقِفِ الْإِمَامِ إِنْ كَانَ وَحْدَهُ أَوْ مِنْ آخَرِ صَفٍّ مَنِ ائْتَمَّ بِهِ إِنْ كَانَ فِي جَمَاعَةٍ ، وَكَذَلِكَ لَوْ صَلَّى فِي سَفِينَةٍ وَالْمَأْمُومُ عَلَى الشَّطِّ ، أَوِ الْإِمَامُ عَلَى الشَّطِّ وَالْمَأْمُومُ فِي سَفِينَةٍ ، أَوِ الْإِمَامُ فِي أَحَدِ جَانِبَيْ نَهْرٍ وَالْمَأْمُومُ فِي الْجَانِبِ الْآخَرِ ، فَصَلَاةُ الْمَأْمُومِ جَائِزَةٌ إِذَا عَلِمَ بِصَلَاةِ إِمَامِهِ وَكَانَ بَيْنَهُمَا قُرْبٌ ، وَلَيْسَ الْمَاءُ حَائِلًا يَمْنَعُ مِنْ صِحَّةِ الصَّلَاةِ : سَوَاءٌ كَانَ رَاكِدًا أَوْ جَارِيًا","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"fokus :\rوَكَذَلِكَ لَوْ صَلَّى فِي سَفِينَةٍ وَالْمَأْمُومُ عَلَى الشَّطِّ ، أَوِ الْإِمَامُ عَلَى الشَّطِّ وَالْمَأْمُومُ فِي سَفِينَةٍ ، أَوِ الْإِمَامُ فِي أَحَدِ جَانِبَيْ نَهْرٍ وَالْمَأْمُومُ فِي الْجَانِبِ الْآخَرِ ، فَصَلَاةُ الْمَأْمُومِ جَائِزَةٌ إِذَا عَلِمَ بِصَلَاةِ إِمَامِهِ وَكَانَ بَيْنَهُمَا قُرْبٌ ، وَلَيْسَ الْمَاءُ حَائِلًا يَمْنَعُ مِنْ صِحَّةِ الصَّلَاةِ : سَوَاءٌ كَانَ رَاكِدًا أَوْ جَارِيًا\rBegitu juga umpama imam sholat dalam perahu sedangkan makmum di tepi sungai atau imam ada di salah satu tepi sungai dan makmum ditepi sungai yang satunya maka sholatnya makmum boleh-boleh saja jika tahu dengan sholatnya imam dan jarak mereka dekat (tidak lebih dari 300 dziro') dan masalah air tidaklah dianggap penghalang yang bisa mencegah sahnya sholat berjama'ah entah air itu mengalir atau tidak.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/575843355771810\r2620. BENARKAH WANITA LEBIH UTAMA SHALAT DI RUMAH DARIPADA DI MASJID ?\rPERTANYAAN :\r> Ainie D'Light Eye's\rAssalamu'alaikum wr.wb. Saya mau tanya, wanita itu lebih utama sholat di rumah atau di masjid / mushola ?? Dan bagaimana kalau mushala / masjid itu ada di dekat rumahnya ?? Soalnya saya punya tetangga yang tidak memperbolehkan ibunya shlat di mushola yang ada di seblah rumahnya karena katanya wanita itu lebih utama shlat di rumah, walaupun shalatnya sendirian ?? Benarkah ?? Kalau Wanita shlat di rumah, tapi secara munfarid, tidak brjamaah, apa itu juga masih lebiih afdhol daripda di masjid / mushola yang berjamaah ? Terima kasih. Wassalamu'alaikum wr.wb.\rJAWABAN :\r> Asrini Ummu Hafshoh","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh... Tak ada larangan wanita untuk shalat di masjid / mushola... tapi memang ahsannya Dan lebih utama shalat di rumah.. Itu Lebih menjaga. Dan jika ke masjid, maka jangan memakai parfum, jangan berdandan dan yang penting jangan banyak tingkah... Wallahu'alam.\r> Iwan Fathi Fauzan\rMbak ainie: sekarang saya yang tanya ke mbak, \" apakah mbak ainie menganggap Rasulullah saw tidak tahu bahwa solat di masjid itu kemungkinan besar sekali berjamaah, dan solat di rumah itu kemungkinan besar sekali munfarid, lalu kenapa koq tetap mengatakan afdhol di rumah? Apa mbak ainie belum yakin sama ucapan Rasulullah saw yang sayang sama anda dan umatnya ini bahwa solat di rumah lebih afdhol ?\"\rInsya Allah mbak, semakin cinta mbak ainie kepada Rasulullah saw, maka akan semakin yakin betul sama sabda Nabi saw dan akan datang sendiri penjelasannya ke dalam pikiran mbak. Mari cintai Rasulullah saw.\r> Reza Pacicu\rWa qoola rasulullohi shollollohu 'aalihi wasallam... la-an tushollil mar-ati fii baitiha khoirun-laha min antusholli fii hujrotiha, wa la-antusholli fii hujrotiha khoirun-laha min antusholli fid-daari,wa la an-tusholli fid-daari khoirun-laha min antusholli fil masjidi, rowahul baihaqiyyu 'an 'aa-isyah...\rNABI SAW bersabda : sholatnya perempuan dikamar lebih baik dprd sholat diruang tengah,sholatnya perempuan d ruang tengah lebih baik daripada sholat di ruang tamu (rumah bagian depan), sholatnya perempuan di rumah lebih baik daripada di sholat di mesjid. [ HR.IMAM BAIHAQI dari sayyidatina AISYAH, kitab UQUDULLUJJAIN hal.13 ]. Wallohua'lam.","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"Tapi bukan berarti wanita gak boleh sholat di mesjid, cuma AFDHOLnye wanita sholat di rumah... kalo memang wanita ingin sholat di masjid ya jangan dilarang, dan jangan pula wanita disuruh harus sholat di masjid... wallohua'lam.\r> Ghufron Bkl\rBagi wanita lebih utama berjama'ah di rumah :\r.وخرج بالذكر المرأة فإن الجماعة لها في البيت أفضل منها في المسجد. إعانة الطالبين 2/5\rTetap lebih utama shalat sendirian karena bagi wanita yg muda / musytahat ato wanita yg sudah tua / tidak musytahat bila berpakaian yg bagus / berhias ato memakai minyak wangi menghadiri jama'ah di masjid ato mushalla hukumy makruh, bahkan hukumnya harom bila tanpa idzin dari walinya ato suaminya bila sudah punya suami ato dapat idzin tapi khawatir terjadi fitnah.:\r.ويكره لها أى المرأة حضور جماعة المساجد إن كانت مشتهاة ولو في ثياب بذلة أو غير مشتهاة وبها شيئ من الزينة أو الريح الطيب وللامام أو نائبه منعهن كما له منع من تناول ذا ريح كريه من دخول المسجد ويحرم عليهن بغير إذن ولي أو حليل أو سيد أو هما في أمة متزوجة ومع خشية منها أو عليها. اعانة الطالبين 2/5\rSolusinya shalat jama'ah di rumah bersama dengan suaminya atau keluarganya bila belum bersuami karena bagi seseorg laki-laki lebih utama berjama'ah di rumah bersama istri ato keluarganya sekiranya bila dia shalat di masjid istrinya atau keluarganya tidak berjama'ah dengan catatan dengan tidak hadirnya laki-laki tersebut ke masjid tidak menyebabkan kosongnya jama'ah di masjid. :","part":1,"page":78},{"id":79,"text":".نعم إن كان يصليها بأهله جماعة وذهابه الى المسجد يفوتها وقام الشعار بغيره ولم يتعطل مسجد بغيبته فهو أفضل. بشرى الكريم 1/119وتحصل فضيلة الجماعة بصلاته بزوجته أو نحوها بل تحصيله الجماعة لأهل بيته أفضل. الباجوري 1/193\r> Sunde Pati\rSepakat lebih utama shalat di rumah.\rنهاية المحتاج (2/ 140)\rويكره لها حضور جماعة المسجد إن كانت مشتهاة ولو في ثياب مهنة أو غير مشتهاة وبها شيء من الزينة أو الريح الطيب وللإمام أو نائبه منعهن حينئذ كما له منع من تناول ذا ريح كريه من دخول المسجد\rBagi wanita dimakruhkan menghadiri jamaah dimasjid jika wanita tersebut masih seger (masih bisa disyahwati/dihasrati) walaupun pakai baju yang terjaga atau wanita tersebut sudah tidak dihasrati tapi ia pakai perhiasan atau pakai parfum boleh bagi sang imam atau naibnya untuk mencegah wanita tersebut menghadiri jamaah di masjid sebagaimana diperbolehkan bagi imam atau naibnya mencegah masuk masjid bagi orang yang makan makanan yang berbau.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/580021795353966\r2652. BACAAN AAMIIN MA'MUM TIDAK MEMUTUSKAN FATIHAHNYA\rPERTANYAAN :\r> Liach Li'IxZysta Pholepell\rAsalamualaikum. Seputar sholat. Bagaimana ketika sedang ma'mum tapi apabila sedang membaca al fatihah di sela sela-i dengan bacaan amin.\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikumussalam. Boleh. Ketika makmum sedang membaca fatihah saat itu pula imam selesai baca fatihah maka makmum disunatkan mengamini fatihahnya imam, jadi aminnya makmum di tengah-tengah fatihahnya (makmum) dan yang demikian tidaklah memutuskan bacaan fatihahnya makmum sehingga ma'mum tidak perlu mengulangi fatihahnya dari awal\rMinhaj al-Qowim bab Sifat ash-sholat :","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"\"و\" تشترط \"الموالاة\" في الفاتحة للاتباع، وكذا التشهد على ما اعتمده جمع. \"فتنقطع الفاتحة بالسكوت الطويل\" وهو ما يزيد على سكتة التنفس والعي \"إن تعمده\" وإن لم ينو القطع لإشعاره بالإعراض، بخلاف ما إذا كان ناسيًا أو ساهيًا وإن طال لعذره كالسكوت الطويل للإعياء أو لتذكر آية نسيها \"أو كان يسيرًا وقصد به قطع القراءة\" لتعديه بخلاف مجرد قصد قطع القراءة باللسان ولم يقطعها وإنما بطلت الصلاة بنية قطعها لأن النية ركن فيها يجب إدامتها حكمًا والقراءة لا تفتقر إلى نية مخصوصة، ومن لم يؤثر نية قطع الركوع أو غيره من الأركان، وتنقطع الموالاة أيضًا بقراءة آية من غيرها. \"وبالذكر\" وإن قل كالحمد للعاطس لأنه ليس مختصًا بالصلاة ولا لمصلحتها فأشعر بالإعراض \"إلا إذا كان ناسيًا\" لعذره \"وإلا إذا سن\" بالذكر \"في الصلاة\" بأن كان مأمورًا به فيها لمصلحتها فلا تنقطع به القراءة \"كالتأمين\" لقراءة إمامه \"والتعوذ\" من العذاب \"وسؤال الرحمة\" عند قراءة آيتهما منه أو من إمامه، وقوله بلى عند سماعه {أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ} [التين: 8] ، وسبحان ربي العظيم عند: {فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ} [الواقعة: 74] ، ونحو ذلك. \"وسجود التلاوة لقراءة إمامه والرد\" من المأموم \"عليه\" إذا توقف فيها ومحله إذا سكت فلا يفتح عليه ما دام يردد التلاوة، وإلا انقطعت الموالاة فيما يظهر، ونسيان الموالاة لا الفاتحة عذر، ولو شك قبل الركوع هل قرأ الفاتحة؟ أو قبل السلام هل تشهد؟ لزمه إعادتهما أو في أثنائهما في بعض منهما لزمه إعادتهما أو بعدهما في بعضهما لم يؤثر، ويجب ترتيب الفاتحة أيضًا، فإن تعمد تركه استأنف القراءة إن لم يغير المعنى وإلا بطلت صلاته، وكذا في التشهد وإن لم يجب ترتيبه، ويجب التوصل إلى قراءة الفاتحة، فكل وجه قدر عليه وإلا أعاد ما صلاه مع التمكن من تعلمها، ومن تعذرت عليه قرأ سبع آيات من غيرها بقدر حروفها وإن تفرقت","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"ولم تفد معنى منظومًا، فإن عجزت لزمه سبعة أنواع من الذكر أو الدعاء الأخروي بقدر حروفها، فإن لم يحسن شيئًا وقف بقدرها ولا يترجم عن شيء من القرآن لفوات إعجازه بخلاف غيره.\rFokus pada 'i baroh :\rفلا تنقطع به القراءة \"كالتأمين\" لقراءة إمامه\rMaka tidaklah putus bacaan fatihahnya (makmum) sebab dzikir yang disunatkan seperti mengamini bacaan fatihahnya imam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/626481220708023/\r2669. IMAM MELAKUKAN KEMARUHAN SHALAT, FADHILAH JAMA'AH MAKMUM IKUT BERKURANG ?\rPERTANYAAN :\r> Agung Irfani\rAssalamualakum.wr.wb. Apakah perkara makruh yang dilakukan oleh imam / ma'mum dalam sholat berjamaah dapat mengurangi keutamaannya sholat berjamaah ?\rJAWABAN :\r> Nabilah Az-Zahrah\rSetiap melakukan perkara-perkara yang dimakhruhkan dalam sholat dapat menggugurkan fadhilah jama'ah.\rبغية المسترشدين ص 30\r(مسألة): وكل مكروه من حيث الجماعة إذا ارتكب فوّت فضيلة الجماعة عند (حج) واستثنى (م ر) من ذلك تسوية الصفوف وهي تعديلها، والتراصّ فيها ووصلها وسد فرجها وتقاربها، وتحاذي القائمين بحيث لا يتقدم صدر واحد، ولا شيء منه على من بجنبه، ولا يشرع في الثاني حتى يتم ما قبله، هذا معنى تسوية الصفوف اهـ شيخنا.\rسفينة النجا ص 77\rوبعد فقد سئلت عن عدم إتمام الصفوف والشروع في صف قبل إتمام صف فأجبت بأنه مكروه لا تحصل به فضيلة الجماعة، ثم وردت إلي فتوى في ذلك فكتبت عليها ما نصه: لا تحصل الفضيلة وبيان ذلك بتقرير أمرين: أحدهما أن هذا الفعل مكروه، والثاني أن المكروه في الجماعة بسقط فضيلتها،\rالحاوي للفتاوى ج 1 ص 77","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"وبعد فقد سئلت عن عدم إتمام الصفوف والشروع في صف قبل إتمام صف فأجبت بأنه مكروه لا تحصل به فضيلة الجماعة، ثم وردت إلي فتوى في ذلك فكتبت عليها ما نصه: لا تحصل الفضيلة وبيان ذلك بتقرير أمرين: أحدهما أن هذا الفعل مكروه، والثاني أن المكروه في الجماعة بسقط فضيلتها، فأما الأول فقد صرحوا بذلك حيث قالوا في الكلام على التخطي يكره إلا إذا كان بين يديه فرجة لا يصل إليها إلا بالتخطي فإنهم مقصرون بتركها إذ يكره إنشاء صف قبل إتمام ما قبله، ويشهد له من الحديث قوله صلى الله عليه وسلّم: «أتموا الصفوف ما كان من نقص ففي المؤخر» رواه أبو داود، وفي شرح المهذب في باب التيمم: لو أدرك الإمام في ركوع غير الأخيرة فالمحافظة على الصف الأول أولى من المبادرة إلى الإحرام لإدراك الركعة، وأما كون كل مكروه في الجماعة يسقط الفضيلة فهذا أمر معروف مقرر متداول على ألسنة الفقهاء يكاد يكون متفقاً عليه، هذا آخر ما كتبت، وقد أردت في هذه الأوراق تحرير ما قلت بعد أن تعرف أن الفضيلة التي نعنيها هي التضعيف المعبر عنه في الحديث ببضع وعشرين لا أصل بركة الجماعة وسيأتي تقرير الفرق بين الأمرين، ثم الكلام أولاً في تحرير أن هذا الفعل مكروه من كلام الفقهاء والمحدثين، قال النووي في شرح المهذب في باب الجماعة: اتفق أصحابنا وغيرهم على استحباب سد الفرج في الصفوف وإتمام الصف الأول ثم الذي يليه إلى آخرها ولا يشرع في صف حتى يتم ما قبله ـ هذه عبارته ـ\r> Rampak Naung\rPasti Mandapatkan fadilah berjamaah, tapi tidak full. Lihat Fathul wahab syarah Minhajut tholab 1/69 :\r(و) تدرك فضيلة (جماعة ما لم يسلم ) أي الإمام التسليمة الأولى، وإن لم يقعد معه بأن سلم عقب تحرمه لإدراكه ركناً معه. لكن دون فضيلة من أدركها من أولها ومقتضى ذلك إدراك فضيلتها وإن فارقه وهو كذلك إن فارقه بعذر\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"Setiap yang dimakruhkan dalam shalat jama'ah itu menggugur fadlilah jama'ah tapi hanya di dalam bagian yang terdapat makruh saja bukan di dalam shalat secara keseluruhan. :\rوصرحوا بأن كل مكروه من حيث الجماعة يكون مبطلا لفضيلتها أى التي هي سبع وعشرون درجة الى أن قال ولا تغفل عما سبق لك من أن المراد فوات ذلك في الجزء الذي حصل به ذلك المكروه لا في كل الصلاة.إعانة الطالبين 2/25\rEpang Omar Ali > jawaban ust.Ghufron Bkl sip, tapi klo yang dimaksud mas Agung : apakah makmum terkurang fadlilah jamaahnya jika bermakmum pada imam yang mlakukan kemakruhan dalam shalat, lha itu yang saya ndak tahu hehe....\rNabilah > TIDAK, SANG PELAKUNYA YANG HILANG FADHILAHNYA.\r> Elfaqir Rahmatallah Abiel\rTaqriratussadidah. Halaman 308 :\rضابط المفوت للفضيلة: كل مكروه في صلاة الجماعة يفوت فضيلتها.إلا عدم تسوية الصفوف عند الرملي.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/564374883585324/\r2688. AURAT IMAM TERBUKA SAAT SHOLAT, MAKMUM BAGAIMANA ?\rPERTANYAAN :\r> Umyaku\rAssalamu'alaikum, afwan mau nanya... tolong dibantu,..\r1. Bagaimana imam yang aurat telapak kakinya kelihatan saat sujud ( di tengah-tengah shalat ), tasyahud awal dan akhir.. sah kah sholat imam dan ma'mum nya ?\r2. Bagaimana cara memperingatkan imam untuk segera menutup auratnya ?\r3. Perlukah mengulang sholatny imam juga ma'mum ? syukron\r*Note : sholat jama'ahnya di rumah yang diimami oleh kaum hawa..\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\r1. Bila imamnya itu perempuan, maka shalat imam dan ma'mum tersebut tidak sah.:\r.ولا يصح قدوة بمن اعتقد بطلان صلاته بأن ارتكب مبطلا في اعتقاد المأموم.إعانة الطالبين 2/41","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"ويجب الستر من الأعلى هذا في غير القدم بالنسبة للحرة أما هي فيجب سترها حتى من أسفلها اذ باطن القدم عورة كما علمت نعم يكفي ستره بالأرض لكونها تمنع ادراكه فلا تكلق لبس نحو خف فلو رؤي في حال سجودها أو وقفت على نحو سرير مخرق بحيث يظهر من أخراقه ضر ذلك فتنبه له. إعانة الطالبين 1/113\r3. Perlu mengulang dari awal walaupun tahu di pertengahan shalat, sehingga tidak cukup hanya dengan niat mufaroqoh. :\r.كل ما يوجب الإعادة إذا طرأ في الأثناء أوظهر أوجب الإستئناف ولا يجوز الإستمرار مع نية المفارقة وكل ما لا يوجب الإعادة مما يمنع صحة الإقتداء إبتداء عند العلم إذا طرأ في الأثناء أو ظهر لا يوجب الإستئناف ويجوز الإستمرار مع نية المفارقة. إعانة الطالبين 2/45\rDalam kasus di atas kalau ma'mum tahu di pertengahan shalat maka harus memulai dari awal, tidak cukup dengan niat mufaroqoh :\r.كل ما يوجب الإعادة إذا طرأ في الأثناء أوظهر أوجب الإستئناف ولا يجوز الإستمرار مع نية المفارقة وكل ما لا يوجب الإعادة مما يمنع صحة الإقتداء إبتداء عند العلم إذا طرأ في الأثناء أو ظهر لا يوجب الإستئناف ويجوز الإستمرار مع نية المفارقة. إعانة الطالبين 2/45\r> Hasyim Toha\rMa'mum mengulang shalat dari awal atau cukup niat mufaroqoh ? Jawabannya ditafsil :\r1. Jika langsung begitu melihat imam batal maka wajib mufaroqoh.\r2. Jika sudah berlalu, begitu melihat imam batal masih tetap mengikuti imam tanpa niat mufaroqoh, maka wajib mengulang dari awal.\rIni ibarot (AL-MAUSU'AH AL-FIQHIYAH) :\rلو رأى المأموم في أثناء الصلاة الإمام متلبسا بما يبطل الصلاة كأن رأى على ثوبه أو بدنه نجاسة أو تبين أن الإمام محدث أو جنب فإنه يجب على المأموم مفارقته ويتم صلاته منفردا بانيا على ما صلى مع الإمام، وهذا عند المالكية والشافعية في الجملة.","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"وقال الشافعية: إن استمر المأموم في هذه الحالة على المتابعة لحظة أو لم ينو المفارقة بطلت صلاته بالاتفاق - أي اتفاق فقهاء الشافعية - لأنه صلى بعض صلاته خلف محدث مع علمه بحدثه، وممن صرح ببطلان صلاته إذا لم ينو المفارقة ولم يتابعه في الأفعال الشيخ أبو حامد والقاضي أبو الطيب في تعليقهما والمحاملي وخلائق من كبار الأصحاب، وسواء كان الإمام عالما بحدث نفسه أم لا، لأنه لا تفريط من المأموم في الحالين، وهذا هو المذهب وبه قطع الجمهور كما قال النووي\r> Toni Imam Tontowi\rMasalah menutup aurot sebagai syarat sahnya shalat lihat di Fathul Wahhab - Marji'ul Akbar :","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"(و) ثالثها: (ستر عورة) ولو خالياً في ظلمة (بما) أي بجرم (يمنع إدراك لونها من أعلى وجوانب) لها لا من أسفلها فلو ريئت من ذيله كأن كان بعلو والرائي أسفل لم يضر ذلك. (ولو) سترها (بطين ونحو ماء كدر) كماء صاف متراكم بخضرة، فعلم أنه يجب التطيين أو نحوه على فاقد الثوب ونحوه. وأنه لو كان بحيث ترى عورته من طوقه في ركوع أو غيره بطلت عندهما فليزره أو يشد وسطه ونحوه من زيادتي. (وعورة رجل) حراً كان أو عيره (ومن بهارق) ولو مبعضة (ما بين سرة وركبة) لخبر البيهقي وإذا زوج أحدكم أمته عبدة، أو أجيره فلا تنظر الأمة إلى عورته والعورة ما بين السرة والركبة وقيس بالرجل من بهارق بجامع أن رأس كل منهما ليس بعورة، وتعبيري بذلك أعم من تعبيره بالأمة.(و) عورة (حرة غير وجه وكفين ) ظهراً وبطناً إلى الكوعين لقوله تعالى: {وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا?} وهو مفسر بالوجه والكفين وإنما لم يكونا عورة لأن الحاجة تدعو إلى إبرازهما (وخنثى كأنثى) رقاً وحرية هذا من زيادتي. فلو اقتصر الخنثى الحر على ستر ما بين سرته وركبته لم تصح صلاته، (وله) ـ أي المصلى ـ (ستر بعضها بيد) لحصول مقصود الستر (فإن وجد كافيه) أي بعضها (قدم) وجوباً (سوأتيه) أي قبله ودبره لأنهما أفحش من غيرهما. وسميا سوأتين لأن انكشافهما يسوء صاحبهما، (ثم) إن لم يكفهما قدم (قبله) لأنه متوجه به إلى القبلة فكان ستره أهم تعظيماً لها ولأن الدبر مستور غالباً بالأليين.\rfokus :\r.(و) عورة (حرة غير وجه وكفين ) ظهراً وبطناً إلى الكوعين لقوله تعالى: {وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا?} وهو مفسر بالوجه والكفين وإنما لم يكونا عورة لأن الحاجة تدعو إلى إبرازهما\rAurat perempuan saat sholat adalah seluruh badan KECUALI wajah dan telapak tangan (luar dan dalam) sampai batas pergelangan tangan (ugel-ugel : jawa)","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Minhajul Qowim - Marji'ul Akbar :\r. (و) عورة (الحرة) الصغيرة والكبيرة (في صلاتها وعند الأجانب) ولو خارجها (جميع بدنها إلا الوجه والكفين) ظهراً وبطناً إلى الكوعين، لقوله تعالى: {ولا يبدينّ زينتهن إلا ما ظهر منها} أي وما ظهر منها وجهها وكفاها، وإنما لم يكونا عورة حتى يجب سترهما لأن الحاجة تدعوه إلى إبرازهما، وحرمة نظرهما ونظر ما عدا بين السرة والركبة من الأمة ليس لأن ذلك عورة، بل لأن النظر إليه مظنة للفتنة.\rSetahu saya untuk jawaban pertanyaan nomer 2, tidak ada caranya, solusinya adalah ma'mum niat mufaroqoh, niat keluar dari jama'ah (mufaroqoh itu bukan niat ngulang sholat lagi, tapi niat keluar dengan tidak mengikuti jama'ah, caranya tinggal niat mufaroqohdalam hati lalu meneruskan sholat yang sedang dilakukan tadi sendirian tidak mengikuti alur jama'ah ), sebab kalau tetap ikut jama'ah sedang dia tahu aurat imam terbuka maka sholat dia batal, meskipun begitu si dia tetap mendapat fadilah jama'ah. Untuk masalah menepukkan tangan bagi wanita dalam rangka mengingatkan imam setahu saya dalam hal ketika imam lupa rukun sholat dan jika ada hal-hal yang membahayakan imam.\r*semua pendapat pribadi, bila salah mohon dikoreksi.\rIni ibaroh untuk pertanyaan nomer 2, dari Minhajul Qowim - Marji'ul Akbar :\rفصل: في شروط القدوة (شروط صحة القدوة: أن لا يعلم ) المقتدي (بطلان صلاة إمامه، بحدث أو غيره) كنجاسة، لأنه حيئنذ ليس في صلاة، فكيف يقتدي به\rHaasyiyah Bujairimi 'Alal Khothib - Marji'ul Akbar :","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"(وَ) الرَّابِعُ (إذَا نَابَهَا) أَيْ أَصَابَهَا (شَيْءٌ ) مِمَّا مَرَّ (فِي الصَّلَاةِ) أَيْ صَلَاتِهَا (صَفَّقَتْ) لِلْحَدِيثِ الْمَارِّ بِضَرْبِ بَطْنِ كَفٍّ أَوْ ظَهْرِهَا عَلَى أُخْرَى, أَوْ ضَرْبِ ظَهْرِ كَفٍّ عَلَى بَطْنِ أُخْرَى لَا بِضَرْبِ بَطْنِ كُلٍّ مِنْهُمَا عَلَى بَطْنٍ مِنْ أُخْرَى, فَإِنْ فَعَلَتْهُ عَلَى وَجْهِ اللَّعِبِ وَلَوْ ظَهْرًا عَلَى ظَهْرٍ عَالِمَةً بِالتَّحْرِيمِ بَطَلَتْ صَلَاتُهَا وَإِنْ قَلَّ لِمُنَافَاتِهِ لِلصَّلَاةِ. تَنْبِيهٌ: لَوْ صَفَّقَ الرَّجُلُ وَسَبَّحَ غَيْرُهُ جَازَ مَعَ مُخَالَفَتِهِمَا السُّنَّةَ, وَالْمُرَادُ بَيَانُ التَّفْرِقَةِ بَيْنَهُمَا فِيمَا ذُكِرَ لَا بَيَانُ حُكْمِ التَّنْبِيهِ وَإِلا فَإِنْذَارُ الْأَعْمَى وَنَحْوِهِ وَاجِبٌ, فَإِنْ لَمْ يَحْصُلْ الْإِنْذَارُ إلا بِالْكَلَامِ أَوْ بِالْفِعْلِ الْمُبْطِلِ وَجَبَ وَتَبْطُلُ الصَّلَاةُ بِهِ عَلَى الْأَصَحِّ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/573338269355652/\r2693. IMAM SHALAT DZUHUR SEDANG MAKMUM SHALAT SHUBUH, BOLEH KAH ?\rPERTANYAAN :\r> Ockem Bucet\rAssalamu'alaikum. Mau tanya Bagaimna Seandainya ada orang qodho' subuh menjadi makmum sama orang yang shalat i'adah ashar terus ketika sampe 2 roka'at si makmum niat mufaroqoh dan dia melakukan sujud sahwi. Pertanyaan:\r- Bagaimana hukum shalat si makmum ?\r- Apakah si makmum masih mendapatkan fadilahnya jama'ah ? Terima kasih dan maaf dah nger0ptin p.ustadz\rJAWABAN :\r> Toni Imam Tontowi","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"Wa'alaikumussalaam. Boleh dan sah dan mendapat fadlilah jama'ah. Meskipun beda jumlah rokaat antara shalat imam (dzuhur 4 rokaat) dan makmum (shubuh 2 roka'at), namun keduanya masih mempunyai nadzm (gerakan dan tatacara) yang sama. Beda misal imam shalat jenazah, makmum shalat shubuh, maka tidak sah.\rالإقناع فى حل ألفاظ أبى شجاع ـ مرجع الأكبر\rوالرابع من شروط الاقتداء توافق نظم صلاتيهما في الأفعال الظاهرة، فلا يصح الاقتداء مع اختلافه كمكتوبة وكسوف أو جنازة لتعذر المتابعة، ويصح الاقتداء لمؤدّ بقاض ومفترض بمتنفل، وفي طويلة بقصيرة كظهر بصبح وبالعكس ولا يضر اختلاف نية الإمام والمأموم والمقتدي في نحو الظهر بصبح أو مغرب كمسبوق فيتم صلاته بعد سلام إمامه، والأفضل متابعته في قنوت الصبح وتشهد أخير في المغرب، وله فراقه بالنية إذا اشتغل بهما، والمقتدي في صبح أو مغرب بنحو ظهر إذا أتم صلاته فارقه بالنية، والأفضل انتظاره في صبح ليسلم معه بخلافه في المغرب ليس له انتظاره لأنه يحدث جلوس تشهد لم يفعله الإمام، ويقنت في الصبح إن أمكنه القنوت بأن وقف الإمام يسيراً وإلا تركه ولا سجود عليه لتركه، وله فراقه بالنية ليقنت تحصيلاً للسنة.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/573901775965968/\r2728. HABIS SHALAT SENDIRI, SHALAT LAGI SECARA BERJAMA'AH ?\rPERTANYAAN :\r> Abun Lajang Latahzan\rAssalamu'alaikum wr.wb .. Selamat sore keluarga besar PISS-KTB .. Mohon bantuannya Lagi, hehe..\" sUatu hari \"ada seseorang yanG hendak melaksanakan shalat fardhu, dia menunggu imam, ada niat pengen berjama'ah. Karena terlalu lama menunggu imam (yang tidak datang-datang), dia langsung sholat sendirian, setelah selesai, barulah imam datang, saat imam mau sholat dia langsung ikomat & berjama'ah. PERTANYAAN.NYA :","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"BagaiMana hukumnya shalat yanG pertaMa dan yanG kedua ? sah-sah saJa atau giMana ? Mohon bantUan keluarga ma'had . . . .\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, kedua shalat itu sah dan yang kedua itu namanya mu'adah / i'adah. Hukum shalat yang kedua itu adalah sunah / i'adah :\r.و تسن إعادة المكتوبة بشرط أن تكون في الوقت وأن لا تزاد في إعادتها على مرة خلافا لشيخ شيوخنا أبي الحسن البكري رحمه الله تعالى ولو صليت الأولى جماعة مع آخر ولو واحدا إماما كان أو مأموما في الأولى أو الثانية بنية فرض وان وقعت نفلا فينوي إعادة الصلاة المفروضة واختار الإمام أن ينوي الظهر أو العصر مثلا ولا يتعرض للفرض . إعانة الطالبين 2/7\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/574249332597879\rLINK TERKAIT :\r1817. HUKUM MENGULANG SHALAT BERJAMA'AH DI RUMAH\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/465573866798760\r2736. IMAM MEMBACA PELAN SEBAGIAN DO'A QUNUT ?\rPERTANYAAN :\r> Nafa Fauz\rAssalamu alaikum. . Mau tanya, kebanyakan di jawa kalo pas doa qunut pas bacaan fainnaka taqdhi walaa yuqdho, imamnya membaca dengan lirih / pelan. Apa ada referensinya ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, bagi imam tetap sunah mengeraskan suara walaupun waktu tsana' di dalam shalat jahriyah dan sirriyah. :\r.و يسن الجهر به أى مما مر من القنوت و لو الثناء والصلاة والسلام للإمام في الجهرية والسرية كمقضية نهارا ليسمع المأموم فيؤمن للإتباع دون جهر القرأة مالم يكثر المأموم فيرفع قدر ما يسمعهم. بشرى الكريم 1/80\rMenurut keterangan di bawah ini : bagi imam dalam qunut ketika sampai pada tsana' hukumnya khilaf antara jahr dan sirr/ada pendapat yang mengatakan sunah sirr/ pelan. :","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"وعلى القول بأن المأموم يشارك الإمام في الثناء وهو الأولى فهل يجهر به الإمام أو يسر ؟ قال في النهاية فيه نظر يحتمل أن يقال يسر به كما في غيره مما يشتركان فيه ويحتمل وهو الأوجه الجهر به كما اذا سأل الرحمة أو استعاذ من النار و نحوها فإن الإمام يجهر به و يوافقه فيه المأموم ولا يؤمن كما قاله في المجموع.\rhttps;//www.almostaneer.com/show_book.aspx?id=95\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/575762172446595/\rLINK TERKAIT :\r1214. SIKAP MAKMUM DALAM BACAAN TSANA DI DOA QUNUT IMAM\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/363772580312223/\r2744. SYARAT SAH SHALAT JAMA'AH DI MASJID\rPERTANYAAN :\r> Adhek Syarif\rApabila orang syafi'i sholat di masjid yang desain arsitekturnya bikin orang tak sah sholat jamaahnya (seperti di luar masjid dan bisa sampe ke imam dengan izwiror) apa boleh kita hukumi sholat mereka sah ngikuti madzhab maliki ? Mohon disertai ibarot.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rApabila imam dan ma'mumnya sama-sama di masjid maka shalatnya sah walawpun tidak bisa sampai pada imam kecuali dengan membelakangi atau berpaling dari qiblat, bila ma'mumnya mengetahui gerak geriknya imam. :","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"فقد ذكر المصنف لهذه الحالة وهي أن يكونا بالمسجد شرطين الأول العلم بصلاة الإمام والثاني عدم التقدم عليه ويشترط أيضا أن يمكن الإستطراق عادة الى الإمام ولو بازورار و انعطاف أى انحراف عن القبلة و استدبار لها فلا يضر ذلك في المسجد و إن بعدت المسافة و حالت أبنية نافذة إليه. الباجوري 1/198-199مسئلة من شروط القدوة اجتماع الإمام والمأموم في مكان ثم إن جمعهما مسجد و منه جداره و رحبته بفتح الحاء__و منارته التي بابها فيه أو في رحبته لا حريمه___فالشرط العلم بانتقالات الإمام وإمكان المرور من غير إزورار وانعطاف بأن يولى ظهره القبلة على ما فهمه الشيخ عبد الله باسودان من عبارة التحفة لكن رجح العلامة على ابن قاضي عدم الضرر الإزورار والإنعطاف في المسجد مطلقا. بغية المسترشدين 70\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/615136551842490\r2767. IMAM FASIQ DAN KRITERIA MENJADI IMAM SHALAT\rPERTANYAAN :\r> Putra Gokils Mellenk Sharah\rAssalamualaikum..para ustad/zh dan segenap para habaib... Mau bertanya nih bolehkah orang yang banyak dosa meng-imami orang yang lebih alim dari kita.. dan mohon ibarohnya, makasih, wassalam.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah. Nyumbang Ta'bir :","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"لِلْإِمَامِ صِفَاتٌ : صِفَاتٌ مُسْتَحَبَّةٌ وَصِفَاتٌ مَشْرُوْطَةٌ ، فَالْمُسْتَحَبَّةُ سِتَّةٌ وَهِيَ الْفِقْهُ وَالْقِرَاءَةُ وَالْوَرَعُ وَالسِّنُّ وَالنَّسَبُ وَالْهِجْرَةُ وَالْمَشْرُوْطَةُ سِتَّةٌ اَحَدُهَا وَثَانِيْهَا اَنْ لَا يَكُوْنَ مُحْدِثًا اَوْ جُنُبًا وَثَالِثُهَا اَنْ لَا يَكُوْنَ عَلَى ثَوْبِهِ اَوْ بَدَنِهِ نَجَاسَةٌ غَيْرُ مَعْفُوٍّ عَنْهَا وَرَابِعُهَا اَنْ لَا يَمَسَّ ذَكَرَهُ وَخَامِسُهَا اَنْ لَا يَتْرُكَ الْإِعْتِدَالَ وَالطُّمَأْنِيْنَةَ فِي الصَّلَاةِ وَلَوْ نَفْلًا وَسَادِسُهَا اَنْ لَا يَتْرُكَ قِرَاءَةَ الْفَاتِحَةِ مَعَ اِمْكَانِهَا\rImam mempunyai beberapa shifat, shifat yang mustahabbah (sifat yang disunnahkan / dianjurkan) , dan shifat yang masyruthah (sifat yang disyaratkan, sifat yang wajib ada).\rAdapun shifat yang mustahabbah ada 6 :\r1. Fiqh ( mengerti ilmu fiqh)\r2. Qira'ah ( banyak hafalan Al Quran )\r3. Wara ( mempunyai sifat wara, kehati-hatian dalam mengamalkan agama )\r4. Sinnun ( usia lebih tua )\r5. Nasab ( keturunan mulia )\r6. Hijrah ( yang melakukan hijrah bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam)\rAdapun shifat yang masyruthah (sifat yang disyaratkan, sifat yang wajib ada) juga ada enam\r1 dan 2 Tidak berhadats kecil dan junub (hadats besar)\r3. Tidak ada najis yang tidak ma’fu di bajunya atau badannya\r4. Tidak memegang kemaluannya\r5. Tidak meninggalkan i’tidal dan tuma`ninah didalam shalat, meskipun shalat sunnah\r6. Tidak meninggalkan bacaan surat Al Fatihah sementara dia mampu membacanya\rWallaahu A’lam\rSumber : Syarh ‘Alaa Hadiyyatinnaashih, Imam Ramli halaman 9-10 (Makhthuthath), bikhtishaar.\r> SandalKayu HilangSatu","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"Ini nyumbang dikit dari Fathul Mu'iin :\r(وهي بجمع کثير افضل) منها في جمع قليل للخبر الصحيح: وما کان اکثر فهو احب الي الله تعالي (الا لنحو بدعة امامه) اي الکثير کرافضي وفاسق ولو بمجرد التهمة فالاقل جماعة - بل انفراد - افضل, کذا قاله شيخنا تبعا لشيخيه زکريا رحمهما الله تعالي\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/\r2779. HUKUM MA'MUM MEMBACA 'ALAIHIMASSALAAM SAAT SHALAT\rPERTANYAAN :\r> Adien Selalusayank Ayahboenda\rAssalamu'alaikum.. wr.wb, para asatidz saya mao nanya ni... ketika saya jadi ma'mum, imam kan mmbaca surat al-a'la.terus di akhir ayatkan ada lafadz .( fii sukhufi ibrohiima wamusaa ). Pertanyaanya : Apakah saya disunahkan membaca (alaihimassalam) tolong dijawab + dalilnya. terimakasih..\rJAWABAN :\r> Ibnu Al-Ihsany\rWa'alaikumussalaam, Hukumnya khilaf :\r1. Menurut qoul yang AQROB (lebih dekat) hukumnya SUNNAH. Namun perlu diperhatikan lafadz sholawatnya agar tidak terjadi khilaf terhadap batalnya sholat karena memindah rukun qouli. Lafadh yang dicontohkan seperti :\rصلى الله عليه وسلم\rdan dhomir yang dipakai tidak boleh menggunakan dhomir mukhoththob. Baca Itsmadul ainain hal 18 Karya al-Fadhil as-Syekh Ali bin Ahmad bin Sa'id Abu Shibrin :\r{مسألة}متى ذكر نبينا أو غيره من الأنبياء في آية سنة الصلاة عليه في الأقرب كما في العباب بالنسبة لنبينا ويلحق به إخوانه في ذلك المكان صيغة الصلاة المطلوبة كصلى الله عليه أو عليهما أو عليهم لا على اللهم صل على محمد للخلاف في بطلان الصلاة بنقل ركن قولي لكن في التحفة والنهاية عدم السن و حمله في الإيعاب على الإتيان هو على صورة الركن إهـ شيخنا","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"Ketika nama Nabi kita (Muhammad) atau nabi yang lain disebut di dalam satu ayat DISUNNAHKAN bersholawat menurut yang lebih dekat. Sebagaimana dalam al ubab dengan dinisbatkan pada Nabi kita. Dan saudara-saudara Nabi Muhamad (para nabi) juga disamakan dalam hal tersebut. Sighot bersholawat yang dituntut seperti ucapan :\rصلى الله عليه atau صلى الله عليهما atau صلى الله عليهم. ,\rbukan seperti :\rاللهم صل على محمد\rKarena ada khilaf tentang batalnya sholat yang disebabkan memindah rukun qouly.\rAda yang memperbolehkan dengan mengucapkan semisal shollallohu alaihi wasallam / shollallohu alaihima wa sallam / shollallohu alaihim wasallam, bukan Allohumma sholli ala muhammad. karena ada khilaf dalam hal tersebut tentang membatalkan sholat sebab memindah rukun qouly. dan menurur ulama yang mensunnahkan karena itu termasuk bagian memohon rohmat.\r2. Namun di dalam kitab at-Tuhfah dan an-Nihayah TIDAK DISUNNAHKAN dan diarahkan dalam kitab al-I'ab pada bentuk sholawat yang berbentuk rukun (sholat). Lihat Ianah at-Thalibin juz 1 hal 142 Karya Sayid Abu Bakar yang Populer dengan sebutan sayid bakry Bin al-Arif billah sayid Muhammad Syatho ad-Dimyathy :\rفلو قرأ المصلي آية أو سمع أية فيها اسم محمد صلى الله عليه وسلم لم تندب الصلاة عليه كما أفتى به النووى\rJika orang yang sholat membaca atau mendengar ayat yang terdapat nama Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam tidak disunnahkan sebagaimana fatwa Imam Nawawi.","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"قوله لم تندب الصلاة عليه أى على النبي صلى الله عليه وسلم وعليه فتقطع الموالاة وفي العباب ما نصه لو قرأ المصلي آية فيها اسم محمد صلى الله عليه وسلم ندب له الصلاة عليه في الأقرب بالضمير كصلى الله عليه وسلم لا اللهم صل على محمد للخلاف في بطلان الصلاة بنقل ركن قولي إهـ ونقله سم عنه وسلطان عن الأنوار وأقره إهـ بشرى الكريم وعبارة الأنوار قل العجلي في شرحه وإذا قرأ آية فيها اسم محمد صلى الله عليه وسلم استحب أن يصلي عليه وفي فتاوى صاحب الروضة أنه لا يصلي عليه إهـ وعلى ندبها لا تقطع الموالاة إذ هي من قبيل سؤل الرحمة عند سماع آيتها كما في ع ش ونص عبارته قوله وسؤال رحمة واستعاذة من عذاب ومنه الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم عند قرأة ما فيه اسمه فيما يظهر بناء على استحباب ذلك\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/623871404302338\r2855. MASALAH SUJUD SAHWI DALAM SHALAT JAMA'AH\rPERTANYAAN :\r> Daus Ahmad\rAssalamu'alaikum warahmatullaHi wa barakatuh... Para Ustadz.. yang saya muliakan.. saya mau bertanya jika ada imam sholat..dia lupa pada saat sholat dzuhur pada rokaat ketiga dia hampir bertahiyat akhir.. namun ada makmun yang mengingatkan \" subhanallah\" hingga imam bangun kembali untuk menambah satu rokaat... akan tetapi setelah tahiyat akhir sebelum salam imam melakukan sujud syahwi.. Pertanyaan saya :\r1. apakah perlu dilakukan sujud sahwi padahal imam sudah menggenapi menjadi 4 rokaat ?\r2. apakah sujud sahwi hanya berlaku untuk sholat munfarid atau boleh pada saat sholat jamaah ?\r3. kalau boleh sujud sahwi..apakah makmum masbuk mengikuti imam juga untuk melakukan sujud sahwi ?\r4. kalau harus sujud sahwi apa hukumnya makmun yang tidak mengikuti imam sujud sahwi ?\rJAWABAN :","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"> Ibnu Al-Ihsany\r?…Jika imam belum bangun lalu ingat bahwa dia berada di rokaat ke-3 maka dia wajib menambah 1 rokaat untuk menggenapi 4 rokaat. Dan tanpa sujud sahwi (tdk sunnah sujud sahwi).* Alasan: karena TIDAK ADA ihtimal (kemungkinan) menambah rukun fi'li.\r?…Namun jika imamnya sudah bangun untuk menambah satu rokaat disertai keraguan, kemudian dipertengahan keraguan sebelum salam dia ingat bahwa rokaat sebelumnya adalah rokaat ke-3, dan tambahan rokaat adalah rokaat ke-4, maka disunnahkan sujud sahwi.* Alasan: karena ADA ihtimal (kemungkinan) menambah rukun fi'li.\r?…NAMUN JIKA DILIHAT DARI MEMINDAH RUKUN QOULI, MAKA DISUNNAHKAN SUJUD SAHWI. Jika imam telah mengucapkan tasyahud, karena dia telah tasyahud akhir bukan di tempat semestinya.\rSelengkapnya lihat ta'bir berikut:\rكاشفة السجا شرح سفينة النجا صحـ 70 {فصل}في بيان مقتضى سجود السهو وما يتعلق به\rPasalMenerangkan tentang perkara yang menuntut sujud sahwi dan perkara yang berkaitan dengannya.\rأسباب سجود السهو في الصلاة فرضا أو نفلا أربعة\rPerkara-perkara yang menyebabkan sujud sahwi di dalam sholata, baik sholat fardhu atau sholat sunnah ada 4:\rالثالث نقل ركن أو غيره قولي أوبعضه ولو عمدا غير مبطل نقله إلى غير محله\rYang ketiga: memindah rukun atau selain rukun yang termasuk ucapan atau sebagiannya, meskipun dilakukan dengan sengaja yang tidak batal ketika memindahnya, pada selain tempatnya.\rكقراءة الفاتحة أو سورة الإخلاص أو بعضها في القعود بنياتها\rSeperti memindah bacaan al fatihah atau surat ikhlas atau sebagiannya ketika duduk dengan niat membacanya","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"نعم يستثنى من ذلك التسيحات فلا يسجد لنقلها على المعتمد وإن قصدها لأن جميع الصلاة قابلة لها إذ لم ينه عن التسبيح في شيئ منها بخلاف القراءة فإنها منهي عنها في غير محلها\rBenar memindah rukun atau bukan yang termasuk qouli pada selain tempatnya sunnah sujud sahwi.Namun dikecualikan untuk bacaan tasbih, ketika memindah tasbih maka tidak disunnahkan sujud sahwi menurut pendapat yang mu'tamad, meskipun menyengaja tasbih. Karena keseluruhan sholat menerima (boleh) untuk bertasbih, dan tidak dilarang. Berbeda halnya dengan bacaan, hal tersebut dicegah diselain tempatnya.\r** Langsung ke perkataan pengarang **\rالرابع إيقاع ركن فعلي مع احتمال الزيادة أي مع التردد في زيادته\rYang keempat: terjadinya rukun fi'li beserta kemungkinan menambah rukun, maksudnya disertai keraguan di dalam penambahannya.\rبأن شك في ركعة من الرباعية هل صليت ثلاثا وهذه التي أريد الإتيان بها رابعة أم رابعة وهي خامسة فبنى على اليقين وانتصب للإتيان بركعة\rDengan gambaran seseorang ragu pada satu rokaat di dalam sholat yang 4 rokaat; Apakah saya telah sholat 3 rokaat, dan rokaat yang hendak saya lakukan adalah rokaat ke-4, atau saya sudah sholat 4 rokaat, dan rokaat berikutnya adalah ke-5? MAKA BERDASAR YANG YAQIN (yakni yang terendah/paling sedikit yaitu sdh 3 rokaat), dan bangun untuk menambah 1 rokaat lagi.\rثم بعد انتصابه تذكر في أثنائها وقبل السلام أنها رابعة فيسن السجود\rKemudian setelah dia bangun dalam pertengahan rokaat tersebut dan belum salam, orang tersebut ingat bahwa rokaat tersebut adalah rokaat ke-4, maka disunnahkan sujud sahwi","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"لأن ما فعله منها عند الانتصاب لها وقبل التذكر محتمل للزيادة أي احتمال أن يكون من الخامسة وأن يكون من الرابعة\rKARENA rokaat yang dilakukan ketika bangun untuk menambah rokaat dan sebelum ingat itu DIMUNGKINKAN menambah, yakni kemungkinan tambahan itu rokaat ke-5 atau rokaat ke-4\rبخلاف ما لو تذكر في تلك الركعة المشكوك بها قبل الانتصاب لغيرها أنها رابعة فلا سجود\rBERBEDA HALNYA ketika orang itu ingat pada rokaat yang diragukan SEBELUM BANGUN UNTUK SELAIN ROKAAT ITU, bahwa rokaat tersebut adalah rokaat ke-4, maka tidak disunnahkan sujud\rوكذا لو تذكر أنها ثالثة فأتى بركعة فلا سجود عليه أيضا\rBegitu pula ketika ingat bahwa rokaat tersebut rokaat ke-3 (sebelum bangun untuk menambah), kemudia orang tersebut (harus) menambah 1 rokaat lagi, maka JUGA tidak disunnahkan sujud\rلأن ما فعله منها مع التردد لا يحتمل زيادة لأنه لا بد منه سواء كان في الثالثة أو الرابعة\rAlasannya:Karena yang dilakukan orang tersebut dengan disertai ragu-ragu TIDAK MEMUNGKINKAN adanya menambah, karena yang dilakukannya itu hal yang tidak bisa tidak pasti dalam rokaat tersebut baik itu pada rokaat ke-3 atau ke-4\rTambahan lanjutannya:\rــ إلى أن قال ــ\rويلحق المأموم سهو إمامه وكذا عمده كما يحمل الإمام سهوه سواء سها قبل اقتدائه به أم حال اقتدائه، فإن سجد إمامه تابعه وجوبا وإن لم يعرف أنه سها حتى لو اقتصر على سجدة واحدة سجد المأموم أخرى فإن ترك متابعته عمدا بطلت صلاته ثم يعيد السجود مسبوق آخر صلاته لأنه محل سجود السهو ، وإن لم يسجد الإمام وسلم سجد المأموم آخر صلاته جبرا لخلل صلاته بسهو إمامه","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Ma'mum wajib mengikuti imam untuk sujud sahwi.Jika tidak mengikuti dengan sengaja batal sholatnya ma'mum.Meskipun sudah sujud sahwi bersama imam atau imamnya tidak sujud sahwi dengan adanya perkara yang menyebabkan sujud sahwi, ma'mum disunnahkan sujud sahwi kembali pada akhir sholatnya sebelum salam. Wallahu ta'ala a'lamu bishshowab.\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam...\r1. Apakah perlu dilakukan sujud sahwi padahal imam sudah menggenapi menjadi 4 rokaat ? Jawaban sebagaimana ditulis oleh ustadz Ibnu Al-Ihsany...\rوكذا لو تذكر أنها ثالثة فأتى بركعة فلا سجود عليه أيضا\rBegitu pula ketika ingat bahwa rokaat tersebut rokaat ke-3 (sebelum bangun untuk menambah), kemudia orang tersebut (harus) menambah 1 rokaat lagi, maka JUGA tidak disunnahkan sujud.\r2. Apakah sujud sahwi hanya berlaku untuk sholat munfarid atau boleh pd saat sholat jamaah?3. kalau blh sujud sahwi..apakah makmum masbuk mengikuti imam juga untuk mtlakukan sujud sahwi ? Jawaban sebagaimana ditulis oleh ustadz Ibnu Al-Ihsany...\rفإن سجد إمامه تابعه وجوبا وإن لم يعرف أنه سها حتى لو اقتصر على سجدة واحدة سجد المأموم أخرى فإن ترك متابعته عمدا بطلت صلاته ثم يعيد السجود مسبوق آخر صلاته لأنه محل سجود السهو ، وإن لم يسجد الإمام وسلم سجد المأموم آخر صلاته جبرا لخلل صلاته بسهو إمامه\rMa'mum wajib mengikuti imam untuk sujud sahwi.Jika tidak mengikuti dengan sengaja batal sholatnya ma'mum. Meskipun sudah sujud sahwi bersama imam atau imamnya tidak sujud sahwi dengan adanya perkara yang menyebabkan sujud sahwi, ma'mum disunnahkan sujud sahwi kembali pada akhir sholatnya sebelum salam.","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"Dan juga dari Fat_hul Mu'in 1/205, maktabah syamilah :\rوعند سجوده يلزم المسبوق والموافق متابعته وإن لم يعرف أنه سها وإلا بطلت صلاته إن علم وتعمد ويعيده المسبوق ندبا آخر صلاة نفسه\rKetika imam melakukan sujud sahwi, maka makmum masbuq dan makmum muwafiq wajib mengikutinya, meskipun makmum tidak mengetahui bahwa imamnya lupa, jika tidak mengikuti maka shalatnya batal jika memang mengetahui dan sengaja. Makmum masbuq disunnahkan mengulangi sujud sahwi pada akhir shalatnya. Wallaahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/658058067550338\r2903. SAAT MAKMUM TAK SENGAJA MENDAHULUI IMAM BANGUN DARI SUJUD\rPERTANYAAN :\r> Najih Ibn Abdil Hameed\rAssalam, Ketika saya bangun dari sujud pertama, ternyata imam masih sujud dan lamaaa... Yang terpikirkan, Kalo saya balik sujud berarti sujud saya tiga kali, kalo saya nunggu imam sambil duduk terlalu lama antara dua sujud berarti tidak muwalat membatalkan sholat. Seharusnya bagaimana Kang...?\rJAWABAN :\r> Syifa Al'hasanah\rWa'alaikumussalaam, menurut qoul ashoh jika makmum langsung berdiri karena lupa sedang imam melaksanakan tasyahud awal maka makmum wajib kembali duduk untuk tasyahud awwal bersama imam, atau imam sujud ke dua sedang makmum langsung berdiri karena lupa sebelum melaksanakan sujud ke dua bersama imam maka wajib kembali sujud ke dua bersama imam.\rIntinya makmum harus mengikuti gerakan-gerakan sholat imam,karena mengikuti gerak-gerakan sholat imam hukumnya wajib sehingga jika makmum mendahului gerak-gerakan imam maka makmum wajib kembali untuk mengikuti imam.","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Sedang menurut qoul muqobil ashoh tidak boleh kembali untuk mengikuti imam,namun ia harus menunggu imamnya untuk kembali mengikuti imam,artinya jika makmum langsung berdiri karena lupa sedang imam sedang sujud ke dua maka ia tetap berdiri menunggu imam selesai sujudnya yang kedua, karena jika makmum kembali untuk sujud bersama imam hal ini dianggap telah menambah gerakan.\r- Almughni al muhtaj juz 1 halaman 286\r(وللمأموم) إذا انتصب ناسياً وجلس إمامه للتشهُّد الأول، أو نهضا سهواً معاً ولكن تذكر الإمام فعاد قبل انتصابه وانتصب المأموم، (العود لمتابعة إمامه في الأصح) لأن المتابعة فرض فرجوعه رجوع إلى فرض لا إلى سنة؛ والثاني: ليس له العود بل ينتظر إمامه قائماً لأنه متلبس بفرض وليس فيما فعله إلاَّ التقدّم على الإمام بركن.\r- Bughyatu Al mustarsyidin halaman 27 :\r(مسألة): إذا ترك المأموم القنوت وهوى للسجود ناسياً لزمه العود، وإن نوى المفارقة أو لحقه الإمام إلى السجود عند (حج) قال: ثم إن تذكر أو علم وإمامه في الاعتدال أو السجود الأول عاد المأموم إلى الاعتدال، أو وقد رفع رأسه من السجدة الأولى وافقه وأتى بركعة بعد سلام إمامه اهـ وقال (م ر) تبعاً للمجموع والتحقيق والجواهر والأنوار: إذا نوى المفارقة أو لحقه الإمام إلى السجود فلا يلزمه العود.","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"Sebaiknya bagi makmum mengikuti imamnya, Makmum tidak boleh mendahului imamnya dalam gerakan-gerakan sholatnya berdasarkan hadits nabi SAW:bahwasanya di jadikanya imam agar ia menjadi imam denganya ketaika ia takbir maka bertakbirlah,ketika ia rukuk maka rukuklah dan janganlah kalian menyalahi kepadanya (tidak mengikuti gerakan imamnya).ketika ia (imam) mengucapkan Sami'a allhu liman hamidahu,maka berdoalah Robbana laka al hamdu,ketika imam sujud maka kalian sujudlah,dan jangan mengangkat (dari sujud) sebelum imamnya.jika makmum bertakbirotul ihrom sebelum imamnya atau bersamaan imamnya maka sholatnya tidak sah karena sholatnya makmum bergantungan dengan sholatnya imamnya sebelum sahnya sholatnya imam maka tidak sah sholatnya makmum jika mendahului atau berbarengan dengan takbirnya imam.\rفصل في مُتَابَعَةِ المَأْمُومِ إمَامَهُ: وَيَنْبَغِى لِلْمَأْمُومِ أَنْ يَتْبَعَ الإمَامَ، وَلاَ يَتَقَدَّمَهُ فِي شَيْءٍ مِنَ الأَفْعَالِ، لِمَا رَوَى أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «إنَّمَا جُعِلَ الإمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإذَا كَبَّرَ، فَكَبِّرُوا، وَإذَا رَكَعَ، فَارْكَعُوا، وَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ، فَإذَا قَالَ: سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا: رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ، وَإذَا سَجَدَ، فَاسْجُدُوا، وَلاَ تَرْفَعُوا قَبْلَهُ» .فَإنْ كَبَّرَ قَبْلَهُ أَوْ كَبَّرَ مَعَهُ لِلإحْرَامِ، لَمْ تَنْعَقِدْ صَلاَتُهُ، لأَنَّهُ عَلَّقَ صَلاَتُهُ بِصَلاَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَنْعَقِدَ، فَلَمْ تَصِحَّ،\rKEJADIAN KEJAR-KEJARAN DENGAN IMAM","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"Jika makmum mendahului imam salah satu rukun sholat seperti rukuk sebelum imam rukuk, sujud sebelum imam sujud hukumnya tidak boleh/tidak sah berdasarkan sabda nabi muhammad SAW:apakah tidak khawatir salah satu di antara kalian ketika mengangkat kepalanya sedang imam dalam keadaan sujud Allah akan merubah kepalanya menjadi kepala keledai atau bentuknya seperti bentuk keledai.oleh karena itu maka wajib kembali bagi makmum yang mendahului gerakan imamnya untuk kembali mengikuti gerakan imamnya, karena kembali dari mendahului gerakan rukun imamnya hukumnya wajib .namun jika makmum mendahului rukuk imam namun tidak sempat kembali karena imam keburu rukuk maka tidak batal hal semacam ini karena hal ini di anggap mufarroqoh yang sedikit.tetapi jika makmum mendahului rukuk imamnya,ketika imam rukuk makmum i'tidal, ketika imam i'tidal makmum sujud ,hal semacam ini (kejar-kejaran dengan imam) batal sholatnya makmum jika mengetahui keharamanya karena hal ini dianggap mufarroqoh yang banyak,namun jika tidak mengetahui keharamanya maka tidak batal sholatnya namun roka'atnya tersebut tidak terhitung roka'at karena ia tidak mengikuti imamnya dalam urutan gerakan sholat.tetapi jika makmum ruku duluan ketika imam rukuk makmum i'tidal, lalu makmum diam sehingga imam dan makmum berkumpul berada pada posisi berdiri maka hal ini tidak batal sholatnya makmum karena ia mendahului dalam satu rukun yang dianggap mendahului yang sedikit.","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"وَإنْ سَبَقَهُ بِرُكْنٍ بِأَنْ رَكَعَ قَبْلَهُ أَوْ سَجَدَ قَبْلَهُ، لَمْ يَجُزْ ذَلِكَ؛ لِقَوْلِهِ صلى الله عليه وسلم: «أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ، إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ وَالإمَامُ سَاجِدٌ؛ أَنْ يُحَوِّلَ الله تَعَالَى رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ، أَوْ صُوَرَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ» .وَيَلْزَمُهُ أَنْ يَعُودَ إلَى مُتَابَعَتِهِ، لأَنَّ ذَلِكَ فَرْضٌ؛ فَإنْ لَمْ يَفْعَلْ حَتَّى لَحِقَهُ فِيهِ، لَمْ تَبْطُلْ صَلاَتُهُ؛ لأَنَّ ذَلِكَ مَفَارَقَةٌ قَلِيلَةٌ. وَإنْ رَكَعَ قَبْلَ الإمَامِ، فَلَمَّا أَرَادَ الإمَامُ أَنْ يَرْكَعَ، رَفَعَ، فَلَمَّا أَرَادَ الإمَامُ أَنْ يَرْفَعَ، سَجَدَ، فَإنْ كَانَ عَالِمَاً بِتَحْرِيمِهِ، بَطَلَتْ صَلاَتُهُ، لأَنَّ ذَلِكَ مُفَارَقَةٌ كَثِيرَةٌ، وَإنْ كَانَ جَاهِلاً بِذَلِكَ، لَمْ تَبْطُلْ صَلاَتُهُ، وَلاَ يُعْتَدُّ لَهُ بِهَذِهِ الرَّكْعَةِ، لأَنَّهُ لَمْ يُتَابِعَ الإمَامَ فِي مُعْظَمِهَا، وَإنْ رَكَعَ قَبْلَهُ، فَلَمَّا رَكَعَ الإمَامُ، رَفَعَ وَوَقَفَ؛ حَتَّى رَفَعَ الإمَامُ وَاجْتَمَعَ مَعَهُ فِي القِيَامِ، لَمْ تَبْطُلْ صَلاَتُهُ؛ لأَنَّهُ تَقَدَّمَ بِرُكْنٍ وَاحِدٍ؛ وَذَلِكَ قَدْرٌ يَسِيرٌ،\rTERTINGGAL 3 RUKUN\rJika imam telah melaksanakan 2 sujudnya sedang makmum masih di posisi berdiri maka ada 2 pendapat:pendapat pertama yaitu batal sholatnya karena telah tertinggal 2 sujud dan duduk di antara dua sujudpendapat ke dua menurut Abu Ishaq hukumnya tidak batal karena ia tertinggal satu rukun yaitu sujud (menurut ibnu ishaq dua sujud dan duduk di antara dua sujud termasuk dalam satu rukun).","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"وَإنْ سَجَدَ الإمَامُ سَجْدَتَيْنِ، وَهُوَ قَائِمٌ فَفِيهِ وَجْهَانِ: أَحَدُهُمَا: تَبْطُلُ صَلاَتُهُ، لأَنَّهُ تَأَخَّرَ عَنْهُ بِسَجْدَتَيْنِ وَجَلْسَةٍ بَيْنَهُمَا.وَقَالَ أَبُو إسْحَقَ : لاَ تَبْطُلُ، لأَنَّهُ تَأَخَّرَ بِرُكْنٍ وَاحِدٍ، وَهُوَ السُّجُودُ،\rIMAM LUPA NAMUN TERUS MELAKUKAN GERAKAN SHOLATNYA SETELAH DI INGATKAN MAKMUMNYA\rJika imam lupa dalam sholatnya, pertama lupa dalam baca'anya maka bagi makmum mengingatkanya dengan membacakan bacaan yang di baca imam dengan keras agar imam mendengarkanya.kedua jika imam lupa dalam gerakan sholatnya maka makmum mengingatkan imamnya dengan membaca tasbih (subhanalloh) agar imam tahu bahwa ia melakukan kesalahan ,namun jika imamnya setelah di peringatkan makmum si imam tidak mengikuti peringatan makmum maka bagi makmum tidak boleh mengikuti imamnya jika lupanya imamnya pada meninggalkan fardlu/rukun misal imam tidak rukuk maka wajib bagi makmum rukuk, karena kewajiban bagi makmum mengikuti gerakan imam dalam gerakan-gerakan sholat namun yang di lakukan imam bukanlah gerakan sholat sehingga makmum tidak boleh mengikuti imam.sedang jika yang di tingalkan imam sebab lupa yaitu pada gerakan sunnah seperti tasyahud awwal maka bagi makmum wajib mengikuti imam karena wajib mengikuti imam dan tidak boleh bagi makmum sibuk pada hal-hal sunnah (sedang imam lupa pada hal-hal yang sunnah).tetapi kalau imam lupa pada salam ke dua atau sujud sahwi maka bagi makmum boleh melakukanya karena kewajiban mengikuti imamnya sudah berakhir.","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"وَإنْ سَهَا الإمَامُ فِي صَلاَتِهِ؛ فَإنْ كَانَ فِي قِرَاءَة، فَتَحَ عَلَيْهِ المَأْمُومُ؛ لِمَا رَوَى أَنَسٌ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ الله يُلَقِّنُ بَعْضُهُمْ بَعْضاً فِي الصَّلاةِ، وَإنْ كَانَ فِي ذِكْرٍ غَيْرِهِ، جَهَرَ بِهِ المَأْمُومُ؛ لِيَسْمَعَهُ الإمَامُ، فَيَقُولُهُ، وَإنْ سَهَا الإمِامُ فِي فِعْلٍ، سَبَّحَ لَهُ؛ لِيُعْلِمَهُ، فَإنْ لَمْ يَقَعْ لِلإمَامِ أَنَّهُ سَهَا، لَمْ يَعْمَلْ بِقَوْلِ المَأْمُومِ؛ لأَنَّ مَنْ شَكَّ فِي فِعْلِ نَفْسِهِ، لَمْ يَرْجِعْ فِيهِ إلَى قَوْلِ غَيْرِهِ، كَالحَاكِمِ إذَا نَسِيَ حُكْماً، حَكَمَ بِهِ، فَشَهِدَ شَاهِدَانِ عَلَيْهِ؛ أَنَّهُ حَكَمَ بِهِ، وَهُوَ لاَ يَذْكُرُهُ، وَأَمَّا المَأْمُومُ، فَإنَّهُ يُنْظَرُ فِيهِ؛ فَإنْ كَانَ سَهْوُ الإمَامِ فِي تَرْكِ فَرْضٍ؛ مِثْلُ أَنْ يَقْعُدَ، وَفَرْضُهُ أَنْ يِقُومَ، أَوْ يَقُومَ، وَفَرْضُهُ أَنْ يَقْعُدَ، لَمْ يُتَابِعْهُ، لأَنَّهُ إنَّمَا تَلْزَمُهُ مُتَابَعَتُهُ فِي أَفْعَالِ الصَّلاةِ وَمَا يَأْتِي بِهِ لَيْسَ مِنْ أَفْعَالِ الصَّلاةِ، وَإنْ كَانَ سَهْوُهُ فِي تَرْكِ سُنَّةٍ، لَزِمَهُ مُتَابَعَتُهُ؛ لأَنَّ المُتَابَعَةَ فَرْضٌ، فَلاَ يَجُوزُ أَنْ يَشْتَغِلَ عَنْهَا بِسُنَّةٍ، فَإنْ نَسِيَ الإمَامُ التَّسْلِيمَةَ الثَّانِيَةَ، أَوْ سُجُودُ السَّهْوِ، لَمْ يَتْرُكْهُ المَأْمُومُ؛ لأَنَّهُ يَأْتِى بِهِ وَقَدْ سَقَطَ عَنْهُ المُتَابَعَةُ،\rIMAM DAN MAKMUM LUPA\rJjika imam dan makmum lupa secara bersama-sama misal dalam tasyahud awwal mereka langsung berdiri tanpa tasyahud awwal dari bangun sujud ke dua,lalu imam ingat sebelum sempurnna berdirinya bahwa ia belum tasyahud awal sedang makmum sudah sempurna berdirinya,dalam hal ini ada 2 pendapat :","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"1.…Tidak boleh kembali bagi makmum karena ia telah melaksan gerakan fardlu yaitu berdiri dari 2 sujud.\r2.…Makmum kembali untuk mengikuti imamnya tasyahud awal karena mengikuti imam lebih kuat.\rApakah kalian tidak mengettahui bahwasanya ketika mengangkat keppala dari rukuk (i'tidal) atau sujud sebelum imamnya maka ia wajib kembali untuk kembali mengikuti imamnya walaupun ia telah hasil melkasanakan gerakan fardlu.\rفَإنْ نَسِيَا جَمِيعاً التَّشَهُّدَ الأَوَّلَ، وَنَهَضَا لِلْقِيَامِ، وَذَكَرَ الإمَامُ قَبْلَ أَنْ يَسْتَتِمَّ القِيَامَ، وَالمَأْمُومُ قَدِ اسْتَتَمَّ القِيَامَ، فَفِيهِ وَجْهَانِ.أَحَدُهُمَا: لاَ يَرْجِعُ؛ لأَنَّهُ قَدْ حَصَلَ فِي فَرْضٍ.وَالثَّانِي: يَرْجِعُ؛ وَهُوَ الأَصَحُّ؛ لأَنَّ مُتَابَعَةَ الإمَامِ آكِدُ؛ أَلاَ تَرَى أَنَّهُ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ أَوْ السُّجُودِ قَبْلِ الإمَامِ، لَزِمَهُ العَوْدُ إلَى مُتَابَعَتِهِ، وَإنْ كَانَ قَدْ حَصَلَ فِي فَرْضٍ.\rIbarat di atas terangkum pada kitab al muhadzab juz 1 hal 135\r> Abdullah Afif\rLihat Tuhfatul Muhtaj 7/50-51 :\rلَوْ ظَنَّ أَنَّ إمَامَهُ رَفَعَ مِنْ السُّجُودِ فَرَفَعَ فَوَجَدَهُ فِيهِ تَخَيَّرَ\rJuga Nihayatul Muhtaj /232 :\r( وإلا ) بأن كان التقدم بأقل من ركنين سواء أكان بركن أم بأقل أم بأكثر ( فلا ) تبطل صلاته وإن كان عامدا عالما لقلة المخالفة ، وله انتظاره فيما سبقه به كأن ركع قبله ، ويسن الرجوع إليه ليركع معه إن كان متعمدا للسبق جبرا لما فاته ، فإن كان ساهيا به فهو مخير بين انتظاره والعود والسبق بركن عمدا كأن ركع ورفع والإمام قائم حرام\rFokus :","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"ويسن الرجوع إليه ليركع معه إن كان متعمدا للسبق جبرا لما فاته ، فإن كان ساهيا به فهو مخير بين انتظاره والعود والسبق بركن عمدا كأن ركع ورفع والإمام قائم حرام\rBaginya ada 2 pilihan :\r1. menanti imam,\r2. kembali Sujud\r> Ahamad Bayu\rAna rasa dalam pilihan antara menunggu atau sujud, lebih baik sujud.. Karena mungkin pilihan menunggu itu apabila imamnya tidak terlalu lama dalam sujudnya sehingga menunggunya pun ga kelamaan..\rNamun dalam pilihan kembali sujud pun tidak dijelaskan batasannya, apakah fauron/langsung sujud, ataukah diperbolehkan sujud kembali setelah duduk selama beberapa saat.. Saya rasa pilihan tersebut ialah apabila si makmum melihat imamnya masih sujud, sehingga makmumnya langsung sujud kembali, jadi belum duduk dalam waktu lama..\rSampai sini, kalo dalam kasus antum dimana sudah lama menunggu dalam duduk, ana cenderung memilih langsung sujud ke-dua dan menunggu imam di sujud kedua.. Menurut imam ramli hal seperti itu haram, namun menurut imam ibn hajar makruh. Wallaahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/691963184159826\r2999. TIDAK BOLEH BERMAKMUM PADA ORANG YANG BERSTATUS MAKMUM\rPERTANYAAN :\r> Ibnu Sabil\rAssalamu'alaikum ustadz. ada orang sholat niat menjadi ma'mum. Tapi di tengah sholat si imam ternyata menjadi ma'mum dengan orang yang berada di depannya, bagaimanakah sholat orang tersebut ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rDalam kasus di atas shalatnya tidak sah, karna syaratnya imam harus bukan orang yang saat itu sedang ber-ma'mum pada orang lain. :\rاعانة الطالبين 2/42","part":1,"page":109},{"id":110,"text":": . (قوله: ولا قدوة بمقتد) أي ولا يصح قدوة بمقتد حال قدوته لاستحالة اجتماع كونه تابعا متبوعا، وما في الصحيحين من أن الناس اقتدوا بأبي بكر خلف النبي (ص)، محمول على أنهم كانوا مقتدين به (ص) وأبو بكر يسمعهم التكبير، كما في الصحيحين أيضا. (قوله: ولو احتمالا) أي شكا، وهو منصوب على أنه خبر لكان محذوفا بتأويله باسم الفاعل، أي ولا يصح قدوته بمقتديا، ولو كان مريد القدوة شاكا في كونه مقتديا بأن تردد في كونه إماما أو مأموما، كأن رأى رجلين يصليان جماعة، وشك أيهما الامام؟ قال ح ل: فإن ظنه أحدهما بالاجتهاد عمل باجتهاده. واعترض بأن شرط الاجتهاد أن يكون للعلامة فيه مجال، ولا مجال لها هنا، لان مدار المأمومية على النية لا غير، وهي لا يطلع عليها. وأجيب بأن للقرائن مدخلا في النية. ا. ه‍. (قوله: وإن بان إماما) أي لا تصح القدوة فيما إذا شك في أنه مقتد أو لا؟ ولو تبين له بعد ذلك أنه إمام. وصورة ذلك، فيما إذا اقتدى بأحد شخصين متساويين في الموقف معتقدا أن من اقتدى به هو الامام، ثم بعد ذلك طرأ له شك في كونه إماما أو مأموما، فلا تصح القدوة به، ولو تبين له بعد ذلك أنه إمام. لكن محله - كما في سم - ما إذا طال زمن التردد، أو مضى معه ركن\rالشرقاوي 1/242\r.قوله والمأموم أى ما دام مأموما بخلاف ما لو انقطعت القدوة بسلام الإمام أو نية المفارقة فيصح الإقتداء به حينئذ فإذا سلم الإمام فقام مسبوق فاقتدى به آخر أو مسبوقون فاقتدى بعضهم ببعض صح مع الكراهة، هذا في غير الجمعة أما فيها فلا يصح ولا يدركها المقتدي بذلك (قوله والمشكوك في مأموميته) أى المتردد فيها كأن وجد رجلين يصليان و تردد أيهما الإمام فلا يصح إقتداؤه بواحد منهما لكن محل ذلك إذا هجم واقتدى بأحدهما فإذا اجتهد فأداه إجتهاده إلى أن أحدهما هو الإمام صح اقتداؤه به و وجبت الإعادة إن تبين كونه مأموما وإلا فلا.\r> Sunde Pati\rJawaban idem\rنهاية الزين (ص: 127)","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"( و ) الثامن أن لا يقتدى بمن يجوز كونه مأموما فحينئذ ( لا ) يصح قدوة ( بمقتد ) ولا بمن شك في كونه مقتديا ولو اقتدى مسبوق بعد سلام إمامه بمسبوق آخر صح في غير الجمعة لكن لا ثواب فيه لأن فيه نية القدوة في أثناء الصلاة ويؤخذ من ذلك أنه لو اقتدى به إنسان من أول صلاته كان فيه الثواب أما في الجمعة فلا يصح إذ لا يجوز إنشاء جمعة بعد أخرى\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/744930015529809/\r3020. MAKMUM MASBUQ MENJADI IMAM SHALAT\rPERTANYAAN :\r> Kawulo Alit\rAssalamu'alaikum wr.wb. Para Mujawwib yang budiman...ada pertanyaan nih...' Kalo ada makmum masbuq, kemudian si makmum masbuk itu dalam menyempurnakan sholatnya ada lagi yang makmum ! Pertanyaannya : Haruskah niat jadi imam ( yang tadi masbuq ) karena ada yang makmum kepadanya ? Mohon penjelasannya, terima kasih. Wassalamu'alaikum wr.wb\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Niat jadi imam tidaklah harus tapi sekedar sunnah kecuali kalo sholat jum'at.\rفتح القريب المجيب\rفلا يجب في صحة الاقتداء به في غير الجمعة نية الإمامة، بل هي مستحبة في حقه، فإن لم ينو فصلاته فرادى\r> Kudung Khantil Harsandi Muhammad\rBahkan kalau diniati itu bisa berakibat hukum makruh yang bisa menghilangkan pahala jamaah sebelumnya.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/745998502089627/\r3025. SATU MASJID ADA DUA JAMAAH IMAM SHALAT\rPERTANYAAN :\r> Hafidz Kazama\rAssalamu'alaikum... boleh tidak ketika ada 2 imam di satu masjid secara bersamaan...?\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah. Jika masjid mempunyai imam ratib dan masjid tersebut bukan masjid mathruq (masjid bukan mathruq ialah masjid yang dilakukan shalat jama'ah hanya satu kali setiap waktunya kemudian pintunya dikunci) maka makruh mendirikan shalat jama'ah sebelum hilangnya kesempatan datangnya imam, dan jika imam sudah shalat jama'ah maka maka makruh mendirikan shalat jama'ah tanpa seijinnya.....\rUlama syafi'iyyah berkata : Dimakruhkan mendirikan shalat jama'ah di masjid tanpa ijin imam ratib, sebelum, sesudah ataupun bersamaan dengan shalat jama'ahnya imam ratib.Tidak makruh shalat jama'ah di masjid mathruq, masjid yang berada ditempat lalu lalang orang, atau di pasar, atau masjid yang tidak ada imam ratibnya....\r- kitab Qalyubi 3/282 :\rوَهَذَا فِي مَسْجِدٍ غَيْرِ مَطْرُوقٍ بِأَنْ لَا يُصَلِّي فِيهِ فِي كُلِّ وَقْتٍ إلَّا جَمَاعَةٌ وَاحِدَةٌ ثُمَّ يُقْفَلَ كَمَا مَرَّ ، وَإِلَّا فَالرَّاتِبُ كَغَيْرِهِ وَلَوْ بِحَضْرَتِهِ ، فَلَا تُكْرَهُ جَمَاعَةُ غَيْرِهِ حِينَئِذٍ مَعَهُ وَلَا قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ كَمَا تَقَدَّمَ ، وَيُقَدَّمُ الرَّاتِبُ فِي مَحَلِّهِ وَلَوْ عَلَى السَّاكِنِ فِيهِ إلَّا عَلَى مَنْ وَلَّاهُ\r- kitab Majmu' 4/119 :\rوأما حكم المسألة ) فقال أصحابنا : إن كان للمسجد إمام راتب ، وليس هو مطروقا كره لغيره إقامة الجماعة فيه ابتداء قبل فوات مجيء إمامه ، ولو صلى الإمام كره أيضا إقامة جماعة أخرى فيه بغير إذنه ، هذا هو الصحيح المشهور وبه قطع الجمهور ، وحكى الرافعي وجها أنه لا يكره ، ذكره في باب الآذان ، وهو شاذ ضعيف ، وإن كان المسجد مطروقا أو غير مطروق ، وليس له إمام راتب لم تكره إقامة الجماعة الثانية فيه","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"- kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhuu 2//1183:\rوقال الشافعية: يكره إقامة الجماعة في مسجد بغير إذن من الإمام الراتب مطلقاً قبله أو بعده أو معه، ولا يكره تكرار الجماعة في المسجد المطروق في ممر الناس، أو في السوق، أو فيما ليس له إمام راتب، أو له وضاق المسجد عن الجميع، أو خيف خروج الوقت؛ لأنه لا يحمل التكرار على المكيدة.\r> Jaka Perkasza\rIntinya jika ada imam tetap setiap waktu (imam ratib), maka makruh jika ada imam lain memulai jama'ah kecuali dengan ijin imam tetap itu tadi, atau imam tetap sudah mulai berjama'ah imam lain juga ngadakan jama'ah sendiri. Ini tentunya sholatnya sama, artinya bukan satunya qosor satunya tidak qosor. Kecuali hikayahnya imam rofi'i, hikayah beliau tidak makruh, tapi syadz, do'if. Ini bukan sholat jum'at, kalo sholat juma'at tidak sah. Wallahu A'lam Bis Shawaab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/655336514489160/\rwww.fb.com/notes/757174924305318\r3052. BERMAKMUM KEPADA IMAM YANG TIDAK BISA BERDIRI\rPERTANYAAN :\r> Maulidia Dia\rAssalamualaikum ustadz... Bagaimana hukumnya shalat ber ma'mum kepada orang shalat yang tidak bisa berdiri ? Atas jawabannya terimakasih\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Shalat berma'mum pada orang yang tidak bisa berdiri hukumnya sah :\rالتصنيف: فقه شافعي الكتاب: إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين الصفحة: -358\r(قوله: وقائم بقاعد) أي وصح اقتداء قائم بقاعد، لخبر البخاري: عن عائشة رضي الله عنها: أنه - صلى الله عليه وسلم - صلى في مرض موته قاعدا، وأبو بكر والناس قيام","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"Dan bermakmumnya orang yang berdiri kepada orang yang duduk itu sah karena ada hadits riwayat Al-Bukhori dari 'Aisyah rodhiyallohu 'anha sesungguhnya Nabi shollallohu 'alaihi wasallam sholat sambil duduk ketika sakit menjelang wafatnya sedangkan Abu Bakar dan para sahabat (bermakmum kepada Nabi ) sambil berdiri. Wallohu a'lam bis showab. [I'anatut Tholibin I / 358].\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/745410918815052/\r3069. SHOLAT FARDHU BERMAKMUM KEPADA SHOLAT SUNNAH\rPERTANYAAN :\rAssalaamu alaikum ustadz, bagaimana hukumnya sholat fardhu berjama'ah pada orang yang lagi sholat sunnah? [ Polici Tedung ]\rJAWABAN :\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Sholat fardhu berjama'ah pada orang yang sedang sholat sunnah hukumnya makruh dan tetap mendapatkan fadhilah berjama'ah.\rLihat kitab As-syarqowi 1/334 :\r: قوله اذا اتفق فيها صلاتا الامام والمأموم أى عددا و نوعا كظهرين فان اختلفا نوعا فقط كعصر خلف ظهر او نوعا وصفة كمغرب خلف ظهر كانت الجماعة مكروهة و مع ذلك تحصل فضيلتها كفرض خلف نفل وعكسه ومؤداة خلف مقضية وعكسه. الشرقاوي 1/324\rPernyataan penulis \" jika sama sholatnya imam dan makmum\" maksudnya sama dalam rokaat dan macamnya,misalnya seperti dua sholat Dhuhur, jika berbeda macamnya saja misalnya seperti sholat Asar di belakang sholat Dhuhur, atau berbeda dalam macam dan sifatnya seperti sholat Maghrib di belakang sholat Dhuhur maka jamaahnya menjadi makruh tapi tetep mendapat fadhilah jamaah seperti sholat FARDHU dibelakang sholat SUNNAH, begitu juga sebaliknya , dan sholat Ada' di belakang sholat Qodho' dan sebaliknya.","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"- Tuhfah al-habib ala syarh al-khotib juz 2, hal . 305 al-maktabah asy-syamilah :\rومع الكراهة تحصل فضيلة الجماعة كفرض خلف نفل وعكسه\rBeserta hukum makruh diperoleh fadhilah jamaah seperti sholat fardlu (berjamaah) di belakang sholat sunnah dan kebalikannya (sholat sunnah di belakang sholat fardlu). Wallohu a'lam bis showab.\rMUJAWWIB : Ghufron Bkl, Ibnu Al-Ihsany\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/745419238814220/\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/039-shalat-bermakmum-pada-orang-sholat.html\r3080. HUKUM SHALAT BERJAMA'AH DENGAN JIN\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Udin\rAssalaamu 'alaikum… Sahkah Orang yang shalat berjema'ah dengan jin ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rSholatnya sah. Lihat kitab Al Asbah Wan nadhoir Imam Suyuti :\rالثالث : هل تنعقد الجماعة بالجن قال صاحب آكام المرجان : نعم . ونقله عن ابن الصيرفي الحنبلي . واستدل بحديث أحمد عن ابن مسعود في قصة الجن . وفيه { فلما قام رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي أدركه شخصان منهم فقالا : يا رسول الله إنا نحب أن تؤمنا في صلاتنا . قال فصففنا خلفه ، ثم صلى بنا ، ثم انصرف } .","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"Masalah yang ke tiga : apakah berjam'ah dengan jin itu sah ? Pemilik kitab Akamul Marjan menjawab : iya , dan beliau menukil pendapat ini dari Ibnu Soirofi Al Hambali, dan mengambil dalil dari hadisnya Imam Ahmad dari Ibnu Mas'ud dalam kisah jin, hadisnya adalah :\" ketika Rasululloh shollallohu alaihi wasallam akan menegakkan sholat beliau menemukan dua sosok dari mereka (jin) kemudian keduanya berkata ' wahai Rasululloh kami suka engkau mengimami sholat kami, Ibnu Mas'ud berkata: 'maka kami membuat shaf di belakang beliau kemudian beliau sholat bersama kami kemudian pergi.\"\rMasih dalam kitab yang sama :\rالرابع : قال في آكام المرجان : نقل ابن الصيرفي عن شيخه أبي البقاء العكبري الحنبلي : أنه سئل عن الجني ، هل تصح الصلاة خلفه : فقال نعم لأنهم مكلفون والنبي صلى الله عليه وسلم مرسل إليهم .\rMasalah ke empat, pemilik kitab akamul marjan berkata , \" Ibnu Soirofi menukil dari gurunya yaitu Abil Baqo' Al akbari Al Hambali, sesungguhnya beliau di tanyai masalah jin apakah sah sholat dibelakang jin ? beliau menjawab : \" sah, karena mereka juga mukallaf dan Nabi shollallohu alaihi wasallam juga diutus kepada mereka\". Wallohu a'lam.\r> Rofiah Adawiyah\rYang diperbolehkan itu sholat jama'ah biasa, tapi tidak untuk sholat jum'at. Al-Bahuti dlm syarah muntaha al-iradat menukil syekh taqiyuddin :\rقال الشيخ تقي الدين : ونراهم فيها ولا يروننا ( وتنعقد بهم ) أي : مؤمني الجن ( الجماعة ) قال في شرحه : لا الجمعة\rوقال الشيخ تقي الدين : ليس الجن كالإنس في الحد والحقيقة\r> Ghufron Bkl\rShalat berjama'ah dengan jin asalkan memenuhi syarat jama'ah hukumnya sah baik jinnya jadi ma'mum atau jadi imam.","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"الأشباه و النظائر : ص :161-163\r: .هل تنعقد الجماعة بالجن قال صاحب أكام المرجان نعم ونقله عن ابن الصيرفي الحنبلى_______الرابع في أحكام الجان نقل ابن الصيرفي عن شيخه أبي البقاء العكبري الحنبلى أنه سئل عن الجن هل تصح الصلاة خلفهم فقال نعم لأنهم مكلفون والنبي صلى الله عليه و سلم مرسل إليهم.\rنهاية المحتاج 2/173\r.وهل يصح الإقتداء بالجني الوجه الصحة إذا علم ذكورته فهل يصح الإقتداء به وإن تصور في صورة غير الأدمي والجني كصورة خمار أو كلب يحتمل أن يصح أيضا.\rApakah sah bermakmum dengan jin ? pendapat yang benar jika diketahui bahwa jin tersebut laki laki maka sah. Apakah sah bermakmum dengan jin walaupun dia berubah bentuk selain anak adam dan selain bentuk jin misalnya bentuk himar atau bentuk anjing ? ini juga ditanggungkan atas sahnya. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/740158426006968/\r3094. BACAAN TAHIYATNYA MAKMUM MASBUQ MENGIKUTI IMAM\rPERTANYAAN :\r> Aep\rAssalamualaikum pak.. mau nanya pak.. ketika kita masbuq dan mendapati imam dalam keadaan tasyahud akhir.. sikap kita bagaimana pak, apakah membaca bacaan tasyahud akhir mengikuti imam atau membaca bacaan tasyahud awal ? terima kasih pak..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Makmum masbuq tersebut tidak diwajibkan membaca tasyahud, tapi disunnahkan membaca tasyahud mengikuti imam.\rالمجموع شرح المهذب","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"( فرع ) إذا أدرك المسبوق الإمام بعد فوات الحد المجزئ من الركوع فلا خلاف أنه لا يكون مدركا للركعة ، لكن يجب عليه متابعة الإمام فيما أدرك ، وإن لم يحسب له فإن أدركه في التشهد الأخير لزمه أن يجلس معه ، وهل يسن له التشهد معه ؟ فيه وجهان مشهوران حكاهما الخراسانيون والشيخ أبو حامد وابن الصباغ وصاحب البيان وآخرون من العراقيين ( الصحيح ) المنصوص أنه يسن متابعة الإمام ( والثاني ) لا يسن ; لأنه ليس موضعه في حقه .\rقال أصحابنا : ، ولا يجب التشهد على هذا المسبوق بلا خلاف بخلاف القعود فيه ، فإنه وجب عليه بلا خلاف ; لأن متابعة الإمام إنما تجب في الأفعال ، وكذا في الأقوال المحسوبة للإمام ، ولا يجب في الأقوال التي لا تحسب له ; لأنه لا يحل تركها بصورة المتابعة بخلاف الأفعال\r> Ibnu Al-Ihsany\r- Hasyiyatal Qulyubi wa Amirah juz 2, hal 387 asy-syamilah :\rقوله : { فلا تسن } لو أدرك المسبوق ركعتين من الرباعية تشهد التشهد كاملا تبعا للإمام\rJika makmum masbuq nututi (mendapati) 2 rokaat pada sholat yang tergolong 4 rokaat maka bertasyahud dengan sempurna karena mengikuti terhadap imam.\r- Hasyiyata Qulyubi wa Umairah juz 3, hal. 398 asy-syamilah :\r؛{ وما أدركه المسبوق } مع الإمام { فأول صلاته } وما يفعله بعد سلام الإمام آخرها { فيعيد في الباقي } من الصبح التي أدرك الأولى ، منها وقنت مع الإمام { القنوت } في محله وفعله مع الإمام للمتابعة { ولو أدرك ركعة من المغرب تشهد في ثانيته } لأنها محل تشهده الأول ، وتشهده مع الإمام للمتابعة ، نعم لو أدرك ركعتين من الرباعية قرأ السورة في الأخيرتين لئلا تخلو صلاته منها كما تقدم في صفة الصلاة\rIbarat senada yang kedua juga terdapat pada Mughni Al-Muhtaj juz 1, hal. 259 asy-syamilah.\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Bagi ma'mum masbuq tetap sunah baca tasyahud akhir walawpun ma'mum masbuq tersebut dalam tasyahud awal :\r: اعانة الطالبين 2/17\rقوله: ويوافقه) أي ويوافق المأموم الإمام.\r(وقوله: في ذكر ما أدركه) أي في ذكر الفعل الذي أدرك الإمام فيه، سواء كان ذلك الذكر واجبا أو مندوبا. (وقوله: من تحميد إلخ) بيان لذكر، لا لما. وكتب البجيرمي ما نصه: قوله من تحميد: أي في الإعتدال، وهو قوله: ربنا لك الحمد، ولا يقول سمع الله لمن حمده. كما أفاده شيخنا. اه.\r(قوله: وتسبيح) أي في الركوع والسجودين، (قوله: وتشهد) قال في التحفة: واعترض ندب الموافقة في التشهد بأن فيه تكرير ركن قولي، وفي إبطاله خلاف. ويرد بشذوذه أو منع جريانه هنا، لأنه لصورة المتابعة. اه. (قوله: ودعاء) أي حتى عقب التشهد والصلاة على النبي - صلى الله عليه وسلم -، لأن الصلاة لا سكوت فيها. (قوله: وكذا صلاة على الآل) أي وكذا يوافقه في الصلاة على الآل.\r(قوله: ولو في تشهد المأموم لأول) أي يوافقه المأموم في الصلاة على الآل ولو كان في تشهده الأول. وخالف م ر ذلك وقيد الموافقة فيها بما إذا كان في غير محل تشهده، فخرج به ما إذا كان في محل تشهده بأن كان تشهدا أول له فلا يأتي بالصلاة على الآل. قال البجيرمي: وهو ظاهر لاخراجه التشهد الاول عما طلب فيه وليس هو حينئذ لمجرد المتابعة.\rSedangkan mengikuti duduknya imam adalah wajib :\rإحياء علوم الدين - الغزالي ج 1 ص 190","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"المسبوق إذا أدرك آخر صلاة الإمام فهو أول صلاته فليوافق الإمام وليبن عليه وليقنت في الصبح في آخر صلاة نفسه وإن قنت مع الإمام وإن أدرك مع الإمام بعض القيام فلا يشتغل بالدعاء وليبدأ بالفاتحة وليخففها فإن ركع الإمام قبل تمامها وقدر على لحوقه في اعتداله من الركوع فليتم فإن عجز وافق الإمام وركع وكان لبعض الفاتحة حكم جميعها فتسقط عنه بالسبق وإن ركع الإمام وهو في السورة فليقطعها وإن أدرك الإمام في السجود أو التشهد كبر للإحرام ثم جلس ولم يكبر بخلاف ما إذا أدركه في الركوع فإنه يكبر ثانيا في الهوى لأن ذلك انتقال محسوب له والتكبيرات للانتقالات الأصلية في ا لصلاة لا للعوارض بسبب القدوة ولا يكون مدركا الركعة ما لم يطمئن راكعا في الركوع والإمام بعد في حد الراكعين فإن لم يتم طمأنينته إلا بعد مجاوزة الإمام حد الراكعين فاتته تلك الركعة\rWallohu a'lam bis showab :\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/758259434196867/\r3112. MAKRUH SHOLAT SENDIRI JIKA ADA SHOLAT BERJAMA'AH\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum ustadz. Pertanyaan saya : ''Di dalam suatu masjid ada segenap banyak orang yang sedang melakukan shalat berjama'ah. Tapi ada juga yang masih shalat sendiri. Bagaimana orang yang shalat sendiri ini ya ustadz.Karena ia tidak bergabung dengan para jama'ah, apa sah shalatnya. Atau berdosa kah dia karena tidak mengikuti jama'ah shalat. Terimakasih ! [ Arif Fivers ]\rJAWABAN :\rHukum shalatnya SAH tapi MAKRUH. Referensi :\rالشرقاوي 1/167-168\rورابعها مكروهة وهي كثيرة كصلاة هو أولى من قوله وهي صلاة حاقب---وصلاة منفرد ولو عن الصف والجماعة قائمة للنهي عنها في خبر البخاري وفي معنى قيام الجماعة توقع قيامها.\rاختلف الفقهاء في حُكم صلاة المُنفرد خلف الصف دون عذر:","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"فذهب جمهور الفقهاء -الحنفية والمالكية والشافعية- إلى صحة الصلاة مع الكراهة، وتنتفي الكراهة بوجود العذر. وذهب الحنابلة والظاهرية إلى بُطلان صلاة من صلى ركعة كاملة خلف الصف منفردًا دون عذر\rقال النووي في المجموع شرح المهذب (4/ 189)\rلو صلَّى مُنفردًا خلف الصف مع تمكّنه من الصف كره، وصحّت صلاته، وإذا وجد الداخل في الصف فُرجة أو سعة دخلها، وله أن يخرق الصف المتأخرإذا لم يكن فيه فرجة وكانت في صف قدامه لتقصيرهم بتركها، فإن لم يجد فرجة ولا سعة ففيه خلاف حكوه وجهين، والصواب أنه قولان: أحدهما: يقف مُنفردًا ولا يجذب أحدًا. والثاني: وهو الصحيح وقطع به جمهور أصحابنا: أنه يُستحب أن يجذب إلى نفسه واحدًا من الصف ويُستحب للمجذوب مساعدته. اهـ\rNamun sebagian ulama' seperti Imam Ahmad bin hambal menyatakan shalatnya tidak sah (Batal)\rقال السرخسي في المبسوط (1/ 192)\rوإذا انفرد المُصلي خلف الإمام عن الصف لم تفسد صلاته) وقال أهل الحديث منهم أحمد بن حنبل رحمه الله: تفسد صلاته. ولكن الأَوْلَى عندنا أن يختلط بالصف إن وجد فُرجة، وإن لم يجد وقف ينتظر من يدخل فيصطفان معه، فإن لم يدخل أحد وخاف فوت الركعة جذب من الصف إلى نفسه من يعرف منه علمًا وحُسن الخلق لكي لا يصعب عليه فيصطفان خلفه، فإن لم ينجر إليه أحد فحينئذ يقف خلف الصف بحذاء الإمام لأجل الضرورة. اهـ\rشرح معاني الآثار (1/ 393)\rفذهب قومٌ إلى أن من صلى خلف صف منفردًا، فصلاته باطلة واحتجوا في ذلك بهذه الآثار. وخالفهم في ذلك آخرون فقالوا: من فعل ذلك فقد أساء، وصلاته مُجزئة عنه. وقالوا: ليس في هذه الآثار ما يدل على خلاف ما قلنا. إلى آخر ما ذكره من الأدلة حتى قال: وكل ما بيّنا في هذا الباب من هذا ومن إجازة صلاة من صلى خلف الصف هو قول أبي حنيفة وأبي يوسف ومحمد رحمهم الله تعالى. اهـ\rالمغني (2/ 22)","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"شارحًا قول الخرقي: (ومن صلى خلف الصف وحده، أو قام بجنب الإمام عن يساره أعاد الصلاة) وجُملته أن مَن صلى وحده ركعة كاملة لم تصح صلاته وهذا قول النخعي، والحَكَم، والحسن بن صالح، وإسحاق، وابن المنذر. وأجازه الحسن، ومالك، والأوزاعي، والشافعي وأصحاب الرأي. اهـ\rSumber : http://feqhweb.com/vb/t16075.html\rMUJAWWIB : Ghufron Bkl, Kakek Jhosy\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/748363935186417\r3128. MENGGUNAKAN LAFADZ JAMA' BAGI IMAM DALAM SETIAP DOA\rPERTANYAAN :\r> Begawan Sinting AlasRoban\rAssalaamu'alaikum.. Minta jawaban beserta penjelasannya. Bolehkan Imam Sholat Menggunakan lafadz Jama' dalam tiap-tiap do'a Sholat seperti doa Iftitah, ruku', sujud, duduk di antara Dua Sujud, sebagaimana Dalam I'tidal dan juga Qunut menggunakannya ? Terima kasih semuanya. Wassalamualaikum.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Ada perbedaan ulama syaifi'iyyah tentang sunnahnya imam menggunakan lafazh jama' dalam doa sholat selain doa qunut. Imam Ghazali memilih hukum sunnah. Saya kutipkan dari Kitab Ihya (bersama syarahnya, Ittihaf juz III halaman 210) :\rو) من آداب هذه الوظيفة أن (لا يخص نفسه في الدعاء) بضمير الإفراد (بل يأتي بصيغة الجمع) ينوي فيه مع نفسه الحاضرين وراءه من المصلين (فيقول) مثلا (اللهم اغفر لنا ما قدمنا وما أخرنا) وما أعلنا وما أسررنا وما أنت أعلم به منا (ولا يقول) اللهم (اغفر لي فقد كره للإمام أن يخص نفسه بالدعاء) وهو المنصوص عن الشافعي في الأم وقد تقدم ذكره ولفظ القوت ويكره للإمام أن يخص نفسه بالدعاء دون من خلفه وإذا دعا في صلاته فيجمع بالنون فيقول نسألك ونستعيذك وهو ينوي بذلك إياه ومن خلفه ولسائر المؤمنين\rCatatan Di atas dikatakan :","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"وهو المنصوص عن الشافعي في الأم\rTeks al Umm juz I halaman 186, Daarul Fikr :\r(قال الشافعي) رحمه الله تعالى وروى من وجه عن أبي أمامة قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لا يصلى الامام بقوم فيخص نفسه بدعوة دونهم\rAl Bulqini dalam ta'liqnya menulis :\rحديث أبي أمامة رواه عنه يزيد بن شريح الحضرمي قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أم الرجل القوم فلا يختص بدعاء فإن فعل فقد خانهم واختلف فيه على يزيد بن شريح فهذه رواية أخرجها البيهقي وروى حبيب عن يزيد بن شريح عن ابن حي المؤذن عن ثوبان عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث لا يحل لاحد أن يفعلهن لا يؤم رجل قوما فيخص نفسه بالدعاء دونهم فإن فعل فقد خانهم ومن هذه الطريقة أخرجه أبو داود والترمذي وابن ماجة وروى ثور يزيد عن يزيد بن شريح عن ابن حي المؤذن وهو شداد بن حي عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم نحوه أخرجه أبو داود وقول الشافعي من وجه يشير إلى ما فيه من الوجوه\rSementara dalam kitab Fathul Mu'in memilih sunnah dalam doa qunut saja.\rBerikut ta'birnya (1/161-162, maktabah syamilah) :\rوكره لإمام تخصيص نفسه بدعاء ) أي بدعاء القنوت للنهي عن تخصيص نفسه بالدعاءفيقول الإمام اهدنا وما عطف عليه بلفظ الجمع وقضيته أن سائر الأدعية كذلك ويتعين حمله على ما لم يرد عنه صلى الله عليه وسلم وهو إمام بلفظ الإفراد وهو كثير قال بعض الحفاظ إن أدعيته كلها بلفظ الإفراد ومن ثم جرى بعضهم على اختصاص الجمع بالقنوت\r> Syarwani\rMenurut jumhur ulama, sunnat pakai lafadzh jama' adalah untuk qunut saja. Kenapa cuma qunut saja ? Karena imam dan ma'mum memang diperintah untuk berdo'a, beda ketika qunut, ma'mum diperintah untuk mengaminkan imam. Silakan buka Mugnil Muhtaj di jilid 1, halaman 390 - 391 cetakan dar el hadits :","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"\" وبه صرح القاضي حسين والغزالي في ا?حياء في ك?مه على التشهد ، ونقل ابن المنذر في ا?شراف عن الشافعي أنه قال : ? أحب ل?مام تخصيص نفسه بالدعاء دون القوم ، والجمهور لم يذكروه إ? في القنوت\r> Ical Rizaldysantrialit\rIni ta'bir dari Tuhfah al-Muhtaj :\rوا?مام ( يسن له أن يقنت ) بلفظ الجمع ( لصحة الخبر بذلك و? يأتي في المنفرد فتعين حمله على ا?مام للنهي عن تخصيصه نفسه بالدعاء وأنه إن فعله فقد خانهم سنده حسن ] ص: [ 66 وقضيته أن سائر ا?دعية كذلك ويتعين حمله على ما لم يرد عنه صلى الله عليه وسلم وهو إمام بلفظ ا?فراد وهو كثير بل قال بعض الحفاظ إن أدعيته كلها بلفظ ا?فراد ومن ثم جرى بعضهم على اختصاص الجمع بالقنوت وفرق بأن الكل مأمورون بالدعاء إ? فيه فإن المأموم يؤمن فقط ، والذي يتجه ويجتمع به ك?مهم والخبر أنه حيث اخترع دعوة كره له ا?فراد وهذا هو محمل النهي وحيث أتى بمأثور اتبع لفظه\rini fokus saya :\rوحيث أتى بمأثور اتبع لفظه والذي يتجه ويجتمع به ك?مهم والخبر أنه حيث اخترع دعوة كره له ا?فراد وهذا هو محمل النهي وحيث أتى بمأثور اتبع لفظه\rSaya memahami kalimah di tuhfatul muhtaj ini : sebagaimana makruh imam mentakhshis do'a seperti keterangan\" di atas , maka untuk do'a yang telah warid dari Nabi dengan ifrod seperti ketika duduk diantara dua sujud,ada perintah ittiba' mengikutinya,artinya ketika dijama' kan hukumnya makruh. Disamping do'a ini sama sama dibaca oleh imam dan ma'mum mohon diluruskan dan dikoreksi. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/713426238680187/\r3139. POSISI DUDUK DAN BACAAN TAHIYATNYA MAKMUM MASBUQ\rPERTANYAAN :\r> Mohammad Abdul Aziz","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"Assalamualaikum warohmatulloh.. Maaf saya mau tanya. Misalnya kita shalat subuh berjama'ah terus kita datangnya pas imam sudah berdiri di rakaat ke 2. waktu imam tasyahud akhir apakah kita harus duduk tawaruq juga ? Terus apakah bacaan tasyahud kita sama dengan imam? Padahal kan kita masih di rakaat pertama. Mohon jawabannya.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, bagi ma'mum masbuq ketika imamnya tasyahud akhir maka disunahkan duduk iftiras dan baca tasyahudnya sunah mengikuti imamnya (baca tasyahud sampai akhir sebelum imamnya salam).\rإعانة الطالبين 2/17-18 :\r: .و يكبر ندبا مسبوق إنتقل معه لإنتقاله فلو أدركه معتدلا كبر للهوى وما بعده أو ساجدا مثلا غير سجدة تلاوة لم يكبر للهوي إليه و يوافقه ندبا في ذكر ما أدركه من تحميد و تسبيح و تشهد و دعاء و كذا صلاة على الآل ولو في تشهد المأموم الأول قاله شيخنا____ولا يتورك أى لا يسن للمسبوق أن يتورك في غير تشهده الأخيرأى تشهد نفسه قوله الأخير هو ما يعقبه سلام.\rالباجوري 1/172\r.أما المسبوق والساهي فيفترشان ولا يتوركان .\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/723568727665938/\r3186. IMAM BOLEH MINTA DIGANTI WALAUPUN SHOLATNYA TIDAK BATAL\rPERTANYAAN :\r> Raden Wong Banten","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"Assalam'alaikum, pernah ada kejadian, ketika solat magrib berjamaah dimusola,pas si imam absen,maka kami si makmum jadi bingungg lantaran gak biasa jada imam, akhirnya ada salah seorang yang memberanikan diri menjadi imam, tatkala masuk rakaat ke dua, si imam gemetar yang ahirnya dia mengundurkan diri jadi imam kemudian ada salah seorang yang menggantikan si imam tersebut dengan maju 1 langkah. Pertanyaanya : sah kah sholat tersebut, apakah sama kedudukanya dengan imam solatnya batal lalu ada yang menggantikan'ya.?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Shalatnya sah karena kebolehan menggantikan imam itu tidak harus shalatnya imam batal :\rبغية المسترشدين - (ج 1 / ص 177) (مسألة): حاصل مسألة الاستخلاف كما أوضحها الشيخ محمد بن صالح الريس في القول الكافي أنه إذا خرج الإمام عن الإمامة بنحو تأخره عن المأمومين ، أو عن الصلاة بنحو حدث ولو عمداً ، فاستخلف هو أو المأمومون أو بعضهم صالحاً للإمامة ، أو تقدم الصالح بنفسه جاز تارة بل وجب وامتنع أخرى ، ولا يشترط أن يكون الخليفة محاذياً للإمام ، ولا أن يتقدم على المأمومين بل يندب ذلك\rfokus :\rأنه إذا خرج الإمام عن الإمامة بنحو تأخره عن المأمومين\rحواشي الشرواني والعبادي - (ج 2 / ص 483) قوله: (بنحو تأخره) هذا قد يشمل مجرد نية الخروج منها إن قلنا يخرج بها حتى لو تقدم واحد بنفسه أو إشارته أو إشارة القوم عند مجرد النية صار خليفة وفيه نظر بل الوجه بقاء اقتدائهم به ونية الخروج من الامامة بمجردها لا يزيد على ترك الامامة ابتداء فليتأمل سم ولك أن تمنع الشمول بظهور نحو التأخر في الفعل المحسوس كالبعد الزائد على ثلثماية ذراع في غير المسجد","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"قوله: (أو أخرج) إلى قوله وإن فوت في النهاية والمغني إلا قوله قالوا قول المتن (بحدث) أي عمدا أو سهوا نهاية قوله: (كرعاف الخ) أي وتعاطى مفسد مغني\rقوله: (وبلا سبب الخ) عطف على قول المتن بحدث الخ قول المتن (جاز الاستخلاف) أي قبل إتيانهم بركن نهاية ومغني قوله: (وهو أولى) أي واستخلافهم أولى من استخلافه لان الحق في ذلك لهم فمن عينوه للاستخلاف أولى ممن عينه ولو تقدم واحد بنفسه جاز مغني زاد النهاية ومقدمهم أولى منه إلا أن يكون راتبا فظاهره أنه أولى من مقدمهم ومن مقدم الامام ولو قدم الامام واحدا وتقدم آخر بنفسه كان مقدم الامام أولى اه قال ع ش أي فيجب على المأمومين متابعة الاول في جميع الصور المذكورة ويمتنع عليهم الاقتداء بالآخر سواء كان في الركعة الاولى أو الثانية وفي سم على المنهج فرع مقدم القوم أولى من مقدم الامام إلا الامام الراتب فقدمه أولى م ر انتهى اهـ ع ش اهـ\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/767486683274142/\r3220. TINGKATAN KEUTAMAAN MENJADI IMAM SHOLAT\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Nuruddin\rAssalamualaikum…wr wb. lebih utama bermakmum kepada orang yang ahli fikih apa ahli tajwid ?. terima kasih.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rjika terkumpul dalam imam ahli fiqh, ahli bacaan dan ahli wira'i maka menurut qoul yang ashoh mendahulukan yang ahli fiqh dari pada dua yang lainnya karena butuhnya sholat terhadap tambahnya ilmu fiqh. [ kitab asbah wan nadhoir imam suyuti ].\rلو اجتمع في الإمامة الأفقه ، والأقرأ ، والأورع الأصح : تقديم الأفقه عليهما ، لاحتياج الصلاة إلى مزيد الفقه ،\r> Ghufron Bkl\rAntara ahli fiqh dan ahli tajwid yang di dahulukan dalam imam shalat adalah ahli fiqh. :","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"ثم اذا اجتمع ممن له أهلية الإمامة جماعة فيقدم منهم الأفقه في الصلاة على غيره لأنه صلى الله عليه و سلم قدم أبا بكر للصلاة و غيره أحفظ منه ولأن الإحتياج إلى الفقه في الصلاة أكثر لكثرة الوقائع فيها___فبعد الأفقه الأقرأ أى الأكثر قراءة. الشرقاوي 1/24\r> Abdullah Afif\rSyarh ‘alaa Hadiyyatinnashih lil Imam Arramli, halaman 10 :\rفَيُقَدَّمُ الْأَفْقَهُ وَإِنْ لَمْ يَحْفَظْ سِوَى الْفَاتِحَةِ عَلَى الْأَقْرَأِ الْقَلِيْلِ الْفِقْهِ وَالْمُرَادُ بِالْأَقْرَأِ كَمَا فِي الْكَبِيْرِ مَنْ يَحْفَظُ الْقُرْآنَ وَصَحَّحَ السُّبْكِيُّ تَبَعًا لِابْنِ الرِّفْعَةِ أَنَّ الْمُرَادَ بِهِ اَلْأَصَحُّ قِرَاءَةً أَيِ الْأَجْوَدُ تَأْدِيَةً\rMaka AL AFQOH (ahli fiqh) didahulukan walaupun tidak hafal kecuali surat Al Fatihah, atas AL AQRO` (ahli membaca Al Quran) yang sedikit fiqhnya.\rYang dikehendaki dengan AL AQRO sebagaimana dalam kitab al Kabier ialah orang yang hafal al-Quran. Imam Subki, mengikuti Imam Ibnurrif'ah, menshahihkan bahwasanya yang dikehendaki dengan AL AQRO` ialah yang paling shahih qiro`ahnya, maksudnya yang paling bagus dalam memenuhi (keshahihan bacaannya, baik makhaarijil huruf maupun shifaatihaa). Wallaahu A'lam\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/718265894862888\rwww.fb.com/notes/784654391557371\r3243. WAKTU BERDIRINYA MAKMUM MASBUQ UNTUK MENYEMPURNAKAN ROKA'ATNYA\rPERTANYAAN :\r> Gus Irvan\rAssalamu alaikum, mau tanya. Buat makmum masbuq setelah imam salam kan berdiri buat nyempurnain roka'at. Terus waktu berdiri tu boleh setelah imam salam pertama, atau nunggu imam salam kedua?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh, ma'mum masbuq boleh berdiri setelah salam pertamanya imam tapi berdiri sunah menunggu salam keduanya imam, dan tidak boleh berdiri sebelum salam pertamanya imam bahkan bila sengaja dengan tanpa niat mufaroqoh / berpisah dari imam hukum shalatnya batal. Wallohu a'lam bis showab. :\rإعانة الطالبين 2/18\r.و يسن له أن لا يقوم إلا بعد تسليمتي الإمام وحرم المكث بعد تسليمتيه إن لم يكن محل جلوسه فتبطل صلاته وإن تعمد و علم تحريمه ولا يقوم قبل سلام الإمام فإن تعمد بلا نية مفارقة بطلت، و لا يجوز أن يقوم قبل سلام الامام و لا معه___و يجوز أن يقوم عقب الأولى فإن قام قبل تمامها عامدا بطلت صلاته.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/717255554963922/\r3269. HUKUM MENEPUK PUNDAK BAGI MAKMUM WANITA\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Santri\rAssalamualaikum wrwb, kalo ada cewek mau jadi makmum laki-laki itu caranya apakah harus menepuk pundaknya ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Caranya tinggal niat ditambah makmuman.walaupun yang dijadikan imam tidak niat imaman maka sang makmum tetapi mendapat fadhilah jama'ah. Niat imaman itu bebas, jika dia niat imaman berarti dapat pahala jama'ah, jika tidak niat imaman berarti dihitung munfarid walaupun di belakangnya ada yang bermakmum kepadanya.\rIbarot dari kitab fathul qorib bab sholat jama'ah\r(و) يجب (على المأموم أن ينوي الائتمام) أو الاقتداء بالإمام............(دون الإمام)؛ فلا يجب في صحة الاقتداء به في غير الجمعة نية الإمامة، بل هي مستحبة في حقه، فإن لم ينو فصلاته فرادى","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"Dan diwajibkan bagi makmum untuk niat ikut dengan imam.... tidak diwajibkan bagi imam untuk niat imaman dalam sahnya iqtida' (mengikutinya) selain sholat jum'at.bahkan niat imaman ini musatahab bagi imam, jika tidak niat imaman maka sholatnya dihitung sendirian.\rTambahan soal menepuk pundak :\r5 - تصح للإمام نية الإمامة مع تحرمه إن لم يكن خلفه أحد إن وثق بالجماعة على الأوجه لأنه سيصير إماما فإن لم ينو ولو لعدم علمه بالمقتدين حصل للمأموم فضيلة الجماعة دونه وان نواها فى الأثناء حصل له الفضل من حينئذ ( قال الفقيه الحبيب زين بن سميط ولذلك ينبغي لمن أراد الاقتداء بالمنفرد ان يشير إليه بنحو ضرب كتفه لينوي ذلك المنفرد الإمامة فيحوز فضيلة الجماعة )(الشمس المنيرة ج 1 ص 357 )\rKesimpulannya :\r- Niat menjadi imam itu tidak wajib, kecuali pada shalat jum'at.\r- Menepuk pundak juga bukanlah merupakan keharusan baik bagi makmum laki-laki maupun perempuan.\r- Bagi makmum perempuan jika dengan menepuk akan berdampak fitnah / mengganggu konsentrasi imam maka tidak perlu menepuk, langsung ikut jama'ah saja. Wallahu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/729150123774465/\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/06/1622-menepuk-pundak-orang-yang-sedang.html\r3323. HUKUM BERMA'MUM KEPADA IMAM YANG SALISIL BAUL (BESER)\rPERTANYAAN :\r> Edy Adja\rAssalamu'alaikum. para asatiz ana mau nanya. apa hukum sholat kita apa bila kita berjamaah dan kita menjadi makmum orang yang punya penyakit salasil baul dan apakah boleh orang yang punya penyakit tersebut menjadi imam...... syukran\rJAWABAN :\r> Langlang Buana","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Wa'alaikum salam, Bagi orang yang beser, sah menjadi imam shalat, sekalipun, makmum tidak beser. Dan bagi orang istihadlat yang selain mutahayyirat, juga sah menjadi imam shalat, walaupun si makmum tidak istihadlat. Adapun orang istihadlat yang mutahayyirat tidak sah menjadi imam shalat, sekalipun makmumnya sama-sama mustahadlat mutahayyirat. (Mughnil Muhtaj : 1/241).\r> Santriwati Dumay\rLihat kitab roudhoh imam nawawi\rروضة الطالبين (1/351).\rويجوز اقتداء السليم بسلس البول ، والطاهرة بالمستحاضة غير المتحيرة على الأصح . كما يجوز قطعا بمن استنجى بالأحجار ، ومن على ثوبه ، أو بدنه نجاسة معفو عنها . ويصح صلاة القائم خلف القاعد ، أو القائم والقاعد خلف المضطجع .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/792292707460206/\r3334. HUKUM SHOLAT BERJAMA'AH HANYA BERDUA DENGAN NON MAHROM\rPERTANYAAN :\r> Aby Yahsya\rBolehkah shalat berdua dengan wanita teman kampus di mushola ?. Karena pas waktu shalat, ada teman akhwat yang mengajak jama'ah. Teman tersebut bukan mahram\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rKalo cuma berdua hukumnya makruh tahrim pak, ini menurut imam nawawi, sedangkan menurut ashab syafi'i hukumnya haram. Dalam kitab muhadzab imam sairozy berkata :\rقَالَ الْمُصَنِّفُ - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى - : ( وَيُكْرَهُ أَنْ يُصَلِّيَ الرَّجُلُ بِامْرَأَةٍ أَجْنَبِيَّةٍ ; لِمَا رُوِيَ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ : { لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ } ) .","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"Makruh (tahrim) seorang laki-laki shalat mengimami seorang wanita yang bukan mahram. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, ”Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. Jika terjadi makhluk ketiganya adalah setan.”\rBerikut penjelasan dalam kitab majmu' imam nawawi :\r( الشَّرْحُ ) الْمُرَادُ بِالْكَرَاهَةِ كَرَاهَةُ تَحْرِيمِ ، هَذَا إذَا خَلَا بِهَا .\rقَالَ أَصْحَابُنَا : إذَا أَمَّ الرَّجُلُ بِامْرَأَتِهِ أَوْ مَحْرَمٍ لَهُ ، وَخَلَا بِهَا جَازَ بِلَا كَرَاهَةٍ ; لِأَنَّهُ يُبَاحُ لَهُ الْخَلْوَةُ بِهَا فِي غَيْرِ الصَّلَاةِ ، وَإِنْ أَمَّ بِأَجْنَبِيَّةٍ وَخَلَا بِهَا حَرُمَ ذَلِكَ عَلَيْهِ وَعَلَيْهَا ، لِلْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ\rYang dimaksud makruh dari keterangan beliau adalah makruh tahrim, Ini jika lelaki itu berduaan dengan seorang perempuan. Ashab Syafii mengatakan, apabila seorang lelaki mengimami istrinya atau mahramnya, dan berduaan dengannya, hukumnya boleh dan tidak makruh. Karena boleh berduaan dengan istri atau mahram di luar shalat. Namun jika dia mengimami wanita yang bukan mahram dan berduaan dengannya, hukumnya haram bagi lelaki itu dan haram pula bagi si wanita. Wallohu a'lam.\r> Sunde Pati\rIdem Makruh\rفقه العبادات - شافعي (ص: 411)\rيكره أن يصلى الرجل بامرأة أجنبية لحديث ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه و سلم قال : ( لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم ) . أما إن أم أجنبيات فيجوز\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/794208447268632/\r4008. SHALAT JAMA'AH DENGAN LAIN JENIS BUKAN MAHROM\rPERTANYAAN :\r> Musthofa Taraz","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat malam para kyai dan asatidz, mohon maaf kalo malem-malem mengganggu istirahat jenengan semua. Mau tanya nich, bagaimanakah hukum shalat berjamaah dengan wanita yang bukan muhrim? Syukron katsir atas jawaban Anda semua. Tadi sempet nyari-nyari di situs piss-ktb belum ketemu jawabannya. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rMerurut ashabus syafi'i haram jika hanya berdua, jika beserta wanita banyak dan tidak ada mahrom hukumnya khilaf :\rA. boleh (mayoritas / jumhur)\rB. haram\rJika prianya dua atau banyak dan wanitanya satu, qoul al masyhur haram. Wallaahu A'lam. ( MI )\rوإن أم بأجنبية وخ? بها حرم ذلك عليه وعليها ،ل?حاديث الصحيحة التي سأذكرها إن شاء الله - تعالى ،وإن أم بأجنبيات وخ? بهن فطريقان : قطع الجمهوربالجواز ، ونقله الرافعي في كتاب العدد عن أصحابنا .ودليله الحديث الذي سأذكره إن شاء الله - تعالى ، و?نالنساء المجتمعات ? يتمكن في الغالب الرجل من مفسدةببعضهن في حضرتهن .وحكى القاضي أبو الفتوح في كتابه في الخناثى فيهوجهين : .\rوحكاهما صاحب البيان عنه ( أحدهما ) : يجوز( والثاني ) : ? يجوز خوفا من مفسدة ونقل إمامالحرمين وصاحب العدة في أول كتاب الحج في مسائلاستطاعة الحج أن الشافعي نص على أنه يحرم أن يصليالرجل بنساء منفردات إ? أن يكون فيهن محرم له أوزوجته ، وقطع بأنه يحرم خلو الرجل بنسوة إ? أن يكونله فيهن محرم ، والمذهب ما سبق ، وإن خ? رج?ن أورجال بامرأة فالمشهور تحريمه ; ?نه قد يقع اتفاق رجالعلى فاحشة بامرأة وقيل : إن كانوا ممن تبعد مواطأتهمعلى الفاحشة جاز وعليه يتأول حديث ابن عمرو بنالعاص ا?تي .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=2355&idto=2356&bk_no=14&ID=1453","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"LINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/936168713072604\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/778691925486951\r3337. HUKUM SHOLAT DIMANA POSISI IMAM LEBIH TINGGI DARI MA'MUM\rPERTANYAAN :\r> Desi Anggraeni Alfiah\rAssalaamualaikum. Ada titipan : apa hukumnya jika tempat shalat imam itu lebih tinggi daripada ma'mum ?\rJAWABAN :\r> Ria Baim Njd\rImam lebih tinggi posisinya tanpa adanya hajat hukumnya makruh. Tapi kalo ada hajat maka disunnahkan. Contoh adanya hajat seperti untuk memberi tahu akan gerakan imam pada ma'mum. Lihat i'anatut tholibin :\r(قوله: بلا حاجة) متعلق بارتفاع، أي يكره الارتفاع إذا لم توجد حاجة، فإن وجدت حاجة كتعليم الإمام المأمومين صفة الصلاة، وكتبليغ المأموم تكبير الإمام، فلا يكره، بل يندب.\r> Yu Paijah\rMakruh bila tanpa hajat. Referensi : I'anatuth Tholibin :\r(قوله: ويكره الخ) أي للنهي عن ارتفاع الإمام عن المأموم. ومحل الكراهة..إذا أمكن وقوفهما على مستو، وإلا بأن كان موضع الصلاة موضوعا على هيئة فيها ارتفاع وانخفاض فلا كراهة.\rقال الكردي: وفي فتاوي الجمال الرملي: إذا ضاق الصف الأول عن الاستواء يكون الصف الثاني الخالي عن الارتفاع أولى مع الصف الأول من الارتفاع.\rاه. (قوله: بلا حاجة) متعلق بارتفاع، أي يكره الارتفاع إذا لم توجد حاجة، فإن وجدت حاجة كتعليم الإمام المأمومين صفة الصلاة، وكتبليغ المأموم تكبير الإمام، فلا يكره، بل يندب.\r> Ical Rizaldysantrialit","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"Wa'alaikum salam Wr Wb. Hadits Sahl bin Sa’d rodhiyallohu ‘anhu, Dan sungguh aku telah melihat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berdiri di atasnya lalu beliau bertakbir dan orang-orang pun bertakbir di belakang beliau sedangkan beliau berada di atas mimbar. Kemudian beliau mengangkat kepala (yakni dari ruku’) lalu mundur ke belakang sehingga beliau sujud di dasar mimbar. Kemudian beliau mengulanginya sampai selesai dari akhir sholatnya. Kemudian beliau menghadap manusia lalu bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya aku melakukan hal ini agar kalian mengikuti aku dan agar kalian memelajari tata cara sholatku.”\rحديث سهل بن سعد : وَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَيْهِ فَكَبَّرَ وَكَبَّرَ النَّاسُ وَرَاءَهُ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ رَفَعَ فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى حَتَّى سَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ حَتَّى فَرَغَ مِنْ آخِرِ صَلَاتِهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي [رواه البخاري (رقم 364) ومسلم (رقم 847) واللفظ له]\r- Syarah Umdatul ahkam http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/omdah/132.htm\r- Shohih Muslim http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"قال النووي : وَفِيهِ : جَوَاز صَلَاة الْإِمَام عَلَى مَوْضِع أَعْلَى مِنْ مَوْضِع الْمَأْمُومِينَ ، وَلَكِنَّهُ يُكْرَه اِرْتِفَاع الْإِمَام عَلَى الْمَأْمُوم ، وَارْتِفَاع الْمَأْمُوم عَلَى الْإِمَام لِغَيْرِ حَاجَة ، فَإِنْ كَانَ لِحَاجَةٍ بِأَنْ أَرَادَ تَعْلِيمهمْ أَفْعَال الصَّلَاة لَمْ يُكْرَه ، بَلْ يُسْتَحَبّ لِهَذَا الْحَدِيث ، وَكَذَا إِنْ أَرَادَ الْمَأْمُوم إِعْلَام الْمَأْمُومِينَ بِصَلَاةِ الْإِمَام وَاحْتَاجَ إِلَى الِارْتِفَاع\rImam Nawawi berkata, “Dalam dalam hadits ini terdapat pelajaran bolehnya sholat seorang imam di atas suatu tempat yang lebih tinggi dari tempat sholat ma’mum. Akan tetapi dibenci lebih tingginya (tempat) imam dari ma’mumnya dan sebaliknya tanpa hajat. Jika karena suatu hajat, yaitu untuk mengajarkan mereka tata cara sholat, maka tidak dibenci bahkan disukai berdasarkan hadits ini. Begitu pula jika seorang ma’mum berniat memberi tahu ma’mum yang lain tentang sholatnya imam dan membutuhkan tempat yang tinggi.” [Syarh Shohih Muslim karya An-Nawawi, Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ish Sholat, bab Jawaazul Khuthwah wal Khuthwataini fish Sholat]\rhttp://islamport.com/d/1/srh/1/37/826.html\rYang lebih afdhol itu antara tempat imam dengan ma'mum itu sama rata tidak ada yang ditinggikan..adapun kalau tempat imam ditinggikan itu boleh kalau ada hajat tapi MAKRUH kalau tidak ada hajat\r- Ianatu tholibin juz 2 hal 30 :\rويكره إرتفاع أحدهما على الاخر بلا حاجة ولو في المسجد\r- Syamsul muniroh juz 1 hal 354 :\rيكره ارتفاع المأموم على الإمام وعكسه بلا حاجة ولو فى المسجد ارتفاعا يظهر حسا وان قل حيث عده العرف ارتفاعا","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"Makruh hukumnya ma'mum lebih tinggi tempatnya dari imam atau sebaliknya bila tida ada hajat, meskipun di masjid dengan tinggi yang jelas secara nyata, meskipun sedikit, sekiranya 'uruf menganggap tinggi\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/795491403807003/\r3417. SUNAH MEMBACA SURAT BAGI MA'MUM\rPERTANYAAN :\r> Abdus Syakur\rAssalamu'alaikum... apakah masih disunnahkan membaca surat-surat bagi makmum ketika sholat berjama'ah ?\rJAWABAN :\r> Santriwati Dumay\rDisunnahkan bagi makmum yang tidak mendengarkan bacaan suratnya imam atau bisa mendengarkan tapi tidak bisa membedakan bacaan imam.\rفتح المعين ص 106\rوإنما تسن قراءة الآية لإمام ومنفرد. ولغير مأموم سمع قراءة إمامه في الجهرية فتكره له وقيل: تحرم أما مأموم لم يسمعها أو سمع صوتا لا يميز حروفه فيقرأ سرا لكن يسن له كما في أوليي السرية تأخير فاتحته عن فاتحة إمامه إن ظن إدراكها قبل ركوعه وحينئذ يشتغل بالدعاء لا القراءة\r> Penawar Rinduku\rDitafshil/ diperinci : jika belum baca al-fatihah maka wajib baca al-fatihah. jika setelah baca al-fatihah imam belum selesai membaca surat, maka diperinci :\r1. jika mendengar terhadap bacaan imam maka sunnah mendengarkan terhadap bacaan imam.\r2. jika tidak dapat mendengar bacaan imam karena jauh, atau suara imam yang pelan atau mendengar tapi tidak jelas karena bising maka sunnah membaca surat.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/811329368889873/\r3506. POSISI SATU MA'MUM KETIKA ADA MA'MUM BARU\rPERTANYAAN :\r> Makmun","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"Assalamualaikum... Para ustadz / ustadzah. Mau bertanya tentang 2 orang sedang melaksanakan jamaah lalu datang 1 orang makmum, trus makmum yng pertama lebih baiknya bagaimna ?.... dan yang kedua juga bagaimana ? Mohon bantuannya, kalau bisa di sertakan ibarohnya syukron katsir, wassalamualaikum\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalaam warohmatulloh. Berikut ini caranya : Jika ada imam dan seorang makmum saja maka makmum tersebut berdiri disebelah kanannya imam baik makmumnya itu orang balig maupun anak-anak, jika berdiri disebelah kiri atau belakangnya imam maka tidak batal sholatnya. Jika datang makmum yang lainnya maka makmum tersebut berdiri disebelah kiri imam dan melakukan takbirotul ihrom kemudian jika memungkinkan imamnya maju dan kedua makmum mundur sebab tempatnya luas dari dua arah.\rLebih utama manakah antara majunya imam dengan mundurnya makmum ? Ada dua pendapat, dan yang sohih menurut kebanyakan ulama' adalah mundurnya kedua makmum , pendapat kedua mengatakan yang lebih utama adalah majunya imam.\rJika tidak memungkinkan kecuali maju ataupun mundur saja karena tempatnya sempit dari salah satu dua arah maka dilakukan sebisanya saja, ini adalah caranya ketika dalam posisi berdiri, adapun jika makmum kedua menemui imam dalam keadaan tasyahud atau sujud maka tidaklah maju ataupun mundur hingga mereka semuanya berdiri.\rKeterangan dari kitab Roudhoh I / 356 Cet Beirut karya Imam Nawawi :","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"إذا لم يحضر مع الإمام إلا ذكر ، فليقف عن يمينه بالغا كان أو صبيا ، ولو وقف عن يساره ، أو خلفه ، لم تبطل صلاته . فإن جاء مأموم آخر ، وقف عن يساره وأحرم . ثم إن أمكن تقدم الإما وتأخر المأمومين لسعة المكان من الجانبين - تقدم أو تأخر ، أو أيهما أولى ؟ وجهان . الصحيح الذي قطع به الأكثرون : تأخرهما . والثاني : تقدمه . قاله القفال ، لأنه يبصر ما بين يديه . فإن لم يمكن إلا التقدم ، أو التأخر لضيق المكان من أحد الجانبين ، فعل الممكن ، وهذا في القيام . أما إذا لحق الثاني في التشهد ، أو السجود ، فلا تقدم ولا تأخر حتى يقوموا .\rKESIMPULAN :\rDua orang yang berjama'ah, posisi makmum hendaknya di sebelah kanan imam. Jika datang makmum lainnya maka makmum itu hendaknya berdiri di sebelah kiri imam, lalu barisannya disesuaikan dengan cara imam yang maju atau kedua makmum yang melangkah mundur. Wallahu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/836770186345791/\r3561. HUKUM DAN SEBAB-SEBAB MUFAROQOH\rPERTANYAAN :\r> Raden Pamanah Rasa\rAssalamu'alaikum, ma'af para ustadz mau nanya nih. Apa saja sbab'' mufarokoh dlm sholat berjamaah? Syukron\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, mufaroqoh dalam shalat jama'ah diperinci sebagai berikut :\r1. Wajib, jika tahu bahwa imam melakukan sesuatu yang membatalkan shalat.\r2. Sunah, jika imam meninggalkan kesunahan shalat.\r3. Mubah, jika imam memperpanjang shalat.\r4. Makruh serta menghilangkan fadlilah jama’ah, jika tidak ada udzur.\r5. Haram, jika jama’ah merupakan syi'âr atau jama’ah menjadi syarat seperti jama’ah shalat Jum'at.\rReferensi:\rبغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي صحـ : 121-122 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"( فَائِدَةٌ ) قَالَ فِيْ كَشْفِ النِّقَابِ وَالْحَاصِلُ أَنَّ قَطْعَ الْقُدْوَةِ تَعْتَرِيْهِ اْلأَحْكَامُ الْخَمْسَةُ وَاجِباً كَأَنْ رَأَى إِمَامَهُ مُتَلَبِّسًا بِمُبْطِلٍ وَسُنَّةٍ لِتَرْكِ اْلإِمَامِ سُنَّةً مَقْصُوْدَةً وَمُبَاحًا كَأَنْ طَوَّلَ اْلإِمَامُ وَمَكْرُوْهاً مُفَوِّتاً لِفَضِيْلَةِ الْجَمَاعَةِ إِنْ كَانَ لِغَيْرِ عُذْرٍ وَحَرَاماً إِنْ تَوَقَّفَ الشِّعَارُ عَلَيْهِ أَوْ وَجَبَتِ الْجَمَاعَةُ كَالْجُمْعَةِ اهـ.\rوقد تجب المفارقة كأن رأى إمامه متلبسا بما يبطل الصلاة ولو لم يعلم الإمام به كأن رأى على ثوبه نجاسة غير معفو عنها أى خفية تحت ثوبه وكشفها الريح مثلا___قوله أى خفية أما الظاهرة فالواجب فيها الإستئناف لعدم انعقاد الصلاة. المجموع 2/236\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/853326764690133/\r3574. BOLEHKAH ANAK ZINA MENJADI IMAM ?\rPERTANYAAN :\r> Nelongso Amat\r????????'???????, mungkin ini kedua kali, mohon bantuanya waladuzzina tidak boleh mnjadi imam, seandainya ngimami anak dan istrinya bagaimana, mohon bantuanya kalo ada di dokumen sundulkan. Terimakasih\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam, anak zina boleh menjadi imam,berma'mum pada anak zina hukumnya makruh tapi shalatnya tetap, makruh tsb bila berma'mum dari awal. Bila menemukan anak zina shalat kemudian kita ma'mum padanya maka hukumnya tdk makruh bgtu jga tdk mskruh bila derajatnya sama/ sama-sama anak zina. Wallohu a'lam bis showab :\rمغني المحتاج : وأطلق جماعة أن إمامة ولد الزنا ومن لا يعرف أبوه مكروهة وصورته أن يكون ذلك في ابتداء الصلاة ولم يساوه المأموم فإن ساواه أو وجده قد أحرم واقتدى به فلا بأس .","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"المجموع شرح المهذب : ( الخامسة ) قال المصنف والأصحاب : غير ولد الزنا أولى بالإمامة منه .\rولا يقال : إنه مكروه .\rوأما قول الشيخ أبي حامد والعبدري : إنه يكره عندنا ، وعند أبي حنيفة فتساهل منه في تسميته مكروها ، وكرهه مجاهد وعمر بن عبد العزيز وقال مالك والليث : يكره أن يكون إماما راتبا ، وقال الجمهور : لا بأس به ، ممن قال به عائشة أم المؤمنين وعطاء والحسن والزهري والنخعي وعمرو بن دينار وسليمان بن موسى والثوري والأوزاعي وأحمد وإسحاق وداود وابن المنذر\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/850660244956785/\r3660. HUKUM MAKMUM MENDAHULUI SALAMNYA IMAM\rPERTANYAAN :\r> Abdusysyakur\rAssalamualaikum.....!!!!\r1. Bagaimana hukumnya jika makmum mendahului salamnya imam ??? Sedangkan mendahului imam jika tidak lebih dari dua rukun itu hukumnya boleh !!!?\r2. Kalau mendahuluI salamnya imam yang sunnah (salam yang kedua ??)\rJAWABAN :\r> Aslim Tas'ad Sie Percintaan\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, batal sholatnya.\rالثاني : ان ? يسلم المأموم قبل س?م إمامه فلو وقع منه ذلك بطلت ص?ته أما إذا سلم معه فإن ص?ته تصح مع الكراهة وإذا شك في أنه سلم قبل ا?مام بطلت ص?ته\r> Mas Hamzah\r1. Makmum yang salam sebelum imam tanpa niat mufaroqoh maka batal sholatnya, lihat kitab hasiyah syarwani :\r( قوله لخروجه بها )\rفلو سلم المأموم قبلها عامدا عالما من غير نية مفارقة بطلت صلاته ولو قارنه فيه لم يضر كبقية الأذكار بخلاف مقارنته له في تكبيرة الإحرام كما سيأتي","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"2. Ketika imam telah melakukan salam pertama maka dia telah keluar dari sholat dan status makmum menjadi seperti sholat munfarid atau sendiri, meskipun begtu tetap sunnah hukumnya salam setelah salam keduanya imam. Jika salamnya bersama-sama dengan salam pertamanya imam maka tidak batal sholatnya. Lihat kitab tuhfah dan hasiyah syarwani :\r( وتنقضي القدوة بسلام الإمام )التسليمة الأولى لخروجه بها نعم يسن للمأموم أن يؤخرها إلى فراغ إمامه من تسليمته وإذا انقضت بالأولى صار المأموم كالمنفرد -\rقوله لخروجه بها ) فلو سلم المأموم قبلها عامدا عالما من غير نية مفارقة بطلت صلاته ولو قارنه فيه لم يضر كبقية الأذكار بخلاف مقارنته له في تكبيرة الإحرام\rJadi jika mendahului imam pada salam kedua tdk membatalkan sholat .\r- kitab roudhoh imam nawawi :\rوإذا سلم الإمام التسليمة الأولى ، فقد انقطعت متابعة المأموم ، وهو بالخيار ، إن شاء سلم في الحال ، وإن شاء استدام الجلوس للتعوذ والدعاء وأطال ذلك ، ولو اقتصر الإمام على تسليمة استحب للمأموم تسليمتان .\rJika imam telah salam pertama maka ikutnya makmum telah terputus dan makmum bebas memilih , jika mau maka boleh salam seketika itu juga atau jika mau dia terus menerus duduk untuk ta'awudz atau doa dan memperpanjangnya. Jika imam hanya melakukan satu salam saja maka makmum dianjurkan dua salam\rKESIMPULAN :\r1. Makmum yang mendahului salamnya imam tanpa niat mufaroqoh maka sholatnya batal.\r2. Jika makmum salam setelah salamnya imam yang pertama sebelum melakukan salam keduanya imam maka sholatnya makmum tidaklah batal. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/notes/885607031462106\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/868450309844445/","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"3875. POSISI BARISAN MAKMUM SHOLAT BERJAMAAH\rPERTANYAAN :\r> Joe Pai\rAssalaamu alaikum, bagaiamanakah posisi makmum yang benar :\r1. ketika hanya ada seorang imam dan seorang makmum.\r2. ketika ada seorang imam dan dua orang makmum.\r3. ketika makmumnya tiga orang atau lebih.\r4. ketika shof pertama telah penuh, ada seorang makmum datang masbuk.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam\r1. jika makmumnya laki-laki maka berada di samping kanan imam, baik makmumnya sudah baligh ataupun belum,\r- jika makmumnya perempuan maka di belakang imam.\r2. jika kedua makmum laki-laki maka keduanya baris di belakang imam,\r- jika keduanya perempuan juga baris di belakang imam,\r- jika lelaki dan perempuan maka lelaki di sebelah kanan imam dan perempuan di belakang makmum lelaki.\r3. jika ketiga orang makmum adalah dua lelaki dan seorang perempuan maka dua orang lelaki baris di belakang imam dan seorang perempuan di belakang dua makmum laki-laki.\r- jika seorang lelaki dan seorang anak lelaki kecil dan seorang perempuan maka lelaki dan anak kecil baris di belakang imam dan perempuan berdiri di belakang keduanya.\r- jika seorang lelaki, seorang banci dan seorang perempuan maka lelaki di samping kanan imam, banci di belakang keduanya dan perempuan dibelakang banci.\r- jika banyak lelaki dan banyak anak, maka para lelaki daris di belakang imam dan anak-anak baris di belakang para lelaki.","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"4. berdiri di belakang shof sendirian, kemudian menarik seseorang yang di depan, yang di depan sunnah untuk menolongnya dengan cara menarik orang yang di depan tsb setelah dia takbirotul ihrom, dan jika sholat di belakang sendirian pun juga sah. Wallohu a'lam bis showab. (MHZ).\r- kitab roudhoh imam nawawy (1/359) :\rا ذا لم يحضر مع الإمام إلا ذكر ، فليقف عن يمينه بالغا كان أو صبيا ، ولو وقف عن يساره ، أو خلفه ، لم تبطل صلاته . فإن جاء مأموم آخر ، وقف عن يساره وأحرم . ثم إن أمكن تقدم الإما وتأخر المأمومين لسعة المكان من الجانبين - تقدم أو تأخر ، أو أيهما أولى ؟ وجهان . الصحيح الذي قطع به الأكثرون : تأخرهما . والثاني : تقدمه . قاله القفال ، لأنه يبصر ما بين يديه . فإن لم يمكن إلا التقدم ، أو التأخر لضيق المكان من أحد الجانبين ، فعل الممكن ، وهذا في القيام . أما إذا لحق الثاني في التشهد ، أو السجود ، فلا تقدم ولا تأخر حتى يقوموا . ولو حضر معه في الابتداء رجلان ، أو رجل وصبي ، اصطفا خلفه . ولو لم يحضر معه إلا إناث ، صفهن خلفه ، سواء الواحدة وجماعتهن . وإن حضر معه رجل وامرأة ، قام الرجل عن يمينه ، والمرأة خلف الرجل . وإن حضر معه امرأة ورجلان ، أو رجل وصبي ، قام الرجلان ، أو الرجل والصبي خلف الإمام صفا ، وقامت هي خلفهما . وإن كان معه رجل ، وامرأة ، وخنثى ، وقف الرجل عن يمينه ، والخنثى خلفهما ، والمرأة خلف الخنثى . وإن حضر رجال وصبيان ، وقف الرجال خلف الإمام في صف ، أو صفوف . والصبيان خلفهم ، وفي وجه : يقف بين كل رجلين صبي ليتعلموا أفعال الصلاة . ولو حضر معهم نساء ، أخر صف النساء عن الصبيان .\r- kitab al bujairomi alal khotib (5/107) :","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"وَكُرِهَ لِمَأْمُومٍ انْفِرَادٌ عَنْ صَفٍّ مِنْ جِنْسِهِ بَلْ يَدْخُلُ الصَّفَّ إنْ وَجَدَ سَعَةً وَلَهُ أَنْ يَخْرِقَ الصَّفَّ الَّذِي يَلِيهِ فَمَا فَوْقَهُ إلَيْهَا لِتَقْصِيرِهِمْ بِتَرْكِهَا ، وَلَا يَتَقَيَّدُ خَرْقُ الصُّفُوفِ بِصَفَّيْنِ كَمَا زَعَمَهُ بَعْضُهُمْ وَإِنَّمَا يَتَقَيَّدُ بِهِ تَخَطِّي الرِّقَابِ الْآتِي فِي الْجُمُعَةِ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ سَعَةً أَحْرَمَ ثُمَّ بَعْدَ إحْرَامِهِ جَرَّ إلَيْهِ شَخْصًا مِنْ الصَّفِّ لِيَصْطَفَّ مَعَهُ وَسُنَّ لِمَجْرُورِهِ مُسَاعَدَتُهُ .\r- kitab roudhoh (1/360)\rفرع إذا دخل رجل والجماعة في الصلاة ، كره أن يقف منفردا ، بل إن وجد فرجة ، أو سعة في الصف ، دخلها . وله أن يخرق الصف إذا لم يكن فيه فرجةوكانت في صف قدامه ، لتقصيرهم بتركها . فلو لم يجد في الصف سعة ، فوجهان . أحدهما : يقف منفردا ، ولا يجذب إلى نفسه أحدا ، نص عليه في ( البويطي ) والثاني - وهو قول أكثر الأصحاب : يجر إلى نفسه واحدا . ويستحب للمجرور أن يساعده . وإنما يجره بعد إحرامه . ولو وقف منفردا ، صحت صلاته .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/920149781341164/\rwww.fb.com/notes/928660230490119\r3894. BAGAIMANA JIKA IMAM TIDAK QUNUT TAPI MA'MUMNYA BACA QUNUT ?\rPERTANYAAN :\r> Abu Bakar As-syatiri\rSalam. Ustadz yang dimulyakan Allah, Ana mau bertanya, Bagaimana hukum seorang imam ketika sholat subuh tidak memakai qunut, Tetapi ada satu ma'mum nya pakai, dan ma'mum itu memimpin qunut untuk ma'amum yang lain nya, Dan mereka mengikuti nya, Sementara imam tidak memakai qunut, tetapi hanya berdiri menunggu ma'mum itu qunut sampe selesai, Bagaimana kasus sholat sperti ini, Mohon penjelasan yang soheh beserta dalil nya, Jazakallah khair ustadz.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"Wa'alaikumussalam. Bila Imamnya meninggalkan Qunut, tapi ma'mum baca qunut maka hukumnya tafshil :\r1. Sunah ma'mum baca qunut bila bisa nututi sujud pertamanya imam.\r2. Makruh bila menyusuli imam di duduk di antara dua sujudnya imam.\r3. Harom bila menyusuli imam di sujud keduanya, bahkan shalatnya ma'mum bisa batal bila mana dia tidak sujud pertama bersama sujud keduanya imam. :\r(قوله في سجدته الأولى) قد تقدم أنه إن علم أنه يدرك الإمام فيها سن له التخلف للإتيان به و إن علم أنه لا يتم قنوته إلا بعد جلوس الإمام بين السجدتين كره له التخلف و إن علم أنه لا يتمه إلا بعد هويه للسجدة الثانية حرم عليه التخلف فإن تخلف لذلك ولم يهو للأولى إلا بعد هوى الإمام للسجدة الثانية بطلت صلاته. إعانة الطالبين 2/31 0 0 00 :\rMengenai imam yang memanjangkan i'tidal roka'at akhir dengan selain qunut menurut menurut Imam Ibnu Hajar shalatnya tidak batal sedangkan menurut Imam Romliy shalatnya batal. :\rمسألة : لا يضر تطويل إعتدال الركعة الأخيرة ولو بغير قنوت عند حج و قال م ر يضر بغير القنوت. إثمد العينين : ص :\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/710357802320364/\rwww.fb.com/notes/929363897086419\r3922. MAKMUM SHALAT JAMA'AH DI MASJID DENGAN BANTUAN LAYAR TV\rPERTANYAAN :","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"Assalamu'alaikum wr.wb.... Pak kyai, Bu Nyai, pak ustadz, ibu ustadzah.... waktu saya merantau di bogor dan di ciputat tangerang, saya menjumpai masjid yang berlantai 2 dan sang Imam berada di lantai ATAS, karena jama'ah masjid membludak, maka ruangan yang ada di bawah yang kesehariannya di gunakan untuk belajar & mengajar, maka taip hari jum'at digunakan untuk sholat jum'at. Karena makmum yang di lantai bawah tidak bisa mengikuti gerakan sholat sang IMAM, karena terhalang COR BETON, maka ta'mir masjid menyediakan TV yang ditaruh di depan jama'ah sholat yang ada di lantai Bawah, maksud dan tujuannya agar makmum ( yang di lantai bawah ) bisa melihat & mengikuti gerakan IMAM ( yang Ada di lantai Atas ). Pertanyaannya:\r1. Sah kah sholat jama'ah model kayak gitu\r2. Apa saja syarat sah sholat berjama'ah menurut madzhab 4,terutama madzhab imam syafi'i. Mohon penjelasannya beserta ibarohnya.... terimakasih... Wassalamu'alaikumwr.wb.... [Kawulo Alit ].\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalaam, apabila ruangan bawah tanah tersebut masih dalam satu masjid maka shalat jama'ah dengan pelantara TV atau sejenisnya sah asal ada jalan tembus yang bisa sampai pada imam. Ibarot :\r- AlBajuriy Juz 1/199 :\r.و هو أى المأموم عالم بصلاته أى الإمام بمشاهدة المأموم له أو بمشاهدته بعض صف أجزأه أى كفاه ذلك في صحة الإقتداء به، وقوله أو بمشاهدته بعض صف أى أو نحو ذلك كسماع صوت الإمام أو صوت مبلغ ولو فاسقا وقع في قلبه صدقه فلا يشترط كونه عدلا وإن أوهمه كلام المحشي بل المدار على وقوع صدقه في قلبه وإن لم يكن مصليا ومثل ذلك هداية من غيره له. الباجوري 1/199 :\r- Bughyatul Mustarsyidin hal. 70 :","part":1,"page":147},{"id":148,"text":".من شروط القدوة اجتماع الإمام والمأموم في مكان ثم إن جمعهما مسجد و منه جداره و رحبته بفتح الحاء وهي ما حجر لأجله و إن فصل بينهما طريق مالم يعلم حدوثها بعده و منارته التي بابها فيه أو في رحبته لا حريمه وهو ما هيئ لإلقاء نحو قمامته فالشرط العلم بانتقالات الإمام و إمكان المرور من غير إزورار و إنعطاف بأن يولي ظهره القبلة على ما فهمه الشيخ عبد الله باسودان من عبارة التحفة لكن رجح العلامة على ابن قاضي عدم ضرر الإزورار و الإنعطاف في المسجد مطلقا و كما يأتي في ى و لا يضر غلق الباب و كذا تسميره كما في التحفة خلافا لم ر. بغية المسترشدين : ص : 70\r- KITAB NIHAYATUZ ZAIN JUZ 1 HALAMAN 121 :\r.والثالث (علم بنتقالا امام) برؤية صف او بعضه او سماع صوته","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"Penjelasan yang di kitab nihayatuz zain : Dan yang ketiga dari syarat-syarat makmum adalah mengetahui gerakan imam (dari satu rukun kerukun lain) dengan melihat imam tsb atau melihat shaf di mukanya atau melihat sebagian dari shaf atau mendengar suara imam. Apabila sekiranya ada di ruangan atas dan ma'mum berada di ruangan bawah atau sebaliknya, seperti di sumur, menara dan loteng masjid. Sementara tanda penghubung ada di belakang ma'mum dengan artian tidak dapat sampai pada imam kecuali dengan berbelok, dengan memalingkan pungnya dari arah kiblat maka sah hukum bermakmumnya karena para ulama' memutlakkan akan ke-sah-an bermakmum di masjid walaupun terhalang bangunan yang terhubung pintu-pintu ke masjid atau lotengnya maka kemutlakan itu cukuplah adanya tanda penghubung tersebut baik ada di depan/di belakang/samping kanan/samping kiri makmum. Tapi kalau tidak ada tanda penghubung sama sekali maka tidak sah ma'mumnya, ini pendapat yang mu'tamad. Wallahu a'lam. (ALF)\r- Bughyatul Mustarsyidin (halaman 147) :\rمسألة : ي) : لا يشترط في المسجد كون المنفذ أمام المأموم أو بجانبه بل تصح القدوة وإن كان خلفه ، وحينئذ لو كان الإمام في علو والمأموم في سفل أو عكسه كبئر ومنارة وسطح في المسجد ، وكان المرقى وراء المأموم بأن لا يصل إلى الإمام إلا بازورار بأن يولي ظهره القبلة ، صح الاقتداء لإطلاقهم صحة القدوة في المسجد ، وإن حالت الأبنية المتنافذة الأبواب إليه وإلى سطحه ، فيتناول كون المرقى المذكور أمام المأموم أو وراءه أو يمينه أو شماله ،\rبل صرح في حاشيتي النهاية والمحلي بعدم الضرر ، وإن لم يصل إلى ذلك البناء إلا بازورار وانعطاف ، نعم إن لم يكن بينهما منفذ أصلاً لم تصح القدوة على المعتمد ،","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"ورجح البلقيني أن سطح المسجد ورحبته والأبنية الداخلة فيه لا يشترط تنافذها إليه ، ونقله النووي عن الأكثرين ، وهو المفهوم من عبارة الأنوار والإرشاد وأصله ، وجرى عليه ابن العماد والأسنوي ، وأفتى به الشيخ زكريا ،.\rMUJAWWIB : Ghufron Bkl, Abdullah Afif, Hariz Jaya\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/722233877799423\rwww.fb.com/notes/932118980144244\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/02/566-shalat-shalat-jumat-dilantai-dua.html\rwww.piss-ktb.com/2013/06/2388-sholat-imam-dari-media-tv.html\r3976. BACAAN SURAT PADA DZUHUR DAN ASHAR BAGI MAKMUM\rPERTANYAAN :\r> Andi Graito\rSekedar titipan pertanyaan : kan kalo sholat subuh, maghrib, isya imam bersuara, sedangkan sholat zuhur dan ashr imam cukup diam... Pertanyaannya : Apakah kalo sholat zuhur dan ashr makmum cukup membaca alfatihah atau ditambah surah-surah alquran ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rMembaca ayat atau surat dalam sholat disunnahkan bagi imam dan yang sholat sendirian pada sholat subuh dan dua rokaat awwal selain solat subuh, adapun bagi makmum maka tidak membaca surat ketika imamnya membaca jahr ketika makmum bisa mendengar bacaan imam, tetapi makmum cukup mendengarkan bacaan imam saja, dan jika makmum dalam sholat sirriyah atau dalam sholat jahriyyah tetapi tidak bisa mendengar bacaan imam mungkin sebab jauh atau sebab tuli maka makmum tsb sunnah membaca surat menurut pendapat yang ashoh.\r- kitab roudhoh (1/247-248) :","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"فرع : يسن للإمام ، والمنفرد ، قراءة شيء بعد الفاتحة في صلاة الصبح ، والأوليين من سائر الصلوات . الي ان فالوأما المأموم فلا يقرأ السورة فيما يجهر في الإمام إذا سمعه ، بل يستمعه ، وإن كانت الصلاة سرية ، أو جهرية ، ولم يسمع المأموم قراءته لبعده ، أو صممه ، قرأها على الأصح .\r- kitab kifayatul akhyar (1/115-116) :\r(وَقِرَاءَة سُورَة بعد سُورَة الْفَاتِحَة)يسن للْإِمَام وَالْمُنْفَرد قِرَاءَة شَيْء من الْقُرْآن الْعَظِيم بعد قِرَاءَة الْفَاتِحَة فِي صَلَاة الصُّبْح وَفِي الأولتين من سَائِر الصَّلَوَات وَالْأَصْل فِي مَشْرُوعِيَّة ذَلِك مَا رَوَاهُ أَبُو قَتَادَة رَضِي الله عَنهُ أَن رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم الي ان قال\rوَهَذَا إِذا كَانَت الصَّلَاة جهرية وَكَانَ الْمَأْمُوم يسمع إِمَّا إِذا لم يسمع لصمم أَو بعد أَو كَانَت الصَّلَاة سَرِيَّة أَو أسر الإِمَام بالجهرية فَإِنَّهُ يقْرَأ فِي ذَلِك لانْتِفَاء الْمَعْنى نعم الْجنب إِذا فقد الطهُورَيْنِ لَا يجوز لَهُ قِرَاءَة السُّورَة وَقَوله بعد سُورَة الْفَاتِحَة يُؤْخَذ مِنْهُ أَنه لَو قَرَأَ السُّورَة قبل الْفَاتِحَة لَا تحصل السّنة وَهُوَ كَذَلِك على الْمَذْهَب وَنَصّ عَلَيْهِ الشَّافِعِي يجوز فِيهَا الْهَمْز وَتَركه وَالله أعلم قَالَ\rJadi, kesimpulan untuk jawaban anda adalah :\r- jika menjadi imam atau sholat sendiri maka sunnah menambah bacaan surat setelah fatekhah\r- jika menjadi makmum maka sunnah juga baca surat menurut pendapat yg ashoh. Wallohu a'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934173393272136/\rwww.fb.com/notes/934709636551845\r3980. HUKUM MENGIKUTI GERAKAN IMAM NAMUN TIDAK BERMAKMUM KEPADANYA\rPERTANYAAN :\r> Rizka Hikami","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"Assalaamu'alaikum. Mau bertanya bagaimanakah hukumnya makmum yang mengikuti gerakan imam padahal makmum sudah niat mufaroqoh dari imam ?\rJAWABAN :\r> Al Murtadho\rMenurut pendapat yang ashah dalam madzhab Syafi'i, jika ada orang yang tidak berniat menjadi makmum atau sebelumnya ia niat makmum lalu niat mufaraqah, namun gerakannya mengikuti imam, maka shalat makmum tersebut hukumnya batal. Alasannya adalah dikarenakan shalatnya terhubung dengan orang yang tidak menjadi imamnya, selain itu orang yang mengerjakan hal tersebut dianggap sebagai orang yang mempermainkan shalat (mutala'ib bish shalah). Namun menurut sebagian ulama bahwa orang yang melakukannya shalatnya dihukumi batal hanya apabila ia memang mengerti ketentuan mengenai batalnya shalat apabila mengikuti gerakan imam tanpa niat menjadi makmum.\rDan juga hukum tersebut mengecualikan jika makmum tersebut tetap mengikuti imam (meskipun sudah niat mufaraqah) dengan tujuan untuk menghindarkan dirinya dari gunjingan dan celaan dari orang-orang yang melihatnya atau menghindari tekanan dari penguasa. Kesimpulannya, makmum yang mufaraqah namun tetap mengikuti gerakan imam shalatnya dihukumi batal, kecuali apabila ia memang tidak tahu hukumnya atau ia melakukannya untuk menghindari celaan masyarakat atau tekanan penguasa. Wallaahu A'lam [ IT ]\rReferensi :\r- Al Majmu' Syarh al Muhadzdzab juz 4 hal. 200-201 :","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"اتفق نص الشافعي والأصحاب على أنه يشترط لصحة الجماعة أن ينوي المأموم الجماعة والاقتداء والائتمام قالوا وتكون هذه النية مقرونة بتكبيرة الإحرام كسائر ما ينويه فإن لم ينو في الابتداء وأحرم منفردا ثم نوى الاقتداء في أثناء صلاته ففيه خلاف ذكره المصنف بعد هذا وإذا ترك نية الاقتداء والانفراد وأحرم مطلقا انعقدت صلاته منفردا فإن تابع الإمام في أفعاله من غير تجديد نية فوجهان حكاهما القاضي حسين في تعليقه والمتولي وآخرون (أصحهما) وأشهرهما تبطل صلاته لأنه ارتبط بمن ليس بإمام له فأشبه الارتباط بغير المصلي وبهذا قطع البغوي وآخرون والثاني لا تبطل لأنه أتى بالأركان على وجهها وبهذا قطع الأكثرون\r- Hasyiyah I'anah ath Thalibin juz 2 hal. 25 :\rفلو ترك هذه النية، أو شك فيها، وتابع مصليا في فعل، كأن هوى للركوع متابعا له، أو في سلام بأن قصد ذلك من غير اقتداء به وطال عرفا انتظاره له، بطلت صلاته\rـ (قوله: بطلت صلاته) أي لأنه متلاعب لكونه وقفها على صلاة غيره بلا رابط بينهما. قال في النهاية: هل البطلان عام في العالم بالمنع والجاهل أو مختص بالعالم؟ قال الأذرعي: لم أر فيه شيئا، وهو محتمل، والأقرب أنه يعذر\r- Hasyiyah al Bujairamiy 'ala Syarh al Manhaj juz 1 hal. 330 :\rـ (فلو تركها) أي هذه النية (أو شك) فيها (وتابع في فعل أو سلام بعد انتظار كثير) للمتابعة بطلت صلاته لأنه وقفها على صلاة غيره بلا رابط بينهما فلو تابعه اتفاقا أو بعد انتظار يسير أو انتظره كثيرا بلا متابعة لم يضر\rولم يذكر محترز قوله للمتابعة ومحترزه ما لو انتظره كثيرا لأجل غيرها كدفع لوم الناس عليه كأن كان لا يحب الاقتداء بالإمام لغرض ويخاف لو انفرد عنه حسا صولة الإمام أو لوم الناس عليه لاتهامه بالرغبة عن الجماعة فإذا انتظر الإمام كثيرا لدفع هذه الريبة فإنه لا يضر كما قرره شيخنا ح ف\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/886088321413977/","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"4002. HUKUM MUFAROQOH DARI SHOLAT JAMAAH\rPERTANYAAN :\r> Irmamada Manarul Huda\rShare dari pertanyaan temen \"Mufaroqoh dalam sholat berjama'ah yang dihukumi makruh itu sebabnya apa? maaf lupa..\"\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rLihat kitab fathul mu'in (1/174) :\rوتجوز المفارقة بلا عذر مع الكراهة فتفوت فضيلة الجماعة.\rDan hukumnya boleh mufaroqoh tanpa adanya udzur tetapi makruh, maka hilanglah fadhilah jama'ahnya.\r- kitab bughyatul mustsrsyidin\r[فائدة]: قال في كشف النقاب: والحاصل أن قطع القدوة تعتريه الأحكام الخمسة واجباً، كأن رأى إمامه متلبساً بمبطل وسنة لترك الإمام سنة مقصودة، ومباحاً كأن طوّل الإمام، ومكروهاً مفوتاً لفضيلة الجماعة إن كان لغير عذر، وحراماً إن توقف الشعار عليه أو وجبت الجماعة كالجمعة اهـ.\r[Faedah] pemilik kitab kasyfun niqob berkata : \" kesimpulannya bahwa memutus dari menjadi makmum ada lima hukumnya :\r1. wajib, contoh misalnya melihat imamnya melakukan hal yg membatalkan sholat.\r2. sunnah, sebab imam meninggalkan sunah maqsudah.\r3. mubah, misalnya imam memanjangkan sholatnya.\r4. makruh, dengan tanpa adanya udzur, bisa menghilangkan fadhilah jama'ah .\r5. haram, jika syi'ar islam terhenti karenanya, atau karena jama'ahnya wajib seperti sholat jum'at. \"\rWallohu A'lam ( MI )\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/935705719785570/\rwww.fb.com/notes/936151969740945\r4012. HUKUM BERMAKMUM PADA IMAM YANG TIDAK MEWAJIBKAN BASMALAH\rPERTANYAAN :\r> Wahid Ajha\rAssalamu alaikum. Mau tanya Bolehkah kita ma'mum pada imam yang tidak mewajibkan membaca basmalah pada surat alfatihah ?\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"wa alaykumussalaam... Sah solatnya. Dan mungkin dia baca cuman sirr. Atau juga dia yaqin imam tidak baca basmalah maka tetap sah, mengambil qaidah \"al ibroh bi aqidatil imam\". Wallaahu a'lam. (DA)\rالمجموع ج 4 ص 289.\rولو صلى الحنفي على وجه ? يعتقده والشافعييعتقده بأن احتجم أو افتصد وصلى صح ا?قتداء عند الجمهور وخالفهم القفال وقال ا?ودني والحليمي ا?مامان الجلي?ن من أصحابنا لو ام ولي ا?مر أو نائبه وترك البسملة والمأموم يرى وجوبها صحت ص?ته خلفه عالما كان أو ناسيا وليس له المفارقة لما فيه من الفتنة وقال الرافعي وهذا حسن.\rتحفة المحتاج ج 2 ص 281.\rولو شك شافعي في إتيان المخالف بالواجبات عند المأموم لم يؤثر في صحة ا?قتداء به تحسينا للظن به في توقي الخ?ف .\rشرح الياقوت النفيس ص 211.\rو لو تيقن أنه لم يقرأ البسملة حمله القول الذي يقول العبرة بعقيدة الإمام و هو قول قوي عندنا.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/936252503064225\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/932393606783448/\r4050. PENYERU SUARA ( MUBALLIGH ) DALAM SHALAT BERJAMA'AH\rPERTANYAAN :\r> Shofy El-Fatth\rAssalamu alaikum wr wb. Semua ustadz yang dirahmati Allah swt. mohon berkenan untuk menjelaskan ibarot tentang bagaimana hukum bilal sholat maktubah, sebagaimana yang telah terjadi di masjidil haram atau masjid-masjid agung, ketika imam membaca takbir lalu bilal mengikuti membaca takbir, kemudian imam membaca\rسمع الله لمن حمده\rkemudian bilal membaca\rربنا ولك الحمد,\rkemudian imam membaca salam bilal juga membaca salam...mohon penjelasannya syukron terimakasih. wassalamu alaikum wr wb.\r> Muhammad Mufty Aly","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"Ikut nyambung tadz.. kalo di masjidil harom mubaligh ketika i'tidal bacaan yang dikeraskan robbana walakal hamdu, padahal setahu saya sarat jadi mubaligh salah satunya apa yang dijahr'kan imam maka dijahr'kan mubaligh, dan apa yang disirri'kan imam maka disirri'kan mubaligh.. Mohon penjelasannya..??\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rBoleh dan tidak apa-apa asalkan jangan niat memberitahu ma'mum yang lain saja, akan tetapi harus dibarengi dengan niat dzikir atau Bisa niat dzikir saja. Syarat menjadi mubalig harus berniat mengeraskan suara untuk dzikir saja, atau niat untuk dzikir dan memberitahu ma'mum yang lain. Jika hanya niat memberitahu saja atau Tidak berniat apa-apa maka batal solatnya.\rإعانة الطالبين ج 1 ص 181.\rقوله: وكذا مبلغ أي ويسن جهر لمبلغ أيضا كا?مام.فاسم الفاعل يقرأ بالجر عطف على إمام، والجار والمجرور قبله حال منه مقدمة عليه.ويصح قراءته بالرفع على أنه مبتدأ مؤخر، والجار والمجرور خبر مقدم.(وقوله: احتيج إليه) أي إلى المبلغ.بأن لم يسمع المأمومون صوت ا?مام.(قوله: لكن الخ) كالتقييد لسنية الجهر به ل?مام والمبلغ.وقوله: إن نوى الذكر أي فقط.وقوله: أو وا?سماع أي أو نوى الذكر مع ا?سماع.(قوله: وإ?) أي بأن نوى ا?سماع فقط، أو لم ينو شيئا.وقوله: بطلت ص?ته ?ن عروض القرينة أخرجه عن موضوع الذكر إلى أن صيره من قبيل ك?م الناس..ٍ\rتحفة المحتاج ج 2 ص 18.","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"(قوله وكذا مبلغ إلخ) أي واحد أو أكثر بحسب الحاجة نهاية ومغني (قوله احتيج إليه) أي بأن لم يبلغ صوت ا?مام جميع المأمومين مغني (قوله لكن إلخ) معتمد ع ش وشيخنا (قوله إن نويا) أي ا?مام والمبلغ وكذا غيرهما با?ولى لو جهر على خ?ف السنة (قوله وإ? بطلت) يدخل فيه ا?ط?ق والك?م مفروض في الجهر بالتكبير وقضيته أنه مع عدم الجهر ? ضرر مطلقا لكن إن قصد حينئذ ا?ع?م فقط إن تصور فينبغي أن يضر سم قال البجيرمي وشيخنا والبط?ن بقصد ا?ع?م فقط أو ا?ط?ق في حق العالم وأما العامي ولو مخالطا للعلماء ف? يضر قصده ا?ع?م فقط و? ا?ط?ق اهـ (قوله وغير المبلغ إلخ) أي وا?مام (قوله يكره له ذلك إلخ) يؤخذ من التعليل أن محلها حيث كان ثم من يتأذى به وإ? فهو خ?ف ا?ولى فيما يظهر، نعم ينبغي في ا?ولى حيث علم أو غلب على ظنه حصول تأذي من ذكر سيما إن كان إيذاء ? يحتمل عادة أن يحرم أخذا من مسائل ذكروها في كتاب الحج فليراجع.\rJika bermakmum maka menurut jumhur ulama kecuali syafiiyah cukup membaca tahmid yaitu :\rربنا لك الحمد.\rTidak disunnahkan membaca tasmi' yaitu :\rسمع الله لمن حمده.\rSedangkan menurut imam syafii disunahkan dua-dua nya (tasmi' dan tahmid). Jadi kalau di makah atau madinah orang-orang di sana mengikuti pendapat jumhur ulama yang mengatakan imam tasmi' dan :\ra. tahmid sir (pelan pelan tidak jahr), menurut imam abu hanifah dan imam ahmad.\rb. tidak tahmid, menurut imam malik. Wallohu A'lam. (ALF)\rالموسوعة الفقه الإسلامي الزحيلي ج 1 ص 741.","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"التسميع والتحميد: أي قول: سمع الله لمن حمده، ربنا لك الحمد : للإمام سراً في التحميد وللمنفرد عند الحنفية وفي المشهور عند الحنابلة، وأما المقتدي فيقول فقط عند الحنابلة وعلى المعتمد عند الحنفية: (ربنا لك الحمد) أو (ربنا ولك الحمد) أو (اللهم ربنا ولك الحمد) والأول عند الشافعية أولى لورود السنة به، وأفضله عند الحنفية الأخير، ثم (ربنا ولك الحمد) ثم الأول. والأفضل عند الحنابلة والمالكية: (ربنا ولك الحمد).وعند المالكية: الإمام لا يقول: (ربنا لك الحمد) والمأموم لا يقول: (سمع الله لمن حمده) والمنفرد يجمع بينهما حال القيام، لا حال رفعه من الركوع، إذ الرفع يقترن بـ (سمع الله)، فإذا اعتدل قال: (ربنا ... ) الخ.والخلاصة: إن المقتدي عند الجمهور يكتفي بالتحميد. و يسن عند الشافعية: الجمع بين التسميع والتحميد في حق كل مصل، منفرد وإمام ومأموم. و الله أعلم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/937965442892931/\rwww.fb.com/notes/939701812719294\r4060. CARA MA'MUM MASBUQ MENYEMPURNAKAN FATIHAH\rPERTANYAAN :\r> Iben Pariman\rAfwan. Mau tanya nih : makmum masbuq imam sedang ruku', namun si makmum tidak langsung ikut ruku', malah menyempurnakan fatihah. giliran si makmum rukuk, imam mulai berdiri (tidak mendapati tumakninah ruku nya imam), hukumnya bagaimana? apakah rakaatnya dianggap (dihitung)?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rKalau melihat syarahnya berikut ini, berarti rokaatnya nggak kehitung, malah batal sholatnya. Lihat kitab i'anah (1/163) :\rفإن قرأه وأدرك الإمام في الركوع فقد أدرك الركعة، فإن لم يدركه فيه فاتته الركعة ولا يركع، لأنه لا يحسب له بل يتابعه في هويه للسجود وإلا بطلت صلاته.(قوله: لغت ركعته) أي لأن شرط عدم إلغائها إدراكه في الركوع.","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"Jika masbuq menyempurnakan bacaan fatekhahnya dan bisa menemui imam dalam ruku' maka masbuq telah menemukan satu rokaat, jika tidak menemukan imam dalam rukuk maka dia kehilangan satu rokaat dan tidak boleh ruku' karena rukuknya tidak terhitung baginya, tapi ikut imam dalam turun ke sujud, jika tidak maka batallah sholatnya masbuq yang menyempurnakan fatekah dan tidak bisa menemui imam saat ruku kemudian dia rukuk.\r> Muhib Salaf Soleh\rTidak dihitung dan solatnya tidak batal kecuali jika si imam akan turun ke sujud sedangkan dia masih dalam fatihahnya.\rوبل الغمام في أحكام المأموم و الإمام ص 31.\rفإن ركع الإمام و المأموم المسبوق في الفاتحة فإن كان لم يشتغل بشيء غير الفاتحة قطع القراءة و ركع معه و تحمل عنه بقية الفاتحة كما يتحملها إذا ركع عقب إحرامه أو وجده راكعا . فإن لم يتابعه حتى فارق الإمام أقل الركوع فاتته الركعة و لا تبطل صلاته إلا إن تخلف عنه حتى شرع الإمام في الهوي للسجود.\rKesimpulan : batal jika imam sujud , sedangkan masbuq masih fatihah. Wallahu a'lam (DA)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/930130943676381/\rwww.fb.com/notes/939773066045502\r4061. KETIKA IMAM SUJUD SETELAH TASYAHUD AWAL\rPERTANYAAN :\r> Yono Penjaga Hati\rAssalamu'alaikum. . .Aku mau tanya lagi. Bolehkah imam sujud lagi setelah tahiyat awal? Mohon penjelasannya?\rJAWABAN :\r> ?? ??\rWa alaykumussalaam.. Menambahkan sujud dengan sengaja maka sholatnya batal.. jika makmum tahu kalau sholatnya imam tidak sah maka harus mufaroqoh.\rنهاية المطلب في دراية المذهب 2\\209\rلو زاد ركوعا أو سجودا عمدا، بطلت صلاته عندنا،\r> Muhib Salaf Soleh\rKagak boleh kalau sengaja batal solatnya. Wallahu a'lam (DA)","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"منهاج القويم ص 121.\rالشرط الحادي عشر: ترك ا?فعال الكثيرة، فلو زاد ركوعا أو غيره من ا?ركان بطلت إن تعمده.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/930696576953151\rwww.fb.com/notes/939774732712002\r4064. PENGARUH MUFAROQOH TERHADAP FADILAH BERJAMAAH\rPERTANYAAN :\r> Sanusi Uci\rAssalamualaikum, Ustadz nanya sedikit. Apakah mufaroqoh di tengah sholat bisa menghilangkan fadhilah jamaah.?\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam ...\r1. dapat fadilah jamaah jika : mufaroqohnya dengan ada udzur.\r2. tidak dapat fadilah jamaah jika mufaroqohnya tanpa udzur. Wallahu a'lam (DA)\rوبل الغمام في أحكام المأموم و الإمام.ص 22.\rتجوز مفارقة الإمام بنيتها قال في المجموع و غيره فإن كانت بغير عذر كره و صحت صلاته و تفوت بالمفارقة فضيلة الجماعة حتى فيما أدركه مع الإمام .\rأو بعذر لم تكره كما في المجموع أيضا و تحصل له فضيلة الجماعة فيما أدركه.\rوتجوز المفارقة ب? عذر مع الكراهة فتفوتفضيلة الجماعة.والمفارقة بعذر: كمرخص ترك جماعة وتركه سنةمقصودة كتشهد أول وقنوت وسورة وتطويلهوبالمأموم ضعف أو شغل ? تفوت فضيلتها\rhttp://www.fatihsyuhud.org/2013/03/shalat-sunnah-jamaah-fathulmuin.html?m=1\r- kitab fathul mu'in (1/174) :\rوتجوز المفارقة بلا عذر مع الكراهة فتفوت فضيلة الجماعة.والمفارقة بعذر: كمرخص ترك جماعة وتركه سنة مقصودة كتشهد أول وقنوت وسورة وتطويله وبالمأموم ضعف أو شغل لا تفوت فضيلتها.\rنهاية المحتاج\rكما في المجموع أفضل من مفارقته والمفارقة هنا معذور فيها فلا تفوت بها فضيلة الجماعة كما قاله جمع متأخرون وأجروا ذلك في كل مفارقة خير بينها وبين الانتظار . . . . الخ\rMUJAWWIB : Muhib Salaf Soleh, Wong Cilik, Wong Gendeng, Mas Hamzah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/929773453712130/\rwww.fb.com/notes/939820872707388","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"LINK TERKAIT:\rwww.fb.com/notes/936151969740945\r4134. MA'MUM MENDAHULUI IMAM DALAM MEMBACA FATIHAH\rPERTANYAAN :\r> Pahlawan Kepagian\rAssalamualaikum para ustad dan ustazah para yai izin nanya. Apakah hukum makmum mendahului imam dalam membaca Alfatihah, sahkah sholatnya ?\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikumussalam. Shalat dan jama'ahnya tetap sah.\rإعانة الطالبين 2/38 :\rوسبقه أي المأموم على ا?مام عامدا عالما بتمام ركنين فعليين وإن لم يكونا طويلين مبطل للص?ة لفحش المخالفة\rقوله: بتمام ركنين متعلق بسبق، أي عدم سبقه بركنين فعليين تامين. و? بد أن يكونا متواليين. فخرج بالفعليين القوليان، كالتشهد ا?خير والص?ة على النبي ص فيه. والقولي والفعلي: كالفاتحة، والركوع. وخرج بالتامين التقدم بركن وبعض ركن، وبالمتواليين غيرهما، ف? ضرر في جميع ذلك.\rTindakan makmum yang mendahului imam seraya sengaja serta mengerti ketidakbolehannya dengan dua rukun sebangsa pekerjaan secara sempurna meskipun dua rukun tersebut tidak panjang, itu bisa membatalkan shalat karena ketidaksesuaian yang parah (antara imam dan makmum).","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"Redaksi matan : \"Dua rukun yang sempurna\". Maksudnya makmum mendahului dengan dua rukun sebangsa pekerjaan yang sempurna dan hal itu mesti dengan terus menerus. Maka dikecualikan dengan dua rukun sebangsa pekerjaan, ialah dua rukun sebangsa ucapan seperti tasyahhud akhir, membaca shalawat atas Nabi saw. dalam tasyahhud. (dan dikecualikan juga darinya) ialah satu rukun sebangsa ucapan dan pekerjaan seperti bacaan fatihah dan ruku'. Dan dikecualikan dari (dua rukun) yang sempurna, ialah mendahului dengan satu rukun dan sebagian rukun. (dan dikecualikan juga) dari rukun yang terus menerus, ialah selainnya. Semua itu tidak apa-apa atau tidak berdampak apa-apa.\rhttp://huda-sarungan.blogspot.com/.../489-hukum-bacaan...\r> Ghufron Bkl\rFatihahnya ma'mum mendahului fatihahnya imam hukumnya makruh :\rاعانة الطالبين :\rلكن يسن له كما في أوليي السرية تأخير فاتحته عن فاتحة إمامه إن ظن إدراكها قبل ركوعه، وحينئذ يشتغل بالدعاء لا القراءة.\rوقال المتولي، وأقره ابن الرفعة: يكره الشروع فيها قبله ولو في السرية، للخلاف في الاعتداد بها حينئذ، ولجريان قول بالبطلان إن فرغ منها قبله.\rshamela.ws/browse.php/book-963/page-172\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/943572415665567/\rwww.fb.com/notes/946887982000677\r4138. KEMANA ARAH MENGHADAP IMAM SETELAH SHOLAT ?\rPERTANYAAN :\r> Abu Cenghood\rAssalamu'alaikum. Setelah selesai melaksanakan shalat ada imam yang merubah posisi duduknya. Ada yang menghadap ke arah makmum (membelakangi kiblat) ada juga yang menyamping ke kanan. Ada juga yang tetap menghadap ke arah kiblat (tetap membelakangi makmum). Sebenarnya yang sunnah itu gimana Mohon pencerahannya.","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"JAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Yangg afdhol untuk gesernya adalah kekanan, yaitu tubuh bagian kanan imam menghadap makmum dan tubuh sebelah kiri menghadap mihrob, ini adalah selain di masjid nabawi, jika di masjid nabawi maka bagian tubuh sebelah kanan menghadap mihrob sebagai tatakrama terhadap Nabi. Ini adalah pendapat yang mu'tamad menurut imam romli. Sedangkan menurut imam ibnu hajar maka sama saja baik di masjid nabawi maupun selainya yang afdhol adalah tubuh sebelah kanan imam menghadap makmum. Begitu juga saat berdoa, yang afdhol adalah tubuh sebelah kanan menghadap makmum, sedangkan menurut imam ad damiri, jika berada di baitulloh ka'bah al musyarrofah maka ketika berdoa menghadap ka'bah. Wallohu a'lam\r- Kitab Fathul Mu'in (1/128) :\rأما الإمام إذا ترك القيام من مصلاه الذي هو أفضل له فالأفضل جعل يمينه إلى المأمومين ويساره إلى القبلة.\rقال شيخنا : ولو في الدعاء وانصرافه لا ينافي ندب الذكر له عقبها لأنه يأتي به في محله الذي ينصرف إليه\r- Kitab I'anah (1/218) :\r(قوله: فالأفضل جعل يمينه إلى المأمومين) أي في غير محراب المسجد النبوي، أما هو فيجعل يمينه إليه تأدبا معه - صلى الله عليه وسلم -.\rهذا معتمد الجمال الرملي، وأما معتمد ابن حجر فهو يجعل يمينه إلى المأمومين وإن كان في المسجد النبوي.\rقال: كما اقتضاه إطلاقهم.\rويؤيده أن الخلفاء الراشدين ومن بعدهم كانوا يصلون بمحرابه - صلى الله عليه وسلم - ولم يعرف عن أحد منهم خلاف ما عرف منه، فبحث استثنائه فيه نظر وإن كان له وجه وجيه، لا سيما مع رعاية أن سلوك الأدب أولى من امتثال الأمر.\rواستثناه الدميري مع الكعبة المشرفة فقال: إنه يستقبلها وقت الدعاء.","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"وقد نظم ذلك فقال: وسن للإمام أن يلتفتا بعد الصلاة لدعاء ثبتا ويجعل المحراب عن يساره إلا تجاه البيت في أستاره ففي دعائه له يستقبل وعنه للمأموم لا ينتقل وإن يكن في مسجد المدينة فليجعلن محرابه يمينه لكي يكون في الدعا مستقبلا خير شفيع ونبي أرسلا (قوله: ولوفي الدعاء) أي الأفضل جعل يمينه إلخ ولو في حالة الدعاء.\r- Kitab Busyrol Karim :\r(ويسر) كل مصل (به) أي: بالذكر والدعاء (إلا الإمام) أو غيره (المريد تعليم\rالحاضرين .. فيجهر)؛ أي: بكل منهما (إلى أن تعلموا) فيسر، وعليه حمل الشافعي وأصحابه أحاديث الجهر، وكلام \"الروضة\" يوهم بالجهر بالذكر.\r(ويقبل) الإمام ندباً -إن لم يرد الأفضل الآتي- (على المأمومين) عقب سلامه\r(يجعل يساره إلى المحراب) ويمينه إليهم، وإن كان بالمسجد النبوي عند (حج)\rالي ان قال\r(و) الأفضل (أن ينصرف الإمام) والمأموم والمنفرد (عقب سلامه) ويأتي بالذكر والدعاء في المحل المنصرف إليه، لكن في غير المقيد بنحو لا إله إلا الله إلى قدير بعد الصبح، وغيرها مما مر، وغير من يجلس بعد صلاة الصبح على ما يأتي في الطواف إن شاء الله تعالى.\r> Abdullah Afif\rWa'alaikum salam. Adapun qoul yang dipilih Imam Ibnu hajar dalam Fatawi-nya \"Jika Imam Dzikir bersama-sama ma'mum, atau Imam bermaksud mengajari ma'mum, Maka yang lebih utama adalah menghadap pada ma'mum (membelakangi qiblat). Namun jika tidak bermaksud seperti tersebut, maka yang lebih utama adalah tetap menghadap qiblat. Wallaahu A'lam\rSumber : Ghooyatu Talkhiisl Murood halaman 14\rواختار الحافظ ابن حجر في فتاويه أن الإمام إن كان ممن يذكر المأمومين أو يدرسهم أو يفتيهم فأولى أن يستقبلهم وإلا فيستقبل القبلة، قال البلقيني: كما استمر عليه الأئمة في الأمصار ليصير الكل مستقبل القبلة، وقال بعضهم: يستقبلهم في الدعاء\r> Akhbib Maulana","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"Nyumbang ibarot dalam Khawasil Madani juz 1 hal 263 :\rقول ابن العماد : يحرم جلوسه بالمحراب مردود ويندب فيه يعنى فى الذكر الذى هو دعاء.\r> Rojul Mubarok\rPaling utama adalah berpindah tempat baik bagi imam/makmum/munfarid setelah salam tapi setelah lafadz wiridan \"laa ilaaha illalloh wahdahu laa syariikalah\" sampai lafadz \"qodiir\". Jika tidak ada wanita disitu.\rDerajat afdlol yang dibawahnya adalah menghadap kanan dengan menjadikan tubuh bagian kiri menghadap mihrob dan tubuh bagian kanan menghadap makmum. Tp saat wiridan dari awal sampai laa ilaaha illalloh...sampai lafadz qodiir tetap pada hai'ah/posisi sholat.\r- Busyol karim juz 1 hal 86:\r(wal-afdlol an yanshorifa al-imam)wal-ma'mum wal-munfarid('aqiba salamihi)wa ya'ti bidzdzikri waddu'a-i fil-mahallil munshorof ilaih lakin fi ghoiril muqoyyad bi nahwi laa ilaaha illalloh..ilaa qodiir ba'dassubhi wa ghoiriha mimmaa marro..(in lam yakun tsamma nisaa') dst. -\r- Busyrol karim juz 1 hal 85:\r(wa yuqbilul imam)nadban in lam yurid al-afdlol al-aatii('alal ma'mumiin)'aqiba salamihi(yaj'alu yasaarohu ilal mihrob)wa yamiinuhu ilaihim wa in kana bil masjid annabawy 'inda ibni hajar.\r> Wong Cilik\rCopas Link :","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"Kuntari Nisaul Marisa Assalamu'alaikum.,,, BUMI PISS pertanyaan ini Pindahan dari sahabat sebrang karena ga ada yg bisa termasuk Saya... saya suguhkan buat sahabat PISS siapa tau ada yang mengerti.... sering kali dia si cemplon memperhatikan ada sholatberjamaah, imAM membalikan badan setelah selesai sholat ketika zikir, terkadang diputara 90 derajat tp kadang ada yang berputar 180 derajat menghadap kepada makmum. kalau memang ada dasar syariahnnya berapa lamakah imam harus menggeser atau memurat tubuhnnya? Apakah salam langsung putar atau baca2 dulu? bahkan si cemplon perhatikan begitu imam memutar arah banyak jamaah yang bergeser barisannya lalu pindah posisi( ni ga tau posisis menghadap kemana jama'ahnnya) adakah tuntunan dari hukum fikihnnya? adakah dalil2 hadisnya yang memerintahkan hal itu? dan mohon dijelaskan hikmah prakteknya... terimakasih banyak sesudah dan sebelumnnya\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rSunnat bagi imam setiap selesai shalat menghadap ke makmum, baik pun ke arah kanan atau kiri. bahkan makruh apabila tidak melaksanakannya sebab kalau imam masih tetap ditempatnya menghadap kiblat takut disangka masih dalam keadaan sholat. Perkiraan jarak antara selesai shalat dan menghadap makmum adalah perkiraan bacaan Allahumma antassalaam dst.....\rسَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ\rSamurah ra berkata, “Nabi saw apabila telah selesai mengerjakan shalat beliau menghadapkan mukanya kepada kami”. (HR. Bukhori)","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"روي عن عائشة أن النبي صلى ا? عليه وسلم كان إذا فرغ من الص?ة ? يمكث في مكانه إ? مقدار أن . يقول : ( اللهم أنت الس?م ومنك الس?م تباركت يا ذا الج?ل وا?كرام )\rDiriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi Saw ketika selesai Shalat tidak menetap pada tempat duduknya, kecuali pada perkiraan bacaan (Allaahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarokta yaa dzal- jalaali wal-ikroom) kurang lebih 10 detik.\rPergeseran makmum sebelum Imam hukumnya Makruh, disunnahkan tetap diam yakni bergeser setelah pergeseran Imam, ada yang berpendapat tidak makruh :\r- Hasyiha Asy-Syarwani :\rوَأَنْ يَمْكُثَ الْمَأْمُومُ فِي مُصَلَّاهُ حَتَّى يَقُومَ الْإِمَامُ مِنْ مُصَلَّاهُ إنْ أَرَادَهُ عَقِبَ الذّ ِرْكِ وَالدُّعَاءِ إذْ يُكْرَهُ لِلْمَأْمُومِ الِانْصِرَافُ قَبْلَ ذَلِكَ حَيْثُ لَا عُذْرَ لَهُ بَافَضْلٍ مَعَ شَرْحِهِ قَالَ الْكُرْدِيُّ عَلَيْهِ وَظَاهِرُ كَلَامِهِ فِي الْإِيعَابِ أَنَّ انْصِرَافَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ خِلَافُ الْأَوْلَى لَا الْكَرَاهَةُ اهـ\rDijelaskan oleh ibnu hajar dalam fathul bari syarah Shahih bukhari Bab Doa setelah shalat\rأَنَّ الْمُرَادَ بِالنَّفْيِ الْمَذْكُورِ نَفْيُ اسْتِمْرَارِهِ جَالِسًا عَلَى هَيْئَتِهِ قَبْلَ السَّلَامِ إِلَّا بِقَدْرِ أَنْ يَقُولَ مَا ذَكَرَ\rtepatnya pada kalimat :\rعَلَى هَيْئَتِهِ قَبْلَ السَّلَامِ\rsesungguhnya yang dimaksud dengan pencegahan tersebut adalah mencegah tetapnya duduk dengan bentuk duduk sebelum salam, kecuali kira-kira bacaan dzikir tersebut. Wallohu A'lam\rLink Asal :\rhttp://www.facebook.com/groups/piss.ktb/397905743565573/\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/946790735343735/\rwww.fb.com/notes/948000225222786\r4193. JIKA IMAM LUPA TASYAHUD","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"PERTANYAAN :\r> Nidzom\rAssalamualaikum, ada pertanyaan yang berkaitan dengan jamaah. Seorang Imam lupa tidak tasyahud awal otomatis dia berdiri/Inthisob namun para makmum tetap melaksanakannya mereka pun dengan kompak Bertasbih dalm rangka mengingatkan Imam. Akhirnya Imampun ngikut tasyahud... dalam hal ini mungkin ma'mum tidak tahu bahwa tasyahd awal bukan Rukun, Setahu Saya Imam batal shalatnya karena meninggalkan wajib untuk melakukan sunah di samping itu dia juga tahu bahwa itu tidak boleh dlakukan, Tapi Bagaimana Nasib Ma'mumnya batal atau tidak shalatnya ? mohon penjelasannya beserta ibaratnya..\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, batal sholatnya ma'mum.. karena dengan berdirinya si imam wajib bagi si ma'mum untuk mengikutinya.. dan walaupun si imam balik lagi ke tasyahud wajib bagi si ma'mum untuk menunggu imam diqiyam atau niat mufaroqoh dan solatnya si imam jika lupa (meninggalkan tasyahud) maka tidak batal.\rنهاية الزين ص 83\rوكذا لو قام ا?مام وترك التشهد ا?ول وقارب القيام ثم عاد قبل قيام المأموم حرم على المأموم استمرار القعود بل يجب عليه القيام بمجرد انتصاب ا?مام ثم له أن ينتظره في القيام حم? على أنه معذور في العود وله أن يفارقه بالنية.\r> Ghufron Bkl\r1. shalatnya imam bila sudah berdiri atau lebih dekat pada berdiri bila kembali duduk unt tasyahud awal maka shalatnya batal.\rالباجوري :\rوالسنة إن تركها المصلي لا يعود اليها بعد التلبس بالفرض فمن ترك التشهد الأول مثلا فذكره بعد اعتداله مستويا لا يعود اليه فإن عاد اليه عامدا عالما بتحريمه بطلت صلاته أو ناسيا أنه في الصلاة أو جاهلا فلا تبطل صلاته ويلزمه القيام عند تذكره .","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"2. bila ma'mum melakukan tasyahud awal sedangkan imamnya meninggalkan tasyahud awal maka shalatnya ma'mum batal\r: اعانة الطالبين :\r. فإن ترك الامام التشهد وانتصب قائما يجب على المأموم أن ينتصب معه وإلا بطلت صلاته لفحش المخالفة، فإن عاد الامام بعد انتصابه لم تجز\r[ 233 ]موافقته لانه إما عامد فصلاته باطلة، أو ساه وهو لا يجوز موافقته. بل يقوم المأموم إن لم يكن قد قام فورا وينتظره قائما حملا لعوده على السهو أو الجهل، أو يفارقه وهي أولى\rاعانة الطالبين :\r(و) منها (موافقة في سنن تفحش مخالفة فيها) فعلا أو تركا، فتبطل صلاة من وقعت بينه وبين الامام مخالفة في سنة، كسجدة تلاوة فعلها الامام وتركها المأموم عامدا عالما بالتحريم، وتشهد أول فعله الامام وتركه المأموم، أو تركه الامام، وفعله المأموم عامدا عالما، وإن لحقه على القرب، حيث لم يجلس الامام للاستراحة لعدوله عن فرض المتابعة إلى سنة.\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-963/page-344\rWallohu a'lam bis showab (NN)\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/942896632399812/\rwww.fb.com/notes/954342051255270\r4242. BACAAN FATIHAH MAKMUM MUWAFIQ DAN MAKMUM MASBUQ\rPERTANYAAN :\r> Rachim Part II\rAssalaamu'alaikum. Mau tanya :\r1.…Sebener nya bagaimana hukum baca alfatihah nya ma'mum muwafiq bila si ma'mum tidak bisa menyelesaikan fatihah nya, sebab imam baca nya terlalu cepat, baru takbir gak lama tahu-tahu sudah ruku', wajibkah ma'mum muwafiq menyelesaikan fatihah nya?\r2.…Bila ma'mum masbuq menjumpai imam dalam keadaan ruku', dan ma'mum baru takbir & tidak baca fatiha langsung mengikuti imam ruku, maka dapat 1 rakaat nya kah si ma'mum tadi ?\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa alaikumus salaam","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"1. Ma'mum muwafiq adalah ma'mum yang cukup waktu bagi dia untuk menyelesaikan fatihah. Hukumnya jika dia tertinggal dari imamnya :\ra.…a. jika dia memang orang yang bacaan fatihahnya sangat lambat. hukumnya : di udzuri sampai tiga rukun thowil, yaitu : rukuk, sujud 1 dan ke 2, duduk di antara dua sujud. Jadi sebelum si imam mengangkat kepalanya dari sujud yang kedua,\rb.…b. sedangkan jika si mamum masih sibuk dengan bacaan fatihahnya maka wajib bagi si mamum memilih antara :\ra)…mengikutinya langsung ikut sujud.dan nanti berarti dia menambah satu rokaat lagi di akhir solatnya setelah salam imam.\rb)…niat mufaroqoh dari si imam dan melanjutkan bacaan fatihahnya.\rnah, bila si mamum tidak memilih dari salah satu pilihan tsb (a) atau yang (b) maka batalah solatnya.\r2. Ma'mum masbuq adalah mamum yang tidak cukup waktu bagi dia untuk membaca fatihah. Hukumnya :\rjatuh bagi dia kewajiban membaca fatihah dan wajib bagi dia untuk langsung mengikuti imamnya dalam rukuknya imam.dan bila dia mendapatkan tuma'ninahnya rukuk bersama imam maka dia mendapatkan satu rokaat. Dan jika tidak mendapatkan tuma'ninah bersama imam, wajib bagi dia menambah satu rokaat lagi setelah salamnya imam.\rوبل الغمام ص 28 في أحكام المأموم و الإمام للسيد محمد الأهدل.","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"مسئلة : إذا قرأ الإمام الفاتحة و ركع قبل أن يتم المأموم فاتحته فله حالتان : الأولى أن يكون المأموم مسبوقا و هو من أدرك مع الإمام بعد التحرم زمنا لا يسع الفاتحة فيجب أن يقطع القرآءة و يركع إذا ركع الإمام قبل أن يتم الفاتحة و عليه حمل الحديث \" من كان له إمام فقرآءة الإمام له قرآءة.ثم إذا ركع مع الإمام و ترك الباقي من الفاتحة أدرك الركعة بشرط أن يكون أهلا للتحمل و يشترط في هذه الصورة أن يطمئن معه في الركوع.\rو الموافق : من أدرك مع الإمام زمنا يسع الفاتحة و إن لم يدرك أول القيام قال ابن قاسم عن الجمال الرملي أو أدرك أول القيام و إن لم يدرك زمنا يسعها .حكمه : أنه إذا ركع إمامه قبل إتمامه الفاتحة أو قبل قراءتها أصلا لكون الإمام سريع القرآءة و المأموم بطيعا بلا وسوسة ظاهرة فركع الإمام قبل قرآءته أو في أثنائها عذر في التخلف لقراءته الفاتحة أو ما بقي و هو مقتد قدوة حكمية و يجب عليه أن يسعى على ترتيب نفسه ما لم يسبقه الإمام بثلاثة أركان مقصودة و هي الطويلة و هي الركوع و السجودين و إن شئت قلت يشتغل بإتمام ما يجب عليه من الفاتحة ما دام الإمام في تلك الركعة فإذا قرأ ما عليه مشى على ترتيب نفسه ما لم يسبقه بثلاثة أركان .\rفإذا وصل الإمام إلى الرابع و لو يتمه كأن لم يفرغ المأموم من القرأءة إلا و الإمام قائم من السجود أو جالس للتشهد تخير المأموم بين أن يفارقه و يمشي على ترتيب نفسه أو يوافقه بأن يترك القرأءة و يتبعه في قيامه أو تشهده ثم يأتي بركعة بعد سلام الإمام .\rو لا يجوز له في هذه الحالة أي يمشي على ترتيب نفسه من غير نية مفارقة فإن فعل عامدا عالما بطلت صلاته لما فيه من المخالفة.\rفرع : فإن كان غير بطيء القراءة خلقة لكنه رتل قرأءته و أسرع الإمام فيها فهو مختلف بعذر كما يأخذ من كلام المنهاج و به جزم الأصل و هو ضعيف و الذي اعتمده الشهاب و ابن حجر أنه غير معذور. و الله أعلم.\r> Abdullah Afif","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah, jika imamnya memang bacaannya nyata-nyata cepat sehingga ketika makmum berdiri bersama imam tidak cukup waktu untuk membaca Fatihah, maka makmum wajib memotong bacaan fatihahnya lalu mengikuti imam ruku', hal itu berlaku untuk semua rokaat. Wallaahu A'lam bis showab (NN)\r- Ta'bir dari kitab I'anatuththolibin juz 2 halaman 33:\rوأما لو أسرع الإمام حقيقة بأن لم يدرك معه المأموم زمنا يسع الفاتحة للمعتدل فإنه يجب على المأموم أن يركع مع الإمام ويتركها لتحمل الإمام لها ولو في جميع الركعات\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/950993448256797/\rwww.fb.com/notes/961999910489484\r4256. JIKA IMAM TIDAK DUDUK ISTIROHAT\rPERTANYAAN :\r> Syarif Maulanakadmana\rAssalamualaikum, mau tanya poro yai, imam tidak duduk istirohat dalam sholat. Apakah bagi ma'mum masih disunahkan untuk duduk istirohat.. syukron. Wassalam..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, jika imam tidak duduk istirohat maka makmum masih sunnah duduk istirohat, walaupun menyelisihi imam dalam hal ini nggak masalah karena bukan termasuk mukholafah fahisyah. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab tuhfah (2/368) :\rثم رأيته في المجموع صرح بذلك وعبارته وإن لم يكن في اشتغال المأموم بها تخلف فاحش بأن ترك الإمام جلسة الاستراحة أتى بها المأموم . قال أصحابنا ؛ لأن المخالفة فيها يسيرة\r- kitab majmu' (4/135) :\rوإن ترك الإمام سجود السهو أو التسليمة الثانية أتى به المأموم ; لأنه يفعله بعد انقضاء القدوة فإن لم يكن في اشتغال المأموم بها تخلف فاحش بأن ترك الإمام جلسة الاستراحة أتى بها المأموم ، قال أصحابنا : لأن المخالفة فيها يسيرة ،\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/953097141379761/","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"www.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/962034773819331\r4284. JIKA IMAM QUNUT DENGAN REDAKSI DOA UNTUK DIRI SENDIRI (ALLOHUMMAHDINII)\rPERTANYAAN :\r> Uci Sanusi\rAssalaamu'alaikum para ustadz/dzah, maaf numpang duduk sembari tangklet, dalam sholat berjamaah subuh, si imam mmbaca do'a qunut hnya buat sendiri doang, nahwu; allaahummah dinii bukan allaahummah dinaa. Yang saya tanyakan; bagaimana yang harus dilakukan si ma'mum? apakah si ma'mum meng-aamiin-kannya atau masing-masing membaca qunut ? terima kasih..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, sunah mengaminkan bacaan doa dari imam dalam qunut ketika makmum mendengarnya.\r- kitab minhajul qowim (1/103) :\r\"وتأمين المأموم\" جهرًا إذا سمع قنوت إمامه \"للدعاء\" منه ومن الدعاء الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فيؤمن لها\r> Muhib Salaf Soleh\rTetap sunnah ma'mum mengucapkan amin walaupun dia si imam mengkhususkan doa bagi dirinya. Wallohu a'lam bis showab (NN).\rنهاية المحتاج ج 1 ص 504.\rقوله: (فإن فعل فقد خانهم )أي بتفويته ما طلب لهم فكره له ذلك، وعليه فلو فعل ذلك في القنوت فهل يطلب من المأمومين التأمين حينئذ أو القنوت؟ فيه نظر، وا?قرب ا?ول ?نه الوارد وإن قصر ا?مام بتخصيصه، و? مانع من أن الله يثيب المؤمن بما يزيد على ما يصل إليه من دعاء ا?مام .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/959069317449210/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969780449711430\r4298. REAKSI KETIKA IMAM BATAL DI TENGAH-TENGAH SHOLAT JAMA'AH\rPERTANYAAN :\r> Kama Jaya\rAssalaamu alaikum, numpang lewat sambil nanya seandainya waktu melakukan sholat jum'at dan di tengah-tengah sholat imamnya batal terus bagaimana seharusnya reaksi imam dan makmum ?\rJAWABAN :","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam. Jika imamnya batal maka imam bisa minta ganti kepada orang yang pantas sebagai imam, atau para makmum yang meminta ganti kepada orang pantas sebagai imam agar menjadi imam, atau sebagian makmum yang meminta, atau orang yang pantas sebagai imam maju dengan sendirinya menggantikan imam.\r- kitab bughyah (1/177) :\r(مسألة): حاصل مسألة الاستخلاف كما أوضحها الشيخ محمد بن صالح الريس في القول الكافي أنه إذا خرج الإمام عن الإمامة بنحو تأخره عن المأمومين ، أو عن الصلاة بنحو حدث ولو عمداً ، فاستخلف هو أو المأمومون أو بعضهم صالحاً للإمامة ، أو تقدم الصالح بنفسه جاز تارة بل وجب وامتنع أخرى ، ولا يشترط أن يكون الخليفة محاذياً للإمام ، ولا أن يتقدم على المأمومين بل يندب ذلك\rDalil istikhlaf atau penggantian imam adalah ketika sayyidina umar bin khottob -semoga Allah meridhoinya- ditikam ketika beliau sholat, Umar memegang tangan Abdurrahman bin auf kemudian menyuruhnya maju, kemudian abdurrahman bin auf mnyempurnakan sholat bersama orang-orang. HR Bukhori.\rKejadian tsb terjadi di hadapn para shohabat dan selain mereka, dan tidak ada yang mengingkarinya maka jadilah ini sebagai ijma'. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab al mausu'ah fiqhiyah (3/252) :\rواستدلوا بأن عمر بن الخطاب رضي الله عنه لما طعن وهو في الصلاة أخذ بيد عبد الرحمن بن عوف ، فقدمه ، فأَتَمَّ بالناس الصلاة . رواه البخاري (3700) .وكان ذلك بمحضر من الصحابة وغيرهم ، ولم ينكر ، فكان إجماعا .\r- kitab tuhfah (2/484) :","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"( وإذا خرج الإمام من الجمعة أو غيرها ) بأن أخرج نفسه عن الإمامة بنحو تأخره أو خرج عن الصلاة ( بحدث أو غيره ) كرعاف كثير أو بلا سبب أصلا ( جاز الاستخلاف ) للإمام ولهم وهو أولى ولبعضهم ( في الأظهر ) لأن الصلاة بإمامين على التعاقب جائزة كما صح من فعل أبي بكر ، ثم النبي صلى الله عليه وسلم في مرضه الذي مات فيه قالوا وإذا جاز هذا فيمن لم تبطل صلاته ففي من بطلت بالأولى لضرورته إلى الخروج منها واحتياجهم إلى إمام ومن فعل عمر لما طعن ، ثم عبد الرحمن بن عوف رضي الله عنهما\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960893920600083/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969812636374878\r4317. APAKAH MA'MUM MASBUQ DAPAT PAHALA SHOLAT JAMAAH ?\rPERTANYAAN :\r> Hibar Irqkamaja\rAssalamualaikum, ustadz, apakah makmum masbuk tetap mendapat pahala shalat berjamaah seperti makmum yang tidak masbuk??karna setelah masbuq melanjutkan rakaat yang kurang dengan sendirian.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb, lihat kitab fathul mu'in (1/174) :\rوتدرك جماعة في غير جمعة أي فضيلتها للمصليما لم يسلم إمام أي لم ينطق بميم عليكم في التسليمة الأولى وإن لم يقعد معه بأن سلم عقب تحرمه لإدراكه ركنا معه فيحصل له جميع ثوابها وفضلها لكنه دون فضل من أدركها كلها.ومن أدرك جزءا من أولها ثم فارق بعذر أو خرج الإمام بنحو حدث حصل له فضل الجماعة.","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"Fadhilah jama'ah bisa didapatkan oleh musholli selama imam belum mengucapkan huruf mim dari kalimat alaikum di salam pertama walaupun makmum tidak duduk bersama imam, misalnya imam salam setelah takbirotul ikhromnya makmum. Alasan dapat fadhilah karena dia menemukan rukun bersama imam maka dia mendapatkan seluruh pahala dan fadholah berjama'ah tetapi kualitasnya di bawah makmum yang menemui semua rukun sholatnya imam. Barang siapa menemukan satu bagian dari awwal sholat kemudian memisahkan diri dari imam dengan adanya udzur atau imamnya keluar sebab hadas maka dia mendapatkan fadhilah jama'ah, wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/976060005750141/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/976630979026377\r4410. KETIKA IMAM DAN MAKMUM BEDA ARAH KIBLAT\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Akbar Khadziqon\rTadi terjadi insiden \"arah kiblat makmum lurus & arah kiblat imam serong\" sah kah?\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rPerbedaan menghadap kiblat antara imam dan makmum ditafshil sebagai berikut :\rA. tidak sah bila makmum meyakini sholat imam dengan arah kiblatnya tidak sah.\rB. tidak sah jika keduanya sama berijtihad walau beda miring ke kanan dan ke kiri\rوأن لايعتقد بطلانها أى بطلان صلاة إمامه ،كمجتهدين اختلفا فى القبلة فصلى كل لجهة غير التى صلى إليها الآخر\rC. sah bila tetap berkeyakinan sholat imam sah dan keduanya sepakat dalam arah kiblat tapi berbeda dalam kemiringan.\rالمغني : فأما إن كان أحدهما يميل يميناً ويميل ا?خر شما?ً مع اتفاقهما في الجهة ف? يختلف المذهب في أن ?حدهما ا?ئتمام بصاحبه, ?ن الواجب استقبال الجهة وقد اتفقا عليها\r> Embun Pagi","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Beberapa cara dalam berijtihad untuk mengetahui arah kiblat :\r1. mengikuti mihrab\r2. mengikuti petunjuk orang yang terpercaya yang mengetahui arah kiblat dan bisa diterima persaksiannya\r3. berpedoman pada falakiyah, misal dari arah terbit dan terbenamnya matahari, dari jihat yang empat, ilmu falak dsb\r4. menggunakan alat misal kompas, gps dsb. bila ada yang kurang silahkan disempurnakan. Wallaahu a'lam bis shawaab\rويجب على المسلم ا?جتهاد لمعرفة اتجاه القبلة عبر عدد من الطرق: -1 ا?ستد?ل بالمحاريب : قال النووي: \" أما المحراب فيجب اعتماده و? يجوز معه ا?جتهاد , ونقل صاحب الشامل إجماع المسلمين على هذا , واحتج له أصحابنا بأن المحاريب ? تنصب إ? بحضرة جماعة من أهل المعرفة بسمت الكواكب وا?دلة , فجرى ذلك مجرى الخبر\" ) المجموع 3/201( . وهذا على الصحيح شامل لجميع المساجد قديمها وحديثها؛ ?ن الناس يعتنون في ضبط اتجاه القبلة قبل البناء . -2 خبر الثقة الذي يعرف القبلة وتقبل شهادته : ويدخل في ذلك ع?مات القبلة الموجودة في غرف كثير من الفنادق والشقق المفروشة حول العالم، فا?صل عنايتهم بوضعها بعد التيقن من ذلك . -3 ا?ستد?ل بالع?مات الفلكية : كا?ستد?ل بالشروق والغروب والنجوم لمن كان يحسن ذلك ويستطيع معرفة اتجاه القبلة منها، أو ا?ستد?ل على القبلة بمعرفة جهة الشمال ونحو ذلك . -4 ا?عتمـــــــاد على ا??ت وا?جهــــــزة التقنية : كا?عتماد على البوصلة المغناطيسية أو الرقمية , ومثل ذلك بل أكثر دقة ا?عتماد على أنظمة تحديد المواقع، بشرط أن يكون المجتهد قادرا على التعامل معها وقراءة النتائج بشكل صحيح . وقد قال الشافعية : \" ويجوز ا?عتماد على بيت ا?برة في دخول الوقت والقبلة ?فادتها الظن بذلك كما يفيده ا?جتهاد\" )\rنهاية المحتاج 1/443\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/photo.php?fbid=10202807669511572","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"www.fb.com/notes/997553730267435\r4489. HUKUM MENGULANG SHALAT DI MASJID LAIN\rPERTANYAAN :\r> Qobiltu Nikaha Ha\rAssalamualaikum, antara waktu 1 masjid dan masjid lain kan beda, ada yang lama dan ada yang agak cepet, kalo misal dateng ke masjid yang agak cepet dan setelah sholat jumat berjamaah masih bisa dateng ke masjid lain yang agak lama, apakah dapat pahala double sholat berjamaah antara dateng masjid 1 ke masjid yang lain ??? gimana tuh\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, Dapat fadlilah jama'ah.\rوتسن إعادة المكتوبة بشرط أن تكون في الوقت، وأن لا تزاد في إعادتها على مرة - خلافا لشيخ شيوخنا أبي الحسن البكري رحمه الله تعالى - ولو صليت الأولى جماعة مع آخر ولو واحدا، إماما كان أو مأموما، في الأولى أو الثانية، بنية فرض. وإن وقعت نفلا فينوي إعادة الصلاة المفروضة\r\"Disunnahkan mengulang shalat fardlu dengan syarat masih dalam waktu shalat tersebut dan tidak melebihi satu kali. Walaupun shalat yang pertama dalam keadaan berjamaah dengan orang lain, baik shalat sendirian atau menjadai imam ataupun menjadi makmum, baik di waktu shalat yang pertama maupun kedua...\". (Fathul Mu'in juz 2 hlm 10).\rمن أدى الصلاة المكتوبة منفردا ثم وجد جماعة استحب له أن يدخل مع الجماعة لتحصيل الفضل ، لما ورد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم \" أنه صلى في مسجد الخيف، فرأى رجلين خلف الصف لم يصليا معه ، فقال : علي بهما ، فجيء بهما ترعد فرائصهما ، فقال : ما منعكما أن تصليا معنا ؟ فقالا : يا رسول الله : إنا كنا قد صلينا في رحالنا ، قال : فلا تفعلا ،إذا صليتما في رحالكما ثم أتيتما مسجد جماعة ، فصليا معهم ، فإنها لكما نافلة","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"\"Barangsiapa yang melaksanakan shalat fardlu sendirian kemudian menjumpai shalat berjama'ah maka sunnah baginya ikut shalat berjama'ah karena bisa mendapatkan fadilah jamaah. Hal ini karena pernah terjadi ketika beliau Rasululloh saw selesai melakasanakan shalat subuh dan berpaling, tiba-tiba ada dua orang laki-laki dari kaum lain yang tidak ikut shalat berjama’ah bersama beliau. Maka Beliau pun bersabda, \"Bawalah dua orang itu kemari!\" maka mereka pun dibawa ke hadapan Nabi sedang urat mereka bergetar. Beliau bersabda: \"Apa yang menghalangi kalian untuk shalat bersama kami?\" mereka menjawab, \"Wahai Rasulullah, kami telah shalat di tempat kami,\" Beliau bersabda, \"Janganlah kalian lakukan, jika kalian telah melaksanakannya di tempat kalian, lalu kalian datang ke masjid yang melaksanakan shalat berjama’ah maka shalatlah bersama mereka, karena hal itu akan menjadi pahala nafilah kalian berdua.\". (al Mausu'ah al Fiqhiyyah juz 28 hlm 176)\rومن صلى منفردا ا?و فى جماعة ثم وجد جماعة تصلى ندب ا?ن يعيد معهم بنية الفريضة وتقع نفلا. ويشترط ايضا ان تقع الثانية جماعة من اوّلها الى آخرها وان تقع فى الوقت وان تعاد مرة واحدة\r\"Dan barang siapa yang telah shalat sendiri atau dalam jamaah kemudian menemukan jamaah didirikan, maka disunnahkan untuk mengulang shalatnya bersama para jamaah tersebut dengan niat fardlu dan jatuhnya sebagai sunnah. Dan disyaratkan juga hendaknya shalat yang kedua dilakukan secara berjamaah dari awal hingga akhir dan dilakukan di dalam waktunya dan mengulangnya hanya sekali saja.\". (Anwarul Masalik hlm 73).\r> Abdullah Afif\rNambah dari kitab syarwani 13/274 :","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"( قَوْلُهُ وَالظَّهْرُ قَدْ تَكُونُ مُعَادَةً ) أَيْ : وَكَذَا الْجُمُعَةُ فِيمَا لَوْ صَلَّاهَا بِمَكَانٍ ثُمَّ أَدْرَكَ جَمَاعَةً أُخْرَى يُصَلُّونَهَا فَصَلَّاهَا مَعَهُمْ مُغْنِي سم\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1053659331323541/\rwww.fb.com/notes/1054239161265558\r4501. SHOLATNYA ORANG BISU DAN YANG BERHAK JADI IMAM SHOLAT\rPERTANYAAN :\rAsalamualaikum. apakah sah sholatnya orang bisuu....? siapa yang berhak jadi imam dalam kondisi\rA. buta aksara\rB. gagap atau tidak fasih\rC. kurang perkasa/ mirip banci\rD. belum baliqh tapi lumayan dalam ilmu agama\rSiapa yang berhak jadi imam.....? suwun penjelasan nya (Wong Sholeh Kancanono )\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalaam, berikut jawabannya :\r1. Apakah sah sholatnya orang bisu ?\rSholatnya sah. Sah sholatnya orang bisu kalau sudah mencukupi syarat sahnya sholat. Dan untuk rukun sholat yang berupa membaca, semisal Takbirotul Ihram, Al Fatihah, Tasyahhud Akhir, sholawat pada Nabi Saw dan Salam, tetap diharuskan menggerakkan Lisannya sebagaimana orang membaca meskipun tidak ada suaranya. Lihat :\r- Al Majmu', juz.3 halaman.394-395 :\rقال أصحابنا على الأخرس ان يحرك لسانه بقصد القراءة بقدر ما يحركه الناطق\r- Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh, juz.3 halaman.19 :\rومن عجز عن النطق بالتكبير كأخرس لزمه تحريك لسانه وشفيته ولهاته ما أمكنه فان عجز نواه بقلبه\rBegitu juga orang yang dilahirkanan dalam keadaan buta dan tuli, mereka tidak terkena kewajiban, dikarenakan tidak ada cara untuk menyampaikan da'wah kepadanya. Tapi kalau bisu dan tulinya waktu dia dewasa / setelah balligh maka tetap wajib. Lihat :\r- Albujairomi ala al khotib 1/408 :","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"أَمَّا الطَّارِئُ فَإِنْ كَانَ قَبْلَ التَّمْيِيزِ فَكَالْأَصْلِيِّ وَإِنْ كَانَ بَعْدَ التَّمْيِيزِ وَلَوْ قَبْلَ الْبُلُوغِ وَعَرَفَ الْحُكْمَ تَعَلَّقَ بِهِ الْوُجُوبُ اهـ اج.\r2. Siapa yang berhak jadi imam dalam kondisi ada 4 orang sbb :\rA. buta aksara\rB. gagap atau tidak fasih\rC. kurang perkasa/ mirip banci\rD. belum baliqh tapi lumayan dalam ilmu agama\rsiapa yang berhak jadi imam ?\rOrang Buta Aksara kalau diartikan tidak bisa membaca Al Qur'an sama sekali, dan juga orang Gagap atau tidak Fashih ini juga gagap atau tidak Fashih yang bisa merubah bacaan, maka A dan B ini tidak ada peluang untuk jadi imam. Sehingga tinggal C dan D. Kurang perkasa atau mirip banci ini bila sifatnya tersebut dibuat-buat (bukan asli bawaan lahir) atau dalam fiqhnya dibahasakan dengan المخنث المتخلق, maka imamahnya dihukumi makruh menurut Hanafiyyah dan Syafiiyyah. Bahkan menurut Hanabilah dan Malikiyyah hukumnya tidak sah jadi imam. Sehingga mau tidak mau si D yang jadi imam. Lihat :\r- Al Mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, juz.1 halaman.3819 :\rاما المتخلق بخلق النساء حركة وهيئة والذي يتشبه بهن في تليين الكلام وتكسر الأعضاء عمدا فان ذلك عادة قبيحة ومعصية ويعتبر فاعلها آثما فاسقا ـ والفاسق تكره امامته عند الحنفية والشافعية وهو رواية عند المالكية ـ وقال الحنابلة والمالكية في رواية أخرى ببطلان امامة الفاسق\rBila sifat bancinya ini merupakan bawaan (tidak dibuat-buat), maka imamahnya sah dan tidak makruh. Begitu juga dengan imamahnya shobiy sah dan tidak makruh, sehingga si C dan si D memiliki peluang sama.","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"Bila si C ini lebih pintar Fiqh, maka si C yang lebih berhak jadi imam. Bahkan bila si C kepintarannya di bawah si D, tetap si C yang dimenangkan, karena ia menang dalam sisi Usia, meski dalam keilmuan dibawah si D. Lihat :\r- Al Mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, juz.1 halaman.3818 :\rوالمخنث بالخلقة وهو من يكون في كلامه لين وفي أعضائه تكسر خلقة ولم يشتهر بشيء من الأفعال الرديئة لا يعتبر فاسقا ولا يدخله الذم واللعنة الواردة في الأحاديث فتصح إمامته لكنه يؤمر بتكلف تركه والإدمان على ذلك بالتدريج ـ فاذا لم يقدر على تركه فليس عليه لوم\r- Mughni Al Muhtaj, juz.3 halaman.237 :\rفرع = لو كان الأفقه او الأقرأ او الأورع صبيا او مسافرا قاصرا او فاسقا او ولد زنا او مجهول الأب فضده أولى\r- Mughni Al Muhtaj, juz.3 halaman.224 :\rوتصح القدوة للكامل وهو البالغ الحر بالصبي المميز للإعتداد بصلاته .... ولكن البالغ أولى من الصبي أقرأ او أفقه للإجماع على صحة الإقتداء به بخلاف الصبي وقد نص في البويطي على كراهة الإقتداء بالصبي\r- Nihayatuz Zain :\rنهاية الزين 0 13\rو يصح اقتداء البالغ بالصبي و الحر بمن فيه رق\rDan sah bermakmumnya orang yang baligh dgn anak kecil, serta orang merdeka yang bermakmum dengan orang yang berada dalam perbudakan.\r4525 - حدثنا حبيب بن الحسن ، ثنا يوسف القاضي ، ثنا سليمان بن حرب ، ثنا حماد بن زيد ، عن أيوب ، عن عمرو بن سلمة ، قال : « أممت على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا غلام ابن سبع سنين أو ست سنين » (معرفة الصحابة لأبي نعيم الأصبهاني)\rYang tidak boleh anak kecil sholat bermakmum pada perempuan. Lihat :\r- Al-majmu' syarh muhadzdzab :\rواتفق اصحابنا علي انه لا تجوز صلاة رجل بالغ ولا صبي خلف امرأة\r- Nailul Author :","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"نيل الأوطار » أبواب الإمامة وصفة الأئمة » باب ما جاء في إمامة الصبي\r1 - ( عن عمرو بن سلمة قال { : لما كانت وقعة الفتح بادر كل قوم [ ص: 197 ] بإسلامهم ، وبادر أبي قومي بإسلامهم ، فلما قدم قال : جئتكم من عند النبي صلى الله عليه وسلم حقا ، فقال : صلوا صلاة كذا في حين كذا ، وصلاة كذا في حين كذا ، فإذا حضرت الصلاة فليؤذن أحدكم ، وليؤمكم أكثركم قرآنا ، فنظروا فلم يكن أحد أكثر قرآنا مني لما كنت أتلقى من الركبان ، فقدموني بين أيديهم وأنا ابن ست سنين ، أو سبع سنين ، وكانت علي بردة كنت إذا سجدت تقلصت عني فقالت امرأة من الحي : ألا تغطون عنا است قارئكم ، فاشتروا فقطعوا لي قميصا ، فما فرحت بشيء فرحي بذلك القميص } . رواه البخاري والنسائي بنحوه ، قال فيه : كنت أؤمهم وأنا ابن ثمان سنين . وأبو داود وقال فيه : وأنا ابن سبع سنين . وأحمد ولم يذكر سنه ، ولأحمد وأبي داود : فما شهدت مجمعا من جرم إلا كنت إمامهم إلى يومي هذا )\r--\rقوله : ( فقدموني ) فيه جواز إمامة الصبي ووجه الدلالة ما في قوله صلى الله عليه وسلم : { ليؤمكم أكثركم قرآنا } من العموم ، قال أحمد بن حنبل : ليس فيه اطلاع النبي صلى الله عليه وسلم . وأجيب بأن إمامته بهم كانت حال نزول الوحي ، ولا يقع حاله التقرير لأحد من الصحابة على الخطأ ، ولذا استدل بحديث أبي سعيد وجابر : { كنا نعزل والقرآن ينزل } وأيضا الذين قدموا عمرو بن سلمة كانوا كلهم صحابة . قال ابن حزم : ولا نعلم لهم مخالفا كذا في الفتح .\rوقد ذهب إلى جواز إمامة الصبي الحسن وإسحاق والشافعي والإمام يحيى\r- Almajmu' Syarh Muhadzdzab :","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"(إذا بلغ الصبى حدا يعقل وهو من أهل الصلاة صحت امامته لما روى عمرو بن سلمة رضى الله عنه قال \" أممت على عهد رسول الله صلي الله عليه وسلم وأنا غلام ابن سبع سنين \" وفى الجمعة قولان قال في الام لا تجوز امامته لان صلاته نافلة وقال في الاملاء تجوز لانه يجوز أن يكون اماما في غير الجمعة فجاز أن يكون اماما في الجمعة كالبالغ .المجموع شرح المهذب . الجز 4. صفحة 248.\r- Alfiqh 'ala madzahibil arba'ah :\rومن شروط صحة الإمامة البلوغ فلا يصح أن يقتدي بالغ بصبي مميز في صلاة مفروضة باتفاق ثلاثة من الأئمة : وخالف الشافعية فانظر مذهبهم تحت الخط ( الشافعية قالوا : يجوز اقتداء البالغ بالصبي المميز في الفرض إلا في الجمعة فيشترط أن يكون بالغا إذا كان الإمام من ضمن العدد الذي لا يصح إلا به فإن كان زائدا عنهم صح أن يكون صبيا مميزا ) . الفقه على المذاهب الأربعة . الجز 1. صفحة 642\rMUJAWWIB :\rAkhbib Maulana, Ismidar Abdurrahman As Sanusi, Anake Garwane Pake,Muhammad Harsandi Kudung Kanthil,Ghufron Bkl\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2013/05/2349-ummi-yang-tidak-sah-dijadikan-imam.html?m=1\rwww.piss-ktb.com/2012/02/458-imam-tidak-fasih.html?m=1\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1057000070989467/\rwww.fb.com/notes/1057923640897110\rSHALAT JUM’AT\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan shalat jum'at.\r4265. ORANG YANG PERTAMA KALI SHOLAT JUM'AT\rPERTANYAAN :\r> Cinta Ku Pada Mu\rAssalamualaikum. Nderek tanglet. Titipan tetangga sebelah : Siapa yang melakukan sholat jum'at pertama kali !??? Dan dimana ?\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rWa'alaikum salam Wr Wb, Namanya Mush'ab bin 'Umair di madinah :","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"وخرج البيهقي من رواية يونس ، عن الزهري ، قال : بلغنا أن أول ما جمعت الجمعة بالمدينة قبل أن يقدمها رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فجمع بالمسلمين مصعب بن عميرٍ .وروى عبد الرزاق في (( كتابه )) عن معمر ، عن الزهري ، قال : بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم مصعب بن عمير إلى أهل المدينة ليقرئهم القرآن ، فاستأذن رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يجمع بهم ، فأذن له رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وليس يومئذٍ بأميرٍ ، ولكنه انطلق يعلم أهل المدينة .وذكر عبد الرزاق ، عن ابن جريج ، قال : قلت لعطاء : من أول من جمع؟ قال : رجلٌ من بني عبد الدار - زعموا - ، قلت : أفبأمر النبي صلى الله عليه وسلم قال : فمه .وخرَّجه الأثرم من رواية ابن عيينة ، عن ابن جريج ، وعنده : قال : نعم، فمه . قال ابن عيينة : سمعت من يقول : هو مصعب بن عميرٍ .وكذلك نص الإمام أحمد في - رواية أبي طالب - على أن النبي صلى الله عليه وسلم هو أمر مصعب بن عمير أن يجمع بهم بالمدينة .ونص أحمد - أيضاً - على أن أول جمعة جمعت في الإسلام هي الجمعة التي جمعت بالمدينة مع مصعب بن عمير .\r- Fathul baary :","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"وخرَّجه الأثرم من رواية ابن عيينة ، عن ابن جريج ، وعنده : قال : نعم ، فمه .قال ابن عيينة : سمعت من يقول : هو مصعب بن عميرٍ .وكذلك نص الإمام أحمد في- رواية أبي طالب - على أن النبي - صلى الله عليه وسلم - هو امر مصعب بن عمير أن يجمع بهم بالمدينة .ونص أحمد -أيضاً- على أن أول جمعة جمعت في الإسلام هي الجمعة التي جمعت بالمدينة مع مصعب بن عمير .وقد تقدم مثله عن عطاء والأوزاعي .فتبين بهذا : أن النبي - صلى الله عليه وسلم - أمر بإقامة الجمعة بالمدينة ، ولم يقمها بمكة ، وهذا يدل على أنه كان قد فرضت عليه الجمعة بمكة .وممن قال : إن الجمعة فرضت بمكة قبل الهجرة : أبو حامد الاسفراييني من الشافعية ، والقاضي أبو يعلى في ((خلافه الكبير )) من أصحابنا ، وابن عقيل في ((عمد الادلة )) ، وكذلك ذكره طائفة من المالكية ، منهم : السهيلي وغيره .وأما كونه لم يفعله بمكة ، فيحمل أنه إنما امر بها أن يقيمها في دار الهجرة ، لا في دار الحرب ، وكانت مكة إذ ذاك دار حربٍ ، ولم يكن المسلمون يتمكنون فيها من إظهار دينهم ، وكانوا خائفين على أنفسهم ، ولذلك هاجروا منها إلى المدينة ، والجمعة تسقط بأعذارٍ كثيرةٍ منها الخوف على النفس والمال .وقد أشار بعض المتأخرين من الشافعية إلى معنى آخر في الامتناع من إقامتها بمكة ، وهو : أن الجمعة إنما يقصد بإقامتها اظهار شعار الإسلام ، وهذا إنما يتمكن منه في دار الإسلام .\rhttp://islamport.com/w/srh/Web/67/1327.htm\r- Darul Ifta al-mishriyyah :","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"وصلاة الجمعة فرضت بمكة قبل الهجرة كما أخرجه الدارقطنى عن ابن عباس رضى الله عنهما ، ولم يتمكن النبى صلى الله عليه وسلم من إقامتها بها ، وذلك لقلة عدد المسلمين ، أو لضعف شوكتهم أمام قوة المشركين ، فلما هاجر من هاجر من الصحابة إلى المدينة . كتب إلى مصعب بن عمير - وهو أول من أوفده النبى صلى الله عليه وسلم من مكة مع المسلمين من الأنصار ليعلمهم ، ثم قدم بعده عبد اللّه بن أم مكثوم -: أما بعد فانظر اليوم الذى تجهر فيه اليهود بالزبور لسبتهم ، فاجمعوا نساءكم وأبناءكم ، فإذا مال النهار عن شطره عند الزوال من يوم الجمعة فتقربوا إلى الله بركعتين .وعلى هذا يكون مصعب أول من صلى بهم الجمعة فى المدينة ، وكان عددهم اثنى عشر رجلا، كما فى حديث الطبرانى عن أبى مسعود الأنصارى ، وهذا الحديث ضعيف .\rSholat jum'at di fardhukan di mekkah sebelum hijroh,sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthni dari Ibni abbas RA.Akan tetap rosulullah SAW melihat situasi tidak memungkinkan untuk mendirikan Sholat jum'at di mekkah kala itu,adapun alasan nya adalah karena jumlah muslimin yang masih sedikit,atau masih lemahnya kekuatan muslimin di banding kekuatan musyrikin. Rosulullah menulis surat kepada Mush'ab untuk mengumpulkan muslimin pada hari jum'at setelah zawal,seperti yahudi berkumpul pada hari sabtu.\rMaka atas keterangan ini, maka Mush'ab bin Umair adalah orang yang pertama melakukan/mendirikan sholat jum'at beserta muslimin di madinah kala itu. dan pada saat itu dilakukan oleh dan hanya dua belas orang muslim laki-laki, sebagaimana hadits yang di riwayatkan oleh athobroni dari abi mas'ud al anshori. Wallohu a'lam\rhttp://islamport.com/w/ftw/Web/953/4167.htm\r> Mas Hamzah","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"Sholat jum'at diwajibkan di makkah pada malam isra' tetpi tidak di laksanakan disana karena sedikitnya muslimin, atau karena saat itu islam masih samar dan syi'arnya jum'at adalah diperlihatkan.sedangkan orang yg pertama kali mendirikan sholat jum'at di madinah sebelum hijroh adalah as'ad bin zuroroh , sholat jum'at tsb di laksanakan disebuah desa bernama naqi'ul khodhman, berjarak satu mil dari madinah.\r- kitab nihayatuz zain (1/135)\rوفرضت صَلَاة الْجُمُعَة بِمَكَّة لَيْلَة الْإِسْرَاء وَلم تقم بهَا لقلَّة الْمُسلمين أَو لخفاء الْإِسْلَام إِذْ ذَاك فَإِن شعارها الْإِظْهَار وَأول من أَقَامَهَا بِجِهَة الْمَدِينَة قبل الْهِجْرَة أسعد بن زُرَارَة بقرية على ميل من الْمَدِينَة وَاسْمهَا نَقِيع الخضمان\rDalam kitab al awail ibu abi ashim dan al awail abi arubah ada keterangan bahwa yg pertama kali melaksanakn sholat jum'at di madinah sebelum kedatngan Nabi shollallohu alaihi wasallam adalah Mus'ab bin umair atas perintah Rasululloh shollallohu alaihi wasallam.\r- kitab al awail libni abi ashim (1/72) :\rحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، ثنا يَحْيَى بْنُ كَثِيرٍ، ثنا صَالِحٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، أَنَّهُ قَالَ: «أَوَّلُ مَنْ قَدِمَ الْمَدِينَةَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَأَوَّلُ مَنْ جَمَعَ بِهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَبْلَ أَنْ يَقْدَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى بِهِمْ»\r- kitab al awail abi arubah (1/79) :","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"أول من جمع الْجُمُعَة54 - حَدثنَا هِشَام بْنُ الْقَاسِم حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْب عَنْ يُونُس عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ: \" بَلَغَنَا أَنَّ أَوَّل مَا جُمِعَتِ الجُمُعة بِالْمَدِينَةِ قَبْلَ أَنْ يَقْدِمَهَا رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - فَجَمَعَ بِالْمُسْلِمِينَ مُصْعَب بْنُ عُمَيْر بْنِ عَبْد مَنَافٍ \".55 - حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْب أَخْبَرَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ سُلَيْمَان بْنِ مُوسَى: \" أَنَّ النَّبِي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - كَتَب إِلَيْهِ يَأْمُرُهُ بِذَلِكَ \".\r> Abdullah Afif\rSebagaimana dalam kitab al Majmu', Syarh al Muhadzdab juz 4 halaman 504 bahwa orang yang pertama melakukan sholat jumat bersama para shohabat di Madinah sebelum rawuhnya Kanjeng Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam adalah Sa'ad bin Zuraarah.Hal tsb berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al Baihaqi dengan sanad yang shahih.\rBerikut ta'bir selengkapnya :\rوأقرب ما يحتج به ما احتج به البيهقي والاصحاب عن عبد الرحمن بن كعب بن مالك عن أبيه قال \" أول من جمع بنا في المدينة سعد بن زرارة قبل مقدم النبي صلى الله عليه وسلم المدينة في نقيع الخضمات قلت كم كنتم قال أربعون رجلا \" حديث حسن رواه أبو داود والبيهقي وغيرهما بأسانيد صحيحة\rCatatan : berikut riwayat yang termaktub dalam kitab Sunan Kubro lil Baihaqi juz 3 halamman 177 :","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"وَأَخْبَرَنَا أَبُو عَلِىٍّ الرُّوذْبَارِىُّ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ دَاسَةَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِى أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَ قَائِدَ أَبِيهِ بَعْدَمَا ذَهَبَ بَصَرُهُ عَنْ أَبِيهِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ : أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ النِّدَاءَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ تَرَحَّمَ لأَسَعْدَ بْنِ زُرَارَةَ فَقُلْتُ لَهُ : إِذَا سَمِعْتَ النِّدَاءَ تَرَحَّمْتَ لأَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ : لأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ جَمَّعَ بِنَا فِى هَزْمِ النَّبِيتِ مِنْ حَرَّةِ بَنِى بَيَاضَةَ فِى نَقِيعٍ يُقَالُ لَهُ الْخَضِمَاتُ. قُلْتُ : كَمْ كُنْتُمْ يَوْمَئِذٍ قَالَ : أَرْبَعُونَ. {ت} وَرَوَاهُ جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِى مُحَمَّدُ بْنُ أَبِى أُمَامَةَ كَمَا قَالَ يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ. وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ إِذَا ذَكَرَ سَمَاعَهُ فِى الرِّوَايَةِ وَكَانَ الرَّاوِى ثِقَةً اسْتَقَامَ الإِسْنَادُ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنُ الإِسْنَادِ صَحِيحٌ.\rDari riwayat-riwayat diatas, ada dua pendapat tentang siapa yang pertama melakukan sholat Jumat di Madinah\rPertama : Mush'ab bin Umair\rKedua : As'ad bin Zuraarah\rKayaknya ada perbedaan dalam masalah ini antara ulama Syafi'iyyah dengan ulama Hanabilah ... Saya kutipkan dari:Fathul Bari, lil Hafzih Ibn Rojab al Hanbali juz 5 halaman 334:","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"ويحتمل أن يكون هذا الاجتماع من الأنصار كان باجتهادهم قبل قدوم مصعبٍ إليهم ، ثم لما قدم مصعب عليهم جمع بهم بأمر النبي ( ، وكان الإسلام حينئذ قد ظهر وفشا ، وكان يمكن إقامة شعار الإسلام في المدينة ، وأما اجتماع الأنصار قبل ذلك ، فكأن في بيت اسعد بن زرارة قبل ظهور الإسلام بالمدينة وفشوه ، وكان باجتهاد منهم ، لا بأمر النبي . والله سبحانه وتعالى أعلم .\rSementara dalam kitab Kasysyaaful Qina' (madzhab Hanbali) juz 4 halaman 118-119:\rفَأَوَّلُ مَنْ جَمَعَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ حَتَّى قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَجَمَعَ عِنْدَ الزَّوَالِ مِنْ الظُّهْرِ وَالْجَمْعُ بَيْنَ هَذَا وَبَيْنَ قَوْلِ مَنْ قَالَ : أَوَّلُ مَنْ جَمَعَ أَسْعَدُ بْنُ زُرَارَةَ : هُوَ أَنَّ أَسْعَدَ جَمَعَ النَّاسَ فَإِنَّ مُصْعَبًا كَانَ نَزِيلُهُمْ وَكَانَ يُصَلِّي بِهِمْ ، وَيُقْرِئُهُمْ وَيُعَلِّمُهُمْ الْإِسْلَامَ وَكَانَ يُسَمَّى الْمُقْرِئَ ، فَأَسْعَدُ دَعَاهُمْ وَمُصْعَبُ صَلَّى بِهِمْ .\rAdapun dalam kitab Syafi'iyyah adalah sebagaimana dalam Hasyiyah Asysyibramullisi 'alaa Nihayatil Muhtaj juz 5 halaman 18:\rوَعِبَارَةُ الدَّمِيرِيِّ : وَأَوَّلُ جُمُعَةٍ صُلِّيَتْ بِالْمَدِينَةِ جُمُعَةٌ أَقَامَهَا أَسْعَدُ بْنُ زُرَارَةَ فِي بَنِي بَيَاضَةَ بِنَقِيعِ الْخَضِمَاتِ ، { وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْفَذَ مُصْعَبَ بْنَ عُمَيْرٍ أَمِيرًا عَلَى الْمَدِينَةِ وَأَمَرَهُ أَنْ يُقِيمَ الْجُمُعَةَ فَنَزَلَ عَلَى أَسْعَدَ ، وَكَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَهُ مِنْ النُّقَبَاءِ الِاثْنَيْ عَشَرَ فَأَخْبَرَهُ بِأَمْرِ الْجُمُعَةِ وَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَلَّى الصَّلَاةَ بِنَفْسِهِ } .","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"Sementara dalam Kitab Dalaa`ilunnubuwwah, lil hafizh Al Baihaqi juz 2 halaman 307 :\rوقد أخبرنا أبو عبد الله الحافظ قال : حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب قال : حدثنا أحمد بن عبد الجبار قال : حدثنا يونس ، عن ابن إسحاق قال : حدثني محمد بن أبي أمامة بن سهل ، عن أبيه قال : حدثني عبد الرحمن بن كعب بن مالك قال : كنت قائد أبي حين كف بصره فإذا خرجت به إلى الجمعة فسمع الأذان بها استغفر لأبي أمامة أسعد بن زرارة ، فمكثت حينا أسمع ذلك منه ، فذكرت ذلك له ، فقال : أي بني : كان أسعد أول من جمع بنا بالمدينة قبل مقدم النبي صلى الله عليه وسلم في هزم من حرة بني بياضة ، في نقيع الخضمات قلت : وكم أنتم يومئذ ؟ قال أربعون رجلا قلت : ويحتمل أن لا يخالف هذا قول ابن شهاب ، وكأن مصعب جمع بهم بمعونة أسعد بن زرارة ، فأضافه كعب إليه والله أعلم\rSenada dengan ta'bir dari Hasyiyah Asysyibramullisi 'alaa Nihayatil Muhtaj adalah sebagaimana dalam kitab Al Hawi al Kabier lil Imam Al Mawardi, juz 2 halaman 913:","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"وَكَانَ ابْتِدَاءُ أَمْرِ الْجُمُعَةِ مَا حَكَاهُ أَهْلُ السِّيَرِ ، وَنَقَلَهُ أَصْحَابُ الْحَدِيثِ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} قَبْلَ هِجْرَتِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ أَنَفَذَ إِلَيْهَا وَهُوَ بِمَكَةَ مُصْعَبَ بْنَ عُمَيْرٍ أَمِيرًا عَلَيْهَا ، وَأَمَرَهُ أَنْ يُقِيمَ الْجُمُعَةَ ، وَكَانَ يُدْعَى الْقَارِئَ ، فَخَرَجَ مُصْعَبٌ مِنْ مَكَّةَ حَتَى وَرَدَ الْمَدِينَةَ ، فَنَزَلَ عَلَى أَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ ، وَكَانَ مِنَ النُّقَبَاءِ فَأَخْبَرَهُ بِأَمْرِ الْجُمُعَةِ وَأَحَبَّ مُصْعَبٌ أَنْ يُشَرِّفَ أَسْعَدَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَلَّى الصَّلَوَاتِ بِنَفْسِهِ ، فَصَلَّى أَسْعَدُ بِالنَّاسِ الْجُمُعَةَ ، فَيَ حَيِّ بَنِي بَيَاضَةَ بِأَمْرِ مُصْعِبٍ \" وَكَانَتْ أَوَّلَ جُمْعَةٍ صُلِّيَتْ فِي الْإِسْلَامِ\r> Moh Ilhamudin\rSahabat mush'ab bin umair dulu baru dilanjutkan sahabat As'ad bin Zaroroh\rوروت أمّ سعد بنت سعد بن الربيع وهي أمّ خارجة بن زيد بن ثابت، عن النّوار أمّ زيد بن ثابت أنّها رأت أسعد بن زُرارة قبل أن يقدم رسول الله صَلَّى الله عليه وسلم، المدينة يصلّي بالناس الصلوات الخمس ويجمّع بهم في مسجدٍ بناه في مِرْبَد سهل وسُهيل ابني رافع بن أبي عمرو بن عائذ، قالت فانظر إلى رسول الله صَلَّى الله عليه وسلم، لما قدم صلّى في ذلك المسجد وبناه فهو مسجده اليوم، قال محمّد بن عمر:إنّما كان مُصعب بن عُمير يصلّي بهم في ذلك المسجد ويجمّع بهم الجمعات بأمر رسول الله صَلَّى الله عليه وسلم، فلمّا خرج إلى النبيّ صَلَّى الله عليه وسلم، ليهاجر معه صلّى بهم أسعد بن زُرارة، وذكر ابن إسحاق بإسناده عن كَعْب بن مالك أنه قال: كان أوَّل مَنْ جمع بنا بالمدينةفي هَزْمه من حرَّة بني بياضة يقال لها نقيع الخَضِمَات، قال فقلت له: كم كنتم يومئذ؟ قال: أربعين رجلا","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"قال محمد عمر انما كان مصعب بن عمير يصلى بهم فى ذلك المسجد ويجمع بهم الجمعات بأمر رسول الله صلى الله عليه وسلم فلما خرج الى النبى صلى الله عليه و سلم ليهاجر معه صلى بهم أسعد بن زرارة\r> Ghufron Bkl\rSetiap turun wahyu berupa perintah syariah biasanya baginda nabi yang langsung mempelopori pelaksanaannya, namun lain halnya dengan sholat Jum’at, saat turun perintah pelaksanaan Sholat jum’at baginda rosul masih berada di Makkah, belum hijrah ke Madinah, kaum muslimin dalam keadaan sulit dan terhimpit dan jumlah yang sedikit, akhirnya baginda rosul meemerintahkan kepada Mush’ab bin Umair yang saat itu menjadi pemimpin kaum muslimin Madinah, dan beliau menyerahkan pelaksanaannya kepada As’ad bin zuroroh di kampung bani bayadloh di kota Madinah. Wallohu a'lam bis showab (NN).\rإعانة الطالبين :\rوأول من أقامها بالمدينة قبل الهجرة أسعد بن زرارة، بقرية على ميل من المدينة.\r(قوله: بالمدينة) أي بجهة المدينة، أو أن المدينة تطلق على ما قرب منها، وإلا نافى في قوله بقرية على ميل من المدينة.(قوله: بقرية) بدل من قوله بالمدينة،.ويقال لهذه القرية نقيع الخضمات لبني بياضة بطن من الأنصار، وكانوا أربعين","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"وعبارة الدميري: وأول جمعة صليت بالمدينة جمعة أقامها أسعد بن زرارة في بني بياضة بنقيع الخضمات، وكان النبي (ص) أنفذ مصعب بن عمير أميرا على المدينة، وأمره أن يقيم الجمعة، فنزل على أسعد، وكان (ص) جعله من النقباء الاثني عشر، فأخبره بأمر الجمعة، وأمره أن يتولى الصلاة بنفسه.وفي البخاري عن ابن عباس: أن أول جمعة جمعت بعد جمعة في مسجد النبي (ص) جمعة بجواثي قرية من قرى البحرين.اه.وفي القسطلاني على البخاري في باب الجمعة في القرى والمدن ما نصه: جمعت - بضم الجيم وتشديد الميم المكسورة - في الاسلام بعد جمعة جمعت في مسجد رسول الله (ص) - أي في المدينة - في مسجد عبد القيس بجواثي - بضم الجيم، وتخفيف الواو، وقد تهمز، ثم مثلثه خفيفة مفتوحة مقصورة.\rالشرقاوي :\rو فرضت بمكة ليلةالإسراء ولم تقم بها لقلة المسلمين أو لخفاء الإسلام وأول من أقامها بالمدينة قبل الحجرة أسعد بن زرارة بقرية على ميل من المدينة يقال لها نقيع الخضمات\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/954842914538517/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/965813403441468\r3613. RUKUN KHUTBAH\rPERTANYAAN :\r> Abdul Al-kalutany\rAssalamu alaikum... anggota baru mau tanya. Penting. Mohon jawaban dari para asatidzah: Rukun khutbah jum'at apakah hanya di khutbah pertama saja, dalam arti ketika rukun-rukune khutbah sudah lengkap di khutbah pertama, Di khutbah kedua rukun khutbah tidak perlu lengkap ? Sah tidak khutbahnya bila khutbah kedua tidak lengkap rukun khutbahnya ?\rJAWABAN :\rWa'alaikumusalaam. Rukun khotbah ada lima :\r1. Membaca hamdalah di khotbah pertama dan dua.\r2. Membacaa sholawat pada khotbah pertama dan kedua.\r3. Wasiat takwa, di khotbah pertama dan dua,\r4. Baca ayat alqur'an disalah satu dari khotbah awal / yang kedua.","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"5. Doa untuk orang-orang mukmin di khotbah yang kedua.\r- kitab fathul qorib :\rوأركان الخطبة خمسة: حمد الله تعالى، ثم الصلاة على رسول الله - صلى الله عليه وسلم -. ولفظهما متعين، ثم الوصية بالتقوى، ولا يتعين لفظها على الصحيح، وقراءة آية في إحداهما، والدعاء للمؤمنين والمؤمنات في الخطبة الثانية. ويشترط أن يُسمِع الخطيبُ أركانَ الخطبة لأربعين تنعقد بهم الجمعةُ.\r- kitab safinah :\r(فصل)أركان الخطبتين خمسة: حمد الله فيهما والصلاة على النبي صلى الله علية وسلم فيهما والوصية بالتقوى فيهما وقراءة آية من القرآن في أحداهما والدعاء للمؤمنين والمؤمنات في الأخيرة .\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Ahmad Rozikan\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/863407430348733/\r4498. DALIL DISYARI'ATKANNYA DUA KHUTBAH SHALAT JUM'AT\rPERTANYAAN :\r> Ana Ma'akum Sawa'\rAssalamu'alaikum. Numpang tanya tentang dalil 2 khutbah jum'at. Mohon jawabannya . . .\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalaam. Dalil khutbah jum'ah adalah hadits riwayat ibnu umar : \" Adalah Nabi Shollallohu alaihi wasallam Berkhutbah pada hari jumat dalam keadaan berdiri, kemudian beliau duduk, kemudian beliau berdiri sebagaimana mereka melakukannya hari ini \". (HR Muslim ).\rImam nawawi menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dalil untuk madzahb syafi'i dan kebanyakan ulama' atas tidak sahnya khutbah jum'ah kecuali dengan berdiri bagi yang mampu berdiri dalam dua khutbah dan tdk sah hingga duduk diantara keduanya dan bahwa ssungguhnya sholat jum'ah tdk sah tanpa adanya dua khutbah.","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"Imam al qodhi iyadh mengatakan : para umumnya ulama' berpendapat dipersyaratkanya dua khutbah utk sahnya sholat jum'at, menurut al hasan, ahlu dhohir dan riwayat ibnu majisyun dari malik bahwa jum'at sah tanpa khutbah. Wallohu a'lam.\rReferensi :\r- kitab syarah nawawi ala muslim :\rباب ذكر الخطبتين قبل الصلاة وما فيهما من الجلسة\r861 وحدثنا عبيد الله بن عمر القواريري وأبو كامل الجحدري جميعا عن خالد قال أبو كامل حدثنا خالد بن الحارث حدثنا عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يخطب يوم الجمعة قائما ثم يجلس ثم يقوم قال كما يفعلون اليوم\rوفي هذه الرواية دليل لمذهب الشافعي والأكثرين أن خطبة الجمعة لا تصح من القادر على القيام إلا قائما في الخطبتين ولا يصح حتى يجلس بينهما ، وأن الجمعة لا تصح إلا بخطبتين .\rقال القاضي : ذهب عامة العلماء إلى اشتراط الخطبتين لصحة الجمعة ، وعن الحسن البصري وأهل الظاهر ورواية ابن الماجشون عن مالك : أنها تصح بلا خطبة . وحكى ابن عبد البر إجماع العلماء على أن الخطبة لا تكون إلا قائما لمن أطاقه .\rDari Jabir Ibnu Samurah ia berkata : \" Adalah Nabi shollallohu alaihi wasallam melakukan dua khutbah yang di antara dua khutbah itu ia duduk. Beliau (dalam khutbahnya) membaca al-Quran dan memberi pesan (peringatan) kepada jamaah \". [HR Muslim].\rDalam hadis ini terdapat dalil bagi madzhab syafi'i bahwa dalam khutbah terdapat syarat memberikan nasehat dan baca qur'an. Imam as syafi'i berkata : dua khutbah tdk sah kecuali dengan pujian kepada Allah ta'ala, baca sholawat kepada Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dalam dua khutbah dan nasehat. Wallohu a'lam.\rReferensi :\r- kitab syarah nawawi ala muslim :","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"وحدثنا يحيى بن يحيى وحسن بن الربيع وأبو بكر بن أبي شيبة قال يحيى أخبرنا وقال الآخران حدثنا أبو الأحوص عن سماك عن جابر بن سمرة قال كانت للنبي صلى الله عليه وسلم خطبتان يجلس بينهما يقرأ القرآن ويذكر الناس\rوقوله : ( يقرأ القرآن ويذكر الناس ) فيه دليل للشافعي في أنه يشترط في الخطبة الوعظ والقرآن . قال الشافعي : لا يصح الخطبتان إلا بحمد الله تعالى والصلاة على رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فيهما والوعظ . وهذه الثلاثة واجبات في الخطبتين ، وتجب قراءة آية من القرآن في إحداهما على الأصح ، ويجب الدعاء للمؤمنين في الثانية على الأصح ، وقال مالك وأبو حنيفة والجمهور : يكفي من الخطبة ما يقع عليه الاسم ، وقال أبو حنيفة وأبو يوسف ، ومالك في رواية عنه : يكفي تحميدة أو تسبيحة أو تهليلة وهذا ضعيف لأنه لا يسمى خطبة ، ولا يحصل به مقصودها مع مخالفته ما ثبت عن النبي - صلى الله عليه وسلم .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1053035618052579/\rwww.fb.com/notes/1056384134384394\r0889. SYARAT-SYARAT MENJADI KHOTIB\rPERTANYAAN :\rAnang Esbe\rAssalamu'alaikum sedulur....... mau tanya tentang syarat menjadi khatib (terutama pada shalat jum'at), juga syarat menjadi imam, terima kasih sa'estu..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"الشافعية قالوا… أن يكون الخطيب متطهرا من الحدثين ومن نجاسة غير معفو عنها أن يكون مستور العورة في الخطبتين : أن يخطب واقفا إن قدر فإن عجز صحت الخطبة من جلوس أن يجلس بين الخطبتين بقدر الطمأنينة فلو خطب قاعدا لعذر سكت بينهما وجوبا بما يزيد عن سكتة التنفس وكذا يسكت بينهما إن خطب قائما وعجز عن الجلوس أن يجهر بحيث يمكنه أن يسمع الأربعين الذين تنعقد بهم الجمعة أركان الخطبتين أن يكون الأربعون سامعين ولو بالقوة أن تقعا في مكان تصح فيه الجمعة أن يكون الخطيب ذكرا أن تصح إمامته بالقوم أن يعتقد الركن ركنا والسنة سنة إن كان من أهل العلم وإلا وجب أن لا يعتقد الفرض سنة وإن جاز عكس ذلك\rKalangan SYAFI’IYYAH menyatakan : SYARAT-SYARAT KHOTHIB sbb :\r1.…Suci dari dua hadats dan najis yang tidak dima’fu (diampuni)\r2.…Menutup auratnya dalam dua khutbah\r3.…Khutbah dengan berdiri bila mampu dan duduk diantara dua khutbah sekedar ukuran thuma’ninah, bila ia khutbah denga duduk karena danya udzur maka pisahkan khubah dengan diam seukuran melebihi dari diamnya orang mengambil nafas begitu juga pisahkan dengan diam bila ia mampu berdiri saat khutbah tapi tidak mampu duduk diantara kedua khutbahnya\r4.…Mengeraskan khutbahnya sekira dapat didengarkan oleh jamaah jumah 40 orang yang dapat menjadikan terhitungnya keabsahan jumat…\r5.…Laki-laki\r6.…Sah menjadi imam shalat bagi suatu kaum\r7.…Meyakini rukun dalam khutbah menjadi rukun dan sunahnya menjadi sunnah bila ia memiliki pengetahuan bila tidak asalakan tidak meyakini wajibnya khutbah menjadi sunnah. [ Al-Fiqh alaa Madzaahib al-Arba’ah I/610 ].","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"(فصل) شروط الخطبتين عشرة : الطهارة عن الحدثين الأصغر والأكبر والطهارة عن النجاسة في الثوب والبدن والمكان وستر العورة والقيام على القادر والجلوس بينهما فوق طمأنينة الصلاة والموالاة بينهما وبين الصلاة وأن تكون بالعربية وأن يسمعها أربعون وأن تكون كلها في وقت الظهر\rSYARAT-SYARAT KHUTBAH\r• Suci dari dua hadats baik kecil maupun besar\r• Suci dari najis baik pakaian, badan dan tempatnya\r• Menutup aurat\r• Berdiri bagi yang mampu\r• Duduk diantara dua khutbah seukuran melebihi thuma’ninahnya shalat\r• Terus-menerus diantara dua khubah dan diantara shalat\r• Berbahasa arab\r• Diperdengarkan 40 orang\r• Semua khutbahnya di waktu dzuhur. [ Matan Safiinah an-Najaah I/8 ].\rوقال الشافعية (1) :\rللخطبة خمسة أركان أو فروض: حمد الله تعالى….\rفيشترط لها سائر شروط الصلاة من ستر العورة وطهارة الثوب والبدن والمكان.\rوأن تقع الخطبتان في مكان تصح فيه الجمعة، وأن يكون الخطيب ذكراً، وأن تصح إمامته بالقوم، وأن يعتقد العالم الركن ركناً والسنة سنة، وغير العالم ألا يعتقد الفرض سنة.\r__________\r(1) مغني المحتاج: 285/1-287، 111/1، المهذب: 111/1، الحضرمية: ص80.\rKalangan SYAFI’IYYAH berkata : SYARAT-SYARAT KHOTHIB :\r• Wajib menutup aurat\r• Suci dari najis baik pakaian, badan dan tempatnya\r• Khutbahnya ditempat yang sah didirikan jumah\r• Laki-laki\r• Sah menjadi Imam bagi suatu kaum\r• Meyakini rukun khutbah sebagai rukun dan sunnah khutbah sebagai sunnah bagi yang alim, bagi yang tidak asalkan tidak meyakini fardhunya khutbah diyakini sunnah. [ Al-Fiqh al-Islaam II/445 ].\r2618. KHOTIB TIDAK DISYARATKAN TAHU RUKUN-RUKUN KHUTBAH\rPERTANYAAN :\r> Hadri Annur","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Assalamu alykum.wrwb, sekarang kan sudah banyak buku-buku khutbah dijual, memudahkan untuk khotib dalam berkhotbah, pertanyaan ane.. Bagaimana kah khotbahnya seorang khotib yang berkhotbah, walaupun rukun-rukunnya lengkap, tetapi dia tidak tahu tentang hukum, syarat,rukun khutbah itu, sah kah khotbahnya itu ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, khutbahnya sah karena khothib yang membaca khuthbah tidak disyaratkan tahu dan faham rukun-rukun khuthbah.:\r.لا يشترط فهم أركان الخطبة للمستمعين بل ولا للخطيب نفسه خلافا للقاضي كما لا يشترط فهم أركان الصلاة ولا تمييز فروضها من سننها، قلت بل ولا يشترط معرفة الخطيب أركان الخطبة من سننها كما في فتاوى م ر كالصلاة. بغية المسترشدين ص : 103-104\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/579356102087202\r2449. KHOTIB MEMBACA ALQUR'AN SEKALIGUS SEBAGAI WASIYAT TAQWA ?\rPERTANYAAN :\rAden Shahanamy\rAssalamu'alaikum.. \"dalam khutbah jum'ah\" cukupkah kalau wasiat taqwa & membaca ayat al qur'an (2 rukun khutbah) hanya dengan membacakan ayat yang isinya memerintahkan taqwa ?? mohon pencerahan beserta dalil2nya.. sebelumnya saya ucapkan terima kasih\rJAWABAN :\r> Dul Dul\rTidak cukup / tidak sah... karena rukun dari khutbah itu ada 5... Membaca hamdalah, sholawat, wasiat taqwa, membaca alqur'an walau satu ayat, do'a...\r> Rampak Naung\rWalaikum salam. Tidak cukup, karena suatu perkara tidak bisa memenuhi dua fardu yang sama dimaksud.\rقوله حمدالله تعالى ) اي ولو في ضمن آية الى ان قال حيث قصده فقط وانما لم تكف عنهما فيما قصد هما معا لأن الشيئ لايؤدي به فرضان مقصودان ويجرى هذا التفصيل فيما لو أتى بآية تتضمن الوصية بالتقوى الباجوري 1/218\rLINK ASAL :","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/603711862984959\r3093. KENAPA KHOTIB SHOLAT JUM'AT TIDAK SUNNAH BERANGKAT PAGI ?\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Lutfi Maulana\rAssalamualaikum.... mau tanya ustadz kenapa khotib tidak disunnahkan berangkat pagi (lebih awal) ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Seorang khothib disunahkan berangkat ketika sudah waktunya baca khuthbah karena disamping ittiba' pada Nabi juga karena lebih berwibawa dan lebih agung pada dirinya.\rاعانة الطالبين 2/75 (قوله: أما الامام)\rالمناسب:أما الخطيب، لانه محترز قوله لغير خطيب. (وقوله: فيسن له التأخير إلى وقت الخطبة) قال ع ش فلو بكر لا يحصل له ثواب التبكير قوله للاتباع أى ولانهأهيب له وأعظم في النفوس.\r> Pusara Ditengah Laut\rالكتب - تحفة المحتاج في شرح المنهاج - كتاب الص?ة- الجزء رقم1\rأما ا?مام فيسن له التأخير إلى وقت الخطبة ل?تباع ، وقد يجب التبكير كما مر في بعيد الدار ويسن لمطيق المشي أن يأتي إليها \\\r> Umar Paroq\rKhothib sunah berangkat pada waktunya baca khuthbah karena ittiba' pada Nabi, lebih berwibawa dan lebih agung, meski berangkat akhir khotib berhak mendapat pahala setara jamaah yang berangkat pagi hari, atau (pahalanya) melebihi mereka.\rحواشي الشرواني والعبادي - (ج 2 / ص 471)\r(أما الامام إلخ) أي فلو بكر لا يحصل له ثواب التبكير وحكمته أن التأخير أهيب له وأعظم في النفوس وتأخيره لكونه مأمورا به يجوز أن يثاب عليه ثوابا يساوي ثواب المبكرين أو يزيد ع شتحفة المحتاج في شرح المنهاج-غير موافق للمطبوع -\r(ج 9 / ص 363)","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"قَوْلُهُ : أَمَّا الْإِمَامُ إلَخْ ) أَيْ فَلَوْ بَكَّرَ لَا يَحْصُلُ لَهُ ثَوَابُ التَّبْكِيرِ وَحِكْمَتُهُ أَنَّ التَّأْخِيرَ أَهْيَبُ لَهُ وَأَعْظَمُ فِي النُّفُوسِ وَتَأْخِيرُهُ لِكَوْنِهِ مَأْمُورًا بِهِ يَجُوزُ أَنْ يُثَابَ عَلَيْهِ ثَوَابًا يُسَاوِي ثَوَابَ الْمُبَكِّرِينَ أَوْ يَزِيدُ ع ش\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/758211540868323/\r0041. Khutbah Dengan Terjemah\rPERTANYAAN :\rIbnu Zainulmutaqin\rDalam kitab safinah annajah dijelaskan kalau khotbah itu kudu bil'arobiyyah kok kenapa banyak kiyahi NU yang khutbahnya diterjemahin ?? bukankah itu bid'ah ! ?!?!?\rJAWABAN :\rAhmad Hanafi\rAssyafi'iyah berpendapat; Rukun khutbah disyaratkan bil arobiyah, berbeda mnrt madzhab Hanafi; Boleh bhs arab/selainnya, walaupun dia(khotib) bisa b'bhs arab. Sedangkn mnrt Madzhab Maliki & Hambali mewajibkan bil arobiyah pada smua khutbahnya. (madzahib Al arba'ah/379)\rMbah Jenggot\rشُرُوْطُ صِحَّةِ الجُمُعَةِ سِتَةُ…>>> وَتَقْدِيْمُ خُطْبَتَيْنِ بِالعَربِيَّةِ وَاِنْ لَمْ يَفْهَمُوا…\rSyarat-syarat keabsahan salat jumu’ah itu ada enam… Dan mendahulukan dua khutbah dengan dua bahasa Arab, meskipun para jamaah tidak memahaminya…\rDalam Kitab Nihayatuz Zein halaman 140 disebutkan:\r(وَعَرَ بِيَّةٌ)بِاَنء تَكُوْنَ اَوْ كَانَ الخُطْبَتَيْنِ بِالْعَرَبِيَّتةِ .فَانْ لَمْ يَكُنْ ثُمَّ مَنْ يُحْسِنُ العَرَبِيَّةَ وَلَمْ يَمْكِنْ تَعَلَّمُهَا خَطَبَ بِغَيْرِهاَ.فَاِنْ اَمْكَن وَجَبَ عَلَى سَبِيْلِ فَرْضِ الكِفَابَةِ,فَيَكْفِى فِي ذَلِكَ وَاخِدٌ.فَلَوْ تَرَكُوْا التَّعَلُّمَ مَعَ اِمْ كَا نِهِ عَصَوْا وَلاَ جَمْعَةُلَهُمْ فَيُصَلّو نَ الظُّهْرَ.","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"(Dan bahasa Arab) artinya hendaklah rukun-rukun khutbah adalah dengan bahasa Arab. Jika di sana (tempat melakukan salat jumuah) tidak ada orang yang dapat berbahasa Arab dengan baik dan tidak mungkin dapat mempelajarinya, maka khatib dapat/boleh berkhutbah dengan bahasa selain Arab. Jika memungkinkan belajar bahasa Arab, maka wajib atas semua orang secara wajib kifayah, dan dalam hal tersebut cukup dilakukan oleh satu orang. Dan jika mereka meninggalkan belajar bahasa Arab beserta kemampuan mereka untuk mempelajarinya, maka mereka telah berbuaat ma’siat dan salat jumuah yang mereka lakukan tidak sah, sehingga harus melakukan salat dhuhur.\rDalam Kitab Ianatut Thalibin juz 2 halaman 69 diterangkan bahwa rukun-rukun khutbah jumuah (baca hamdalah, shalawat Nabi, berwasiat dengan taqwa, membaca ayat Alquran dalam salah satu dari dua khutbah, dan mendoakan kepada orang Mu’min laki-laki dan perempuan) harus diucapkan dengan bahasa Arab. Adapun selain rukun, boleh diterjemahkan ke dalam bahasa selain Arab. Dengan syarat harus ada kaitannya dengan nasihat-nasihat.\r0302. Khotib dan Tongkat\rPERTANYAAN :\rRitno Rezpector\rDalam sholat jumat <atau sholat sunnah ied fithri dsb> khotib yang memegang tongkat itu sewaktu berkhutbah itu apa hukumnya ?\rJAWABAN :\rEdy Humaidi\rKitab al Hawasyil Madaniyah Juz 2 halaman 44 :","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"وَأنْ يَعْتَمِدَ الخَطِيْبُ عَلَى نَحْوِ عَصَا او سَيْفٍ او قَوسٍ بِيَسَارِهِ لِ?ِتِّبَاعِ, وَحِكْمَتُهُ أنَّ هَذَا الدِّيْنَ, بِالسِّ?َحِ, وَتَكُونُ يُمْنَاهُ مَشْغُولَةَ بِالمِنْبَرِ إنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ نَجَاسَةٌ كَعَاجٍ او ذَرْكِ طَيْرٍ. فَإن لَم يَجِدْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ جَعَلَ اليُمْنَى عَلَى اليُسْرَى تَحْتَ صَدْرِهِ.\rDan hendaklah < di sunnahkan> khotib memegang pada seumpama tongkat atau pedang atau gendewa dengan tangan kirinya karena mengikuti cara berkhutbah nabi saw,----dan hikmahnya adalah sesungguhnya agama ini telah tegak dengan bantuan senjata,----- dan tangan kanannya hendaknya disibukkan < ditempatkan berada > pada sisi mimbar jika pada mimbar tersebut tidak terdapat najis seperti gading atau kotoran burung. Jika khotib tidak mendapatkan :sesuatu\" <persyaratan diatas > tersebut, maka dia hendaknya menjadikan < menempatkan posisi > tangan kanannya diatas tangan kirinya di bawah dadanya.\r(وأن يعتمد) الخطيب (على نحو عصا) أو سيف أو قوس (بيساره) للاتباع، وحكمته أن هذا الدين قام بالسلاح، (و) تكون (يمناه) مشغولة (بالمنبر) إن لم يكن فيه نجاسة كعاج أو ذرق طير، فإن لم يجد شيئاً من ذلك جعل اليمنى على اليسرى تحت صدره،\rاسم الكتاب: …المنهاج القويم شرح المقدمة الحضرمية\rرقم الجزء: …1 رقم الصفحة: …241\r2568. HIKMAH MEMEGANG TONGKAT SAAT KHUTBAH\rOleh Umar Bin Sholeh AlHamid\rImam Shan’ani mengatakan;\rوَفِى الْحَدِيْثِ دَلِيْلٌ عَلَى اَنَّهُ يُنْدَبُ لِلْخَطِيْبِ اْلاِعْتِمَادُ عَلَى سَيْفٍ اَوْنَحْوِهِ وَقْتَ خُطْبَتِهِ (سبل السلام,ج2 ص59)","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"Hadits menjelaskan tentang kesunnahan khatib memegang pedang atau semisal (tongkat) pada waktu menyampaikan khutbahnya. (Subul al-Salam, Juz II, hal. 59).\rعَنْ شُعَيْبِ بْنِ زُرَيْقٍ الطَائِفِيِّ قَالَ شَهِدْناَ فِيْهَا الجُمْعَةَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى عَصَا أَوْقَوْسٍ\rDari Syu'aib bin Zuraidj at-Tha'ifi ia berkata ''Kami menghadiri shalat jum'at pada suatu tempat bersama Rasulullah SAW. Maka Beliau berdiri berpegangan pada sebuah tongkat atau busur\". (Sunan Abi Dawud hal. 824).\rImam As Shan’ani mengomentari hadits terserbut bahwa hadits itu menjelaskan tentang “sunnahnya khatib memegang pedang atan semacamnya pada waktu menyampaikan khutbahnya”. (Subululus Salam, juz II, hal 59)\rفَإِذَا فَرَغَ المُؤَذِّّنُ قَامَ مُقْبِلاً عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ لاَ يَلْتَفِتُ يَمِيْنًا وَلاَشِمَالاً وَيُشْغِلُ يَدَيْهِ بِقَائِمِ السَّيْفِ أَوْ العُنْزَةِ وَالمِنْبَرِ كَيْ لاَ يَعْبَثَ بِهِمَا أَوْ يَضَعَ إِحْدَاهُمَا عَلَى الآخَرِ\rApabila muadzin telah selesai (adzan), maka khatib berdiri menghadap jama' ah dengan wajahnya. Tidak boleh menoleh ke kanan dan ke kiri. Dan kedua tangannya memegang pedang yang ditegakkan atau tongkat pendek serta (tangan yang satunya memegang) mimbar. Supaya dia tidak mempermainkan kedua tangannya. (Kalau tidak begitu) atau dia menyatukan tangan yang satu dengan yang lain\". (Ihya' 'Ulum al-Din, juz I, hal 180).\rJumhur ulama’ mengatakan bahwa sunnah hukumnya bagi khotib untuk memegang tongkat pada saat membaca khutbah. Hal di jelaskan oleh Imam Syafi’i di dalam kitab al-Umm juz I. Hal.272.","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَكُمُ اللهُ وَبَلَغْنَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ اِذَا خَطَبَ اِعْتَمَدَ عَلَى عَصًا وَقَدْ قِيْلَ خَطَبَ مُتَعَمِّدًا عَلَى عَنَزَةٍ وَعَلَى قَوْسٍ وَكُلُّ ذَلِكَ اِعْتِمَادٌ اَخْبَرْنَا الرَّبِيْعُ قَالَ اَخْبَرْنَا الشَّافِعِيُّ قَالَ اَخْبَرْنَا اِبْرَاهِيْمُ عَنْ لَيْثٍ عَنْ عَطَاءٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِانِ اَذَا خَطَبَ يَعْتَمِدُ عَلَى عَنَزَتِهِ اِعْتِمَادًا (الأم ج1 ص 272)\r(Imam Syafi’i ra berkata) mudah-mudahan Allah Swt. memberikan rahmat kepada beliau, dan telah sampai kepada kami (berita) bahwa ketika Rasulullah Saw. berkhutbah, beliau berpegang pada tongkat. Ada yang mengatakan, beliau berkhutbah dengan memegang tongkat pendek dan anak panah. Semua benda-benda itu dijadikan tempat bertumpu (pegangan). Al-Rabi’ mengabarkan dari imam Syafi’i dari Ibrahim, dari Laits dari ‘Atha’, bahwa Rasulullah Saw. jika berkhutbah beliau memegang tongkat pendeknya untuk dijadikan tumpuan. (Al-Umm, juz I, hal.272)\rHikmah dianjurkannya memegang tongkat adalah untuk mengikat hati (agar lebih konsentrasi) dan agar tidak mempermainkan tangannya. Demikian dalam kitab Subulus Salam, juz II, hal 59.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/595094383846707/\r1121. MENGUCAPKAN SHALAWAT KETIKA KHOTIB KHUTBAH JUM'AT\rPERTANYAAN :\rSuanang Tangkup\rAssalamua'laikum, bolehkah kita mengucap sholawat ketika Khatib menyebut nama Rasulallah/ Hadist..??\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Boleh dan Sunnah, bahkan disunahkan juga mengeraskan bacaan shalawatnya asalkan tidak keterlaluan kerasnya.","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"ووجب رد السلام وسن تشميت العاطس ورفع الصوت بالصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم عند قراءة الخطيب { إن الله وملائكته يصلون على النبي } وإن اقتضى كلام الروضة إباحة الرفع وصرح القاضي أبو الطيب بكراهته\rDan wajib hukumnya menjawab salam, dan disunahkan mendoakan orang bersin dan mengeraskan bacaan shalawat pada nabi shallallaahu alaihi wa sallam saat mendengar bacaan dari khothib :\r“إن الله وملائكته يصلون على النبي”.\rMenurut keterangan dalam Kita bar-Raudhah mengeraskan shalawat tersebut hukumnya mubah sedang menurut Qadhi Abu Thayyib hukumnya makruh.Iqna Li as-Syarbiny I/182\r( وسئل ) ابن حجر هل يجوز للحاضرين والمؤذنين إذا سمعوا اسم النبي صلى الله عليه وسلم أن يصلوا عليه جهرا أو لا ( فأجاب ) بقوله أما حكم الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم عند سماع ذكره برفع الصوت من غير مبالغة فهو أنه جائز بلا كراهة بل هو سنة وعبارة العباب وشرحي له قال النووي وغيره ولا يكره أيضا رفع الصوت بلا مبالغة في الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم إذا قرأ الخطيب { إن الله وملائكته يصلون على النبي } الآية\rDitanyakan pada Ibn Hajar “Bolehkah bagi orang-orang yang menghadiri jumah serta muadzdzin saat mendengar nama Nabi shallallaahu alaihi wasallam membaca shalawat dengan mengeraskan suara ?”Ibn Hajar menjawab “Sedang hukum membaca shalawat saat mendengar nama Nabi shallallaahu alaihi wasallamdengan mengeraskan suara dengan tidak terlalu keras adalah boleh, tidak makruh bahkan sunnah”an-Nawaawy berkata “Tidak dimakruhkan membaca shalawat pada Nabi shallallaahu alaihi wasallam secara keras tanpa terlalu saat khathib membaca :\r“إن الله وملائكته يصلون على النبي”.\r[ I’aanah at-Thoolibiin II/87 ].","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"1145. KHOTHIB MENGUCAPKAN SALAM SETELAH BERKHOTBAH\rPERTAYAAN :\rChin Chen\rAssalamu 'alaikum, bgaimna hkumnya seorng khotib di akhir khutbhnya mngucpkan slam..? dan ini sudah kelaku umum, pdhl aku prnh dngar dari slah stu guru sya itu harom hkumya dan shlat jum'atnya tidak sah\rJAWABAN :\rYupiter Jet\r(قوله: أن لا يفصل) أي الخطيب، وهو تصوير للولاء. (وقوله: طويلا) صفة لموصوف محذوف منصوب على المفعولية المطلقة، أو على أنه بإسقاط الخافض، أي فصلا طويلا، أو بفاصل طويل. ولا بد أن يكون لا تعلق له بالخطبة، فإن فصل بما له تعلق بها لم يضر، فلا يقطع الموالاة الوعظ وإن طال، وكذا قراءة وإن طالت حيث تضمنت وعظا، خلافا لمن أطلق القطع بها فإنه غفلة عن كونه - صلى الله عليه وسلم - كان يقرأ في خطبته ق كما تقدم. (وقوله: عرفا) أي في العرف، أي أن المعتبر في ضابط الطول العرف.\r[ i'anah 2/70 ].\rInsyaa-a Alloh, ga apa-apa\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam URUN REMBUG\rويجوز الكلام قبل ابتداء الإمام بالخطبة وبعد الفراغ منهما فأما في الجلوس بين الخطبتين فطريقان قطع صاحب المهذب والغزالي بالجواز وأجرى المحاملي وابن الصباغ وآخرون فيه الخلاف\rDan boleh berbicara sebelum memulai dan rampungnya imam dengan khutbah duanya sedang berbicara saat duduknya diantara dua khutbah maka terdapat dua jalur pendapat, an-Nawaawy pengarang kitab Muhadzdzab dan al-Ghozaly memutuskan hukum bolehnya sedang al-Mahamily, Ibn as-Shobaah dan lainnya lebih memilih adanya hukum hilaf hukum berbicara pada saat tersebut. [ Raudhah at-Thoolibiin I/157 ].","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"ويجوز الكلام قبل الشروع في الخطبة وبعد الفراغ منها وقبل الصلاة قال في المرشد حتى في حال الدعاء للأمراء أو فيما بين الخطبتين خلاف وظاهر كلام الشيخ أنه لا يحرم وبه جزم في المهذب والغزالي في الوسيط نعم في الشامل وغيره إجراء القولين\rDan boleh berbicara sebelum dimulai dan setelah rampungnya khutbah serta sebelum dikerjakannya shalat jumat, pengarang kitab al-Mursyid berkata bahkan saat doa untuk para pemimpin. Bagaimana saat duduk antara dua khutbah ? Melihat dhahirnya pernyataan as-Syaikh juga tidak haram sebagaimana yang termaktub dalam kitab al-Muhadzdzab dan pendapat al-Ghozali dalam al-Wasiith namun dalam kitab as-Syaamil disebutkan bahwa dalam masalah tersebut terdapat dua pendapat. [ Kifaayah al-Akhyaar I/147 ].\rPerbandingan pendapat dari madzhab Hanafi :","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"وَكَذَا السَّلَامُ حَالَةَ الْخُطْبَةِ مَكْرُوهٌ لِمَا قُلْنَا هَذَا الَّذِي ذَكَرْنَا فِي حَالَةِ الْخُطْبَةِ ، فَأَمَّا عِنْدَ الْأَذَانِ الْأَخِيرِ حِينَ خَرَجَ الْإِمَامُ إلَى الْخُطْبَةِ وَبَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْ الْخُطْبَةِ حِينَ أَخَذَ الْمُؤَذِّنُ فِي الْإِقَامَةِ إلَى أَنْ يَفْرُغَ هَلْ يُكْرَهُ مَا يُكْرَهُ فِي حَالِ الْخُطْبَةِ ؟ عَلَى قَوْلِ أَبِي حَنِيفَةَ يُكْرَهُ ، وَعَلَى قَوْلِهِمَا لَا يُكْرَهُ الْكَلَامُ وَتُكْرَهُ الصَّلَاةُ وَاحْتَجَّا بِمَا رُوِيَ فِي الْحَدِيثِ خُرُوجُ الْإِمَامِ يَقْطَعُ الصَّلَاةَ وَكَلَامُهُ يَقْطَعُ الْكَلَامَ جَعَلَ الْقَاطِعَ لِلْكَلَامِ هُوَ الْخُطْبَةُ فَلَا يُكْرَهُ قَبْلَ وُجُودِهَا ، وَلِأَنَّ النَّهْيَ عَنْ الْكَلَامِ لِوُجُوبِ اسْتِمَاعِ الْخُطْبَةِ ، وَإِنَّمَا يَجِبُ حَالَةَ الْخُطْبَةِ بِخِلَافِ الصَّلَاةِ ؛ لِأَنَّهَا تَمْتَدُّ غَالِبًا فَيَفُوتُ الِاسْتِمَاعُ وَتَكْبِيرَةُ الِافْتِتَاحِ","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"Begitu juga makruh salam saat khutbah berlangsung dengan alasan yang telah kami sebutkan, hal ini bila terjadi disaat khutbah sedang bila saat adzan terakhir kala imam keluar hendak menunaikan khutbahnya dan saat ia rampung menjalani khutbahnya kala muadzdzin melaksanakan Iqamat hingga kelar apakah dimakruhkan sebagaimana salam disaat khutbah ? Bila mengikuti pendapat Abu Hanifah dimakruhkan namun bila mengikuti pendapat Abu Yusuuf dan Muhammad rahimahumallaah tidak dimakruhkan mengadakan pembicaan kala itu tapi dimakruhkan menjalankan shalat dengan berpatokan pada hadits “Keluarnya imam memutus shalat, pembicaraan imam memutus segala pembicaraan”. Dijadikan sebagai pemutus segala pembicaraan adalah khutbah maka tidak dimakruhkan pembicaraan sebelum keberadaaanya dan karena larangan berbicara sebab adanya kewajiban mendengarkan khutbah berbeda dengan kemakruhan shalat karena shalat pada umumnya membutuhkan waktu yang panjang yang mengakibatkan tertinggalnya seseorang dari mendengarkan khutbah serta mendapatkan takbir iftitah. [ Badaa-i’a as-Shonaa-i’ III/38 ].\r1227. UNGKAPAN MUADZDZIN DIWAKTU KHUTBAH\rPERTANYAAN :\r> Ipnu-ippnu Tlanakan Pamekasan-Jatim\rAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ada sebagian Masjid, tiap jum'at MC khotbah/ bilal membaca lafal ini\rعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن يوم الجمعة سيد الايام وحج الفقراء وعيد المساكين الخطبتان فيها مقام ركعتين من الظهر فإذا صعد الخطيب على المنبر فلا يتكلمن احكم ومن يتكلم فقد لغى","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"Yang kami tanyakan apa benar lafal diatas adalah hadits, & kami mohon sanadnya ?...Mohon dengan sangat pencerahannya. Wassalamu'alaikum. SALAM PISS KTB.\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rSudah kulihat di http://www.solusinahdliyin.net/ibadah/226-muraqqi-khutbah.html\rngga usah mengubah isi isinya sbb : Muraqqi Khutbah. Jumat, 10 Desember 2010 09:11\rHasil Bahts Masail PWNU Jatim 2009 di Gresik\rDeskripsi Masalah\rLazim kita saksikan praktek sholat jum'ah dimasyarakat ketika khotib duduk diantara dua khutbah biasanya muraqqi langsung membacakan sholawat. Fenomena ini menimbulkan kebingungan, sebab disatu sisi kita dianjurkan menjawab sholawat, namun dalam kesempatan yang sama ketika khotib duduk diantara dua khutbah merupakan saat yang mustajabah yang semestinya harus kita gunakan untuk khusuk berdo’a.\rPertanyaan :\ra. Adakah dalil yang menganjurkan muraqqi membaca sholawat ketika khotib duduk diantara dua khutbah?\rBelum ditemukan dalil\rb. Manakah yang harus diprioritaskan antara membaca sholawat dan berdoa?\rJawaban :\rKhotib dianjurkan membaca surat ikhlas, untuk hadirin disunnahkan berdoa. Dasar Hukum :\rMughni al Muhtaj 1 halaman 557\r(ويكون جلوسه بينهما) أي بين الخطبتين (نحو سورة الإخلاص) استحباباً ، وقيل إيجاباً، وقيل يقرأ فيها أو يذكر أو يسكت لم يتعرضوا له؛ لكن في صحيح ابن حبان: «أنه كان يقرأ فيها» وقال القاضي : إن الدعاء فيها مستجاب. ويسنُّ أن يختم الخطبة الثانية بقوله: «أستغفر الله لي ولكم».\rFatawi al Kubro 1 252","part":1,"page":213},{"id":214,"text":")وَسُئِلَ) نَفَعَ اللَّهُ بِهِ عَمَّا إذَا جَلَسَ الْخَطِيبُ بَيْنَ الْخُطْبَتَيْنِ هَلْ يُسْتَحَبُّ لَهُ فِي جُلُوسِهِ دُعَاءٌ أَوْ قِرَاءَةٌ أَوْ لا وَهَلْ يُسَنُّ لِلْحَاضِرِينَ. حِينَئِذٍ أَنْ يَشْتَغِلُوا بِقِرَاءَةٍ أَوْ دُعَاءٍ أَوْ صَلاةٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَفْعِ الصَّوْتِ أَوْ لا ؟ (فَأَجَابَ) بِقَوْلِهِ : ذُكِرَ فِي الْعُبَابِ أَنَّهُ يُسَنُّ لَهُ قِرَاءَةُ سُورَةِ الإِخْلاصِ وَقُلْتُ فِي شَرْحِهِ لَمْ أَرَ مَنْ تَعَرَّضَ لِنَدْبِهَا بِخُصُوصِهَا فِيهِ وَيُوَجَّهُ بِأَنَّ السُّنَّةَ قِرَاءَةُ شَيْءٍ مِنْ الْقُرْآنِ فِيهِ كَمَا يَدُلُّ عَلَيْهِ رِوَايَةُ ابْنِ حِبَّانَ كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي جُلُوسِهِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَإِذَا ثَبَتَ أَنَّ السُّنَّةَ ذَلِكَ فَهِيَ أَوْلَى مِنْ غَيْرِهَا لِمَزِيدِ ثَوَابِهَا وَفَضَائِلِهَا وَخُصُوصِيَّاتِهَا قَالَ الْقَاضِي وَالدُّعَاءُ فِي هَذِهِ الْجِلْسَةِ مُسْتَجَابٌ انْتَهَتْ عِبَارَةُ الشَّرْحِ الْمَذْكُورِ وَيُؤْخَذُ مِمَّا ذُكِرَ عَنْ الْقَاضِي أَنَّ السُّنَّةَ لِلْحَاضِرِينَ الاشْتِغَالُ وَقْتَ هَذِهِ الْجِلْسَةِ بِالدُّعَاءِ لِمَا تَقَرَّرَ أَنَّهُ مُسْتَجَابٌ حِينَئِذٍ وَإِذَا اشْتَغَلُوا بِالدُّعَاءِ فَالأَوْلَى أَنْ يَكُونَ سِرًّا لِمَا فِي الْجَهْرِ مِنْ التَّشْوِيشِ عَلَى بَعْضِهِمْ وَلأَنَّ الإِسْرَارَ هُوَ الأَفْضَلُ فِي الدُّعَاءِ إلا لِعَارِضٍ.\rBujairimi ala al Khatib","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"وَيُسَنُّ أَنْ يَقْرَأَ الْكَهْفَ فِي يَوْمِهَا وَلَيْلَتِهَا لِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { مَنْ قَرَأَ الْكَهْفَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ } وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ : { مَنْ قَرَأَهَا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ } وَيُكْثِرُ مِنْ الدُّعَاءِ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا ، أَمَّا يَوْمُهَا فَلِرَجَاءِ أَنْ يُصَادِفَ سَاعَةَ الْإِجَابَةِ قَالَ فِي الرَّوْضَةِ : وَالصَّحِيحُ فِي سَاعَةِ الْإِجَابَةِ مَا ثَبَتَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ إلَى أَنْ تَنْقَضِيَ الصَّلَاةُ } قَالَ فِي الْمُهِمَّاتِ : وَلَيْسَ الْمُرَادُ أَنَّ سَاعَةَ الْإِجَابَةِ مُسْتَغْرِقَةٌ لِمَا بَيْنَ الْجُلُوسِ وَآخِرِ الصَّلَاةِ كَمَا يُشْعِرُ بِهِ ظَاهِرُ عِبَارَتِهِ ، بَلْ الْمُرَادُ أَنَّ السَّاعَةَ لَا تَخْرُجُ عَنْ هَذَا الْوَقْتِ فَإِنَّهَا لَحْظَةٌ لَطِيفَةٌ فَفِي الصَّحِيحَيْنِ عِنْدَ ذِكْرِهِ إيَّاهَا { وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا } وَأَمَّا لَيْلَتُهَا فَلِقَوْلِ الشَّافِعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : بَلَغَنِي أَنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلِلْقِيَاسِ عَلَى يَوْمِهَا .\rc. Bagaimana sighat yang sesuai dengan tuntunan ulama' salaf bagi seorang muraqqi ? (PCNU Kota Kediri)\rJawaban\rPada saat khatib naik mimbar, muraqqi bisa membaca\rإذَا قُلْت لِصَاحِبِك وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْت","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"sebagaimana telah lazim dilakukan. Meskipun hal ini termasuk bid’ah, namun bisa dikatagorikan bid’ah hasanah, hal ini tidak diharamkan karena dibaca sebelum khatib berkhutbah. Untuk bacaan muraqqi saat khatib duduk diantara dua khutbah bisa dengan shalawat sebagaimana biasa dilakukan, tasbih, tahlil ataupun istighfar. Dasar Pengambilan Hukum, Al Fawakih ad Diwani III halaman 190.\r( تَنْبِيهٌ ) : عُلِمَ مِمَّا مَرَّ مِنْ حُرْمَةِ التَّكَلُّمِ وَقْتَ الْخُطْبَةِ بِشُرُوعِ الْخَطِيبِ فِيهَا عَدَمُ حُرْمَةِ مَا يَقُولُهُ الْمُرْقَى عِنْدَ صُعُودِ الْخَطِيبِ مِنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { إذَا قُلْت لِصَاحِبِك وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْت } .وَقَوْلُهُ : \" أَنْصِتْ رَحِمَكُمْ اللَّهُ \" ؛ لِأَنَّهُ يَقُولُهُ قَبْلَ شُرُوعِ الْخَطِيبِ ، نَعَمْ فِعْلُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِدْعَةٌ َمكْرُوهَةٌ قَالَ الْأُجْهُورِيُّ وَعَلَّلَ الْكَرَاهَةَ بِأَنَّهُ لَمْ يُنْقَلْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا عَنْ أَحَدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ ، وَإِنَّمَا هُوَ مِنْ عَمَلِ أَهْلِ الشَّامِ ، وَلِي فِي دَعْوَى الْكَرَاهَةِ بَحْثٌ مَعَ اشْتِمَالِهِ عَلَى التَّحْذِيرِ مِنْ ارْتِكَابِ أَمْرٍ مُحَرَّمٍ حَالَ الْخُطْبَةِ فَلَعَلَّهُ مِنْ الْبِدْعَةِ الْحَسَنَةِ ، وَالْحَدِيثُ الْمَذْكُورُ لَيْسَ بِمَوْضُوعٍ ، وَأَمَّا مَا يَقُولُهُ الْمُؤَذِّنُونَ عِنْدَ جُلُوسِ الْخَطِيبِ بَيْنَ الْخُطْبَتَيْنِ فَيَجُوزُ ، كَمَا يَجُوزُ كُلٌّ مِنْ التَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذِكْرِ أَسْبَابِهَا\rFatawa al Romli 2 halaman 172","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"( سُئِلَ ) عَنْ الْمَرْقِيِّ الَّذِي يَخْرُجُ أَمَامَ الْخَطِيبِ يَقُولُ { إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ } الْآيَةُ هَلْ لِذَلِكَ أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ وَهَلْ فُعِلَ ذَلِكَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ مَفْعُولٌ الْآنَ أَوْ فَعَلَهُ أَحَدٌ مِنْ الصَّحَابَةِ أَوْ التَّابِعِينَ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ الْمَذْكُورَةِ ؟ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ لَيْسَ لِذَلِكَ أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ وَلَمْ يُفْعَلْ ذَلِكَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ { كَانَ يُمْهِلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّاسُ فَإِذَا اجْتَمَعُوا خَرَجَ إلَيْهِمْ وَحْدَهُ مِنْ غَيْرِ شَاوِيشٍ يَصِيحُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ سَلَّمَ عَلَيْهِمْ فَإِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ اسْتَقْبَلَ النَّاسَ بِوَجْهِهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ يَجْلِسُ وَيَأْخُذُ بِلَالٌ فِي الْأَذَانِ فَإِذَا فَرَغَ مِنْهُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ مِنْ غَيْرِ فَصْلٍ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْخُطْبَةِ } لَا بِأَثَرٍ وَلَا خَبَرٍ وَلَا غَيْرِهِ وَكَذَلِكَ الْخُلَفَاءُ الثَّلَاثَةُ بَعْدَهُ فَعُلِمَ أَنَّ هَذَا بِدْعَةٌ لَكِنَّهَا حَسَنَةٌ فَفِي قِرَاءَةِ الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ تَنْبِيهٌ وَتَرْغِيبٌ فِي الْإِتْيَانِ بِالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ الْمَطْلُوبِ فِيهِ إكْثَارُهَا وَفِي قِرَاءَةِ الْخَبَرِ بَعْدَ الْأَذَانِ وَقَبْلَ الْخُطْبَةِ مُيَقِّظٌ لِلْمُكَلَّفِ لِاجْتِنَابِ الْكَلَامِ الْمُحَرَّمِ أَوْ الْمَكْرُوهِ فِي هَذَا الْوَقْتِ عَلَى اخْتِلَافِ الْعُلَمَاءِ فِيهِ وَقَدْ كَانَ صَلَّى","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ هَذَا الْخَبَرَ عَلَى الْمِنْبَرِ فِي خُطْبَتِهِ\rما قولكم دام فضلكم في قول المؤذنين بين يدي الخطيب في يوم الجمعة : روي عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال عليه الصلاة والسلام أن يوم الجمعة سيد الأيام وحج الفقراء وعيد المساكين والخطبة فيها مكان الركعتبن فإذا صعد الخطيب المنبر فلا يتكلمن أحدكم ومن يتكلم فقد لغا ومن لغا فلا جمعة له. هل هذا الحديث ورد كله في حديث واحد أم لا ؟ وهل قوله \"مكان\" يالرفع على أنه خبر قوله \"والخطبة\" , أم بالنصب على أنه ظرف, لأن علماء الجاوى اختلفوا فيه – إلى أن قال – (الجواب) لم يرد هذا كله في حديث واحد وإنما قولهم روي عن أبي هريرة رضي الله عنه إلى الأيام فهو بمعنى ما في الموطأ من حديث طويل – إلى أن قال – ومنه يعلم أن قولهم : والخطبة فيها مكان الركعتين ليس بحديث – إلى أن قال – ثم اعلم أن قول المؤذنين بين يدي الخطيب يوم الجمعة ما ذكر من الأحاديث بدعة سيئة لوجهين: الأول: انه استظهار على الاشارع يزيادة خطبة على الخطبتين التي طلبها وجعلها بمنزلة الركعتين. والثاني أنه يمنزلة زيادة ركعة في صلاة الجمعة – إلى أن قال – ولم تدع الضرورة له فيتجه بل من الممكن إدراج الخطيب وهحدا من هذه الأحاديث في افتتاح خطبته كما لايخفى على ذي لب.\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam wa rohmatullaahi wa barakaatuh. Ungkapan MUADZDZIN dalam pertanyaan diatas tidak terdapat dalam satu hadits secara keseluruhan.","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"ما قولكم دام فضلكم في قول المؤذنين بين يدي الخطيب في يوم الجمعة : روي عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال عليه الصلاة والسلام أن يوم الجمعة سيد الأيام وحج الفقراء وعيد المساكين والخطبة فيها مكان الركعتبن فإذا صعد الخطيب المنبر فلا يتكلمن أحدكم ومن يتكلم فقد لغا ومن لغا فلا جمعة له. هل هذا الحديث ورد كله في حديث واحد أم لا ؟– إلى أن قال – (الجواب) لم يرد هذا كله في حديث واحد وإنما قولهم روي عن أبي هريرة رضي الله عنه إلى الأيام فهو بمعنى ما في الموطأ من حديث طويل – إلى أن قال – ومنه يعلم أن قولهم : والخطبة فيها مكان الركعتين ليس بحديث – إلى أن قال – ثم اعلم أن قول المؤذنين بين يدي الخطيب يوم الجمعة ما ذكر من الأحاديث بدعة سيئة لوجهين: الأول: انه استظهار على الاشارع يزيادة خطبة على الخطبتين التي طلبها وجعلها بمنزلة الركعتين. والثاني أنه يمنزلة زيادة ركعة في صلاة الجمعة – إلى أن قال – ولم تدع الضرورة له فيتجه بل من الممكن إدراج الخطيب وهحدا من هذه الأحاديث في افتتاح خطبته كما لايخفى على ذي لب.\rPERTANYAAN :\rBagaimana pendapat anda ‘semoga anugerah selalu bersama anda’ tentang ucapan seorang muadzdzin dihadapan seorang khothib dihari jumah :\rروي عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال عليه الصلاة والسلام أن يوم الجمعة سيد الأيام وحج الفقراء وعيد المساكين والخطبة فيها مكان الركعتبن فإذا صعد الخطيب المنبر فلا يتكلمن أحدكم ومن يتكلم فقد لغا ومن لغا فلا جمعة له\rApakah ini sebuah hadits ? Ataukah semua redaksinya dalam satu hadits ?\rJAWAB :","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"Redaksi tersebut tidak terdapat keseluruhannya dalam satu hadits. Sedang ungkapan Muadzdzin “ روي عن أبي هريرة رضي الله عنه hingga lafadz الأيام “ selaras dengan yang tertera dalam kitab al-Muwattha dari sebuah hadits yang panjang....Sedang ungkapan Muadzdzin “والخطبة فيها مكان الركعتين” bukanlah sebuah hadits.\rDan ketahuilah bahwa ungkapan Muadzdzin dihadapan khothib tersebut adalah BID’AH SAYYIAH memandang dua alasan :\r1. Tergolong penambahan hukum syara’ atas diperlakukannya penambahan khutbah dalam dua khutbah dan menjadikannya menduduki dua rakaat.\r2. Seperti halnya menambahkan satu rakaat dalam shalat jumahDan dalam dua alasan tersebut tidak terdapati kepentingan dalam tingkat darurat hingga ditemukan pemerkenannya bahkan memungkinkan yang mereka ungkapkan masuk dalam rangkaian sebuah khutbah.\rFatawa al Romli II/172\rYANG TERBAIK UNGKAPAN MUADZDZIN DIWAKTU KHUTBAH\rPada saat khatib naik mimbar, muraqqi bisa membaca :\rإذَا قُلْت لِصَاحِبِك وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْت\rsebagaimana telah lazim dilakukan. Meskipun hal ini termasuk bid’ah, namun bisa dikatagorikan bid’ah hasanah, hal ini tidak diharamkan karena dibaca sebelum khatib berkhutbah. Untuk bacaan muraqqi saat khatib duduk diantara dua khutbah bisa dengan shalawat sebagaimana biasa dilakukan, tasbih, tahlil ataupun istighfar.\rREFERENSI :","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"( تَنْبِيهٌ ) : عُلِمَ مِمَّا مَرَّ مِنْ حُرْمَةِ التَّكَلُّمِ وَقْتَ الْخُطْبَةِ بِشُرُوعِ الْخَطِيبِ فِيهَا عَدَمُ حُرْمَةِ مَا يَقُولُهُ الْمُرْقَى عِنْدَ صُعُودِ الْخَطِيبِ مِنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { إذَا قُلْت لِصَاحِبِك وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْت } .وَقَوْلُهُ : \" أَنْصِتْ رَحِمَكُمْ اللَّهُ \" ؛ لِأَنَّهُ يَقُولُهُ قَبْلَ شُرُوعِ الْخَطِيبِ ، نَعَمْ فِعْلُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِدْعَةٌ َمكْرُوهَةٌ قَالَ الْأُجْهُورِيُّ وَعَلَّلَ الْكَرَاهَةَ بِأَنَّهُ لَمْ يُنْقَلْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا عَنْ أَحَدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ ، وَإِنَّمَا هُوَ مِنْ عَمَلِ أَهْلِ الشَّامِ ، وَلِي فِي دَعْوَى الْكَرَاهَةِ بَحْثٌ مَعَ اشْتِمَالِهِ عَلَى التَّحْذِيرِ مِنْ ارْتِكَابِ أَمْرٍ مُحَرَّمٍ حَالَ الْخُطْبَةِ فَلَعَلَّهُ مِنْ الْبِدْعَةِ الْحَسَنَةِ ، وَالْحَدِيثُ الْمَذْكُورُ لَيْسَ بِمَوْضُوعٍ ، وَأَمَّا مَا يَقُولُهُ الْمُؤَذِّنُونَ عِنْدَ جُلُوسِ الْخَطِيبِ بَيْنَ الْخُطْبَتَيْنِ فَيَجُوزُ ، كَمَا يَجُوزُ كُلٌّ مِنْ التَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذِكْرِ أَسْبَابِهَا\rPERINGATAN\rDapat diketahui dari keterangan yang telah lewat akan haramnya berbicara saat khutbah berlangsung serta tidak haramnya ucapan Muraqqi saat naiknya khothib pada mimbar dengan mengambil hadits Nabi Muhammad SAW :\rإذَا قُلْت لِصَاحِبِك وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْت\rDan ungkapannya :أَنْصِتْ رَحِمَكُمْ اللَّهُ","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Karena kesemuanya dilaksanakan sebelum khutbah, namun bila dikerjakan dihadapan khothib maka bidah yang dimakruhkan, al-Ajhuury memberi alasan tentang kemakruhannya “Karena yang demikian tidak pernah dinuqil dari nabi dan seorang sahabatpun dari sahabat-sahabat beliau, yang demikian adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang Syam”.\rSedang pendapat lain menyatakan “menghukuminya makruh perlu dikaji ulang karena yang dilakukan Muraqqi tersebut adalah bentuk peringatan untuk tidak mengerjakan hal-halyang diharamkan saat khutbah berlangsung, kiranya dapat tergolong tergolong bid’ah yang hasanah, hadits yang tertutur diatas juga bukan hagits maudhu’.”\rSedang yang diucapkan Muaddzin saat khothib duduk antara dua khutbah diperbolehkan seperti bilehnya membaca tasbih, tahlil, istighfar dan shalawat nabi saat adanya hal yang mendorongnya.\rAl Fawakih ad Diwani III/190.","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"سُئِلَ ) عَنْ الْمَرْقِيِّ الَّذِي يَخْرُجُ أَمَامَ الْخَطِيبِ يَقُولُ { إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ } الْآيَةُ هَلْ لِذَلِكَ أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ وَهَلْ فُعِلَ ذَلِكَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ مَفْعُولٌ الْآنَ أَوْ فَعَلَهُ أَحَدٌ مِنْ الصَّحَابَةِ أَوْ التَّابِعِينَ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ الْمَذْكُورَةِ ؟ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ لَيْسَ لِذَلِكَ أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ وَلَمْ يُفْعَلْ ذَلِكَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ { كَانَ يُمْهِلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّاسُ فَإِذَا اجْتَمَعُوا خَرَجَ إلَيْهِمْ وَحْدَهُ مِنْ غَيْرِ شَاوِيشٍ يَصِيحُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ سَلَّمَ عَلَيْهِمْ فَإِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ اسْتَقْبَلَ النَّاسَ بِوَجْهِهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ يَجْلِسُ وَيَأْخُذُ بِلَالٌ فِي الْأَذَانِ فَإِذَا فَرَغَ مِنْهُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ مِنْ غَيْرِ فَصْلٍ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْخُطْبَةِ } لَا بِأَثَرٍ وَلَا خَبَرٍ وَلَا غَيْرِهِ وَكَذَلِكَ الْخُلَفَاءُ الثَّلَاثَةُ بَعْدَهُ فَعُلِمَ أَنَّ هَذَا بِدْعَةٌ لَكِنَّهَا حَسَنَةٌ فَفِي قِرَاءَةِ الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ تَنْبِيهٌ وَتَرْغِيبٌ فِي الْإِتْيَانِ بِالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ الْمَطْلُوبِ فِيهِ إكْثَارُهَا وَفِي قِرَاءَةِ الْخَبَرِ بَعْدَ الْأَذَانِ وَقَبْلَ الْخُطْبَةِ مُيَقِّظٌ لِلْمُكَلَّفِ لِاجْتِنَابِ الْكَلَامِ الْمُحَرَّمِ أَوْ الْمَكْرُوهِ فِي هَذَا الْوَقْتِ عَلَى اخْتِلَافِ الْعُلَمَاءِ فِيهِ وَقَدْ كَانَ صَلَّى","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ هَذَا الْخَبَرَ عَلَى الْمِنْبَرِ فِي خُطْبَتِهِ\rImam ar-Romli ditanya atas ucapan yang dilakukan oleh Muraqqi didepan khothib :\rإنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ } الْآيَةُ\rAdakah yang demikian terdapat dalil asalnya dalam sunnah nabi ?Apakah yang demikian dikerjakan dihadapan nabi SAW, para sahabat dan Tabi’in sebagaimana yang sekarang dikerjakan oleh banyak orang ?\rImam ar-Romli menjawab :Yang demikian tidakterdapat dalil sunnahnya, tidak terdapati hadits ataupun dasarnya ataupun dikerjakan dihadapan Nabi, dan para khulafaaur rasyidiin.Adalah nabi menunda-nunda dihari jumah hingga orang-orang berkumpul, saat mereka berkumpul, beliau keluar dengan sendirinya tanpa komando yang menyeru dihadapannya, saat beliau memasuki masjid terlebih dahulu memulai salam pada mereka, saat beliau naik mimbar beliau menghadap pada mereka dengan muka beliau, kemudian beliau duduk dan sahabat Bilal mengumandangkan adzan, setelah adzan usai, nabi langsung memulai khutbahnya tanpa terdapati pemisah antara adzan dan khutbah beliau.","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"Maka dapat diketahui yang demikian adalah BID’AH hanya saja tergolong HASANAH sebab dalam pembacaan ayat diatas mengandung peringatan dan anjuran untuk bershalawat pada Nabi Muhammad SAW dihari jumah yang memang terdapat anjuran memperbanyak membacanya, dalam pembacaan hadits diatas seusai adzan dan sebelum khutbah memberikan kesadaran pada orang mukallaf agar meninggalkan pembicaraan yang diharamkan atau dimakruhkan diwaktu khutbah berlangsung (terdapat perbedaan antara ulama tentang hukum berbicara saat khutbah berlangsung), dan adalah baginda Nabi membaca hadits tersebut diatas mimbar saat khutbahnya. [ Fatawa al Romli 2 halaman 172. ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/360972700592211/\r1392. KHATIB BATAL WUDHU\rPERTANYAAN :\rHazeeq Gun\rAssalamualaikum. KHATIB BATAL WUDHU diantara 2 Khutbah. Tanya :\r1. Apa yang harus dilakukan Khotib?..Wudhu dulu kemudian meneruskan atau diganti ?\r2. Jika diganti apa dari awal lagi atau tinggal meneruskan ? Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Adi Tia\rJika khotib ( orang yang baca khutbah ) hadast di tengah2 khutbah baik hadast kecil / hadast besar maka harus di mulai lagi Dari depan. Ta'bir\rوهو متطهر من الحدث والخبث مستتر قائم فيهما عند القدرة الخ قوله ( من الحدث ) اى الأصغر والأكبر ، فلو حدث في اثناء الخطبة استأنفها ،","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Dan dia ( khotib ) harus suci Dari Hadast Dan Najiz yang menutupi aurat berdiri di dalan ke 2 khotbah ketika mampu ----> adapun yang di maksud perkata'an kiyai mushonnif ( Dari hadast ) adalah yaitu harus suci Dari hadast kecil Dan hadast besar . Dan jika hadast di per tengahan Khutbah maka harus di mulai lagi khutbah Nya. ( HASYIYAH ASYSYARQOWI JUZ 1 HAL 564 ).\r> Yupiter Jet\rCoba, mudah-mudahan tidak ada yang salah ...\rفلو أحدث في الخطبة استأنفها وإن سبقه الحدث وقصر الفصل\rبخلاف ما لو أحدث بينهما وبين الصلاة وتطهر عن قرب لأنهما مع الصلاة عبادتان مستقلتان كما في الجمع بين الصلاتين، وأفهم كلامه أنه لا يشترط ترتيب الأركان الثلاثة ولا نية الخطبة ولا نية فرضيتها.\r[ al-minhaju al-qowim 1/178 ].\rApabila khotib batal ketika khutbah, maka setelah wudlu wajib mengulangi lagi khuthbahnya dari awal. kondisi ini disamakan dengan batal dalam solat, maka setelah wudlu wajib mengulangi lagi solatnya dari awal (karena tidak mungkin melanjutkan dari batas rukun yang ditinggal sebelum batal wudlu).\rبخلاف ما لو أحدث بينهما وبين الصلاة وتطهر عن قرب\rBerbeda jika batal wudlu diantara dua khuthbah atau antara dua kuthbah dengan solat, maka khotib BOLEH WUDLU terlebih dahulu dan melanjutkannya, hanya saja waktu untuk wudlunya jangan terlalu lama (seukuran dua rokaat solat), hal untuk mengantisipasi agar tidak sampai menghilangkan ALMUWAALAATU = terus menerus yang merupakan syarat sah khuthbah.\rفَلَوْ أَحْدَثَ فِي أَثْنَاءِ الْخُطْبَةِ اسْتَأْنَفَهَا، وَإِنْ سَبَقَهُ الْحَدَثُ، وَقَصُرَ الْفَصْلُ لِأَنَّهُمَا عِبَادَةٌ وَاحِدَةٌ فَلَا تُؤَدَّى بِطَهَارَتَيْنِ كَالصَّلَاةِ","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"[ albujairomi 'alaa al-manhaj 1/390 ].\rKondisi di atas, bila khotib batal dan tidak diganti. Bagaimna bila khotibnya diganti ? BOLEH\rولو أحدث في أثناء الخطبة واستخلف من حضر، جاز للثاني البناء على خطبة الأول.i'anah 2/82\rBila khotib batal di tengah khuthbah dan diganti dengan khotib lain (ke dua) maka hukumnya boleh, dan khotib ke dua BOLEH melanjutkan sisa rukun khutbah (atau memulai lagi dari awal).\rIstikhlaf (pergantian khotib) di atas terjadi di tengah khuthbah. lalu bagaimana kalau istikhlaf terjadi diantara dua khuthbah? jawabannya tentu BOLEH, jawaban ini diambil dari mafhum ibarot FII ATSNAA-I AL-KHUTHBATI. wallohu a'lam wa huwa al-mu'iin.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/196355227053960?view=permalink&id=368184713204343&refid=0&_ft_=src.24%3Asty.308%3Aactrs.100003289193163%3Apub_time.1333935411%3Afbid.368184713204343%3As_obj.4%3As_edge.1%3As_prnt.11%3Aft_story_name.StreamStoryangroupMallPost%3Aobject_id.196355227053960\r2250. KHOTIB BATAL SAAT KHUTBAH\rPERTANYAAN :\rKonfirmasi-Donk'Skrg OrangyangMungkin'Anda-kenal DanHalaman-yang Yakin'andaSukai\rAssalamu'alaiku m. Mau nanya kang Ustad+ Ustadzah. Klow kita lagi berja'ah klow imam nya kentut/batal udlu' kan di ganti ma'amum nya. Lalu bagaimana klOw pas lagi Sholat jum'at imam nya kentut di sa'at khutbah pertama/yang terakhir. Atas jawaban nya saya ucapkan bwanyak terimakasih sebelum+sesudah nya\rJAWABAN :\r> Penggali Kuburan","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"Pergantian dalam solat jumat itu adakalanya terjadi pada pertengahan khotbah atau antara khotbah dengan solat atau didalamnya salat maka untuk cara pertama disaratkan:penganti harus mendengarkan rukun rukun kotbah yang sudah dibaca. an masalah kedua disaratkan:penganti harus mendengarkan semua rukun khotbah karena orang yang tidak mendengarkan kotbah itu bukan termasuk ahli jumat.adanya orang tersebut bisa menjadi ahli jumat pada waktu memasuki salat. [ Kitab TSIMARUL YANI'AH : 44 ].\rDi dalam dua masalah yang paling ashoh adalah boleh.adapun perselisihannya orang yang mengikuti sebelum hadast.maka ditinjau kembali : apabila pergantian tersebut tidak hadir pada waktu khotbah maka hukumnya dua wajah salah satu dari dua wajah tersebut adalah tidak sah pergantiannya.sebagaimana mengantikan sesudah khotbah untuk melakukan solat bersama mereka, adapun yang paling ashoh diantara kedua wajah adalah boleh. Hukum boleh ini ditetapkan ulama fiqih dan ketetapan ini jelas kalau pengarang kitab ini dan sebagaian banyak ulama. [ Kitab AL MAJMU' JUZ 4 /579 ].\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/546997575323055/","part":1,"page":228}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (27)","lvl":1,"sub":0}]}