{"pages":[{"id":1,"text":"46\rF0013. DUNIA TASHAWUF\rOleh Mbah Jenggot\rSecara tinjauan literal semantik, istilah sufisme (tashawwuf) disinyalir berasal dari derivasi kata Arab ash-shofa' yang berarti bening atau jernih sebagai simbol langkah mistikus yang menempuh jalan penyucian nurani. Nabi saw. bersabda ; \"Kejernihan dunia telah sirna dan tinggallah kekeruhannya, maka hari ini, kematian adalah penghargaan bagi setiap Muslim\". (HR. Ad-Dâruquthny).","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Atau berasal dari ash-shuffah yang dinisbatkan pada Ahli Shuffah (serambi), yaitu sekitar 400 sahabat Muhâjirîn yang fakir dan tidak memiliki tempat tinggal dan sanak keluarga di masa Nabi yang menentap dan beribadah di masjid Nabi, Madinah. Atau berasal dari ash-shaff (barisan) yang seolah hati mereka berada di barisan terdepan dalam kehadiran di hadapan Allah. Namun pendekatan isytiqâqy (derivasi) ash-shûfiy (sufi) pada ketiga kata tersebut, menurut aL-Qusyairy dinilai tidak tepat secara teori analogi harfiah. Sebab jika dari ash-shofa' sangat jauh bentuk subjek (fa'il)-nya menjadi ash-shufiy, jika dari ash-shuffah maka menjadi ash-shafwiy, dan jika dari ash-shaff (barisan) —meskipun memiliki kebenaran secara makna, namun— kata ash-shufiy bukanlah bentuk subjeknya. Bahkan menurutnya, sufisme juga tidak berasal dari akar kata ash-shauf (wol), sebab pakaian tersebut bukan performance asli kaum sufi. Jadi menurut aL-Qusyairy, sebutan ash-shufiy diberikan lebih hanya sebagai gelar (laqab). Namun menurut Ibn Khaldun, kendati ash-shauf bukan pakaian khusus para mistikus, namun karena keidentikan tradisi mereka yang menggunakan pakaian dari wol sebagai ekspresi kezuhudannya, istilah tashawwuf lebih dekat berasal dari akar kata ash-shauf. Meski demikian, acuan paling mendasar etimologis sufisme, sebenarnya lebih berasal dari sikap mistikus yang secara total berusaha memadamkan hasrat duniawi dari kehidupannya dengan menenggelamkan seluruh himmahnya dalam samudera ukhrowi. Lantaran itulah kaum mistikus cukup dikenal dengan sebutan ash-shufiy dan tidak perlu mencari analogi atau","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"turunan akar kata untuk sebutan mereka.\rIstilah-istilah yang menjadi termenologi dalam Tasawuf, juga tidak pernah terekam, secara akademis dalam sejarah periode Islam awal. Bahkan di zaman Nabi kata sufi, kata Syari”at Hakikat ataupun Thariqat, tidak di munculkan sebagai istilah tersendiri dalam prakyek keagamaan. Semata, karena para sahabat dan Tabi”I, adalah sekaligus para pelaku Syari”at, Thariqat dan Hakikat, dalam kesehariannya. Hanya satu setengah abad kemudian, istilah-istilah itu muncul dengan termenologi tersendiri, dalam kerangka memudahkan praktek ke Islaman yang sebenarnya.\rUntuk melihat sejarah Tasawuf, definisi seputar Tasawuf dari para pelaku serta tokoh-tokohnya sangat membantu alur hitoris itu hingga dewasa ini. Pada zaman Nabi saw, kita mengenal istilah yang sangat komprehensif mengenai dunia esoteris, yang disebut dengan Al-Ihsan. Dalam riwayat Al- Bukhari, disebut oleh Rasulullah saw, dalam sabdanya: “hendaknya engkau manyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, maka apabila engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R.Bukhari).","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Istilah Al-Ihsan tersebut, dalam prakteknya, memunculkan tradisi agung dalam Islam, yaitu amaliyah batin yang kekal membangun suatu akademi esoteris yang luar biasa. “Seakan-akan melihat Allah dan Allah melihatnya,” adalah puncak dari prestasi moral seorang hamba Allah disaat sang hamba berhubunga denganNya. Proses-proses berhubungan itulah yang kemudian diatur dalam praktek Tasawuf. Karena dalam setiap tradisi Thariqat Tasawuf yang mempunyai sanad sampai kepada Rasulullah saw, kelak disebut dengan Thariqat Mu’tabarah- menunjukkan bahwa tradisi sufistik sudah berlangsung sejak zaman Rasulullh saw. Hanya saja tradisi tersebut tidak terpublikasi secara massif mengingat dunia esoteris adalah dunia spesifik, dimana tidak semua khayalak menerimanya. Doktrin-doktrin Dzikir dan pelaksanaannya yang dilakukan melalui baiat pada Rasulullah saw, menggambarkan hubungan-hubunga psikhologis antara Rasul saw, ketika itu dengan sahabat dan Allah swt.\rDi lain pihak, tradisi akademi Taswuf nantinya melahirkan produk-produk penafsiran esoteric atau metafisik, terhadap hasanah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Selain Al-Qur’an secara khusus punya penekanan terhadap soal-soal Tasawuf, ternyata seluruh kandungan Al-Qur’an juga mengandung dimensi batin yang sangat unik. Jadi tidak ada alasan sama sekali untuk menolak Tasawuf, hanya karena beralasan bahwa Tasawuf tidak ada dalam Al-Qur’an. Padahal seluruh kandungan Al-Qur’an tersebut mengandung dua hal : Dzahir dan batin , syari’at dan hakikat.","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Banyak sekali definisi tasawuf yang telah dikemukakan, dan masing-masing berusaha menggambarkan apa yang dimaksud dengan tasawuf. Tetapi pada umumnya definisi yang dikemukakan hanya menyentuh sebagian dari keseluruhan bangunan tasawuf yang begitu besar dan luas.\rImam al-Qusyairi dalam al-Risalah-nya mengutip 50 definisi dari ulama Salaf; sementara Imam Abu Nu'aim al-Ishbahani dalam \"Ensiklopedia Orang-Orang Suci\"-nya Hikayat al-awliya' mengutip sekitar 141 definisi, antara lain:\r\"Tasawuf adalah bersungguh-sungguh melakukan suluk yaitu perjalanan' menuju malik al muluk `Raja semua raja' (Allah `azza wa jalla).\"\r\"Tasawuf adalah mencari wasilah 'alat yang menyampaikan' ke puncak fadhilah 'keutamaan'.\"\rDefinisi paling panjang yang dikutip Abu Nu'aim berasal dari perkataan Imam al-Junaid ra. ketika ditanya orang mengenai makna tasawuf:\r\"Tasawuf adalah sebuah istilah yang menghimpun sepuluh makna:\r1. tidak terikat dengan semua yang ada di dunia sehingga tidak berlomba- lomba mengerjarnya.\r2. Selalu bersandar kepada Allah `azza wa jalla,.\r3. Gemar melakukan ibadah ketika sehat.\r4. Sabar kehilangan dunia (harta).\r5. Cermat dan berhati-hati membedakan yang hak dan yang batil.\r6. Sibuk dengan Allah dan tidak sibuk dengan yang lain.\r7. Melazimkan dzikir khafi (dzikir hati).\r8. Merealisasikan rasa ikhlas ketika muncul godaan.\r9. Tetap yakin ketika muncul keraguan dan\r10. Teguh kepada Allah dalam semua keadaan. Jika semua ini berhimpun dalam diri seseorang, maka ia layak menyandang istilah ini; dan jika tidak, maka ia adalah pendusta. [Hilayat al-Awliya].","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"Beberapa fuqaha 'ahli fikih' juga mengemukakan definisi tasawuf dan mengakui keabsahan tasawuf sebagai ilmu kerohanian Islam. Di antara mereka adalah: Imam Muhammad ibn Ahmad ibn Jazi al-Kalabi al-Gharnathi (w. 741 H.) dalam kitabnya al Qawanin al Fiqhiyyah li Ibn Jazi hal. 277 menegaskan:\r\"Tasawuf masuk dalam jalur fiqih, karena ia pada hakikatnya adalah fiqih batin (rohani), sebagaimana fiqih itu sendiri adalah hukum-hukum yang berkenaan dengan perilaku lahir.\"\rImam `Abd al-Hamid al-Syarwani, dalam kitabnya Hawasyi al-Syarwani juz VII, menyatakan: \"Ilmu batin (kerohanian), yaitu ilmu yang mengkaji hal ihwal batin (rohani), yakni yang mengkaji perilaku jiwa yang buruk dan yang baik (terpuji),itulah ilmu tasawuf.\"\rAl-Husayn bin Mansur al-Hallaj : “Sufi adalah kesendirianku dengan Dzat”.\rAbu Hamzah al-Baghdady : “Tanda Sufi yang benar adalah dia menjadi miskin setelah kaya, hina setelah mulia, bersembunyi setelah terkenal. Sedang tanda Sufi yang palsu adalah dia menjadi kaya setelah miskin , menjadi obyek penghormatan tertinggi setelah mengalami kehinaan, menjadi masyhur setelah tersembunyi”.\rAmr bin Utsman al-Makky :\r“Tasawuf adalah si hamba berbuat sesuai dengan apa yang paling baik sa’at itu”. Muhammad bin Ali al-Qashshab:\r“Tasawuf adalah akhlaq mulia, dari orang yang mulia di tenga-tengah kaum yang mulia”. Samnun:\r“Tasawuf berarti engkau tidak memiliki apapun, tidak pula dimiliki apapun”.\rRuwaim bin Ahmad :\r“Tasawuf artinya menyerahkan diri kepada Allahdalam setiap keada’an apapun yang dikehendakiNya”.","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"“Tasawuf didasarkan pada tiga sifat: memeluk kemiskinandan kefekiran, mencapai sifat hakikat dengan memberi,dengan medahulukan kepentingan orang lain atas kepentingan diri sendiri dan meninggalkan sifat kontra, dan memilih “. Ma’ruf Al-karky:\r“Tasawuf artinya , memihak pada hakikat-hakikat dan memutuskan harapan dari semua yang ada pada makhluk”.\rHamdun al-Qashshar : “Bersahabatlah dengan para Sufi, karena mereka melihat dengan alasan-alasan untuk mema’afkan perbuatan-perbuatan yang tak baik,dan bagi mereka perbuatan-perbuatan baikpun bukan suatu yang besar, bahkan mereka bukan menganggapmu besar karena mengerjakan kebaikan itu”.\rAl-Kharraz : “Mereka adalah kelompok manusia yang mengalami kelapanganjiwa yang mencampakkan segala milik mereka sampai mereka kehilangan sega-galanya. Mereka diseru oleh rahasia-rahasia yang lebih dekat di hatinya, ingatlah, menangislahkalian karena kami”.\rSahl bin Abdullah : “Sufi adalah orang yang memandang darah dan hartanya tumpah secara gratis”.\rAhmad An-Nuury : “Tanda orang Sufi adalah ia rela manakala tidak punya,dan peduli orang lain ketika ada”.\rMuhammad bin Ali Kattany: “Tasawuf adalah akhlak yang baik, barang siapa yang melebihimu dalam akhlak yang baik, berarti ia melebihimu dalam Tasawuf”.\rAhmad bin Muhammad ar- Rudzbary :\r“Tasawuf adalah tinggal dipintu Sang Kekasih, sekalipun engkau diusir”.\r“ “Tasawuf adalah Sucinya Taqarrub, setelah kotornya setelah berjauhan denganNya”.\rAbu bakr asy-syibly:\r“Tasawuf adalah duduk bersama Allah swt,tanpa hasrat”.","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"“Sufi terpisah dari manusia, dan bersambung dengan Allah swt. Sebagaiana difirmankan Allah swt, kepada Musa, “Dan aku telah memilihmu untuk DiriKu” (Thoha: 41) dan memisahkannya dari yang lain. Kemudian Allah swt ,berfirman kepadanya , “Engkau tak akan bias melihatKu”.\r“ Para Sufi adalah anak-anak di pangkuan TuhanYang Haq”.\r“Tasawuf adalah kilat yang menyala, dan Tasawuf terlindung dari memandang mahluq “.\r“ Sufi disebut sufi karena adanya sesuatu yang membekas pada jiwa mereka. Jika bukandemiian halnya, niscaya tidak akan ada nama yang dilekatkan pada mereka”.\rAl-Jurairy : “Tasawuf berarti kesadaran atas diri sendiri dan berpegang pada adab”.\rAl-Muzayyin : “ Tasawuf adalah kepasrahan kepada Al-haq”.\rAs-kar an-Nakhsyaby : “ Orang Sufi tidaklah dikotori suatu apapun, tetapi menyucikan segalanya”.\rDzun Nuun Al-Mishry : “ Kaum Sufi adalah mereka yang mengutamakan Allah swt diatas segala-galanya dan yang diutamakan oleh Allah di atas segala makhluk yang ada”.\rMuhammad Al-Wasithy : “ Mula-mula para Sufi diberi isyarat, kemudian menjadi geraan-garakan,dan sekarang tak ada sesuatu yang tinggal selain kesedihan”.\rAbu Nash as-Sarrajath-Thusy : “ Aku bertanya kepada Ali al-Hushry, siapakah, yang menurutmu Sufi itu ?” Lalu ia menjawab, “Yang tidak dibawa di bumi dan tidak dinaungi langit”. Dengan ucapannya menurut saya, ia merujuk kepada kelaburan”.","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"Ahmad ibnul Jalla : “ Kita tidak mengenal mereka melalui persyaratan ilmiyah, namun kita tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang miskin, sama sekali tidak memiliki sarana-sarana duniawi. Mereka bersama Allah swt tanpa terikat pada suatu tempat, tetapi Allah swttidak menghakangi dari mengenal semua tempat. Karenanya disebut Sufi”.\rAbu Ya’qub al-Madzabily : “ Tasawuf adalah keadaan dimana semua atribut kemanusiaan terhapus”.\rAbu Hasan as-Sirwany : “ Sufi yang bersama ilham,bukan dengan wirid yang menyertainya”.\rAbu Ali Ad-Daqqaq:\r“ yang terbaik untuk diucapkan tentang masalah ini adalah, Inilah jalan yang tidak cocok kecuali bagi kaum yang jiwanya telah digunakan Allah swt, untuk menyapu kotoran binatang”.\r“Seandainya sang fakir tak punya apa-apa lagi kecuali hanya ruhnya, dan ruhnya ditawarkan pada anjing-anjing di pintu ini, niscaya tak seekorpun yang menaruh perhatian padanya”.\rAbu Sahl ash-sha’luky : “Tasawuf adalah berpaling dari sifkap menentang ketetapan Allah”.\rImam Muhammad `Amim al-Ihsan dalam kitabnya Qawa'id al-Fiqih, dengan mengutip pendapat Imam al-Ghazali, menyatakan : \"Tasawuf terdiri atas dua hal: Bergaul dengan Allah secara benar dan bergaul dengan manusia secara baik. Setiap orang yang benar bergaul dengan Allah dan baik bergaul dengan mahluk, maka ia adalah sufi.\"\rDefinisi-definisi tersebut pada dasarnya saling melengkapi satu sama lain, membentuk satu kesatuan yang tersimpul dalam satu ikatan: \"Tasawuf adalah perjalanan menuju Tuhan melalui penyucian jiwa yang dilakukan dengan intensifikasi dzikrullah\".","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"Penyucian jiwa (tazkiyah an-nafs) merupakan ruh dari takwa, sementara takwa merupakan sebaik-baik bekal (dalam perjalanan menuju Allah), sehingga dikatakan oleh Imam Muhammad Zaki Ibrahim, pemimpin tarikat sufi Al-Asyirah Al-Muhammadiyyah di Mesir, bahwa \"tasawuf adalah takwa. Takwa tidak hanya berarti \"mengerjakan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Takwa juga meliputi \"cinta, ikhlas, sabar, zuhud, qana'ah, tawadhu', dan perilaku-perilaku batin lainnya yang masuk ke dalam kategori makarim al-akhlaq (alkhlak yang mulia) atau al-akhlaq al-mahmudah (akhlak yang terpuji)\".\rOleh karena itu, tidak mengherankan apabila tasawuf juga sering didefinisikan sebagai akhlak, yaitu akhlak bergaul dengan Allah dan akhlak bergaul dengan semua makhluk-Nya. Imam Muhammad ibn `Ali al-Kattani, sebagaimana dikutip oleh Imam al-Qusyairi dalam al-Risalah-nya, menegaskan bahwa \"tasawuf adalah akhlak\". Imam Abu Nu'aim al-Ishbahani juga mengutip definisi senada dalam Hilyat al-Awliya-nya:\r\"Tasawuf adalah berakhlak dengan akhlak (orang-orang ) mulia.\"\rDefinisi terakhir di atas sejalan dengan keberadaan Nabi SAW yang diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia sebagaimana ditegaskan oleh beliau sendiri dalam sebuah sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal\r\"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang baik.\" Para perawi hadis ini adalah para perawi sahih (rijal al-shahih). (Majma' al-Zawaid, juz VIII hal.188).","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"Akhlak itu sendiri merupakan perilaku batin yang melahirkan berbagai perbuatan secara otomatis tanpa melalui pertimbangan yang disengaja, atau dalam definisi Imam al-Ghazali diungkapkan dengan redaksi: \"Akhlak merupakan ungkapan tentang kondisi yang berakar kuat dalam jiwa; dari kondisi itu lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikirkan dan pertimbangan.\"\rApa pun definisi yang dikemukakan para ulama mengenai tasawuf, satu hal pasti adalah bahwa tasawuf merupakan sisi rohani Islam yang sangat fundamental dan esensial; bahkan ia merupakan inti ajaran yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul.\rPernyataan Imam Muhammad Zaki Ibrahim barangkali sudah cukup sebagai penjelasan terakhir: \"Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai definisi tasawuf, semua definisi yang ada mengarah kepada satu titik yang sama, yaitu taqwa dan tazkiyah. Tasawuf adalah hijrah menuju Allah SWT, dan pada hakikatnya semua definisi yang ada bersifat saling melengkapi.\" (Abjadiyyah al-Tashawwuf al-Islami, atau Tasawuf Salafi, hal 7)\rTidak satu definisi-pun yang mampu menggambarkan secara utuh apa yang disebut dengan tasawuf. Demikian pula, tidak ada satu penjelasan pun yang mampu menggambarkan apa yang disebut denga ihsan 'beribadah seolah-olah melihat Allah', karena hal itu menyangkut soal \"rasa dan pengalaman\" bukan \"penalaran atau pemikiran\". Pemahaman yang utuh mengenai tasawuf dan sekaligus ihsan hanya muncul setelah seseorang \"mengalami\" dan tidak sekadar \"membaca\" definisi-definisi yang dikemukakan orang.\rGENERASI SUFI","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"As-sulami dalam Thabaqat, merinci sebuah nama besar dari seluruh periode, dengan lima generasi. Generasi ini menurut As-Sulamy adalah generasi terbaik, yang meletakkan dasar-dasar utama Sufi, dan masuk dalam kategori sabda Rasulullah saw: “Sebaik-baik ummat manusia adalah generasi abadku,kemudian generasi abad berikutnya, lalu generasi abad berikutnya …” (H.R. Bukhari) . Generasi inilah yang juga pernah di prediksi oleh Rasulullah saw, dalam sabdanya : “Ummatku senantiasa ada empat puluh orang, berperilaku dengan budi pakerti Ibrahim Al-Khalil Alaihissalam, manakala ada suatu perkara datang, mereka diserahi”. Generasi pertama sampai generasi kelima, berjumlah 100 tokoh Sufi, masing-masing generasi terdiri 20 tokoh:\rGenerasi pertama :\rAl-Fudhail bin ‘Iyadh ,Dzun-Nun, al-mishry,Ibrahim bin Adam, Bisyr Al-Harfy, Sary As-Saqathy, Al-harits Al-muhasiby, Syaqiq al-Balqhy, Abu yazid al-Busthomy, Abu Sulaiman ad-Darany, Ma’ruf al-Karky, Hatim al-Asham , Ahmad bin Hadrawary, Yahya bin Mu’adz ar-Razy , Abu Hafsan-Naisyabury, Hamdun al-Qashar, Manshur bin Ammar , Ahmad bin Ashim al-Anthaky, Abdullah bin Khubaik al-Anthaky, dan Abu Turab an-Nakhsyaby.\rGenerasi kedua :","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Abul Qasim al-Junaid, Abul husayn an-Nury, Abu Utsman al-Hiry an-Naysabury, Abu Abdullah ibnu jalla, Ruwaim bin Ahmad al-Baghdady, Yusuf bin Ibnul Husain ar-Razy, Syah al-Kirmani , Samnun bin Hamzah al-Muhibb, Amr bin Utsman al-makky, Sahl bin Abdullah at-Tustary, Muhammad bin Fadhl al-balkhy, Muhammad bin Ali at-Turmudzy, Abu Bakar al-Warraq,Abu Sa’id al-Kharraz, Ali bin Sahl al-Ashbahany, Abul Abbas bin Masruq ath-thusy, Abu Abdullah al-Maghriby, Abu Ali az-Zujajany, Muhammad dan Ahmad,kedua putra AbulWard, Abu Abdullah as-Sijzy.\rGenerasi ketiga :\rAbu Muhammad al-Jurairy, Abul Abbas bin Atha’ al-Adamy, Mahfud bin Mahmud an-Naysabury, Thahir al-Muqaddasy, Abu Amr ad-Dimasyqy, Abu Bakr bin Hamidat-Turmudzy,Abu Ishaq Ibrahim al-Khawash, Abdullah bin Muhammad al-Kharraz ar-Razy, Bunan bin Muhammad al-Jamal, Abu Hamzah al-Baghdady al-Bazzaz, Abul Husayn al-Waraq an-Naysaburi, Abu Bakr al-Wasithy,al-Husayny bin Mashur al-Hallaj, Abul Husainy bin as-Shaigh ad-Dainury Mumsyadz ad-Dinawary Ibrahim al-Qashshar, Khairun Nasaj, Abu Hanzah al-Kurasany, Abu Abdullah ash-Shubaihy, Abu Ja’far bin Sinan.\rGenerasi keempat :\rAbu Bakr asy-Syibly , Abu Muhammad al-Murtaisy, Abu Ali ar-Rudzbary, Abu Ali ats-tsaqafi Abdullah bin Muhammad bin Manazil, Abul Khair al-Aqtha’ at-Tinaty, Abu Bakr al-Kattany, Abu Ya’kub an-Nahrajury Abul Hasan al-Muzayyin, Abul ali Ibnul Katib, Abul Husayn bin Banan, Abu Bakr bin Thahir al-Abhury,Mudzaffar al-Qurminisainy, Abu Bakr bin Yazdaniyaz, Abu Ishaq Ibrahim Ibnul Maulid, Abu Abdullah bin Alyan an-Nasyawy, Abu Bakr bin Abi Sa’dan.\rGenerasi kelima:","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Abu Sa’id ibnul A’raby, Abu Amr az-Zujajy, Ja’far bin Muhammad al-Khuldy , Abul Abbas al-Qasim as-Sayyary, Abu Bakr Muhammad bin Dawud ad-Duqqy, Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad asy-Sya’any, Abu Amr Ismail bin Nujaid , Abul Hasan Ali bin Ahmad al-Busyanjy, Abu Abdullah Muhammad bin Khafif, Bundar ibnu Husayn as-Syirazy, Abu Bakr at-Timistany, Abul Abbas Ahmad bin Muhammad ad-Dainury, Abu Utsman Sa’id bin Salman al-Maghriby, Abul Qasim Ibrahim bin Muhammad an-Nashruabadzy, Abul Hasan Ali bin Ibrahim al-Hushry, Abu Abdullah at-Targhundy, Abul Hasan Ali bin Bundar ash-Syairafy, Abu Bakr Muhammad bin Ahmad asy-Syabahy, Abu BakrMuhammad bin Ahmad al-Farra’, Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Muqry, Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad ar-Rasy, Abu Abdullah Muhammad bin Abdul Khaliq ad-Dinawary.\rSetelah periode As-Sulamy muncul beberapa sufi seperti Abul Qasim al-Qusayry, disusul prestasi puncak pada Abu Hamid Al-Ghazali (yang bergelar Hujjatul Islam ), kemudian Syaikh Abdul Qadir al- Jailany,Ibnul Araby , dan Sulthanul A’uliya’Syaikh Abul Hasan Asyadzily.\rPOINT SERTA ISTILAH DALAM AJARAN TASAWUF","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"Di dalam dunia Tasawuf muncul sejumlah istilah-istilah yang sangat popular, dan menjadi terminology tersendiri dalam disiplin pengetahuan. Dari istilah-istilah tersebut sebenarnya merupakan sarana untuk memudahkan para pemeluk dunia Sufi untuk memahami lebih dalam. Istilah-istilah dalam dunia Sufi, Semuanya didasarkan pada Ql-Qur’an dan HadistNabi. Karena di butuhkan sejumlah ensiklopedia Tasawuf untuk memahami sejumlahterminologinya, sebagaimana dibawah ini, yaitu: Ma’rifatullah Al-Waqt, Maqam, Haal, Qadh dan Bast, Haibah dan Uns, Tawajud –Wajd –Wujud, Jam’ dan Farq, Fana dan Baqa’. Ghaibah dan Hudhur, Shahw dan syukr, Dzauq dan Syurb, Mahw dan Istbat, Sitr dan Tajalli, Muhadharah, Lawaih, Lawami’ dan Thawali’, Buwadah dan Hujum , Talwin dan Tamkin, Qurb dan Bu’d, Syari’at dan Hakikat, Nafas, Al-Khawatir, Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin, Warid, Syahid, Nafsu, Ruh, Sirr, dan yang lainnya .\rKemudian istilah-istilah yang masuk kategori Maqomat (tahapan) dalam Tasawuf, antara lain : Taubat, Mujahadah , Khalwat, Uzlah, Taqwa, Wara’, Zuhud, Diam, Khauf Raja’, Huzn, Lapar dan Meninggalkan Syahwat, Khusu’ dan Tawadu’, Jihadun, Nafs, Dengki, Pergunjingan, Qana’ah, Tawakal, Syukur, Yaqin, Sabar, Muraqabah, Ridha, Ubudiyah, Istiqamah, Ikhlas, Kejujuran, Malu, kebebasan, Dzikir, Futuwwah, Firisat, Akhlaq, Kedermawa’n, Do’a, Kefakiran, Tasawuf, Adab, Persahabatan, Tauhid, Keluar dari dunia, Cinta, Rindu, Mursyid, Sama’, Murid, Murad, Karamah, Mimpi, Tharekat, Hakikat, Salik, Abid, Arif, dan seterusnya.","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Seluruh istilah tersebut biasamya menjadi tema-tema dalam kitab-kitab Tasawuf, karena perilaku para Sufi tidak lepas dari subtansi dibalik istilah-istilah itu semua, dan nantinya di balik istilah tersebut selain bermuatan subtansi, juga mengandung “rambu-rambu” jalan ruhani itu sendiri.\rTUDUHAN-TUDUHAN NEGATIF PADA TASAWUF\rDemi objektifitas, menilai apakah tasawuf melenceng dari ajaran Islam apa tidak, kita harus melewati beberapa kriteria di bawah ini. Dengan kriteria ini secara otomatis kita bisa mengukur hakikat tasawuf.\r1.…Pertama sekali, penilaian harus melampaui tataran kulit, dan langsung masuk pada substansi materi dan tujuannya. Lantas apa substansi materi tasawuf? Seperti dijelaskan di atas tujuan tasawuf adalah dalam rangka membersihkan hati, mengamalkan hal-hal yang baik, dan meninggalkan hal-hal yang jelek. Seorang sufi dituntut selalu ikhlas, ridha, tawakal, dan zuhud - tanpa sama sekali mengatakan bahwa kehidupan dunia tidak penting.\r2.…Kedua, Menilai secara objektif, jauh dari sifat tendensius dan menggenalisir masalah. Sikap ini sangat penting. Karena pembacaan terhadap sebuah kasus yang sudah didahului oleh kesimpulan paten akan menghalangi objektifitas, dan memburamkan kebenaran sejati.","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"3.…Ketiga, memahami istilah atau terminologi yang biasa digunakan para sufi, sehingga kita tidak terjebak kepada ketergesa-gesaan dalam memvonis sebuah masalah. Misalnya dalam dunia sufi dikenal istilah zuhud. Kemudian orang sering salah mengartikan bahwa zuhud adalah benci segala hal duniawi. Zuhud identik dengan malas kerja, dst. Padahal kalau kita teliti dengan sedikit kesabaran tentang apa itu arti zuhud yang dimaksud para sufi, maka kita akan menemukan bahwa zuhud yang dimaksud tidak seperti persepsi di atas. Abu Thalib al-Maki, seorang tokoh sufi, misalnya, punya pandangan bahwa bekerja dan memiliki harta sama sekali tidak mengurangi arti zuhud dan tawakal.\r4.…Keempat, dalam vonis hukum, kita perlu membedakan antara hukum sufi yang mengucapkan kata-kata dalam keadan ecstasy dan dalam keadaan sadar.\rKonsep ini penting sekali, supaya kita tidak terjebak pada sikap ekstrim seperti memvonis kafir, musyrik, fasik, dll. Kenyataan di atas sama sekali tidak berarti mau mengatakan bahwa sejarah sufi, putih bersih. Ada masa-masa dimana ada oknum kaum sufi melenceng dari hakikat ajaran Islam, terutama setelah berkembangnya tasawuf falsafi. Beberapa penyimpangan oknum kaum sufi falsafi:\r- Menyepelekan kehidupan duniawi\r- Terjebak pada pola pandang jabariah\r- Mengaku-ngaku bahwa Allah Swt telah membebaskannya dari hukum taklif, seperti shalat, puasa, dll. Dan semua hal bagi dirinya halal.\rKESIMPULAN","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"Setelah mengetahui hakikat ajaran tasawuf di atas jelaslah bahwa ajaran tasawuf, adalah bagian dari kekayaan khazanah Islam. Ia bukanlah aliran sesat. Bahwa ada penyimpang oknum sufi itu tidak berarti tasawuf itu jelek dan sesat. Kita jangan sekali-kali terjebak apada generalisir masalah. Karena sejatinya, tokoh-tokoh sufi berpendapat ajaran tasawuf harus bersendikan al-Qur'an dan Hadis. Di luar itu ditolak !\rTasawuf, seperti dinyatakan Syeikh Yusuf al-Qardhawi, adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Karena misi tasawuf memperbaiki akhlak. Dan akhlak jelas sekali bagian dari Islam. Karena Nabi Muhamad saw diutus untuk menyempurnakan akhlak.\rDISALIN DISADUR DAN DIEDIT DARI BERBAGAI SUMBER :\rwww.fb.com/Alfaqir.ila.rohmati.Robb#!/notes/394826243099\rF0014. SEKELUMIT TENTANG THORIQOH (TAREKAT)\rOleh Mbah Jenggot\rPENDAHULUAN\rThoriqoh ( Tarekat ) menurut lughot mempuyai arti jalan. Sedangkan menurut istilah Tashawwuf: Thoriqoh bisa diartikan jalan yang ditempuh seorang hamba ( al-‘abdu ) menuju Ridlo Alloh SWT. Ada pula yang mempersempit pengertian Thoriqoh dengan mendefinisikannya sebagai jalan menuju Ma’rifat billah.\rMelihat definisi diatas, maka jelas sekali bahwa pengertian Thoriqoh sangat luas. Thoriqoh tidak hanya dengan berdzikir saja, atau dengan berbagai bentuk wiridan saja, namun bisa juga dengan berbagai bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Alloh SWT. sang pencipta alam semesta. Bisa berupa wirid, dzikir, puasa, ta’lim ( mengajar ), ta’allum ( belajar ) dan berbagai bentuk amal kebajikan lainnya ( lihat Salalimul Fudlola’ ).","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"HADITS TENTANG SANAD TAREKAT\rMubaya‘ah (atau talqin dzikir) dalam dunia tarekat shufi dianggap tidak ada oleh sebagian orang. Dia berkeyakinan bahwa mubaya‘ah hanya bisa dilakukan oleh Rasulullah dan para khalifahnya. Sehingga apa yang dilakukan oleh mursyid tarekat yang mentalqin dzikir muridnya adalah tidak benar serta tidak sesuai dengan apa yang dilakukan pada zaman Rasulullah.\rSanad tentang dzikir tarekat juga menjadi kritikan dan hinaan mereka, orang-orang Wahhabi. Mereka menganggap bahwa tidak ada hadits tentang talqin dzikir atau mengenakan pakaian sederhana simbol shufi (lubsu al-khirqah), sebagai simbol seseorang yang sudah masuk dalam dunia shufi, yang dapat dibuat hujjah. Pernyataan bahwa tidak ada hadits yang dapat dijadikan hujjah tersebut mengutip dari pernyataan mayoritas para ahli hadits.\rPerlu diketahui oleh mereka, mubaya’ah (baiat) dalam arti talqin dzikir dari seorang guru mursyid kepada muridnya bukan mubaya’ah (janji setia) seperti yang dilakukan oleh Rasulullah kepada shahabat-shahabatnya dalam Bai‘at ar-Ridhwan, atau baiatnya seorang rakyat kepada imam atau kepala Negara terpilih seperti baiatnya para shahabat yang mengangkat Sayyidina Abu Bakar menjadi khalifah Rasulallah. Sebab, mubaya’ah dalam tarekat shufi adalah bentuk talqin dzikir seperti yang dilakukan Rasulallah yang mentalqin dzikir para shahabatnya. Adapun mubaya’ah para shahabat yang baru saja disinggung di atas adalah mubaya’ah janji setia menjalankan Islam atau janji setia dan tunduk patuh kepada imam terpilih.","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"Sanad hadits tentang bai’at tarekat adalah hadits riwayat dari Hasan al-Bashri yang berbaiat dzikir dari Sayyidina Ali dari Rasulallah (dalam ilmu tasawuf disebut talqin zikir) dan sanad hadits tentang lubsul khirqah (berperilaku sebagai shufi yang bersimbol dengan pakaian sederhana) juga diriwayatkan dari Hasan al-Bashri dari Ali, hanya saja kedua hadits tersebut tidak pernah disebutkan dalam kitab hadits manapun, sehingga banyak para ahli hadits yang ingkar dan menilainya bathil. Penilaian para ahli hadits tersebut terletak pada masalah apakah Hasan al-Bashri pernah bertemu dengan Sayyidina Ali atau tidak. Dan menurut sebagian ahli hadits, keduanya tidak pernah bertemu. (Sanad talqin dzikir dari Hasan al-Bashri tersebut adalah talqin dzikir oleh Rasulallah kepada Sayyidina Ali secara sendirian. Sedangkan sanad talqin dzikir secara bersama-sama adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Bazzar, ath-Thabarani dan lain-lain dengan sanad hasan. Lihat Lawaqih al-Anwar al-Qudtsiyyah hlm. 11. Hadits talqin tersebut sebagaimana dikatakan asy-Sya'rani adalah diriwayatkan oleh Syaikh Yusuf al-Ajami, seorang syaikh tarekat, dalam salah satu risalahnya yang disebutkan dengan sanad yang muttasil sampai Sayyidina Ali. ).","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"Namun, sebenarnya hadits tentang dua masalah tersebut, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan muridnya, as-Suyuthi adalah hadits yang shahih (muttasil) dan perawinya tsiqah-tsiqah. Artinya juga bahwa Hasan al-Bashri pernah bertemu dengan Sayyidina Ali dan itu adalah pendapat yang shahih. (Lihat hujjah-hujjah as-Suyuthi dalam membela pendapat bahwa Hasan al-Bashri pernah bertemu dengan Sayyidina Ali dalam al-Hawi lil Fatawi 2/96-98.dan Lawaqih al-Anwar al-Qudtsiyyah hal 12 dan 24.)\rTAREKAT MU`TABAROH\rMenurut keputusan Mu’tamar Thoriqoh Mu’tabaroh, bahwa Thoriqoh- Thoriqoh Mu’tabaroh hanya ada sekitar 43 ( empat puluh tiga ) Thoriqoh yaitu :\r1. العمرية 2. النقشبندية 3. القادرية 4. الشاذلية\r5. الرفاعية 6. الأحمدية 7. الداسوقية 8. الأكبرية\r9. المولوية 10. الكبروية 11. السهروردية 12. الخلوتية\r13. الجلوتية 14. البكداسية 15. الغزالية 16. الرومية\r17. السعدية 18. الجشتية 19. الشعبانية 20. الكلشانية\r21. الحمزاوية 22. البيرامية 23. العشاقية 24. البكرية\r25. العيدروسية 26. العثمانية 27. العلوية 28. العباسية\r29. الزينية 30. العيسوية 31. البحورية 32. الحدادية\r33. الغيبية 34. الخضرية 35. الشطارية 36. البيومية\r37. الملامية 38. الأويسية 39. الإدريسية 40. أكابرالأولياء\r41. المبتولية 42. السنبلية 43. الخالدية والنقشبندية\r44. أهل ملازمة القران والسنة ودلائل الخيرات وتعليم فتح القريب او كفاية العوام\rDan lain sebagainya.\rSecara garis besar Thoriqoh Mu’tabaroh adalah Thoriqoh yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:\r1. Mempunyai sanad yang muttasil kepada Rosululloh SAW. ( Tanwirul Qulub )\r2. Tidak bertentangan dengan Syara’.","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"3. Mursyidnya ( Gurunya ) sudah memenuhi kriteria, antara lain:\ra. Menguasai Ilmu Fiqh dan Ilmu Aqidah.\rb. Mengetahui seluk beluk Ilmu Tashawwuf.\rc. Mempunyai Akhlaq yang sempurna lahir dan batin.\rd. Mendapatkan izin atau ijazah dari Gurunya.\rTENTANG THORIQOH NAQSYABANDIYAH\r( Oleh Imam Nawawi )\rDari segi historis, Tarekat Naqsyabandi dapat ditelusuri kembali kepada Khalifah pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq RA, yang menggantikan Rasulullah SAW dalam hal pengetahuannya dan dalam hal membimbing umat Muslim. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an, “Dialah orang kedua dari dua orang yang berada di dalam gua, dan ia berkata kepada temannya, janganlah bersedih hati, karena Allah SWT beserta kita” [QS. At-Taubah:40]. Tentang beliau, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seandainya Aku akan memilih seorang teman yang kucintai, maka Aku akan memilih Abu Bakar RA sebagai temanku tercinta, namun beliau adalah saudara dan sahabatku.”\rYang membedakan Tarekat Naqsybandi dengan jalan Sufi yang lain adalah kenyataan bahwa ia memakai dasar-dasar serta prinsip-prinsip dari ajaran-ajaran dan contoh dari enam bintang cemerlang dalam khazanah Rasulullah SAW. Keenam sosok itu adalah: Abu Bakar ash-Shiddiq RA, Salman al-Farisi RA, Ja’far ash-Shadiq AS, Bayazid Tayfur al-Bistami QS, ‘Abdul Khaliq al-Ghujdawani QS, dan Muhammad Baha’uddin Uwaysi al-Bukhari QS, yang dikenal sebagai Syah Naqsyband QS—Imam dari tarekat ini.","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Di balik kata “Naqsyaband” terdapat dua gagasan: naqsy yang berarti ‘mengukir’ dan mengandung pengertian mengukir Nama Allah SWT di dalam hati, dan band yang yang mengandung pengertian ‘ikatan’ dan mengindikasikan ikatan antara individu dengan Penciptanya. Ini berarti bahwa para pengikut Naqsybandi harus mempraktikan salat dan kewajiban-kewajiban lainnya berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dan harus selalu menjaga kehadiran dan cinta Allah SWT agar senantiasa hidup dalam hatinya melalui pengalaman pribadi dari ikatan antara dirinya dengan Tuhannya.\rDi samping Abu Bakar ash-Shiddiq RA, siapakah gerangan bintang-bintang dalam khazanah Rasulullah SAW ini? Salah satunya adalah Salman al-Farisi RA. Beliau berasal dari Isfahan, Persia dan beliaulah yang menyarankan kaum Muslimin untuk menggali parit dalam peperangan Ahzab. Setelah Kaum Muslimin merebut al-Mada’in, ibu kota Persia, beliau diangkat menjadi Pangeran dan gubernur kota tersebut hingga akhir hayatnya.\rBintang lainnya adalah Ja’far ash-Shadiq AS. Seorang keturunan Rasulullah SAW dari pihak ayahnya, dan Abu Bakar RA dari pihak ibunya, beliau menolak semua kedudukan terhormat sebagai penghormatan kembali dan praktik serta pelajaran spiritual. Beliau disebut sebagai “Pewaris dari Maqam an-Nubuwwa dan pewaris Maqam ash-Shiddiqiya.”","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"Kemunculan tertua istilah Safa yang tercatat adalah mengacu kepada muridnya, Jabir bin Ayyan RA, pada pertengahan abad kedua Hijriah. Beliau adalah seorang mufassir al-Qur’an atau ahli penerjemah, seorang ahli hadis, dan merupakan salah seorang mujtahid yang handal di kota Madinah. Tafsirnya sebagian diabadikan dalam Haqa’iq at-Tafsir Sulami. Layts bin Sa’d RA, salah seorang penutur riwayat Sunnah Rasulullah SAW yang terpercaya, menyaksikan kekuatan mukjizat Ja’far AS di mana beliau mampu meminta apa saja, dan Allah SWT akan mengabulkannya seketika.\rBintang lainnya adalah Bayazid Tayfur al-Bistami QS yang kakeknya seorang Zoroastrian. Bayazid QS membuat suatu studi yang rinci tentang hukum-hukum Islam (syari’at) yang telah dibukukan dan melaksanakan suatu praktik latihan yang ketat tentang penyangkalan diri sendiri. Beliau dikenal rajin sepanjang usianya dalam hal mengerjakan kewajiban-kewajiban keagamaannya. Beliau mengharuskan murid-muridnya untuk bertawakal dan menyuruh mereka untuk menerima dengan ikhlas konsep murni tauhid, ilmu tentang Keesaan Allah SWT. Konsep ini, menurut beliau, meletakkan lima kewajiban pada keikhlasan untuk :\r?…Menjalankan kewajiban sesuai al-Qur’an dan Sunnah.\r?…Selalu berkata benar.\r?…Menjaga hati dari kebencian.\r?…Menghindari makanan haram.\r?…Menjauhi bid’ah (dlolalah).","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"Menurut Bayazid QS, tujuan akhir dari para pengikut Sufi adalah untuk mengenal Allah SWT di dunia ini, untuk meraih Hadirat-Nya, dan bertemu dengan-Nya di Hari Kemudian. Terhadap pengaruh itu, beliau menambahkan, “Ada hamba-hamba Allah SWT yang khusus, yang bila Allah SWT menghalangi mereka dari Pandangannya di Surga, maka mereka akan memohon kepada-Nya untuk mengeluarkan mereka dari Surga sebagaimana penduduk Neraka akan mengiba memohon dikeluarkan dari Neraka.”\rSatu bintang lagi dalam khazanah Rasulullah SAW adalah ‘Abdul Khaliq al-Ghujdawani QS, yang lahir di kampung Ghujdawani, di dekat Bukhara, Uzbekistan sekarang. Beliau dibesarkan dan dimakamkan di sana. Beliau mempelajari al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman baik ilmu lahir maupun batin hingga beliau mencapai suatu maqam kesucian yang amat tinggi. Kemudian beliau pergi ke Damaskus di mana Beliau mendirikan sekolah yang melahirkan banyak lulusan yang lalu menjadi ahli ilmu fiqih dan hadis di samping juga ahli dalam hal spiritualitas di masanya, baik di wilayah Asia Tengah maupun di Timur Tengah.\r‘Abdul Khaliq QS melanjutkan pekerjaan para pendahulunya dengan membentuk zikir yang diwariskan dari Rasulullah SAW berdasarkan Sunnah. Dalam tulisan-tulisannya, beliau juga merumuskan adab yang diharapkan dapat diikuti oleh murid-murid Naqsybandiyyah.\rTulisan dibawah ini ane copas dari Artikel Syekh Janggut\rAmin Al Kurdi menjelaskan ada 11 (sebelas) dasar ajaran Tarikat Naqsyabandiyah, yaitu :","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"1). “Huwasy Dardam” , yaitu pemeliharaan keluar masuknya nafas, supaya hati tidak lupa kepada Allah SWT atau tetap hadirnya Allah SWT pada waktu masuk dan keluarnya nafas. Setiap murid atau salik menarikkan dan menghembuskan nafasnya, hendaklah selalu ingat atau hadir bersama Allah di dalam hati sanubarinya. Ingat kepada Allah setiap keluar masuknya nafas, berarti memudahkan jalan untuk dekat kepada Allah SWT, dan sebaliknya lalai atau lupa mengingat Allah, berarti menghambat jalan menuju kepada- Nya.\r2). “Nazhar Barqadlam” yaitu setiap murid atau salik dalam iktikaf/suluk bila berjalan harus menundukkan kepala, melihat ke arah kaki dan apabila dia duduk dia melihat pada kedua tangannya. Dia tidak boleh memperluas pandangannya ke kiri atau ke kanan, karena dikhawatirkan dapat membuat hatinya bimbang atau terhambat untuk berzikir atau mengingat Allah SWT. Nazhar Barqadlam ini lebih ditekankan lagi bagi pengamal tarikat yang baru suluk, karena yang bersangkutan belum mampu memelihara hatinya.\r3). “Safar Darwathan” yaitu perpindahan dari sifat kemanusiaan yang kotor dan rendah, kepada sifat-sifat kemalaikatan yang bersih dan suci lagi utama. Karena itu wajiblah bagi si murid atau salik mengontrol hatinya, agar dalam hatinya tidak ada rasa cinta kepada makhluk.\r4). “Khalwat Daranjaman” yaitu setiap murid atau salik harus selalu menghadirkan hati kepada Allah SWT dalam segala keadaan, baik waktu sunyi maupun di tempat orang banyak. Dalam Tarikat Naqsyabandiyah ada dua bentuk khalwat :","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"a. Berkhalwat lahir, yaitu orang yang melaksanakan suluk dengan mengasingkan diri di tempat yang sunyi dari masyarakat ramai.\rb. Khalwat batin, yaitu hati sanubari si murid atau salik senantiasa musyahadah, menyaksikan rahasia- rahasia kebesaran Allah walaupun berada di tengah- tengah orang ramai.\r5). “Ya Dakrad” yaitu selalu berkekalan zikir kepada Allah SWT, baik zikir ismus zat (menyebut Allah, Allah,.), zikir nafi isbat (menyebut la ilaha ilallah), sampai yang disebut dalam zikir itu hadir.\r6). “Bar Kasyat” yaitu orang yang berzikir nafi isbat setelah melepaskan nafasnya, kembali munajat kepada Allah dengan mengucapkan kalimat yang mullia\r“Wahai Tuhan Allah, Engkaulah yang aku maksud (dalam perjalanan rohaniku ini) dan keridlaan-Mulah yang aku tuntut”. Sehingga terasa dalam kalbunya rahasia tauhid yang hakiki, dan semua makhluk ini lenyap dari pemandangannya.\r7).“Nakah Dasyat” yaitu setiap murid atau salik harus memelihara hatinya dari kemasukan sesuatu yang dapat menggoda dan mengganggunya, walaupun hanya sebentar. Karena godaan yang mengganggu itu adalah masalah yang besar, yang tidak boleh terjadi dalam ajaran dasar tarikat ini.\rSyekh Abu Bakar Al Kattani berkata, “Saya menjaga pintu hatiku selama 40 (empat puluh) tahun, aku tiada membukakannya selain kepada Allah SWT, sehingga menjadilah hatiku itu tidak mengenal seseorang pun selain daripada Allah SWT.”\rSebagian ulama tasawuf berkata “Aku menjaga hatiku 10 (sepuluh) malam, maka dengan itu hatiku menjaga aku selama 20 (duapuluh) tahun.”","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"8).“Bad Dasyat” yaitu tawajuh atau pemusatan perhatian sepenuhnya pada musyahadah, menyaksikan keindahan, kebesaran, dan kemuliaan Allah SWT terhadap Nur Zat Ahadiyah (Cahaya Yang Maha Esa) tanpa disertai dengan kata- kata. Keadaan “Bad Dasyat” ini baru dapat dicapai oleh seorang murid atau salik, setelah dia mengalami fana dan baka yang sempurna. Adapun tiga ajaran dasar yang berasal dari Bahauddin Naqsyabandi adalah,\r9).“Wuquf Zamani” yaitu kontrol yang dilakukan oleh seorang murid atau salik tentang ingat atau tidaknya ia kepada Allah SWT setiap dua atau tiga jam. Jika ternyata dia berada dalam keadaan ingat kepada Allah SWT pada waktu tersebut, ia harus bersyukur dan jika ternyata tidak, ia harus meminta ampun kepada Allah SWT dan kembali mengingat- Nya.\r10).“Wuquf ‘Adadi” yaitu memelihara bilangan ganjil dalam menyelesaikan zikir nafi isbat, sehingga setiap zikir nafi isbat tidak diakhiri dengan bilangan genap. Bilangan ganjil itu, dapat saja 3 (tiga) atau 5 (lima) sampai dengan 21 (duapuluh satu), dan seterusnya.\r11).“Wuquf Qalbi” yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Syekh Ubaidullah Al- Ahrar, “Keadaan hati seorang murid atau salik yang selalu hadir bersama Allah SWT”. Pikiran yang ada terlebih dahulu dihilangkan dari segala perasaan, kemudian dikumpulkan segenap tenaga dan panca indera untuk melakukan tawajuh dengan mata hati yang hakiki, untuk menyelami makrifat Tuhannya, sehingga tidak ada peluang sedikitpun dalam hati yang ditujukan kepada selain Allah SWT, dan terlepas dari pengertian zikir.\rLink Asal :\rwww.fb.com/Alfaqir.ila.rohmati.Robb#!/notes/393998643099","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"F0018. STANDAR THORIQOT\rOleh Mbah Jenggot\rThoriqot secara etimologis adalah jalan. Secara terminologis adalah jalan yang menuju kepada Allah swt, kemudian dijadikan istilah gerakan ibadah yang tertentu dengan aurod-aurod yang tertentu dengan mendapat baiat dari seorang Mursyid tertentu. Dan mempunyai silsilah Mursyid sampai pada Rasulullah, dengan dibangsakan pada seorang Mursyid yang terkenal kapasitasnya.","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"Berbicara tentang aliran thoriqot pada zaman sekarang bukan soal yang mudah apalagi untuk mengetahui apa thoriqot tersebut mu’tabar atau tidak, demikian pula untuk membedakan antara aliran tersebut merupakan aliran yang mardliyah atau tidak, aliran yang shohihah atau fasad. Karena masing-masing thoriqot atau masing-masing aliran pengikutnya saling mengatakan atas kebenaran aliran yang diikuti, mengklaim atas kemu’tabaran thoriqoh yang diikuti. Lebih-lebih rata-rata thoriqoh dan aliran yang ada selalu bersifat di thoreh dengan tidak transparan kecuali hanya pada pengikutnya bahkan pengikutnya sendiri tidak tahu apa yang semestinya terprogram pada gerakan-gerakan yang ia anut. Banyak yang tidak tahu juga misi-misi tokoh dan pimpinan yang mereka anut. Mereka percaya karena tokoh yang telah diikutinya tanpa mau memfilter dengan ilmu pengetahuan yang telah diajarkan oleh syari’at. Memang sangatlah naif orang yang kurang ilmu pengetahuan agamanya. Mereka hanya menjadi objek orang-orang yang punya kepentingan, sementara mereka hanya menganggap apa yang dilakukannya adalah baik semua tanpa dapat membedakan apakah yang dilakukan tersebut legal atau ilegal. Hal ini memang sesuai dengan Firman Allah swt.\rوَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)\r“Demi waktu asar, bahawa sesungguhnya semua manusia adalah rugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran”.(Al-Ashr:1-3).","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Kalau di zaman Rosullulloh saw. yang lebih dari 14 abad lamanya Allah telah menyebutkan dengan waktu ashar kiranya tidaklah berlebihan kalau sekarang waktu sudah ghurub ( waktu terbenamnya matahari ). Kebiasaan pada waktu tersebut keadaan cuaca telah berubah menjadi remang-remang melihat sesuatu serba tidak jelas. Istilah orang kuno banyak tuntunan menjadi tontonan, tontonan menjadi tuntunan, musikan gitar seruling dianggap budaya islam. Budaya yang islam dianggap ketinggalan zaman, aliran yang legal dianggap ilegal, yang ilegal dianggap legal Thoriqot yang sesat pengikutnyya tidak pernah menganggap sesat tapi aliran yang shohih justru dianggap sesat. Aliran yang sesat dianggap keren, aliran yang benar dianggap kemunduran, berbicara benar dianggap salah, yang jelas-jelas salah justru dianggap pembaharuan. Memang hal ini sudah menjadi sunnatulloh dalam kehidupan manusia.\rSTANDAR FASID DAN SHOHIHNYA SEBUAH ALIRAN\rFILTER PERTAMA : MUWAFIQ (COCOK ) DENGAN SYARIAT\rFasid dan tidaknya aliran tidak diukur dari sosok tokoh yang dianutnya, juga bukan dari banyaknya pengikut, juga bukan pembawa aliran tersebut termasuk seorang kyai atau putra kyai, bahkan golongan haba’ib. Yang perlu kita sadari bahwa siapapun orangnya yang kita ikuti jika terjadi kefasidan dalam aliran yang dibawanya mereka tidak akan bertanggung jawab apalagi sampai menjamin kita untuk selamat dari siksaan api neraka atau dapat masuk sorga. Tetapi masing-masing pengikut dan yang diikuti akan bertanggung jawab sendiri di hadapn Allah yang Maha Benar dan Maha Kuasa sebagaimana Firman Allah dalam Al-Baqarah: 166-167.","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ (166) وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ (167)\r166. (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.\r167. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: \"Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.\" Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.\rMaka dari itu jika akan mengikuti pada suatu aliran jangan sekali-kali kita terpengaruh dengan figur yang terlihat atau maziah tokoh yang kita ikuti (khoriq al addah) karomah atau lainnya. Tapi lihatlah aliran tersebut cocok dengan syari’at yang dibawa Nabi atau tidak ? Cocok dengan ajaran Al-Qur’an atau tidak ? Cocok dengan gerakan Sahabat Nabi apa tidak ? Cocok dengan ijma’nya para Sahabat apa tidak ? sebagaimana ucapan Imam Ghozali yang dinukil dari Syech Zakaria Al-Ansori dalam kitab Lubbul Usul Hal. 164;\rJuga senada dengan sabda Rosul; \"Barang siapa mengada-ada di dalam urusan agama kami ini, sesuatu yang tidak dari agama kami, maka sesuatu itu tertolak\"","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Jelas dari keterangan di atas menunjukkan bahwa aliran atau gerakan model apapun yang tidak cocok dengan syari’at tidak dapat dianggap benar, apalagi aliran-aliran yang dasar pengambilannya melewati mimpi atau bahkan berdasar ilham dan mengaku diajari Nabi Khidzir kecuali cocok dengan sari’at.\rImam Ghozali menegaskan apapun bentuknya ilham atau ilmu mukasyafah tidak dapat dijadikan pedoman dalam melangkah apalagi membenarkan sebuah aliran. Hal ini bukannya ilham atau ilmu kasyf tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, melainkan ilham atau kasyf yang benar adalah tidah pernah bertentangan dengan dalil syar’i (ajaran al-Qur’an atau al-Hadits) maka dicukupkan dengan dalil syara’ yang sorih dan baku, yakni ajaran Al-Qur’an dan ajaran Hadits, jika adanya hal yang dianggap ilham atau kasyf yang bertentangan dengan Al-qur’an atau Al-Hadits sebenarnya bukan ilham yang salah tapi orang yang menganggap bahwa itu ilham atau kasyf itulah yang tidak dapat memfilter bahwa itu ilham dari Allah atau tipuan dari Iblis karena memang Iblis telah mampu menampakkan wujudnya kepada manusia dengan perwujudan langit, Arsy, Laukh al Mahfudz, Kursi dan lain-lainnya, sebagaimana yang telah ditegaskan Imam Al- Ghozali yang telah dinuqil oleh Imam Abdul Wahhan As-Sya’roni dalam muqodimah Mizan Kubronya.\rLalu ukuran ajaran tersebut sesuai dengan Al-Qur’an atau Al-Hadits yang bagaimana? Padahal hampir semua ajaran mengatasnamakan sebagai ajaran Islam, aliran atau thoriqot mengaku sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits ?","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Perlu diketahui bahwa lafadz-lafadz dalam Al-Qur’an atau Al-Hadits memang masih elastis dapat kita artikan dengan interpretasi yang bermacam-macam. Namun bukan berarti ajaran Al-Qur’an boleh diartikan dengan interpretasi yang bermacam-macam dengan mengikuti hawa nafsu atau kepentingan kita masing-masing, tapi Al-Qur’an diartikan sebagaimana arti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad saw. karena Allah memberi jaminan dengan ayat-Nya bahwa Muhammad diutus oleh Allah juga untuk memperjelas kapada umat termasuk arti Al-Qur’an.\rLalu untuk mengetahui arti Al-Qur’an yang dijelaskan Rasulullah bagaimana caranya? Padahal arti Hadits sendiri kadang masih dapat diartikan dengan beberapa kemungkinan sebagaimana sabda Rasulullah dengan beberapa kemungkinan? Sebagaimana sabda Rasulullah: \"Tidak ada pernikahan kecuali dengan wali\".\rDapat diartikan dengan “pernikahan tidak sempurna tanpa wali, sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah. Dan juga dapat diartikan dengan “menikah tidak sah tanpa adanya wali”. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Imam Syafi’i. Lalu yang sesuai yang mana?","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Jawab: Perlu diketahui bahwa ajaran Al-Qur’an atau Al-Hadits ada yang bersifat qot’i (tidak dapat ditawar atas interpretasi lain), ada pula yang bersifat dzonni, (memang masih dimungkinkan arti yang lain dari dhohirnya lafad) yang ganti adalah interpretasi yang sudah disepakati seluruh umat islam satu periode yang sudah mempunyai kapasitas mujtahid. Contoh firman Allah tentang wajibnya sholat lima waktu, wajibnya zakat, Puasa, haji, wujudnya Allah, terutusnya Nabi Muhammad, wujudnya Malaikat dan lain-lain.\rMemang firman Allah : \"dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat\". Asal mulanya lafadz sholat dapat diartikan dengan do’a atau yang lainnya. Lalu perintah sholat juga dapat diinterpretasikan dengan hanya himbauan yang sunah, jawaz atau wajib. Namun setelah ada konsensus pada Sahabat Nabi dan para Ulama’ sampai hari ini maka kita tidak diperbolehkan mengartikan selain sholat yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan surat-surat yang terentu sebagaimana yang diajarkan dalam hadits: \"shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat\".\rDemikian pula kita tidak dapat menginterpretasikan dengan hanya anjuran sunnah atau bahkan bebas.\rBarang siapa yang punya aliran atau gerakan yang sampai tidak mempercayai hasil konsensus para Ulama’ sudah jelas dan mashur di kalangan masyarakat awam maka, orang yang beraliran tersebut telah dinyatakan keluar dari stambuk daftar sebagai orang islam, yakni mereka Adalah kufur sebagaimana aliran yang menganggap bahwa sholat hanya cukup di batin saja atau cukup hanya di dzikir.","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Hadits yang diriwayatkan as-Syafi’i dari Abu Karimah Dari Abu Ja’far dari Nabi, Baliau bersabda:\r\"Orang-orang akan siarkan hadits-hadits dariku, maka apa yang datang kepadamu yang sesuai dengan Al-Qur’an maka hadits itu dariku, dan apa yang datang kepadamu yang berlawanan dengan Al-Quran maka hadits itu bukan dariku\"\rFILTER KEDUA : SANAD DAN TASAWWUF\rSetelah aliran atau thoriqot tersebut tidak menyalahi dari aturan syari’at untuk mu’tabar dan tidaknya sebuah aliran atau thoriqot tersebut termasuk mempunyai sanad yang muttasil kepada Rosul atau tidak.;\r1.…Jika aurod-aurod tersebut tidak manqul dari Nabi atau pimpinan thoriqot (Mursyid) tidak mempunyai sanad yang muttasil kepada Nabi, maka thoriqot tersebut tidak mu’tabar, sebab dzikir yang warid dari Rosul lebih baik dari pada yang lainnya sekalipun tidak berbeda dengan syara’ sebagaimana da’i-da’i yang menyusun kalimat sendiri atau sholawat-sholawat yang dibikin sendiri.\r2.…Seseorang menyamakan thoriqoh yang silsilah guru-gurunya tidak muttasil kepada Nabi, maka akan terputus dari keloberan Nur Hidayah dari-Nya dan bukan Warosatul Anbia’ sebagaimana dalam kitab Tanwir al Qulub halaman 500 : \"Barang siapa yang silsilah gurunya tidak sambung sampai pada Nabi Muhammad maka akan terputus dari keloberan Nur dan tidak dapat mewarisi Nur dari Nabi Rosul dan tidak dapat membai’at atau ijazah\".","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"3.…Semua guru yang diikuti jika ternyata salah sehingga menyimpang dari ajaran islam, maka mereka tidak dapat bertanggung jawab kepada pengikutnya. Oleh karenanya seseorang yang akan mengikuti sosok seorang guru harus menimbang pada guru tersebut dengan syari’at apakah guru tersebut, komitmen dengan syari’at apa tidak ? Karena siapun orangnya yang diikuti jika sampai melanggar syari’at maka ia tidak akan ikut bertanggung jawab atas perbuatan yang mengikutinya. Tapi masing-masing akan bertanggung jawab sendiri-sendiri kapada Allah di hari akhir nanti. Artinya jika aliran yang diikuti tersebut ternyata sesat maka yang diikutinya tidak dapat menyelamatkan para pengikutnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqoroh ayat 166-167 di atas. Di samping itu sanad yang muttasil pelaku thoriqot tersebut harus dilakukan dengan mengambil yang lebih berhati-hati sebagaimana keterangan dalam kitab Sulam al-Fudlola’:\rDengan kata lain Thoriqot dapat mu’tabar jika mengikuti sunnat ar rosul, menjauhi tidak melakukan yang azimah, menjauhi dari beberapa dipensasi (ruhksoh). Yang dikehendaki rukhsoh dalam hal ini adalah hal-hal yang seharusnya dijauhi oleh orang-orang yang menuju kapada Allah, sebagaimana mencari kesenangan nafsu, hal-hal yang mubah yang tidak ada unsur taqwa, berjalan selalu lupa kepada Allah, selalu kenyang dan lain-lain, bukan ruhksoh yang dimaksudkan para Fuqoha’, sabagiamana mengusap muzah, menqosor, menjama’, Syech Abdul Wahab As-Sya’roni menegaskan dalam kitab Minah as Sanniyah Halaman 4:","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"“Ulama’ ahli thoriqot telah konsensus bahwasannya seseorang yang menyiapkan dirinya untuk melakukan ruhsoh bukan yang aza’im maka orang tersebut tidak akan mendapat petunjuk jalan menuju kepada Allah”.\rMaka seseorang disebut dengan ahli thoriqot yang mu’tabar jika ia sudah mendudukkan sunah sebagaimana sebagaimanq hal yang wajib, mendudukkan hal yang mubah ditinggalkan sebagaimana diperintahkan melakukan hal yang sunah atau lebih utama.\rCatatan : Orang dapat dianggap melakukan thoriqoh yang benar manakala mereka dapat meletakkan hal yang sesuai dengan haknya.\rSebagaimana fatwa Salman Al-Farisi di hadapan Nabi dan dibenarkan oleh baginda Muhammad; \"dan berikanlah kepada setiap orang haknya\".\rDengan demikian pelaku thoriqot harus melihat sebenarnya ia diperintahkan apa dari Allah ? sebagaimana ditegaskan dalam Tanwir al-Qulub Halaman 401;\r“Orang yang mnuju pada akhirat dengan menempuh jalan yang benar-benar dapat menuju pada Alloh tidak lepas dari enam macam tingkatan yakni; jalan baginya harus dengan ibadah\rmahdloh, orang alim, muta’alim, penguasa pemenrintahan, pekerja dan atau mustaghriqun fi Al-Wahid Ash-Shomad”.\rBagi orang yang punya label muta’alim tidak boleh ingin pindah pada waalin atau sebaliknya, karena adanya pasrah terhadap tugas yang diberikan Alloh bukan memilih sendiri.","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"4.…Terakhir ajaran tersebut dilakukan bukan untuk bagian nafsu, tapi semata-mata hanya untuk melakukan perintah Allah, karena semata ia menjadi hamba dengan demikian thoriqoh dianggap mu’tabar bila mendahulukan fardlu ain dari amalan yang sunah. Termasuk fardlu ain adalah berusaha menghilangkan sifat-sifat yang khobisah seperti ria’ , hasud, adu domba, ding dong gila harta, kedudukan, ujub dan lainnya. Nabi bersabda: \"Dan lain-lain dari sifat-sifat yang tercela seperti ingin popular\".\rFILTER KETIGA : AQIDAH KEIMANAN\rAliran atau thoriqoh yang gerakannya muafiq dengan syari’at dan tasawwuf belum tentu mu’tabar sebelum kita tahu aqidah mereka, bagaimana keyakinan mereka terhadap Dzat-Nya Allah, sifat-Nya, pekerjaan-Nya sehingga tidak sampai keluar dari aqidah islam atau fasiq.\rFilter-filter tersebut terkumpul pada kalimah; Lailaha Illa Allah Muhammadur rasulullah.\rSyariat dari; Lailaha Illa Allah dengan tingkat makna; la ma'buda illah Allah.\rThoriqot dari; Lailaha Illa Allah dengan tingkat makna; la maqshuda illa Allah.\rHakikat dari ; Lailaha Illa Allah dengan tingkat makna; la maujuda illa Allah.\rLa ma'buda illah Allah: Hidup kita hanya mengabdi kepada Alloh.\rLa maqshuda illa Allah: Tujuan pengabdian kita hanya untuk Alloh bukan selain Alloh walau surga atau neraka.\rla maujuda illa Allah: Secara substansinya bahwa yang menjadikan kita mengabdi hanya Alloh, bahkan wujud kita, pengabdian kita hanya wujud majazi. Sedangkan wujud hakiki hanya Alloh.\rوالله أعلم بالصواب —\rF0015. SEKELUMIT TENTANG HIRARKI KEWALIAN\rOleh Mbah Jenggot","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjudul Kasyf Al-Mahjub, mengatakan bahwa wali Akhyar sebanyak 300orang, wali Abdal sebanyak 40 orang, wali Abrar sebanyak 7 orang, wali Autad sebanyak 4 orang, wali Nuqaba sebanyak 3 orang dan wali Quthub atau Ghauts sebanyak 1 orang. Sedangkan menurut Syaikhul Akbar Muhyiddin ibnu Al Arabi dalam kitabnya al-Futuhat al-Makkiyyah membuat pembagian tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut :\r1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts\rWali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.\r2. Wali Aimmah\rPembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Robbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.\r3. Wali Autad\rJumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Ka`bah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.\r4. Wali Abdal","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu 'Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.\rPada tahun 586 di Spanyol, Muhyiddin ibnu 'Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu 'Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Mua'az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.\r5. Wali Nuqobaa\rJumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqobaa melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.\r6. Wali Nujabaa\rJumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.\r7. Wali Hawariyyun\rBerasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.\r8. Wali Rajabiyyun","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"Dinamakan demikian, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.\rBerbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.\rApabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.\r9. Wali Khatam\rKhatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd saw.\rJumlah para Auliya yang berada dalam manzilah-manzilah ada 356 sosok, yang mereka itu ada dalam kalbu Adam, Nuh, Ibrahim, Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan ada 300, 40, 7, 5, 3 dan 1. Sehingga jumlah kerseluruhan 356 tokoh. Hal ini menurut kalangan Sufi karena adanya hadits yang menyebut demikian.","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Sedangkan menurut Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu 'Arabi (menurut beliau muncul dari mukasyafah) maka jumlah keseluruhan Auliya yang telah disebut diatas, sampai berjumlah 589 orang. Diantara mereka ada satu orang yang tidak mesti muncul setiap zaman, yang disebut sebagai al-Khatamul Muhammadi, sedangkan yang lain senantiasa ada di setiap zaman tidak berkurang dan tidak bertambah. Al-Khatamul Muhammadi pada zaman ini (zaman Muhyiddin ibnu 'Arabi), kami telah melihatnya dan mengenalnya (semoga Allah menyempurnakan kebahagiaannya), saya tahu ia ada di Fes (Marokko) tahun 595 H. Sementara yang disepakati kalangan Sufi, ada 6 lapisan para Auliya?¢â,¬(tm), yaitu para Wali: Ummahat, Aqthab, A'immah, Autad, Abdal, Nuqaba dan Nujaba.\rPada pertanyaan lain : Siapa yang berhak menyandang Khatamul Auliya sebagaimana gelar Khatamun Nubuwwah yang disandang oleh Nabi Muhammad saw?.","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"Ibnu Araby menjawab : \"al-Khatam itu ada dua: Allah menutup Kewalian (mutlak), dan Allah menutup Kewalian Muhammadiyah. Penutup Kewalian mutlak adalah Nabi Isa Alaihissalaam. Dia adalah Wali dengan Nubuwwah Mutlak, yang kelak turun di era ummat ini, dimana turunnya di akhir zaman, sebagai pewaris dan penutup, dimana tidak ada Wali dengan Nubuwwah Mutlak setelah itu. Ia disela oleh Nubuwwah Syari'at dan Nubuwwah Risalah. Sebagaimana Nabi Muhammad saw sebagai Penutup Kenabian, dimana tidak ada lagi Kenabian Syariat setelah itu, walau pun setelah itu masih turun seperti Nabi Isa, sebagai salah satu dari Ulul 'Azmi dari para Rasul dan Nabi mulia. Maka turunnya Nabi Isa sebagai Wali dengan Nubuwwah mutlaknya, tetapi aturannya mengikuti aturan Nabi Muhammad saw, bergabung dengan para Wali dari ummat Nabi Muhammad lainnya. Ia termasuk golongan kita dan pemuka kita.\rPada mulanya, ada Nabi, yaitu Adam as. Dan akhirnya juga ada Nabi, yaitu Nabi Isa, sebagai Nabi Ikhtishah (kekhususan), sehingga Nabi Isa kekal di hari mahsyar ikut terhampar dalam dua hamparan mahsyar. Satu Mahsyar bersama kita, dan satu mahsyar bersama para Rasul dan para Nabi.","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"Adapun Penutup Kewalian Muhammadiyah, saat ini (zaman Muhyiddin ibnu 'Arabi) ada pada seorang dari bangsa Arab yang memiliki kemuliaan sejati. Saya kenal di tahun 595 H. Saya melihat tanda rahasia yang diperlihatkan oleh Allah Ta'ala pada saya dari kenyataan ubudiyahnya, dan saya lihat itu di kota Fes, sehingga saya melihatnya sebagai Penutup Kewalian Muhammadiyah darinya. Dan Allah telah mengujinya dengan keingkaran berbagai kalangan padanya, mengenai hakikat Allah dalam sirr-nya.\rSebagaimana Allah menutup Nubuwwah Syariat dengan Nabi Muhammad SAW, begitu juga Allah menutup Kewalian Muhammadi, yang berhasil mewarisi Al-Muhammadiyah, bukan diwarisi dari para Nabi. Sebab para Wali itu ada yang mewarisi Ibrahim, Musa, dan Nabi Isa, maka mereka itu masih kita dapatkan setelah munculnya Khatamul Auliya' Muhammadi, dan setelah itu tidak ada lagi Wali pada Kalbu Muhammad saw. Inilah arti dari Khatamul Wilayah al-Muhammadiyah. Sedangkan Khatamul Wilayah Umum, dimana tidak ada lagi Wali setelah itu, ada pada Nabi Isa Alaissalam. Dan kami menemukan sejumlah kalangan sebagai Wali pada Kalbu Nabi Isa As, dan sejumlah Wali yang berada dalam Kalbu para Rasul lainnyaA?.\rDi lain tempat, Ibnu 'Arabi mengatakan bahwa dirinyalah yang menjadi Segel (Penutup) Kewalian Muhammad.\rBeberapa wali yang pernah mencapai derajat wali Quthub al-Aqthab (Quthub al-Ghaus) pada masanya\r1.…Sayyid Hasan ibnu Ali ibnu Abi Thalib\r2.…Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz\r3.…Syaikh Yusuf al-Hamadani\r4.…Syaikh Abdul Qadir al-Jilani\r5.…Syaikh Ahmad al-Rifa'i\r6.…Syaikh Abdus Salam ibnu Masyisy\r7.…Syaikh Ahmad Badawi","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"8.…Syaikh Abu Hasan asy-Syazili\r9.…Syaikh Muhyiddin ibnu Arabi\r10.…Syaikh Muhammad Bahauddin an-Naqsabandi\r11.…Syaikh Ibrahim Addusuqi\r12.…Syaikh Jalaluddin Rumi\r13.…Syaikh Abdul Qadir al-Jilani\rBeliau pernah berkata \"Kakiku ada diatas kepala seluruh wali. Menurut Abdul Rahman Jami dalam kitabnya yang berjudul Nafahat Al-Uns, bahwa beberapa wali terkemuka diberbagai abad sungguh-sungguh meletakkan kepala mereka dibawah kaki Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.\rSyaikh Ahmad al-Rifa'i\rSewaktu beliau pergi Haji, ketika berziarah ke Maqam Nabi Muhammad Saw, maka nampak tangan dari dalam kubur Nabi bersalaman dengan beliau dan beliau pun terus mencium tangan Nabi SAW yang mulia itu. Kejadian itu dapat disaksikan oleh orang ramai yang juga berziarah ke Maqam Nabi Saw tersebut. Salah seorang muridnya berkata :\r\"Ya Sayyidi! Tuan Guru adalah Quthub\". Jawabnya; \"Sucikan olehmu syak mu daripada Quthubiyah\". Kata murid: \"Tuan Guru adalah Ghaus!\". Jawabnya: \"Sucikan syakmu daripada Ghausiyah\".\rAl-Imam Sya'roni mengatakan bahwa yang demikian itu adalah dalil bahwa Syaikh Ahmad al-Rifa'i telah melampaui \"Maqamat\" dan \"Athwar\" karena Qutub dan Ghauts itu adalah Maqam yang maklum (diketahui umum).","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"Sebelum wafat beliau telah menceritakan kapan waktunya akan meninggal dan sifat-sifat hal ihwalnya beliau. Beliau akan menjalani sakit yang sangat parah untuk menangung bilahinya para makhluk. Sabdanya, \"Aku telah di janji oleh Allah, agar nyawaku tidak melewati semua dagingku (daging harus musnah terlebih dahulu). Ketika Sayyidi Ahmad Al-Rifa'i sakit yang mengakibatkan kewafatannya, beliau berkata, \"Sisa umurku akan kugunakan untuk menanggung bilahi agungnya para makhluk. Kemudian beliau menggosok-ngosokkan wajah dan uban rambut beliau dengan debu sambil menangis dan beristighfar. Yang dideritai oleh Sayyidi Ahmad Al-Rifa'i ialah sakit \"Muntah Berak\". Setiap hari tak terhitung banyaknya kotoran yang keluar dari dalam perutnya. Sakit itu dialaminya selama sebulan. Hingga ada yang tanya, \"Kok, bisa sampai begitu banyaknya yang keluar, dari mana ya kanjeng syaikh. Padahal sudah dua puluh hari tuan tidak makan dan minum. Beliau menjawab,\"Karena ini semua dagingku telah habis, tinggal otakku, dan pada hari ini nanti juga akan keluar dan besok aku akan menghadap Sang Maha Kuasa. Setelah itu ketika wafatnya, keluarlah benda yang putih kira-kira dua tiga kali terus berhenti dan tidak ada lagi yang keluar dari perutnya. Demikian mulia dan besarnya pengorbanan Aulia Allah ini sehingga sanggup menderita sakit menanggung bala yang sepatutnya tersebar ke atas manusia lain. Wafatlah Wali Allah yang berbudi pekerti yang halus lagi mulia ini pada hari Kamis waktu duhur 12 Jumadil Awal tahun 570 Hijrah. Riwayat yang lain mengatakan tahun 578 Hijrah.\rSyaikh Ahmad Badawi","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Setiap hari, dari pagi hingga sore, beliau menatap matahari, sehingga kornea matanya merah membara. Apa yang dilihatnya bisa terbakar, khawatir terjadinya hal itu, saat berjalan ia lebih sering menatap langit, bagaikan orang yang sombong. Sejak masa kanak kanak, ia suka berkhalwat dan riyadhoh, pernah empat puluh hari lebih perutnya tak terisi makanan dan minuman. Ia lebih memilih diam dan berbicara dengan bahasa isyarat, bila ingin berkomunikasi dengan seseorang. Ia tak sedetikpun lepas dari kalimat toyyibah, berdzikir dan bersholawat.\rPada usia dini beliau telah hafal Al-Quran, untuk memperdalam ilmu agama ia berguru kepada syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan syaikh Ahmad Rifai. Suatu hari, ketika beliau telah sampai ketingkatannya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, menawarkan kepadanya: A?Manakah yang kau inginkan ya Ahmad Badawi, kunci Masyriq atau Maghrib, akan kuberikan untukmu, hal yang sama juga diucapkan oleh gurunya Syaikh Ahmad Rifai, dengan lembut, dan karena menjaga tatakrama murid kepada gurunya, ia menjawab; Aku tak mengambil kunci kecuali dari al-Fattah (Allah ).\rPeninggalan syaikh Ahmad Badawi yang sangat utama, yaitu bacaan shalawat badawiyah sughro dan shalawat badawiyah kubro.\rSyaikh Abu Hasan asy-Syazili","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.\rDi antara keramatnya para Shiddiqin ialah :\r1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah.\r2. Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi).\r3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.\rDi antara keramatnya Wali Qutub ialah :\r1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.\r2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.\r3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy.\r4. Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya. Kemudian beliau menjawab, Guruku adalah Syaikh Abdus Salam ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Usman bin Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika'il, Isrofil, Izro'il dan ruh yang agung. Beliau pernah berkata, Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat. Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, Aku setiap malam banyak membaca Radiyallahu'an Asy-Syekh Abul Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku. Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah membaca Radiya Allahu , Asy-Syaikh Abu Hasan dan aku meminta apa saja kepada Allah swt, apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?. Lalu Nabi saw menjawab, Abu Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawassul kepada Abu Hasan, maka berarti dia sama saja bertawassul kepadaku.","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"Peninggalan syaikh Abu Hasan asy-Syazili yang sangat utama, yaitu Hizib Nashr dan Hizib Bahar. Orang yang mengamalkan Hizib Bahar dengan istiqomah, akan mendapat perlindungan dari segala bala. Bahkan, bila ada orang yang bermaksud jahat mau menyatroni rumahnya, ia akan melihat lautan air yang sangat luas. Si penyatron akan melakukan gerak renang layaknya orang yang akan menyelamatkan diri dari daya telan samudera. Bila di waktu malam, ia akan terus melakukan gerak renang sampai pagi tiba dan pemilik rumah menegurnya. Hizib Bahar ditulis syaikh Abu Hasan asy-Syazili di Laut Merah (Laut Qulzum). Di laut yang membelah Asia dan Afrika itu syaikh Abu Hasan asy-Syazili pernah berlayar menumpang perahu. Di tengah laut tidak angin bertiup, sehingga perahu tidak bisa berlayar selama beberapa hari. Dan, beberapa saat kemudian Syaikh al-Syadzili melihat Rasulullah. Beliau datang membawa kabar gembira. Lalu, menuntun syaikh Abu Hasan asy-Syazili melafazkan doa-doa. Usai syaikh Abu Hasan asy-Syazili membaca doa, angin bertiup dan kapal kembali berlayar.\rLink Asal :\rwww.fb.com/Alfaqir.ila.rohmati.Robb?sk=notes&s=70#!/notes/385110363099\r1076. WALI ABDAL\rPERTANYAAN :\rMbah Kakvng\rAssalamu'alaikum...tentang wali abdal... yang punya lampu pijar mohon diterangkan....??suwun...\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rTingkatan Wali menurut kitab Kasyf Al-Mahjub","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjudul Kasyf Al-Mahjub, mengatakan bahwa wali Akhyar sebanyak 300 orang, wali Abdal sebanyak 40 orang, wali Abrar sebanyak 7 orang, wali Autad sebanyak 4 orang, wali Nuqaba sebanyak 3 orang dan wali Quthub atau Ghauts sebanyak 1 orang. Sedangkan menurut Syaikhul Akbar Muhyiddin ibnu `Arabi dalam kitabnya al-Futuhat al-Makkiyyah membuat pembagian tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut:\r1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-GhautsWali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.\r2. Wali AimmahPembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Robbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.\r3. Wali AutadJumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kaabah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"4. Wali AbdalAbdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu ‘Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.Pada tahun 586 di Spanyol, Muhyiddin ibnu ‘Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu ‘Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Muâ’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.\r5. Wali NuqobaaJumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqobaa melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.\r6. Wali NujabaaJumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.\r7. Wali HawariyyunBerasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"8. Wali RajabiyyunDinamakan demikian, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.Berbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.\r9. Wali KhatamKhatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd saw.Jumlah para Auliya yang berada dalam manzilah-manzilah ada 356 sosok, yang mereka itu ada dalam kalbu Adam, Nuh, Ibrahim, Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan ada 300, 40, 7, 5, 3 dan 1. Sehingga jumlah kerseluruhan 356 tokoh. Hal ini menurut kalangan Sufi karena adanya hadits yang menyebut demikian.","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Sedangkan menurut Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu ‘Arabi (menurut beliau muncul dari mukasyafah) maka jumlah keseluruhan Auliya yang telah disebut diatas, sampai berjumlah 589 orang. Diantara mereka ada satu orang yang tidak mesti muncul setiap zaman, yang disebut sebagai al-Khatamul Muhammadi, sedangkan yang lain senantiasa ada di setiap zaman tidak berkurang dan tidak bertambah. Al-Khatamul Muhammadi pada zaman ini (zaman Muhyiddin ibnu ‘Arabi), kami telah melihatnya dan mengenalnya (semoga Allah menyempurnakan kebahagiaannya), saya tahu ia ada di Fes (Marokko) tahun 595 H. Sementara yang disepakati kalangan Sufi, ada 6 lapisan para Auliya, yaitu para Wali: Ummahat, Aqthab, A’immah, Autad, Abdal, Nuqaba dan Nujaba.\rwww.fb.com/notes/423985133099\r0140. MAKSUD NAFSUL MUTHMAINNAH \"JIWA YANG TENANG \"\rPERTANYAAN :\rZaine Elarifine Yahya\rJiwa yang tenang.. yang bagaimana ya ? ? silahkan\rJAWABAN :\rARTI Jiwa YANG TENANG menurut beberapa pendapat SAHABAT Nabi dan Ulama :\r{يا أيتها النفس المطمئنة} قال الحسن ، أي : المؤمنة الموقنة. وقال مجاهد : الراضية بقضاء الله تعالى. وقال ابن عباس رضي الله تعالى عنهما بثواب الله تعالى. وقال ابن كيسان : ...المخلصة. وقال ابن زيد : التي بشرت بالجنة عند الموت وعند البعث ويوم الجمع\r(Hai jiwa yang tenang) arti menurut beberapa pandangan : Hasan Basri : Yang mukmin dan yang punya keyakinan. Mujaahid : Yang ridho dengan ketentuan Allah Ta’aalaa. Ibnu Abbas ra : Tenang dengan pahala Allah. Ibnu Kiisaan : Yang Ikhlas. Ibnu Zaid : Yang dibahagiakan dengan surga saat meninggal, dibangkitkan dan dikumpulkan. [ Tafsiir Sirooj alMuniir IV/391 ].","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"{ يا أيتها النفس المطمئنة } على إرادة القول وهي التي اطمأنت بذكر الله فإن النفس تترقى في سلسلة الأسباب والمسببات إلى الواجب لذاته فتستفز دون معرفته وتستغني به عن غيره أو إلى الحق بحيث لا يريبها شك أو الأمنة التي لا يستفزها خوف ولا حزن وقد قرئ بهما سورة البلد\r(Hai jiwa yang tenang) Yakni yang merasa tenang dengan senantiasa dzikir pada Allah (mengingat Allah) yang dapat menghantarkannya naik derajat makrifat kepadaNya dan tidak membutuhkan selainNya atau menghantarkan pada kebenaran yang tiada sedikitpun keraguan didalamnya atau pada ketenangan yang tidak terusik oleh ketakutan dan kesedihan. [ Tafsiir Baidhoowy I/490 ].\rواسم هذه النفس الساكنة النفس المطمئنة التى ترجع إلى ربها راضية مرضية وهؤلاء هم الذين إليهم الإشارة بقوله صلى الله عليه و سلم سبق المفردون المستهترون بذكر الله تعالى وضع الذكر عنهم اوزارهم فوردوا القيامة خفافا // حديث سبق المفردون المستهترون بذكر الله الحديث أخرجه الترمذى من حديث أبى هريرة وحسنة وقد تقدم\rSebutan nafsu yang tenang ini adalah Nafsu Muthmainnah yang saat dikembalikan pada Tuhannya dalam keadaan ridho dan diridhoi. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa dzikir pada Allah seperti yang dituturkan oleh Nabi shallallaahu alaihi wa sallam “Mendahului orang-orang yang tersendiri yang selalu mengikat nafsunya dengan dzikir pada Allah, dzikir mereka jadikan sebagai pakaian, maka saat mendatangi hari Qiyamat mereka dalam keadaan ringan-ringan” (HR Turmudzi). [ Ihyaa ‘Uluumiddiin IV/43 ].\rوهذا يقال لها عند الاحتضار، وفي يوم القيامة أيضا، كما أن الملائكة يبشرون المؤمن عند احتضاره وعند قيامه من قبره، وكذلك هاهنا.","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"\"Perkataan ini disampaikan saat jiwa yang tenang tersebut kembali pada Tuhannya dan saat di hari Qiyamat, seperti halnya para malaikat yang memberikan kebahagiaan pada para mukmin saat ia menghadap Tuhannya dan dibangkitkan dari kuburnya\". [ Tafsiir Ibnu Katsiir VIII/400 ].\rMenurut keterangan di kitab Siroj Atthoolibiin Kyai Ihsan Jampes Nafsu malah terbagi menjadi 7, memasukkan Rodhiyah, Mardhiyyah dan Kaamilah....\r2027. PEMBAGIAN NAFSU MENURUT SIFATNYA\rOleh : Taufiq Alaika Salam\rNafsu itu ada 7 berdasarkan sifat-sifatnya :\r1. NAFSU AMAROH\rDiambil dari Ayat Qur'an :\rإن النفس ?مارة بالسوء\r\"sungguh nafsu/jiwa itu memerintahkan pada keburukan\". Nafsu ini memerintahkan seseorang pada keburukan, dan apabila memerintah pada kebaikan maka hasil akhirnya juga buruk\r2. NAFSU LAWAMAH\rBerdsarkan ayat Qur'an :\rو? أقسم بالنفس اللوامة\r\"dan Aku bersumpah dengan Jiwa-jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri\". Ketika seseorang memerangi nafsu ini & ditekan terus supaya nafsu ini ikut pada suatu yang benar menurut sari'at, maka seorang pun takkan mampu mengalahkan nafsu ini. Kemudian nafsu ini akan kmbali ke pemiliknya dengan dicela..\r3. NAFSU MULHAMAH\rBerdasarkan ayat Qur'an :\rفالهمها فجورها وتقو يها\r\"maka Alloh swt mengilhamkan kepada jiwa itu jlan kefasikan & ketaqwa'annya\". Ketika seorang memerangi nafsuini dengan susah payahnya & nafsu ini cenderung kepada Ridhonya ALLOH swt ,walaupun awalnya nafsu ini merintah kepada kefasikan , berkah IlhamNYA ALLOH nafsu ini menjadi Ketaqwa'an.","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"TANDA2 NAFSU MULHAMAH : seseorang harus mengetahui perkra yang masih samar yaitu sifat PAMER,BANGGA DIRI dll (PENYAKIT HATI).\r4. NAFSU MUT'MAINAH\r5. NAFSU RODIYAH\r6. NAFSU MARDIYAH.\rBerdasarkan ayat Qur'an:\rيآيتهاالنفس المطمئنة ,ارجعى الى ربك راضية مرضية , فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى\r\"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho & diridhoi _NYA,maka masuklah kedalam hamba2KU,& masuklah kedalam SurgaKU\".\rMaka ketika masih tetap memerangi nafsu tdi sehingga hilang Hawa (keinginan) melakukan nafsu & sifat2 yang buruk diganti dengan sifat yang terpuji yaitu dengan ahlak yang datangnya dari ALLOH SWT,. sperti sangat berbelas kasih,dermawan dll,inilah yang dinamakan Mutmainah. Nafsu mutmainah ini akan slalu kembali kepada Alloh swt & inilah awal dari wusul/makrifat kepada ALLOH SWT, akan tetapi nafsu ini belum sunyi dari suatu yang masih samar, sperti Sirik khofi, cinta Kdudukan/pangkat, akan tetapi pula nafsu ini tidakkan bisa ditmukan pada orang2 yang diberi Cahaya (HIDAYAH) oleh Alloh SWT didalam hatinya, karena yang kelihatan Nafsu ini adlah sifatnya baik,seperti Sifat dermawan,tawakal, ZUHUD (tidak cinta dunia), WIRA'I (Sifat yang menghindari dari barang haram, makruh,subhat), BERsyukur,SABAR, Menerima apa-apa yang diTAKDIRKAN oleh ALLOH SWT ,dan dibukanya sebagian Rahasia-rahasia Ilmunya Alloh SWT, & bisa menjdi WaliyaLLOH.\r5. NAFSU RODIYAH","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"Ketika seorang dipuji /dicaci kdudukannya Sama tak pernah merasa,karna smua itu adalah akan hilang,&menerima dan Ridho/IHLAS stiap apa adanya yang telah diberikan oleh ALLOH didunia, dan pabila ditemukan dalam diri ini sifat Berbangga diri maka sgeralah minta pertolongan dari ALLOH swt dengan Melanggengkan dikir, & taqorub kepada Alloh swt\r6. NAFSU MARDIYAH\rApabila udah sampai kemaqom IHLAS (Smuanya karena ALLOH swt) dan mulai terbukalah pintu2 makrifat & jelasnya ALLOH Swt,maka nafsu ini tenggelam didalam Samudra tauhid.nafsu ini tidak akan diperoleh kcuali dari pertolongan&penjaga'annya ALLOH swt, yang dituju hanyalah makrifat, wushul, mukasafah kepada Alloh swt, sehingga ALLOH memanggil orang ini dengan\rيآيتهاالنفس المطمئنة ,ارجعى الى ربك راضية مرضية فادخلى , فى عبادى وادخلى جنتى\rdan ini adalah sudah slesai memerangi nafsu dan tipu dayanya,dan stelah mencapai derajat ini jgn lupa slalu menjaga & waspada.. SAYID ABU BAKRI berkata : \" nafsu itu adalah hidup walapun derajatnya sampai tujuh.\"\r7. NAFSU KAMILAH\rSetelah nafsu nomr 4, 5, 6 ini menjadi watak maka inilah yang dinamakan Nafsu kamilah..yaitu derajat nafsu yang tertinggi &yang paling sempurna,.dan sampailah ke Mukasafah makrifat/mengetahui ALLOH dengan ilmu yaqin... ALLOHUMMAJALNA MIN IBADIKAL MUHLASIN,\r[ Diambil dari kitab siroju tolibin sarah minhaju tolibin hal 49 - 50 ]\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/491007257588754/\r0233. SYARI'AH, THARIQAH, HAQIQAH DAN MA'RIFAH\rOleh Hakam Ahmed ElChudrie","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"Kata syari'ah telah beredar luas di kalangan umat muslim. Bahkan, dalam al-Qur'an sendiri, kata tersebut telah dipakai antara lain pada Surah al-Jatsiyah: 18. Pemakaian kata tersebut mengacu kepada makna ajaran dan norma agama itu sendiri. Dalam perkembangan Islam munculnya tiga kata thariqah, haqiqah dan ma'rifah, telah mengakibatkan terbatasnya pengertian syari'ah sehingga lebih banyak mengacu pada norma hukum. Sedangkan tiga kata lainnya menjadi terma yang terkenal dalam tasawuf. Karena itu ada baiknya kita lebih dahulu berbicara tentang tasawuf itu sendiri.\rMengenai kelompok tasawuf ada dua pendapat. Pertama, mereka adalah kelompok spiritual dalam umat Islam yang berada di tengah-tengah dua kelompok lainnya yang disebut kelompok formal dan kelompok Intelektual. Kelompok intelektual ini terdiri dari ulama-ulama mutakallim (ahli teologi), sedangkan kelompok formal terdiri dari ulama-ulama muhaddits dan fuqaha. Kedua, bahwa tasawuf itu hanyalah suatu kecenderungan spiritual yang membentuk etika moral dan lingkungan sosial khusus. Sehingga seharusnya kita katakan seorang muhaddttsin sekaligus juga ulama sufiyah, begitu pula seorang mutakallimin sekaligus juga ulama sufiyah.","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"Ajaran Tasawuf pada dasarnya merupakan bagian dari prinsip-prinsip Islam sejak awal. Ajaran ini tak ubahnya merupakan upaya mendidik diri dan keluarga untuk hidup bersih dan sederhana, serta patuh melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya sehari-hari. Ibnu Khaldun mengungkapkan, pola dasar tasawuf adalah kedisiplinan beribadah, konsentrasi tujuan hidup menuju Allah (untuk mendapatkan ridla-Nya), dan upaya membebaskan diri dari keterikatan mutlak pada kehidupan duniawi, sehingga tidak diperbudak harta atau tahta, atau kesenangan duniawi lainnya. Kecenderungan seperti ini secara umum terjadi pada kalangan kaum muslim angkatan pertama. Pada angkatan berikutnya (abad 2 H) dan seterusnya, secara berangsur-angsur terjadi pergeseran nilai sehingga orientasi kehidupan duniawi menjadi lebih berat. Ketika itulah angkatan pertama kaum muslim yang mempertahankan pola hidup sederhananya lebih dikenal sebagai kaum sufiyah.\rKeadaan tersebut berkelanjutan hingga mencapai puncak perkembangannya pada akhir abad 4 H. Dalam masa tiga abad itu dunia Islam mencapai kemakmuran yang melimpah, sehingga di kalangan atas dan menengah terdapat pola kehidupan mewah, seperti kita dapat simak dalam karya sastra \"cerita seribu satu malam\" dimasa kejayaan kekhalifahan Abbasiyah. Pada masa itu gerakan tasawuf juga mengalami perkembangan yang tidak terbatas hanya pada praktek hidup bersahaja saja, tapi mulai ditandai juga dengan berkembangnya suatu cara penjelasan teoritis yang kelak menjadi suatu disiplin ilmu yang disebut ilmu Tasawuf.","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"Pada tingkat perkembangan inilah muncul beberapa terma yang dulunya tidak lazim dipakai dalam ilmu-ilmu keislaman. Upaya penalaran para ulama muhaddits dan fuqaha dalam menjabarkan prinsip-prinsip ajaran Islam mengenai penataan kehidupan pribadi dan masyarakat yang sudah berkembang selama tiga abad -dengan munculnya disiplin ilmu Tasawuf- terjadilah pemisahan antara dua pola penalaran, yaitu produk penalaran ulama muhaddits dan fuqaha yang disebut syari'ah, dan produk penalaran ulama tasawuf yang disebut haqiqah. Selanjutnya para fuqaha pun disebut ahli syari'ah dan para ulama tasawuf disebut ahli haqiqah.\rPada tahap perkembangannya, secara berangsur-angsur pola pikir dan pola hubungan antara ahli syari'ah dan ahli haqiqah makin berbeda. Dan ini menimbulkan banyak pertentangan antara kedua kelompok tersebut. Perbedaan tersebut ditandai dengan beberapa hal berikut:\r1. Ahli syari'ah menonjolkan -kadang-kadang secara berlebih-lebihan- soal pengalaman agama dalam bentuk yang formalistik (syi'ar-syi'ar lahiriah). Sedang dilain pihak, para ahli haqiqah menonjolkan aspek-aspek batiniah ajaran Islam.\r2. Adanya teori-teori ahli haqiqah yang menggusarkan para ahli syari'ah, misalnya teori al-fana fi 'l-Lah (peleburan diri dalam Allah) yang dikemukakan Abu Yazid al-Busthami dan teori Hub al-Lah (cinta Allah) hasil pemikiran Rabi'ah al-'Adawiyah serta teori Maqamat-Ahwal (terminal-terminal dan situasi-situasi) ciptaan Dzunn-un al-Mishri. Semua itu dianggap sebagai ajaran aneh oleh para ahli syari'ah.","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"3. Sebagian ahli haqigah tidak merasa terikat dengan syi'ar-syi'ar agama yang ritual-formalistis. Mereka berkata, kalau seseorang sudah mencapai derajat wali, dia sudah bebas dari ikatan-ikatan formal. Padahal, para pendahulu mereka sangat disiplin dalam pengalaman syari'ah.\r4. Ahli haqiqah mengklaim, siapa yang telah sampai perjalanan rohaniahnya kepada Allah dan sudah terlebur dirinya dalam diri Allah, maka dia akan mampu menaklukkan alam dan melakukan hal-hal yang luar biasa (keramat).\rJurang pemisah yang makin hari makin melebar antara ahli syari'ah dan ahli haqiqah makin menjadi-jadi pada sekitar akhir abad kelima Hijrah, dan Imam Ghazali berupaya memulihkannya. Dalam kaitan inilah beliau tampil dengan karya besarnya Ihya 'Ulum al-Din. Dalam buku ini beliau mempertemukan teori-teori syari'ah dengan teori-teori haqiqah Ternyata upaya al-Ghazali ini sangat membantu dalam merukunkan kembali antara para ahli syari'ah dengan ahli haqiqah.","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"Di Indonesia kita lebih banyak mengenal ajaran tasawuf lewat lembaga keagamaan non-formal yang namanya \"tarekat\" asal kata thariqah. Di Jawa Timur misalnya, kita jumpai Tarekat Qadiriyah yang cukup dikenal, disamping Tarekat Naqsyabandiyah, Syadziliyah, Tijaniyah dan Sanusiyah. Dalam satu dasawarsa terakhir ini, kita melihat adanya langkah lebih maju dalam perkembangan tarekat-tarekat tersebut dengan adanya koordinasi antara berbagai macam tarekat itu lewat ikatan yang dikenal dengan nama Jam'iyah Ahl al-Thariqah al-Mu'tabarah. Pada tahun lima puluhan, pemerintah Mesir menempatkan pembinaan dan koordinasi tarekat-terekat tersebut di bawah Departemen Bimbingan Nasional (Wizarah al-Irsyad al-Qaumi). Pertimbangannya ialah, bagaimanapun keberadaan penganut-penganut tarekat itu merupakan bagian dari potensi bangsa/umat, yang berhak mendapatkan perlindungan dalam rangka tertib kemasyarakatan suatu negara.","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"Untuk lebih mengenal adanya tarekat itu, ada baiknya kita mempertanyakan kapankah munculnya tarekat (al-thuruq al-shufiyah) itu dalam sejarah perkembangan gerakan tasawuf Dr. Kamil Musthafa al-Syibi dalam tesisnya tentang gerakan tasawuf dan gerakan syi'ah mengungkapkan, tokoh pertama yang memperkenalkan sistem thariqah (tarekat) itu Syekh Abdul Qadir al-Jilani (w. 561 H/1166 M) di Baghdad. Ajaran tarekatnya menyebar ke seluruh penjuru dunia Islam, yang mendapat sambutan luas di Aljazair, Ghinia dan Jawa. Sedangkan di Mesir, tarekat yang banyak pengikutnya Tarekat Rifa'iyyah yang dibangun Sayid Ahmad al-Rifa'i. Dan tempat ketiga diduduki tarekat ulama penyair kenamaan Parsi, Jalal al-Din al-Rumi (w. 672 H/1273 M). Beliau membuat tradisi baru dengan menggunakan alat-alat musik sebagai sarana dzikir. Kemudian sistem ini berkembang terus dan meluas. Dalam periode berikutnya muncul tarekat al-Syadziliyah yang mendapat sambutan luas di Maroko dan Tunisia khususnya, dan dunia Islam bagian Timur pada umumnya.\rYang juga perlu dicatat di sini ialah munculnya Tarekat Sanusiyah yang mempunyai disiplin tinggi mirip disiplin militer. Di bawah syeikhnya yang terakhir, Sayyid Ahmad al-Syarif al-Sanusi berhasil menggalang satu kekuatan perlawanan rakyat yang mampu memerangi kolonialis Italia, Perancis dan Inggris secara berturut-turut, dan akhirnya membebaskan wilayah Libya. Mungkin sifat keras dari iklim yang dibentuk Tarekat Sanusiyah inilah yang mewarnai Mu'ammar al-Qadafi mengambil alih kekuasaan dan berkuasa sampai saat ini sebagai Kepala Negara tersebut.","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"Nicholson mengungkapkan hasil penelitiannya, bahwa system hidup bersih dan bersahaja (zuhd) adalah dasar semua tarekat yang berbeda-beda itu. Semua pengikutnya dididik dalam disiplin itu, dan pada umumnya tarekat-tarekat tersebut walaupun beragam namanya dan metodenya, tapi ada beberapa ciri yang menyamakan:\r1. Ada upacara khusus ketika seseorang diterima menjadi penganut (murid). Adakalanya sebelum yang bersangkutan diterima menjadi penganut, dia harus terlebih dahulu menjalani masa persiapan yang berat.\r2. Memakai pakaian khusus (sedikitnya ada tanda pengenal)\r3. Menjalani riyadlah (latihan dasar) berkhalwat. Menyepi dan berkonsentrasi dengan shalat dan puasa selama beberapa hari (kadang-kadang sampai 40 hari).\r4. Menekuni pembacaan dzikir tertentu (awrad) dalam waktu-waktu tertentu setiap hari, ada kalanya dengan alat-alat bantu seperti musik dan gerak badan yang dapat membina konsentrasi ingatan.\r5. Mempercayai adanya kekuatan gaib/tenaga dalam pada mereka yang sudah terlatih, sehingga dapat berbuat hal-hal yang berlaku di luar kebiasaan.\r6. Penghormatan dan penyerahan total kepada Syeikh atau pembantunya yang tidak bisa dibantah","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"Dari sistem dan metode tersebut Nicholson menyimpulkan, bahwa tarekat-tarekat sufi merupakan bentuk kelembagaan yang terorganisasi untuk membina suatu pendidikan moral dan solidaritas sosial. Sasaran akhir dari pembinaan pribadi dalam pola hidup bertasawuf adalah hidup bersih, bersahaja, tekun beribadah kepada Allah, membimbing masyarakat ke arah yang diridlai Allah, dengan jalan pengamalan syari'ah dan penghayatan haqiqah dalam sistem/metode thariqah untuk mencapai ma'rifah.\rApa yang dimaksud dengan kata ma'rifah dalam terma mereka ialah penghayatan puncak pengenalan keesaan Allah dalam wujud semesta dan wujud dirinya sendiri. Pada titik pengenalan ini akan terpadu makna tawakkal dalam tawhid, yang melahirkan sikap pasrah total kepada Allah, dan melepaskan dirinya dari ketergantungan mutlak kepada sesuatu selain Allah.\rDaftar Kepustakaan\rAbu 'l-Hasan al-Nadawi, Rijal al-fikri wa 'l-Da'wah fi 'l-lslam.\rAhmad Amin, Dhuha al-Islam dan Zhuhur al-Islam\rImam al Ghazali, Ihya 'Ulum al-Din\rIrnam Ibn Khaldun, al-Muqaddimah.\rKamil Mushthafa al-Syibli, al-Shilah bain al-Tashawwuf wa 'l-Tasyayyu'.\r0283. \"FAQIIR\" ALA SUFI\rPERTANYAAN :\rSami Khan Mencari Guru >>\rSalam..\rقال صلى الله عليه وسلم : الفقر ازين على المؤمن من العدار الحسن على خد الفرس \" رواه الطبرانى _ باسناد ضعيف.\rMohon terjemahnya hadits ini, العدار : \" za \"..ga timbul huruf dzal-nya.. terimakasih..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"(الفقر بالمؤمن أحسن من العذار الحسن على خد الفرس) لأن صاحب الدنيا كلما اطمأن منها إلى سرور أشخصته إلى مكروه ، فطلبها شين والقلة منها زين ، والفقر في الأصل عدم المال وقلته وعند أهل التصوف عبارة عن الزهد والعبادة فيسمون من اتصف بذلك فقيرا وإن كان ذا مال وغيره غير فقير وإن كان فقيرا\r\"Kefakiran lebih indah menghiasi orang mukmin daripada tanda yang disimpulkan di pipi kuda.\". Sebab orang yang memiliki harta saat ia merasa tenang dan bahagia dengan hartanya dapat menyelewengkannya pada hal-hal yang dibenci agama. Maka mencarinya adalah cela, sedang menganggapnya kecil hiasan. Kefakiran menurut arti asalnya adalah tidak memiliki dan sedikit harta, sedang menurut Ahli Tashawwuf adalah ungkapan dari zuhud (membenci dunia) dan (merasa kurang) dalam beribadah, mereka biasa menamai orang-orang yang bersifat demikian dengan “Faqiir, al-Faqiir” meskipun pada kenyataannya mereka hidup dengan bergelimang harta, sedang bagi orang yang tidak zuhud dan merasa kurang dalam ibadahnya tidak mereka sebut dengan “Faqiir, al-Faqiir” meskipun kenyataannya mereka miskin harta. [ Faidh alQadiir IV/609 ]. SALAM\r0284. IMAM ASY-SYAAFI'IY DAN SHUFI\rOleh Semut Lewat\rSemoga dengan FAKTA ini, tidak ada lagi yang salah faham dengan maksud Imam Syafii yang termaktub dalam kitab Manaqib Al Imam as-Syafii karya Imam Baihaqi, beliau mencela itu hanya pada oknum sufi dan bukan sufi yang sesungguhnya. Di beberapa tempat, Imam As Syafi’i telah memberi penilaian terhadap para sufi. Yang sering dinukil dari perkataan beliau mengenai sufi bersumber dari Manaqib Al Imam As Syafi’i yang ditulis oleh Imam Al Baihaqi.","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"Di dalam kitab itu, Imam As Syafi’i menyatakan, “Kalau seandainya seorang laki-laki mengamalkan tashawuf di awal siang, maka tidak tidak sampai kepadanya dhuhur kecuali ia menjadi hamqa (kekurangan akal).” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207). Beliau juga menyatakan,”Aku tidak mengetahui seorang sufi yang berakal, kecuali ia seorang Muslim yang khawwas.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207). Beberapa pihak secara tergesa-gesa menyimpulkan dari perkataan di atas bahwa Imam As Syafi’i mencela seluruh penganut sufi. Padahal tidaklah demikian, Imam As Syafi’i hanya mencela mereka yang menisbatkan kepada tashawuf namun tidak benar-benar menjalankan ajarannya tersebut.\rDalam hal ini, Imam Al Baihaqi menjelaskan,”Dan sesungguhnya yang dituju dengan perkataan itu adalah siapa yang masuk kepada ajaran sufi namun mencukupkan diri dengan sebutan daripada kandungannya, dan tulisan daripada hakikatnya, dan ia meninggalkan usaha dan membebankan kesusahannya kepada kaum Muslim, ia tidak perduli terhadap mereka serta tidak mengindahkan hak-hak mereka, dan tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau sifatkan di kesempatan lain.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/208).","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"Jelas, dari penjelasan Imam Al Baihaqi di atas, yang dicela Imam As Syafi’i adalah para sufi yang hanya sebatas pengakuan dan tidak mengamalkan ajaran sufi yang sesungguhnya. Imam As Syafi’i juga menyatakan,”Seorang sufi tidak menjadi sufi hingga ada pada dirinya 4 perkara, malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207).\rImam Al Baihaqi menjelaskan maksud perkataan Imam As Syafi’i tersebut,”Sesungguhnya yang beliau ingin cela adalah siapa dari mereka yang memiliki sifat ini. Adapun siapa yang bersih kesufiannya dengan benar-benar tawakkal kepada Allah Azza wa Jalla, dan menggunakan adab syari’ah dalam muamalahnya kepada Allah Azza wa Jalla dalam beribadah serta mummalah mereka dengan manusia dalam pergaulan, maka telah dikisahkan dari beliau (Imam As Syafi’i) bahwa beliau bergaul dengan mereka dan mengambil (ilmu) dari mereka. (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"Kemudian Imam Al Baihaqi menyebutkan satu riwayat, bahwa Imam As Syafi’i pernah mengatakan,”Aku telah bersahabat dengan para sufi selama sepuluh tahun, aku tidak memperoleh dari mereka kecuali dua huruf ini,”Waktu adalah pedang” dan “Termasuk kemaksuman, engkau tidak mampu” (maknanya, sesungguhnya manusia lebih cenderung berbuat dosa, namun Allah menghalangi, maka manusia tidak mampu melakukannya, hingga terhindar dari maksiat). Jelas, bahwa Imam Al Baihaqi memahami bahwa Imam As Syafi’i mengambil manfaat dari para sufi tersebut. Dan beliau menilai bahwa Imam As Syafi’i mengeluarkan pernyataan di atas karena prilaku mereka yang mengatasnamakan sufi namun Imam As Syafi’i menyaksikan dari mereka hal yang membuat beliau tidak suka. (lihat, Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207).\rBahkan Ibnu Qayyim Al Jauziyah menilai bahwa pernyataan Imam As Syafi’i yang menyebutkan behwa beliau mengambil dari para sufi dua hal atau tiga hal dalam periwayatan yang lain, sebagai bentuk pujian beliau terhadap kaum ini,”Wahai, bagi dua kalimat yang betapa lebih bermanfaat dan lebih menyeluruh. Kedua hal itu menunjukkan tingginya himmahdan kesadaran siapa yang mengatakannya. Cukup di sini pujian As Syafi’i untuk kelompok tersebut sesuai dengan bobot perkataan mereka.” (lihat, Madarij As Salikin, 3/129).\rImam As Syafi’i Memuji Ulama Sufi","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"Bahkan di satu kesempatan, Imam As Syafi’I memuji salah satu ulama ahli qira’ah dari kalangan sufi. Ismail bin At Thayyan Ar Razi pernah menyatakan,”Aku tiba di Makkah dan bertemu dengan As Syafi’i. Ia mengatakan,’Apakah engkau tahu Musa Ar Razi? Tidak datang kepada kami dari arah timur yang lebih pandai tentang Al Qur`an darinya.’Maka aku berkata,’Wahai Abu Abdillah sebutkan ciri-cirinya’. Ia berkata,’Berumur 30 hingga 50 tahun datang dari Ar Ray’. Lalu ia menyebut cirri-cirinya, dan saya tahu bahwa yang dimaksud adalah Abu Imran As Shufi. Maka saya mengatakan,’Aku mengetahunya, ia adalah Abu Imran As Shufi. As Syafi’i mengatakan,’Dia adalah dia.’” (Adab As Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 164).\rWalhasil, Imam As Syafi’I disamping mencela sebagian penganut sufi beliau juga memberikan pujian kepada sufi lainnya. Dan Imam Al Baihaqi menilai bahwa celaan itu ditujukan kepada mereka yang menjadi sufi hanya dengan sebutan tidak mengamalkan ajaran sufi yang sesungguhnya dan Imam As Syafi’i juga berinteraksi dan mengambil manfaat dari kelompok ini. Sedangkan Ibnu Qayyim menilai bahwa Imam As Syafi’i juga memberikan pujian kepada para sufi. Dengan demikian, pernyataan yang menyebutkan bahwa Imam As Syafi’i membenci total para sufi tidak sesuai dengan data sejarah, juga tidak sesuai dengan pemahaman para ulama mu’tabar dalam memahami perkataan Imam As Syafi’i.\rRujukan:\r1. Manaqib Al Imam As Syafi’i, karya Al Baihaqi, t. As Sayyid Ahmad Shaqr, cet.Dar At Turats Kairo, th.1390 H.\r2. Madarij As Salikin, karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah, cet. Al Mathba’ah As Sunnah Al Muhamadiyah, th. 1375 H.","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"3. Adab As Syafi’I wa Manaqibuhu, karya Ibnu Abi Hatim Ar Razi, cet. Dar Al Kutub Al Ilmiyah, th. 1424 H.\r0390. Pancaran Sinar Tawadhu'\rPancaran sinar Tawadhu’ yang mengguncang hati dari para pecinta sang Nabi Saw, samudera kesempurnaan akhlak.\rNabi Saw bersabda : “ Barangsiapa yang merasa rendah hati maka Allah akan mengangkat derajatnya dan barangsiapa yang merasa sombong, maka Allah akan merendahkannya “.\r? Ali bin Abi Tholib Ra berkata “ Barangsiapa yang ingin melihat ahli neraka, maka lihatlah kepada seseorang yang duduk sedangkan di hadapannya ada kaum yang berdiri “.\r? Suatu kaum berjalan di belakang Hasan Al-Bashri Rh maka beliau malarang mereka dan berkata “ Ini tidak sepatutnya ada di hati seorang mukmin “.\r? Ibnu Wahab Rh berkata “ Suatu hari aku duduk di dekat Abdul Aziz Ar-Rawwad lalu lututku menyentuh lututnya, maka aku alihkan lagi lututku dari lututnya, kemudian ia malah menarik bajuku dan mendekatkanku kembali padanya dan berkata “ kenapa anda berbuat padaku seperti perbuatan orang yang sombong, sesungguhnya aku tidak melihatmu lebih buruk dari aku “.","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"? Umar bin Abdul Aziz Ra suatu hari kedatangan tamu, sedangkan beliau sedang menulis dan tiba-tiba lampu obornya hampir padam. Si tamu berkata “ Biarkan aku yang berdiri dan memperbaikinya “. Beliau berkata “ Bukan termasuk sifat dermawan jika ia meminta bantuan kepada tamunya “. Si tamu itu berkata lagi “ Biar aku bangunkan pelayan ?”. Beliau menjawab “ Dia baru saja tidur “. Kemudian beliau berdiri, mengambil lampu obor itu dan mengisinya dengan minyak “. Si tamu berkata padanya “ Engkau melakukan semua ini sendiri wahai Amirul mukminin (pak perisiden)? Beliau menjawab “ Aku berjalan dan aku Umar, aku kembali dan aku tetap Umar, tidak ada yang kurang dariku sedikitpun dan sebaik-baik manusia di sisi Allah adalah yang merasa rendah hati “.\r? Syekh Umar Al-Muhdor bin Abdurrahman as-Segaf : \" Andai aku tahu kalau satu sujudku diterima oleh-Nya, niscaya kujamu seluruh penduduk Tarim, bahkan ternak-ternak mereka sekalian.”\r? Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus Al-Adny berkata “ Mencium tanganku seperti menampar wajahku dan mencium kakiku seperti mencongkel mataku “.\rBeliau juga berkata “ Aduhai andai saja aku tidak dikenal seoranpun dan aku tidak mengenal seorangpun. Andai saja aku tidak lahirkan “. Padahal beliau adalah seorang wali besar yang bertabur karamah.\r? Sahl At-Tusturi sering berjalan di atas air tanpa sedikitpun kakinya menjadi basah. Seseorang berkata kepada Sahl: “ Orang-orang berkata bahwa engkau dapat berjalan di atas air “.","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"Beliau menjawab “ Tanyakanlah kepada muadzdzin di masjid ini, ia adalah seorang yang dapat dipercayai”. Kemudian orang itu mengisahkan : “ Telah kutanyakan kepada si muadzdzin dan ia menjawab “ Aku tak pernah menyaksikan hal itu. Tetapi beberapa hari yang lalu ketika hendak bersuci Sahl tergelincir ke dalam sumur dan seandainya aku tidak ada di tempat itu niscaya aia telah binasa “. Ketika Abu Ali bin Daqqaq mendengar kisah ini, ia pun barkata “ Sahl mempunyai berbagai karamah tetapi ia ingin menyembunyikan hal itu “\r? Pada suatu hari pelayan wanita Rabi’ah Al-Adawiyyah hendak memasak sup bawang karena telah beberapa lamanya mereka tidak memasak makanan. Ternyata mereka tidak mempunyai bawang. Si pelayan berkata kepada Rabi’ah “ Aku hendak meminta bawang kepada tetangga sebelah “.\rTetapi Rabi’ah mencegah “ Telah 40 tahun aku berjanji kepada Allah tidak akan meminta sesuatu pun selain kepada-Nya. Lupakanlah bawang itu “. Segera setelah Rabi’ah berkata demikian, seekor burung meluncur dari angkasa, membawa bawang yang telah terkupas di paruhnya, lalu menjatuhkannya ke dalam belangga.\rMenyaksikan peristiwa itu Rabi’ah berkata “ Aku takut jika semua ini semacam tipu muslihat (istidraj) “. Rabi’ah tidak mau menyentuh sup bawang tersebut. Hanya roti sajalah yang dimakannya.\r? Orang-orang bertanya kepada Malik bin Dinar “ Tidakkah engkau keluar bersama kami untuk minta hujan ? “ ia menjawab “ Aku takut akan turun hujan batu karena aku. Kalian sedang menanti hujan air sedangkan aku merasa khawatir turun hujan batu sebab keluarnya aku bersama kalian “.","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"? Muhammad bin Wasi’ Rh berkata “ Kami telah tenggelam dalam dosa. Seandainya seseorang di antara kalian dapat mencium bau dosa niscaya ia tidak akan mampu duduk bersamaku “.\r? Utbah Al-Ghulam Rh suatu hari pernah melewati suatu tempat lalu ia bergemetar keras hingga keringatnya bercucuran. Teman-temannya bertanya kepadanya “ Kenapa engkau seperti itu ? Beliau menjawab “ Ini adalah tempat aku pernah bermaksyiat dulu sewaktu aku masih kecil “.\r? Malik bin Dinar Rh berangkat haji dari Bushro ke Makkah dengan berjalan kaki. Ketika ditanya “ Kenapa engkau tidak menaiki kendaraan ? Beliau menjawab “ Apakah seorang budak yang bersalah dan melarikan diri tidak merasa puas dengan berjalan kaki menuju tuannya untuk meminta maaf ? Demi Allah seandainya aku menuju Makkah dengan melewati bara api, pasti akan aku lakukan dan hal itu belum seberapa “.\r? Yusuf bin Asbath Rh berkata “ Puncak tawadhu’ adalah engkau keluar dari rumah dan engkau tidak melihat / berprasangka kepada orang lain kecuali orang itu lebih baik darimu “\rDinukil dari kitab Tanbih Al-Mughtarrin, karya Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni dan kitab Syarh 'Ainiyyah karya Habib Abdullah Al-Haddad.\r(Ibnu Abdillah Al-Katibiy)\r0394. KESAKSIAN IMAM EMPAT TERHADAP TASHAWWUF\rOleh Fakhrul Wujud\rشهادات الأئمة الأربعة عن التصوف\rالإمام أبو حنيفة النعمان (ت: 150هجرية)","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"نقل الفقيه الحنفي الحصكفي صاحب الدر: أن أبا علي الدقاق قال: \" أنا أخذت هذه الطريقة من أبي القاسم النصرابادي، و قال أبو القاسم: أنا أخذته من الشبلي، و هو من السري السقطي، وهو من معروف الكرخي، وهو من داود الطائي، وهو أخذ العلم و الطريقة من أبي حنيفة رضي الله عنه، و كل منهم أثنى عليه و أقر بفضله\" (عبد القادر عيسى، حقائق عن التصوف باب بين الحقيقة والشريعة. ص 490).\rالإمام مالك بن أنس (ت:179هجرية)\r\" من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق، و من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق، و من جمع بينهما فقد تحقق.\" (حاشية العلامة العدوي على شرح الإمام الزرقاني على متن العزية في الفقه المالكي ج3. ص195.)\rالإمام الشافعي (ت: 204هجرية)\r\"حبب إلي من دنياكم ثلاثة: ترك التكلف و عشرة الخلق، و الإقتداء بطريق أهل التصوف\" (كشف الخفاء ومزيل الالباس عما اشتهر من الأحاديث على ألسنة الناس للإمام العجلوني المتوفى سنة 1162هـ. ج1 ص 341.)\rالإمام أحمد بن حنبل ( ت: 241هجرية)\rكان يقول لولده قبل أن يصاحب الصوفية: \" يا ولدي عليك بالحديث، وإياك و مجالسة هؤلاء الذين سموا أنفسهم صوفية، فإنهم ربما كان أحدهم جاهلا بأحكام دينه\". فلما صحب أبا حمزة البغدادي، و عرف أحوال القوم، أصبح يقول لولده:\" يا ولدي عليك بمجالسة هؤلاء القوم، فإنهم زادوا علينا بكثرة العلم و المراقبة و الخشية و الزهد و علو الهمة.» (عبد القادر عيسى، حقائق عن التصوف باب شهادات علماء الأمة الإسلامية من سلفها إلى خلفها للتصوف ورجاله. ص567).\r0403. CINTA ALA ROBII'AH AL-ADAWIYYAH\rPerempuan Yang Menggetarkan Sejarah Islam","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"Pada suatu malam, seorang perempuan keluar rumah dengan membawa obor yang menyala-nyala di tangan kanannya dan seember air di tangan kirinya. Ia pergi mengelilingi kampung dengan berteriak sangat keras, “Wahai manusia, seandainya engkau beribadah kepada Allah dan mengharapkan surga. Maka, biarkan surga itu kubakar dengan api ini ! Dan, apabila engkau menjauhi maksiat oleh sebab takut akan neraka. Maka, biarkan neraka itu kusiram dengan seember air yang ada di tangan kiriku…..!”\rSiapakah perempuan yang berani mengusik kesadaran orang-orang di sekitarnya, dan mungkin juga kita? Siapa lagi kalau bukan Rabi’ah al-Adawiyah. Ya, Rabi’ah al-Adawiyah. Perempuan suci yang sepanjang hayatnya mengajarkan cara beribadah kepada Allah dengan motif cinta yang tulus kepadaNya. Ia adalah sufi yang membawa corak baru dalam penghayatan Islam melalui ajaran cinta. Seluruh ajaran Islam dilaksanakan bukan sebab, “Ini semua karena perintahNya dan harus dilaksanakan bukan untuk mengharap surgaNya”, bukan pula karena, “Itu ahrus dijauhi karena takut akan siksaNya.” Namun, ia melaksanakan perintah dan menjauhi semua laranganNya sebab cinta yang sebenar-benarnya cinta (al-hubb haqq al-hubb).\rBukankah seorang pecinta akan berhias rapih dan wangi dalam shalatnya, melebihi saat pertemuan dengan orang yang paling dicintainya sekalipun? Bahkan, kerap kali ia menangis dalam shalatnya. Kucuran air mata pecinta ini adalah bentuk ungkapan lerinduan, kecintaan, dan kebahagiaan kala “berjumpa” denganNya.\rDengarkan, kata-kata Rabi’ah yang terbentuk dalam alunan puisinya :\rYa Tuhanku!","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"Tenggelamkan aku dalam kecintaanMu\rSehingga tiada suatupun yang dapat memalingkan aku dariMu\rKekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun\rTiada selain Dia dalam hatiku mempunyai tempat manapun\rKekasihku ghaib daripada penglihatanku dan pribadiku sekalipun\rAkan tetapi, Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedikitpun.\rAku mencintaiMu…\rOh, Tuhan tercinta…\rDengan cinta penuh kesenangan\rKarena Engkaulah yang penuh kesenangan\rMaka aku sibuk mengingatMu daripada yang lain\rKuharap Kau buka tabir untukku\rHingga aku dapat memandangMu\rMaka ujian yang ini dan itu bukan untukku\rMelainkan hanya untukMu.\rBagi Rabi’ah, bukan cinta apabila penghambaan manusia ada pamrihnya. Dan bukan pula cinta, apabila ibadah manusia memiliki motif-motif duniawi, sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits dari Abu Hurairah ra yang menceritakan bahwa ada orang-orang berkelompok bertanya kepadanya, “Wahai Tuan, ceritakan kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar langsung dari Rasulullah!”. “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya, orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Ia didatangkan dan ditanyakan akan nikmat-nikmatnya, lalu ia mengakuinya. Allah SWT berfirman kepadanya, ‘Apakah yang kamu amalkan di dunia ini?’ Ia menjawab, ‘Saya berperang hingga mati syahid.’ Allah menjawab, ‘Kamu berdusta, tetapi kamu berperang supaya orang-orang berkata bahwa engkau pemberani dan itu telah dikatakannya.’ Lalu. Allah SWT memerintahkan agar wajahnya ditarik, kemudian dilemparkan ke dalam api neraka.","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"‘Berikutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan suka membaca al-Qur’an didatangkan kepadaNya. Nikmat-nikmatnya ditanyakan dan ia mengakuinya. Allah berkata, ‘Apakah yang kamu kerjakan di dunia ini?’ Ia menjawab, ‘Saya mepelajari ilmu dan suka membaca al-Qur’an karenaMu.’ Allah SWT berfirman, ‘Kamu berdusta karena kam mempelajari ilmu supaya orang-orang mengatakan bahwa kamu pandai dan ahli dalam bidang al-Qur’an dan semua tu telah iucpkan oleh mereka.’ Allah pun memerintahkan agar ia dicampakkan ke dalam api neraka.\r‘Selanjutnya, orang yang diberikan kelapangan oleh Allah dan diberi berbagai macam harta akan didatangkan dan ditanyakan atas nikmat-nikmatnya, dan ia mengakuinya. Allah SWT berfirman, ‘APakah yang kamu kerjakan di dunia?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak meninggalkan jalan yang Engkau senangi untuk menginfaqkan harta, melainkan saya menginfaqkannya karenaMu.’ Allah menjawab, ‘Kamu berdusta, tetapi kamu mengerjakannya supaya kamu dikatakan sebagai orang dermawan dan itu telah dikatakannya.’ Allah lalu memerintahkan agar wajahnya ditarik dan dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Muslim).","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Na’udzubillah min dzalik! Itulah nasib manusia yang beribadah beradsarkan motif duniawi, dan ironisnya itu sering menjangkiti kita! Kini, masihkah kita tidak tahu manakala beribadah karena motif dunia, maka yang rugi – baik waktu, materi, maupun tenaga – adalah diri kita? Andai kata kita berhaji, haji kita hanyalah menghambur-hamburkan uang dan mustahil dapat diterima. Kalau kita bershadaqah, berzakat, berinfaq, maka akan sia-sia, yang ada harta kita berkurang. Tetapi, inilah yang sering kita lakukan.\rSesungguhnya, apabila kita mau menghayati perintah-perintah agama dan aturan-aturannya, maka kita akan mendapati bahwa dia sebenarnya indah. Keindahan agama itu tentu mustahil didapatkan apabila kita masih saja beribadah kepada Allah karena terpaksa atau memiliki motif-motif duniawi yang rendah, bukan karena kita mencintaiNya.\rSetiap ajaran agama yang diperintah Allah tidak lain hanya bertujuan untuk menguji seberapa cinta kita kepadaNya. Apakah kita melakukan amal shalih karena cinta kepadaNya ataukah sebab terpaksa? Tuhan bisa diibaratkan majikan, bos, atau pimpinan, maka manakala kita melakukan tugas yang diberikannya itu karena terpaksa, takut akan hukumannya, atau mengharapkan gaji lebih tinggi darinya, itu berarti kalau tidak ada sanksi atau hukuman dan tidak diberikan honor yang tinggi, kerja kita akan meksimal. Dia tentu bukan pekerja yang baik, karena bekerja ada pamrihnya.","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"Lalu, apakah beribadah untuk mengharapkan pahala dan takut akan siksaNya itu tidak diperbolehkan? Boleh! Tuhan itu tidak seperti bos Anda yang kalau Anda sudah bekerja keras pun, honornya sering kali tidak dinaikkan, bahkan tak jarang malah dipotong, Tuhan tidak juga seperti majikan Anda yang kalau Anda telah disiplin dan tertib dalam bekerja, gaji Anda pun masih sering telat diberikan.\rTidak mengapa beribadah mengharapkan surga dan takut akan neraka sebagai motivasi dalam melakukan amal shalih. Secara fiqh (hukum Islam) tidak ada masalah, ini hanya wilayah tingkatan (maqam) spiritual saja dalam beribadah.\rSayyidina Ali bin Abi Thalib mengungkapkan, “Apabila hamba beribadah kepada Allah, dan ia ingin mendapatkan imbalan serta menjauhi maksiat sebab takut akan mendapatkan siksa, itu tidak lain cara ibadahnya kaum pedagang. Sebab, ia masih memperhitungkan untung dan ruginya. Apabila hamba beribadah kepada Allah karena takut akan siksaNya, maka itu tidak lain adalah cara ibadahnya para budak. Dan, ada sekelompok kecil hamba yang beribadah karena cinta suci kepadaNya, itulah ibadahnya mukmin sejati.”","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"Tipe pertama dan kedua yang digambarkan Sayyidina Ali itulah yang sering kita lakukan. Karena itu, sangat wajarlah apabila Rabi’ah mengusik kesadaran motif beribadah kita hingga kini. Rabi’ah pada dasarnya mengajak kita supaya beribadah tidak karena pamrih demi meraih surga dan menghindar dari neraka, apalagi yang sangat menjijikkan, yakni beribadah dengan tujuan utnuk kelezatan dunia, ingin disebut dermawan, orang shalih, ingin mendapatkan jabatan tertentu, mendapat dukungan politik tertentu, dan lain-lain.\r“Madzhab cinta” ini telah banyak memberikan inspirasi bagi tokoh-tokoh sufi kenamaan yang hidup sesudahnya, misalnya Farid ad-Din al-Athar, Ibnu al-Farid, al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, dan sebagainya. Muhammad Iqbal, seorang filsuf dari Pakistan, juga mengikuti jejak tokoh ini, ia menggunakan maqam cinta sebagai komponen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wallahu A'lam. *Rizki Pratama*.\rIbnu Mehmoud El Aswadi\rMarilah kita berdoa kepada Allah supaya tidak pernah putus dari cintaNya. Disamping itu, kita berusaha keras untuk beribadah karena mencintaiNya. Kemudian, kita lanjutkan dengan doa yang menggetarkan jiwa, seperti halnya doa Sayyidina Ali saat bermunajat kepadaNya :\rIlahi…\rApakah orang yang telah mencicipi manisnya cintaMu\rAkan menggantikan pengganti selainMu\rApakah orang yang telah bersanding di sampingMu\rAkan mencari penukar selainMu\rIlahi…\rJadikan kami diantara yang Kau pilih untuk pendamping dan kekasihMu\rYang Kau ikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasihMu\rYang Kau rindukan untuk dating menemuiMu\rYang Kau ridhakan (hatinya) untuk menerima qadhaMu","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Yang Kau anugerahkan (kebahagiaan) melihat wajahMu\rYang Kau limpahkan keridhaanMu\rYang Kau lindungi dari pengusiran dan kebencianMu\rYang Kau persiapkan baginya kedudukan shiddiq disampingMu\rYang Kau istimewakan dengan ma’rifatMu\rYang Kau arahkan untuk mengabdiMu\rYang Kau tenggelamkan hatinya dalam iradahMu\rYang Kau pilih untuk menyaksikanMu\rYang Kau kosongkan dirinya untukMu\rYang Kau bersihkan hatinya untuk (diisi) cintaMu\rYang Kau bangkitkan hasratnya mengingatMu\rYang Kau dorong kepadanya mensyukuriMu\rYang Kau sibukkan dengan ketaatanMu\rYang Kau jadikan dari makhlukMu yang shalih\rYang Kau pilih untuk bermunajat kepadaMu\rYang Kau putuskan daripadanya segala sesuatu\rYang memutuskan hubungan denganMu\rYa Allah…\rJadikan kami diantara orang-orang\rYang kedambaannya adalah mencintai dan merindukanMu\rNasibnya hanya merintih dan menangis\rDahi-dahinya sujud karena kebesaranmu\rMata-matanya terjaga dalam mengabdiMu\rAir matanya mengalir karena takut kepadaMu\rHati-hatinya terikat pada cintaMu\rKalbu-kalbunya terpesona dengan kehebatanMu\rWahai Yang cahaya kesucianNya bersinar\rDalam pandangan para pencintaNya\rWahai Yang kesucian wajahNya membahagiakan hati pada pengenalNya\rWahai Kejaran Kalbu para perindu\rWahai Tujuan Cita para pencinta\rAku memohonkan cintaMu\rDan, cinta orang yang mencintaiMu\rDan, cinta amal yang membawaku ke sampingMu\rJadikan Engkau lebih aku cintai daripada selainMu\rJadikan cintaku kepadaMu membimbingku pada ridhaMu\rKerinduanku kepadaMu mencegahku dari maksiat atasMu\rAnugerahkan padaku memandangMu\rTataplah diriku dengan tatapan kasih sayang","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Jangan palingkan wajahMu dariku\rJadikan aku dari penerima anugerah dan karuniaMu\rWahai Pemberi ijabah\rYa Arhamarrahimin…\rZaine Elarifine Yahya\rBulan berputar mengelilingi bumi.. Bumi pun berputar mengelilingi matahari.. Lalu matahari berputar mengelilingi galaksi bimasakti.. Dalam Galaksi Bimasakti terdapat banyak sekali bintang – bintang, … wow yess ternyata ada lagi Galaksi, seperti Andromeda juga Magelan juga yang lain.. Semuanya berputar melawan arah arum jam, (thawaf), Subhanallah.. ternyata kumpulan Galaksi ini namanya Cluster… dan.. Allahu Akbar ternyata juga bukan ada satu Cluster …. Cluster juga ada banyak… !! semuanya berthawaf, … Konon semuanya bertasbih memuji nama Allah, namun kita tidak mengetahui tasbihnya…. itu adalah tasbihnya makrokosmos… dan ini adalah tasbihnya mikrokosmos… bukankah didalam batu, buku, kursi tempat kita dduk terdiri dari atom… yang mengelilingi inti atom… Subhanallah, …. dan thawaf yang nyata adalah thawafnya kita di dalam kabah.. Kebayang ga? Berdiri ruku, 2 kali sujud itu 360 derajat, yang artinya membentuk lingkaran… ternyata kita shalat walaupun tidak berjamaah di masjid akan tetapi kita berjamaah dengan bulan yang mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, kumpulan matahari yang mengelilingi pusat orbit yang namanya galaksi, galaksi yang mengelilingi pusat galaksi, dan lagi, … dan lagi, … \"Subhaana maa kholaqta haadzaa baathilaa.. Subhaanaka fakina 'azaabannar..\"\r0483. Aqidah dan Tasawuf","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"Saudaraku sebelumnya maaf kalau topic ini kurang sesuai dengan grup ini tapi saya merasa perlu mendiskusikannya disini. Setelah membaca novel penuh kontroversi the lost symbol saya mengambil dua kesan\rPertama\rBenar sekali kita telah melupakan Kebenaran dan hakikat tentang ilmu pengetahuan dan theology. Sebagai contoh dalam islam sunni para pendahulu dan leluhur kita bias melakukan sesuatu yang luar biasa yaitu mereka para waliyullah danorang-orang yang arif akan tetapi sekarang jika kita bertanya pada ulama’ dan intelektual muslim pasti mereka bilang orang ini sesat terutama kelompok wahabi yang mengganggap kaum sufi sebagai ajaran yang sesat, sungguh sangat ironis mengigat rosul pun secara tidak langsung mengajarkan kepada para sahabat tertentu untuk beribadah secara hakikat (bukan syaar’I saja) karena ibadah tanpa hakikat seperti jasad tak bernyawa\rKedua\rTentang bahaya freemason, sekilas apa yang disampaikan novel dawn brown terutama pada bab terakhir sangat membahayakan akidah islam karena mengaggap pikiran mempunyai kekuatan seperti tuhan. Dalam hal ini saya menemukan artikel menarik dari harun yahya di http://www.harunyahya.com/indo/buku/globalfreemasonry_pendahuluan.htm\rBagaimanakah komentar saudara tentang ini ?\r0541. TASAWWUF : TANDA HUKUMAN DARI TUHAN\rDi zaman Nabi Syuaib, seorang pria datang ke hadapan Nabi, \"Tuhan telah menyaksikan semua dosa yang aku lakukan. Namun karena kemurahanNya, Ia masih juga belum menghukumku.\"\rTuhan lalu berkata kepada Syuaib, \"Katakan pada orang itu: Engkau merasa Tuhan belum menghukummu padahal sebaliknya.","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"\"Tuhan telah menghukum tetapi kau tak menyadarinya. Kau berkelana di tengah rimba tanpa tujuan. Tangan dan kakimu terikat. Kau tak lain hanyalah waja yang penuh dengan karat.\r\"Semakin hari kau dibutakan oleh hal-hal spiritual. Bila api mengenai waja yang masih bersih, jelaganya terlihat seketika. Tapi dengan waja yang permukaannya amat hitam seperti milikmu, siapa yang mampu melihat betapa tebalnya jelaga itu?\r\"Ketika kau berhenti mengingat-Nya, lapisan karat itu bergerak menuju jiwamu.\r\"Bila kau menulis di atas sehelai kertas, tulisan itu akan mudah terbaca. Namun bila kertas itu kau remas berulang kali, apa yang kau tulis akan sulit untuk kau baca.\r\"Tenggelamkan dirimu dalam larutan pembersih karat. Hapus jelaga itu seluruhnya.\"\rSetelah Syuaib mengutarakan semua ini, saat itu pula mawar bermekaran di hati pria itu. Tapi ia masih bertanya, \"Aku masih ingin tahu satu tanda bahwa Dia benar-benar telah menghukumku.\"\rSekali lagi Tuhan, melalui lidah Syuaib, berkata, \"Aku takkan menyingkapkan rahasiamu, tapi Aku akan tunjukkan sehingga kau mengerti.\r\"Dalam hidupmu, kau telah banyak beramal salih. Kau sering berpuasa dan salat malam. Tapi kau belum menikmati semua itu. Kau memiliki banyak buah, namun tak ada yang rasanya manis. Tanpa cita rasa dan benih kenikmatan, sebiji epal takkan tumbuh menjadi pohon yang penuh dengan buah. Begitu pula dengan ibadahmu, ibadah tanpa kenikmatan tak lebih dari sekadar khayalan....\". [ Hakam eLChudrie ].\r0920. PERBEDAAN SYARIAT, THORIQOH, HAQIQAH DAN MA'RIFAT\roleh : Ust. Umar Bin Sholeh AlHamid","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah-istilah agama yang kadang-kadang pengertian masyarakat masih rancu, istilah tersebut antara lain :\rSyariat Thariqah Haqiqah Ma’rifah\r1. Syariat :\rAdalah hukum Islam yaitu Al qur’an dan sunnah Nabawiyah / Al Hadist yang merupakan sumber acuan utama dalam semua produk hukum dalam Islam, yang selanjutnya menjadi Madzhab-madzhab ilmu Fiqih, Aqidah dan berbagai disiplin ilmu dalam Islam yang dikembangkan oleh para ulama dengan memperhatikan atsar para shahabat ijma’ dan kiyas. Dalam hasanah ilmu keislaman terdapat 62 madzhab fiqh yang dinyatakan mu’tabar (Shahih dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya) oleh para ulama. Sedangkan dalam hasanah ilmu Tuhid (keimanan), juga dikenal dengan ilmu kalam. Ahirnya ummat Islam terpecah menjadi 73 golongan / firqah dalam konsep keyakinan. Perbedaan ini terdiri dari perbedaan tentang konsep konsep, baik menyangkut keyakinan tentang Allah SWT, para malaikat, kitab kitab Allah, para Nabi dan Rasul, Hari Qiamat dan Taqdir.","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"Namun dalam masalah keimanan berbeda dengan Fiqih. Dalam Fiqh masih ada toleransi atas perbedaan selama perbedaan tersebut tetap merujuk pada Al Qur’an dan Sunnah, dan sudah teruji kebenarannya serta diakui kemu’tabarannya oleh para ulama yang kompeten. Akan tetapi dalam konsep keimanan, dari 73 golongan yang ada, hanya satu golongan yang benar dan menjadi calon penghuni surga, yaitu golongan yang konsisten / istiqamah berada dibawah panji Tauhidnya Rasulullah SWA dan Khulafa Ar Rasyidiin Al Mahdiyyin yang selanjutnya dikenal dengan Ahlu As Sunnah wal Jamaah. Sedangkan firqah / golongan lainnya dinyatakan sesat dan kafir. Jika tidak bertaubat maka mereka terancam masuk dalam neraka. Na’udzubillah.\r2. Thariqah :\rAdalah jalan / cara / metode implementasi syariat. Yaitu cara / metode yang ditempuh oleh seseorang dalam menjalankan Syariat Islam, sebagai upaya pendekatannya kepada Allah Swt. Jadi orang yang berthariqah adalah orang yang melaksanakan hukum Syariat, lebih jelasnya Syariah itu hukum dan Thariqah itu prakteknya / pelaksanaan dari hukum itu sendiri.\rThariqah ada 2(dua) macam :\rThariqah ‘Aam : adalah melaksanakan hukum Islam sebagaimana masyarakat pada umumnya, yaitu melaksanakan semua perintah, menjauhi semua larangan agama Islam dan anjuran anjuran sunnah serta berbagai ketentuan hukum lainnya sebatas pengetahuan dan kemampuannya tanpa ada bimbingan khusus dari guru / mursyid / muqaddam.","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"Thariqah Khas : Yaitu melaksanakan hukum Syariat Islam melalui bimbingan lahir dan batin dari seorang guru / Syeikh / Mursyid / Muqaddam. Bimbingan lahir dengan menjelaskan secara intensif tentang hukum-hukum Islam dan cara pelaksanaan yang benar. Sedangkan bimbingan batin adalah tarbiyah rohani dari sang guru / Syeikh / Mursyid / Muqaddam dengan izin bai’at khusus yang sanadnya sambung sampai pada Baginda Nabi, Rasulullah Saw. Thariqah Khas ini lebih dikenal dengan nama Thariqah as Sufiyah / Thariqah al Auliya’.Thariqah Sufiyah yang mempunyai izin dan sanad langsung dan sampai pada Rasulullah itu berjumlah 360 Thariqah. Dalam riwayat lain mengatakan 313 thariqah. Sedang yang masuk ke Indonesia dan direkomendasikan oleh Nahdlatul Ulama’ berjumlah 44 Thariqah, dikenal dengan Thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyah dengan wadah organisasi yang bernama Jam’iyah Ahlu Al Thariqah Al Mu’tabarah Al Nahdliyah.\rDalam kitab Mizan Al Qubra yang dikarang oleh Imam Asy Sya’rany ada sebuah hadits yang menyatakan :\rان شريعتي جا ئت على ثلاثما ئة وستين طريقة ما سلك احد طريقة منها الا نجا .(ميزان الكبرى للامام الشعرني : 1 / 30)\r“Sesungguhnya syariatku datang dengan membawa 360 thariqah (metoda pendekatan pada Allah), siapapun yang menempuh salah satunya pasti selamat”. (Mizan Al Qubra: 1 / 30 )\rDalam riwayat hadits yang lain dinyakan bahwa :\rان شريعتي جائت على ثلاثمائة وثلاث عشرة طريقة لا تلقى العبد بها ربنا الا دخل الجنة ( رواه الطبرني )","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"“Sesungguhnya syariatku datang membawa 313 thariqah (metode pendekatan pada Allah), tiap hamba yang menemui (mendekatkan diri pada) Tuhan dengan salah satunya pasti masuk surga”. (HR. Thabrani)\rTerlepas dari perbedaan redaksi dan jumlah thariqah pada kedua riwayat hadits diatas, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus percaya akan adanya thariqah sebagaimana direkomendasi oleh hadits tersebut. Kalau tidak percaya berarti tidak percaya dengan salah satu hadits Nabi SAW yang Al Amiin (terpercaya dan tidak pernah bohong). Lalu bagaimana hukumnya tidak percaya pada Hadits Nabi yang shahiih?\rDari semua thariqah sufiyah yang ada dalam Islam, pada perinsip pengamalannya terbagi menjadi dua macam. Yaitu thariqah mujahadah dan Thariqah Mahabbah. Thariqah mujahadah adalah thariqah / mitode pendekatan kepada Allah SWT dengan mengandalkan kesungguhan dalam beribadah, sehingga melalui kesungguhan beribadah tersebut diharapkan secara bertahap seorang hamba akan mampu menapaki jenjang demi jenjang martabah (maqamat) untuk mencapai derajat kedekatan disisi Allah SWT dengan sedekat dekatnya. Sebagian besar thariqah yang ada adalah thariqah mujahadah.","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Sedangkan thariqah mahabbah adalah thariqah yang mengandalkan rasa syukur dan cinta, bukan banyaknya amalan yang menjadi kewajiban utama. Dalam perjalanannya menuju hadirat Allah SWT seorang hamba memperbanyak ibadah atas dasar cinta dan syukur akan limpahan rahmat dan nikmat Allah SWT, tidak ada target maqamat dalam mengamalkan kewajiban dan berbagai amalan sunnah dalam hal ini. Tapi dengan melaksanakan ibadah secara ikhlash tanpa memikirkan pahala, baik pahala dunia maupun pahala ahirat , kerinduan si hamba yang penuh cinta pada Al Khaliq akan terobati. Yang terpenting dalam thariqah mahabbah bukan kedudukan / jabatan disisi Allah. tapi menjadi kekasih yang cinta dan dicintai oleh Allah SWT. Habibullah adalah kedudukan Nabi kita Muhammad SAW. (Adam shafiyullah, Ibrahim Khalilullah, Musa Kalimullah, Isa Ruhullah sedangkan Nabi Muhammad SAW Habibullah). Satu satunya thariqah yang menggunakan mitode mahabbah adalah Thariqah At Tijany.\rNama-nama thariqah yang masuk ke Indonesia dan telah diteliti oleh para Ulama NU yang tergabung dalam Jam’iyyah Ahluth Thariqah Al Mu’tabarah Al Nahdliyah dan dinyatakan Mu’ tabar (benar – sanadnya sambung sampai pada Baginda Rasulullah SAW), antara lain :\r1. Umariyah\r23. Usysyaqiyyah\r2. Naqsyabandiyah 24. Bakriyah\r3. Qadiriyah\r25. Idrusiyah\r4. Syadziliyah\r26. Utsmaniyah\r5. Rifaiyah\r27. ‘Alawiyah\r6. Ahmadiyah 28. Abbasiyah\r7. Dasuqiyah 29. Zainiyah\r8. Akbariyah\r30. Isawiyah\r9. Maulawiyah 31. Buhuriyyah\r10. Kubrawiyyah 32. Haddadiyah\r11. Sahrowardiyah 33. Ghaibiyyah\r12. Khalwatiyah 34. Khodiriyah\r13. Jalwatiyah 35. Syathariyah","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"14. Bakdasiyah 36. Bayumiyyah\r15. Ghazaliyah 37. Malamiyyah\r16. Rumiyah 38. Uwaisiyyah\r17. Sa’diyah 39. Idrisiyah\r18. Jusfiyyah\r40. Akabirul Auliya’\r19. Sa’baniyyah 41. Subbuliyyah\r20. Kalsaniyyah 42. Matbuliyyah\r21. Hamzaniyyah 43. TIJANIYAH\r22. Bairumiyah 44. Sammaniyah.\r3. Haqiqah\rYaitu sampainya seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. di depan pintu gerbang kota tujuan, yaitu tersingkapnya hijab-hijab pada pandangan hati seorang salik (hamba yang mengadakan pengembaraan batin) sehigga dia mengerti dan menyadari sepenuhnya Hakekat dirinya selaku seorang hamba didepan TuhanNya selaku Al Kholiq Swt. bertolak dari kesadaran inilah, ibadah seorang hamba pada lefel ini menjadi berbeda dengan ibadah orang kebanyakan. Kebanyakan manusia beribadah bukan karena Allah SWT, tapi justru karena adanya target target hajat duniawi yang ingin mereka dapatkan, ada juga yang lebih baik sedikit niatnya, yaitu mereka yang mempunyai target hajat hajat ukhrawi (pahala akhirat) dengan kesenangan surgawi yang kekal.\rSedangkan golongan Muhaqqiqqiin tidak seperti itu, mereka beribadah dengan niat semata mata karena Allah SWT, sebagai hamba yang baik mereka senantiasa menservis majikan / tuannya dengan sepenuh hati dan kemampuan, tanpa ada harapan akan gaji / pahala. Yang terpenting baginya adalah ampunan dan keridhaan Tuhannya semata. Jadi tujuan mereka adalah Allah SWT bukan benda benda dunia termasuk surga sebagaimana tujuan ibadah orang kebanyakan tersebut diatas.\r4. Ma’rifah","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"Adalah tujuan akhir seorang hamba yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. (salik) Yaitu masuknya seorang salik kedalam istana suci kerajaan Allah Swt. ( wusul ilallah Swt). sehingga dia benar benar mengetahui dengan pengetahuan langsung dari Allah SWT. baik tentang Tuhannya dengan segala keagungan Asma’Nya, Sifat sifat, Af’al serta DzatNya. Juga segala rahasia penciptaan mahluk diseantero jagad raya ini. Para ‘Arifiin ini tujuan dan cita cita ibadahnya jauh lebih tinggi lagi, Mereka bukan hanya ingin Allah SWT dengan Ampunan dan keridhaanNYa, tapi lebih jauh mereka menginginkan kedudukan yang terdekat dengan Al Khaliq, yaitu sebagai hamba hamba yang cinta dan dicintai oleh Allah SWT.\r(syariah dan Thariqah) kita bisa mempelajari teori dan praktek secara langsung, baik melalui membaca kitab-kitab / buku-buku maupun melalui pelajaran-pelajaran (ta’lim) dan pendidikan (Tarbiyah) bagi ilmu Thariqah. Sedangkan Haqiqah dan ma’rifah pada prinsipnya tidak bisa dipelajari sebagai mana Syariah dan Thariqah karena sudah menyangkut Dzauqiyah.\rHaqiqah dan ma’rifah lebih tepatnya merupakan buah / hasil dari perjuangan panjang seorang hamba yang dengan konsisten (istiqamah) mempelajari dan menggali kandungan syariah dan mengamalkanya dengan ikhlash semata mata karena ingin mendapatkan ridha dan ampunan serta cinta Allah SWT.","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"Perumpamaan yang agak dekat dengan masalah ini adalah : ibarat satu jenis makanan atau minuman ( misalnya nasi rawon ). Resep masakan nasi rawon yang menjelaskan bahan bahan dan cara membuat nasi rawon itu sama dengan Syariah. Bimbingan praktek memasak nasi rawon itu sama dengan Thariqah. Resep dan praktek masak nasi rawon ini bisa melalui buku dan mempraktekkan sendiri (ini thariqah ‘am ) sedangkan resep dan praktek serta bimbingan masak nasi rawon dengan cara kursus pada juru masak yang ahli (itu namanya Thariqah khusus). Makan nasi rawon dan menjelaskan rasa / enaknya ini sudah haqiqah dan tidak ada buku panduannya, demikian juga makan nasi rawon dan mengetahui secara detail rasa, aroma, kelebihan dan kekurangannya itu namanya ma’rifah.\rSumber : Keputusan Kongres & Mubes Jam’iyah Ahli Thariqah Mu’tabaroh An Nahdliyah, pada hasil Mu’tamar kedua di Pekalongan tanggal 8 Jumadil Ula 1379 H / 9 November 1959. halaman 25.\r1509. KRITERIA ULAMA DUNIA DAN ULAMA AKHIRAT\rPERTANYAAN :\rIman Salman\rAssalaamu'alaikum.wr.wb ! Mohon dijelaskan dan bagaimana kriteria 'ulama dunia dan 'ulama akhirat itu ? Lengkap dengan 'ibarah nya!, syukron..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"فمن المهمات العظيمة معرفة العلامات الفارقة بين علماء الدنيا وعلماء الآخرة ونعني بعلماء الدنيا علماء السوء الذين قصدهم من العلم التنعم بالدنيا والتوصل إلى الجاه والمنزلة عند أهلها قال صلى الله عليه وسلم \" إن أشد الناس عذاباً يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه \" وعنه صلى الله عليه وسلم أنه قال \" لا يكون المرء عالماً حتى يكون بعلمه عاملاً \" وقال صلى الله عليه وسلم \" العلم علمان: علم على اللسان فذلك حجة الله تعالى على خلقه وعلم في القلب فذلك العلم النافع \" وقال صلى الله عليه وسلم \" يكون في آخر الزمان عباد جهال وعلماء فساق \" وقال صلى الله عليه وسلم \" لا تتعلموا العلم لتباهوا به العلماء ولتماروا به السفهاء ولتصرفوا به وجوه الناس إليكم فمن فعل ذلك فهو في النار \" وقال صلى الله عليه وسلم \" من كتم علماً ألجمه الله بلجام من نار \" وقال صلى الله عليه وسلم \" لأنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال. قيل: وما ذلك؟ فقال: من الأئمة المضلين \" وقال صلى الله عليه وسلم \" من ازداد علماً ولم يزدد هدى لم يزدد من الله إلا بعداً \" وقال عيسى عليه السلام: إلى متى تصفون الطريق للمدلجين وأنتم مقيمون مع المتحيرين، فهذا وغيره من الأخبار يدل على عظيم خطر العلم فإن العالم إما متعرض لهلاك الأبد أو لسعادة الأبد وإنه بالخوض في العلم قد حرم السلامة وإن لم يدرك السعادة. وأما الآثار فقد قال عمر رضي الله عنه: إن أخوف ما أخاف على هذه الأمة المنافق العليم. قالوا: وكيف يكون منافقاً عليماً؟ قال: عليم اللسان جاهل القلب والعمل. وقال الحسن رحمه الله: لا تكن ممن يجمع علم العلماء وطرائف الحكماء ويجري في العمل مجرى السفهاء. وقال رجل لأبي هريرة رضي الله عنه: أريد أن أتعلم العلم وأخاف أن أضيعه فقال: كفى بترك العلم إضاعة له. وقيل لإبراهيم بن عيينة: أي الناس أطول ندماً؟ قال:أما في عاجل الدنيا فصانع المعروف إلى من لا يشكره","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"وأما عند الموت فعالم مفوط. وقال الخليل بن أحمد: الرجال أربعة، رجل يدري ويدري أنه يدري فذلك عالم فاتبعوه، ورجل يدري ولا يدري أنه يدري فذلك نائم فأيقظوه، ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري فذلك مسترشد فأرشدوه، ورجل لا يدري ولا يدري أنه لا يدري فذلك جاهل فارفضوه. وقال سفيان الثوري رحمه الله: يهتف العلم بالعمل فإن أجابه وإلا ارتحل. وقال ابن المبارك: لا يزال المرء عالماً ما طلب العلم فإذا ظن أنه قط علم فقد جهل. وقال الفضيل ابن عياض رحمه الله: إني لأرحم ثلاثة: عزيز قوم ذلك وغني قوم افتقر وعالماً تلعب به الدنيا. وقال الحسن: عقوبة العلماء موت القلب، وموت القلب طلب الدنيا بعمل الآخرة وأنشدوا:عجبت لمبتاع الضلالة بالهدى ... ومن يشتري دنياه بالدين أعجبواعجب من هذين من باع دينه ... بدنيا سواه فهو من ذين أعجب\rDiantara peringatan agung yang dapat membedakan antara Ulama Dunia dan Ulama Akhirat adalah : Ulama Dunia (atau juga disebut dengan Ulama as-Suu’) adalah mereka yang bertujuan dengan ilmu agama yang kuasai untuk meraih kenikmatan-kenikmatan dunia, mencapai kedudukan-kedudukan luhur dimata manusia.\rBerikut beberapa sabda Nabi Muhammad SAW berkaitan dengan ULAMA DUNIA :\r1. “Sesungguhnya paling pedihnya siksa Allah dihari kiamat menimpa pada orang alim yang ilmunya tidak diberi kesempatan untuk diamalkan oleh Allah”\r2. “Tidaklah seseorang disebut alim hingga ia mengamalkan ilmunya”\r3. “Ilmu itu ada dua macam : ILMU LISAN ialah argumen Allah Ta’ala atas makhluk-makhluknya dan ILMU HATI ialah ilmu yang bermanfaat”\r4. “Kelak diakhir zaman terdapati hamba-hamba Allah yang pandir dan Para Ulama yang fasiq”","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"5. “Janganlah mempelajari ilmu demi pengakuan orang-orang alim lainnya, bertujuan mencari simpati orang-orang umum agar menuju kepadamu, barangsiapa menjalaninya maka ia dalam api neraka”......\rBerikut beberapa ungkapan para sahabat Nabi Muhammad SAW berkaitan dengan ULAMA DUNIA :\r1.…Sayyidina Umar Bin Khoththob ra berkata “Sesungguhnya paling mengkhawatirkannya umat ini adalah para munafiq yang berilmu”Para sahabat bertanya “Bagaimana orang munafiq tapi ia alim?”Sayyodina Umar menjawab “Mereka alim dalam lisannya tapi tidak dalam hati dan amaliahnya”\r2.…Hasan al-Bashri rh berkata “Janganlah kalian menjadi pengumpul ilmu-ilmu ulama dan kata-kata bijak ahli hikmah namun dalam pengamalannya sebagaimana pengamalan orang-orang pandir”....\r3.…Ibn al-Mubaarak berkata “Selama seseorang mau belajar ilmu ia akan menjadi orang alim namun saat ia merasa dirinya telah alim sesungguhnya ia adalah orang bodoh”...\rHasan alBashry berkata “Siksaan bagi ulama adalah kematian hatinya dan kematian hatinya akibat amaliah akhiratnya ditujukan pada harta benda”, beliau juga bersyair : Aku heran pada orang yang menjual kesesatan dengan hidayah Tuhan. Aku lebih heran pada orang membeli dunia dengan agama. Dan yang lebih mengherankan dari keduanya adalah orang yang menjual agamanya dengan dunianya. [ Ihyaa ‘Uluum ad-Diin I/63 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/408720575817423/\r1527. ARTI UNGKAPAN MEMBERI PEDANG PADA PERAMPOK\rPERTANYAAN :\rKnjeng Sis Wanto\rAdakah yang tahu ungkapan memberi pedang kepada perampok ? Coba.... Monggo....\rJAWABAN :\rAbdullah Afif","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"أما بعد: فاعلم أيها الحريص المقبل على اقتباس العلم المظهر من نفسه صدق الرغبة وفرط التعطش إليه. أنك إن كنت تقصد بالعلم المنافسة والمباهاة والتقدم على الأقران واستمالة وجوه الناس إليك وجمع حطام الدنيا فأنت ساع في هدم دينك وإهلاك نفسك وبيع آخرتك بدنياك فصفقتك خاسرة وتجارتك بائرة\rومعلمك معين لك على عصيانك وشريك لك في خسرانك وهو كبائع سيف لقاطع طريق كما قال صلى الله عليه وسلم: (من أعان على معصية ولو بشطر كلمة كان شريكا فيها).\rDan gurumu merupakan penolongmu terhadap maksiyatmu dan ikut serta dalam kerugianmu. Ia bagaikan seorang yang menjual pedang kepada perampok.maka ia akan ikut mendapatkan dosa merampok, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam, barang siapa yang menolong kema’siyatan walaupun hanya dengan setengah kalimat, maka ia telah terlibat dalam ma’siyat itu. [ Sumber: Bidayatul Hidaayah / Hamisy Maraaqil 'Ubuudiyyah halaman 3 ].\rDari Ngaji sore Syekhina Maimoen Zubair athaalallaah 'umrah fii shihhatin wa 'aafiyah http://saifanshori.blogspot.com/2010/12/muqoddimah-bidayatul-hidayah-bag-2.html. Wallaahu A'lam .\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/415958705093610/\r1620. ISTIQOMAH LEBIH UTAMA DARIPADA SERIBU KAROMAH\rPERTANYAAN :\rAgus Didik\rAssalamualaikum.. Mau nanya guru-guru, ustadz, all yang dimaksud dengan.. AL ISTIQOMAH KHAIRUM MIN ALFI KAROMAH, artinya : istiqomah lebih baik daripada 1000 karomah/ kemulya'an. ?\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rRasulullah Saw, bersabda :\rأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلىَ ا?ِأَدْومُهَا وَإِنْ قَلَّ (رواه الشيخان عن عائشة","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"“Pekerjaan-pekerjaan (yang baik) yang lebih disukai Allah adalah pekerjaan yang terus-menerus (dawwam) dikerjakan walaupun pekerjaan itu sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah).\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. “Istiqamah lebih utama ketimbang seribu karamah” karena :\r1.…ISTIQAMAH lebih sulit ketimbang menapaki titian yang membentang dihari kiamat\r2.…ISTIQOMAH berarti konsekuen beribadah secara ikhlas, semata-mata karena Allah, berpaling dari selain Allah, termasuk didalamnya mengharapkan bagian atas dirinya berupa karomah.\r3.…Dalam KAROMAH terkadang justru mengandung tipuan baik diawal maupun diakhir sebuah pendakian menuju kehadhirat Allah.\r( 179 ) ربما رزق الكرامة من لم تكمل له الاستقامة\rيعني : أن الكرامة التي هي الأمر الخارق للعادة لا عبرة بها عند المحققين وإنما الكرامة الحقيقية هي الاستقامة . ومرجعها إلى أمرين : صحة الإيمان بالله عز و جل واتباع ما جاء به رسوله صلى الله عليه و سلم ظاهراً وباطناً . ولذا قال أبو يزيد : لو أن رجلاً بسط مصلاه على الماء وتربع في الهواء فلا تغتروا به حتى تنظروا كيف تجدونه في الأمر والنهي\rوقيل له : أن فلاناً يمر في ليلة إلى مكة فقال : أن الشيطان يمر في لحظة من المشرق إلى المغرب\rوقيل له : أن فلاناً يمشي على الماء فقال : الحيتان في الماء والطير في الهواء أعجب من ذلك","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"Terkadang karamah diberikan justru pada orang tiada baginya istiqamah... Yakni karomah yang merupakan kejadian luar biasa tidaklah berarti bagi orang-orang ahli hakikat sebab karomah yang sesungguhnya bagi mereka adalah istiqamah. Rujukan dan sandaran istiqamah adalah keabshahan iman kepada Allah Azza Wa Jalla dan mengikuti segala yang diajarkan baginda Nabi Muhammad SAW secara lahir dan bathin.\rKarenanya Abu Yazid al-Busthami berkata “Bila seorang mampu menggelar sajadah tempat shalatnya diatas air, mampu duduk bersila diudara maka janganlah sesekali kalian tertipu hingga kalian jumpai bagaimana dirinya dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah”. Ditanyakan pada Abu Yazid “Sesungguhnya si Anu mampu berjalan disatu malam menuju Makkah”.\rBeliau menjawab “Sesungguhnya syetan mampu berjalan dari ujung timur keujung barat dalam sekejap mata”. Ditanyakan pada Abu Yazid “Sesungguhnya si Anu mampu berjalan diatas air”. Beliau menjawab “Ikan-ikan di air, burung-burung diudara lebih mengherankan ketimbang hal itu”. [ Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah I/126 ].\rاستقيموا أي على جادة الشريعة والطريقة والحقيقة فإن الإستقامة خير من ألف كرامة وهي الثبات على العقيدة الصحيحة والمداومة على العلم النافع والعمل الصالح والإخلاص الخالص والحضور مع الله والغيبة عن شهود ما سواه","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Istiqamahlah....!! Artinya bersungguh-sungguhlah menjalankan syariat, Thariqah dan hakikat karena sesungguhnya istiqamah itu lebih utama ketimbang seribu karamah. Istiqamah adalah konsekuen pada akidah yang benar, melanggengkan diri pada ilmu yang bermanfaat, beramal shalih, ikhlas yang murni, selalu khudur pada hadhirat Allah serta berpaling dari selain Allah. [ Marqaah al-Mafaatiih Syarh al-Misykaat II/193 ].\rوهذه كلها خوارق عادات تطوي بساط كرامات ربما يكون تحتها غرور في بدايات أو نهايات ولذا قالوا الاستقامة خير من ألف كرامة\rPada derajat ini keseluruhannya terdapat keanehan-keanehan yang berada pada rangkaian aneka KAROMAH yang terkadang didalamnya justru mengandung tipuan baik diawal maupun diakhir sebuah pendakian karenanya para Ulama Tashawwuf menyatakan “Istiqamah lebih utama ketimbang seribu karamah”. [ Marqaah al-Mafaatiih Syarh al-Misykaat 14/430 ].\rلا شك أن الإستقامة خير من ألف كرامة لكونها أصعب من جسر القيامة مع أنها أدق من الشعر وأمر من الصبر وأحد من السيف وأحر من الصيف\rTidak diragukan bahwa “Istiqamah lebih utama ketimbang seribu karamah” karena jalan istiqamah lebih sulit ketimbang menapaki titian yang membentang dihari kiamat meski ia lebih lembut ketimbang rambut, lebih pahit ketimbang kesabaran, lebih tajam ketimbang mata pedang dan lebih terik ketimbang musim panas. [ Marqaah al-Mafaatiih Syarh al-Misykaat 15/290 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/433699659986181/\r1641. PENGERTIAN FITNAH DAN MACAM-MACAMNYA\rPERTANYAN :\rYahya Suaidi","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"Assalamu'alaikum.. adakah yang bisa menjelaskan arti fitnah dalam Islam dan maacam macamnya ?..\rJAWABAN :\r> Cecep Furqon\rأصل الفَتْنِ : إدخال الذّهب النار لتظهر جودته من رداءته ، واستعمل في إدخال الإنسان النار.قال تعالى : يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ[الذاريات / 13] ، ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ[الذاريات / 14] ، أي : عذابكم ، وذلك نحو قوله : كُلَّما نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْناهُمْ جُلُوداً غَيْرَها لِيَذُوقُوا الْعَذابَ [النساء / 56] ، وقوله : النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْها ... الآية [غافر / 46] ،\rFitnah pada awalnya bermakna: memasukan emas kedalam api agar menjadi tau mana yang bersih(murni) dan mana yang buruk.Ia Juga digunakan untuk menunjukan makna dimasukannya manusia kedalam api Allah berfirman :\r: يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ [الذاريات / 13]\rMaksudnya pada hari kamu di masukan ke azab neraka\rوتارة يسمّون ما يحصل عنه العذاب فيستعمل فيه. نحو قوله : أَلا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا[التوبة / 49]\rTerkadang Fitnah itu menunjukan sesuatu yang menyebabkan azab/kesusahan sebagaimana firman Allah\r: أَلا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا [التوبة / 49\rMaksudnya terjatuh/terjerumus ke dalam siksa atau kesusahan perang.\r، وتارة في الاختبار نحو : وَفَتَنَّاكَ فُتُوناً[طه / 40] ، وجعلت الفتنة كالبلاء في أنهما يستعملان فيما يدفع إليه الإنسان من شدّة ورخاء ، وهما في الشّدّة أظهر معنى وأكثر استعمالا ، وقد قال فيهما : وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً[الأنبياء / 35]. وقال في الشّدّة : إِنَّما نَحْنُ فِتْنَةٌ[البقرة / 102] ، وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة / 191]\rFitnah juga di gunakan untuk makna ujian sebagai mana firman Allah","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً\rKami uji kamu dengan kebaikan dan keburukan.\rDiantara makna fitnah yang di gunakan adalah Kesangatan sebagaimana firman Allah\r، وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة / 191]\rFitnah itu lebih keji dari pembunuhan.\rTerkadang ia di muta’adkan denag huruf “an” maknanya kemudian menjadi tipu daya, firman allah\rوَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ ما أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ [المائدة / 49]\rMaknanya : dan waspadalah terhadap mereka jangan sampai mereka memperdayakan engkau, terhadap apa yang telah allah turunkan kepadamuKesimpulan Fitnah memiliki berbagai makna sesuai dengan konteks kalimat, jika fitnah di tujukan ke muslim maka ia bermakna ujian yang mampu menampakan/mengeluarkan mana diantara mereka yang bersungguh-sungguh di dalam keimanannya dan mana yang tidak.\rJika ia di tunjukan ke kafir maka bermakna siksa. Jika ditujukan kekeduannya-secara umum- maka ia menunjukan kepayahan/kesusahan. Jika ia ditunjukan sebagai perbandingan sesuatu maka ia bermakna menyangatkan(buruk atau jahat) salah satu diantara kedua itu.\rJka di muta’adkan dengan huruf an maka bermakna tipudaya/kelicikan ,-inilah yang bisa di lakukan orang tidak berilmu memitnah{melakukan tipudaya/kelicikan.}untuk menghasilkan maksudnya. [ Al-Mufrodat 1/623 ]. Wallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/435315439824603/\r1801. PERBEDAAN HAWA DAN NAFSU\rPERTANYAAN :\rMbah Jenggot II\rالسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته\rGiliran santri baru ijin bertanya \"Apa bedanya HAWA dengan NAFSU\" Mohon di jabarkan di contohkan dengan gamblang. Syukron","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"JAWABAN :\r> Ibnu Toha\rHAWA NAFSU, Dari kata ini sudah dapat difahami bahwa HAWA timbul dari NAFSU sebab kata HAWA dimudhafkan pada kata NAFSU, tidak mungkin diucapkan terbalik menjadi NAFSU HAWA... ^_^ sebagaimana memahami ayat ini :\rوَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى\r\"menahan NAFSU dari HAWA\"\rNAFSU = diri sendiri secara mutlaq\rHAWA = keinginan-keinginan\rHAWA NAFSU = keinginan diri\rSelanjutnya kita fahami ayat 3-4 surat An-Najm berikut :\rوَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)\r3. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. 4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Dalam tafsir Jalalain disebutkan :\r{ وَمَا يَنْطِق} بِمَا يَأْتِيكُمْ بِهِ {عَنِ الْهَوَى} هوى نفسه\rfokus :\rهوى نفسه\rHAWA NAFSU nya, yakni Al-Qur'an itu bukan melalui HAWA yang timbul dari NAFSU beliau, melainkan WAHYU dari ALLAH.\r> Hadlro Maut\rKembali ke pertanyaan... Apa bedanya HAWA dengan NAFSU\" dalam beberapa literatur, yang dikonfrontir adalah antara NAFSU denga RUH, atau Hawa dengan syahwat, belum menemukan antara NAFSU dengan Hawa. Contoh:\rالفرق بين الهوى والشهوة (1) : الفرق بينهما بأن الهوى يختص بالاداء والاعتقادات، والشهوة تختص بنيل المستلذات.\rوفرّق بعض العلماء بين \" النفس \" و \" الروح \" فقال: \" الروح \" هو الذي به الحياة، و \" النفس \" هي التي بها العقل. فإذا نام النائم، قَبَضَ الله نفسه، ولم يقبض روحه. والروح لا يُقبض إلاّ عندَ الموتِ\r> Mlaku Ndungkluk","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"Akal, Nafs Dan Hawa. Allah Ta’âlâ berfirman kepada orang-orang yang memiliki hati, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang yang memiliki hati.” (QS Qaf, 50:37). Dan ketika menyebut nafs Allah Ta’âlâ berfirman, “Sesungguhnya nafs itu selalu menyuruh kepada kejahatan...” (QS Yusuf, 12:53).\rAllah berfirman kepada Musa as, “Salahkanlah nafs-mu, karena yang paling layak untuk disalahkan adalah nafs. Ketika bermunajat kepada-Ku, bermunajatlah dengan lisan yang shidq dan hati yang takut.”\rKetahuilah, setiap kali hati memiliki sesuatu yang baik, maka nafs pun memiliki hal serupa yang dapat mengaburkan. Sebagaimana Allah memberi hati keinginan (irâdah), maka Allah juga memberi nafs angan-angan kosong (tamanniy). Sebagaimana Allah memberi hati perasaan cinta (mahabbah), maka Allah memberi nafs hawa nafsu (hawâ). Sebagaimana Allah memberi hati harapan (rojâ`), maka Allah memberi nafs ketamakan (thoma’). Sebagaimana Allah memberi hati perasaan takut (khauf), maka Allah memberi nafs perasaan putus asa (qunûth). Perhatikan dan renungkan kata-kataku ini.\rSalah satu contoh yang dapat memberikan gambaran jelas kepadamu adalah keadaan orang yang terlilit hutang. Kamu seringkali melihat orang yang tidak mau melunasi hutangnya. Namun ketika memperoleh harta, ia justru menyedekahkannya, dan tidak berusaha melunasi hutangnya. Itulah contoh perbuatan baik yang timbul dari nafs. Sebab, di antara sekian banyak jenis nafs, ada nafs yang suka melakukan murûah dan merasakan kenikmatan ketika memberi.","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"Orang yang nafs-nya seperti ini merasakan kenikmatan dalam memberi sebagaimana orang jahat merasakan kenikmatan ketika menolak permohonan pertolongan. Demikian pula halnya dengan mereka yang mengerjakan sunah, tapi meninggalkan yang wajib. Misalnya: orang yang mengerjakan ibadah haji berulang kali dengan uang halal dan haram serta mengabaikan ketakwaan dalam urusan-urusannya yang lain. Di antara mereka ada yang menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki, tapi meremehkan salat. Hasan Al-Bashri rhm berkata, “Ada seseorang berkata,’ Aku telah haji, aku telah haji.’ Kamu telah menunaikan ibadah haji, oleh karena itu sambunglah tali silaturahmi, bantulah orang yang sedang kesusahan, dan berbuat baiklah kepada tetangga.”\rContoh lain adalah orang-orang yang mencari harta haram kemudian membelanjakannya dalam kebaikan. Sebagaimana telah kuberitahukan kepadamu, semua perbuatan ini digerakkan oleh nafs, sama sekali tidak memiliki hubungan dengan hati.\rAllah menjadikan “perbuatan yang dilakukan secara berlebih-lebihan” untuk nafs dan “perbuatan yang dikerjakan secara wajar” untuk hati. Jika kamu melihat perilaku, atau pencarian ilmu dan ibadah dikerjakan dengan tenang (thuma’ninah), maka ketahuilah bahwa perbuatan itu muncul dari hati dan pelakunya adalah orang berakal. Tetapi, jika kamu melihat seseorang yang perilaku, cara menuntut ilmu dan ibadahnya tidak dilakukan dengan tenang, pelakunya emosional dan bodoh, maka ketahuilah bahwa kegiatan itu digerakkan oleh nafs dan hawâ. Sebab, hawâ merusak dan menggoncangkan akal. Di mana pun berada, hawâ akan selalu merusak.","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"Demikianlah sifat hawâ. Jika hawâ berinteraksi dengan akal, hawâ akan merendahkan dan menggoyahkannya. Jika berinteraksi dengan agama, hawâ akan mengotori dan merusaknya. Sehingga kamu dapat melihat bahwa orang yang agamanya dan cara ber-sulûk-nya baik bila dikuasai oleh hawâ, urusannya menjadi kacau, keadaannya menjadi buruk dan dibenci masyarakat. Begitulah sifat kebatilan, ia akan merusak kebenaran, jika keduanya bercampur. Jika hawâ mampu merusak orang yang berakal dan beragama, lalu bagaimana menurutmu jika hawâ merasuki para pecinta dunia yang jiwanya lemah? Bagaimana keadaan mereka nanti?\rSegala hal yang dirusak oleh hawâ dapat diperbaiki oleh akal, karena hawâ mempunyai tingkat setaraf dengan akal. Hawâ akan merendahkan dan menjerumuskan manusia, sebaliknya akal akan memuliakan dan meninggikannya. Sungguh besar perbedaan keduanya!\rKamu lihat orang yang dipengaruhi hawâ tampak seperti orang buta, tidak tahu jalan (menuju Allah). Hawâ menghambatnya dari mencari sesuatu yang memiliki hakikat, membuatnya tidak memikirkan akibat perbuatan yang ia lakukan, membuatnya suka bertengkar dan bermusuhan, membuang-buang umur dalam mencintai dan membanding-bandingkan keutamaan para imam.\rLain halnya dengan orang-orang yang berakal, mereka sibuk dengan diri mereka sendiri, menyempurnakan semua amal mereka dengan niat-niat yang baik, memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya, berusaha keras untuk berbuat kebajikan, dan menyesali perbuatan baik yang tidak dapat mereka kerjakan.\r(Memahami Hawa Nafsu, Idhôhu Asrôri ‘Ulûmil Muqorrobîn, Putera Riyadi)","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Catatan : Hawâ adalah makanan nafs. Hal ini membuat nafs sangat bergantung dan sulit melepaskan diri dari cengkeraman hawâ. Oleh karena itu, jauhilah hawâ dan bebaskanlah nafs-mu darinya. Sebab, hawâ akan menodai agama dan murûah-mu. Jika kamu perhatikan dan beda-bedakan semua peristiwa yang terjadi, maka akan kamu dapati bahwa hawâ-lah yang menjadi sumber segala fitnah dan bencana dalam peristiwa-peristiwa itu. Karena, hawâ merupakan sumber kebatilan dan kesesatan. Hawâ bak minuman memabukkan. Seseorang yang meneguknya akan dikuasai oleh minuman itu dan akan hilang akal sehatnya.\rMurûah: usaha seseorang untuk melaksanakan semua hal yang dianggap baik dan menjauhi semua hal yang dianggap buruk oleh masyarakat.\r> Mbah Jenggot II\rKesimpulanya aku jadi teringat cerita dan dongeng diwaktu kecil ketika Abu nawas dibawa ke pengadilan karena mengeluarakn pernyataan : ORANG PINTAR SELALU TIDAK SEPAKAT DAN TIDAK KOMPAK. Dia buktikan dengan memberikan pertanyaan kepada 7 orang pintar dan ahli yang terdiri dari ahli fisiologi, doktor, ahli hukum dan beberapa ahli dalam bidang yang berlainan untuk menjdadi saksi kebenaran ucapanya. Abu nawas berikan pertanyaan yang sangat mudah : APA ITU ROTI?","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"Mereka diminta menjawab dalam tulisan,lalu tulisan tersebut dikumpulkan. Ternyata jawaban mereka saling berlainan Orang pertama menjawab, roti adalah makanan. Orang kedua berpendapat, roti adalah gandum dan air. Orang ketiga yang alim menjawab, roti adalah kurnia Tuhan. Sedang ahli keempat menjawab, roti adalah adonan yang dipanggang.Orang kelima seorang ahli fisiologi memberikan jawaban, artinya berubah sesuai dengan fungsinya. Orang keenam menjawab, sejenis makanan yang bervitamin. Orang ketujuh menjawab, tidak seorang pun yang benar-benar tahu. ITULAH KESIMPULANYA ^__^ met saur semua orang-orang pintar.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/452145074808306/\r1930. PEMBAGIAN WALIYULLAH DAN CIRI-CIRINYA\rPERTANYAAN :\rGoes Fanky\rAssalamualaikum, numpang tanya ustad dan para masayih semua x Para wali x allah / kekasih x allah itu ada berapa macam dan bagaimana ciri-ciri mohon dijawab ustadz ......\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rوقيل علامة الولى ثلاثة شغله بالله تعالى وفراره الى الله تعالى وهمه الى الله عز وجل\rDikatakan bahwa tanda-tanda wali itu ada 3 : selalu sibuk dengan ALLOH, lari menuju pada ALLOH dan tujuannya hanya pada ALLOH semata. [ sirojut tholibin juz 1 hal 17 ].\rوقال ابو عثمان المغربى الولى قد يكون مشهورا ولكن لا يكون مفتونا بأن تكون شهرته بركة عليه وعلى غيره\rAbu usman almagrobi berkata,wali itu terkadang masyhur namun tidak menjadikan ia terfitnah atas kemasyhurannya,justru kemasyhuran tersebut menjadi berkah baginya dan orang lain. [ sirojut tolibin juz 1 hal 17 ].\rBetapa sulitnya mengenali seorang wali","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"قال الشيخ ابو العباس رضى الله تعالي عنه معرفة الولى اصعب من معرفة الله فان الله معروف بكماله وجماله وحتى ومتى تعرف مخلوقا فتلك يأكل كما تأكل ويشرب كما تشرب\rSyaikh abul abbas ra.berkata,mengenali seorang wali itu lebih sulit dari pada mengenali ALLOH karena ALLOH itu bisa dikenali dengan sifat2nya yang sampurna dan indah,sedangkan para wali bisa engkau jumpai kapan saja atau dimana saja,berupa mahluk yang sama seperti keadaanmu,ia makan dan minum seperti halnya dirimu.\rSebenarnya wali itu rahasia yang emang sengaja dirahasiakan ALLOH\rكيف تعرف اولياء الله تعالى فقال ان الله تعالى لا يعرفهم الا لاشكالهم او من اراد ان ينفعه بهم ولو اظهرهم حتى يعرفهم الناس لكانوا حجة عليهم ومن خالفهم بعد علمه بهم كفر ومن قعد لهم حرج ولكن الله تعالى جعل اختياره تغطية امورهم رحمة منهم لخلقه ورأفة\rBAGAIMANA PARA WALI ITU DIKENAL ? maka menjawab, sesungguhnya ALLOH tidak akan memberi tahukan keadaan mereka kecuali kepada sesama mereka atau kepada orang-orang yang dikehendaki ALLOH untuk memetik manfaat darinya,seandainya ALLOH memperlihatkannya,sehingga manusia mengenalinya niscaya ia akan menjadi bukti atas kesalahan manusia kelak di hari kiamat dan orang-orang yang mengingkarinya niscaya akan kufur,begitu juga orang-orang yang tidak menghiraukannya niscaya akan berdosaALLOH merahasiakannya semata-mata hanya kasihan kepada mahluk-mahluk-NYA. [ syarah hikam juz 2 hal 3 ].\rSebagian dari pembagian wali\rقال بعضهم علامة الابدال ان لا يولد لهم\rQOLA BA'DLUHUM,ALAMATUL ABDALI AN LA YULADA LAHUM. Sebagian ulama' berkata, ciri-ciri wali abdal itu tidak mempunyai anak","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"وقال احمد ان لم يكونوا اصحاب الحديث فمن هم\rWAQOLA AHMAD,INLAM YAKUNU ASHABAL HADIS, FAMAN HUM ? Imam ahmad berkata wali-wali abdal siapa lagi kalau bukan ahli hadits ?. [ sirojut tholibin juz 1 hal 262 ].\rوقد اتفقوا على ان الشافعى رضى الله عنه كان من الاوتادوفى رواية انه تقطب قبل موته\rWA QOD ITTAFAQUU ALA ANNAS SYAFII RODLIYALLOHU ANHU KANA MINAL AUTADIWAFI RIWAYATIN INNAHU TAQOTTHOBA QOBLA MAUTIHI. Ulama' sepakat bahwa imam syafii R.A. termasuk golongan wali autaddan menurut satu riwayat beliau menjabat sebagai wali qutub sebelum wafatnya. [ alfatawi alhadisiyyah hal 232 ].\rما يقع للملامتية\rKejadian pada wali malamatiyyah\rوهم قوم طابت نفوسهم مع الله فلم يودوا أن أحدا يطلع على أعمالهم غيره فإذا رأى أحد منهمأن أحدا اعتقد فيه خرب أي ارتكب ما يذم به ظاهره من فعل وقول كسرقة بعض الأولياء وهو إبراهيمالخواص نفع الله به وناهيك به علما ومعرفة لما رأى أهل بلده يعتقدونه سرق ثيابا من الحمام لابن الملك وخرجيتبختر بها حتى أدرك فضرب وأخذت منه وسمى لص الحمام فقال الآن طابت الإقامة في هذه البلد","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"Wali malamatiyyah adalah kaum yang selalu menjaga kebaikan hatinya untuk ALLOH semata,mereka tidak menyukai orang lain melihat amalnya-amalnya,dan ketika seseorang mengetahui kebaikannya,maka mereka segera merusak amal-amal tersebut yaitu dengan melakukan perbuatan atau perkataan yang klihatannya tercela seperti contoh yang pencurian yang dilakukan sebagian auliya' yaitu IBROHIM BIN KHOWAAS semoga ALLOH memberikan manfaat dan kejadian ini cukup untuk dipetik sebagai ilmu pengetahuan.ketika itu penduduk kampungnyamenganggap ibrohim bin khowaas mencuri beberapa potong baju kepunyaan pangeran dari sebuah pemandian air hangat mereka menjumpai ibrahim dengan bangga keluar dari pemandian ,kemudian ditangkap rame-rame oleh penduduk ,dipukul dan baju-baju itu diambil kembali.kemudian beliau mendapat julukan \"pencuri pemandian air hangat\" setelah kejadian itu,ibrahim pun berucap,sekarang baru dikatakan baik berdiam dikampung ini,\rفإن قلتما تأويله في لبس ثياب الغير قلت يحتمل أنه علم عتبه ورضاه بل أرضاه وإن لم يعلم قلبه نظرا إلى الغالب لأن من اطلععلى باطن عبد أنه في غاية الصلاح وأن لبسه هذا الزمن اليسير ليطهر نفسه من النظر إلى الخلق رضى له بذلكقطعا","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"Jika kamu bertanya,apa sebaiknya alasan yang tepat untuk diperbolehkan memakai pakaian orang lain (dalam peristiwa ini)saya katakan bahwa kemungkinan ibrahim bin khowaas telah mengetahui kadar kemarahan dan kerelaan pemiliknya,bahkan kejadian itu bisa menyebabkan kerelaannya,meskipun hatinya tidk mengethui secara pasti,namun hal itu bisa berdasar pada kebiasaan,karena jika si pangeran tadi mengetahui kebaikan seorang hamba (ibrohim) yang memakai pakaiannya dalam waktu sebentar dengan tujuan membersihkan hati supaya tidak dipandang simpati oleh para mahluk niscaya ia akan merelakannya\rوقد صرح الشافعي رضي الله عنه بأنه يجوز أخذ خلال وخلالين من مال الغير نظرا إلى أن ذلك مما يتسامحبه عادة ومسئلتنا أولى من ذلك لأن أكثر الناس مجبولون على محبة هذه الطائفة بل كلهم منقادون إلىالصادقين من أهلها ثم رأيت بعضهم أجاب بجواب آخر حين سأله فقيه عنها لا أقنع إلا بكلام الفقهاء فقالأليس يجوز في ظاهر الفقه استعمال بعض المحرمات للضرورة كالتداوي بالنجاسة فقال الفقيه بلى","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Sungguh as-syafii telah menerangkan bahwa diperbolehkan mengambil 1 atau 2 cukil gigi dari harta orang lain,karena pada umumnya kejadian seperti ini bisa dimaafkan,sementara itu masalah yang sedang kita bicarakan ini lebih penting dari pada hanya sekedar mengambil cukil gigi,lagi pula kebanyakan manusia sangat menyukai kaum shufi atau bahkan menjadi pengikut setia dari kelompok mereka.kemudian aku mengamati sebagian fuqoha' memberikan jawaban lain ketika ditanya oleh seorang faqieh tentang peristiwa diatas,sebelumnya ia mengatakan,,aku tidak akan menerima kecuali dengan jawaban yang sesuai dengan pendapat fuqoha'maka mereka pun memberikan jawabanbukankah menurut dzohirnya fiqih diperbolehkan berobat dengan sebagian dari barang-barang yang diharamkan karena dlorurot seperti halnya memakai obat yang najis?maka faqih tersebut pun menjawab ya memang benar demikian\rالفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي - (ج 1 / ص 226)\rWallaahu A\"laamu Bis Showaab.\rLink Dokument terkait :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/f0015-sekilas-tentang-hirarki-kewalian.html\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/481912695164877/\r2147. MA'RIFAT ROSUL\rPERTANYAAN :\rAan Farhan\rAssalamu'alaikum,adakah yang mau menjelaskan tentang ma'rifat rosul ? Seseorang pernah berkata di real kepada saya : orang banyak memahami tentang ma'rifatulloh tapi tidak tentang ma'rifaturosul.\rJAWABAN :\r> Mumu Bsa","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"وروي أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه سمع بعد موت رسول الله صلى الله عليه و سلم يبكي ويقول بأبي أنت وأمي يا رسول الله لقد كان جذع تخطب الناس عليه فلما كثر الناس اتخذت منبرا لتسمعهم فحن الجذع لفراقك حتى جعلت يدك عليه فسكن فأمتك كانت أولى بالحنين إليك لما فارقتهم\rDiriwayatkan bahwasannya Sayidina Umar bin Khathab ra. terdengar menangis setelah wafatnya Rasulullah saw. dan beliau berkata:demi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah, sungguh waktu itu sebatang pohon engkau gunakan untuk berkhutbah dihadapan manusia, dan ketika manusia semakin banyak, engkau membuat mimbar untuk memperdengarkan khutbamu kepada mereka, maka batang pohon itu menangis karena berpisah denganmu hingga engkau meletakkan tanganmu kepadanya maka tenanglah batang pohon itu, dan umatmu lebih utama menangis kepadamu ketika engkau berpisah dengan mereka.\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لقد بلغ من فضيلتك عنده أن جعل طاعتك طاعته فقال عز و جل من يطع الرسول فقد أطاع الله\rDemi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah sungguh telah sampai kelebihanmu di sisi Allah, bahwasannya dijadikan keta'atan kepadamu adalah keta'atan kepadaNya. Allah yang maha agung lagi maha mulia berfirman: ''siapa yang menta'ati Rasul, maka sesungguhnya ia telah menta'ati Allah''.\rبأبي أنت وأمى يا رسول الله لقد بلغ من فضيلتك عنده أن أخبرك بالعفو عنك قبل أن يخبرك بالذنب فقال تعالى عفا الله عنك لم أذنت لهم","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"Demi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah, sungguh telah sampai kelebihanmu disisi Allah, dengan dikabarkannya kepadamu akan dima'afkan engkau sebelum Ia mengabarkan kepadamu dengan dosa. Allah berfirman:'' telah dima'afkan Allah engkau, mengapa engkau izinkan mereka (tinggal?).\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لقد بلغ من فضيلتك عنده أن بعثك آخر الأنبياء وذكرك في أولهم فقال عز و جل وإذ أخذنا من النبيين ميثاقهم ومنك ومن نوح وإبراهيم الآية\rDemi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah telah sampai kelebihanmu disisi Allah, bahwasannya engkau diutus sebagai nabi terakhir dan disebutkannya engkau pada permulaan Nabi-Nabi. Allah berfirman:''dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-Nabi dan dari engkau (Muhammad), dari Nuh,Ibrahim,Musa, dan Isa bin Maryam..ayat\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لقد بلغ من فضيلتك عنده أن أهل النار يودون أن يكونوا قد أطاعوك وهم بين أطباقها يعذبون يقولون يا ليتنا أطعنا الله وأطعنا الرسولا\rDemi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah telah sampai kelebihanmu disisi Allah bahwasannya penduduk neraka ingin dulu mereka telah melakukan keta'atan kepadamu dan mereka sedang di adzab di antara lapisan-lapisan neraka, mereka berkata:''aduhai, jika saja kami ta'at kepada Allah dan kami ta'at kepada Rasul''.\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لئن كان موسى بن عمران أعطاه الله حجرا تنفجر منه الأنهار فماذا بأعجب من أصابعك حين نبع منها الماء صلى الله عليك","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"Demi Ayah dan Ibuku wahai Rasulallah tentu saja jika Musa bin Imran diberikan oleh Allah kepadanya batu yang terpancar darinya air laksana sungai, maka apakah ada yang lebih menakjubkan dari jari-jemarimu ketika keluar darinya air, Rahmat Allah selalu tercura kepadamu.\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لئن كان سليمان بن داود أعطاه الله الريح غدوها شهر ورواحها شهر فماذا بأعجب من البراق حين سريت عليه إلى\rالسماء السابعة ثم صليت الصبح من ليلتك بالأبطح صلى الله عليك\rDemi Ayah dan Ibuku wahai Rasulallah tentu saja jika Sulaiman bin Dawud diberikan kepadanya angin (untuk dikendarai) di wakt siang hari selama sebulan dan di waktu sore selama sebulan, maka apakah yang lebih menakjubkan dari buraq ketika engkau diberangkatkan dimalam hari di atas buraq itu kelangit ketujuh kemudian engkau solat subhu di abtha, Rahmat Allah selalu tercurah kepadamu.\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لئن كان عيسى بن مريم أعطاه الله إحياء الموتى فماذا بأعجب من الشاة المسمومة حين كلمتك وهي مشوية فقالت لك الذراع لا تأكلني فأني مسمومة\rDemi Ayah dan Ibuku wahai Rasulallah, tentu saja jika Isa bin Maryam diberikan Allah kepadanya mu'jizat menghidupkan orang mati, maka apakah yang lebih menakjubkan ketika berbicara kepadamu seekor kambing dan kambing itu telah digoreng, maka berkata kaki kambing itu kepadamu '' jangan engkau makan aku sesungguhnya aku beracun''.\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لقد دعا نوح على قومه فقال رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا ولو دعوت علينا بمثلها لهلكنا فلقد وطىء ظهرك وأدمى وجهك وكسرت رباعيتك فأبيت أن تقول إلا خيرا فقلت اللهم اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Demi Ayah dan Ibuku wahai Rasulallah, Nuh telah berdo'a kepada Allah atas kaumnya, dan berkata:''Wahai Tuhanku jangan Engkau biarkan seorangpun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'' dan kalaulah engkau berdo'a terhadap kami seperti itu, niscaya binasalah kami semua. sesungguhnya telah membungkuk tulang punggungmu dan telah mengeluarkan darah wajahmu dan hancur sendi-sendimu, tetapi engkau enggan mengatakan kecuali kebaikan dan engkau mengatakan'' Ya Allah ampunilah kaumku sesungguhnya mereka tidak mengeahui''\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لقد اتبعك في قلة سنك وقصر عمرك ما لم يتبع نوحا في كثرة سنه وطول عمره ولقد آمن بك الكثير وما آمن معه إلا القليل\rDemi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah, telah ikut kepadamu didalam sedikitnya usiamu dan pedeknya umurmu oleh apa yang tidak mengikuti Nuh didalam banyaknya usianya dan panjang umurnya, sungguh telah beriman kepadamu umat yang banyak dan tidaklah beriman kepada Nuh kecuali sedikit\rبأبي أنت وأمي يا رسول الله لو لم تجالس إلا كفؤا لك ما جالستنا ولو لم تنكح إلا كفؤا لك ما نكحت إلينا ولو لم تؤاكل إلا كفؤا لك ما واكلتنا فلقد والله جالستنا ونكحت إلينا وواكلتنا ولبست الصوف وركبت الحمار وأردفت خلفك ووضعت طعامك على الأرض ولعقت أصابعك تواضعا منك صلى الله عليه و سلم","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"Demi Ayah dan Ibuku Wahai Rasulallah, jika saja engkau tidak mengambil teman duduk kecuali yang sepadan denganmu, tentulah tidak engkau duduk-duduk dengan kami, jika engkau tidak mengawini selain yang sepadan denganmu, tentulah engkau tidak mengawini wanita golongan kami, dan jika engkau tidak mewakilkan kecuali kepada orang yang sepadan denganmu tentulah engkau tidak mewakilkan kepada kami.dan Demi Allah, engkau telah duduk-duduk bersama kami, menikah dengan wanita golongan kami, dan mewakilkan sesuatu kepada kami, dan engkau menggunakan pakaian dari bulu, dan engkau menunggangi keledai, engkau ikutkan (boncengkan) orang dibelakangmu dan engkau meletakan makananmu di atas lantai dan engkau mengambil makanan itu dengan jari-jarimu karena engkau merendahkan diri.semoga Rahmat kesejahtraan Allah selalu tercurah kepadamu Wahai Rasulallah.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/471672209522259/\r2184. MAKSUD DUNIA ITU GELAP ( ADDUNYA DZULMATUN )\rPERTANYAAN :\r??ér ?sh?dq?é\rAssalamu'alaiku m ...sebelumnye saya ucapkan terimakasih..ada pertanya2n dumateng poro asaatidz..apa maksud dari \"addunyaa dzulumatun..dun yo iku peteng maksute pripun..sebelum dan sesudahnya trimakasih. wass alamu'alaikum..\rJAWABAN :\r> Abdullah Said\rWa'alaikumussalam..\rحدثني محمد بن إدريس ، نا عبدة بن سليمان ، عن ابن المبارك ، عن جعفر بن سليمان ، قال: «هم الدنيا ظلمة في القلب، وهم الآخرة نور في القلب»\rاسم الكتاب: الزهد لأبن أبي الدنيا","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"Telah mengabarkan Muhammad bin idris dari abduh bin sulaiman dari Ibn Mubarok dari Jafar bin sulamaiman berkata : semua [insan] yang bertujuan mencari kesenangan dunia maka akan buta dan gelap hatinya.. Sedangkan negeri akhirat bagi orang/insan pilihan itu adalah cahaya bagi hatinya [ dengan amal shaleh ].\r> Alif Jum'an Azend\rيقول الفقير: أراد أن الدنيا ظلمة؛ لأنها مظهر جلاله تعالى والآخرة نور؛ لأنها مجلى جماله تعالى.\rاسم الكتاب: روح البيان رقم الجزء: 8 رقم الصفحة: 2\rAlfaqir berkata : Allah menghendaki bahwa dunia itu gelap, karena sungguh dunia itu mendzohirkan / menjelaskan keagungan-Nya ta'aalaa, dan menghendaki akhirat itu cahaya, karena akhirat itu menerangi (membuka tabir) keindahan-Nya ta'aalaa..\rLINK ASAL :\rhttp://m.facebook.com/groups/196355227053960?view=permalink&id=517669484922531&refid=48\r2187. KAROMAH AULIYA' SYAIKH HASAN ASY SYADZILI\r? Oleh : Muhamad Dzikri Majlisgahwawadukhon\rSulthonul Auliya’ Syaikh Abul Hasan Asy Syadzili ra adalah seorang yang dianugerahi karomah yang sangat banyak, tidak ada yang bisa menghitung karomahnya kecuali Allah SWT. Dan sebagian dari karomah beliau antara lain adalah :\r1. Allah SWt menganugerahkan kepada beliau kunci seluruh Asma-Asma, sehingga seandainya seluruh manusia dan jin menjadi penulis beliau (untuk menulis ilmu-ilmu beliau) mereka akan lelah dan letih, sedangkan ilmu beliau belum habis.","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"2. Beliau adalah sangat terpuji akhlaqnya, sifat mudah menolong dan kedermawanannya dari sejak usia anak-anak sampai ketika umur enam tahun telah mengenyangkan orang-orang yang kelaparan pada penduduk Negara Tunisia dengan uang yang berasal dari alam ghoib (uang pemberian Allah secara langsung kepada beliau.\r3. Beliau didatangi Nabiyulloh Khidir as untuk menetapkan “wilayatul adzimah” kepada beliau (menjadi seorang wali yang mempunyai kedudukan tinggi) ketika beliau baru berusia enam tahun.\r4. Beliau bisa mengetahui batin isi hati manusia\r5. Beliau pernah berbicara dengan malaikat dihadapan murid-muridnya\r6. Beliau menjaga murid-muridnya meskipun di tempat yang jauh\r7. Beliau mampu memperlihatkan/menampakkan ka’bah dari negara Mesir\r8. Beliau tidak pernah putus melihat/menjumpai Lailatul Qodar semenjak usia baligh hingga wafatnya beliau. Sehingga beliau berkata : Apabila Awal Puasa ramadhan jatuh pada hari Ahad maka Lailatul Qodarnya jatuh pada malam 29, Awal Puasa pada hari Senin Lailatul Qodarnya malam 21, Awal puasa pada hari Selasa Lailatul Qodarnya malam 27, Awal puasa pada hari Rabu Lailatul Qodarnya malam 19, awal puasa pada hari Kamis Lailatul Qodarnya malam 25, awal puasa pada hari jum’at maka Lailatul Qodarnya pada malam 17, sedangkan bila awal puasa pada hari Sabtu maka Lailatul Qodarnya jatuh pada malam 23.\r9. Barang siapa yang meninggal dan dikubur sama dengan hari meninggal dan dikuburkannya beliau, maka Allah akan mengampuni seluruh dosanya\r10. Doa Beliau Mustajabah (dikabulkan oleh Allah SWT)","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"11. Beliau tidak pernah terhalang sekejap mata pandangannya dari Rasulullah saw selama 40 tahun (artinya beliau selalu berjumpa dengan Rasulullah selama 40 tahun)\r12. Beliau dibukakan (oleh Allah) bisa melihat lembaran buku murid-murid yang masuk kedalam thoriqohnya, padahal lebar bukunya tersebut berukuran sejauh mata memandang. Hal ini berlaku bagi orang yang langsung baiat kepada beliau dan juga bagi orang sesudah masa beliau sampai dengan akhir zaman. Dan seluruh murid-muridnya (pengikut thoriqohnya) diberi karunia bebas dari neraka. Syaikh Abul Hasan Asy Syadzili ra sungguh telah digembirakan diberi karunia, barang siapa yang melihat beliau dengan rasa cinta dan rasa hormat tidak akan mendapatkan celaka.\r13. Beliau menjadi sebab keselamatan murid-muridnya/pengikutnya (akan memberikan syafaat di akhirat)\r14. Beliau berdo’a kepada Allah SWT, agar menjadikan tiap-tiap wali Qutub sesudah beliau sampai akhir zaman diambil dari golongan thoriqohnya. Dan Allah telah mengabulkan Do’a beliau tersebut. Maka dari itu wali Qutub sesudah masa beliau sampai akhir zaman diambil dari golongan pengikut beliau.\r15. Syaikh Abul Abbas Al Mursi ra berkata : “Apabila Allah SWT menurunkan bala/bencana yang bersifat umum maka pengikut thoriqoh syadziliyah akan selamat dari bencana tersebut sebab karomah syaikh Abul Hasan Asy Syadzili ra”.\r16. Syaikh Syamsudin Al-Hanafi ra mengatakan bahwa pengikut thoriqoh syadziliyah dikaruniai kemulyaan tiga macam yang tidak diberikan pada golongan thoriqoh yang lainnya :\ra. Pengikut thoriqoh Syadziliyah telah dipilih di lauhil mahfudz","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"b. Pengikut thgoriqoh Syadziliyah apabila jadzab / majdub akan cepat kembali seperti sedia kala.\rc. Seluruh Wali Qutub yang diangkat sesudah masa syaikh Abul Hasan Asy Syadzili ra akan diambil dari golongan ahli thoriqoh Sadziliyah.\r17. Apabila beliau mengasuh/mengajar murid-muridnya sebentar saja, sudah akan terbuka hijab.\r18. Rasulullah saw memberikan izin bagi orang yang berdo’a Kepada Allah SWT dengan bertawasul kepada Syaikh Abul Hasan Asy Syadzili.\rSumber : “Tanwirul Ma’ali manaqibi Ali bin Abil Hasan Asy Syadzili“ karya Syaikh Muhammad Nahrowi (mbah Dalhar) bin Abdurrahman, Watu Congol, Muntilan – Magelang.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/522822454407234/\r2372. DEFINISI IKHLAS\rPERTANYAAN :\rMuch Arey Fien\rAsalamu alaikum... aku mau tanya, yang dimanakan iklas itu gimana, dan ciri-cirinya seperti apa ? mohon penjelasannya !\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rPendapat para Ulama mengenai definisi ikhlashAdzkar nawawi\rوروينا عن السيد الجليل أبي عليّ الفُضيل بن عِياض رضي رحمه الله عنه قال: تركُ العمل لأجل الناس رياءٌ، والعمل لأجل الناس شِركٌ، والإِخلاصُ أن يعافيَك الله منهما\rMeninggalkan amal karena manusia itu riya' , beramal karena manusia itu syirik sedangkan Ikhlas adalah selamatnya dirimu dari keduanya oleh Allah ta'ala.\rوقال الإمام الحارث المحاسبيُّ رحمه الله: الصادق هو الذي لا يُبالي لو خرج كلُّ قَدْرٍ له في قلوب الخلق من أجل صَلاح قلبه، ولا يحبُّ اطّلاع الناس على مثاقيل الذرِّ من حس عمله ولا يكره أن يطلع الناس على السيئ من عمله.وعن حُذيفة المَرْعشيِّ رحمه الله قال: الإِخلاصُ أن تستوي أفعالُ العبد في الظاهر والباطن.","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"Hudzaifah al-Mar'asyi rahimahu Allah berkata : Ikhlash adalah samanya kedudukan perbuatan hamba di dalam dhohir dan batin\rوروينا عن الإمام الأستاذ\rأبي القاسم القُشَيريّ رحمه الله قال: الإِخلاصُ إفرادُ الحق سبحانه وتعالى في الطاعة بالقصد، وهو أن يُريد بطاعته التقرّب إلى الله تعالى دون شئ آخر: من تَصنعٍ لمخلوق، أو اكتساب محمَدةٍ عند الناس، أو محبّة مدحٍ من الخلق أو معنى من المعاني سوى التقرّب إلى الله تعالى.\rDan kami meriwayatkan dari al-Ustadz Abu al-Qosim al-Qusyairiy rahiahu Allah ia berkata: Ikhlash adalah menjadikan Allah yang Haqq sebagai satu-satunya tujuan taat kepadaNya , yaitu keinginan hamba dengan mentaatiNya kepada taqorrub/mendekatkan diri kepada Allah ta'ala tanpa tercampur keinginan/tujuan yang lain seperti berbuat untuk makhluk atau ingin di puji orang lain , atau karena suka di puji makhluk atau tujuan-tujuan yang selain mendekatkan diri kepada Allah ta'ala...\rوقال السيد الجليل أبو محمد سهل بن عبد الله التُستَريُّ رحمه الله: نظر الأكياسُ في تفسير الإِخلاص فلم يجدوا غير هذا: أن تكون حركتُه وسكونه في سره وعلانيته الله تعالى، لا يُمازجه نَفسٌ ولا هوىً ولا دنيا.\rAs-Sayyid al-Jalil Abu Muhammad Sahl bin 'Abdullah at-Tustariy rahimahu Allah berkata : Orang -orang cerdas melakukan nadzor/berfikir dalam menafsiri ikhlash maka mereka tidak menemukan kecuali tafsir ini \"Ikhlash adalah adanya gerakan dan diam, baik di saat sendirian atau di tempat keramaian hanya karena Allah ta'ala, tanpa tercampuri nafsu, keinginan dan dosa.","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"وروينا عن الأستاذ أبي علي الدقاق رحمه الله قال: الإِخلاصُ: التوقِّي عن ملاحظة الخلق، والصدق: التنقِّي عن مطاوعة النفس، فالمخلصُ لا رياء له، والصادقُ لا إعجابَ له.\rKami riwayatkan dari al-Ustadz Abu 'Ali ad-Daqqoq rahimahu Allah ia berkata : Ikhlash adalah Menjaga dari lirikan makhluk , sedangkan ash-shidqu adalah bersih dari taat kepada nafsu , maka orang yang ikhlas tidak riya' sedangkan orang yang sidqu tidak kagum pada diri sendiri\rوعن ذي النون المصري رحمه الله قال: ثلاثٌ من علامات الإِخلاص: استواءُ المدح والذمّ من العامَّة، ونسيانُ رؤية الأعمال في الأعمال، واقتضاءُ ثواب العمل في الآخرة.\rDzun Nun al-Mishri rahimahu Allah berkata : Tiga diantara tanda-tanda ikhlas adalah samanya antara di puji dan di cela dari orang-orang 'awam , lupa melihat amal itu termasuk amal , terpenuhinya pahala amalnya di akherat\rوروينا عن القُشَيريِّ رحمه الله قال: أقلُّ الصدق استواءُ السرّ والعلانية\rKami meriwayatkan dari Imam al-Qusyairiy rahimahu Allah ia berkata : Minimal sidqu/jujur adalah samanya antara sendirian dan ditempat ramai\rوعن سهل التستري: لا يشمّ رائحة الصدق عبدٌ داهن نفسه أو غيره،\rDari Sahl at-Tustari : Tidak akan mencium bau kejujuran/sidqu seorang hamba yang menipu dirinya dan orang lain\rوأقوالهم في هذا غير منحصرة، وفيما أشرت إليه كفاية لمن وفّق.\r> Sunde Pati\rCiri-ciri ihlas :\rعلامات الإخلاص استواء المدح والذم نسيان العمل بعد عمله إخفاء ما يمكن إخفاؤه من الطاعات بشريات السلامة جزء 1 ص 277\rTanda-tanda ikhlas yaitu keseimbangan puji dan cela.melupakan amal setelah melakukan amal yang dikerjakannya,menyembunyikan sesuatu ketaatan yang mungkin untuk disembunyikan.","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"HAKIKAT IKHLAS [ Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri ].\rKami, aku dan kakakku Kiai Cholil Bisri, mendengar dari guru kami Syeikh Yasin Al-Fadani dan ayah kami Kiai Bisri Mustofa --rahimahumuLlah, masing-2 berkata: Aku bertanya kepada Sayyid Guru Umar Hamdan tentang hakikat IKHLAS, dan beliau pun berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Sayyid Muhammad Ali Al-Witri tentang hal itu dan beliau berkata, Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada guruku Syeikh Abdul Ghani Al-Mujaddidi, beliau berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Muhammad Abid As-Sindi Al-Anshari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Shiddiq bin Ali Al-Mizjaji,beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Hasan Al-Ujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad al-Qasysyasyi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad Syanaawi, beliau berkat: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku Syeikh Ali Asy-Syanaawi, dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Al-Haafizh Jalaluddin As-Suyuthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada A'isyah binti Jaarullah bin Shaleh Ath-Thabari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Shiddiq dan beliau berkata: Aku bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abul Abbas Al-Hajjar dan beliau berkata: Aku pernah","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Jakfar Ibn Ali AL-Hamdani, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abul Qasim bin Basykual, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Qadhi Abu Bakar bin aL-'Arabi, beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ismail bin Muhammad Al-Fadhal Al-Ashbihani, beliau berkata: Aku pernah menanyakan halitu kepada Syeikh Abu Bakar bin Ahmad bin Ali bin Khalaf dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Abdurrahman Al-Baihaqi dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Sa'id Ats-Tsaghrai dan Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Zakaria dan beliau berdua berkata: Kami pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Ibrahim Asy-Syaqiqi dan beliau berkata: Aku pernaha menanyakan hal itu kepada Syeikh Abu Ya'qub Asy-Syaruthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh AHmad bin Ghassan dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad bin 'Atha' Al-Hujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abdul Wahid bin Zaid dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Imam Hasan Al-Bashari, beliau menjawab, Aku pernah bertanya kepada shahabat Hudzaifah r.a, beliau menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW ikhlas itu apa, beliau menjawab: Aku pernah menanyakan tentang ikhlas itu kepada malaikat Jibril a.s dan beliau menjawab: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Allah Rabbul 'Izzaah, dan IA menjawab: \"IKHLAS ialah RAHASIA di antara","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"rahasia-rahasia-KU yang KU-titipkan di hati hamba-KU yang AKu cintai.\"\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam. Apa itu ikhlas ?? Maka jawabannya adalah MELAKUKAN PERBUATAN HANYA KARENA ALLAH SAJA. Dan ikhlas ini ada tiga tingkatan :\r1.…Pertama, ikhlas tingkat tinggi, ialah melakukan perbuatan hanya karena Allah sebagai bentuk dari mengikuti perintahNya dan memberikan hak sesembahanNya.\r2.…Kedua, ikhlas tingkat tengah, ialah melakukan perbuatan demi untuk meraih pahala akhirat, seperti mengharap surga dan takut akan neraka Allah.\r3.…Ketiga, ikhlas tingkat bawah, ialah melakukan perbuatan untuk meraih kemuliaan di dunia dan agar selamat dari pancabaya dunia.Dan selain daripada itu namanya riya`.\rSedangkan mengenai ciri-ciri ikhlas, seperti yang dituturkan oleh Imam Ghazali, adalah (keadaan) ide atau pikiran yang gemar dan senang untuk melakukan perbuatan dalam keadaan sepi sebagaimana kegemaran yang ada dalam keadaan ramai dan hadirnya orang lain tidak menjadi sebab timbulnya ide atau pikiran tersebut.","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"إعانة الطالبين - البكري الدمياطي - ج 1 - الصفحة 151 - 152: وا?خ?ص كما ورد في الخبر: العمل لله وحده. والكامل منه إفراد الحق تعالى في الطاعة بالقصد. ومراتبه ث?ث: عليا، وهي أن يعمل لله وحده امتثا? ?مره وقياما بحق عبوديته. ووسطى، وهي أن يعمل لثواب ا?خرة. ودنيا، وهي أن يعمل ل?كرام في الدنيا والس?مة من آفاتها. وما عدا ذلك رياء وإن تفاوتت أفراده. قال الشيخ زين الدين - جد المؤلف - في هداية ا?ذكياء: أخلص وذا أن ? تريد بطاعة * * إ? التقرب من إلهك ذي الك?. قال الغزالي: وع?مة ا?خ?ص أن يكون الخاطر يألف العمل في الخلوة كما يألفه في الم?، و? يكون حضور الغير هو السبب في حضور الخاطر، كما ? يكون حضور البهيمة سببا في ذلك. فما دام يفرق في أحواله بين مشاهدة إنسان ومشاهدة بهيمة فهو خارج عن صفوة ا?خ?ص، مدنس الباطن بالشرك الخفي من الرياء، وهذا الشرك أخفى في قلب ابن آدم من دبيب النملة السوداء في الليلة الظلماء على الصخرة الصماء. وقد ورد في ا?خ?ص آيات كثيرة وأحاديث شهيرة، فمن ا?يات قوله تعالى: وما أمروا إ? ليعبدوا الله مخلصين له الدين. ومن ا?حاديث ما رواه الدارقطني: أخلصوا أعمالكم لله فإن الله ? يقبل إ? ما خلص له. وابن المبارك: طوبى للمخلصين، أولئك مصابيح الهدى، تنجلي عنهم كل فتنة ظلماء. رزقنا الله ا?خ?ص والنجاة حين ? مناص، وجعلنا من عباده الصالحين، بجاه سيدنا محمد أفضل الخلق أجمعين. آمين.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/584825631540249/\rF0061. Tingkatan Dalam Ibadah\rOleh Masaji Antoro\rTingkatan dalam PUASA :\r1.…Puasa orang biasa, adalah menahan diri dari makan, minum dan hubungan biologis antara suami istri dalam jangka waktu tertentu.","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"2.…Puasa orang khususnya orang biasa, maksudnya adalah menahan diri dari hal yang diatas dengan disertai mencegah ucapan dan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan\r3.…Puasa orang khusus, adalah menahan diri dari melakukan segala sesuatu selain dzikir dan beribadah pada Allah Ta’aalaa.\r4.…Puasa orang khususnya orang khusus, adalah menjaga diri dari selain Allah, tidak ada buka puasa baginya sampai datangnya hari kiamat, dan ini adalah maqam derajat yang tinggi. ( Fath al-Baari IV/109).\rTingkatan dalam SHALAT :\r1.…Shalat orang biasa, adalah shalat kebanyakan orang pada umumnya dengan menjalankan perbuatan yang diawali takbiiratul ihram, diakhiri salam dengan disertai niat.\r2.…Shalat orang khusus, adalah dengan meniadakan segala kehinaan yang terlintas dalam pikiran, keinginan-keinginan duniawi dalam shalatnya namun demikian diperkenankan baginya terlintasnya harapan-harapan yang bersifat ukhrawi seperti keinginan masuk dalam surga, aman dari siksa neraka.\r3.…Shalat orang yang sangat khusus, adalah dengan khudurnya hati dan berpaling jauh-jauh dari segala hal selain Allah. (Tafsiir Ruuh al-ma’aany XXIII/113)\rTingkatan dalam IKHLAS :\r1.…Ikhlas orang biasa, dengan menepis keberadaan orang lain dalam tujuan ibadahnya disertai dengan tercapainya bagian dirinya baik berupa kebahagian dunia ataupun akhirat seperti berpengharapan diberikannya kesehatan, harta, rizki lapang, kemegahan serta bidadari-bidadari surga.\r2.…Ikhlas orang khusus, disertai dengan tercapainya bagian dirinya baik berupa kebahagian dalam kehidupan akhirat bukan kebahagiaan dunia.","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"3.…Ikhlas orang yang sangat khusus, bila mampu menepis semua bagian dalam dirinya secara keseluruhan, ibadahnya semata-mata bentuk pengabdian, menyadari keberadaanya sebagai hamba yang mesti menjalani titah Tuhannya dengan suka cita dan selalu diliputi kerinduan yang mendalam pada Sang Kekasih. (Iiqaazh al-Himam Syarh Matan alHikam I/18).\rTingkatan dalam TAUBAT :\r1.…Taubat orang biasa, dengan menyesali dosa yang telah terbuat, berkeinginan kuat untuk tidak mengulangi kembali, mengembalikan hak-hak orang lain bila memungkinkan dan berniat mengembalikannya bila tidak memungkinkan.\r2.…Taubat orang khusus, dengan berhenti dari hal-hal yang dimakruhkan Allah, berhenti dari kejelekan yang terlintas dalam pikiran, berhenti dari kelesuan dalam menjalani ibadah dan berhenti dari menjalani ibadah yang tidak sempurna.\r3.…Taubat orang yang sangat khusus, bukan karena kesalahan atau kekurangan yang telah terjalankan tapi karena kesalahan dan kekurangan yang selalu terasakan, dengan taubat ini kian tinggilah maqam dan derajatnya disisi Allah Ta’aalaa. (Tafsiir al-Aluusi II/10).\r* (وَتُوبُواْ إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ) *…\rتوبة العوام من الذنوب وتوبة الخواص من غفلة القلوب وتوبة خواص الخواص مما سوى المحبوب فذنب كل عبد بحسبه لأن أصل معنى الذنب أدنى مقام العبد وكل ذي مقام أعلاه أحسنه وأدناه ذنبه ولذلك في كل مقام توبة حتى ترتفع التوبة عن التوبة\r“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS. 24:31)","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Senada dengan keterangan dalam tafsir al-Aluusi, kata ”TAUBAT” dalam ayat diatas menurut Syekh ‘Abdur Ro’uf al-Munaawy memiliki beberapa tingkatan.\rTingkatan dalam TAUBAT :\r1.…Taubat orang biasa dari dosa dan kesalahan\r2.…Taubat orang khusus dari hati saat dalam kelalaian\r3.…Taubat orang yang sangat khusus dari segala selain Sang Kekasih Tuhan Pencipta Alam\rYang disebut DOSA tergantung kedudukan seorang hamba, dalam setiap kedudukan selalu diajarkan menjalani pertaubatan karena taubat berarti QIYAAMAN BIHAQQIL ‘UBUUDIYYAH WA I’ZHOOMAN LI MANSHIBIR RUBUUBIYYAH menjalani kewajiban seorang hamba dan mengagungkan bagian dari sifat ketuhanan. [ Faidh alQadiir III/362 ].\rApakah semua orang yang berusaha mampu naik sampai tingkat khowas / khosul khowas ? Padahal tidak tahu apakah dia termasuk orang\" yang dikehendaki / dipilih-Nya ??? Insya Allah bisa... Karena secara syar'i semuanya bisa didapat adakalanya dengan KASAB (usaha) dan GHOIRU KASAB...\rوذكر أن الاستقامة متفاوتة فاستقامة العوام في الظاهر بالأوامر والنواهي وفي الباطن بالإيمان واستقامة الخواص في الظاهر بالرغبة عن الدنيا وفي الباطن بالرغبة عن الجنان شوقاً إلى الرحمن واستقامة خواص الخواص في الظاهر برعاية حقوق المبايعة بتسليم النفس والمال وفي الباطن بالفناء والبقاء\rTingkatan dalam ISTIQAMAH :\r1.…Istiqamah orang biasa secara lahir dengan selalu menjalani perintah dan menjauhi yang tercegah, secara bathin dengan senantiasa menjaga iman.","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"2.…Istiqamah orang khusus secara lahir dengan menjauhi glamournya kehidupan dunia, secara bathin dengan menjaga diri dari keinginan kehidupan surga dan senantiasa membangkitkan kerinduan pada Sang Maha Cinta.\r3.…Istiqamah orang yang sangat khusus secara lahir dengan senantiasa menjaga kesetian dengan menyerahkan dirinya dan hartanya, secara bathin dengan selalu berada dalam fana dan baqa’. [ Tafsiir al-Aluusi XVIII/446 ].\r{ فمن يكفر بالطاغوت } يتبرأ منه؛ فطاغوت العوام الأصنام ، وطاغوت الخواص هو النفس ، وطاغوت خواص الخواص ما سوى الله .\rBarang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus (QS. 2:256)\rTingkatan THAAGHUT (berhala) :\r1.…Berhala orang biasa segala sesembahan selain Allah\r2.…Berhala orang khusus hawa nafsunya\r3.…Berhala orang yang sangat khusus segala sesuatu selain Allah. [ Tafsiir an-Naisabuur II/121 ].\rذكر العوام باللسان وذكر الخواص بالقلب وذكر خواص الخواص بفنائهم\rTingkatan dalam DZIKIR :\r1.…Dzikir orang biasa dengan lisan\r2.…Dzikir orang khusus dengan hati\r3.…Dzikir orang yang sangat khusus dengan fana (sirna) mereka bersama Allah. [ Faidh alQadiir II/392 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\rF0112. TENTANG ZUHUD\rOleh Mbah Jenggot\rبسم الله الرحمن الرحيم\rالحمد لله الذى غمر صفوة عباده بلطائف التخصيص طولا وامتنانا. والف بين قلوبهم فأصبحوا بنعمته إخوانا. أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له شهادة عبد لم يكن معاندا ولا عصى. واشهد أن محمدا عبده ورسوله الذى صار بالشفاعة العظمى مختصا. فصلوات الله وسلامه عليه صلاة وسلاما دائمين متلازمين الى يوم اللقاء.","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"أما بعد: فياعباد الله, أصيكم ونفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون.\rPerawi hadis Ibnu Majah mengisahkan, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ''Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku lakukan, maka aku akan dicintai oleh Allah dan juga oleh manusia.'' Rasulullah menjawab, ''Berlaku zuhud-lah kamu terhadap kenikmatan dunia niscaya kamu akan dicintai Allah, dan berlaku zuhud-lah kamu di tengah manusia niscaya kamu akan dicintai oleh mereka.''\rHadis di atas mengisyaratkan suatu perilaku yang dapat mengantarkan seseorang meraih cinta Allah SWT dan manusia. Perilaku itu adalah zuhud. Secara etimologi, zuhud adalah menjauhkan diri dari sesuatu karena menganggap hina dan tidak bernilai. Bagi para sufi, zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang lebih dari kebutuhan hidup walaupun sudah jelas kehalalannya.\rBerlaku zuhud tidak berarti berdiam diri dan tidak melakukan usaha apa pun untuk mendapatkan rezeki yang halal. Zuhud bukan sikap malas. Seorang zahid (orang yang zuhud) sama sekali tidak identik dengan orang fakir yang tidak mempunyai harta apa pun. Seorang zahid adalah orang yang mendapatkan kenikmatan dunia tetapi tidak memalingkan dirinya dari ibadah kepada Allah. Ia tidak diperbudak dunia dengan segala kenikmatannya, dan mampu menahan diri untuk tetap berada di jalan yang diridhai Allah.","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Zuhud adalah perbuatan hati (af'al al-qulub). Seorang zahid, dalam hatinya tumbuh keyakinan bahwa apa yang ada dalam genggaman Allah lebih bernilai daripada yang ada dalam genggaman manusia. Ia yakin Allah adalah al-razzaq, penjamin rezeki semua makhluk. Imam Husain bin Ali berkata, ''Salah satu ciri lemahnya iman seseorang adalah menganggap bahwa yang ada pada manusia lebih bernilai daripada yang ada pada Allah.''\rPerilaku zuhud juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Zuhud dalam bermasyarakat adalah dengan menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan sosial yang dapat merusak keharmonisan hidup bermasyarakat seperti menggunjing, mengadu domba, berjudi, dan mengonsumsi narkotika, psikotropika, dan barang terlarang lainnya.\rDalam bermasyarakat, seorang zahid mampu menahan diri untuk tidak mengambil hak milik orang lain dengan cara yang dilarang oleh agama. Allah SWT berfirman:\rوَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ\r''Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.'' (QS. Al Baqoroh: 188).","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"Seorang zahid tidak akan dengki terhadap kenikmatan yang dimiliki orang lain. Ia sadar, perbedaan nikmat yang diberikan Allah kepada manusia adalah ujian bagi ketaatannya kepada Allah. Rasulullah SAW memerintahkan setiap Muslim untuk menjauhi sifat dengki karena dapat menghapus semua pahala kebaikan seperti api melalap kayu bakar. (HR Abu Daud).\rSetiap Muslim hendaknya mampu menanamkan zuhud dalam hidupnya agar mampu menyikapi kenikmatan dunia searif mungkin dan mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.\r4091. APAKAH KITA WAJIB ZUHUD ?\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum, Mau tanya : 1. Apa yang dimaksud dengan Zuhud..? 2. Sebagai seorang muslim, Apakah kita wajib zuhud..? Terimakasih banyak. [Amar Ma'ruf Nahi Munkar II].\rJAWABAN :\rWa alaikum salam. Banyak sekali orang yang salah faham mengartika zuhud menurut mereka zuhud diidentikkan dengan keadaan bersahaya yang dilebih-lebihkan (kemiskinan) padahal zuhud adalah kondisi yang berkaitan dengan bathin seseorang yang telah berhasil melepaskan dari keterikatan nilai-nilai duniawi meskipun ia dalam keadaan kaya raya.","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"Al-bakri mengambil contoh seperti halnya Nabi Sulaiman AS, beliau ini adalah orang yang paling kaya dan palingdermawan,menurut Al-bakrikedermawaan Nabi Sulaiman ini tak lebih karena kondisi bathinnya sudah bisa terbebaskan dari hal-hal yang bersifat duniawi. Setiap Muslim hendaknya mampu menanamkan zuhud dalam hidupnya agar mampu menyikapi kenikmatan dunia searif mungkin dan mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Keterangan selengkapnya baca kitab kifayatul atqiya' hal 21 tentang zuhud.\rMAKNA ZUHUD (Dinukil dari kitab Risalatul Qusyairiyah)\rMenurut Sufyan Ats-Tsauri, yang dimaksud zuhud adalah memperkecil cita-cita bukan memakan sesuatu yang keras dan bukan pula memakai pakaian mantel yang kusut. Menurut As-Sirri, Allah Ta’ala menghilangkan kenikmatan dunia, melarangnya dan mengeluarkannya dari para kekasihnya. Allah Ta’ala tidak rela jika mereka menikmati dunia.\rMenurut yang lain, kata-kata zuhud dikutip adri firman Allah Ta’ala yang berbunya, “liakilaa ta-suu ‘alaa maa faataakum walaa tafrachuu bimaa aataakum” yang artinya, “(kami jelaskann yang demikian itu agar mereka tidak berdukaa terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu”.","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"Orang yang zuhud tidak akan bangga dengan kenikmatan dunia, dan tidak akan mengeluh dengan kehilangan dunia. Sedangkan menurut pendapat Abu Utsman, yang dimaksud zuhud adalah meninggalkan kenikmatan dunia dan tidak mempedulikan orang yang dapat menikmatinya.Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq berkata, “Zuhud merupakan sikap anti kemewahan dunia, tidak berkeinginan membangun pondok / ribath, dan masjid”.Menurut Yahya bin Muazd, zuhud membawa implikasi mendermakan harta benda, sedangkan cinta membawa implikasi mendermakan diri sendiri.\rMenurut Ibnu Jala’, yang dimaksud zuhud adalah memandang dunia hanya pergeseran bentuk yang tidak mempunyai arti dalam pandangan. Oleh karenanya ia akan mudah sirna.Ibnu Khafif berpendapat, tanda-tanda zuhud adalah merasa senang meninggalkan harta benda, sedangkan yang dimaksud zuhud adalah hati merasa terhibur meninggalkan berbagai bentuk kehidupan dan menghindarkan diri dari harta benda. Sedangkan menurut pendapat yang lain yang dimaksud zuhud adalah jiwa merasa tenang meninggalkan kehidupan dunia tanpa keterpaksaan.\rNashr Abadzi berkata, “Yang dimaksudn orang zuhud adalah orang yang terisolir dalam kehidupan dunia. Sedangkan yang dimaksud orang ma’rifat adalah orang yang terisolir dalam kehidupan akhirat. “ Menurut satu pendapat barang siapa yang zuhudnya benar, maka dia akan menjadi orang yang rendah hati di dunia ini. Oleh karean itu dapat dikatakan, seandainya songkok yang jatuh dari langit, maka ia tidak akan jatuh kecuali di atas orang yang menginginkannya.","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Menurut Al-Junaid, zuhud adalah hati yang terhindar dari hal-hal yang negative.Ulama salaf berbeda pendapat tentang arti zuhud. Menurut Sufyan Ats-Tsauri, Ahmad bin Hambal, Isa bin Yunus, dan ulama yang lain, arti zuhud adalah memperkecil cita-cita. Dalam pengertian ini terkandung beberpa indikasi zuhud, beberapa sebab yang muncul , dan beberapa arti yang telah ditetapkan.menurut Abdullah ibn Mubarak, zuhud adalah percaya kepada Allah SWT disertai sikap cinta terehadap kefakiran.Syaqiq Al-Balkhi dan Yusuf bin Asbath sependapat dengan pandangan tersebut yang juga mengandung beberapa indikasi zuhud. Oleh karena itu seorang hamba tidak mampu mengerjakan zuhud kecuali ia percaya kepada Allah SWT.\rMenurut Abdul Wahid bin Zaid arti zuhud adalah meninggalkan dinar dan dirham. Sedangkan menurut Abu Sulaiman Ad-Darani, arti zuhud adalah meninggalkan aktifitas yang mengakibatkan jauh dari Allah SWT.Al-Junaid ditanya tentang zuhud oleh Riwaim, beliau menjawab, “Memperkecil kehidupan dunia dan menghilangkan berbagai pengaruh yang ada di dalam hati “. Menurut as-Sary, kehidupan yang zuhud tidak akan menjadi baik jika yang bersangkutan masih menyibukkan diri. Demikian juga orang yang ma’rifat.","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Al-Junaid juga pernah ditanya tentang zuhud maka beliau menjawab, “Melepaskan tangan dari harta benda dan melepaskan hati dari kesenangan hawa nafsu”. Asy-Syibli pernah ditanya tentang zuhud, beliau menjawab, “Meninggalkan segala bentuk kehidupan dunia untuk beribadah kepada Allah”.Menurut Yahya bin Mu’adz, orang tidak akan sampai kepada hakikat zuhud kecuali dengan tiga hal. Pertama, perbuatan tanpa ketergantungan. Kedua ucapan tanpa keinginan hawa nafsu. Ketiga, kemuliaan tanpa kekuasaan. Menurut Abu Hafs, zuhud tidak akan terealisir kecuali dalam hal yang halal. Demikian juga haln yang halal tidak akan terealisir kecuali dengan zuhud.\rAbu Utsman berpendapat, Allah SWT akan memeberikan sesuatu kepada orang zuhud melebihi apa yang dikehendaki, memberikan kepada orang yang cinta Allah SWT selain apa yang ia kehendaki, dan memberikan kepada orang yang konsisten beribadah sesuai dengan apa yang ia kehendaki.Menurut Yayha bin Mu’adz, oranag yang zuhud akan membuat cuka dan biji sawi sebagai obat, sedangkan orang yang ma’rifat akan membuat minyak misik dan ambar sebagai parfum.Sedangkan menurut Hasan AL-Bashri, arti zuhud adalah benci terhadap orang yangmenyukai harta kekayaan dan apa-apa yang dimilikinya. Sebagian ulama ditanya, “apakah zuhud itu?’.“Meninggalkan sesuatu yang dimiliki orang lain”.\r- kitab risalatul qusyairiyah (1/240-242) :","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"وتكلموا فِي معنى الزهد فَكُل نطق عَن وقته وأشار إِلَى حده.سمعت الشيخ أبا عَبْد الرَّحْمَنِ السلمي يَقُول: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيل الأزدي قَالَ: حَدَّثَنَا عمران بْن مُوسَى الإسفنجي قَالَ: حَدَّثَنَا الدورقي قَالَ: حَدَّثَنَا وكيع قَالَ: قَالَ سُفْيَان الثَّوْرِي: الزهد فِي الدنيا قصر الأمل لَيْسَ بأكل الغليظ ولا بلبس العباء.وسمعته يَقُول: سمعت سَعِيد بْن أَحْمَد يَقُول: سمعت عَبَّاس بْن عصام يَقُول: سمعت الجنيد يَقُول: سمعت السري يَقُول: إِن اللَّه سلب الدنيا عَن أوليائه وحماها عَن أصفيائه وأخرجها من قلوب أهل وداده لأنه لَمْ يرضها لَهُمْ.وقيل: الزهد من قَوْله سبحانه وتعالى: {لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ} [الحديد: 23] لا يفرح بموجود من الدنيا ولا يتأسف عَلَى مفقود منها.وَقَالَ أَبُو عُثْمَان: الزهد أَن تترك الدنيا ثُمَّ لا تبالي بمن أخذها.سمعت الأستاذ أبا عَلِي الدقاق يَقُول: الزهد أَن تترك الدنيا كَمَا هِيَ لا تقول أبني رباطا أَوْ أعمر مسجدا.وَقَالَ يَحْيَي بْن معاذ.الزهد يورث السخاء بالملك والحب يورث السخاء بالروح، وَقَالَ ابْن الجلاء: الزهد والنظر إِلَى الدنيا بعين الزوال لتصغر فِي عينك فيسهل عليك الإعراض عَنْهَا.وَقَالَ ابْن خفيف: علامة الزهد وجود الراحة فِي الخروج عَنِ الْمَلِك.وَقَالَ أَيْضًا: الزهد سلو القلب عَنِ الأسباب ونفض الأيدي من الأملاك وقيل الزهد عزوف النفس عَنِ الدنيا بلا تكلف.سمعت الشيخ أبا عَبْد الرَّحْمَنِ السلمي يَقُول: سمعت النصرأباذي يَقُول: الزاهد غريب فِي الدنيا والعارف غريب فِي الآخرة.وقيل: من صدق فِي زهده أتته الدنيا راغمة.ولهذا قيل لو سقطت قلنسوة من السماء لما وقعت إلا عَلَى رأس من لا يريدها.وَقَالَ الجنيد: الزهد خلو القلب عما خلت منه اليد.وَقَالَ أَبُو سُلَيْمَان الداراني: الصوف علم من أعلام","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"الزهد فلا ينبغي أَن يلبس صوفا بثلاثة دراهم وَفِي قلبه رغبة خمسة دراهم.وَقَد اختلف السلف فِي الزهد فَقَالَ سُفْيَان الثوري وَأَحْمَد بْن حنبل وعيسى بْن يُونُس وغيرهم: الزهد فِي الدنيا إِنَّمَا هُوَ قصر الأمل، وَهَذَا الَّذِي قالوه يحمل عَلَى أَنَّهُ من أمارات الزهد والأسباب الباعثة عَلَيْهِ والمعاني الموجبة لَهُ، وَقَالَ عَبْد اللَّهِ بْن الْمُبَارَكِ: الزهد هُوَ الثقة بالله تَعَالَى مَعَ حب الفقر وَبِهِ قَالَ شقيق البلخي ويوسف بْن أسباط، وَهَذَا أَيْضًا من أمارات الزهد فَإِنَّهُ لا يقوى العبد عَلَى الزهد إلا بالثقة بالله تَعَالَى.وَقَالَ عَبْد الْوَاحِد بْن زَيْد: الزهد ترك الدينار والدرهم.وَقَالَ أَبُو سُلَيْمَان الداراني: الزهد ترك مَا يشغل عَنِ اللَّه تَعَالَى.سمعت مُحَمَّد بْن الْحُسَيْن يَقُول: سمعت أَحْمَد بْن عَلِيّ يَقُول: سمعت إِبْرَاهِيم بْن فاتك يَقُول: سمعت الجنيد وَقَدْ سَأَلَهُ رويم عَنِ الزهد فَقَالَ: استغفار الدنيا ومحو آثارها من القلب.وَقَالَ سري لا يطيب عيش الزاهد إِذَا اشتغل عَن نَفْسه ولا يطيب عيش العارف إِذَا اشتغل بنفسه.وسئل الجنيد عَنِ الزهد فَقَالَ: خلو اليد من الْمَلِك والقلب من التتبع.وسئل الشبلي عَنِ الزهد فَقَالَ: أَن تزهد فيما سِوَى اللَّه تَعَالَى وَقَالَ يَحْيَي بْن معاذ: لا يبلغ أحد حقيقة الزهد حَتَّى يَكُون فِيهِ ثَلاث خصال عمل بلا عقل وقول بلا طمع وعز بلا رياسة.وَقَالَ أَبُو حفص: الزهد لا يَكُون إلا فِي الحلال ولا حلال فِي الدنيا فلا زهد.وَقَالَ أَبُو عُثْمَان: إِن اللَّه تَعَالَى يعطى الزاهد فَوْقَ مَا يريد ويعطي الراغب دُونَ مَا يريد ويعطى المستقيم موافقة مَا يريد وَقَالَ يَحْيَي بْن معاذ الزاهد يسعطك الخل والخردل والعارف يشمك السمك والعنبر.وَقَالَ الْحَسَن البصري: الزهد فِي الدنيا أَن تبعض أهلها وتبغض مَا فِيهَا.وقيل لبعضهم: مَا الزهد","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"فِي الدنيا؟ قَالَ: ترك مَا فِيهَا عَلَى من فِيهَا.\rKebanyakan ulama' salaf membagi zuhud kedalam tiga bagian zuhud yang wajib, yaitu :\r1. menjaga diri dari syirik akbar\r2. menjaga diri dari syirik asghor\r3. menjaga diri dari semua kemaksiatan.\r- kitab Al Majalisus Saniyyah halaman 95.\rوقد قسم كثير من السلف الزهد الي ثلاثة اقسام زهد فرض وهو اتقاء الشرك الاكبر ثم الاصغر وهو ان يراد بشئ من العمل قولا او فعلا غير الله تعالي ثم اتقاء جميع المعاصي\rKebanyakan ulama' salaf telah membagi zuhud kedalam 3 bagian zuhud yang wajib, yaitu menjaga diri dari syirik akbar kemudian syirik asghor yaitu beramal baik ucapan maupun tindakan dengan mengharapkan sesuatu selain Allah ta'ala, kemudian menjaga diri dari semua kemaksiyatan.\rApa-apa yang tidak bermanfaat ada kalanya haram, syubhat, makruh dan hal mubah yang berlebihan. Jadi hukumnya mengikuti pada apa yang ditinggalkan tersebut, misalnya jika yang akan ditinggalkan adalah apa-apa yang tidak bermanfaat dari perkara yang haram maka hukumnya wajib meninggalkannya.\r- kitab jami'ul ulum wal hikam (1/289) ;\rوإن الإسلام الكامل الممدوح يدخل فيه ترك المحرمات ، كما قال صلى الله عليه وسلم : المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده وإذا حسن الإسلام ، اقتضى ترك ما لا يعني كله من المحرمات والمشتبهات والمكروهات ، وفضول المباحات التي لا يحتاج إليها ، فإن هذا كله لا يعني المسلم إذا كمل إسلامه ، وبلغ إلى درجة الإحسان ، وهو أن يعبد الله تعالى كأنه يراه ، فإن لم يكن يراه ، فإن الله يراه\r- kitab kifayatul atqiya' sayyid bakri halaman 21 :","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"والزهد هو فقد علاقة القلب بالمال وليس هو فقد المال فلا تظن ان نبي الله سليمان عليه وعلي نبينا الصلاة والسلام لم يكن زاهدا في الدنيا بل هو ازهد الزاهدين اذ كان ياءكل الخبز الشعير ويطعم الخلق لذيذ الاطعمة وهذا من اعظم الزهد\rZuhud adalah ketiadaan hubungan hati dengan harta, bukan ketiadaan harta.jadi janganlah engkau menyangka bahwa Nabiyulloh Sulaiman alaihi wa ala nabiyyinas sholatu was salaam bukanlah seorang yang zuhud, bahkan beliau adalah orang paling zuhud karena beliau memakan roti gandum yang kasar dan memberi makan orang lain dengan makanan yang lezat, ini adalah zuhud yang paling agung. Wallohu a'lam. (ALF).\rMUJAWWIB : Moh Ilhamudin, Bang Oni, Mas Hamzah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/938591189497023/\rwww.fb.com/notes/941878032501672\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/f0112-zuhud.html?m=1\r2450. MAKSUD MEMATIKAN NAFSU\rPERTANYAAN :\r> Nora Santi\rSaya terbaca sebuah kalimat : matikan nafsumu sebelum nafsu mematikan hatimu. Lalu bagaimana cara mematikan nafsu sedangkan kita masih hidup ?Selama hayat dikandung badan bukankah nafsu itu selalu ada ?\rJAWABAN :\r> Restu Anbiya\rBicara maslah nafsu, nafsu tercipta dari NURMUHAMAD yang berwarna kuning dalam bentuk LINAFSI (NAFAS) dalam wujud manusia terbentuk NAFSU, setiap manusia yang hidup pasti mempunyai Nafsi (nafas) wujud hakikat nya adalah nafsu, nafsu dalam dari manusia ada 7 macam nafsu (lihat dokumen 2027) :\r1. nafsu AMAROH\r2. nafsu LAWWAMAH\r3. nafsu MULHAMAH\r4. nafsu MUTMAINNAH\r5. nafsu MARDHIYAH\r6. nafsu RHODIYAH\r7. nafsu KAMILLAH","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"dari ke 7 nafsu ini tidak bisa dimatikan selama manusia mash hidup, tapi lebih tepat dikendalikan agar tidak menimbulkan hal yang negatif.\r> Ya Al Faqhir\rSalam... Ra, pada diri manusia telah memiliki 2 sifat nafsu :\r1.…Pertama nafsu yang baik meliputi khauf, syukur, ridho, ikhlas, mahabbah, taubat, dst.\r2.…Kedua nafsu yang buruk meliputi, marah, dengki, hasud, ghibah, fusul, malal dst.\rDi saat seseorang lebih condong kepada nafsu yang buruk maka akan mengakibatkan matinya hati. Jadi sederhananya Makna dari \"MATIKAN NAFSUMU adalah... HUWAL KHURUUJU MINGKULLI KHULUQIN DANIIYIN WADKHUULU FII KULLI KHULUQIN TSANIIYIN. Artinya : Yaitu keluar dari pada segala sifat yang rendah yakni hina dan masuk kepada segala sifat yang terpuji. SEBELUM NAFSUMU (NAFSU YANG RENDAH) MEMATIKAN HATIMU\". Itu saja yang bisa ana sampaikan di tempat ini.\r> Ibnu Al-Ihsany\rMaksudnya mematikan nafsu itu Jangan diturutin tapi di arahin...., mematikan di sini hanya bahasa majaz atau kiasan... Makanya Syeh abi abdillah muhammad al bushiri dalam burdahnyaber syair :\rفلا ترم بالمعاصي كسر شهوتها * إن الطعام يقوي شهوة النهم\rJangan kau berharap dapat mematahkan nafsu dengan maksiat * karena makanan justru memperkuat orang rakus makanan lezat\rوانفس كالطفل إن تهمله شب على * حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم\rNafsu itu bagai bayi, bila kau biarkan, maka akan menyusu tiada henti. Tapi bila bayi itu kamu sapih, maka akan berhenti sendiri.\rفاصرف هواها وحاذر أن توليه * إن الهوى ما تولى يصم أو يصم","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"Maka palingkanlah nafsumu dari kesenangan, waspadalah jangan sampai ia memiliki kekuasaan. Sesungguhnya jika nafsu berkuasa, maka akan membunuhmu dan membuatmu tercela.\rMonggo dibaca surat As Samsy 7-10\rوَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا\rفَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا\rقَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا\rوَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا\r> Miseri Roeslan Afany\rBetul nafsu tidak bisa dimatikan atau dihilangkan karena nafsu itu kodrat manusia yang hidup, yang bisa dilakukan adalah memanage/mengendalikan nafsu tersebut kearah yang baik. Sedang yang dimaksud mematikan nafsu itu nafsu yang buruk atau berlebihan. Nafsu yang buruk atau berlebihan akan membawa kematian atau kecelakaan bagi pemiliknya. Rakus dalam hal makan adalah nafsu makan yang berlebihan, bahkan akan memakan apa yang bukan menjadi miliknya, Nafsu syahwat diarahkan pada pasangan hidupnya, bukan tak terkendali untuk mengumbar nafsu birahi yang akan menghancurkan dirinya dalam lembah kemaksiatan.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/605234572832688/\r2517. DEFINISI, TINGKATAN, HAKIKAT DAN CIRI-CIRI IKHLASH\rPERTANYAAN :\r> Much Arey Fien\rAsalamu alaikum... aku mau tanya, yang dimanakan iklas itu gimana, dan ciri-cirinya seperti apa ? mohon penjelasannya !\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rPendapat para Ulama mengenai definisi ikhlash. Dalam Adzkar nawawi disebutkan :\rوروينا عن السيد الجليل أبي عليّ الفُضيل بن عِياض رضي رحمه الله عنه قال: تركُ العمل لأجل الناس رياءٌ، والعمل لأجل الناس شِركٌ، والإِخلاصُ أن يعافيَك الله منهما","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Meninggalkan amal karena manusia itu riya' , beramal karena manusia itu syirik sedangkan Ikhlas adalah selamatnya dirimu dari keduanya oleh Allah ta'ala\rوقال الإمام الحارث المحاسبيُّ رحمه الله: الصادق هو الذي لا يُبالي لو خرج كلُّ قَدْرٍ له في قلوب الخلق من أجل صَلاح قلبه، ولا يحبُّ اطّلاع الناس على مثاقيل الذرِّ من حس عمله ولا يكره أن يطلع الناس على السيئ من عمله.وعن حُذيفة المَرْعشيِّ رحمه الله قال: الإِخلاصُ أن تستوي أفعالُ العبد في الظاهر والباطن.\rHudzaifah al-Mar'asyi rahimahu Allah berkata : Ikhlash adalah samanya kedudukan perbuatan hamba di dalam dhohir dan batin\rوروينا عن الإمام الأستاذ أبي القاسم القُشَيريّ رحمه الله قال: الإِخلاصُ إفرادُ الحق سبحانه وتعالى في الطاعة بالقصد، وهو أن يُريد بطاعته التقرّب إلى الله تعالى دون شئ آخر: من تَصنعٍ لمخلوق، أو اكتساب محمَدةٍ عند الناس، أو محبّة مدحٍ من الخلق أو معنى من المعاني سوى التقرّب إلى الله تعالى.\rDan kami meriwayatkan dari al-Ustadz Abu al-Qosim al-Qusyairiy rahiahu Allah ia berkata: Ikhlash adalah menjadikan Allah yang Haqq sebagai satu-satunya tujuan taat kepadaNya , yaitu keinginan hamba dengan mentaatiNya kepada taqorrub/mendekatkan diri kepada Allah ta'ala tanpa tercampur keinginan/tujuan yang lain seperti berbuat untuk makhluk atau ingin di puji orang lain , atau karena suka di puji makhluk atau tujuan-tujuan yang selain mendekatkan diri kepada Allah ta'ala\rوقال السيد الجليل أبو محمد سهل بن عبد الله التُستَريُّ رحمه الله: نظر الأكياسُ في تفسير الإِخلاص فلم يجدوا غير هذا: أن تكون حركتُه وسكونه في سره وعلانيته الله تعالى، لا يُمازجه نَفسٌ ولا هوىً ولا دنيا.","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"As-Sayyid al-Jalil Abu Muhammad Sahl bin 'Abdullah at-Tustariy rahimahu Allah berkata : Orang -orang cerdas melakukan nadzor/berfikir dalam menafsiri ikhlash maka mereka tidak menemukan kecuali tafsir ini \"Ikhlash adalah adanya gerakan dan diam , baik di saat sendirian atau di tempat keramaian hanya karena Allah ta'ala , tanpa tercampuri nafsu , keinginan dan dosa\rوروينا عن الأستاذ أبي علي الدقاق رحمه الله قال: الإِخلاصُ: التوقِّي عن ملاحظة الخلق، والصدق: التنقِّي عن مطاوعة النفس، فالمخلصُ لا رياء له، والصادقُ لا إعجابَ له.\rKami riwayatkan dari al-Ustadz Abu 'Ali ad-Daqqoq rahimahu Allah ia berkata : Ikhlash adalah Menjaga dari lirikan makhluk , sedangkan ash-shidqu adalah bersih dari taat kepada nafsu , maka orang yang ikhlas tidak riya' sedangkan orang yang sidqu tidak kagum pada diri sendiri\rوعن ذي النون المصري رحمه الله قال: ثلاثٌ من علامات الإِخلاص: استواءُ المدح والذمّ من العامَّة، ونسيانُ رؤية الأعمال في الأعمال، واقتضاءُ ثواب العمل في الآخرة.\rDzun Nun al-Mishri rahimahu Allah berkata : Tiga diantara tanda-tanda ikhlas adalah samanya antara di puji dan di cela dari orang-orang 'awam , lupa melihat amal itu termasuk amal , terpenuhinya pahala amalnya di akherat\rوروينا عن القُشَيريِّ رحمه الله قال: أقلُّ الصدق استواءُ السرّ والعلانية.\rKami meriwayatkan dari Imam al-Qusyairiy rahimahu Allah ia berkata : Minimal sidqu/jujur adalah samanya antara sendirian dan ditempat ramai\rوعن سهل التستري: لا يشمّ رائحة الصدق عبدٌ داهن نفسه أو غيره،\rDari Sahl at-Tustari : Tidak akan mencium bau kejujuran/sidqu seorang hamba yang menipu dirinya dan orang lain","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"وأقوالهم في هذا غير منحصرة، وفيما أشرت إليه كفاية لمن وفّق.\r> Sunde Pati\rMengenai ciri-ciri ikhlas :\rعلامات الإخلاص استواء المدح والذم نسيان العمل بعد عمله إخفاء ما يمكن إخفاؤه من الطاعات\rبشريات السلامة جزء 1 ص 277\rTanda-tanda ikhlas yaitu keseimbangan puji dan cela.melupakan amal setelah melakukan amal yang dikerjakannya,menyembunyikan sesuatu ketaatan yang mungkin untuk disembunyikan.\rAdapun mengenai hakikat ikhlas, silahkan baca sebuah riwayat berikut :\rHAKIKAT IKHLAS (Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri) :","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"Kami, aku dan kakakku Kiai Cholil Bisri, mendengar dari guru kami Syeikh Yasin Al-Fadani dan ayah kami Kiai Bisri Mustofa --rahimahumuLlah, masing-2 berkata: Aku bertanya kepada Sayyid Guru Umar Hamdan tentang hakikat IKHLAS, dan beliau pun berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Sayyid Muhammad Ali Al-Witri tentang hal itu dan beliau berkata, Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada guruku Syeikh Abdul Ghani Al-Mujaddidi, beliau berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Muhammad Abid As-Sindi Al-Anshari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Shiddiq bin Ali Al-Mizjaji,beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Hasan Al-Ujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad al-Qasysyasyi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad Syanaawi, beliau berkat: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada ayahku Syeikh Ali Asy-Syanaawi, dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Al-Haafizh Jalaluddin As-Suyuthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada A'isyah binti Jaarullah bin Shaleh Ath-Thabari, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Shiddiq dan beliau berkata: Aku bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abul Abbas Al-Hajjar dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Jakfar Ibn","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"Ali AL-Hamdani, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abul Qasim bin Basykual, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Qadhi Abu Bakar bin aL-'Arabi, beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ismail bin Muhammad Al-Fadhal Al-Ashbihani, beliau berkata: Aku pernah menanyakan halitu kepada Syeikh Abu Bakar bin Ahmad bin Ali bin Khalaf dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Abdurrahman Al-Baihaqi dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Sa'id Ats-Tsaghrai dan Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Zakaria dan beliau berdua berkata: Kami pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Ibrahim Asy-Syaqiqi dan beliau berkata: Aku pernaha menanyakan hal itu kepada Syeikh Abu Ya'qub Asy-Syaruthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh AHmad bin Ghassan dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Ahmad bin 'Atha' Al-Hujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Syeikh Abdul Wahid bin Zaid dan beliau berkata: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Imam Hasan Al-Bashari, beliau menjawab, Aku pernah bertanya kepada shahabat Hudzaifah r.a, beliau menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW ikhlas itu apa, beliau menjawab: Aku pernah menanyakan tentang ikhlas itu kepada malaikat Jibril a.s dan beliau menjawab: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Allah Rabbul 'Izzaah, dan IA menjawab: \"IKHLAS ialah RAHASIA di antara rahasia-rahasia-KU yang KU-titipkan di hati hamba-KU yang AKu","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"cintai.\"\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam. Apa itu ikhlas ?? Maka jawabannya adalah MELAKUKAN PERBUATAN HANYA KARENA ALLAH SAJA. Dan ikhlas ini ada tiga tingkatan :\r- Pertama, ikhlas tingkat tinggi, ialah melakukan perbuatan hanya karena Allah sebagai bentuk dari mengikuti perintahNya dan memberikan hak sesembahanNya.\r- Kedua, ikhlas tingkat tengah, ialah melakukan perbuatan demi untuk meraih pahala akhirat, seperti mengharap surga dan takut akan neraka Allah.\r- Ketiga, ikhlas tingkat bawah, ialah melakukan perbuatan untuk meraih kemuliaan di dunia dan agar selamat dari pancabaya dunia.\rDan selain daripada itu namanya riya`. Sedangkan mengenai ciri-ciri ikhlas, seperti yang dituturkan oleh Imam Ghazali, adalah (keadaan) ide atau pikiran yang gemar dan senang untuk melakukan perbuatan dalam keadaan sepi sebagaimana kegemaran yang ada dalam keadaan ramai dan hadirnya orang lain tidak menjadi sebab timbulnya ide atau pikiran tersebut.\rSebagian contohnya adalah anda tidak mempertanyakan apa yang sudah dijelaskan. Jadi intinya anda mengunyah lalu menelan kemudian paham dari apa yang sudah dijelaskan oleh para ulama. Bila anda meneruskan ini... Maka itu tanda tidak ikhlas, sederhana bukan ? :-)\rإعانة الطالبين - البكري الدمياطي - ج 1 - الصفحة 151 - 152:","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"وا?خ?ص كما ورد في الخبر: العمل لله وحده. والكامل منه إفراد الحق تعالى في الطاعة بالقصد. ومراتبه ث?ث: عليا، وهي أن يعمل لله وحده امتثا? ?مره وقياما بحق عبوديته. ووسطى، وهي أن يعمل لثواب ا?خرة. ودنيا، وهي أن يعمل ل?كرام في الدنيا والس?مة من آفاتها. وما عدا ذلك رياء وإن تفاوتت أفراده. قال الشيخ زين الدين - جد المؤلف - في هداية ا?ذكياء: أخلص وذا أن ? تريد بطاعة * * إ? التقرب من إلهك ذي الك?.\rقال الغزالي: وع?مة ا?خ?ص أن يكون الخاطر يألف العمل في الخلوة كما يألفه في الم?، و? يكون حضور الغير هو السبب في حضور الخاطر، كما ? يكون حضور البهيمة سببا في ذلك. فما دام يفرق في أحواله بين مشاهدة إنسان ومشاهدة بهيمة فهو خارج عن صفوة ا?خ?ص، مدنس الباطن بالشرك الخفي من الرياء، وهذا الشرك أخفى في قلب ابن آدم من دبيب النملة السوداء في الليلة الظلماء على الصخرة الصماء.\rوقد ورد في ا?خ?ص آيات كثيرة وأحاديث شهيرة، فمن ا?يات قوله تعالى: وما أمروا إ? ليعبدوا الله مخلصين له الدين. ومن ا?حاديث ما رواه الدارقطني: أخلصوا أعمالكم لله فإن الله ? يقبل إ? ما خلص له. وابن المبارك: طوبى للمخلصين، أولئك مصابيح الهدى، تنجلي عنهم كل فتنة ظلماء. رزقنا الله ا?خ?ص والنجاة حين ? مناص، وجعلنا من عباده الصالحين، بجاه سيدنا محمد أفضل الخلق أجمعين. آمين.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/584825631540249/\r2760. GODAAN DAN TIPUDAYA WANITA VS GODAAN SYETAN, BESAR MANA ?\rPERTANYAAN :\r> Rhizal\rAssalamu'alaikum, lebih besar mana sih ? Goda'annya setan dengan goda'annya seorang permpuan, sedangkan Allah berfirman dalam al-qur'an : Sesungguhnya, bahwa tipu daya setan itu lemah, terimakasih.\rJAWABAN :\r> Siti Syafia","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"Syetan itu musuh yang NYATA bagimu, kata nyata itu kan berarti dapat dilhat.. lah kalau ada seorang perempuan yang suka menggoda untk mlkkan kburukan ya berarti perempuan itu syetannya.. karena syaitan itu minal jinnati wannaas, dari jenis jin dan manusia !\r> Abdul Mannan Sya'roni\rGodaan Setanlah yang lebih besar dan bahaya dari pada Wanita. Kenapa ? Karena, yang dimaksud al qur'an :godaan syetan itu lemah, apabila kepada hamba yang imannya tinggi. Secara realita:\r1. Seorang laki-laki tidak akan TERGODA DAN MENGGODA wanita apabila tidak diganggu syetan.\r2. Wanita tidak akan TERGODA DAN MENGGODA pula apa bila tidak dipengaruhi oleh syetan. Di alqur'an telah diterangkan, bahwa syetan adalah musuh kita yang nyata.\r> Sunde Pati\rWa alaikum salam\ri البحر المديد (3/ 374)\r{إنَّ كيدَكُنَّ عَظيم} ؛لأن كيد النساء ألطف وأعلق بالقلب ، وأشد تاثيراً من النفس والشيطان ؛ لأنهن يواجهن به الرجال ، والنفس والشيطان يوسوسان مسارقة\rSesungguhnya tipu daya kaum wanita sangatlah besar karena tipu daya mereka itu halus dan sangat menyentuh hati dan sangat berpengaruh sekali mengalahkan nafsu dan syetan karena yang menghadapi adalah kaum laki-laki secara terang-terangan, sedangkan nafsu dan syetan mengganggu secara sembunyi-sembunyi.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/623730144316464/\r2782. TIPS CARA MEREDAM AMARAH DARI IMAM ALGHAZALI\rOleh: Yai Masaji Antoro\rالأول أن يتفكر في الأخبار التي سنوردها في فضل كظم الغيظ والعفو والحلم والاحتمال فيرغب في ثوابه","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"?…Bertafakur dengan hadits-hadits tentang kelebihan orang yg mampu menahan amarah, sebagiannya “hai anak adam, ingatlah Aku ketika marah, Aku akan mengingatmu saat marah maka tidak akan Aku hapus engkau dalam golongan orang-orang yang Aku hapus”\rالثاني أن يخوف نفسه بعقاب الله\r?…Menakuti diri kita sendiri akan siksaan Allah bagi orang pemarah\rالثالث أن يحذر نفسه عاقبة العداوة والانتقام وتشمر العدو لمقابلته والسعي في هدم أغراضه والشماتة بمصائبه وهو لا يخلو عن المصائب فيخوف نفسه بعواقب الغضب في الدنيا إن كان لا يخاف من الآخرة\r?…Mengingatkan dirinya sendiri akan dampak permusuhan karena bias saja akan berdampak menimbulkan musibah di dunia pada diri sendiri bila ia tidak takut akan dampak marah saat di akhirat kelak\rالرابع أن يتفكر في قبح صورته عند الغضب بأن يتذكر صورة غيره في حالة الغضب ويتفكر في قبح الغضب في نفسه\r?…Melihat jeleknya marah, dengan cara mengingat orang lain saat marah, bararti kitapun kalau marah juga jelek\rالخامس أن يتفكر في السبب الذي يدعوه إلى الانتقام ويمنعه من كظم الغيظ\r?…Mengingat-ingat kembali hal yang menjadikan kita marah dan bisa menghilangkan sabar kita\rالسادس أن يعلم أن غضبه من تعجبه من جريان الشيء على وفق مراد الله لا على وفق مراده فكيف يقول مرادي أولى من مراد الله ويوشك أن يكون غضب الله عليه أعظم من غضبه\r?…Mencoba menyadari bahwa marah sebenarnya adalah keinginan agar yang dikehendaki sesuai dengan kehendak Allah, bukankah artinya kita akan memaksakan kehendak kita diatas kehendak Allah ?\rوأما العمل فأن تقول بلسانك أعوذ بالله من الشيطان الرجيم هكذا أمر رسول الله صلى الله عليه و سلم أن يقال عند الغيظ","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"?…Saat marah cobalah membaca TAAWWUDZ. Lihat Ihya III/173.\r*Di ambil dalam diskusi:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/203599909662825/\r2787. BERBUAT AMAL BAIK NAMUN TAKUT RIYA' ?\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum wr wb. Mau tanya. Bagaimana hukumnya orang yang tidak mau berbuat baik karena takut riya' ??? Syukron. [Hoiron Yousef Maron]\rJAWABAN :\rNah itu yang dikatakan sombong... kenapa berbuat baik takut yang tahu karena hanya Allah yang penting niat kita karena Allah masalah riya atau tidak itu tergantung niat kita. Meninggalkan amal karena takut riya termasuk riya, dan beramal karena riya termasuk syirik. Perkara riya atau tidak itu dalam hati, malah jika kita meninggalkan amal baik karena takut dikatain riya hakikatnya itu sudah riya.. Prinsip kita ( janganlah beribadah agar dilihat orang, dan jangan sampek kehilangan ibadah karena takut dilihat orang ).\rLihat kitab al-aadabusy syar'iyyah 1 / 333 :","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"فَصْلٌ ( لَا يَنْبَغِي تَرْكُ الْعَمَلِ الْمَشْرُوعِ خَوْفَ الرِّيَاءِ ) .مِمَّا يَقَعُ لِلْإِنْسَانِ أَنَّهُ أَرَادَ فِعْلَ طَاعَةٍ يَقُومُ عِنْدَهُ شَيْءٌ يَحْمِلُهُ عَلَى تَرْكِهَا خَوْفَ وُقُوعِهَا عَلَى وَجْهِ الرِّيَاءِ ، وَاَلَّذِي يَنْبَغِي عَدَمُ الِالْتِفَاتِ إلَى ذَلِكَ ، وَلِلْإِنْسَانِ أَنْ يَفْعَلَ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ وَرَغَّبَهُ فِيهِ ، وَيَسْتَعِينُ بِاَللَّهِ تَعَالَى ، وَيَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ فِي وُقُوعِ الْفِعْلِ مِنْهُ عَلَى الْوَجْهِ الشَّرْعِيِّ .وَقَدْ قَالَ الشَّيْخُ مُحْيِي الدِّينِ النَّوَوِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ : لَا يَنْبَغِي أَنْ يُتْرَكَ الذِّكْرُ بِاللِّسَانِ مَعَ الْقَلْبِ خَوْفًا مِنْ أَنْ يُظَنَّ بِهِ الرِّيَاءُ بَلْ يَذْكُرُ بِهِمَا جَمِيعًا ، وَيَقْصِدُ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَذَكَرَ قَوْلَ الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ رَحِمَهُ اللَّهُ : إنَّ تَرْكَ الْعَمَلِ لِأَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ ، وَالْعَمَلُ لِأَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ قَالَ : فَلَوْ فَتَحَ الْإِنْسَانُ عَلَيْهِ بَابَ مُلَاحَظَةِ النَّاسِ وَالِاحْتِرَازِ مِنْ تَطَرُّقِ ظُنُونِهِمْ الْبَاطِلَةِ لَانْسَدَّ عَلَيْهِ أَكْثَرُ أَبْوَابِ الْخَيْرِ\rتَرْكَ الْعَمَلِ لِأَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ ، وَالْعَمَلُ لِأَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ\rKitab az-zawaajir 1 / 119 :\rوَاعْلَمْ أَنَّ كَثِيرِينَ رُبَّمَا يَتْرُكُونَ الطَّاعَاتِ خَوْفَ الرِّيَاءِ ، وَلَيْسَ ذَلِكَ بِمَحْمُودٍ مُطْلَقًا\rMUJAWWIB :\rYupiter Jet, Achmad Zhackye Al-Yhamanie, Ni'an Pecinta Reggae, Be-u Al-barbasi\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/623313584358120\r2848. KENAPA KEBANYAKAN SANTRI ADEM-AYEM MESKI BANYAK HUTANG\rPERTANYAAN :\r> Zanzanti Yanti Andeslo","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"Assalamu'alaikum, mau nanya nih : kenapa kalo santri walaupun tidak bekerja .. punya hutang sana sini .. punya anak istri ...dan kadang istri juga doble... tapi kok kehidupan nya saya memandang enak adem ayem... begitu ...\rJAWABAN :\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby\rWa'alaikumussalaam, Karena ini :\rفيض القدير شرح الجامع الصغير ص 22 ج 58660 - كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزُ وَالْكَيْسُ(حم م) عن ابن عمر.\r6314 - (كل شيء بقدر) أي جميع الأمور إنما هي بتقدير الله في الأزل فالذي قدر لا بد أن يقع والمراد كل المخلوقات أي بتقدير محكم وهو تعلق الإرادة الأزلية المقتضية لنظام الموجودات على ترتيب (حتى العجز) التقصير فيما يجب فعله أو من الطاعة أو أعم (والكيس) بفتح الكاف أي النشاط والحذق والظرافة أو كمال العقل أو شدة معرفة الأمور أو تمييز ما فيه الضر من النفع\r{وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا} الْآيَة: 6 من سُورَة هود.\rشرح صحيح البخارى لابن بطال (1/ 443)عَنِ النَّبِىِّ، (صلى الله عليه وسلم) ، قَالَ: تمت إِنَّ اللَّهَ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا، يَقُولُ: يَا رَبِّ نُطْفَةٌ، يَا رَبِّ عَلَقَةٌ، يَا رَبِّ مُضْغَةٌ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقْضِىَ خَلْقَهُ، قَالَ: أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى؟ شَقِىٌّ أَمْ سَعِيدٌ؟ فَمَا الرِّزْقُ؟ وَمَا الأجَلُ؟ فَيُكْتَبُ فِى بَطْنِ أُمِّهِ -. قال المهلب: فيه أن الله قد علم أحوال خلقه قبل أن يخلقهم، ووقت آجالهم، وأرزاقهم، وسبق علمه فيهم بالسعادة، أو الشقاء، وهذا مذهب أئمة أهل السنة.\rIntinya ini :\rقال المهلب: فيه أن الله قد علم أحوال خلقه قبل أن يخلقهم، ووقت آجالهم، وأرزاقهم، وسبق علمه فيهم بالسعادة، أو الشقاء، وهذا مذهب أئمة أهل السنة.","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"Berkata mahlab/atau muhlib tentang hadits di atas, bahwa Alloh swt betul-betul sudah tahu tentang keadaan makhluqnya sebelum diciptakan juga mengenai waktu matinya, rizkinya,. Telah lebih dulu diketahui tentang makhluq2 itu yang beruntung dan yang celaka, inilah madzhabnya ahlussunnah.\rJadi menurutku Alloh juga maha tahu tentang jodoh-jodoh manusia dan yang Dia kehendaki, bahkan mungkin termasuk yang gak punya jodoh sampai matinya.\rنعوذ بالله من ذلك\rKarena santri umumnya betul-betul faham tentang tauhid, maka rata-rata gak khawatir tentang rizqi, jadi santri jangan takut melarat. Yang menjadikan kaya / sugih atau melarat itu hanya Alloh swt, kalau kita mengeratkan denga asbab (hukum sebab-akibat) maka itu i'tiqod muktazilah yang gak benar. Asbab kita tetap diupayakan tapi juga jadi keyaqinan. Keyaqinan hanya kepada Alloh swt\rوَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشاءُ\rSeandainya Alloh menghamparkan rizqinya kepada hamba-Nya mk mereka akan berbuat jahat di bumi, makanya Alloh menurunkan rizki-Nya seukuran yang ia kehendaki ( Yang pas ).\rإِذَا أَحَبَّ اللَّهُ غبدا ابْتَلَاهُ\rKalau Alloh mencitai kaum maka ia memberi cobaan.. Masalah hutang, Ya dibayar lah nanti kalo sudah punya, soal hutang itu biasalah asal berniat mengembalikan karena kalau gak mengembalikan dan tidak ada upaya ngembalikan maka nyawanya terkatung-katung nanti, berdasar sebuah hadits.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/653721587983986\r2937. UTAMA KAYA YANG BERSYUKUR ATAU FAKIR YANG SABAR ?\rPERTANYAAN :\r> AL Mis","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"Assalamualaikum wr wb. Mau tanya.. lebih baik mana ya \"ghoniyus syakur aw faqiirus shobuur\" Kaya bersyukur atau Faqir bersabar ? Minta tolong pendapatnya sekaligus dalil-dalilnya. Syukron..\rJAWABAN :\r> Fakhrur Rozy Abdul Kholiq\rAwal mulanya, kata kaya yang bersukur lebih utama dari pada faqir yang sabar. Diriwayatkan, Ketika para faqir miskin dari sahabat nabi, mengeluh kalau derajat pahala mereka kalah dengan orang kaya yang bisa haji dan berzakat dan memerdekakan budak, maka nabi menyuruh mereka membaca wirid setelah sholat subhanalloh, alhamdulillah dan Allahu akbar masing masing 33 x, agar bisa menyamai amalan para orang kaya, tapi setelah para orang kaya mendengar, mereka ( orang kaya ) juga membacanya, orang miskinpun mengeluh lagi pada nabi, dan Nabi memberikan semangat pada mereka bahwa itu semua adalah anugrah Allah yang diberikan pada seorang yang dikehendakiNya.\rوعن أبي هريرة رضي الله عنه أن فقراء المهاجرين أتوا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا ذهب أهل الدثور بالدرجات العلى والنعيم المقيم يصلون كما نصلي ويصومون كما نصوم ولهم فضل من أموال يحجون ويعتمرون ويجاهدون ويتصدقون فقال ألا أعلمكم شيئا تدركون به من سبقكم وتسبقون به من بعدكم ولا يكون أحد أفضل منكم إلا من صنع مثل ما صنعتم & قالوا بلى يا رسول الله قال تسبحون وتحمدون وتكبرون خلف كل صلاة ثلاثا وثلاثين قال أبو صالح الراوي عن أبي هريرة لم سئل عن كيفية ذكرهن قال يقول سبحان الله والحمد لله والله أكبر حتى يكون منهن كلهن ثلاثا وثلاثين متفق عليه .","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"وزاد مسلم في روايته فرجع فقراء المهاجرين إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا سمع إخواننا أهل الأموال بما فعلنا ففعلوا مثله فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ذلك فضل الله يؤتيه من يشاء .\rالدثور جمع دثر بفتح الدال وإسكان الثاء المثلثة وهو المال الكثير .\rhttp://islamport.com/w/srh/Web/2365/1624.htm\rDari hadis di atas, tidak ada yang lebih utama dari keduanya, mereka sama-sama diberi anugrah dan keutamaan oleh Allah, dan si miskin menyukai amalan para si kaya dan si kaya menyukai amalan para si miskin. Kaya yang bersyukur dan miskin yang sabar sama dan anugrah.\rالشَّرْحُ\rهذا من الأحاديث الدالة على فضيلة الذكر المخصوص المقيد بعمل وقد سبق لنا أن الأذكار منها مطلق ومقيد وهذا منها حديث أبي هريرة أن فقراء المهاجرين جاءوا يشتكون إلى النبي صلى الله عليه وسلم يقولون إن أهل الأموال سبقونا إنهم يصلون كما نصلي ويصومون كما نصوم ولهم فضل من الأموال يعني زيادة يتصدقون بها ويحجون ويعتمرون ويجاهدون فدلهم النبي صلى الله عليه وسلم على أمر قال ألا أخبركم بشيء إذا فعلتموه لم يزدكم من لحقكم وتسبقون به من بعدكم قالوا بلى يا رسول الله قال تسبحون وتحمدون وتكبرون خلف كل صلاة ثلاثا وثلاثين يعني تقولون سبحان الله والحمد لله والله أكبر ثلاثا وثلاثين مرة فهذه تسع وتسعون ثم إنهم فعلوا ذلك ولكن سمع الأغنياء بهذا ففعلوا مثله فتساووا معهم في هذا الذكر فرجع الفقراء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وقالوا يا رسول الله سمع إخواننا أهل الأموال بما صنعنا فصنعوا مثله وكأنهم يريدون شيئا آخر يختصون به فقال ذلك فضل الله يؤتيه من يشاء .\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"Menurut Qoul ALMU'TAMAD lebih utama orang kaya yang bersyukur daripada miskin yang sabar. Sedangkan menurut Imam ALBULQINIY lebih utama orang miskin yang bersabar daripada orang kaya yang bersyukur. :\rالباجوري 1/285\r.إختلف هل الأفضل الغني الشاكر أو الفقير الصابر والمعتمد أن الغني الشاكر أفضل خلافا للبلقيني ولا ينافيه ما ورد من دخول الفقراء قبل الأغنياء بنصف يوم من أيام الآخرة لأنه قد يوجد في المفضول ما لا يوجد في الفاضل .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/708347635854714/\r2993. PERBEDAAN AL-'AFWU DAN AL-MAGHFIRAH\rPERTANYAAN :\r> Ihsan Syechr Cyah Ndueso\rAssalamu alaikum, bade tangglet niki, wa'fuanna waghfirlana warhamna, perbedaan arti lafad (wa'fu'anna) dari (waghrilana) itu apa ? matur suwun sa'derenge..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rPerbedaan al afwu dan al magfiroh, dalam surat al baqoroh ayat 286 Allah berfirman :\rوَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا\r\"Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami\"\rDalam tafsir al kabir, imam fakrur razi berkata :\rالسؤال الثاني : ما الفرق بين العفو والمغفرة والرحمة ؟\rالجواب : أن العفو أن يسقط عنه العقاب ، والمغفرة أن يستر عليه جرمه صونا له من عذاب التخجيل والفضيحة ، كأن العبد يقول : أطلب منك العفو وإذا عفوت عني فاستره علي فإن الخلاص من عذاب القبر إنما يطيب إذا حصل عقيبه الخلاص من عذاب الفضيحة\rPertanyaan kedua, apakah perbedaan al afwu dengan magfiroh dan juga rahmat ?","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"Jawab : sesungguhnya al afwu itu menggugurkan siksaan sedangkan magfiroh itu mnutupinya dari dosa-dosa dan menjaganya dari siksaan rasa malu dan terhinakan, seolah-olah hamba tersebut berkata ' aku meminta kepada-Mu ampunan jika engkau mengampuniku maka tutupilah dia dariku, karena sesungguhnya selamat dari siksa kubur hanya bisa menjadi baik jika pungkasannya adalah selamat dari siksa terhinakan.\rDalam kitab tafsir ibnu katsir :\rوقوله : ( واعف عنا ) أي : فيما بيننا وبينك مما تعلمه من تقصيرنا وزللنا ، ( واغفر لنا ) أي : فيما بيننا وبين عبادك ، فلا تظهرهم على مساوينا وأعمالنا القبيحة\rFirman- Nya 'wa'fu anna ' maksudnya adalah maafkankanlah apa-apa yang ada diantara kami dan diantara Engkau dari apa-apa yang Engkau ketahui dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kami.firman-Nya 'wagfirlana' maksudnya adalah ampunilah apa-apa yang ada diantara kami dan di antara hamba-hambaMu maka janganlah Engkau memperlihatkan pada mereka kesalahan-kesalahan kami dan amalan-amalan kami yang buruk. Wallohu a'lam.\rTambahan ta'bir dari kitab tafsir al qurtuby dan tafsir al baghowi :\rتفسير القرطبي\rقوله تعالى : \" واعف عنا \" أي عن ذنوبنا. \" واغفر لنا \" : أي استر على ذنوبنا . والغفر : الستر .\rتفسير البغوي\rقوله تعالى : ( واعف عنا ) أي تجاوز وامح عنا ذنوبنا ( واغفر لنا ) استر علينا ذنوبنا ولا تفضحنا\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rمراح لبيد لكشف معنى القران المجيد 1/108\rو اعف عنا) اي امح اثار ذنوبنا (و اغفر لنا) اي استر عيوبنا و لا تفضحنا بين عبادك\rLINK DISKSUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/741733962516081/\r3022. TANDA-TANDA ALLAH RIDLO DAN MENCINTAI HAMBANYA\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Santri","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"Assalammualaikum wrwb, apa tanda-tandanya orang yang perbuatanya diridhoi oleh Allah ?? terimakasih\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rفإنه قد ثبت بدلالة الكتاب العزيز أن الله تعالى، يرضى عن عباده المؤمنين، ويحب أولياءه وأصفياءه، قال تعالى:رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا [المائدة:119]. وقال تعالى:يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَه [المائدة:54].\rوإن للرضا والمحبة علامات منها:أولاً: التوفيق إلى الزيادة في الخير، قال تعالى:وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدىً وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ [محمد:17].\rDi antara tanda-tanda Allah ridho dan mencintai hamban-NYA adalah :\r1. Allah memberikan taufiq kepada hambanya untuk senantiasa melaksanakan kebaikan dan terus menambah kebaikannya\rثانياً: توبة الله تعالى على عبده، فيوفقه إلى التوبة،قال سبحانه:إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ [البقرة:222]. قال الغزالي : معناه أنه إذا أحبه الله تاب عليه قبل الموت.\r2. Allah memberikan hidayah untuk bisa bertaubat.Imam Al-Ghozali berkata : Allah SWT ketika mencintai hamba-NYA, maka Allah menerima taubat hambanya sebelum wafat\rثالثاً: حفظه لعبده في جوارحه وتوفيقه لكل خير، فعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يقول الله تعالى: ولا يزال عبدي يتقرب إلى بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها. الحديث رواه البخاري.\r3.Allah senantiasa menjaga seluruh anggota badan hamba-NYA baik lahir dan bathin dari berbuat ma'siyat.","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"رابعاً: يجعل محبته في قلوب أوليائه، ويكسبه رضا الخلق عنه، ففي الصحيحين عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا أحب الله تعالى العبد، نادى جبريل: إن الله تعالى يحب فلاناً فأحببه، فيحبه جبريل، فينادي في أهل السماء،إن الله يحب فلاناً فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القبول في الأرض.إلى غير ذلك من علامات رضا الله على عبده\rوالله أعلم.\r4. Allah SWT menanamkan kecintaan pada kekasih-kekasih-NYA untuk mencintai dan ridho padanya. Dalam shohih bukhori,Diriwayatkan oleh Abi Hurairoh ra, Rosulullah SAW bersabda : Ketika Allah mencintai hamba-NYA,maka Jibril as menyeru : Sesungguhnya Allah telah mencintai si pulan, maka aku pun mencintai si pulan, Maka malaikat-malaikat langitpun berkata : Sesungguhnya Allah telah mencintai si pulan, maka cintailah si pulan. Maka ahli samaa pun mencintai si pulan. Demikian pula di bumi.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/746428298713314/\r3033. PENGERTIAN TAKABBUR DAN HUKUMNYA\rPERTANYAAN :\r> Herly Riyanto\rAssalamuallaikum..... Apa hukumnya orang yang menghina / sombong terhadap kita....?\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam\rالكتاب : الزواجر عن اقتراف الكبائر\r( الكبيرة الرابعة : الكبر والعجب والخيلاء ) قال الله تعالى : { سأصرف عن آياتي الذين يتكبرون في الأرض بغير الحق }\r{ واستفتحوا وخاب كل جبار عنيد } { كذلك يطبع الله على كل قلب متكبر جبار } { إنه لا يحب المستكبرين } { إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين } أي صاغرين .\rوالآيات في ذم الكبر كثيرة .\rوأخرج الشيخان : { بينما رجل يمشي في حلة تعجبه نفسه مرجل } : أي ممشط رأسه { مختال في مشيته إذ خسف الله به فهو يتجلجل في الأرض إلى يوم القيامة } .","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"والبخاري وغيره : { بينما رجل ممن كان قبلكم يجر إزاره من الخيلاء خسف به فهو يتجلجل في الأرض إلى يوم القيامة } .والخيلاء بضم الخاء المعجمة أو كسرها وبفتح الياء ممدودا هو الكبر والعجب ، ويتجلجل بجيمين : أي يغوص وينزل فيها .\rوأحمد والبزار بسند صحيح : { بينما رجل ممن كان قبلكم خرج في بردين أخضرين مختالا فيهما ، أمر الله الأرض فأخذته فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة } .\rوصح أيضا { أن رجلا كان في حلة حمراء فتبختر واختال فيها فخسف الله به الأرض فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة } .\rومسلم : { إن الله لا ينظر إلى من يجر إزاره بطرا ، لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر ، قيل :\rإن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسنا ونعله حسنة ، قال : إن الله جميل يحب الجمال ، الكبر بطر الحق } : أي بفتح الموحدة والمهملة ، رده ودفعه ، { وغمط الناس } : أي بفتح المعجمة وسكون الميم ، وبالمهملة ، وهواحتقارهم وازدراؤهم وكذا غمصهم بالمهملة\rDst... lihat di http://islamport.com/d/1/akh/1/45/323.html\rPengertian Sombong\rMenurut pengertian istilah, takabbur ialah menampakkan kakaguman diri dengan cara meremehkan orang lain dan merasa dirinya lebih besar dibandingkan dengan orang lain, serta tidak mau mendapat kritik dari orang lain.\rSombong adalah membanggakan diri sendiri, mengganggap dirinya yang lebih dari yang lain. Membuat dirinya terasa lebih berharga dan bermartabat sehingga dapat menjelekkan orang lain.","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"Ujub adalah ta'ajub (kagum diri) terhadap kelebihan yang dimilikinya. Ia juga bagian dari takabbur yang tersimpan di dalam hati seseorang. Misalnya muncul di dalam dirinya bahwa hanya dia sajalah yang memiliki kesempurnaan ilmu dan amal sedang orang lain tidak. Ta'ajub diri juga adalah sifat yang buruk seperti yang disampaikan Rasul.\rSeseorang bisa terjebak timbulnya sifat takabbur karena merasa lebih kaya, lebih pintar, lebih bangsawan, lebih cantik, dan gagah. Kesimpulannya banyak pintu-pintu terbukanya kesombongan bagi manusia, apabila dia memiliki sikap mental yang meganggap enteng dan remeh orang lain atas kelebihan yang ada padanya.\rHukum sombong atau takabur adalah haram\rأولُ مَنْ تكبر هو إبليسُ اللعينُ : قالَ تعالى : \" وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ * قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ \" [ الأعراف : 11 - 12 ] . وقال تعالى : \" قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ \" [ ص : 76 ] . فالكبرُ خلُقٌ من أخلاقِ إبليس ، فمن أراد الكِبر فليعلم أنهُ يتخلقُ بأخلاقِ الشياطين\rAllah dan Rosul-NYA melarang seorang hamba berlaku sombong kepada yang lainnya. Para mufassirin menjelaskan bahwa makhluk yang pertama menampakkan kesombongannya adalah iblis, dan sombong adalah termasuk salah satu sifat iblis, dan makhluk yang berlaku sombong tak lain bahwa dia sedang berakhlak syetan. Tempat kembali orang-orang sombong adalah neraka jahannam","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"عقوبةُ الكِبر في الآخرة :\rوقال تعالى : \" ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ \" [ غافر : 76 ] .\rقال ابنُ كثيرٍ : \" أَيْ بِئْسَ الْمَقِيل وَالْمَقَام وَالْمَكَان مِنْ دَار هَوَان لِمَنْ كَانَ مُتَكَبِّرًا عَنْ آيَات اللَّه وَاتِّبَاع رُسُله وَهُمْ يَدْخُلُونَ جَهَنَّم مِنْ يَوْم مَمَاتهمْ بِأَرْوَاحِهِمْ وَيَنَال أَجْسَادهمْ فِي قُبُورهَا مِنْ حَرّهَا وَسَمُومهَا فَإِذَا كَانَ يَوْم الْقِيَامَة سَلَكَتْ أَرْوَاحهمْ فِي أَجْسَادهمْ وَخَلَدَتْ فِي نَار جَهَنَّم \" لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّف عَنْهُمْ مِنْ عَذَابهَا \" كَمَا قَالَ اللَّه تَعَالَى \" النَّار يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْم تَقُوم السَّاعَة أَدْخِلُوا آل فِرْعَوْن أَشَدّ الْعَذَاب \" .ا.هـ\rوَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ : عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : \" لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ \" ، قَالَ رَجُلٌ : \" إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً \" ، قَالَ : \" إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ ؛ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ ، وَغَمْطُ النَّاسِ \" .\rرواه مسلم\rDalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin mas'ud,Rosulullah bersabda : \"Tidak akan masuk syurga,orang yang dalam hatinya mempunyai sifat sombong walaupun hanya sebesar biji dzarroh. Wallahu A'lam.\r> Ibnu Al-Ihsany","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"Termasuk dari ma'shiyat hati yaitu : riya' dengan amal kebaikan, riya' yaitu beramal karena manusia. riya' dapat meleburkan pahala amal kebaikan, seperti ujub dengan ketaatan kepada Allah. ujub yaitu menyaksikan ibadah muncul dari diri sendiri dan ghoib (menyaksikan bahwa ibadahnya bukan) dari anugerah. Dan (termasuk ma'shiat hati) ragu terhadap Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa dari rahmat Allah, dan takabbur atas hamba-hamba Allah, takabbur yaitu menolak kebenaran dan merendahkan manusia dan memandang dirinya itu lebih baik dari makhluk Allah.\rTakabbur atau sombong adalah termasuk ma'shiat hati dan merupakan dosa besar (sebagaimana keterangan dalam kitab al-jawazir di atas). jadi sombong hukumnya haram.\r- Sulam at-taufiq hamisy mirqatu shuudit tashdiq hal. 63-64 :\r؛{فصل}؛ ومن معاصي القلب الرياء بأعمال البر وهو العمل لأجل الناس ويحبط ثوابها كالعجب بطاعة الله وهو شهود العبادة صادرة عن النفس غائبا عن المنة والشك في الله والأمن من مكر الله والقنوط من رحمة الله والتكبر على عباد الله وهو رد الحق واستحقار الناس ورؤيته أنه خير من خلق الله . . الخ\r- Sulam at-taufiq hamisy mirqhotu shu'ud tashdiq hal. 68-69 :\r؛{فصل}؛ ومن معاصي اللسان الغيبة وهو ذكرك أخاك المسلم بما يكرهه وإن كان فيه ــ إلى أن قال ــ والشتم والسب واللعن والاستهزاء بالمسلم وكل كلام مؤذ له\rDan termasuk ma'shiat lisan yaitu : ghibah (gossip) yaitu tutur katamu tentang saudaramu sesama muslim dengan menyebut perkara yang dibencinya meskipun hal tersebut ada pada dirinya. Ban mencaci, mengolok-olok/mengejek/menghina, melaknati, meremehkan terhadap orang Islam dan setiap ucapan yang menyakitinya.","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"LINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/757398170949660/\r3104. PENGERTIAN IBADAH\rPERTANYAAN :\r> Arif Fivers\rAssalamu'alaikum, Mau tanya nih. Ibadah dalam Prespektif, Itu maksudnya bagaimana ? jelaskan ya ustadz / ustadzah. Syukron !\rJAWABAN :\r> Mbah Godek\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, dalam kitab A'lamus Sunnah Al-Mansyuroh li I'tiqodit Thoifah Annajiyah Almanshuroh hal 7 dijelaskan : Ibadah adalah sebutan pada setiap perkara yang dicintai dan diridloi Allah, entah dari ucapan, pekerjaan dhohir maupun batin dan terbebas dari perkara yang bertentangan pada perkara yang dicintai Allah.\rأعلام السنة المنشورة لاعتقاد الطائفة الناجية المنصورة\rس : ما هي العبادة ؟\rجـ : العبادة هي اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة والبراءة مما ينافي ذلك ويضاده\rDan dalam kitab Ianatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid juz 3 hal 53 ada juga keterangan bahwa sebagian ulama juga berpendapat bahwa pengertian ibadah adalah merasa sangat hina dengan disertai sangat cinta.\rإعانة المستفيد بشرح كتاب التوحيد\rويقول العلماء في تعريف العبادة هي: غاية الذل مع غاية الحب\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/765999623422848/\r3173. INILAH CARA MENGHILANGKAN PENYAKIT RIYA'\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Nuruddin\rAssalamualaikum Warohmatulloh. Caranya agar tidak riya' apa aja ya ? syukron forever.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"Wa'alaikumus salaam warohmatulloh, caranya agar tidak riya' dinukil dari kitab Mau'idhotul Mukminin Syeh Jamaludin Al Qosimi. Sudah diketahui bahwa penyakit riya' adalah suatu perkara yang bisa menghilangkan pahala amalan amalan, penyebab murkanya Allah dan termasuk dosa besar yang menghancurkan maka pantaslah untuk senantiasa berusaha sekuat tenaga dalam menghilangkan penyakit ini.\rDalam penyembuhan penyakit riya' ada dua jalan:\r1. mencabut akar dan dan asalnya yang menjadikan penyakit ini bercabang cabang.\r2. menolaknya secara langsung ketika dia datang.\rAkar dan asalnya penyakit riya' adalah cinta pangkat, cinta pangkat ini jika dirinci maka menjadi 3, yaitu:\ra. suka terhadap nikmatnya pujian\rb. takut dari sakitnya celaan\rc. tamak terhadap kepunyaan orang lain.\rKetiga perkara itulah yang menyebabkan orang menjadi riya'.\rCara penyembuhannya adalah dengan mengetahui bahayanya riya', mengetahui bahwa dia kehabisan waktu untuk memperbaiki hatinya, terhalang dari petunjuk Allah, dan diakerat tentang derajatnya disisi Allah, siksaan dan murkanya Allah dan hinaan yang dhohir, maka selama dia mau tafakkur tentang bahaya ini dan membandingkannya dengan apa yang didapatkan oleh orang ahli ibadah serta berhias dengan apa yang telah dilewatkannya dari pahala dan amalan maka akan menjadi mudah baginya menghilangkan rasa cinta tsb.","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"Perumpamaannya yaitu seseorang mengetahui manis dan nikmatnya madu tetapi ketika dalam madu tsb ada racunnya maka dia akan menolaknya, lalu tujuan apakah yang diharapkan dari pujian orang sehingga dia memilih celaan Allah padanya sebab pujian mereka, padahal pujian mereka itu tdk akan menambahkan thd rizki, tdk pula ajal, serta tdk pula memberikan manfaat ketika dia fakir dan membutuhkan yaitu dihari kiamat.\rSedangkan penyembuhan tama' terhadap kepunyaan orang lain adalah degan cara mengetahui bawa Allahlah yang menundukkan hati dengan memberi dan mencegah dan sesungguhnya semua makhluk tdk ikhtiyar baginya, tiada yang memberi rizki kecuali Allah. barang siapa yang tamak maka dia tdk akan sepi dari kehinaan dan kerugian dan jika dia mencapai apa yang diharapkan maka tidak akan sepi dari cobaan dan penghinaan, maka bagaimana dia bisa meninggalkan apa yang disisi Allah dengan harapan palsu dan persangkaan salah yang rusak.\rSemua hamba itu lemah, mereka tdk memiliki kebahayaan bagi dirinya sendiri juga kemanfaatan, maka ketika afat-afatnya hal-hal ini sudah tertancap didalam hati jadilah dia kendor dalam suka tamak dan hatinya menghadap Allah, orang yang berakal tdk akan menyukai perkara yang banyak bahayanya dan sedikit manfaatnya.\rIni adalah obat ilmiyah untuk mencabut akarnya riya', adapun obat amaliyah yaitu dengan cara membiasakan diri menyembunyikan ibadah dan mengunci pintunya untuk menolak riya' sebagaimana dia menutup pintu-pintu untuk menolak kejahatan maka dirinya tdklah mengharapkan diketahui kecuali oleh Allah .","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"Yang kedua adalah menolak riya' secara langsung ketika sedang melakukan ibadah. Ini juga harus diketahui karena barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam mencabut akarnya riya', memotong tama' dan menganggap remeh pujian makhluk serta celaan mereka maka setan tdk akan meninggalkan dia ditengah2 ibadah, bahkan dia akan menampakkan padanya bisikan2 riya' . ketika setan memberitahukan ttg penglihatan makhluk maka tolaklah dengan mengatakan : \" apa keuntungan bagimu dan bagi makhluk baik mereka mengetahui ataupun tidak, sedangkan Allah mengetahui keadaannmu maka apa faedahnya pengetahuan selain Allah ?\"ketika rasa senang terhadap nikmatnya pujian bergejolak maka ingatlah apa yang telah tertancap didalam hatinya yaitu bahaya2nya riya' , murkanya Allah dan kesengsaraan akherat.\rبيان دواء الرياء وطريق معالجة القلب فيه :\rعرفت مما سبق أن الرياء محبط للأعمال وسبب للمقت عند الله تعالى ، وأنه من كبائر المهلكات ، وما هذا وصفه فجدير بالتشمير عن ساق الجد في إزالته .\rوفي علاجه مقامان : أحدهما : قلع عروقه وأصوله التي منها انشعابه . والثاني : دفع ما يخطر منه في الحال :\rالمقام الأول في قلع عروقه وأصوله :","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"وأصله حب المنزلة والجاه ، وإذا فصل رجع إلى ثلاثة أصول وهي : حب لذة المحمدة ، والفرار من ألم الذم ، والطمع فيما في أيدي الناس ، فهذه الثلاثة هي التي تحرك المرائي إلى الرياء . وعلاجه أن يعلم مضرة الرياء وما يفوته من صلاح قلبه ، وما يحرم عنه في الحال من التوفيق وفي الآخرة من المنزلة عند الله تعالى ، وما يتعرض له من العقاب والمقت الشديد والخزي الظاهر . فمهما تفكر العبد في هذا الخزي وقابل ما يحصل له من العباد والتزين لهم في الدنيا بما يفوته في الآخرة وبما يحبط عليه من ثواب الأعمال فإنه يسهل عليه قطع الرغبة عنه ، كمن يعلم أن العسل لذيذ ولكن إذا بان له أن فيه سما أعرض عنه . ثم أي غرض له في مدحهم وإيثار ذم الله لأجل حمدهم ، ولا يزيده حمدهم رزقا ، ولا أجلا ، ولا ينفعه يوم فقره وفاقته ، وهو يوم القيامة .\rوأما الطمع فيما في أيديهم فبأن يعلم أن الله تعالى هو المسخر للقلوب بالمنع والإعطاء ، وأن الخلق مضطرون فيه ، ولا رازق إلا الله ، ومن طمع في الخلق لم يخل من الذل والخيبة ، وإن وصل إلى المراد لم يخل عن المنة والمهانة ، فكيف يترك ما عند الله برجاء كاذب ووهم فاسد ، وقد يصيب وقد يخطئ ، وإذا أصاب فلا تفي لذته بألم منته ومذلته ، وأما ذمهم فلم يحذر منه ، ولا يزيده ذمهم شيئا ما لم يكتب الله عليه ، ولا يعجل أجله ، ولا يؤخر رزقه ، ولا يجعله من أهل النار إن كان من أهل الجنة ، ولا يبغضه إلى الله إن كان محمودا عند الله ، فالعباد كلهم عجزة لا يملكون لأنفسهم ضرا ، ولا نفعا ، فإذا قرر في قلبه آفة هذه الأسباب وضررها فترت رغبته ، وأقبل على الله قلبه ، والعاقل لا يرغب فيما يكثر ضرره ويقل نفعه ، فهذا من الأدوية العلمية القالعة مغارس الرياء . وأما الدواء العملي فهو أن يعود نفسه إخفاء العبادات وإغلاق الأبواب دونها كما تغلق الأبواب دون الفواحش فلا تنازعه نفسه إلى طلب علم غير الله به .","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"المقام الثاني في دفع العارض منه أثناء العبادة :\rوذلك لا بد أيضا من تعلمه ، فإن من جاهد نفسه بقلع مغارس الرياء وقطع الطمع واستحقار مدح المخلوقين وذمهم فقد لا يتركه الشيطان في أثناء العبادة ، بل يعارضه بخطرات الرياء ، فإذا خطر له معرفة اطلاع الخلق دفع ذلك بأن قال : ما لك وللخلق علموا أو لم يعلموا والله عالم بحالك فأي فائدة في علم غيره ، فإن هاجت الرغبة إلى لذة الحمد ذكر ما رسخ في قلبه من قبل من آفة الرياء وتعرضه للمقت الإلهي وخسرانه الأخروي .\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/777660745590069/\r3179. TANGGUNGAN ALLAH SWT KEPADA SEMUA MAKHLUQNYA\rPERTANYAAN :\r> Achmad Qusasi AlIkhlash\rAssalamu'alaikum. Mau tanya, nabi ibrahim pernah ditanya : \"karena apa Alloh menjadikanmu sebagai kekasih?\", dan salah satu jawaban beliau adalah : \"aku tidak merisaukan / menghawatirkan yang telah DI TANGGUNG OLEH ALLOH untukku\". Pertanyaanya adalah :\r1. Apa saja yang DITANGGUNG OLEH ALLOH untuk nabi Ibrahim ?\r2. Apakah itu berlaku juga untuk semua manusia ?\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam.Apa yang ditanggung / dijamin oleh Allah atas nabi Ibrohim a.s berlaku juga atas seluruh makhluk. Ini tentang kadar tsiqoh dan tawakal seseorang kepada Allah. Dalam Syarah Al-Hikam, Hal 6 hikmah no. 4 :\rأرح نفسك من التدبير، فما قام به غيرك عنك لا تقم به لنفسك\rIstirahatkan dirimu (fikiranmu) daripada kerisauan mengatur kebutuhan duniamu.Sebab apa yang sudah dijamin / diselesaikan oleh lainmu (Allah), tidak usah engkau sibuk memikirkannya. Allah menanggung dan menjamin kehidupan dan penghidupan semua makhluk-Nya.","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Dalam Minhajul 'Abidin Hal 203-204 (karangan Imam ghozali) :\rوأما الموعود فهو ما وعد الله المتقين من عباده بشرط التقوى ........................................................ فاعلم أن الرزق المضمون الذى هو الغذا والقوام لايمكن طلبه إذ هوشيىء من فعل الله\rKebanyakan manusia beranggapan bahwa rizqi selalu bernilai materi, Yang Hak adalah segala sesuatu pemberian Allah yang berada dalam tubuh makhluk adalah rizqi.\r- Tafsir Ibnu Katsir :\r( وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها ويعلم مستقرها ومستودعها كل في كتاب مبين ( 6 ) )\rأخبر تعالى أنه متكفل بأرزاق المخلوقات ، من سائر دواب الأرض ، صغيرها وكبيرها ، بحريها ، وبريها ، وأنه ) يعلم مستقرها ومستودعها ) أي : يعلم أين منتهى سيرها في الأرض ، وأين تأوي إليه من وكرها ، وهو مستودعها .\rAllah SWT menanggung semua rizqi makhluq-Nya baik yang besar maupun yang kecil, baik di daratan maupun di lautan.\r- Tafsir Qurthuby :\rقوله تعالى : وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها ويعلم مستقرها ومستودعها كل في كتاب مبين","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"قوله تعالى : وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها \" ما \" نفي و \" من \" زائدة و \" دابة \" في موضع رفع ; التقدير : وما دابة . \" إلا على الله رزقها \" \" على \" بمعنى من ، أي من الله رزقها ; يدل عليه قول مجاهد : كل ما جاءها من رزق فمن الله . وقيل : \" على الله \" أي فضلا لا وجوبا . وقيل : وعدا منه حقا . وقد تقدم بيان هذا المعنى في \" النساء \" وأنه سبحانه لا يجب عليه شيء . رزقها رفع بالابتداء ، وعند الكوفيين بالصفة ; وظاهر الآية العموم ومعناها الخصوص ; لأن كثيرا من الدواب هلك قبل أن يرزق . وقيل : هي عامة في كل دابة ، وكل دابة لم ترزق رزقا تعيش به فقد رزقت روحها ; ووجه النظم بما قبل : أنه سبحانه أخبر برزق الجميع ، وأنه لا يغفل عن تربيته ، فكيف تخفى عليه أحوالكم يا معشر الكفار وهو يرزقكم ؟ ! والدابة كل حيوان يدب . والرزق حقيقته ما يتغذى به الحي ، ويكون فيه بقاء روحه ونماء جسده . ولا يجوز أن يكون الرزق بمعنى الملك ; لأن البهائم ترزق وليس يصح وصفها بأنها مالكة لعلفها ; وهكذا الأطفال ترزق اللبن ولا يقال : إن اللبن الذي في الثدي ملك للطفل . وقال تعالى : وفي السماء رزقكم وليس لنا في السماء ملك ; ولأن الرزق لو كان [ ص: 8 ] ملكا لكان إذا أكل الإنسان من ملك غيره أن يكون قد أكل من رزق غيره ، وذلك محال ; لأن العبد لا يأكل إلا رزق نفسه . وقد تقدم في \" البقرة \" هذا المعنى والحمد لله . وقيل لبعضهم : من أين تأكل ؟ وقال : الذي خلق الرحى يأتيها بالطحين ، والذي شدق الأشداق هو خالق الأرزاق . وقيل لأبي أسيد : من أين تأكل ؟ فقال : سبحان الله والله أكبر ! إن الله يرزق الكلب أفلا يرزق أبا أسيد ؟ ! . وقيل لحاتم الأصم : من أين تأكل ؟ فقال : من عند الله ; فقيل له : الله ينزل لك دنانير ودراهم من السماء ؟ فقال : كأن ما له إلا السماء ! يا هذا الأرض له والسماء له ; فإن لم يؤتني رزقي من السماء ساقه لي من الأرض","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"Wallahu a'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/767308759958601\r3222. CARA MENCEGAH WAS-WAS DARI SYEKH ABUL HASAN AS SYADZILI\rPERTANYAAN :\r> Tio Kurniawan\rAssalamu'alaikum ...mau TANYA nie, ada gak cara untuk mencegah penyakit WAS-WAS ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rUntuk mencegah was was sebagaimana yang di ajarkan syeh syadzili kepada sahabat sahabat beliau adalah dengan meletakkan tangan kanan di dada kemudian mengucapkan : \" subhaanal malikil quddus al khollaaaq al fa'aal \" sebanyak tujuh kali kemudian membaca surat fathir ayat 16 dan 17, ini dilakukan sebelum takbirotul ikhrom. Lihat kitab nihayatuz zain mbah nawawi :\rوَكَانَ الْأُسْتَاذ أَبُو الْحسن الشاذلي يعلم أَصْحَابه لدفع الوسواس والخواطر الرَّديئَة وَيَقُول لَهُم من أحس بذلك فليضع يَده الْيُمْنَى على صَدره وَليقل سُبْحَانَ الْملك القدوس الخلاق الفعال سبع مَرَّات ثمَّ يقل {إِن يَشَأْ يذهبكم وَيَأْتِ بِخلق جَدِيد وَمَا ذَلِك على الله بعزيز} 35 فاطر الْآيَة 16 17 يَقُول ذَلِك الْمُصَلِّي قبل الْإِحْرَام\rWallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/778735155482628/\r3234. TERNYATA DZIKIR DALAM HATI BERPAHALA\rPERTANYAAN :\r> Nadif Sogol\rAssalamu'alaikum. Nitip tanya ngge... Apakah dzikir dalam hati itu mendapatkan pahala ??? Suwun\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, dzikir dalam hati dapat pahala :\rفتاوى الإمام النووى المسمى المسائل المنثورة ص : 189 – 190 دار الفكر 26 -","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"( مسألة ) فى الحديث \" خير الذكر الخفى وخير المال ما يكفى \" هل هو ثابت وما معناه ؟ (1) ( الجواب ) ليس بثابت ومعناه أن الذكر الخفى أبعد من الرياء والإعجاب أونحوهما فإن كان خاليا فى برية أو غيرها وأمن ذلك فالجهر أفضل وأما خير المال ما يكفى فمعناه أن المال الذى هو قدر الكفاية أقرب إلى السلامة من فتنة الفقر وقد صح أن النبى صلى الله عليه وسلم قال : \" اللهم اجعل رزق آل محمد قوتا \" أى قدر الكفاية أو سد الرمق.\r(1) قال فى أسنى المطالب : هذا الحديث رواه جماعة وفيه راو فيه مقال وقال فى الفتح الكبير هذا الحديث رواه أحمد فى مسنده وابن حبان فى صحيحه والبيهقى فى شعب الإيمان عن سعد رضى الله عنه قال سيدى \" الإمام \" ابن حجر فى فتاويه ص : 48 سئل – رضى الله عنه – عن قول النووى \" رحمه الله تعالى \" فى آخر \" باب \" مجالس الذكر من شرح مسلم : \" ذكر اللسان مع حضور القلب أفضل من ذكر القلب \" فهل يؤخذ من كلامه أنه إذا ذكر الله تعالى بقلبه دون لسانه : أنه ينال الفضيلة إذا كان معذورا أم لا ؟ وهل إذا قرأ بقلبه دون لسانه من غير عذر ينال الفضيلة أم لا ؟ فأجاب بقوله : الذكر بالقلب لا فضيلة فيه من حيث كونه ذكرا متعبدا بلفظه وإنما فيه فضيلة من حيث استخضاره لمعناه من تنزيه الله وإجلاله بقلبه وبهذا يجمع بين قول النووى المذكور وقولهم \" ذكر القلب لا ثواب فيه \" فمن نفى عنه الثواب أراد من حيث لفظه ومن أثبت فيه ثوابا أراد من حيث حضوره بقلبه كما ذكرناه فتأمل ذلك فإنه مهم ولا فرق فى جميع ذلك بين المعذور وغيره \"\rوالله سبحانه تعالى اعلم\rBerpahala tsb ditinjau dari segi hadirnya dzikir dalam hati bukan ditinjau dari lafaznya dzikir :\rوقولهم \" ذكر القلب لا ثواب فيه \" فمن نفى عنه الثواب أراد من حيث لفظه ومن أثبت فيه ثوابا أراد من حيث حضوره بقلبه\rDzikir itu ada dua macam :","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"1. Dzikir Qolbiy yaitu dzikir dgn tanpa huruf dan suara.\r2. Dzikir Lisaniy yaitu dzikir yg bersuara dan berhuruf,\rDzikir Qolbiy lebih utama dari pada dzikir lisaniy dgn selisih 70 lipat :\rفتاوى الإمام النووي : ص 190 :\rفصل في ذكر القلبي وأنه أفضل من الجهري#\rاعلم أن الذكر نوعان قلبي ولساني ولكل منهما شواهد من الكتاب والسنة فالذكر اللساني باللفظ المركب من الأصوات والحروف لا يتيسر للذاكر في جميع الأوقات فإن البيع والشراء ونحوهما يلهي الذاكر عنه البتة بخلاف الذكر القلبي فإنه بملاحظة مشى ذلك اللفظ المجرد عن الحروف والأصوات فإذا فلا شيئ يلهي الذاكر عنه. # بقلب فاذكر الله خفيا # عن الخلق بلا حرف وقال# وهذا الذكر أفضل كل ذكر # بهذا قد جرى قول الرجال # ولذلك إختار سادتنا النقشبندية الذكر القلبي ولأن القلب محل نظر الغفار وموضع الإيمان ومعدن الأسرار ومنبع الأنوار وبصلاحه يصلح الجسد كله وبفساده يفسد الجسد كله كما بينه لنا النبي صلى الله عليه وسلم وقد روى ما يؤيد هذا المعنى عن عائشة رضي الله تعالى عنها ( يفضل الذكر أى الخفي على الذكر أى الجهري بسبعين ضعفا إذا كان يوم القيامة رجع الله الخلائق إلى حسابه وجائت الحفظة بما حفظوا وكتبوا وقال الله تعالى انظروا هل بقي لعبدي من شيئ ؟ فيقولون ما تركنا شيئا مما علمناه وحفظناه إلا وقد أحصيناه وكتبناه فيقول الله تعالى إن لك عندي حصنا وأنا أجزيك به وهو الذكر الخفي ) رواه البيهقي و ورد عن عائشة رضي الله عنها أيضا الذكر الذي لا تسمعه الحفظة يزيد على الذكر الذي تسمعه الحفظة سبعين ضعفا.رواه البيهقي باختصار.\r> Ahmad Husain\rMungkin bisa membantu...\r(قوله:ويسكت الخ)اي ويندب ان لا يتكلم حال خروج الخارج مطلقا،ذكرا كان او غيره للنهي عن التحدث عل الغائط. فلو عطس حمد بقلبه فقط-كالمجامع-ويثاب عليه وليس لنا ذكر قلبي يثاب عليه الا هذا.\rWallohu a'lam bis showab","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"LINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/764771086879035/\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2013/06/2412-dzikir-keutamaan-dzikir-hati-dan.html\r3247. HAKIKAT UJIAN DAN COBAAN HIDUP\rPERTANYAAN :\r> Barron Owni Robbie\rAslmkm.wr.wb. Minta bantuan untuk menyempurnakan hadis yang ada di kitab aljami' ash-shoghir berikut ini :\rأشد الناس ب?ء ا?نبياء ثم ا?مثل فا?مثل يبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان فى دينه صلبا اشتد ب?ؤه و إن كان فى دينه رقة ابتلى على قدر دينه\rAdakah yang bisa membantu menjelaskan isi dari kelengkapan hadits yang akan dijawab nanti ?. Syukron katsir. wslmkm.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rUjian dan cobaan dalam kehidupan sejatinya bukan untuk mengukur kekuatan dirimu tetapi untuk mengukur kekuatan kepasrahan, tawakkal dan kesungguhanmu memohon pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash beliau berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam : “Ya Rasulallah, siapa manusia yang paling berat cobaannya ?”. Rasulullah menjawab : “Para Nabi lalu orang-orang shalih lalu orang-orang yang semisal dengan mereka lalu yang semisal dengan mereka. Seseungguhnya seseorang akan diuji sesuai dengan kualitas Dien (agama) nya, semakin kuat ia berpegang teguh dengan Dien nya, semakin berat cobaan dan ujian yang diterimanya. Sedangkan yang Dien nya biasa-biasa saja, maka ia diuji sebatas kualitas Dien nya itu. Dan ujian itu akan terus menimpa seorang hamba sampai ia berjalan di atas bumi tanpa dosa”. (HR Tirmidzi dengan derajat Hasan Shahih, Al Hakim dalam Al Mustadrak dan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibban).","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"الابتلاء ليس احتبارا عن قوتك الذاتية ولكن احتبار عن قوة استعانتك بالله\rعَنْ سعد بن أبي وقاص قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ\rالأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُونَ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ\rTuhfatul Ahwadzi :\rحدثنا قتيبة حدثنا حماد بن زيد عن عاصم بن بهدلة عن مصعب بن سعد عن أبيه قال قلت يا رسول الله أي الناس أشد ب?ء قال ا?نبياء ثم ا?مثل فا?مثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد ب?ؤه وإن كان في دينه رقة ابتلي على حسب دينه فما يبرح الب?ء بالعبد حتى يتركه يمشي على ا?رض ما عليه خطيئة قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح وفي الباب عن أبي هريرة وأخت حذيفة بن اليمان أن النبي صلى الله عليه وسلم سئل أي الناس أشد ب?ء قال ا?نبياء ثم ا?مثل فا?مثل\rSyarah Hadits :","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"قوله : ) أي الناس أشد ( أي أكثر وأصعب ) ب?ء ( أي محنة ومصيبة ) قال ا?نبياء ( أي هم أشد في ا?بت?ء ?نهم يتلذذون بالب?ء كما يتلذذ غيرهم بالنعماء ، و?نهم لو لم يبتلوا لتوهم فيهم ا?لوهية ، وليتوهن على ا?مة الصبر على البلية . و?ن من كان أشد ب?ء كان أشد تضرعا والتجاء إلى الله تعالى ) ثم ا?مثل فا?مثل( قال الحافظ : ا?مثل أفعل من المثالة والجمع أماثل وهم الفض?ء . وقال ابن الملك : أي ا?شرف فا?شرف وا?على فا?على رتبة ومنزلة . يعني من هو ] ص: 67 [ أقرب إلى الله ب?ؤه أشد ليكون ثوابه أكثر قال الطيبي : \" ثم \" فيه للتراخي في الرتبة والفاء للتعاقب على سبيل التوالي تنز? من ا?على إلى ا?سفل وال?م في ا?نبياء للجنس . قال القاري : ويصح كونها ل?ستغراق إذ ? يخلو منهم من عظيم محنة وجسيم بلية بالنسبة ?هل زمنه ، ويدل عليه قوله : ) يبتلى الرجل على حسب دينه ( أي مقداره ضعفا وقوة ونقصا وكما? . قال الطيبي : الجملة بيان للجملة ا?ولى وال?م في الرجل ل?ستغراق في ا?جناس المتوالية ) فإن كان ( تفصيل ل?بت?ء وقدره ) في دينه صلبا ( بضم الصاد المهملة أي قويا شديدا وهو خبر كان واسمه ضمير راجع إلى الرجل والجار متعلق بالخبر ) اشتد ب?ؤه ( أي كمية وكيفية ) وإن كان في دينه رقة ( أي ذا رقة ويحتمل أن يكون رقة اسم كان أي ضعف ولين . قال الطيبي : جعل الص?بة صفة له والرقة صفة لدينه مبالغة وعلى ا?صل . قال القاري : وكان ا?صل في الصلب أن يستعمل في الجثث وفي الرقة أن تستعمل في المعاني ، ويمكن أن يحمل على التفنن في العبارة ، انتهى . ) ابتلي على قدر دينه ( أي بب?ء هين سهل ، والب?ء في مقابلة النعمة ، فمن كانت النعمة عليه أكثر فب?ؤه أغزر ) فما يبرح الب?ء ( أي ما يفارق أو ما يزال ) بالعبد ( أي ا?نسان ) حتى يتركه يمشي على ا?رض وما عليه خطيئة ( كناية عن خ?صه من الذنوب ، فكأنه كان محبوسا ثم أطلق وخلي سبيله يمشي ما عليه بأس . قوله : ) هذا","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"حديث حسن صحيح ( وأخرجه أحمد والدارمي والنسائي في الكبرى وابن ماجه وابن حبان والحاكم كذا في الفتح .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/714799781876166\r3265. PERIHAL RIYA' JALIY DAN RIYA' KHOFIY\rPERTANYAAN :\r> Thoriqotul Hayatil'aaridhoh\rAssalamu 'alaikum. Tolong dong jelasin tentang riya' jaliyyah dan khofiyyah ? Sekalian contohnya ya\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Lihat Syarah Al-Hikam, Hikmah no 170 :\r(حظ النفس فى المعصية ظاهر جليّ وحظها فى الطاعات باطن خفي ومداومة ما يخفى صعب علاجه)\rArtinya : \"kesenangan-kesenangan nafsu dalam maksiat merupakan perkara yang dhohir dan jelas, sedangkan kesenangan-kesenangan nafsu dalam ketaatan adalah perkara yang sifatnya bathin/samar, dan megobati perkara yang masih samar itu sulit untuk menyembuhkannya.\"\rPENJELASAN\rKesenangan-kesenangan nafsu dari kema'siatan yang bisa melukai/mencederai pelakunya (menjadikannya berdosa) adalah perkara yang wujudnya dhohir, yang mana pengaruhnya sangat membekas di kalangan masyarakat. Kebanyakan hal ini ditimbulkan dari sesuatu yang bersifat materi.\rMinum khomer, berbohong, bermain di tempat-tempat judi dan perbuatan tercela lainnya, kesemuanya itu secara dhohir merupakan kesenangan-kesenangan nafsu. Namun kesenangan-kesenangan tersebut sangat berpengaruh negatif yang berpotensi merusak tatanan kehidupan sosial dan keharmonisan hubungan sosial yang berlangsung di antara keluarga, Maka pengaruh yang bisa merusak ini seharusnya sudah cukup menjadi pengingat atau pencegah dalam melakukan hal yang negatif tersebut.","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"Adapun kesenangan-kesenangan nafsu yang bisa melukai dan menjadikan dosa bagi orang yang taat adalah sesuatu yang berasal dari dalam dan sangat samar. Tidak akan bisa merasakan kelembutan penyakit ini kecuali pelaku itu sendiri, oleh karena itu ia tidak akan menemukan sesuatu di depannya yang bisa mencegahnya dari penyakit tersebut, orang lain pun tidak mampu mendefinisikan bahwa ia (yang sedang melakukan ketaatan) sedang terserang penyakit atas amal ketaatan tersebut.\rKalau kita amati, tugas-tugas dakwah, jihad, amar ma'ruf, dzikir/kholwah, menyerahkan kelebihan harta bagi yang berhak menerimanya, kesemuanya itu secara dhohir tidak menghasilkan sesuatu kecuali hanya keletihan dan kecapean serta kerugian harta, lalu dari arah mana kesenangan-kesenangan nafsu yang didapatkan oleh orang yang melakukan ketaatan tersebut?\rKetaatan-ketaatan tersebut bisa dihinggapi dengan kesenangan nafsu yang samar yang mampu menghilangkan pahala ketaatan tersebut. Diantara kesenangan-kesenanagan nafsu yang samar tersebut adalah pujian dari manusia atas amal kebaikannya, ketenaran, dan perasaan pelakunya bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.\rSegi bahaya penyakit ini adalah kasamarannya dalam menggerogoti amal ketaatan sehingga masyarakat tidak bisa meneliti dan memantaunya, maka dari itu mereka tidak punya jalan untuk mengingatkannya karena kesamaran tersebut.\rKemudian hal-hal yang bisa menjadi pencegah bagi seorang hamba dari kemaksiatan sangat banyak sekali, untuk itu cukuplah bagi seorang hamba akan pantauan dan pandangan masyarakat terhadap kehormatannya.","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"Lalu apa yang bisa menjadi pencegah bagi hamba (yang taat) dari kesenangan-kesenangan nafsu (penyakit Qolbu) yang samar? Tidak lain adalah pendekatannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala (Muroqobah). Dari sini dapat disimpulkan bahwa perkara yang masih samar itu sulit untuk disembuhkan sebagai mana hikmah yang disampaikan oleh Ibnu 'Athoillah.\rDALIL\rوالله يعلم ما تسرون وما تعلنون (النحل : 19)\rArtinya : \" Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan \"(an nahl : 19)\rوهو معكم أين ما كنتم ج والله بما تعملون بصير (الحديد : 4 )\rArtinya : \" Dan dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan \" al hadid : 04)\rDari ayat-ayat di atas kita tahu bahwa Allah itu Dzat yang Maha Melihat apa yang dikerjakan oleh seorang hamba. Baik amal itu dhohir maupun bathin Allah pasti akan tahu. Seorang hamba yang dari dhohirnya melakukan ibadah namun dari bathinnya masih ada unsur riya' maka tidak akan mendapatkan pahala. Inilah yang disebut dengan penyakit bathin yang sangat sulit untuk disembuhkan.\rAPLIKASI / PENERAPAN\rAdapun hikmah yang dipaparkan oleh beliau rahimahullah mengandung beberapa mau'idhoh diantaranya :","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"Seharusnya orang yang diberi taufiq oleh Allah untuk melaksanakan ketaatan dan menjalankan perintah-perintahNya supaya terus waspada terhadap kesenangan-kesenangan nafsu yang menggerogoti / masuk di dalamnya. Kesengangan nafsu ini Allah menyebutnya dengan باطن الإثم (dosa yang samar / bathin). Terkadang seseorang yang beribadah tidak merasa akan penyakit yang samar ini karena kesenangan-kesenangan tersebut tertutup rapat dengan dhohirnya ibadah dan ketaatan. Maka seyogyanya ia sadar bahwa Allah itu Maha Melihat ( بصير ), mengetahui akan ketidakjujuran mata dan apa yang disamarkan oleh hati. Jika seorang hamba tahu akan hal ini, seharusnya ia selalu mencurigai nafsunya sehingga kesenangan-kesenangan nafsu yang samar tersingkap dan mampu memerangi serta berusaha keras agar hatinya bersih dan selamat dari pemyakit itu sebelum ia berangkat menuju Allah.\rWajib bagi orang yang ingkar dan yang sedang menasehati/menakut-nakuti orang-orang fasik ( maksiat) yang terus menerus dalam kedholimannya agar tidak memposisikan dirinya pada kedudukan bahwa ia lebih baik dari mereka yang sedang dalam kefasikan dan kemaksiatan tersebut. Karena apabila ia merasakan hal ini, berarti justru ia sedang melakukan dosa yang samar ( باطن الإثم ).Banyak sekali orang yang taat tidak menemukan hasil ketaatannya di hari kiamat kecuali hanya dosa-dosa yang dibungkus dengan ketaatan. Dan banyak sekali orang yang sering melakukan kemaksiatan namun ia menyesali atas perilakunya yang keji dan melanggar syari'at tersebut tidak menemukan sesuatu di akhirat kecuali maghfiroh atas dosa-dosanya.","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"Jika sudah jelas bahwa mengobati penyakit hati yang masih samar dan berpotensi menghancurkan pahala amal ketaatan lebih sulit dari pada mengobati kejelekan-kejelekan yang sifatnya dhohir, maka selayaknya orang yang taat masih menganggap dirinya termasuk orang-orang yang maksiat dan segera menasehati dirinya sendiri sebelum menasehati orang lain .\rSesungguhnya solusi untuk menghilangkan kesenangan nafsu, dan mensucikan ketaatan/ibadah adalah kembali kepada pelakunya ('abidnya) itu sendiri, ia tidak mempunyai alat untuk menolong, membersihkan dan menyelamatkan diri dari penyakit tersebut, kecuali selalu melakukan pendekatan diri kepada Allah (Muroqobah) dengan cara memperbanyak dzikir. Ini adalah obat yang samar yang cocok untuk mengobati penyakit yang samar juga. Jika mampu mengambil obat ini, maka kejelekan-kejelekan nafsu tidak akan bisa masuk ke dalam dirinya.\rOrang yang selalu muroqobah dengan berdzikir kepadaNya, sifat riya' tidak akan menemukan jalan untuk ikut andil merusak amal ibadahnya. Dzikir ini sering disebutkan oleh para Ulama' dengan sebutan \"Dzikrul Qolbi\".\rAkan tetapi, perlu diketahui, hamba yang taat sangatlah sulit untuk mengambil obat yang samar ini. Ia harus mampu menyingkirkan pemikiran-pemikiran negatif yang bersifat duniawi agar bisa menemukan lezatnya dzikir yang bersih di dalam qolbunya. Inilah bentuk jihad yang samar yang bisa menjadikan amal-amal lain menjadi baik. Wallahu A'lam bishshowab.\r> Santriwati Dumay\rKeterangan kitab Mau'idhotul Mukminin Syeh Jamaluddin Al Qosimi tentang Riya' ada yang jali dan ada yang khofi :","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"Riya' jali adalah riya yang dapat membangkitkan dan mendorong suatu amalan walaupun dia bertujuan utk mendapatkan pahala, ini adalah riya' paling jali.sedangkan yang lebih samar sedikit dari itu adalah riya' yang tidak dpt mendorong terhadap amalan dengan sendirinya tetapi dia bisa meringankan amalan yang karena Allah misalnya orang biasa sholat tahajud setiap malam dan terasa berat, tetapi ketika ada tamu dirumahnya dia menjadi giat tahajudnya dan terasa ringan.\rAda yang lagi yang lebih samar dari itu, yaitu riya' yang tidak berpengaruh sama sekali dengan amalan juga tdk berpengaruh dalam merasa mudah dan ringan dalam beramal tetapi riya' ini tersimpan dalam hati , tanda-tandanya yang paling jelas adalah merasa senang dengan penglihatan orang lain terhadap ketaatannya, terkadang seorang hamba itu ikhlas dalam amalannya dan tdk beri'tikad untuk riya' bahkan dia benci riya' dan menolaknya serta menyempurnakan amalan amalannya, tetapi ketika orang lain melihat amalan tsb dia merasa senang di dalam hati.rasa senang inila yang menunjukkan adanya riya' yang tersembunyi karena andaikan tidak adanya lirikan hati terhadap manusia maka rasa senang tersebut tidak akan terlihat ketika amalannya dilihat oleh orang lain.","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"Riya yang tresimpan dlam hati ini bagaikan tersimpannya api di dalam batu dan bisa terlihat bekasnya yaitu berupa rasa senang dan bahagia ketika amalan dilihat oleh orang lain , ketika telah merasakan senang dengan penglihatan orang lain dan tidak melawannya dengan rasa benci maka jadilah rasa senag itu sebagai kekuatan dan makanan bagi urat-urat yang samar dalam riya hingga bisa menggerakan terhadap nafsunya dengan gerakan yang samar agar bisa diketahui misalnya dengan melirihkan suara atau bekas tetesan air mata.\rاعلم أن الرياء جلي وخفي ، فالجلي هو الذي يبعث على العمل ويحمل عليه ولو قصد الثواب ، وهو أجلاه ، وأخفى منه قليلا هو ما لا يحمل على العمل بمجرده إلا أنه يخفف العمل الذي يريد به وجه الله كالذي يعتاد التهجد كل ليلة ويثقل عليه ، فإذا نزل عنده ضيف تنشط له وخف عليه .\rوأخفى من ذلك ما لا يؤثر في العمل ، ولا بالتسهيل والتخفيف أيضا ولكنه مع ذلك مستبطن في القلب ، وأجلى علاماته أن يسر باطلاع الناس على طاعته ، فرب عبد يخلص في عمله ، ولا يعتقد الرياء ، بل يكرهه ويرده ويتمم العمل كذلك ، ولكن إذا اطلع عليه الناس سره ذلك وارتاح له وروح ذلك عن قلبه شدة العبادة ، وهذا السرور يدل على رياء خفي منه يرشح السرور ، ولولا التفات القلب إلى الناس ما ظهر سروره عند اطلاع الناس ، فلقد كان الرياء مستكنا في القلب استكنان النار في الحجر ، فأظهر منه اطلاع الخلق أثر الفرح والسرور ، ثم إذا استشعر لذة السرور بالاطلاع ولم يقابل ذلك بكراهية فيصير ذلك قوتا وغذاء للعرق الخفي في الرياء حتى يتحرك على نفسه حركة خفية فيتقاضى تقاضيا خفيا أن يتكلف سببا يطلع عليه بالتعريض أو بالشمائل كخفض الصوت وآثار الدموع .","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=129&ID&idfrom=242&idto=258&bookid=129&startno=11\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/786800158009461/\r3266. BERSABAR DALAM MENJALANI MUSIBAH\rPERTANYAAN :\r> Seputih Awan\rAssalamu'alaikum..Maaf mau tanya lagi..\r1. Kalo seseorang terkena musibah, sakit, bencana, apakah dia wajib bersabar..?\r2. Seperti apa contoh perbuatan orang yang sabar dalam menghadapi musibah, sakit..? Terimakasih banyak..\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam warohmatulloh\r1. Wajib bersabar dalam arti ia menerima dan pasrah serta ada ikhtiar dan usaha untuk bisa melewati cobaan tersebut dengan tanpa kehilangan ganjaran dan pahala dari mushibah/cobaan tsbFirman Allah dalam Al-Baqoroh 155-157 :\r( ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين ( 155 ) الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون ( 156 ) أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون ( 157 ) )\rDan sungguh kami akan menguji kalian dengan rasa takut,kelaparan,kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan,Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar-Yaitu orang-orang yang ketika tertimpa mushibah mereka mengatakan : sesungguhnya kami milik Allah,Dan sesungguhnya kami hanya kembali kepadaNya-Mereka adalah orang-orang yang memperoleh pengampunan dan kasih sayang dari tuhannya,Dan mereka adalah golongan yang mendapat petunjuk. Sabar juga termasuk ibadah batin yang tinggi nilainya dalam pandangan Allah. Banyak firman Allah tentang sabar di dalam al-Qur’an, antara lain:","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابرُوْنَ أَجْرَهُمْ بغَيْرِحِسَابٍ ]\rArtinya:Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.\rيَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اسْتَعِيْنُوْا بالصَّبْرِِوَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابرِيْنَ\rArtinya:Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (menjalankan) shalat, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.Sebaliknya, orang yang tidak sabar, yaitu putus asa, menggerutu, gegabah, terburu-buru, dan sebagainya, berat sekali akibat yang dideritanya; bahkan diperingatkan oleh Allah SWT, seperti disebutkan di dalam hadis qudsi:\rأنَا اللهُ لآ إِلهَ إِلاَّ أَنَا مَنْ لَمْ يَشْكُرْ عَلَى نَعْمَآئِي وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلآئِي وَلَمْ يَرْضَ بِقَضَآئِي فَلْيَتَّحِذْ رَبًّا سِوَآئِي\rArtinya:Aku Allah, tiada Tuhan melainkan Aku; siapa tidak bersyukur atas nikmat-nikmat pemberian-Ku, tidak bersabar atas ujian-Ku dan ridla terhadap kepastian qadla-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.Pengertian dan praktek sabar luas sekali, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW:\rالصَّبْرُ ثَلاَثَةٌ فَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيْبَةِ وَصَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ وَصَبْرٌ عَنِ المَعْصِيةِ\r... (رواه ابن أبي الدنيا عن علي)\r2. Ujian atau mushibah sakit, atas ini wajib muhasabah kepada diri sendiri karena sakit tsb disebabkan karena dosa. perbanyak memohon ampunan kepada allah dan berdo'a serta berikhtiar dengan berobat.\r- Tafsir Baghowi","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"( ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين ( 155 ) الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون ( 156 ) أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون ( 157 ) )\rقوله تعالى ( ولنبلونكم ) أي ولنختبرنكم يا أمة محمد واللام لجواب القسم تقديره والله لنبلونكم والابتلاء من الله لإظهار المطيع من العاصي لا ليعلم شيئا لم يكن عالما به ( بشيء من الخوف ) قال ابن عباس يعني خوف العدو ( والجوع ) يعني القحط ( ونقص من الأموال ) بالخسران والهلاك ( والأنفس ) يعني بالقتل والموت وقيل بالمرض والشيب ( والثمرات ) يعني الجوائح في الثمار وحكي عن الشافعي أنه قال الخوف خوف الله تعالى والجوع صيام رمضان ونقص من الأموال أداء الزكاة والصدقات والأنفس الأمراض والثمرات موت الأولاد لأن ولد الرجل ثمرة قلبه\r-Tafsir Ibnu Katsir\r( ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين ( 155 ) الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون ( 156 ) أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون ( 157 ) )","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"أخبر تعالى أنه يبتلي عباده [ المؤمنين ] أي : يختبرهم ويمتحنهم ، كما قال تعالى : ( ولنبلونكم حتى نعلم المجاهدين منكم والصابرين ونبلو أخباركم ) [ محمد : 31 ] فتارة بالسراء ، وتارة بالضراء من خوف وجوع ، كما قال تعالى : ( فأذاقها الله لباس الجوع والخوف ) [ النحل : 112 ] فإن الجائع والخائف كل منهما يظهر ذلك عليه ; ولهذا قال : لباس الجوع والخوف . وقال هاهنا ( بشيء من الخوف والجوع ) أي : بقليل من ذلك ( ونقص من الأموال ) أي : ذهاب بعضها ) والأنفس ) كموت الأصحاب والأقارب والأحباب ) والثمرات ) أي : لا تغل الحدائق والمزارع كعادتها . كما قال بعض السلف : فكانت بعض النخيل لا تثمر غير واحدة . وكل هذا وأمثاله مما يختبر الله به عباده ، فمن صبر أثابه [ الله ] ومن قنط أحل [ الله ] به عقابه . ولهذا قال : ( وبشر الصابرين )\rوقد حكى بعض المفسرين أن المراد من الخوف هاهنا : خوف الله ، وبالجوع : صيام رمضان ، ونقص الأموال : الزكاة ، والأنفس : الأمراض ، والثمرات : الأولاد .\rوفي هذا نظر ، والله أعلم .\r-Tafsir Jalalain\r{ ولنبلونكم بشيء من الخوف } للعدو { والجوع } القحط { ونقص من الأموال } بالهلاك { والأنفس } بالقتل والموت والأمراض { والثمرات } بالحوائج أي لنختبرنكم فننظر أتصبرون أم لا { وبشر الصابرين } على البلاء بالجنة .\rAllah berfirman dalamm hadits qudsy :\rأنَا اللهُ لآ إِلهَ إِلاَّ أَنَا مَنْ لَمْ يَشْكُرْ عَلَى نَعْمَآئِي وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلآئِي وَلَمْ يَرْضَ بِقَضَآئِي فَلْيَتَّحِذْ رَبًّا سِوَآئِي\rArtinya:Aku Allah, tiada Tuhan melainkan Aku; siapa tidak bersyukur atas nikmat-nikmat pemberian-Ku, tidak bersabar atas ujian-Ku dan ridla terhadap kepastian qadla-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.\r- Fawaaidul Majmu'ah Li Syaukany :","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"(حديث قدسي) \" إِنِّي أَنَا اللَّهُ ، لا إِلَهَ إِلا أَنَا ، مَنْ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلائِي , وَلَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي , وَلَمْ يَشْكُرْ نَعْمَائِي , فَلْيَتَّخِذْ رَبًّا سِوَايَ \" ، قال في المختصر : ضعيف .\r- Faidul Qodir maktabah syamilah :\r(قال الله تعالى من لم يرض بقضائي ولم يصبر على بلائي فليلتمس ربا سواي) قال الغزالي: كأنه يقول هذا لا يرضانا ربا حتى سخط فليتخذ ربا آخر يرضاه وهذا غاية الوعيد والتهديد لمن عقل ولمن صدق ولقد صدق من قال إذ سئل: ما العبودية والربوبية فقال: الرب يقضي والعبد يصبر وليس في السخط إلا الهم والضجر في الحال والوزر والعقوبة في المآل بلا فائدة إذ القضاء نافذ فلا ينصرف بالهلع والجزع كما قيل:ما قد قضى يا نفس فاصطبري له. . . ولك الأمان من الذي لم يقدر [ص: 470]\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/787202421302568/\r3268. TAWAKKAL DALAM URUSAN RIZKY\rPERTANYAAN :\r> Ikhwan Nurudin\rApa yg dimaksud dengan \"SEBENAR-BENARNYA TAWAKKAL\" pada hadist berikut ini? apa ada hadist lain yg menjelaskannya? “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan SEBENAR-BENARNYA TAWAKKAL, maka Allah akan memberikan kepada kalian rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung. Burung pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang dalam keadaan perut sudah terisi”.[ HR Ahmad ].\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rBismillahirrohmanirrohiim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :\rوَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ\r“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupi (kebutuhan)nya” (QS. Ath-Thalaq: 3)\rTeks Hadits","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"عن عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِنَّهُ سَمِعَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ((لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا)). رواه الترمذي، وَقالَ: (حديث حسن).\rArtinya: Dari ‘Umar bin Khaththab rd bahwa beliau pernah mendengar Nabi bersabda: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia (Allah) akan memberi kalian rizki sebagaimana Allah memberi rizki kepada burung, ia (burung) keluar di waktu pagi dalam keadaan perut kosong dan pulang di waktu sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi dan beliau berkata hadits ini hasan)\rرقم الحديث: 24(حديث مرفوع) أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ نَظِيفٍ الْفَرَّاءُ , قِرَاءَةً عَلَيْهِ , وَأَنَا أَسْمَعُ , قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْمَوْتِ , إِمْلاءً فِي سَنَةِ تِسْعٍ وَأَرْبَعِينَ وَثَلاثِ مِائَةٍ , قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الصَّائِغُ , قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ , قَالَ : حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ , قَالَ : حَدَّثَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ , عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو , عَنْ أَبِي هُبَيْرَةَ , عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ : \" لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا \" .","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"Ibnu Rojab dalam Jami'ul 'ulumi wal hikam menjelaskan tentang Hakikat Tawakal :\rوحقيقة التوكل : هو صدق اعتماد القلب على الله عز وجل في استجلاب المصالح ، ودفع المضار من أمور الدنيا والآخرة كلها ، وكلة الأمور كلها إليه ، وتحقيق الإيمان بأنه لا يعطي ولا يمنع ولا يضر ولا ينفع سواه .\rHakikat tawakal adalah hanya bersandar kepada Allah dalam usaha menarik kemanfaatan dan menolak kemadhoratan dari perkara yang sifatnya duniawi maupun ukhrowi.dengan landasan keimanan bahwa tidak ada yang bisa memberi,tidak bisa mencegah,tidak ada yang bisa mendatangkan madhorat dan tidak ada yang bisa memberi kemanfaatan kecuali Allah SWT.\rواعلم أن تحقيق التوكل لا ينافي السعي في الأسباب التي قدر الله سبحانه المقدورات بها ، وجرت سنته في خلقه بذلك ، فإن الله تعالى أمر بتعاطي الأسباب مع أمره بالتوكل ، فالسعي في الأسباب بالجوارح طاعة له ، والتوكل بالقلب عليه إيمان به\rNamun demikian,hakikat tawakal tidak menafikan makhluk dalam mencari sebab.karna Allah memerintahkan untuk mencari sebab dan memerintahkan bertawakalMencari sebab dengan badan adalah bagian taat kepada allah,sementara tawakal dalam hati sebagai bentuk keimanan kepada Allah\r[ ص: 496 ] الحديث التاسع والأربعون . عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال : لو أنكم توكلون على الله حق توكله ، لرزقكم كما يرزق الطير ، تغدو خماصا ، وتروح بطانا رواه الإمام أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه وابن حبان في \" صحيحه \" والحاكم ، وقال الترمذي : حسن صحيح .\rSyarah hadits :","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"هذا الحديث خرجه هؤلاء كلهم من رواية عبد الله بن هبيرة ، سمع أبا تميم الجيشاني ، سمع عمر بن الخطاب يحدثه عن النبي - صلى الله عليه وسلم - ، وأبو تميم وعبد الله بن هبيرة خرج لهما مسلم ، ووثقهما غير واحد ، وأبو تميم ولد في حياة النبي - صلى الله عليه وسلم - ، وهاجر إلى المدينة في زمن عمر رضي الله عنه . وقد روي هذا الحديث من حديث ابن عمر عن النبي - صلى الله عليه وسلم - ، ولكن في إسناده من لا يعرف حاله . قاله أبو حاتم الرازي . وهذا الحديث أصل في التوكل ، وأنه من أعظم الأسباب التي يستجلب بها [ ص: 497 ] الرزق ، قال الله عز وجل : ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه [ الطلاق : 2 - 3 ] ، وقد قرأ النبي - صلى الله عليه وسلم - هذه الآية على أبي ذر ، وقال له : لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم يعني : لو حققوا التقوى والتوكل ؛ لاكتفوا بذلك في مصالح دينهم ودنياهم . وقد سبق الكلام على هذا المعنى في شرح حديث ابن عباس : احفظ الله يحفظك . قال بعض السلف : بحسبك من التوسل إليه أن يعلم من قلبك حسن توكلك عليه ، فكم من عبد من عباده قد فوض إليه أمره ، فكفاه منه ما أهمه ، ثم قرأ : ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب وحقيقة التوكل : هو صدق اعتماد القلب على الله عز وجل في استجلاب المصالح ، ودفع المضار من أمور الدنيا والآخرة كلها ، وكلة الأمور كلها إليه ، وتحقيق الإيمان بأنه لا يعطي ولا يمنع ولا يضر ولا ينفع سواه . قال سعيد بن جبير : التوكل جماع الإيمان . وقال وهب بن منبه : الغاية القصوى التوكل . قال الحسن : إن توكل العبد على ربه أن يعلم أن الله هو ثقته . وفي حديث ابن عباس عن النبي - صلى الله عليه وسلم - ، قال : من سره أن يكون أقوى الناس ، فليتوكل على الله . [ ص: 498 ] وروي عنه - صلى الله عليه وسلم - أنه كان يقول في دعائه : اللهم إني أسألك صدق","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"التوكل عليك ، وأنه كان يقول : اللهم اجعلني ممن توكل عليك فكفيته . واعلم أن تحقيق التوكل لا ينافي السعي في الأسباب التي قدر الله سبحانه المقدورات بها ، وجرت سنته في خلقه بذلك ، فإن الله تعالى أمر بتعاطي الأسباب م\rSyarah Ringkas :\rTawakkal merupakan salah satu amalan hati yang agung lagi mulia yang mesti dimiliki oleh setiap muslim. Tawakkal berarti menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dengan sebenar-benarnya dalam rangaka mendapatkan suatu manfaat atau meghindar dari suatu hal yang membahayakan dengan tidak mengabaikan sebab-sebab syar’i yang dapat mengantarkan kepada tujuan-tujuan tersebut. Jadi tawakkal itu tidak terlepas dari dua hal pokok yaitu menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dan mengambil sebab-sebab yang dibolehkan oleh syari’at.\rDalam hadits di atas, Rasulullah telah menjelaskan dengan gamblang tentang pentingnya mengambil sebab-sebab untuk meraih suatu tujuan disamping kuatnya sandaran hati kepada Allah. Dimana beliau memberikan contoh dengan seekor burung yang keluar di waktu pagi dalam keadaan perut kosong kemudian pulang di waktu sore dalam keadaan kenyang. Artinya si burung telah mengambil sebab untuk medapatkan makanan yaitu keluarnya burung di waktu pagi.","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Dan Rasulullah yang merupakan penghulunya orang-orang yang bertawakkal pun telah mempraktekkan tawakkal ini dalam bentuk nyata, seperti memakai baju besi ketika beliau ingin berperang, mengambil pemandu jalan, mengambil arah yang berbeda, bersembunyi di gua selama tiga hari ketika beliau hijarah ke Madinah. Semua itu beliau lakukan untuk menunjang dan melancarkan proses perjalanan hijrah beliau ke Madinah.\rFaidah dan Hukum :\r1. Wajibnya bertawakkal kepada Allah dalam segala urusan kita.\r2. Penjelasan tentang hakikat tawakkal.\r3. Tawakkal adalah salah satu sarana untuk mendatangkan rizki.\r4. Allah adalah Rabb satu-satunya yang memberi dan mengelola rizki para makhluk-Nya.\r5. Tawakkal bukan berarti duduk berpangku tangan tanpa melakukan sebab yang kongkrit (nyata) seperti bekerja. Seperti burung yang keluar di waktu pagi dan kembali di waktu sore. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/787887164567427/\r3274. KEBAHAGIAN ALLAH SWT ATAS TAUBAT HAMBA-NYA\rPERTANYAAN :\r> Nona Arya\rAssalamualaikum.. Mohon bantuan lagi.. Saya pernah membaca hadits yang menceritakan tentang Allah swt tertawa karna mendengar doa seorang hamba dan keliru mengucap \"Ya Allah, sesungguhnya engkau adalah hambaku\". Saya cari cari lagi di kitab kitab di rumah nda ketemu ketemu. Mohon bantuan dituliskan matannya lengkap dengan sanad, rowi dan kedudukan haditsnya, syukron\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Di antaranya dimuat dalam shohih bukhori dan riyadhus sholihin :\rرقم الحديث: 4938","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ ، قَالَا : حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ ، حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ ، حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ وَهُوَ عَمُّهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ ، فَلَاةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ ، فَأَيِسَ مِنْهَا ، فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ ، إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا \" ، ثُمَّ قَالَ : \" مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ \" .","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"Allah merasa bergembira karena taubatnya seorang hamba yang beriman melebihi kegembiraan seseorang berada di gurun sahara yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya serta perbekalan makanan dan minuman, kemudian ia tertidur. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya. Kemudian orang tersebut mencari hewan tunggangannya tersebut ke sana kemari hingga ia merasa haus. Setelah itu, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja ke tempat tidurku semula sampai aku mati.' Tak lama kemudian orang tersebut telah membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di atas lengannya dan bersiap-siap untuk mati. Ketika ia terbangun, ternyata hewan tunggangannya itu telah berada di sisinya dengan membawa bekal makanan dan minumannya. Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya seorang hamba-Nya yang beriman melebihi kegembiraan orang yang hewan tunggangannya terlepas lalu kembali dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya ini. Dan karena sangat gembiranya ia mengucapkan : Ya allah,Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu.\rBerikut ini hadits-hadits yang semakna :\rHadits Muslim 4927 :","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُنِي وَاللَّهِ لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بِالْفَلَاةِ وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِذَا أَقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ\rAku bersama persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi Allah, Allah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang di suatu tempat yang luas. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.' [HR. Muslim No.4927].\rHadits Muslim 4928 :","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِزَامِيَّ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ\rAllah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabih dari Abu Hurairah dari Nabi dengan Hadits yang semakna. [HR. Muslim No.4928].\rHadits Muslim 4929 :","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِعُثْمَانَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ أَعُودُهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَحَدَّثَنَا بِحَدِيثَيْنِ حَدِيثًا عَنْ نَفْسِهِ وَحَدِيثًا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ الْمُؤْمِنِ مِنْ رَجُلٍ فِي أَرْضٍ دَوِّيَّةٍ مَهْلِكَةٍ مَعَهُ رَاحِلَتُهُ عَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَ وَقَدْ ذَهَبَتْ فَطَلَبَهَا حَتَّى أَدْرَكَهُ الْعَطَشُ ثُمَّ قَالَ أَرْجِعُ إِلَى مَكَانِيَ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ فَأَنَامُ حَتَّى أَمُوتَ فَوَضَعَ رَأْسَهُ عَلَى سَاعِدِهِ لِيَمُوتَ فَاسْتَيْقَظَ وَعِنْدَهُ رَاحِلَتُهُ وَعَلَيْهَا زَادُهُ وَطَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَاللَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ مِنْ هَذَا بِرَاحِلَتِهِ وَزَادِهِ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ عَنْ قُطْبَةَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ مِنْ رَجُلٍ بِدَاوِيَّةٍ مِنْ الْأَرْضِ و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ عُمَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَارِثَ بْنَ سُوَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ حَدِيثَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ عَنْ نَفْسِهِ فَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَشَدُّ","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ الْمُؤْمِنِ بِمِثْلِ حَدِيثِ جَرِيرٍ\rAllah merasa bergembira karena taubatnya seorang hamba yang beriman melebihi kegembiraan seseorang berada di gurun sahara yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya serta perbekalan makanan dan minuman, kemudian ia tertidur. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya. Kemudian orang tersebut mencari hewan tunggangannya tersebut ke sana kemari hingga ia merasa haus. Setelah itu, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja ke tempat tidurku semula sampai aku mati.' Tak lama kemudian orang tersebut telah membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di atas lengannya dan bersiap-siap untuk mati. Ketika ia terbangun, ternyata hewan tunggangannya itu telah berada di sisinya dengan membawa bekal makanan dan minumannya. Sunguh ke gembiraan Allah karena taubatnya seorang hamba-Nya yang beriman melebihi kegembiraan orang yang hewan tunggangannya terlepas lalu kembali dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya ini. Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam dari Quthbah bin 'Abdul 'Aziz dari Al A'masy dengan sanad ini, dan dia berkata; dari seorang laki-laki yang berada di sebuah gurun yang mencekam.' Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Abu Usamah telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami 'Umarah bin 'Umair dia berkata; aku mendengar Al Harits bin Suwaid dia berkata; telah menceritakan","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"kepadaku 'Abdullah mengenai dua buah hadits. Salah satunya dari Rasulullah , sedangkan yang satu lagi tentang dirinya. Dia berkata; Rasulullah bersabda : 'Allah sangat gembira dengan taubatnya seorang hamba yang beriman'. -yang serupa dengan Hadits Jarir.- [HR. Muslim].\rHadits Muslim 4930 :\rحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو يُونُسَ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ خَطَبَ النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيرٍ فَقَالَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ رَجُلٍ حَمَلَ زَادَهُ وَمَزَادَهُ عَلَى بَعِيرٍ ثُمَّ سَارَ حَتَّى كَانَ بِفَلَاةٍ مِنْ الْأَرْضِ فَأَدْرَكَتْهُ الْقَائِلَةُ فَنَزَلَ فَقَالَ تَحْتَ شَجَرَةٍ فَغَلَبَتْهُ عَيْنُهُ وَانْسَلَّ بَعِيرُهُ فَاسْتَيْقَظَ فَسَعَى شَرَفًا فَلَمْ يَرَ شَيْئًا ثُمَّ سَعَى شَرَفًا ثَانِيًا فَلَمْ يَرَ شَيْئًا ثُمَّ سَعَى شَرَفًا ثَالِثًا فَلَمْ يَرَ شَيْئًا فَأَقْبَلَ حَتَّى أَتَى مَكَانَهُ الَّذِي قَالَ فِيهِ فَبَيْنَمَا هُوَ قَاعِدٌ إِذْ جَاءَهُ بَعِيرُهُ يَمْشِي حَتَّى وَضَعَ خِطَامَهُ فِي يَدِهِ فَلَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ الْعَبْدِ مِنْ هَذَا حِينَ وَجَدَ بَعِيرَهُ عَلَى حَالِهِ قَالَ سِمَاكٌ فَزَعَمَ الشَّعْبِيُّ أَنَّ النُّعْمَانَ رَفَعَ هَذَا الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَّا أَنَا فَلَمْ أَسْمَعْهُ","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian yang pada suatu ketika dia membawa perbekalan dan minumannya di atas unta lalu dia berjalan di padang pasir yang luas. kemudian dia beristirahat sejenak dan tidur di bawah pohon. Tiba-tiba untanya lepas, dia pun mencarinya ke perbukitan, namun dia tak melihat sesuatu sama sekali, kemudian ia mencari lagi di perbukitan yang lain, namun juga tak melihatnya, ia pun naik lagi keperbukitan yang lain, tapi tetap tak menemukan sesuatupun. Akhirnya dia kembali ke tempat istirahatnya. Tatkala dia sedang duduk, tiba-tiba untanya datang kepadanya seraya menyerahkan tali kekangnya ke tangannya. Maka sungguh kegembiraan Allah dengan taubatnya seorang hambanya melebihi kegembiraan orang ini ketika dia mendapatkan untanya kembali dalam keadaan seperti semula. Simak berkata; Sya'bi mengira bahwa Nu'man telah menyandarkan Hadits ini kepada Nabi , adapun saya belum pernah mendengarnya demikian. [HR. Muslim No.4930].\rHadits Muslim 4931 :","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَجَعْفَرُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ جَعْفَرٌ حَدَّثَنَا و قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ عَنْ إِيَادٍ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ تَقُولُونَ بِفَرَحِ رَجُلٍ انْفَلَتَتْ مِنْهُ رَاحِلَتُهُ تَجُرُّ زِمَامَهَا بِأَرْضٍ قَفْرٍ لَيْسَ بِهَا طَعَامٌ وَلَا شَرَابٌ وَعَلَيْهَا لَهُ طَعَامٌ وَشَرَابٌ فَطَلَبَهَا حَتَّى شَقَّ عَلَيْهِ ثُمَّ مَرَّتْ بِجِذْلِ شَجَرَةٍ فَتَعَلَّقَ زِمَامُهَا فَوَجَدَهَا مُتَعَلِّقَةً بِهِ قُلْنَا شَدِيدًا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا وَاللَّهِ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ الرَّجُلِ بِرَاحِلَتِهِ قَالَ جَعْفَرٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادٍ عَنْ أَبِيهِ\rSungguh Allah lebih gembira dengan taubat hambanya dari seseorang yang menemukan hewan tunggangannya kembali. Ja'far berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Iyad dari bapaknya. [HR. Muslim No.4931].\rHadits Muslim 4932 :","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ وَهُوَ عَمُّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ\rSungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali. kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata; 'Ya Allah Engkau hambaku dan aku ini Tuhan-Mu.' Dia telah salah berdo'a karena terlalu senang.' [HR. Muslim No.4932].\rHadits Muslim 4933 :","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ إِذَا اسْتَيْقَظَ عَلَى بَعِيرِهِ قَدْ أَضَلَّهُ بِأَرْضِ فَلَاةٍ و حَدَّثَنِيهِ أَحْمَدُ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ\rSungguh ke gembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian ketika bangun dari tidurnya lalu menemukan hewan tunggangannya yang telah hilang di padang pasir yang luas. Dan telah menceritakannya kepada kami Ahmad Ad Darimi telah menceritakan kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qatadah telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dari Nabi yang serupa dengannya. [HR. Muslim No.4933].\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/783653751657435\r3275. DOSA LAKSANA NOKTAH ATAU TITIK HITAM DALAM HATI\rPERTANYAAN :\r> Bram Das\rCoba renungkan... bagaimana kira-kira tubuh kita kalau setiap berbuat salah dan dosa Allah memberikan titik hitam sesuai besar kecilnya dosa yang kita perbuat...?\rJAWABAN :\r> ical Rizaldysantrialit\rBismillah. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam Bersabda:\rإِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka timbullah sebuah titik hitam pada hatinya. Apabila ia meninggalkannya, meminta ampun dan bertaubat, maka hatinya akan dibersihkan. Jika ia kembali berbuat dosa maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya.\" (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).\rRasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda tentang asal-usul Hajar Aswad:\rنَزَلَ الْحَجَرُ ا?َسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ\r“Hajar aswad turun dari surga dalam keadaan sangat putih melebihi putihnya susu. Kesalahan-kesalahan manusialah yang membuatnya menjadi hitam”. (HR. Tirmidzi).\rدثنا قتيبة حدثنا الليث عن ابن عجلان عن القعقاع بن حكيم عن أبي صالح عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب سقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون قال هذا حديث حسن صحيح\rالحاشية رقم: 1\r( ومن سورة ويل للمطففين ) مدنية في قول ومكية في قول وقيل فيها ثمان آيات مكية وهي من قوله : إن الذين أجرموا إلى آخرها ، وقيل فيها آية مكية وهي قوله تعالى : إذا تتلى عليه آياتنا قال أساطير الأولين وقيل إنها نزلت بين مكة والمدينة زمن الهجرة وهي ست وثلاثون آية","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"قوله : ( إن العبد إذا أخطأ خطيئة ) وفي رواية أحمد : \" إن المؤمن إذا أذنب ذنبا \" ( نكتت في قلبه ) بصيغة المجهول من النكت وهو في الأصل أن تضرب في الأرض بقضيب فيؤثر فيها ( نكتة سوداء ) أي جعلت في قلبه نكتة سوداء أي أثر قليل كالنقطة شبه الوسخ في المرآة والسيف ونحوهما . وقال القاري : أي كقطرة مداد تقطر في القرطاس ، ويختلف على حسب المعصية وقدرها ، والحمل على الحقيقة أولى من جعله من باب التمثيل والتشبيه حيث قيل شبه القلب بثوب في غاية النقاء والبياض . والمعصية بشيء في غاية السواد أصاب ذلك الأبيض فبالضرورة أنه يذهب ذلك الجمال منه وكذلك الإنسان إذا أصاب المعصية صار كأنه حصل ذلك السواد في ذلك البياض ( فإذا هو ) أي العبد ( نزع ) أي نفسه عن ارتكاب المعاصي ( واستغفر ) أي سأل الله المغفرة ( وتاب ) أي من الذنب ( سقل قلبه ) بالسين المهملة على البناء للمفعول ، وفي رواية أحمد صقل بالصاد . قال في القاموس : السقل الصقل وقال فيه صقله جلاه انتهى . والمعنى نظف وصفى مرآة قلبه لأن التوبة بمنزلة المصقلة تمحو وسخ القلب وسواده حقيقيا أو تمثيليا \" وإن عاد \" أي العبد في الذنب والخطيئة \" زيد فيها \" أي في النكتة السوداء \" حتى تعلو \" أي للنكت \" قلبه \" أي تطفئ نور قلبه فتعمي [ ص: 179 ] بصيرته \" وهو \" الأثر المستقبح المستعلى \" الران الذي ذكر الله \" أي في كتابه وأدخل اللام على \" ران \" وهو فعل إما لقصد حكاية اللفظ وإجرائه مجرى الاسم وإما لتنزيله منزلة المصدر كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون قال الحافظ ابن كثير : أي ليس الأمر كما زعموا ولا كما قالوا إن هذا القرآن أساطير الأولين بل هو كلام الله ووحيه وتنزيله على رسوله صلى الله عليه وسلم وإنما حجب قلوبهم عن الإيمان به ما عليها من الران الذي قد لبس قلوبهم من كثرة الذنوب والخطايا ، والرين يعتري قلوب الكافرين والغيم للأبرار والغين للمقربين انتهى . قلت : أصل","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"الران والرين الغشاوة وهو كالصدأ على الشيء الصقيل . قال الطيبي : الران والرين سواء كالعاب والعيب ، والآية في الكفار إلا أن المؤمن بارتكاب الذنب يشبههم في اسوداد القلب ويزداد ذلك بازدياد الذنب . قال ابن الملك : هذه الآية مذكورة في حق الكفار لكن ذكرها صلى الله عليه وسلم تخويفا للمؤمنين كي يحترزوا عن كثرة الذنب كي لا تسود قلوبهم كما اسودت قلوب الكفار ولذا قيل المعاصي بريد الكفر قوله : ( هذا حديث حسن صحيح ) وأخرجه أحمد والنسائي وابن ماجه وابن حبان والحاكم وقال صحيح على شرط مسلم .\rHadits yang kedua tentang penyebab hitamnya Hajar Aswad\r- Tuhfatul Ahwadzi :\rدثنا قتيبة حدثنا جرير عن عطاء بن السائب عن سعيد بن جبير عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم نزل الحجر الأسود من الجنة وهو أشد بياضا من اللبن فسودته خطايا بني آدم قال وفي الباب عن عبد الله بن عمرو وأبي هريرة قال أبو عيسى حديث ابن عباس حديث حسن صحيح\rالحاشية رقم: 1\rقوله : ( وهو أشد بياضا من اللبن ) جملة حالية ( فسودته خطايا بني آدم ) قال في المرقاة : أي صارت ذنوب بني آدم الذين يمسحون الحجر سببا لسواده ، والأظهر حمل الحديث على حقيقته إذ لا مانع نقلا ولا عقلا . وقال بعض الشراح من علمائنا يعني الحنفية : هذا الحديث يحتمل أن يراد به المبالغة في تعظيم شأن الحجر وتفظيع أمر الخطايا والذنوب ، والمعنى أن الحجر لما فيه من الشرف والكرامة واليمن والبركة شارك جواهر الجنة فكأنه نزل منها ، وأن خطايا بني آدم تكاد تؤثر في الجماد فتجعل المبيض منه أسود فكيف بقلوبهم ، أو لأنه من حيث إنه مكفر للخطايا محاء للذنوب كأنه من الجنة ، ومن كثرة تحمله أوزار بني آدم صار كأنه ذو بياض شديد فسودته الخطايا ومما يؤيد هذا أنه كان فيه نقط بيض ثم لا زال السواد فتراكم عليها حتى عمها .\r- Fathul Baari :","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"حدثنا محمد بن كثير أخبرنا سفيان عن الأعمش عن إبراهيم عن عابس بن ربيعة عن عمر رضي الله عنه أنه جاء إلى الحجر الأسود فقبله فقال إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك\rالحاشية رقم: 1\rقوله : ( باب ما ذكر في الحجر الأسود ) أورد فيه حديث عمر في تقبيل الحجر ، وقوله : \" لا تضر ولا تنفع \" وكأنه لم يثبت عنده فيه على شرطه شيء غير ذلك ، وقد وردت فيه أحاديث : منها حديث عبد الله بن عمرو بن العاص مرفوعا : إن الحجر والمقام ياقوتتان من ياقوت الجنة طمس الله نورهما ، ولولا ذلك لأضاءا ما بين المشرق والمغرب . أخرجه أحمد ، والترمذي ، وصححه ابن حبان ، وفي إسناده رجاء أبو يحيى ، وهو ضعيف ، قال الترمذي : حديث غريب ، ويروى عن عبد الله بن عمرو موقوفا ، وقال ابن أبي حاتم عن أبيه وقفه أشبه ، والذي رفعه ليس بقوي . ومنها حديث ابن عباس مرفوعا : نزل الحجر الأسود من الجنة وهو أشد بياضا من اللبن ، فسودته خطايا بني آدم . أخرجه الترمذي وصححه ، وفيه عطاء بن السائب وهو صدوق لكنه اختلط ، وجرير ممن سمع منه بعد اختلاطه ، لكن له طريق أخرى في صحيح ابن خزيمة فيقوى بها ، وقد رواه النسائي من طريق حماد بن سلمة ، عن عطاء مختصرا ، ولفظه الحجر الأسود من الجنة وحماد ممن سمع من عطاء قبل الاختلاط ، وفي صحيح ابن خزيمة أيضا ، عن ابن عباس مرفوعا ، أن لهذا الحجر لسانا وشفتين يشهدان لمن استلمه يوم القيامة بحق ، وصححه أيضا ابن حبان ، والحاكم ، وله شاهد من حديث أنس عند الحاكم أيضا .\rNoda (dosa) itu akan tetap ada jika tidak taubat dan istighfar.Intinya kita sbgai manusia yang sadar banyak melakukan khilaf dan dosa harus senantiasa memohon ampunan atas dosa-dosa kita.","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"قال سعيد بن جبير قال رجل لابن عباس الكبائر سبع ؟ قال: هي إلى سبعمائة أقرب منها إلى السبع ، غير أنه لا كبيرة مع استغفار ولا صغيرة مع إصرار ] . انظر تفسير القرطبي 5/159 .\rTidak akan menjadi dosa besar jika di iringi istighfar, dan tidak ada dosa kecil jika memang terus dilakukan. (Tafsir Qurthubi 1/159)\rونظرا أن مواضيع العقيدة تحتاج لشرح وتفصيل فليس من المعقول أن يعتقد المسلم نصوص مجردة من غير تفصيل خصوصا أن هذه المواضيع ضلت فيها أقوام وأساءت فيها أفهام .\rوإنتحلت فيها ملل وعقائد إنحرفت وخالفت ما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه . وموضوع الكبائر هذا موضوع يحتاج لشرح وتفصيل. وأن الله سبحانه قد إشترط التوبة وإجتناب الكبائر لتكفير السيئات والدخول للجنان مدخلا كريما من غير عذاب. نسأل الله أن يدخلنا الجنة بغير عذاب ولاحساب ولامناقشة ولكن ماهي شروط التوبة المتفق عليها\r- Mughnil Muhtaj 4/439 :\rمغني المحتاج 4/ 439 .\rقال الخطيب الشربيني يشترط في التوبة منها إقلاع عنها وندم عليها وعزم أن لا يعود لها وردُّ ظلامة آدمي من مال وغيره وقصاص وحد قذف إن تعلقت به والله أعلم ، فيؤدي الزكاة لمستحقها ويرد المغصوب إن بقي وبدله إن تلف لمستحقه أو يستحق منه أو من ورائه ويعلمه إن لم يعلم فإن لم يوجد مستحق أو انقطع خبره سلمها إلى قاض أمين فإن تعذر تصدق بها ويؤدي الغرم أو يتركها عنده ] .\r3278. BAB IKHLAS\rPERTANYAAN :\r> Cpanel Undefined\rAssalaamu 'alaikum.. mau tanya, ikhlas itu apa sih ? orang suka bilang sing penting ikhlas. Dan apa bedanya ridho dan ikhlas ?\rJAWABAN :\r> Mas hamzah\rDinukil dari kitab tambihul Ghofilin abul laits as samarqondi :\rعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ لَبِيدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ» .","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"قَالُوا: يَا رَسُوَلَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ؟ قَالَ: \" الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى لَهُمْ يَوْمَ يُجَازِي الْعِبَادَ بِأَعْمَالِهِمْ: اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ خَيْرًا \".\rDari Muhammad bin labid, sesungguhnya Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Sesuatu yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah syirik kecil.\". Para sahabahat bertanya : “ Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu ? “. Beliau bersabda : “ Riya “, Allah Ta’ala akan berfirman kepada mereka pada hari dibalasnya para hamba atas amal-amal perbuatan mereka : “Pergilah kamu kepada orang-orang yang kamu pameri sewaktu di dunia, maka lihatlah apakah kamu dapat memperoleh suatu kebaikan dari mereka”.\rDari Abu Hurairah Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda :\rيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى اَنَااَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ اَنَا اَغْنَى عَنِى الْعَمَلِ اَّلذِىْ فِيْهِ شِرَكَةٌ لِغَيْرِىْ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلآ اَشْرَكَ فِيْهِ غَيِرِىْ فَاَنَامِنْهُ بَرِىْءٌ\rAllah Ta’ala berfirman : “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu syirik. Aku tidak membutuhkan amal yang didalamnya terkandung persekutuan kepada selain Aku. Barang siapa yang mengerjakan suatu amal perbuatan yang didalamnya terkandung persekutuan selain Aku, maka Aku lepas daripadanya”.\rعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ صَوْمِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ وَالنَّصَبُ» .","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"يَعْنِي إِذَا لَمْ يَكُنِ الصَّوْمُ وَالصَّلَاةُ لِوَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى فَلَا ثَوَابَ لَهُ، كَمَا رُوِيَ عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ أَنَّهُ قَالَ: مَثَلُ مَنْ يَعْمَلُ الطَّاعَاتِ لِلرِّيَاءِ وَالسُّمْعَةِ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ إِلَى السُّوقِ وَمَلَأَ كِيسَهُ حَصَاةً، فَيَقُولُ النَّاسُ مَا أَمْلَأَ كِيسَ هَذَا الرَّجُلِ وَلَا مَنْفَعَةَ لَهُ سِوَى مَقَالَةِ النَّاسِ، وَلَوْ أَرَادَ أَنْ يَشْتَرِيَ لَهُ شَيْئًا لَا يُعْطَى بِهِ شَيْءٌ، كَذَلِكَ الَّذِي عَمِلَ لِلرِّيَاءِ وَالسُّمْعَةِ لَا مَنْفَعَةَ لَهُ مِنْ عَمَلِهِ سِوَى مَقَالَةِ النَّاسِ وَلَا ثَوَابَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ.\rDari abu hurairoh sesungguhnya nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : \" banyak sekali orang yang berpuasa tiada bagian untuknya dari puasanya kecuali lapar dan haus, dan banyak orang yang sholat malam tiada bagian utknya kecuali begadang dan kepayahan \"","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"Maksudnya adalah jika puasa dan sholatnya tidak karena mencari ridho Allah ta'ala maka tiada pahala baginya, sebagaimana yang diriwayatkan dari sebagian orang yang bijak, sesungguhnya beliau berkata : \"Orang yang mengerjakan ibadah karena riya (pamer kepada orang lain) diumpamakan seperti orang yang pergi kepasar yang memenuhi kantongnya dengan kerikil, kemudian orang-orang berkata : “betapa penuhnya kantong orang itu”; namun ia sendiri tidak bisa mengambil manfaat kecuali hanya pujian orang. Bila ia ingin membeli sesuatu, maka kerikil itu sama sekali tidak bisa dipergunakan sebagai alat beli dan ia tidak mendapatkan apa-apa. Demikian pula orang yang beramal karena riya’ dan sum’ah, ia tidak akan bisa mengambil manfaat apa-apa dari amalnya kecuali hanya pujian orang, dan ia tidak akan mendapatkan pahala nanti di akhirat.\rوَقَالَ حَكِيمٌ مِنَ الْحُكَمَاءِ: مَنْ عَمِلَ سَبْعَةً دُونَ سَبْعَةٍ لَمْ يَنْتَفِعْ بِمَا يَعْمَلْ، أَوَّلُهَا أَنْ يَعْمَلَ بِالْخَوْفِ دُونَ الْحَذَرِ، يَعْنِي يَقُولُ: إِنِّي أَخَافُ عَذَابَ اللَّهِ، وَلَا يَحْذَرُ مِنَ الذُّنُوبِ، فَلَا يَنْفَعُهُ ذَلِكَ الْقَوْلُ شَيْئًا.\rSeorang bijak megatakan : Barangsiapa yang mengerjakan tujuh hal tanpa dibarengi tujuh hal maka apa yang ia kerjakan itu tidak akan membawa manfaat, yaitu :\r1. Seseorang yang beramal dengan takut, namun tidak memelihara diri.\rIa mengatakan : “Saya takut siksaan Allah”, tetapi ia tidak meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa. Maka ucapannya itu tidak membawa manfaat sama sekali bagi dirinya.","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"وَالثَّانِي أَنْ يَعْمَلَ بِالرَّجَاءِ دُونَ الطَّلَبِ، يَعْنِي يَقُولُ: إِنِّي أَرْجُو ثَوَابَ اللَّهِ تَعَالَى، وَلَا يَطْلُبُهُ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، لَمْ تَنْفَعْهُ مَقَالَتُهُ شَيْئًا.\r2. Seseorang yang beramal dengan penuh harapan namun tidak berusaha.\rIa mengatakan : “Saya mengharapkan pahala Allah”, tetapi ia tidak berusaha mencapainya dengan amal-amal shalih. Maka apa yang ia ucapkan itu tidak ada gunanya\rوَالثَّالِثُ بِالنِّيَّةِ دُونَ الْقَصْدِ يَعْنِي يَنْوِي بِقَلْبِهِ أَنْ يَعْمَلَ بِالطَّاعَاتِ وَالْخَيْرَاتِ وَلَا يَقْصِدُ بِنَفْسِهِ، لَمْ تَنْفَعْهُ نِيَّتُهُ شَيْئًا\r3. Niat tanpa realisasi.\rDidalam hati ia niat untuk mengerjakan ibadah dan perbuatan yang baik, namun ia tidak merealisasikannya dengan tindakan. Maka apa yang ia niatkan itu tidak akan manfaat bagi dirinya.\rوَالرَّابِعُ بِالدُّعَاءِ دُونَ الْجَهْدِ، يَعْنِي يَدْعُو اللَّهَ تَعَالَى أَنْ يُوَفِّقَهُ لِلْخَيْرِ وَلَا يَجْتَهِدُ، لَمْ يَنْفَعْهُ دُعَاؤُهُ شَيْئًا، وَيَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَجْتَهِدَ لِيُوَفِّقَهُ اللَّهُ تَعَالَى كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ} [العنكبوت: 69] ، يَعْنِي الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي طَاعَتِنَا وَفِي دِينِنَا لَنُوَفِّقَنَّهُمْ لِذَلِكَ\r4. Doa tanpa kesungguh-sungguhan.","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Ia berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik, namun ia tidak bersungguh-sungguh untuk mengerjakannya. Maka doanya itu tidak ada gunanya. Yang lebih penting hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam beramal niscaya Allah akan menolongnya. Sebagaimana firman Allah dalm surat al angkabut ayat 69 :\rوَالْخَامِسُ بِالِاسْتِغْفَارِ دُونَ النَّدَمِ، يَعْنِي يَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَلَا يَنْدَمُ عَلَى مَا كَانَ مِنْهُ مِنَ الذُّنُوبِ، لَمْ يَنْفَعْهُ الِاسْتِغْفَارُ يَعْنِي بِغَيْرِ النَّدَامَةِ.\r5. Mohon ampunan tanpa penyesalan.\rIa menucapkan : “Saya mohon ampun kepada Allah”, namun ia tidak menyesali dosa-dosanya. Maka permohonannya itu sia-sia belaka.\rوَالسَّادِسُ بِالْعَلَانِيَةِ دُونَ السَّرِيرَةِ يَعْنِي يُصْلِحُ أُمُورَهُ فِي الْعَلَانِيَةِ وَلَا يُصْلِحُهَا فِي السِّرِّ، لَمْ تَنْفَعْهُ عَلَانِيَتُهُ شَيْئًا.\r6. Dalam hal-hal yang kelihatan, ia kerjakan dengan baik, namun dalam hal-hal yang tidak diketahui orang, ia tidak mengerjakannya dengan baik. Tindakan semacam ini menunjukkan bahwa perbuatannya itu tidak membawa kebaikan kepada pelakunya.\rوَالسَّابِعُ أَنْ يَعْمَلَ بِالْكَدِّ دُونَ الْإِخْلَاصِ يَعْنِي يَجْتَهِدُ فِي الطَّاعَاتِ وَلَا تَكُونُ أَعْمَالُهُ خَالِصَةً لِوَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى، لَمْ تَنْفَعْهُ أَعْمَالُهُ بِغَيْرِ إِخْلَاصٍ، وَيَكُونُ ذَلِكَ اغْتِرَارًا مِنْهُ بِنَفْسِهِ\r7. Seseorang yang beramal dengan sungguh-sungguh tanpa ikhlas.\rMaksudnya ia bersungguh-sungguh dalam mengerjakan ibadah namun amal ibadahnya itu tidak ikhlas karena Allah Ta’ala.","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"Maka amal-amal yang tidak ikhlas itu tidak akan bermanfaat apa-apa bagi dirinya, bahkan yang demikian itu merupakan penipuan bagi dirinya sendiri.\rوَقِيلَ لِبَعْضِ الْحُكَمَاءِ: مَنِ الْمُخْلِصُ؟ قَالَ: الْمُخْلِصُ الَّذِي كَتَمَ حَسَنَاتِهِ كَمَا يَكْتُمُ سَيِّئَاتِهِ. وَقِيلَ لِبَعْضِهِمْ: مَا غَايَةُ الْإِخْلَاصِ؟ قَالَ: أَنْ لَا يُحِبَّ مَحْمَدَةَ النَّاسِ.\rDitanyakan kepada sebagian orang bijak : \" Siapakah yang disebut sebagai orang yang ikhlas ?\" beliau menjawab : \" Orang yang ikhlas yaitu orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekan-kejelekannya \".\rDitanyakan kepada sebagian yang lainnya : \" Apakah puncaknya ikhlas ?\" beliau menjawab : \" yaitu apabila dia beramal tidak menyukai pujian dari orang lain.\rوَرُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّهُ قَالَ: لِلْمُرَائِي أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ: يَكْسَلُ إِذَا كَانَ وَحْدَهُ، وَيَنْشَطُ إِذَا كَانَ مَعَ النَّاسِ، وَيَزِيدُ فِي الْعَمَلِ إِذَا أُثْنِيَ عَلَيْهِ، وَيَنْقُصُ إِذَا ذُمَّ بِهِ. .\rDari ali bin abi tolib rodhiyallohu anhu, sesungguhnya beliau berkata : \" orang yang pamer mempunyai empat tanda :\r1. malas beramal ketika sendirian.\r2. giat beramal ketika bersama orang lain.\r3. menambah amalan ketika di puji puji.\r4. mengurangi amalan ketika di cela.\"","part":1,"page":223},{"id":224,"text":". وَرُوِيَ عَنْ شَقِيقِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الزَّاهِدِ , أَنَّهُ قَالَ: حُسْنُ الْعَمَلِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: أَوَّلُهَا أَنْ يَرَى أَنَّ الْعَمَلَ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لِيَكْسِرَ بِهِ الْعُجْبَ، وَالثَّانِي أَنْ يُرِيدَ بِهِ رِضَا اللَّهِ لِيَكْسِرَ بِهِ الْهَوَى، وَالثَّالِثُ أَنْ يَبْتَغِيَ ثَوَابَ الْعَمَلِ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لِيَكْسِرَ بِهِ الطَّمَعَ وَالرِّيَاءَ، وَبِهَذِهِ الْأَشْيَاءِ تَخْلُصُ الْأَعْمَالُ.\rDiriwayatkan dari syaqiq bin ibrahim az zahid sesungguhnya beliau berkata : \" Kebaikan suatu amal itu ada tiga perkara :\r1. Hendaknya seseorang berpendapat bahwa amal itu dari Allah Ta’ala, ini tujuannya untuk menghilangkan ‘ujub (rasa heran terhadap diri sendiri).\r2. Hendaknya dengan amal itu ia mengharapkan ridla Allah, ini tujauannya untuk menghilangkan hawa nafsu.\r3. Hendaknya ia mengharapkan ridla pahala / balasan amalnya itu hanya dari Allah sehingga tidak menimbulkan tamak dan riya’ (pamer kepada orang lain).\rDengan ketiganya inilah amalan-amalan menjadi bersih.\rقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: يَحْتَاجُ الْعَمَلُ إِلَى أَرْبَعَةِ أَشْيَاءَ حَتَّى يَسْلَمَ: أَوَّلُهَا الْعِلْمُ قَبْلَ بَدْئِهِ. لِأَنَّ الْعَمَلَ لَا يَصْلُحُ إِلَّا بِالْعِلْمِ، فَإِذَا كَانَ الْعَمَلُ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُهُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُهُ.\rSebagian orang bijak berkata : \"Amalan-amalan itu membutuhkan empat hal agar menjadi sempurna :\r1. Mempunyai ilmu sebelum memulai pekerjaan, karena amal perbuatan itu tidak akan benar dan sempurna kecuali dilandasi dengan ilmu. Amal perbuatan yang tanpa ilmu akan lebih banyak salahnya daripada benarnya.","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"وَالثَّانِي النِّيَّةُ فِي مَبْدَئِهِ لِأَنَّ الْعَمَلَ لَا يَصْلُحُ إِلَّا بِالنِّيَّةِ. كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى»\r2. Niat pada saat memulai pekerjaan, karena amal perbuatan itu tidak akan sah kecuali dengan niat, sebagaimana sabda nabi : \" sahnya amalan2 hanyalah dengan niatnya dan setiap seseorang hanyalah mendapatkan apa yang diniatkannya\"\rوَالثَّالِثُ الصَّبْرُ فِي وَسَطِهِ، يَعْنِي يَصْبِرُ فِيهَا حَتَّى يُؤَدِّيَهَا عَلَى السُّكُونِ وَالطُّمَأْنِينَةِ.\r3. Sabar sewaktu melakukan amal perbuatan, sehingga ia akan bisa mengerjakannya dengan tenang dan tuma'ninah\rوَالرَّابِعُ الْإِخْلَاصُ عَنْدَ فَرَاغِهِ، لِأَنَّ الْعَمَلَ لَا يُقْبَلُ بِغَيْرِ إِخْلَاصٍ، فَإِذَا عَمِلْتَ بِالْإِخْلَاصِ يَتَقَبَّلُ اللَّهُ تَعَالَى مِنْكَ وَتُقْبِلُ قُلُوبُ الْعِبَادِ إِلَيْكَ.\r4. Ikhlas sewaktu selesai mengerjakan amal perbuatan, karena amal yang tidak ikhlas itu tidak akan diterima, dan hanya amal yang dikerjakannya dengan ikhlas saja yang diterima oleh Allah. Wallohu a'lam\rDan seputar tema ikhlas yang lain,bisa di temukan pada link berikut :\rwww.piss-ktb.com/2013/05/2372-lain-lain-definisi-ikhlas.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/787921684563975/\r3290. TAWASUL DENGAN AMAL SHOLEH\rPERTANYAAN :\r> Lilik Zulaikhah","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Assalamualaykum, Bolehkah berdoa dengan tawassul amal baik dirinya sendiri ? Contoh ; Ya allah saya telah berbuat baik menolong si A telah menemukan barangnya yang hilang & mengembalikannya oleh karena itu saya minta semoga masalah saya cepat terselesaikan. Minta pencerahan & referensinya.\rJAWABAN :\r> Huda Aljunaidy\rBoleh bertawasul dengan amal sholeh yang ia lakukan sebagaimana dicontohkan penanya, dan sebagaimana kisah yang dimuat Imam Nawawi dalam Syarah Muslim\rباب قصة أصحاب الغار الثلاثة والتوسل بصالح الأعمال","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"حدثني محمد بن إسحق المسيبي حدثني أنس يعني ابن عياض أبا ضمرة عن موسى بن عقبة عن نافع عن عبد الله بن عمر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال بينما ثلاثة نفر يتمشون أخذهم المطر فأووا إلى غار في جبل فانحطت على فم غارهم صخرة من الجبل فانطبقت عليهم فقال بعضهم لبعض انظروا أعمالا عملتموها صالحة لله فادعوا الله تعالى بها لعل الله يفرجها عنكم فقال أحدهم اللهم إنه كان لي والدان شيخان كبيران وامرأتي ولي صبية صغار أرعى عليهم فإذا أرحت عليهم حلبت فبدأت بوالدي فسقيتهما قبل بني وأنه نأى بي ذات يوم الشجر فلم آت حتى أمسيت فوجدتهما قد ناما فحلبت كما كنت أحلب فجئت بالحلاب فقمت عند رءوسهما أكره أن أوقظهما من نومهما وأكره أن أسقي الصبية قبلهما والصبية يتضاغون عند قدمي فلم يزل ذلك دأبي ودأبهم حتى طلع الفجر فإن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج لنا منها فرجة نرى منها السماء ففرج الله منها فرجة فرأوا منها السماء وقال الآخر اللهم إنه كانت لي ابنة عم أحببتها كأشد ما يحب الرجال النساء وطلبت إليها نفسها فأبت حتى آتيها بمائة دينار فتعبت حتى جمعت مائة دينار فجئتها بها فلما وقعت بين رجليها قالت يا عبد الله اتق الله ولا تفتح الخاتم إلا بحقه فقمت عنها فإن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج لنا منها فرجة ففرج لهم وقال الآخر اللهم إني كنت استأجرت أجيرا بفرق أرز فلما قضى عمله قال أعطني حقي فعرضت عليه فرقه فرغب عنه فلم أزل أزرعه حتى جمعت منه بقرا ورعاءها فجاءني فقال اتق الله ولا تظلمني حقي قلت اذهب إلى تلك البقر ورعائها فخذها فقال اتق الله ولا تستهزئ بي فقلت إني لا أستهزئ بك خذ ذلك البقر ورعاءها فأخذه فذهب به فإن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج لنا ما بقي ففرج الله ما بقي\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=7976&idto=7977&bk_no=53&ID=1281\rLINK ASAL :","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/782182855137858\r3301. DIMANA LETAKNYA AKAL MANUSIA ?\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Nuruddin\rAssalamualaikum Wr Wb AKAL itu ada di mana ya… di hati apa di Otak ?. terima kasih.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rDalam surat al haj ayat 46 Allah berfirman :\rأَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ? فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَاكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ\rMaka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.\rSedikit tafsiran dari kitab tafsir alqurtuby :\rفتكون لهم قلوب يعقلون بها أضاف العقل إلى القلب لأنه محله كما أن السمع محله الأذن . وقد قيل : إن العقل محله الدماغ ؛ وروي عن أبي حنيفة ؛ وما أراها عنه صحيحة .\rAkal disandarkan dengan hati karena memang tempatnya akal itu dihati sebagaimana tempatnya pendengaran itu di telinga. Dan dikatakan bahwa tempatnya akal adalah di otak, ini diriwayatkan dari imam abu hanifah, tetapi aku (imam qurtuby) berpendapat bahwa itu tidak shohih dari beliau. Wallohu a'lam.\rTa'bir dari kitab tafsir al kabir imam fakhruddin ar razy :\rالسؤال الرابع : هل تدل الآية على أن العقل هو العلم وعلى أن محل العلم هو القلب ؟ الجواب : نعم ؛ لأن المقصود من قوله : ( قلوب يعقلون بها ) العلم ، وقوله : ( يعقلون بها ) كالدلالة على أن القلب آلة لهذا التعقل ، فوجب جعل القلب محلا للتعقل ، ويسمى الجهل بالعمى لأن الجاهل لكونه متحيرا يشبه الأعمى .","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"Pertanyaan ke empat : Apakah ayat tersebut menunjukkan bahwa akal itu adalah ilmu dan tempatnya adalah di hati ? Jawabannya adalah \" iya \" karena maksud dari firman Allah \" hati yang dengan itu mereka dapat memahami \" adalah ilmu, dan firman Allah \" dengan itu mereka dapat memahami \" seperti petunjuk bahwa sesungguhnya hati adalah alat untuk memahami maka menjadi wajib untuk menjadikan hati sebagai tempat utk memahami, dan kebodohan disebut dengan kebutaan karena orang yg bodoh keadaanya adalah bingung dan ini menyerupai orang yg buta. Wallohu a'lam.\rالقلب هو محل العقل عندنا وقال ابو حنيفة في الذماغ وحكي الاول عن الفلاسفة والثاني عن الاطباء [فتح المبدي جزاء 2 ص 82\rHati itu adalah tempat akal menurut imam syafi'i sedangkan menurut imam hanafi tempat akal itu ada di otak Pendapat pertama [imam syafi'i] titu sejalan dg pandangan para ahli filsafat sedangkan pndpt yang ke dua selaras dengan teori ilmu ke dokteran. [ fathul mubdi juz 2 no 82 ].\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/788827464473397/\r3304. PENJELASAN TENTANG BERTAMBAHNYA UMUR\rPERTANYAAN :\r> Harlan Bojes\rAssalamualaikum para muallim... semoga tetap dalam lindungan Alloh.... saya mau tanya nieh, sering saya dengar dalam sebuah pengajian.... seringkali para kyai mengatakan semoga diberikan umur panjang.... karena setahu saya umur itu gak bisa diperpanjang.... nah maksud dari umur panjang itu bagaimna..... mohon pencerahannya.... syukron... wassalamualaikum....\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rPenjelasan tentang tambahnya umur. Allah ta'ala berfirman :\rفَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"“Maka jika kematian mereka telah tiba niscaya mereka tidak bisa menundanya walau sesaat dan tidak pula mereka bisa menyegerakannya.” (QS. Al-A’raf [7]: 34)\rRasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\rمن سره أن يبسط له في رزقه أو ينسأ له في أثره فليصل رحمه\r\" Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya \"\r(HR. al bukhori dalam kitabul buyu' dari anas bin malik, dan dalam kitabul adab dari abu hurairoh )\rRasul jg bersabda : “Sesungguhnya tadi malam aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang mengherankan. Dalam mimpiku, aku melihat seorang laki-laki dari umatku didatangi oleh malaikat maut ‘alaihis salam untuk mencabut nyawanya. Tiba-tiba datanglah amalan berbakti kepada ayahnya lalu menolak malaikat maut dari orang tersebut.”\rAl-hafizh Abu Musa Al-Madini mengatakan, “Hadits ini sangat hasan.” (Badruddin Al-’Aini, ‘Umdatul Qari Syarh Shahih Al-Bukhari)\rImam alhafidz ibnu hajar al asqolani dalam kitab fathul baari syarh shohih bukhori menjelaskan tentang tambahnya umr sbb :\r1. أن هذه الزيادة كناية عن البركة\r\" Sesungguhnya tambahan ini adalah makna kinayah (bukan yang sebenarnya) dari barokah.\". Hal ini dikarenan ia mendapat taufiq dari Allah untuk melaksanakan ketaatan, mengisi waktunya dengan hal-hal yang membawa manfaat di akhirat dan menjaga dirinya dari menyia-nyiakan waktunya dengan hal-hal yang tidak membawa manfaat di akhirat.","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"Dalam lailatul qadar, seorang hamba beramal shalih dalam satu malam namun mendapatkan pahala yang lebih baik dan lebih banyak dari amalan selama seribu bulan (83 tahun 4 bulan) yang tidak ada lailatul qadarnya. Itulah pengertian umurnya dipanjangkan, yaitu seakan-aan dipanjangkan selama 83 tahun lebih. Satu malam nilai keberkahannya bahkan melebihi keberkahan umur selama 83 tahun lebih.\rIntinya, menyambung tali kekerabatan menjadi sebab mendapat taufik untuk melaksanakan amal-amal ketaatan dan melindungi diri dari perbuatan-perbuatan maksiat. Dengan demikian saat ia meninggal, ia meninggalkan nama yang harum dan pujian yang baik. Pada saat itulah ia seakan-akan belum mati, meskipun jasadnya sudah mati. Ia seakan-akan belum mati karena masyarakat masih senantiasa mengenang keshalihan amalnya dan kemuliaan akhlaknya.\r2. أن الزيادة على حقيقتها\r\" Tambahan ini memang secara kenyataan ditambah\". Misalnya, Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat pencatat usia manusia: “Umur si fulan adalah 100 tahun jika ia menyambung tali kekerabatannya, dan 60 tahun jika ia tidak menyambung tali kekerabatannya.”\rSementara itu Allah dengan ilmu-Nya yang azali telah mengetahui apakah si fulan tersebut akan menyambung tali kekerabatannya ataukah ia akan memutusnya.\rJadi, menurut ilmu azali yang dimiliki oleh Allah Ta’ala, umur si fulan tersebut tidak bertambah dan tidak berkurang sedikit pun. Adapun menurut ilmu yang dimiliki oleh malaikat pencatat usia manusia, umur si fulan tersebut bisa bertambah atau berkurang.\rPengertian ini telah diisyaratkan oleh firman Allah Ta’ala:","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ\r“Allah menghapus apa yang dikehendaki-Nya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi-Nya terdapat ummul kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar-Ra’du [13]: 39)\r.وقد ورد في تفسيره وجه ثالث ، فأخرج الطبراني في \" الصغير \" بسند ضعيف عن أبي الدرداء\r\" Yang ketiga sebagaimana yang disebutkan oleh imam tabrani dalam kitab \" as shogir dgn sanad yang lemah dari abu darda', “Disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bahwa barangsiapa menyambung tali kekerabatannya, niscaya akan dipanjangkan umurnya. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Maksudnya bukanlah tambahan pada umurnya, karena Allah telah berfirman: “Jika ajal mereka telah datang kepada mereka, maka mereka tidak bisa memundurkannya walau sesaat dan tidak pula mereka mampu menyegerakannya.”\rAkan tetapi maksudnya adalah seseorang memiliki anak-anak keturunan yang shalih, yang mau mendoakan dirinya setelah ia meninggal.”\rDalam Al-Mu’jam Al-Kabir, imam Ath-Thabarani juga meriwayatkan dari hadits Abu Musyajji’ah Al-Juhani bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,\rإِنَّ اللَّهَ لَا يُؤَخِّرُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَإِنَّمَا زِيَادَةُ الْعُمُرِ ذُرِّيَّةٌ صَالِحَةٌ\r“Sesungguhnya Allah tidak akan menunda usia seorang pun jika kematian telah datang kepadanya. Akan tetapi yang dimaksud dari penambahan usia adalah anak keturunan yang shalih.”\r. وجزم ابن فورك بأن المراد بزيادة العمر نفي الآفات عن صاحب البر في فهمه وعقله . وقال غيره في أعم من ذلك وفي وجود البركة في رزقه وعلمه ونحو ذلك","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"Menurut imam Al-Furak, yang dimaksud dengan penambahan umur dalam hadits-hadits di atas adalah Allah Ta’ala akan menyingkirkan berbagai macam musibah yang mengancam pemahaman dan akal orang yang melakukan amal kebajikan (yaitu menyambung tali kekerabatan). Sebagian ulama lainnya menyatakan berbagai macam musibah yang disingkirkan tersebut bersifat umum, tidak sebatas musibah yang mengancam pemahaman dan akal pikiran orang yang melakukan amal kebajikan. Selain itu, ia juga bermakna turunnya keberkahan atas rizkinya, ilmunya dan hal-hal lainnya. Wallohu a'lam bis showab.\rفتح الباري شرح صحيح البخاري أحمد بن علي بن حجر العسقلاني\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"(حديث مرفوع) أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ , حَدَّثَنَا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَخَوَيْهِ , حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبُوشَنْجِيُّ , وَأَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مِلْحَانَ ح . قَالَ : وَأَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ , حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مِلْحَانَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبُوشَنْجِيُّ , قَالا : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ , حَدَّثَنَا اللَّيْثُ , عَنْ عَقِيلٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , قَالَ : أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : \" مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ , وَيُنْسَأُ لَهُ فِي أَثَرِهِ , فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ \" . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي الصَّحِيحِ عَنْ يَحْيَى بْنِ بُكَيْرٍ وَأَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنِ اللَّيْثِ وَأَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ أيضا من حديث أبي هريرة عن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .\rSeorang ulama besar hadits dan fiqih madzhab Hanafi, imam Abu Muhammad Mahmud bin Ahmad bin Musa Al-Hanafi atau lebih popular dengan nama panggilan al-hafizh Badruddin Al-’Aini (wafat tahun 855 H) menyebutkan sebuah hadits.\rBeliau mengutip dari al-hafizh Abu Musa Al-Madini dalam kitabnya, At-Targhib wa At-Tarhib, sebuah hadits yang sangat mencengangkan. Hadits tersebut adalah hadits dari Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alahi wa salam bersabda:","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"إِنِّي رَأَيْتُ اْلبَارِحَةَ عَجَبًا، رَأَيْتُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي أَتَاهُ مَلَكُ الْمَوْتِ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، لِيَقْبِضَ رُوحَهُ فَجَاءَهُ بِرُّ وَالِدِهِ فَرَدَّ مَلَكَ الْمَوْتِ عَنْهُ\r“Sesungguhnya tadi malam aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang mengherankan. Dalam mimpiku, aku melihat seorang laki-laki dari umatku didatangi oleh malaikat maut ‘alaihis salam untuk mencabut nyawanya. Tiba-tiba datanglah amalan berbakti kepada ayahnya lalu menolak malaikat maut dari orang tersebut.”\rAl-hafizh Abu Musa Al-Madini mengatakan, “Hadits ini sangat hasan.” (Badruddin Al-’Aini, ‘Umdatul Qari Syarh Shahih Al-Bukhari, 11/181)\rHadits pertama\rDari Abu Hurairah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:\r«مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»\r“Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya!” (HR. Bukhari no. 5985)\rHadits kedua\rDari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihiwa salam telah bersabda:\r«مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»\r“Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya!” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)\rArti kata-kata sulit:\rAn Yubsatha: Diluaskan atau dilapangkan.\rAn Yunsa-a: Diakhirkan atau ditunda.","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"Atsarihi: Makna asalnya secara bahasa adalah bekasnya atau jejaknya. Adapun dalam hadits di atas maksudnya adalah ajal atau umurnya. Ajal seseorang disebut atsar atau bekas dan jejaknya, karena ia mengikuti umur seseorang.\rPenjelasan makna hadits\rKedua hadits shahih di atas menjelaskan bahwa rizki seseorang bisa ditambah dan kematian seseorang bisa ditunda jika ia menyambung tali silaturahmi.\rSebagaimana telah diketahui bersama, rizki dan usia seseorang telah ditentukan oleh Allah. Secara khusus, Allah berfirman tentang usia dan kematian hamba-Nya,\rفَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ\r“Maka jika kematian mereka telah tiba niscaya mereka tidak bisa menundanya walau sesaat dan tidak pula mereka bisa menyegerakannya.” (QS. Al-A’raf [7]: 34)\rLahiriah hadits-hadits tentang “penambahan usia” atau “penundaan kematian” di atas bertentangan dengan lahiriah ayat di atas. Sebenarnya antara ayat tersebut dan hadits-hadits di atas tidak ada perbedaan. Sebab, makna dari semua dalil tersebut masih bisa dipadukan.\rPara ulama mencoba untuk memberikan beberapa penjelasan yang memudahkan kita untuk memahami maksud dari “ditunda kematiannya” atau “ditambahkan umurnya” dalam kedua hadits di atas.\rImam Yahya bin Syaraf An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, Badruddin Al-’Aini dalam Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari dan al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari menjelaskan bahwa kedua hadits di atas memiliki dua kemungkinan makna yang paling kuat, yaitu makna hakekat dan makna kiasan.","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Makna pertama : Makna kiasan dan aspek kualitas\rTambahan umur dalam kedua hadits ini merupakan bahasa kiasan untuk tercapainya keberkahan pada umur, karena ia mendapat taufiq dari Allah untuk melaksanakan ketaatan, mengisi waktunya dengan hal-hal yang membawa manfaat di akhirat dan menjaga dirinya dari menyia-nyiakan waktunya dengan hal-hal yang tidak membawa manfaat di akhirat.\rMakna kedua: Makna hakekat dan aspek kuantitas\rTambahan usia dalam hadits tersebut memiliki makna hakekat, yaitu terjadinya penambahan usia yang sebenarnya, bukan sekedar bahasa kiasan. Penambahan usia ini di sini adalah menurut pandangan malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat usia makhluk. Adapun menurut ilmu Allah sebenarnya usia makhluk tersebut tidak mengalami penambahan sedikit pun.\rMakna ketiga\rAl-hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan kemungkinan makna ketiga dari kedua hadits di atas. Makna tersebut seperti disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Ash-Shaghir dengan sanad yang lemah dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwasanya:\rذُكِرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَصَلَ رَحِمَهُ أُنْسِيءَ لَهُ فِي أَجَلِهِ فَقَالَ إِنَّهُ لَيْسَ زِيَادَةً فِي عُمُرِهِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ الْآيَةَ وَلَكِنَّ الرَّجُلَ تَكُونُ لَهُ الذُّرِّيَّةُ الصَّالِحَةُ يَدْعُونَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"“Disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bahwa barangsiapa menyambung tali kekerabatannya, niscaya akan dipanjangkan umurnya. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Maksudnya bukanlah tambahan pada umurnya, karena Allah telah berfirman: “Jika ajal mereka telah datang kepada mereka, maka mereka tidak bisa memundurkannya walau sesaat dan tidak pula mereka mampu menyegerakannya.”\rAkan tetapi maksudnya adalah seseorang memiliki anak-anak keturunan yang shalih, yang mau mendoakan dirinya setelah ia meninggal.”\rDalam Al-Mu’jam Al-Kabir, imam Ath-Thabarani juga meriwayatkan dari hadits Abu Musyajji’ah Al-Juhani bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,\rإِنَّ اللَّهَ لَا يُؤَخِّرُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَإِنَّمَا زِيَادَةُ الْعُمُرِ ذُرِّيَّةٌ صَالِحَةٌ\r“Sesungguhnya Allah tidak akan menunda usia seorang pun jika kematian telah datang kepadanya. Akan tetapi yang dimaksud dari penambahan usia adalah anak keturunan yang shalih.” (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, 10/416)\rMakna keempat\rAl-hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa menurut imam Al-Furak, yang dimaksud dengan penambahan umur dalam hadits-hadits di atas adalah Allah Ta’ala akan menyingkirkan berbagai macam musibah yang mengancam pemahaman dan akal orang yang melakukan amal kebajikan (yaitu menyambung tali kekerabatan).","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"Sebagian ulama lainnya menyatakan berbagai macam musibah yang disingkirkan tersebut bersifat umum, tidak sebatas musibah yang mengancam pemahaman dan akal pikiran orang yang melakukan amal kebajikan. Selain itu, ia juga bermakna turunnya keberkahan atas rizkinya, ilmunya dan hal-hal lainnya. (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, 10/416). Wallahu a'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/790996554256488/\r3333. GODAAN IBLIS KEPADA FUQOHA ('ULAMA AHLI FIQIH)\rPERTANYAAN :\r> Andiar Jojo ( mengirim post berikut )\rIya.. Memang, keterampilan fiqhiyah juga dapat menuntun sesorang menjadi perusak agama.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit ( Tanggapan terhadap post di atas )\rSemua orang tanpa terkecuali akan di datangi,digoda dan coba di sesatkan oleh iblis la'natullah. pejabatkah, petanikah, pedagangkah, ulamakah, fuqoha kah, ahli tashowuf kah... semua manusia dengan berbagai macam dan beragam keahlian dan ilmu akan coba di sesatkan oleh iblis.\rSeorang pejabat akan di goda iblis agar tidak menjalankan tugas dan jabatannya dengan amanat bahkan ia berkhianat dan merugikan serta dzolim kepada rakyatnya, begitu juga yang lainnya termasuk fuqoha (ahli fiqh) akan di goda iblis agar ia tidak melaksanakan keilmuannya dan ia membodohi umat dengan hukum ditangannya demi kemulian dunia dan segala bentuk kedustaan. Intinya dalam hal dan perkara apapun selain dianjurkan membaca basmalah, kita juga di anjurkan untuk selalu berlindung kepada Allah dari bujuk rayu iblis.","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"Dalam sebuah kitab \" Talbisu Iblis\" karangan Al-Imam Abi Al-Faroh,'Abdirrohman Bin Jauzi atau lbh kita kenal dengan Ibnu Jauzi , Hal : 136-137.\rBeliau menulis \"Dzikru Talbisi Iblisa 'Alal Fuqoha\" (menjelaskan rayuan, godaan iblis terhadap fuqoha/ahli fiqh). Wallahu A'lam.\rذكر تلبيس إبليس عَلَى الفقهاء\rقال المصنف : كان الفقهاء فِي قديم الزمان هم أهل القرآن ، والحديث فما زال الأمر يتناقص حتى ، قَالَ المتأخرون : يكفينا أن نعرف آيات الأحكام من القرآن ، وأن نعتمد عَلَى الكتب المشهورة فِي الحديث كسنن أبي داود ونحوها ، ثم استهانوا بهذا الأمر أيضا وصار أحدهم يحتج بآية لا يعرف معناها ، وبحديث لا يدري أصحيح هو أم لا ، وربما اعتمد عَلَى قياس يعارضه حديث صَحِيح ولا يعلم لقلة التفاته إِلَى معرفة النقل ، وإنما الفقه استخراج من الْكِتَاب والسنة ، فكيف يستخرج من شيء لا يعرفه ، ومن القبيح تعليق حكم عَلَى حديث لا يدري أصحيح هو أم لا ، ولقد كانت معرفة هَذَا تصعب ، ويحتاج الإنسان إِلَى السفر الطويل ، والتعب الكثير حتى تعرف ذلك ، فصنفت الكتب ، وتقررت السنن وعرف الصحيح من السقيم ، ولكن غلب عَلَى المتأخرين الكسل بالمرة عَنْ أن يطالعوا علم الحديث حتى إني رأيت بعض الأكابر من الفقهاء يَقُول فِي تصنيفه عَنْ ألفاظ فِي الصحاح : لا يجوز أن يكون رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَذَا ، ورأيته يحتج فِي مسألة ، فيقول : دليلنا مَا روى بعضهم أن رَسُول اللَّهِ ، قَالَ : كذا ، ويجعل الجواب عَنْ حديث صَحِيح قد احتج به خصمه أن يَقُول هَذَا الحديث لا يعرف ، وهذا كله جناية عَلَى الإسلام.","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"ومن تلبيس إبليس عَلَى الفقهاء ، أن جل اعتمادهم عَلَى تحصيل علم الجدل يطلبون بزعمهم تصحيح الدليل عَلَى الحكم ، والاستنباط لدقائق الشرع ، وعلل المذاهب ، ولو صحت هذه الدعوى منهم لتشاغلوا بجميع المسائل ، وإنما يتشاغلون بالمسائل الكبار ليتسع فيها الكلام فيتقدم المناظر بذلك عند الناس فِي خصام النظر فهم أحدهم بترتيب المجادلة والتفتيش عَلَى المناقضات طلبا للمفاخرات والمباهاة ، وربما لم يعرف الحكم فِي مسألة صغيرة تعم بِهَا البلوى\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/795725820450228\r3338. TASAWUF FANA' KALAM SUFI TIDAK BOLEH DIFAHAMI SECARA HARFIYAH\rPERTANYAAN :\r> Arif Rachmad\rوفي فناءي فنا فناءي وفي فناءي وجدت أنت\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rInsyaAllah saya kutipkan keterangan ulama sufi dalam hal ini,jika ada kesalahan dlm penyampaiannya mohon diluruskan karena tentu itu datang dari kebodohan saya.\rPENDAHULUAN\rPetikan dari kitab \"Umdatus Salik\" juga bisa ditemukan dalam kitab \"Tafrijul Khothir\"\rإذا سمعت كلمات من أهل التصوف والكمال ظاهرها ليس موافقا لشريعة الهدى من الضلال توفق فيها واسأل من الله العليم أن يعلمك مالم تعلم ولا تمل إلى الإنكار الموجب للنكال, لأن بعض كلماتهم مرموزة لاتفهم, وهي فى الحقيقة مطابقة لبطن من بطون القرأن الكريم وحديث النبي الرحيم. فهذا الطريق هوالأسلم القويم, والصراط المستقيم. .","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"“Apabila engkau mendengar beberapa kalimah-perkataan dari ahli Tashawwuf dan kesempurnaan zahirnya tidak sesuai bagi syariatnya Nabi yang menyatakan petunjuk dari segala kesesatan maka bertawaquflah (berdiamlah) engkau padanya dan bermohonlah (berserahlah) kepada Allah Yang Maha Mengetahui agar engkau di beri akan ilmu yang belum engkau mengetahuinya. Janganlah engkau cenderung mengingkarinya yang mengakibatkan kepada natijah yang buruk. Kerana sebagian dari pada kalimah atau perkataan mereka itu adalah isyarat yang tidak mudah difahami. Padahal hakikat-isinya itu sesuai dengan batinnya dari pada isi al Quran al Karim, dan haditsnya Nabi yang penyayang. Maka jalan ini lebih selamat sejahtera, dan jalan yang lurus.”\rTuan Syeikh Abdul Qodir Jaelani pernah berkata demikian ( Umdatus Salik)\rأنت واحد فى السماء وانا واحد فى الارض\rArtinya : \"Engkau maha tunggal di langit dan aku tunggal di bumi\"\rIni tidak boleh diartikan secara harfiyah,akan tetapi harus diartikan : \"Engkau adalah Dzat yang maha esa yang menguasai langit dan bumi,adapun saya adalah orang yang mempersatukan jiwa ragaku di bumi ini semata-mata untuk musyahadah menyembahMU \"","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"Susunan kalimat seperti ini dalam tata bahasa menurut ilmu balaghoh di sebut Badi' Musyakalah. Disinilah harus diakui bahwa memang ada garis pemisah yang terbentang antara kaum sufi yang ahli ilmu,ahli taqwa dan sudah mencapai tingkat tertinggi dalam ibadah dengan orang awam yang masih belajar agama.Oleh sebab itu orang-orang awam tidak boleh memahami pelajaran-pelajaran dari orang sufi secara harfiyah,tetapi memahaminya mesti melalui seorang guru sufi yang terpercaya keilmuannya dan ketaqwaannya,sebab kalo tidak...ia bisa sesat dan menyesatkan.\rTujuan dari tasawwuf adalah “ fana ” untuk mencapai ma’rifatullah, yaitu leburnya diri pribadi pada kebaqaan Allah, dimana perasaan keinsanan lenyap diliputi rasa Ketuhanan. Dalam keadaan demikian, semua rahasia yang membatasi diri dengan Allah tersingkap (kasyaf). Ketika itulah antara diri dengan Allah menjadi satu dalam baqa-Nya tanpa “ Hulul ” dan “ Ittihad ”. Artinya tanpa bersatu antara Abid dan Ma’bud dalam pengertian seolah-olah manusia dan Tuhan adalah sama. Yang dimaksud Fana disini adalah seluruh makhluk, dunia dan diri hilang sama sekali dari ingatan hati, karena ia tenggelam dalam kesedapan dan kelezatan ingat kepada Allah semata-mata. Dan lenyaplah kesadaran hanya kepada Allah Yang Maha Esa saja. Fana yang demikian tidak akan terjadi, melainkan ia tersyuhud kepada salah satu dari keempat unsur dibawah ini:\r1) Af’al Allah\r2) Asma’ Allah\r3) Sifat Allah\r4) Zat Allah\rApabila hati orang sufi yang telah bersih teringat kepada perbuatan Allah (Af’al Allah) atau kepada Zat Allah, niscaya datanglah ketidak-sadaran","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"kepada dirinya dan kepada sesuatu yang lain, karena kelezatan Ingat kepada Allah. Inilah yang dinamakan Fana atau disebut juga maqam jama’.\rDalam hal Fana ini Syaidina Ali Bin Abi Thalib R.A, berkata:\rوفي فناءي فنا فناءي وفي فناءي وجدت أنت\rArtinya; Di dalam alam fanaku, leburlah aku. Dan dalam keadaan lebur itu, aku bertemu Engkau Tuhan.\rApabila seorang sufi telah fana, maka ketika itulah ia mengucapkan kata-kata yang ganjil dan sulit dipahami yang kadang-kadang tidak dapat diterima dengan pertimbangan akal. Karena ia bukanlah hal yang timbul dari akal semata, melainkan dari rasa. Kadang-kadang mereka berkata:\r• “ Anal Haq ” (Akulah Tuhan Yang Sebenarnya)\r• “ Ma fil jubabati Illallah ” (Tidak ada yang dalam Jubahku Melainkan Allah)\r• “ Ana Man Ahwa, Wa Man Ahwa Ana ” (Akulah Orang Yang Kurindui, Dan Orang Yang Kurindui Ialah Aku).\rPerkataan demikian menimbulkan faham orang bahwa Tuhan dan manusia berpadu menjadi satu (Ittihad). Orang yang dalam keadaan tak sadar diri (Fana) dan mengeluarkan kata-kata ganjil itu, bukan berarti dia tidur atau tidak bergerak lagi badan kasarnya, tetapi mereka selalu berjalan seperti orang sehat dan berbicara dengan orang lain, tapi ia tak sadar kepada orang itu.","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"Kata Ittihad itu adalah ucapan-ucapan yang menimbulkan pengertian orang, bahwa Tuhan dan manusia itu adalah satu ”. Menurut istilah Tasawwuf, bila orang-orang Shufi yang dalam keadaan fana serta mengucapkan kata-kata seperti itu dinamakan “ Wihdatul Wujud ” atau disebut Al-Ittihad. Dan dalam keadaan demikian, mereka tidak terkena hukum taklif syara’ karena akal mereka hilang dari kesadaran alam sekitarnya.\rDan setiap seorang wali pada umumnya melalui jalan ini, tapi ada yang selamat dan terhindar dari fiitnah, dan ada pula yang tidak terselamatkan seperti Shufi besar Al-Hallaj yang dijatuhi hukuman mati.\rSayyidina Ali RA sering mengalami fana atau wuquf dalam aktivitas dzikirnya untuk bertemu Tuhannya, ia berdialog dengan-Nya di alam fana, mengatakan:\rوَفِى فَنَائِى فَنَا فَنَائِى وَفِى فَنَائِى وَجَدْتُ أَنْتَ\rArtinya; Di dalam alam fanaku, leburlah aku. Dan dalam keadaan lebur itu, aku bertemu Engkau Tuhan.\rQoshidah ini ada yang menyebutnya dengan Qoshidah Al-Hallaj Al-irfaniyyah :\rقصيدة الحلاج العرفانيّة\rفَلَيسَ لِلأَينِ مِنكَ أَينٌ وَلَيسَ أَينٌ بِحَيثُ أَنتَ\rأَنتَ الَّذي حُزتَ كُلَّ أَينٍ بِنَحوِ لا أَين فاين أَنتَ\rفَفي فَنائي فَنا فَنائي وَفي فَنائي وُجِدتَ أَنتَ\rفي مَحو اِسمي وَرَسمِ جِسمي سَأَلتُ عَني فَقُلتُ أَنتَ\rأَنتَ حَياتي وَسِرُّ قَلبي فَحَيثُما كُنتُ كُنتَ أَنتَ\rفَمُنَّ بِالعَفوِ يا إِلَهي فَلَيسَ أَرجو سِواكَ أَنتَ\rReferensi : kitab Iyqozhul Himam Syarh Matan Al-Hikam , karangan Ibnu 'Ajiibah :","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"فالحق تعالى واحد في ذاته وفي صفاته وفي أفعاله فلا شيء قبله ولا شيء بعده ولا شيء معه ثم ذكر الثامن فقال كيف يتصور أن يحجبه شيء وهو أقرب إليك من كل شيء قال تعالى \" ولقد خلقنا الإنسان ونعلم ما توسوس به نفسه ونحن أقرب إليه من حبل الوريد \" وقال تعالى \" ونحن أقرب إليه منكم ولكن لا تبصرون \" وقال تعالى \" وكان الله على كل شيء رقيباً وأن تجهر بالقول فإنه يعلم السر وأخفى \" وقربه تعالى قرب علم وإحاطة وشهود لأقرب مسافة إذ لا مسافة بينك وبينه وتقدم في الحديث وأن الله ما حل في شيء ولا غاب عن شيء وقال سيدنا علي كرم الله وجهه الحق تعالى ليس من شيء ولا في شيء ولا فرق شيء ولا تحت شيء إذ لو كان من شيء لكان مخلوقاً ولو كان فوق شيء لكان محمولاً ولو كان في شيء لكان محصوراً ولو كان تحت شيء لكان مقهوراً اه وقيل له يا ابن عم رسول الله صلى الله عليه وسلم أين كان ربنا أو هل له مكان فتغير وجهه وسكت ساعة ثم قال قولكم أين الله سؤال عن مكان وكان الله ولا مكان ثم خلق الزمان والمكان وهو الآن كما كان دون مكان ولا زمان اه وقال أبو الحسن الشاذلي رضي الله عنه قيل لي يا علي بي قل وعلى دل وأنا الكل اه هذا كما في حديث البخاري يقول الله تعالى بسب ابن آدم الدهر وأنا الدهر بيدي الليل والنهار وقال أيضاً صلى الله عليه وسلم لا تسبوا الدهر فإن الله هو الدهر وتفسيره ما في الحديث قبله والله تعالى أعلم ثم ذكر التاسع فقال كيف يتصور أن يحجبه شيء ولولاه لما ظهر وجود كل شيء قال تعالى \" وخلق كل شيء فقدره تقديراً \" وقال تعالى \" إنا كل شيء خلقناه بقدر \" فكل ما ظهر في عالم الشهادة فهو فائض من عالم الغيب وكل ما برز في عالم الملكوت فهو فائض من بحر الجبروت فلا وجود للأشياء إلا منه ولا قيام لها إلا به ولا نسبة لها معه إذ هي عدم محض وعلى توهم وجودها فهي حادثة فانية ولا نسبة للعدم مع الوجود ولا للحادث مع القديم ولذلك تعجب الشيخ من","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"إجتماعهما فقال يا عجباً كيف يظهر الوجود في العدم أم كيف يثبت الحادث مع من له وصف القدم قلت وهذا هو العاشر فالوجود والعدم ضدان لا يجتمعان والحادث والقديم متنافيان لا يلتقيان وقد تقرر أن الحق واجب الوجود وكل ما سواه عدم على التحقيق فإذا ظهر الوجود أنتفي ضده وهو العدم فكيف يتصور أن يحجبه وهو عدم فالحق لا يحجبه الباطل قال تعالى \" فذلكم الله ربكم الحق فماذا بعد الحق إلا الضلال \" فلا وجود للأشياء مع وجوده فأنتفي القول بالحلول إذ الحلول يقتضي وجود السوي حتى يحل فيه معنى الربوبية والفرض أن السوي عدم محض فلا يتصور الحلول وإلى هذا أشار في العينية بقوله\rونزهه في حكم الحلول فما له ... سوى وإلى توحيده الأمر راجع\rوالقديم والحادث لا يلتقيان فإذا قرن الحادث بالقديم تلاشي الحادث وبقي القديم قال رجل بين يدي الجنيد رضي الله عنه الحمد لله ولم يقل رب العالمين فقال له الجنيد كمله يا أخي فقال له الرجل وأي قدر للعالمين حتى يذكروا معه فقال الجنيد قله يا أخي فإن الحادث إذا قرن بالقديم تلاشي الحادث وبقي القديم اه فقد تقرر أن الأشياء كلها في حيز العدم إذ لا يثبت الحادث مع من له وصف القدم فأنتفى القول بالإتحاد إذ معنى الإتحاد هو إقتران القديم مع الحادث فيتحدان حتى يكونا شيئاً واحداً وهو محال إذ هو مبني أيضاً على وجود السوي ولا سوي وقد يطلقون الإتحاد على الوحدة كقول ابن الفارض\rوهامت بها روحي بحيث تمازجا ... إتحاداً ولا جرم تخلله جرم\rفأطلق الإتحاد على إتصال الروح بأصلها بعد صفائها ولذلك قال بعده ولا جرم تخلله إلخ فتحصل أن الحق سبحانه واحد في ملكه قديم أزلي باق أبدي منزه عن الحلول والإتحاد مقدس عن الشركاء والأضداد كان ولا أين ولا مكان وهو الآن على ما عليه كان ومما ينسب لسيدنا علي كرم الله وجهه\rرأيت ربي بين قلبي ... فقلت لا شك أنت أنت\rأنت الذي حزت كل أين ... بحيث لا أيبن ثم أنت","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"فليس للأين منك أين ... فيعلم الأين أين أنت\rوليس للوهم فيك وهم ... فيعلم الوهم كيف أنت\rأحطت علماً بكل شيء ... فكل شيء أراه أنت\rوفي فنائي فنا فنائي ... وفي فنائي وجدت أنت\rhttp://www.islamport.com/w/akh/Web/232/34.htm\rWallahu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/797687453587398\r3347. SIAPAKAH RIJALUL GHOIB ITU ?\rPERTANYAAN :\r> Abu Hanif Ata\rassalaamu'alaikum wr wb. Adakah yg tahu mengenai Rijaal al-ghoib?klw ada,mohon jelasken. Afwan\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rwa'alaikum salam Wr Wb. Rijalul Ghoib ,sebagian mereka dari bani adam,sebagian lagi dari arwah seorang alim. Rijalul Ghoib ada enam bagian (diangkat dari enam golongan) dan berbeda dalam hal maqom nya\r1. dari wali allah (bani adam)\r2. dari bangsa ruhaniyyin\r3. dari malaikat ilham\r4. Rijalul Munajat (bani adam)\r5. Rijalul Basaabas (bani adam)\r6. Dinamakan Khowathir,mereka terlahir dari tafakur dan tashowwur. Wallahu a'lam\rرجال الغيب\rرجال الغيب : منهم من هو بني آدم ، ومنهم من هو من أرواح العالم، وهم ستة أقسام مختلفون في المقام\rالقسم الأول: هم الصنف الأفضل والقوم الكمل ، هم من أفراد الأولياء المقتفون آثار الأنبياء ، غابوا عن عالم الأكوان في الغيب المسمى بمستوى الرحمن، فلا يعرفون ولا يوصفون وهم آدميون .\rالقسم الثاني: وهم أهل المعاني وأرواح الأواني ، يتصور الولي بصورهم فيكمل الناس الباطن والظاهر بخيرهم، فهم أرواح كأنهم أشباح للقوة الممكنة من التصوير في العين، سافروا من عالم الشهود فوصلوا إلى فضاء غيب الوجود شهادة وأنفاسهم عبادة ، وهؤلاء أوتاد الأرض القائمون لله بالسنة والفرض .\rالقسم الثالث : ملائكة الإلهام والبواعث يطرقون الأولياء ويكملون الأصفياء ، لا يبرزون إلى عالم الإحساس ، ولا يتعرفون لعوام الناس .","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"القسم الرابع : رجال المناجاة في المواقع ، دائما يخرجون عن عالمهم ولا يجدون إلا في غير معالمهم ، يتصورون لسائر الناس في عالم الإحساس ، وقد يدخل أهل الصفاء إلى ذلك اللواء فيخبرونهم بالمغيبات وينبئونهم بالمكتمات.\rالقسم الخامس : رجال البسابس هم أهل الحظوة في العالم ، وهم من أجناس بني آدم ، يظهرون للناس ثم يغيبون ويكلمونهم فيجيبون، أكثر سكنى هؤلاء في الجبال والقفار والأودية وأطراف الأنهار ، إلا من كان منهم ممكنا فإنه يتخذ من المدن مسكنا ، نفيس مقامهم غير متشوق إليه ولا معول عليه .\rالقسم السادس : يشبهون الخواطر لا الوساوس ، هم المولدون من أب التفكر وأم التصور ، لا يؤبه إلى أقوالهم ولا يتشوف إلى أمثالهم ، فهم بين الخطإ والصواب، وهم أهل الكشف والحجاب ، والله يقول الحق وهو يهدي السبيل، وعنده أم الكتاب\rhttp://www.knozalasrar.com/knoz9761/\rKhusus Rijalul ghoib yang diangkat Allah swt dari golongan manusia (bani adam), ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan oleh salah satu Mursyid thoriqoh Qodiriyah wa naqsabandiyyah (Abah Anom-tasikmalaya), berikut kutipannya:\rApa itu rijalul ghoib?,","part":1,"page":249},{"id":250,"text":"Abah menjelaskan. Jadi memang dalam kehidupan sehari-hari selain manusia-manusia fisik, manusia-manusia ruhaniah yang kita lihat badannya ini ada hal-hal yang rohaniyah, makhluk-makhluk rohaniayah. Bisa jadi itu para malaikat, bisa jadi itu ruh arwah para auliya allah, mereka pun bekerja. Jadi memang kita harus membalik pemahaman kita karena selama ini kita menganggap kalau tubuh kita, diri kita cuma badan, setelah mati badan ini busuk, hancur, musnah, maka dengan kematian badan menjadi musnah, selesai. Ternyata tidak, yang mati adalah badan,bashar, tubuh kita bisa jadi busuk, musnah tapi ruh tidak dan khusus ruh para Nabi, ruh para Auliya Allah, ruh para Sholihin, ruh mereka pun masih sering dihadirkan ke muka bumi untuk menjalankan tugas-tugas sebagai rijalul ghoib.\rhttp://www.dokumenpemudatqn.com/2013/10/karomah-abah-anom-mengetahui-bahwa.html\rRijalul Ghoib dari bani adam adalah waliyulloh,dan salahsatu maqomnya (dalam ilmu tashowuf) adalah \"Abdal atau wali abdal\" dan jumlah wali abdal adalah 40 orang,jika salah satunya wafat maka Allah akan gantikan posisinya hingga kembali jumlahnya menjadi 40. wallahu a'lam\rالأبدال، هم المرتبة الرابعة من مراتب الأولياء عند الصوفية، وهم من رجال الغيب أي لا يعرفهم أحد [1]. ويعرفون بالرقباء ولهم كرامات خاصة[2]. وتقول بعض المراجع أنهم قوم من الصالحين لا تخلوا منهم الدنيا؛ لا يموت أحدهم إلا قام بدله آخر من سائر الناس[3]، وهم في الشام. وقد ورد فيهم أحاديث صحيحة منها قول النبي محمد :« الأبدال بالشام وهم أربعون رجلا كلما مات رجل أبدل الله مكانه رجلا يسقي بهم الغيث وينتصر بهم على الأعداء ويصرف عن أهل الشام بهم العذاب»[4].\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":250},{"id":251,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/801231216566355/\rwww.fb.com/notes/807077825981694\r3363. ANJURAN BERLAKU JUJUR DAN MENJAUHI DUSTA\rPERTANYAAN :\r> Arif Racmad\rالصدق منجيك وإن خفته والكذب مرديك وإن أمنته .\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rIni adalah ucapan hukama (orang bijak bestari), tentang anjuran agama untuk berlaku jujur dan menjauhi dusta\rالصدق منجيك وإن خفته، والكذب مرديك وإن أمنته\rKejujuran itu pasti akan menyelamatkanmu walaupun kau takut. Kebohongan itu pasti akan mencelakakanmu walaupun kau merasa aman. Hikmah ini meruju' pada hadits rosulillah SAW :\rعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى اِلىَ اْلبِرِّ وَ اْلبِرُّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اْلفُجُوْرُ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ اْلعَبْدُ يَكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا. البخارى و مسلم و ابو داود و الترمذى و صححه و اللفظ له","part":1,"page":251},{"id":252,"text":"Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seorang hamba itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”. [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkannya dan lafadh baginya]\rDiantara hadits-hadits yang berkaitan dengan anjuran jujur dan menjauhi dusta, diantaranya :\rعَنْ اَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلبِرِّ وَ هُمَا فِى اْلجَنَّةِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلفُجُوْرِ وَ هُمَا فِى النَّارِ. ابن حبان فى صحيحه\rDari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda : “Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka”. [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya]","part":1,"page":252},{"id":253,"text":"عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِضْمَنُوْا لىِ سِتًّا مِنْ اَنْفُسِكُمْ، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ. احمد و ابن ابى الدنيا و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و البيهقى\rDari Ubadah bin Shamit RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda : “Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara dari dirimu, niscaya aku menjamin surga bagimu : 1. Jujurlah apabila kamu berbicara, 2. Sempurnakanlah (janjimu) apabila kamu berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kamu diberi amanat, 4. Jagalah kemaluanmu, 5. Tundukkanlah pandanganmu (dari ma’shiyat) dan 6. Tahanlah tanganmu (dari hal yang tidak baik)”. [HR. Ahmad, Ibnu Abid-Dunya, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, Hakim dan Baihaqi]\rعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رض اَنَّ رَجُلاً جَاءَ اِلىَ النَّبِيِّ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا عَمَلُ اْلجَنَّةِ؟ قَالَ: اَلصِّدْقُ. اِذَا صَدَقَ الْعَبْدُ بَرَّ، وَ اِذَا بَرَّ آمَنَ، وَ اِذَا آمَنَ دَخَلَ اْلجَنَّةَ. قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا عَمَلُ النَّارِ؟ قَالَ: َالْكَذِبُ، اِذَا كَذَبَ اْلعَبْدُ فَجَرَ، وَ اِذَا فَجَرَ كَفَرَ، وَ اِذَا كَفَرَ يَعْنِى دَخَلَ النَّارَ. احمد","part":1,"page":253},{"id":254,"text":"Dari Abdullah bin ‘Amr RA ia berkata : Sesungguhnya ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW, lalu bertanya : “Ya Rasulullah, apakah amalan surga itu ?” Rasulullah SAW bersabda : “(Amalan surga itu ialah) jujur. Apabila seorang hamba itu jujur berarti dia itu baik, apabila baik dia beriman dan apabila dia beriman maka dia masuk surga”. Orang itu bertanya lagi : “Ya Rasulullah, apakah amalan neraka itu ?” Rasulullah SAW bersabda : “(Amalan neraka itu ialah) dusta. Apabila seorang hamba itu berdusta berarti dia durhaka, apabila durhaka dia kafir dan apabila kafir maka dia masuk neraka”. [HR. Ahmad]\rعَنْ اَبِى بُرَيْدَةَ اْلاَسْلاَمِيِّ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَلاَ اِنَّ اْلكَذِبَ يُسَوِّدُ اْلوَجْهَ. وَ النَّمِيْمَةَ عَذَابُ اْلقَبْرِ. ابو يعلى و الطبرانى و ابن حبان فى صحيحه و البيهقى\rDari Abu Buraidah Al-Aslamiy RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Ketahuilah, sesungguhnya dusta itu menghitamkan wajah dan namimah itu (menyebabkan) siksa qubur”. [HR. Abu Ya'la, Thabrani, Ibnu Hibban di dalam Shahihnya dan Baihaqi].\rعَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَ اِنْ صَامَ وَ صَلَّى وَ حَجَّ وَ اعْتَمَرَ، وَ قَالَ اِنِّى مُسْلِمٌ. اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ اِذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَ اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ. ابو يعلى","part":1,"page":254},{"id":255,"text":"Dari Anas bin Malik RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Ada tiga perkara yang apabila tiga perkara itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq, meskipun ia puasa, shalat, hajji, umrah dan mengatakan : “Sesungguhnya saya orang Islam”, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat”. [HR. Abu Ya'la]\rعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَ مَنْ كَانَ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةُ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا. اِذَا ائْتُمِنَ خَانَ، وَ اِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ اِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَ اِذَا خَاصَمَ فَجَرَ. البخارى و مسلم و ابو داود و الترمذى و النسائى\rDari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash RA, ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW bersabda : “Ada empat perkara barangsiapa yang empat perkara itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq yang sebenarnya. Dan barangsiapa ada padanya satu bagian dari yang empat perkata itu berarti ada padanya satu bagian dari kemunafiqan sehingga ia meninggalkannya, yaitu : 1. Apabila diberi amanat ia khianat, 2. Apabila berbicara ia berdusta, 3. Apabila berjanji menyelisihi dan 4. Apabila bertengkar ia curang”. [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai]\rعَنِ اْلحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رض قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ ص: دَعْ مَا يُرِيْبُكَ اِلىَ مَا لاَ يُرِيْبُكَ. فَاِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ، وَ اْلكَذِبَ رَيْبَةٌ. الترمذى و قال حديث حسن صحيح","part":1,"page":255},{"id":256,"text":"Dari Hasan bin Ali RA ia berkata : Saya hafal dari Rasulullah SAW (beliau bersabda) : “Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu (berpindahlah) kepada apa-apa yang tidak meragukanmu, karena jujur itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan”. [HR. Tirmidzi dan ia berkata : Hadits Hasan Shahih]\rعَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: لاَ يُؤْمِنُ اْلعَبْدُ اْلاِيْمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ اْلكَذِبَ فِى اْلمَزَاحَةِ وَ اْلمِرَاءَ وَ اِنْ كَانَ صَادِقًا. احمد و الطبرانى\rDari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah beriman seorang hamba dengan iman sepenuhnya sehingga ia meninggalkan berdusta dalam bergurau dan (meninggalkan) berbantah meskipun ia benar”. [HR. Ahmad dan Thabrani]\rعَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِى وَسَطِ اْلجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ اْلكَذِبَ وَ اِنْ كَانَ مَازِحًا. البيهقى بإسناد حسن\rDari Abu Umamah RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda : “Saya menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam bergurau”. [HR. Baihaqi dengan sanad Hasan]\rعَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ، فَهِيَ كَذْبَةٌ. احمد و ابن ابى الدنيا\rDari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW sesungguhnya beliau bersabda : “Barangsiapa berkata kepada anak kecil : “Kesinilah ! saya beri”. Kemudian ia tidak memberinya, maka yang demikian itu adalah perbuatan dusta”. [HR. Ahmad dan Ibnu Abid Dunya]\rأسباب الوقوع في الكذب","part":1,"page":256},{"id":257,"text":"(دوافع الكذب كثيرة، منها الخوف من النقد، والخوف من العقاب أو العتاب، ومنها إيثار المصلحة العاجلة، ومنها قلة مراقبة الله والخوفِ منه، ومنها اعتياد الكذب وإلفه، ومنها البيئة والمجتمع، ومنها سوء التربية إلى غير ذلك من دوافع الكذب) .\rقال الماوردي: (وأما دواعي الكذب فمنها:\r- اجتلاب النفع واستدفاع الضر، فيرى أن الكذب أسلم وأغنم، فيرخص لنفسه فيه اغترارًا بالخدع، واستشفافًا للطمع. وربما كان الكذب أبعد لما يؤمِّل، وأقرب لما يخاف؛ لأنَّ القبيح لا يكون حسنًا، والشر لا يصير خيرًا. وليس يجنى من الشوك العنب ولا من الكرم الحنظل...\rوقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: لأن يضعني الصدق وقلَّما يفعل، أحب إليَّ من أن يرفعني الكذب وقلَّما يفعل.\rوقال بعض الحكماء: الصدق منجيك وإن خفته، والكذب مرديك وإن أمنته.\rوقال الجاحظ: الصدق والوفاء توأمان، والصبر والحلم توأمان، فيهن تمام كلِّ دين، وصلاح كلِّ دنيا، وأضدادهنَّ سبب كلِّ فرقة، وأصل كلِّ فساد.\r- ومنها: أن يؤثر أن يكون حديثه مستعذبًا وكلامه مستظرفًا، فلا يجد صدقًا يعذب ولا حديثًا يستظرف، فيستحلي الكذب الذي ليست غرائبه معوزة، ولا ظرائفه معجزة.\rوهذا النوع أسوأ حالًا مما قبل؛ لأنه يصدر عن مهانة النفس، ودناءة الهمة.\rوقد قال الجاحظ: لم يكذب أحد قط إلا لصغر قدر نفسه عنده.\rوقال ابن المقفع: لا تتهاون بإرسال الكذبة من الهزل، فإنها تسرع إلى إبطال الحق.\r- ومنها: أن يقصد بالكذب التشفي من عدوه، فيسمه بقبائح يخترعها عليه، ويصفه بفضائح ينسبها إليه.\rhttp://www.dorar.net/enc/akhlaq/2697\rفوائد من كتاب أدب الدنيا والدين للماوردي\rقال بعض الحكماء: الصدق منجيك وإن خفته، والكذب مرديك وإن أمنته.\rhttp://www.kalemtayeb.com/index.php/kalem/hekam/sub/1451\rالكتاب : نهاية الأرب في فنون الأدب\rالمؤلف : النويري","part":1,"page":257},{"id":258,"text":"وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \" إياكم والكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور، والفجور يهدي إلى النار \" . وقال صلى الله عليه وسلم: \" الكذب مجانب الإيمان \" . وقال صلى الله عليه وسلم: \" ثلاثٌ من كن فيه فهو منافقٌ، وإن صلى وصام وزعم أنه مسلمٌ، من إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا أؤتمن خان \" . وقال صلى الله عليه وسلم: \" لا يجوز الكذب في جد ولا هزل \" . وقال: \" لا يكون المؤمن كذابا \" .\rوقالت الحكماء: ليس لكاذبٍ مروءةٌ.\rوقالوا: من عرف بالكذب لم يحسن صدقه.\rوقال عبد الله بن عمر رضي الله عنه: خلف الوعد ثلث النفاق.\rوقال بعض الحكماء: الصدق منجيك وإن خفته، والكذب مرديك وإن أمنته. قال عمرو بن العلاء القاريء: ساد عتبة بن ربيعة وكان مملقا، وساد أبو جهل وكان حدثاً، وساد أبو سفيان وكان بخالا، وساد عامر بن الطفيل وكان عاهرا، وساد كليب بن وائل وكان ظلوما، وساد عيينة وكان محمقاً، ولم يسد قط كذاب، فصلح السؤدد مع الفقر والحداثة والبخل والعهر والظلم والحمق، ولم يصلح مع الكذب، لأن الكذب يعم الأخلاق كلها بالفساد.\rوقال يحيى بن خالد: رأيت شريب خمر نزع ولصا أقلع، وصاحب فواحش رجع، ولم أر كذابا رجع.\rويقال: الكذب مفتاح كل كبيرة، والخمر جماع كل شر.\rوقيل: لا تأمنن من يكذب لك أن يكذب عليك.\rوقيل: الكذب والنفاق والحسد أثافي الذل.\rوقال ابن عباس: حقيقٌ على الله أن لا يرفع للكاذب درجةً، ولا يثبت له حجةً، وقال سليمان بن سعدٍ: لو صحبني رجلٌ وقال: لا تشترط على إلا شرطا واحدا لقلت: لا تكذبني.\rhttp://islamport.com/w/adb/Web/533/374.htm\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/797673306922146/\r3371. MA'SHIYAT MENYEBABKAN 'TIDAK DITERIMANYA SHOLAT SELAMA 40 HARI'\rPERTANYAAN :\r> Fik Rye\rAssalamu alaikum . Pernah denger keterangan bahwa ada suatu maksiat jika dilakukan maka sholat / amalnya tak diterima slama 40 hari","part":1,"page":258},{"id":259,"text":"Apakah ini benar-benar ada hadisnya? Dan apabila benar,terus gmn menanggapi orang yg mau taubat? Apa malah gak memberatkan? Mohon penjelasannya . Terima kasih\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Benar, salah satu contohnya adalah peminum arak / minuman yang memabukkan :\rلايشرب الخمر رجل من أمّتي فيقبل الله منه صلاة أربعين يوما\r“Seorang yang meminum khamar dari golonganku, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari” (HR. An-Nasai).\rDalam Syarah Imam Suyuthi atas kitab Sunan An-Nasai :\rذكر الرواية المبينة عن صلوات شارب الخمر\r5664 أخبرنا علي بن حجر قال أنبأنا عثمان بن حصن بن علاق دمشقي قال حدثنا عروة بن رويم أن ابن الديلمي ركب يطلب عبد الله بن عمرو بن العاص قال ابن الديلمي فدخلت عليه فقلت هل سمعت يا عبد الله بن عمرو رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر شأن الخمر بشيء فقال نعم سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لا يشرب الخمر رجل من أمتي فيقبل الله منه صلاة أربعين يوما\rContoh ma'shiyat kedua adalah mempercayai peramal dan ramalannya\r- Hadits sahih riwayat sejumlah perawi hadits dalam kitab-kitab hadits mereka yaitu Sahih Muslim VII/37; Sunan Abu Daud IV/21; Musnah Ahmad IV/68; Sunan Tirmidzi I/242; Sunan Ibnu Majah I/404. Teks hadits sbb:\rمَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً\rArtinya: Barnagsiapa yang datang ke tukang ramal lalu mempercayai apa yang dikatakan maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari.\rTeks hadits riwayat Abu Daud sbb:\rمَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ\rTeks hadits versi Imam Ahmad dan perawi hadits lain (Ashabus Sunan) dari Abu Hurairah sbb:","part":1,"page":259},{"id":260,"text":"من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه و سلم\rArtinya: Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) syariah Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w.\rPENGERTIAN HADITS\rImam As-Syaukani dalam Nailul Autar I/268 disebutkan: kata \"arraf\" atau dukun peramal adalah seseorang yang membahas tentang barang yang dicuri atau yang hilang dimana keberadaan barang itu dan siapa pencurinya dan apa sifatnya. Termasuk dalam kategori \"arraf\" adalah ahli nujum. Adapun orang yang pergi pada peramal untuk bertanya tentang sesuatu supaya dukun itu memberitahu tempat barang yang dicuri atau hilang, maka tidak diterima pahala shalatnya selama 40 hari dan malam selain dosa yang ditimpakan padanya. Baik shalat fardhu atau sunnah.\rAdapun makna \"lam tuqbal (tidak diterima)\" artinya dia tidak mendapat pahala. Bukan tidak sah shalatnya. Termasuk dalam kategori \"arraf\" adalah orang yang memakai media cangkir dan kopi atau media lain seperti kartu, dll untuk melakukan ramalan.\rPENDAPAT ULAMA AHLUSSUNNAH\rUlama Ahlussunnah Wal Jamaah adalah ulama madzhab yang empat, ulama Asy'ariyah dan ulama kontemporer yang bukan Wahabi.\r- IMAM ADZ-DZAHABI\rAz-Dzahabi dalam kitab Al-Kabair memasukkannya ke dalam dosa besar ke-46. Dengan dasar dalil dari Quran dan hadits yang diriwayatkan Az-Zahaby\r- PENDAPAT SEBAGIAN ULAMA SALAF\rSebagian ulama memerinci hukum dari soal ini sebagai berikut:","part":1,"page":260},{"id":261,"text":"إن سأله معتقدا صدقه ، وأنه يعلم الغيب فإنه يكفر . ـ فإنْ اعتقد أنَّ الجن تُلْقِي إليه ما سمعته من الملائكة أو أنه بإلهام فصدقه من هذه الجهة لا يكفر\rArtinya: Apabila seseorang bertanya pada dukun ramal serta yakin atas kebenarannya bahwa dukun itu mengetahui masal gaib, maka hukumnya kafir. Apabila orang yang datang ke dukun itu meyakini bahwa adalah jin yang membisikkan pada dukun itu mendengar dari malaikat atau melalui ilham lalu percaya dari arah ini maka tidak kafir.\r- IMAM AS-SYAUKANI\rAs-Syaukani dalam kitab Nailul Authar I/368 menyatakan bahwa yang dimaksud \"faqod kafara\" (ia menjadi kafir) adalah kufur majazi bukan kufur haqiqi menurut sebagian pendapat. Lebih detail, As-Syaukani menyatakan:\rقوله: فقد كفر ظاهره أنه الكفر الحقيقي، وقيل هو الكفر المجازي، وقيل من اعتقد أن الكاهن والعراف يعرفان الغيب ويطلعان على الاسرار الإلهية كان كافرا كفرا حقيقيا، كمن اعتقد تأثير الكواكب وإلا فلا.\rArtinya: Kata hadits \"maka ia menjadi kafir\" secara pemahaman dzahir (eksplisit) ia kufur haqiqi. Menurut satu pendapat adalah kufur majazi. Menurut pendapat lain: barangsiapa yang meyakini bahwa dukun ramal itu mengetahui urusan gaib dan melihat rahasia ilahiah (ketuhanan) maka ia menjadi kafir haqiqi sebagaimana orang yang meyakini pengaruh perbintangan. Apabila tidak seperti itu, maka tidak dianggap kafir. Wallahu a'lam.\rMenanggapi pertanyaan kedua : Dan apabila benar,terus gmn menanggapi orang yg mau taubat? Apa malah gak memberatkan?\r- Taubat harus disegerakan dari setiap dosa dan ma'shiyat.","part":1,"page":261},{"id":262,"text":"dan konsekwensi bagi peminum khomar atas kalimat \"Lam Tuqbal\" adalah tidak di terima bukan tidak sah sholatnya (jika memang sholatnya memenuhi syarat dan rukun serta menjauhi pembatalannya).\r- Tidak diterima sholatnya sebagai bentuk tahdzir agar muslimin menjauhinya,namun bagi peminum arak yang bertaubat,segera laksanakan ibadah-ibadah yang wajib seperti sholat,jangan mempunyai anggapan atas teks hadits diatas,percuma melaksanakan sholat dan menunggu lewatnya empat puluh hari.\rIbnu Rojab dalam kitab Jami'il 'Ulum wal Hikam mengatakan :\rومن هاهنا يعلم أن ارتكاب بعض المحرمات التي ينقص بها الإيمان تكون مانعة من قبول بعض الطاعات ، ولو كان من بعض أركان الإسلام بهذا المعنى الذي ذكرناه ، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : من شرب الخمر لم يقبل الله له صلاة أربعين يوما وقال : من أتى عرافا فصدقه بما يقول ، لم تقبل له صلاة أربعين يوما وقال : أيما عبد أبق من مواليه ، لم تقبل له صلاة .\r- kutipan dari kitab Zaadul Ma'ad atas hikmah tidak diterimanya sholat selama empat puluh hari\rوالحكمة في تخصيص الأربعين يوما في هذا الحديث : أن أثر الخمر يبقى في جوف العبد وعروقه وأعضائه أربعين يوما\rAdapun hikmah dalam menentukan empat puluh hari dalam hadits tsb di atas adalah: Bahwa Atsar atau bekas atau efek khomr akan membekas / tetap dalam tubuh manusia selama empat puluh hari,ia beredar bersama darah melalui urat-uratnya dan singgah di organ-organ dan anggota tubuh manusia peminumnya. Wallahu a'lam.\r> Af-idah Arifin\r- Hadits riwayat imam Tabrani :\rوالّذي نفس محمّد بيده إنّ العبد ليقذف اللقمة الحرام في جوفه ما يتقبّل منه عمل أربعين يوما , وأيّما عبد نبت لحمه من سحت فالنار أولى ب","part":1,"page":262},{"id":263,"text":"Artinya: Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggamannNya sesungguhnya seorang hamba yang memasukkan satu suapan yang haram kedalam perutnya maka amalnya sama sekali tidak diterima selama 40 hari. Dan siapa saja yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram maka nerakalah yang pantas untuknya”\r- Hadits riwayat imam Muslim :\rمن أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة\rArtinya: Barang siapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.\r- Hadits riwayat imam Baihaqi :\rمن شرب الخمر لم تقبل له صلاة أربعين صباحا فإن تاب تاب الله عليه ، و إن عاد لم تقبل له صلاة أربعين صباحا ، فإن تاب تاب الله عليه\rArtinya: Orang yang minum khamr, tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/806345556054921/\r3395. ANJURAN TIDAK BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH SWT\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Taufik\rAssalamu'alaikum... Maaf Pak Ustad/Bu Ustajah Saya mau tanya, shahihkah hadits qudsi dibawah ini ? :","part":1,"page":263},{"id":264,"text":"\"Tidak pernah Aku murka kepada seseorang seperti murka-Ku kepada hamba yg telah melakukan maksiat yg dipandang oleh dirinya sendiri sbg dosa besar, dan berputus asa dari ampunan-Ku. Sekiranya Aku menyegerakan hukuman atau sifat-Ku suka tergopoh-gopoh, pasti kusegerakan hukuman itu thd orang\" yg berputus asa dari rahmat-Ku. Dan sekiranya Aku belum memberi rahmat kpd hamba\"-Ku, melainkan krn takutnya mereka berdiri dihadapan-Ku, sudah barang tentu Aku mengucapkan terima kasih kpd mereka dan Aku jadikan pahala mereka itu diantaranya ialah rasa aman dikala semestinya mereka merasa ketakukan.\" (HQR Rafi'i dari Najih bin Muhammad bin Muntaji dari datuknya).\rMohon dijawab pertanyaan Saya Pak Ustad/Bu Ustazah, sebelumnya terima kasih...\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam, menurut sumber berikut, itu bukan hadits qudsy\r- حديث: ((يقول الله عز وجل: ما غضبتُ على أحد كغضبي على عبد أتى معصية، فتعاظمت عليه في جنب عفوي)). الدرجة : ليس بحديث\rhttp://www.dorar.net/spreadH/130\rقال تعالى : إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم\rيقول الله عز وجل : ما غضبت على أحد كغضبي على عبد أتى معصية فتعاظمت عليه في جنب عفوي\rهذا منقول من روابات أهل الكتاب أي من الإسرائيليات ، وقد رواه أبو نعيم في الحلية\rKalimat :\rما غضبت على أحد كغضبي على عبد أتى معصية فتعاظمت عليه في جنب عفوي\rDinukil dari riwayat ahli kitab (isroiliyyat) . dan diriwayatkan oleh abu nu'aim dalam kitab \" Hilyatul Auliya \"","part":1,"page":264},{"id":265,"text":"حدثنا اسحاق بن ابراهيم قال ثنا اسماعيل بن يزيد القطان قال ثنا ابراهيم بن الأشعث قال قال فضيل بن عياض قال وهب بن منبه أوحى الله تعالى الى بعض أنبيائه .... وما غضبت على شئ كغضبي على من أخطأ خطيئة فاستعظمها في جنب عفوي ولو تعاجلت بالعقوبة أحدا\rحدثنا محمد بن أحمد بن محمد ثنا عبدالرحمن بن داود ثنا محمد بن أحمد بن مطر ثنا القاسم بن عثمان الجرعي قال سمعت أبا سليمان الداراني يقول قرأت في بعض الكتب يقول الله عز وجل ما غضبت على أحد كغضبي على من أذنب ذنبا\rأخبرني أبو بكر محمد بن أحمد في كتابه قبل أن لقيته وحدثني عنه عثمان بن محمد العثماني حدثني أبو عبدالله أحمد بن عبدالله بن ميمون قال سمعت الحارث بن أسد المحاسبي يقول وحدثني بعض العلماء قال أوحى الله تعالى إلى نبي من الأنبياء عليهم السلام ..... وما غضب على شيء كغضبي على من أخطأ خطيئة\rوهو موجود في بعض الكتب الأخرى كذلك\rوبهذا يتبين أنه من الإسرائليات ، والله أعلم.\rhttp://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-28335.html\rKesimpulan,terlepas bahwa ini hanya sekedar riwayat isroiliyyat atau hadits qudsy (Wallahu A'lam), Namun isinya adalah menyeru untuk tidak berputus asa bagi pelaku ma'syiyat dan dosa besar sekalipun dari rahmat allah SWT,Allah akan menerima taubat hambanya selama nafas belum sampai di tenggorokan (sakaratul maut).\rIsinya tidak bertentangan dengan al-qur'an dan hadits bahkan sejalan dengan beberapa ayat alqur'an.\rPenjelasan kalimahnya merupakan satu bagian dari sebuah atsar shohabat yang kalimahnya panjang,yang diriwayatkan oleh abu nu'aim dalam \"Hilyatul Auliya\" dari Wahb bin munabih ,beliau (Wahb bin munabih) menceritakan : bahwa Allah telah mewahyukan kepada sebagian para nabiNya...Dst\rhingga sampai pada kalimat","part":1,"page":265},{"id":266,"text":"وما غضبت على شيء كغضبي على من أخطأ خطيئة فاستعظمها في جنب عفوي ولو تعاجلت بالعقوبة أحدا أو كانت العجلة من شأني لعاجلت القانطين من رحمتي\rTarjimnya kurang lebih sama dengan post sail,\rأرجو تفسير هذا الحديث القدسي: يقول الله عز وجل: ما غضبت على أحد كغضبى على عبد أتى معصية فتعاظمت عليه في جنب عفوي.\rوأرجوكم أن تعذروني على أنني لم أضع سؤالي بمركز الفتوى، لأنني بحاجة إلى تفسيره ولا أستطيع أن أنتظر. وبارك الله فيكم و أكرر: اعذورني.\rالإجابة\rالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:\rفالجملة المذكورة جزء من أثر طويل رواه أبو نعيم الأصبهاني بسنده في حلية الأولياء عن وهب بن منبه قال: أوحى الله تعالى إلى بعض أنبيائه: بعيني ما يتحمل المتحملون من أجلي وما يكابدون في طلب مرضاتي فكيف بهم إذا صاروا إلى داري وتبحبحوا في رياض نعمتي؟ هنالك فليبشر المضعفون لله أعمالهم بالنظر العجيب من الحبيب القريب أتراني أنسى لهم عملا؟ وكيف؟ وأنا ذو الفضل العظيم أجود على المولين المعرضين عني، فكيف بالمقبلين علي؟ وما غضبت على شيء كغضبي على من أخطأ خطيئة فاستعظمها في جنب عفوي ولو تعاجلت بالعقوبة أحدا أو كانت العجلة من شأني لعاجلت القانطين من رحمتي، ولو رآني عبادي المؤمنين كيف أستوهبهم ممن اعتدوا عليه ثم أحكم لمن وهبهم بالخلد المقيم؟ اتهموا فضلي وكرمي أنا الديان الذي لا تحل معصيتي والذي أطاعني أطاعني برحمتي ولا حاجة لي بهوان من خاف مقامي ولو رآني عبادي يوم القيامة كيف أرفع قصورا تحار فيها الأبصار؟ فيسألوني لمن ذا؟ فأقول: لمن وهب لي ذنبا ما لم يوجب علي نفسه معصيتي والقنوط من رحمتي، وإني مكافئ على المدح فامدحوني.","part":1,"page":266},{"id":267,"text":"ومعنى الجملة المذكورة: الترهيب من القنوط من رحمة الله تعالى، وقد جاء هذا المعنى في القرآن الكريم، قال الله تعالى: قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {الزمر:53}.\rوقال تعالى: قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ {الحجر: 56}.\rوقال تعالى: إنه إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ {يوسف: 87}.\rفالأثر كما رأيت ليس بمرفوع إلى النبي صلى الله عليه وسلم ولا إلى صحابي وهو من رواية وهب بن منبه وقد قال عنه الذهبي في السير: وروايته للمسند قليلة، وإنما غزارة علمه في الإسرائيليات ومن صحائف أهل الكتاب. والله أعلم.\rhttp://alforqan.arab.st/t8702-topic\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/800988153257328/\r3463. TA'RIF DAN BENTUK DA'WAH\rPERTANYAAN :\r> Abu Hanif Ata\rAssalaam alaykum, apa ta'rif da'wah? afwan\rJAWABAN :\r> Ical rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.","part":1,"page":267},{"id":268,"text":"Beberapa bentuk da'wah\r1.…Dakwah Ammah merupakan jenis dakwah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Media yang dipakai biasanya berbentuk khotbah\r2.…Da'wah Bil lisan Dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). dakwah jenis ini akan menjadi efektif bila: disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.\r3.…Dakwah bil al-Hal adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad'ulah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah. Pada saat pertama kali Rasulullah Saw tiba di kota Madinah, beliau mencontohkan Dakwah bil-Haal ini dengan mendirikan Masjid Quba, dan mempersatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.\r4.…Da'wah Bi-Tadwin/Tulisan Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.","part":1,"page":268},{"id":269,"text":"5.…Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada\".\r6.…Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif. [http://id.wikipedia.org/wiki/Dakwah]\r- Tafsir Qurthuby :\rقوله تعالى : ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين\r[ ص: 182 ] فيه مسألة واحدة - هذه الآية نزلت بمكة في وقت الأمر بمهادنة قريش ، وأمره أن يدعو إلى دين الله وشرعه بتلطف ولين دون مخاشنة وتعنيف ، وهكذا ينبغي أن يوعظ المسلمون إلى يوم القيامة فهي محكمة في جهة العصاة من الموحدين ، ومنسوخة بالقتال في حق الكافرين . وقد قيل : إن من أمكنت معه هذه الأحوال من الكفار ورجي إيمانه بها دون قتال فهي فيه محكمة . والله أعلم .\r- Tafsir Thobary :","part":1,"page":269},{"id":270,"text":"يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم ( ادع ) يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلى طاعته ( إلى سبيل ربك ) يقول : إلى شريعة ربك التي شرعها لخلقه ، وهو الإسلام ( بالحكمة ) يقول بوحي الله الذي يوحيه إليك وكتابه الذي ينزله عليك ( والموعظة الحسنة ) يقول : وبالعبر الجميلة التي جعلها الله حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيله ، كالتي عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها ما ذكرهم من آلائه ( وجادلهم بالتي هي أحسن ) يقول : وخاصمهم بالخصومة التي هي أحسن من غيرها أن تصفح عما نالوا به عرضك من الأذى ، ولا تعصه في القيام بالواجب عليك من تبليغهم رسالة ربك .\rوبنحو الذي قلنا في ذلك ، قال أهل التأوي\r- Tafsir Baghowi :\r( ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين ( 125 )\r( ادع إلى سبيل ربك بالحكمة ) بالقرآن ، ( والموعظة الحسنة ) يعني مواعظ القرآن .\rوقيل : الموعظة الحسنة هي الدعاء إلى الله بالترغيب والترهيب .\rوقيل : هو القول اللين الرقيق من غير غلظة ولا تعنيف .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/819567434732733/\r3475. MAKSUD DAN TUJUAN KEWAJIBAN DARI ALLAH\rPERTANYAAN :\r> Chikado Lukime\rالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته\rTujuan dan maksud diwajibkan terhadap makhluk oleh Alloh untuk apa ?\rوعليكم السلام شكرا جزيلا\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rSilahkan buka kitab hikam ibnu athoillah as sakandari dan syarahnya :\rعَلِمَ قِلَّةَ نُهوضِ العِبادِ إلى مُعامَلَتِهِ، فَأوْجَبَ عَلَيْهِمْ وُجودَ طاعَتِهِ، فَساقَهُمْ إلَيْهِ بِسَلاسِلِ الإيْجابِ. “عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قَوْمٍ يُساقونَ إلى الجَنَّةِ بِالسَّلاسِلِ”.","part":1,"page":270},{"id":271,"text":"Allah Maha mengetahui tentang kemalasan hamba-Nya dalam berhubungan dengan-Nya, sehingga dia menjadikan ketaatan kepada-Nya sebagai kewajiban mereka. Lalu Allah menggiring mereka kepada ketaatan dengan rantai kewajiban. Rabbmu heran dengan orang-orang yang digiring ke syurga dengan menggunakan rantai (kewajiban) tersebut.\rأوْجَبَ عَلَيْكَ وُجودَ خِدْمَتِهِ، وَما أوْجَبَ عَلَيْكَ إلا دُخولَ جَنَّتِهِ.\rAllah mewajibkanmu berkhidmat (mengabdi) kepada-Nya, dan Dia tidak mewajibkan sesuatu kecuali masuk syurga-Nya\rBerikut ini penjelasannya : Allah Maha mengetahui tentang kemalasan hamba-Nya dalam berhubungan dengan-Nya yaitu menegakkan sifat kehambaan berupa ktaatan dari mereka , sehingga Dia mewajibkan kepada mereka sebagai wujud ketaatan dan pemaksaan dengan tujuan menakuti mereka jika tidak melakukannya, kemudian Allah menggiring mereka dengan rantai kewajiban dan peringatan serta menaikkan mereka dengan rantai tersebut kepada kenikmatan untuk mereka dan mengangkat mereka ke maqom yang tinggi.","part":1,"page":271},{"id":272,"text":"Allah mewajibkanmu berkhidmat (mengabdi) kepada-Nya, dan Dia tidak mewajibkan sesuatu kecuali masuk syurga-Nya,maksudnya adalah Allah yang maha haq mewajibkan kepadamu dalam segi dhohir untuk berkhidmah kepada-Nya, sedangkan dari segi bathin dan hakekat Dia tidak mewajibkan kepadamu kecuali untuk masuk kesyurga-Nya .karena sesungguhnya Allah ta'ala menjadikan amalan sebagai penyebab untuk masuk syurga, maksud dari kalam hikmah ini dan yang sebelumnya adalah pemberitahuan bahwa sesungguhnya Allah ta'ala tidak membutuhkan makhluknya, ketatan mereka tidaklah bermanfaat kepada-Nya , kemaksiatan mereka juga tidak membahayakan-Nya , bahkan manfaat beban taklif semuanya kembali kepada mereka semuanya.Allah Maha kaya lagi maha terpuji. Wallohu a'lam.","part":1,"page":272},{"id":273,"text":"( 195 ) علم قلة نهوض العباد إلى معاملته فأوجب عليهم وجود طاعته فساقهم إليه بسلاسل الإيجاب \" عجب ربك من قوم يساقون إلى الجنة بالسلاسل \" أي علم الله سبحانه وتعالى قلة نهوض عامة عباده إلى معاملته من إقامة العبودية طوعاً منهم فأوجب عليهم وجود طاعته كرهاً لأجل ما خوفهم به أن لم يفعلوا فساقهم إليه بسلاسل الإيجاب و التخويف و استدرجهم بذلك إلى ما فيه نعيمهم و رفعهم إلى المقام المنيف كما يفعل ولي الصبي عند إرادة تأديبه فإنه لا يتركه إلى طبيعته و أهوائه تجري به بل يلزمه أموراً يشق عاليه فعلها فإذا بلغ مبلغ الرجال تبين له نفعها . فيكونون كأسارى الكفار الذين يراد بهم الدخول في الإسلام و هم يكرهون ذلك مع أنه موصل إلى الجنة دار السلام كما أشار إلى ذلك بالحديث الشريف الذي رواه بالمعنى و لفظه : \" عجب اللَّه من أقوام يقادون إلى الجنة بالسلاسل \" . و هذا الحديث في أسارى بدر الذين أسروا ثم أسلموا و المراد من قوله : ( عجب ربك . . الخ ) إظهار غرابة ذلك الأمر لخلقه فيتعجبون منه لأن العجب الذي هو استعظام أمر خفي سببه مستحيل على اللَّه تعالى . واعلم أن الخاصة لا يحتاجون إلى الإيجاب و التخويف و التحذير لتنوير بصائرهم و حبهم لطاعة اللطيف الخبير فلم يقتصروا على ما اقتصر عليه العامة من الواجبات بل أضافوا إليها نوافل الخيرات وصارت أعمالهم كلها قربات . و إلى ذلك الإشارة بقوله صلى اللَّه عليه و سلم : \" نعم العبد صهيب لو لم يخف اللَّه لم يعصه \"\r( 196 ) أوجب عليك وجود خدمته و ما أوجب عليك إلا دخول جنته أي أوجب الحق تعالى عليك في الظاهر وجود خدمته و في الحقيقة و نفس الأمر ما أوجب عليك إلا دخول جنته فإنه سبحانه جعل الأعمال سبباً لدخول الجنة و المقصود بهذه الحكمة و ما قبلها الإعلام بأن اللَّه تعالى غني عن خلقه لا تنفعه طاعتهم و لا تضره معصيتهم بل التكاليف كلها ترجع إلى ما فيه منفعتهم و اللَّه هو الغني الحميد","part":1,"page":273},{"id":274,"text":"http://www.islamport.com/w/akh/Web/2831/163.htm\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/833155693373907/\r3476. PUTUS ASA TERMASUK DOSA BESAR\rPERTANYAAN :\r> Hasan Chaya\rAslaamualaykum!! Numpang tanya, terkadang saya merasa putus asa dalam hidup / merasa tidak berguna dalam hidup karena kebodohan dan juga karna sulitnya ekonomi, kemudian yang saya tanyakan bagaimana menghilangkan rasa putus asa dalam hidup. Mohon jawaban dan juga penjelasannya, selebih-nya saya ucapkan sukron kasyir!\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rCaranya agar tidak putus asa adalah mengetahui terlebih dahulu bahwa berputus asa termasuk dosa besar. Allah ta'ala berfirman :\r{ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ } [يوسف: 87]\rArtinya : “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir\". QS. Yusuf: 87\r{قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ} [الحجر: 55]\rArtinya : “Mereka menjawab: \"Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”. QS. Al Hijr: 55.\rقَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ [الحجر: 56].\rArtinya : “Ibrahim berkata: \"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat\". QS. Al Hijr: 56.\r- Dan telah terdapat laranag untuk berputus asa dalam perihal mencari rezeki dan penghasilan untuk hidup di dunia serta disebabkan kemiskinan dan kebutuhan serta datangnya musibah yang menimpa.","part":1,"page":274},{"id":275,"text":"{وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ (36) أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ} [الروم: 36، 37]\rArtinya : “Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.” “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman”. QS. Ar Rum: 36-37.\r- Dan juga terdapat larangan untuk berputus asa dari mendapatkan ampunan dan penghapusan dosa-dosa.\r{ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ } [الزمر: 53]\rArtinya : “Katakanlah: \"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS. Az Zumar: 53.\r- tafsir al qurtuby :","part":1,"page":275},{"id":276,"text":"وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ أَيْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ فَرَجِ اللَّهِ ; قَالَهُ ابْنُ زَيْدٍ ، يُرِيدُ : أَنَّ الْمُؤْمِنَ يَرْجُو فَرَجَ اللَّهِ ، وَالْكَافِرَ يَقْنَطُ فِي الشِّدَّةِ . وَقَالَ قَتَادَةُ وَالضَّحَّاكُ : مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ .\rإِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْقُنُوطَ مِنَ الْكَبَائِرِ ، وَهُوَ الْيَأْسُ وَسَيَأْتِي فِي \" الزُّمَرِ \" بَيَانُهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى .\r\" Janganlah berpututs asa dari rouhillah\" maksudnya jgnlah berputus asa dari kelapangan Allah, ini adalah pendapatnyaibnu zaid. maksud ibnu zaid adalah sesungguhnya orang yg beriman mengharapkan kelapangan dari Allah, sedangkan orang kafir merasa putus asa ketika sdg kesulitan.menururt qotadah dan ad dhohhaq maksudnya adalah jangan berputus asa dari rahmat Allah.\r\" Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir\"ini adalah dalil bahwa berputus asa hukumnya adalah dosa besar.\r- tafsir al baghowi :\r( قال ومن يقنط ) قرأ أبو عمرو ، والكسائي ، ويعقوب : بكسر النون ، والآخرون بفتحها ، وهما لغتان : قنط يقنط ، وقنط يقنط أي : من ييئس ( من رحمة ربه إلا الضالون ) أي : الخاسرون والقنوط من رحمة الله كبيرة كالأمن من مكره .\r- kitab az zawajr","part":1,"page":276},{"id":277,"text":"فَهَذَا الْيَأْسُ كَبِيرَةٌ اتِّفَاقًا لِأَنَّهُ يَسْتَلْزِمُ تَكْذِيبَ النُّصُوصِ الْقَطْعِيَّةِ الَّتِي أَشَرْنَا إلَيْهَا، ثُمَّ هَذَا الْيَأْسُ قَدْ يَنْضَمُّ إلَيْهِ حَالَةٌ هِيَ أَشَدُّ مِنْهُ، وَهِيَ التَّصْمِيمُ عَلَى عَدَمِ وُقُوعِ الرَّحْمَةِ لَهُ، وَهُوَ الْقُنُوطُ بِحَسَبِ مَا دَلَّ عَلَيْهِ سِيَاقُ (فَهُوَ يَئُوسٌ قُنُوطٌ) . وَتَارَةً يَنْضَمُّ إلَيْهِ أَنَّهُ مَعَ عَدَمِ وُقُوعِ رَحْمَتِهِ لَهُ يُشَدَّدُ عَذَابُهُ كَالْكُفَّارِ، وَهَذَا هُوَ الْمُرَادُ بِسُوءِ الظَّنِّ هُنَا، فَتَأَمَّلْ ذَلِكَ فَإِنَّهُ مُهِمٌّ.\r\" Putus asa ini adalah dosa besar dengan kesepakatan para ulama karena ia berkonsekwensi mendustakan nash-nash yang pasti yang sudah kita sebutkan, kemudian putus asa ini terkadang keadaan yang ia lebih parah darinya yaitu bersikeras atas tidak terjadinya rahmat untuknya, yaitu sifat Al Qunuth sesuai dengan apa yang disebutkan di dalam redaksi ayat (maka ia adalah orang yang berputus asa dan qanut) dan terkadang bergabung kepada, bahwa bersamaan dengan tidak adanya rahmat untuknya, siksanya akan di keraskan layaknya orang-orang kafir dan inilah yang dimaksudkan dengan prasangka buruk di sini, maka perhatikanlah hal itu karena ia adalah sesuatu yang penting.”. Wallohu a'lam.\r> Ghufron Bkl\rPutus asa dari rohmat ALLAH termasuk dosa besar :","part":1,"page":277},{"id":278,"text":"تفسير ابن كثير : حدثنا شبيب بن بشر عن عكرمة, عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان متكئاً, فدخل عليه رجل فقال: ما الكبائر فقال «الشرك بالله, واليأس من روح الله, والقنوط من رحمة الله, والأمن من مكر الله, وهذا أكبر الكبائر» وقد رواه البزار عن عبد الله بن إسحاق العطار, عن أبي عاصم النبيل, عن شبيب بن بشر, عن عكرمة, عن ابن عباس أن رجلاً قال: يا رسول الله ما الكبائر ؟ قال «الإشراك بالله واليأس من روح الله, والقنوط من رحمة الله عز وجل» وفي إسناده نظر, والأشبه أن يكون موقوفاً, فقد روي عن ابن مسعود نحو ذلك. قال ابن جرير: حدثنا يعقوب بن إبراهيم, حدثنا هشيم, أخبرنا مطرف عن وبرة بن عبد الرحمن عن أبي الطفيل قال: قال ابن مسعود: أكبر الكبائر الإشراك بالله, واليأس من روح الله, والقنوط من رحمة الله, والأمن من مكر الله, وكذا رواه من حديث الأعمش وأبي إسحاق عن وبرة عن أبي الطفيل عن عبد الله به, ثم رواه من طرق عدة عن أبي الطفيل عن ابن مسعود وهو صحيح إليه بلا شك.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/832893373400139/\r3495. TERTAWA MENGERASKAN DAN MEMATIKAN HATI\rPERTANYAAN :\r> Izmeey Nursalamah\rAssalamu'alaikum..ustadz / ustadzah mau tanya kenapa tertawa bisa mengeraskan hati ?? mohon jawabannya terimakasiih\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb, terdapat di kitab Al-maqoshid al-hasanah fimaa isytaharo 'alal alsinah :","part":1,"page":278},{"id":279,"text":"(حديث مرفوع) حَدِيثٌ : \" كَثْرَةُ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ \" ، القضاعي من حديث برد بن سنان عن مكحول عن واثلة عن أبي هريرة به مرفوعا ، وللعسكري من حديث جعفر بن سليمان عن أبي طارق عن الحسن عن أبي هريرة رفعه : اتق المحارم تكن أعبد الناس ، وارض بما قسم اللَّه لك تكن أغنى الناس ، وأحسن إلى جارك تكن مؤمنا ، وأحب للناس ما تحب لنفسك تكن مسلما ، ولا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب ، وهو عند ابن ماجه عن أبي هريرة بلفظ : لا تكثروا الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب ، وللديلمي من حديث إبراهيم بن أبي عيلة عن الوليد بن عبد الرحمن عن جبير بن نفير عن عبد اللَّه بن عمرو مرفوعا : عليكم بصلاة الليل ولو ركعة واحدة ، فإن صلاة الليل منهاة عن الإثم ، وتطفئ غضب الرب تبارك وتعالى ، وتدفع عن أهلها حر النار يوم القيامة ، وإن أبغض الخلق إلى اللَّه ثلاثة : الرجل يكثر النوم بالنهار ولم يصل من الليل شيئا ، والرجل يكثر الأكل ولا يسمي اللَّه على طعامه ولا يحمده ، والرجل يكثر الضحك من غير عجب ، فإن كثرة الضحك تميت القلب وتورث الفقر ، وللطبراني وابن لال من حديث أبي ذر أنه صلى اللَّه عليه وسلم قال له : يا أبا ذر أوصيك نتقوى اللَّه ، وذكر حديثا طويلا فيه : وإياك وكثرة الضحك وعليك بالصمت ، زاد في رواية عند غيرهما : قول جبريل : ما ضحكت منذ خلقت جهنم ، وسبق في : أكثروا ذكر هادم اللذات ، أنه صلى اللَّه عليه وسلم قاله لقوم مر بهم وهم يضحكون ويمرحون ، وسيأتي في : من كثر كلامه قول عمر : من كثر ضحكه قلت هيبته ، وقال عبد اللَّه بن ثعلبة : أتضحك ولعل كفتك قد خرج من القصار وأنت لا تدري ، وقال يحيى بن أبي كثير : قال سليمان بن داود عليهما السلام لابنه : يا بني لا تكثر الغيرة على أهلك فترمي بالشر من أجلك وإن كانت برية ، ولا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تسخف فؤاد الرجل الحليم قال : وعليك بالخشية فإنها غاية كل شيء ، وعن","part":1,"page":279},{"id":280,"text":"بشر بن الحارث الحافي أنه قال لرجل ضحك عنده : احذر يا ابن أخي لا يؤاخذك اللَّه على هذا ، وقال محمد بن عبد الرحمن بن أبي ليلى في قوله تعالى مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا سورة الكهف آية 49 قال : الصغيرة هي الضحك ، أوردها كلها البيهقي ، ومن كلماتهم : الضحك بلا سبب من قلة الأدب ، ولبعضهم : كلما أبديته مباحثة قابلني بالضحك والقهقهةْ إن كان ضحك المرء من فقهه فالذئب في الصحراء ما أفقهه .\rDiriwayatkan abi hurairoh, Rosulullah bersabda :\r1.…- Jagalah/jauhi apa yang telah allah haramkan,niscaya engkau menjadi manusia ahli ibadah diantara manusia\r2.…- Ridholah atas apa yang allah berikan padamu,niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya diantara manusia\r3.…- Berbuat baiklah kepada tetanggamu,niscaya engkau menjadi mu'min sejati\r4.…- Cintailah manusia/sesama seperti engkau mencintai dirimu sendiri,niscaya engkau menjadi muslim sejati\r5.…- Janganlah engkau memperbanyak tertawa,karna banyak tertawa dapat mematikan hati dan mewariskan kefakiran.\rMengapa tertawa menyebabkan keras hati ? salah satu wasiyat rosul mengatakan :\rالوصية الثالثة عشر : لا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب .\rالشرح : أى تضحك و لكن بقدر اى دليل الإستحسان او دليل الطرب بشىء و كان رسول اله صلى الله عليه و سلم يضحك و لكن بتبسم فقط و ليس بقهقهة لأن هناك اشياء تضحكة فعندما يبتسم يتذكر ما يقصر من اعمال فيبكى , وكيف يموت القلب ؟؟؟!!! يموت القلب إذا شغل بغير الله","part":1,"page":280},{"id":281,"text":"Karena lazimnya bila seseorang sedang tertawa ia lupa dzikir kepada allah,semakin banyak tertawa semakin jarang ia ingat kepada allah,belum lagi bila dalam obrolan yang menyebabkan tertawa ada istihza terhadap sesama.\rhttp://www.nusrah.com/ar/articles/3245.article.htm\rhttp://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=330136\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/829339183755558\r3496. MAQOM MAHABBAH\rPERTANYAAN :\r> Toufan Ali\rAssalamualaikum..maaf mau nanya, MAKOM MAHABBAH itu apa..? mohon penjelasannya\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Berikut kutian dari Kitab Risalatul Qusyairiyah hal 317 :\rقال الاستاذ القشيري : المحبة حالة شريفة شهد الحق سبحانه بها للعبد وأخبر عن محبته للعبد، فالحق سبحانه يوصف بأنه يحب العبد، والعبد يوصف بأنه يحب الحق سبحانه ... ويفسر الأستاذ القشيري المحبة في هذا الموضع بالإرادة، وعلى هذا الأساس فمحبة الله تعالى للعبد إرادته الخير له، ورحمته به وإنعامه عليه.\rBerkata syeikh qusyairiy : mahabbah adalah tingkat keadaan yang mulia, Allah menyaksikan kecintaannya langsung kepada hambanya,dan Allah akan menyaksikan kepada hamba yang lain akan kecintaan-NYA kepada hamba-NYA. Allah mensifati, bahwa Allah mencintai hamba-Nya, dan si hamba-Nya sangat mencinta-NYA.\rSyeikh qusyairiy memerikan penafsiran atas kata mahabbah disini dengan \"irodah / kehendak\". Artinya jika Allah mencintai hamba-NYA, maka hamba tersebut diberikan kehendak dan keinginan untuk menjalankan kebaikan dan amal sholeh, dan Allah merahmatinya serta memberikan ni'mat kepadanya. Wallahu a'lam.\rMAHABBAH ATAU CINTA MENURUT ULAMA TASAWUF","part":1,"page":281},{"id":282,"text":"1.…Sufyan as-sauri: mengikuti perilaku Rasulullah SAW.\r2.…Al-junaid al baghdadi: Allah menghalangi atas orang yg hatinya ada fikiran dunia.\r3.…Dzun nun al-misry: berkatalah kepada orang yg cinta pada Allah \"takutlah kamu direndahkan karna mencintai selain Allah\".\r4.…As-sybli: orang ma'rifat apabila berbicara maka binasa, begitu pula orang yg cinta bila berdiam juga binasa.\r5.…Rabiah al-adawiyah: barangsiapa yg menunjukkan pada kekasihku (Allah).\r6.…Pembantu rabiah: kekasihku ada bersamaku, namu dunia telah memutuskannya.\r7.…Ibn jala': Allah memberi wahyu pada Musa as, \"sungguh ketika aku memberi tahu akan rahasia pada seorang hamba, maka aku tak menemukan kecintaan pada dunia dan akhirat krn telah penuh kecintaannya padaKU dan penjagaanKU\".\r8.…Ibrahim bin adham: ya Allah, sungguh engkau mengengetahui bahwa surga tak terbesit padaku sesayap lalat pun, engkau memulyakanku dg mencintaiMU, dan membahagiakanku dg mengingatMU, dan memberi waktu agar tafakur pada keagunganMU.\r9.…As-sariy: barangsiapa cinta Allah maka dia hidup, bila cinta dunia maka akan keras (hatinya), dan orang bodoh tiap pagi-sore selalu bergantung pada dunia, dan orang pandai bila mengetahui celanya akan lari darinya.\r10.…Abu yazid al-bustomi: seorang pecinta tak akan mencintai dunia dan akhirat, karna cintanya hanya penuh pada penciptanya (Allah).\r11.…Al-khowas: hancurnya segala keinginan, dan terbakarnya sifat ketergantungan dan semua hajat (dunia akhirat).\r12.…Sahl: Allah melunakkan hati seorang hamba karna telah mampu \"melihat\"NYA setelah faham apa yang diinginkannya.","part":1,"page":282},{"id":283,"text":"13.…Harm bin hibban: orang mukmin tatkala mengetahui Tuhannya maka akan mencintaiNYA, bila sudah mencinyaiNYA maka akan memfokuskanNYA, dan ketika menemukan manisnya fokus padaNYA maka tak akan melirik dunia dg pandangan keinginan (syahwat) dan tak akan melirik akhirat dg pandangan kesunyian, artinya lemah pada urusan agama dan sibuk urusan akhirat.\rULAMA-ULAMA LAINNYA\r?…Selalu mengingat-NYA.\r?…Mendahulukan-NYA.\r?…Benci berlama-lama di dunia.\r?…Memaksa hati untuk menemukan-NYA, namun melarang lisan untuk menggambarkan-NYA.\r?…Dll. (Ihya ulumuddin IV/477-478)\rhttp://ala-kullihall.blogspot.com/.../mahabbah-atau-cinta...\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/829381560417987\r3616. INILAH OBAT DENGKI\rPERTANYAAN :\r> Rojul Rijal\rAssalamualaikum, kepada akhi dan ukhti mohon do'a dan bantuannya apakah obat dengki ? terimakasih wskm.\rJAWABAN :\r> Jakakatuhu Raden\rوعليكم السلام ورحمة الله وبركاته\rSekedar berbagi... Agar Terbebaskan dari Rasa Dengki\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيْم رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (سورة الحشر: (59) : آية 10)","part":1,"page":283},{"id":284,"text":"Bismillaahirrahmaanirrahiim. Rabbanaghfirlanaa wa li’ikhwaaninalladziina sabaquunaa bil’iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillallilladziina aamanuu innaka ra’uufurrahiim. Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalan hati kami terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS al-Hasyr [59]: 10).\r> Mas Hamzah\rNambah sedikit tentang obat dengki, obatnya adalah dengan ilmu dan amal. Ilmu yang bermanfa'at untuk mengobatinya adalah dengan mengetahui bahwa hakekat dengki itu membahayakan diri sendiri baik dari segi dunia maupun agama dan tidak membahayakan kepada orang yang didengki baik di dunia maupun akherat bahkan bermanfaat untuknya.\rBahayanya dari segi agama utkmu adalah dengan dengki tsb engkau berarti benci dgn keputusan Allah dan membenci nikmat-Nya yang telah dibagikan kpd hamba-hambanya, engkau membeci keadilan-Nya yang telah ditegakkan dalam kekuasaan-Nya denga hikmahnya yang tersembunyi.jelas itu semua adalah suatu kesalahan dalam tauhid dan kotoran dalam pandangan iman.\rAdapun bahayanya dari segi dunia adalah engkau selalu merasa tersakiti dengan dengkimu itu dindunia, atau merasa kepayahan dan selalu dalam kesusahan karena musuhmu selalu mendapatkan nikmat dari Allah jadi engkau selalu merasa tersiksa sebab nikmat-nikmat yang kau lihat .","part":1,"page":284},{"id":285,"text":"Sedangkan pengobatan melalui amalan yatu dengan melakukan hal-hal yang berlawanan dengan sifat hasud misalnya tawadhu' dengan orang yang didengki, memuji dan memperlihatkan perasaan senang thd nikmat yang diberikan kepada orang yang didengki, jadi hatimu terbiasa dengan kelembutan dan kecintaan, dan hatimu menjadi istirahat dari dengki dan permusuhan.\rKedua obat tsb sangat manjur sekali tetapi sangat pahit, dan obat yang manjur adalah yang pahit, barang siapa yang tidak bersabar dengan pahitnya obat maka tidak akan merasakan manisnya kesembuhan. Wallohu a'lam.\rTerjemah secara ringkas dari kitab mau'idhotul mukminin :\rاعلم أن الحسد من الأمراض العظيمة للقلوب ، ولا تداوى أمراض القلوب إلا بالعلم والعمل ؛ والعلم النافع لمرض الحسد هو أن تعرف تحقيقا أن الحسد ضرر عليك في الدنيا والدين ، وأنه لا ضرر فيه على المحسود في الدنيا والدين ، بل ينتفع به فيهما . ومهما عرفت هذا عن بصيرة ولم تكن عدو نفسك وصديق عدوك - فارقت الحسد لا محالة .\rأما كونه ضررا عليك في الدين فهو أنك بالحسد سخطت قضاء الله تعالى ، وكرهت نعمته التي قسمها بين عباده ، وعدله الذي أقامه في ملكه بخفي حكمته ، فاستنكرت ذلك واستبشعته ، وهذه جناية في حدقة التوحيد ، وقذى في عين الإيمان ، وناهيك بهما جناية على الدين ، وقد انضاف إلى ذلك أنك فارقت أولياءه وأنبياءه في حبهم الخير لعباده تعالى ، وشاركت إبليس والكفار في محبتهم للمؤمنين البلايا وزوال النعم ، وهذه خبائث في القلب تأكل حسنات القلب كما تأكل النار الحطب .","part":1,"page":285},{"id":286,"text":"وأما كونه ضررا في الدنيا ، فهو أنك تتألم بحسدك في الدنيا ، أو تتعذب به ، ولا تزال في كمد وغم ، إذ أعداؤك لا يخليهم الله تعالى عن نعم يفيضها عليهم ، فلا تزال تتعذب بكل نعمة تراها ، وتتألم بكل بلية تنصرف عنهم ، فتبقى مغموما ضيق الصدر ، فقد نزل بك ما يشتهيه الأعداء لك وتشتهيه لأعدائك ، فقد كنت تريد المحنة لعدوك فتنجزت في الحال محنتك وغمك نقدا ، ولا تزول النعمة عن المحسود بحسدك\rوأما العمل النافع فيه فهو أن يكلف نفسه نقيض ما يتقاضاه الحسد ، وذلك بالتواضع للمحسود ، والثناء ، والمدح ، وإظهار السرور بالنعمة ، فتعود القلوب إلى التآلف والتحاب ، وبذلك تستريح القلوب من ألم الحسد وغم التباغض . فهذه هي أدوية الحسد ، وهي نافعة جدا ، إلا أنها مرة على القلوب جدا ، ولكن النفع في الدواء المر ، فمن لم يصبر على مرارة الدواء لم ينل حلاوة الشفاء ، وإنما تهون مرارة هذا الدواء - أعني التواضع للأعداء والتقرب إليهم بالمدح والثناء - بقوة العلم بالمعاني التي ذكرناها ، وقوة الرغبة في ثواب الرضاء بقضاء الله تعالى .\rWALLAHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/868347319854744/\r3622. BOLEHKAH MENINGGALKAN KEWAJIBAN KARENA BELUM IKHLAS ?\rPERTANYAAN :\r> Muhamad Maruf Amrullah\rAssalamualaikum tuan guru ? Bolekah seorang meninggalkan kewajiban dengan alasan blum ikhlas dari pada terpaksa lebih baik nggak !! Bukan kah amal yang di terima adalah amalan ikhlas dan bukan kah amal kita yang menyebabkan masuk surga tetapi dengan rahmat allah mohon pencerahan dari tuan guru\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":286},{"id":287,"text":"Nggak boleh,meninggalkan kewajiban maka kita berdosa, tapi jika melakukan kewajiban walaupun belum ikhlas minimal sudah gugur kewajiban dan nggak dituntut di akherat. Yang dirubah itu niatnya, bukan ditinggalkan kewajibannya. Lihat kitab maqosidur ri'ayah ibnu abdis salam\rفصل فِي ترك الْعَمَل مَخَافَة الرِّيَاء\rالشَّيْطَان يَدْعُو إِلَى ترك الطَّاعَات فَإِن غَلبه العَبْد وَقصد الطَّاعَة الَّتِي هِيَ أولى من غَيرهَا أخطر لَهُ الرِّيَاء ليفسدها عَلَيْهِ فَإِن لم يطعه أَوْهَمهُ أَنه مراء وَأَن ترك الطَّاعَة بالرياء أولى من فعلهَا مَعَ الرِّيَاء فيدع الْعَمَل خيفة من الرِّيَاء لِأَن الشَّيْطَان أَوْهَمهُ أَن ترك الْعَمَل خيفة الرِّيَاء إخلاص والشيطان كَاذِب فِي إيهامه إِذْ لَيْسَ ترك الْعَمَل خوف الرِّيَاء إخلاص وَإِنَّمَا الْإِخْلَاص إِيقَاع الطَّاعَة خَالِصَة لله تَعَالَى دون النَّاس وَقد تتْرك الْعَمَل مَخَافَة الرِّيَاء فيوهمك الشَّيْطَان أَنَّك مراء بترك الْعَمَل لينغص عَلَيْك الْعَيْش فِيمَا تعمله وَفِيمَا تتركه\rالي ان قال\rوَإِن كَانَ فرضا لزمك أَن تُجَاهِد نَفسك على حسب إمكانك فِي استحضار نَفسك الْكَرَاهَة والإباء وَإِن دخلت فِي الْفَرْض على الْإِخْلَاص فأوهمك أَنَّك مراء فَلَا تصغ إِلَيْهِ وَلَا تلْتَفت عَلَيْهِ لِأَنَّك تحققت الْإِخْلَاص وَشَكَكْت فِي الرِّيَاء وَالْيَقِين لَا يزَال بِالشَّكِّ\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-6875/page-62\r> Kasihku Rinduku","part":1,"page":287},{"id":288,"text":"Pasal menjelaskan tentang meninggalkan amal karena takut riya'. Setan itu mengajak untuk meninggalkan ketaatan, ketika seorang hamba mengalahkan setan dan bermaksud melakukan ketaatan yang merupakan hal yang paling utama daripada yang lain, maka setan membisikkan riya' pada hamba tersebut, agar bisa merusak terhadap ketaatannya. Ketika hamba tersebut tidak mengikuti pada bisikan setan tersebut, maka setan memberikan prasangka pada dirinya bahwa : \" dirinya adalah orang yang riya' dan meninggalkan ketaatan yang disebabkan riya' itu lebih utama daripada melaksanakan ketaatan yang disertai riya'\".\r(Ketika hamba itu mengikuti bisikan setan) maka hamba itu meninggalkan ketaatan itu karena takut riya'. karena setan telah membisikkan padanya bahwa meninggalkan amal karena riya' itu adalah ikhlas, dan setan adalah pendusta dalam bisikan yang dia ungkapkan. Karena bukanlah meninggalkan amal karena takut riya' itu adalah ikhlas. (yang dimaksud dengan) ikhlas itu melakukan ketaatan hanyalah murni karena Allah ta'ala. bukan karena manusia.","part":1,"page":288},{"id":289,"text":"Dan terkadang kamu meninggalkan amal karena takut riya', kemudian setan membisikkan kepadamu bahwa sesungguhnya kamu adalah orang yang riya' dengan meninggalkan amal supaya menyusahkan/membuat susah kehidupan kamu pada apa yang kamu kerjakan dan apa yang kamu tinggalkan. ~~ hingga pada perkataan pengarang ~~ Jika amal yang kamu lakukan berupa perkara fardlu, maka tetapkan pada diri kamu untuk berusaha dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan kamu di dalam menghadirkan diri kamu pada kebencian dan keengganan (terhadap bisikan setan). Dan jika kamu sudah masuk pada perkara fardlu dengan dasar ikhlas. kemudian setan memberikan persangkaan pada diri kamu bahwa \" kamu adalah orang yang riya' \" maka jangan memperdulikannya dan jangan menggubrisnya. Karena sesungguhnya kamu sudah menyatakan (yakin) ikhlas dan kamu ragu terhadap riya'. dan keyakinan itu tidak dilenyapkan oleh keraguan. Wallohu a'lam bish-showab.\rNambahi ibarot buat bacaan. semoga bermanfaat.\rا?داب الشرعية والمنح المرعية محمد بن مفلح بن محمد المقدسي\r[ :ص 266 ] فصل ( ? ينبغي ترك العمل المشروع خوف الرياء ) .\rPasal : tidak seyogyanya meninggalkan amal yang disyariatkan karena takut riya'.\rمما يقع ل?نسان أنه أراد فعل طاعة يقوم عنده شيء يحمله على تركها خوف وقوعها على وجه الرياء ، والذي ينبغي عدم ا?لتفات إلى ذلك ، ول?نسان أن يفعل ما أمره الله عز وجل به ورغبه فيه ، ويستعين بالله تعالى ، ويتوكل عليه في وقوع الفعل منه على الوجه الشرعي .","part":1,"page":289},{"id":290,"text":"Dari hal-hal yang terjadi pada diri manusia yang mana ketika dia menghendaki untuk melakukan sebuah ketaatan terjadi sesuatu pada dirinya, hal yang mengarahkan dirinya untuk meninggalkan amal tersebut karena takut dirinya jatuh pada riya'. sesuatu yang seyogyanya dia lakukan adalah tidak menggubris pada hal itu. dan bagi seseorang untuk melakukan perkara yang diperintahkan Allah dan menyukainya, mohon perlindungan pada Allah Ta'ala, dan bertawakkal pada Allah dalam amal perbuatan yang terjadi darinya dengan cara yang sudah disyariatkan\rوقد قال الشيخ محيي الدين النووي رحمه الله : ? ينبغي أن يترك الذكر باللسان مع القلب خوفا من أن يظن به الرياء بل يذكر بهما جميعا ، ويقصد به وجه الله عز وجل ، وذكر قول الفضيل بن عياض رحمه الله : إن ترك العمل ?جل الناس رياء ، والعمل ?جل الناس شرك قال : فلو فتح ا?نسان عليه باب ملاحظة الناس وا?حتراز من تطرق ظنونهم الباطلة ?نسد عليه أكثر أبواب الخير . انتهى ك?مه .","part":1,"page":290},{"id":291,"text":"Dan syaikh muhyiddin an-nawawiy rohimahulloh sungguh berkata : \" tidak seyogyanya seseorang meninggalkan dzikir dengan lisan disertai hati karena takut pada seseorang berprasangka dirinya riya' dengan dzikir tersebut, justru berdzikirlah dengan lisan dan hati keseluruhan. dan niatkan ikhlas karena Allah azza wa jalla. \" dan beliau menyebutkan perkaraan al-fudlail bin 'iyadl rohimahulloh : \" sesungguhnya meninggalkan amal karena manusia itu riya', dan melakukan amal karena manusia itu syirik. \" beliau berkata : \" seandainya manusia dibukakan pintu perhatian dan terjaga dari berlakunya persangkaan-persangkaan yang batil dari mereka maka akan tertutup baginya pintu-pintu kebaikan. \" selesai dawuh beliau.\rقال أبو الفرج بن الجوزي فأما ترك الطاعات خوفا من الرياء فإن كان الباعث له على الطاعة غير الدين فهذا ينبغي أن يترك ; ?نه معصية ، وإن كان الباعث على ذلك الدين وكان ذلك ?جل الله عز وجل مخلصا ف? ينبغي أن يترك العمل ; ?ن الباعث الدين ، وكذلك إذا ترك العمل خوفا من أن يقال : مراء ، ف? ينبغي ذلك ?نه من مكايد الشيطان .\rAbul faraj ibnul jauziy berkata : \" adapun meninggalkan perbuatan karena takut riya', maka jika motivasinya pada ketaatan itu bukan urusan agama, maka sebaiknya dia tinggalkan, karena hal itu merupakan ma'shiyat. dan jika motivasinya pada ketaatan itu urusan agama, dan tujuannya ikhlas karena Allah azza wa jalla, maka seyogyanya jangan ditinggalkan. karena motivasinya adalah agama. begitu pula apabila meninggalkan amal karena takut disebut \" orang yang riya' \" maka tidak usah diperdulikan karena hal itu termasuk tipudaya / siasat setan.","part":1,"page":291},{"id":292,"text":"قال إبراهيم النخعي : إذا أتاك الشيطان وأنت في ص?ة ، فقال : إنك مراء فزدها طو? ، وأما ما روي عن بعض السلف أنه ترك العبادة خوفا من الرياء ، فيحمل هذا على أنهم أحسوا من نفوسهم بنوع تزين فقطعوا ، وهو كما قال ، ومن هذا قول ا?عمش كنت عند إبراهيم النخعي ، وهو يقرأ في المصحف فاستأذن رجل فغطى المصحف ، وقال : ? يظن أني أقرأ فيه كل ساعة ، وإذا كان ? يترك العبادة خوف وقوعها على وجه الرياء فأولى أن ? يترك [ :ص 267 ] خوف عجب يطرأ بعدها .\rوقد تقدم شيء في العجب قبل فصول ا?مر بالمعروف والنهي عن المنكر ، ويأتي قبل فصول اللباس في الدخول على السلطان يأمره وينهاه قول داود الطائي أخاف عليه السوط ، قال : إنه يقوى قال : أخاف عليه السيف قال : إنه يقوى قال : أخاف عليه الداء الدفين : العجب\rWALLAHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/872307722792037/\r3626. TASAWUF JUMLAH AHLU SUFFAH\rPERTANYAAN :\r> Syed Adam\rAssalamu alaikum.berapa jumlah ahlus shuffah dan gimana dinamai ahlus shuffah dan gimana ceritanya ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Jumlah ahlus suffah tidak dapat ditentukan, kadang banyak kadang sedikit berdasarkan perbedaan waktu dan keadaan, dalam satu riwayat bahwa sohabat abu hurairoh melihat mereka ada tujuh puluh orang.\r- kitab hilyah abu nu'aim :\rقال الشيخ رحمه الله : وكان عدد قاطني الصفة يختلف على حسب اختلاف الأوقات والأحوال ، فربما تفرق عنها وانتقص طارقوها من الغرباء والقادمين فيقل عددهم ، وربما يجتمع فيها واردوها من الوراد والوفود فينضم إليهم فيكثرون ، غير أن الظاهر من أحوالهم ، والمشهور من أخبارهم غلبة الفقر عليهم ، وإيثارهم القلة واختيارهم لها .","part":1,"page":292},{"id":293,"text":"فلم يجتمع لهم ثوبان ، ولا حضرهم من الأطعمة لونان . يدل على ذلك ما : حدثناه أبو بكر بن مالك ، ثنا عبد الله بن أحمد بن حنبل ، حدثني وكيع ، حدثني فضيل بن غزوان ، عن أبي حازم ، عن أبي هريرة ، قال : رأيت سبعين من أهل الصفة يصلون في ثوب ، فمنهم من يبلغ ركبتيه ، ومنهم من هو أسفل من ذلك ، فإذا ركع أحدهم قبض عليه مخافة أن تبدو عورته .\rDinamai ahlus suffah karena mereka berada di suffah (emperan) masjidnya nabi shollallohu alaihi wasallam. Ahlus suffah adalah orang-orang faqir yang tidak punya rumah, mereka tidur di masjid dan tidak punya tempat pulang yang lain selain masjid. Ketika itu banyak orang muhajirin dimadinah dan mereka tidak mempunyai rumah serta tempat tinggal maka Rasululloh shollallohu alaihi wasalam menempatkan mereka di masjid dan menamai mereka ashabus suffah dan rasululloh sering duduk bersama mereka. Wallohu a'lam.\r- kitab wafa ul wafa' as samhudy :\rأهل الصفة\rوقد روى ابن سعد في مرسل يزيد بن عبد الله بن قسيط: كان أهل الصفة ناسا فقراء لا منازل لهم، فكانوا ينامون في المسجد لا مأوى لهم غيره.\rوروى البيهقي عن عثمان بن اليمان قال: لما كثرت المهاجرون بالمدينة ولم يكن لهم دار ولا مأوى أنزلهم رسول الله صلّى الله عليه وسلّم المسجد، وسماهم أصحاب الصفة، فكان يجالسهم ويأنس بهم.\rوأسند يحيى عن فضالة بن عبيد قال: كنا نصلي مع رسول الله صلّى الله عليه وسلّم فيخر قوم من قامتهم من الخصاصة «1» ، حتى يقول الأعرابي: مجانين، وهم أهل الصفة، فإذا صلى رسول الله صلّى الله عليه وسلّم أتاهم فوقف عليهم، فقال: لو تعلمون ما لكم عند الله لأحببتم أن تزدادوا فقرا وحاجة.","part":1,"page":293},{"id":294,"text":"وفي صحيح البخاري عن عبد الرحمن بن أبي بكر أن أصحاب الصفة كانوا ناسا فقراء، وأن النبي صلّى الله عليه وسلّم قال مرة: من كان عنده طعام اثنين فليذهب بثالث، ومن كان عنده طعام أربعة فليذهب بخامس- الحديث.\rوفيه من حديث أبي هريرة قال: لقد رأيت سبعين من أهل الصفة ما منهم رجل عليه رداء إما إزار وإما كساء قد ربطوه، فمنها ما يبلغ نصف الساقين، ومنها ما يبلغ الكعبين، فيجمعه بيده كراهية أن ترى عورته.\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-23695/page-338\rLink Terkait ahlu suffah :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/f0013-dunia-tasawwuf.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/859905670698909/\r3662. PENGERTIAN SABAR\rPERTANYAAN :\r> Ivan Miraza Armaya\rAssalamu'alaikum. Mau bertanya, bagaimana pengertian sabar yang sebenarnya? dan kenapa hanya segelintir orang saja yang memilikinya? syukron..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Keterangan tentang SABAR, Dinukil dari kitab Risalatul Qusyairiyah :\rقال الله، عزَّ وجلَّ: \"واصبر وما صبرك إلا بالله\".وأخبرنا عليُّ بن أحمد الأهوازي، قال: أخبرنا أحمدبن عبيد البصري، قال: حدثنا أحمد بن علي الخراز قال: حدثنا أسيد بن زيد قال: حدثنا مسعود بن سعد، عن الزيات، عن أبي هريرة، عن عائشة، رضي الله عنها، رفعته، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"إن الصبر عند الصدمة الأولى\".\rAllah SWT berfirman, “Washbir, mawaa shabruka illa biLlaah” yang artinya, “Sabarlah engkau yaa Muhammad, dan tidaklah kesabaranmu itu kecuali dengan pertolongan Allah”. (An-Nahl 27).\rDari ‘Aisyah RA, diceritakan bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Inna shabra ‘inda shadmatil uula”. ‘Sesungguhnya sabar yang sempurna itu pada pukulan yang pertama’.","part":1,"page":294},{"id":295,"text":"وأخبرنا علي بن أحمد قال: أخبرنا بن عبيد قال: حدثنا أحمد بن عمر، قال: حدثنا محمد بن مرداس قال: حدثنا يوسف بن عطية، عن عطاء بن أبي ميمونة، عن أنس بن مالك، رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"الصبر عند الصدمة الأولى\".\rDari sahabat Anas bin Malik diriwayatkan bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Sabar yang paling sempurna adalah pada pukulan (ketika menghadapi cobaan) yang pertama”.\rثم الصبر على أقسام: صبر على ما هو كسب للعبد، وصبر على ما ليس بكسب له.فالصبر على المكتسب، على قسمين: صبر على ما أمر الله تعالى به، وصبر على من نهى عنه.وأما الصبر على ما ليس بمكتسب للعبد: فصبره على مقاساة ما يتصل به من حكم الله فيما يناله فيه مشقة.\rSabar itu terbagi menjadi dua, yaitu sabar yang berkaitan dengan usaha hamba dan sabar yang tidak berkaitan dengan usaha hamba. Sabar yang berkaitan dengan usaha hamba terbagi menjadi dua, yaitu sabar terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan sabar terhadap apa yang dilarang-Nya. Sedang sabar yang tidak berkaitaan dengan usaha adalah sabar terhadap penderitaan yang terkait dengan hukum karena mendapatkan kesulitan.\rسمعت الشيخ أبا عبد الرحمن السلمي يقول: سمعت السحين بن يحيى يقول: سمعت جعفر بن محمد يقول: سمعت الجنيد يقول: المسير من الدنيا إلى الآخرة سهل هين على المؤمن، وهجران الخلق في جنب الله تعالى شديد، والمسير من النفس إلى الله تعالى صعب شديد، والصبر مع الله أشد.وسئل الجنيد عن الصبر، فقال: هو تجرع المرارة من غير تعبيس.","part":1,"page":295},{"id":296,"text":"Al- Junaid mengatakan, “Perjalanan dari duniia menuju akhirat adalah mudah dan menyenangkan bagi orang yang beriman. Putusnya hubungan makhluk di sisi Allah SWT adalah berat. Perjalanan dari diri sendiri menuju kepada Allah SWT adalah berat. Dan sabar kepada Allah SWT tentunya akan lebih berat”.\rBeliau ditanya tentang sabar lalu menjawab, “Menelan kepahitan tanpa bermasam muka”.\rوقال علي بن أبي طالب، رضي الله عنه: الصبر من الإيمان بنزلة الرأس في الجسد.وقال أبو القاسم الحكيم: قوله تعالى: \"واصبر\" أمر بالعبادة، وقوله: \"وما صبرك إلا بالله\" عبودية، فمن ترقىَّ من درجة لك إلى درجة بك؛ فقد انتقل من درجة العبادة إلى درجة العبودية.قال صلى الله عليه وسلم: \"بك أحيا وبك أموت\".\rMenurut Ali bin Abi Thalib, sabar merupakan bagian dari iman sebagaimana kepala merupakan bagian dari tubuh.Menurut Abul Qasim, yang dimaksud firman Allah SWT,”Sabarlah engkau (yaa Muhammad)” adalah pondasi ibadah.\rSedangkan firman Allah SWT,”tiada kesabaranmu kecuali dengan pertolongan Allah”. Adalah ubudiyah (penghambaan). Barang siapa yang naik dari satu derajat ke derajat yang lain karena pertolongan Allah maka dia pindah dari derajat kaidah menuju derajat ubudiyah.\rRasuluLlah SAW bersabda, “BiKa ahya wa biKa amuut” . dengan pertolongan-Mu aku hidup, dan dengan pertolongan-Mu aku mati”.\rسمعت الشيخ أبا عبد الرحمن السلمي، يقول: سمت أبا جعفر الرازي يقول: سمعت عياشاً يقول: سمعت أحمد يقول: سألت أبا سليمان عن الصبر، فقال: والله ما نصبر على ما نحب، فكيف على ما نكره? وقال ذو النون: الصبر: التباعد عن المخالفات، والسكونُ عند تجرع قصص البلية، وإظهار الغنى مع حلول الفقر بساحات المعيشة.","part":1,"page":296},{"id":297,"text":"Abu Sulaiman pernah ditanya tentang sabar, dia menjawab, “Demi Allah kami tidak bersabar terhadap apa yang kami cintai, maka bagaimana kami bersabar terhadap apa yang kami benci ?”Menurut Dzunun Al-Mishri, yang dimaksud sabar adalah menjauhi hal-hal yang bertentangan, bersikap tenang ketika menelan pahitnya cobaan dan menampakkan sikap kaya dengan menyembunyikan kefakiran di medan kehidupan.”\rوقال ابن عطاء: الصبر: الوقوف مع البلاء بحسن الأدب.وقيل: هو الفناء في البلوى بلا ظهور شكوى.وقال أبو عثمان: الصبار: الذي عوَّد نفسه الهجوم على المكاره.وقيل: الصبر: المقام مع البلاء بحسن الصحية، كالمقام مع العافية.\rMenurut Ibnu Atha, yang dimaksud sabar adalah tertimpa cobaan dengan tetap berperilaku yang baik.\rMenurut satu pendapat sabar adlah lenyap dari cobaan tanpa memperlihatkan pengaduan,\rMenurut abu usman yang dimaksud sabar orang yang sangat sabar yaitu orang yang mengembalikan pada dirinya terhadap sesuatu yang dibenci ketika menghadapi serangan.\rMenurut sebagian ulama, yang dimaksud sabar adalah tertimpa cobaan dengan tetap bersikap baik dalam pergaulan sebagaimana ketika dalam keadaan sehat (selamat).\rوقال أبو عثمان: أحسن الجزاء على عبادة: الجزاء على الصبر، ولا جزاء فوقه، قال الله عزَّ وجلَّ: \"ولنجزين الذين صبرواأجرهم بأحسن ما كانون يعملون\".وقال عمرو بن عثمان: الصبر. هو الثبات مع الله سبحانه وتعالى، وتلقي بلائه بالرحب والدعة.وقال الخوَّاص: هو الثبات على أحكام الكتاب والسنة.وقال يحيى بن معاذ: صبر المحبين أشدُّ من صبر الزاهدين، واعجباً، كيف يصبرون? وأنشدوا:الصبر يحمد في المواطن كلها إلا عليك فإنه لايحمد","part":1,"page":297},{"id":298,"text":"Abu usman berkata , sebaik baik balasan thd ibadah adalah balasan dalam kesabaran dan tiada balasan yg lebih tingggi darinya,Allah SWT berfirman, “Dan akan Kami balas orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari pada apa yang mereka usahakan”. (An-Nahl 96).\rMenurut Amr bin Utsman, yang dimaksud sabar adalah tetap bersama Allah SWT dan menerima cobaan-Nya dengan lapang dada dan senang hati.\rMenurut Ibrahim Al-Khawash yang dimaksud sabar adalah tetap konsisten dengan hukum-hukum al-Qur’an dan As-Sunah.\rMenurut Yahya kesabaran orang-orang yang cinta kepada Allah SWT lebih kuat daripada kesabaran orang-orang yang zuhudSya’ir :Sabar akan menghiasi dengan keindahanDi seluruh tanah airSabar tidak akan terhiasi dengan keindahanKecuali hanya bila tertuju pada-Mu\rوقال رويم: الصبر: ترك الشكوى.وقال ذون النون: الصبر: هو الاستعانة بالله تعالى.سمعت الأستاذ أبا عليِّ الدقاق، رحمه الله، يقول: الصبر كأسمه.وأنشدني الشيخ أبو عبد الرحمن السلمي، قال: أنشدني أبو بكر الرازي قال: أنشدني ابن عطاء لنفسه:سأصبر، كي ترضى، وأتلف حسرة وحسبي أن ترضى ويتلفني صبري\rMenurut Ruwaim, yang dimaksud sabar adalah meninggalkan keluhan.\rMenurut Dzunun Al-Mishri yang dimaksud sabar adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.\rMenurut abu ali ad daqqoq sabar adalah seperti asma-NyaSya’ir ibnu atho':Saya akan bersabar agar Engkau relaSaya lenyapkan rasa keluh kesah Agar Engkau juga relaSaya merasa cukup Apabila sabarkuTelah melenyapkan diriku.","part":1,"page":298},{"id":299,"text":"وقال أبو عبد الله بن خفيف: الصبر على ثلاثة أقسام، متصبر، وصابر،وصبار.وقال عليُّ بن أبي طالب، رضي الله عنه: الصبر مطية لا تكبو.سمعت محمد بن الحسين يقول: سمعت علي بن عبد الله البصري يقول: وقف رجل على الشبليَّ فقال: أي صبر أشد على الصابرين? فقال: الصبر في الله عزَّ وجلَّ، فقال: لا، فقال: الصبر لله، قال: لا. قال: الصبر مع الله، قال: لا. قال: فاي شيء? قال: الصبر عن الله.قال: فصرخ الشبلي صرخة طادت روحه أن تتلف.\rMenurut abduLlah bin Khafif sabar terbagi menjadi tiga yaitu orang yang menerima sabar, orang yang sabar, orang yang sangat sabar.\rMenurut Ali bin Abi Thalib, sabar ibarat binatang kendaraan yang tidak pernah jatuh tersungkur.\rAli bin AbdiLlah Al-Bashri mengatakan bahwa seorang laki-laki berhenti di depan As-Syibli seraya bertanya, “Sabar yang bagaimana yang lebih kuat atas orang-orang yang sabar?’\r“Sabar di dalam Allah SWT”. “Bukan”.\r“Sabar untuk Allah SWT” “Bukan”.\r“Jadi sabar yang bagaimana” As-Sybli balik bertanya.\r“Sabar menghindarkan diri dari Allah SWT”.\rSetelah itu As-Syibli berteriak yang menyebabkan ruh-nya hampir saja lenyap.\rوسمعته يقول: سمعت محمد بن عبد الله بن شاذان، يقول: سمعت أبا محمد الجريري يقول: الصبر: أن لايفرق بين حال النعمة والمحنة، مع سكون الخاطر فيهما. والتصبر: هو السكون، مع البلاء مع وجدان أثقال المحنة.وأنشد بعضهم:\rصبرت ولم أطلع هواك على صبري وأخفيت ما بي منك عن موضع الصبر\rمخافة أن يشكو ضميري صبابتي إلى دمعتي سرَّاً فتجري ولا أدري","part":1,"page":299},{"id":300,"text":"Menurut Abu Muhammad Ahmad Al-Jariri yang dimaksud sabar adalah tidak memisahkan antara kenikmatan dan ujian dengan pemikiran yang tenang, sedangkan yang dimaksud penerimaan sabar adalah tenang menghadapi cobaan dengan mendapatkan beratnya ujian.\rSebagian ulama mengatakan dlm syairnya:\rsaya bersabar tetapi saya belum mengetahuik einginan-Mu atas sabarku\rsaya sembunyikan dari-mu apa-apa yang terkait denganku dari tempat sabar\rkarena hati nuraniku takut mengeluh pada kerinduanku\rterhadap air mataku secara rahasia sehingga ia tetap mengalir, dan sayapun tidak mengetahui.\rسمت الأستاذ أبا علي الدقاق، رحمه الله، يقول: فاز الصابرون بعزِّ الدارين؛ لأنهم نالوا من الله تعالى معيته: قال الله تعالى: \"إن الله مع الصابرين\".وقيل في معنى قوله تعالى: \"اصبروا وصابروا ورابطوا\" الصبر: دون المصابرة، والمصابرة: دون المرابطة.وقيل: اصبروا بنفوسكم على طاعة الله تعالى، وصابروا بقلوبكم على البلوى في الله، ورابطوا بأسراركم على الشوق إلى الله.وقيل: أصبروا في الله، وصابروا بالله، ورابطوا مع الله.وقيل: أوحى الله تعالى إلى داود عليه السلام: تخلق بأخلاقي، وإنَّ من أخلاقي أنني أنا الصبور.قويل: يجرَّع الصبر، فإن قتلك قتلك شهيداً، وإن أحياك أحياك عزيزاً.\rabu ali ad daqoq berkata , beruntunglah orang2 yg bersabar dengan keagungan daroin (dunia dan akherat) karena mereka mendapatkan kebersamaan dari Allah, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.\rYang dimaksud firman Allah SWT, Ishbiruu washabiruu warabithuu, Sabarlah, dan sabarkanlah, dan berjagalah kamu sekalian”. (Ali Imran 200).","part":1,"page":300},{"id":301,"text":"Sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud ayat ini adalah sabarlah dengan diri kamu sekalian untuk ta’at kepada Allah SWT, sabarlah dengan hati kalian untuk menerima cobaan-Nya, dan sabarlah dengan tabir rahasia hati kalian untuk rindu kepada-Nya.\rSedangkan menurut sebagian ulama yang lain yang dimaksud ayat itu adalah sabarlah kalian karena Allah SWT, sabarlah kalian dengan-Nya, dan bersabarlah kalian bersama-Nya.Menurut satu pendapat, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud AS, “Ber budi pekertilah dengan budi pekerti-Ku, sesungguhnya sebagian dari budi pekerti-Ku adalah sangat sabar”.\rDalam ungkapan lain disebutkan, telanlah kesabaran. Apabila Allah SWT mematikanmu maka Dia akan mematikanmu dengan mati syahid. Apabila Allah SWT menghidupkanmu maka Dia akan menghidupkanmu dengan kemuliaan.\rوقيل: الصبر لله: عناء، والصبر بالله: بقاء، والصبر في الله: بلاء. والصبر مع الله وفاء، والصبر عن الله: جفاء.وأنشدوا:والصبر عنك فمذموم عواقبه والصبر في سائر الأشياء محمود\rوأنشدوا:وكيف الصبر عمن حل منى بمنزلة اليمين من الشمالإذا لعب الرجال بكلِّ شيء رأيت الحب يلعب بالرجال\rMenurut sebagian ulama, sabar karena Allah SWT adalah suatu kelelahan, sabar dengan Allah SWT adalah ketetapan, sabar di hadapan Allah SWT adalah cobaan, sabar bersama Allah SWT adalah pemenuhan, dan sabar menghindar dari Allah SWT adalah kehanyutan.\rSya’ir : Sabar menghindarkan diri dari-Mu Akan mengabkibatkan tercela Sedangkan sabar dalam segala hal Akibatnya terpuji","part":1,"page":301},{"id":302,"text":"Bagaimana sabar dari orang yang tinggal di sampingku Dengan menempati yang kanan dari pada yang sebelah kiri Apabila orang yang bersendau gurau Dengan segala sesuatu Maka saya telah melihat kecintaanYang bersendau gurau dengan orang lain\rوقيل: الصبر على الطلب عنوان الظفر، والصبر في المحن علامة الفرج. وقيل: المصابرة: هي الصبر على الصبر، حتى يستغرق الصبر في الصبر فيعجز الصبر عن الصبر، كما قيل: صابر الصبر فاستغاث به فصاح المحب بالصبر صبراً\rMenurut sebagian yang lain, sabar mencari adalah tanda keberhasilan, sedangkan sabar menerima ujian adalah tanda kebahagiaan. Menurut yang lain, yang dimaksud menyabarkan diri adalah sabar di atas sabar sehingga dapat mencakup sabar di dalam sabar dan melemahkan sabar dari sabar\rوقيل: حبس الشبلي وقتاً في المارستان، فدخل عليه جماعة؛ فقال: من أنتم? فقالوا: أحباؤك جاءوك زائرين.فأخذ يرميهم بالحجر، وأخذوا يهربون.فقال: يا كذابون، لو كنتم أحبائي لصبرتم على بلائي.وفي بعض الأخبار. بعيني ما يتحمل المتحملون من أجلي.وقال الله تعلى:\"واصبر لحكم ربك فإنك بأعيننا\".","part":1,"page":302},{"id":303,"text":"Menurut satu cerita,pada satu waktu Asy-Syibli di masukkan kedalam rumah sakit Sekelompok orang datang kepadanya.“Siapa kalian”. Tanya Asy-Syibli.“Para kekasihmu yang sedang beraziarah kepadamu.”Kemudian beliau melemparkan batu kepada mereka sehingga mereka lari. Beliau mengatakan kepada mereka, “Wahai orang-orang pembohong, jika kalian para kekasihku, maka tentu engkau akan sabar menerima cobaanku”.Di dalam sebagian hadits disebutkan, “Dengan penjagaan Mata-Ku (Allah), orang-orang yang sabar sebenarnya tidak bersabar untukku. \"Allah SWT berfirman, “Bersabarlah engkau kepada hukum Tuhanmu, sesungguhnya engkau dalam penjagaan Kami”. (At-Thuur 48).\rوقال بعضهم: كنت بمكة.. فرأيت فقيراً طاف بالبيت، وأخرج من جيبه رقعة، ونظر فيها، ومر، فلما كان بالغد، فعل مثل ذلك، فترقبته أياماً وهو يفعل مثل ذلك، فيوماً من الأيام طاف ونظر في الرقعة، وتباعد قليلا، وسقط ميتاً، فأخرجت الرقعة من جيبه، فإذا فيها: \"واصبر لحكم ربك فإنك بأعيننا\".وقيل: رؤي حدث يضرب وجه شيخ بنعله، فقيل له: ألا تستحي!? تضرب حر وجه شيخ بمثل هذا?: فقيل: جرمه عظيم. فقيل: وما ذاك? فقال: هذا الشيخ يدّعي أنه يهواني، ومنذ ثلاث ما رآني.","part":1,"page":303},{"id":304,"text":"Sebagian ulama mengatakan, saya berada di Makkah, saya melihat orang fakir mengelilingi BaituLlah. Dia mengeluarkan Ruq’ah (semacam azimat atau bungkusan yang berisi tulisan) dari dalam sakunya. Dia melihat ruq’ah itu lalu pergi. Esok hari ia berperilaku seperti itu, beberapa hari saya memperhatikannya. Dia selalu mengerjakan hal itu setiap hari untuk kepentingannya sendiri. Suatu hari ia berkeliling dan melihat ruq’ahnya. Sedikit demi sedikit ia menjauh lantas terjatuh dan meninggal dunia. Ruq’ah itu kemudian saya keluarkan dari dalam sakunya. Ternyata di dalam ruq’ah itu berisikan firman Allah SWT,”Bersabarlah engkau terhadap hukum Tuhanmu sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami”. (At-Thuur 48).\rوقال بعضهم: دخلت بلاد الهند، فرأيت رجلا بفرد عينيسمى فلانا الصبور فسألت عن حاله، فقيل: هذا في عنفوان شبابه سافر صديق له، فخرج في وداعه، فدمعت إحدى عينيه ولم تبك الأخرى، فقال لعينه التي لم تدمع: لِمَ لم تدمعي على فراق صاحبي? لأحرمنك النظر إلى الدنيا وغمض عينه، فمنذ ستين سنة لم يفتح عينه.","part":1,"page":304},{"id":305,"text":"Sebagian ulama lain mengatakan, “saya memasuki negara India. Saya melihat seorang laki-laki menggunakan satu mata. Orang-orang memberikan nama kepadanya si Fulan yang sangat sabar. Saya bertanya kepada mereka tentang keadaannya, lantas dijawab bahwa ketika dia menginjak awal remaja, saat teman-temannya hendak bepergian dia keluar dari tempat tinggalnya. Salah satu dari kedua matanya melelehkan air mata, sedang mata yang satunya tidak menangis. Dia mengatakan kepada mata satunya yang tidak melelehkan air mata, ‘Kenapa engkau tidak melelehkan air mata atas perpisahan temanku ? Saya tentu akan mengharamkanmu untuk melihati dunia’. Dia memejamkan matanya selama dua tahun tanpa pernah membukanya.\rوقيل في قوله تعلى:\"فاصبر صبراً جميلا\": الصبر الجميل: أن يكون صاحب المصيبة في القوم لا يدري من هو.وقال عمر بن الخطاب، رضي الله عنه، لو كان الصبر والشكر بعيرين، لم أبال أيهما ركبت.وكان ابن شبرمة، رحمه الله، إذا نزل به بلاء قال:سحابة ثم تنقشع.وفي الخبر، أن النبي صلى الله عليه وسلم، سئل عن الإيمان، فقال:\"الصبر والسماحة\".\rMenurut satu pendapat, yang dimaksud firman Allah SWT, “Bersabarlah engkau dengan sabar yang baik”. (Al-Ma’arij 5) adalah sabar yang benar sehingga orang yang tertimpa musibah di tengah-tengah masyarakat tidak dapat diketahui.\rUmar bin Khatab pernah mengatakan, “seandainya sabar dan syukur diibaratkan dua ekor unta, maka saya tidak peduli mana diantara keduanya yang akan saya naiki”.\rDalam satu ungkapan, Ibnu Syibrimah apabila mendapat cobaan dia mengatakan, “Sekarang berawan, besok ia akan hilang”.","part":1,"page":305},{"id":306,"text":"Di dalam hadits pernah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang Iman beliau menjawab, “As-shabru wassamaahah”. ‘Sabar dan toleransi.’\rوسئل السري عن الصبر، فجعل يتكلم فيه، فدب على رجله عقرب، وهي تضربه بابرتها ضربات كثيرة، وهو ساكن: فقيل له: لِمَ لم تنحها?.فقال: استحييت من الله تعالى أن أتكلم في الصبر، ولم أصبر.وفي بعض الأخبار: الفقراء الصبر هم جلساء الله تعالى يوم القيامة.وأوحى الله تعالى إلى بعض أنبيائه: أنزلت بعبي بلائي، فدعاني، فماطلته بالإجابة، فشكاني، فقلت: يا عبدي، كيف أرحمك من شيء به أرحمك.وقال ابن عيينة في معنى قوله تعالى:\"وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا\"،قال: لما أخذوا برأس الأمر جعلناهم رؤساء.\rSyaikh Sary pernah ditanya tentang sabar. Ketika beliau hendak menjawab, kaki beliau dihinggapi kalajengking yang menyengat berulang-ulang. Beliau tetap diam dan tak bergerak. Beliau ditanya, ‘mengapa kalajengking itu tidak kau jauhkan dari kakimu ?’. beliau menjawab, “Saya malu kepada Allah SWT membicarakan sabar sementara saya belum bisa bersabar”.\rDalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang-orang fakir yang bersabar adalah tamu-tamu Allah SWT di hari kiamat.\rDalam suatu cerita Allah SWT menurunkan wahyu kepada sebagian Nabi-Nya,”Cobaan-Ku telah Aku turunkan kepada sebagian hamba-Ku kemudian ia berdo’a kepada-Ku, tetapi Aku tidak mengabulkannya. Kemudian ia mengeluh kapada-Ku. Aku berfirman kepada-Nya, ‘wahai hamba-Ku, bagaimana Aku dapat mengasihimu dengan suatu pemberian sehingga Aku akan mengasihimu”.Arti firman Allah SWT, “Dan Aku jadikan mereka pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka mau bersabar”.","part":1,"page":306},{"id":307,"text":"Ayat itu, kata Ibnu Uyainah, adalah ketika mereka menghendaki suatu pemimpin dalam suatu urusan, maka Kami jadikan ia (orang yang sabar) sebagai pemimpinnya.\rسمعت الأستاذ أبا عليٍّ الدقاق يقول: أن الصبر حده أن لا تعترض على التقدير؛ فأما إظهار البلاء على غير وجه الشكوى فلا ينافي الصبر، قال الله تعالى في قصة أيوب:\"إنا وجدناه صابراً نعم العبد إنه أوًّاب\" مع ما أخبر عنه تعالى أنه قال\"مسنى الضر\".وسمعته يقول: استخرج الله منه هذه المقالة: يعني قوله:\"مسني الضر\"؛ لتكون متنفسا لضعفاء هذه الأمة.وقال بعضهم: إنا وجدناه صابراً، ولم يقل صبوراً لأنه لم يكن جميع أحواله الصبر، بل كان في بعض أحواله يستلذ البلاء، ويستعذبه، فلم يكفني حال الاستلذاذ صابراً؛ فلذلك لم يقل: صبوراً.\rUstadz Abu Ali Ad-Daqaaq mengatakan, “yang dimaksud pembatasan sabar adalah tidak merintangi takdir. Apabila menampakkan cobaan tanpa mengeluh atau mengadu, maka bukan berarti hal itu menikadakan sabar. Allah SWT berfirman tentang kisah Nabi Ayub AS, “Sungguh Kami mendapati Ayub sebagai orang yang sabar, Dia adalah sebaik-baik hamba”. (Shad 44).\rAyat ini ditopang oleh ifrman-Nya, yang lain seperti perkataan Nabi Ayub AS,“Kemelaratan telah menimpa diriku” (Al-Anbiya 83).\rDari ungkapan ini dapat ditafsirkan bahwa maksudnya adalah,”Kemelaratan telah menimpa diriku agar Engkau memberikan kesenangan kepada orang-orang yang lemah.” Menurut sbagian ulama, ayat yang berbunyi, “sungguh Kami mendapati Ayub sebagai orang yang sabar”.\rBukan dengan kata seorang yang sangat sabar karena semua kondisi Ayub tidak dapat disamakan dengan sabar.","part":1,"page":307},{"id":308,"text":"Sebaliknya semua kondisinya telah berubah menjadi ni’matnya musibah. Sehingga dalam kondisi ni’mat maka tidak dapat diklasifikasikan sebagai orang yang sangat sabar . Oleh karena itu Allah SWT tidak berfirman “sebagai orang yang sangat sabar”.\rسمعت الأستاذ أبا علي، رحمه الله، يقول: حقيقة الصبر: الخروج من البلاء على حسب الدخول فيه، مثل أيوب عليه السلام فإنه قال في آخر بلائه: \"مسني الضر وأنت أرحم الراحمين\" فحفظ أدب الخطاب حيث عرض يقول: \"وأنت أرحم الراحمين\" ولم يصرح بقوله ارحمني.\rUastadz Abu Ali Ad-Daqaaq berkata, “Hakikat sabar adalah menghindarkan diri dari cobaan dan menerima apa yang telah menimpanya seperti Nabi Ayub AS beliau tetap mengatakan di akhir cobaannya, “Kemelaratan telah menimpa diriku, sedang Engkau lebih pengasih dari segala yang pengasih” (Al-Anbiya 83).\rDia menjaga etika berbicara dengan mengatakan Engkau lebih pengasih dari segala yang pengasih tidak mengatakan, Kasihanilah aku.\rالرسالة القشيرية تأليف : القشيري\rفصبر العابدين، أحسنه: أن يكون محفوظاً، وصبر المحبين أحسنه: أن يكون مرفوضاً. وفي معناه أنشدوا:تبين يوم البين أن اعتزامه على الصبر من إحدى الظنون الكواذبوفي هذا المعنى سمعت الأستاذ أبا علي، رحمه الله، يقول: أصبح يعقوب، عليه السلام، وقد وعد الصبر من نفسه فقال: \"فصبر جميل أي: فشأني صبر جميل، ثم لم يمس حتى قال: يا أسفاً على يوسف\".\rPerlu diketahui bahwa sabar itu tebagi menjadi dua, yaitu kesabaran orang yang beribadah, dan kesabaran orang yang cinta. Sebaik-baik sabar orang yang beribadah adalah terjaga. Dan sebaik baik kesabaran orang yang cinta adalah tertinggal.","part":1,"page":308},{"id":309,"text":"Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq berkata, “Nabi Ya’qub telah mengoptimalkan perjanjian sabar dengan dirinya sendiri dengan mengatakan, “As-shabrun jamiil “ Namun ketika tidak mendapatkannya, beliau mengatakan, “Aduh alangkah duka citaku mengenang yusuf”. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/notes/885613221461487\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/871713919518084/\rLINK TERKAIT :\rwww.fb.com/notes/808584239164386\r3683. PENYAKIT HATI ('UJUB)\rPERTANYAAN :\r> Moshi Moshi\rAssalamu'alaykum.. Bagaimana caranya agar terhindar dari penyakit hati, riya' atau ujub? Adakah obatnya? Dan bagaimana dosisnya? Makasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rBuka Kitab Mau'idlotul Mukminin :\rبيان علاج العجب على الجملة\rاعلم أن علاج كل علة هو مقابلة سببها بضده ، وعلة العجب الجهل المحض ، فعلاجه المعرفة المضادة لذلك الجهل ، وذلك أن المعجب بجماله أو قوته أو نسبه وما لا يدخل تحت اختياره إنما يعجب بما ليس إليه ; لأن كل ذلك من فضل الله ، وإنما هو محل لفيضان جوده تعالى ، فله الشكر والمنة لا لك إذ أفاض على عبده ما لا يستحق ، وآثره به على غيره من غير سابقة ووسيلة ، فإذن منشأ العجب بذلك هو الجهل ، وإزالة ذلك بالعلم المحقق بأن العبد وعمله وأوصافه كلها من عند الله تعالى نعمة ابتدأه بها قبل الاستحقاق ، وهذا ينفي العجب والإدلال ، ويورث الخضوع والشكر والخوف من زوال النعمة ، قال الله تعالى : ( ولولا فضل الله عليكم ورحمته ما زكا منكم من أحد أبدا ) ـ النور : 21","part":1,"page":309},{"id":310,"text":"قال النبي صلى الله عليه وسلم لأصحابه ، وهو خير الناس : \" ما منكم من أحد ينجيه عمله \" قالوا : \"ولا أنت يا رسول الله \" ، قال : \"ولا أنا إلا أن يتغمدني الله برحمته \" ومهما غلب الخوف على القلب شغله خشية سلب هذه النعمة عن الإعجاب بها ، وأنى لذي بصيرة أن يعجب بعمله ، ولا يخاف على نفسه . فإذن هذا هو العلاج القامع لمادة العجب من القلب .\rPENJELASAN MENGENAI CARA MENYEMBUHKAN 'UJUB SECARA GLOBAL\rKetahuilah bahwa sesungguhnya penyembuhan semua penyakit adalah membandingkan sebabnya penyakit dengan hal yang berlawanan, penyakit ujub adalah kebodohan murni maka cara penyembuhannya adalah dengan mengetahui hal yang berlawanan dengan kebodohan tersebut, kebodohannya yaitu orang yang ujub dengan ketampananya, atau kekuatannya, atau nasabnya dan apa saja yang bukan hasil jerih payahnya maka sesungguhnya dia ujub atas apa yang bukan dinisbatkan kepadanya karena semua itu adalah anugerah dari Allah ta'ala, dan dia hanyalah tempat curahan sifat pemurahnya Allah ta'ala, maka seharusnya dia bersyukur karena telah mendapatkan anugerah dan dipilih oleh Allah daripada orang lainnya dengan tanpa pendahuluan dan perantaraan.\rOBAT UJUB\rMaka bisa diketahui bahwa sumbernya ujub dengan hal itu adalah kebodohan. Untuk menghilangkannya adalah dengan cara mengetahuinya secara nyata bahwa seorang hamba , amalannya dan sifat-sifatnya semua dari Allah ta'ala sebagai nikmat yang lebih dahulu diberikan kepadanya sebelum dia berhak. Hal ini bisa menghilangkan ujub dan bisa mewariskan khudhu' (andap ashor), syukur dan khouf (perasaan khawatir) dari hilangnya nikmat.","part":1,"page":310},{"id":311,"text":"Allah ta'ala berfirman : \" Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.\"(QS. An Nur ayat 21)\rNabi shollallohu alaihi wasallam, beliau adalah manusia terbaik bersabda :\" Tidak ada seorangpun dari kalian yang dapat diselamatkan oleh amalnya.” Para sahabat bertanya: “Termasuk anda Ya Rasululloh?” Beliau bersabda: “Termasuk saya. Hanya saja Allah telah meliputi saya dengan rahmat-Nya.”\rSelama perasaan khouf menang didalam hati seorang hamba maka khawatir akan hilangnya kenikmatan akan menyibukkannya dari sifat ujub , dan bagaimana mungkin orang yang mempunyai penglihatan batin bersifat ujub dengan amalannya dan tidak khawatir terhadap dirinya sendiri ? Maka perasaan khouf ini adalah obat yang bisa menghancurkan unsur-unsurnya ujub dari dalam hati. Wallohu A'lam.\rKitab Mau'idlotul Mukminin online :\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=267&idto=267&bk_no=129&ID=284\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/878705922152217/\r3687. BISAKAH JIN MENJADI WALIYULLOH ?\rPERTANYAAN :\r> Aba Zahra\rAssalamu alaikum warokhmatulloh. mau nanya mungkin kah seorang jin itu mencapai derajat AuliyaiLLAH? SUKRON\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, tidak hanya mungkin, bahkan memang ada, berikut ini di antara jin yang menjadi waliyulloh :\r- kitab sifatus shofwah bab ahli ibadah dari bangsa jin","part":1,"page":311},{"id":312,"text":"سهل بن عبد الله قال: كنت ناحية ديار عاد إذ رأيت مدينة من حجر منقور، في وسطها قصر من حجارة، منقورة سقوفه وأبوابه تأويه الجن، فدخلت معتبراً فإذا شيخ عظيم الخلق يصلي نحو الكعبة وعليه جبة صوف فيها طراوة، فلم أتعجب من عظم خلقه كتعجبي من طراوة جبته، فسلمت عليه فرد علي السلام وقال: يا سهل إن الأبدان لا تخلق الثياب وإنما تخلقها روائح الذنوب ومطاعم السحت، وإن هذه الجبة علي منذ سبعمائة سنة بها لقيت عيسى بن مريم ومحمداً ( فآمنت به. فقلت له: من أنت? قال: أنا الذي نزلت في \"قل أوحي إلي أنه استمع نفر من الجن\" سورة الجن آية 1.\rيحيى بن عبد الرحمن العصري قال: حدثتني امرأة خليد عن خليد قال: كنت قائماً أصلي فقرأت هذه الآية \"كل نفس ذائقة الموت\" سورة آل عمران الآية 185، وسورة الأنبياء آية 35، وسورة العنكبوت آية 57 فرددتها مراراً، فناداني مناد من ناحية البيت: كم تردد هذه الآية? فلقد قتلت بها أربعة نفر من الجن لم يرفعوا رؤوسهم إلى السماء حتى ماتوا من تردادك هذه الآية. قالت: فوله خليد بعد ذلك ولهاً شديداً. وأنكرناه حتى كأنه ليس الذي كان.\rdan kisah lainya bisa cek disini :\rhttp://www.alwaraq.net/Core/AlwaraqSrv/bookpage?book=253&session=ABBBVFAGFGFHAAWER&fkey=2&page=1&option=1\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/854905654532244/\rwww.fb.com/notes/896375497051926\r3693. PERBEDAAN KHOUF DAN HAZAN\rPERTANYAAN :\r> Ismiy Qoblu\rAlaa inna auliya allahi laa khaufun alaihim wa laa hum yahzanuun... Dalm tiap ayat seperti ini. Kenapa antara al khauf dan al hazan dibedakan memakai bahasa nya? Apa memang ada perbadaan antara kedua nya dalam diri seorang wali allah? Apa rahasiah yang dapat difaham?Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":312},{"id":313,"text":"Khouf adalah takut dengan keadaan yang akan datang, sedangkan hazan adalah sedih terhadap peristiwa yang telah lewat. Lihat ta'bir kitab tafsir al kabir :\rوأما قوله تعالى في صفتهم : ( لا خوف عليهم ولا هم يحزنون ) ففيه بحثان : البحث الأول : أن الخوف إنما يكون في المستقبل بمعنى أنه يخاف حدوث شيء في المستقبل من المخوف ، والحزن إنما يكون على الماضي إما لأجل أنه كان قد حصل في الماضي ما كرهه أو لأنه فات شيء أحبه .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=132&ID=1141&idfrom=2959&idto=2961&bookid=132&startno=1\r> Kasihku Rinduku\rAdapun firman Allah ta'ala yang menjelaskan waliyulloh yaitu :\rلاخوف عليهم ولا هم يحزنون\rTidak ada kekhawatiran/ketakutan atas mereka dan tidaklah (pula) mereka bersedih hati.\rMaka dalam hal ini ada dua kajian :\r1.…Bahwa khouf (khawatir) itu hanyalah ada pada perkara di masa yang akan datang (mustaqbal/future), dengan arti khawatir terhadap terjadinya sesuatu kekhawatiran di masa yang akan datang.\r2.…Hazn (susah/sedih/sad) hanyalah ada pada perkara di masa lampau (madli/past). ada kalanya sedih yang disebabkan telah terjadinya sesuatu yang tidak disukai atau karena tiadanya sesuatu yang disenangi. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/874369905919152/\rwww.fb.com/notes/896396657049810\r3752. MEMAAFKAN ORANG DZOLIM\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Ryzki Harist","part":1,"page":313},{"id":314,"text":"Assalamualaikum. Mau tanya. Apakah hukum menjauhi saudara dengan cara jarang silaturahmi karena saudara kita itu telah sering mendzolimi kita / berbuat jahat kepada kita. Apakah saudara kita yang dzolim itu memang harus djauhi atau gimana, seperti yang telah dikatakan dalam islam bahwa orang zolim itu harus djauhi. Mohon pncrahannya. Terimakasih\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dalam hubungan kekeluargaan, persahabatan dan bahkan kemasyarakatan, adakalanya terjadi perbedaan, pertengkaran, perselisihan yang berakibat putusnya tali silaturrahmi, perpecahan, saling benci satu sama lain, hingga jangankan duduk dalam satu majlis, bertemu pun rasanya tak berharap. Islam memandang hal tersebut (perbedaan, perselisihan) biasa terjadi dalam hal muamalah, namun islam juga mengajarkan cara yang baik untuk kembali merajut hubungan yang lebih harmonis.\rSumber : Kitab shohih muslim dalam sebuah haditsnya Rosulullah SAW bersabda :\rأن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث ليال يلتقيان فيعرض هذا ويعرض هذا وخيرهما الذي يبدأ بالسلام\"\rTidaklah halal (haram) bagi seorang muslim menghindar dari saudaranya lebih dari tiga hari / malam,dan ketika bertemu mereka saling memalingkan muka, dan sebaik-baik dari keduanya adalah ia yang memulai mengucapkan salam\".\rTiga hari menghindar dihukumi boleh dalam rangka colling down, meredakan kemarahan dan kebencian, saling introspeksi dan kemudian menyambung silaturrahmi kembali.","part":1,"page":314},{"id":315,"text":"قوله صلى الله عليه وسلم : ( لا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث ليال ) قال العلماء : في هذا الحديث تحريم الهجر بين المسلمين أكثر من ثلاث ليال ، وإباحتها في الثلاث الأول بنص الحديث ، والثاني بمفهومه . قالوا : وإنما عفي عنها في الثلاث لأن الآدمي مجبول على الغضب وسوء الخلق ونحو ذلك ; [ ص: 91 ] فعفي عن الهجرة في الثلاثة ليذهب ذلك العارض . وقيل : إن الحديث لا يقتضي إباحة الهجرة في الثلاثة ، وهذا على مذهب من يقول : لا يحتج بالمفهوم ودليل الخطاب\rDalam lain kesempatan Rosulullah dimintai nasihat oleh sahabat 'Uqbah bin 'aamir tentang amalan yang mempunyai keunggulan dan keutamaan, Rosul bersabda :\rقال عقبة ثم لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأته فأخذت بيده فقلت يا رسول الله أخبرني بفواضل الأعمال فقال يا عقبة صل من قطعك وأعط من حرمك وأعرض عمن ظلمك\r\"Wahai 'uqbah, Jalin kembali hubungan dengan orang yang memutuskan silaturrahmi denganmu, Berilah orang yang kikir padamu , dan maafkan orang yang zdolim / aniaya padamu \".\rTiga perkara ini bukan hal yang mudah dilakukan bagi seseorang,akan tetapi jika ia mampu melakukannya, maka Allah telah menyediakan pahala dan ganjaran yang maha besar (di atas rata-rata). Wallahu a'lam.\rSumber :\r- Musnad uqbqh bin amir :\r(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ , حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ أسند= بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْخَثْعَمِيِّ , عَنْ فَرْوَةَ بْنِ مُجَاهِدٍ اللَّخْمِيِّ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ , قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي : \" يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ , وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ , وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ \" .\r- Musnad Imam Ahmad 16883 :","part":1,"page":315},{"id":316,"text":"حدثنا أبو المغيرة حدثنا معان بن رفاعة حدثني علي بن يزيد عن القاسم عن أبي أمامة الباهلي عن عقبة بن عامر قال لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأته فأخذت بيده قال فقلت يا رسول الله ما نجاة هذا الأمر قال يا عقبة احرس لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئتك قال ثم لقيني رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأني فأخذ بيدي فقال يا عقبة بن عامر ألا أعلمك خير ثلاث سور أنزلت في التوراة والإنجيل والزبور والفرقان العظيم قال قلت بلى جعلني الله فداك قال فأقرأني قل هو الله أحد وقل أعوذ برب الفلق وقل أعوذ برب الناس ثم قال يا عقبة لا تنساهن ولا تبيت ليلة حتى تقرأهن قال فما نسيتهن من منذ قال لا تنساهن وما بت ليلة قط حتى أقرأهن قال عقبة ثم لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأته فأخذت بيده فقلت يا رسول الله أخبرني بفواضل الأعمال فقال يا عقبة صل من قطعك وأعط من حرمك وأعرض عمن ظلمك\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/887213017968174/\rwww.fb.com/notes/907639819258827\r3768. TEMPAT TERSIMPANNYA RIDHO DAN MURKA ALLAH\rPERTANYAAN :\r> Pakdhe Jevry Azd Olivee\rAssalamu alaikum, rido allah tersimpan pada semua perintah.murka allah tersimpan pada semua larangan-Nya. maka berhati-hatilah. hadis kah ? quran kah ? qoul ulama ? tolong carikan rujukannya . jazakumullah !\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rWa'alaikum salam, Kitab Nashoihul 'Ibad , hal : 43-44, Ini Atsar dari shohabat Umar Bin Khothob R.A. Maqolah ke empat dari bab sudasy, berkata sahabat Umar bin khothob RA :\rان الله تعالى كتم ستة فى ستة كتم الرضا فى طاعة وكتم الغضب فى معصية وكتم ليلة القدر فى شهر رمضان وكتم اولياءه فيما بين الناس وكتم الموت فى العمر\rوكتم الصلاة الوسطى فى الصلوات نصا ئح العباد -","part":1,"page":316},{"id":317,"text":"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala menyembunyikan enam perkara di dalam enam hal, yaitu :\r1. Menyembunyikan ridhoNya dalam perbuatan taat,\r2. Menyembunyikan murkaNya dalam perbuatan maksiyat,\r3. Menyembunyikan lailatur Qadar dalam bulan ramadhan,\r4. Menyelinapkan waliNya di tengah-tengah manusia,\r5. Merahasiakan kematian di sepanjang umur,\r6. Menyembunyikan shalat dalam sekalian shalat.\r- Ridha Allah disembunyikan dalam perbuatan taat, agar setiap orang memperhatikan segala bentuk perbuatan taat dengan harapan menepati tempat ridha Allah. Karena itu jangan meremehkan perbuatan taat sekecil apapun , karena bisa jadi justru dalam yang kecil itulah disembunyikan ridha Allah.\r- Murka Allah disembunyikan dalam perbuatan maksiyat, karena itu hendaknya dijauhi segala bentuk maksiyat sekecil apapun, siapa tahu, pada yang kecil itulah terletak murka Allah Ta’ala.\r- Demikian pula lailatul qadar diselinapkan dalam bulan ramadhan, agar sebulan penuh diisi dengan berbagai ibadah, karena seperti tersebut dalam hadis, ibadah sunnah yang dilakukan tepat di malam lailatul qadar itu bernilai ibadah fardlu. Bahkan Imam An-Nakho’iy menyatakan :\r“satu rakaat shalat dalam lailatul qadar lebih utama dibanding 1000 rakaat di luar lailatul qadar, dan sekali membaca tasbih, di situ lebih utama dibanding 1000 kali membacanya di luar malam itu “.\rDemikian pula hendaknya diisi dengan banyak ibadah karena malam yang istimewa itu lebih baik dari pada 1000 bulan yaitu terhitung 83 tahun, 4 bulan ( surat Al Qadar ).","part":1,"page":317},{"id":318,"text":"- Para wali ( kekasih Allah ) diselinapkan ditengah-tengah para manusia, agar jangan suka menghina seorangpun, tapi justru memohon berkah doa dari sekalian manusia, dengan harapan dapat menepati pada wali Allah, maka tidak benar menghina seseorang walaupun tampaknya remeh, karena siapa tahu dia adalah wali Allah.\r- Ajal kematian dirahasiakan disepanjang usia , maka hendaklah di setiap denyut jantung selalu digunakan menghimpun bekal untuk mati dengan cara beribadah, karena siapa tahu kematian datang dengan tiba-tiba.\r- Shalat wustho ialah shalat yang paling utama dan istimewa. Ia disembunyikan Allah dalam sekalian shalat, agar setiap orang memperhatikan untuk melakukan shalat sesempurna mungkin, dengan harapan menepati pada shalat wustho, siapa tahu kita sedang sholat dan ternyata itu adalah sholat wustho.\r> Mas Hamzah\rLihat juga kitab tambihul ghofiln (1/542) :\rقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ، قَدِ انْغَمَسَتْ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ،وَأَطْلَعَتْ رَأْسَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَمَاكِنَ: أَوَّلُهَا: رِضَا اللَّهِ تَعَالَى قَدِ انْغَمَسَ فِي الطَّاعَاتِ، وَأَطْلَعَ رَأْسَهُ فِي بَيْتِ الْأَسْخِيَاءِ.وَالثَّانِي: سَخَطُ اللَّهِ تَعَالَى، قَدِ انْغَمَسَ فِي الْخَطَايَا، وَأَطْلَعَ رَأْسَهُ فِي بَيْتِ الْبُخَلَاءِ.وَالثَّالِثُ: طِيبُ الْعَيْشِ، وَسِعَةُ الرِّزْقِ، اخْتَفَى فِي الْمَثُوبَاتِ، فَأَطْلَعَ رَأْسَهُ فِي بُيُوتِ الْمُصَلِّينَ.وَالرَّابِعُ: ضِيقُ الْمَعِيشَةِ، انْغَمَسَ فِي الْعُقُوبَاتِ، فَأَطْلَعَ رَأْسَهُ فِي بُيُوتِ الْمُتَهَاوِنِينَ بِالصَّلَاةِ.>","part":1,"page":318},{"id":319,"text":"Sebagian ulama ahli hikmah berkata : ada 4 perkara yang tenggelam di 4 tempat, dan kepalanya muncul di 4 tempat :\r1- Keridloan Allah tenggelam pada ketaatan-ketaatan. dan kepalanya muncul di rumah orang-orang yang dermawan.\r2- Murka Allah tenggelam dalam kesalahan, kekeliruan. dan kepalanya muncul di rumah orang-orang yang bakhil.\r3- Nyamannya hidup, Luasnya rizqi tersembunyi di dalam pahala. dan kepalanya muncul di rumah-rumah orang yang sholat.\r4- Kesulitan/sempitnya hidup tersimpan dalam siksaan-siksaan. dan kepalanya muncul di rumah-rumah orang yang meremehkan/mengentengkan sholat. (Terj. Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku). Wallahu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/909207695768706/\rwww.fb.com/notes/909856392370503\r3816. MAKSUD DARI \"HATI YANG MATI\"\rPERTANYAAN :\r> Darga San Qtho\rAssalamu'alaikum. Apa dan bagaimana yang dimaksud dengan \"hati yang mati\", dan apa yang dimaksud dengan cahaya hikmah ?. Mohon bantuannya.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikum salam. Maksud hati yang mati adalah terlena dengan kecintaan dunia atau cinta dunia hingga memalingkan diri dari akhirat. Pendapat lain adalah kekufuran, dan menurut pendapat lainnya adalah penyesalan dihari kiamat. Maka ketika hati seseorang telah mati, maka ia tidak lagi menerima nasihat-nasihat agama\rمغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج, جـ 1 صـ 313-314\rقيل : والمراد بموت القلوب شغفها بحب الدنيا ، وقيل الكفر ، وقيل الفزع يوم القيامة\rحاشية الجمل على فَتْحِ الْوَهَّابِ بِشَرْحِ مَنْهَجِ الطُّلَّابِ (6/247).","part":1,"page":319},{"id":320,"text":"وَالْمُرَادُ بِمَوْتِ الْقُلُوبِ شَغَفُهَا بِحُبِّ الدُّنْيَا أَخْذًا مِنْ خَبَرِ { لَا تَدْخُلُوا عَلَى هَؤُلَاءِ الْمَوْتَى قِيلَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْأَغْنِيَاءُ } وَقِيلَ الْكُفْرُ أَخْذًا مِنْ وْله تَعَالَى { أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ } أَيْ كَافِرًا فَهَدَيْنَاهُ وَقِيلَ الْفَزَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَخْذًا مِنْ خَبَرِ { يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ أَوْ غَيْرُهَا وَاسَوْأَتَاه أَتَنْظُرُ الرِّجَالُ إلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَالنِّسَاءُ إلَى عَوْرَاتِ الرِّجَالِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ لَهُمْ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ شُغُلًا لَا يَعْرِفُ الرَّجُلُ أَنَّهُ رَجُلٌ وَلَا الْمَرْأَةُ أَنَّهَا امْرَأَةٌ }.\rنهاية المحتاج إلى شرح المنهاج, جـ 2 صـ 397.\rوَالْمُرَادُ بِمَوْتِ الْقُلُوبِ شَغَفُهَا بِحُبِّ الدُّنْيَا أَخْذًا مِنْ خَبَرِ { لَا تَدْخُلُوا عَلَى هَؤُلَاءِ الْمَوْتَى ؟ قِيلَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الْأَغْنِيَاءُ } وَقِيلَ الْكَفَرَةُ أَخْذًا مِنْ قَوْله تَعَالَى { أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ } أَيْ كَافِرًا فَهَدَيْنَاهُ. وَقِيلَ الْفَزَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَخْذًا مِنْ خَبَرِ { يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا ، فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ : ، أَوْ غَيْرُهَا وَاسَوْأَتَاهُ ، أَتَنْظُرُ الرِّجَالُ إلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَالنِّسَاءُ إلَى عَوْرَاتِ الرِّجَالِ ؟ فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ لَهُمْ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ شُغْلًا لَا يَعْرِفُ الرَّجُلُ أَنَّهُ رَجُلٌ وَلَا الْمَرْأَةُ أَنَّهَا امْرَأَةٌ }.\rBaca juga obat dan penawar dari hati yang mati :","part":1,"page":320},{"id":321,"text":"www.piss-ktb.com/2012/02/754-penawar-hati.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/832269850129158/\r3820. ISTILAH AL-MAQOM DAN AL-HAAL DALAM ILMU TASAWUF\rPERTANYAAN :\r> Abu Ata\rAssalaamu'alaikum wr wb. Dalam Fan Tasawuf, Ada istilah Ahwal dan Maqomat. Apa arti dari kedua ishthilah tersebut ? Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum Salam Wr Wb. Saya kutipkan dalam kitab Risalatul Qusyairiyyah Hal 56-57 :\rالمقام ما يتحقق به العبد بمنازلته من الآداب مما يتوصل إليه بنوع تصرف ، ويتحقق به بضرب تطلب ومقاساة تكلف ، فمقام كل واحد موضع إقامته عند ذلك ، وما هو منشغل بالرياضة له ، وشرطه ألا يرتقي من مقام إلى مقام آخر ما لم يستوف أحكام ذلك المقام ، فإن من لا قناعة له لا يصح له التوكل ، ومن لا توكل له لا يصح له التسليم ، وكذلك من لا توبة له لا تصح له الإنابة ، ومن لا ورع له لا يصح له الزهد ، والمقام هو: الإقامة ، كالمدخل بمعنى الإدخال والمخرج بمعنى الإخراج ، ولا يصح لأحد منازلة مقام إلا بشهود إقامة الله تعالى إياه بذلك المقام، ليصح بناء أمره على قاعدة صحيحةالحال بأنه المعنى الذي يرد على القلب من غير تعمد ولا اجتلاب ولا اكتساب والأحوال مواهب، والمقامات مكاسب ، والأحوال تأتي من غير الوجود ، والمقامات تحصل ببذل المجهود ، وصاحب المقام ممكن في مقامه ، وصاحب الحال مترق عن حاله .وتأتي الأحوال كالبروق فلا تدوم أبداً ، فإذا دامت فهي من أحاديث النفس\rUraian Ringkas :\r1. Al-Maqomat","part":1,"page":321},{"id":322,"text":"Secara harfiyah, Maqomat merupakan jamak dari kata maqom yang berarti tempat berpijak atau pangkat mulia . Sedangkan dalam ilmi Tasawuf, Maqomat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa yang telah diusahakan, baik melalui Riyadhoh, Ibadah, maupun Mujahadah. Disamping itu, Maqomat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Maqom dilalui seorang hamba (saalik ) melalui usaaha yang sungguh-sungguh dalam melakukan sejumlah kewajiban yang harus ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Seorang hamba (saalik) tidak akan mencapai Maqom berikutnya sebelum menyempurnakan Maqom sebelumnya.\r2. Al-Ahwaal\rAhwal adalah bentuk jamak dari ‘hal’ yang biasanya diartikan sebagai keadaan mental (mental states) yang dialami oleh para sufi di sela-sela perjalanan spiritualnya.Ibn Arabi menyebut hal sebagai setiap sifat yang dimiliki seorang salik pada suatu waktu dan tidak pada waktu yang lain, seperti kemabukan dan fana’. Eksistensinya bergantung pada sebuah kondisi. Ia akan sirna manakala kondisi tersebut tidak lagi ada. Hal tidak dapat dilihat dilihat tetapi dapat dipahami dan dirasakan oleh orang yang mengalaminya dan karenanya sulit dilukiskan dengan ungkapan kata.","part":1,"page":322},{"id":323,"text":"Telah disebutkan diatas bahwa penjelasan mengenai perbedaan maqamat dan hal membingungkan karena definisi dari masing-masing tokoh tasawuf berbeda tetapi umumnya yang dipakai sebagai berikut: Maqamat adalah perjalanan spiritual yang diperjuangkan oleh para sufi untuk memperolehnya. Perjuangan ini pada hakikatnya merupakan perjuangan spiritual yang panjang dan melelahkan untuk melawan hawa nafsu termasuk ego manusia yang dipandang sebagai berhala besar dan merupakan kendala untuk menuju Tuhan. Didalam kenyataannya para Salik memang untuk berpindah dari satu maqam ke maqam lain memerlukan waktu berbilang tahun, sedangkan “ahwal” sering diperoleh secara spontan sebagai hadiah dari Tuhan. Lebih lanjut kaum sufi mengatakan bahwa Hal adalah anugerah dan maqam adalah perolehan (kasb). Tidak ada maqam yang tidak dimasuki hal dan tidak ada hal yang terpisah dari maqam.","part":1,"page":323},{"id":324,"text":"Beberapa ulama mengatakan bahwa hal adalah sesuatu yang tidak diam dan tidak mengikat (dinamis). Al-Gazali dalam memberi pandangan yang menyatakan bahwa apabila seseorang telah mantap dan tetap dalam suatu maqam, ia akan memperoleh suatu perasaan tertentu dan itulah hal. Mengenai hal ini ia juga memberi contoh tentang warna kuning yang dapat dibagi menjadi dua bagian, ada warna kuning yang tetap seperti warna kuning pada emas dan warna kuning yang dapat berubah seperti pada sakit kuning. Seperti itulah kondisi atau hal seseorang. Kondisi atau sifat yang tetap dinamakan maqam sedangkan yang sifatnya berubah dinamakan hal. Menurut Syihabuddin Suhrawardi seseorang tidak mungkin naik ke maqam yang lebih tinggi sebelum memperbaiki maqam sebelumnya. Namun, sebelum beranjak naik, dari maqam yang lebih tinggi turunlah hal yang dengan itu maqamnya menjadi kenyataan. Oleh karena itu, kenaikan seorang salik dari satu maqam ke maqam berikutnya disebabkan oleh kekuasaan Allah dan anugerahNya, bukan disebabkan oleh usahanya sendiri. Sebagaimana halnya dengan maqam, hal juga terdiri dari beberapa macam. Namun, konsep pembagian atau formulasi serta jumlah hal berbeda-beda dikalangan ahli sufi. Diantara macam-macam hal yaitu; muraqabah, khauf, raja’, syauq, Mahabbah, tuma’ninah, musyahadah, yaqin. Wallahu A'lam\rTerjemah bebas dari Risalatul Qusyairiyyah dikutip dari : Maqomat Dan Ahwal\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/820748974614579/\rwww.fb.com/notes/917570594932416\r3827. PERBEDAAN ANTARA UJIAN DAN SIKSAAN\rPERTANYAAN :\r> Adhie We","part":1,"page":324},{"id":325,"text":"Assalamu'alaikum. Bagaimana membedakan antara ujian, cobaan dan siksaan yang dipercepat. Matur suwun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum Salam Wr Wb. Bala' atau musibah itu ada tiga macam tujuannya : Yaitu bala' sebagai hukuman, bala' sebagai penghapus dosa dan bala' sebagai pengangkat derajat.\rHal ini berdasarkan keadaan atau reaksi orang yang terkena bala' tersebut, sebagaimana keterangan dari Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani dalam kitab At Tabaqotul Kubro karya Syeikh Abdul Wahhab As-Sya'roni. Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani berkata :\rعلامة الابتلاء على وجه العقوبة، والمقابلة عدم الصبر عند وجود البلاء والجزع، والشكوى إلى الخلق، وعلامة الابتلاء تكفيراً، وتمحيصاً للخطيئات، وجود الصبر الجميل من غير شكوى، ولا جزع ولا ضجر، ولا ثقل في أداء الأوامر، والطاعات، وعلامة الابتلاء لارتفاع الدرجات، وجود الرضا والموافقة، وطمأنينة النفس والسكون للأقدار حتى تنكشف\r\" Tandanya bala'/ musibah sebagai hukuman dan pembalasan adalah orang yang menerima bala' tersebut tidak bersabar, malah bersedih dan mengeluh kepada makhluk. Tandanya bala'/musibah sebagai penebus dan penghapus kesalahan-kesalahan adalah kesabaran yang bagus tanpa adanya mengeluh , tidak bersedih dan tidak gelisah, serta tidak merasa berat ketika melakukan ketaatan - kataatan. Sedangkan tandanya bala'/ musibah sebagai pengangkat derajat adalah adanya ridho, merasa cocok dan tenangnya jiwa serta tunduk patuh terhadap ketetapan ketetapan Allah hingga hilangnya bala' tersebut \". Wallohu A'lam.\rBaca Juga Artikel Terkait\r3247. Hakikat Ujian Dan Cobaan Hidup\r0387. Hikmah Dibalik Ujian Hidup\rLINK ASAL","part":1,"page":325},{"id":326,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/922970877725721/\rwww.fb.com/notes/924305440925598\r3912. HUKUM BERMUKA MASAM PADA ORANG AHLI MAKSIAT\rPERTAYAAN :\rAssalamu'alaikum, bagaimana hukum nya jika bertemu dengan orang ahli bermaksiat... wajah kita masam.... merengut.. tidak ceria dll.... [ Zanzanti Yanti Andeslo ]\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalam. Benci kepada pekerjaan maksiat nya memang wajib, tapi benci kepada orangnya tidak boleh, karena kita belum tentu lebih baik dari dia di hadapan Allah.\r.وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ\rArtinya : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Lukman: 18).\rJanganlah palingkan wajahmu dari orang lain ketika engkau berbicara dengannya atau diajak bicara. Muliakanlah lawan bicaramu dan jangan bersifat sombong. Bersikap lemah lembutlah dan berwajah cerialah di hadapan orang lain. Lihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 Halaman 338 :\rوقوله: { وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ } يقول: لا تُعرِضْ بوجهك عن الناس إذا كلمتهم أو كلموك، احتقارًا منك لهم، واستكبارًا عليهم ولكن ألِنْ جانبك، وابسط وجهك إليهم\rDalam kitab Al hikam ( Ibnu Athoillah ) diterangkan : Kemaksiatan yang menimbulkan rasa rendah diri dan harapan (akan rahmat dan belas kasih Allah), lebih baik daripada taat yang membangkitkan rasa mulia diri dan keangkuhan”.","part":1,"page":326},{"id":327,"text":"Perasaan hina dan rasa rendah diri karena perbuatan maksiat yang melekat pada diri, adalah sifat hamba (ubudiyah). Dan perasaan Maha Mulia dan Maha Besar adalah sifat Tuhan (Rubibiyah). Adapun sifat seperti yang dimaksud adalah sikap yang harus dimiliki oleh hamba yang melekat pada dirinya dosa-dosa, hendaklah ia tidak merasa hina dan rendah diri. Ia harus berpengharapan penuh dengan rahmat Allah. Orang seperti ini adalah orang yang lebih baik dari pada orang yang merasa telah banyak beribadah dan taat kepada-Nya, akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan tinggi hati dengan amal ibadahnya itu.\rDalam Shahih Muslim No. 6857 Juz 8 Halaman 37 :\rحَدَّثَنِى أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِىُّ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ - يَعْنِى الْخَزَّازَ - عَنْ أَبِى عِمْرَانَ الْجَوْنِىِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِىَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».\rArtinya : telah menceritakan kepadaku ghassan al-misma’I, telah menceritakan kepada kami ‘utsman bin umar, telah menceritakan kepada kami yakni al-khazzar, dari imron al-jauni, dari abdillah bin ash-shomit, dari abi dzar, ia berkata, Rasulullah saw bersabda kepadaku : Janganlah engkau menganggap remeh suatu kebaikan, walaupun sekedar bermanis muka ketika engkau bertemu dengan saudaramu.\rNamun sebaiknya kita menghindari dari berteman dengan orang yang ahli maksiat, lebih-lebih jika kita masih awam dan mudah terpengaruh orang lain.","part":1,"page":327},{"id":328,"text":"مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة\r“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628) Imam Muslim rahimahullah mencantumkan hadits di atas dalam Bab : Anjuran Untuk Berteman dengan Orang Shalih dan Menjauhi Teman yang Buruk”. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat permisalan teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’, ilmu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.” (Syarh Shahih Muslim 4/227)","part":1,"page":328},{"id":329,"text":"Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan : “Hadits di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari 4/324)\rIbnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata :\rوفى جملة، فينبغى أن يكون فيمن تؤثر صحبته خمس خصال : أن يكون عاقلاً حسن الخلق غير فاسق ولا مبتدع ولا حريص على الدنيا\r“ Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut : orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia” (Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36).\rPada kenyataannya, orang yang pesismis ( termasuk bermuka masam ) bisa memberi madharat kepada dirinya dan kepada lainnya. Ia berusaha menghilangkan semua upaya perbaikan dan bersikap membatu terhadap karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :\rوَاللَّهِ َلأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاًوَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ\r“Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala , sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kepada seseorang melalui tanganmu lebih baik bagimu dari pada memperoleh unta merah.”","part":1,"page":329},{"id":330,"text":"Sebagai obat bagi berbagai macam penyakit baik penyakit jasmani maupun rohani. Rasulullah saw, bersabda: “Obatilah orang-orang yg sakit diantaramu dgn shadaqah.” (Shahih At-targhib) beliau juga bersabda kpd orang yg mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: “Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pada orang miskin & usaplah kepala anak yatim.” (Hadis Riwayat: Ahmad). Wallohu a'lam. (ALF)\rMUJAWWIB : Nur Hasyim S. Anam, N Abror, Hariz Jaya\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/712459378776873/\rwww.fb.com/notes/931183610237781\r3920. MENCARI KERIDHOAN ALLAH DALAM SETIAP AKTIFITAS IBADAH\rPERTANYAAN :\r> Hamba Penuh Dosa Al Faqir\rAssalaamu'alaikum. Afwan,mohon pencerahannya... hal-hal apa sajakah yang di senangi oleh Allah SWT ? sehingga Allah swt memberi Ridho dan Rahmat-Nya kepada orang tersebut ? syukron katsir\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dalam Nashoihul 'Ibaad Hal 43-44 disebutkan Sebuah atsar dari sayyidina umar bin khothob menyebutkan :\rان الله تعالى كتم ستة فى ستة كتم الرضا فى طاعة وكتم الغضب فى معصية وكتم ليلة القدر فى شهر رمضان وكتم اولياءه فيما بين الناس وكتم الموت فى العمر وكتم الصلاة الوسطى فى الصلوات - نصا ئح العباد\rSesungguhnya Allah Ta’ala menyembunyikan enam perkara di dalam enam hal, yaitu :\r1. Menyembunyikan ridhoNya dalam perbuatan taat,\r2. Menyembunyikan murkaNya dalam perbuatan maksiyat,\r3. Menyembunyikan lailatur Qadar dalam bulan ramadhan,\r4. Menyelinapkan waliNya di tengah-tengah manusia,\r5. Merahasiakan kematian di sepanjang umur,\r6. Menyembunyikan shalat dalam sekalian shalat.","part":1,"page":330},{"id":331,"text":"- Ridha Allah disembunyikan dalam perbuatan taat, agar setiap orang memperhatikan segala bentuk perbuatan taat dengan harapan menepati tempat ridha Allah. Karena itu jangan meremehkan perbuatan taat sekecil apapun , karena bisa jadi justru dalam yang kecil itulah disembunyikan ridha Allah.\r- Murka Allah disembunyikan dalam perbuatan maksiyat, karena itu hendaknya dijauhi segala bentuk maksiyat sekecil apapun, siapa tahu, pada yang kecil itulah terletak murka Allah Ta’ala.\r- Demikian pula lailatul qadar diselinapkan dalam bulan ramadhan, agar sebulan penuh diisi dengan berbagai ibadah, karena seperti tersebut dalam hadis, ibadah sunnah yang dilakukan tepat di malam lailatul qadar itu bernilai ibadah fardlu. Bahkan Imam An-Nakho’iy menyatakan : “satu rakaat shalat dalam lailatul qadar lebih utama dibanding 1000 rakaat di luar lailatul qadar, dan sekali membaca tasbih, di situ lebih utama dibanding 1000 kali membacanya di luar malam itu “. Demikian pula hendaknya diisi dengan banyak ibadah karena malam yang istimewa itu lebih baik dari pada 1000 bulan yaitu terhitung 83 tahun, 4 bulan ( surat Al Qadar ).\r- Para wali ( kekasih Allah ) diselinapkan ditengah-tengah para manusia, agar jangan suka menghina seorangpun, tapi justru memohon berkah doa dari sekalian manusia, dengan harapan dapat menepati pada wali Allah, maka tidak benar menghina seseorang walaupun tampaknya remeh, karena siapa tahu dia adalah wali Allah.","part":1,"page":331},{"id":332,"text":"- Ajal kematian dirahasiakan disepanjang usia , maka hendaklah di setiap denyut jantung selalu digunakan menghimpun bekal untuk mati dengan cara beribadah, karena siapa tahu kematian datang dengan tiba-tiba.\r- Shalat wustho ialah shalat yang paling utama dan istimewa. Ia disembunyikan Allah dalam sekalian shalat, agar setiap orang memperhatikan untuk melakukan shalat sesempurna mungkin, dengan harapan menepati pada shalat wustho, siapa tahu kita sedang sholat dan ternyata itu adalah sholat wustho. Wallahu a'lam. (Rz)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/826293497393460/\rwww.fb.com/notes/931454486877360\r3929. TA'RIF DARI DA'WAH\rPERTANYAAN :\r> Simfoni Hitam\rAssalaam alaykum, apa ta'rif da'wah ? afwan\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Definisi atau Ta'rif Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.\rBeberapa bentuk da'wah :","part":1,"page":332},{"id":333,"text":"- Dakwah Ammah merupakan jenis dakwah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Media yang dipakai biasanya berbentuk khotbah.\r- Da'wah Bil lisan Dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). dakwah jenis ini akan menjadi efektif bila: disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.\r- Dakwah bil al-Hal adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad'ulah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah.Pada saat pertama kali Rasulullah Saw tiba di kota Madinah, beliau mencontohkan Dakwah bil-Haal ini dengan mendirikan Masjid Quba, dan mempersatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.","part":1,"page":333},{"id":334,"text":"- Da'wah Bi-Tadwin/Tulisan Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada\".\r- Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif. [http://id.wikipedia.org/wiki/Dakwah]. Wallohu a'lam. (ALF)\r- Tafsir Qurthuby :\rقوله تعالى : ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين[ ص: 182 ] فيه مسألة واحدة - هذه الآية نزلت بمكة في وقت الأمر بمهادنة قريش ، وأمره أن يدعو إلى دين الله وشرعه بتلطف ولين دون مخاشنة وتعنيف ، وهكذا ينبغي أن يوعظ المسلمون إلى يوم القيامة فهي محكمة في جهة العصاة من الموحدين ، ومنسوخة بالقتال في حق الكافرين . وقد قيل : إن من أمكنت معه هذه الأحوال من الكفار ورجي إيمانه بها دون قتال فهي فيه محكمة . والله أعلم .\r- Tafsir Thobary :","part":1,"page":334},{"id":335,"text":"يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم ( ادع ) يا محمد من أرسلك إليه ربك بالدعاء إلى طاعته ( إلى سبيل ربك ) يقول : إلى شريعة ربك التي شرعها لخلقه ، وهو الإسلام ( بالحكمة ) يقول بوحي الله الذي يوحيه إليك وكتابه الذي ينزله عليك ( والموعظة الحسنة ) يقول : وبالعبر الجميلة التي جعلها الله حجة عليهم في كتابه ، وذكرهم بها في تنزيله ، كالتي عدد عليهم في هذه السورة من حججه ، وذكرهم فيها ما ذكرهم من آلائه ( وجادلهم بالتي هي أحسن ) يقول : وخاصمهم بالخصومة التي هي أحسن من غيرها أن تصفح عما نالوا به عرضك من الأذى ، ولا تعصه في القيام بالواجب عليك من تبليغهم رسالة ربك .\rوبنحو الذي قلنا في ذلك ، قال أهل التأوي\r- Tafsir Baghowi :\r( ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين ( 125 )( ادع إلى سبيل ربك بالحكمة ) بالقرآن ، ( والموعظة الحسنة ) يعني مواعظ القرآن .\rوقيل : الموعظة الحسنة هي الدعاء إلى الله بالترغيب والترهيب .\rوقيل : هو القول اللين الرقيق من غير غلظة ولا تعنيف .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/819567434732733/\rwww.fb.com/notes/932395953449880\r3940. HUKUM WANITA MENJADI MURSYID THORIQOH\rPERTANYAAN :\r> Imam Qulyubi\rAssalamu alaikum, masalah Thoriqoh : apakah boleh wanita menjadi seorang mursyid ?\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam. Kutipan bahtsul masail para ahli thoriqoh an nahdiyah :","part":1,"page":335},{"id":336,"text":"Deskripsi Masalah : Dengan munculnya istilah emansipasi wanita, maka banyak pekerjaan yang dulu dikerjakan laki-laki sekarang banyak dilakukan wanita. Bahkan para wanita yang memimpin dalam aktivitas keagamaan, misalnya imam tahlil/yasin, dai, guru ngaji dan lain sebagainya. Pertanyaan : Bolehkah seorang wanita menjadi imam khususi / tawajuhan atau amalan amalan thoriqiyah yang lain !\rJawab : Wanita tidak boleh menjadi imam khushushiyyah / tawajuhhan dan amaliyah thoriqoh lainnya apabila jamaahnya bersifat umum (terdapat laki-laki dan wanita), adapun bila jamaahnya khusus wanita maka seorang wanita boleh mengimaminya. Sedangkan menurut Thoriqoh Tijaniyyah, dalam memberikan ijazah wirid, dzikir atau amalan-amalan thoriqoh Tijaniyah tidak dipersyaratkan harus laki-laki, yang mesti adalah harus mempunyai keahlian (kewenangan), sehingga seorang wanita diperbolehkan asalkan telah memenuhi syarat dan sudah mendapatkan izin dari al-muqaddam al-muthlaq\rومأخذه :(1) الميزان الكبرى. الجزء الثاني ( ص/ 189) ونصه :وقد أجمع أهل الكشف على اشتراط الذكورة في كل داع إلى الله ولم يبلغنا أن أحدا من نساء السلف الصالح تصدرت لتربية المريدين أبدا","part":1,"page":336},{"id":337,"text":"(2) رفع الاعتراض والملام على من قدم المرأة. (ص/ 1) ونصه :واعلم أيها الأخ أن تقديم النساء لاعطاء الورد التجاني اللازم وغيره من أسرار الطريقة وأورادها الخاصة جائز لا اعتراض على فاعله ولا لوم بشرط الأهلية في ذلك، والدليل على ذلك أن جميع مشايخ الطريقة الذين وضعوا التأليف في شأن الورد ما اشترطوا الذكورة في المقدم وإنما اشترطوا الأهلية فقط كما هو مبسوط في كتبهم كبغية المستفيد إلى أن قال وقال في الكوكب الوهاج عند قول صاحب المتن لقنه فتأهل أي مقدم فيه أهلية للتلقين سواء كان ذكرا أو غيره قلت فقوله وغيره فيه تصريح في جواز تقديم المرأة.\r> Ibnu Hasyim Alwi\rWanita menjadi Mursyid Tidak boleh dan dinyatakan tidak sah, karena ulama ahlul khos telah sepakat bahwa syarat mursyid adalah laki-laki dan tidak pernah terjadi dari seorang wanita manapun mulai sejak dulu mendidik / membaiat karena kedudukan wanita itu sendiri. Meskipun terdapat seorang wanita yang mencapai derajat mulia dan sempurna seperti Maryam binti Imran atau seorang shufiah terkenal Rabi’ah al-Adawiyah. Wallaahu A'lam. (Di)\rالميزان الكبرى ( ص / 189 )قد أجمع أهل الكشف على اشتراط الذكورة في كل داع إلى الله ولم يبلغنا أن أحدا من نساء السلف الصالح تصدرت لتربية المريدين أبدا. لنقص النساء في الدرجات وإن ورد الكمال في بعضهن كمريم ابن عمران وآسية امرءة فرعون فذلك كمال بالنسبة للتقوى والدين لابالنسبة للحكم بين الناس وتسليكهم فى مقامات الولاية وغاية أمر المرأة أن تكون عابدة زاهدة كرابعة العدوية وبالجملة فلايعلم بعد عائشة رضي الله عنها مجتهدة من جهة امهات المؤمنين ولا كاملة تلحق بالرجال ـ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/931520113537464/\rwww.fb.com/notes/932429986779810\r3982. INILAH RESEP JITU BISA ISTIQOMAH\rPERTANYAAN :","part":1,"page":337},{"id":338,"text":"> Kirek Sarungan\rAssalamu'alaikum , Apa sajakah resep agar menjadi Istiqomah ?\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rWa'alaikum salam , Definisi atau Ta'rif istiqomah\rالاستقامة : هي سلوك الطريق المستقيم، وهو الدين القويم من غير تعويج عنه يمنة و لا يسرة، و يشمل ذلك فعل الطاعات كلها الظاهرة و الباطنة و ترك المنهيات كلها كذلك \"\rYang dimaksud istiqomah adalah menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya. Inilah pengertian istiqomah yang disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali.\rSedangkan menurut Ibnu Hajar dalam Fathul baari syarh shohih bukhori,beliau menjelaskan :\rقوله : استقيموا ) أي اسلكوا طريق الاستقامة وهي كناية عن التمسك بأمر الله تعالى فعلا وتركا\rFirman Allah lafadz \"استقيموا \" ya'ni : Tempuhlah jalan (agama) dengan istiqomah.\rIstiqomah ialah kinayah atau kiasan dari Tamassuk (berpegang teguh) pada perintah Allah SWT,baik perintah untuk mengerjakan dan perintah larangan untuk meninggalkan.\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=52&ID=4001&idfrom=13310&idto=13333&bookid=52&startno=6\rKeterangan lain dalam Durrotun Nashihin Hal 200 :\rقال بعضهم الاستقامة باربعة اشياء الطاعة في مقابلة الامر ،والتقوي في مقابلة النهي ، والشكر في مقابلة النعمة ، والصبر في مقابلة الجنة","part":1,"page":338},{"id":339,"text":"Berkata sebagian Ulama : \" Istiqomah terdapat pada empat perkara : Taat ketika menjalankan perintah-Nya, Taqwa ketika menjauhi larangan-Nya, Syukur ketika mendapatkan ni'mat-Nya dan Sabar ketika menempuh jalan yang menghantarkannya ke syurga \". Wallahu A'lam [Rz]\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/934854383204037\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934097859946356\r4088. TENTANG AHWAL DI DUNIA TASAWWUF\rPERTANYAAN :\r> Abu Muhammad Firdaus\rAssalamu 'alaikum. Mohon bantuan jawabannya dari para Sesepuh. Pengertian / Penjelasan dan yang dimaksud dengan 'Dzauq Tajribah' dan 'ahwal' dalam Tasawwuf .. Terimakasih .\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rHal mufrod dari ahwal, artinya menurut kaum sufi adalah makna yang datang kedalam hati dengan tanpa kesengajaan, tanpa penarikan dan tanpa usaha dari mereka, baik yang datang itu berupa keguncangam kesedihan, kelapangan, kesempitan, kerinduan, kegelisahan, perasaan takut maupun butuh.ahwal adalah pemberian sedangkan maqomat adalah hasil usaha.ahwal datang tanpa wujud sedangkan maqomat bisa hasil dengan mencurahkan segenap usaha,pemilik maqomat bertempat di maqomnya sedangkan pemilik ahwal naik dari halnya.\rDzun nun almisri ditanyai tentang 'arif beliau menjawab : \"sebelumnya ada disini kemudian hilang \"\rSebagian guru suffi berkata : “ ahwal ibarat kilat, jika hal itu sedang menetapi hati maka akan menjadi suara hati”.\rSebagian guru sufi lain berpendapat bahwa ahwal sebagaimana namanya yaitu sebagaimana dia bertempat dihati kemudian hilang saat itu juga.\rSebagian ulama' sufi bersyair :","part":1,"page":339},{"id":340,"text":"Jikalau tidak bertempat maka tidak disebut sebagai hal # Dan setiap sesuatu yang menempati maka telah hilang,\rLihatlah pada bayang-bayang ketika telah sampai puncaknya # Maka dia berkurang ketika panjang. Wallaahu A'lam ( MI )\r- kitab risalatul qusyairiyah (1/154) :\rوالحال عِنْدَ الْقَوْم: معنى يرد عَلَى القلب من غَيْر تعمد مِنْهُم ولا اجتلاب ولا اكتساب لَهُمْ من طرب أَوْ حزن أَوْ بسط أَوْ قبض أَوْ شوق أَوِ انزعاج أَوْ هيبة أَوِ احتياج، فالأحوال مواهب والمقامات مكاسب، والأحوال تأتي من غَيْر الوجود والمقامات تحصل ببذل المجهود وصاحب المقام ممكن فِي مقامه وصاحب الحال مترق عَن حاله.وسئل ذو النون الْمِصْرِي عَنِ العارف، فَقَالَ: كَانَ ههنا فَذَهَبَ.وَقَالَ بَعْض المشايخ: الأحوال كالبروق فَإِن بقي فحَدِيث نفس.وَقَالُوا: الأحوال كاسمها يَعْنِي أَنَّهَا كَمَا تحل بالقلب تزول فِي الوقت، وأنشدوا:لو لَمْ تحل مَا سميت حالا ... وكل مَا حال فَقَدْ زالاانظر إِلَى الفيء إِذَا مَا انتهى ... يأخذ فِي النقص إِذَا طالا\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/939853332704142/\rwww.fb.com/notes/941848432504632\r4117. PENGERTIAN RAHMAT ALLAH SWT\rPERTANYAAN :\r> Annas Annas\rassalamua'laykum semoga smuanya selalu ada dalam kasih sayang Allah.amiin, mohon bantuan pencerahannya, apa yang dimaksud dengan rohmat Allah? terimakasih\rJAWABAN :\r> Kumbang Gurun\rWa'alaikum salam, \" rahmat adalah bentuk kebaikan atau bentuk nikmat, nikmat penciptaan dan nikmat susulan ( syeh Ibnu Athoilah rah ).\r> Moh Ilhamudin\rWa alaikum salam. Ibnu Katsir berkata : Mawaddah adalah mahabbah ( cinta kasih ). Rohmat adalah ro'fah ( belas kasih )","part":1,"page":340},{"id":341,"text":"قال الحافظ ابن كثير رحمه الله : \" المودة هي : المحبة ، والرحمة هي : الرأفة ، فإن الرجل يمسك المرأة إما لمحبته لها ، أو لرحمة بها بأن يكون لها منه ولد \"\rhttp://islamqa.info/ar/101130\r> Mas Hamzah\rDalam surat al a'rof ayat 56 Allah ta'ala berfirman :\rإِنَّ رَحْمَة اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ\r\"Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik \", menurut imam qurtuby rahmat dan rahm itu satu maknanya adalah ampunan .waqila maknanya rahmat adalah kebaikan, menurut imam at tobary dan sa'id bin jubair maknanya rahmat adalah pahala, rahmat Allah adalah pahala Allah. Wallohu a'lam.\r- kitab tafsir al qurtuby (7/205) :\rقوله تعالى إن رحمة الله قريب من المحسنين ولم يقل قريبة . ففيه سبعة أوجه : أولها أن الرحمة والرحم واحد ، وهي بمعنى العفو والغفران ; قاله الزجاج واختاره النحاس . وقال النضر بن شميل : الرحمة مصدر ، وحق المصدر التذكير ; كقوله : فمن جاءه موعظة وهذا قريب من قول الزجاج ;لأن الموعظة بمعنى الوعظ . وقيل : أراد بالرحمة الإحسان\r- kitab tafsir at tobary (12/487) :\r\" إن رحمة الله قريب من المحسنين \" ، يقول تعالى ذكره : إن ثواب الله الذي وعد المحسنين على إحسانهم في الدنيا ، قريب منهم ، وذلك هو رحمته ، لأنه ليس بينهم وبين أن يصيروا إلى ذلك من رحمته وما أعد لهم من كرامته إلا أن تفارق أرواحهم أجسادهم .\r- kitab tafsir al baghowy (3/238) :\r( إن رحمة الله قريب من المحسنين ) ولم يقل قريبة ، قال سعيد بن جبير : الرحمة هاهنا الثواب\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/943324839023658\r4118. APA SIH WALI ABDAL ITU ?\rPERTANYAAN :\r> Dede Risdiandi\rAssalamu'alaikum. Mau nanya, apa sih itu wali abdal.?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati","part":1,"page":341},{"id":342,"text":"Wa alaikum salam, dalam kitab Sirojut Tholibin juz 1 hal 262 :\rقال بعضهم علامة الابدال ان لا يولد لهم\r[QOLA BA'DLUHUM,ALAMATUL ABDALI AN LA YULADA LAHUM]. Sebagian ulama' berkata, ciri-ciri wali abdal itu tidak mempunyai anak.\rوقال احمد ان لم يكونوا اصحاب الحديث فمن هم\r[WAQOLA AHMAD,INLAM YAKUNU ASHABAL HADIS,FAMAN HUM ?]. Imam ahmad berkata wali-wali abdal siapa lagi kalau bukan ahli hadis ? (Sirojut Tholibin juz 1 hal 262).\rWali AbdalAbdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu ‘Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.Pada tahun 586 di Spanyol, Muhyiddin ibnu ‘Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu ‘Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Muâ’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian. Wallohu a'lam. ( www.piss-ktb.com/2012/02/1076-lain-lain-wali-abdal.html?m=1 ).\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/941402455882563/\rwww.fb.com/notes/944548058901336\r4129. KISAH SUFI TERKENAL\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Muhibbuddin\rAssalamu'alaikum. Saya ingin menyimak kisah kisah sufi yang terkenal. Terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":342},{"id":343,"text":"Waalaikum salam. Berikut kisah Ahmad bin Abil Hiwary dan Abu Sulaiman ad Daroni tentang Obat Was was :\rحلية الأولياء الإمام الحافظ أبو نعيم\rأحمد بن أبي الحواري ، قال : شكوت إلى أبي سليمان الوسواس ، فقال : \" إني أرى ذلك قد غمك يا أبا الحسن ، إن أردت أن ينقطع عنك فإن أحسست بها فافرح بها فإنك إذا فرحت بها انقطع عنك ، فإنه ليس شيء أبغض إليه من سرور المؤمن ، وإن اغتممت منها زادك \" .\rAhmad bin abil hiwary mengadu kepada abu sulaiman ad-adroni tentang was-was. Abu sulaiman berkata : \" Aku melihat bahwa was was telah membuatmu bersedih wahai abal hasan (nama julukan ahmad bin abil hiwary) , jika engkau ingin menghilangkan was was darimu, maka ketika engkau merasa adanya was was, berbahagialah dengan adanya was was itu karena jika engkau merasa bahagia dengan adanya was was maka dia akan pergi darimu. Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih dibenci was was kecuali kebahagiaan seorang mukmin, jika engkau bersedih sebab was was maka dia malah akan bertambah\".\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam. Berikut 3 kisah sufi yang cukup masyhur :\rKisah Pertama","part":1,"page":343},{"id":344,"text":"Kisah 3 (tiga) imam besar yang merasakan lapar teramat sangat ketika sedang berziarah ke Rosulullah SAW. Berkata imam Abu Bakar bin Muqri' : ketika itu aku bersama dua temanku Imam Thabrani dan Imam Abu Syeikh di sekitar makam rasulullah, sungguh ketika itu kami merasakan sangat lapar. Maka ketika waktu isya datang kami menghampiri makam rasulullah dan kami pun berkata : ya rasulullah , rasa lapar ini ya rasullah. Berkatalah Imam Abul Qosim at Thabrani : duduklah , kita hanya punya dua pilihan adakalanya rizqi mendatangi kita atau kematian yang mendatangi kita.\rLalu tertidurlah imam abu bakar dan imam abu syekh sedangkan imam tabhrani tetap masih duduk , maka tiba tiba datang seorang alawi ( keturunan rasulullah) mengetuk pintu dan bersamanya dua orang budak yang membawa masing masing satu keranjang makanan . Maka kami pun makan , setelah kami makan berkatalah alawi tersebut : \"Benar kah kalian yang mengadu pada rasullah tadi ?\" Sesungguhnya aku bermimpi bertemu dengan beliau lalu beliau menyuruhku agar membawakan makan pada kalian. subhanallah.......\rاللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله و صحبه .\rمنقول من مصباح الظلام في المستغيثين بخير الأنام في اليقظة و المنام ص 61. للإمام المحدث الفقيه القدوة أبو عبد الله محمد بن موسى ابن نعمان المزالي التلمساني المالكي.\rقال الإمام أبو بكر ابن مقرئ رحمه الله تعالى : كنت أنا و الطبراني و أبو الشيخ في حرم رسول الله صلى الله عليه و سلم و كنا على حالة و أثر فينا الجوع و واصلنا ذلك اليوم. فلما كان وقت العشاء حضرت قبر النبي صلى الله عليه و سلم فقلت : يا رسول الله الجوع و انصرفت.\rفقال لي أبو القاسم : إجلس فإما أن يكون الرزق أو الموت .","part":1,"page":344},{"id":345,"text":"قال أبو بكر : فنمت أنا و أبو الشيخ ، و الطبراني جالس ينظر في شيء فحضر بالباب علوي فدق ففتحنا له فإذا معه غلامان مع كل واحد منهما زنبيل فيه شيء كثير فجلسنا فأكلنا و ظننا أن الباقي يأخذه الغلام فولى و ترك عندنا الباقي .\rفلما فرغنا من الطعام قال العلوي : يا قوم أشكوتم إلىى رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ فإني رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم في المنام فأمرني أن أحمل بشيء إليكم. و الله أعلم.\rكان الإمام النووي يرى ليلة القدر في صغره فقد ذكره أبوه أنه كان نائما إلى جنبه و قد بلغ من العمر سبع سنين ليلة السابع و العشرين من شهر رمضان فانتبه نحو نصف الليل و قال يا أبت ما هذا الضوء ملأ الدار ؟ فاستيقظ الأهل جميعا , قال أبوه : لم نر كلنا شيئا و لقد عرفت أنها ليلة القدر. (شرح صحيح مسلم ص 101 جزء 1).\rKisah Kedua\rImam Nawawi R.A pernah melihat lailatul qodar sedangkan umurnya ketika itu baru menginjak 7 tahun. Ayahnya menceritakan kisahnya : pada malam ke 27 romadhon imam nawawi tidur disamping ayahnya lalu pada pertengahan malam beliau terbangun dan berkata : wahai ayah ! Cahaya apa ini yang memenuhi seluruh isi rumah ? Maka ketika itu bangun seluruh anggota keluarganya mereka pun terheran dan berkata : kami tidak melihat apa apa. Kemudian ayahnya berkata aku tahu bahwa anak ku ini melihat lailatul qodar.\rو الله أعلم.\rKisah Ketiga\rالمنهج السوي ص 416.\rكان الإمام الشافعي قال : ما كذبت قط و لا حلفت بالله صادقا و لا كاذبا و ما تركت غسل الجمعة في برد و لا سفر و لا غيره وما شبعت منذ ست عشرة سنة إلا شبعة طرحتها من ساعتي.","part":1,"page":345},{"id":346,"text":"Imam Syafi'i R.A berkata : Tidak pernah satu kalipun aku berbohong , tidaklah aku pernah bersumpah dengan kata \" Demi Allah \" baik aku dalam keaadaan benar atau salah , tidaklah aku pernah meninggalkan mandi sunnah untuk menghadiri solat jum'at baik aku dalam ketika cuaca dingin atau dalam bepergian dan tidaklah aku merasakan kenyang sejak umurku 16 tahun kecuali satu kali dan itu pun aku muntahkan seketika.\rسبحان الله..\rKisah Keempat\rعن أبي هريرة رضي الله عنه قال خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم أو ليلة فإذا هو بأبي بكر و عمر فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ما أخرجكما من بيوتكما هذه الساعة ؟ فقالا الجوع يا رسول الله قال رسول الله صلى الله عليه و سلم و أنا و الذي نفسي بيده لأخرجني الذي أخرجكما.(رواه مسلم 2038).\rDari abi hurairoh ra berkata: suatu malam rasulullah keluar tiba tiba beliau bertemu dengan abi bakar dan umar maka beliau berkata pada keduanya apa yang membuat kalian keluar dari rumah kalian malam malam seperti ini ? Maka keduanya berkata : \" rasa lapar wahai rasulullah \" maka beliau berkata, aku , demi jiwaku yang berada di genggamanNya telah membuat aku keluar sesuatu yang membuat kalian keluar. (H.R Imam Muslim). Wallohu A'lam (Rz)\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/943779695644839/\rwww.fb.com/notes/945912622098213\r4133. SIAPAKAH YANG LEBIH MULIA ANTARA HABIB, KYAI DAN GUS ?\rPERTANYAAN :\r> Sentil Asrof","part":1,"page":346},{"id":347,"text":"Assalamu'alaikum wr.wb. Bukan pertanyaan, pertanyaan ini mengganggu tidurku tadi malam, Mungkin karena terbawa arus, jadi kepikiran terus sebelum tahu jawabannya. \"Lebih utama mana antara kyai, gus atau habib\"? Mohon para ustadz sudi memberikan jawaban.. Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Yang paling taqwa itu yang paling utama dan paling mulia di sisi Allah SWT, tanpa memandang gelar dan keturunan, tanpa menafikan kemulian-kemulian khusus yang dimiliki dzurriyah Rosul SAW.\r- Tafsir Thobary :\rكذا وكذا.\rوقوله ( إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ) يقول تعالى ذكره: إن أكرمكم أيها الناس عند ربكم, أشدّكم اتقاء له بأداء فرائضه واجتناب معاصيه, لا أعظمكم بيتا ولا أكثركم عشيرة.\rحدثني يونس, قال: أخبرنا ابن وهب, قال: ثني ابن لهيعة, عن الحارث بن يزيد, عن عليّ بن رباح, عن عقبة بن عامر, عن رسول الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: \" النَّاسُ لآدَمَ وَحَوَّاءَ كَطَفِّ الصَّاعِ لَمْ يَمْلأوهُ, إنَّ اللّهُ لا يسألُكُمْ عَنْ أحْسابِكُمْ وَلا عَنْ أنْسابِكُمْ يَوْمَ القِيامَةِ, إن أكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّهِ أتْقاكُمْ\".\r- Tafsir Ibnu Katsir :\rحديث آخر : وقال الحافظ أبو القاسم الطبراني : حدثنا أبو عبيدة عبد الوارث بن إبراهيم العسكري ، حدثنا عبد الرحمن بن عمرو بن جبلة ، حدثنا عبيد بن حنين الطائي ، سمعت محمد بن حبيب بن خراش العصري ، يحدث عن أبيه : أنه سمع رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول : المسلمون إخوة ، لا [ ص: 387 ] فضل لأحد على أحد إلا بالتقوى \"","part":1,"page":347},{"id":348,"text":"حديث آخر : قال أبو بكر البزار في مسنده : حدثنا أحمد بن يحيى الكوفي ، حدثنا الحسن بن الحسين ، حدثنا قيس - يعني ابن الربيع - عن شبيب بن غرقدة ، عن المستظل بن حصين ، عن حذيفة قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : \" كلكم بنو آدم . وآدم خلق من تراب ، ولينتهين قوم يفخرون بآبائهم ، أو ليكونن أهون على الله من الجعلان \" . ثم قال : لا نعرفه عن حذيفة إلا من هذا الوجه .\rDan seterusnya\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php\r> Ahmad Pencari Ilmu\rWa'alaikum salam. yang lebih mulia itu adalah yang lebih berilmu, jika memang si habib itu paling banyak ilmunya bisa jadi dialah yang lebih utama, telah banyak tertulis di dalam kitab kitab kuning tentang kemuliaan orang orang yang berilmu, dan fadhilah keutamaan ilmu atas alam, seperti kitab \"tanqihul qoul\", ta'lim muta'alim dan sebagainya. Masalah nasab itu hanyalah ke sekian, kata kanjeng nabi sendiri kalau seandainya siti fatimah mencuri, maka tangannya harus dipotong juga seperti orang-orang, tapi keberadaan orang berilmu itu lebih mulia di sisi Allah SWT meskipun dia fasik (contoh: suka nongkrong di warung), ketimbang orang yang suka beribadah dan suka berdzikir, tapi dia bodoh dalam masalah agama. Wallohu A'lam.","part":1,"page":348},{"id":349,"text":"عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنهما أنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إن فضل العلم خير من فضل العبادة، وخير دينكم الورع » ، وعنه صلى الله عليه وسلم « أنه دعا لابن عباس رضي الله عنهما، فقال: اللهم فقّهُّ في الدين وعلمه التأويل » وصحَّ عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال: « من سلك طريقاً يطلب فيه علماً، سلك الله له به طريقاً إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها رضاء لطالب العلم، وإن العالم يستغفر له من في السماوات ومن في الأرض، حتى الحيتان في البحر، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورّثوا ديناراً ولا درهماً، إنما ورّثوا العلم، فمن أخذه أخذ بحظ وافر ».\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/946287348727407/\rwww.fb.com/notes/946772635345545\r4139. MENGENAL SUFI ABU YAZID AL BUSTHOMY\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Nur Ichsan\rAssalamu'alaikum. Mau tanya. Nama asli Abu Yazid Al-Busthomi siapa ya ? terima kasih jawabannya\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaiakum salam, nama aslinya adalah Thoifur bin 'Isa bin Syarwasan Al-Busthomiy\rسير أعلام النبلاء ج 18 ص 216.\rأبو يزيد البسطامي: طيفور بن عيسى بن شروسان البسطامي. و الله أعلم.\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Nama beliau adalah Thoifur bin Isa bin Syarwan Al bustomi,kakek beliau syarwan asalnya adalah orang majusi kemudian masuk islam. Beliau mempunyai dua saudara lainnya, dan semuanya zuhud. Wallohu A'lam.\r- Kitab Siyaru A'lamin Nubala' :\rأبو يزيد البسطامي\rسلطان العارفين أبو يزيد ، طيفور بن عيسى بن شروسان البسطامي ، أحد الزهاد ، أخو الزاهدين : آدم وعلي ، وكان جدهم شروسان مجوسيا ، فأسلم\r- Kitab Risalatul Qusyairiyah (1/57) :","part":1,"page":349},{"id":350,"text":"وَمِنْهُم أَبُو يَزِيد طيفور بْن عيسى البسطامي وَكَانَ جده مجوسيا أسلم وكانوا ثلاثة إخوة آدم وطيفور وعلى وكلهم كَانُوا زهادا عبادا وأبو يَزِيد كَانَ أجلهم حالا.\rقيل: مَات سنة إحدى وستين ومائتين وقيل: أربع وثلاثين ومائتين.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/946872618668880/\rwww.fb.com/notes/948055521883923\r4151. MAKNA ALLAH MAHA PENGAMPUN\rPERTANYAAN :\r> Afandi\rAssalamu'alaikum. Suatu hari datang seorang teman mahasiswa bercerita tentang kehidupannya. Tesebut bahwa dia telah melakukan [maaf] hubungan intim/zina dengan pacarnya. \"teman, apakah Alloh tidak menyayangiku hingga jalanku terseok sampai berbelok arah?\". Dan ketika itu pikiranku bingung menanggapi pertanyaan yang diajukan itu. Tak kujawab dengan pasti karena aku hanya makhluk yang tak bisa mereka qodlo & qodar Alloh. Hanya terucap \"Alloh mengasihi semua makhlunya, Dia beri kita kehidupan adalah contoh nyata kasih-Nya, kita tak pernah tahu kehendak apa yang ditujukan pada kita.beruntunglah wahai engkau temanku, engkau masih diberi kesadaran hati\". Mungkin cukup untuk menenangkan hati yang sedang galau. Bagaimana pendapat panjenengan sekalian?\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh","part":1,"page":350},{"id":351,"text":"Wa'alaikum salam. Betapa maha pengampunnya Allah. Dari abdullah bin abbas beliau berkata : Rasulullah saw mengutus seorang utusan kepada wahsyi (orang yang membunuh sayyidina hamzah ketika perang uhud tahun ke 3 hijriah) mengajaknya untuk masuk islam. Kemudian wahsyi berkata : Wahai Muhammad bagaimana engkau akan mengajaku kepada islam sedang aku seseorang yang telah membunuh,menyembah berhala,berzina,maka tentu akan di lipat gandakan padaku adzab kelak di hari kiamat dan aku akan kekal di dalam neraka dalam keadaan hina dina,lalu apakah ada bagiku suatu keringanan atas apa yang telah aku perbuat ? Maka kembalilah utusan tersebut kepada rasulullah mengabarkan apa yangg di kataka wahsyi. Lalu turunlah ayat\rإِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَائِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ? وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا\rKecuali orang-orang yang bertaubat,beriman dan mengerjakan amal saleh maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Surah Al-Furqan (25:70).\rLalu kembalilah utusan rasulullah untuk menemui wahsyi kembali dengan ayat ini yang akan di kabarkannya pada wahsyi dan sahabat sahabatnya. Lalu setelah sampai... Wahsyi berkata : ayat ini terasa sulit bagiku sepertinya aku tidak akan mampu melaksanakannya, apakah ada ayat lain selain ini ? Lalu kembalilah utusan tersebut menghadap rasullah, lalu turunlah ayat :\rإِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ? وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا","part":1,"page":351},{"id":352,"text":"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Surah An-Nisa' (4:48)\rKemudian disampaikanlah ayat ini kepada wahsyi.. Lalu wahsyi berkata : aku tidak tahu apakah aku termasuk orang yang dikehendaki Allah untuk di ampuni atau tidak ? Adakah ayat lain selain ayat ini ? Kemudian menghadap kembali utusan tersebut kepada rasulullah lalu turunlah ayat :\rقُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ? إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ? إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ\rKatakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri,janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Surah Az-Zumar (39:53).\rMaka disampaikanlah ayat tersebut pada wahsyi. Lalu wahysi berkata : Ya, ayat inilah... Maka datanglah wahsyi bersama para sahabatnya untuk masuk islam maka masuklah mereka kedalam islam.. Para sahabat bertanya : Ya rasullah apakah ayat ini hanya untuk wahsyi apakah untuk setiap orang muslim ? Rasullah pun menjawab :\rبل للمسلمين عامة\rTidak ! ayat ini untuk kaum muslimin seluruhnya\rمنقول من الروض الفائق ص 306","part":1,"page":352},{"id":353,"text":"عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : بعث رسول الله صلى الله عليه و سلم إلى وحشي يدعوه إلى الإسلام فأرسل إليه يقول : يا محمد ، كيف تدعوني إلى الإسلام و أنت تزعم أنه من قتل نفسا أو أشرك أو زنى يضاعف له العذاب يوم القيامة وويخلد فيه مهانا و إني قد فعلت ذلك كله فهل تجد لي رخصة ؟ فأنزل الله إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَائِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ? وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا\rفبعث بها إلى الوحشي و أصحابه فقال وحشي هذا شرط شديد لعلي لا أقدر عليه فهل غير ذلك ؟ فأنزل الله تعالى إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ? وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا\rفبعث بها إلى وحشي فقال وحشي أراني بعد في شبهة فلا أدري يغفر لي أم لا فهل غير ذلك ؟ فأنزل الله تعالى قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ? إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ? إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم\rفبعث بها إلى وحشي و أصحابه فقال وحشي : نعم هذه فجاء فأسلم هو و أصحابه فقال المسلمون يا رسول الله هذه له خاصة أم للمسلمين عامة ؟ فقال بل للمسلمين عامة\rو الله أعلم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/237465639609585/\rwww.fb.com/notes/948880498468092\r4163. MATINYA HATI DALAM 10 PERKARA, PENYEBAB TIDAK TERKABULNYA DO'A\rPERTANYAAN :\r> Lili SyekherManita Al Faqirah\rAssalaamu'alaikum....... Afwan, mohon pencerahan nya, Karena apakah doa seakan-akan tidak di-ijabah...?? Apakah karena isi hati yang teramat kotor...?? Syukron atas ilmu dan pencerahan nya........\rJAWABAN :\r> Rizalullah","part":1,"page":353},{"id":354,"text":"Diriwayatkan dari Syaqiq Al Balkhiy beliau berkata : Suatu ketika Syekh Ibrohim bin adham berjalan melewati pasar di tanah Basroh ada sekumpulan manusia yang bertanya kepada beliau, mereka menanyakan tentang ayat :\rادعوني استجب لكم\rkemudian mereka berkata bahwa sesungguhnya kami telah berdo’a, tetapi kenapa Alloh tidak mengabulkan permintaan kami? Kemudian Syekh Ibrohim bin adham menjawab: wahai Ahli Basroh, sesungguhnya hati kalian telah mati sebab 10 perkara, maka bagaimana akan di kabulkan permintaan kalian. Sepuluh (10) penyebab matinya hati itu adalah:\rيَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاءَ، أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ، الثَّانِي: قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِهِ، وَالثَّالِثُ: ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهَ، وَالرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ، وَالْخَامِسُ: قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا، وَالسَّادِسُ: قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا، وَالسَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ، وَالثَّامِنُ: اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ، وَالتَّاسِعُ: أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا، وَالْعَاشِرُ: دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ\r“Wahai penduduk Bashrah, Hati kalian telah mati pada sepuluh perkara :\r1.…Pertama, kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya.\r2.…Kedua, kalian membaca Al-Qur’an, tapi kalian tidak mengamalkannya.","part":1,"page":354},{"id":355,"text":"3.…Ketiga, kalian mengaku mencintai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, tapi kalian meninggalkan sunnahnya.\r4.…Keempat, kalian mengaku memusuhi syaithan, tapi kalian mencocokinya.\r5.…Kelima, kalian mengatakan bahwa kami mencintai surga, tapi kalian tidak beramal untuk (memasuki)nya.\r6.…Keenam, kalian mengatakan bahwa kami takut dari neraka, tapi kalian menggadai diri-diri kalian untuk neraka.\r7.…Ketujuh, kalian mengatakan bahwa kematian adalah benar adanya, tapi kalian tidak bersiap untuknya.\r8.…Kedelapan, kalian sibuk membicarakan aib-aib saudara-saudara kalian, sedang kalian mencampakkan aib-aib kalian sendiri.\r9.…Kesembilan, kalian memakan nikmat-nikmat Rabb kalian, tapi kalian tidak menunaikan kesyukuran kepada-Nya.\r10.…Kesepuluh, kalian telah mengubur orang-orang mati kalian, tapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.”\rSumber :- Nashoihul 'Ibaad , Bab:10, maqolah:26, hal:67- Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilayatul Auliyâ` 8/15-16. - Ibnu Abdil Barr dalam Jâmi Bayân Al-‘Ilm no. 1220, - Asy-Syâthiby dalam Al-I’tishâm 1/149 ,- Al-Absyîhy dalam Al-Mustathraf 2/329 ,- Kitab Durrotun Nashihin. Wallohu a'lam\rKeterangan tambahan penyebab tidak di kabulkannya do'a :\rF0113. JANGAN PERNAH LELAH MEMOHON DAN BERDO'A\rwww.piss-ktb.com/2012/03/113-jangan-pernah-lelah-memohon-dan.html\rLINK DISKUSI:\r/www.fb.com/groups/piss.ktb/950230961666379\r4167. CARA BERTAUBAT KARENA BERZINA DENGAN ISTRI ORANG\rPERTANYAAN :\r> Zanzanti Yanti Andeslo","part":1,"page":355},{"id":356,"text":"Assalamu'alaikum. Urgent, ada pertanyaan titipan : Seorang suami yang berzina dengan istri orang, dalam bertaubat apakah cukup bertaubat kepada Allah tanpa minta maaf kepada suami dari wanita yang dizinahinya? Sebab ada yang berpendapat dia wajib minta maaf kepada suami wanita yang dizinahinya. Mohon jawaban yang bisa menenangkan hati sebab kalau harus minta maaf kepada suami wanita itu, bisa-bisa nyawa taruhannya. Dan apakah dia juga harus minta maaf kepada istrinya sebagai syarat taubat nashuha ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam. Mengenai zina ulama' berbeda pendapat :\r1.…Zina termasuk haqqul adami. Kalau berpatokan pada pendapat ini taubat dari zina harus minta ma'af pada suaminya bila wanita yang di zina bersuami dan atau minta ma'af pada kerabatnya bila dia tidak bersuami, disyaratkan minta ma'af pada suaminya wanita yang di zina tsb bila tidak khawatir timbul fitnah ( seperti nyawanya terancam ) bila hawatir timbul fitnah maka tidak harus minta ma'af cukup tadlorru'/merendahkan diri pada ALLAH agar suaminya merelakan pelaku zina tsb.\r2.…Zina bukan termasuk haqqul adami jadi tidak harus istihlal / minta ma'af. Wallaahu A'lam\r- I'anah At-Tholibin IV / 295 :","part":1,"page":356},{"id":357,"text":"ـ (قوله: وقال بعضهم يتوقف في التوبة الخ) أي يحتاج في صحة التوبة من الزنا على استحلال زوج المزني بها إن لم يخف فتنة. (وقوله: وإلا) أي بأن خيف فتنة. (وقوله: فليتضرع الخ) أي فلا يتوقف على الاستحلال، بل يكفي التضرّع إلى الله تعالى في إرضاء الخصم عنه. (قوله: وجعل بعضهم الخ) قال في الزواجر، بعد كلام: وقضية ما ذكره ـ أي الغزالي ـ من إشتراط الاستحلال في الحرم الشامل للزوجة والمحارم كما صرّحوا به، أن الزنا واللواط فيهما حق للآدمي، فتتوقف التوبة منهما على إستحلال أقارب المزني بها، أو الملوط به، وعلى إستحلال زوج المزني بها. هذا إن لم يخف فتنة، وإلا فليتضرّع إلى الله تعالى في إرضائهم عنه. ويوجه ذلك بأنه لا شكّ أن في الزنا واللواط إلحاق عار، أي عار بالأقارب، وتلطيخ فراش الزوج، فوجب إستحلالهم حيث لا عذر.فإِن قلت: ينافي ذلك جعل بعضهم من الذنوب التي لا يتعلق بها حق آدمي وطء الأجنبية فيما دون الفرج وتقبيلها من الصغائر، والزنا وشرب الخمر من الكبائر، وهذا صريح في أن الزنا ليس فيه حق آدمي فلا يحتاج فيه إلى الاستحلال.قلت: هذا لا يقاوم به كلام الغزالي، لا سيما وقد قال الأذرعي عنه أنه في غاية الحسن والتحقيق، فالعبرة بما دلّ عليه دون غيره. اهـ (قوله: فلا يحتاج) أي الزنا وهو تفريع على أنه ليس فيه حق آدمي. (وقوله: إلى الاستحلال) أي استحلال زوج المزني بها. (قوله: والأوجه الأول) أي ما قاله بعضهم من أنه يتوقف في التوبة من الزنا على الاستحلال\rBaca juga artikel terkait :\r2542. CARA BERTAUBAT DARI DOSA BERZINA\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/890643737625102/","part":1,"page":357}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (46)","lvl":1,"sub":0}]}