{"pages":[{"id":1,"text":"36\r0368. SEPUTAR 'IDDAH WAFAT\rPERTANYAAN :\rAhmad Sholeh Shofi\rAssalamualaiukm. Apakah boleh seorang perempuan yang sedang menjalani iddah wafat itu pergi ke mall, super market, atau tempat 2 lainnya? klu tidak boleh sebatas mana yang di perbolehkan ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. TIDAK BOLEH KECUALI DALAM KETENTUAN-KETENTUAN DIBAWAH INI\rتَنْبِيهٌ : اقْتَصَرَ الْمُصَنِّفُ عَلَى الْحَاجَةِ إعْلَامًا بِجَوَازِهِ لِلضَّرُورَةِ مِنْ بَابِ أَوْلَى كَأَنْ خَافَتْ عَلَى نَفْسِهَا تَلَفًا أَوْ فَاحِشَةً أَوْ خَافَتْ عَلَى مَالِهَا أَوْ وَلَدِهَا مِنْ هَدْمٍ أَوْ غَرَقٍ .فَيَجُوزُ لَهَا الِانْتِقَالُ لِلضَّرُورَةِ الدَّاعِيَةِ إلَى ذَلِكَ ، وَعُلِمَ مِنْ كَلَامِهِ كَغَيْرِهِ تَحْرِيمُ خُرُوجِهَا لِغَيْرِ حَاجَةٍ وَهُوَ كَذَلِكَ ، كَخُرُوجِهَا لِزِيَارَةٍ وَعِيَادَةٍ وَاسْتِنْمَاءِ مَالِ تِجَارَةٍ وَنَحْوِ ذَلِكَ .\rقَوْلُهُ : ( وَنَحْوِ ذَلِكَ ) أَيْ كَخُرُوجِهَا لِجِنَازَةِ زَوْجِهَا أَوْ أَبِيهَا مَثَلًا فَلَا يَجُوزُ .","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Tujuan Pengarang kitab membatasi bolehnya keluar bagi wanita yang sedang menjalani masa idah bila ada HAJAT (kepentingan, seperti bekerja mencukupi kebutuhannya) itu sekaligus memberi pengertian juga diperbolehkan baginya keluar dalam keadaan DARURAT seperti dia khawatir akan keselamatannya, kehormatannya, harta bendanya, khawatir akan keselamatan anaknya, maka diperbolehkan baginya keluar rumah sebab adanya darurat tersebut, ini berarti bila tidak unsur diatas tidak boleh (haram) baginya keluar rumah tanpa ada keperluan seperti seperti diatas semisal keluar untuk ziyaroh, menengok orang sakit, menjalankan usahanya agar hartanya bertambah dan lain sebagainya. Keterangan (dan lain sebagainya) seperti keluarnya untuk menjenguk jenazah suaminya, ayahnya, maka keluarnya tidak boleh. [ Hasyiyah Bujairomi ‘Alaa al-Khootib XI/285 ].\rNamun bila keluarnya ada HAJAT (keperluan) seperti mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan dirinya (bagi wanita yang menjalani masa iddah sementara tidak ada yang menafkahinya ) hukum keluarnya DIPERBOLEHKAN","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"( إلَّا لِحَاجَةٍ ) أَيْ فَيَجُوزُ لَهَا الْخُرُوجُ فِي عِدَّةِ وَفَاةٍ وَعِدَّةِ وَطْءِ شُبْهَةٍ وَنِكَاحٍ فَاسِدٍ وَكَذَا بَائِنٌ وَمَفْسُوخٌ نِكَاحُهَا وَضَابِطُ ذَلِكَ كُلُّ مُعْتَدَّةِ لَا تَجِبُ نَفَقَتُهَا وَلَمْ يَكُنْ لَهَا مَنْ يَقْضِيهَا حَاجَتَهَا لَهَا الْخُرُوجُ فِي النَّهَارِ لِشِرَاءِ طَعَامٍ وَقُطْنٍ وَكَتَّانٍ وَبَيْعِ غَزْلٍ وَنَحْوِهِ لِلْحَاجَةِ إلَى ذَلِكَ ، أَمَّا مَنْ وَجَبَتْ نَفَقَتُهَا مِنْ رَجْعِيَّةٍ أَوْ بَائِنٍ حَامِلٍ أَوْ مُسْتَبْرَأَةٍ فَلَا تَخْرُجُ إلَّا بِإِذْنٍ أَوْ ضَرُورَةٍ كَالزَّوْجَةِ ، لِأَنَّهُنَّ مُكَفَّيَاتٌ بِنَفَقَةِ أَزْوَاجِهِنَّ وَكَذَا لَهَا الْخُرُوجُ لِذَلِكَ لَيْلًا إنْ لَمْ يُمْكِنْهَا نَهَارًا وَكَذَا إلَى دَارِ جَارَتِهَا لِغَزْلٍ وَحَدِيثٍ وَنَحْوِهِمَا لِلتَّأَنُّسِ لَكِنْ بِشَرْطِ أَنْ تَرْجِعَ وَتَبِيتَ فِي بَيْتِهَا .\rDiperbolehkah wanita dalam masa iddah keluar rumah untuk bekerja memenuhi kebutuhannya sendiri dan keluarganya dengan beberapa ketentuan :\r• keluarnya hanya semata-mata mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarganya yang seandainya tidak keluar akan bisa menimbulkan masyaqoh\r• keluarnya dilakukan pada siang hari dan tetap komitmen dengan aturan ihdad selain menetap di rumah seperti tidak memakai wewangian, celak dll.\rDiperbolehkan juga baginya keluar untuk mencari nafkah pada malam hari selama tidak memungkinkan melakukannya pada siang hari. [ REFERENSI : ِAl-Bujairomi ‘Ala Al-Khotib XI/284, Al-Bajuri II/183, Syarah Al-Yaqut An-Nafis hlm.652-653, Nihayah Al-Muhtaj VII/ 157, Al-Hawy Al-Kabir VII/324-326, Asy-Syarwany VIII/255 ].","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Jadi hukum untuk orang iddah tidak ada hukum yang lebih ringan lagi, artinya hukum seperti di atas sudah paten, maksudnya, barangkali ada ulama yang berfatwa lebih ringan ? Jawab : Tidak tertawarkan karena sudah ada dalil nash tegas dalam al-Quran QS. At-ThalaaQ ayat 1\rالسُّكْنَى فِي بَيْتِ الْعِدَّةِ :\r51 - أَوْجَبَ الشَّارِعُ عَلَى الْمُعْتَدَّةِ أَنْ تَعْتَدَّ فِي الْمَنْزِل الَّذِي يُضَافُ إِلَيْهَا بِالسُّكْنَى حَال وُقُوعِ الْفُرْقَةِ أَوِ الْمَوْتِ ، وَالْبَيْتِ الْمُضَافِ إِلَيْهَا فِي قَوْله تَعَالَى { لاَ تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ } (3) هُوَ الْبَيْتُ الَّذِي تَسْكُنُهُ . وَلاَ يَجُوزُ لِلزَّوْجِ وَلاَ لِغَيْرِهِ إِخْرَاجُ الْمُعْتَدَّةِ مِنْ مَسْكَنِهَا . وَلَيْسَ لَهَا أَنْ تَخْرُجَ وَإِنْ رَضِيَ الزَّوْجُ بِذَلِكَ ، لأَِنَّ فِي الْعِدَّةِ حَقًّا لِلَّهِ تَعَالَى ، وَإِخْرَاجُهَا أَوْ خُرُوجُهَا مِنْ مَسْكَنِ الْعِدَّةِ مُنَافٍ لِلْمَشْرُوعِ ، فَلاَ يَجُوزُ لأَِحَدٍ إِسْقَاطُهُ","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Kewajiban menetap dirumah IDDAH. Hukum Syara' mewajibkan bagi wanita yang menjalani masa iddah menetap dalam rumah saat terjadinya furqah atau mati suaminya berdasarkan firman Allah : \"Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang\" (QS. At-ThalaaQ ayat 1). Dan tidak diperbolehkan bagi suami juga selain suami mengeluarkannya dari rumah tersebut, juga tidak boleh baginya keluar rumah meskipun seizin suaminya karena dalammasa iddah terdapat HAK ALLAH, mengeluarkannya atau keluarnya dari rumah iddahnya berarti menentang apa yang telah menjadi ketetapan syara' karenanya tidak boleh bagi seseorang menggugurkan hukum tersebut. [ Almausuu'ah al-Fiqhiyyah IV/248 ].\r0504. ISTRI MENIKAH LAGI SETELAH 10 TAHUN DITINGGAL SUAMI\rPERTANYAAN :\rIrul Kusnia Wati\rAssalamu'alaikum... nitip pertanyaan dari temans... sebut aja nmnya tini.tini nikah sm toyyib. baru 3 bulan tini hamil setelah 6 blntoyyib menghilang tanpa kbr,tini dah berusaha mencari toyyib tetapi juga g'ketemu...thn bergnt thn g'terasa dah 10 thn...karena ayah tini g'tega liat tini hidup sendirin ngidupin buah hati...akhirnya ayahnya menjodohkan tini. pertanyaannya apa boleh & sah jika tini nikah lagi dengan laki-laki laen...? suwun..\rJAWABAN :\rYupiter Jet\rLangkah pertama... harus melalui / melibatkan hakim, ketika seorang suami hilang entah kemana, maka hukumnya ada dua pendapat...","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"1. Qoul qodim, istri termasuk kategori yang berhak mengajukan fasakh, tetapi harus menunggu sampai empat tahun, asumsi ini sebagai ukuran kepastian matinya si suami, setelah empat tahun habis, si istri harus menjalani iddah wafat (4 bulan 10 hari), setelah iddah habis baru dia bisa menikah. kepastian dan penentuan kematian si suami harus melalui hakim. ketentuan hukum ini berdasarkan ijtihad Sayyidina Umar RA.\r2 Qoul jadid, istri TIDAK boleh fasakh dan harus bersabar menunggu nasib, pendapat ini berdasarkan qoul/ijtihad sayyidina Ali KW.\r(فصل) إذا فقدت المرأة زوجها وانقطع عنها خبره ففيه قولان (أحدهما) وهو قوله في القديم إن لها أن تنفسخ النكاح ثم تتزوج، لما روى عمرو بين دينار عن يحيى بن جعدة \" أن رجلا استهوته الجن فغاب عن أمرأته، فأتت عمر بن الخطاب رضى الله عنه فأمرها أن تمكث أربع سنين، ثم أمرها أن تعتد ثم تتزوج \" ولانه إذا جاز الفسخ لتعذر الوطئ بالتعنين وتعذر النفقة بالاعسار، فلان يجوز ههنا - وقد تعذر الجميع - أولى (والثانى) وهو قوله في الجديد وهو الصحيح أنه ليس لها الفسخ، لانه إذا لم يجز الحكم بموته في قسمة ماله لم يجز الحكم بموته في نكاح زوجته، وقول عمر رضى الله عنه يعارضه قول علي عليه السلام \" تصبر حتى يعلم موته \" ويخالف فرقة التعنين والاعسار بالنفقة، لان هناك ثبت سبب الفرقة بالتعنين، وههنا لم يثبت سبب الفرقة وهو الموت فإن قلنا بقوله القديم قعدت أربع سنين ثم تعتد عدة الوفاة ثم تتزوج، لما رويناه عن عمر رضى الله عنه، ولان بمضي أربع سنين يتحقق براءة رحمها ثم\rتعتد: لان الظاهر أنه مات فوجب عليها عدة الوفاة\r[ almajmu' 18/155 ]\rIni lengkapnya...dari ibarot almajmu' 18/155 :","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"فصل : إذا فقدت المرأة زوجها و انقطع عنها خبره ففيه قولان : أحدهما و هو قوله في القديم أن لها أن تفسخ النكاح ثم تتزوج لما روى عمر بن دينار عن يحيى بن جعدة أن رجلا استهوته الجن فغاب عن امرأته فأتت عمر بن الخطاب رضي الله عنه فأمرها أن تمكث أربع سنين ثم أمرها أن تعتد ثم تتزوج و لأنه إذا جاز الفسخ لتعذر الوطء بالتعنين و تعذر النفقة بالإعسار فلأن يجوز ههنا و قد تعذر الجميع أولى\r[ Fashlun ] Apabila seorang istri kehilangan suaminya dan tidak ada berita (tentang kondisi dan posisinya), maka ada dua qoul :\r1. Qoul qodim, si istri berhak melakukan fasakh lalu menikah. pendapat ini berdasarkan riwayat dari Umar bin Dinar dari yahya bin Ju’dah, bahwa ada seorang laki-laki yang disukai oleh Jin, lantas dia hilang meninggalkan istrinya. Lalu Si istri mendatangi Umar bin Khottob. Dan Umar bin Khottob menyuruh si istri untuk menunggunya selama 4 (empat) tahun ditambah ‘iddah wafat (4 bulan 10 hari), setelah itu diperbolehkan menikah. Umar berijtihad seperti ini dengan alasan (menggunakan qiyas awlawi) bahwa ketika seorang istri dibolehkan minta fasakh karena kondisi mandulnya suami atw karena tidak mampunya suami memberi nafkah, maka kondisi ini (hilangnya suami) jelas lebih memungkinkan untuk fasakh.\rو الثاني و هو قوله في الجديد و هو الصحيح أنه ليس لها الفسخ لأنه إذا لم يجز الحكم بموته في قسمة ماله لم يجز الحكم بموته في نكاح زوجته","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"2. Qoul jadid dan ini qoul yang shohih, si istri tidak boleh memfasakh, alasannya, dalam hal harta suami ketika si suami belum dipastikan kematiannya maka hartanya tidak bisa dibagikan sebagai warisan (dijadikan tirkah), yang karenanya tidak boleh pula menghukumi si suami telah meninggal sebagai alasan untuk bisa menikah.\rو قول عمر رضي الله عنه يعارضه قول علي عليه السلام تصبر حتى يعلم موته و يخالف فرقة التعنين و الإعسار بالنفقة لأن هناك ثبت سبب الفرقة بالتعنين و ههنا لم يثبت سبب الفرقة و هو الموت\rAdapun ucapan Umar….si istri harus menunggu 4 tahun…. Ini berlawanan dengan ucapan Sayyidina Ali yang menyatakan….. harus bersabar sampai diyakini kematiannya (suami)…..\rQoul Umar ini Juga berlawanan dengan status fasakh karena mandulnya suami. Mandulnya suami bisa menjadi sebab bolehnya fasakh, dan fasakh karena mandul ini adalah fasakh karena sesuatu yng sudah tetap/nyata. Sementara fasakh karena sangkaan kematian suami adalah fasakh karena sesuatu yang belum pasti (baru asumsi).\rJadi, qoul Umar berlawanan dengan dua hal yaitu qoul Ali dan kriteria fasakh.\rفإن قلنا بقوله القديم قعدت أربع سنين ثم تعتد عدة الوفاة ثم تتزوج لما رويناه عن عمر رضي الله عنه و لأن يمضي أربع سنين يتحقق براءة رحمها ثم تعتد لأن الظاهر أنه مات فوجب عليها عدة الوفاة\rBila kita menggunakan qoul pertama (qodim) maka si istri harus menjalani masa menunggu 4 tahun plus iddah 4 bulan 10 hari.\rقال أبو إسحاق يعتبر ابتداء المدة من حين أمرها الحاكم بالتربص\rAbu ushaq berkata: (penghitungan waktu 4 tahun itu) dimulai semenjak ada perintah (dan ketepan) hakim.","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"و من أصحابنا من قال يعتبر من حين انقطع خبره و الأول أظهر لأن هذه المدة تثبت بالإجتهاد فافتقرت إلى حكم الحاكم كمدة التعنين\rTetapi ada juga dari kalangan sahabat kami (syafi’iyyun) yang menjadikan batasan menunggu si istri itu dimulai sejak berita hilangnya suami (bukan menunggu keputusan hakim). Tetapi pendapat pertama (berdasarkan ketetapan hakim) adalah pendapat yang azh-har, sebab masalah penetapan waktu adalah masalah ijtihad, dan ijtihad membutuhkan ketetapan seorang hakim sebagaimana ketetapan waktu tentang fasakh karena mandul.\r0580. BOLEHKAN ISTRI MENIKAH LAGI, JIKA SUAMINYA GILA\rPERTANYAAN :\rSehh Mellass Atenah\rAssalamualaikum,!!!!Mau nanya nich,,!! bagaimana status seorang istri yang di tinggal GILA suami x, apkh sang istri tersbt blh mnkh dengan orang lain, sdgkn sang suami tidak mengucapkan talak pada sang istri''?? Mhn penjelasan x,!!\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Istri mendapatkan hak khiyarnya untuk menfasakh nikah untuk kemudian hakim boleh menjatuhkan talaknya.\rفأما البرص والجذام والجنون فإنها تجعل لأحد الزوجين الحق في طلب الفسخ في الحال سواء كان الزوج صغيرا أو كبيرا وكذلك الزوجة\rولا فرق في الفسخ بعيب من العيوب المذكورة جميعا بين أن تكون موجودة قبل العقد أو حدثت بعده كما لا فرق فيها بين أن يكون قبل الدخول أو بعده ولكن يشترط في ثبوت حق الفسخ بها كلها عدم الرضا فإن رضي أحدهما بالعيب صريحا بأن قال : رضيت أو ضمنا بان مكن من نفسه فلا خيار له.","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"Sedangkan penyakit barash, judzam (kusta, lepra) dan gila adalah penyakit yang menjadikan masing-masing sepasang suami istri boleh meminta fasakh (merusak) nikah seketika itu juga baik suami-istri tersebut masih anak-anak atau sudah dewasa dan baik keberadaan penyakit-penyakit tersebut terjadinya sebelum akad nikah atau setelahnya, sebelum terjadi dukhul (persetubuhan) atau setelahnya.\rNamun disyaratkan dalam diperlakukannya hak fasakh bila salah seorang dari suami-istri tidak menerima kekurangan lainnya, bila ia menerimanya padahal pasangannya jelas-jelas memiliki kekurangan tersebut dengan berkata “Saya rela” atau “Saya tanggungjawab” kemudian ia terima disisinya maka tidak ada pilihan lagi baginya. [ Al-Fiqh alaa Madzaahib al-Arba’ah IV/98 ].\rباب العيوب في النكاح\rالعيوب التي يُردّ بها النكاح أحد عشر شيئا، خمسة منها تُثبت الخيار لكل واحد من الزوجين، وهي: الجنون، والجذام، والبَرص3، والرِّق، وأن يكون خنثى مشكل4.\rوأربعة تُثبت لها5 الخيار: الجَبُّ، والعِنَّة، والخصاء على أحد الوجهين6، وقطع الحشفة، وفيه قول آخر7.\rواثنان منها تُثبت له الخيار8: القَرَن، والرَّتَق9.\rـــــــــــــــــ\r1 (له): أسقطت من (أ).\r2 الحاوي 9/214، 215، فتح الوهاب 2/42، مغني المحتاج 3/178.\r3 كفاية الأخيار 2/37.\r4 الأظهر أنه لا خيار له برقِّها، ولا بخنوثة أحدهما، فإن كان الخنثى مشكلا فالنكاح من أصله باطل. الحلية 6/404، مغني المحتاج 3/203.\r5 التنبيه 162.\r6 أصحهما: لا خيار لها. الحلية 6/404، فتح المنان 351.\r7 الحاوي 9/371.\r8 الوجيز 2/18.\r9 القَرَن: لحمة تكون في فرج المرأة كالغدة تمنع ولوج الذّكر، والرَّتَق: التحام فرج المرأة بحيث لا يمكن ولوج الذّكر.","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"وانظر: تحرير ألفاظ التنبيه 255، تهذيب الأسماء 3/2/91، المصباح 218، 501.\rAIB dalam PERNIKAHAN\rAib yang bisa mengakibatkan tertolaknya pernikahan ada sebelas :\rGila, kusta, lepra, sifat sahaya dan banci (kelima-limanya mengakibatkan diperlakukannya khiyar (pilihan antara meneruskan atau memutus sebuah ikatan) dari masing-masing suami-istri)\rTerputus alat vital suami, impotent, terputus buah pelirnya, hasyafah (pucuk alat vital suami) keempat-empatnya mengakibatkan diperlakukannya khiyar (pilihan antara meneruskan atau memutus sebuah ikatan) bagi istri atas suaminya.\rAl-Qaran (Miss. V tertutup tulang yang menghalangi masuknya mr. P) dan ar-Rataq (Miss. V tertutup daging yang menghalangi masuknya Mr. P) kedua-duanya mengakibatkan diperlakukannya khiyar (pilihan antara meneruskan atau memutus sebuah ikatan) bagi suami atas istrinya. [ Al-Lubaab fi al-Fiqh as-Syaafi’i I/302 ].\r0620. NIKAH : PERKAWINAN SEDARAH\rPERTANYAAN :\rEna'o Sinde","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"[ KISAH NYATA PERKAWINAN SEDARAH ] Dua orang bersaudara sekandung kakak dan adik menikah, sang suami kakak sang istri adiknya dan mendapatkan 2 orang anak, kronologisnya : \"pada waktu kecil umur 3bulan sang kakak di adopsi oleh orang sumatra waktu di rumah sakit, orang tua kandung dari jawa, selang waktu lama tidak ada kabar dari kedua belah pihak orang tua kandung dan orang tua angkat, karena kedua orang tua asuh meninggal, ketika kuliah di bandung mereka bertemu dan menjalin cinta hingga kepernikahan dan di karuniai 2 orang anak, terkuaknya mereka adalah saudara karena sang orang tua kandung melihat tanda lahir pada punggung anak ada 2 tahi lalat dan akhir berlanjut tes darah serta sidik jari dan akhirnya membenarkan sebagai saksi 2 orang dokter rumah sakit dan perawat bayi... Permasalahanya apa yang harus mereka lakukan setelah tahu kalau saudara kandung dan bagaimana nasib sang anak atau nasabnya ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rHukum kejadian permasalahan diatas :\r1.…PERNIKAHAN : Keduanya harus segera dipisahkan\r2.…WANITA (adik dalam pertanyaan diatas) : Diperlakukan masa 'IDDAH dan berhaka atas mahar mitsil.\r3.…PRIA (kakak dalam pertanyaan diatas) : Tetap terjalin ikatan nasab atas wanita yang telah ia nikahi karena keduanya saudara mahram.\r4.…ANAK : ternasab pada bapaknya dan berhak menjadi wali nikahnya dalam pernikahannya kelak","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"ولو نكح امرأة فبانت محرمة برضاع ببينة أو إقرار فرق بينهم ، فإن حملت منه كان الولد نسيباً لاحقاً بالواطىء لا يجوز نفيه ، وعليها عدة الشبهة ولها مهر المثل لا المسمى ، وللوطء المذكور حكم النكاح في الصهر والنسب لا في حل النظر والخلوة ولا في النقض ، فيحرم على الواطىء نكاح أصولها وفروعه ، وتحرم هي على أصوله وفروعه ، ويجوز النظر إلى المحرم المذكورة بلا شهوة.\rBila seorang pria terlanjur menikahi seorang wanita kemudian keduanya ternyata terjadi kejelasan masih saudara tunggal susu (*) dengan tanda bukti kuat atau pengakuan maka mereka harus dipisahkan, bila wanita tersebut hamil maka anaknya ternasab dan disambungkan pada si penggaul ibunya (bapak biologisnya) dan tidak dapat dipungkiri, bagi wanita tersebut diperlakukan iddah subhat dan mahar mitsil (mas kawin kebiasaan untuk wanita sederajatnya didaerah tersebut) bukan mahar yang tersebut didalam pernikahan.\rAkibat buah senggama semacam ini diperlakukan hukum pernikahan sebagaimana mestinya dalam arti terjalinnya ikatan kekeluargaan karena perkawinan dan persaudaraan tidak mempengaruhi hukum halalnya melihat, berkhalwat serta membatalkan wudhu keduanya, karenanya bagi si pria haram menikahi biang wanita tersebut (ibu, nenek dan seterusnya/nasab keatas) juga haram menikahi keturunan anak akibat persetubuhannya, begitu juga wanita tersebut haram dinikahi oleh biang dan keturunan anak akibat persetubuhannya namun halal melihat mahram tersebut diatas dengan ketentuan tidak terjadi syahwat. [ Bughyah al-Mustarsyidiin I/419 ].","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Catatan (*) : Tidak menjadi ketentuan khusus dalam masalah ini, yang terpenting telah terjadi pernikahan antara pria-wanita yang masih terjadi ikatan saudara mahram baik persaudaraan karena keluarga, tunggal susu atau perkawinan. Wallaahu A’lamu Bis showaab\rRasulullah SAW bersabda : Sungguh Allah akan mengampuni atas umatku karena tiga hal, keliru (tanpa sengaja), lupa, dan segala sesuatu yang dilakukan karena terpaksa.\"(HR. Ibnu Majah dan Baihaqi r.a dari Ibnu Abbas). Wallaahu A'lamu Bis showaab.\r0755. Murtadnya Suami Istri dan dampaknya terhadap pernikahan\rPERTANYAAN :\rAfif Scout Ali\rSobat PISS KTB, ana mw nanya ni... Apakah status nikah jadi batal (faskh) jika suami meninggalkan shalat ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rMURTADNYA SUAMI ISTRI dan DAMPAKNYA PADA PERNIKAHAN\rارتداد الزوجين أوأحدهما: قال الشافعية، والحنابلة والمالكية: لو ارتد الزوجان أو أحدهما قبل الدخول تنجزت الفُرْقة، أي انفسخ النكاح في الحال. وإن كانت الردة بعد الدخول، توقفت الفرقة أو الفسخ على انقضاء العدة، فإن جمعهما الإسلام في العدة، دام النكاح، وإن لم يجمعهما في العدة انفسخ النكاح من وقت الردة، …. وإذا أسلمت المرأة قبل الرجل فأسلم في عدتها، أو أسلما معاً، فتتقرر الزوجية بينهما، وإن أسلم أحدهما ولم يتبعه الآخر في العدة، انفسخ زواجهما","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"Kalangan Syafi’iyyah, Hnabilah dan Malikiyyah berpendapat “Bila suami istri atau salah satu dari mereka murtad sebelum terjadinya dukhul (senggama pertama kali) berakhirlah ikatan mereka dengan perceraian dalam arti pernikahan mereka seketika menjadi rusak, bila murtadnya setelah terjadinya dukhul maka perceraian dan rusaknya pernikahan ditangguhkan hingga selesainya masa iddah, bila keduanya dikumpulkan kembali dalam agama islam disaat masa iddah, nikahnya langgeng, bila tidak terkumpulkan dalam islam niahnya rusak terhitung semenjak terjadinya murtad…\rBila istri islam duluan sebelum suaminya yang kemudian juga islam kembali saat masa-masa iddah atau keduanya islam bersama-sama maka ikatan perkawinannya tetap dan tidak rusak, dan bila salah seorang diantara mereka islam dengan tidak diikuti oleh lainnya maka rusaklah pernikannya. [ Al-Fiqh al-Islaam IX/150 ].\r22 - وَرِدَّةُ أَحَدِ الزَّوْجَيْنِ مُوجِبَةٌ لاِنْفِسَاخِ عَقْدِ النِّكَاحِ عِنْدَ عَامَّةِ الْفُقَهَاءِ . بِدَلِيل قَوْله تَعَالَى : { لاَ هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلاَ هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ } (2) ، وَقَوْلِهِ سُبْحَانَهُ : { وَلاَ تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ } . (3)","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"فَإِذَا ارْتَدَّ أَحَدُهُمَا وَكَانَ ذَلِكَ قَبْل الدُّخُول انْفَسَخَ النِّكَاحُ فِي الْحَال وَلَمْ يَرِثْ أَحَدُهُمَا الآْخَرَ ، وَإِنْ كَانَ بَعْدَ الدُّخُول قَال الشَّافِعِيَّةُ - وَهُوَ رِوَايَةٌ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ - حِيل بَيْنَهُمَا إِلَى انْقِضَاءِ الْعِدَّةِ ، فَإِنْ رَجَعَ إِلَى الإِْسْلاَمِ قَبْل أَنْ تَنْقَضِيَ الْعِدَّةُ فَالْعِصْمَةُ بَاقِيَةٌ ، وَإِنْ لَمْ يَرْجِعْ إِلَى الإِْسْلاَمِ انْفَسَخَ النِّكَاحُ بِلاَ طَلاَقٍ . (4) وَقَال أَبُو حَنِيفَةَ وَأَبُو يُوسُفَ ، وَهُوَ رِوَايَةٌ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ : إِنَّ ارْتِدَادَ أَحَدِ الزَّوْجَيْنِ فَسْخٌ عَاجِلٌ بِلاَ قَضَاءٍ فَلاَ يُنْقِصُ عَدَدَ الطَّلاَقِ ، سَوَاءٌ أَكَانَ قَبْل الدُّخُول أَمْ بَعْدَهُ . (5) وَقَال الْمَالِكِيَّةُ ، وَهُوَ قَوْل مُحَمَّدٍ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ : إِذَا ارْتَدَّ أَحَدُ الزَّوْجَيْنِ انْفَسَخَ النِّكَاحُ بِطَلاَقٍ بَائِنٍ . (1)\r__________\r(1) الدسوقي 2 / 270 ، وابن عابدين 2 / 392 .\r(2) سورة الممتحنة / 10 .\r(3) سورة الممتحنة / 10 .\r(4) الأم 2 / 48 ، والمغني 6 / 298 ، 639 .\r(5) ابن عابدين 2 / 393 ، 394 ، والمغني 6 / 298 .\r[ Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah VII/34 ]\r1249. PEMBAGIAN HARTA GONO GINI\rPERTANYAAN :\rBadru Zaman\rAssalamu'alaikum wr wb. Apakah yang dimaksud dengan harta gono gini ? Adakah kaitannya dengan waris?\rJAWABAN :\r> Khodim Piss-ktb II","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"اِخْتَلَطَ مَالُ الزَّوْجَيْنِ وَلَمْ يُعْلَمْ ِلأَيِّهِمَا أَكْثَرُ وَلاَ قَرِيْنَةَ تُمَيِّزُ أَحَدَهُمَا وَحَصَلَتْ بَيْنَهُمَا فُرْقَةٌ إِلَى أَنْ قَالَ نَعَمْ إِنْ جَرَتْ الْعَادَّةُ الْمُطَّرِدَةُ أَنَّ أَحَدَهُمَا يَكْسِبُ أَكْثَرَ مِنَ اْلآخَرِ كَانَ الصُّلْحُ وَالتَّوَاهُبُ عَلَى نَحْوِ ذَلِكَ، وَإِنْ لَمْ يَتَّفِقُوْا عَلَى شَيْئٍ مِنْ ذَلِكَ مِمَّنْ بِيَدِهِ شَيْئٌ مِنَ الْمَالِ فَاْلقَوْلُ قَوْلُهُ بِيَمِيْنِهِ أَنَّهُ مَلَكَهُ فَإِنْ كَانَ بِيَدِهِمَا فَلِكُلٍّ تَحْلِيْفُ اْلآخَرِ ثُمَّ يُقْسَمُ نِصْفَيْنِ. وَمِثْلُهُ مَا فِي أَحْكَامِ الْفُقَهَاءِ ج 3 ص. 38-39.\r\"Telah bercampur harta benda suami istri dan tidak diketahui milik siapa yang lebih banyak, dan tidak ada tanda-tanda yang dapat membedakan salah satu dari keduanya, dan telah terjadi antara keduanya firqoh (cerai) s/d … betul. Apabila telah terjadi kebiasaan/ adat yang berlaku, bahwa salah satu dari keduanya lebih banyak kerja kerasnya (cara mendapatkannya) daripada satunya, maka perdamaian (suluh) dan saling member atas sesama. Apabila tidak ada kesepakatan atas sesuatu dari harta yang dikuasai suami, maka yang dibenarkan adalah pendapat suami dengan disertai sumpah bahwa harta itu miliknya. Apabila harta itu ditangan keduanya maka masing-masing menyumpah yang lainnya kemudian hartanya dibagi dua\". [ Bughyatu al-Mustarsyidin, Hlm. 159 ].\r> Yupiter Jet\rGono-gini dalam pandangan syafi’iyyah barang kali bisa berangkat dari ‘ibaroh di bawah ini… [ Bughyatul Mustarsyidin, 159 ].","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"اختلط مال الزوجين ولم يعلم لأيهما أكثر ولا قرينة تميز أحدهما وحصلت بينهما فرقة او موت لم يصح لأحدهما ولا وارثه تصرف في شيء منه قبل التمييز أو الصلح إلا مع صاحبه.... إلى أن قال نعم إن جرت العادة المطردة أن أحدهما يكسب أكثر من الآخر كان الصلح والتواهب على نحو ذلك، فإن لم يتفقوا على شيئ من ذلك فمن بيده شيئ من المال فالقول قوله بيمينه أنه ملكه فإن كان بيدهما فلكل تحليف الآخر ثم يقسم نصفين. ومثله ما في أحكام الفقهاء ج 3 ص. 38-39.\r(Terjemahannya sama dengan di atas) Intinya, bila tidak ada garis pembeda atau tidak ada kesepakatan untuk memilah-milah, maka jalan terakhir adalah DIBAGI DUA dengan segala konsekwensinya. Dalam fiqih Hanafiyyah, kasus ini biasa diibarohkan dengan SYIRKATUL MILKI…\rالشَّرِكَةُ نَوْعَانِ : شَرِكَةُ الْمِلْكِ وَشَرِكَةُ الْعَقْدِ .\r( فَشَرِكَةُ الْمِلْكِ ) أَنْ يَشْتَرِكَ رَجُلَانِ فِي مِلْكِ مَالٍ ، وَذَلِكَ نَوْعَانِ : ثَابِتٌ بِغَيْرِ فِعْلِهِمَا كَالْمِيرَاثِ ، وَثَابِتٌ بِفِعْلِهِمَا ، وَذَلِكَ بِقَبُولِ الشِّرَاءِ ، أَوْ الصَّدَقَةِ أَوْ الْوَصِيَّةِ .وَالْحُكْمُ وَاحِدٌ ، وَهُوَ أَنَّ مَا يَتَوَلَّدُ مِنْ الزِّيَادَةِ يَكُونُ مُشْتَرَكًا بَيْنَهُمَا بِقَدْرِ الْمِلْكِ ، وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِمَنْزِلَةِ الْأَجْنَبِيِّ فِي التَّصَرُّفِ فِي نَصِيبِ صَاحِبِهِ .\r[ almabsuth li-assarokhsy 11/151 ].","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"شَرِكَةُ الْمِلْكِ](قَوْلُهُ: شَرِكَةُ الْمِلْكِ أَنْ يَمْلِكَ اثْنَانِ عَيْنًا إرْثًا أَوْ شِرَاءً)بَيَانٌ لِلنَّوْعِ الْأَوَّلِ مِنْهَا وَقَوْلُهُ إرْثًا أَوْ شِرَاءً مِثَالٌ لَا قَيْدٌ فَلَا يَرِدُ أَنَّ ظَاهِرَهُ الْقَصْرُ عَلَيْهِمَا مَعَ أَنَّهُ لَا يُقْصَرُ عَلَيْهِمَا، بَلْ تَكُونُ فِيمَا إذَا مَلَكَاهَا هِبَةً أَوْ صَدَقَةً أَوْ اسْتِيلَاءً بِأَنْ اسْتَوْلَيَا عَلَى مَالِ حَرْبِيٍّ أَوْ اخْتِلَاطًا كَمَا إذَا اخْتَلَطَ مَالُهُمَا مِنْ غَيْرِ صُنْعٍ مِنْ أَحَدِهِمَا أَوْ اخْتَلَطَ بِخَلْطِهِمَا خَلْطًا يَمْنَعُ التَّمْيِيزَ أَوْ يَتَعَسَّرُ كَالْحِنْطَةِ مَعَ الشَّعِيرِ.\r[ al-bahru ar-roo-iq 5/180 ].\rsyirkah kepemilikan ini adalah kepemilikan bersama atas suatu barang di antara dua orang atau lebih yang terjadi karena adanya salah satu sebab kepemilikan (seperti jual-beli, hibah, wasiat, dan waris), atau karena adanya percampuran harta benda yang sulit untuk dipilah-pilah dan dibedakan. Syirkah kepemilikan ini misalkan ada satu pihak yang menghibahkan suatu harta kepada dua orang, lalu keduanya menerimanya. Maka kepemilikan harta itu dalam fiqih Islam disebut syirkah kepemilikan.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/365433470146134/\r1252. MASA IDDAH WANITA YANG MELAKUKAN ABORSI\rPERTANYAAN :\rFaozi Afandy","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"Marni adalah wanita yang sedang hamil, lalu ditinggal mati suaminya, karena marni ingin iddahnya cepet selesai,maka marni mengambil jalan pintas dengan menggugurkan kandungannya (aborsi)... pertanyaanku Sejauh manakah iddahnya wanita yang keguguran dan Bagaimana masa iddahnya wanita yang menggugurkan kandungan (aborsi)? Mohon jawaban dan referensinya.....matur nuwun.\rJAWABAN :\rYupiter Jet\rSejauh manakah iddahnya wanita yang keguguran\rوَأُولاتُ الأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ} [الطلاق: 4\rوَلِأَنَّ الْقَصْدَ مِنْ الْعِدَّةِ بَرَاءَةُ الرَّحِمِ وَهِيَ حَاصِلَةٌ بِوَضْعِ الْحَمْلِ (وَلَوْ) كَانَ (مَيِّتًا أَوْ مُضْغَةً تُتَصَوَّرُ)\r[ hasyiyah al-jamal 4/446 ].\rMinimal usia kandungan sampai MUDLGHOH. Dan Bagaimana masa iddahnya wanita yang menggugurkan kandungan (aborsi) ?\rولاتنقضي العدة الا بوضعه ولو بدواء\rTidak habis masa 'iddah kecuali dengan melahirkan walaupun dengan melalui OBAT. [ albajuri 2/172 ].\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/363587920330689/\r1337. PENGUCAPAN TALAK SAAT GUYONAN\rPERTANYAAN :\rPateh Jempolan Exsan\rAssalamu'alaikum. Ada pertanyaan titipan. Seumpama ada pasangan suami istri, suaminya bercerita guyon dengan temannya, \"istriku mau aku tukar tambah\" Apakah perkataan seperti ini sudah jatuh dalam hukum talak 1 ?\rJAWABAN :\r> Abi'Wa Ummi Habibi\rLafaz talak :Kalimat yang dipakai untuk penceraian ada dua macam :","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"1. Sharih (terang), yaitu kalimat yang tidak ragu ragu lagi bahwa yang dimaksud adalah memutuskan ikatan perkawinan, seperti kta si suami, \"Engkau tertalk,\" atau \"Saya ceraikan engkau.\" kalimat yang sharih (terang) ini tidak perlu dngan niat. Berarti apabila dikatakan oleh suami, berniat atau tidak berniat, keduanya terus bercerai, asal perkataannya itu bukam berupa hikayat.\r2. Kinayah (sindiran), yaitu kalimat yang mash ragu ragu, boleh diartikan untuk perceraian nikah atau yang lain, seperti kata suami, \"pulanglah engkau kerumah keluargamu\", atau \"pergilah dari sini,\" dsb. Kalimat sindiran ini bergantung pada niat, artinya \"kalau tidak diniatkan untuk perceraian nikah, tidaklah jatuh talak. Kalau diniatkam untuk menjatuhkan talak barulah menjadi talak.\"\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Talak yang keluar dalam senda gurau ataupun bercanda tetap jatuh selagi yang dipakai menggunakan kata-kata talak yang jelas seperti kata “TALAK atau CERAI”, sedang guyonan seorang suami dalam pertanyaan diatas juga bisa jatuh talak bila ada niat dari suami.\rفَصْلٌ يَقَعُ طَلَاقُ الْهَازِلِ وَعِتْقُهُ وَكَذَا نِكَاحُهُ وَسَائِرُ تَصَرُّفَاتِهِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فَلَا يُدَيَّنُ كَأَنْ قالت له في مُعْرِضِ الدَّلَالِ أو الِاسْتِهْزَاءِ طَلِّقْنِي فقال طَلَّقْتُك وَذَلِكَ لِأَنَّهُ أتى بِاللَّفْظِ عن قَصْدٍ وَاخْتِيَارٍ وَعَدَمُ رِضَاهُ بِوُقُوعِهِ لِظَنِّهِ أَنَّهُ لَا يَقَعُ لَا أَثَرَ له لِخَطَأِ ظَنِّهِ كما لَا أَثَرَ له فِيمَا لو طَلَّقَ بِشَرْطِ الْخِيَارِ له وَلِخَبَرِ ثَلَاثٌ جَدُّهُنَّ جَدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ رَوَاهُ أبو دَاوُد","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Dan jatuh thalaknya orang yang bersenda gurau begitu juga nikah dan setiap akad pengelolaan hartanya secara lahir dan bathin maka tidak menjadi miliknya kembali, seperti saat istrinya yang bertujuan bercanda berkata “Talaklah aku..!” maka suami menimpali candaannya dengan berkata “Kutalak dirimu” maka jatuhlah talaknya.Yang demikian dikarenakan suami memakai bentuk kata TALAK yang tidak diperlukan lagi adanya niat dan keadaan ikhtiyarnya (kemauannya sendiri).\rTiada kerelaan menjatuhkannya sesuai dengan yang dia duga tidak berpengaruh karena dugaanya dianggap salah....... Dan karena berdasarkan hadits nabi Muhammad SAW “Tiga hal yang apabila dikatakan dengan sungguh-sungguh maka dia menjadi serius dan bila dikatakan dengan main-main, akan jadi serius pula, yaitu nikah, talak, dan rujuk.” (HR. Abu daud). [ Asnaa al-Mathaalib III/281 ].\rويقع طلاق الهازل به بأن قصد لفظه دون معناه أو لعب به بأن لم يقصد شيئا ولا أثر لحكاية طلاق الغير وتصوير الفقيه وللتلفظ به بحيث لا يسمع نفسه\rDan jatuhlah talaknya orang yang bersenda gurau seperti saat ia menyengaja lafadznya bukan maknanya, atau bermain-main seperti saat ia tidak menyengaja sesuatupun.Dan tidak berpengaruh karena menceriterakan talaknya orang lain, penjabaran orang alim fiqh dan sebatas melafadzkannya sekira tanpa terdengar oleh dirinya. [ Fath al-Mu’iin IV/5 ].\r( و ) يقع ( بكناية ) وهي ما يحتمل الطلاق وغيره إن كانت ( مع نية ) لإيقاع الطلاق","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Dan talak bisa jatuh dengan kata kinayah ialah kata-kata yang mengandung arti talak dan arti lainnya dengan syarat dibarengi niat saat menjatuhkannya. [ Fath al-Mu’iin IV/12 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/376590419030439/\r1360. GUGATAN CERAI DARI ISTRI (KHULU')\rPERTANYAAN :\rAdhi NoerMochammad Khusna II\rAssalamualaikum...Mohon dengan sangat pendapatnya, apakah sudah termasuk talak apabila dalam satu pertengkaran ada ucapan atau kata-kata \"beresan\" ..Sebagai berikut ikhwal ceritanya \"aku sudah tidak tahan mas dengan sikapmu yang mudah jatuh cinta, kalau masih begitu sikapmu lebih baik kita beresan\".. Dengan sangat mohon pencerahanya..\rJAWABAN :\r> Hezqiel Azmatkhan\rTalak itu kan jatuhnya dari pihak suami bukan istri\r> Mbah Jenggot\rSeperti yang disampekan Kg Hezqiel Azmatkhan yang punya hak cerai adalah suami,dan andai ucapan tersebut (BERESAN) di ucapkan oleh suamipun masih butuh niat.karena belum sorih/jelas.\r> Adhi NoerMochammad Khusna II\rJadi dalam hukum islam perceraian istri tidak bisa menggugat minta cerai ya mbah..Ma'af pengembangan pertanya'an.\r> Mbah Jenggot\rBISA, namanya KHULU` atau suami telah Memasrahkan talaknya kepada isteri supaya mentalak sendiri diperbolehkan menurut ijma’.","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"فصل فى جواز تفويض الطلاق للزوجة وهو جائز بالاجماع الى ان قال ... له تفويض طلاقها اليها وهو تمليك فى الجديد فيشترط لوقوعه تطليقها على الفور لان التطليق هنا جواب للتمليك فكان كقبوله وقبوله فور فان أخرت بقدرما ينقطع به القبول عن الايجاب او تخلل اجنبى كثير بين تفويضها وتطليقها ثم طلقت انفسها لم تطلق وفى قول توكيل فلا يشترط فور فى الاصح (مغنى المحتاج ص285ج3).\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/368775913145223/\r1459. PERBEDAAN FASAKH NIKAH DENGAN THALAQ\rPERTANYAAN :\rIbnu Hilman Billah\rMaaf mo tanya nih, apakah fasakh nikah bisa dikategorikn thalaq ?\rJAWABAN :\rKhodim Piss-ktb II\rFasakh nikah bukan termasuk kategori thalaq. Melainkan fasakh, thalaq, dan ditinggal mati termasuk kategori atau bagian dari furqah nikah (terpisahnya pernikahan).\rفرق النكاح كثيرة وأجناسها ثلاثة موت وطلاق وفسخالكتاب : المنثور في القواعد ج3 ص24\r“Furqah nikah memiliki banyak macam, sedangkan jenisnya ada tiga: maut, thalaq, dan fasakh.”\r( اعلم ) أن الفسخ يفارق الطلاق في أربعة أمور الأول أنه لا ينقص عدد الطلاق فلو فسخ مرة ثم جدد العقد ثم فسخ ثانيا وهكذا لم تحرم عليه الحرمة الكبرى بخلاف ما إذا طلق ثلاثا فإنها تحرم عليه الحرمة المذكورة ولا تحل له إلا بمحلل الثاني إذا فسخ قبل الدخول فلا شيء عليه بخلاف ما إذا طلق فإن عليه نصف المهر الثالث إذا فسخ لتبين العيب بعد الوطء لزمه مهر المثل بخلاف ما إذا طلق حينئذ فإن عليه المسمى الرابع إذا فسخ بمقارن للعقد فلا نفقه لها وإن كانت حاملا بخلاف ما إذا طلق في الحالة المذكورة فتجب النفقة وأما السكنى فتجب في كل من الفسخ والطلاق حيث كان بعد الدخولالكتاب : حاشية إعانة الطالبين ج3 ص336.\r“Ketahuilah bahwa fasakh nikah berbeda dengan thalaq dalam empat hal :","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"1.…Fasakh tidak mengurangi jatah jumlah thalaq, seandainya fasakh satu kali lalu akad lagi, fasakh lagi kedua kalinya dan seterusnya maka ia tidak akan mendapati haram kubra. Berbeda jika ia menthalaq sampai tiga kali maka ia akan mendapati haram kubra dan tidak bisa halal kecuali dengan perantaraan muhallil.”\r2.…Fasakh ketika dilakukan sebelum disetubuhi tidak berdampak apapun. Berbeda dengan thalaq yang berakibat hukum separuh mahar.\r3.…Fasakh ketika dilakukan setelah disetubuhi dikarenakan dijumpainya aib akan berdampak kewajiban mahar mitsli. Berbeda dengan thalaq yang berakibat mahar musamma.\r4.…Fasakh ketika dilakukan bersamaan dengan akad maka tidak ada hak nafkah untuk pihak wanita meskipun sedang hamil. Berbeda dengan thalaq yang mewajibkan nafkah. Adapun hak tempat tinggal maka wajib adanya entah pada fasakh maupun thalaq ketika dilakukan setelah disetubuhi.\rWallahu a’lam.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/387078621314952/\r1564. SUAMI MENIKAH LAGI SEBELUM HABIS IDDAH ISTRI KE-4 YANG DICERAI\rPERTANYAAN :\rDinda Selalutersenyum\rAssalamu'alaikum. Ada titipan pertanyaan dari temen ,karena low dia nanya di piss ga pernah ada yang nanggapin dan jawab,... Seorang suami punya istri 4. Setelah lama istri yang terakhir itu dicerai dan dalam waktu 2 minggu suaminya itu nikah lagi sama wanita yang baru. Apakah pernikahan sang suami sah ?? Jazakumullah atas jawabannya.\rJAWABAN :\r> Abu Zaki","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"Tidak sah, kalau talaknya merupakan talaq roj'iy, karena status pria tersebut masih dapat ruju' pada mantan istri keempatnya tersebut dan ini merupakan contoh satu-satunya laki-laki yang punya iddah. Ibarotnya ada dalam kitab Al bajuri ala ibni qosim.\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rTidak sah, harus setelah selsai iddah istriya yang diceraikanya, jika telah selsai iddahnya maka bagi mantan suami teresbut boleh menikah lagi. [ kifayatul akhyar 2/107 ].\r> Agus Muntung Satria\rTidak sah karena istri ke-4 yang ditolak roj 'i masih dihukumi sebagi zaojah / istri.\rويشترط أيضا أن لا تكون تحته أربع من الزوجات سوى المخطوبة ولو كان بعضهن في العدة الرجعية لأن الرجعية في حكم الزوجة\r[ Fathul mu'in juz 3 hal 297 syameela ].\r> Abdullah Afif\rويشترط أيضا أن لا تكون تحته أربع من الزوجات سوى المخطوبة ولو كان بعضهن في العدة الرجعية لأن الرجعية في حكم الزوجة\rWA YUSYTARATHU AIDHAN AN LAA TAKUUNAA TAHTAHUU ARBA'UN MINAZZAUJAATI SIWAL MAKHTHUUBATI WA LAU KAANA BA'DHUHUNNA FIL 'IDDATIRRAJ'IYYATI LI ANNA ARRAJ'IYYATA FII HUKMIZZAUJATI\rDisyaratkan juga tidak adanya empat isteri yang ada di bawah (milik) nya selain wanita yang dipinang meskipun sebagian isteri empat itu ada dalam iddah raj'iyyah, karena raj'iyyah sama hukumnya zaujah. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/421617434527737\r1576. SUAMI ATAU ISTRI MURTAD, BATALKAH PERNIKAHANNYA\rPERTANYAAN :\rNovan Probolingo\rBagaimana hukumnya suami istri bilamana yang salah satu itu murtad (keluar dari islam) atau seperti jaman sekarang banyak yang tinggal sholat ? pernikahan apa masih berlanjut / batal ?\rJAWABAN :","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"> Sunde Pati\rKalo salah 1 murtad maka nikahnya jadi batal, kalau hanya ninggal sholat selama tidak mengingkari sholat itu wajib, maka tidak dihukumi kufur, jadi nikahnya tetap berjalan.\rقَالَهُ الْمَاوَرْدِيُّ وَالْخُلْعُ في الرِّدَّةِ مِنْهُمَا أو من أَحَدِهِمَا بَعْدَ الدُّخُولِ مَوْقُوفٌ فَإِنْ أَسْلَمَ الْمُرْتَدُّ في الْعِدَّةِ تَبَيَّنَّا صِحَّةَ الْخُلْعِ وَإِلَّا فَلَا لِانْقِطَاعِ النِّكَاحِ بِالرِّدَّةِ\r[ asnal matholib juz 3 hal 248 ].\rفَصْلٌ مِلْكُ الْمُرْتَدِّ وَتَمَلُّكُهُ بِاصْطِيَادٍ وَاحْتِطَابٍ وَنَحْوِهِمَا مَوْقُوفٌ كَبُضْعِ زَوْجَتِهِ سَوَاءٌ الْتَحَقَ بِدَارِ الْحَرْبِ أَمْ لَا فَإِنْ أَسْلَمَ فَهُوَ له قَطْعًا أَيْ تَبَيُّنًا\r[ asnal matholib juz 4 hal 123 ].\r( قوله بفراق وقع منها ) أي بسبب عيب فيه أو بسبب ردتها فإنه بالردة ينفسخ النكاح حالا إذا كان قبل الوطء\r[ ianatut tholibin juz 3 hal 351 ].\r> Abdullah Al-Bughisy\r\"Wa laa tahillu murtaddatun li ahadin\". wanita murtad tidak halal bagi siapapun. (Hasyiyah Sarqowi, Juz II, h. 237).\r> Nisfi Sitta\rNderek tanya ^_^ apakah jika salah satunya murtad, otomatis jatuh talaq atau si suami harus mentalaq terlebih dahulu ? Suwun\r> Abdullah Al-Bughisy\rSecara otomatis jatuh talaq, tidak harus pake manual.\r> Sunde Pati\rBukan jatuh talak, tapi diharamkan baginya berhubungan badan, kalau dia kembali islam, maka jadi pasutri lagi.\rولو ارتد زوجان أو أحدهما قبل دخول تنجزت الفرقة بينهما أو بعده أي الدخول وقفت فان جمعهما الاسلام في العدة دام النكاح وإلا بأن لم يجمعها فالفرقة من الردة ويحرم الوطء في التوقف","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"Jika pasutri murtad atau salah satunya sebelum melakukan hubungan badan maka langsung berlaku hukum cerai diantara merekajk murtadnya setelah melakukan hubungan badan maka dihentikan dulu,jk mereka bisa kembali islam saat masih iddah maka hukum nikahnya masih tetap berlaku,jk tidak,maka hukum furqoh/cerai itu berlaku gara2 murtaddan diharamkan berhubungan badan dalam masa2 pemberhentiannya. [ Assiroj alwahhaj juz 1 hal 377 ].\r> Nisfi Sitta\rOwh berarti tidak usah ijab lagi.. Suwun..pertanyaan terakhir,,; kalau suami_istri ni konsisten murtad, jatuhx talaq 1 atau 3 saligus?? Dalem ngaturaken matur suwun..\r> Sunde Pati\rJatuhnya talaq 1 / roj'iyyah\rولا حد ) فيه لشبهة بقاء النكاح بل فيه تعزير وتجب العدة منه كما لو طلق زوجته رجعيا ثم وطئها في العدة\r[ fathul wahhab juz 2 hal 78 ].\r> Mbah Godek\rIni tak tambahi ibaroh :\rفكالمسلم ( ولا تحل مرتدة ) لأحد لا من المسلمين لأنها كافرة لا تقر ولا من الكفار لبقاء علقة الإسلام فيها ( وردة ) من الزوجين أو أحدهما ( قبل دخول ) وما في معناه من استدخال مني ( تنجز فرقة ) بينهما لعدم تأكد النكاح بالدخول أو ما في معناه ( وبعده ) توقفها ( فإن جمعهما إسلام في العدة دام نكاح ) بينهما لتأكده بما ذكر ( وإلا فالفرقة ) بينهما حاصلة ( من ) حين ( الردة ) منهما أو من أحدهما ( وحرم وطء ) في مدة التوقف لتزلزل ملك النكاح بالردة ( ولا حد ) فيه لشبهة بقاء النكاح بل فيه تعزير وتجب العدة منه كما لو طلق زوجته رجعيا ثم وطئها في العدة\r[ fathul wahhab juz 2 hal 78 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/381687141854100/\r1626. SYARAT-SYARAT ISTRI BOLEH MENGAJUKAN FASAKH NIKAH\rPERTANYAAN :\rDyah Alydya","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"Assalamu`alaykum warga piss tercinta... istri boleh menggugat cerai syarat-syaratnya apa aja njih ?, matur suwun bantuan jawabannya...\rJAWABAN :\r> Ibnu Abihi\rNyumbang komen\rويردّ الرجل بخمسة عيوب بالجنون والجذام والبرص والجبّ والعنّة\rIstri boleh menggugat cerai / membatalkan nikah, jika suaminya :\r1. gila\r2. sakit judzam/lepra\r3. sakit barosh/sejenis penyakit kulit\r4. penisnya putus\r5. impoten\rbegitulah yang ada dalam taqrib\r(لزوجة مكلفة فسخ نِكَاح من أعْسر) مَالا وكسبا حَلَالا (بِأَقَلّ نَفَقَة) وَاجِب مُسْتَقْبل وَهُوَ مد (أَو) أقل (كسْوَة) وَهُوَ مَا لَا بُد مِنْهُ بِخِلَاف نَحْو السَّرَاوِيل والمكعب فَإِنَّهُ لَا فسخ بذلك (أَو بمسكن) أَي أَي مسكن سَوَاء كَانَ لائقا أَو لَا (أَو بِمهْر) حَال كلا أَو بَعْضًا (قبل وَطْء) لِأَنَّهَا إِذا فسخت بالجب والعنة فبالعجز عَن ذَلِك أولى لِأَن الْبدن لَا يقوم بِدُونِهِ بِخِلَاف الْوَطْء\rIntinya, jika suami tidak mampu memberi nafkah yang wajib (yaitu 1 mud / 574 gr bahan makanan pokok) dan atau tidak mampu memberi pakaian yang wajib (pakaian inti, bukan perlengkapan2 semisal bh,cd dll)dan atau tidak mampu menyediakan tempat tinggal (yang penting berupa tempat tinggal) dan atau tidak mampu melunasi mahar yang kontan (jika istri blm pernah di setubuhi).[ nihayatuzzain 1/337 ].\r> Chilfie Azza\rIbnu Abihi, TaPi BaGAIMANA JiKa SANG SUAMI BERKATA:AKU KAN CuMa BERCANDA, Ga NIAT DaRi HATI...\r>> Ibnu Abihi\rChilfie,\rعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ : النِّكَاحُ ، وَالطَّلَاقُ ، وَالرَّجْعَةُ \" . رواه أبو داود (2194","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"Dari Abu Huroiroh, Rosululloh SAW bersabda: ada 3 hal yang seriusnya di anggap benar2 serius dan bercandanya tetap di anggap serius, yaitu Nikah, Tolak/cerai dan roj'ah/rujuk. Ini ada keterangan juga dari fathul qorib\rولو تلفّظ الزّج بالصريح وقال لم ارد به الطلاق لم يقبل\rArtinya, jika suami telah mengucap cerai (dg kalimat yang shorih) lalu dia berkata \"saya tidak serius dengan ucapanku itu tadi\" maka ucapan suami tersebut tidak dapat di terima (tetap jatuh carai).\r> Bunda Nina\rApalagi ada yang dalam keadaan mabuk tuh bagaimana juga ya?\r> Ibnu Abihi\rBunda Nina, kalimat cerai yang keluar dari mulutnya orang yang mabuk tetap di hukumi terjadi cerai (dalam kitab taqrib dikatakan , عقوبة له / sebagai hukuman bagi orang yang mabuk)\r> ارمل الزواج\rقسم : فقه شافعيالكتاب: السراج الوهاج على متن المنهاجالمؤلف: العلامة محمد الزهري الغمراوي (المتوفى: بعد 1337هـ)470 / 1فصلفِي حكم الاعسار بمؤنة الزَّوْجَة أعْسر بهَا أَي نَفَقَة الزَّوْجَة الْمُسْتَقْبلَة فان صبرت وأنفقت على نَفسهَا صَارَت دينا عَلَيْهِ وَإِلَّا بِأَن لم تصبر فلهَا الْفَسْخبِالطَّرِيقِ الْآتِي على الْأَظْهر","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"2فتاوى ابن الصلاح 694 / 2 - مَسْأَلَة إِذا امْتنع الزَّوْج عَن أَدَاء النَّفَقَة هَل لَهَا الْفَسْخ فِيهِ قَولَانِ وَالْأَظْهَر لَيْسَ لَهَا ذَلِك وَكَذَلِكَ إِذا كَانَ الزَّوْج غَائِبا هَل لَهَا الْفَسْخ بِسَبَب الْإِعْسَار قَالَ لَو كَانَ لأَقل من مَسَافَة الْقصر لَيْسَ لَهَا الْفَسْخ وَإِذا كَانَ فِي مَسَافَة الْقصر لَهَا الْفَسْخ قَالَ الإِمَام وَالْفرق بَين مَا إِذا كَانَ الزَّوْج غَائِبا فَلَا فسخ وَإِذا كَانَ مَاله غَائِبا ثَبت الْفَسْخ هُوَ أَنه إِذا كَانَ الزَّوْج غَائِبا فالعجز وجد فِي الْمَرْأَة عَن أَخذ النَّفَقَة لَا فِي الزَّوْج لِأَنَّهُ قَادر على إبقائها وَإِذا كَانَ المَال غَائِبا فالعجز فِي الزَّوْج لَا فِي الْمَرْأَة كالمعسر وَكَذَلِكَ فِي الممتع الْعَجز فِي الْمَرْأَة لَا فِيهَا فَصَارَ هَذَا كَمَا إِذا كَانَت الْمَرْأَة صَغِيرَة لَا نَفَقَة لَهَا لِأَن الْعذر من قبلهَا وَإِن كَانَ الزَّوْج صَغِيرا لَهَا النَّفَقَة لِأَن الْعذر من جِهَته\rالقسم : فقه شافعيالكتاب: فتاوى ابن الصلاحالمؤلف: عثمان بن عبد الرحمن، أبو عمرو، تقي الدين المعروف بابن الصلاح (المتوفى: 643هـ)\rBoleh mengajukan fasakh kalau suami tidak bisa ngasih nafaqoh dan si istri tidak ridlo, diajukan kepada hakim / pengadilan agama. Wallaau a'laamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/431980863491394/\r1661. Mengiyakan Permintaan Cerai Istri\rMasaji Antoro\rPERTANYAAN :","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"Deskripsi Masalah : Ada sepasang suami istri yang kehidupan rumah tangganya sudah mulai retak. Karena tidak tahan dengan kondisi tersebut, si istri meminta pada suaminya, \"kalau kamu terus menerus begini, saya ditalaq tiga saja..!\" kemudian suaminya langsung menjawab, \"ayo.. mau talaq ke mana ?\" Pertanyaan : a. Apakah perkataan suami tersebut termasuk talaq?\rJAWABAN :\rMengingat perkataan suami tersebut termasuk kinayah talaq maka apabila suami berniat mentalaq maka perkataannya menyebabkan talaq. Referensi :Bughyah al-Mustarsyidin, Hal. 226\rوعبارته :\rبغية المسترشدين صـ 226\r(مسئلة ش) سألته الطلاق فقال متى من رقبتى أنت طالق بالثلاث حكم عليه بها إلا إن أراد بمتى الإستفهام ولم يأت بالفاء قبل أنت الخ. فيصدق بيمينه لأن أسلوب كلامه يحتمله فكأنه قال متى تصيرين مطلقة ثلاثا فإن أتى بالفاء لم يصدق ظاهرا كما لو ادعى أنه أراد التعليق بالبراءة ولا قرينة كمنعه من التلفظ بذلك على المعتمد.\rhttp://lbmnu-pamekasan.blogspot.com/2011/04/permintaan-cerai-istri.html\r1662. Pengelompokan Thalaq Sharih-Kinayah\rDefinisi thalaq sharih secara sederhana dalam Ianah dan beberapa kitab lain adalah ‘ma la yahtamilu ghairu thalaq’. Contoh pastinya adalah lafadz thalaq itu sendiri.\rDefinisi lebih lengkap disebutkan di Mughni Mujhtaj, yakni lafadz yang tidak mengandung selain thalaq baik dari segi lughat maupun urf. Sebab bila lughat saja maka akan ambigu sekali, sebab hampir tidak ada kata yang berdefinisi tunggal. Contohnya saja thalaq, secara bahasa bisa berarti lepasnya tali pernikahan, menembak, memanggil, dll. Akhirnya tidak terjadi kodifikasi sharih-kinayah.","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Dari segi urf artinya setiap lafadz yang masyhur oleh masyarakat digunakan sebagai kalimat thalaq maka disebut sharih. Definisi ini lebih memahamkan. Namun problem muncul ketika lafadz ‘thalaq’ yang tadinya sharih ketika diterjemahkan ke bahasa lain terjadi perselisihan pendapat, ada yang menyatakan hal itu termasuk kinayah hanya dengan alasan terjemah lafadz thalaq tidak dijumpai di dalam al-Qur’an maupun hadits.\rDengan demikian definisi paripurna adalah seperti yang tercantum di Kifayah Akhyar, yakni ucapan yang untuk jatuhnya thalaq tidak butuh niat sebab sudah diresmikan sebagai kalimat thalaq oleh syariat. Paripurna sebab barometer syariat bisa berarti ‘wurud’ dalam dalil maupun masyhur secara ‘urf. Wurud dalam dalam dalil menjadi pegangan qaul yang berkata terjemah thalaq tidak sharih, dan masyhur secara urf menjadi pegangan qaul yang berkata terjemah thalaq itu sharih.\rSecara garis besar ada empat kodifikasi sharih-kinayah dalam pembahasan thalaq :\r- Sharih mutlak, yaitu lafadz thalaq.\r- Khilaf, sharih menurut qaul masyhur, yakni lafadz sarah dan firaq.\r- Khilaf, sharih menurut qaul madzhab, yakni terjemah lafadz thalaq.\r- Khilaf, sharih menurut qaul mu’tamad (dha’if), yakni terjemah sarah dan firaq.\rBila dikaitkan dengan pertanyaan hukum suami menthalaq dengan perkataan ‘pisah’ (bahasa Indonesia) yang identik dengan ‘firaq’ berarti hukumnya khilaf. Kinayah menurut sebagian ulama, dan sharih menurut qaul dha’if dari sebagian ulama lainnya. Wallahu a’lam. [ Khodim PISS-KTB II ].\r-----------------------------------------\rالكتاب: حاشية إعانة الطالبين ج4 ص11-13","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"(قوله: بصريح) متعلق بيقع: أي إنما يقع الطلاق بصريح الخ، وهو شروع في بيان الصيغة التي هي أحد أركانه وهي لفظ يدل على فراق إما صريحا وهو ما لا يحتمل ظاهره غير الطلاق وألفاظه خمسة: طلاق، وفراق، وسراح، وخلع، ومفاداة، كما قال ابن رسلان في زبده: صريحه سرحت أو طلقت خالعت أو فاديت أو فارقت وإنما كانت صريحا لاشتهارها في معنى الطلاق وورودها في القرآن مع تكرر بعضها فيه وإلحاق ما لم يتكرر منها بما تكرر. -إلى أن قال-\rوإما كناية وهي كل لفظ احتمل ظاهره غير الطلاق، ولا تنحصر ألفاظها. -إلى أن قال-\r(قوله: فترجمة الطلاق صريح) أي لشهرة استعمالها عندهم في معناها شهرة العربية عند أهلها، ولا ينافي تأثير الشهرة هنا عدمه في أنت علي حرام لأن ما هنا موضوع للطلاق بخصوصه بخلاف ذاك، وإن اشتهر فيه.\rوفي البجيرمي: وترجمة الطلاق بالعجمية: سن بوش فسن أنت، وبوش طالق.\rاه.\rوقوله على المذهب: قال في المغنى: والطريق الثاني وجهان: أحدهما أنه كناية اقتصارا في الصريح على العربي لوروده في القرآن وتكره على لسان حملة الشرع. اه\r(قوله: وترجمة صاحبيه) أي الفراق والسراح.\rوقوله صريح أيضا على المعتمد: قال في التحفة بعده على ما اقتضاه ظاهر أصله، واعتمده الأذرعي، ونقل عن جمع الجزم به، لكن الذي في أصل الروضة عن الإمام والروياني وأقراه أنها كناية لبعدها عن الاستعمال.\rاه.\rوظاهرها اعتماد أنها كناية وجزم بها في شرح الإرشاد فقال أما ترجمة السراح والفراق فكناية، خلافا للحاوي كما صححه في أصل الروضة وإن أطال جمع في رده.\rاه.\rوجزم بها في النهاية أيضا، فعلم أن قوله على المعتمد هو جار فيه - على ما اقتضاه ظاهر أصل المنهاج - وهو المحرر، وعلى ما اعتمده الأذرعي.\rوقد علمت أن المعتمد خلافه (قوله: الجزم به) أي بهذا المعتمد، وهو ضعيف كما علمت\rالكتاب: كفاية الأخيار ج1 ص388-391","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"ثمَّ اللَّفْظ إِمَّا صَرِيح وَإِمَّا كِنَايَة فالصريح مَالا يتَوَقَّف وُقُوع الطَّلَاق بِهِ على نِيَّة لِأَنَّهُ لذَلِك وضع أَي وَضعه الشَّارِع لذَلِك وَأما الْكِنَايَة فَهُوَ مَا يتَوَقَّف على النِّيَّة وَهَذَا بِالْإِجْمَاع وَلَا يَقع الطَّلَاق فِي الْكِنَايَة بِلَا نِيَّة قَالَ\r(فالصريح ثَلَاثَة أَلْفَاظ الطَّلَاق والفراق والسراح وَلَا يفْتَقر صَرِيح الطَّلَاق إِلَى النِّيَّة)\rأما كَون الطَّلَاق صَرِيحًا فَلِأَنَّهُ قد تكَرر فِي الْقُرْآن واشتهر مَعْنَاهُ وَهُوَ حل قيد النِّكَاح فِي الْجَاهِلِيَّة وَالْإِسْلَام وأطبق عَلَيْهِ مُعظم الْخلق وَلم يخْتَلف فِيهِ أحد\rالكتاب: مغنى المحتاج ج4 ص456-460\rفَصَرِيحُهُ) جَزْمًا (الطَّلَاقُ) أَيْ مَا اُشْتُقَّ مِنْهُ كَمَا سَيَأْتِي لِاشْتِهَارِهِ فِيهِ لُغَةً وَعُرْفًا (وَكَذَا الْفِرَاقُ وَالسَّرَاحُ) بِفَتْحِ السِّينِ أَيْ مَا اُشْتُقَّ مِنْهُمَا (عَلَى الْمَشْهُورِ) فِيهِمَا لِوُرُودِهِمَا فِي الْقُرْآنِ بِمَعْنَاهُ وَالثَّانِي، أَنَّهُمَا كِنَايَتَانِ؛ لِأَنَّهُمَا لَمْ يَشْتَهِرَا اشْتِهَارَ الطَّلَاقِ وَيُسْتَعْمَلَانِ فِيهِ وَفِي غَيْرِهِ. -إلى أن قال-\r(وَتَرْجَمَةُ) لَفْظِ (الطَّلَاقِ بِالْعَجَمِيَّةِ صَرِيحٌ عَلَى الْمَذْهَبِ) لِشُهْرَةِ اسْتِعْمَالِهَا فِي مَعْنَاهَا عِنْدَ أَهْلِهَا شُهْرَةَ اسْتِعْمَالِ الْعَرَبِيَّةِ عِنْدَ أَهْلِهَا\r1830. MASA IDDAH BAGI PRIA / SUAMI\rPERTANYAAN :\r? Ubaid Bin Aziz Hasanan","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Assalamu alaikum, cari ibarat laki-laki yang ada iddahnya belum nemu, yaitu bila suami punya istri dan telah bercerai habis itu nikah dengan adik wanita istrinya maka demikian ini laki-laki wajib iddah seperti halnya istrinya, katanya ibaratnya di khasiyah al bujairomi ala manhaj kog tidak nemu2 yo ??? tolong dong bantuan ibaratnya ?\rJAWABAN :\r? Muhammad Al-Muthohhar\rهل علي الرجال عدة: قالوا: هناك عدة علي الرجل في حالتين:\rالاولى: اذا كان متزوجا اربع نسوة، ثم طلق احداهن او اكثر، وارد ان يتزوج غيرها... فانه لايجوز له الزواج بغيرها اذا كانت رجعية حتى تنتهي عددها.\rوالثانية: اذا طلق زوجته الوحيدة طلاقا رجعيا، وارد ان يتزوج اختها او عمتها او خالتها او غيرهن ممن يحرم عليه الجمع بينهما... لا يجوز له حتى تنتهي عددها.\r(شرح الياقوت النفيس، ص 654، دار المنهاج)\r? Guz Zein\rمدة تتربص فيها المرأة , اي تنتظر وتمنع نفسها عن النكاح فى تلك المدة وشملت المرأة الحرة والأمة, وخرج بها الرجل فلا عدة عليه, قالوا : الا في حالتين . الأول: اذا معه امرأة وطلقها رجعيا واراد التزوج بمن لا يجوز جمعها معها كأختها . الثاني : ما\rاذا كان معه أربعة زوجات وطلقها واحدة منهن رجعيا وأراد التزوج بخامسة فلا يجوز له ذلك في حالتين المذكورتين الا بعد انقضاء العدة وفي كون العدة واجبة على الرجل فيهما نظر, بل غاية ما فيه أنه يتربص بلا تزوج حتى تنقضي العدة الواجبة على المرأة.\r1. apabila si suami itu mempunyai empat istri, lalu di talak satu dengan talak raj`i, maka untuk kawin lagi hrs nunggu iddah nya,","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"2. apabila mencerai kan istri, dan mau nikah lagi dengan perempuan yang tidak di perbolehkan untuk di kumpulkan dlam satu pernikahan, maka harus menunggu iddahnya selesai, seperti mau pindah sama saodaranya, bibinya. [ ibaroh ini saya ambil dari kitab i`anatut tholibin , di awal bab iddah ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/464972003525613/\r1853. UCAPAN \" LOE GUE END \", APAKAH TERMASUK TALAK ?\rPERTANYAAN :\rKanjengPutri NariRatih\rAssalaamu'alaikum, suami berkata pada istrinya: ''Lo Gue END''. Apakah perkataan tersebut bisa menyebabkan jatuh thalak ??? Suwun.\rJAWABAN :\r> Toni Imam Tontowi\rTarjamah tholaq terjadi khilaf mengenai shorih / kinayahnya : menurut Syafi'iyyah termasuk shorih\rفرع ترجمة لفظ الط?ق بالعجمية وسائر اللغات ، صريح على المذهب لشهرة استعمالها في معناها عند أهل تلك اللغات ، كشهرة العربية عند أهلها ، وقيل : وجهان . ثانيهما : أنها كناية ، وترجمة السراح والفراق فيها الخ?ف ،\rلكن ا?صح هنا أنها كناية ، قاله ا?مام والروياني ، ?ن ترجمتهما بعيدة عن ا?ستعمال روضة الطالبين وعمدة المفتين الجزء الثامن ص: 25\r> Iam Alizhahab\rMaksud ibarot kang toni di atas :\r- Terjemahan dari lafadz THOLAK terjadi khilaf\ra. shorih menurut madzhab syafi'i\rb. kinayah menurut ulama/madzhab lain.\r- Sedangkan terjemahan dari lafadz FIROQ & SIROH juga terjadi khilaf, tetapi menurut pendapat yang lebih shohih (ashoh) terjemahan dari kedua tersebut dianggap KINAYAH. Sperti yang telah dikatakan oleh imam al-rowyani.\r> ارمل الزواج","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"فالصريح ثلاثة الفاظ ، الطلاق ، والفراق ، والسراح ولايغتقر صريح الطلاق الى النية.اما كون الطلاق صريحا فلانه تكرر في القران واشيهر في معناه وهو حل قيد النكاح في الجاهلية والاسلام ، واطبق عليه معظم الخلق ولم يختلف فيه احد. ارمل الزواج والكناية كل لفظ احتمل الطلاق وغيره ويفتقر الى النية ....الى ان قال واعلم ان نية الكناية لا بد ان تقترن باللفظ فلو تقدمت اوتاءخرت لم توءثر\rكفاية الخيار 86 / 2\rKESIMPULAN :\r> Iam Alizhahab\rThalak ada dua :\r1. Shorih (jelas) : contoh : ''aku cerai/THALAK kamu''\r2. Kinayah (kiasan) : contoh: ''sekarang kita P U T U S'' atau ''Loch Guech END'' dll.\rjadi Kedua kata putus & end tersebut masih bersayap (kinayah), jadi msh tergantung niat suami. Jika yang dimaksud suami ''PUTUS hubungan pernikahan'' maka jatuh thalak, tapi jika suami bermaksud \"PUTUS hubungan kerja\" misalnya maka tidak jatuh.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/390823384273809\r1932. NIAT TALAQ SEBELUM IJAB QOBUL\rPERTANYAAN :\rImin Alimin\rAssalammualaikum..Q maw tanya nih.. Ada se0rang lelaki yang br sj menikah dan dy sblum mengucapkan ijab qobul, dia mempunyai niat.. Niatnya gini.. Apabila dia (istri) sudah tidak perawan q akan langsung mentalak / menceraikan dia..Nah setelah brjimak dengan si istri, ternyata si istri masih perawan.. Pertaxaannya.. Bagaimanakah hukumx menurut pandangan sariat islam dengan kronologi di atas ? Syukron kastiron.. Wasalammualaikum wr.wb..\rJAWABAN :\r> Ufieq Al-fausie","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Wa'alaikum salam. Bila saya menikah dengan kamu maka kamu akan ketalaq atau setiap perempuan yang akan saya nikahi itu ketalaq ungkapan semacam ini (sebelum akad nikah) tidak bisa menjadikan talak setelah adanya akad pernikahan ,\rولو علق طلاق اجنبية بنكاحها فقال : ان نكحتك فانت طالق او عمم فقال كل امرأة نكحتها فهى طالق لايقع الطلاق اذا نكح هذا هو المشهور فىالمذهب ( العزير شرح الوجيز ص 574 جز 8 )\rهل يقع الطلاق قبل النكاح,,؟اجمع الفقهاء على أن الطلاق لا يقع قبل النكاح استدلالا بقوله تعالى : \" اذا نكحتم المؤمنات ثم طلقتموهن \" فقد رتب الطلاق على النكاح وعطفه \"بثم\" التي تقيد الترتيب مع التراخي, واستدلالا بقوله صلى الله عليه وسلم: لا طلاق قبل النكاح\" واختلفوا فيمن علق الطلاق مثل قوله \"ان تزوجت فلانة فهي طالق\". فهذا مذهب الشافعي وأحمد.كتاب روائع البيان تفسير آيآت الاحكام من القرأن, بقلم محمد علي الصابوني, ج: 2, ص: 272\rواختلفان ابو حنيفة ومالك: أنه يقع الطلاق بعد عقد الزواج وهو مروى عن ابن مسعود رصي الله عنه\r\"Wallohu a'lam bis shawab\".\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/481680958521384/\r1978. KEWAJIBAN ADANYA 'IDDAH MESKIPUN ISTRI BELUM DIJIMA'\rP E R T A N Y A A N :\rOdie Ali Baba","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"Assalamu'alaikum..Afwan..pada semuanya..saya Mau tanya.. Ada seorang laki-laki Kaya Raya.. Munggo.. Tapi dia Impoten.. Dan dia menikah sama Wanita idaman nya.. Semenjak menjadi pasangan keluarga.. Mereka belum melakukan.. PERSETUBUHAN.. Akan tetapi si suami ini SPERMA nya Bagus..lalu di Ambil sama Dokter.. Untuk di Masukkan ke Rahim si Istri.. Kemudian Hamil + melahirkan.. PERTANYAAN nya.. Apakah klau terjadi perceraian, Si Istri Masih Kena Masa 'idah.. Karena Punya Anak.. dengan suami nya Walau tanpa Jima'.. ? Qobla Wa Ba'da..syukron katsiro..\rJ A W A B A N :\rUmi Davin\rWa'alaikumussalam. Akhi Odie Ali Baba, Masih kena iddah, Ibaroh dari Ust.Muh KHolili Abi Fitry, Coba ditelaah dengan jeli, Lagi pula yang namanya IDDAH itu adalah masa penantian, kalau saja mereka bisa rujuk..\rMuh KHolili Aby Fitry\rBujairimi Iqna' IV: 36\r( الحاصل ) المراد بالمنى المحترام حال خروجه فقط على ما اعتمده مر وان كان غير محترم حال الدخول، كمااذا احتلم الزوج وأخذت الزوجة منيه فى فرجهاظانة أنه من منىّ اجنبى فإن هذا محترم حال الخروج وغير محترم حال الدخول وتجب العدة به إذا طلقت الزوجة قبل الوطء على المعتمد خلافالإبن حجر لأنه يعتبر أن يكون محترما فى الحالين كماقرره شيخنا\r.........dan wajib 'iddah dengannya ketika si istri dicerai sebelum jima' menurut pendapat yang mu'tamad, berbeda dengan imam Ibnu Hajar....\rMasuk tidak ibarat ini ?\rKitab as Syarqowi juz 1 halaman 289-290 :","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"(قَوْلُهُ مُحْتَرَمٌ) اى حَالَ خُرُوجِهِ بِأَنْ خَرَجَ عَلَى وَجْهٍ مُبَاحٍ لِذَاتِهِ وَإِنْ حَرُمَ لِعَارِضٍ كَحَيْضٍ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مُتَحَرَمًا حَالَ استِدْخَالِهِ كَأنْ وَطِئَ زَوْجَتَهُ فَسَاحَقَتْ أجْنَبِيَّةً وَخَرَجَ مِنْهَا المَنِيُّ فَتَجِبُ العِدَّةُ عَلَى الأجْنَبِيَّةِ المَذْكُورَةِ وَكَمَا لَو خَرَجَ مِنْهُ بِاخْتِلاَمٍ فَاَدْخَلَتْهُزَوجَتُهُ عَلَى ظَنِّ مَاءُ أجْنَبِيٍ فَيَحْرُمُ عَلَيْهَا وَتَلْزَمُهَا العِدَّةُ. أمَّا غَيْرُ المُحْتَرَمِ عِنْدَ خُرُوجِهِ بِأَنْ خَرَجَ عَلَى وَجْهِ الزِّنَا فَاسْتَدْخَلَتْهُ فَلاَ عِدَّةَ وَلاَ نَسَبَ يُلْحَقُ بِهِ.","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"(Ucapan pengarang: Sperma yang dihormati), artinya dalam keadaan keluarnya, seperti apabila sperma itu keluar secara wajar dengan sendirinya(tanpa diambil dengan alat), meskipun diharamkan karena ada halangan, seperti isteri yang akan digauli dalam keadaan haid; dan meskipun tidak dihormati dalam keadaan memasukkan sperma tersebut kedalam ovum wanita, seperti apabila seorang suami mengumpuli isterinya, kemudian sperma yang telah masuk kedalam rahim isteri tersebut wajib menjalani iddah;dan sebagaimana andaikata keluar sperma sebab mimpi atau kemudian oleh isteri pemilik sperma tersebut dimasukkan kedalam ovumnya dengan sangkaan bahwa sperma itu adalah milik laki-lakilain, maka sperma tersebut menjadi haram bagi sang isteri ini dan dia wajib menjalani iddah. Adapun sperma yang tidak dihormati pada waktu keluarnya adalah apabila sperma itu keluar melalui perzinaan misalnya, kemudian dimasukkan ke dalam ovum wanita dan wanita tersebut hamil, maka dia boleh dinikahi oleh laki-laki lain, karena tidak ada iddah baginya dan anak yang lahir tidak dapat dinisbatkan kepada laki-laki pemilik sperma tersebut.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/490215964334550/\r2114. SYARAT-SYARAT RUJU'\rPERTANYAAN:\rMoch Muhdi Adi\rMohon mf ada pertanya'an titipan dari tetangga. Tolong disundulin jawaban nya / dokumin kalau udah ada. 1; telak roj'ei haruskah sang istri mengkobul atas rujukan sang suami. 2. sahkah rujuk lewat telepon ? matur kaso'on\rJAWABAN:\r> Toni Imam Tontowi\rBujairimi 'Alal Khothib :","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"(وَشُرُوطُ) صِحَّةِ (الرَّجْعَةِ أَرْبَعَةٌ) وَتَرَكَ خَامِسًا وَسَادِسًا كَمَا سَتَعْرِفُهُ: الْأَوَّلُ (أَنْ يَكُونَ الطَّلَاقُ دُونَ الثَّلَاثِ) فِي الْحُرِّ وَدُونَ اثْنَيْنِ فِي الرَّقِيقِ, وَلَوْ قَالَ كَمَا فِي الْمِنْهَاجِ لَمْ يَسْتَوْفِ عَدَدَ الطَّلَاقِ لَشَمِلَ ذَلِكَ أَمَّا إذَا اسْتَوْفَى ذَلِكَ فَإِنَّهُ لَا سُلْطَةَ لَهُ عَلَيْهَا. (وَ) الثَّانِي (أَنْ يَكُونَ) الطَّلَاقُ (بَعْدَ الدُّخُولِ بِهَا) فَإِنْ كَانَ قَبْلَهُ فَلَا رَجْعَةَ لَهُ لِبَيْنُونَتِهَا وَكَالْوَطْءِ اسْتِدْخَالُ الْمَنِيِّ الْمُحْتَرَمِ. (وَ) الثَّالِثُ (أَنْ لَا يَكُونَ الطَّلَاقُ بِعِوَضٍ) مِنْهَا أَوْ مِنْ غَيْرِهَا فَإِنْ كَانَ عَلَى عِوَضٍ فَلَا رَجْعَةَ كَمَا تَقَدَّمَ تَوْجِيهُهُ فِي الْخُلْعِ. (وَ) الرَّابِعُ (أَنْ تَكُونَ) الرَّجْعَةُ (قَبْلَ انْقِضَاءِ الْعِدَّةِ) فَإِذَا انْقَضَتْ فَسَيَأْتِي فِي كَلَامِ الْمُصَنِّفِ فِي الْفَصْلِ بَعْدَهُ مَعَ أَنَّ هَذَا الْفَصْلَ سَاقِطٌ مِنْ بَعْضِ النُّسَخِ. وَالْخَامِسُ: كَوْنُ الْمُطَلَّقَةِ قَابِلَةً لِلْحِلِّ لِلْمَرَاجِعِ فَلَوْ أَسْلَمَتْ الْكَافِرَةُ وَاسْتَمَرَّ زَوْجُهَا وَرَاجَعَهَا فِي كُفْرِهِ لَمْ يَصِحَّ أَوْ ارْتَدَّتْ الْمُسْلِمَةُ لَمْ تَصِحَّ مُرَاجَعَتُهَا فِي حَالِ رِدَّتِهَا ; لِأَنَّ مَقْصُودَ الرَّجْعَةِ الْحِلُّ وَالرِّدَّةُ تُنَافِيه, وَكَذَا لَوْ ارْتَدَّ الزَّوْجُ أَوْ ارْتَدَّا مَعًا. وَضَابِطُ ذَلِكَ انْتِقَالُ أَحَدِ الزَّوْجَيْنِ إلَى دِينٍ يَمْنَعُ دَوَامَ النِّكَاحِ. وَالسَّادِسُ: كَوْنُهَا مُعَيَّنَةً, فَلَوْ طَلَّقَ إحْدَى زَوْجَتَيْهِ وَأَبْهَمَ ثُمَّ رَاجَعَ أَوْ طَلَّقَهُمَا جَمِيعًا ثُمَّ رَاجَعَ إحْدَاهُمَا لَمْ تَصِحَّ الرَّجْعَةُ إذْ لَيْسَتْ الرَّجْعَةُ فِي احْتِمَالِ الْإِبْهَامِ كَالطَّلَاقِ","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"لِشَبَهِهَا بِالنِّكَاحِ لَا يَصِحُّ مَعَ الْإِبْهَامِ, وَلَوْ تَعَيَّنَتْ وَنَسِيَتْ لَمْ تَصِحَّ رَجْعَتُهَا أَيْضًا فِي الْأَصَحِّ. تَتِمَّةٌ: لَوْ عَلَّقَ طَلَاقَهَا عَلَى شَيْءٍ وَشَكَّ فِي حُصُولِهِ فَرَاجَعَ ثُمَّ عَلِمَ أَنَّهُ كَانَ حَاصِلًا فَفِي صِحَّةِ الرَّجْعَةِ وَجْهَانِ, أَصَحُّهُمَا كَمَا قَالَهُ شَيْخُ النَّوَوِيِّ الْكَمَالُ سَلارٌ فِي مُخْتَصَرِ الْبَحْرِ إنَّهَا تَصِحُّ.\rSyarat sahnya ruju' ada empat (pengarang tidak menyebutkan yang ke 5 dan ke 6) :\r1. Bukan ruju' dari talak 3\r2. Tholaq yang dilakukan setelah dukhul / istri pernah didukhul,\rjika istri belum sempat di dukhul sudah di talak maka tidak boleh diruju' karena langsung jadi talak ba'in.\r3. Bukan talak yang memakai 'iwadl / uang tebusan / enaknya ngomong bukan tholaq dari sebab dhihar.\r4. Ruju' dilakukan sebelum habis masa iddahnya.\r5. Wanita yang mau diruju' masih dalam satu agama yakni islam.\r6. Jelas wanitanya.\rdari syarat syarat di atas tidak disebutkan syarat qobul dari istri, jadi menurut saya sah walaupun tanpa qobul\r> Umam Zein\r1. Sah, sebab qabul tidak menjadi syarat ruju'.\r2. Sah, mengambil mafhum dari penjelasan rukun ruju' yang tidak mensyaratkan hudhur, berbeda halnya dengan ketentuan akad nikah yang harus hudhur.\rوأركانها ثلاثة محل ومرتجع وصيغة الكتاب: نهاية الزين ص326\rولا يشترط لصحة الرجعة الإشهاد عليها لأنها في حكم استدامة النكاح ومن ثم لم يحتج لولي ولا لرضاء المرأة بل يندب الإشهاد الكتاب: نهاية الزين ص327","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"الرَّجْعَةُ حَقٌّ مِنْ حُقُوقِ الزَّوْجِ وَهِيَ لاَ تَحْتَاجُ لِقَبُول الْمَرْأَةِ ، لِذَلِكَ لاَ تُشْتَرَطُ الشَّهَادَةُ لِصِحَّتِهَا الكتاب : الموسوعة الفقهية الكويتية ج22 ص113\r2137. TALAQ SAAT ISTRI HAMIL\rPERTANYAAN :\rTarkam Sriatun\rAs'salamu alaikum wr wb. Mau tanya bolehkah menceraikan istri ketika sedang hamil...? silahkan tanggapannya.\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rDari ibnu umar bahwasannya dia mencerai istrinya yang lagi haid,,lalu umar bercerita pada nabi lalu nabi bersabda,,kembalilah padanya dan cerailah saat dia dalam keadaan suci atau keadaan hamil.\rأَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ أَخْبَرَنِى مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَبِى الأَحْوَصِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ ح وَأَخْبَرَنَا عَلِىُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدَانَ أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا الْحَضْرَمِىُّ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ قَالاَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى أَبِى طَلْحَةَ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِىَ حَائِضٌ فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ :« مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لِيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلاً ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِى الصَّحِيحِ عَنْ أَبِى بَكْرِ بْنِ أَبِى شَيْبَةَ السنن الكبرى للبيهقي وفي ذيله الجوهر النقي (7/ 325\r> Abdullah Afif\rImam Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab Shahihnya (4/181, maktabah syamilah) :","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ - وَاللَّفْظُ لأَبِى بَكْرٍ - قَالُوا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهْىَ حَائِضٌ فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لْيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلاً ».\rdan telah menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah, dan Zuhair bin Harb, dan Ibnu Numair, lafazhnya kepunyaan Abu Bakar, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dan Sufyan, dari Muhammad bin Abdurrahman Maula Alu Thalhah, dari Salim, dari Ibnu Umar, Sesungguhnya dia (Ibnu Umar) menalak isterinya dalam keadaan haid, maka Umar menuturkan hal itu kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wasalllam. Maka beliau bersabda: \"Perintahlah dia untuk merujuk isterinya, kemudian hendaklah dia menalaknya dalam keadaan suci atau hamil.\"\rImam Nawawi dalam syarahnya (10/65, maktabah syamilah :\rقوله صلى الله عليه و سلم ( ثم ليطلقها طاهرا أو حاملا ) فيه دلالة لجواز طلاق الحامل التي تبين حملها وهو مذهب الشافعي قال بن المنذر وبه قال أكثر العلماء منهم طاوس والحسن وبن سيرين وربيعة وحماد بن أبي سليمان ومالك وأحمد وإسحاق وأبو ثور وأبو عبيد قال بن المنذر وبه أقول وبه قال بعض المالكية وقال بعضهم هو حرام وحكى بن المنذر رواية أخرى عن الحسن أنه قال طلاق الحامل مكروه\rIni link Syarah Nawawi :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=4398&idto=4500&bk_no=53&ID=658","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"Terjemah : Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam TSUMMAL YUTHALLIQHAA THAAHIRAN AU HAAMILAN. \"Kemudian hendaklah dia menalaknya dalam keadaan suci atau hamil\". Dalam sabda tersebut menunjukkan bolehnya menalak wanita hamil yang sudah jelas kehamilannya, Dan itu adalah madzhab Syafi'i. Ibnu Mundzir berkata: Dengan pendapat ini, berkata mayoritas ulama, diantaranya Imam Thawus, al Hasan, Ibnu Sirin, Rabii'ah, Hammaad bin Abu Sulaiman, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Ibnul Mundzir berkata: Aku berpendapat dengan pendapat tersebut, dan dengan pendapat itu berkata sebagian ulama malikiyyah. Sebagian ulama mengatakan: menalak wanita hamil adalah haram. Ibnul Mundzir mriwayatkan riwayat yang lain dari al Hasan, bahwasanya dia berkata: Menalak wanita hamil hukumnya makruh\rDalam Tuhfatul Muhtaaj & Nihayatul Muhtaaj :\r( و ) يحل ( طلاق من ظهر حملها )\rWA YAHILLU THALAAQU MAN ZHAHARA HAMLUHAA\rLink Tuhfah :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?ID=291&startno=70&start=70&idfrom=7627&idto=7999&bookid=20&Hashiya=1\rlink Nihayah :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=25&ID=6675\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/504781626211317/\r2190. AJAKAN UNTUK RUJUK BUKANLAH RUJUK\rPERTANYAAN :\rKhamidah Nda\rAssalamu'alikum wr wb... Ada seorang wanita yang baru diceraikan suaminya. dan setelah dapat sebulan sang pria mengajak wanita tadi untuk rujuk/ tapi sang wanita tidak mau dirujuk. Kejadian ini berulang2 mangajak rujuk. dan berulangulang pula wanita tidak mau di rujuk. PERTANYAANNYA : Sudah dianggap rujukkah sang mantan suami tersebut ?.","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"JAWABAN :\r> Didy Humaidy\rRujuk memang tidak membutuhkan keridhoan istri. Bila suami merujuk maka rujuk tetap sah meski istri tidak ridho/menolak. Tapi jika suami cuma mengajak (belum merujuk) saya rasa ini tidak bisa di anggap merujuk. Jika hanya mengajak rujuk tidak bisa di anggap sudah rujuk. karena rujuk pun harus ada seghat baik shorih atau kinayah. Sheghat shorih seperti: Roja'tuki (aku merujukmu), atau Roja'tuha (aku merujuk istriku) dll. [ Tuhfatul-Muhtaj 8/148 ].\r(وتحصل ) الرجعة بالصريح والكناية ولو بغير العربية مع القدرة عليها فمن الصريح أن يأتي ( براجعتك ورجعتك وارتجعتك ) أي بواحد منها لشيوعها وورودها ، وكذا ما اشتق منها كأنت مراجعة أو مرتجعة كما في التتمة ، ولا يشترط إضافتها إليه بنحو إلي أو إلى نكاحي لكنه مندوب بل إليها كفلانة أو لضميرها كما ذكره أو بالإشارة كهذه\rفمجرد راجعت لغو ( والأصح أن الرد والإمساك )[ص:148 ]وما اشتق منهما ( صريحان ) لورودهما في القرآن والأول في السنة أيضا ، ومن ثم كان أشهر من الإمساك بل صوب الإسنوي أنه كناية كما نص عليه وتنحصر صرائحها فيما ذكر\rHasyiyah Ibnu Qosim :\rحاشية ابن قاسم(قوله : في المتن وتحصل براجعتك إلخ ) قال في الروض وشرحه ، وقوله :[ص:148 ] راجعت مثلا بلا إضافة إلى مظهر أو مضمر لا يجزئ فلا بد من إضافة إليه كراجعت فلانة أو راجعتك أو راجعتها كما صرح به الماوردي وغيره، وقوله : راجعتها للضرب أو للإكرام أو نحوهمالا يضر في صحة الرجعة إلا إن قصدهما دون الرجعة فيضر فتحصل الرجعة فيما إذا قصدهما معا أو أطلق فيسأل احتياطا ؛ لأنه قد يبين ما لا تحصل به الرجعة فإن مات قبل السؤال حصلت الرجعة ؛ لأن اللفظ صريح . اهـ .\rTambahan ta'bir Hasyiyah Ibnu Qosim : Jika suami mengatakan \"Aku merujukmu jika engkau mau\". Rujuk tidak sah (tidak di terima).","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"(والجديد أنه لا يشترط ) لصحة الرجعة ( الإشهاد ) عليها بناء على الأصح أنها في حكم الاستدامة ، ومن ثم لم تحتج لولي ، ولا لرضاها بل يندب لقوله تعالى {فإذا بلغن أجلهن} أي قاربن بلوغه {فأمسكوهن بمعروف أو فارقوهن بمعروف وأشهدوا ذوي عدل منكم} وصرفه عن الوجوب إجماعهم على عدمه عند الطلاق فكذا الإمساك, ويسن الإشهاد أيضا على الإقرار بها في العدة على الأوجه خوف الإنكار. وإذا لم يجب الإشهاد عليها ( فتصح بكناية ) مع النية كاخترت رجعتك ؛ لأنه يستقل بها كالطلاق وزعم الأذرعي وغيره أن المذهب عدم صحتها بها مطلقا ويظهر أن منها أنت رجعة كأنت طلاق (ولا تقبل تعليقا ) كراجعتك إن شئت ولو بفتح إن من غير نحوي ، وإن قلنا إنها استدامة كاختيار من أسلم على أكثر من أربع ، ولا توقيتا كراجعتك شهراص[:149 ] واستفيد من المتن عدم صحة رجعة مبهمة كما لو طلق إحدى زوجتيه ثم قال راجعت المطلقة؛ لأن ما لا يقبل التعليق لا يقبل الإبهام ( ولا تحصل بفعل كوطء ) ، وإن قصد به الرجعة؛ لأن ابتداء النكاح لا يحصل بالفعل.\rWallahu 'alam. Mungkin yang lain ada yang mempunyai ta'bir yang shorih tentang ini.\r> لجنة بحث المسائل\rMungkin ta'bir berikut bisa dijadikan acuan:\r( وَتَنْجِيزٌ وَعَدَمُ تَوْقِيتٍ ) فَلَوْ قَالَ رَاجَعْتُك إنْ شِئْت فَقَالَتْ شِئْت أَوْ رَاجَعْتُك شَهْرًا لَمْ تَحْصُلْ الرَّجْعَةُ\r> Sunde Pati\rJika iddahnya roj'i dan suami bilng aku rujuk/kembali maka wanita tersebut otomatis jadi istrinya kembali,,mau tidak mau dia tetap istrinya karena iddah roj'i setatus wanita tersebut masih istri.\rفتح المعين - (ج 3 / ص 298) ويشترط أيضا أن لا تكون تحته أربع من الزوجات سوى المخطوبة ولو كان بعضهن في العدة الرجعية لأن الرجعية في حكم الزوجة\rfokus\rلأن الرجعية في حكم الزوجة\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/518018384887641/\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/12/2114-nikah-syarat-ruju.html\r2233. KETENTUAN RUJU' SAAT ISTRI MASIH DALAM MASA IDDAH\rPERTANYAAN :\rMuhyiddin Aziz\rAssalamu'alaikum... ada pendapat yang mengatakan : jika seorang suami terlanjur mengeluarkan kata talak kepada istrinya dan masih dalam masa iddah, maka untuk merujuk kembali sang suami tidak perlu akad nikah lagi. Yakni hanya cukup mengucapkan kata2 atau kalimat kinayah terhadap istri, yang mengarah kepada niat rujuk, semisal : sebenarnya aku masih sangat mencintaimu, aku tak kuasa berpisah denganmu dlsb. atau dengan menjimaknya. dan itu sudah termasuk rujuk. Pertanyaan : benarkah pendapat demikian di atas ? Syukron...\rJAWABAN :\rAlif Jum'an Azend\rWa'alaikumussalaam.. Coaba baca : HASIL DISKUSI MAJLIS TA'LIM HAROMAIN GOMBONG (Ahad Pon, September 2011).\rPertanyaan : Bagaimana cara atau ketentuan ruju' yang masih dalam masa 'idah maupun diluar 'idah ? Mohon penjelasannya ?\rJawaban : Rujuk menurut bahasa artinya kembali (mengembalikan). Sedangkan ruju’ dalam istilah fikih munakahah (perkawinan) artinya kembalinya seorang suami kepada istrinya yang di talak raj’I, tanpa melalui perkawinan yang baru dalam masa ‘iddah. Ruju' hukumnya sunah mana kala akan mendatangkan kemaslahatan bagi suami-istri. Dasar yang digunakan dalam ruju' adalah QS. Al Baqarah; 228:","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلاَثَةَ قُرُوَءٍ وَلاَ يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُواْ إِصْلاَحًا\rWanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah\rAdapun ketentuan ruju' dalam nikah memiliki rukun dan syarat. Rukun ruju' yaitu 1) mahal (perempuan yang diruju'), 2) Shighat (ucapan ruju'), 4) murtaji' (suami yang meruju'). Sedangkan syarat ruju' meliputi; 1) thalak belum sampai tiga kali, 2) thalak terjadi setelah duhul (berhubungan badan), 3) thalak bukan thalak 'iwad (khulu'/gugat cerai) dan 4) wanita masih dalam masa 'iddah.\rAdapun cara ruju' pada istri yang masih pada masa 'iddah raj'i adalah dengan ucapan yang mengandung maksud kembali pada ikatan perkawinan, misalnya : Aku ruju' (kembali) padamu, atau dengan sindiran halus dengan disertai niat ruju' missal : Saya pegang engkau” atau “saya kawin engkau” dan sebagainya. Dalam ruju' pada saat istri masih dalam masa 'iddah disunahkan mempersaksikan, namun tidak wajib. Sedangkan ruju' di saat istri sudah habis masa I'ddah Raj'i maka harus akad nikah baru yakni seperti ketentuan nikah pada umumnya (dengan wali, saksi, mahar dan lain-lainya)","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Referensi : Al Iqna' J. 2 hlm 109 dan 449, Fathul Mu'in 116, 'Ianah j. 4 hlm 29, Bajuri J. 2 hlm 152, Fathul Wahab J. 2 hlm 88\rالإقناع - (ج 2 / ص 109)\rأركان الرجعة أركانها ثلاثة: محل وصيغة ومرتجع.\rوأما الطلاق فهو سبب لا ركن، وبدأ المصنف بشروط الركن الاول وهو محل بقوله: (وشروط) صحة (الرجعة أربعة) وترك خامسا وسادسا كما ستعرفه: الاول (أن يكون الطلاق دون الثلاث) في الحر ودون اثنين في الرقيق، ولو قال كما في المنهاج لم يستوف عدد الطلاق لشمل ذلك أما إذا استوفى ذلك فإنه لا سلطنة له عليها. (و) الثاني (أن يكون) الطلاق (بعد الدخول بها) فإن كان قبله فلا رجعة له لبينونتها وكالوطئ استدخال المني المحترم.(و) الثالث (أن لا يكون الطلاق بعوض) منها أو من غيرها فإن كان على عوض فلا رجعة كما تقدم توجيهه في الخلع.(و) الرابع (أن تكون) الرجعة (قبل انقضاء العدة)\rالإقناع - (ج 2 / ص 449)\rوسن إشهاد عليها خروجا من خلاف من أوجبه وإنما لم يجب لأنها في حكم استدامة النكاح السابق وإنما وجب الإشهاد على النكاح لإثبات الفراش وهو ثابت هنا تنبيه قد علم مما تقرر أن الرجعة لا تحصل بفعل غير الكتابة وإشارة الأخرس المفهمة كوطء ومقدماته وإن نوى به الرجعة لعدم دلالته عليها ( فإذا انقضت عدتها ) بوضع حمل أو أقراء أو أشهر ( كان له ) إعادة ( نكاحها بعقد جديد ) بشروطه المتقدمة في بابه لبينونتها حينئذ\rWallaahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/546555462033933/\r2249. Mengaku Bujang Bagi Yang Sudah Beristri, Jatuh Thalak ?\rPERTANYAAN :\rHilang Dalam Terang\rAssalamu 'alaikum.... kalau seseorang ditanya apakah dia punya istri lalu dia jawab belum,padahal dia punya istri maka jatuh thalak 1, itu disebut thalak apa ?\rJAWABAN :\r> Brojol Gemblung","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"المهذب في فقة ا?مام الشافعي للشيرازي • للمكتبة الشاملة وإن قال له رجل ألك زوجة فقال ? فإن لم ينوبه الط?ق لم تطلق ?نه ليس بصريح وإن نوى به الط?ق وقع ?نه يحتمل الط?ق.\rSumber :\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-11813/page-1072\r> Sunde Pati\rوان قال له رجل: ألك زوجة ؟ فقال لا، فإن لم ينو به الطلاق لم تطلق، لانه ليس بصريح، وان نوى به الطلاق وقع لانه يحتمل الطلاق. المجموع . ج: 17. ص: 102\rJika seorang bertanya pada laki-laki, apakah kamu punya istri ? lalu dia menjawab tidak/belum maka jika dia tidak punya niat talak maka istrinya tidak tertalak karena ini tidak termasuk shorih, dan jika berniat talak maka jatuhlah talak karena hal ini masuk pada talak.\rUlama' beda pendapat,,ada yang bilang itu talaq kinayah sperti ibaroh dan keterangan di atas. Ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut tidak terjadi apa-apa dan tidak berpengaruh sama sekali dan hal ini tidak dinamakan talaq kinayah maupun shorih walaupun dengan adanya niat karena hal ini adalah murni kebohongan.\rالتنبيه - (ج 1 / ص 175) وإن قال ألك زوجة فقال لا لم يكن شيئا\rمغني المحتاج - (ج 3 / ص 329)\rولو قيل له ألك زوجة فقال لا لم تطلق وإن نوى لأنه كذب محض وهذا ما نقله في أصل الروضة عن نص الإملاء وقطع به كثير من الأصحاب\rثم ذكر تفقها ما حاصله أنه كناية على الأصح وبه صرح المصنف في تصحيحه وأن لها تحليفه أنه لم يرد طلاقها وعليه جرى الأصفوني والحجازي في اختصارهما كلام الروضة والأول أوجه كما جرى عليه ابن المقري في روضه\rخبايا الزوايا ـ للزركشى - (ج 1 / ص 70)","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"ذكر في باب التدبير أنه لو أنكر الزوجية فليس بطلاق على الأصح وذكر في باب الدعاوي أن المرأة لو ادعت النكاح فأنكر ففي جعل انكاره طلاقا وجهان أصحهما في النهاية واختاره القفال المنع وقال في هذا الباب لو قيل ألك زوجة فقال لا فعن نصه في الاملاء وبه قال كثير أنه لا يقع وإن نوى لأنه كذب محض ولايأمن الفرق بين أن يكون القائل مستخبرا أو ملتمسا إنشاء الطلاق\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/554015354621277/\r2290. TALAK LALU RUJUK, DAN TALAK LAGI SEBELUM DUKHUL\rPERTANYAAN :\rNur Hasyim S. Anam\rSi-A menceraikan istrinya yang sudah digaulinya. Dalam masa iddah si-A rujuk lagi kepada istirnya. Belum sempat merasakan \"nikmatnya\" rujuk si-A kembali menceraikan istrinya. Pertanyaannya : Apakah iddahnya melanjutkan iddah yang pertama atau ngulang dari awal ?\rJAWABAN :\r> Al-Yusuf Al-Idrisi\rDalam masalah ini secara lengkapnya diperinci sebagai berikut :\r1. Jika setelah diruju', pernah dikumpuli (dijima'), lalu di talak kembali, maka wajib mengulangi iddahnya kembali dari awal terhitung setelah talak kedua, dan sisa dari iddah talak pertama masuk pada iddah kedua.\r2. Jika setelahh ruju' tidak dijima' sama sekali lalu di talak kedua, maka hukum iddah terdapat perbedaan di kalangan ulama' :","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"PENDAPAT PERTAMA : Menurut sebagian ulama' menyatakan tidak wajib mengulangi kembali dari awal, melainkan tinggal meneruskan iddah pertama. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Mawardi dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabiir bahkan menyatakan bahwa pendapat ini adalah pendapat jumhur ulama'. Mengikuti pendapat ini, waktu antara ruju' dan talak kedua tidak dihitung, melainkan yang dihitung adalah antara talak pertama - rujuk, lalu diteruskan iddahnya dari talak kedua hingga menyempurnakan iddahnya yaitu 3 kali suci (untuk wanita yang masih bisa haid) atau 3 bulan (untuk wanita yang sudah menopause).\rPENDAPAT KEDUA : yaitu pendapat dari imam Muzani dan menurut imam Nawawi adalah pendapat shohih. Pendapat ini menyatakan bahwa wajib mengulangi iddahnya dari awal sebagaimana tidak didahului dengan adanya rujuk sebelumnya yang berarti iddah ini adalah iddah dari pernikahan semula yang sudah terjadi hubungan suami istri (jima') , sehingga talak kedua menetapkan kewajiban iddah baru secara sempurna.\rReferensi : Majmu' syarh Muhaddzab dan Al-Haawi al-Kabir lil Mawardi\rالمجموع - (ج 18 / ص 195)","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"(فصل) إذا طلق امرأته بعد الدخول طلقة ثم راجعها نظرت، فإن وطئها بعد الرجعة ثم طلقها لزمها أن تستأنف العدة وتدخل فيها بقية العدة الاولى، فان راجعها ثم طلقها قبل يطأها ففيه قولان (أحدهما) ترجع إلى العدة الاولى وتبنى عليها، كما لو خالعها ثم تزوجها في العدة ثم طلقها قبل أن يطأها (والثانى) أنها تستأنف العدة، وهو اختيار المزني، وهو الصحيح، لانه طلاق في نكاح وطئ فيه فأوجب عدة كاملة، كما لو لم يتقدمه طلاق ولا رجعة وتخالف المختلعة لان هناك عادة إليه بنكاح جديد ثم طلقها من غير وطئ، وههنا عادت إلى النكاح الذي طلقها فيه، فإذا طلقها استأنفت العدة، كما لو ارتدت بعد الدخول ثم أسلمت ثم طلقها وإن طلقها ثم مضى عليها قرء أو قرآن ثم طلقها من غير رجعة ففيه طريقان قال أبو سعيد الاصطخرى وأبو علي بن خيران رحمهما الله هي كالمسألة قبلها فتكون على قولين، وللشافعي رحمه الله ما يدل عليه، فإنه قال في تلك المسألة: ويلزم أن نقول ارتجع أو لم يرتجع سواء، والدليل عليه أن الطلاق معنى لو طرأ على الزوجية أوجب عدة، فإذا طرأ على الرجعية أوجب عدة كالوفاة في إيجاب عدة الوفاة.وقال أبو إسحاق: تبنى على عدتها قولا واحدا لانهما طلاقان لم يتخللهما وطئ ولا رجعة فصار كما لو طلقها طلقتين في وقت واحد\rالحاوى الكبير ـ الماوردى - (ج 11 / ص 509)\rمَسْأَلَةٌ : قَالَ الشَّافِعِيُّ : \" وَلَوْ أَحْدَثَ لَهَا رَجْعَةً ثُمَّ طَلَّقَهَا وَلَمْ يُصِبْهَا بَنَتْ عَلَى الْعِدَّةِ الْأُولَى ؛ لِأَنَّهَا مُطَلَّقَةٌ لَمْ تُمْسَسْ ( قَالَ الْمُزَنِيُّ ) رَحِمَهُ اللَّهُ : هَذَا عِنْدِي غَلَطٌ بَلْ عِدَّتُهَا مِنَ الطَّلَاقِ الثَّانِي ؛ لِأَنَّهُ لَمَّا رَاجَعَهَا بَطَلَتْ عِدَّتُهَا وَصَارَتْ فِي مَعْنَاهَا الْمُتَقَدِّمِ بِالْعَقْدِ الْأَوَّلِ لَا بِنِكَاحٍ مُسْتَقْبَلٍ فَهُوَ فِي مَعْنَى مَنِ ابْتَدَأَ طَلَاقَهَا مَدْخُولًا بِهَا \" .","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"قَالَ الْمَاوَرْدِيُّ : وَصُورَتُهَا : فِي مُطَلِّقٍ رَاجَعَ زَوْجَتَهُ ، ثُمَّ طَلَّقَهَا بَعْدَ رَجْعَتِهِ عدتها فَلَا يَخْلُو حَالُهُ بَعْدَ الرَّجْعَةِ مِنْ أَنْ يَكُونَ قَدْ أَصَابَ أَوْ لَمْ يُصِبْ ، فَإِنْ كَانَ قَدْ أَصَابَهَا بَعْدَ الرَّجْعَةِ ، ثُمَّ طَلَّقَ بَعْدَ الْإِصَابَةِ فَعَلَيْهَا أَنْ تَسْتَأْنِفَ الْعِدَّةَ مِنَ الطَّلَاقِ الْثَانِي ، وَقَدِ انْهَدَمَ مَا مَضَى مِنْ عِدَّةِ الطَّلَاقِ الْأَوَّلِ بِالْإِصَابَةِ وَهَذَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ ، وَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا بَعْدَ الرَّجْعَةِ حَتَّى طَلَّقَهَا لَمْ يَسْقُطْ بِالثَّانِي مَا بَقِيَ مِنْ عِدَّةِ الطَّلَاقِ الْأَوَّلِ ، وَهُوَ قَوْلُ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ .\rالحاوى الكبير ـ الماوردى - (ج 11 / ص 511)\rفَصْلٌ : فَإِذَا ثَبَتَ أَنَّ الْعِدَّةَ لَا تَسْقُطُ عَنْهَا فَلَا يَخْتَلِفُ الْمَذْهَبُ أَنَّ مَا بَيْنَ الرَّجْعَةِ وَالطَّلَاقِ الثَّانِي غَيْرُ مُحْتَسَبٍ بِهِ مِنَ الْعِلَّةِ ؛ لِأَنَّهُ زَمَانٌ قَدْ كَانَتْ فِرَاشًا فِيهِ فَلَمْ يَجُزْ أَنْ تَعْتَدَّ بِهِ ، لِأَنَّ الْفِرَاشَ إِبَاحَةٌ وَالْعِدَّةَ تَحْرِيمٌ فَصَارَا ضِدَّيْنِ فَامْتَنَعَ أَنْ يَجْتَمِعَا\rWallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/563847506971395/\r2347. SYARAT RUJU' DARI THALAQ TIGA\rPERTANYAAN :\rImam Bahrie\rAssalamu'alaikumm, para kiyai/ustad/santri/gus/mbah yang dimulyakan, saya ingin bertanya bagaimana caranya kalau pengen ruju lagi ketika talak tiga sudah jatuh ?\rJAWABAN :\rGhufron Bkl\rWa'alaikum salam. Bila suami menthalaq istrinyang sebanyak 3 kali baik sekaligus atau bertahap maka suami tersebut tidak bisa kembali kecuali memenuhi 5 syarat :\r1. Habis masa iddahnya (dari suami pertama) lalu","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"2. Nikah dengan laki-laki lain dengan nikah yang sah .\r3. Suami kedua tersebut harus mewathi' farjinya / bukan dubur dengan syarat dzakarnya tegang dan harus orang dewasa / bukan anak kecil.\r4. Suami kedua harus menthalaq ba.in ( thalaq 3 atau khulu' dan atau setelahnya habis iddahnya thalaq roj'iy )\r5. Habisnya iddah dari suami kedua.\r.فإن طلقها زوجها ثلاثا أى معا أو مرتبا إن كان حرا أو طلقتين ان كان عبدا قبل الدخول أو بعده لم تحل له الا بعد وجود خمس شرائط أحدها انقضاء عدتها منه أى المطلق والثانى تزويجها بغيره تزويجا صحيحا والثالث دخوله اى الغير بها وإصابتها بأن يولج حشفته أو قدرها من مقطوعها بقبل المرأة لا بدبرها بشرط الإنتشار في المذكور وكون المولج ممن يمكن جماعه لا طفلا والرابع بينونتها منه أى الغير أى إما بالطلاق الثلاث أو بخلع أو بانقضاء العدة في الطلاق الرجعي والخامس إنقضاء عدتها منه. الباجوري 2/154\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/579705085385637\r2356. THALAQ NYA ORANG BODOH YANG TAK TAHU ARTI THALAQ\rPERTANYAAN :\rIlmatul Mukarramach\rAssalamualaikum, ada orang bodoh tidak tau arti kata talaq tidak dan mengucapkan pada istrinya \"kamu ku talaq tiga\" padahal suaminya emang tidak tahu alias bodoh / jahil bin blo'on beneran... bagaimana sah atau tidak thalaknya ?\rJAWABAN :\r> Ufieq Al-fausie\rApabila ajami (bukan orang arab) atau lainya mengucapkan thalaq dengan bahasa arab atau lainya bahasan arab tetapi tidak tau atau tidak tau artinya thalaq baik menthalaq atau tidak maka thalaqnya tidak sah dikarnakan tidak ada maksud..\rReferensi :\rمغني المحتاج - محمد بن أحمد الشربيني - ج 3 - الصفحة 289","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"ولو لفظ أعجمي) أو غيره (به) أي الطلاق (بالعربية) أو غيرها مما لا يعرفه، (ولم يعرف معناه) سواء ألقنه أم لا، (لم يقع) لانتفاء قصده\r> Ghufron Bkl\rHukumnya tafsil :\r1. Tetap jatuh thalaq kalau \"tahu kata-kata tersebut memang dipergunakan untuk thalaq walaupun tidak tahu artinya\". :\rإنما يقع لغير بائن ولو رجعية لم تنقض عدتها فلا يقع لمختلعة إنقضت عدتها طلاق مختار مكلف أى بالغ عاقل إلى أن قال بصريح وهو مالا يحتمل ظاهره غير الطلاق كمشتق طلاق ولو من عجمي عرف أنه موضوع لحل عصمة النكاح أو بعده عنها وإن لم يعرف معناه الأصلي كما أفتى به شيخنا.إعانة الطالبين 4/4\r2. Tidak jatuh thalaq bila tidak tahu bahwa kata-kata tersebut dipergunakan untuk thalaq. :\rوخرج به ما لو تلفظ به وهو لا يعرف ذلك فإنه لا يقع طلاقه وعبارة المنهاج مع التحفة ولو لفظ أعجمي به أى الطلاق بالعربية مثلا إذ الحكم يعم كل من تلفظ بغير لغته ولم يعرف معناه لم يقع كمتلفظ بكلمة كفر لا يعرف معناها.إعانة الطالبين.4/8\r3. Penggali Kuburan\rSedikit nambah, Kalau nama istrinya adalah THALIK atau Hurah, suaminya memangil wahai Thalik (orangyang tertalak) atau wahai Hurah (orang yang merdeka) jika diniatkan talak atau memerdekannya maka niat itu berlaku dan klw diniatkan sebagai pangilan maka tidak berlaku,tetapi klw tidak dikaitan sama sekali menurut pedapat sahih tidak berlaku. Wallohu a'lam bisshawab.\rLINK DISKUSI :\rhttps://m.facebook.com/groups/196355227053960?view=permalink&id=549501778405968\r2368. KEWAJIBAN SUAMI PADA MASA IDDAH\rPERTANYAAN :\rEr Ha Adem","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"Assalamualaikum ! Maaf mau nanya ! Seorang wanita minta cerai pada suaminya.! Namun yang dipintanya hanya cerainya saja. Yang kami tanyakan. Wajibkah si suami memberi nafakah pada pada wanita tersebut dalam masa 'iddah ??? Mohon penjelasannya juga ibarotnya !\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikum salam. Lihat Fathul qorib :\rأنواع المعتدة وأحكامها\r{فصل} في أنواع المعتدة وأحكامها. (ويجب للمعتدة الرجعية السكنى) في مسكن فراقها إن لاق بها، (والنفقة) والكسوة إلا أن تكون ناشزةً قبل طلاقها أو في أثناء عدتها. وكما يجب لها النفقة يجب لها بقية المُؤن إلا آلة التنظيف. (ويجب للبائن السكنى دون النفقة إلا أن تكون حاملا)؛ فتجب النفقة لها بسبب الحمل على الصحيح. وقيل إن النفقة للحمل.\r> Ghufron Bkl\rIstri yang cerai roj'iy bila tidak nuzuz sbelum di cerai atau di pertengahan iddah, selama masa iddah bagi suami tetap berkewajiban untuk memberi nafkah, tempat tinggal waktu dicerai (dibiarkan menempati tempat tinggal waktu dicerai)bila layak,pakaian dan kebutuh2an yang lain selain alat mencuci. Sedangkan istri yang di thalaq bain baik dengan thalaq 3 atau khulu' dan atau fasakh maka suami wajib memberi tempat tinggal saja kecuali bila istri yang thalaq bain tersebut adalah hamil maka di samping wajib memberi tempat tinggal juga wajib memberi nafkah jga kebutuh2an yang lain selain alat mencuci.:\r.ويجب للمعتدة الرجعية السكنى في مسكن فراقها إن لاق بها والنفقة والقسوة إلا ناشزة قبل طلاقها أو في أثناء عدتها وكما يجب لها النفقة يجب لها بقية المؤن إلا آلة التنظيف ويجب للبائن السكنى دون النفقة إلا أن تكون حاملا فتجب النفقة لها بسبب الحمل على الصحيح وقيل أن النفقة للحمل. الباجوري 2/174","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"وتجب النفقة أيضا لمطلقة حامل بائن بالطلاق الثلاث أو بالخلع أو الفسخ بغير مقارن أى الفسخ بسبب غير مقارن للعقد بأن يكون طرأ بعده كردة أما إذا قارن العقد بأن وجد حالته كعيب أو غرور فلا نفقة لها بفسخه، والحامل البائن يجب لها النفقة والكسوة والمسكن لا الأولى فقط.اعانة الطالبين 4/62\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/585177148171764\r2370. HAK ASUH ANAK KETIKA TERJADI THALAQ\rPERTANYAAN :\rArga Danny Ebod\rAssalamu'alaikum,, maaf pak kiyai di piss-KTB ini,, ada pertanyaan dari buntut perceraian sebuah keluarga. Kalau menurut syariat islam, sebenarnya siapa yang paling berhak nmendapatkan hak asuh anak ??? Mohon maaf danTerimakasih sebelumnya. Wassalam..\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikum salam. Hak asuh ada pada ibu sampai genap umur 7 tahun, jika sudah umur 7 tahun maka anak disuruh memilih antara ibu dan bapak. Syarat mempunyai hak asuh ada 7 :\r1. Berakal\r2. Merdeka/bukan budak\r3. Agama , maka jika salah satu dari orang tua kafir , yang satunya lagi muslim maka hak asuh jatuh pada si muslim\r4. dan 5. 'Iffah dan amanah maka tak ada hak asuh bagi ibu yang fasiq\r6. Iqomah/mukim\r7. tidak punya suami kecuali suami yang mahrom dengan si anak.\r[ Fathul qorib ].","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"{فصل} في أحكام الحَضَانة. وهي لغةً مأخوذة من الحِضن بكسر الحاء، وهو الجنب لضم الحاضِنة الطفلَ إليه، وشرعًا حفظ من لا يستقِلُّ بأمر نفسه عما يؤذيه لعدم تمييزه كطفل وكبير ومجنون. (وإذا فارق الرجل زوجته وله منها ولد؛ فهي أحق بحضانته) أي بتربيته بما يصلحه بتعهده بطعامه وشرابه وغسل بدنه وثوبه وتمريضه وغير ذلك من مصالحه. ومؤنة الحضانة على من عليه نفقة الطفل. وإذا امتنعت الزوجة من حضانة ولدها انتقلت الحضانة لأمهاتها، وتستمر حضانة الزوجة (إلى) مُضي (سبع سنين). وعبر بها المصنف لأن التمييز يقع فيها غالبا، لكن المدار إنما هو على التمييز، سواء حصل قبل سبع سنين أو بعدها، (ثم) بعدها (يُخَيَّر) المميز (بين أبويه، فأيهما اختار سلم إليه). فإن كان في أحد الأبوين نقص كجنون فألحق للآخر مادام النقص قائما به؛ وإذ لم يكن الأب موجودا خُيِّر الولد بين الجد والأم. وكذا يقع التخيير بين الأم ومن على حاشية النسب كأخ وعم.(وشرائط الحضانة سبع): أحدها (العقل)؛ فلا حضانة لمجنونة أطبق جنونُها أو تقطع؛ فإن قلَّ جنونها كيوم في سنة لم يبطل حق الحضانة بذلك. (و) الثاني (الحرية)؛ فلا حضانةَ لرقيقة وإن أذن لها سيدها في الحضانة. (و) الثالث (الدِّين)؛ فلا حضانة لكافرة على مسلم. (و) الرابع والخامس (العفة، والأمانة) فلا حضانة لفاسقة. ولا يشترط للحضانة تحقق العدالة الباطنة، بل تكفى العدالة الظاهرة، (و) السادس (الإقامة) في بلد المميز، بأن يكون أبواه مقيمين في بلد واحد. فلو أراد أحدهما سفر حاجة كحج وتجارة طويلا كان السفر أو قصيرا، كان الولد المميز وغيره مع المقيم من الأبوين حتى يعود المسافر منهما. ولو أراد أحد الأبوين سفر نقلة فالأب أولى من الأم حضانته فينزعه منها، (و) الشرط السابع (الخلو) أي خلو أم المميز (من زوج) ليس من محارم الطفل. فإن نكحت شخصا من محارمه كعم الطفل أو ابن عمه أو ابن أخيه ورضي كل منهم بالمميز فلا تسقط","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"حضانتها بذلك، (فإن اختل شرط منها) أي السبعة في الأم (سقطت) حضانتها كما تقدم شرحه مفصلا\rWallaahu A'lamu Bis Showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/582998508389628/\r2427. JATUHKAH TALAQ SAAT MABUK ?\rPERTANYAAN :\rFadhel Achmed\rAssalamualaikum.... Tanya tadz.... Kata-kata talak dari suami yang lagi mabuk habis minum khomer, sah apa tidak ya ? Syukron tadz...\rJAWABAN :\r> Agus Muntung Satria\rWa'alaikum salaam. Talak nya SAH\rامامن زال تمييزه بسبب لايعذر فيه كالسكران المتعدي وكذا من شرب ما يزيل عقله لغيرضيرورة فيقع طلاقه\r[ Tanwirul qulub Hal 359 ].\r> Ghufron Bkl\rKalo mabuknya disebabkan minuman keras dan dia tahu bahwa minuman tersebut memabukkan maka thalaqnya sah / terjadi thalaq.\r:.إنما يقع لغير بائن ولو رجعية لم تنقض عدتها فلا يقع لمختلعة ورجعية انقضت عدتها طلاق مختار مكلف أى بالغ عاقل فلا يقع طلاق صبي ومجنون ومتعد بسكر أى بشرب خمر وأكل بنج أوحشيش لعصيانه بإزالة عقل بخلاف سكران لم يتعد بتناول مسكر كأن أكره عليه أو لم يعلم أنه مسكر فلا يقع طلاقه. قوله ومتعد بسكر معطوف على مختار أى ويقع طلاق متعد بسكر لأنه و إن لم يكن مكلفا هو في حكمه تغليظا عليه. إعانة الطالبين 4/5\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/601673369855475\r2443. PERSELISIHAN HITUNGAN TALAK ANTARA SUAMI DAN ISTRI\rPERTANYAAN :\rRangga Umara Nh\rMohon jawabannya : Ada suami istri yang lupa dengan talak yang terjadi sama mereka. Si suami ingatnya bahwa mereka talak 2 kali, sedangkan si istri dia ingat bahwa talak itu terjadi 3 kali. Nah, terjadilah kebimbangan diantara si suami dan si istri ini. secara hukum Islam / Fiqih harus bagaimana, atau harus yakini yang mana ? Monggo....\rJAWABAN :\rRampak Naung","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"Yang diterima pengakuan suami, dengan sumpahnya.\rوان شك في عدده بني الامر على الاقل اذا اختلف الزوجان فادعت المرأة على الزوج انه طلقها وانكر الزوج فالقول قوله بيمينه\rوان اختلف في عدده فادعت المرأة انه طلقها ثلاثا وقال الزوج طلقتها طلقة فالقول قول الزوج مع يمينه لان الاصل عدم مازاد على طلقة المهذب 3 /42\rhttp://islamport.com/d/2/shf/1/16/774.html\rSlecent Alhose\rفصل : إذا اختلف الزوجان فادعت المرأة على الزوج أنه طلقها و أنكر الزوج فالقول قوله مع يمينه ?ن ا?صل بقاء النكاح و عدم الط?ق و إن اختلفا في عدده فادعت المرأة أنه طلقها ث?ثا و قال الزوج طلقتها طلقة فالقول قول الزوج مع يمينه ?ن ا?صل عدم ما زاد على طلقة\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/610801085609370\r2447. HUKUM LI'AN SUAMI TERHADAP ISTRI\rPERTANYAAN :\rS Robiatul Adawiyyah\rAsalamu'alaikum.... mau nanya apa yang dimaksud dengan hukum Li'an, mohon penjelasannya terimakasih.\rJAWABAN :\rAbdur Rahman Assyafi'i\rLi'an secara bahasa berarti jauh. Sedangkan menurut istilah adalah ungkapan ungkapan khusus yang dijadikan sebagai hujah bagi orang yang terpaksa melontarkan sumpah kepada istrinya. Di sebut li'an karena bila ternyata ia berbohong, maka akan mendapat la'nat dari Allah. Menurut keterangan Kalimat-kalimat khusus ini jumlahnya ada 5 .\rو هو لغة مصدر ماخوذ من اللعن اى البعد و شرعا كلمات مخصوصة جعلت حجة للمضطر الى قذف من لطخ فراشه و الحق العار به\rوقوله كلمات مخصوصة اى التى هى الكلمات الخمس المعلومة مما سياتى. و سميت هذه الكلمات لعانا لقول الرجل فيهل و عليه لعنة الله ان كان من المكاذبين\rالبيجورى 304 مكتبة دار الكتب العلمية","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"فصل) و اذا رمى الرجل زوجته بالزنا فعليه حد القذف الا ان يقيم البينة او يلاعن فيقول عند الحكم فى الجامع على المنبر فى جماعة من الناس\rApabila suami menuduh istrinya berbuat zina maka sang suami terkena had menuduh zina, kecuali dia mengajukan saksi atau bersumpah li'an. Suami harus mengucapkan sumpah itu didepan hakim, di atas mimbar masjid yang dihadiri oleh orang banyak.\rاشهد بالله اننى لمن الصادقين فيما رميت به زوجتى فلانة من الزنا و ان هذا الولد من الزنا و ليس منى اربع مرات\rSuami berucap : Aku bersaksi demi Allah, sesungguhnya aku termasuk golongan orang orang yang benar atas apa yang aku tuduhkan kepada istriku yang bernama 'FULANAH' bahwa dia telah berzina dan anak ini adalah anak hasil dari zina bukan anakku.\rKalimat ini diucapkan 4 kali\rو يقول فى المرة الخامسة بعد ان يعظه الحاكم و علي لعنة الله ان كنت من الكاذبين\rKemudian sang suami mengucapkannya untuk yang ke-5 setelah mendapat petuah dari hakim : \"semoga aku mendapatkan laknat dari Allah apabila aku berbohong \". (Taqrib halaman 49).\rSeorang lelaki tidak boleh menikah kembai kepada istrinya yang pernah li’an yaitu dengan sumpah pada kedua-duanya, serta keduanya menjadi haram selamanya (ta’bid).\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/596218410400971/\r2448. MENIKAHI MANTAN ISTRI BERULANG HINGGA 4 KALI\rPERTANYAAN :\r> Husnul Khitam","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"Assalamu'alaikum. Siti wanita yang sangat ayu dan mempesona, Siti menikah dengan Siri, setahun kemudian Siti cerai dengan Siri, tak lama kemudian abis masa iddah Siti menikah lagi dengan Simon, pernikahannya Siti dengan Simun pun juga tidak berjalan lama Siti Cerai lagi dengan Simon, 4 bulan kemudian Siti Nikah lagi sama Siri suami pertamanya, 1 tahun kemudian Siti cerai lagi dengan Siri, Yang Namanya Siti ini bisa di katakan bunga desa tak lama kemudian Siti nikah lagi sama Sigar, Rupanya siti membangun rumah tangga dengan sigar juga tidak berlangsung lama 5 bulan kemudian siti cerai lagi dengan sigar, Herannya 4 bulan kemudian Siti nikah lagi sama Siri suami pertamanya, makin Heran lagi 6 bulan kemudian Siti cerai lagi dengan Siri, antum pasti tidak percaya padahal ini kisah nyata tapi nama samaran, yang makin menggegerkan warga desa setempat, 1 tahun kemudian dari perceraiannya dengan Siri, Siti harus nikah lagi sama Siri dikarnakan Siti telah berbadan 2, Ya'ni Siri menghamili Siti di luar nikah,\rPertanyaan : Apakah perceraian Siti dengan Siri tidak dinyatakan sebagai cerai 3...? Hehehe pertanyaannya sedikit banget kisahnya aja yang PUANJAAANG BUANGET, SEKIAN WASSALAM.\rJAWABAN :\r> Ki Muqrie\rWa'alaikumussalaam. Biar mudah difahami, berikut Jejak pernikahan Siti adalah sbb. :\r1. Dengan Siri (cerai)\r2. Dengan Simon (cerai)\r3. Dengan Siri (cerai)\r4. Dengan Sigar (cerai)\r5. Dengan Siri (cerai)\r6. Dengan Siri lagi (sah kah ?)\r> Fakhrur Rozy","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"Ya termasuk talak 3, karena pernikahannya dengan simon dan sigar ada sebelum terjadi talak 3. Dan siri meneruskan sisa talaknya. Akibatnya jejak pernikahan Siti yang ke 6 tersebut tidak sah alias batal, karena tidak adanya muhallil setelah talak 3\rفرع ) لو طلق كل من الحر والعبد دون مايملكه ثم رجع اوجدد عادت له بما بقي من الطلاق وان تصلت بأزواج واذا استوفى ماله ثم جدد نكاحها بعد اتضالها بزوج آخر عادت له بما يملك لأنها زوجة جديدة الباجوري 2/145\r( Sub Bahasan ) Kalau orang merdeka dan hamba sahaya menceraikan istrinya, dibawah / kurang dari yang dimiliki, setelahnya mereka merujuk atau menikah ulang, maka sisa talaknya akan kembali walau disambung dengan beberapa suami lain.\rSependek pengetahuanku. Hanya ada 1 istilah muhallil ( yang bisa menghalalkan) yang sebelumnya haram, yaitu setelah terjadi talak 3, sehingga di sini simon dan sigar tidaklah disebut sebagai muhallil.\rKesimpulan : Status pernikahan siri dengan siti yang ke 4 batal (jejak pernikahan siti yang ke 6), karena dilakukan setelah talak ke 3 tanpa adanya muhallil.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/599381696751309\r2469. UCAPAN TALAQ LEBIH DARI TIGA\rPERTANYAAN :\r> Ilmatul Mukarramach\rAssalamualaikum, kalau suami bilang kamu ku talaq 10, apakah jatuh talaq 3 ?\rJAWABAN :\r> Najwa Asnawi\rWa'alaikum salaam. Andai saja seorang suami berkata kepada istrinya kamu aku thalak 10 / kamu saya thalak 100 maka jatuh thalak tiga. Semua jawaban dari komentar mafhumnya insya' Alloh sepet itu.\r> Abdullah Afif\rباب فيمن طلق أكثر من ثلاث عن عبادة بن الصامت - رضي الله عنه - قال","part":1,"page":67},{"id":68,"text":": طلق جدي امرأة له ألف تطليقة فانطلقت إلى النبي - صلى الله عليه وسلم - فسألته فقال : \" أما اتقى الله جدك أما ثلاثة فله ، وأما تسعمائة وسبعة وتسعون فعدوان وظلم ، إن شاء الله عذبه ، وإن شاء غفر له\rوعن علقمة قال : جاء ابن مسعود رجل فقال : إني طلقت امرأتي تسعا وتسعين ، وإني سألت فقيل : قد بانت مني ، فقال ابن مسعود : قد أحبوا أن يفرقوا بينك وبينها ، قال : فما تقول - رحمك الله ؟ فظن أنه سيرخص له ، فقال : ثلاث تبينها منك وسائرهن عدوان .رواه الطبراني ، ورجاله رجال الصحيح .\rSumber Majma'uz zawaa`id\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=7820&idto=7823&bk_no=87&ID=1616\rdan: http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=87&ID=1606&idfrom=7778&idto=7915&bookid=87&startno=44\rولو قال : يا مائة طالق ، أو أنت مائة طالق ، نقل البغوي ، والمتولي : أنه يقع الثلاث لأنه في العرف كقوله : أنت طالق مائة\rقال لغير المدخول بها : أنت طالق خمسا ، أو قال : إحدى عشرة ، وقع الثلاث\rSumber Raudhah :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=95&ID=1333&idfrom=1538&idto=1542&bookid=95&startno=0\rdan : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=95&ID=1333&idfrom=1538&idto=1542&bookid=95&startno=1\rWallaahu A'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/481673421855471\r2516. SOLUSI ATAS PERNIKAHAN WANITA YANG DITINGGAL PERGI SUAMI\rPERTANYAAN :\r> Idrus Tamam","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"Sampai kapan penangguhan seorang istri boleh menikah lagi saat suaminya raib tidak ada kabar beritanya ... ?? contoh kasus : ada tsunami yang memisahkan sepasang suami istri setelah beberapa lama istri mencari tapi tetap tidak ketemu setelah berselang beberapa tahun akhirnya dia menikah dengan orang lain sampai punya anak, berselang beberapa waktu sang suami datang... pertanyaan : bagaimana solusi di atas ???\rJAWABAN :\r> Dewi Rosita\rPenangguhan istri bisa menikah lagi : menunggu keputusan hakim, atau menunggu masa idah wafat, atau ada kepastian tentang kabar suami.\rJika telah menikah ada 2 pilihan :\r- istri tetap menjadi istri suami yang ke 2 nya\r- suami lama mempunyai 2 pilihan :\r1. mengambil kembali istrinya\r2. istrinya tetap menjadi istri dari suami yang 2 dengan meminta mahar kepada suami yang ke 2.\r> Ghufron Bkl\rJawabannya ada di link :\rhttps://www.piss-ktb.com/2012/02/504-istri-menikah-lagi-setelah.html?m=1\rTidak boleh menikah sebelum ada kabar yang dapat dipercaya bahwa suaminya telah meninggal atau telah menjatuh thalaq, namun pendapat Qoul Qodim boleh menikah setelah menunggu 4 tahun dan melakukan iddah wafat (4 tahun 4 bulan sepuluh hari)\r.ومن غاب بسفر أوغيره وانقطع خبره ليس لزوجته نكاح لغيره حتى يتيقن موته أو طلاقه لأن النكاح معلوم بيقين فلا يزال إلا بيقين وعن القفال لو أخبرها عدل بوفاته حل لها أن تنكح غيره فيما بينها وبين الله تعالى وفي القديم تتربص أربع سنين ثم تعتد لوفاة نكاح غيره. المحل هامش حاشيتان 4/51","part":1,"page":69},{"id":70,"text":".أخبرها و وليها عدل بطلاق زوجها أو موته وصدقاه جاز لها أن تتزوج ولا إثم عليها ولا عقوبة وليس للقاضي أن يعترضها بخلافه هو فلا يجوز له تزويجها إلا بالبينة فلو وصل الزوج وأنكر الطلاق ولم تقم به بينة صدق بيمينه وتبين بطلان النكاح الثاني لكن وطئه شبهة لا حد فيه والأولاد الحاصلون منه منسوبون إلى الواطئ ونكاح الأول باق وعليها عدة الشبهة. غاية تلخيص المراد ص : 213\rBila menikahnya tidak memenuhi ketentuan di atas maka nikahnya tidak sah dan wanita tersebut tetap menjadi istri sahnya suami pertamanya:\r.ومن ذلك قول أبي حنيفة أن المقود إذا قدم بعد أن تزوجت زوجته بعد التربص يبطل العقد وهي للأول وإن كان الثاني وطئها فعليه مهر المثل وتعتد من الثاني ثم ترد إلى الأول___ومع قول الشافعي في أرجح القولين إن النكاح الثاني باطل وفي قول الأخر بطلان نكاح الأول بكل حال. الميزان الكبرى 2/136\r.لوتزوجت زوجة المفقود غيره قبل الحكم بموته سقطت نفقتها ولا تعود إلا بعلمه عودها إلى طاعته بعد التفريق بينهما، يعنى لو تبين عدم موته فلا تعود نفقتها عليه إلا بعد علمه بعودها إلى طاعته والتفريق بينهما وبين زوجها الثاني لأن نكاحها عليه فاسد. إعانة الطالبين 4/83\rMengenai anaknya kalau nikahnya sesuai ketentuan tetap ada hubungan nasab pada suami ke 2 :\r.أخبرها و وليها عدل بطلاق زوجها أو موته وصدقاه جاز لها أن تتزوج ولا إثم عليها ولا عقوبة وليس للقاضي أن يعترضها بخلافه هو فلا يجوز له تزويجها إلا بالبينة فلو وصل الزوج وأنكر الطلاق ولم تقم به بينة صدق بيمينه وتبين بطلان النكاح الثاني لكن وطئه شبهة لا حد فيه والأولاد الحاصلون منه منسوبون إلى الواطئ ونكاح الأول باق وعليها عدة الشبهة. غاية تلخيص المراد ص : 213","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"Bila nikahnya tidak sesuai ketentuan diatas(nikahnya tidak sah) maka bila suami kedua mengetahui bahwa nikahnya tidak sah maka anaknya tidak ada hubungan nasab pada suami kedua, bila suami kedua tidak mengetahui bahwa nikah sah maka anaknya ada hubungan nasab pada suami kedua tersebut :\r,وإذا لم يصح نكاح الثاني او الثالث ترتبت على بطلانه أشياء منها عدم التوارث بينها وبينه وسقوط مهرها ونفقتها و وجوب الحد عليها وهذه الثلاثة لا تختلف بين علم الواطئ حال الوطئ بالفساد وجهله وكذا يثبت نسب الأولاد ومحرمية المصاهرة والعدة عليها إن جهل الواطئ الفساد و وجوب الحد على العالم به منهما. بغية المسترشدين ص : 202\r. تزوج مطلقة غيره في العدة لم يصح ثم إن وطئ عالما بالفساد فزان أوجاهلا فشبهة.بغية المسترشدين ص : 238بشبهة يثبت النسب والعدة.إعانة الطالبين 3/337\rMohon di koreksi. Seperti kasus di atas nikahnya dengan suami kedua baik sesuai ketentuan atau tidak sesuai ketentuan / tidak sah, wanita tersebut menjadi haqnya suami pertama / dikembalikan pada suami pertama :\r.ومن ذلك قول أبي حنيفة أن المقود إذا قدم بعد أن تزوجت زوجته بعد التربص يبطل العقد وهي للأول وإن كان الثاني وطئها فعليه مهر المثل وتعتد من الثاني ثم ترد إلى الأول___ومع قول الشافعي في أرجح القولين إن النكاح الثاني باطل وفي قول الأخر بطلان نكاح الأول بكل حال. الميزان الكبرى 2/136\r.لوتزوجت زوجة المفقود غيره قبل الحكم بموته سقطت نفقتها ولا تعود إلا بعلمه عودها إلى طاعته بعد التفريق بينهما، يعنى لو تبين عدم موته فلا تعود نفقتها عليه إلا بعد علمه بعودها إلى طاعته والتفريق بينهما وبين زوجها الثاني لأن نكاحها عليه فاسد. إعانة الطالبين 4/83\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/580962731926539\rLINK TERKAIT :","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"www.piss-ktb.com/2012/02/504-istri-menikah-lagi-setelah.html\r2535. THALAQ KINAYAH TIDAK DIPENGARUHI KEYAKINAN ISTRI, TAPI NIAT SI SUAMI\rPERTANYAAN :\r> Syaibah El-Islamiyah\rASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, Ada titipan pertanyaan ust/ustdzah ; ada seorang istri yang selalu was was (apakah talak atau tidak) dengan seluruh isyaroh / ucapan suami yang dianggap seperti kita talak sama si istri, misalnya, umy pindahlah kamu umy dari tempat ini!, atau \"besok kamu pulang ke rumah mertua aja\". Pertanyaannya* BAgaimana hukumnya (terjadi talak atau tidak) jika si istri itu meyakini talak dengan kewas-wasannya itu..? mohon pencerahannya. syukron.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam. Perkataan suami seperti di atas termasuk thalaq kinayah/sindiran, bisa jatuh thalaq bila si suami niat menjatuh thalaq dengan kata2 tersebut diatas, bila tidak niat menjatuhkan thalaq maka tidak jatuh thalaq, dalam hal ini presepsi dan keyakinan si istri tidak dipertimbangkan, istri yakin itu talak tapi si suami tidak niat, maka talak tetap tidak jatuh :\r.ويقع بكناية وهي ما يحتمل الطلاق وغيره إن كانت مع نية لإيقاع الطلاق مقترنة بأولها أى الكناية وتعبيري بمقترنة بأولها هو ما رجحه كثيرون واعتمده الأسنوى والشيخ زكريا تبعا لجمع محققين ورجح في أصل الروضة الإكتفاء بالمقارنة لبعض اللفظ ولو لآخره، أى يقع الطلاق بالكناية إن كانت مع نية لإيقاع الطلاق زاد في التحفة ومع قصد حروفه أيضا ثم قال فإن لم ينو ذلك لم يقع إجماعا. إعانة الطالبين 4/12\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/589828241039988\r2593. INILAH 'IDDAH LELAKI BERISTRI 4 YANG SATU DITHALAQ ROJ'IY\rPERTANYAAN :\r> Kava Ahmad","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه\rKalau ada orang laki-laki punya istri empat. Terus salah satu istrinya meninggal atau ditalak. Apakah suami tersebut bisa langsung menikah tanpa menunggu 'iddah istrinya tersebut habis ? Mohon pencerahannya.. Syukron.\rJAWABAN :\r> Dewan Masjid Assalaam\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh.. jika talaknya raj'iyyan maka wajib menunggu iddah istri. Wanita yang masih dalam masa iddah cerai raj'i sebetulnya masih berstatus sebagai istri, buktinya masih wajib dinafaqohi suami dan bisa diruju' tanpa akad nikah baru...\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam, dalam kasus di atas boleh langsung nikah, bila ditinggal mati salah satu istrinya, dan tidak boleh langsung nikah bila salah satunya ada yang dithalaq roj'iy sebelum 'iddahnya habis, hal tersebut karena istri yang dithalaq roj'iy statusnya laksana istri. :\r.ويشترط أيضا أن لا تكون تحته أربع من الزوجات سوى المخطوبة ولو كان بعضهن في العدة الرجعية لأن الرجعية في حكم الزوجة.الثانية ما اذا كان معه أربع زوجات وطلق واحدة منهن رجعيا وأراد التزوج بخامسة فلا يجوز له ذلك في الحالتين المذكورتين الا بعد انقضاء العدة.إعانة الطالبين 3/298 و 4/37\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/577277752295037\rLINK TERKAIT :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/576818742340938\r2616. BILA TERPENUHINYA SIGHOT TA'LIQ THALAQ KARENA LUPA ?\rPERTANYAAN :\r> Amar Dor","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"Assalamualaikum. Mohon pencerahannya kepada para asatidz. Ketika seseorang menceraikan istrinya dengan memakai shigot ta'liq, semisal berkata : ketika kamu membuka pintu itu kamu adalah orang yang tertalaq. Pada satu hari istri itu lupa dan membuka pintu tersebut.\rPertanyaan : Apakah hal ini jatuh talaq ?? Afiduni jazakumullohu khoir..\rJAWABAN :\rKesimpulan pembahasan : Hukumnya khilaf ada dua pendapat,\r- Pertama : tidak terjadi thalaq karena lupa.\r- Kedua : terjadi thalaq karena sifat lupa bukan penghalang terjadinya thalaq.\rDan ini memang khilaf sesuai rincian masing-masing pendapat, dan menurut pendapat yang mu'tamad adalah tidak terjadi thalaq. 'Ibaroh silahkan baca di diskusi berikut :\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam, Ini menarik untuk dibahas... Monggo, di utik-utik ibarot niki :\rمغني المحتاج - محمد بن أحمد الشربيني - ج - 3 الصفحة 326\rولو علق زوج ط?قا بفعله كدخوله الدار، ففعل المعلق به ناسيا للتعليق أو ذاكرا له مكرها على الفعل أو طائعا جاه?، لم تطلق في ا?ظهر لخبر ابن ماجة وغيره: إن الله وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه أي ? يؤاخذهم بذلك، ومقتضاه رفع الحكم فيعم كل حكم إ? ما قام الدليل على استثنائه كقيم المتلفات، و?ن المكره على الط?ق ? يقع ط?قه، فكذا المكره على الصفة، و? فرق بين الحلف بالله تعالى وبالط?ق وإن قال القاضي حسين يقع في الحلف بالط?ق في النسيان. والثاني: تطلق لوجود المعلق به، وليس النسيان ونحوه دافعا للوقوع.\rPendapat kedua bukan sembarang pendapat kang bro :\rالموسوعة الشاملة : حاشيتا قليوبي - وعميرة 12/498-499 :","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"ولو علق الزوج الط?ق بفعله كأن علقه بدخول الدار ففعل المعلق به ناسيا للتعليق أو ذاكرا له مكرها على الفعل أو طائعا جاه? بأنه المعلق عليه، لم تطلق في ا?ظهر لحديث ابن ماجه وغيره : إن الله وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه. أي ? يؤاخذهم بذلك ، والثاني تطلق لوجود المعلق به وليس النسيان ونحوه دافعا للوقوع\rقوله : بفعله أي فعل نفسه وإن لم يسأل ?ن شأنه ذلك أو لم يقصد إع?م نفسه ?نه عالم .قوله : ناسيا أو مكرها. ولو احتما? فيهما ولو كان ا?كراه بحق كما نقله ابن حجر عن الشيخين واعتمده شيخنا فقيل له إن شيخنا الرملي ذكر في أول الط?ق أن فعل المكره بحق كا?خبار فرجع إليه . قوله : جاه? بأن المعلق عليه. أو جاه? بوقوع الط?ق به كأن فعله ناسيا فظن الوقوع ففعله ثانيا أو إفتاء من صدقه ، ولو غير أهل ل?فتاء بعدم الوقوع به ففعله أو أخبره بموت زوجته ففعله فبانت حياتها ، قال شيخنا الرملي ويتحصل من ك?مهم وإن ظن تناقضه أن من حلف بالله أو بالط?ق إن ا?مر الف?ني لم يكن ، أو كان أو سيكون أو إن لم يكن فعلت أو لم يكن فعلت أو ف?ن لم يفعل ، كذا أو فعله أو هو في الدار أو ليس فيها أو نحو ذلك وقصد حين حلفه أن ا?مر كذلك في ظنه ، أو اعتقاده أو أطلق ف? حنث عليه وإن قصد أن ا?مر كذلك في الواقع ، وبأن خ?فه حنث على المعتمد نعم إن كانت محاورة ف? حنث مطلقا كما لو لم تكن صيغة تعليق كوالله زيد ليس في الدار مث? فتأمله . قوله : لم تطلق و? تنحل اليمين ?ن لها جهة واحدة بخ?ف نحو ? تخرجي إ? بإذني أو ? أكلمه إ? في شر كما مر . Juz / Hal. 13 / 1 :","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"قوله : والثاني تطلق إلخ. بهذا أفتى ابن الص?ح وابن عبد الس?م ، وقال ابن المنذر إنه المشهور من مذهب الشافعي ، قال الزركشي وقد يوجه بأن التعليق مع الصفة تطليق ، وصدور النسيان حالة الفعل ، كحال التلفظ بالط?ق مع نسيان الزوجية وتوقف جمع من قدماء ا?صحاب عن ا?فتاء ، في هذه المسألة ثم المعروف أنه ? فرق في صورة النسيان بين المستقبل والماضي كأن ينسى فيحلف على ما لم يفعله ، أنه فعله أو بالعكس صرح به الرافعي في أثناء تعليق الط?ق وخص البغوي عدم الحنث بالنسيان في المستقبل دون الماضي ، ووافقه ابن الص?ح وقال الزركشي بعد ذكر ذلك ، ويستثنى ما لو قال ? أدخل عمدا و? سهوا فدخل ناسيا ، فإنه يحنث ب? خ?ف ، كما في زوائد الروضة وجزم به الرافعي في كتاب اللعان ا هـ .\rفرع : لو حلف بالط?ق أن ولده أو دابته أو غيرهما ما فعل الشيء الف?ني ناسيا فالمتجه عدم الحنث ، بل هو أولى بذلك من الحلف على فعل نفسه فتأمل . ولكن لم أر فيه شيئا .\rقوله : وليس النسيان ونحوه دافعا. ?نه متعلق بآدمي .\rLink Kitab: http://islamport.com/d/2/shf/1/22/1598.html\rالفتاوى الفقهية الكبرى صفحة1119 :\rومنها متى حلف بط?ق أو غيره على فعل نفسه ففعله ناسيا للتعليق أو ذاكرا له مكرها على الفعل أو مختارا جاه? بالمعلق عليه ? بالحكم خ?فا لمن وهم فيه لم يحنث للخبر السابق: إن الله تعالى وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه أي ? يؤاخذهم بشيء من هذه الث?ثة ما لم يدل دليل على خ?فه كضمان المتلف فالفعل مع ذلك ك? فعل.","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"وكذا ? حنث إ? علق بفعل غيره المبالي بتعليقه بأن لم يخالفه فيه لنحو صداقة أو حياء أو مروءة . وقصد بذلك منعه أو حثه وعلم بالتعليق ففعله ذلك الغير ناسيا أو جاه? أو مكرها أما إذا لم يقصد منعه و? حثه أو كان ممن ? يبالى بتعليقه كالسلطان والحجيج ، أو لم يعلم به ففعله فإنه يحنث به ولو مع النسيان وقسيمه ؛ ?ن الغرض حينئذ مجرد التعليق بالفعل من غير قصد منع ، أو حث نعم يستثنى من ذلك ما إذا قصد مع الحث ، أو المنع فيمن يبالي به أع?مه به ، ولم يعلم به ف? تطلق على المعتمد الذي اقتضاه ك?م الشيخين وغيرهما ونقله الزركشي عن الجمهور ولو علق بفعله ناسيا أو جاه? أو مكرها ففعله كذلك حنث ؛ ?نه ضيق على نفسه ، أو بدخول نحو بهيمة ، أو طفل فدخل غير مكره حنث ، أو مكرها ف? .\rوفارق ما مر من الوقوع في بعض الصور مع ا?كراه بأن فعل البهيمة غير منسوب إليها حال ا?كراه فكأنها حينئذ لم تصنع شيئا بخ?ف فعل ا?دمي فإنه منسوب إليه ولو مع ا?كراه ولهذا يضمن به وألحق نحو الطفل هنا بالبهيمة ؛ ?نه أقرب شبها بها منه بالمميز وفي الحلف على غلبة ظنه ك?م طويل للمتأخرين وغيرهم بينت حاصل المعتمد منه في الفتاوى وهو عدم الوقوع مطلقا فعليك به فإنه نفيس مهم .\rLink kitab: http://www.madinahnet.com/الفتاوى-الفقهية-الكبرى-صفحة1119\r> Ghufron Bkl\rDalam kasus di atas karena melakukannya karena lupa maka thalaqnya tidak terjadi, karena menggantungkan thalaq pada pekerjaan orang lain (istri) yang mana orang lain tersebut peduli pada perkataan si suaminya, beda halnya kalau orang lain tersebut tidak memperdulikan pada perkataan si suami maka jatuh thalaq bila orang lain tersebut melakukannya walaupun karena lupa. :","part":1,"page":77},{"id":78,"text":".وكذالك لو علق الطلاق على فعل الغير ففعله ناسيا كما في الصورة المسئول عنها فلا يقع الطلاق عند الشافعي وهو الراجح لكنهم إشترطوا أن يكون هذا الغير ممن يبالي بكلام الزوج ويخاشى مخالفته أما اذا كان لا يبالي بكلامه فإن الطلاق يقع مع نسيانه. الإنصاف 9/114\r> Kudung Khantil Harsandi Muhammad\rWa 'alaikum salam..Monggo kang Ebest. hehe. Lupa salah satu penghilang dosa. Tapi, kalau lupa, siapa yang mau disalahkan kang. Di FK ini sudah dibahas dua kali, ibarot yang ada, ketika kejadiannya karena lupa, baik yang digantungi itu suaminya sendiri ataupun istrinya, hukumnya sama saja. thalaknya istri belum dianggap terjadi. Ini Juga menarik pak Brojol Gemblung.\rفتح الوهاب - (ج 2 / ص 146)(كما) لا تطلق فيما (لو علقه بفعله) كدخوله الدار (أو بفعل من يبالي بتعليقه) بأن يشق عليه حنثه لصداقة أو نحوها (وقصد) المعلق (إعلامه به) وإن لم يعلم المبالي بالتعليق، (ففعل) المعلق بفعله من نفسه أو غيره (ناسيا) للتعليق (أو) ذاكرا له (مكرها) على الفعل (أو) مختارا (جاهلا) بأنه المعلق عليه.","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"أسنى المطالب - (ج 9 / ص 498)( فصل متى علقه بفعله ) شيئا ( ففعله ناسيا ) للتعليق ( أو ) ذاكرا له ( مكرها ) على الفعل ( أو ) مختارا ( جاهلا ) بأنه المعلق عليه ( لم تطلق ) لخبر ابن ماجه وصححه ابن حبان والحاكم { أن الله وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه } أي لا يؤاخذهم بها ما لم يدل دليل على خلافه كضمان المتلف فالفعل معها كلا فعل ، هذا إذا علقه بفعل مستقبل أو حلف بالله عليه أما لو حلف على نفي شيء وقع جاهلا به أو ناسيا له كما لو حلف أن زيدا ليس في الدار وكان فيها ولم يعلم به أو علم ونسي .فإن قصد بحلفه أن الأمر كذلك في ظنه أو فيما انتهى إليه علمه أي لم يعلم خلافه ولم يقصد أن الأمر كذلك في الحقيقة لم يحنث لأنه إنما حلف على معتقده وإن قصد أن الأمر كذلك في نفس الأمر أو أطلق ففي الحنث قولان رجح منهما ابن الصلاح وغيره الحنث وصوبه الزركشي لأنه غير معذور إذ لا حنث ولا منع بل تحقيق فكان عليه أن يثبت قبل الحلف بخلافه في التعليق بالمستقبل ورجح الإسنوي وغيره أخذا من كلام الأصل عدم الحنث وهو الأوجه وسيأتي بيانه في فصل قال إن ابتلعت ( وكذا ) لا تطلق إن علق بفعل ( غير ) من زوجة أو غيرها وقد ( قصد ) بذلك ( منعه ) أو حثه ( وهو ممن يبالي ) بتعليقه فلا يخالفه فيه لصداقة أو نحوها ( وعلم بالتعليق ففعله الغير ناسيا أو جاهلا أو مكرها\rfokus :\r( وكذا ) لا تطلق إن علق بفعل ( غير ) من زوجة أو غيرها وقد ( قصد ) بذلك ( منعه ) أو حثه ( وهو ممن يبالي ) بتعليقه فلا يخالفه فيه لصداقة أو نحوها ( وعلم بالتعليق ففعله الغير ناسيا أو جاهلا أو مكرها\rIbarot ini, pendapat yang mu'tamad atau bagaimana.\rوالثاني: تطلق لوجود المعلق به، وليس النسيان ونحوه دافعا للوقوع\rKalau melihat ibarot ini, sepertinya pendapat kedua dalam kitab Mughnil Muhtaj, adalah pendapatnya imam Qoffal.","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"روضة الطالبين وعمدة المفتين - ج 3 / ص 169فصلإذا علق الطلاق بفعل شيء ففعله وهو مكره أو ناس للتعليق أو جاهل به ففي وقوع الطلاق قولان وذكر صاحب المهذب والروياني وغيرهما أن الأظهر في الأيمان أنه لا يحنث الناسي والمكره ويشبه أن يكون الطلاق مثله. وقطع القفال بأنه يقع الطلاق.ولا يخرج على القولين في الأيمان لأن التعويل في الأيمان على تعظيم اسم الله تعالى والحنث هتك حرمة والناسي والمكروه غير منتهك والطلاق تعليق بصفة وقد وجدت والمذهب الأول وعليه الجمهور.\rPendapat yang awal sepertinya lebih kuat pak.\rروضة الطالبين وعمدة المفتين ج 3 / ص 169قلت قد رجح الرافعي في كتابه المحرر أيضاً عدم الحنث في الطلاق واليمين جميعاً وهو المختار للحديث الحسن \" رفع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه \" والمختار أنه عام فيعمل بعمومه إلا فيما دل دليل على تخصيصه كغرامة المتلفات والله أعلم.\rروضة الطالبين وعمدة المفتين ج 3 / ص 169ولو علق بفعل الزوجة أو أجنبي فإن لم يكن للمعلق بفعله شعور بالتعليق ولم يقصد الزوج إعلامه أو كان ممن لا يبالي بتعليقه بأن علق بقدوم الحجيج أو السلطان طلقت بفعله في حالتي النسيان والإكراه على المذهب وقيل إن فعلة مكرهاً ففيه القولان فكأنه لا فعل له وإن كان المعلق بفعله عالماً بالتعليق وهو ممن يبالي بتعليقه وقصد المعلق بالتعليق منعه ففعله ناسياً أو مكرهاً أو جاهلاً ففيه القولان. ولو قصد منعها من المخالفة فنسيت قال الغزالي لا تطلق قطعاً لعدم المخالفة ويشبه أن يراعى معنى التعليق ويطرد الخلاف.\r> Ebest Rapak Teduh\rMengenai qo'il dalam talak ta'liq\rالطلاق المعلق بالشرط بعد النكاح على ثلاثة اقوال وقيل يفرق بين الشرط الذي يقصد وقوع الطلاق عندكونه وبين الشرط الذي يقصد عدمه وعدم الطلاق عنده","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Sepertnya di ibarot ne tafsil, Jika memang suami bermaksud talak dengan memakai sighot itu, lupa/tidak tetap talak, beda jika istri semitsal tersebut gila terus membuka pintu, maka ta'lik itu tidak syah.. Beda lagi dengan contoh ini, jika kamu membuka pintu itu tanpa seizinku kamu adalah orang yang tertalaq.. jika istri lupa, hal ne tidak terjadi talaq, karena suami hanya bermaksud mengancam.\r> Ibnu Lail\r- Talaq yang digantungkan pada perbuatan suami : Contoh : jika saya masuk rumah zaid, maka kamu tertalak.Maka jika suami melakukan muallaq alaih (masuk rumah zaid) karena tidak sengaja (lupa, dipaksa dll), tafshil:Jika suami mengatakan itu dengan tujuan himbauan atau larangan kepada dirinya, maka tidak jatuh talaq.Namun jika tidak ada tujuan seperti di atas, sebagaimana suami mengatakan itu secara mutlak, maka jatuh talak.\r- Talak yang digantungkan kepada perbuatan istri : Contoh: seperti pertanyaan diatas.Jika istri melakukannya dengan tidak sengaja, maka juga tafshil:Jika suami dalam menta'liq tersebut bermaksud memberitahukan kepada istri sebagai himbauan atau larangan, dan suami itu perduli akan ucapannya, maka tidak jatuh talak.Namun sebaliknya, jika suami atau orang yang menta'aliq tidak perduli, atau tidak bermaksud memberitahukan kepada istri sebagai himbauan atau larangan, maka jatuh talak.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/578913785464767\r2636. JATUHKAH THALAQ SAAT SUAMI MENYANYIKAN LAGU BERLIRIK THALAQ ?\rPERTANYAAN :\r> Siti Jenal","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"Bagaimana dengan lirik lagu “sebelumnya aku putuskan berpisah dengan mu...”, yang dinyanyikan Megi Z atau siapa saja yang menyanyikannya. Jatuh talak kah bagi istri yang mendengarkannya ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rMenyanyi seperti di atas tidak menjadikan istri terthalaq, apabila tidak ada niatan menthalaq istri, karena nyanyian seperti di atas merupakan kinayah dan juga dalam menyanyi itu merupakan menceritakan orang lain. :\r.وشرط في القصد أى للطلاق قصد لفظ طلاق لمعناه بأن يقصد استعماله فيه فلا يقع ممن طلب من قوم شيأ فلم يعطوه فقال طلقتكم وفيهم زوجته___وعبارة شيخنا يشترط في الصيغة عند عروض صارفها لا مطلقا صريحة كانت أو كناية قصد لفظها مع معناه بأن يقصد استعماله فيه انتهى____فإنه يشترط في الصريح والكناية لإخراج من حكى طلاق غيره أو سبق لسانه إليه لأن الثاني لم يقصد اللفظ أى الإتيان به والأول وإن قصده لكن لا معناه الذي هو حل العصمة. حاشية الجمل 4/150\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/581010658588413\r2671. JIKA SUAMI MENCERAIKAN ISTRI SAAT KESURUPAN\rPERTANYAAN :\r> Sepuh Kapungkur Abdimah\rAssalamu'alaikum ? Mau tanya nih, apakah termasuk talak bila sang suami mentalak sang istri tapi sang suami dalam keadaan kesurupan? Mohon di sertakan ibarot+refrensinya.!! Sebelum dan sesudahnya terima kasih.\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rWa'alaikumussalaam, maaf saya salah memahami pertanyaan, saya kira yang kesurupan adalah istrinya, jika yang keseurupan adalah suami dan kesurupan tersebut menyebabkan hilangnya akal maka hemat saya disamakan dengan orang gila, talaknya tidak jatuh.","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"ولا يجوز طلاق الصبي حتى يستكمل خمس عشرة أو يحتلم قبلها, ولا طلاق المعتوه , ولا طلاق المجنون الذي يجن ويفيق إذا طلق في حال جنونه وإن طلق في حال صحته جاز. انتهى.كتاب الأم للإمام الشافعي\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/571970562825756/\r2778. JATUHKAH UCAPAN : JIKA ADA YANG CINTA KAMU MAKA KAU TERTALAQ 3 ?\rPERTANYAAN :\rAssalamualaikum wr wb, ana mau bertanya...seandainya istri berkata pada suami seperti ini.. Mas seandainya ada orang cinta sama aku bagaimana peasaanmu ?? Suami : seandainya ada orang cinta padamu maka kau tertalaq 3 ??Jatuhkah talaq seperti ini..Syukron.. [Udin Alay]\rJAWABAN :\rKonsekuensi dari perkataan suami tersebut terpulang pada maksud (niat) suami, yakni:\r?…Jika si suami bermaksud menggantungkan talak pada perbuatan orang lain, maka ketika perbuatan orang lain itu terjadi, tertalaklah si istri karena perkataan suami tersebut merupakan talaq ta'liq.\r?…Jika si suami hanya bermaksud ingin mencegah istrinya dari perbuatan yang tak diinginkannya, maka tidak terjadi talak, dan perkataan tersebut tidaklah lebih dari sebuah ancaman (peringatan keras) seorang suami kepada istrinya.\rREFFERENSI :\r- Kitab al-Fatawiy al-Kubro Juz 4 Halaman 145, al-Maktabah asy-Syamilah :\r(سُئِلَ) نَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى بِعُلُومِهِ وَبَرَكَتِهِ الْمُسْلِمِينَ عَمَّنْ قَالَ إن دَخَلْت الدَّارَ طَلَّقْتُك فَهَلْ هُوَ تَعْلِيقٌ أَوْ لَغْوٌ؟(فَأَجَابَ) بِقَوْلِهِ نَصَّ فِي الْأُمِّ عَلَى أَنَّهُ وَعْدٌ فَيَكُونُ لَغْوًا نَعَمْ إنْ ذَكَرَ قَبْلَهُ قَدْ لَفْظًا أَوْ نِيَّةً كَانَ تَعْلِيقًا لِانْسِلَاخِهِ عَنْ الْوَعْدِ حِينَئِذٍ، وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ.","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Beliau (ibnu Hajar Al Haitamiy) ditanya, semoga Alloh ta'ala memberi manfaat kepada kaum muslimin dengan ilmu dan berkahnya, tentang suami yang berkata (kepada istrinya): \"Jika kamu masuk rumah maka aku telah menceraikanmu\", maka apakah ucapan suami tersebut termasuk TA'LIQ (jika si istri benar-benar masuk rumah maka ia sungguh terceraikan) atau LAGHWUN (ucapan kosong yang tidak berpengaruh apapun), maka beliau menjawab dengan ucapannya \"telah ditegaskan dalam kitab al-Umm, bahwa sesungguhnya (ucapan suami tersebut) adalah ANCAMAN maka tidak mempunyai dampak apapun, iya benar apabila sebelumnya suami menyebutkan kata QOD (\"sungguh\") baik secara lafadz (diucapkan) ataupun secara niat (dalam hati saja) maka ucapan suami tersebut adalah TA'LIQ karena dalam kasus tersebut ia (kata QOD) melepaskan ucapan suami tersebut dari kategori ANCAMAN\r- Kitab al-Fatawiy ar-Romliy Juz 4 Halaman 208, al-Maktabah asy-Syamilah :\r( سُئِلَ ) عَمَّنْ قَالَ : إنْ أَبْرَأْتِنِي مِنْ صَدَاقِك طَلَّقْتُك .فَأَبْرَأَتْهُ مِنْهُ بَرَاءَةً صَحِيحَةً فَلَمْ يُطَلِّقْهَا فَهَلْ يَكُونُ قَوْلُهُ : \" طَلَّقْتُك \" وَعْدًا مِثْلَ قَوْلِهِ : \" أُطَلِّقُك \" فَلَا يَقَعُ بِهِ طَلَاقٌ أَوْ تَعْلِيقًا مِثْلَ قَوْلِهِ : \" فَأَنْتِ طَالِقٌ \" حَتَّى يَقَعَ بِهِ الطَّلَاقُ ؟ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ إنْ قَصَدَ الْقَائِلُ بِقَوْلِهِ : \" طَلَّقْتُك \" أَنَّهَا طَالِقٌ عِنْدَ حُصُولِ الْإِبْرَاءِ وَقَعَ عَلَيْهَا بِهِ طَلْقَةٌ وَاحِدَةٌ إلَّا إذَا قَصَدَ أَكْثَرَ مِنْ وَاحِدَةٍ فَيَقَعُ عَلَيْهَا مَا قَصَدَهُ وَإِلَّا لَمْ يَقَعْ بِهِ شَيْءٌ .","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Beliau (Imam Romliy) ditanya tentang seseorang yang berkata (kepada istrinya): \"jika kamu membebaskanku dari membayar maharmu, aku mentalakmu\", kemudian si istri membebaskannya (meng-iya-kan) lalu si suami tidak juga mentalaqnya, apakah ucapan si suami \"THOLLAQTUKI/aku mentalaqmu\" itu merupakan ANCAMAN semacam ucapannya \"UTHOLLIQUKI/kamu akan ku talaq\" sehingga tidak jatuh talaq, atau merupakan TA'LIQ seperti ucapannya \"FA ANTI THOLIQUN / maka kamu tertalaq\" sehingga jatuh talaq? kemudian Beliau menjawab: bahwa sesungguhnya APABILA orang yang berkata (si suami) menyengaja/berniat (mentalaq) dengan ucapannya \"THOLLAQTUKI/ aku mentalaqmu\" MAKA sesungguhnya istrinya tertalaq ketika terpenuhinya pembebasan (mahar tersebut), jatuhlah talaq satu padanya (istri), kecuali jika si suami berniat mentalaqnya lebih banyak dari itu (dua/tiga) maka jatuhlah talaq sebagaimana yang ia niatkan, dan APABILA TIDAK (meniatkan mentalaq sitri dengan ucapannya tersebut) MAKA tidak terjadi apa-apa (tidak jatuh talaq). Wallohu a'lam bish-showab.\rMUSYAWIRIN :\rM Ghozi Anshori , Ummi Af-idah, Mu'afi Kamal , Danar Khalafi, Ulilalbab Hafas, Dien Saepudin, Abu Aisya, Quad Core, Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Brojol Gemblung , Mentari Junior, Amie Like-Abdulhamid A-bulung\rPERUMUS :\rMohamad Cholil Asyari\rPENTASHIH :\rAbdullah Afif. Mujaawib PISS-KTB. Minggu, 8 Agustus 2013\r2816. ADAKAH MUFASSIR YANG MEMBOLEHKAN MUHALLIL TANPA DUKHUL\rPERTANYAAN :\r> Jaka Perkasza","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"Assalamualaikum. Siapa di antara mufassir yang membolehkan muhallil tanpa dukhul, dan mana ayat yang ditafsirin ? Sekian terima kasih atas jawabannya.\rJAWABAN :\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam. Mayoritas ulama fiqh berpendapat bahwa seorang suami yang mentalak istrinya tiga kali maka dia tidak boleh ruju' pada istrinya hingga ia dinikahi oleh suami lain. Mereka mendasari statemennya dengan ayat berikut :\rفإن طلقها ف? تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره\r(apabila suaminya mentalaknya [setelah dua talakan] maka setelah itu dia [istrinya] tidak halal baginya sehingga dia menikahi suami lain). QS. Al-Baqarah : 230\rDimana mereka mentakwil ayat tersebut dengan pengertian bahwa istri tersebut dinikahi lalu dijima' kemudian ditalak. Maka dengan demikian dapat diketahui maksud mayoritas ulama dari pentakwilan tersebut, yaitu syarat seorang suami agar bisa ruju' pada istrinya yang telah ditalak tiga adalah setelah ia dinikahi dengan sah dan dijima' oleh suami lain.","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Berbeda halnya dengan rekomendasi Sa'id bin al-Musayyab, Sa'id bin Jubair, dan yang sependapt dengannya dari golongan al-Khawarij, bahwa ayat tersebut hanya mengindikasikan realisasi pernikahan yang sah dan tanpa jima' oleh pihak ketiga, maka boleh suami pertama meruju' istrinya setelah prosesi pernikahan dan talak dari pihak ketiga pada istri menurut pandangan ini. Akan tetapi pendapat ini ditolak oleh mayoritas ulama, dan bahkan madzhab Abu Hanifah merekomendasikan bahwa barangsiapa yang mengikuti solusi Sa'id bin al-Musayyab maka aparat pemerintah (Qadhi) harus membatalkannya, oleh karena pandangan tersebut telah menyalahi konsensus para Shahabat, Tabi'in, dan mayoritas ulama dalam hal ini, dan tidak sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari 'Aisyah berikut yang jelas-jelas searah dengan ayat di atas :\rإذا طلق الرجل امرأته ث?ثا ? تحل له حتى تنكح زوجا غيره ويذوق كل واحد منهما عسيلة صاحبه\r(Apabila seorang lelaki telah mentalak perempuannya tiga kali maka dia tidak halal baginya sehingga dia menikahi suami lain dan satu sama lain dari keduanya saling mencicipi madunya)\rMaka sangatlah jelas bahwa ayat di atas mengindikasikan terealisasinya pernikahan yang sah dan jima' sebagai syarat bagi seorang suami yang ingin kembali / meruju' istrinya yang telah ditalak tiga.\rReferensi :\rتفسير القرطبي - القرطبي - ج - 3 الصفحة 147 - 148:\rواختلفوا فيما يكفي من النكاح، وما الذي يبيح التحليل، فقال سعيد بن المسيب ومن وافقه: مجرد العقد كاف. وقال الحسن بن أبي الحسن: ? يكفي مجرد الوطئ حتى يكون إنزال.","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"وذهب الجمهور من العلماء والكافة من الفقهاء إلى أن الوطئ كاف في ذلك، وهو التقاء الختانين الذي يوجب الحد والغسل، ويفسد الصوم والحج ويحصن الزوجين ويوجب كمال الصداق.\rقال ابن العربي: ما مرت بي في الفقه مسألة أعسر منها، وذلك أن من أصول الفقه أن الحكم هل يتعلق بأوائل ا?سماء أو بأواخرها؟ فإن قلنا: إن الحكم يتعلق بأوائل ا?سماء لزمنا أن نقول بقول سعيد بن المسيب. وإن قلنا: إن الحكم يتعلق بأواخر ا?سماء لزمنا أن نشترط ا?نزال مع مغيب الحشفة في ا?ح?ل، ?نه آخر ذوق العسيلة على ما قاله الحسن.\rقال ابن المنذر: ومعنى ذوق العسيلة هو الوطئ، وعلى هذا جماعة العلماء إ? سعيد ابن المسيب قال: أما الناس فيقولون: ? تحل ل?ول حتى يجامعها الثاني، وأنا أقول: إذا تزوجها تزاوجا صحيحا ? يريد بذلك إح?لها ف? بأس أن يتزوجها ا?ول. وهذا قول ? نعلم أحدا وافقه عليه إ? طائفة من الخوارج، والسنة مستغنى بها عما سواها.\rقلت: وقد قال بقول سعيد بن المسيب سعيد بن جبير، ذكره النحاس في كتاب \" معاني القرآن \" له. قال: وأهل العلم على أن النكاح هاهنا الجماع، ?نه قال: \" زوجا غيره \" فقد تقدمت الزوجية فصار النكاح الجماع، إ? سعيد بن جبير فإنه قال: النكاح ها هنا التزوج الصحيح إذا لم يرد إح?لها.\rقلت: وأظنهما لم يبلغهما حديث العسيلة أو لم يصح عندهما فأخذا بظاهر القرآن، وهو قوله تعالى: \" حتى تنكح زوجا غيره \" والله أعلم.\rروى ا?ئمة واللفظ للدارقطني عن عائشة قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم\" : إذا طلق الرجل امرأته ث?ثا ? تحل له حتى تنكح زوجا غيره ويذوق كل واحد منهما عسيلة صاحبه .\"\rقال بعض علماء الحنفية: من عقد على مذهب سعيد بن المسيب فللقاضي أن يفسخه، و? يعتبر فيه خ?فه ?نه خارج عن إجماع العلماء.","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"قال علماؤنا: ويفهم من قوله عليه الس?م: \" حتى يذوق كل واحد منهما عسيلة صاحبه \" استواؤهما في إدراك لذة الجماع، وهو حجة ?حد القولين عندنا في أنه لو وطئها نائمة أو مغمى عليها لم تحل لمطلقها، ?نها لم تذق العسيلة إذ لم تدركها.\rجامع البيان - إبن جرير الطبري - ج - 2 الصفحة 644 - 645:\rفإن قال قائل: فأي النكاحين عنى الله بقوله: ف? تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره النكاح الذي هو جماع أم النكاح الذي هو عقد تزويج؟\rقيل: ك?هما، وذلك أن المرأة إذا نكحت رج? نكاح تزويج لم يطأها في ذلك النكاح ناكحها ولم يجامعها حتى يطلقها لم تحل ل?ول، وكذلك إن وطئها واطئ بغير نكاح لم تحل ل?ول ?جماع ا?مة جميعا. فإذ كان ذلك كذلك، فمعلوم أن تأويل قوله: ف? تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره نكاحا صحيحا، ثم يجامعها فيه، ثم يطلقها.\rفإن قال: فإن ذكر الجماع غير موجود في كتاب الله تعالى ذكره، فما الد?لة على أن معناه ما قلت؟\rقيل: الد?لة على ذلك إجماع ا?مة جميعا على أن ذلك معناه. وبعد، فإن الله تعالى ذكره قال: فإن طلقها ف? تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره فلو نكحت زوجا غيره بعقب الط?ق قبل انقضاء عدتها، كان ? شك أنها ناكحة نكاحا بغير المعنى الذي أباح الله تعالى ذكره لها ذلك به، وإن لم يكن ذكر العدة مقرونا بقوله: ف? تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره لد?لته على أن ذلك كذلك بقوله: والمطلقات يتربصن بأنفسهن ث?ثة قروء وكذلك قوله: فإن طلقها ف? تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره وإن لم يكن مقرونا به ذكر الجماع والمباشرة وا?فضاء فقد دل على أن ذلك كذلك بوحيه إلى رسول الله ص وبيانه ذلك على لسانه لعباده.","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"ذكر ا?خبار المروية بذلك عن رسول الله ص: 3861 - حدثني عبيد الله بن إسماعيل الهباري، وسفيان بن وكيع، وأبو هشام الرفاعي، قالوا: ثنا أبو معاوية، عن ا?عمش، عن إبراهيم، عن ا?سود، عن عائشة، قالت: سئل رسول الله ص عن رجل طلق امرأته فتزوجت رج? غيره فدخل بها ثم طلقها قبل أن يواقعها، أتحل لزوجها ا?ول؟ فقال رسول الله ص: ? تحل لزوجها ا?ول حتى يذوق ا?خر عسيلتها وتذوق عسيلته.\rPernikahan yang dilakukan dengan cara membeli atau menyewa Muhallil yang sengaja akan mencerai pihak wanita setelah menikah itu SAH tapi MAKRUH apabila sewaktu prosesi akad tidak disebutkan persyaratannya. Dan apabila perjanjian itu disebutkan ketika akad maka hukum nikahnya tidak sah, karena demikian termasuk Nikah Mut'ah (nikah sementara).\rوكنكاح المحلل بأن يتزوجها على أن يحللها بزوجها الأول بعد الطلاق بشرطه، فإن تزوجها بشرط أنه إذا وطئها طلقها بطل النكاح لأنه ضرب من نكاح المتعة. إهـ الشرقاوي على التحرير\r> Sunde Pati\rWa alaikum salam, yang berpendapat boleh muhallil tanpa dukhul adalah said bin almusayyab :\rفَإِنْ طَلَّقَهَا فَلاَ تَحِلُّ لَهُ مِن بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يَتَرَاجَعَآ إِن ظَنَّآ أَن يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ [البقرة:230]","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui\rPada lafadz :\rحَتَّى تَنْكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ\rHingga dia kawin dengan suami yang lain. Yang dimaksud adalah hingga berkumpul/bersatu dengan suami yang lain sedangkan berkumpul itu mencakup bersetubuhdan khobar dari Rifaah itu sudah menunjukkan tentang bersetubuh dan hal ini tiada yang menentang/berselisih dengannya kecuali said bin almusayyab yang mana berpendapat cukup dengan menikah saja\rأحكام القرآن للكيا الهراسى (1/ 134)\rقوله تعالى: {حَتّى تَنْكِحَ زَوْجَاً غَيْرَهُ}، تبعد دلالته على الوطء مضافاً إليها حتى يقال: إن المراد به حتى تطأ زوجاً غيره.وإنما المراد به حتى تجتمع بزوج غيره, والإجتماع يحتمل الوطء, ويحتمل غيره, ودل خبر رفاعة على اعتبار الوطء, ولم يخالف فيه غير سعيد بن المسيب, فإنه قال: يكفي النكاح\rDalam kitab yang lain :\rأضواء البيان في إيضاح القرآن بالقرآن (5/ 20)","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"{فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ} [2/230]؛ لأن المراد بالنكاح هنا ليس مجرد العقد، بل لا بد معه من الوطء، كما قال صلى الله عليه وسلم لامرأة رفاعة القرظي: \" لا، حتى تذوقي عسيلته ويذوق عسيلتك\"، يعني الجماع ولا عبرة بما يروى من المخالفة عن سعيد بن المسيب؛ لوضوح النص الصريح الصحيح في عين المسألة.ومن هنا قال بعض العلماء لفظ النكاح مشترك بين العقد والجماع، وقال بعضهم هو حقيقة في الجماع مجاز في العقد؛ لأنه سببه وقال بعضهم بالعكس\rالجامع لأحكام القرآن (3/ 147)","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"الثانية : المراد بقوله تعالى : {فَإِنْ طَلَّقَهَا} الطلقة الثالثة {فَلا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ} . وهذا مجمع عليه لا خلاف فيه.واختلفوا فيما يكفي من النكاح ، وما الذي يبيح التحليل ، فقال سعيد بن المسيب ومن وافقه : مجرد العقد كاف. وقال الحسن بن أبي الحسن : لا يكفي مجرد الوطء حتى يكون إنزال. وذهب الجمهور من العلماء والكافة من الفقهاء إلى أن الوطء كاف في ذلك ، وهو التقاء الختانين الذي يوجب الحد والغسل ، ويفسد الصوم والحج ويحصن الزوجين ويوجب كمال الصداق. قال ابن العربي : ما مرت بي في الفقه مسألة أعسر منها ، وذلك أن من أصول الفقه أن الحكم هل يتعلق بأوائل الأسماء أو بأواخرها ؟ فإن قلنا : إن الحكم يتعلق بأوائل الأسماء لزمنا أن نقول بقول سعيد بن المسيب. وإن قلنا : إن الحكم يتعلق بأواخر الأسماء لزمنا أن نشترط الإنزال مع مغيب الحشفة في الإحلال ، لأنه آخر ذوق العسيلة على ما قاله الحسن. قال ابن المنذر : ومعنى ذوق العسيلة هو الوطء ، وعلى هذا جماعة العلماء إلا سعيد بن المسيب فقال : أما الناس فيقولون : لا تحل ، للأول حتى يجامعها الثاني ، وأنا أقول : إذا تزوجها زواجا صحيحا لا يريد بذلك إحلالها فلا بأس أن يتزوجها الأول. وهذا قول لا نعلم أحدا وافقه عليه إلا طائفة من الخوارج ، والسنة مستغنى بها عما سواها.قلت : وقد قال بقول سعيد بن المسيب سعيد بن جبير ، ذكره النحاس في كتاب \"معاني القرآن\" له. قال : وأهل العلم على أن النكاح ههنا الجماع ، لأنه قال : { زَوْجاً غَيْرَهُ} فقد تقدمت الزوجية فصار النكاح الجماع ، إلا سعيد بن جبير فإنه قال : النكاح ههنا التزوج الصحيح إذا لم يرد إحلالها.قلت : وأظنهما لم يبلغهما حديث العسيلة أو لم يصح عندهما فأخذا بظاهر القرآن ، وهو قوله تعالى : {حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ} والله أعلم. روى الأئمة واللفظ للدارقطني عن عائشة قالت : قال","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"رسول الله صلى الله عليه وسلم : \"إذا طلق الرجل امرأته ثلاثا لا تحل له حتى تنكح زوجا غيره ويذوق كل واحد منهما عسيلة صاحبه\". قال بعض علماء الحنفية : من عقد على مذهب سعيد بن المسيب فللقاضي أن يفسخه ، ولا يعتبر فيه خلافه لأنه خارج عن إجماع العلماء. قال علماؤنا : ويفهم من قوله عليه السلام : \"حتى يذوق كل واحد منهما عسيلة صاحبه\" استواؤهما في إدراك لذة الجماع ، وهو حجة لأحد القولين عندنا في أنه لو وطئها نائمة أو مغمى عليها لم تحل لمطلقها ، لأنها لم تذق العسيلة إذ لم تدركها\r> Ibnu Al-Ihsany\rDalam ROWA'IUL BAYAN FI TAFSIRI AYATIL AHKAM MINAL QUR'ANJuz Awwal Hal. 265-266 darul Kutubil Islamiyah disebutkan :\rالحكم التاسع : ما هو حكم المطلقة ثلاثا ، وكيف تحل للزوج الأول؟ دل قوله تعالى : {فإن طلقها فلا تحل له من بعدحتى تنكح زوجا غيره} على أن المطلقة ثلاثا تحرم على زوجها الأول حتى تتزوج بزوج آخر ، وهي التي يسميها الفقهاء [بائنة بينونة كبرى] وذلك لأن الله تعالى ذكر الطلاق وبين أنه مرتان ، ثم ذكر حكم الخلع وأعقبه بقوله : {فإن طلقها} فدل على أن المراد به الطلاق الثالث\rقال القرطبي : {{ المراد بقوله تعالى : {فإن طلقها} الطلقة الثالثة فلا تحل له أن تنكح زوجا غيره ، وهذا مجمع عليه لا خلاف فيه}}ـ [الجامع لأحكام القرآن للقرطبي ج 3،ص 147]]ـ\rImam Qurthuby -rohimahullohu ta'ala- berkata: \"yang dikehendaki dengan firman Allah ta'ala {فإن طلقها} yaitu talak yang ketiga, maka setelah ditalak tiga perempuan itu tidak halal bagi suami pertama (yang mentalak tiga) sehingga perempuan itu dinikahi oleh suami selain suami pertama, ini merupakan yang telah disepakati yang tidak ada perselisihan di dalamnya.\"","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"وذهب جمهور العلماء والأئمة الأربعة المجتهدون إلى أن المراد بالنكاح في قوله تعالى : {حتى تنكح زوجا غيره} الوطء لا العقد ، فلا تحل للزوج الأول حتى يطأها الزوج الثاني.ـ\rMayoritas ulama' dan 4 imam mujtahid -rodliyallohu anhum - berkata bahwa yang dikehendaki dengan النكاح (an-nikah) dalam firman Allah ta'ala {حتى تنكح زوجا غيره} yaitu wathi' (jima'/persetubuhan) bukan akad pernikahan, maka dari itu perempuan yang ditalak tiga tidak dihalalkan bagi suami pertama (yang mentalak tiga) sehingga perempuan itu diwathi' oleh suami kedua.\rوروي عن سعيد بن المسيب ـ[قال ابن كثير : اشتهر عنه ذلك وفي صحته عنه ، انظر تفسير العلامة ابن كثير ، ج 1، ص 277]ـ أنه قال : إن المطلقة ثلاثا يحل للأول بالعقد على الثاني ، وهو ضعيف لمصادمته للحديث الآتي الصحيح\rDiriwayatkan dari Sa'id bin Al-Musayyib (menantu Abu Hurairah rodliyallohu anhu) rodliyallohu anhu, sesungguhnya beliau berkata : \"sesungguhnya perempuan yang ditalak tiga itu halal bagi suami pertama dengan sebab aqad atas suami kedua.\" ini pendapat dhoif (lemah) karena berseberangan/bertentangan dengan hadits shohih yang akan datang.\rواحتج الجمهور بما رواه ابن جرير عن عائشة قالت : {{جاءت امرأة رفاعة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالت : كنت عند رفاعة فطلقني فبت طلاقي ، فتزوجت عبد الرحمن بن الزبير ، وأن ما معه مثل هدبة الثوب فقال لها : تريدين أن ترجعي إلى رفاعة؟ لا ، حتى تذوقي عسيلته ويذوق عسيلتك}} ـ[جامع البيان للطبري ج2، ص 476]ـ رواه أصحاب السنن\rوالمراد بالعسيلة : الجماع شبه اللذة فيه بالعسل\rYang dimaksud dengan العسيلة (pada hadist di atas) yaitu jima'/persetubuhan/senggama yang kelezatannya diserupakan dengan madu.","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"فقد وضحت السنة المطهرة أن المراد من لفظ النكاح في الآية الكريمة هو الجماع لا العقد ، وقال بعض العلماء إن الآية نفسها فيها دلالة على ذلك ، فقد قال ابن جني : سألت أبا علي عن قولهم نكاح المرأة. فقال : فرقت العرب بالاستعمال ، فإذا قالوا : نكح فلان فلانة أرادوا أنه عقد عليها ، وإذا قالوا : نكح زوجته أرادوا به المجامعة ، وهنا قال تعالى : {حتى تنكح زوجا غيره} فالمراد منه المجامعة ـ[تفسير الكبير للرازي ج 6، ص 112]ـ\rHadits yang suci (as-sunnah al-muththoharoh) telah menjelaskan bahwa sesungguhnya yang dikehendaki dari lafadz (kata) النكاح (an-nikah) dalam ayat yang mulya yaitu jima' (senggama/persetubuhan) bukan (sekedar) akad nikah. Sebagian ulama' berpendapat bahwa sesungguhnya ayat itu sendiri dalam lafadz nikah menunjukkan pada hal itu (persetubuhan).Imam Ibnu Jinny berkata : \"Saya telah bertanya pada Abu Ali tentang perkataan mereka (orang arab) mengenai menikahi perempuan\". Maka Abu Ali menjawab : \"Orang Arab membedakan dalam penggunaannya; Jika mereka berkata :\rنكح فلان فلانة\r(si fulan menikahi fulanah), maka mereka menghendaki bahwa nikah yang dimaksud adalah akad\r{أنه عقد عليها}.\rDan jika mereka berkata :\rنكح زوجته\r(seseorang menikahi istrinya), maka mereka menghendaki bahwa nikah yang dimaksud adalah persetubuhan/senggama {المجامعة} ، dalam ayat Al-Qur'an Allah Ta'ala berfirman\r{حتى تنكح زوجا غيره},\rmaka yang dikehendaki dengan nikah dari ayat tersebut adalah persetubuhan/senggama.\rTAMBAHAN : Hal 267","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"قال العلامة ابن كثير رحمه الله : {{والمقصود من الزوج الثاني أن يكون راغبا في المرأة، قاصدا لدوام عشرتها، كما هو المشروع من التجويز؛ واشترط الإمام مالك مع ذلك أن يطأها الثاني وطأ مباحا، فلو وطئها وهي محرمة، أو صائمة، أو معتكفة، لم تحل للأول بهذا الوطء، واشترط الحسن البصري الإنزال وكأنه فهمه من قوله عليه السلام : {{حتى تذوقي عسيلته ويذوق عسيلتك}}ـ\rJadi, memang ada pendapat yang mengatakan bahwa ketika istri ditalak ba'in atau tiga bisa kembali kepada suami pertama dengan hanya akad nikah menurut Imam bin Al-Musayyab rodliyallohu anhu, tapi INI PENDAPAT DHOIF, KARENA BERTENTANGAN DENGAN HADITS SHOHIH. Wallohu a'lam bish showab.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/628779283811550\r2843. WAJIBKAH MENAFKAHI ISTRI DALAM MASA IDDAH PERCERAIAN\rPERTANYAAN :\r> Anung X-chan\rSaya mau tanya.kalau masih dalam masa 'iddah perceraian apakah istri masih berhak dinafkahi suami ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rSelama istri masih menjalani 'iddah maka suami masih berkewajiban memberi nafkah sandang pangan karena masih dalam kekuasaan suami dan masih bisa digauli ketika suami rujuk, karena iddah roj'i hukumnya masih status istri\rمغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج (5/ 173)","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"(وَتَجِبُ لِرَجْعِيَّةٍ) حُرَّةٍ أَوْ أَمَةٍ حَائِلٍ أَوْ حَامِلٍ (الْمُؤَنُ) مِنْ نَفَقَةٍ وَكِسْوَةٍ وَغَيْرِهِمَا لِبَقَاءِ حَبْسِ الزَّوْجِ لَهَا وَسَلْطَنَتِهِ عَلَيْهَا وَقُدْرَتِهِ عَلَى التَّمَتُّعِ بِهَا بِالرَّجْعَةِ، وَلَا يَسْقُطُ مَا وَجَبَ لَهَا إلَّا بِمَا يَسْقُطُ بِهِ مَا يَجِبُ لِلزَّوْجَةِ، وَيَسْتَمِرُّ وُجُوبُهُ لَهَا حَتَّى تُقِرَّ هِيَ بِانْقِضَاءِ عِدَّتِهَا بِوَضْعِ الْحَمْلِ أَوْ بِغَيْرِهِ فَهِيَ الْمُصَدَّقَةُ فِي اسْتِمْرَارِ النَّفَقَةِ كَمَا تُصَدَّقُ فِي بَقَاءِ الْعِدَّةِ وَثُبُوتِ الرَّجْعَةِ (إلَّا مُؤْنَةَ تَنَظُّفٍ) فَلَا تَجِبُ لَهَا لِامْتِنَاعِ الزَّوْجِ عَنْهَا إلَّا إنْ تَأَذَّتْ بِالْهَوَامِّ لِلْوَسَخِ فَيَجِبُ كَمَا قَالَ الزَّرْكَشِيُّ مَا تُرَفَّهُ بِهِ كَمَا مَرَّ فِي الْخَادِمِ\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/671276346228510/\r2862. MASA IDDAH DAN HAK WARIS ISTRI YANG BELUM DIJIMAK\rPERTANYAAN :\r> Bagoes Setiawan\rAssalammualaikum. KY Akad pernikahan dan pesta di gedung s/d jam 5 sore. Malang Ketika pulang menuju rumah mobil penganten baru itu tabrakan. Mempelai pria mati di tempat, mempelai wanita selamat. Tidak ada malam pertama karena sun pipi aja tidak, kecuali pegang tangan. Pertanyaanya :\r1. Adakah iddahnya ?\r2. Apakah dapat warisan atau harta gono gini ? Trimakasih Penjelasannya..\rJAWABAN :\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rWa'alaikumussalaam.\r1. WAJIB 'IDDAH yaitu 4 bulan 10 Hari.","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"Kalo bagi wanita yang di tinggal mati suaminya sebelum sempat di jimak ataupun setelah jimak maka tetap ada iddahnya yaitu 4 bulan 10 hari.hikmah iddah seperti ini yaitu 4 bulan 10 hari karena pada 4 bulan kandungan mulai berkembang dan waktu di tiupkanya ruh, jadi pada saat itulah bisa di ketahui mengandung atau tidak, sedang di tambah 10 hari lagi agar lebih jelas,dan karena wanita tidak sabar tanpa suami/menjanda terlalu lam lebih dari 4 bulan tanpa adanya pendamping hidup/suami.\rالشرقوي على التحرير ج 2 ص 333-334\r(وأما لفرقة وفاة فتجب)على الزوجة (و إن انتفى الوطء وادخال المني)أو كانت صغيرة أو زوجية صغير (وهي لحرة)ولو من ذوات الأقراء (أربعة أشهر وعشرة أيام بلياليها)قال تعالى والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجا يتربصن بأنفسهن أربعةأشهر وعشرا وتعتبر الأشهر بالأهلة ما أمكن ويكمل المنكسر\r(قوله وأما لفرقة وفاة) سواء قبل الدخول أو بعده ومنها المسخ جمادا ولو في نصفه إلا على وحده وماله حينئذ لورثته ولو مسخ نصفه طولا حجرا ونصفه الأخر طولا حيوانا ينيغي أن يكون كما لو مسخ كله حيوانا وتختص فرقة الوفاة بالنكاح الصحيح أما الفاسد فإن لم يقع فيه وطء فلا شيء فيه و إن وقع فهو وطء شيهة وفيه ما في فرقة الحي(قوله وإن انتفى الوطء)أي وإن كان الواطئ لا يتصور منه الوطء بخلاف فرقة الحياة-إلى أن قال-(قوله أربعة أشهر الخ)والحكمة في ذالك أن الأربعة بها يتحرك الحمل وتنفخ فيه الروح وذالك يستجعى ظهور الحمل إن كان وزيدت العشرة استظهارا ولأن النساء لا يصبرن على الزوج أكثر من أربعة أشهر فجعلت مدة تفجعهن انتهى م ر (قوله بلياليها).....\r2. Istri mendapat 1/4 (karena tidak ada anak/cucu) walaupun belum dijimak.","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Salah satu sebab mewaris adalah pernikahan yang sah walaupun belum terjadi persetubuhan karena hukum-hukum sebab pernikahan secara umumnya hukumnya tetap sebab aqad pernikahan oleh karena itu suami istri jika salah satunya meninggal berhaq mewaris dan mendapat bagian waris walaupun belum terjadi persetubuhan/jimak.namun jika pernikahanya tidak sah maka tidak berhaq mewaris dan tidak mendapat bagian warisan.dan istri termasuk dzawil furudl yaitu keluarga yang mendapat bagian pasti.dan tidak ada yang bisa menghijab hirman (menhijab/menggugurkan bagian seluruhnya) istri namun bisa di hijab nuqshon (bagian pastinya berkurang:misal seharusnya mendapat 1/4 namun bagianya 1/8 karena ada anak/cucu) sebab ada anak atau cucu dari anak laki-laki.\rMasalah : seseorang menikah dengan seorang wanita namun sang wanita terhalang dari persetubuhan dengan suaminya sehingga salah satu di antara istri dan suami meninggal maka satu sama lain saling mewaris karena hukum-hukum sebab pernikahan selain masalah nafaqoh dan menggilir bersetubuh istri jika lebih dari satu istri hukumnya tetap secara umumnya sebab aqad nikah walaupun sang suami belum menjimak istri.semua ini jika pernikahanya sah baik dengan kerelaanya istri atau dengan di paksa wali mujbir (bapak/kakek) dengan ketentuan syarat-syarat yang belaku,namun jika pernikahanya tidak sah maka tidak ada pernikahan dan tidak saling mewaris.\rبغية المسترشدين ص 184","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"(مسألة): تزوّج امرأة فامتنعت عن تمكينه حتى مات أحدهما ورثه الآخر، لأن أحكام الزوجية غير نحو النفقة، والقسم تثبت غالباً بالعقد وإن لم يدخل بها، هذا إن صح النكاح بأن تزوّجها برضاها أو بإجبار الأب والجد بشرطه مع بقية شروط النكاح، وإلا فلا نكاح ولا إرث.\rIbarat pendukung :\r- Ibarot sebab-sebab mewaris :\rنهاية الزين ص 266\rوالناس في الإرث على أربعة أقسام: قسم يرث ويورث وهو من وجد فيه سبب من أسباب الإرث وتوفرت فيه الشروط وانتفت عنه الموانع.فأسباب الإرث أربعة: الأوّل: قرابة ناشئة عن الرحم خاصة أو عامة.والثاني: نكاح وهو عقد الزوجية الصحيح.والثالث: ولاء وهو عصوبة سببها نعمة المعتق.والرابع: جهة الإسلام إن انتظم بيت المال.\rالإقناع ج 2 ص 195\rفأما الأسباب فأربعة: قرابة، ونكاح، وولاء، وجهة الإسلام. وشروطه أيضاً أربعة: تحقق موت المورّث أو إلحاقه بالموتى حكماً كما في حكم القاضي بموت المفقود اجتهاداً، أو تحقق حياة الوارث بعد موت مورّثه ولو بلحظة، ومعرفة إدلائه للميت بقرابة أو نكاح أو ولاء، والجهة المقتضية للإرث تفصيلاً.\r- Ibarat istri mendapat 1/4 jika tidak ada anak atau cucu dari anak laki-laki :\rالإقناع ج 2 ص208","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"(و)الفرض الثاني (الربع وهو فرض اثنين) فرض (الزوج مع الولد) لزوجته منه أو من غيره (أو) مع (ولد الابن) لها وإن سفل منه أو من غيره أما مع الولد فلقوله تعالى: {فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ} وأما مع ولد الابن فلما مر. وخرج بقيد الابن هنا وفيما قبله ولد البنت فإنه لا يرث ولا يحجب (وهو) أي الربع (للزوجة) الواحدة (و) لكل (الزوجات) بالسوية (مع عدم الولد) للزوج (أو) عدم (ولد الابن) له وإن سفل، أما مع عدم الولد فلقوله تعالى: {وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ?} وأما مع عدم ولد الابن فبالإجماع واستفيد من تعبيره بالزوجات بعد الواحدة أن ما فوق الواحدة إلى انتهاء الأربع في استحقاق الربع كالواحدة، وهو إجماع كما قاله ابن المنذر.\r- Ibarat istri mendapat 1/8 jika bersama anak atau cucu dari anak laki-laki :\rالإقناع ج 2 ص 208-209\r(و) الفرض الثالث (الثمن) وهو (فرض الزوجة) الواحدة (و) كل (الزوجات)بالتسوية (مع الولد) للزوج منها أو من غيرها (أو) مع (ولد الابن) له وإن سفل، أما مع الولد فلقوله تعالى: {فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ} وأما مع ولد الابن فلما تقدم. من الإجماع والقياس على ولد الصلب ويستفاد من تعبيره هنا بالزوجات بعد الواحدة ما استفيد فيما قبله.\rMaksud jimak di sini adalah jimak yang di lakukan baik saat haidl ataupun tidak,lewat dubur (silit:jawa) atau qubul (farji),baik berakal ataupun tidak,di paksa ataupun tidak,dzakar menggunakan kondom ataupun tidak,sudah baligh ataupun tidak.","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"(وإنما تجب) العدّة إذا حصلت الفرقة المذكورة (بعد وطء) في نكاح صحيح أو فاسد أو في شبهة، سواء أكان الوطء حلالاً أم حراماً كوطء حائض ومحرمة، وسواء أكان في قُبُل جزماً أو دُبُرٍ على الأصح، وسواء أكان عاقلاً أم لا، مختاراً أم لا، لف على ذَكَرِهِ خرقة أم لا، بالغاً أم لا؛ بخلاف فرقة ما قبل ذلك ، لقوله تعالى: {ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ} . وضبط المتولي الوطء الموجب للعدة بكل وطء لا يوجب الحدّ على الواطىء وإن أوجبه على الموطوءة، كما لو زنى مراهق ببالغة أو مجنون بعاقلة أو مكره بطائعة.مغني المحتاج ج 3 ص 489\r> Toni Imam Tontowi\rWa'alaikumsalaam..\r1. Adakah iddahnya ? Ada yakni 4 bulan 10 hari. Lihat I'anah At-Tholibin IV / 42 Cet Thoha Putera Semarang :\rـ (وتجب) العدة (لوفاة) زوج حتى (على) حرة (رجعية وغير موطوأة) لصغر أو غيره وان كانت ذات أقراء (بأربعة أشهر وعشرة أيام) وليالها للكتاب والسنة","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"ـ (قوله: وتجب العدّة لوفاة) مقابل قوله أول الفصل وتجب العدّة لتفرقة زوج حيّ (قوله: حتى الخ) غاية في وجوب عدّة الوفاة على المتوفى عنها زوجها: أي تجب العدّة عليها ولو كانت مطلقة طلاقاً رجعياً بأن طلقها طلاقاً رجعياً ثم مات قبل انقضاء عدتها، وحينئذ فتنتقل إلى عدّة الوفاة ويسقط عنها بقية عدّة الطلاق فتحدّ وتسقط نفقتها، بخلاف ما إذا مات عن بائن فإِنها لا تنتقل إليها بل تكمل عدّة الطلاق لأنها ليست زوجة فلا تحدّ ولها النفقة إن كانت حاملاً، وقيد بالحرَّة لأجل أن يصح تقييده العدة بعد بأربعة أشهر وعشرة أيام لأنها هي التي عدتها ما ذكر، وأما الأمة فهي على النصف من ذلك (قوله: وغير موطوءة) معطوف على حرة رجعية: أي وتجب عدة الوفاة على غير الموطوءة بأن مات قبل أن يطأها لكونها صغيرة أو غير ذلك، بخلاف فرقة الحياة فإِنها إن كانت قبل الوطء لا تجب عدة عليها ـ إعانة الطالبين ج 4 ص 42 مكتبة طه فو ترا\rFokus pada :\r(قوله: وغير موطوءة) معطوف على حرة رجعية: أي وتجب عدة الوفاة على غير الموطوءة بأن مات قبل أن يطأها لكونها صغيرة أو غير ذلك، بخلاف فرقة الحياة فإِنها إن كانت قبل الوطء لا تجب عدة عليها\rWajib iddah bagi istri yang belum sempat di wati yang ditinggal wafat suami, karena alasan istri masih kecil atau yang lainnya, berbeda dengan masalah cerai dalam keadaan suami masih hidup, maka dalam hal ini bila istri belum di wati maka tidak wajib iddah bagi istri.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/664970980192380\r2866. FAEDAH ADANYA MUHALIL SAAT RUJUK SETELAH THALAQ TIGA/ BAIN\rPERTANYAAN :\r> Daun Khinanti\rAsalamualaikum apa sebenarnya faedah adanya muhallil, karena kalau dipikir kalau memang masih cinta kan tinggal rujuk saja, tak usah ada muhalil..\rJAWABAN :\r> Naumy Syarif","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"Hikmah atau tujuan adanya muhallil adalah untuk memberikan pelajaran buat semuanya biar ga gmpang-gampang mengucapkan lafdz tholak ( biar kapok / jera). Lihat FATH AL MUIN ma'a IANAH AL THOLIBIN JZ. 4 HAL. 25 - 26 :\r- walhikmatu fisytirootit tahliili attanfiiru ministiifaai maa yamlikuhu minat tholaaki\r> Radhin El-Maujudy\rWa alaikum salam.. Dalam aturan fiqh pasangan suami istri yg telah bercerai sampai 3x atau langsung talaq 3 maka pasangangan tersebut tidak bisa rujuk kembali, kecuali si mantan istri tadi telah menikah lagi dengan laki-laki lain, dan \"JIKA\" si mantan istri tadi bercerai dengan suami keduanya tersebut maka si suami yang pertama tadi boleh menikahi lagi (bukan rujuk) si mantan istrinya tadi..Terjadinya talak si mantan istri tadi dengan suami ke duanya menjadi sebab halalnya si mantan suami yg pertama untuk menikahi kembali si mantan istrinya tadi dan didalam fiqh adanya suami kedua yang mentalaq mantan istrinya tadi dikenal dengan istilah \"Muhallil\".Jadi dalam hakikatnya \"Muhallil\" bukanlah seorang laki-laki yg disewa untuk menikahi mantan istri yg tertalaq 3 mlalu dipinta atau ada perjanjian dbaik dengan si mantan istri atau dengan si mantan suami, untuk bercerai setelah melakukan jima, melainkan orang yg menikahi mantan istri yg tertalaq 3 tapi menceraikannya juga, jadi, ada sedikit kesalah fahaman dalam apa yang umumnya orang sekarang fahami tentang muhallil. Selanjutnya nyimak..\r> Ichsan Nafarin\rFaedah muhallil :\r1.…Pertama, sebagai pelajaran bagi para suami agar berhati-hati dalam mengucapkan talak.","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"2.…Kedua sebagai bahan pertimbangan bagi wanita agar bisa membandingkan apakah suaminya yang dulu cukup layak diterima kembali atau tidak. Ketika telah ada pria lain dalam hidupnya maka ia akan mengerti apakah mantan suaminya itu pria yang baik atau tidak. Jika ia temukan muhallilnya tidak lebih baik maka ia akan mantap menerima kembali suami pertamanya, sebaliknya jika muhallil lebih baik maka menjadi pertimbangan bahwa mungkin ada pria lain yg lebih baik untuk menjadi suami ke-3 nya, atau malah ia puas dengan muhallilnya sehingga tetap langgeng dengan suami ke-2 nya.\r> Nabilah Az-Zahrah\rروضة الطالبين ج 6 ص 124\rقلت: قال العلماء: الحكمة في اشتراط التحليل، التنفير من الطلاق الثلاث. والله أعلم.\rفتح المعين مع إعانة الطالبين ج 3 ص 110\rوالحكمة في اشتراط التحليل التنَّفِيرُ مِنْ استيفاءِ ما يملِكَهُ من الطلاقِ\rفتح الوهاب ج 2 ص 53\rوالحكمة في اشتراط التحليل التنفير من استيفاء ما يملكه من الطلاق، وسيأتي في الصداق أنه لو نكح بشرط أنه إذا وطىء طلق أو بانت منه، أو فلا نكاح بينهما بطل النكاح، ولو نكح بلا شرط وفي عزمه أن يطلق إذا وطىء كره، وصح العقد وحلت بوطئه.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/668178816538263\r2873. HUKUM SUAMI MEMANGGIL ISTRI DENGAN SEBUTAN MAMA ATAU IBU DZIHARKAH ?\rPERTANYAAN :\r> Fajar Bashir\rMinta bantuan cari ta'bir. Memanggil istrinya dengan sebutan \"ummi\" atau \"mama\" atau \"ibu\", apakah termasuk DHIHAR?. Kalo sdh ada di dokumen, tolong di share kink-nya.. trimakasih ?\r> Abu Ayyub Ayyub","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"Assalamualaikum. Maaf seblumnya. Ada hal yang ana tanyakan. Apakah kita boleh memanggil suami kita atau istri kita dengan panggilan, mama, papa, ibu atau ummi sama abi DLL. Seperti yang dilakukan orang-orang saat ini. Syukron lakum.\rJAWABAN :\rMemanggil istri dengan sebutan ummi, mama, ibu dengan tujuan menghormati bukan termasuk zhihar, namun makruh untuk diucapkan. namun jika ada niat dhihar maka terjadi dhihar, karena termasuk kinayah dhihar. Untuk permasalahan memanggil suami dengan sebutan abi, papa, ayah dan lain-lain. belum ada ibarat yang sharih/jelas. sementara hukumnya sama yakni tidak apa-apa untuk tujuan menghormati. Wallahu a'lam bishshowab. [Ibnu Al-Ihsani].\r> Afif Yang Khoir\rKalau dilihat dari pengertian dhihar secara syara' dhihar bisa terjadi andai dari panggilan kepada istri mengandung unsur mengharamkan istri seperti keharaman orang-orang yang diharamkan digauli (ibu kandung, saudara perempuan, ibu mertua, dll). kalau kita tinjau yang terjadi di masyarakat bahwa panggilan ummi, mama, ..itu adalah memberi contoh kepada anaknya, tidak ada unsur menyamakan istri dengan ibunya.\rوالظهار شرعا: تشبيه المرأة أو عضو منها بامرأة محرمة نسبا أو رضاعا أو مصاهرة بقصد التحريم لا بقصد الكرامة، ولهذا المعنى نزلت الآية، « إِنْ أُمَّهاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ »: أي ما أمهاتهم، والمنكر: ما ينكره الشرع والعقل والطبع, تفسير المراغى المجادلة اية 2\r> Fajar Bashir\rUntuk semuanya, terimakasih, terutama mbah Afif..Tambahan keterangan dalam i'anatutthalibin,. ZHIHAR ada empat syarat:\r1.…Adanya ucapan itu dari suami\r2.…Adanya wanita itu istrinya sendiri","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"3.…Adanya musyabbah bih, yaitu anggota-anggota dhahir dari perempuan yang tidak halal dinikah, seperti ibu, adik, kakak, dll.Anggaota-anggota dhahir seperti punggung, tangan, kaki, wajah, dll.Contoh: Kau bagiku seperti punggung ibuku, kau bagiku seperti tangan ibuku, kau bagiku seperti kaki ibuku, dll.Sedangkan menyerupakan istri dgn anggota batin tidak termasuk dhihar. Seperti contoh: Kau seperti mata ibuku, kau seperti perut ibuku. Dua kata itu jika tidak diniatkan dhihar, maka tidak terjadi dhihar. sebab termasuk kata kinayah.\r4.…Adanya shigat (kata-kata) dhihar.Sighat (kata-kata) ada yang jelas (sharih) dan ada yang tidak jelas (kinayah).\r~ Untuk kata yang jelas seperti: \"kau bagiku seperti punggung ibuku\", maka kata tersebut menjadi dhihar, baik diniatkan dhihar atau tidak.\r~ Sedangkan kata yang tidak jelas (kinayah) seperti; \"Kau seperti ibuku\". Perkataan ini termasuk perkataan yang tidak jelas, sebab jika hanya \"seperti ibuku\" akan mencakup anggota dhahir dan batin, juga mencakup perbuatan atau tingkah laku. Maka jika demikian dibutuhkan niat. Jika ketika mengatakan \"kau seperti ibuku\" tidak niat dhihar, maka tidak terjadi dhihar, namun bila ada niat dhihar, maka terjadilah dhihar.","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Dari keterangan tersebut, jika ada seorang suami memanggil istrinya dgn panggilan \"ummi\", atau \"mama\", atau \"adek\", atau \"ibu\", maka tidak termasuk dhihar. Sebab tidak memenuhi unsur penyerupaan, hanya panggilan, yang jika dijelaskan memuat \"ibu dari anaknya\". Jika melihat keterangan dalam Al-Mahally, kata-kata itu tidak sesuai dgn dhihar yang masyhur di kalangan orang jahiliyah. Padahal, keharaman dhihar itu karena menyerupai perkataan orang jahiliyyah dlm mencerai istrinya. [Ref. I'anatutthalibin. 4. 35-36].\r> Nimas\rWa'alaykumussalaam...wr.wb. Dalam Kitab Minhaj At-Tarbiyah Ash-Shalihah panggilan ABI dan UMI memang termasuk hal yang mesti dibiasakan saat seseorang mendidik anaknya diusia pertama hingga 6 tahun, namun demikian bila panggilan tersebut tidak berlaku atau sesuai dengan kondisi setempat dapat diubah disesuaikan dengan situasi dan kondisi.\rApa tidak termasuk dzihar ? tidak, karena pada umumnya, panggilan itu mengajarkan / mencontohkan pada anak, bukan berarti memanggil Ibu nya, tidak ada unsur menyamakan dengan ibunya, afwan...\rTafsir rawa-i'ul bayan syekh ali shabuni Jil 2 hal 522 ;\rوأما من قال ?مرأته: يا أختي أو يا أمي على سبيل الكرامة والتوقير فإنه ? يكون مظاهرا، ولكن يكره له ذلك\r> Brojol Gemblung\r(Maka jika demikian dibutuhkan niat. Jika ketika mengatakan \"kau seperti ibuku\" tidak niat dhihar, maka tidak terjadi dhihar, namun bila ada niat dhihar, maka terjadilah dhihar.) > ini saja sudah Zdihar Kinayah.\r> Toni Imam Tontowi\rIni dari Majmu' Lin-Nawawi XVIII / 434 Cet Daar El-Fikr","part":1,"page":109},{"id":110,"text":": قال المصنّف رحمه الله: (وإن قال: أنتِ عليَّ كأمِّي أو مثْل أمي، لم يكنْ ظهاراً إلا بالنيَّةِ، لأنه يحتملُ أنها كالأم في التحريمِ أو في الكرامةِ فلم يُجْعَلْ ظهاراً من غير نيةٍ، كالكنايات في الطلاق\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/340401529315995\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/682447451778066\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/02/600-lain-lain-memanggil-orang-tua.html\r2887. ADAKAH MASA IDDAH WANITA (ISTRI) YANG TELAH BERZINA ?\rPERTANYAAN :\r> Nana Fiya\rAssalamu'alaikum, mau tanya, ada titipan pertanyaan, orang yang zina itu apa ada masa 'iddahnya? terima kasih\rJAWABAN :\r> Dewi Rosita\rWassalamu'alaikum, menurut imam Romli di dalam kitab asnal matholib (hasyiyahnya) berkata seandainya seorang wanita mengandung janin yang telah mati di dalam perut maka iddahnya tidak selesai kecuali dengan melahirkannya beliau juga menulis tentang pengecualian yang lain yaitu bila seorang wanita mengaku bahwa kandungannya itu dari zina maka iddahnya tidak selesai dengan melahirkan karena dia mengakui hal-hal yang menetapkan iddah setelah melahirkan.\r> Hariz Jaya\rWanita berzina tidak ada 'iddahnya tapi dilarang menggaulinya jika hamil agar tidak bercampur aduk antara benih yang baik dengan benih hasil zina...\rMadzhab Syafi'i berpendapat bahwasanya wanita yang berzina tidak memiliki masa 'iddah, baik ia sedang hamil atau tidak tapi makruh menikahinya. Sebab, disyari'atkannya iddah adalah untuk menjaga nasab, sedangkan zina tidak menyebabkan adanya hubungan nasab antara anak yang dengan laki-laki yang menghamili ibunya. Tapi masalah ini khilaf ulama’ tentang menjimaknya.\rReferensi :","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"- Kitab Majmu’ Syarah Muhadzdzab Juz 16 Halaman 242\rإذا زنت المرأة لم يجب عليها العدة، سواء كانت حائلا أو حاملا، فإن كانت حائلا جاز للزاني ولغيره عقد النكاح عليها وإن حملت من الزنا فيكره.\r- Kitab Bidayatul Mujtahid Halaman 536 :\rفاختلفوا في الزنا هل يوجب من التحريم في هؤلاء ما يوجب الوطء في نكاح صحيح أو بشبهة؟ أعني الذي يدرأ فيه الحد، فقال الشافعي: الزنا بالمرأة لا يحرم نكاح أمها ولا ابنتها ولا نكاح أبي الزاني لها ولا ابنه؛ وقال أبي حنيفة: والثوري والأوزاعي: يحرم الزنا ما يحرم النكاح وأما مالك ففي المؤطأ عنه قول الشافعي أنه لا يحرم، وروى عنه ابن القاسم مثل قول أبي حنيفة أنه يحرم؛ وقال سحنون: أصحاب مالك يخالفون ابن القاسم فيها، ويذهبون إلى ما في المؤطأ؛ وقد روى عن الليث أن الوطء بشبهة لا يحرم وهو شاذ.\r- Kitab Kifayatul Akhyar Halaman 429 :\r( فرع ) مذكور في العدد لو نكح شخص إمرأة حاملا من الزنا صح نكاحه بلا خلاف وهل له وطؤها قبل الوضع وجهان الأصح نعم إذ لا حرمة له ومنعه ابن الحداد والله أعلم\r- Kitab ‘Ianatuth Thalibin Juz 3 Halaman 282 :\r( قوله لا مخلوقة من ماء زناه ) أي لا يحرم نكاح مخلوقه من ماء زناه إذ لا حرمة لماء الزنا لكن يكره نكاحها\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/691965894159555\r2912. Tinjauan Thalaq Tiga Sekaligus\rPERTANYAAN :","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"Disebutkan dalam fatwa MUI tertanggal 24 Oktober 1981 tentang Talak Tiga Sekaligus, bahwa thalaq tiga akan jatuh tiga, bahwa ini adalah pendapat Jumhur Sahabat dan Tabi’in serta Imam Mazhab al-Arba’ah, juga Ibnu Hazm dari Mazhab Zahiri. Sedangkan pendapat kedua mengatakan jatuh satu. Ini adalah pendapat Thawus, mazhab imamiyah, ahlu zahir, dan Ibnu Taimiyah. Lalu MUI mengunggulkan pendapat pertama berdasarkan kekuatan dalil.Secara umum ini seperti sekian di antara ciri khas perbedaan aswaja-wahabi. Bila aswaja berkata jatuh thalaq tiga maka wahabi (mengacu pada Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim) akan berkata jatuh thalaq satu. Namun selanjutnya muncul wacana yang mencoba mengambil sikap berbeda dengan semata menjadikannya khilafiyah. Bebas mau ikut pendapat jatuh thalaq tiga ataupun thalaq satu.\rPertanyaan : Apakah pendapat thalaq tiga sekaligus jatuh thalaq satu tersebut mu’tabar untuk diikuti ?\rJAWABAN :","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"Bahwa di satu sisi benar telah terjadi khilafiyah pendapat mengenai thalak tiga jatuh satu dari golongan ulama generasi awal, para ahli zhahir, serta beberapa ulama dari lingkup madzhab empat. Namun di sisi lain khilafiyah tersebut tidak lantas jadi bebas untuk diikuti, bahkan tidak boleh taqlid ataupun memfatwakan thalaq tiga jatuh satu di masa sekarang. Sebab telah ditetapkan adanya ijma’ shahabat di masa Umar, qaul berbeda yang bermunculan setelah ijma' menjadi tidak mu'tabar sebagaimana penegasan al-Hafidz Ibnu Hajar, serta tidak diketahui penentangan akan ijma’ tersebut selain oleh para ulama yang masih ‘dipertanyakan’ seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, ataupun para ulama kontemporer. Wallahu subhanahu wata’ala almuwaffiq lish shawab.\rوعباراتنا :\rالكتاب : شرح النووي على صحيح مسلم ج10 ص70\rوقد اختلف العلماء فيمن قال لامرأته أنت طالق ثلاثا فقال الشافعي ومالك وأبو حنيفة وأحمد وجماهير العلماء من السلف والخلف يقع الثلاث وقال طاوس وبعض أهل الظاهر لا يقع بذلك الا واحدة وهو رواية عن الحجاج بن أرطاة ومحمد بن إسحاق والمشهور عن الحجاج بن أرطاة أنه لا يقع به شيء وهو قول بن مقاتل ورواية عن محمد بن إسحاق\rالكتاب : فتح الباري ج9 ص365","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"وفي الجملة فالذي وقع في هذه المسألة نظير ما وقع في مسألة المتعة سواء أعني قول جابر أنها كانت تفعل في عهد النبي صلى الله عليه و سلم وأبي بكر وصدر من خلافة عمر قال ثم نهانا عمر عنها فانتهينا فالراجح في الموضعين تحريم المتعة وايقاع الثلاث للاجماع الذي انعقد في عهد عمر على ذلك ولا يحفظ أن أحدا في عهد عمر خالفه في واحدة منهما وقد دل اجماعهم على وجود ناسخ وأن كان خفي عن بعضهم قبل ذلك حتى ظهر لجميعهم في عهد عمر فالمخالف بعد هذا الإجماع منابذ له والجمهور على عدم اعتبار من أحدث الاختلاف بعد الاتفاق والله أعلم وقد اطلت في هذا الموضع لالتماس من التمس ذلك مني والله المستعان\rالكتاب : روائع البيان ج1 ص262\rأقول ؛ كل ما استدل به الفريق الثاني لا يقوى على رد أدلة الجمهور وعلى إجماع الصحابة ، وكفى بهذا الإجماع حجة وبرهانا وهذا ما ندين الله عز وجل به . ونعتقد أنه الصواب ، لأن مخالفة إجماع الصحابة وإجماع الفقهاء ليس بأمر اليسير\rالكتاب : بغية المسترشدين ص476","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"(مسألة : ب) : طلقها ثلاثاً في مجلس واحد وأراد تقليد القائل وهو ابن تيمية بأنها تحسب واحدة لم يجز له ذلك ، وقد غلطه العلماء وأجمعوا على عدم جوازه وهو من تجري جهلة العوام اهـ. وعبارة (ش) طلق ثلاثاً فسئل عن مذهبه فقال : شافعي ، ثم غاب أياماً وعاد وقال : قد راجعتها وأنا إسماعيل لم يقبل قوله مطلقاً لتكذيبه نفسه ، بل وإن صدق في دعواه الثانية وحكم له حاكم بذلك ، وهذا كما لو طلقت ثلاثاً ثم ثلاثاً ثم ثلاثاً وادعى أنه زيدي فاستفتى الزيدية فقالوا : تقع بالثلاث واحدة لأنه بكل ثلاث تقع واحدة ، بل لو فرض أن الكل بمجلس واحد فتقع الثلاث أيضاً ، ولا عبرة بقول الزيدية لخرقهم الإجماع الفعلي من البينونة الكبرى بالثلاث مطلقاً ، فيجب نقض الحكم في هذه كالتي قبلها على كل من قدر عليه ، بل من قدر على نقضه وردّه فلم يفعل فهو فاسق باعتقاده المنكر معروفاً لا سيما والزوجان شافعيان ، ولو ثبت تلفظه بالثلاث ثم ادعى أنه لم يشعر بذلك لم يتلفت إليه لثبوته بالبينة وهو الآن ناس أو متناس ، ويبعد أن يزول حسه أو ينام بعد تلفظه بالطلاق قبل الثلاث.\rالكتاب : فتاوى ابن عليش ج1 ص426","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"(وَسُئِلَ ) رحمه الله تعالى عَنْ رَجُلٍ تَشَاجَرَ مَعَ زَوْجَتِهِ فَقَالَ لَهَا : أَنْت طَالِقٌ ثَلَاثًا , وَلَمْ تَكُنْ لَهُ نِيَّةٌ فِي شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ؟فَأَجَابَ إذَا كَانَ الْأَمْرُ عَلَى مَا وَصَفْت فَقَدْ بَانَتْ مِنْهُ بِثَلَاثِ تَطْلِيقَاتٍ , وَلَا سَبِيلَ لَهُ إلَيْهَا إلَّا بَعْدَ زَوْجٍ ا هـ . وَالطَّلَاقُ قَبْلَ الْبِنَاءِ كُلُّهُ بَائِنٌ , وَقَعَ عَلَى إسْقَاطٍ أَوْ غَيْرِهِ , وَأَمَّا الطَّلَاقُ الثَّلَاثُ فَإِنْ أَوْقَعَهُ طَلْقَةً بَعْدَ أُخْرَى مُفَرَّقًا فَلَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ بِإِجْمَاعٍ , وَإِنْ جَمَعَ الثَّلَاثَ فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ , وَاخْتُلِفَ فِي هَذَا الطَّلَاقِ الَّذِي أَوْقَعَهُ ثَلَاثًا فِي كَلِمَةٍ فَقِيلَ : إنَّهُ يَلْزَمُهُ طَلْقَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِنَّ اللَّهَ - تَعَالَى - إنَّمَا ذَكَرَ الثَّلَاثَ مُفَرَّقًا فَلَا يَصِحُّ إيقَاعُهُ إلَّا كَذَلِكَ , وَهُوَ قَوْلُ عَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ , وَجَمَاعَةٍ مِنْ الصَّدْرِ الْأَوَّلِ , وَقَالَ بِهِ أَهْلُ الظَّاهِرِ , وَطَائِفَةٌ مِنْ الْعُلَمَاءِ , وَأَخَذَ بِهِ جَمَاعَةٌ مِنْ شُيُوخِ قُرْطُبَةَ ابْنُ زِنْبَاعٍ وَابْنُ عَبْدِ السَّلَامِ وَأَصْبَغُ بْنُ الْحُبَابِ , وَغَيْرُهُمْ مِنْ الْأَنْدَلُسِيِّينَ , وَقِيلَ : يَلْزَمُهُ الثَّلَاثُ فَلَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ , وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ , وَعَلَيْهِ جُمْهُورُ فُقَهَاءِ الْأَمْصَارِ , وَجُلُّ الْعُلَمَاءِ ( وَسُئِلَ ) ابْنُ رُشْدٍ عَنْ , وَثِيقَةٍ بِرَجْعَةٍ مِنْ الطَّلَاقِ الْمَذْكُورِ دُونَ زَوْجٍ . فَقَالَ : هُوَ رَجُلٌ جَاهِلٌ ضَعِيفُ الدِّينِ فَعَلَ مَا لَا يَسُوغُ لَهُ بِإِجْمَاعٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ إذْ لَيْسَ مِنْ أَهْلِ الِاجْتِهَادِ","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"فَيَسُوغُ لَهُ مُخَالَفَةُ مَا أَجْمَعَ عَلَيْهِ فُقَهَاءُ الْأَمْصَارِ , وَإِنَّمَا يَجِبُ عَلَيْهِ تَقْلِيدُ الْعُلَمَاءِ فِي وَقْتِهِ , وَلَا يَسُوغُ لَهُ أَنْ يُخَالِفَهُمْ بِرَأْيِهِ فَالْوَاجِبُ أَنْ يُنْهَى عَنْ ذَلِكَ فَإِنْ لَمْ يَنْتَهِ أُدِّبَ , وَكَانَتْ جُرْحَةً فِيهِ تُسْقِطُ إمَامَتَهُ , وَشَهَادَتَهُ ا هـ مِنْ ابْنِ سَلْمُونٍ\rالكتاب : تنوير القلوب ص361\rوالقول بأنه إذا أجمع الث?ث في كلمة واحدة او مجلس واحد يقع به طلقة واحدة رجعية مخالف للكتاب ولصريح السنة و?جماع ا?مة ولذلك صرح العلماء المذهب ا?ربعة بأنه ينقض فيه قضاء القاضي لو قضى به\rWallahu a'lam\rMUSYAWIRIN :\rIbnu Al-Ihsany, Ical Rizaldysantrialit, Abdurrofik Ingin Ridlo Robby, Dewi Rosita, Umam Zein, Rampak Naung, Ulilalbab Hafas, Brojol Gemblung, Sang Pecinta, Hariz Jaya, Mbah Godek.\rPERUMUS : Umam Zein ; PENTASHIH : Abdullah Afif\rLINK TERKAIT :\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/2911/707162429306568\r3792. HUKUM THALAK LEBIH DARI 3 SEKALIGUS\rPERTANYAAN :\r> Ilmatul Mukarramach\rAssalamualaikum kalau suami bilang \"kamu ku talaq 10\", apakah jatuh talaq 3 ?\rJAWABAN :\rBila mengucapkan thalaq lebih dari tiga dalam satu ucapan sekaligus maka jatuh thalaq tiga.\rIbarat :\r- Kitab Raudhah\rقال لغير المدخول بها : أنت طالق خمسا ، أو قال : إحدى عشرة ، وقع الثلاث\r- Tuhfatul Muhtaj\rتحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي (8/ 50) وَلَوْ قَالَ أَنْتِ طَالِقٌ بِعَدَدِ أَنْوَاعِ التُّرَابِ أَوْ أَكْثَرَ الطَّلَاقِ بِالْمُثَلَّثَةِ أَوْ كُلَّهُ وَقَعَ الثَّلَاثُ رَوْضٌ وَمُغْنِي\r- Majmu' Syarh Muhadzdzab\rالمجموع شرح المهذب :","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"( فرع ) إذا قال لها : يا مائة طالق أو أنت مائة طالق وقع عليها ثلاث طلقات وإن قال : أنت طالق كمائة أو أنت طالق كألف . قال ابن الصباغ : وقع عليها الثلاث ، وبه قال محمد بن الحسن وأحمد ، وقال أبو حنيفة وأبو يوسف : إن لم يكن له نية لم يقع عليها إلا واحدة\rMUJAWWIB : Abdullah Afif, Abdurrofik Ingin Ridlo Robby, Ghufron Bkl\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/481673421855471/\rwww.fb.com/notes/913614355328040\r2527. JIKA SUAMI MENGUCAPKAN KATA TALAK BERULANG-ULANG\rPERTANYAAN :\r> Nelongso Amat\rA???????'??? ????.. Tentang talaq, bila udah talaq tiga kali maka tidak boleh rujuk kalau si istri lom nikah ma cowok lain, yang jadi prtanyaa Talak tiga talak dua & satu itu bagaimana,, apa ? Bilang talaq talaq talaq 3 x itu udah talaq tiga ? Tolong bantuannya jelaskan fentiiingg !\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rWa'alaikumussalaam. Kalau niat taukid (menguatkan) jatuh talak 1. Kalau niat mengulang atau talak 3 maka jatuh 3. Kalau tidak ada niat apa-apa maka hanya jatuh 1.\rبغية المسترشدين 225\rكرر صرائح الطلاق اوكناياته ولو مع اختلاف ألفاظه او أكثر من ثلاثة مرات الى ان قال فإن قصد التأكيد فواحدة وان قصد الاستئناف او طلق تعدد\rJuga ibarot dibawah ini :\rالصفحة: المجموع شرح المهذب - 8185","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"وان قال أنت مطلقة أنت مفارقة وأنت مسرحة ففيه وجهان(أحدهما)حكمه حكم ما لو قال: أنت طالق طالق طالق، لانه لم يأت بحرف عطف، والفراق والسراح كالطلاق(والثانى)حكمه حكم ما لو قال: أنت طالق وطالق ثم طالق، لان الحكم إذا تغير لمغايرة حروف العطف فلان يتغير لمغايرة اللفظ أولى (فرع)قال الشافعي في الاملاء: إذا قال لامرأته أنت طالق وطالق لا بلطالق، ثم قال: شككت في الثانية فقلت لا بل طالق استدراكا لايقاعها قبل منه لان \" بل \" للاستدراك فاحتمل ما قاله\rhttp://iucontent.iu.edu.sa/Shamela/Categoris/فقه%20شافعي/المجموع%20شرح%20المهذب/8185.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/590546070968205\r3882. JIKA SUAMI MENGUCAPKAN KATA THALAK BERULANG-ULANG - II\rPERTANYAAN :\r> Nur Umayro\rAssalaamu'alaikum... Saya mau tanya... saya punya suami, karena suatu masalah mengakibatkan suami saya mengucap talak, dimana ucapan itu lebih dari 3X bahkan berkali kali. Apakah ucapan talak dari swamiku ini sudah termasuk talak 3 ? Tapi secara pemerintah kami belum sah bercerai, bisa dibilang masih dalam proses... Dan apakah jika kami ingin rujuk, salah satu dari kami harus nikah dulu ? mohon penjelasan juga pencerahan..makasih.... Wassalamu'alaikum wr wb..\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalaam ... Kalau ucapan ke dua dan seterusnya tujuannya hanya untuk menaukidi maka masih jatuh talak satu.\r- I'anah At-Tholibin IV / 19 - 20 Cet Thoha Putra Semarang","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"وفي الروض وشرحه: ولو قال أنت طالق أنت طالق أنت طالق أو قال: أنت مطلقة أنت مسرحة أنت مفارقة وكذا لو لم يكرر أنت فيقع به الثلاث لكن إن قصد الاستئناف أو أطلق: فإن قصد تأكيد الاولى بالاخريين فواحدة، أو تأكيدها بالثانية فقط أو تأكيد الثانية بالثالثة فثنتان.فإن قصد تأكيدالاولى بالثالثة فثلاث لتخلل الفاصل بين المؤكد والمؤكد والشرط التوالي.ولو قال: أنت طالق وطالق وطالق، أو أنت طالق وطالق فطالق، أو بل طالق فثلاث يقعن، ولا يقبل منه إرادة التوكيد لوجود العلة المقتضي للمغايرة.ومحل هذا كله في المدخول بها أيضا.أما غيرها فلا يقع فيها إلا واحدة وإن قصد الاستئناف لانها تبين بها فلا يقع بما بعدها شئ.\rDisebutkan dalam kitab Roudloh dan syarahnya : Apabila ada suami berkata :\rأنت طالق أنت طالق أنت طالق\rKamu wanita yang tertalak 3 X\rAtau berkata\rأنت مطلقة أنت مسرحة أنت مفارقة\rKamu wanita yang tertalak 3 X\rAtau tanpa mengulang lafadl \"kamu\" (أنت) maka jatuk talak tiga. Akan tetapi bila dalam pengucapannya diniati sebagai isti'naf (mengulang sebagai perkataan baru), maupun tanpa ada niat seperti itu maka ditafshil :\r1.…Bila dalam pengucapan talak yang ke dua dan ke tiga tujuannya adalah untuk tak-kid (menguatkan) terhadap ucapannya yang pertama maka jatuh talak satu\r2.…Bila dalam pengucapan ketiganya, yang ke dua diniati sebagai tak-kid yang pertama, atau yang ke tiga diniati sebagai tak-kid terhadap ucapan talak yang kedua maka jatuh talak dua\r3.…Bila dalam pengucapan ketiganya, yang ketiga diniati sebagai tak-kid yang pertama jatuh talak tiga karena terdapat pemisah antara lafadl pertama dan yang ke tiga, karena syaratnya adalah terus menerus (tidak boleh ada pemisah).","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"Atau jika ad suami bilang kepada istrinya :\rأنت طالق وطالق وطالق\rAtau dengan lafadl\rأنت طالق بل طالق بل طالق\rMaka jatuh talak tiga seketika itu juga.\rDan tidak diterima pengakuan seorang suami yang mengucapkan talak kepada istrinya 3 X dengan mengaku bahwasanya talak yang diucapkan, yang kedua dan ketiga adalah sebagai tak-kid terhadapa yang pertama kecuali bila memang terdapat alasan yang mengarah kesana. Ini semua bisa terjadi jika istrinya sudah di dukhul, sedangkan untuk istri yang belum didukhul maka jatuh talak satu, walaupun diniati sebagai istik-naf, karena wanita yang di talak jika belum di dukhul maka talaknya menjadi talak ba-in, maka tidak akan ada hukum apa apa lagi setelah talak ba-in ini [IT]. Wallaahu A'lam.\rMUJAWWIB : Ghufron Bkl, Nur Hasyim S Anam II\rBaca juga artikel terkait :\r2527. JIKA SUAMI MENGUCAPKAN KATA THALAK BERULANG-ULANG\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/885486058140870/\rwww.fb.com/notes/928983983791077\r2919. BOLEHKAH RUJUK NIKAH TANPA SAKSI ?\rPERTANYAAN :\r> Ni'mal Fataatu Ana\rAhmad menikah dengan Fatimah yang telah diceraikan oleh Umar dan masa idahnya pun telah habis, kemudian Umar melapor kepada hakim bahwa Fatimah telah diruju' sebelum masa idahnya habis tanpa sepengetahuan Fatimah. Pertanyaan : Apakah sah pernikahan Ahmad dengan Umar?\rJAWABAN :\r> Faiz El Muttaqin","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"Apabila suami yang mentalak tadi mempunyai bukti (saksi) maka tuntutannya dapat diterima dan perkawinan istrinya dengan laki-laki lain tersebut tidak sah. Apabila tidak ada bukti bahwa dia merujuk dlm iddah, maka terdapat beberapa kemungkinan. . . Dst. (Solusi problematika aktual hukum islam / ahkamul fuqoha'; Asnal mathalib juz III Bab ikhtilaf)\r> Ghufron Bkl\rPernikahan Ahmad dan Fatimah tidak sah dan Fatimah tetap menjadi istri Umar apa bila Umar punya saksi bahwa dia telah meruju'nya sebelum habis masa iddahnya, apa bila Umar tidak punya saksi maka ditafsil :\r1. Nikahnya Ahmad dan Fatimah tidak sah bilamana keduanya membenarkan dakwaan umar bahwa dia telah meruju'nya dan Ahmad wajib membayar mahar mitsil pada Fatimah.\r2. Apabila Ahmad mengingkari dan berani bersumpah atau Fatimah membenarkan tapi Ahmad mengingkari ats dakwaan Umar tersebut maka nikah Ahmad dan Fatimah hukumy sah dan Umar tidak punya haq pda Fatimah selagi dia tidak pisah ba'in dari Ahmad, sedangkan jika Fatimah telah pisah ba'in dari Ahmad sebab meninggal Ahmad ato menfasakh dan ato menthalaq ba'in maka Fatimah menjadi istri Umar tanpa melalui akad nikah yang baru dan fatimah wajib membayar mahar mitsil pada Umar. :","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"لو انقضت عدة الرجعية ثم نكحت آخر فادعى مطلقها عليها أو على الزوج الثاني رجعة قبل انقضاء العدة فأثبت ذلك بينة أو لم يثبت لكن أقرا أى الزوجة والثاني له به أخذها لأنه قد ثبت بالبينة أو الإقرار ما يستلزم فساد النكاح ولها عليه بالوطء مهر المثل فلو أنكر الثاني الرجعة بيمينه في إنكارها لأن النكاح وقع صحيحا والأصل عدم الرجعة أو أقرت هي دون الثاني فلا يأخذها لتعلق حق الثاني حتى تبين من الثاني إذ لا يقبل إقرارها عليه بالرجعة ما دامت في عصمته لتعلق حقه بها أما إذا بانت منه فتسلم للأول بلا عقد وأعطت وجوبا الأول قبل بينونتها مهر المثل للحيلولة الصادرة منها بينه و بين حقه بالنكاح الثاني حتى لو زال أخذت المهر لارتفاع الحيلولة، قوله فلو أنكر الرجعة أى مع إنكارها لها أيضا حتى 0 تبين من الثاني أى بموت له أو فسخ أو طلاق بائن. اعانة الطالبين4/50\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/709708902385254/\r2929. BAHASAN HUKUM THALAQ BID'AH\rPERTANYAAN :\r> Faiq El Azhary\rApakah tholaq bid'i itu jatuh tholaq apa harus diulang lagi di waktu yang tidak bid'i ? Sebab kalau itu jatuh tholaq dan diulang tak lagi berarti telah jatuh 2 tholaq... * akan lebih mantap jika jawaban disertai referensi. Syukron\rJAWABAN :\r> Al Murtadho\rTalak bid’ah adalah talak yang dijatuhkan oleh suami dalam bentuk yang haram. Seperti mengucapkan talak tiga dengan satu kali ucapan sekaligus, atau mentalak istrinya dalam keadaan haid, atau mentalak istrinya dalam keadaan suci namun telah disetubuhi yang tidak diketahui hamil atau tidaknya. Hukum talak seperti ini haramHukumnya haram namun tetap jatuh talak.","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"Mayoritas ulama berpendapat, talak bid’ah statusnya sah, dan dihitung sebagai talak satu. Namun suami diperintahkan untuk merujuk istrinya dan menahannya sampai suci dari haid, kemudian haid lagi yang kedua, sampai suci. Selanjutnya terserah suami, apakah dia mau menahannya ataukah mentalaknya. Inilah pendapat mayoritas ulama.\r- Syarh an Nawawiy ala Muslim juz 10 hal. 60 :\rأجمعت الأمة على تحريم طلاق الحائض الحائل بغير رضاها فلو طلقها أثم ووقع طلاقه ويؤمر بالرجعة لحديث بن عمر المذكور في الباب وشذ بعض أهل الظاهر فقال لا يقع طلاقه لأنه غير مأذون له فيه فأشبه طلاق الأجنبية والصواب الأول وبه قال العلماء كافة ودليلهم أمره بمراجعتها ولو لم يقع لم تكن رجعة فإن قيل المراد بالرجعة الرجعة اللغوية وهي الرد إلى حالها الأول لا أنه تحسب عليه طلقة قلنا هذا غلط لوجهين أحدهما أن حمل اللفظ على الحقيقة الشرعية يقدم على حمله على الحقيقة اللغوية كما تقرر في أصول الفقه الثاني ان بن عمر صرح في روايات مسلم وغيره بأنه حسبها عليه طلقة والله أعلم وأجمعوا على أنه إذا طلقها يؤمر برجعتها كما ذكرنا وهذه الرجعة مستحبة لا واجبة وآخرون هذا مذهبنا وبه قال الأوزاعي وأبو حنيفة وسائر الكوفيين وأحمد وفقهاء المحدثين وآخرون وقال مالك وأصحابه هي واجبة فإن قيل ففي حديث بن عمر هذا أنه أمر بالرجعة ثم بتأخير الطلاق إلى طهر بعد الطهر الذي يلي هذا الحيض فما فائدة التأخير\r- Kifayatul Akhyar juz 1 hal. 392 :","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"وأما طلاق البدعة فهو أن يطلقها في الحيض مختارا وهي ممن تعتد بالأقراء من غير عوض من جهتها أو يطلقها في طهر جامعها فيه بلا عوض منها وهي ممن يجوز أن تحبل ولم يتحقق حملها ودليله حديث ابن عمر وادعى الإمام الإجماع عليه والحكمة في ذلك أن الطلاق في الحيض يطول عليها العدة لأن بقية الحيض لا يحسب من العدة وفيه إضرار بها وأما الطلاق في الطهر الذي جامعها فيه فلأنه ربما يعقبه ندم عند ظهور الحمل فإن الإنسان قد يطلق الحائل دون الحامل وإذا ندم فقد لا يتيسر التدارك فيتضرر الولد والله أعلم\r- Hasyiyah al Jamal juz 4 hal. 360 :\rوالبدعي حرام) للنهي عنه والعبرة في الطلاق المنجز بوقته وفي المعلق بوقت وجود الصفة إلا إذا جهل وقوعه في زمن البدعة فالطلاق وإن كان بدعيا لا إثم فيه (وسن لفاعله) إذا لم يستوف عدد الطلاق (رجعة) لخبر ابن عمر السابق وفي رواية فيه «مره فليراجعها ثم ليطلقها طاهرا قبل أن يمسها إن أراد» ، ويقاس بما فيه بقية صور البدعي وسن الرجعة ينتهي بزوال زمن البدعة\r> Ghufron Bkl\rHukum thalaq bid'ah / bid'iy adalah harom tapi thalaqy tetap jatuh, thalaq bid'iy adalah menthalaq istri di saat haid atau di saat suci tapi istrinya di jima'. :\rوأراد المصنف بالسنة الطلاق الجائز وبالبدعة الطلاق الحرام_____والبدعة أن يوقع الزوج الطلاق في الحيض أو في طهر جامعها فيه. الباجوري 2/143-144 .إنما يقع لغير بائن ولو رجعية لم تنقض عدتها فلا يقع لمختلعة ورجعية انقضت عدتها طلاق مختار مكلف أى بالغ عاقل فلا يقع طلاق صبي ومجنون ومتعد بسكر أى بشرب خمر وأكل بنج أوحشيش لعصيانه بإزالة عقل بخلاف سكران لم يتعد بتناول مسكر كأن أكره عليه أو لم يعلم أنه مسكر فلا يقع طلاقه. قوله ومتعد بسكر معطوف على مختار أى ويقع طلاق متعد بسكر لأنه و إن لم يكن مكلفا هو في حكمه تغليظا عليه. إعانة الطالبين 4/5\rLINK DIKUSI :","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/711007292255415/\r2955. RUJU' DENGAN UCAPAN\rPERTANYAAN :\r> Doni Al Fakirr\rAssalamualaikum? .kang ustadz dan ustadzah ada titipan pertanyaan, bagaimana kalau istri setelah ditalaq 1, 2, apakah merujuknya harus ijab qobul lagi , atau hanya lewat ucapan saja ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rDalam ruju' selama belum melewati masa iddah, maka cukup dengan ucapan ruju' dari suami saja, tidak harus aqad nikah lagi bahkan kalau ruju' dengan pakai shighot aqad nikah lagi maka harus disertai niat ruju' karena ruju' dengan aqad nikah lagi termasuk kinayah. Namun jika sudah melewati masa iddah, maka butuh akad nikah baru lagi, tidak cukup hanya ucapan ruju', dan jika setelah habis masa iddah thalaq yang ke-3, maka butuh \"mukhallil\" sebelum akad nikah baru. :\rإعانة الطالبين 4/30\r.وإنما يصح الرجوع براجعت أو رجعت زوجتي أو فلانة وإن لم يقل إلى نكاحي أو إلى لكن يسن أن يزيد أحدهما مع الصيغة و يصح برددتها إلى نكاحي و بأمسكتها وأما عقد النكاح عليها بإيجاب و قبول فكناية تحتاج إلى نية ولا يصح تعليقها كراجعت إن شئت و لا يشترط الإشهاد عليها بل يسن.\rWALLOHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/720790281277116/\r3031. BOLEHKAH ISTRI MEMINTA CERAI BILA SUAMI SELINGKUH (ZINA) ?\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum....... pertanyaan titipan, bagaimana hukumnya seorang wanita yang meminta cerai dikarenakan suami selingkuh, maaf (zina), makasih. [ Sari Purnamasari ].\rJAWABAN :\r> Hariz Jaya","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"Bolehkah seorang wanita meminta khulu' apabila Agama sang suami yang buruk, seperti sang suami yang terlalu sering melakukan dosa-dosa, seperti minum khomr, berjudi, berzina, atau sering meninggalkan sholat, suka memukul dan tidak memberikan nafkah. Lihat jawaban kebolehannya di Kitab Raudhatuth Thalibin Juz 7 Halaman 374 :\rالخلع هو الفرقة بعوض يأخذه الزوج وأصل الخلع مجمع على جوازه وسواء في جوازه خالع على الصداق أو بعضه أو مال آخر أقل من الصداق أو أكثر ويصح في حالتي الشقاق والوفاق وخصه ابن المنذر بالشقاق ثم لا كراهة فيه إن جرى في حال الشقاق أو كانت تكره صحبته لسوء خلقه أو دينه أو تحرجت من الإخلال ببعض حقوقه أو ضربها تأديبا فافتدت وألحق الشيخ أبو حامد به ما إذا منعها نفقة أو غيرها فافتدت لتتخلص منه وإن كان الزوج يكره صحبتها فأساء عشرتها ومنعها بعض حقها حتى ضجرت وافتدت كره الخلع وإن كان نافذا ويأثم الزوج بفعله وفي وجه منعه حقها كالإكراه على الخلع بالضرب وما في معناه وإذا أكرهها بالضرب ونحوه فاختلعت فقالت مبتدئة خالعني على كذا ففعل لم يصح الخلع ويكون الطلاق رجعيا إن لم يسم مالا وإن سماه لم يقع الطلاق لأنها لم تقبل مختارة وفي التتمة وجه أنه لا يقع الطلاق وإن لم يسم المال ولو ابتدأ وقال طلقتك على كذا وأكرهها بالضرب على القبول لم يقع شىء وإذا ادعت أنه أكرهها على بذل مال عوضا عن الطلاق وأقامت بينة فالمال مردود إليها والطلاق واقع وله الرجعة نص عليه\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/709719405717537/\rwww.fb.com/notes/759765230712954\r3032. HUKUM ISTRI MENGAJUKAN CERAI KARENA BESARNYA DZAKAR SUAMI\rPERTANYAAN :","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"Mau tanya kiai. . . . Apakah seorang istri boleh mengajukan cerai dengan alasan DzAKAR suaminya terlalu besar. . . Mohon jawaban dan solusinya. . .Terimakasih. . . [ Ultraman Utawi Heri Siswanto ].\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rBoleh sebagaimana keterangan Dalam Kitab Tuhfah 30/475 :\rفَكَذَلِكَ تَتَخَيَّرُ هِيَ بِكِبَرِ آلَتِهِ بِحَيْثُ يُفْضِي كُلَّ مَوْطُوءَةٍ\rIstri boleh juga memilih faskh nikah sebab besarnya alat kemaluan suami (dalam hal ini digambarkan) sampai tiap-tiap perempuan yang dijima' itu bisa \"jebooll\" (rusak/sakit).\rItu sebagai perseimbangan dengan alasan fasakh sebelumnya ketika milik zauj tidak bisa 'jebol' (pinjam istilah mas Adun) milik isteri, ta'bir sebelumnya :\rأَوْ وَجَدَهَا رَتْقَاءَ ) أَيْ مُنْسَدًّا مَحَلُّ جِمَاعِهَا بِلَحْمٍ وَمِثْلُهُ ضِيقُ الْمَنْفَذِ بِحَيْثُ يُفْضِيهَا كُلُّ وَاطِئٍ\r> Pak Adun\rKalo liat ta'birnya gus afif, semuanya dikembalikan ke istri sbg pemilik hak khiyar fasakh tsb.. bila istri memilih setia, ya suami hrs mengerti bahwa sakit yg dialami istri pasca jima' itu memerluka pengobatan. Gedenya dzakar suami itu sebagai penyeimbang khiyar yang dimiliki suami saat lobang kemaluan istri terlalu sempit bagi setiap lelaki.. akhirnya jadi adilkan..???!!\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/710172665672211/\rwww.fb.com/notes/759771664045644\r3086. HUKUM MENJIMAK ISTRI YANG TERTALAQ RAJ'I\rPERTANYAAN :\r> Dian suryo","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"Assalaamu alaikum.. selamat pagi semuanya,ada teman bertanya kepada saya : Bagaimana hukum seorang suami yang telah menjatuhkan thalaq 1 pada istrinya lalu sisuami tersebut mengajak si istri berhubngan badan pada saat itu juga. Mohon dibantu untuk semuanya agar diberi jawaban disertai referensinya. Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa 'alaikumus salaam warohmatulloh. Hukum menjima' istri yang tertalaq raj'i sebelum iddahnya habis dan belum di ruju'k embali adalah haram, bahkan termasuk dosa besar. meskipun begitu tidak di wajib di had.\rاعانة الطالبين 4/36-37\r: (قوله: فروع) أي ثلاثة الاول قوله يحرم الخ، الثاني قوله: وتصدق الخ، الثالث قوله ولو ادعى ضرجعة الخ (قوله: يحرم التمتع برجعية الخ) أي قبل الرجعة لانها مفارقة كالبائن وأيضا النكاح يبيحه فيحرمه الطلاق لانه ضده. قال سم: وعد في الزواجر من الكبائر وطئ الرجعية قبل ارتجاعها من معتقد تحريمه، ثم قال: وعد هذا كبيرة إذا صدر من معتقد تحريمه غير بعيد إلى آخر ما أطال في بيانه. اه (قوله: ولو بمجرد نظر) غاية لمقدر: أي يحرم التمتع بسائر التمتعات ولو كان بمجرد النظر: سواء كان بشهوة أو غيرها (قوله: ولا حد إن وطئ) أي ولا حد على المطلق طلاقا رجعيا إن وطئها قبل الرجعة وإن اعتقد تحريمه،:\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/755717827784361/\r3106. MASA IDDAH ORANG HAMIL YANG DITINGGAL MATI SUAMINYA\rPERTANYAAN :\r> Hotsey Huhuy\rAssalamu'alaykum. Mau nanya, masa iddah yang mana yang harus di gunakan wanita hamil yang kebetulan pas sedang hamil suaminya mati, apakah pake iddah hamil apa iddah wafat ? terimakasih\rJAWABAN :\r> Sunde Pati","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh, jika keadaan hamil maka iddahnya khusus pakai iddah hamil yaitu sampai melahirkan, karena tujuan dari 'iddah adalah kosongnya rahim dan kosongnya rahim itu sudah terjawab dengan melahirkan.\rأسنى المطالب في شرح روض الطالب (3/ 392)\rفَصْلٌ وَإِنْ كانت الْمُطَلَّقَةُ أو نَحْوُهَا حَامِلًا بِوَلَدٍ لَاحِقٍ بِذِي الْعِدَّةِ اعْتَدَّتْ بِوَضْعِهِ حُرَّةً كانت أو أَمَةً ذَاتَ أَقْرَاءٍ أو أَشْهُرٍ لِقَوْلِهِ تَعَالَى وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ فَهُوَ مُخَصِّصٌ لِقَوْلِهِ وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ وَلِأَنَّ الْقَصْدَ من الْعِدَّةِ بَرَاءَةُ الرَّحِمِ وَهِيَ حَاصِلَةٌ بِالْوَضْعِ\r> Ubaid Bin Aziz Hasanan\rHabis iddah wanita yang hamil dengan melahirkan, lihat Madzhibul Arba'ah 4/245\rنقضي العدة بوضع الحمل سواء كانت الزوجة مطلقة أو متوفى عنها زوجها\rHabis iddah wanita hamil sebab melahirkan kandungannya, sama saja istri tersebut ditholaq atapun istri tersebut (iddah) sebab ditinggal suami mati. Wallahu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/765910443431766/\r3135. KEWAJIBAN BAGI MU'TADAH (WANITA DALAM MASA 'IDAH)\rPERTANYAAN :\r> Nuvita Sari\rAssalamualaikum, mau tanya apa siksanya bagi orng yang tidak melaksanan iddah (talaq roj'i)? dan apa saja batasan-batasan yang tidak diperbolehkan bagi orang yang sedang iddah? atas jawabannya saya ucapkan terima kasih\rJAWABAN :\r> Hariz Jaya","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Masa iddah diwajibkan pada semua wanita yang berpisah dari suaminya dengan sebab talak, khulu' dan ditinggal mati, dengan syarat bahwa si suami telah melakukan hubungan intim dengan istrinya yang di talak. Apabia wanita tersebut tidak melakukan masa iddahnya maka ia berdosa.\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam. Dalam Bughiyatul Mustarsyidin dijelaskan : Wajib Ihdad bagi wanita yang di tinggal wafat suaminya. Apakah Ihdad ? Ihdad adalah meninggalkan untuk tidak memakai wewangian dan meminyaki rambut kecuali dhoruroh. Sedangkan bagi wanita dalam masa idah tholaq raj'i dan tholaq bain hukum ihdad adalah sunah. Dan sudah menjadi kesepakatan dari empat ulama madzhab bahwa wajib bagi wanita yang sedang menjalani masa idah untuk tetap berada di rumah (dilarang keluar rumah). Dan keluar rumah saat menjalani idah termasuk dosa besar, demikian ditulis oleh Ibnu Hajar dalam kitab Al-Zaawaajir.Wallahu A'lam","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"(مسألة): يجب الإحداد على المتوفي عنها زوجها، وهو ترك الطيب والدهن كالمحرم، فيحرم عليها لغير ضرورة أو حاجة ما يحرم عليه من الطيب في الثوب والبدن والطعام ودهن نحو الرأس، نعم يلزمها إزالة طيب عليها حال الشروع في العدة، ولا كفارة عليها باستعماله بخلافه فيهما، ولها استعمال نحو أظفار عند طهرها من نحو حيض والحلي وكل صبوغ لزينة واكتحال ولو بصبر لا لرمد، فتكتحل ليلاً وتمسحه نهاراً، قاله في الفتح. ويندب الإحداد للبائن وفي قول يجب، وكذا للرجعية ما لم تظن عود الزوج لها وخرج بما ذكر نحو غسل الرأس ولو بسدر وامتشاطه والاستحداد وقلم الأظفار فلا يحرم وبالزوج غيره فيحرم فوق ثلاث مطلقاً، وكذا دونها لغير قريب وعالم وصالح، ويجب على كل معتدة مطلقاً ملازمة المسكن بإجماع الأئمة الأربعة، بل تركه كبيرة لقوله تعالى: {ولا يخرجن} كما في الزواجر.\r> Yai Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah. 'Iddah bagi wanita thalaq raja'i tetap wajib dilaksanakan, adapun IHDAD hukumnya sunnah. Keluar dari rumah tidak boleh. Ta'bir dari Kitab Fathul Wahhab (Hasyiyah Jamal 19/182, maktabah syamilah) :\rتَجِبُ بِوَفَاةِ زَوْجٍ عِدَّةٌ وَهِيَ ) أَيْ عِدَّةُ الْوَفَاةِ ( لِحُرَّةٍ حَائِلٍ أَوْ حَامِلٍ مِنْ غَيْرِهِ كَزَوْجَةِ صَبِيٍّ ) أَوْ مَمْسُوحٍ ( وَلَوْ رَجْعِيَّةً إلى أن قال","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"( وَيَجِبُ إحْدَادٌ عَلَى مُعْتَدَّةِ وَفَاةٍ ) لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ { لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا } أَيْ فَإِنَّهُ يَحِلُّ لَهَا الْإِحْدَادُ عَلَيْهِ أَيْ يَجِبُ لِلْإِجْمَاعِ عَلَى إرَادَتِهِ ، وَالتَّقْيِيدُ بِإِيمَانِ الْمَرْأَةِ جَرَى عَلَى الْغَالِبِ ؛ لِأَنَّ غَيْرَهَا مِمَّنْ لَهَا أَمَانٌ يَلْزَمُهَا الْإِحْدَادُ ، وَعَلَى وَلِيِّ صَغِيرَةٍ وَمَجْنُونَةٍ مَنَعَهُمَا مِمَّا يَمْنَعُ غَيْرَهُمَا ( وَسُنَّ لِمُفَارَقَةٍ ) وَلَوْ رَجْعِيَّةً إلى أن قال وَلَا تَخْرُجُ ) مِنْهُ وَلَوْ رَجْعِيَّةً\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/723681414321336\r3161. HUKUM THOLAQ VIA SMS SALAH SASARAN\rPERTANYAAN :\r> Haikal Qomar\rAssalamualaikum. Ne ada kejadian mohon jawabnya. Ada orang mewakilkan talak lewat SMS teryata oleh si wakil SMS ya itu terkirim pada istrinya sendiri. Apakah talaknya si wakil ini terjadi pada istrinya tersebut mengengat dia tak bermaksud pada istrinya ? Mohon penjelasannya dan rujukannya...! Wassalam.\rJAWABAN :\rPerlu difahami, bahwa jika seorang suami menulis tholaq untuk isterinya dengan kalimah shorih baik via surat biasa atau via media elektronik seperti SMS dan Email, maka hukumnya sbb berikut :\r1.…Hukum tulisan tolaq dengan kalimah shorih adalah kinayah, artinya jika tidak diniati tholaq maka tidak jatuh tholaqnya\r2.…Jika tulisan tholak shorih diniati tholaq, maka jatuh tholaq seketika itu juga, walaupun surat, sms atau email tersebut tidak terkirim dan terbaca oleh isterinya.\rSelengkapnya dalam link berikut :","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"www.piss-ktb.com/2012/03/044-nikah-cerai-atau-talak-melalui-sms.html\rMengenai permasalahan di atas, jawaban sebagai berikut :\r> Ghufron Bkl\r- Dalam hal ini istrinya muwakkil / orang yang mewakilkan thalaq lewat sms tersebut terthalaq jika diniati, sejak dari menulisnya sekalipun smsnya tidak sampai pada istrinya :\rحاشية الجمل 4/333\rفرع كتب أنت أو زوجتي طالق ونوى الطلاق طلقت وإن لم يصل كتابه إليها لأن الكتابة طريق في إفهام المراد كالعبارة وقد قرنت بالنية فإن لم ينو لم تطلق لأن الكتابة تحتمل النسخ والحكاية وتجربة القلم والمداد وغيرها وإن كتب إذا قرأت كتابي إلى آخر ما هنا وخرج بكتب ما لو أمر غيره فكتب ونوى هو فلا يقع شيء بخلاف ما لو أمره بالكتابة أو كتابة أخرى وبالنية فامتثل ونوى وبقوله فأنت طالق ما لو كتب كتابة كانت خلية فلا يقع وإن نوى إذ لا يكون للكتابة كناية أخرى على ما حكاه ابن الرفعة عن الرافعي وهو مردود بأن الذي فيه أي الرافعي الجزم بالوقوع قاله الأذرعي وهو الصحيح لأنا إذا اعتبرنا الكتابة قدرنا أنه تلفظ بالمكتوب ا ه شرح م ر وفي ق ل على الجلال فرع أمر غيره بالكتابة والنية كفى ووقع به أو بأحدهما وفعل هو الآخر لغا\r- Istrinya si wakil tersebut di atas tidak terthalaq karna tidak ada kesengajaan mengirim sms tersebut :\rاعانة الطالبين 4/24\rوعبارة الانوار: الركن الخامس القصد إلى حروف الطلاق بمعنى الطلاق فلو سبق لسانه إلى لفظ الطلاق في غفلة أو محاورة وكان يريد أن يتكلم بكلمة أخرى لم يقع الطلاق.\rاعانة الطالبين 4/7-8\rنعم: لا بد من قصد اللفظ مع معناه عند عروض صارف اللفظ عن معناه كنداء من اسم زوجته طالق بقوله لها: يا طالق، فإن كان قاصدا لفظ الطلاق مع معناه وقع الطلاق، وإلا بأن قصد النداء أو أطلق لم يقع. ومثله في ذلك حكاية طلاق الغير وتصوير الفقيه.\rاعانة الطالبين 4/2","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"وأركانه خمسة: زوج، وصيغة، وقصد، ومحل، وولاية عليه.\rالباجوري 2/140\rويشترط في كل منهما قصد اللفظ لمعناه عند وجود الصارف وان كان الأول لا يشترط فيه قصد الإيقاع والثاني يشترط فيه ذلك كما سيذكره المصنف فلا يقع على من سبق لسانه إليه ولا على الحاكي كلام غيره وأما عند عدم الصارف فلا يشترط قصد اللفظ لمعناه ولذلك يقع على الهازل واللاعب ومن ظن مخاطبته أجنبية فإذا هي زوجته.\rWallahu A'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/775494655806678\r3223. PENYAKIT HIV AIDS TERMASUK AIB NIKAH\rPERTANYAAN :\r> Liyana Zahirah\rAssalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh, baru-baru ini saya berbincang dengan teman kesehatan tentang HIV/AIDS, kemudian muncul pertanyaan, jika seorang istri mengetahui bahwa suaminya terjangkit penyakit HIV/AIDS kemudian si suami meminta \"berhubungan\" kepada istri, berdosakah bila istri menolak, atau bahkan meminta cerai ? terima kasih.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rBila betul-betul sudah terjangkit penyakit tsb maka tidak mengapa menolak berhubungan seksual, bahkan boleh meminta cerai / fasakh :\rذكر الفقهاء طائفة من الأمراض والعيوب التي تبيح التلخيص من عقد الزواج......وللحاكم من جهة السياسة الشرعية أن يفرق بين الزوجين متى ثبت أن أحدهما مصاب بمرض من هذه الأمراض التي تنفر وتعدى أو تمنع من المعاشرة أو يتعدى ضررها على النسل أو الذرية.يسئلونك في الدين والحياة 2/182\rWALLOHU A'LAM .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/779694108720066/\r3331. PERKARA YANG MEMBOLEHKAN SEORANG ISTERI MINTA CERAI (KHULU')\rPERTANYAAN :\r> Dedhe","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Asalamualaikum. Cerita tentang teman saya. Teman saya menikah, tapi teman saya menikah sama orang yang tidak pernah ia cintai, karena dia menikah dipaksa sama ortu / dijodohin, pertanyaan saya, lalu apa boleh jika teman saya meninggalkan si pasangan /ameminta cerai ? tolong jawabannya bu ustadzah / pak ustadz.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb, hukum asal bagi isteri meminta cerai (khulu') kepada suaminya adalah haram, kecuali ada alasan atau perkara yang dibenarkan oleh hukum syara ,sebagaimana diterangkan dalam hadits:\r(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ، عَنْ أَيُّوبَ ، عَنْ أَبِي قِلابَةَ ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ ، عَنْ ثَوْبَانَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ \" ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ ، عَنْ أَبِي قِلابَةَ ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ ، عَنْ ثَوْبَانَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، مِثْلَهُ .\rhttp://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=6&pid=809489\rحَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ، عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: \" أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ \"\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-8474/page-13","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"Adapun alasan-alasan yang di benarkan agama adalah sebagaimana yang disampaikan Ibnu qudamah dalam al-mughni, Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :\rوجمله الأمر أن المرأة إذا كرهت زوجها لخلقه أو خلقه أو دينه أو كبره أو ضعفه أو نحو ذلك وخشيت أن لا تؤدي حق الله في طاعته جاز لها أن تخالعه بعوض تفتدي به نفسها\rBahwasanya seorang wanita jika membenci suaminya karena akhlaknya atau perawakannya/rupa dan jasadnya atau karena agamanya, atau karena tuanya, atau lemahnya, dan yang semisalnya, dan ia khawatir tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati sang suami maka boleh baginya untuk meminta khulu' kepada suaminya dengan memberikan biaya/ganti untuk membebaskan dirinya\" (Al-Mughni 8/174)\rIbaroh lengkap Al-mughni :\rكتاب الخلع :\rمسألة : قال : المرأة إذا كانت مبغضة للرجال وتكره أن تمنعه ما تكون عاصة\rمسالة : قال : و المرأة إذا كانت مبغضة للرجل وتكره أن تمنعه ما تكون عاصية بمنعه فلا بأس أن تفتدي نفسها منه\rوجمله الأمر أن المرأة إذا كرهت زوجها لخلقه أو خلقه أو دينه أو كبره أو ضعفه أو نحو ذلك وخشيت أن لا تؤدي","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"حق الله في طاعته جاز لها أن تخالعه بعوض تفتدي به نفسها منه لقول الله تعالى : { فإن خفتم أن لا يقيما حدود الله فلا جناح عليهما فيما افتدت به } و [ روي أن رسول الله خرج إلى الصبح فوجد حبيبة بنت سهل عند بابه في الغلس فقال رسول صلى الله عليه و سلم : ما شانك ؟ قالت : لا أنا ولا ثابت لزوجها فلما جاء ثابت قال له رسول الله صلى الله عليه و سلم : هذه حبيبه بنت سهل قد ذكرت ما شاء الله أن تذكر وقالت حبيبه : يا رسول الله صلى الله عليه و سلم كل ما اعطاني عندي فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم كل ما أعطاني عندي فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم لثابت بن قيس : خذ منها فأخذ منها وجلست في أهلها ] وهذا حديث صحيح ثابت رواه الأئمة مالك و احمد وغيرهما وفي رواية البخاري قال : [ جاءت امرأة ثابت بن قيس إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقالت : يا رسول الله ما انقم على ثابت في دين ولا خلق إلا أني أخاف الكفر فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : أتردين عليه حديقته ؟ فقالت نعم فردتها عليه وأمره ففارقها ] وفي رواية فقال له : [ اقبل الحديقة وطلقها تطليقة ] وبهذا قال جمع الفقهاء بالحجاز والشام قال ابن عبد البر : ولا نعلم أحد خالفه إلا بكر ابن عبد الله المزني فإنه لم يجزه وزعم أن آية الخلع منسوخة بقوله سبحانه : { وإن أردتم استبدال زوج مكان زوج }\rhttp://islamport.com/w/hnb/Web/2675/2883.htm\rWallahu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/795280117161465\r3414. HUKUM MENIKAHI WANITA DALAM MASA IDAH\rPERTANYAAN :\r> Ibnu Kaisan\rAssalaamu'alaikum.. mohon bantuan nya. Bagaimana status pernikahan dengan wanita yang masih dalam masa iddah..?\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"Ulama ahli fiqih telah sepakat bahwa : Tidak sah bagi seorang pria menikahi wanita yang masih menjalani masa idah.Baik idahnya idah tholaq atau idah wafat atau idah fasakh dan idah wathi syubhat. Sama saja idah dari tholaq roj'i atau tholaq bain (bain shughro atau bain kubro). Alasan atau ilatnya adalah karena melindungi nasab dari tercampurnya air mani dan menjaga hak suami pertama. Jika terjadi pernikahan seorang pria dan mu'tadah karena si pria tidak mengetahuinya karena umpama si wanita menyembunyikan statusnya,maka ketika diketahui hakim wajib membatalkan status pernikahannya. Wallahu a'lam\rHaram dan tidak sah","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"نهاية الزين ص 302 ومن عدة من غيره فلا يصح نكاح المعتدة من غيره لتعلق حق الغير بهما بخلاف المعتدة من الناكح لأن الماء له سواء كانت العدة عن وفاة مطلقا أو عن طلاق بعد الدخول أو عن وطء شبهة كأن ظنها أمته.جاء في الموسوعة الفقهية\" (29/ 346) : اتفق الفقهاء على أنه لا يجوز للأجنبي نكاح المعتدة أيا كانت عدتها من طلاق أو موت أو فسخ أو شبهة ، وسواء أكان الطلاق رجعيا أم بائنا بينونة صغرى أو كبرى . وذلك لحفظ الأنساب وصونها من الاختلاط ومراعاة لحق الزوج الأول ، فإن عقد النكاح على المعتدة في عدتها ، فُرّق بينها وبين من عقد عليها ، واستدلوا بقوله تعالى : ( ولا تعزموا عقدة النكاح حتى يبلغ الكتاب أجله ) والمراد تمام العدة ، والمعنى : لا تعزموا على عقدة النكاح في زمان العدة ، أو لا تعقدوا عقدة النكاح حتى ينقضي ما كتب الله عليها من العدة ... وفي الموطأ : أن طليحة الأسدية كانت زوجة رشيد الثقفي وطلقها ، فنكحت في عدتها ، فضربها عمر بن الخطاب وضرب زوجها بخفقةٍ ضربات ، وفرق بينهما ، ثم قال عمر : أيما امرأة نكحت في عدتها فإن كان الذي تزوجها لم يدخل بها فرق بينهما ، ثم اعتدت بقية عدتها من زوجها الأول ، ثم إن شاء كان خاطبا من الخطاب . وإن كان دخل بها فُرق بينهما ، ثم اعتدت بقية عدتها من الأول ، ثم اعتدت من الآخر ، ثم لا ينكحها أبدا \" انتهى\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/815631961792947/\r3544. HUKUM TALAK DIPAKSA\rPERTANYAAN :\r> Raja Jin Al-Latee\rAssalamualaikum. Bagaimana hukumnya menjatuhkan thalaq tiga karena terpaksa ? Dalam kasus ini si suami tidak bersalah, tapi ada orang luar yang menghasut sehingga terjadi pemaksaan dari keluarga suami...\rJAWABAN :\r> Ulilalbab Hafas","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Wa'alaikumus salaam... perlu diperhatikan bahwa terpaksa dengan dipaksa itu lain.. kalo terpaksa itu bisa timbul akibat ketidak sesuaian dari pihak keluarga... contoh terpaksa.. orang tua yang tidak memberi rasa nyaman akibat ke jutekannya... walaupun si suami masih cinta tapi karena seringnya diejek oleh pihak keluarga si istri maka si suami terpaksa menalaq istrinya... maka hal sedemikian ini akan jatuh talaq.... tapi kalo dipaksa itu contohnya begini.... si suami mendapat ancaman dari orang lain agar istrinya ditalaq (talaq bukan atas kemauannya si suami)... maka hal sedemikian ini tidak terjadi talaq...\rDi ibarot ini memang ada 2 macam.. yaitu dipaksa secara haq dan dipaksa bukan haq... dalam istilah bahasa indo akan beda pengertian... Lihat kitab fathul qorib :\r(وأربع لا يقع طلاقهم: الصبي، والمجنون). وفي معناه المغمى عليه، (والنائم، والمكرَه) أي بغير حق؛ فإن كان بحق وقع.\rEmpat orang yang tidak jatuh talaknya : anak kecil, orang gila (semakna dengan gila adalah epilepsi), orang tidur, dan orang yang dipaksa (maksudnya tanpa haq, tapi jika memang berhak dipaksa maka jatuh talaknya).\r> Mas Hamzah\rDari deskripsi masalah, karena suami dipaksa tanpa haq maka berarti tak jatuh talaknya, karena dipaksa secara tidak haq. Sama, lihat kitab fathul qorib\r(وأربع لا يقع طلاقهم: الصبي، والمجنون). وفي معناه المغمى عليه، (والنائم، والمكرَه) أي بغير حق؛ فإن كان بحق وقع.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/851357344887075/\rwww.fb.com/notes/858199327536210\r3547. HUKUM MENJATUHKAN TALAK SAAT NIFAS\rPERTANYAAN :\r> Jar Koni","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"Assalamu'alaikum wr wb. Pertanyaan titipan : seorang suami bertengkar sama istrinya sehingga suami menguapkan aku ceraikan engkau. Sedangkan si istri dalam keadaan nifas sahkah perceraian tersebut ? Matur suwun.\rJAWABAN :\r> Ulilalbab Hafas\rWa alaikumus salaam, Lihat kitab taqrib :\r(والنساء فيه) أي الطلاق(ضربان ضرب في طلاقهن سنة وبدعة وهن ذوات الحيض) وأراد المصنف بالسنة الطلاق الجائز، وبالبدعة الطلاق الحرام (فالسنة أن يوقع) الزوج (الطلاق في طهر غير مجامع فيه. والبدعة أن يوقع) الزوج (الطلاق في الحيض أو في طهر جامعها فيه.\r> Ghufron Bkl\rCerainya sah / jatuh thalaq dan dihukumi harom\rاعانة الطالبين : أو حرام كالبدعي، وهو طلاق مدخول بها في نحو حيض بلا عوض منها أو في طهر جامعها فيه، وكطلاق من لم يستوف دورها من القسم، وكطلاق المريض بقصد الحرمان من الارث،","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"(قوله: أو حرام) عطف على واجب. وقوله كالبدعي: أي كالطلاق البدعي، وهو تمثيل للحرام (قوله: وهو) أي البدعي. وقوله: طلاق مدخول بها: أي موطوأة ولو في الدبر أو مستدخلة ماءه المحترم. وقوله في نحو حيض: متعلق بطلاقها: أي طلاقها في نحو حيض كنفاس، وإنما حرم الطلاق فيه لتضررها بطول العدة: إذ بقية دمها لا تحسب منها، ومن ثم لا يحرم في حيض حامل عدتها بالوضع. وقوله: بلا عوض منها: قيد في الحرمة - أي يحرم الطلاق في نحو حيض إن كان بلا عوض صادر منها. وخرج به ما إذا كان طلاقها بعوض صادر منها فلا يحرم فيه، وذلك لان بذلها المال يشعر باضطرارها للفراق احالا. وقيد بقوله منها ليخرج ما إذا كان العوض صادرا من أجنبي فيحرم أيضا فيه، وذلك لان خلعه لا يقتضي اضطرارها إليه (قوله: أو في طهر جامعها فيه) معطوف على في نحو حيض - والتقدير: أي أو طلاق مدخول بها في طهر جامعها فيه. ولا يخفى أن الشرط وطؤها في الطهر، سواء دخل عليها قبل أم لم يدخل عليها - فما يفهمه كلامه من اشتراط الدخول بها قبل ليس مرادا. ثم إن محل حرمة ذلك فيمن تحبل لعدم صغرها ويأسها وعدم ظهور حمل بها وإلا فلا حرمة - كما صرح به في متن المنهاج\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/839625542726922/\r3572. TULISAN DIHUKUMI SAMA DENGAN UCAPAN\rPETANYAAN :\r> Rojul Al-yaum\rSaYa Mau bertanya, Apakah sms sama dengan ucapan? dan tolong sebutkan ta'birnya......\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rTulisan sama dengan ucapan bila diniati.\rاسعاد الرفيق / 2 /105\rومنها كتابة ما يحرم النطق به . قال في البداية لأن القلم احد اللسانين فاحفظه عما يجب حفظ اللسان منه : اي من غيبة وغيرها فلا يكتب ما يحرم به النطق به من جميع ما مر بلا جرم : اي شك بلا ضرره اعظم وادوم، فليصن الإنسان قلمه عن كتابه الحيل والمخادعات ومنكرات حادثات المعاملات","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"الموسوعة الفقهية : وقال الشافعية : إن الكتابة لو كانت بالصريح تعتبر كناية\rUlama syafi'iyyah berkata : sesungguhnya tulisan jika berupa tulisan yang sharih maka diperhitungkan sebagai kinayah. Wallaahu A'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/849840371705439/\r3628. JIKA SUAMI WAFAT DALAM MASA 'IDAH THOLAQ ROJ'I\rPERTANYAAN :\rAssalamu alaikum. Punten mau nanya, misal zaid menjatuhkan talak pada hindun 'satu' dalam keadaan suci,kemudian belum sampai habis idahnya zaid wafat,menurut antum semua apa idahnya hindun, Apakah idah quru atau idah wafat ? Wasalam. (Ryan Aljawi)\rJAWABAN :\rWa'alaikum salam. Jika seorang perempuan sedang menjalani idah tholaq roj'i kemudian suaminya wafat, maka idahnya beralih pada idah wafat, yaitu empat bulan sepuluh hari, terhitung dari saat wafat suaminya. Wallahu a'lam. Lihat kitab fiqh ala madzahibil arba'ah :\rأما إذا طلقها طلاقا رجعيا ثم مات عنها وهي في العدة انتقلت عدتها إلى عدة الوفاة فعليها أن تنتظر أربعة أشهر وعشرة أيام من وقت وفاته وسقطت عدة الطلاق لأنها في هذه الحالة زوجة له لها أحكام الزوجية من ميراث وغيره\rhttp://islamport.com/w/fqh/Web/2793/1763.htm\r- Kitab Al-Majmu' Syarh Muhadzab :\rوإن طلَّقَ امرأتَهُ طلاقاً رجعياً ثم ماتَ عنها وهيَ في العدَّةِ، اعتدَّتْ بعدةِ الوفاةِ لأنه تُوفي عنها وهي زوجتُه\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Syamsudin Muhammad Nur Aini\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/866599320029544/\r3709. HUKUM MEWAKILKAN TALAQ\rPERTANYAAN :\r> Sanusi Uci\rAssalamualaikum, sah tidak talaq yang diwakilkan.?\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"Wa'alaikum salam Wr Wb , sah. Sebagaimana seorang laki-laki memiliki hak thalaq pada dirinya sendiri, maka ia juga memiliki hak untuk mewakilkan thalaq kepada orang lain. Thalaq tetap dianggap jatuh meskipun tidak dijatuhkan suami (secara langsung), akan tetapi dijatuhkan oleh orang lain dengan izin suami, apakah dengan cara diwakilkan kepada orang lain, pelimpahan kuasa atau dengan surat. Makna mewakilkan adalah: suami mewakilkan kepada orang lain untuk menceraikan istrinya, misalnya ia mengatakan kepada orang lain: “Saya wakilkan kepada engkau dalam hal menceraikan istri saya”. Jika si wakil menerimanya, kemudian mengatakan kepada istri orang yang mewakilkan: “Engkau telah diceraikan”. Maka talaqnya jatuh. Semua orang yang sah thalaqnya, maka sah pula jika ia mewakilkan kepada orang lain. Orang yang menjadi wakil dalam masalah thalaq terikat dengan pendapat orang yang mewakilkan. Jika orang yang menjadi wakil itu melampaui batas, maka perbuatannya tidak sah, kecuali dengan izin orang yang mewakilkan. Orang yang mewakilkan dapat menggugurkan hak wakil kapan saja ia berkehendak. Jika seorang suami mewakilkan kepada istrinya untuk menceraikan dirinya sendiri, maka perwakilan itu sah dan thalaqnya juga sah. Karena sah hukumnya jika suami mewakilkan kepada istrinya untuk menceraikan orang lain, maka sah pula hukumnya untuk menceraikan dirinya sendiri.","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"حكم التوكيل في الطلاق:الرجل كما يملك الطلاق بنفسه يملك إنابة غيره فيه، ويقع الطلاق من غير الزوج بإذنه إما بالتوكيل، أو التفويض، أو الرسالة.فالتوكيل: إنابة الزوج غيره في طلاق زوجته كأن يقول لغيره: وكّلتك في طلاق زوجتي، فإذا قَبِل الوكيل الوكالة، ثم قال لزوجة موكِّله: أنت طالق، فقد وقع الطلاق، وكل من صح طلاقه صح توكيله، والوكيل في الطلاق مقيد بالعمل برأي الموكِّل، فإذا تجاوزه لم ينفذ تصرفه إلا بإجازة الموكِّل، وللموكِّل أن يعزل الوكيل متى شاء.وإذا وكل الزوج زوجته في طلاق نفسها صح توكيلها، وطلاقها لنفسها؛ لأنه يصح توكيلها في طلاق غيرها، فكذا في طلاق نفسها.\r- al-fiqh al-islam wa adilatuhu ( syeikh zuhailiy ) :\rمذهب الحنفية (1): إيقاع الطلاق من غير الزوج بإذنه: إما تفويض أو توكيل أو رسالة.والتوكيل: إنابة الزوج عنه غير الزوجة بتطليق امرأته، كأن يقول له: وكلتك في طلاق زوجتي، فإذا قبل الوكيل الوكالة ثم قال لزوجة موكله: أنت طالق، وقع الطلاق.والتفويض: جعل الأمر باليد أو تمليك الطلاق لزوجته بطلاق نفسها منه، أو تعليق الطلاق على مشيئة شخص أجنبي، كأن يقول له: طلق زوجتي إن شئت.\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-384/page-6713\r- kitab al hawi al kabiir :\rمسألة : قال المزني : \" وقال في الإملاء على مسائل مالك : وإن ملك أمرها غيرها فهذه وكالة متى أوقع الطلاق وقع ومتى شاء الزوج رجع \" . [ ص: 178 ] قال الماوردي : وهذا كما قال والوكالة في الطلاق جائزة ، لأن فاطمة بنت قيس طلقها وكيل زوجها ، بمشهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فأمضاه ، ولأنه لما جازت الوكالة في النكاح مع تغليظ حكمه كان جوازها في الطلاق أولى ، فإذا وكل رجلا عاقلا جاز ، سواء كان حرا أو عبدا ، مسلما أو كافرا ، ولا يجوز أن يوكل مجنونا ولا صغيرا ، لأنه لا حكم لقولهما ، وفي جواز توكيله لامرأة وجهان مضيا في الخلع ، ثم الوكالة على ضربين :","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"أحدهما : أن تكون مطلقة وهو أن يقول : قد وكلتك في طلاق زوجتي فلانة ، فله أن يطلقها على الفور والتراخي بخلاف ما لو ملكها الطلاق لنفسها ، لأن هذه نيابة وذاك تمليك ، فإن ذكر له من الطلاق عددا لم يتجاوزه ، فلو قال له : طلقها ثلاثا فقال لها : أنت طالق ثلاثا ، طلقت ثلاثا ، ولو قال لها : أنت طالق ونوى أن يكون ثلاثا فيه وجهان :\rأحدهما : تطلق ثلاثا ، لأن نية الثلاث تقوم مقام التلفظ بالثلاث .\rوالوجه الثاني : لا تطلق ثلاثا ولا تقوم نيته مقام نية الزوج ، لأن الزوج مدين في الطلاق معمول على نيته فيه ، والوكيل غير مدين في الطلاق فلم يعمل على نيته فيه ، وهكذا لو طلقها الوكيل بالكناية مع النية ، كان على هذين الوجهين ، فلو وكله أن يطلقها ثلاثا فطلقها واحدة ، ففي وقوعها وجهان :\rأحدهما : يقع ، لأنه بعض ما وكل فيه .\rوالوجه الثاني : لا يقع لأنه وكل في طلاق بائن ، وهذا الطلاق غير بائن فصار غير ما وكل فيه ، فلو وكله أن يطلقها واحدة ، لم تقع الثلاث ، وفي وقوع الواحدة وجهان :\rلو وكله في طلاق واحدة من نسائه ولم يعينها له ففيه وجهان :\rأحدهما : أن أيتهن طلقها صح ، لأن وقوع الطلاق المبهم جائز ، فكان التوكيل فيه جائزا .\rوالوجه الثاني : أنه يجوز أن يطلق واحدة قبل أن يعينها الزوج ، فإن طلق واحدة منهن قبل تعيينها لم تطلق ، لأن إبهام الطلاق من جهة الزوج يجوز ، لأنه موقوف على خياره في التعيين ، ومن جهة الوكيل لا يجوز لأنه غير موقوف على خياره في التعيين .\r- Kusyaful Qonaa' 'ala matnil iqna :","part":1,"page":147},{"id":148,"text":".فَصْلٌ: الوكالة في الطلاق:(وَمَنْ صَحَّ طَلَاقُهُ صَحَّ تَوْكِيلُهُ فِيهِ وَ) صَحَّ (تَوَكُّلُهُ فِيهِ) لِأَنَّ مَنْ صَحَّ تَصَرُّفُهُ فِي شَيْءٍ لِنَفْسِهِ مِمَّا تَجُوزُ الْوَكَالَةُ فِيهِ صَحَّ تَوْكِيلُهُ وَتَوَكُّلُهُ فِيهِ وَلِأَنَّ الطَّلَاقَ إزَالَةُ مِلْكٍ فَجَازَ التَّوْكِيلُ وَالتَّوَكُّلُ فِيهِ كَالْعِتْقِ (فَإِنْ وَكَّلَ) الزَّوْجُ الْمَرْأَةَ (فِيهِ) أَيْ الطَّلَاقِ (صَحَّ) تَوْكِيلُهَا وَطَلَاقُهَا لِنَفْسِهَا لِأَنَّهُ يَصِحُّ تَوْكِيلُهَا فِي طَلَاقِ غَيْرِهَا فَكَذَا فِي طَلَاقِ نَفْسِهَا (وَلِلْوَكِيلِ أَنْ يُطَلِّقَ مَتَى شَاءَ)؛ لِأَنَّ لَفْظَ التَّوْكِيلِ يَقْتَضِي ذَلِكَ لِكَوْنِهِ تَوْكِيلًا مُطْلَقًا أَشْبَهَ التَّوْكِيلَ فِي الْبَيْعِ (إلَّا أَنْ يَحُدَّ لَهُ) الْمُوَكِّلُ أَيْ لِلْوَكِيلِ (حَدًّا) كَأَنْ يَقُول طَلِّقْهَا الْيَوْمَ أَوْ نَحْوَهُ فَلَا يَمْلِكُهُ فِي غَيْرِهِ لِأَنَّهُ إنَّمَا تَثْبُت لَهُ الْوَكَالَةُ عَلَى حَسْبِ مَا يَقْتَضِيهِ لَفْظُ الْمُوَكِّلِ أَوْ يَفْسَخُ الْمُوَكِّلُ الْوَكَالَةَ (أَوْ يَطَأُ) الْمُوَكِّلُ الَّتِي وَكَّلَ فِي طَلَاقِهَا فَتَنْفَسِخُ الْوَكَالَةُ لِدَلَالَةِ الْحَالِ عَلَى ذَلِكَ.(وَلَا يُطَلِّقُ) الْوَكِيلُ الْمُطَلِّقُ (أَكْثَرَ مِنْ وَاحِدَةٍ) لِأَنَّ الْأَمْرَ الْمُطْلَقَ يَتَنَاوَلُ أَقَلَّ مَا يَقَعُ عَلَيْهِ الِاسْمُ (إلَّا أَنْ يَجْعَلَ) الْمُوَكِّلَ إلَيْهِ أَنْ يُطَلِّقَ أَكْثَرَ مِنْ وَاحِدَةٍ (بِلَفْظِهِ أَوْ نِيَّتِهِ) لِأَنَّهُ نَوَى بِكَلَامِهِ مَا يَحْتَمِلهُ وَيُقْبَلُ قَوْلُهُ فِي نِيَّتِهِ لِأَنَّهُ أَعْلَمُ بِهَا (فَلَوْ وَكَّلَهُ فِي ثَلَاثَةِ فَطَلَّقَ وَاحِدَةً) وَقَعَتْ لِدُخُولِهَا فِي ضِمْنِ الْمَأْذُونِ فِيهِ (أَوْ وَكَّلَهُ فِي) طَلْقَةٍ (وَاحِدَةٍ فَطَلَّقَ ثَلَاثَةً طَلُقَتْ","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"وَاحِدَةً نَصًّا) لِأَنَّهَا الْمَأْذُونُ فِيهَا دُونَ مَا زَادَ عَلَيْهَا وَهِيَ فِي ضِمْنِ الثَّلَاثِ فَتَقَعُ.(وَإِنْ خَيَّرَهُ) أَيْ خَيَّرَ الْمُوَكِّلَ الْوَكِيلُ بِأَنْ قَالَ لَهُ طَلِّقْ مَا شِئْتَ (مِنْ ثَلَاثٍ مَلَكَ اثْنَتَيْنِ فَأَقَلَّ) لِأَنَّ لَفْظَهُ يَقْتَضِي ذَلِكَ لِأَنَّ مِنْ لِلتَّبْعِيضِ وَكَذَا لَوْ خَيَّرَ زَوْجَتَهُ.(وَلَا يَمْلِكُ) الْوَكِيلُ (الطَّلَاقَ) أَيْ مَعَ إطْلَاقِ الْوَكَالَةِ (تَعْلِيقًا) لِلطَّلَاقِ عَلَى شَرْطٍ لِأَنَّهُ لَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فِيهِ لَفْظًا وَلَا عُرْفًا.(وَإِنْ وَكَّلَ) الزَّوْجُ (اثْنَيْنِ فِيهِ) أَيْ الطَّلَاقَ (فَلَيْسَ لِأَحَدِهِمَا الِانْفِرَادُ فِيهِ) لِأَنَّ الْمُوَكِّلَ إنَّمَا رَضِيَ بِتَصَرُّفِهِمَا جَمِيعًا (إلَّا بِإِذْنِ الْمُوَكِّلِ) لِأَحَدِهِمَا أَوْ لِكُلٍّ مِنْهُمَا بِالِانْفِرَادِ لِأَنَّ الْحَقَّ لِلْمُوَكِّلِ فِي ذَلِكَ (وَإِنْ وَكَّلَهُمَا فِي ثَلَاثٍ فَطَلَّقَ أَحَدُهُمَا) أَيْ أَحَدَ الْوَكِيلِينَ (أَكْثَرَ مِنْ الْآخَرِ وَقَعَ مَا اجْتَمَعَا عَلَيْهِ) لِأَنَّهُ مَأْذُونٌ لَهُمَا فِيهِ (فَلَوْ طَلَّقَ أَحَدُهُمَا وَاحِدَةً وَالْآخَرُ أَكْثَرَ) كَثَلَاثٍ أَوْ ثِنْتَيْنِ (فَوَاحِدَةٌ) أَوْ طَلَّقَ أَحَدُهُمَا ثِنْتَيْنِ وَالْآخَرُ ثَلَاثًا وَقَعَ ثِنْتَانِ.(وَيَحْرُم عَلَى الْوَكِيلِ الطَّلَاقُ وَقْتَ بِدْعَةٍ) كَالْمُوَكِّلِ (فَإِنْ فَعَلَ) أَيْ طَلَّقَ الْوَكِيل زَمَنَ بِدْعَةٍ (وَقَعَ) الطَّلَاقُ (كَالْمُوَكِّلِ) إذَا طَلَّقَ زَمَن بِدْعَة.\r- Al-Mughni :","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"ال: [وإذا وكله في طلاق زوجته فهو في يده حتى يفسخ أو يطأ] وجملة ذلك أن الوكالة إذا وقعت مطلقة غير مؤقتة ملك التصرف أبدا, ما لم تنفسخ الوكالة وفسخ الوكالة أن يقول: فسخت الوكالة أو أبطلتها, أو نقضتها أو عزلتك أو صرفتك عنها, وأزلتك عنها أو ينهاه عن فعل ما أمره به أو وكله فيه وما أشبه هذا من الألفاظ المقتضية عزله أو المؤدية معناه أو يعزل الوكيل نفسه, أو يوجد ما يقتضي فسخها حكما على ما قد ذكرنا أو يزول ملكه عما قد وكله في التصرف فيه, أو يوجد ما يدل على الرجوع عن الوكالة فإذا وكله في طلاق امرأته ثم وطئها انفسخت الوكالة لأن ذلك يدل على رغبته فيها, واختياره إمساكها وكذلك إن وطئها بعد طلاقها طلاقا رجعيا كان ارتجاعا لها فإذا اقتضى رجعتها بعد طلاقها, فلأن يقتضي استبقاءها على نكاحها ومنع طلاقها أولى وإن باشرها دون الفرج أو قبلها أو فعل بها ما يحرم على غير الزوج, فهل تنفسخ الوكالة في الطلاق؟ يحتمل وجهين بناء على الخلاف في حصول الرجعة به وإن وكله في بيع عبد ثم أعتقه, أو باعه بيعا صحيحا أو كاتبه أو دبره, انفسخت الوكالة لأنه بزوال ملكه لا يبقى له إذن في التصرف فيما لا يملكه وفي الكتابة والتدبير على إحدى الروايتين لم يبق محلا للبيع وعلى الرواية الأخرى, تصرفه فيه بذلك يدل على أنه قصد الرجوع عن بيعه وإن باعه بيعا فاسدا لم تبطل الوكالة لأن ملكه في العبد لم يزل ذكره ابن المنذر.\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/884666324889510/\rwww.fb.com/notes/901201249902684\r3743. HUKUM UCAPAN ISTRI : LANGKAHI DULU MAYATKU JIKA KAU MAU NIKAH LAGI\rPERTANYAAN :","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"Assalamu'alaikum, bagaimana hukum nya melangkahi mayat ? Deskripsi : Ketika hidup nya si istri yang tidak mengijinkan suami nya nikah lagi bilang *langkahi dulu mayat ku kalo mau nikah lagi*. Setelah beberapa bulan si istri sakit-sakitan dan meninggal. Kemudian si suami melangkahi mayat istri nya karena mau nikah lagi.. seperti apa yang diucapkan istri nya semasa hidup : \"kalau mau nikah lagi maka langkahi dulu mayatku...\". [ Zanzanti Yanti Andeslo ].\rJAWABAN :\rPerkataan si isteri dalam kasus di atas, sebetulnya bukan perkataan sesungguhnya yang diartikan secara tekstual, tapi ucapan seperti itu adalah ucapan kiasan ( majaz ) dari seorang isteri yang tidak mau suaminya menikah lagi/dimadu selama ia masih hidup. Jadi ucapan itu tidak termasuk \"SYARAT\" sebagaimana dimaksud secara syar'i.\rUcapan istri yang seperti itu tidak ada artinya dalam hukum fiqh, karena ucapan itu hanyalah majaz bukan hakikat dan yang kedua keabsahan poligami tidak disyaratkan denga izinnya istri, jadi ucapan istri tersebut sama sekali tak dianggap dalam hukum fiqh. Kalau memang si suami melakukan apa yang pernah dikatakan si istri, itu adalah akibat ketidaktahuan dan kebodohan yang nyata dari si suami, karena melangkahi mayit sebelum dikubur hukumnya haram sebab kita wajib menghormati mayit sebagaimana kita menghormati orang yang masih hidup :\rسبل السلام 2/110\r.كسر عظم الميت ككسره حيا____وزاد ابن ماجه أى في الحديث هذا وهو قوله من حديث أم سلمة في الإثم ___فيه دلالة على وجوب احترام الميت كما يحترم الحي.","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"Memecah tulang mayit (hukumnya) seperti memecahnya saat masih hidup. Ini menunjukkan wajibnya menghormati mayit sebagaimana menghormati orang hidup. [ Subulus Salam : 2/110 ].\rDan hukumnya makruh melangkah, lewat dan duduk di atas kuburan dan menyandar pada kuburan, hal ini sebagai penghormatan pada keluarga mayit. Namun jika kuburan orang kafir, maka tidak dimakruhkan. Lihat Kitab I’anatuth Thalibin Juz 2 Halaman 121 :\r( قوله كره وطء عليه ) أي مشى عليه برجله ( قال في المصباح وطئته برجلي أطؤه وطأ علوته ومثله بالأولى الجلوس وفي معناهما الاستناد إليه والاتكاء عليه\rوالحكمة في ذلك توقير الميت واحترامه وخرج بقوله عليه الوطء على ما بين المقابر ولو بالنعل فلا يكره كما نص عليه في المغنى وعبارته ولا يكره المشي بين المقابر بالنعل على المشهور\rLihat juga Kitab Hasyiyah Qulyubi Juz 1 Halaman 400 :\rقوله : ( ولا يجلس على القبر ) أي على ما حاذى الميت منه , وكذا ما بعده . وكل ذلك فيقبر المسلم ولو مهدرا أو بعد اندراسه , وإن جاز الدفن حينئذ عليه للحاجة فيه , بخلاف الكافر ولو مرتدا لعدم احترامه , فلا يكره فيه شيء مما ذكر . نعم ينبغي تركه في الذمي دفعا لأذى الأحياء منهم , لكن يكره المكث في مقابرهم . قوله : ( ولا يوطأ ) خرج به المشي بين القبور ولو بالنعل وبلا حاجة , فلا يكره\rLihat juga Kitab Al-Umm Juz 1 Halaman 277 :\r( قال ) وَأَكْرَهُ وَطْءَ الْقَبْرِ وَالْجُلُوسَ وَالِاتِّكَاءَ عليه إلَّا أَنْ لَا يَجِدَ الرَّجُلُ السَّبِيلَ إلَى قَبْرِ مَيِّتِهِ إلَّا بِأَنْ يَطَأَهُ فَذَلِكَ مَوْضِعُ ضَرُورَةٍ فَأَرْجُو حِينَئِذٍ أَنْ يَسَعَهُ إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى وقال بَعْضُ أَصْحَابِنَا","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Imam syafi'i berkata: aku menganggap makruh hukumnya memijak kubur, duduk, atau bersandar di atasnya kecuali bila seseorang tidak menemukan jalan lain ke kubur yang ditujunya melainkan dengan memijaknya, keadaan tsb adalah dharurat, aku berharap ia mendapat keluasan.\rMUJAWWIB : Rizalullah Santrialit, Mujib Hidayat, Ghufron Bkl, Hariz Jaya\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/715257041830440/\rwww.fb.com/notes/905986346090841\r3775. 'IDDAH WANITA YANG SUAMINYA DILAKNAT JADI BATU ATAU KAMBING\rPERTANYAAN :\r> Anaz El-Navind'z\rNumpang tanya.. bagaimana masa iddahnya istri ketika suami dilaknat / dikutuk menjadi kambing/batu..? matursuwun\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rKalau suami menjadi hewan maka seperti iddah thalaq orang hidup dan kalau suami jadi batu atau benda padat lainnya maka seperti iddah wafat / ditinggal mati suaminya. Ibaroh :\rولو مسخ الزوج حيوانا فهو كفرقة الحياة بخلاف ما لو مسخ جمادا فإنه كفرقة الوفاة.الباجوري 2 / 170\r(قوله لفرقة حياة ( ومنها مسخه حيوانا على ما يأتي ولا تعود الزوجية بعوده آدميا لإختلاف الذات وحكم أمواله للإمام لا للورثة ولا يعود له ملكها أيضا. الشرقاوي 2 / 328\rوفي البجيرمي ومثل فرقة الحياة مسخه حيوانا ومثل فرقة الموت مسخه جمادا.ا ه.اعانة الطالبين 4 / 38\r> Rizalullah Santrialit\rSuami berubah jadi kambing = istri 'iddah asyhur atau tiga kali suci atau wadh'ul haml .\rSuami berubah jadi batu = istri 'iddah wafat\rIbaroh tambahan :\rالشرقوي على التحرير ج 2 ص 333-334\rقوله وأما لفرقة وفاة) سواء قبل الدخول أو بعده ومنها المسخ جمادا ولو في نصفه\r- Tuhfatul muhtaj\rوفي مسخ أحدهما حجرا أو حيوانا كلام مهم في شرح الإرشاد فراجعه\r- Hasyiyah ibni qosim","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"( قوله وفي مسخ أحدهما حجرا أو حيوانا كلام مهم في شرح الإرشاد الصغير فراجعه ) عبارته في الكلام على رجوع الشطر للزوج بفراق منه في حياة ما نصه وبقوله أي ونبه بقوله في حياة على أن الفرقة بالموت لا تشطير فيها لأنه مقرر لجميعه كما مر وكالموت عدة ومهرا وإرثا مسخ أحدهما حجرا فإن مسخ الزوج حيوانا فكذلك مهرا لا عدة وإرثا على الأوجه نظرا لحياته وإن أيد النظر لموته قولهم اطردت العادة الإلهية بعدم عود الممسوخ بل قال كثيرون إنه لا يعيش بعد ثلاثة أيام ولا ينافيه النص على أن القردة ممسوخة لإمكان حمله على أن الممسوخين أنفسهم ولدوا قبل الأيام الثلاثة فماتوا وبقيت ذريتهم انتهى ثم في الكلام على رجوع الكل للزوج بفراق منها وبسببها قال بعد أمثلة ذكرها ما نصه وكذا مسخها حيوانا على ما في التدريب ويوجه على بعده وإلا فقياس ما مر أنه [ ص: 404 ] كالموت أيضا بأن الفسخ لا يكون عادة إلا بعد مزيد عتو وتجبر فكان السبب منها ( تنبيه )","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"بين أبو زرعة في فتاويه أن المسخ إلى الحيوانية لا يثبت بالبينة في وقوع المسخ بمعنى قلب الحقيقة في هذه الأمة وبفرضه فهو نادر لم يسمع مثله على أنه يحتمل أن يكون سحرا وتمويها وذلك يستحيل قلب الحقيقة غايته أنه إذا كان آدميا صار على شكل آخر ظاهرا أو في نفس الأمر قال فلا يسمع القاضي دعوى ذلك ولا يترتب عليها مقتضاها من فسخ نكاح ولا غيره ا هـ وما قاله محتمل فيما فرضه من المسخ إلى الحيوانية أما المسخ إلى الحجرية فيحتمل أن يأتي فيه ذلك لأنه أبعد من الأول ويحتمل قبول شهادة البينة لأنه لا اشتباه فيه وهذا أقرب ومحل ما قاله في الأول على ما فيه حيث لم يخبر عدد التواتر بأنهم شاهدوا فلانا المعروف لهم انقلب خلقه إلى الحيوانية الناهقة مثلا وأنه استمر على ذلك بصفة لا يقع مثلها في السحر فحينئذ يقبلون ويرتب على ذلك حكمه الذي قدمناه ويقاس به ما في معناه ا هـ فليتأمل فيه فإن ما نقله عن أبي زرعة من عدم سماع الدعوى وعدم الثبوت بالبينة ينافي ما قرره من حصول الفرقة بالمسخ ووجوب المهر والعدة فإن ذلك فرع سماع الدعوى والثبوت فليحرر .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/910879105601565/\rwww.fb.com/notes/912329002123242\r3782. BERULANGNYA TA'LIK TIDAK MENYEBABKAN BERULANGNYA TALAK\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum, Titipan soal : Sorang suami yang mentaklik talaq kepada istrinya, semisal berkata: Jika saya masuk rumah itu lagi kamu tertalak. Maka ketika sang suami masuk rumah yang dimaksud maka otomatis istrinya tertalak. Nah keesokan harinya si suami mengulangi perbuatannya dengan masuk rumah yang sama. Apakah istrinya tertalak lagi? Artinya, apakah talak kepada istrinya menjadi dua? ( Zanzanti Yanti Andeslo )\rJAWABAN :","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"Wa'alaikumussalam. Tidak dihukumi talak lagi, sehingga hanya jatuh thalaq satu. Karena ta'liknya memakai kata jika. Dan bukan kata setiap. Sedangkan taklik itu ada dua : Ada yang berlaku sekali, Seperti kata jika. Dan Ada yang berulang (tikror) seperti kata setiap kali. Wallahu a'lam. Ibarat :\r- Kitab mausuatul fiqhiyatul kuwaytiyah... Jilid 29 hal. 38 :\rوأدوات الربط والتعليق هي: إن، وإذا وإذ ما وكل، وكلما، ومتى، ومتى ما، ونحو ذلك، كلها تفيد التعليق بدون تكرار إلا: كلما، فإنها تفيد التعليق مع التكرار\r- Kitab Tuhfatul muhtaj jilid 8 hal. 96 :\r(ولا) يقتضين (تكررا) للمعلق عليه بل إذا وجد مرة انحلت اليمين لدلالتهن على مجرد وقوع الفعل الذي في حيزهن، وإن قيد بالأبد كإن خرجت أبدا إلا بإذني فأنت طالق؛ لأن معناه أي وقت خرجت (إلا كلما) فإنها للتكرار وضعا واستعمالا\r- Kitab Mughnil muhtaj (13/438) :\rوأدوات التعليق : من كمن دخلت ، وإن وإذا ، ومتى ، ومتى ما وكلما وأي كأي وقت دخلت ، ولا يقتضين فورا إن علق بإثبات في غير خلع إلا أنت طالق إن شئت ، ولا تكرارا إلا كلما ، ولو قال إذا طلقتك فأنت طالق ثم طلق\r( و ) الأدوات المذكورة ( لا ) تقتضي أيضا بالوضع ( تكرارا ) في المعلق عليه ، بل إذا وجد مرة واحدة في غير نسيان ولا إكراه انحلت اليمين ولم يؤثر وجودها ثانيا ؛ لأن إن تدل على مجرد الفعل الذي بعدها وكذا أسماء الشروط .\r- I'anatut Tholibin :\rاعانة الطالبين :\rولا تقتضي الادوات أيضا تكرارا في المعلق عليه بل متى وجد مرة واحدة من غير نسيان ولا إكراه ولا جهل انحلت اليمين ولا يؤثر وجوده مرة أخرى إلا كلما فإنها تفيد التكرار.\r- Khasyiyah Jamal 18/287 :\rحاشية الجمل - (ج 18 / ص 287)","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"( قَوْلُهُ وَلَا يَقْتَضِينَ تَكْرَارًا فِي الْمُعَلَّقِ عَلَيْهِ ) بَلْ مَتَى وُجِدَ مَرَّةً وَاحِدَةً فِي غَيْرِ نِسْيَانٍ انْحَلَّتْ الْيَمِينُ وَلَا يُؤَثِّرُ وُجُودُهُ مَرَّةً أُخْرَى ا هـ ح ل .\r( قَوْلُهُ وَلَا تَكْرَارَا فِي الْمُعَلَّقِ عَلَيْهِ ) هَذَا دَخِيلٌ بَيْنَ الْمَنْطُوقِ وَالْمَفْهُومِ فَكَانَ الْأَنْسَبُ تَأْخِيرَهُ عَنْ قَوْلِهِ وَيَقْتَضِينَ فَوْرًا فِي مَنْفِيٍّ فَلِذَلِكَ كَمُلَ الْمَفْهُومُ بِقَوْلِهِ وَسَيَأْتِي ( قَوْلُهُ وَلَا تَكْرَارًا ) هُوَ شَامِلٌ لِمِثْلِ إنْ دَخَلْت الدَّارَ أَبَدًا فَأَنْتِ طَالِقٌ وَهُوَ كَذَلِكَ ا هـ بِرّ ا هـ سم .\r- Mughnil Muhtaj 13/438 :\rمغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج - (ج 13 / ص 438)\r( وَ ) الْأَدَوَاتُ الْمَذْكُورَةُ ( لَا ) تَقْتَضِي أَيْضًا بِالْوَضْعِ ( تَكْرَارًا ) فِي الْمُعَلَّقِ عَلَيْهِ ، بَلْ إذَا وُجِدَ مَرَّةً وَاحِدَةً فِي غَيْرِ نِسْيَانٍ وَلَا إكْرَاهٍ انْحَلَّتْ الْيَمِينُ وَلَمْ يُؤَثِّرْ وُجُودُهَا ثَانِيًا ؛ لِأَنَّ إنْ تَدُلُّ عَلَى مُجَرَّدِ الْفِعْلِ الَّذِي بَعْدَهَا وَكَذَا أَسْمَاءُ الشُّرُوطِ .\rMUJAWWIB : Arman Maulana, Mas Hamzah, Ghufron Bkl, Abu Zaki\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/910665785622897/\rwww.fb.com/notes/912487745440701\r3869. HUKUM TALAK DI BATIN (TIDAK DIUCAPKAN LISAN)\rPERTANYAAN :\r> Masun Albukhoriy\rAssalaamu alaikum. Bagaimana hukumnya talak yang di batin...?\rJAWABAN :\r> Wong Gendeng\rWa alaikumus salaam. Mungkin Yang Anda Maksud adalah Thalaq tanpa Ucapan. Menthalaq dengan niat mengucapkan. Tapi tidak melafadzkan (Mengucapkan Kata Thalaq). Maka tidak jatuh thalaq Ini kesepakatan ulama'.","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"الموسوعة الفقهية ( 29 / 23 ) :\" فإذا نوى التّلفّظ بالطّلاق ثمّ لم يتلفّظ به : لم يقع بالاتّفاق ؛ لانعدام اللّفظ أصلاً\rوخالف الزّهريّ ، وقال بوقوع طلاق النّاوي له من غير تلفّظ ودليل الجمهور قول النّبيّ صلى الله عليه وسلم : ( إنّ اللّه تجاوز لأمّتي عمّا حدّثت به أنفسها ، ما لم تعمل أو تكلّم به\rTahalq dengan memberi isyarat Tidak jatuh thalaq bagi orang yang mampun bicara. Sama dengan hal-Nya orang menthalaq dengan niat tidak diucapkan . Sedangkan thalaq harus dengan ucapan sekiranya terdengar kepada dirinya sendiri . Seperti hal-Nya orang yang sedang I'tidal dalam shalat. Intinya thalaq tidak akan jatuh apabila tidak menggerakan lisan (Lidah) Sekiranya terdengar pada dirinya sendiri .\rالفقه على المذاهب الأربعة\rالشافعية قالوا: الإشارة لا يقع بها الطلاق من القادر على الكلام بأي وجه وعلى أي حال،كما لا يقع بالنية ولا بالكلام النفسي، بل لا بد من التلفظ به ولا بد من أن يسمع به نفسه في حالة الاعتدال، فلو فرض وتكلم به وكان سمعه ثقيلاً، أو كان بحضرته لغط كثير، فلا بد من أن يرفع به صوته بحيث لو كان معتدل السمع لسمع بهذا الصوت، فلا يقع بتحريك اللسان من غير أن يسمع نفسه\r> Ghufron Bkl\rTidak jatuh thalaq. Lihat Nihayatuz Zain halaman 332 :\rوَشَرْطُ الوُقُوْعِ الطَّلاَقِ بِصَرِيْحٍ اَوْكِنَا يَةٍ رَفَعَ صَوْتَهُ بِحَيْثُ يُسْمِعُ نَفْسَهُ لَوْكَانَ صَحِيْحَ السَّمْعِ وَلاَعَارِضٍ, وَلاَيَقَعُ بِغَيْرِ لَفْظٍ وَلاَ بِصَوْةٍ خَفِيٍّ بِحَيْثُ لاَ يُسْمِعُ بِهِ نَفْسَهُ.","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"Syarat dari jatuhnya talak itu adalah dengan ucapan yang jelas atau dengan kata-kata yang tidak terang, orang yang mentalak tersebut mengeraskan suaranya sekira dapat memberi pendengaran dirinya sendiri jika dia baik pendengaranya: dan tidak pula jatuh dengan tanpa ucapan dan tidak jatuh dengan ucapan suara yang lirih sekira tidak dapat memberi pendengaran dirinya sendiri. Wallohu a'lam bis showab. (MHZ).\rالبجيرمي على الخطيب :\rوشرط وقوعه بصريح أو كناية رفع صوته بحيث يسمع نفسه لو كان صحيح السمع ولا عارض ولا يقع بغير لفظ عند أكثر العلماء قاله م ر في شرحه وقوله ( ولا يقع بغير لفظ ) أي ولا بصوت خفي بحيث لا يسمع نفسه وقوله ( عند أكثر العلماء ) أشار به إلى خلاف سيدنا مالك فإنه قال يقع بنيته .ا هـ .\rاعانة الطالبين :\r(قوله: وللتلفظ به الخ) أي ولا أثر للتلفظ بالطلاق تلفظا مصورا بحالة، هي كونه لا يسمع نفسه، وذلك لانه يشترط في وقوع الطلاق التلفظ به حيث يسمع نفسه، فإن اعتدل سمعه ولا مانع من نحو لغط، فلا بد أن يرفع صوته به بقدر ما يسمع نفسه، بالفعل وإن لم يعتدل سمعه أو كان هناك مانع من نحو لغط فلا بد أن يرفع صوته بحيث لو كان معتدل السمع ولا مانع لسمع فيكفي سماعه تقديرا وإن لم يسمع بالفعل\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/915245955164880/\rwww.fb.com/notes/928628810493261\r4092. MELAMUN TENTANG THALAQ\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum Wr. Wb.,.Permisi Ustadz ada titipan masalah. saya tahu grup ini dari web santri.net\r1.…Ada suami istri bertengkar, lalu suami bilang \"yang jadi istriku kamu apa dia (pembantu)?\" apakah termasuk thalaq? kinayah atau shorih ?","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"2.…Thalaqnya orang melamun (sambil ngremeng dewe pas melamun-jawa) itu gimana? apa diterima, sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Wassaalam. [Yulia Rahma].\rJAWABAN :\rWaalaikumussalam..\r1. Perkataan tersebut tidak termasuk thalaq kinayah maupun shorih, karena tidak mengandung kata-kata yang menunjukkan thalaq / cerai atau berpisah. Menurut kami itu konteks nya hanyalah ketidakpuasan suami terhadap kewajiban istri.\r.ويقع بكناية وهي ما يحتمل الطلاق وغيره إن كانت مع نية لإيقاع الطلاق مقترنة بأولها أى الكناية وتعبيري بمقترنة بأولها هو ما رجحه كثيرون واعتمده الأسنوى والشيخ زكريا تبعا لجمع محققين ورجح في أصل الروضة الإكتفاء بالمقارنة لبعض اللفظ ولو لآخره، أى يقع الطلاق بالكناية إن كانت مع نية لإيقاع الطلاق زاد في التحفة ومع قصد حروفه أيضا ثم قال فإن لم ينو ذلك لم يقع إجماعا. إعانة الطالبين 4/12\r(قوله: وهي ما يحتمل الطلاق وغيره) أي الكناية لفظ يحتمل الطلاق، ويحتمل غير الطلاق، لكن احتماله للأول أقرب.وفي ترغيب المشتاق ضابط الكناية أن يكون للفظ إشعار قريب بالفرقة ولم يسمع استعماله فيه شرعا.\r2. Kalau hanya melamun maka tidak jatuh thalaq, karena tak keluar suara. Orang kaget, melamun yang sampai tidak eling, latah, ngelindur, tersalah dsb itu termasuk mulja ilaih atau keadaan yang dirinya tidak bisa mengontrol terhadap sesuatu (dalam hal ini talak) sehingga tidak terkena hukum. Wallohu A'lam. (ALF)\rاعانة الطالبين :","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"(قوله: وللتلفظ به الخ) أي ولا أثر للتلفظ بالطلاق تلفظا مصورا بحالة، هي كونه لا يسمع نفسه، وذلك لانه يشترط في وقوع الطلاق التلفظ به حيث يسمع نفسه، فإن اعتدل سمعه ولا مانع من نحو لغط، فلا بد أن يرفع صوته به بقدر ما يسمع نفسه، بالفعل وإن لم يعتدل سمعه أو كان هناك مانع من نحو لغط فلا بد أن يرفع صوته بحيث لو كان معتدل السمع ولا مانع لسمع فيكفي سماعه تقديرا وإن لم يسمع بالفعل\rMUJAWWIB : Ghufron Bkl, Aep Sutrisna, Ulilalbab Hafas\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/939040569452085/\rwww.fb.com/notes/941895679166574\r3907. TA'LIQ THOLAQ DENGAN KELAHIRAN BAYI\rPERTANYAAN :\r> Rhiedone Bharoatullisttihlhall\rAssalamu'alaikum Deskripsi masalah : Jaed dan hindun telah menikah selama 20 tahun dan sudah dikaruniai 3 putera (laki-laki). Jaed sangat mengidamkan mempunyai anak perempuan , ketika isterinya hamil ke empat kalinya ,jaed bicara kepada isterinya : \"Hindun... Jika anak yang terlahir nanti laki-laki lagi,maka jatuhlah tholaq ku 1 (satu) \". Dan ketika lahiran ternyata kembar (satu perempuan,satu laki-laki). Pertanyaan : Apakah jatuh tholak jaed atas isterinya ? mohon jawaban dan referensi kitabnya.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam , Tidak jatuh thalaknya. Lihat Kitab Al Hawi Kabir (10/256) :\rلو قال : إن ولدت ذكرا فأنت طالق ، فولدت خنثى لم تطلق : لجواز أن يكون أنثى ولو قال : إن ولدت أنثى فأنت طالق ، فولدت خنثى لم تطلق لجواز أن يكون ذكرا .\rJika suami berkata : \" jika engkau melahirkan anak laki laki maka engkau perempuan tertalak \", kemudian dia melahirkan banci maka tidak tertalak, karena boleh jadi banci tersebut adalah perempuan.","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"Jika suami berkata : \"jika engkau melahirkan perempuan maka engkau tertalak \", kemudian dia melahirkan banci maka tidak tertalak, karena boleh jadi banci tersebut adalah laki laki.\rولو قال : إن كان ما في بطنك ذكرا فأنت طالق ، فولدت ذكرا وأنثى لم تطلق ، وهكذا لو ولدت ذكرين لم تطلق ، لأن شرط طلاقها أن يكون كل ما في بطنها ذكرا واحدا ، فإذا كان معه غيره عدم شرطه فلم يقع .\rJika suami berkata : \" jika bayi yang didalam perutmu laki laki maka engkau tertalak\", kemudian dia melahirkan laki laki dan perempuan, maka TIDAK TERTALAK. Begitu juga tidak tertalak jika melahirkan dua bayi laki laki, karena syarat talaknya adalah adanya bayi di dalam perut hanya satu bayi laki-laki. Jadi jika bersamanya ada yang lain maka tidak jatuh talaknya. Wallohu a'lam (Rz)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/930554646967344/\rwww.fb.com/notes/930919786930830\r3957. DEFINISI IYLA` DAN LI'AN\rPERTANYAAN :\r> Rozizo Reita X Ruki\rAssalamu'alaikum wr wb. Saya mau tanya ni ustadz. Apakah yang dimaksud dengan ila' dan li'an dalam bab nikah?. Mohon jelaskan.\rJAWABAN :\rWa'alaikum salam wr wb. Li'an secara bahasa berarti jauh. Sedangkan menurut istilah adalah ungkapan ungkapan khusus yang dijadikan sebagai hujah bagi orang yang terpaksa melontarkan sumpah kepada istrinya. Disebut li'an karena bila ternyata ia berbohong, maka akan mendapat la'nat dari Allah. Menurut keterangan Kalimat-kalimat khusus ini jumlahnya ada 5.\rو هو لغة مصدر ماخوذ من اللعن اى البعد و شرعا كلمات مخصوصة جعلت حجة للمضطر الى قذف من لطخ فراشه و الحق العار به","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"وقوله كلمات مخصوصة اى التى هى الكلمات الخمس المعلومة مما سياتى. و سميت هذه الكلمات لعانا لقول الرجل فيهل و عليه لعنة الله ان كان من المكاذبين\rالبيجورى 304 مكتبة دار الكتب العلمية\rفصل) و اذا رمى الرجل زوجته بالزنا فعليه حد القذف الا ان يقيم البينة او يلاعن فيقول عند الحكم فى الجامع على المنبر فى جماعة من الناس\rApabila suami menuduh istrinya berbuat zina maka sang suami terkena had menuduh zina, kecuali dia mengajukan saksi atau bersumpah li'an. Suami harus mengucapkan sumpah itu di depan hakim, di atas mimbar masjid yang dihadiri oleh orang banyak.\rاشهد بالله اننى لمن الصادقين فيما رميت به زوجتى فلانة من الزنا و ان هذا الولد من الزنا و ليس منى اربع مرات\rSuami berucap : Aku bersaksi demi Allah, sesungguhnya aku termasuk golongan orang orang yang benar atas apa yang aku tuduhkan kepada istriku yang bernama 'FULANAH' bhw dia telah berzina dan anak ini adalah anak hasil dari zina bukan anakku.\rKalimat ini diucapkan 4 kali\rو يقول فى المرة الخامسة بعد ان يعظه الحاكم و علي لعنة الله ان كنت من الكاذبين\rKemudian sang suami mengucapkannya untk yang ke-5 setelah mendapat petuah dari hakim : \"semoga aku mendapatkan laknat dari Allah apabila aku berbohong \". (Taqrib, halaman 49).\rHUKUM LI'AN SUAMI TERHADAP ISTERI\rIla' ialah seorang suami yang berumpah tidak akan menjima' istrinya baik secara muthlaq atau lebih dari 4 (empat) bulan.\rالايلاء خلف زوج يتصور وطوه على امتناعه من وطؤه زوجته مطلقا أو فوق أربعة أشهر كأن يقول: لا أطوك او لا اطؤك خمسة أشهر او حتى يموت فلان.اعانة الطالبين 4/33-\rMUJAAWIB : Langlang Buana , Abdur Rahman Assyafi'i , Ghufron Bkl . Wallohu a'lam (Rz)\rLINK ASAL :","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/746026805420130/\rwww.fb.com/notes//933513366671472\r4220. TA'LIQ TALAK DAN JUM'AT MALAM BAROKAH BAGI SUAMI-ISTRI\rPERTANYAAN :\r> Rizal Fahmy\rAsslmualaykm...\r1. bagiamana pengertian malam jumat malam barokah bagi yang sudah menikah?\r2. bakar punya istri fatimah yang sedang mengandung, kemudian kata bakar setelah melahirkan akan saya talaq.. status talaq tersebut apakah shorih/kinayah ?? dan apakah boleh selama waktu belum melahirkan bakal boleh menjima' fatimah ? nuwun.\rJAWABAN :\r> Akhbib Maulana\r1. malam jum'ah sayyidul ayyam banyak keberkahan di dalamnya maka dari itu dianjurkan memperbanyak dzikir dan membaca al qur'an masalah hubungan suami istri boleh-boleh saja tapi jangan dibuat ikon malam jum'at berkah bagi yang mempunyai istri.\r2. ta'liqut talak\r3. boleh sebab hukum talak belum jatuh, karena syaratnya belum terwujud (keahiran bayi)\r> Mas Hamzah\rTa'liq talak, talaknya tidak jatuh sebelum terwujudnya syarat, jika syaratnya terwujud maka talaknya jatuh.selama masa belum terwujudnya syarat dan jatuhnya talak maka tidk haram menjima' istrinya. Wallahu a'lam. (DA)\r- kitab roudhoh (8/115) :\rالباب السادس في تعليق الطلاق وهو جائز قياسا على العتق ، وقد ورد الشرع بتعليقه في التدبير . وإن علقه ، لم يجز له الرجوع فيه ، وسواء علقه بشرط معلوم الحصول ، أو محتمله ، لا يقع الطلاق إلا بوجود الشرط في النوعين . ولا يحرم الوطء قبل وجود الشرط ووقوع الطلاق .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/942961835726625/\rwww.fb.com/notes/4220/958185287537613\r4231. TERMASUK AIBKAH JIKA ISTRI BERZINA SEBELUM MENIKAH ?\rPERTANYAAN :\r> Membaca Menyimak","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"Assalamualaikum. SMS edit via ponsel. Apa yang harus saya perbuat ?? saya menikah dengan bunga desa, pada malam pertama kami gituan-gituan.... di luar dugaan sungguh saya sangat terkejut dan kecewa, waktu gitu-gituan saya merasakan dia sudah tidak perawan duluan, setelah saya tanya secara pelan-pelan siapa orang yang membobol ? Ternyata paman nya sendiri. Tolong aku kawan apa yang harus kulakukan.....? Dicerai atau dibunuh atau bagaimana saya bingung\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam, ketidak-perawanan istri tidak masuk dalam aib yang bisa menetapkan khiyar 'aib dalam nikah (bisa membatalkan nikah), tapi kalau dalam akad ijab qobul ada pensyaratan harus perawan maka bisa masuk khiyar syarat. (Fathul muin hamisy ianatutholibin juz 3 hal 338 cet thoha putra).\rالأم ج 5 ص 12-13","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"أَخْبَرْنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هَارُونَ بْنِ رِئَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَ «أَتَى رَجُلٌ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إنَّ لِي امْرَأَةً لَا تَرُدُّ يَدَ لَامِسٍ فَقَالَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَطَلِّقْهَا قَالَ إنِّي أُحِبُّهَا قَالَ فَأَمْسِكْهَا إذًا» وَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ الْمُشْرِكَاتِ مِنْ أَهْلِ الْأَوْثَانِ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ الزُّنَاةِ وَغَيْرِ الزُّنَاةِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا تَزَوَّجَ امْرَأَةً وَلَهَا ابْنَةٌ مِنْ غَيْرِهِ وَلَهُ ابْنٌ مِنْ غَيْرِهَا فَفَجَرَ الْغُلَامُ بِالْجَارِيَةِ فَظَهَرَ بِهَا حَمْلٌ فَلَمَّا قَدِمَ عُمَرُ مَكَّةَ رُفِعَ ذَلِكَ إلَيْهِ فَسَأَلَهَا فَاعْتَرَفَا فَجَلَدَهُمَا عُمَرُ الْحَدَّ وَحَرَصَ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَهُمَا فَأَبَى الْغُلَامُ.","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"(قَالَ الشَّافِعِيُّ) : فَالِاخْتِيَارُ لِلرَّجُلِ أَنْ لَا يَنْكِحَ زَانِيَةً وَلِلْمَرْأَةِ أَنْ لَا تَنْكِحَ زَانِيًا فَإِنْ فَعَلَا فَلَيْسَ ذَلِكَ بِحَرَامٍ عَلَى وَاحِدٍ مِنْهُمَا لَيْسَتْ مَعْصِيَةُ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فِي نَفْسِهِ تُحَرِّمُ عَلَيْهِ الْحَلَالَ إذَا أَتَاهُ قَالَ وَكَذَلِكَ لَوْ نَكَحَ امْرَأَةً لَمْ يَعْلَمْ أَنَّهَا زَنَتْ فَعَلِمَ قَبْلَ دُخُولِهَا عَلَيْهِ أَنَّهَا زَنَتْ قَبْلَ نِكَاحِهِ أَوْ بَعْدَهُ لَمْ تَحْرُمْ عَلَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ أَخْذُ صَدَاقِهِ مِنْهَا وَلَا فَسْخُ نِكَاحِهَا وَكَانَ لَهُ إنْ شَاءَ أَنْ يُمْسِكَ وَإِنْ شَاءَ أَنْ يُطَلِّقَ وَكَذَلِكَ إنْ كَانَ هُوَ الَّذِي وَجَدَتْهُ قَدْ زَنَى قَبْلَ أَنْ يَنْكِحَهَا أَوْ بَعْدَمَا نَكَحَهَا قَبْلَ الدُّخُولِ أَوْ بَعْدَهُ فَلَا خِيَارَ لَهَا فِي فِرَاقِهِ وَهِيَ زَوْجَتُهُ بِحَالِهَا وَلَا تَحْرُمُ عَلَيْهِ وَسَوَاءٌ حُدَّ الزَّانِي مِنْهُمَا أَوْ لَمْ يُحَدَّ أَوْ قَامَتْ عَلَيْهِ بَيِّنَةٌ أَوْ اعْتَرَفَ لَا يُحَرِّمُ زِنَا وَاحِدٍ مِنْهُمَا وَلَا زِنَاهُمَا وَلَا مَعْصِيَةٌ مِنْ الْمَعَاصِي الْحَلَالَ إلَّا أَنْ يَخْتَلِفَ دِينَاهُمَا بِشِرْكٍ وَإِيمَانٍ.","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"Jika seorang lelaki menikahi perempuan yg tdk diketahui bahwa dia telah zina, kemudian lelaki tsb mengetahui bahwa istrinya pernah zina, hal tsb diketahuinya sebelum di dukhul bahwa istrinya telah melakukan zina sebelum menikah denganya, atau hal tsb diketahui setelah istrinya di dukhul (sebagaimana dalam kasus pada stts), maka perempuan tsb tdk haram bagi suaminya dan bagi suami tdk bisa mengambil maskawin darinya, dan juga tdk rusak nikahnya. Bagi lelaki tsb jika mau maka bisa mempertahankan pernikahannya dan jika mau boleh juga mentalaknya. (al umm Juz 5 hal 12).\rSolusi paling tepat menurut pemahaman saya pribadi lebih baik istri diboyong ke rumah anda atau pindah ke kontrakan. Rasanya tidak fair kalau suami juga sudah tidak perjaka kok membenci istrinya gara-gara ketidak-perawanannya. Istri kehilangan mahkotanya belum tentu atas kemauannya sendiri, bisa juga karena dipaksa sang paman. Lah suami jajan atas kemauannya sendiri malah. Wallahu a'lam bish-showab.(DA)\rMUJAWIB : ماس همزاه, Hariz Jaya, Anake Garwane Pake\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960563830633092\rwww.fb.com/notes/piss-ktb/4231/961856873837121\r4234. 'IDDAH WAFAT DAN PERMASALAHANNYA\rPERTANYAAN :\rالسلام عليكم و رحمة الله و بركاته","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"Terjadinya masalah : ada seorang wanita hamil di luar nikah (Na'udzu billahi min dzalik) ketika kandungannya berumur 3.bulan, wanita tsbt dinikahi oleh si fulan, setelah dukhul, 2 bulan kemudian si fulan wafat, (berarti umur kandungan 5.bulan). Satu bulan kemudian setelah wafat si fulan saat kandungan berumur 6 bulan wanita tsbt keguguran (kelabuwen bahasa maduranya). Pertanyaan : 'iddah apakah yang harus dijalani wanita tsbt ? sebelumnya atas pencerahan & jawaban saya ucapkan terima kasih, semoga menjadi 'Ilmu yg nafi'. (Arjuu Syafa'ah).\rالسلام عليكم و رحمة الله و بركاته\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam. 'Iddah yang harus dijalani wanita tersebut adalah 'Iddah wafat. Wanita yang hamil karena zina tidak berlaku iddah baginya. Setelah dinikahi si fulan, dan si fulan wafat, maka wanita tersebut harus menjalani iddah wafat, yaitu 4 bulan 10 hari. Wallahu a'lam bish-showab. (DA)\rIbarot :\r245 الفقه على المذاهب الأربعة جزء 4 ص\rشروطه عدة الزوجة الصغيرة الحامل - عدة الحبلى بوطء الشبهة أو النكاح الفاسد عدة الحبلى من زنا - تداخل العدتين في بعضهما أكثر مدة الحمل وأقلها تنقضي العدة بوضع الحمل سواء كانت الزوجة مطلقة أو متوفى عنها زوجها ب شروط مفصلة في المذاهب\rالفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (9/ 7176)","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"ثالثاً ـ عدة الحبل: هي مدة الحمل، وسبب وجوبها: الفرقة أو الوفاة، حتى لا تختلط الأنساب وتشتبه المياه، فلا يسقي رجل ماءه زرع غيره. وشرط وجوبها: أن يكون الحمل من الزواج الصحيح أو الفاسد؛ لأن الوطء في النكاح الفاسد يوجب العدة. ولا تجب هذه العدة عند الحنفية والشافعية على الحامل بالزنا؛ لأن الزنا لا يوجب العدة، إلا أنه إذا تزوج رجل امرأة، وهي حامل من الزنا، جاز النكاح عند أبي حنيفة ومحمد، لكن لا يجوز له أن يطأها ما لم تضع، لئلا يصير ساقياً ماءه زرع غيره. وأجاز الشافعية نكاح الحامل من زنا ووطأها، إذ لا حرمة له.\rالفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (9/ 7181)\rفإن كانت حائلاً غير حامل، كانت عدتها بالاتفاق أربعة أشهر قمرية وعشرة أيام بلياليها من تاريخ الوفاة، لقوله تعالى: {والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجاً، يتربصن بأنفسهن أربعة أشهر وعشراً} [البقرة:234/ 2] حزناً على نعمة الزواج كما بينت، سواء أكان الزوج قد دخل بها، أم لم يدخل، وسواء أكانت صغيرة أم كبيرة، أم في سن من تحيض، لإطلاق الآية، ولم تخصص بالمدخول بها؛ لأن النص القرآني استثنى غير المدخول بها إذا كانت مطلَّقة في قوله تعالى: {يا أيها الذين آمنوا إذا نكحتم المؤمنات ثم طلقتموهن من قبل أن تمسوهن، فما لكم عليهن من عدة تعتدونها} [الأحزاب:49/ 33]. ونصت المادة (123) من القانون السوري على هذه العدة: «عدة المتوفى عنها زوجها أربعةأشهر وعشرة أيام». لكن شرط وجوب العدة بالأشهر الأربعة والعشر للمتوفى عنها: النكاح الصحيح فقط، وبقاء النكاح صحيحاً إلى الموت مطلقاً، سواء وطئت أم لا، وسواء أكانت صغيرة أم كتابية تحت مسلم.\rفإذا كان الزواج فاسداً، فإن عدتها عند الحنفية والحنابلة ثلاث حيضات إن كانت من ذوات الحيض، وثلاثة أطهار عند المالكية والشافعية؛ لأن القصد من إطالة مدة العدة وهو إظهار الأسف على نعمة الزواج، لايتحقق إلا إذا كان الزواج صحيحاً.","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"فإن لم تكن من ذوات الحيض وهي مطلَّقة، فإنها تعتد بثلاثة أشهر، كما سأبين.\rالشافعية - قالوا : يشترط لانقضاء العدة بوضع الحمل ثلاثة شروط : الشرط الأول : أن يكون الحمل منسوبا إلى رجل له حق في العدة ولو احتمالا فدخل بذلك الوطء بالعقد الصحيح والفاسد والوطء بشبهة الحمل الحاصل بسبب واحد من هذه الأشياء ينسب إلى الواطئ فيوجب العدة أما وطء الزنا فإنه لا عدة فيه ويحل التزوج بالحامل من الزنا ووطؤها وهي حامل على الأصح فلو جهل حالها هل هو من الزنا أو من وطء الشبهة عوملت بوطء الشبهة بالنسبة للحد فلا تحد عوملت بوطء الزنا بالنسبة للعدة عليها وقوله : ولو احتمالا لإدخال وضع الحمل المنفي بلعان فإنه وإن كان الولد لا ينسب إلى الواطئ لأنه زعم أنه تولد من الزنا ولكن يحتمل أنه كاذب في الباطن فتنقضي العدة بوضعه ولذا لو استلحقه بعد نفيه يلحقه وينسب إليه :\rفإن حملت بزنا أو بوطء وهي تحت زوجها ثم مات عنها فإنها تعتد عدة وفاة فلا تنقضي عدتها إلا بمضي أربعة أشهر وعشرة أيام مثلا\rإذا كانت متزوجة صبيا لا يولد لمثله بأن كان دون تسع سنين أو متزوجة برجل ممسوح أي مقطوع الذكر والأنثيين ثم مات فوجدت حاملا فإن عدتها لا تنقضي إلا بمضي أربعة أشهر وعشرة بحيث لو وضعت قبلها فإن عدتها لا تنقضي وذلك لأن الولد في هذه الحالة لا يمكن نسبته إلى الزوج لا حقيقة ولا احتمالا . وهذا بخلاف ما إذا كان مقطوع الانثيين دون الذكر أو العكس فإنه في الحالة الأولى يحتمل أن ينزل ماء تحمل منه وفي الحالة الثانية يحتمل أن يساحقها فينزل المني بواسطة الانثيين . وعلى كل حال فلا تنقضي عدتها إلا بوضع الحمل لأن الولد ينسب إلى الميت\rMUJAWIB : Ghufron bkl, Kang dul, Jasmail jeep\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/949228355099973/\rwww.fb.com/notes/piss-ktb/4234/961895463833262\r4279. JIKA SUAMI BERCERITA KE ISTRI TENTANG MIMPI MENALAQNYA","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"PERTANYAAN :\r> Imron SoccerLovers\rAssalamualaikum wr.wb. Numpang nanya apa jatuh talak seorng suami yang brcerita pada istrinya : \"saya tadi malam bermimpi talak kamu\" katanya lafad talak yang shoreh tidak butuh niat? Makasih\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rwa'alaykumussalaam..Tidak terjadi thalaq, karena itu hanya sebatas menceritakan, bukan berkomunikasi (khitob). Wallahu a'lam bish-showaab.(DA) :\rفإن مجرد حكاية الطلاق من غير قصد إنشاء الطلاق لا يلزم منه شيء، وتقدم بيانه في الفتوى رقم: 48463.وتلفظك باللفظ المذكور على الحالة التي ذكرت لا يقع به الطلاق لأنك لم ترد به إنشاء الطلاق، ثم إن اللفظ ليس صريحا في الطلاق ولا كناية فيه.\rwww.neqashalhb.com/showthread.php?t=9527&page=2\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/914030008619808\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/967846823238126\r4442. 'IDDAH WANITA YANG BIASA HAID SETAHUN SEKALI\rPERTANYAAN :\rAssalamua'laikum para astidz/ah.. bagaimana kalau ada haid gher galib..... keluar dari aksar, aqol, dan galib... misal ada wanita yang rutinitas haid nya satu tahun sekali, sudah beberapa tahun terus seperti itu, cek ke dokter katanya iya gak ada penyakit apa apa... yang jadi masalah wanita itu dithalak dan mesti 'iddah, apakah tetap harus tsalasatu quru' .... mohon referensinya....[ Zaedun Zaky Zakyyah ].\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalam, iddahnya tetap harus menunggu 3 sucian, tak bisa dengan model iddah yang lain, walaupun masa haidnya berjauhan dan masa sucinya panjang, tetap memakai iddah tsalatsatu quru' (3 kali suci). Solusinya bisa dicoba berobat ke dokter atau minum obat agar cepat bisa haid.\r- kitab roudhoh (8/369) :","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"فصل المعتدات أصناف : الأول : من لها حيض وطهر صحيحان ، فتعتد بالأقراء وإن تباعد حيضها وطال طهرها .\r- kitab al mausu'ah fiqhiyah kuwaitiyah (30/309) :\rذهب جمهور الفقهاء إلى أن عدة المرأة الحرة ذات الأقراء وهي من لها حيض وطهر صحيحان ثلاثة قروء ، فتعتد بالأقراء وإن تباعد حيضها وطال طهرها ،لقوله تعالى: { والمطلقات يتربصن بأنفسهن ثلاثة قروء }\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Nur Hasyim S Anam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/1021596627863145\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/1002953169727491\r4490. JIKA TALAK SALAH NAMA\rPERTANYAAN :\r> Andy Imam Hawadits\rAssalamualaikum... Numpang tanya.... Zaid pernah menikah dengan zainab.. kemudian ia (zaid) bercerai.. kemudian ia menikah lagi dengan hindun... karena ada masalah maka zaid mencerai hindun dengan ucapan : \"zainab bukan istri saya\" yang dimaksud adalah hindun. Apa ucapan zaid yang seperti itu bisa jatuh thalaknya ??? mohon segera dijawab karena sailnya sekarang di depan saya. Saat peroses penceraian si istrinya tak ada di tempat.. jadi zaid tidak berisyaroh. Terimakasih\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalaam. Perkataan suami seperti di atas termasuk thalaq kinayah / sindiran, bisa jatuh thalaq bila si suami niat menjatuhkan thalaq dengan kata-kata tersebut di atas, bila tidak niat menjatuhkan thalaq maka tidak jatuh thalaq, dalam hal ini presepsi dan keyakinan si istri tidak dipertimbangkan, istri yakin itu talak tapi si suami tidak niat, maka talak tetap tidak jatuh :","part":1,"page":173},{"id":174,"text":".ويقع بكناية وهي ما يحتمل الطلاق وغيره إن كانت مع نية لإيقاع الطلاق مقترنة بأولها أى الكناية وتعبيري بمقترنة بأولها هو ما رجحه كثيرون واعتمده الأسنوى والشيخ زكريا تبعا لجمع محققين ورجح في أصل الروضة الإكتفاء بالمقارنة لبعض اللفظ ولو لآخره، أى يقع الطلاق بالكناية إن كانت مع نية لإيقاع الطلاق زاد في التحفة ومع قصد حروفه أيضا ثم قال فإن لم ينو ذلك لم يقع إجماعا. إعانة الطالبين 4/12\rSebab yang dimaksud suami mengucapkan kata\" \"zainab\" dengan pada apa yang dilakukan pada zainab yang telah diceraikan sebelumnya. Dan kinayah tsb ditujukan pada hindun.\r> Aby Nahza Al Asfhany\rفروع قال في العباب: من اسم زوجته فاطمةمثلا فقال: ابتداء أو جوابا لطلبها الطلاق فاطمة طالق وأراد غيرها لم يقبل، ومن قال لامرأته: يا زينب، أنت طالق واسمها عمرة طلقت للاشارة، ولو أشار إلى أجنبية وقال: يا عمرة أنت طالق واسم زوجته عمرة لم تطلق، ومن قال: امرأتي طالق مشيرا لاحدى امرأتيه وأراد الاخرى قبل بيمينه، ومن له زوجتان اسم كل واحدة منهما فاطمة بنت محمد وعرف أحدهما بزيد فقال: فاطمة بنت محمد طالق ونوى بنت زيد قبل.انتهى.\rقال شيخنا: لم يقبل في المسألة الاولى أي ظاهرا بل يدين.نعم: يتجه قبول إرادته لمطلقة له اسمها فاطمة اه.ولو قال: زوجتي عائشة بنت محمد طالق وزوجته خديجة بنت محمد طلقت\rhttp://islamport.com/d/2/shf/1/29/2020.html\rFokus:\rومن قال لامرأته: يا زينب، أنت طالق واسمها عمرة طلقت للاشارة، ولو أشار إلى أجنبية وقال: يا عمرة أنت طالق واسم زوجته عمرة لم تطلق،\r1.…Jika istrinya namanya Zaenab, kemudian suaminya berkata kepada zenab \"ya hindun kamu saya talaq, maka jatuh talaq karena isyarah pada zaenab (khitobnya zenab) istri yang diajak bicara zenab hanya suaminya salah ucap memanggilnya dengan hindun.","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"2.…Namun jika suaminya berkata kepada wanita lain (bukan zaenab istrinya) \" ya zenab kamu saya talaq, maka tidak jatuh talaq karena khitobnya hindun atau orang yang diajak bicaranya orang lain meski dipanggil zaenab.\r> Anake Garwane Pake\rالكتاب : الموسوعة الفقهية الكويتية المصدر : ملتقى أهل الحديث. المؤلف : وزارة الأوقاف و الشؤون الإسلامية بالكويت\r26 - اتّفق الفقهاء على اشتراط تعيين المطلّقة ، وطرق التّعيين ثلاثة :\rالإشارة ، والوصف ، والنّيّة ، فأيّها قدّم جاز ، فإذا تعارض الثّلاثة ففيه التّفصيل التّالي : اتّفق الفقهاء على أنّه إذا عيّن المطلّقة بالإشارة والصّفة والنّيّة وقع الطّلاق على المعيّنة ، كأن قال لزوجته الّتي اسمها عمرة مشيراً إليها : يا عمرة ، أنت طالق ، قاصداً طلاقها ، فإنّها تطلق بالاتّفاق ، لتمام التّعيين بذلك .\rفإن أشار إلى واحدة من نسائه لمتعدّدات دون أن يصفها بوصف ، ولم ينو غيرها ، وقال لها : أنت طالق ، وقع الطّلاق عليها بالاتّفاق أيضاً ، لأنّ الإشارة كافية للتّعيين ، وكذلك إذا وصفها بوصفها دون إشارة ودون قصد غيرها ، فإنّها تطلق أيضاً ، كما إذا قال : سلمى طالق .\rفإن نوى واحدةً من نسائه ، ولم يشر إليها ولم يصفها ، كما إذا قال : إحدى نسائي طالق ، ونوى واحدةً منهنّ ، فإنّها تطلق دون غيرها ، وكذلك لو قال : امرأتي طالق ، وليس له غير زوجة واحدة ، فإنّها تطلق .\rفإن أشار إلى واحدة من نسائه ، ووصف غيرها ، بأن قال لإحدى زوجاته واسمها سلمى : أنت يا عمرة طالق ، وكانت الأخرى اسمها عمرة ، طلقت المشار إليها عند الحنفيّة قضاءً ، ولم تطلق عمرة للقاعدة الفقهيّة الكلّيّة : الوصف في الحاضر لغو ، وفي الغائب معتبر وكذلك إذا أشار إليها ووصفها بغير وصفها ، فإنّها تطلق ، كما إذا قال لامرأته ، أنت يا غزالة طالق ، للقاعدة السّابقة .","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"فإذا لم يشر إليها ، ولكن وصفها بوصف هو فيها ، وعنى بها غيرها ، كأن قال : زوجتي سلمى طالق ، وقصد غيرها ، ديّن إن كان له زوجة اسمها سلمى - ووقع ديانةً - فإن لم يكن له لم يقع الطّلاق عليه ديانةً ولا قضاءً ، لعدم التّعيّن أصلاً ، وعدم احتمال اللّفظ للنّيّة\rFokus pada lafadz yang ini:\rفإذا لم يشر إليها ، ولكن وصفها بوصف هو فيها ، وعنى بها غيرها ، كأن قال : زوجتي سلمى طالق ، وقصد غيرها ، ديّن إن كان له زوجة اسمها سلمى - ووقع ديانةً - فإن لم يكن له لم يقع الطّلاق عليه ديانةً ولا قضاءً ، لعدم التّعيّن أصلاً ، وعدم احتمال اللّفظ للنّيّة\rhttp://www.islamport.com/b/2/alfeqh/fiqh/%DD%DE%E5%20%DA%C7%E3/%C7%E1%E3%E6%D3%E6%DA%C9%20%C7%E1%DD%DE%E5%ED%C9/%C7%E1%E3%E6%D3%E6%DA%C9%20%C7%E1%DD%DE%E5%ED%C9%20147.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1047959975226810/\rwww.fb.com/notes/1054261224596685\r3021. MENIKAH BISA MELANCARKAN RIZQI\rPERTANYAAN :\r> Ulin Nuha D'Jibril\rAssalamu'alaikum saya pernah dengar katanya orang kalau sudah nikah rezekinya ditambah.. ada dalilnya gak\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, dalam surat an Nur ayat 32 Allah ta'ala berfirman :\rوَ أَنْكِحُوا الْأَيامى مِنْكُمْ وَ الصَّالِحينَ مِنْ عِبادِكُمْ وَ إِمائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ اللهُ واسِعٌ عَليمٌ\r\"Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin maka Allah akan me njadikannya kaya dari kurniaNya karena Allah itu adalah Maha Luas pemberianNya, lagi Maha Mengetahui\"\rDalam tafsir ibnu katsir dijelaskan :","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"تفسير ابن كثير\rقال علي بن أبي طلحة ، عن ابن عباس : رغبهم الله في التزويج ، وأمر به الأحرار والعبيد ، ووعدهم عليه الغنى ، فقال : ( إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله ) .\rAli bin abi talhah berkata , dari ibnu abbas \" Allah menjadikan suka kepada mereka dalam menikah dan memerintahkannya kepada orang yang merdeka dan juga budak serta menjanjikan kekayaan kepadanya maka Allah berfirman \" jika mereka miskin maka Allah akan me njadikanya kaya dari kurniaNya \"\rعن سعيد - يعني : ابن عبد العزيز - قال : بلغني أن أبا بكر الصديق ، رضي الله عنه ، قال : أطيعوا الله فيما أمركم به من النكاح ، ينجز [ لكم ] ما وعدكم من الغنى ، قال : ( إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله ) . وعن ابن مسعود : التمسوا الغنى في النكاح ، يقول الله تعالى : ( إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله ) رواه ابن جرير ، وذكر البغوي عن عمر بنحوه .\rDari sa'id yaitu ibnu abdul aziz berkata , telah sampai kepadaku bahwa abu bakar as sidiq berkata \" taatlah kepada Allah terhadap apa2 yang Allah perintahkan kepada kalian dari menikah maka Allah akan meluluskan apa yang Allah janjikan utk kalian dari kekayaan, Allah berfirman ' jika mereka miskin maka Allah akan me njadikanya kaya dari kurniaNya \"\rDan dari ibnu mas'ud \" carilah kekayaan dalam menikah, Allah ta'ala berfirman ' jika mereka miskin maka Allah akan me njadikanya kaya dari kurniaNya \"riwayat ibnu jarir, dan albaghowi juga menyebutkan yang serupa dari umar","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"وعن الليث ، عن محمد بن عجلان ، عن سعيد المقبري ، عن أبي هريرة ، رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \" ثلاثة حق على الله عونهم : الناكح يريد العفاف ، والمكاتب يريد الأداء ، والغازي في سبيل الله \" . رواه الإمام أحمد ، والترمذي ، والنسائي ، وابن ماجه\rDari al laits dari muhammad bin 'ajlan dari said al maqbury dari abu hurairoh rodhiyallohu anhu berkata, Rasululloh shollalohu alaihi wasallam bersabda \" 3 orang yang haq bagi Allah menolong mereka :\r1. orang yang menikah dan mengharapkan penjagaan (dari berbuat maksiat)\r2. budak mukatab yang menginginkan melunasi (cicilan utk pembebasannya)\r3. orang yang berperang fisabilillah\rوقد زوج رسول الله صلى الله عليه وسلم ذلك الرجل الذي لم يجد إلا إزاره ، ولم يقدر على خاتم من حديد ، ومع هذا فزوجه بتلك المرأة ، وجعل صداقها عليه أن يعلمها ما يحفظه من القرآن .\rوالمعهود من كرم الله تعالى ولطفه أن يرزقه [ وإياها ] ما فيه كفاية له ولها . فأما ما يورده كثير من الناس على أنه حديث : \" تزوجوا فقراء يغنكم الله \" ، فلا أصل له ، ولم أره بإسناد قوي ولا ضعيف إلى الآن ، وفي القرآن غنية عنه ، وكذا هذا الحديث الذي أوردناه . ولله الحمد .\rRasululloh shollalohu alaihi wasallam telah menikahkan lelaki tersebut yaitu seorang lelaki yang tidak punya apa-apa kecuali hanya sarungnya saja dan tidak mampu thd cincin dari besi tapi meskipun begitu Rasul menikahkannya dgn wanita itu dan menjadikan maskawinnya adalah mengajari perempuan tersebut apa yang elah dihafalnya dari alqur'an.","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"Yang dijanjikan dari sifat maha dermawannya Allah dan juga sifat maha lembutnya Allah adalah memberika rizki kepada lelaki tersebut dan juga yang perempuan apa-apa yang mencukupi bagi keduanya.adapun apa yang didatangkan oleh banyak orang yaitu hadis \" nikahilah oleh kalian orang-orang fakir maka Allah akan menjadikan kalian kaya \" maka hadis ini tidak ada asalnya aku juga tidak melihat sanadnya kuat ataupun lemah sampai sekarang ini, dalam alqur'an sdh tidak membutuhkan lagi (dalil yang menguatkan) begitu juga hadis yang telah kudatangkan ini. Walhamdulillah.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/746230565399754/\r0613. STATUS ANAK ZINA\rPERTANYAAN :\rBAlada YUdisthira\rMbah minta dalilnya status anak zina yang lahir sebelum dan sesudah 6 bulan.. Matur nuwun..\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rStatus anak yang dilahirkan diperinci sebagai berikut :\r1.…Jika dilahirkan lebih dari enam bulan dan kurang dari empat tahun setelah akad nikahnya, maka ada dua keadaan\r2.…Jika ada kemungkinan anak tersebut dari suami, karena ada hubungan badan setelah akad nikah misalnya, maka nasabnya tetap ke suami, berarti berlaku baginya hukum-hukum anak seperti hukum waris dll. Karena itu suami diharamkan meli’an istrinya atau meniadakan nasab anak tersebut darinya (tidak mengakui sebagai anaknya).","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"3.…Jika tidak memungkinkan anak tersebut darinya seperti belum pernah ada hubungan badan semenjak akad nikah hingga melahirkan, maka nasab anak hanya ke istri bahkan wajib bagi suami meli’an dengan meniadakan nasab anak darinya (tidak mengakui sebagai anaknya). Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi hak waris kepada anak.\r4.…Jika dilahirkan kurang dari enam bulan atau lebih dari empat tahun, maka anak tersebut tidak bisa dinasabkan kepada suami dan tidak wajib bagi suami untuk meli’an istrinya. Bagi anak tidak berhak mendapatkan waris karena tidak ada sebab-sebab yang mendukung hubungan nasab.\rIni berlaku bagi anak yang dilahirkan laki-laki ataupun perempuan. Berarti bapak sebagai wali dalam menikahkan anak perempuannya jika diakui nasabnya dan hakim sebagai walinya jika tidak diakui nasabnya.\rPerlu diperhatikan, walaupun status anak tidak bisa dinisbatkan kepada suami, tetap dinyatakan mahram baginya dikarenakan dia menjadi suami ibunya yang melahirkannya (bapak tiri) jika telah berhubungan badan dengan ibu yang melahirkannya.","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"CATATAN : Perempuan yang hamil di luar nikah jika dinikahkan dengan laki-laki yang berhubungan badan dengannya atau yang lainnya dengan tujuan menutupi aib pelaku atau menjadi ayah dari anak dalam kandungan, maka haram hukumnya dan wajib bagi penguasa membatalkan acara itu. Bagi yang menghalalkan acara itu dengan tujuan tersebut di atas, dihukumi keluar dari agama islam dan dinyatakan murtad (haram dishalati jika meninggal, dan tidak dikubur dimakam islam) karena adanya penipuan nasab dengan berkedok agama sehingga mengakui bayi yang lahir sebagai anaknya padahal diluar nikah, mendapatkan warisan padahal sebenarnya bukan dzawil furudh, menjadi wali nikah jika yang lahir perempuan padahal bukan menjadi ayahnya yang sebenarnya (berarti nikahnya tidak sah), atau anak yang lahir menjadi wali nikah dari keluarga laki-laki yang mengawini ibunya, bersentuhan kulit dengan saudara perempuan laki-laki itu dengan berkeyakinan tidak membatalkan wudlu’ dst.\r[3] بغية المسترشدين ص235 – 236","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"( مسئلة ي ش ) نكح حاملا من الزنا فولدت كاملا كان له أربعة أحوال إما منتف عن الزوج ظاهرا وباطنا من غير ملاعنة وهو المولود لدون ستة أشهر من إمكان الإجتماع بعد العقد أو لأكثر من أربع سنين من آخر إمكان الإجتماع وإما لاحق به وتثبت له الأحكام إرثا وغيره ظاهرا ويلزم نفيه بأن ولدت لأكثر من الستة وأقل من الأربع السنين وعلم الزوج أو غلب على ظنه أنه ليس منه بأن لم يطأ بعد العقد ولم تستدخل ماءه أو ولدت لدون ستة أشهر من وطئه أو لأكثر من أربع سنين منه أو لأكثر من ستة أشهر بعد استبرائه لها بحيضه وثم قرينة بزناها ويأثم حينئذ بترك النفي بل هو كبيرة وورد أن تركه كفر وإما لاحق به ظاهرا أيضا لكن لا يلزمه نفيه إذا ظن أنه ليس منه بلا غلبة بأن استبرأها بعد الوطء وولدت به لأكثر من ستة أشهر بعده وثم ريبة بزناها إذ الاستبراء أمارة ظاهرة على أنه ليس منه لكن يندب تركه لأن الحامل قد تحيض وإما لاحق به ويحرم نفيه بل هو كبيرة وورد أنه كفر إن غلب على ظنه أنه منه أو استوى الأمران بأن ولدت لستة أشهر فأكثر إلى أربع سنين من وطئه ولم يستبرئها بعده أو استبرأها وولدت بعده بأقل من الستة بل يلحقه بحكم الفراش كما لو علم زناها واحتمل كون الحمل منه أو من الزنا ولا عبرة بريبة يجدها من غير قرينة فالحاصل أن المولود على فراش الزوج لاحق به مطلقا إن أمكن كونه منه ولا ينتقي منه إلا بللعان والنفي تارة يجب وتارة يحرم وتارة يجوز ولاعبرة بإقرار المرأة بالزنا وإن صدقها الزوج وظهرت أماراته .\rإعانة الطالبين – (ج 3 / ص 327)","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"(قوله: لا مخلوقة من ماء زناه) أي لا يحرم نكاح مخلوقه من ماء زناه: إذ لا حرمة لماء الزنا لكن يكره نكاحها خروجا من خلاف الامام أبي حنيفة رضي الله عنه.ومثل المخلوقة من ماء الزنا المخلوقة من ماء استمنائه بغير يد حليلته والمرتضعة بلبن الزنا، وإن أرضعت المرأة بلبن زنا شخص بنتا صغيرة حلت له، ولا يقاس على ذلك المرأة الزانية، فإنها يحرم عليها ولدها بالاجماع.والفرق أن البنت انفصلت من الرجل وهي نطفة قذرة لا يعبأ بها، والولد\rانفصل من المرأة وهو إنسان كامل\r[4] مصنف ابن أبي شيبة – (ج 8 / ص 374(\r(21) مسألة النكاح بغير ولي (1) حدثنا معاذ بن معاذ قال أخبرنا ابن جريح عن سليمان بن موسى عن الزهري عن عروة عن عائشة قالت : قال رسول الله (ص) : (أيما امرأة لم ينكحها الولي أو الولاة فنكاحها باطل – قالها ثلاثا – فإن أصابها فلها مهرها بما أصاب منها ، فإن تشاجروا فإن السلطان ولي من لا ولي له).\r[5] بغية المسترشدين ص 249 – 250","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"( مسئلة ) ملخصة مع زيادة من الإكسير العزيز للشريف محمد بن أحمد عنقاء في حديث الولد للفراش الخ إذا كانت المرأة فراشا لزوجها أو سيدها فأتت بولد من الزنا كان الولد منسوبا لصاحب الفراش لا إلى الزاني فلا يلحقه الولد ولا ينسب إليه ظاهرا ولا باطنا وإن استلحقه ومن هنا يعلم شدة ما اشتهر أنه إذا زنى شخص بإمرأة وأحبلها تزوجها واستلحق الولد فورثه وورثه زاعما سترها وهذا من أشد المنكرات الشنيعة التي لا يسع أحدا السكوت عنها فإنه خرق للشريعة ومنابذة لأحكامها ومن لم يزله مع قدرته بنفسه وماله فهو شيطان فاسق ومداهن منافق وأما فاعله فكاد يخلع ربقة الإسلام لأنه قد أعظم العناد لسيد الأنام مع ما ترتب على فعله من المنكرات والمفاسد منها حرمان الورثة وتوريث من لا شيء له مع تخليد ذلك في البطون بعده ومنها أنه صير ولد الزنا باستلحاقه كابنه في دخوله على محارم الزاني وعدم نقض الوضوء بمسهن أبدا ومنها ولايته وتزويجه نساء الزاني كبناته وأخوته ومن له عليها ولاية من غير مسوغ فيصير نكاحا بلا ولي فهذه أعظم وأشنع إذ يخلد ذلك فيه وفي ذريته ويله فما كفاه أن ارتكب أفحش الكبائر حيث زنى حتى ضم إلى ذلك ما هو أشد حرمة منه وأفحش شناعة وأي ستر وقد جاء شيئا فريا وأحرم الورثة وأبقاه على كرور الملوين وكل من استحل هذا فهو كافر مرتد خارج عن دين الإسلام فيقتل وتحرق جيفته أو تلقى للكلاب وهو صائر إلى لعنة الله وعذابه الكبير فيجب مؤكدا على ولاة الأمور زجرهم عن ذلك وتنكيلهم أشد التنكيل وعقابهم بما يروعهم وقد علم بذلك شدة خطر الزنا وأنه من أكبر الكبائر ( مسئلة ي ) حملت إمرأة وولدت ولم تقر بالزنا لم يلزمها الحد إذ لا يلزم الحد إلا ببينة أو إقرار أو لعان زوج أو علم السيد بالنسبة إلى قنة إذ قد توطأ المرأة بشبهة أو وهي نائمة أو سكرانة بعذر أو مجنونة أو مكرهة أو تستدخل منيا من غير إيلاج ونحو ذلك فتحبل منه ولا يوجب حدا للشبهة فعلم أن كل","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"امرأة حملت وأتت بولد إن أمكن لحوقه بزوجها لحقه ولم ينتف عنه إلا باللعان وإن لم يكن كأن طالت غيبة الزوج بمحل لا يمكن اجتماعهما عادة كان حكم الحمل كالزنا بالنسبة لعدم وجوب العدة وجوز انكاحها وطئها وكالشبهة بالنسبة لدرء الحد والقذف واجتناب سوء الظن نعم إن كانت قليلة الحياء والتقوى كثيرة الخلوة بالأجانب والتزين لهم وتحدث الناس بقذفها عزرها الإمام بما يزجر أمثالها عن هذا الفعل\rIbu'e Rifa\rDulu juga pernah denger katanya setelah anakya lahir musti nikah ulang lg.agar sah buat sianak juga ibunya.apakah itu benar... ? matur suwun...\rMbah Jenggot\rIbu'e Rifa Ulama beda pendapat, berikut jawaban yang pernah disampekan di grup ini : Secara spesifik sebenarnya ada lima pendapat berbeda tentang hukum menikahi wanita pezina :\r1. Mutlak tidak sah\rDidukung oleh Ali, Aisyah, dan Bara’ ibn ‘Azib. Serta masing-masing satu riwayat Abu Bakar, Umar, Ibnu Mas’ud, dan Hasan Bashri (al-Hawi al-Kabir 9/492-493, al-Mughni Ibnu Qudamah 7/518, Tafsir al-Alusi 13/326). Pandangan ini didasarkan pada QS. An-Nur: 3, yakni\rالزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ\r“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.”\r2. Mutlak sah\rDidukung oleh asy-Syafi’ie dan madzhabnya (al-Hawi al-Kabir 9/497-498). Kalangan Syafi’iyah berargumen pada ayat 24 QS. An-Nisa:","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ\r“Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian.”\rAyat an-Nisa itu turun setelah menjelaskan wanita-wanita yang haram dinikahi. Dengan demikian selain wanita yang telah disebutkan halal untuk dinikahi, termasuk wanita yang berzina. Dikuatkan dengan sabda Nabi SAW:\rلَا يُحَرِّمُ الْحَرَامُ الْحَلَالَ\r“Sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan/menjadikan mahram pada (orang) yang halal” (HR. ibnu Majah dan Baihaqi).\rAbu Bakar berkata: Bila seseorang menzinai wanita lain maka tidak haram bagi orang itu untuk menikahinya.\rSedangkan mengenai Surat an-Nur ayat 3, al-Mawardi (al-Hawi al-Kabir 9/494) menyebut ada tiga takwilan terhadap ayat ini:\r- Ayat itu turun khusus pada kisah Ummu Mahzul, yakni ketika ada seorang laki-laki meminta izin Rasulullah akan wanita pelacur bernama Ummu Mahzul.\r- Ibnu Abbas mengartikan kata ‘yankihu’ dengan ‘bersetubuh’, sehingga maksud ayat tersebut: “Laki-laki yang berzina tidak bersetubuh melainkan (dengan) perempuan yang berzina…dst.”\r- Menurut Sa’id ibn Musayyab telah dinasakh oleh QS. An-Nisa ayat 3:\rفَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ\r“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi.”\r3. Sah dengan syarat selama menikah tidak berhubungan badan dengan istri sampai dia melahirkan\rDidukung oleh Abu Hanifah dalam satu riwayat (asy-Syarh al-Kabir 7/502-503, al-Hawi al-Kabir 9/497-498).\rAbu Hanifah berargumen meskipun sah dinikahi, tapi tidak boleh disetubuhi sebelum melahirkan. Termaktub dalam hadits:\rلَا تَسْقِ بِمَائِكَ زَرْعَ غَيْرِكَ","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"“Tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan air (mani)nya ke tanaman [35] orang lain” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).\r4. Sah dengan syarat menikahnya dilakukan setelah wanita melahirkan (istibra’)\rDidukung oleh Rabi’ah, Sufyan Tsauri, Malik, Auza’ie, Ibnu Syubrumah, Abu Yusuf, dan Abu Hanifah dalam riwayat yang lain (al-Hawi al-Kabir 9/497-498, asy-Syarh al-Kabir 7/502-503). Mereka berpendapat wanita hamil zina memiliki iddah sehingga haram dinikahi sebelum selesai iddahnya. Dalil mereka adalah QS. Ath-Thalaq ayat 4:\rوَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ\r“Dan perempuan-perempuan yang hamil itu ‘iddah mereka sampai mereka melahirkan.”\rDisebutkan juga dalam hadits:\rأَلَا لَا تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلَا غَيْرَ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ\r“Ingatlah, tidak disetubuhi wanita hamil hingga ia melahirkan dan tidak juga pada wanita yang tidak hamil sampai satu kali haidh” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan Ad-Darimi).\r5. Sah dengan syarat menikahnya dilakukan setelah wanita istibra’ plus telah bertaubat\rDidukung oleh Abu Ubaidah, Qatadah, Ahmad ibn Hanbal, dan Ishaq (al-Hawi al-Kabir 9/492-493, Tafsir Ibnu Katsir 6/9-10).\rIbnu Qudamah (Syarhu Kabir 7/504) menjelaskan bahwa sesuai bunyi terakhir ayat 3 surat An-Nur, ‘wa hurrima dzalika ‘alal mukminin’, keharaman menikahi pezina diperuntukkan bagi orang mukmin (yang sempurna). Sehingga ketika telah bertaubat dari zina leburlah dosa, kembali menjadi bagian dari orang-orang mukmin, dan hukum haram baru bisa terhapus. Sebagaimana hadits:\rالتائب من الذنب كمن لا ذنب له","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"“Seorang yang telah bertaubat dari dosa itu layaknya tidak ada dosa padanya” (HR. Hakim, Ibnu Majah, Thabrani, dan Baihaqi).\rIbnu Umar pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan, apakah boleh dia menikahinya ? Jawab Ibnu Umar, “Jika keduanya telah bertaubat dan keduanya berbuat kebaikan (yakni beramal shalih)” (Al-Muhalla 9/ 475).\rDalam hal ini tidak ada perbedaan apakah wanita tersebut dinikahi oleh laki-laki yang menzinai ataupun orang lain. Dari sudut pandang Syafi’iyah karena hamil hasil zina tidak ada kehormatan apapun yang perlu dijaga seperti percampuran nasab. Dari perspektif ulama lainnya karena telah disyaratkan tidak adanya hubungan badan. Tersebut dalam Bughyah :\r(مسألة : ي ش) : يجوز نكاح الحامل من الزنا سواء الزاني وغيره ووطؤها حينئذ مع الكراهة.\rالكتاب : بغية المسترشدين ص419\rJuga dalam Mughni Ibnu Qudamah :\rفصل : وإذا وجد الشرطان حل نكاحها للزاني وغيره\r[ المغني - ابن قدامة ] ج7 ص518\rJadi jika melihat kembali pada kasus awal, apakah nikahnya harus diulang ? Maka jawabannya jelas tidak. Sebab menurut Syafi’iyah dan satu riwayat Abu Hanifah nikahnya telah sah sejak awal. Wallahu a’lam\r0957. NIKAH : NASAB ANAK DARI PERNIKAHAN SUBHAT\rPERTANYAAN :\rArsya Vice CharGeable\rTanya, dalam nikah syubhat seperti nikah kontrak, apabila hasil anak dalam hbungan trsebut kmna kh nisbah nasab/ayah ntuk anak trsebut ? Mohon pencerahan x...\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie\rIbarat di al fiqh al islami","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"يثبت النسب بأحد طرق ثلاثة و هي 1.الزواج الصحيح أو الفاسد 2. الإقرار بالنسب 3.البينة الطريق الأول ~ الزواج الصحيح أو الفاسد الزواج الصحيح أو الفاسد سبب لإثبات النسب و طريق لثبوته في الواقع متى ثبت الزواج ز لو كان فاسدا\rHal hal yang menetapkan adanya intisab\r1. pernikahan yang sah ataupun fasid\r2. mengakui nasab\r3. adanya bayyinah(saksi)\rPernikahan yang sah ataupun fasid adalah salah satu penyebab tetapnya nasab ketika pernikahan telah terjadi meskipun nikahnya di hukumi fasid. [ ~AL FIQH AL ISLAMI 7265 ].\rJadi, jika memakai ibarat ini, maka anak hasil nikah kontrak tetap berintisab kepada bapaknya.\r1118. NIKAH : SELANGKAH MENUJU SAKINAH\rOLEH : AL-USTADZ MASAJI ANTORO\rSAKINAH dalam keluarga hanya dapat dibangun melalui proses panjang, sejak awal menuju bingkai rumah tangga semua harus dipersiapkan secara matang sehingga pada akhirnya benar-benar tercipta lingkungan keluarga yang selaras, serasi, serta mampu mengamalkan, menghayati dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia. Catatan berikut mencoba sedikit mengurai sejak awal terciptanya keluarga baru menuju sakinah yang Insya Allah sesuai konsep Rasulullah SAW.\rMEMINANG (khitbah)\rMeminang artinya menyatakan permintaan untuk menikah dari seorang laki-laki kepada seorang perempuan atau sebaliknya dengan perantaraan seseorang yang dipercayai. Mengkhitbah dengan cara tersebut diperbolehkan dalam agama islam terhadap gadis atau janda yang telah habis masa iddahnya, kecuali perempuan yang masih dalam masa iddah bain, sebaiknya dengan jalan sindiran saja. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah :","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"“Dan tidak ada dosa bagimu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran“ (QS. Al-Baqarah ayat 235)\rSedangkan terhadap perempuan yang masih dalam “Iddah Raj’iyah“, hukumnya haram meminang karena perempuan yang masih dalam iddah raj’iyah secara hukum masih berstatus sebagai istri bagi laki-laki yang menceraikannya, dan dia boleh kembali padanya. Demikian juga tidak diizinkan mengkhitbah seorang perempuan yang sedang dipinang oleh orang lain, sebelum nyata bahwa permintaannya itu tidak diterima. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi :\r“Orang mukmin adalah saudara orang mukmin. Maka tidak halal bagi seorang mukmin mengkhitbah seorang perempuan yang sedang dikhitbah oleh saudaranya, sehingga nyata sudah ditinggalkannya” (Riwayat Ahmad dan Muslim).\rDOA KETIKA MEMINANG\rأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، جئتكم راغبا في فتاتكم (فلانة)، أو في كريمتكم (فلانة بنت فلان\rAsyhadu an Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahuu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluhuu, ji’tukum raaghiban fii fataatikum (Fulaanah) aw fii kariimatikum (Fulaanah binti Fulan)\r“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, aku dating pada kalian karena berharap akan meminang puterimu (…..sianu /Disebut nama anak yang hendak dipinang), atau meminang puteri muliamu (…..sianu /Disebut nama anak yang hendak dipinang).\rDOA MEMOHON JODOH\r• Untuk laki-laki :\rرَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"\"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS; Alfurqon ayat 74)\r• Untuk perempuan :\rاللهم ابعث بعلا صالحالخطبتى وعطف قلبه علي بحق كلامك القديم وبرسولك الكريم بالف الف لاحولا ولا قوة الا بالله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين\rAllaahumma ib’ats ba’lan shoolihan lihitbaty wa ‘atthif qolbahuu ‘alayya bi haqqi kalaamikal qodiimi wa rasuulikal kariimi bi alfi alfi Laa haula wa laa Quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziimi, wa shollaa allahu ‘alaa sayyidinaa wa ‘alaa aaalihii wa shohbihii, walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin\r\"Ya Allah kirimkan calon suami sholih untuk meminangku, lembutkan hatinya untukku dengan haq firmanMu yang dahulu dan utusanMu yang mulia dengan berkah sejuata Laa haula wa laa Quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziimi, shalawat salam semoga tercurah pada baginda Muhammad keluarga dan para sahabatnya, segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam\".\rPENGERTIAN NIKAH\rNikah menurut bahasa berarti kumpul atau wathi (bersetubuh) atau bisa juga berarti 'akad. Adapun pengertiannya menurut syara' adalah 'akad yang mengandung pembolehan wathi (bersetubuh) dengan menggunakan lafadz yang musytaq dari lafadz inkah ( إنكاح ) atau tazwij ( تزويج ) atau terjemahnya, dengan rukun-rukun dan syarat-syarat tertentu.\rHUKUM NIKAH\rHukum menikah ada lima :","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"1.…• Sunah, yaitu bagi orang yang membutuhkan wathi (bersetubuh) dan mempunyai biaya untuk mahar, pakaian fashol tamkin dan memberi nafkah istrinya padahari dilangsungkannya 'akad dan malamnya.\r2.…• Khilaful aula, yaitu bagi orang yang membutuhkannya, hanya saja tidak mempunyai biaya.\r3.…• Makruh, yaitu bagi orang yang tidak membutuhkannya dan juga tidak mempunyai biaya.\r4.…• Wajib, yaitu bagi yang bernadzar untuk menikah yang sebelumnya sunah Baginya.\r5.…• Haram, yaitu bagi orang yang tidak mampu memenuhi hak-hak istri.\rPELAKSANAAN AKAD NIKAH\r1) Sebelum pelaksanaan 'akad nikah dimulai, terlebih dahulu bangku atau meja disiapkan dan diletakkan di tengah ruangan, kemudian wali atau wakilnya duduk di sebelah barat meja dan calon pengantin pria di sebelah timur meja berhadapan dengan wali atau wakilnya. Sedangkan dua orang saksi duduk di sebelah utara meja atau sebelah kiri wali. Qori', Khotib dan orang yang berdo'a duduk di sekitar wali dan mempelai pria.\r2) setelah semuanya siap di tempat masing-masing, MC (pembagi acara) bisa mulai membuka acara 'akad nikah dengan susunan acara sebagaimana berikut :\ra. Pembukaan\rb. Pembacaan ayat suci al-Qur'an\rc. Khutbah nikah\rd. Akad nikah\re. Do'a penutup\r3) Setelah acara pembukaan dan pembacaan ayat suci al-Qur'an, dilanjutkan dengan membaca Khutbah Nikah.\rKhutbah Nabi SAW saat Menikahkan Puterinya Fatimah Az-Zahra’ Ra.","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على محمد وآل محمد الحمد لله المحمود بنعمته، المعبود بقدرته، المطاع بسلطانه، المرهوب من عذابه وسطواته النافذ أمره في سمائه وأرضه، الذي خلق الخلق بقدرته، وميزهم بأحكامه وأعزهم بدينه، وأكرمهم بنبيه محمد (صلى الله عليه وآله وسلم)، إن الله تبارك اسمه، وتعالت عظمته، جعل المصاهرة سبباً لاحقاً، وأمراً مفترضاً أوشج به الأرحام، وألزم الأنام، فقال عز من قائل: (وهو الذي خلق من الماء بشراً فجعله نسباً وصهراً وكان ربك قديراً) فأمر الله تعالى يجري إلى قضائه، وقضاؤه يجري إلى قدره، ولكل قضاء قدر، ولكل قدر أجل ولكل أجل كتاب: (يمحو الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب). ثم إن الله عزوجل أمرني أن أزوج فاطمة بنت خديجة من عليّ بن أبي طالب فاشهدوا أني قد زوجته على أربعمائة مثقال فضة إن رضي بذلك علي بن أبي طالب","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"“Segala puji bagi Allah yang dipuji dengan segala nikmat-Nya, yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang perkara-Nya meliputi langit dan bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya, yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya, yang memuliakan mereka dengan agama-Nya, yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya Muhammad saw. Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung. Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi manusia, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia. Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan: “Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia mempunyai keturunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54). Perkara Allah swt berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir-Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap ajal mempunyai kitab, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d: 39).\rKemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikan sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah ( dalam nilai perak), dan Ali bin ridha (menerima) mahar tersebut.”\rKemudian Rasulullah saw mendoakan keduanya:","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"جَمَعَ اللهُ شَمْلَكُمَا، وَأَسْعَدَ جَدَّكُمَا، وَبَارِكْ عَلَيْكُمَا، وَأَخْرَجَ مِنْكُمَا كَثِيراً طَيِّبًا\r“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”(kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4). Riwayat hadis ini bersumber dari Anas bin Malik, salah seorang sahabat Nabi saw.\r4) Selesai pembacaan khutbah nikah biasanya petugas (pegawai catatan sipil atau penghulu) bertanya kepada mempelai pria tentang statusnya, bentuk dan jumlah mas kawinnya dan yang lain sebagainya. Setelah semuanya selesai, baru acara 'akad nikah bisa dimulai. Bagi siapa saja yang akan mang'akadi disunahkan membaca:\rأزوجك على ما أمر الله به عز وجل من إمساك بمعروف أو تسريح بإحسان\rKemudian orang yang meng'akadi biasanya menyuruh mempelai pria membaca syahadat :\rأشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله\r5) Kemudian dilanjutkan prosesi ijab qobul, dengan dialog sebagaimana berikut :\rApabila 'akad nikah itu dilaksanakan oleh wali (tidak diwakilkan), maka shigotnya sebagai berikut:\rولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) موليتي بمهر ألف روبيه حالا\rالزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا\rTerjemahnya:\rWali : \"Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah dibayar kontan.\rSuami : \"Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan secara kontan.","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"Apabila 'akad nikah itu diwakilkan atau diserahkan pada orang lain, maka harus ada shighot taukil (ungkapan pasrah wakil) dari sang wali seperti dibawah ini :\rوكلتك في تزويج (ليلى) بنتي عن (زيد) بمهر ألف روبية حالا\rTerjemahnya:\r\"Aku wakilkan kepadamu untuk menikahkan (Laila), anak perempuanku dengan Zaid sebagai calon suami, dengan mahar seribu rupiah kontan.\"\rKemudian wakil wali menerimanya dengan mengucapkan:\rقبلت توكيلك في تزويجها عن (زيد) بالمهر المذكور حالا\rTerjemahnya :\r\"Saya terima perwakilanmu untuk menikahkan anak perempuanmu dengan (Zaid)\rsebagai calon suami, dengan mahar yang telah disebutkan.\" Setelah itu sang wakil dapat menikahkan calon pengantin seperti dalam dialog berikut ini:\rوكيل ولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) بنت أحمد موكلي بمهر ألف روبية حالا.\rالزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا.\rTerjemahnya :\rWakil wali : \"Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), anak perempuan Ahmad sebagai orang yang mewakilkan kepadaku, dengan mahar seribu rupiah kontan.\"\rSuami : \"Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan.\"\rApabila mempelai pria ( Zaid ) mewakilkan dalam qobulnya, maka bentuk ijabnya\rseperti berikut :\rأنكحتك وزوجتك عن(زيد) ليلى بنت أحمد بمهر ألف روبية حالا.\rTerjemahnya :\r\"Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu sebagai orang yang mewakili (Zaid) dengan (Laila) anak perempuan (Ahmad), dengan mahar seribu rupiah kontan.\"\rSedangkan untuk ijab yang tidak diwakilkan adalah :\rأنكحتك وزوجتك عن زيد ليلى موليتي بمهر ألف روبية حالا\rTerjemahnya :","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"\"Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu sebagai orang yang mewakili Zaid dengan Laila anak perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah kontan.\"\rKemudian qobulnya :\rقبلت نكاحها وتزويجها له / لزيد بالمهر المذكور حالا\rTerjemahnya:\r\"Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk (Zaid), dengan mahar yang telah disebutkan.\"\rSetelah ijab qobul selesai dilakukan, dua orang saksi dapat menanyakan sah atau tidak pada 'akad tersebut. Apabila sah, maka diteruskan dengan acara do'a sebagai penutup. Setelah 'akad nikah dipastikan keabsahannya, kemudian salah seorang yang berada dalam majlis 'akad (sebaiknya pemuka agama) berdo'a, sebagaimana berikut :\rبسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيدة, يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك, اللهم اجعل هذا العروس وزوجته مؤدة ورحمة وألف بينهما كما ألفت بين آدم وحواء وألف بينهما كما ألفت بين يوسف وزليخاء وألف بينهما كما ألفت بين سيدنا محمد وسيدتنا خديجة الكبري, اللهم بارك لهما وارزقهما رزقا حسنا حلالا طيبا نافعا مباركا في عمرهما ودينهما ودنياهما وآخرتهما وارزقهما ذرية صالحة مباركا, اللهم ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما, ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار, وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا والحمد لله رب العالمين.\rDOA-DOA setelah Akad NIKAH\rTiga doa berikut ini dikutip dari kitab MAKARIM AL-AKHLAQ: 209. Bersumber dari salah seorang cucu Rasulullah saw yaitu Imam Ja’far Ash-Shadiq putera Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husein Ra cucu Rasululah saw. Doanya sebagai berikut:","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا\rAllaâhumma biamâanatika akhattuhâa, wa bikalimaâtika istahlaltu farjahâa, fain qadhayta lîi minhâa waladan faj'alhu mubâarakan syawiyyâa, walâa taj'al lissyaithâani fîihi syarîikan walâa nashibâ.\r\"Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya\".\rاَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي اَلْفَهَا وَوُدَّهَا وَرِضَاهَا بِي، وَاَرْضِنِي بِهَا، وَاجْمَعْ بَيْنَنَا بِأَحْسَنِ اِجْتِمَاعٍ وَاَيْسَرِ ائْتِلاَفٍ فَإِنَّكَ تُحِبُّ الْحَلاَلَ وَتُكْرِهُ الْحَرَامَ\rAllâahummarzuqnîi alfahâa wa wuddahâa wa ridhâahâa bîi, wa ardhinîi bihâa, wajma' baynanâa biahsanijjtimâ'in wa aysari’ tilâafin, fainnaka tuhibbul halâala wa tukrihul harâam.\r\"Ya Allah, karuniakan padaku kelembutan isteriku, kasih sayang dan ketulusannya, ridhai aku bersamanya. Himpunkan kami dalam rumah tangga yang paling baik, penuh kasih sayang dan kebahagiaan, sesungguhnya Engkau mencintai yang halal dan membenci yang haram\".\rاَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي وَلَدًا وَاجْعَلْهُ تَقِيًّا ذَكِيًّا لَيْسَ فِي خَلْقِهِ زِيَادَةٌ وَلاَنُقْصَانُ وَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ اِلَى خَيْر\rAllâahummarzuqnîi waladan, waj'alhu taqiyyan dzakiyyan laysa fîi khalqihii ziyâadatun walâa nuqshân, waj'al 'âqiibatahuu ilâa khairin.","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"\"Ya Allah, karuniakan padaku keturunan, dan jadikan ia anak yang bertakwa dan cerdas, tidak ada kelebihan dan kekurangan dalam fisiknya, dan jadikan kesudahannya pada kebaikan\".\rCatatan:\rUntuk mendoakan orang lain, tinggal mengganti dhamir (kata ganti nama). Bagi yang belum bisa bhs arab, cukuplah merubah kata ganti nama dalam terjemahannya.\rmisalnya:\rDalam terjemahan doa yang pertama menjadi:\rYa Allah, dengan amanat-Mu (Fulan) telah menjadikan ia isterinya dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan baginya kehormatannya. Jika Engkau tetapkan baginya memiliki keturunan darinya, jadikan keturunan darinya keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.\rDalam terjemahan doa yang Kedua menjadi:\rYa Allah, karuniakan pada (Fulan) kelembutan isterinya, kasih sayang dan ketulusannya, ridhai ia bersamanya. Himpunkan mereka berdua dalam rumah tangga yang paling baik, penuh kasih sayang dan kebahagiaan, sesungguhnya Engkau mencintai yang halal dan membenci yang haram.\rDalam terjemahan doa yang Ketiga menjadi:\rYa Allah, karuniakan pada (Fulan) keturunan, dan jadikan ia anak yang bertakwa dan cerdas, tidak ada kelebihan dan kekurangan dalam fisiknya, dan jadikan kesudahannya pada kebaikan.\rTUGAS NAIB\rMenanyakan kepada wali & mempelai pria apakah:\r• Nikahnya Tawkil atau tidak\r• Dengan paksaan atau tidak\r• Apakah suka sama suka\r• Dengan mahar apa..?\rLalu pembawa acara membukanya dengan muqoddimah dan Al-Fatihah lalu menyerahkan sepenuhnya kepada yang menikahkan (wali / kyai)\rTUGAS WALI","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"Apabila tidak tawkil maka langsung menanyakan saksi dua atau menunjuknya dengan ditentukan.\r• Menyuruh orang yang bertugas untuk membacakan Khotbah Nikah langsung menikahkannya dengan ijab yang didahului Tahmid danSholawat lalu menjabat tangan calon suami dengan mengucapkan Uzawwijuka 'Alaa maa….\r• Menanyakan kepada saksi apakah 'akadnya sudah sah atau belum. Kalau sudah bilang sampun dan kalau belum bilang dereng dengan menjelaskan letak kekurangan atau kesalahannya.\r• Mendo'akan atau menyuruh orang yang sholeh untuk berdo'a yang bermanfa'at kepada kedua mempelai.\r• Langsung menemukan kedua mempelai dengan diiringi Sholawat Nabi dan ketika bertemu sunah tangan kanan suami menyalami istrinya dan tangan kiri memegang ubun-ubunnya dengan dibacakan do'a :\rالحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمدٍ اللهم اني اسألك خيرَ هذه وما اجبلتها وأعوذ بك من شر هذه وما اجبلتها وصلى الله على سيدنا محمد و الحمد لله رب العالمين\rMaka setelah berdo'a selesailah prosesi 'akad nikah dan pembawa acara langsung menutupnya dengan membaca Hamdallah dan Salam dan sunah langsung mengadakan Walimatul 'Ursyi\rTUGAS PENYERAHAN PENGANTIN\r• Menyampaikan salam bila dititipi oleh walinya suami\r• Menyerahkan manten laki-laki kepada walinya istri\r• Mohon ma'af atas sikap rombongan yang kurang berkenan\r• Pamit dan mohon do'a keselamatan\rTUGAS PENERIMAAN PENGANTIN\r• Menjawab salam sesuai dengan ucapan salamnya\r• Mangga'aken hidangan yang ada\r• Menerima penyerahan dan menyerahkan kepada walinya istri\r• Memberikan ma'af kepada rombongan\r• Mendo'akan keselamatan rombongan hingga sampai tujuannya.\rDOA-DOA PASUTRI","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Sebelum melakukan hubungan, hendaknya pasutri membersihkan hati dengan cara bertaubat dari segala perbuatan yang telah lalu. Sehingga dalam melakukan hubungan dilakukan dengan perasaan bahagia.\rSetelah itu, bersihkanlah tubuh dari hadas dengan cara berwudhu, memakai wangi-wangian. Khusus untuk istri, dianjurkan menggunakan celak mata (sipat) dan pacar. Lantas, sampaikanlah niat dalam hati akan harapan anak kelak yang lahir adalah anak shaleh. Setelah sudah berbusana rapi hendaknya mendahulukan kaki kanan untuk melangkah dengan membaca bismillah wassalamu ‘ala rasulillahis assalamu ‘alaikum, \"Dengan nama Allah dan kesejahteraan Rasulullah semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu\".\rLakukanlah sholat sunnah paling sedikit 2 rakaat. Dalam shalat bacalah surat Al-Fatihah 3x, surat Al-Ikhlas 3x, membaca shalawat lantas berdoa (akan diterangkan dibawah) memanjatkan apa yang diinginkan. Berikutnya suami, menghmpiri istri sambil mengatakan; assalaamu ‘alaikum ya baabar rahmaan, \"semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu wahai pintu kasih sayang\".Kalimat ini dijawab oleh istri dengan membaca; wa'alaikum salaam yaa sayyidal amiini,\"semoga keselamatan juga menyertaimu wahai (tuan) yang dipercaya\".\rKemudian suami mengecup kening istri sambil mengatakan kalimat;\rاللهم اني اسألك خيرها وخيرما جبلتها عليه واعوذبك من شرها وشرما جبلتها عليه\r(allaahuma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi),","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"\"ya Allah, aku mohon kepada-Mu atas kebaikan istri dan kebaikan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istri dari keburukan perangai yang telah Engkau tabiatkan kepadanya\".\rSaat suami telah berada pada pangkuan istri, bisikkan dengan perlahan ke telinga istri, radhitu billahi rabba, aku telah ridha Allah itu menjadi Tuhanku. Lantas lanjutkan dengan membaca shalawat bersama-sama (boleh shalawat apa saja); allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa sayyidinaa muhammad, \"ya Allah berilah limpahan rahmat kepada nabi Muhammad dan seluruh keluarganya\".\rDoa ketika akan melakukan senggama (Jima) bagi suami istri\rاللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان عنما رزقتنا\rAllaahumma jannibnas syaithoonaa wa jannibis syaithoona 'anmaa rozaqtanaa\r\"Dengan nama Allah Ya Allah jauhkanlah kami dari godaan setan dan jauhkan pula ya Allah setan itu dari anak yang akan kau anugerahkan kepada kami\" .\rDoa saat mengecup ubun-ubun\rاللهم بارك لي في اهلي وبارك لهم في اللهم اجمع بيننا ما جمعت بخير وفرق بيننا اذا فرقت بخير\r“ Allaahumma baarik lii fi ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allaahumma ijma’ bainanaa ma jama’ta bikhair, wa farriq bainanaa idzaa farraqta ilaa khair “.\r“ Ya Allah, berkahilah hamba dalam berkeluarga, dan berkahilah bagi istriku di dalamnya. Ya Allah satukanlah kami sebagaimana Engkau menyatukan kami dengan kebaikan, dan pisahkanlah kami jika Engkau memisahkannya untuk / menuju kebaikan “.\rDoa keluar mani/inzal/orgasme\rالحمد لله الذى خلق من الماء بشرا فجعله نسباوصهرا وكان ربك قديرا","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"Alhamdulillaahil ladzii kholaqo minal maai basyaroo, faja'alahu nasaban wa shihroo, wa kaana Robbuka Qodiiroo\r\"Segala puji bagi Allah yang teah menciptakan manusia dari air (mani) lalu ia jadikan keturunan dan Tuhanmu maha kuasa atas segala sesuatu\".\rDoa agar cepat dikarunia anak\rرَبِّ لاَ تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ\r\"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS; Al-Anbiyaa ayat 89)\rDoa mendapat keturunan yang baik baik\rرَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ\r“ Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik, sesungguhnya engkau maha mendengar ( segala ) do’a\". (QS; Ali Imran ayat 38), Dan Doa\rرَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي\r“ Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan sholat beserta anak keturunanku\". (QS; Ibrahim ayat 40)\rDoa wanita yang sedang Hamil\rرَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا\r\"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS; Alfurqon ayat 74) Sebaiknya setiap habis sholat dibaca 100 x\rDoa agar mudah melahirkan\rحنا ولدت مريم ومريم ولدت عيسي عليه السلام اخرج ايها المومود بقدرة الملك المعبود\rHanaa waladad Maryam, wa Maryam waladad ‘Iisaa 'Alaihissalaam. Ukhruj ayyuhal mauluud biqudratil malikil ma’buud","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"“Hana melahirkan Maryam, Maryam melahirkan Nabi Isa 'Alaihissalaam. Segera lahirlah wahai anak atas kuasa Dzat Yang Maha Merajai, Yang Maha disembah”\rDoa wanita setelah melahirkan\rاعيذه بالواحد الصمد الذى لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا احد من شر كل ذى حسد\rU'iidzuhuu bik waahidis shomad, alladzii lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahuu kufuwan ahad, min syarri kulli dzii hasad\r\"Aku mohonkan perlindungan bagi anak ini, kepada Allah yang Esa, tempat kami menggantungkan segala nasib, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tidak pula ada yang menyamai Nya, agar terlindung dari kejahatan orang yang dengki\".\rHal-hal penting setelah melahirkan\r• Sesudah bayi lahir di adzani telinga sebelah kanan kemudian membaca surat Al-ikhlas dan berdoa\rإِنِّى أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ\r“Aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk\" (QS; Ali Imran ayat 36)\r• Dibacakan Iqomah ditelinga sebelah kiri. Dengan cara itu maka anak itu insyaallah tidak akan diganggu oleh syaithan yang bernama “Ummus Syibyan”\r• Diberi nama yang bagus, dicukur rambutnya, dicelaki dan disuapi dengan makanan-makanan yang manis seperti madu/kurma dll, sambil berdoa اللهم بارك لنا ولهذا الولد فى حياته وطول عمره بطاعتك يا ارحم الراحمين\rAllaahumma baarik lanaa wa lihaadzal waladi fii hayaatihii, wa thowwil ‘umrohuu bi thoo’atika yaa Arhamar Roohimiin\r“Yaa Allah berkahilah kami dan anak kami ini dalam kehidupannya, panjangkan umurnya untuk senantiasa taat padaMu wahai Maha Penyayang di antara para penyayang\".","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"Wallahu A'lam bi Asshowaab\r1181. BOLEHKAH MENIKAHI WANITA LEBIH DARI 4 ORANG ?\rPERTANYAAN :\rKholilur Rahman\rMohon komennya:Bagaimana hukumnya orang kawin lebih dari 4 dalam islam!!Misalkan 5,6,7,8 dan seterusnya...\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rKitab tafsir Ar Rozi:\rالمسألة السادسة : ذهب قوم سدى إلى أنه يجوز التزوج بأي عدد أريد ، واحتجوا بالقرآن والخبر ، أما القرآن فقد تمسكوا بهذه الآية من ثلاثة أوجه : الأول : أن قوله : { فانكحوا مَا طَابَ لَكُمْ مّنَ النساء } إطلاق في جميع الأعداد بدليل أنه لا عدد إلا ويصح استثناؤه منه ، وحكم الاستثناء إخراج ما لولاه لكان داخلا . والثاني : أن قوله : { مثنى وثلاث وَرُبَاعَ } لا يصلح تخصيصا لذلك العموم ، لأن تخصيص بعض الاعداد بالذكر لا ينفي ثبوت الحكم في الباقي ، بل نقول : ان ذكر هذه الأعداد يدل على رفع الحرج والحجر مطلقا ، فان الانسان إذا قال لولده : افعل ما شئت اذهب إلى السوق وإلى المدينة وإلى البستان ، كان تنصيصا في تفويض زمام الخيرة اليه مطلقاً ، ورفع الحجر والحرج عنه مطلقاً ، ولا يكون ذلك تخصيصاً للاذن بتلك الأشياء المذكورة ، بل كان إذنا في المذكور وغيره فكذا ههنا ، وأيضاً فذكر جميع الأعداد متعذر ، فاذا ذكر بعض الأعداد بعد قوله : { فانكحوا مَا طَابَ لَكُمْ مّنَ النساء } كان ذلك تنبيها على حصول الاذن في جميع الأعداد . والثالث : أن الواو للجمع المطلق فقوله : { مثنى وثلاث وَرُبَاعَ } يفيد حل هذا المجموع ، وهو يفيد تسعة ، بل الحق أنه يفيد ثمانية عشر ، لان قوله : مثنى ليس عبارة عن اثنين فقط ، بل عن اثنين اثنين وكذا القول في البقية . وأما الخبر فمن وجهين : الأول : أنه ثبت بالتواتر أنه صلى الله عليه وسلم مات عن تسع ، ثم ان الله تعالى أمرنا باتباعه فقال : { فاتبعوه } وأقل مراتب الأمر الاباحة . الثاني : أن سنة الرجل طريقته ، وكان التزوج بالأكثر من","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"الأربع طريقة الرسول عليه الصلاة والسلام ، فكان ذلك سنة له ، ثم انه عليه السلام قال : « فمن رغب عن سنتي فليس مني »\rفظاهر هذا الحديث يقتضي توجه اللوم على من ترك التزوج بأكثر من الأربعة ، فلا أقل من أن يثبت أصل الجواز\rالطريق الثاني : وهو إجماع فقهاء الامصار على أنه لا يجوز الزيادة على الأربع وهذا هو المعتمد\rPara ulama fiqh sepakat tidak boleh menikahi wanita lebih 4 (yang dikumpulkan pada saat yang sama) dan pendapat ini yang mu`tamad.\rMasaji Antoro\rTIDAK BOLEH DAN HARAM\r( ويجوز للحر أن يجمع بين أربع حرائر والعبد بين اثنتين ) يحرم على الرجل الحر أن يجمع بين أكثر من أربع نسوة\rDan diperbolehkan bagi pria merdeka untuk menikahi empat wanita merdeka, dan untuk pria sahaya menikahi dua. Haram bagi pria merdeka menikahi lebih dari empat wanita. [Kifaayah al-Akhyaar I/347[.\rويجوز للحر أن يجمع بين أربع زوجات حرائر، ولا يجوز له أن يجمع بين أكثر من أربع لقوله: مثنى وثلاث ورباع، قال الصيمري من أصحابنا إلا أن المستحب أن لا يزيد على واحدة لاسيما في زماننا هذا أي في زمان الصيمري\rDan diperbolehkan bagi pria merdeka untuk menikahi empat wanita merdeka dan tidak diperbolehkan mengumpulkan lebih dari empat wanita berdasarkan firman Allah “maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat”( 4:3). As-Shoimiry berkata “Yang dianjurkan untuk tidak melebihi dari satu wanita terlebih di zaman sekarang ini”. [ Iqnaa Li as-Syarbiiny 16/137 ].","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"( وَيَجُوزُ لِلْحُرِّ أَنْ يَجْمَعَ ) فِي نِكَاحٍ ( بَيْنَ أَرْبَعِ حَرَائِرَ ) فَقَطْ لِقَوْلِهِ تَعَالَى : { فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنْ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ } { وَلِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِغَيْلَانَ وَقَدْ أَسْلَمَ وَتَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ : أَمْسِكْ أَرْبَعًا وَفَارِقْ سَائِرَهُنَّ } وَإِذَا امْتَنَعَ فِي الدَّوَامِ فَفِي الِابْتِدَاءِ أَوْلَى .فَائِدَةٌ : ذَكَرَ ابْنُ عَبْدِ السَّلَامِ أَنَّهُ كَانَ فِي شَرِيعَةِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ الْجَوَازُ مِنْ غَيْرِ حَصْرٍ تَغْلِيبًا لِمَصْلَحَةِ الرِّجَالِ ، وَفِي شَرِيعَةِ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ لَا يَجُوزُ غَيْرُ وَاحِدَةٍ تَغْلِيبًا لِمَصْلَحَةِ النِّسَاءِ ، وَرَاعَتْ شَرِيعَةُ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ مَصْلَحَةَ النَّوْعَيْنِ .قَالَ ابْنُ النَّقِيبِ : وَالْحِكْمَةُ فِي تَخْصِيصِ الْحُرِّ بِالْأَرْبَعِ أَنَّ الْمَقْصُودَ مِنْ النِّكَاحِ الْأُلْفَةُ وَالْمُؤَانَسَةُ ، وَذَلِكَ يَفُوتُ مَعَ الزِّيَادَةِ عَلَى الْأَرْبَعِ ، وَلِأَنَّهُ بِالْقَسْمِ يَغِيبُ عَنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ ثَلَاثَ لَيَالٍ وَهِيَ مُدَّةٌ قَرِيبَةٌ ا هـ .وَقَدْ تَتَعَيَّنُ الْوَاحِدَةُ لِلْحُرِّ وَذَلِكَ فِي كُلِّ نِكَاحٍ تَوَقَّفَ عَلَى الْحَاجَةِ كَالسَّفِيهِ وَالْمَجْنُونِ ، وَقَالَ بَعْضُ الْخَوَارِجِ : الْآيَةُ تَدُلُّ عَلَى جَوَازِ تِسْعٍ مَثْنَى بِاثْنَيْنِ .وَثُلَاثَ بِثَلَاثٍ ، وَرُبَاعَ بِأَرْبَعٍ ، وَمَجْمُوعُ ذَلِكَ تِسْعٌ .وَبَعْضٌ مِنْهُمْ قَالَ : تَدُلُّ عَلَى ثَمَانِيَةَ عَشَرَ مَثْنَى اثْنَيْنِ اثْنَيْنِ ، وَثُلَاثَ ثَلَاثَةٍ ثَلَاثَةٍ وَرُبَاعَ أَرْبَعَةٍ أَرْبَعَةٍ وَمَجْمُوعُ ذَلِكَ مَا ذُكِرَ","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"وَهَذَا خَرْقٌ لِلْإِجْمَاعِ .\rDan diperbolehkan bagi pria merdeka untuk menikahi empat wanita merdeka saja (tidak boleh lebih) berdasarkan firman Allah “maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat” (4:3). Dan berdasarkan sabda Nabi pada sahabat Ghilaan setelah ia masuk islam dan ia memiliki sepuluh istri “Tahanlah yang empat dan ceraikan sisanya” saat pelarangan ini dinyatakan nabi untuk melarang keberadaan menikah lebih daro empat maka pencegahan dari awal tentu lebih utama.\r[ FAEDAH ] Ibn Abdus salaam menjelaskan “adalah syariat nabi Musa As. Memperbolehkan pria menikahi wanita sebanyak mungkin tanpa ada batasan demi kemaslahatan kaum pria, disyariat nabi Isa As. Pria tidak diperbolehkan menikah lebih dari satu demi kemaslahatan kaum wanita dan syariat nabi Muhammad menengahi syariat para nabi dan rasul demi kemaslahatan kedua belak pihak (pria dan wanita), dst.......(cAPEK...^^). [ Hasyiyah al-Bujairomi X/143 ].\r1204. HARAM MEMILIKI ISTRI LEBIH DARI 4 WANITA\rPERTANYAAN :\rOdie Ali Baba\rAssalamualaikum Wrwb...bagaimanaa Pandangan ISLAM ( A W J ) Tentang orang yang Mnikah Lebih dari Empat..seperti 5/9/..10 orang Prmpuan..Dan Smua 10 Prmpuan Tersbut Sama2 Masih HIDUP..Di antara 10 tersebut..Tdak ada Keluhan..Baik Dari NafKah..1.) LAHIR..2.) BATIN.. Smua'y Trcukupi... PERTANYA'AN saya..\r1). Bgamana Hukum'y yang Seperti itu..\r2). Apa Pandangan'y ISLAM AHLISUNNAH WJ.. Tentang orang yang Seperti itu..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rTIDAK BOLEH DAN HARAM","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"( ويجوز للحر أن يجمع بين أربع حرائر والعبد بين اثنتين ) يحرم على الرجل الحر أن يجمع بين أكثر من أربع نسوة\rDan diperbolehkan bagi pria merdeka untuk menikahi empat wanita merdeka, dan untuk pria sahaya menikahi dua.Haram bagi pria merdeka menikahi lebih dari empat wanita. [ Kifaayah al-Akhyaar I/347 ].\rويجوز للحر أن يجمع بين أربع زوجات حرائر، ولا يجوز له أن يجمع بين أكثر من أربع لقوله: مثنى وثلاث ورباع، قال الصيمري من أصحابنا إلا أن المستحب أن لا يزيد على واحدة لاسيما في زماننا هذا أي في زمان الصيمري\rDan diperbolehkan bagi pria merdeka untuk menikahi empat wanita merdeka dan tidak diperbolehkan mengumpulkan lebih dari empat wanita berdasarkan firman Allah “maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat”( 4:3) As-Shoimiry berkata “Yang dianjurkan untuk tidak melebihi dari satu wanita terlebih di zaman sekarang ini”. [ Iqnaa Li as-Syarbiiny 16/137 ].","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"( وَيَجُوزُ لِلْحُرِّ أَنْ يَجْمَعَ ) فِي نِكَاحٍ ( بَيْنَ أَرْبَعِ حَرَائِرَ ) فَقَطْ لِقَوْلِهِ تَعَالَى : { فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنْ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ } { وَلِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِغَيْلَانَ وَقَدْ أَسْلَمَ وَتَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ : أَمْسِكْ أَرْبَعًا وَفَارِقْ سَائِرَهُنَّ } وَإِذَا امْتَنَعَ فِي الدَّوَامِ فَفِي الِابْتِدَاءِ أَوْلَى .فَائِدَةٌ : ذَكَرَ ابْنُ عَبْدِ السَّلَامِ أَنَّهُ كَانَ فِي شَرِيعَةِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ الْجَوَازُ مِنْ غَيْرِ حَصْرٍ تَغْلِيبًا لِمَصْلَحَةِ الرِّجَالِ ، وَفِي شَرِيعَةِ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ لَا يَجُوزُ غَيْرُ وَاحِدَةٍ تَغْلِيبًا لِمَصْلَحَةِ النِّسَاءِ ، وَرَاعَتْ شَرِيعَةُ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ مَصْلَحَةَ النَّوْعَيْنِ .قَالَ ابْنُ النَّقِيبِ : وَالْحِكْمَةُ فِي تَخْصِيصِ الْحُرِّ بِالْأَرْبَعِ أَنَّ الْمَقْصُودَ مِنْ النِّكَاحِ الْأُلْفَةُ وَالْمُؤَانَسَةُ ، وَذَلِكَ يَفُوتُ مَعَ الزِّيَادَةِ عَلَى الْأَرْبَعِ ، وَلِأَنَّهُ بِالْقَسْمِ يَغِيبُ عَنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ ثَلَاثَ لَيَالٍ وَهِيَ مُدَّةٌ قَرِيبَةٌ ا هـ .وَقَدْ تَتَعَيَّنُ الْوَاحِدَةُ لِلْحُرِّ وَذَلِكَ فِي كُلِّ نِكَاحٍ تَوَقَّفَ عَلَى الْحَاجَةِ كَالسَّفِيهِ وَالْمَجْنُونِ ، وَقَالَ بَعْضُ الْخَوَارِجِ : الْآيَةُ تَدُلُّ عَلَى جَوَازِ تِسْعٍ مَثْنَى بِاثْنَيْنِ .وَثُلَاثَ بِثَلَاثٍ ، وَرُبَاعَ بِأَرْبَعٍ ، وَمَجْمُوعُ ذَلِكَ تِسْعٌ .وَبَعْضٌ مِنْهُمْ قَالَ : تَدُلُّ عَلَى ثَمَانِيَةَ عَشَرَ مَثْنَى اثْنَيْنِ اثْنَيْنِ ، وَثُلَاثَ ثَلَاثَةٍ ثَلَاثَةٍ وَرُبَاعَ أَرْبَعَةٍ أَرْبَعَةٍ وَمَجْمُوعُ ذَلِكَ مَا ذُكِرَ","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"وَهَذَا خَرْقٌ لِلْإِجْمَاعِ .\rDan diperbolehkan bagi pria merdeka untuk menikahi empat wanita merdeka saja (tidak boleh lebih) berdasarkan firman Allah “maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat” (4:3). Dan berdasarkan sabda Nabi pada sahabat Ghilaan setelah ia masuk islam dan ia memiliki sepuluh istri “Tahanlah yang empat dan ceraikan sisanya” saat pelarangan ini dinyatakan nabi untuk melarang keberadaan menikah lebih daro empat maka pencegahan dari awal tentu lebih utama.\r[ FAEDAH ] Ibn Abdus salaam menjelaskan “adalah syariat nabi Musa As. Memperbolehkan pria menikahi wanita sebanyak mungkin tanpa ada batasan demi kemaslahatan kaum pria, disyariat nabi Isa As. Pria tidak diperbolehkan menikah lebih dari satu demi kemaslahatan kaum wanita dan syariat nabi Muhammad menengahi syariat para nabi dan rasul demi kemaslahatan kedua belak pihak (pria dan wanita), dst.......(cAPEK...^^). [ Hasyiyah al-Bujairomi X/143 ].\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/355830801106401/\r2327. HUKUM MEMILIKI ISTRI LEBIH DARI EMPAT\rPERTANYAAN :\rSulaeman\rAssalamualaikum.. Sedang heboh kasus \"orang\" yang mempunyai istri 9. Pertanyaannya, apakah benar memiliki istri lebih dari empat itu dihukumi zina... Terimakasih. Wassalamualaikum.\rJAWABAN :\r> Fakhrur Rozy\rWa'alaykumus salaam,\rالثامن اعلم ان هذا العدد مثنى وثلات ورباع لايدل على اباحة التسع\rwww.shiaonlinelibrary.com/الكتب/2620_تفسير-القرطبي-القرطبي-ج-5/الصفحة_17\rIstri melebihi 4, bertentangan dengan ijma' dan hadits. Dia telah menghalal apa yang telah diharam oleh syari'at. [ Tafsir al qurthubi juz 5 hal 17 ].","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"اعلم ان هذا العدد مثنى وثلات ورباع لايدل على اباحة التسع وهذ كله جهل باللسان والسنة ومخالف للاجماع الامة\rPertanyaannya, apakah benar memiliki istri lebih dari empat itu dihukumi zina... ? Terimakasih.\rJawaban : termasuk zina, dan wajib di-had.\rتفسير القرطبي5/ 11 وأما اختلاف علماء المسلمين في الذي يتزوّج خامسة وعنده أربع وهي: التاسعة فقال مالك والشافعيّ: عليه الحدّ إن كان عالماً. وبه قال أبو ثَوْر.\rوقال الزُّهرِيّ: يُرجَم إذا كان عالماً، وإن كان جاهلاً أدْنَى الحدّين الذي هو الجلد، ولها مهرها ويُفَرّق بينهما ولا يجتمعان أبداً. وقالت طائفة: لا حدّ عليه في شيء من ذلك. هذا قول النعمان. وقال يعقوب ومحمد: يُحدّ في ذات المحرّم ولا يحدّ في غير ذلك من النكاح. وذلك مثلُ أن يتزوّج مجوسيّةً أو خمسةً في عُقدة أو تزوّج (متعة) أو تزوّج بغير شهود، أو أَمَةً تزوّجها بغير إذن مولاها. وقال أبو ثَوْر: إذا علم أن هذا لا يحلّ له يجب أن يحدّ فيه كلّه إلا التزوّج بغير شهود. وفيه قول ثالث قاله النَّخَعِيّ في الرجل ينكح الخامسة متعمّداً قبل أن تنقضي عدّة الرابعة من نسائه: جلدُ مائة ولا يُنْفَى. فهذه فُتْيَا علمائنا في الخامسة على ما ذكره ابن المنذر فكيف بما فوقها.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/576272615728884\r3302. HUKUM POLIGAMY\rPERTANYAAN :\r> Rudeiy\rAssalamu 'Alaikum. Poligami itu sekedar dianjurkan apa sampai pada nilai / hukum sunnah ya?\rJAWABAN :\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh, pada dasarnya hukum poligamy adalah mubah sebagaimana firman Allah dalam surat An nisa' ayat 3 : \" Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. \"\rMeskipun pada dasanya mubah, poligamy hukumnya juga bisa berubah menjadi sunnah atau makruh bahkan bisa juga haram , hal ini berdasarkan keadaan seseorang yang akan melakukan poligamy.\rJika seorang lelaki membutuhkan istri yang lain misalnya sebab sang istri sakit sakitan, atau istrinya mandul padahal lelaki itu ingin punya anak serta dia merasa mampu untuk berbuat adil kepada istri istrinya maka poligamy hukumnya sunnah baginya,\rSedangkan jika tujuan poligaminya bukan karena butuh tapi sekedar meraih kenikmatan dan bersenang senang serta masih diragukan tentang adil dan tidaknya terhadap para istri maka hukum poligamy baginya adalah makruh. Wallohu a'lam bis showab.\rالفقه المنهجي على مذهب الإمام الشافعي (4/ 35)\r1ـ حكم تعد الزوجات:تعدد الزوجات مباح في أصله، قال تعالى: {وإن خفتم ألا تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع} [النساء: 3].\rومعنى الآية: إن خفتم إذا نكحتم اليتيمات أن لا تعدلوا في معاملتهن، فقد أبيح لكم أن تنكحوا غيرهن، مثنى وثلاث ورباع.","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"ولكن قد يطرأ على التعدد ما يجعله مندوبا، أو مكروها، أو محرما، وذلك تبعا لاعتبارات وأحوال تتعلق بالشخص الذي يريد تعدد الزوجات:\rأـ فإذا كان الرجل بحاجة لزوجة أخرى: كأن كان لا تعفه زوجة واحدة، أو كانت زوجته الأولى مريضة، أو عقيما، وهو يرغب بالولد، وغلب على ظنه أن يقدر على العدل بينهما، كان هذا التعدد مندوبا، لأن فيه مصلحة مشروعة، وقد تزوج كثير من الصحابة رضي الله عنهم بأكثر من زوجة واحدة.\rب ـ إذا كان التعدد لغير حاجة، وإنما لزيادة التنعم والترفيه، وشك في قدرته على إقامة العدل بين زوجاته، فإن هذا التعدد يكون مكروها، لأنه لغير حاجة، ولأنه ربما لحق بسببه ضرر في الزوجات من عدم قدرته على العدل بينهن.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/783178695038274/\r1225. KETENTUAN DIPERBOLEHKANNYA POLIGAMI\rPERTANYAAN :\rULia Si-iim QuincHi\rAsslm...tanya : \"jika seorang laki-laki menikah lagi tanpa izin dari istri yang pertama, itu bgmana hkumnya?dan setelah itu istri prtma mnta pisah karenaa alasan tidak mau di madu, apkh itu slah?Dan bgmana shrusnya? Mhon jwbannya...syukron\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Syarat seorang suami boleh menjalani poligami adalah harus adil dan mampu memberikah nafkah hidup, diluar ketentuan itu tidak terdapati persyaratan lain (termasuk harus minta izin pada istri) namun orang berakal adalah mereka yang mampu menguasai hal sebelum tertimpa masalah, karenanya BERFIKIRLAH sebelum bertindak...!!","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"قيود إباحة التعدد :اشترطت الشريعة لإباحة التعدد شرطين جوهريين هما:1 - توفير العدل بين الزوجات: أي العدل الذي يستطيعه الإنسان، ويقدر عليه، وهو التسوية بين الزوجات في النواحي المادية من نفقة وحسن معاشرة ومبيت، لقوله تعالى: {فإن خفتم ألا تعدلوا فواحدة، أو ما ملكت أيمانكم، ذلك أدنى ألا تعولوا} [النساء:3/4] فإنه تعالى أمر بالاقتصار على واحدة إذا خاف الإنسان الجور ومجافاة العدل بين الزوجات.وليس المراد بالعدل ـ كما بان في أحكام الزواج الصحيح ـ هو التسوية في العاطفة والمحبة والميل القلبي، فهوغير مراد؛ لأنه غير مستطاع ولا مقدور لأحد، والشرع إنما يكلف بما هو مقدور للإنسان، فلا تكليف بالأمور الجبلِّية الفطرية التي لا تخضع للإرادة مثل الحب والبغض.ولكن خشية سيطرة الحب على القلب أمر متوقع ،لذا حذر منه الشرع في الآية الكريمة: {ولن تستطيعوا أن تعدلوا بين النساء، ولو حرصتم، فلا تميلوا كل الميل، فتذروها كالمعلقة} [النساء:129/4] وهو كله لتأكيد شرط العدل، وعدم الوقوع في جور النساء، بترك الواحدة كالمعلقة، فلا هي زوجة تتمتع بحقوق الزوجية، ولا هي مطلقة. والعاقل: من قدَّر الأمور قبل وقوعها، وحسب للاحتمالات والظروف حسابها، والآية تنبيه على خطر البواعث والعواطف الداخلية، وليست كما زعم بعضهم لتقرير أن العدل غير مستطاع، فلا يجوز التعدد، لاستحالة تحقق شرط إباحته.2 - القدرة على الإنفاق: لا يحل شرعاً الإقدام على الزواج، سواء من واحدة أو من أكثر إلا بتوافر القدرة على مؤن الزواج وتكاليفه، والاستمرار في أداء النفقة الواجبة للزوجة على الزوج، لقوله صلّى الله عليه وسلم : «يا معشر الشباب، من استطاع منكم الباءة فليتزوج...» والباءة: مؤنة النكاح.\rKETENTUAN YANG MEMBOLEHKAN SUAMI BERPOLIGAMI.\rSyariat memperkenan suami berpoligami bila memenuhi dua ketentuan :\r1. Bisa memberikan rasa ADIL diantara istri-istrinya.","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"Dalam artian kemampuan berbuat adil dalam hal-hal yang bersifat kebendaan seperti memberi nafkah, dapat bergaul dengan mereka secara baik serta menggiliri mereka dengan sama rata, Allah Ta’ala berfirman :\r“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. 4:3)\rDalam ayat ini diterangkan, Allah memerintahkan untuk mencukupi satu istri saja bila seseorang khawatir tidak mampu berbuat adil diantara para istrinya.\rDan bukan yang dimaksud adil disini adalah sama dalam hal membagi perasan, kasih sayang, cinta dan kecenderungan hati, bukan...!! Karena yang demikian tentunya tidak akan mampu dilakukan oleh seorangpun sedang syariat tidak akan menerapkan hukum diluar batas yang dimampui oleh seseorang maka ia tidak dituntut untuk menjalani hal-hal yang diluar fitrah kemampuan untuk tunduk pada keinginan seperti cinta dan benci hanya saja kekhawatiran terbelenggu oleh cinta (pada seorang diantara istri-istri lainnya) dapat menjadi kenyataan sehingga menjadikan istri bagai tergantung, tiada terpenuhi hak-haknya dan ia juga tiada tertalak dari cengkeraman kuasa suami.\rAllah berfirman “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.” (QS. 4:129)","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"Ayat ini sebagai penegasan tentang ketentuan legalnya berpoligami agar karenanya tidak menjadikan mendzalimi kaum wanita sehingga membuat nasibnya terkatung-katung dan orang berakal adalah mereka yang mampu menguasai hal sebelum tertimpa masalah karenanya.\r2. Mampu memberikan NAFKAH pada istri-istrinya.\rSyariat tidak menghalalkan seseorang memasuki ranah pernikahan baik menikah hanya seorang istri atau lebih kecuali ia berkemampuan memenuhi biaya dan tuntutan-tuntutan dalam sebuah rumah tangga, mampu memenuhi hak-hak yang semestinya didapatkan seorang istri atas suaminya berdasarkan sabda nabi :“Wahai kawula muda, barangsiapa yang mampu dari kalian atas biaya maka menikahlah” yang dimaksud biaya adalah biaya yang dibutuhkan dalam pernikahan dan rumah tangga. [ Al-Fiqh al-Islaam IX/160 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/361009993921815/\r1264. DEFINISI WATHI SYUBHAT\rPERTANYAAN :\rMuchammad Khusain\rAsslamualaikum. . Mao tanya, yang disebut wathi syubhat itu wathi yang bagaimana to? mohon pnjlsnya!\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot\rWa`alaikum salam.\rواعلم أن الشبهة تنقسم ثلاثة أقسام القسم الأول شبهة الفاعل وهي كمن وطىء على ظن الزوجية أو الملكية والقسم الثاني شبهة المحل وهي كمن وطىء الأمة المشتركة والقسم الثالث شبهة الطريق وهي التي يقول بها عالم يعتد بخلافه والأول لا يتصف بحل ولا حرمة لأن فاعله غافل مكلف والثاني حرام والثالث إن قلد القائل بالحل لا حرمة وإلا حرم(اعانة الطالبين ج 3 ص 337)\rKeterangan :wathi syubhat terbagi tiga :\r> Syubhatul fail(pelaku), semisal orang yang menjima’ perempuan yang dianggap isterinya, namun kenyataannya bukan.","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"> Syubhatul machal(perempuannya), semisal orang yang menjima’ budak perempuan yang musytarokah(milik bersama).\r> Syubhatut thoriq, semisal jima’ dari pernikahan tanpa wali (karena ada ulama yang memperbolehkannya). [ I`anah Juz 3 Hal 337 ].\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rWathi' syubhat adlah wathi' yang tidak di sifati dengan kebolehan dan keharoman.seperti ia menyangka bahwaa wanita lain itu adlah istriya kmudian ia menjima'y. tidak ada had dalam wathi syubhat. [ kasyifatus saja 27 ].\r>Toni Imam Tontowi\rSeperti seorang suami yang menggauli wanita yang disangka istrinya ternyata bukan maka wajib bagi suami tadi mengeluarkan mahar mitsil.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/323572130998935/\r> Coungkriyng CihUy\rAssalamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh . Afwan asatidz/asatidzah ,yang mau saya tanyakan jima' syubhat itu maksudnya bagaimana ? Soalnya saya baru dengar pertama kali ..Mohon penjelasannya ..\r> Masaji Antoro\rWa'alaikum salam Warohmatullahi Wabarokaatuh. Wathi SYUBHAT adalah perbuatan senggama seseorang atas wanita yang dalam prasangkaanya halal baginya.Menurut Syafi’iyyah Wathi syubhat terbagi atas tiga macam :\r• SYUBHAT HUKMIYYAH/MAHAL\r• SHUBHAT FI’IL/ISYTIBAAH\r• SHUBHAT THORIIQ","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"أقسام الشبهة :3 - قسم الحنفية والشافعية الشبهة إلى ثلاثة أقسام ، اتفقا في اثنين منها وانفرد كل مذهب بقسم ثالث .فاتفق المذهبان في الشبهة الحكمية وشبهة الفاعل .أما القسم الأول فهو الشبهة الحكمية ، وتسمى شبهة المحل ؛ أي الملك .وسميت حكمية لأن حل المحل ثبت بحكم الشرع . أو شبهة حكم الشرع بحل المحل ، لأن نفس حكم الشرع ومحله لم يثبت وإنما الثابت شبهته لكون دليل الحل عارضه مانع . ومن أمثلتها : وطء معتدة الكنايات والوطء في الخلع الخالي عن المال . وسميت هذه الشبهة شبهة الملك لأن الشبهة واردة على كون المحل مملوكا .أما القسم الثاني وهو شبهة الفعل : وتسمى شبهة اشتباه ؛ أي شبهة في حق من حصل له اشتباه ، وذلك إذا ظن الحل ؛ لأن الظن هو الشبهة لعدم دليل قائم تثبت به الشبهة . والفرق بين شبهة الفعل وشبهة المحل أن الشبهة في شبهة المحل جاءت من دليل حل المحل فلا حاجة فيه إلى ظن الحل .ومن أمثلة شبهة الفعل : وطء معتدة الثلاث ، ووطء معتدة الطلاق على مال ، ووطء المختلعة على مال .وانفرد الحنفية بقسم شبهة العقد : وهو ما وجد فيه صورة العقد لا حقيقته ومثلوا له بمن وطئ محرما عليه نكاحها بعقد . ولا توجب الحد عند أبي حنيفة ، وعند صاحبيه يوجبه إن علم الحرمة وعليه الفتوى .وانفرد الشافعية بقسم شبهة الطريق ، أو شبهة اختلاف الفقهاء ، وهي الشبهة الناشئة عن اختلاف الفقهاء بأن يكون أحد المجتهدين قال بالحل . ومثلوا له بالوطء في نكاح بدون ولي . ويحتمل أن يكون هذا القسم داخلا في القسم الأول وهو ما أطلق عليه الحنفية ( الشبهة الحكمية ) . (1)\r(1) حاشية ابن عابدين 3 / 151 - 153، الإقناع 2 / 81 تحفة المحتاج 7 / 304، الاختيار 4 / 90 .\r[ Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah 25/341 ].","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"8 - اختلف علماء الأصول في وصف المخطئ بالحل والحرمة . فقال الإسنوي : بعد أن عرف الحكم بأنه خطاب الله المتعلق بأفعال المكلفين بالاقتضاء أو التخيير : من فروع كون الحكم الشرعي لا بد من تعلقه بالمكلفين ، أن وطء الشبهة القائمة بالفاعل ، وهو ما إذا وطئ أجنبية على ظن أنها زوجته مثلا ، هل يوصف وطؤه بالحل والحرمة ، وإن انتفى عنه الإثم ، أو لا يوصف بشيء منها ؟ فيه ثلاثة أوجه : أصحها الثالث ، وبه أجاب النووي في كتاب النكاح من فتاويه ؛ لأن الحل والحرمة من الأحكام الشرعية، والحكم الشرعي هو الخطاب المتعلق بأفعال المكلفين ، والساهي والمخطئ ونحوهما ليسوا مكلفين .\rUlama Usshul Fiqh berbeda pendapat dalam menshifati kehalalan atau keharaman pelaku tindakan kriminal akibat lupa.al-Asnawi berkata setelah menguraikan keterangan bahwa hukum adalah ketetapan Allah yang berlaku pada tindakan-tindakan seorang mukallaf dalam kondisi ia berbuat dan sadar/bukan dipaksa.\rWathi subhat yakni perbuatan senggama oleh seseorang atas wanita dengan berprasangka ia istrinya misalnya, apakah perbuatannya dapat dikatakan halal atau haram ?\rApakah tidak berakibat dosa ? atau tidak berpautan dengan hukum apapun ?\rDalam hal ini memang terdapat tiga pendapat ulama namun yang paling shahih adalah pendapat ketiga sebagaimana ungkapan an-Nawawy pada fatwanya dalam kitab an-Nikah “Bahwa hukum halal dan haram adalah bagian dari ketentuan-ketentuan syariat yang berkaitan khithabnya dengan tindakan-tindakan orang mukallaf sedang orang lupa, salah dan sejenis bukanlah kategori orang mukallaf. [ Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah 19/132 ].","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"حكم تعاطي الشبهات :4 - ذهب الشافعية إلى حرمة تعاطي شبهة المحل ، ومثلوا لها بوطء الأمة المشتركة للإجماع على حرمته .أما شبهة الفعل . فلا توصف بحل ولا بحرمة ، كمن وطئ امرأة يظنها حليلته لأنه في حالة الغفلة عن الحقيقة غير مكلف اتفاقا ، ومن ثم حكي الإجماع على عدم إثمه ، وإذا انتفى التكليف انتفى وصف فعله بالحل والحرمة ، وهذا محمل قولهم : وطء الشبهة لا يوصف بحل ولا حرمة .أما شبهة الطريق فيختلف حكمها بحسب من قلد ، فإن قلد من قال بالتحريم حرمت ، وإلا لم تحرم .\rHUKUM PELAKU TINDAKAN SYUBHAT\rKalangan Syafi’iyyah menilai akan keharaman tindakan subhat Machal seperti menggauli wanita sahaya yang dimiliki secara bersamaan karena terdapatnya ijma’ ulama akan keharaman kepemilikan dan perbuatan semacam ini.\rSedang dalam SYUBHAT FI’LI maka tidak dapat dihukumi akan halal atau haramnya seperti bila seseorang menggauli wanita yang ia sangka istrinya karena kondisi lalai secara kesepakatan ulama bukanlah termasuk mukallaf.\rOleh karena Ijma Ulama menyatakan tidak terdapati dosa didalamnya, bila ketaklifan seseorang tiada, tiada pulalah ketentuan hukum halal dan haram padanya, ini yang dimaksud pendapat ulama “Wathi Syubhat tiada dihukumi halal atau haram”\rDalam masalah SYUBHAT THORIQ kalangan syafiiyyah menilai hukumnya tergantung pada pendapat yang ia anut, bila ia menganut pendapat ulama yang mengharamkan maka haramlah perbuatannya, bila tidak maka tidak haram. [ Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah 25/341 ].\r> Coungkriyng CihUy Iyya","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Kok bisa, mungkin contoh k'adaanya seperti yang d.blg Muhammad Fatkhurozi Rozidiatas !!Klo si suami jelas tidak tahu kalau yang d.wathi' itu trnyta bkn istrinya , tapi teman si istri sudah tau itu suami temannya tapi msi d.teruskan ,, (maaf sebelumnya) ..Apa masi d.bilang syubhat ?Dosakah teman si istri ?Afwan kalau terlalu banyak tanya ...\r> Masaji Antoro\rYups,, masih dihukumi Wathi Syubhat juga bila suami yang menggauli tersebut benar-benar tidak tahu kalau yang digauli bukan istrinya\r2 - وتجب العدة أيضاً بالاتفاق بالتفريق للوطء بشبهة، كالموطوءة في زواج فاسد؛ لأن وطء الشبهة والزواج الفاسد كالوطء في الزواج الصحيح في شغل الرحم ولحوق النسب بالواطئ، فكان مثله فيما تحصل به براءة الرحم، كيلا تختلط الأنساب والمياه. ومثال الوطء بشبهة: أن تزف امرأة إلى غير زوجها، وتقول النساء للرجل: إنها زوجتك، فيدخل بها بناء على قولهن، ثم يتبين أنها ليست زوجته.","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"Dan diwajibkan IDDAH juga akibah perpisahan sebab wathi syubhat seperti perempuan yang diwathi akibat pernikahan yang rusak karena wathi syubhat dan pernikahan yang rusak seperti wathi dalam pernikahan yang shahih dalam hal telah terpakainya rahim dan bertemunya nasab pada si penggaul maka sama hukumnya dalam hal harus disterilkannya rahim agar tidak terjadi pencampuran nasab dan sperma.Contoh wathi Syubhat : Bila seorang wanita menjalani malam pengantin pada lelaki selain suaminya, dan para wanita berkata pada si lelaki “sesungguhnya ia istrimu”, kemudian si lelaki pun menggauli wanita tersebut atas dasar ucapan para wanita tadi dan ternyata diketahui si wanita memang bukan istrinya. [ Al-Fiqh al-Islaam IX/594 ]. Wallaahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/436863283003152/\r1399. TIDAK MENIKAH SAMPAI USIA LANJUT\rPERTANYAAN :\rTarkam Sriatun\rAssalaamu alaikum wr wb. Saya punya ortu / sesepuh / guru umur 60 tahun sampe sekarang dia belum pernah nikah, kalau ditanya sama muridnya mbah ko blm pernah nikah sampe sekarang kenapa jawabnya: allah aja ga nikah, dia bukannya ngikutin jejaknya nabi tapi dia ngikutin jejaknya allah. Gemana tanggapan temen2. gemana solusinya....?\rJAWABAN :\rAbdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam wr.wb. Mungkin beliau mendalami betul apa yang diuraikan oleh imam an-nawawi dalam kitabnya al-minhaj :\rهو مستحب لمحتاج اليه يجد اهبته فان فقدها استحب تركه و يكسر شهوته بالصوم فان لم يحتج كره ان فقد الاهبة و الا فلا لكن العبادة افضل قلت فان لم يتعبد فالنكاح افضل له في الاصح","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"\"Nikah hukumnya sunah bagi orang yang membutuhkan dan punya biaya.jika tidak punya biaya sunah hukumnya meninggalkannya dan lemahkanlah syahwatnya dengan berpuasa. Jika tidak butuh menikah, maka menikah hukumnya makruh kalau tidak punya biaya. Jika punya biaya tidaklah makruh, tetapi melakukan ibadah lebih utama.\rAku (an-nawawi) berkata jika memang seseorang tidak menggunakan waktunya untuk beribadah, maka nikah lebih utama\". Oleh karena itu imam An-nawawi hidup membujang sampai ahir hayatnya. Beliau lalui hari-harinya dengan beribadah, menulis karya2 ilmiyah, mengajar, membaca alqur'an dll.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/385742931448521/\r1520. HUKUM POLIANDRI\rPERTANYAAN :\rAdin Bagus\rAsslamualaikum..... Mas, mba tolong minta ta'bir polyandri.... Mohon sangat\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rAllah berfirman:\rوالمحصنات من النساء\rWAL MUHSHANAATU MINANNISAA`I\rDan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami) QS Annisaa ayat 24. Dalam Tafsier Ibnu Katsier 2/256 dijelaskan :\rوقوله [ تعالى ] ( والمحصنات من النساء إلا ما ملكت أيمانكم ) أي : وحرم عليكم الأجنبيات المحصنات وهن المزوجات.......\rAL MUHSHANAAT WA HUNNA AL MUZAWWAJAAT\rMuhshanat, mereka adalah wanita yang dinikahi / bersuami\r(عن سمرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه ةسلم : أيما امرأة زوجها وليان فهي للأول منهما رواه أحمد والأربعة وحسنه الترمذي)\rAyyumaa `mra`atin zawwajahaa waliyaani fa-hiya lil al-awwali minhumaa.\rSiapa saja wanita yang dinikahkan oleh dua orang wali, maka pernikahan yang sah wanita itu adalah bagi yang pertama dari keduanya. Dalam Subulussalaam 3/123 dijelaskan :","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"والحديث دليل على أن المرأة إذا عقد لها وليان لرجلين وكان العقد مترتبا أنها للأول منهما سواء دخل بها الثاني أو لا. أما إذا دخل بها عالما فإجماع أنه زنا، وأنها للأول، وكذلك إن دخل بها جاهلا إلا أنه لا حد عليه. للجهل. فإن وقع العقدان في وقت واحد بطلا وكذا إذا علم ثم التبس فإنهما يبطلان إلا أنها إذا أقرت الزوجة أو دخل بها أحد الزوجين برضاها فإن ذلك يقرر العقد الذي أقرت بسبقه إذ الحق عليها فإقرارها صحيح وكذا الدخول برضاها فإنه قرينة السبق لوجوب الحمل على السلامة.\rWAL HADIITSU DALIILUN 'ALAA ANNAL MAR`ATA IDZAA 'AQADA LAHAA WALIYYAANI LIRAJULAINI WAKAANAL A'QDU MUTARATTIBAN ANNAHAA LIL AWWALI MINHUMAA SAWAA`UN DAKHALA BIHAA ATSTAANI AU LAA AMMAA IDZAA DAKHALA BIHAA 'AALIMAN FA IJMAA'UN ANNAHUU ZINAN\rHadits diatas menunjukkan bahwasanya jika seorang perempuan jika diakadkan oleh dua orang wali untuk dua orang laki-laki dan akadnya berurutan, maka perempuan tersebut milik laki-laki yang pertama dari keduanya, baik digauli oleh laki-laki yang kedua atau tidakAdapun jika laki-laki yang kedua menggauli perempuan tersebut dan dia mengetahui (sudah diakad oleh laki-laki yang pertama) maka menurut ijma' itu adalah zina.\rKeterangan : Dari ayat dan hadits diatas, diketahui bahwa poliandri adalah haram. Wallaahu A'lam.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/412056568817157/\r1789. HUKUM WANITA MENIKAHI TIGA PRIA ( POLIANDRI )\rPERTANYAAN :\rMaktabah Syamilah\rالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Ada kasus seorang wanita kerja di Arab saudi, dia punya suami tiga Ekor, eh nas tiga orang, 1. Di indonesia. 2. Di arab, juga sama-sama orang indonesia, tiap bulan ngirim uang ke suami yang di indonesia, bagaimana nih.... ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Dalam kasus di atas, pernikahan wanita yang mengaku tidak dalam berstatus bersuami dengan suami kedua dan ketiganya secara lahiriyah tetap sah asalkan wanita tersebut dapat menunjukkan bukti-bukti kuat statusnya saat ia menjalani pernikahan, akan tetapi bagi wanita yang tahu pasti keberadaan status aslinya, hubungannya dengan suami kedua dan ketiganya tetap dihukumi ZINA...\r( و ) شرط ( في الزوجة ) أي المنكوحة ( خلو من نكاح وعدة ) من غيره\r( قوله خلو من نكاح وعدة ) أي ولو بادعائها فيجوز تزويجها ما لم يعرف لها نكاح سابق فإن عرف لها وادعت أن زوجها طلقها أو مات وانقضت عدتها جاز لوليها الخاص تزويجها ولا يزوجها الولي العام وهو الحاكم إلا بعد ثبوت ذلك عنده كما قال ز ي اه\rDisyaratkan pada (calon) istri yang hendak dinikahi tidak dalam status menikah dan dalam masa iddah.... (Tidak dalam status menikah dan dalam masa iddah) meskipun dengan pengakuannya, maka boleh menikahkannya selama tidak diketahui dia telah menikah dengan lelaki yang pertama, bila ia diketahui telah menikah dan ia mengaku suaminya telahmentalaknya atau telah meninggal dunia serta telah usai masa iddahnya maka boleh bagi wali khasnya menikahkannya tapi tidak bagi wali ‘amnya (hakim) kecuali setelah terdapat kejelasan pastinya akan status wanita tersebut menurutnya. [ I’aanah at-Thoolibiin III/280 ].","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"( و ) شرط ( في الزوجة خلو من نكاح ) فلو أذنت المرأة لوليين فأنكحها أحدهما رجلا والآخر رجلا آخر فإن وقع نكاحهما معا أو جهل السبق والمعية أو عرف سبق أحدهما ولم يتعين وأيس من تعينه فالإنكاحان باطلان بخلاف ما إذا أذنت لأحدهما فيتعين الصحة له فإذا زوج الآخر لم يصح وإن عرف عين السابق ببينة أو تصادق معتبر ولم ينس فهو الصحيح فإن نسي وجب التوقف حتى يتبين فلا يجوز لواحد منهما وطؤها ولا يجوز لثالث نكاحها قبل أن يطلقاها أو يموتا أو يطلق أحدهما ويموت الآخر وتنقضي عدتها ممن دخل بها أو مات عنها\rDisyaratkan pada (calon) istri yang hendak dinikahi tidak dalam status menikah, bila seorang wanita memberi izin pada kedua walinya untuk menikahkannya, kemudian salah seorang walinya menikahkannya dengan seorang lelaki dan seorang walinya lain menikahkannya dengan lelaki lainnya, bila pernikahannya terjadi bersamaan, atau tidak diketahui mana pernikahan pertamanya atau diketahui hanya saja lelaki yang menikahi pertamanya tidak jelas maka kedua pernikahannya dihukumi batal.\rBerbeda saat ia memberi izin pada salah seorang dari walinya kemudian ia berstatus istri dari suami sahnya maka bila lelaki lain menikahinya tidaklah sah pernikahannya. Bila diketahui keberadaan kejelasan suami pertamanya dengan bukti kuat maka pernikahan dengannyalah yang sah. Bila terlupakan kejelasannya maka ditangguhkan hingga menjadi jelas kesemuanya dan dalam masa penangguhan ini salah seorang dari suaminya tidak diperkenankan menggaulinya.","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"Dan bagi lelaki ketiga tidak boleh menikahinya sebelum kedua suaminya mentalaknya, atau keduanya meninggal atau salah seorang mentalaknya dan seorang lagi meninggal dunia dan telah usai masa iddahnya dari suami yang telah menggaulinya atau mati meninggalkannya. [ Nihaayah az-Zain I/302 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/463246533698160/\r1909. PERNIKAHAN MANUSIA HERMAPRODIT ( BERKELAMIN GANDA )\rPERTANYAAN :\rBadru Zaman\rAssalamu ' alaikum Wr Wb. Bagaimana hukum'a Pernikahan Banci dengan Banci / Banci dengan Perempuan tulen / Banci dengan Laki-Laki tulen ? silahkan sertakan ibarotnya.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam Wr Wb. Bila yang dimaksud dengan banci (maaf) dalam status di atas adalah orang yang berkelamin ganda ( Transeksual atau hermaprodit ), maka pernikahannya TIDAK SAH baik berstatus sebagai istri atau suami dari pasangan nikahnya...\r(و) عدم (الإشكال) فلا يصح نكاح الخنثى المشكل على أنه زوج أو زوجة.\rDan tidak adanya ketidak jelasan, maka tidak sah nikahnya KHUNTSA (orang yang berkelamin ganda) baik dia berstatus menjadi suami atau istri. [ Syarh as-Shaghiir ala Aqrab al-Masaalik II/329 ].\r(فلا يصح نكاح الخنثى المشكل): لأنه سيأتي في آخر الكتاب أنه لا يكون زوجاً ولا زوجة ولا أباً ولا أماً ولا جداً ولا جدة.\rMaka tidak sah nikahnya KHUNTSA (orang yang berkelamin ganda) baik dia berstatus menjadi suami atau istri, tidak dapat menjadi ayah atau ibu, kakek atau nenek. [ Hasyiyah as-Shoowy II/329 ].\rولا يصحُّ نكاحُ الخنثى المشكلِ، لأنه إن تزوَّجَ امرأةً لم يؤمَنْ أن يكونَ امرأةً، وإنْ تزوَّجَ رجلاً لم يؤْمَنْ أن يكونَ رجلاً،","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"Dan tidak sah nikahnya KHUNTSA (orang yang berkelamin ganda) sebab bila ia menikahi wanita tidak terdapat jaminan ia menjadi wanita atau bila ia menikahi pria tidak terdapat jaminan ia menjadi pria. [ Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab 17/375 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/476755755680571/\r2409. STATUS ANAK HASIL PERNIKAHAN BEDA AGAMA\rPERTANYAAN :\rFatma Momogi\rAssalamu Alaikum. . Afwan uhty dan akhy. . Ana mau nax gmn hukumx ank yang lahir dengan orang tua beda agama\rJAWABAN :\rGhufron Bkl\rWa'alaikum salaam, anak yang lahir dari orang tua yang beda agama (islam dan bukan islam) maka anak tersebut dikatakan muslim.\r:.ويتبع في الدين أعلاهما فلو تولد بين مسلم وكافرة فهو مسلم لأن الإسلام يعلو ولا يعلى عليه. إعانة الطالبين 1/93\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/594036027285876\rF0017. Hukum Nikah Dengan Jin\rOleh Mbah Jenggot\rDi atas pentas ilmiah barang kali kita sudah biasa mendengar istilah kawin lintas agama berikut urgensitas hukum-hukumnya. Namun bagaimanakah urgensitas hukum kawin lintas alam, yakni kedua pasangan bukan dari alam yang sama, seperti seorang pemuda dari bangsa manusia menyunting gadis dari bangsa jin atau sebaliknya?","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"Dalam literatur klasik (fiqh), wacana perkawinan lintas alam ini masih menjadi perdebatan antar ulama. Akan tetapi, perdebatan ini hanya meruang seputar masalah apakah sama-sama jenis manusia, menjadi klausul (syarat) dalam keabsahan nikah. Menurut Imad bin Yûnus yang didukung oleh Ibn Abdissalam, pernikahan manusia dengan jin hukumnya haram dan tidak sah karena berbeda jenis makhluk. Pendapat ini didasarkan pada firman Alloh;\rوَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا\r\"Alloh menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu\". (An-Nahl : 72).\rDalam ayat ini Alloh telah menjadikan pasangan manusia dari bangsa manusia sendiri agar manusia bisa sempurna merasakan kedamaian bersama pasangannya. Apabila pasangan bukan dari bangsa sendiri, niscaya kedamaian itu tidak akan dirasakan manusia. Versi ini juga menyitir sebuah hadits Rasululloh saw. yang melarang nikah dengan bangsa jin;\r\"Rasûlulloh saw. melarang menikahi jin\".\rSedangkan menurut aL-Qomuly, pernikahan manusia dengan jin hukumnya sah namun makruh, dan qaul inilah yang dinilai mu'tamad oleh Ar-Ramly. Versi ini mengatakan bahwa pernikahan lintas alam juga menjanjikan kedamaian kendati tidak optimal, dan larangan dalam hadits tersebut bukan bermakna haram melainkan sekedar makruh. Versi ini juga diperkuat dengan fakta bahwa bangsa jin juga terdiri dari jenis laki-laki dan perempuan layaknya bangsa manusia, bahkan jin juga disebut oleh Nabi sebagai \"ikhwanuna\" (kawan kita). Dan juga diperkuat lagi oleh sejarah perkawinan nabi Sulaimân dengan Bilqis yang merupakan anak dari pasangan jin dan manusia.","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"Tak menutup kemungkinan dari ulama selain yang disebut di atas memiliki pendapat yang berbeda.Wallohu A`lam.\rLink Asal :\rwww.fb.com/group.php?gid=267711463126&v=photos#!/photo.php?fbid=184595191569362&set=o.267711463126&type=1\rKELUARGA\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan berumah tangga.\rKHITAN\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Khitan.\r0763. Kesunahan Dalam Walimah Khitan\rPERTANYAAN :\rMuhamad Nasir\rAdakah kesunahan dalam : Membuat acara Resepsi Undangan. WALIMATUL KHITAN,ataukah sekedar tradisi budaya di masyarakat ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rMemang terdapat ketentuan yang menyatakan kesunahan mengadakan WALIMAH AL-KHITAN bila yang dikhitani anak cowok\rقَالَ الْأَذْرَعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى إنَّ مَحَلَّ نَدْبِ وَلِيمَةِ الْخِتَانِ فِي حَقِّ الذُّكُورِ دُونَ الْإِنَاثِ ؛ لِأَنَّهُ يَخْفَى وَيَسْتَحْيِ مِنْ إظْهَارِهِ لَكِنَّ الْأَوْجَهَ اسْتِحْبَابُهُ فِيمَا بَيْنَهُنَّ خَاصَّةً\rBerkata al-Adzru'y kesunahan mengadakan WALIMAH AL-KHITAN untuk khitan laki-laki bukan wanita, karena khitan untuk wanita cenderung tertutup dan terdapat rasa malu bila terang-terangan, hanya saja menurut pendapat yang memiliki wajah juga disunahkan bila penampakannya hanya sebatas dikalangan kaum wanita. [ Tuhfah al-Muhtaaj XXXI/384, Asnaa al-Mathaalib III/224 ].\rويسن إظهار ختان الذكور وإخفاء الإناث عن الرجال دون النساء ولا يلزم من ندب وليمة الختان إظهاره فيهن","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"Disunahkan menampakkan khitan laki-laki dan menyembunyikan khitan wanita dari para kaum pria bukan kaum wanita, bukan berarti kesunahan mengadakan walimah khitan pria berarti juga disunahkan ditampakkan dikalangan wanita. [ Nihaayah az-Zain I/358 ].\rومن الشافعية من قال: هى فرض على الكفاية لأن القصد اظهارها ، وذلك يحصل بحضور البعض (15) ، وقيل إنها سنة.\rوأما وليمة الختان والولادة فالاجابة إليها مستحبة قولا واحدا وقيل: على الخلاف (16) .\r(15) المهذب ج2 ص64.\r(16) شرح المحلى على منهاج الطالبين ج3 طبعةالحلبى.\rSedang pada pelaksanaan walimah khitan menurut satu pendapat di kalangan madzhab Syafi'iyyah mendatanginya juga disunahkan meski terdapat pendapat lain yang menyatakan tidak demikian. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah I/46 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r1616. HUKUM KHITAN BAGI KHUNTSA\rPERTANYAAN :\rAbdurrahman As-Syafi'i\rAssalamu alaikum, Ada teman yang nanya : Bagaimana hukumnya mengkhitan khuntsa (transeksual, orang yang berkelamin ganda) ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Hukum khitan bagi KHUNTSA diperselisihkan di antara ulama, Imam an-Nawawy menshahihkan pendapat yang mengharamkannya namun bila ia mampu mengkhitani dirinya sendiri lakukanlah khitan sendiri.","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"وَيَحْرُمُ خِتَانُ الْخُنْثَى الْمُشْكِلِ مُطْلَقًا أَيْ سَوَاءٌ أَكَانَ قبل الْبُلُوغِ أَمْ بَعْدَهُ لِأَنَّ الْجُرْحَ لَا يَجُوزُ بِالشَّكِّ وَهَذَا ما صَحَّحَهُ في الرَّوْضَةِ وَنَقَلَهُ عن الْبَغَوِيّ وقال ابن الرِّفْعَةِ الْمَشْهُورُ وُجُوبُهُ في فَرْجَيْهِ جميعا لَيُتَوَصَّلَ إلَى الْمُسْتَحَقِّ وَعَلَيْهِ قال النَّوَوِيُّ إنْ أَحْسَنَ الْخَتْنَ خَتَنَ نَفْسَهُ وَإِلَّا ابْتَاعَ أَمَةً تَخْتِنُهُ فَإِنْ عَجَزَ عنها تَوَلَّاهُ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ لِلضَّرُورَةِ كَالتَّطْبِيبِ\rDan haram mengkhitani KHUNTSA (orang dengan dua alat kelamin, jantan dan wanita) secara mutlak artinya baik sebelum ia baligh atau setelahnya karena mencederai tidak dibenarkan didasari keraguan, ini adalah pendapat yang dishahihkan oleh Imam Nawawi dalam kitab ar-Raudhah yang dinukil oleh al-Baghowy. Ibn Rif’ah menyatakan “Yang mashur juga diwajibkan khitan baginya pada dua kelaminnya secara keseluruhan agar dapat meraih hak-haknya.\rImam Nawawy menambahkan “Bila ia dapat mengkhitani dirinya sendiri dengan baik dan sempurna, jalanilah,, bila tidak maka belilah wanita sahaya agar mengkhitaninya, bila tidak mampu membelinya maka perintahlah laki-laki dan wanita mengkhitaninya karena unsur darurat sebagaimana bolehnya berobat (pada lain jenis). [ Asnaa Al-Mathaalib IV/164 ].\rلَا يَجِبُ خِتَانُ الْخُنْثَى الْمُشْكِلِ ، بَلْ لَا يَجُوزُ لِامْتِنَاعِ الْجُرْحِ مَعَ الْإِشْكَالِ ، وَقِيلَ : يُخْتَنُ فَرْجَاهُ بَعْدَ بُلُوغِهِ وَرَجَّحَهُ ابْنُ الرِّفْعَةِ ، فَعَلَيْهِ يَتَوَلَّاهُ هُوَ إنْ أَحْسَنَهُ ، أَوْ يَشْتَرِي أَمَةً تُحْسِنُهُ ، فَإِنْ عَجَزَ تَوَلَّاهُ رَجُلٌ أَوْ امْرَأَةٌ لِلضَّرُورَةِ","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"Tidak wajib khitannya KHUNTSA MUSYKIL bahkan tidak diperbolehkan karena mencederai tidak dibenarkan didasari keraguan. Menurut sebuah pendapat ia dikhitan setelah mencapai usia dewasa pada kedua alat kelaminnya, ini pendapat yang dikuatkan oleh Ibn ar-Rif’ah, maka khitanilah dirinya sendiri atau belilah wanita sahaya bila tidak mampu maka perintahlah laki-laki dan wanita mengkhitaninya karena unsur darurat sebagaimana bolehnya berobat (pada lain jenis). [ Tuhfah al-Muhtaaj 39/301 ].\rولو كان له قبلان ختنا إن كانا أصليين ، وإلا فالأصلي ، فإن شك فالقياس أنه كالخنثى ، وحكمه ما ذكره بقوله : ( قلت ) ختان ( الخنثى فيه خلاف ) صحح النووي منه حرمته ؛ لأن الجرح لا يجوز بالشك ، وقال ابن الرفعة المشهور وجوبه في فرجيه جميعا ليتوصل إلى المستحق ، وعليه قال النووي إن أحسن الختن ختن نفسه ، وإلا ابتاع أمة تختنه ، فإن عجز عنها تولاه الرجال ، والنساء للضرورة كالتطبيب\rBila ia memiliki dua kelamin khitanilah keduanya bila memang kedua kelaminnya asli, bila tidak, khitanilah yang asli saja, bila diragukan keasliannya maka disamakan dengan hukumnya khitan bagi KHUNTSA yang hukumnya sebagai berikut : Hukum khitan bagi KHUNTSA diperselisihkan diantara ulama, Imam an-Nawawy menshahihkan pendapat yang mengharamkannya karena mencederai tidak dibenarkan didasari keraguan.","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"Ibn Rif’ah menyatakan “Yang mashur juga diwajibkan khitan baginya pada dua kelaminnya secara keseluruhan agar dapat meraih hak-haknya. Imam Nawawy menambahkan “Bila ia dapat mengkhitani dirinya sendiri dengan baik dan sempurna, jalanilah,, bila tidak maka belilah wanita sahaya agar mengkhitaninya, bila tidak mampu membelinya maka perintahlah laki-laki dan wanita mengkhitaninya karena unsur darurat sebagaimana bolehnya berobat (pada lain jenis). [ Syarh al-Bahjah al-Wardiyyah 18/315 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/433782639977883/\r2040. HUKUM DAN HIKMAH WANITA DIKHITAN\rPERTANYAAN :\rAgga' Assalam\rPerlu banget tidak ya,. melakukan khitan bagi kaum hawa,. apabila perlu tujuannya apa dan apabila tidak melakukanya bisa mengakibatkan apa? Dan sebenarnya apa hukumnya khitan bagi kaum hawa..?\rJAWABAN :\r> Taufiq Alaika Salam\rIjin namba dalam kitab murokaz fatawi, MOHON DIKOREKSI.\rفقد سبق أن ذكرنا أن حكم الختان عند الشافعية واجب في حق الرجال والنساء، فيمكنك أن تراجع الفتوى رقم: 4487.\rوإذا لم تختن المرأة في صغرها وجب عليها عندهم ا?ختتان في الكبر، ففي تحفة الحبيب -وهو في الفقه الشافعي:- قال ا?صحاب: وإنما يجب الختان بعد البلوغ، ويستحب أن يختن في السبع من و?دته إ? أن يكون ضعيفاً ? يحتمله فيؤخر حتى يحتمله. انتهى. والراجح أن الختان سنة في حق النساء وليس بواجب، كما بينا الفتوى رقم: 68002","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"Menurut ulama safi'iyah Khitan itu hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan, dan ketika perempuan yang belum di khitan pada masa kecilnya maka wajib pula ktika dewasa dikhitan. Dalam Kitab Tuhfatul Habib fikih syafi'i, QOLA ASHAB: wajib khitan setelah balig, dan disunahkan khitan ketika berumur 7 hari dari kelahiran kalau itu tidak membahayakan kalau tidak memungkinkan maka bisa diakhirkan. MENURUT QOUL ROJIH/BISA Di buat pegangan: \"KHITAN ITU SUNAH BAGI WANITA DAN TIDAK WAJIB\"\r> Sunde Pati\rووجب ختان للمرأة والرجل حيث لم يولدا مختونين\rdan wajib berkhitan bagi perempuan dan laki-laki jika waktu dilahirkan blm keadaan terkhitan. (Ianatut tholibin juz 4 hal 173)\rوفي الأنثى بقطع جزء يطلق عليه اسم الختان من اللحمة الموجودة بأعلى الفرج فوق ثقبة البول تشبه عرف الديك وتسمى البظر\rDan khitan bagi wanita yaitu memotong sebagian dari daging yang berada paling atas farji,tepatnya diatas lobang keluarnya air kencing yang mana daging tadi mirip cengger ayam, dan daging tersebut dinamakan bidzir. (Nihayatuzzain hal 358)\rDiantara tujuannya adalah tambah kelezatan ketika menjimak\rحاشية إعانة الطالبين - (ج 4 / ص 198)\rقوله: والمرأة الخ) أي والواجب في ختان المرأة قطع جزء يقع عليه اسم الختان وتقليله أفضل لخبر أبي داود وغيره أنه (ص) قال للخاتنة: أشمي ولا تنهكي فإنه أحظى للمرأة وأحب للبعل أي لزيادته في لذة الجماع، وفي رواية: أسرى للوجه أي أكثر لمائه ودمه\r> Dewi Rosita","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Diantara salah satunya hikmah khitan bagi perempuan ialah: menambah kecantikan pada wajahnya, akan memperbaiki budi pekertinya perempuan, menstabilkan syahwat, memberikan rasa ladid pada suami ketika bersenggema, dan masih banyak lagi. Makanya wanita-wanita kafiroh mereka kebanyakan tidak bisa menahan syahwatnya hal itu di sebabkan tempat khitannya tidak di potong.\rLINK TERKAIT :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/495561133800033/\r2066. HUKUM KHITAN DENGAN LASER\rPERTANYAAN :\rJang Bagus\rAssalamualikum... tanya : bolehkah KHITAN dengan menggunakan LASER ? apa ada syarat khusus bagi yang mau dikhitan ? maturnuwun\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rPada hakikatnya praktek tersebut bukan khitan, namun sudah menggugurkan kewajiban khitan apabila tidak ada sisa qulfah yang mungkin dipotong. kecuali kalau qulfah kembali lagi atau ada qulfah yang menutupi bagian hasyafah.\rفتاوي ابن الصلاح ص 274\rمسئلة صبي غير مختون شمر غرلته ثم ربطها بخيط فتركها مدة فشمرت الغرلة وتقلصت وانقطع الخيط فصار كهيئة المختون وصار بحيث لا يمكن ختانه فهل يجزئ ذلك وما الحكم اجاب رضي الله عنه القدر الواجب في الختان القطع الذي يكشف فينظر في هذا المذكور فان كان قصر بحيث لا يمكن قطع غرلته ولا شيئ منها الا بقطع غيرها فقد سقط عنه وجوب ذلك وان كان القطع بعد ممكنا فان كانت بدون ذلك اما في بعضها وهي حشفة قد انكشفت بأسرها فقد سقط وجوب ختانه الا ان يكون تقلص الغرلة واجتماعها بحيث يقصر عن المقطوع في طهارته و جماعه والذي يظهر حينئذ وجوب قطع ما امكن قطعه منها حتى يلتحق بالمختون وان لم تكن الحشفة قد انكشفت بأسرها فيجب\rامن الختان كله او بعض ما يكسف في حالة الامكان المذكور والله اعلم\rأسنى المطالب ج : 4 ص: 164","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"( فصل ) ( لا بد من كشف جميع الحشفة في الختان ) للرجل بقطع الجلدة التي تغطيها فلا يكفي قطع بعضها ويقال لتلك الجلدة القلفة ( و ) من ( قطع شيء من بظر المرأة ) ( الخفاض ) أي اللحمة التي في أعلى الفرج فوق مخرج البول تشبه عرف الديك , وتقليله أفضل\r( قوله : لا بد من كشف جميع الحشفة في الختان ) يؤخذ منه أن من ولد مختونا بلا قلفة لا ختان عليه إيجابا ولا ندبا كما رأيته في التبصرة للشيخ أبي محمد الجويني وحكاه بعضهم عن بعض كتب البغوي وهو ظاهر نعم لو كان ثم شيء يغطي بعض الحشفة وجب قطعه كما لو ختن ختانا غير كامل , فإنه يجب تكميله ثانيا حتى تذهب جميع القلفة التي جرت العادة بإزالتها في الختان قاله الشيخ أبو محمد غ وكتب أيضا سئل ابن الصلاح عن صبي شمر غرلته وربطها بخيط وتركها مدة فتشمرت وانقطع الخيط وصار كالمختون بحيث لا يمكن ختانه فأجاب بأنه إن صار بحيث لا يمكن قطع غرلته ولا شيء منها إلا بقطع غيرها سقط وجوبه وإن أمكن , فإن كانت الحشفة قد انكشفت كلها سقط أيضا إلا أن يكون تقلص الغرلة واجتماعها بحيث يقصر عن المقطوع في طهارته وجماعه فالذي يظهر وجوب قطع ما يمكن قطعه منها حتى يلتحق بالمختون في ذلك وإن لم تنكشف كلها فيجب من الختان ما يكشف جميعها\rتحفة المحتاج ج: 9 ص: 198-199 (","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"و ) في ( الرجل بقطع ) جميع ( ما يغطي حشفته ) ; حتى تنكشف كلها وبه يعلم أن غرلته لو تقلصت حتى انكشف جميع الحشفة فإن أمكن قطع شيء مما يجب قطعه في الختان منها دون غيرها وجب ولا نظر لذلك التقلص ; لأنه قد يزول فتستر الحشفة وإلا سقط الوجوب كما لو ولد مختونا . وقد كثر اختلاف الرواة والحفاظ وأهل السير في ولادته صلى الله عليه وسلم مختونا ; لأنه جاء أنه ولد مختونا كثلاثة عشر نبيا , وأن جبريل ختنه حين طهر قلبه , وأن عبد المطلب ختنه يوم سابعه , لكن لم يصح في ذلك شيء على ما قاله غير واحد من الحفاظ , ولم ينظروا لقول الحاكم أن الذي تواترت به الرواية { أنه ولد مختونا } , وممن أطال في رده الذهبي ولا لتصحيح الضياء حديث ولادته مختونا ; لأنه ثبت عندهم ضعفه , والأوجه في ذلك الجمع بأنه يحتمل أنه كان هناك نوع تقلص في الحشفة فنظر بعض الرواة للصورة فسماه ختانا وبعضهم للحقيقة فسماه غير ختان , وقد قال بعض المحققين من الحفاظ : الأشبه بالصواب أنه لم يولد مختونا .\rKESIMPULAN :\r> Dewi Rosita\rMeskipun menggunakan laser asal kulit qulfahnya sudah tidak ada(bersih)maka itu sudah cukup.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/496473913708755/\r2306. TENTANG KHITAN DAN KHITANNYA BAGINDA NABI SAW\rPERTANYAAN :\rOpick Syahreza\rAsalamualaikum.. Maring semua ulama pis ktb Apakah bnr khitana.an itu syari,at nabi ibrahim katanya nabi muhamad lahir udah di hitan.. Mohon penjelasanya..wasalamualaikum\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa 'alaykum salam. Khitan memang termasuk sebagian dari syari'aty nabi Ibrohim Alayhis Salam, begitu jga nabi Muhammad SAW dan13 nabi yang lain dilahirkan dalam keadaan dikhitan :","part":1,"page":239},{"id":240,"text":".ووجب ختان للمرأة والرجل حيث لم يولدا مختونين لقوله تعالى أن اتبع ملة إبراهيم ومنها الختان اختتن وهو ابن ثمانين سنة. (فائدة) روي أن نبينا صلى الله عليه وسلم ولد مختونا كثلاثة عشر نبيا.إعانة الطالبين 4/173-174\r> Sunde Pati\rPara Nabi yang dilahirkan dalam keadaan terkhitan ada 15 yaitu Adam,Syis.Nuh,Hud,Sholih,Luth,Syuaib,Yusuf,Musa,Sulaiman,Zakariya,Yahya,Isa,Handzolah bin Shofwan yang jadi nabinya ashabur rossi dan Nabi Muhammad saw. Tapi ibnu akasir bercerita dari abi bakroh bahwa malaikat jibril mengkhitan Nabi ketika hati Nabi disucikan, dan abu umar bercerita dalam kitab isti'ab dari ikrimah dari ibnu abbas bahwa kakek Nabi yang bernama Abdul mutollib yang mengkhitan Nabi dihari yang ke 7 dari kelahiran lalu menyuguhkan hidangan-hidangan karena khitannya Nabi lalu memberi nama Muhammad.\rتحفة الحبيب على شرح الخطيب (5/ 262)\rوولد من الأنبياء مختوناً خمسة عشر نبياً : آدم ، وشيث ، ونوح ، وهود ، وصالح ولوط ، وشعيب ويوسف وموسى وسليمان وزكريا ، ويحيى وعيسى وحنظلة بن صفوان نبي أصحاب الرس ونبينا محمد ونظمها بعضهم فقال : وفي الرسل مختون لعمرك خلقة ثمان وتسع طيبون أكارم وهم زكريا وشيث إدريس يوسف وحنظلة موسى وعيسى وآدم ونوح شعيب سام لوط وصالح سليمان يحيى هود يس خاتم\rلكن روى ابن عساكر عن أبي بكرة مرفوعاً أن جبريل ختن النبي حين طهر قلبه وروى أبو عمر في الاستيعاب عن عكرمة عن ابن عباس أن عبد المطلب ختن النبي يوم سابعه وجعل له مائدة وسماه محمداً\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/569771296379016/\r2413. MAYIT ANAK KECIL YANG BELUM DIKHITAN\rPERTANYAAN :\rRifkie CLalueemnantiie Diia","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"Assalaam. mau nanya . . . apabila seorang anak laki-laki meninggal dunia, tapi ia belum sempat disunat (dikhitan) . . apakah orang tua wajib menyunat anaknya tersebut dengan cara sunat ghoib / isyarat? . .\rJAWABAN :\r> Maman Fathur Rohman\rWa'alaikum salaam. Diterangkan dalam kitab Nailul Authar, kitab Majmu' dan syarah Shaheh Muslim, apabila seorang muslim meninggal sebelum berkhitan, maka terdapat 3 pendapat dari ahli Syafi'iyah, yaitu :\r1.…Tidak wajib di khitan baik masih kecil atau sudah besar, sebab khitan adalah satu kewajiban yang hilang dengan sebab meninggal. Pendapat ini adalah pendapat yang paling shaheh.\r2.…Wajib di khitan baik sebelum atau sesudah baligh.\r3.…Wajib dikhitan apabila sudah baligh, tidak wajib bagi yang belum baligh. \"TAMBAHAN\" Syaikh Abu Muhammad Al-Juaini mengatakan, \"Apabila seorang anak lahir dalam keadaan sudah dikhitan, maka tidak ada hukum wajib dan sunnah untuk dikhitam.\r> Rampak Naung\rMenurut pendapat yang paling kuat, tidak boleh dikhitan bila seorang meninggal sebelum berhitan semasa hidupnya\r.ومن مات بغير ختان لم يختن في الاصحقوله لم يختن) اي بعد موته في الاصحفتح المعين 132\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/602320219790790\r3406. JIKA TERLAHIR DALAM KEADAAN SUDAH TERKHITAN\rPERTANYAAN :\r> Saifuddin\rAslmkm.wr.wb. Bagmna hukumnya anak kecil yang sudah di sunat jin. Apakah harus disunat kembali? Karena saya pernah dengar katanya seorang lelaki harus pernah meneteskan darah dari kelaminnya sebgai kewajiban baginya di sunat. Pelurusan kebenaran yang benar bgmn njeh? wassalamualaikum.\rJAWABAN :\r> Jojo Finger-looser ItmyLife","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"ووجب ختان للمرأة والرجل حيث لم يولدا مختونين لقوله تعالى (أن اتبع ملة إبراهيم) ومنها الختان، إختتن وهو إبن ثمانين سنة، وقيل واجب على الرجال، وسنة للنساء\rAdalah wajib melakukan khitan bagi perempuan dan lelaki, sekiranya terlahir belum di khitan, (tidak wajib khitan jika terlahir sudah di khitan) kewajiban khitan ini berdasarkan firman Allah “Ikutilah ajaran Nabi Ibrahim” (QS. An-Nahl 123) Yang salah satunya khitan, Nabi Ibrahim melakukan khitan di usia 80 tahun. Menurut pendapat lemah hukum khitan bagi lelaki ialah wajib sedang bagi wanita ialah sunnah. Pendapat yang kuat ialah keduanya wajib.\r> Santriwati Dumay\rJika qulfahnya sudah bersih seperti layaknya yang sudah di khitan maka tidak perlu di khitan kembali sama halnya misalkan seperti seorang anak yang terlahir sudah dikhitan tidak perlu dikhitan lagi. Lihat Kitab i'anatuth tholobin :\r(قوله: ووجب ختان الخ) مناسبة ذكره هنا من حيث أن من تعدى بختان الصبي أو المجنون من غير إذن الولي، وهلك المختون ضمنه، كما أن من تعدى في دفع الصائل بعدم الترتيب في المراتب السابقة يضمن أيضا.\r(وقوله: للمرأة والرجل) خرج الخنثى فلا يجب ختنه بل لا يجوز على ما في الروضة والمجموع لان الجرح مع الاشكال ممنوع.\r(قوله: حيث لم يولدا مختونين) أي فإن ولدا كذلك فلا يجب الختان.\rhttp://islamport.com/w/shf/Web/714/1352.htm\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/814249805264496/\r3948. KADO DALAM WALIMATUL KHITAN\rPERTANYAAN :\rAsalamualaikum. Mau tanya apabila seorang anak dikhitan biasanya ia diberi uang oleh orang yang hadir atau kondangan, yang jadi pertanyaan uang tersebut milik ayahnya atau anaknya ? [ Jar Koni ]\rJAWABAN :","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"Wa'alaikum salam. Menurut pendapat yang kuat jika pemberi tidak menentukan siapa yang diberi, maka uang atau kado tersebut menjadi milik sang ayah. Namun bila telah ditentukan atau ada indikasi kuat hadiah untuk sang anak, maka hadiah tersebut milik anak. Wallohu a'lam (Rz)\rروضة الطالبين 2/271\rالسادسة : لو ختن ابنه واتخذ دعوة ، فحملت إليه هدايا ، ولم يسم أصحابها الأب ولا الابن ، فهل تكون الهدية ملكا للأب ، أم للابن ؟ فيه وجهان . [ ص: 368 ] قلت : قطع القاضي حسين في \" الفتاوى \" بأنه للابن ، وأنه يجب على الأب أن يقبلها لولده ، فإن لم يقبل أثم ، قال : وكذا وصي وقيم ، يقبل الهدية ، والوصية للصغير . قال : فإن لم يقبل الوصي الوصية والهدية ، أثم ، وانعزل لتركه النظر ، وفي فتاوى القاضي : أن الشيخ أبا إسحاق الشيرازي قال : تكون ملكا للأب ، لأن الناس يقصدون التقرب إليه ، وهذا أقوى ، وأصح . - والله أعلم -\rوفي إعانة الطالبين جزء 3 صحيفة183 ما نصه :","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"( فروع ) الهدايا المحمولة عند الختانملك ل?ب ، وقال جمع \": ل?بن فعليهيلزم ل?ب قبولها ومحل الخ?ف إذاأطلق المهدي فلم يقصد واحدا منهماوإ? فهي لمن قصده اتفاقا . ويجريذلك فيما يعطاه خادم الصوفية فهو لهفقط عند ا?ط?ق أو قصده ولهم عندقصدهم وله ولهم عند قصدهما أييكون له النصف فيما يظهر ، وقضيةذلك أن ما اعتيد في بعض النواحيمن وضع طاسة بين يدي صاحبالفرح ليضع الناس فيها دراهم ثميقسم على الحالق أو الخاتن أونحوهما يجري فيه ذلك التفصيل فإنقصد ذلك وحده أو مع نظرائهالمعاونين له عمل بالقصد ، وإن أطلقكان ملكا لصاحب الفرح ، يعطيه لمنيشاء . وبهذا يعلم أنه ? نظر هناللعرف ، أما مع قصد خ?فه فواضح ،وأما مع ا?ط?ق ف?ن حمله على منذكر من ا?ب والخادم وصاحب الفرحنظرا للغالب أن ك? من هؤ?ء هوالمقصود هو عرف الشرع فيقدم علىالعرف المخالف له ، بخ?ف ما ليسللشرع عرف فإنه تحكم فيه العادة .( قوله ويجري ذلك ) أي التفصيل بينحالة ا?ط?ق وحالة القصد ، والمراديجري بعض ذلك ?نه في حالةا?ط?ق هنا ? خ?ف في أنه للخادمبخ?فه هناك فإن فيه خ?فا بين كونهل?ب بدليل التفريع بعده .\rوفي كفاية ا?خيار جزء 1 صحيفة324 ما نصه :\r( فرع ) لو ختن شخص ولده وعملوليمة فحملت إليه الهدايا ولم يسمأصحابها ا?ب و? ا?بن فهل هي ل?بأو ل?بن ؟ وجهان صحح النووي أنهال?ب وأجاب القاضي حسين أنها ل?بنويقبل ا?ب ، قلت \": ينبغي أمر ثالثوهو أنه إن كان المهدي مما يصلحللصبي دون أبيه كشيء من ملبوسالصغار فهو للصبي وإن كان ? يصلحللصغير فهو ل?ب وإن احتملهما فهوموضع التردد لعدم القرينة المرجحةوالله أعلم\rالقليوبي جـ: 3 ص: 117","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"فرع جرت العادة لذوي الأفراح بحمل الهدايا إليهم ووضع نحو طاسة لوضع الدراهم فيها وإعطاء خادم الصوفية الدراهم ونحوها وحكم ذلك أن الملك لمن قصده الدافع من صاحب الفرح أو ابنه أو المزين مثلا أو الخادم أو الصوفية انفرادا وشركة وإلا فلآخذه لأنه المقصود عرفا أو عادة ومثل ذلك ما لو نذر شيئا لولي ميت فإن قصد تمليكه لغا أو تمليك خدمته مثلا فلهم وإلا صرف في مصالح قبره وإن كان وإلا فلمن جرت العادة بقصدهم عنده\rMujaawib : Ghufron Bkl , Rampak Naung , Aji Baskara\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/778640362158774/\rwww.fb.com/notes/933263103363165\r4085. UMUR UNTUK MELAKSANAKAN KHITAN BAGI ANAK LAKI-LAKI\rPERTANYAAN :\r> P-mie Lusiana\rAssalamu'alaikum. Adakah waktu yang utama, Ketika umur berapa sebaiknya anak laki-laki dikhitan ? Mohon pencerahannya\rJAWABAN :\r> Wong Gendeng\rWa'alaikum Salam Wr Wb. Pendapat yang Sahih dari madzhab kami (As syafi'iyah). Khitan diperbolehkan di waktu kecil dan tidak ada kewajiban Namun bagi Wali ( orang tuanya) Wajib mengkhitan anaknya sebelum Baligh. Juga pendapat sahih SUNNAH mengkhitan anaknya dihari Ke 7 dari kelahiranya. Referensi :\rشرح النووي على مسلم\rوالصحيح من مذهبنا الذي عليه جمهور أصحابنا أن الختان جائز في حال الصغر ليس بواجب :","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"ولنا وجه أنه يجب على الولي أن يختن الصغير قبل بلوغه ، ووجه أنه يحرم ختانه قبل عشر سنين ، وإذا قلنا بالصحيح استحب أن يختن في اليوم السابع من ولادته ، وهل يحسب يوم الولادة من السبع ؟ أم تكون سبعة سواه ؟ فيه وجهان أظهرهما يحسب ، واختلف أصحابنا في الخنثى المشكل فقيل : يجب ختانه في فرجيه بعد البلوغ ، وقيل : لا يجوز حتى يتبين ، وهو الأظهر . وأما من له ذكران فإن كانا عاملين وجب ختانهما ، وإن كان أحدهما عاملا دون الآخر ختن العامل ، وفيما يعتبر العمل به وجهان أحدهما : بالبول ، والآخر : بالجماع . ولو مات إنسان غير مختون ففيه ثلاثة أوجه لأصحابنا : الصحيح المشهور : أنه لا يختن صغيرا كان أو كبيرا ، والثاني يختن الكبير دون الصغير ، والله أعلم\rIbaroh Yang sama tentang Kesunahan Mengkhitan sebelum Baligh\rالمجموع شرح المهذب جزء 1 ص 350","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"فرع ) قال أصحابنا : وقت وجوب الختان بعد البلوغ ، لكن يستحب للولي أن يختن الصغير في صغره لأنه أرفق به ، وقال صاحب الحاوي وصاحبا المستظهري والبيان وغيرهم : يستحب أن يختن في اليوم السابع لخبر ورد فيه إلا أن يكون ضعيفا لا يحتمله فيؤخره حتى يحتمله ، قال صاحبا الحاوي والمستظهري ، وهل يحسب يوم الولادة من السبعة ؟ فيه وجهان ، قال أبو علي بن أبي هريرة : يحسب ، وقال الأكثرون : لا يحسب ، فيختن في السابع بعد يوم الولادة ذكره صاحب المستظهري في باب التعزير . قال صاحب الحاوي : فإن ختنه قبل اليوم السابع كره . قال : وسواء في هذا الغلام والجارية قال : فإن أخر عن السابع استحب ختانه في الأربعين ، فإن أخر استحب في السنة السابعة . واعلم أن هذا الذي ذكرناه من أنه يجوز ختانه في الصغر ولا يجب لكن يستحب هو المذهب الصحيح المشهور الذي قطع به الجمهور ، وفي المسألة وجه أنه يجب على الولي ختانه في الصغر لأنه من مصالحه فوجب . حكاه صاحب البيان عن حكاية القاضي أبي الفتوح عن الصيدلاني وأبي سليمان قال : وقال سائر أصحابنا : لا يجب . ووجه ثالث أنه يحرم ختانه قبل عشر سنين ، لأن ألمه فوق ألم الضرب ولا يضرب على الصلاة إلا بعد عشر سنين ، حكاه جماعة منهم القاضي حسين في تعليقه ، وأشار إليه البغوي في أول كتاب الصلاة وليس بشيء ، وهو كالمخالف للإجماع والله أعلم\rفتح الباري شرح صحيح البخاري جزء 10 ص 355","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"قال الماوردي : له وقتان وقت وجوب ووقت استحباب ، فوقت الوجوب البلوغ ووقت الاستحباب قبله ، والاختيار في اليوم السابع من بعد الولادة ، وقيل من يوم الولادة ، فإن أخر ففي الأربعين يوما ، فإن أخر ففي السنة السابعة ، فإن بلغ وكان نضوا نحيفا يعلم من حاله أنه إذا اختتن تلف سقط الوجوب . ويستحب أن لا يؤخر عن وقت الاستحباب إلا لعذر ، وذكر القاضي حسين أنه لا يجوز أن يختتن الصبي حتى يصير ابن عشر سنين لأنه حينئذ يوم ضربه على ترك الصلاة ، وألم الختان فوق ألم الضرب فيكون أولى بالتأخير ، وزيفه النووي في \" شرح المهذب \" وقال إمام الحرمين : لا يجب قبل البلوغ لأن الصبي ليس من أهل العبادة المتعلقة بالبدن فكيف مع الألم ، قال : ولا يرد وجوب العدة على الصبية لأنه لا يتعلق به تعب بل هو مضي زمان محض . وقال أبو الفرج السرخسي : في ختان الصبي وهو صغير مصلحة من جهة أن الجلد بعد التمييز يغلظ ويخشن فمن ثم جوز الأئمة الختان قبل ذلك ، ونقل ابن المنذر عن الحسن ومالك كراهة الختان يوم السابع لأنه فعل اليهود ، وقال مالك : يحسن إذا أثغر أي ألقى ثغره وهو مقدم أسنانه ، وذلك يكون في السبع سنين وما حولها ، وعن الليث يستحب ما بين سبع سنين إلى عشر سنين ، وعن أحمد لم أسمع فيه شيئا . وأخرج الطبراني في \" الأوسط \" عن ابن عباس قال \" سبع من السنة في الصبي يسمى في السابع ويختن \" الحديث وقد قدمت ذكره في كتاب العقيقة وأنه ضعيف ، وأخرج أبو الشيخ من طريق الوليد بن مسلم عن زهير بن محمد عن ابن المنكدر أو غيره عن جابر \" أن النبي - صلى الله عليه وسلم - ختن حسنا وحسينا لسبعة أيام \" قال الوليد فسألت مالكا عنه فقال : لا أدري ، ولكن الختان طهرة فكلما قدمها كان أحب إلي . وأخرج البيهقي حديث جابر ، وأخرج أيضا من طريق موسى بن علي عن أبيه : أن إبراهيم - عليه السلام - ختن إسحاق وهو ابن سبعة أيام . وقد ذكرت في أبواب الوليمة من كتاب النكاح","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"مشروعية الدعوة في الختان ، وما أخرجه أحمد من طريق الحسن عن عثمان بن أبي العاص أنه دعي إلى ختان فقال \" ما كنا نأتي الختان على عهد رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ولا ندعى له \" وأخرجه أبو الشيخ من رواية فبين أنه كان ختان جارية . وقد نقل الشيخ أبو عبد الله بن الحاج في \" المدخل \" أن السنة إظهار ختان الذكر وإخفاء ختان الأنثى . والله أعلم .\r> Kangdi\rDisunahkan khitan pada hari ke-7 dari kelahirannya:\rاختنوا أو?دكم يوم السابع فإنه أطهر وأسرع لنبات اللحم.\r( Hadits riwayat Ar-Rafi'i dalam At-Takwin, As-syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmuah, Al-Bahiri dalam As-Sabi')\rApabila tidak mengerjakannya pada hari ke-7, disunatkan menngerjakan khitan pada hari ke-40, dan apabila tidak mengerjakannya pada hari ke-40 disunatkan mengerjakannya pada saat anak tersebut berumur 7 tahun, sebab pada umur itulah seorang anak sudah mulai diperintah bersuci dan mengerjakan sholat. Wallohu a'lam (Rz)\r- Asnal Matholib, Juz : 4 Hal. 164 :\rويستحب ) أن يختن ( لسبع ) من ا?يام (غير يوم الو?دة) «؛ ?نه - صلى الله عليه وسلم - ختن الحسن، والحسين يوم السابع من و?دتهما » رواه البيهقي، والحاكم وقال صحيح ا?سناد وإنما حسب يوم الو?دة من السبعة في العقيقة وحلق الرأس وتسمية الولد لما في الختن من ا?لم الحاصل به المناسب له التأخير المفيد للقوة على تحمله قال الماوردي ويكره تقديمه على السابع قال ولو أخره عنه فالمستحب أن يختن في ا?ربعين، فإن أخره عنها ففي السنة السابعة؛ ?نه الوقت الذي يؤمر فيه بالطهارة أو الص?ة\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/941386435884165/\rwww.fb.com/notes/941698105852998\rSEKSOLOGI ISLAM\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan seksologi menurut islam.","part":1,"page":249},{"id":250,"text":"F0062. Etika BERSENGGAMA Dalam Islam\rOleh Masaji Antoro\rآداب الجماع :\rللجماع آداب كثيرة ثابتة في السنة النبوية منها مايأتي (1) : تستحب التسمية قبله، ويقرأ { قل هو الله أحد } [الإخلاص:1/112]، ويكبر ، ويهلل، ويقول ولو مع اليأس عن الولد: « باسم الله العلي العظيم، اللهم اجعلها ذرية طيبة، إن كنت قدرت أن تخرج ذلك من صلبي » « اللهم جنِّبني الشيطان، وجنب الشيطان مارزقتني » رواه أبو داود. وينحرف عن القبلة، ولايستقبل القبلة بالوقاع، إكراماً للقبلة. وأن يتغطى نفسه هو وأهله بغطاء، وألا يكونا متجردين (2) فذلك مكروه كما سيأتي.وأن يبدأ بالملاعبة والضم والتقبيل. وإذا قضى وطره، فليتمهل لتقضي وطرها ، فإن إنزالها ربما تأخر. ويكره الإكثار من الكلام حال الجماع، ولايخليها عن الجماع كل أربع ليال مرة بلا عذر. وتأتزر الحائض بإزار مابين السرة والركبة إذا أراد الاستمتاع بها.\r(1) المغني: 25/7، إحياء علوم الدين: 46/2 ومابعدها، كشاف القناع: 216/5 ومابعدها، مختصر منهاج القاصدين: ص73، فتح المعين: ص 107،الأذكار للنووي: ص 159، نيل الأوطار: 194/6.\r(2) روى ابن ماجه حديثاً عن عتبة بن عبد السُّلمي: « إذا أتى أحدكم أهله، فليستتر، ولايتجردا تجرد العَيْرين » أي الحمارين ( نيل الأوطار: 194/6).\rومن أراد أن يجامع مرة ثانية، فليغسل فرجه، ويتوضأ؛ لأن الوضوء يزيد نشاطاً ونظافة. وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة….ويستحب في ليلة الزفاف قبل الجماع أن يأخذ الرجل بناصية المرأة ويقول: «اللهم إني أسألك من خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه» (1) .\r(1) ثبت ذلك بحديث رواه ابن ماجه وأبو داود عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده (نيل الأوطار: 189/6).","part":1,"page":250},{"id":251,"text":"Dalam menjalani hubungan ‘intim’ antara suami istri, islam mengajarkan berbagai macam etika yang telah diatur berdasarkan hadits Nabi, di antaranya :\r?…Disunahkan membaca BASMALAH sebelum menjalani senggama kemudian membaca “QUL HUWA ALLAAHU AHAD” dilanjutkan dengan membaca takbir (ALLAAHU AKBAR), tahlil (LAA ILAAHA ILLALLAAH) dan disunahkan meskipun tidak sedang mengharapkan keturunan dari persenggamaannya untuk berdoa :\rبسم الله العلي العظيم، اللهم اجعلها ذرية طيبة، إن كنت قدرت أن تخرج ذلك من صلبي » « اللهم جنِّبني الشيطان، وجنب الشيطان مارزقتني\rBISMILLAAHIL ’ALIYYIL ‘AZHIIM, ALLAAHUMA IJ’ALHAA DZURRIYYATAN THOYYIBATAN IN KUNTA QADDARTA AN TAKHRUJA DZAALIKA MIN SHULBII, ALLAAHUMMA JANNIBNII AS-SYAITHAANA WA JANNIBIS SYAITHAANA MAA ROZAQTANII\r“Dengan menyebut nama Allah yang agung, Ya Allah, jadikanlah ia anak yang baik bila Engkau takdirkan ia lahir dari keturunanku, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepadaku.” (HR. Abu Daud).\r?…Berpaling dari arah kiblat, jangan menghadap kiblat saat menjalani senggama sebagai bentuk penghormatan pada kiblat.\r?…Memakai penutup, jangan melakukan persenggamaan dengan telanjang bulat karena ini hukumnya makruh sepert sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam “Bila salah seorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, pakailah penutup dan janganlah kalian berdua telanjang seperti telanjangnya keledai” (HR. Ibn Maajah Nail al-Authaar VI/194).\r?…Diawali dengan cumbuan, sentuhan dan ciuman.","part":1,"page":251},{"id":252,"text":"?…Saat seorang suami telah mencapai orgasme, jangan berlalu begitu saja, hantarkan secara perlahan-lahan istrinya dalam mencapai orgasme karena tak jarang pencapaian klimaks seorang wanita datangnya cenderung belakangan.\r?…Dimakruhkan terlalu banyak pembicaraan saat melakukan senggama.\r?…Bila tanpa adanya ‘udzur (halangan), jangan biarkan empat malam sekali berlalu tanpa hubungan badan.\r?…Saat istri tengah datang bulan, sementara keinginan berhubungan tak dapat tertahankan, untuk menghindari keharaman sebaiknya istri memakai kain penutup pada anggota tubuh antara pusar dan lutut saat mencumbuinya.\r?…Bagi yang menginginkan mengulangi senggama untuk yang kesekian kalinya sebaiknya terlebih dahulu dicuci kelaminnya, karena hal ini dapat menambah gairah dan dapat menjaga kebersihan.\r?…Tidak ada anjuran khusus menjalani senggama dimalam-malam tertentu seperti malam senin atau jumah namun sebagian ulama ada yang mensunahkan menjalaninya dimalam jumah.\r?…Disunahkan bagi seorang suami dimalam pengantin saat berkeinginan menjalani persenggamaan terlebih dahulu memegang rambut depan (ubun-ubun) istrinya sambil berdoa :\rاللهم إني أسألك من خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه\rAllahumma inni as-aluka min khairihaa wa khairi ma jabaltuhaa 'alaiih, wa a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltuhaa 'alaiih.","part":1,"page":252},{"id":253,"text":"“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada mu kebaikannya (isteri) dan kebaikan apa yang saya ambil dari padanya, serta aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang aku ambil daripadanya\" (HR. Ibn Majah dan Abu Dawud dari Umar Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nail al-Authaar VI/189).\rReferensi : Al-Mughni VII/25, Ihyaa’ ‘Uluumiddiin II/46, Kisyaf alQana’ V/216, Mukhtashar Minhaj alQaashidiin hal. 73, Fath al-Mu’iin hal. 107, al-Adzkaar li an-Nawaawi hal. 159 dan Nail al-Authaar VI/194. [ Al-Fiqh al-Islaam IV/194-195 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab.\r0016. Hukum Menonton Film Porno\rPERTANYAAN :\rZackiah Iengin Setya\rAssalaamu'alaikUm......mbah.. sekaranG bagaimaNa huKumYa menOntOn Film pOrnO bagi oranG yang sedanG mempUyai suami atau IstrI......\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rNing Zack, Heeeemmmm....coba ning liat dalam kitab Tuhfatul Muhtaj juz 7 halaman 192 :\rومحل ذلك أى عدم حرمة نظر المثال كما هو ظاهر حيث لم يخش فتنة ولا شهوة -إلى أن قال- وكذا عند النظر بشهوة بأن يلتذ به وإن أمن الفتنة قطعا\rJuga dalam Is’adur Rofiq juz 2 halaman 68 :\rخرج مثالها أى العورة فلا يحرم نظره فى نحو مرآة كما أفتى به غير واحد ويؤيد قولهم لو علق الطلاق برؤيتها لم يحنث برؤية خيالها فى نحو مرآة لأنه لم يرها ومحل ذلك أى عدم حرمة نظر المثال كما هو ظاهر حيث لم يخش فتنة ولا شهوة -إلى أن قال- وكذا عند النظر بشهوة بأن يلتذ به وإن أمن الفتنة قطعا\rMasaji Antoro\r8. حاشيتا قليوبي وعميرة الجزء الثالث صحـ 209","part":1,"page":253},{"id":254,"text":"والحاصل أنه يحرم رؤية شيء من بدنها وإن أبين كظفر وشعر عانة وإبط ودم حجم وفصد لا نحو بول كلبن والعبرة في المبان بوقت الإبانة فيحرم ما أبين من أجنبية وإن نكحها ولا يحرم ما أبين من زوجة وإن أبانها وشمل النظر ما لو كان من وراء زجاج أو مهلهل النسج أو في ماء صاف وخرج به رؤية الصورة في الماء أو في المرآة فلا يحرم ولو مع شهوة ويحرم سماع صوتها ولو نحو القرآن إن خاف منه فتنة أو التذ به وإلا فلا والأمرد فيما ذكر كالمرأة\rMaaf, seperti halnya Mbah Jenggot ngga akan mau menterjemahkan langsung ta'bir-ta'bir yang semacam itu di sini, ini bumbu khas masakan ndhalem, di googling aje, mungkin (ra ketang ngrayah-ngrayah) bisa ngerti maksudnya... Hehe\r?…PERINGATAN PEMERINTAH :\rالصوفية الانوار Astaghfirullah.. Hindari nonton film FOR NO baik yang sudah berkeluarga apalagi yang masih single, ini termasuk dalam maksiat mata yang mengakibatkan gelap / tertutupnya hati dari menerima ilmu-ilmu ulama atau mengakibatkan putusnya ratusan sel-sel di otak yang berdampak pikun dan sulit untuk berfikir.\rNeil Elmuna\rوخرج به رؤية الصورة في الماء أو في المرآة فلا يحرم ولو مع شهوة\rTERKECUALIKAN DARI KEHARAMAN MELIHAT AURAT WANITA TERSEBUT BILAMANA MELIHAT SUATU PANTULAN SOSOK YANG ADA DI AIR < YNG JERNIH> ATAU DI KACA MAKA MELIHATNYA TIDAK DIHARAMKAN KENDATI DISERTAI DENGAN BERSYAHWAT... INI POIN DARI TA'BIIR (di Qolyubiy)\rUmam Zein\rSaya juga sempat melihat keterangan di Qulyubi tersebut. Namun keterangannya terlalu ringkas, tidak saya dapati penjabarannya di kitab lain.","part":1,"page":254},{"id":255,"text":"Ali Sibramalisi ketika mengomentari az-Zarkasyi memilah mendengarkan suara wanita diperbolehkan meskipun merasa betah (iltadza) asal tanpa khawatir timbul fitnah (birahi). Istilah iltadza cenderung dikonotasikan sebagai syahwat. dengan demikian bila kita menyimpulkan sementara, al-Qulyubi memperbolehkan melihat bayangan cermin wanita meskipun betah memandangnya asalkan tidak sampai membuat nafsu birahi bergejolak. Sehingga dalam konteks pertanyaan di atas (foto syur) pendapat al-Qulyubi tidak terpakai.\rNamun di sisi lain Sibramalisi menggeneralisir hukum haram memandang disertai syahwat meskipun pada obyek benda mati. Pernyataan ini secara tidak langsung memperkuat pendapat Ibnu Hajar.\rوليس الصوت منها فلا يحرم سماعه ما لم يخف منه فتنة وكذا لو التذ به كما بحثه الزركشي ومثلها في ذلك الأمرد ا ه بحروفه وقال ع ش قوله وكذا لو التذ به أي فيجوز لأن اللذة ليست باختيار منه ا ه\rالكتاب : حاشية الجمل ج8 ص72\rقال ع ش عليه وعمومه يشمل الجمادات فيحرم النظر إليها بشهوة ا ه\rالكتاب : حاشية الجمل ج8 ص75\rRepost/sunting terakhir by Raden Mas LeyehLeyeh on 9/10/2011 -11:00\r0061. Memperbesar Alat Vital\rDeskripsi\rAda mitos bahwa lintah yang jumlahnya empat puluh satu dan dimasukkan ke dalam botol kemudian dikubur dalam tanah selama empat puluh satu hari, akan berubah menjadi minyak yang khasiatnya untuk memperbesar Mr. P (dzakar).\rPertanyaan\rBagaimanakah hukum penggunaan minyak tersebut untuk membesarkan Mr. P?\rAbstraksi","part":1,"page":255},{"id":256,"text":"Lintah termasuk spesies binatang melata (hasyarôt) yang tidak berbisa. Kendati ada sebagian hasyarôt yang halal di makan, namun mayoritas ulama mengharamkan hampir semua macam dari spesies ini dengan berdasarkan ayat aL-Qur'ân yang secara implisit memberikan ketentuan halal-haram makanan.\r\"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.\" (QS. aL-A'râf : 157)\rKeharaman jenis binatang ini, memberikan konsekuensi mayyitah (bangkai) pada hasyarôt yang telah mati, sehingga dihukumi najis. Dalam satu hadits, Nabi secara tersirat melarang kita berlumur (tadhommukh) najis tanpa ada hajat tertentu. Di sisi lain, program pembesaran Mr. P tersebut termasuk taghyîr kholqillâh (merubah ciptaan Allah) di mana hukum asalnya adalah haram. Namun hukum asal ini akan berubah ketika ada pertimbangan yang bisa ditolerir secara syara'. Di antara pertimbangan syar'i yang memperbolehkan taghyîr kholqillâh berkaitan dengan kasus ini adalah;\r-Mu'âsyaroh bi al-ma'rûf, dengan wujud memuaskan isteri di ranjang yang merupakan anjuran syara;\r-Taghyîr kholqillâh yang dilarang —menurut satu versi— adalah yang bersifat permanen;\r-Berlumuran dengan najis diperbolehkan jika ada hajat.","part":1,"page":256},{"id":257,"text":"Memandang program pembesaran Mr. P pada dasarnya tidak merubah bentuk dasar Mr. P, melainkan hanya merubah sifatnya, dan ini secara urf bukan dikatakan taghyîr kholqillâh, maka hukumnya diperbolehkan, lebih-lebih jika ada tujuan untuk menghilangkan aib. Dan bahkan menjadi sunah jika bisa menjadikan hubungan pasutri semakin harmonis. Namun yang perlu diperhatikan, unsur kenajisan minyak lintah tersebut mewajibkan untuk dibasuh.\rReferensi\r1.Nail Al-Authar vol. VII hlm. 343\r2.Qurroh Al-Ain hlm. 72\r3.I'anah Ath-Thalibin vol. I hlm. 89-90 & 81\r4.Aun Al-Ma'bud vol XI hlm. 171\r5.Jami' Al-Ahkam Al-Qur'an vol. II hlm. 124 & vol. V hlm. 393\r0102. HUKUM MENELAN SPERMA / MANI\rPERTANYAAN :\rCikong Mesigit\rالسلام عليكم.. sebelumnya mohon maaf mungkin karena agak pornografi, tapi hukum itu jelas jadi harus dijelaskan juga. Pertanyaan inbox dari salah seorang cewek : bagaimana hukum menelan air mani ??? Saya tidak bisa menajawab jadi dilempar kesini, lanjut....pencerahan.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb. Hukumnya Khilaf, pendapat yang mashur TIDAK HALAL menelan sperma / mani.\r(فرع)هل يحل اكل المنى الطاهر فيه وجهان الصحيح المشهور أنه لا يحل لانه مستخبث قال الله تعالي (ويحرم عليهم الخبائث) والثانى يجوز وهو قول الشيخ أبي زيد المروزى لانه طاهر لا ضرر فيه","part":1,"page":257},{"id":258,"text":"(CABANG) : \"Bolehkah menelan mani yang suci? Ada 2 pendapat, dan yang benar dan masyhur bahwasanya itu tidak halal karena mustakhbats (menjijikkan) seperti Firman Allah SWT : [ Dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. QS. 7:157 ]. Sedang menurut AsSyaikh Abi Zaid alMarwazy menghukumi boleh karena mani adalah barang suci dan tidak ada DHOROR (bahaya) di dalamnya\". (Al-Majmu' alaa Syarh Almuhadzzab II/556).\rNeil Elmuna\rPada kitab At-TaQriirootus Sadiidah karya Sayyid hasan alkaaf hal 128 dijelaskan ada 3 pendapat hukum mani (hukmul maniyyi fiihi tsalaatsatu aQwaal) :\r1. maniyyu jamii'il hayawaanaati Thoohirun illamaniyyal kalbi walkhinziiri wa far'i ahadihimaa.. wahuwa Qoulul imami an-Nawawiy.. wahuwal mu'tamadu..\r2. maniyyul aadamiyyi Thoohirun wa maniyyu ghoirihi najisun .... wahuwa Qoulul imaami arRoofi'iy.\r3. maniyyul aadamiyyi wa maniyyu kulli hayawaanin ma-kuulin Thoohirun ... wa maniyyu ghoiril ma-kuuli najisun.","part":1,"page":258},{"id":259,"text":"Ta'riifu annajaasati lughotan : \" kullu mustaQdzarin\", sedangkan wa syar'an bil haddi : \" kullumustaQdzarin yamna'u shihhatash Sholaati haitsu laa murokhkhisho\". Ta'riifuhuu bil 'addi [ adat, menurut watak normal manusia ] :\" kullun min jamii'i maa yu'addu mustaQdzaron 'indal 'aadati.. wahiya 1. albaulu 2. alghooithu 3. addamu 4. alQoi-u 5. alwadiyu 6. almadziyyu 7. alkhomru 8.annabiidzu 9.kullu muskirin maa-i'in 10.alkalbu 11. alkhinziiru 12. far'u ahadi kalbi awil khinziiri 13. almaitatu 14. sya'ru almaitati 15. 'azhmu almaitati 16. labanu maa la yu-kalu lahmuhu 16. sya'ru ghoiril ma-kuuli idza infashola fii chaali chayatihi 17. almaa-u as-saa-ilu idzaa khoroja minal ma'iddati..\rDari semua uraian diatas dipastikan bahwa air mani manusia itu suci dan tidak termasuk dalam kategori najis baik menurut definisi syara' ataupun menurut perhitungan benda2 yang dinilai najis oleh ketentuan fiQih, namun air mani itu dinilai dari dzatnya memang suci namun soal boleh \"ditelan\" [ dikonsumsi ] atau tidak ? hmm ?.\r0108. HUKUM BERPELUKAN SESAMA JENIS\rPERTANYAAN :\rSyifa Muhammad\rAssalamualaikum....bagaimana hukumnya ketika seorang laki-laki bertemu teman atau saudara laki-lakinya lalu keduanya berpelukan...mohon pencerahan para ustadz2 di sini...syukron. ( Tanpa ada Syahwat ).\rJAWABAN :\rAdam Sriyono\rBismillaah.. Dari aisyah ra.. Ia berkata : Zaid bin haritsah datang kemadinah dan rasululloh saw. Datang ke rumahku, kemudian ia datang dan mengetuk pintu, lantas nabi saw. bangkit dan menarik kainya, serta memeluk dan menciumnya [HR TURMUDZI].\rMbah Jenggot","part":1,"page":259},{"id":260,"text":"HUKUMNYA SUNAT JIKA UNTUK MENYAMBUT KEDATANGAN SESEORANG DARI BEPERGIAN DAN MAKRUH UNTUK SELAIN ITU. Ta`bir di kitab I`anah Juz 4 Hal 191-192.\rاعانة الطالبين الجزء الرابع ص : 191-192\r( فوائد ) وحتى الظهر مكروه وقال كثيرون حرام وافتى النووى بكراهة الانحناء بالرأس وتقبيل نحو رأس او يد او رجل لا سيما لنحو غني لحديث من تواضع لغني ذهب ثلثا دينه ويندب ذلك لنحو صلاح او علم او شرف لان أباعبيدة قبل يد عمر رضي الله عنهما ويسن القيام لمن فيه فضيلة ظاهرة من نحو صلاح او علم او ولادة او ولادة او ولاية مصحوبة بصيانة قال ابن عبد السلام او لمن يرجى خيره او يخشى شره ولو كافرا خشي منه ضررا عظيما ويحرم على الرجل ان يحب قيامه له ويسن تقبيل قادم من سفر ومعانقته للاتباع .\rMembungkuk Hukumnya makruh sebagian besar ulama mengatakan Haram. Imam Nawawi berfatwa makruh membungkukkan kepala juga mencium kepala atau tangan atau kaki apalagi terhadap orng kaya,karena ada hadist yang menjelaskan barang siap yang tawadhu` karena kekayaan seseorang (maksudnya terhadap orang kaya) maka hilang dua pertiga agamanya. Namun hal tersebut disunahkan dilakukan pada orang orang Sholih atau orang `Alim atau orang yang mulya,karena Abu `Ubaidah juga mencium tangan Shohabat Umar.……dst.\rويسن تقبيل قادم من سفر ومعانقته للاتباع\rDisunahkan merangkul orang yang baru datang dari bepergian. Ta`bir yang mirip bisa dilihat di bawah ini.","part":1,"page":260},{"id":261,"text":"( قوله ويندب ذلك ) اى التقبيل قال الامام النووى فى الاذكار اذا اراد تقبيل غيره ان كان ذلك لزهده وصلاحه او علمه او شرفه وصيانته او نحو ذلك من الامور الدينية لم يكره بل يستحب وا كان لغناه ودنياه وثروته وشوكته ووجاهته عند ااهل الدنيا ونحو ذلك فهو مكروه شديد الكراهة وقال المتولى من اصحابنا لا يجوز فاشار الى انه حرام روينا فى سنن ابى داود عن زارع رضي الله عنه وكان فى وفد عبد القيس قال فجعلنا نتبادر من رواحلتنا فنقبل يد النبى صلى الله عليه وسلم ورجله ثم قال واما تقبيل الرجل خد ولده الصغير واخيه وقبلة غير خده من اطرافه ونحوها على وجه الشفقة والرحمة واللطف ومحبة القرابة فسنة وكذلك قبلته ولد صديقه وغيره من صغار الاطفال على هذا الوجه واما التقبيل بالشهوة فحرام ببالاتفاق وسواء فى ذلك الوالد وغيره بل النظر اليه بالشهوة حرام اتفاقا على القريب والاجنبى .اهـ\rسبعة الكتب ص : 134","part":1,"page":261},{"id":262,"text":"ورأيت بعضهم نقل عن خط السيد سليمان مقبول معزوا الى خط الجوهرى الكراهة قال اذ هى من باب التكريم اهـ وحتى الظهر مكروه وقيل حرام وكذا بالرأس وتقبيل نحو رأس او يد او رجل كذب ويندب تقيل ذلك ومثله القيام لنو علم او صلاح او شرف او ولادة او نسب او ولاية مصحوبة بصيانة قال ابن عبد السلام او لمن يرجى خيره او يخاف من شره ولو كافرا خشي منه ضررا لا يحتمل عادة ويكون على جهة البر والاكرام لا الرياء والاعظام اتباعا للسلف والخلف قال الاذرعى ويظهر وجوبه فى هذا الزمان دفعا للعداوة والتقاطع فيكون من باب دفع المفاسد ويسن تخفيف القبلة بحيث لا يظهر لها صوت فى كل ما طلب تقبيله من الحجر ويد عالم وشريف ووالد وولى لان اظهارها مكروه قال العلامة الشرقاوى جميع ما ذكر فى الحجر قال الذهبي ومنه وضع الجبهة بعد التقبيل اهـ يفعل مع العلماء والصلحاء الا الاشارة باليد فلا يسن فعلها معهم ويحرم على الداخل ان يحب قيامه له للحديث الحسن من أحب ان يتمثل الناس له قياما فليتبوأ مقعده من النار ذكره فى الروضة وحمله بعضهم على ما اذا احب قيامهم واستمراره وهو جالس او طلبا للتكبر على غيره وهذا اخف تحريما من الاول اذ هو التمثل فى الخبر كما اشار اليه البيهقى اما من احبه جودا منهم عليه لما انه صار شعارا للمودة فلا حرمة فيه .\rالشروانى الجزء الثانى عشر ص : 36-37\rويسن تقبيل قادم من سفر ومعانقته للاتباع الصحيح فى جعفر رضي الله عنه لما قدم من الحبشة.\rقوله ( تقبيل قادم ) اي وجهه صالحا ام لا ( من سفر ) او نحوه ( ومعانقته ) ويكره ذلك اى التقبيل والمعانقة لغير القادم من سفر او نحوه ولا فرق فى هذا بين ان يكون المقبل والمقبل صالحين ام فاسقين ام احدهما صالحا والآخر فاسقا ذكر ذلك فى الاذكار.اهـ\r0100. Dosakah Suami Yang Menolak \"Ajakan\" Istri\rPERTANYAAN :\rRi Ly","part":1,"page":262},{"id":263,"text":"Salah satu kewajiban seorang istri adalah melayani suami di atas tempat tidur. Tak ada istilah \"malas\" buat istri, kalau menolak, dosa yah ? Nah yang mau saya tau, bagaimana hukumnya kalau istri yang kepingin tapi suaminya ogah, dosa nggak ? Sebelum dan sesudahnya terima kasih banyak. Mohon maaf jikalau p'tanyaan saya ada unsur pornografinya. Jangan dilaporin ma Pak Tifatul yah ? :D\rJAWABAN :\rImamuddin Al Porongi\rSekedar tambahan, ukuran kebahagiaan sebuah keluarga juga bisa dilihat dari hubungan di atas kasur (bkn kuantitas tapi kualitasnya). Jika salah satunya malas diajak \"perang\" ada sebab-sebab yang menjadi penyebabnya, bisa jadi karena jengkel, atau uang blnja krg atau sebab2 lain, misal kecapekan (biasanya kalau cuman capek ajja pasti mau), dan ada masalah yang membuat kita \"senang\" hingga enggan melakukannya.\rMbah Jenggot\rKewajiban seorang suami adalah memberikan nafkah lahir-bathin, jika memang sudah diberikan tapi masih saja kurang ya sudah gugur kewajiban suami. kalau bicara dosa dan tidak, mari kita lihat kewajiban suami mengenai nafkah batin.\rBatasan kewajiban memberikan nafkah batin terjadi khilaf :\r> Menurut satu pendapat Syafi’iyyah seumur hidup satu sekali. Selebihnya disunnahkan empat hari sekali\r> Menurut Hanafiyyah wajib tiap empat bulan sekali.\r> Menurut Hanabilah wajib empat bulan sekali bila tidak ada udzur\r> Menurut pendapat rajih dari Malikiyyah wajib tiap empat hari sekali bila ada permintaan dari istri.\rR E F E R E N S I\r1. Hawasyi As-Syarwany vol. VII hal. 183\r2. Mughnil Muhtaj vol. IV hal. 414","part":1,"page":263},{"id":264,"text":"3. Raddul Mukhtar vol. III hal. 202 4. Al-Fawakihud Dawany vol. V hal. 131\r5. Mathalibu Ulin Nuha vol. V hal. 265\r6. Fathul Bari vol. IX hal. 373\r4. الفواكه الدواني الجزء الخامس صحـ 131\rوأما الوطء فقد قال صاحب القبس : الوطء واجب على الزوج للمرأة عند مالك إذا انتفى العذر , وقال ابن حنبل والأجهوري : يجب على الرجل وطء زوجته ويقضى عليه به حيث تضررت المرأة بتركه وقدر عليه الزوج , لأن الإنسان لا يكلف ما لا يطيقه , والراجح أنها إذا شكت قلة الوطء يقضى لها في كل أربع ليال بليلة , كما أن الصحيح إذا شكا الزوج من قلة الجماع أن يقضى له عليها بما تطيقه كالأجير , خلافا لمن قال : يقضى بأربع مرات في اليوم والليلة لاختلاف أحوال الناس فقد لا تطيق المرأة ذلك\r5. مطالب أولي النهى الجزء الخامس صحـ 265\rفصل ( ويلزمه ) أي : الزوج ( وطء ) زوجته مسلمة كانت أو كافرة , حرة أو أمة بطلبها ( في كل ثلث سنة مرة إن قدر ) على الوطء نصا ; لأنه تعالى قدره في أربعة أشهر في حق المولى , وكذا في حق غيره ; لأن اليمين لا توجب ما حلف عليه فدل أن الوطء واجب بدونها ( و ) يلزمه ( مبيت ) في المضجع على ما ذكره في \" نظم المفردات \" و \" الإقناع \" واستدل عليه الشيخ تقي الدين بمواضع من كلامهم , وذكر في الفروع نصوصا تقتضيه ( بطلب عند ) زوجة ( حرة ليلة من أربع ) ليال إن لم يكن عذر ( كأنها واحدة )\r6. فتح البارئ الجزء التاسع صحـ 373\rواختلف العلماء فيمن كف عن جماع زوجته فقال مالك إن كان بغير ضرورة ألزم به أو يفرق بينهما ونحوه عن أحمد والمشهور عند الشافعية أنه لا يجب عليه وقيل يجب مرة وعن بعض السلف في أربع ليلة وعن بعضهم في كل طهر مرة\r0032. Onani dan ‘Azl (Mengeluarakan air mani di luar vagina)\rPERTANYAAN :\rZackiah Iengin Setya\rAssalamUalaiKum.......... mbaH.....Gimana HukumnYa ONaNi dan AZL.........\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":264},{"id":265,"text":"Waalaikumsalam wr wb. [ Hukum ONANI dan MASTURBASI ] Dalam istilah fiqh onani / masturbasi disebut ISTIMNAA’ yang berarti merangsang keluarnya sperma di luar senggama baik dengan media haram seperti memakai tangan sendiri, bantal, dildo, bolpoint, spidol, botol dan lain-lain atau bahkan hanya dengan fantasi-fantasi yang sengaja di ciptakan sendiri seperti lagi mbayangin Nikita willy, Willy Dozan dan willy-willy yang lain … Hehe, atau dengan memakai rangsangan alat yang dihalalkan seperti memakai tangan istri sendiri (al-Muhalla bi attsar IX/223)\rOnani yang dilakukan dengan motif ISTID’A’IS SYAHWAH (melampiaskan gejolak birahi) jelas diharamkan sebab tindakan ini telah melampaui batas-batas seks yang dilegalkan (QS. Al-Mu’minuun 5-7)\rSedang Onani yang dilakukan dengan motif TASKIINIS SYAHWAH (meredam gejolak nafsu) ulama berbeda pendapat, menurut satu versi diperbolehkan bila dilakukan sebagai alternatif menghidari dosa yang lebih besar yakni khawatir zina.\rMenurut Imam Ahmad bagaimanapun onani hukumnya haram karena kekhawatiran zina masih bisa diredam dengan berpuasa atau lewat mimpi indah (bila sudah full tang akan mbludhak sendiri), sedang menurut Ibnu ‘Abidin dari madzhab Hanafiyyah Istimna’ wajib dilakukan bila memang menjadi satu-satunya solusi membebaskan diri dari perzinahan\rVersi yang melegalkan istimna’ dalam kondisi kepepet di atas masing-masing mensyaratkan :\r• Tidak memiliki lahan syah untuk melampiaskan birahi\r• Kondisi birahinya bergejolak","part":1,"page":265},{"id":266,"text":"• Dilakukan semata-mata demi meredam bukan meluapkan gejolak birahi, dan khusus point yang ketiga ini di butuhkan kejujuran hati seseorang sebagai bukti kesalehan tindakannya (Muhammad Bin Muhammad al-Khodimy-Bariqoh Mahmudiyyah fii Syarh Thoriqoh Muhammadiyyah wa syar’iyyah nabawiyyah)\rEfek Negatif Onani\r• Efek Fisik\rTubuhnya kurus, betisnya lemah dan kendor, kedua matanya cekung dan biru, aura wajahnya pucat, tangannya lemah, badannya gemetar bila di ajukan pertanyaan, dan menyebabkan organ seksnya lemah\r• Efek Psikis\rOnani yang menjadi kebiasaan akan mengakibatkan seseorang cenderung berpemikiran rendah, berwatak dan bernaluri keras, dunguceroboh, emosional dan suka marah-marah hanya karena masalah sepele, tidak memiliki prinsip teguh dan suka menyendiri (Syekh Ali Ahmad Al-Jurjawy, Hikmah at-Tasyri’ wal falsafatuhu II/290-291)\rSedangkan hukum 'Azl dapat anda lihat di catatan saya, berikut ana copasin, semoga bermanfaat,,,\r'Azl atau Senggama Terputus (Coitus Interuptus)\rDalam literatur Fiqh istilah 'Azl diartikan sebagai tindakan suami mencabut penis dalam bersenggama ketika mendekati ejakulasi dan mengeluarkan sperma diluar rahim agar tidak terjadi pembuahan, secara hukum setidaknya ada empat pandangan berbeda mensikapi masalah Azl ini :\r1. Boleh Secara Mutlak\rPendapat ini dilansir oleh kalangan Syafi'iyyah dengan berdasarkan hadits Shahih yang diriwayatkan dari Jabir Ra","part":1,"page":266},{"id":267,"text":"وَعَنْ جَابِرٍ – رضي الله عنه – قَالَ : – كُنَّا نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ , وَلَوْ كَانَ شَيْئًا يُنْهَى عَنْهُ لَنَهَانَا عَنْهُ اَلْقُرْآنُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ (1) .\rوَلِمُسْلِمٍ : – فَبَلَغَ ذَلِكَ نَبِيَّ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ يَنْهَنَا – (2) .\r1. \"Kami melakukan Azl dimasa Rasululloh SAW sementara Alquran turun, jika saja hal itu larangan niscaya alQuran akan melarang kami melakukannya\" (Mutafaq 'Alaih/Sunan Ibnu Maajah Vol 1 Hal 620)\r2. “Kami melakukan `azl pada masa Nabi SAW. Kabar tersebut sampai kepada beliau, tetapi beliau tidak melarangnya”. (HR Muslim)\rAkan tetapi menurut An-Nawawy (Ulama' Syafiiyyah) dalam Syarh Muslim menegaskan apabila Azl dilakukan demi menghindari kehamilan hukumnya makruh secara mutlak baik ada kerelaan pihak istri atau tidak karena tindakan Azl dianggap memutus keturunan.\r2. Makruh apabila ada HAJAT\rStatement ini dipegang oleh kalangan Hanabilah dengan dasar beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar, Ali, Ibnu Umair dan Ibnu Umair yang membenci Azl karena dapat mengurangi jumlah keturunan yang dianjurkan syara' Sabda Nabi saw \"Menikahlah kalian dan memperbanyak keturunan\"\r3. Boleh apabila ada kerelaan Istri\rPendapat ini Statemen dari Imam ahmad berdasarkan sebuah Hadits dari Umair yang diriwayatkan Ibnu Majah\rهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعْزَلَ عَنْ الْحُرَّةِ إِلَّا بِإِذْنِهَا.\rDari ‘Umar ibn al-Khattab berkata: \"Nabi melarang perbuatan `azl terhadap wanita merdeka kecuali seizinnya”. (HR Ibnu Maajah Vol 1 Hal 620)","part":1,"page":267},{"id":268,"text":"Perlunya kerelaan dari pihak istri ini dikarenakan istri memiliki Hak atas anak sehingga dengan tindakan Azl akan menghilangkan haknya namun apabila istri memberikan memberikan izin hukumnya tidak makruh.\r4. Haram\rPendapat ini dilansir oleh kalangan Dhohiriyyah dengan tendensi hadits yang diriwayatkan dari Judzamah Ra\rأن الصحابة سألوا رسول الله عن العزل فقال : ذلك الوأد الخفي\r\"Sesungguhnya para shahabat bertanya tentang Azl, Nabi menjawab hal itu adalah pembunuhan anak dengan samar\" (HR. Muslim)\rDibuat berdasarkan Request (permintaan) dari salah satu teman di Facebook\rReferensi : Nihaayah Almuhtaaj Vol 7 Hal 137, Almughny Ibnu Qudaamah Vol 5 Hal 41,\rwww.fb.com/notes/130046347036971\r0209. ONANI DAN MASTURBASI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM\rOleh Ghufron ElCauman\rApakah Onani Sama Dengan Zina ??\rSayyid Sabiq menyebutkan bahwa telah terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam permasalahan onani :\r1. Para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Zaidiyah berpendapat bahwa onani adalah haram. Argumentasi mereka akan pengharaman onani ini adalah bahwa Allah swt telah memerintahkan untuk menjaga kemaluan dalam segala kondisi kecuali terhadap istri dan budak perempuannya. Apabila seseorang tidak melakukannya terhadap kedua orang itu kemudian melakukan onani maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang melampaui batas-batas dari apa yang telah dihalalkan Allah bagi mereka dan beralih kepada apa-apa yang diharamkan-Nya atas mereka.\rFirman Allah swt :\rوَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ?5?","part":1,"page":268},{"id":269,"text":"إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ?6?\rفَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ?7?\rArtinya : “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mukminun : 5 – 7)\r2. Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa onani hanya diharamkan dalam keadaan-keadaan tertentu dan wajib pada keadaan yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa onani menjadi wajib apabila ia takut jatuh kepada perzinahan jika tidak melakukannya. Hal ini juga didasarkan pada kaidah mengambil kemudharatan yang lebih ringan. Namun mereka mengharamkan apabila hanya sebatas untuk bersenang-senang dan membangkitkan syahwatnya. Mereka juga mengatakan bahwa onani tidak masalah jika orang itu sudah dikuasai oleh syahwatnya sementara ia tidak memiliki istri atau budak perempuan demi menenangkan syahwatnya.\r3. Para ulama madzhab Hambali berpendapat bahwa onani itu diharamkan kecuali apabila dilakukan karena takut dirinya jatuh kedalam perzinahan atau mengancam kesehatannya sementara ia tidak memiliki istri atau budak serta tidak memiliki kemampuan untuk menikah, jadi onani tidaklah masalah.","part":1,"page":269},{"id":270,"text":"4. Ibnu Hazm berpendapat bahwa onani itu makruh dan tidak ada dosa didalamnya karena seseorang yang menyentuh kemaluannya dengan tangan kirinya adalah boleh menurut ijma seluruh ulamA, sehingga onani itu bukanlah suatu perbuatan yang diharamkan. Firman Allah swt :\rوَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ\rArtinya : “Padahal Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu.” (QS. Al An’am : 119)\rDan onani tidaklah diterangkan kepada kita tentang keharamannya maka ia adalah halal sebagaimana firman-Nya : Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqoroh : 29)\r5. Diantara ulama yang berpendapat bahwa onani itu makruh adalah Ibnu Umar dan Atho’. Hal itu dikarenakan bahwa onani bukanlah termasuk dari perbuatan yang terpuji dan bukanlah prilaku yang mulia. Ada cerita bahwa manusia pada saat itu pernah berbincang-bincang tentang onani maka ada sebagian mereka yang memakruhkannya dan sebagian lainnya membolehkannya.\r6. Diantara yang membolehkannya adalah Ibnu Abbas, al Hasan dan sebagian ulama tabi’in yang masyhur. Al Hasan mengatakan bahwa dahulu mereka melakukannya saat dalam peperangan. Mujahid mengatakan bahwa orang-orang terdahulu memerintahkan para pemudanya untuk melakukan onani untuk menjaga kesuciannya. Begitu pula hukum onani seorang wanita sama dengan hukum onani seorang laki-laki. (Fiqhus Sunnah juz III hal 424 – 426).","part":1,"page":270},{"id":271,"text":"Dari pendapat-pendapat para ulama diatas tidak ada dari mereka yang secara tegas menyatakan bahwa onani sama dengan zina yang sesungguhnya. Namun para ulama mengatakan bahwa perbuatan tersebut termasuk kedalam muqoddimah zina (pendahuluan zina), firman Allah swt : “dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32).\rAdapun apakah perbuatan tersebut termasuk kedalam dosa besar ?\rImam Nawawi menyebutkan beberapa pendapat ulama tentang batasan dosa besar jika dibedakan dengan dosa kecil : Dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa dosa besar adalah segala dosa yang Allah akhiri dengan neraka, kemurkaan, laknat atau adzab, demikian pula pendapat Imam al Hasan Bashri.\rPara ulama yang lainnya mengatakan bahwa dosa besar adalah dosa yang diancam Allah swt dengan neraka atau hadd di dunia. Abu Hamid al Ghozali didalam “al Basiith” mengatakan bahwa batasan menyeluruh dalam hal dosa besar adalah segala kemaksiatan yang dilakukan seseorang tanpa ada perasaan takut dan penyesalan, seperti orang yang menyepelekan suatu dosa sehingga menjadi kebiasaan. Setiap penyepelean dan peremehan suatu dosa maka ia termasuk kedalam dosa besar.","part":1,"page":271},{"id":272,"text":"Asy Syeikhul Imam Abu ‘Amr bin Sholah didalam “al Fatawa al Kabiroh” menyebutkan bahwa setiap dosa yang besar atau berat maka bisa dikatakan bahwa itu adalah dosa besar. Adapun diantara tanda-tanda dosa besar adalah wajib atasnya hadd, diancam dengan siksa neraka dan sejensnya sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an maupun Sunnah. Para pelakunya pun disifatkan dengan fasiq berdasarkan nash, dilaknat sebagaimana Allah swt melaknat orang yang merubah batas-batas tanah. (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113)\rDari beberapa definisi dan tanda-tanda dosa besar maka perbuatan onani tidaklah termasuk kedalam dosa besar selama tidak dilakukan secara terus menerus atau menjadi suatu kebiasaan. Hendaknya seorang muslim tidak berfikir kecilnya dosa suatu kemasiatan yang dilakukannya akan tetapi terhadap siapa dia bermaksiat, tentunya terhadap Allah swt yang Maha Besar lagi Maha Mulia.\rApakah Onani Mesti Dengan Menggunakan Tangan ??\rPada asalnya istimna’ (masturbasi) adalah mengeluarkan mani bukan melalui persetubuhan, baik dengan telapak tangan atau dengan cara yang lainnya. (Mu’jam Lughotil Fuqoha juz I hal 65). Masturbasi adalah menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme) baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat.","part":1,"page":272},{"id":273,"text":"Sedangkan onani mempunyai arti sama dengan masturbasi. Namun ada yang berpendapat bahwa onani hanya diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan istilah masturbasi dapat berlaku pada perempuan maupun laki-laki. (sumber : situs.kesrepro.info). Namun didalam buku-buku fiqih kata istimna’ (onani) ini adalah mengeluarkan mani dengan menggunakan tangan baik tangannya, tangan istri atau tangan budak perempuannya.\rAdapun mengeluarkan air mani dengan alat (sarana) tertentu selain tangan pada asalnya tidaklah berbeda dengan istmina’ dikarenakan subsatansi perbuatan itu adalah sama, yaitu sama-sama mengeluarkan mani untuk mendapatkan satu kenikmatan apakah dikarenakan kondisi terpaksa atau tidak, sehingga hukumnya bisa disamakan dengan hukum onani yang menggunakan tangan. Ibnu ‘Abidin menyebutkan bahwa “Perkataan onani itu makruh” adalah secara zhahir ia adalah makruh yang tidak sampai haram. Hal itu dikarenakan bahwa kedudukan onani seperti orang yang mengeluarkan mani baik dengan merapatkan kedua paha atau menekan perutnya. (Roddul Mukhtar juz XV hal 75).\rAdapun mengeluarkan mani dengan menonton film-film porno maka ini lebih berat dari sekedar onani dikarenakan ia telah menyaksikan aurat orang lain yang tidak halal baginya. Pada hakekatnya melihat aurat orang lain melalui menonton film porno sama dengan melihat auratnya secara langsung dan ini adalah haram.\rSolusi Bagi Orang Yang Sudah Terbiasa Onani\rBeberapa solusi bagi orang-orang yang terbiasa melakukan perbuatan ini, yaitu :","part":1,"page":273},{"id":274,"text":"1. Hendaklah faktor yang mendorongnya untuk melepaskan diri dari kebiasaan onani adalah untuk menjalankan perintah Allah swt dan menghindari murka-Nya.\r2. Mendorong dirinya untuk mengambil solusi mendasar dengan menikah sebagai pelaksanaan dari wasiat Rasulullah saw kepada para pemuda dalam permasalahan ini.\r3. Mengarahkan fikiran, bisikan dan menyibukan dirinya dengan perkara-perkara yang didalamnya terdapat kemaslahatan bagi dunia maupun akheratnya. Karena terus menerus menghayal akan mendorongnya untuk melakukan perbuatan itu dan pada akhirnya menjadikannya kebiasaan sehingga sulit untuk dilepaskan.\r4. Menjaga pandangan dari melihat orang-orang atau foto-foto yang membawa fitnah apakah itu foto dari orang yang hidup atau sekedar gambar dengan matanya secara langsung. Karena hal itu akan mendorongnya kepada perbuatan yang diharamkan, sebagaimana firman Allah swt\rقُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ\rArtinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: \"Hendaklah mereka menahan pandanganya…” (QS. An Nuur : 30)\rJuga sabda Rasulullah saw,”Janganlah engkau ikuti pandanganmu dengan pandangan yang selanjutnya.” (HR. Tirmidzi, dan dihasankan didalam shahihul jami’). Pandangan pertama adalah pandangan spontanitas yang tidak ada dosa didalamnya sedangkan pandangan kedua adalah haram. Untuk itu sudah seharusnya dia menjauhkan diri dari tempat-tempat yang didalamnya terdapat perkara-perkara yang bisa menggelorakan dan menggerakkan syahwat..\r5. Menyibukkan dirinya dengan berbagai ibadah dan menghindari untuk mengisi waktu-waktu kosongnya dengan maksiat.","part":1,"page":274},{"id":275,"text":"6. Mengambil palajaran dari beberapa penyakit pada tubuh yang disebabkan kebiasaan melakukan onani seperti : melemahkan penglihatan dan syahwat, melemahkan alat reproduksi, sakit punggung dan penyakit-penyakit lainnya yang telah disebutkan oleh para dokter. Demikian pula dengan penyakit kejiwaan seperti : stress, kegalauan hati dan yang lebih besar dari itu semua adalah meremehkan waktu-waktu sholat dikarenakan berulang kalinya mandi… dan juga merusak puasanya (apabila dalam keadaan puasa).\r7. Menghilangkan berbagai cara untuk mencari kepuasan yang salah, dikarenakan sebagian pemuda menganggap bahwa perbuatan ini dibolehkan dengan alasan menjaga diri dari zina atau homoseksual padahal kondisinya tidaklah sama sekali mendekati perbuatan yang keji (zina/homoseksual) tersebut.\r8. Mempersenjatai diri dengan kekuatan kehendak dan tekad serta tidak mudah meyerah terhadap setan. Hindari berada dalam kesendirian seperti bermalam sendirian. Didalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi saw melarang seseorang bermalam sendirian.” (HR. Ahmad didalam shahihul jami’ 6919)","part":1,"page":275},{"id":276,"text":"9. Mengambil cara-cara penyembuhan Nabi saw berupa puasa, karena ia dapat menekan gejolak syahwat dan seksualnya. Dia juga perlu menghindari beberapa solusi yang aneh, seperti bersumpah untuk tidak melakukannya lagi atau bernazar dikarenakan jika ia kembali melakukan hal itu maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang memutuskan sumpah yang telah dikokohkan. Jangan pula menggunakan obat-obat penekan syahwat karena didalamnya terkandung berbagai bahaya bagi tubuh. Didalam sunnah disebutkan bahwa segala sesuatu yang dipakai untuk menghentikan syahwat secara keseluruhan adalah haram.\r10. Berkomitmen dengan adab-adab syari’ah saat tidur, seperti; berdzikir, tidur diatas sisi kanan tubuhnya, menghindarkan tidur telungkup yang dilarang Nabi saw.\r11. Berhias dengan kesabaran dan iffah. Hal yang demikian dikarenakan diantara kewajiban kita adalah bersabar terhadap hal-hal yang diharamkan walaupun hal itu disukai oleh jiwa. Telah diketahui bahwa sifat iffah dalam diri pada akhirnya akan menghentikannya dari kebiasaan tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang menjaga diri (iffah) maka Allah akan menjaganya, barangsiapa yang meminta pertolongan kepada Allah maka Allah akan menolongnya, barangsiapa yang bersabar maka Allah akan memberikan kesabaran kepadanya dan tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik atau lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhori, didalam Fath no 1469)","part":1,"page":276},{"id":277,"text":"12. Apabila seseorang telah jatuh kedalam perbuatan maksiat ini maka segeralah bertaubat dan beristighfar serta melakukan perbuatan-perbuatan taat dengan tidak berputus asa karena putus asa adalah termasuk kedalam dosa besar.\r13. Akhirnya, diantara kewajiban yang tidak diragukan adalah kembali kepada Allah dan merendahkan dirinya dengan berdoa, meminta pertolongan dari-Nya untuk melepaskan diri dari kebiasaan ini. Ini adalah solusi terbesar karena Allah swt senantiasa mengabulkan doa orang yang berdoa apabila dia berdoa. (sumber: islam-qa.com)\rHukum Zina Tangan atau Mata\rAbu Hurairoh berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)\rImam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Zina Anggota Tubuh Selain Kemaluan, artinya bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.","part":1,"page":277},{"id":278,"text":"Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu,”Pandangan dan pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya. Karena itu kata selanjutnya adalah “serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (Fathul Bari juz XI hal 28). Meskipun demikian hukum zina tangan, lisan dan mata tidaklah sama dengan zina sebenarnya yang wajib atasnya hadd. Si pelakunya hanya dikenakan teguran dan peringatan keras.\rDR Wahbah menyebutkan bahwa pelaku onani haruslah diberi teguran keras dan tidak dikenakan atasnya hadd. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz VII hal 5348). Begitu pula penjelasan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan bersandar pada pendapat yang paling benar dari Imam Ahmad bahwa pelaku onani haruslah diberikan teguran keras. (Majmu’ al Fatawa juz XXIV hal 145). Ibnul Qoyyim mengatakan,”Adapun teguran adalah pada setiap kemaksiatan yang tidak ada hadd (hukuman) dan juga tidak ada kafaratnya. Sesungguhnya kemaksiatan itu mencakup tiga macam :\r1. Kemaksiatan yang didalamnya ada hadd dan kafarat.\r2. Kemaksiatan yang didalamnya hanya ada kafarat tidak ada hadd.\r3. Kemaksiatan yang didalamnya tidak ada hadd dan tidak ada kafarat.","part":1,"page":278},{"id":279,"text":"Adapun contoh dari macam yang pertama adalah mencuri, minum khomr, zina dan menuduh orang berzina. Adapun contoh dari macam kedua adalah berjima’ pada siang hari di bulan Ramadhan, bersetubuh saat ihram. Adapun contoh dari macam yang ketiga adalah menyetubuhi seorang budak yang dimiliki bersama antara dia dan orang lain, mencium orang asing dan berdua-duaan dengannya, masuk ke kamar mandi tanpa mengenakan sarung, memakan daging bangkai, darah, babi dan yang sejenisnya. (I’lamul Muwaqqi’in juz II hal 183).\rAdapun terkait dengan permasalahan orang-orang yang melampiaskan kepuasannya dengan menghayalkan orang lain maka ini termasuk zina maknawi. Wallahu A’lam\r3902. SAMAKAH HUKUM ONANI PAKAI TANGAN DENGAN SELAIN TANGAN ?\rPERTANYAAN :\rIstimna' (mengeluakan mani dengan tangan sendiri ) apa sama hukumnya kalau tidak pakai tangan.? [ Rampak Naung ].\rJAWABAN :\rHukumnya tetap sama yaitu HARAM, maksud dari istimna' adalah usaha mengeluarkan mani walaupun dengan anggota badan yang lain, benda atau perantara yang lain jika tujuanya untuk mengeluarkan mani kecuali tangan atau anggota badan istrinya.\rالأم ج 5 ص 137-138","part":1,"page":279},{"id":280,"text":"بابُ الاستمناءِ قالَ الله ـ عزَّ وجلَّ ـ: {وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ * إِلا عَلَى? أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ} قرأ إلى: {الْعَادُونَ} [المؤمنون: 4 ـ 7].قالَ الشافعي ـ رضيَ الله عنهُ ـ: فكانَ بيِّناً في ذكرِ حفظهمْ لفروجهمْ إلاَّ على أزواجهمْ أوْ ما ملكَتْ أيمانهمْ، تحريمُ ما سوى الأزواجِ وما ملكتِ الأيمانُ، وبيِّنٌ أنَّ الأزواجَ وملكَ اليمينِ منَ الآدمياتِ دونَ البهائمِ، ثمّ أكَّدَها فقالَ ـ عزَّ وجلَّ ـ: {فَمَنِ ابْتَغَى وَرَآءَ ذَالِكَ فَأُو?لَا??ـ?ِكَ هُمُ الْعَادُونَ} [المؤمنون: 7] فلا يحلُّ العملُ بالذكرِ إلاَّ في الزوجةِ أو في ملكِ اليمينِ، ولا يحلُّ الاستمناءُ، والله تعالى أعلمُ.\rإعانة الطالبين ج 2 ص 317\r(قوله: واستمناء) أي ويحرم استمناء ، أي استدعاء خروج المنيّ . (قوله: بيد) أي له، أو لغيره كحليلته لكن إنما يلزم به الدم إن أنزل. قال ش ق: في عدّ الاستمناء بيده من المحرمات بسبب الإحرام تسامح، لأنه حرام مطلقاً من الصغائر، فكان الأولى أن يقول: بيد حليلته.\rنهاية الزين ص 170","part":1,"page":280},{"id":281,"text":"(واستمناء) أي طلب خروج المنيّ، وهو مبطل للصوم مطلقاً سواء كان بيده أو بيد حليلته أو غيرهما بحائل أو لا بشهوة أو لا، أما إذا كان الإنزال من غير طلب خروج المنيّ فتارة يكون بمباشرة ما تشتهيه الطباع السليمة أو لا، فإن كان لا تشتهيه الطباع السليمة كالأمرد الجميل والعضو المبان، فلا فطر بالإنزال مطلقاً سواء كان بشهوة أو لا بحائل أو لا، وإن كان تشتهيه الطباع السليمة فتارة يكون من محارمه وتارة لا، فإن كان من المحارم وكان بشهوة وبدون حائل أفطر وإلا فلا، وإن لم يكن من المحارم فإن كان بدون حائل أفطر سواء كان بشهوة أو لا أما وإن كان بحائل ولو رقيقاً جدّاً فلا إفطار ولو بشهوة كما قال. (لا بضم بحائل) والمراد بالشهوة أن يقصد مجرد اللذة من غير أن يقصد خروج المنيّ وإلا كان استمناء وهو مفطر مطلقاً كما مر، وخرج بالمباشرة النظر والفكر، فلو نظر أو تفكر فأمنى فلا فطر ما لم يكن من عادته الإنزال بذلك وإلا أفطر، ولو أحسّ بانتقال المنيّ وتهيئه للخروج بسبب النظر فاستدامه حتى أنزل أفطر قطعاً، ولا يضر نزوله في النوم، ويحرم نحو اللمس كالقبلة إن حرك شهوته خوف الإنزال وإلا فتركه أولى.\rBebas dengan istrinya mau diapakan juga yang penting tidak melalui duburnya.\rإعانة الطالبين ج 3 ص 341","part":1,"page":281},{"id":282,"text":"(قوله: تتمة) أي في بيان بعض آداب النكاح. وقد ذكرت معظمها قبيل مبحث الأركان (قوله: يجوز للزوج) ومثله المتسري (وقوله: كل تمتع منها) أي من زوجته: أي أو من أمته (قوله: بما سوى حلقة دبرها) أما التمتع بها بالوطء فحرام: لما ورد أنه اللوطية الصغرى وأنه لا ينظر الله إلى فاعله وأنه ملعون (قوله: ولو بمصّ بظرها) أي ولو كان التمتع بمصّ بظرها فإِنه جائز. قال في القاموس: البظر ـ بالضم ـ الهنة، وسط الشفرة العليا. اهـ. والهنة هي التي تقطعها الخاتنة من فرج المرأة عند الختان (قوله: أو استمناء بيدها) أي ولو باستمناء بيدها فإِنه جائز. وقوله لا بيده: أي لا يجوز الاستمناء بيده، أي ولا بيد غيره غير حليلته، ففي بعض الأحاديث «لعن الله من نكح يده. وإن الله أهلك أمة كانوا يعبثون بفروجهم»\rTa'bir dari kitab Tuhfah 13/350 :\rوَ ) شَرْطُهُ أَيْضًا الْإِمْسَاكُ ( عَنْ الِاسْتِمْنَاءِ ) وَهُوَ اسْتِخْرَاجُ الْمَنِيِّ بِغَيْرِ جِمَاعٍ حَرَامًا كَانَ كَإِخْرَاجِهِ بِيَدِهِ أَوْ مُبَاحًا كَإِخْرَاجِهِ بِيَدِ حَلِيلَتِهِ\rDan lebih shorih dari Mausu'ah kuwaitiyyah 4/97-98 :\rاستمناءالتعريف :الاستمناء : مصدر استمنى ، أي طلب خروج المنيواصطلاحا : إخراج المني بغير جماع ، محرما كان ، كإخراجه بيده استدعاء للشهوة ، أو غير محرم كإخراجه بيد زوجته\rوهو أخص من الإمناء والإنزال ، فقد يحصلان في غير اليقظة ودون طلب ، أما الاستمناء فلا بد فيه من استدعاء المني في يقظة المستمني بوسيلة ما . ويكون الاستمناء من الرجل ومن المرأة\rFokus :\rبوسيلة ما\rKalimat maa ibhamiyah , membuat umum suatu kalimat nakiroh yang asalnya sudah umum menjadi sangat umum, dalam arti segala lantaran yang bisa digunakan untuk istimna' baik dengan tangan maupun barang apa saja. Wallaahu A'lam. (ALF)","part":1,"page":282},{"id":283,"text":"MUJAWWIB : Nabilah Az-Zahrah, Abdullah Afif, Mumu BSA, Aslim Tas'ad Sie Percintaan\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/675038502518961/\rwww.fb.com/notes/930395483649927\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/032-fiqih-onani-dan-azl-mengeluarakn.html?m=1\r0126. HOMOSEKSUAL\rPERTANYAAN :\rAbdurrahim Al Fatih\rAssalamu`alaikum... Ustadz,, tolong dibahas BAB AMROT...!!!! Jazakumulloh..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikum salam........\rPENGERTIAN AMROOD\rDalam HADITS : Nabi Muhammad shallaahu alaihi wa sallama bersabda :\rأهل الجنة جرد مرد لا يفنى شبابهم\r“Penduduk surga itu jurd (orang yang tidak memiliki rambut di tubuhnya), murd (yang tidak memiliki jenggot di janggutnya) dan yang kemudaannya tidak akan sirna”. [ Faidh Alqoodir III/85 ].\rDalam FIQH :\rالأمرد وهو الشاب الذي لم تنبت لحيته ولا يقال لمن أسن ولا شعر بوجهه أمرد بل يقال له ثط بالثاء المثلثة\r\"Amrod adalah pemuda yang tidak tumbuh jenggotnya hanya saja bagi orang yang telah berusia yang tidak memiliki jenggot tidak bisa disebut amrod melainkan disebut dengan Tsath\". [ Al-Iqnaa Li Assyarbiiny II/407 ].\rAMROOD (meeril, thuyuur) dan BAHAYANYA\r( 1 ) ( اتفق الأئمة عليهم رضوان الله تعالى على تحريم اللواط في نظر الشرع وعلى أنه م...ن الفواحش العظام بل إنه لأفحش من جريمة الزنا وإنه كبيرة من الكبائر وذلك للأحاديث المتواترة في تحريمه ولعن فاعله……… آية 34 من العنكبوت وقال تعالى : { ولوطا اذ قال لقومه أتأتون الفاحشة ما سبقكم بها من أحد من العالمين إنكم لتأتون الرجال شهوة من دون النساء بل أنتم قوم مسرفون…….","part":1,"page":283},{"id":284,"text":"وروى الترمذي عن أبن عباس رضي الله عنهما أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( لا ينظر الله عز و جل إلى رجل أتى رجلا أو امرأة في دبرها ) رواه النسائي………\rاللواط يستوجب لعنة الله حقا إن اللواط يستوجب لعنة الله وغضبه ولعنة الملائكة والناس أجمعين لآنه فعل شاذ ينتافى مع العقل السليم والذوق المستقيم ويدل على أن صاحبه قد خلع جلباب الحياء والمروءة وتخلى عن سائر صفات أهل الشهامة وتجرد حتى من عادات …..\rولهذا شدد علماء الإسلام في البعد عن هذه الجريمةن من إطالة النظر إلى الغلام الأمرد ولا سيما إن كان صاحب صورة جميلة . وبعضهم اشترط في تحريمها أن تكون بشهوة لأنها ذريعة للفاحشة ومهيجة للشهوة الكامنة . عن الحسن بن ذكوان رحمه الله أنه قال : لا تجالسوا أولاد الأغنياء فإن لهم صورا جميلة كصورة النساء وهم أشد فتنة من النساء . وعن النجيب بن السدي رحمه الله أه قال : كان يقال : ( لايبيت الرجل في بيت مع الأمرد ) وعن أبن سهل أنه قال : سيكون في هذه الأمة قوم يقال لهم اللوطيون وهم على ثلاثة أصناف : صنف ينظرون وصنف يصافحون وصنف يعملون ذلك العمل","part":1,"page":284},{"id":285,"text":"وعن مجاهد أنه قال : لو أن الذي يعمل ذلك العمل ( يعني عمل قوم لوط ) اغتسل بكل قطرة نزلت من السماء وكل قطرة في باطن الأرض لم يزل نجسا حتى يتوب من ذنبه . وجاء رجل إلى مجلس الإمام أحمد بن حنبل رحمه الله ومعه صبي حسن الوجهن جميل الصورة فقال له الإمام من هذا منك ؟ قال : أبن أختي قال له لا تجىء به هنا مرة ثانية ولا تمشي معه في الطريق لئلا يظن بك من لا يعرفك ويعرفه . وجخل سفيان الثوري رحمه الله الحمام العام فدخل عليه صبي حسن الوجه عاري الجسد فصرخ أغمض عينيه وقال : أخرجوه فإني أرى مع كل امرأة شيطانا وأرى مع كل صبي أرد بضعة عشر شيطانا . وذلك كله لأن ضرر هذه الفعلة الشنيعة من أخطر الأضارار على الرجال والنساء بل على الفرد والمجتمتع والإنسانية كلها فنسأل الله الحفظ والعصمة أنه سميع الدعاء\rUlama Madzhab Arba’ah (Hanafi, maliki, Syafi’I dan Hanbali) sepakat tentang keharamam sodomi bahkan keharamannya melebihi ketimbang perbuatan zina sekalipun dan termasuk dosa besar karena berdasarkan hadits-hadits yang mutawatir. Allah Subhaanahu wa ta'aala mengutuk perbuatan ini dengan firmanNya :\r“Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: \"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (menjijikan) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf : 80 - 81)\rImam Turmudzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :","part":1,"page":285},{"id":286,"text":"“Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan melihat lelaki yang ‘mendatangi’ lelaki dan perempuan yang 'mendatangi’ perempuan dalam duburnya” (HR. an-Nasaa’i)\rSodomi merupakan perbuatan yang dilaknat dan dimurkai oleh Allah Ta'aala, para malaikat dan semua manusia karena menjalaninya berarti melakukan perbuatan menyimpang yang tidak dapat di terima oleh akal sehat dan naluri yang lurus, menunjukkan pelakunya adalah mereka yang telah hilang rasa malunya, harga dirinya, bersedia melepas jiwa kesatriaannya dan menggantinya dengan perilaku binatang……\rKarenanya demi menghindari perbuatan dosa ini para Ulama Islam sangat berhati-hati dalam menjaga diri dari memandang PEMUDA AMROD terlebih bila ia sangatlah tampan, meski hanya sekedar memandang mereka menghukuminya haram namun sebagian ulama lain mensyaratkan keharaman memandang AMROOD tersebut bila di sertai unsur syahwat karena memandang AMROD memang bisa menjadi perantara perbuatan keji dan bisa membangkitkan syahwat yang terpendam. Hasan Bin Zakwaan berkata :\r\"Janganlah kalian duduk bersanding pemuda-pemuda pelantun lagu karena mereka memiliki wajah rupawan layaknya wajah perempuan dan fitnah (cobaan) yang ditimbulkan mereka lebih kuat ketimbang fitnah terhjadap wanita\".\rNajib Bin Sayyidi berkata : \"Jangnlah seseorang bermalam serumah bersama amrod\".","part":1,"page":286},{"id":287,"text":"Ibnu Sahal berkata : \"Akan datang di umat Muhammad shollallaahu 'Alaihi wa sallam ini segolongan kaum yang di sebut “ALLUUTHIYYUUN (pengikut kaum Luth)\", mereka terbagi atas tiga kelompok : sekelompok hanya suka memandang, sekelompok saling berjabat tangan dan sekelompok yang lain melakukan penyimpangan seperti halnya kaum Luth (sodomi).\rImam Mujahid berkata : \"Andai yang melakukan perbuatan tersebut (sodomi seperti kaum Nabi Luth As.) mandi dengan setiap tetes air yang turun dari langit dan setiap tetes air yang keluar dari bumi, kenajisan mereka tetap tak akan hilang selama ia belum bertaubat\".\rTersebutlah seorang lelaki yang sudah biasa mendengarkan pengajian di Majlis Ta’lim Imam Ahmad Bin Hanbalsuatu saat datang dengan membawa seorang pemuda tampan,\rImam Hanbal bertanya pada lelaki tersebut,\r“Siapa pemuda tampan ini ?”\r“Anak saudara perempuanku” Jawab lelaki tersebut\r“Jangan kau bawa dia untuk kedua kalinya kesini” Larang Ahmad Bin Hanbal\r“Dan jangan engkau membawanya berjalan bersamamu agar tidak menimbulkan sakwa sangka bagi orang yang tidak mengenalmu atau mengenalnya” Tambah Imam Ahmad Bin Hanbal .\rSufyan Atssauri memiliki kamar mandi umum yang biasa di buat buat mandi oleh orang-orang sekitarnya, suatu saat datang seorang anak tampan yang mandi dengan telanjang, Sufyan Atssauri berteriak sambil memejamkan mata,\r“Keluarkan dia dari kamar mandi .....!!,\rbersama wanita aku hanya melihat satu syetan tapi bersama setiap anak tampan aku dapat melihat lebih sepuluh syetan”","part":1,"page":287},{"id":288,"text":"Semua keterangan di atas untuk menjaga diri dari bahayanya perbuatan menjijikkan yang bisa mengarah pada perbuatan sodomi, semoga Allah Ta’aala selalu menjaga kita dari semua perbuatan nista,,, Aamiin Yaa Robb. [ Al-fiqh ‘Alaa Madzaahib al-Arba’ah V/63-64 ].\rوحكم اللواط وإتيان البهائم كحكم الزنا\rومن وطئ فيما دون الفرج عزر ولا يبلغ بالتعزير أدنى الحدود\rHukum Liwath/sodomi dan men’datangi’ binatang seperti hukumnya zina/haram. Dan barangsiapa siapa men’datangi’ pada anggauta selain farji (alat kelamin wanita) berhak di ta’zir. [ Matan Abi Sujaa’ I/206 ].\rDalam sebuah hadits Nabi :\rأخبرنا قتيبة بن سعيد قال ثنا عبد العزيز وهو الدراوردي عن عمرو هو بن أبي عمرو عن عكرمة عن بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لعن الله من عمل عمل قوم لوط لعن الله من عمل عمل قوم لوط لعن الله من عمل عمل قوم لوط قال أبو عبد الرحمن عمرو ليس بالقوي تابعه خالد بن مخلد عن سليمان بن بلال عن عمرو\rRosululloh Sallallaahu ‘Alaihi wa sallam melaknat orang yang berbuat seperti kaum Luth dengan bersumpah sebanyak 3 kali. Rosululloh Sallallaahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, “La’anallohu man ‘amila amalan qoumi luth wa la’anallohu man ‘amila ‘amalan qoumi luth wa la’anallohu man ‘amila ‘amalan qoumi luth.” ( Alloh melaknat orang yang berbuat seperti yang diperbuat kaum luth dan Alloh melaknat orang yang berbuat seperti yang diperbuat kaum luth dan Alloh melaknat orang yang berbuat seperti yang diperbuat kaum luth). [ Sunan Kubro li An-Nasaai IV/322 ].\rCoba perhatikan (kurang lebihnya) cacian Imam Nawawy terhadap pelaku sodomi berikut ini :","part":1,"page":288},{"id":289,"text":"بل أقبح وأفظع من العجماوات فناهيك برذيلة تتعفف عنها الكلاب والحمر والخنازوير فكيف يليق فعلها ممن هو في صورة كبيرة أو غني أو عظيمن كلان بل هو اسف من قدره وأشأم من خبةه\rانت من الجيفة القذرة وأحق بالشرور وأولى بالفضيحة من غيره وأهل للخزي والعار فإن القاتل والسارق والزاني لا يكون في نظر المجتمع مثل الائط بل يكونون أحسن منه حالا واشرف بالنسبة له لأنه خائن لعهد الله تعالى وما له من المانة فبعدا وسحقا وهلاكا في جهنم ورئس المصير\r“Perbuatan sodomi itu lebih hina dan nista dari apapun, engkau memandang hina kelakuan anjing, keledai dan babi (maaf) maka bagaimana mungkin perbuatan itu layak dilakukan dari makhluk semulya manusia, engkau bangkai yang menjijikkan, lebih berhak mendapatkan aneka kejelekan dan celaan dari lainnya, berhak caian dan umpatan, sesungguhnya pencuri dan pezina sekalipun lebih baik keadaannya ketimbang tukang sodomi karena mereka adalah para pelaku yang menghianati janji Allah, sedang pelaku sodomi ? Apa yang dihasilkan dari sekitar pinggang ? Jauh amat, terjerumus sekali, rugi sekali (bila harus di tanggung) dalam neraka jahannam dan merasakan kepedihan dalam tempat kembali kelak”. [ Alfiqh ‘Alaa Madzaahib al-Arba’ah V/63 ].\rSemoga diantara keterangan ini ada yang nyantol dalam maksud pertanyaan Ustadz Abdurrahim Al Fatih. Wallaahu A'lamu Bis showaabi.....\r0197. BERSENGGAMA SAAT HAMIL 1\rOleh Masaji Antoro\rDalam kitab Al-Mausuu’ah AlFiQhiyyah 31/344 dijelaskan :\rي - وَطْءُ الْحَامِل :\r56 - اخْتَلَفَ الْفُقَهَاءُ فِي حُكْمِ وَطْءِ الْحَامِل :","part":1,"page":289},{"id":290,"text":"فَقَال أَبُو جَعْفَرٍ الطَّحَاوِيُّ : ذَهَبَ قَوْمٌ إِلَى كَرَاهَةِ وَطْءِ الرَّجُل امْرَأَتَهُ إِذَا كَانَتْ حُبْلَى ، وَاحْتَجُّوا بِمَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ سِرًّا، فَإِنَّ الْغَيْل يُدْرِكُ الْفَارِسَ فَيُدَعْثِرُهُ عَنْ فَرَسِهِ (3) .\r__________\r(3) حديث : \" لا تقتلوا أولادكم سرا . . \" أخرجه أبو داود ( 4 / 211 ) من حديث أسماء بنت يزيد بن السكن .\rوَذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى حِل وَطْءِ الْحَامِلِ، وَاسْتَدَلُّوا بِمَا وَرَدَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَال : إِنِّي أَعْزِل عَنِ امْرَأَتِي، فَقَال لَهُ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لِمَ تَفْعَل ذَلِكَ ؟ فَقَال الرَّجُل : أُشْفِقُ عَلَى وَلَدِهَا، فَقَال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنْ كَانَ لِذَلِكَ فَلاَ ، مَا ضَارَّ ذَلِكَ فَارِسَ وَلاَ الرُّومَ (1) .\rقَال الطَّحَاوِيُّ : فِي هَذَا الْحَدِيثِ إِبَاحَةُ وَطْءِ الْحَبَالَى، وَإِخْبَارُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ ذَلِكَ إِذَا كَانَ لاَ يَضُرُّ فَارِسَ وَالرُّومَ فَإِنَّهُ لاَ يَضُرُّ غَيْرَهُمْ .\rوَاسْتَدَلُّوا أَيْضًا بِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ (2) .\rفَفِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَمَّ بِالنَّهْيِ عَنْ ذَلِكَ حَتَّى بَلَغَهُ، أَوْ حَتَّى ذَكَرَ أَنَّ فَارِسَ وَالرُّومَ يَفْعَلُونَهُ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ .","part":1,"page":290},{"id":291,"text":"وَفِي ذَلِكَ إِبَاحَةُ مَا قَدْ حَظَرَهُ الْحَدِيثُ الَّذِي اسْتَدَل بِهِ الْقَائِلُونَ بِكَرَاهَةِ وَطْءِ الْحَامِل (3) .\r__________\r(1) حديث : \" إن كان لذلك فلا . . \" أخرجه مسلم ( 2 / 1067 ) .\r(2) سبق تخريجه ف52 .\r(3) شرح معاني الآثار 3 / 46 - 48، وفيض القدير 5 / 280 .\rMenurut sebagian ulama seperti yang dikemukakan oleh Abu ja’far at-Thohaawy menghukumi makruhnya persetubuhan dengan istri saat sedang hamil berdasarkan hadits Nabi : ”Janganlah kalian membunuh anak kalian secara pelan-pelan, karena sesungguhnya air yang mengalir akan menyusul sang penunggang kemudian merobohkan kudanya”. (HR.Abu Daud IV/211 riwayat dari Asma Binti Yaziid Bin Assakn).\rNamun menurut kalangan mayoritas Ulama Ahli Fiqh menyatakan halal dan bolehnya mensetubuhi istri di saat hamil, mereka berpijak pada hadits Nabi :\r1. Sesungguhnya datang seorang lelaki pada Rosulullaah shallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : ”Aku menjalani ‘azl (senggama terputus) pada istriku”. ”Kenapa kau menjalaninya ?” Tanya Rosulullah. “Aku kasihan pada anaknya” Jawab lelaki itu. Kemudian Rosulullah bersabda “Bila karena hal tersebut (kehamilannya) sebenarnya tidak masalah, karena orang Persia dan Rum juga tidak menyatakan bahaya”. (HR Muslim II/1067). Mengenai hadits ini At-Thohaawy berpendapat : Hadits ini menunjukkan bolehnya menjalankan persetubuhan disaat hamil, Nabi memberitahu orang-orang bangsa Persia dan Romawi menjalaninya dan tidak terjadi bahaya tentunya bagi orang-orang dari bangsa lain juga tidak.","part":1,"page":291},{"id":292,"text":"2. Pijakan yang digunakan oleh para ulama tentang bolehnya mensetubuhi istri disaat hamil juga berupa hadits : “Sesungguhnya Aku hendak melarang ghilah, tetapi aku teringat bahwa bangsa Romawi dan Persia melakukan hal itu dan itu tidak membahayakan anak-anak mereka\" (HR. Muslim)\r*Ghilah = bersetubuh dengan istri ketika hamil.\rDalam hadits ini dinyatakan bahwa Nabi hendak melarang persetubuhan saat hamil namun kemudian beliau mendengar berita atau ingat bahwa bangsa Romawi dan Persia melakukannya dan itu tidak membahayakan anak-anak mereka, maka kemudian persetubuhan dalam keadaan seperti inipun tidak dilarang (selagi tidak menyakiti pasangan suami istri).\rDua hadits di atas menunjukkan diperbolehkannya persetubuhan ini sekaligus melemahkan dasar hadits yang dipakai pijakan orang-orang yang memakruhkannya. (Syarh Ma’aani al-Aatsaar IV/46-48, Faidh alQadiir V/280). [ AlMausuu’ah AlFiQhiyyah 31/344 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab..\r(Sama dengan dokumen F0053)\r0198. BERSENGGAMA SAAT HAMIL 2\r?…Aisyah InsyAllah SYAHIDAH > tentang jima masa hamil,dan peneletian para dokter pun mengatakan, aman2 saja sebagaimana sependapat dengan sebagian besar ulama.\r?…Nur Hafizah > alhamdulillah boleh. . . tapi kalau istri dah hamil besar 8 9 bulan geto. . boleh ga ya ? kasian kan sang istri. . anak mau lahir suami minta dilayani, dah cukup berat nampung anak dalam perut geto. . . @_@\r?…Masaji Antoro > Sama halnya diperbolehkannya persetubuhan di saat hamil adalah persetubuhan di saat istri sedang menyusui, Nabi tidak melarangnya meski bangsa arab membencinya. [ AlMausuu’ah AlFiQhiyyah ].","part":1,"page":292},{"id":293,"text":"?…Uus Hasanah > assalamualaikum,,...katanya bila sering bersenggama saat hamil tuh,,,,bisa melancarkan kelahiran terus anaknya juga....pintar lo pak ustad ?.\r?…Khuryati C?mè ??çk > Antara w0ng Persia dengan w0ng Indonesia beda aturankah? Maksh Yai. Arab membenci alasane apa ya Yai ? mksh\r?…Masaji Antoro > Ning Uus Hasanah ~ 100 untuk anda\rلطيفة: قال الإمام أحمد وطء الحامل يزيد رفع سمع الجنين وبصره ثم رفع الأنف من وسط الوجه وأحسن شكله وأودعه حاسة الشم ليدرك به غناء القلب وهو الهواء وغذاء البدن وهو روائح الأطعمة.\rRAHASIA DI BALIK RAHASIA\rImam Ahmad berkata : Bersetubuh saat hamil bisa menambah menguatkan pendengaran dan penglihatan bayi, semakin menumbuhkan hidung ditengah wajahnya, membentuk indah posturnya, menguatkan panca inderanya untuk dapat menerima sentuhan jiwa, juga dapat menjadi penyuplay makanan bagi tubuhnya. [ Nazhah alMajaalis I/229 ].\r?…Masaji Antoro >> Ning Khuryati C?mè ??çk ~\rلأَِنَّهُمْ كَانُوا يَعْتَقِدُونَ أَنَّ ذَلِكَ يُؤَدِّي إِلَى فَسَادِ اللَّبَنِ ، فَيُصْبِحُ دَاءً ، فَيَفْسُدُ بِهِ جِسْمُ الصَّبِيِّ وَيَضْعُفُ ، وَلَوْ كَانَ هَذَا حَقًّا لَنَهَى عَنْهُ الرَّسُول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .\rMereka beranggapan mensetubuhi istri saat menyusui dapat mengakibatkan rusaknya air susu, kemudian menjadi penyakit yang berakibat lemah dan rusaknya tubuh bayi, kalau ini benar niscya Nabi melarangnya, tetapi nyatanya beliau tidak melaranganya. [ Al-Mausuu’ah AlFiQhiyyah 31/344 ].\r?…Masaji Antoro>>\rيجوز الجماع أثناء الحمل فليس في ذلك أي حرج لأنه يوجد فراغ كاف للجنين,خاصة وأن الجنين يقبع في مكان بعيد عن مكان الاتصال الجنسي ,","part":1,"page":293},{"id":294,"text":"والأفضل للمرأة الحامل أن تكون خلال الجماع راقدة على ظهرها.ومن جهة أخرى يجوز للزوج أن يجامع زوجته ولو قبل وضعها لحملها مباشرة أو قبل الوضع بيوم أو يومين.\rولكن لا ينصح ابدآ بالجماع في الشهرين الأخيرين بسبب:\r1-إمكانية التسبب بالالتهابات وأمراض المهبل.\r2-الولادة المبكرة.\r3-حدوث تقلصات رحمية تؤثر على الجنين وعلى الحمل بشكل عام\r4-هنالك إحتمالية بأن يقوم الزوج بالضغط على البطن وهذا مضر جدآ.\r5-هنالك إحتمالية بأن يقوم الزوج بالإيلاج العميق وهذا أيضآ خطير.\r6-إحتمالية تمزق الغشاء الأمينوسي ( ماء الرأس ).\r7-إحتمالية النزيف المهبلي .\r8-من الممكن بأن تسبب هزة الجماع أثرآ في ضغط الرحم ، وبذلك تزيد ضربات القلب عند الطفل .\rBoleh melakukan persetubuhan di saat hamil, tidak ada bahaya sama sekali karena masih tersisa ruang kosong buat janin, keberadaan janin masih berada di tempat yang jauh dari pertemuan jinsi (ngga khawatir kesonggrak.. Hehe). Yang lebih utama ditengah persetubuhannya, wanita hamil tidur berbaring pada punggungnya. Sebenarnya tidak ada pelarangan khusus mensetubuhi istrinya meskipun saat menghadapi masa kelahirannya selang sehari atau dua hari. Tetapi saat 2 bulan terakhir masa kelahirannya tidak di anjurkan mensetubuhinya, mangkanya mesti berhati-hati karena di khawatirkan terjadinya beberapa kemungkinan :\r1. Terjadinya rasa sakit di liang peranakan (rahim/vagina)\r2. Kelahiran premature\r3. Terjadinya penyusutan liang rahim yang berdampak pada janin dan ibu hamil\r4. Di khatirkan sekali saat persetubuhan suami menghimpit perut istrinya, ini bahaya sekali.","part":1,"page":294},{"id":295,"text":"5. Dikhatirkan sekali saat persetubuhan suami memaksakan memasukkan Mr. P. terlalu dalam, ini juga mengkhawatirkan sekali.\r6. Dan beberapa kemungkinan-kemungkinan lain (selak jumatan,, hehehehe..)\rhttp://www.6abib.com/a-310.htm\r?…Masaji Antoro > Bersenggama di saat hamil memang dapat berfaedah langsung pada diri janin seperti yang dinyatakan oleh Rosulullah shallallaahu alaihi wa sallam\r\"ان قوة سمع الجنين وبصره وشعره بماء الواطىء\"\r“Sesungguhnya kuatnya pendengaran, penglihatan dan rambut seorang janin dengan air senggama”. [ al-Mabsuuth li As-sarakhsy X/36 ].\r?…Uus Hasanah > Bila ingin menentukan jenis kelamin bagaimana pak ustad ?....semua sih waullohuaklam...tp insan kan wajib berusaha ?....hehehe...(sepunten crwetnya tidak isa smbuh)...\r?…Asnan Nano > \"berfaedah langsung pada janin\", bagaimana dengan musik klasik yang dianjurkan oleh dokter2?\r?…Masaji Antoro >\rقال القاضي أبو بكر بن العربي إذا خرج ماء الرجل أولا وكان أكثر كان الولد ذكرا بحكم السبق ويشبه أعمامه بحكم الكثرة وإن خرج ماء المرأة أولا وكان أكثر كان الولد أنثى بحكم السبق ويشبه أخواله بحكم الكثرة وإن خرج ماء الرجل أولا ولكن كان ماء المرأة أكثر كان الولد ذكرا للسبق ويشبه أخواله لكثرة ماء المرأة وإن خرج ماء المرأة أولا ولكن ماء الرجل أكثر كان أنثى لسبق ماء المرأة وتشبه أعمامها لكثرة ماء الرجل...\rBerkata alQaadhi Abu Bakar bin ‘Araby : Bila sperma suami keluar terlebih dahulu dan lebih banyak, anaknya (insya Allah) laki-laki dan menyerupai terhadap sifat-sifat ibunya karena banyaknya spermanya yang keluar,","part":1,"page":295},{"id":296,"text":"Bila sperma istri keluar terlebih dahulu dan lebih banyak, anaknya (insya Allah) perempuan dan menyerupai sifat-sifat ayahnya karena banyaknya spermanya yang keluar,\rBila sperma suami keluar terlebih dahulu namun sperma istri lebih banyak keluar, anaknya (insya Allah) laki-laki dan menyerupai sifat-sifatnya karena banyaknya sperma istri yang keluar,\rBila sperma istri keluar terlebih dahulu namun sperma suami lebih banyak keluar, anaknya (insya Allah) laki-laki dan menyerupai sifat-sifat keibuannya karena banyaknya sperma suami yang keluar. [ Nazhah alMajaalis I/229 ].\r?…Masaji Antoro > Kang Asnan Nano ~ Anggap saja bagian romantisme berhubungan, yang ada anjurannya bila sedang 'menjalin intim' hendaknya selalu mengingatNya terutama menjelang dan saat orgasme agar syetan tidak ikut 'nimbrung' mencicipi ...BISAKAH ?\r?…Muhyiddin Aziz > untuk menentukan jenis kelamin yang kita kehendaki tentu melalui permohonan/doa kepada Allah swt.\rsebagai ikhtiar kita bisa mencoba tips berikut : konon sebagian orang mempercayai jika yang kita meinginkan anak laki-laki :\r1. Ketika mau melakukan jimak hendaknya suami naik dari sisi kanan dan turun kesebelah kiri sang istri.\r2. usahakan sebisa mungkin sperma jatuh/masuk di sisi kanan perut sang istri.\rJika menginginkan anak perempuan :\r1.si suami naik dari sisi kiri dan turun kesebelah kanan tubuh istrinya.\r2. usahakan sebisa mungkin seperma jatuh/masuk ke sisi kiri perut sang istri.\rBagi yang sudah berkeluarga silahkan untuk mencoba meski belum ada penelitian secara medis namun secara praktek (temasuk pen) sudah banyak yang berhasil.","part":1,"page":296},{"id":297,"text":"0249. WAKTU TERBAIK BERCINTA\rPERTANYAAN :\rIta Lutfia\rAssalamualaikum. Waktu yang paling baik (maaf) bersenggama itu kapan yaa ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rWa`alaikum Salam.Syekh Muallif menjelaskan, bahwa senggama dapat dilakukan setiap saat, baik siang maupun malam, kecuali pada waktu yang nanti akan dijelaskan, sebagaimana petunjuk yang terdapat dalam Al-Quran yaitu firman Allah Swt.: \"Istri-istri kalian adalah (seperti) tempat tanah kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki\" (Qs. Al-Baqarah: 223)\rMaksudnya, kapan saja kalian mau, baik siang maupun malam menurut beberapa tafsir atas ayat diatas. Ayat ini jugalah yang dimaksudkan oleh kata-kata Muallif, seperti penjelasan pada surat An-Nisa', akan tetapi, bersenggama pada permulaan malam lebih utama. Oleh karena itu Syekh penazham mengingatkan dalam bait berikut ini : \"Namun senggama diawal malam lebih utama, ambillah pelajaran ini, Pendapat lain mengatakan sebaliknya, maka yang awal itulah yang dipilih\".\rAl-Imam Abu Abdullah bin Al-Hajji didalam kitab Al-Madkhal mengatakan, bahwa dipersilahkan memilih dalam melakukan senggama, baik diawal atau akhir malam. Akan tetapi, diawal malam lebih utama, sebab, waktu untuk mandi jinabat masih panjang dan cukup. Lain halnya kalau senggama dilakukan diakhir malam, terkadang waktu untuk mandi sangat sempit dan berjamaah shalat subuh terpaksa harus tertinggal, atau bahkan mengerjakan shalat subuh sudah keluar dari waktu yang utama, yaitu shalat diawal waktu.","part":1,"page":297},{"id":298,"text":"Disamping itu, senggama diakhir malam sudah barang tentu dilakukan sesudah tidur, dan bau mulut pun sudah berubah tidak enak, sehingga dikhawatirkan akan mendatangkan rasa jijik dan berkurangnya gairah untuk memadu cinta kasih. Akibatnya, senggama dilakukan hanya bertujuan senggama, lain tidak. Padahal maksud dan tujuan senggama tidaklah demikian, yaitu untuk menanamkan rasa ulfah dan mahabbah, rasa damai dan cinta, serta saling mengasihi sebagai buah asmara yang tertanam didalam lubuk hati suami istri.\rPendapat tersebut ditentang oleh Imam Al-Ghazali. Beliau berpendapat, bahwa senggama yang dilakukan pada awal malam adalah makruh, karena orang (sesudah bersenggama) akan tidur dalam keadaan tidak suci.\rSelanjutnya Syekh Muallif menjelaskan beberapa malam, dimana disunahkan didalamnya melakukan senggama, sebagaimana diuraikan pada bait nazham berikut ini: \"Senggama dimalam Jumat dan Senin benar-benar di sunahkan, karena keutamaan malam itu tidak diragukan.\"\rSyekh Muallif menjelaskan, bahwa disunahkan bersenggama pada malam Jumat. Karena malam Jumat adalah malam yang paling utama diantara malam-malam lainya. Ini juga yang dimaksudkan Syekh penazham: bi lailatil ghuruubi dengan menetapkan salah satu takwil hadits berikut ini : \"Allah Swt. memberi rahmat kepada orang yang karena dirinya orang lain melakukan mandi dan ia sendiri melakukannya\"","part":1,"page":298},{"id":299,"text":"Syekh Suyuti mengatakan, bahwa hadits tersebut dikuatkan oleh hadits dari Abu Hurairah berikut ini : \"Apakah seseorang diantara kalian tidak mampu bersenggama bersama istrinya pada setiap hari Jumat? Sebab, baginya mendapat dua macam pahala, pahala dia melakukan mandi dan pahala istrinya juga melakukan mandi.\" (HR. Baihaqi).\rBersenggama itu disunahkan lebih banyak dilakukan dari pada hari-hari dan waktu yang telah disebutkan diatas. Hal itu dijelaskan oleh Syekh Muallif melalui nazhamnya berikut ini : \"Senggama dilakukan setelah tubuh terangsang, hai pemuda, tubuh terasa ringan dan tidak sedang dilanda kesusahan.\"\rSyekh penazham menjelaskan, bahwa termasuk kedalam tata krama bersenggama adalah senggama dilakukan setelah melakukan pendahuluan, misalnya bermain cinta, mencium pipi, tetek, perut, leher, dada, atau anggota tubuh lainnya, sehingga pendahuluan ini mampu membangkitkan nafsu dan membuatnya siap untuk memasuki pintu senggama yang sudah terbuka lebar dan siap menerima kenikmatan apapun yang bakal timbul. Hal ini dilakukan karena ada sabda Nabi Saw.: \"Janganlah salah seorang diantara kalian (bersenggama) dengan istrinya, seperti halnya hewan ternak. Sebaiknya antara keduanya menggunakan perantara. Ditanyakan, 'Apakah yang dimaksud dengan perantara itu?' Nabi Saw. menjawab,'Yakni ciuman dan rayuan.\"","part":1,"page":299},{"id":300,"text":"Diantara tata krama senggama lainya adalah bersenggama dilakukan setelah perut terasa ringan dan tubuh benar-benar segar. Karena senggama dalam keadaan perut kenyang akan dapat menimbulkan rasa sakit, mengundang penyakit tulang, dan lain-lain. Oleh karena itu, bagi orang yang selalu menjaga kesehatan hal-hal seperti itu sebaiknya dihindari.\rDikatakan, bahwa ada tiga perkara yang terkadang dapat mematikan seseorang, yaitu:\r1. Bersetubuh dalam keadaan lapar.\r2. Bersetubuh dalam keadaan sangat kenyang.\r3. Bersetubuh setelah makan ikan dendeng kering.\rKata-kata Syekh penazham diatas diathafkan pada lafazh al-a'dhaa-u, yang berarti ringannya rasa susah, maksudnya, kesusahan tidak sedang melanda dirinya. Oleh karena itu sebenarnya susunan kata tersebut (ringannya rasa susah) tidak diperlukan lagi, karena ada kata-kata penazham: \"Setelah tubuh terasa ringan\". Jadi seolah-olah susunan kata tersebut hanya untuk menyempurnakan bait nazham. [ Qurratul Uyun, Syarah Nazham Ibnu Yamun ].\r0455. Etika Islam Dalam BERSENGGAMA - UPDATE\rOleh Masaji Antoro\rآداب الجماع :","part":1,"page":300},{"id":301,"text":"للجماع آداب كثيرة ثابتة في السنة النبوية منها مايأتي (1) : تستحب التسمية قبله، ويقرأ { قل هو الله أحد } [الإخلاص:1/112]، ويكبر ، ويهلل، ويقول ولو مع اليأس عن الولد: « باسم الله العلي العظيم، اللهم اجعلها ذرية طيبة، إن كنت قدرت أن تخرج ذلك من صلبي » « اللهم جنِّبني الشيطان، وجنب الشيطان مارزقتني » رواه أبو داود. وينحرف عن القبلة، ولايستقبل القبلة با...لوقاع، إكراماً للقبلة. وأن يتغطى نفسه هو وأهله بغطاء، وألا يكونا متجردين (2) فذلك مكروه كما سيأتي.وأن يبدأ بالملاعبة والضم والتقبيل. وإذا قضى وطره، فليتمهل لتقضي وطرها ، فإن إنزالها ربما تأخر. ويكره الإكثار من الكلام حال الجماع، ولايخليها عن الجماع كل أربع ليال مرة بلا عذر. وتأتزر الحائض بإزار مابين السرة والركبة إذا أراد الاستمتاع بها.\r__________\r(1) المغني: 25/7، إحياء علوم الدين: 46/2 ومابعدها، كشاف القناع: 216/5 ومابعدها، مختصر منهاج القاصدين: ص73، فتح المعين: ص 107،الأذكار للنووي: ص 159، نيل الأوطار: 194/6.\r(2) روى ابن ماجه حديثاً عن عتبة بن عبد السُّلمي: « إذا أتى أحدكم أهله، فليستتر، ولايتجردا تجرد العَيْرين » أي الحمارين ( نيل الأوطار: 194/6).\rومن أراد أن يجامع مرة ثانية، فليغسل فرجه، ويتوضأ؛ لأن الوضوء يزيد نشاطاً ونظافة. وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة….ويستحب في ليلة الزفاف قبل الجماع أن يأخذ الرجل بناصية المرأة ويقول: «اللهم إني أسألك من خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه» (1) .\r__________\r(1) ثبت ذلك بحديث رواه ابن ماجه وأبو داود عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده (نيل الأوطار: 189/6).\r*********************************","part":1,"page":301},{"id":302,"text":"Dalam menjalani hubungan ‘intim’ antara suami istri, islam mengajarkan berbagai macam etika yang telah diatur berdasarkan hadits Nabi, diantaranya :\r• Disunahkan membaca BASMALAH sebelum menjalani senggama kemudian membaca “QUL HUWA ALLAAHU AHAD” dilanjutkan dengan membaca takbir (ALLAAHU AKBAR), tahlil (LAA ILAAHA ILLALLAAH) dan disunahkan meskipun tidak sedang mengharapkan keturunan dari persenggamaannya untuk berdoa :\rبسم الله العلي العظيم، اللهم اجعلها ذرية طيبة، إن كنت قدرت أن تخرج ذلك من صلبي » « اللهم جنِّبني الشيطان، وجنب الشيطان مارزقتني\rBISMILLAAHIL ’ALIYYIL ‘AZHIIM, ALLAAHUMA IJ’ALHAA DZURRIYYATAN THOYYIBATAN IN KUNTA QADDARTA AN TAKHRUJA DZAALIKA MIN SHULBII, ALLAAHUMMA JANNIBNII AS-SYAITHAANA WA JANNIBIS SYAITHAANA MAA ROZAQTANII\r“Dengan menyebut nama Allah yang agung, Ya Allah, jadikanlah ia anak yang baik bila Engkau takdirkan ia lahir dari keturunanku, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepadaku.” (HR. Abu Daud).\r• Berpaling dari arah kiblat, jangan menghadap kiblat saat menjalani senggama sebagai bentuk penghormatan pada kiblat.\r• Memakai penutup, jangan melakukan persenggamaan dengan telanjang bulat karena ini hukumnya makruh sepert sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam “Bila salah seorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, pakailah penutup dan janganlah kalian berdua telanjang seperti telanjangnya keledai” (HR. Ibn Maajah Nail al-Authaar VI/194).\r• Diawali dengan cumbuan, sentuhan dan ciuman.","part":1,"page":302},{"id":303,"text":"• Saat seorang suami telah mencapai orgasme, jangan berlalu begitu saja, hantarkan secara perlahan-lahan istrinya dalam mencapai orgasme karena tak jarang pencapaian klimaks seorang wanita datangnya cenderung belakangan.\r• Dimakruhkan terlalu banyak pembicaraan saat melakukan senggama.\r• Bila tanpa adanya ‘udzur (halangan), jangan biarkan empat malam sekali berlalu tanpa hubungan badan.\r• Saat istri tengah datang bulan, sementara keinginan berhubungan tak dapat tertahankan, untuk menghindari keharaman sebaiknya istri memakai kain penutup pada anggota tubuh antara pusar dan lutut saat mencumbuinya.\r• Bagi yang menginginkan mengulangi senggama untuk yang kesekian kalinya sebaiknya terlebih dahulu dicuci kelaminnya, karena hal ini dapat menambah gairah dan dapat menjaga kebersihan.\r• Tidak ada anjuran khusus menjalani senggama dimalam-malam tertentu seperti malam senin atau jumah namun sebagian ulama ada yang mensunahkan menjalaninya dimalam jumah.\r• Disunahkan bagi seorang suami dimalam pengantin saat berkeinginan menjalani persenggamaan terlebih dahulu memegang rambut depan (ubun-ubun) istrinya sambil berdoa :\rاللهم إني أسألك من خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه\rAllahumma inni as-aluka min khairihaa wa khairi ma jabaltuhaa 'alaiih, wa a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltuhaa 'alaiih.","part":1,"page":303},{"id":304,"text":"“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada mu kebaikannya (isteri) dan kebaikan apa yang saya ambil dari padanya, serta aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang aku ambil daripadanya\" (HR. Ibn Majah dan Abu Dawud dari Umar Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nail al-Authaar VI/189). Wallaahu A’lamu Bis Showaab\rReferensi :\rAl-Mughni VII/25, Ihyaa’ ‘Uluumiddiin II/46, Kisyaf alQana’ V/216, Mukhtashar Minhaj alQaashidiin hal. 73, Fath al-Mu’iin hal. 107, al-Adzkaar li an-Nawaawi hal. 159 dan Nail al-Authaar VI/194, Al-Fiqh al-Islaam IV/194-195.\rTommy Sumardi\rBagaimana ya ....wontenlah sithik, yang jelas mengingatkan kembali bahwa dalam Islam semua ada etika, tak terkecuali dalam hal yang tabu sekalipun.\rMasaji Antoro\rDari bangun hingga tidur, ajarannya oleh islam telah diatur...Coba ini masalah ajaran nabi tentang menghindari bahaya saat kita tidur\r(الروايات التي ذكرت علة إطفاء المصابيح عند النوم (الخوف من النار)\rالرواية الأولي:\rحَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ (لا تَتْركوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُون) متفق عليه.\r”Janganlah kalian meninggalkan api di rumah kalian saat kalian tidur” (HR. Mutafaq ‘alaih)\rالرواية الثانية:","part":1,"page":304},{"id":305,"text":"حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ (احْتَرَقَ بَيْتٌ بِالْمَدِينَةِ عَلَى أَهْلِهِ مِنْ اللَّيْلِ فَحُدِّثَ بِشَأْنِهِمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُم) رواه البخاري.\rSebuah rumah dimadinah terbakar kemudian beritanya diceritakan pada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda “Sungguh api bias menjadi musuh kalian, saat kalian tidur padamkan ia terlebih dulu dari kalian” (HR. Bukhari)\rالرواية الثالثة:\rحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ كَثِيرٍ هُوَ ابْنُ شِنْظِيرٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (خَمِّرُوا الْآنِيَةَ وَأَجِيفُوا الْأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا جَرَّتْ الْفَتِيلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ الْبَيْت) رواه البخاري.\r“Tutuplah bejana-bejana, tutuplah pintu-pintu, padamkan lampu-lampu karena seekor tikus dapat melewati sumbu lampu dan membakar seluruh penghuni rumah” (HR. Bukhori)\rDan masih banyak riwayat lagi tentang ANJURAN MEMATIKAN LAMPU SEBELUM TIDUR\rAlech Najwa\rUntuk lebih membahagiakan suami istri adakah obat / makanan / minuman / doa biar greeng / namba HOT gitu loh..hehehe\rMasaji Antoro\rتدليك العضو الذكرى بزيت الزيتزن وعسل النحل الطبيعى يعمل على زياده قوة الانتصاب","part":1,"page":305},{"id":306,"text":"\"Mengurut Mr. P, memakai minyak zait zaitun dan madu lebah konon dapat menambah ketahanan ereksi\". Tapi yang terpenting dari kesemua itu tentunya menjaga vitalitas, kebugaran dan dapat mengontrol kestabilan pikiran..... Koyok Dr. Boyke,, Hehe\rAlif Kho Ta-Ro\rSaya masih rada bingung tentang yang tidak bole telanjang bulat itu yang sepert apa dan bagaimana.. Apakah yang dimaksud ga boleh telanjang bulat itu telanjang bulat tapi pake selimut satu untuk berdua (two in one) atau memang tidak bole telanjang bulat sama sekali... mohon dijelaskan maz.. masalahnya saya pernah denger lo pas begituan afdolnya telanjang bulat biar ga da yang ngalang2i..\rMasaji Antoro\rApa saja yang penting jangan kelihatan telanjang, bisa pakai selimut, bila ngga punya selimut ya terpaksa pakai pakaian yang dikenakan, berikut sedikit uraian hadits diatas menurut Syekh Abd Ro'uf alMunaawi\r(إذا أتى أحدكم أهله) أي أراد جماع حليلته (فليستتر) أي فليتغط هو وإياها بثوب يسترهما ندبا وخاطبه بالستر دونها لأنه يعلوها وإذا استتر الأعلى استتر الأسفل (ولا يتجردان) خبر بمعنى النهي أي ينزعان الثياب عن عورتيهما فيصيران متجردين عما يسترهما (تجرد العيرين) تشبيه حذفت أداته وهو بفتح العين تثنية عير وهو الحمار الأهلي وغلب على الوحشي وذلك حياء من الله تعالى وأدبا مع الملائكة وحذرا من حضور الشيطان فإن فعل أحدهما ذلك كره تنزيها لا تحريما إلا إن كان ثم من ينظر إلى شئ من عورته فيحرم وجزم الشافعية بحل نظر الزوج إلى جميع عورة زوجته حتى الفرج بل حتى ما لا يحل له التمتع به كحلقة دبرها","part":1,"page":306},{"id":307,"text":"(Apabila salah seorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya) artinya berkeinginan menggauli istri halalnya (maka pakailah penutup) artinya disunahkan baginya dan istrinya memakai kain yang dapat menutupi keduanya, yang terkena khithab (perintah menutup) dirinya (suami) bukan istri karena biasanya saat menjalani senggama suami diatas, saat yang diatas sudah memakai penutup dengan sendirinya yang dibawah juga tertutup.\r(Dan jangan kalian telanjang) artinya keduanya tanpa penutup kain pakaian. Unsur pelarangan ini disebabkan karena malu dengan Allah, beretika dengan malaikat serta mencegah datangnya syaithan pada keduanya, bila salah seorang dari keduanya melakukan telanjang saat berhubungan hukumnya makruh tanzih kecuali saat disekitar mereka berdua terdapat orang yang dapat melihat aurat keduanya maka hukumnya menjadi haram.\rKalangan syafi’iyyah menilai bolehnya seorang suami melihat aurat istrinya secara keseluruhan hingga alat kelaminnya bahkan hingga hal yang tidak halal baginya untuk mendatanginya seperti lubang anus istrinya. [ Faidh alQadiir I/308 ].\rIrul Kusnia Wati\rMaaf numpak tanya pak Ustad ~ kalau seumpama nunda mnd junub karena dingin itu blh g'??\rMasaji Antoro\rBoleh, asalkan tidak sampai keluar waktu sholat.. Dan bagi wanita yang telah berhenti masa haidnya disunahkan menjalani wudhu karena wudhunya dapat mengecilkan hadats yang dia tanggung disamping dapat merangsang dirinya untuk mensegerakan menjalani mandi wajib, seperti bahasan yang telah lewat kemarin : www.fb.com/groups/piss.ktb?view=permalink&id=234602293229253....\rZesty Elfaza","part":1,"page":307},{"id":308,"text":"hmmb, sbenre,,,zesty maci rung gaduk kuping kang masaji,,,xixixi^=^ pi,,nanya tidak mengapa iach,, bgusnya,,,it ktika bersenggama mbil nyalain lampu ap dimatikan ea??? pnah baca suatu buku it,,kugh mbgus dibawah lampu terang gt,,dg alasan biar anakny putih,,, ap bner bgt??hehe syukron sakderengipun,, hehe,,\rMasaji Antoro\rAku ngga pernah denger tuch,, Bila menilik kesunahan memakai kain saat senggama maka indikasinya mestinya kesunahannya juga dalam kondisi gelap sebab alasan anjuran senggama dengan menggunakan kain adalah \"malu dengan Allah, beretika dengan malaikat serta mencegah datangnya syaithan pada keduanya\". Yakin dach,, ngga akan nyasar... Hehe\rRi Ly Q\rNanya lagi, boleh gak? kalau soal tidak boleh telanjang, berarti tidak boleh memakai macam gaya dong yah? *tutupMuka*, misalnya berdiri, digendong atau yang lainnya? Eh maaf, disini tidak ada yang msh dibawah umur kan? hehe....trus, kalau mainnya di kamar mandi, hukumnya gimana? acihhhhhhhhhh...\rMasaji Antoro\rDengan gaya apapun diperbolehkan, sambil duduk, berdiri, jongkok, tengkurap, gaya dada, kupu-kupu, katak meloncat.... BEBAS asalkan tepat sasaran....\r{ نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم } قال يقول يأتيها من حيث شاء مقبلة أو مدبرة إذا كان ذلك في الفرج\rIstri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223). Artinya gaulilah ia sesukamu baik dari depan atau belakang asalkan semuanya mengarah pada kelaminnya. [ alMuhaddzab II/62 ].","part":1,"page":308},{"id":309,"text":"الاستمتاع واجب على الرجل للمرأة إذا انتفى العذر، بما يحقق الإعفاف والصون عن الحرام، وتباح كل وجوه الاستمتاع إلا الإتيان في الدبر فهو حرام. ومكان الوطء باتفاق المذاهب: هو القبل، لا الدبر (1) ، لقوله تعالى: {نساؤكم حرث لكم، فأتوا حرثكم أنى شئتم} [البقرة:223/2] (2) أي على أية كيفية: قائمة، أو قاعدة، مقبلة، أو مدبرة، في أقبالهن (3) . قال ابن عباس: إنما قوله: {فأتوا حرثكم أنى شئتم} [البقرة:223/2]. قائمة، وقاعدة، ومقبلة، ومدبرة، في أقبالهن، لا تعدو ذلك إلى غيره. وله عبارة أخرى في الآية: إن شئت فمقبلة، وإن شئت فمدبرة، وإن شئت فباركة، وإنما يعني ذلك موضع الولد للحرث، يقول: ائت الحرث حيث شئت.\rMenggauli hukumnya wajib bagi seorang suami pada istrinya bila tanpa adanya udzur untuk menjauhkan dan menjaga dari dari keharaman, dan diperbolehkan senggama dalam berbagai cara asalkan bukan pada lubang anusnya karena ini haram. Tempat yang digunakan ‘bercinta’ menurut kesepakan ulama adalah kelaminnya bukan duburnya, berdasarkan firman Allah ta’aalaa : Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223). Artinya dengan berbagai macam cara dan gaya : Berdiri, duduk, dari depan, belakang asal dikelaminnya.\rBerkata Ibn Abbas ra. “maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223). Artinya dengan berbagai macam cara dan gaya : Berdiri, duduk, dari depan, belakang asal dikelaminnya jangan melampaui batas pada yang selain kelamin.","part":1,"page":309},{"id":310,"text":"Ibn Abbas juga punya pernyataan lain sehubungan ayat ini “Bila kamu ingin gaya dari depan silahkan, Bila kamu ingin gaya dari belakang silahkan, Bila kamu ingin gaya setengah menderumpun silahkan, aku mengartikannya khusus pada tempat lahirnya anak (kelamin), datangilah dengan gaya sesukamu”. [ alFiqh al-Islaam IV/191 ].\rBERSENGGAMA Bernilai SHODAQAH\rثَوَابُ الْوَطْءِ الْمَشْرُوعِ :\r8 - وَرَدَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال : وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ . (1) قَالُوا : يَا رَسُول اللَّهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ، وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ ؟ قَال : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَل كَانَ لَهُ أَجْرٌ (2) .\rوَبِنَاءً عَلَى ذَلِكَ ذَهَبَ جَمَاهِيرُ أَهْل الْعِلْمِ إِلَى ثَوَابِ الرَّجُل عَلَى جِمَاعِهِ لِحَلِيلَتِهِ إِذَا قَارَنَتْهُ نِيَّةٌ صَالِحَةٌ كَإِعْفَافِ نَفْسِهِ أَوْ حَلِيلَتِهِ عَنْ إِتْيَانِ مُحَرَّمٍ، أَوْ قَضَاءِ حَقِّهَا مِنْ مُعَاشَرَتِهَا بِالْمَعْرُوفِ الْمَأْمُورِ بِهِ، أَوْ طَلَبِ وَلَدٍ صَالِحٍ يُوَحِّدُ اللَّهَ تَعَالَى، وَيَقُومُ بِنَشْرِ الْعِلْمِ وَالدِّينِ، وَيَحْمِي بَيْضَةَ الإِْسْلاَمِ، أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ مِنَ الأَْغْرَاضِ الْمَبْرُورَةِ (3) .\r9 - أَمَّا إِذَا لَمْ يَنْوِ الْمُجَامِعُ غَيْرَ قَضَاءِ شَهْوَتِهِ\rوَنَيْل لَذَّتِهِ، فَقَدِ اخْتَلَفَ الْفُقَهَاءُ فِي ثَوَابِ جِمَاعِهِ عَلَى قَوْلَيْنِ :","part":1,"page":310},{"id":311,"text":"أَحَدُهُمَا : لِبَعْضِ أَهْل الْعِلْمِ، وَإِلَيْهِ مَال ابْنُ قُتَيْبَةَ، وَهُوَ أَنَّهُ يُثَابُ وَيُؤْجَرُ فِي جِمَاعِ حَلِيلَتِهِ مُطْلَقًا دُونَ أَنْ يَنْوِيَ شَيْئًا (1) ، وَاسْتَدَلُّوا عَلَى ذَلِكَ : بِمَا رَوَى أَبُو ذَرٍّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَال : وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ (2) حَيْثُ دَل ظَاهِرُ إِطْلاَقِهِ عَلَى أَنَّ الإِْنْسَانَ يُؤْجَرُ فِي جِمَاعِ حَلِيلَتِهِ مُطْلَقًا، إِذْ إِنَّهُ كَمَا يَأْثَمُ فِي الزِّنَا الْمُضَادِّ لِلْوَطْءِ الْحَلاَلِ، فَإِنَّهُ يُؤْجَرُ فِي فِعْل الْحَلاَل (3) .\rوَالثَّانِي : لِجَمَاعَةٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ - مَال إِلَيْهِ ابْنُ حَجَرٍ الْهَيْتَمِيُّ - وَهُوَ أَنَّهُ إِنْ لَمْ يَنْوِ بِجِمَاعِ حَلِيلَتِهِ إِعْفَافَ نَفْسِهِ أَوْ زَوْجِهِ أَوْ طَلَبَ وَلَدٍ فَلاَ أَجْرَ لَهُ عَلَى ذَلِكَ الْوَطْءِ، وَاحْتَجُّوا عَلَى ذَلِكَ بِمَا جَاءَ فِي رِوَايَةٍ لِحَدِيثِ أَبِي ذَرٍّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - مِنَ التَّصْرِيحِ بِالاِحْتِسَابِ لِنَيْل الثَّوَابِ، وَنَصُّهَا : قُلْتُ : نَأْتِي شَهْوَتَنَا وَنُؤْجَرُ ؟ قَال : أَرَأَيْتَ لَوْ جَعَلْتَهُ فِي حَرَامٍ أَكُنْتَ تَأْثَمُ ؟ قَال : قُلْتُ : نَعَمْ . قَال : فَتَحْتَسِبُونَ بِالشَّرِّ وَلاَ تَحْتَسِبُونَ بِالْخَيْرِ ؟ (4) .\rوَوَرَدَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَال لِسَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : لَسْتَ تُنْفِقُ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى اللُّقْمَةَ تَجْعَلُهَا فِي فِي امْرَأَتِكَ (1) .","part":1,"page":311},{"id":312,"text":"وَوَرَدَ أَيْضًا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَال : إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا، كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً \" (2) . فَدَل ذَلِكَ عَلَى أَنَّ الْعَبْدَ إِنَّمَا يُؤْجَرُ فِيهَا إِذَا احْتَسَبَهَا (3) . وَإِذَا كَانَ هَذَا فِي الإِْنْفَاقِ الْوَاجِبِ مُشْتَرَطًا، فَأَوْلَى فِي الْجِمَاعِ الْمُبَاحِ (4)\rPAHALA BERSENGGAMA\rDari Abu Dzar al-Ghiffaary ra bahwa Rasulullaah bersabda : Persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah SHODAQOH”. Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?”. Rasulullah menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim II/697-698 No. 2376).\rBerdasarkan hadits ini Mayoritas Ulama menyatakan berpahalanya seorang suami saat menggauli istrinya bila disertai niat yang benar dan baik seperti agar menghindarkan dirinya atau istrinya dari perbuatan hina (zina) yang diharamkan, untuk memenuhi kebutuhun istrinya dalam rangka menjalankan perintah wajibnya bergaul dengannya dengan baik, mendapatkan keturunan shalih yang dikemudian hari diharapkan menjadi sosok yang bertauhid kepada Allah Ta’aalaa, menyebarkan ilmu dan agama, menjadi pemuka dalam islam serta tujuan-tujuan baik lainnya","part":1,"page":312},{"id":313,"text":"Sedang bila dalam senggamanya seseorang tidak didahului dengan niat-niat diatas kecuali sekedar melampiaskan syahwatnya, mencari kepuasan seksnya para Ulama Fuqaha berbeda pendapat dalam meraih pahala senggama tidaknya :\r1. Ibn Qutaibah menyatakan seseorang berhak mendapatkan pahala secara mutlak saat menyenggamai istrinya meskipun tanpa disertai niat seperti keterangan diatas berdasarkan hadits riwayat Abu Dzar diatas dimana dari zhahirnya hadits jelas menyatakan bahwa asalkan seseorang menyetubuhi istrinya maka pahala dia dapatkan sebagaimana bila ia zina maka seketika dosa juga ia dapatkan.\r2. Ibn Hajar al-Haytami menilai berhaknya seseorang atas pahala senggama disyaratkan dengan disertaai niat berdalih hadits riwayat Abu Dzar yang menjelaskan dapatnya seseorang atas pahala senggama :\r“Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah (jika) aku memenuhi syahwatnya, aku mendapat pahala?”. Rasulullah menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa ?”. Aku menjawab “Ya”. Rasulullah berkata “maka perhitungkanlah dalam kejelekan dan jangan memperhitungkannya dalam kebaikan” (HR. Ahmad V/154).\rJuga berdasarkan hadits nabi lain saat bersabda pada Sa’d Bin Abi Waqash ra “Tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah yang dengannya engkau mengharap keridhaan Allah kecuali engkau akan diberi pahala dengannya sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu. (HR. Bukhari-Fath alBaari VIII/109 dan Muslim IV/1251).","part":1,"page":313},{"id":314,"text":"Dan juga hadits nabi lain, Beliau bersabda “Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya. (HR. Bukhari -Fath alBaari IX/97 dan Muslim II/795 dari hadits riwayat Abi Mas’ud al-Anshaary).\rDari hadits-hadits diatas diterangkan bahwa seorang diganjar atas yang ia lakukan saat ia berharap pahala, dan bila dalam masalah nafkah lahir yang notabene merupakan kewajiban bagi suami disyaratkan dalam mendapatkan pahala bila ia berniat mengaharapkannya maka dalam hal senggama yang hukumnya mubah tentu lebih dibutuhkan pensyaratannya. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 44/15-16 ].\rORAL SEX\rلَمْسُ فَرْجِ الزَّوْجَةِ :\r11 - اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّهُ يَجُوزُ لِلزَّوْجِ مَسُّ فَرْجِ زَوْجَتِهِ . قَال ابْنُ عَابِدِينَ : سَأَل أَبُو يُوسُفَ أَبَا حَنِيفَةَ عَنِ الرَّجُل يَمَسُّ فَرْجَ امْرَأَتِهِ وَهِيَ تَمَسُّ فَرْجَهُ لِيَتَحَرَّكَ عَلَيْهَا هَل تَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا ؟ قَال : لاَ ، وَأَرْجُو أَنْ يَعْظُمَ الأَْجْرُ (2) .\rوَقَال الْحَطَّابُ : قَدْ رُوِيَ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ قَال : لاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْفَرْجِ فِي حَال الْجِمَاعِ ، وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : وَيَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ ، وَهُوَ مُبَالَغَةٌ فِي الإِْبَاحَةِ ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ عَلَى ظَاهِرِهِ (3) .\rوَقَال الْفَنَانِيُّ مِنَ الشَّافِعِيَّةِ : يَجُوزُ لِلزَّوْجِ كُل تَمَتُّعٍ مِنْهَا بِمَا سِوَى حَلْقَةِ دُبُرِهَا ، وَلَوْ بِمَصِّ بَظْرِهَا (4)\rوَصَرَّحَ الْحَنَابِلَةُ بِجَوَازِ تَقْبِيل الْفَرْجِ قَبْل الْجِمَاعِ ، وَكَرَاهَتِهِ بَعْدَهُ (1) .\r__________\r(2) حاشية ابن عابدين 5 / 234 .","part":1,"page":314},{"id":315,"text":"(3) مواهب الجليل 3 / 406، والخرشي على مختصر خليل 3 / 166 .\r(4) إعانة الطالبين 3 / 340 ط مصطفى الحلبي 1938م .\r(1) كشاف القناع 5 / 16، 17 .\rMEMEGANG KELAMIN ISTRI\rUlama Fiqh sepakat bolehnya seorang suami menyentuh kemaluan istrinya. Berkata Ibn ‘Abidin “Abu Yusuf yakni Abu Hanifah ditanya tentang seorang laki-laki yang menyentuh kemaluan istrinya dan istrinya juga menyentuh kelaminnya untuk saling membangkitkan gairah, adakah yang demikian berdosa ?”. Abu Hanifah menjawab “Tidak, bahkan aku berharap yang demikian dilipat gandakan pahalanya” (Hasyiyah Ibn ‘Aabidiin V/234). Berkata al-Hatthaab “Diriwayatkan dari Imam malik beliau berkata “Tidak berdosa bila seseorang melihat kemaluan saat senggama” Dan dalam riwayat lain terdapat penambahan “Dan menjilati kemaluan istrinya dengan lidahnya” hal demikian sangat diperbolehkan menurut Imam Malik padahal tidak demikian (dalam I’anah Imam malik melarangnya namun kalangan madzhab lain memperbolehkannya). Berkata al-Fannaany dari kalangan Syafi’iyyah “Diperbolehkan bagi suami bersenang-senang dengan segala cara bersama istrinya bahkan hingga menghisap kelentitnya asal bukan menyetubuhi anusnya. Kalangan Hanabilah menilai mencium kelamin istri sebelum senggama diperbolehkan namun setelah senggama di makruhkan. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 32/90 ].\r( تتمة ) يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها ولو بمص بظرها أو استمناء بيدها لا بيده وإن خاف الزنا خلافا لأحمد ولا افتضاض بأصبع","part":1,"page":315},{"id":316,"text":"ويسن ملاعبة الزوجة إيناسا وأن لا يخليها عن الجماع كل أربع ليال مرة بلا عذر وأن يتحرى بالجماع وقت السحر وأن يمهل لتنزل إذا تقدم إنزاله وأن يجامعها عند القدوم من سفره وأن يتطيبا للغشيان وأن يقول كل ولو مع اليأس من الولد بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا وأن يناما في فراش واحد والتقوي له بأدوية مباحة بقصد صالح كعفة ونسل وسيلة لمحبوب فليكن محبوبا فيما يظهر قاله شيخنا ويحرم عليها منعه من استمتاع جائز ويكره لها أن تصف لزوجها أو غيره امرأة أخرى لغير حاجة\r( قوله بما سوى حلقة دبرها ) أما التمتع بها بالوطء فحرام لما ورد أنه اللوطية الصغرى وأنه لا ينظر الله إلى فاعله وأنه ملعون ( قوله ولو بمص بظرها ) أي ولو كان التمتع بمص بظرها فإنه جائز\rقال في القاموس البظر بالضم الهنة وسط الشفرة العليا\r[ PELENGKAP ] Diperbolehkan bagi suami bersenang-senang dengan segala cara bersama istrinya asal bukan menyetubuhi anusnya bahkan dibolehkan menghisap kelentitnya, berusaha mengeluarkan sperma dengan tangan istrinya dan bukan tangannya sendiri meskipun ia khawatir akan melakukan zina berbeda menurut Imam Ahmad dan dilarang memecahkan keperawanan memakai jari.\rEtika senggama :\r• Disunahkan menyenangkan istri dengan berbagai cumbuan\r• Bila tanpa adanya ‘udzur (halangan) jangan biarkan empat malam sekali berlalu tanpa hubungan badan\r• Memilih menjalani senggama disepertiga malam akhir\r• Mehantarkan istrinya mencapai orgasme kala dirinya telah mencapai klimaks\r• Menggaulinya setelah pulang dari bepergian\r• Memakai wewangian\r• Masing-masing dari suami istri disunahkan meskipun tidak sedang mengharapkan keturunan dari persenggamaannya untuk berdoa :","part":1,"page":316},{"id":317,"text":"بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا\rBISMILLAAHI ALLAAHUMMA JANNIBNAA AS-SYAITHAANA WA JANNIBIS SYAITHAANA MAA ROZAQTANAA\r“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.” (HR. Abu Daud).\r• Tidur dalam satu selimut\r• Memakai oramuan-ramuan kuat yang dilegalkan\r• Memiliki tujuan baik seperti menghindari perbuatan hina (zina), mendapatkan keturunan “Perantara hal yang disukai berarti juga disukai”\r• Diharamkan bagi istri melarang suaminya melakukan kesenangan-kesenangan yang diperbolehkan bersamanya\r• Dimakruhkan bagi istri menggambarkan perempuan lain pada suaminya atau pada pria lainnya tanpa ada kepentingan\r[ Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin III/340 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rShe'Jasmine Ayda Az-zahra\rYai Masaji Antoro__mf,,,mau tanya. Kenapa dalam etika tersebut memilih waktu pada sepertiga malam terakhir? ?__?\rMasaji Antoro\rويسن أن يتحرى بالجماع وقت السحر لانتفاء الشبع والجوع المفرطين حينئذ إذ هو مع أحدهما مضر غالبا\rDisunahkan memilih senggama diwaktu menjelang subuh karena tidak adanya rasa terlalu kenyang atau lapar diwaktu ini, karena saat senggama dalam keadaan kenyang atau lapar pada umumnya menyakitkan. [ I’aanah at-Thoolibiin III/273 ].\rShe'Jasmine Ayda Az-zahra\rYai Masaji Antoro___niatnya mandi junub bagaimana yai ???\rMasaji Antoro\rMacam-macam niat mandi :\rنَوَيْتُ رَفْعَ الْجنابة (saya niat menghilangkan janabat)\rنَوَيْتُ رَفْعَ اْلحَدَثْ اْلاكْبَر (saya niat menghilangkan hadats besar)\rنَوَيْتُ فَرْضَ الْغُسْلِ (saya niat mandi wajib)","part":1,"page":317},{"id":318,"text":"Adapun untuk lebih lengkapnya, bisa menggunakan niat-niat dibawah ini :\r• Niat Mandi Jinabah\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah ta’ala\r• Niat Mandi Haidl\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah ta’ala\r• Niat Mandi Nifas\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ النِّفَاسِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah SWT\r• Niat Mandi Wiladah (melahirkan)\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْوِلَادَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk menghilangkan hadast wiladah, fardlu karena Allah ta’ala\r• Niat Mandi Shalat Jum’at\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِصَلَاةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk shalat Jum’at, sunnah karena Allah ta’ala\r• Niat Mandi Shalat ‘Iedul Fitri\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk shalat ‘iedul fithri, sunnah karena Allah ta’ala\r• Niat Mandi Shalat ‘Iedul Adha\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الَاضْحَى سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى\rAku niat mandi untuk shalat ‘iedul adha, sunnah karena Allah ta’ala\rMAKAN BAGI ORANG JUNUB HUKUMNYA MAKRUH\rقال أصحابنا ويكره للجنب أن ينام حتي يتوضأ ويستحب إذا اراد أن يأكل أو يشرب أو يطأ من وطئها أولا أو غيرها أن يتوضأ وضوءه للصلاة ويغسل فرجه في كل هذه الاحوال","part":1,"page":318},{"id":319,"text":"Berkata Para pengikut as-Syafi'i \"Dimakruhkan bagi orang junub tidak hingga ia wudhu dan disunahkan bila hendak makan atau minum atau menggauli istri yang ia gauli pertama atau lainnya menjalankan wudhu sebagaimana wudhu saat ia hendak shalat dan juga disunahkan membasuh kemaluannya\". [ Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhaddzab II/156 ].\rويكره للجنب الأكل والشرب والنوم والجماع قبل غسل الفرج والوضوء وكذا منقطعة الحيض والنفاس\rDimakruhkan bagi orang junub makan, minum, tidur dan senggama sebelum ia membasuh kemaluannya dan melakukan wudhu begitu juga bagi wanita yang telah putus haid dan nifasnya. [ Al-Muqaddimah al-Hadramiyyah I/43 ].\r( ويكره للجنب الأكل والشرب والنوم والجماع قبل غسل الفرج والوضوء ) لما صح من الأمر به في الجماع وللاتباع في البقية إلا الشرب فمقيس على الأكل\r( وكذا منقطعة الحيض والنفاس ) فيكره لها ذلك كالجنب بل أولى\rDimakruhkan bagi orang junub makan, minum, tidur dan senggama sebelum ia membasuh kemaluannya dan melakukan wudhu karena berdasarkan perintah agama yang shahih dalam masalah senggama dan mengikuti nabi dalam masalah lainnya kecuali dalam masalah minum yang hukumnya diqiyaskan pada masalah makan, begitu juga bagi wanita yang telah putus haid dan nifasnya maka makruh baginya sebagaimana orang junub bahkan baginya lebih utama. [ Minhaj alQawim I/95 ].\rDAN BAGI ORANG JUNUB YANG MAU MAKAN (SEBELUM BERKESEMPATAN MANDI) DISUNAHKAN MENGAMBIL AIR WUDHU\rOrang junub yang hendak makan disunahkan wudhu, ibarohnya :","part":1,"page":319},{"id":320,"text":"وفي الصَّحِيحَيْنِ كان النبي صلى اللَّهُ عليه وسلم إذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وهو جُنُبٌ غَسَلَ فَرْجَهُ وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ وكان صلى اللَّهُ عليه وسلم إذَا كان جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أو يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ\rوقيس بالجنب الحائض والنفساء إذا انقطع دمهما وبالأكل والشرب والحكمة في ذلك تخفيف الحدث غالبا والتنظيف وقيل لعله ينشط للغسل\rDalam Riwayat Bukhari dan Muslim : ”adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bila hendak tidur sementara beliau junub membasuh kelaminnya dan mengambil wudhu sebagaimana wudhunya untuk mengerjakan shalat”. ”adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat beliau junub dan berkehendak makan mengambil wudhu sebagaimana wudhunya untuk mengerjakan shalat”.\rHikmah wudhu bagi orang junub menjalankan wudhu:\r1. Meringankan hadats yang sedang ia tanggung\r2. Kebersihan\r3. Memberi kesemangatan dalam bersegera mandi\r[ Referensi : Asnaa al-Mathaalib I/68 dan Mughni al-Muhtaaj I/63 ]\r0719. MELIHAT AURAT WANITA LAIN\rPERTANYAAN :\rMuAhffud WAe\rNumpang tanya... Apakah kalau lihat perempuan yang cantik, seksi dan pakai yang bikin ger-ger itu dosa...??? Mohon pencerahannya...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rMelihat aurat wanita lain haram hukumnya :\rيحرم نظر الرجل إلى عورة المرأة الاجنبية مطلقا وكذا يحرم إلى وجهها وكفيها إن خاف فتنة فإن لم يخف ففيه خلاف الصحيح التحريم قاله الاصطخري وأبو علي الطبري واختاره الشيخ أبو محمد وبه قطع الشيخ أبو إسحاق الشيرازي والروياني","part":1,"page":320},{"id":321,"text":"Haram bagi laki-laki melihat aurat wanita ajnabi (bukan mahram) secara muthlak (baik khawatir ada fitnah atau tidak) begitu juga haram melihat wajah dan telapak tangannya bila khawatir terjadi fitnah, bila tidak dikhawatirkan ada fitnah terjadi perbedaan pendapat ulama, menurut pendapat yang shahih haram, pendapat ini dikemukakan oleh al-Ashthahary, Abu Ali at-Thabry. [ Kifaayah al-Akhyaar I/350 ].\r1004. PENDIDIKAN SEX BAGI ANAK\rPERTANYAAN :\rIerul El Baredey\rTadi siang metro tv ada berita seks edukasi, kalau menurut kalian bagamana seks edukasi yang sesuai dengan islam ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rBila dapat menimbulkan madhorot pada kejiwaan anak seperti dikhawatirkan justru menimbulkan fitnah padanya maka dilarang namun bila ada manfaatnya boleh.\rقالَ العلماءُ: ذِكْرُ مُجَرَّدِ الجِماعِ يُكْرَهُ لغيرِ حَاجَةٍ، ويُباحُ للحاجَةِ كذِكْرِه إعراضَها عنه، أو هي تَدَّعِي عليه العَجْزَ عن الجِماعِ، ونحوِ ذلك.\rPara Alim Ulama berkata “Semata-mata membicarakan seks makruh bila tanpa ada kepentingan, dan boleh bila ada kepentingan seperti memberi kiat-kiat bagi yang berpaling dari seks, atau memberi tips-tips bagi yang lemah melakukannya atau yang lain sebagainya”. [ Taudhiih al-Ahkaam Hal 441 ].\rتنبيه يجب الكتم وقد يجب الاظهار ففيما لا يحتمله عقل الطالب ويخشي عليه منه فتنة يجب الكتم وفي غيره وهو فرض عين اوفي حكمه وجب الاظهار والا ندب ما لم يكن وسيلة لمحظور","part":1,"page":321},{"id":322,"text":"[ PERINGATAN ] Wajib disembunyikan dan terkadang wajib dijelaskan, maka dalam bahasan yang tidak dapat dipikul oleh akal pelajar dan dikhawatirkan terjadi fitnah padanya wajib disembunyikan dan pada masalah lainnya yang merupakan bahasan fardhu ain atau yang menempati kedudukannya wajib dijelaskan, bila bukan masalah fardhu ain hanya sunah kecuali dijadikan perantara pada hal yang dilarang maka haram. [ Is’aadur Rafiiq hal 94-95 ].\r- وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"إن شر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته\" من أفضى الرجل إلى المرأة جامعها أو خلا بها جامع أو لا كما في القاموس \"وتفضي إليه ثم ينشر سرها\" أي وتنشر سره أخرجه مسلم إلا أنه بلفظ \"إن من أشر الناس\" قال القاضي عياض: وأهل النحو يقولون لا يجوز أشر وأخير وإنما يقال هو خير منه وشر منه قال وقد جاءت الأحاديث الصحيحة باللغتين جميعا وهي حجة في جوازهما جميعا وأنهما لغتان والحديث دليل على تحريم إفشاء الرجل ما يقع بينه وبين امرأته من أمور الوقاع\rووصف تفاصيل ذلك وما يجري من المرأة فيه من قول أو فعل ونحوه وأما مجرد ذكر الوقاع فإذا لم يكن لحاجة فذكره مكروه لأنه خلاف المروءة وقد قال صلى الله عليه وسلم: \"من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت\" فإن دعت إليه حاجة أو ترتبت عليه\rفائدة بأن كان ينكر إعراضه عنها أو تدعي عليه العجز عن الجماع أو نحو ذلك فلا كراهة في ذكره كما قال صلى الله عليه وسلم: \"إني لأفعله أنا\" وهذه وقال لأبي طلحة \"أعرستم الليلة\" وقال لجابر: \"الكيس الكيس\" كذلك المرأة لا يجوز لها إفشاء سره وقد ورد به النص أيضا\r[ Subul as-salaam III/340-341 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\r1078. MENCIUM TERMASUK DOSA KECIL ATAU DOSA BESAR\rPERTANYAAN\rHarum Merekah","part":1,"page":322},{"id":323,"text":"Tanya, mencium (lawan jenis yang tidak halal) itu termasuk dosa kecil apa dosa besar???\rJAWABAN\r1. Mbah Jenggot II\rإن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم وندخلكم مدخلا كريما (31)\rاعلم أنه تعالى لما قدم ذكر الوعيد أتبعه بتفصيل ما يتعلق به فذكر هذه الآية ، وفيه مسائل :المسألة الأولى : من الناس من قال : جميع الذنوب والمعاصي كبائر . روى سعيد بن جبير عن ابن عباس أنه قال : كل شيء عصى الله فيه فهو كبيرة ، فمن عمل شيئا منها فليستغفر الله ، فان الله تعالى لا يخلد في النار من هذه الأمة إلا راجعا عن الاسلام ، أو جاحدا فريضة ، أو مكذبا بقدر . واعلم أن هذا القول ضعيف لوجوه :الحجة الأولى : هذه الآية ، فان الذنوب لو كانت بأسرها كبائر لم يصح الفصل بين ما يكفر باجتناب الكبائر وبين الكبائر .الحجة الثانية : قوله تعالى : { وكل صغير وكبير مستطر } [ القمر : 53 ] وقوله : { لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلا أحصاها } [ الكهف : 49 ] .الحجة الثالثة : ان الرسول عليه الصلاة والسلام نص على ذنوب بأعيانها أنها كبائر ، كقوله : « الكبائر : الإشراك بالله واليمين الغموس وعقوق الوالدين وقتل النفس » وذلك يدل على أن منها ما ليس من الكبائر .الحجة الرابعة : قوله تعالى : { وكره إليكم الكفر والفسوق والعصيان } [ الحجرات : 7 ] وهذا صريح في أن المنهيات أقسام ثلاثة : أولها : الكفر ، وثانيها : الفسوق . وثالثها : العصيان ، فلا بد من فرق بين الفسوق وبين العصيان ليصح العطف ، وما ذاك إلا لما ذكرنا من الفرق بين الصغائر وبين الكبائر ، فالكبائر هي الفسوق ، والصغائر هي العصيان . واحتج ابن عباس بوجهين : أحدهما : كثرة نعم من عصى . والثاني : إجلال من عصى ، فان اعتبرنا الأول فنعم الله غير متناهية ، كما قال : { وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها } [ النحل : 18 ] وان اعتبرنا الثاني فهو أجل الموجودات وأعظمها ، وعلى التقديرين وجب أن","part":1,"page":323},{"id":324,"text":"يكون عصيانه في غاية الكبر ، فثبت أن كل ذنب فهو كبيرة .والجواب من وجهين : الأول : كما أنه تعالى أجل الموجودات وأشرفها ، فكذلك هو أرحم الراحمين وأكرم الأكرمين ، وأغنى الأغنياء عن طاعات المطيعين وعن ذنوب المذنبين ، وكل ذلك يوجب خفة الذنب . الثاني : هب أن الذنوب كلها كبيرة من حيث أنها ذنوب ، ولكن بعضها أكبر من بعض ، وذلك يوجب التفاوت . إذا ثبت أن الذنوب على قسمين بعضها صغائر وبعضها كبائر ، فالقائلون بذلك فريقان : منهم من قال : الكبيرة تتميز عن الصغيرة في نفسها وذاتها ، ومنهم من قال : هذا الامتياز إنما يحصل لا في ذواتها ، بل بحسب حال فاعليها ، ونحن نشرح كل واحد من هذين القولين","part":1,"page":324},{"id":325,"text":"أما القول الأول : فالذاهبون اليه والقائلون به اختلفوا اختلافا شديدا ، ونحن نشير إلى بعضها ، فالأول : قال ابن عباس : كل ما جاء في القرآن مقرونا بذكر الوعيد فهو كبيرة ، نحو قتل النفس المحرمة وقذف المحصنة والزنا والربا وأكل مال اليتيم والفرار من الزحف . الثاني : قال ابن مسعود : افتتحوا سورة النساء ، فكل شيء نهى الله عنه حتى ثلاث وثلاثين آية فهو كبيرة ، ثم قال : مصداق ذلك :{ إن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه } [ النساء : 31 ] الثالث : قال قوم : كل عمد فهو كبيرة . واعلم أن هذه الأقوال ضعيفة .أما الأول : فلأن كل ذنب لا بد وأن يكون متعلق الذم في العاجل والعقاب في الآجل ، فالقول بأن كل ما جاء في القرآن مقرونا بالوعيد فهو كبيرة يقتضي أن يكون كل ذنب كبيرة وقد أبطلناه .وأما الثاني : فهو أيضا ضعيف ، لأن الله تعالى ذكر كثيرا من الكبائر في سائر السور ، ولا معنى لتخصيصها بهذه السورة .وأما الثالث : فضعيف أيضا ، لأنه ان أراد بالعمد أنه ليس بساه عن فعله ، فما هذا حاله هو الذي نهى الله عنه ، فيجب على هذا أن يكون كل ذنب كبيرة وقد أبطلناه ، وان أراد بالعمد أن يفعل المعصية مع العلم بأنها معصية ، فمعلوم أن اليهود والنصارى يكفرون بمحمد صلى الله عليه وسلم وهم لا يعلمون أنه معصية ، وهو مع ذلك كفر كبير ، فبطلت هذه الوجوه الثلاثة . وذكر الشيخ الغزالي رحمه الله في منتخبات كتاب إحياء علوم الدين فصلا طويلا في الفرق بين الكبائر والصغائر فقال : فهذا كله قول من قال : الكبائر تمتاز عن الصغائر بحسب ذواتها وأنفسها .وأما القول الثاني : وهو قول من يقول : الكبائر تمتاز عن الصغائر بحسب اعتبار أحوال فاعليها ، فهؤلاء الذين يقولون : إن لكل طاعة قدرا من الثواب ، ولكل معصية قدرا من العقاب ، فاذا أتى الانسان بطاعة واستحق بها ثوابا ، ثم أتى بمعصية واستحق بها عقابا ، فههنا الحال بين ثواب الطاعة وعقاب المعصية بحسب القسمة","part":1,"page":325},{"id":326,"text":"العقلية يقع على ثلاثة أوجه : أحدها : أن يتعادلا ويتساويا ، وهذا وإن كان محتملا بحسب التقسيم العقلي إلا أنه دل الدليل السمعي على أنه لا يوجد ، لأنه تعالى قال : { فريق فى الجنة وفريق فى السعير } [ الشورى : 7 ] ولو وجد مثل هذا المكلف وجب أن لا يكون في الجنة ولا في السعير .والقسم الثاني : أن يكون ثواب طاعته أزيد من عقاب معصيته ، وحينئذ ينحبط ذلك العقاب بما يساويه من الثواب ، ويفضل من الثواب شيء ، ومثل هذه المعصية هي الصغيرة ، وهذا الانحباط هو المسمى بالتكفير .والقسم الثالث : أن يكون عقاب معصيته أزيد من ثواب طاعته ، وحينئذ ينحبط ذلك الثواب بما يساويه من العقاب ، ويفضل من العقاب شيء ، ومثل هذه المعصية هي الكبيرة ، وهذا الانحباط هو المسمى بالاحباط ، وبهذا الكلام ظهر الفرق بين الكبيرة وبين الصغيرة . وهذا قول جمهور المعتزلة .واعلم أن هذا الكلام مبني علىأصول كلها باطلة عندنا . أولها : أن هذا مبني على أن الطاعة توجب ثوابا والمعصية توجب عقابا ، وذلك باطل لأنا بينا في كثير من مواضع هذا الكتاب أن صدور الفعل عن العبد لا يمكن إلا اذا خلق الله فيه داعية توجب ذلك الفعل ، ومتى كان كذلك امتنع كون الطاعة موجبة للثواب ، وكون المعصية موجبة للعقاب ، وثانيها : أن بتقدير أن يكون الأمر كذلك ، إلا أنا نعلم ببديهة العقل أن من اشتغل بتوحيد الله وتقديسه وخدمته وطاعته سبعين سنة ، فان ثواب مجموع هذه الطاعات الكثيرة في هذه المدة الطويلة أكثر بكثير من عقاب شرب قطرة واحدة من الخمر ، مع أن الأمة مجمعة على أن شرب هذه القطرة من الكبائر ، فان أصروا وقالوا : بل عقاب شرب هذه القطرة أزيد من ثواب التوحيد وجميع الطاعات سبعين سنة فقد أبطلوا على أنفسهم أصلهم ، فانهم يبنون هذه المسائل على قاعدة الحسن والقبح العقليين ، ومن الأمور المتقررة في العقول أن من جعل عقاب هذا القدر من الجناية أزيد من ثواب تلك الطاعات العظيمة فهو","part":1,"page":326},{"id":327,"text":"ظالم ، فان دفعوا حكم العقل في هذا الموضع فقد أبطلوا على أنفسهم القول بتحسين العقل وتقبيحه ، وحينئذ يبطل عليهم كل هذه القواعد ، وثالثها : أن نعم الله تعالى كثيرة وسابقة على طاعات العبيد ، وتلك النعم السابقة موجبة لهذه الطاعات ، فكان أداء الطاعات أداء لما وجب بسبب النعم السابقة ، ومثل هذا لا يوجب في المستقبل شيئا آخر ، وإذا كان كذلك وجب أن لا يكون شيء من الطاعات موجبا للثواب أصلا ، وإذا كان كذلك فكل معصية يؤتى بها فان عقابها يكون أزيد من ثواب فاعلها ، فوجب أن يكون جميع المعاصي كبائر ، وذلك أيضا باطل . ورابعها : أن هذا الكلام مبني على القول بالاحباط ، وقد ذكرنا الوجوه الكثيرة في إبطال القول بالاحباط في سورة البقرة ، فثبت أن هذا الذي ذهبت المعتزلة اليه في الفرق بين الصغيرة والكبيرة قول باطل وبالله التوفيق\r2. Sunde Pati\rTindakan berpegang-pegangan, ciuman adalah dosa kecil, tapi walau gitu harus dihindari. Lihat surat annajmu ayat 32.\rالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلاَّ اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُمْ مِّنَ الأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلاَ تُزَكُّواْ أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى\r(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.\rLihat juga di tafsir showi hal.182 juz 4.. mohon dikoreksi","part":1,"page":327},{"id":328,"text":"الذين يجتنبون كبائر الإثم والفواحش إلا اللمم } هو صغار الذنوب كالنظرة والقبلة واللمسة فهو استثناء منقطع والمعنى لكن اللمم يغفر باجتناب الكبائر { إن ربك واسع المغفرة } بذلك وبقبول التوبة ونزل فيمن كان يقول : صلاتنا صيامنا حجنا : { هو أعلم } أي عالم { بكم إذ أنشأكم من الأرض } أي خلق آباكم آدم من التراب { وإذ أنتم أجنة } جمع جنين { في بطون أمهاتكم فلا تزكوا أنفسكم } لا تمدحوها على سبيل الإعجاب أما على سبيل الإعتراف\rfokus\rالذين يجتنبون كبائر الإثم والفواحش إلا اللمم } هو صغار الذنوب كالنظرة والقبلة واللمسة\r(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil yaitu dosa-dosa kecil seperti melihat,mencium dan pegang-pegangan.\r1316. TIDUR DENGAN TELANJANG BULAT\rPERTANYAAN :\rMan Epunk\rBagaimana Hukumnya Tidur Telanjang bulat ?\rJAWABAN :\r> Ichank Sufi\rMakruh asalkan sendirian dikamar tertutup, bila kemungkinan ada orang lain yang sekiranya ada di kamar/ bisa melihat di dalam kamar maka hukumnya haram karena aurat, mohon koreksinya...!\r> Masaji Antoro\rNambah dikit GAN... Hukum tidur telanjang/bugil makruh dan tergolong perkara yang dapat menyebabkan kefakiran\rوأخرج البزار عن ابن عباس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله ينهاكم عن التعري فاستحيوا من ملائكة الله الذين معكم الكرام الكاتبين الذين لا يفارقونكم إلا عند إحدى ثلاث حاجات : الغائط والجنابة والغسل","part":1,"page":328},{"id":329,"text":"Dari Ibn Abbas ra, ia berkata : Rosulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk telanjang maka meras malulah pada para malaikat Allah yang senantiasa bersama kalian, pada malaikat al-kiraam al-kaatibiin yang tiada berpisah dari kalian kecuali saat tiga kondisi, buang hajat, janabat dan mandi”. (HR. Al-Bazzaar). [ Abdurrahman Bin Kamal jalaluddin as-suyuthi ‘AD-DURR AL-MANTSUUR VIII/448 ].\rDalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim disebutkan :\rوالنوم عريانا.... كل ذلك يورث الفقر\rTidur telanjang... kesemuanya dapat mendatangkan kefakiran. Wallahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/373258816030266/\r1344. FREKUENSI SENGGAMA YANG IDEAL\rPERTANYAAN :\r> Anisa Abida Musawwa\rAssalamu'alaikumssalam wr wb.. Maaf mbah tanya dikit.. Efektifnya berhubgan badan sama suami berapa kali dalam seminggu mbah ?\rJAWABAN :\r> Danar Khalafi\rوللزوج اعرض عن زوجاته بان لايبيت عندهن لان المبيت حقه فلاتركه. ويسن ان لايعظلهن بان يبيت عندهن ويحصنهن كواحدة ليس تحته غيرهافله الاعراض عنها. ويسن ان يعظلها. وادنى درجاتهاان لايخليها كل اربع ليال عن ليلة اعتبارابمن له اربع زوجات\rYang penting 4 hari istri ga di-anggurin\r> Mbah Jenggot II\rTERLALU SERING DAN TERLALU JARANG SAMA2 Ga BAIK. EFEK TERLALU SERING atau Terlalu banyak melakukan intim dapat menyebabkan:\r1, hilangnya gairah atau semangat.\r2, akan melemahkan anggota pembawaan sejak lahir---.\r3, semangatnya badan akan berkurang.\r4, berat untuk menggerakan badan.\r5, lemahnya jantung dan perut.\r6, kurang baik dalam pencernaan, karena itu (pencernaan yang tidak baik) maka darah juga rusak dan lemasnya otot-otot.","part":1,"page":329},{"id":330,"text":"7, mempercepat pikun.\r8, menyebabkan layunya badan.\r9, sedikitnya daging dan darah.\r10, menghilangkan cerahnya wajah.\r11, warna kulit juga akan pucat.\r12, melemahkan penglihatan.\r13, merontokan rambut yang akhirnya akan terjadi kebotakan pada kepala.\r14, mengeringkan darah.\r15, membahayakan urat yang berakibat gemetar.\rEFEK TERLALU JARANG :\rSesungguhnya seorang pemuda yang banyak spermanya, ketika tidak melakukan intim, maka akan berat kepalanya, sedikit syahwatnya. Ketahuilah, ada sebagaian golongan yang mencegah diri mereka sendiri untuk melakukan intim, karena mengikuti pendapat orang falsafah dan yang lainya, maka dinginlah gairahnya, berat untuk bekerja, dan akan mengalami sumpek tanpa ada sebab---, sedikit syahwatnya, dan rusak pencernaan makanannya. Dan saya (Mushonif) melihat seorang laki-laki yang meningggalkan intim, dan sebelum itu ia melakukanya dengan rutin, maka nafsu makannya berkurang, ketika ia makan tidak pernah sampai pada perut (muntah), dan akhirnya menyebabkan lemahnya anggota tubuh. Namun setelah ia kembali melakukan intim, maka semua anggota tubuh menjadi tenang, tidak lagi lemah, dengan waktu yang relatif singkat.\rImam Ar-Rozi berkata: Barang siapa sering melakukan intim lalu meninggalkanya, maka ia akan terserang penyakit ghomri ya saimus yaitu, bengkaknya alat kelamin di sertai penyakit panas pada alat kelaminya, dan ketika penyakit itu datang maka alat kelamin akan telihat memanjang. [ ket : Fatwa Kitab Ruju’i As-Syaikh Ila Shobahin Fil Quwwati ‘Alal Bahi , Hal, 6-7. ].\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/379701458719335/","part":1,"page":330},{"id":331,"text":"1361. SENGGAMA DENGAN MEMBAYANGKAN WAJAH ORANG LAIN\rPERTANYAAN :\rBunda Nina\rAssalamualaikum...titipan maaf kalau vulgar...berdosakah seorang istri bila setiap berhubungan suami istri dia tidak merasakan kepuasan sebelum membayangkan wajah kekasihnya yang dulu, hingga sekarang ??? Karena ini begitu menyiksa...\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rDalam hal ini ulama beda pendapat ada yang mengharamkan ada pula yang tidak sampe haram (tapi tidak baik). Ibnu Hajar di tanya tentang seorang laki-laki yang melakukan intim dengan membayangkan kecantikan wanita lain, apakah haram? Di jawab: sesuai dengan fatwa Abul Qosim, bahwasanya hal it tidak boleh, dan penjelasanya yang lebih gamblang telah di kupas dalam buku biografi Ibnu Subki.\rSedangkan pendapat yang menyatakan tidak dosa adalah pendapat yang kuat, sebab adanya hadits “Sesungguhnya Alloh SWT mengampuni sesuatu yang terbesit dalam hati ummatku, selama tidak diucapkan atau dilakukan”. Dalam hal ini jelas laki-laki tidak melakukan dengan apa yang dibayangkannya.\rSedangkan Al Qodli menguatkan keharaman masalah ini dalam bab puasa, alasan beliau “Sebagaimana dilarangnya melihat sesuatu yang tidak dihalalkan begitu juga diharamkan memikirkanya”, karena berdasarkan firman Alloh SWT “Dan janganlah kalian menyengaja sesuatu yang buruk”. Pada ayat di atas melarang menyengaja perkara yang tidak halal, sebagaimana melarang melihat perkara yang haram. [ Lihat Kitab Fatawi Ibnu Hajar Juz, 4. hal, 87. ].\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/368765489812932/\r1548. CARA BERDZIKIR KETIKA JIMA'\rPERTANYAAN :\rواجه باروو","part":1,"page":331},{"id":332,"text":"Assalamu'allaikum..... Maaf Anggota baru, Penghuni baru mo tanya....Saya bingung di tanya orang (karena tidak punya dasar buat jawab). Bolehkah Setiap gerakan Jima' / setiap rabaan, atau cumbuan bahkan tusukan (dzakar ke farji di iringi dengan sholawat...??? Terima kasih...\rJAWABAN :\rSunde Pati\rفيض القدير - (ج 1 / ص 215)198 - (أحب الأعمال إلى الله أن تموت ولسانك) أي والحال أن لسانك (رطب من ذكر الله) يعني أن تلازم الذكر حتى يحضرك الموت وأنت ذاكر فإن للذكر فوائد جليلة وعوائد جزيلة وتأثيرا عجيبا في انشراح الصدر ونعيم القلب وللغفلة تأثير عجيب في ضد ذلك.قال الطيبي : ورطوبة اللسان عبارة عن سهولة جريانه كما أن يبسه عبارة عن ضده ، ثم إن جريان اللسان حينئذ عبارة عن إدامة الذكر قبل ذلك فكأنه قيل أحب الأعمال إلى الله تعالى مداومة الذكر فهو من أسلوب قوله تعالى * (ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون) * انتهى وقال بعض الصوفية أراد بالرطب عدم الغفلة فإن القلب إذا غفل يبس اللسان.قال الزمخشري : ومن المجاز رطب لساني بذكرك وأصل الرطوبة كما قال ابن سينا كيفية تقتضي سهولة التفرق والإتصال والتشكل وضدها اليبوسة والبلة الرطوبة الغريبة الجارية على ظاهر الجسم والجفاف عدم البلة عما من شأنه أن يبتل انتهى وفي الحديث حث على الذكر حيث علق به حكم الأحبية وكل مؤمن يرغب في ذلك كمال الرغبة ليفوز بهذه المحبة فتتأكد مداومة ذكر الله تعالى في جميع الاحوال لكن يستثنى من الذكر القرآن حال الجنابة بقصده فإنه حرام ويستثنى من عمومه أيضا المجامع وقاضي الحاجة فيكره لهما الذكر اللساني أما القلبي فمستحب على كل حال\rIntinya di sini :\rلكن يستثنى من الذكر القرآن حال الجنابة بقصده فإنه حرام ويستثنى من عمومه أيضا المجامع وقاضي الحاجة فيكره لهما الذكر اللساني أما القلبي فمستحب على كل حال","part":1,"page":332},{"id":333,"text":"Kesimpulannya,berdzikir saat berhubungan badan itu makruh jika diucapkn lisan, tapi kalau dalam hati tetap sunnah. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/400559203300227/\r1614. MENGULANGI SENGGAMA TANPA MANDI DULU SEBELUMNYA\rPERTANYAAN :\rAba Zerra\rAssalamu'alaykum.. mau tanya, bolehkah suami istri (nambah) berhubungan lagi, tapi nambahnya ada jeda 2 sampe 3 jam setelah permainan 1, tapi mereka belum mandi junub.. ibarohnya sekalian ya..hehe..makasih\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Boleh tanpa mandi dulu, tapi Disunnahkan saat hendak mengulangi adegan senggama (tandhuk maning-java-pent) untuk terlebih dahulu menjalankan wudhu dan membasuh kemaluan.\rقال أصحابنا ويكره للجنب أن ينام حتي يتوضأ ويستحب إذا اراد أن يأكل أو يشرب أو يطأ من وطئها أولا أو غيرها أن يتوضأ وضوءه للصلاة ويغسل فرجه في كل هذه الاحوال\rBerkata Para pengikut as-Syafi'i : \"Dimakruhkan bagi orang junub tidur hingga ia wudhu dan disunahkan bila hendak makan atau minum atau menggauli istri yang ia gauli pertama atau lainnya menjalankan wudhu sebagaimana wudhu saat ia hendak shalat dan juga disunahkan membasuh kemaluannya dalam semua keadaan tersebut\". [ Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhaddzab II/156 ].\rYang dimaksud dengan \"wudhu sebagaimana wudhu saat ia hendak shalat\" adalah wudhu yang ia jalankan seperti halnya ia hendak menjalankan shalat dari segi tatacaranya dimulai dari membasuh muka diakhiri membasuh kedua kaki.\rSedangkan niatnya dapat menggunakan niat yang tidak bertentangan dengan keadaan hadats besarnya misalkan boleh baginya niat :\rNAWAITUL WUDHUU-A","part":1,"page":333},{"id":334,"text":"وأما كون الوضوء يستحب لمعاودة الوطء، فلحديث أبي سعيد، قال: قال النبي صلّى الله عليه وسلم : «إذا أتى أحدكم أهله، ثم أراد أن يعاود، فليتوضأ بينهما وضوءاً» (4) وزاد الحاكم: «فإنه أنشط للعود» لكن الغسل لمعاودة الوطء أفضل من الوضوء؛ لأنه أنشط.\r(4) رواه مسلم وابن خزيمة والحاكم (سبل السلام:89/1).\rSedang keberadaan wudhu disunahkan saat hendak mengulang persenggamaan sebab berdasarkan hadits riwayat Abi Sa'id ra, berkata : Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam bersabda \"Saat salah seorang diantara kalian mendatangi istrinya dan berkehendak mengulanginya maka berwudhulah diantara keduanya dengan wudhu yang sempurna\". al-Hakim menambahkan \"Karena yang demikian lebih membuat gairah saat kembali mengulangi adegan intim\". Hanya saja menggunakan sarana mandi saat hendak mengulangi senggama lebih utama ketimbang wudhu karena mandi semakin dapat membuat gairah bertambah. [ Al-Fiqh al-Islaam I/472 ].\r( رخص للجنب إذا أراد أن يأكل أو يشرب أو ينام أن يتوضأ وضوءه للصلاة ) أي الوضوء الشرعي\rDiberikan dispensasi (kemurahan) bagi orang Junub saat hendak makan, minum ataupun tidur melakukakan wudhu sebagaimana wudhu saat ia hendak shalat. Artinya wudhu yang sesuai syariat baik dalam pelaksanaan ataupun saranya. [ Tuhfah al-Ahwaadzy III/190 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/433705993318881/\r1907. HUKUM MENCURI-CURI PANDANG\rPERTANYAAN :\rTarkam Sriatun\rAssalaamu alaikum wr wb. Trimaksh sudah msk grup ini sungguh sangat bermanfaat bwt kta smua, mau tanya gemana hukumnya mencuri2 pandang.\rJAWABAN :\rAbdurrahman As-syafi'i","part":1,"page":334},{"id":335,"text":"Wa'alaikum salam, Mencuri-curi pandang berarti ia berulang-ulang memandang objek tanpa sepengetahuannya.. Biasanya ini dilakukan karena rasa penasaran dan ingin tahu.. padahal hakikatnya perbuatan ini adalah termasuk perbuatan tercela..\rو قيل ليحي عليه السلام وهو لم يكن له ميل الى امر النساء ما بدء الزنا قال النظر للمراة والتمنى للزنا بالقلب و زنا العين من كبار الصغائر و هو يؤدى الى القرب الى الكبيرة الفاحشة و هو زنا الفرج ومن لم يقدر على غض بصره لم يقدر على حفظ فرجه عقود اللجين 16\rNabi Yahya As telah ditanya apakah permulaan dari zina ? Beliau menjawab : memandang perempuan dan ber-angan-angan melakukan zina. Zina mata adalah besar-besarnya dosa kecil, ia akan mendekatkan kepada dosa yang besar yaitu zina farji. Barang siapa yang tidak mampu meredam penglihatannya, maka dia tidak akan mampu menjaga farjinya.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/381991775156970/\r1970. KEMAKRUHAN BERSENGGAMA DI MALAM HARI RAYA ( TAKBIRAN )\rP E R T A N Y A A N :\rKang Fatkhul Q\rNgapunten badhe tanglet mbah, apa hukumnya ML ( Making Love = Jima' = Hubungan suami-istri = Bersenggama = Bersetubuh = Hubungan Intim / Badan ) pada malam hari raya ? kebetulan ini pas malem jum'at .. suwun..\rJ A W A B A N :\r> Abdur Rahman As-syafi'i II\rو ليلة الاضحى على المشهور # كالليلة الاولى من الشهور\rوضف اليها نصف كل شهر # واخر الليالى منه فادر اخبر رحمه الله ان الجماع يمنع فى هذه الليالى الاربعة ؛ ليلة عيد الاضحى لما قيل من ان الجماع فيها يوجب كون الولد سفاكا للدماء....... قرة العيون 66","part":1,"page":335},{"id":336,"text":"Syekh penadhom menjelaskan dalam bait-bait Nadhom tersebut, bahwa terdapat empat malam dimana persetubuhan bersama istrinya tidak diperbolehkan yaitu:\r1. Malam hari raya kurban\r2. Malam pertama disetiap bulan\r3. Malam pertengahan disetiap bulan 4. Malam terahir disetiap bulan\rBeberapa alasannya adalah\r_. Anak akan bertabiat jelek yang senang menumpahkan darah (menjadi pembunuh)\r_. Syetan akan hadir pada persetubuhan yang dilakukan pada malam-malam itu\r_. Anak yang terlahir akan mudah stress atau berakibat gila _. Anak yang lahir akan mengidap penyakit kusta\rLarangan tersebut hanya sebatas makruh tidaklah sampai mengakibatkan keharaman seperti bersetubuh di kala haid,atau nifas. Dan mengenai dampaknya hanya Allah lah yang maha tahu.\r> Umam Zein\rSekedar untuk kelengkapan dokumen, berikut teks utuh dari kitab Qurrotul 'Uyun :\rوليلة الأضحى على المشهور كالليلة الأولى من الشهور\rوضف اليها نصف كل شهر وآخر الليالى منه فآدر\rأخبر رحمه الله أن الجماع يمنع فى هذه الليالى الأربعة ؛ ليلة عيد الأضحى لما قيل من أن الجماع فيها يوجب كون الولد سفاكا للدماء. والليلة الأولى من أول كل شهر, وليلة النصف من كل شهر, والليلة الأخيرة من كل شهر. لقوله عليه الصلاة والسلام لاتجامع رأس ليلة الشهر وفي النصف. وقال الغزالي رحمه الله يكره الجماع في ثلاث ليال من الشهر: الأول, والأخير, والنصف. يقال إن الشياطين يحضرون الجماع في هذه الليالي, ويقال إن الشياطين يجامعون فيها. وروي كراهة ذلك عن علي ومعاوية وأبي هريرة رضي الله عنهم. ويقال إن الجماع في هذه الليالي يورث الجنون في الولد, والله أعلم. لكن المنع في هذه الأربعة بمعنى الكراهة لا التحريم كالحيض والنفاس وضيق الوقت.\r> Ahmad Rifa'i","part":1,"page":336},{"id":337,"text":"Kebetulan sekali saya punya nukilan dari sebuah kitab, bahwa melakukan hubungan badan (jima) pada malam2 tersebut hukumya makruh/karena akan menghasilkan anak cacat.\rPertama: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada permulaan bulan, pertengahan dan akhir bulan. karena hal itu dapat menyebabkan penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya.\rKedua: Wahai Ali, jangan kamu menggauli isterimu sesudah waktu Zhuhur. Karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan anaknya kelak punya ganguan psikologis, jiwanya mudah goncang.\rKetiga: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu sambil berbicara. Karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan kebisuan bagi anak. Dan jangan melihat kemaluan isterinya, karena dapat menyebabkan kebutaan bagi anak\rKeempat: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dengan dorongan syahwat pada wanita lain (membayangkan perempuan lain), karena (jika membuahkan janin) dikhawatirkan memiliki sikap seperti wanita itu dan memiliki gangguan psikologis.\rKelima: Wahai Ali, barangsiapa yang bercumbu dengan isterinya di tempat tidur janganlah sambil membaca Al-Qur'an, karena aku khawatir turun api dari langit lalu membakar keduanya.\rKeenam: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam ‘Idul Fitri, karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan anak memiliki banyak keburukan\r> Ahmad Haidar Muhammad Fadly\rDari kitab fathul izar sptnya ada keterangan mubah tapi konon jika hasil hubungan intim di malam ied, baik fitri maupun ied qurban, anaknya akan memiliki jari lebih dari sepuluh, ada jari yang kembar...\rLINK ASAL :","part":1,"page":337},{"id":338,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/489029334453213/\r2046. MENGGAULI ISTERI DI KAMAR MANDI\rPERTANYAAN :\rRampak Naung\rTitipan : bagaiman hukum melakukan jima' dengan istri dikamar mandi?\rJAWABAN :\rMbah Godek\rفتاوى الشبكة الإسلامية - (ج 5 / ص 4528) وأما الجماع في الحمام فلا مانع منه، ولا كفارة في فعله، ولكنه خلاف الأدب\rAdapun bersenggama dikamar mandi maka hal itu tiada larangan dan tidak dikenakan kafaroh/denda tapi hal ini kurang sopan/khilaful adab FATAWI ASSYABKAH AL-ISLAMIYYAH JUZ 5 HAL 4528\rLINK TERKAIT :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/496020723754074/\r2052. ORAL SEKS DAN DINAMIKANYA\rOleh : Umam Zein\rORAL SEKS DAN DINAMIKANYA\rPENGANTAR\rOral seks adalah aktivitas seksual yang menjadikan alat kelamin lelaki dan wanita sebagai obyek. Baik itu dengan cara mencium, mengecup, menjilat, mengulum, atau mempermainkan alat kelamin pasangannya. Baik dilakukan sebagai aktivitas pemanasan (foreplay) sebelum bersetubuh maupun sebagai sarana seks tersendiri untuk mencapai orgasme.\rDalam istilah kontemporer, oral seks dibahasakan dengan\rالجنس الفموي/الجنس الشفوي/الجماع الفموي\rSeksual / الجنس\rOral seks berupa dua macam, yakni aktivitas menjilat kelamin wanita oleh lelaki (Cunnilingus) dan aktivitas menghisap kelamin lelaki oleh wanita (Fellatio).\rMengenai Cunnilingus (oral seks pada kelamin wanita) disebutkan secara sharih keterangan kebolehannya oleh sejumlah ulama:\r- Zainuddin al-Malaibari:\r( تتمة ) يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها ولو بمص بظرها","part":1,"page":338},{"id":339,"text":"\"Boleh bagi suami menikmati semua jenis aktivitas seks dari istrinya selain pada lingkaran duburnya, meskipun dilakukan dengan menghisap klitorisnya\" (Fathul Mu'in, 3/340).\r- Al-Bahuthi:\rقال القاضي يجوز تقبيل فرج المرأة قبل الجماع\r\"Qadhi Ibnu Muflih berkata: Boleh mencium kelamin isterinya sebelum bersetubuh\" (Kasysyaful Qana', 5/17).\r- Al-Haththab:\rوقد روي عن مالك أنه قال لا بأس أن ينظر إلى الفرج في حال الجماع وزاد في رواية ويلحسه بلسانه\r\"Disebutkan riwayat dari Imam Malik bahwasanya beliau berkata: Tidak apa-apa melihat kemaluan saat bersetubuh. Ditambahkan dalam riwayat lain: Serta menjilat kemaluan tersebut dengan lidahnya.\" (Mawahib al-Jalil, 5/23).\r- Al-Qurthubi:\rوقد قال أصبغ من علمائنا : يجوز له أن يلحسه بلسانه\r\"Ashbagh salah satu ulama [malikiyah] kami berkata: Boleh baginya [suami] menjilatnya [kemaluan istrinya] dengan lidahnya.\" (Tafsir Al-Qurthubi, 12/232).\rSedangkan mengenai Fellatio (oral seks pada kelamin lelaki) disebutkan secara mafhum dari dhabith umum kebolehan semua aktivitas seksual serta pendekatan-pendekatan tekstual dalam beragam literatur klasik:\r- Dalam Fathul Mu'in tentang dhabith umum tamaththu':\r( تتمة ) يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها ولو بمص بظرها\r\"Boleh bagi suami menikmati semua jenis aktivitas seks dari istrinya selain pada lingkaran duburnya, meskipun dilakukan dengan menghisap klitorisnya\" (Fathul Mu'in, 3/340)\rMahallu syahid: 'menikmati semua jenis aktivitas seks dari istrinya.'\r- Dalam Tafsir ath-Thabari tentang obyek umum tamaththtu' dzakar:","part":1,"page":339},{"id":340,"text":"حدثنا تميم قال، أخبرنا إسحاق، عن شريك، عن ليث قال: تذاكرنا عند مجاهد الرجل يلاعب امرأته وهي حائض، قال: اطعن بذكرك حيث شئت فيما بين الفخذين والأليتين والسرة، ما لم يكن في الدبر أو الحيض.\r\"Telah menceritakan kepada kami Tamim, telah mengkhabarkan kepada kami Ishaq, dari Syarik, dari Laits berkata: Kami di sisi Mujahid membicarakan tentang seorang lelaki yang mencumbu istrinya saat Haid. Mujahid berkata; \"Tusukkan alat kelaminmu di manapun yang engkau kehendaki; di antara dua paha, dua pantat, dan pusar. Selama tidak di anus atau saat datang haidh.\" (Tasfir ath-Thabari, 4/380)\rMahallu syahid: 'Tusukkan alat kelaminmu di manapun yang engkau kehendaki.'\r- Dalam Hasyiyah ad-Dasuqi tentang hukum asal mubahnya tubuh istri selama tidak ada ketentuan khusus nash:\rقَوْلُهُ ( فَيَجُوزُ التَّمَتُّعُ بِظَاهِرِهِ ) أَيْ وَلَوْ بِوَضْعِ الذَّكَرِ عليه وَالْمُرَادُ بِظَاهِرِهِ فَمُهُ من خَارِجٍ وما ذَكَرَهُ الشَّارِحُ من جَوَازِ التَّمَتُّعِ بِظَاهِرِ الدُّبُرِ هو الذي ذَكَرَهُ الْبُرْزُلِيُّ قَائِلًا وَوَجْهُهُ عِنْدِي أَنَّهُ كَسَائِرِ جَسَدِ الْمَرْأَةِ وَجَمِيعُهُ مُبَاحٌ إذْ لم يَرِدْ ما يَخُصُّ بَعْضُهُ عن بَعْضٍ بِخِلَافِ بَاطِنِهِ اه","part":1,"page":340},{"id":341,"text":"\"[Diperbolehkan mencumbui pada luar dubur] yakni walau dengan menaruh kemaluan di atasnya. Yang dimaksud dengan luar dubur yaitu mulut dubur dari arah luar tubuh. Pendapat Pensyarah tentang kebolehan mencumbui luar dubur adalah sebagaimana yang dikatakan oleh al-Burzuli, dia berkata: 'Konsepnya, menurutku, bagian luar dubur adalah sebagaimana keseluruhan bagian tubuh wanita, kesemua tubuh wanita diperbolehkan mengingat tidak dijumpai ketentuan khusus nash pada bagian tubuh wanita tertentu, berbeda dengan bagian dalam dubur.' Demikian perkataan al-Burzuli. \" (Hasyiyah ad-Dasuqi, 2/216)\rMahallu syahid: 'Kesemua tubuh wanita diperbolehkan mengingat tidak dijumpai ketentuan khusus nash pada bagian tubuh wanita tertentu'.\r- Dalam al-Inshaf tentang mencium dzakar:\rالثانية: ليس لها استدخال ذكر زوجها وهو نائم بلا إذنه ولها لمسه وتقبيله بشهوة\r\"Tidak berhak bagi istri memasukkan alat kelamin suaminya tanpa seijinnya sementara suami dalam keadaan tidur, namun istri boleh merabanya dan menciumnya dengan syahwat\" (al-Inshaf, 8/27)\r- Dalam al-Mughni li Ibni Qudamah tentang kesunahan foreplay:\rوقد روي عن عمر بن عبد العزيز عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال :لا تواقعها إلا وقد أتاها من الشهوة مثل ما أتاك لكيلا تسبقها بالفراغ\r\"Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz, dari Nabi SAW bahwasanya beliau berkata: Janganlah engkau menyetubuhinya kecuali dia telah bangkit syahwatnya sebagaimana dirimu, agar engkau tidak mendahuluinya dalam klimaks.\" (al-Mughni li Ibnu Qudamah, 8/136)\rPERBANDINGAN","part":1,"page":341},{"id":342,"text":"Berangkat dari kaidah umum para ulama klasik, selanjutnya oral seks dibahas juga oleh sejumlah ulama kontemporer:\r- Ali Jum'ah, Mufti Mesir:\rالسؤال سألني أحدهم عن الحكم الشرعي عن مسألة مص، أو لعق الرجل لفرج المرأة، أو العكس - أجلكم الله - هل هو حرام؟\rالجواب يجوز لكل من الزوجين الاستمتاع من الآخر بكل شئ ما خلا الدبر والحيضة للأحاديث الواردة، انظر ما رواه البخاري (302)، ومسلم (293) وفي الحيض نص قرآني انظر سورة البقرة الآية (222).\r\"Pertanyaan: Seseorang bertanya kepadaku tentang masalah menghisap, atau menelannya lelaki terhadap alat kelamin wanita atau sebaliknya -semoga Allah mengagungkanmu- apakah hal itu diharamkan?\rJawaban: Diperbolehkan bagi suami-istri untuk mencumbui satu sama lain dengan apapun selain pada dubur serta dalam keadaan haidh, berlandaskan sejumlah hadits, lihatlah riwayat Bukhari no. 302, riwayat Muslim no. 293, dan al-Baqarah ayat 222.\"\r- Said Ramadhan al-Buthi, Mufti Suriah:\rما المحرَّمات في الاستمتاع الجنسي بين الزوجين؟\rالعلاقات الجنسية واسعة النطاق ، ولم يحرم إلا أمورًا ضيقة ، وفي هذه النظرة التوسعية دعوة لكل من الرجل والمرأة للاكتفاء بالمعاشرة المباحة ، وترك كل علاقة محرمة ،\rوالمحرم في العلاقة الجنسية بين الزوجين هو الجماع وقت الحيض ، والجماع في الدبر ، وكل استمتاع ثبت ضرره ،لأنه لا ضرر ولا ضرار، وماسوى ذلك فيرجع للعرف وللزوجين على أنه لا يجب إكراه أحد الزوجين للآخر في فعل شيء\rإن الحقَّ المتبادل بين الزوجين ليس خصوص (الجماع) بل عموم ما سمّاه القرآن (الاستمتاع)، وهذا يعني أن لكلٍّ من الزوجين أن يذهب في الاستمتاع بزوجه المذهب الذي يريد، من جماع وغيره.ولا يستثنى من ذلك إلا ثلاثة أمور:\r1ـ الجماع أيام الطَّمث..\r2ـ الجماع في الدبر، أي الإيلاج في الشرج..","part":1,"page":342},{"id":343,"text":"3ـ المداعبات التي ثبت أنها تضرُّ أحد الزوجين أو كليهما، بشهادة أصحاب الاختصاص أي الأطباء.\rأما ما وراء هذه الأمور الثلاثة المحرَّمة، فباقٍ على أصل الإباحة الشرعية...\r\"Apakah yang diharamkan dari percumbuan seksual di antara suami-istri ?\rHubungan seksual luas untuk dibicarakan. Tidak diharamkan kecuali pada beberapa hal saja. Dan dalam bahasan yang luas ini terkandung ajakan bagi suami-istri untuk mencukupkan diri pada pergaulan yang mubah serta meninggalkan hubungan yang diharamkan. Yang diharamkan dari hubungan seksual antara suami-istri yaitu bersetubuh di saat haidh, bersetubuh pada dubur, serta setiap percumbuan yang menimbulkan dampak buruk, sebab ada kaidah 'la dharara wa la dhirar'. Selain yang telah disebutkan maka dikembalikan hukumnya pada 'urf dan suami-istri, mempertimbangkan bahwa tidak diwajibkan untuk memaksa pasangannya melakukan hal itu.\"\r\"Sesungguhnyalah, hak bersama antara suami-istri tidak sebatas pada konteks bersetubuh melainkan terlaku umum pada apa yang dibahasakan al-Qur'an dengan itimta' (percumbuan). Begitulah, yakni tiap suami-istri berhak memilih percumbuan dengan pasangannya dengan pilihan apapun yang ia kehendaki. Dalam konteks persetubuhan ataupun lainnya. Tidak ada pengecualian dalam hal ini selain pada tiga perkara:\r1. Bersetubuh saat haidh.\r2. Bersetubuh pada dubur, yakni penetrasi pada anus.\r3. Aktivitas percumbuan yang menimbulkan dampak buruk bagi salah satu atau keduanya, lewat persaksian pakar di bidangnya (dokter).\rSedangkan selain tiga hal yang diharamkan tersebut maka statusnya tetap pada hukum asal kebolehan syariat.\"","part":1,"page":343},{"id":344,"text":"JAWABAN-JAWABAN\rMenengok pada dinamika opini ilmiah masa kini tentang oral seks, maka terdapat sejumlah pendapat berseberangan yang masih perlu ditinjau ulang. Berikut akan disajikan sejumlah wacana tersebut beserta jawabannya:\rWacana pertama, oral seks adalah tradisi Romawi Kuno dan India kuno. Dengan demikian terjadi tasyabbuh bil kuffar yang diharamkan.\rJawaban : Tidak semua tasyabbuh itu haram. Ibnu Hajar al-'Asqalani menggarisbawahi bahwa tasyabbuh yang diharamkan adalah selain tasyabbuh dalam urusan kebaikan. Sementara oral seks adalah bagian dari pemanasan seksual yang dianjurkan.\r- Dalam Fathul Bari:\rوقال الشيخ أبو محمد بن أبي جمرة نفع الله به ما ملخصه ظاهر اللفظ الزجر عن التشبه في كل شيء لكن عرف من الأدلة الأخرى أن المراد التشبه في الزي وبعض الصفات والحركات ونحوها لا التشبه في أمور الخير\r\"Syekh Abu Muhammad bin Abi Hamzah -semoga Allah memberi kemanfaatan padanya- berkata: Kesimpulan dari dzahir teks nash adalah larangan menyerupai pada setiap sesuatu (dari orang kafir). Akan tetapi dalil-dalil lainnya menunjukkan yang dimaksud menyerupai adalah menyerupai dalam atribut, sebagian sifat-sifat, perilaku, dan semacamnya. Bukan menyerupai dalam urusan kebaikan.\" (Fathul Bari, 13/333)\r- Dalam al-Mughni li Ibni Qudamah:\rوقد روي عن عمر بن عبد العزيز عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال :لا تواقعها إلا وقد أتاها من الشهوة مثل ما أتاك لكيلا تسبقها بالفراغ","part":1,"page":344},{"id":345,"text":"\"Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz, dari Nabi SAW bahwasanya beliau berkata: Janganlah engkau menyetubuhinya kecuali dia telah bangkit syahwatnya sebagaimana dirimu, agar engkau tidak mendahuluinya dalam klimaks.\" (al-Mughni li Ibnu Qudamah, 8/136\rSelain itu pengambilan contoh tradisi era Romawi dan India Kuno juga tidak tepat dikategorikan tasyabbuh. Sebab oral seks umum dijumpai saat ini sehingga menjadi tidak identik dengan peradaban tertentu. Tasyabbuh yang hilang ciri khasnya tidak lagi dinamakan tasyabbuh.\r- Dalam Hasyiyah asy-Syarqawi:\r(قوله والمترجلات) اى المتشبهات بالرجال فى أقوالهن وأحوالهن كلبس الطرابيس إلا إن غلب عرف بلبس ذلك للرجال والنساء كما هو حاصل الآن بمصرى فهو جائز لهن\r\"[Bertingkah kelelakian] yakni sikap menyerupai dengan lelaki dalam ucapan dan keadaan, seperti memakai topi tarbus, kecuali bila penggunaannya sudah merata oleh lelaki dan perempuan sebagaimana yang terjadi di Mesir sekarang maka boleh bagi wanita memakainya.\" (Hasyiyah asy-Syarqawi, 2/430)\rWacana kedua, mulut istri bukanlah tempat yang diperintahkan Allah kepada suami untuk memasukkan kemaluannya.\rJawaban: Klarifikasi atas wacana tersebut bisa diketahui dari telaah dalil yang dijadikan acuan.\rDalil yang dimaksud berasal dari QS. Al-Baqarah ayat 222:\rفَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ\r\"Apabila mereka telah suci, maka datangilah (setubuhilah) mereka itu pada sisi/dari sisi yang diperintahkan Allah kepadamu\"\r1. Telaah pertama: lafazh fa-tuhunna.","part":1,"page":345},{"id":346,"text":"Disebutkan dalam Tafsir al-Jalalain (1/47), Tafsir Munir (1/76), Audhah at-Tafsir (69/44), Aysar at-Tafsir (1/205) dan beragam kitab tafsir lainnya bahwa yang dikehendaki dengan ityan pada fa-tuhunna adalah jima' (bersetubuh). Jima', baik sebagai denotatif ataupun konotatif dari nikah, didefinisikan dengan:\rالنكاح إيلاج ذكر في فرج ليصير بذلك كالشيء الواحد وقال الراغب أصل النكاح العقد ثم استعير للجماع ومحال أن يكون في الأصل للجماع ثم استعير للعقد لأن أسماء الجماع كلها كنايات\r\"Nikah adalah membenamkan dzakar ke dalam farji sehingga seolah-olah menjadi satu kesatuan. Ar-Raghib berkata: Asal pemakaian kata nikah adalah untuk akadnya, lalu dipakai sebagai kiasan dari jima'. Mustahil dikatakan nikah adalah asal dari jima' yang seterusnya dikiaskan pada akadnya, sebab semua nama-nama jima' adalah kiasan.\" (At-Tauqif 'ala Muhimmat at-Ta'arif, 1/710)\rDengan demikian diketahui bahwa maksud kelamin wanita sebagai tempat yang diperintahkan Allah pada suami untuk memasukkan kemaluannya adalah dalam konteks jima' (bersetubuh) bukan bercumbu (istimta').\r2. Telaah kedua: lafazh min haitsu\rWacana kedua itu mengartikan 'min haitsu amarakumullah' sebagai 'fi haitsu amarakumullah' sehingga maknanya: Maka datangilah (setubuhilah) mereka itu pada sisi (dari tempat) yang diperintahkan Allah kepadamu. Tafsiran semacam itu boleh saja, dengan catatan dalam konteks jima' sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, meski sebenarnya ada empat pendapat berbeda tentang tafsir lafazh 'min haitsu':\rقوله تعالى: مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ الله فيه اربعة أقوال.","part":1,"page":346},{"id":347,"text":"أحدها: أن معناه من قبل الطهر لا مِنْ قِبَلِ الْحَيْضِ، قاله ابن عباس، وأبو رزين، وقتادة، والسدي في آخرين.\rوالثاني: أن معناه: فأتوهن من حيث أمركم الله أن: لا تقربوهن فيه، وهو محل الحيض، قاله مجاهد، وقال من نصر هذا القول: إنما قال: أَمَرَكُمُ الله, والمعنى نهاكم لأن النهي أمر بترك المنهي عنه، و من بمعنى في كقوله تعالى يَا?أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُو?ا إِذَا نُودِىَ لِلصلاةِ, الجمعة: 9.\rوالثالث: فأتوهن من قبل التزويج الحلال لا من قبل الفجور، قاله ابن الحنفية.\rوالرابع: أن معناه فاتوهن من الجهات التي يحل أن تقرب فيها المرأة، ولا تقربوهن من حيث لا ينبغي مثل أن كن صائمات، أو معتكفات، أو محرمات، وهذا قول الزجاج، وابن كيسان\r\"Firman Allah: Min haitsu amarakumullah, terdapat empat pendapat mengenai ayat ini :\r1.…Pertama, maknanya adalah dari sisi ketika suci bukan dari sisi ketika haidh, ini pendapat Ibnu 'Abbas, Abu Razin, Qatadah, dan as-Sudi dari generasi terakhir salaf.\r2.…Kedua, bahwasanya maknanya adalah: datangilah di sisi (tempat) yang diperintahkan Allah, bahwasanya janganlah mendekatinya pada tempat itu, yakni tempat darah haidh. Ini pendapat Mujahid. Dikuatkan oleh pernyataan: teks ayat 'amarakumullah' adalah satu konsep dengan larangan kebalikannya, sebab larangan sama juga dengan perintah untuk meninggalkan yang dilarang. Sedangkan 'min' bermakna 'fi' sebagaimana dalam ayat 'Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat di hari Jum'at' (min yaumil jumu'at, pen).\r3.…Ketiga, datangilah dari sisi pernikahan yang halal bukan dari sisi yang tercela. Ini pendapat Abu Hanifah.","part":1,"page":347},{"id":348,"text":"4.…Keempat, bahwasanya maknanya adalah datangilah dari sisi yang dihalalkan untuk mendekati wanita, dan jangan dekati dari sisi yang tidak seharusnya, seperti ketika pereempuan itu berpuasa, i'tikaf, ataupu beribadah ihram. Ini pendapat az-Zujaj dan Ibnu Kaisan.\" (Zad al-Masir, 1/223)\rWacana ketiga, oral seks tidak menghasilkan anak dan tidak sesuai dengan maksud penciptaan syahwat.\rJawaban : Oral seks adalah bagian dari percumbuan (istimta') bukan persetubuhan (jima'). Bahkan pada persetubuhan sekalipun menghasilkan anak tidak disepakati menjadi syarat wajib hubungan suami istri. Antara lain mengambil i'tibar dari kebolehan 'azl (mengeluarkan sperma di luar organ kelamin wanita) yang mana berkonsekuensi persetubuhan yang tidak menghasilkan anak. Disebutkan dalam hadits:\rكُنَّا نَعْزِل عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَنْهَنَا\r\"Kami melakukan 'azl di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu hal itu sampai pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau tidak melarang kami.\" (HR. Muslim)\rوَلَا يَحْرُمُ فِي الزَّوْجَةِ عَلَى الْمَذْهَبِ سَوَاءٌ الْحُرَّةُ وَالْأَمَةُ بِالْإِذْنِ وَغَيْرِهِ\r\"Azl tidak diharamkan menurut qaul madzhab, baik pada perempuan merdeka ataupun hamba sahaya, baik dengan seijinnya maupun tidak.\" (Hasyiyah al-Bujairimi 'ala al-Khatib, 14/278)\rWacana keempat : Oral seks menyerupai perilaku hewan, dimana tasyabbuh dengan tingkah hewan diharamkan sesuai keterangan beberapa hadits.\rJawaban : Koreksi atas wacana tersebut datang dari dua sisi.","part":1,"page":348},{"id":349,"text":"Koreksi pertama, dalil-dalil tasyabbuh dengan hewan tersebut dijumpai dalam konteks shalat, tidak dijumpai qiyas ulama dalam kondisi lainnya.\rDalil-dalil yang dimaksud antara lain:\rعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ وَلَا يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ\r\"Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Seimbangkanlah kalian dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan kedua sikunya sebagaimana anjing membentangkan tangannya.\" (H.R.Bukhari-Muslim)\rعَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ\r\"Dari Jabir bin Samurah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar menemui kami dan bersabda: Mengapa aku melihat kalian mengangkat tangan kalian, seakan-akan ia adalah ekor kuda yang gelisah. Tenanglah kalian di dalam shalat.\" (HR. Muslim)\rعَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَلِيُّ لَا تُقْعِ إِقْعَاءَ الْكَلْبِ\r\"Dari Ali berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Hai Ali, janganlah duduk seperti duduknya anjing (dalam shalat).\" (HR. Ibnu Majah)\rعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَقْرَةِ الْغُرَابِ وَافْتِرَاشِ السَّبُعِ وَأَنْ يُوَطِّنَ الرَّجُلُ الْمَكَانَ فِى الْمَسْجِدِ كَمَا يُوَطِّنُ الْبَعِيرُ.","part":1,"page":349},{"id":350,"text":"Dari Abdurrahman bin Syibli berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang (sujud dengan cepat) seperti burung gagak mematuk dan (menghamparkan lengan ketika sujud) seperti binatang buas yang sedang membentangkan kakinya dan melarang seseorang mengambil lokasi khusus di masjid (untuk ibadahnya) sebagaimana unta menempati tempat berderumnya (berlutut turun dengan kedua kaki depan atau keempat kakinya, pen).\" (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasai, Baihaqi, dan Ibnu Abi Syaibah)\rKomentar Ibnu Daqiq al-'Ied dan Ibnu Hajar al-'Asqalani tentang hadits tersebut:\rوقال ابن دقيق العيد هو ذكر الحكم مقرونا بعلته لأن التشبيه بالأشياء الخسيسة يناسب تركه في الصلاة ذكره السيوطي قال ابن حجر فيكره ذلك لقبح الهيئة المنافية للخشوع والأدب إلا لمن أطال السجود حتى شق عليه اعتماد كفيه فله وضع ساعديه على ركبتيه\r\"Ibnu Daqiq al-'Ied berkata: hadits itu berisi tentang penuturan hukum beserta alasannya. Sebab penyerupaan dengan sesuatu yang rendah bersesuaian untuk ditinggalkan dalam shalat, diungkapkan juga oleh as-Suyuthi. Ibnu Hajar berkomentar bahwa hal itu dimakruhkan sebab merupakan tingkah yang buruk yang meniadakan sifat khusu' dan adab, kecuali pada orang yang panjang sujudnya sehingga kepayahan menyangga dengan kedua telapak tangannya, maka dia boleh meletakkan kedua lengannya pada kedua lututnya\". (Mirqat al-Mafatih syarh Misykat al-Mashabih, 3/425).\rKoreksi kedua, bersetubuh dengan gaya belakang (doggy style) diperbolehkan oleh syariat meski nyata tasyabbuh dengan banyak hewan.\r- Dalam tradisi kaum Anshar","part":1,"page":350},{"id":351,"text":"عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال إِنَّ ابْنَ عُمَرَ وَاللَّهُ يَغْفِرُ لَهُ أَوْهَمَ إِنَّمَا كَانَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُمْ أَهْلُ وَثَنٍ مَعَ هَذَا الْحَيِّ مِنْ يَهُودَ وَهُمْ أَهْلُ كِتَابٍ وَكَانُوا يَرَوْنَ لَهُمْ فَضْلًا عَلَيْهِمْ فِي الْعِلْمِ فَكَانُوا يَقْتَدُونَ بِكَثِيرٍ مِنْ فِعْلِهِمْ وَكَانَ مِنْ أَمْرِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَأْتُوا النِّسَاءَ إِلَّا عَلَى حَرْفٍ وَذَلِكَ أَسْتَرُ مَا تَكُونُ الْمَرْأَةُ فَكَانَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ الْأَنْصَارِ قَدْ أَخَذُوا بِذَلِكَ مِنْ فِعْلِهِمْ وَكَانَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ قُرَيْشٍ يَشْرَحُونَ النِّسَاءَ شَرْحًا مُنْكَرًا وَيَتَلَذَّذُونَ مِنْهُنَّ مُقْبِلَاتٍ وَمُدْبِرَاتٍ وَمُسْتَلْقِيَاتٍ فَلَمَّا قَدِمَ الْمُهَاجِرُونَ الْمَدِينَةَ تَزَوَّجَ رَجُلٌ مِنْهُمْ امْرَأَةً مِنْ الْأَنْصَارِ فَذَهَبَ يَصْنَعُ بِهَا ذَلِكَ فَأَنْكَرَتْهُ عَلَيْهِ وَقَالَتْ إِنَّمَا كُنَّا نُؤْتَى عَلَى حَرْفٍ فَاصْنَعْ ذَلِكَ وَإِلَّا فَاجْتَنِبْنِي حَتَّى شَرِيَ أَمْرُهُمَا فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ } أَيْ مُقْبِلَاتٍ وَمُدْبِرَاتٍ وَمُسْتَلْقِيَاتٍ يَعْنِي بِذَلِكَ مَوْضِعَ الْوَلَدِ","part":1,"page":351},{"id":352,"text":"\"Dari Ibnu Abbas berkata, sesungguhnya Ibnu Umar -semoga Allah mengampuninya- dia telah khilaf, sesungguhnya terdapat sebuah pemukiman Anshar yang merupakan para penyembah berhala, hidup bersama pemukiman Yahudi yang merupakan ahli kitab. Mereka memandang orang-orang yahudi memiliki keutamaan atas mereka dalam hal ilmu. Maka mereka mengikuti kebanyakan perbuatan orang-orang Yahudi. Di antaranya adalah para ahli kitab tidak menggauli isterinya kecuali dengan cara miring berhadapan di mana hal tersebut dipandang lebih menjaga rasa malu seorang wanita.\rKaum Anshar mengambil tradisi tersebut sementara kaum Quraisy menggauli isteri mereka dengan cara yang ditentang (oleh kaum Anshar). Kaum Quraisy bersenang-senang dengan isterinya baik dengan model menghadap, membelakangi, serta terlentang. Kemudian tatkala orang-orang muhajirin datang ke Madinah, salah seorang di antara mereka menikahi wanita anshar. Kemudian dia menggaulinya dengan cara Quraisy itu. Wanita anshar tersebut mengingkarinya dan berkata: Sesungguhnya kami hanya didatangi dengan cara miring berhadapan, lakukan hal itu jika tidak jauhilah aku! Akhirnya tersebarlah permasalahan mereka berdua dan sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lantas Allah 'azza wajalla menurunkan ayat: Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.\rYakni dalam keadaan menghadap, membelakangi, serta terlentang, pada tempat lahirnya anak (farji).\" (HR. Abu Dawud)\r- Dalam perilaku Umar","part":1,"page":352},{"id":353,"text":"عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ قَالَ وَمَا الَّذِي أَهْلَكَكَ قَالَ حَوَّلْتُ رَحْلِيَ الْبَارِحَةَ قَالَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ شَيْئًا قَالَ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَى رَسُولِهِ هَذِهِ الْآيَةَ { نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ } أَقْبِلْ وَأَدْبِرْ وَاتَّقِ الدُّبُرَ وَالْحَيْضَةَ\r\"Dari Ibnu Abbas berkata, Umar bin Khaththab datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: Wahai Rasulullah aku telah binasa. Beliau bertanya: Apa yang membinasakanmu? Umar menjawab: Aku membalik tungganganku (istriku) tadi malam. Ibnu Abbas berkata: Beliau tidak mengatakan apa-apa mengenai hal itu. Ibnu Abbas melanjutkan: Lalu Allah mewahyukan kepada Rasul-Nya ayat ini: Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (Lalu beliau mengatakan): \"Bagaimana saja kamu kehendaki, baik dari depan atau belakang tapi hindarilah dubur dan wanita haidh.\" (HR. Ahmad, Tirmidzi, Thabarani, dan Abu Ya'la)\rWacana kelima, oral seks adalah hal menjijikkan, menyalahi fitrah, tidak beradab, serta mulut yang dipakai untuk berdzikir dan membaca al-Qur'an tidak layak berinteraksi dengan kemaluan sehingga patut diharamkan.","part":1,"page":353},{"id":354,"text":"Jawaban : Argumen tersebut adalah perasaan subyektif manusia yang tidak bisa semata-mata dijadikan dalil. Sifatnya relatif dan bisa berbeda-beda tiap manusia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam enggan menyantap dhab (sejenis reptil arab) sementara Khalid bin Walid memakannya. Gaya persetubuhan dari belakang tadinya dipandang hina oleh kaum wanita Anshar dan Umar namun syariat memperbolehkannya.\rAlasan mulut sebagai tempat berdzikir sehingga tidak layak berinteraksi dengan farji juga tidak cukup dijadikan illat. Mata berguna untuk membaca al-Qur'an namun boleh untuk melihat farji. Tangan yang dipakai untuk bersedekah juga tidak dilarang untuk menyentuh farji.\rWacana keenam, oral seks menimbulkan resiko bermacam penyakit seperti kanker mulut, penyakit kulit, jamur pada kelamin wanita, kanker tenggorokan,hepatitis A/B/C, syphilis, AIDS, dll. Dengan demikian oral seks berimbas pada madharat. Madharat berimbas pada hukum haram.\rJawaban : Resiko penyakit pada oral seks adalah informasi medis, bukan bukti medis.\rPenjelasannya, informasi medis dan bukti medis diistilahkan oleh KH. Arwani Faishal ketika mengomentari madharat rokok. Diungkapkan olehnya bahwa hasil penelitian medis sekarang sangat detail dalam menemukan sekecil apa pun tentang kemudharatan yang kemudian terkesan menjadi lebih besar. Banyak pula makanan dan minuman yang dinyatakan halal, ternyata secara medis dipandang tidak steril untuk dikonsumsi.","part":1,"page":354},{"id":355,"text":"Tangan yang tidak dicuci menurut informasi medis rentan resiko penyakit Flu Singapura, Hepatitis A, Shigellosis (bakteri diare), dan Giardiasis (parasit usus). Sementara dari bukti medis belum diketahui berita masyarakat yang jatuh sakit karena makan tidak cuci tangan.\rDalam bahasa fiqih, dharar yang belum tahaqquq (belum sampai pada taraf bukti medis) tidak akan berimbas pada hukum haram.\rDitegaskan oleh Ibnu Hajar al-Haitami:\rفَهُمْ مُتَّفِقُونَ على أَنَّهُ إنْ تَحَقَّقَ فيه ضَرَرٌ حَرُمَ وَإِلَّا لم يَحْرُمْ\r\"Para ulama sepakat bahwa bila madharat telah terbukti nyata keberadaannya maka diharamkan, bila tidak demikian maka tidak haram.\" (Fatawa al-Kubra, 4/225).\rPerlu diketahui bahwa analisa istinbath hukum dari bahan konsumsi yang madharat setidaknya diproses lewat lima tahapan. Metodologi ini disarikan dari fatwa Ibnu Hajar ketika menjelaskan golongan tumbuhan yang madharat.\r1.…Tahapan pertama, tahaqquq dharar. Yakni hukum dharar mulai digali ketika sifat dhararnya tahaqquq. Bila tidak tahaqquq maka tidak haram, dan bila terbukti tahaqquq maka boleh melangkah ke tahap kedua.\r2.…Tahapan kedua, qath'i dharurat dharar. Yakni menelusuri apakah dharar itu bersifat qath'i darurat lewat pembuktian riset dari orang dengan reputasi adil yang dijamin stabil dihukumi dharar dari masa ke masa. Hal ini mustahil mengingat hasil riset pernyataan madharat tidak ada jaminan untuk tidak berubah di kemudian hari, sehingga melangkah ke tahap ketiga.","part":1,"page":355},{"id":356,"text":"3.…Tahapan ketiga, khabar mutawatir tentang dharar. Yakni menelusuri apakah ada khabar mutawatir tentang madharat tersebut dari golongan yang reputasi adil. Bila ada maka dijadikan pegangan, namun bila timbul dua khabar mutawatir saling bertentangan maka melangkah ke tahap keempat.\r4.…Tahapan keempat, memadukan khabar mutawatir dharar yang bertentangan. Yakni bila dua khabar itu bisa dipadukan maka wajib dipadukan sesuai kaidah ushul, dilakukan dengan mengarahkan khabar adanya dharar pada sebagian kondisi serta khabar tidak adanya dharar pada sebagian kondisi yang lain.\r5.…Tahapan kelima, tarjih khabar dharar. Yakni bila khabar mutawatir itu tidak bisa dipadukan maka kedua khabar berubah statusnya menjadi hukum zhanni. Dalam perspektif dalil zhanni maka boleh mentarjih satu dari dua khabar bertentangan yang dianggap lebih dipercaya, memilih suatu pendapat tersendiri dari orang yang dipercaya (ketika tidak ada pertentangan khabar), atau lewat pembuktian pada diri sendiri atas madharat tersebut.\rBerikut sejumlah kutipan ta'bir terpisah dari fatwa Ibnu Hajar untuk dijadikan acuan:\rTa'bir tahapan pertama:\rفَوَرَاءَ ذلك نَظَرٌ آخَرُ وهو أَنَّ ما يَخْتَلِفُ كَذَلِكَ هل النَّظَرُ فيه إلَى عَوَارِضِهِ اللَّاحِقَةِ له فَيَحْرُمُ على من ضَرَّهُ دُونَ من لم يَضُرَّهُ أو إلَى ذَاتِهِ فَإِنْ كان مُضِرًّا لِذَاتِهِ حَرُمَ مُطْلَقًا وَإِلَّا لم يَحْرُمْ مُطْلَقًا","part":1,"page":356},{"id":357,"text":"\"Di balik semua pentafshilan itu ada sebuah pertimbangan, yakni pada dampak yang berlainan seperti itu, yang dijadikan pertimbangan nanti apakah karena faktor luar yang dijumpai pada benda itu sehingga diharamkan bagi yang terkena madharat saja dan bukan bagi lainnya, atau bisa karena faktor esensi benda itu, bila secara alamiah berbahaya maka diharamkan sedang bila tidak berbahaya maka tidak diharamkan.\" (Fatawa al-Kubra, 4/224)\rفَهُمْ مُتَّفِقُونَ على أَنَّهُ إنْ تَحَقَّقَ فيه ضَرَرٌ حَرُمَ وَإِلَّا لم يَحْرُمْ\r\"Para ulama sepakat bahwa bila madharat telah terbukti nyata keberadaannya maka diharamkan, bila tidak demikian maka tidak haram.\" (Fatawa al-Kubra, 4/225)\rTa'bir tahapan kedua:\rوَبِالضَّرُورَةِ الْقَطْعِيَّةِ الْعِلْمُ بِحَقِيقَةِ هذا النَّبَاتِ مُتَعَسِّرٌ لِأَنَّهُ لَا طَرِيقَ إلَى الْعِلْمِ بها إلَّا خَبَرُ الصَّادِقِ وهو ما يَئِسَ منه إلَى أَنْ يَنْزِلَ عِيسَى على نَبِيِّنَا وَعَلَيْهِ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَأَزْكَى السَّلَامِ أو التَّجْرِبَةُ وَهِيَ مُعْتَذِرَةٌ -إلى أن قال-\rثُمَّ قُلْت له لَا بُدَّ أَنْ تَسْتَنِدَ إلَى حُجَّةٍ لم يَقَعْ فيها تَعَارُضٌ وَلَا نِزَاعٌ وَهِيَ التَّجْرِبَةُ فقال لَا يُمْكِنُنِي لِأَنَّ التَّجْرِبَةَ تَسْتَدْعِي مِزَاجًا وَزَمَانًا وَمَكَانًا مُعْتَدِلَاتٍ وَعَدَالَةَ الْمُجَرِّبِ لِأَنَّهُ يُخْبِرُ عَمَّا يَجِدَهُ من ذلك النَّبَاتِ فَلَا بُدَّ من عَدَالَتِهِ حتى يُقْبَلَ إخْبَارُهُ وَذَلِكَ كُلُّهُ مُتَعَذِّرٌ في هذه الْأَقَالِيمِ لِأَنَّهَا غَيْرُ مُعْتَدِلَةٍ","part":1,"page":357},{"id":358,"text":"\"Sulit mengetahui hakekat dari tumbuhan ini secara hukum dharurat qath'i. Sebab tidak ada jalan untuk sampai pada taraf tahu kecuali dengan khabar dari seorang yang shadiq, yaitu seseorang yang mampu hidup dari masa ia hidup sampai masa turunnya Nabi Isa kelak -'ala nabiyyina wa 'alaihi wa 'ala sairil anbiyai wal mursalin afdhalush shalat wa azkas salam- ataupun dengan percobaan (riset).\rAku katakan padanya: Hal itu wajib disandarkan pada hujjah yang tidak mengenal pertentangan dan perselisihan. Dia berkata: Itu mustahil bagiku, sebab riset percobaan selalu bergejolak seiring waktu dan tempat yang bersesuaian, juga dikarenakan syarat adilnya pelaku riset mengingat dia yang mengkhabarkan penemuan dari tumbuhan itu, sehingga wajib diketahui sifat adilnya agar khabarnya bisa diterima. Semua hal itu mustahil di masa sekarang sebab hasil riset tidaklah stabil\" (Fatawa al-Kubra, 4/224).\rTa'bir tahapan ketiga:\rفَنَتَجَ من هذا كُلِّهِ أَنَّهُ لَا طَرِيقَ لنا إلَى الْعِلْمِ بِحَقِيقَتِهِ إلَّا مُجَرَّدُ الْخَبَرِ الْمُتَوَاتِرِ من مُتَعَاطِيهِ بِمَا يَجِدُونَهُ منه\r\"Bisa disimpulkan dari semua hal tadi (kemustahilan khabar shadiq dan riset) bahwa tidak ada jalan lain mencapai taraf benar-benar tahu selain dengan khabar mutawatir semata dari penemuan orang-orang yang terlibat dengannya.\" (Fatawa al-Kubra, 4/224).\rTa'bir tahapan keempat:","part":1,"page":358},{"id":359,"text":"ولم يَتِمَّ لِمَا عَلِمْت مِمَّا أَشَرْت إلَيْهِ من الْخِلَافِ فيه وَالِاخْتِلَافِ إذْ الْقَائِلُونَ بِالْحِلِّ نَاقِلُونَ عن عَدَدٍ مُتَوَاتِرٍ أَنَّهُ لَا ضَرَرَ فيه بِوَجْهٍ وَالْقَائِلُونَ بِالْحُرْمَةِ نَاقِلُونَ عن عَدَدِ التَّوَاتُرِ أَنَّ فيه آفَاتٍ وَمَفَاسِدَ\rوَغَلَبَ على الظَّنِّ أَنَّ سَبَبَ ذلك الِاخْتِلَافِ أَنَّهُ يَخْتَلِفُ تَأْثِيرُهُ وَعَدَمُ تَأْثِيرِهِ بِاخْتِلَافِ الطِّبَاعِ بِغَلَبَةِ أَحَدِ الْأَخْلَاطِ وَالطَّبَائِعِ الْأَرْبَعِ عليها وَأَنَّهُ لَا يُمْكِنُ التَّوْفِيقُ بين هذه الْأَخْبَارِ الْمُتَنَاقِضَةِ مع عَدَالَةِ قَائِلِهَا وَبَعْدَ كَذِبِهِمْ إلَّا بِأَنْ يُفْرَضَ أَنَّهُ يُؤَثِّرُ في بَعْضِ الْأَبَدَانِ دُونَ بَعْض\rوقد أَمْكَنَ الْجَمْعُ بَيْنَهُمَا بِمَا قَدَّمْتُهُ فَتَعَيَّنَ الْمَصِيرُ إلَيْهِ وَأَنَّهُ يَخْتَلِفُ بِاخْتِلَافِ الطِّبَاعِ إذْ الْقَاعِدَةُ الْأُصُولِيَّةُ أَنَّهُ مَتَى أَمْكَنَ الْجَمْعُ لَا يُعْدَلُ إلَى التَّعَارُضِ\r\"Hujjah dengan khabar mutawatir tidak sempurna diterima sebab dijumpainya khilaf yang telah aku isyaratkan. Kaum yang berkata halal mengutip khabar dari golongan mutawatir bahwa tumbuhan itu tidak madharat, sementara kaum lainnya berkata haram sembari mengutip juga khabar dari golongan mutawatir tentang bahaya dan dampak buruknya.","part":1,"page":359},{"id":360,"text":"Timbul dugaan kuat bahwa perbedaan pendapat itu bermuara dari bahwasanya berdampak atau tidaknya tergantung dari perbedaan watak seseorang yang dipengaruhi oleh dominasi salah satu dari empat elemen tubuh. Tidak dimungkinkan perpaduan pendapat di antara khabar yang bertentangan ini di mana pembawa kabar telah dianggap adil kemudian dianggap berdusta, kecuali dengan membuat ketentuan bahwa efek tumbuhan tersebut berdampak buruk bagi sebagian orang dan tidak bagi lainnya.\rTelah dimungkinkan memadukan dua khabar tadi dengan metode yang kujelaskan, maka kembalilah berpegang pada metode tadi. Dampak buruk itu bisa berbeda tergantung tabiat orangnya, sebab memandang juga kaidah ushul ketika mungkin untuk dipadukan maka tidak boleh beralih pada pertentangan.\" (Fatawa al-Kubra, 4/224)\rTa'bir tahapan kelima:\rوَلَيْسَ هذا أَمْرًا قَطْعِيًّا كما عَلِمْت لِتَطَرُّقِ التُّهَمِ وَالْكَذِبِ إلَى بَعْضِ الْمُخْبِرِينَ عنه بِضَرَرٍ أو عَدَمِهِ وَتَوَاتُرِ الْخَبَرِ في جَانِبٍ مُعَارِضٍ بِتَوَاتُرِهِ في جَانِبٍ آخَرَ بِخِلَافِهِ فَسَقَطَ النَّظَرُ فيه إلَى الْخَبَرِ الْمُتَوَاتِرِ وَوَجَبَ النَّظَرُ فيه إلَى أَنَّهُ تَعَارَضَ فيه أَخْبَارٌ ظَنِّيَّةُ الصِّدْقِ وَالْكَذِبِ","part":1,"page":360},{"id":361,"text":"وَعَلَى فَرْضِ أَنَّهُ لَا يُمْكِنُ الْجَمْعُ بِذَلِكَ لِمَا مَرَّ أَنَّ بَعْضَ الْمُخْبِرِينَ سَلَبَ الضَّرَرَ عن هذا النَّبَاتِ سَلْبًا كُلِّيًّا وَبَعْضُهُمْ أَثْبَتَهُ له إثْبَاتًا كُلِّيًّا فَيَجِبُ الْإِمْعَانُ في تَرْجِيحِ أَحَدِ الْمُخْبِرِينَ بِدَلَائِلَ وَأَمَارَاتٍ بِحَسَبِ اسْتِعْدَادِ الْمُسْتَدِلِّ وَتَضَلُّعِهِ من الْعُلُومِ السَّمْعِيَّةِ وَالنَّظَرِيَّةِ الشَّرْعِيَّةِ وَالْإِلَهِيَّةِ وَهَذَا شَأْنُ كل حَادِثَةٍ لم يَسْبِقْ فيها كَلَامُ الْمُتَقَدِّمِينَ\r\"Hal ini bukan lagi hukum qath'i sebab ada dugaan sifat tercela dan dusta pada sebagian pembawa khabar dharar atau tidaknya tanaman itu, juga sebab munculnya khabar mutawatir di sisi yang berseberangan dengan khabar mutawatir lainnya. Maka tidak berlaku lagi pertimbangan akan khabar mutawatir, yang menjadi ketentuan sekarang adalah pertimbangan akan adanya pertentangan beberapa khabar zhanni yang mungkin benar dan salah.\rDengan berpijak pada ketentuan tidak dimungkinkannya memadukan khabar tersebut, sebab sebagian kalangan menolak dharar pada tanaman itu sepenuhnya dan sebagian lagi menetapkannya, maka wajib teliti dalam mentarjih salah satu khabar dengan mengacu pada sejumlah dalil dan pertanda tertentu, di mana hal itu tergantung pada kualitas gagasan pendapat orang dijadikan dalil serta kematangan dan analisis ilmu syariatnya. Ini adalah konteks yang berlaku pada setiap perkara kontemporer yang tidak dijumpai pendapat ulama mutaqaddimin mengenainya.\" (Fatawa al-Kubra, 4/225).","part":1,"page":361},{"id":362,"text":"والذي يظهر أنه إن عرض له ما يحرمه بالنسبة لمن يضره في عقله أو بدنه فحرام ، كما يحرم العسل على المحرور والطين لمن يضره ، وقد يعرض له ما يبيحه بل يصيره مسنوناً ، كما إذا استعمل للتداوي بقول ثقة أو تجربة نفسه بأنه دواء للعلة التي شرب لها\r\"Pendapat yang jelas, bahwasanya jika didapati padanya dampak yang diharamkan bagi orang yang terkena dampak buruk tersebut pada pikiran atau tubuhnya maka dihukumi haram. Sebagaimana haramnya madu bagi orang yang sakit demam dan haramnya lumpur bagi yang terkena dampak madharatnya. Kadang dijumpai hal yang membuatnya mubah bahkan sunah, sebagaimana ketika dipergunakan untuk berobat berdasarkan keterangan terpercaya atau pengalaman dirinya bahwa itu bisa diminum untuk dijadikan obat.\" (Bughyatul Mustarsyidin: 552).\rLihat keterangan selengkapnya di Fatawa Kubra al-Fiqhiyyah bab al-asyribat wa al-mukhaddirat (minuman dan bahan konsumsi memabukkan) untuk mendapatkan gambaran lebih utuh.\rWacana ketujuh, oral seks bisa membuat madzi tertelan sementara madzi najis dan haram dimakan.","part":1,"page":362},{"id":363,"text":"Jawaban : Analogi yang paling dekat dengan masalah ini adalah pada oral seks Cunnilingus. Sebagaimana dijelaskan di atas, telah disebutkan dalam Fathul Mu'in, Kasysyaful Qana', Mawahibul Jalil, dan beragam kitab lainnya bahwa oral seks kelamin wanita diperbolehkan meskipun sama-sama beresiko menelan madzi. Boleh jadi hal itu karena sifat keluarnya madzi tidak pasti, di samping bisa dimuntahkan. Antara lain mengambil i'tibar dari kesucian dzakar dari rembasan farji (ruthubah farji) dikarenakan sifat keluarnya ruthubah yang tidak bisa dipastikan kapan keluar dari kelamin wanita.\rأَمَّا الرُّطُوبَةُ الْخَارِجَةُ مِنْ الْبَاطِنِ فَنَجِسَةٌ مُطْلَقًا وَإِنَّمَا قُلْنَا بِطَهَارَةِ ذَكَرِ الْمُجَامِعِ وَنَحْوِهِ ؛ لِأَنَّا لَا نَقْطَعُ بِخُرُوجِهَا\r\"Sedangkan rembasan yang keluar dari dalam farji maka mutlak najis, sedangkan mengenai pendapat kami tentang sucinya dzakar orang yang bersetubuh dan sebagainya maka hal itu dikarenakan kami tidak bisa memastikan keluarnya rembasan farji itu.\" (Syarhul Bahjah al-Wardiyyah, 1/149)\rWacana kedelapan, oral seks makruh ketika terjadi inzal (keluar mani) disamping faktor menjijikkannya.\rJawaban : Wacana ini cukup bagus. Posibilitas makruh dari sisi inzal, yakni dari tinjauan hukum 'azl, bisa dipahami. Namun tambahan 'illat jijik yang dikombinasi dengan tiadanya nash sharih bukan merupakan illat yang kuat sebagaimana dijelaskan sebelumnya.\rPernyataan ini dilontarkan oleh salah seorang tokoh Mesir dengan kutipan ucapannya:","part":1,"page":363},{"id":364,"text":"أما إذا كان القصد منه الإنزال فهذا الذي يمكن أن يكون فيه شيء من الكراهة، ولا أستطيع أن أقول الحرمة لأنه لا يوجد دليل على التحريم القاطع، فهذا ليس موضع قذر مثل الدبر، ولم يجئ فيه نص معين إنما هذا شيء يستقذره الإنسان\r\"Adapun ketika oral seks ditujukan sebagai inzal maka dimungkinkan hukum makruhnya. Aku tidak mampu mengatakan haram sebab tidak ada dalil yang menegaskan keharamannya, oral seks juga bukan pada tempat yang kotor seperti dubur, tidak ditemukan nash spesifik tentang oral seks hanya saja ini termasuk perkara yang dianggap jijik oleh manusia.\"\rPENUTUP\rOral seks secara dzatiahnya dihukumi mubah, mengingat tidak ada ketentuan khusus nash tentang hal itu sehingga dikembalikan pada hukum mubahnya.\rNamun oral seks dilihat dari amrun 'aridh (faktor eksternal) bisa menjadi makruh ketika :\r- Dilakukan dengan mata terbuka, sebab ada pendapat yang masyhur tentang makruhnya melihat farji (kelamin lelaki dan wanita).\r( وَلِلزَّوْجِ ) وَالسَّيِّدِ فِي حَالِ الْحَيَاةِ ( النَّظَرُ إلَى كُلِّ بَدَنِهَا ) أَيْ الزَّوْجَةِ وَالْمَمْلُوكَةِ الَّتِي تَحِلُّ وَعَكْسُهُ ، وَإِنْ مَنَعَهَا كَمَا اقْتَضَاهُ إطْلَاقُهُمْ ، وَإِنْ بَحَثَ الزَّرْكَشِيُّ مَنْعَهَا إذَا مَنَعَهَا وَلَوْ الْفَرْجَ لَكِنْ مَعَ الْكَرَاهَةِ وَلَوْ حَالَةَ الْجِمَاعِ","part":1,"page":364},{"id":365,"text":"\"[Boleh bagi suami] juga bagi majikan hamba sahaya di masa hidupnya [melihat setiap badan wanita] istrinya dan sahayanya yang mana dihalalkan serta diperbolehkan juga sebaliknya, meskipun suami/majikan itu tidak berkenan [auratnya dilihat oleh wanita, pen] sebagaimana penjelasan general para ulama, meskipun imam az-Zarkasyi membahas tentang larangannya ketika pihak lelaki tidak memperkenankan, meskipun melihat pada farji namun disertai hukum makruh meskpun saat bersetubuh.\" (Tuhfatul Muhtaj, 29/281).\r- Dilakukan sampai inzal (keluar mani), sebab akan terhukumi sebagaimana 'azl yang juga masyhur hukum makruhnya.\rويكره بنحو يدها كتمكينها من العبث بذكره حتى ينزل لأنه في معنى العزل\r\"Dimakruhkan istimna dengan tangan istrinya, sebagaimana dimakruhkan memperkenankan istrinya bermain-main dengan dzakarnya sampai keluar mani, sebab hal disamakan konteksnya dengan 'azl.\" (Fathul Mu'in, 4/143).\rSeyogyanyalah setiap aktivitas yang berkaitan dengan alat kelamin untuk dibasuh setelahnya ketika hal itu dilakukan sampai terjadinya orgasme (inzal), baik pada mulut ataupun alat kelamin itu sendiri, sebagai sikap kehati-hatian atas peluang keluarnya madzi yang mengiringi mani.\rفَلْيَغْسِلْ ما أَصَابَهُ منه وَإِنْ لم نَحْكُمْ بِنَجَاسَتِهِ احْتِيَاطًا رِعَايَةً لِلْغَالِبِ الذي ذَكَرَهُ من سَبْقِ الْمَذْيِ النَّجِسِ لِلْمَنِيِّ الذي يَعْقُبُهُ","part":1,"page":365},{"id":366,"text":"\"Maka basuhlah apa yang bersentuhan dengan dzakar meskipun ketika kita tidak menghukuminya najis, sebagai sikap hati-hati dan bentuk antisipasi atas umumnya peristiwa yang telah dituturkan mengenai madzi yang keluar mendahului mani.\" (Fatawa Kubra, 1/42). Wallahu subhanahu wata'ala a'lam.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/488262947863185/","part":1,"page":366}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (36)","lvl":1,"sub":0}]}