{"pages":[{"id":1,"text":"1921. TAFSIR QS AD-DHUHA 11 : MENCERITAKAN NIKMAT ?\rPERTANYAAN :\rAhmed El Manaki\rAssalamu 'alaikum.. Tolong dong jelas kan tafsir ayat terahir suroh wadhdhuda.. Intinya.. Apa itu tahaduts bi ni'mat.. Bagaimana cara mengamalkannya, apa syarat-syaratnya, dst.. Makasih seblum dan sesudah nya.. Maaf ngerepotin.. Hehe\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Dengan mensyukurinya, mensiarkannya, menampakkan hasilnya serta mengaplikasikannya dalam amaliyah yang nyata.\r{وأمَّا بنعمةِ ربك فحدِّث} بشكرها وإشاعتها وإظهار آثارها ، يرد ما أفاضه الله تعالى عليه من فنون النعم ، التي من جملتها المعدودة والموعودة ، والنبوة التي آتاه الله تأتي على جميع النِعم ، ويَدخل في النِعم تعلُّم العلم والقرآن ، وفي الحديث عنه صلى الله عليه وسلم : \" التحدُّث بالنِعَم شكر \" ولذلك كان بعض السلف يقول : لقد أعطاني الله كذا ، ولقد صلَّيتُ البارحة كذا ، وهذا إنما يجوز إذا ذكره على وجه الشكر ، أو ليُقتدى به ، فأمّا على وجه الفخر والرياء فلا يجوز. هـ.","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"(“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya” QS. 93:11) Dengan mensyukurinya, mensiarkannya dan menampakkan hasilnya dengan menjalankan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah padanya, dan tergolong dalam nikmat Allah adalah belajar ilmu dan al-Quran... ... Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda \"Menyebut-menyebut nikmat adalah syukur\", oleh karenanya sebagian ulama Salaf berkata : \"Allah memberiku begini, kemarin aku telah menjalankan shalat sekian\". Yang demikian diperbolehkan bila bertujuan untuk bersyukur atau agar dapat dianut oleh orang lain sedang bila bertujuan riya', sombong dan pamer maka tidak boleh. [ Al-Bahr al-Madiid VIII/489 ].\r{وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ} أنه يجوز للإنسان أن يفتخر بطاعاته ومحاسن أخلاقه إذا كان يظن أن غيره يقتدي به، فثبت أن مطلق التكاثر ليس بمذموم، بل التكاثر في العلم والطاعة والأخلاق الحميدة، هو المحمود، وهو أصل الخيرات\r(“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya” QS. 93:11) Sesungguhnya diperbolehkan bagi seseorang menyebut-nyebut kataatannya, kebaikan-kebaikan perilakunya bila ia menduga bahwa orang lain akan meneladaninya, dengan demikian tidak setiap bermegah-megahan itu tercela, bermegah-megahan dibidang ilmu, ketaatan dan perilaku-perilaku yang baik sangat terpuji karena ia adalah sumber dari segala kebaikan... [ Tafsiir Fakhr ar-Rozi 32/227 ].\rDalam Tafsiir al-Maraghi lebih diperjelas bahwa menyebut nikmat duniawi dengan memberikannya pada orang lain,...","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"(وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ) أي أوسع فى البذل على الفقراء بمالك ، وأفض من نعمه الأخرى على طالبيها ، وليس المراد مجرد ذكر الثروة والإفاضة فى حديثها ، فإن ذلك ليس من كرم الأخلاق فى شىء.\r(“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya” QS. 93:11) Artinya perbanyak memberi pada orang fakirdengan hartamu, limpahkan nikmat-nikmat ukhrawi pada penuntutnya, bukan yang dimaksud hanya sekedar menyebut-nyebut kekayaan dan anugerah dalam pembicaraannya karena yang demikian bukanlah tergolong suatu akhlak yang mulia. [ Tafsiir al-Maraaghi 30/187 ].\r{وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ} والكتمان كفران النعمة ، وقد ذم الله عز وجل من كتم ما آتاه الله عز وجل وقرنه بالبخل فقال تعالى: {الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَـ?ـاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ??} وقال صلى الله عليه وسلم: «إِذَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً أَحَبَّ أَنْ تُرَى نِعْمَتُهُ عَلَيْهِ»، وأعطى رجل بعض الصالحين شيئاً في السر فرفع به يده وقال: هذا من الدنيا والعلانية فيها أفضل والسر في أمور الآخرة أفضل. ولذلك قال بعضهم: إذا أعطيت في الملأ فخذ ثم اردد في السر والشكر فيه محثوث عليه. قال صلى الله عليه وسلم: «مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ»","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"(“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya” QS. 93:11) Menyembunyikan artinya menkufuri nikmat, Allah sangat mencela orang yang menyembunyikan apa yang telah Allah berikan dan menghubungkannya dengan kata kikir, Allah berfirman : “ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka.” *QS. 4:37). Nabi SAW bersabda : “Saat Allah memberi nikmat pada seorang hamba, Dia lebih suka bila nikmat tersebut dilihat dariNya”.\rSebagian Ulama Shalih diberikan sesuatu oleh orang dia mengangkat tangannya seraya berkata “Yang ini bagian dari duniawi maka menampakkannya lebih utama, sedang menyembunyikan urusan-urusan akhirat lebih utama”. Karenya sebagian Ulama berkata “Bila engkau diberikan sesuatu dalam sebuah perkumpulan maka ambilah kemudian kembalikanlah saat dalam kondisi sendirian, dan mensyukurinya sangat dianjurkan”. Nabi SAW bersabda “barangsiapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) pada orang-orang, ia pun tidak akan dapat bersyukur pada Allah ‘Azza Wa Jalla”. [ Ihyaa’ ‘Uluum ad-Diin I/206 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/478707355485411/\r2216. MAKSUD SYAJAROH MAL'UNAH (POHON TERKUTUK, AL-ISRA:60)\rPERTANYAAN :\rKabeh Tinakdir Saking Pengeran\rAssalamu'alaiku m, saya mau tanya apa yang dimaksud al syajarah al Mal’unah (pohon kayu terkutuk) pada Surat Al Isra ayat 60....\rSantri Cerdas","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Maaf pertanyaan tambahan mungkin tidak terlalu penting, apakah pohon terkutuk itu, pohon yang berdosa lalu masuk neraka, atau memang asesoris neraka untuk menyiksa manusia...?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rWa alaikum salam\rوَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا\rDan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: \"Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.\" Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.\rDalam kitab attibyan tafsir ghoribul qur'an hal 267 yang dimaksud pohon yang terkutuk adalah pohon zaqqum\rالتبيان تفسير غريب القرآن (ص: 267) الشجرة الملعونة في القرآن أي شجرة الزقوم\rDalam kitab almuharror alwajiz fitafsiril kitabil aziz juz 5 hal 67 menjelaskan,pohon zaqqum adalah pohon yang terkutuk yang tertera dalam alqur'an,yaitu pohon yang tumbuh didasar neraka jahannam,seakan2 sperti kepala2 syetan\rالمحرر الوجيز في تفسير الكتاب العزيز (5/ 67) و \" شجرت الزقوم \" هي الشجرة الملعونة في القرآن وهي تنبت في أصل الحجيم وهي التي طلعها كانه رؤوس الشياطين\rItu pohon yang tumbuh didalam neraka,,bisa dibilang asesoris neraka,karena nabi waktu isro' mi'roj melihat surga dan neraka,dan didalam neraka ada pohon itu.","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"تفسير ابن كثير (5/ 92) وأما \"الشجرة الملعونة\"، فهي شجرة الزقوم، كما أخبرهم رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه رأى الجنة والنار، ورأى شجرة الزقوم، فكذبوا بذلك حتى قال أبو جهل لعنه الله [بقوله] (7) هاتوا لنا تمرًا وزبدًا، وجعل يأكل هذا بهذا ويقول: تَزَقَّموا، فلا نعلم الزقوم غير هذا\rIni ibaroh penguat bahwa pohon terkutuk adalah zaqqum,yaitu pohon yang tumbuh didasar neraka :\rالتحرير والتنوير ـ الطبعة التونسية (15/ 147)\rوالشجرة ( عطف على الرؤيا ، أي ما جعلنا ذكر الشجرة الملعونة في القرآن إلا فتنة للناس . وهذا إشارة إلى قوله تعالى : ( إنها شجرة تخرج في أصل الجحيم طلعها كأنه رؤوس الشياطين فإنهم لآكلون منها فمالئون منها البطون في سورة الصافات ( 64 66 ) ، وقوله : إن شجرة الزقوم طعام الأثيم الآية في سورة الدخان ( 43 44 ) ، وقوله : إنكم أيها الضالون المكذبون لآكلون من شجر من زقوم في سورة الواقعة ( 51 52 ) .\rروي أن أبا جهل قال : زعم صاحبكم أن نار جهنم تحرق الحجر ؛ ثم يقول بأن في النار شجرة لا تحرقها النار . وجهلوا أن الله يخلق في النار شجرة لا تأكلها النار . وهذا مروي عن ابن عباس وأصحابه في أسباب النزول ( للواحدي و ( تفسير الطبري ) . وروي أن ابن الزبعرى قال : الزقوم التمر بالزبد بلغة اليمن ، وأن أبا جهل أمر جارية فأحضرت تمراً وزبداً وقال لأصحابه : تمزقوا . فعلى هذا التأويل فالمعنى : أن شجرة الزقوم سبب فتنة مكفرهم وانصرافهم عن الإيمان . ويتعين أن يكون معنى جعل شجرة الزّقوم فتنة على هذا الوجه أن ذكرها كان سببَ فتنة بحذف مضاف وهو ذكر بقرينة قوله : ( الملعونة في القرآن ( لأن ما وصفت به في آيات القرآن لعْن لها\r> Harsono Ahmad\rواذ قلنا لك ان ربك أحاط باالناس وما جعلنا الرؤيا التي أريناك الا فتنة للناس والشجرة الملعونة فى القرآن ونخوفهم فما يزيدهم الا طغيانا كبيرا","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"Dan { ingatlah } ketika Kami wahyukan kepadamu,\" Sungguh ,{ ilmu } Tuhanmu meliputi seluruh manusia.\" Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan { begitu pula } pohon yang terkutuk dalam Al-Qur' an. Dan kami menakut-nakuti mereka,tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.\rألشجرة الملعونة , قبيلة , وسميت ملعونة لضررها, وكل ضار عند العرب ملعون.\rغرائب التفسير 1\\ 632 ألقرطبي 10 \\ 286\rSyajarah mal 'unah itu adalah Qabilah.di namai mal 'unah karena berbahaya.dan setiap yang berbahaya bagi mereka itu mal 'un. [..berbangga-bangga dengan Qabilahnya.]\rWallaahu a'lamu bishshawaab..\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/533700816652731\r2374. TAFSIR QS.AL-INSYIROH 6 : KESULITAN ITU BESERTA KEMUDAHAN\rPERTANYAAN :\rRofiq Murtaji\rAssalamualaikum.. mau nanya, boleh kan! mohon ditafsirkan ayat inna ma'al 'usri yusroo..apakah bersamaan dengan penciptaan kesulitan diciptakan kemudahan, apa ma'a dis ini dima'nai ba'da.\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rWa alaikum salam, maksudnya contohnya seperti dengan kadar susah maka akan menemukan lapang,dengan kadar hina nanti akan menemukan mulya DLL jika memang tetap disisi Allah..\rالبحر المديد (6/ 284)الإشارة : البشارة الكبيرة ، والبركة العظيمة ، إنما تقع في الغالب بعد الامتحان الكبير ، فبقدر الامتحان يكون الامتكان ، وبقدر الجلال يعظم الجمال ، فإنَّ مع العسر يُسراً. فبقدر الفقر يعقب الغنى ، وبقدر الذل يعقب العز ، إن كان في جانب الله","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Menurut ibnu abbas,Allah itu menciptakan 1 kerepotan dan 2 kemudahan dan 1 kerepotan itu tidak bisa mengalahkan 2 kemudahanyang namanya al-usru/ repot yaitu kesulitan untuk menemukan sesuatu yang dicari dan sulitnya menjangkau apa yang diharapkansedangkan yang namanya al-yusru/ mudah yaitu mudahnya menghasilkan sesuatu yang di suka tanpa ada kerepotan\rالتحرير والتنوير ـ الطبعة التونسية (30/ 415)وروي عن ابن عباس : يقول الله تعالى خلقت عسراً واحداً وخلقت يسرين ولن يغلب عسر يسرين ا هـ .والعسر : المشقة في تحصيل المرغوب والعمللِ المقصود .واليسر ضده وهو : سهولة تحصيل المرغوب وعدم التعب فيه .وجملة : ( إن مع العسر يسراً ( مؤكدة لجملة : ( فإن مع العسر يسراً ( وفائدة هذا التأكيد تحقيق اطراد هذا الوعد وتعميمه لأنه خبر عجيب\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/589833431039469/\r2411. TAFSIR ALQUR'AN MAKNA DEKATNYA ALLOH [QS.AL-QOOF : 16-18 ]\rPERTANYAAN :\rAhmad Manggus\rAssalaikum warohmatuloh hiwabarokatuh .. Alloh itu dekat sedekat urat lehermu..berarti di setiap manusia dekat yang saya tanyakan apanya yang dekat..?\rJAWABAN :\rTimur Lenk\rMakna dekatnya Allah Allah tidak di sifati dengan jauh dan dekat karena Allah ada tanpa arah dan tempat , adapun ayat-ayat Al-Qur an yang menerangkan bahwa Allah dekat maka maknanya adalah kedekatan Ilmu bukan kedekatan jarak. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur an surat Qoof ayat 16-18 :","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16)إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17)مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18)16.\rDan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,\r(16) (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.\r(17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.\r(18) Kedekatan Allah dengan makhluknya bukan dekatnya jarak karena Allah tidak berarah dan tidak bertempat sehingga tidaklah mungkin kedekatanNya dari makhlukNya adalah kedekatan jarak , namun kedekatanNya dari makhlukNya adalah kedekatan dengan Ilmu (mengetahui) dan dengan qudroh (menguasai).\rReferensi :\r1. Tafsir Al-Jami' li ahkam al-Qur an Imam Al-Qurthubiy\rونحن أقرب إليه من حبل الوريد هو حبل العاتق وهو ممتد من ناحية حلقه إلى عاتقه، وهما وريدان عن يمين وشمال وهذا تمثيل للقرب، أي نحن أقرب إليه من حبل وريده الذي هو منه وليس على وجه قرب المسافة، وقيل أي ونحن أملك به من حبل الوريد الذي هو من نفسه لأنه عرق يخالط القلب، فعلم الرب أقرب إليه من علم القلب، وهذا القرب قرب العلم والقدرة، وأبعاض الإنسان يحجب البعض البعض ولا يحجب علم الله شيء.والله أعلم\r2. Tafsir Munir Syaikh Nawawi al-Jawi surat Qoof ayat 16 ,17 dan 18","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ وَنَعْلَمُ ما تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ أي ما يخطر بباله، وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) أي ونحن أقرب إلى الإنسان من العرق الذي يجري فيه الدم، ويصل إلى كل جزء من أجزاء البدن بعلمنا بحاله، وبنفوذ قدرتنا فيه يجري فيه أمرنا كما يجري الدم في عروقه إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمالِ قَعِيدٌ (17) ف «إذ» منصوب بأقرب، أي فالله أقرب إلى الإنسان من عرقه المخالط له في وقت أخذ الملكين الحافظين منه قوله وفعله، فلهما عن اليمين مقاعد وعن الشمال مقاعد. وفي هذا إشارة إلى أن المكلف غير متروك سدى. ويقال:وقت ما يتلقاه المتلقيان يكون عن يمينه وعن شماله قعيد، فالملتقيان على هذا الوجه هما الملكان اللذان يأخذان روحه من ملك الموت، أحدهما يأخذ أرواح الصالحين وينقلها إلى السرور إلى يوم النشور، والآخر يأخذ أرواح الطالحين وينقلها إلى الثبور إلى يوم النشر من القبور، أي فهذان الملكان ينزلان إلى الإنسان وعنده ملكانكاتبان لأعماله، قاعدن عن يمينه وشماله فوقت تلقيهما إياهما يسألانهما عن أيّ النوعين كان هذا الإنسان، فإن كان من الصالحين يأخذ روحه ملك السرور ويرجع إلى الملك الآخر مسرورا، وإن كان من الطالحين يأخذها ملك العذاب ويرجع إلى الآخر محزونا. ما يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ أي ما يرمي الإنسان المكلف به من فيه من خير أو شر، إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18) أي إلّا لديه ملك يحفظ قوله ويكتبه، وملك يهيئ لكتابة ما أمر به من الخير أو الشر، فكل من كاتب الحسنات وكاتب السيئات يقال له: رقيب عتيد.وقرئ «ما يلفظ» على البناء للمفعول\r3. Tafsir mafatih al-goib / tafsir Al-Kabir Imam Fakhruddin ar-Rozi","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16)وَقَوْلُهُ تَعَالَى: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ فِيهِ وَجْهَانِ: أَحَدُهُمَا: أَنْ يَكُونَ ابْتِدَاءَ اسْتِدْلَالٍ بِخَلْقِ الْإِنْسَانِ، وهذا على قولنا أَفَعَيِينا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ [ق: 15] مَعْنَاهُ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَثَانِيهِمَا: أَنْ يَكُونَ تَتْمِيمَ بَيَانِ خَلْقِ الْإِنْسَانِ، وَعَلَى هَذَا قَوْلُنَا (الْخَلْقُ الْأَوَّلُ) هُوَ خَلْقُ الْإِنْسَانِ أَوَّلَ مَرَّةٍ، وَيُحْتَمَلُ أَنْ يُقَالَ هُوَ تَنْبِيهٌ عَلَى أَمْرٍ يُوجِبُ عَوْدَهُمْ عَنْ مَقَالِهِمْ، وَبَيَانُهُ أَنَّهُ تَعَالَى لَمَّا قَالَ: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ كَانَ ذَلِكَ إِشَارَةً إِلَى أَنَّهُ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَافِيَةٌ وَيَعْلَمُ ذَوَاتَ صُدُورِهِمْ.وَقَوْلُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ.بَيَانٌ لِكَمَالِ عِلْمِهِ، وَالْوَرِيدُ الْعِرْقُ الَّذِي هُوَ مَجْرَى الدَّمِ يَجْرِي فِيهِ وَيَصِلُ إِلَى كُلِّ جُزْءٍ مِنْ أَجْزَاءِ الْبَدَنِ وَاللَّهُ أَقْرَبُ مِنْ ذَلِكَ بِعِلْمِهِ، لِأَنَّ الْعِرْقَ تَحْجُبُهُ أَجْزَاءُ اللَّحْمِ وَيَخْفَى عَنْهُ، وَعِلْمُ اللَّهِ تَعَالَى/ لَا يُحْجَبُ عَنْهُ شَيْءٌ، وَيُحْتَمَلُ أَنْ يُقَالَ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ بِتَفَرُّدِ قُدْرَتِنَا فِيهِ يَجْرِي فِيهِ أَمْرُنَا كَمَا يَجْرِي الدَّمُ فِي عروقه.\r4. Tafsir Madarik an-tanzil wa haqoiq at-ta'wil Imam An-Nasafi","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16){وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنسان وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ} الوسوسة الصوت الخفي ووسوسة النفس ما يخطر ببال الإنسان ويهجس في ضميره من حديث النفس والباء مثلها في قوله صوت بكذا {وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ} المراد قرب علمه منه {مِنْ حَبْلِ الوريد} هو مثل في فرط القر والوريد عرق في باطن العنق والحبل العرق والإضافة للبيان كقولهم بعير سانية\r5. Tafsir Khozin / Lubab at-ta'wil\rقوله عز وجل: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ وَنَعْلَمُ ما تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ أي ما يحدث به قلبه فلا تخفى علينا سرائره وضمائره وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ بيان لكمال علمه أي نحن أعلم به منه والوليد العرق الذي يجري فيه الدم ويصل إلى كل جزء من أجزاء البدن وهو بين الحلقوم والعلباوين ومعنى الآية أن أجزاء الإنسان وأبعاضه يحجب بعضها بعضا ولا يحجب عن علم الله شيء. وقيل: يحتمل أن يكون المعنى ونحن أقرب إليه بنفوذ قدرتنا فيه ويجري فيه أمرنا كما يجري الدم في عروقه\r6. Tafsir Jalalain\r{وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَان وَنَعْلَم} حَال بِتَقْدِيرِ نَحْنُ {مَا} مَصْدَرِيَّة {تُوَسْوِس} تُحَدِّث {بِهِ} الْبَاء زَائِدَة أو للتعدية والضمير للإنسان {نفسه وَنَحْنُ أَقْرَب إلَيْهِ} بِالْعِلْمِ {مِنْ حَبْل الْوَرِيد}\rالْإِضَافَة لِلْبَيَانِ وَالْوَرِيدَانِ عِرْقَانِ بِصَفْحَتَيْ\rNambah sedikit\rقال الإمام أبو عبد الله محمد بن عمر بن الحسن بن الحسين التيمي الرازي الملقب بفخر الدين الرازي (المتوفى: 606هـ) في تفسيره مفاتيح الغيب :\rوَالْقُرْبُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لَا يَكُونُ بِالْمَكَانِ وَالْجِهَةِ بَلْ بالدرجة والمنزلة","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Berkata Al-Imam Abu 'Abdillah Muhammad bin 'Umar bin Al-Hasan bin Al-Husain At-Taimiy Ar-Roziy yang terkenal dengan sebutan Al-Imam Fakhruddin Ar-Roziy (wafat th 606 H) dalam menafsiri Surat Al-Baqoroh ayat 34 dalam Tafsirnya Mafatih al-Ghoib : Kedekatan dari Allah ta'ala bukanlah kedekatan dengan tempat dan arah tetapi kedekatan dengan derajat dan kedudukan. [ Tafsir Mafatih al-Ghoib Imam Fakhruddin Ar-Roziy Surat Al-Baqoroh ayat 34 ]. Wa Allahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/600796819943130/\rF0036. PEMILIK \"SAPI BETINA\" DALAM SURAT AL-BAQOROH (1)\rOleh Mbah Jenggot\rTeman-teman tentu tak asing dengan cerita tentang kaumnya Nabi Musa saat terjadi pembunuhan dan tak diketahui siapa pembunuhnya,lantas Alloh memerintahakan untuk mencari sapi yang istimewa untuk menghidupkan korban pembunuhan.cerita tersebut terangkum dalam Al Qur`an Surat Baqoroh (66-73) berikut cuplikan crita tersebut:\r“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyembelih seekor sapi betina (lalu pukulkanlah bagian dari sapi itu ke tubuh jenazah yang tidak diketahui pembunuhnya itu sehingga ia bangun dari kematiannya dan memberitahukan siapa pembunuhnya yang sebenarnya)”. Mereka berkata, “Apakah engkau memperolokkan kami?” Ia menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk golongan orang-orang yang bodoh”","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"“Mereka berkata, “Mohonlah kepada Tuhanmu agar Ia menerangkan kepada kami sapi betina apakah itu!” Musa menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa ia adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan di antara itu. Maka kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepada kalian.”\rMereka berkata, “Mohonlah kepada Tuhanmu agar Ia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa (warna) sapi betina itu adalah kuning tua (yang merata) nan menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”\rMereka berkata, “Mohonlah kepada Tuhanmu agar Ia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan jika Allah menghendaki (dengan keterangan yang telah kau berikan) kami akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).”\r…Musa berkata, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa ia adalah sapi betina yang belum pernah digunakan untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat (dan) tidak ada belangnya.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”…\rSetelah mendengar ciri-ciri sapi tersebut, Bani Israel mencari sapi yang memiliki ciri-ciri ini, usaha apapun yang mereka lakukan tetap tidak membuahkan hasil hingga pada akhirnya mereka mendapatkannya di rumah seorang pemuda.\rCatatan dibawah ini akan lebih fokus menjelaskan siapa sebenarnya pemilik SAPI ISTIMEWA tersebut ??","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"Imam Al-Baghawi menceritakan didalam kitab Tafsirnya, di kalangan Bani Israil ada seorang lelaki yang saleh, Ia punya seroang anak kecil dan seekor anak lembu. Menjelang hari kematiannya, lelaki itu melepaskan anak lembu tersebut di suatu hutan seraya berdoa. “Wahai Tuhanku, aku menitipkan anak lembu ini untuk anakku sampai ia besar”\rDoa lelaki ini dikabulkan oleh Allah SWT. Setelah ia meninggal dunia, anak lembu itu tidak pernah keluar hutan dan selalu menyembunyikan diri agar tidak terlihat orang lain. Setelah anak itu dewasa, ia membaktikan diri pada ibunya. Ia berkerja mencari kayu bayar untuk kemudian dijual di pasar. Hasil jerih-payahnya itu dibagi tiga, satu bagian untuk sedekah, satu bagian untuk makan, dan yang terakhir untuk ibunya. Ia pun membagi waktu malamnya menjadi tiga, sepertiga malan untuk beribadah, sepertiga lagi untuk tidur, dan sepertiga lagi untuk menunggui ibunya.\rSuatu hari ibunya mengatakan, “Sesungguhnya ayahmu meninggalkan anak lembu untukmu yang dilepaskan di suatu hutan. Carilah lembu itu sambil berdoa kepada Tuhannya Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, dan Nabi Ya’qub supaya Dia mengembalikan anak lembu itu kepadamu.\rPergilah anak muda itu ke hutan, dan menemukan lembu yang dimaksud. Lalu ia berkata, “Demi TUhan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, dan Nabi Ya’qub, tenanglah engkau di situ.”\rLembu yang menghampiri anak muda itu dan berkata, “Hai anak muda yang bakti pada ibunya,” tegur lembu tersebut. “Naikilah aku supaya ringan bagimu.” Anak berkata, “Sesungguhnya ibuku tidak memerintahkan aku menaikimu, tetapi membawamu pulang.”","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"“Demi tuhannya Bani Israil,” sumpah lembu tersebut, “Jika engkau menaikiku (berarti tidak mematuhi perintah ibunya), sesungguhnya engkau tidak akan dapat menguasaiku selamanya. Maka berjalanlah engkau, karena sesungguhnya andaikan engkau memerintahkan sebuah gunung berjalan sendiri untuk engkau naiki, niscaya gunung itu akan menurut semata-mata baktimu kepada ibumu.”\rSesampai di rumah, ibunya berkata, “Anakku engkau adalah orang fakir. Tidak punya harta, berpaya-payah mencari kayu bakar. Untuk itu juallah lembu ini.” Ibunya menyuruh anak itu menjual lembu itu ke pasar dengan harga tiga dinar.\rMaka pergilah anak itu ke pasar. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk memperlihatkan kekuasan-Nya dan memberitahukan bakti anak muda itu terhadap ibunya kepada makhluknya.\r“Berapa dinar engkau jual lembu ini”, tanya malaikat itu.\r“Tiga dinar, dan aku mengadakan perjanjian kepadamu dengan keridhaan ibuku, “Jawab anak muda itu.\r“ambillah enam dinar ini, dan usahlah engkau meminta persetujuan ibumu”, bujuk malaikat itu.\r“Bahkan andai engkau memberiku emas seberat lembu ini, takkan kuterima kecuali dengan keridhaan/Ijin ibuku”.\rAnak muda itu pulang kerumah, dan menyampaikan bahwa lembu mereka ditawar enam dinar.\r“Kembalilah engkau ke pasar, dan juallah lembu itu dengan enam dinar atas keridhaanku,” perintah ibunya.\rAnak muda itu pun kembali ke pasar.\r“Sudahkah engkau minta persetujuan ibumu?” Tanya malaikat yang tadi.\r“Ibuku memerintahkan aku agar menjual lembu ini tidak kuran gdari enam dinar”, kata si pemuda.","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"“Aku akan memberimu 12 dinar, tak usahlah kamu meminta persetujuan ibumu,” bujuk malaikat itu lagi.\rPemuda itu kembali lagi kepada ibunya dan memberitahukan mengenai tawaran ini. Sang ibu berkata, “Sesungguhnya orang yagn datang kepadamu itu adalah malaikat. Ia menjelma dalam bentuk manusia untuk mengujimu. Untuk itu jika ia kembali kepadamu, tanyakanlah: apakah engkau mengizinkan aku menjual lembu ini atau tidak?”\rPemuda itu melaksanakan segal perintah ibunya. Akhirnya malaikat tersebut mengatakan, “Pulanglah engkau dan katakanlah pada ibumu agar merawat lembu ini baik-baik. Kelak Musa bin ‘Imran akan membeli lembu darimu, karena ada seseorang yang amti terbunuh dari kaum Bani Israil. Untuk itu jangan engkau jual, kecuali dengan uang dinar seberat lembumu itu.”\rPemuda itu pulang dan merawat lembunya baik-baik. Tak lama kemudian Allah SWT mentakdirkan Bani Israil supaya menyembelih seekor lembu*. Lalu mereka berkali-kali meminta supaya Nabi Musa a.s. menerangkan sifat-sifat lembu yang akan disembelihnya. Sehingga akhirnya lembu anak muda itulah yang memenuhi syarat. Dan itu semua terjadi semata-mata karena amal bakti anak muda itu kepada ibunya.\r*Lembu yagn dimaksudkan sebagai perantara untuk mencari siapa pelaku pembunuhan di kalangan kaum Bani Israil. Kisah ini diterangkan dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 67-73.","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"(1) القصة من الإسرائيليات، كما يظهر، ولا يقبل في تفسير كتاب الله إلا ما جاء برواية ثابتة. وقال ابن كثير رحمه الله بعد أن قص قصة البقرة: وهذه السياقات عن عبيدة وأبي العالية والسدي وغيرهم فيها اختلاف والظاهر أنها مأخوذة من كتب بني إسرائيل، وهي مما يجوز نقلها، ولكن لا تصدق ولا تكذب. فلهذا لا يعتمد عليها إلا ما وافق الحق عندنا، والله أعلم\". تفسير ابن كثير 1 / 197 وانظر: الإسرائيليات في التفسير والحديث للدكتور محمد حسين الذهبي.\r(Tafsir Baghowy Juz 1 Hal 108-)\r2486. TAFSIR QS AL-BAQOROH AYAT 187 : ISTRI ITU PAKAIAN SUAMI ?\rPERTANYAAN :\r> Poetra Kedua-pasuruan\rAssalamu alaikummau nanya nih dalam surah al-baqoroh ayat 187 : Hunna libasun lakum wa antum libaasun lahunna, maksute bagaimana nie...? :) mator nuwon met menjalankan ibadah puasa\rJAWABAN :\r> Mbah Godek\rWa alaikum salam\r[البقرة:187]\rأُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذالِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf] dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.\rأحكام القرآن للكيا الهراسى (1/ 56)\rوقوله: {هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ} يعني كاللباس لكم في إباحة المباشرة وملابسة كل واحد منهما لصاحبه\rFirman Allah mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi merekamaksudnya sebagaimana pakaian untukmu pada diperbolehkannya bermesraan dan saling memakaikan/merangkul/menyatu antar satu sama lain pada pemiliknya.\rالبحر المديد (1/ 232)\r{هن لباس لكم وأنتم لباس لهن}، أي : وإنما أبحتُ لكم الجماع لقلّة صبركم عليهن ، حتى تعانقوهن ويعانقنكم ، فيشتمل بعضُكم على بعض ، كاشتمال اللباس على صاحبه","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi merekamaksudnya adalah diperbolehkan bagimu menyetubuhinya karena tidak sabarnya dirimu (para lelaki) atas mereka (para wanita) sehingga kalian pada merangkulnya dan mereka juga merangkul kalian maka tercakuplah sebagian dari kalian pada sebagian yang lain sebagaimana tercakupnya pakaian pada pemiliknya.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/617301944959284/\r2573. MAKNA WAWU PADA AYAT MATSNAA WA TSULAATSA WA RUBAA'\rPERTANYAAN :\rAssalamualaikum wr wb. Wawu pada lafaz Matsna watsulatsa waruba' bermakna apa ? Maksud saya bimakna muthlaqul jam'i Ilhtiyar atau apa gitu ustad, Terimakasih. [Abu Al Qofa]\rJAWABAN :\rWAWU dalam ayat tersebut bukan huruf 'athaf dan juga bukan berma'na AW, tapi wawu tambahan / ziyadah lit taukid :\r.قوله مثنى و ثلاث و رباع بدل من النساء___فالواو ليست للعطف وإلا لزم أنه بيان جمع تسع___ولا بمعنى أو وإلا لزم أن من إختار اثنين لا يجوز له أن ينتقل إلى ثلاث أو أربع. حاشية العلامة الصاوي 1/202\rتفسير القرطبي (5/ 17)وَإِنَّمَا الْوَاوُ فِي هَذَا الْمَوْضِعِ بَدَلٌ، أَيِ انْكِحُوا ثَلَاثًا بَدَلًا مِنْ مَثْنَى، وَرُبَاعَ بَدَلًا مِنْ ثَلَاثٍ، وَلِذَلِكَ عَطَفَ بِالْوَاوِ وَلَمْ يَعْطِفْ بِأَوْ. وَلَوْ جَاءَ بِأَوْ لَجَازَ أَلَّا يَكُونَ لِصَاحِبِ الْمَثْنَى ثُلَاثُ، وَلَا لِصَاحِبِ الثُّلَاثِ رُبَاعُ. وَأَمَّا قَوْلُهُمْ: إِنَّ مَثْنَى تَقْتَضِي اثْنَيْنِ، وَثُلَاثَ ثَلَاثَةً،\rTafsir At-Thobari - Marji'ul Akbar :","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"فكيف قيل: {فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ?} وذلك في العدد تسع؟ قيل: إن تأويل ذلك: فانكحوا ما طاب لكم من النساء، إما مثنى إن أمنتم الجور من أنفسكم فيما يجب لهما عليكم؛ وإما ثلاث إن لم تخافوا ذلك؛ وإما أربع إن أمنتم ذلك فيهنّ، يدلّ على صحة ذلك قوله: {فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً} لأن المعنى: فإن خفتم في الثنتين فانكحوا واحدة، ثم قال: وإن خفتم ألا تعدلوا أيضا في الواحدة، فما ملكت أيمانكم.\rMUJAWWIB : Fathur Rozi , Ghufron Bkl , Abdurrofik Ingin Ridlo Robby, Toni Imam Tontowi\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/594122997277179\r2601. TAFSIR : MAKNA JADDU ROBBINA DALAM SURAT AL-JINN AYAT 3\rPERTANYAAN :\r> Lintang Lintang\rAssalamu alikum. Ayat\rفآمنا به ولن نشرك بربنا أحدا وانه تعالى جد ربنا\rApa ma'na dan tafsir nya lafadz : جد ربنا\rApa benar Allah punya nenek moyang ?\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikumussalaam, Itu surat al Jinn ayat 3 terjemahnya begini :\rقُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا (1)يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا (2)وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلا وَلَدًا (3) وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا (4)\r1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan,\r2. (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami,","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Rabb kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.\r4. Dan bahwasanya, orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah\rجَدُّ رَبِّنَا Tidak boleh dimaknai kakeknya Tuhan kita\rجَدُّ رَبِّنَا = Ke-Agungan Tuhan kita\rKalau di mafatihul ghoib makna al jaddu adalah kekayaan sehingga ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah kaya (tidak butuh istri dan anak).\rالقول الثاني : الجد الغنى ومنه الحديث : \"لا ينفع ذا الجد منك الجد\" قال أبو عبيدة : أي لا ينفع ذا الغنى منك غناه ، وكذلك الحديث الآخر \"قمت على باب الجنة فإذا عامة من يدخلها الفقراء, وإذا أصحاب الجد محبوسون\" يعني أصحاب الغنى في الدنيا ، فيكون المعنى وأنه تعالى غني عن الاحتياج إلى الصاحبة والاستئناس بالولد\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=132&ID=5083\rMakna Ta'ala jaddu robbina bukan \"Maha luhur kakek Tuhan kita\" akan tetapi maknanya Luhur keagungan Tuhan kita yakni agung kerajaanNya atau luhur kekayaannya yakni bersifatnya Allah dengan sifat kaya (tidak butuh) istri dan anak\rTafsir Munir Syaikh Nawawi al-Bantani Juz 29 surat al-Jinn ayat 3 :","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"وَأَنَّهُ تَعالى جَدُّ رَبِّنا أي وأن الحديث ارتفع عظمة ربنا، أي عظم سلطانه، أو ارتفع غناه، أي وصفه بالاستغناء عن الزوجة والولد، أو تعالى حقيقته عن جميع جهات التعلق بالغير. وقرئ «جد ربنا» بكسر الجيم أي تعالى صدق ربوبيته عن اتخاذ الصاحبة والولد. وقرئ «جدا ربنا» بنصب «جدا» على التمييز مَا اتَّخَذَ صاحِبَةً وَلا وَلَداً (3) .هذه الجملة مفسرة لما قبلها وبعضهم جعل «ما» مصدرية متعلقة بتعالى، فحينئذ تكون «لا» زائدة، أي تعالى صفة ربنا ما اتخذ زوجة وولدا كما نسبه الكفار\rYa memang faktanya seperti ini, kita biasa memaknai jadd dengan makna kakek, ternyata lafadz jadd punya makna lain selain kakek, alhamdulillah dengan adanya yang bertanya terungkaplah masalah ini.. Baaroka Allahu fiikum.\r> A'aNd EL-Geinitiy\rLafadz \"jadun\" itu mustarok, yang diharapkan di ayat itu bima'na ngudzmah. [ Tafsir shoowi juz: 4 hal: 331 ].\r> Lintang Lintang\rDalam tafsil ibnu katsir dal al qurtubi di link atas, Ibnu abbas dll. Menafsirkan kakek moyang.... ????\rفأما ما رواه ابن أبي حاتم: حدثنا محمد بن عبد الله بن يزيد المقرى, حدثنا سفيان عن عمرو, عن عطاء, عن ابن عباس, قال: الجد أب ولو علمت الجن أن في الإنس جداً ما قالوا تعالى جد ربنا, فهذا إسناد جيد ولكن لست أفهم ما معنى هذا الكلام ولعله قد سقط شيء والله أعلم.\rتفسير الطبري29/98\rوقال آخرون: عَنِي بذلك الجدّ الذي هو أبو الأب، قالوا: ذلك كان من كلام جهلة الجنّ. ذكر من قال ذلك:حدثني أبو السائب، قال: ثني أبو جعفر محمد بن عبد الله بن أبي سارة، عن أبيه، عن أبي جعفر: تَعالى جَدُّ رَبِّنا قال: كان كلاما من جهلة الجنّ.\r> Fakhrur Rozy\rMemang khilaf, yang Shohih seperti yang disampaikan kang Timur Lenk\rتفسير الطبري29/98","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"وقوله: وأنَّهُ تَعالى جَدُّ رَبِّنا اختلف أهل التأويل في معنى ذلك، فقال بعضهم: معناه: فآمنا به ولن نُشرك بربنا أحدا، وآمنا بأنه تعالى أمر ربنا وسلطانه وقُدرته. ذكر من قال ذلك:\rوأولى الأقوال في ذلك عندنا بالصواب قول من قال: عُنِي بذلك: تعالت عظمة ربنا وقُدرته وسطانه.وإنما قلنا ذلك أولى بالصواب لأن للجدّ في كلام العرب معنيين: أحدهما الجَدّ الذي هو أبو الأب، أو أبو الأم، وذلك غير جائز أن يوصف به هؤلاء النفر الذين وصفهم الله بهذه الصفة، وذلك أنهم قد قالوا: فآمنا به ولن نشرك بربنا أحدا ومن وصف الله بأن له ولدا أو جدّا أو هو أبو أب أو أبو أمّ، فلا شكّ أنه من المشركين. والمعنى الآخر: الجَدّ الذي بمعنى الحظّ يقال: فلان ذو جدّ في هذا الأمر: إذا كان له حظّ فيه، وهو الذي يُقال له بالفارسية «البَخْت»، وهذا المعنى الذي قصده هؤلاء النفر من الجنّ بقيلهم: وأنَّهُ تَعالى جَدُّ رَبِّنا إن شاء الله. وإنما عَنَوا أن حظوته من المُلك والسلطان والقدرة والعظمة عالية، فلا يكون له صاحبة ولا ولد، لأن الصاحبة إنما تكون للضعيف العاجز الذي تضطرّه الشهوة الباعثة إلى اتخاذها، وأن الولد إنما يكون عن شهوة أزعجته إلى الوِقاع الذي يحدث منه الولد، فقال النفر من الجن: علا مُلكُ ربنا وسُلطانه وقدرته وعظمته أن يكون ضعيفا ضعف خلقه الذين تضطرّهم الشهوة إلى اتخاذ صاحبة، أو وِقاع شيء يكون منه ولد.\r> Hasyim Toha\rTak usah ke Tafsir, cukup di kamus bahasa arab saja dah lengkap (AL-MUNAWWIR) :\rkeagungan, kemuliaan, kebesaran = الجَدّ : الجلال والعَظَمَة\rsudah umum dalam literatur bahasa arab bahwa ma'na JADDU artinya MULIA...\rTergantung konteks dimana siyaqul kalam tersebut dilafazhkan, salah satu contoh do'a sayyidina Umar bin Khotthob ra. dalam Hadits Shahih Muslim :","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ عَبْدَةَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَانَ يَجْهَرُ بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ وَعَنْ قَتَادَةَ أَنَّهُ كَتَبَ إِلَيْهِ يُخْبِرُهُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِ { الْحَمْد لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } لَا يَذْكُرُونَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فِي أَوَّلِ قِرَاءَةٍ وَلَا فِي آخِرِهَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ أَخْبَرَنِي إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَذْكُرُ ذَلِكَ","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran ar-Razi telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami al-Auza'i dari 'Abdah bahwa Umar bin al-Khaththab dahulu mengeraskan (bacaan) kalimat-kalimat tersebut. Dia membaca, \"SUBHAANAKALLOOHUMMA, WABIHAMDIKA TABAAROKA ISMUKA WATA'AALAA JADDUKA WALAA ILAAHA GHOIRUKA.\" Ya Allah, Mahasuci Engkau dan dengan memujimu, Mahaberkah NamaMu, Mahaluhur kemuliaanMu, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.\" Dan dari Qatadah bahwa dia menulis kepadanya mengabarkan dari Anas bin Malik bahwa dia menceritakan kepadanya, dia berkata, \"Saya shalat di belakang Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, maka mereka memulai membaca iftitah dengan, 'Alhamdulillahi Rabb al-Alamin (Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam).' Mereka tidak menyebutkan, 'Bismillahirrahmanirrahim (dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) pada awal bacaan, dan tidak pada akhirnya.\" Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Muslim dari al-Auza'i telah mengabarkan kepadaku Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah bahwasanya dia mendengar Anas bin Malik menyebutkan hal tersebut. (SHAHIH MUSLIM HADIST NO - 606).\rSelanjutnya makna JADDU dalam hal ini lihat kamus LISANUL 'AROBY by Ibnu Manzhur :","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"والجَدُّ: العَظَمَةُ. وَفِي التَّنْزِيلِ الْعَزِيزِ: وَأَنَّهُ تَعالى جَدُّ رَبِّنا؛ قِيلَ: جَدُّه عَظَمَتُهُ، وَقِيلَ: غِنَاهُ، وَقَالَ مُجَاهِدٌ: جَدُّ رَبِّنَا جلالُ رَبِّنَا، وَقَالَ بَعْضُهُمْ: عَظَمَةُ رَبِّنَا؛ وَهُمَا قَرِيبَانِ مِنَ السَّوَاءِ. قَالَابْنُ عَبَّاسٍ: لَوْ عَلِمَتِ الْجِنُّ أَن فِي الإِنس جَدًّا مَا قَالَتْ: تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا؛ مَعْنَاهُ: أَن الْجِنَّ لَوْ عَلِمَتْ أَن أَبا الأَب فِي الإِنس يُدْعَى جَدًّا، مَا قَالَتِ الَّذِي أَخْبَرَ اللَّهُ عَنْهُ فِي هَذِهِ السُّورَةِ عَنْهَا؛ وَفِي حَدِيثِ الدُّعَاءِ:تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكأَي عَلَا جَلَالُكَ وَعَظَمَتُكَ. والجَدُّ: الْحَظُّ وَالسَّعَادَةُ وَالْغِنَى: وَفِي حَدِيثِ أَنس:أَنه كَانَ الرَّجُلُ مِنَّا إِذا حَفِظَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ جَدَّ فِينَاأَي عَظُمَ فِي أَعيننا وجلَّ قَدْرُهُ فِينَا وَصَارَ ذَا جَدّ، وَخَصَّ بَعْضُهُمْ بالجَدّ عَظَمَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَقَوْلُ أَنس هَذَا يَرُدُّ ذَلِكَ لأَنه قَدْ أَوقعه عَلَى الرَّجُلِ. وَالْعَرَبُ تَقُولُ: سُعِيَ بِجَدِّ فلانٍ وعُدِيَ بِجَدِّهِ وأُحْضِرَ بِجدِّه وأُدْرِكَ بِجَدِّه إِذا كَانَ جَدُّه جَيِّداً. وجَدَّ فُلَانٌ فِي عَيْنِي يَجِدُّ جَدًّا، بِالْفَتْحِ: عَظُمَ. وجِدَّةُ النَّهْرِ وجُدَّتُه: مَا قَرُبَ مِنْهُ مِنَ الأَرض، وَقِيلَ: جِدَّتُه وجُدَّتُه وجُدُّه وجَدُّه ضَفَّته وَشَاطِئُهُ؛ الأَخيرتان عَنِ ابْنِ الأَعرابي. الأَصمعي: كُنَّا عِنْدَ جُدَّةِ النَّهْرَ، بِالْهَاءِ، وأَصله نبطيٌّ أَعجمي كُدٌّ فأُعربت؛ وَقَالَ أَبو عَمْرٍو: كُنَّا عِنْدَ أَمير فَقَالَ جَبَلَةُ بْنُ مَخْرَمَةَ: كُنَّا عِنْدَ جُدِّ النَّهْرِ، فَقُلْتُ: جُدَّةُ النَّهْرِ، فَمَا زِلْتُ أَعرفهما فِيهِ. والجُدُّ والجُدَّةُ: سَاحِلُ الْبَحْرِ بِمَكَّةَ.","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"وجُدَّةُ: اسْمُ مَوْضِعٍ قَرِيبٍ مِنْ مَكَّةَ مُشْتَقٌّ مِنْهُ. وَفِي حَدِيثِابْنِ سِيرِينَ: كَانَ يَخْتَارُ الصَّلَاةَ عَلَى الجُدَّ إِن قَدَرَ عَلَيْهِ\r> Sunde Pati\rArtinya adalah Tuhanku maha agung, maha raja, maha besar, maha luhur, maha kaya :\rأيسر التفاسير لأسعد حومد - (ج 1 / ص 5328)\rجَدُّ رَبِّنَا - جَلاَلُهُ أَوْ سُلْطَانُهُ أَوِ غِنَاهُ\rالبحر المديد - (ج 8 / ص 229)\r{وأنه تعالى جَدُّ ربِّنا}أي : ارتفع أو تنَزّه عظمة ربنا ، أو سلطانه ، أو غناه ، يُقال : جَدّ فلان في عيني إذا عَظُم ، ومنه قول عمر : كان الرجل إذا قرأ البقرة وآل عمران جَدَّ في عيننا ، أي : عظم في عيوننا\rأيسر التفاسير لكلام العلي الكبير - (ج 5 / ص 446)\rوأنه تعالى جد ربنا :أي تنزه جلال ربنا وعظمته عما نسب إليه\rالتبيان تفسير غريب القرآن - (ج 1 / ص 429)\rجد ربنا عظمة ربنا يقال جد فلان في الناس إذا عظم في عيونهم وجل في صدورهم ومنه قول أنس رضي الله عنه كان الرجل إذا قرأ سورة البقرة وآل عمران جد فينا أي عظم\rالتفسير الميسر - (ج 10 / ص 274)\r{ وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلا وَلَدًا (3) } وأنه تعالَتْ عظمة ربنا وجلاله، ما اتخذ زوجة ولا ولدًا.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/578054802217332/\r2754. TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 153 : SABAR DULU BARU SHALAT ?\rPERTANYAAN :\r> Ummi Af-idah\rAssalamu'alaykum... PERTANYAAN TITIPAN: Maaf mau tanya nih mba'e... Wasta'inu bi sobri wa sholah...(al-baqoroh ayat 45). Tolong dijelasin antara sabar dan sholat... koq di ayat tersebut sabar dulu baru sholat...mohon penejelasannya...\rJAWABAN :\r> Muhammad Fawwaz Kurniawan","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"Meminta pertolongn terhadap maslah-masalah dengan bersabar maksudnya menahan hawa nafsu terhadap sesuatu yang tidak di sukai dan dengan sholat maksudnya menyendirikan sholat dengan dzikir karena mengagungkan keadaan sholat seperti dalam hadis bahwa ketika nabi SAW di hadapkan dengan suatu perkara maka beliau bergegas untuk sholat.namun ada yang mengatakan bahwa ayat ini khitobnya kepada qoum yahudi karena suatu perkara yang menggangu mereka dari kepercayaan yang menyesatkan mereka dan cinta kedudukan maka mereka di perintah untuk bersabar yaitu dengan berpuasa karena dengan berpuasa dapat memecahkan hawa nafsu dan dengan sholat karena sholat akan mewariskan kekhusyu'an dan terhindar dari sifat sombong.sesungguhnya sholat ituperkara yang berat kecuali bagi orang-orang yang khusu' maksudnya tetap keta'atanya kepada Alloh SWT.\r45ـ {وَاسْتَعِينُوا} اطلبوا المعونة على أموركم {بِالصَّبْرِ} الحبس للنفس على ما تكره {وَالصلاةِ} إفرادها بالذكر تعظيما لشأنها وفي الحديث «كان صلى الله عليه وسلّم إذا حزَّبه أمر بادر إلى الصلاة» وقيل الخطاب لليهود لما عاقهم عن الإيمان الشره وحب الرياسة فأمِروا بالصبر وهو الصوم لأنه يكسر الشهوة والصلاة لأنها تورث الخشوع وتنفي الكبر {وَإِنَّهَا} أي الصلاة {لَكَبِيرَةٌ} ثقيلة {إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ} الساكنين إلى الطاعة.تفسير الجلالين ج 1 ص 7-8\rHai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan untuk akhirat kelak dengan bershabar dalam hal keta'atan dan cobaan dan dengan sholat,allah mengkhususkan sholat dengan dzikir karena berulang-ulangnya sholat dan keagunganya.sesungguhnya alloh bersama orang-orang yang bersabar.","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"153ـ {يَا?أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا} على الآخرة {بِالصَّبْرِ} على الطاعة والبلاء {وَالصلاةِ} خصها بالذكر لتكررها وعظمها {إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ} بالعون. تفسير الجلالين ج 1 ص 22\rSabar dan sholat termasu ciri ta'at kepada Alloh :\rحدثني المثنى، قال: ثنا آدم، قال: ثنا أبو جعفر، عن الربيع، عن أبي العالية في قوله: وَاسْتَعِينُوا بالصَّبْرِ والصَّلاةِ يقول: استعينوا بالصبر والصلاة على مرضاة الله، واعلموا أنهما من طاعة الله .تفسير القرطبي\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam.Allah berfirman dalam al-Qur`an :\r'' وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِين ''\ryang berarti : (dan mintalah pertolongan kalian semua dengan melakukan Sabar dan Shalat. Sesungguhnya shalat adalah hal yang berat (untuk didirikan) kecuali atas orang-orang yang takut (terhadap Allah)).\rDalam tafsir Mafatih al-Ghaib dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan \" الصبر '' (al-Shabr; Sabar) di sini adalah '' الصوم '' (al-Shaum; Puasa), karena orang yang berpuasa itu bisa sabar dari makanan dan minuman. Dan barangsiapa yang bisa menahan diri dari keinginan perut dan kemaluan maka hilanglah darinya kotoran-kotoran oleh karena cinta dunia.","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Lantas apabila shalat telah berkumpul terhadanya maka hati menjadi terang dengan cahaya ma'rifat Allah swt. Dan sedangkan '' الصوم '' (al-Shaum; Puasa) yang merupakan hal yang dimaksud dengan \" الصبر '' (al-Shabr; Sabar) dalam ayat tersebut itu didahulukan dari pada \" الص?ة '' (al-Shalah; Shalat) itu karena pengaruh puasa untuk menghilangkan hal-hal yang tidak patut/tidak seharusnya terjadi, sementara pengaruh shalat itu untuk menghasilkan hal-hal yang patut/seharusnya terjadi. Maka dengan demikian sudah selayaknya upaya peniadaan didahulukan atas upaya pengadaan.\rالموسوعة الشاملة - تفسير الرازي 2/74-75 :","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"وثانيها : المراد من الصبر ههنا هو الصوم ?ن الصائم صابر عن الطعام والشراب ، ومن حبس نفسه عن قضاء شهوة البطن والفرج زالت عنه كدورات حب الدنيا ، فإذا انضاف إليه الص?ة استنار القلب بأنوار معرفة الله تعالى. وإنما قدم الصوم على الص?ة ?ن تأثير الصوم في إزالة ما ? ينبغي وتأثير الص?ة في حصول ما ينبغي والنفي مقدم على ا?ثبات ، و?نه عليه الص?ة والس?م قال : الصوم جنة من النار . وقال الله تعالى : إن الص?ة تنهى عن الفحشاء والمنكر. العنكبوت : 45 ?ن الص?ة تمنع عن ا?شتغال بالدنيا وتخشع القلب ويحصل بسببها ت?وة الكتاب والوقوف على ما فيه من الوعد والوعيد والمواعظ وا?داب الجميلة ، وذكر مصير الخلق إلى دار الثواب أو دار العقاب رغبة في ا?خرة ونفرة عن الدنيا فيهون على ا?نسان حينئذ ترك الرياسة ، ومقطعة عن المخلوقين إلى قبلة خدمة الخالق. ونظير هذه ا?ية قوله تعالى : يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والص?ة إن الله مع الصابرين. البقرة . 153 : أما قوله تعالى : وإنها. ففي هذا الضمير وجوه ، أحدها : الضمير عائد إلى الص?ة أي ص?ة ثقيلة إ? على الخاشعين . وثانيها : الضمير عائد إلى ا?ستعانة التي يدل عليها قوله : واستعينوا . وثالثها : أنه عائد إلى جميع ا?مور التي أمر بها بنو إسرائيل ونهوا عنها من قوله : اذكروا نعمتي التي أنعمت عليكم. البقرة : 122 ، 47 ، 40\r> Sunde Pati\rHai orang-orang yang beriman carilah pertolongan dari Allah pada setiap perkaramu dengan sabar atas apa yang menimpamu dan serta meninggalkan kemaksiatan dan sabar pada ketaatan,dan serta lakukan sholat yang mana sebab sholat hati bisa tentram dan juga bisa mencegah kemungkaran. Wallohu A'lam.\r......يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Albaqoroh ayat 153\rالتفسير الميسر (1/ 167، بترقيم الشاملة آليا)\rيا أيها المؤمنون اطلبوا العون من الله في كل أموركم: بالصبر على النوائب والمصائب، وترك المعاصي والذنوب، والصبر على الطاعات والقربات، والصلاة التي تطمئن بها النفس، وتنهى عن الفحشاء والمنكر. إن الله مع الصابرين بعونه وتوفيقه وتسديده\rالبحر المديد (1/ 192)\rيقول الحقّ جلّ جلاله : {يا أيها الذين آمنوا استعينوا} على نيل رضواني وبرِّي وإحساني {بالصبر} على مشاق الطاعات وترك المعاصي والهفوات ، وبالصلاة التي هي أم العبادات ، ومحل المناجاة ومعدن المصافاة ، فيها تشرق شوارق الأنوار ، وتتسع ميادين الأسرار ، وهي معراج أرواح المؤمنين ومناجاة رب العالمين ، فإن تجرعتم مرارة الصبر فإن {الله مع الصابرين} ، وأعظم مواطن الصبر عند مفارقة الأحباب\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/635071259849019/\r2864. TAFSIR QS. AL FAJR : LAFAD DAKKAN DAKKAA DAN SHOFFAN SHOFFAA\rPERTANYAAN :\r> Fikri Asim\rAssalamualaikum, di surat alfajr ada kata yang diulang yaitu : soffan_soffan dan dakkan_dakkan. Gimana penjelasannya ustadz ?.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rwa'alaikumussalaam warahmatullaah. Shoffan shoffan maksudnya shoffan ba'da shoffin. Lihat Tafsir al kasysyaaf 4/755 :\r{ صَفّاً صَفّاً } ينزل ملائكة كل سماء فيصطفون صفاً بعد صف\r> Mohamad Zaruq\rCUMA ada ibarat dari kitab Showi dan Futuhatil ilahiyyah, sama-sama keduanya kitab syarah tafsir jalalain :\rقوله (دكا دكا) ليس تأكيدا بل التكرار لدلالة الاستيعاب كقولك رتبته بابا بابا وكذا يقول هنا دكا بعد دك حتى تزول الجبال وتستوي الارض\rقوله (صفا صفا) اي صفا بعد صف","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"وقال الشهاب دكا الثاني ليس تأكيدا بل التكرار للدلالة على الاستيعاب\r> Mazz Rofii\rحاشية الخضري على ابن عقيل (2/ 144)(دكاً دكاً)منع بعضهم كونه تأكيداً لأن الثاني غير الأول إذ المراد دكّاً بعد دكِّ، وإنما هو حال لتأويله بمكرر أدكها كما أول ادخلو رجلاً رجلاً بمتناوبين، وعلمته الحساب باباً باباً بمجموعاً أبوابه، ومثله صَفّاً صفّاً}\r> Ibnu Al-Ihsany\rLanjutan ibarat Mazz Rofii :\rKhudori juz 2 hal 58 al-Hidayah\rأي صفوفا مختلفة ، والحال في ذلك مجموع الكلمتين، ولما لم يمكن إعراب المجموع من حيث هو مجموع ظهر إعرابه في كل من جزأيه دفعا للتحكم كذا قيل ، ورده الفارضي بأن الدك في القيامة مرة واحدة بدليل فدكتا دكة واحدة فيتعين كون الثاني تأكيدا، وكذا صفا صفا إن قلنا إن الملائكة تكون يوم القيامة صفا واحدا لا يعلم طوله إلا الله تعالى\rIbarat Mazz Rofii berangkat dari nadhom alfiyah dan keterangan Syarh Ibnu Aqil berikut ini :\r{ص}{وما من التوكيد لفظي يجي * مكررا كقولك ادرجي ادرجي}{ش}هذا هو القسم الثاني من قسمي التوكيد وهو التوكيد اللفظي وهو تكرار اللفظ الأول بعينه، نحو ادرجي ادرجي، وقولهفأين إلى أين النجاة ببعلتي * أتاك أتاك اللاحقون احبس احبسوقوله تعالى كلا إذا دكت الأرض دكا دكا\rPandangan Ulama' dalam kitab khudori khilaf sebagaimana yang ibarat yang disampaikan oleh Mazz Rofii. dalam Ibnu Aqil menjelaskan contoh lafadz yang ditanyakan merupakan taukid lafdzi dan dikuatkan oleh Imam al-Faridhy yang menentang pendapat ba'dhuhum. jadi kesimpulan dalam pandangan Nahwu khilaf. jika yang dimaksud dalam pertanyaan menghendaki maknanya maka bisa dicek dari beberapa ibarat yang telah disampaikan. jika yang ditanyakan dari segi cara bacanya saya rasa sudah ma'lum, tinggal baca di kitab-kitab tajwid.","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Pengulangan kedua lafad tersebut Itu bentuk taukid yang menggunakan pengulangan kata/lafad, marrotan ba'da marroh. Lihat di ibarot berikut :\r- Tafsir al-bahru al-muhith juz 10 hal 480 :\r{دكا دكا} : حال كقوله : بابا بابا ، أي مكررا عليهم الدك.\r{وجاء ربك} ، قال القاضي منذر بن سعيد : معناه ظهوره للخلق ، وليس بمجيء نقلة ، وكذلك مجيء الطامة. والصاخة.وقيل : وجاء قددرته وسلطانه.وقال الزمخشري : هو تمثيل لظهور آيات اقتداره وتبين آثار قدرته وسلطانه ، مثلت حاله في ذلك بحال الملك إذا حضر بنفسه ظهر بحضوره من آثار الهيبة والسياسة ما لا يظهر بحضور عساكره كلها ووزرائه وخواصه ، انتهى.والملك اسم جنس يشمل الملائكة.وروي أنه ملائكة كل سماء تكون صفا حول الأرض في يوم القيامةقال الزمخشري : {صفا صفا} تنزل ملائكة كل سماء فيصطفون صفا بعد صف محدقين بالجن والإنس ، انتهى\r- Tafsir al-Baghowy juz 8 hal 422 :\rفقال عز من قائل : {إذا دكت الأرض دكا دكا} مرة بعد مرة، وكسر كل شيئ على ظهرها من جبل وبناء وشجر، فلم يبق على ظهرها شيئ.\r{وجاء ربك} قال الحسن : جاء أمره وقضاؤه. وقال الكلبي : ينزل {والملك صفا صفا} قال عطاء : يريد صفوف الملائكة، وأهل كل سماء صف على حدة. قال الضحاك : أهل كل سماء إذا نزلوا يوم القيامة كانوا صفا مختطلين بالأرض ومن فيها فيكون سبع صفوف.\r- Tafsir al-Fakhr ar-Rozy juz 1 hal 4747 al-maktabah asy-syamilah :","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"الصفة الأولى : من ذلك اليوم قوله : {إذا دكت الأرض دكا دكا} قال الخليل : الدك كسر الحائط والجبل والدكداك رمل متلبد، ورجل مدك شديد الوطء على الأرض، وقال المبرد : الدك حط المرتفع بالبسط واندك سنام البعير إذا انفرش في ظهره، وناقة دكاء إذا كانت كذلك ومنه الدكان لاستوائه في الانفراش، فمعنى الدك على قول الخليل : كسر كل شيئ على وجه الأرض من جبل أو شجر حين زلزلت فلم يبق على ظهرها شيئ، وعلى قول المبرد : معناه استوت في الانفراش فذهبت دورها وقصورها وسائر أبنيتها حتى تصير كالصحرة المساء، وهذا معنى قول ابن عباس : تمد الأرض يوم القيامة.واعلم أن التكرار في قوله : {دكا دكا} معناه دكا بعد دك كقولك حسبته بابا بابا وعلمته حرفا حرفا أي كرر عليها الدك حتى صارت هباء منثورا. واعلم أن هذا التدكدك لا بد وأن يكون متأخرا عن الزلزلة، فإذا زلزلت الأرض زلزلة بعد زلزلة وحركت تحريكا بعد تحريك انكسرت الجبال التي عليها وانهدمت التلال وامتلأت الأغوار صارت مساء، وذلك عند انقضاض الدنيا، وقد قال تعالى : {يوم ترجف الراجفة * تتبعها الرادفة} [النازعات : 6ـ7] وقال :{وحملت الأرض والجبال فدكتا دكة واحدة} {الحاقة : 14] وقال : {إذا رجت الأرض رجا * وبست الجبال بسا].الصفة الثانية : من صفات ذلك اليوم قوله : {وجآء ربك والملك صفا صفا}. جزء : 31 رقم الصفحة : 161واعلم أنه ثبت بالدليل العقلي أن الحركة على الله تعالى محال، لأن كل ما كان كذلك كان جسما، والجسم يستحل أن يكون أزليا فلابد فيه من التأويل، وهو أن هذا من باب حذف المضاف وإقامة المضاف إليه مقامه، ثم ذلك المضاف ما هو؟فيه وجوه أحدها : وجاء أمر ربك بالمحاسبة والمجازة، وثانيها : وجاء قهر ربك كما يقال جاءتنا بنو أمية أي قهرهم، وثالثها : وجاء جلائل آيات ربك لأن هذا يكون يوم القيامة، وفي ذلك اليوم تظهر العظائم وجلائل الآيات، فجعل مجيئها مجيئا له تفخيما لشأن تلك الآيات، ورابعها","part":1,"page":36},{"id":37,"text":": وجاء ظهور ربك، وذلك لأن معرفة الله تصير في ذاك اليوم ضرورية فصار ذلك كظهوره وتجليه للخلق، فقيل : {وجاء ربك} أي زالت الشبهة وارتفعت / الشكوك، خامسها : أن هذا تمثيل لظهور آيات الله وتبيين آثار قهره وسلطانه، مثلت حاله في ذلك بحال الملك إذا حضر بنفسه، فإنه يظهر بمجرد حضوره من آثار الهيبة والسياسة ما لا يظهر بحضور عساكره كلها، سادسها : أن الرب هو المربي، ولعل ملكا هو أعظم الملائكة هو مربي للنبي صلى الله عليه وسلم جاء فكان هو المراد من قوله. {وجاء ربك}ـ\r- Tafsir al-Fakhr ar-Rozy juz 1 hal 4748 :\rأما قوله : {والملك صفا صفا} فالمعنى أنه تنزل ملائكة كل سماء فيصطفون صفا بعد صف محدقين بالجن والإنس.\r- Tafsir Ruh al-Bayan juz 10 hal 332 :\r{إذا ذكت الأرض دكا دكا}\rاستئناف بطريق الوعيد تعليل للردع والدك أدق يقال دككت الشيء أدكه دكا إذا ضربته وكسرته حتى سويته بالأرض، وبالفارسية كوفتن يزي تابزمين برا بر كردد\rـ إلى أن قال ـ\r{صفا صفا}أي حال كونه مصطفين لا ذوي صفوف، فإنه ينزل يومئذ ملائكة كل سماء فيصطفون صفا بعد صف بحسب منازلهم ومراتبهم اصطفاف أهل الصلاة في الدنيا من الإنس والجن، كما قال تعالى والملك على أرجائها، فهم سبعة صفوف عدد السموات السبع\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/666123990077079\r2884. TAFSIR QS ALBAQARAH AYAT 120 : YAHUDI DAN NASHRANI TAKKAN PERNAH RELA\rPERTANYAAN :\r> Choekhimai Habbatul Alfakiriey\rAsslmu'alaikum semua nya. Minta tolong penjelasan dari ayat ini : \"WALAN TARDLO AN KAL YAHUUDU WANNASHOORO HATTAA TAT TAABI'A MILLATAHUM\". Terima kasih.\rJAWABAN :\r> Timur Lenk","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Wa'alaikumussalaam. Orang-orang yahudi dan orang-orang nasrani tidak akan puas kepada Nabi Muhammad sholla Allahu 'alaihi wa sallam walaupun Beliau membiarkan mereka (tidak menghalangi mereka) dan keadaan mereka sehingga Beliau bersedia mengikuti ajaran mereka , yang mana ajaran mereka sesungguhnya ajaran hawa nafsu dan bukan merupakan ajaran agama karena sesungguhnya mereka telah merubah ajaran agama yang sesungguhnya. Sebagai jawaban untuk mereka beliau diperintahkan untuk menegaskan bahwa petunjuk yang boleh diikuti adalah petunjuk Allah bukan petunjuk hawa nafsu mereka. Wallahu a'lam.\rTafsir munir syaikh nawawi surat al baqoroh ayat 120 :\rوَلَنْ تَرْضى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصارى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ أي لن ترضى عنك يهود المدينة ولو خليتهم وشأنهم حتى تتبع دينهم وقبلتهم، ولن ترضى عنك نصارى نجران ولو تركتهم ودينهم حتى تتبع ملتهم وقبلتهم قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدى أي قل لهم يا أشرف الخلق ردا لقولهم لك لن ترضى عنك حتى تتبع ديننا إن دين الله هو الإسلام، وإن قبلة الله هي الكعبة وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ على سبيل التقدير أو المراد من هذا الخطاب أمته صلّى الله عليه وسلّم أَهْواءَهُمْ أي أقوالهم التي هي أهواء النفس وهي المعبر عنها أولا بقوله تعالى:مِلَّتَهُمْ إذ هم الذين ينتسبون إليها. أما الشريعة الحقيقية من الله فقد غيروها تغييرا، أي والله لئن اتبعت ملتهم وقبلتهم بَعْدَ الَّذِي جاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ أي من الدين المعلوم صحته في أن دين الله هو الإسلام وقبلة الله هي الكعبة ما لَكَ مِنَ اللَّهِ أي من عذاب الله مِنْ وَلِيٍّ أي قريب ينفعك وَلا نَصِيرٍ (120) يمنعك منه.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/693640440658767","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"2913. TAFSIR QS. SURAH AL-ANBIYA AYAT 107 : RAHMAT NABI BAGI ORANG KAFIR\rPERTANYAAN :\r> Frans Elo\rAssalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Mbah.. Saya mau nanya. Di dalam alquran, surah al-Anbiya ayat 107, itu Nabi muhammad menjadi Rahmatan lil alamiin, berarti mencakup seluruh nya tanpa terkecuali meski pun kepada mukmin atau kuffar. Nah,. Mbah, Rahmat manakah yang diperoleh oleh orang-orang yang ingkar terhdap kenabian Beliau / para Kuffar itu, mohon di tafsiri ya mbah.. Terimakasih matur nuwun mbah.\rJAWABAN :\r> Ahmad Bayu\rWa'alaikum salam, rahmat beliau yang dirasakan oleh orang kafir ialah dengan tidak diadzabnya orang kafir tersebut meskipun mereka mendustakan beliau saw, sedangkan pada umat nabi terdahulu kaum mereka yang mendustakan diadzab dan dibinasakan(Asy-syifa/19)\r(الشفا / ص. 19)\rقال ابن عباس رضي الله عنهما : هو رحمة للمؤمنين و الكافرين إذ عوفوا مما أصاب غيرهم من الامم المكذبة\r> Hariz Jaya\rوَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ\rArtinya : Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya’ : 107)\rLihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 Halaman 385 :","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"وقوله [تعالى] : { وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ } : يخبر تعالى أن الله جَعَل محمدًا صلى الله عليه وسلم رحمة للعالمين، أي: أرسله رحمة لهم كلّهم، فمن قَبِل هذه الرحمةَ وشكَر هذه النعمةَ، سَعد في الدنيا والآخرة، ومن رَدّها وجحدها خسر في الدنيا والآخرة، كما قال تعالى: { أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ } [إبراهيم : 28، 29] ، وقال الله تعالى في صفة القرآن: { قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ } [فصلت: 44] .وقال مسلم في صحيحه: حدثنا ابن أبي عمر، حدثنا مروان الفَزَاريّ، عن يزيد بن كَيْسَان، عن ابن أبي حازم، عن أبي هريرة قال: قيل: يا رسول الله، ادع على المشركين، قال: \"إني لم أبعَثْ لَعَّانًا، وإنما بُعثْتُرحمة\". انفرد بإخراجه مسلم.\rPenjelasannya :Allah mengabarkan bahwa dia telah menjadikan Muhammad saw sebagai Rahmat bagi semesta Alam, yaitu Dia mengutusnya sebagai Rahmat untuk kalian semua, barang siapa yang menirima Rahmat dan mensyukuri nikmat ini, niscaya dia akan berbahagia didunia dan di akhirat. Sedangkan barangsiapa yang menolak dan menentangnya, niscaya dia akan merugi di dunia dan di akhirat.\rSeperti firman-Nya : “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni'mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?. yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman”. (QS. Ibrahim : 28-29).","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"Dan Allah berfirman tentang sifat-sifat Al-Qur’an : “Dan jika Kami jadikan Al-Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: \"Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?\". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: \"Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh\". (QS. AL-Fushshilat : 44)\rDan berkata imam Muslim dalam kitab shahihnya, meriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a berkata, Ya Rasulullah! Sumpahilah orang-orang musyrik itu, beliau bersabda : Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai orang yang melaknat, aku diutus hanyalah sebagai Rahmat. (HR. Muslim No. 2559).\rLihat Kitab Mu’jam Al-Kabir Juz 12 Halaman 23 :\rعن ابن عباس: { وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ } قال: من تبعه كان له رحمة في الدنيا والآخرة، ومن لم يتبعه عُوفِي مما كان يبتلى به سائر الأمم من الخسف والقذف.\rPenjelasannya :Dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya :” Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Ia berkata, barang siapa yang mengikutinya, niscaya hal itu menjadi Rahmat di dunia dan di akhirat, dan barangsiapa yang tidak mengikutinya, niscaya dia akan ditimpa suatu ujian yang mengenai seluruh ummat berupa bencana alam, perubahan bentuk dan fitnah. Wallahu A’lam Bish-Showab.\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/698131973542947/","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"2921. TAFSIR QS. AL-MAIDAH AYAT 44 : HUKUM ALLAH\rPERTANYAAN:\r> Muchlis Sukron\rAssalamualaikum, saya mau tanya berkaitan ayat ini: Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan (hukuman) yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir. (QS. al-Maidah: 44).\r1. seperti apa hukum Allah yang dimaksud dalam surat tersebut?\r2. apakah hukum di negeri ini sudah sesuai dengan hukum yang dimaksud dalam ayat tersebut?\rJAWABAN :\r> Ulinuha Asnawi\rWa'alaikum salam, dalam tafsir QURTUBY dijelaskan:\rقوله تعالى : ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون والظالمون والفاسقون نزلت كلها في الكفار ; ثبت ذلك في صحيح مسلم من حديث البراء ، وقد تقدم ، وعلى هذا المعظم . فأما المسلم فلا يكفر وإن ارتكب كبيرة . وقيل : فيه إضمار ; أي : ومن لم يحكم بما أنزل الله ردا للقرآن ، وجحدا لقول الرسول عليه الصلاة والسلام فهو كافر ; قاله ابن عباس ومجاهد ، فالآية عامة على هذا . قال ابن مسعود والحسن : هي عامة في كل من لم يحكم بما أنزل الله من المسلمين واليهود والكفار أي : معتقدا ذلك ومستحلا له ; فأما من فعل ذلك وهو معتقد أنه راكب محرم فهو من فساق المسلمين ، وأمره إلى الله تعالى إن شاء عذبه ، وإن شاء غفر له ، وقال ابن عباس في رواية : ومن لم يحكم بما أنزل الله فقد فعل فعلا يضاهي أفعال الكفار ، وقيل : أي : ومن لم يحكم بجميع ما أنزل الله فهو كافر ; فأما من حكم بالتوحيد ولم يحكم ببعض الشرائع فلا يدخل في هذه الآية ، والصحيح الأول","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Maksud dari Q.S Al-Maidah 41 \"WAMAN LAM YAHKUM BIMAA ANZALALLOH FA ULAIKA HUM AL-KAFIRUNdalam ayat selanjutnya juga dijelaskan dengan redaksi kalimah KAFIRUN dengan kalimah FASIQUUN dan DZALIMUUN ayat ini berkenaan dengan permasalah KUFUR, sebagaimana telah dijelaskan dalam Hadits Muslim dari riwayat Al-bara' RA, sebagaiman penjelasan yang telah lalu, seorang Muslim tidak bisa dikatakan Kafir. dan ada juga pendapat ayat ini mengandung arti \"Barang siapa yang tidak menetapkan hukum yang telah diturunkan Alloh Swt, maksudnya adalah Menolak (kebenaran) Al-Qur'an dengan angkuh, Dengan dasar Hadits Rosululloh Saw maka orang trsebut Kafir ,\rSebagaiman yang dikatakan Ibnu Abbas dan Al-Mujahid RA \"ini adalah ayat yang aam/Umum\" oleh karenanya Ibnu mas'ud & Hasan RA berkata (ini adalah ayat) yang Umum pada tiap-tiap seseorang yang tidak menetapkan hukum dengan apa-apa yang diturunkan oleh Alloh Swt, dari permasalahan yang berkenaan dengan seorang Muslim, Yahudi dan seorang kafir (pada umum-nya) maksudnya, jika seseorang yang melakukan hal yang dilarang oleh Alloh swt sedang dia berkeyakinan ini tetap haram hukumnya maka dia dikatakan sebagai seorang Muslim yang Fasik (bukan kafir)Dan atas perbuatannya.\rseseorang bisa mendapatkan adzab dari Alloh atau Alloh Swt memberikan pengampunan atas-nyaIbnu Abbas RA dalam riwayat yang lain berkata barang siapa yang tidak meng-hukumi atas apa yang telah diturunkan (ditetapkan) oleh Alloh Swt, maka dia sungguh... telah melakukan pekerjaan orang kafir (bukan dikatakan seorang kafir)","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"Ada juga yang qiil (sedikit ulama yang berpendapat) \"Barang siapa yang tidak meng-Hukum-i dengan semua yang diturunkan (ditetapkan) oleh Alloh dia dikatakan kafir, adapun orang yang meng-hukumi tauhid dan tidak meng-hukum-i syari'at maka tidak termasuk pada pembahasan ayat tersebut diatas,\rDan pendapat yang shohih adalah pendapat pertama.yaitu, orang muslim yang melakukan perbuatan orang kafir (amal kemaksiatan) tidak bisa difonis KAFIR, akan tetapi SEORANG MUSLIM YANG FASIK\r1. Seperti apa hukum Allah yang dimaksud dalam surat tersebut?\rSegala hukum yang terdapat dalam Al-Qur'an, termasuk Syar'i ataupun Aqidah.\r2. apakah hukum di negeri ini sudah sesuai dengan hukum yang dimaksud dalam ayat tersebut?\rNegara Indonesia, atas Azaz pancasila & UUD 45, dan bukan Negara Islam.\rWALLOHU A'LAM BIS-SHOWAB.\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/706097696079708/\r3053. MAKSUD MEMAKAI PERHIASAN KETIKA SHOLAT\rPERTANYAAN :\r> Zanzanti Yanti Andeslo\rAssalamu'alaikum. Apakah maksud dari ayat \"Hai anak adam pakailah perhiasan mu ketika sholat ...\") perhiasan disini apa?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rMaqsud perhiasan dalam ayat di atas adalah \" bagi orang yang shalat sunah memakai pakaian yang paling bagus sebagai bentuk menghiasi diri dan memperindah diri \" :\rالباجوري 1/139\rويسن للمصلي أن يلبس للصلاة أحسن ثيابه لظاهر قوله تعالى خذوا زينتكم عند كل مسجد وأن يصلي في ثوبين لخبر إذا صلى أحدكم فليلبس ثوبيه فإن الله أحق أن يزين له .\rاعانةالطالبين 1/135","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"قوله: أن يلبس أحسن ثيابه) أي ويحافظ على ما يتجمل به عادة ولو أكثر من اثنين، لظاهر قوله تعالى: * (يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد) * ولقوله (ص): إذا صلى أحدكم فليلبس ثوبيه، فإن الله أحق أن يزين له\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam. Ayat yang dimaksud adalah surat Al-A'rof ayat 31. Adapun maksud dari kata \"Al-Ziinah\" pada ayat tersebut adalah pakaian penutup aurat,yang kemudian dalam fiqh dikenal sebagai salahsatu syarat sah sholat. Wallahu a'lam\r- Tafsir Ibnu Katsir\rفقال الله تعالى : ( خذوا زينتكم عند كل مسجد ) وقال العوفي ، عن ابن عباس في قوله تعالى ( خذوا زينتكم عند كل مسجد ) الآية ، قال : كان رجال يطوفون بالبيت عراة ، فأمرهم الله بالزينة - والزينة : اللباس ، وهو ما يواري السوأة ، وما سوى ذلك من جيد البز والمتاع - فأمروا أن يأخذوا زينتهم عند كل مسجد .\rوكذا قال مجاهد ، وعطاء ، وإبراهيم النخعي ، وسعيد بن جبير ، وقتادة ، والسدي ، والضحاك ، [ ص: 406 ] ومالك عن الزهري ، وغير واحد من أئمة السلف في تفسيرها : أنها أنزلت في طوائف المشركين بالبيت عراة\rBani 'Amir jika melaksanakan thowaf mereka telanjang,maka turun ayat tersebut dengan perintah memakai \"Al-Ziinah\" menurut Ibnu Abbas yang dimaksud adalah menggunakan pakaian yang menutupi aurat. Wallahu a'lam.\r- Tafsir Qurthuby :\rالكتب - تفسير القرآن العظيم - تفسير سورة الأعراف - تفسير قوله تعالى \" يا بني آدم خذوا زينتكم عند...\rقوله تعالى يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين فيه سبع مسائل :","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"الأولى : قوله تعالى يابني آدم هو خطاب لجميع العالم ، وإن كان المقصود بها من كان يطوف من العرب بالبيت عريانا ; فإنه عام في كل مسجد للصلاة ; لأن العبرة للعموم لا للسبب . ومن العلماء من أنكر أن يكون المراد به الطواف ; لأن الطواف لا يكون إلا في مسجد [ ص: 170 ] واحد ، والذي يعم كل مسجد هو الصلاة . وهذا قول من خفي عليه مقاصد الشريعة . وفي صحيح مسلم عن ابن عباس قال : كانت المرأة تطوف بالبيت وهي عريانة\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/766198140069663\r3064. TAFSIR QS. AD-DHUHA AYAT 11 : CERITAKAN KENIKMATAN ?\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Udin\rAssalamualaikum Wr Wb… maksud : \"Dan apa bila kamu diberi kenikmatan oleh Tuhanmu maka ceritakanlah\". ? terima kasih.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Allah berfirman dalam surat ad-dhuha ayat 11 :\rوَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ\r\"Dan apabila kamu diberi kenikmatan Oleh tuhanmu maka ceritakanlah\"\rBerikut penjelasan imam Qurtuby dalam kitab tafsirnya :\rتفسير القرطبي\rالرابعة : قوله تعالى : وأما بنعمة ربك فحدث أي انشر ما أنعم الله عليك بالشكر والثناء . والتحدث بنعم الله ، والاعتراف بها شكر . وروى ابن أبي نجيح عن مجاهد وأما بنعمة ربك قال بالقرآن . وعنه قال : بالنبوة أي بلغ ما أرسلت به . والخطاب للنبي - صلى الله عليه وسلم - والحكم عام له ولغيره .","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"Ke empat tentang firmanNya : \" dan apa bila kamu diberi kenikmatan Oleh Tuhanmu maka ceritakanlah\" maksudnya sebarkanlah apa yang telah Allah berikan kenikmatan kepadamu dengan cara bersyukur dan memuji, menceritakan kenikmatan-kenikmatan Allah dan menunjukkan kenikmatan tersebut merupakan bentuk syukur. Ibnu abi nujaih meriwayatkan dari mujahid \" dan apa bila kamu di beri kenikmatan Oleh tuhanmu maka ceritakanlah\". Mujahid berkata : \" dengan Al qur'an\". Dan juga dari mujahid berkata : \" dengan kenabian \", maksudnya sampaikanlah apa yang engkau diutus dengannya.\"khitob/ yang di ajak bicara di sini adalah nabi shollallohu alaihi wasallam dan hukumnya adalah umum untuk nabi juga selainnya.\"\rوعن الحسن بن علي - رضي الله عنهما - قال : إذا أصبت خيرا ، أو عملت خيرا ، فحدث به الثقة من إخوانك . وعن عمرو بن ميمون قال : إذا لقي الرجل من إخوانه من يثق به ، يقول له : رزق الله من الصلاة البارحة وكذا وكذا . وكان أبو فراس عبد الله بن غالب إذا أصبح يقول : لقد رزقني الله البارحة كذا ، قرأت كذا ، وصليت كذا ، وذكرت الله كذا ، وفعلت كذا . فقلنا له : يا أبا فراس ، إن مثلك لا يقول هذا قال يقول الله تعالى : وأما بنعمة ربك فحدث وتقولون أنتم : لا تحدث بنعمة الله ونحوه عن أيوب السختياني وأبي رجاء العطاردي - رضي الله عنهم - . وقال بكر بن عبد الله المزني قال النبي - صلى الله عليه وسلم - : \" من أعطي خيرا فلم ير عليه ، سمي بغيض الله ، معاديا لنعم الله \" .","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Dari hasan bin ali rodhiyallohu anhuma berkata : \" ketika engkau masuk waktu pagi dlm keadaan baik, atau engkau melakukan sesuatu yang baik maka ceritakanlah kepada saudaramu yang kau percayai \". Dulu abu faros abdulloh bin gholib ketika masuk waktu pagi berkata : \" Allah telah memberikan rizki padaku begini kemaren, aku membaca segini, aku sholat ini, aku berdzikir seperti ini, dan aku telah melakukan ini.\"\rKemudian kami berkata : \" wahai abu faros, sungguh orang sepertimu janganlah bicara seperti itu\". Abu faros berkata : \" Allah ta'ala berfirman ' dan apa bila kamu di beri kenikmatan Oleh tuhanmu maka ceritakanlah' sedangkan kalian berkata : ' janganlah kau ceritakan kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah \".\rDan kisah yang serupa juga dari ayyub as sukhtiyani dan abi roja' al 'atori rodhiyallohu anhum.bakar bin abdillah al muzani berkata , nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : \" barang siapa yang diberi suatu kebaikan dan tidak kebaikan tersebut tidak terlihat padanya maka dia disebut benci kepada Allah dan memusuhi nikmat-nikmat Allah.\"","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"وروى الشعبي عن النعمان بن بشير قال : قال النبي - صلى الله عليه وسلم - : من لم يشكر القليل ، لم يشكر الكثير ، ومن لم يشكر الناس ، لم يشكر الله ، والتحدث بالنعم شكر ، وتركه كفر ، والجماعة رحمة ، والفرقة عذاب . وروى النسائي عن مالك بن نضلة الجشمي قال : كنت عند رسول الله - صلى الله عليه وسلم - جالسا ، فرآني رث الثياب فقال : \" ألك مال ؟ \" قلت : نعم ، يا رسول الله ، من كل المال . قال : \" إذا آتاك الله مالا فلير أثره عليك \" . وروى أبو سعيد الخدري عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - أنه قال : إن الله جميل يحب الجمال ، ويحب أن يرى أثر نعمته على عبده .\rAs sya'bi meriwayatkan dari nu'man bin basyir berkata, nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : \" Barang siapa yang tidak bersyukr dengan yang sedikit maka tidak akan bersyukur dengan yang banyak, barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka tidak bersyukur kepada Allah, menceritakan kenikmatan termasuk syukur dan tidak mencritakannya termasuk kufur, berjamaah adalah rahmat dan berpisah-pisah adalah adzab.\"","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"Imam An-nasa'i meriwayatkan dari malik bin adholah al jusyami berkata : \" aku duduk disamping Rasululloh shollallohu alaihi wasallam kemudian beliau melihat bajuku yang usang maka Rasul berkata : \" bukankah engkau mempunyai harta ?\"aku berkata : \" iya, wahai Rasululloh, dari semua bentuk harta \"Rasul bersabda : \" jika Allah telah memberikanmu harta maka perlihatkanlah bekasnya padamu.\"abu said al khudri meriwayatkan dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam , sesungguhnya beliau bersabda : \" sesungguhnya Allah itu indah, suka keindahan dan Allah juga menyukai melihat bekas kenikmatanNya kepada hambaNya\". Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/762015843821226/\r3157. MENGAPA DISEBUT SURAT AL-IKHLAS ?\rPERTANYAAN :\r> Olar Mania\rAssalamualaikum.. langsung saja, dalam nama-nama surah al-Qur'an, pasti ada hubungannya dengan isi surah tersebut, semisal surah al-Fatihah karena sebagai iftitah (pembuka), surah Maryam dan Yusuf karena di dalamnya menjelaskan tentang Siti Maryam dan Nabi Yusuf, dll.. Lantas, bagaimana dengan surah al-Ikhlas yang di dalamnya tidak menyinggung sama sekali dengan keihklasan?? syukron jawabannya.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rSurat ini sebenarnya mempunyai banyak nama, imam fakhruddin arazy menyebutkan ada dua puluh nama untuk surat ini, dan ini menunjukkan tambahnya keutamaan pada surat ini. Di antara salah satu namanya adalah surat al ikhlas. Berikut penjelasan imam Fakhruddin arzy dalam kitab tafsir al kabirnya :\rالتفسير الكبير","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"ورابعها : سورة الإخلاص لأنه لم يذكر في هذه السورة سوى صفاته السلبية التي هي صفات الجلال ؛ ولأن من اعتقده كان مخلصا في دين الله ؛ ولأن من مات عليه كان خلاصه من النار ؛ ولأن ما قبله خلص في ذم أبي لهب فكان جزاء من قرأه أن لا يجمع بينه وبين أبي لهب .\rYang ke-empat namanya adalah surat al ikhlas, karena dalam surat ini tdklah disebut selain sifat-sifat salbiyahnya Allah yaitu sifat-sifat keagungan-Nya, dan karena barang siapa yang beri'tiqad dengannya maka dia disebut sebagai mukhlis / orang yang selamat dalam agama Allah. Dan karena barang siapa yang meninggal dalam i'tiqad ini maka ini akan menjadi kholas / penyelamatannya dari neraka. Dan karena surat sebelumnya adalah kholaso / selesai dalam mencela abu lahab (surat sebelum al ikhlas adalah surat al lahab) maka balasan bagi orang yang membaca surat ini adalah tidak berkumpul di antara dia dan abu lahab. Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/758879157468228/\r3200. YANG DIMAKSUD DENGAN AHLAD DZIKRI ( AHLI DZIKIR )\rPERTANYAAN :\r> Alif Sulaiman\rAssalamu'alaikum. Sesuai perintah al-Quran.\"fas-aluu ahla zikri in kuntum la ta'lamuun\", bertanyalah kepada ahli zikir (tentang masalah agama) jika kamu tidak tahu. Mohon pencerahannya, siapa ahli zikri,??? mengapa Alloh memerintahkan untuk bertanya kepada ahli zikir bukan kepada ahli ilmu ???\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rYang dimaksud ahlad dzikri tersebut adalah ulama'. Lihat kitab tafsir alqurtubi :","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"مسألة : لم يختلف العلماء أن العامة عليها تقليد علمائها ، وأنهم المراد بقول الله - عز وجل - : فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون وأجمعوا على أن الأعمى لا بد له من تقليد غيره ممن يثق بميزه بالقبلة إذا أشكلت عليه ؛ فكذلك من لا علم له ولا بصر بمعنى ما يدين به لا بد له من تقليد عالمه ، وكذلك لم يختلف العلماء أن العامة لا يجوز لها الفتيا ؛ لجهلها بالمعاني التي منها يجوز التحليل والتحريم .\rWaqiila ahlad dzikri tersebut adalah ahlul qur'an. Lihat Kitab tafsir at tobary :\rوقيل : أهل الذكر : أهل القرآن . ذكر من قال ذلك :\rحدثني أحمد بن محمد الطوسي قال : ثني عبد الرحمن بن صالح قال : ثني موسى بن عثمان عن جابر الجعفي قال : لما نزلت ( فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون ) قال : علي : نحن أهل الذكر .\rحدثني يونس قال : أخبرنا ابن وهب قال : قال ابن زيد في قوله ( فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون ) قال : أهل القرآن ، والذكر : القرآن . وقرأ ( إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون ) .\rDalam tafsir ibnu katsir, ahlad dzikri adalah ahlul ilminya orang-orang yahudi, nasrani dan kelompok-kelompok yang lainnya.\r( فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون ) أي : اسألوا أهل العلم من الأمم كاليهود والنصارى وسائر الطوائف : هل كان الرسل الذين أتوهم بشرا أو ملائكة؟ إنما كانوا بشرا ، وذلك من تمام نعم الله على خلقه; إذ بعث فيهم رسلا منهم يتمكنون من تناول البلاغ منهم والأخذ عنهم .\rTafsir senada juga disebutkan oleh imam al baghowi dalam kitab tafsirnya, ahlad dzikri adalah ahli taurat dan injil maksudnya ulama' ahli kitab.","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"( فاسألوا أهل الذكر ) يعني : أهل التوراة والإنجيل ، يريد علماء أهل الكتاب ، فإنهم لا ينكرون أن الرسل كانوا بشرا ، وإن أنكروا نبوة محمد صلى الله عليه وسلم ، وأمر المشركين بمسألتهم لأنهم إلى تصديق من لم يؤمن بالنبي صلى الله عليه وسلم أقرب منهم إلى تصديق من آمن به .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/779358312086979/\r3232. TAFSIR QS AL WAQI'AH AYAT 79 : TIDAK BOLEH MENYENTUH ALQUR'AN ?\rPERTANYAAN :\r> Amar Rama\rAssalamu'alaykum.. saya ingin bertanya tentang QS.Al-Waqiah ayat 79 : \"laa yamassuhu illal muthohharun\". Apakah ini bermakna dilarang menyentuh kitab al-Qur'an jika berhadats ? padahal al-Qur'an baru dibukukan pada masa khalifah Usman ra mohon pencerahannya\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, lihat tafsir surat al waqi'ah ayat 79 :\rلَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ\r\" Tiada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan \". Lihat kitab tafsir ibnu katsir :\rتفسير ابن كثير\rقَالَ ابْنُ جَرِيرٍ : حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ ، عَنْ حَكِيمٍ - هُوَ ابْنُ جُبَيْرٍ - عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : ( لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ) قَالَ : الْكِتَابُ الَّذِي فِي السَّمَاءِ .\rوَقَالَ الْعَوْفِيُّ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : ( [ لَا يَمَسُّهُ ] إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ) يَعْنِي : الْمَلَائِكَةَ . وَكَذَا قَالَ أَنَسٌ ، وَمُجَاهِدٌ ، وَعِكْرِمَةُ ، وَسَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ ، وَالضَّحَّاكُ ، وَأَبُو الشَّعْثَاءِ جَابِرُ بْنُ زَيْدٍ ، وَأَبُو نَهِيكٍ ، وَالسُّدِّيُّ ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ ، وَغَيْرُهُمْ .","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"Ibnu jarir berkata telah menceritakan kepadaku ismail bin musa, telah mengkhabarkan kepada kami syarik dari hakim -yaitu bnu jubair- dari sa'id bin jubair dari ibnu abbas ( \" tiada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan \") ibnu abbas berkata : \" yaitu kitab yang ada di langit\"\rAl aufi berkata dari ibnu abbas : (\" tiada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan \") maksudnya adalah malaikat.dan yang seperti itu anas, mujahid, ikrimah, said bin jubair, ad dhohak, abu sya'tsa', jabir bin zaid, abu nuhaik, as suddi, abdurrahman bin zaid bin aslam dan juga yang lainya berpendapat.\rوَقَالَ ابْنُ جَرِيرٍ : حَدَّثَنَا ابْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى ، حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْرٍ ، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ ، عَنْ قَتَادَةَ : ( لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ) قَالَ : لَا يَمَسُّهُ عِنْدَ اللَّهِ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ، فَأَمَّا فِي الدُّنْيَا فَإِنَّهُ يَمَسُّهُ الْمَجُوسِيُّ النَّجِسُ ، وَالْمُنَافِقُ الرَّجِسُ . وَقَالَ : وَهِيَ فِي قِرَاءَةِ ابْنِ مَسْعُودٍ : \" مَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ \" . وَقَالَ أَبُو الْعَالِيَةِ : ( لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ) لَيْسَ أَنْتُمْ أَصْحَابَ الذُّنُوبِ .\rIbnu jarir berkata : telah menceritakan kepada kami al a'la, telah menceritakan kepada kami ibnu tasur, telah menceritakan kepada kami ma'mar dari qotadah (\" tiada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan \") qotadah berkata :\" tiada yang menyentuhnya di sisi Allah kecuali orang-orang yang disucikan, adapun didunia maka orang majusi dan orang munafik yang najis juga menyentuhnya.\"","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"وَقَالَ ابْنُ زَيْدٍ : زَعَمَتْ كُفَّارُ قُرَيْشٍ أَنَّ هَذَا الْقُرْآنَ تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ ، فَأَخْبَرَ اللَّهُ تَعَالَى أَنَّهُ لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ كَمَا قَالَ : ( وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ ) [ الشُّعَرَاءِ : 210 - 212 ] .\r[ وَهَذَا الْقَوْلُ قَوْلٌ جَيِّدٌ ، وَهُوَ لَا يَخْرُجُ عَنِ الْأَقْوَالِ الَّتِي قَبْلَهُ .\rوَقَالَ الْفَرَّاءُ : لَا يَجِدُ طَعْمَهُ وَنَفْعَهُ إِلَّا مَنْ آمَنَ بِهِ .\rوَقَالَ آخَرُونَ : ( لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ) أَيْ : مِنَ الْجَنَابَةِ وَالْحَدَثِ . قَالُوا : وَلَفْظُ الْآيَةِ خَبَرٌ وَمَعْنَاهَا الطَّلَبُ ، قَالُوا : وَالْمُرَادُ بِالْقُرْآنِ - هَاهُنَا - الْمُصْحَفُ ، كَمَا رَوَى مُسْلِمٌ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - نَهَى أَنْ يُسَافَرَ بِالْقُرْآنِ إِلَى أَرْضِ الْعَدُوِّ ، مَخَافَةَ أَنْ يَنَالَهُ الْعَدُوُّ . وَاحْتَجُّوا فِي ذَلِكَ بِمَا رَوَاهُ الْإِمَامُ مَالِكٌ فِي مُوَطَّئِهِ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ : أَنَّ فِي الْكِتَابِ الَّذِي كَتَبَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لِعَمْرِو بْنِ حَزْمٍ : أَلَّا يَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ . وَرَوَى أَبُو دَاوُدَ فِي الْمَرَاسِيلِ مِنْ حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ قَالَ : قَرَأْتُ فِي صَحِيفَةٍ عِنْدَ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ : \" وَلَا يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ \" .","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"Ulama' yang lainnya berkata (\" tiada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan \") maksudnya dari jinabat dan hadas.mereka berkata : \" lafadz ayat tsb adalah khobar sedangkan maknanya adalah perintah.\"mereka berkata : \" yang dimaksud dengan alqur'an disini adalah mushaf sebagaimana riwayat imam muslim dari umar sesungguhnya Rasululloh shoillallohu alaihi wasallam melarang bepergian ke negara musuh dengan membawa qur'ankhawatir di ambil msuh. mereka juga berhujjah dengan riwayat imam malik dlm kitab muwato'nya dari abduloh bin abu bakar bin muhammad bin amr bin hazm bah wasesunguhya dlm surat yang ditulis oleh Rasululloh shollalohu alaihi wasallam utk amr bin hazm \" janganlah menyentuh alqur'an kecuali orang yang suci \"abu dawud meriwayatkan dlm kitab marosil dari hadisnya zuhri berkata : \" aku membaca dalam lembaran kepunyaan abu bakar bin mhammad bin amer bin hazm sesunggunya Rasululloh sholallohu alaihi wasallam berkata \" janganlah menyentuh alqur'an kecuali orang yang suci.\". Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/764557230233754/\r3259. TAFSIR QS. ANNISA 34 : DERAJAT LAKI-LAKI LEBIH TINGGI DARI WANITA\rPERTANYAAN :\r> Arif Fivers\rAssalamu'alaikum, mau tanya : Tinggian derajat mana di sisi Allah swt,Apakah lelaki atau wanita. Syukron !\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatuloh, dalam surat an nisa' ayat 34 Allah berfirman :\rالرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.\"\rTafsir ibnu katsir surat al baqoroh ayat 228 :\rيقول تعالى : ( الرجال قوامون على النساء ) أي : الرجل قيم على المرأة ، أي هو رئيسها وكبيرها والحاكم عليها ومؤدبها إذا اعوجت ( بما فضل الله بعضهم على بعض ) أي : لأن الرجال أفضل من النساء ، والرجل خير من المرأة; ولهذا كانت النبوة مختصة بالرجال وكذلك الملك الأعظم; لقوله صلى الله عليه وسلم : \" لن يفلح قوم ولوا أمرهم امرأة \" رواه البخاري من حديث عبد الرحمن بن أبي بكرة ، عن أبيه وكذا منصب القضاء وغير ذلك .\r( وبما أنفقوا من أموالهم ) أي : من المهور والنفقات والكلف التي أوجبها الله عليهم لهن في كتابه وسنة نبيه صلى الله عليه وسلم ، فالرجل أفضل من المرأة في نفسه ، وله الفضل عليها والإفضال ، فناسب أن يكون قيما عليها ، كما قال ] الله [ تعالى : ( وللرجال عليهن درجة ) الآية [ البقرة : 228 ] .","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"Maksud \"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita\" adalah laki-laki itu pemimpin, pembesar dan hakim dari wanita serta yang mendidiknya ketika melenceng, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)\" maksudnya karena sesungguhnya laki-laki itu lebih utama daripada wanita, dan laki-laki lebih baik daripada wanita oleh karna itulah kenabian dikhususkan bagi laki-laki begitu juga raja-raja yang agung, sebab sabda nabi : “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). Begitu juga dalam masalah mendirikan putusan dan masalah yang lainnya.\r\"Dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka\" maksudnya dari mahar, nafaqoh dan taklif yang Allah wajibkan utk lelaki dalm alqur'an dan hadis nabinya sholallohu alaihi wasallam, maka lelaki lebih utama daripada wanita dengan sendirinya, dan bagi lelaki terdapat keutamaan diatas perempuan, maka pantaslah lelaki menjadi pemimpin bagi perempuan sebagaimana firman Allah dalam surat al baqoroh ayat 228 : “Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita”\rTafsir ibnu katsir surat an nisa' ayat 34 :\rوقوله : ( وللرجال عليهن درجة أي : في الفضيلة في الخلق ، والمنزلة ، وطاعة الأمر ، والإنفاق ، والقيام بالمصالح ، والفضل في الدنيا والآخرة ، كما قال تعالى : ( الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم ) [ النساء : 34 ] .","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"Dan firmanNya \" Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita\" adalah dalam keutamaan akhlak, pangkat, ketaatan perintah, infaq, mendirikan kebaikan, keutamaan di dunia dan akherat sebagaimana firman Allah ta'ala dalam surat an nisa' ayat 34 : \" Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.\" Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/764601830229294/\r3369. TAFSIR NABI KHIDIR MEMBANGUN BANGUNAN YANG TELAH ROBOH (AL-KAHFI 82)\rPERTANYAAN :\r> Lukman Hakim\rAssalamu'alaikum.. mau tanya. ketika nabi musa berguru ke nabi khidzir, nabi khidzir pernah membangun rumah anak yatim, karena di bawahnya ada harta karunnya.. yang saya tanyakan.. isi dari harta karun itu apa yah ?? dan kalau bisa di sertai rujukan kitab sama halamannya.. maksud saya yang saya tanyakan : Tulisan pada papan emas tersebut itu apa ? ... mohon penjelasan, terimakasih.. wassalamu'alaikum..\rJAWABAN :\r> Santriwati Dumay\rWa alaikumu salaam, terdapat perbedaan ulama' tentang isi dari kanz atau harta karun tsb, sebagian mengatakan isinya adalah suhuf yang berisi ilmu, sebagian yang lain mengatakan isinya adalah harta benda dan ada riwayat yang mengatakan bahwa isinya adalah papan emas yang ada tulisannya.\rتفسير ابن كثير [ ص: 186 ]","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"ومعنى الآية : أن هذا الجدار إنما أصلحه لأنه كان لغلامين يتيمين في المدينة وكان تحته كنز لهما . قال عكرمة ، وقتادة ، وغير واحد : كان تحته مال مدفون لهما . وهذا ظاهر السياق من الآية ، وهو اختيار ابن جرير ، رحمه الله . وقال العوفي عن ابن عباس : كان تحته كنز علم . وكذا قال سعيد بن جبير ، وقال مجاهد : صحف فيها علم ، وقد ورد في حديث مرفوع ما يقوي ذلك ، قال الحافظ أبو بكر أحمد بن عمرو بن عبد الخالق البزار في مسنده المشهور : حدثنا إبراهيم بن سعيد الجوهري ، حدثنا بشر بن المنذر ، حدثنا الحارث بن عبد الله اليحصبي عن عياش بن عباس القتباني عن ابن حجيرة ، عنأبي ذر رضي الله عنه ، [ رفعه ] قال : \" إن الكنز الذي ذكر الله في كتابه : لوح من ذهب مصمت مكتوب فيه : عجبت لمن أيقن بالقدر لم نصب ؟ وعجبت لمن ذكر النار لم ضحك ؟ وعجبت لمن ذكر الموت لم غفل؟ لا إله إلا الله ، محمد رسول الله \"\rIni tulisan dalam papan emas tsb :\rعجبت لمن أيقن بالقدر لم نصب ؟ وعجبت لمن ذكر النار لم ضحك ؟ وعجبت لمن ذكر الموت لم غفل؟ لا إله إلا الله ، محمد رسول الله \"\rAku heran dengan orang yang meyakini takdir, mengapa bersusah payah ?\rDan aku heran dengan orang yang mengingat neraka, mengapa tertawa ?\rDan aku heran dengan orang yang mengingat kematian, mengapa lupa ?.\r> Ical Rizaldysantrialit\rTafsir thobary , Surat al-kahfi : 82\rوَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ? وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ? ذَالِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا (82)","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"اختلف أهل التأويل في ذلك الكنز فقال بعضهم: كان صُحُفا فيها علم مدفونة. * ذكر من قال ذلك:\rحدثني محمد بن سعد، قال: ثني أبي، قال: ثني عمي، قال: ثني أبي عن ابيه، عن ابن عباس ( وَكَانَ تَحْتَهُ كَنز لَهُمَا ) قال: كان تحته كنز علم.\rحدثنا يعقوب، قال: ثنا هشيم، قال: أخبرنا حصين، عن سعيد بن جبير: ( وَكَانَ تَحْتَهُ كَنز لَهُمَا ) قال: كان كنز علم.\rحدثنا محمد بن بشار ، قال ثنا عبد الرحمن ، قال ثنا سفيان ، عن أبي حصين ، عن سعيد بن جبير ( وَكَانَ تَحْتَهُ كَنز لَهُمَا ) قال : علم.\rحدثنا محمد بن المثنى، قال: ثنا أبو داود، قال: ثنا شعبة، عن أبي حصين، عن سعيد بن جبير ( وَكَانَ تَحْتَهُ كَنز لَهُمَا ) قال: علم.\rحدثني محمد بن عمرو، قال: ثنا أبو عاصم،\rWallahu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/806666199356190/\r3380. TAFSIR QS AL-QOSHOSH AYAT 60 : KENIKMATAN DAN PERHIASAN DUNIA\rPERTANYAAN :\r> Arif Rachmad\rوما أوتيتم من شيء فمتاع الحيوة الدنيا وزينتها ، وما عند الله خير وأبقى .\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rAllah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:\rوَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلا تَعْقِلُونَ (60)\r“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al-Qashash: 60 )\rTafsir Ayat :","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"هذا حض من الله لعباده على الزهد في الدنيا وعدم الاغترار بها، وعلى الرغبة في الأخرى، وجعلها مقصود العبد ومطلوبه، ويخبرهم أن جميع ما أوتيه الخلق، من الذهب، والفضة، والحيوانات والأمتعة، والنساء، والبنين، والمآكل، والمشارب، واللذات، كلها متاع الحياة [الدنيا] وزينتها، أي: يتمتع به وقتا قصيرا، متاعا قاصرا، محشوا بالمنغصات، ممزوجا بالغصص ويزين به زمانا يسيرا، للفخر والرياء، ثم يزول ذلك سريعا، وينقضي جميعا، ولم يستفد صاحبه منه إلا الحسرة والندم، والخيبة والحرمان\r“Ini adalah dorongan dari Allah -Subhaanahu wa Ta’ala- kepada hamba-hambaNya untuk bersikap zuhud (sederhana, red) di dunia dan tidak terpedaya dengannya, dan selalu mengharapkan kehidupan akhirat, menjadikannya sebagai tujuan dan dambaan seseorang. Dan Allah mengabarkan kepada mereka bahwa seluruh apa saja yang diberikan kepada manusia seperti emas, perak, berbagai hewan ternak, harta benda, wanita, anak-anak, berbagai jenis makanan, minuman dan berbagai kelezatan, semuanya adalah kenikmatan kehidupan [dunia] dan perhiasannya. Maksudnya, semua itu hanya dinikmati dalam waktu yang relatif singkat, kesenangan sementara, penuh dengan kesulitan, bercampur dengan himpitan. Ia hanya bisa dijadikan perhiasan dalam waktu yang singkat untuk berbangga-bangga dan riya’ (pamer); kemudian ia akan sirna dengan cepat, dan ia akan musnah semuanya, dan pelakunya tidak akan mendapatkan sesuatu kecuali penyesalan, keluh kesah, kegagalan dan tidak mendapatkan kebaikan.","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"(وَمَا عِنْدَ اللَّهِ) من النعيم المقيم، والعيش السليم (خَيْرٌ وَأَبْقَى) أي: أفضل في وصفه وكميته، وهو دائم أبدا، ومستمر سرمدا (أَفَلا تَعْقِلُونَ) أي: أفلا يكون لكم عقول، بها تزنون أي: الأمور أولى بالإيثار، وأي الدارين أحق للعمل لها فدل ذلك أنه بحسب عقل العبد، يؤثر الأخرى على الدنيا، وأنه ما آثر أحد الدنيا إلا لنقص في عقله،\rوَمَا عِنْدَ اللَّهِ)) ‘sedang apa yang ada di sisi Allah’ berupa kenikmatan abadi dan kehidupan yang menyenangkan (خَيْرٌ وَأَبْقَى) ‘adalah lebih baik dan lebih kekal’ lebih utama kualitas dan kuantitasnya, dan ia kekal abadi sepanjang masa. أَفَلا تَعْقِلُونَ)) ‘Maka apakah kamu tidak memahaminya?’ maksudnya, apakah kalian tidak mempunyai akal untuk mempertimbangkannya, yang mana dari dua perkara itu yang seharusnya diutamakan? Dan negeri yang mana yang lebih berhak dikerahkan amal perbuatan untuknya?. Hal ini membuktikan bahwa hal itu sesuai (dengan kadar) kesadaran seseorang, maka dia akan lebih mengutamakan akhirat daripada dunia, dan bahwa sebenarnya seseorang tidak lebih mengutamakan kehidupan dunia melainkan karena akalnya kurang!.\r- Tafsir Ibnu Katsir :\r[ ص: 249 ] ( وما أوتيتم من شيء فمتاع الحياة الدنيا وزينتها وما عند الله خير وأبقى أفلا تعقلون ( 60 ) أفمن وعدناه وعدا حسنا فهو لاقيه كمن متعناه متاع الحياة الدنيا ثم هو يوم القيامة من المحضرين ( 61 ) ) .","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"يقول تعالى مخبرا عن حقارة الدنيا ، وما فيها من الزينة الدنيئة والزهرة الفانية بالنسبة إلى ما أعده الله لعباده الصالحين في الدار الآخرة من النعيم العظيم المقيم ، كما قال : ( ما عندكم ينفد وما عند الله باق ) [ النحل : 96 ] ، وقال : ( وما عند الله خير للأبرار ) [ آل عمران : 198 ] ، وقال : ( وما الحياة الدنيا في الآخرة إلا متاع ) [ الرعد : 26 ] ، وقال : ( بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وأبقى ) [ الأعلى : 16 ، 17 ] ، وقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : \" والله ما الدنيا في الآخرة ، إلا كما يغمس أحدكم إصبعه في اليم ، فلينظر ماذا يرجع إليه \" .\r[ وقوله ] : ( أفلا يعقلون ) أي : أفلا يعقل من يقدم الدنيا على الآخرة؟ .\r- Tafsir Jalalain :\r{ وما أوتيتم من شيء فمتاع الحياة الدنيا وزينتها } تتمتعون وتتزينون به أيام حياتكم ثم يفنى { وما عند الله } أي ثوابه { خير وأبقى أفلا تعقلون } بالتاء والياء أن الباقي خير من الفاني.\r- Tafsir Qurthuby :","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"{ وما أوتيتم من شيء} يا أهل مكة { فمتاع الحياة الدنيا وزينتها} أي تتمتعون بها مدة حياتكم، أو مدةً في حياتكم، فإما أن تزولوا عنها أو تزول عنكم. { وما عند الله خير وأبقى} أي أفضل وأدوم، يريد الدار الآخرة وهي الجنة. { أفلا تعقلون} أن الباقي أفضل من الفاني قرأ أبو عمرو { يعقلون} بالياء الباقون بالتاء على الخطاب وهو الاختيار لقوله { وما أو تيتم} . قوله { أفمن وعدناه وعدا حسنا فهو لاقيه} يعني الجنة وما فيها من الثواب. { كمن متعناه متاع الحياة الدنيا} فأعطي منها بعض ما أراد. { ثم هو يوم القيامة من المحضرين} أي في النار ونظيره قوله { ولولا نعمة ربي لكنت من المحضرين} الصافات 57 . قال ابن عباس : نزلت في حمزة بن عبدالمطلب، وفي أبي جهل بن هشام وقال مجاهد : نزلت في النبي صلى الله عليه وسلم وأبي جهل وقال محمد بن كعب. نزلت في حمزة وعلي، وفي أبي جهل وعمارة بن الوليد وقيل : في عمار والوليد بن المغيرة؛ قاله السدي قال القشيري : والصحيح أنها نزلت في المؤمن والكافر على التعميم الثعلبي : وبالجملة فإنها نزلت في كل كافر متع في الدنيا بالعافية والغنى وله في الآخرة النار، وفي كل مؤمن صبر على بلاء الدنيا ثقة بوعد الله وله في الآخرة الجنة.\rhttp://www.alro7.net/ayaq.php?aya=60&sourid=28\r- Tafsir Aisaru Al-Tafasir ( abu bakr al-jaza`iri ) :\rوَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ (60) أَفَمَنْ وَعَدْنَاهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَاقِيهِ كَمَنْ مَتَّعْنَاهُ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْمُحْضَرِينَ (61)\rشرح الكلمات :\r{ وما أتيتم من شيء } : أي وما أعطاكم الله من مال أو متاع .\r{ فمتاع الحياة الدنيا وزينتها } : فهو ما تتمتعون به وتتنزهون ثم يزول ويفنى .","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"{ وما عند الله خير وأبقى } : أي وما عند الله من ثواب وهو الجنة خير وأبقى .\r{ أفلا تعقلون } : لأن من يؤثر القليل الفاني على الكثير الباقي لا عقل له .\r{ وعداً حسناً } : أي الجنة .\r{ فهو لاقيه } : أي مصيبه وحاصل عليه وظافر به لا محالة .\r{ من المحضرين } : أي في نار جهنم .\rمعنى الآيتين :\rلقد سبق في هذا السياق أن المشركين اعتذروا عن الإِسلام بعذر مادي بحت وهو وجود عداوة بينهم وبين سائر العرب . يترتب عليها حروب وتعطل التجارة إلى غير ذلك . فقوله تعالى هنا { وما أوتيتم من شيء فمتاع الحياة الدنيا } هو خطاب لهم ولكل من يؤثر الحياة الدنيا على الآخرة فيسْتَحِل المحرمات ويعطل الأحكام ويضيع الفرائض والواجبات لتعارضها في نظره مع جمع المال والتمتع بالحياة الدنيا . وقوله تعالى : { وما أوتيتم من شيء } أي من مال ومتاع وإن كثر { فمتاع الحياة الدنيا } أي فهو متاع الحياة الدنيا { وزينتها } أي تتمتعون وتتنزهون به اياماً أو أعواماً ثم ينفد ويزول ، أو تموتون عنه وتتركونه { وما عند الله } من نعيم الجنة رخير وأبقى } خير في نوعه وأبقى في مدته ، فالأول رديء وتصحبه المنغصات ويعقبه الطدر ، والثاني جيد صالح خال من المنغصات والكدورات وباق لا يبلى ولا يفنى ولا يزول ولا يموت صاحبه ويخلفه وراءه . { أفلا تعقلون } يا من تؤثرون الفاني على الباقي والردئ على الجيد والخبيث على الطيب . وقوله تعالى : { افمن وعدناه وعداً حسناً } وهو المؤمن الصادق في إيمانه المؤكد له بصالح عمله ، { وعدنا وعداً حسناً } وهو الجنة دار السلام فهو لاقيه } أي لاق موعده بإذن الله بمجرد أن يلفظ أنفاسه وتعرج إلى السماء روحه . { كمن متعناه متاع الحياة الدنيا } فهو يأكل ويشرب وينكح كالبهائم { ثم هو يوم القيامة من المحضرين } في جهنم في دار العذاب والهوان ، والجواب : لا يستويان أبداً وشتان ما بينهما ، فالأول وهو المؤمن الصالح الموعود بدار السلام لا","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"يقارن بالكافر المتهالك على الدنيا ثم يتركها فجأة ويجد نفسه مع أهل الكفر والإِجرام في عذاب وهون لا يفارقه ولا يخرج منه أبداً .\rهداية الآيات :\rمن هداية الآيات :\r1- فائدة العقل أن يعقل صاحبه دون ما يضره ، ويبعثه على ما ينفعه فإن لم يعقله دون ما يضره ولم يبعثه على ما ينفعه فلا وجود له ، ووجوده كعدمه .\r2- بيان فضل الآخرة على الدنيا .\r3- وعد الله للمؤمن بالجنة خير مما يؤتاه الكافر من مال ومتاع وزينة في الحياة الدنيا .\rhttp://islamport.com/w/tfs/Web/35/1178.htm\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/797654723590671/\r3384. TAFSIR AYAT TUJUAN PENCIPTAAN JIN DAN MANUSIA\rPERTANYAAN :\r> Yoyok Mariawan\rAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf sebelumnya klo pertanyaan saya aneh. Beberapa hari yang lalu ada teman yang membahas apa tujuan penciptaan manusia di bumi ini? Wal hasil sayapun jadi teringat lagi pada pertanyaan yang dulu juga sempat mengusik di hati saya dan sampai saat ini belum mendapatkan jawabannya!! Mohon sedikit dibagikan ilmunya ya pak!!! terimakasih Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Allah Ta’ala berfirman :\rوَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ\r“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"Allah tidaklah membiarkan kita begitu saja. Bukanlah Allah hanya memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya. Setelah kita mengetahui tujuan hidup kita di dunia ini, perlu diketahui pula bahwa jika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya, bukan berarti Allah butuh pada kita. Sesungguhnya Allah tidak menghendaki sedikit pun rezeki dari makhluk-Nya dan Dia pula tidak menghendaki agar hamba memberi makan pada-Nya. Allah lah yang Maha Pemberi Rizki.\rPerhatikan ayat selanjutnya, kelanjutan surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman :\rمَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)\r“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)\rJustru kita yang butuh pada Allah. Justru kita yang butuh melakukan ibadah kepada-Nya. Wallahu A'lam.\r-Tafsir Qurthuby :","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"قوله تعالى : وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون قيل : إن هذا خاص فيمن سبق في علم الله أنه يعبده ، فجاء بلفظ العموم ومعناه الخصوص . والمعنى : وما خلقت أهل السعادة من الجن والإنس إلا ليوحدون . قال القشيري : والآية دخلها التخصيص على القطع ; لأن المجانين والصبيان ما أمروا بالعبادة حتى يقال أراد منهم العبادة ..................\rوقيل : إلا ليعبدون أي إلا ليقروا لي بالعبادة طوعا أو كرها ; رواه علي بن أبي طلحة عن ابن عباس . فالكره ما يرى فيهم من أثر الصنعة . مجاهد : إلا ليعرفوني . الثعلبي : وهذا قول حسن ; لأنه لو لم يخلقهم لما عرف وجوده وتوحيده\r- Tafsir Jalalain :\r{ وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون } ولا ينافي ذلك عدم عبادة الكافرين، لأن الغاية لا يلزم وجودها كما في قولك: بريت هذا القلم لأكتب به، فإنك قد لا تكتب به .\r- Tafsir Al Kabir :\rفقال تعالى : ( ما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون ) أي لست كالسادة في طلب العبادة بل هم الرابحون في عبادتهم ، وفيه وجه آخر وهو أن يقال هذا تقرير لكونهم مخلوقين للعبادة ، وذلك لأن الفعل في العرف لا بد له من منفعة ، لكن العبيد على [ ص: 201 ] قسمين : قسم منهم يكون للعظمة والجمال كمماليك الملوك يطعمهم الملك ويسقيهم ويعطيهم الأطراف من البلاد ويؤتيهم الطراف بعد التلاد ، والمراد منهم التعظيم والمثول بين يديه ، ووضع اليمين على الشمال لديه ، وقسم منهم للانتفاع بهم في تحصيل الأرزاق أو لإصلاحها فقال تعالى إني خلقتهم فلا بد فيهم من منفعة فليتفكروا في أنفسهم هل هم من قبيل أن يطلب منهم تحصيل رزق وليسوا كذلك ، فما أريد منهم من رزق ، أو هل هم ممن يطلب منهم إصلاح قوت كالطباخ والخواني الذي يقرب الطعام وليسوا كذلك فما أريد أن يطعمون ، فإذن هم عبيد من القسم الأول أن لا يتركوا التعظيم\r- Al Tahrir wa Al Tanwir :","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"فقوله وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون خبر مستعمل في التعريض بالمشركين الذين انحرفوا عن الفطرة التي خلقوا عليها فخالفوا سنتها اتباعا لتضليل المضلين .\rوالجن : جنس من المخلوقات مستتر عن أعين الناس وهو جنس شامل للشياطين ، قال تعالى عن إبليس \" كان من الجن \" .\rوالإنس : اسم جمع ، واحده إنسي بياء النسبة إلى جمعه .\rوالمقصود في هذا الإخبار هو الإنس وإنما ذكر الجن إدماجا ، وستعرف وجه ذلك .\rوالاستثناء مفرغ من علل محذوفة عامة على طريقة الاستثناء المفرغ .\rواللام في \" ليعبدون \" لام العلة ، أي : ما خلقتهم لعلة إلا علة عبادتهم إياي . والتقدير : لإرادتي أن يعبدون ، ويدل على هذا التقدير قوله في جملة البيان ما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون .\rوهذا التقدير يلاحظ في كل لام ترد في القرآن تعليلا لفعل الله تعالى ، أي : ما أرضى لوجودهم إلا أن يعترفوا لي بالتفرد بالإلهية .\rفمعنى الإرادة هنا : الرضا والمحبة ، وليس معناها الصفة الإلهية التي تخصص الممكن ببعض ما يجوز عليه على وفق العلم ، التي اشتق منه اسمه تعالى ( المريد ) ؛ لأن إطلاق الإرادة على ذلك إطلاق آخر ، فليس المراد هنا تعليل تصرفات الخلق الناشئة عن اكتسابهم على اصطلاح الأشاعرة ، أو عن قدرتهم على اصطلاح المعتزلة على تقارب ما بين الاصطلاحين لظهور أن تصرفات الخلق قد تكون مناقضة لإرادة الله منهم بمعنى الإرادة الصفة ، فالله تعالى خلق الناس [ ص: 26 ] على تركيب يقتضي النظر في وجود الإله ويسوق إلى توحيده ، ولكن كسب الناس يجرف أعمالهم عن المهيع الذي خلقوا لأجله ، وأسباب تمكنهم من الانحراف كثيرة راجعة إلى تشابك الدواعي والتصرفات والآلات والموانع .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/804770412879102/\r3390. RAIHLAH AKHIRATMU NAMUN JANGAN LUPAKAN DUNIAMU\rPERTANYAAN :\r> Arif Rachmad\rوابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نسيبك من الدنيا .","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"JAWABAN :\r> Icak Rizaldysantrialit\rAllah Ta’ala berfirman Surat Al Qoshos ayat 77\rوَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ\r“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, DAN JANGANLAH KAMU MELUPAKAN BAGIANMU DARI (KENIKMATAN) DUNIAWI…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.\rTampak jelas pada ayat tersebut di atas, bahwa kita diperintahkan untuk mencari kebahagian di akhirat kelak tanpa mengabaikan kenikmatan duniawi yang diberikan oleh Allah swt kepada kita semua. Serta berbuat baiklah kepada semua orang sebagimana Allah juga telah berbuat baik kepada kita semua. Dan kita juga diperintahkan oleh-Nya untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi baik berupa menyakiti orang lain ataupun kita berperilaku buruk dalam menjaga keselarasan kehidupan di bumi.","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"Imam Ghazali mengatakan dalam ihya : “ kebahagiaan dan kenikmatan duniawi merupakan racun mematikan yang berjalan pada urat nadi, sehingga menjauhkan hati dari rasa takut, sedih, mengingat mati dan hari kiamat. Ini merupakan kematian hati dan permohonan perlindungan kepada Allah”. Bagi orang-orang yang sudah tertutup hatinya akan selalu mencari kenikmatan duniawi tanpa memperdulikan bagaimana cara mendapatkannya. Ketahuilah sesunguhnya keselamatan duniawi itu adalah bagaimana kita bisa mencegah diri kita untuk terbuai dalam kenikmatan duniawi, serta berbuat sabar ,membiasakan berbuat kebaikan kepada sesama.\rTentang Tafsiran: DAN JANGANLAH KAMU MELUPAKAN BAGIANMU DARI (KENIKMATAN) DUNIAWI. Para ulama Ahli Tafsir berbeda pendapat. Sebagiannya adalah:\ra.…Imam Ibnu Abbas: “Janganlah kau sia-siakan umurmu. Dengan tidak melakukan amal baik di dunia. Karena akhirat hanya bisa di raih dengan amal dunia. Maka, (sebenarnya) nasib/bagian manusia hanyalah umur dan amal baiknya di dunia”.\rb.…Imam Hasan dan Imam Qotadah: “Janganlah kau sia-siakan bagian duniamu. Dengan menikmati dan mencari perkara halal seraya berangan-angan akibat duniamu”.\rc.…Imam Qurthubi menyimpulkan dua pendapat di atas dengan Dawuh Sahabat Ibnu Umar: “Bercocok tanamlah (bekerjalah) seakan engkau hidup selamanya. Dan amalkanlah akhiratmu (beribadahlah) seakan engkau esok mati”.\r- Tafsir Baghowi :\r( وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك ولا تبغ الفساد في الأرض إن الله لا يحب المفسدين ( 77 ) )","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"( وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ) اطلب فيما أعطاك الله من الأموال والنعمة والجنة وهو أن تقوم بشكر الله فيما أنعم عليك وتنفقه في رضا الله تعالى ( ولا تنس نصيبك من الدنيا ) قال مجاهد ، وابن زيد : لا تترك أن تعمل في الدنيا للآخرة حتى تنجو من العذاب ، لأن حقيقة نصيب الإنسان من الدنيا أن يعمل للآخرة . وقال السدي : بالصدقة وصلة الرحم . وقال علي : لا تنس صحتك وقوتك وشبابك وغناك أن تطلب بها الآخرة . أخبرنا عبد الواحد المليحي ، أخبرنا أبو الحسن أحمد بن محمد بن شاذان ، أخبرنا أبو يزيد حاتم بن محبوب الشامي ، أخبرنا حسين المروزي ، أخبرنا عبد الله بن المبارك ، أخبرنا جعفر بن برقان ، عن زياد بن الجراح ، عن عمرو بن ميمون الأودي قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - لرجل : وهو يعظه : \" اغتنم خمسا قبل خمس : شبابك قبل هرمك ، وصحتك قبل سقمك ، وغناك قبل فقرك ، وفراغك قبل شغلك ، وحياتك قبل موتك \" الحديث مرسل . قال الحسن : أمره أن يقدم الفضل ويمسك ما يغنيه ، قال منصور بن زاذان في قوله : \" ولا تنس نصيبك من الدنيا \" ، قال : قوتك وقوت أهلك .\r( وأحسن كما أحسن الله إليك ) [ أي : أحسن بطاعة الله ] كما أحسن الله إليك بنعمته . [ ص: 222 ] وقيل : أحسن إلى الناس كما أحسن الله إليك ( ولا تبغ الفساد في الأرض ) من عصى الله فقد طلب الفساد في الأرض ( إن الله لا يحب المفسدين )\r- Tafsir Ibnu Katsir :","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"{ وابتغ فيما آتاك اللّه الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا} أي استعمل ما وهبك اللّه من هذا المال الجزيل والنعمة الطائلة في طاعة ربك، والتقرب إليه بأنواع القربات التي يحصل لك بها الثواب في الدنيا والاخرة، { ولا تنس نصيبك من الدنيا} أي مما أباح اللّه فيها من المآكل والمشارب والملابس والمساكن والمناكح، فإن لربك عليك حقا ولنفسك عليك حقا، ولأهلك عليك حقا، ولزوجك عليك حقا، فآت كل ذي حق حقه، { وأحسن كما أحسن اللّه إليك} أي أحسن إلى خلقه كما أحسن هو إليك، { ولا تبغ الفساد في الأرض} أي لا تكن همتك بما أنت فيه أن تفسد به في الأرض وتسيء إلى خلق اللّه { إن اللّه لا يحب المفسدين} .\r- Tafsir Qurthuby :","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"{ وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة} أي أطلب فيما أعطاك الله من الدنيا الدار الآخرة وهي الجنة؛ فإن من حق المؤمن أن يصرف الدنيا فيما ينفعه في الآخرة لا في التجبر والبغي { ولا تنس نصيبك من الدنيا} اختلف فيه؛ فقال ابن عباس والجمهور : لا تضيع عمرك في ألا تعمل عملا صالحا في دنياك؛ إذ الآخرة إنما يعمل لها، فنصيب الإنسان عمره وعمله الصالح فيها فالكلام على هذا التأويل شدة في الموعظة وقال الحسن وقتادة : معناه لا تضيع حظك من دنياك في تمتعك بالحلال وطلبك إياه، ونظرك لعاقبة دنياك فالكلام على هذا التأويل فيه بعض الرفق به وإصلاح الأمر الذي يشتهيه وهذا مما يجب استعماله مع الموعوظ خشية النبوة من الشدة؛ قاله ابن عطية. قلت : وهذان التأويلان قد جمعهما ابن عمر في قوله : احرث لدنياك كأنك تعيش أبدا، واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا. وعن الحسن : قدم الفضل، وأمسك ما يبلغ وقال مالك : هو الأكل والشرب بلا سرف وقيل : أراد بنصيبه الكفن فهذا وعظ متصل؛ كأنهم قالوا : لا تنس أنك تترك جميع مالك إلا نصيبك هذا الذي هو الكفن ونحو هذا قول الشاعر : نصيبك مما تجمع الدهر كله ** رداءان تلوى فيهما وحنوط وقال آخر : وهي القناعة لا تبغي بها بدلا ** فيها النعيم وفيها راحة البدن انظر لمن ملك الدنيا بأجمعها ** هل راح منها بغير القطن والكفن قال ابن العربي : وأبدع ما فيه عندي قول قتادة : ولا تنس نصيبك الحلال، فهو نصيبك من الدنيا ويا ما أحسن هذا. { وأحسن كما أحسن الله إليك} أي أطع الله وأعبده كما أنعم عليك ومنه الحديث : ما الإحسان ؟ قال : (أن تعبد الله كأنك تراه) وقيل : هو أمر بصلة المساكين قال ابن العربي : فيه أقوال كثيرة جماعها استعمال نعم الله في طاعة الله وقال مالك : الأكل والشرب من غير سرف قال ابن العربي : أرى مالكا أراد الرد على الغالين في العبادة والتقشف؛ فإن النبي صلى الله عليه وسلم كان يحب الحلواء، ويشرب العسل، ويستعمل","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"الشواء، ويشرب الماء البارد وقد مضى هذا المعنى في غير موضع. { ولا تبغ الفساد في الأرض} أي لا تعمل بالمعاصي { إن الله لا يحب المفسدين} .\rhttp://www.alro7.net/ayaq.php?aya=77&sourid=28\r- Tafsir Thobary :\rالقول في تأويل قوله تعالى : وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (77)\rيقول تعالى ذكره مخبرا عن قيل قوم قارون له: لا تبغ يا قارون على قومك بكثرة مالك, والتمس فيما آتاك الله من الأموال خيرات الآخرة, بالعمل فيها بطاعة الله في الدنيا وقوله: ( وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ) يقول: ولا تترك نصيبك وحظك من الدنيا, أن تأخذ فيها بنصيبك من الآخرة, فتعمل فيه بما ينجيك غدا من عقاب الله.\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tabary/sura28-aya77.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/798746096814867/\r3401. HUKUM AL-NASIKH WA AL-MANSUKH\rPERTANYAAN :\r> Ceng Ihsan Munandar\rAssalamualaikum, mohon pencerahannya dari pertanyaan ini. Ada istilah nasikh mansukh. Apakah Allah menyesal dengan hukum pertama??\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb\rPENGERTIAN NASIKH-MANSUKH\rNasikh-mansukh berasal dari kata nasakh. Dari segi etimologi, kata ini dipakai untuk beberapa pengertian: pembatalan, penghapusan, pemindahan dan pengubahan. Secara istilah yang berarti proses penghapusan atau pembatalan hukum syar’i yang telah ada untuk kemudian digantikan dengan hukum syar’i yang datang kemudian.\rPERBEDAAN ANTARA NASAKH, TAKHSHIS DAN BADA’","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"Terdapat perbedaan diametral antara Ibnu Katsir, al Maghrabidan Abu Muslim al Ashfahanidalam memandang persoalan nasakh. Ibnu Katsir dan al Maghrabi menetapkan adanya pembatalan hokum dalam al quran. Al Ashfahani berpendapat bahwa tidak ada nasakh dalam al quran. Kalaupun didalam al quran terdapat cakupan hokum yang bersifat umum, untuk mengklasifikasinya dapat dilakukan proses pengkhushusan(takhshis). Dengan demikian takhshis, menurutnya dapat diartikan sebagai “mengeluarkan sebagian satuan (afrad) dari satuan-satuan yang tercakup dalam lafad ‘amm”.\rNasakh :\r?…Satuan yang terdapat dalam Nasakh bukan merupakan bagian satuan yang terdapat dalam Mansukh.\r?…Nasakh adalah menghapuskan hukum dari seluruh satuan yang tercakup dalam dalil mansukh.\r?…Nasakh hanya terjadi dengan dalil yang datang kemudian.\r?…Nasakh adanya menghapuskan hubungan Mansukh dalam rentang waktu yang tidak terbatas.\r?…Setelah terjadi nasakh, seluruh satuan yang terdapat dalam nasikh tidak terikat dengan hukum yang terdapat dalam mansukh.\rTakhshis :\r?…Satuan yang terdapat dalam takhshis merupakan sebagian dari satuan yang terdapat dalam lafadz ‘aam.\r?…Takhshis adalah merupakan hukum dari sebagian satuan yang tercakup dalam dalil ‘aam.\r?…Takhshis dapat terjadi baik dengan dalil yang kemudian maupun menyertai dan mendahuluinya.\r?…Takhshis tidak menghapuskan hukum ‘aam sama sekali. Hukum ‘aam tetap berlaku meskipun sudah dikhushuskan.\r?…Setelah terjadi Takhshis, sisa satuan yang terdapat pada ‘aam tetap terikat oleh dalil ?am.\rHIKMAH ADANYA NASAKH","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"Adanya nasikh-mansukh tidak dapat dipisahkan dari sifat turunnya al-Qur’an itu sendiri dan tujuan yang ingin dicapainya. Turunnya Kitab Suci al-Qur’an tidak terjadi sekaligus, tapi berangsur-angsur dalam waktu 20 tahun lebih. Syekh al-Qasimi berkata, sesungguhnya al-Khalik Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mendidik bangsa Arab selama 23 tahun dalam proses tadarruj (bertahap) sehingga mencapai kesempurnaannya dengan perantaraan berbagai sarana sosial. Hukum-hukum itu mulanya bersifat kedaerahan, kemudian secara bertahap diganti Allah dengan yang lain, sehingga bersifat universal. Demikianlah Sunnah al-Khaliq diberlakukan terhadap perorangan dan bangsa-bangsa dengan sama.\rhttp://jifly.wordpress.com/2012/02/08/48/\rTujuan Nasakh-Mansukh\rTujuan Nasakh-Mansukh yaitu untuk membersihkan jiwa dan memelihara keselamatan masyarakat serta meningkatkan dengan ikatan kerjasama dan persaudaraan.\rSyarat-Syarat dalam Naskh\r1. Hukum yang Mansukh adalah hukum syara’.\r2. Dalil penghapusan hukum tersebut adalah khithab syar’i yang datang lebih kemudian dari khithab yang hukumnya dimansukh.\r3. Khithab yang dihapuskan atau diangkat hukumnya tidak terikat (dibatasi) dengan waktu tertentu.\rHal-Hal yang Mengalami Naskh Naskh hanya terjadi pada perintah dan larangan, baik yang diungkapkan dengan tegas dan jelas maupun yang diungkapkan dengan kalimat berita (khabar) yang bermakna amr (perintah) atau nahy (larangan). Naskh tidak terjadi dalam berita, khabar, yang jelas-jelas tidak bermakna thalab (seperti perintah atau larangan), atau seperti janji (al-wa’d) dan ancaman (al-wa’id).","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"Pedoman Mengetahui Naskh dan Mansukh\r1. Keterangan tegas dari Nabi atau Sahabat.\r2. Ijma’ umat bahwa ayat ini nasikh dan yang itu mansukh.\r3. Mengetahui mana yang terlebih dahulu dan mana yang belakangan berdasarkan sejarah.\rPembagian Nasikh dan Mansukh Nasikh dan Mansukh dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya yaitu:\r1. Nasikh dan Mansukh dilihat Berdasarkan kejelasan dan cakupannya.\r2. Nasikh dan Mansukh dilihat dari segi bacaan dan hukumnya.\r3. Nasikh dan Mansukh dilihat dari sisi otoritas mana yang lebih berhak menghapus sebuah nash.\rA. Nasikh dan Mansukh dilihat Berdasarkan kejelasan dan cakupannya\r1. Naskh sharih Naskh sharih yaitu ayat yang secara jelas menghapus hukum yang terdapat pada ayat yang terdahulu.\rMisalnya ayat tentang perang (qital) pada ayat 65 surah Al-Anfal [8] yang mengharuskan satu orang muslim melawan sepuluh kafir: “Hai Nabi, kobarkanlah semanagat orang mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, pasti mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantara kamu, mereka dapat mengalahkan seribu kafir , sebab orang-orang kafi adalah kaum yang tidak mengerti.” *Q.S. AlAnfal:65].","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"Ayat ini menurut jumhur ulama di- naskh oleh ayat yang mengharuskan satu orang mukmin melawan dua orang kafir pada ayat 66 dalam surat yang sama: Artinya: “sekarang Allah telah meringankan kamu dan mengetahui pula bahwa kamu memiliki kelamahan, maka jika diantara kamu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang kafir, dan jika diantara kamu terdapat seribu orang (yang sabar), mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang kafir.”*Q.S. Al-anfal: 66].\r2. Naskh dhimmy Naskh dhimmy yaitu jika terdapat dua naskh yang saling bertentangan dan tidak dikompromikan, dan keduanya turun untuk sebuah masalah yang sama, serta kedua-duanya diketahui waktu turunnya, ayat yang datang kemudian menghapus ayat yang terdahulu. Contohnya, ketetapan Allah yang mewajibkan berwasiat bagi orang-orang yang akan mati yang terdapat dalam surat AlBaqarah [2]: 180 Artinya . “diwajibkan atas kamu, apabila diantara seseorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika a meninggalkan harta yang banyak, untuk berwasiat bagi ibu-bapak serta karib-kerabatnya secara ma’ruf.” Ayat ini menurut pendukung teori naskh di-naskh oleh hadis la washiyyah li waris (tidak ada wasiat bagi ahli waris).\r3. Naskh Kully Naskh Kully, yaitu menghapus hukum yang sebelumnya secara keseluruhan. Contohnya, ketentuan ‘iddah empat bulan sepuluh hari pada surat Al-Baqarah [2] ayat 234 di-naskh oleh ketentuan ‘iddah satu tahun pada ayat 240 dalam surat yang sama.","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"4. Naskh juz’iy Naskh juz’iy, yaitu menghapus hukum umum yang berlaku bagi semua individu dengan hukum yang hanya berlaku bagi sebagian individu, atau menghapus hukum yang bersifat mutlaq dan muqayyad. Contohnya, hukum dera 80 kali bagi orang yang menuduh seorang wanita tanpa adanya saksi pada surat An-Nur [24] ayat 4, dihapus oleh ketentuan li’an, yaitu bersumpah empat kali dengan nama Allah, jika si penuduh suami yang tertuduh, pada ayat 6 dalam surat yang sama.\rB. Nasikh dan Mansukh dilihat dari segi bacaan dan hukumnya\r1. Penghapusan terhadap hukum dan bacaan (tilawah) secara bersamaan\r2. Penghapusan terhadap hukumnya saja, sedangkan bacaannya tetap ada\r3. Penghapusan terhadap bacaanya saja\rPenghapusan terhadap hukum dan bacaan (tilawah) secara bersamaan Ayat-ayat yang terbilang kategori ini tidak dibenarkan dibaca dan tidak benar diamalkan. Misalnya sebuah riwayat Al-Bukhari dan Muslim, yaitu hadis Aisyah r.a. Artinya: “dahulu termasuk yang diturunkan (ayat Al-Quraan) adalah sepuluh radab’at (isapan menyusu) yang diketahui, di naskh oleh lima (isapan menyusu) yang diketahui. Setelah rasulullah saw wafat, hukum yang terakhir tetap dibaca sebagi bagian Al-Quran.”","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"Penghapusan terhadap hukumnya saja, sedangkan bacaannya tetap ada Contohnya adalah ayat tentang mendahulukan sedekah (Q.S Al-Mujadilah: 58: 12). Artinya: \"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" (QS AlMujadilah: 12). Ayat ini di-naskh oleh surat yang sama ayat 13: Artinya: \"Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul. Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\"\rPenghapusan terhadap bacaanya saja, sedangkan hukumnya tetap berlaku Contoh kategori ini biasanya diambil dari ayat rajam. Mula-mula ayat raja ini terbilang ayat AlQuran . ayat yang dinyatakan mansukh bacaanya, sementara hukumnya tetap berlaku itu adalah: Artinya: “jika seorang pria tua dan wanita tua berzinah, maka rajamlah keduanya”.\rC. Nasikh dan Mansukh dilihat dari sisi otoritas mana yang lebih berhak menghapus sebuah nash\r1. Naskh al-Qur’an dengan alQur’an\r2. Naskh Qur’an dengan Sunah\r3. Naskh Sunah dengan Qur’an\r4. Naskh Sunah dengan Sunah\rMacam-Macam Nasikh :\r1. NASAKH TANPA BADAL\r2. NASAKH DENGAN BADAL YANG LEBIH RINGAN\r3. NASAKH DENGAN BADAL YANG SEPADAN","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"4. NASAKH DENGAN BADAL YANG LEBIH BERAT\rNASAKH TANPA BADAL Misalnya penghapusan keharusan bersedekah sebelum menghadap Rasulullah sebagaimana diperintahkan dalam firman Allah: “hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menghadap lalu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu” (Al-Mujadilah: 12). Ketentuan ini dinasakh dengen firman-Nya: “Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengen Rasul? Maka jika kamu tidak memperbuatnya dan Allah telah mmberi taubat kepadamu- maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat....”\rNASAKH DENGAN BADAL YANG LEBIH RINGAN “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kamu...” (Al-Baqarah: 187). Ayat ini menasakh ayat: ”Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu...” (Al-Baqarah: 183).\rNASAKH DENGAN BADAL YANG SEPADAN Misalnya penghapusan kiblat shalat menghadap ke Baitul Maqdis dengan menghadap ke Ka’bah: “Maka palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram...” (Al-Baqarah: 144).","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"NASAKH DENGAN BADAL YANG LEBIH BERAT Seperti penghapusan hukuman penahanan wanita yang berzina), dalam ayat: di rumah (terhadap “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, datangkanlah empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri maka biarkanlah mereka’ (An-Nisa’: 15-16) Kedua ayat ini dinasakh oleh ayat perintah untuk mencambuk perawan (yang berzina) dalam surah An-Nur: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera” (An-Nur: 2).\rHikmah Nasakh :\r1. Memelihara kemashlahatan hamba.\r2. Perkembangan tasyri’ menuju tingkat sempurna sesuai dengan perkembangan dakwah dan perkembangan kondisi umat manusia.\r3. Cobaan dan ujian bagi seorang mukallaf apakah mengikutinya atau tidak.\r4. Menghendaki kebaikan dan kemudahan bagi umat.\rاءت العقائد السماوية كافه بتقرير عقيدة واحدة هي عقيدة إفراد الله تعالى بالعبودية، وترك عبادة من سواه، فجميع الرسل نادوا في قومهم: {أن اعبدوا الله ما لكم من إله غيره} (المؤمنون:32) إلا أن أحكام الشرائع اختلفت من شريعة لأخرى، قال تعالى: {لكل أمة جعلنا منسكًا هم ناسكوه} (الحج:67).","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"وجاءت شريعة الإسلام ناسخة لما سبقها من الشرائع، ومهيمنة عليها، واقتضت حكمة الله سبحانه أن يشرع أحكامًا لحكمة يعلمها، ثم ينسخها لحكمة أيضًا تستدعي ذلك النسخ، إلى أن استقرت أحكام الشريعة أخيراً، وأتم الله دينه، كما أخبر تعالى بقوله: {اليوم أكملت لكم دينكم} (المائدة:3).\rوقد بحث العلماء الناسخ والمنسوخ ضمن أبحاث علوم القرآن الكريم، وأفرده بعضهم بالكتابة.\rوالنسخ هو رفع الحكم الشرعي، بخطاب شرعي. وعلى هذا فلا يكون النسخ بالعقل والاجتهاد.\rومجال النسخ هو الأوامر والنواهي الشرعية فحسب، أما الاعتقادات والأخلاق وأصول العبادات والأخبار الصريحة التي ليس فيها معنى الأمر والنهي، فلا يدخلها النسخ بحال.\rولمعرفة الناسخ والمنسوخ أهمية كبيرة عند أهل العلم، إذ بمعرفته تُعرف الأحكام، ويعرف ما بقي حكمه وما نُسخ.\rوقد حدَّد أهل العلم طرقًا يُعرف بها الناسخ والمنسوخ، منها: النقل الصريح عن النبي صلى الله عليه وسلم، أو الصحابي، فمن أمثلة ما نُقل عنه صلى الله عليه وسلم قوله: (كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزروها) رواه مسلم.\rومن أمثلة ما نُقل عن الصحابي، قول أنس رضي الله عنه في قصة أصحاب بئر معونة: ونزل فيهم قرآن قرأناه ثم نُسخ بَعْدُ (بلِّغوا عنا قومنا أن قد لقينا ربنا فرضيَ عنا ورضينا عنه) رواه البخاري.\rومن طُرق النسخ أيضًا إجماع الأمة، ومعرفة تاريخ الحكم المتقدم من المتأخر.\rولا بد من الإشارة إلى أن النسخ لا يثبت بالاجتهاد، ولا بمجرد التعارض الظاهر بين الأدلة، فكل هذه الأمور وما شابهها لا يثبت بها النسخ.\rAyat-ayat yang mengalami naskh :\rكتاب الناسخ والمنسوخ لقتادة بن دعامة السدوسي","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"أخبرنا الفقيه المكي أبو الحرم مكي بن عبد الرحمن بن سعيد بن عتيق وجماعة قال أنا الحافظ شيخ الإسلام فخر الأنام جمال الحفاظ أبو طاهر أحمد بن محمد بن أحمد بن محمد بن إبراهيم بن سلفة السلفي الأصبهاني في العشر الآخر من صفر سنة اثنتين وسبعين وخمس مائة بثغر الإسكندربة في منزله قراءة عليه وأنا أسمع قلت وفي طبقة السماع بخط السلفي هذا تسميع صحيح كما كتب وكتب أحمد بن محمد الأصبهاني قال أخبرنا الشيخ أبو الحسين المبارك بن\rعبد الجبار بن أحمد الصيرفي ببغداد من أصل سماعه أنا أبو طاهر محمد بن علي بن يوسف بن العلاف أنا أبو بكر أحمد بن جعفر ابن محمد بن سلم الختلي أنا أبو خليفة الفضل بن الحباب الجمحي ثنا محمد بن كثير العبدي ثنا همام بن يحيى 66 ب قال سمعت قتادة يقول في قول الله عز و جل فأينما تولوا فثم وجه الله 10 قال كانوا يصلون نحو بيت المقدس ورسول الله صلى الله عليه و سلم بمكة قبل الهجرة وبعدما هاجر رسول الله صلى الله عليه و سلم صلى نحو بيت المقدس ستة عشر شهرا ثم وجهه الله تعالى نحو الكعبة البيت الحرام\rSelengkapnya di : http://www.fatihsyuhud.org\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/811548885534588/\r3411. TAFSIR AYAT DARI SURAT AL-MA'UN DAN SURAT AL-LAHAB\rPERTANYAAN :\r> Dede Risdiandi\rAssalamu'alaikum. Mau nanya, maksud dari arti pada potongn ayat di bawah ni apa yah.? \"maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang SHALAT\" (Al-Maa'uun).\"Yang di lehernya ada TALI DARI SABUT\" (Al-Lahab)\rJAWABAN :\r> Nona Arya\rWaalaikumsalam... Untuk terjemah surat al ma'un \"dan celakalah orang orang yang lalai Dari sholatnya\" ibnu katsir menjelaskan yaitu orang yang lalai dari waktunya, mengakhir akhirkan waktu sholatnya, lalai dari rukun rukunnya serta lalai dari khusu' ketika melaksanakannya\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Menurut Imam Ibnu Abbas dan lainnya yang dimaksud dengan ayat di atas adalah orang-orang munafiq yang melakukan shalat bila ada di keramaian dan tdk shalat dikala ada di tempat sepi/sendirian. yaitu orang-orang yang berkewajiban shalat tapi mereka lalai dari shalat adakalanya tdk melakukannya,dan adakalanya melakukannya tapi tidak tepat waktu :\rتفسير ابن گثير : ثم قال: ( فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ ) قال ابن عباس، وغيره:يعني المنافقين، الذين يصلون في العلانية ولا يصلون في السر. ولهذا قال: ( لِلْمُصَلِّينَ ) أي:الذين هم من أهل الصلاة وقد التزموا بها، ثم هم عنها ساهون، إما عن فعلها بالكلية، كما قاله ابن عباس، وإما عن فعلها في الوقت المقدر لها شرعا، فيخرجها عن وقتها بالكلية، كما قاله مسروق، وأبو الضحى.\rhttp://www.e-quran.com/katheer-s107.html\rMengenai tali di leher istrinya Abu Lahab Ulama' berbeda pendapat dan menurut Imam AsTsauri adalah kalung dari neraka yang panjangnya 70 dziro'/ kurang lebih 33,6 meter. :","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"تفسير ابن كثير : فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍسورة المسد الآية رقم 5 ? قَالَ سَعِيد بْن الْمُسَيِّب كَانَتْ لَهَا قِلَادَة فَاخِرَة فَقَالَتْ لَأُنْفِقَنَّهَا فِي عَدَاوَة مُحَمَّد يَعْنِي فَأَعْقَبَهَا اللَّه مِنْهَا حَبْلًا فِي جِيدهَا مِنْ مَسَد النَّار : وَقَالَ اِبْن جَرِير حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْب حَدَّثَنَا وَكِيع عَنْ سُلَيْم مَوْلَى الشَّعْبِيّ عَنْ الشَّعْبِيّ قَالَ الْمَسَد اللِّيف وَقَالَ عُرْوَة بْن الزُّبَيْر : الْمَسَد سَلْسَلَة ذَرْعهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا وَعَنْ الثَّوْرِيّ هُوَ قِلَادَة مِنْ نَار طُولهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا وَقَالَ الْجَوْهَرِيّ الْمَسَد اللِّيف وَالْمَسَد أَيْضًا حَبْل مِنْ لِيف أَوْ خُوص وَقَدْ يَكُون مِنْ جُلُود الْإِبِل أَوْ أَوْبَارهَا وَمَسَدْت الْحَبْل أَمْسُدهُ مَسْدًا إِذَا أَجَدْت فَتْله . وَقَالَ مُجَاهِد \" فِي جِيدهَا حَبْل مِنْ مَسَد \" أَيْ طَوْق مِنْ حَدِيد\rhttp://www.almakan.net/quran/tafseer/1_111_1.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/813782711977872/\r3419. AL-ISRO AYAT 1 : KERUGIAN LAHIRIYAH TIDAK MENAFIKAN BERKAH\rPERTANYAAN :\r> Mbah Lirjangi\rNgomong-ngomong soal palestina..... kulo nyuwun pencerahan tentang ayat al isro' ayat 1, yang artinya kurang lebih : Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-nya pada suatu malam dari al masjidil haram ke al-masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, padahal masjidil aqsho tiap hari perang..\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"( والذي باركنا حوله ) صفة مدح لإزالة اشتراط عارض ، وبركته بما خص به من الخيرات الدينية كالنبوة والشرائع والرسل الذين كانوا في ذلك القطر ونواحيه ونواديه ، والدنياوية من كثرة الأشجار والأنهار ، وطيب الأرض . وفي الحديث \" أنه تعالى بارك فيما بين العريش إلى الفرات ، وخص فلسطين بالتقديس \" .\rFirman Allah lafadz\rالذي باركنا حوله\rArtinya Allah telah memberkahi daerah sekitar masjidil aqsho dengan kebaikan-kebaikan yang sifatnya diniyah seperti banyak diangkat para nabi dan rosul ,atau kebaikan yang sifatnya duniawi seperti daerah dan tempat sekeliling masjidil aqsho banyak ditumbuhi pepohonan dan di aliri air. Adapun apa yang terjadi sekarang tidak sama sekali menafikah keberkahan masjidil aqsho dan tempat sekelilingnya.\rCoba kita simak ta'rif atau definisi tentang \"berkah\"\rالبركة: هي الزيادة والنماء من حيث لا يوجد بالحس ظاهرا قال الرّاغب الأصفهانيّ: البركة ثبوت الخير الإلهيّ في الشّيء.\rBarokah adalah : adanya kebaikan yang sifatnya ilahi dalam suatu perkara atau tindakan. Dengan demikian barakah tidak bisa terlihat langsung secara indrawi dan lahiriah namun terkadang bisa terasakan. Sesuatu yang dirasakan mempunyai nilai tambah padahal lahirnya tidak atau malah berkurang, dikatakan mempunyai barokah.","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"Secara lahiriyah muslimin ghaza-palestina (daerah sekeliling masjidil aqsho) sekarang banyak mengalami kehilangan, kehilangan harta benda,rumah bahkan nyawa.Namun ini mengundang dan menarik kebaikan-kebaikan lain,ini ladang amal kebaikan khususnya muslimin ghaza.Apa yang terjadi sekarang juga menarik perhatian dan simpati saudara muslimin di dunia pada umumnya, begitu banyak do'a terpanjatkan, mereka mengirimkan bantuan merupa tim medis dan obat-obatan untuk membantu saudaranya sesama muslim.\rJika di lihat dari segi diniyah,apa yang terjadi sekarang telah banyak menarik dan memberikan keberkahan baik bagi muslimin ghaza khususnya,dan muslimin didunia pada umumnya.dan semoga ini menjadi ladang amal sholeh bagi Muslimin\r- Tafsir Thobary :\rوقوله ( الذي باركنا حوله ) يقول تعالى ذكره : الذي جعلنا حوله البركة لسكانه في معايشهم وأقواتهم وحروثهم وغروسهم\r- Tafsir kabir/bahrul Muhith :\r( والذي باركنا حوله ) صفة مدح لإزالة اشتراط عارض ، وبركته بما خص به من الخيرات الدينية كالنبوة والشرائع والرسل الذين كانوا في ذلك القطر ونواحيه ونواديه ، والدنياوية من كثرة الأشجار والأنهار ، وطيب الأرض . وفي الحديث \" أنه تعالى بارك فيما بين العريش إلى الفرات ، وخص فلسطين بالتقديس \" .\r-Tafsir Fathul Qodiir :\rثم وصف المسجد الأقصى بقوله : الذي باركنا حوله بالثمار والأنهار والأنبياء والصالحين ، فقد بارك الله سبحانه حول [ ص: 810 ] المسجد الأقصى ببركات الدنيا والآخرة ، وفي ( باركنا ) بعد قوله ( أسرى ) التفات من الغيبة إلى التكلم .\rWallahu a'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/816591331697010/\r3421. TAFSIR SURAT AL-BAQOROH AYAT 2 : MENGAPA PAKAI KATA TUNJUK JAUH DZALIKA\rPERTANYAAN :\r> Rizal Salim","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"Assalamualaikum, gus bagaimana dengan surat al-baqaroh ayat 2 pada kata dzalika penunjukannya JAUH tidak memakai kata hadza : kata INI ??\rJAWABAN :\r> Santriwati Dumay\rDalam tafsir ibnu katsir dzalika tersebut menurut ibnu abbas bermakna hadza / ini, begitu juga menurut mujahid, ikrimah, sa'id bin jubair, as sudi, muqotil bin hayyan, zaid bin aslam, dan ibnu juraij. Orang-orang arab sering meminjam antara dua kalimat isim isaroh ini ( dzalika dan hadza) dan mereka menggunakan satu dari kedua kalimat tersebut pada tempat yang lainnya, dan ini sudah dikenal dalam kalam mereka.\rSedangkan menurut imam qurtuby kalimat dzalika terkadang digunakan untuk isyaroh hadir walaupun biasanya digunakan untuk isyaroh goib sebagaimana firman Allah yang mengkhabarkan dirinya sendiri : \" Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.\". (QS: As-Sajdah Ayat: 6)","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Dalam tafsir al baghowi ada penafsiran yang lain yaitu hadza disini disembunyikan kalimatnya, jadinya adalah ai\" hadza dzalikal kitab\". Alfarro' berkata : \" sebelumnya Allah telah menjanjikan kepada nabi shollallohu alaihi wasallam akan menurunkan kepadanya sebuah kitab yang tidak akan lebur oleh air juga tidak akan rusak walaupun banyak di tolak, ketika al qur'an diturunkan Allah berfirman \" hadza (dzalika) al kitab / ini adalah kitab tersebut yang telah kujanjikan kuturunkan kepadamu dalam taurat dan injil dan pada lisan nabi2 sebelummu .\". Imam ibnu kisan berkata : \" sesungguhnya Allah ta'ala telah menururnkan sebuah surat sebelum surat al baqoroh dan surat tersebut di dustakan oleh orang-orang musyrik kemudian Alkam menururnkan surat al baqoroh dan berfirman \" dzalikal kitabu / kitab itu \" yaitu surat sebelum albaqoroh tiada keraguan padanya.\". Wallohu a'lam.\rتفسير ابن كثير الجزء الأول ص: 162\rقال ابن جريج : قال ابن عباس : ذلك الكتاب : هذا الكتاب . وكذا قال مجاهد ، وعكرمة ، وسعيد بن جبير ، والسدي ومقاتل بن حيان ، وزيد بن أسلم ، وابن جريج : أن ذلك بمعنى هذا ، والعرب تقارض بين هذين الاسمين من أسماء الإشارة فيستعملون كلا منهما مكان الآخر ، وهذا معروف في كلامهم .\rتفسير القرطبي الجزء الأول ص: 153\rقوله تعالى : ذلك الكتاب قيل : المعنى هذا الكتاب . و ذلك قد تستعمل في الإشارة إلى حاضر ، وإن كان موضوعا للإشارة إلى غائب ; كما قال تعالى في الإخبار عن نفسه جل وعز : ذلك عالم الغيب والشهادة العزيز الرحيم\rتفسير البغوي الجزء الأول ص: 58","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"قوله تعالى : ( ذلك الكتاب ) أي هذا الكتاب وهو القرآن ، وقيل هذا فيه مضمر أي هذا ذلك الكتاب . قال الفراء : كان الله قد وعد نبيه صلى الله عليه وسلم أن ينزل عليه كتابا لا يمحوه الماء ولا يخلق عن كثرة الرد فلما أنزل القرآن قال هذا ( ذلك ) الكتاب الذي وعدتك أن أنزله عليك في التوراة والإنجيل وعلى لسان النبيين من قبلك وهذا للتقريب وذلك \" للتبعيد وقال ابن كيسان : إن الله تعالى أنزل قبل سورة البقرة سورا كذب بها المشركون ثم أنزل سورة البقرة فقال ( ذلك الكتاب ) يعني ما تقدم البقرة من السور لا شك فيه\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/817169914972485/\r3436. TAFSIR QS YUSUF AYAT 77 : NABI YUSUF PENCURI ?\rPERTANYAAN :\rAssalamu 'alaikum, dalam surat yusuf (13) : 77 hal. 244 disebutkan :\rقَالُوا إِنْ يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَهُ مِنْ قَبْلُ ? فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِي نَفْسِهِ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ? قَالَ أَنْتُمْ شَرٌّ مَكَانًا ? وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ\rPertanyaannya :\ra. apa maksud ?\rقالوا إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل\rb. siapa yang dikehendaki dengan أخ له ?\rc. apa yang dicuri oleh أخ له sebelumnya ? (Penawar Rinduku)\rJAWABAN :\rWa alaikumu salaam,\ra. maksudnya adalah melepaskan/membebaskan diri mereka dari mencuri\rb. yang dimaksud dengan akhun lahu adalah saudaranya Bunyamin yaitu Nabi Yusuf\rc. yang dicuri Nabi Yusuf adalah berhala milik kakek dari ibunya\r- Tafsir Atthobari :\rتفسير الطبري الجزء السادس عشر ص: 195 196\rقال أبو جعفر : يقول تعالى ذكره : ( قالوا إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) ، يعنون أخاه لأبيه وأمه ، وهو يوسف ، كما : -\rحدثنا الحسن بن محمد قال : حدثنا شبابة قال : حدثنا ورقاء ، عن ابن أبي نجيح ، عن مجاهد ، قوله : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) ، ليوسف .","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"حدثني محمد بن عمرو قال : حدثنا أبو عاصم ، عن عيسى ، عن ابن أبي نجيح ، عن مجاهد ، مثله .\rحدثني المثنى قال : حدثنا إسحاق قال : حدثنا عبد الله ، عن] ورقاء ، عن ابن أبي نجيح ، عن مجاهد ، في قوله : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) ، قال : يعني يوسف .\rحدثنا القاسم قال : حدثنا الحسين قال : حدثني حجاج ، عن ابن جريج ، عن مجاهد : ( فقد سرق أخ له من قبل ) ، قال : يوسف .\rوقد اختلف أهل التأويل في \" السرق \" الذي وصفوا به يوسف . فقال بعضهم : كان صنما لجده أبي أمه ، كسره وألقاه على الطريق .\rذكر من قال ذلك :\rحدثنا أحمد بن عمرو البصري قال : حدثنا الفيض بن الفضل قال : حدثنا مسعر ، عن أبي حصين ، عن سعيد بن جبير : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) ، قال : سرق يوسف صنما لجده أبي أمه ، كسره وألقاه في الطريق ، فكان إخوته يعيبونه بذلك .\rحدثنا محمد بن عبد الأعلى قال : حدثنا محمد بن ثور ، عن معمر ، عن قتادة : ( فقد سرق أخ له من قبل ) ذكر أنه سرق صنما لجده أبي أمه ، فعيروه بذلك .\rحدثنا بشر قال : حدثنا يزيد قال : حدثنا سعيد ، عن قتادة ، قوله : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) : أرادوا بذلك عيب نبي الله يوسف . وسرقته التي عابوه بها ، صنم كان لجده أبي أمه ، فأخذه ، إنما أراد نبي الله بذلك الخير ، فعابوه .\rحدثنا القاسم قال : حدثنا الحسين قال : حدثني حجاج ، عن ابن جريج في قوله : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) ، قال : كانت أم يوسف أمرت يوسف يسرق صنما لخاله يعبده ، وكانت مسلمة .\rقَالُو اْ إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهُ مِن قَبْلُ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِى نَفْسِهِ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ قَالَ أَنْتُمْ شَرٌّ مَّكَاناً وَاللَّهُ أَعْلَمْ بِمَا تَصِفُونَ\rالبحر المديد (3/ 409)","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"قلت : معنى الشرط والجواب : إن ثبت أن بنيامين يسرق فقد سرق أخ له ، أي : سرقته كسرقة اخيه ، و(مكاناً) : تمييز.يقول الحق جل جلاله : قال إخوة يوسف ، لما ظهرت السرقة عليهم : {إن يسرقْ} بنيامين {فقد سرق أخٌ له} أخوه يوسف {من قبل} ، فهذا الأمر إنما صدر من ابْنَي راحيل ، لا منا ، قصدوا بذلك رفع المضرة عن أنفسهم ، ورموا بها يوسف وشقيقه ، وهذه السرقة التي رموه بها ؛ قيل : كانت ورثت عمته من أبيها منطقة ، وكانت تخصُّ يوسف وتحبه ، فلما شب ، أراد يعقوب انتزاعه منها ، فشدت المنطقة على وسطه ، ثم اظهرت ضياعَها ، ففتَّش عليها ، فوجدت مشدودة على وسطه ، فصارت أحق به في حكمهم وقيل : كان لجده من أمه صنم من ذهب ، فسرقه وكسره ، وألقاه في الجيف. وقيل : كان في البيت عناق أو دجاجة فأعطاها السائل.\r- Tafsir Munir :\rقالُوا أي إخوة يوسف تبرئة لأنفسهم: إِنْ يَسْرِقْ أي بنيامين سقاية الملك فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَهُ مِنْ قَبْلُ أي قالوا للملك: إن هذا الأمر ليس بغريب من بنيامين فإن أخاه الذي هلك كان سارقا أيضا. قال سعيد بن جبير: كان جد يوسف أبو أمه كافرا يعبد الأوثان فأمرته أمه بأن يسرق تلك الأوثان ويكسرها فلعله يترك عبادة الأوثان ففعل ذلك فهذا هو السرقة فَأَسَرَّها أي إجابتهم يُوسُفُ فِي نَفْسِهِ أي في قلبه وَلَمْ يُبْدِها أي لم يظهر الإجابة لَهُمْ قالَ أي يوسف في نفسه أَنْتُمْ شَرٌّ مَكاناً أي منزلة في السرقة من يوسف حيث سرقتم أخاكم من أبيكم وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِما تَصِفُونَ (77) أي بحقيقة ما تذكرون من أمر يوسف هل يوجب عود مذمة إليه أم لا؟\r- Berikut kisahnya dalam Tafsir Ibnu Katsir :\r( قالوا إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل فأسرها يوسف في نفسه ولم يبدها لهم قال أنتم شر مكانا والله أعلم بما تصفون ( 77 ) )","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"وقال إخوة يوسف لما رأوا الصواع قد أخرج من متاع بنيامين : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) يتنصلون إلى العزيز من التشبه به ، ويذكرون أن هذا فعل كما فعل أخ له من قبل ، يعنون به يوسف ، عليه السلام .\rقال سعيد بن جبير ، عن قتادة كان يوسف قد سرق صنما لجده ، أبي أمه ، فكسره .\rوقال محمد بن إسحاق ، عن عبد الله بن أبي نجيح ، عن مجاهد قال : كان أول ما دخل على يوسف من البلاء ، فيما بلغني ، أن عمته ابنة إسحاق ، وكانت أكبر ولد إسحاق ، وكانت إليها منطقة إسحاق ، وكانوا يتوارثونها بالكبر ، فكان من اختباها ممن وليها كان له سلما لا ينازع فيه ، يصنع فيه ما يشاء وكانيعقوب حين ولد له يوسف قد حضنته عمته ، فكان منها وإليها ، فلم يحب أحد شيئا من الأشياء حبها إياه ، حتى إذا ترعرع وبلغ سنوات وقعت نفس يعقوب عليه فأتاها ، فقال : يا أخية سلمى إلي يوسف ، فوالله ما أقدر على أن يغيب عني ساعة . قالت : فوالله ما أنا بتاركته . ثم قالت : فدعه عندي أياما أنظر إليه وأسكن عنه ، لعل ذلك يسليني عنه ، أو كما قالت . فلما خرج من عندها يعقوب ، عمدت إلى منطقة إسحاق ، فحزمتها على يوسف من تحت ثيابه ، ثم قالت : فقدت منطقة إسحاق ، عليه السلام ، فانظروا من أخذها ومن أصابها ؟ فالتمست ثم قالت : اكشفوا أهل البيت . فكشفوهم فوجدوها مع يوسف . فقالت : والله إنه لي لسلم ، أصنع فيه ما شئت . فأتاها يعقوب فأخبرته الخبر . فقال لها : أنت وذاك ، إن كان فعل ذلك فهو سلم لك ما أستطيع غير ذلك . فأمسكته فما قدر عليه يعقوب حتى ماتت . قال : فهو الذي يقول إخوة يوسف حين صنع بأخيه ما صنع حين أخذه : ( إن يسرق فقد سرق أخ له من قبل ) . [ ص: 403 ]\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=843&idto=843&bk_no=49&ID=857\rWallohu a'lam bis showab.\rMUJAWWIB : Ical Rizaldysantrialit, Timur Lenk, Sunde Pati, Santriwati Dumay","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"LINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/810859475603529/\r3472. MAKNA MAWADDAH WA RAHMAH DALAM QS. AR-RUM 21\rPERTANYAAN :\r> Chikado Lukime\rAssalamualaikum. Pada saat pernikahan sering menerima ucapan atau do'a Mawaddah wa rahmah. Pertanyaan : Apa maksud yang sebenarnya mawaddah wa rahmah itu sendiri ? Makasih.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Surat Ar-Rum Ayat 21 selengkapnya :\rوَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ? إِنَّ فِي ذَالِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ\rDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.\rManusia mengetahui bahwa mereka mempunyai perasaan-perasaan tertentu terhadap jenis yang lain. Perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran itu ditimbulkan oleh daya tarik yang ada pada masing-masing mereka, yang menjadikan yang satu tertarik kepada yang lain, sehingga antara kedua jenis pria dan wanita itu terjalin hubungan yang wajar.","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"Mereka melangkah maju dan bergiat agar perasaan-perasaan itu dan kecenderungan-kecenderungan antara laki-laki dan wanita itu tercapai. Puncak dari semuanya itu ialah terjadinya perkawinan antara laki-laki dan perempuan itu. Dalam keadaan demikian bagi laki-laki hanya istrinya itulah wanita yang paling cantik dan baik, sedang bagi wanita itu, hanya suaminyalah laki-laki yang menarik hatinya.\rMasing-masing mereka merasa tenteram hatinya dengan ada pihak yang lain itu. Semuanya ini merupakan modal yang paling berharga dalam membina rumah tangga bahagia.\rKemudian dengan adanya rumah tangga yang berbahagia jiwa dan pikiran menjadi tenteram, tubuh dan hati mereka menjadi tenang serta kehidupan dan penghidupan menjadi mantap, kegairahan hidup akan timbul, dan ketenteraman bagi laki-laki dan wanita secara menyeluruh akan tercapai.\rKhusus mengenai kata-kata \"mawaddah\" (rasa kasih) dan \"rahmah\" (sayang), Mujahid dan Ikrimah berpendapat bahwa yang pertama adalah sebagai ganti dari kata \"nikah\" (bersetubuh, bersenggama) dan yang kedua sebagai kata ganti \"anak\".\rJadi menurut Mujahid dan Ikrimah, maksud perkataan Tuhan : \"Bahwa Dia menjadikan antara suami dan istri rasa kasih sayang ialah adanya perkawinan sebagai yang disyariatkan Tuhan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita dari jenisnya sendiri, yaitu jenis manusia, akan terjadilah persenggamaan yang menyebabkan adanya anak-anak dan keturunan. Persenggamaan adalah merupakan suatu keharusan dalam kehidupan manusia, sebagaimana adanya anak-anak adalah merupakan suatu keharusan yang umum pula. \"","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"Ada yang berpendapat bahwa: \"mawaddah\" bagi anak muda, dan \"rahmah\" bagi orang tua.\r- Tafsir Ibnu Katsir :\r{ مودة} وهي المحبة { ورحمة} وهي الرأفة\r- Tafsir Qurthuby :\r{ وجعل بينكم مودة ورحمة} قال ابن عباس ومجاهد : المودة الجماع، والرحمة الولد؛ وقاله الحسن. وقيل : المودة والرحمة عطف قلوبهم بعضهم على بعض. وقال السدي : المودة : المحبة، والرحمة : الشفقة؛ وروي معناه عن ابن عباس قال : المودة حب الرجل امرأته، والرحمة رحمته إياها أن يصيبها بسوء. ويقال : إن الرجل أصله من الأرض، وفيه قوة الأرض، وفيه الفرج الذي منه بدئ خلقه فيحتاج إلى سكن، وخلقت المرأة سكنا للرجل\r- Al Tahrir wa Al tanwir :\rوأن جعل بين كل زوجين مودة ومحبة فالزوجان يكونان من قبل التزواج متجاهلين فيصبحان بعد التزواج متحابين ، وأن جعل بينهما رحمة فهما قبل التزاوج لا عاطفة بينهما فيصبحان بعده متراحمين كرحمة الأبوة والأمومة ، ولأجل ما ينطوي عليه هذا الدليل ويتبعه من النعم والدلائل جعلت هذه الآية آيات عدة في قوله إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/835093373180139/\r3473. TAFSIR QS AR-RO'DU 12-13 : KEMARAU TAK ADA GURUH ?\rPERTANYAAN :\r> Iyaan Pangeran Blega\rAssalaamu'alaikum.. ketidak-pahaman selalu membuat saya bertanya. Seorang teman mengatakan. Guruh dan kilat adalah suara malaikat yaitu tafsir dari ayat \"ra'dun wa barq\" dalam kitab tafsir jalalain. Namun mengapa pada musim hujan saja ra'du dan barq itu ada, sedangkan pada musim kemarau tidak? Dan apa makna dari suara malaikat tsb? Terima kasih, wassalam.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rAllah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"((هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ))\rArtinya : \"Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guntur itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya\". (QS. Al-Ra'du: 12-13).\rIbnu Katsir rahimahullah dalam Tafsirnya berkata : \"Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Dialah yang menundukkan kilat, yaitu cahaya terang mengkilat yang terlihat keluar dari celah-celah awan.\"\rSedangkan maksud Khaufa wa Thama'a (ketakutan dan harapan), menurut Qatadah Rahimahullah: \"Ketakutan adalah untuk orang bepergian yang takut tertimpa bahaya dari kilat itu dan kesulitan yang ditimbulkannya. Sedang harapan adalah untuk orang muqim yang berharap berkah dan manfaatnya serta mengharap rizki Allah.\"\rKeberadaan petir dan guntur menjadi suatu peringatan keras bagi penduduk bumi. Dan terkadang dijadikan juga untuk menghukum/mengadzab sebagian manusia yang Allah kehendaki. Hal ini sebagaimana yang terdapat pada ayat di atas : \"dan Allah melepaskan Guntur/halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki.\"\r- Asbab Nuzul,Tafsir Ibnu Katsir,Tafsir Jalalain dan Tafsir Qurthuby :","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"http://www.alro7.net/ayaq.php?langg=arabic&aya=13&sourid=13\r- Tafsir Baghowy :\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php\r- Tafsir Thobary :\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tabary/sura13-aya13.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/834448946577915/\r3481. TAFSIR AL-QUR'AN SURAT AL-ANBIYA 89 : TENTANG NABI ZAKARIYA\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Fusyani\rAssalamu'alaikum. Apakah yang dimaksud dalam tafsiran suroh al anbiyaa ayat 89 ??? Ttg Nabi Zakaria, apakah seorg Nabi merasa kesepian tiadanya seorg perempuan disisinya ???\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rItu bukan masalah kesepian karena nggak ada perempuan disisi beliau, tapi beliau lama nggak punya anak maka beliau berdoa agar diberi anak yang kelak menjadi pewaris setalah beliau yaitu sebagai Nabi, akhirnya Allah mengabulkan doanya.\r( وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ ( 89 ) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ ( 90 ) ) .\rDan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabbnya: Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. (QS. 21:89)","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. (QS. 21:90).\r- Tafsir ibnu katsir :\rيُخْبِرُ تَعَالَى عَنْ عَبْدِهِ زَكَرِيَّا ، حِينَ طَلَبَ أَنْ يَهَبَهُ اللَّهُ وَلَدًا ، يَكُونُ مِنْ بَعْدِهِ نَبِيًّا . وَقَدْ تَقَدَّمَتِ الْقِصَّةُ مَبْسُوطَةً فِي أَوَّلِ سُورَةِ \" مَرْيَمَ \" وَفِي سُورَةِ \" آلِ عِمْرَانَ \" أَيْضًا ، وَهَاهُنَا أَخْصَرُ مِنْهُمَا; ( إِذْ نَادَى رَبَّهُ ) أَيْ : خُفْيَةً عَنْ قَوْمِهِ : ( رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا ) أَيْ : لَا وَلَدَ لِي وَلَا وَارِثَ يَقُومُ بَعْدِي فِي النَّاسِ ، ( وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ ) دُعَاءٌ وَثَنَاءٌ مُنَاسِبٌ لِلْمَسْأَلَةِ .\rDalam ayat tsb Allah menghabarkan ttg hambanya yang bernama zakariyya ketika meminta agar di beri anak oleh Allah yang kelak menjadi nabi setelahnya, firman Allah \" Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri \" maksudnya adalah tiada anak bagiku dan tiada ahli waris yang mengurusi orang-orang setelahku. Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/830500760306067/\r3491. TAFSIR AL-QUR'AN SURAT ALI IMRAN 7 : AYAT MUHKAMAT DAN MUTASYAABIHAAT\rPERTANYAAN :\r> Maftuh Ikromullah\rAssalamualaikum, mau minta penjelasan apa itu muhkamat dan mutasyabihat ? (QS Al Imran : 7).\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rWa alaikum salam. Dalam surat ali imron ayat 7 disebutkan :","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ\rDia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Diantara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat.\rAdapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah.\rDan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata : \"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami\". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.\rAyat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.\rTermasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.\rأيسر التفاسير لأسعد حومد (ص: 301،","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"{ الكتاب } { آيَاتٌ } { مُّحْكَمَاتٌ } { مُتَشَابِهَاتٌ } { تَشَابَهَ } { الراسخون } { آمَنَّا } { أُوْلُواْ } { الألباب } ( 7 ) - وَ اللهُ تَعَالَى هُوَ الذِي أنْزَلَ القُرآنَ عَلَى عَبْدِهِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَكَانَ مِنْ حِكْمَتِهِ أنْ جَعَلَ مِنْهُ آيَاتِ مُحْكَمَاتٍ مُحَدَّدَةَ المَعْنَى ، بَيِّنَةَ المَقَاصِدِ ، هِيَ الأصْلُ وَإليهَا المَرْجِعُ ( أمُّ الْكِتَابِ ) . وَجَعَلَ مِنْهُ آيَاتٍ مُتَشَابِهَاتٍ ، يَدِقُّ فَهْمُ مَعْنَاهَا عَلَى كَثيرٍ مِنَ النَّاسِ ، وَتَشْتَبِهُ عَلَى غَيْرِ الرَّاسِخِينَ فِي العِلْمِ .فَيَأخُذُونَ المُتَشَابِهَ الذِي يَسْتَطِعُونَ تَحْرِيفَهُ لِيَسْتَخْدِمُوهُ فِي الوُصُولِ إلى أغْراضِهِم الفَاسِدَةِ مِنْ إضْلاَلِ النَّاسِ لاحْتِمَالِ لَفْظِهِ لِمَا يَصْرِفُونَهُ إلَيْهِ . امَّا المُحْكَم فَإنَّهُمْ لاَ يَسْتَطِعُونَ الإفَادَةَ مِنْهُ لأنَّهُ دَامِغٌ لَهُمْ ، وَحُجَّةٌ عَلَيهِم .امَّا الذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ عَنِ الحَقِّ ، فَإنَّهُمْ يَتَّبِعُونَ المُتَشَابِهَ رَغْبَةً مِنْهُمْ فِي إثَارَةِ الفِتْنَةِ ، وَيَسْتَعِينُونَ فِي ذَلِكَ بِمَا فِي غَرَائِزِ النَّاسِ وَطِبَاعِهِمْ مِنْ شَكٍّ فِيمَا لَمْ يَصْل إليهِ عِلْمُهُمْ ، وَلاَ يَنَالُهُ حِسُّهُمْ . كَالإِحْيَاءِ بَعْدَ المَوْتِ ، وَجَميعِ شُؤُونِ الَعالَمِ الآخَر . وَيَأخُذُونَ المُتَشَابِهَ عَلَى ظَاهِرِهِ دُونَ نَظَرٍ إلى المُحْكَمِ ، وَيَرْجِعُونَ فِي تَفْسِيرِ المُحْكَمِ إلى أهْوَائِهِمْ ، دُونَ نَظَرٍ إلى المُحْكَمِ ، وَيَرْجِعُونَ فِي تَفْسِيرِ المُحْكَمِ إلى أهْوَائِهِمْ ، وَتَقَالِيدِهِمْ ، لاَ إلى الأصْلِ المُحْكَمِ الذِي بُنِيَ عَلَيهِ الاعْتِقَادُ .وَتَأوِيلُ المُتَشَابِهِ مِنَ القُرَآنِ لاَ يَعْلَمُهُ إلاَّ اللهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي العِلْمِ ، المُتَمَكِّنُونَ","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"مِنْهُ .( وَقَالَ بَعْضُ المُفَسِرينَ المُتَقَدِّمِينَ : إنَّ المَفْهُومَ مِنْ هَذِهِ الآيَةِ : أنَّه لاَ يَعْلَمُ تَفْسِيرَ المَتَشَابِهِ إلاّ اللهُ . أمَّا الرَّاسِخُونَ فِي العِلْمِ فَعِبَارَةٌ مُسْتَأنَفَةٌ ) .وَهَؤُلاءِ الرَّاسِخُونَ فِي العِلْمَ يَرُدُّونَ المُتَشَابِهَ إلى المُحْكَمِ ، وَيُؤْمِنُونَ بِهذَا وَهذا عَلَى حَقٌّ وَصِدْقٌ مِنْ عِنْدِ اللهِ ، وَلاَ يُفَرِّقُونَ بَينَ مُحْكَمِ القُرَآنِ وَمُتَشَابِهِهِ .وَلاَ يَعْقِلُ ذَلِكَ وَلاَ يَفْهَمُهُ إلاّ أصْحَابُ العُقُولٍ السَّلِيمَةِ التِي لاَ تَخْضَعُ لِتَأثِيرِ الهَوَى والشَّهَواتِ .وَسُئِلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّاسِخِينَ فِي العِلْمِ فَقَالَ عَنْهُمْ : \" مَنْ بَرَّتْ يَمِينُهُ ، وَصَدَقَ لِسَانُهُ ، وَاسْتَقَامَ قَلْبُهُ ، وَمَنْ عَفَّ بَطْنُهُ وَفَرْجُهُ ، فَذَلِكَ مِنَ الرَّاسِخِينَ فِي العِلْمِ \"( أَخْرَجَهُ ابْنُ أبي حَاتِمٍ ) .\rالبحر المديد (1/ 380)\r{هو الذي أنزل عليك الكتاب} المبين ، فمنه ما هو {آيات محكمات} واضحات المعنى ، لا اشتباه فيها ولا إجمال ، {هن أم الكتاب} أي : أصله ، يُرد إليها غيرها ، {و} منه آيات {أُخَر متشابهات} أي : محتملات ، لا يتضح مقصودها ؛ لإجماله أو مخالفة ظاهر ؛ إلا بالفحص وجودة الفكر ، ليظهر فضل العلماء النُقاد ، ويزداد حرصهم على الاجتهاد في تَدبُرها وتحصيل العلوم المتوقف عليها استنباط المراد بها ، فينال بها ، وبإتعاب القرائح في استخراج معانيها ، والتوفيق بينها وبين المحكمات ، أعلى الدرجات وأرفع المقامات.\rالوسيط لسيد طنطاوي (ص: 545،","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"{ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ }أى واضحات الدلالة ، محكمات التراكيب ، جليات المعانى ، متقنات النظم والتعبير حاويات لكل ما يسعد الناس فى معاشهم ومعادهم ، بينات لا التباس فيها ولا اشتابه .وقوله { هُنَّ أُمُّ الكتاب } أى هذه الآيات المحكمات الواضحات الدلالة المانعات من الوقوع فى الالتباس لانكشاف معانيها لكل ذى عقل سليم ، هن أصل الكتاب الذى يعول عليه فى معرفة الأحكام ، ويرجع إليه فى التمييز بين الحلال والحرام ، ويرد إليه ما تشابه من آياته ، وما استشكل من معانيها .والجار والمجرور { مِنْهُ } خبر مقدم ، و { آيَاتٌ } مبتدأ مؤخر ، و { مُّحْكَمَاتٌ } صفة لآيات . وقوله { هُنَّ أُمُّ الكتاب } صفة ثانية للآيات .قال الجمل : وأخبر بلفظ الواحد وهو { أُمُّ } عن الجمع وهو { هُنَّ } لأن الآيات كلها فى تكاملها واجتماعها كالآية الواحدة ، وكلام الله واحد . أو أن كل واحدة منهن أم الكتاب كما قال - تعالى - : { وَجَعَلْنَا ابن مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً } أى كل واحد منهما . أو لأنه مفرد واقع موقع الجمع \" .وقوله { وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ } أى ومنه آيات أخر متشابهات وذلك كالآيات التى تتحدث عن صفات الله - تعالى - مثل : الاستواء ، واليد والغضب ، ونحو ذلك من الآيات التى تحدثت عن صفاته - سبحانه - وكالآيات التى تتحدث عن وقت الساعة ، وعن الروح وعن حقيقة الجن والملائكة وكالحروف المقطعة فى أوائل السور .قال الشيخ الزرقانى ما ملخصه : ومنشأ التشابه إجمالا هو خفاء مراد الشارع من كلامه . أما تفصيلا فنذكر أن منه ما يرجع خفاؤه إلى اللفظ من جهة غرابته كلفظ الأب فى قوله تعالى : { وَفَاكِهَةً وَأَبّاً } أو من جهة اشتراكه بين معان عدة كما فى قوله - تعالى - { فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْباً باليمين } أى فأقبل إبراهيم على الأصنام يضربها بيمينه ، أو بقوة ، أو بسبب اليمين التى حلفها . ومن هذا النوع فواتح السور المبدوءة بحروف التهجى","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"لأن التشابه والخفاء فى المراد منها جاء من ناحية ألفاظها .ومنه ما يرجع خفاؤه إلى المعنى ، ومثاله كل ما جاء فى القرآن وصفا لله - تعالى - أو لأهوال القيامة ، أو لنعيم الجنة . . فإن العقل البشرى لا يمكن أن يحيط بحقائق صفات الخالق ، ولا بأهوال يوم القيامة ، ولا بنعيم أهل الجنة وعذاب أهل النار .\r> Abdurrofik Ingin Ridlo Robby\rAlloh swt memberitakan bahwa dalam al quran ada ayat yang muhkamat yang sudah jelas dan terang sebagai dalil ) dan ayat mutasyabihat / serupa dalilnya terhadap hal banyak manusia atau sebagian.Al muhkam ( bentuk mufrod muhkamat ) merupakan penjelkasan yang terang yang tidak ada keserupa’an di dalamnya bagi siapapun. Al mutasyabih ( bentuk mufrod mutasybihat ) yaitu yang tidak jelas maksud pengertiannya karena ada pertentangan secara dzohir lafadz dan makna yang dimaksud, atau hanya pengetahuan Alloh swt tentang keada’an akhirat. WALLOHU A'LAM.\rالتفسير المنير للزحيلي (3/ 150)\rيخبر الله تعالى أن في القرآن آيات محكمات وآيات متشابهة في الدلالة على كثير من الناس أو بعضهم، فالمحكم العبارة: هو الواضح الدلالة التي لا التباس فيها على أحد، والمتشابه: هو الذي لم يظهر معناه ولم يتضح المراد منه بسبب التعارض بين ظاهر اللفظ والمعنى المراد منه، أو هو ما استأثر الله بعلمه من أحوال الآخرة.","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"السراج المنير في الإعانة على معرفة بعض معاني كلام ربنا الحكيم الخبير (1/ 196){منه آيات محكمات} أحكمت عبارتها بأن حفظت عن الاحتمال والاشتباه فهي واضحات الدلالة {هنّ أمّ الكتاب} أي: أصله المعتمد عليه في الأحكام ويحمل المتشابهات عليها وترد إليها ولم يقل أمّهات الكتاب؛ لأنّ الآيات كلها في تكاملها واجتماعها كالآية الواحدة وكلام الله واحد. وقيل: كل آية منهنّ أمّ الكتاب كما قال تعالى: {وجعلنا ابن مريم وأمّه آية} (المؤمنون، 50) أي: كل واحد منهما آية وقوله تعالى: {وأخر} نعت لمحذوف تقديره وآيات أخر {متشابهات} أي: محتملات لا يتضح مقصودها لإجمال أو مخالفة ظاهر إلا بالفحص والنظر.فإن قيل: لم جعل بعضه متشابهاً وهلا كان كله محكماً؟ أجيب: بأن في المتشابه من الإبتلاء حكمة عظيمة وهي التمييز بين الثابت على الحق والمتزلزل فيه وليظهر فيها فضل العلماء ويزداد حرصهم على أن يجتهدوا في تدبرها وتحصيل العلوم المتوقف عليها استنباط المراد بها فينالوا بها، وبإتعاب القرائح في استخراج معانيها والتوفيق بينها وبين المحكمات الدرجات العلى عند الله.","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"صفوة التفاسير (1/ 167){مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الكتاب} أي فيه آيات بينات واضحات الدلالة، لا التباس فيها ولا غموض كآيات الحلال والحرام، هنَّ أصل الكتاب وأساسه {وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ} أي وفيه آيات أُخَر فيها اشتباه في الدلالة على كثير من الناس، فمن ردّ المتشابه إِلى الواضح المحكم فقد اهتدى، وإِن عكس فقد ضلّ ولهذا قال تعالى {فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ} أي فأمّا من كان في قلبه ميلٌ عن الهدى إِلى الضلال فيتبع المتشابه منه ويفسّره على حسب هواه {ابتغاء الفتنة وابتغاء تَأْوِيلِهِ} أي طلباً لفتنة الناس في دينهم، وإِيهاماً للأتباع بأنهم يبتغون تفسير كلام الله، كما فعل النصارى الضالون حيث احتجوا بقوله تعالى في شأن عيسى\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/837427526280057/\r3492. TAFSIR QS AN-NUR AYAT 30-31 : MENAHAN PANDANGAN MATA\rPERTANYAAN :\r> Masyita Thalib\rAssalamualaikum, sebelumnya terima kasih karena sudah bisa bergabung dalam grup ini. Ana mau bertanya perihal surah an-nur 30 dan 31. bukankah yang harus duluan menundukkan pandangan adalah seorang laki-laki ? kok fenomena yang terjadi tidak seperti demikian malah yang digembar-gemborkan adalah wanita yang harusnya menundukkan pandangannya. Seolah wanita diintimidasi oleh kaum laki-laki karena beranggapan bahwa wanita itu adalah fitnah.? Syukron..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalaam. Disebuntukan dalam Tafsir ibnu katsir surat an nur ayat 30 :\r( قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ( 30 ) ) .","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An nur : 30)\rهَذَا أَمْرٌ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ أَنْ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ عَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ، فَلَا يَنْظُرُوا إِلَّا إِلَى مَا أَبَاحَ لَهُمُ النَّظَرَ إِلَيْهِ ، وَأَنْ يَغُضُّوا أَبْصَارَهُمْ عَنِ الْمَحَارِمِ ، فَإِنِ اتَّفَقَ أَنْ وَقَعَ الْبَصَرُ عَلَى مَحْرَمٍ مِنْ غَيْرِ قَصْدٍ ، فَلْيَصْرِفْ بَصَرَهُ عَنْهُ سَرِيعًا ، كَمَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ ، مِنْ حَدِيثِ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ ، عَنْ جَدِّهِ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجْلِيِّ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، عَنْ نَظْرَةِ الْفَجْأَةِ ، فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي .\rIni merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya yang beriman agar mereka menahan pandangan dari perkara yang haram diihat. Janganlah melihat kecuali kepada hal-hal yang dibolehkan untuk dilihat dan hendaklah mereka menahan pandangan dari perkara yang haram untuk dilihat, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, dari Abu Zur’ah bin Amr bin Jarir dari kakeknya, yakni Jarir bin ‘Abdillah Al Bajali RA, ia berkata : “Aku bertanya kepada rasulullah shollallohu alaihi wasallam tentang pandangan spontan. Beliau memerintahkanku agar segera memalingkan pandanganku.”","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"وَكَذَا رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ ، عَنْ هُشَيْمٍ ، عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ ، بِهِ . وَرَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ ، مِنْ حَدِيثِهِ أَيْضًا . وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ : حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَفِي رِوَايَةٍ لِبَعْضِهِمْ : فَقَالَ : \" أَطْرِقْ بَصَرَكَ \" ، يَعْنِي : انْظُرْ إِلَى الْأَرْضِ . وَالصَّرْفُ أَعَمُّ; فَإِنَّهُ قَدْ يَكُونُ إِلَى الْأَرْضِ ، وَإِلَى جِهَةٍ أُخْرَى ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ .\rDemikian pula diriwayatkan oleh Ahmad dari Husyaim, dari Yunus bin ‘Ubaid. Abu Dawud, At Tirmidzi dan an Nasa’I juga meriwayatkannya, at Tirmidzi berkata ‘hasan shahih’. Dalam riwayat lain disebuntukan dengan lafazh ‘Tundukkanlah pandanganmu’ yakni menundukkan pandangan ke bawah. Memalingkan memiliki makna yang lebih umum, karena boleh jadi dengan memandang ke bawah atau ke arah lain, wallahu’alam.\rوَقَالَ أَبُو دَاوُدَ : حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى الْفَزَارِيُّ ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ ، عَنْ أَبِي رَبِيعَةَ الْإِيَادِيِّ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلِيٍّ : \" يَا عَلِيُّ ، لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَ لَكَ الْآخِرَةُ \"\rوَرَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ شَرِيكٍ ، وَقَالَ : غَرِيبٌ ، لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِهِ .","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata : “Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali ‘Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu(dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu(tidak dimaafkan)”. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari hadits Syuraik, lalu beliau berkata ;Gharib, kami tidak mengetahui kecuali dari haditsnya.\rوَفِي الصَّحِيحِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ \" . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَا بُدَّ لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا ، نَتَحَدَّثُ فِيهَا . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" إِنْ أَبَيْتُمْ ، فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ \" . قَالُوا : وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : \" غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الْأَذَى ، وَرَدُّ السَّلَامِ ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ ، وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ \" .\rDalam kitab shahih diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Hindarilah duduk-duduk dipinggir jalan!”. Mereka berkata “Wahai Rasulullah, kami tidak dapat meninggalkannya karena kami biasa mengobrol disana!”. Rasul bersabda “Jika kalian merasa tidak bisa meninggalkannya, maka berilah hak jalan”. Mereka bertanya “Wahai Rasulullah apakah hak jalan itu?”. Rasulullah bersabda “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar”.","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"وَقَالَ أَبُو الْقَاسِمِ الْبَغَوِيُّ : حَدَّثَنَا طَالُوتُ بْنُ عَبَّادٍ ، حَدَّثَنَا فَضْلُ بْنُ جُبَيْرٍ : سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : \" اكْفُلُوا لِي بِسِتٍّ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ : إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَكْذِبْ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ فَلَا يَخُنْ ، وَإِذَا وَعَدَ فَلَا يُخْلِفْ . وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ \" . .\rAbul Qasim Al Baghawi meriwayatkan ; teleh menceritakan kepada kami Thalut bin ‘Abbad, ia berkata ; telah menceritakan kepada kai Fudhail bin Husain, ia berkata : Aku telah mendengar Abu Umamah berkata : Aku mendengar Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda : \"Berilah jaminan untukku (untuk tidak melakukan) enam perkara ini, niscaya aku jamin bagi kalian surga, jika bericara janganlah dusta, jika diberi amanah janganlah dikhianati, jika berjanji janganlah diingkari, tundukkanlah pandangan kalian, tahanlah tangan kalian, dan jagalah kemaluan kalian”. Wallohu a'lam.\rTafsir ibnu katsir surat an nur ayat 31 :","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki mereka, atau putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan –pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (an nur ayat 31).","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"هَذَا أَمْرٌ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لِلنِّسَاءِ الْمُؤْمِنَاتِ ، وَغَيْرَةٌ مِنْهُ لِأَزْوَاجِهِنَّ ، عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ ، وَتَمْيِيزٌ لَهُنَّ عَنْ صِفَةِ نِسَاءِ الْجَاهِلِيَّةِ وَفِعَالِ الْمُشْرِكَاتِ . وَكَانَ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا ) سَبَبَ نُزُولِ هَذِهِ الْآيَةِ مَا ذَكَرَهُ مُقَاتِلُ بْنُ حَيَّانَ قَالَ : بَلَغَنَا - وَاللَّهُ أَعْلَمُ - أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيَّ حَدَّثَ : أَنَّ \" أَسْمَاءَ بِنْتَ مُرْشِدَةَ \" كَانَتْ فِي مَحِلٍّ لَهَا فِي بَنِي حَارِثَةَ ، فَجَعَلَ النِّسَاءُ يَدْخُلْنَ عَلَيْهَا غَيْرَ مُتَأزِّرَاتٍ فَيَبْدُو مَا فِي أَرْجُلِهِنَّ مِنَ الْخَلَاخِلِ ، وَتَبْدُو صُدُورُهُنَّ وَذَوَائِبُهُنَّ ، فَقَالَتْ أَسْمَاءُ : مَا أَقْبَحَ هَذَا . فَأَنْزَلَ اللَّهُ : ( وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ ) الْآيَةَ .","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"Ini adalah perintah dari Allah ta'ala bagi perempuan dan mukminat, kecemburuan dari-Nya untuk suami mereka, dan pembedaan bagi mereka dari sifat wanita jahiliyah dan pekerjaan perempuan musyrik, dulu mereka melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian. Sebab turunnya ayat ini adalah apa yang muqotil bin hayyan sebuntukan, beliau berkata : telah sampai kepada kami -wallohu a'lam- sesungguhnya jabir bin abdillah al anshori menceritakan bahwa sesungguhnya asma' binti mursidah dulu berada di suatu tempat pada bani haritsah kemudian para perempuan masuk kepadanya tanpa memakai penutup/sarung maka terlihatlah apa yang di kaki mereka dari perhiasan kaki, terlihat dada dan kuncir rambut mereka, kemudian asma' berkata : \" betapa buruknya hal ini \". Kemudian Allah menurunkan \" dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya...al ayat.","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"فَقَوْلُهُ تَعَالَى : ( وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ ) أَيْ : عَمَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِنَّ مِنَ النَّظَرِ إِلَى غَيْرِ أَزْوَاجِهِنَّ . وَلِهَذَا ذَهَبَ [ كَثِيرٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ ] إِلَى أَنَّهُ : لَا يَجُوزُ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَنْظُرَ إِلَى الْأَجَانِبِ بِشَهْوَةٍ وَلَا بِغَيْرِ شَهْوَةٍ أَصْلًا . وَاحْتَجَّ كَثِيرٌ مِنْهُمْ بِمَا رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، مِنْ حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ نَبْهَانَ - مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ - أَنَّهُ حَدَّثَهُ : أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ حَدَّثَتْهُ : أَنَّهَا كَانَتْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَيْمُونَةُ ، قَالَتْ : فَبَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَهُ أَقْبَلَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ، فَدَخَلَ عَلَيْهِ ، وَذَلِكَ بَعْدَمَا أُمِرْنَا بِالْحِجَابِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" احْتَجِبَا مِنْهُ \" فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَلَيْسَ هُوَ أَعْمَى لَا يُبْصِرُنَا وَلَا يَعْرِفُنَا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" أَوَ عَمْيَاوَانِ أَنْتُمَا؟ أَلَسْتُمَا تُبْصِرَانِهِ \" .\rثُمَّ قَالَ التِّرْمِذِيُّ : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Firman Allah \" Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya \" maksudnya menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah pada mereka yaitu memandang kpd selain suami mereka, oleh sebab itulah kebanyakan ulama' berpendapat bahwa tidak boleh bagi seorang perempuan untuk melihat lelaki lain dengan syahwat maupun tidak syahwat sama sekali. Mereka berhujjah dengan hadis riwayat abu dawud dan tirmidzi dari hadisnya az zuhri dari nabhan maula ummu salamah sesungguhnya ummu salamah menceritakannya : \" sesungguhnya maimunah berada disamping Rasululloh shollallohu alaihi wasallam berkata, ' ketika kami disampng Rasululloh, ibnu ummi maktum menghadap kemudian dia masuk kpd Rasululloh, dan ini setelah kami diperintah untuk berhijab. Kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : \" tutupilah kalian berdua darinya \". Aku berkata : \" wahai Rasululloh, bukankah dia buta tdk bsa melihat dan mengenali kami ?\". Rasululloh bersabda : \" apakah kalian berdua buta ? bukankahkalian berdua melihatnya ?\". Imam turmudzi berkata : ini hadis hasan shohih.\rوَذَهَبَ آخَرُونَ مِنَ الْعُلَمَاءِ إِلَى جَوَازِ نَظَرِهِنَّ إِلَى الْأَجَانِبِ بِغَيْرِ شَهْوَةٍ ، كَمَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ يَنْظُرُ إِلَى الْحَبَشَةِ وَهُمْ يَلْعَبُونَ بِحِرَابِهِمْ يَوْمَ الْعِيدِ فِي الْمَسْجِدِ ، وَعَائِشَةُ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ تَنْظُرُ إِلَيْهِمْ مِنْ وَرَائِهِ ، وَهُوَ يَسْتُرُهَا مِنْهُمْ حَتَّى مَلَّتْ وَرَجَعَتْ .","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"Menurut ulama' yang lainnya perempuan boleh melihat lelaki lain tetapi tanpa syahwat sebagaimana tsabit dalam hadis shohih sesungguhnya Rasululloh shollallohu alahi wasallam melihat orang habsyah mereka sedang bermain dengan alat perang mereka di masjid dihari raya didalam masjid dan aisyah ummul mukminin melihat meraka dibelakangnya,Rasulullah pun membentangkan sutrah agar mereka tidak melihat ‘Aisyah, sampai akhirnya ‘Aisyah bosan dan enggan melihat lagi”. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/831353836887426/\r3504. TAFSIR QS AN-NISA AYAT 17 : TAUBAT HANYA BAGI ORANG JAHAT ?\rPERTANYAAN :\r>Thibiib Asmoro\rAssalaam'alaikum. Pemirsa yang terhormat..\rإِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا\rTerus selain mereka bagaimana dong ? Dan sebatas mana artian qoriib dalam ayat tarsebut ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumsalaam. Lihat Tafsir Al-Baghowi surat An-Nisa' ayat 17 :\rإِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (النساء 17)\r\"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana\" (QS An-Nisa : 17)","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"قَوْلُهُ تَعَالَى : ( إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ ) قَالَ الْحَسَنُ : يَعْنِي التَّوْبَةَ الَّتِي يَقْبَلُهَا ، فَيَكُونُ عَلَى بِمَعْنَى عِنْدَ ، وَقِيلَ : مِنَ اللَّهِ ، ( لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ) قَالَ قَتَادَةُ : أَجْمَعَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَنَّ كُلَّ مَا عُصِيَ بِهِ اللَّهُ فَهُوَ جَهَالَةٌ عَمْدًا كَانَ أَوْ لَمْ يَكُنْ ، وَكُلَّ مَنْ عَصَى اللَّهَ فَهُوَ جَاهِلٌ . وَقَالَ مُجَاهِدٌ : الْمُرَادُ مِنَ الْآيَةِ : الْعَمْدُ ، قَالَ الْكَلْبِيُّ : لَمْ يَجْهَلْ أَنَّهُ ذَنْبٌ لَكِنَّهُ جَهِلَ عُقُوبَتَهُ ، وَقِيلَ : مَعْنَى الْجَهَالَةِ : اخْتِيَارُهُمُ اللَّذَّةَ الْفَانِيَةَ عَلَى اللَّذَّةِ الْبَاقِيَةِ .\rFirman-Nya [ Sesungguhnya taubat di sisi Allah] menurut Al-Hasan adalah taubat yang diterima [bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan] Qotadah berkata : para shohabat Rasululloh shollallohu 'alahi wasallam telah sepakat bahwa semua maksiyat kepada Allah maka dinamakan kejahilan baik itu disengaja maupun tidak, dan semua orang yang bermaksiyat maka disebut jahil (orang yang bodoh). Mujahid berkata : yang dimaksud dlm ayat adalah jika sengaja. Al-Kalbi berkata : bukan tidak mengetahui bahwa itu dosa tetapi tidak mengetahui siksaannya.dikatakan ma'nanya al-jahalah adalah pilihan mereka terhadap kenikmatan yang tidak abadi daripada kenikmatan yang abadi.","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"( ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ ) قِيلَ : مَعْنَاهُ قَبْلَ أَنْ يُحِيطَ السُّوءُ بِحَسَنَاتِهِ فَيُحْبِطُهَا ، وَقَالَ السُّدِّيُّ وَالْكَلْبِيُّ : الْقَرِيبُ : أَنْ يَتُوبَ فِي صِحَّتِهِ قَبْلَ مَرَضِ مَوْتِهِ ، وَقَالَ عِكْرِمَةُ : قَبْلَ الْمَوْتِ ، وَقَالَ الضَّحَّاكُ : قَبْلَ مُعَايَنَةِ مَلَكِ الْمَوْتِ .\r[Kemudian mereka bertaubat dengan segera] dikatakan bahwa ma'na al-qorib adalah sebelum terleburnya keburukan itu dengan kebaikannya. As-Suddi dan Al-Kalbi berkata , yang dimaksud dengan al-qorib adalah bertaubat ketika masih keadaan sehat sebelum datang sakit yang menyebabkan kematiannya. 'Ikrimah berkata : maksud al-qorib adalah sebelum meninggal. Ad-Dlohhaq berkata : maksud al-qorib adalah sebelum jelas datangnya malaikat maut. Wallohu a'lam.\rKeterangan serupa dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir :","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"يَقُولُ تَعَالَى : إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ التَّوْبَةَ مِمَّنْ عَمِلَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ، ثُمَّ يَتُوبُ وَلَوْ قَبْلَ مُعَايَنَةِ الْمَلَكِ [ لِقَبْضِ ] رُوحِهِ قَبْلَ الْغَرْغَرَةِ . قَالَ مُجَاهِدٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ : كُلُّ مَنْ عَصَى اللَّهَ خَطَأً أَوْ عَمْدًا فَهُوَ جَاهِلٌ حَتَّى يَنْزِعَ عَنِ الذَّنْبِ . وَقَالَ قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ : أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ : أَنَّ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوا يَقُولُونَ : كُلُّ ذَنْبٍ أَصَابَهُ عَبْدٌ فَهُوَ بِجَهَالَةٍ . رَوَاهُ ابْنُ جَرِيرٍ . وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ : أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ، عَنْ قَتَادَةَ قَالَ : اجْتَمَعَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَوْا أَنَّ كُلَّ شَيْءٍ عُصِيَ بِهِ فَهُوَ جَهَالَةٌ ، عَمْدًا كَانَ أَوْ غَيْرَهُ . وَقَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ : أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَثِيرٍ ، عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ : كُلُّ عَامِلٍ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ فَهُوَ جَاهِلٌ حِينَ عَمِلَهَا . قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ : وَقَالَ لِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ نَحْوَهُ . وَقَالَ أَبُو صَالِحٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ : مِنْ جَهَالَتِهِ عَمِلَ السُّوءَ . وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ( ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ ) قَالَ : مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ ، وَقَالَ الضَّحَّاكُ : مَا كَانَ دُونَ الْمَوْتِ فَهُوَ قَرِيبٌ . وَقَالَ قَتَادَةُ وَالسُّدِّيُّ : مَا دَامَ فِي صِحَّتِهِ . وَهُوَ مُرْوِيٌ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ . وَقَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ : ( ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ ) مَا لَمْ يُغَرْغِرْ . وَقَالَ عِكْرِمَةُ : الدُّنْيَا كُلُّهَا قَرِيبٌ .\rKESIMPULAN :","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"Pada dasarnya ayat tersebut mencakup semua muslim, sebab melakukan kejahatan dengan kejahilan ditafsiri dengan artian setiap pelaku kejahatan adalah orang jahil. Kemudian makna qarib umumnya ditafsiri dengan bertaubat sebelum meninggal. Wallahu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/838043416218468/\r3513. TAFSIR QS AL JATSIYAH AYAT 23 : DISESATKAN SEBELUM DICIPTAKAN ?\rPERTANYAAN :\r> Subhi Ash Shalih\rAssalamu'alaikum. (Apakah kamu pernah melihat) maksudnya ceritakanlah kepadaku (orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya) maksudnya, yang disukai oleh hawa nafsunya, yaitu batu demi batu ia ganti dengan yang lebih baik sebagai sesembahannya (dan Allah membiarkan-Nya sesat berdasarkan ilmu-Nya) berdasarkan pengetahuan Allah swt. Dengan kata lain Dia telah mengetahui, bahwa orang itu termasuk ORANG YANG DISESATKAN SEBELUM IA DICIPTAKAN (dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya) maka, karena itu ia tidak dapat mendengar petunjuk dan tidak mau memikirkannya (dan meletakkan tutupan atas penglihatannya) mengambil kegelapan hingga ia tidak dapat melihat petunjuk.\rPada ayat ini diperkirakan adanya Maf'ul kedua bagi lafal Ra-ayta, yaitu lafal ayat tadi, yang artinya; apakah ia mendapat petunjuk? (Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah) membiarkannya sesat? Maksudnya, tentu saja ia tidak dapat petunjuk.","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"(Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?) atau mengapa kalian tidak mau mengambilnya sebagai pelajaran buat kalian. Lafal Tadzakkaruuna asalnya salah satu dari huruf Ta-nya diidgamkan kepada huruf Dzal. (Tafsir Al-Jalalain : 45:23). Pertanyaan :\r1. Mohon berikan penjelasan yang lebih mudah dari kandungan ayat di atas.\r2. Apa sebenarnya makna kalimat \"ORANG YANG DISESATKAN SEBELUM IA DICIPTAKAN)?\r3. Bagaimana seharusnya kita menyikapi ayat tersebut? syukron\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb.Tentang Surat Al-Jatsiyah ayat 23 :\rأَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ\rMaka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?\rAyat diatas senada dengan firman Allah dalam surat albaqoroh ayat 6-7\rإِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ\rSesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.\rخَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.\rBeberapa point dan kesimpulan yang terdapat dalam ayat tsb :\r1.…Bahwa orang yang telah menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya (diikuti dan dipuja) sungguh allah telah menyesatkan dalam kesesatan yang nyata.\r2.…Bahwa taqdir allah atas seseorang adalah hak prerogatif Allah,ia menjadikan beriman atau kafir,dan tak ada satupun yang mampu merubahnya.\r3.…Bahwa jika seseorang yang telah disesatkan oleh allah,maka allah akan mematri/mengunci hati,pendengaran dan penglihatannya sehingga tidak ada kebaikan agama yang yang ia pikirkan,ia dengar dan ia lihat.\r4.…Bahwa sekalipun allah telah menulis seseorang dalam lauhil mahfudz/ilmu allah sebagai kafir,itu bukan halangan tetap menjalankan da'wah dengan baik menurut agama,seperti yang dijalankan rosul sebagai Basyiron wa Nazhiron penyampai kabar kegembiraan dan peringatan ,beliau tetap menyampaikan da'wah kepada kafir yang beliau tahu atas kabar dari allah bahwa ia tidak akan pernah menerima da'wah beliau.\rKetahuilah, manusia dalam melawan hawa nafsunya terbagi tiga golongan:\r1.…Pertama: dia takluk dibawah kekuasaannya (hawa nafsu –red) ia menawan dan membelenggunya. Itulah keadaan mayoritas manusia dan merekalah yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai raja atau tuhannya. Siapa yang menjadikan semua penghidupannya demi mengejar kesenangan badan dan syahwatnya berarti ia telah terjerembab ke dalam jurang penuhanan hawa nafsu.","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"2.…Kedua: peperangan berimbang antaranya dan hawa nafsu kadang-kadang ia mengalahkannya akan tetapi tidak jarang pula hawa nafsu mengalahkannya. Sekiranya ia menemui ajalnya dalam pertempuran ini maka ia menjadi seorang mujahid di jalan Allah. Wafatnya terpuji dengan mendapat gelar syahid fi sabilillah.\r3.…Ketiga: ia kalahkan hawa nafsunya sehingga hawa nafsunya telah menjadi tawanan buat selamanya, ia tidak pernah terkalahkan. Inilah kedudukan yang sangat tinggi, kenikmatan yang segera dan kemerdekaan yang mutlak dari penjejahan hawa nafsu dan syaithan.\rKetahuilah, sesungguhnya jalan ke surga ditaburi onak dan duri, sebaliknya jalan menuju neraka ditaburi bunga syahwat.\rBerjihad melawan hawa nafsu adalah membiasakan diri dengan amal shalih dan berupaya untuk membersihkan jiwa dari penyakit hawa nafsu serta mengisi waktu dengan kebaikan, karena badan jika tidak disibukkan dengan kebaikan dan amal shalih maka ia akan disibukkan dengan keburukan dan amal thalih. Dan cara membersihkan jiwa adalah membiasakan diri dengan perbuatan yang shalih, sehingga ia terbiasa dengan perbuatan tersebut karena sering diulang-ulang sehingga menjadi lambat laun menjadi tabiat yang mudah ia berbuat kebaikan tersebut. Cara mendapatkan sifat dermawan misalnya adalah memaksakan diri untuk memberi, hal itu ia biasakan sehingga sifat itu menjadi kebiasaan dan menjadi tabiatnya. Begitu juga tawadhu’ yaitu denganmmebiasakan diri melakukan sifat tawadhu’ dan menjauhkan sifat sombong secara terus menerus.\r- Tafsir Thobari","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"اختلف أهل التأويل في تأويل قوله ( أفرأيت من اتخذ إلهه هواه ) فقال بعضهم : معنى ذلك : أفرأيت من اتخذ دينه بهواه ، فلا يهوى شيئا إلا ركبه ؛ لأنه لا يؤمن بالله ، ولا يحرم ما حرم ، ولا يحلل ما حلل ، إنما دينه ما هويته نفسه يعمل به . [ ص: 76 ]ذكر من قال ذلك :حدثني علي قال : ثنا أبو صالح قال : ثني معاوية ، عن علي ، عن ابن عباس في قوله ( أفرأيت من اتخذ إلهه هواه ) قال : ذلك الكافر اتخذ دينه بغير هدى من الله ولا برهان\rوقوله ( وأضله الله على علم ) يقول - تعالى ذكره - : وخذله عن محجة الطريق ، وسبيل الرشاد في سابق علمه على علم منه بأنه لا يهتدي ، ولو جاءته كل آية .وبنحو الذي قلنا في ذلك قال أهل التأويل .ذكر من قال ذلك :حدثني علي قال : ثنا أبو صالح قال : ثني معاوية ، عن علي ، عن ابن عباس ( وأضله الله على علم ) يقول : أضله الله في سابق علمه .\rوقوله ( وختم على سمعه وقلبه ) يقول - تعالى ذكره - : وطبع على سمعه أن [ ص: 77 ] يسمع مواعظ الله وآي كتابه ، فيعتبر بها ويتدبرها ، ويتفكر فيها ، فيعقل ما فيها من النور والبيان والهدى .\rوقوله ( وقلبه ) يقول : وطبع أيضا على قلبه ، فلا يعقل به شيئا ، ولا يعي به حقا .وقوله ( وجعل على بصره غشاوة ) يقول : وجعل على بصره غشاوة أن يبصر به حجج الله ، فيستدل بها على وحدانيته ، ويعلم بها أن لا إله غيره .واختلفت القراء في قراءة قوله ( وجعل على بصره غشاوة ) فقرأته عامة قراء المدينة والبصرة وبعض قراء الكوفة ( غشاوة ) بكسر الغين وإثبات الألف فيها على أنها اسم ، وقرأ ذلك عامة قراء الكوفة ( غشوة ) بمعنى : أنه غشاه شيئا في دفعة واحدة ، ومرة واحدة ، بفتح الغين بغير ألف ، وهما عندي قراءتان صحيحتان فبأيتهما قرأ القارئ فمصيب\r- Tafsir Jalalain","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"{ أفرأيت } أخبرني { من اتخذ إلهه هواه } ما يهواه من حجر بعد حجر يراه أحسن { وأضله الله على علم } منه تعالى: أي عالما بأنه من أهل الضلاله قبل خلق { وختم على سمعه وقلبه } فلم يسمع الهدى ولم يعقله { وجعل على بصره غشاوة } ظلمة فلم يبصر الهدى، ويقدر هنا المفعول الثاني لرأيت أيهتدي { فمن يهديه من بعد الله } أي بعد إضلاله إياه، أي لا يهتدي { أفلا تذكرون } تتعظون، فيه إدغام إحدى التاءين في الذال .\r-Tafsir Ibnu Katsir :\r{ أفرأيت من اتخذ إلهه هواه} أي إنما يأتمر بهواه، فمهما رأه حسناً فعله، ومهما رأه قبيحاً تركه، لا يهوى شيئاً إلا عبده، وقوله: { وأضله اللّه على علم} يحتمل قولين: أحدهما : وأضله اللّه لعلمه أنه يستحق ذلك، والآخر : وأضله اللّه بعد بلوغ العلم إليه وقيام الحجة عليه، والثاني يستلزم الأول ولا ينعكس، { وختم على سمعه وقلبه وجعل على بصره غشاوة} أي فلا يسمع ما ينفعه ولا يعي شيئاً يهتدي به، ولا يرى حجة يستضيء بها، ولهذا قال تعالى: { فمن يهديه من بعد اللّه أفلا تذكرون} ؟ كقوله تعالى: { من يضلل اللّه فلا هادي له ويذرهم في طغيانهم يعمهون} .\r- Tafsir Qurthuby :","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"قوله تعالى: { وأضله الله على علم} أي على علم قد علمه منه. وقيل : أضله عن الثواب على علم منه بأنه لا يستحقه. وقال ابن عباس : أي على علم قد سبق عنده أنه سيضل. مقاتل : على علم منه أنه ضال؛ والمعنى متقارب. وقيل : على علم من عابد الصنم أنه لا ينفع ولا يضر. ثم قيل: { على علم} يجوز أن يكون حالا من الفاعل؛ المعنى : أضله على علم منه به، أي أضله عالما بأنه من أهل الضلال في سابق علمه. ويجوز أن يكون حالا من المفعول؛ فيكون المعنى : أضله في حال علم الكافر بأنه ضال. { وختم على سمعه وقلبه} أي طبع على سمعه حتى لا يسمع الوعظ، وطبع على قلبه حتى لا يفقه الهدى. { وجعل على بصره غشاوة} أي غطاء حتى لا يبصر الرشد. وقرأ حمزه والكسائي: { غشوة} بفتح الغين من غير ألف وقال الشاعر : أما والذي أنا عبد له ** يمينا ومالك أبدى اليمينا لئن كنت ألبستني غشوة ** لقد كنت أصفيتك الود حينا { فمن يهديه من بعد الله} أي من بعد أن أضله.","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"{ أفلا تتذكرون} تتعظون وتعرفون أنه قادر على ما يشاء. وهذه الآية ترد على القدرية والإمامية وسلك سبيلهم في الاعتقاد؛ إذ هي مصرحة بمنعهم من الهداية. ثم قيل: { وختم على سمعه وقلبه} إنه خارج مخرج الخبر عن أحوالهم. وقيل : إنه خارج مخرج الدعاء بذلك عليهم؛ كما تقدم في أول [البقرة]. وحكى ابن جريج أنها نزلت في الحارث بن قيس من الغياطلة. وحكى النقاش أنها نزلت في الحارث بن نوفل بن عبد مناف. وقال مقاتل : نزلت في أبي جهل، وذلك أنه طاف بالبيت ذات ليلة ومعه الوليد بن المغيرة، فتحدثا في شأن النبي صلى الله عليه وسلم، فقال أبو جهل : والله إني لأعلم إنه لصادق! فقال له مه! وما دلك على ذلك!؟ قال : يا أبا عبد شمس، كنا نسميه في صباه الصادق الأمين؛ فلما تم عقله وكمل رشده، نسميه الكذاب الخائن!! والله إني لأعلم إنه لصادق! قال : فما يمنعك أن تصدقه وتؤمن به؟ قال : تتحدث عني بنات قريش أني قد اتبعت يتيم أبي طالب من أجل كسرة، واللات والعزى إن اتبعته أبدا. فنزلت { وختم على سمعه وقلبه} .\rMenurut Al-Muqotil (dalam tafsir qurthuby) Ayat tersebut di atas turun atas golongan kafir yang melakukan penghinaan terhadap nabi,diantaranya adalah Al harits bin qois Al-Sahnmiy,sufyan bin uyainah yang mengatakan : jika mereka mempertuhankan hawa nafsunya,sedangkan nabi dan pengikutnya beribadah kepada batu,karena baitulloh/ka'bah terbuat dari batu. Wallahu A'lam bis showab.\rوقال مقاتل : نزلت في الحارث بن قيس السهمي أحد المستهزئين، لأنه كان يعبد ما تهواه نفسه وقال سفيان بن عيينة : إنما عبدوا الحجارة لأن البيت حجارة. .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/821639394525537/\r3521. KENAPA AL-SAMAAWAT DENGAN JAMA' SEDANG AL-ARDH DENGAN MUFROD ?\rPERTANYAAN :\r> Akoe InginKamoe","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"Asllmlkm Wr' Wb'. Lafal (السموات) dan (الارض) dalam Alqur'an kebanyakan penyebutanya selalu bergandengan, tapi kok lafal samawat hampir selalu dalam bentuk jama' (plural) sedang lafal ardi hamir selalu dalam bentuk mufrod (singular).. Mohon penjelasannya\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam. Lafadz, السماء ia terkadang disebutkan dalam bentuk jamak dan terkadang dalam bentuk mufrad, sesuai dengan keperluan. Jika yang dimaksudkan adalah “bilangan” maka ia didatangkan dalam bentuk jamak yang menunjukkan betapa sangat besar dan luasnya, seperti dalam ayat :\rسبح لله ما فى السموات وما فى الأرض\r“Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi “. (al Hasyr : 1).\rDan jika yang dimaksudkan adalah “arah” maka ia didatangkan dalam bentuk mufrad, seperti :\rءأمنتم مَن فى السماء أن يخسف بكم الأرض\r“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu“.(al mulk: 16).\rKESIMPULAN\rMengapa dalam alquran ada lafadz yang bentuk jamaknya saja atau hanya mufrodnya saja, bahkan ada yang jamak dan mufrod ? karena dalam kejamakkan dan kemufrodannya itu mempunyai fungsi, maksud, dan tujuan tersendiri untuk menyampaikan maksud dari ayat tersebut. Sehingga jika lafadz itu berupa jamak, maka dalam keadaan mufrod lafadz tersebut mempunyai maksud yang berbeda. Waallahu a'lam","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"ومن هذا نرى أن التعبير القرآنى عن السموات بلفظ الجمع يرد دائما حيث يراد المقابلة بينها وبين الأرض، لا من حيث الوضع علوا وسفلا، وإنما من حيث البناء التركيبى لكل منهما، وأن السموات عوالم متعددة، والأرض بالنسبة لها أشبه بالمفرد بالنسبة لجمعه، وأنهما إن اختلفتا اسما، فقد اتفقتا صفة، بأنهما آيتان من آيات اللّه الدالة على علمه، وقدرته، وحكمته.\rDalam keterangan lain sebagaimana dijelaskan mufassirin :\rذكر بعض المفسرين أن السماء ذكرت بصيغة الجمع لنكات تليق لذلك المحل، ومنها أن لما أريد بيان سعة العظمة والكثرة أتي بصيغة الجمع فقال تعالى (( سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ )) (الحديد:1)، أي جميع سكانها على كثرتهم، وقال تعالى: (( يُسَبِّحُ لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ )) (الحشر:24)، أي كل واحد على اختلاف عددها، وحيث أريد بيان الجهة اتي بصيغة الإفراد كالآية المذكورة وقوله تعالى: (( وَفِي السَّمَاء رِزقُكُم وَمَا تُوعَدُونَ )) (الذاريات:22)، وقوله تعالى: (( أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخسِفَ بِكُمُ الأَرضَ )) (الملك:16).\rوأما سبب عدم جمع الأرض في الآيات القرآنية فيذكر هذا المفسر بأن السبب في عدم الجمع هو لثقل جمعها ولذا لما أريد ذكر جمع الأرضين قال: (( وَمِنَ الأَرضِ مِثلَهُنَّ )) (الطلاق:12)، أنظر الاتقان في علوم القرآن للسيوطي.\rوقيل: إنما جمع السماوات وأفرد الأرض، لأن السماوات طبقات متفاصلة بالذات مختلفة بالحقيقة بخلاف الأرضين (البحار56/349).\rوقيل: جمعت السماوات ووحدت الأرض في جميع القرآن، لأن طبقاتها السبع خفية عن الحس وليس كذلك السماوات (التبيان 5/393).","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"وقيل: وإنما جمعت السماوات ووحدت الأرض لأنه لما ذكر السماوات بأنها سبع في قوله (( فَسَوَّاهُنَّ سَبعَ سَمَاوَاتٍ )) (البقرة:29)، وقوله: (( خَلَقَ سَبعَ سَمَاوَاتٍ )) (الطلاق:12) جمع لئلا يوهم التوحيد معنى الواحدة من هذه السبع وقوله: (( وَمِنَ الأَرضِ مِثلَهُنَّ )) (الطلاق:12)، وإن دل على معنى السبع فأنه لم يجر على جهة الإفصاح بالتفصيل في اللفظ وأيضاً الأرض لتشاكلها تشبه الجنس الواحد الذي لا يجوز جمعه إلا أن يراد الاختلاف وليس تجري السماوات مجرى الجنس المتفق لأنه دبر في كل سماء وأمرها التدبير الذي هو حقها (مجمع البيان 1/454).\rودمتم في رعاية الله\rhttp://www.aqaed.com/faq/3915/\r- Tafsir Ibnu 'Asyur :\rو { السموات } جمع سماء والسماء إذا أطلقت مفردة فالمراد بها الجو المرتفع فوقنا الذي يبدو كأنه قبة زرقاء وهو الفضاء العظيم الذي تسبح فيه الكواكب وذلك المراد في نحو قوله تعالى : { ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح } [ الملك : 5 ] ، { إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب } [ الصافات : 6 ] ، { وأنزل من السماء ماء } [ البقرة : 22 ] . وإذا جمعت فالمراد بها أجرام عظيمة ذات نظام خاص مثل الأرض وهي السيارات العظيمة المعروفة والتي عرفت من بعد والتي ستعرف : عطارد والزهرة والمريخ والشمس والمشتري وزحل وأرانوس ونبتون . ولعلها هي السموات السبع والعرش العظيم ، وهذا السر في جمع ( السموات ) هنا وإفراد ( الأرض ) لأن الأرض عالم واحد وأما جمعها في بعض الآيات فهو على معنى طبقاتها أو أقسام سطحها .\rوالمعنى إن في خلق مجموع السموات مع الأرض آيات ، فلذلك أفرد الخلق وجعلت الأرض معطوفاً على السموات ليتسلط المضاف عليهما .\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tanweer/sura2-aya164.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/837685659587577/\r3656. TAFSIR QS HUD AYAT 114 : AMAL BAIK MENGHAPUS AMAL BURUK\rPERTANYAAN :","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"> Alvin Elfadel\rAsslmlkm, wrb. Numpang tanglet yai, nyai, gus, ning sedanten mawon.. dalam potongan ayat di bawah ini:\rان الحسنات يذهبن السيئات.. هود; 114\rDijelaskan bahwa dengan berbuat amal baik maka amal jelek (dosa) kita akan terhapus, yang jadi masalah berarti ketika kita sudah berbuat maksiat (amal jelek) tak harus taubat, cukup berbuat amal baik saja, maka dosa kita akan terhapus dengan sendirinya.. Kalau memang seperti itu, terus bagaimana dengan kewajiban kita untuk bertaubat setelah maksiat apa sudah tercukupi ???\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, dalam ayat tersebut maksud amal baik adalah umum sedangkang amal jeleknya adalah khusus, yaitu dosa-dosa kecil. Jadi dosa-dosa besar tidak bisa hilang/terhapus. Lihat kitab tafsir al qurtuby :\rالرابعة : قوله تعالى : إن الحسنات يذهبن السيئات ذهب جمهور المتأولين من الصحابة والتابعين - رضي الله عنهم أجمعين - إلى أن الحسنات هاهنا هي الصلوات الخمس ، وقال مجاهد : الحسنات قول الرجل سبحان الله ، والحمد لله ، ولا إله إلا الله ، والله أكبر ، قال ابن عطية : وهذا على جهة المثال في الحسنات ، والذي يظهر أن اللفظ عام في الحسنات خاص في السيئات ; لقوله - صلى الله عليه وسلم - : ما اجتنبت الكبائر .\r- kitab fathul bari ibnu rojab al hambali :","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"عن ابن مسعود ، أن رجلاً أصاب من امرأة قبلة، فأتى النبي - صلى الله عليه وسلم - فأخبره، فأنزل الله تعالى: { وَأَقِمْ الصَّلاةَ طَرَفِي النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ }[ هود: 114]. قال الرجل: يا رسول الله، إلي هذا؟ قال: (( لجميع أمتي كلهم)).هذا الذنب الذي أصابه ذلك الرجل وسأل عنه النبي - صلى الله عليه وسلم - فنزلت الآية بسببه كان من الصغائر، وقد ذهب أكثر العلماء إلى أن الصلاة إنما تكفر الصغائر دون الكبائر.\rDari ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu : “Bahwa seorang laki2 telah mencium seorang wanita, lalu ia mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan hal itu kepada beliau.Maka Allah menurunkan firman-Nya :“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk.”(Q.S Hud ayat 114). Laki2 itu berkata : “Ya Rasulullah, apakah ayat ini khusus untuk saya?”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Untuk semua umatku.”\rPenjelasan ibnu rojab : Dosa yang dilakukan oleh laki-laki itu (yang disebutkan dalam hadits) dan yang ia tanyakan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, kemudian disebabkan hal tersebut Allah lalu menurunkan ayat Al-Quran (surat Hud ayat 145), maka itu adalah termasuk dari dosa-dosa kecil.Dan madzhab yang diambil oleh kebanyakan ulama adalah bahwa shalat itu dapat menghapus dosa-dosa kecil selain dari dosa-dosa besar.","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"وكذلك الوضوء، غير أن الصلاة تكفر أكثر مما يكفر الوضوء، كما قال سلمان الفارسي - رضي الله عنه- : الوضوء يكفر الجراحات الصغار، والمشي إلى المسجد يكفر أكثر، والصلاة تكفر أكثر من ذلك.خرجه محمد بن نصر المروزي وغيره .\rDan demikian pula wudhu. Bedanya adalah bahwa shalat dapat menghapus dosa lebih banyak dibandingkan dengan wudhu.Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Salman Al-Farisy radhiyallaahu ‘anhu :“Wudhu itu dapat menghapus dosa-dosa kecil. Sedangkan berjalan menuju mesjid dapat menghapuskan lebih banyak lagi daripada wudhu. Adapun shalat, maka ia menghapuskan dosa-dosa kecil lebih banyak lagi dibandingkan berjalan menuju mesjid.”HR Muhammad bin nasr al marwazy dan selainnya.\rhttp://islamport.com/w/srh/Web/67/655.htm\rhttp://islamport.com/w/srh/Web/67/656.htm\rDari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, yaitu bahwa rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :\rالصلاة الخمس والجمعة إلى الجمعة كفارة لما بينهن ما لم تغش الكبائر\r“Shalat lima waktu, dan dari shalat Jum’at ke shalat Jum’at, adalah sebagai penghapus dosa-dosa di antaranya, selama dosa-dosa besar dijauhi.”. (Shahih Muslim 1/209 no.233).\rأسنى المطالب ج 4 ص359\rقوله تجب التوبة من المعصية ) شمل قوله المعصية الكبائر والصغائر ولكن الصغائر قد تمحى بغير توبة بالصلوات الخمس وصلاة الجمعة والصيام والوضوء وغيرها من الحسنات قال ابن الصلاح وقد تكفر الصلوات والجمع وصيام رمضان بعض الكبائر إذا لم توجد صغيرة","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"Perkataan mushonnef \" wajib taubat dari maksiyat \" kalimat maksiyat terkandung didalamnya adalah dosa besar dan dosa kecil tetapi dosa kecil terkadang bisa lebur tanpa adanya taubat, dosa kecil bisa lebur dengan sholat lima waktu , sholat jum'at, puasa, wudhu dan selainnya dari kebaikan-kebaikan. Imam ibnu sholah berkata : \" terkadang sholat lima waktu, sholat jum'at dan puasa romadhon bisa melebur dosa besar jika memang tidak ditemukan adanya dosa kecil.\r> Kasihku Rinduku\rRangkaian dari hasanat itu juga taubat dari... yakni menyesal.. bukan justru meremehkan yang penting saya sudah berbuat baik... lihat pnyesalan yang terjadi pada seorang lelaki dengan menanyakan pada nabi atas prbuatan yang ditampilkan oleh mas hamzah, dengan seseorang melakukan kebaikan berarti menyesal dirinya telah berbuat dosa dan perbuatan baik itulah yang menebusnya... yang penting jangan istihza'. Melihat kterangan di atas.. berbuatlah baik... tapi ya jangan istihza'... atau mngandalkan amal tapi tetaplah beramal baik. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/860012280688248/\r3763. TAFSIR ALQUR'AN SURAT AL-ISRO AYAT 85 : HAKIKAT RUH\rPERTANYAAN :\r> Taofik Hidayat\rAssalamu 'alaikum. Para ustadz, mohon penjelasan tentang surat al-isro ayat 85. Terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Dalam surat al isra' ayat 85 Allah berfirman :\r(85). وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ?قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: \"Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit\".\r- kitab tafsir ibnu katsir (5/116)\rوقوله : ( قل الروح من أمر ربي ) أي : من شأنه ، ومما استأثر بعلمه دونكم ؛ ولهذا قال : ( وما أوتيتم من العلم إلا قليلا ) أي : وما أطلعكم من علمه إلا على القليل ، فإنه لا يحيط أحد بشيء من علمه إلا بما شاء تبارك وتعالى .\rوالمعنى : أن علمكم في علم الله قليل ، وهذا الذي تسألون عنه من أمر الروح مما استأثر به تعالى ، ولم يطلعكم عليه ، كما أنه لم يطلعكم إلا على القليل من علمه تعالى .\rDan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit, maksudnya Allah tidak memperlihatkan ilmunya kepada kalian kecuali hanya sedikit, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang bisa menguasai sesuatu dari ilmunya Allah kecuali apa yang di kehendaki oleh Allah tabaroka wata'ala.\rMaknanya, bahwa ilmu kalian dibandingkan ilmunya Allah itu sedikit sekali, dan masalah ini yang kalian tanyakan mengenai urusan ruh adalah termasuk perkara yang dipilih sendiri oleh Allah ta'ala dan tidak diperlihatkan kepada kalian, sebagaimana Allah tidak memperlihatkan ilmu-Nya kepada kalian kecuali sedikit dari ilmu-Nya Allah ta'ala. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/894045333951609/\r3832. MAKSUD LAFADZ \"HUDAN LILMUTTAQIIN\" (Al-BAQOROH : 2)\rPERTANYAAN :\r> Mufied Firdaus\rAssalamu'alaikum Wr Wb. Kenapa dalam surat Al-Baqoroh ayat kedua, lafadznya \"Hudan lil muttaqin\" bukan \"Hudan liddooliin\" ? Mohon pencerahannya ustad , Trimakasih sebelumnya .\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Wa'alaikum Salam Wr Wb. Kita lihat dari segi bahasa. Kata kata :\rهدى للمتقين .\rPetunjuk bagi orang yang bertakwa. Lihat sifat setelahnya untuk Al Muttaqiin , Siapa mereka Al Muttaqiin itu ? Yaitu :\rالذين يؤمنون الغيب.\rYaitu orang orang yang beriman kepada hal hal yang ghaib. Sedangkan orang orang\rالضالون\rMereka tidak beriman. Wallahu A'lam\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum Salam Wr Wb. Menurut As Sya'bi : Petunjuk tersebut adalah petunjuk dari kesesatan bagi orang orang yang bertaqwa.\r- Kitab Tafsir Ibnu Katsir (1/57) :\rوقال الشعبي : هدى من الضلالة . وقال سعيد بن جبير : تبيان للمتقين . وكل ذلك صحيح .\rSedangkan keterangan dalam Tafsir Al Qurtuby , Allah mengkhususkan Muttaqin dengan hidayah-Nya walaupun sebenarnya hidayah itu untuk semua makhluk karena untuk memulyakan muttaqin , sebab mereka beriman dan membenarkan apa yang ada di dalam Alqur'an. Diriwayatkan dari Abi Rowaq beliau berkata : Hudan lil muttaqin maksudnya kemuliyaan untuk mereka, yaitu petunjuk hanya disandarkan kepada muttaqin untnk mengagungkan , memuliyakan dan menjelaskan keutamaan mereka.\r- Kitab Tafsir Al Qurtuby (1/157) :\rالرابعة : قوله تعالى : ( للمتقين ) خص الله تعالى المتقين بهدايته وإن كان هدى للخلق أجمعين تشريفا لهم ; لأنهم آمنوا وصدقوا بما فيه . وروي عن أبي روق أنه قال : هدى للمتقين أي : كرامة لهم ; يعني إنما أضاف إليهم إجلالا لهم وكرامة لهم وبيانا لفضلهم","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Dalam kitab Tafsir Al Kabiir dijelaskan bahwa alqur'an adalah petunjuk bagi manusia sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 185 , kemudian dalam ayat ini dikatakan bahwa petunjuk bagi orang orang yang bertaqwa maka hal ini menunjukkan bahwa orang orang yang bertaqwa adalah semua manusia, jadi orang yang tidak bertaqwa seolah-olah mereka bukanlah manusia.\rJika ditanyakan : Keadaan sesuatu sebagai petunjuk itu tidaklah berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya , Mengapa alqur'an dijadikan petunjuk bagi orang yang bertaqwa saja ? Dan juga orang yang bertaqwa sudah mendapatkan petunjuk , dan yang mendapat petunjuk tidak ditunjukkan untuk kedua kalinya , jadi alqur'an bukan petunjuk untuk orang yang bertaqwa.\rMaka jawabannya : Sebagaimana Al Qur'an adalah petunjuk bagi orang yan bertaqwa atas wujudnya sang pencipta, atas agama-Nya dan juga kebenaran utusan-Nya, maka Al Qur'an juga petunjuk bagi orang yg kafir , hanya saja Allah menyebutkan orang yang bertaqwa untuk memujinya, dan untuk menjelaskan bahwa merekalah yang mengambil petunjuk dan mengambil manfaatnya ,Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nazi'at ayat 45 dan surat yasin ayat 11 .\rROsululloh memberi peringatan kepada semua manusia dan dalam ayat tersebut hanya disebutkan orang orang itu karena merekalah yang mengambil manfaat dari peringatan Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam. Wallohu A'lam.\r- Kitab Tafsir Al Kabir (1/21) :","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"( هدى للمتقين ) كفاه ؛ لأنه تعالى بين أن القرآن هدى للناس في قوله : ( شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس ) [البقرة : 185] ثم قال ههنا في القرآن : إنه هدى للمتقين ، فهذا يدل على أن المتقين هم كل الناس ، فمن لا يكون متقيا كأنه ليس بإنسان .\rالمسألة الثالثة : في السؤالات : السؤال الأول : كون الشيء هدى ودليلا لا يختلف بحسب شخص دون شخص ، فلماذا جعل القرآن هدى للمتقين فقط ؟ وأيضا فالمتقي مهتد ، والمهتدي لا يهتدي ثانيا ، والقرآن لا يكون هدى للمتقين . الجواب : القرآن كما أنه هدى للمتقين ودلالة لهم على وجود الصانع ، وعلى دينه وصدق رسوله ، فهو أيضا دلالة للكافرين ، إلا أن الله تعالى ذكر المتقين مدحا ليبين أنهم هم الذين اهتدوا وانتفعوا به كما قال : ( إنما أنت منذر من يخشاها ) [النازعات : 45] وقال : ( إنما تنذر من اتبع الذكر ) [يس : 11] وقد كان عليه السلام منذرا لكل الناس ، فذكر هؤلاء الناس لأجل أن هؤلاء هم الذين انتفعوا بإنذاره\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/923526147670194/\rwww.fb.com/notes/926671430688999","part":1,"page":142}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (6)","lvl":1,"sub":0}]}