{"pages":[{"id":1,"text":"1427. TUJUH MACAM PAHALA YANG MASIH DITERIMA SELEPAS KEMATIAN\rPERTANYAAN :\rKiki Efendi\rSaya pernah dengar, kalau kita menanam tanaman, dan tanaman itu tumbuh, dan berbuah sepanjang tahun. kemudian daunya dimakan ulat, dan ternak, buahnya dimakan hewan, dan manusia, bisa dikatakan daun dan buah memberikan banyak manfaat. Apakah itu bisa di sebut sedekah, atau paling tidak setelah orang yang menanam pohon mati, amal tersebut apa bisa termasuk amal jariyah? Matur suwun\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rMohon koreksinya :\r13016- سبع يجرى للعبد أجرهن بعد موته وهو فى قبره من علم علمًا أو أجرى نهرًا أو حفر بئرًا أو غرس نخلاً أو بنى مسجدًا أو ورث مصحفًا أو ترك ولدًا صالحًا يستغفر له بعد موته (ابن أبى داود فى المصاحف ، وسمويه ، وأبو نعيم فى الحلية ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن أنس)\rDari Anas r.a. berkata \"Ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya dan ia berada dalam kuburnya :\r1. Barangsiapa yang mengajarkan ilmunya\r2. Barang siapa yang mengalirkan air sungai\r3. Barangsiapa yang menggali Sumur\r4. Barang siapa yang menanam tanam-tanaman\r5. Barang siapa yang mendirikan masjid\r6. Barang siapa yang mewariskan mushaf\r7. Barangsiapa meninggalkan anak shaleh yang memintakan ampunan untuk kedua orang tuanya\".\r(HR. Abu Daud dalam al-Mashaahif, Samwih dan Abu Naiim dalam al-Hilyah dan al-Baehaqy dalam Syi’ab al-Iimaan). [ Jaami’ al-Ahaadits Li as-Suyuthy XIII/238 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rBisa dilihat takhrij hadits ini pada link berikut http://www.islamweb.net/hadith/hadithServices.php?type=1&cid=9729&sid=720","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Link Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/389518021071012/\r1480. KEAGAMAAN : PERIHAL GERAKAN SEMPALAN ISLAM\rSempal adalah kata kerja dari bahasa Jawa. Artinya patah dan terpisahnya dahan dari batang pohon, atau cabang dari dahan. Dengan bahasa Indonesia, sulit untuk menamai gerakan Islam yang memisahkan diri dari batang tubuh umat seagama.\rKata ‘pecahan’, umpamanya, mengandung pengertian sama besar antara yang memisahkan diri dan batang tubuh umat. Karenanya, digunakan kata ‘sempalan’ untuk menunjuk kepada fenomena, yang dalam bahasa Inggris disebut splinter groups.\rJumlahnya banyak, berukuran kecil-kecil, dan ada kecenderungan untuk memecah diri terus menerus dalam sebuah proses reaksi bersambung. Fenomena ini memunculkan diri dalam semakin banyaknya kelompok yang keras dan militan di kalangan muslimin berusia muda dimana-mana.\rDi tahun sembilan belas enam puluhan, Nasser dibuat kaget dengan terbongkarnya kelompok untuk merebut kekuasaan di Mesir, untuk mengembalikan ‘pemerintahan Islam’ di bumi Nil.\rTernyata anggota kelompok itu masih muda-muda dalam usia, dan menjadi bagian dari elite negeri: seorang ahli fisika inti di lembaga yang mengelola persiapan pembuatan sebuah reaktor nuklir, seorang lagi perwira muda yang baru saja diangkat jadi perwira teladan, seorang lagi pegawai tinggi sebuah kementrian dan seterusnya.","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"Cerita gerakan sempalan di kalangan kaum muslimin muncul dari ketidakmampuan mencerna-kan dampak modernisasi yang semakin lama semakin laju tetapi timpang jalannya. Modernisasi yang menimbulkan ekses-eksesnya, termasuk ketidak-mampuannya memberikan jawaban tepat atas masalah-masalah yang ditimbulkannya sendiri.\rAnak-anak muda yang sangat kecewa dengan buruknya ‘kenyataan’ dunia modern ini lalu mem-buang modernitas mereka, membenahi diri dengan tuntas dalam kehidupan beragama mereka, dan setelah itu dengan lantang menghardik orang lain yang seagama tetapi berbeda penghayatan akan ajaran agama mereka. Hardikan yang sangat lantang, karena dilontarkan dari keyakinan mem-bara akan benarnya sikap sendiri dan salahnya sikap orang lain.\rKalau baru sampai pada tingkat menghardik saja, belum sampai pada tingkat gerakan sempalan. Paling jauh baru mencapai tingkat pemuda pemberang: pemberang kepada dunia, kepada lingkungan sendiri yang terdekat, ataupun kepada batang tubuh umat.\rTingkat ‘sempal’ (splitntering stage) baru tercapai, bila keberangan itu ditujukan kepada diri sendiri: mengapakah harus takut memikul beban sepenuh-nya dalam melakukan pembenahan keluar? Mengapakah tidak berani menuntut pengorbanan terjauh dari diri sendiri untuk memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran?\rLebih jauh lagi, mengapa masih bimbang untuk mempertahankan segala-galanya untuk sebuah ‘tindakan terakhir’ guna membela kebenaran?","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Tingkat ‘sempal’ itu dicapai tatkala ada seseorang pemimpin yang berani melakukan koreksi total atas dirinya sendiri dan diri anggota kelompoknya: penataan kembali kehidupan kelompok secara menyeluruh. Ajaran agama dilaksanakan secara tidak pandang bulu, tanpa melalui proses pencernakan terlebih dahulu, yaitu dalam bentuk penafsiran oleh sang pemimpin. Dengan demikian, kebenaran Islam lalu dipersonifikasikan kedalam diri sang pemimpin. Apa yang dibenarkan pemimpin menjadi kebenaran Islam, dan tidak ada hak orang lain diluar untuk menyanggah sang pemimpin.\rLahirlah struktur ‘formal’ yang sekaligus memberikan identitas diri kepada pengikut, dan memungkinkan sang pemimpin untuk melakukan tindakan disipliner secara Intern atas diri mereka yang dianggap masih belum mampu berjuang. Maka diberikanlah akolade tertinggi bagi sang pemimpin, untuk melegitimisir kedudukannya sebagai pengarah perjuangan gerakan, sebagai pengaman dari kemungkinan penyelewengan intern, dan sebagai pelindung dari kemungkinan gangguan dari luar. Iman, amir, khalifah dan lain-lain gelar lagi.\rKekuasaannya tunggal, tidak mau berbagi tempat dengan orang lain. Kharisma yang dimiliki-nya mutlak, tidak ada tempat bagi keraguan dalam dirinya. Dan visi yang dikemukakannya adalah satu-satunya jendela penglihatan bagi para pengikutnya, tidak ada tempat bagi pandangan lain.","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Laa dina illa bijama’atin, wala jama’ata lilla bi imaratin, wala imarata illa bi amirin (bi imamin, bi khalifatin dan seterusnya), demikianlah kredo yang memberikan legitimasi kepada kepemimpinan seperti ini: tak ada agama tanpa masyarakat, tak ada masyarakat tanpa pimpinan, tak ada pimpinan tanpa pemimpin (amir, iman, khalifah, dan sebagainya).\rFungsi keimanan seperti itu, di tambah mentalitas yang merasa senantiasa terancam, membawa kepada keyakinan messianistik akan peranan sang pemimpin dalam kehidupan: dialah sang penyelamat, ratu adil yang akan menghilangkan kebalauan, Imam Mahdi yang sudah dijanjikan Allah.\rPemberian fungsi seperti itu membawa keharusan kepada sang pemimpin untuk ‘menghasilkan’ sesuatu, dan apakah cara lebih untuk itu selain kekerasan?\rTernyata gerakan sempalan memang sulit diperkirakan dimana munculnya, bagaimana harus ditangani, dan tindakan preventif apa yang dapat dilakukan untuk mencegah meluasnya angkatan muda. Satu hal sudah jelas: ia tidak dapat ditangani secara gegabah, apalagi diidentifikasi sebagai sesuatu yang berlingkup luas dan mengancam keselamatan negara.\rGerakan sempalan dapat melakukan hal-hal yang membahayakan, tetapi tetap dalam kerangka terisolasi satu dari yang lain dan dalam lingkup kecil. Namanya saja sempalan, bagaimana sesuatu yang sempal dapat digeneralisasi mewakili batang pohon?\rYa, gerakan sempalan janganlah diterapkan pada batang tubuh umat. Nanti akan bertambah kekecewaan dalam kelompok-kelompok kecil di kalangan umat itu dan dari kekecewaan itu akan muncul lagi dorongan membuat gerakan sempalan baru.","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"Perlakukanlah batang tubuh umat sebagai sesuatu yang wajar. Nanti akan tumbuh sikap-sikap wajar pula dalam dialognya dengan modernisasi. Dan kalau sikap wajar bertambah banyak, akan lebih sedikit kecenderungan bersempal-sempalan.\r[ DIKUTIP DARI KUMPULAN ARTIKEL GUS DUR oleh Hakam elChudrie ].\r1485. MENGAMINKAN DO'A NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rEriyka Shofiea\rAssalamualaikum, Dalam sAtu acara pertandingan olahraga seorang pelatih (non-muslim) berkata \"semga bangsa kita menang\". Apakah boleh kita (orang muslim) meng-amin-kan do'a nya orang non-islam tersebut ?\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rKhasiayah Jamal Juz 2 halaman 119 :\rلاَيَجُوْزُ التَّأْمِيْنُ عَلَى دُعَاءِ الْكَافِرِ لاَنَّهُ غَيْرُ مَقْبُوْلٍ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَمَادُعَاءُ الْكَافِرِيْنَ اِلاَ فىِ ضَلاَلٍ.\rTidak diperkenankan mengamini doa orang-orang kafir karena doa mereka tidak akan diterima, karena Allah telah berfirman: Dan tiadalah doa orang-orang kafir itu kecuali dalam kesesatan.\r> Sunde Pati\rMbah Jenggot II@ maaf, ibaroh antum :\rلاَيَجُوْزُ التَّأْمِيْنُ عَلَى دُعَاءِ الْكَافِرِ لاَنَّهُ غَيْرُ مَقْبُوْلٍ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَمَادُعَاءُ الْكَافِرِيْنَ اِلاَ فىِ ضَلاَلٍ.\rMaaf ini antum memotong, yang awal dan akhir.. karena itu sebenarnya syeh umairoh menanggapi pendapatnya imam royani, coba lihat lagi dari awal dan akhirnya pada cerita syeh umairoh... pendapat yang mengatakan haram mengamini itu jika ada unsur mengagungkan dan mengesankan akan kebaikan agama mereka....jika tanpa ada unsur seperti di atas, maka boleh mengamininya..\r> Mbah Jenggot II","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"Aku juga tidak mengatakan di atas pendpatnya syech umairoh to ? ki ibarot lengkape. ulama memang beda pendapat namun tetep ada pendapat ulama yang mengatakan haram meski tanpa unsur pengagungan.\rقال الشيخ عميرة قال الروياني لا يجوز التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول أي لقوله تعالى وما دعاء الكافرين إلا في ضلال ا ه سم على المنهج ونوزع فيه بأنه قد يستجاب لهم استدراجا كما استجيب لإبليس فيؤمن على دعائه هذا ولو قيل وجه الحرمة أن في التأمين على دعائه تعظيما له وتقريرا للعامة بحسن طريقته لكان حسنا وفي حج ما نصه وبه أي بكونهم قد تعجل لهم الإجابة استدراجا يرد قول البحر يحرم التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول ا ه على أنه قد يختم له بالحسنى فلا علم بعدم قبوله إلا بعد تحقق موته على الكفر ثم رأيت الأذرعي قال إطلاقه بعيد والوجه جواز التأمين بل ندبه إذا دعا لنفسه بالهداية ولنا بالنصر مثلا ومنعه إذا جهل ما يدعو به لأنه قد يدعو بإثم أي بل هو الظاهر من حاله فرع في استحباب الدعاء للكافر خلاف ا هحاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري رقم الجزء: 3 رقم الصفحة: 576\r> Sunde Pati\rوقد يجيبهم استدراجا لهم هذا صريح في أن دعاء الكافر يجاب وهو المرجح وأما قوله تعالى وما دعاء الكافرين إلا في ضلال فالمراد به العبادة ا ه شوبري قال الشيخ عميرة قال الروياني لا يجوز التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول أي لقوله تعالى وما دعاء الكافرين إلا في ضلال ا ه سم على المنهج ونوزع فيه بأنه قد يستجاب لهم استدراجا كما استجيب لإبليس فيؤمن على دعا...ئه هذا ولو قيل وجه الحرمة أن في التأمين على دعائه تعظيما له وتقريرا للعامة بحسن طريقته لكان حسنا","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Terkadang ALLOH mengabulkan doa orang2 kafir sebagai istidroj (tipu daya) keterangan ini jelas sekali bahwa doanya orang kafir bisa dikabulkan,ini adalah pendapat yang dianggap kuat...adapun firman ALLOH yang artinya \"doa orang2 kafir itu hanya dalam kesesatan\" yang dimaksud dalam doa pada ayat tersebut adalah ibadah..syeh umairoh mengatakan bahwa arrouyani berpendapat,tidak diperbolehkan meng-amini doanya orang kafir karena doanya orang kafir itu tidak akan dikabulkan sebab firman ALLOH yang artinya \"Doanya orang kafir itu hanya dalam kesesatan\"dan pendapat ini ditentang dengan hujjah bahwa terkadang doanya dikabulkan sebagai perwujudan istidroj ,sebagai pengabulan doanya iblis,dengan demikian meng-amini doanya orang kafir hukumnya BOLEH.dan fahamilah pendapat ini...adapun pendapat yang mengatakan haram itu,seandainya diarahkan ketika ada tujuan MENGAGUNGKAN dan juga Mengesankan akan kebaikan agama mereka dikalangan masyarakat awam.maka akan sangat tepat/bagus. [ hasyiyah jamal juz 2 hal 119 ].\r> Abdullah Afif\rIntinya menurut Imam Al Adzra'i boleh bahkan sunnah mengamini doa non muslim jika memang berdoa agar mendapat petunjuk untuk dia, dan mendapat pertolongan untuk kita. dan tidak boleh mengamini jika tidak diketahui doanya, sebab dimungkinkan dia berdoa sesuatu yang berdosa....... Wallaahu a'lam. Ta'bir Hasyiyah Asy Syibramullisi 'alaa Nihaayatil Muhtaaj :","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"قال الشيخ عميرة : قال الروياني : لا يجوز التأمين على دعاء الكافر ؛ لأنه غير مقبول : أي لقوله تعالى { وما دعاء الكافرين إلا في ضلال } ا هـ سم على منهج ، ونوزع فيه بأنه قد يستجاب له استدراجا كما استجيب لإبليس فيؤمن على دعائه هذا ، ولو قيل : وجه الحرمة أن في التأمين على دعائه تعظيما له وتغريرا للعامة بحسن طريقته لكان حسنا ، وفي حج ما نصه : وبه أي بكونهم قد تعجل لهم الإجابة استدراجا يرد قول البحر يحرم التأمين على دعاء الكافر ؛ لأنه غير مقبول ا هـ على أنه قد يختم له بالحسنى فلا علم بعدم قبوله إلا بعد تحقق موته على كفره ، ثم رأيت الأذرعي قال : إطلاقه بعيد ، والوجه جواز التأمين بل ندبه إذا دعا لنفسه بالهداية ولنا بالنصر مثلا ومنعه إذا جهل ما يدعو به ؛ لأنه قد يدعو بإثم : أي بل هو الظاهر من حاله .\rSumber : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=25&ID=1920\rDalam kitab Hasyiyah Bujairimi 'alal Iqnaa' 2/241:\rفرع : في استجابة دعاء الكافر خلاف , قال الروياني في البحر : لا يجوز أن يؤمن على دعائه لأنه غير مقبول , قال تعالى : { وما دعاء الكافرين إلا في ضلال } وقال آخرون : إنه مستجاب وقد استجيبت دعوة إبليس في قوله : { أنظرني إلى يوم يبعثون} . وواضح أن الخلاف إنما هو في الاستجابة بمعنى إيتاء المسئول , وحينئذ الذي دل عليه صريح كلامهم وغيره أنه قد يعطى سؤاله استدراجا , ومنه ما وقع لإبليس . أما الاستجابة بمعنى , الإثابة عليه فهي منفية جزما , وهذا محمل الآية المذكورة وهذا لا نزاع فيه . ا هـ . ابن حجر في شرح الإيعاب . ولو قيل في وجه الحرمة : إن في التأمين على دعائه تعظيما له وتغريرا له وللعامة بحسن طريقته لكان حسنا . ويحرم الدعاء للكافر بالمغفرة , نعم إن أراد اللهم اغفر له إن أسلم أو أراد بالدعاء له بالمغفرة أن يحصل له سببها وهو الإسلام فلا يتجه إلا الجواز . ا هـ","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/378978788791602/\r1495. 7 PERKARA PENYEBAB MALAIKAT JIBRIL BERHARAP MENJADI MANUSIA\rPERTANYAAN :\rMuhammad Mandalla Al-Haq\rAssalamu'alaikum.... Ada sedikit yang mengganjel nh, tentang Sabda Rasulullah s.a.w. Bahwa malaikat Jibrail a.s. sentiasa mengharap hendak menjadi manusia kerena tujuh perkara.... Apakah benar ada hadis tersebut, seandai'y ada mhon syarah haditsnya....??? Kita ketahui bahwa semua malaikat itu \"manzuhuun 'an shifaatil basyari\".... bersih dari sifat2 manusia...\"fa laisa lahum syahwatun\"...mereka tidakmempunyai syahwat. Syeikh Nawawi Al-Bantany, Bitsamaaril Yaani'ah Fii Ar-Riyadlil Badi'ah, hal. 10. melihat ibarot dari kitab Bitsamaaril Yaani'ah ini bahwa malaikat itu tidak mempunyai keinginan/syahwat, nah, bagaimana dengan hadis di atas.... Mohon pengkinclongan.... Trims\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam wr.wb. Dalam kitab kecil 'wasiyatul musthofa' terdapat hal demikian : \" malaikat jibril berharap menjadi keturunan anak adam karena 7 perkara:\r1. sholat 5 waktu berjama'ah\r2. duduk bersanding dengan para ulama\r3. menjenguk orang sakit\r4. mengiring jenazah\r5. memberi minum kepada orang lain\r6. mendamaikan 2 orang\r7. memuliakan tetangga dan anak yatim\rيا على تمنى جبريل ان يكون من بنى ادم لسبع خصال الصلوات الخمس مع الامام و مجالسة العلماء و عيادة المريض و تشييع الجنا زة و سقى الماء و الصلح بين الاثنين و اكرام الجار و اليتيم\rوصية المصطى ص 4\rAmalan-amalan tersebut amat besar pahalanya,dan amalan tersebut tidak ada pada para malaikat\r> Abdullah Al-Bughisy","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"Terima kasih Kang Abdurrahman As-syafi'i, mw tanya lgi kang, lafadz \"tamanni\" pada kalimat....\rتمنى جبريل ان يكون من بنى ادم\rApakah termasuk syahwat ??\r> Abdurrahman As-syafi'i\rTamanni dalam lingkup malaikat bukan syahwat,seperti yang anda bilang pada komen diatas bahwa sanya para malaikat tidak punya sahwat..Tetapi ini sekedar pndorong supaya anak turun nabi adam lebih mensyukuri keberadaanya,bahwasanya kedudukan anak adam itu bisa jauh melebihi malaikat jikalau mereka benar2 mengamalkan apa yang disyariatkan. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink diskusi : www.fb.com/groups/piss.ktb/368629546493193/\r1554. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH\rPERTANYAAN :\rAgus Ainulyaqin AL-Gifary\rAssalamu,alaikum... izin bertanya : sebagai salah satu rukun iman, kita harus mengimani kitab2 nya alloh...yang saya tanyakan, apakah seluruh kitab2nya,secra tafhsil dan ijmal.... apakah alqur'an saja ?\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam.\rاى يجب على كل مكلف ان يعتقد اربعة من الكتب تفصيلا باسمائها وهى التورة لسيدنا موسى و الزبور ليبدنا داود والانجيل لسيدنا عيسى والفرقان لسيد الخلق سيدنا محمد صلوات الله و سلامه عليهم اجمعينو اما بقية الكتب فيجب اعتقادها اجمالا بان يعتقد ان الله تعالى انزل كتبا من السماء على الاجمالو قد اشتهر ان جميع الكتب مائة و اربعة و قيل انها مائة و اربعة عشر.......................\rنور الظلام 21\rWajib bagi setiap orang yang mukalaf meyakini 4 kitab secara tafsil dengan nama-namanya, yakni :\r1. Kitab Taurot yang diturunkan kepada Nabi Musa as\r2. Kitab zabur kepada Nabi Dawud as\r3. Kitab Injil kepada Nabi Isa as\r4. Kitab Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"Adapun untuk kitab selain yang 4 tersebut, yang wajib hanyalah secara ijmali (global) yakni dengan meyakini Bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan kitab-kitabnya dari langit secara global. Dan pendapat yang paling masyhur mengenai jumlah kitab Allah adalah 104 kitab. Adapula yang mengatakan 114 kitab. \"Dan ketahuilah sesungguhnya kitab-kitab yang diturunkan dari langi ke bumi berjumlah 104.60 kitab turun kepada Nabi syiist,30 turun kepada Nabi Ibrohim, 10,turun kepada Nabi Musa sebelum kitab Taurot. Dan yang 4 adalah Taurot,Injil, Zabur, dan Qur'an \". [ Keterangan kitab Maslaku Najaah ].\r> Dewan Masjid Assalaam\rKalau tak salah dirincikan di tanbihul ghofilin, dari 100 shuhuf terdiri dari 60 shuhuf Nabi Syits, 30 shuhuf Nabi Ibrahim, 10 shuhuf Nabi Musa..\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/415306011825546/\r1561. SAMPAINYA PAHALA BACAAN TAHLILAN DAN SHODAQOH PADA MAYIT\rOleh : 'aLa Kulli Haal\r[ INI SATU FA'IDAH ] Sampaikah bacaan alquran, sholawat, tahlil, tahmid, takbir, tasbeh, shodaqah makananYang di hadiahkan untuk almarhum orang tua kita, guru-guru kita,sanak keluarga kita, Jawaban nya Semuanya SAMPAI dan pahalanya di terima oleh si mayit. Jadi orang yang mengadakan tahlilan, haulan besar-besaran itu tidak sia-sia. Karen sudah ijma ulama dari 4 mazhab. bahwa semua amal shodaqah, bacaan, sholat hadiah itu sampai.\r> Di awali mazhab hanafi dulu\rImam 'alauddin abu bakar bin mas'ud alhanafi wafat tahun 587 h. berkata dalam kitab nya\rبدائع الصنائع في ترتيب الشرائع","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"من صام أو صلى أو تصدق وجعل ثوابه لغيره من الأموات أو الأحياء جاز ويصل ثوابها إليهم عند أهل السنة والجماعةوقد صح عن رسول الله أنه ضحى بكبشين أملحينأحدهما عن نفسه والآخر عن أمته ممن آمن بوحدانيت الله وبرسالته\rBarangsiapa puasa,atau sholat atau bershodaqah dan ia jadikan pahalanya untuk orangyang mati atau yang hidup,maka boleh dan sampai pahalanya itu kepada mereka,di sisi ulama ahlis sunnah waljamaah,Telah sahih riwayat dari rasulullah, bahwa beliau menyembelih 2 kambing kibasy,salah satunya pahalanya diperuntukkan untuk beliau,dan yang satunya untuk semua ummatnya yang beriman kepada tuhan yang maha esa,dan kerasulan beliau.\r> Dari mazhab maliki\rDalam ktb hasyiah dasuqi ala syarhil kabir syekh dardir, Imam muhammad bin ahmad addasuqi almaliki wafat tahun 1230 h.\rقال ابن رشد : وإن قرأ الرجل وأهدى ثواب قراءته للميت جاز ذلك وحصل للميت أجره\rIbnu rusydi berpendapat,jika seseorang membaca alquran,dan ia hadiahkan pahalanya untuk mayit,maka boleh itu dan smpai pahalanya untuk si mayit\rوذهب إليه غير واحد من أئمتنا الأندلسيين أن الميت ينتفع بقراءة القرآن الكريم ويصل إليه نفعه ويحصل له أجره إذا وهب القارئ ثوابه له\rDan mengikut fatwa ibnu rusydi tadi beberapa ulama dari andalus spanyol,bahwa mayit bisa mendapt manfaat dengan bcaan alquran,dan smpai manfaatnya kepada nya,dan bisa hasil pahalanya itu jika si pembaca meniatkan memberikan pahala bcaan nya untuk mayit itu\rلحديث النسائي عن النبي صلى الله عليه وسلم : من دخل مقبرة وقرأ قل هو الله أحد إحدى عشرة مرة وأهدى ثوابها لهم كتب الله له من الحسنات بعدد من دفن فيها","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Ada hadist drwayatkn imam nasa-i,dr nabi kita bersabda : brngsiapa masuk pekuburan,dan membc surah al ikhlas 11x,dan ia hadiahkan pahalanya untuk orang2 di pekuburan itu,maka Allah tls beberapa kebaikan untuk pembca tadi sebilangan manusia yang dikuburkan di sana. Imam abu abdillah almaliki dalam ktbnya syarah mukhtashor khalil berkata,\rفينبغي للإنسان أن لا يتركه فلعل الحق هو الوصول فإنه مغيب وكذا التهليل الذي اعتاد الناس ينبغي عمله والاعتماد على فضل الله\rMaka sepantasnya bagi orang2,agar jangan meninggalkan menghadiahi mayit,barangkali yang benarnya adalah pahalanya memang SAMPAI,karena itu mslh gaib,bgt juga jangan dtinggalkan TAHLILAN yang sering dlakukan masyrakat,sepatutnya itu terus di amalkan dan berpegang atas kelebihan pemberian Allah.\rقال ابن العربي : أوصيك بالمحافظة على شراء نفسك من الله تعالى بأن تقول لا إله إلا الله سبعين ألفا فإن الله تبارك وتعالى يعتقك ويعتق من تقولها عنه من النار\rIbnul arabi berkata : aku wasiati kamu dengan slalu menebus dirimu dari Allah,dengan slalu membc tahlil 70rb kali,karena Allah akan membebaskan kamu dan orangyang di hadiahi tahlil 70 rb kali tadi dari api neraka.\r> Dari mazhab syafi'i\rImam nawawi wafat tahun 676 h. dalam majmu nya meriwayatkan\rأخبرنا الربيع بن سليمان قال حدثنا الشافعي إملاء قال : يلحق الميت من فعل غيره وعمله ثلاث : حج يؤدى عنه ومال يتصدق به عنه ودعاء\rImam syafi'i berkata : mayit bisa mendapat pahala dari perbuatan dan amal orang lain ada 3,\r1. haji yang dlaksanakan dari nya\r2. harta yang dshadaqahkan dengan harta itu untuk\r3. doa untuk nya","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"Dalam ktb mugnil muhtaj oleh imam khatib syarbaini wafat tahun 977 h,Dan ktb i'aanah tholibin oleh imam bakri bin m.syatho wafat tahun 1202 h\rوقال ابن عبد السلام في بعض فتاويه : لا يجوز أن يجعل ثواب القراءة للميت لأنه تصرف في الثواب من غير إذن الشارع\rImam ibnu abdissalam dalam sbagian fatwanya berfatwa: tidak boleh menjadikan pahala bcaan alquran untuk mayit,karena memperlakukan pahala dengan tanpa izin syari'at,\rوحكى القرطبي في التذكرة أنه رئي في المنام بعد وفاته فسئل عن ذلك فقال : كنت أقول ذلك في الدنيا والآن بان لي أن ثواب القراءة يصل إلى الميت\rImam qurtubi dalam ktb tazkirahnya menceritakan,bahwa dperlihatkan dalam mimpi,setelah ibnu abdissalam nya wafat,lalu ditanya tntng fatwanya itu yang mengatakan tidak boleh menghadiahkan bcaan quran,lalu ibnu abd salam menjwb :dahulu aku memfatwakan itu di dunia, skrg nyata bagi ku, bahwa bacaan alquran itu ternyata sampai ke mayit.\rوحكى النووي في شرح المسلم والأذكار وجها أن ثواب القراءة يصل إلى الميت كمذهب الأئمة الثلاثة\rImam nawawi dalam syarah muslim dan azkarnya satu wajah menyebut bahwa pahala bcaan quran itu smpy ke mayit seperti pendapat mazhab hanafi,maliki,hanbali,\rواختاره جماعة من الأصحاب منهم ابن الصلاح والمحب الطبري وابن أبي الدم وابن أبي عصرون وعليه عمل الناس\rDan memilih smpai nya bcaan itu kemayit beberapa kumpulan ulama,diantaranya, ibnu sholah, muhibbu thobari, ibnu abiddam, ibnu abi ashrun, dan atas ini lah skrg bnyak orang mengamalkan nya\rوما رآه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن\rDan apa saja yang dpandangan ulama-ulama itu bgs, maka bgs juga di sisi Allah\rقوله لا يصل ثوابها إلى الميت ضعيف","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Perkataan imam syafi'i tidak sampai pahalanya ke mayit itu DHOIF,\rوقوله وقال بعض أصحابنا يصل معتمد\ryang MU'TAMAD nya adalah qaul beberapa ashhab yaitu pahalanya SAMPAI\r> Dari mazhab hanbali\rوحكي عن أحمد بن حنبل : أنه قال : يلحق الميت ثواب ما يفعل عنه من الصلاة والقراءة والذكر\rDriwayatkan dari imam ahmad bin hanbal,bahwa beliau brkata :mayit bisa mendpat pahala yang dkerjakan untuk dia dari sholat,bcaan quran dan zikir2, Dari mazhab hanbali aku khususkan ckp pendapat ibnu taimiyah saja,Inilah kumpulan jwbn skaligus fatwa ahmad bin abdul halim yang masyhur dengan ibnu taimiyah alharani alhanbali wafat tahun 728 h..\rأما الصدقة عن الميت فإنه ينتفع به باتفاق المسلمين\rAdapun shodaqah yang dkeluarkan untuk mayit, itu bermanfaat, dengan ittifaq para imam\rإنما يصل إلى الميت ثواب العمل ? نفس العمل\rbahwasanya yang sampay kepada mayit itu hanya pahala amal itu, bukan zat amal itu\rقال العلماء : إنه يجوز إهداء ثواب العبادات المالية والبدنية إلى موتى المسلمين كما هو مذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي فإذا أهدي لميت ثواب صيام أو ص?ة أو قراءة جاز ذلك\rPara ulama ijma,bahwa boleh nya menghadiahkan pahala ibadah shodaqoh dan pahala ibadah badan kepada mayit yang islam,spt itu mazhab ahmad,abu hanifah,maliki dan syafi'i,jd apabl mayit di hadiahkan pahala puasa,sholat,dan bcaan,maka boleh itu Ibnu taimyah dtanya lagi mslh tahlil,\rإذا هلل ا?نسان هكذا سبعون ألفا أو أقل أو أكثر وأهديت إليه نفعه الله بذالك\rJika para manusia bertahlil 70rb kali atau kurang dari itu, atau lebih, lalu dihadiahkan kepada mayit, maka Allah beri manfaat kepada mayit it dengan sebab tahlilan td,","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"يصل إلى الميت قراءة أهله وتسبيحهم وتكبيرهم وسائر ذكرهم لله تعالى إذا أهدوه إلى الميت وصل إليه\rBacaan alquran, tasbih, takbir, dan smua zikir itu,bila di hadiahkan kepada mayit, maka Smpy kepada mayit pahalanya\rأما وصول ثواب العبادات البدنية كالقراءة والص?ة والصوم فمذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي إلى أنها تصل\rIttifaq imam 4 mazhab bahwa pahala ibadah badaniah itu sampai, seperti membaca alquran, sholat hadiah, puasa. Karena itu saya himbau kepada teman2 semua agar selalu tahlilan dan berhadiah pahala untuk saudara muslim kita yang telah mendahului kita.\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/421768097846004/\r1565. TUGAS MALAIKAT JIBRIL SETELAH WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW\rPERTANYAAN :\rDhore Mee\rAssalamu'alaikum... malaikat jibril bertugas menyampaikan wahyu, setahu saya wahyu itu sudah selesai sampai masanya Rosulullah, mulai dari masanya rosulullah sampai saat ini malaikat jibril ngapain aja ???\rJAWABAN :\r> Sahlan Albanjari\rTarjamah bebas ayat \"SESUNGGUHNYA KAMI yang MENURUNKAN AZZIKRO ( ALQUR'AN ) DAN SESUNGGUHNYA KAMI PULA yang MENJAGANYA\". Hakekatnya yang menurunkan adalah Allah Swt, petugasNYA Malaikat Jibril As. jadi setelah menurunkan Alqur'an, maka tugas malaikat menjaga firman2 Allah Swt dan tugas2 lainnya yang Wallahu A'lam.\rDan pernah dengar Habib.Salim Syathiri menyampaikan, bahwa Rasul Saw bertanya pada Malaikat Jibril As, setelah Aku wafat, apakah engkau masih turun ke dunia?.. Jibril : Iya..Aku turun untuk mengangkat 10 macam, mengangkat keadilan, rasa malu, khusyu'..dll ( lupa kelanjutannya ) Aw kama qola.. Dan Haditsnya belum ketemu.","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"> Abdullah Afif\rTugas malaikat Jibril bukan hanya menyampaikan wahyu. Dia juga bertugas menguatkan Rasulullah shallallaahu a'alihi wasallam sebagaimana ketika beliau ada masalah dengan isteri beliau, A'isyah dan Hafshah. Allah berfirman:\rإِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ“\rJika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula” [QS. At-Tahriim : 4].\rMalaikat Jibril juga turun pada lailatul Qadar. Dia bersama malaikat turun dengan mengucapkan salam kepada mukminin dan mukminat (Lihat Tafsir AJamal 4/567). Allah berfirman:\rتَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَام\r“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar-Ruuh (Jibriil) dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusanو malam itu (penuh) kesejahteraan...\" [QS. Al-Qadar : 4-5]\rDalam kitab Nurudhdhalam karya Syeikh Nawawi halaman 16 :\rقال الجلال السيوطي وإنه يحضر موت من يموت على وضوء وما اشتهر من أنه لا ينزل الأرض بعد موت النبي صلى الله عليه وسلم لا أصل له إلا أن يقال لا ينزل بوحي ذكره القليوبي","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Imam Jalaluddin Asssuyuthi berkata : Dan sesungguhnya malaikat Jibril menghadiri kematian orang yang mati dengan berwudhu. Adapun apa yang masyhur bahwa malaikat Jibril tidak turun lagi setelah wafatnya Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam itu tidak ada asalnya, kecuali yang dikehendaki bahwa Jibril tidak turun dengan wahyu. Demikian dituturkan oleh Imam Qalyubi. Wallaahu A'lam.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/333272710028877/\r1571. MENGAPA KITA MESTI MENCINTAI PARA AHLUL BAIT\rPERTANYAAN :\rFuadi Elbaidowi\rAssalamu'alaikum. Mohon pencerahan dan jawabannya....? Mengapa keturunannya nabi muhammad selalu di beda-beda kan oleh masyarakat.. pada umumnya.....? Padahal banyak di kalangan habaib, sifat dan kebiasaanya menyalahi dan melanggar syari'at { zina, maksiat, khamer, menjadi ketua-ketua ajaran sesat }. Banyak yang berkata keturunan nabi muhammad pasti masuk surga dan diberi hidayah oleh allah....? Padahal di sejarah putra nabi musa mati dalam keadaan tidak membawa iman kepad Allah tapi kalau habib malah sebaliknya... Mohon pencerahannya.....?\rJAWABAN :\r> Dewi Rosita\rدع الاعتراض فماالامرلك*ولاالحكم في حركات الفلكولابسأل الله عن فعله*فمن خاض لجة بحرهلك\r> Alvin Hadi\rوقوله: { إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ } أي: إنما تتفاضلون عند الله بالتقوى لا بالأحساب. وقد وردت الأحاديث بذلك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم:قال (2) البخاري رحمه الله: حدثنا محمد بن سلام، حدثنا عبدة، عن عبيد الله، عن سعيد بن أبي سعيد، عن أبي هريرة قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الناس أكرم؟ قال: \"أكرمهم عند الله أتقاهم\"\r[ Ibnu katsir ].","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"فالناس فيما ليس من الدين والتقوى متساوون ومتقاربون ولا يؤثر شيء من ذلك مع عدم التقوى. كما قال تعالى: {إنّ أكرمكم عند الله أتقاكم}\r[ Sirojul munir ].\r> Hanya Ingin Ridlo Robby\rKenapa kita harus muliakan ahlul baitinnabi ? Karena hadits-hadits banyak menerangkan itU\r.دليل الفالحين ص 200ج 5(ثم قال: وأهل بيتي) أي والثاني من الثقلين أهل بيتي (أذكركم الله في أهل بيتي) بالوداد لهم ومناصرتهم والتمسك بمحبتهم والتنسك بمودتهم، قال الصديق رضي الله عنه «ارقبوا محمداً في أهل بيته» كما تقدم في باب فضل الآل المذكور (رواه مسلم) وقد سبق بطوله في الباب المذكور.\r2/347 ـ وعن ابن عمر رضي الله عنهما، عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه موقوفاً عليه أنه قال: ارقبوا محمداً صلى الله عليه وسلم في أهل بيته. رواه البخاريمعنى ((ارقبوا)) راعوه واحترموه وأكرموه، والله أعلم.\r«وَأَهْلُ بَيْتِي، أذَكِّرُكُمُ اللهَ في أهْلِ بَيْتِي» . رواه مسلم، (1) وَقَدْ سَبَقَ بِطُولِهِ.فضائل الصحابة لاحمد بن حنبل ص 937 ج 2- حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو هِشَامٍ قثنا ابْنُ فُضَيْلٍ قَالَ: أنا زَكَرِيَّا، عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ، أَنَّ كَعْبًا الْحَبْرَ أَخَذَ بِيَدِ الْعَبَّاسِ فَقَالَ: «اخْتَبِئْهَا لِلشَّفَاعَةِ عِنْدَكَ» قَالَ: وَهَلْ لِي شَفَاعَةٌ؟ قَالَ: نَعَمْ «لَيْسَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا كَانَتْ لَهُ شَفَاعَةٌ» .\rDan masih banyak hadits byang lain.","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"تفسيرالطباري ص 266 ج 20حدثني أحمد بن محمد الطوسي، قال: ثنا عبد الرحمن بن صالح، قال: ثنا محمد بن سليمان الأصبهاني، عن يحيى بن عبيد المكي، عن عطاء، عن عمر بن أبي سلمة، قال: نزلت هذه الآية على النبي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم وهو في بيت أم سلمة (إِنَّمَا يَرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا(1) ) فدعا حسنا وحسينا وفاطمة فأجلسهم بين يديه، ودعا عليا فأجلسه خلفه، فتجلل هو وهم بالكساء ثم قال: \"هَؤُلاءِ أَهْلُ بَيْتِي، فَأَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا\". قالت أم سلمة: أنا معهم مكانك، وأنت على خير (1) . سورة الاحزاب (33)\rحدثنا ابن المثنى، قال: ثنا أبو بكر الحنفي، قال: ثنا بكير بن مسمار، قال: سمعت عامر بن سعد، قال: قال سعد: قال رسول الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم حين نزل عليه الوحي، فأخذ عليا وابنيه وفاطمة، وأدخلهم تحت ثوبه، ثم قالَ: \"رَبِّ هَؤُلاءِ أَهْلِي وَأَهْلُ بَيْتِي\".\rTurun ayat ini pada nabi Muhammad saw ketika ia sedang berada dirumah umi salamah “ Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya “. Kemudian nabi memanggil sayyidina hasan dan husein dan sydh Fatimah dan didudukkan diantara tangan nabi [ dirangkul mungkin ] dan juga memanggil sydn ali ra didudukkan dibelakangnya kemudian nabi menyelimutkan pakean dan berkata itulah KELUARGAKU semoga dihilangkan dosa padanya dan betul2 disucikan sesuci sucinya.","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Hadis yang nomer 2 sama, nabi memasukkan mereka seraya berkata ‘ WAHAI TUHAN ITULAH KELUARGAKU “ . Jelas nabi sangat menyayangi mereka sapai2 didoakan dan ditunjukkan kepada sang ROB. Di kalangan ahli taf sir attobari sangat diakui karena tafsirannya banyak dengan hadits, Tafsir ma’tsur. jadi kalau saya pribadi akan mengikuti pendapat ulama’-ulama mu’tabar seperti Imam Atthobari ini, tidak akan mengikuti orang yang tidak ngerti\rجاهلون . حبي اياكم ياحبائب\rورد في الحديث الصحيح~ «{لإيوءمن احدكم حتى اكون احب اليه من والده وولده والناس اجمعين }»~وقال ~«{ ان اوليائ العترتي المتفون }»~.فالاسلام يجب ال بيت النبي المتقين. كمافي الام ص 12 ج 1\rLa wong imam syafi'i sendiri begitu apa lagi kita yang gk punya apa 2 yang bisa diandalkan, ( hanya buat muhibbin )\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ؛انشدكم الله اهل بيتي - ثلاثا - قلنا لزيد من اهل بيته ؟ قال ال علي زال جعفر زال عقيل وال العباس.وفال صلى الله عليه وسلم « اين تارك فيكم ماان اخذتم به لن تضلوا : كتاب الله وعترتي اهل بيتي ،فانظر وا كيف تحلفوني فيهما »وقال صلى الله عليه وسلم « معرفة ال محمد صلىالله عليه وسلم برائة من النار وحب ال محمد جواز على الصراطوالولابة لال محمد امان من العذاب....الى ان قالوروي عن عبد الله بن حسين فال اتيت عمربن عبد العزيز في حاجة فقال لي اذاكان لك حاجة فارسل الي او اكتب فاني استحي من الله ان يراك على بابي\rالشفى بتعريف حقوق المصطفى - للقاضي عياض ص 48 ج 2\rMotivasi buat muhibbin, kalian tidak keliru mencintai Ahlul bait... lanjutkan !\r> Khodim Piss-ktb II","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Wa’alaikum salam. Semoga niat kita semua tulus dalam membicarakan dzurriyah rasul.Benar seperti yang disampaikan oleh Sahlan Albanjari dan Hanya Ingin Ridlo Robby di atas. Kita mencintai para ahlu bait karena memang ada dalilnya, dalam diri mereka mengalir darah yang mulia dari Rasulullah. Namun tentu saja bukan semacam cinta buta dan fanatik.Barangkali untuk serangkaian dalilnya sudah dijelaskan saudara Hanya, maka untuk semakin memahamkan, kita tinjau sisi logis dan etisnya.Ada sebuah pernyataan dari Habib Munzir al-Musawwa mengenai hal ini: satu hal.., sering kecintaan kita pada ahlulbait Rasul saw justru merupakan pengrusakan bagi mental mereka, misalnya terlalu dibedakan, dituruti seluruh ucapan dan perintahnya walaupun salah, diagungkan, pengagungan dan penghormatan itu boleh untuk para ulama, bila habaib itu dari kalangan ulama maka boleh muliakan lebih dari ulama, bila mereka dari kalangan awam, boleh muliakan lebih dari orang awam, namun jangan sampai kita muliakan ahlulbait yang awam melebih ulama yang bukan ahlulbait, ini adalah kesalahan besar.","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"Demikianlah, kita mencintai ahlu bait dengan proposional. Hanya saja ada saja sebagian golongan saudara kita dari kanan yang menuding kecintaan kita pada para ahlu bait berwujud fanatisme. Padahal tentunya tidak demikian. Bagi yang memahami ilmu syariah akan memahami pula bagaimana cara mencintai para keturunan Rasulullah dengan tepat. Namun sebagian kita yang masih awam terkadang menghormati para dzurriyah Rasul secara berlebihan, sehingga di sisi lain akan berdampak terlenanya para dzurriyah, terutama yang masih remaja, menjadi sombong, gila hormat, dan sebagainya. Fenomena yang sama bisa juga terjadi pada putera kyai (gus) yang dihormati berlebihan, bahkan anak yang terlalu dimanja dan dituruti semua keinginannya oleh ibunya akan cenderung tumbuh nakal.Memandang berbagai hal tadi, tentu sekarang solusinya bukan dengan menyamakan saja derajat para dzurriyah rasul dengan orang biasa (non dzurriyah) agar tidak terjadi kultusisme, melainkan mendudukkan kembali dan kecintaan dan penghormatan pada ahlu bait Rasulullah itu secara proposional sesuai dengan tempatnya.\rOrang bijak tentu mengerti perbedaan antara menghormati dengan mengkultuskan.Semua ahlu bait pasti masuk surga? Tentu saja benar. Meski ungkapan ini sebenarnya agak retorik, karena sebenarnya ini menyasar pada semua muslim ketika telah mengucapkan kalimat syahadat pasti masuk surga. Tinggal persoalannya ia langsung masuk surga dengan mulus atau mampir dulu di neraka. Semua hal itu mengecualikan seorang muslim yang mati dengan su’ul khatimah, na’udzubillah min dzalik.","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"Silakan baca lebih lengkap komentar Habib Munzir :\rhttp://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=1524\rاالكتاب: القرآن الكريم سورة الشورى اية 23قل لا أسألكم عليه أي على تبليغ الرسالة أجرا إلا المودة في القربى\"\rKatakanlah wahai Muhammad, Aku tidak minta upah atas risalah ini, kecuali kecintaan kalian atas keluargaku\".\rالكتاب: الحديث ما رواه البخاري ومسلمما من عبد قال: (لا إله إلا الله)، ثم مات على ذلك إلا دخل الجنة“\rTidaklah seorang hamba berucap la ilaha illallah kemudian wafat menetapi ucapan itu kecuali masuk surga.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/422045737818240/\r1577. HUKUM RAJAM BAGI PEZINA APAKAH MENGHAPUSKAN DOSANYA\rPERTANYAAN :\rRisky Imam\rAssalamu Alaikum... Ustadz wa Ustadzah dalam islam Zina kan harus dirajam agar diampuni dosa zina nya,apakah pelaku zina diampuni Allah jika tidak dirajam, hanya bertobat nasuha. Makasih Ustadz wa Ustadzah pejelasannya\rJAWABAN :\r> Nur Hasyim S. Anam\rRajam adalah hukum pemerintahan yang wajib dilakukan bagi imam/ pemerintah. Adapun dosa zina tidak bisa hilang hanya dirajam, karena rajam bukan syaratnya taubat. Namun sebaliknya asalkan sudah melakukan taibat nasuha, insya ALlah dosanya sudah diampuni. Itu pemahaman saya.\r> Ibnu Toha\rRajam di dunia termasuk bentuk penghindaran dari siksa di akhirat.Namun bagi yang merahasiakan perbuatan zinanya, tetapkan menjadi rahasia antara dia dan Tuhannya. jangan katakan pada orang lain atas atas musibah dosa besar ini. Nabi Saw bersabda :\rمَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan”. (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508). Selanjutnya wajib bertobat dengan tobat nasuha, karena Allah Maha Penerima Taubat bagi orang2 yang bertaubat. Allah berfirman :\rإِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً\rKecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Alfurqon 70).\r> Ghufron Bkl\rWa yusannu lizzaani kakulli murtakibi ma'shiyatin assatru ala nafsihi bianlaa yuzhhiroha liyuhadda aw yu'zaru. [ ianah 4/295 ]. Dengan ta'bir di ianah tersebut,kesimpulan saya \"orang yang berbuat zina kalau bertaubat dosanya diampuni\" sekalipun tidak dihad, mohon dikoreksi...\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/423828097640004/\r1586. ARWAH MAYIT DATANG KE RUMAHNYA SETIAP MALAM JUM'AT\rPERTANYAAN :\rGus Ipul\rAssalaamu 'alaikum..Seluruh Admin dan Member Piss-KTB yang terhormat. Mau tanya, Apakah betul arwah orang yang sudah meninggal akan datang ke bekas rumahnya setiap malam jumat ? mohon jawaban beserta dalilnya..Terima Kasih....\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rIya.","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"وقال صلى الله عليه وسلم : { إن أرواح المؤمنين يأتون في كل ليلة إلى سماء الدنيا ويقفون بحذاء بيوتهم وينادي كل واحد بصوت حزين ألف مرة يا أهلي وأقاربي وولدي يا من سكنوا بيوتنا ولبسوا ثيابنا واقتسموا أموالنا هل منكم من أحد يذكرنا ويفكرنا في غربتنا ونحن في سجن طويل وحصن شديد ؟ فارحمونا يرحمكم الله ولا تبخلوا علينا قبل أن تصيروا مثلنا يا عباد الله إن الفضل الذي في أيديكم كان في أيدينا وكنا لا ننفق منه في سبيل الله وحسابه ووباله علينا والمنفعة لغيرنا ؛ فإن لم تنصرف أي الأرواح بشيء فينصرفون بالحسرة والحرمان } ا هـ من الجامع الكبير\r> Hayat Alkafi","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"Insya alloh ini artinya, kalau salahmohon di benarkan : Berkata Nabi saw. = Sesungguhnya Arwah2 kaum mu'minin itu setiap malam mendatangi langit dunia dan mereka ( arwah ) berhenti / berdiri dengan terompah mereka pada rumah2 mereka ( selama masih hidup ),mereka memangil / menyeru ,,setiap kali seruan dengan suara susah seribu kali seruan .Wahai ahliku dan kerabatku dan anak2 ku ..Whai orang yang telah menempati rumahku, dan memaki baju tinggalanku dan yang telah membagi warisan hartaku..Adakah dari mu seseorang yang ingat padaku dan memikirkan Rantauanku ( merantau ) Aku dalam penjara yang sangat lama,dan dalam benteng yang sangat kuat. Maka Kasianilah aku,maka Alloh akan menghasihi kalian dan jangan lah kamu pelit terhadapku sebelum kalian menjadi seperti aku ( mati ) wahai hamba2 alloh. sesungguhnya apa yang utama di tanganmu itu juga di tanganku.Dan akau tidak menafkah kan nya di jalan alloh dan aku tidak menghitungn ya serta perduli terhadapnya( harta ) dan sekarang manfaat nya terhadap selain ku. Maka bila kamu tidak memberikan sesuatu pada arwah2 tadi dengan sesuatu, maka mereka para arwah akan pergi dengan kerugian dan dia akan tercengah. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/422579717764842/\r1593. MURTAD MELEBURKAN SEGALA AMAL-AMAL KEBAIKANNYA\rPERTANYAAN :\rMas Brow\rAssalamu'alaikum. . Soal. .Kalo seorang muslim murtad apa semua amal ibadahnya yang telah di lakukan nya habis. .? Maturnuwun\rJAWABAN :\r> Syahdan Maliki","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"'Alaikum salam. \"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.\"(Q.S.2:127).\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Menurut kalangan Syafi’iyyah pahala amal bajiknya lebur bila ia tidak kembali pada islam hingga maut menjemput.\rمعنى الردة: الردة لغة: الرجوع عن الشيء إلى غيره، وهي أفحش الكفر وأغلظه حكماً، ومحبطة للعمل إن اتصلت بالموت عند الشافعية، وبنفس الردة عند الحنفية، قال الله تعالى: {ومن يرتدد منكم عن دينه فيمت وهو كافر، فأولئك حبطت أعمالهم في الدنيا والآخرة، وأولئك أصحاب النار هم فيها خالدون} [البقرة:217/2].\rArti Murtad secara bahasa adalah beralih dari sesuatu pada lainnya, perbuatan ini lebih kotor dan lebih berat hukumnya ketimbang kufur, perbuatan ini dapat melebur setiap amal kebajikan seseorang bila berlangsung hingga kematian menjemput menurut kalangan Syafi’iyyah berbeda menurut kalangan Hanafiyyah dengan seseorang menjalani murtad seketika itu pula semua amalnya lebur, Allah Ta’ala berfirman “Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2;217). [ Al-Fiqh al-Islaam VII/501 ].","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"حبوط العمل :19 - إذا ارتد المسلم واستمر كافرا حتى موته كانت ردته محبطة للعمل لقوله تعالى : { ومن يرتدد منكم عن دينه فيمت وهو كافر فأولئك حبطت أعمالهم (2) } .فإن عاد إلى الإسلام فمذهب الحنفية والمالكية أنه يجب عليه إعادة الحج وما بقي سببه من العبادات لأنه بالردة صار كالكافر الأصلي فإذا أسلم وهو غني فعليه الحج . ولأن وقته متسع إلى آخر العمر فيجب عليه بخطاب مبتدأ كما يجب عليه الصلاة والصيام والزكاة للأوقات المستقبلة ، ولأن سببه البيت المكرم وهو باق بخلاف غيره من العبادات التي أداها ، لخروج سببها .وما بقي سببه من العبادات كمن صلى الظهر مثلا ثم ارتد ثم تاب في الوقت يعيد الظهر لبقاء السبب وهو الوقت .\rوذهب الشافعية والحنابلة إلى أنه لا يجب عليه أن يعيد عباداته التي فعلها في إسلامه من صلاة وحج وغيرها ، وذلك لأنه فعلها على وجهها وبرئت ذمته منها فلا تعود إلى ذمته ، كدين الآدمي . والمنصوص عن الشافعي رحمه الله تعالى حبوط ثواب الأعمال لا نفس الأعمال (1) .\r(1) حاشية ابن عابدين 3 / 303 ، وحاشية الطحطاوي على الدر المختار 2 / 480 ، ومواهب الجليل 6 / 282 وما بعدها ، ومغني المحتاج 4 / 133 ، وكشاف القناع 6 / 181 .\r[ PUNAHNYA AMAL KEBAJIKAN ] Bila seorang muslim murtad hingga kematiannya ia masih dalam kekufuran maka kemurtadannya dapat melebur amal bajiknya (yang dilakukan sebelum ia murtad) berdasarkan firman Allah “Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2;217)","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Bila ia kembali kejalan ISLAM, menurut kalangan Hanafiyyag dan Malikiyyah wajib baginya mengulangi kembali hajinya dan ibadah-ibadah lainnya karena dengan ia menjalani kemurtadan maka ia seperti orang kafir asli bila ia kembali islam sementara ia kaya maka wajib baginya menunaikan ibadah Haji dan karena :\r?…Waktunya haji diperluas seumur hidup maka wajib baginya setelah kembali pada islam menjalani perintah baru sebagaimana diwajibkan baginya menjalani shalat, puasa dan zakat pada waktu-waktu mendatang\r?…Sebab yang berkaitan dengan ibadah haji adalah Baitul Mukarramah yang masih tetap ada berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, Sebagaimana orang yang menjalani ibadah shalat dhuhur kemudian setelah usai ia murtad maka wajib baginya mengulang kembali shalat dhuhurnya karena keberadaan waktunya yang masih ada.\rKalangan Syafi’iyyah dan Hanabilah menilai ibadah yang dilakukan semasa ia belum murtad (kala ia masih islam) baik shalat, haji dan lain-lainnya tidak perlu diulang kembali karena ia telah menjalani sesuai dengan ketentuannya dan terbebas dari tanggungan menjalankannya maka tidak akan kembali diwajibkan baginya mengulangnya sebagaimana hutang sesama anak adam.Imam Syafi’i memberi ketegasan yang dimaksud adalah leburnya pahala suatu amal kebajikan bukan leburnya suatu amal kebajikan. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 13/234 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/428075570548590/\r1645. PAHALA BELAJAR ILMU UMUM DAN ILMU AGAMA\rPERTANYAAN :\rYopi Anwar Shidiq","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"Aslmkm,,, mau tanya sederek. apakah pahala belajar ilmu umum dan ilmu agama itu berbeda. ?,,, Mohon pncerahan.\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam, Ilmu yang wajib dicari adalah ILMU TAUHID ; ilmu untuk membenarkan aqidah dan ILMU untuk membenarkan ibadah (FIQH).\rقال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) طلب العلم فريضة على كل مسلم . فإن قلت فما هو العلم الذي طلبه فرض لازم وما الحد الذي لابد للعبد من تحصيله في أمر العبادة؟ فاعلم أن العلوم التي طلبها فرض في الجملة ثلاثة , علم التوحيد وعلم السر أعني به ما يتعلق بالقلب ومساعيه وعلم الشريعة\rRasulullah SAW bersabda : Mencari ilmu sangat wajib hukumnya bagi setiap muslim. Bila ditanyakan, ilmu apa saja yang wajib dan harus dicari dan sampai kadar manakah yang harus dikuasai oleh seorang hamba dari ilmu-ilmu tersebut ? Jawabnya Ilmu yang wajib dicari secara globalnya adalah ilmu Tauhid, ilmu sirri yakni ilmu yang berkaitan dengan hati dan cara mengendalikannya serta ilmu syariat. [ Minhaj al-‘Aabidiin Hal. 7 ].\r> Muhajir Madad Salim","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Ini bahasan penting. Mungkin bisa dikoreksi, sebenarnya kurang tepat terminologi Umum dan Agama dalam masalah Ilmu. Yang biasa diungkapkan adalah ilmu yang Fardhu Ain atau kah Kifayah ataukah Yang mubah atau yang muharromah. Saya kira dalam ihya' panjang lebar dibicarakan tentang hal ini. Natijahnya, bisa jadi jihat lahirnya itu ilmu umum seperti ILMU KEDOKTERAN,kebidanan atau Farmasi misalnya...tetapi karena hanya dia yang di dalam BALAD yang menguasainya, sedang ilmu yang kelihatannya umum itu dibutuhkan masyarakat maka menjadi FARDHU AiN ...dan pahala fardhu ain ini luar biasa besarnya jika dibanding misalkan dia mengajarkan ilmu alat [yang surah lahirnya adalah masalah agama] tetapi karena dalam BALAD banyak kyainya dan banyak yang alim ilmu alat selain dirinya maka pahala jadi Dokternya lebih besar dari Ngajar ilmu Nahwunya. Wallahu a'lam.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/428092120546935/\r1650. NASEHAT YANG DIABAIKAN , MASIHKAH DIHISAB KELAK ?\rPERTANYAAN :\rNurligi Paula\rAssalamu'alaikum. Aku mau tanya, bagaimana hukumnya jika seorng kakak prempuan membiarkan adiknya terjerumus (Jauh dari Robb nya) karena sudah dinasehati tapi tidak mau dengar, apa di akhirat kelak sang kakak akan dimintai pertanggungjawaban ????? Makasih sebelumnya\rJAWABAN :\r> Wiro Sableng\rMudah-mudahan ini bisa membantu, Ahkamul Fuqoha: 11/105 soal no 241 :\rإن كان هناك من يكفيهم ل?مر بالمعروف والنهى عن المنكر ف?","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"حرج عليهم السكوت ولزوم البيوت ، وإ?يحرم عليهم ذلك، وأما ا?نتساب إلى إحدى الجمعيات ا?س?مية فهو أفضل، بل قد يجب كماإذاتيقن أوظن أنه ?يؤدى إلى حفظ دينه وصونه عمايفسده إ? با?نتساب اليها اخذا لمافى الدعوة التامة وا?حياء. ونصبه:\rوواجب على كل ففيه فرغ من فرض عينه وتفرغ لفرض الكفاية إلى من يجاور بلده من أهل السواد ومن العرب وا?كراد وغيرهم ويعلمهم دينهم وفرائض شرعهم. إلى ان قال: فإن قام بهذا ا?مر واحد سقط الحرج عن\rا?خرين وا? عم الحرج الكافة أجمعين أماالعالم فلتقصيره فى الخروج ، أما الجاهل فلتقصيره ترك التعلم. الخ ... اعلم أن كل قاعد فى بيته اينما كان فليس خاليا فى هذا الزمان عن منكر من حيث التقاعد عن إرشاد الناس وتعليمهم وأكثر الناس جاهلون .\rJika telah ada orang yang dianggap cukup sudah menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar, maka tidak dosa bagi lainnya hanya diam di rumah (tidak berdakwah), kalau belum ada yang menyampaikan maka haram bagi semua orang hanya berdiam diri. Adapun menisbatkan (amar ma’ruf nahi munkar) kepada salah satu organisasi islam itu lebih utama. Bahkan terkadang menjadi wajib ketika diyakini atau diduga kuat, tidak akan tercapai dalam mempertahankan agama dan menjaga kelangsungannya dari pihak-pihak yang merusaknya kecuali dengan berpedoman kepada kitab : addawatu attamah dan kitab ihya’ ulumuddin, yang arti nashnya:","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"“Wajib bagi setiap orang pandai dalam agama untuk meluangkan waktu guna memenuhi fardlu kifayah kepada orang yang berdekatan daerahnya dari ahli kulit hitam, orang arab dan lainnya, dan wajib pula mengajari mereka terhadap agamanya dan kewajiban-kewajiban syari’atnya …..s/d…. jika sudah ada salah seorang yang melakukan (amar ma’ruf nahi munkar) maka gugur dosa dari lainnya. Jika tidak ada sekali, maka yang berdosa adalah semuanya manusia. Adapun dosanya orang ‘alim, karena ia tidak menghiraukan keharusan keluar (berdakwah). Sedangkan dosanya orang yang bodoh, ia tidak memperhatikan kewajiban belajar (tidak mau belajar) dst. … perlu dimengerti, bahwa setiap orang yang hanya berdiam diri dirumahnya dimana saja, maka tidak dapat lepas dizaman ini dari kemungkaran, ketika hanya diam diri dari menunjukan manusia dan mengajarinya. Dan kebanyakan manusia itu bodoh (tidak tahu).\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/417134498309364/\r1676. MELETAKKAN FOTO DI TEMPAT YANG MENDATANGKAN KAROMAH\rPERTANYAAN :\rAni Fah\r** Parkir sa'il ** Jack Darwis\rAssalamu'alaikum,... Ngapunten nderek tangklet,.! Kalau ada di antara saudara, pergi umroh... Kita nitip untuk dido'akan tuk beberapa hal.. Kataknlah agar dido'akn agar dapat jodoh yang.... Di situ kita menyertakan foto kita, tu ditangan / di tempatkan di salah satu tempat yang diyakini mendatangkan karomah.. Itu hukum islamnya Gimana?? Maaf sekiranya ada kesalahan mohon dikoreksi,.. Makasih!\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rKalau menyakini bahwa hal tersebut membawa pengaruh/ta'tsir maka syirik\r> Abdurrahman As-syafi'i","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Kira-kira pas ga ya mba anifah, kang gufron bkl ta'bir ini, kalau berkenan sekalian ditarjimkan\rمسالة ك ) جعل الوسائط بين العبد و بين ربه ، فان صار يدعوهم كما يدعو الله فى الامور و يعتقد تاثيرهم في شئ من دون الله تعالى فهو كفر ، و ان كان نيته التوسل بهم اليه تعالى فى قضاء مهماته ، مع اعتقاد ان الله هو النافع الضار المؤثر فى الامور دون غيره فالظاهر عدم كفره و ان كان فعله قبيحا بغية المسترشدين 308\r> Ani Fah\rSepertinya senada dengan pertanyaan dia tas . . . Jadi intinya ,jika media tadi tidak membuatnya syirik ,dengan tetap meyakini bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Alloh SWT bukan karena pengaruh atau sebab selain Alloh ,maka tidak apa-apa dan tidak sampai menjadikannya kufur . Tapi jika mengi'tiqodkan bahwa media-media tadi membawa pengaruh, maka hukumnya kufur .\r> Abdurrahman As-syafi'i\r\" wa in kaana fi'luhu qobiikhan\". Walaupun mengerjakannya termasuk perbuatan jelek...\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/435167849839362/\r1703. HUKUM MENGOBATI NON MUSLIM DENGAN AYAT AL-QUR'AN\rPERTANYAAN :\rDyah Alydya\rAssalamu'alaykum, saya minta bantuan sundulan dalil mengobati non muslim dengan ayat quran njih.. makasiiiih bangettt barokallhulakum... ((kang ahmad, makasiiih sarane:-D :-P))\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam\rب - رقية المسلم للكافر :\r27 - لا خلاف بين الفقهاء في جواز رقية المسلم للكافر . واستدلوا بحديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه الذي سبق ذكره ( ف - 14 ) ووجه الاستدلال أن الحي - الذي نزلوا عليهم فاستضافوهم فأبوا أن يضيفوهم - كانوا كفارا ، ولم ينكر النبي صلى الله عليه وسلم ذلك عليه (2) .","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"(2) الشرح الصغير 4 / 769 ، وتفسير القرطبي 10 / 317 ، وعمدة القاري 5 / 649 .\rRUQYAH ORANG MUSLIM PADA NON MUSLIM\rTidak ada perbedaan pendapat diantara Ulama-ulama Fiqh akan kebolehan ruqyah (pengobatan dengan memakai ayat al-Quran) yang dilakukan oleh orang muslim untuk orang non muslim dengan mengambil dalil hadits Abu Sa’id al-Khudry yang telah dituturkan bahwa penduduk desa yang tersebut dalam hadits adalah orang-orang non muslim dan Baginda Nabi tidak mengingkarinya. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 13/45 ].\rHadits riwayat Abu Sa‘id Al-Khudri yang dimaksud diatas adalah :","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"أَنَّ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلَقُوْا فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوْهَا حَتَّى نَزَلُوْا فِي حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ، فَاسْتَضَافُوْهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ. فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ، فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفَعُهُ شَيْءٌ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاَءِ الرَّهْطَ الَّذِيْنَ قَدْ نَزَلُوْا بِكُم، لَعَلَّهُ أَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ. فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوْا: يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ! إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ، فَسَعَيْنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفُعُهُ شَيْءٌ، فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ منكُمْ شَيْءٌ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: نَعَمْ، وَاللهِ إِنِّي لَرَاقٍ، وَ لَكِنْ وَاللهِ لَقَدِ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا، فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوْا لَنَا جُعْلاً. فَصَالِحُوْهُمْ عَلَى قَطِيْعٍ مِنَ الْغَنَمِ. فَانْطَلَقَ فَجَعَلَ يَتْفُلُ وَيَقْرَأُ: حَتَّى لَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ، فَانْطَلَقَ يَمْشِي مَا بِهِ قَلَبَةٌ. قَالَ: فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمُ الَّذِي صَالَحُوْهُمْ عَلَيْهِ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اقْسِمُوا. فَقَالَ الَّذِي رَقَى: لاَ تَفْعَلُوْا حَتَّى نَأْتِيَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِي كَانَ، فَنَنْظُرَ مَا يَأْمُرُنَا. فَقَدِمُوْا عَلى رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرُاْ لَهُ ذَلِكَ، فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيْكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ أَصَبْتُمْ، اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar yang mereka tempuh hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka namun penduduk kampung itu menolak. Tak lama setelah itu kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduk pun mengupayakan segala cara pengobatan namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Seandai kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian mungkin saja ada di antara mereka punya obat .”\rPenduduk kampung itu pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut seraya berkata: “Wahai sekelompok orang pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakit namun yang satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata: “Iya demi Allah aku bisa meruqyah. Akan tetapi demi Allah tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.”","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca 3X “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” . Sampai akhir, pemimpin tersebut seakan-akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan tidak ada lagi rasa sakit .\rPenduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata: “Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata: “Jangan kita lakukan hal itu sampai kita menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu kita ceritakan kejadian dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau berta kepada shahabat yang melakukan ruqyah: “Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian.”( HR. Bukhari).\rKesimpulan : Melihat keterangan dalam hadits di atas, maka boleh mengobati non muslim dengan ayat Al-qur'an .\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/449197855103028/\r1723. KAWASAN YANG TIDAK BISA DIMASUKI OLEH DAJJAL\rPERTANYAAN :\rFahrul Moenier\rAsslmualikum, saya mo tanya kepadaa saudra muslim n muslmh.sbnrnya dajal yang sesungguhnya itu da di mana n saya mo tanya apakah benar ada mahluk lain slain di muka bumi ini , misalnya alien. Hatur nuhun.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"عَنْ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ\rDari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, beliau telah bersabda : Tidak ada satu negeripun, kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah yang setiap pintu gerbangnya ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah menggoncang penghuninya tiga kali, sehingga, Allah mengeluarkan seluruh orang kafir dan munafik\". (HR. Bukhari dan Muslim).\rوأما المسيح الدجّال فإنه ممسوح إحدى العينين ، أو لأنه يطوف الأرض ويمسحها ، إلا مكة والمدينة\rSedang al-Masiih pada DAJJAAL karena ia terhpus salah satu dari kedua matanya, atau karena ia mampu menjelajahi semua daerah kecuali makkah dan madinah. [ Al-Bahr al-Madiid I/424 ].\rفقد أخرج أحمد في المسند أن الدجال يطوف الأرض إلا أربعة مساجد؛ مسجد المدينة . ومسجد مكة . والأقصى . والطور .\rImam Ahmad dalam musnadnya menyatakan “Sesungguhnya Dajjal mampu merambah semua area bumi kecuali empat masjid : Masjid Madinah, Masjid Makkah, masjid Aqsha dan Thuur”. [ Tafsiir al-Aluusy X/362 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/394645620558252/\r1764. ALLAH SWT MAHA BERKEHENDAK\rPERTANYAAN :\rارمل الزواج\rالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته\rMohon dicerahkan tafsir di bawah ini :\rPostingan kang Alvin Hadi","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"الثانية - قال علماؤنا: أفعال الرب سبحانه لا تخلو عن مصالح وإن لم يجب على الله الاستصلاح، فقد يعلم من حال عبد أنه لو بسط عليه قاده ذلك إلى الفساد فيزوى عنه الدنيا، مصلحة له.\rفليس ضيق الرزق هوانا ولا سعة فضيلة، وقد أعطى أقواما مع علمه أنهم يستعملونه في الفساد، ولو فعل بهم خلاف ما فعل لكانوا أقرب إلى الصلاح.\rوالامر على الجملة مفوض إلى مشيئته، ولا يمكن التزام مذهب الاستصلاح في كل فعل من أفعال الله تعالى\rJAWABAN :\r> Cecep Furqon\rالثانية - قال علماؤنا: أفعال الرب سبحانه لا تخلو عن مصالح وإن لم يجب على الله الاستصلاح، فقد يعلم من حال عبد أنه لو بسط عليه قاده ذلك إلى الفساد فيزوى عنه الدنيا، مصلحة له.\rPoin ini menekankan, bahwa perbuatan (af'al) Allah itu pasti mengandung kebaikan walaupun hal itu tidak wajib baginya( laisa Bizollamil lil abiid). Karena Allah maha mengetahui posisi yang akan di lakukan hamba, jika ia di berikan atau tidak diberikan.\rفليس ضيق الرزق هوانا ولا سعة فضيلة، وقد أعطى أقواما مع علمه أنهم يستعملونه في الفساد، ولو فعل بهم خلاف ما فعل لكانوا أقرب إلى الصلاح.\rوالامر على الجملة مفوض إلى مشيئته، ولا يمكن التزام مذهب الاستصلاح في كل فعل من أفعال الله تعالى","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Di sini dijelaskan bahwa situasi hamba(baik susah atau senang)bukanlah alamat yang kental tuk menunjukan posisi ia, karena terkadang allah memberikan kemurahan kepada orang yang dia ketahui akan perbuatan rusaknya. andai saja allah menyalahi dalam keputusannya terhadap hambanya, maka niscaya akan lahir sebuah anggapan, bahwa manusialah yang layak tuk melakukan hal yang terbaik, dan ini adalah anggapan batil. dalam hal ini kesimpulannya adalah Mustahilah/tidaklah mungkin menetapkan perbauatan Allah kepada mazhab Istislah( melakukan yang terbaik) .\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam Warohmatullaahi Wabarakaatuh\rالثانية : قال علماؤنا : أفعال الرب سبحانه لا تخلو عن مصالح وإن لم يجب على الله الاستصلاح فقد يعلم من حال عبد أنه لو بسط عليه قاده ذلك الفساد فيزوي عنه الدنيا مصلحة له فليس ضيق الرزق هوانا ولا سعة الرزق فضيلة وقد أعطى أقواما مع علمه أنهم يستعملونه في الفساد ولو فعل بهم خلاف ما فعل لكانوا أقرب إلى الصلاح والأمر على الجملة مفوض إلى مشيئته ولا يمكن التزام مذهب الاستصلاح في كل فعل من أفعال الله تعالى\rKedua. Para Alim kami berkata “Perbuatan Allah tidak akan lepas dari kemashlahatan meskipun tidak wajib bagi Allah berbuat kemashlahatan untuk hamba-Nya, sungguh Allah Maha Mengetahui keberadaan hamba-Nya yang andaikan Allah lapangkan rizkinya niscaya akan menyeretnya pada kerusakan maka Allah himpitkan rizkinya sebagai bentuk kemashlahatan untuk dirinya. Dengan demikian sempitnya rizki seseorang bukan berarti penghinaan dari Allah dan lapangnya rizki seseorang juga bukan berarti dia telah mendapatkan anugerah dari Allah.","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"Dan sungguh Allah pun telah berikan rizki pada suatu kaum sementara Dia Maha Mengetahui rizki mereka digunakan untuk berbuat kerusakan dan andai Allah berbuat kebalikannya (tidak berikan rizki mereka berlimpah) niscaya mereka lebih dekat pada kebaikan. Karenanya segalanya tergantung pada kehendak Allah dan tidak mungkin membuat ketetapan akan wajibnya Allah berbuat kebaikan pada setiap hal yang Allah perbuat.\rKeterangan tafsir tersebut terdapat pada : al-Jaami’ Li Ahkaam al-Quraan 16/28, Tafsiir al-Qurthuuby 16/25, Tafsiir al-Muniir Li az-Zuhaily 16/25.\rقال الشيخ إبراهيم اللقاني في جوهرة التوحيد :-\r44- وَجَائِزٌ فِي حقِّهِ مَا أَمْكَنَا ... إِيجَادًا إعْدَامًا كَرَزْقِهِ الْغِنَا\r45- فَخَالِقٌ لِعَبَدْه وَمَا عَمِلْ ... مُوَفِّقٌ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَصِلْ\r46 وَخَاذِلٌ لِمَنْ أَرَادَ بُعْدَهُ ... وَمُنْجِزٌ لِمَنْ أَرَادَ وَعْدَهُ\r47- فَوْزُ السَّعِيدِ عِنْدَهُ فِي اْلأَزّلِ ... كَذَا الشَّقُّيِ ثُمَّ لَمْ يَنْتَقِلِ\r48- وَعِنْدَنَا لِلْعَبْدِ كَسْبٌ كُلِّفَا ... بِهِ وَلكِنْ لَمْ يُؤَثِّرْ فَاعْرِفَا\r49- فَلَيْسَ مَجْبُورًا وَلاَ اخْتِيَارَا ... وَلَيْسَ كَلاًّ يَفْعَلُ اخْتِيَارَا\r50- فَإِنْ يُثِبْنَا فَبِمَحْضِ الْفَضْلِ ... وَإِن يُعَذِّبْ فَبِمَحْص الْعَدْلِ\r51- وَقَوْلُهُمْ: إِنَّ الصَّلاَحَ وَاجِبٌ ... عَلَيْهِ زُورٌ مَا عَلَيْهِ وَاجِبُ\r52- أَلَمْ يَرَوْا إيلاَمَهُ اْلأَطْفَالاَ ... وَشِبْهَهَا فَحَاذِرِ المُحَالاَ\r53- وَجَائِزٌ عَلَيْهِ خَلْقُ الشِّرِّ ... وَالْخَيْرِ كالإِسْلاَمْ وَجَهْلِ الْكُفْرِ\rAs-Syaikh Ibrahim al-Laqqani dalam kitab Jauharatut Tauhid berkata :","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"44. Dan Jaiz (boleh) bagi Allah setiap hal yang mumkin (perkara yang antara wujud dan tiadanya masih fifty-fifty) baik menwujudkannya atau meniadakaannya seperti memberi rizki pada orang kaya.\r45. Allah adalah pencipta setiap perbuatan hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya\r46. Allah adalah Yang menelantarkan hamba-Nya yang dikehendaki jauh dari-Nya dan yang memenuhi janji bagi yang Dia kehendaki\r47. Kebahagiaan orang yang beruntung telah tertetapkan dizaman Azali begitu juga kecelakaan orang yang celaka dan kemudian tiada bisa beralih\r48. Dan menurut kami (Ahlus Sunnah Wal jamaah) Seorang hamba diwajibkan berusaha meski tidak dapat merobah titahNya\r49. Maka hamba tidaklah murni terpaksa tidak pula murni punya pilihan\r50. Bila Allah memberi kita pahala maka semata-mata anugerahNya, bila Allah menyiksa kita maka semata-mata karena keadilanNya\r51. Ungkapan Kaum Mu’tazila “Sungguh wajib bagi Allah berbuat kebaikan adalah bohong kaena tidak ada suatu kewajiban apapun bagi-Nya\r52. Apakah mereka tidak melihat pemberian petaka bagi para bocah dan sejenisnya ? Maka tinggalkanlah ketidak mungkinan\r53. Jaiz (Boleh) bagi Allah berbuat kejelekan dan kebaikan seperti membuat islam atau kebodohan kufur atas seseorang.\rDalam keterangan kitab Jauharatut Tauhid karya As-Syaikh Ibrahim al-Laqqani dijelaskan tidak ada sesuatupun yang wajib bagi Allah termasuk berbuat kebaikan pada hambaNya karena bila ada kewajiban niscaya Allah bukanlah Dzat Yang memiliki kuasa mutlak yang tunggal yang dapat berbuat sesuai kehendakNya. [ Tuhfah al-Muriid Hal. 64 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/452464568109690/\r1767. SIFAT WAJIB ALLAH \"MUKHOLAFATU LIL HAWADITSI\"\rPERTANYAAN :\rAladin Muhammad\rSalaamun qoulan mirRobbiRochiim, dari beberapa bahasan yang ada selma ini kebanyakan bahas masalah fiqih saja, coba sesekali bahas ilmu tauhid, dan saya coba memunculkan pertanyaan; Alloh itu Qodim, selain Alloh itu semua hawadits, dan Alloh bersifat mukholafatu lilhawaditsi. Pertanyaannya ; sebelum semua hawadits tercipta, Alloh 'mukholafatu'nya dengan siapa ? silahkan poro dulur..\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rAllah adalah Qadim dan Baqa', Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Mengetahui atas segala sesuatu baik yang belum terjadi atau sesudah terjadi. Allah berfirman :\rهُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ\rDialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin[1452]; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Hadiid :3).\rHakikat sesuatu itu telah diketahui oleh-NYa yang tercatatat dalam lauh mahfuzh pada zaman azali (zaman sebelum adanya sesuatu), maka sifat Allah \"MUKHOLAFATUHU LIL HAWADITS\" berta'alluq atas segala sesuatu mumkinat baik sebelum terjadi atau sesudah terjadinya. Allah berfirman :\rفَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS. Asy-Syuuraa : 11).\r> Timur Lenk\r29. Dia senantiasa ada dengan semua sifatnya yang terdahulu sejak sebelum menciptakan para makhluk-Nya.\r30. Setelah menciptakan mereka, tidak ada Sifat-sifat-Nya yang meningkat dari yang telah Dia miliki sebelumnya.\r31. Sifat-sifat-Nya yang azali (tanpa permulaan) adalah sama seperti Sifat-sifat-Nya yang abadi (tanpa akhir).\r32. Nama sebagai Pencipta tidak diperoleh karena menciptakan makhluk melainkan karena Dia Maha Pencipta yang Qodim (Dahulu) dan Azali (tanpa permulaan).\r33. Bukan karena membuat para makhluk, Dia disebut dengan nama Sang Pendesain (Dia Qodim dan Azali dengan seluruh Nama-nama-Nya).\r34. Dia disifatkan sebagai Penguasa (Tuhan) meski bila tidak ada ciptaan yang dipelihara.\r35. Dia disifatkan sebagai Pencipta meski bila tidak ada ciptaan.\r36. Dialah Yang Menghidupkan (Al Muhyi) segala yang mati dan nama sebagai Yang Menghidupkan adalah sebelum dan sesudah menghidupkan mereka (karena Dia Azali Abadi).\r37. Demikian pula Dia berhak untuk menyandang nama Sang Pencipta sebelum Penciptaan mereka,\rLihat : www.fb.com/photo.php?fbid=408814272502723&set=o.196355227053960&type=1&relevant_count=1&ref=nf","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"قال المؤلف رحمه الله: ما زال بصفاته قديماً قبل خلقه لم يزدد بكونهم شيئاً لم يكن قبلهم من صفته وكما كان بصفاته أزليّاً كذلك لا يزال عليها أبديّاً\rالشرح: يجب لله تعالى القِدم ووجوبه بالشرع والعقل، أي لو لم يكن قديماً أي أزلياً لكان حادثاً و\rلو كان حادثاً لاحتاج إلى محدِث وذلك ينافي الألوهية، ثم الحدوث مستحيل عليه شرعاً أيضاً لأن الله تعالى قال: (هُوَ الْأَوَّلُ) (الحديد:3) أي الموجود الذي ليس له ابتداء، فالأول في هذه الآية الموجود الذي ليس لوجوده ابتداء لأن الأوليّة النسبية يقترن بها الحدوث الذي هو مستحيل على الله، فلا معنى للأوليّة في حق الله إلا الأولية المطلقة. ويجب القِدم أيضاً لصفاته لأنه لو لم تكن صفاته ازلية بل كانت تحدث في الذات لكان ذلك موجباً لحدوث الذات، فتغيُّر الأحداث على الذات هو أكبر أدلة الحدوث، فصفاته أزلية بأزلية الذات أي لا يجوز أن تختلف الصفات عن الذات القديم الأزلي. فنعلم من ذلك أنه لا يطرأ على الله صفة لم تكن في الأزل، ولا يتجدد لله علم ولا إرادة ولا قدرة ولا حياة ولا سمع ولا بصر. ثم الصفات التي يجب لها القِدم اختلف فيها طائفة أهل السنة فمنهم من قال صفات ازلية أي صفات الذات فعند هؤلاء صفات الأفعال حادثة لأنها لا تقوم بالذات إنما هي آثار القدرة الأزلية هؤلاء هم الأشاعرة أي الطائفة المنسوبة إلى الإمام أبي الحسن الأشعري رضي الله عنه، وليس ذلك قول جميع الأشاعرة بل هو قول بعضهم، وغلب ذلك على أكثر الأشاعرة المتأخرين، أما المتقدمون فكان كثير منهم يقول بأزلية صفات الأفعال أيضاً، وصفات الأفعال هي إحياؤه لمن شاء حياته من المخلوقات وإماتَتُه لمن يميته، والإسعاد والإشقاء وغير ذلك مما لا يحصى، ويعبّر عن ذلك عند الماتريدية بالتكوين، فالتكوين عندهم صفة من الصفات القديمة الأزلية. ولا يلزم من قِدم التكوين قِدَم المُكوّن، قالوا كما لا يلزم من قِدم القدرة الإلهية قِدم","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"المقدورات فهذا العالم مقدورات الله أحدثه الله بقدرته الأزلية، فالقدرة أزلية ومتعلَّقها وهو العالم حادث قالوا كذلك التكوين أزلي والمكوِّنات حادثة ويعبّر عن ذلك أيضاً بالفعل، فيقال فعل الله أزلي ومفعوله حادث، فإذا كان كذلك تبيّن وظهر أنه تبارك وتعالى لم يزدد بإحداثه الخلق صفة حادثة\rقال المؤلف رحمه الله: ليس بعد خَلق الخَلق استفاد اسم الخالق، ولا بإحداثه البريّة استفاد اسم البارئ\rالشرح: أي أنه لم يتجدد لله تعالى صفة بإحداثه البرية، والبرية الخلق، فهو تبارك وتعالى خالق قبل حدوث الخلق، وبارئ قبل حدوث البرية كما أنه قادر قبل وجود المقدورات أي العالم\rقال المؤلف رحمه الله: له معنى الربوبيّة ولا مربوب، ومعنى الخالق ولا مخلوق\rالشرح: يعني أن الله تعالى كان متّصفاً بالخالقية والربوبية قبل وجود المخلوقين والمربوبين، نحن العالم مربوبون لله أي مخلوقون له،فقبل وجودنا كان تعالى متصفاً بالربوبية","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"وبصفة الخالقية لم تحدث له صفة الربوبية بوجودنا ولا الخالقية بوجود المخلوقين. صفات الأفعال عند الماتريدية كصفات الذات في الأزلية، وحجتهم ظاهرة ما فيها إشكال، فإذا قيل أحيا الله كذا أو أمات كذا المعنى المقصود عندهم أن الله أحيا هذا المخلوق الجائز العقلي بصفته التي هي أزلية وهي صفة الإحياء، فالمُحْيا حادث أما إحياء الله له فهو أزلي، وكذلك يقال عندهم في إماتة الله لمن يميت من خلقه: إماتة الله لهذه الأشياء التي يميتها صفة أزلية أبدية له، لكن هذه الأشياء التي تتصف بالموت هي المحدَثة، وهذا لا إشكال فيه لمن فهم المعنى المقصود وهذا الأمر يضطرد فيما أشبه ذلك، فإذا قيل الله تعالى أسعد السعداء من خلقه أو أشقى الأشقياء من خلقه فالإسعاد والإشقاء اللذان هما صفتان أزليتان لله من غير لزوم أزلية المُشقَى أو المُسعَد، فالعباد اللذين يشقيهم الله مُحدثون وشقاوتهم حادثة، وكذلك العباد اللذين أسعدهم الله تعالى هم مُحدثون وسعادتهم حادثة، أما إشقاء الله للذين أشقاهم وإسعاد الذين أسعدهم أزلي. وهذا الاعتقاد كان هو اعتقاد السلف ولو لم يُشهر هذا التعبير عنهم لكن المعنى كان موجوداً، وقد صرّح الإمام أبو حنيفة في بعض رسائله أن فعل الله صفة له في الأزل ومفعوله حادث، وهو في النصف الأول من عصر السلف، فلا يقال لو كان هذا معتقد السلف كان يسمع من فلان وفلان من الصحابة ومن التابعين ومن أتباع التابعين. فلا يضرّ مُثبِتَ القِدم لصفات الأفعال عدم ظهور هذا التعبير عنهم أي القول بأن صفات الأفعال قديمة فاشتهار هذا ليس شرطاً في ثبوت اعتقاد السلف لذلك. أما الأشاعرة أكثرهم يقولون يُحيي من شاء أي يُحدث فيه الحياة بقدرته، فالإحياء عندهم أثر القدرة ليس قائماً بذات الله لذلك تجرأوا على قولهم الإحياء صفة فعل حادثة، عندهم هكذا ليس قائماً به وحادث فليس من معتقدهم، فلا يلزمهم من ذلك أن يكونوا وصفوا الله بالحدوث ولا أن يكونوا","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"نسبوا إليه صفة حادثة قائمة بذاته، وكذلك في الإماتة وكذلك في الإسعاد والإشقاء، وقد ناقش كثير من الاشاعرة الماتريدية في هذه المسألة فقالوا: بأنه يلزمكم على ما ذهبتم إليه جعل المكوَّن أزليّاً قديماً. فبعد اتفاق الفريقين أنه لا يقوم بذات الله صفة لم تكن له في الأزل ليس في اختلافهم هذا ما يضر في أصل الاعتقاد بل هذا اختلاف لفظي، اختلاف في التعبير، وكلا الفريقين على هدى، إنما الضرر الأعظم والكفر والإلحاد هو أن يقول القائل: الله تعالى يقوم به صفة حادثة كابن تيمية\rقال المؤلف رحمه الله: وكما أنه محيي الموتى بعدما أحيا استحقّ هذا الاسم قبل إحيائهم\rالشرح: المعنى أن الله تبارك وتعالى كان متصفاً بالإحياء قبل حدوث الخلق ثم أجرى عليهم الحياة التي هي حادثة، وكذلك يقال في كونه تعالى مميتاً أي أنه تبارك وتعالى كان محيي الموتى في الأزل قبل حدوث الموتى، وحدوث الموتى لا ينافي قِدم إماتته لهم، وكذلك إحياء العباد الذين أجرى عليهم صفة الحياة الحادثة لا يقتضي حدوث كونه مُحيياً لهم\rقال المؤلف رحمه الله: كذلك استحق اسم الخالق قبل إنشائهم","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"الشرح: أي أنه مستحق للاتصاف بمعنى الخالق قبل إنشاء الخلق، والمراد بالإنشاء هنا أثره لأن الإنشاء إذا أريد به صفة الله فهو من الصفات الأزلية. وأزلية خالقيته وربوبيته يستلزم بأن لا يحدث له بإنشاء الخلق صفة حادثة وهو بصفته الازلية أنشأ ما أنشأ من المحدَثات، فثبوت قدرته على كل شيء يفهم منه حدوث منشآته ومخلوقاته وأزلية إحيائه وإماتته لما أحياه وأماته من المخلوقات، هذا الحكم ينطبق على الإجمال وعلى التفصيل، فإذا قلنا أنشأ الله تعالى المحدَثات التي شاء لها الحياة بإحداثه الأزلي وإحيائه الأزلي فهو كقولنا عند التفصيل: أحيا الله تعالى فلاناً بصفة الإحياء التي هي ثابتة له في الأزل، وهذا المذهب الذي قررنا والذي هو مذهب السلف أنسب وأقوى لإبطال القول بحوادث لا أول لها لأنه عليه فعله للحوادث أزلي فلا يحتاج إلى فعل آخر\rقال المؤلف رحمه الله: ذلك بأنه على كل شيء قدير، وكل شيء إليه فقير، وكل أمر عليه يسير، لا يحتاج إلى شيء، ليس كمثله شيء وهو السميع البصير\rKunjungi : www.fb.com/photo.php?fbid=408821245835359&set=o.196355227053960&type=1&relevan\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/453521884670625/\r1776. KENAPA NABI MUHAMMAD SAW TIDAK BISA DIGAMBAR / DI FOTO ?\rPERTANYAAN :\rBaitul Ang Qis\rAssalam mohon jawaban. Kenapa Nabi Muhammad itu tidak bisa di gambar dan tidak bisa di foto ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Allah Ta’ala berfirman :\rإِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ}(الأحزاب: 57).\r“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat” (QS. 33:57)\rBaginda Rosulullah SAW bersabda :","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"وقال الرسول صلى الله عليه وسلم: «إن كذباً علي ليس ككذب على أحد، فمن كذب عليّ متعمداَ فليتبوأ مقعده من النار» رواه البخاري ومسلم، وهكذا من كذب على سائر الأنبياء والرسل.\r“Sesungguhnya berdusta atas (nama) ku tidaklah sama dengan berdusta atas (nama) orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atasku, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka\". (HR. Al-Bukhori, Muslim).\rقال محمد بن سحنون: أجمع العلماء على أن شاتم الرسول -صلى الله عليه وسلم- المنتقص له كافر.\rBerkata Muhammad Bin Sahnuun “Para Ulama sepakat bahwa pencela Rosulullah SAW yang dapat mengurangi (kesempurnaan beliau) dihukumi kafir.”\rأصدر العلماء أكثر من فتوى بحرمة تصويرات الأنبياء والرسل وذلك حفظا لمكانتهم وصونا لكرامتهم سدا للباب الذي إذا انفتح كان وسيلة لسوء الاستعمال وقبح الاستغلال – إلى أن قال – من يفعل ذلك يمون اثما ومذنبا ويعاقبه الله تعالى عن ذلك وهنا عمل لا يليق صدوره من مسلم.\rPaling terkemukanya dikalangan ulama banyak sekali memberikan fatwa akan keharaman menggambar para Nabi dan Rosul dengan tujuan agar menjaga derajat dan kemulyaan merekauntuk menutup kemungkinan bila diberikannya ruang kecil kelegalannya dijadikan perantara perbuat keji dan tercela.... Barangsiapa yang mengerjakannya maka sangatlah berdosa dan berhak siksaan Allah atasnya, perbuatan demikian tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim... [ Yas-aluunaka Fid Diin V/172 ].\rوهذا ما لم يشتمل موضوع الصورة نفسها على محرم فى الإسلام كإبراز موضع الفتنة من الأنثى وتصوير رجل يقبل امراة\rونحوها. ومثل ذلك الصور التى تعظم وتقدس كصور الملائكة والأنبياء ونحوها .","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"Kelegalan photografi diatas selagi tidak menyangkut hal yang dapat mengakibatkan fitnah seperti gambar lelaki yang sedang mencium wanita dan sejenisnya, juga seperti menggambar hal yang dimuliakan dan disucikan seperti para Malaikat dan Para Nabi dan sejenisnya (maka haram hukumnya). [ al-Halal wal Haram fi al-Islaam Hal. 132 ].\rوأجمع العلماء أن من سب النبى كفر .\rواختلفوا هل حكمه حكم المرتد يستتاب ؟ أو حكم الزنديق أ يقتل لا يستتاب] (1) ولا تقبل توبته (2) ؟ وهو مشهور مذهب مالك ، وقول الليث والشافعى وأحمد وإسحق ورأوا أن قتله دإن تاب للحد ، وأن حد من سب لنبى ( صلى الله عليه وسلم ) القتل لايدفعه التوبة ، كما أ لا] (3) يدفع التوبة حد قذف غيره من المسلمين ، وسواء كانت توبته عندهم بعد القدرة عليه ، أو جاء معترفًا تائبًا من قِبل نفسه لكن هذا تنفعه توبته عند الله ، ولا يسقط حد القتل عنه .\rكذا بينه شيوخنا - رحمهم الله .\rوقال أبو حنيفة والثورى : هى كفر وردة أ ويُقبل بتوبته] (4) إذا تاب ، وهى رواية الوليد بن مسلم عن مالك .\rواختلفوا إذا سبه الذى بغير الوجه الذى كفر ، فعامة العلماء على أنه يقتل لحق النبى كالمسلم .\rوأبو حنيفة والثورى والكوفيون لا يرون قتله ، قالوا : وما هو عليه من الكفر أشد .\rواختلف أهل المدينة وأصحاب مالك فى قتله إذا كان سبه بالوجه الذى كفر به من تكذيبه أو جحد بنبوته (5) ، والأصح والاَشهر قتله .\rوقد اختلفوا فى إسلام الكافر بعد سبه ، هل يسقطً / ذلك القتل عنه ؟ فالأشهر عندنا سقوطه ؛ لاَن الإسلام يجب ما قبله .\rوحكى أبو محمد بن نصر فى درء القتل (6) عنه بإسلامه روايتين .\r[ Ikmaal al-Mu’allim Syarh Shohih Muslim VII/147 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/455822567773890/\r1783. HUKUM BERBUAT DOSA BAGI ANAK YANG BELUM BALIGH\rPERTANYAAN :\rAyda Az-zahra","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh... Pertanyaan titipan malih....:), jika ada anak yang belum baligh melakukan perbuatan maksiat,,siapakah yang menanggung dosanya ? Si anak tersebut atau orang tuanya ? Sebelum dan sesudahnya syukran...jazakumullah khoir....\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Bila seorang anak melakukan maksiat maka tidak ada yang terbebani dosa baik untuk seorang anak itu sendiri atau orang tuanya, namun demikian bagi orang tua diwajibkan mengajarkan dan memerintahkan pada anak mengerjakan segala kebaikan dan menjauhi kejelekan sejak dini demi mempersiapkannya menjadi insan yang cakap, tangkas dan giat beribadah saat ia telah memasuki usia dewasa.\rأن رسو الله صلى الله عليه وسليم قال: (رفع القلم عن ثلاثة: عن الصبي حتى يبلغ، وعن النائم حتى يستيقظ، وعن المعتوه حتى يبرأ)\rNabi Muhammad SAW bersabda : “Terangkat pena dari seorang bocah hingga ia baligh (dewasa), dari orang yang tidur hingga ia bangun, dan dari orang yang hilang kesadarannya hingga ia sembuh”\rقال ابن حبان : المراد برفع القلم ترك كتابة الشر عليهم دون الخير قال الزين العراقي : وهو ظاهر في الصبي دون المجنون والنائم لأنهما في حيز من ليس قابلا لصحة العبادة منهم لزوال الشعور فالمرفوع عن الصبي قلم المؤاخذة لا قلم الثواب لقوله عليه الصلاة والسلام للمرأة لما سألته : ألهذا حج قال : نعم.","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"Ibn Hibban berkata “Yang dimaksud terangkatnya pena dalam hadits diatas adalah tidak tertulisnya catatan kejelekan tapi tertulisnya catatan kebaikan untuk mereka”. AZ-Zain al’Iraaqy menambahkan bahwa yang demikian nyata dalam kasus bocah kecil tapi tidak untuk orang yang tidur dan orang yang gila karena keduanya tergolong orang-orang yang tidak diterima keabsahan ibadahnya sebab keduanya menjalankannya diluar kesadaran, dengan demikian yang terangkat adalah pena siksaan hukuman bukan pena pemberian ganjaran berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW saat ditanya seorang wanita, “apakah yang ini tergolong haji ?” Nabi menjawab “Ya”. [ Faidh al-Qadiir IV/47 ].\rذكر بن حبان أن المراد برفع القلم ترك كتابة الشر عنهم دون الخير وقال شيخنا في شرح الترمذي هو ظاهر في الصبي دون المجنون والنائم لأنهما في حيز من ليس قابلا لصحة العبادة منه لزوال الشعور\rIbn Hibban menuturkan “Yang dimaksud terangkatnya pena dalam hadits diatas adalah tidak tertulisnya catatan kejelekan tapi tertulisnya catatan kebaikan untuk mereka”. Guru kami dalam Syarh at-Tirmidzy menambahkan bahwa yang demikian nyata dalam kasus bocah kecil tapi tidak untuk orang yang tidur dan orang yang gila karena keduanya tergolong orang-orang yang tidak diterima keabsahan ibadahnya sebab keduanya menjalankannya diluar kesadaran. [ Fath al-Baari 12/121 ].\rويجب أيضا على من مر نهيه عن المحرمات وتعليمه الواجبات ونحوها من سائر الشرائع الظاهرة ولو سنة كسواك وأمره بذلك\rولا ينتهي وجوب ما مر على من مر إلا ببلوغه رشيدا وأجرة تعليمه ذلك كالقرآن والآداب في ماله ثم على أبيه ثم على أمه","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"“Dan wajib bagi orang yang telah tersebut diatas melarangnya dari hal-hal yang diharamkan dan mengajarkannya tentang kewajiban-kewajiban dan ajaran-ajaran syariat dhahir lainnya meskipun hal-hal yang sunah seperti siwak dan wajib memerintahkannya mengerjakan ajaran-ajaran tersebut. Dan kewajiban mengajarkan dan memerintahnya tidak terbatas hingga ia mencapai usia dewasa dalam keadaan rasyid (pintar), Biaya pembelajarannya seperti pembelajaran al-Quran, adab dan ilmu lainnya dibebankan pada harta anak tersebut, kemudian bila tidak mampu pada ayahnya kemuadian pada ibunya. [ Fath al-Mu’in I/25 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/454877057868441/\r1815. HUKUM SEORANG MUSLIM YANG TIDAK MENGETAHUI AQOID 50\rPERTANYAAN :\rNajwa Asnawi\rAs-salamualaikum..Wr Wb. al-hamdulillah...matur kasih buat pk admin inie udah bsa posting status di Group ini, cuman mau salam-salam aja kok, plus mau tanya nie, di semua penjuru dunia saya perkecil dikampung saya banyak sekali yang tidak mengenal aqoid 50 :\r?…sifat wajib Alloh SWT 20\r?…sifat Muhal Alloh SWT 20\r?…sifat WAjib para Rosul 4\r?…sifat Muhal para Rosul 4\r?…sifat Jaiz Alloh 1\r?…sifat Jaiz para Rosul 1\rPertanyaan saya bagaimana hukum seorang muslim yang tidak mengetaui Aqoid tersebut.? apakah batal aqidahnya atau ada penafsilan hukum, silahkan di sertai ibarohnya yaa...\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikumussalaam, dalam kitab kifayatul awam , bab khilaf ulama tentang sah tidaknya iman muqollid (orang yang taqlid) disebutkan :","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"فاحرص على الفرق بينهما ولا تكن ممن قلد فى عقائد الدين فيكون ايمانك مختلفا فيه فتخلد فى النار عند من يقول لا يكفى التقليد\r\"Maka berhati-hatilah atas perbedaan antara keduanya dan janganlah engkau menjadi diantara orang-orang yang bertaqlid dalam aqidah-aqidah agama, karena sebab itu maka jadilah imanmu masih diperselisihkan di dalamnya, lantas engkau kekal di dalam neraka, menurut orang yang berkata : \"tidak cukup taqlid itu\".\rMushannif (pengarang kitab kifayatul awam : Syaikh Muhammad al-Fudholi) menganjurkan agar kita selalu menjaga perbedaan antara dua perkataan yang sama-sama berhukum wajib sedangkan pengertian wajib untuk masing-masing dari dua perkara itu tidak sama.\rSeperti contohnya perkataan : \"Allah wajib bersifat qudrah\". Maka yang dimaksud wajib disini adalah sesuatu yang tidak dibenarkan oleh akal tiadanya, dengan kata lain tidak masuk akal (mustahil) jika Allah ta'ala tidak bersifatan qudrah (lemah). Sedangkan jika seseorang itu berkata \"Mengi'tiqodkan bahwa Allah bersifat qudrah adalah wajib\" maka pengertian wajib disini adalah wajib secara syariat. Artinya sesuatu yang dilakukan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan maka akan disiksa. Perbedaan makna wajib pada kedua perkara inilah yang harus kita fahami supaya tidak keliru menempatkannya.","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"Mushannif juga menganjurkan agar kita sebaliknya tidak termasuk orang-orang yang taqlid dalam masalah aqidah, karena kalau kita taqlid dalam masalah tersebut maka iman kita jadi mukhtalif (sesuatu yang masih diperselisihkan) karena sebagaian ulama yakni yang berpendapat dengan cukupnya taqlid menyatakan telah tsubut (tetap) iman kita. Sedangkan sebagian lagi yang berpendapat dengan ketidak cukupan taqlid menyatakan bahwa iman kita belum tsubut (tetap). Maka kalau kita taqlid, kita kekal di dalam neraka berdasarkan pendapat yang kedua ini karena itu berarti iman kita belum tsubut. Adapun jika kita tidak taqlid maka para ulama telah sepakat mengenai telah tsubutnya iman kita.\rقال السنوسى وليس يكون الشخص مؤمنا اذا قال أنا جازم بالعقائد زلو قطعت قطعا قطعا لا ارجع عن جزمى هذا\r\"Imam as-Sanusi berkata : Dan seseorang tidak menjadi mukmin jika dia berkata : Saya mantap dengan aqidah-aqidah itu dan andai saya (diancam) untuk dipotong dengan beberapa potongan niscaya saya tidak akan mencabut kemantapan (jazam) saya ini\".\rبل لا يكون مؤمنا حتى يعلم كل عقيدة من هذه الخمسين بدليلها وتقديم هذا العلم فرضا كما يؤخذ من شرح العقائد لانه جعله اساسا ينبئ عليه غيره\r\"Bahkan dia tidak akan menjadi mukmin sehingga dia mengetahui akan setiap aqidah dari yang 50 ini dengan dalilnya (yang ijmali) dan (mengetahui pula bahwa) mendahulukan ilmu ini adalah fardhu sebagaimana dikutip dari kitab Syarhul Aqo'id, karena pengarangnya (yakni Sa'di Taftazani) telah menjadikan ilmu ini sebagai dasar yang terbina atasnya barang yang selanjutnya.\r> Najwa Asnawi","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"وَبَعْدُ فَاعْلَمْ بِوُجُوبِ الْمَعْرِفَهْ [1] مِنْ وَاجِبٍ للهِ عِشْرِينَ صِفَهْ( )\rأي يجب على المكلف أن يعتقد أن الله يجوز أن يخلق الخير والشر ، ويجوز أن يخلق الإسلام في زيد والكفر في عمرو ، وإثابته للمطيع فضل منه وعقابه للعاصي\rعدل منه ؛ لأنه النافع الضار ، فحينئذ ينبغي للعبد أن يكون اعتماده عليه وحده فلا يرجو ولا يخشى أحداً غيره .\rSebenarnya saya menanti ini lho... mohon yang berkenan menguraikannya...!\r> Masaji Antoro\rMba Najwa Asnawi coba Lihat keterangan keisykalan njenengan pada uraian berikut :\rقال الشيخ إبراهيم اللقاني في جوهرة التوحيد :-\r44- وَجَائِزٌ فِي حقِّهِ مَا أَمْكَنَا ... إِيجَادًا إعْدَامًا كَرَزْقِهِ الْغِنَا\r45- فَخَالِقٌ لِعَبَدْه وَمَا عَمِلْ ... مُوَفِّقٌ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَصِلْ\r46 وَخَاذِلٌ لِمَنْ أَرَادَ بُعْدَهُ ... وَمُنْجِزٌ لِمَنْ أَرَادَ وَعْدَهُ\r47- فَوْزُ السَّعِيدِ عِنْدَهُ فِي اْلأَزّلِ ... كَذَا الشَّقُّيِ ثُمَّ لَمْ يَنْتَقِلِ\r48- وَعِنْدَنَا لِلْعَبْدِ كَسْبٌ كُلِّفَا ... بِهِ وَلكِنْ لَمْ يُؤَثِّرْ فَاعْرِفَا\r49- فَلَيْسَ مَجْبُورًا وَلاَ اخْتِيَارَا ... وَلَيْسَ كَلاًّ يَفْعَلُ اخْتِيَارَا\r50- فَإِنْ يُثِبْنَا فَبِمَحْضِ الْفَضْلِ ... وَإِن يُعَذِّبْ فَبِمَحْص الْعَدْلِ\r51- وَقَوْلُهُمْ: إِنَّ الصَّلاَحَ وَاجِبٌ ... عَلَيْهِ زُورٌ مَا عَلَيْهِ وَاجِبُ\r52- أَلَمْ يَرَوْا إيلاَمَهُ اْلأَطْفَالاَ ... وَشِبْهَهَا فَحَاذِرِ المُحَالاَ\r53- وَجَائِزٌ عَلَيْهِ خَلْقُ الشِّرِّ ... وَالْخَيْرِ كالإِسْلاَمْ وَجَهْلِ الْكُفْرِ\rAs-Syaikh Ibrahim al-Laqqani dalam kitab Jauharatut Tauhid berkata :","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"44. Dan Jaiz (boleh) bagi Allah setiap hal yang mumkin (perkara yang antara wujud dan tiadanya masih fifty-fifty) baik menwujudkannya atau meniadakaannya seperti memberi rizki pada orang kaya.\r45. Allah adalah pencipta setiap perbuatan hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya\r46. Allah adalah Yang menelantarkan hamba-Nya yang dikehendaki jauh dari-Nya dan yang memenuhi janji bagi yang Dia kehendaki\r47. Kebahagiaan orang yang beruntung telah tertetapkan dizaman Azali begitu juga kecelakaan orang yang celaka dan kemudian tiada bisa beralih\r48. Dan menurut kami (Ahlus Sunnah Wal jamaah) Seorang hamba diwajibkan berusaha meski tidak dapat merobah titahNya\r49. Maka hamba tidaklah murni terpaksa tidak pula murni punya pilihan\r50. Bila Allah memberi kita pahala maka semata-mata anugerahNya, bila Allah menyiksa kita maka semata-mata karena keadilanNya\r51. Ungkapan Kaum Mu’tazila “Sungguh wajib bagi Allah berbuat kebaikan adalah bohong kaena tidak ada suatu kewajiban apapun bagi-Nya\r52. Apakah mereka tidak melihat pemberian petaka bagi para bocah dan sejenisnya ? Maka tinggalkanlah ketidak mungkinan\r53. Jaiz (Boleh) bagi Allah berbuat kejelekan dan kebaikan seperti membuat islam atau kebodohan kufur atas seseorang.\rDalam keterangan kitab Jauharatut Tauhid karya As-Syaikh Ibrahim al-Laqqani dijelaskan tidak ada sesuatupun yang wajib bagi Allah termasuk berbuat kebaikan pada hambaNya karena bila ada kewajiban niscaya Allah bukanlah Dzat Yang memiliki kuasa mutlak yang tunggal yang dapat berbuat sesuai kehendakNya. [ Tuhfah al-Muriid Hal. 64 ].","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"Berikut juga beberapa kitab tafsir menerangkan uraian senada dengan keterangan diatas :\rالثانية : قال علماؤنا : أفعال الرب سبحانه لا تخلو عن مصالح وإن لم يجب على الله الاستصلاح فقد يعلم من حال عبد أنه لو بسط عليه قاده ذلك الفساد فيزوي عنه الدنيا مصلحة له فليس ضيق الرزق هوانا ولا سعة الرزق فضيلة وقد أعطى أقواما مع علمه أنهم يستعملونه في الفساد ولو فعل بهم خلاف ما فعل لكانوا أقرب إلى الصلاح والأمر على الجملة مفوض إلى مشيئته ولا يمكن التزام مذهب الاستصلاح في كل فعل من أفعال الله تعالى\r2. Para Alim kami berkata “Perbuatan Allah tidak akan lepas dari kemashlahatan meskipun tidak wajib bagi Allah berbuat kemashlahatan untuk hamba-Nya, sungguh Allah Maha Mengetahui keberadaan hamba-Nya yang andaikan Allah lapangkan rizkinya niscaya akan menyeretnya pada kerusakan maka Allah himpitkan rizkinya sebagai bentuk kemashlahatan untuk dirinya.\rDengan demikian sempitnya rizki seseorang bukan berarti penghinaan dari Allah dan lapangnya rizki seseorang juga bukan berarti dia telah mendapatkan anugerah dari Allah. Dan sungguh Allah pun telah berikan rizki pada suatu kaum sementara Dia Maha Mengetahui rizki mereka digunakan untuk berbuat kerusakan dan andai Allah berbuat kebalikannya (tidak berikan rizki mereka berlimpah) niscaya mereka lebih dekat pada kebaikan. Karenanya segalanya tergantung pada kehendak Allah dan tidak mungkin membuat ketetapan akan wajibnya Allah berbuat kebaikan pada setiap hal yang Allah perbuat","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"Keterangan tafsir tersebut terdapat pada : al-Jaami’ Li Ahkaam al-Quraan 16/28, Tafsiir al-Qurthuuby 16/25 dan Tafsiir al-Muniir Li az-Zuhaily 16/25. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r> Alif Jum'an Azend\r?…Bagaimana hukum seorang muslim yang tidak mengetaui Aqoid tersebut.? Hukumnya berdosa karena meninggalkan kewajiban...\r?…Apakah batal aqidahnya atau ada penafsilan hukum, ?? Jika tidak tahu dan meyakini sifat yang bertentangan dengan sifat 50 itu, maka bisa batal aqidahnya.. Jika tidak tahu karena belum belajar (dan punya peluang belajar) maka berdosa..\r?…Terus Kalau Bagi LANSIA bagaimana Hukum AQIDAH nya ? Sebetulnya orang yang berakal normal secara dhoruri (otomatis tanpa berpikir) akan membenarkan semua sifat 50 itu, tidak harus tahu bahasa arabnya. contoh bila dikatakan \"Allah itu pasti nggak bisa mendengar\", maka kalau orang beriman pastilah menyanggah pernyataan itu.. Coba tanyakan satu persatu sifat 50 itu pada orang normal, dan bagaimana jawabannya... jangan pakai bahasa arab, tapi pakai bahasa yang mereka fahami...\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/455752761114204/\r1843. HUKUM NGEPAL ( MEMPREDIKSI SESUATU ) DENGAN AL QUR'AN\rPERTANYAAN :\rHakam Ahmed ElChudrie\rMenjadikan al-Qur'an untuk NGEPAL hukumnya haram......\r( فَرْعٌ ) قَالَ الدَّمِيرِيِّ وَأَمَّا أَخْذُ الْفَالِ مِنْهُ فَجَزَمَ ابْنُ الْعَرَبِيِّ وَالطُّرْطُوشِيُّ وَالْقَرَافِيُّ الْمَالِكِيُّونَ بِتَحْرِيمِهِ وَأَبَاحَهُ ابْنُ بَطَّةَ مِنْ الْحَنَابِلَةِ وَمُقْتَضَى مَذْهَبِنَا كَرَاهَتُهُ (أسنى المطالب ج 1 ص 328)","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"terjemahan : al-Damiri berkata, \"Adapun mengambil PAL dengan menggunakan al-Qur'an, ibn 'Arabi, al-Thurthusyi dan al-Qarafi dari mazhab Maliki memastikan bahwa itu adalah haram, namun ibn Bathah dari mazhab Hanbali memperbolehkannya. Sedangkan kalau keputusan dari mazhab kita (Syafi'i) menghukuminya MAKRUH....... bisa dijelaskan maksud dari ngepal tersebut ??? apakah istikharah dengan al-Qur'an juga bisa dimasukkan ????\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rومن الاستخارات الشائعة( الاستخارة بالقرآن ويسمونها تفاؤلاً ولهم فيها كيفيات شتى والظاهر أن ذلك مما لا دليل على مشروعيته. وفي شرح فقه الأكبر لعلي القارئ ما نصه ومن جملة علم الحروف فال المصحف حيث يفتحونه وينظرون في أول صفحة أي حرف وافقه وكذا\rفي سابع الورقة السابعة فإذا جاء حرف من الحروف المركبة من تشخلا كم حكموا بأنه غير مستحسن وفي سائر الحروف بخلاف ذلك. وقد خرج ابن العجمي في منسكه قال ولا يؤخذ الفال من المصحف قال العلماء اختلفوا في ذلك فكرهه بعضهم وأجازه بعضهم ونص المالكية على تحريمه انتهى. ولعل من أجاز أو كره من اعتمد على المعنى ومن حرمه من اعتبر حروف المبنى فإنه في معنى الاستقسام بالأزلام انتهى كلام القاري\rالكتاب: غرائب الاغتراب المؤلف: شهاب الدين محمود بن عبد الله الحسيني الألوسي (المتوفى: 1270هـ)\rالاستخارة بالقرآن ويسمونها تفاؤلاً ولهم فيها كيفيات شتى\rKESIMPULAN :\rContoh ngepal, misalnya : Al-Qur'an ditutup lalu baca-baca apa kemudian dibuka lalu dilihat baris keberapa kemudian ditafsiri dari artinya ( istikharah dengan al-Qur'an bisa dikategorikan sebagai PALL ).","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"وفي شرح فقه الأكبر لعلي القارئ ما نصه ومن جملة علم الحروف فال المصحف حيث يفتحونه وينظرون في أول صفحة أي حرف وافقه وكذا في سابع الورقة السابعة فإذا جاء حرف من الحروف المركبة من تشخلا كم حكموا بأنه غير مستحسن وفي سائر الحروف بخلاف ذلك\rApapun namanya kesimpulannya ulama berbeda pendapat tentang hukumnya:\rقال العلماء اختلفوا في ذلك فكرهه بعضهم وأجازه بعضهم ونص المالكية على تحريمه انتهى\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/399570626732418/\r1844. KAUM WANITA MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ?\rPERTANYAAN :\rMuhammad Ma'shum\rAsslamualaikum.. Ada beberapa hadits yang menyatakan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita, Benarkah ? dan mengapa demikian ? Mohon Sharing Penjelasannya, terimaksh.\rJAWABAN :\r> Khodim Piss-ktb II\rWa’alaikum salam. Benar, diriwayatkan dengan redaksi berdekatan oleh Bukhari, Muslim, dan Malik. Salah satu penjelasannya tercantum dalam hadits riwayat Bukhari :\rأُرِيْتُ النارَ فإذا أكثرُ أهلِها النساءُ يَكْفُرْنَ قيل أَيَكْفُرْنَ باللهِ قال يَكْفُرْنَ العشيرَ ويكفرن الإحسانَ إنْ أحسنت إلى إحداهن الدهرَ ثم رأتْ منك شيئًا قالتْ ما رأيتُ منكَ خيرًا قطُّ\r“Aku diperlihatkan tentang neraka, saat itu kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita yang kufur.\" Sahabat bertanya : \"Apakah mereka kufur kepada Allah?\" Rasulullah menjawab : \"Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka selama kurun waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : Aku tidak pernah melihat sedikit pun kebaikan pada dirimu.\"” (HR. Bukhari).","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"> Ani Fah\r\" UTHTHULI'TU FIIL JANNATI FAROAYTU AKTSARO AHLIHAAL FUQOROO' , WA UTHTHULI'TU FINNAAR FAROAYTU AKTSARO AHLIHAAN NISAA' . . . \"\rArtinya : \" Aku diperlihatkan di surga , maka yang aku lihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku diperlihatkan dineraka , maka aku lihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita\". [ HR. Imam Ahmad dan Muslim ].\rPada suatu saat , Sayyidina Ali KW datang kepada Nabi SAW bersama Fatimah.Tiba-tiba mereka menjumpai Beliau sedang menangis tersedu-sedu.Ali pun bertanya kepada Beliau : \" Ayah dan Ibuku menjadi tebusanmu , wahai Rasulullah\". ( Maksudnya , kesusahan dan tangisanmu akan saya tebus dengan Bapak dan Ibu saya , karena saya sangat mencintaimu ). \" Apa yang menjadikan engkau menangis?\". Rasulullah SAW kemudian menjawab : \"Wahai Ali , ketika diriku diisra'kan { diperjalankan } ke langit , aku melihat para wanita dari umatku disiksa di neraka jahanam dengan berbagai macam siksaan.Maka saya menangis karena melihat beratnya siksaan mereka\". Lalu Beliau menjelaskan detail-detail siksaan itu sebagai berikut :\r1.…Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan rambutnya dan otaknya mendidih\r2.…Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan lidahnya , lalu air mendidih yang sangat panas dituangkan ditenggorokannya\r3.…Aku melihat wanita yang kedua kakinya hingga puting susunya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya , lalu Alloh SWT menguasakan padanya ular-ular dan kalajengking unuk menyiksanya\r4.…Aku melihat wanita yang digantung dengan puting susunya","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"5.…Aku melihat wanita dimana kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti keledai , dan ia dihadapkan pada beribu-ribu siksaan\r6.…Aku melihat seorang wanita dengan bentuk rupa anjing , sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya , lalu para malaikat memukuli kepalanya dengan palu dari api.\rLalu Fatimah RA.ha berdiri seraya berkata : \" Wahai Ayah tercinta , apakah yang pernah diperbuat wanita-wanita itu hingga mereka mengalami siksaan seperti itu ?\". Dan Rasulullah SAW pun bersabda :\r\" YAA BUNAYYAH , AMMAAL MU'ALLAQOTU BISYI'RIHAA FAINNAHAA LAA TUGHOTHTHII SYA'ROHAA MINARRIJAAL . WA AMMAAL MU'ALLAQOTU BILISAANIHAA KAANAT TU'DZII FIROOSYA ZAYJIHAA . WA AMMAAL LATII SYUDDA RIJLAAHAA ILAA\rTSADYAYHAA WA YADAAHAA ILAA NAASYIYATIHAA WA QOD SALLATHOLLOH 'ALAYHAAL HAYAATI WAL 'AQOORIBA , FAINNAHAA KAANAT LAA TAGHTASILU MINAL JANAABATI WAL HAYDLI WA TASTAHZII-U BISSHOLAH. WA AMMAAL LATII RO'SUHAA RO'SU HINZIIRIN WA BADANUHAA BADANU HIMAARIN , FAINNAHAA KAANAT NAMMAAMATAN KADZDZAABATAN . WA AMMAAL LATII 'ALAA SHUUROTIL KALBI WANNAARU TADKHULU MIN FIIHAA WA TAKHRUJU MIN DUBURIHAA , FAINNAHAA KAANAT MINNAANATAAN HASSAADATAN, WA YAA BUNAYYAH , AL WAYLU LIMROATIN TA'SHII ZAWJAHAA.\"","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"Artinya : \" Wahai putriku , adapun wanita yang digantung dengan rambutnya , karena ia tidak mau menutupi rambutnya dari lelaki lain. Sedangkan wanita yang digantung dengan lidahnya adalah wanita yang menggunakan lisan untuk menyakiti hati suaminya.Maka pembalasan itu setimpal dengan perbuatannya.Adapun wanita yang digantung dengan puting susunya adalah wanita yang mengajak tidur lelaki lain di tempat tidur suaminya.Lalu wanita yang kedua kakinya diikat hingga puting susunya dan tangannya sampai ubun-ubunnya lalu digerogoti ular-ular dan kalajengking adalah wanita yang tidak janabat , tidak mau mandi haid , dan mengabaikan sholat.Sedangkan wanita yang berkepala babi dan bertubuh keledai adalah wanita yang suka mengadu domba dan tukang dusta. Sedangkan wanita yang rupanya berbentuk seperti anjing dimana api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya adalah wanita yang mengungkit-ungkit pemberian dan pendengki. Wahai putriku , kecelakaan besarlah bagi wanita yang durhaka terhadap suaminya\". [ Terjemah 'Uqudulijain , Hal 73-75 ]\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/466687150020765/\r1847. TEMPAT KEBERADAAN ARWAH\rPERTANYAAN :\rKamilulhimam WalAmal Vilmillahwaddien\rAssalamu'alaikum wr wb, apakah bayi yang meninggal juga mendapatkan nikmat kubur ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rLihat durrotun nasihin hal 179-180 cetakan darul fikr :\rوسئل ابو بكر رضى الله تعالى عنه عن الارواح حين تخرج من الاجساد اين تذهب؟","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"قال فى سبعة مواضع اما ارواح الانبياء والمرسلين فمقرها جنات عدن واما ارواح العلماء فمقرها جنات الفردوس واما ارواح السعداء فمقرها جنات عليين واما ارواح الشهداء فتطير مثل الطيور فى الجنة حيث شاءت واما ارواح المؤمنين المذنبين فتكون معلقة فى الهواء لا فى الارض ولا فى السماء الى يوم القيامة واما ارواح اولاد المؤمنين فتكون فى جبل من المسك واما ارواح الكافرين فى سجين يعذبون مع اجسادهم الى يوم القيامة\rAbu bakar RA ditanya tentang arwah-arwah ketika keluar dari jasadnya, ke manakah perginya ?? beliau menjawab, ada 7 tempat\r1.…adapun arwah para nabi dan rosul tempatnya adalah surga adnin\r2.…adapun arwah para ulama' tempatnya adalah surga firdaus\r3.…adapun arwah para su'ada' (khusnul khotimah) tempatnya adalah surga illiyyin\r4.…adapun arwahnya orang-orang mati syahid maka arwahnya berterbangan sebagaimana burung dan menuju dalam surga kapan ia mau\r5.…adapun arwahnya orang-orang mukmin yang berdosa maka bergelantungan diudara,tidak dibumi dan tidak dilangit sampai hari kiamat\r6.…adapun arwah para anak-anak orang mukmin tempatnya digunung yang terbuat dari misik\r7.…adapun arwahnya orang-orang kafir itu dineraka sijjin dan disiksa beserta jasad-jasad nya sampai hari kiamat\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Arwah anak-anak orang muslim menurut banyak keterangan termasuk yang dinyatakan oleh Imam Syafi’i berada di surga menempat di perut burung pipit yang berdiam diri di lentera-lentera dan digantungkan di ‘Arsy, ada juga keterangan bahwa mereka berada di bawah gunung MISIK di surga....\rالجنة و النار و فقد الاولاد 4 للإمام جلال الدين السيوطي","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"و سئل بعض العلماء عن الأرواح بعد الموت ، فقال إن روح الأنبياء في جنة عدن و أرواح الشهداء في الفردوس وسط الجنة في حواصل طيور خضر يطيفون في الجنة حيث شاءوا و أرواح أولاد المؤمنين في حواصل عصافير الجنة عند جبال المسك و أرواح أولاد المشركين يترددون في الجنة ليس لهم مكان مخصوص و ارواح الذين عليهم دين و يأكلون أموال الناس بالباطل معلقة في الهواء لا تصل إلى الجنة و لا إلى السماء ، و أرواح فساق الكفار تعذب في القبر مع الجسد ، و أرواح المنافقين في نار جهنم .\rSebagian Ulama ditanya tentang keberadaan arwah setelah meninggal, beliau menjawab : “Sesungguhnya arwah para nabi berada di surga Adn, arwah para syuhada disurga firdaus menempat pada perut burung hijau yang berlalu lalang mengelilingi surga, arwah para anak-anak orang muslim dalam perut burung pipit surga berada di bawah gunung MISIK, arwah para anak-anak orang musrik berputar-putar di surga namun tiada punya tempat khusus untuk menetap, arwah orang-orang yang memiliki tanggungan hutang, memakan harta orang lain dengan bathil digantungkan diangkasa dan tiada pernah sampai ke surga dan langit, arwah orang-orang fasik yang kafir disiksa dalam kubur mereka dan arwah-arwah orang munafik berada di neraka jahannam”.\rولابن منده عن ابن شهاب قال: بلغني أن أرواح الشهداء في أجواف طير خضر معلقة بالعرش، تغدو ثم تروح إلى رياض الجنة، تأتي ربها ولابن أبي حاتم عن ابن مسعود قال: إن أرواح الشهداء في أجواف طير خضر في قناديل تحت العرش، تسرح في الجنة حيث شاءت، ثم ترجع إلى قناديلها، وإن أرواح ولدان المؤمنين في أجواف عصافير، تسرح في الجنة حيث شاءت .","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"Dari Ibn mandah dari Ibn Syihab, beliau berkata : “Arwah para syuhada berada dalam perut burung hijau yang digantungkan di ‘Arsy, sembari menikamati makanan dan istirahat damai di taman surga dan mendatangi Tuhannya”. Sedang Ibn Hatim meriwayatkan dari Ibn Mas’ud ra, ia berkata : “Arwah para syuhada berada dalam perut burung hijau yang digantungkan dalam lentera-lentera ‘Arsy, mereka dapat keluar masuk dari tempat kediamannya sesuka hati, sedang arwah para anak-anak orang mukmin berada pada perut burung-burung pipit, mereka juga dapat keluar masuk dari tempat kediamannya sesuka hati”.\rDalam keterangan kitab lain terdapat tambahan keterangan bahwa arwah mereka dibawah naungan Nabi Ibrahim As dan Sarah yang kelak dihari kiamat dikembalikan pada orang tua mereka masing-masing.\rملخص لكتاب شرح الصدورفي شرح حال الموتى والقبور للسيوطي -وأما عن مقر الأرواح......و أولاد المؤمنين ففي جبل في الجنة يكفلهم إبراهيم وسارة حتى يردهم لآبائهم يوم القيامة.\rSedang tempat keberadaan arwah... Arwah anak-anak orang mukmin berada dibawah gunung yang ada disurga, diasuh oleh Nabi Ibrahim dan Sarah hingga dikemudian datangnya hari kiamat dikembalikan pada orang tua mereka masing-masing, mereka juga dapat keluar masuk dari tempat kediamannya sesuka hati”.\rأرواح ذراري المسلمين في أجواف طير خضر تسرح في الجنة يكلفهم أبوهم إبراهيم فيدل هذا أنهما خلقنا\rوكذلك نص الشافعي عن السلف على أن أطفال المسليمن في الجنة","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"وجاء صريحا عن السلف على أن أرواحهم في الجنة كما روى الليث عن أبي قيس عن هذيل عن ابن مسعود قال : إن أرواح الشهداء في أجواف طير خضر تسرح في الجنة حيث شاؤوا وإن أرواح أولاد المسلمين في أجواف عصافير تسرح بهم في الجنة حيث شاءت فتأوي إلى قناديل معلقة في العرش خرجه ابن أبي حاتم\rArwah para anak-anak orang mukmin berada pada perut burung-burung hijau di surga, mereka keluar masuk disurga berada dibawah asuhan Nabi Ibrahim AS, demikian juga pernyataan Imam Syafi’i dari sumber Ulama Salaf menyatakan sesungguhnya arwah anak-anak orang muslim berada di surga sebagaimana riwayat al-Layts dari Abu Qais dari Hudzail dari Ibn Mas’ud ra yang menyatakan : “Arwah para syuhada berada dalam perut burung hijau yang digantungkan dalam lentera-lentera ‘Arsy, mereka dapat keluar masuk dari tempat kediamannya sesuka hati, sedang arwah para anak-anak orang mukmin berada pada perut burung-burung pipit, mereka juga dapat keluar masuk dari tempat kediamannya sesuka hati, mereka menempat pada lentera-lentera yang digantungkan di Arsy”. [ Ahwaal al-Qubuur I/70 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/467862256569921/\r1848. KEADAAN PARA NABI DI PADANG MAHSYAR\rPERTANYAAN :\rRahman Syarief\rAssalaamu'alaykum. Apakah Anbiya',ulama dan Auliya dikumpulkan juga di kumpulkan dipadang Mahsyar dalam k'adaan telanjang ? Syukron jazaakallahul khair.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Bila melihat keterangan hadits berikut, maka para nabi juga telanjang namun kemudian mereka diberikan pakaian dan pertama kalinya adalah Ibrahim As.","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"قوله عراة قال البيهقي وقع في حديث أبي سعيد يعني الذي أخرجه أبو داود وصححه بن حبان انه لما حضره الموت دعا بثياب جدد فلبسها وقال سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول إن الميت يبعث في ثيابه التي يموت فيها ويجمع بينهما بأن بعضهم يحشر عاريا وبعضهم كاسيا أو يحشرون كلهم عراة ثم يكسى الأنبياء فأول من يكسى إبراهيم عليه الصلاة و السلام أو يخرجون من القبور بالثياب التي ماتوا فيها ثم تتناثر عنهم عند ابتداء الحشر فيحشرون عراة ثم يكون أول من يكسى إبراهيم\rAbu Said berkata “Aku mendengar Nabi SAW bersabda : Manusia dibangkitkan dengan memakai pakaian saat ia meninggal”. Sedang dalam keterangan hadits lain dikatakan telanjang, maka dapat diambil kesimpulan jalan tengah sesungguhnya orang yang meninggal dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan sebagian berpakaian dan sebagian telanjang, atau mereka kesemuanya digiring dalam keadaan telanjang, kemudian para nabi diberi pakaian dan pertama kalinya adalah Nabi Ibrahim As. Atau pengertiannya mereka keluar dari dalam kuburnya dengan pakaian-pakaian saat mereka meninggal kemudian saat dimulainya penggiringan mereka digiring dalam keadaan telanjang dan pertama kalinya yang diberi pakaian adalah Ibrahim As. [ Fath al-Baari II/383 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/468147583208055/\r1851. HUKUM MENGGUNAKAN SIHIR SEBAGAI SARANA PENGOBATAN\rPERTANYAAN :\rAthiyyah Ilahiyyah\rAssalamu'alaikum. Kadang ada orang yang terkena penyakit parah, mungkin juga karena magic, sehingga sulit dideteksi secara medis. Pertanyaan : bolehkah menggunakan sihir untuk mengobati penyakit ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"Pertanyaan : bolehkah menggunakan sihir untuk mengobati penyakit ? Jawaban : boleh\rقال القرطبى هل يسأل الساحر حل السحر عن المسحور؟ قال البخارى عن سعيد بن مسيب رضى الله عنه قيل يجوز و اليه مال الماروزى وكرهه الحسن البصرى وقال الشعبى لا بأس بالنشرة\rAlqurtubhi berkata,apakah tukang sihir boleh dimintai bantuan untuk menghilangkan pengaruh sihir dari orang yang terkena sihir ? beliau menjawab bahwa al imam albukhori pernah meriwayatkan dari said bin musayyab bahwa yang demikian itu diperbolehkan dan pendapat ini didukung oleh al maruzi namun hasan albashori mengatakan makruh,dan as sya'bi berkata tidak masalah mengobati sihir dengan cara seperti itu ( memakai bantuan sihir ). [ az zawaajir al iqtirof al kabaair juz 2 hal 170 ].\r> Ibnu Toha\rAda Hadits Shahih Muslim sbb : Shahih Muslim 4079 :\rحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ، قَالَ: كُنَّا نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ فَقَالَ: «اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ»","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Mu’awiyah bin Shalih dari ‘Abdur Rahman bin Jubair dari Bapaknya dari ‘Auf bin Malik Al Asyja’i dia berkata; “Kami biasa melakukan mantera pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; ‘Ya Rasulullah! bagaimana pendapat Anda tentang mantera? ‘ Jawab beliau: ‘Peragakanlah manteramu itu di hadapanku. Mantera itu tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik.’\rSihir untuk menghasilkan manfaat dan menolak mudharat hukumnya tidak haram, lihat ( Hasyiah Qulyubiy wa 'Amirah ) :\rقوله : ( بالسحر ) وهو لغة صرف الشيء عن وجهه وشرعا مزاولة النفوس الخبيثة بأقوال وأفعال لينشأ عنها أمور خارقة للعادة ، وهو مذهب أهل السنة أنه حق وله حقيقة وأنه يؤلم ويمرض ويقتل ويفرق ويجمع وتعليمه حرام إلا لتحصيل نفع أو لدفع ضرر أو للوقوف على حقيقته ، واختلف هل فيه قلب أعيان والأرجح لا ، والفرق بينه وبين الكرامة والمعجزة توقفه على المزاولة المذكورة ، وتوقف المعجزة على التحدي وعدم توقف الكرامة على شيء نعم قالوا إن السحر والكرامة لا يظهران إلا على يد الفساق ، وفيه نظر فإن كتب القوم مشحونة بذكر الكرامات عنهم .\rFOKUS :\rوتعليمه حرام إلا لتحصيل نفع أو لدفع ضرر\r> Mbah Godek\rواتفقوا المحققون على أن العلم بالسحر غير قبيح ولا محظور يعنى إنما المحظور العمل به … المراد بالعلم التعلم. حصون الحميدية ص : 121\rUlama' muhaqqiqun sepakat bahwa sesungguhnya ilmu sihir itu tidak dianggap jelek dan tidak dilarang sesungguhnya yang dilarang itu mengamalkannya,yang dimaksud ilmu disitu adalah belajar. [ husunul hamidiyyah hal 121 ].","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"Hukum belajar sihir itu beda2, lihat sikon.. jika untuk menolak sihirnya ahlil harbi maka hukumnya wajib, jika untuk memisah hubungan suami istri maka harom, jika untuk mendamaikan maka boleh.\rومذهب أهل السنة أنه حق وله حقيقة ويكون بالقول والفعل ويؤلم ويمرض ويقتل ويفرق بين الزوجين وقال المعتزلة وأبو جعفر الاستبرا بئذى بكسر الهمزة أن السحر لا حقيقة له إنما هو تخييل وبه قال البغوى استدلوا بقوله تعالى يخيل إليه من سحرهم أنها تسعى وذهب قوم إلى أن الساحر قد يقلب بسحره الأعيان ويجعل الإنسان حمارا بحسب قوة السحر وهذا واضح البطلان لأنه قدر على هذا القدر لرد نفسه إلى الشباب بعد الهرم وأن يمنع نفسه من الموت ومن جملة أنواعه السيمياء والتيمياء ولم يبلغ أحد فى السحر إلى الغاية التى وصل إليها القبط أيام دلوكا ملكة مصر بعد فرعون فإنهم وضعوا السحر على البرانى وصوروا فيها صور عساكر الدنيا فأى عسكر قصدهم أتوا إلى ذلك العسكر المصور فما فعلوه به من قلع الأعين وقطع الأعضاء اتفق نظيره للعسكر القاصد لهم فتخاف منهم العساكر وأقاموا ستمائة سنة والنساء هن الملوك والأمراء بمصر بعد غرق فرعون وجنوده حكاه العراقى وغيره وقال الإمام فخر الدين لا يظهر أثر السحر إلا على يد فاسق ويحرم تعلم الكهانة والتنجيم والضرب بالرمل وبالشعير وبالحمصى والشعبذة وتعليم هذه كلها وأخذ العوض عليها حرام بالنص الصحيح فى النهى عن حلوان الكاهن والباقى فى معناه ويحرم المشى إلى أهل هذه الأنواع وتصديقهم وكذا تحرم العيافة والطين والطيرة وعلى فاعل ذلك التوبة منه اهـ دميرى وهل من السحر ما يقع من الأقسام وتلاوة الآيات القرآنية حيث تولد منها الهلاك فيعطى حكمه المذكور أم لا فيه نظر والأقرب الأول فليراجع. اهـ حاشية الجمل على المنهج الجزء الخامس ص : 111 دار الفكر","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"( تنبيه ) قد علم مما قررنا أن السحر لا يلزم أن يكون كفرا ما لم يقترن بمكفر من قول أو فعل أو اعتقاد وفى حاشية الإيضاح لبيرى زاده قال الشمنى تعمله وتعليمه حرام أقول مقتضى الأطلاق ولو تعلم لدفع الضرر عن المسلمين وفى شرح الزعفرانى السحر حق عندنا وجوده وتصوره واثره وفى دخيرة الناظر تعلم فرض لرد ساحر أهل الحرب وحرام لتفرق بين المرأة وزوجها وجائز ليوفق بينهما إهـ كذا فى شرح ابن عبد الرزاق على الدر المختار أقول وقد ذكرت فى حاشيتى التى سميتها رد المختار على الدر المختار أن فى الأخير نظرا لما ورد فى الحديث من النهى عن التولة بوزن عنبات وهى ما يفعل ليحب المرأة إلى زوجها وقد نص قاضى خان علىحرمتها وعلله ابن وهبان بأنه ضرب من السحر وابن الشحنة ومقتضاه أنه ليس مجرد كتابه آيات بل فيه شيئ زائد مجموعة رسائل ابن عابدين ص: 33 – 34\rأجمع الأئمة على تحريم السحر وهو عزائم والرقى وعقد تؤثر فى الأبدان والنفوس والقلوب فيمرض ويقتل وفرق بين المرء وزوجه قال إمام الحرمين ولا يظهر السحر إلا على يد فاسق كما لا تطهر الكرامة إلا على يد ولى. الميزان الكبرى الجزء الثانى ص : 151 سليمان المراعى سنقافورة\rومنها تعليم الشخص غيره كل علم مضر له فى دينه ودنياه وكذا تعلم الشخص كل علم مضر له أو لغيره إذ العلم لا يذم إلا لأحد أسباب ثلاثة الأول المؤدى لضرر صاحبه أو غيره كالسحر والطلسمات.\rإسعاد الرفيق الجزء الثانى ص : 92 دار إحياء الكتب العربية\rوينبغى أن يعلم أن من دفع الصائل الدعاء عليه بكف شره عن المصول عليه وإن كان بهلاكه وهو ظاهر إن غلب على الظن أنه لا يندفع إلا بالهلاك ينبغى أن يعلم أنه لو علم منه أنه لا يندفع شره إلا بالسحر وكان المصول عليه أو غيره يعرف ما يمنع الصائل عن صياله لم يجز لأن السحر حرام لذاته فليتأمل . حاشية الجمل على المنهج الجزء الخامس ص : 168 دار الفكر","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"والسحر وهو ما يحصل بتعلم ومباشرة سبب على يد فاسق أو كافر كالشعوذة وهى خفة اليد بالأعمال وحمل الحيات ولدغها له واللعب بالنار من غير تأثير والطلاسم والتعزيمات المحرمة واستخدام الجان وغير ذلك إذا عرفت ذلك علمت أن ما يتعاطاه الذين يضربون صدورهم بدبوس أو سكين أو يطعنون أعينهم أو يحملون النار أو يأكلونها وينتمون إلى سيدى أحمد الرفاعى أو سيدى أحمد بن علوان أو غيرهما من الأولياء أنهم إن كانوا مستقيمين على الشريعة قائمين بالأوامر تاركين للمناهى عالمين بالفرض العينى من العلم عاملين به لم يتعلموا السبب المحصل لهذا العمل فهو من حيز الكرامة وإلا فهو من حيز السحر إذ الإجماع منعقد على أن الكرامة لا تظهر على يد فاسق وأنها لا تحصل بتعلم أقوال وأعمال وأن ما يظهر على يد الفاسق من الخوارق من السحر المحرم تعلمه وتعليمه وفعله ويجب زجر فاعله ومدعيه ومتى حكمنا بأنه سحر وضلال حرم التفرج عليه إذ القاعدة أن التفرج على الحرام حرام. اهـ بغية المسترشدين ص:299 دار الفكر\r> Abdullah Afif\rInsya Allah boleh.\r- Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi 4/169, cetakan Musthafa al Baabi al Halabi :\rقوله بالسحر وهو لغة صرف الشيئ عن وجهه وشرعا مزاولة النفوس الخبيثة بأقوال وأفعال لينشأ عنها أمور خارقة للعادة إلى أن قال وتعليمه حرام إلا لتحصيل نفع أو لدفع ضرر أو للوقوف على حقيقته\r- Dalam Kitab al Furuu' (Fiqh Madzhab Hanbali) :","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"قال في آداب المستوعب : وحل السحر عن المسحور جائز ، انتهى . والوجه الثاني : لا يجوز ، قال في الرعايتين والحاوي الصغير : ويحرم العطف والربط ، وكذا الحل بسحر ، وقيل : يكره الحل ، وقيل : يباح بكلام مباح وقال في الآداب الكبرى : ويجوز حله بقرآن أو بكلام مباح غيره ، انتهى ، فدل كلامه أنه لا يباح بسحر ، قال ابن رزين في شرحه وغيره : ولا بأس بحل السحر بقرآن أو ذكر أو كلام حسن ، وإن حله بشيء من السحر فعنه التوقف ، ويحتمل أن لا بأس به ، لأنه محض نفع لأخيه المسلم ، انتهى\r[ Sumber : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=4980&idto=4985&bk_no=28&ID=958 ]\r- Dalam Kitab Taghliiqutta'liiq libni Hajar :\rوقال قتادة : قلت لسعيد بن المسيب : رجل به طب , أو يؤخذ عن امرأته , أيحل عنه أو ينشر ؟ قال : لا بأس به , إنما يريدون الإصلاح , فأما ما ينفع الناس فلم ينه عنه.\rقال أبو جعفر بن جرير , في تهذيب الآثار له : ثنا حميد بن مسعدة , ثنا يزيد بن زريع , ثنا سعيد , عن قتادة , عن سعيد بن المسيب , \" أنه كان لا يرى بأسا إذا كان الرجل به سحر أن يمشي إلى من يطلق ذلك عنه , قال : هو صلاح , قال : وكان الحسن يكره ذلك , ويقول : لا يعلم ذلك إلا ساحر , قال : فقال سعيد بن المسيب : لا بأس بالنشرة إنما نهي عما يضر , ولم ينه عما ينفع.\r[ Sumber : http://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=991&pid=520964 ]\rKeterangan : Atsar Imam Qatadah termaktub dalam shahih Bukhari, buka disini dan baca juga pendapat Imam Ahmad yang dikutip al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fat-hul Bari : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=10533&idto=10534&bk_no=52&ID=3225\r> Mbah Jenggot Putih","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"Menurut pemahaman saya, tidak ada sihir putih, Imam Ibnu Hajar memilih pendapat yang mengharamkan (Tuhfah), ibarotnya :\rوظاهر المنقول عن ابن المسيب جواز حله عن الغير ولو بسحر قال لأنه حينئذ صلاح لا ضرر لكن خالفه الحسن وغيره ، وهو الحق ؛ لأنه داء خبيث من شأن العالم به الطبع على الإفساد والإضرار به ففطم الناس عنه رأسا وبهذا يرد على من اختار حله إذا تعين لرد قوم يخشى منهم\rIbarot Hawasyi Syarwani :\r( قوله : ويحرم فعله ) وهل من السحر ما يقع من الأقسام وتلاوة آيات قرآنية يتولد منها الهلاك فيعطى حكمه المذكور أم لا فيه نظر والأقرب الأول فليراجع ا هـ ع ش عبارة السيد عمر ولا بأس بحل السحر بشيء من القرآن والذكر والكلام المباح ، وإن كان بشيء من السحر فقد توقف فيه أحمد والمذهب جوازه ضرورة انتهى إقناع في فقه الحنابلة ا هـ\rContoh kongkrit bagi orang yang sudah mendapat ijazah hizib nashor biasanya ada pesan khsusus dari yai yang memberi ijazah untuk tidak sembarang menggunakan hizib tersebut, karena hizib tersebut bisa juga dijadikan sarana untuk merusak orang lain (khodamnya galak).\rLink Tuhfah & Hawasyi Syarwani : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=20&ID=9435\rBerikut ibarot selengkapnya :\rقَالَ الْفَخْرُ : وَاتَّفَقَ الْمُحَقِّقُونَ عَلَى أَنَّ الْعِلْمَ بِالسِّحْرِ لَيْسَ بِقَبِيحٍ وَلَا مَحْظُورٍ ؛ لِأَنَّ الْعِلْمَ لِذَاتِهِ شَرِيفٌ لِعُمُومِ قَوْله تَعَالَى : { هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْ","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"لَمُونَ وَاَلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ } وَلَوْ لَمْ يُعْلَمْ السِّحْرُ لَمَا أَمْكَنَ الْفَرْقُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمُعْجِزَةِ ، وَالْعِلْمُ بِكَوْنِ الْمُعْجِزِ مُعْجِزًا وَاجِبٌ ، وَمَا يَتَوَقَّفُ الْوَاجِبُ عَلَيْهِ فَهُوَ وَاجِبٌ ، فَهَذَا يَقْتَضِي أَنْ يَكُونَ تَحْصِيلُ الْعِلْمِ بِالسِّحْرِ وَاجِبًا ، وَمَا يَكُونُ وَاجِبًا يَكُونُ حَرَامًا وَقَبِيحًا . وَنَقَلَ بَعْضُهُمْ وُجُوبَ تَعَلُّمِهِ عَلَى الْمُفْتِي حَتَّى يَعْلَمَ مَا يَقْتُلُ مِنْهُ وَمَا لَا يَقْتُلُ فَيُفْتِي بِهِ فِي وُجُوبِ الْقِصَاصِ . انْتَهَى .","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"وَمَا قَالَهُ فِيهِ نَظَرٌ ، وَبِتَسْلِيمِهِ فَهُوَ لَا يُنَافِي مَا قَدَّمْنَاهُ فِي التَّرْجَمَةِ مِنْ أَنَّ تَعَلُّمَهُ وَتَعْلِيمَهُ كَبِيرَتَانِ ؛ لِأَنَّ الْكَلَامَ لَيْسَ فِيهِمَا ، وَإِنَّمَا هُوَ فِي شَخْصٍ تَعَلَّمَهُ جَاهِلًا بِحُرْمَتِهِ أَوْ تَعَلَّمَهُ عَالِمًا بِهَا ثُمَّ تَابَ ، فَمَا عِنْدَهُ الْآنَ مِنْ عِلْمِ السِّحْرِ الَّذِي لَا كُفْرَ فِيهِ هَلْ هُوَ قَبِيحٌ فِي ذَاتِهِ ، وَظَاهِرٌ أَنَّهُ لَيْسَ قَبِيحًا لِذَاتِهِ ، وَإِنَّمَا قُبْحُهُ لِمَا يَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ ؛ وَمَا نُقِلَ عَنْ بَعْضِهِمْ غَيْرُ صَحِيحٍ ؛ لِأَنَّ إفْتَاءَهُ بِوُجُوبِ الْقَوَدِ أَوْ عَدَمِهِ لَا يَسْتَلْزِمُ مَعْرِفَتَهُ عِلْمَ السِّحْرِ ؛ لِأَنَّ صُورَةَ إفْتَائِهِ إنْ شَهِدَ عَدْلَانِ عَرَفَا السِّحْرَ وَتَابَا مِنْهُ أَنَّهُ يَقْتُلُ غَالِبًا قَتْلَ السَّاحِرِ ، وَإِلَّا فَلَا ، وَكَذَا الْعِلْمُ بِالْمُعْجِزَةِ لَا يَتَوَقَّفُ عَلَى الْعِلْمِ بِالسِّحْرِ ؛ لِأَنَّ أَكْثَرَ الْعُلَمَاءِ أَوْ كُلَّهُمْ إلَّا النَّادِرَ عَرَفُوا الْفَرْقَ بَيْنَهُمَا وَلَمْ يَعْرِفُوا عِلْمَ السِّحْرِ ، وَكَفَى فَارِقًا بَيْنَهُمَا أَنَّ الْمُعْجِزَةَ تَكُونُ مَقْرُونَةً بِالتَّحَدِّي بِخِلَافِ السِّحْرِ ، فَبَطَلَ قَوْلُ الْفَخْرِ لَمَّا أَمْكَنَ الْفَرْقُ إلَخْ\rKesimpulan saya : menggunakan sihir untuk melawan sihir hukumnya haram, juga jika digunakan sebagai sarana pengobatan, haram juga.\rKESIMPULAN :\rMenggunakan ilmu sihir untuk melawan ilmu sihir atau sebagai media pengobatan, hukumnya khilaf. Wallaahu A'lam.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/443573448998802/\r1859. HUKUM MEMINTA SUMBANGAN KEPADA NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rLaskar ReMas\rAssalamu'alaikum.. Tanya :","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"1. Apa hukumnya meminta sumbangan kepada non muslim, untuk acara semisal maulid nabi atau isra mi'raj atau acara-acara keagamaan lainnya ?\r2. Apa hukumnya kita menghadiri acara tahlilan atau maulid nabi, tapi yang mengadakan orang non muslim ? Tafadh-dhol kepada para asatidz! Syukron, wassalamu'alaikum..\rJAWABAN :\r> Cecep Furqon\rJawaban no 1 boleh...dengan sarat jangan mengemis, jika dengan mengemis maka haram, tetapi kaitannya dengan perbuatannya, bukan uang pemberian itu (uangnya halal). Ibarot :\rكِتَابُ الْجِزْيَةِ تُطْلَقُ عَلَى كُلٍّ مِنْ الْعَقْدِ وَالْمَالِ الْمُلْتَزَمِ بِهِ وَعَقِبُهَا لِلْقِتَالِ ؛ لِأَنَّهُ مُغَيَّا بِهَا فِي الْآيَةِ الَّتِي هِيَ كَأَخْذِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إيَّاهَا مِنْ أَهْلِ نَجْرَانَ وَغَيْرِهِمْ .\rالْأَصْلُ فِيهَا قَبْلَ الْإِجْمَاعِ قَوْله تَعَالَى { حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ } إذْ هِيَ مَأْخُوذَةٌ مِنْ الْمُجَازَاةِ ؛ لِأَنَّهَا جَزَاءُ عِصْمَتِهِمْ مِنَّا وَسُكْنَاهُمْ فِي دَارِنَا فَهِيَ إذْلَالٌ لَهُمْ لِتَحَمُّلِهِمْ عَلَى الْإِسْلَامِ لَا سِيَّمَا إنْ خَالَطُوا أَهْلَهُ وَعَرَفُوا مَحَاسِنَهُ لَا فِي مُقَابَلَةِ تَقْرِيرِهِمْ عَلَى كُفْرِهِمْ ؛ لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَعَزَّ الْإِسْلَامَ وَأَهْلَهُ عَنْ ذَلِكَ\r[ Nihayutl muhtaj 26/500 ].\rينبغي صيانة العالم عن الابتذال وأن المؤمن منهي عن إذلال نفسه فيعبر عن التواضع الذي أثنى الله عليه بالذل وعن التكبر الممقوت عند الله بعز الدين تحريفا للاسم وإضلالا للخلق.\r[ Faidul bari 4/366 ].","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Jawaban no 2...Boleh dengan sarat; 1, tidak ada hal yang berlawanan dengan aqidah dalam perayaannya.2 jangan berdo'a meminta ampun untuknya, 3, makanannya jelas kehalalannya.\r> Abdurrahman As-syafi'i\rUmat islam dilarang meminta bantuan kepada kafir dzimmi kecuali karena keterpaksaan.\rو لا يستعان عليهم بكافر ذمي او غيره الا ان ضطررنا لذالك. ظاهر كلامهم ان ذلك لا يجوز و لو دعت الضرورة، لكنه فى التتمة صرح بجواز الاستعانة به اي الكافر عندالصرورة\rالتحفة لابن حجر الهيتمى 9/72\r\"Orang islam tidak boleh meminta bantuan kepada orang-orang kafir dzimmi atau lainnya kecuali jika sudah sangat terpaksa. Menurut dzohir pendapat mereka, bahw meminta bantuan kepada orang kafir tersebut tidak diperbolehkan walau dalam keadaan darurat sekalipun. Namun dalam titimah disebutkan tentang kebolehan meminta bantuan tersebut jika memang darurat.\rMeski demikian, ketika mereka mengulurkan bantuan dengan keinginan mereka kita boleh menerimanya. Asal tidak merugikan umat islam dan uang yang diberikan nyata bukan dari hasil yang diharamkan.\rو يصح الوقف من الكافر ولو مسجدا و ان لم يعتقد قربة\rDiperbolehkan wakaf dari orang kafir, meskipun untuk masjid walaupun mereka tidak meyakini sebagai pendekatan diri. [ Al-bajuri juz.2 hal 63 ].\rو ىدت احاديث تدل على جواز قبول هدايا الكفار و الاهداء لهم اهدى كسرى لرسول الله فقبل عنه و اهدى له قيصر فقبل و اهدت له الملوك فقبل منها","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Telah diterangkan dalam hadis atas diperbolehkannya menerima hadiah dari orang kafir dan memberikan kepadanya. Raja kaisar pernah memberikan hadiah pada Rosululloh dan beliau menerimanya. Kemudian sebelumnya raja kaisar juga pernah memberi hadiah kepada nabi dan beliau menerimanya begitu juga raja lain bnyk yang memberikan hadiah kepada beliau dan beliau juga menerimanya. [ Ihkamul al ahkam juz IV hal. 238 ].\rBolehkan menghadiri acara tahlil dan maulid yang dirayakan mereka ? Boleh. terutama untuk mencegah timbulnya suatu madhorot yang tidak diinginkan yang dapat dilakukan mereka. Dengan catatan hormat menghormati kita tidak mencerminkan bahwa kita meridhoi agama mereka.\rقوله تحريم مؤادة الكافر اى المحبة و الميل بالقلب و اما المخالطة ااظهرية فمكروهة...........اما معاشرتهم لدفع ضرر يحصل منهم او جلب نفع فلا حرمة فيه\rالبجيرمى على الجطيب 4/245\rHaram mencintai orang kafir yakni adanya rasa suka dan kecenderungan hati kepadanya. Sedangkan sekedar bergaul maka hukumnya makruh. Adapun bergaul dengan mereka untuk mencegah timbulnya suatu madlorot yang tidak diinginkan yang mungkin dilakukan oleh mereka, atau mengambil sesuatu manfaat dari mereka dari pergaulan tersebut, maka tidak diharamkan.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/437024832986997/\r1881. SIDRATUL MUNTAHA DAN TEMPAT MANUSIA AGUNG\rPERTANYAAN :\rSalim Cah Nahdlotul Ulama\rAssalamu'alaikum.mau nanya nh tentang mi'rojnya rosul.apakah rosul ketika mi'roj bertemu allah di sidrotul muntaha ? Seumpama ketemu berarti Allah bersemayam di atas dong ? syukron.\rJAWABAN :\r> Alif Jum'an Azend","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"Berikut kutipan dari Mutiara Hikmah Buya Yahya : Sidratil Muntaha dan Tempat Manusia Agung\rBulan ini adalah bulan rojab, jutaan manusia dingatkan kepada sebuah peristiwa agung yang tidak pernah terjadi pada makhluk Allah SWT dari dulu hingga nanti kecuali kepada nabi Muhammad SAW. Peristiwa luar biasa Isra-mi'raj.\rAda hal yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang tentang tempat mulya Sidratul-muntaha dan Mustawa, tempat yang Allah tidak memperkenankan siapapun menginjakkan kakinya di sana kecuali Rasulullah SAW. Bahkan Malaikat Jibril paling mulyanya malaikatpun tidak berani dan tidak bisa sampai kepada tempat tersebut.\rHal lain lagi adalah naik turunya nabi Muhamad untuk mengambil pendapat dari Nabi Musa, berikut perbincangan Rasulullah SAW dengan Allah SWT di tempat tersebut. Kejadian dahsyat dan luar biasa ini sungguh mengagumkan hati ahli iman. Ini adalah memang urusan hati dan tidak akan bisa faham kejadian ini kecuali ahli iman.\rKejadian dahsyat dan luar biasa (Isra-mi'raj) ini sungguh mengagumkan hati ahli iman. Ini adalah memang urusan hati dan tidak akan bisa faham kejadian ini kecuali ahli iman.\rHal yang perlu di cermati dibalik kisah luar biasa ini adalah hanyutya sebagian orang dalam irama kekaguman terhadap kisah sidratul-muntaha dan mustawa berikut dialog Rasulullah SAW dengan Allah SWT. Hingga sampailah pada titik keyakinan bahwa Rasulullah berdialog dengan Allah SWT di tempat itu karena menganggap disitulah tempat Allah SWT. Dan mungkin juga terbayang sebuah suasana hening saling duduk berhadapan dan berdampingan antara Allah SWT dengan Rasulullah SAW.","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Inilah kesesatan aqidah bahkan itulah kekafiran yang tersembunyi dibalik sebuah keyakinan. Disinilah orang sering salah alamat, seolah telah meyakini Tuhan Allah SWT yang (laisa kamtslihi syaiun)tidak diserupai aleh apa dan siapapun, akan tetapi ternyata telah tersesat di jalan menyerupakan Allah dengan makhlukNya. Meyakini Allah SWT bertempat, berhadap-hadapan dengan Rasulullah SAW adalah salah jalan dalam beriman kepada Allah SWT.\rBegitu indah dan istimewanya perjalanan Isro-mi'roj, mempesonakan hati yamg mencari-cari keteduhan dibalik penghambakan kepada Allah SWT. Menghadirkan renungan dalam makna sambung komunikasi dengan Allah Yang Maha Agung yang terurai dalam kekhusukan dalam Sholat. Shalat lima waktu.\rAkan tetapi Shalat yang semestinya penghambaan kepada Allah bisa berubah menjadi penyembahan kepada berhala yang di hayalkan jika ternyata seorang yang lagi Sholat telah meyakini tuhanya duduk dan membutuhkan tempat, buah kesalah pahaman akan isra mi'rojnya Rasulullah.\rShalat yang semestinya penghambaan kepada Allah bisa berubah menjadi penyembahan kepada berhala yang di hayalkan jika ternyata seorang yang lagi Sholat telah meyakini tuhanya duduk dan membutuhkan tempat, buah kesalah pahaman akan isra mi'rojnya Rasulullah.\rSungguh benar Rasulullah SAW telah diperjalankan oleh Allah SWT dari masjidil-haram ke masjidil-aqsa lalu menembus langit ketujuh hingga albaitil-makmur dan sidratul-muntaha dengan ruh dan jasadnya. Lalu berdialog dengan Allah SWT. Itulah tempat kemulyaan yang hanya disediakan untuk memulyakan Rasulullah SAW saja.","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"Yang perlu diyakini bahwa tempat itu bulkanlah tempat Allah SWT. Sebab Allah SWT yang menciptakan tempat. Sebelum Allah SWT menciptakan tempat Allah SWT tidak butuh kepada tempat dan setelah Allah SWT menciptakan tempat Allah SWT tetap tidak butuh kepada tempat. Tidak bisa dan tidak boleh menyebut Allah SWT bertempat.\rBagi Allah SWT sangat mudah mengajak dialog khusus dengan Rasulullah SAW dimana saja. Bisa di Indonesia, Malaysia dan Amerika atau di bukit Tursina seperti yang pernah terjadi pada nabi Musa. Akan tetapi untuk seorang Nabi yang paling Allah SWT cintai dan mulyakan, Allah SWT mengingikan dialog dengan kecintaanNya itu di tempat yang sangat istimewa yang tidak penah dijamah oleh apa dan siapapun.\rTempat tersebut adalah tempat untuk memulyakan Rasulullah SAW dan bukan tempatnya Allah SWT. Maha suci Allah SWT yang tidak diserupai oleh segala ciptaan Nya.\rWallahu a'lam bishshowab.\rSeorang ulama Ahlussunnah wal Jama'ah, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Sayyid Muhammad bin Alwi Maliki menguraikan dalam kitabnya \"Wa huwa bi al’ufuq al-a’la\" yang diterjemahkan oleh Sahara , publisher dengan judul Semalam bersama Jibril ‘alaihissalam: Rekaman berbagai peristiwa besar sepanjang perjalanan akbar dari Mekkah al-Mukarramah menuju Sidrah al Muntaha pada halaman 284 dan 286 menyampaikan :\rHalaman 284 :","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"\"Walaupun dalam kisah mi’raj yang didengar terdapat keterangan mengenai naik-turunnya Rasulullah, seorang muslim tidak boleh menyangka bahwa antara hamba dan Tuhannya terdapat jarak tertentu, karena hal itu termasuk perbuatan kufur. Na’udzu billah min dzalik.\rNaik dan turun itu hanya dinisbahkan kepada hamba, bukan kepada Tuhan. Meskipun Nabi shallallahu alaihi wasallam pada malam Isra’ sampai pada jarak dua busur atau lebih pendek lagi dari itu, tetapi beliau tidak melewati maqam ubudiyah (kedudukan sebagai seorang hamba).\rNabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Nabi Yunus bin Matta alaihissalam, ketika ditelan hiu dan dibawa ke samudera lepas ke dasar laut adalah sama hal ketiadaan jarak Allah ta’ala dengan ciptaan-Nya, ketiadaan arahNya, ketiadaan menempati ruang, ketidakterbatasannya dan ketidaktertangkapnya. Menurut suatu pendapat ikan hiu itu membawa Nabi Yunus alaihissalam sejauh perjalanan enam ribu tahun. Hal ini disebutkan oleh al Baghawi dan yang lainnya.\rApabila anda telah mengetahui hal itu, maka yang dimaksud bahwa Nabi Shallallahu walaihi wasallam naik dan menempuh jarak sejauh ini adalah untuk menunjukkan kedudukan beliau di hadapan penduduk langit dan beliau adalah makhluk Allah yang paling utama. Penegertian ini dikuatkan dengan dinaikkannya beliau diatas Buraq oleh Allah ta’ala dan dijadikan sebagai penghulu para Nabi dan Malaikat, walaupun Allah Mahakuasa untuk mengangkat beliau tanpa menggunakan buraq\".\rHalaman 286 :","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"\"Ketahuilah bahwa bolak-baliknya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam antara Nabi Musa alaihissalam dengan Allah subhanahu wa ta’ala pada malam yang diberkahi itu tidak berarti adanya arah bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Mahasuci Allah dari hal itu dengan sesuci-sucinya.\rUcapan Nabi Musa alaihissalam kepada beliau, “Kembalilah kepada Tuhanmu,” artinya: “kembalilah ke tempat engkau bermunajat kepada Tuhanmu. Maka kembalinya Beliau adalah dari tempat Beliau berjumpa dengan Nabi Musa alaihissalam ke tempat beliau bermunajat dan bermohon kepada Tuhannya. Tempat memohon tidak berarti bahwa yang diminta ada di tempat itu atau menempati tempat itu karena Allah Subhanahu wa ta’ala suci dari arah dan tempat. Maka kembalinya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam kepadaNya adalah kembali Beliau meminta di tempat itu karena mulianya tempat itu dibandingkan dengan yang lain. Sebagaimana lembah Thursina adalah tempat permohonan Nabi Musa alaihissalam di bumi.\rWalaupun beliau pada malam ketika mi’rajkan sampai menempati suatu tempat di mana Beliau mendengar gerak qalam, tetapi Beliau shallallahu alaihi wasallam dan Nabi Yunus alaihissalam ketika ditelan oleh ikan dan dibawa keliling laut hingga samapai ke dasarnya adalah sama dalam kedekatan dengan Allah ta’ala. Kaerena Allah Azza wa Jalla suci dari arah, suci dari tempat, dan suci dari menempati ruang.","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"Al Qurthubi di dalam kitab at-Tadzkirah, mengutip bahwa Al Qadhi Abu Bakar bin al-’Arabi al Maliki mengatakan, ‘Telah mengabarkan kepadaku banyak dari sahabat-sahabat kami dari Imam al-Haramain Abu al Ma’ali Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf al Juwaini bahwa ia ditanya, “Apakah Allah berada di suatu arah?” Ia menjawab, “Tidak, Dia Mahasuci dari hal itu” Ia ditanya lagi, “Apa yang ditunjukkan oelh hadits ini?” Ia menjawab, “Sesungguhnya Yunus bin Matta alaihissalam menghempaskan dirinya kedalam lautan lalu ia ditelan oleh ikan dan menjadi berada di dasar laut dalam kegelapan yang tiga. Dan ia menyeru, “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim,” sebagaimana Allah ta’ala memberitakan tentang dia. Dan ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam duduk di atas rak-rak yang hijau dan naik hingga sampai ke suatu tempat di mana Beliau dapat mendengar gerak Qalam dan bermunajat kepada Tuhannya lalu Tuhan mewahyukan apa yang Ia wahyukan kepadanya, tidaklah Beliau shallallahu alaihi wasallam lebih dekat kepada Allah dibandingkan Nabi Yunus alaihissalam yang berada dikegelapan lautan. Karena Allah Subhanahu wa ta’ala dekat dengan para hambaNya, Ia mendengar doa mereka, dan tak ada yang tersembunyi atasNya, keadaan mereka bagaimanapun mereka bertindak, tanpa ada jarak antara Dia dengan mereka. Jadi, Ia mendengar dan melihat merangkaknya semut hitam di atas batu yang hitam pada malam yang gelap di bumi yang paling rendah sebagaimana Ia mendengar dan melihat tasbih para pengemban ‘Arsy di atas langit yang tujuh. Tidak ada","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Ia mengetahui segala sesuatu dan dapat membilang segala sesuatu\".\r> Aba Zerra\rJadi yang harus diyakini saat sholat itu gmn ?? kan banyak yang bilang, kalau sholat itu dialog dengan Allah, menyembah Allah, apa yang harus dibayangkankan ? Kan kita berkeyakinan Allah ada tanpa arah dan tempat...mohon penjelasannya..biar manteb tauhidnya..\r> Alif Jum'an Azend\rAba Zerra, Dalam penggalan riwayat sebuah hadits yang sangat masyhur disebutkan : \".......Lalu orang itu bertanya lagi : ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau\". Dari situ bisa didapat Makna Ihsan dalam beribadah. Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena Allah, adapun selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi 2 keadaan :\r1. Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa diawasi dan diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya,\r2. Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah dan mengaitkan seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut. Maqom ini lebih tinggi daripada maqom pertama. Jadi ihsan dalam beribadah BUKAN BERARTI DENGAN MEMBAYANGKAN Allah.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/469790653043748/\r1899. PERNIKAHAN NABI ISA SETELAH TURUN KE BUMI\rPERTANYAAN :\rIbnu 'aLy ALhabsyie","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"Dikatakan bahwa nabi isa a.s ketika trun ke bumi untuk membunuh dajjal beliau menikah di bumi.. Pertanyaannya:ada yang tau ga nabi isa menikahnya dengan siapa?! Di tunggu jawabannya..\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rNabi isa menikah dengan wanita penduduk asqolan\rثم أن عيسى يتزوج بإمرآة من أهل عسقلان ويولد له ولدان منها ثم أن عيسى عليه السلام يحج إلى بيت الله الحرام ويزور قبر محمد صلى الله عليه وسلم فيمرض هناك فيموت ويدفن إلى جانب قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم\rKemudian sesungguhnya isa menikah dengan wanita dari penduduk asqolan dan dikaruniai 2 anak kemudian isa alaihis salam hajji ke baitullah alharom dan berziarah dimakam nabi Muhammad saw lalu beliau sakit disana dan akhirnya wafat pula disana dan disemayamkan disamping makam nabi Muhammad saw. [ bada'i izzuhur hal 126 maktabah syamilah ].\r> MuMu Bsa Juga\rAda riwayat :\rان عيسى بن مريم اذا نزل يتزوج و يولد له فيمكث خمسا واربعين سنة ويدفن معي في قبري فأقوم أنا و عيسى من قبري واحد بين ابي بكر و عمر و قيل انه يتزوح امرأة من العرب بعد ما يقتل الدجال و تلد له بنتا فتموت و يموت هو بعد ما يعيش سنين\rAnaknya perempuan (ini kata abu laitsi as-samarqandi ra.) dan ka'ab menyelisihi riwayat ini beliau mengatakan bahwa Nabi isa memiliki 2 anak laki-laki.(mukhtasor tadzkirotu qurthubi imam sya'roniy).\rNama anaknya : Muhammad dan Musa\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/473254079364072/\r1900. TRADISI \" SESAJEN \" DALAM RITUAL KEAGAMAAN DAN MASYARAKAT\rPERTANYAAN :\rFachruddin Al-Abrori Assegaf\rAssalamu'alaikum, Apakah diperbolehkan sesajen untuk Alloh.??? Karena ada sebagian tkoh muslim yang menggunakan sesajen dalam ritualnya (wirid)","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"JAWABAN :\rUmam Zein\rWa'alaikumussalaam, Hukumnya Tafshil :\r1. Haram, jika tujuannya untuk mendekatkan diri (taqarrub ) pada jin,\r2. Boleh, jika hanya bertujuan bersedekah untuk mendekatkan diri pada Alloh (taqarrub ilallah), selama tidak dilakukan dengan menyia-akan harta benda.\rCatatan : Sebenarnya sekedar bersedekah dengan niat mendekatkan diri pada Allah tidak pantas dilakukan di tempat-tempat tadi, agar orang-orang awam tidak meyakini bahwa penghuni tempat-tempat tersebut memang dapat mendatangkan malapetaka kalau tidak diberikan sesajen, atau keyakinan-keyakinan lain yang bertentangan dengan syariat.\rمسألة -ث : العادة المطردة فى بعض البلاد لدفع شر الجن من وضع طعام أو نحوه فى الأبيار أو الزرع وقت حصاده وفى كل مكان يظن أنه مأوى الجن وكذلك إيقاد السرج فى محل ادخار نحو الأرز الى سبعة أيام من يوم الإدخار ونحو ذلك كل ذلك حرام حيث قصد به التقرب إلى الجن بل إن قصد التعظيم والعبادة له كان ذلك كفرا-والعياذ بالله- قياسا على الذبح للأصنام المنصوص فى كتبهم.\rوأما مجرد التصدق بنية التقرب إلى الله ليدفع شر ذلك الجن فجائز ما لم يكن فيه إضاعة مال مثل الإيقاظ المذكور انفا, فإن ذلك ليس هو التصدق المحمود شرعا كما صرحوا أن الإيقاد أمام مصلى التراويح وفوق جبل أحد بدعة.\rقلت : حتى إن مجرد التصدق بنية التقرب إلى الله لا ينبغى فعله فى خصوص تلك الأماكن لئلا يوهم العوام ما لا يجوز إعتقاده.","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"“Tradisi yang sudah mengakar di sebagian masyarakat yang menyajikan makanan dan semacamnya kemudian diletakkan di dekat sumur atau tanaman yang hendak dipanen dan ditempat-tempat lain yang dianggap tempatnya jin, serta tradisi lain seperti menyalakan beberapa lampu di tempat penyimpanan padi selama tujuh hari yang dimulai dari hari pertama menyimpan padi tersebut, begitu pula tradisi-tradisi lain seperti dua contoh di atas itu hukumnya haram jika memang bertujuan mendekatkan diri kepada jin. Bahkan bisa menyebabkan kekafiran ( murtad ) jika disertai tujuan pemuliaan dan wujud pengabdian. Keputusan hukum ini diqiyaskan dengan hukum penyembelihan hewan yang dipersembahkan untuk berhala yang disebutkan oleh fuqaha dalam kitab-kitab mereka.\rAdapun jika sekedar bersedekah dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah untuk menghindarkan diri dari kejahatan yang dilakukan oleh jin tersebut maka diperbolehkan selama tidak dengan cara menyia-nyiakan harta benda, seperti tradisi menyalakan lampu yang baru saja disebutkan. Karena hal tersebut tidak termasuk dalam sedekah yang terpuji dalam pandangan syari'at, Sebagaimana ulama menjelaskan bahwa menyalakan lampu di depan tempat shalat tarawih dan di atas gunung arafah itu dikategorikan bid'ah.\rSaya berkata : Bahkan sekedar bersedekah dengan niat mendekatkan diri pada Allah pun tidak pantas dilakukan di tempat-tempat ditempat-tempat tersebut, agar orang awam tidak salah faham,lalu meyakini hal yang tidak seharusnya diyakini .” (Bulghatut Thullab hlm. 90/91).\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/473134112709402/","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"1904. MASA DITIUPKANNYA RUH PADA JANIN\rPERTANYAAN :\rZaine Elarifine Yahya\rAssalaamu 'alaikum wa 'alaikunna. Usia brapa bulan bayi ditiupkan ruh ? Bolehkah syukuran 4 bulanan berharap doa semoga dalam lindungan Allah swt hingga terlahir nanti ? mohon berbagi ;)\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rMasa ditiupkan ruh pada janin saat ia telah usia 4 bulan/120 dalam kandungan :\rفَإِنْ بَلَغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ أَيْ مِائَةً وَعِشْرِينَ يَوْمًا فَأَكْثَرَ حَدَّ نَفْخِ الرُّوحِ فيه غُسِّلَ وَكُفِّنَ وَدُفِنَ وُجُوبًا بِلَا صَلَاةٍ\rBila ia telah genap usia empat bulan yakni 120 hari keatas, batasan tertiupkannya ruh kedalamnya maka bayi tersebut wajib dimandikan, dikafani dan dikuburkan tanpa dishalati. [ Asna al-Mathaalib I/313 ].\rإنَّ كَمَالَ الْوَلَدِ وَنَفْخَ الرُّوحِ فيه يَكُونُ بَعْدَ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ كما شَهِدَ بِهِ الْخَبَرُ\rSesungguhnya sempurnanya anak dan ditiupkan ruh kedalamnya adalah setelah genap usia 4 bulan sebagaimana yang ditegaskan oleh sebuah hadits. [ Asna al-Mathaalib I/312 ].\rوإذا انفصل لأربعة أشهر أي مائة وعشرين يوما حد نفخ الروح فيه غسل وكفن ودفن وجوبا مطلقا\rBila ia terlahir genap usia empat bulan yakni 120 hari keatas, batasan ditiupkannya ruh kedalamnya maka bayi tersebut wajib dimandikan, dikafani dan dikuburkan secara mutlak. [ I’aanah at-Thoolibiin II/123 ].\rواتفق العلماء على أن نفخ الروح لا يكون إلا بعد أربعة أشهر.\rDan Para Ulama sepakat bahwa masa ditiupkannya ruh tidak terjadi kecuali setelah genap usia empat bulan. [ Fath al-Baari 13/311 ].\rواختلف الفقهاء في موعد نفخ الروح : هل هو بعد أربعين ليلة ، أو بعد اثنتين وأربعين ، أو بعد مائة وعشرين ،...","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"واستدلوا كذلك بحديث ابن مسعود السابق الذي يدل على أن تعلق الروح بالجنين إنما يكون بعد الأربعين الثالثة ، وأن الجنين يجمع في بطن أمه أربعين يوما نطفة ، ثم يكون علقة مثل ذلك ، ثم يكون مضغة مثل ذلك ، ثم تنفخ فيه الروح وبها يكون حيا ،...\rDan para pakar Fiqh berbeda pendapat dalam masa ditiupkannya ruh, apakah 40 malam ?, 42 hari ? Atau 120 hari ? Dan mayoritas ulama berpendapat bahwa masanya adalah 120 hari dengan berlandaskan hadits riwayat Ibn Mas’ud yang telah lalu yang menegaskan bahwa ikatan ruh dengan anak tidak terjadi kecuali setelah masa 40 hari yang ketiga (120 hari), dan sesungguhnya bayi berada dalam rahim ibunya selama 40 hari pertama berbentuk mani, 40 hari berikutnya berbentuk segumpal darah, 40 hari berikutnya berbentuk segumpal daging dan kemudian ditiupkan ruh yang mengakibatkannya menjadi hidup. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 18/265 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/474402359249244/\r1908. WAHDATUL WUJUD\rPERTANYAAN :\rEdi Purwoko\rAssalamualaykum, pinisepuh mohon pencerahan. benarkh ajaran WIHDATULWUJUD itu sesat..?? syukron atas jawabannya\rJAWABAN :\rKhodim Piss-ktb II","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"Bila yang ditanyakan pahamnya maka paham manunggaling kawulo gusti, wahdatul wujud, ittihad, hulul, dan istilah semacamnya adalah sesat berdasarkan ijma'. Bila yang ditanyakan ucapan hulul dari pembesar ulama shufiyah seperti al-Hallaj, Ibnu 'Arabi, dan yang lainnya maka menurut mayoritas ulama tidak boleh dinisbatkan pada mereka paham hulul. Sebab ucapan tersebut adalah istilah khusus shufiyah, kedudukannya sekedar sebagai hikayah yang diucapkan dalam keadaan fana'. Bagi jumhur mereka tidak dihukumi kufur. Sementara segolongan ulama lain seperti as-Subki dan Ibnu Muqri berpendapat tentang kekufurannya.\rPembuktian jumhur bahwa ucapan itu tidak termasuk paham wahdatul wujud, dari mafhum fatwa as-Suyuthi, bisa diketahui dari dua hal:\r- Ucapan tersebut keluar dari mulut pemuka ulama yang masyhur keilmuan dan amal shalihnya\r- Bantahan ulama itu sendiri atas konsep hulul dalam sebagian karyanya yang lain\rSementara pada pemula pengikut shufiyah yang benar-benar terjebak pada paham hulul akan meyakini bahwa seorang salik ketika sudah sampai pada derajat suluk yang tinggi maka terkadang akan menyatu dengan dzatiyah Allah. Wal'iyadzu billah. Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam.\rوأحسن ما اعتذر عمن صدرت منه هذه الكلمة الدالة على ذلك وهي قوله أنا الحق بأنه قال ذلك في حال سكر واستغراق غيبوبة عقل ، وقد رفع الله التكليف عمن غاب عقله وألغى أقواله فلا تعد مقالته هذه شيئا ولا يلتفت إليها فضلا عن أن تعد مذهبا ينقل ، وما زالت العلماء ومحققو الصوفية يبينون بطلان القول بالحلول والاتحاد وينبهون على فساده ويحذرون من ضلاله","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"\"Penjelasan yang paling baik atas ucapan ulama besar 'ana alhaq' yang menunjukan wahdatul wujud yaitu ucapan tersebut diucapkan dalam keadaan mabuk dan tenggelam kesadaran akalnya. Allah mengangkat taklif atas orang yang hilang akal dan hukum ucapannya diabaikan. Maka jangan memiliki anggapan tertentu atas perkataan tersebut, janganlah condong, apalagi menganggapnya sebagai ideologi tersendiri. Tidak henti-hentinya para ulama dan pemuka shufi menjelaskan kebathilan ucapan hulul, mengingatkan atas bahayanya, serta memperingatkan atas kesesatannya.\" (al-Hawi lil Fatawi, 2/123).\rوقال صاحب [ كتاب ] معيار المريدين\rفإذن أصل الاتحاد باطل محال مردود شرعا وعقلا وعرفا باجماع الأنبياء والأولياء ومشايخ الصوفية وسائر العلماء والمسلمين\r\"Pengarang Mi'yar al-Muridin berkata: dasar dari paham ittihad itu bathil, mustahil, dan tertolak oleh syariat, akal, dan 'urf, berdasarkan ijma' anbiya, auliya, para pemuka shufiyah, serta seluruh ulama dan kaum muslimin.\" (al-Hawi lil Fatawi, 2/126).\rولا يظن بهؤلاء العارفين الحلول والاتحاد لأن ذلك غير مظنون بعاقل ، فضلا عن المتميزين بخصوص المكاشفات واليقين والمشاهدات ، ولا يظن بالعقلاء المتميزين على أهل زمانهم بالعلم الراجح والعمل الصالح والمجاهدة وحفظ حدود الشرع الغلط بالحلول والاتحاد وقد أشار إلى ذلك سيدي علي بن وفا فقال من قصيدة له : يظنوا بي حلولا واتحادا وقلبي من سوى التوحيد خالي","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Janganlah beranggapan bahwa para arifin itu berpaham hulul dan ittihad. Sebab hal itu tidak layak dijadikan dugaan oleh orang yang mau berpikir. Terlebih dugaan itu atas orang yang terkemuka dengan ilmu kasyaf, ilmu yaqin, dan ilmu musyahadahnya. Janganlah kaum yang berakal beranggapan bahwa orang yang terkemuka di masanya dengan keunggulan ilmu, amal shalih, mujahadah, teguh menjalankan syariat, akan tergelincir dalam paham hulul dan ittihad. Guruku Ali ibn Wafa mengisyaratkan hal itu dalam syairnya : Mereka menyangkaku berpaham hulul dan ittihad * Sementara hatiku kosong dari selain tauhid. (al-Hawi lil Fatawi, 2/127).\rوقال الشيخ سعد الدين التفتازاني في شرح المقاصد -إلى أن قال- ومنهم بعض المتصوفة القائلون بأن السالك إذا أمعن في السلوك وخاض معظم لجة الوصول فربما يحل الله فيه\rSyaikh Sa'duddin at-Taftazani berkata dalam Syarh al-Maqashid: sebagian pengikut shufi menyangka bahwa suluk ketika ditekuni dan meyelam pada derajat wushul yang dalam maka terkadang akan menyatu dengan Allah di dalam dirinya. (al-Hawi lil Fatawi, 2/128).\rقَالَ السُّبْكِيُّ: وَكَذَا الصُّوفِيَّةُ يَنْقَسِمُونَ إلَى هَذَيْنِ الْقِسْمَيْنِ، وَأَطَالَ فِي ذَلِكَ. ثُمَّ قَالَ فِي آخِرِ كَلَامِهِ: وَمَنْ كَانَ مِنْ هَؤُلَاءِ الصُّوفِيَّةِ الْمُتَأَخِّرِينَ كَابْنِ عَرَبِيٍّ وَابْنِ سَبْعِينَ وَالْقُطْبِ الْقُونَوِيِّ وَالْعَفِيفِ التِّلْمِسَانِيِّ، فَهَؤُلَاءِ ضُلَّالٌ جُهَّالٌ خَارِجُونَ عَنْ طَرِيقِ الْإِسْلَامِ فَضْلًا عَنْ الْعُلَمَاءِ.\rوَقَالَ ابْنُ الْمُقْرِي فِي رَوْضِهِ: إنَّ الشَّكَّ فِي كُفْرِ طَائِفَةِ ابْنِ عَرَبِيٍّ كُفْرٌ.","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"قَالَ شَيْخُنَا: وَهُمْ الَّذِينَ ظَاهِرُ كَلَامِهِمْ عِنْدَ غَيْرِهِمْ الِاتِّحَادُ. قَالَ: وَالْحَقُّ أَنَّهُمْ مُسْلِمُونَ أَخْيَارٌ وَكَلَامُهُمْ جَارٍ عَلَى اصْطِلَاحِهِمْ كَسَائِرِ الصُّوفِيَّةِ وَهُوَ حَقِيقَةٌ عِنْدَهُمْ فِي مُرَادِهِمْ\rAs-Subki berkata: begitu juga kalangan shufi terbagi dalam dua golongan ini, dijelaskannya panjang-lebar, lalu diakhir ucapannya berkata: golongan ulama shufi mutaakhirin seperti Ibnu Arabi, Ibnu Sab'in, al-Qawnawi, dan al-Tilmisani, mereka tersesat, jahil, keluar dari jalur islam apalagi jalur ulama.\rIbnu Muqri berkata : keraguan atas kekafiran golongan seperti Ibnu Arabi akan dihukumi kufur.\rZakariya al-Anshari berkomentar : golongan seperti Ibnu Arabi maksudnya golongan yang ucapan-ucapannya bagi orang lain tampak sebagai ucapan hulul. Pendapat yang benar atas masalah ini bahwa mereka tetap sebagai muslim terkemuka, ucapan-ucapan hulul tersebut diberlakukan dalam konteks istilah mereka para ulama shufiyah serta menjadi kalam haqiqi bagi mereka. (Mughni Muhtaj, 4/97).\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/476349605721186/\r1910. FITNAH KUBUR DAN SIKSA KUBUR\rPERTANYAAN :\rRachmat Affan di\rAssalamu 'alaikum. nanya : samakah antara fitnah qubur n siksa kubur ? mohon dijlaskan..mtur nuwun\rJAWABAN :\r> Timur Lenk","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"يجب الإيمان بعذاب القبر ، فالكافر المكلف الذي مات من غير توبة من كفره يعذب في قبره ، فمن ذلك عرض النار عليه كل يوم مرتين مرة أول النهار ومرة آخره ، وتضييق القبر عليه حتى تختلف أضلاعه ، وضرب الملكين منكر ونكير له بمطرقة من حديد بين أذنيه ، وغير ذلك من العذاب ، وكذلك بعض عصاة المسلمين الذين ماتوا من غير توبة يعذبون في قبورهم عذاباً أقل من عذاب الكفار ، فيصيبهم مثلاً ضغطة القبر والإنزعاج من ظلمته ووحشته .\rومن أنكر عذاب القبر كفر . قال تعالى : { النار ُ يُعرَضون عليها غدوّاً وعشياً ويوم تقوم الساعة أَدخلوا آل فرعون أشد العذاب } سورة غافر / 46 . وقال صلى الله عليه وسلم : \" إن العبد إذا وضع في قبره وتولى عنه أصحابه إنه ليسمع قرع نعالهم إذا انصرفوا أتاه ملكان فيقعدانه فيقولان : ما كنت تقول في هذا الرجل محمد ؟ فأما المؤمن فيقول : أشهد أنه عبد الله ورسوله ، فيقال له : أنظر إلى مقعدك من النار أبدلك الله به مقعداً من الجنة ، فيراهما جميعاً ، وأما الكافر أو المنافق فيقول : لاأدري كنت أقول ما يقول الناس فيه ، فيقال لا دريت ولا تليت ، ثم يضرب بمطرقة من حديد بين أذنيه فيصيح صيحة يسمعها من يليه إلا الثقلين \" . رواه البخاري ومسلم عن أنس عن النبي صلى الله عليه وسلم .\r=============","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"يجب الإيمان بنعيم القبر فإن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر بذلك ومنه توسيع القبر سبعين ذراعاً في سبعين ذراعاً للمؤمن التقي ومن شاء الله له من غير الأتقياء كبعض الشهداء ممن نالوا الشهادة ولم يكونوا أتقياء ، وتنويره بنور يشبه نور القمر ليلة البدر ، وغير ذلك كشم رائحة الجنة ، قال صلى الله عليه وسلم : \" إذا قبر الميت أو الإنسان أتاه ملكان أسودان أزرقان يقال لأحدهما منكر ، وللآخر نكير فيقولان له : ما كنت تقول في هذا الرجل محمد ، فهو قائل ما كان يقول ، فإن كان مؤمناً قال : هو عبد الله ورسوله أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ، فيقولان له إن كنا لنعلم أنك لتقول ذلك ، ثم يفسح له في قبره سبعون ذراعاً في سبعين ذراعاً ، وينور له فيه ، فيقال له : نم فينام كنوم العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله ، حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك \" . رواه ابن حبان .\r=============\rيجب الإيمان بسؤال الملكين منكر ونكير وهو يحصل للمؤمن والكافر من أمة الدعوة ، ثم المؤمن الكامل لا يلحقه فزع ولا انزعاج من سؤالهما لأن الله يثبت قلبه فلا يرتاع من منظرهما المخيف ، لأنهما كما جاء في الحديث أسودان أزرقان ، ويستثنى من السؤال الطفل والشهيد وكذلك الأنبياء ، والمراد بالطفل : من مات دون البلوغ ، وبالشهيد شهيد المعركة .\rIntinya: kita wajib iman adanya siksa kubur, nikmat kubur, dan fitnah atau pertanyaan kubur.\r> Masaji Antoro","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"Wa'alaikumsalam Wr Wb. Yang dimaksud FITNAH KUBUR adalah cobaan, ujian dan kebingungan akan pertanyaan dua malaikat dalam kubur, sedang yang dimaksud SIKSA KUBUR adalah penghimpitan tanah, kesengsaraan dan kegelapan dalam kubur. Siksa kubur terkadang bermula dari fitnah kubur seperti saat seseorang kebingungan menjawab pertanyaan-pertanyaan dua malaikat kemudian ia disiksa tapi terkadang tidak bermula dari fitnah kubur, seperti saat ia dapat menjawab dengan benar namun kemudian ia disiksa sebab sembrono dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.\rمن مات مرابطا في سبيل الله آمنه الله من فتنة القبر ) التحير في سؤال الملكين\r“Barangsiapa meninggal dalam keadaan berkaitan dijalan Allah, maka ia terselamatkan dari fitnah kubur” artinya selamat dari kebingungan dalam pertanyaaan dua Malaikat. [ At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir II/589 ].\rوفي حديث الكسوف [ وإنَّكم تُفْتَنُون في القبور ] يُريد مَسْألة مُنكَر ونَكِير من الفِتْنة : الامْتِحانِ والاخْتِبار . وقد كَثُرت اسْتِعاذتُه من فِتْنَة القَبْر وفِتْنَة الدَّجّال وفِتْنَة المَحْيا والممَات وغير ذلك\rDan tersebutkan dalam hadits al-Kusuuf “Dan sesungguhnya kalian mendapatkan ‘fitnah’ didalam kubur” yang dikehendaki adalah pertanyaan munkar dan nakiir bagian dari fitnah, cobaan dan hjian. [ An-Nihaayah Fii Ghoriib al-Atsaar III/777 ].\rمن فتنة القبر وعذاب النار أي امتحان السؤال فيه أو من أنواع عذابه من الضغطة والظلمة وغيرهما","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"“Dari fitnah kubur dan siksa kubur” artinya fitnah kubur dari ujian pertanyaan dalam kubur atau dari siksa kubur artinya dari penghimpitan tanah, kesengsaraan dan kegelapan dalam kubur. [ ‘Umdah al-Mafaatih Syarh al-Miskaah V/425 ].\r( ومن فتنة القبر ) الحيرة في جواب الملكين ( وعذاب القبر ) عطف عامّ على خاص فعذابه قد ينشأ عن فتنته بأن يتحير فيعذب وقد يكون لغيرها بأن يجيب بالحق ثم يعذب على تفريطه في مأمور أو منهي\r(Dan dari fitnah kubur) artinya kebingungan dalam menjawab pertanyaan dua malaikat. (Dan dari siksa kubur) terdapat athaf ‘Aam pada khash sebab siksa kubur terkadang timbul dari fitnah kubur seperti saat seseorang kebingungan menjawab pertanyaan kemudian ia disiksa dan terkadang ia dapat menjawab dengan benar namun kemudian ia disiksa sebab sembrono dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. [ At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir I/431 ].\r( ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة الا وقاه الله فتنة القبر ) بأن لا يسئل في قبره لما يفاض في يومها وليلتها من عظائم الرحمة\r“Tidak mati seorang muslim dihari jumat atau malamnya kecuali Allah menyelamatkannya dari fitnah kubur” artinya dengan tidak mendapatkan pertanyaan dalam kubur karena dihari dan malam jumah tercurahkan rahmat Allah yang terbesar. [ At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir II/712 ]. Wallaahu A'lamu Bis Shpwaab.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/476741835681963/\r1925. APAKAH DI SYURGA ADA MATAHARI\rPERTANYAAN :\rMukhtashor Zidan Aswaja An-Nawawi\rAssalamu alaikummau nanya,apakah di surga ada matahari ? makasih.\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rتفسير القرطبيمحمد بن أحمد الأنصاري القرطبي","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"قوله تعالى : وجزاهم بما صبروا جنة وحريرا متكئين فيها على الأرائك لا يرون فيها شمسا ولا زمهريرا ودانية عليهم ظلالها وذللت قطوفها تذليلا\rقوله تعالى : وجزاهم بما صبروا على الفقر . وقال القرظي : على الصوم . وقال [ ص: 121 ] عطاء : على الجوع ثلاثة أيام وهي أيام النذر . وقيل : بصبرهم على طاعة الله ، وصبرهم على معصية الله ومحارمه . و ( ما ) : مصدرية ، وهذا على أن الآية نزلت في جميع الأبرار ومن فعل فعلا حسنا . وروى ابن عمر أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - سئل عن الصبر فقال : \" الصبر أربعة : أولها الصبر عند الصدمة الأولى ، والصبر على أداء الفرائض ، والصبر على اجتناب محارم الله ، والصبر على المصائب \" .\rجنة وحريرا أي أدخلهم الجنة وألبسهم الحرير . أي يسمى بحرير الدنيا وكذلك الذي في الآخرة [ وفيه ] ما شاء الله - عز وجل - من الفضل . وقد تقدم : أن من لبس الحرير في الدنيا لم يلبسه في الآخرة ، وإنما ألبسه من ألبسه في الجنة عوضا عن حبسهم أنفسهم في الدنيا عن الملابس التي حرم الله فيها .\rقوله تعالى : متكئين فيها أي في الجنة ; ونصب متكئين على الحال من الهاء والميم في جزاهم والعامل فيها جزى ولا يعمل فيها صبروا ; لأن الصبر إنما كان في الدنيا والاتكاء في الآخرة . وقال الفراء . وإن شئت جعلت متكئين تابعا ، كأنه قال جزاهم جنة متكئين فيها .\rعلى الأرائك السرر في الحجال وقد تقدم . وجاءت عن العرب أسماء تحتوي على صفات : أحدها الأريكة لا تكون إلا في حجلة على سرير ، ومنها السجل ، وهو الدلو الممتلئ ماء ، فإذا صفرت لم تسم سجلا ، وكذلك الذنوب لا تسمى ذنوبا حتى تملأ ، والكأس لا تسمى كأسا حتى تترع من الخمر . وكذلك الطبق الذي تهدى عليه الهدية مهدى ، فإذا كان فارغا قيل طبق أو خوان ; قال ذو الرمة :\rخدود جفت في السير حتى كأنما يباشرن بالمعزاء مس الأرائك أي الفرش على السرر\rAhli surga tidak melihat matahari","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"لا يرون فيها شمسا أي لا يرون في الجنة شدة حر كحر الشمس ولا زمهريرا أي ولا بردا مفرطا ; قال الأعشى :\rمنعمة طفلة كالمها ة لم تر شمسا ولا زمهريرا وعن أبي صالح عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : \" اشتكت النار إلى ربها - عز وجل - قالت : يا رب أكل بعضي بعضا ، فجعل لها نفسين نفسا في الشتاء ونفسا في الصيف ، فشدة ما تجدون من البرد من زمهريرها ، وشدة ما تجدون من الحر في الصيف من [ ص: 122 ] سمومها ) . وعن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال : \" إن هواء الجنة سجسج : لا حر ولا برد \" والسجسج : الظل الممتد كما بين طلوع الفجر وطلوع الشمس . وقال مرة الهمداني : الزمهرير البرد القاطع . وقال مقاتل بن حيان : هو شيء مثل رؤوس الإبر ينزل من السماء في غاية البرد . وقال ابن مسعود : هو لون من العذاب ، وهو البرد الشديد ، حتى إن أهل النار إذا ألقوا فيه سألوا الله أن يعذبهم بالنار ألف سنة أهون عليهم من عذاب الزمهرير يوما واحدا . قال أبو النجم :\rأو كنت ريحا كنت زمهريرا وقال ثعلب : الزمهرير : القمر بلغة طيئ ; قال شاعرهم :\rوليلة ظلامها قد اعتكر قطعتها والزمهرير ما زهر ويروى : ما ظهر ; أي لم يطلع القمر . فالمعنى لا يرون فيها شمسا كشمس الدنيا ولا قمرا كقمر الدنيا ، أي إنهم في ضياء مستديم ، لا ليل فيه ولا نهار ; لأن ضوء النهار بالشمس ، وضوء الليل بالقمر . وقد مضى هذا المعنى مجودا في سورة ( مريم ) عند قوله تعالى : ولهم رزقهم فيها بكرة وعشيا . وقال ابن عباس : بينما أهل الجنة في الجنة إذ رأوا نورا ظنوه شمسا قد أشرقت بذلك النور الجنة ، فيقولون : قال ربنا : لا يرون فيها شمسا ولا زمهريرا فما هذا النور ؟ فيقول لهم رضوان : ليست هذه شمسا ولا قمرا ، ولكن هذه فاطمة وعلي ضحكا ، فأشرقت الجنان من نور ضحكهما ، وفيهما أنزل الله تعالى : هل أتى على الإنسان وأنشد :","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"أنا مولى لفتى أنزل فيه هل أتى ذاك علي المرتضى وابن عم المصطفى قوله تعالى : ودانية عليهم ظلالها أي ظل الأشجار في الجنة قريبة من الأبرار ، فهي مظلة عليهم زيادة في نعيمهم وإن كان لا شمس ولا قمر ثم ; كما أن أمشاطهم الذهب والفضة ، وإن كان لا وسخ ولا شعث ثم . ويقال : إن ارتفاع الأشجار في الجنة مقدار مائة عام ، فإذا اشتهى ولي الله ثمرتها دانت حتى يتناولها . وانتصبت دانية على الحال عطفا على [ ص: 123 ] ( متكئين ) كما تقول : في الدار عبد الله متكئا ومرسلة عليه الحجال . وقيل : انتصبت نعتا للجنة ; أي وجزاهم جنة دانية ، فهي ، صفة لموصوف محذوف . وقيل : على موضع لا يرون فيها شمسا ولا زمهريرا ويرون دانية ، وقيل : على المدح أي دنت دانية . قاله الفراء . ظلالها الظلال مرفوعة بدانية ، ولو قرئ برفع دانية على أن تكون الظلال مبتدأ ودانية الخبر لجاز ، وتكون الجملة في موضع الحال من الهاء والميم في وجزاهم وقد قرئ بذلك . وفي قراءة عبد الله ( ودانيا عليهم ) لتقدم الفعل . وفي حرف أبي ( ودان ) رفع على الاستئناف .\rوذللت أي سخرت لهم قطوفها أي ثمارها تذليلا أي تسخيرا ، فيتناولها القائم والقاعد والمضطجع ، لا يرد أيديهم عنها بعد ولا شوك ; قاله قتادة . وقال مجاهد : إن قام أحد ارتفعت له ، وإن جلس تدلت عليه ، وإن اضطجع دنت منه فأكل منها . وعنه أيضا : أرض الجنة من ورق ، وترابها الزعفران ، وطيبها مسك أذفر ، وأصول شجرها ذهب وورق ، وأفنانها اللؤلؤ والزبرجد والياقوت ، والثمر تحت ذلك كله ; فمن أكل منها قائما لم تؤذه ، ومن أكل منها قاعدا لم تؤذه ، ومن أكل منها مضطجعا لم تؤذه . وقال ابن عباس : إذا هم أن يتناول من ثمارها تدلت إليه حتى يتناول منها ما يريد ، وتذليل القطوف تسهيل التناول . والقطوف : الثمار ، الواحد قطف بكسر القاف ، سمي به لأنه يقطف ، كما سمي الجنى لأنه يجنى .","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"تذليلا تأكيد لما وصف به من الذل ; كقوله : ونزلناه تنزيلا وكلم الله موسى تكليما . الماوردي : ويحتمل أن يكون تذليل قطوفها أن تبرز لهم من أكمامها ، وتخلص لهم من نواها .\rقلت : وفي هذا بعد ; فقد روى ابن المبارك ، قال : أخبرنا سفيان عن حماد عن سعيد بن جبير عن ابن عباس قال : نخل الجنة : جذوعها زمرد أخضر ، وكربها ذهب أحمر ، وسعفها كسوة لأهل الجنة ، منها مقطعاتهم وحللهم ، وثمرها أمثال القلال والدلاء ، أشد بياضا من اللبن ، وأحلى من العسل ، وألين من الزبد ليس فيه عجم . قال أبو جعفر النحاس : ويقال المذلل الذي قد ذلله الماء أي أرواه . ويقال المذلل الذي يفيئه أدنى ريح لنعمته ، ويقال المذلل المسوى ; لأن أهل الحجاز يقولون : ذلل نخلك أي سوه ، ويقال المذلل القريب المتناول ، من قولهم : حائط ذليل أي قصير . قال أبو جعفر : وهذه الأقوال التي حكيناها ذكرها أهل العلم باللغة وقالوها في قول امرئ القيس :\r[ وكشح لطيف كالحديل مخصر ] وساق كأنبوب السقي المذلل\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=48&surano=76&ayano=13\rWallaahu A'laamu Bis Showab.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/479802915375855/\r1937. Membongkar Kesesatan Tauhid Wahabi\rMembongkar Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; tauhid uluhiyyah, tauhid Rububiyyah, tauhid Asma' Wash-shifat\roleh AQIDAH AHLUSSUNNAH : ALLAH ADA TANPA TEMPAT","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"Pendapat kaum Wahabi yang membagi tauhid kepada tiga bagian; tauhid Ulûhiyyah, tauhid Rubûbiyyah, dan tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât adalah bid’ah batil yan menyesatkan. Pembagian tauhid seperti ini sama sekali tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an, hadits, dan tidak ada seorang-pun dari para ulama Salaf atau seorang ulama saja yang kompeten dalam keilmuannya yang membagi tauhid kepada tiga bagian tersebut. Pembagian tauhid kepada tiga bagian ini adalah pendapat ekstrim dari kaum Musyabbihah masa sekarang; mereka mengaku datang untuk memberantas bid’ah namun sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa bid’ah.\rDi antara dasar yang dapat membuktikan kesesatan pembagian tauhid ini adalah sabda Rasulullah:\rأمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتىّ يَشْهَدُوْا أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّيْ رَسُوْل اللهِ، فَإذَا فَعَلُوْا ذَلكَ عُصِمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وأمْوَالَهُمْ إلاّ بِحَقّ (روَاه البُخَاريّ)\r“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darang-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. (HR al-Bukhari).","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"Dalam hadits ini Rasulullah tidak membagi tauhid kepada tiga bagian, beliau tidak mengatakan bahwa seorang yang mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh” saja tidak cukup untuk dihukumi masuk Islam, tetapi juga harus mengucapkan “Lâ Rabba Illallâh”. Tetapi makna hadits ialah bahwa seseorang dengan hanya bersaksi dengan mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh”, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah maka orang ini telah masuk dalam agama Islam. Hadits ini adalah hadits mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah orang dari kalangan sahabat, termasuk di antaranya oleh sepuluh orang sahabat yang telah medapat kabar gembira akan masuk ke surga. Dan hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"Tujuan kaum Musyabbihah membagi tauhid kepada tiga bagian ini adalah tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang Islam ahi tauhid yang melakukan tawassul dengan Nabi Muhammad, atau dengan seorang wali Allah dan orang-orang saleh. Mereka mengklaim bahwa seorang yang melakukan tawassul seperti itu tidak mentauhidkan Allah dari segi tauhid Ulûhiyyah. Demikian pula ketika mereka membagi tauhid kepada tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât, tujuan mereka tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyâbihât. Oleh karenanya, kaum Musyabbihah ini adalah kaum yang sangat kaku dan keras dalam memegang teguh zhahir teks-teks Mutasyâbihât dan sangat “alergi” terhadap takwil. Bahkan mereka mengatakan: “al-Mu’aw-wil Mu’ath-thil”; artinya seorang yang melakukan takwil sama saja dengan mengingkari sifat-sifat Allah. Na’ûdzu Billâh.","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"Dengan hanya hadits shahih di atas, cukup bagi kita untuk menegaskan bahwa pembagian tauhid kepada tiga bagian di atas adalah bid’ah batil yang dikreasi oleh orang-orang yang mengaku memerangi bid’ah yang sebenarnya mereka sendiri ahli bid’ah. Bagaimana mereka tidak disebut sebagai ahli bid’ah, padahal mereka membuat ajaran tauhid yang sama sekali tidak pernah dikenal oleh orang-orang Islam?! Di mana logika mereka, ketika mereka mengatakan bahwa tauhid Ulûhiyyah saja tidak cukup, tetapi juga harus dengan pengakuan tauhid Rubûbiyyah?! Bukankah ini berarti menyalahi hadits Rasulullah di atas?! Dalam hadits di atas sangat jelas memberikan pemahaman kepada kita bahwa seorang yang mengakui ”Lâ Ilâha Illallâh” ditambah dengan pengakuan kerasulan Nabi Muhammad maka cukup bagi orang tersebut untuk dihukumi sebagai orang Islam. Dan ajaran inilah yang telah dipraktekan oleh Rasulullah ketika beliau masih hidup. Apa bila ada seorang kafir bersaksi dengan ”Lâ Ilâha Illallâh” dan ”Muhammad Rasûlullâh” maka oleh Rasulullah orang tersebut dihukumi sebagai seorang muslim yang beriman. Kemudian Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk melaksanakan shalat sebelum memerintahkan kewajiban-kewajiban lainnya; sebagaimana hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh al-Imâm al-Bayhaqi dalam Kitâb al-I’tiqâd. Sementara kaum Musyabbihah di atas membuat ajaran baru; mengatakan bahwa tauhid Ulûhiyyah saja tidak cukup, ini sangat nyata telah menyalahi apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Mereka tidak paham bahwa ”Ulûhiyyah” itu sama saja dengan ”Rubûbiyyah”, bahwa ”Ilâh” itu sama saja artinya","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"dengan ”Rabb”.\rKemudian kita katakan pula kepada mereka; Di dalam banyak hadits diriwayatkan bahwa di antara pertanyaan dua Malaikat; Munkar dan Nakir yang ditugaskan untuk bertanya kepada ahli kubur adalah: ”Man Rabbuka?”. Tidak bertanya dengan ”Man Rabbuka?” lalu diikutkan dengan ”Man Ilahuka?”. Lalu seorang mukmin ketika menjawab pertanyaan dua Malaikat tersebut cukup dengan hanya berkata ”Allâh Rabbi”, tidak harus diikutkan dengan ”Allâh Ilâhi”. Malaikat Munkar dan Nakir tidak membantah jawaban orang mukmin tersebut dengan mengatakan: ”Kamu hanya mentauhidkan tauhid Rubûbiyyah saja, kamu tidak mentauhidkan tauhid Ulûhiyyah!!”. Inilah pemahaman yang dimaksud dalam hadits Nabi tentang pertanyaan dua Malaikat dan jawaban seorang mukmin dikuburnya kelak. Dengan demikian kata ”Rabb” sama saja dengan kata ”Ilâh”, demikian pula ”tauhid Ulûhiyyah” sama saja dengan ”tauhid Rubûbiyyah”.\rDalam kitab Mishbâh al-Anâm, pada pasal ke dua, karya al-Imâm Alawi ibn Ahmad al-Haddad, tertulis sebagai berikut:","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"”Tauhid Ulûhiyyah masuk dalam pengertian tauhid Rubûbiyyah dengan dalil bahwa Allah telah mengambil janji (al-Mîtsâq) dari seluruh manusia anak cucu Adam dengan firman-Nya ”Alastu Bi Rabbikum?”. Ayat ini tidak kemudian diikutkan dengan ”Alastu Bi Ilâhikum?”. Artinya; Allah mencukupkannya dengan tauhid Rubûbiyyah, karena sesungguhya sudah secara otomatis bahwa seorang yang mengakui ”Rubûbiyyah” bagi Allah maka berarti ia juga mengakui ”Ulûhiyyah” bagi-Nya. Karena makna ”Rabb” itu sama dengan makna ”Ilâh”. Dan karena itu pula dalam hadits diriwayatkan bahwa dua Malaikat di kubur kelak akan bertanya dengan mengatakan ”Man Rabbuka?”, tidak kemudian ditambahkan dengan ”Man Ilâhuka?”. Dengan demikian sangat jelas bahwa makna tauhid Rubûbiyyah tercakup dalam makna tauhid Ulûhiyyah.","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"Di antara yang sangat mengherankan dan sangat aneh adalah perkataan sebagian pendusta besar terhadap seorang ahli tauhid; yang bersaksi ”Lâ Ilâha Illallâh, Muhammad Rasulullah”, dan seorang mukmin muslim ahli kiblat, namun pendusta tersebut berkata kepadanya: ”Kamu tidak mengenal tahuid. Tauhid itu terbagi dua; tauhid Rubûbiyyah dan tauhid Ulûhiyyah. Tauhid Rubûbiyyah adalah tauhid yang telah diakui oleh oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. Sementara tauhid Ulûhiyyah adalah adalah tauhid murni yang diakui oleh orang-orang Islam. Tauhid Ulûhiyyah inilah yang menjadikan dirimu masuk di dalam agama Islam. Adapun tauhid Rubûbiyyah saja tidak cukup”. Ini adalah perkataan orang sesat yang sangat aneh. Bagaimana ia mengatakan bahwa orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sebagai ahli tauhid?! Jika benar mereka sebagai ahli tauhid tentunya mereka akan dikeluarkan dari neraka kelak, tidak akan menetap di sana selamanya, karena tidak ada seorangpun ahli tauhid yang akan menetap di daam neraka tersebut sebagaimana telah diriwayatkan dalam banyak hadits shahih. Adakah kalian pernah mendengar di dalam hadits atau dalam riwayat perjalanan hidup Rasulullah bahwa apa bila datang kepada beliau orang-orang kafir Arab yang hendak masuk Islam lalu Rasulullah merinci dan menjelaskan kepada mereka pembagian tauhid kepada tauhid Ulûhiyyah dan tauhid Rubûbiyyah?! Dari mana mereka mendatangkan dusta dan bohong besar terhadap Allah dan Rasul-Nya ini?! Padalah sesungguhnya seorang yang telah mentauhidkan ”Rabb” maka berarti ia telah mentauhidkan ”Ilâh”, dan seorang yang telah","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"memusyrikan ”Rabb” maka ia juga berarti telah memusyrikan ”Ilâh”. Bagi seluruh orang Islam tidak ada yang berhak disembah oleh mereka kecuali ”Rabb” yang juga ”Ilâh” mereka. Maka ketika mereka berkata ”Lâ Ilâha Illallâh”; bahwa hanya Allah Rabb mereka yang berhak disembah; artinya mereka menafikan Ulûhiyyah dari selain Rabb mereka, sebagaimana mereka menafikan Rubûbiyyah dari selain Ilâh mereka. Mereka menetapkan ke-Esa-an bagi Rabb yang juga Ilâh mereka pada Dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya, dan pada segala perbuatan-Nya; artinya tidak ada keserupaan bagi-Nya secara mutlak dari berbagai segi”.\r(Masalah): Para ahli bid’ah dari kaum Musyabbihah biasanya berkata: ”Sesungguhnya para Rasul diutus oleh Allah adalah untuk berdakwah kepada umatnya terhadap tauhid Ulûhiyyah; yaitu agar mereka mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Adapun tauhid Rubûbiyyah; yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan seluruh alam ini, dan bahwa Allah adalah yang mengurus segala peristiwa yang terjadi pada alam ini, maka tauhid ini tidak disalahi oleh seorang-pun dari seluruh manusia, baik orang-orang musyrik maupun orang-orang kafir, dengan dalil firman Allah dalam QS. Luqman:\rوَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لَيَقُولَنَّ اللهُ (لقمان: 25)\r“Dan jika engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan seluruh lapisan langit dan bumi? Maka mereka benar-benar akan menjawab: “Allah” (QS. Luqman: 25)","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"(Jawab): Perkataan mereka ini murni sebagai kebatilan belaka. Bagaimana mereka berkata bahwa seluruh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sama dengan orang-orang mukmin dalam tauhid Rubûbiyyah?! Adapun pengertian ayat di atas bahwa orang-orang kafir mengakui Allah sebagai Pencipta langit dan bumi adalah pengakuan yang hanya di lidah saja, bukan artinya bahwa mereka sebagai orang-orang ahli tauhid; yang mengesakan Allah dan mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Terbukti bahwa mereka menyekutukan Allah, mengakui adanya tuhan yang berhak disembah kepada selain Allah. Mana logikanya jika orang-orang musyrik disebut sebagai ahli tauhid?! Rasulullah tidak pernah berkata kepada seorang kafir yang hendak masuk Islam bahwa di dalam Islam terdapat dua tauhid; Ulûhiyyah dan Rubûbiyyah! Rasulullah tidak pernah berkata kepada seorang kafir yang hendak masuk Islam bahwa tidak cukup baginya untuk menjadi seorang muslim hanya bertauhid Rubûbiyyah saja, tapi juga harus bertauhid Ulûhiyyah! Oleh karena itu di dalam al-Qur’an Allah berfirman tentang perkataan Nabi Yusuf saat mengajak dua orang di dalam penjara untuk mentauhidkan Allah:\rأَأَرْبَابٌ مُتَفَرّقُوْنَ خَيْرٌ أمِ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهّار (يوسف: 39\r”Adakah rabb-rabb yang bermacam-macam tersebut lebih baik ataukah Allah (yang lebih baik) yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan yang maha menguasai?!” (QS. Yusuf: 39).\rDalam ayat ini Nabi Yusuf menetapkan kepada mereka bahwa hanya Allah sebagai Rabb yang berhak disembah.","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Perkataan kaum Musyabbihah dalam membagi tauhid kepada dua bagian, dan bahwa tauhid Ulûhiyyah (Ilâh) adalah pengakuan hanya Allah saja yang berhak disembah adalah pembagian batil yang menyesatkan, karena tauhid Rubûbiyyah adalah juga pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat di atas. Dengan demikian Allah adalah Rabb yang berhak disembah, dan juga Allah adalah Ilâh yang berhak disembah. Kata “Rabb” dan kata “Ilâh” adalah kata yang memiliki kandungan makna yang sama sebagaimana telah dinyatakan oleh al-Imâm Abdullah ibn Alawi al-Haddad di atas.\rDalam majalah Nur al-Islâm, majalah ilmiah bulanan yang diterbitkan oleh para Masyâyikh al-Azhar asy-Syarif Cairo Mesir, terbitan tahun 1352 H, terdapat tulisan yang sangat baik dengan judul “Kritik atas pembagian tauhid kepada Ulûhiyyah dan Rubûbiyyah” yang telah ditulis oleh asy-Syaikh al-Azhar al-‘Allamâh Yusuf ad-Dajwi al-Azhari (w 1365 H), sebagai berikut:","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"[[“Sesungguhnya pembagian tauhid kepada Ulûhiyyah dan Rubûbiyyah adalah pembagian yang tidak pernah dikenal oleh siapapun sebelum Ibn Taimiyah. Artinya, ini adalah bid’ah sesat yang telah ia munculkannya. Di samping perkara bid’ah, pembagian ini juga sangat tidak masuk akal; sebagaimana engkau akan lihat dalam tulisan ini. Dahulu, bila ada seseorang yang hendak masuk Islam, Rasulullah tidak mengatakan kepadanya bahwa tauhid ada dua macam. Rasulullah tidak pernah mengatakan bahwa engkau tidak menjadi muslim hingga bertauhid dengan tauhid Ulûhiyyah (selain Rubûbiyyah), bahkan memberikan isyarat tentang pembagian tauhid ini, walau dengan hanya satu kata saja, sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Demikian pula hal ini tidak pernah didengar dari pernyataan ulama Salaf; yang padahal kaum Musyabbihah sekarang yang membagi-bagi tauhid kepada Ulûhiyyah dan Rubûbiyyah tersebut mengaku-aku sebagai pengikut ulama Salaf. Sama sekali pembagian tauhid ini tidak memiliki arti. Adapun firman Allah:\rوَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لَيَقُولَنَّ اللهُ (لقمان: 25)\r“Dan jika engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan seluruh lapisan langit dan bumi? Maka mereka benar-benar akan menjawab: “Allah” (QS. Luqman: 25)","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"Ayat ini menceritakan perkataan orang-orang kafir yang mereka katakan hanya di dalam mulut saja, tidak keluar dari hati mereka. Mereka berkata demikian itu karena terdesak tidak memiliki jawaban apapun untuk membantah dalil-dalil kuat dan argumen-argumen yang sangat nyata (bahwa hanya Allah yang berhak disembah). Bahkan, apa yang mereka katakan tersebut (pengakuan ketuhanan Allah) ”secuil”-pun tidak ada di dalam hati mereka, dengan bukti bahwa pada saat yang sama mereka berkata dengan ucapan-ucapan yang menunjukan kedustaan mereka sendiri. Lihat, bukankah mereka menetapkan bahwa penciptaan manfaat dan bahaya bukan dari Allah?! Benar, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dari mulai perkara-perkara sepele hingga peristiwa-peristiwa besar mereka yakini bukan dari Allah, bagaimana mungkin mereka mentauhidkan-Nya?! Lihat misalkan firman Allah tentang orang-orang kafir yang berkata kepada Nabi Hud:\rإِن نَّقُولُ إِلاَّ اعْتَرَاكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوءٍ (هود: 54)\r”Kami katakan bahwa tidak lain engkau telah diberi keburukan atau dicelakakan oleh sebagian tuhan kami” (QS. Hud: 54).\rSementara Ibn Taimiyah berkata bahwa dalam keyakinan orang-orang musyrik tentang sesembahan-sesembahan mereka tersebut tidak memberikan manfaat dan bahaya sedikit-pun. Dari mana Ibn Taimiyah berkata semacam ini?! Bukankah ini berarti ia membangkang kepada apa yang telah difirmankah Allah?! Anda lihat lagi ayat lainnya dari firman Allah tentang perkataan-perkataan orang kafir tersebut:","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"وَجَعَلُوا للهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَاْلأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا للهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَاكَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَيَصِلُ إِلَى اللهِ وَمَاكَانَ للهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَآئِهِمْ (الأنعام: 136)\r”Lalu mereka berkata sesuai dengan prasangka mereka: ”Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka sajian-sajian yang diperuntukan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukan bagi Allah maka sajian-sajian tersebut sampai kepada berhala mereka” (QS. al-An’am: 136).\rLihat, dalam ayat ini orang-orang musyrik tersebut mendahulukan sesembahan-sesembahan mereka atas Allah dalam perkara-perkara sepele.\rKemudian lihat lagi ayat lainnya tentang keyakinan orang-orang musyrik, Allah berkata kepada mereka:\rو َمَانَرَى مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاؤُا (الأنعام: 94)\r”Dan Kami tidak melihat bersama kalian para pemberi syafa’at bagi kalian (sesembahan/berhala) yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu tuhan di antara kamu”(QS. al-An’am: 94).\rDalam ayat ini dengan sangat nyata bahwa orang-orang kafir tersebut berkeyakinan bahwa sesembahan-sesembahan mereka memberikan mafa’at kepada mereka. Itulah sebabnya mengapa mereka mengagung-agungkan berhala-berhala tersebut.","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"Lihat, apa yang dikatakan Abu Sufyan; ”dedengkot” orang-orang musyrik di saat perang Uhud, ia berteriak: ”U’lu Hubal” (maha agung Hubal), (Hubal adalah salah satu berhala terbesar mereka). Lalu Rasulullah menjawab teriakan Abu Sufyan: ”Allâh A’lâ Wa Ajall” (Allah lebih tinggi derajat-Nya dan lebih Maha Agung).\rAnda pahami teks-teks ini semua maka anda akan paham sejauh mana kesesatan mereka yang membagi tauhid kepada dua bagian tersebut!! Dan anda akan paham siapa sesungguhnya Ibn Taimiyah yang telah menyamakan antara orang-orang Islam ahli tauhid dengan orang-orang musyrik para penyembah berhala tersebut, yang menurutnya mereka semua sama dalam tauhid Rubûbiyyah!”. [ oleh Cah Bayi ].\r1965. SIFAT KEAMPUHAN KERIS PUSAKA SAKTI DARI SISI TAUHID\rP E R T A N Y A A N :\rAmien Rowie\rKeris adalah peninggalan bersejarah dijawa.. Bagemana hukumnya percaya pada keris, bahwa keris itu penya kekuatan..???? tetapi memang sudah terbukti bahwa keris itu penya kekuatan karena ada khodam didalamnya,, dan tidak diketahui pakah khodamnya itu setan atau jin kafir atau yang lain, yang pasti keris itu terbukti ampuh, semisal, orang yang megang keris tersebut menjadi kebal tidak mempan pokulan berat n senjata tajam.. Bagaimana hukumnya percaya keris tersebut yang mempunyai kekuatan..?? Dan bagemana hukumnya memake keris untuk berobat dengan keris yang mempunyai kekuatan bisa menyembuhkan..???? Mohon kterangan yang detail dan jelas bukn cuman ibarot saja... Triterimakasihh.\rJ A W A B A N :\r> Sunde Pati\rومن يقل بالطبع أو بالعلة فذاك كفر عند أهل الملة ومن يقل بالقوة المودعة فذاك بدعي فلا تلتفت","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"WAMAN YAQUL BITTOB'I AU BIL ILLATTI....FADZAKA KUFRUN INDA AHLIL MILLATI WAMAN YAQUL BIQUWWATIL MUDA'ATI....FADZAKA BID IYYUN FALA TALTAFITI [khoridatul bahiyyah]\r> Umi Davin\rAfwan, semoga keterangan ini membantu : Imam al-Munawi menjelaskan, menggunakan rukyah (kecuali yang syar’iyyah), jimat dan pelet (pengasihan) dianggap syirik sebagaimana dalam redaksi hadits, karena hal-hal di atas yang dikenal di zaman Rasulallah sama dengan yang dikenal pada zaman jahiliyah yaitu ruqyah (yang tidak syar’iyyah), jimat dan pengasihan yang mengandung syirik. Atau dalam hadits, Rasulallah menganggap rukqah adalah syirik karena menggunakan barang-barang tersebut berarti pemakainya mengi’tikadkan bahwa benda-benda itu mempunyai pengaruh (ta’tsir) yang bisa menjadikan syirik kepada Allah. Imam ath-Thayyibi menanggapi hadits tersebut bahwa yang dimaksudkan dengan syirik pada hadits di atas adalah mengi’tikadkan bahwa jimat tersebut mempunyai kekuatan dan bisa mempengaruhi (kekuatan merubah sesuatu) dan itu jelas-jelas bertentangan dengan ke-tawakkal-an.[2]\rDi bagian lain al-Munawi menjelaskan bahwa pengguna jimat sama dengan melakukan pekerjaan ahli syirik yang mengi’tikadkan bahwa jimat tersebut dapat menolak takdirnya yang sudah tercatat. Namun, jika jimat tersebut berupa asma atau kalam Allah atau dengan (tulisan berbentuk) dzikir Allah yang tujuannya untuk ber-tabarruk kepada Allah atau penjagaan diri serta tahu bahwa yang dapat memudahkan segala sesuatu adalah Allah maka hal itu tidak diharamkan. Pendapat ini disampaikan Ibnu Hajar yang dikutip oleh al-Munawi dalam Faidh al-Qadir.[3]","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"[www.piss-ktb.com/2012/03/f0020-rajah-wifiq-jimat.html]\rKeterangan yang lain\r> Sulis Saja Imuet\rHukum berobat dengan orang semacam PONARI dan batunya selama mayakini bahwa mu’astirnya (yang menyembuhkan) adalah Allah ,bukan air yang dicelupkanin batu\rHukum keyakinan diklasifikasikan dalam 4 bentuk:\rKalau menyakini bahwa yang menyembuhkan adalah batu ponari maka ulama’ sepakat dihukumi kufur.\rKalau Menyakini bahwa yang menyembuhkan adalah batu ponari atas kekuatan yang di titipkan Allah pada batu tersebut maka khilaf\r- Pendapat Al-Ashoh tidak dihukumi kufur dan bisa disebut fasiq.\r- Muqobil Ashoh dihukumi kufur.\rKalau meyakini bahwa batu tersebut pasti bisa menyembuhkan dengan ketentuan Allah maka tergolong jahil (orang bodoh) dan tidak menyebabkan kufur\rKalau meyakini bahwa batu tersebut biasanya bisa menyembuhkan dengan ketentuan Allah maka termasuk golongan yang selamat.\rReverensi:\rTuhfah Al-Murid hlm. 58\rGhoyatu Talkhish hlm. 206\rMajmu’ vol. IX hlm. 51.\rKifayah Al-’Awam hlm. 44\rTuhfah Al-Muhtaj vol. VI hlm. 163 Fatawi Al-Haditsiyah hlm 316\r[www.piss-ktb.com/2012/02/594-aqidah-berobat-ke-dukun-ponari.html]\r> Amien Rowie\rItukan jawaban fersi kitab,, keadaannya itu bukan sperti kitab.. Semisal keris itu ampuh karena ada khodamnya tetapi tidk diketahui entah khodamnya itu setan atau jin kafir dll..??? N keris itu sudah diuji coba barang siapa yang memegangnya menjadi kebal pukulan berat n senjata tajam.. Secra nyata keris itu mempunyai kekuatan, masak mau diingkari..???? Trus bagemna jika orang itu memanfaatkan keampuhan keris itu, yang memang keampuhannya itu nyata..???","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"> Zaedun Kaslanun\rMas amien, kekuatan keris itu real dan nyata..... lebih nyata mn sm kekuatan pisau tuk memotong. api menghanguskan. obat mnyembuhkan. makan mngenyangkan. air mnyegarkan. uang mempede kan....itu semua nyata..sudah banyak di bahas dulu jg...itu kan domain/wilayah keyakinan...\rLAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL 'ADZIM.... HANYA ALLOH LAH yang PUNYA KEKUATAN..\rCuma dari sudut syariat mbo kalau sakit ya berobat... kalau lapar ya mangan..dst. apalagi soal khodam yang ada di keris itu sugesti...mlah kalau kita tidak memusti musti keris itu saya yakin kekuatan khodam itu tak akan muncul. . karena khodam itu kerja nya kaya anak mami.. jadi tak ada kekuatan apapun dalam keris yang ada khodam nya kalau kita meganggap dan meyakini keris itu nggak ada apa apanya.... INNALLOHA 'INDA DZONI ABDIHI...afwan\r> Satria Cirebon","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"Benda-benda yang memiliki kekuatan seperti keris adalah bagian kecil yang menunjukkan bahwa Allah Maha Berkuasa, Maha Menghendaki benda apapun untuk memiliki kkuatan. Justru tidak mmpercayai bahwa Allah mampu mmberikan kkuatan kepadaa ssuatu itu bisa mengingkari akan qudrat dan iradat Allah. yang tidak boleh adalah meyakini bahwa benda2 itu (keris) punya kekuatan independent artiya meyakini bahwa benda2 itu benar2 memiliki kkuatan dengan melepaskan diri dari kmahakuasaan Allah atau tanpa peran serta Allah.... Sama seperti pasien yang berobat ke dokter, lalu dia yakin bahwa dokterlah yang menybuhan penyakitnya secara independent tanpa peran serta Allah, itu tidak boleh, karenaa Allah lah zat Yang Maha Penyembuh. Dan Allah berkuasa untuk berkehendak memberikan \"kekuatan\" atau kelebihan kepadaa orang-orang tertentu untuk menjadi dokter....\r> Brandal Loka Jaya\rToloNg ini di pahami insya AlLah dang buyar : Addasuki ! Rumusan aqidah yang terkai hal hukum adat dan hukum aqli. .\rإعلم أن العقلاء على أربعة أقسام فمنهم من اعتفد أن الاسباب العادية تؤثر بطبعها وذاتها والتلازم بينهما عقلى وهذا كفر اجماعا","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"ومنهم من اعتقد أن الاسباب العادية تؤثر فى مسبباتها بقوة أودعهاالله فيها والتلازم فيها والتلازم بيهما عادي وهذا فى كفره قولان والصحيح عدم كفره ومن هذا يعلم أن الصحيح عدم كفر المعتزلة لأنهم يقولون ان العبد يخلق أفعال نفسه الاختيارية بقوة أودعها الله فيه وهى القدرة الحادثة التى خلقها فيه ومنهم من يعتقد أن المؤثر فى المسببات العادية كالاحراق والشبع هو الله وحده الا أنه يعتقد أن الملازم بين الاسباب والمسببات عقلية لا يمكن تخلفها فمتى وجدت النار وجد الاحراق ومتى وجد الأكل وجد الشبع وهذا غير كافر اجماعا الا انه هذا الاعتقاد جهل وربما جره ذلك الجهل الى الكفر لانه يلزمه انكار ماخالف العادة فربما أنكر البعث واحياء الموتى فيكفر وذلك لان العادة أن الميب اذا مات يوضع فى القبر ولا يحيا ذلك فربما اعتقد أنه لا يمكن تخلق ذلك فيكفر البعث واحياء الموتى فيكفر ومنهم من يعتقد أن المؤثر فى المسسبا العادية هو الله وحده وأن الملارمة والمقارنة بين الاسباب والمسباب عادي يمكن تحلفه بأن يوجد السبب والمسب هذا الاعتقاد هو المنجى عند الله وهو اعتقاد أهل السنة\r> El-mahendra Berdo'a\rSemua kekuatan hanya dari Allah..benda sejarah hanya sebagai pelantara. percaya sama kekuatan benda bisa mengakibatkan kekufuran. mungkin ibaroh ini bisa membantu, fathul wahab juz 2 hal 151","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"(مسألة فى أقسام السحر وحكمه) السحر أنواع منها سحر قوم نسبوا للأفلاك والكواكب تأثيرا لكونها آلهة أو أن الإله أعطاها قوة نافذة فى العالم وفوض تدبيره إليها ومنها سحر أصحاب الأوهام الزاعمين أن الإنسان يبلغ بالتصفية فى القوة إلى حيث يقدر على الإيجاد والإعدام والإحياء والإماتة وقلب الأشكال وكلا النوعين كفر عملا وتعلما, ومنها التخييلات الآخذة بالعيون وهى الشعوذة وما يجرى مجراها من إظهار الأمور العجيبة بواسطة ترتيب الآلات الهندسية وخفة اليد والاستعانة بخواص الأدوية والأحجار وليست كفرا وإطلاق السحر عليها تجوز وفى التحريم إن لم يترتب عليها مفسدة خلاف, ومنها الاستعانة بالأرواح الأرضية بواسطة الرياضة وقراءة العزائم إلى حيث يخلق الله تعالى عقب ذلك على سبيل جرى العادة بعض خوارق وهذا النوع قالت المعتزلة إنه كفر لأنه لا يمكن معه معرفة صدق الرسل عليهم الصلاة والسلام للالتباس ورد بأن العادة الإلهية جرت بصرف المعارضين للرسل عن إظهار خارق ثم التحقيق أن يقال إن كان من يتعاطى ذلك خيرا متشرعا فى كامل ما يأتى ويذر وكان من يستعين به من الأرواح الخيرة وكانت عزائمه لا تخالف الشرع وليس فيما يظهر على يده من الخوارق ضرر شرعى على أحد وليس ذلك من السحر بل من الأسرار والمعونة وإلا فهو حرام إن تعلمه ليعمل به بل يكفر إن اعتقد حل ذلك فإن تعلمه ليتوقاه فمباح وإلا فمكروه. إهـ\r> Didy Humaidy\rYang penting i'tiqod-nya harus di luruskan. Keris atau apapun juga hanyalah sabab.. Allah-lah yang memberi ta'tsir (efek).\rفمن اعتقد أن الأسباب العادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر في مسبباتها كالحرق والقطع والشبع\rوالري بطبعهاوذاتها فهو كافر بالإجماع","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"أو بقوة خلقها الله فيها ففي كفره قولان والأصح أنه ليس بكافر بل فاسق مبتدع ومثل القائلين بذالك المعتزلة القائلون بأن العبد يخلق أفعال نفسه الإختيارية بقدرة خلقها الله فيه فالأصح عدم كفرهم\rومن اعتقد أن المؤثر هو الله لكن جعل بين الأسباب ومسبباتها تلازما عقليا بحيث ? يصح تخلفها فهو جاهل وربما جره ذالك الى الكفر فإنه قد ينكر معجزات الأنبياء لكونها على خلاف العادة\rومن اعتقد أن المؤثر هو الله وجعل بين الأسباب والمسببات تلازما عاديا بحيث يصح تخلفها فهو المؤمن الناجي إن شاء الله تعالى\rTuhfatu-Murid 58\r> Maeqien Jaedied\rYang BENAR adalah apabila kita percaya bahwa semua dzat selain Dzat ALLAH tidak berhasiat apapun, sebb ALLAH Bersifat WAHDANIYAT FIL 'AF'AL, FISH-SHIFAT dan FIDZ-DZAT, Kalaupun ada kejadian pada waktu membawa keris tahan tembak, misalnya. . Kebal misalnya, itu semata-mata dikebalkan oleh-Nya yang bersamaan/ MUQOORONAH dengan Membawa keris itu. Begitu juga Tongkat Nabi Musa. .. Kehebatannya bukan dari watak tongkat itu sendiri, tapi pada sejatinya Dari-Nya.\rSaya berpaku pada sebuah ayat \" WALLAAHU KHOLAQOKUM WA MAA TA'MALUUNA \" Mengapa KAMI katakan. \" Orang yang beri'tiqod bahwa keris itu berkhasiat dikarnakan watak keris itu sendiri adalah KAFIR \" karena ALLAH Wahdaniyat fil 'af'al, fish-shifat dan fidz-Dzat.\rsaya hanya memahami dar? sifat Wahadiyyat-Nya ,gusti ALLAAH, yang menafikan kam yang 5 itu, dari sebuah ktb Syarh Kifayatul 'awam.","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Memang semuanya dan pastinya semua dari-Nya, dan juga tidak ada pekerjaan dan khasiat apapun kecuali dari-Nya, dan juga tak ada satupun pekerjaan yang pada hakikatnya adalah pekerjaan makhluk, melainkan pekerjaan itu adalah pekerjaan ALLAH Semata,\rJika ada orang bekerja maka pekerjaan itu sebenarnya pekerjaan ( yang diciptakan ) oleh-Nya,\rWalaahu kholaqookum wa maa ta'maluuna,MEMANG IA sebab musabbab dan perantara adalah SUNNATULLAH.. .dalam artian bahwaasanya ALLAH Menjadikan PENGARUH sesuatu ketika mendapatinya SEBAB-SEBAB, Lalu ALLAH Menjadikan kebakaran ketika menyentuhnya api pada sesuatu yang dibakar, menjdikan potongan ketika menyentuhnya pisau pada brng yang akan dipotong dst. . Sama halnya dengan orang yang membawa KERIS dan d?tusuk atau ditembak kok kebal / tak apa-apa ini semata-mata orang tersebut dikebalkan oleh-Nya bersamaan / Muqooranah dengan membawa keris itu.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/487839737905506/\r1972. KEUTAMAAN BUMI DIBANDINGKAN DENGAN LANGIT\rP E R T A N Y A A N :\rMumu Bsa\rAssalamuialaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh waridwanuh.... Pertanyaan titipan : '' lebih afdol mana langit sama bumi'' ? nyimak :D\rJ A W A B A N :\rMumu Bsa\rWa'alaikumussalaam... Lebih utama bumi dibanding langit, barusan nemu 'Ibarah..\rقوله: (وعند دخول مكة) هي أفضل الأرض عندنا مطلقاً، وفضل مالك المدينة والخلاف في غير البقعة التي دفن بها فإنها أفضل حتى من العرش، والكرسي بالإجماع كما ذكره الشهاب في شرح الشفاء، ولكل من مكة، والمدينة أسماء كثيرة نحو مائة قال النووي ، ولا يعرف في البلاد أكثر أسماء منهما، وكثرة الأسماء تدل على شرف المسمى","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"Perkataan: (ketika memasuki mekkah) dia/ mekkah adalah afdholnya tempat di bumi disisi kami secara mutlaq, dan Imam malik lebih mengutamakan Madinah, adapun perselisihan terjadi adalah di tempat yang bukan di Makamkan Nabi di tempat itu , karena tempat dimana Nabi di makamkan di situ sesungguhnya lebih Afdhol walaupun dari Arsy, dan Kursi bil Ijma. sebagaimana yang disebutkan oleh ''Asy-Syihab'' didalam kitab As-syifa, dan seluruhnya daripada Mekkah dan Madinah memiliki Nama yang banyak sekitar 100 nama, Imam Nawawi berkata dan tidak di ketahui di satu negri memiliki nama yang lebih banyak daripada keduanya, dan Banyaknya Nama menunjjukan atas mulianya yang dinamai.\rJadi Bumi lebih utama karena ada Makam Nabi Muhammad shalallahu alaihi was sallam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/488975387791941/\r1977. DALIL NAMA MALAIKAT PENCABUT NYAWA ITU 'IZROIL\rP E R T A N Y A A N :\rWajah Baru\rAssalamu'alayikum........ Maaf Poro Rawuh... Saya membaca Majmu' fatwa Al-bani Syamilah 1/10.. Malaikat Pencabut Nyawa Bukanlah Izrail.. Penamaan “Izrail” seperti yang menyebar dikalangan manusia itu tidak ada asalnya,namun hanya dari berita-berita isra’iliyyat (yaitu berita tentang umat terdahulu yang tidak melalui jalur Nabi). Yang Ditanyakan...Siapa Nama Malaikat Pencabut Nyawa...??? Sebenarnya.. Matur Suwun....\rAbdullah Afif\rO ya, maaf , saya tampilkan teks fatwa dari Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz yang dimaksud :\rوالموت ليس هو عزرائيل بل هو شيء آخر، وإنما عزرائيل ملك موكل بالموت\rWAL MAUT LAISA HUWA IZRAAIL BAL HUWA SYAI`UN AAKHAR, WA INNAMAA IZRAA`IL MALAKUN MUWAKKALUN BIL MAUT","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"adapun maut itu bukan izrail, itu sesuatu yang lain. Izrail adalah malaikat yang ditugasi dengan maut\rSumber link : http://www.binbaz.org.sa/mat/8257 sekali lagi 'afwan......\rIbnu Toha\rini Fatwa Syekh Al-Baniy yang dimaksud :\rوقال الشيخ الألباني في تعليقه على قول الطحاوي:\r\" ونؤمن بملك الموت الموكل بقبض أرواح العالمين \". قال رحمه الله: قلت: هذا هو اسمه في القرآن، وأما تسميته بـ \"عزرائيل\" كما هو الشائع بين الناس فلا أصل له، وإنما هو من الإسرائيليات اهـ.\rFOKUS :\rكما هو الشائع بين الناس فلا أصل له\rFatwa Syekh Utsaimin :\rوقال الشيخ ابن عثيمين:\r(ملك الموت) : وقد اشتهر أن اسمه (عزرائيل) ، لكنه لم يصح، إنما ورد هذا في آثار إسرائيلية لا توجب أن نؤمن بهذا الاسم، فنسمي من وُكِّل بالموت بـ (ملك الموت) كما سماه الله عز وجل في قوله: (قل يتوفاكم ملك الموت الذي وكل بكم ثم إلى ربكم ترجعون) اهـ. \"فتاوى ابن عثيمين\" (3/161)\rFOKUS :\rلا توجب أن نؤمن بهذا الاسم\rJ A W A B A N :\r> Sedot Wc\rWa'alaikumussalam.. DIANTARA PERKARA YANG WAJIB DIYAKINI IALAH SESUNGGUHNYA MALAIKAT PENCABUT NYAWA INI MALAIKAT IZROIL YANG BERTUGAS MENCABUT NYAWA DENGAN SEIZIN ALLAH SWT.WALAU BINATANG PELA PELA(LALAT yang BESAR)\rKARENA ADA FIRMAN ALLAH SWT. : Katakanlah:malaikat maut yang diserahi untuk mencbut nyawamu akan memtikan kamu.kemudian hanya kepda ALLAH SWT.lah kami akan di kembalikan(assajadah ayat 11).\rDalil yang diriwayatkan ole imam Thobroni dan lainya dari malaikat maut : Demi allah, andaikta aku menghendaki mencabut nyawa nyamuk pasti aku tidak mampu mencabutnya, sehingga Allah SWT. Dzat yang telah mengizinkan untuk mencabutnya","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"WADAKARO BA'DUHUM ANNALLAHA TA'ALA HUWAL LADII YAQBIDHU *(nyabut) RUKHA MALAKIL MAUTI WA ARWAAKHAS SUHADAAI.\rMalaikat sama suhada' yang nyabut nyawanya hanya Allah SWT. *^_^* kitab tanwirul qulub *^_^*\r> Abdurrahman As-syafi'i\rو عزرائيل و هو الموكل بقبض الروح\rاسعاد الرفيق 1/44\rو عزرائيل مو كل بقبض ارواح الخلائق اى باخراج ارواح كل من له روح من مفرها و لو قمل او بعوضة او برغوثا كما ذهب اليه اهل الحق خلافا للمعتزلة حيث ذهبوا الى انه لا يقبض ارواح غير اهل الثقلين من الملائكة و الطيور و غيرهم و خلافا للمبتدعة حيث ذهبوا الى انه لا يقبض ارواح البهائم بل يقبضها اعوانه شكره الباجورى\rنور الظلام 17\rو اما عزرئيل عليه السلام) فانه موكل بقبض الارواح من بنى ادم و غيرهم و كذلك سائر الطيور و الوحوش و كل ذى روح\rبدائع الزهور 35\rJika menilik keterangan-keterangan kitab tersebut di atas sebenarnya tugas Malaikat izroil itu sudah jelas, mencabut nyawa !\r> Mbah Godek\rفأرسل الله اليها عزرائيل فلما هبط اليها وكزها بحربة كانت معه فاضطربت فمد يده اليها فأقسمت عليه وقالت له مثل ما قالت لأخويه فقال لها أمر الله خير من قسمك وقبض من زواياها الأربع من جميع أديمها من أسودها وابيضها وأحمرها من سهلها وجبلها وأعاليها وأسالفها ثم أتى بتلك القبضة بين يدى الله تعالى فقال الله تعالى له لم لم تجبها وقد أقسمت بى عليك فقال يارب أمرك أوجب وخوفك أرهب فقال له اذن أنت ملك الموت وقابض الأرواح ومنتزعها من الاشباح ولم يكن قبل ذلك ملك الموت","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"[Imam tsa'labi bercerita dalam kitabnya] : ...Kemudian ALLOH mengutus izroil,ketika izroil turun kebumi dan menancapkan tombak yang ada kantong yang ada padanya,maka bumi jadi guncang,terus izroil mengulurkan tangannya,lalu bumi bersumpah pada izroil sebagaimana sumpah yang disampaikan pada kedua saudaranya,maka izroil menjawab,taat pada perintah ALLOH itu lebih baik daripada menuruti sumpahmu,kemudian izroil mengambil secakupan tanah dari pojokan 4 yang diambil dari inti sari bumi,hitamnya,putihnya,merahnya,dari gunungnya,atasnya dan bawahnya,kemudian secakupan tersebut diserahkan pada ALLOH.lalu ALLOH bertanya,kenapa kamu tidak menuruti sumpahnya?padahal dia bersumpah atas namaku?izroil menjawab,YA TUHANKU,,perintahmu lebih berhak dilakukan,dan takut padamu lebih diutamakan,lalu ALLOH berfirman,,mulai sekarang kamu jadi malaikat maut,dan malaikat pencabut nyawa dan malaikat pengambil nyawa dari jasaddan sebelum kejadian ini belum ada yang namanya malaikat maut.\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam Beberapa rujukan kitab yang menerangkan bahwa nama malaikat yang ditugasi Allah mencabut nyawa adalah 'IZROIL, dan termasuk hal yang wajib di imani oleh setiap orang mukallaf.\rKITAB-KITAB TAFSIIR :\rقال عبد الرحمن بن ساباطٍ: تدبير أمر الدنيا إلى أربعة؛ جبريل وميكائيل وملك الموت واسمه عزرائيل وإسرافيل، فأما جبريل فموكل بالرياح والجنود، وأما ميكائيل فموكل بالقَطْر والنبات، وأما ملك الموت فموكل بقبض الأنفس في البر والبحر، وأما إسرافيل فهو يتنزل بالأمر عليهم،\rTafsiir al-Qurthuby 19/190 dan Tafsiir as-Syaukany V/371\rو {مَّلَكُ الْمَوْتِ} : اسمه عزرائيل ، ومعناه عبد الله.","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Tafsiir Bahr al-Muhiith VII/195\rومن جملة أكابر الملائكة إسرافيل وعزرائيل صلوات الله عليهما وقد ثبت وجودهما بالأخبار وثبت بالخبر أن عزرائيل هو ملك الموت\rTafsiir al-Fakhr ar-Raazi III/383\r{فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا} يعني: الملائكة الذين جعل إليهم تدبير الخلق، وهم جبريل وميكائيل، وإسرافيل، وعزرائيل، عليهم السلام. أما جبريل فعلى الوحي، وإنزال الرحمة، والعذاب على الخلائق بأمر الله وأما ميكائيل فعلى الأمطار والنبات، يقسم على البلاد والعباد بإذن الله. وأما عزرائيل / وهو ملك الموت، فعلى قبض الأرواح عند انقضاء أجلهم بإذن الله تعالى. وإما إسرافيل، فعلى النفح في الصور متى أمره الله تعالى،\rTafsiir Samarqandy III/442\rوأخرج ابن أبي الدنيا وأبو الشيخ في العظمة عن أشعث بن شعيب رضي الله عنه قال: سأل إبراهيم عليه السلام ملك الموت واسمه عزرائيل وله عينان في وجهه، وعين في قفاه فقال: يا ملك الموت ما تصنع إذا كانت نفس بالمشرق ونفس بالمغرب، ووضع الوباء بأرض، والتقى الزحفان كيف تصنع؟ قال أدعو الارواح بإذن الله فتكون بين أصبعي هاتين.\rAd-Dur al-Mantsuur VI/540\rوقال مقاتل والكلبي: بلغنا أنَّ اسم ملك الموت عزرائيل وله أربعة أجنحة: جناح له بالمشرق، وجناح له بالمغرب، وجناح له في أقصى العالم من حيث يجيء ريح الصبا، وجناح من الأفق الآخر. ورجل له بالمشرق، والأخرى بالمغرب، والخلق بين رجليه، ورأسه وجسده كما بين السماء والأرض، وجُعلت له الدنيا مثل راحة اليد، صاحبها يأخذ منها ما أَحبّ في غير مشقة ولا عناء، أي مثل اللّبنة بين يديه فهو يقبض أنْفُس الخلق في مشارق الأرض ومغاربها، وله أعوان من ملائكة الرحمة وملائكة العذاب.\rTafsiir Tsa’laby III/4\rفقال: \" قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ \" يقبض أرواحكم {مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ} أي وكل بقبض أرواحكم وهو عزرائيلُ ,\rAl-Lubaab Fi ‘Uluum al-Kitaab 15/470","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"قال عبدُ الرَّحمنِ بنُ ساباط: تدبير أمر الدنيا إلى أربعة: جِبْرِيلِ, ومِيْكَائِيلِ, وملكِ الموتِ واسمه عِزْرَائِيلُ , وإسْرَافِيْل, فأمَّا جِبْرِيْل, فمُوكِّلٌ بالرياح, والجنود, وأمَّا كِيْكَائِيْل, فموكَّلُ بالقَطْرِ والنَّباتِ, وأمَّا ملكُ الموتِ فمُوكَّلٌ بقبض الأرْواحِ في البرِّ والبَحْرِ, وأما إسْرَافِيلُ, فهو ينزلُ بالأمر عليهم, وليس في الملائكة أقربُ من إسرافيلـ وبينه وبين العرش خَمْسمائةِ عامٍ.\rAl-Lubaab Fi ‘Uluum al-Kitaab 20/121\rقل} أي: يا أفضل الخلق لهم {يَتَوَفَّـ?ـاكُم} أي: يقبض أرواحكم {مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ} أي: بقبض أرواحكم وهو عزرائيل عليه السلام\rTafsiir Siraaj al-Muniir III/261\rDARI KITAB-KITAB HADITS DAN LAINNYA\rومن أكابر الملائكة إسرافيل وعزرائيل عليهما السلام والأخبار كثيرة دلت عليهما وثبت أن عزرائيل عليه السلام ملك الموت ويجب أن يكون له شعب وأما إسرافيل عليه السلام فدلت الأخبار أنه صاحب الصور، الرابعة ملائكة الجنة والنار، الخامسة الموكلون ببني آدم، السادسة الموكلون بأطراف العالم. إلى هنا كلامه. وذكر في تفسيره الكبير أن أشرف الملائكة جبريل وميكائيل عليهما السلام لتخصيصهما بالذكر في قوله {مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلا?ـ?ـ?ِكَتِهِ? وَرُسُلِهِ? وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ} وأن جبريل أفضل من ميكائيل واحتج عليه بما تقدم وظاهر كلام الزمخشري أن جبريل عليه السلام أفضل مطلقاً\rFaidh al-Qadiir III/138\rوالقابض من جميع الأرض هو عزرائيل عليه الصلاة والسلام فنسب الفعل إليه تعالى لأنه بأمره وإرادته،\rMarqah al-Mafaatih I/289\r(وَ) مما يجب اعتقاده (أَنَّ مَلَكَ الْموت) اسمه عزرائيل وقيل عبد الجبار (يَقْبُض أَلارْوَاحَ) كلها أرواح الإنس والجن والملائكة (بإذْن رَبَّه) قال تعالى {قل يتوفاكم ملك الموت الذي وكل بكم}\rKifaayah at-Thoolib ar-Robbany I/56","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"أن الله وَكّلَ ملكاً يسمى عزرائيل بقبض أرواح المخلوقات من إنس وجن وغيرهم من كل ذي روح من الطيور والبهائم\rAts-Tsamar ad-Daany I/5\r(وَ) يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَعْتَقِدَ (أَنَّ مَلَكَ الْمَوْتِ) وَهُوَ عِزْرَائِيلُ وَقِيلَ اسْمُهُ عَبْدُ الْجَبَّارِ (يَقْبِضُ) جَمِيعَ (الْأَرْوَاحِ) مِنْ مَقَرِّهَا أَوْ مِنْ يَدِ أَعْوَانِهِ الْمُعَالِجِينَ لِنَزْعِهَا مِنْهُ لَكِنْ (بِإِذْنِ رَبِّهِ) لِمَا فِي الْخَبَرِ: «وَاَللَّهِ لَوْ أَرَدْت قَبْضَ رُوحِ بَعُوضَةٍ مَا قَدَرْت عَلَى ذَلِكَ حَتَّى يَكُونَ اللَّهُ أَذِنَ بِقَبْضِهَا»\rAl-Fawaakih ad-Daany I/59\rقال أشعث بن أسلم: سأل إبراهيم عليه السلام ملك الموت ـ واسمه عزرائيل وله عينان: عين في وجهه وعين في قفاه ـ فقال: يا ملك الموت ما تصنع إذا كان نفس بالمشرق ونفس بالمغرب ووقع الوباء بأرض والتقى الزحفان كيف تصنع؟ قال: أدعوا الأرواح بإذن الله فتكون بين أصبعي هاتين،\rIhyaa ‘Uluum ad-Diin IV/396\rWallaahu A'lamu Bis Showaab\r> Abdullah Afif\rDiantara riwayat bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam menyebutkan nama Izarail adalah :\rPertama:\rDalam Kitab Jaami'ul Ahaadiits 29/305-306 :","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"أنبأنا يوسف بن المبارك بن كامل الخفاف قال أشهد بالله وأشهد لله لقد أخبرنى محمد بن عبد الباقى الأنصارى قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى أبو بكر أحمد بن ثابت الخطيب قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنا القاضى أبو العلاء محمد بن على الواسطى قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى أبو محمد عبد الله بن أحمد بن عبد الله بن المليح السجزى وقال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى على بن محمد الهروى قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى عبد السلام بن صالح قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى على بن موسى الرضى وقال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى أبى موسى بن جعفر قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى أبى جعفر بن محمد قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى أبى محمد بن على قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى على بن الحسين قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى أبى الحسين بن على قال أشهد بالله وأشهد لله\rلقد حدثنى أبى على بن أبى طالب قال : أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى جبريل فقال أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى ميكائيل وقال أشهد بالله وأشهد لله\rلقد حدثنى عزرائيل وقال أشهد بالله وأشهد لله أن الله قال مدمن خمر كعابد وثن\r...sungguh telah menceritakan aku, Izrail, dan dia berkata: Aku bersaksi dengan Allah, aku bersaksi untuk Allah, sesungguhnya pencandsu khamr seperti penyembah berhala\rSumber link : http://islamport.com/d/1/mtn/1/37/1067.html\rKedua:\rDalam Kitab al Haawi lil Fataawi 3/64\rوعن جابر بن عبد الله عن النبي عليه السلام لما أسرى بي مررت بملك جالس على سرير من نور إحدى رجليه في المشرق والأخرى في المغرب والدنيا كلها بين عينيه وبين يديه لوح فقلت يا جبريل من هذا قال عزرائيل تقدم فسلم عليه فسلمت عليه","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"dan dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam:\rKetika aku di isra`kan, aku melewati malaikat yang duduk diatas singgasana dari nur........\rAku berkata: Wahai Jibril siapakah ini ?\rJibril berkata: (Dia) Izrail. Majulah ucapkan salam untuknya. Maka aku mengucapkan salam untuknya.........\rSumber Link:\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=130&ID=208&idfrom=370&idto=470&bookid=130&startno=85\rAdapun ATSAR yang menerangkan adanya Izrail, diatas sudah dikutip oleh yai Masaji Antoro......\rAdapun Ulama yang mengatakan adanya Izrail adalah:\rPertama:\rImam Qadhi 'Iyaadh dalam kitab Asysyifaa bita'riifl huquuqil Mushthafaa juz III halaman 596\rأو حققنا علمه بالخبر المتواتر والمشتهر المتفق عليه بالإجماع القاطع ، كجبريل وميكائيل ، ومالك ، وخزنة الجنة وجهنم والزبانية ، وحملة العرش المذكورين في القرآن من الملائكة ، ومن سمي فيه من الأنبياء ، وكعزرائيل\ratau telah kita tahqiq diketahuinya dengan khabar mutawatir dan yang masyhur yang telah muttafaq 'alaih dengan ijma' yang pasti seperti Jibril............dan seperti Izrail......\rsumber link : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=163&idto=163&bk_no=118&ID=181\rSyeikh Ibnu Taimiyyah dalam kitab Majmuu' Fataawaa juz II halaman 259\rوسئل : - هل جميع الخلق حتى - الملائكة - يموتون ؟ فأجاب : - الذي عليه أكثر الناس : أن جميع الخلق يموتون حتى الملائكة وحتى عزرائيل ملك الموت\rIbnu taimiyyah ditanya: Apakah semua makhluq hingga malaikat mati ? Beliau menjawab: Pendapat mayoritas bahwa semua makhluq mati, bahkan malaikat, bahkan Izrail malaikat maut","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"sumber link: http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=22&ID=372\rSementara al Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz VI halaman 360 menjelaskan :\rوقد سمي في بعض الآثار بعزرائيل وهو المشهور\rWA QAD SUMMIYA FII BA'DHIL AATSAARI BI IZRAA`IILA WAHUWA ALMASYHUUR dan malakul maut didalam sebagian atsar dinamakan Izrail, dan yang masyhur.\rSementara beliau dalam al Bidaayah wannihaayah juz I halaman 49 :\rوأما ملك الموت فليس بمصرح باسمه في القرآن ولا في الاحاديث الصحاح. وقد جاء تسميته في بعض الآثار بعزرائيل والله أعلم.\rAdapun malakul maut, maka tidak dijelaskan namanya didalam al Quran dan hadits shahih.\rPenyebutan namanya ada dalam sebagian atsar dengan Izrail.\rCatatan : Riwayat yang termaktub dalam kitab Jaami'ul Ahaadiits, dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al Habaa`ik fii akhbaaril Malaa`ik bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ibnunnajjaar dalam Taarikhnya:\rBerikut sanad dan matannya:","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"وأخرج ابن النجار في تاريخه أخبرنا يوسف بن المبارك بن الكامل الخفاف قال: أشهد بالله وأشهد لله لقد أخبرنى محمد بن عبد الباقي الأنصارى قال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى القاضي أبو العلاء محمد بن علي الواسطى وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثني عبد السلام بن صالح وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثني علي بن موسى الرضى وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثني علي بن موسى الرضى وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثني أبى موسى بن جعفر وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثني أبى على بن أبى طالب وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى جبريل وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى ميكائيل وقال: أشهد بالله وأشهد لله لقد حدثنى عزرائيل وقال: أشهد بالله وأشهد لله إن الله تعالى قال: مدمن خمر كعابد وثن.\rSumber link : http://sh.rewayat2.com/akida/Web/21944/001.htm (1/53)\rWallaahu A'lam\r> Najwa Asnawi\rTambahan 'Ibaroh :","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"( أرسل ملك الموت ) لم يرد تسميته في حديث مرفوع , وورد عن وهب بن منبه أن اسمه عزرائيل , رواه أبو الشيخ في العظمة ( إلى موسى , فلما جاءه صكه ففقأ عينه ) قال ابن خزيمة أنكر بعض المبتدعة هذا الحديث , وقالوا : إن كان موسى [ ص: 119 ] عرفه , فقد استخف به , وإن كان لم يعرفه فكيف يقتص له من فقء عينه ؟ والجواب : إن موسى عليه السلام إنما لطمه ؛ لأنه رأى آدميا دخل داره بغير إذنه , ولم يعلم أنه ملك الموت , وقد أباح الشارع فقء عين الناظر في دار المسلم بغير إذن , وقد جاءت الملائكة إلى إبراهيم , وإلى لوط عليهما السلام في صورة آدميين فلم يعرفاهم ابتداء , وعلى تقدير أن يكون عرفه فمن أين لهذا المبتدع مشروعية القصاص بين الملائكة , والبشر ؟ ثم من أين له أن ملك الموت طلب القصاص من موسى فلم يقتص له ؟ ولخص الخطابي كلام ابن خزيمة وزاد فيه أن موسى دفعه عن نفسه لما ركب فيه من الحدة , وأن الله تعالى رد عين ملك الموت ليعلم موسى أنه جاءه من عند الله , فلهذا استسلم حينئذ , وقال ابن قتيبة : إنما فقأ موسى العين التي هي تخييل وتمثيل , وليست عينا حقيقة , ومعنى رد الله عينه أي : أعاده إلى خلقته , وقيل : هو على ظاهره , ورد الله إلى ملك الموت عينه البشرية ليرجع إلى موسى على كمال الصورة , فيكون ذلك أقوى في اعتباره , وقال غيره : إنما لطمه ؛ لأنه جاء لقبض روحه من قبل أن يخيره لما ثبت أنه لم يقبض نبي حتى يخير , فلهذا لما خيره في المرة الثانية أذعن ( على متن ثور ) بفتح وسكون المثناة هو الظهر , وقيل : هو مكتنف الصلب بين العصب واللحم ( ثم مه ) هي ما الاستفهامية حذفت ألفها , وألحق بها هاء السكت ( فلو كنت ثم ) بفتح المثلثة أي : هناك ( تحت الكثيب الأحمر ) بالمثلثة وآخره موحدة بوزن عظيم : الرمل المجتمع , ويقال : [ ص: 120 ] إن ملك الموت أتاه بتفاحة من الجنة فشمها فمات , وعن وهب بن منبه أن الملائكة تولوا دفنه , والصلاة","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"عليه , وأنه عاش مائة وعشرين سنة .\rشرح السيوطي لسنن النسائي\rSumber : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=2594&idto=2595&bk_no=57&ID=1167\rFokus :\r( أرسل ملك الموت ) لم يرد تسميته في حديث مرفوع , وورد عن وهب بن منبه أن اسمه عزرائيل\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/489841891038624/\r1988. JARAK WAKTU PENCATATAN AMAL BURUK\rPERTANYAAN :\rUmi Davin\rAssalamu'alaykum wr.wb. Ma'af, mau tanya, Benarkah, apabila seseorang berbuat yang Tidak baik, maka malaikat Tidak langsung mencatatnya, tapi di tunggu sekitar 6 jam, Apabila dalam jangka waktu 6 jam Tidak Beristighfar/Bertaubat, maka Amal buruk itu baru di catat, Tolong, kebenarannya, sebelumnya terima kasih,-\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah..Dalam al Jaami' Ash Shagier juz I halaman 91\rإن صاحب الشمال ليرفع القلم ست ساعات عن العبد المسلمالمخطئ ، فإن ندم واستغفر الله منها ألقاها ، وإلا كتبت واحدة\rINNA SHAAHIBASYSYIMAALI LAYARFA'U AL QALAMA SITTA SAA'AATIN 'ANIL ABDI AL MUSLIMI AL MUKHTHI`I FA IN NADIMA WASTAGHFARALLAAHA MINHAA ALQAAHAA WA ILLAA KUTIBAT WAAHIDATAN\rSesungguhnya Malaikat yang berada di sebelah kiri mengangkat pena selama enam jam ketika seorang hamba muslim melakukan dosa. Jika ia menyesali perbuatannya dan meminta ampunan Allah, maka dilepaslah pena itu, namun jika tidak demikian, maka akan dicatat satu dosa.\rHadits tersebut sebagaimana dikatakan oleh Imam al Munaawi dalam syarah Jami'ushshaghier, Faidhul Qadir 2/579 mengutip Majma' Az Zawa`id:\rرواه الطبراني بأسانيد أحدها رجاله وثقوا","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"RAWAAHUTHTHABARAANIYYU BI ASAANIDA AHADUHAA RIJAALUHUU WUTSTSIQUU. HR. Thabrani dengan sanad yang salah satunya semua rawinya ditsiqahkan. Dan berikut link Majma'uzzawaa`id:http://islamport.com/d/1/krj/1/79/1155.html (10/207). Wallaahu A'lam.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/482895381733275/\r2005. AROMA BAYI BERASAL DARI AROMA WANGI SYURGA\rPERTANYAAN :\rZanzanti Yanti Andeslo\rAssalamu'alaikum... benarkah ada sabda nabi muhammad yang menyatakan bahwa bau baby ( bayi) wangi karena berasal dari syurga?\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumsalam, dalam kitb Faidhul Qadir, syarah al jaami' ash Shaghir 4/55, syamilah:\rريح الولد من ريح الجنة) يحتمل أن ذلك في ولده خاصة فاطمة وابنيها لأن في ولدها طعم ثمار الجنة بدليل خبر الولد الصالح ريحانة من رياحين الجنة ومنه قيل لعلي أبو الريحانتين ويحتمل أن المراد كل ولد صالح للمؤمن لأنه تعالى خلق آدم في الجنة وغشى حواء فيها وولد له فيها فبنو آدم من نسلها ولهذا قال ابن أدهم : نحن من أهل الجنة سبانا إبليس بالخطيئة فهل للأسير من راحة إلا أن يرجع إلى ما سبي منه ؟ فريح الولد من ريح الجنة لأنه أقرب إليها من أبيه ولم يتدنس بعد بالخطايا والمراد أن الولد كسب الرجل والكسب الطيب والعمل الصالح مقدمة الجنة وهو الزاد إليها (نكتة) قيل لحكيم : أي الريح أطيب قال : ريح ولد أربه وبدن أحبه.\r(طس) وكذا في الصغير (عن ابن عباس) قال الهيثمي : رواه عن شيخه محمد بن عثمان بن سعيد وهو ضعيف وقال شيخه الزين العراقي : رواه الطبراني في الأوسط والصغير وابن حبان في الضعفاء عن ابن عباس وفيه مندل بن علي ضعيف اه.\rوأقول : رواه أيضا البيهقي في الشعب وفيه مندل المذكور.\r> Masaji Antoro\rBerikut beberapa kitab yang menerangkan keberdaan hadits diatas, semoga berkenan...","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"وعن ابن عبّاس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: «رِيْحُ الوَلَدِ مِنْ رِيحِ الجَنَّةِ ». رواه الطبراني في الصغير والأوسط، عن شيخه محمد بن عثمان بن سعيد، وهو ضعيف.\rDiriwayatkan dari Ibn Abbas ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dalam as-Shaghir dan dalam al-Ausaath dari guru beliau Muhammad Bin Utsman Bin Said, hadits dhoif. Mujma’ az=Zawaahid VIII/286\rقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلّم: «رِيحُ الْوَلَدِ مِنْ رِيحِ الْجَنَّةِ » (طس) عن ابن عبَّاسٍ رضيَ اللَّهُ عنهُمَا.\rNabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dari Ibn Abbas ra). Jaami’ al-Masaanid wa al-Marasil IV/430\rرِيحُ الوَلَدِ مِنْ رِيحِ الجَنَّةِ (طس) عن ابن عباس.\rNabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dari Ibn Abbas ra). al-Fath al-Kabiir II/137\rرِيحُ الوَلَدِ مِنْ رِيحِ الجَنَّةِ (طس) عن ابن عباس.\rNabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dari Ibn Abbas ra). ad Durar al-Munatstsarah I/176\rرِيحُ الوَلَدِ مِنْ رِيحِ الجَنَّةِ (طس) عن ابن عباس.\rNabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dari Ibn Abbas ra). Kanz al-‘Amal I/3355\rحديث \"ريح الولد ريح الجنة\" أخرجه الطبراني في الصغير والأوسط وابن حبان في الضعفاء من حديث ابن عباس وفيه مندل بن علي ضعيف.","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"Nabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dalam as-Shaghir dan al-Ausaath). Ibn Hibban menggolongkannya pada hadits-hadits lemah yang berasal dari Ibn Abbas, didalam sanadnya terdapat Mindil Bin Ali. Tahriij Ahaadits al-Ihyaa’\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"الولد ريحانة من الجنة\". وقال الفضل: ريح الولد من الجنة. وكان يقال: ابنك ريحانتك سبعاً ثم حاجبك سبعاً، ثم عدو أو صديق.\rNabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dalam as-Shaghir dan al-Ausaath). al-Fadhl berkata “Aroma wangi anak berasal dari surga”. Dikatakan “Anakmu adalah aroma surgamu diusia 7 tahun, kemudian menjadi alismu diusia 7 tahun berikutnya dan menjadi musuh atau teman baikmu setelahnya’’. AL-Mustathrof fii Kulli Fan Mustadhrof Hal 4\rLanjutan dan sedikit pengertiannya :\rوعن النبي صلى الله عليه وسلم ريح الولد من ريح الجنة وفي ربيع الأبرار عن النبي صلى الله عليه وسلم الولد ريحان من الجنة عن النبي صلى الله عليه وسلم الولد في الدنيا سرور وفي الآخرة نور\rNabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga” (HR. At-Thobrony dalam as-Shaghir dan al-Ausaath). Dalam Kitab Rabi’ al-Abraar dari Nabi SAW “Nabi SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga”. Dari baginda nabi SAW “Didunia anak adalah kebahagiaan, diakhirat anak adalah cahaya”. Nazhah al-Majaalis V/5\r( عن أبي هريرة ) بأسانيد ضعيفة لكن بعضها يقوى بعضاً\r( ريح الولد من ريح الجنة ) يحتمل أنه في ولده فقط فاطمة وأبناها وأن المراد ولد كل مؤمن لأنه تعالى خلق آدم في الجنة وغشى حواء فيها وولد له فريح الجنة يسرى إلى المولود من ذلك ( طس عن ابن عباس ) بإسناد ضعيف","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Diriwayatkan dari Abu Hurairah dengan sanad yang dhoif namun sebagian sanad menguatkan lainnya, Rasulullah SAW bersabda : “Aroma anak berasal dari aroma wangi surga”.\rYang dikehendaki hadits ini kemungkinan tertentu pada anak beliau saja, Fathimah dan keturunannya, namun bisa jadi maksud beliau adalah setiap anak dari orang mukmin karena Allah Ta’aala menjadikan Nabi Adam As dan menyelubungi Hawa dalam surga, saat mereka dikarunia putera maka aroma surgawi mengalir disetiap keturunan mereka. (HR. At-Thobrony dari Ibn Abbas ra) dengan sanad yang dhoif. [ At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shaghiir II/72 ].\r(ريح الولد من ريح الجنة) يحتمل أن ذلك في ولده خاصة فاطمة وابنيها لأن في ولدها طعم ثمار الجنة بدليل خبر الولد الصالح ريحانة من رياحين الجنة ومنه قيل لعلي أبو الريحانتين ويحتمل أن المراد كل ولد صالح للمؤمن لأنه تعالى خلق آدم في الجنة وغشى حواء فيها وولد له فيها فبنو آدم من نسلها ولهذا قال ابن أدهم : نحن من أهل الجنة سبانا إبليس بالخطيئة فهل للأسير من راحة إلا أن يرجع إلى ما سبي منه ؟ فريح الولد من ريح الجنة لأنه أقرب إليها من أبيه ولم يتدنس بعد بالخطايا\r“Aroma anak berasal dari harum surga”","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"Yang dikehendaki hadits ini kemungkinan tertentu pada anak beliau saja, Fathimah dan keturunannya berdasarkan hadits “Anak shalih adalah wewangian dari aroma-aroma surga” sebab itu Ali Bin Abu Thalib disebut “ABU RAIHANATIN (bapaknya aroma-aroma wangi), namun bisa jadi maksud beliau adalah setiap anak dari orang mukmin karena Allah Ta’aala menjadikan Nabi Adam As dan menyelubungi Hawa dalam surga, saat mereka dikarunia putera maka aroma surgawi mengalir disetiap keturunan mereka sebab itu Ibrahim Bin Adham pernah berkata : “Kami adalah ahli surga hanya saja Iblis mengasingkan kami dengan kesalahan, adakah bagi seorang tahanan tersisa waktu luang untuk berusaha keluar melepaskan diri pengasingannya ?”, Maka aroma anak berasal dari wangi surga karena ia lebih dekat surga ketimbang bapaknya dan dosa-dosa tidak menjadikannya ternodai setelahnya. [ Faidh al-Qadiir IV/55 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/484762474879899/\r2006. DEFINISI RIZKI DARI TINJAUAN TAUHID\rP E R T A N Y A A N :\rZaine Elarifine Yahya\rAssalaamu 'alaikum. Apa kabar Admin dan para santri pesantren maya piss-ktb? semoga semuanya dalam lindungan dan rahmah-Nya. Tema kali ini soal ''Rizki''.. apa yang disebut rizki menurut anda ? bolehkah menjadi kaya raya dan bagaimana caranya? Mari berbagi.\rJ A W A B A N :\r> Sunde Pati\rWa'alaikumussalaam.. Rizki adalah sesuatu yang dimanfaatkan, Lihat Nadzom jauharotut tauhid :\rوالرزق عند القوم ما به انتفع.......وقيل لا بل ما ملك وما تبع\rDalam tafsir assya'rowi juz 1 hal 557 disebutkan :","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"ما هو الرزق؟ الرزق عند القوم : هو كل ما ينتفع به؛ فكل شيء تنتفع به هو رزق\rApakah yang namanya rizki ? Rizki adalah sesuatu yang dimanfaatkan, maka sesuatu yang dimanfaatkan, itulah rizqi\rتفسير الشعراوي - (ج 1 / ص 557)\rTambahan ibaroh\rتفسير الشعراوي - (ج 1 / ص 2326)\rما هو الرزق؟ الرزق هو ما انتفع به . فالذي تأكله رزق ، والذي تشربه رزق ، والذي تلبسه رزق ، والذي تتعلمه رزق ، والصفات الخلقية من حلم وشجاعة وغيرها هي رزق ، وكل شيء ينتفع به يُسمى رزق\rApakah yang namanya rizki ? Rizki adalah sesuatu yang dimanfaatkan,apa yang kamu makan adalah rizqi,apa yang kamu minum adalah rizqi, apa yang kamu pakai adalah rizqi,apa yang kamu gunakan belajar itu adalh rizqi,dan sifat2 kholqiyyah sperti arif bijaksana,pemberani dan lain2 itu adalh rizqi,dan setiap sesuatu yang bisa dimanfaatkan adalah rizqi.\rDalam kitab bad'ul amali larya syeh sirojuddin ali bin usman al ausyi juga mnjelaskan bahwa perkara yang haram juga bisa dinamakan rizqi\rوان السحت رزق مثل حل.......وان يكره مقالى كل قالى\rDalam jauharotut tauhid karya syeh ibrohim allaqoni\rفيرزق الله الحلال فاعلما.....ويرزق المكروه والمحرما\rRizqi ada yang halal dan ada yang haram\rتفسير الشعراوي - (ج 1 / ص 4581)\rاللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ (26)\rوالبَسْط هو مَدُّ الشيء .\rوقد أقام العلماء معركة عند تحديد ما هو الرزق ، فهل الرزق هو ما أحله الله فقط؟ أم أن الرزق هو كل ما ينتفع به الإنسان سواء أكان حلالاً أم حراماً؟","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"فمن العلماء مَنْ قال : إن الرزق هو الحلال فقط؛ ومنهم من قال : إن الرزق هو كل ما يُنتفع به سواء أكان حلالاً أم حراماً؛ لأنك إن قُلْتَ إن الرزق محصور في الحلال فقط؛ إذن : فَمنْ كفر بالله من أين يأكل؟\rأم يخاطب الحق سبحانه المكابرين قائلاً : { قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السمآء والأرض . . . } [ يونس : 31 ]\rوقال سبحانه : { إِنَّ الله هُوَ الرزاق ذُو القوة المتين } [ الذاريات : 58 ]\rويقول تعالى : { وَفِي السمآء رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ * فَوَرَبِّ السمآء والأرض إِنَّهُ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ } [ الذاريات : 22-23 ]\rإذن : فالرزق هو من الله؛ ومن بعد ذلك يأمر « افعل كذا » و « لا تفعل كذا » .\rوقول الحق سبحانه : { الله يَبْسُطُ الرزق لِمَنْ يَشَآءُ وَيَقَدِرُ . . . } [ الرعد : 26 ]\rأي : أنه سبحانه يمُد الرزق لِمَن يشاء : { وَيَقَدِرُ . . . } [ الرعد : 26\r> Muhajir Madad Salim\rMenurut zubad... WARRIZQU MA YANFA' WALAU MUHARROMA ... Rizki itu yang ada manfaat walaupun itu sesuatu yang haram... NUHANNIKUM BIQUDUMI IED AL AKBAR..ALLAH YAJ 'ALUNAA WAIYYAKUM MINAL AIDIEN.. Karena rizki ada yang haram maka hati hati bagi kita yang banyak rejekinya..karena \"Jika Allah menghendaki seorang hambaNya menjadi baik,maka Allah bukakan untuk dia rizki yang halal yang menariknya untuk beribadah mau atau tidak mau. Tetapi jika Alloh menghendakinya jadi orang celaka,maka Alloh bukakan pintu untuknya rizki yang haram yang menariknya untuk bermaksiat,mau atau tidak mau! .,kalam Sidiy Alhbib Salim asSyathiriy. Walloohu a'lam bishshawab..\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/489029224453224/\r2042. BERKUMPUL DI RUMAH KELUARGA MAYIT DAN MEMBUATKAN MAKANAN\rOleh : Abdullah Afif","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"Seklumit Tentang : Berkumpul di Rumah keluarga Mayit & Aktivitas Mereka Membuatkan makanan\rSyeikh Nawawi al Bantani (wafat tahun 1316 H) dalam kitab Nihayatuzzain halaman 281, cetakan al Ma'arif, menerangkan:\rوَالتَّصَدُّقُ عَنِ الْمَيِّتِ بِوَجْهٍ شَرْعِيٍّ مَطْلُوْبٌ وَلَا يَتَقَيَّدُ بِكَوْنِهِ فِيْ سَبْعَةِ أَيَّامٍ أَوْ أَكْثَرَ أَوْ أَقَلَّ وَتَقْيِِيْدُهُ بِبَعْضِ الْأَيَّامِ مِنَ الْعَوَائِدِ فَقَطْ كَمَا أَفْتَى بِذَلِكَ السَّيِّدُ أَحْمَدُ دَحْلَانُ ، وَقَدْ جَرَتْ عَادَةُ النَّاسِ بِالتَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ فِيْ ثَالِثٍ مِنْ مَوْتِهِ وَفِيْ سَابِعٍ وَفِيْ تَمَامِ الْعِشْرِيْنَ وَفِي الْأَرْبَعِيْنَ وَفِي الْمِائَةِ، وَبَعْدَ ذَلِكَ يُفْعَلُ كُلَّ سَنَةٍ حَوْلاًً فِيْ يَوْمِ الْمَوْتِ كَمَا أَفَادَهُ شَيْخُنَا يُوْسُفُ السَّنْبَلَاوَيْنِيُّ\rSedekah untuk mayit dengan tuntunan syara' adalah dianjurkan. Sedekah tersebut tidak terikat dengan hari ketujuh atau lebih atau kurang. Adapun mengaitkan sedekah dengan sebagian hari adalah merupakan bagian dari adat saja, sebagaimana apa yang difatwakan oleh Sayyid Ahmad Dahlan. Dan telah berjalan kebiasaan diantara orang-orang yaitu bersedekah untuk mayit pada hari ketiga dari kematiannya dan pada hari ketujuh, dan pada sempurnanya kedua puluh, ke empat puluh dan ke seratus. Setelah itu dilaksanakanlah haul setiap tahun pada hari kematiannya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syeikh Yusuf as Sanbalawaini. Sumber Link :\rhttp://www.kl28.net/knol6/?p=view&post=1189761","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Syaikh Ahmad ibn Ghunaim al Nafraawi, seorang ulama bermadzhab Maliki yang wafat pada tahun 1125). dalam kitab al Fawaakih al Dawwaani 'alaa Risaalati Ibn Abi Zaid al Qairawaani) juz I halaman 285, cetakan tahun 1415, Daar al Fikr Beirut Lebanon:\rوَأَمَّا مَا يَصْنَعُهُ أَقَارِبُ الْمَيِّتِ مِنْ الطَّعَامِ وَجَمْعِ النَّاسِ عَلَيْهِ فَإِنْ كَانَ لِقِرَاءَةِ قُرْآنٍ وَنَحْوِهَا مِمَّا يُرْجَى خَيْرُهُ لِلْمَيِّتِ فَلَا بَأْسَ بِهِ ، وَأَمَّا لِغَيْرِ ذَلِكَ فَيُكْرَهُ ، وَلَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ الْأَكْلُ مِنْهُ إلَّا أَنْ يَكُونَ الَّذِي صَنَعَهُ مِنْ الْوَرَثَةِ بَالِغًا رَشِيدًا فَلَا حَرَجَ فِي الْأَكْلِ مِنْهُ ، وَأَمَّا لَوْ كَانَ الْمَيِّتُ أَوْصَى بِفِعْلِهِ عِنْدَ مَوْتِهِ فَإِنَّهُ يَكُونُ فِي ثُلُثِهِ وَيَجِبُ تَنْفِيذُهُ عَمَلًا بِفَرْضِهِ\rAdapun menghidangkan makanan yang dilakukan oleh kerabat mayit dan mengumpulkan orang-orang dalam acara tersebut, jika dengan maksud untuk membaca al Quran dan sebagainya yang mana diharapkan kebaikannya bagi si mayit, maka hal itu tidak apa-apa. Namun jika tujuannya bukan untuk hal tersebut, maka hukumnya makruh, dan tidak seyogyanya bagi seseorang untuk memakan hidangan tersebut...dst. Sumber Link:\rhttp://www.islamicbook.ws/asol%5Cmaliki/alfwakh-aldwani-006.html\rCatatan : Orang-orang yang tidak setuju dengan ritual TAHILAN mendasarkan argumennya dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya dari Shahabat Jarir ibn Abdillah al Bajali, beliau berkata:\rكُنَّا نَعُدُّ الْاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَهُمُ الطَّعَامَ مِنَ النِّيَاحَةِ","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"Kami menilai berkumpulnya banyak orang di rumah keluarga mayit, demikian pula aktivitas keluarga mayit membuatkan makanan adalah bagian dari niyahah (meratapi jenazah)”.\rValidkah riwayat tersebut ?\rBerikut matan dan sanadnya sebagaimana dalam Sunan Ibn Majah:\rحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ مَنْصُوْرٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ ح وَحَدَّثَنَا شُجَاعُ بْنُ مَخْلَدٍ أَبُوْ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ أَبِىْ خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِىْ حَازِمٍ عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْبَجَلِىِّ قَالَ كُنَّا نَرَى الْاِجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ مِنَ النِّيَاحَةِ.\rSumber: Sunan Ibn Maajah 5/176 hadits nomor 1680. Link Kitab: http://islamport.com/d/1/mtn/1/49/1588.html\rKeterangan : Dalam hadits diatas ada rawi yang bernama:\rهشيم Husyaim (bin Basyiir). Siapakah beliau ? Ibnu Sa'ad dalam kitab Ath Thabaqat juz 7 halaman 313 berkata:\rكَانَ ثِقَةً كَثِيْرَ الْحَدِيْثِ ثَبَتًا يُدَلِّسُ كَثِيْرًا ، فَمَا قَالَ فِيْ حَدِيْثِهِ أَخْبَرَنَا فَهُوَ حُجَّةٌ وَمَا لَمَ ُيْقل فِيْهِ أَخْبَرَنَا فَلَيْسَ بِشَيْءٍ\rDia (Husyaim) adalah tsiqat (terpercaya), tsabat (jujur). Dia banyak mentadlis. Jika yang ia katakan dalam haditsnya \"AKHBARANAA\" maka ia merupakah hujjah, jika tidak, maka itu bukan apa-apa\". Sumber:\rاَلْكِتَابُ : اَلطَّبَقَاتُ الْكُبْرَى اَلْمُؤَلِّفُ : مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدِ بْنِ منيْعٍ أَبُوْ عَبْدِاللهِ الْبَصْرِيِّ الزُّهْرِيِّ الناشر : دار صادر – بيروت\rLink Kitab: http://islamport.com/d/1/trj/1/60/931.html","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"Berikut komentar Imam Ahmad tentang riwayat tersebut diatas sebagaimana dalam kitab “MASAA`IL AL IMAM AHMAD’’ halaman 388, nomor masalah 1867 :\rقَالَ أَبُوْ دَاوَدَ : ذَكَرْتُ لِأَحْمَدَ حَدِيْثَ هُشَيْمٍ عَنْ إِسْمَاعِيْلَ عَنْ قَيْسٍ عَنْ جَرِيْرٍ : ( كُنَّا نَعُدُّ الْاِجْتِمَاعَ عِنْدَ أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ لَهُمْ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ ) زَعَمُوْا أَنَّهُ سَمِعَهُ مِنْ شَرِيْكٍ .\rقَالَ أَحْمَدُ : وَمَا أُرَى لِهَذَا الْحَدِيْثِ أَصْلٌ\rImam Abu Dawud berkata: “ Aku menuturkan kepada Imam Ahmad hadits Husyaim dari Ismaa’il dari Qays dari Jarir:\rكُنَّا نَعُدُّ الْاِجْتِمَاعَ عِنْدَ أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ لَهُمْ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ\rMereka menyangka bahwa dia mendengarnya dari Syariik, (maka) Imam Ahmad berkata: “ Aku tidak mengerti hadits ini mempunyai asal”. Sumber Kitab: Masaa`il al Imam Ahmad, Maktabah Ibn Taimiyyah, cetakan I tahun 1999 m – 1420 H. Sumber Link:\rhttp://www.islamweb.net/hadith//display_hbook.php?indexstartno=0&hflag&pid=46523&bk_no=185&startno=211\rSumber downlad Kitab :\rhttp://arablib.com/harf?view=book&lid=6&rand1=enJtR0FAJjFeRiQ2&rand2=MHkxViNFZUE0Q3o5\rSebagai penutup kami kutipkan fatwa dari Syeikh Bin Baz tentang makan-makan di tempat takziah:\rوَقَالَ الشَّيْخُ عَبْدُالْعَزِيْزِ بْنُ بَازٍ ( ت 1420هـ) ـ رحمه الله تعالى ـ عِنْدَمَا سُئِلَ عَنْ جُلُوْسِ أَهْلِ الْمَيِّتِ لِاسْتِقْبَالِ الْمُعَزِّيْنَ وَاجْتِمَاعِهِمْ لِذَلِكَ.","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"قَالَ ـ رحمه الله تعالى ـ:( لَا أَعْلَمُ بَأْسًا فِيْمَنْ نَزَلَتْ بِهِ مُصِيْبَةٌ بِمَوْتِ قَرِيْبٍ، أَوْ زَوْجَةِ، وَنَحْوِ ذَلِكَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْمُعَزِّيْنَ فِيْ بَيْتِهِ فِي الْوَقْتِ الْمُنَاسِبِ، لِأَنَّ التَّعْزِيَةَ سُنَّةٌ، وَاسْتِقْبَالَ الْمُعَزِّيْنَ مِمَّا يُعِيْنُهُمْ عَلَى أَدَاءِ السُّنَّةِ؛ وَإِذَا أَكْرْمَهُمْ بِالْقَهْوَةِ، أَوِ الشَّايِ، أَوِ الطّيبِ، فَكُلُّ ذَلِكَ حَسَنٌ\rBerkata Syeikh Abdul Aziz Ibn Baaz (wafat tahun 1420 H) ketika ditanya tentang duduknya keluarga mayit menemui orang-orang bertakziah.\rBeliau menjawab: “Tidak apa-apa bagi orang yang tertimpa musibah dengan kematian kerabatnya, istrinya dan sebagainya untuk menemui orang bertakziah dirumahnya pada waktu yang pantas. Karena takziah hukumnya sunnah, menemui orang bertakziah termasuk menolong mereka dalam menjalankan sunnah. Dan jika mereka disuguhi kopi, teh dan (makanan) yang enak maka itu semuanya adalah bagus. Sumber :\rhttp://www.kl28.com/knol2/?p=view&post=135121&page=2\rHadits riwayat Imam Ibnu Majah diatas juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya juz II halaman 204, hadits nomor 6905. Berikut sanad dan matannya:\rحدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا نصر بن باب عن إسماعيل عن قيس عن جرير بن عبد الله البجلي قال : كنا نعد الاجتماع إلى أهل الميت وصنيعه الطعام بعد دفنه من النياحة\rCatatan : Dalam riwayat diatas ada rawi yang bernama Nashr ibn Baab. Berikut terjemahannya sebagaimana dalam kitab Taarikh Baghdaad juz XIII halaman 280 karya al Hafizh al Khathib al Baghdadi:","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"قال البخاري نصر بن باب كان بنيسابور يرمونه بالكذب أخبرنا البرقاني حدثنا يعقوب بن موسى الأردبيلي حدثنا احمد بن طاهر بن النجم الميانجي حدثنا سعيد بن عمرو البرذعي قال سمعت أبا زرعة يقول نصر بن باب لا ينبغي أن يحدث عنه أخبرنا العتيقي محمد بن عدي البصري في كتابه حدثنا أبو عبيد محمد بن علي قال سألت أبا داود عن نصر بن باب فوهاه جدا أخبرنا البرقاني أخبرنا احمد بن سعيد بن سعد حدثنا عبد الكريم بن احمد بن شعيب النسائي حدثنا أبي قال نصر بن باب متروك الحديث وأخبرني البرقاني حدثني محمد بن احمد بن محمد الادمي حدثنا محمد بن علي الأيادي حدثنا زكريا بن يحيى الساجي قال نصر بن باب خراساني سمعت سلمة بن شبيب يحدث عنه بمناكير وقال يحيى بن معين ليس هو بشيء\rSumber link :\rhttp://islamport.com/d/1/trj/1/108/1613.html\rSemoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih. Wallaahu A'lam. Link Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/495496630473150/\r2050. SEPUTAR DAJJAL\rPERTANYAAN:\rKang Budi\rAssalamu ‘alaikum. Siapakah dajjal itu ? Tergolong jenis jin, manusia, syetan apa malaikat ? Apakah punya ortu ? Apakah juga butuh makan minum ?\rJAWABAN:\rMbah Godek\rوأما شق الاول، وهو شق بن حويل بن إرم بن سام بن نوح عليه السلام، فهو اول كاهن في العرب العاربة، وارم ابو الجبابرة من عاد وثمود وطسم وجديس وغيرهم، ويقال إنه كانت له عين واحدة في جبهته، ويقال إنه [ كان ] يشق وجهه نار.\rويقال ان الدجال من ولده، ويقال إنه هو الدجال بعينه، أنظره الله إلى وقته، وهو محبوس في بعض جزائر البحر. وفي حديث تميم الداري انه خرج في بعض الاسفار فوقع إلى جزيرة، فرآه وخاطبه، وسأله عن ظهوره، وانه وجده مغلولا، مشدودا إلى صخرة، وأن الشياطين تأتيه بما يأكله، على ما يقول.","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"وفي خبر آخر أنه لا يحتاج إلى الغذاء، ورآه تميم الداري، وله عين واحدة، وحدث بذلك النبي صلى الله عليه وسلم، وكان يرويه عنه فيقول: حدثني تميم الداري، ويذكر طرفا من خبر الدجال. ويقال إن أمه امرأة من الجن عشقت أباه حويلا، فتزوجته فأولدها الدجال وهو خوص بن حويل،\rAdapun syaq al awal yaitu Syaq bin Huwail bin Irmi bin Sam bin nabi Nuh alaihis salam. Syaq adalah dukun ilmu hitam pertama di Arab, sedangkan Irmi adalah moyangnya raja tega dari kaum ‘Ad, Tsamud, Thosam, Judais dan selainnya.\rDikatakan bahwa Syaq itu punya mata 1 dikeningnya. Dikatakan lagi bahwa api telah membakar wajahnya. Dikatakan bahwa Dajjal adalah keturunannya dikatakan lagi bahwa ia adalah Dajjal memandang segi matanya yang mana ALLOH telah memberi penglihatan waktu itu, dia dibui/dihukum disebagian pulau-pulau samudra.\rPada hadisnya tamim addari bahwa ia disuatu senja jalan2 sampai disuatu pulau, lalu dia melihat Dajjal dan berbicara padanya dan bertanya tentang nongolnya,dan tamim menemuinya dalam keadaan terbelenggu dan diikat pada batu besar, dan para syetan berdatangan membawa makanan buat dia makan pada apa yang dia minta.\rDan pada kabar yang lain bahwa Dajjal itu tidak butuh makan. Tamim ad-Dari melihat Dajjal bahwa Dajjal itu punya 1 mata dan bercerita pada nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu, Nabi bersabda bercerita padaku tamim addari dan disebagian sisi menjelaskan tentang kabar dajjal dikatakan bahwa ibunya Dajjal adalah wanita dari golongan jin yang sangat cinta pada ayahnya Dajjal yang bernama huwail lalu menikah dan melahirkan Dajjal. Nama Dajjal adalah Hudl bin Huwail\rأخبار الزمان - (ج 1 / ص 122)","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"LINK TERKAIT :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/497906530232160/\r2067. MAKNA KALIMAT \"ALLAAHU MAUJUUDUN\"\rPRTANYAAN :\rBadru Zaman\rAssalamu'alaikum Wr Wb. Bagaimana penjelasannya mengenai kalimat ini : \"ALLAHU MAUJUDUN\" ? (Maujudun/maujud=isim maf'ul (yang di adakan) sementara Allah swt itu yang mengadakan !\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-Syafi'i\rWa'alaikum salam wr.wb. Arti Allahu maujudun bukanlah Allah itu diwujudkan, melainkan Allah itu Dzat yang dihukumi dengan sifat Wujud. Lafadz maujudun itu isim maf'ul dari fiil madzi wajada bukan dari awjada\rفيكون الوجود محكوما به على الذات\r[ Dasuki 75 ].\r> Dewi Rosita\rAFISMI MAF'ULIN TSULASIYITTOROD-ZINATU MAF'ULIN KA'ATIN MIN QOSOD. WANABA NAQLAN ANHU DZU FA'ILI-NAHWU FATATIN AO FATAN KAHIILI\r> Sunde Pati\rKata almaujud itu ada kalanya tidak butuh pada yang lain ada kalanya butuh pada yang lain\rآل رسول الله وأولياؤه - (ج 1 / ص 147)\rالموجود إما غني عن غيره وإما فقير إلى غيره والفقير المحتاج إلى غيره لا تزول حاجته وفقره إلا بغني عن غيره\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/496694920353321/\r2110. SYAFAAT NABI MUHAMMAD SAW.\rPERTANYAAN :\rMuhammadfatih BahijAsyhab AyyasyAzzam\rAssalamu alaykum, pak ustad ane maw tanya pembahasaan tentang syafaat di al-quran itu seperti apa dan di surat apa ajjah ?\rJAWABAN :\r> Sbutirdebu Dan Bijipasir\rWa'alaykumsalam... aya bukan ustd, coba anda simak Q.S:Al~imran ayat 31\r> Alif Jum'an Azend\rAMPUNAN ALLAH SWT (Ilustrasi Syafaat Nabi Muhamad Saw)","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"Arti syafaat ialah bantuan atau pertolongan. Sementara, secara sosiologis, syafaat diartikan dengan sebuah pertolongan yang diberikan seseorang kepada orang lain yang mengharapkan pertolongannya; usaha dalam memberikan suatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan suatu mudarat (bahaya) kepada orang lain. Akan tetapi jika syafaat itu dinisbatkan kepada Allah maka kata itu bermakna sebuah pengampunan yang diberikan oleh-Nya.1\rHal ini sesuai dengan ayat yang artinya: ’Barangsiapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) daripadanya. Dan barangsiapa memberi syafaat yang buruk, niscaya ia akan memikul beban (dosa) daripadanya. Allah Maha Kuasa atas sesuatu (QS 4:85). Begitu pula dalam hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Musya al-Asy’ari, dikatakan, ketika Nabi Saw kedatangan seorang yang punya hajat (kepentingan), beliau berkata pada sahabat:”Berilah syafaat (pertolongan) supaya kamu mendapat pahala dan Allah Swt. akan memutuskan melalui lisan Nabi-Nya apa yang dia kehendaki.\rDalam khazanah keilmuan Islam, istilah syafaat terkenal di kalangan ahli kalam (teolog). Disiplin ilmu teologi mengartikan syafaat ialah sebuah pertolongan Nabi Muhamad Saw. terhadap umatnya -pada hari kiamat- untuk membebaskan atau memberi keringanan atas hukuman Allah Swt.","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"Kapasitas rasio tidak mampu memprediksi secara tepat dan benar dengan peristiwa yang belum terjadi, apalagi yang berkaitan hal-hal metafisik. Itu harus disadarinya karena keterbatasan dan kemampuan rasio manusia hanya pada sesuatu yang tampak mata. Namun, atas jasa wahyu, manusia menjadi tahu akan planing (rencana) Allah pada hari kiamat. Seumpama pemberian syafaat di hari itu Tanpa bantuan wahyu, kesulitan-kalau tidak diakatan mustahil-manusia akan mengetahuinya. Diakui memang Nabi Muhamad yang membawa kabar itu, tapi substansinya dari Allah Swt.,wa mâ yanthiqu ’an al-hawâ in huwa illâ wahyun yûhâ. Karenanya, kebodohan dan keterbatasan akal, bukan alasan untuk menyangkal berita-berita yang dibawa Nabi. Dari sini pula, ketika antara wahyu dan filsafat (alam pikiran) bertolak belakang, tentu yang diutamakan ialah wahyu. Dalam ranah ini, meski akal tidak mampu memberi informasi tentang syafaat, tapi karena Nabi Muhamad sebagai utusan Tuhan, dengan perintah-Nya telah menyampaikan berita itu maka yang logis justru menjadikan wahyu sebagai suatu keniscayaan.2\rIbnu Arabi menuturkan bahwa pemberi syafaat pertama adalah Nabi Muhamad Saw. Dalam arti, sebelum Nabi berkenan memberi safaat maka jangan harap akan ada orang lain yang sanggup memberi syafaat. Pernyataan itu bertendensi pada hadits yang meriwayatkan bahwa, RasuluLLah ialah pemberi syafaat pertama kali dan pasti akan diterima.3\rKemudian megenai landasan syafaat, termasuk sangat lumayan banyak. Seumpama peringatan dalam Al-Quran yang dengan tegas menuturkan:\rولسوف يعطيك ربك فترضى","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"’’Dan Tuhanmu akan memberimu, kemudian kamu menerimanya’’\rDi lain tempat, dalam surat Thaha ayat 109, Allah mengukuhkan berita syafaat Demikian bunyi ayatnya:\rيومئذ لا تنفع الشفاعة إلا من أذن له الرحمن ورضي له قولا\r’’Pada hari itu (hari kiamat) tidak berguna syafaat, kecuali (syafaatnya) seorang yang telah diizinkan Allah Sang Maha Pemurah, dan diridhai perkataannya’’\rPun juga, diperkuat dengan tendensi hadits-hadits Nabi. Dalam ’Ihya Ulum al-Din’ seumpama, al-Ghazali (hujjah al-Islam) mengutip hadits yang diriwayakan sahabat Umar bin ’Ash, bahwa pada suatu hari ketika Nabi membaca doanya Nabi Ibrahim dan Nabi Isa, setelah selesai dengan tiba-tiba air mata beliau menetes, sembari menyebut: “Umatku (bagaimana nasib) umatku!”. Karena Allah Swt mengetahui, maka langsung respon dengan mengutus Jibril untuk menemui Muhamad Saw. Perintah itu, Allah Swt. berkeinginan Jibril menanyakan kepada Muhamad, apa faktornya dia menangis sedih. Tapi ketika Jibril menanyakannya, Nabi malah membalas: ’’Allah yang lebih tahu segalanya’’. Setelah Jibril kembali, Allah kemudian berfirman:’’ Wahai Jibril, pergi dan temui Muhamad!. Sampaikan kalau Aku akan menerima kehadiran umatnya dan tidak akan berbuat jahat kepada umatnya.4","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"lebih detil lagi, hadits yang diriwayatkan Abu Harairah. Menurutnya, pada saat kiamat tiba -ketika manusia sudah tidak kuat menahan derita, resah dan susah- mereka saling tengok, saling bertanya antara satu dengan yang lain, masing-masing penasaran dengan yang lain; apa juga merasakan kesusahan, mereka mencari-cari seorang penolong. Di tengah kebingungan, mereka mendengar bahwa sang penolongnya ialah Adam. Langsung mereka mencari dan menemuinya. Mereka mengadu: “wahai tuan! Engkau adalah bapaknya semua manusia, bahkan para malaikat disuruh bersujud kepada engkau, kami mohon mintakan syafaat untuk kami kepada Allah”. Tapi sama saja, ia juga sedang menyesali pebuatannya karena sewaktu dilarang makan buah khuldi ia tidak mengindahkan. Adam hanya menunjukkan menemui nabi Nuh. Kemudian menemui Nuh. Ia-pun sama tidak dapat membantunya, karena menyaksikan Tuhan sedang marah (ghadhab) tidak seperti biasanya. Disamping itu, nabi Nuh merasa bersalah atas kegagalan menyampaikan dakwah yang diamanatkan oleh Allah Swt. Padahal, diakui ia seorang rasul yang dinobatkan banyak bersyukurnya. [ AKIDAH KAUM SARUNGAN, Lirboyo ].\r------------------------------------------------\r1 Syeh Islam Ibrahim bin Muhamad al-Baijuri, Tuhfah al-Murid, al-Hidayah Surabaya, hlm.116\r2 Syeh Islam Ibrahim bin Muhamad al-Baijuri, Tuhfah al-Murid, al-Hidayah Surabaya, hlm.116\r3 Ibid\r4 Ihya Ulum al-Din, juz:IV, hlm. 510\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/483574694998677/\r2111. LAUHUL MAHFUZH (KITAB YANG TERPELIHARA)\rPERTANYAAN :\rMuhamad NurFajarudin\rAssalamu'alaikum wr wb. Apa yang dimaksud laul al mahfudz ?","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"Hendra Alfatih Hidayatulloh\rDan apa pertama kali yang di tulis oleh Qalam/pena di lauhul mahfudz ?\rJAWABAN :\r1. Alif Jum'an Azend\rWassalamu'alaikum.. LAUHUL MAHFUZH (KITAB YANG TERPELIHARA)\rSejauh ini, kita telah menyaksikan kesimpulan ilmu pengetahuan tentang alam semesta dan asal-usul makhluk hidup. Kesimpulan ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta dan kehidupan itu sendiri diciptakan dengan menggunakan cetak biru informasi yang telah ada sebelumnya.\rKesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan modern ini sungguh sangat bersesuaian dengan fakta tersembunyi yang tercantum dalam Alquran sekitar 14 abad yang lalu. Dalam Alquran, Kitab yang diturunkan kepada manusia sebagai Petunjuk, Allah menyatakan bahwa Lauhul Mahfuzh (Kitab yang terpelihara) telah ada sebelum penciptaan jagat raya. Selain itu, Lauhul Mahfuzh juga berisi informasi yang menjelaskan seluruh penciptaan dan peristiwa di alam semesta.\rLauhul Mahfuzh berarti “terpelihara” (mahfuzh), jadi segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. Dalam Alquran, ini disebut sebagai “Ummul Kitaab” (Induk Kitab), “Kitaabun Hafiidz” (Kitab Yang Memelihara atau Mencatat), “Kitaabun Maknuun” (Kitab Yang Terpelihara) atau sebagai Kitab saja. Lauhul Mahfuzh juga disebut sebagai Kitaabun Min Qabli (Kitab Ketetapan) karena mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang akan dialami umat manusia.\rDalam banyak ayat, Allah menyatakan tentang sifat-sifat Lauhul Mahfuzh. Sifat yang pertama adalah bahwa tidak ada yang tertinggal atau terlupakan dari kitab ini:","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kcuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daupun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Al An’aam, 6:59)\rSebuah ayat menyatakan bahwa seluruh kehidupan di dunia ini tercatat dalam Lauhul Mahfuzh:\rDan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al An’aam, 6:38)\rDi ayat yang lain, dinyatakan bahwa “di bumi ataupun di langit”, di keseluruhan alam semesta, semua makhluk dan benda, termasuk benda sebesar zarrah (atom) sekalipun, diketahui oleh Allah dan tercatat dalam Lauhul Mahfuzh:\rKami tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun seeasr zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebi besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Yunus, 10:61)\rSegala informasi tentang umat manusia ada dalam Lauhul Mahfuzh, dan ini meliputi kode genetis dari semua manusia dan nasib mereka:","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS. Qaaf, 50:2-4)\rAyat berikut ini menyatakan bahwa kalimat Allah di dalam Lauhul Mahfuzh tidak akan ada habisnya, dan hal ini dijelaskan melalui perumpamaan:\rDan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman, 31:27). [HARUN YAHYA].\r2. Mbah Godek","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"Wa alaikum salam, semoga bisa membantu imam ahmad bercerita pada sanadnya dari amir al-aqbali Ra. bahwa sesungguhnya beliau berkata,saya bertanya wahai Rosulalloh dimanakah Tuhan kita sebelum menciptakan langit dan bumi ? Nabi menjawab, di ghomam/mega yang atasnya adalah udara dan bawahnya juga udara kemudian Alloh menciptakan arasy diatas air sebagian ulama' berkata yang dimaksud ghomam adalah awan/mega ulama' berbeda pendapat pada penciptaan Alloh sebelum arasy. Imam atturmudzi bercerita dari ubadah bin shomit Ra berkata,Rosululloh SAW bersabda sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Alloh adalah Al-qolam yang terbuat dari cahaya,ada yang bilang dari mutiara putih yang panjangnya antara langit dan bumi kemudian menciptakan lauh mahfudz yang terbuat dari mutiara putih lampiran-lampirannya dari mutiara merah panjangnya antara langit bumi dan lebarnya dari arah timur sampai arah barat. Dari anas bin malik Ra berkata,Rosululloh SAW bersabda,Alloh mempunyai lauh/papan yang salah satu bagian sebelahnya dari mutiara merah dan sebagian lagi dari zamrud hijau dan pena-penanya dari cahaya.\rبدائع الزهور في وقائع الدهور (ص: 2، بترقيم الشاملة آليا)","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"روى الامام أحمد فى مسنده عن عامر العقيلى رضى الله عنه أنه قال قلت يارسول الله أين كان ربنا قبل أن يخلق السموات والأرض قال كان فى غمام فوقه هواء وتحته هواء ثم خلق عرشه على الماء. قال بعض العلماء الغمام هو السحاب. واختلف العلماء فيما خلقه الله قبل العرش روى الترمذى عن عبادة بن الصامت رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ان أول شئ خلقه الله تعالى القلم من نور وقيل من لؤلؤة بيضاء طوله ما بين السماء والارض ثم خلق اللوح بعده وهو من درة بيضاء صفائحها من الياقوت الأحمر وطوله ما بين السماء والارض وعرضه من المشرق الى المغرب وعن أنس بن مالك رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ان لله لوحا أحد وجهيه من ياقوتة حمراء والوجه الآخر من زمردة خضراء وأقلامه من نور\rبدائع الزهور في وقائع الدهور (ص: 2، بترقيم الشاملة آليا)\rوقال ابن عباس ان القلم مشقوق ينبع منه المداد الى يوم القيامه. ثم قال الله للقلم اكتب فقال القلم يارب وما أكتب قال اكتب علمى فى خلقى بما هو كائن الى يوم القيامة وأخرج سعيد بن منصور ان أول ما كتب القلم أنا التواب أتوب على من تاب {وأخرج} ابن أبى حاتم ان أول ما كتب القلم إن رحمتى سبقت غضبى والأقوال فى ذلك كثيرة والأصح ما قاله ابن عباس رضى الله عنهما أن القلم جرى فى تلك الساعة بما هو كائن الى يوم القيامة وما قدر من خير وشر وسعادة وشقاوة وهو قوله تعالى (وكل شئ أحصيناهُ فى إمام مبين) أى فى اللوح المحفوظ","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"Ibnu abbas berkata,qolam/pena itu berlobang/bisa terbelah dan mengeluarkan tinta dengan sendirinya samapai hari kiamat nanti kemudia Alloh berfirman pada qolam,,menulislah lalu qolam menjawab ya Tuhan,apa yang harus aku tulis,Alloh menjawab,tulislah ilmuku pada mahlukku yang tertera sampai hari kiamat nanti telah menerbitkan said bin mansur sebuah keterangan bahwa yang pertama kali yang ditulis qolam adalah :\rأنا التواب أتوب على من تاب\r\"Saya maha menerima taubat dan menerima taubat bagi yang mau bertaubat\"\rIbnu abi hatim menerbitkan bahwa yang pertama ditulis qolam adalah :\rإن رحمتى سبقت غضبى\r\"Sesungguhnya rahmat-Ku bisa menghapus murkaku\"\rdan terjadi banyak sekali pendapat2 tentang hal ini dan yang ashoh adalah pendapatnya ibnu abbas ra.bahwa qolam berjalan/menulis seketika itu pada keterangan yang ada sampai hari kiamat dan sesuatu yang jadi ketetapan dari kebaikan,kejelekan,kebahagian dan kesengsaraan sebagaimana firman Alloh\rوكل شئ أحصيناهُ فى إمام مبين\rDan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).\r3. Aslim Tas'ad Sie Pengajian\rPena adalah awal pertama kali mahluk diciptakan","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"قوله تعالى : } ن والقلم وما يسطرون { . فيها مسألتان : المسألة ا?ولى روى الوليد بن مسلم عن أنس بن مالك عن سمي مولى أبي بكر عن أبي صالح ، عن أبي هريرة قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول } : أول ما خلق الله القلم ، ثم خلق النون ، وهي الدواة ، وذلك قوله : } ن والقلم { ; ثم قال : اكتب . قال : وما أكتب ؟ قال : ما كان وما هو كائن إلى يوم القيامة من عمل ، أو أجل ، أو رزق ، أو أثر ; فجرى القلم بما هو كائن إلى يوم القيامة ، ثم ختم على القلم فلم ينطق ، و? ينطق إلى يوم القيامة ، ثم خلق العقل فقال الجبار : ما خلقت خلقا أعجب إلي منك ، وعزتي وج?لي ?كملنك فيمن أحببت ، و?نقصنك فيمن أبغضت ، ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أكمل الناس عق? أطوعهم لله وأعملهم بطاعته { المسألة الثانية خلق الله القلم ا?ول ، فكتب ما يكون في الذكر ، ووضعه عنده فوق عرشه ، ثم خلق القلم الثاني ليعلم به من في ا?رض على ما يأتي بيانه في سورة : } اقرأ باسم ربك الذي خلق { ...\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/483534071669406/\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/579881558701323/\r2117. NON MUSLIM BACA SYAHADAT\rPERTANYAAN :\rAlamsyah Ali Al Banjari\rAssalaamu 'Alaikum.... Ada pertanyaan Mbah... bagaimana Status Non Muslim yang sering Baca Syahadat (tidak sama artinya) ??? silahkan pengkinclongannya,Syukron Qoblah....\rJAWABAN :\r> Abdurrahman As-syafi'i\rMeski membaca syahadat, tetapi belum dihukumi islam. Karena ada beberapa ketentuan yang menjadi syarat mutlak menjadi seorang muslim salah satunya adalah membaca syahadat dan mengerti artinya serta adanya keyakinan dan pengakuan sejati dalam dirinya bahwa sanya isi dalam syahadat adalah benar-benar sebuah keyakinan dan kesaksiannya.","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"و الحاصل ان شروط الاسلام البلوغ و العقل و النطق بخصوص لفظهما او بما يدل عليهما على ما مر و معرفة معناهما و الموالاة بينهما و الاذعان و القبول بحيث لا يظهر عليه مايدل على فقد الانقياد و الاختيار و الاقرار بماجحده من نحو فرض و عدم التعليق والاتيان بالواو اسعاد الرفيق 1/17\r> Taufiq Alaika Salam\rهل يجوز أن يقول أي شخص: أشهد أن ? إله إ? الله فقط؟ أو أن يقول شخص أشهد أن ? إله إ? الله وأن علي رسول الله؟ الجواب : الحمد لله، والص?ة والس?م على رسول الله، وبعد : ف? يجوز ?ي إنسان إذا دخل في\rا?س?م أن يقول: أشهد أن ? إله إ? الله فقط، بل ? بد أن يثنيها بشهادة أن محمداً رسول الله؛ لقول النبي _ صلى الله عليه وسلم_: \"بني ا?س?م على خمس: شهادة أن ? إله إ? الله، وأن محمداً رسول الله، وإقام الص?ة، وإيتاء\rالزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت[ \"متفق عليه]. فمن أتى با?ولى ولم يأت بالثانية _ لم يدخل في ا?س?م؛ ?ن الشهادتين مقترنتان ببعضهما، وهما ركن من أركان ا?س?م، ? يصح إس?م المرء إ? به. وأما قول: أشهد أن ? إله إ? الله، وأن علياً رسول الله _ فهذا القول مخالف للنصوص الشرعية الواردة بإثبات نبوة، ورسالة محمد _صلى الله عليه وسلم_ الذي قال الله فيه: ( مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ [ )ا?حزاب40]. : ومن اعتقد بقلبه أن علياً رسول الله _ فقد كفر؛ لتكذيبه النصوص الشرعية، ومن قال ذلك بلسانه، دون اعتقاد بقلبه فيبين له الحق، فإذا تاب، ورجع إلى الحق _ حكم له با?س?م، وإذا أصرّ على ذلك قتل مرتداً، والعياذ بالله . وفقنا الله وإياكم للتمسك بكتابه، وسنة نبيه. وصلى الله وسلم على نبينا محمد.","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"IMAM ABDULLAH BIN MUHAMMAD BIN AHMAD ATTOBARI ketika ditanya apakah diperbolehkan seorang mengucapkan Sahadat Tauhid saja tanpa ada Sahadat rosul, Jawab Beliau : Tidak diperbolehkan seorang ketika manusia masuk islam hanya mengucapkan Sahadat Tauhid saja,wajib juga mengucapkan Sahadat Rosulnya karen ada Hadist Rosul \"ISLAM ITU DIBANGUN ATAS 5 DASAR..sahadat Anlailahaillah wa anna muhammadar rosulullah dst.. (mutafaqun alaih).\rBarang siapa yang hanya mengucapkan sahadat awal tanpa yang kedua, maka orang tersebutt belum dikatakan islam karena SAHADATAIN ini adalah Rukun islam,tidk kan sah islamnya seorang tanpa mengucapkan keduanya,\rAdapun ASHADU ANLA ILLAHA LLOH WA ANNA ALIYAN ROSULULLOH ini adalah menyalahi Nas Sariat yang terlaku dengan menetapkan sayidina Ali sebagai nabi dan Rosul,karena dalam Alqur'an surh Al Ahzab 40, SAYIDINA MUHAMMAD SAW yang nabi dan Rosul Barang siapa yang berkeyakinan di dalam hatinya Ali sebagai Rosul maka Dia kafir,dan membohongi Nas Sariat, dan barang siapa yang mengucapkan dilisannya saja tanpa meyakininya lalu kembali kepada Mengucapkan Sahadatain yang benar ,tobat maka dia dihukumi islam..pbila dia tidak tobat jelas dia akan mati dalam keada'an murtad\r> Mbah Godek\rفتح المعين - (ج 4 / ص 139)\rتتمة إنما يحصل إسلام كل كافر أصلي أو مرتد بالتلفظ بالشهادتين من الناطقفلا يكفي ما بقلبه من الإيمان وإن قال به الغزالي وجمع محققون ولو بالعجمية وإن أحسن العربية على المنقول المعتمد لا بلغة لقنها بلا فهم ثم بالاعتراف برسالته صلى الله عليه وسلم إلى غير العرب ممن ينكرها\rروضة الطالبين - (ج 8 / ص 282)","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"فلو لقن العجمي الشهادة بالعربية فتلفظ بها وهو لا يعرف معناها لم يحكم بإسلامه\rUmpama ada orang ajam (selain arab) menuntun syahadat pada seseorang dengan memakai bahasa arab kemudian dia melafadzkan/mengucapkannya dengan bahasa arab sedangkan ia tidak tau artinya maka dia belum dihukumi islam. [ ROUDLOTUT THOLIBIN JUZ 8 HAL 282 ].\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/493732110649602/\r2122. KIAMAT QUBRO DAN SUGHRO\rPERTANYAAN :\rJack As Trow\rBismillah. Apa bedanya kiamat kubro dan kiamat sughro ?? Makasih...!\rJAWABAN :\r> Si Mbok\rSekedar jawab aja, karena saya yaqin Akhi Jack As Trow Lebih faham :\rKiamat Kubro/besar = Hari hancurnya seluruh alam,\rKiamat Sugro/kecil = Saat meninggalnya orang-orang yang kita sayangi,\r> Mbah Godek\rوالموت هو القيامة الصغرى، وقيام الساعة هو القيامة الكبرى\rMati adalah kiamat sugro dan terjadinya hari akhir adalah kiamat kubro\rالإرشاد إلى صحيح الاعتقاد والرد على أهل الشرك والإلحاد - (ج 1 / ص 241)\r> Sunde Pati\rوالقيامة الصغرى : هي وفاة كل شخص عند انتهاء أجله، وبها ينتقل من الدنيا إلى الآخرة\rKiamat sugro adalah wafatnya seseorang ketika habis ajalnya,dengan sebab wafat berarti dia pindah dari dunia menuju akhirat\rالإرشاد إلى صحيح الاعتقاد والرد على أهل الشرك والإلحاد - (ج 1 / ص 240)\rالإيمان حقيقته، خوارمه، نواقضه عند أهل السنة والجماعة - (ج 1 / ص 72)\rويؤمنون بيوم القيامة الكبرى الذي يحيي الله فيه الموتى، ويبعث العباد من قبورهم، ثم يحاسبهم\rDan mereka iman pada hari kiamat alkubro,yaitu pada hari itu Alloh menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan mengutus para hamba dari alam kuburnya kemudian meng-hisabnya.","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"الإيمان حقيقته، خوارمه، نواقضه عند أهل السنة والجماعة - (ج 1 / ص 72)\rاليوم النهائي الأبدي الذي لا يوم بعده ، وهو يوم القيامة الكبري\rHari pamungkas yang abadi dan tiada hari setelahnya itu adalah hari kiamat kubro\rالقول المفيد على كتاب التوحيد - (ج 2 / ص 303)\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/490693520953461/\r2127. SEPULUH SAHABAT NABI YANG SUDAH DIJAMIN MASUK SYURGA\rOleh : Muhammad Mujtahid Muthlaq\rالعاشرة المبشرون بالجنة\r- علي كرم الله وجهه ( أبو السبطين )رضي الله عنه بن أبي طالب بن عبد المطلب\r- عثمان ذو النورين رضي الله عنه بن عفان بن أبو العاص بن أمية بن عبد شمس بن عبد مناف\r- الزبير الحوارى رضي الله عنه بن العوام بن خويلد بن أسد بن عبد العزى بن قصي\r- عبد الرحمن صاحب الشورى رضي الله عنه بن عوف بن عبد عوف بن عبد بن الحارث بن زهرة بن كلاب\r- سعد خال النبي رضي الله عنه بن مالك بن أهيب بن عبد مناف بن زهرة بن كلاب\r- أبو بكر الصديق رضي الله عنه بن عثمان (أبو قخفة) بن عامر بن عمرو بن كعب بن سعد بن تيم بن مرة\r- طلحة الفياض رضي الله عنه بن عبيدالله بن عثمان بن عمرو بن كعب بن سعد بن تيم بن مرة\r- عمر الفاروق رضي الله عنه بن الخطاب بن نفيل بن عبد العزى بن رياح بن عبد الله بن قرط بن رزاح عدي بن كعب\r- سعيد عاشر العشرة رضي الله عنه بن زيد بن عمرو بن نفيل بن عبد العزى بن رياح بن عبد الله بن قرط بن رزاح عدي بن كعب\r- أبو عبيدة أمين الأمة رضي الله عنه بن عبد الله بن الجراح بن هلال بن أهيب بن ضية بن الحارث بن فهر ( قريش )\rوأنسابهم يجتمعون في سطر واحد بالنبي صلى الله عليه وسلم حتى أسماعيل بن إبراهيم عليهما الصلاة و السلام\r10 ORANG SAHABAT NABI YANG SUDAH DIJAMIN MASUK SYURGA :\r1.…Ali Karromallaahu wajhah Radhiallaahu 'anhu bin Abi Tholib bin 'Abdul Muthollib","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"2.…'Utsman Dzun Nuroin Radiallaahu 'Anhu bin 'Affaan bin Abul 'Aash bin Ummayyah bin 'Abdu Syams bin 'Abdi Manaf\r3.…Zubair Al-Hawaari radhiallaahu 'Anhu bin 'Awwaam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdil 'Uzza bin Qushoy\r4.…'Abdur Rohmaan Shoohibus Syuuroo Radhiallaahu 'Anhu bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdun bin Harits bin Zuhroh bin Kilab\r5.…Sa'ad Khoolin nabi Radhiallaahu 'Anhu bin Malik bin Ahiib bin 'Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab\r6.…Abu Bakar As-Shiddiq bin 'Utsman ( Abu Qukhofah) bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab\r7.…Tholhah Al-Fayadh Radhiallaahu 'Anhu bin 'Ubaidillah bin 'Utsmaan bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taym bin Murroh\r8.…'Umar Al-Faruq radhiallaahu 'Anhu bin Khottob bin Nufail bin 'Abdil 'Uzza bin Riyaah bin 'Abdillah bin Qiroth bin Ziraah 'Ady bin Ka'ab\r9.…Sa'id 'Aasyirol 'Asyaroh Radhiallaahu 'Anhu bin Zaid bin 'Amru bin Nufail bin 'Abdil 'Uzza bin Riyaah bin 'Abdillah bin Qirath bin Ziraah 'Ady bin Ka'ab\r10.… Abu 'Ubaidah Amiinul Ummah Radhiallaahu 'Anhu bin 'Abdullah bin Al-Jiraah bin Hilaal bin Ahiib bin Dlhiah bin Haarits bin Fihr(Quroisy)\rNasab mereka semua bertemu pada satu garis keturunan dan sampai pada Nabi Isma'il bin Ibrohim 'Alaihimaa As-Sholaatu Was-Salaam. Wallaahu A'laam\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/506009799421833/\r2138. Perkara yang ada awalnya dan ada pula ahirnya\rPERTANYAAN :\rAbdurrahman As-syafi'i","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"Assalamu alaikum, pak ustad, saya pernah mendengar perkara-perkara yang ada awalnya dan ada pula ahirnya, bahkan ada yang tidak ada awalnya tapi ada ahirnya. Kiranya pak ustad berkenan menjelaskan perkara apa sajakah itu? Terimakasih sebelum dan sesudahnya. MINTA BANTUANE yaa ?\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikumussalaam, perlu diketahui bahwa maujudat (perkara yang ada / berwujud) di bagi 3 :\r1. perkara yang tiada Awalnya dan tiada akhirnya yaitu Allah dan sifatnya\r2. perkara yang ada awalnya dan tiada akhirnya , di antaranya neraka dan surga. Kekalnya surga dan neraka adalah perkara baru\r3. perkara yang ada awalnya dan akhirnya yaitu selain no 1 dan no 2\rAdapun perkara yang tiada awalnya tetapi ada akhirnya maka tidak ada.\r> Achmad Syathibi\rSekedar nambahin jawaban dari para kasepuhan, * perkara yang ada awalnya & ada akhirnya : dzat makhluq dan sifatnya. * perkara yang tidak ada awalnya tapi ada akhirnya: tidak adanya kita dizaman azali lalu berakhir dengan adanya kita sekarang. (syaikh nawawi al-bantani, nuru al-dzolam, hal.5). Mohon koreksinya dari para kasepuhan jika salah.\r> Abdurrahman As-syafi'i\rMatur suwun, Alhamdulilah ahirnya ketemu juga..\rفائدة ) اعلم ان الاشياء على اربعة اقسام\r_شئ لا اول له و لا اخر له و هو شات الله تعالى و صفاته\r_ و شئ له اول و اخر و هو ذات المخلوقين و صفاتهم\r_ و شئ ليس له اول و له اخر و هو عدمنا الازلى فينتهى بوجودنا\r_ و شئ له اول و ليس له اخر و هو الدار الاخرة\rنور الظلام 5\r\" Ketahuilah sesungguhnya sesuatu itu ada 4 bagian :\r1. Sesuatu yang tidak ada awalnya dan tidak pula ada ahirnya yaitu Dzat Allah ta'ala dan sifat-Nya","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"2. Sesuatu yang ada awalnya dan juga ada ahirnya yaitu dzatnya segala mahluq dan sifatnya\r3. Sesuatu yang tidak ada awalnya namun ada ahirnya, yaitu ketidak adaanya kita pada zaman azali dan berahir ketika kita diwujudkan.\r4. Sesuatu yang ada awalnya tetapi tidak ada ahirnya yaitu darul ahirat.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/506658329356980/\r2142. Penjelasan Ringkas AQIDAH ASWAJA (Ahlussunnah Wal Jama’ah)\rOleh: Gus Lim\rSegala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap terlimpah kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, Waba’du. Allah ta’ala berfirman:\r( ” َليس كَمثْله شىءٌ ” (سورة الشورى: 11\rMaknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya)”. (Q.S. asy-Syura: 11), Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:\r“كَانَ اللهُ وَلم يكُن شىءٌ غَيره” (رواه البخاري والبيهقي وابن الجارود)\rMaknanya: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatu selain-Nya” (H.R. al Bukhari, al Baihaqi dan Ibn alJarud)\rMakna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘arsy, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, tanpa tempat dan arah. Dialah yang telah menciptakan tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri sesuatu yang baru (makhluk).","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"قَالَ سيدنا علي رضي اللهُ عنه: “كَانَ اللهُ ولاَ مكَانَ وهوْ الآنَ علَى ما علَيه كَانَ” (رواه الإمام أبو منصور البغدادي في الفرق بين الفرق)\rSayyidina ‘Ali –semoga Allah meridlainyaberkata : “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, dan Dia sekarang (setelah menciptakan tempat) seperti semula, ada tanpa tempat” (Dituturkan oleh alImam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al Farq bayn al Firaq). Al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi –semoga Allah meridlainya- (227 – 321 H) berkata dalam menjelaskan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah :\r“تعالَى (يعِني الله) عنِ الْحدود والْغايات وْالأَركَان وْالأَعضاءِ وْالأَدوات ، لاَ تحوِيه الْجِها ت الست كَسائرِ الْمبتدعات”.\r“Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali) batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya), Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi enam arah penjuru tersebut”.\rdan beliau juga berkata :\r“ومن وصف اللهَ ِبمعنى من معانِي الْبشرِ فَقَد كَفَر”.\r“Dan barang siapa mensifati Allah dengan salah satu sifat manusia maka ia telah kafir”.","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"Di antara sifat manusia adalah duduk, bertempat, bergerak, diam, berada pada satu arah atau tempat, berbicara dengan huruf, suara dan bahasa, maka barang siapa yang mengatakan bahwa bahasa arab atau bahasabahasa selain bahasa arab adalah bahasa Allah atau mengatakan bahwa kalam Allah yang azali (tidak mempunyai permulaan) dengan huruf, suara atau semacamnya maka dia telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Begitu juga orang yang meyakini al Hulul dan Wahdatul Wujud telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Al Imam ar-Rifa’i –semoga Allah meridlainya- (W. 578 H) berkata :\r“صونوا عقَائدكُم من التمسك ِبظَاهرِ ما تشابه من الْكتابِ والسنة فَإِنَّ ذلك من ُأصولِ الْكُفْرِ”.\r“Peliharalah aqidah engkau dari berpegangan kepada zhahir ayat al-Qur’an dan hadits Nabi –shallallahu ‘alayhi wasallam– yang mutasyabihat sebab hal itu merupakan salah satu pangkal kekufuran”. Al Imam ar-Rifa’i berkata :\r“غَايةُ الْمعرِفَة ِباللهِ ْالإِيقَا ُ ن ِبوجوده تعالَى ِبلاَ كَيف ولاَ مكَان”.\rMaknanya: “Batas akhir pengetahuan seorang hamba tentang Allah adalah meyakini bahwa Allah ta’ala ada tanpa bagaimana (sifat-sifat makhluk) dan ada tanpa tempat”.\rFaedah : Para Ulama’ dari kalangan empat madzhab membagi Kufur menjadi tiga macam:","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"1. Kufur I’tiqadi, seperti orang yang meyakini bahwa Allah bertempat di arah atas atau arah-arah lainnya, bersemayam atau duduk di atas ‘arsy, atau meyakini Allah seperti cahaya atau semacamnya. Di antara contoh kufur i’tiqadi juga adalah tidak meyakini bahwa perbuatan manusia yang ikhtiyari (yang disengaja) adalah terjadi atas qadha dan qadar (ketentuan) Allah seperti keyakinan Hizbut Tahrir.\r2. Kufur Fi’li, seperti sujud kepada berhala, melempar Mushhaf atau lembaranlembaran yang bertuliskan ayat al Qur’an atau nama-nama yang diagungkan ke tempat sampah atau menginjaknya dengan sengaja dan lain-lain.\r3. Kufur Qauli, seperti mencaci Allah, ataumencaci maki nabi, malaikat atau Islam, meremehkan janji dan ancaman Allah, atau menentang Allah, atau mengharamkan perkara yang jelas-jelas halal, atau menghalalkan perkara yang jelas-jelas haram, dan lain-lain. Seperti juga menyifati Allah dengan al ‘Aql al Mudabbir (akal yang mengatur) atau ar-Risyah al Mubdi’ah (bulu yang menciptakan) sebagaimana terdapat dalam kitab Fi Zhilal al Qur’an karya Sayyid Quthb; pimpinan kelompok yang menghalalkan darah umat Islam yang menyebut diri mereka sebagai Jama’ah Islamiyyah.","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"KAEDAH : Setiap keyakinan, perbuatan atau perkataan yang mengandung pelecehan terhadap Allah, rasul-Nya, Malaikat-Nya, syiar agama-Nya, hukum-hukum-Nya, janjijanji dan ancaman-Nya adalah kekufuran maka hendaklah seseorang menjauhi semua ini dengan segala upaya serta dalam keadaan apapun. Barang siapa yang jatuh pada salah satu macam kekufuran tersebut maka dia dihukumi kafir. Dan wajib baginya meninggalkan kekufuran tersebut dan segera masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Jika ia membaca istighfar sebelum mengucapkan syahadat maka istighfar tersebut tidak bermanfaat baginya. Pembagian kekufuran tersebut di atas berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an: surat al Hujurat (49):15, Fushshilat (41): 37, at-Taubah (9): 65-66, 74. Lebih lanjut baca kitab-kitab fiqh empat madzhab; Madzhab Syafi’i (kitab Raudlah ath-Thalibin, karya Imam an-Nawawi (W. 676 H), Kifayatul Akhyar, karya Syekh Taqiyyuddin alHushni (W. 829 H), Sullam at-Taufiq karya alHabib ‘Abdullah ibn Husein ibn Thahir (W.1272 H, dan lainnya). Madzhab Maliki (Minahal Jalil Syarh Mukhtashar Khalil, karya Syekh Muhammad ‘Illaysy (W. 1299 H) dan lain-lain).Madzhab Hanafi (Hasyiyah Radd al Muhtar, karya Syekh Ibnu ‘Abidin (W. 1252 H) dan kitab-kitab lain). Madzhab Hanbali (Kasysyaf al Qina’ karya Syekh Manshur ibn Yunus ibn Idris al Buhuti, ulama abad 11 H dan lain-lain).\rFAEDAH\rقَالَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ علَيه وسلَّم: “َلتفْتحن الْقسطَنطيِنيةُ فَلَِنعم ْالأَمير َأميرها وَلِنعم الْجيش ذَلك الْجيش” (رواه الإمام أحمد في مسنده)","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Konstantinopel (Istanbul sekarang) pasti akan dikuasai, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang berhasil manguasainya dan sebaik-baik tentara adalah tentara tersebut”. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya).\rDalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam memuji sultan Muhammad al Fatih karena beliau adalah seorang sultan yang saleh, aqidahnya sesuai dengan aqidah Rasulullah. Seandainya aqidahnya menyalahi aqidah Rasulullah, Rasulullah tidak akan memujinya. Seperti maklum diketahui dan dicatat oleh sejarah bahwa sultan Muhammad al Fatih adalah Asy’ari Maturidi, meyakini bahwa Allah ada tanpa tempat. Dengan demikian hadits ini adalah busyra; berita gembira bagi seluruh Ahlussunnah, al Asy’ariyyah dan al Maturidiyyah bahwa aqidah mereka sesuai dengan aqidah Rasulullah, maka berbahagialah orang yang senantiasa mengikuti jalan mereka. Aqidah al Asy’ariyyah dan al Maturidiyyah adalah aqidah kaum muslimin dari kalangan salaf dan khalaf, aqidah para khalifah dan sultan, seperti Sultan Shalahuddin al Ayyubi –semoga Allah meridlainya-. Sultan Shalahuddin al Ayyubi adalah seorang ‘alim, penganut aqidah Asy’ariyyah dan mazhab Syafi’i, hafal al Qur’an dan kitab at-Tanbih dalam fiqh Syafi’i serta sering menghadiri majlis-majlis ulama hadits. Beliau memerintahkan agar aqidah sunni Asy’ariyyah dikumandangkan dari atas menara masjid sebelum shalat subuh di Mesir, Hijaz (Makkah dan Madinah), Tha-if dan sekitarnya serta di seluruh Negara Syam (Syiria, Yordania, Palestina dan Lebanon). Al Imam Muhammad ibn Hibatillah","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"al Barmaki menyusun untuk Sultan Shalahuddin al Ayyubi sebuah risalah dalam bentuk nazham berisi aqidah Ahlussunnah dan ternyata sultan sangat tertarik dan akhirnya memerintahkan agar aqidah ini diajarkan kepada umat Islam, kecil dan besar, tua dan muda, sehinggaakhirnya risalah tersebut dikenal dengan nama al Aqidah ash-Shalahiyyah. Risalah ini diantaranya memuat penegasan bahwa Allah maha suci dari benda (jism), sifat-sifat benda dan maha suci dari arah dan tempat.\rAl Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (W. 1205 H) dalam Syarh Ihya Ulum ad-Din Juz II, h. 6, mengatakan: “Jika dikatakan Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah al Asy’ariyyah dan al Maturidiyyah”. Kemudian beliau mengatakan: “Al Imam al’Izz ibn Abd as-Salam mengemukakan bahwa aqidah Asy’ariyyah disepakati oleh kalangan pengikut madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, madzhab Hanafi dan orang-orang utama dari madzhab Hanbali (Fudlala al Hanabilah). Apa yang dikemukakan oleh al ‘Izz ibn Abd as-Salam ini disetujui oleh para ulama dimasanya, seperti Abu ‘Amr Ibn al Hajib (pimpinan ulama madzhab Maliki di masanya), Jamaluddin al Hushari pimpinan ulama madzhab Hanafi di masanya, juga disetujui oleh al Imam at-Taqiyy as-Subki sebagaimana dinukil oleh putranya Tajuddin as-Subki”. Al Hakim meriwayatkan dalam al Mustadrak dan al Hafizh Ibn ‘Asakir dalam Tabyin Kadzib al Muftari bahwasanya ketika turun ayat:\r( [..فَسوف يأْتي اللهُ ِبقَومٍ يحبهم ويحبونه ](المائدة: 54","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam menunjuk kepada sahabat Abu Musa al Asy’ari dan bersabda: “Mereka adalah kaum orang ini”. AlQurthubi mengatakan dalam tafsirnya, Juz VI,h. 220: “Al Qusyairi berkata: pengikut Abu alHasan al Asy’ari adalah termasuk kaumnya”.(Telah maklum bahwa al Imam Abu al Hasan al Asy’ari, imam Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah keturunan sahabat Abu Musa alAsy’ari).[]\rLink asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/451844891504991/\r2166. Golongan yang selamat\rOleh : 'aLa Kulli Haal\rSiapakah golongan yang selamat yang di maksud rasulullah ? Dalam sunan ibnu majah dengan riwayat yang sohih, walawpun di dalam nya ada seorang yang dhoif yaitu abu amrin, tetap bisa di hukumkan shohih, karena dkuatkan dengan riwayat lain dalam musnad albazzar, mustadrak hakim dan mushannaf abd razak dengan sanad sahih,\rKarena itu seorang yang ngaku-ngaku ahli hadist si ALBANI juga menshohihkan nya seperti saya menshohihkan hadist ini jg,tidak cuma albani dan saya lho,tp syaikh muhammad fuad abdul baqi juga menshohihkan nya,\ryang pastinya imam ibnu majah nya pun juga menshohihkan\rحدثنا هشام بن عمار قال حدثنا الوليد بن مسلم قال حدثنا أبو عمرو قال حدثنا قتادة عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :إن بني إسرائيل افترقت على إحدى وسبعين فرقة وإن أمتي ستفترق على ثنتين وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة\rRasul bersabda : sesungguhnya bani isroil terpecah belah atas 71 golongan, dan sesungguhnya ummatku selagi akan terpecah belah juga atas 72 golongan,semuanya masuk neraka, kecuali satu, yaitu al jama'ah ( ahlussunnah wal jama'ah)","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"Imam murtadho azzabidi muhammad bin muhammad alhusaini berkata dalam syarah ihya ulumiddin:\rإذا أطلق أهل السنة والجماعة فالمراد بهم الأشاعرة والماتريدية\rApabila di sebut orang ahlussunnah waljamaah : maka yang dmaksud dengan mereka adalah firqoh asy'ariyah dan maturidiyah\rقال الخيالي في حاشيته على شرح العقائد : الأشاعرة هم أهل السنة والجماعة هذا هو المشهور في ديار خراسان والعراق والشام وأكثر الأقطار\rImam khayali berkata dalam hasyiah syarah aqaid: bermula asya'iroh mereka itu lah ahlus sunnah waljamaah,ini masyhur di negri khurasan, irak, dan syam,dan beberapa negara2\rوقال الكستلي في حاشيته عليه : المشهور من أهل السنة في ديار خراسان والعراق والشام وأكثر الأقطار هم الأشاعرة أصحاب أبي الحسن الأشعري\rImam kastali dalam hasyiahnya berkata: yang masyhur dari negri khurasan, irak, syam, dan beberpa penjuru negri, ahlussunnah waljamaah adalah orang yang berakidah asy'ariyin\rقال ابن السبكي في شرح عقيدة ابن الحاجب : اعلم أن أهل السنة والجماعة كلهم قد اتفقوا على معتقد واحد يجب ويجوز ويستحيل\rImam ibnus subki dalam syarah aqidah ibnul hajib: ketahuilah bahwa ahlussunnah semuanya itu ittifaq atas berakidah sama,pd yang wajib, yang ja-iz, yang mustahil\rوهم الأشعرية والحنفية وشيخ الأشعرية أبو الحسن الأشعري وشيخ الحنفية أبو منصور الماتريدي\rMereka adalah asy'ariyah dan hanafiyah, Syaikh asy'ari adalah abul hasan al asy'ari,dan syaikh hanafiah adalah abu manshur maturidi, Dalam fatwa ibnu hajar alhaitami dan jalaluddin assayuti mereka berdua menyebut abul hasan al asy'ari dengan sebutan \"IMAM AHLUSSUNNAH WALJAMAAH\". Bahkan ibnu hajar alhaitami di tanya :\rما المراد بأصحاب البدع","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"Apa yang dimaksud dengan ahli bid'ah ? Lalu jawaban beliau :\rوالمراد بأصحاب البدع فيه من كان على خلاف ما عليه أهل السنة والجماعة والمراد بأهل السنة والجماعة هم أتباع الشيخ أبي الحسن الأشعري وأبي منصور الماتريدي إمامي أهل السنة\rYang dimaksud dengan ahli bid'ah adalah keadaan orang itu menyalahi Akidah ahlussunnah waljamaah, Yang dmaksud dengan ahlussunnah waljamaah adalah pengikut imam abul hasan al asy'ari dan abu manshur almaturidi. Lalu tanda2 golongan penebar fitnah di akhir zaman sudah dkatakan oleh rasul dalam hadistnya. Dalam musnad albazzar,beliau mengeluarkan hadist\rحدثنا عمر بن الخطاب السجستاني قال أخبرنا نعيم بن حماد قال أخبرنا عيسى بن يونس عن حريز بن عثمان عن عبد الرحمن بن جبير عن أبيه عن عوف بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول صلى الله عليه وسلم : ستفترق أمتي على بضع وسبعين فرقة أعظمها فتنة على أمتي قوم يقيسون الأمور برأيهم يحرمون الحلال ويحلون الحرام\rDalam mustadrak imam hakim dengan 2 lam\rويحللون الحرام\rImam hakim menshohihkan hadist ini, Dari segi isnad nya,tidak ada celaan,dan masuk riwayat hasan lizatihi,bahkan masuk dalam syarat bukhari dan muslim,cuman keduanya tidak mengeluarkan dalam shahihnya\rRawi 1 umar bin khattab as sajistani adalah seorang dpercaya dan hafizh,\rRawi 2 adalah guru beliau nu'aim bin hammad beliau adalah seorang hafizh dan salah satu guru imam bukhari\rRawi 3 adalah guru beliau isa bin yunus,seorang yang tsiqoh,ahli ibadah,\rRawi 4 adalah guru beliau,hariz bin usman,beliau juga seorang tsiqoh\rRawi 5 adalah guru beliau abd rahman bin jubair,beliau juga seorang tsiqoh","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"Rawi 6 ayah beliau sndri jubair bin nufair,beliau adalah seorang tsiqoh jg\rRawi 7 adalah seorang sahabat,dan smua sahabat itu udul,yaitu auf bin malik,seorang panglima perang perwakilan kaum gotfan,\rRasulullah bersabda : selagi akan terpecah belah ummat ku atas (kalimat \"BIDH'UN\" dalam bahasa arab angka antara 3 smpy 9, di hadist lain nanti ada mengatakan) 73 firqoh, paling besar fitnah atas ummat ku adalah satu qaum yang mengQIYAS beberapa perkara dengan akal mereka, mereka mengharamkan yang halal dan meng halalkan yang haram, Dan kaum penebar fitnah yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram itu dapat kita liat skrg, yaitu kaum WAHABI SALAFI yang mengatakan bahwa mereka lah yang selamat, padahal tidak.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/342192029136945/\r2167. Golongan Al-Asyaa'iroh\rOleh : Timur Lenk\rJaminan Al-qur'an dan hadits bahwa golongan Al-Asyaa'iroh adalah golongan Ahlussunnah wal jama'ah , golongan yang selamat.\rAllah memuji golongan Asya'iroh dalam sebuah ayat yang mana pada saat ayat ini turun, Rasulullah memberikan isyaratnya kepada seorang sahabat yaitu Imam Abu Musa al-Asy'ari (Kakek dari Imam Abu Hasan al-Asy'ari) seraya menunjuk kepadanya.\rيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"\"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui\" (QS. al-Maidah : 54)\rRasulullah SAW yang bertugas sebagai mubayyin (penjelas) al-Qur'an telah memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan \"kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya..\", dalam ayat diatas adalah kaum Abu Musa al-Asy'ari berdasarkan hadits shahih berikut\rعن عياض الاشعري قال : لما نزلت : {فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه} قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (هم قومك يا أبا موسى) وأومأ رسول الله صلى الله عليه وسلم : هم قوم هذا , و أشار إلي أبي موسى الأشعري.\rDari Iyadh al-Asy'ari Radiyallahuanhu dia berkata \"Ketika ayat, \"Allah SWT akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya\", maka Rasulullah SAW bersabda sambil menunjuk kepada Abu Musa al-Asy'ari : \"Mereka adalah kaumnya laki-laki ini\"\rقال القشيرى: فأتباع أبى الحسن الأشعرى من قومه لأن كل موضع أضيف فيه قوم إلى نبي أريد به الأتباع، قاله القرطبى فى تفسيره (ج6/220) .","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"Al-Qusyairi berkata : \"Pengikut madzhab Abi al-Hasan al-Asy'ari termasuk kaum Abu Musa al-Asy'ari , karena setiap terjadi penisbahan kata kaum terhadap nabi didalam al-Qur'an, maka yang dimaksudkan adalah pengikutnya\"\rوقال البيهقى: وذلك لما وجد فيه من الفضيلة الجليلة والمرتبة الشريفة للإمام أبى الحسن الأشعرى رضى الله عنه فهو من قوم أبى موسى وأولاده الذين أوتوا العلم ورزقوا الفهم مخصوصاً من بينهم بتقوية السنة وقمع البدعة بإظهار الحجة ورد الشبهة \".ذكره ابن عساكر في تبيين كذب المفتري.\rDan telah berkata Imam Bayhaqy \" Demikian itu karena telah nyata di temukan keutamaan besar dan dan kedudukan yang sangat mulia pada dari Imam Abu Hasan al Asy'ari Rodiyallahu anhu. Beliau adalah dari kaum Abu Musa al Asy'ari dan termasuk anak turunya. mereka2 itu telah di beri ilmu rezki kefahaman yang di hususkan di antara mereka yaitu dengan menguatkan sunnah dan menghancurkan bid'ah dengan menampakan hujjah dan menolak segala syubhat/kekeliruan\"\rTidaklah al-Qur'an memuji kaum yang salah , Inilah aqidah yang benar !!! Mari kita sebarkan dan pelajari aqidah ini !!\rفالأشعرية والماتريدية هم أهل السنة والجماعة الفرقة الناجية\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/455793731110107/\r2168. Arti Satu Dalam Dzat & Sifat-NYA\rPERTANYAAN :\rAnfa Hasbiya\rAssalamu'alaikum para asatidz mau nanya niih tolong bantu untuk keterangan dari ta'bir ini yang diambil dari buku 'aqoidid diiniyah\rالوحدانية معنى الوحدانية فى حقه سبحانه و تعالى : هو الإتقاد الجازم بأنه واحد فى ذاته وواحد فى صفاته وواحد فى افعاله\rSekalian nanya maksud dari satu dalam dzatnya satu dalam sifatnya dan juga satu dalam pekerjaannya maksudnya","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"JAWABAN :\r> Zaine Elarifine Yahya\rWa'alaikum salaam. satu dimaksud adalah satu yang tak ada yang menyamai-Nya, baik dalam dimensi zat, sifat dan perbuatan-Nya. Esa yang tersucikan dari kekurangan dan segala yang identik dengan makhluk.\r> Timur Lenk\rIbarot dari fathul majid\rالصفة السادسة الواجبة له تعالى الوحدانية و معناها أن الله سبحانه و تعالى وا حد فى الذات و الصفات و الأفعال و معنى كون الله واحدا فى الذات أنه ليس هناك ذات تشبه ذاته تعالى و ليست ذاته مركبة من أجزاء لأن التركيب من صفات الحوادث و الله تعالى منزه عن الإتصاف بصفات الحوادث و معنى كونه تعالى واحدا فى الصفات أنه ليس هناك أحد له صفات تشبه صفاته تعالى فليس لأحد قدرة كقدرته تعالى و لا إرادة كإرادته تعالى الى آخر الصفات","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"Sifat yang ke enam yang wajib bagi Allah ta'ala adalah sifat Wahdaniyah (Allah Maha Esa) , maknanya bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala maha esa/tunggal dalam Dzat , sifat dan perbuatan-perbuatanNya . Makna adanya Allah maha esa/tunggal dalam DzatNya bahwa sesungguhnya tiada dzat yang menyerupai Dzat Allah ta'ala dan Dzatnya Allah tiada tersusun dari bagian-bagian karena tarkib/tersusun adalah termasuk sifat-sifat makhluk padahal Allah dibersihkan/maha suci dari bersifat dengan sifat-sifat makhluk . Makna adanya Allah maha esa/tunggal dalam sifat-sifatNya adalah bahwa sesungguhnya tiada seseorang (makhluk) yang mempunyai sifat-sifat yang menyerupai sifat-sifat Allah ta'ala , maka tiada seseorang (makhluk) yang mempunyai sifat qudroh (kuasa) yang menyerupai sifat qudroh (kuasa) Allah ta'ala dan tiada seseorang (makhluk) yang mempunyai sifat irodah (kehendak) yang seperti sifat irodah (kehendak) Allah ta'ala dan seterusnya sampai akhir semua sifat-sifat\rو لم يكن له تعالى صفتان متفقتان فى الإسم و المعنى كقدرتين و إرادتين و علمين بل قدرة واحدة و إرادة واحدة و علم كذالك و معنى كونه تعالى واحدا فى الأفعال أن جميع الأفعال له عز و جل فليس لأحد من المخلوقات فعل من الأفعال سواء كانت اختيارية أو اضطرارية و إنما له فى الفعل الإختيار مجرد الكسب و به يثيبنا الله بفضله و يعاقبنا بعدله فجميع الأفعال له تعالى","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"Dan tidak ada bagi Allah dua sifat yang sama dalam nama dan maknanya seperti dua sifat qudroh , dua sifat irodah dan dua sfat 'ilmu akan tetapi bagi Allah satu sifat quroh , satu sifat irodah dan satu sifat 'ilmu sebagaimana sifat qudroh dan irodah . Makna adanya Allah maha esa dalam perbuatan-perbuatanNya adalah bahwa sesungguhnya semua perbuatan itu milik Allah maha menang Allah dan maha agung Allah , maka tiada bagi seseorang dari makhluk-makhlukNya satupun perbuatan dari perbuatan-perbuatan itu , baik perbuatan itu ikhtiyar (tidak terpaksa) maupun idlthiroriyah (terpaksa) , hanya saja bagi seseorang itu dalam perbuatan ikhtiyar ada kasab (usaha) dan dengan kasab itu Allah memberi kita pahala dengan fadlol / anugerahNya dan menyiksa kita dengan keadilanNya , maka semua perbuatan hanya bagi Allah ta'ala.\rفالمعجزات التي تقع على أيدى الرسل عليهم الصلاة و السلام و الكرامات التي تجري على أيدى الأولياء مخلوقات له سبحانه و تعالى\rMaka mukjizat-mukjizat yang terjadi ditangan para utusan Allah (atas mereka limpahan rohmat dan salam) dan karomah-karomah yang berjalan/terjadi ditangan para wali Allah adalah makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala.\rو إذا ثبت له تعالى الوحدانية انتفت عنه الكموم الخمسة المشهورة و هي الكم المنفصل فى الذات و الكم المتصل فيها و الكم المنفصل فى الصفات و المتصل فيها و الكم المنفصل فى الأفعال","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"Dan jika telah tetap bagi Allah ta'ala sifat wahdaniyah/maha esa maka hilanglah dariNya kam-kam (beberapa/bilangan-bilangan) yang jumlahnya ada lima yang terkenal itu yaitu : 1. kamm munfashil pada dzat . 2. kamm muttashil pada dzat. 3. kamm munfashil pada sifat-sifat. 4 . kamm muttashil pada sifat-sifat. dan 5 kamm munfashil pada perbuatan-perbuatan Allah.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/511287052227441/\r2186. QOUL YANG DINISBATKAN KE IMAM SUYUTHI KIAMAT 1802 H\rPERTANYAAN :\rMbah Ceméng\rAssalamualaikum.. Ada yang tahu di kitab manakah ? imam suyuthi mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 1802 H, dengan melihat lafadz \"baghtah\" yang selalu mengikuti lafadz \"qiyamah\" dengan metode Hisab Jumal Kubro. Perkataan yang dinisbatkan kepada imam suyuthi itu tidak salah, wong itu hanya ngitung lafadz baghtah pake hisab jumal ajha, ga ada ramalan atau memastikan, hanya perhitungan... Jangan terlalu gampang menghakimi dulu.\rJAWABAN :\r> Ibnu Toha\rWa'alaikumussalaam. Saya belum bisa menjawab di kitab mana, namun coba kita renungkan dulu ayat berikut :\rيَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا\rManusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: \"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.\" Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS. Al-Ahzab 63).\rdan ayat berikut :","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا (42) فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا (43) إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا (44) إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا (45)\r42. (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya ?\r43. Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya) ?\r44. Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).\r45. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). (QS. Annaazi'aat 42-43-44-45).\rdan juga pada Ayat berikut :\rيَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ\rMereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: \"Bilakah terjadinya?\" Katakanlah: \"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.\" Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: \"Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\" (QS. Al-A'rof 187)","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"Memang benar Imam Suyuthi tidaklah mencetuskan tahun... tapi beliau cuma memperkirakan oleh penelitian beliau dari berbagai hadits... Imam As-Suyuthi dalam kitabnya \"AL-HAAWIY LIL FATAWIY\" menyebutkan :\r[ذِكْرُ مَا وَرَدَ أَنَّ مُدَّةَ الدُّنْيَا سَبْعَةُ آلَافِ سَنَةٍ] وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُعِثَ فِي أَوَاخِرِ الْأَلْفِ السَّادِسَةِ\rقَالَ الْحَكِيمُ التِّرْمِذِيُّ فِي نَوَادِرِ الْأُصُولِ: حَدَّثَنَا صالح بن أحمد بن أبي محمد، حَدَّثَنَا يعلى بن هلال عَنْ ليث، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: \" «إِنَّمَا الشَّفَاعَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِمَنْ عَمِلَ الْكَبَائِرَ مِنْ أُمَّتِي، ثُمَّ مَاتُوا عَلَيْهَا، وَهُمْ فِي الْبَابِ الْأَوَّلِ مِنْ جَهَنَّمَ، لَا تَسْوَدُّ وُجُوهُهُمْ، وَلَا تَزْرَقُّ عُيُونُهُمْ، وَلَا يُغَلُّونَ بِالْأَغْلَالِ، وَلَا يُقْرَنُونَ مَعَ الشَّيَاطِينِ، وَلَا يُضْرَبُونَ بِالْمَقَامِعِ، وَلَا يُطْرَحُونَ فِي الْأَدْرَاكِ، مِنْهُمْ مَنْ يَمْكُثُ فِيهَا سَاعَةً ثُمَّ يَخْرُجُ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْكُثُ فِيهَا يَوْمًا ثُمَّ يَخْرُجُ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْكُثُ فِيهَا شَهْرًا ثُمَّ يَخْرُجُ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْكُثُ فِيهَا سَنَةً ثُمَّ يَخْرُجُ، وَأَطْوَلُهُمْ مُكْثًا فِيهَا مِثْلُ الدُّنْيَا مُنْذُ يَوْمِ خُلِقَتْ إِلَى يَوْمِ أُفْنِيَتْ، وَذَلِكَ سَبْعَةُ آلَافِ سَنَةٍ» \" وَذَكَرَ بَقِيَّةَ الْحَدِيثِ\rDalam kitab yang sama Imam Suyuthi mengatakan sbb :","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"فَأَقُولُ أَوَّلًا: الَّذِي دَلَّتْ عَلَيْهِ الْآثَارُ أَنَّ مُدَّةَ هَذِهِ الْأُمَّةِ تَزِيدُ عَلَى أَلْفِ سَنَةٍ، وَلَا تَبْلُغُ الزِّيَادَةُ عَلَيْهَا خَمْسَمِائَةِ سَنَةٍ ; وَذَلِكَ لِأَنَّهُ وَرَدَ مِنْ طُرُقٍ أَنْ مُدَّةَ الدُّنْيَا سَبْعَةُ آلَافِ سَنَةٍ، وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُعِثَ فِي أَوَاخِرِ الْأَلْفِ السَّادِسَةِ\rMaka aku katakan dulu : yang menunjukkan atas ini adalah atsar hadits bahwa masa ummat ini (Umat Muhammad) lebih dari 1.000 tahun tapi lebihnya tidak kurang dari 500 tahun, demikian ini karena terdapat dari suatu jalur hadits bahwa umur dunia adalah 7.000 tahun, dan Rosulullah saw diutus pada bagian akhir di seribu tahun yang ke enam. (Yakni tidak lebih dari 1.500 tahun) dan sekarang kita sudah berada di tahun 1434 H. berati kiamat dari sekarang tidak lebih dari 66 tahun lagi.\rBerdasarkan ibarot keterangan Imam Suyuthi (alhawi alfatawi) dari berbagai hadits \"masa di dunia adalah 7 ribu tahun, dan Nabi diutus pada akhir seribu tahun yang ke enam\". (Maaf) Hanya saya yang menambahkan sendiri keterangan bahwa \"Qiamat tidak tidak lebh dari 66 tahun lagi dari sekarang (1434 H.) \".\ratau kemungkinan maksud Imam Suyuthi tidaklah demikian.. MARI TOBAT DAN PERBANYAKLAH IBADAH.... (Wallahu'alam Bis-showab).\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/515686011787545/\r2189. DIANGKATNYA AL-QUR'AN DARI BUMI MENJELANG HARI KIAMAT\rPERTANYAAN :\rMufleh Yeh\rAssalamu'alaikum.... Saya pernah dengar, nanti di hari akhir Al Qur'an pada hilang, benarkah? silahkan komennya di sertakan referensiya. Terima kasih...\rJAWABAN :\rAbdullah Afif","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"Wa'alaikum salam... Dalam Sunan Addaarimi (juz II halaman 530, hadits nomor 3341, maktabah syamilah)\rحَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُبَيْدَةَ ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ ، عَنْ نَاجِيَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : \" أَكْثِرُوا تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ ، قَالُوا : هَذِهِ الْمَصَاحِفُ تُرْفَعُ ، فَكَيْفَ بِمَا فِي صُدُورِ الرِّجَالِ ؟ قَالَ : يُسْرَى عَلَيْهِ لَيْلًا فَيُصْبِحُونَ مِنْهُ فُقَرَاءَ ، وَيَنْسَوْنَ قَوْلَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَيَقَعُونَ فِي قَوْلِ الْجَاهِلِيَّةِ وَأَشْعَارِهِمْ ، وَذَلِكَ حِينَ يَقَعُ عَلَيْهِمْ الْقَوْلُ\rTelah menceritakan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ubaid] dari [Shafwan bin Sulaim] dari [Najiyah bin Abdullah bin Utbah] dari [ayahnya] dari [Abdullah] ia berkata; Perbanyaklah membaca Al Qur'an sebelum ia akan diangkat. Mereka bertanya; Apakah lembaran-lembaran (mushaf) ini akan diangkat? Bagaimana dengan yang ada di dalam dada (dihafal) manusia? Ia menjawab; Akan berlalu satu malam lalu pada pagi harinya mereka menjadi fakir dan melupakan ucapan LA ILAAHA ILLALLAH. Mereka juga terjebak dalam perkataan jahiliyah dan syair-syair mereka. Hal ini terjadi ketika keputusan telah ditetapkan atas mereka.\rFokus : ....dari Abdullah, berkata: Perbanyaklah kamu membaca al Quran sebelum al Quran diangkat.......... Link :\rhttp://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=137&pid=429008&hid=3246\rDan dalam al Mu'jam al Kabir Liththabarani (juz VIII halaman 50, nomor hadits (atsar) 8618","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بن إِبْرَاهِيمَ الدَّبَرِيُّ، عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بن رُفَيْعٍ، عَنْ شَدَّادِ بن مَعْقِلٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ:\"إِنَّ أَوَّلَ مَا تَفْقِدُونَ مِنْ دِينِكُمُ الأَمَانةُ، وَآخَرَ مَا يَبْقَى مِنْ دِينِكُمُ الصَّلاةُ، وَلَيُصَلِّيَنَّ قَوْمٌ لا دِينَ لَهُمْ، وَلَيُنْتَزَعَنَّ الْقُرْآَنُ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِكُمْ\"، قَالُوا: يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَلَسْنَا نَقْرَأُ الْقُرْآَنَ وَقَدْ أَثْبَتْنَاهُ فِي مَصَاحِفِنَا؟ قَالَ:\"يُسْرَى عَلَى الْقُرْآَنِ لَيْلا فَيُذْهَبُ بِهِ مِنْ أَجْوَافِ الرِّجَالِ فَلا يَبْقَى فِي الأَرْضِ مِنْهُ شَيْءٌ\"\r...Ibnu Mas'ud, beliau berkata : ......Sungguh al Quran akan dicabut dari antara tengah-tengah kamu sekalian. Mereka bertanya: Wahai Abu Abdirrahman, bukankah kami membaca Al Quran, dan al Quran kami tulis dalam mushaf-mushaf kami ? Beliau menjawab: Al Quran akan dihilangkan pada malam hari, selanjutnya al Quran dihilangkan dari dada-dada para laki-laki, maka tidak ada satupun al Quran di muka bumi\". Link :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=84&ID=2372&idfrom=8511&idto=8676&bookid=84&startno=67\rWallaahu A'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/512224705467009/\r2197. BANTAHAN TERHADAP KONSEP KEPERCAYAAN REINKARNASI\rPERTANYAAN :\rGoes Fanky\rAssalamu alaikum wr. wb. Kiay ,asatid, dan pra admin, Sya mohon pencerahan x, Apkah benar ada reinkarnasi dalam kehidupan manusia , Mohon jawaban x serta referensi nya.... Mohon maaf atas ksalahan\rJAWABAN :\r> Radhin El-Maujudy Goes\rIni Penjelasannya.. Dari Kitab","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"تفسير القرآن أضواء البيان في إيضاح القرآن بالقرآني\rقوله تعالى : وهو الذي أحياكم ثم يميتكم ثم يحييكم إن الإنسان لكفور ، قوله : وهو الذي أحياكم ، أي : بعد أن كنتم أمواتا في بطون أمهاتكم قبل نفخالروح فيكم فهما إحياءتان ، وإماتتانكما بينه بقو له : كيف تكفرون بالله وكنتم أمواتا فأحياكم ثم يميتكم ثم يحييكم ثم إليه ترجعون [ 2 \\ 28 ] وقوله تعالى : قالوا ربنا أمتنا اثنتين وأحييتنا اثنتين الآية [ 40 \\ 11 ] .\rونظير آية \" الحج \" المذكورة هذه قوله تعالى ، في \" الجاثية \" : قل الله يحييكم ثم يميتكم ثم يجمعكم إلى يوم القيامة لا ريب فيه [ 45 \\ 26 ] ، وكفر الإنسان المذكور في هذه الآية في قوله : إن الإنسان لكفور مع أن الله أحياه مرتين ، وأماته مرتين ، هو الذي دل القرآن على استعباده وإنكاره مع دلالة الإمات تين والإحياءتين على وجوبالإيمان ] ص: 298 ] بالمحيي المميت ، وعدم الكفر به في قوله : كيف تكفرون بالله وكنتم أمواتا فأحياكم الآية [ 2 \\ 28 ] .\rSimak lagi keterangan dari Tafsir Ibnu Katsir berikut:\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=74&idto=74&bk_no=49&ID=78\rSemua Dalil di atas dengan jelas membantah pada pemahaman Reinkarnasi..\r> Alif Jum'an Azend\rReinkarnasi adalah takhyul yang tidak berdasar. Pendapat ini berasal dari orang-orang tak beragama yang berpikiran bahwa manusia akan “menghilang setelah kematian”. Atau timbul pada orang-orang yang merasa takut untuk memasuki alam akhirat setelah kematian. Bagi kedua kelompok manusia ini, kembali ke dunia lagi setelah kematian merupakan suatu harapan yang menarik.","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"Dalam banyak ayatnya, Al-Qur’an menyebutkan bahwa hanya ada sekali kehidupan di dunia ini. Tempat dimana manusia diuji amal perbuatannya. Disebutkan pula bahwa setelah kematian tidak ada arah kembali ke dunia ini. Manusia hanya mati sekali saja. Ini ditegaskan dalam ayat berikut ini : Mereka tidak akan merasakan kematian di dalamnya kecuali sekali saja. Tuhanmu memelihara mereka dari azab api neraka. (Surat Ad-Dukhan: 56)\rJadi Al-Qur'an dengan jelas menolak konsep penjelmaan lagi (reinkarnasi) dan perpindahan. Ruh manusia, meninggalkan badan pada saat mati dan tidak akan dibiarkan hidup kembali ke dunia ini lewat bentuk lain.\rDari kitab suci Qur'an: \"Ketika kematian telah datang kepada seseorang di antara mereka, dia berkata: Wahai Tuhanku! Kembalikanlah aku (hidup)! Supaya aku mengerjakan perbuatan baik yang telah aku tinggalkan itu. Jangan! Sesungguhnya perkataan itu hanya sekedar dapat diucapkan Di hadapan mereka ada barzah, dinding yang membatasi sampai hari mereka dibangkitkan.\" 23: 99-100.\rJadi, kitab suci Qur'an menyatakan bahwa ruh manusia tidak akan hidup dua kali di dunia ini, dengan demikian ruh itu tidak akan dibiarkan menempati badan hidup yang lain, baik manusia ataupun bukan manusia. Kenyataan-kenyataan yang dapat ditinjau mendukung ajaran ini. Bila ruh manusia menempati badan-badan manusia yang baru, maka tidak akan menambah kepadatan penduduk, sebab ruh seseorang dapat menempati hanya satu badan. Kepadatan penduduk pada abad yang lalu sekitar satu milyard. Sekarang sekitar sudah lebih dari 6 milyard","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Bagaimana kita dapat bertambah lima milyard bila tidak ada ruh-ruh baru diciptakan. Sesungguhnya bila konsep reinkarnasi adalah benar, jumlah penduduk tidak akan lebih dari dua orang, sebab pada mulanya hanya ada dua ruh manusia yaitu Adam dan Hawa.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/525956354093844/\r2199. HUKUM TAQLID DALAM MASALAH AQIDAH\rPERTANYAAN :\rNoah Ismaiel\rAssalamu'alayku m... Maaf saya mau nanya.. 'Apakah ta'rif Taqlid itu..? Dan Apa hukumnya Taqlid dalam aqidah ? Trimakasih..\rJAWABAN :\r> Hanya Ingin Ridlo Robby\rWa'alaikumussalaam.. setor ibaroh dulu..\rالكتاب: فتح الباري شرح صحيح البخاري المؤلف: أحمد بن علي بن حجر أبو الفضل العسقلاني الشافعي الناشر: دار المعرفة - بيروت، 1379","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"وَأَصْحَابُنَا مُجْمِعُونَ عَلَى خِلَافِهِ وَإِنَّمَا اخْتَلَفُوا فِيمَا إِذَا كَانَ الِاعْتِقَادُ مُوَافِقًا لَكِنْ عَنْ غَيْرِ دَلِيلٍ فَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ إِنَّ صَاحِبَهُ مُؤْمِنٌ عَاصٍ بِتَرْكِ النَّظَرِ الْوَاجِبِ وَمِنْهُمْ مَنِ اكْتَفَى بِمُجَرَّدِ الِاعْتِقَادِ الْمُوَافِقِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ عَنْ دَلِيلٍ وَسَمَّاهُ عِلْمًا وَعَلَى هَذَا فَلَا يَلْزَمُ مِنْ حُصُولِ الْمَعْرِفَةِ بِهَذَا الطَّرِيقِ وُجُوبُ النَّظَرِ وَقَالَ غَيْرُهُ مَنْ مَنَعَ التَّقْلِيدَ وَأَوْجَبَ الِاسْتِدْلَالَ لَمْ يُرِدِ التَّعَمُّقَ فِي طرق الْمُتَكَلِّمِينَ بَلِ اكْتَفَى بِمَا لَا يَخْلُو عَنْهُ مَنْ نَشَأَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ مِنَ الِاسْتِدْلَالِ بِالْمَصْنُوعِ عَلَى الصَّانِعِ وَغَايَتُهُ أَنَّهُ يَحْصُلُ فِي الذِّهْنِ مُقَدِّمَاتٌ ضَرُورِيَّةٌ تَتَأَلَّفُ تَأَلُّفًا صَحِيحًا وَتُنْتِجُ الْعِلْمَ لَكِنَّهُ لَوْ سُئِلَ كَيْفَ حَصَلَ لَهُ ذَلِكَ مَا اهْتَدَى لِلتَّعْبِيرِ بِهِ وَقِيلَ الْأَصْلُ فِي هَذَا كُلِّهِ الْمَنْعُ مِنَ التَّقْلِيدِ فِي أُصُولِ الدِّينِ وَقَدِ انْفَصَلَ بَعْضُ الْأَئِمَّةِ عَنْ ذَلِكَ بِأَنَّ الْمُرَادَ بِالتَّقْلِيدِ أَخْذُ قَوْلِ الْغَيْرِ بِغَيْرِ حُجَّةٍ وَمَنْ قَامَتْ عَلَيْهِ حُجَّةٌ بِثُبُوتِ النُّبُوَّةِ حَتَّى حَصَلَ لَهُ الْقَطْعُ بِهَا فَمَهْمَا سَمِعَهُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ مَقْطُوعًا عِنْدَهُ بِصِدْقِهِ فَإِذَا اعْتَقَدَهُ لَمْ يَكُنْ مُقَلِّدًا لِأَنَّهُ لَمْ يَأْخُذْ بِقَوْلِ غَيْرِهِ بِغَيْرِ حُجَّةٍ وَهَذَا مُسْتَنَدُ السَّلَفِ قَاطِبَةً فِي الْأَخْذِ بِمَا ثَبَتَ عِنْدَهُمْ مِنْ آيَاتِ الْقُرْآنِ وَأَحَادِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَتَعَلَّقُ بِهَذَا الْبَابِ فَآمَنُوا","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"بِالْمُحْكَمِ مِنْ ذَلِكَ وَفَوَّضُوا أَمْرَ الْمُتَشَابِهِ مِنْهُ إِلَى رَبِّهِمْ وَإِنَّمَا قَالَ مَنْ قَالَ إِنَّ مَذْهَبَ الْخَلَفِ أَحْكَمُ بِالنِّسْبَةِ إِلَى الرَّدِّ عَلَى مَنْ لَمْ يُثْبِتِ النُّبُوَّةَ فَيَحْتَاجُ مَنْ يُرِيدُ رُجُوعَهُ إِلَى الْحَقِّ أَنْ يُقِيمَ عَلَيْهِ الْأَدِلَّةَ إِلَى أَنْ يُذْعِنَ فَيُسَلِّمَ أَوْ يُعَانِدَ فَيَهْلِكَ بِخِلَافِ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ لَا يَحْتَاجُ فِي أَصْلِ إِيمَانِهِ إِلَى ذَلِكَ وَلَيْسَ سَبَبُ الْأَوَّلِ إِلَّا جَعْلُ الْأَصْلِ عَدَمَ الْإِيمَانِ فَلَزِمَ إِيجَابُ النَّظَرِ الْمُؤَدِّي إِلَى الْمَعْرِفَةِ وَإِلَّا فَطَرِيقُ السَّلَفِ أَسْهَلُ مِنْ هَذَا كَمَا تَقَدَّمَ إِيضَاحُهُ مِنَ الرُّجُوعِ إِلَى مَا دَلَّتْ عَلَيْهِ النُّصُوصُ حَتَّى يَحْتَاجَ إِلَى مَا ذَكَرَ مِنْ إِقَامَةِ الْحُجَّةِ عَلَى مَنْ لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ فَاخْتَلَطَ الْأَمْرُ عَلَى مَنِ اشْتَرَطَ ذَلِكَ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ وَاحْتَجَّ بَعْضُ مَنْ أَوْجَبَ الِاسْتِدْلَالَ بِاتِّفَاقِهِمْ عَلَى ذَمِّ التَّقْلِيدِ وَذَكَرُوا الْآيَاتِ وَالْأَحَادِيثَ الْوَارِدَةَ فِي ذَمِّ التَّقْلِيدِ وَبِأَنَّ كُلَّ أَحَدٍ قَبْلَ الِاسْتِدْلَالِ لَا يَدْرِي أَيُّ الْأَمْرَيْنِ هُوَ الْهَدْيُ وَبِأَنَّ كُلَّ مَا لَا يَصِحُّ إِلَّا بِالدَّلِيلِ فَهُوَ دَعْوَى لَا يُعْمَلُ بِهَا وَبِأَنَّ الْعِلْمَ اعْتِقَادُ الشَّيْءِ عَلَى مَا هُوَ عَلَيْهِ مِنْ ضَرُورَةٍ أَوِ اسْتِدْلَالٍ وَكُلَّ مَا لَمْ يَكُنْ عِلْمًا فَهُوَ جَهْلٌ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عَالِمًا فَهُوَ ضَالٌّ وَالْجَوَابُ عَنِ الْأَوَّلِ أَنَّ الْمَذْمُومَ مِنَ التَّقْلِيدِ أَخْذُ قَوْلِ الْغَيْرِ بِغَيْرِ حُجَّةٍ وَهَذَا لَيْسَ مِنْهُ حُكْمِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللَّهَ أَوْجَبَ","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"اتِّبَاعَهُ فِي كُلِّ مَا يَقُولُ وَلَيْسَ الْعَمَلُ فِيمَا أَمَرَ بِهِ أَوْ نَهَى عَنْهُ دَاخِلًا تَحْتَ التَّقْلِيدِ الْمَذْمُومِ اتِّفَاقًا .\r> Kang As'ad\rSaya cuplikkan sedikit dulu terjemah dari ibaroh kang Hanya Ingin Ridlo Robby di atas,nanti in sya-Allah saya lanjtkan.\rقال : وأصحابنا مجمعون على خلافه وإنما اختلفوا فيما إذا كان الاعتقاد موافقا لكن عن غير دليل ، فمنهم من قال : إن صاحبه مؤمن عاص بترك النظر الواجب ،\rBeliau telah menyampaikan qoul; Ashab kami (syafi’iyyah) telah sepakat atas khilafnya masalah ini (taqlid dalam mslah aqidah). Yang mereka khilafkan adalah apabila I’tiqad yang ditaqlidi tersebutt mencocoki aqidah yang benar tetapi tanpa dengan berdalil. Sebagian dari mereka (Ashab) menyampaikan qoul; orang yang bertaqlid dalam masalah aqidah dihukumi sebagai mukmin yang telah melakukan kemaksiatan, karena telah meninggalkan nadzor (berfikir secara sistematis dalam masalah aqidah) yang mana hukum melakukan andzor itu sendiri adalah wajib.\rومنهم من اكتفى بمجرد الاعتقاد الموافق وإن لم يكن عن دليل وسماه علما ، وعلى هذا فلا يلزم من حصول المعرفة بهذا الطريق وجوب النظر ،\rSebagian dari mereka (Ashab) ada yang menganggap cukupnya (bagi seorang mukmin) untuk mencocoki aqidah yang benar meskipun tanpa adanya pengetahuan trhdp dalil yang mereka sebut sebagai ilmu. Atas dasar ini, maka tidak melazimkan wajibnya nadzor (berfikir sistematis) terhadap hasilnya sebuah pengetahuan Ketuhanan dengan jalan ini\rIni poin2 yang saya fahami dari ibaroh kang Hanya Ingin Ridlo Robby di atas :","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"Tentang masalah taqlid dalam aqidah, ulama telah sepakat adanya khilaf (perbedaan qoul) tentang kebolehan taqlid jika yang ditaqlidi adalah aqidah yang benar tetapi dihukumi sebagai mukin yang berdosa (maksiat) karena telah meninggalkan kewajiban nadzor. (apabila yang ditaqlidi adalah aqidah yang salah, ulama telah sepakat atas pelarangannya).\rSebagian ulama menyampaikan bagi setiap muslim, keyakinan aqidahnya harus mencocoki aqidah yang benar. Dan keharusan ini bukan berarti mewajibkan bagi setiap muslim untuk nadzor (berfikir dengan cara sistematis).\rUlama lainnya menyampaikan, larangan taqlid dalam masalah aqidah bukan berarti mewajibkan bagi setiap muslim untuk menempuh jalan sebagaimana yang dilalui oleh ulama2 ahli kalam, tetapi cukuplah bagi setiap muslim untuk mengetahui pembukaan2 setiap ilmu yang wajib diketahui (dloruriyyah), yang dari pembukaan2 tersebut akan berkembang dengan seiring waktu menuju sebuah pengetahun yang benar.\rAda juga yang menyampaikan pendapat (qiil) bahwasanya taqlid dalam masalah Ushuluddin (aqidah) seluruhnya adalah dilarang (haram), karena yang dinamakan taqlid adalah mengambil ucapan orang lain tanpa didasari dengan hujjah.\rKesimpulannya, bagi orang yang mampu nadzor....maka haram hanya sekedar ikut2an (taqlid) dalam masalah keimanan atau aqidah, dan harus nadzor.\rBagi orang2 yang hanya ikut-ikutan (taqlid) dalam masalah keyakinan atau aqidah akan sangat mudah sekali terombang ambingkan, sangat mudah sekali dibuat ragu dengan pemikiran2 sesat yang banyak sekali macamnya. terlebih pada zaman ini yang sedang berlangsung perang pemikiran.","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"Syaikh Ibrohim al-Bajuri menyebutkan enam qoul ulama tentang masalah Taqlid dalam hal Aqidah, yaitu;\r1.…Iman seorang yang bertaqlid adalah tidak sah, oleh karena itu seseorang yang imannya hanya ikut2an, tidak dihukumi sebagi mukmin tetapi duhukumi sebagai kafir. Qoul ini disampaikan oleh imam as-Sanusi di dlam kitab al-Kubro.\r2.…Iman seorang yang bertaqlid, baik bagi orang yang mampu untuk nadzor atau pun tidak, adalah sah, tetapi dihukume sebagi orang yang telah bermaksiat karena telah meninggalkan nadzor.\r3.…Imannya seorang yang bertaqlid dalam masalah aqidah adalah sah (cukup) dan dihukumi sebagi orang yang telah bermaksiat (berdosa) bagi orang yang sebenarnya mampu untuk nadzor, dan bagi orang yang tidak punya kemampuan untuk nadzor, maka tidak dihukumi bermaksiat.\r4.…Bagi orang2 yang bertaqlid dengan al-Qur’an dan as-Sunnah yang Qoth’I dilalahnya (bukan yang dzonni) maka dihukumi sah imannya. Dan bagi yang bertaqlid kepada selain keduanya, maka imannya tidak dihukumi sah, karena sangat rawan terjerumus dalam kesalahan aqidah.\r5.…Imannya orang yang bertaqlid dalam masalah aqidah adalah sah (cukup) tanpa dihukumi bermaksiat. Karena bagi ulama yang menyatakan demikian, nadzor adalah syarat kesempuranaan iman, dan barangsiapa yang mampu untuk nadzor tetapi tidak melakukannya, maka sungguh telah meninggalkan suatu yang utama.","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"6.…Dan qoul yang ke enam adalah, iman seorang yang bertaqlid dalam masalah aqidah adalah sah dan bahkan diharamkan baginya untuk nadzor, qoul ini mengandung kemungkinan diperuntukkan bagi orang2 yang telah teracuni fikirannya dengan pemikiran2 filsafat.\rLihat, Tuhfatul Murid bi syarh Jauharoh at-Tauhid hlm 77, cet. Dar as-Salam Mesir.\r> Ahmed Ahmed\rWajib diatas tiap2 Mukalfaf (oran yang sudah baligh lagi berakal) oleh mengenal sifat2 yang wajib pada Allah, yang mustahil pada Allah dan yang harus pada Allah. Tidak haruslah taqled pada a'qidah. Definisi Taqled pada a'qidah: Menjazam lagi sesuai / cocok dengan jazam tersebut pada a'qidah-a'qidah iman TAPI DENGAN TANPA MENGETAHUI DALIL, baik dalil Ijmaly maupun Tafsily. Lihat kitab Hasyiah Ad-Dusuky. Halaman 53-54-55.\rPendapat Abi Hasan Al-Asya'ry, Al-Qazhi Abi Bakar Al-Baqalany dan Imam Al-Harameini, dan Imam As-Sanusi, tidak memada taqled pada aqidah (iman) , Dan kafirlah mereka, karena tidak disyaratkan pada makrifah akan nazhar diatas jalan ulama Tauhid daripada menetapkan segala dalil2, dan dafak (tolak syubhat) yang di datangkan diatas menetabkan nya dalil, dan tidak kuasa di atas menta'bir sesuatu yang hasil dalalm hati daripada dalil Ijmaly.\rKarena menurut mareka yang dimaksud dengan dalil yang wajib makrifah diatas Mukallaf adalah DALIL IJMALY.\rLihat kitab Tahkikul Al Maqam A'la kifayatul Al A'wam. Halaman 17 pada jawab Imam As Sanusy.\r> Hanya Ingin Ridlo Robby","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"وَالْجَوَابُ عَنِ الْأَوَّلِ أَنَّ الْمَذْمُومَ مِنَ التَّقْلِيدِ أَخْذُ قَوْلِ الْغَيْرِ بِغَيْرِ حُجَّةٍ وَهَذَا لَيْسَ مِنْهُ حُكْمِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللَّهَ أَوْجَبَ اتِّبَاعَهُ فِي كُلِّ مَا يَقُولُ وَلَيْسَ الْعَمَلُ فِيمَا أَمَرَ بِهِ أَوْ نَهَى عَنْهُ دَاخِلًا تَحْتَ التَّقْلِيدِ الْمَذْمُومِ اتِّفَاقًا .\rJawaban dari yang / tama bahwaa sanya taqlid yang tercela yaitu mengambil pendapat orang lain dengan tiada hujjah ( Hadits dan alquran ) yang demikian bkn keputusan hukum rasululloh saw karena Alloh sudah mewajibkan tuk mengikuti nabi dalam segala ucapan, perbuatan dalam melaksanakan perintah dan larangan nabi tidak masuk dalam kategori taqlid yang tercela scr sepakatnya ulamak ( mesqi tanpa dalil ).\rKesimpulannya kalau kita taqlid pada pada imam asyari bukan tercakup dalam taqlid yang madzmum karena apa yang imam asyari sampaikan sesuai alquran dan hadits. Memang banyak pendapat seperti kata ibnu hajar. Wallaahu a'lamu bishshawaab..\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/526417160714430/\r2203. ADAKAH HUKUM KARMA DALAM ISLAM ?\rPERTANYAAN :\rMunawaroh Mengharapkan Aulia\rAssalamu'alaiku m warohmatullahi wabarokatuh, maaf ustad wa ustadah mau tanya apakah hukum karma masih berlaku sampai sekarang ? makasih sebelumnya wassalamu'alaik um warohmatullahi wabarokatuh.\rJAWABAN :\r> Hadlro Maut\rWa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh. Masih berlaku jika yang dimaksud : Kalau yang dimaksud karma adalah balasan atas tindakan/amal sendiri selama di dunia, maka bisa dilihat pada QS. ASY SYUURO 40,","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"وَجَزَا?ؤُا? سَيِّئَةٍ? سَيِّئَةٌ? مِّثْلُهَا ? فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ? عَلَى اللَّهِ ? إِنَّهُ? لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ\rWA JAZAA-U SAYYIATIN SAYYIATUN MITSLUHAA...\rDan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang lalim.\rJuga hadits ...\rعن جابر رضي الله عنه: قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم بروا آباكم يبركم أبناءكم، وعفوا تعف نساءكم، ومن يصل إليه فلم يقبل لم يرد على الحوض\rBIRRUU AABAA-AKUM TABIRRUKUM ABNAA-UKUM... alhadis\rPada akhir QS. albaqoroh : 286 disebutkan :\rلَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ? لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ\r....LAHAA MAA KASABAT WA 'ALAIHAA MAKTASABAT\rAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.\rBila yang dimaksud karma adalah kutukan, dalam hadits disebutkan bahwa doa yang dizholimi termasuk doa yang mustajab.\rثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.\"[HR. AHMAD].\r> Yupiter Jet\rMenambahkan...\rحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ العُقُوبَةَ [ص:665] فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ البَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ \"\rRosululloh bersabda, tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan siksaan (balasan)nya dari Alloh di dunia serta ditabungkan di akhirat selain (dosa) “baghyun “ (tindakan jahat) dan memutuskan silaturahmi. [ Hadits Sohih Sunan Tirmidzi 4/664 ]\rوأخرج الحاكم 4/156، والخرائطي (245) من طريق بكار بن عبد العزيز ابن أبي بكرة، قال: سمعت أبي يحدث عن أبي بكرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول: \"كل الذنوب يؤخر الله ما شاء منها إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين، فإن الله يعجله لصاحبه في الحياة قبل الممات\" وقال الحاكم: صحيح الإسناد. وتعقبه الذهبي بقوله: بكار ضعيف.","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"Imam hakim meriwayatkan, bahwa Rosululloh berkata: semua dosa diakhirkan (balasannya) oleh Alloh -sesuai dengan kehendaknya- sampai hari kiamat kecuali durhaka kepada orang tua. Maka sesungguhnya Alloh akan menyegerakan siksaannya ketika masih hidup sebelum mati. [ HR. Imam Hakim, sohihul isnad ].\r> Umam Zein\rHemat saya karma adalah istilah yang ambigu. Karma paling tidak ada tiga bentuk :\r1.…Karma akibat perbuatan diri sendiri yang dialami di masa kini, ini yang biasanya dipahami oleh masyarakat kebanyakan, identik dengan 'kualat' ataupun ‘hukum kasualitas’.\r2.…Karma akibat perbuatan diri sendiri di kehidupan yang lampau, ini yang identik dengan reinkarnasi Hindu-Budha dan menyebabkan karma cenderung tidak diakui oleh hukum Islam.\r3.…Karma akibat perbuatan orang tua yang ditanggung oleh anaknya, ini karma yang salah kaprah, tidak diakui dalam Hindu maupun Budha, apalagi Islam.\rSecara bahasa, Karma (Sansekerta) atau Kamma (Pali) berarti perbuatan atau aksi. Baik Hindu-Budha mengartikan hukum karma secara mutlak, yakni sebagai hukum yang timbul berkaitan dengan suatu perbuatan, entah baik atau buruk, entah di kehidupan kini ataupun efek dari kehidupan lampau.","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"Istilah karma lebih dulu dipakai pada agama Hindu-Budha. Dimana kedua agama itu, disamping konsep karma yang bersifat kasualitas, juga memasukkan reinkarnasi sebagai bagian dari hukum karma. Dengan demikian pengucapan karma dalam Islam, andaipun dijumpai, diberlakukan sebagai kiasan saja dari hukum sebab-akibat (kasualitas), seperti perkataan: dia mendapat karma akibat durhaka pada orang tuanya. Wallahu a'lam bishshawaab.\rCatatan berikut bisa menjadi pembanding :\rhttp://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=798&Itemid=29\rhttp://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=18559&catid=9\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/341961965826618/\r2206. MAKALAH : HUKUM MEMPERINGATI MAULID NABI\rOleh KH. Abdullah Afif\r1. Pendapat Imam Abu Syamah (599 - 665 H)\rBeliau adalah guru Imam Nawawi\rوَمِنْ أَحْسَنِ مَا ابْتُدِعَ فِيْ زَمَانِنَا مَا يَفْعَلُ كُلَّ عَامٍ فِي الْيَوْمِ الْمُوَافِقِ لِيَوْمِ مَوْلِدِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الصَّدَقَاتِ وَالْمَعْرُوفِ وَإِظْهَارِ الزِّيْنَةِ وَالسُّرُورِ، فَإِنَّ ذَلِكَ مَعَ مَا فِيْهِ مِنَ اْلإِحْسَانِ لِلْفُقَرَاءِ مُشْعِرٌ بِمَحَبَّةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَعْظِيْمِهِ فِي قَلْبِ فَاعِلٍ ذَلِكَ وَشُكْرِ اللهِ تَعَالَى عَلَى مَا مَنَّ بِهِ مِنْ إِيْجَادِ رَسُوْلِهِ الَّذِيْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"Diantara bid’ah yang paling baik pada zaman kami ini,yaitu peringatan yang dikerjakan tiap tahun pada hari bertepatan lahirnya junjungan kita Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, berupa sedekah dan perbuatan baik,dan menampakkan perhiasan dan kegembiraan,karena pekerjaan itu beserta yang ada didalamnya berupa melakukan perbuatan baik terhadap para fakir miskin, menunjukkan rasa mahabbah kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan mengagungkan beliau di hati orang yang mengerjakannya, dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang Dia anugerahkan berupa mewujudkan Rasul_Nya yang diutus_Nya sebagai rahmat bagi semua makhluq. [ Sumber: Al Baa’its Fii Inkaaril Bida’ wal Hawaadits halaman 23-24 ]. Link download kitab Al Baa’its Fii Inkaaril Bida’ wal Hawaadits :\rhttp://shamela.ws/index.php/book/6276\r2. Fatwa Al Hafizh Ahmad Ibnu Hajar al ‘Asqalani (773-852 H)\rوَقَدْ سُئِلَ شَيْخُ الْإِسْلَامِ حَافِظُ الْعَصْرِ أَبُو الْفَضْلِ اِبْنُ حَجَرٍ عَنْ عَمَلِ الْمَوْلِدِ ، فَأَجَابَ بِمَا نَصُّهُ أَصْلُ عَمَلِ الْمَوْلِدِ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنِ السَّلَفِ الصَّالِحِ مِنَ الْقُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ، وَلَكِنَّهَا مَعَ ذلِكَ قَدْ اشْتَمَلَتْ عَلَى مَحَاسِنَ وَضِدِّهَا، فَمَنْ تَحَرَّى فِيْ عَمَلِهَا الْمَحَاسِنَ وَتَجَنَّبَ ضِدَّهَا كَانَتْ بِدْعَةً حَسَنَةً وَإِلَّا فَلَا\rSyaikhul Islam Al Hafizh Abul Fadhl Ibnu Hajar ditanya tentang amaliyah Maulid, maka beliau menjawab : “Pokok utama dalam amaliyah Maulid adalah bid’ah yang tidak diriwayatkan dari ulama salaf as shalih dari tiga generasi (sahabat, tabi’in, dan atba’ut tabi’in).","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"Akan tetapi Maulid tersebut mengandung kebaikan-kebaikan dan sebaliknya. Maka barangsiapa yang berusaha meraih kebaikan dalam Maulid dan menjauhi yang buruk, maka termasuk bid’ah yang baik (hasanah). Jika tidak, maka tidak disebut bid’ah hasanah”. [ Sumber: Al Haawi Lil Fataawi karya Al Hafizh As Suyuthi juz I halaman 282, maktabah syamilah ]. Link :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=130&ID=207\r3. Fatwa al Hafizh As Suyuthi (849-911 H)\rفَقَدْ وَقَعَ السُّؤَالُ عَنْ عَمَلِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ فِيْ شَهْرِ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ، مَا حُكْمُهُ مِنْ حَيْثُ الشَّرْعُ ؟ وَهَلْ هُوَ مَحْمُوْدٌ أَوْ مَذْمُوْمٌ ؟ وَهَلْ يُثَابُ فَاعِلُهُ أَوْ لَا ؟\rSungguh telah ada pertanyaaan tentang peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabiul Awwal, Bagaimana hukumnya menurut syara’ ? dan apakah termasuk terpuji atau tercela ? serta apakah orang yang memperingatinya mendapatkan pahala atau tidak ?\rاَلْجَوَابُ عِنْدِيْ أَنَّ أَصْلَ عَمَلِ الْمَوِلِدِ الَّذِيْ هُوَ اجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْءَانِ وَرِوَايَةُ الأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ وَمَا وَقَعَ فِيْ مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ، ثُمَّ يُمَدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذَلِكَ هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالْإِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"Jawabannya : Menurutku pada dasarnya amal Maulid itu adalah berkumpulnya orang-orang , pembacaan ayat yang mudah dari Al-Qur’an, riwayat hadits-hadits tentang permulaan perihal Nabi serta tanda-tanda yang datang mengiringi kelahiran Nabi.\rKemudian disajikan beberapa hidangan untuk mereka. Mereka menyantapnya, selanjutnya mereka bubar setelah itu tanpa ada tambahan-tambahan lain, itu adalah termasuk Bid’ah Hasanah (bid’ah yang baik) yang diberi pahala bagi orang yang melakukannya. Karena adanya perkara yang ada didalamnya berupa pengagungan terhadap kedudukan Nabi dan menampakkan rasa gembira dan suka cita dengan kelahiran beliau yang mulia. [ Sumber: Al Haawi Lil Fataawi karya Al Hafizh As Suyuthi juz I halaman 271-272, maktabah syamilah ]. Link :\rhttp://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=130&ID=207\r4. Pendapat Hadhratusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari (1287-1366 H)\rاَلتَّنْبِيْهُ الْأَوَّلُ يُؤْخَذُ مِنْ كَلَامِ الْعُلَمَاءِ الْآتِيْ ذِكْرُهُ أَنَّ الْمَوْلِدَ الَّذِيْ يَسْتَحِبُّهُ الْأَئِمَّةُ هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ وَرِوَايَةِ الْأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا وَقَعَ فِيْ حَمْلِهِ وَمَوْلِدِهِ مِنَ الْإِرْهَاصَاتِ وَمَا بَعْدَهُ مِنْ سِيَرِهِ الْمُبَارَكَاتِ ثُمَّ يُوْضَعُ لَهُمْ طَعَامٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ وَإِنْ زَادُوْا عَلَى ذَلِكَ ضَرْبَ الدُّفُوْفِ مَعَ مُرَاعَاةِ الْأَدَبِ فَلَا بَأْسَ بِذَلِكَ","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"Peringatan yang Pertama : Perkara yang diambil dari perkataan para ulama yang akan diterangkan mendatang bahwasanya MAULID yang disunnahkan oleh para imam itu adalah berkumpulnya orang-orang, pembacaan ayat yang mudah dari Al-Qur’an, riwayat hadits-hadits tentang permulaan perihal Nabi serta IRHASH (kejadian yang istimewa sebelum menjadi beliau diangkat menjadi Nabi) yang terjadi saat kehamilannya dan hari lahirnya dan hal-hal yang terjadi sesudahnya yang merupakan sirah (sejarah) beliau yang penuh keberkahan.\rKemudian disajikan beberapa hidangan untuk mereka. Mereka menyantapnya, dan selanjutnya mereka bubar. Jika mereka menambahkan atas perkara diatas dengan memukul rebana dengan menjaga adab, maka hal itu tidak apa-apa. [ Sumber : Attanbihaatul Waajibaat Liman Yashna’ul Maulida Bil Munkaraat halaman 10-11 ]. Bersambung, Insya Allah..\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/532252183464261/","part":1,"page":216}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (15)","lvl":1,"sub":0}]}