{"pages":[{"id":1,"text":"0673. Arti Sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah\rPERTANYAAN :\rMuhammad Firdaus Al-Banjari\rMau nanya ni apa yang di maksud dengan :nafsiah,salbiyah,ma'ani & ma'nawiyah yang ada pada dzat nya allah swt\rJAWABAN :\rAni Fah\r1. Nafsiyah yaitu sifat yang berhubungan dengan Dzat Allah SWT.\r- berupa sifat Wujud\r2. Salbiyah yaitu sifat Allah yang menolak sifat-sifat yang tidak sesuai atau tidak layak bagi-NYA.\r- Qidam\r- Baqo'\r- Mukholafatu lilhawaditsi\r- Qiyamuhu Binafsihi\r- Wahdaniyat\r3. Ma'ani yaitu sifat-sifat wajib bagi Allah yang dapat digambarkan oleh akal pikiran manusia, serta dapat meyakinkan orang lain, lantaran kebenarannya dapat dibuktikan oleh panca indera.\r- Qudrot\r- Irodat\r- Ilmu\r- Hayat\r- Sama'\r- Bashar\r- Kalam\r4. Ma'nawiyah yaitu sifat-sifat yang berhubungan dengan sifat ma'ani, atau keaktifan sifat-sifat tujuh di atas.\r- Qodiran\r- Muridan\r- 'Aliman\r- Hayyan\r- Sami'an\r- Bashiron\r- Mutakalliman\r0710. MENGUNDANG KHODAM ASMA' DENGAN AMALAN ILMU HIKMAH\rPERTANYAAN :\rIrwan Al-ferzani Brawijaya\rAssalamu'alaikum wr.wb. maaf saya mau bertanya pada para sesepuh grup ini : bagaimanakah hukumnya mengundang khodam asma' dengan amalan ilmu hikmah ? matur nuhun.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam wr wb. kalau yang dimaksud ilmu hikmah dalam pertanyaan ini adalah ilmu yang dianugerahkan Allah kepada seseorang atas laku tirakat yang ia lakukan yang tidak bertentangan dengan syara' dan boleh... Kalau yang dimaksud dengan ilmu hikmah diatas adalah ilmu karamah/setruman maka diperinci sebagai berikut :","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Bila pelakunya (yang nyetrum ) disiplin syari’at ( mutasyarri’ ), yang dibaca (mantera) tidak bertentangan dengan syari?t, khodamnya juga yang baik dan tidak menimbulkan dloror syar’i ( termasuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi tidak ada manfaat yang sebanding )\r( مسألة: فى أقسام السحر وحكمه )الى أن قال ومنها الاستعانة بالأرواح الأرضية بواسطة الرياضة وقراءة العزائم إلى حيث يخلق الله تعالى عقب ذلك على سبيل جرى العادة بعض خوارق وهذا النوع قالت المعتزلة إنه كفر لأنه لا يمكن معه معرفة صدق الرسل عليهم الصلاة والسلام للالتباس, ورد بأن العادة الإلهية جرت بصرف المعارضين للرسل عن إظهار خارق ثم التحقيق أن يقال إن كان من يتعاطى ذلك خيرا متشرعا فى كامل ما يأتى ويدر وكان من يستعين به من الأرواح الخيرة وكانت عزائمه لا تخالف الشرع وليس فيما يظهر على يده من الخوارق ضرر شرعى على أحد فليس ذلك من السحر بل من الأسرار والمعونة وإلا فهو حرام إن تعلمه ليعمل به بل يكفر إن اعتقد حل ذلك فإن تعلمه ليتوقاه فمباح وإلا فمكروه. إهـ هامش فتح الوهاب الجزء الثانى ص : 151 دار إحياء الكتب العربية\r[ MASALAH ] Dalam pembahasan bentuk-bentuk sihir dan hukumnya......dst. Di antara macam sihir adalah meminta pertolongan dengan arwah arodhiyah dengan cara laku riyadhoh dan membaca azimat-azimat yang setelahnya akan menimbulkan hal-hal aneh diluar kebiasaan pada umumnya, menurut kaum Mu'tazilah ini termasuk perbuatan kufur karena dapat menyerupai dan melemahkan kebenaran para utusan Allah akan mukjizatnya, sedang menurut pendapat ulama yang TAHQIIQ (kuat dalam pernyataannya) hukumnya di perinci :","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"1.…Apabila pelakunya ( yang nyetrum ) disiplin syari’at ( mutasyarri’ ), yang dibaca ( mantera ) tidak bertentangan dengan syari?t dan tidak menimbulkan dloror syar’i ( termasuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi tidak ada manfaat yang sebanding ).\r2.…Bila yang terjadi semacam ini, hal tersebut bukanlah sihir tetapi kelebihan dan ma'unah Tidak boleh ( haram ).\r3.…Apabila pelakunya tidak disiplin syari?t ( fasiq ) atau yang dibaca dilarang menurut syara’ atau menimbulkan dloror syar’i ( termasuk hilangnya kesadaran dan tidak ada manfaat sebanding ). [ Hamisy Fath Alwahaab II/151 ].\r0712. SHALAT DI MASJID YANG BERDEKATAN DENGAN KUBURAN\rPERTANYAAN :\rHeri Hamzah\rAsslmkum.wr.wb. Saya mau tanya bagaimana hukumnya orang sholat di masjid yang ada kuburannya dan berddekatan dengan kuburan?\rmohon pencerahannya... terimakasih\rJAWABAN :\rHasanul Zain\rWa'alaikum salam wr wb...ya sah-sah saja kang seng penting ora' nyembah makam tersebut....\rMbah Jenggot II\rDiriwayatkan secara shahih bahwa Nabi saw. pernah bersabda : \"Dalam masjid Khaif (masjid yang terletak di Mina) terdapat kuburan tujuh puluh orang nabi.\" (HR. al-Bazzar dan ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir). Hafidz Ibnu Hajar, dalam kitab Mukhtashar Zawaid al-Bazzar ketika berkomentar tentang derajat hadist di atas mengatakan, \"Sanadnya shahih\". menanggapi hadits riwayat Muslim yang sering juga dibuat dalil oleh pengikut faham yang mengharamkan mutlak membangun bangunan di atas kuburan, yaitu hadits berikut :\rلَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"“Allah melaknat orang Yahudi dan Nashrani yang membuat masjid di kuburan-kuburan para nabinya.”\rAl-Allamah Abdurrauf Al-Munawi menguraikan bahwa hadits di atas berbicara tentang perilaku orang Yahudi dan Nashrani yang membuat makam para nabinya sebagai arah kiblat dengan iktikad yang bathil. Mereka juga bersujud di kuburan para nabi tersebut karena ta‘zhim (mengagungkan), menghadapkan shalat mereka ke arah makam tersebut dan membuat berhala-berhala yang menjadi sebab Allah melaknat mereka. Dan hal inilah yang dilarang oleh Allah kepada kaum muslim untuk mengikuti perilaku mereka.\rAdapun membangun masjid di samping makam orang shalih atau shalat di kuburan dengan tujuan pahalanya disampaikan kepada mayit yang dikubur di makam tersebut dengan tidak ada niat mengagungkan tempat tersebut atau shalat menghadap makam-makam tersebut maka itu tidak ada dosa baginya. Bukankah makam Nabiyullah Isma’il berada di Hathim (tembok Ka’bah) di dalam Masjidil Haram ? [ Faidh al-Qadir juz 4 hlm. 591 (hadits no. 5995) ].\r0746. AMALIYYAH : BOLEHKAH MEMAKAI SUSUK ? ?\rPERTANYAAN :\rBintang Sembilan\rSusuk, bolehkah dalam islam ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rBoleh dengan catatan :\r1. Tujuannya dilegalkan oleh syara’\r2. Tidak membahayakan tubuh atau akal","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"فَرْعٌ : وَقَعَ السُّؤَالُ عَنْ دَقِّ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَأَكْلِهِمَا مُفْرَدَيْنِ أَوْ مَعَ انْضِمَامِهِمَا لِغَيْرِهِمَا مِنْ الْأَدْوِيَةِ هَلْ يَجُوزُ ذَلِكَ كَغَيْرِهِ مِنْ سَائِرِ الْأَدْوِيَةِ أَمْ لَا يَجُوزُ لِمَا فِيهِ مِنْ إضَاعَةِ الْمَالِ ؟ فَأَجَبْت عَنْهُ بِقَوْلِي : إنَّ الظَّاهِرَ أَنْ يُقَالَ فِيهِ إنَّ الْجَوَازَ لَا شَكَّ فِيهِ حَيْثُ تَرَتَّبَ عَلَيْهِ نَفْعٌ ، بَلْ وَكَذَا إنْ لَمْ يَحْصُلْ مِنْهُ ذَلِكَ لِتَصْرِيحِهِمْ فِي الْأَطْعِمَةِ بِأَنَّ الْحِجَارَةَ وَنَحْوَهَا لَا يَحْرُمُ مِنْهَا إلَّا مَا أَضَرَّ بِالْبَدَنِ أَوْ الْعَقْلِ .\rوَأَمَّا تَعْلِيلُ الْحُرْمَةِ بِإِضَاعَةِ الْمَالِ فَمَمْنُوعٌ لِأَنَّ الْإِضَاعَةَ إنَّمَا تَحْرُمُ حَيْثُ لَمْ تَكُنْ لِغَرَضٍ وَمَا هُنَا لِقَصْدِ التَّدَاوِي وَصَرَّحُوا بِجَوَازِ التَّدَاوِي بِاللُّؤْلُؤِ فِي الِاكْتِحَالِ وَغَيْرِهِ ، وَرُبَّمَا زَادَتْ قِيمَتُهُ عَلَى الذَّهَبِ ع ش عَلَى م ر .","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"[ CABANG ] Ada pertanyaan tentang melebur emas atau perak dan memakannya secara langsung atau disertai benda lainnya seperti obat-obatan, bolehkah perbuatan semacam ini sebagaimana diperbolehkan bentuk-bentuk pengobatan lainnya, ataukah tidak boleh karena didalamnya mengandung unsure ‘menyia-nyiakan harta’ ?. Jawabanku “Dalam hal ini secara zhahirnya semestinya dikatakan boleh karena didalamnya terdapat kemanfaatan, bahkan sekalipun tidak terjadi manfaatpun karena penjelasan ulama dalam bab makanan bahwa memakan batu dan sejenisnya tudak haram kecuali bila berdampak negatife pada tubuh atau akal. Sedangkan alasan ‘menyia-nyiakan harta’ yang dilarang bila tanpa ada tujuan, sedang dalam masalah ini terdapat tujuan untuk pengobatan, para ulama menjelaskan bolehnya berobat memakai mutiara yang dipakai buat celak, yang sementara keberadaan mutiara harganya melebihi emas. [ Hasyiyah al-Bujairomi ala al-Khathiib I/362 ].\r0747. AMALIYYAH : MENGADAKAN SELAMATAN SETELAH KEMATIAN\rPERTANYAAN :\rArda Sams\rAsslm alaikum, saya mau nanya nih bagaimana hukumnya mengadakan selamatan di hari ke 3 dan 7 dan 40 hari orang yang meninggal dunia, tolong penjelasannya dan dalil nya, terima kasih.\rJAWABAN :\rEbiey Doell\rWa'alaikum salam... :\rقَالَ طَاوُسَ: إنَّ الْمَوْتَى يُفْتِنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تَلْكَ اْلأيّاَمِ إلَى أنْ قَالَ عَنْ عُبَيْدِ ابْنِ عُمَيْرِ قَالَ: يُفْتِنُ رَجُلانِ مُؤمِنٌ وَمُنَافِقٌ فَأمَّا الْمُؤمِنُ فَيُفْتِنُ سَبْعًا وَأمَّا الْمُناَفِقُ فَيُفْتِنُ أرْبَعِيْنَ صَبَاحًا","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"Imam Thawus berkata: Seorang yang mati akan beroleh ujian dari Allah dalam kuburnya selama 7 hari. Untuk itu, sebaiknya mereka (yang masih hidup) mengadakan jamuan makan (sedekah) untuknya selama hari-hari tersebut. Sahabat Ubaid ibn Umair berkata: “Seorang mukmin dan seorang munafiq sama-sama akan mengalami ujian dalam kubur. Bagi seorang mukmin akan beroleh ujian selam 7 hari, sedang seorang munafiq selama 40 hari di waktu pagi.” (Al Hawi lil Fatawa as Suyuti, Juz II hal 178).\r?matz Van Dee Ivz\rBOLEH. Lihat :\rقَالَ طَاوُسَ: إنَّ الْمَوْتَى يُفْتِنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تَلْكَ اْلأيّاَمِ إلَى أنْ قَالَ عَنْ عُبَيْدِ ابْنِ عُمَيْرِ قَالَ: يُفْتِنُ رَجُلانِ مُؤمِنٌ وَمُنَافِقٌ فَأمَّا الْمُؤمِنُ فَيُفْتِنُ سَبْعًا وَأمَّا الْمُناَفِقُ فَيُفْتِنُ أرْبَعِيْنَ صَبَاحًا\rImam Thawus berkata: Seorang yang mati akan beroleh ujian dari Allah dalam kuburnya selama 7 hari. Untuk itu, sebaiknya mereka (yang masih hidup) mengadakan jamuan makan (sedekah) untuknya selama hari-hari tersebut. Sahabat Ubaid ibn Umair berkata: “Seorang mukmin dan seorang munafiq sama-sama akan mengalami ujian dalam kubur. Bagi seorang mukmin akan beroleh ujian selam 7 hari, sedang seorang munafiq selama 40 hari di waktu pagi.” (Al Hawi lil Fatawa as Suyuti, Juz II hal 178).","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Hadis Thawus ntu juga dibahas oleh Imam Ibnu Hajar dalam “al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah”, ktika bliau ditanya tentang hadist thowus, bliau menjawab bhawa pndapat trsebut mempunyai asal yang kuat (ashlun ashilun) dalam syara’ di mana sjumlah ulama telah meriwayatkan yakni 1,Thawus dengan sanad yang shahih, 2. juga dari ‘Ubaid bin ‘Umair, dengan sanad yang berhujjah pada Ibnu ‘Abdul Bar, yang merupakan seorang ulama yang di anggap lebih besar maqamnya tabi`inya daripda Thawus, bahkan ada qil yang mnyatakan bahawa ‘Ubaid bin ‘Umair ini adlah seorang sahabat karenaa beliau dilahirkan dalam zaman Nabi n hidup pada sbagian zaman Sayyidina ‘Umar di Makkah, n 3, daripada Mujahid. Dan hukum 3 riwayat ini adalah hukum hadis mursal marfu 'karenaa prsoalan yang hubungnya gdn orang mati difitnah 7 hari, mrupakn hal ghaib yang tidak dapat diketahui dalam pendapat akal. Bila hal semacam datangnya dari tabi `i maka dihukumkan mursal marfu 'kepada rosul sbgaimana dijelaskan oleh para imam hadits. Nah…… hadist Mursal itu blh dijadikan hujjah, spti halny imam Hanafi, Maliki, Hanbali n juga Syafi `i bila ia didukung oleh riwayat lain. n spti yang saya paparkan di dpn tadi bahwa hadits thowus ini telah didukung 2 mursal yang lain (yaitu Mursal 'Ubaid dan Mursal Mujahid), bahkan jika imam ibnu hajar berpendapat bahwa sabit' Ubaid itu seorang sahabat yang bersambunglah riwayatnya dengan Nabi.\rLink diskusi : www.fb.com/groups/piss.ktb/298391233517025/\r0775. Tidak Ada Kewajiban Taat Dalam Wasiyat Kemaksiatan\rPERTANYAAN :\rAhmad Riandy","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"Apakah wajib bagi seorang anak memenuhi wasiat orang tua nya yang melanggar hukum agama.....???\rJAWABAN :\rAlif Jum'an Azend\rTidak boleh melakukan wasiyat yang justru melanggar syariat, siapapun pemberi wasiyat itu. Tidak ada ketaatan untuk bermaksiyat / mendurhakai Alloh..\rMasaji Antoro\rSEKEDAR BUAT PERHATIAN BAGI KITA SAAT KELAK MENJADI ORANG TUA DARI ANAK-ANAK KITA\rقال تعالى: { أَطِيعُوا اللَّهَ } أي: اتبعوا كتابه { وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ } أي: خذوا بسنته { وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ } أي: فيما أمروكم به من طاعة الله لا في معصية الله، فإنه لا طاعة لمخلوق في معصية الله، كما تقدم في الحديث الصحيح: \"إنما الطاعة في المعروف\". وقال الإمام أحمد: حدثنا عبد الرحمن، حدثنا همام، حدثنا قتادة، عن أبي مرابة، عن عمران بن حصين، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: \"لا طاعة في معصية الله\" (6) . (6) المسند (4/426).\rAllah Ta’ala berfirman “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (QS. 4:59) dalam apa yang mereka perintahkan pada kalian dalam ketaatan pada Allah bukan dalam maksiat pada Allah karena tidak ada ketaan pada makhluk dalam menjalani maksiat pada Allah seperti dalam keterangan hadits shahih lalu “Sesungguhnya ketaatan hanya pada kebaikan”. Imam Ahmad berkata “Bercerita padaku Abdur rahman dari Hammam dari Abu Muraabah Imran Bin Husein dari Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam “Tidak ada ketaatan dalam maksiat pada Allah” (HR. Ahmad dalam Musnadnya IV/426). [ Tafsiir Ibn Katsiir II/345 ].","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"وَمَذْهَبُ الْحَنَابِلَةِ فِي ذَلِكَ كَمَذْهَبِ الشَّافِعِيَّةِ حَيْثُ صَرَّحُوا بِأَنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِلْوَالِدَيْنِ فِي تَرْكِ تَعَلُّمِ عِلْمٍ وَاجِبٍ يَقُومُ بِهِ دِينُهُ مِنْ طَهَارَةٍ وَصَلاَةٍ وَصِيَامٍ ، وَإِنْ لَمْ يَحْصُل مَا وَجَبَ عَلَيْهِ مِنَ الْعِلْمِ بِبَلَدِهِ فَلَهُ السَّفَرُ لِطَلَبِهِ بِلاَ إِذْنِ أَبَوَيْهِ (1) .\r(1) الفتاوى الهندية 2 / 189 ، 5 / 365 ، 366 ط . الأميرية 1310 هـ حاشية الدسوقي 2 / 175 ، 176 ، حاشية العدوي على شرح الخرشي 3 / 111 حاشية الجمل 5 / 190 ، 191 ، كشاف القناع 3 / 45 ، الإنصاف 4 / 123 .\rDan kalangan madzhab Hanabilah sama dengan kalangan Syafi’iyyah mengenai hal tersebut, mereka menjelaskan tidak ada ketaatan pada kedua orang tua dalam perintah meninggalkan mencari ilmu yang wajib ia kuasai untuk menegakkan agamanya seperti masalah bersuci, shalat, dan puasa. Bila pengetahuan mengenai hal-hal tersebut tidak mampu ia dapatkan didaerahnya maka wajib baginya pergi keluar daerah untuk menguasainya meskipun tanpa restu kedua orang tuanya. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah XXVIIII/84 ].\rقَال الأَْوْزَاعِيُّ : لاَ طَاعَةَ لِلْوَالِدَيْنِ فِي تَرْكِ الْفَرَائِضِ ، وَالْجُمَعِ ، وَالْحَجِّ ، وَالْقِتَال ؛ لأَِنَّهَا عِبَادَةٌ تَعَيَّنَتْ عَلَيْهِ فَلَمْ يُعْتَبَرْ إِذْنُ الأَْبَوَيْنِ فِيهَا كَالصَّلاَةِ (1) .\rBerkata al-Auzaa’i “Tidak ada ketaatan pada kedua orang tua dalam perintah meninggalkan aneka kewajiban, perkumpulan islami, haji dan berperang (jihad) karena kesemuanya adalah ibadah yang menjadi keharusan baginya maka tidak menjadi bahan pertimbangan izin kedua orang tua sebagaimana shalat”. [ Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah XVI/134 ].","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"وقال يوسف بن أسباط وسفيان الثوري رحمهما اللّه : لا طاعة للوالدين في الشبهة ،\rYusuuf Bin Asbaath dan Sufyan ats-Tsauri berkata “Tidak ada ketaatan pada perintah kedua orang tua dalam menjalankan hal-hal yang syubhat (hal yang antara haram dan halalnya tidak jelas). [ Quwwah al-Quluub Fii Mu’aamalah al-Mahbuub II/473 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\r0795. Amalan Tanpa Ilmu Tidak Diterima\rPERTANYAAN :\rMadara As Samsye\rApakah diterima, ketika melakukan ibdah yang belum mengetahui ilmunya dan enggan untuk bertanya.??\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rBELAJARLAH sebelum BERAMAL agar TIADA TERSESAT JALAN\rوأما السادس فهو فوقانه على سائر العلوم لقوله صلى الله عليه وسلم من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين ولقوله صلى الله عليه وسلم إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا قالوا وما رياض الجنة يا رسول الله قال حلق الذكر قال عطاء حلق الذكر هي مجالس الحلال والحرام كيف تشتري وكيف تصلي وكيف تزكي وكيف تحج وكيف تنكح وكيف تطلق وما أشبه ذلك والمراد معرفة كيفية الصلاة والزكاة والحج وذلك يكون بمعرفة أركانها وشروطها ومفسداتها إذ العبارة بغير معرفة ذلك غير صحيحة كما قال ابن رسلان وكل من بغير علم يعمل أعماله مردودة لا تقبل وعن ابن عمر رضي الله عنهما مجلس فقه خير من عبادة ستين سنة لقوله صلى الله عليه وسلم يسير الفقه خير من كثير العبادة","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"Keenam adalah Ilmu Fiqh kedudukannya melebihi ilmu-ilmu lainnya berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam “Barangsiapa oleh Allah dikehendaki menjadi baik, Allah fahamkan terhadap agama”. (HR. Bukhori-Muslim dari Mu’awiyah ra.). Dan sabda Nabi “Apabila kamu melewati taman-taman syurga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi menjawab,”majlis-majlis ta’lim.” (HR. Al-Thabrani). Imam Athaa’ berkata “Majlis-majlis ta’lim” ialah tempat perkumpulan membahas halal, haram, bagaimana cara jualbeli, cara shalat, cara zakat, cara haji, nikah, thalak dsb.\rArtinya perkumpulan untuk mengetahui tatacara shalat, zakat, haji dan yang demikian hanya dapat diketahui dengan mengetahui rukun-rukun, syarat-syarat dan yang membatalkan setiap ibadah karena tanpa mengetahui yang semacam ini tidak dapat dikatakan benar seperti apa yang dikatakan oleh Ibn Ruslan :\r”Dan setiap amal yang tanpa didasari ilmu # Amalan-amalannya tertolak tidak diterima”. Dari Ibn Umar ra disebutkan “Majelis ilmu lebih baik dari ibadah 60 tahun lamanya.” Berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam : “Sedikit paham ilmu fiqih lebih baik dari banyak ibadah” (HR at-Thobroony). [ I’aanah at-Thoolibiin I/14 ].\rImam ‘Abdullah al-Haddad RA, Menyebut di dalam kitabnya Risaalah al-Mu`aawanah :\rواعلم أن من عبد الله بغير علم كان الضرر العائد عليه بسبب عبادته أكثر من النفع الحاصل له بها. وكم من عابد قد أتعب نفسه في العبادة و هو مع ذلك مصر على معصية يرى انها طاعة او انها غير معصية","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Dan ketahuilah bahwasanya seseorang yang beribadat kepada Allah tanpa ilmu, maka kemudharatan yang kembali kepadanya sebab ibadatnya itu lebih banyak daripada manfaat yang terhasil baginya. Berapa ramai ahli ibadat yang memenatkan dirinya dalam ibadat sedangkan dia sebenarnya atas maksiat padahal dia beranggapan apa yang dilakukannya adalah ketaatan atau bukannya maksiat…..”. Sebagian Ahli Hikmah berkata :\rالعلم بغير عمل ذنب كبير- والعمل بغير علم ضلال شديد\rوالعمل مع العلم نور على نور – فطوبى للذي على هذين\rIlmu tanpa amal, dosa besar, manakala ‘amal tanpa ilmu, kesesatan yang amat sangat. Dan ‘amal yang disertai ilmu itu adalah cahaya diatas cahaya. Maka beruntunglah bagi mereka yang memadukan keduanya (ilmu dan ‘amal)”. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\r0796. AMALIYYAH : AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR\rPERTANYAAN :\rAzzam Fikulli Waktiinwaahin\rAssalamu alaikum.. aku mw tx,gimana menurut antum smw menanggapi amar ma'ruf nahi munkar...??? karena sekarang banyak sekali,pemahaman yang slah..???\rJAWABAN :\rKang As'ad\rMengenal Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Amar ma’ruf nahi munkar yang biasa diartikan dengan “Memerintahkan untuk berbuat baik dan mencegah terjadinya perbuatn munkar” adalah salah satu perintah syara’ yang fardlu kifayah. Amar ma’ruf nahi munkar adalah satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan satu dengan lainnya, kedua hal tersebut adalah saling menetapi (talazum). Yang disebut dengan ma’ruf adalah:\rالمعروف وهو اسم لكل ما عرف من طاعة الله عز وجل, والتقرب إليه والإحسان إلى الناس ,وكل ما ندب اليه الشرع.","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"Ma’ruf adalah nama bagi setiap perbuatan yang diketahui merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah Azza wa Jall, mendekatkan diri kepada-Nya, berbuat baik kepada manusia, dan setiap apa yang disunahkan oleh syara’. Sedangkan yang disebut dengan Munkar adalah kebalikan dari ma’ruf.\rDalil dari al-Qur’an adalah:\rكُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (ال عمران:110)\rKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.\rDalil dari as-Sunnah adalah:\rمن رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه, وذلك أضعاف الإيمان.\rBarangsiapa di antara kamu sekalian yang melihat kemunkaran hendaknya merubah kemunkaran tersebut dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, yang demikian adalah selemah-lemahnya iman. Dari hadits ini bisa diambil kesimpulan bahwasanya amar ma’ruf nahi munkar memiliki tiga tingkatan :","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"1.…Yang pertama dan ini adalah yang paling kuat yaitu dengan menggunakan tangan/kemampuan/kekuasaan. Ini adalah merupakan amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan fardlu ain dan wajib dilakukan dengan segera (al-wajib ‘ala al-faur) apabila memang memiliki kemampuan untuk itu.\r2.…Yang kedua: Apabila langkah pertama tidak dapat dilakukan, maka bagi orang yang melihat kemunkaran wajib melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan berpindah pada tingkatan yang kedua, yaitu dengan menggunakan lisan.\rKetika melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan menerapkan cara yang pertama, hendaknya pertama kali dilakukan dengan kelemah lembutan dan kasih sayang.\rApabila dua tingkatan ini tidak bisa dilakukan, maka hendaknya menerapkan amar ma’ruf nahi munkar tingkat ketiga, yaitu dengan cara melakukan pengingkaran dalam hati/tidak senang dengan adanya kemungkaran tersebut dan haram untuk cuek bebek atau tidak perduli ketika melihat terjadinya suatu kemungkaran. Dan tingkatan yang ketiga ini merupakan amar ma’ruf yang dilakukan sebab adanya kelemahan iman.\rDalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi apabila hendak melakukannya, yaitu:\r1.…Orang yang hendak melakukannya adalah seorang yang ‘Alim (benar-benar mengerti) dengan apa yang diperintahkannya atau yang dicegahnya tersebut.\r2.…Hendaknya amar ma’ruf yang dilakukan TIDAK menyebabkan kemunkaran atau kerusakan yang lebih besar.\r3.…Orang yang melakukan amar ma’ruf hendaknya memiliki prasangka kuat bahwa yang dilakukannya tersebut bisa berfaedah.","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Apabila dua syarat yang pertama tidak dapat dipenuhi, maka HARAM untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Apabila syarat yang ketiga tidak dapat dipenuhi, maka kewajiban amar ma’ruf nahi munkar adalah gugur. [ Tulisan ini disarikan dari kitab Syarah ash-Shawi ‘ala Jauharah at-Tauhid karya syaikh al-Imam al-Faqih Ahmad bin Muhammad al-Maliki ash-Shawi ].\r0803. Hukum Menjadikan Malaikat dll Sebagai Guyonan\rPERTANYAAN :\rChabib Musthofa El Qudsy\rPertanyaan: bagaimana hukumnya menjadikan malaikat dan bidadari sebagai bahan humor...??? Atas jawabannya terima kasih sebelumnya. Semoga Allah menambahkan ilmu kebaikan yang baru untuk anda. Aamiin... Jazakumullah...\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie\rو حاصل تلك العبارات يرجع إلى كل عقد أو فعل أو قول يدل على استهانة و استخفاف بالله أو كتبه أو أنبيائه أو ملائكته أو شعائره أو معالم دينه أو أحكامه أو وعده أو وعيده كفر أو معصية\r(كفر)إن قصد قائل ذلك الإستخفاف أو الإستهزاء بذلك (معصية)محرمة شديدة التحريم إن لم يقصد ذلك\rI'tiqad, ucapan, dan perbuatan mengindikasikan adanya sebuah penghinaan terhadap Allah, rasul, kitabNYa, malaikatNYa dll, hukumnya kafir jika ia niat melakukan penghinaan dan ma'siat yang tidak sampek kufur jika ia tidak bermaksud menghina. [ Is'adurrafiq 61 ]\r0808. Masuk Syurga Karena Rahmat Allah\rPERTANYAAN :\rMarini Terima TaqdirNya\rAssalamualaikum, Kepada seluruh jajaran admin dan member, Afwan, Moh?n referensinya bahwa iman dan amal sholeh bukan jaminan kita masuk syurga... Sebelumnya terimakasih :-)\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاغْدُوا وَرُوحُوا وَشَيْءٌ مِنْ الدُّلْجَةِ وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوا\r“Amal tidak akan bisa menyelamatkan seseorang di antara kalian.” Mereka bertanya: “Tidak pula anda wahai Rasulullah saw?” Beliau menjawab: “Ya, saya pun tidak, kecuali Allah menganugerahkan rahmat kepadaku. Tepatlah kalian, mendekatlah, beribadahlah di waktu pagi, sore, dan sedikit dari malam, beramallah yang pertengahan, yang pertengahan, kalian pasti akan sampai.” (Hr Bukhari).\rلاَ يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلاَ يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ وَلاَ أَنَا إِلاَّ بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ\rAmal tidak akan memasukkan seseorang di antara kalian ke surga dan tidak pula menyelamatkannya dari neraka. Demikian juga saya, kecuali dengan rahmat Allah swt.\rMuncul diskusi di kalangan para ulama terkait hadits di atas; benarkah masuk surga itu bukan karena amal? Jika demikian apa gunanya amal kita? Bagaimana pula kaitannya dengan firman-firman Allah swt berikut : “Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu amalkan”. (QS. An-Nahl [16] : 32). Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al-A’raf [7] : 43. Ayat semisal terdapat juga dalam QS. Az-Zukhruf [43] : 72).","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"Satu hal saja yang harus dicatat, semua ulama hadits tidak ada yang menyatakan bahwa hadits di atas bertentangan dengan ayat-ayat tersebut. Semuanya menempuh metode jam’ (menyatukan, mengompromikan) karena memang hadits di atas jelas keshahihannya. Sebuah pertanda juga bahwa hadits yang shahih haram ditolak meskipun tampaknya bertentangan dengan al-Qur`an. Sedapat mungkin carikan komprominya, karena tidak mungkin Nabi saw menentang al-Qur`an. Dan itulah yang ditempuh oleh para ulama hadits sebagaimana akan diuraikan berikut ini.\rImam Ibn Bathal, sebagaimana dikutip Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, menjelaskan bahwa surga itu ada beberapa tingkatan. Ayat-ayat yang menjelaskan masuk surga karena amal, itu maksudnya adalah menempati tingkatan-tingkatannya itu. Sementara masuk surganya sendiri, itu mutlak hanya berdasarkan rahmat Allah swt. Jadi, dengan rahmat Allah swt, seseorang ditentukan masuk surga dan tidaknya. Sesudah ada keputusan masuk surga, maka ketentuan masuk surga tingkatan yang mananya itu ditentukan berdasarkan amal.\rSelanjutnya, Ibn Bathal menjelaskan, bisa juga maksud dari ayat-ayat dan hadits di atas adalah saling menguatkan. Artinya, masuk surga itu tergantung rahmat Allah swt juga amal-amal kita. Demikian juga, penentuan tingkatan yang mananya di dalam surga itu tergantung rahmat Allah swt dan amal-amal kita.","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Imam al-Karmani, Jamaluddin ibn as-Syaikh, dan Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa huruf ‘ba’ pada ayat-ayat di atas bukan bermakna sebab (sababiyyah), melainkan bersamaan (ilshaq, mushahabah). Jadi bukan berarti masuk surga itu dengan sebab amal, melainkan masuk surga itu bersamaan adanya amal, karena sebab yang paling utamanya adalah rahmat Allah swt. Ini berarti bisa membantah pendapat Jabariyyah yang menyatakan bahwa masuk surga itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan amal, melainkan mutlak hanya rahmat Allah swt saja. Juga membantah pendapat Qadariyyah yang menyatakan bahwa masuk surga itu murni karena amal saja, tidak ada kaitannya dengan rahmat Allah swt.\rImam Ibn Hajar memberikan penjelasan yang sedikit berbeda. Amal seseorang walau bagaimanapun tidak mungkin menyebabkannya masuk surga jika pada kenyataannya amal itu tidak diterima oleh Allah swt. Nah, persoalan amal itu diterima atau tidaknya, ini jelas wewenang Allah swt, dan ini mutlak berdasarkan rahmat Allah swt (semua pendapat ulama di atas dikutip dari Fath al-Bari kitab ar-riqaq bab al-qashd wal-mudawamah ‘alal-’amal).\r0812. PEMBACAAN MAULID NABI DENGAN BERDIRI\rOleh Masaji Antoro\rBERDIRI SAAT PEMBACAAN MAULID NABI MUHAMMAD YANG DILAKUKAN OLEH PARA ALIM ULAMA BERTUJUAN UNTUK MEMULIAKAN DAN MENGAGUNGKAN BELIAU, BUKAN DENGAN MAKSUD LAINNYA\rفائدة: جرت العادة أن الناس إذا سمعوا ذكر وضعه يقومون تعظيما له وهذا القيام مستحسن لما فيه من تعظيم النبي وقد فعل ذلك كثير من علماء الأمة الذين يقتدى بهم اه","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"[ FAEDAH ] Telah menjadi kebiasaan saat orang-orang mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini dianggap bagus karena didalamnya mengandung pengagungan terhadap Nabi, dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas Alim Ulama yang pantas untuk diikuti. [ Abu Bakar Muhammad Syathaa ad-Dimyaathi “ I’aanah at-Thoolibiin III/363 ].\rومن الفوائد انه جرت عادة كثير من الناس اذا سمعوا بذكر وضعه صلى الله عليه وسلم أن يقوموا تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام بدعة لا أصل لها : أي لكن هي بدعة حسنة , لانه ليس كل بدعة مذمومة . وقد قال سيدنا عمر رضي الله تعالى عنه في اجتماع الناس لصلاة التراويح : نعمت البدعة .\rAl-Allaamah Burhanuddin Al-Halaby berkata “Termasuk faedah-faedah yang biasa terjadi dikebanyakan masyarakat adalah saat mereka mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan, Sesungguhnya berdiri semacam ini termasuk bidah yang tidak ada asalnya namun ia tergolong bidah yang baik karena tidak setiap bidah itu tercela, adalah sayyidina Umar ra berkata saat mengumpulkan orang-orang untuk melaksanakan shalat taraweh “Sebaik-baiknya bidah adalah yang ini”, dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas Alim Ulama yang pantas untuk diikuti. [ As-Sirah al-Halabiyyah I/136 ].","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"\"جرت العادة بأنه إذا ساق الوعاظ مولده صلى الله عليه وسلم وذكروا وضع أمه له قام الناس عند ذلك تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام بدعة حسنة لما فيه من إظهار السرور والتعظيم له صلى الله عليه وسلم بل مستحبة لم غلب عليه الحب والإجلال لهذا النبي الكريم عليه أفضل الصلاة وأتم التسليم.\rBerkata al-Allaamah an-Nabhaany “Telah menjadi kebiasaan saat para penasehat menghaturkan bacaan Maulid Nabi kala tiba pada kalimah وضع أمه له (Beliau dilahirkan oleh ibunya), orang-orang berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini bidah hasanah karena didalamnya mengandung menampakkan kebahagiaan dan pengagungan pada Nabi bahkan dapat tergolong sunah saat dilakukan dengan penuh rasa suka cita dan pengagungan pada Nabi”. [ Jawaahir al-Bihaar III/383 ].\rقال الامام أبو شامة ، شيخ الامام النووي : ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده ( ص ) من الصدقات والمعروف ، وإظهار الزينة والسرور ، فإن ذلك مع مافيه من الإحسان للفقراء مشعر بمحبته ( ص ) ، وتعظيمه في قلب فاعل ذلك ، وشكر الله على ما منّ به من إيجاد رسوله ( ص ) ، الذي أرسله رحمة للعالمين","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Berkata Abu Syaamah Guru Imam an-Nawaawy “Sebaik-baik bidah yang terjadi dizaman kami adalah segala yang dikerjakan setiap tahun bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad baik berupa shadaqah dan kebaikan-kebaikan lainnya, menampakkan kebahagiaan dan hiasan, sungguh yang demikian bila didalamnya termuat berbuat kebajikan pada orang-orang fakir berarti menampakkan perasaan suka cita, mengagungkan serta wujud rasa syukur pada Allah atas anugerah berupa zhahirnya Nabi Muhammad yang telah Ia utus sebagai rahmat bagi semua Alam”. [ as-Sairah al-Halabiyyah I/83-84 ].\r0826. Murtad Dalam Keadaan Terpaksa\rPERTANYAAN :\rAisyah Nur An Najm\rAssalamu'alaykum... Mumpung ingat,, mau bertanya tentang MURTAD, MURTAD itu yang jelas keluar dari agama islam kan ? Bagaimana kalau dalam keadaan terpaksa terus murtad ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rBila keadaan ‘tepaksanya’ memenuhi syarat dan hatinya tidak rela dengan kekufuran saat mengucapkan kalimah kufur tersebut maka dia tidak menjadi MURTAD.\rويباح بِهِ تَرْكُ الْفَرِيضَةِ كَالْإِفْطَارِ في رَمَضَانَ على الْقَوْلِ بِإِبْطَالِ الصَّوْمِ بِهِ ويباح بِهِ كَلِمَةُ الْكُفْرِ أَيْ التَّكَلُّمُ بها وَالْقَلْبُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى إلَّا من أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَالِامْتِنَاعُ من التَّكَلُّمِ بها أَفْضَلُ وَإِنْ قُتِلَ مُصَابَرَةً وَثَبَاتًا على الدِّينِ كما يُعَرِّضُ النَّفْسَ لِلْقَتْلِ","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Diperbolehkan sebab dalam kondisi dipaksa meninggalkan kewajiban seperti berbuka puasa saat Bulan Ramadhan menurut pendapat yang melegalkannya, Dan diperbolehkan juga sebab dalam kondisi dipaksa mengucapkan kalimat yang berakibat kekufuran asalkan hatinya tetap konsisten dengan keimanan berdasarkan firman Allah : “Kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)” (QS. 16:106). Hanya saja menjaga diri untuk tidak berkata yang demikian lebih utama meskipun ia terbunuh sebagai bentuk kesabaran dan keteguhan pada agama seperti saat jiwa diancam akan dibunuh. [ Asnaa al-Mathaalib IV/9 ].\rقوله ( والمكره ) فإن رضي بقلبه فمرتد س ل\rقال تعالى { إلا من أكره وقلبه مطمئن بالإيمان } وكذا إن أطلق بأن تجرد قلبه عن الإيمان والكفر فيما يتجه ترجيحه لإطلاق قولهم المكره لا تلزمه التورية شرح م ر وحج\rوقوله وكذا إن أطلق أي كالمطمئن قلبه بالإيمان في أنه لا يكفر لأن استحضار الإيمان لا يجب دائما كالنائم والغافل\r(Keterangan dan orang yang dipaksa) bila hatinya rela maka ia menjadimurtad, Allah berfirman “Kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)” (QS. 16:106)\rBegitu juga saat dalam hatinya memuthlakkan dalam arti tidak terisi iman dan kufur dalam hatinya saat dipaksa, maka menurut pendapat yang bisa diunggulkan tidak mengakibatkannya menjadi murtad karena orang yang dipaksa tidak wajib melahirkan sesuatu diluar yang ia kehendaki dan karena menghadirkan iman tidak selamanya dihadirkan dalam hati sebagaimana orang yang tidur atau orang lalai. [ Hasyiyah al-Bujairomi IV/207 ].","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"والخلاصة: اتفق الشافعية والحنابلة على شروط ثلاثة للإكراه هي:\rأولاً ـ قدرة المكره على تحقيق ما هدد به بسلطان أو تغلب كاللص ونحوه.\rوثانياً ـ عجز المستكره عن دفع الإكراه بهرب أو غيره، وأن يغلب على ظنه نزول الوعيد به إن لم يجبه إلى ماطلبه.\rوثالثاً ـ أن يكون مما يستضر به ضرراً كثيراً كالقتل والضرب الشديد، والقيد والحبس الطويلين، وإتلاف مال ونحوه. أما الشتم أو السب فليس بإكراه.\rواشترط الشافعية أيضاً أن يكون الإكراه بغير حق.\rRINGKASAN\rKalangan Syafi’iyyah dan Hanabilah sepakat untuk dapatnya dikatakan ‘terpaksa’ harus memenuhi beberapa syarat :\r1.…Kemampuan pihak pemaksa untuk mewujudkan ancamannya sebab ia penguasa atau punya kemampuan mengalahkan seperti perampok dan sejenisnya\r2.…Ketidakberdayaan pihak yang dipaksa untuk melawannya dengan melarikan diri atau lainnya dan ia percaya akan menerima segala bentuk ancamannya bila tidak memenuhi tuntutan pihak pemaksa\r3.…Jenis ancaman berupa sesuatu yang membuat pihak yang dipaksa mengalami bahaya yang sangat berat seperti pembunuhan, pemukulan kasar, diikat, disekap, dirusak hartanya dan sejenisnya, sedangkan ancaman berupa umpatan, cacian maka tidak tergolong ancaman.\r4.…Kalangan Syafi’iyyah menambahkan dari syarat diatas “Paksaannya bukan terhadap perkata hak”. [ Al-Fiqh al-Islaam VI/528 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab\r0887. PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH\roleh Mbah Jenggot\rApa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah\rItsna Asyariyah ?","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.\rKarenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.\rOleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui. Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i. Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.\rRukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur'an mereka juga berbeda dengan Al-Qur'an kita (Ahlussunnah). Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur'annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.\rSehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri. Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).\r1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)\ra) Syahadatain\rb) As-Sholah\rc) As-Shoum\rd) Az-Zakah\re) Al-Haj\rSyiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:\ra) As-Sholah\rb) As-Shoum\rc) Az-Zakah\rd) Al-Haj\re) Al wilayah\r2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :\ra) Iman kepada Allah\rb) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya\rc) Iman kepada Kitab-kitab Nya","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"d) Iman kepada Rasul Nya\re) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat\rf) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.\rSyiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*\ra) At-Tauhid\rb) An Nubuwwah\rc) Al Imamah\rd) Al Adlu\re) Al Ma’ad\r3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat\rSyiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.\r4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat. Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.\rSyiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.\r5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :\ra) Abu Bakar\rb) Umar\rc) Utsman\rd) Ali Radhiallahu anhum\rSyiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai'at dan mengakui kekhalifahan mereka).\r6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum. Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.\rSyiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma'’hum, seperti para Nabi.\r7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai'at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.\r8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.\rSyiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.\r9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :\ra) Bukhari\rb) Muslim\rc) Abu Daud\rd) Turmudzi\re) Ibnu Majah\rf) An Nasa’i\r(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).\rSyiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :\ra) Al Kaafi\rb) Al Istibshor\rc) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih\rd) Att Tahdziib\r(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).\r10. Ahlussunnah : Al-Qur'an tetap orisinil\rSyiah : Al-Qur'an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).\r11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.\rSyiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.\rSyiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.\rSetelah mereka semuanya bai'at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.\rKeterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.\r13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.\rSyiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.\r14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.\rSyiah : Khamer/ arak suci.\r15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.\rSyiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.\r16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.\rSyiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).\r17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.\rSyiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.\r(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).\r18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.\rSyiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.\r19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.\rSyiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan. (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).\rDemikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).\r[ www.fb.com/groups/piss.ktb/216329981723151/ ].\r0890. AQIDAH : Sujud Demi Memohon Maaf\rPERTANYAAN :\rAlif Jum'an Azend\rKemarin sore tak sengaja nonton infotemen, melihat seorang Wakil Bupati bersujud pada hadirin, memohon maaf mau resmi mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati. Pertanyaan : 1). Bolehkah bersujud seperti itu dilakukan ? 2). Termasuk sujud apakah itu ?\rJAWABAN :\rAwan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"Hukumnya harom bahkan bisa menjdikannya kufur. wa sujudu al juhlati baina yadai masyayikhihim haromun ittifaqqon. Sujudnya orang-orang yang juhalah (bodoh) di depan guru2 mereka di haromkan menurut kesepakatan ulama, di dalam syarah roudloh di jelaskan walaupun sujudnya meghadap qiblat atau brtjuan karena allah, menurut sebagian qoul bisa menjadikan kekufuran(wa fi ba'dli shuwarihi ma yaqtadli al kufro). semoga allah mengampuni hal tersebut. (i'anah tholibin 212/1)\rIfaq Abdillahnatagama\rDicky candra wakil bupati garut (kabupaten sebelah). Dia mengundurkan diri dari jabtannya karena tidak seorintasi dengan bupatinya. Mungkin sujud yang ia lakukan adalah berniat sujud syukur, karena ia gembira masyarakat garut masih mendukungnya. Hal serupa sering dilakukan oleh seperti terdakwa yang bebas dari vonis (tampak sujud ke hakim), pemain bola (tmpak sjud ke tihang gwang), petinju dll. Hal ini terjadi karena \"awam\" menganggap sujud syukur tidak ada syarat rukunnya. Jadi, saya kira diki candra, berniat sujud syukur, tapi \"awam\" akan tatacaranya. Satu bentuk ekspersi hati yang spontan. Dan tugas kitalah mensosialisasikan bahwaa sujud syukur ada syarat dan rukunnya. Lihat dokumen tentang sujud syukur.\rJadi pertanyaannya bisa diulang :\r\"Bagaimana hukum seseorang melakukan sujud dengan niat sujud syukur, tapi tidak mengetahui syarat rukun, apakah sujud itu bisa berakibat \"kufur\"? Sedangkan tampak ia bersujud kepada makhluk, pdhal ia berniat syukur dan sujud kepada Allah.\rDewi Rosita","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"Membungkukkan badan dengan niat menghormati makhluk/manusia seukuran ruku hukumnya haram, dan jika seukuran sujud maka kufur.\rIfaq Abdillahnatagama\rKang alif, sip. Tapi perkiraan anda bukan sujud syukur lemah. Dan sesama muslim perlu husnudzon, ini berkaitan dengan akidah. Mari obyektif, lihat contoh lain pada kasus sujud seperti contoh saya. Dan mari kita runcingkan pertnyaanya seperti pertanyaan saya tadi. Afwan.\rAlif Jum'an Azend\roke, biar aman, berarti kita andaikan saja :\r- andai dia sujud mohon maaf pada hadirin/rakyatnya\r- andai dia sujud syukur tapi tak tahu tata cara nya\rhukumnya ?\rIsmael Kholilie\r(و سجود لمخلوق) إختيارا من غير خوف و لو نبيا و إن أنكر الستحقاق أو لم يطابق قلبه جوارحه لأن ظاهر حاله يكذبه و خرج بالسجود الركوع لأن سورته تقع في العادة للمخلوق كثيرا بخلاف السجود~فتح المعين هامش إعانة الطالبين 4/136\rTermasuk perbuatan yang bisa membuat orang murtad adalah bersujud kepada mahluk tanpa adanya paksaan walaupun mahluk itu adalah nabi,berbeda dengan sujud yaitu ruku' maka orang yang ruku pada mahluk tidak dihukumi murtad(hanya haram saja)karena kebiasaan hormat dengan ruku sudah terbiasa terjadi dikalangan orang kebanyakan~fathul muin hamisy (ianatuthalibin 4/136). Saya juga lihat di silet.. Sang wabup mengatakan sujudnya sebagai permintaan maaf kepada masyarakat garut.. Jadi jelas tidak bisa dimasukkan pada sujud syukur..\rIfaq Abdillahnatagama\rJawaban keduanya kang. yang sujud syukur tanpa rukun.\rIsmael Kholilie\rBukan sujud syukur tanpa rukun.. Namanya saja sudah bukan sujud syukur kok..\rIfaq Abdillahnatagama","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Ya bukan. Ane pernah mutholaah ada, tapi itu penomena yang trjadi. Dan serta mertakah hal tersebut menjadi kufur. Jika itu kufur maka implikasinya semakin jauh dampaknya.\rHanya Ingin Ridlo Robby\rالكتاب : بغية المسترشدين\rالمؤلف : عبد الرحمن بن محمد بن حسين بن عمر باعلوي 59\rمسألة : ي) : مذهبنا أن السجود في غير الصلاة مندوب لقراءة آية السجدة للتالي والسامع ، ولمن حدثت له نعمة ظاهرة أو اندفعت عنه نقمة ظاهرة شكراً لله تعالى ، ولا يجوز السجود لغير ذلك ، سواء كان لله فيحرم أو لغيره فيكفر ، هذا إن سجد بقصد العبادة ، فلو وضع رأسه على الأرض تذللاً واستكانة بلا نيته لم يحرم إذ لا يسمى سجوداً.\rMenurut madzhab kita ( I syafi'I ) bahwa sujud diluar sholat sunnah ( sujud tilawah ) karenaa baca'an ayat sajadah bagi yang baca dan mendengarkan, juga bagi yang dapat ni'mat yang nyata atau terhindar dari coba'an yang nyata karena rasa syukur kepada alloh swt. Tidak boleh sujud selain itu baik karena alloh swt maka akan haram kalau selain alloh akan kufur, kalau sujud tersebut dianggap ibadah. Kalau meletakkan dahi kebumi sebagai merasa rendah dihapan alloh swt tanpa niat sujud maka tidak haram karma bkn dinamakan sujud. Maka tergantung tujuan Bpk Dicky kalau bgt\rIsmael Kholilie\rHanya @ afwan.. Ibarat anda kelihatannya hanya sekedar sujud saja.. dengan niat tadzallul maka hukumnya boleh.. Tapi ini sujud dihadapan mahluk.. Jadi apapun niatnya menurut saya tetap haram.. Hormat dengan ruku saja seperti yang dilakukan orng jepang hukumnya haram padahal dia tidak meniati ibadah hanya niat untuk menghormati saja..\rHanya Ingin Ridlo Robby","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Definisi niat adalah alqosdu muktarinan bifi'lihi wamahalluhu filqolbi. Jadi niat itu hati, tidak ada yang tahu tentang hati. Bisa juga Bpk Dicky sujud syukur karena\rاندفعت عنه نقمة ظاهرة شكراً لله\rkarena mungkin terhindar dari makan uang rakyat. tentang sujud ya seperti itu copasan maktabah syamilah. Sebenarnya antara انا dan Ismael Kholilie udah singkron. Tinggal disesuaikan dengan kondisinya, ibarohnya juga tidak bertentangan.\rAhmad Fauzi\rKlau dia 'itikadkan bersudut kepada makhluk bahaya aqidahnya,sebab klau sujud syukur lain lagi,klau mencium tangan kepada tuan guru itu karenaa membesarkan orang yang dimuliakan Allah & mengambil berkah kepadanya\rImamuddin Al Porongi\rNgikut ae, maklum nggak ngerti. Lagian kejadiannya dah lampau, kalau mempunyai akses untuk mengingatkan atau mengklarifikasi ya monggo. untuk kdepannya mohon dijadikan dokumen agar bisa menjadi pelajaran bagi kita smua.\r=====================================================\rMetrotvbandung.com, Garut. Setelah resmi mundur dari jabatan Wakil Bupati Garut, ribuan warga Garut, Jawa Barat mengarak Dicky Candra keliling kota. Aksi ini dilakukan sebagai dukungan mereka terhadap Dicky. Sebagai bentuk permintaan maaf, Dicky pun sujud dihadapan ribuan warga yang disambut sorak pendukungnya, bahkan sempat ada warga yang kesurupan saat bersalaman. (http://www.metrotvbandung.com/index.php/component/content/article/1012-warga-sambut-pulang-kampung-dicky-candra)","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Liputan6.com, Garut. Tepuk tangan dan pelukan menyambut kedatangan Dicky Chandra di Bale Pamiton, Garut, Jawa Barat, Ahad (11/12). Bahkan, sesekali suara dukungan masih terdengar. Setelah pengunduran dirinya sebagai wakil bupati diterima, Dicky berpamitan kepada warga Garut. Ia bahkan tak kuasa menahan air mata saat mendengarkan puisi perpisahan yang dibacakan dua bocah penderita thalasaemia. Saat berpamitan, Dicky yang kembali akan menggeluti dunia keartisan meminta maaf sambil bersujud. Ia menolak apabila diminta menjadi calon bupati mendatang dengan alasan politik bukan dunianya. Usai berpamitan, Dicky diarak keliling Kota Garut. (http://id.berita.yahoo.com/dicky-chandra-pamitan-053417888.html)\r=====================================================\r0895. Haramnya Mempelajari Kitab Selain Al-Qur'an\rPERTANYAAN :\rKaito Kids Amaterasuno\rAssalamua'alaikum... Salam silaturahmi, ana mau tanya apa tidak apa-apa kita selaku seorg muslim membaca atau mempelajari kitab selain kitab al-quran ( kitab non muslim ) seperti injil dll ??? mohon bimbingannya.. Syukron..\rJAWABAN :\rDewi Rosita\rWa'alaikum salaam.. Tidak boleh menelaah kitab-kitab karangan yang bukan dari orang islam, kecuali bagi orang yang mengerti dan dapat membedakan yang haq dan yang bathil. Lihat Mukhtasar alfawaid almakiyyah hal 102-103 :\rقال في الفتاوي الحديثيه لايجوزقرأءةسيرة\rالبكري لان غالبهاباطل وكذب وقداخبلط فحرم الكل حيث لامميز إ ه ومن ذلك تعلم حرمة قرأءة نزهة المجالس ونحوهاممااختلط الباطل فيه بغيره حيث لامميزإلي ان قال في التحفة يحرم علي غيره عالم متبحرمطالعة نحوتوراة علم تبدلهاأوشك فيه","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Dalam alfatawa alhaditsiyah ibnu hajar alhaitami berkata:tidak boleh membaca buku siroh albakri karena sebagian isinya merupakan kebathilan dan kebohongan yang bercampuraduk, maka keseluruhannya menjadi haram sekira tidak terdapat perbedaan antara yang bathil dan yang haq. Dengan demikian dapat di ketahui keharaman membaca nuzhah almajalis dan semisalnya dari buku2 di dalamnya termuat kebatilan yang tercampur dengan yang lainnya sekira tidak terdapat perbdaan...Dalam tuhfah almuhtaj beliau berkata:bagi selain orang yang berpengetahuan luas diharamkan membaca kitab seperti taurot, yang sudah diketahui atau diragukan terdistorsi (berubah).\rوالله أعلم\r0912. HUKUM MENERIMA HADIAH NATAL\rPERTANYAAN :\rJu E Soleh\rassalamualaikum,,,,maaf cuma mi nanya ,,,apa hukumnya menerima hadiah natal ,,padahal q dah ngejelasin low q muslim tapi tetep aja boz ngeyel ngasih hadiah ,,,,mohon penjelasannya,,,syukron:-)\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Boleh asalkan tidak menimbulkan mahabbah (rasa kasih sayang) terlebih mempengaruhi aqidah\rهَدَايَا الْكُفَّارِ لِلْمُسْلِمِينَ : 25 - إِنْ أَهْدَى الْكُفَّارُ لِمُسْلِمٍ شَيْئًا ، فَإِنْ كَانَتْ فِي أَثْنَاءِ الْحَرْبِ فَهُوَ غَنِيمَةٌ ، أَمَّا مَا أَهْدَوْهُ فِي غَيْرِ الْحَرْبِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بِفَيْءٍ ، كَمَا أَنَّهُ لَيْسَ بِغَنِيمَةٍ ، بَل هُوَ لِمَنْ أُهْدِيَ إِلَيْهِ (1) .\r__________\r(1) مُغْنِي الْمُحْتَاج 3 / 93 ، ونهاية الْمُحْتَاج 6 / 133 - 134 ، وتحفة الْمُحْتَاج 7 / 130 ، وحاشية ابْن عَابِدِينَ 3 / 228\rHadiah orang-orang non muslim pada Muslim","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"Bila orang-orang non muslim memberikan sesuatu pada orang muslim hukumnya diperinci sbb :\r• Bila disaat-saat peperangan antara kaum muslim dan non muslim maka tergolong ghonimah (harta rampasan)\r• Bila tidak saat peperangan maka bukan tergolong harta fay’ dan juga bukan harta ghonimah tapi harta tersebut milik orang yang dihadiahi (Mugni al-Muhtaaj III/93, Nihaayah al-Muhtaaj VI/133, Tuhfah al-Muhtaaj VII/130 dan Hasyiyah Ibn ‘Aabidiin III/228). Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 42/262\r(جبلت القلوب) أي خلقت وطبعت (على حب من أحسن إليها) بقول أو فعل (وبغض من أساء إليها)…. قال العارف ابن عطاء الله : من أحسن إليك فقد استرقك بامتنانه ومن آذاك فقد أعتقك ومن رق إحسانه وأخذ بعضهم من هذا الخبر (1) تأكد رد هدايا الكفار والفجار لأن قبولها يميل القلب إليهم بالمحبة قهرا نعم إن دعت إلى ذلك مصلحة دينية فلا بأس\r“Tabiat hati selalu mencintai orang yang berbuat baik padanya dan membenci yang menyakitinya”. al-‘Aarif Ibn ‘Athoillah berkata “Orang yang berbuat baik padamu telah memperbudakmu dengan selalu mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang menghinakanmu telah membebaskanmu barang siapa yang ingin memperbudak dirinya maka perbaikilah dirinya”. Dari pernyataan inilah kalangan ulama (khususnya kaum shufi) lebih cenderung menolak hadiah-hadiah dari orang-orang non muslim dan orang-orang yang suka berbuat kejahatan karena menerimanya dapat berakibat condongnya hati pada mereka dengan memberikan rasa mahabbah pada mereka namun bila memang dengan menerimanya terdapat manfaat ditinjau dari sisi agama maka tidak masalah. [ Faidh alqadiir IV/453 ]\r0919. AQIDAH : Ziarah Qubur\roleh Satria Nuzulul Qolbi","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Kesunnahan Ziarah kubur :\rPada awal permulaan islam hukum ziarah kubur dilarang oleh Nabi Muhammad SAW karena khawatir terjadinya kemusyrikan pada umat Islam , hal ini disebabkab masa mereka masih dekat dengan zaman jahiliyyah, sehingga Nabi menutup semua celah yang bisa menghantarkan pada kemusyrikan (syadn li dzari'ah) . Kemudian setelah kukuh keimanan mereka maka Nabi mengijinkannya, dan bahkan memerintahkannya karena dapat mengingatkan pada akhirat. Hukum perintah Ziarah Kubur ini juga diperkuat dengan adanya Ijma'.\r& شرح رياض الصالحين -(1/610)\rكان النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن زيارتها، خوفا من الشرك بأهل القبور لأن الناس كانوا حديثي عهد بجاهلية، فنهى عنها رسول الله صلى الله عليه وسلم سدا لذرائع الشرك، لأن الشرك لما كان أمره عظيما سد النبي صلى الله عليه وسلم كل ذريعة وكل باب يوصل إليه .وكلما كانت المعصية عظيمة كانت وسائلها أشد منعا .الزنى مثلا فاحشة فوسائله من النظر والخلوة وما أشبه ذلك محرمة . وكذلك فإن الشرك أعظم الظلم، كما سئل النبي صلى الله عليه وسلم أي الذنب أعظم ؟ قال: أن تجعل لله ندا وهو خلقك فلما كان الناس يعظمون القبور، نهاهم النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك . فلما استقر الإيمان في قلوبهم أذن لهم فقال: كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تذكر الآخرة . & المجموع شرح المهذب - (5 / 310) وكان النهي أولا لقرب عهدهم من الجاهلية فربما كانا يتكلمون بكلام الجاهلية الباطل فلما استقرت قواعد الاسلام وتمهدت احكامه واستشهرت معالمه ابيح لهم الزيارة\rAdapun Hadis yang menjelaskan kesunnahan Ziarah Kubur yaitu :","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"v و عن عبد الله بن بريدة عن أبيه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها و نهيتكم عن لحوم الأضاحي فوق ثلاث فأمسكوا ما بدا لكم و نهيتكم عن النبيذ إلا في سقاء فاشربوا في الأسقية كلها و لا تشربوا مسكرا ) رواه مسلم v «كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور، فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة» رواه ابن ماجة وابن مسعود v و عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم استأذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي و استأذنته أن أزور قبرها فأذن لي ) رواه مسلم و في لفظ له : ( زار قبرها فبكى وأبكى من حوله فقال : استأذنت ربي أن أستغفر لها فلم يأذن لي و استأذنته في أن أزور قبرها فأذن لي فزوروا القبور فإنها تذكر الموت\rThoriqotul Istidlal:\rPada hadis diatas terdapat suatu bentuk amar / perintah (فزوروا القبور ) setelah adanya suatu larangan .Dalam hal ini Ulama' Syafiiyyah berbeda pendapat menjadi tiga golongan, menurut pendapat yang paling shohih perintah tersebut menunjukkan ibahah ( selama tidak ada dalil yang mengarahkan pada makna yang lain ), pendapat kedua mengatakan bahwa amar tersebut menunjukkan perintah wajib, dan pendapat terakhir mengatakan bahwa hukumnya masih mauquf. Maka dari itu ketika kita mengikuti pendapat yang palilng shohih, amar pada hadis diatas menunjukkan hukum sunnah karena 2 hal , Pertama : Karena adanya Ijma' atas dianjurkannya Ziarah kubur. Kedua :pada akhir hadis Nabi bersabda فإنها تذكر الموت / فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة yang bermakna bahwa Ziarah kubur itu bisa mengingatkan pada akhirat, sedangkan suatu hal yang bisa mengingatkan pada akhirat itu dianjurkan , seperti dalam Hadis lain :","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"v حدثنا محمود بن غيلان حدثنا الفضل بن موسى عن محمد بن عمرو عن أبي سلمة عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أكثروا ذكر هاذم اللذات يعني الموت (سنن ابن ماجه)\r& دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين- (5/8) (فزوروها) نسخ لذلك النهي لما تمهدت القواعد واتضحت الأحكام، فعلموا ما ينفع وما يضرّ، فحينئذ طلبها منهم وعللها كما في رواية أخرى لمسلم بأنها تذكر الآخرة: أي لأنها ترقّ القلوب بذكر الموت وأحواله وما بعده، وأكد في تحفظهم عن عادة الجاهلية كما صح: ألا يقولوا هجرا: أي باطلا لأجل ما في ذلك من التذكير بالآخرة خلاف ما هذا. والقاعدة الأصولية أن الأمر بعد الحظر للإباحة على أنه اعتضد بتكرر زيارته للأموات وبالإجماع على طلبها، بل حكى ابن عبد البرّ عن بعضهم وجوبها، واتفقوا على ندبها للرجال في قبور المسلمين وإن بلوا، لأنه يبقى منه عجب الذنب ولبقاء الروح بمحل القبر، وأخذوا من تعليله بأنها تذكر الآخرة قصر استحبابها على من قصد بها التفكر في الموت ومآل الدنيا إلى ماذا؟ مع الترحم والاستغفار والتلاوة والدعاء لهم، وهي لمن كان يعرفهم في الدنيا آكد. & شرح رياض الصالحين - (1 / 610) فرفع النبي صلى الله عليه وسلم النهي وأباح الزيارة بل رغب فيها لقوله: فإنها تذكر الآخرة والذي يذكر الآخرة ينبغي للإنسان أن يعمل به لأن القلب إذا نسى الآخرة غفل واشتغل بالدنيا فأضاع الدنيا والآخرة لأن من أضاع الآخرة فقد أضاع الدنيا والآخرة .\rNamun kesunnahan ini hanya berlaku bagi laki-laki saja menurut pendapat yang shohih karena khitob yang digunakan pada Hadis diatas menggunakan shighot yang khusus pada laki-laki.Adapun bagi wanita maka ziarah kubur hukumnya makruh\r( شرح النووي على مسلم - (7 / 46)","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"( كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها ) هذا من الأحاديث التي تجمع الناسخ والمنسوخ وهو صريح في نسخ نهى الرجال عن زيارتها وأجمعوا على أن زيارتها سنة لهم وأما النساء ففيهن خلاف لاصحابنا قدمناه وقدمنا أن من منعهن قال النساء لا يدخلن في خطاب الرجال وهو الصحيح عند الأصوليين .\rPembahasan Kedua\rKemakruhan Ziarah kubur bagi wanita Sebenarnya dalam Madzhab Syafii juga terjadi perselisihan pendapat mengenai hukum ziarah kubur bagi wanita. Kebanyakan Ulama' berpendapat bahwa hukumnya adalah makruh.\r& المجموع شرح المهذب - (5 / 310)\rوأما النساء فقال المصنف وصاحب البيان لا تجوز لهن الزيارة وهو ظاهر هذا الحديث ولكنه شاذ في المذهب والذى قطع به الجمهور انها مكروهة لهن كراهة تنزيه وذكر الروياني في البحر وجهين (أحدهما) يكره كما قاله الجمهور (والثانى) لا يكره قال وهو الاصح عندي إذا أمن الا فتتان\rAdapun penyebab terjadi nya perbedaan pendapat itu karena banyak nya dalil yang dhohirnya bertentangan\r1. hadis yang dzohir nya melarang ziarah bagi wanita :\r& صحيح مسلم - (5 / 15)","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"و حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا أبو أسامة ح و حدثنا إسحق بن إبراهيم أخبرنا عيسى بن يونس كلاهما عن هشام عن حفصة عن أم عطية قالت نهينا عن اتباع الجنائز ولم يعزم علينا & بلوغ المرام من أدلة الأحكام - (1 / 210) وعن أبي هريرة - رضي الله عنه - - أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - لعن زائرات القبور - أخرجه الترمذي, وصححه ابن حبان . & سنن أبى داود - (9 / 46) حدثنا محمد بن كثير أخبرنا شعبة عن محمد بن جحادة قال سمعت أبا صالح يحدث عن ابن عباس قال لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم زائرات القبور والمتخذين عليها المساجد والسرج & سنن البيهقي الكبرى - (4 / 78) أخبرنا أبو علي الحسن بن أحمد بن إبراهيم بن شاذان ببغداد أنبأ حمزة بن محمد بن العباس ثنا العباس بن محمد الدوري ثنا موسى بن إسماعيل أبو سلمة ثنا أبو عوانة ثنا عمر بن أبي سلمة عن أبيه عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : لعن الله زوارات القبور\radapun hadist-hadist yang dzohirnya memperbolehkan adalah :\r& صحيح البخاري - (5 / 29)","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"حدثنا آدم حدثنا شعبة حدثنا ثابت عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال مر النبي صلى الله عليه وسلم بامرأة تبكي عند قبر فقال اتقي الله واصبري قالت إليك عني فإنك لم تصب بمصيبتي ولم تعرفه فقيل لها إنه النبي صلى الله عليه وسلم فأتت باب النبي صلى الله عليه وسلم فلم تجد عنده بوابين فقالت لم أعرفك فقال إنما الصبر عند الصدمة الأولى & سنن البيهقي الكبرى - (4 / 78) أخبرنا أبو عبد الله الحافظ ثنا أبو حميد أحمد بن محمد بن حامد العدل بالطابران ثنا عثمان بن محمد ثنا أبو مصعب الزهري حدثني محمد بن إسماعيل بن أبي فديك أخبرني سليمان بن داود عن جعفر بن محمد عن أبيه عن علي بن الحسين عن أبيه : أن فاطمة بنت النبي صلى الله عليه و سلم كانت تزور قبر عمها حمزة كل جمعة فتصلي وتبكي عنده كذا قال وقد قيل عنه عن سليمان بن داود عن أبيه عن جعفر بن محمد عن أبيه دون ذكر علي بن الحسين عن أبيه فيه وهو منقطع وقد روينا في الحديث الثابت عن أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه و سلم مر بامرأة عند قبر وهي تبكي فقال لها اتقي الله واصبري وليس في الخبر أنه نهاها عن الخروج إلى المقبرة وفي ذلك تقوية لما روينا عن عائشة رضي الله عنها إلا أن أصح ما روي في ذلك صريحا حديث أم عطية وما يوافقه من الأخبار فلو تنزهن عن اتباع الجنائز والخروج إلى المقابر وزيارة القبور كان أبرأ لدينهن وبالله التوفيق & المجموع (5/310) ومما يدل أن زيارتهن ليست حراما حديث أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم مر النبي بامرأة تبكي عند قبر فقال : اتق الله واصبري رواه البخاري ومسلم وموضع الدلالة أنه صلى الله عليه وسلم لم ينهها عن الزيارة وعن عائشة رضي الله عنها قالت كيف أقول يا رسول الله - يعني إذا زرت القبور قال قولي السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين ......إلخ\rThoriqotul Istidlal:","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"Dalam Hadis tersebut Nabi melarang wanita berziarah kubur dengan menggunakan kalimat لعن .Dan kalimat لعن sendiri termasuk kalimat yang musytarok antara larangan yang haram dan larangan yang makruh. oleh karena itu,ulama' yang mengatakan makruh lebih memilih larangan-larangan yang ada itu diarahkan kemakruh tidak keharam karena ada shorif, yaitu hadis-hadis yang memperbolehkan ziarah kubur bagi perempuan.\r& الوجيز (34)\rوكل فعل طلب الشارع تركه أو ذكه أو لعنه أو شبه فاعله بالبهائم أو بالشياطين أو أوعد به أو هو رجس او فسق فهو غير مشروع مشترك بين التحريم والكراهة. & العمدة في الأحكام (220) ولم يعزم علينا أى نهانا رسول الله صلى الله عليه وسلم كما صرح بذلك ......أى لم يؤكد علينا في المنع كما أكد علينا في غيره من المنهيات فكأنها قالت كره لنا اتباع الجنائز من غير تحريم قاله الحافظ ابن حجر. & مغني المحتاج - (4 / 355) ( وتكره ) زيارتها ( للنساء ) ؛ لأنها مظنة لطلب بكائهن ورفع أصواتهن لما فيهن من رقة القلب وكثرة الجزع وقلة احتمال المصائب ،وإنما لم تحرم ؛ لأنه صلى الله عليه وسلم ( مر بامرأة على قبر تبكي على صبي لها ، فقال لها : اتق الله واصبري ) ( 1 ) متفق عليه .فلو كانت الزيارة حراما لنهى عنها ، وعن عائشة رضي الله تعالى عنها قالت ( كيف أقول يا رسول الله ؟ يعني إذا زرت القبور ، قال : قولي السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين يرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون ) رواه مسلم والله أعلم بالصّواب\r0922. HIKMAH SIKSA DAN ADZAB KUBUR\rPERTANYAAN :\rAidi Abdil Lah\rMaaf kalau pertanyaan ini Sembrono . .Untuk apa orang yang meninggal di periksa didalam kubur padahal di padang mahsyar semuanya diketahui oleh Alloh SWT . . ? ? ? Wallohu wa'lam\rJAWABAN :","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"Masaji Antoro\rHIKMAH SIKSA DAN ADZAB KUBUR\rس: ما الحكمة من عذاب القبر ونعيمه؟\rجـ: هناك مجموعة من الحكم من عذاب القبر ونعيمه منها:\r1. إظهار فضل الله تعالى على عباده المؤمنين الصالحين في تنعيمهم في الحياة البرزخية، وإذلال وتعذيب المكذبين العاصين والعياذ بالله.\r2. إظهار قدرة الله تعالى في تعذيب العصاة والكافرين، وتنعيم المؤمنين الصادقين في القبر دون أن يشعر بذلك سائر البشر.\r3. أن المكلفين عندما يعلمون أن هناك عذاباً في القبر أو في الحياة البرزخية، فإن ذلك يكون رادعاً ومانعاً لهم عما يسوء ويشين فعله في الآخرة.\r4. التحذير من بعض الذنوب والمعاصي، والتي يكون لها عُقوبات خاصة تناسبها، كعدم التنزه من البول والنميمة... وغير ذلك.\r5. قد يكون العذاب في القبر مُكفِّراً لبعض الذنوب والمعاصي التي ألَّم بها العبد في الحياة الدنيا، فيأتي يوم القيامة ولا ذنب له.\r6. قد يكون العذاب في القبر تخفيفاً لعقوبة ذلك العبد في النار يوم القيامة.\r(دراسات عقدية في الحياة البرزخية صـ 358)\rTANYA :\rApakah hikmah dibalik keberadaan siksa dan adzab kubur?\rJAWAB :\rDidalamnya terdapat hikmah-hikmah yang teramat banyak diantaranya :\r1.…Menampakkan anugerah Allah Ta’ala atas hambaNya yang mukmin dan shaleh dengan diberikannya kenikmatan-kenikmatan dialam barzah sekaligus bentuk penghinaan dan penyiksaan pada orang-orang yang membohongi kebenaran agamaNya dan menjalani maksiat semasa hidup didunia, Na’uudzu billaah…!!\r2.…Menampakkan kekuasaan Allah Ta’la dalam menyiksa orang-orang yang maksiat dan kaum kafir serta memberikan kenikmatan-kenikmatan orang-orang mukmin yang yang jujur di alam kubur dengan tanpa dapat dirasakan oleh manusia-manusia yang masih hidup","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"3.…Sesungguhnya saat orang mukallaf mengetahui keberadaan adanya siksa di alam kubur atau alam barzah diharapkan mampu menjaga diri dari melakukan hal-hal yang mampu membuatnya nista dan cela diakhirat\r4.…Sebagai peringatan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, maksiat serta perbuatan yang mengakibatkan siksa kubur seperti tidak menjalankan kebersihan saat kencing, adu domba.. dll\r5.…Siksa kubur terkadang mampu melebur sebagian dosa dan maksiat yang dilakukan seseorang semasa hidup di dunia, dengan demikian kemungkinan bisa terjadi saat dihari kiamat kelak dirinya sudah tidak lagi memiliki beban dosa\r6.…Siksa kubur terkadang dapat menjadi peringan atas siksaan seorang hamba dari apai neraka dihari kiamat\r[ Diraasaat ‘Aqdiyyah fii al-Hayaat al-Barzakhiyyah hal. 358 ].\r0940. JEMBATAN SHIRATAL MUSTAQIM SEKECIL RAMBUT DI BELAH 7 ?\rPERTANYAAN :\rMbah Wiro Sableng\rSalam, maaf Benarkah SHIROT ALMUSTAQIM itu Lebih KeciL dari pada rambut di blah tujuh / 7 & Lebih Tajam dari pada pedang yang Tajam ??? mhn Ref..nya.\rJAWABAN :\rIsmael Kholilie","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"و في بعض الرواية أنه أدق من الشعرة و أدق من السيف و هو المشهور و نازع في ذلك العز بن عبد السلام و الشيخ القرافي و غيرهما كالبدر الزركشي قالوا و على فرض صحة ذلك فهو محمول على ظاهره بأن يؤول بأنه كناية عن شدة المشقة و حينئذ فلا ينافي ماورد من الأحاديث الدالة على قيام الملائكة على جنبيه و كون الكلاليب فيه زاد القرافي و الصحيح أنه عريض و فيه طريقان يمنى و يسرى فأهل السعا دة يسلك بهم ذات اليمين و أهل الشقاوة يسلك بهم ذات الشمال و فيه طاقات كل طاقة تنفذ إلى طبقة من طبقات جهنم و قال بعضهم إنه يدق و يتسع بحسب ضيق النور و انتشاره فعرض صراط أحد بانتشار نوره ~تحفة المريد 112\rDisebutkan dalam riwayat yang masyhur bahwa shirat lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pisau. Komentar ulama tentang riwayat ini :\rImam izz bin abdissalam,al imam al qarafi,al imam az zarkasyi berpendapat bahwa itu hanyalah sebuah ungkapan betapa sulit dan susahnya melewati shirat, ini agar tidak bertentangan dengan riwayat lain yang menyatakan bahwa ada para malaikat di dua sisi shirat,dan ada banyak anjing di dalamnya,imam al qarafi melanjutkan :\"menurut pendapat yang shahih shirat memiliki bentuk yang lebar,ia mempunyai dua jalan,jalan kanan yang dilewati ahli surga,jalan kiri dilewati ahli neraka\".\rPendapat lain menyatakan bahwa lebar dan sempitnya shirat tergantung amal seeorng,jika amalnya baik maka cahaya amalnya akan memperlebar shirat,tapi jika amalnya buruk,maka shirat akan menjadi sempit/tipis baginya. [ TUHFATUL MURID 112 ].\r0972. ARTI SIFAT MUKHAALAFAH LIL HAWAADITS\rPERTANYAAN :\rUlilalbab Hafas","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Assalamualaikum, Sebelum ada alam sebelum ada semuanya(hawadis)ALLAH mucholafa lilhawadis pada apa ya,,? Mohon penjelasannya, mator sakalangkong.\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam\rالكتاب : أسماء الله الحسنى\rقال الإمام الطحاوى : وكما كان بصفاته أزليا كذلك لا يزال عليها أبديا ليس بعد خلق الخلق استفاد اسم الخالق ولا بإحداث البرية استفاد اسم الباري ) من أسماء الله عز وجل الباري ، يعني الخالق ، برى الخلق يعني خلقهم فهو الباري ، وهذا الاسم ملازم لذاته ليست له بداية ولا نهاية\rImam at-Thohaawy berkata “Seperti halnya sifat-sifat Allah yang kesemuanya sebangsa azali begitu juga Allah senatiasa bersifatan dengannya secara abadi, bukan setelah menjadikan selainNya, Allah memperoleh asma AL-KHAALIQ (Sang Pencipta). Asma-asma ini menetap padaNya tanpa permulaan dan akhiran. [ Asmaa al-Husnaa II/7 ].\rArti sifat-sifat Allah semuanya sebangsa qadim (dahulu) adalah tanpa ada permulaan bersifatannya Allah dengannya, tidak ada keterkaitan antara keberadaan yang menyandang sifat dan obyeknya.\rPemilik sifat dalam kedudukan semacam ini “wujud tanpa ada permulaan yang mengawali wujudnya sebagaimana tanpa akhiran yang mengakhiri pada kekekalannya”…..\rDengan demikian MUKAALAFAH LIL HAWAADITS (sifat berbedanya Allah dengan makhluknya) adalah sifat yang melekat pada diri Allah semenjak zaman azali, perbedaan Allah dengan makhluk menjadi ketetapan baik sebelum, saat, atau sesudah wujudnya makhluk tanpa terpengaruh sedikitpun akan keberadaan dan tidaknya sesuatu yang bernama makhluk (obyek).\rKeterangan lengkapnya lihat :","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"معنى أن الصفات قديمة أنها لا بداية لوصف الله تعالى بها، أي على تقدير وجود الواصف والموصوف. والموصوف في هذا المقام موجود لا أول لوجوده كما لا آخر لبقائه، لأنه الله تعالى رب العالمين، والواصف إما أن يكون هو الله تعالى ولله تعالى أن يثني على نفسه كما يشاء، وحتى قبل أن يخلق الخلق، وأما إن كان الواصف المخلوق، فإنما يصف الله تعالى على ما هو عليه على تقدير عدم وجود المخلوقات.\rيعني : أنت الآن لو قدرت في ذهنك عدم وجود المخلوقات، وقلت هل كان الله تعالى موجودا، فالجواب بعم بالطبع، فلو سألت نفسك : هل الله تعالى قبل وجود المخلوقات يشبه شيئا منها إذا وجدت، أو يشبه ما علم هو جل شأنه أنه سيوجَدُ منها، أو ما لن يوجد.\rفالجواب هو لا قطعا.\rيعني إن الله تعالى يعلم أنه لا يشبه شيئا من مخلوقاته ، وعلمه هذا ثابت منذ الأزل، وعدم مشابهته لمخلوقاته ثابت منذ الأزل، سواء قدرت وجودا المخلوقات أم لم تقدر ذلك.\rفقولنا إن الله تعالى مخالف للحوادث، والذي معناه أنه تعالى لا يشبه شيئا من المخلوقات، هذا الوصف ثابت لله تعالى أزلا وأبدا كما ترى، على التقادير السابقة.\rفالحوادث لها صفات ، وهذه الصفات ثابتة لها في نفس الأمر، كما تقول إن هذا العالم موصوف بالإمكان، قبل وجوده وبعد وجوده، فوصفه بالإمكان ثابت له أزلا وأبدا، لأن هذا الوصف وصف له في نفسه، ولا يتوقف وصف العالم بالإمكان على وجود العالم. وكذلك تقول: إن العالم المخلوق موصوف بالافتقار الذي هو فرع الإمكان، فكل ممكن مفتقر، والوصف بالافتقار ثابت للعالم قبل وجود العالم وبعد وجوده، ولا يتوقف وصف العالم بالافتقار على وجوده. وهكذا....","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"فتقول: بناء على هذا: الله تعالى مخالف للحوادث قبل وجود الحوادث وبعد وجود الحوادث، ولا يتوقف وصفه بالمخالفة للحوادث على وجود الحوادث. فاتصاف الله تعالى بكونه مخالفا للحوادث لا أول له. وبناء على نفي الأولية له، يمكن وصفه بالقدم، بناء على أن القديم هو ما لا أول له.\r[ Sumber : http://www.aslein.net/showthread.php?t=1082 ]\rWallaahu A'lamu Bis Showaab\r0974. TASYABBUH : I. MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL\rSetiap bulan Desember umat Nasrani merayakan hari raya agama mereka, yaitu Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember, beberapa sudut pertokoan mulai ramai dengan hiasan natal. Supermarket-supermarket yang mulanya sepi-sepi saja, kini dihiasi dengan pernak-pernik natal. Media massa pun tidak ketinggalan ikut memeriahkan hari raya ini dengan menayangkan acara-acara spesial natal.\rPERTANYAAN\ra. Bagaimanakah hukumnya seorang muslim mengucapkan selamat “Selamat Hari Natal” sebagai bentuk dari ukhuwwah al-Basyariyyah (toleransi sesama manusia) ?\rb.Toleransi yang bagaimanakah yang diajarkan oleh syariat agama terhadap Non-Muslim ?\rJAWABAN\ra. Mengucapkan “Selamat Hari Natal” tidak diperbolehkan dengan berbagai pertimbangan :\r• Terdapat unsur memuliakan terhadap Non-Muslim\r• Akan menimbulkan persepsi positif terhadap akidah mereka kepada khalayak umum, akan tetapi jika sikap ini justru akan menimbulkan penilaian negative terhadap Islam dan juga di perlukan maka di perbolehkan mengucapkannya dengan syarat ucapan tersebut bukan dalam rangka memberikan penghormatan tetapi demi menampakkan keindahan dan cinta kasih dalam Islam","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"b. Toleransi yang hanya sebatas dhahir artinya tidak sampai menimbulkan ekses menyukai serta tidak menimbulkan persepsi salah di kalangan orang awam.\rREFERENSI :\r1. Tafsiir al-Fakhr ar-Raazi I/1124\r2. Fataawa Ibn Hajar al-Haytamy IV/238\r3. Bariiqah Mahmuudiyyah II/354\r4. Hasyiyah al-Jamal alaa al-Manhaj III/576\r5 Tuhfah al-Muhtaj 40/259\rواعلم أن كون المؤمن موالياً للكافر يحتمل ثلاثة أوجه أحدها : أن يكون راضياً بكفره ويتولاه لأجله ، وهذا ممنوع منه لأن كل من فعل ذلك كان مصوباً له في ذلك الدين ، وتصويب الكفر كفر والرضا بالكفر كفر ، فيستحيل أن يبقى مؤمناً مع كونه بهذه الصفة.\rفإن قيل : أليس أنه تعالى قال : {وَمَن يَفْعَلْ ذَالِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَىْءٍ} وهذا لا يوجب الكفر فلا يكون داخلاً تحت هذه الآية ، لأنه تعالى قال : {ذَالِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا } فلا بد وأن يكون خطاباً في شيء يبقى المؤمن معه مؤمناً وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر ، وذلك غير ممنوع منه.\rوالقسم الثالث : وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة ، والمظاهرة ، والنصرة إما بسبب القرابة ، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه ، وذلك يخرجه عن الإسلام فلا جرم هدد الله تعالى فيه فقال : {وَمَن يَفْعَلْ ذَالِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَىْءٍ} .\r[ Tafsiir al-Fakhr ar-Raazi I/1124 ].\r********************\rباب الردة","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"وسئل رحمه الله تعالى ورضي عنه هل يحل اللعب بالقسي الصغار التي لا تنفع ولا تقتل صيد إبل أعدت للعب الكفار وأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر وإلباس الصبيان الثياب الملونة بالصفرة تبعاً لاعتناء الكفرة بهذه في بعض أعيادهم وإعطاء الأثواب والمصروف لهم فيه إذا كان بينه وبينهم تعلق من كون أحدهما أجيراً للآخر من قبيل تعظيم النيروز ونحوه، فإن الكفرة صغيرهم وكبيرهم وضيعهم ورفيعهم حتى ملوكهم يعتنون بهذه القسي الصغار واللعب بها وبأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر اعتناء كثيراً وكذا بإلباس الصبيان الثياب المصفرة وإعطاء الأثواب والمصروف لمن يتعلق بهم وليس لهم في ذلك اليوم عبادة صنم ولا غيره وذلك إذا كان القمر في سعد الذابح في برج الأسد وجماعة من المسلمين إذا رأوا أفعالهم يفعلون مثلهم فهل يكفر أو يأثم المسلم إذا عمل مثل عملهم من غير اعتقاد تعظيم عيدهم ولا اقتداء بهم أو لا؟. فأجاب نفع الله تبارك وتعالى بعلومه المسلمين بقوله: لا كفر بفعل شيء من ذلك، فقد صرح أصحابنا بأنه لو شد الزنار على وسطه أو وضع على رأسه قلنسوة المجوس لم يكفر بمجرد ذلك اهـ، فعدم كفره بما في السؤال أولى وهو ظاهر بل فعل شيء مما ذكر فيه لا يحرم إذا قصد به التشبه بالكفار لا من حيث الكفر وإلا كان كفراً قطعاً، فالحاصل أنه إن فعل ذلك بقصد التشبه بهم في شعار الكفر كفر قطعاً أو في شعار العيد مع قطع النظر عن الكفر لم يكفر، ولكنه يأثم وإن لم يقصد التشبه بهم أصلاً ورأساً فلا شيء عليه، ثم رأيت بعض أئمتنا المتأخرين ذكر ما يوافق ما ذكرته فقال: ومن أقبح البدع موافقة المسلمين النصارى في أعيادهم بالتشبه بأكلهم والهدية لهم وقبول هديتهم فيه وأكثر الناس اعتناء بذلك المصريون، وقد قال : «من تشبه بقوم فهو منهم» ، بل قال ابن الحاج : لا يحل لمسلم أن يبيع نصرانياً شيئاً من مصلحة عيده لا لحماً ولا أدماً ولا ثوباً ولا يعارون شيئاً ولو دابة إذ هو معاونة","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"لهم على كفرهم وعلى ولاة الأمر منع المسلمين من ذلك. ومنها اهتمامهم في النيروز بأكل الهريسة واستعمال البخور في خميس العيدين سبع مرات زاعمين أنه يدفع الكسل والمرض وصبغ البيض أصفر وأحمر وبيعه والأدوية في السبت الذي يسمونه سبت النور وهو في الحقيقة سبت الظلام ويشترون فيه الشبث ويقولون أنه للبركة ويجمعون ورق الشجر ويلقونها ليلة السبت بماء يغتسلون به فيه لزوال السحر ويكتحلون فيه لزيادة نور أعينهم ويدهنون فيه بالكبريت والزيت ويجلسون عرايا في الشمس لدفع الجرب والحكة ويطبخون طعام اللبن ويأكلونه في الحمام إلى غير ذلك من البدع التي اخترعوها ويجب منعهم من التظاهر بأعيادهم اهـ.\rفتاوى ابن حجر الهيثمي رقم الجزء: 4 رقم الصفحة: 238\r******************************","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"وَعَنْ شَرْحِ الْكَرْمَانِيِّ عَنْ النَّوَوِيِّ أَنَّ هَذِهِ الْقِطْعَةَ مُشْتَمِلَةٌ عَلَى جُمَلٍ مِنْ الْقَوَاعِدِ مِنْهَا اسْتِحْبَابُ تَصْدِيرِ الْكُتُبِ بِالْبَسْمَلَةِ ، وَإِنْ كَانَ الْمَبْعُوثُ إلَيْهِ كَافِرًا وَمِنْهَا سُنِّيَّةُ الِابْتِدَاءِ فِي الْمَكْتُوبِ بِاسْمِ الْكَاتِبِ أَوَّلًا وَلِذَا كَانَ عَادَةُ الْأَصْحَابِ أَنْ يَبْدَءُوا بِأَسْمَائِهِمْ وَرَخَّصَ جَمَاعَةٌ الِابْتِدَاءَ بِالْمَكْتُوبِ إلَيْهِ كَمَا كَتَبَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ إلَى مُعَاوِيَةَ مُبْتَدِئًا بِاسْمِ مُعَاوِيَةَ وَأَنَا أَقُولُ فِيهِ أَيْضًا اسْتِحْبَابُ تَعْظِيمِ الْمُعَظَّمِ عِنْدَ النَّاسِ وَلَوْ كَافِرًا إنْ تَضَمَّنَ مَصْلَحَةً وَفِيهِ أَيْضًا إيمَاءٌ إلَى طَرِيقِ الرِّفْقِ وَالْمُدَارَاةِ لِأَجْلِ الْمَصْلَحَةِ وَفِيهِ أَيْضًا جَوَازُ السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ عِنْدَ الِاحْتِيَاجِ كَمَا نُقِلَ عَنْ التَّجْنِيسِ مِنْ جَوَازِهِ حِينَئِذٍ ؛ لِأَنَّهُ إذًا لَيْسَ لِلتَّوْقِيرِ بَلْ لِلْمَصْلَحَةِ وَلِإِشْعَارِ مَحَاسِنِ الْإِسْلَامِ مِنْ التَّوَدُّدِ وَالِائْتِلَافِ وَفِيهِ أَيْضًا أَنَّهُ لَا يَخُصُّ بِالْخِطَابِ فِي السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ وَلَوْ لِمَصْلَحَةٍ بَلْ يَذْكُرُ عَلَى وَجْهِ الْعُمُومِ وَفِيهِ أَيْضًا أَنَّهُ ، وَإِنْ رَأَى السَّلَامَ عَلَى الْكَافِرِ ، وَلَكِنْ لَمْ يَرِدْ ؛ لِأَنَّهُ فِي الْبَاطِنِ وَالْحَقِيقَةِ لَيْسَ لَهُ بَلْ لِمَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى وَظَاهِرٌ أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ تَبَعِيَّةُ هُدًى بَلْ فِيهِ إغْرَاءٌ عَلَى دَلِيلِ اسْتِحْقَاقِ الدُّعَاءِ بِالسَّلَامِ مِنْ تَبِيعَةِ الْهُدَى .\rبريقة محمودية رقم الجزء: 2 رقم الصفحة: 354\r******************************","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"قال الشيخ عميرة قال الروياني لا يجوز التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول أي لقوله تعالى وما دعاء الكافرين إلا في ضلال ا ه سم على المنهج ونوزع فيه بأنه قد يستجاب لهم استدراجا كما استجيب لإبليس فيؤمن على دعائه هذا ولو قيل وجه الحرمة أن في التأمين على دعائه تعظيما له وتقريرا للعامة بحسن طريقته لكان حسنا وفي حج ما نصه وبه أي بكونهم قد تعجل لهم الإجابة استدراجا يرد قول البحر يحرم التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول ا ه على أنه قد يختم له بالحسنى فلا علم بعدم قبوله إلا بعد تحقق موته على الكفر ثم رأيت الأذرعي قال إطلاقه بعيد والوجه جواز التأمين بل ندبه إذا دعا لنفسه بالهداية ولنا بالنصر مثلا ومنعه إذا جهل ما يدعو به لأنه قد يدعو بإثم أي بل هو الظاهر من حاله فرع في استحباب الدعاء للكافر خلاف ا ه\rحاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري رقم الجزء: 3 رقم الصفحة: 576\r******************************\r( تَنْبِيهٌ ) قَضِيَّةُ تَعْبِيرِهِمْ بِالْوُجُوبِ أَخْذًا مِنْ الْخَبَرِ أَنَّهُ يَحْرُمُ عَلَى الْمُسْلِمِ عِنْدَ اجْتِمَاعِهِمَا فِي طَرِيقٍ أَنْ يُؤْثِرَهُ بِوَاسِعِهِ ، وَفِي عُمُومِهِ نَظَرٌ ، وَاَلَّذِي يَتَّجِهُ أَنَّ مَحَلَّهُ إنْ قَصَدَ بِذَلِكَ تَعْظِيمَهُ ، أَوْ عُدَّ تَعْظِيمًا لَهُ عُرْفًا ، وَإِلَّا فَلَا وَجْهَ لِلْحُرْمَةِ\r[ Tuhfah al-Muhtaaj 40/259 ].\r0975. TASYABBUH : II. MENFASILITASI PERAYAAN NATAL\rDalam rangka terciptanya toleransi umat beragama dan hidup berdampingan saat perayaan Hari Raya non Muslim tidak jarang diantara kita ada yang meminjamkan peralatan-peralatan tertentu yang dipakai untuk keperluan Hari Natal\rPERTANYAAN\rBolehkah meminjamkan peralatan dalam rangka tersebut diatas ?\rJAWABAN","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"Tidak boleh, karena yang demikian artinya kita menfasilitasi dan membantu demi wujudnya syiar dan ritual ibadah mereka.\rREFERENSI :\r1. Hasyiyah al-Bujairomi alaa al-Khothiib XIII/80\r2. Al-Fataawaa al-Fiqhiyyah al-Kubraa IV/248\r3. Is’aad ar-Rafiiq II/128\r4. Al-Fataawaa al-Fiqhiyyah al-Kubraa IV/239\rخَاتِمَةٌ : تَحْرُمُ مَوَدَّةُ الْكَافِرِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى : { لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ } ، فَإِنْ قِيلَ : قَدْ مَرَّ فِي بَابِ الْوَلِيمَةِ أَنَّ مُخَالَطَةَ الْكُفَّارِ مَكْرُوهَةٌ أُجِيبُ بِأَنَّ الْمُخَالَطَةَ تَرْجِعُ إلَى الظَّاهِرِ وَالْمَوَدَّةَ إلَى الْمَيْلِ الْقَلْبِيِّ .\rفَإِنْ قِيلَ : الْمَيْلُ الْقَلْبِيُّ لَا اخْتِيَارَ لِلشَّخْصِ فِيهِ .\rأُجِيبَ : بِإِمْكَانِ دَفْعِهِ بِقَطْعِ أَسْبَابِ الْمَوَدَّةِ الَّتِي يَنْشَأُ عَنْهَا مَيْلُ الْقَلْبِ كَمَا قِيلَ : إنَّ الْإِسَاءَةَ تَقْطَعُ عُرُوقَ الْمَحَبَّةِ .","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"قَوْلُهُ : ( تَحْرُمُ مَوَدَّةُ الْكَافِرِ ) أَيْ الْمَحَبَّةُ وَالْمَيْلُ بِالْقَلْبِ وَأَمَّا الْمُخَالَطَةُ الظَّاهِرِيَّةُ فَمَكْرُوهَةٌ وَعِبَارَةُ شَرْحِ م ر وَتَحْرُمُ مُوَادَّتُهُمْ وَهُوَ الْمَيْلُ الْقَلْبِيُّ لَا مِنْ حَيْثُ الْكُفْرُ وَإِلَّا كَانَتْ كُفْرًا وَسَوَاءٌ فِي ذَلِكَ أَكَانَتْ لِأَصْلٍ أَوْ فَرْعٍ أَمْ غَيْرِهِمَا وَتُكْرَهُ مُخَالَطَتُهُ ظَاهِرًا وَلَوْ بِمُهَادَاةٍ فِيمَا يَظْهَرُ مَا لَمْ يُرْجَ إسْلَامُهُ وَيَلْحَقُ بِهِ مَا لَوْ كَانَ بَيْنَهُمَا نَحْوُ رَحِمٍ أَوْ جِوَارٍ ا هـ وَقَوْلُهُ : مَا لَمْ يَرْجُ إسْلَامَهُ أَوْ يَرْجُ مِنْهُ نَفْعًا أَوْ دَفْعَ شَرٍّ لَا يَقُومُ غَيْرُهُ فِيهِ مَقَامَهُ كَأَنْ فَوَّضَ إلَيْهِ عَمَلًا يَعْلَمُ أَنَّهُ يَنْصَحُهُ فِيهِ وَيَخْلُصُ أَوْ قَصَدَ بِذَلِكَ دَفْعَ ضَرَرٍ عَنْهُ .\rوَأَلْحَقَ بِالْكَافِرِ فِيمَا مَرَّ مِنْ الْحُرْمَةِ وَالْكَرَاهَةِ الْفَاسِقَ وَيُتَّجَهُ حَمْلُ الْحُرْمَةِ عَلَى مَيْلٍ مَعَ إينَاسٍ لَهُ أَخْذًا مِنْ قَوْلِهِمْ : يَحْرُمُ الْجُلُوسُ مَعَ الْفُسَّاقِ إينَاسًا لَهُمْ أَمَّا مُعَاشَرَتُهُمْ لِدَفْعِ ضَرَرٍ يَحْصُلُ مِنْهُمْ أَوْ جَلْبِ نَفْعٍ فَلَا حُرْمَةَ فِيهِ ا هـ ع ش عَلَى م ر .\rقَوْلُهُ : ( الْمَيْلِ الْقَلْبِيِّ ) ظَاهِرُهُ أَنَّ الْمَيْلَ إلَيْهِ بِالْقَلْبِ حَرَامٌ وَإِنْ كَانَ سَبَبُهُ مَا يَصِلُ إلَيْهِ مِنْ الْإِحْسَانِ أَوْ دَفْعَ مَضَرَّةٍ وَيَنْبَغِي تَقْيِيدُ ذَلِكَ بِمَا إذَا طَلَبَ حُصُولَ الْمَيْلِ بِالِاسْتِرْسَالِ فِي أَسْبَابِ الْمَحَبَّةِ إلَى حُصُولِهَا بِقَلْبِهِ وَإِلَّا فَالْأُمُورُ الضَّرُورِيَّةُ لَا تَدْخُلُ تَحْتَ حَدِّ التَّكْلِيفِ وَبِتَقْدِيرِ حُصُولِهَا .","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"يَنْبَغِي السَّعْيُ فِي دَفْعِهَا مَا أَمْكَنَ فَإِنْ لَمْ يُمْكِنْ دَفْعُهَا لَمْ يُؤَاخَذْ بِهَا ع ش عَلَى م ر .\rقَوْلُهُ : ( الْإِسَاءَةَ إلَخْ ) أَيْ وَالْإِحْسَانُ الَّذِي مِنْهُ الْمَوَدَّةُ يَجْلُبُ الْمَحَبَّةَ .\r[ Hasyiyah al-Bujairomi alaa al-Khothiib XIII/80 ].\r******************************\rسُئِلَ عن كَافِرٍ ضَلَّ عن طَرِيقِ صَنَمِهِ فَسَأَلَ مُسْلِمًا عن الطَّرِيقِ إلَيْهِ فَهَلْ له أَنْ يَدُلَّهُ الطَّرِيقَ إلَيْهِ فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ ليس له أَنْ يَدُلَّهُ لِذَلِكَ لِأَنَّا لَا نُقِرُّ عَابِدِي الْأَصْنَامِ على عِبَادَتِهَا فَإِرْشَادُهُ لِلطَّرِيقِ إلَيْهِ إعَانَةٌ له على مَعْصِيَةٍ عَظِيمَةٍ فَحَرُمَ عليه ذلك وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ\r[ Al-Fataawaa al-Fiqhiyyah al-Kubraa IV/248 ].\r******************************\r(فصل ومن معاصي )كل (البدن) ألى أن قال ومنها (الإعانة على المعاصي)اي على معصية من معلصي الله بقول اوفعل او غيره ثم ان كان المعصية كبيرة كانت الإعانة عليها كذلك كما فى الزواجر\rإسعاد الرفيق الجزء الثاني ص 128\r******************************","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"وَمِنْ أَقْبَحِ الْبِدَعِ مُوَافَقَةُ الْمُسْلِمِينَ النَّصَارَى في أَعْيَادِهِمْ بِالتَّشَبُّهِ بِأَكْلِهِمْ وَالْهَدِيَّةِ لهم وَقَبُولِ هَدِيَّتِهِمْ فيه وَأَكْثَرُ الناس اعْتِنَاءً بِذَلِكَ الْمِصْرِيُّونَ وقد قال صلى اللَّهُ عليه وسلم من تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ منهم بَلْ قال ابن الْحَاجِّ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَبِيعَ نَصْرَانِيًّا شيئا من مَصْلَحَةِ عِيدِهِ لَا لَحْمًا وَلَا أُدْمًا وَلَا ثَوْبًا وَلَا يُعَارُونَ شيئا وَلَوْ دَابَّةً إذْ هو مُعَاوَنَةٌ لهم على كُفْرِهِمْ وَعَلَى وُلَاةِ الْأَمْرِ مَنْعُ الْمُسْلِمِينَ من ذلك وَمِنْهَا اهْتِمَامُهُمْ في النَّيْرُوزِ بِأَكْلِ الْهَرِيسَةِ وَاسْتِعْمَالِ الْبَخُورِ في خَمِيسِ الْعِيدَيْنِ سَبْعَ مَرَّاتٍ زَاعِمِينَ أَنَّهُ يَدْفَعُ الْكَسَلَ وَالْمَرَضَ وَصَبْغِ الْبَيْضِ أَصْفَرَ وَأَحْمَرَ وَبَيْعِهِ وَالْأَدْوِيَةُ في السَّبْتِ الذي يُسَمُّونَهُ سَبْتَ النُّورِ وهو في الْحَقِيقَةِ سَبْتُ الظَّلَّامِ وَيَشْتَرُونَ فيه الشَّبَثَ وَيَقُولُونَ إنَّهُ لِلْبَرَكَةِ وَيَجْمَعُونَ وَرَقَ الشَّجَرِ وَيَلْقُونَهَا لَيْلَةَ السَّبْتِ بِمَاءٍ يَغْتَسِلُونَ بِهِ فيه لِزَوَالِ السِّحْرِ وَيَكْتَحِلُونَ فيه لِزِيَادَةِ نُورِ أَعْيُنِهِمْ وَيَدَّهِنُونَ فيه بِالْكِبْرِيتِ وَالزَّيْتِ وَيَجْلِسُونَ عَرَايَا في الشَّمْسِ لِدَفْعِ الْجَرَبِ وَالْحَكَّةِ وَيَطْبُخُونَ طَعَامَ اللَّبَنِ وَيَأْكُلُونَهُ في الْحَمَّامِ إلَى غَيْرِ ذلك من الْبِدَعِ التي اخْتَرَعُوهَا وَيَجِبُ مَنْعُهُمْ من التَّظَاهُرِ بِأَعْيَادِهِمْ ا هـ\r[ Al-Fataawaa al-Fiqhiyyah al-Kubraa IV/239 ].\r0976. TASYABBUH : III. DISCOUNT GEBYAR NATAL","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"Jelang Natal dan Tahun Baru, MARGO KAPEKSO Department store menggelar Pesta Diskon. Mulai dari supermarket hingga fashion dibanderol dengan harga special dari 10% hingga 99%.\rBegitu diantaranya promo salah satu Department store untuk memikat hati para konsumennya dengan memanfaatkan moment Natal dan Tahun Baru dan masyarakatpun tidak mau kehilangan kesempatan emas ini mereka berbondong-bondong berbelanja di kota masing-masing.\rPERTANYAAN\ra. Apakah tindakan para pemilik Department store tersebut bila memang ia muslim diharamkan karena termasuk menyemarakkan Hari Raya Non-Muslim ?\rb. Bila kita kebetulan belanja di Department store tersebut karena tidak tahu ada gebyar discount atau tanpa ada tujuan mencari discount apakah juga diharamkan ?\rJAWABAN\ra. Diharamkan jika bertujuan memeriahkan Natal, atau yang disediakan di mallnya adalah kebutuhan-kebutuhan Natal.\rb. Tidak, kecuali bila ada tujuan memeriahkan Natal atau dapat menimbulkan persepsi yang salah pada kaum muslimin.\rREFERENSI :\r1. Al-Adaab as-Syar’iyyah III/420\r2. Al-Adaab as-Syar’iyyah III/120-122\r3. Fataawa Ibn Hajar al-Haytamy IV/238\r4. Hasyiyah al-Jamal alaa al-Manhaj III/576\r5. Bariiqah Mahmuudiyyah II/354\rفَصْلٌ ( فِي التِّجَارَةِ إلَى بِلَادِ الْأَعْدَاءِ وَمُعَامَلَةِ الْكُفَّارِ ) تُكْرَهُ التِّجَارَةُ وَالسَّفَرُ إلَى أَرْضِ الْعَدُوِّ وَبِلَادِ الْكُفْرِ مُطْلَقًا قَالَ ابْنُ حَمْدَانَ وَالْخَوَارِجِ وَالْبُغَاةِ وَالرَّوَافِضِ وَالْبِدَعِ الْمُضِلَّةِ وَنَحْوِ ذَلِكَ ، وَإِنْ عَجَزَ عَنْ إظْهَارِ دِينِهِ فِيهَا حَرُمَ سَفَرُهُ إلَيْهَا .","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"وَقَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ فِي اقْتِضَاءِ الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ : وَعَنْ أَحْمَدَ فِي جَوَازِ حَمْلِ التِّجَارَةِ إلَى أَرْضِ الْحَرْبِ رِوَايَتَانِ مَنْصُوصَتَانِ فَقَدْ يُقَالُ : إنَّ بَيْعَ الْمُسْلِمِينَ لَهُمْ فِي أَعْيَادِهِمْ مَا يَسْتَعِينُونَ بِهِ عَلَى عِيدِهِمْ مِنْ الطَّعَامِ وَاللِّبَاسِ ، وَنِحْوِ ذَلِكَ كَحَمْلِهَا إلَى أَرْضِ الْحَرْبِ فِيهِ إعَانَةٌ عَلَى دِينِهِمْ فِي الْجُمْلَةِ ، وَإِذَا مَنَعْنَا مِنْهَا إلَى أَرْضِ الْحَرْبِ فَهُنَا أَوْلَى .\rوَذَكَرَ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ فِيهِ احْتِمَالَيْنِ وَأَنَّ الْأَقْوَى أَنَّهُ لَا يَجُوزُ .وَذَكَرَ عَبْدُ الْمَلِكِ فِي الْوَاضِحَةِ أَنَّهُ مَذْهَبُ مَالِكٍ وَكَذَلِكَ مُهَادَاتُهُمْ مَا يَسْتَعِينُونَ بِهِ عَلَى أَعْيَادِهِمْ ، أَمَّا بَيْعُ السِّلَاحِ لِأَهْلِ الْحَرْبِ فَلَا يَجُوزُ ، وَالْمَسْأَلَةُ مَذْكُورَةٌ فِي الْفِقْهِ .\rالْآدَابِ الشَّرْعِيَّةِ رقم الجزء: 3 رقم الصفحة:420\r******************************\rفَصْلٌ ( دُخُولُ مَعَابِدِ الْكُفَّارِ وَالصَّلَاةُ فِيهَا وَشُهُودُ أَعْيَادِهِمْ ) .\rوَلَهُ دُخُولُ بِيعَةٍ وَكَنِيسَةٍ وَنَحْوِهِمَا وَالصَّلَاةُ فِي ذَلِكَ وَعَنْهُ ، يُكْرَهُ إنْ كَانَ ثَمَّ صُورَةٌ ، وَقِيلَ : مُطْلَقًا ذَكَرَ ذَلِكَ فِي الرِّعَايَةِ .\rوَقَالَ فِي الْمُسْتَوْعِبِ : وَتَصِحُّ صَلَاةُ الْفَرْضِ فِي الْكَنَائِسِ وَالْبِيَعِ مَعَ الْكَرَاهَةِ ، وَقَالَ ابْنُ تَمِيمٍ لَا بَأْسَ بِدُخُولِ الْبِيَعِ وَالْكَنَائِسِ الَّتِي لَا صُوَرَ فِيهَا وَالصَّلَاةِ فِيهَا .\rوَقَالَ ابْنُ عَقِيلٍ : يُكْرَهُ كَاَلَّتِي فِيهَا صُوَرٌ ، وَحَكَى فِي الْكَرَاهَةِ رِوَايَتَيْنِ .","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"وَقَالَ فِي الشَّرْحِ لَا بَأْسَ بِالصَّلَاةِ فِي الْكَنِيسَةِ النَّظِيفَةِ رُوِيَ ذَلِكَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَأَبِي مُوسَى وَحَكَاهُ عَنْ جَمَاعَةٍ ، وَكَرِهَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَمَالِكٌ الْكَنَائِسَ لِأَجْلِ الصُّوَرِ وَقَالَ ابْنُ عَقِيلٍ : تُكْرَهُ الصَّلَاةُ فِيهَا ؛ لِأَنَّهُ كَالتَّعْظِيمِ وَالتَّبْجِيلِ لَهَا وَقِيلَ ؛ لِأَنَّهُ يَضُرُّ بِهِمْ .\rوَلَنَا { أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْكَعْبَةِ وَفِيهَا صُوَرٌ } ثُمَّ قَدْ دَخَلَتْ فِي عُمُومِ قَوْلِهِ عَلَيْهِ السَّلَامُ { فَصَلِّ فَإِنَّهُ مَسْجِدٌ .\r} مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ انْتَهَى كَلَامُهُ .\rوَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ دُخُولُ مَسْجِدٍ فِيهِ تَصَاوِيرُ كَذَلِكَ ، وَعِنْدَنَا أَنَّهُ لَا يَحْرُمُ وَاحْتَجَّ فِي الْمُغْنِي بِدُخُولِ الْكَنَائِسِ وَالْبِيَعِ ، وَيُبَاحُ تَرْكُ الدَّعْوَةِ لِأَجْلِهِ عُقُوبَةً لِلدَّاعِي ؛ لِأَنَّهُ أَسْقَطَ حُرْمَتَهُ بِاِتِّخَاذِهِ ذَلِكَ .\rوَقَالَ أَكْثَرُ الشَّافِعِيَّةِ : إذَا كَانَتْ الصُّورَةُ عَلَى السُّتُورِ وَمَا لَيْسَ بِمَوْطُوءٍ لَمْ يَجُزْ لَهُ الدُّخُولُ وَهُوَ الَّذِي ذَكَرَهُ ابْنُ الْجَوْزِيِّ فِي مِنْهَاجِ الْقَاصِدِينَ قَالَ فِي صُوَرِ الْحَيَوَانَاتِ عَلَى بَابِ الْحَمَّامِ أَوْ دَاخِلِهِ : مَنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى الْإِنْكَارِ لَمْ يَجُزْ لَهُ الدُّخُولُ إلَّا لِضَرُورَةٍ وَلْيَعْدِلْ إلَى حَمَّامٍ آخَرَ .\rوَذَكَرَ أَيْضًا فِي مُنْكَرَاتِ الضِّيَافَةِ أَنَّ تَعْلِيقَ السُّتُورِ وَفِيهَا الصُّوَرُ مُنْكَرٌ يَجِبُ تَغْيِيرُهُ وَمَنْ عَجَزَ لَزِمَهُ الْخُرُوجُ انْتَهَى كَلَامُهُ ، وَهُوَ مُقْتَضَى كَلَامِ غَيْرِ وَاحِدٍ .","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"وَيَدْخُلُ فِي هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ شُهُودُ أَعْيَادِ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى وَقَالَ أَبُو الْحَسَنِ الْآمِدِيُّ : لَا يَجُوزُ شُهُودُ أَعْيَادِ النَّصَارَى وَالْيَهُودِ نَصَّ عَلَيْهِ أَحْمَدُ فِي رِوَايَةِ مُهَنَّا وَاحْتَجَّ بِقَوْلِهِ تَعَالَى { وَاَلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ } قَالَ الشَّعَانِينُ : وَأَعْيَادُهُمْ فَأَمَّا مَا يَبِيعُونَ فِي الْأَسْوَاقِ فَلَا بَأْسَ بِحُضُورِهِ نَصَّ عَلَيْهِ أَحْمَدُ فِي رِوَايَةِ مُهَنَّا فَقَالَ : إنَّمَا يُمْنَعُونَ أَنْ يَدْخُلُوا عَلَيْهِمْ بِيَعَهُمْ وَكَنَائِسَهُمْ ، فَأَمَّا مَا يُبَاعُ فِي الْأَسْوَاقِ مِنْ الْمَأْكَلِ فَلَا ، وَإِنْ قَصَدَ إلَى تَوْفِيرِ ذَلِكَ وَتَحْسِينِهِ لِأَجْلِهِمْ .\rوَقَالَ الْخَلَّالُ : فِي جَامِعِهِ ( بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ خُرُوجِ الْمُسْلِمِينَ فِي أَعْيَادِ الْمُشْرِكِينَ ) وَذَكَرَ عَنْ مُهَنَّا قَالَ سَأَلْتُ : أَحْمَدَ عَنْ شُهُودِ هَذِهِ الْأَعْيَادِ الَّتِي تَكُونُ عِنْدَنَا بِالشَّامِ مِثْلَ دَيْرِ أَيُّوبَ وَأَشْبَاهِهِ يَشْهَدُهُ الْمُسْلِمُونَ يَشْهَدُونَ الْأَسْوَاقَ وَيَجْلِبُونَ فِيهِ الْغَنَمَ وَالْبَقَرَ وَالدَّقِيقَ وَالْبُرَّ وَغَيْرَ ذَلِكَ إلَّا أَنَّهُ إنَّمَا يَكُونُ فِي الْأَسْوَاقِ ، يَشْتَرُونَ وَلَا يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ بِيَعَهُمْ قَالَ : إذَا لَمْ يَدْخُلُوا عَلَيْهِمْ بِيَعَهُمْ وَإِنَّمَا يَشْهَدُونَ السُّوقَ فَلَا بَأْسَ .","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : فَإِنَّمَا رَخَّصَ أَحْمَدُ رَحِمَهُ اللَّهُ فِي دُخُولِ السُّوقِ بِشَرْطِ أَنْ لَا يَدْخُلُوا عَلَيْهِمْ بِيَعَهُمْ فَعُلِمَ مَنْعُهُ مِنْ دُخُولِ بِيَعِهِمْ ، وَكَذَلِكَ أَخَذَ الْخَلَّالُ مِنْ ذَلِكَ الْمَنْعَ مِنْ خُرُوجِ الْمُسْلِمِينَ فِي أَعْيَادِهِمْ فَقَدْ نَصَّ أَحْمَدُ عَلَى مِثْلِ مَا جَاءَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْ الْمَنْعِ مِنْ دُخُولِ كَنَائِسِهِمْ فِي أَعْيَادِهِمْ وَهُوَ كَمَا ذَكَرْنَا مِنْ بَابِ التَّنْبِيهِ عَلَى الْمَنْعِ مِنْ أَنْ يَفْعَلَ كَفِعْلِهِمْ قَالَ : وَقَدْ تَقَدَّمَ قَوْلُ الْقَاضِي أَبِي يَعْلَى مَسْأَلَةٌ فِي الْمَنْعِ مِنْ حُضُورِ أَعْيَادِهِمْ .\rوَرَوَى الْبَيْهَقِيّ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ فِي بَابِ كَرَاهِيَةِ الدُّخُولِ عَلَى أَهْلِ الذِّمَّةِ فِي كَنَائِسِهِمْ وَالتَّشَبُّهِ بِهِمْ يَوْمَ نَيْرُوزِهِمْ وَمِهْرَجَانِهِمْ .\rعَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ : قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : لَا تَعَلَّمُوا رَطَانَةَ الْأَعَاجِمِ وَلَا تَدْخُلُوا عَلَى الْمُشْرِكِينَ فِي كَنَائِسِهِمْ يَوْمَ عِيدِهِمْ فَإِنَّ السَّخْطَةَ تَنْزِلُ عَلَيْهِمْ .\rقَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : وَكَذَلِكَ أَيْضًا عَلَى هَذَا لَا نَدَعُهُمْ يُشْرِكُونَا فِي عِيدِنَا يَعْنِي لِاخْتِصَاصِ كُلِّ قَوْمٍ بِعِيدِهِمْ\rالْآدَابِ الشَّرْعِيَّةِ رقم الجزء: 3 رقم الصفحة :120-122\r******************************\rباب الردة","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"وسئل رحمه الله تعالى ورضي عنه هل يحل اللعب بالقسي الصغار التي لا تنفع ولا تقتل صيد إبل أعدت للعب الكفار وأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر وإلباس الصبيان الثياب الملونة بالصفرة تبعاً لاعتناء الكفرة بهذه في بعض أعيادهم وإعطاء الأثواب والمصروف لهم فيه إذا كان بينه وبينهم تعلق من كون أحدهما أجيراً للآخر من قبيل تعظيم النيروز ونحوه، فإن الكفرة صغيرهم وكبيرهم وضيعهم ورفيعهم حتى ملوكهم يعتنون بهذه القسي الصغار واللعب بها وبأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر اعتناء كثيراً وكذا بإلباس الصبيان الثياب المصفرة وإعطاء الأثواب والمصروف لمن يتعلق بهم وليس لهم في ذلك اليوم عبادة صنم ولا غيره وذلك إذا كان القمر في سعد الذابح في برج الأسد وجماعة من المسلمين إذا رأوا أفعالهم يفعلون مثلهم فهل يكفر أو يأثم المسلم إذا عمل مثل عملهم من غير اعتقاد تعظيم عيدهم ولا اقتداء بهم أو لا؟. فأجاب نفع الله تبارك وتعالى بعلومه المسلمين بقوله: لا كفر بفعل شيء من ذلك، فقد صرح أصحابنا بأنه لو شد الزنار على وسطه أو وضع على رأسه قلنسوة المجوس لم يكفر بمجرد ذلك اهـ، فعدم كفره بما في السؤال أولى وهو ظاهر بل فعل شيء مما ذكر فيه لا يحرم إذا قصد به التشبه بالكفار لا من حيث الكفر وإلا كان كفراً قطعاً، فالحاصل أنه إن فعل ذلك بقصد التشبه بهم في شعار الكفر كفر قطعاً أو في شعار العيد مع قطع النظر عن الكفر لم يكفر، ولكنه يأثم وإن لم يقصد التشبه بهم أصلاً ورأساً فلا شيء عليه، ثم رأيت بعض أئمتنا المتأخرين ذكر ما يوافق ما ذكرته فقال: ومن أقبح البدع موافقة المسلمين النصارى في أعيادهم بالتشبه بأكلهم والهدية لهم وقبول هديتهم فيه وأكثر الناس اعتناء بذلك المصريون، وقد قال : «من تشبه بقوم فهو منهم» ، بل قال ابن الحاج : لا يحل لمسلم أن يبيع نصرانياً شيئاً من مصلحة عيده لا لحماً ولا أدماً ولا ثوباً ولا يعارون شيئاً ولو دابة إذ هو معاونة","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"لهم على كفرهم وعلى ولاة الأمر منع المسلمين من ذلك. ومنها اهتمامهم في النيروز بأكل الهريسة واستعمال البخور في خميس العيدين سبع مرات زاعمين أنه يدفع الكسل والمرض وصبغ البيض أصفر وأحمر وبيعه والأدوية في السبت الذي يسمونه سبت النور وهو في الحقيقة سبت الظلام ويشترون فيه الشبث ويقولون أنه للبركة ويجمعون ورق الشجر ويلقونها ليلة السبت بماء يغتسلون به فيه لزوال السحر ويكتحلون فيه لزيادة نور أعينهم ويدهنون فيه بالكبريت والزيت ويجلسون عرايا في الشمس لدفع الجرب والحكة ويطبخون طعام اللبن ويأكلونه في الحمام إلى غير ذلك من البدع التي اخترعوها ويجب منعهم من التظاهر بأعيادهم اهـ.\rفتاوى ابن حجر الهيثمي رقم الجزء: 4 رقم الصفحة: 238\r******************************","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"وَعَنْ شَرْحِ الْكَرْمَانِيِّ عَنْ النَّوَوِيِّ أَنَّ هَذِهِ الْقِطْعَةَ مُشْتَمِلَةٌ عَلَى جُمَلٍ مِنْ الْقَوَاعِدِ مِنْهَا اسْتِحْبَابُ تَصْدِيرِ الْكُتُبِ بِالْبَسْمَلَةِ ، وَإِنْ كَانَ الْمَبْعُوثُ إلَيْهِ كَافِرًا وَمِنْهَا سُنِّيَّةُ الِابْتِدَاءِ فِي الْمَكْتُوبِ بِاسْمِ الْكَاتِبِ أَوَّلًا وَلِذَا كَانَ عَادَةُ الْأَصْحَابِ أَنْ يَبْدَءُوا بِأَسْمَائِهِمْ وَرَخَّصَ جَمَاعَةٌ الِابْتِدَاءَ بِالْمَكْتُوبِ إلَيْهِ كَمَا كَتَبَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ إلَى مُعَاوِيَةَ مُبْتَدِئًا بِاسْمِ مُعَاوِيَةَ وَأَنَا أَقُولُ فِيهِ أَيْضًا اسْتِحْبَابُ تَعْظِيمِ الْمُعَظَّمِ عِنْدَ النَّاسِ وَلَوْ كَافِرًا إنْ تَضَمَّنَ مَصْلَحَةً وَفِيهِ أَيْضًا إيمَاءٌ إلَى طَرِيقِ الرِّفْقِ وَالْمُدَارَاةِ لِأَجْلِ الْمَصْلَحَةِ وَفِيهِ أَيْضًا جَوَازُ السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ عِنْدَ الِاحْتِيَاجِ كَمَا نُقِلَ عَنْ التَّجْنِيسِ مِنْ جَوَازِهِ حِينَئِذٍ ؛ لِأَنَّهُ إذًا لَيْسَ لِلتَّوْقِيرِ بَلْ لِلْمَصْلَحَةِ وَلِإِشْعَارِ مَحَاسِنِ الْإِسْلَامِ مِنْ التَّوَدُّدِ وَالِائْتِلَافِ وَفِيهِ أَيْضًا أَنَّهُ لَا يَخُصُّ بِالْخِطَابِ فِي السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ وَلَوْ لِمَصْلَحَةٍ بَلْ يَذْكُرُ عَلَى وَجْهِ الْعُمُومِ وَفِيهِ أَيْضًا أَنَّهُ ، وَإِنْ رَأَى السَّلَامَ عَلَى الْكَافِرِ ، وَلَكِنْ لَمْ يَرِدْ ؛ لِأَنَّهُ فِي الْبَاطِنِ وَالْحَقِيقَةِ لَيْسَ لَهُ بَلْ لِمَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى وَظَاهِرٌ أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ تَبَعِيَّةُ هُدًى بَلْ فِيهِ إغْرَاءٌ عَلَى دَلِيلِ اسْتِحْقَاقِ الدُّعَاءِ بِالسَّلَامِ مِنْ تَبِيعَةِ الْهُدَى .\rبريقة محمودية رقم الجزء: 2 رقم الصفحة: 354\r******************************","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"قال الشيخ عميرة قال الروياني لا يجوز التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول أي لقوله تعالى وما دعاء الكافرين إلا في ضلال ا ه سم على المنهج ونوزع فيه بأنه قد يستجاب لهم استدراجا كما استجيب لإبليس فيؤمن على دعائه هذا ولو قيل وجه الحرمة أن في التأمين على دعائه تعظيما له وتقريرا للعامة بحسن طريقته لكان حسنا وفي حج ما نصه وبه أي بكونهم قد تعجل لهم الإجابة استدراجا يرد قول البحر يحرم التأمين على دعاء الكافر لأنه غير مقبول ا ه على أنه قد يختم له بالحسنى فلا علم بعدم قبوله إلا بعد تحقق موته على الكفر ثم رأيت الأذرعي قال إطلاقه بعيد والوجه جواز التأمين بل ندبه إذا دعا لنفسه بالهداية ولنا بالنصر مثلا ومنعه إذا جهل ما يدعو به لأنه قد يدعو بإثم أي بل هو الظاهر من حاله فرع في استحباب الدعاء للكافر خلاف ا ه\rحاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري رقم الجزء: 3 رقم الصفحة: 576\r******************************","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"وَأَنَا أَقُولُ فِيهِ أَيْضًا اسْتِحْبَابُ تَعْظِيمِ الْمُعَظَّمِ عِنْدَ النَّاسِ وَلَوْ كَافِرًا إنْ تَضَمَّنَ مَصْلَحَةً وَفِيهِ أَيْضًا إيمَاءٌ إلَى طَرِيقِ الرِّفْقِ وَالْمُدَارَاةِ لِأَجْلِ الْمَصْلَحَةِ وَفِيهِ أَيْضًا جَوَازُ السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ عِنْدَ الِاحْتِيَاجِ كَمَا نُقِلَ عَنْ التَّجْنِيسِ مِنْ جَوَازِهِ حِينَئِذٍ ؛ لِأَنَّهُ إذًا لَيْسَ لِلتَّوْقِيرِ بَلْ لِلْمَصْلَحَةِ وَلِإِشْعَارِ مَحَاسِنِ الْإِسْلَامِ مِنْ التَّوَدُّدِ وَالِائْتِلَافِ وَفِيهِ أَيْضًا أَنَّهُ لَا يَخُصُّ بِالْخِطَابِ فِي السَّلَامِ عَلَى الْكَافِرِ وَلَوْ لِمَصْلَحَةٍ بَلْ يَذْكُرُ عَلَى وَجْهِ الْعُمُومِ وَفِيهِ أَيْضًا أَنَّهُ ، وَإِنْ رَأَى السَّلَامَ عَلَى الْكَافِرِ ، وَلَكِنْ لَمْ يَرِدْ ؛ لِأَنَّهُ فِي الْبَاطِنِ وَالْحَقِيقَةِ لَيْسَ لَهُ بَلْ لِمَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى وَظَاهِرٌ أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ تَبَعِيَّةُ هُدًى بَلْ فِيهِ إغْرَاءٌ عَلَى دَلِيلِ اسْتِحْقَاقِ الدُّعَاءِ بِالسَّلَامِ مِنْ تَبِيعَةِ الْهُدَى .\rبريقة محمودية رقم الجزء: 2 رقم الصفحة: 354\r******************************\rها ( ايذاء الجار ) جاره ( ولو ) كان كافرا لكن اذا كان ( له امان ايذاء ظاهرا ) كان يشرف علي حرمه اويبني ما يؤذيه مما لايسوغ شرعا لقوله عليه الصلاة والسلام من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فلا يؤذ جاره الي ان قال ...... ( تنبيه ) المراد بالاذى الظاهر ما يعد بالعرف ايذاء اهـ\r( اسعاد الرافق الجزء الثاني ص 119)\r( قوله لايظلمه ) اي لايدخل عليه ضرار لا يجوز الشرع لحرمة ذلك ومنفاته الاخوة ولان الظلم للكافر حرام فللمسلم اولي الظلم يكون في النفس والمال والعرض وكل ذلك منهي عنه بدليل اخر الحديث قال صلي الله عليه وسلم الظلم ظلما ت يوم القيا مة والاحاديث الواردات في ذم الظلم كثيرة شهيرة.\r(المجالس السنية ص 105","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"اطلق السلطان عقد الامان حمل علي اربعة اشهر فلو زاد عليها فإن كان مع إمرأة وخنثي صح مطلقا او مع ذكر صح فيها وبطل في الزائد نعم ان كان بنا ضعف جازت الزيادة بنظرالامام الي عشر سنين لافوقها وان دعت اليه حاجة وحيث انتفي العقد بلغ المأمن ولم يجز اغتيالهم وارقاقهم قبل ذلك إذ حكم فاسد العقود كصحيحها.ولو دخل الكفار بلادنا لتجارة واقاموا سنين وعلم السلطان وسكت فلم ينههم ولا امرهم لكنه نهى عن ظلمهم وقتلهم فالذي يظهر انه حيث دخلوا معتمدين علي العادة المطردة من منع السلطان من اخذ اموالهم وقتل نفوسهم وظنوا ان ذلك عقد مأمن صحيح لم يجز اغتيالهم ولو بسبب دين عليهم بل يجب تبليغهم المأمن وان انتفي شرط من ذلك جاز الاغتيال والارقاق مطلقا.\r(بغية المسترشدين ص 255)\r0977. TASYABBUH : IV. JAMINAN KEAMANAN PERAYAAN NATAL\rLebih dari 83 Ribu Polisi Amankan Natal dan Tahun BaruLiputan6.com, Jakarta: Polisi siap mengamankan ibadah dan perayaan hari Natal dan tahun baru di seluruh tanah air. Melalui operasi Lilin 2011 yang akan digelar selama 10 hari, Mabes Polri mengerahkan 83.555 personil di seluruh Indonesia.","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"Untuk pengamanan kali ini Polri lebih fokus mencegah terjadinya anarkhisme yang belakangan banyak terjadi di wilayah Indonesia, selain mencegah terjadinya kemungkinan lainnya. \"Ancaman anarkhisme tentunya menjadi atensi dalam momen merayakan Natal dan tahun baru tahun ini,\" ujar Kapolri, Jenderal Timur Pradopo dalam amanatnya sebagai Inspektur Apel dan Gelar Pasukan Operasi Lilin 2011, di Lapangan Silang Monas, Kamis (22/12). Menurutnya, untuk mengantisipasi berbagai tindak anarkisme tersebut, perlu dirumuskan pengamanan dengan cara efektif dan antisipatif. Terdapat 14 prioritas provinsi yang perlu diamankan, terutama di wilayah provinsi Papua, Sulawesi Utara, Maluku, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.\r[ http://id.berita.yahoo.com/lebih-dari-83-ribu-polisi-amankan-natal-dan-025622086.html ]\rGP Ansor Siap Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2012","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan turut serta menjaga keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2012. Ketua GP Ansor, Nusron Wahid mengatakan, pihaknya telah diminta untuk berkoordinasi dengan sejumlah gereja di seluruh Indonesia untuk mengamankan hari raya sakral umat Kristiani tersebut. \"Berkaitan dengan persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru, kami pimpinan pusat GP Ansor sudah berkoordinasi di kota-kota strategis untuk bersama bahu membahu, terutama dengan aparat kepolisian di semua level. Kemudian kita berkoordinasi dengan pihak otoritas di gereja-gereja untuk bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga iklim yang kondusif dalam rangka membantu warga menjalani ibadah misa dan natal,\" ujar Nusron di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2011) malam.\rDitambahkannya, kegiatan ini merupakan tradisi dari GP Ansor, yang merupakan organisasi sayap dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka menciptakan suasana kerukunan antar umat beragama. \"Ini semua sudah kita lakukan bertahun-tahun. Tidak hanya Natal dan Tahun Baru, tapi juga event yang lain untuk menciptakan rasa aman dan kerukunan antar umat beragama,\" jelasnya.","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"Nusron juga mengatakan, pihaknya telah mensinyalir beberapa titik di kota-kota besar di Indonesia yang berpotensi untuk dijaga ketat keamanannya, khsususnya di Jabodetabek. \"Terutama di GKI Yasmin di Bogor, kemudian gereja di Bekasi, Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Jember, Surabaya dan beberapa lainnya,\" tuturnya. Pihaknya juga telah dimintai bantuan oleh beberapa gereja Katholik dan Protestan di Jakarta yang tersebar dalam 49 titik. \"Kita siapkan Banser. Di Jakarta kita sudah mendapatkan surat permohonan bantuan dari elemen gereja Katholik dan Protestan sebanyak 49 titik, ada juga gereja yang tidak minta kita, tapi tetap kita pantau. Intinya kita dalam kondisi early warning system,\" pungkasnya.\r[ http://news.okezone.com/read/2011/12/22/338/546134/gp-anshor-siap-amankan-perayaan-natal-dan-tahun-baru-2012 ]\rPERTANYAAN :\rBolehkah seorang Muslim mengamankan kegiatan Natal ?\rPERTIMBANGAN :\rDalam khazanah islam, sebuah Negara dapat dianggap sebagai Negara islam jika memenuhi salah satu dari tiga kriteria :\r• Negara yang batas-batas serta perkembangannya dilakukan oleh kaum muslimin seperti Iraq. Pada bentuk Negara semacam ini, orang-orang non muslim dilarang untuk membangun sarana peribadatannya atau melakukan aktifitas yang menyimpang dengan Islam seperti mengkonsumsi miras, babi dll, bahkan Presiden melakukan perjanjian dengan mereka agar mereka dapat mentaati hal-hal yang dilarang diatas, bila tidak disepakati maka perjanjian dianggap batal, berdasarkan hadits nabi :\rلا تبنى الكنيسة في الاسلام ولا يجدد ما خرب منها","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"“Tidak diperbolehkan membangun gereja dalam Negara islam dan tidak diperbolehkan merenovasi gereja yang telah rusak” (HR. Ad-Dailaami dan Ibn ‘Asaakir)\r• Negara yang telah ditundukkan oleh orang-orang muslimin. Pada bentuk Negara semacam ini orang-orang kafir dilarang untuk membangun sarana-sarana peribadatan, sebab kepimilakan Negara secara absolut adalah hak muslimin.\r• Negara yang direngkuh oleh orang-orang muslim dengan dasar persemakmuran (shuluh). Pada bentuk Negara semacam ini orang-orang kafir bebas untuk membangun sarana peribadatannya, sebab pada dasarnya Negara merupakan miliknya juga secara bersama-sama.\rSesuai dengan ketentuan-ketentuan Negara-negara Islam diatas, dapat disimpulkan bahwa Indonesia merupakan Negara Islam sebab Indonesia masuk dalam kategori kedua, namun yang menjadi permasalahan disini ialah bahwa azas Negara Indonesia tidak menggunakan Islam, melainkan Pancasila.\rAzas Negara Indonesia yang menggunakan Pancasila, menuntut masyarakat Indonesia untuk saling menghormati antar sesama hingga pemeluk agama diberi kebebasan untuk melakukan ajaran agama mereka masing-masing. Pemerintah memberikan jaminan keamanan kepada non-muslim atau dalam istilah lain menggunakan bahasa “kafir fii dzimmah at-ta’miin\" (non-muslim yang dalam jaminan keamanan).\rSecara detail konsep kafir fii dzimmah at-ta’miin ialah sebagai berikut :\r> Orang kafir yang masuk Negara Islam sesuai dengan kebiasaan yang ada (tidak mencurigakan)\r> Pemerintah melarang untuk mengganggunya\r> Orang kafir merasa bahwa mereka mempunyai jaminan keamanan dari pemerintah","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"> Jika nyawa orang kafir terancam, warga muslim wajib menjaga keamanannya.\rJAWABAN :\rDari beberapa penjelasan pertimbangan di atas, polemik dalam hal ini dapat dipecahkan dengan perincian :\r• Bagi relawan tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi mengamankan kegiatan natal kecuali saat terjadi kerusuhan yang mengancam nyawa orang-orang kafir, hal ini semata-mata untuk menyelamatkan nyawa mereka, sebab secara konsep, muslimin tidak diperbolehkan untuk mengikuti perayaan hari-hari besar orang kafir sebagaimana ungkapan Umar ra.\rعن عمر رضي الله عنه : \"لا تدخلوا على المشركين في كنائسهم يوم عيدهم فإن السخطة تنزل عليهم\r“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al Baihaqi dengan sanad shahih).\r• Bagi petugas keamanan diperbolehkan menjaganya untuk mengantisipasi ancaman para teroris yang mengganggu keselamatan mereka sebagai wujud jaminan keselamatan dari Negara.\rREFERENSI :\r1. Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah VII/25-28\r2. Hasyiyah al-Jamal ala al-Minhaj X/185-186\r3. Qurratul ‘Uyuun Hal 211-212\r4. Bughyah al-Mustarsyidiin Hal 543\r5. Tafsiir al-Fakhrur Roozy I/1124\r6. al-Adaab as-Syar’iyyah Li Ibn al-Muflh al-Hambaly IV/120-122\rالموسوعة الفقهية الكويتية رقم الجزء: 7 رقم الصفحة:25-28\rثَالِثًا - عَدَمُ التَّعَرُّضِ لَهُمْ فِي عَقِيدَتِهِمْ وَعِبَادَتِهِمْ :","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"23 - إِنَّ مِنْ مُقْتَضَى عَقْدِ الذِّمَّةِ أَلاَّ يَتَعَرَّضَ الْمُسْلِمُونَ لأَِهْل الذِّمَّةِ فِي عَقِيدَتِهِمْ وَأَدَاءِ عِبَادَتِهِمْ دُونَ إِظْهَارِ شَعَائِرِهِمْ ، فَعَقْدُ الذِّمَّةِ إِقْرَارُ الْكُفَّارِ عَلَى كُفْرِهِمْ بِشَرْطِ بَذْل الْجِزْيَةِ وَالْتِزَامِ أَحْكَامِ الْمِلَّةِ ، وَإِذَا كَانَ هُنَاكَ احْتِمَال دُخُول الذِّمِّيِّ فِي الإِْسْلاَمِ عَنْ طَرِيقِ مُخَالَطَتِهِ لِلْمُسْلِمِينَ وَوُقُوفِهِ عَلَى مَحَاسِنِ الدِّينِ ، فَهَذَا يَكُونُ عَنْ طَرِيقِ الدَّعْوَةِ لاَ عَنْ طَرِيقِ الإِْكْرَاهِ ، وَقَدْ قَال اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى : { لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ } (1) ، وَفِي كِتَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَِهْل نَجْرَانَ : وَلِنَجْرَانَ وَحَاشِيَتِهَا جِوَارُ اللَّهِ وَذِمَّةُ مُحَمَّدٍ رَسُول اللَّهِ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَمِلَّتِهِمْ وَبِيَعِهِمْ وَكُل مَا تَحْتَ أَيْدِيهِمْ . . . (2) وَهَذَا الأَْصْل مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ ، لَكِنْ هُنَاكَ تَفْصِيلٌ وَخِلاَفٌ فِي بَعْضِ الْفُرُوعِ نَذْكُرُهُ فِيمَا يَلِي :\rأ - مَعَابِدُ أَهْل الذِّمَّةِ :\r24 - قَسَّمَ الْفُقَهَاءُ أَمْصَارَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْسَامٍ (3) :","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"الأَْوَّل : مَا اخْتَطَّهُ الْمُسْلِمُونَ وَأَنْشَئُوهُ كَالْكُوفَةِ وَالْبَصْرَةِ وَبَغْدَادَ وَوَاسِطَ ، فَلاَ يَجُوزُ فِيهِ إِحْدَاثُ كَنِيسَةٍ وَلاَ بِيعَةٍ وَلاَ مُجْتَمَعٍ لِصَلاَتِهِمْ وَلاَ صَوْمَعَةٍ بِإِجْمَاعِ أَهْل الْعِلْمِ ، وَلاَ يُمَكَّنُونَ فِيهِ مِنْ شُرْبِ الْخَمْرِ وَاتِّخَاذِ الْخَنَازِيرِ وَضَرْبِ النَّاقُوسِ ؛ لِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تُبْنَى كَنِيسَةٌ فِي دَارِ الإِْسْلاَمِ ، وَلاَ يُجَدَّدُ مَا خَرِبَ مِنْهَا (4) وَلأَِنَّ هَذَا الْبَلَدَ مِلْكٌ لِلْمُسْلِمِينَ فَلاَ يَجُوزُ أَنْ يَبْنُوا فِيهِ مَجَامِعَ لِلْكُفْرِ ، وَلَوْ عَاقَدَهُمُ الإِْمَامُ عَلَى التَّمَكُّنِ مِنْ ذَلِكَ فَالْعَقْدُ بَاطِلٌ (1) .\rالثَّانِي : مَا فَتَحَهُ الْمُسْلِمُونَ عَنْوَةً ، فَلاَ يَجُوزُ فِيهِ إِحْدَاثُ شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ بِالاِتِّفَاقِ ؛ لأَِنَّهُ صَارَ مِلْكًا لِلْمُسْلِمِينَ ، وَمَا كَانَ فِيهِ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ هَل يَجِبُ هَدْمُهُ ؟ (2) ؟ قَال الْمَالِكِيَّةُ : وَهُوَ وَجْهٌ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ : لاَ يَجِبُ هَدْمُهُ ؛ لأَِنَّ الصَّحَابَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَتَحُوا كَثِيرًا مِنَ الْبِلاَدِ عَنْوَةً فَلَمْ يَهْدِمُوا شَيْئًا مِنَ الْكَنَائِسِ .\r******************************\r****\rحاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري رقم الجزء: 10 رقم الصفحة:185-186","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"قوله وبأمر بمعروف ولا يشترط في الأمر بالمعروف العدالة بل قال الإمام وعلى متعاطي الكأس أن ينكر على الجلاس وقال الغزالي يجب على من غصب امرأة على الزنا أن يأمرها بستر وجهها عنه ا ه ز ي ا ه ع ش قوله ونهي عن منكر والإنكار يكون باليد فإن عجز فباللسان فعليه أن يغيره بكل وجه أمكنه ولا يكفي الوعظ لمن أمكنه إزالته باليد ولا كراهة القلب لمن قدر على النهي باللسان ويستعين عليه بغيره إذا لم يخف فتنة من إظهار سلاح وحرب ولم يمكنه الاستقلال فإن عجز عنه رفع ذلك إلى الوالي فإن عجز عنه أنكره بقلبه ا ه من الروض وشرحه قوله إذا لم يخف على نفسه وماله إلخ عبارة شرح م ر وشرط وجوب الأمر بالمعروف أن يأمن على نفسه وعضوه وماله وإن قل كما شمله كلامهم بل وعرضه كما هو ظاهر وعلى غيره بأن يخاف عليه مفسدة أكثر من مفسدة المنكر الواقع ويحرم مع الخوف على الغير ويسن مع الخوف على النفس والنهي عن الإلقاء باليد إلى التهلكة مخصوص بغير الجهاد ونحوه كمكره على فعل حرام غير زنا وقتل وأن يأمن أيضا أن المنكر عليه لا يقطع نفقته وهو محتاج إليها ولا يزيد عنادا ولا ينتقل إلى ما هو أفحش وسواء في لزوم الإنكار أظن أن المأمور يمتثل أم لا انتهت\r***********************\r( قرة العين ص 211 – 212 )","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"سئل رحمه الله تعا لي اعتاد بعض سلاطين الجاوي ان يقر الكفار الغير الكتابيين والمجوسيين في بلده بكذا وكذا من الدرهم والحبوب في كل سنة وهم تحت طاعته يمتثلون اوامره ونواهيه ويتوجهون حيث ماوجههم وانتفع المسلمون بهم في الا عمال الخسيسة ولكنه لم يأمرهم بالاسلام فهل يجوزذلك لتلك المنفعة والمصلحة أولا وهل هؤلاءالكفار يقال فيهم أنهم حربييون لكونهم ليسوا من اهل الذمة وما حكم الاموال التي يؤدونها كل سنة هل هي غنيمة ام لا وهل يجوز لمن اعطي من الفقراء شيأ من ذلك اخده اولا افتونا ( الجواب ) الي ان قال.... وقول السائل وهل هؤلاء الكفار يقال انهم حربييون الخ.... ان اراد انه يجوز قتلهم واغتيالهم لكونهم ليسوا باهل الدمة فليس كذلك بل ذمة التأمين من الامام.اهـ\r***************\rبغية المسترشدين رقم الصفحة:543\rولو دخل الكفار بلادنا لتجارة وأقاموا سنين وعلم السلطان وسكت فلم ينههم ولا أمرهم لكنه نهى عن ظلمهم وقتلهم ، فالذي يظهر أنه حيث دخلوا معتمدين على العادة المطردة من منع السلطان من أخذ أموالهم وقتل نفوسهم وظنوا أن ذلك عقد مأمن صحيح لم يجز اغتيالهم ولو بسبب دين عليهم ، بل يجب تبليغهم المأمن ، وإن انتفى شرط من ذلك جاز الاغتيال والإرقاق مطلقاً.\r***********\rتفسير الفخر الرازى رقم الجزء: 1 رقم الصفحة:1124\rواعلم أن كون المؤمن موالياً للكافر يحتمل ثلاثة أوجه أحدها : أن يكون راضياً بكفره ويتولاه لأجله ، وهذا ممنوع منه لأن كل من فعل ذلك كان مصوباً له في ذلك الدين ، وتصويب الكفر كفر والرضا بالكفر كفر ، فيستحيل أن يبقى مؤمناً مع كونه بهذه الصفة.","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"فإن قيل : أليس أنه تعالى قال : {وَمَن يَفْعَلْ ذَالِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَىْءٍ} وهذا لا يوجب الكفر فلا يكون داخلاً تحت هذه الآية ، لأنه تعالى قال : {ذَالِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا } فلا بد وأن يكون خطاباً في شيء يبقى المؤمن معه مؤمناً وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر ، وذلك غير ممنوع منه.\rوالقسم الثالث : وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة ، والمظاهرة ، والنصرة إما بسبب القرابة ، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه ، وذلك يخرجه عن الإسلام فلا جرم هدد الله تعالى فيه فقال : {وَمَن يَفْعَلْ ذَالِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَىْءٍ} .\r**********************\rالْآدَابِ الشَّرْعِيَّةِ رقم الجزء: 3 رقم الصفحة :120-122\rفَصْلٌ ( دُخُولُ مَعَابِدِ الْكُفَّارِ وَالصَّلَاةُ فِيهَا وَشُهُودُ أَعْيَادِهِمْ ) .\rوَلَهُ دُخُولُ بِيعَةٍ وَكَنِيسَةٍ وَنَحْوِهِمَا وَالصَّلَاةُ فِي ذَلِكَ وَعَنْهُ ، يُكْرَهُ إنْ كَانَ ثَمَّ صُورَةٌ ، وَقِيلَ : مُطْلَقًا\r0978. TASYABBUH : V. MERAYAKAN TAHUN BARU","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Tepat tanggal 1 Januari, dibelahan dunia pasti menyelenggarakan yang namanya tahun baru, tidak terkecuali di negara kita ini. Dalam Islam, istilah demikian juga dikenal sebagaimana biasa dirayakan pada tanggal satu Muharram. Secara esensial, tahun baru Islam dengan tahun baru yang lain tidak jauh berbeda, yakni: moment yang begitu berharga bagi setiap orang untuk intropeksi diri, sejauh mana nilai positif dan negatifnya perbuatan yang selama ini dilakukan. Namun perbedaan itu justru muncul mengekspresikan moment tersebut. Dalam Islam, tahun baru dirayakan dengan perbuatan yang terdapat nilai-nilai ibadahnya. Akan tetapi tahun baru diluar Islam identik dengan hura-hura, ugal-ugalan dan sejenisnya. Kendati demikian, tak sedikit orang-orang Muslim yang ikut merayakan hal itu.\rPERTANYAAN :\rBagaimana hukum orang Islam ikut merayakan tahun baru selain Islam?\rJAWABAN :\rHARAM, karena tasyabbuh (menyerupai) dengan orang kafir atau orang fasiq.\rREFERENSI :\r1. Al Mi'yar Al Ma'riby XI/50-152\r2. Al Mi'yar Al Ma'riby XI/54\r3. Ar-Raudhah X/120\r4. Faydhul Qodir VI/135\r5. Hasyiyah al-Jamal ala al-Minhaaj IV/17\r6. Ihyaa’ ‘Uluumiddiin II/16\rوقال الإمام الونشريسي المالكي في المعيار : تحت عنوان (الاحتفال بفاتح السنة الميلادية","part":1,"page":81},{"id":82,"text":") وسُئل أبو الأصبغ عيسى بن محمد التميلي عن ليلة ينير (يناير) التي يسميها الناس (الميلاد) ويجتهدون لها في الاستعداد ، ويجعلونها كأحد الأعياد ، ويتهادون بينهم صنوف الأطعمة وأنواع التحف والطرف المثوبة لوجه الصِّلة ، ويترك الرجالُ والنساءُ أعمالهم صبيحتها تعظيمًا لليوم ، ويعدّونه رأس السنة ، أترى ذلك ـ أكرمك الله ـ بدعة محرّمة لا يحل لمسلم أن يفعل ذلك ، ولا أن يجيب أحدًا من أقاربه وأصهاره إلى شيء من ذلك الطعام الذي أعدّه لها؟\rأم هو مكروه ليس بالحرام الصراح؟ أم مستقل؟ وقد جاءت أحاديث مأثورة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في المتشبّهين من أمته بالنصارى في نيروزهم ومهرجانهم ، وأنهم محشورون معهم يوم القيامة . وجاء عنه أيضًا أنه قال : (من تشبّه بقوم فهو منهم) . فبيّن لنا أكرمك الله ما صح عندك في ذلك إن شاء الله .\rفأجاب : قرأت كتابك ووقفت على ما عنه سألت وكل ما ذكَرْتَه في كتابك فمحرّمٌ فِعْلُه عند أهل العلم . وقد رويت الأحاديث التي ذكرتها من التشديد في ذلك .\rورويتُ أيضًا أن يحيى بن يحيى الليثي (راوي الموطأ) قال : لا تجوز الهدايا في الميلاد من نصراني ولا من مسلم ، ولا إجابة الدعوة فيه ، ولا استعداد له . وينبغي أن يجعل كسائر الأيام ، ورَفَعَ فيه حديثًا إلى النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال يومًا لأصحابه : (إنكم مُسْتَنْزَلون بين ظهراني عجم ، فمن تشبه بهم في نيروزهم ومهرجانهم حُشِرَ معهم) قال يحيى : وسألتُ عن ذلك ابن كنانة ، وأخبرته بحالنا في بلدنا فأنكر وعابه وقال : الذي يثبت عندنا في ذلك الكراهية ، وكذلك سمعت مالكًا يقول : لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم (من تشبّه بقوم حشر معهم) . [المعيار 11/150ـ151]\rووقع لسحنون مثل ما تقدم ، ونصّه :\"ولا تجوز الهدايا في الميلاد من مسلم ولا من نصراني ولا إجابة الدعوة فيه ، ولا الاستعداد له. انتهى [المعيار 11/154]\r********************************","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"قال الإمام النووي الشافعي في (الروضة) 10/230 عند المسألة العاشرة من مسائل في السلام\r: (قول الرافعي)..العاشرة في استحباب السلام على الفساق ووجوب الرد على المجنون والسكران إذا سلما وجهان ولا يجوز ابتداء أهل الذمة بالسلام فلو سلم على من لم يعرفه فبان ذمياً استحب أن يسترد سلامه بأن يقول استرجعت سلامي تحقيراً له وله أن يحيي الذمي بغير السلام بأن يقول هداك الله أو أنعم الله صباحك ولو سلم عليه ذمي لم يزد في الرد على قوله وعليك.\rقلت (النووي): ما ذكره من استحباب استرداد السلام من الذمي ذكره (المتولي) ونقله عن ابن عمر رضي الله عنهما ، وقوله أن يحيي الذمي بغير السلام ذكره المتولي وهذا إذا احتاج إليه لعذر فأما من غير حاجة فالاختيار أن لا يبتدئه بشيء من الإكرام أصلاً فإن ذلك بسطٌ له وإيناس وملاطفة وإظهار ودٍّ وقد قال الله تعالى {لا تجد قوماً يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله}\r*********************************\rقال المناوي الشافعي في (فيض القدير شرح الجامع الصغير) 6/135\r(من تشبه بقوم) أي تزيا في ظاهره بزيهم وفي تعرفه بفعلهم وفي تخلقه بخلقهم وسار بسيرتهم وهديهم في ملبسهم وبعض أفعالهم أي وكان التشبه بحق قد طابق فيه الظاهر الباطن (فهو منهم) وقيل المعنى من تشبه بالصالحين وهو من أتباعهم يكرم كما يكرمون ومن تشبه بالفساق يهان ويخذل كهم ، ومن وضع عليه علامة الشرف أكرم وإن لم يتحقق شرفه وفيه أن من تشبه من الجن بالحيات وظهر يصورتهم قتل وأنه لا يجوز الآن لبس عمامة زرقاء أو صفراء كذا ذكره ابن رسلان ، وبأبلغ من ذلك صرح القرطبي فقال : لو خص أهل الفسوق والمجون بلباس منع لبسه لغيرهم فقد يظن به من لا يعرفه أنه منهم فيظن به ظن السوء فيأثم الظان والمظنون فيه بسبب العون عليه\r*********************************\rقال العلامة الشيخ سليمان الجمل الشافعي في (حاشية الجمل على المنهج) 4/17","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"( وكره ) أن يجعل له ( فرش ومخدة ) بكسر الميم ( وصندوق لم يحتج إليه ) لأن في ذلك إضاعة مال أما إذا احتيج إلى صندوق لنداوة أو نحوها كرخاوة في الأرض فلا يكره ولا تنفذ وصيته به إلا حينئذ\rقوله لأن في ذلك إضاعة مال أي لغرض شرعي وهو تعظيم الميت فلا تنافي بين العلة والمعلول لأن الإضاعة إنما تكون محرمة إذا لم تكن لغرض شرعي ا ه\r*********************************\rوقال الإمام الغزالي الشافعي في إحياء علوم الدين 2 / 16\rبيان مراتب الذين يبغضون في الله وكيفية معا ملتهم:\rفإن قلت: إظهار البغض والعداوة بالفعل إن لم يكن واجباً فلا شك أنه مندوب إليه والعصاة والفساق على مراتب مختلفة فكيف ينال الفضل بمعاملتهم وهل يسلك بجميعهم مسلكاً واحداً أم لا؟ فاعلم أن المخالف لأمر الله سبحانه لا يخلو إما أن يكون مخالفاً في عقده أو في عمله، والمخالف في العقد إما مبتدع أو كافر والمبتدع إما داع إلى بدعته أو ساكت والساكت إما بعجزه أو باختياره: فأقسام الفساد في الاعتقاد ثلاثة: الأول: الكفر، فالكافر إن كان محارباً فهو يستحق القتل والإرقاق وليس بعد هذين إهانة، وأما الذمي فإنه لا يجوز إيذاؤه إلا بالإعراض عنه والتحقير له بالاضطرار إلى أضيق الطرق وبترك المفاتحة بالسلام، فإذا قال: السلام عليك، قلت: وعليك. والأولى الكف عن مخاطبته ومعاملته ومؤاكلته ، وأما الانبساط معه والاسترسال إليه كما يسترسل إلى الأصدقاء فهو مكروه كراهة شديدة يكاد ينتهي ما يقوى منها إلى حد التحريم، قال الله تعالى: {لا تجد قوماً يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله} الآية، وقال صلى الله عليه وسلم: (( المسلم والمشرك لا تتراءى ناراهما)) وقال عز وجل: {يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة} الآية.\r0979. TASYABBUH : VI. VALENTINE DAY DIMATA ISLAM","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Tanggal 14 februari merupakan hari dimana Valentine Day dirayakan, menurut satu versi sejarah terjadinya valentine Day adalah berawal pada dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 – 337 M) karena ia menolak kebijakan sang kaisar yang melarang terjadinya pertunangan dan pernikahan.\rSemua iu terjadi ketika bangsa Romawi terlibat dalam banyak peperangan dimana Kaisar merasa kesulitan merekrut para pemuda untuk memperkuat Armada perangnya, hal itu disinyalir karena banyak pria enggan meninggalkan keluarganya atau kekasihnya. Dalam The Encylopedia Britania vol. 12 sub. Judul Christiany menjelaskan “Agar lebih dapat mendekatkan lagi terhadap ajaran Kristen pada tahun 495 M. Paus Gelasius I merubah upacara Romawi Kuno, menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine Day, untuk menghormati Saint Valentine yang mati”. Di Indonesia perayaan Valentine banyak dilakukan oleh kalangan muslim, mereka menganggap hari itu merupakan saat tepat untuk mengungkapkan rasa kasih saying.\rPERTANYAAN :\ra. Bagaimana hukum merayakan Valentine Day ?\rb. Bolehkah menjual pernak-pernik (souvenir) Valentine Day ?\rJAWABAN :\ra. Dalam hal ini terdapat pemilahan hukum sebagai berikut :\r> Kufur, bila ada tujuan menyerupai non muslim dan sampai kagum pada agama mereka\r> Haram apabila hanya bertujuan menyerupai non muslim tanpa disertai kecondongan pada agama mereka\rb. Haram karena termasuk ikut serta terjadinya kemaksiatan\rREFERENSI :\r1. Fataawa Ibn Hajar al-Haytamy IV/238","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"2. Bughyah al-Mustarsyidiin I/528\r3. Is’aad ar-Rafiiq II/128\rباب الردة\rوسئل رحمه الله تعالى ورضي عنه هل يحل اللعب بالقسي الصغار التي لا تنفع ولا تقتل صيد إبل أعدت للعب الكفار وأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر وإلباس الصبيان الثياب الملونة بالصفرة تبعاً لاعتناء الكفرة بهذه في بعض أعيادهم وإعطاء الأثواب والمصروف لهم فيه إذا كان بينه وبينهم تعلق من كون أحدهما أجيراً للآخر من قبيل تعظيم النيروز ونحوه، فإن الكفرة صغيرهم وكبيرهم وضيعهم ورفيعهم حتى ملوكهم يعتنون بهذه القسي الصغار واللعب بها وبأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر اعتناء كثيراً وكذا بإلباس الصبيان الثياب المصفرة وإعطاء الأثواب والمصروف لمن يتعلق بهم وليس لهم في ذلك اليوم عبادة صنم ولا غيره وذلك إذا كان القمر في سعد الذابح في برج الأسد وجماعة من المسلمين إذا رأوا أفعالهم يفعلون مثلهم فهل يكفر أو يأثم المسلم إذا عمل مثل عملهم من غير اعتقاد تعظيم عيدهم ولا اقتداء بهم أو لا؟. فأجاب نفع الله تبارك وتعالى بعلومه المسلمين بقوله: لا كفر بفعل شيء من ذلك، فقد صرح أصحابنا بأنه لو شد الزنار على وسطه أو وضع على رأسه قلنسوة المجوس لم يكفر بمجرد ذلك اهـ، فعدم كفره بما في السؤال أولى وهو ظاهر بل فعل شيء مما ذكر فيه لا يحرم إذا قصد به التشبه بالكفار لا من حيث الكفر وإلا كان كفراً قطعاً، فالحاصل أنه إن فعل ذلك بقصد التشبه بهم في شعار الكفر كفر قطعاً أو في شعار العيد مع قطع النظر عن الكفر لم يكفر، ولكنه يأثم وإن لم يقصد التشبه بهم أصلاً ورأساً فلا شيء عليه، ثم رأيت بعض أئمتنا المتأخرين ذكر ما يوافق ما ذكرته فقال: ومن أقبح البدع موافقة المسلمين النصارى في أعيادهم بالتشبه بأكلهم والهدية لهم وقبول هديتهم فيه وأكثر الناس اعتناء بذلك المصريون، وقد قال : «من تشبه بقوم فهو منهم» ، بل قال ابن الحاج : لا يحل لمسلم أن يبيع نصرانياً شيئاً من مصلحة","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"عيده لا لحماً ولا أدماً ولا ثوباً ولا يعارون شيئاً ولو دابة إذ هو معاونة لهم على كفرهم وعلى ولاة الأمر منع المسلمين من ذلك. ومنها اهتمامهم في النيروز بأكل الهريسة واستعمال البخور في خميس العيدين سبع مرات زاعمين أنه يدفع الكسل والمرض وصبغ البيض أصفر وأحمر وبيعه والأدوية في السبت الذي يسمونه سبت النور وهو في الحقيقة سبت الظلام ويشترون فيه الشبث ويقولون أنه للبركة ويجمعون ورق الشجر ويلقونها ليلة السبت بماء يغتسلون به فيه لزوال السحر ويكتحلون فيه لزيادة نور أعينهم ويدهنون فيه بالكبريت والزيت ويجلسون عرايا في الشمس لدفع الجرب والحكة ويطبخون طعام اللبن ويأكلونه في الحمام إلى غير ذلك من البدع التي اخترعوها ويجب منعهم من التظاهر بأعيادهم اهـ.\rفتاوى ابن حجر الهيثمي رقم الجزء: 4 رقم الصفحة: 238\r*********************************\rمسألة : ي) : حاصل ما ذكره العلماء في التزيي بزي الكفار أنه إما أن يتزيا بزيهم ميلاً إلى دينهم وقاصداً التشبه بهم في شعائر الكفر ، أو يمشي معهم إلى متعبداتهم فيكفر بذلك فيهما ، وإما أن لا يقصد كذلك بل يقصد التشبه بهم في شعائر العيد أو التوصل إلى معاملة جائزة معهم فيأثم ، وإما أن يتفق له من غير قصد فيكره كشد الرداء في الصلاة.\r[ Bughyah al-Mustarsyidiin I/528 ].\r**************************\r(فصل ومن معاصي )كل (البدن) ألى أن قال ومنها (الإعانة على المعاصي)اي على معصية من معلصي الله بقول اوفعل او غيره ثم ان كان المعصية كبيرة كانت الإعانة عليها كذلك كما فى الزواجر\rإسعاد الرفيق الجزء الثاني ص 128\r0990. MENYEKOLAHKAN ANAK DI SEKOLAH NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rOejank Tea\rAssalamualaikum.... saudaraku semua, sudah lama tidak bertanya di forum ilmu ini, dan hari ini ane ingin nanya apakah boleh seorang islam bersekolah di sekolah non muslim.... sukron para ustadz n ustadzah","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"JAWABAN :\rMasaji Antoro\rBersekolah/Mengajar di Institusi Non Muslim\rHasil Bahtsul Masail PWNU Jatim 2009 di Gresik\rDeskripsi Masalah\rPada saat ini masih banyak putra-putri kita yang masuk lembaga-lembaga pendidikan non muslim atau yang berbeda aqidah, karena lembaga-lembaga tersebut mampu memberi fasilitas-fasilitas lebih memadai. Undang-undang pendidikan menyatakan bahwa siswa peserta didik berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keyakinannya dan lembaga pendidikan wajib menyediakan guru agama sesuai keyakinan siswa, namun kenyataan siswa-siswi peserta didik harus mengikuti mata pelajaran agama sesuai dengan keyakinan pemilik yayasan dengan dalih belum mampu menyediakan guru agama Islam.\rPertanyaan :\ra.…Bagaimana menurut pandangan fiqih orang tua menyekolahkan anak-anaknya di lembaga-lembaga pendidikan non muslim atau yang tidak se-aqidah dengan alasan lebih maju dan lebih baik mutu pendidikannya ?\rb.…Bagaimana hukumnya tenaga pendidik yang beraqidah ahlussunnah wal jama'ah mengajar di lembaga-lembaga tersebut ? (PCNU Kab. Nganjuk)\rKEPUTUSAN\ra. Menyekolahkan anak di sekolah non muslim atau yang tidak seaqidah hukumnya haram, sebab bisa berdampak memperbanyak golongan mereka dan bahkan membahayakan akidah anak-anak Islam. Namun apabila disana ada tujuan mempersiapkan strategi menegakkan agama atau aqidah aswaja maka boleh, bahkan bisa menjadi wajib, dengan syarat :\r1. Yang bersangkutan diduga kuat tidak akan berubah akidahnya.\r2. Pada sebolah itu memiliki keunggulan yang maslahah buat Islam yang tidak bisa ditemukan pada sekolah-sekolah Islam atau yang seakidah","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"3. Dalam proses belajar-mengajar tidak boleh terjadi hal-hal yang dilarang dalam agama\rالمقررات النهضية، صـ40\rمن ارشاد الحيارى فى تحذير المسلم من مدارس النصارى للشيخ يوسف النبهاني ونصه اعلم ان من اعظم المصائب على االملة الا سلا مية والامة الحمدية ما هو جار فى هذه الايام في كثير من بلاد الاسلام من ادخال بعض جهلة المسلمين اولادهم فى المدارس النصرانية لتعلم بعض العلوم الد نيا وية واللغات الافرنجية و فى ضمن ذلك يتطمون الديانة المسمية ويشار كون اولاد النصارى فى عبا دتهم الدينية مما هو كفر صريح لايرضى به الله تعالى ولا محمدصلى الله عليه و سلم ولا المسيح ان مدارس الافرنج التى يفتحو نها فى البلاد الاسلامية يجعلون من اهم ودخوله فى الشروط تعليم التلميذولو كا ن مسلما دين النصرانية ودخوله فى جملة التلا ميذ النصارى الى الكنيسة فى كل يوم الى الهبادة وفعله معهم الافعال الدينية ومن لا يقبل هذا الشرط يقبلونه المارونية وهم لا يلامون على ذلك لانهم يفعلون فى مدارسهم ما يوافقه ويبينون شروطهم ولا يجبرون احدا على الدخول وانما اللوم العظيم على المسلم الذى يرضى بدخول ولده الى هذه المدارس ينام ويقوم ويدخل الكنيسة على شرط المعلوم.\rسبعة كتب ص 20-21\rوفى الفتاوى الحديثية لا بجوز قراة سيرة الكبرى لان غالبها باطل وكذب وقد اختلط فحررم الكل حيث لا مميز ومن ذلك تعلم حرمة قراة نزهة المجالس ونحوها مما اختلط فيه بغير حيث لا مميز … الى ان قال … وفى التحفة يحرم على غير عالم متبحر مطالعة نحو توراة علم تبديلها او شك فيه اه الى غير ذلك مما لا يحتمله هذا المحل مما لا ينبغى للطالب ان يهجم عليه الا بعد التروى والفحص عنه والا اشتبه عليه الحق والباطل وارتفعت الثقة به فى اقواله واقواله","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"b. Haram ketika para tenaga pendidik itu melaksanakan tugas sesuai dengan visi dan misi di lembaga tempat mereka mengajar atau menimbulkan kebimbangan hati orang-orang awam dari kalangan muslimin. Tetapi apabila mengajar itu justru dijadikan kesempatan dan peluang berdakwah dan melindungi anak-anak muslim yang bersekolah disana, maka wajib.\rتفسير المنير ج1 ص 93\rواعلم أن كون المؤمن موالياً للكافر يحتمل ثلاثة أوجه أحدها : أن يكون راضياً بكفره ويتولاه لأجله ، وهذا ممنوع منه لأن كل من فعل ذلك كان مصوباً له في ذلك الدين ، وتصويب الكفر كفر والرضا بالكفر كفر ، فيستحيل أن يبقى مؤمناً مع كونه بهذه الصفة . فإن قيل : أليس أنه تعالى قال : { وَمَن يَفْعَلْ ذلك فَلَيْسَ مِنَ الله فِي شَىْء } وهذا لا يوجب الكفر فلا يكون داخلاً تحت هذه الآية ، لأنه تعالى قال : { يا أيها الذين آمنوا } فلا بد وأن يكون خطاباً في شيء يبقى المؤمن معه مؤمناً وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر ، وذلك غير ممنوع منه. والقسم الثالث : وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة ، والمظاهرة ، والنصرة إما بسبب القرابة ، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه ، وذلك يخرجه عن الإسلام\rتفسير الخازن ج 1 ص 238","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"وقوله : { لا يتخذ المؤمنون الكافرين أولياء } يعني أنصاراً وأعواناً من دون المؤمنين يعني من غير المؤمنين ، والمعنى لا يجعل المؤمن ولايته لمن هو غير مؤمن نهى الله المؤمنين أن يوالوا الكفار أو يلاطفوهم لقرابة بينهم أو محبة أو معاشرة ، والمحبة في الله والبغض في الله باب عظيم وأصل من أصول الإيمان { ومن يفعل ذلك } يعني موالاة الكفار من نقل الأخبار إليهم وإظهار عورة المسلمين أو يودهم ويحبهم { فليس من الله في شيء } أي فليس من دين الله في شيء . وقيل : معناه فليس من ولاية الله في شيء وهذا أمر معقول من أن ولاية المولى معاداة أعدائه وموالاة الله وموالاة الكفار ضدان لا يجتمعان { إلا أن تتقوا منهم تقاة } اي إلاّ أن تخافوا منهم مخافة .\rالفقه الاسلامى\rالسؤال الزابع والعشرون ما حكم عمل المسلم فى دوائر ووزرات الحكومة اللامركية او غيرها من حكومات البلاد الكافرة خاصة فى مجالات عامة كالصناعة الذرية او الدراسات الاسترائيحية ونحوها الجواب يجوز للمسلم العمل المباح شرعا فى دوائر ومؤسسات حكومات قير اسلامية اذا لم يؤد الى إلحاق الضرر\rروح المعانى ج 2 ص 116\rولعل الصحيح ان كل ما عده العرف تعظيما وحسبه المسلمون موالاة فهو منهى عنه ولو مع اهل الذمة لا سيما اذا أوقع شيئا فى قلوب ضعفاء المؤمنين ولا ارى القيام لاهل الذمة فى المجلس الا من الامور المحظورة لان دلالته على التعظيم قوية وجعله من الاحسان لا اراه من الاحسان كما لا يخفى\rالمجموع ج 19 ص 336\rقوله (وان أصابوا كتبا..) لم يقل أحد أن النظر في كتب الديانات الاخرى معصية، بل الواجب يحتم علينا أن تعلم ما عندهم حتى تكون على بينة من أمرهم، وهاهم علماء المسلمين وأئمتهم ألفوا كتبا في الرد عليهم كابن حزم وغيره، وان عبد الله بن عمرو وقع له كتاب من كتبهم فكان يقرأه ويروى منه وكتب الفلسفة التى عربت والطب وغيرها من العلوم لم يقل أحد أن النظر فيها معصية.","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Sumber : http://solusinahdliyin.net/satta/264-bersekolahmengajar-di-institusi-non-muslim.html\r1018. AQIDAH : Anda Perlu Tahu Tentang [SYI'AH] Ini\roleh Muhajir Madad Salim pada 14 Januari 2012 pukul 3:27\rSeorang Ulama Sunni bertanya kepada Ulama Syi'ah :\" Ada dua hal yang Syi'ah tak akan bisa menjawabnya.\"\r\"Apa dua hal itu?\" Tanya Syi'ah.\r\"Pertama, bagaimana hukumnya para shahabat Rasulullah menurut Syi'ah?\"\r\"Mereka semua murtad kecuali lima orang. Ali, Miqdad, Abu Dzar, Salman dan Amr bin Yasar.\" Jawab Syi'ah.\r\"Kalau demikian keadaannya, bagaimana bisa Ali bin abi Thalib mengawinkan putri beliau bernama Ummi Kultsum dengan Umar bin Khattab?\"\r\" Ali melakukannya karena terpaksa.\" Jawab Syi'ah. Maka Ulama Suni segera berkata :\r\"Demi Allah. Kalian orang Syi'ah mengi'tikadkan dalam diri Ali dengan sesuatu kenistaan yang orang rendah pun tidak rela dengan kenistaan itu. Kalian berikan kenistaan itu kepada Ban Hasyim,pemuka bangsa Arab,yangpaling utama kedudukannya. Paling luhur nasabnya.Paling agung muru'ahnya serta paling banyak sifat-sifat terpujinya","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"Sungguh,serendah-rendahnya orang arab itu berani menyerahkan nyawanya dan mengorbankan dirinya tetapi mereka tidak bakalan menyerahkan harga diri dan kehormatannya. Terhadap diri sendiri mereka menganggapnya remeh. Tetapi terhadap urusan istri dan keluarga mereka akan memertahankannya sampai mati. Lalu, bagaimana bisa kalian sematkan dalam diri Ali, seorang singa Bani Ghalib sebuah kerendahan yang mana seburuk-buruknya orang awam tidak mau melakukannya? Berapa banyak kita saksikan orang-orang mati terbunuh karena membela kehormatan keluarganya?\"\r\" Mungkin saja ada Jin perempuan yang menjelma dihadapan Umar dengan mirip Ummu Kaltsum..\" Kata Syi'ah.\r\"Jawabanmu ini lebih buruk dari yang pertama.\" Kata Sunni\" Bagaimana bisa terlintas dalam akal dan pikiran, hal-hal seperti ini. Andai hal ini diperbolehkan maka akan hancur seluruh sendi-sendi syari'ah. Sehingga akan bisa datang seorang lelaki mendatangi istrinya dan si istri malah berkata...Engkau itu Jin yang menjelma seperti suamiku...sehingga wanita itu mencegah hak-hak suami mendekati dirinya. Jika lelaki itu membawa dua saksi yang adil yang bisa bersaksi bahwa dia benar-benar suaminya maka wanita itu berkata...mereka berdua itu jin yang merupai dua saksi adil dan setersnya dan seterusnya...","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"Mungkin akan ada seorang pelaku pembunuhan mengelak dan berkata..Itu bukanlah aku,tetapi Jin yang menyerupai diriku yang melakukan pembunuhan itu. Dan akan bisa dikatakan bahwa Jakfar Shadiqq yang kalian anggap ibadah-ibadah kalian itu sesuai dengan mazhabnya itu ternyata bukanlah Jakfar Shodiq yang sebenarnya. Tetapi Jin yang menrupa seperti dirinya sehingga Jin yang menyerupai Jakfar Shodiq itulah yang mengajarkan hukum dan mazhabnya kepada kalian. \"\rUlama Sunni kembali bertanya :\" Bagaimana hukumnya tindakan khalifah yang lalim , apakah tindakannya bisa diterima menurut Syi'ah? \"\rSyiah menjawab :\" Tidak sah tindakan khalifah yang lalim dan tidak dapat diterima.\"\r\"SEmoga Allah membermu hidayah.\" Kata Sunni:\" Dari keluarga manakah ibunya MUHAMMAD BIN KHANIFAH ?\"\r\"Tentu dari keluarga KHANIFAH\" Jawab Syi'ah.\r\"Lalu siapakah yang menjadikan tawanan para Bani Khanifah tersebut?\" Tanya Sunni.\r\"Saya tidak tahu..\"Jawan Syi'ah. Padahal dia bohong, karena siapapun tahu yang menjadikan mereka tawanan adalah Khalifah Abu Bakar. :\" Bagaimana bisa Ali memperbolehkan dirinya mengambil seorang wanita dari budak tawanan itu dan melahirkan anak darinya pula sedang Imam menurut persangkaan kalian adalah tidak sah dan hukum-hukumnya tidak dapat diterima. Padahal, berhati-hati dlam urusan Farji {perempuan] adalah sebuah esensi yang pasti.\"\r\"MUngkin saja Bani khanifah menikahkannya kepada Ali.\" Kata Syi'ah.\r\"Itu butuh dalil-dalil yang menunjukkannya,padahal tidak satu haditspun dari sunni ataupun syi'ah menerangkannya.\"","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"Kemudian Ulama' sunni itu berkata.\" Sesungguhnya Mazhab yang kalian peluk , yang kalian sandarkan ibadah-ibadah kalian itu sama sekali tidak merujuk kepada pendapat seorang mujtahid satu pun.\"\r\" Mazhab kami ini adalah mazhab Jakfar As Shodiq.\" Kata Sy'ah.\r\"Sedikitpun Jakfar Shodiq tidak berhubungan dengan kalian.\"Kata Sunni:\" Dan sesungguhnya kalian sama sekali tidak mengerti tentang mazhab Jakfar As Shodiq. Jika kalian katakan bahwa didalam mazhab Jakfariy itu ada ajaran TAQIYYAH maka baik kalian sendiri ataupun orang lain akan menjadi tidak mengerti mana mazhab Jakfariy yang sesungguhnya.\rHal ini karena ada kemungkinan bahwa setiap masalah didalamnya adalah sebuah TAQIYYAH. Aku mendengar dari ajaran kalian bahwa menurut Mazhab Jakfariy fersi kalian itu jika ada sumur yang airnya terkena najis maka ada tiga pendapat. Pertama, air sumur itu air yang mengair maka tidak ada sesuatu yang menajiskannya. Kedua, air sumur itu dikuras semua airnya untuk bisa suci. Ketiga, untuk mensucikannya cukup di timba tujuh atau enam timba airnya.\rMaka aku bertanya kepada ulama kalian. Bagaimana kalian mensikapi dengan tiga pendapat dari Jakfar Shodiq itu? Mereka menjawab...Mazhab kami berpendapat bahwa seseorang itu jika telah menjadi ahli Ijtihad maka dia bisa dapat berijtihad tentang pendapat-pendapat Jakfar Shodiq dan memilih salah satu dari pendapat yang ada tersebut.","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"Lalu aku tanyakan lagi, lantas bagaimana sikapnya terhadap pendapat lain yang tidak dia pilih tersebut? Mereka menjawabnya ..yang lain itu sebagai TAQIYYAH. Aku tanyakan lagi, jika ternyata ada satu mujtahid yang lain berijtihad dan memilih pendapat yang bukan pendapat yang pertama tadi yang telah dipilih oleh mujtahid yang pertama ,lalu bagaimana yang kedua ini mensikapi yang pertama tadi...mereka menjawab...Yang kedua akan menyataka bahwa yang pertama tersebut sebagai TAQIYYAH. Maka aku katakan bahwa dengan demikian jadi KOSONG dan sirnalah mazhab Jakfar Shodiq itu dikarenakan setiap masalah yang ada bisa dikatakan kepadanya sebagai TAQIYYAH sebab tidak ada pertanda yang bisa membedakan mana yang TAQIyyah dan mana yang bukan.\rKesimpulannya, jika kalian katakan bahwa dalam mazhab Jakfariy itu tidak ada TAQIYYAH maka mazhab yang kalian peluk itu BUKANLAH MAZHAB JAKFARI karena kita semua tahu kalian mengakui adanya TAQIYYAH.\r1033. KEHARAMAN BETERNAK TUYUL\rPERTANYAAN :\rMakhluq Akhe Rat\rPak, mau tanya nIh...boleh kah kita nernak tuyul...?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rPesugihan dengan cara bersekutu dengan syetan seperti ngepet, nernak thuyul, ngipri, masit, minalti dll haram...\rما يقع باستخدام الشياطين بضرب من التقرب إليهم والإتصال بهم وساخدامهم وتسخيرهم في قضاء المصالح أو إقاع الضرر والأذى بالخلق أو الإتيان بأخبارهم الماضية عن طريق اتصاله بالقرين . وهذا أشد انواع السحر وأخطره : قال تعالى : { ولكن الشياطين كفروا يعلمون الناس السحر } وكلما كان الساحر أكفر وأخبث وأشد معاداة لله ولرسوله صلى الله عليه و سلم ولعباده المؤمنين كان سحره أقوى","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"Apa yang terjadi dengan mengambil khadam syetan dengan cara melakukan pendekatan padanya, melakukan pesambungan dengannya agar dapat menjadikannya khadam dan memerintahkannya untuk memenuhi aneka kebutuhan atau mendatangkan bahaya dan menyakiti makhluk lain atu mendatangkan berita-berita tempoe doeloe dengan cara menyambung dengan jin qarin, ini bagian lebih beratnya bentuk dan lebih beratnya sihir, Allah Ta'aala berfiraman \"hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir)\" (QS.2 ayat 102).\rDan bila orang yang melakukan sihir dikatakan paling kufur, paling keji, paling sangat dalam menentang Allah, rasulNya serta hamba-hambaNya yang shalih maka perbuatannya juga paling kuat dikatakatan dalam kekufuran, kekejian dan penentangan. [ AlFiqh alaa Madzaahib al-Arba’ah V/225 ].\r1040. BUNUH DIRI TERMASUK DOSA BESAR\rPERTANYAAN :\rChen Wedus Gembel\rAssalamu'alaikum... mbah, apakah mengakhiri hidup itu dosanya tidak diampuni ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Tergolong dosa besar dan diadzab dengan neraka selamanya.\rاسعاد الرفيق جز 2 ص ا :\rتتِمَّة مِنَ الكَبَائِرِ قَتلُ الإنْسَانِ نَفسَهُ لِقَولِه عَليْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقتَلَ نَفْسَه فَهُو فِى نَارِ جَهَنّمَ يَترَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلدًا فِيهَا ابَدًا\r__________\r(1) حديث : \" من تردى من جبل فقتل نفسه . . . . \" أخرجه البخاري ( الفتح 10 / 247 - ط السلفية ) ومسلم ( 1 / 103 - 104 ط الحلبي )","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"[ Pelengkap ] Termasuk dosa besar adalah bunuh diri, sebagaimana sabda Nabi SAW. : “Barang siapa bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari ketinggian gunung maka akan masuk neraka jahanam dengan terlempar selama-lamanya\". (HR. Bukhori-Muslim). [ Is'aad ar-Rofiiq II/1 ].\r1095. Menambahkan “SAYYIDINA” dalam shalawat\rOleh : 'aLa Kulli Haal\rAyo Wahabi mana yang bisa mengalahkan dan menyalahkan bhkan mendebat tlsn asli dari saya ini tanpa copas dari situs manapun, Mari bersholawat rame2 kepada rasul,hidupkan maulid nabi sama ada dbulan lahir beliau ataupun dbulan lain, Karena pahala membaca sholawat kepada nabi itu sangat besaaar...\rDalil dari alquran :\rإن الله وملئكته يصلون على النبي ياأيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما\rKalimat malaikat dsana boleh dbc nashob sbgai athof kepada isim inna,boleh rofa athof kepada mahal isim inna,yaitu mubtada, Imam mujahid mengatakan dalam tafsirnya mengutip perkataan abul aliyah: sholawat Allah kepada nabinya yaitu pujian atasnya dsisi para malaikatnya,dan sholawat malaikat kepada nabi yaitu doa untuk nabi. Kalau imam thobary mengatkan dari riwayat ibnu abbas: Allah dan para malaikat nya memberikan berkahnya kepada nabi muhammad, Bisa juga dengan makna merahmati. Imam ibnu abi zamanin almaliki mengatakan : yushallun maknanya Allah mengampuni,dan malaikat memintakan ampun,dan manusia dsuruh juga memintakan ampun untuk rasul. Dalam tafsir thobary,ibnu abi hatim,mawardi,durrul mantsur sayuti, ada riwayat hadist :","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"حدثنا الحسن بن عرفة حدثنا هشيم بن هشيم بن بشير عن يزيد بن أبي زياد حدثنا عبد الرحمن بن أبي ليلى عن كعب بن عجرة قال : لما نزلت إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين آمنو صلوا عليه وسلموا تسليما\rقال : قلنا يارسول الله قد علمنا السلام فكيف الصلاة عليك قال قولوا : اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد\rKa'ab bin ujrah mengatakan :manakala pada waktu turun ayat (diatas) kami menanya kepada rasul, ya rasulallah,kami sudah tau bgaimana cara mengucap salam kepada engkau,lalu cara bersholawat kepada engkau bgaimana ? Maka rasul menjawab dengan menyuruh membaca :\rاللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Lalu para wahabi berpendapat bahwa bersholawat atas nabi itu ckp dengan apa yang dsuruh oleh nabi,yaitu dengan sholawat diatas,tanpa penambahan apapun,bhkan tidak perlu ada kalimat \"sayyidina\". Maka mahmud albanjari atau 'ala kulli haal menjwb : pendapat wahabi ini adalah kesalahan dan berfikiran sangat sempit skali, Dalam usul fiqh : boleh kita menambah dari suruhan yang dtentukan, Misalnya saja kita dalam sholat cuma di suruh sujud saja,tp boleh kita menambah dalam sujud itu dengan doa2 mcm2,slama tidak menyalahi apa yang ada di fiqh,spt yang dlakukan imam ahmad bin hanbal,beliau dalam sujudnya slalu mendoakan imam syafi'i,pdhl zaman rasul imam syafi'i blm lahir,jd imam ahmad membuat satu penambahan dalam suruhan yang cuma hanya sujud tanpa ada dalil dari alquran dan sunnah,hehehe.. Sama juga sholawat kepada rasul,boleh kita tambah2in dari apa yang dsuruh rasulullah,karena ada atsar seorang sahabat bernama ibnu mas'ud melaini dari sholawat suruhan nabi. Dalam tafsir sam'ani :\rعن عبد الله بن مسعود أنه قال : إذا صليتم على رسول الله فأحسنوا الصلاة عليه فلعلها تعرض عليه ، قالوا له : فعلمنا قال قولوا اللهم صل على سيدنا محمد عبدك ونبيك سيد المرسلين وإمام المتقين وخاتم النبيين إمام الخير وقائد الخير ورسول الرحمة اللهم ابعثه المقام المحمود الذي يغبطه به الأولون","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"Abdullah bin mas'ud mengatakan : bila kamu hendk bersholawat atas rasulullah,maka baguskan lah sholawat kamu,mdh2n sholawat kamu sampai kepada beliau,mereka berkata kepada ibnu mas'ud,tolong ajari kami. Lalu ibnu mas'ud membikin sholawat sendri dan membaguskan susunan ibaratnya dengan memuji2 rasul seperti yang trtls di atas, (DaRI IBNU MAS'UD INILAH dapat kita ambil dalil bahwa boleh kita membikin sholawat sendri,spt sholawat nariyah,burdah,dalailul khairat ,dan membikin syair maulid yang memuji2 rasul,demi untuk membaguskan sholawat kt kepada rasul). Dan pelajaran yang diambl dari atsar ibnu mas'ud ini laisa biqaidin,artinya tidak trtuju pada sholawat yang dbc oleh ibnu mas'ud aja,tp boleh di qiyaskan ke lain2 slama itu bgs dalam memuji dan mendoakan rasulullah,spt dalailul khairat,brzanji,simtud durar,burdah dll . Adapun membanyakkan sholawat itu Dalil dari hadist yang sangat shohih,karena takhrijnya dari rawi2 yang tsiqoh\rحدثنا هناد رتبه ابن حجر من ثقة عند الذهبي من الحافظ الزاهد\rHannad ini kata ibnu hajar trmsk tsiqoh, Kata azzahabi beliau adalah hafizh yang zuhud\rقال حدثنا قبيصة رتبه ابن حجر من صدوق وعند الذهبي حافظ\rQobishoh ini trmsk dpercaya kata ibnu hajar. Azzahabi mengatakan hafizh\rعن سفيان الثوري رتبه ابن حجر من ثقة حافظ عابد إمام حجة وعند الذهبي الإمام أحد الأعلام علما وزهدا\rSufyan tsauri ini sudah tak diragukan dkalangan ulama hadist,beliau adalah imam,kata 2 ulama peneliti hadist yaitu azzahabi dan ibnu hajar\rعن عبد الله بن محمد بن عقيل\rرتبه ابن حجر من صدوق\rIbnu hajar mengatakan beliau terpercaya","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"عن الطفيل بن أبي بن كعب رتبه ابن حجر من ثقة وعند الذهبي من ثقة أيضا\rAnak ubai bin ka'ab ini trmsk tsiqoh jg\rعن أبيه أبي بن كعب من الصحابه عند ابن حجر وعند الذهبي هو سيد القراء قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ذهب ثلثا الليل قام فقال ياأيها الناس اذكروا الله اذكروا الله جاءت الراجفة تتبعها الرادفة جاء الموت بما فيه جاء الموت بما فيه\rقال أبي : قلت يا رسول الله إني أكثر الصلاة عليك فكم أجعل لك من صلاتي ؟ فقال ما شئت قال : قلت الربع قال : ما شئت فإن زدت فهو خير لك ، قلت النصف قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك\rقلت فالثلثين قال ماشئت فإن زدت فهو خير لك قلت : أجعل لك صلاتي كلها قال : إذا تكفى همك ويغفر لك ذنبك وقال الترمذي هذا حديث حسن صحيح الإسناد\rDari ubai bin ka'ab berkata : dahulu rasulullah apabila sudah lewat sepertiga malam,pasti beliau tahajjud,dan bersabda : wahai manusia (dalam tuhfatul ahwazi syarah turmudzi oleh imam mubarakfuri : maksdnya manusia ini adalah para sahabat yang tidur,yang lupa dari mengingat Allah),ingatlah Allah,ingatlah Allah, Telah tiba oleh gempa (imam mubarakfuri memaknakan ini beliau mengutip dari ktb nihayah,maknanya tiupan terompet pertama yang mematikan smua makhluq). (imam mubarakfuri memaknakan radifah adalah tiupan kedua yang menghidupkan para makhluq). Kata imam mubarakfuri kalimat ja-at itu dengan shigat madhi,karena pasti terjadi itu,jd seolah2 ada datang,maksudnya dalam waktu dekat akan terjdi, Datang kematian dengan sesuatu2 yang ada padanya,2x,( di ulang2 karena mentaukid kan).","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"Lalu ubai bin ka'ab brtanya : ya rasulullah,(imam mubarakfuri memaknakan dalam syarahx)bahwaasanya aku hendak membanyakkan sholawat atas engkau,(imam alqori mengatakan :sholawat maksdnya dsni adalah pengganti doa yang lain,jd ubai khusus bersholawat aja dalam doanya). Berapakah aku menjadikan khusus untuk engkau dari sholawatku ? Rasul menjwb : terserah kamu, Lalu aku tanya lagi kata ubai : (imam mubarakfuri mentakdirkan kalimat rubu'u diatas dengan mensyarahkan) aku jadikan seperempat waktu malam ku untuk bersholawat atas mu, Rasul menjwb : terserah kamu,tp jika kamu tambah itu lebih bgs\rAku tanya lagi : bgaimana kalau separo malam\rRasul menjwb : terserah kamu,tp jika kamu tambah,lebih bgs\rAku tanya lagi : bgaimana kalau 2pertiga malam\rRasul menjwb : terserah kamu,tp jika kamu tambah lebih bgs lg\rLalu aku usul kan lagi : aku akan menjdkan seluruh malam ku hanya untuk bersholawat atas mu ya rasulallah\rLalu rasul menjwb : (maknanya kata imam mubarakfuri begini ) apabila engkau gunakan semua waktu doa engkau hanya untuk bersholawat atas ku,maka akan dberikan kepada engkau hajat engkau di dunia maupun akhirat,dan akan diampuni dosa2 engkau,\rKata imam mubarakfuri Hadist ini hasan dsisi imam turmudzi,adapun dsisi imam hakim hadist ini shohih,\rSekiranya tlsn ini bgs,maka yang bgs bgs itu smua dari Allah,\rJika ada kekurangan,maka kekurangan itu dari alfaqir sndri,slmt membaca dan memahami isinya.\rSumber : www.fb.com/groups/1OMWDI/permalink/264080430329752/\r1107. AQIDAH : DALIL SHAHIH TENTANG ZIARAH KUBUR\rOLEH : 'aLa Kulli Haal","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"Akhirnya dapat juga dalil shohih tentang ziarah kubur,dan ngambil berkah di kuburan sekaligus meminta hajat dikuburan,hehe...Mdh2n wahabi yang ngatain kita kuburiyun,mereka mau tobat, amin. Aku menemukan dalam kitab tarikh bagdad halaman 445 jilid 1, Pengarang nya adalah imam abu bakar ahmad bin ali bin tsabit albagdad,beliau di kenal dengan khatib bagdad,seorang hafizh,bahkan kata ulama bagdad,tidak ada lagi yang lebih hafizh di negri bagdad setelah wafat imam daru qutni selain khatib bagdad, Ini riwayat nya :\rأخبرني أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي قال حدثنا أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري قال سمعت أبي يقول : قبر معروف الكرخي مجرب لقضاء الحوائج ويقال : إنه من قرأ عنده مائة مرة قل هو الله أحد وسأل الله ما يريد قضى الله له حاجته\rKhatib baghdad telah mengatakan riwayat ini shohih,Setelah ku teliti ternyata memang shohih,Simak penjelasan keshohihan riwayat ini yang akan aku bahas Rawi 1 :\rأبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي\rAbu ishaq ibrahim bin umar albarmaki ,Dalam siyar a'lam nubala imam zahabi mengatakan,beliau ini adalah seorang imam,mufti,musnid dunia,ahli faraidh,zuhud, sholeh, dengan smua sifat diatas,maka dapat dsimpulkan semua riwayat beliau dapat dpercaya 1jt persen\rRawi 2 :\rأبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"Abul fadhl,ubaidullah bin abdurrahman bin muhammad azzuhri,Imam hadist daru qutni mengatakan bahwa beliau adalah seorang tsiqoh,dpercaya,dan bnyak punya karangan,Dalam siyar a'lam nubala imam zahabi mengatakan beliau seorang tsiqoh,musnid,ahli ibadah,Beliau adalah cucu abdurrahman bin aufJadi dari keterangan diatas,riwayat dari beliau dapat dpercaya 1jt persen,\rRawi 3 :\rعبد الرحمن بن محمد بن عبيد الله بن سعد بن إبراهيم بن سعد بن إبراهيم بن عبد الرحمن بن عوف الصحابي\rAyah beliau yaitu abdurrahman bin muhammad,Imam khatib bagdad mengatakan beliau tsiqoh dalam riwayat hadist,Dan riwayat beliau dapat dterima juga 1jt persen,\rأخبرني أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي\rImam khatib bagdad mengatakan telah mengkhabarkan kepada kami seorang yang sholeh abu ishaq ibrahim bin umar albarmaki\rقال حدثنا أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري\rAbu ishaq mengatakan telah mengkhabarkan kepada kami abulfadhli ubaidullah bin abdurrahman bin muhammad azzuhri\rقال سمعت أبي\rBeliau mengatakan aku mendgr ayahku abdurrahman bin muhammad azzuhri\rيقول : قبر معروف الكرخي مجرب لقضاء الحوائج\rBeliau selalu (fi'il mudhari lil istimror) mengatakan : bermula kuburan wali besar ma'ruf al karkhi,sangat mujarrab untuk menunaikan segala hajat\rويقال : إنه من قرأ عنده مائة مرة قل هو الله أحد وسأل الله ما يريد قضى الله له حاجته\rDan dikatakan orang : sesungguhnya (hal wasyan) siapapun yang membaca (fi'il syarat) di sisi kuburan ma'ruf alkarkhi surah al ikhlas 100x,beserta (waw ma'iyyah) ia meminta kepada Allah apa saja yang ia hendaki,(jawab syarat ) maka PASTI ALLAH QABULKAN HAJAT nya,","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"Dari sini dalil di suruhnya kita menziarahi kuburan para wali jika ada hajat dunia atau akhirat,\rKemudyan dalam riwayat diatas,nama ma'ruf alkarkhi tidak menjadi qaid,dan tidak terhenti fahaman cuma smpy pada beliau saja,tp menziarahi kubur semua para wali2 Allah dan minta berkah dan hajat di kuburan itu sama saja,akan di qabulkan Allah juga hajatnya,\rAdapun hadist shohih yang di riwayatkan oleh imam bukhari\rحدثنا عبد الله بن مسلمة عن مالك عن ابن شهاب عن سعيد بن مسيب عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : قاتل الله اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد\rRasul bersabda : mudah2n Allah membunuh,melaknat qaum yahudi,yang mereka menjadikan quburan para nabi mereka itu TEMPAT TEMPAT SUJUD,MASAJID itu jama dari isim makan MASJID,MASJIDUN MASJIDAANI MASAAJIDU,\rAdapun jika kita tidak menjadikan kuburan itu tempat sujud atau arah sujud,atau sujud dengan tidak ada niat menujukan ke kuburan itu,maka lepaslah dari laknat Allah seperti Allah melaknat yahudi di atas,\rKuburan para wali dan para nabi adalah beberkah,kita di suruh sekedar ziarah,dan ngambil berkah di sana,\rAdapun wahabi yang nuduh kita nyembah kuburan,\rسبحانك هذا بهتان عظيم\rIni adalah tuduhan yang dusta dan menyebabkan dosa besar,Karena smpy skrg tidak ada dari golongan ahlussunnah waljamaah (aswaja) yang sujud di mukanya ada kuburan atau pun sholat di hadapan nya ada kuburan.\r1127. JASAD ATAU RUH YANG MERASAKAN SIKSA KUBUR ?\rPERTANYAAN :\rEm Muhson\rAssalamu'alaikum wr wb. Maaf mau nanya siksa kubur itu fisik atau ruh ya?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"Wa'alaikumsalam. Yang disiksa dialam barzah RUH hanya saja jasad ikut merasakan siksaan sakitnya.\rان الله سبحانه وتعالى جعل الدور ثلاثة ،دار الدنيا ،ودار البرزخ ،ودار القرار،وجعل لكل دار احكاما تختص بها وركب هذا الانسان من بدن ونفس ،وجعل احكام دار الدنيا على الابدان ،والارواح تبعا لها ولهذا جعل الاحكام الشرعية مرتبة على ما يظهر من حركات اللسان والجوارح وان اضمرت النفوس خلافه.وجعل احكام البرزخ على الارواح والابدان تبعا لها فكما تبعث الارواح الابدان في الاحكام الدنيا فتألمت بالمها والتذت براحتها وكانت هي التي باشرت اسباب النعيم والعذاب تبعت الابدان الارواح في نعيمها وعذابها ،والارواح حينئذ هي التي تباشر العذاب والنعيم\rSesungguhnya Allah menciptakan tiga macam tempat tinggal, dunia, alam barzakh dan akhirat.Disetiap tempat tersebut Allah menjadikan ketetapan-ketetapan yang berbeda disesuaikan dengan bentuk penciptaan manusia yang terdiri dari jasad dan ruh.Alam dunia : Ketetapan-ketetapan Allah pada manusia saat di alam dunia berlaku pada jasad dan ruh mengikutinya oleh karenanya hukum syariat dunia diperlakukan atas segala yang dzahir baik berupa gerakan-gerakan bibir ataupun anggauta tubuh lainnya meskipun bathinnya tidak selaras.Alam barzah : Ketetapan-ketetapan Allah pada manusia saat di alam barzah berlaku pada ruh dan jasad mengikutinya, sebagaimana ruh yang ikut merasakan saat jasad berduka atau bahagia dialam dunia, jasadpun ikut merasakan saat ruh mendapatkan aneka kenikmatan dan siksaan dialam barzah, dengan demikian ruhlah yang merasakan siksaan dan kenikmatan dialam barzah (dan jasad ikut merasakannya). [Ar-Ruuh Hal. 79].","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"والمعذب البدن والروح جميعا بالتفاق اهل الحق\rYang tersiksa dialam barzah adalah badan dan ruh dengan kesepakatan ahli kebenaran. [ Tuhfah al-Muriid hal. 169 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r1153. APAKAH PELACUR YANG BERTAUBAT AKAN TETAP DISIKSA ?\rPERTANYAAN :\rRisky Imam\rAssalamu Alaikum. Ust apkah wanita mlam maaf (pelacur) yang bertobat tidak dapat siksa kbur Ust !! terimaksih penjelasannya Ya ustadz...\rJAWABAN :\rMuhajir Madad Salim\rAt Taibu minadh dzanbi kaman laa dhanba lahu..Orang yang bertobat dari dosa, seperti tidak punya dosa. Maka pelacur tersebut jika taubat nashuha maka untuk dosa berzinanya sudah hilang sama-sekali. mengenai siksa kubur, mungkin dia disiksa karena dari dosanya yang lain...\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb. SIKSA itu hak preogratif Allah, namun bila seseorang telah insyaf dan benar-benar bertaubat, maka imannya kembali ia kenakan dan dalam hukum syara' diperlakukan hak-haknya seperti muslim lainnya....\rوروي عن أبي هريرة ر...ضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( إذا زنى الرجل خرج منه الإيمان فكان عليه كالظلة فإذا أقلع رجع إليه الإيمان ) رواه أبو داود واللفظ له\rDiriwayatkan dari Abu Hurairoh ra. Dia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda “Bila seorang lelaki berzina perbuatannya laksana penutup (iman) baginya namun bila dia telah menjauhkan diri dari zina (bertaubat), imannya kembali padanya” (HR Abu Daud)\rوفي رواية للبيهقي قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( إن الإيمان سربال يسربله الله من يشاء فإذا زنى العبد نزع منه سربال الإيمان فإن تاب رد عليه )","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Dalam sebuah riwayat Imam Baehaqi dikatakan : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda “Iman itu laksana gamis/baju yang Allah kenakan pada hambaNya yang dikehendaki, bila seorang berzina lepaslah pakaian tersebut bila dia bertaubat dikembalikan lagi pakaiannya” (HR. Baehaqi)\rولا يجوز التزوج بالزانية التي اشتهرت بذلك ولا يجوز التزوج من الزاني الذي يتظاهر بالفاحشة واشتهر بها إلا إذا ظهرت التوبة الصادقة عليه\r“Tidak boleh menikahi wanita pezina yang sudah dikenal umum perbuatannya, tidak boleh juga menikahi lelaki pezina yang tampak kejelekan dan dikenal umum perbuatannya kecuali bila telah nampak adanya taubat yang benar darinya”. [ AlFiqh ‘Alaa Madzaahib al-Arba’ah V/60 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r1173. APAKAH NABI MUHAMMAD DITANYA MALAIKAT MUNKAR NAKIR\rPERTANYAAN :\rMuhammad Toha\rAssalamu'alaikum,, mau tanya.. Apa Nabi Muhammad juga ditanya oleh malaikat munkar nakir ketika dialam kubur..? apa dibiarkan ga jadi ditanya seperti kisahnya Imam Sibaweh dan Abunawas...Trims, Wassalam..\rJAWABAN :\rSunde Pati\rWa alaikum salam....sebagian ulama' brpendapat bahwaa pertanyaan munkar nakir itu umum,,bahkn semua nabi dan umat2nya juga ditanya,,bhkn nabi muhammad juga ditanya. tapi ada juga yang brpendapat kalau nabi muhammad tidak ditanya oleh munkar nakir,,,\rini ibaroh yang mnjelaskn bahwa nabi muhammad juga ditanya mungkar nakir,,ini dalam kitab LAWAMI'UL ANWAR ALBAHIYYAH JUZ2 HAL.1O","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"ومثل هذا ما اختاره المحقق ابن القيم والحافظ عبد الحق الإشبيلي وغيرهما من أن سؤال القبر ليس بخاص بهذه الأمة ، بل غيرها تساويها في ذلك وجزم به أيضا القرطبي في التذكرة ، وقال الحكيم الترمذي : إنه خاص بهذه الأمة ، وتوقف ابن عبد البر وانتصر السيوطي في هذا للحكيم الترمذي ، قال الإمام المحقق ابن القيم في الروح بعد ذكره الأقوال الثلاثة : والظاهر - والله أعلم - أن كل نبي مع أمته كذلك - يعني يسأل عنه كنبينا صلى الله عليه وسلم مع أمته - وأنهم يعذبون في القبور بعد السؤال وإقامة الحجة عليهم كما يعذبون في الآخرة بعد السؤال وإقامة الحجة .\r====================\rو قال بعضهم الانبياء والصبيان والملائكة لا يسألون وقد اختص نبينا صلى الله عليه وسلم بسؤال امته عنه بخلاف بقية الانبياء\rsebagian ulama' berpendapat bahwa para nabi,anak2 dan malaikat tidak ditanya dan dikhususkan pada pertanyaan alam qubur itu hanya pada umat nabi muhammad,,berbeda dengan umat2 nabi yang lain. [ tafsir haqqi juz 6 hal.331 ].\rAwan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"Pertanyaan yang diajukan malaikat munkar dan nakir dikhususkan untuk umat nabi muhammad. imam as suyuthi menjelaskan tidak akan di ajukan pertanyaan bagi orang yang blum mukallaf.ada juga yang brpendapat(qil),tidak akan di tanyakan oleh mlaikat munkar n nakir yaitu semua nabi beserta umatnya,bgitu juga para nabi,syuhada(mati syahid),para shiddiqin,oran2 yang meninggalkan khidupan duniawi,orang yang mati krena skit perut,orang yang selalu membca surat al mulk atau alif lam mim as sajdah pada stiap malamnya,orang yang membca surat al ikhlash pada saat skitya sehingga ia mati,orang yang ta'at,mati pada malam atau hari jum'at, mereka orang2 yang tidak di tanyakan oleh kedua malaikat munkar dan nakir maka mereka juga tdak akan di siksa dalam quburnya. wa man la yus'alu la yu'dzabu fi al qobri. [ is'adur rofiq 1/30-31 ]. wa allahu a'lam\r1254. SIAPAKAH JIN QORIN ITU\rPERTANYAAN :\rHady Wantoro\rAssalamu'alaikum... saya pernah membaca dikatakan bahwa tidak dilahirkan seorang manusia kecuali dilahirkan pula jin bersamanya yang disebut jin Qorin. Pertanyaanya : benarkah demkian trus bagaimana dengan orang yang brtemu para wali atw kyai yang telah wafat apkh mmg brtmu dengan ruhnya atw dengan jin qorin yang mirip denganya monggo...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"Wa'alaikumsalam. Jin Qorin adalah jin yang selalu dekat menyertai orang sejak lahir hingga kematian. Qorin inilah yang paham betul dengan tipikal, kebiasaan dan kepribadian orang yang disertainya sehingga tidak aneh jika Qorin sanggup menjawab hal-hal yang bersifat intim dan privasi serta bisa meniru gaya, perilaku bahkan menyamar menjadi orang yang disertainya ketika hidup. Dalam sabdanya Rasulullah SAW telah menegaskan mengenai eksistensi Qorin ini. Berikut beberapa hadits yang menunjukkan keberadaan Jin Qarin : \"Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya\" (HR. Muslim dan Ahmad).\rBerkata Qataadah \"Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: \"Setiap keturunan Adam, pasti disentuh oleh syaithan ketika lahirnya kecuali Siti Maryam dan putranya (Nabi Isa)\" (HR. Muslim).\rقال قتادة : كل مولود يطعن الشيطان في جنبه حين يولد غير عيسى وأمه جعل بينهما حجاب فأصابت الطعنة الحجاب ولم ينفذ لهما منه شيء قال علماؤنا : وإن لم يكن كذلك بطلت الخصوصية بهما ولا يلزم من هذا أن نخس الشيطان يلزم منه إضلال الممسوس وإغواؤه فإن ذلك ظن فاسد فكم تعرض الشيطان للأنبياء والأولياء بأنواع الإفساد والإغواء ومع ذلك فعصمهم الله مما يرومه الشيطان كما قال تعالى : { إن عبادي ليس لك عليهم سلطان } هذا مع أن كل واحد من بني آدم قد وكل به قرينه من الشياطين كما قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : فمريم وابنها وإن عصما من نخسه فلم يعصما من ملازمته لهما ومقارنته والله أعلم\r[ Tafsiir al-Qurthuby 4/67 ].","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"وحديث أبي أمامة فيه أن الذي على الشمال هو القرين .يريد به : الشيطان الموكل بالعبد ،كما في (( صحيح مسلم )) عن ابن مسعود ، عن النبي - صلى الله عليه وسلم - ، قال : (( ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الجن وقرينه من الملائكة )) . قالوا : وإياك يا رسول الله ؟ قال :(( وإياي ،ولكن الله أعانني عليه ، فلا يأمرني إلا بخير )) .وقد ورد في حديث خرجه الطبراني من حديث أبي مالك الأشعري - مرفوعاً -: ((أن القرين هو كاتب السيئات )) .وإسناده شامي ضعيف .\r[ Fath al-Baari Li Ibn ar-Rajab III/163 ].\rوروي أنه صلى الله عليه وسلم قال : \"ما من إنسان إلا ومعه شيطان\" وفي رواية : \"ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الجن وقرينه من الملائكة\" قالوا : وإياك يا رسول الله ؟قال : \"وإياي إلا أنّ الله تعالى أعانني عليه فأسلم فلا يأمرني إلا بخير\" وفي رواية : \"لكنه أسلم بعون الله فلقد أتاني فأخذت بحلقه ولولا دعوة سليمان لأصبح في المسجد طريحاً\" قال النووي : يروى بفتح الميم وضمها فمن ضمها معناه فأسلم أنا من شره وفتنته ومن فتحها قال معناه : إنّ القرين أسلم أي : صار مسلماً\r[ Tafsiir as-Siraaj al-Muniir I/433 ].\rبَاب ذكر القرينمُسلم : حَدثنَا عُثْمَان بن أبي شيبَة وَإِسْحَاق بن إِبْرَاهِيم قَالَ إِسْحَاق : أَنا وَقَالَ عُثْمَان : ثَنَا جرير ، عَن مَنْصُور ، عَن سَالم بن أبي الْجَعْد ، عَن أَبِيه ، عَن عبد الله بن مَسْعُود قَالَ : قَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - : \" مَا مِنْكُم من أحد إِلَّا وَقد وكل بِهِ قرينه من الْجِنّ . قَالُوا : وَإِيَّاك يَا رَسُول الله ؟ قَالَ : وإياي إِلَّا أَن الله أعانني عَلَيْهِ فَأسلم فَلَا يَأْمُرنِي إِلَّا بِخَير \" .","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"مُسلم : حَدثنَا مُحَمَّد بن مثنى وَابْن بشار قَالَا : ثَنَا عبد الرَّحْمَن - هُوَ ابْن مهْدي - عَن سُفْيَان . وثنا أَبُو بكر بن أبي شيبَة ، ثَنَا يحيى بن آدم ، عَن عمار بن رُزَيْق ، كِلَاهُمَا عَن مَنْصُور بِإِسْنَاد جرير مثل حَدِيثه ، غير أَن فِي حَدِيث سُفْيَان \" وَقد وكل بِهِ قرينه من الْجِنّ وقرينه من الْمَلَائِكَة \" .\rمُسلم : حَدثنِي هَارُون بن سعيد ، ثَنَا ابْن وهب ، أَخْبرنِي أَبُو صَخْر ، عَن ابْن قسيط ، حَدثهُ أَن عُرْوَة حَدثهُ ، أَن عَائِشَة زوج النَّبِي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - حدثته \" أَن رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - خرج من عِنْدهَا لَيْلًا ، قَالَت : فغرت عَلَيْهِ فجَاء فَرَأى مَا أصنع ، فَقَالَ : مَا لَك يَا عَائِشَة ؟ أغرت ؟ فَقلت : وَمَا لي لَا يغار مثلي على مثلك . فَقَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - : أقد جَاءَك شَيْطَانك ؟ قَالَت : يَا رَسُول الله ، أَو معي شَيْطَان ؟ قَالَ : نعم . قلت : وَمَعَ كل إِنْسَان ؟ قَالَ : نعم . قلت : ومعك يَا رَسُول الله ؟ قَالَ : نعم ، وَلَكِن رَبِّي أعانني عَلَيْهِ حَتَّى أسلم \" .\rمُسلم : حَدثنَا شَيبَان بن فروخ ، ثَنَا أَبُو عوَانَة ، عَن سُهَيْل ، عَن أَبِيه ، عَن أبي هُرَيْرَة قَالَ : قَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - : \" صياح الْمَوْلُود حِين يَقع نزغة من الشَّيْطَان \" .\rJIN QARIN","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Rasulullah SAW bersabda, \"Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya, Para sahabat bertanya: \"Apakah termasuk Anda juga wahai Rasulullah?\" Rasulullah menjawab: \"Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan\" (HR. Muslim). Rasulullah SAW bersabda, \"Tidak ada seorangpun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta)dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat\" (HR. Muslim)\rRasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: “Apakah kamu telah didatangi syetanmu?” “Apakah syetan bersamaku?” Jawabku. “Ya, bahkan setiap manusia.” Kata Nabi Muhammad SAW. “Termasuk engkau juga?” Tanyaku lagi. “Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya.” Jawab Nabi (HR. Muslim). Rasulullah SAW bersabda, \"Jeritan bayi ketika lahir adalah karena mendapat tusukan setan.\" (HR. Muslim). [ Al-Ahkaam al-Kubroo III/285-286 ].\rMengenai kebiasaan dan tipu daya Jin Qarin silahkan kunjungi :www.fb.com/notes/153050921403180\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/359949054027909/\r1256. MACAM-MACAM MURTAD\rPERTANYAAN :\rKikie Love JuhryTirtadaya\rAssalamu'alaina...Punten, saya maw nanya : sebab2 dan akibat orang yang murtad itu apa2 dan darimana ? Atas perhtian'y saya ucapkn trimksh...\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rWa`alaikum salam. Macam-macam murtad sebagaimana di tulis dalam Kitab Sulam Taufiq sebagai berikut :","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"1.…Murtad Fi’ly (perbuatan) : Yaitu segala aktivitas yang bisa menyebabkan kita keluar dari ajaran Islam, aktivitas tersebut apakah dilakukan dengan sungguh-sungguh atau hanya sekedar bercanda atau juga bohong- bohongan semuanya sama saja termasuk murtad perbuatan, Contoh : Bersujud kepada Berhala, bersujud kepada Matahari.\r2.…Murtad I`tiqod. meyaqini adanya Tuhan selain Alloh.\r3.…Murtad Qauly (ucapan) : yaitu murtad yang disebabkan lidah atau ucapan, murtad jenis ini banyak sekali dan terkadang kita tidak sadar kalau hal itu termasuk murtad ucapan. Contoh: Mencemoohkan ayat suci Al Qur’an ,memanggil orang muslim dengan HAI KAFIR dll\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/366687476687400/\r1257. BAGAIMANA HUKUMNYA MASUK KE GROUP NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rMuhammad Fahri Hafidz\rAssalamu'alaikum. Saya kini aktif di group kristen. Alhamdulilah mereka menerima saya. tetapi apa hukumnya masuk ke grup khusus kristen?\rJAWABAN :\rKhodim Piss-ktb II\rتفسير نووى ج 1 ص 94 | تفسير رازى ج 8 ص 10-11","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"واعلم أن كون المؤمن موالياً للكافر يحتمل ثلاثة أوجه أحدها : أن يكون راضياً بكفره ويتولاه لأجله ، وهذا ممنوع منه لأن كل من فعل ذلك كان مصوباً له في ذلك الدين ، وتصويب الكفر كفر والرضا بالكفر كفر ، فيستحيل أن يبقى مؤمناً مع كونه بهذه الصفة . وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر ، وذلك غير ممنوع منه . والقسم الثالث : وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة ، والمظاهرة ، والنصرة إما بسبب القرابة ، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه ، وذلك يخرجه عن الإسلام\r“Ketahuilah bahwa orang mukmin menjalin sebuah ikatan dengan orang kafir berkisar pada tiga hal :\r1.…Pertama, ia rela atas kekufurannya dan menjalin ikatan karena factor tersebut,Hal ini dilarang karena kerelaan terhadap kekufuran merupakan bentuk kekufuran tersendiri.\r2.…Kedua, interaksi social yang baik dalam kehidupan di dunia sebatas dlahirnya saja.\r3.…Ketiga, tolong-menolong yang disebabkan jalinan kekerabatan atau karena kesenangan, disertai sebuah keyakinan bahwa agama kekafirannya adalah agama yang tidak benar. Hal tersebut tidak menjerumuskan seorang mukmin pada kekafiran, tetapi ia tidak diperbolehkan (menjalin ikatan di atas). Sebab jalinan yang semacam ini (nomer 3) terkadang memberi pengaruh untuk memuluskan jalan kekafiran dan kerelaan terhadapnya. Dan factor inilah yang dapat mengeluarkannya dari Islam.","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/363971230292358/\r1259. KAPAN DATANGNYA HARI KIAMAT\rPERTANYAAN :\rRisky Imam\rAssalamu Alaikum... BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM.... KAPAN KIYAMAT...?????\rJAWABAN :\r> Khodim Piss-ktb II\rWa'alaikum salam. Yang diketahui hanya tanda-tanda kedatangan kiamat saja. Sedangkan waktu pastinya tidak bisa diketahui. Rasulullah saja ketika ditanya demikian menjawab: Pengetahuan mengenai kiamat hanya di sisi Tuhanku.\rيَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ\"","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat: Bilakah terjadinya? Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat hanya ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat hanya ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\". (QS. Al-A'raf ayat 187)\r> Mbah Brewok Samber Nyowo\rWa alaikum salam, selama di dunia ini masih ada yang menyebut nama ALLOH, maka kiamat tidak akan terjadi\r447 - أخبرنا محمد بن يعقوب الأصم ثنا محمد بن اسحاق الصاغاني ثنا عفان بن مسلم الصفار ح وأنبأ أحمد بن مهران ثنا يعقوب بن اسحاق المخزومي ثنا عفان ثنا حماد بن سلمة أنبأ ثابت البناني عن أنس بن مالك أن النبي صلى الله عليه و سلم قال لا تقوم الساعة حتى لا يقال في الأرض الله الله اه رواه بهز بن أسد وغيره اه 448 - وأنبأ محمد بن محمد بن الأزهر ثنا اسحاق عن عبدالرزاق عن معمر بن راشد عن ثابت البناني عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا تقوم الساعة على أحد يقول الله الله اه رواه حميد عن أنس اه 449 - أخبرنا محمد بن عيسى أبو حاتم وأبو عمرو قالا ثنا أبو حاتم الرازي ثنا الأنصاري عن حميد عن أنس عن النبي صلى الله عليه و سلم قال لا تقوم الساعة حتى لا يقال في الأرض الله الله اه\r[ al iman libni mandah juz 1 hal.533 ].\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/362978653724949/\r1270. TIDAK NURUT DENGAN ORANG TUA, APAKAH DI SEBUT ANAK DURHAKA\rPERTANYAAN :","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"Nurligi Paula\rAssalamu'alaikum..Mohon pencerahannya..Apakah seorang anak bsa di katakan durhaka bila tidak menuruti permintaan ayahnya, sedangkan ayah tersebut tidak pernah melaksanakan kewajibannya sebagai seeorang ayah ???? Makasih sbelumnya ^_^\rJAWABAN :\r> Khoiril Anam\rWa'ala?kum salam....s?kap lala?nya seorang ayah sebaga? seorang ayah t?dak b?sa menggurkan kwaj?ban seorang anak berbakt? kepada orang tua....\r> Yupiter Jet\rAnak tetap WAJIB mentaati orang tua selama orang tua tidak menyuruh syirik atau mashiyat.dalam hal mu'asyaroh dunyawiyyah, anak tetap harus memandang ortu bahwa mereka adalah sosok yang wajib dihormati.\rوَإِنْ جاهَداكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي ما لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُما وَصاحِبْهُما فِي الدُّنْيا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِما كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15)\rQS. Luqman:15\rdan apabila keduanya memaksamu untuk memusyrikanku dengan sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya, maka janganlah kamu turuti keduanya. dan PERGAULILAH keduanya di dunia (dalam urusan dunia) dengan baik...\rوطاعة الوالدين لها حدود: وهي الأمر بالمعروف، فلا طاعة لمخلوق في معصية الخالق، وعلى هذا، فإن ألحّ والداك في الطلب على أن تشرك بالله في عبادته غيره مما لا تعلم أنه شريك لله أصلا، فلا تقبل ذلك منهما، ولا تطعهما فيما أمراك به من الشرك أو العصيان.","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"ولكن صاحب والديك الكافرين في الدنيا مصاحبة كريمة بالمعروف، بأن تحسن إليهما بالمال والعلاج، والتودد في الكلام والمحبة والرفق، والوفاء بالعهد وإكرام صديقهما، ما دام ذلك في الدنيا، واتبع سبيل المؤمنين التائبين في دينك، ولا تتبع في كفرهما سبيلهما فيه، ثم إلي مرجعكم جميعا، فأجازيك أيها الولد على إيمانك، وأجازيهما على كفرهما إن كفرا، وأخبركم بما كنتم تعملون في الدنيا من خير أو شر.\rنزلت هاتان الآيتان في شأن سعد بن أبي وقاص، وذلك أن أمه: وهي حمنة بنت أبي سفيان بن أمية، حلفت ألا تأكل ولا تشرب، حتى يفارق ابنها سعد دينه، ويرجع إلى دين آبائه وقومه، فلجّ «1» سعد في الإسلام. فلما طال ذلك، ورأت أن سعدا لا يرجع عن دينه أكلت «2» .\rدلت الآيتان على الأمر ببر الوالدين، ثم حكم الله بأن ذلك لا يكون في الكفر والمعاصي لأن طاعة الأبوين لا تراعى في ارتكاب كبيرة، ولا في ترك فريضة عينية، وتلزم طاعتهما في المباحات. ويستحسن في ترك الطاعات الندب، ومنه المشاركة في الجهاد الكفائي، وإجابة الأم في الصلاة مع إمكان الإعادة، وذلك في حال خوف الهلاك عليها ونحوه مما يبيح قطع الصلاة.\r[ tafsir al-wasith 3/2024 ].\r> Hakam Ahmed ElChudrie\rSering kita dengar istilah ANAK DURHAKA.. tetapi kita jarang mendengar istilah ORANGTUA DURHAKA.. Di antara dikatakan ortu durhaka bila ortu tidak mendidik anaknya dengan baik dalam hal agama, tidak memberi teladan baik kepada anak dan memberikan nafkah dari harta haram..\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/367507553272059/\r1276. HUKUM RUWATAN\rPERTANYAAN :\rLya Qie\rAssalamu'alaikum...Apakah Islam mengenal istilah RUWATAN (ritual untuk membuang sial)? Semoga dapat masukan. Urgent! Tks.\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"Wa'alaikumsalam. Haram bahkan bisa menyebabkan kufur, karena mengandung tawassul dengan arwah syaithoniyyah .\r(مسئلة ك) جعل الوسائط بين العبد وبين ربه فإن صار يدعوهم كما يدعو الله فى الأمور ويعتقد تأثيرهم فى شيء من دون الله تعالى فهوكفر. وإن كان التوسل بهم إليه تعالى في قضاء مهماته مع اعتقاد أن الله هو النافع الضار المؤثر فى الأمور دون غيره فالظاهر عدم كفره, وإن كان فعله قبيحا.اهـ\r“Menjadikan perantara antara hamba dan Tuhannya, bila pelaksanaannya seperti saat ia berdoa/memohon pada Allah akan terkabulnya keinginannya dan menyakini bahwa yang merealisasikan masalahnya juga perantara tersebut maka ia kufur karenanya, sedang bila ia menjadikan perantara pada Allah untuk memenuhi kebutuhannya dengan meyakini yang memberi manfaat serta musibah hanya Allah maka ia tidak kufur hanya saja perbuatannya tergolong jelek.”. [Bughyah al-Mustarsyidiin hal 249 ].\rاما وضع الطعام والازهارفي الطرق والمزارع اوالبيوت لروح الميت وغيره في الايام المعتادة كيوم العيد ويوم العيد ويوم الجمعة وغيرهما فكل ذالك من الامورالمحرمة ومن عادة الجاهلية ومن عمل اهل الشرك اهـ\r“Sedangkan meletakkan makanan dan aneka kembang dijalan raya, sawah-sawah, rumah-rumah untuk ruh orang yang telah meninggal dihari-hari tertentu yang dibiasakan seperti hari raya, hari jumah dan selainnya kesemuanya tergolong perilaku yang diharamkan, kebiasaan orang-orang jahiliyyah dan perilaku orang-orang ahli syirik.”. [ Siraaj al-‘Aarifiin hal 57 ].","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"واتفقوا على أن ما كان من جنس دعوة الكواكب السابقة أو غيرها أو خطابها أو السجود لها والتقرب إليها بما يناسبها من اللباس والخواتم والنجوم ونحو ذلك فإنه كفر وهو أعظم أبواب الشر –إلى أن قال- ولا يجوز الإستعانة بالجن في قضاء حوائجه وامتثال أوامره وإخباره بشيء من المغيبات ونحو ذلك. اهـ\r“Ulama sepakat bahwa perbuatan sejenis menyeru pada planet-planet, berkomunikasi, sujud, ibadah padanya dengan hal-hal yang layak dengannya seperti aneka pakaian, cincin, bintang-bintang maka termasuk perbuatan kufur dan tergolong paling agungnya perbuatan kotor...Dan tidak boleh meminta pertolongan pada jin untuk memenuhi keinginannya, menjalani perintah-perintahnya, mempercayai berita yang mereka bawa dari alam ghaib dan lain sebagainya.”. [ Ittihaaf as-Saadah al-Muttaqiin II/286 ].\rفائدة من ذبح تقربا لله تعالى لدفع شر الجن عنه لم يحرم أو بقصدهم حرم (قوله فائدة من ذبح) أي شيئا من الإبل أو البقر أو الغنم (وقوله تقربا لله تعالى) أي بقصد التقرب والعبادة لله تعالى وحده وقوله لدفع شر الجن عنه علة الذبح أي الذبح تقربا لأجل أن الله سبحانه وتعالى يكفي الذابح شر الجن عنه وقوله لم يحرم أي ذبحه وصارت ذبيحته مذكاة لأن ذبحه لله لا لغيره (قوله أو بقصدهم حرم) أي أو ذبح بقصد الجن لا تقربا إلى الله حرم ذبحه وصارت ذبيحته ميتة بل إن قصد التقرب والعبادة للجن كفر كما مر فيما يذبح عند لقاء السلطان أو زيارة نحو ولي اهـ","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"“Faedah, barangsiapa menyembelih karena mendekatkan diri pada Allah untuk menolak gangguan jin maka tidak haram, bila penyembelihan karena murni menolak gangguan jin maka haram.(Keterangan barangsiapa menyembelih) baik unta atau lainnya dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah karena ingin menolak gangguan jin, karena Allah lah yang maha mencukupi dengan mendekatkan diri padanya lewat cara menyembelih binatang dia berharap gangguan jin dapat terhilangkan.(keterangan bila penyembelihan karena murni menolak gangguan jin) artinya penyembelihannya bertujuan menolak gangguan jin bukan mendekatkan diri pada Allah maka haram sembelihannya dan sembelihannya dihukumi bangkai bahkan bila tujuannya mendekatkan diri dan ibadah pada jin maka ia kufur seperti keterangan yang telah lewat dalam masalah menyembelih saat bertemu pemimpin atau atau ziarah semacam wali”. [ I’aanah at-Thoolibiin II/349 ].\rومن الأول أيضا ما عم به الإبتلاء من تزيين الشيطان للعامة تخلية حائط أي بأن يخلقوه بالخلوق وهو نوع من الطب أو تخليط عمود وتعظيم نحو عين أو حجر أو شجرة لرجاء شفاء أو قضاء حاجة وقبائحهم في هذا ظاهرة غنية من الإيضاح والبيان. اهـ\r[ Siraaj at-Thoolibiin I/110 ].","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي - (ج 2 / ص 68)[فائدة]: حكم العرف والعادة حكم منكر ومعارضة لأحكام الله ورسوله، وهو من بقايا الجاهلية في كفرهم بما جاء به نبينا محمد عليه الصلاة والسلام بإبطاله، فمن استحله من المسلمين مع العلم بتحريمه حكم بكفره وارتداده، واستحق الخلود في النار نعوذ بالله من ذلك اهـ فتاوى بامخرمة. ومنها يجب أن تكون الأحكام كلها بوجه الشرع الشريف، وأما أحكام السياسة فما هي إلا ظنون وأوهام، فكم فيها من مأخوذ بغير جناية وذلك حرام، وأما أحكام العادة والعرف فقد مرّ كفر مستحله، ولو كان في موضع من يعرف الشرع لم يجز له أن يحكم أو يفتي بغير مقتضاه\r[ Bughyah al-Mustarsyidiin Li as-Sayyid Ba ‘alawy al-Hadhramy II/68 ].\r> Abdurrahman As-syafi'i\rWa'alaikum salam wr.wb. Islam tidak mengenal istilah ruwatan karena ruwatan identik dengan kepercayaan pada hari-hari sial..Tidak ada hari pembawa sial karena dalam islam semua hari adalah sama..\rمن يسال عن النحس وما بعده لاجاب الاعراض عنه و تصفيه ما فعله و يبين قبحه و ان ذالك من سنة اليهود لا من هدي المسلمين المتوكلين على خالقهم و بارئهم الذين لا يحسبون و على ربهم يتوكلون. و ما ينقل من الايام المنقوطة و نحوها عن علي كرم الله وجهه باطل كذب لا اصل له فليحذر من ذالك\r(الفتاوى الحديثيه)\r\"Barang siapa yang bertanya tentang hari sial dan sesudahnya untuk mendatangkan kehormatan dan memilih apa yang harus dikerjakan serta menjelaskan keburukannya,semua itu merupakan kebiasaan orang yahudi dan bukan petunjuk orang islam yang bertawakal pada penciptanya yang senantiasa tidak pernah menghitung thd Tuhannya serta bertawakal...\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/369208276435320/\r1292. ORANG MATI DAPAT MENDENGAR DO'A KITA","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"PERTANYAAN :\rWhandy Bara\rApakah orag mati dapat mendengar doa kita ? mohon jwbnx\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rDari penjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat \"Fainnaka laa tusmi'ul mautaa...\" (maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orangyang mati itu dapat mendengar....\" adalah berkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullah saw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telah meninggal bebarapa hari. Saat itu Rasulullah saw ditanyaoleh Umar bin Khattab ra:\rيا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده ما أنتمبأسمع منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا\rYa Rasulullah, apakah engkaumemanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi'ul mauta ?\rLalu dijawab oleh Rasulullah saw: \"Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggup mendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidakmampu menjawab.\" (HR. Muslim dari Imam Anas ra)\rMenurut hadits Shohihaini(Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicara kepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang disumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (ya fulan bin fulan 2x) \"Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmudengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dari Tuhanku.\"","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"Dalam penjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw ituadalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi'ah dan Syaibah bin Robi'ah. Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy.\rHaditstersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lain menyebutkan bahwa orang yang mati apabila sudah dikuburkan dan orang yang menguburkan itu kembali pulang, maka dia (ahli kubur) itu mampu mendengar gesekan suara sendal.\rziarah Menurut Imam AlQurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap samasekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapiyang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanya berpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).\r> Ilman Nafi'an\rDiriwayatkan ibnu abdil bar :orang-orang yang telah meninggal mereka tahu siapa yang datang(ziyaroh) kepadanya dan mreka mendngar undangan mereka yang ziarah dan mreka menjawab salam mreka.dr abu hurairoh,nabi bersabda:ktk seseorg mlwati suatu quburan yang ia kenal kmudian mengucapkan salam maka ahli qubur itu menjwb salamya dan mengetahui orang itu.dan ketka ia mlewati kburan yang tidak ia kenal kmdian mengucapkan salam kepada ahli qubur maka ahli qubur itu menjawab salamya.","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"Diriwayatkan dari abu hurairoh : abu rozin brkata,ya rosulallah sesungguhya aku brjalan trhadap mereka yang telah meninggal,apakah aku mengucpkan sesuatu kpada merka ketika aku lewat?nabi SAW brsabda: katakanlah \"as salamu alaikum ya ahlal quburi minal muslimiin wal mu'miniin antum lana salafun wa nahnu lakum tabba'un wa innaa in sya'a allahu bikum lahikuuna\".kmudian abu rozin brkata:ya rosulallah,apakah mreka mendgar? nabi SAW brsbda : mreka mendgar tetapi mreka tidak kuasa untuk menjwabnya.\rHadis \"yasma'uuna wa lakin la yastathi'uuna an yujiibuu\" mereka yang mengucapkan salam kepadanya mendengar jika tidak maka mreka menjawab tetapi kalian tidak mendgar jawaban salam mrka(mautaa). [ ahwalul mauta 5-6 ].\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/370413902981424/\r1327. KHILAFIYYAH MENGENAI NABI MUHAMMAD MELIHAT ALLAH SWT\rPERTANYAAN :\rAan Farhan\rAssalamu'alaikum, mohon dijelaskan. ini bukan test atau nyoba. Dalam lu'lu wal marjan di hadits no 111 dikatakan bahwa siti aisyah berkata, ini cm salah 1 aja. \"man haddatsaka anna muhammad roa robbahu faqod kadzzaba.\"\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Memang terdapat perbedaan pendapat mengenai \"melihatnya baginda Nabi Muhammad pada Allah Taala\" dan Aisyah termasuk yang meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW tidak dapat melihat Tuhannya","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"{ مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى (11) }{ مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى } قرأ أبو جعفر \"ما كذَّب الفؤاد\" بتشديد الذال أي: ما كذب قلب محمد صلى الله عليه وسلم ما رأى بعينه تلك الليلة، بل صدقه وحققه، وقرأ الآخرون بالتخفيف أي: ما كذب فؤاد محمد صلى الله عليه وسلم الذي رأى بل صدقه، يقال: كذبه إذا قال له الكذب مجازه: ما كذب الفؤاد فيما رأى، واختلفوا في الذي رآه، فقال قوم: رأى جبريل، وهو قول ابن مسعود وعائشة.أخبرنا إسماعيل بن عبدالقاهر، أخبرنا عبدالغافر بن محمد، أخبرنا محمد بن عيسى، حدثنا إبراهيم بن محمد بن سفيان، حدثنا مسلم بن الحجاج، حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة، حدثنا حفص هو ابن غياث عن الشيباني عن زِرٍّ عن عبدالله قال: \"ما كذب الفؤاد ما رأى\" قال: رأى جبريل له ستمائة جناح (1) .وقال آخرون: هو الله عز وجل. ثم اختلفوا في معنى الرؤية، فقال بعضهم: جعل بصره في فؤاده فرآه بفؤاده، وهو قول ابن عباس.أخبرنا إسماعيل بن عبدالقاهر، أخبرنا عبدالغافر بن محمد، أخبرنا محمد بن عيسى الجلودي، حدثنا إبراهيم بن محمد بن سفيان، حدثنا مسلم بن حجاج، حدثنا أبو سعيد الأشج، حدثنا وكيع، حدثنا الأعمش عن زياد بن الحصين عن أبي العالية عن ابن عباس: \"ما كذب الفؤاد ما رأى\". \"ولقد رآه نزلة أخرى\" قال: رآه بفؤاده مرتين (2) .وذهب جماعة إلى أنه رآه بعينه 143/أ وهو قول أنس والحسن وعكرمة، قالوا: رأى محمد ربه (3) ، وروى عكرمة عن ابن عباس قال: إن الله اصطفى إبراهيم بالخُلة واصطفى موسى بالكلام واصطفى محمدًا صلى الله عليه وسلم بالرؤية (4) .\r__________\r(1) أخرجه مسلم في الإيمان، باب ذكر سدرة المنتهى برقم: (174): 1 / 158، والبخاري في التفسير - تفسير سورة النجم، باب (فأوحى إلى عبده ما أوحى): 8 / 610.\r(2) أخرجه مسلم في الإيمان، باب معنى قول الله عز وجل: (ولقد رآه نزلة أخرى000) برقم: (176","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"(3) ذكر ذلك ابن كثير:4 / 251 وقال: \"فيه نظر والله أعلم\" وعزاه السيوطي في الدر المنثور: 7 / 647 لابن مردويه.\r(4) أخرجه الطبري: 27 / 48.\r“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (QS. 53:11). Para Ulama berselisih pendapat tentang yang telah dilihat oleh Nabi Muhammad, Sebagian Ulama menyatakan “Beliau melihat Jibril As.”, dan pendapat ini adalah pernyataan Ibn Mas’ud dan ‘Aisyah ra.Diriwayatkan dari Abdillah Bin Mas’ud ra “Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (QS. 53:11)” Beliau melihat Jibril As. Dengan 600 sayap” (HR. Bukhari-Muslim)\rSebagian Ulama lain menyatakan bahwa yang dilihat oleh Baginda Nabi adalah Allah SWT, kemudian cara melihat nabi Muhammad pada Allah juga terdapat perbedaan pendapat diantara Ulama :\r1. Penglihatan beliau diletakkan pada hatinya, kemudian dengan mata hatinya beliau melihat Allah, Ini pendapat Ibn Abbas ra.\r“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (QS. 53:11)”. “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada waktu yang lain” (QS. 53:13). Ibn Abbas berkata “Beliau melihat Allah dengan mata hatinya dua kali” (HR. Muslim)\r2. Pendapat lainnya menyatakan bahwa beliau melihat Allah dengan kedua mata kepalanya, ini adalah pendapat sahabat Anas Bin malik , Hasan al-Bashri dan Ikrimah ra. “ Sesungguhnya Allah telah memilih Ibrahim sebagai kekasihNya, memilih Musa dengan firmanNya dan memilih Muhammad SAW dengan dapat melihatNya” (HR. At-Thobry). [ Tafsiir al-Baghowy XI/407 ].","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"باب حديث عائشة عن رؤية النبي صلى الله عليه وسلم ربهباب 4855- حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا يَا أُمَّتَاهْ هَلْ رَأَى مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ فَقَالَتْ لَقَدْ قَفَّ شَعَرِي مِمَّا قُلْتَ أَيْنَ أَنْتَ مِنْ ثَلاَثٍ مَنْ حَدَّثَكَهُنَّ فَقَدْ كَذَبَ مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ {لاَ تُدْرِكُهُ الأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ} {وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلاَّ وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ} وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ {وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا} وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ كَتَمَ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ {يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ} الآيَةَ وَلَكِنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَم فِي صُورَتِهِ مَرَّتَيْن\"قوله: \"حدثنا يحيى\" هو ابن موسى. قوله: \"عن عامر\" هو الشعبي. قوله: \"عن مسروق\" في رواية الترمذي زيادة قصة في سياقه، فأخرج من طريق مجالد عن الشعبي قال: \"لقي ابن عباس كعبا بعرفة فسأله عن شيء فكبر كعب حتى جاوبته الجبال، فقال ابن عباس: إنا بنو هاشم، فقال له كعب إن الله قسم رؤيته وكلامه\" هكذا في سياق الترمذي، وعند عبد الرزاق من هذا الوجه\" فقال ابن عباس: إنا بنو هاشم نقول إن محمدا رأى ربه مرتين، فكبر كعب وقال: إن الله قسم رؤيته وكلامه بين موسى ومحمد، فكلم موسى مرتين ورآه محمد مرتين.","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"Diriwayatkan dari ‘Aamir dari Masruuq, Masruq bertanya kepada Aisyah r.a; “Wahai ibunda, apakah Muhammad SAW telah Melihat Tuhannya?”Aisyah menjawab; “Rambutku menjadi kering karena ucapanmu itu. Kamu termasuk yang mana di antara ketiga orang yang berbohong? Yaitu barang siapa mengatakan bahwa Muhammad telah Melihat Tuhannya maka dia berbohong.”\rKemudian Aisyah membacakan ayat; Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Maha halus lagi Maha Mengetahui.(Qs.Al An'am;103).Dan ayat; Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir.\r(Qs. Asy-Syura:15) : “ Dan barang siapa mengatakan bahwa Muhammad mengetahui kejadian esok hari maka dia berbohong.” Kemudian Aisyah membacakan ayat “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok. “ (QS. 31:34)\r“Dan barang siapa mengatakan bahwa Muhammad menyembunyikan (apa yang didapat dari Tuhannya) maka dia berbohong.” Kemudian Aisyah membacakan ayat “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS. 5:67).Hanya saja beliau melihat Malaikat Jibril dua kali”","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Namun Ibn Abbas berpendapat lain, bahwa pengertian ayat yang terdapat pada firman Allah (QS. 53:11) dan (QS. 53:13) bahwa yang dilihat oleh Nabi adalah Allah tidak sebagaimana penafsiran ‘Aisyah diatas sehingga suatu saat saat Ibn Abbas bertemu Ka’b beliau berkata “Kami adalah keturunan Bani Hasyim, sesungguhnya Muhammad SAW melihat Tuhannya dua kali” Kemudian Ka’b bertakbir dan berkata “Sesungguhnya Allah telah membagi penglihatan dan firmanNya antara Musa dan Muhammad, Allah firmani Musa dua kali dan Allah perlihatkan (diriNya) pada Muhammad dua kali”. [ Fath al-Baari VIII/606 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/375240839165397/\r1329. ARTI GELAR AL-MASIIH PADA NABI ISA AS. DAN DAJJAAL\rPERTANYAAN :\rImtiyaz Qirani\rAssalamu 'alaikum. Aku mo tanya apa bedanya isa al masih dan al masihud dajjal ? syukron...\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alikumsalam. ARTI GELAR AL-MASIIH PADA NABI ISA AS. DAN DAJJAAL\rوأخرج ابن جرير وابن المنذر وابن أبي حاتم عن إبراهيم قال : المسيح الصديق وأخرج ابن جرير عن سعيد قال : إنما سمي المسيح لأنه مسح بالبركة وأخرج ابن أبي حاتم عن يحيى بن عبد الرحمن الثقفي أن عيسى كان سائحا ولذلك سمي المسيح كان يمسي بأرض ويصبح بأخرى وأنه لم يتزوج حتى رفع","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"Ibn Jariir, Ibn Mundzir dan Abu Haatim “Arti al-Masih (gelar nabi Isa As) adalah orang yang sangat jujur”.Ibn Jariir dari Sa’id “Isa digelari al-Masih karena ia diusap dengan keberkahan atau karena setiap usapannya mengandung keberkahan (setiap penyakit yang beliau usap, sembuh).Yahya Bin Abdur rahman ats-Tsaqafy “Nabi isa adalah adalah petualang, ia memasuki sore hari disatu tempat dan saat pagi hari ditempat lainnya karenanya ia digelari al-Masih atau karena beliau tidak beristri hingga terangkat kelangit”. [ Ad-Durr al-Mantsuur II/198 ].\rو {المسيح} : فعيل بمعنى مفعول ، لأنه مُسِحَ من الأقذار ، أي : طهر منها ، أو مسح بالبركة ، أو كان مسيح القدم ، لا أخمص له ، أو مسحه جبريل بجناحه من الشيطان. أو بمعنى فاعل ؛ لأنه كان يمسح المرضى فيبرؤون ، أو يمسح عين الأعمى فيبصر ، أو لأنه كان يسيح في الأرض ولا يقيم في مكان ؛ فتكون الميم زائدة.وأما المسيح الدجّال فإنه ممسوح إحدى العينين ، أو لأنه يطوف الأرض ويمسحها ، إلا مكة والمدينة ، والحاصل : أن عيسى مسيح الخير ، والدجال مسيح الشر ، ولذلك قيل : إن المسيح يقتل المسيح.","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"“Al-Masiih adalah (mengikuti wazan) fa’iilun dengan makna maf’uulun (obyek), karena beliau disucikan dari segala jenis kotoran atau karena beliau diusap dengan keberkahan, atau telapak kakinya terusap (tiada bagian lekuk dari telapak kaki baginya), atau karena Malaikat Jibril telah mengusap beliau dengan sayapnya dari godaan syetan.Al-Masiih mengikuti wazan fa’iilun juga dapat memakai makna Faa’ilun (pelaku), karena beliau mengusap orang-orang yang sakit kemudian menjadi sembuh, atau karena beliau mengusap orang buta kemudian dapat melihat, atau karena beliau penjelajah yang tidak menetap disatu tempat, dengan demikian mim pada al-masiih adalah tambahan. Sedang al-Masiih pada DAJJAAL karena ia terhpus salah satu dari kedua matanya, atau karena ia mampu menjelajahi semua daerah kecuali makkah dan madinah.\rKesimpulannya, bahwa al-masiih pada gelar nabi Isa As berkonotasi pada arti kebaikan sedang pada Dajjal pada kejelekan, karenanya dikatakan “Al-Masiih memerangi al-Masiih”. [ Al-Bahr al-Madiid I/424 ].\r> Al-alanaem Alghozli\rDihapus salah satu matanya maksudya gmana?\r> Masaji Antoro\rMaksudnya :\rلأنه ممسوح إحدى العينين كأنها عين طافية\rKarena ia terhapus salah satu dari kedua matanya, matatanya bundaran yang menonjol. [ Al-kasyf wal Bayaan III/68 ].\r(حديث مرفوع) حَدِيثٌ : \" الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى ، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ \" ، متفق عليه\r“Sesungguh Dajjal buta mata yang kanan mata seperti anggur yang menonjol.” [HR. Bukhori-Muslim]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/371225136233634/","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"1352. ETIKA TINGGAL SERUMAH DENGAN KELUARGA NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\rSandono Bin Coprozz\rAssalamu'alaikum,poro yai,asatidz,dulur piss semua,mhon pncerahanya...Bagaimana sikap/etika kita bila tinggal serumah,dan braktifitas brsama kluarga non muslim...maturnembahnuwun...\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Diperbolehkan bergaul dan interaksi sosial dengan baik dan elegan (al-mu’asyarah al-jamilah) dengan mereka di dunia.\rواعلم أن كون المؤمن موالياً للكافر يحتمل ثلاثة أوجه أحدها : أن يكون راضياً بكفره ويتولاه لأجله ، وهذا ممنوع منه لأن كل من فعل ذلك كان مصوباً له في ذلك الدين ، وتصويب الكفر كفر والرضا بالكفر كفر ، فيستحيل أن يبقى مؤمناً مع كونه بهذه الصفة . وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر ، وذلك غير ممنوع منه . والقسم الثالث : وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة ، والمظاهرة ، والنصرة إما بسبب القرابة ، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه ، وذلك يخرجه عن الإسلام\r“Ketahuilah bahwa orang Muslim mencintai non-Muslim (kafir) melihat tiga situasi dan sikap :\r1.…Tidak boleh jika rida akan ke-kafir-an dan bahkan mencintai orang kafir lantaran kekafirannya. Hal ini dilarang. Sebab rida akan kekafiran adalah kafir.\r2.…Pergaulan dan interaksi sosial dengan baik dan elegan (al-mu’asyarah al-jamilah) di dunia. Dan hal ini boleh atau tidak dilarang.\r3.…Menolong orang kafir, entah dengan sebab ada tali persaudaraan (kerabat) atau dengan sebab simpati (cinta), dan serta tetap meyakini bahwa agamanya adalah tidak benar..”","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"[ as-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi, Murah Labidz yang dikenal dengan nama Tafsir an-Nawawi I/ 94 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/380328461989968/\r1355. WALIMAH AL-HAML (MITONI, NELONI)\rPERTANYAAN :\rMuhammad Salman Al-farisi\rassalamualaikm ,,,maaf sblum nya,ana btuh pnjlasan tntang kalau istilah di kampung sring di adakan walimah tujuh bulanan/empat bulanan sya mau tau tntang qaol ulama yang mnganjurkan ni ,,\rJAWABAN :\r> Alif Jum'an Azend\rDeskripsi masalah :\rSudah menjadi hal yang lumrah, bila kehadiran buah hati adalah sesuatu yang sangat diharapkan oleh pasangan suami istri, sehingga ketika sang istri tercinta hamil mereka mengadakan acara-acara tertentu demi kebaikan sang buah hati, diantaranya: acara 3 bulanan (neloni; Jawa) 4 bulanan (ngupati:Jawa) dan 7 bulanan (mitoni: Jawa). PP. LANGITAN Tuban.\rPertanyaan :\ra. Adakah dasar dalam syariat tentang hal-hal di atas (acara neloni,ngupati dan mitoni)?\rJawaban :\ra. Secara khusus tidak ditemukan dasar dalam syariat. Hanya saja, dalam fikih disampaikan bahwa apabila dalam kegiatan tersebut tidak terdapat hal-hal yang dilarang agama bahkan merupakan kebajikan seperti sodaqoh, qiro'atul qur'an dan sholawat kepada Nabi serta tidak meyakini bahwa penentuan waktu itu adalah sunnah, maka hukumnya diperbolehkan. REFERENSI :\r- Qurrotul 'Ain hal. 158\r- Tafsir Ibnu Katsir juz 3 hal. 525\r- Fatawy al Fiqhiyyah al Kubro juz 2 hal. 7\r- I'anah al Thalibin juz 3 hal. 414\r- Bughyah al Mustarsyidin hal. 74","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"[ Sumber : HASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL FMPP ke-23 SE-JAWA MADURA di PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Rabu-Kamis, 25-26 Mei 2011 M. / 22-23 J. Akhir 1432 H. ].\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Walimah al-Hamli bukan tergolong walimah yang disyariatkan dalam Islam, selagi dalam pelaksanaannya tidak disertai hal-hal yang tercela maka tidak menjadi BID’AH yang QABIIH (tercela).\rسؤال ما قولكم في حكم وليمة الحمل...... الجواب والله الموفق للصواب ان وليمة الحمل المذكورة في السؤال ليست من الولائم المشروعية فهي بدعة وقد تكون بدعة قبيحة لما يصحبها العادات الذميمة\rPERTANYAAN : Bagaimana pendapat tuan tentang Walimah al-Haml ?\rJAWABAN : Semoga Allah selalu memberikan taufiq pada kebenaran, sesungguhnya walimah al-haml yang ditanyakan dalam soal diatas tidak tergolong walimah-walimah yang diperlakukan oleh syariat Islam, walimah tersebut termasuk bidah dan bahkan bisa menjadi bid’ah yang jelek bila disertai dengan adat-adat yang tercela. [ Qurrah al-‘Aiin Bi Fataawa as-Syaikh Ismail az-Zain Hal. 182 ].\rقَالَ الشَّافِعِيُّ ، رَحِمَهُ اللَّهُ : \" الْوَلِيمَةُ الَّتِي تُعْرَفُ : وَلِيمَةُ الْعُرْسِ ، وَكُلُّ دَعْوَةٍ عَلَى إِمْلَاكٍ أَوْ نِفَاسٍ أَوْ خِتَانٍ أَوْ حَادِثِ سُرُورٍ ، فَدُعِيَ إِلَيْهَا رَجُلٌ ، فَاسْمُ الْوَلِيمَةِ يَقَعُ عَلَيْهَا\rImam as-Syafi’i berkata “Walimah yang dikenal (dalam islam) adalah walimah ‘Urs dan setiap jamuan yang diadakan atas dasar mendapatkan sesuatu, persalinan, khitanan atau kebahagiaan yang baru diperoleh kemudian jamuan tersebut dijadikan undangan maka nama walimah layak disematkan padanya”. [ Al-Haawy fii Fiqh as-Syaafi’i IX/555 ].","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"ISTILAH-ISTILAH WALIMAH YANG DIKENAL DALAM ISLAM\rويقال لدعوة الختان إعذار ولدعوة الولادة عقيقة ولسلامة المرأة من الطلق خرس وقيل الخرس لطعام الولادة ولقدوم المسافر نقيعة ولإحداث البناء وكيرة ولما يتخذ للمصيبة وضيمة ولما يتخذ بلا سبب مأدبة\rJamuan khitanan disebut “ I’DZAAR ”, Jamuan kelahiran disebut “ AQIQAH “, jamuan terselamatkannya wanita dari jatuhnya talak disebut “ KHARS “ namun pendapat lain menyatakan khars adalah jamuan untuk kelahiran anak, Jamuan sampainya seseorang dari bepergian disebut “ NAQI’AH “, Jamuan seusai membangun rumah disebut “ WAKIIRAH “, jamuan selamat dari bencana disebut “ WADHIMAH “, dan jamuan yang diadakan tanpa alasan disebut “ MA’DABAH “. [ Raudhah at-Thoolibiin III/64 ].\rوَالْوَلَائِمُ سِتٌّ : وَلِيمَةُ الْعُرْسِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى اجْتِمَاعِ الزَّوْجَيْنِ . وَوَلِيمَةُ الْخُرْسِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى وِلَادَةِ الْوَلَدِ . وَوَلِيمَةُ الْإِعْذَارِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى الْخِتَانِ . وَوَلِيمَةُ الْوَكِيرَةِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى بِنَاءِ الدَّارِ . قَالَ الشَّاعِرُ : كُلُّ الطَّعَامِ تَشْتَهِي رَبِيعَةُ الْخُرْسُ وَالْإِعْذَارُ وَالْوَكِيرَهْ وَوَلِيمَةُ النَّقِيعَةِ : وَهِيَ وَلِيمَةُ الْقَادِمِ مِنْ سَفَرِهِ ، وَرُبَّمَا سَمُّوا النَّاقَةَ الَّتِي تُنْحَرُ لِلْقَادِمِ نَقِيعَةً ، قَالَ الشَّاعِرُ : إِنَّا لَنَضْرِبُ بِالسُّيُوفِ رُءُوسَهُمْ ضَرْبَ الْقُدَارِ نَقِيعَةَ الْقُدَّامِ وَوَلِيمَةُ الْمَأْدُبَةِ : هِيَ الْوَلِيمَةُ لِغَيْرِ سَبَبٍ . فَإِنَّ خُصَّ بِالْوَلِيمَةِ جَمِيعُ النَّاسِ سُمِّيَتْ جَفَلَى ، وَإِنْ خُصَّ بِهَا بَعْضُ النَّاسِ ، سُمِّيَتْ نَقَرَى\rMacam Walimah yang dikenal dalam Islam ada enam :","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"• Walimah ‘Urs : Walimah yang diadakan atas dasar pertemuan dua insan dalam membentuk rumah tangga\r• Walimah Khurs : Walimah yang diadakan atas dasar lahirnya seorang anak\r• Walimah I’dzaar : Walimah yang diadakan atas dasar khitanan\r• Walimah Wakiirah : Walimah yang diadakan atas dasar membangun rumah\r• Walimah Naqii’ah : Walimah yang diadakan atas dasar kedatangan seseorang dari bepergian\r• Walimah Ma’dabah : Walimah yang diadakan atas dasar tanpa sebabBila undangan walimah tersebut mencakup semua lapisan masyarakat dinamakan ‘JAFLAA’, bila hanya sebatas kalangan tertentu saja dinamakan ‘NAQRAA’. [ Al-Haawy fii Fiqh as-Syaafi’i IX/555 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/368036069885874/\r1368. RUH TERBUAT DARI APA ?\rPERTANYAAN :\rBadru Zaman\rAssalamu'alaikum wr wb. RUH itu terbuat dari apa ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rRuh itu menurut imam malik adalah shuroh yang bentuknya seperti jasad\rلمالك هى صورة كالجسد......فحسبك النص بهذا السند\r[ jauharotut tauhid ].\r> Radhin El-Maujudy\rIkut jawb ah.. Allah SWT Berfirman, yang artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, Aku menjadikan manusia dari tanah. Maka apabila telah kusempurna kan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya ruhku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya. (QS. Shaad [38]:71-72). Allah menunjukkan bahwa jasad berasal dari tanah dan ruh dari Tuhan semesta alam. (Ihya Ulum Al-Din, 3:58).\r> Yupiter Jet\rTambahan… sedikit aja…","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"وفرّق بعض العلماء بين النفس و الروح فقال الروح هو الذي به الحياة و النفس هي التي بها العقل فإذا نام النائم قَبَضَ الله نفسه ولم يقبض روحه والروح لا يُقبض إلاّ عندَ الموتِ\rAda Ruhun ada Nafsun. Sebagian ulama membedakan:Ruh adalah mesin hidup (tuk hidup).Nafsun adalah mesin akal (berakal). Ketika Sesorang berada dalam keadaaan tidur itu artinya Alloh sedang (telah) mengambil NAFSUN-nya.Adapun ruh diambil alloh, itu terjadi saat proses kematian .\rوبعض اللغويين يُسَوِّي بين النفس والروح فيقول هما شيء واحد إلاّ أنّ النفس مؤنثة والروح مذكّر\rالكتاب : الزاهر فى معانى كلمات الناس\rSecara lafazh, ruhun dan nafsun itu sema’na, perbedaannya ada pada status : Ruuhun mudzakkar dan Nafsun muannats. [ Sumber dari : kitab Azzaahir fii ma’aanii kalimaatin naas ]\rثمَّ اعْلَم أَن الرّوح هُوَ الْجَوْهَر الْعلوِي الَّذِي قيل فِي شَأْنه: {قل الرّوح من أَمر رَبِّي} يَعْنِي أَنه مَوْجُود بِالْأَمر وَهُوَ الَّذِي يسْتَعْمل فِيمَا لَيْسَ لَهُ مَادَّة فَيكون وجوده زمانيا لَا بالخلق، وَهُوَ الَّذِي يسْتَعْمل فِي ماديات، فَيكون وجوده آنيا، فبالأمر تُوجد الْأَرْوَاح، وبالخلق تُوجد الْأَجْسَام المادية قَالَ الله تَعَالَى: {وَمن آيَاته أَن تقوم السَّمَاء وَالْأَرْض بأَمْره} وَقَالَ: {وَالشَّمْس وَالْقَمَر والنجوم مسخرات بأَمْره} والأرواح عندنَا أجسام لَطِيفَة غير مادية، خلافًا للفلاسفة\rالكليات معجم في المصطلحات والفروق اللغوية1/496","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"وَقَالَتْ الْحُكَمَاءُ الرُّوحُ هُوَ الدَّمُ وَلِهَذَا تَنْقَطِعُ الْحَيَاةُ بِنَزْفِهِ وَصَلَاحُ الْبَدَنِ وَفَسَادُهُ بِصَلَاحِ هَذَا الرُّوحِ وَفَسَادِهِ وَمَذْهَبُ أَهْلِ السُّنَّةِ أَنَّ الرُّوحَ هُوَ النَّفْسُ النَّاطِقَةُ الْمُسْتَعِدَّةُ لِلْبَيَانِ وَفَهْمِ الْخِطَابِ وَلَا تَفْنَى بِفَنَاءِ الْجَسَدِ وَأَنَّهُ جَوْهَرٌ لَا عَرَضٌ وَيَشْهَدُ لِهَذَا قَوْله تَعَالَى {بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ} [آل عمران: 169\rالمصباح المنير في غريب الشرح الكبيرالمؤلف: أحمد بن محمد بن علي الفيومي ثم الحموي، أبو العباس (المتوفى: نحو 770هـ)1/242\rWallohu a'lam.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/380215688667912/\r1386. SALIB DALAM ISLAM\rPERTANYAAN :\rعبدالرحيم الثوري\rAssalamu'alaykum. Hukum salib dalam Islam, Mohon dijabarkan hingga penerapannya. Terima kasih ...\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rوأما ما كان خاصا بالكفار وزيا من أزيائهم التى جعلوها علامة لهم كلبس برنيطة وشد زنار وطرطور يهودي وغير ذلك فمن لبسه من االمسلمين رضا بهم وتهاونا باالدين وميلا للكافرين فهو كفر وردة والعياذ بالله ومن لبسه استخفافا بهم واستحسانا للزي دون دين الكفر فهو اثم قريب من المحرم واما من لبسه ضرورة كأسير عند الكفار ومضطر للبس ذلك فلا بأس به وكمن لبسه وهو لا يعلم انه زي خاص بالكفار وعلامة عليهم أصلا لكن اذا علم ذلك وجب خلعه وتركه وأما ما كان من الألبسة التى لا تختص بالكفار وليس علامة عليهم اصلا بل هو من الألبسة العامة المشتركة بيننا وبينهم فلا شيء فى لبسه بل هو حلال جائز وقال العز ابن عبد السلام واما فعلوا على وفق الإيجاب والندب والإباحة فى شرعنا فلايترك لأجل تعاطيهم إياه فإن الشرع لاينهى عنه على التشبه بما أذن الله اهـ(مجموع فتاوى ورسائل ص : 183)\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"Link Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/368696869819794/\r1414. NABI MUHAMMAD SAW MAKHLUK YANG PALING UTAMA\rPERTANYAAN :\rYahya Ibn\rAssalamualaikum, Saya mau tanya, lebih tinggi mana derajat para nabi di banding derajat khulafaurrosidin. Mengingat keterangan dlam kitab daqoiqul akhbar bahw nur khulafaurrosidin itu diciptakan dari nur Nabi Muhammad sebelum nur para nabi diciptakan..Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam\r65- وَأَفْضَلُ الخَلْق عَلَى اْلإِطْلاَقِ - [نبِيُّنَا] فَمِلْ عَنِ الشِّقَاقِ\r66- وَاْلأَنْبِيَا يَلُونَهُ فِي الْفَضْلِ - وَبَعْدَهُمْ ملاَئِكَة ذِي الْفَضْلِ\r67- هذَا وَقَوْمٌ فَصَّلُوا إِذْ فَضَّلُوا - وَبَعْضُ كُلٍّ بَغْضَهُ قَدْ يَفْضُلُ\r“65. Dan paling utamanya makhluk secara muthlak adalah baginda nabi Muhammad SAW. maka jauhilah perselisihan pendapat. Cuplikan Syarh : Karena berselisih pendapat pada bahasan yang telah disepakati ulama tidak diperkenankan.\r66. Kemudian keutamaan derajat setelah baginda Nabi adalah para nabi-nabi lainnya, dan setelahnya para malaikat Allah Ta’ala. Cuplikan Syarh : Sedang keutamaan para nabi sendiri juga berbeda-beda, maka setelah Nabi Muhammad adalah Nabi Ibrahim As, kemudian Nabi Musa As, kemudian Nabi Isa As, kemudian Nabi Nuh As, merekalah yang disebut dengan para ulul azmi.\r67. Yang demikian menurut faham Asya’irah, sedang sebagian golongan (seperti Maturidiyyah) mereka lebih merinci derajat keutamaan tersebut dan setiap masing-masing golongan terdapat keutamaan secara individu atas golongan masing-masing.","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"Cuplikan Syarh :Menurut faham Maturidiyyah bahwa baginda Nabi adalah makhluk paling utama kemudian para nabi lainnya lebih utama ketimbang pemimpin-pemimpin para malaikat, pemimpin para malaikat seperti Jibril As dan Mikail As lebih utama ketimbang manusia secara keseluruhan selain para nabi, seperti para Sahabat nabi, Abu Bakar ra, Umar dll. [ Tuhfah al-Murid Hal 77-78 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/387002184655929/\r1416. FENOMENA YA'JUJ DAN MA'JUJ\rPERTANYAAN :\rFiqa Ro Fiqo\rAssalamu'alaikum wr wb.... Wahai sodara/i seiman mohon penjelasan ya'juj dan ma'juj itu apa sich..... Matur kesuwun^_^\rJAWABAN :\r> Sunde Pati","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"قال الحسن البصرى ان يأجوج ومأجوج أصلهم من ولد يافث بن نوح عليه السلام ويافث أبو الترك ويأجوج ومأجوج من الترك قال وهب بن منبه انما سمى الترك تركا لأن ذا القرنين لما بنى السد على يأجوج ومأجوج كان منهم جماعة غائبون لم يعلموا ببناء السد فتركوا خارج السد فسموا تركا وقال بعضهم ان يأجوج ومأجوج خلقوا من نطفة آدم حين فاض منيه لما أهبط الى الأرض فاختلطت تلك النطفة بالتراب فخلق الله تعالى منها يأجوج ومأجوج وليس هم من حواء فأنكر بعض العلماء هذا القول وقال انه ليس بصحيح. قال ابن عباس رضى الله عنهما ان يأجوج ومأجوج تسعة أجزاء والعالم جميعه جزء واحد ذكر صفاتهم قال السدى انهم على ثلاثة أصناف صنف كالنخل الطويل حتى قيل ان فيهم من طوله مائة وعشرون ذراعا وصنف منهم طوله وعرضه سواء يفترش احدى أذنيه ويلتحف بالأخرى فهذا الجنس لا يترك وحشا ولا ذا روح الا ويأكله ومن مات منهم أكلوه وصنف منهم فى غاية القصر فمنهم من طوله شبر وشبران لا يموت أحدهم حتى يرى له ألف ولد وهم لا يحصون لكثرتهم. وقيل فى الأخبار ان يأجوج ومأجوج يلحسون السد بألسنتهم حتى يروا منه شعاع الشمس اذا غربت ويقولون إذا نفتحه فيأتون اليه فى اليوم الثانى فيجدونه كما كان أولا فى الشدة والسمك وهذا دأبهم الى قيام الساعة فيلحسونه فى آخر الزمان اذا جاء الوعد ويقولون إذا نفتحه ويقولون ان شاء الله فلما يعودون فى اليوم الثانى يجدونه مفتوحا فيخرجون على الناس ويسيحون فى الأرض ويأكلون الأشجار ويشربون الأنهار ويرمون الناس بسهامهم ويفسدون على الناس معيشتهم ويأكلون زروعهم ويرسل الله عليهم الريح التى أهلك الله بها قوم عاد فيموتون فى ساعة واحدة وتنتن الأرض من جيفتهم فيرسل الله تعالى طيورا فتلتقطهم وتلقيهم فى البحر كما تقدم قال الثعلبى ان الناس يلتقطون أسلحتهم من الأرض ولا يزالون يلتقطون ذلك سبع سنين\r[ Bada'i izzuhur hal 100 ].\r> Muhamad Nasir","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"Sekelompok suku bangsa yang hidup di Asia Tengah,jaman Iskandar Agung sudah ada dan dibuatkan Dinding Tembaga .Keberadaannya terkurung dalam suatu tempat dan kelat muncul jaman Nabi Isa turun.Mereka membuat kekacauan dimuka bumi dan serumpun dengan orang Tar-tar(Mongol).\rMereka sering membuat kerusakan dimuka bumi.Ada yang beranggapan Jengis Khan -12 M masih kerabat dekat dengan mereka yang membuat kerusakan di Asia dengan invasinya ke Persia tmsk mengobrak abrik Dinasti Abasyiah ,Eropah Timur ,India,China,Jepang bahkan Pulau Jawa.\rKalau menyimak kitab Badai zuhur mereka Bani Yafits,sedang mereka dekat dengan suku Turki dan China (keturunan Syam bin Nabi Nuh>Nabi Nuh hanya punya 3 keturunan setelah banjir:Yafits,Hafiz dan Sam)\r> Kang As'ad\rSiapakah Ya’juj dan Ma’juj ?? Penjelasan dari Kitab Badai’uz Zuhur karya al-Imam as-Suyuthi :\rقال الحسن البصرى ان يأجوج ومأجوج أصلهم من ولد يافث بن نوح عليه السلام ويافث أبو الترك ويأجوج ومأجوج من الترك\rImam Hasan al-Bashri mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj asalnya adalah keturunan dari Yafets bin Nuh alaihissalam, sedangkan Yafets adalah bapak dari at-Turk dan Ya’juj Ma’juj berasal dari at-Turk.\rقال وهب بن منبه انما سمى الترك تركا لأن ذا القرنين لما بنى السد على يأجوج ومأجوج كان منهم جماعة غائبون لم يعلموا ببناء السد فتركوا خارج السد فسموا تركا","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"Wahab bin Munabbih mengatakan alasan at-Turk disebut dengan turk karena Dzul Qornain ketika membangun dinding untuk mengurung Ya’juj Ma’juj ada sebagian kelompok dari golongan mereka (Ya’juj Ma’juj) yang tidak hadir dan mereka tidak mengetahui tentang dibangunnya dinding, oleh karena itu mereka ditinggalkan diluar dinding, lalu disebutlah mereka dengan turk (ditinggalkan).\rوقال بعضهم ان يأجوج ومأجوج خلقوا من نطفة آدم حين فاض منيه لما أهبط الى الأرض فاختلطت تلك النطفة بالتراب فخلق الله تعالى منها يأجوج ومأجوج وليس هم من حواء فأنكر بعض العلماء هذا القول وقال انه ليس بصحيح.\rSebagian ulama mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj diciptakan dari air mani Adam ketika air maninya tertumpah pada waktu Adam diturunkan ke bumi, kemudian bercampurlah air mani tersebut dengan debu, lalu Allah Ta’ala menciptakan dari debu yang bercampur mani Adam tersebut Ya’juj Ma’juj dan mereka bukan berasal dari Hawa. Sebagian Ulama mengingkari pendapat ini dan menyatakan bahwasanya pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar.\rقال ابن عباس رضى الله عنهما ان يأجوج ومأجوج تسعة أجزاء والعالم جميعه جزء واحد ذكر صفاتهم\rSahabat Ibnu Abbas radliyallahu’anhuma mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj terdiri dari Sembilan bagian sedangkan keseluruhan alam terdiri dari satu bagian yang telah disebutkan sifat-sifat mereka.","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"قال السدى انهم على ثلاثة أصناف صنف كالنخل الطويل حتى قيل ان فيهم من طوله مائة وعشرون ذراعا وصنف منهم طوله وعرضه سواء يفترش احدى أذنيه ويلتحف بالأخرى فهذا الجنس لا يترك وحشا ولا ذا روح الا ويأكله ومن مات منهم أكلوه وصنف منهم فى غاية القصر فمنهم من طوله شبر وشبران لا يموت أحدهم حتى يرى له ألف ولد وهم لا يحصون لكثرتهم\rImam as-Saddy mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj terdiri dari tiga golongan. Golongan pertama seperti pohon kurma yang tinggi, sehingga ada yang menyatakan bahwasanya ada diantara golongan ini yang tingginya 120 dziro’. Golongan kedua memiliki tubuh yang tinggi dan lebarnya sama, mereka memakai salah satu daun telinganya sebagai alas tidur dan daun telinga lainnya sebagai selimut, jenis ini tidak pernah meninggalkan seekor buruan ataupun satu makhluk yang memiliki ruh, kecuali akan dimakan oleh mereka, jika ada satu yang mati diantara mereka, maka yang lain akan memakannya. Golongan ketiga memiliki tubuh yang sangat pendek, sebagian mereka ada yang memiliki tubuh yang hanya satu jengkal atau dua jengkal, salah satu dari jenis ini tidak mati kecuali telah meninggalkan seribu anak, dan jenis ini tidak dapat diperkirakan jumlahnya karena saking banyaknya.","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"وقيل فى الأخبار ان يأجوج ومأجوج يلحسون السد بألسنتهم حتى يروا منه شعاع الشمس اذا غربت ويقولون إذا نفتحه فيأتون اليه فى اليوم الثانى فيجدونه كما كان أولا فى الشدة والسمك وهذا دأبهم الى قيام الساعة فيلحسونه فى آخر الزمان اذا جاء الوعد ويقولون إذا نفتحه ويقولون ان شاء الله فلما يعودون فى اليوم الثانى يجدونه مفتوحا فيخرجون على الناس ويسيحون فى الأرض ويأكلون الأشجار ويشربون الأنهار ويرمون الناس بسهامهم ويفسدون على الناس معيشتهم ويأكلون زروعهم ويرسل الله عليهم الريح التى أهلك الله بها قوم عاد فيموتون فى ساعة واحدة وتنتن الأرض من جيفتهم فيرسل الله تعالى طيورا فتلتقطهم وتلقيهم فى البحر كما تقدم\rDalam sebuah khabar dikatakan bahwa Ya’juj Ma’juj mengerat (mengkrikiti-bahasa jawanya-red) dinding (yang dibangun Dzul Qornain) dengan mulut-mulut mereka sehingga mereka melihat dari celah dinding tersebut sinar matahari tenggelam lalu mereka berkata; “sekarang kita telah membuka dinding tersebut”. Mereka lalu mendatangi dinding tersebut pada hari yang kedua, mereka menemukan dinding tersebut seperti sedia kala dalam kokoh dan tebalnya, dan inilah yang selalu mereka lakukan sampai datangnya hari kiamat.","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"Pada akhir zaman kelak yaitu pada hari yang sudah dijanjikan, mereka kembali mengerat dinding tersebut lalu mereka berkata; “sekarang kita telah membuka dinding tersebut”. Mereka berkata; “Jika Allah menghendaki”. Kemudian mereka mendatangi kembali dinding tersebut pada hari kedua, mereka mendapati dinding tersebut telah terbuka, mereka segera keluar dan mendatangi manusia. Mereka bepergian mengarungi segala penjuru bumi, memakan berbagai pepohonan, meminum semua air yang ada di sungai-sungai, melempari manusia dengan panah-panah mereka, menghancurkan mata pencarian manusia (penghidupan), memakan tanaman-tanaman manusia. (Setelah Ya’juj Ma’juj melakukan itu semua) lalu Allah Ta’ala mengirimkan kepada mereka sebuah angin yang dahulu pernah menghancurkan kaum ad, dan matilah mereka semua (Ya’juj Ma’juj) pada saat itu juga. Udara bumi tercemari oleh bau busuk yang berasal dari bangkai mereka, kemudian Allah Ta’ala mengutus burung-burung untuk mematuk mereka lalu melemparkan bangkai2 mereka ke dalam lautan, seperti keterangan yang telah lalu.\rقال الثعلبى ان الناس يلتقطون أسلحتهم من الأرض ولا يزالون يلتقطون ذلك سبع سنين\rImam ats-Tsa’labi mengatakan bahwa para manusia memunguti pedang-pedang mereka (Ya’juj Ma’juj) di seluruh penjuru bumi, manusia tidak henti-hentinya memunguti pedang-pedang mereka tersebut selama delapan tahun. [ Hlm 100 Shamela ].\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/386953204660827/","part":1,"page":150}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (14)","lvl":1,"sub":0}]}