{"pages":[{"id":1,"text":"[TULISAN INI ADALAH SALAH SATU BENTUK PENGABURAN ASWAJA UNTUK KEPENTINGAN POLITIK HTI]\rKhilafah, Ajaran Aswaja dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara\rHTI-Press. Khilafah adalah ajaran Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) dalam bermasyarakat bernegara. Demikian dikatakan Ust. M. Shiddiq Al-Jawi, salah seorang Ketua DPP HTI dalam Seminar Regional dengan tema “Reaktualisasi Ajaran Aswaja dalam Kehidupan Berbagsa dan Bernegara” yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Fiel Kesugihan Cilacap bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Syari’ah Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Kesugihan Cilacap.\rDalam seminar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fiel pada Rabu, 24 Desember 2008 itu juga menghadirkan 3 pembicara lain dari kalangan NU dan akademisi. Dari kalangan NU hadir Ust. Dr. Ainur Rafiq Dawam, MA dari PBNU dan Ust. Masruhin AM., SAg, MPdI dari PCNU Kabupaten Cilacap. Sementara dari kalangan akademisi hadir Ust. Muhammad Lubab Al-Mubahitsin Sya’bani, dosen IAIIG Kesugihan.","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Lebih jauh Ust. Shiddiq menjelaskan bahwa definisi Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jama’ah), menurut Nashir bin Abdul Karim Al-Aql adalah golongan kaum muslimin yang berpegang dan mengikuti As-Sunnah (sehingga disebut ahlus sunnah) dan bersatu di atas kebenaran (al-haq), bersatu di bawah para imam (khalifah) dan tidak keluar dari jama’ah mereka (sehingga disebut wal jama’ah). Dari pengertian Aswaja ini jelas sekali bahwa ajaran Khilafah dengan sendirinya sangat melekat dengan Aswaja. Khilafah merupakan prinsip dasar yang sama sekali tidak bisa dipisahkan dengan Aswaja. Dengan demikian upaya memisahkan Aswaja dengan Khilafah adalah upaya merusak, menghancurkan dan memalsukan ajaran Aswaja sejak prinsip dasarnya.\rBeliau juga mengatakan bahwa sistem bernegara dan bermasyarakat sekarang, yaitu sistem demokrasi, sama sekali bukan ajaran Aswaja, melainkan konsep kafir penjajah yang haram diterapkan oleh ummat Islam di seluruh dunia.\rSementara itu, dalam kesempatan yang sama Ust. Masruhin mengingatkan bahwa saat ini Aswaja menghadapi ancaman, di antaranya adalah Liberalisme, Sekularisme, dan Plurarisme.\rSeminar yang dimulai pukul 10.30 hingga 15.00 ini dihadiri kaum muslimin baik warga NU, para mahasiswa maupun masyarakat umum lainnya, demikian seperti dilaporkan oleh Humas HTI Cilacap. (li)","part":1,"page":2}],"titles":[{"id":1,"title":"Khilafah=ASWAJA - kata HTI","lvl":1,"sub":0}]}