{"pages":[{"id":1,"text":"3\r2604. SUCIKAH AIR HUJAN DARAH ( AIRNYA BERWARNA MERAH ) SEPERTI DI INDIA ?\rPERTANYAAN :\r> Ibnu Al-Ihsany\rAssalamualaikum. Ada rumusan hukum bersuci menggunakan air hujan berwarna merah (yang terkenal dengan hujan darah) yang terjadi di india, tidak ? Mohon ditampilkan hasilnya. Terimakasih. Wassalamualaikum.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumussalam, setiap air yang turun dari langit atau nyumber dari bumi semuanya suci dan menyucikan walaupun berwarna tidak seperti biasanya misal berwarna merah atau hitam, baik tawar maupun asin, ataupun berbau wangi :\r.المياه التي يجوز أى يصح التطهير بها سبع مياه__ويجمع هذه السبعة قولك ما نزل من السماء أو نبع من الأرض على أي صفة كانت من أصل الخلقة، أى حال كونه على أي صفة كانت من طعم ككونه حلوا أو ملحا أو لون ككونه أبيض أو أسود أو أحمر أو ريح كأن يكون له رائحة طيبة. الباجوري 1/25-28\rIbnu Al-Ihsany > Dalam ibarot di atas itu jika memang benar air, sehingga sesuai dengan pertanyaan. Tapi jika memang benar-benar darah yang turun bagaimana hukumnya ? Bagaimana denga ibarat di fathul qorib yang lafadznya \" yajma'uha qouluka ma nazala minas sama' wa ma naba'a minal ardh ala ayyi shifatin kanat min asli khilqoh \" kalau tidak salah begitu redaksinya... Ala ayyi shifatin kanat min ashlil khilqoh bukannya mncakup apapun wujudnya yang turun dari langit dan yang bersumber dari bumi ?.\rKalau nyata-nyata berupa darah maka tidak menyucikan, ibaroh di fathul qorib itu menerangkan kalau yang turun berupa air.\r> Raden Mas LeyehLeyeh\rالمغني لابن قدامة","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"وقال القاضي : هذا احتراز من المتغير بالتراب ; لأنه يصفو عنه ، ويزايل اسمه اسمه . وقد دلت هذه المسألة على أحكام منها إباحة الطهارة بكل ماء موصوف بهذه الصفة التي ذكرها ، على أي صفة كان من أصل الخلقة ، من الحرارة والبرودة ، والعذوبة والملوحة ، نزل من السماء ، أو نبع من الأرض ، في بحر أو نهر أو بئر أو غدير ، أو غير ذلك\rYang turun dari langit atau yang bersumber dari bumi itu harus berupa air, meski dengan sifat yang berbeda-beda.\r> Alif Jum'an Azend\rSedikit artikel tentang hujan darah / air berwarna merah :\rHUJAN DARAH DI INDIA\rMinggu, 22 Agustus 2010 - Sepanjang sejarah, hujan merah sering kali turun. Di Inggris, India dan Kolumbia. Beberapa bertepatan dengan saat meteor besar turun atau komet melintas. Ini berita lama. Sudah hampir sepuluh tahun. Hujan berwarna merah adalah fenomena yang diamati secara sporadis dari tanggal 25 juli hingga 23 september 2001 di Negara Bagian Kerala, India. Hujan ini turun di daerah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung selama 20 menit. Penduduk setempat menemukan pakaian mereka yang dijemur menjadi merah seperti darah. Penduduk juga melaporkan adanya ledakan dan hujan rintik-rintik sebelum ledakan tersebut. Ledakan yang diduga berasal dari sebuah meteor. Hujan kuning, hijau dan hitam juga dilaporkan sempat turun. Di saat hujan reda, dedaunan terlihat terbakar.","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"Fotomikrograf yang menunjukkan lumut kerak Trentepohlia dengan haematokrom di dalamnya. Ini adalah sampel yang diambil dari distrik Kottayam pada tanggal 16 agustus 2001, 22 hari setelah hujan merah turun di sana. Tim peneliti menemukan kalau hampir semua pohon, batuan dan bahkan tiang listrik ditempeli dengan lumut kerak Trentepohlia (Sampath et al, 2001).\rDr. Godfrey Louis, Fisikawan dari Universitas Mahatma Ghandi, Kerala, pada akhirnya tiba pada kesimpulan kalau penyebab hujan merah ini ekstrateresterial. Well, penjelasan yang aneh. Menurut beliau alasannya adalah partikel merah itu hampir tampak biologis dan mirip sel, walau tidak memiliki DNA. Penjelasan yang lebih alami mungkin berasal dari perbandingan hujan sejenis. Di Hiroshima, pernah turun hujan hitam. Hujan berwarna hitam ini jelas berasal dari debu radioaktif akibat jatuhnya bom atom di sana. Mungkinkah penjelasan hujan merah bersifat kimia, bukannya biologis? Atau mungkin penjelasan fisika, seperti hujan yang membawa debu dari semenanjung Arabia.","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Tapi berdasarkan klaim Godfrey Louis, hujan ini memiliki sampel yang jelas biologis. Ia mengajukan penjelasan yang berbasis pada teori Panspermia, yaitu kehidupan yang berasal dari komet atau mungkin asteroid. Asteroid pembawa agen biologis tersebut mengalami kontak di atmosfer bumi dan kebetulan jatuh di atas Kerala. Hal ini didukung oleh pengamatan adanya suara ledakan sebelum hujan tersebut turun. Hasil penelitian Godfrey mengungkapkan kalau zat padat berwarna merah kecoklatan dari hujan merah ini terdiri dari 90 persen partikel merah bulat. Partikel dalam suspensi air hujan ini menyebabkan warna merah tersebut. Terdapat juga partikel putih dan kuning cerah, abu abu kebiruan dan hijau. Partikel ini berdiameter antara 4 hingga 10 mikron dan berbentuk bola atau oval. Citra mikroskop elektron mengungkapkan kalau partikel ini memiliki bagian tengah yang cekung, mirip dengan sel darah merah. Pencitraan yang lebih detil menunjukkan struktur dalam yang cukup rumit.\rJadi memang hujan ini biologis, tapi kehidupan luar bumi bukanlah satu-satunya penjelasan. Departemen Sains dan Teknologi India pada bulan November 2001, bekerja sama dengan Pusat Studi Sains Kebumian dan Lembaga Penelitian dan Kebun Raya membuat penelitian gabungan dan kesimpulan mereka adalah :","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Warna ini disebabkan adanya sejumlah besar spora ganggang pembentuk lumut kerak milik genus Trentepohlia. Pemeriksaan menunjukkan kalau di daerah kejadian memang banyak tumbuh lumut kerak demikian. Sampel lumut kerak yang diambil dari Changanacherry, saat dibiakkan dalam medium ganggang, juga menunjukkan keberadaan spesies ganggang yang sama. Kedua sampel (dari air hujan dan dari pohon) menghasilkan jenis ganggang yang sama, dan ini menunjukkan kalau spora yang terlihat dalam air hujan paling mungkin berasal dari daerah lokal.\rSampel air hujan merah yang dikumpulkan pada saat hujan turun. Masih ada penjelasan lain. Ilmuan K.K. Sasidharan Pillai, dari Departemen Meteorologi India, mengajukan penjelasan kalau hujan tersebut membawa debu dan materi asam dari letusan gunung berapi Mayon di Philipina. Teorinya di dukung bukti adanya dedaunan yang terbakar setelah hujan turun.\rFotomikrograf dari sedimen sampel air hujan menunjukkan spora, protozoa dan debris lainnya (Sampath et al, 2001). Tapi dukungan kemudian muncul pada pihak Godfrey. Patrick McCafferty melakukan pendekatan lain yaitu pendekatan historik. Ia menjelajah catatan sejarah mengenai adanya fenomena hujan berwarna dan turunnya meteor. Ia menemukan kalau enam puluh (36 persen) kejadian terkait dengan aktivitas meteor atau komet. Namun hubungan ini tidak selalu signifikan. Kadang hujan merah turun setelah ledakan meteor di udara, kadang hujan turun hanya dalam tahun yang sama dengan munculnya komet.","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"Masih belum mau kalah, Godfrey bersama ahli astrobiologi, Santhosh Kumar, melakukan penelitian lanjutan tahun 2008. Kesimpulan dalam papernya mengatakan : “Sel merah yang ditemukan dalam hujan merah di Kerala, India mungkin disebabkan bentuk kehidupan luar bumi. Sel ini mengalami replikasi cepat bahkan pada suhu sangat tinggi yaitu 300 derajat Celsius. Mereka juga dapat dibiakkan dalam beraneka substrat kimia yang tidak biasa. Walau begitu, komposisi molekul dari sel-sel ini masih belum dapat ditentukan”.\rKita masih menunggu penelitian lebih lanjut. Tapi fakta-fakta ilmiah yang ada sekarang tampaknya lebih kuat pada teori spora lumut kerak. Bisa juga yang benar adalah teori panspermia, letusan gunung berapi, teori debu gurun, atau yang lainnya. Sebelum ada kepastian, sejauh ini kita bisa melihat indahnya perdebatan teori dan fakta ilmiah dalam sains, dan betapa sedikitnya pengetahuan kita sekarang mengenai alam semesta.\rReferensi :\r?…Godfrey, L.; Kumar A.S. (2006). “The red rain phenomenon of Kerala and its possible extraterrestrial origin”. Astrophysics and Space Science 302: 175.\r?…Godfrey, L.; Kumar, A.S. (2008). “Unusual autofluorescence of cultured red-rain cells”. SPIE Symposium, San Diego, California 2008.\r?…Indian Express, (6 Agustus 2001). “Red rain was fungus, not meteor”.\r?…McCafferty, P (2008). “Bloody rain again! Red rain and meteors in history and myth”.International Journal of Astrobiology 7.\r?…Ramakrishnan, V (2001-07-30). “Colored rain falls on Kerala”. BBC.","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"?…Sampath, S.; Abraham, T. K., Sasi Kumar, V., Mohanan, C.N. (2001). “Colored Rain: A Report on the Phenomenon.” . Cess-Pr-114-2001 (Center for Earth Science Studies and Tropical Botanic Garden and Research Institute).\r?…Thompson, A. “Searching for ‘our alien origins’” BBC News\r?…Varma, M. di (1 September 2001). “Theory links ‘scarlet rain’ to Mayon volcano”. The Hindu.\rSumber :\rhttp://www.faktailmiah.com/2010/08/22/hujan-darah-di-india.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/578499915506154/\r2785. HUKUM AIR BAK MANDI YANG ADA IKANNYA\rPERTANYAAN :\r> Satu Tiga\rAssalammualaikum, maw tanya : biar menghindari adanya jentik-jentik nyamuk, maka bak mandi saya beri ikan. Ikan pasti mengeluarkan kotoran, lha bagaimana hukum air di bak mandi tadi yang ada kotoran ikannya jika dibuat mandi, kumur, dsb ? apakah tidak najis ?? Trims\rJAWABAN :\r> Ra Shofiyullohfasisa Elmahsusi\rWa'alaikumussalaam. Kalau air yang sudah dua qollah... terkena najis.... kalau sampaii berubah warna rasa dan bau... maka air itu menjadi mutanajis.... tapi kalau tdak berubah air yang dua qollah terebut sekLipun terkena sesuatu yang najis ... maka tetap suci menyucikan.... satu lagi kalau air yang kurang dari dua qollah terkena sesuatu yang najis.. baik berubah ataupun tidak tetap di hukumi mutanajis.... gak bisa di pakai bersuci.......\rPara ulama madzhab syafi'i berbeda pendapat dalam menghukumi kotoran ikan;\r?…Pendapat pertama :","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"Menghukumi najis kotoran ikan,seperti yang dikemukakan oleh Syeh Abu Hamid,.Al Qodhi Abit Thoyyib menambahkan jika kotoran ikan dihukumi suci maka jika ikan tersebut digoreng tanpa dikeluarkan kotorannya minyak goreng tersebut dihukumi mutanajjis. Pendapat yang menghukumi najisnya kotoran ikan adalah pendapat yang ashoh menurut Syeh Al Buroihami. Menurut Imam Nawawi ini adalah pendapat yang diakui dalam madzhab. Ulama Iraq dan sebagian golongan ulama’ Khurosan juga mengikuti pendapat ini, sedangan sebagian ulama’ khurosan meriwayatkan satu pendapat yang lemah bahwa kotoran ikan hukumnya suci.\r?…Sedangkan menurut pendapat yang kedua :\rKotoran ikan dihukumi suci,salah satu alasan yang dikemukakan oleh pendukung pendapat ini adalah bahwa jikabangkainya dihukumi suci,maka kotorannya pun tentu dihukumi suci, karena dalam bangkai pun tentu adakotorannya. Imam Ibnu Hajar, Imam Ziyad dan Imam Ar Romli dan ulama’ lainnya juga menyepakati ketetapan hukum bahwa kotoran yang terdapat pada ikan-ikan kecil dihukumi suci dan boleh dimakan,karena itu benda-bendayang terkena kotoran tersebut seperti minyak goreng tidak najis bila terkena kotoran ikan tersebut.Bahkan menurut Imam Ar Romli hukum ini juga berlaku bagi ikan yang besar. Penulis kitab Al Ibanah menilai pendapat yangmenghukumi suci kotoran ikan adalah pendapat yang Ashoh,bahkan Imam Al Rosyidi menganggap bahwa pendapat yang menghukumi najis kotoran ikan adalah pendapat yang lemah, dan mengklaim bahwa pendapat yang menghukumi suci kotoran ikan adalah pendapat yang mu’tamad. Wallohu A’lam.\rReferensi :","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"1. Al Wasith, Juz : 1, Hal : 1542. Al Bayan, Juz : 4 hal : 5253. Al Majmu’, Juz : 2 Hal : 5504. Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 155. Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 156. Fathul Jawad, Hal : 447. Hasyiyah al Rosyidi Al Fathil jawad, hal : 44\r> Dalail ANA\rMenurut mayoritas ulama' madzhab syafi'i kotoran ikan hukumnya najis. Imam Nawawi menyatakan bahwa ini adalah pendapat yang diakui dalam madzhab Syafi'i. Sedangkan menurut sebagian ulama' kotoran ikan dihukumi suci, karena itu benda-benda yang terkena kotoran tersebut seperti minyak goreng tidak najis bila terkena kotoran ikan tersebut. Penulis kitab Al Ibanah menilai pendapat yang menghukumi suci kotoran ikan adalah pendapat yang Ashoh,bahkan Imam Al Rosyidi mengklaim bahwa pendapat yang menghuumi suci kotoran ikan adalah pendapat yang mu’tamad.\rMengacu pada perbedaan pendapat diatas. Apabila mengikuti pendapat yang mengatakan kotoran ikan dihukumi najis, maka hukumnya diperinci sebagai berikut ;\ra.…Apabila penempatan ikan kedalam kolam atau aquarium tersebut karena ada hajat, seperti agar ikan tersebut memakan kototan-kotoran yang ada didalam kolam atau aquarium tersebut maka hukum kotorannya dima'fu (diampuni) , sehingga air yang berada dalamnya tetap dihukumi suci selama tidak sampai berubah salah satu sifatnya (bau, rasa dan warna) karena kotoran ikan tadi.","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"b.…Apabila penempatannya bukan karena ada hajat, hanya sekedar untuk hiasan. maka hukum kotorannya tidak dima'fu, sehingga air yang ada didalamnya dihukumi najis (mutanajjis) apabila airnya hanya sedkit (kurang dari 2 kulah). Sedangkan apabila airnya banyak (2 kulah atau lebih) maka airnya dihukumi najis apabila sampai berubah salah satu sifatnya (warna, bau dan rasa) karena kemasukan kotoran ikan tersebut, dan tidak dihukumi najis apabila sifat-sifatnya air tidak sampai berubah.\rSedangkan apabila kita mengikuti pendapat ulama' yang menghukumi suci kotoran ikan, tentu saja kotoran tersebut tidak dipermasalahkan, meskipun sifat airnya sampai berubah. Wallohu a'lam.\rReferensi :\r- Al Wasith, Juz : 1, Hal : 154 :\rالثاني روث السمك والجراد وما ليس له نفس سائلة ففيه وجهان أحدهما نجس طردا للقياس والثاني أنه طاهر لأنه إذا حكم بطهارة ميتتهما فكأنهما فى معنى النبات وهذه رطوبات فى باطنها\r- Al Bayan, Juz : 4 hal : 525 :\rوأما صاحب \" الإبانة \": فقال: في روث السمك وجهان، كدمه، أصحهما: أنه ليس بنجس. فعلى هذا: يحل أكله قبل أن يخرج\r- Al Majmu’, Juz : 2 Hal : 550 :","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"قال المصنف رحمه الله : وأما سرجين البهائم وذرق الطيور فهو كالغائط في النجاسة لما روى ابن مسعود رضي الله عنه قال (أتيت النبي صلى الله عليه وسلم بحجرين وروثة فأخذ الحجرين وألقى الروثة وقال إنها ركس) فعلل نجاسته بأنه ركس والركس الرجيع وهذا رجيع فكان نجسا ولأنها خارج من الدبر أحالته الطبيعة فكان نجسا كالغائطالشرح : حديث ابن مسعود رواه البخاري بلفظه وقد سبق أن مذهبنا أن جميع الارواث والدرق والبول نجسة من كل الحيوان سواء المأكول وغيره والطير وكذا روث السمك والجراد وما ليس له نفس سائلة كالذباب فروثها وبولها نجسان على المذهب وبه قطع العراقيون وجماعات من الخراسانيين وحكى الخراسانيون وجها ضعيفا في طهارة روث السمك والجراد وما لا نفس له سائل\r- Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 32 :\rفائدة : نقل عن البريهمي أنه قال فى الأصح أن ذرق السمك والجراد وما يخرج من فيها نجس وفى الإبانة أنه طاهر\r- Hasyiyah al Rosyidi Ala Fathul jawad, Hal : 44 :\rقوله فقال هو طاهر : معتمد, وقوله تنجس ضعيف\r- Asnal Matholib, Juz : 1 Hal : 13 :\rويعفى عن روث سمك) فلا ينجس الماء لتعذر الاحتراز عنه (ما لم يغيره) فإن غيره نجسه\r- Hasyiyah Al-Bujairomi Alal-Khotib, Juz : 1 Hal : 94 :\rويعفى أيضا عن روث سمك لم يغير الماء\rحاشية البجيرميقوله: (عن روث سمك) أي صغير إذا سقط بنفسه أو وضعه فيه لا عبثا\r- Hasyiyah Asy-Syarwani Ala Tuhfatul Muhtaj, Juz : 1 Hal : 98 :","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"قوله وروث إلخ) عبارة النهاية وعن روث نحو سمك لم يضعه في الماء عبثا وألحق الأذرعي به ما نشؤه من الماء الزركشي ما لو نزل طائر، وإن لم يكن من طيور الماء وذرق فيه أو شرب منه وعلى فمه نجاسة ولم تتخلل عنه اهـ قال ع ش قوله عبثا ومن العبث ما لو وضع فيه لمجرد التفرج عليه فيما يظهر، وليس منه ما يقع كثيرا من وضع السمك في الآبار ونحوها لا كل ما يحصل فيها من العلق ونحوه حفظا لمائها عن الاستقذار، وقوله م ر لم تتحلل عنه مفهومه أنها إذا تحللت ضر، وقياس ما تقدم فيما تلقيه الفئران وفيما لو وقعت بعرة في اللبن العفو للمشقة اهـ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/624601960895949\r3202. HUKUM BERSUCI DENGAN AIR YANG KELUAR DARI JARI\rPERTANYAAN :\r> Rizka Hikami\rAssalamu alaikum. Dikripsi : ada seorang pemuda yang sakti luar biasa, saking saktinya dirinya bisa mengeluarkan air dari telapak tangannya. Pertanyaannya adalah : bolehkah air yang keluar dari tangan pemuda tersebut di gunakan bersuci ? ? ? Poro alim ditunggu jawaban + ibarotnya . Syukron\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rTermasuk air yang bisa digunakan untuk bersuci adalah air sumber.\r(و) خَامِسهَا (مَاء الْعين) الأرضية كالنابعة من أَرض أَو الْجَبَل أَو الحيوانية كالنابعة من الزلَال وَهُوَ شَيْء ينْعَقد من المَاء على صُورَة الْحَيَوَان أَو الإنسانية كالنابعة من بَين أَصَابِعه صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من ذَاتهَا على خلاف فِيهِ وَهُوَ أفضل الْمِيَاه مُطلقًا\rYang kelima adalah air sumber, air sumber ini ada 3 :\r1. ardhiyah atau jenis tanah , contoh misalnya air yang keluar dari tanah atau gunung.\r2. hayawaniyah atau jenis hewan contohnya air yang keluar dari zulal, zulal adalah sesuatu yang terjadi dari air dalam bentuk hewan.","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"3. insaniyah atau jenis manusia, contohnya air yang keluar dari jari-jarinya Nabi shollallohu alaihi wasallam dari dzatnya jari-jari tsb berdasarkan khilaf ulama', dan air ini adalah air yang paling utama secara mutlaq. [ kitab iqna' syeh khotib syirbini ]. Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/776433005712843/\r3280. HUKUM AIR HASIL SULINGAN\rPERTANYAAN :\r> Mievtah Frank\rBagaimana hukum menyuling air najis ? Misal : ada sungai yang tercemar najis, seperti tahi, air kencing, dan lain lain. Kemudian seseorang memanfaatkannya untuk dijadikan air minum dengan cara disuling ataupun disaring. Bagaimana hukum meminum air tersebut?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rApabila rasa, bau dan warnanya itu bisa hilang oleh penyulingan tersebut bukan pengaruh campuran zat kimia maka dihukumi suci, kalau perubahan tersebut karena pengaruh zat kimia maka tetap dihukumi najis. Bila dihukumi suci maka air tersebut bisa diminum dan dibuat bersuci :\rمغني المحتاج 1/22 :\r(أو) زال تغيره ظاهرا كأن زال ريحه (بمسك و) لونه بنحو (زعفران) وطعمه بنحو خل (فلا) يطهر، لانا لا ندري أن أوصاف النجاسة زالت أو غلب عليها المطروح فسترها، وإذا كان كذلك فالاصل بقاؤها. فإن قيل: العلة في عدم عود الطهورية احتمال أن التغير استتر ولم يزل، فكيف يعطفه المصنف على ما جزم فيه بزوال التغير ؟ وذلك تهافت. أجيب بأن المراد زواله طاهرا كما قدرته وإن أمكن استتاره باطنا، فلو طرح مسك على متغير الطعم فزال تغيره طهر، إذ المسك ليس له طعم. وكذا يقال في الباقي.\r.نهاية المحتاج 1/77-78","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"وحاصل ذلك أن شرط إناطة الحكم بالشك في زوال التغير أو استتاره حتى يحكم ببقاء النجاسة تغليبا لاحتمال الاستتار أنه لا بد من احتمال إحالة زوال التغير على الواقع في الماء من مخالط أو مجاور ، فحيث احتمال إحالته على استتاره بالواقع فالنجاسة باقية لكوننا لم نتحقق زوال التغير المقتضي [ ص: 78 ] للنجاسة بل يحتمل زواله واستتاره والأصل بقاؤها ، وحيث لم يحتمل ذلك فهي زائلة فيحكم بطهارته ، وعلم أن رائحة المسك لو ظهرت ثم زالت وزال التغير حكمنا بالطهارة ؛ لأنها لما زالت ولم يظهر التغير علمنا أنه زال بنفسه.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/784241951598615/\r3535. AIR MUSTA'MAL KEMBALI MENJADI MUTLAK JIKA MENCAPAI DUA KULAH\rPERTANYAAN :\r> Yasin Roubin\rAssalamu'alaikum... tolong jawabanya, dan dinukil dari kitab apa ? soal : apa sah wudhu dengan air satu wadah yang isinya air mustakmal dicampur air suci mensucikan, dan solusinya gimana ? matursuwun...\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Air musta'mal jika dikumpulkan dan mencapai ukuran dua kulah, maka hukumnya kembali menjadi mutlaq (suci mensucikan). Demikian juga air mutanajis jika mencapai dua kulah hukumnya menjadi mutlaq kembali dengan syarat tidak ada yang berubah baik rasa, warna dan bau nya. Wallahu a'lam.\r- Tuhfatul muhtaj :\r( فإن جمع ) المستعمل على الجديد فبلغ ( قلتين فطهور ) وإن قل بعد بتفريقه ( في الأصح ) بناء على الأصح أيضا أن استعمال القليل أضعفه .\r- Mughnil muhtaj :","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"(فإن جمع) المستعمل على الجديد (فبلغ قلتين فطهور في الأصح) لأن النجاسة أشد من الاستعمال. وأما الماء المتنجس لو جمع حتى بلغ قلتين، أي ولا تغير به، صار طهورا قطعا، فالمستعمل أولى. والثاني: لا يعود طهورا لأن قوته صارت مستوفاة بالاستعمال فالتحق بماء الورد ونحوه، وهذا اختيار ابن سريج.\r- Hasyiyah qolyubi wa umairoh :\r( فإن جمع ) المستعمل على الجديد ( فبلغ قلتين فطهور في الأصح ) كما لو جمع النجس فبلغ قلتين من غير تغير ، والثاني لا .والفرق أنه لا يخرج بالجمع مع وصفه بالاستعمال بخلاف النجس\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/844145798941563/\r3804. PENGERTIAN AIR MUSABBAL LISY-SYURBI\rPERTANYAAN :\r> Iki Alawiy Rek\rAssalamu'alaikum warohmatulloh. Ngapunten poro 'alim ganggu waktune sekedap \"air musabbal lissyurbi\" :\rوتحرم الطهارة بالماء المسبل للشرب\rMinta tolong carikan referensi kalau air mineral dalam kemasan (misal aqua, club, muslimat, airdrat, tukul, cleo dll) itu tidak termasuk air musabbal lissyurbi atau sebaliknya termasuk air musabbal lissyurbi.\rJAWABAN :\r> Syamsiah Nuriyah\rWa'alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Air musabbal lisy-syurbi ialah air yang disodaqohkan yang ditaruh di pinggir jalan tujuannya untuk minum bagi orang yang kehausan dalam perjalanannya.\r> Mas Hamzah\rKitab Futuhatur Robbaniyah Fiqh Sadatis Syafi'iyah\rمن مسائل المقدمة الحضرمية: حرمة الطهارة من الماء المسبل للشرب\rـ (وتحرم الطهارة بالماء المسبل للشرب) (ص 4) ، وبناء عليه فيحرم عند أصحابنا الشافعية الطهارة من مبردات المياه والثلاجات ونحوها من كل وعاء للماء خصص للشرب فى سبيل الله ، فلا يجوز ذلك . وكثيرا ما يقع بعض الحجاج والمعتمرين فى ذلك المحرم بالوضوء من الماء المسبل للشرب بالحرم","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Dalam masalah mengenai keharaman menggunakan air musabbal lisy-syurbi dijelaskan : Menurut Ash-habus Syafi'iyyah haram bersuci menggunakan air dingin, air salju, dan sebagainya dari wadah air yang khusus diperuntukkan untuk minum bagi sabilillah, hal ini tidak diperbolehkan, seperti yang banyak terjadi ketika musim haji dan umrah di tanah Haram, dimana mereka para jama'ah haji maupun umrah mempergunakan air musabbal ini untuk berwudlu. Wallahu A'lam.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/883842548305221/\r3807. HUKUM AIR YANG DIJILAT KUCING YANG SEBELUMNYA MEMAKAN BANGKAI\rPERTANYAAN :\r> FaiQul HilMi El-QendaLy\rAssalamu'alaikum. Apakah suci air yang berada di dalam ember yang dijilat oleh kucing yang sebeumnya kucing itu makan bangkai.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Kucing yang memakan bangkai dan kita mengetahuinya kemudian dia menjilat dalam wadah berisi air sebelum dia pergi dari pandangan kita maka airnya mutanajis, adapun jika sebelum menjilat dia pergi dulu dari pandangan kita kemudian dia kembali dan menjilat wadah berisi air maka ada dua pendapat :\r1. Airnya menjadi mutanajis karena asal mulutnya kucing tadi najis.\r2. Airnya tetep suci karena asalnya air adalah suci dan bisa saja kucing tersebut ketika pergi tadi telah menjilat air yang lainnya sehingga mulutnya sudah suci. Lihat Kitab Al-Hawy Kabir Imam Mawardy (1/46) :\rوأما استدلالهم بالهرة إذا أكلت فأرة فغير مسلم ؛ لأننا متى علمنا نجاسة فمها بأن ولغت في الإناء قبل أن تغيب عن العين فالماء نجس ، وإن غابت عن العين ففيه وجهان :\rأصحهما : أن الماء نجس ، لأن الأصل بقاء النجاسة في فمها .","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"والثاني : أن الماء طاهر لأن الأصل طهارة الماء ، وقد يجوز أن الهرة حين غابت ولغت في إناء آخر فطهر فمها .\r- Kitab Fathul Mu'in (1/73)\rوسؤر كل حيوان طاهر فلو تنجس فمه ثم ولغ في ماء قليل أو مائع فإن كان بعد غيبة يمكن فيها طهارته بولوغه في ماء كثير أو جار لم ينجسه ولو هرا وإلا نجسته.\rSisa setiap hewan itu suci , jika mulutnya terkena najis kemudian menjilat dalam air yang sedikit atau menjilat benda cair, jika jilatan tersebut setelah dia pergi yang dimungkinkan menjadi sucinya mulit tersebut dengan jilatannya pada air yang banyak atau air yang mengalir maka jilatan tersebut pada air yang sedikit tidak menajiskan air sedikitnya, walaupun yang menjilat adalah kucing, jika tidak maka air sedikitnya menjadi najis.\r> Mbah Godek\rWa'alaikum salam, Idem Mas Hamzah\rوأما الهرة، فقد ثبت عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال: (إنها ليست بنجسة، إنها من الطوافين عليكم والطوافات).\rوتنازع العلماء فيما إذا أكلت فأرة ونحوها، ثم ولغت في ماء قليل على أربعة\rأقوال في مذهب أحمد وغيره: قيل: إن الماء طاهر مطلقًا. وقيل: نجس\rمطلقًا حتى تعلم طهارة فمها. وقيل: إن غابت غيبة يمكن فيها ورودها على\rما يطهر فمها كان طاهرًا، وإلا فلا. وهذه الأوجه في مذهب الشافعي وأحمد\rوغيرهما. وقيل: إن طال الفصل كان طاهرا، جعلا لريقها مطهرا لفمها لأجل\rالحاجة، وهذا قول طائفة من أصحاب أبي حنيفة وأحمد، وهو أقوي الأقوال\rhttp://alhibr1.com/pdfshow.php?num=5904\rالجزء الأول\r( مسألة ) الهرة إذا أكلت فأرة وولغت في ماء\rقليل فالصحيح أنها إن غابت بحيث يمكن ورودها على ماء كثير\rفهو طاهر وإلا فلا . وهل هذا الحكم في غير الهرة وفي الثوب\rإذا تنجس وغسل ما يمكن أن يكون هو النجس أو لا ؟ وهل إذا حمل\rالمصلي الهرة أو الثوب والحالة هذه تبطل صلاته أم لا ؟ (","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"الجواب ) لا يتعدى حكم الهرة إلى غيرها من الحيوانات لأن الحكم بالطهارة\rفيها يستند إلى استصحاب طهارة مع ضرب من العفو قوي . وإذا حملها المصلي\r- بطلت صلاته استصحابا للنجاسة ولا يتعدى العفو إلى\rغيرها من الحيوانات لعدم عسر الاحتراز وهو علة العفو ، والمعظم إنما\rصححوا النجاسة إذا لم تغب وتصحيح الطهارة إذا غابت\rقال الرافعي : إنه الأظهر وهو كما قال ؛ إلا أنه ليس مسنونا إلى المعظم كما في شرح المهذب ؛ وقال الماوردي\r: إن الأصح فيه النجاسة والثوب المذكور ينبغي القطع بأنه لا ينجس\rالماء لعدم استصحاب النجاسة فيه ، فإنا لم نتحقق حصولها في القدر\rالباقي وإذا لبسه المصلي بطلت صلاته لاشتراط يقين الطهارة أو ظنها في\rالصلاة ، وهو مفقود ، وجوب غسل جميع الثوب محقق بعضه يغسله للنجاسة وبعضه\rيغسله للاشتباه ، فإذا غسل بعضه فالمحقق المستحب وجوب الغسل بإحدى العلتين\rلا العلة المعينة ، ووجوب الغسل يكفي في بطلان الصلاة ، ولا يكفي في تنجيس\rالماء والله أعلم ، وهذه الأحكام لم أجدها منقولة وقد كتبت عليها كتابة\rمطولة في فتوى سألني بعض الفقهاء عنها والله أعلم .\rWallahu A'lam.\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/894792040543605/\rwww.fb.com/notes/915784185111057\r3981. TIDAK BOLEH MEMBERI MINUM YANG TIDAK SHOLAT BILA AIR ITU UNTUK BERSUCI\rPERTANYAAN :\r> Muslikhatul JanNah\rBismilah ... Assalamualaikum wr.wb. Mau tanya, saya denger haram bagi istri kasih setetes air pada suaminya yang tidak mau sholat sama sekali apa lagi meladeninya dan ia patut ditinggalkan, terus klau orang yang sudah baligh disuruh sholat gak mau apa harus dijauhi ? kalau sudah baligh / berkeluarga apa masih dikatakan yatim piatu ? Wassalam, mohon penjelasannya\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Wa'alaikumussalaam. Orang yang tidak shalat tidak boleh diberikan air untuk minum bila air tersebut dibutuhkan untuk dibuat bersuci. Referensi :\r- Hasyiyah Bujairimi 'Ala Fathil Wahhab I / 114 :\rالسبب الثالث : حاجته إليه لعطش حيوان محترم ولو كانت حاجته إليه لذلك في المستقبل صونا للروح أو غيرها من التلف ، فيتيمم مع وجوده ولا يكلف الطهر به ، ثم جمعه وشربه لغير دابة ؛ لأنه مستقذر عادة ، وخرج بالمحترم غيره والعطش المبيح للتيمم معتبر بالخوف في السبب الثاني ، وللعطشان أخذ الماء من مالكه قهرا ببدله إن لم يبذله له\rالشرح\rقوله : ( لعطش حيوان محترم ) ولو ذميا أو مستأمنا أو معاهدا أو بهيمة ، فخرج المرتد وتارك الصلاة والحربي والخنزير فلا يجوز صرف الماء إليهم .وبحث بعضهم جواز صرفه إلى غير المحترم إن احتاج المحترم إليه كأن يكون خادمه ، ولم يستغن عنه .وقوله : محترم المراد بالمحترم ما يحرم قتله وبغير المحترم ما لا يحرم قتله كمرتد وزان محصن وتارك صلاة .\rSedangkan untuk anak yatim bila sudah baligh maka sudah bukan yatim lagi. Referensi silakan buka dokumen berikut : 0949. BATASAN USIA YATIM. Wallaahu A'lam [ IT ]\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/886220071400802/\rwww.fb.com/notes/934757249880417\r4115. HUKUM THOHAROH DENGAN AIR ZAM-ZAM\rOleh : Wong Gendeng\rالموسوعة الفقهية الكويتية جزء 41 ص 331\rماء زمزم :إختلف الفقهاء في حكم استعمال ماء زمزم في الطهارة من الحدث أو إزالة النجس على ثلاثة أقوال :\rAir Zam-zam : Perbedaan antara Fuqoha' dalam masalah hukum menggunakan air zamzam dalam berasuci dari hadast atau menghilangkan najis ada tiga Qoul :","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"القول الأول : ذهب الحنفية والشافعية وأحمد في رواية وابن شعبان من المالكية إلى جواز استعمال ماء زمزم من غير كراهة في إزالة الأحداث ، أما في إزالة الأنجاس فيكره تشريفا له وإكراما :\rQoul yang pertama :Kalangan madzhab Hanafiyah dan Syafi'iyah dan Ahmad dalam riwayat Ibnu sya'ban dari madzhab malikiyyah diper bolehkan menggunakan air zam-zam dan tidak makruh dalam menghilangkan hadast ,Adapaun dalam menghilangkan najis maka hukumnya makruh karna Penghormatan dan memuliakan air Zamzam :\rالثاني : ذهب المالكية إلى جواز استعمال ماء زمزم من غير كراهة مطلقا , أي سواء أكان الاستعمال في الطهارة من الحدث أم في إزالة النجس :\rQoul yang kedua :Kalangan Madzhab malikiyyah diperbolehkan menggunakan air zam-zam tidak ada kemakruhan secara mutlak.Baik digunakan dalam sesuci dari hadast atau dalam menghilangkan najis\rالقول الثالث : ذهب أحمد في رواية إلى كراهة استعماله مطلقا أي في إزالة الحدث والنجس لقول ابن عباس رضي الله عنه : لا أحلها لمغتسل يغتسل في المسجد وهي لشارب ومتوضئ حل وبل\rQoul Yang ketiga :Kalangan madzhab Imam Achmad dalam suatu riwayat , bahwasanya ia memakruhkannya secara mutlak Dalam menghilangkan hadast dan najis . Karena telah ada kabar dari al-Abbas Radhiyallahu anhu bahwa ia berkata tentang air zamzam , Aku tidak menghalalkannya bagi siapa yang mandi dalam masjid, ia hanya halal dan boleh untuk orang yang meminumnya dan berwudhu'\rالمجموع شرح المهذب جزء 1 ص 136\rوأما زمزم فمذهب الجمهور كمذهبنا أنه لا يكره الوضوء والغسل به وعن أحمد رواية بكراهته لأنه جاء عن العباس رضي الله عنه أنه قال وهو عند زمزم لا أحله لمغتسل وهو لشارب حل وبل :","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"Adapun air zam zam menurut Madzhab jumhur seperti madzhab kami (Assyafi'iyyah) Sesunguhnya Tidak ada kemakruhan berwudhu dan mandi dengan air zam-zam : Dalam suatu riwayat Imam Ahmad bahwasanya ia memakruhkannya secara mutlak , oleh karena telah ada kabar dari al-Abbas Radhiyallahu anhu bahwa ia berkata tentang air zamzam , Aku tidak menghalalkannya bagi siapa yang mandi dalam masjid, ia hanya halal untuk orang yang meminumnya dan berwudhu\"\rودليلنا النصوص الصحيحة الصريحة المطلقة في المياه بلا فرق ولم يزل المسلمون على الوضوء منه بلا انكار ولم يصح ما ذكروه عن العباس بل حكي عن أبيه عبد المطلب ولو ثبت عن العباس لم يجز ترك النصوص به : وأجاب أصحابنا بأنه محمول على أنه قاله في وقت ضيق الماء لكثرة الشاربين :\rDalil dalil Nash yang shahih, sharih (jelas), lagi muthlaq yang berkenaan dengan segala macam air adalah tanpa pembedaan, bahwasannya kaum muslimin darinya tanpa adanya pengingkaran”.Kemudian ia berkata : Tidak shahih riwayat yang berasal dari Al-‘Abbas, akan tetapi (yang benar) dihikayatkan riwayat tersebut dari bapaknya, yaitu ‘Abdul-Muthallib , Meskipun seandainya riwayat itu shahih dari Al-Abbas, maka tetap tidak diperbolehkan untuk meninggalkan nash-nash yang ada karenanya :Para shahabat kami yaitu Syafi’iyyah menjawab bahwasannya riwayat tersebut dibawa pada pengertian Al-Abbas mengatakannya pada saat sulitnya (mendapatkan) air akibat banyaknya orang yang meminumnya. Wallaahu a'lam (ummi)\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/944411018915040/\rwww.fb.com/notes/944418358914306\r4277. AIR SEDIKIT JIKA TERKENA NAJIS\rPERTANYAAN :\r> Aep Ezztt","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Assalamualaikum..Maaf pak mau bertanya.. Adakah ulama kalangan syafiiyah yang berfatwa / mengatakan bahwa air sedikit yang kemasukan najis tidak dihukumi najis selama tidak berubah warna/ bau/ rasanya? Matur suwun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah wa alaikum salaam\rWa'alaikumussalaam, ya ada pedapat bahwa air sedikit yang kemasukan najis tidak dihukumi najis selama tidak berubah warna/ bau/ rasanya, itu pendapatnya ibnu mundzir, imam al ghozali dalam kitab ihya', dan imam rouyani dalam kitabal bahr dan al hilyah. Wallohu a'lam bis showab (NN)\r- kitab albahjatul wirdiyah (1/30) :\rوقيل ? ينجس كثير الماء و ? قليله الا بالتغير حكاه في المجموع عن طائفة من الصحابة و غيرهم و اختاره ابن المنذر و الغزالي في ا? حياء و الروياني في كتابيه البحر و الحلية قال في البحر هو اختياري واختيار جماعة رأيتهم بخراسان و العراقي\r> Ghufron Bkl\rاعانة الطالبين :\rواختار كثيرون من أئمتنا مذهب مالك: أن الماء لا ينجس مطلقا إلا بالتغير،\r(قوله: واختار كثيرون الخ) مرتبط بقوله وينجس قليل الماء الخ.(قوله: لا ينجس مطلقا) أي قليلا كان أو كثيرا.قال ابن حجر: وكأنهم نظروا للتسهيل على الناس، وإلا فالدليل ظاهر في التفصيل.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/956755864347222/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/965841536771988\rNAJASAH\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang Najis dan Kenajisan.\r1681. PENGERTIAN NAJIS / NAJASAH\rPERTANYAAN :\rSaeful Aziz\rNajis itu apa sih?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\r( بَابٌ فِي النَّجَاسَةِ وَإِزَالَتِهَا ) النَّجَاسَةُ لُغَةً مَا يُسْتَقْذَرُ وَشَرْعًا بِالْحَدِّ مُسْتَقْذَرٌ يَمْنَعُ صِحَّةَ الصَّلَاةِ حَيْثُ لَا مُرَخِّصَ","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Pengertian Najis : Najis menurut bahasa adalah benda yang kotor. Sedangkan menurut syara’ adalah semua kotoran yang menghalangi sahnya shalat yang dikerjakan selagi tidak terdapati hal yng meringankannya. [ Hasyiyah al-Jamal II/105 ].\r( قوله حيث لا مرخص ) أي موجود وهذا القيد للإدخال فيدخل المستنجي بالحجر فإنه يعفى عن أثر الاستنجاء وتصح إمامته ومع ذلك محكوم على هذا الأثر بالتنجس إلا أنه عفي عنه\rويدخل أيضا فاقد الطهورين إذا كان عليه نجاسة فإنه يصلي لحرمة الوقت ولكن عليه الإعادة\r(Keterangan selagi tidak terdapati hal yng meringankannya) maka tergolong najis juga orang yang beristinja’ (bersuci menggunakan batu) maka hukumnya najis hanya saja dima’fu (diampuni) bekas yang masih tersisa dari najisnya dan sah menjadikan imam shalat dirinya. Juga termasuk orang yang tidak menemukan dua sarana untuk bersuci (air dan debu) bila dalam dirinya terdapati najis maka bershalatlah dirinya sekedar menghormati waktu shalat tetapi diwajibkan baginya mengulang kembali shalatnya. [ I’aanah at-Thoolibiin I/82 ].\rقوله : ( حيث لا مرخص ) القيد للإدخال فيدخل المستنجي بالحجر ، فإنه يعفى عن أثر الاستنجاء وتصح إمامته ، ومع ذلك محكوم على هذا الأثر بالتنجيس إِلا أنه عفى عنه ، ويدخل أيضاً حل أكل الميتة للمضطر مثلاً ، فإنه وإن حل محكوم عليها بالنجاسة لكنه أبيح له التناول للضرورة","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"(Keterangan selagi tidak terdapat hal yang meringankannya) maka tergolong najis juga orang yang beristinja’ (bersuci menggunakan batu) maka hukumnya najis hanya saja dima’fu (diampuni) bekas yang masih tersisa dari najisnya dan sah menjadikan imam shalat dirinya. Dan tergolong juga didalamnya kehalalan memakan bangkai bagi orang yang terpaksa, sesungguhnya meskipun halal hukum bangkainya tetaplah najis namun diperbolehkan baginya memakannya karena unsur darurat. [ Tuhfah al-Habiib I/461 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/441989329157214/\r4525. DALIL WARNA, RASA DAN BAU NAJIS\rPERTANYAAN :\r> Mohammad Dzakail Fayyasy\rDi kitab-kitab fiqh disebutkan kriteria najis, yakni bendanya, baunya, rasanya, warnanya... Sekarang pertanyanya....dari mana (alquran/hadistnya) ulama' menyimpulkan kriteria najis tersebut ?? kalau dikaitkan dengan ilmu mantiq itu bagaimana, karena kita juga kan harus tahu dan belajar bagaimana proses istinbatul hukminya.... agar supaya kita semua sadar bahwa ulama' tidak asal ngarang bebas mbikin ibaroh di kitab, monggo para sederek dibantu njawab nggeh.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rBaca kitab muhadzab :\rفإن تغير أحد أوصافه من طعم أو لون أو رائحة فهو نجس لقوله صلى الله عليه وسلم \"الماء طهور لا ينجسه شيء إلا ما غير طعمه أو ريحه \" فنص على الطعم والريح وقسنا اللون عليهما لأنه في معناهما","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"Jika salah satu sifatnya berubah dari rasa, warna atau bau maka dihukumi najis, sebab sabda Nabi shollallohu alaihi wasallam : \"air itu suci dan mensucikan tidak dinajiskan oleh sesuatu, kecuali bila berubah rasa atau baunya\", ini adalah nash atas rasa dan bau dan kami qiyaskan warna atas rasa dan bau karena warna semakna dengan keduanya.\rHadits yang dibawakan oleh mushonnef kitab muhadzab menurut imam nawawi adalah dho'if berdsarkan kesepakatan ahli hadits, karena dhoif maka tdk bisa dijadikan hujjah, sedangkan hujjah masalah bau rasa dan warna adalah ijma' ulama', ibnu mundir berkata : para ulama' telah ijma' bahwa air sedikit atau banyak ketika najis jatuh di dalamnya kemudian berubah rasa, warna dan baunya maka hukumnya najis\". Ibnu mundzir juga menukil ijma'nya segolongan sahabat dan selain mereka, baik airnya mengalir, berhenti, sedikit, banyak, berubah parah, berubah sedikit, rasamya, warnanya ataupun baunya maka semua itu najis sebab sudah menjadi ijma' .\rImam al baihaqy berkata bahwa jika hadisnya lemah maka menjadi nyata bhwa hujjahnya adalah dengan ijma'.imam syafi'i juga telah memberikan isyarat dalam masalah ini, beliau berkata : \" hadisnya lemah menurut ahli hadis, tetapi ini adalah pendapat umum dan aku tidak mengetahui adanya khilaf di dalamnya \"","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"Sedangkan perkataan musonnef kitab muhadzab \" ini adalah nash atas rasa dan bau dan kami qiyaskan warna atas rasa dan bau karena warna semakna dengan keduanya \"seolah-olah beliau mengatakan bahwa tdk menemukan hadis yang menyebutkan warna, padahal hadisnya ada dalam riwayat ibnu majjah dan al baihaqy, walaupun hadisnya juga lemah.\rKesimpulannya :\rHujjah atau dalil tentang rasa, warna dan bau bukan dari hadits tapi dari ijma' ulama'. Wallohu a'lam bis showab\r- kitab majmu' syarah muhadzab (1/160-161) :\r( الشرح ) هذا الحكم الذي ذكره وهو نجاسة الماء المتغير بنجاسة مجمع عليه ، قال ابن المنذر : أجمعوا أن الماء القليل أو الكثير إذا وقعت فيه نجاسة فغيرت طعما أو لونا أو ريحا ، فهو نجس ، ونقل الإجماع كذلك جماعات من أصحابنا وغيرهم ، وسواء كان الماء جاريا أو راكدا قليلا أو كثيرا ، تغير تغيرا فاحشا أو يسيرا ، طعمه أو لونه أو ريحه ، فكله نجس بالإجماع ، وقد سبق في المتغير بطاهر : أنه لا يعتبر التغير اليسير على الأصح ، وأنه يعتبر تغير الأوصاف الثلاثة على قول ضعيف ، وتقدم الفرق ، ويستثنى مما ذكرناه ما إذا تغير الماء بميتة لا نفس لها سائلة كثرت فيه ، فإنه لا ينجس عن وجه ضعيف مع قولنا بنجاسة هذا الحيوان ، لكن لما كان هذا الوجه ضعيفا لم يلتفت الأصحاب إليه فلم يستثنوه ، وأما الحديث الذي ذكره المصنف فضعيف لا يصح الاحتجاج به ، وقد رواه ابن ماجه والبيهقي من رواية أبي أمامة وذكرا فيه : طعمه أو ريحه أو لونه ، واتفقوا على ضعفه ، ونقل الإمام الشافعي - رحمه الله - تضعيفه عن أهل العلم بالحديث ، وبين البيهقي ضعفه ، وهذا الضعف في آخره وهو الاستثناء .","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"وأما قوله : الماء طهور لا ينجسه شيء فصحيح من رواية أبي سعيد الخدري وسبق بيانه في أول الباب الأول ، وإذا علم ضعف الحديث تعين الاحتجاج بالإجماع كما قاله البيهقي وغيره من الأئمة ، وقد أشار إليه الشافعي أيضا فقال : الحديث لا يثبت أهل الحديث مثله ولكنه قول العامة لا أعلم بينهم فيه خلافا ، وأما قول المصنف : فنص على الطعم والريح وقسنا اللون عليهما فكأنه قاله ; لأنه لم يقف على الرواية التي فيها اللون وهي موجودة في سنن ابن ماجه والبيهقي كما قدمنا ، فإن قيل : لعله رآها فتركها لضعفها ، قلنا : هذا لا يصح ; لأنه لو راعى الضعف واجتنبه لترك جملة الحديث لضعفه المتفق عليه ، والله أعلم .\r> Ghufron Bkl\rوقد روى أبو إمامة الباهلي أن النبي صلّى الله عليه وسلم قال: «الماء طهور لا ينجسه شيء، إلا ما غلب على ريحه وطعمه ولونه» رواه ابن ماجه\rshamela.ws/browse.php/book-384/page-263\r: لأنه صلى الله عليه وسلم لما سئل عن بئر بضاعة ، قال : { خلق الله الماء طهورا لا ينجسه شيء ، إلا ما غير لونه ، أو طعمه ، أو ريحه }\r> Muhammad Mukhlishuddin Hadir","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"(طَهور) : هنا إذا كانت بالفتح فالمراد به الماء الذي يتطهر به، ومثله أيضاً في الوضوء وكذلك في الغسل، وإذا جاء بالضم فالمراد به الفعل فإذا قال: طَُهور أو غَُسل أو وُضوء فالمراد به الفعل، فعل المتوضئ والمغتسل والمتطهر وهذا عند جماهير أهل العلم قد نقله الإمام النووي عليه رحمة الله وجماعة،.قوله - صلى الله عليه وسلم -: «إن الماء طهور لا ينجسه شيء»هذا هو الأصل في الماء أنه باقي على طهوريته، فالله جل وعلا قد أنزله طاهراً فلا ينتقل من أصله إلا بدليل واضح، أو بنص عن النبي - صلى الله عليه وسلم -، وهذا الماء إذا كانت أوصافه متغيرة بنجاسه فهو نجس، أو بالخبرة والتجربة إذا علم أن ذلك الماء يكون نجسا؛ فإنه حينئذٍ يكون قد انتقل من أصله إلى النجاسة.فالأصل في الماء الطهارة، وهذا عام كما قال النبي - صلى الله عليه وسلم - هنا: «إن الماء طهور لا ينجسه شيء» .وقوله - صلى الله عليه وسلم -: «لا ينجسه شيء» :هو مطلق مقيد ببقية الأخبار، أنه إذا مازجته شيء من النجاسة وتغير أحد أوصافه الثلاثة فإنه قد تنجس بالإجماع، وهذا يأتي تفسير الكلام عليه بإذن الله تعالى، في حديث أبي أمامة - رضي الله عنه - الآتي.*\rوعن أبي أمامة الباهلي - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: «إن الماء لا ينجسه شيء , إلا ما غلب على ريحه وطعمه , ولونه» . أخرجه ابن ماجه , وضعفه أبو حاتم.وهذا الحديث قد أخرجه ابن ماجه، وكذلك قد ضعفه أبو حاتم، فقد أخرجه ابن ماجه عليه رحمة الله من حديث رِشدين بن سعد عن معاوية بن صالح عن راشد بن سعد عن أبي أمامة الباهلي - رضي الله عنه -.\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-147/page-29\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/985225318166943/\rwww.fb.com/notes/1079361055420035?\r0114. Salah Satu Sifat Najis Masih Ada Ketika Telah Dibasuh\rPERTANYAAN :\rHusin Ba'bud","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"Assalamualaikum. Bagaimana jika di tangan kita masih ada salah satu sifat najis di tangan contoh nya kan misal nya abiz BAB, masih ada bau nya di tangan kita, terus kita celup tangan kita yang msih ada bau najis nya ke air yang sedikit. bagaimana kah air yang sedikit tersebut apakah menjadi najis atau bagaimana ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam wr wb\rولا يضر بقاء لون كلون الدم أو ريح كريح الخمر عسر زواله للمشقة بخلاف ما إذا سهل فيضر بقاؤه فإن بقيا بمحل واحد معا ضر لقوة دلالتهما على بقاء العين\r\"Tidak menjadi bahaya tetapnya warna (najis) seperti tetapnya warna darah, atau tetapnya bau (najis) seperti bau khomr bila memang sulit di hilangkan karena masyaqqot, berbeda dengan bila tidak sulit dihilangkan maka menjadi bahaya tetapnya, kalau antara warna dan bau tersebut sama-sama masih menetap pada satu tempat juga menjadi bahaya karena berarti menunjukkan indikasi kuatnya keberadaaan najis tersebut pada satu tempat\". [ Iqnaa Li Assyarbiiny I/31 ].\rKesimpulan pertanyaan di atas : Bau tangan bekas BAB tersebut tidak masalah bila memenuhi persyaratan berikut :\r>> Tidak disertai dengan warna najis\r>> Sulit dihilangkan\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/301528683203280/\r0020. Parfum Beralkohol\rPERTANYAAN :\rSi Trexz\rAssalamu'alaykum... Nyuplik ptnyan dari sblh... Shalat dengan memakai parfum b'alcohol,sah atau tidak ? Soalnya sebgian ada yang berfatwa bahwa alcohol temasuk najis. Apakah benar alkohol yang sebagai pelarut parfum sama dengan khamr ? Mohon pencerahannya... ^_^\rJAWABAN :\rMasaji Antoro","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"Seingat saya hukumnya boleh...Hukum alkohol untuk campuran minyak wangi menurut madzhab Syafi’i dima’fu (dimaafkan), artinya dihukumi seperti perkara suci jika untuk sekedar kebutuhan saja, namun bila melebihi kebutuhan, maka hukumnya najis... karena alkohol dikategorikan khomr....\rومنها المائعات النجسة التي تضاف الى الادوية والروائح العطرية لاصلاحها فانه يعفى عن القدر الذي به الاصلاح قياسا على الانفخة المصلحة للجبن ومنها الثياب الي تنشر على المبنية بالرماد النجس فانه يعفى عما يصيبها من ذلك الرماد لمشقة الاحتراز .الفقه على مذاهب الاربعة/1/19 )\r0180. Alkohol Dalam Parfum Dan Obat\rPERTANYAAN :\rIbnu Nawawy El-Fajry\rAssalamu'alaikum warohmatullah... afwan.. apa hukum sholat make minyak wangi beralkohol ? dan hukumnya minum obat yang terbuat dari alkohol ? syukron... mohon pencerahan sejelas-jelasnya yaa....\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam warohmatullaah... Alkohol yang terdapat pada keduanya termasuk NAJIS yang DI MA'FU (dimaafkan)\rومنها المائعات النجسة التي\r... تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر\rالذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن\rTermasuk bagian najis yang di ma'fu (dimaafkan) adalah najis yang terdapat pada obat-obatan dan wewangian harum dengan tujuan untuk memperbaikinya, maka di ma'fu sekedar takaran yang dipakai untuk memperbaikinya dengan dianalogkan pada aroma yang mempernaiki pada keju. [ Fiqh 'Alaa madzaahib al-Arba'ah I/15 ].\rAghitsNy Robby\rWa'alaikum salaam warohmatullaah wabarokaatuh....\rيجب تعليم ما يتعلق بالتصور علي ما يتعلق بالتصديق","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"“Wajib mendahulukan sesuatu yang berhubungan dengan tashowwur (mengenal hakikat sesuatu) atas sesuatu yang berhubungan dengan tasdiq(hokum)”\rDi bidang kimia, alcohol : nama kumpulan senyawa organik yang mengandung gugus OH yang biasanya terikat pada rantai yang bersifat paraffin. Ada juga Etilalkohol yang disebut Etanol (CH3,CH2,OH) yaitu zat cair yang tak berwarna namun baunya menyegatkan. Dalam teknik sangat banyak dipergunakan, baik sebagai bahan pelarut maupun sebagai bahan pangkal untuk sintesa2 selanjutnya. Dan dipergunakan juga dalam industri bahan makanan (MINUMAN KERAS) dan dalam industry MINYAK WANGI. Kadar alcohol ini bermacam-macam :\rJika untuk MINUMAN KERAS = 25-50%\rJika untuk OBAT-OBATAN = 4 atau 5%\rJika untuk SPIRITUS = 70-96%. SPIRITUS :”larutan alcohol dalam air yang dibubuhi suatu zat yang beracun misalnya methanol spy gad pt dipake tuk minuman keras maka diberi warna biru tuk menandainya”\rBAHAN2 PEMBUATAN ALKOHOL:\r1. Bahan2 yang mengandung gula : seperti gula tebu, gula bit , melasa n berbagai buah2an\r2. Bahan2 yang banyak mengandung zat pati(amilum): seperti kentang, jagung, dll\r3. Umbi2 yang mengandung fruktosa n lignin.\r4. Bahan2 yang mengandung selulosa: ampas2 kayu (yang bisa menggula jika diolah dengan asam chlorida n dimampatkan)\rBiasanya tanah air kita menggunakan bahan2 tersebut tuk membuat alcohol. Namun ada juga yang membuat alcohol dari kotoran sapi, seperti di India.\rJadi, HUKUM SUCI/NAJISNYA ALKOHOL TERGANTUNG DARI ASAL PEMBUATANNYA.\rJIKA SUCI = SAH DIPAKE SHOLAT\rJIKA NAJIS = NGGA SAH","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"Namun untuk ihtiyat lebih baik DIHINDARI memakai parfum beralkohol. Tapi jika penggunaan alcohol itu hanya SEKEDAR UNTUK MENGHILANGKAN BAU PADA BADAN ATAU BAJUNYA (bukan untuk mewangikan dirinya) = jika najis maka termasuk MA’FUW ( najis yang dima’afkan ). [ Fiqih ‘ala Madzahibil Arba’ah 1 (kalo di kitab ana hal.21).]\rومنها المائعات النجسة التي\r... تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر\rالذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن\rTermasuk bagian najis yang di ma'fu (dimaafkan) adalah najis yang terdapat pada obat-obatan dan wewangian harum dengan tujuan untuk memperbaikinya, maka di ma'fu sekedar takaran yang dipakai untuk memperbaikinya dengan dianalogkan pada aroma yang mempernaiki pada keju. kalau minuman keras maka NAJIS muthlak karena al-Qur’an mensifatkannya dengan “rijsun”(najis). Sedangkan alcohol bukanlah minuman pada ‘urf. Adapun jika digunakan untuk obat..jangankan alcohol….arak pun jika kadarnya hanya 4 atau 5% saja yang tidak sampai banyaknya membuat mabok maka BOLEH. [ Hasyiyatus Syarqowy ‘alat Tahrir juz 2 : 449 ].\rو اما لو استهلكت الخمرة في الدواء بان لم يبق لها وصف فلا يحرم استعمالها كصرف باقي النجاسات هذا ان عرف او اخبره طبيب عدل\r“Adapun jika arak dilarutkan di dalam obat, dengan tidak tinggal baginya sifat arak, maka tidaklah haram mempergunakannya, seperti najis2 lain yang murni. Hal ini jika diketahui atau diberitakan oleh seorang dokter yang adil”.\r0340. NAJISKAH AIR LIUR ORANG TIDUR ( ILER )\rPERTANYAAN :\rWijnil 'Ain","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Bagaimana hukum liur yang keluar dari mulut ketika tidur namun terkena baju yang akan dikenakan dalam shalat ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rAir liur itu Suci selama diyakini tidak berasal dari perut.. tapi bila diyakini dari perut hukumnya najis.\rأما المنى فطاهر خلافا لمالك وكذا بلغم غير معدة من راس او صدر وماء سائل من فم نائم ولو نتنا أو أصفر مالم يتحقق أنه من معدة الاممن إبتلى به فيعفى عنه وإن كثر\rSedangkan mani hukumnya suci berbeda menurut Imam Malik begitu juga lendir dari kepala atau dada bukan lender yang dari pencernaan, begitu juga air yang mengalir dari bibir orang tidur (iler-java-pen) meskipun bacin atau berwarna kekuning-kuningan selama tidak diyakini keluar dari perut kecuali bagi orang yang mendapatkan cobaan (dengan terus-menerus mengeluarkan liur dari perut) maka juga termasuk najis yang dima’fu (diampuni) meskipun banyak. [ I’aanah at-Thoolibiin I/85 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rKenapa ulama menetapkan air liur dari perut itu najis? Karena dalam perut tempat terjadinya perubahan makanan menjadi bacin dan rusak, sesuatu yang disana hukumnya najis karena sudah menyerupai tinja / kotoran... [ Al-Muhaddzab I/47 ].\rوأما القيء فهو نجس لحديث عمار ولأنه طعام استحال في الجوف إلى النتن والفساد فكان نجسا كالغائط\rJika pada permasalahan iler kita bingung untuk menentukan keluarnya dari perut atau bukan, karena saat tidur kita tidak tahu posisi ketika tidur, apakah yang diyakini adalah ketika kita bangun pas posisi bagaimana, apakah posisi ketika bangun tidur ini yang menjadi patokan asal keluarnya iler ?","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Ibnu ‘Iimaad memberi batasan tentang ciri-ciri antara air liur yang keluar dari perut dan yang dari \"sekitar bibir\" ( seputar bagian dalam mulut, penyunting ) :\r1. Saat baunya berubah bacin berarti dari perut\r2. Bila ditemukan warna kekuning-kuningan juga dari perut\r3. Tidurnya terlelap pulas dan dalam rentang waktu panjang. Sedang ciri-ciri air liur yang dari bibir kebalikannya.\r4. sebagian ulama ada yang menyatakan, bila saat ia tidur posisi kepala tinggi (melebihi perut) diatas bantal maka hukumnya seperti ludahnya suci\rوقد ذكر ابن العماد ثلاثة أقوال فيما سال من فم النائم وهي: قيل: إنه طاهر مطلقا. وقيل: إنه نجس مطلقا. والثالث: التفصيل بين الخارج من المعدة والخارج من الفم.\rوذكر أيضا ثلاثة أقوال في علامة الخارج من المعدة أو الفم، فقال: ومن إذا نام سال الماء من فمه مع التغير نجس في تتمته قال الجويني ما من بطنه نجس وطاهر ما جرى من ماء لهوته ونص كاف متى ما صفرة وجدت فإنه قد جرى من ماء معدته وقيل ما بطنه إن نام لازمه بأن يرى سائلا مع طول نومته والماء من لهوة بالعكس آيته من بله شفة جفت بريقته وبعضهم إن ينم والرأس مرتفع على الوساد فذا طاهر كريقته\r[ Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin I/113 ].\r0345. Cara Agar Air Sedikit \"Mutanajjis\" Menjadi Suci Mensucikan\rPERTANYAAN :\rImam Budi Sanjaya\rAssaLaamu 'alaikum... maaun qolilun thoohirun muthohhirun bijaryil maa'i in kaana musta'malaan ashohha fil wudh'i bi jaryil maa'i ... mohon pengertiannya ?\rJAWABAN :\rHakam Trunojoyo ElChudrie","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Wa'alaikumussalaam. Air sedikit bisa menjadi air yang suci mensucikan bila ditambah denga air lagi (hinga menjadi 2 kulah. Red), meski dengan air musta'mal, dan bila digunakan untuk berwudhu bisa menjadi sah.. Penyimpulan dari fathul mu'in.\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. SEPAKAT SAMA KANG Hakam Trunojoyo ElChudrie. Ini redaksi yang ada di kitab Fath al-Mu'in :\rوالماء القليل إذا تنجس يطهر ببلوغه قلتين ولو بماء متنجس حيث لا تغير به\r( قوله والماء القليل إذا تنجس ) أي بوقوع نجاسة فيه وقوله يطهر ببلوغه قلتين أي بانضمام ماء إليه لا بانضمام مائع فلا يطهر ولو استهلك فيه وقوله ولو بماء متنجس أي ولو كان بلوغه ما ذكر بانضمام ماء متنجس إليه أي أو بماء مستعمل أو متغير أو بثلج أو برد أذيب\rWAL MAA-U ALQALIILU IDZAA TANAJJASA YATHHURU BI BULUUGHIHII QULLATAINI WALAU BI MAA-IN MUTANAJJISIN HAITSU LAA TAGHAYYARA BIHII\rAir sedikit bila menjadi najis bisa suci kembali dengan menjadikan ia dua qullah meskipun memakai air yang terkena najis asalkan tidak menjadikannya berubah.\r(Keterangan Air sedikit bila menjadi najis) artinya menjadi najis sebab kejatuhan najis.\r(Keterangan bisa suci kembali dengan menjadikan ia dua qullah) artinya dengan menambahkan air lain padanya tidak dengan menambahkan barang cair lainnya meskipun bisa melebur dengan air.\r(Keterangan meskipun memakai air yang terkena najis) artinya meskipun penambahan untuk menjadikannya dua qullah tersebut memakai air lain yang terkena najis, atau menggunakan air musta’mal, atau air yang berubah, atau es atau embun yang telah meleleh. [ I’anah at-Thoolibiin I/34 ].\r0534. Najis Hukmiyyah - Najis Yang Hilang Bekasnya\rPERTANYAAN :","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Koesoema Negara\rAssalamu`alaikum.... Nderek tangled mbah... Bagaimana hukum tempat yang terkna najis berupa cairan dan belum sempat disucikan sampai hilang bekas najisnya, hukumnya najis/suci? Matur nwun...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam. Najisnya tetap ada, itu yang dinamakan najis hukmiyyah, najis secara hukumnya saja dan cara mensucikannya bila memang bentuk, bau, rasa dan warnanya sudah tidak ada cukup disiram dengan air suci...\r0632. HUKUM MEMBAWA DOMPET YANG ADA NAJISNYA\rPERTANYAAN :\rAbdullah Alif'alit Al-Jawi\rAssalamualaikum, ini ta ambil contoh pada diri sndiri, Di dalam dompetku terselip barang najis yang ga bisa dibuang / di suci, akhirnya bila tiap sholat dompet aku gletakin di depan / belakang aku berdiri, bagaimana tuh hukumnya ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot\rWa'alaikum salam. Boleh/sah selama ga dibawa sholat.\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. DI ANTARA SYARAT SAHNYA SHALAT, TEMPAT SHALATNYA HARUS SUCI, ASALKAN DOMPET TERSEBUT TIDAK TERBAWA SAAT IA SHALAT MAKA SHALATNYA HUKUMNYA SAH\rوأما المكان فليكن كل ما يماس بدنه طاهرا (ح) وما لا يماس فلا بأس بنجاسته الا ما يحاذي صدره في السجود ففيه وجهان لانه كالمنسوب إليه) * يجب أن يكون ما يلاقى بدن المصلي وثيابه من موضع الصلاة طاهرا خلافا لابي حنيفة حيث قال لا يشترط الا طهارة موضع القدمين وفي رواية طهارة موضع القدمين والجبهة ولا يضر نجاسة ما عداه الا أن يتحرك بحركته …. ولو صلي علي بساط تحته نجاسة أو على طرف آخر منه نجاسة أو على سرير قوائمه على نجاسة لم يضر خلافا لابي حنيفة حيث قال ان كان يتحرك ذلك الموضع بحركته لم يجز","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"Yang dimaksud suci tempat shalatnya adalah setiap tempat yang bersentuhan dengan badan (juga pakaian) orang shalat, sedang yang tidak bersentuhan tidak bahaya najisnya kecuali tempat yang sejajar dengan dadanya saat sujud yang dalam masalah ini terdapat dua pendapat (yang salah satu pendapatnya menyatakan sujudnya tidak sah) karena tempat tersebut dinisbatkan juga area shalatnya.\rDiwajibkan setiap tempat yang bertemu dengan badan, pakaiannya dalam keadaan suci. Berbeda menurut pendapat Abu Hanifah yang hanya mewajibkan sucinya tempat kedua telapak kakinya meski dalam riwayat lain beliau juga menyaratkan sucinya tempat kedua telapak kakinya dan dahinya dan tidak bahaya najis diselain tempat tersebut kecuali tempat tersebut ikut bergerak saat ia bergerak dalam shalatnya…..\rBila seseorang shalat sedang dibawah permadaninya, atau ujung tempat lainnya, atau shalat diatas ranjang yang tiang-tiangnya terdapat najis maka tidak bahaya berbeda dengan pendapat Abu Hanifah bila tempat tersebut ikut bergerak saat ia bergerak dalam shalatnya maka tidak boleh. [ Syarh al-Wajiiz IV/34 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r0694. KENCING MENGHADAP KIBLAT\rPERTANYAAN :\rAlamuddin Syah\rBgaimana hukum membuang air dlam keadaan menghdap kiblat ? Mohon penjelasannya disertai dalil yang mendukung.. Syukron\rJAWABAN :\rEmilia Sylvia Hazard\rMAKRUH\rDari Ibnu Umar, ia berkata: Pada suatu hari aku naik ke rumah Hafshah, lalu aku melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam buang air dengan menghadap kea rah Syam, membelakangi Ka’bah. (HR Jama’ah, Nailur Authar Hadist No. 86)","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : { نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِبَوْلٍ فَرَأَيْتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ بِعَامٍ يَسْتَقْبِلُهَا } . رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إلَّا النَّسَائِيّ\rDan Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang menghadap Kiblat ketika kencing, tetapi aku melihat dia sebelum wafat kurang dari setahun, ia menghadap kiblat. (HR Imam yang lima kecuali An-Nasai, Nailur Authar Hadist No. 87)\rوَعَنْ مَرْوَانَ الْأَصْفَرِ قَالَ : { رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَنَاخَ رَاحِلَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ يَبُولُ إلَيْهَا فَقُلْتُ : أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَلَيْسَ قَدْ نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ : بَلَى ، إنَّمَا نُهِيَ عَنْ هَذَا فِي الْفَضَاءِ فَإِذَا كَانَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ شَيْءٌ يَسْتُرُكَ فَلَا بَأْسَ } . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد\rDari Marwan al Anshar, ia berkata: Aku melihat Ibnu Umar menderumkan kendaraanya dengan menghadap kiblat, lalu ia kencing dengan menghadap kiblat, lalu aku bertanya: Wahai Abi Abdirrahman, tidaklah yang demikian itu dilarang? Maka ia menjawab, tetapi yang dilarang adalalah jika ia ditanah lapang, bila antara kamu dan kiblat ada sesuatu (penghalang) yang menutupimu, maka tidaklah mengapa. (HR Abu Dawud).\rIntinya adalah kita tidak diperbolehkan menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat di tempat terbuka, sedangkan jika tertutup atau terhalang oleh dinding maka diperbolehkan kita menghadap dan membelakangi Kiblat. Wallahu ‘alam bishowab.\r0699. KENAJISAN KENCING / OMPOL BAYI\rPERTANYAAN :\rBambang Isnadi","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Assalamu'alaikum. Sarung pakdhe aku,terkena ompol bayi yang belom makan apa-apa sel?n ASI, lantas buat sholat tanpa dibersihkan... Apakah sah...? Syukron\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Sebelum diperciki air untuk kencing bocah laik-laki (yang masih berumur dibawah 2 tahun dan hanya minum ASI) dan di cuci selayaknya najis lainnya untuk kencing bocah wanita sarung tersebut masih najis dan tidak sah digunakan shalat. Berdasarkan hadits Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam :\r1. Hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu 'anha:\rأَنها أَتتْ بِابْنٍ لها صغيرٍ، لمْ يأْكلِ الطّعامَ إِلى رَسولِ اللّهِ -صلى الله عليه وسلم- ، فأَجلسهُ رَسولُ اللّهِ -صلى الله عليه وآله وسلم- فى حجرِهِ ، فَبالَ على ثَوْبهِ ، فدعا بماءٍ فنضحهُ وَلمْ يغسله\rBahwa ia datang dengan anak laki-lakinya yang masih kecil yang belum makan makanan kepada Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Lalu Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wa sallam mendudukkan anak itu di pangkuannya, kemudian anak itu ngompol di baju beliau. Beliau pun meminta air lalu memercikinya dan tidak mencucinya (HR. al-Bukhori dalam al-Wudhu’ (223), Muslim dalam ath-Thoharoh (691), Abu Dawud dalam ath-Thoharoh (374), at-Tirmidzi dalam ath-Thoharoh (71), an-Nasa’i dalam ath-Thoharoh (304), Ibnu Majah dalam ath-Thoharoh dan Sunannya (566), Malik dalam al-Muwatho'ho’ (141), Ahmad (27756), al-Humaidi dalam musnadnya (365), al-Baihaqi (4319), dari hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu anha.)\r2. Hadis riwayat Imam Turmudzi\rيُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ، ويُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الغُلامِ. رواه الترميذي","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"“Dicuci dari kencing anak perempuan dan dipercikkan dengan air dari kencing anak laki-laki\rmakanan.” (Riwayat Tirmidzi dengan sanad hasan).\rHikmah dibedakannya perlakuan terhadap dua kencing bocah diatas di terangkan dalam Kitab AlBaajuuri I/107 dan alfiqh islami-Zuhaily I/311 :\rوالفرق بينهما ان بول الصبي ارق من بول الصبية و الائتلاف بمحله اكثر من الائتلاف بمحلها فخفف فيه دونها وايضا اصل خلقه من ماء وطين واصل خلقها من لحم ودم فان حواء خلقت من ضلع ادم القصير وايضا بلوغ الصبي بمائع طاهر وهو المني فقط وبلوغها بذالك وبمائع نجس وهو الحيض\rوأما الطفلة الصبية والخنثى فلا بد من غسل موضع بولهما ، بإسالة الماء عليه ، وذلك لما رواه الترمذي وحسنه: «يغسل من بول الجارية ، ويرش من بول الغلام» وفرّق بين بول الصبي والصبية وذلك لأنّ بول الصبي أرقّ من بولها ، فلا يلصق بالمحل لصوق بولها به ، وألحق بها الخنثى. (انظر: الفقه الإسلامي ، زحيلي ، ج1 -311).\rPerbedaan kencing bayi laki-laki dan perempuan :\r1.…Kencing bayi laki-laki lebih lembut ketimbang kencing bayi perempuan dan persatuan dengan tempat yang terkencingi bayi laki-laki lebih banyak ketimbang persatuan dengan tempat yang terkencingi bayi perempuan, menurut kitab alfiqh islami-Zuhaily I/311 “Kencing bayi laki-laki lebih lembut ketimbang kencing bayi perempuan sehingga bertemunya kencing laki-laki tempat yang terkencingi tidak sekuat bayi perempuan” karenanya kencing laki-laki diringankan hukumnya tidak kencing bayi wanita. Intinya kencing wanita lebih pesing dan lebih menyengat baunya,,, Hehe","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"2.…Asal kejadian laki-laki dari dari air dan tanah sedang asal kejadian wanita dari daging dan darah (najis) karena Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam AS yang pendek\r3.…Tanda balig (dewasa) nya anak laki-laki ditandai dengan cairan suci yaitu mani sedang tanda balig (dewasa) nya anak perempuan ditandai dengan mani dan cairan najis yaitu darah haid. (Kitab AlBaajuuri I/106-107 dan alfiqh islami-Zuhaily I/311). Wallaahu A’lamu bis shawaab.\rAbdurrahman As-syafi'i\r:و في رواية الترمذى \" ينضح من بول الغلام و يرش من بول الجارية \"و فرق بينهما من جهة المعنى بوجوه،منها ان بول الجارية يترشش فاحتيج فيه الى الغسل بخلاف بول الصبى فانه يقع في محل واحد، منها ان بول الجاريةثخين اصفر منتن يلصق بالمحل بخلاف بول الصبى،قال الشيخ تقى الدين بن دقيق العيد و فرق بينهما بوجوده منها ما هو ركيك جدا لا يستحق ان يذكر،و اقوى ما قيل ان النفس اعلق بالذكور من الاناث فيكثر حمل الصبى فناسب التخفيف بالنضح دفعا للعسر وهذا المعنى مفقود في الاناث فجرى الغسل فيهن على القياس\rair kencing anak laki-laki yang belum makan apa2 dan anak perempuan yang belum apa2 ke-2nya najis hukumnya,cuman najis kencing anak laki-laki disebut najis mukhofafah,sedang najis kencing anak perempuan adalah najis mutawasith,hal ini karena ada perbedaan yang mendasar dari ke-2nya.. \"diriwayatkan dari imam thurmudzi : percikilah dari air kecing anak laki-laki,dan basuhlah dari air kencing anak perempuan\".Perbedaan diantara ke-2nya adalah:\r1. air kencing anak perempuan umumnya keluar dengan memancar keras dan menyebar,sedang anak laki-laki hanya jatuh pada satu tempat saja.","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"2. air kencing anak perempuan lebih pekat,lebih kekuning kuningan,lebih tajam baunya berbeda dengan anak laki-laki. [ Kifayatul Ahyar : 67 ]\rكفاية الاخيار 67\r0713. NAJASAH : NAJIS KENCING BAYI\rPERTANYAAN :\rBambang Isnadi\rAssalamu'alaikum. sarung pakdhe aku, terkena ompol bayi yang belom makan apa-apa selain ASI. . . . lantas buat shalat tanpa dibersihkan, apakah sah ? Syukron\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Sebelumnya diperciki air untuk kencing bocah laik-laki (yang masih berumur di bawah 2 tahun dan hanya minum ASI) dan di cuci selayaknya najis lainnya untuk kencing bocah wanita sarung tersebut masih najis. Berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. :\r1. Hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu anha :\rأَنها أَتتْ بِابْنٍ لها صغيرٍ، لمْ يأْكلِ الطّعامَ إِلى رَسولِ اللّهِ -صلى الله عليه وسلم- ، فأَجلسهُ رَسولُ اللّهِ -صلى الله عليه وآله وسلم- فى حجرِهِ ، فَبالَ على ثَوْبهِ ، فدعا بماءٍ فنضحهُ وَلمْ يغسله","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Bahwa ia datang dengan anak laki-lakinya yang masih kecil yang belum makan makanan kepada Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Lalu Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wa sallam mendudukkan anak itu di pangkuannya, kemudian anak itu ngompol di baju beliau. Beliau pun meminta air lalu memercikinya dan tidak mencucinya (HR. al-Bukhori dalam al-Wudhu’ (223), Muslim dalam ath-Thoharoh (691), Abu Dawud dalam ath-Thoharoh (374), at-Tirmidzi dalam ath-Thoharoh (71), an-Nasa’i dalam ath-Thoharoh (304), Ibnu Majah dalam ath-Thoharoh dan Sunannya (566), Malik dalam al-Muwaththo’ (141), Ahmad (27756), al-Humaidi dalam musnadnya (365), al-Baihaqi (4319), dari hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu anha.)\r2. Hadis riwayat Imam Turmudzi :\rيُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ، ويُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الغُلامِ. رواه الترميذي\r“Dicuci dari kencing anak perempuan dan dipercikkan dengan air dari kencing anak laki-laki makanan.” (Riwayat Tirmidzi dengan sanad hasan).\rHikmah dibedakannya perlakuan terhadap dua kencing bocah diatas di terangkan dalam Kitab AlBaajuuri I/107 dan alfiqh islami-Zuhaily I/311 :","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"والفرق بينهما ان بول الصبي ارق من بول الصبية و الائتلاف بمحله اكثر من الائتلاف بمحلها فخفف فيه دونها وايضا اصل خلقه من ماء وطين واصل خلقها من لحم ودم فان حواء خلقت من ضلع ادم القصير وايضا بلوغ الصبي بمائع طاهر وهو المني فقط وبلوغها بذالك وبمائع نجس وهو الحيض وأما الطفلة الصبية والخنثى فلا بد من غسل موضع بولهما ، بإسالة الماء عليه ، وذلك لما رواه الترمذي وحسنه: «يغسل من بول الجارية ، ويرش من بول الغلام» وفرّق بين بول الصبي والصبية وذلك لأنّ بول الصبي أرقّ من بولها ، فلا يلصق بالمحل لصوق بولها به ، وألحق بها الخنثى. (انظر: الفقه الإسلامي ، زحيلي ، ج1 -311).\rPerbedaan kencing bayi laki-laki dan perempuan :\r1. Kencing bayi laki-laki lebih lembut ketimbang kencing bayi perempuan dan persatuan dengan tempat yang terkencingi bayi laki-laki lebih banyak ketimbang persatuan dengan tempat yang terkencingi bayi perempuan, menurut kitab alfiqh islami-Zuhaily I/311 “Kencing bayi laki-laki lebih lembut ketimbang kencing bayi perempuan sehingga bertemunya kencing laki-laki tempat yang terkencingi tidak sekuat bayi perempuan” karenanya kencing laki-laki diringankan hukumnya tidak kencing bayi wanita Intinya kencing wanita lebih pesing dan lebih menyengat baunya,,, Hehe\r2. Asal kejadian laki-laki dari dari air dan tanah sedang asal kejadian wanita dari daging dan darah (najis) karena Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam AS yang pendek.","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"3.Tanda balig (dewasa) nya anak laki-laki ditandai dengan cairan suci yaitu mani sedang tanda balig (dewasa) nya anak perempuan ditandai dengan mani dan cairan najis yaitu darah haid. (Kitab AlBaajuuri I/106-107 dan alfiqh islami-Zuhaily I/311). Wallaahu A’lamu bis shawaab.\r0783. NAJIS MUGHOLADZOH ANJING\rPERTANYAAN :\rRama Rif\rAssalamu'alaikum, maaf mau tanya: Bulu Anjing yang bertebaran mengenai tubuh/pakain kita itu najis tidak yah ?\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam. Memang terjadi khilaf dalam masalah kenajisan anjing :\r?…Kalangan syafi’iyyah dan Hanabilah menilai anjing tergolong najis mugholladzoh (najis yang berat) yang mengakibatkan najis tidak hanya sebatas air liurnya saja tapi mencakup juga keringatnya dan setiap anggauta tubuhnya, dan cara meghilangkan najisnya pun disyaratkan memakai debu diantara tujuh kali basuhan.\rالخامس ولوغ الكلب يغسل سبعا احداهن بالتراب وعرقه وسائر اجزائه كاللعاب\rArtinya : Kelima adalah Jilatan anjing dibasuh tujuh kali salah satunya dengan debu, keringatnya dan seluruh anggauta tubuhnya hukumnya seperti air liurnya. [ Syarh alKabiir li ar-Rofi’I I/260 ].\r?…Sedangkan menurut kalangan malikiyyah anjing hidup hukumnya suci yang mengakibatkan najis pada anjing tertentu pada air liurnya saja,\r?…Sedang menurut Hanafiyah najis anjing sama dengan najis akibat yang lain tidak disyaratkan dibasuh tujuh kali dan menghilangkan najisnya dengan debu menurut mereka hanya sunah.","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"وَخَصَّ الْمَالِكِيَّةُ الْغَسْل سَبْعًا بِمَا إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ فَقَطْ ، وَلاَ يُشْتَرَطُ التَّتْرِيبُ عِنْدَهُمْ ، وَأَمَّا إِذَا أَدْخَل الْكَلْبُ رِجْلَهُ أَوْ لِسَانَهُ بِلاَ تَحْرِيكٍ فِي الإِْنَاءِ ، أَوْ كَانَ الإِْنَاءُ فَارِغًا وَلَعِقَهُ الْكَلْبُ فَلاَ يُسْتَحَبُّ غَسْلُهُ عِنْدَهُمْ ، وَالْحُكْمُ بِالْغَسْل سَبْعًا تَعَبُّدِيٌّ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ وَذَلِكَ لأَِنَّهُمْ يَقُولُونَ بِطَهَارَةِ الْكَلْبِ .\rوَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ إِلَى أَنَّ الْمُتَنَجِّسَ بِرِيقِ الْكَلْبِ كَالْمُتَنَجِّسِ بِغَيْرِهِ مِنَ النَّجَاسَاتِ ؛ وَذَلِكَ لأَِنَّ الْكَلْبَ عِنْدَهُمْ لَيْسَ بِنَجَسِ الْعَيْنِ بَل نَجَاسَتُهُ بِنَجَاسَةِ لَحْمِهِ وَدَمِهِ ، وَأَمَّا شَعْرُهُ فَطَاهِرٌ .\r(2) حاشية ابن عابدين 1 / 205 ، 212 وما بعدها ، وبدائع الصنائع 1 / 60 وما بعدها ، وحاشية الدسوقي 1 / 33 ، 48 وما بعدها ، ومغني المحتاج 1 / 17 ، 77 وما بعدها ، وكشاف القناع 1 / 24 ، 25 ، 181 وما بعدها ، والمبدع 1 / 235 وما بعدها ، والفروع 1 / 235 وما بعدها .\r[ ALMAUSUU’AH ALfIQHIYYAH XIV/50 ]\rWallaahu A'lamu Bis Showaab\r0879. HUKUM AIR LIUR\rPERTANYAAN :\rBayangan Hitam\rAssalamu Alaikum Wr. Wb.\rSaya mau bertanya tenten seorang Imam yang pada waktu sholat tiba berdahak dan keluar lendir dari perutnya ke mulut.... \" Apakah lendir tersebut harus di telang atau di buang saja terus bagai mana dengan ke ap sahan sholatnya???\"\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam wr wb. Air liur (iler-java-pent) hulumnya SUCI selama diyakini tidak berasal dari perut tapi bila dari perut hukumnya najis","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"أما المنى فطاهر خلافا لمالك وكذا بلغم غير معدة من راس او صدر وماء سائل من فم نائم ولو نتنا أو أصفر مالم يتحقق أنه من معدة الاممن إبتلى به فيعفى عنه وإن كثر\rSedangkan mani hukumnya suci berbeda menurut Imam Malik begitu juga lendir dari kepala atau dada bukan lender yang dari pencernaan, begitu juga air yang mengalir dari bibir orang tidur (iler-java-pen) meskipun bacin atau berwarna kekuning-kuningan selama tidak diyakini keluar dari perut kecuali bagi orang yang mendapatkan cobaan (dengan terus-menerus mengeluarkan liur dari perut) maka juga termasuk najis yang dima’fu (diampuni) meskipun banyak. [ I’aanah at-Thoolibiin I/85 ].\rKalau keluarnya dari perut maka najis Karena dalam perut tempat terjadinya perubahan makanan menjadi bacin dan rusak, sesuatu yang disana hukumnya najis karena sudah menyerupai tinja/kotoran...\rKeterangan dari AlMuhaddzab I/47 :\rوأما القيء فهو نجس لحديث عمار ولأنه طعام استحال في الجوف إلى النتن والفساد فكان نجسا كالغائط\rTANDA-TANDA AIR LIUR ORANG TIDUR BERASAL DARI PERUT ATAU BIBIR\rوقد ذكر ابن العماد ثلاثة أقوال فيما سال من فم النائم وهي: قيل: إنه طاهر مطلقا.\rوقيل: إنه نجس مطلقا. والثالث: التفصيل بين الخارج من المعدة والخارج من الفم.\rوذكر أيضا ثلاثة أقوال في علامة الخارج من المعدة أو الفم، فقال: ومن إذا نام سال الماء من فمه مع التغير نجس في تتمته قال الجويني ما من بطنه نجس وطاهر ما جرى من ماء لهوته ونص كاف متى ما صفرة وجدت فإنه قد جرى من ماء معدته وقيل ما بطنه إن نام لازمه بأن يرى سائلا مع طول نومته والماء من لهوة بالعكس آيته من بله شفة جفت بريقته وبعضهم إن ينم والرأس مرتفع على الوساد فذا طاهر كريقته","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Ibnu ‘Iimaad memberi batasan tentang ciri-ciri antara air liur yang keluar dari perut dan dari bibir :\r1.…Saat baunya berubah bacin berarti dari perut\r2.…Bila ditemukan warna kekuning-kuningan juga dari perut\r3.…Tidurnya terlelap pulas dan dalam rentang waktu panjangSedang cirri-ciri air liur yang dari bibir kebalikannya.\r4.…Sebagian ulama ada yang menyatakan, bila saat ia tidur posisi kepala tinggi (melebihi perut) diatas bantal maka hukumnya seperti ludahnya suci, [ keterangan dari : Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin I/113 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r3328. HUKUM AIR LUDAH MANUSIA\rPERTANYAAN :\r> Apu'holaholo Ndhopestonecapity\rAssalamu'alaikum wr wb, hukum air ludah manusia itu najis atau tidak ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalaam, air ludah hukumnya suci, begitu juga dahak, bahkan para shohabat dulu ketika Nabi shollallohu alaihi wasallam mengeluarkan dahak maka dahak tersebut jatuh pada tangan salah seorang sahabat kemudian digosok-gosokkan ke wajah dan kulitnya.Nabi juga pernah meludah dibajunya (HR. Al Bukhory ).\rRujukan kitab fathul bary imam ibnu hajar :\rباب البزاق والمخاط ونحوه في الثوب قال عروة عن المسور ومروان خرج النبي صلى الله عليه وسلم زمن حديبية فذكر الحديث وما تنخم النبي صلى الله عليه وسلم نخامة إلا وقعت في كف رجل منهم فدلك بها وجهه وجلده\r238 حدثنا محمد بن يوسف قال حدثنا سفيان عن حميد عن أنس بن مالك قال بزق النبي صلى الله عليه وسلم في ثوبه قال أبو عبد الله طوله ابن أبي مريم قال أخبرنا يحيى بن أيوب حدثني حميد قال سمعت أنسا عن النبي صلى الله عليه وسلم\rPenjelasan imam ibnu hajar :","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"والنخامة بالضم هي النخاعة كذا في المجمل والصحاح وقيل بالميم ما يخرج من الفم وبالعين ما يخرج من الحلق . والغرض من هذا الاستدلال على طهارة الريق ونحوه . وقد نقل بعضهم فيه الإجماع لكن روى ابن أبي شيبة بإسناد صحيح عن إبراهيم النخعي أنه ليس بطاهر وقال ابن حزم : صح عن سليمان الفارسي وإبراهيم النخعي أن اللعاب نجس إذا فارق الفم\rTujuan dari hadis ini adalah istidlal terhadap sucinya air ludah dan semisalnya, sebagian ulama' menukil adanya ijma' ttg sucinya air ludah tetapi ibnu abi saibah meriwayatkan dengan sanad shohih dari ibrahim an nukho'i bahwa air ludah itu tudak suci.ibnu hazm berkata : shohih dari salman al farisi dan ibrahim an nukho'i bahwa air liur ketika berpisah dari mulut maka najis. Wallohu a'lam.\rBaca link terkait : www.piss-ktb.com/2011/12/0879-thaharah-hukum-air-liur.html\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/795612860461524/\rwww.fb.com/notes/799913313364812\r0884. Kuas Putih Yang Ditengarai Dari Bulu Babi\rPERTANYAAN :\rPustaka Aswaja\r[ URGENT ] Barusan iseng2 liat anak pondok ngecat. saya liat koq kuasnya putih dan gagangnya ada tulisan bristles. Merk ETERNA. saya lalu teringat liputan halal haram trans tv tentang kuas bulu babi. Saya lalu browsing. Ternyata ciri2nya 90% cocok. Saya tanya santri bali yang sering melihat babi untuk mengidentifikasi, ternyata emang bulu babi seperti itu. Pertanyaan: bagaimana dengan gedung pondok n madrasah yang terlanjur slesai dicat? Haruskan disiram smua? Adakah pendapat yang bisa jadi solusi?\rJAWABAN :\rAbdullah Afif","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"Kalau menurut pertimbangan saya yang dha'if, selama belum ada fatwa dari MUI, maka berlakulah apa yang diterangkan dalam kitab Fat-hul Mu'in /Hamisy I'anah juz I halaman 104:\rقاعدة مهمة وهي ان ما اصله الطهارة وغلب علي الظن تنجسه لغلبة النجاسة في مثله فيه قولان معروفان بقولي الاصل والظاهر او الغالب ارجحها أنه طاهر عملا بالاصل المتيقن لانه أضبط من الغالب المختلف بالأحوال والأزمان وذلك كثياب خمار الي قوله ...\rوجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامى اشتهر عمله بانفحة الخنزير وقد جاءه صلي الله عليه وسلم قد جاءه صلى الله عليه وسلم جبنة من عندهم فأكل منها ولم يسأل عن ذلك ذكره شيخنا في شرح المنهاج\rوجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامى اشتهر عمله بانفحة الخنزير\rKain kang masyhur yen anggawene ngaggo gajih babi, lan puwan kenthel saking negoro Syam kang masyhur olehe gawene puwan kanthi dicampuri babad babi .....\rJawaban senada juga terdapat pada document tentang makanan yang tidak jelas kehalalannya\r148. ATH’IMAH : Makanan Yang Tidak terdapat label Halalnya\rMasaji Antoro\rSelagi tidak diketahui secara pasti makanan tersebut terbuat dari barang haram, sebenarnya hukumnya suci dan halal, namun bila ragu-ragu sebaiknya dijauhi.\rوجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامي اشتهر عمله بإنفحة الخنزيروقد جاءه صلى الله عليه وسلم جبنة من عندهم فأكل منها ولم يسأل عن ذلك ذكره شيخنا في شرح المنهاج\r“JUKH” mashur dikerjakan memakai gajih babi, Keju Syaami mashur dikerjakan memakai aroma babi, suatu saat Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam disuguhi keju tersebut dan langsung memakannya tanpa bertanya. (Fath alMu’in I/105).","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"وَالْجُوخُ وقد اُشْتُهِرَ اسْتِعْمَالُهُ بِشَحْمِ الْخِنْزِيرِ مَحْكُومٌ بِطَهَارَتِهِ\r“JUKH” yang masyhur dikerjakan memakai gajih babi di hukumi kesuciannya. (Asnaa AlMathoolib I/26).\r[ www.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/227142353975247 ]\r0904. SABUN SEBAGAI PENGGANTI DEBU\rPERTANYAAN :\rMeymey Armien\rAssalamu alaikum. Najis mugholadoh cra bersihinnya harus dicuci 7x salah satunya pakek debu/pasir,TAPI BOLEHKAH JIKA DIGANTI DENGAN SABUN,KARENA SUDAH TERSEDIA SABUN THOHAROH????\rJAWABAN :\rRaden Mas LeyehLeyeh\rWa'alaikumussalaam. seingetku, masalah ini memang belom masuk dokumen ... saya cuma nemu cuplikan yang disampaikan ust. Avis sena berikut :\rAvis Sena El-Nashr\rMohon ma'af, mungkn tulisan ini bisa dijadikan bahan renungan atau sebagai wacana. dalam kitab Qulyubiy 'ala Syarhi al mahalliy juz 1,disitu ada ktrngn : Menurur Qoul... Adzhar : \" TA'AYYUNUT TUROB\" ya'ni slh satu basuhan HARUS menggunakan DEBU, Sedangkan menurut Qoul Tsani : TIDAK HARUS menggunakan debu,\rو يقوم غيره مقامه كالأشنان و الصا بو ن\rSelain debu juga bisa dipergunakan untuk menggantikan debu seperti halnya kayu ASYNAN dan juga deterjen.\rYai Abdullah Afif","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Dapatkah sabun menggantikan debu dalam mensucikan najis mughalladhah ? Menurut pendapat yang dishahihkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Ru`uusul Masaa`il, bisa, Menurut pendapat yang azh_har sebagaimana dalam kitab Raudhah dan Syarah al Muhadzdzab (karya Imam Nawawi), tidak. Pendapat ketiga : Jika ada debu, maka sabun tidak bisa menggantikan, jika tidak ada, maka sabun bisa menggantikan. Berikut ta'birnya sebagaimana dalam kitab Kifaayatul Akhyaar juz I halaman 71:\rوهل يقوم الصابون والأشنان مقام التراب فيه أقوال\rأحدها نعم كما يقوم غير الحجر مقامه في الاستنجاء وكما يقوم غير الشب والقرظ في الدباغ مقام وهذا ما صححه النووي في كتابه روؤس المسائل\rوالأظهر في الرافعي والروضة وشرح المهذب أنه لا يقوم لأنها طهارة متعلقة بالتراب فلا يقوم غيره مقامه كاليتيم\rوالقول الثالث إن وجد التراب لم يقم وإلا قام\rWallaahu A'lam\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Menurut pendapat yang dhahir tidak dapat mengganti, menurut pendapat lainnya bisa mengganti\rروضة الطالبين وعمدة المفتين ج 1 - الصفحة 32النوويولا يقوم الصابون والإشنان ونحوهما مقام التراب على الأظهر كالتيمم ويقوم في الثاني كالدباغ والاستنجاء والثالث إن وجد ترابا لم يقم وإلا قام وقيل يقوم فيما يفسده التراب كالثياب دون الأواني","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"“Sabun dan alat pembersih selainnya tidak dapat mengganti kedudukan debu menurut pendapat yang paling dzahir sebagaimana dalam tayammum, menurut pendapat kedua “bisa mengganti seperti dalam bahasan menyamak dan istinjak”, menurut pendapat ketiga “bila ditemukan debu, bila tidak ditemukan bisa mengganti”, menurut pendapat lain “bisa mengganti dalam perkara yang rusak bila dibersihkan dengan debu seperti pakaian tidak seperti dalam sejenis perkakas”. [ Raudhah at-Thoolibiin I/32 ].\rالكتاب : تحفة الحبيب على شرح الخطيب ( البجيرمي على الخطيب ) ج 1 – الصفحة 491المؤلف : سليمان بن محمد بن عمر البجيرمي الشافعي دار النشر : دار الكتب العلمية – بيروت/ لبنان – 1417هـ -1996مقوله : ( ويتعين التراب ) راجع لقول المصنف بتراب ق ل .قوله : ( جمعاً بين نوعي الطهور ) أشار بذلك إلى أنه لا مدخل للقياس هنا أي : فلا يكفي الصابون والأشنان ونحو ذلك ، لأنه ليس من نوعي الطهور أي فلا يصح قياسه هنا ، وأما ما تقدم من الدبغ من أنه قيس فيه كل شيء حريف ، فإنه لم تذكر فيه هذه العلة وهي قوله جمعاً بين نوعي الطهور فتأمل . قوله ( كأشنان ) بضم الهمزة وكسرها لغة مصباح وهو الغاسول\r“Maka tidak cukup disucikan dengan menggunakan Sabun dan alat pembersih selainnya karena ia bukan jenis dua hal yang dilegalkan oleh syara’ dalam bahasan thaharah (air dan debu) maka tidak boleh menganalogkannya dalam masalah ini, sedang dalam bahasan lalu dimana diperbolehkan menggunakan dan mengqiyaskan sabun dalam menyamak karena yang dipentingkan dalam menyamak adalah setiap hal yang dapat menghilangkan lender-lendir pada kulit”. [ Tuhfah al-Habiib I/491 ].","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"الكتاب : فتح العزير بشرح الوجيز = الشرح الكبير ج 1 – الصفحة 260-262المؤلف : عبد الكريم بن محمد الرافعي القزويني (المتوفى : 623هـ)هل يقوم الصابون والاشنان مقام التراب فيه ثلاثة أقوال أظهرها لا: لظاهر الخبر ولانها طهارة متعلقة فلا يقوم غيره مقامه كالتيمم والثاني نعم كالدباغ يقوم فيه غير الشب والقرظ مقامهما وكالاستنجاء يقوم فيه غير الحجارة مقامها. الثالث أن وجد التراب لم يعدل إلى غيره وان لم يجده جاز اقامة غيره مقامه للضرورة ومنهم من قال يجوز اقامة غير التراب مقامه فيما يفسد باستعمال التراب فيه كالثياب ولا يجوز فيما لا يفسد كالاواني\r“Apakah sabun dan alat pembersih selainnya dapat mengganti kedudukan debu ?Terdapat tiga pendapat dalam hal ini :\r1.…Tidak, bila melihat dzahirnya hadits dan karena ini adalah tahaharah yang saling berkaitan maka tidak dapat diganti selainnya seperti halnya tayammum\r2.…Dapat mengganti, seperti dalam bahasan menyamak yang bisa diganti oleh selain tawas dan Qardh (daun pohon yang digunakan menyamak) dan dalam bahasan istinjak yang boleh memakai selain batu\r3.…Bila ditemukan debu tidak boleh beralih pada lainnya, bila tidak ditemukan bisa selain debu (seperti halnya sabun ) mengganti kedudukannya4. Menurut pendapat lain “bisa mengganti dalam perkara yang rusak bila dibersihkan dengan debu seperti pakaian tidak seperti dalam sejenis perkakas”. [ Fath al-‘Aziiz I/260-262 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r0905. CARA MENSUCIKAN DUBUR JIKA TERKENA NAJIS MUGHOLADHOH\rPERTANYAAN :\rMbah Jenggot","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Ada orang yang habis makan daging babi...terus ada bulu babinya yang ikut kemakan. saat dia buang hajat rambut babi ikut keluar. pertanyaan apakah \"pintu keluar\" juga wajib di basuh 7x plus debu?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rKalo mulut tetep wajib dibasuh mas...\rأسنى المطالب الجزء 1 صحـ : 23 مكتبة دار الكتاب الإسلامي\r( قَوْلُهُ إذَا غَسَلَ فَمَهُ الْمُتَنَجِّسَ إلَخْ ) وَلَوْ أَكَلَ لَحْمَ كَلْبٍ نَصَّ الشَّافِعِيُّ عَلَى أَنَّهُ يَغْسِلُ فَمَهُ سَبْعًا وَيُعَفِّرُهُ وَأَنَّهُ يَكْفِيْ فِي قُبُلِهِ وَدُبُرِهِ مِنْ أَجْلِ الْبَوْلِ أَوِ الْغَائِطِ مَرَّةٌ وَاحِدَةٌ اهـ\rAku nemu ibarot seperti gini\rحاشية البجيرمي على الخطيب الجزء 1 صحـ : 332 مكتبة دار الفكر\rوَلَوْ أَكَلَ لَحْمَ نَحْوِ كَلْبٍ لَمْ يَجِبْ تَسْبِيعُ مَحَلِّ اْلاسْتِنْجَاءِ كَمَا نَقَلَهُ الرُّوْيَانِيُّ عَنْ النَّصِّ قَوْلُهُ ( لَحْمَ نَحْوِ كَلْبٍ ) وَمِثْلُهُ الْعَظْمُ اللَّيِّنُ الَّذِيْس يُؤْكَلُ مَعَ اللَّحْمِ ع ش قَوْلُهُ ( لَمْ يَجِبْ تَسْبِيعُ مَحَلِّ اْلاسْتِنْجَاءِ ) وَلَوْ خَرَجَ غَيْرُ مُسْتَحِيْلٍ ِلأَنَّ مِنْ شَأْنِهِ اْلاسْتِحَالَةَ وَيَجِبُ التَّسْبِيعُ مِنْ خُرُوجِ الْعَظْمِ وَإِنِ اسْتَحَالَ ِلأَنَّ مِنْ شَأْنِهِ عَدَمَ اْلاسْتِحَالَةِ كَمَا قَرَّرَهُ شَيْخُنَا ح ف وَمِثْلُهُ الشَّعْرُ فَإِنَّهُ يَجِبُ تَسْبِيعُ الدُّبُرِ مِنْهُ اهـ\rJawabanya diperinci ;\r>> Jika yang dimakan berupa daging atau tulang halus, maka tidak wajib dibasuh tujuh kali, walaupun keluarnya masih utuh berupa daging.\r>> Namun jika yang dimakan berupa anggota yang tidak mungkin hancur, seperti; tulang atau rambut, maka wajib dibasuh tujuh kali\rIbarot:\rحاشية البجيرمي على الخطيب الجزء 1 صحـ: 332 مكتبة دار الفكر","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"وَلَوْ أَكَلَ لَحْمَ نَحْوِ كَلْبٍ لَمْ يَجِبْ تَسْبِيعُ مَحَلِّ اْلاسْتِنْجَاءِ كَمَا نَقَلَهُ الرُّوْيَانِيُّ عَنْ النَّصِّ قَوْلُهُ ( لَحْمَ نَحْوِ كَلْبٍ ) وَمِثْلُهُ الْعَظْمُ اللَّيِّنُ الَّذِيْس يُؤْكَلُ مَعَ اللَّحْمِ ع ش قَوْلُهُ ( لَمْ يَجِبْ تَسْبِيعُ مَحَلِّ اْلاسْتِنْجَاءِ ) وَلَوْ خَرَجَ غَيْرُ مُسْتَحِيْلٍ ِلأَنَّ مِنْ شَأْنِهِ اْلاسْتِحَالَةَ وَيَجِبُ التَّسْبِيعُ مِنْ خُرُوجِ الْعَظْمِ وَإِنِ اسْتَحَالَ ِلأَنَّ مِنْ شَأْنِهِ عَدَمَ اْلاسْتِحَالَةِ كَمَا قَرَّرَهُ شَيْخُنَا ح ف وَمِثْلُهُ الشَّعْرُ فَإِنَّهُ يَجِبُ تَسْبِيعُ الدُّبُرِ مِنْهُ اهـ\r0909. KAKI YG MENGINJAK TANAH/LUMPUR MAKA DIMA'FU\rPERTANYAAN :\rHasanul Zain\rAssalamu'alaikum wr wb...! mohon solusinya atas kasus berikut...! bagaimana solusinya bila ada tempat wudhu' di salah satu masjid yang berpintu satu yang mana ketika waktu masuk kaki najis padahal saya hendak sholat jum'at dan saya melihat anak2 sekolahan sma/smp yang berlarian di halaman masjid tanpa memakai sendal kemudian masuk ketempat wudhu'tersebut otomatis kaki mereka najis...! 1-bolehkah saya membatalkan sholat jum'at dengan alasan tersebut...? mohon solusinya...\rJAWABAN :\rAwan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rLumpur/tanah yang di yaqini kenajisanya dan apbla brcampur dengan najis yang sulit untuk di hindari maka di maafkan(ma'fuwun 'anhu) karena ksulitan untuk menghindarinya pada umumnya. [ minhajul qowim 1/124 ].\rKakang Kawah Adi Ari-ari\rini ada ta'bir dari kitab at-tanbih halaman 35\rوإن أصاب الأرض نجاسة فذهب أثرها بالشمس والريح فصلى عليها ففيها قولان. أحدهما يجزئه. والثاني: لا يجزئه\rini yang dari muhadzab halaman 73 s.d 74","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"فصل إذا أصاب الأرض نجاسة ذائبة في موضع ضاح فطلعت عليه الشمس وهبت عليه الريح فذهب أثرها ففيه قولان: قال في القديم: يطهر لأنه لم يبق شيء من النجاسة، فهو كما غسل بالماء. وقال في الأم: لا يطهر وهو الأصح لأنه محل نجس، فلا يطهر بالشمس كالثوب النجس\rini yang di majmu juz 1 hal 261\rفرع: قال إمام الحرمين وغيره: في طين الشوارع الذي يغلب على الظن نجاسته قولان، أحدهما: يحكم بنجاسته، والثاني: بطهارته بناء على تعارض الأصل والظاهر،\rUbaid Bin Aziz Hasanan\rBila lumpur/kotoran yang mengena pada kakinya sedikit,diyakini najis serta merta tidak ada barang najis yang kelihatan mata ,maka hukumnya di ma'afkan(dima'fu) dan jika tidak demikian maka dihukumi najis yang tidak dima'fu kecuali bila najisnya merata di semua jalan maka menurut qoul yang quat/ aujah di ma'fu. [ referensi i'anatut tholibin juz 1 hal 123 ,nihayatul muhtaj juz 2 hal 29 ].\r0910. KULIT BINATANG HARAM APAKAH SUCI SETELAH DISAMAK?\rPERTANYAAN :\rAlbi Rohman\rMbah tanya,apakah kulit binatang haram bisa disucikan dengan cara disamak?\rJAWANBAN :\rMumu Bsa\r( و ) ثالثها ( الجلد ) من مأكول أو غيره ( إن ينجس بموت واندبغ بنزع فضلات ) منه كدم ولحم بحريف طاهر أو نجس كقرظ وذرق طير بحيث لو نقع الجلد في ماء لم يعد النتن فيطهر ظاهره وباطنه لخبر مسلم { إذا دبغ الإهاب فقد طهر }","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"Dan yang ke3 (kulit) baik dari hewan yang dimakan atau tidak dimakan(jika menjadi najis sebab matinya dan di samak dengan menghilangkan kelebihan) dari kulit tersebut, seperti darah dan daging dengan sesuatu yang pedas, baik suci atau najis seperti daun qhorod dan kotoran burung, sekiranya jika diletakan kulit tersebut di air tidak kembali bau busuknya, maka menjadi suci dhohir dan bathinnya karena ada hadist riwayat muslim, \"Apabila kulit telah disamak, maka sungguh ia telah suci.\"\rالكتاب : شرح البهجة الوردية\r4343. IKHTILAF MADZHAB SEPUTAR HASIL PENYAMAKAN KULIT ANJING DAN BABI\rPERTANYAAN :\r> Sam Pun\rAssalamu'alaikum. Para pinisepuh, para kyai, para ustadz dan ustadzah juga para santri dan santriwati yang saya hormati. Pohon pencerahan Ilmu-Nya. Pertanyaannya :\r1. Apakah kulit anjing atau babi itu menjadi suci setelah disamak dan kering ?\r2. Bagaimana pendapat Imam empat, Maliki-Hambali-Hanafi-Syafi'i terkait masalah ini. Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan.\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam. Penyamakan kulit anjing dan babi menurut madzhab :\r1. Imam syafii : tidak bisa menjadi suci keduanya.\r2. Imam abu hanifah : suci penyamakan kulit anjing sedangkan babi tetap tidak bisa di sucikan walaupun dengan di samak.\r3. Imam malik dan imam hanbal : semua kulit bangkai tidak bisa menjadi suci walaupun dengan penyamakan.\rالموسوعة الفقهية الكويتية باب الدباغة\rوَاخْتَلَفُوا فِي طَهَارَةِ جُلُودِ الْمَيْتَةِ بِالدِّبَاغَةِ عَلَى التَّفْصِيل التَّالِي:","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"ذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَهُوَ رِوَايَةٌ عَنْ أَحْمَدَ فِي جِلْدِ مَيْتَةِ مَأْكُول اللَّحْمِ - إِلَى أَنَّ الدِّبَاغَةَ وَسِيلَةٌ لِتَطْهِيرِ جُلُودِ الْمَيْتَةِ، سَوَاءٌ أَكَانَتْ مَأْكُولَةَ اللَّحْمِ أَمْ غَيْرَ مَأْكُولَةِ اللَّحْمِ، فَيَطْهُرُ بِالدِّبَاغِ جِلْدُ مَيْتَةِ سَائِرِ الْحَيَوَانَاتِ إِلاَّ جِلْدَ الْخِنْزِيرِ عِنْدَ الْجَمِيعِ لِنَجَاسَةِ عَيْنِهِ، وَإِلاَّ جِلْدَ الآْدَمِيِّ لِكَرَامَتِهِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ} وَاسْتَثْنَى الشَّافِعِيَّةُ أَيْضًا جِلْد\rَ الْكَلْبِ، كَمَا اسْتَثْنَى مُحَمَّدٌ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ جِلْدَ الْفِيل\rوَقَال الْمَالِكِيَّةُ فِي الْمَشْهُورِ الْمُعْتَمَدِ عِنْدَهُمْ وَالْحَنَابِلَةُ فِي الْمَذْهَبِ بِعَدَمِ طَهَارَةِ جِلْدِ الْمَيْتَةِ بِالدِّبَاغَةِ و الله أعلم\r> Jasmail Jeep\rMenurut imam Syafi’i Semua jenis kulit bangkai bisa suci Sebab di-samak .Kecuali Anjing dan Babi. Wallohu a'lam.\rReferensi :\rالبيان في مذهب الإمام الشافعي\rاختلف العلماء في جلود الميتة، هل تطهر بالدباغ؟ على ستة مذاهب.\rفالأول: ذهب الشافعي: إلى أن جلود الميتة كلها تطهر بالدباغ إلا جلد الكلب والخنزير، وما تولد منهما، أو من أحدهما، وبه قال علي، وابن مسعود. وهل يطهر جلد الآدمي بالدباغ؟ قال ابن الصباغ: من أصحابنا من قال: فيه وجهان، ومنهم من قال: لا يتأتى فيه الدباغ\rوالثاني: قال أبو حنيفة: (تطهر جميع الجلود. وجلد الكلب، وفي جلد الخنزير ثلاث روايات:\rإحداهن: يطهر، والثانية: لا يطهر، والثالثة: لا جلد له، وإنما ينبت شعره على لحمه)\rو الثالث قال داود: (يطهر الجميع، وجلد الكلب والخنزير).\rو الرابع قال أحمد: (لا يطهر شيء من الجلود).\rو الخامس قال الأوزاعي، وأبو ثور: (يطهر جلد كل ما يؤكل لحمه، ولا يطهر جلد ما لا يؤكل لحمه)","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"و السادس قال مالك: (يطهر ظاهر الجلد بالدباغ، ولا يطهر باطنه، فتجوز الصلاة عليه، ولا تجوز الصلاة فيه، ويجوز الانتفاع به بعد الدباغ في الأشياء اليابسة دون الرطبة\r> Ghufron Bkl\rسبل السلام :\rوفي المسألة سبعة أقوال:\rالأول: أنّ الدباغ يطهر جلد الميتة باطنه وظاهره، ولا يخص منه شيء، عملاً بظاهر حديث ابن عباس وما في معناه. وهذا مروي عن علي عليه السلام، وابن مسعود.\rالثاني من الأقوال: أنه لا يطهر الدباغ شيئاً، وهو مذهب جماهير الهادوية، ويروى عن جماعة من الصحابة مستدلين بحديث الشافعي الذي أخرجه أحمد، والبخاري في تاريخه، والأربعة، والدارقطني، والبيهقي، وابن حبان: عن عبد الله بن عكيم قال: \"أتانا كتاب رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم قبل موته: أن لا تنتفعوا من الميتة بإهاب ولا عصب\" وفي ورواية الشافعي وأحمد وأبي داود: قبل موته بشهر، وفي رواية: بشهر، أو شهرين. قال الترمذي: حسن. وكان أحمد يذهب إليه ويقول: هذا آخر الأمرين، ثم تركه، قالوا أي: الهادوية: وهذا الحديث ناسخ لحديث ابن عباس لدلالته على تحريم الانتفاع من الميتة بإهابها وعصبها.\rوأجيب عنه بأجوبة.\rالأول: أنه حديث مضطرب في سنده، فإنه روى تارة عن كتاب النبي صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم، وتارة عن مشايخ من جهينة عمن قرأ كتاب النبي صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم. ومضطرب أيضاً في متنه، فروى من غير تقييد في ورواية الأكثر، وروى بالتقييد بشهر، أو شهرين، أو أربعين يوماً، أو ثلاثة أيام، ثم إنه معلّ أيضاً بالإرسال؛ فإنه لم يسمعه عبد الله بن عكيم منه صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم، ومعلّ بالانقطاع؛ لأنه لم يسمعه عبد الرحمن بن أبي ليلى من ابن عكيم، ولذلك ترك أحمد بن حنبل القول به آخراً، وكان يذهب إليه أولاً، كما قال عنه الترمذي.","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"وثانياً: بأنه لا يقوى على النسخ؛ لأن حديث الدباغ أصح؛ فإنه مما اتفق عليه الشيخان. وأخرج مسلم، وروى من طرق متعددة في معناه عدة أحاديث عن جماعة من الصحابة، فعن ابن عباس حديثان، وعن أم سلمة ثلاثة، وعن أنس حديثان، وعن سلمة بن المحبق، وعائشة، والمغيرة، وأبي أمامة، وابن مسعود. ولأن الناسخ لا بد من تحقيق تأخره، ولا دليل على تأخر حديث ابن عكيم، ورواية التاريخ فيه بشهر أو شهرين معلة، فلا تقوم بها حجة على النسخ. على أنها لو كانت ورواية التاريخ صحيحة، ما دلت على أنه آخر الأمرين جزماً.\rولا يقال: فإذا لم يتم النسخ تعارض الحديثان، حديث عبد الله بن عكيم وحديث ابن عباس ومن معه، ومع التعارض يرجع إلى الترجيح أو الوقف؛ لأنا نقول: لا تعارض إلا مع الاستواء وهو مفقود، كما عرفت من صحة حديث ابن عباس، وكثرة من معه من الرواة، وعدم ذلك في حديث ابن عكيم.\rوثالثاً: بأن الإهاب كما عرفت عن القاموس والنهآية: اسم لما لم يدبغ في أحد القولين. وقال النضر بن شميل: الإهاب لما لم يدبغ، وبعد الدبغ يقال له: شن وقربة، وبه جزم الجوهري قيل: فلما احتمل الأمرين، وورد الحديثان في صورة المتعارضين، جمعنا بينهما: بأنه نهى عن الانتفاع بالإهاب ما لم يدبغ، فإذا دبغ لم يسم إهاباً، فلا يدخل تحت النهي، وهو حسن.\rالثالث: يطهر جلد ميتة المأكول لا غيره، لكن يرده عموم \"أيما إهاب\" .\rالرابع: يطهر الجميع إلاّ الخنزير؛ فإنه لا جلد له وهو مذهب أبي حنيفة.\rالخامس: يطهر إلاّ الخنزير لكن، لا لكونه لا جلد له، بل لكونه رجساً لقوله تعالى: {- فَإِنَّهُ رِجْسٌ - والضمير للخنزير، فقد حكم برجسيته كله، والكلب مقيس عليه بجامع النجاسة، وهو قول الشافعي.\rالسادس: يطهر الجميع، لكن ظاهره دون باطنه، فيستعمل في اليابسات دون المائعات، ويصلى عليه ولا يصلى فيه، وهو مروي عن مالك جمعاً منه بين الأحاديث لما تعارضت.","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"السابع ينتفع بجلود الميتة، وإن لم تدبغ ظاهراً وباطناً؛ لما أخرجه البخاري من ورواية ابن عباس أنه صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم مر بشاة ميتة، فقال: \"هلا انتفعتم بإهابه؟ قالوا: إنها ميتة، قال: إنما حرم أكلها\" وهو رأي الزهري. وأجيب عنه: بأنه مطلق قيدته أحاديث الدباغ التي سلفت.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/951138938242248/\rwww.fb.com/notes/983613968328078\r0911. NAJIS PADA KAKI LALAT\rPERTANYAAN :\rAcul Toer\rBagai mana hukumnya najis yang di bawa kaki lalat.,?\rJAWABAN :\rMumu Bsa\rAlasannya setiap najis yang tidak bisa dilihat dengan mata mu'tadil di ma'fu di air dan dipakaian...ibarat nyusul :D\rMasaji Antoro\rTergolong najis yang di Ma’fu (diampuni)\rقال شيخنا كالسيوطي تبعا لبعض المتأخرين إنه يعفى عن يسير عرفا …وما على رجل ذباب وإن رؤي\r( قوله وعما على رجل ذباب ) أي ويعفى عن النجس الذي على رجل الذباب في الماء وغيره\rفهو معطوف على قوله عن يسير عرفا\r( وقوله وإن رؤي ) أي يعفى عنه مطلقا سواء رؤي أم لم ير\rفإن قيل كيف يتصور العلم به وهو لم ير أجيب بأنه يمكن تصويره بما إذا عفى الذباب على نجس رطب ثم وقع على شيء فإنه لا ينجس\rويمكن تصويره أيضا بما إذا رآه قوي البصر والمنفي رؤية البصر المعتدل\rBerkata Guru Kami seperti Imam as-Suyuuthy dengan mengikuti ulama-ulama muta-akhkhiriin “Sesungguhnya dima’fu (diampuni) sesuatu yang menurut ‘urf naas (penilaian orang banyak) dianggap sedikit… seperti sesuatu yang terdapat pada kaki lalat meskipun dapat terlihat.\r(Keterangan sesuatu yang terdapat pada kaki lalat) artinya dan diampuni najis yang terdapat pada kaki lalat yang hinggap pada air atau lainnya","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"(Keterangan meskipun dapat terlihat) artinya hokum diampuni kenajisannya mutlak baik najisnya terlihat atau tidak.\rBila dipertanyakan “Bagaimana dapat digambarkan mengetahui najisnya sementara dikatakan najisnya tidak terlihat ?”\rMaka jawabannya “Penggambarannya :\r1.…Semisal lalat yang hinggap pada benda najis yang kemudian dia berada pada suatu benda maka benda tersebut tidak menjadi najis.\r2.…Najis yang terdapat pada kaki lalat tersebut dapat dilihat oleh orang yang memiliki penglihatan yang amat tajam tapi tidak dapat dilihat oleh mata orang pada umumnya\". [ I’aanah at-Thoolibiin I/88 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\r1247. NAJIS MUGHOLADZOH DAN YANG BIASA HIDUP DENGAN ANJING\rPERTANYAAN :\r> Mohammad Abd Rahman\rAssalamu alaikum maaf sy mw tanya sekitar najis mugolladzoh .\r1. ada orang yg keseharian ny hidup dg anjing,bagaimana klw ketika dia dlam keadaan basah lalu bersalaman dg kita,apakah najis nya nular ke kita??? Atw klw dia nginjek masjid apakah mesjid jd najis???\r2. apakah anjing hutan itu juga termasuk najis mugolladzoh ??\r3. apakah najis mugolladzoh bisa suci dg membasuh 7x atw lebih tapi tanpa niat menghilangkan najis tsb?\rSyukron moga manfaat khusus bg saya..\rJAWABAN :\r> Khodim Piss-ktb II\rLihat al-Hawi al-Kabir, jld.1, ms.641-642 :\rفإن تحقق مس الكلب له مع رطوبة من أحد الجانبين تنجس وإلا فلا لو ماس الكلب ثوبا رطبا أو ماس ببدنه الرطب ثوبا يابسا أو وطئ برطوبة رجله على أرض أو بساط كان كالولوغ في وجوب غسله سبعا فيهن مرة بالتراب .\r> Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"1. sesuatu yg mash praduga najis selgi blum tahaqquq(nyata)kenajisanya hukumya suci. [Bughyatul murtasyidin 14-15].\r2. semua hewan semuanya suci kcuali anjing maupun anjing buruan(anjing hutan)dan babi dan sesuatu yg keluar dr keduanya atau slah satunya. [Hasyiyah al bajuri 1/104]\r3. najis mugholadzoh bs hlang dng 7x basuhan dan salh satunya dng debu.\rtidak disyaratkan niat menghilangkan najis. [I'anatut tholibin 1/93, Hasyiyah al bajuri 1/105]\r> Yupiter Jet\rAda ibarot fathul mu'in 1/83 di bawah ini...\rقاعدة مهمة: وهي أن ما أصله الطهارة وغلب على الظن تنجسه لغلبة النجاسة في مثله فيه قولان معروفان بقولي الأصل والظاهر أو الغالب أرجحهما أنه طاهر عملا بالأصل المتيقن لأنه أضبط من الغالب المختلف بالأحوال والأزمان وذلك كثياب خمار وحائض وصبيان وأواني متدينين بالنجاسة وورق يغلب نثره على نجس ولعاب صبي وجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامي اشتهر عمله بإنفحة الخنزير وقد جاءه صلى الله عليه وسلم جبنة من عندهم فأكل منها ولم يسأل عن ذلك ذكره شيخنا في شرح المنهاج\rTentang orang yang kesehariannya bergelut dengan najis, ada dua pendapat, yang arjah tetap dihukumi suci, lihat i'anah 1/125 :","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"(قوله: قاعدة مهمة) قد أشار إليها ابن العماد في منظومته فقال: تقديم أصل على ذي حالة غلبت قال القرافي لنا حكم برخصته أحسن به نظرا واترك سؤالك لا تشغل به عمرا تشقى بضيعته ما عارض الأصل فيه غالب أبدا فتركه ورع دعه لريبته وما استوى عندنا فيه ترددنا أو كان في ظننا ترجيع طهرته فتركه بدعة والبحث عنه رأوا ضلالة تركها أولى لبدعته إن التنطع داء لا دواء له إلا بتركك إياه برمته (قوله: وهي) أي القاعدة.(قوله: أن ما أصله الطهارة الخ) أي إن الشئ الذي أصله الطهارة ولم تتيقن نجاسته، بل غلب على الظن نجاسته كطين الشارع المار وكما سيأتي من الأمثلة.(قوله: فيه قولان) أي فيما أصله الخ.أي في الحكم عليه بالطهارة أو بالنجاسة قولان.وقوله: معروفان أي مشهوران.وقوله: بقولي مثنى حذفت منه النون لإضافته إلى ما بعده.وقوله: أو الغالب أي بدل الظاهر، فالقول الثاني مشهور بالظاهر وبالغالب.(قوله: أرجحهما) أي القولين، أنه طاهر.(قوله: عملا بالأصل) محل العمل به إذا استند ظن النجاسة إلى غلبتها، وإلا عمل بالغالب.فلو بال حيوان في ماء كثير وتغير، وشك في سبب تغيره هل هو البول؟ أو نحو طول المكث؟ حكم بتنجسه عملا بالظاهر، لاستناده إلى سبب معين كخبر العدل، مع أن الأصل عدم غيره.كذا في شرح الروض والمغني.(قوله: لأنه) أيالأصل.(وقوله: أضبط من الغالب) أي أكثر ضبطا منه.وقوله: المختلف بالأحوال أي أحوال الناس.فقد يكون غالباباعتبار حال شخص ونادرا باعتبار حال شخص آخر.وقوله: والأزمان أي فقد يكون في زمن غالبا وفي زمن نادرا.(قوله: وذلك) أي ما كان الأصل فيه الطهارة وغلب على الظن تنجسه.(قوله: كثياب خمار) أي من يصنع الخمر أو يتعاطاه وهو مدمن له، ومثل ثيابه أوانيه.(قوله: وحائض وصبيان) أي ومجانين وجزارين، فيحكم على ثيابهم بالطهارة على الأرجح عملا بالأصل.(قوله: وأواني متدينين بالنجاسة) أي أواني مشركين متدينين باستعمال النجاسة، كطائفة من المجوس","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"يغتسلون بأبوال البقر تقربا.(قوله: وورق يغلب نثره على نجس) في المغني: سئل ابن الصلاح عن الأوراق التي تعمل وتبسط وهي رطبة على الحيطان المعمولة برماد نجس.فقال: لا يحكم بنجاستها، أي عملا بالأصل.(قوله: ولعاب صبي) في القاموس: اللعاب كغراب، ما سال من الفم.اه.أي فهو طاهر بالنسبة للأم وغيرها، وإن كان يحتمل اختلاطه بقيئه النجس عملا بالأصل، ولعموم البلوى به.ومثله لعاب الدواب وعرقها فهما طاهران.(قوله: وجوخ إلخ) في المغني: سئل ابن الصلاح عن الجوخ الذي اشتهر على ألسنة الناس أن فيه شحم الخنزير؟ فقال: لا يحكم بنجاسته إلا بتحقق النجاسة.اه.(قوله: وجبن شامي الخ) أي فهو طاهر عملا بالأصل.(قوله: بإنفحة الخنزير) قال في المصباح: الإنفحة بكسر الهمزة وفتح الفاء وتثقيل الحاء أكثر من تخفيفها.ونقل عن الجوهري أنها هي الكرش.ونقل عن التهذيب أنها لا تكون إلا لكل ذي كرش، وهو شئ يستخرج من بطنه أصفر، يعصر في صوفه مبتلة في اللبن فيغلظ كالجبن.ولا يسمى إنفحة إلا وهو رضيع، فإذا رعى قيل استكرش، أي صارت إنفحته كرشا.اه.(قوله: وقد جاءه - صلى الله عليه وسلم - إلخ) تأييد لكونه يعمل بالأصل بالنسبة للجبن، ويقاس عليه غيره مما مر.(قوله: جبنة) بضم الجيم وسكون الباء وفتح النون.وقوله: من عندهم أي أهل الشام.(قوله: فأكل منها) أي من الجبنة.(قوله: ولم يسأل) أي النبي عليه الصلاة والسلام.وقوله: عن ذلك أي عن كونه عمل بإنفحة الخنزير.(قوله: ذكره شيخنا في شرح المنهاج) أي ذكر معظم ما في هذه القاعدة ونص عبارته.وخرج بالمتيقن نجاسته مظنونها منه، أي طين الشارع، ومن نحو ثياب خمار وقصاب وكافر متدين باستعمال النجاسة، وسائر ما تغلب النجاسة في نوعه فكله طاهر للأصل.نعم، يندب غسل ما قرب احتمال نحاسته.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/352061971483284/\r3879. KERINGAT ORANG YANG MEMAKAN DAGING BABI, NAJISKAH ?\rPERTANYAAN :\r> Rop Porop","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"Assalamualaikum. Mohon penjelasannya Apakah keringat orang yang makan babi najis ? Sehingga tidak boleh disentuh ? Syukron yai\rJAWABAN :\r> Fakhrur Rozy\rWa'alaikumussalam. Apakah tubuh orang yang makan daging anjing itu najis seumur hidup ? Tidak najis selamanya,dikarenakan perut memiliki kekuatan untuk merubah dzat suatu benda dan mensucikannya.\rتحفة المختاج في شرح المنهاج\rلو أكل مغلظا ثم خرج منه لم يجب تسبيع المخرج لأن الجوف محيل مطهر لانا نقول الجوف لايحيل النجس الى الطهارة مطلقا\rJika ada orang makan anjing atau babi kemudian keluar lagi daging anjing tersebut dari dalam orang yang makan tersebut, maka baginya tidak wajib membasuh 7 kali pada tempat keluarnya tersebut (DUBUR) dikarenakan perut memiliki kekuatan untuk merubah dzat suatu benda dan mensucikannya. dikarenakan kita (Syafiiyyah) menyatakan bahwa perut ini tidak bisa merubah dzatiyah benda najis menjadi suci secara mutlak.\r> Ghufron Bkl\rKeringatnya orang yang memakan daging babi tetap suci karena bukan benda yang keluar dari dua lobang depan-belakang, juga bukan muntah :\rوخرج بقوله من السبيلين الخارج من بقية المنافذ فهو طاهر الا القيئ الخارج من الفم بعد وصوله الى المعدة.الباجوري 1 / 100\r> Muhammad Harsandi Kudung Kantil\rKERINGAT MANUSIA PEMAKAN NAJIS","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"Dalam kitab Fiqh ulama secara tegas menyatakan bahwa keringat manusia hukumnya adalah suci. Mereka tidak membedakan status si Pemakan dan apa yang dikonsumsinya. Imam Nawawi menyatakan ; Keringat, air ludah dan air mata itu sama, baik berasal dari orang yang berhadats besar, orang muslim, orang kafir, hewan jinak dan hewan buas, yakni kesemuanya dihukumi suci. Kecuali jika berasal dari anjing dan babi serta anak turun keduanya.\rBeliau hanya mengecualikan keringat yang berasal dari anjing dan bagi, ini bukan berarti hukum asli dari keringat adalah najis, akan tetapi najisnya keringat sebab bersinggungan dengan badannya anjing dan babi tersebut yang secara otomatis membuat keringat yang berupa cairan menjadi ikut najis juga.\rPerihal keringat manusia pun beliau tidak membedakan itu manusianya siapa dan bagaimana keadaan tubuhnya – dalam keadaan berhadats atau tidak – serta tidak menyinggung sama sekali harus manusia yang menkonsumsi ini dan itu yang bisa dihukumi suci keringatnya.","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"Dan mengenai manusia yang mengkonsumsi barang najis apakah badannya menjadi najis ? Hal ini meskipun tidak ada tekstual yang shorih dalam kitab fiqh klassik kita, namun ini bisa kita raba dengan ;1. Tubuh manusia tidak bisa berubah menjadi najis sebab masuknya barang najis ke dalam tubuh. Mau tidak mau ini harus kita terima, sebab meskipun kita tidak pernah mengkonsumsi barang najis, tapi pada akhirnya segala sesuatu yang masuk ke dalam perut dan berubah ini akan menjadi barang najis yang keluar menjadi kotoran dan kencing. Bila najis dalam perut ini bisa menyebabkan najisnya badan, maka tidak ada satupun manusia yang sah sholatnya sebab badannya dihukumi najis.2. Pernyataan ulama bahwa anggota bathin ini tidak bisa dihukumi Mutanajjis meskipun bersinggungan dengan barang najis.3. Pemasalahan hewan pemakan kotoran manusia dan semisalnya. Dalam hal ini tidak satu pun ulama yang menyatakan dagingnya hewan tersebut menjadi najis. Meskipun ada ulama yang mengharamkan memakan dagingnya, tapi keharam ini bukan berangkat dari hukum najis, melainkan daging hewan pemakan daging ini akan berubah menjadi bacin sehingga haram untuk dimakan. Jadi karena bacinnya bukan karena najis.4. Dalam ilmu pengetahuan umum, keringat tidaklah berasal dari cairan yang terdapat dalam perut. Akan tetapi cairan yang dikeluarkan oleh KELENJAR KERINGAT pada mamalia.5. Sesuatu yang keluar tidak melalui dua saluran pembuangan hukumnya adalah suci kecuali muntahan yang sudah berubah dan air liur yang berasal dari perut.\rKESIMPULANNYA :","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"Keringat yang berasal dari tubuh manusia tetap dihukumi suci meskipun yang ia konsumsi setiap hari adalah barang najis semisal daging babi dan anjing. Wallohu A'lam. (ALF).\r- Al-Umm, juz. 1 halaman. 18 – Maktabah Syameela :\rولا ينجس عرق جنب ولا حائض من تحت منكب ولا مأبض ولا موضع متغير من الجسد ولا غير متغير فإن قال قائل وكيف لا ينجس عرق الجنب والحائض قيل بأمر ( ( ( أمر ) ) ) النبي صلى الله عليه وسلم الحائض بغسل دم الحيض من ثوبها ولم يأمرها بغسل الثوب كله والثوب الذي فيه دم الحيض الإزار ولا شك في كثرة العرق فيه وقد روى عن بن عباس وبن عمر أنهما كانا يعرقان في الثياب وهما جنبان ثم يصليان فيها ولا يغسلانها\r- Al-Hawi Fi Fiqh Asy-Syafii, juz. 15 halaman. 147 – Maktabah Syameela :\rفصل : روى مجاهد عن ابن عمر أن النبي - صلى الله عليه وسلم - نهى عن أكل الجلالة وألبانها وروى نافع عن ابن عمر أن النبي - صلى الله عليه وسلم - نهى عن الجلالة والمجثمة وعن المصبورة . فأما الجلالة فهي التي ترعى الجلة ، وهي البعر والعذرة ، فحمل بعض أصحاب الحديث النهي على التحريم ، وبه قال سفيان الثوري ، وأحمد بن حنبل . وعندي أنه محمول على الكراهة دون التحريم ، لأن النهي عنها وارد ، لأجل ما تأكله من الأنجاس ، وهي تغتذيه في كرشها ، والعلف الطاهر ينجس في الكرش ، فساوى في حصوله منه حال النجس ، ولأن لحوم ما ترعى الأنجاس نتن ، وأكل اللحم إذا نتن يحرم ، وإذا كان هكذا فكلما كان أكثر غذائه رعي الأنجاس كان أكل لحمه وشرب لبنه مكروها .\r- Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, juz. 2 halaman.","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"559واعلم انه لا فرق في العرق واللعاب والمخاط والدمع بين الجنب والحائض والطاهر والمسلم والكافر والبغل والحمار والفرس والفار وجميع السباع والحشرات بل هي طاهرة من جميعها ومن كل حيوان طاهر وهو ما سوى الكلب والخنزير وفرع أحدهما ولا كراهة في شئ من ذلك عندنا وكذا لا كراهة في سؤر شئ منها وهو بقية ما شربت منه والله أعلم\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/907177782638364/\rwww.fb.com/notes/928847937138015\rLINK TERKAIT :\r2662. BILA MAKAN DAGING ANJING, NAJISKAH TUBUH SI PEMAKAN ?\rwww.fb.com/notes/626949260661219\r3970. KEBUN DIRUSAK BABI, HARUSKAH CUCI 7 KALI SETELAH BERKEBUN ?\rPERTANYAAN :\r> Ganoer Bâê Lhâh\rAsalamu'alaikum Gus.... begini hal saya Terkadang kebun kita dirusak babi baik tanaman atau tanah nya juga, ketika saya habis memperbaiki kebun apakah saya harus mencuci tangan kaki saya 7 x dan dengan debu pula ? terima kasih jawaban nya Gus.. Wasalamu alaikum..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumsalam, cukup dibasuh sekali tanpa debu\r- Lihat kitab mizan kubro (1/115) :\rفقال في شرح الهذب الراجح من حيث الدليل انه يكفي في بول الخنزير غسلة واحدة بلا تراب وبهذا قال اكثر العلماء وهو المختار لان الاصل عدم وجوب الغسل منه كالكلب حتى يرد في الشرع الحاقه بالكلب اه","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"Imam nawawi dalam syarah muhadzab mengatakan bahwa pendapat yang rajih dari segi dalil adalah cukupnya sekali basuhan tanpa debu untuk najis kencingnya babi, dan dengan pendapat inilah kebanyakan ulama' mengatakan.ini adalah pendapat terpilih karena asalnya adalah tidak adanya kewajiban membasuh dari najisnya babi sebagaimana membasuh najisnya anjing hingga datang dalam syare'at tentang disamakannya dengan anjing.selesai perkataan an nawawi. Wallohu A'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/933466180009524/\rwww.fb.com/notes/934225429933599\r1304. PENGGUNAAN ARAK UNTUK URUT/ PIJAT\rPERTANYAAN :\rMangkat Ngarit\rAssalamu'alaikum sobat piss...Bagaimana menurut hukum syar'i bila arak digunakan untuk urut/pijat?\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rWa`alaikum salam. Dalam hal meminum arak sebagai obat atau penghilang rasa haus terdapat khilafiyah sebagai berikut :\r- Menurut qoul shohih keduanya tidak diperbolehkan.\r- Menurut qoul tsani(kedua) keduanya diperbolehkan.\r- Menurut qoul tsalits(ketiga) hanya boleh untuk obat penyakit.\r- Menurut qoul robi'(keempat) hanya boleh sebagai penghilang dahaga.\rNamun sekali lagi ,bagi ulama yang menyatakan boleh ,hanya ketika arak merupakan satu satunya obat untuk menyembuhkan atau hanya menemukan arak saja.","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"أما ) الخمر والنبيذ وغيرهما من المسكر فهل يجوز شربها للتداوي أو العطش ؟ فيه أربعة أوجه مشهورة ( الصحيح ) عند جمهور الأصحاب لا يجوز فيهما ( والثاني ) يجوز ( والثالث ) يجوز للتداوي دون العطش ( والرابع ) عكسه . قال الرافعي : الصحيح عند الجمهور لا يجوز لواحد منهما , ودليله حديث وائل بن حجر رضي الله عنه عنه : { أن طارق بن سويد الجعفي سأل النبي صلى الله عليه وسلم عن الخمر فنهاه أو كره أن يصنعها , فقال : إنما أصنعها للدواء فقال : إنه ليس بدواء ولكنه داء } رواه مسلم في صحيحه , واختار إمام الحرمين والغزالي جوازها للعطش دون التداوي والمذهب الأول , وهو تحريمها لهما , وممن صححه المحاملي وسأورد دليله قريبا إن شاء الله تعالى , فإن جوزنا شربها للعطش فإن كان معه خمر وبول لزمه شرب البول وحرم الخمر , لأن تحريم البول أخف , قال أصحابنا : فهذا كمن وجد بولا وماء نجسا فإنه يشرب الماء النجس , لأن نجاسته طارئة , وفي جواز التبخر بالند المعجون بالخمر وجهان بسبب دخانه \" أصحهما \" جوازه لأنه ليس دخان نفس النجاسة , والله أعلم .(المجموع الجزء التاسع ص: 55)\rWallahu A'lam Bis showaab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/371182172904597/\r1326. SIFAT NAJIS MUGHOLADHOH PADA BENDA KERING\rPERTANYAAN :\rNick Cooper\rAssalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. saya pernh mndngr, ketika kita bersentuhan sama anjing ketika salah 1 (kita/anjing) atau ke dua-duanya basah hukumnya najis (kita harus mensucikan bagian yang bersentuhan), sedangkan kalau sama-sama kering tidak ? mengapa demikian? mohon penjelasannya dan terima kasih.. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam warohmatullaahi wa barokaatuh","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"المغلظة ما تنجس من الطاهرات بلعابها او بولها او عرقها او بملاقات اجزاء بدنها مع توسط رطوبة من احد جانبيه\rNAJIS MUGHOLLADZAH\rIalah perkara-perkara suci yang terkena air liur atau keringat atau kencing atau keringat atau salah satu anggota dari tubuh anjing/babi dengan disertai basah-basah dari salah satu dari keduanya (perkara najis atau perkara sucinya). [ Kasyifah as-Sajaa Hal. 44 ].\r- إذا اتصل النجس أو المتنجس بالطاهر نظر فإن كانا جافين فلا تؤثر النجاسة بالطاهر بناء على القاعدة الفقهية : الجاف طاهر بلا خلاف وإن كان أحدهما أو كلاهما رطبا تنجس الطاهر بالآخر\rBila najis atau barang yang terkena najis bertemu dengan barang suci maka ditinjau terlebih dahulu :\r?…Bila keduanya kering maka sifat kenajisan tidak mempengaruhi barang yang suci berdasarkan kaidah fiqhiyyah “Hal kering adalah suci tanpa terjadi perbedaan ulama”\r?…Bila salah satunya atau keduanya basah maka barang sucinya menjadi najis. [ Fiqh al-‘Ibaadaat I/181 ].\rWallaahu A'lamu Bis showwab.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/375311572491657/\r1428. AIR MADZI KELUAR BERSAMAAN DENGAN MANI\rHASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL PCNU BANTUL 06 APRIL 2012\rAir Madzi keluar bersama air mani\rSeorang laki-laki terkadang mengeluarkan air madzi,wadi dan mani,karena dorongan nafsu,karena kelelahan maupun hubungan sexual. Ketiganya biasa keluar tidak bersamaan atau beriringan. [ Ahmad Muzammil ].\rPertanyaan:\rBagaimana hukum air madzi yang keluar didalam kemaluan wanita, yang tentunya nanti bercampur dengan sperma sang suami ketika melakukan hubungan sebadan?\rJawab:","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"Madzi tetap dihukumi najis akan tetapi madzi yang mengenai kemaluan suami atau isteri disaat melakukan hubungan sebadan di ma’fu karena termasuk sesuatu yang tidak bisa dihindari. Juga perlu diketahui bahwa telah bisa dipastikan bahwa tidak ada ketercampuran antara madzi dengan sperma dalam proses pembuahan sehingga sperma yang masuk kedalam rahim benar- benar tidak bercampur dengan benda najis. Semua anak yang lahir adalah suci.\rLihat:\r- Fathul Mu’in,I/104,\r- Tuhfatul Muhtaj,III/310,\r- Hasyiatul Bujairimy alal Khthib,I/339:\rفتح المعين - (ج 1 / ص 104)من باطن الفرج الذي لا يجب غسله، بخلاف ما يخرج مما يجب غسله فإنه طاهر قطعا، وما يخرج من وراء باطن الفرج فإنه نجس قطعا، ككل خارج من الباطن، وكالماء الخارج مع الولد أو قبله، ولا فرق بين انفصالها وعدمه على المعتمد.قال بعضهم: الفرق بين الرطوبة الطاهرة والنجسة الاتصال والانفصال.فلو انفصلت، ففي الكفاية عن الامام أنها نجسة، ولا يجب غسل ذكر المجامع والبيض والولد.وأفتى شيخنا بالعفو عن رطوبة الباسور لمبتلى بها، وكذا بيض غير مأكول، ويحل أكله على الاصح.تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 3 / ص","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"310)عَنْهُ مَعَ كَثْرَةِ الِاحْتِيَاجِ إلَيْهِ لَا الطَّهَارَةِ بَصْرِيٌّ وَسَمِّ ، وَقَدْ يُمْنَعُ بِمَا تَقَدَّمَ مِنْ طَهَارَةِ الطَّعَامِ الْخَارِجِ وَطَهَارَةِ الْبَلْغَمِ النَّازِلِ مِنْ أَقْصَى الْحَلْقِ لِلضَّرُورَةِ ( قَوْلُهُ فَضَرُورَةٌ ) إلَى قَوْلِهِ وَإِنْ قُلْنَا فِي النِّهَايَةِ وَالْمُغْنِي ( قَوْلُهُ حَتَّى لَا يَتَنَجَّسَ ذَكَرُهُ إلَخْ ) هَذَا ظَاهِرٌ فِي شُمُولِ الرُّطُوبَةِ الطَّاهِرَةِ لِلْخَارِجِ مِمَّا وَرَاءَ مَا يَجِبُ غَسْلُهُ مِنْ الْفَرْجِ لِظُهُورِ أَنَّ الذَّكَرَ مُجَاوِزٌ فِي الدُّخُولِ مَا يَجِبُ غَسْلُهُ ، وَقَدْ يُقَالُحاشية البجيرمي على الخطيب - (ج 1 / ص","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"339)وَوَقَعَ السُّؤَالُ عَمَّا يُلَاقِيهِ بَاطِنُ الْفَرْجِ مِنْ دَمِ الْحَيْضِ هَلْ يَتَنَجَّسُ بِذَلِكَ فَيَتَنَجَّسُ بِهِ ذَكَرُ الْمُجَامِعِ أَوْ لَا ؟ لِأَنَّ مَا فِي الْبَاطِنِ لَا يَنْجُسُ .أَقُولُ : الظَّاهِرُ أَنَّهُ نَجِسٌ كَالنَّجَاسَاتِ الَّتِي فِي الْبَاطِنِ ، فَإِنَّهَا مَحْكُومٌ بِنَجَاسَتِهَا ، وَلَكِنَّهَا لَا تُنَجِّسُ مَا أَصَابَهَا إلَّا إذَا اتَّصَلَتْ بِالظَّاهِرِ ، وَمَعَ هَذَا فَيَنْبَغِي أَنْ يُعْفَى عَنْ ذَلِكَ فَلَا يَنْجُسُ ذَكَرُ الْمُجَامِعِ لِكَثْرَةِ الِابْتِلَاءِ بِهِ ، وَيَنْبَغِي أَنَّ مِثْلَ ذَلِكَ أَيْضًا مَا لَوْ أَدْخَلَتْ أُصْبُعَهَا لِغَرَضٍ بِالْغَيْنِ الْمُعْجَمَةِ لَا بِالْفَاءِ ، لِأَنَّهُ وَإِنْ لَمْ يَعُمَّ الِابْتِلَاءُ بِهِ كَالْجِمَاعِ ، لَكِنَّهَا قَدْ تَحْتَاجُ إلَيْهِ كَأَنْ أَرَادَتْ الْمُبَالَغَةَ فِي تَنْظِيفِ الْمَحَلِّ ، وَيَنْبَغِي أَيْضًا أَنَّهُ لَوْ طَالَ ذَكَرُهُ وَخَرَجَ عَنْ الِاعْتِدَالِ أَنَّهُ لَا يَنْجُسُ بِمَا أَصَابَهُ مِنْ الرُّطُوبَةِ الْمُتَوَلِّدَةِ مِنْ الْبَاطِنِ الَّذِي لَا يَصِلُ إلَيْهِ ذَكَرُ الْمُجَامِعِ الْمُعْتَدِلِ لِعَدَمِ إمْكَانِ التَّحَفُّظِ مِنْهُ ، فَأَشْبَهَ مَا لَوْ اُبْتُلِيَ النَّائِمُ بِسَيَلَانِ الْمَاءِ مِنْ فَمِهِ ، فَإِنَّهُ يُعْفَى عَنْهُ لِمَشَقَّةِ الِاحْتِرَازِ عَنْهُ أَفَادَهُ ع ش .وَالْحَاصِلُ أَنَّهُ مَتَى خَرَجَتْ مِنْ مَحَلٍّ لَا يَجِبُ غَسْلُهُ فَهِيَ نَجِسَةٌ لِأَنَّهَا حِينَئِذٍ رُطُوبَةٌ جَوْفِيَّةٌ ، وَهِيَ إذَا خَرَجَتْ إلَى الظَّاهِرِ حُكِمَ بِنَجَاسَتِهَا ، فَإِنْ خَرَجَتْ مِنْ مَحَلٍّ يَجِبُ غَسْلُهُ فَلَا تُنَجِّسُ ذَكَرَ الْمُجَامِعِ لِلْحُكْمِ بِطَهَارَتِهَا ، وَلَا يَجِبُ غَسْلُ الْوَلَدِ الْمُنْفَصِلِ مِنْ أُمِّهِ ،وَالْأَمْرُ بِغَسْلِ الذَّكَرِ","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"مَحْمُولٌ عَلَى الِاسْتِحْبَابِ وَلَا يُنَجِّسُ مَنِيُّ الْمَرْأَةِ ذَكَرَهُ .\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/389460934410054/\r3374. HUKUM SEPUTAR MADZI\rPERTANYAAN :\r> Aef Sutrisna\rAssalamualaikum.. Maaf Pak.. Mau Tanya Pak. Ada hadits yang menjelaskan tata cara mensucikan madzi; Dari Shal bin Hunaif RA, ia berkata : “Dahulu aku biasa mendapati kesulitan dan kepayahan karena madzi sehingga aku sering mandi karena nya. Lalu aku utarakan hal tersebut kepada Rasulullah , maka Beliau SAW bersabda : “Sesungguhnya cukuplah bagimu hanya dengan berwudhu” Kemudian aku bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan madzi yang mengenai pakaian ku?” Maka Beliau SAW menjawab : “Cukuplah bagimu mengambil setelapak tangan air lalu tuangkanlah pada pakaian mu (yang terkena madzi tersebut) sampai kamu lihat air itu membasahinya.” [Hadits ini Hasan (baik) : Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, At-Tirmidzi].\rApakah hadits tersebut bisa langsung dipraktekkan; dalam arti tidak ada penjelasan/syarah/kaifiyat tambahan lagi dari para ulama..??? Matur Suwun..\rJAWABAN :\r> Imam Tontowi","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"Wa'alaikumsalaam. Hendaknya dan alangkah baiknya carilah dulu syarah dari hadits tersebut oleh ulama ahli hadits, banyak ulama ahli hadits dan atau madzhab, baru kita boleh mengamalkan. Kalau kita langsung mengambil dari hadits, sedangkan kita sama sekali bukan ahli hadits, bahkan hapalpun tidak, itu sangat beresiko kepada kesalahan dalam pemahaman, sebab Nabi menggunakan bahasa Arab, tentunya yang tahu betul adalah salah satunya yang juga ahli bahasa arab, dismping ada beberapa cabang ilmu lain yang harus dikuasai untuk menterjemahkan sebuah hadits.\rSedangkan hadits yang anda copas di atas, yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, itu hanya pengalihan bahasa, sering kali penterjemah keliru dalam menerjemahkannya. Dan juga terkadang jauh dari kandungan / isi yang sebenarnya. Salam\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Mukhtashorul Ahkam :\r(حديث مرفوع) نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ ، قَالَ : نا ابْنُ عُلَيَّةَ ، قَالَ : نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ ، قَالَ : أرنا سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ السَّبَّاقِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ , قَالَ : “ كُنْتُ أَلْقَى مِنَ الْمَذْيِ شِدَّةً فَأَكْثَرْتُ الاغْتِسَالَ مِنْهُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ ؟ قَالَ : إِنَّمَا يُجْزِئُ مِنْهُ الْوُضُوءُ ، قُلْتُ : فَكَيْفَ بِمَا يُصِيبُ ثَوْبِي مِنْهُ ؟ قَالَ : يَكْفِيكَ أَنْ تَأْخُذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَتْنَضَحَ بِهَا فِي ثَوْبِكَ حَيْثُ مَا تَرَى أَنَّهُ أَصَابَ “ . يُقَالُ : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ، وَلا نَعْرِفُهُ إِلا مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ فِي الْمَذْيِ . .","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"Apa itu madzi dan hukum serta hal-hal lain yang terkait dengannya? Berikut beberapa poin penting seputar Madzi:\r- Madzi adalah cairan bening, tidak terlalu kental, dan tidak berbau yang keluar dari kemaluan ketika terangsang atau sebelum keluarnya mani.\r- Pada sebagian orang, madzi juga bisa keluar meski tidak dalam kondisi terangsang.\r- Keluarnya madzi menyebabkan batalnya wudhu (hadats kecil)\rعَنْ عَلِىٍّ قَالَ كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ أَنْ يَسْأَلَ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - فَسَأَلَهُ فَقَالَ فِيهِ الْوُضُوءُ\rDari Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu ia berkata, aku adalah laki-laki yang banyak mengeluarkan madzi. Lalu aku menyuruh seorang kawan untuk menanyakannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau menjawab, “Berwudhulah (jika keluar madzi)” (HR. Bukhari)\r- Madzi adalah najis mutawasithoh (najis yang menengah). Jika terkena anggota badan wajib dicuci. Jika terkena pakaian bisa dicuci.\rعَنْ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ قَالَ كُنْتُ أَلْقَى مِنَ الْمَذْىِ شِدَّةً وَكُنْتُ أُكْثِرُ مِنْهُ الاِغْتِسَالَ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّمَا يُجْزِيكَ مِنْ ذَلِكَ الْوُضُوءُ . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَا يُصِيبُ ثَوْبِى مِنْهُ قَالَ يَكْفِيكَ بِأَنْ تَأْخُذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَتَنْضَحَ بِهَا مِنْ ثَوْبِكَ حَيْثُ تُرَى أَنَّهُ أَصَابَهُ","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Dari Suhail bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu ia berkata, aku menghadapi kesulitan karena seringnya mandi akibat keluar madzi. Akhirnya aku ceritakan kesulitan itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, \"Cukuplah kamu berwudhu.\" Aku bertanya lagi, \"Ya Rasulullah, bagaimana jika ia mengenai pakaianku?\" Nabi SAW menjawab, \"Cukup engkau mengambil semangkuk air kemudian percikkan ke pakaianmu hingga jelas bahwa air itu mengenainya.\" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan \"hasan shahih\")\r- Allah Maha Baik kepada hambaNya. Salah satu fungsi madzi adalah sebagai pelumas ketika suami istri berhubungan. Karenanya, hendaknya suami memberikan pendahuluan/pemanasan hingga istrinya basah sebelum ke intinya.\r- Dalam kaitannya dengan fungsi sebagai pelumas, umumnya kaum wanita lebih banyak mengeluarkan madzi daripada pria. Jika daerah intim istri Anda basah saat foreplay, ketahuilah bahwa itu adalah madzi.\r- Karena merupakan najis, maka haram menjilat atau menelannya. Inilah salah satu alasan sebagian ulama mengharamkan oral seks. Adapun ulama yang membolehkannya, mereka mengingatkan agar madzi ini tidak sampai terjilat atau tertelan.\r- Perbedaan utama antara madzi dan mani adalah, jika mani ia keluar secara memancar disertai rasa nikmat yang sangat, membuat lemas, dan baunya khas.\r- Madzi juga bisa keluar saat tidur. Untuk membedakan apakah yang keluar saat tidur itu madzi atau mani, maka jika ia mimpi ‘basah’ maka hal itu adalah mani dan wajib mandi. Sebaliknya, jika ia tidak bermimpi dan kainnya hanya basah sedikit, maka itu adalah madzi.","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"- Sunanul Kubro :\r(حديث مرفوع) أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيُّ ، ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ دَاسَةَ ، ثنا أَبُو دَاوُدَ ، ثنا قُتَيْبَةُ ، ثنا عُبَيْدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ الْحَذَّاءُ ، عَنِ الرُّكَيْنِ بْنِ الرَّبِيعِ ، عَنْ حُصَيْنِ بْنِ قَبِيصَةَ ، عَنْ عَلِيٍّ ، قَالَ : كُنْتُ رَجُلا مَذَّاءً فَجَعَلْتُ أَغْتَسِلُ حَتَّى تَشَقَّقَ ظَهْرِي ، قَالَ : فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَوْ ذُكِرَ لَهُ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" لا تَفْعَلْ إِذَا رَأَيْتَ الْمَذْيَ فَاغْسِلْ ذَكَرَكَ ، وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاةِ ، فَإِذَا نَضَحْتَ الْمَاءَ فَاغْتَسِلْ \"\rSyarahnya bisa di lihat dalam :\r- Al Majmu' Syarah Muhadzab. Ini sebagian ibaroh dalam Majmu' :\r( وأما حكم المسألة ) فأجمع المسلمون على أن المذي والودي لا يوجبان الغسل ، وقد سبق بيان هذا وبيان حقيقة المذي والودي ولغتهما قريبا ، وأشار المصنف بقوله : ( لأن الإيجاب بالشرع ) إلى مذهب أهل الحق أن الأحكام إنما تثبت بالشرع ، وأن العقل لا يوجب شيئا ولا يحسنه ولا يقبحه . والله أعلم .","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"( فرع ) في حديث علي رضي الله عنه هذا فوائد : منها : أن المذي لا يوجب الغسل ، وأنه نجس ، وأنه يجب غسل النجاسة ، وأن الخارج من السبيل إذا كان نادرا لا يكفي في الاستنجاء منه الحجر ، بل يتعين الماء ، وأنه يجب الغسل من المني ، وأن المذي وغيره من النادرات يوجب الوضوء ، وأنه يجوز الاستنابة في الاستفتاء ، وأنه يجوز العمل بالظن وهو خبر الواحد هنا ، مع القدرة على اليقين بالمشافهة ، وأنه يستحب مجاملة الأصهار والتأدب معهم بترك الكلام فيما يتعلق بمعاشرة النساء أو يتضمنه ; وأنه يستحب الاحتياط في استيفاء المقصود ، ولهذا أمر بغسل الذكر ، والواجب منه موضع النجاسة فقط ، هذا مذهبنا ومذهب الجمهور ، وعن مالك وأحمد رواية أنه يجب غسل كل الذكر ، وعن أحمد رواية أنه يجب غسل الذكر والأنثيين . دليلنا ما روى سهل بن حنيف رضي الله عنه قال : \" { كنت ألقى من المذي شدة وعناء فكنت أكثر من الغسل ، فذكرت ذلك للنبي صلى الله عليه وسلم فقال : إنما يجزئك من ذلك الوضوء } \" رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح . وعن علي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : \" { من المذي الوضوء } \" قال الترمذي : حديث حسن صحيح . وأما الأمر بغسل الذكر في حديث المقداد فعلى الاستحباب . أو أن المراد بعض الذكر ، وهو ما أصابه المذي . وأما حديث عبد الله بن سعد الأنصاري [ ص: 165 ] رضي الله عنه قال : \" { سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عما يوجب الغسل ، وعن الماء يكون بعد الماء ، فقال : ذلك المذي ، وكل فحل يمذي ، فتغسل من ذلك فرجك وأنثييك وتوضأ وضوءك للصلاة } \" رواه أبو داود وغيره بإسناد صحيح ; فمحمول على ما إذا أصاب الذكر والأنثيين ، أو على الاستحباب لاحتمال إصابة ذلك ، والله أعلم\rLihat juga di 'Aunul Ma'bud.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/805321696157307/\r1486. KAIN WOL NAJIS APA TIDAK\rPERTANYAAN :\rMuh Yank","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Assalam...........! bagai mana hukumnya kain wol, najis apa tidak ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rKita ambil hukum asal saja yaitu suci :\rقال العراقي: أراد بالطيبة الطاهرة وبالطهور المطهر لغيره فلو كان معنى طهوراً طاهراً لزم تحصيل الحاصل وفيه أن الأصل في الأشياء الطهارة وإن غلب ظن النجاسة\r[ ahadis yahtajju biha as syi'ah juz 1 hal 90 ].\rDalam masalah ini kain wol sependek yang kami ketahui adalah terbuat dari bulu domba, sedangkan domba itu halal dimakan, jadi bulunya jika terpisah keadaan hidup maka hukumnya suci, terus yang jadi kendala itu bulu dari bangkai pa tidak ? maka kembalikan ke hukum asal, yaitu suci.\r> Mbah Sholeh\rوالجزء المنفصل من الحيوان كميتته إلا شعر المأكول وريشه وصوفه ووبره فطاهرات\rBagian tubuh yang terpisah dari hayawan yang masih hidup hukumnya sebagaimana bangkai kecuali rambutnynabinatang yang halal dimakan. (muqaddimah alhadhromiyah).\r> Abdurrahman As-syafi'i\rKain wol biasanya terbuat dari bulu domba. Hukum bulu, rambut dan sejenisnya adalah suci meski diambil dari hewan yang masih hidup, berbeda jika diambil dari bangkai maka najis. Beberapa ibaroh yang bisa disimak antara lain.\rو ما قطع من حي فهو ميت الا الشعور المنتفع بها فى المفارس والملابس و غيرهما كفاية الاخيار 2/229\rSegala sesuatu yang dipoton dari hewan yang masih hidup,maka hukumnya menjadi bangkai kecuali rambut yang bisa diambil manfaatnya untuk membuat permadani dan pakaian atau yang lainnya. [ Kifayatul ahyar 2 / 229 ].\rو عظم الميتة و شعرها نجسقوله و شعرها و مثله صوفها و وبروها و ريشا الباجوري 1/56","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Dan tulang belulang bangkai serta rambut nya adalah najisContoh dari rambut diantaranya adalah bulu-bulu domba,bulu-bulu marmut dan bulu-bulu burung\rMeski dihukumi suci bulu yang diambil dari binatang yang masih hidup,tetapi mencabut nya kala masih hidup hukumnya diharamkan. [Albajuri 1 / 56 ].\rو يحرم نتف شعر الحيوان لما فيه من تعذيبه و قيل بكرهته وهو محمل على ما لو حصل به اذى يحتمل عادة\rالباجورى 1/56\rDan di haramkan mencabut bulu-bulu hewan karena akan menyiksanya.Ada juga yang berpendapat hal itu makruh.[ Albajuri 1 / 56 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/400386233317524/\r1523. CARA MENSUCIKAN KASUR YANG TERKENA OMPOL\rPERTANYAAN :\rNur Aini\rAssalamu'alaykum _ad pertnyaan titipan ; bagaimna cara mensucikan kasur yang terkena pipis (mengompoL tapi bukan dari anak bayi) ?\rJAWABAN :\r> Muhammad Ahmad\rDalam madzhab Hanafi, api dan sinar matahari bisa untuk menghilangkan najis. Dalam Kitab Rahmatul Ummah / Hamisy Mizan Kuibra 1/5 :\rليس للنار والشمس في إزالة النجاسة تأثير إلا عند أبي حنيفة حتى إن جلد الميتة إذا جف في الشمس طهر عنده بلا دبغ وكذلك إذا كان على الأرض نجاسة فجفت في الشمس طهر موضعها وجازت الصلاة عليه لا التيمم به وكذلك النار تزيل النجاسة عنده\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam. Cara mensucikan kasur tersebut masih harus diperinci :\r?…Jika setelah dijemur, kasur tersebut masih mengandung salah satu dari warna, bau dan rasa pipis maka najis di kasur tersebut dihukumi najis ‘ainiyyah. Sehingga cara mensucikannya harus disiram air sampai hilang sifat najisnya (warna, rasa, bau).","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"?…Jika setelah dijemur, kasur tersebut sudah tidak mengandung seluruh sifat najis, maka najis tersebut dihukumi najis hukmiyyah, sehingga cukup dialiri air satu kali saja.\rREFERENSI :\r• Kifayah Al Akhyar, juz 1, hal.66\r• Roudloh Al Tholibin Wa ‘Umdah Al Muftiyyin, juz 1, hal.100\r• Al Um, juz 1, hal.74\rكفاية الأخيار في حل غاية الإختصار - (ج 1 / ص 66)(وغسل جميع الأبوال والأرواث واجب إلا بول الصبي الذي لم يأكل الطعام فإنه يطهر برش الماء عليه). حجة الوجوب حديث الأعرابي وغيره، وأما كيفية الغسل فالنجاسة تارة تكون عينية أي تشاهد بالعين وتارة تكون حكمية أي حكمنا على المحل بنجاسته من غير أن ترى عين النجاسة فإن كانت النجاسة عينية فلا بد مع إزالة العين من محاولة إزالة ما وجد منها من طعم ولون وريح فإن بقي طعم النجاسة لم يطهر المحل المتنجس لأن بقاء الطعم يدل على بقاء النجاسة وصورته فيما إذا تنجس فمه وإن بقي الأثر مع الرائحة لم يطهر أيضاً وإن بقي لون النجاسة وحده وهو غير عسر الإزالة لم يطهر إلى أن قال وأما النجاسة الحكمية فيشترط فيها الغسل أيضاً. والحاصل أن الواجب في إزالة النجاسة غسلها المعتاد بحيث ينزل الماء بعد الحت والتحامل صافياً إلا في بول الصبي الذي لم يطعم ولم يشرب سوى اللبن\rروضة الطالبين وعمدة المفتين - (ج 1 / ص 100)أما إذا طرأ مناقض لا باختياره ولا بتقصيرة فإن أزاله في الحال كمن انكشفت عورته فسترها في الحال أو وقعت عليه نجاسة يابسة فنفضها في الحال أو ألقى الثوب الذي وقعت عليه في الحال فصلاته صحيحة\rالأم - (ج 1 / ص 74)(قال الشافعي) رضى الله عنه إلى أن قال فإذا أصابتهما نجاسة يابسة لا رطوبة فيها فحكهما حتى نظفا وزالت النجاسة عنهما صلى فيهما","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Namun demikian menurut kalangan Hanafiyah, bila sifat-sifat suatu najis sudah dapat hilang dengan dijemur pada sinar matahari maka kasur tersebut sudah dihukumi suci.\r* قال المصنف رحمه الله\r* [إذا أصاب الارض نجاسة ذائبة في موضع ضاح فطلعت عليه الشمس وهبت عليه الريح فذهب اثرها ففيه قولان قال في القديم والاملاء يطهر لانه لم يبق شئ من النجاسة فهو كما لو غسل بالماء وقال في الام لا يطهر وهو الاصح لانه محل نجس فلا يطهر بالشمس كالثوب النجس]* [الشَّرْحُ] هَذَانِ الْقَوْلَانِ مَشْهُورَانِ وَأَصَحُّهُمَا عِنْدَ الْأَصْحَابِ لَا يَطْهُرُ كَمَا صَحَّحَهُ الْمُصَنِّفُ وَنَقَلَهُ الْبَنْدَنِيجِيُّ عَنْ نَصِّ الشَّافِعِيِّ فِي عَامَّةِ كُتُبِهِ وَحَكَى فِي الْمَسْأَلَةِ طَرِيقَيْنِ أَحَدُهُمَا فِيهِ الْقَوْلَانِ وَالثَّانِي القطع بأنها لا تطهر وتأويل نصفه عَلَى أَرْضٍ مَضَتْ عَلَيْهِ سُنُونَ وَأَصَابَهَا الْمَطَرُ ثُمَّ الْقَوْلَانِ فِيمَا إذَا لَمْ يَبْقَ مِنْ النجاسة طعم ولا لون ولا رائحة ومن قَالَ بِأَنَّهَا لَا تَطْهُرُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَزُفَرُ وَدَاوُد وَمِمَّنْ قَالَ بِالطَّهَارَةِ أَبُو حَنِيفَةَ وَصَاحِبَاهُ ثُمَّ قَالَ الْعِرَاقِيُّونَ هُمَا إذَا زَالَتْ النَّجَاسَةُ بِالشَّمْسِ أَوْ الرِّيحِ فَلَوْ ذَهَبَ أَثَرُهَا بِالظِّلِّ لَمْ تَطْهُرْ عِنْدَهُمْ قَطْعًا وَقَالَ الْخُرَاسَانِيُّونَ فِيهِ خِلَافٌ مُرَتَّبٌ وَأَمَّا الثَّوْبُ النَّجِسُ بِبَوْلٍ وَنَحْوِهِ إذَا زَالَ أَثَرُ النَّجَاسَةِ مِنْهُ بِالشَّمْسِ فَالْمَذْهَبُ القطع بأنه لا يطهر وبه قطع العرقيون وَنَقَلَ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ عَنْ الْأَصْحَابِ أَنَّهُمْ طَرَدُوا فِيهِ الْقَوْلَيْنِ كَالْأَرْضِ قَالَ وَذَكَرَ بَعْضُ الْمُصَنِّفِينَ يَعْنِي الْفُورَانِيَّ أَنَّا إذَا قُلْنَا يَطْهُرُ الثَّوْبُ بِالشَّمْسِ فَهَلْ","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"يَطْهُرُ بِالْجَفَافِ فِي الظِّلِّ فِيهِ وَجْهَانِ وَهَذَا ضَعِيفٌ قَالَ الْإِمَامُ وَلَا شَكَّ أَنَّ الْجَفَافَ لَا يَكْفِي فِي هَذِهِ الصُّورَةِ فَإِنَّ الْأَرْضَ تَجِفُّ بِالشَّمْسِ عَلَى قُرْبٍ وَلَمْ يَنْقَلِعْبَعْدُ آثَارُ النَّجَاسَةِ فَالْمُعْتَبَرُ انْقِلَاعُ الْآثَارِ عَلَى طُولِ الزَّمَانِ بِلَا خِلَافٍ وَكَذَا الْقَوْلُ فِي الثِّيَابِ وَقَوْلُ الْمُصَنِّفِ (مَوْضِعٌ ضَاحٍ) هُوَ بِالضَّادِ الْمُعْجَمَةِ قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ هُوَ الْبَارِزُ والله أعلم\r[ Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab II/596 ].\rWallaahu A'lamu Bis showaab.\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/411318245557656/\r1677. AIR MUTANAJJIS SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BANGUNAN\rPERTANYAAN :\rLuru Ilmu\rAssalamu'alaikum.. Mau tanya kaitanya dengan kebiasaan para pekerja bangunan yakni tentang penggunaan air najis (got) untuk mengaduk bahan bangunan (pasir dan semen). Apakah hal tersebut bisa menjadikan bangunan ikut najis juga?\rJAWABAN :\r> Cak Yasin BinSalase\rWa QOLA AL QODLIY BITHUHRI AL MASHBUGHI BINNAJSI AY MUTLAQON. [ Ref. bughyah 17 ]. Qodli berpendapat tentang sucinya barang yang dicetak bercampur najis secara mutlaq\r> Abdurrahman As-syafi'i\rلو بنى المسجد بالاجر المعجون بالزبل و فرشت ارض المسجد به عفي عنه فتجوز الصلاة عليه و المشى عليه و لو مع رطوبة الرجل\rApabila sebuah masjid dibangun dengan batu merah yang bahan dasarnya bercampur dengan kotoran hewan, kemudian lantai masjid dipasangi dengan batu tersebut, maka dima'fu dan diperbolehkan melakukan sholat dan berjalan di atasnya meskipun kaki dalam keadaan basah.[ Nihayatu Zain hal.8 ].\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"Membangun masjid dengan memakai batu bata yang mutanajjis hukumnya boleh dan sah shalat di atasnya walaupun tanpa alas/penghalang. [ hasyiyal al qulyuubiy 1/76 ].\r> Masaji Antoro\rNambah sak ndhulit.......\rوهل يجوز بيع الطوب المعجون بالزبل إذا أحرق وبناء المساجد به وفرش أرضها به ويصلى عليه بلا حائل وإذا اتصل به شيء من بدن المصلي أو ملبوسه في شيء من صلاته هل تصح صلاته أو لا أفتونا مأجورين أثابكم الله الجنة فأجاب بما صورته الحمد لله نعم الخزف وهو الذي يؤخذ من الطين ويضاف إليه السرجين مما عمت به البلوى فيحكم بطهارته وطهارة ما وضع فيه من ماء أو مائع لأن المشقة تجلب التيسير ....وأما الآجر المعجون بالسرجين ونحوه فيجوز بيعه وبناء المساجد به وفرش أرضها به وتصح الصلاة عليه بلا حائل\rBolehkah menjual batu bata yang diadon dengan kotoran binatang bila dibakar ?\rBolehkah digunakan membangun masjid ?\rDijadikan lantai masjid ?\rDikerjakan shalat diatasnya dengan tanpa penghalang (semacam sajadah) ?\rBila bertemu dengan badan, pakaian orang shalat apakah sah shalatnya ?\rJawaban :\rTembikar yang dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran saat membuatnya maka dihukumi suci.... Sedang batu bata yang dicampur dengan kotoran hewan dan sejenisnya maka boleh menjualnya dan boleh pula membangun masjid dengannya, menjadikannya alas masjid serta sah shalat di atasnya meski tanpa memakai kain penghalang. [ Hasyiyah al-Jamal alaa al-Manhaj I/555 ].\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/437455566277257/\r1905. HUKUM AIR DALAM AKUARIUM\rPERTANYAAN :\rJoe Pai\rAssalamualaikum, para masyayikh, asatidz, pernah ada pembahasan tentang air akuarium najis apa tidak ? Mohon penyilauannya\rJAWABAN :","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"> Toni Imam Tontowi\rوخرج بالنجسة المنجسة النجس المعفو عنه كميتة ? دم لها سائل إلى أن قال وروث سمك لم يغير الماء ولم يضعه فيه عبثا ـ اه كاشفة السجا ص 20\rMutanajis tapi Dimaafkan alias dima'fu bila airnya tidak berubah.\r> Najwa Asnawi\rWa'laikum salam wr..wb.. Ditafsil dari banyaknya kotoran ikan tersebut kalau sampai merubah sifat air (warna, rasa) dan kadar Airnya.\r1. Air tersebut (air dalam akuarium) dihukumi Najis apabila sampai merubah sifatnya Air.\r2. Tidak najis apabila kotoran ikan tersebut tidak sampai merubah sifat Air. IBAROH :\rو يعفى أيضا عن ورث سمك لم يتغير الماء\rWA YU'FA AYDHON A'N WAROTSI SAMAKIN LAM YATAGHOYYAR AL-MAA. Dan juga termasuk Najis yang diampuni adalah kotoran ikan yang tidak sampai merubah sifat air (AL-IQNA' -ABI SYUJA' JUZ :1 HAL :99). WALLOHU A'LAM.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/470920752930738/\r2273. KERAK LANTAI KAMAR MANDI NAJISKAH ?\rPERTANYAAN :\rDina Bareera\rAssalam. Mau tanya nih ustadz. Ceritanya : Saat mencuci baju, saya lebih enak dengan menggosokkan langsung di lantai kamar mandi, yang pada lantai itu terdapat endapan zat kaporit yang sudah mengeras berwarna cream agak kecoklatan, Dan dimungkinkan zat kaporit itu berasal dari air atau air kemih, dan saat saya hendak menjemur, ternyata kelupasan kaporit itu menempel di baju, tanpa saya buang dan bilas ulang. Pertanyaan : Apakah kaporit seperti dalam cerita itu suci..? Bagaimana status kesucian baju saya.? Terimakasih..\rJAWABAN :\rSlecent Alhose\rSuci selama belum jelas dari najis.","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"قال ابن قدامة في المغني: الثالث: أن ينفصل غير متغير من الغسلة التي طهرت المحل، ففيه وجهان، أصحهما أنه طاهر. وهو قول الشافعي لأنه جزء من المتصل، والمتصل طاهر فكذلك المنفصل، ولأنه ماء أزال حكم النجاسة ولم يتغير بها فكان طاهرا كالمنفصل من الأرض. انتهى.\rوهذا الذي قلناه من اشتراط كون المحل الذي لاقته اليد قد صار طاهرا إنما اشترطناه للحكم بطهارة ما لاقته هذه اليد إذا كانت تلك اليد بها بلل، أما إن كانت جافة وكانت ثيابك جافة أيضا فلا تنجس الثياب بذلك، وراجع الفتوى رقم: 40332.\rودخول الحمام بالحذاء لا يجعله نجسا، فالأصل في الأشياء الطهارة حتى تثبت نجاستها إضافة إلى أن النعل من الأشياء التي تغلب فيها الطهارة على النجاسة نظرا للمشقة؛ كما تقدم في الفتوى رقم: 57301، والفتوى رقم: 47340.\r(قوله: عسر زواله) أي المذكور من اللون أو الريح، وذلك كلون الصبغ بأن صفت غسالته ولم يبق إلا أثر محض، وكريح الخمر للمشقة.\rوضابط التعسر أن لا يزول بالحت بالماء ثلاث مرات، فمتى حته بالماء\rثلاث مرات ولم يزل طهر المحل، فإذا قدر على زواله بعد ذلك لم يجب لان المحل طاهر.\rقوله: فإن بقيا) أي اللون والريح.\rوالمراد بقيا في محل واحد من نجاسة واحدة، بخلاف ما لو بقيا في محلين أو محال، أو من نجاستين وعسر زوالهما فإنه لا يضر.\rوقوله: لم يطهر أي ذلك المحل، لقوة دلالتهما حينئذ على بقاء العين، وندرة العجز عنهما، فيجب زوالهما، إلا إن تعذر، كما مر في بقاء الطعم.\rوالمناسب لقوله ولا يضر أن، يقول هنا ضر بدل لم يطهر.\r(قوله: أن ما أصله الطهارة إلخ) أي أن الشئ الذي أصله الطهارة ولم تتيقن نجاسته، بل غلب على الظن نجاسته كطين الشارع المار وكما سيأتي من الامثلة.\r(قوله: فيه قولان) أي فيما أصله إلخ.\r(قوله: أرجحهما) أي القولين، أنه طاهر.\r(قوله: عملا بالاصل) محل العمل به إذا استند ظن النجاسة إلى غلبتها، وإلا عمل بالغالب.","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"فلو بال حيوان في ماء كثير وتغير، وشك في سبب تغيره هل هو البول ؟ أو نحو طول المكث ؟ حكم بتنجسه عملا بالظاهر، لاستناده إلى سبب معين كخبر العدل، مع أن الاصل عدم غيره.\rكذا في شرح الروض والمغني.\rhttp://islamport.com/d/2/shf/1/2/170.html\r(قوله: أن ما أصله الطهارة إلخ) أي أن الشئ الذي أصله الطهارة ولم تتيقن نجاسته، بل غلب على الظن نجاسته كطين الشارع المار وكما سيأتي من الامثلة.\r(قوله: فيه قولان) أي فيما أصله إلخ.\r(قوله: أرجحهما) أي القولين، أنه طاهر.\r(قوله: عملا بالاصل) محل العمل به إذا استند ظن النجاسة إلى غلبتها، وإلا عمل بالغالب.\rKhilaf tersebut, Bila kuat dugaan najisnya maka yang rojih adalah suci, bila tidak kuat dugaan najisnya mengambil yang lumrah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/565774623445350/\r2289. KOTORAN TAHI CICAK YANG BERSERAKAN DI MASJID\rPERTANYAAN :\rNajih Ibn Abdil Hameed\rMaaf TAHI CICAK yang berserakan di masjid/musholla/ribath itu najis MA'FU atau tidak??\rJAWABAN :\r> Toni Imam Tontowi\rSaya ambilkan dari Majmu' An-Nawawi :\rوحكى الخراسانيون وجهاً ضعيفاً في طهارة روث السمك والجراد وما لا نفس له سائل، وقد قدمنا وجهاً عن حكاية صاحب «البيان» والرافعي أن بول ما يؤكل وروثه طاهران وهو غريب، وهذا المذكور من نجاسة ذرق الطيور كلها هو مذهبنا، وقال أبو حنيفة : كلها طاهرة إلا ذرق الدجاج لأنه لا نتن إلا في ذرق الدجاج، ولأنه عام في المساجد، ولم يغسله المسلمون كما غسلوا بول الآدمي. واحتج أصحابنا بما ذكره المصنف وأجابوا عن عدم النتن بأنه منتقض ببعر الغزلان، وعن المساجد بأنه ترك للمشقة في إزالته مع تجدده في كل وقت، وعندي أنه إذا عمت به البلوى وتعذر الإحتراز عنه يعفى عنه وتصح الصلاة كما يعفى عن طين الشوارع وغبار السرجين.\rfokus :","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"ولأنه عام في المساجد، ولم يغسله المسلمون كما غسلوا بول الآدمي. واحتج أصحابنا بما ذكره المصنف وأجابوا عن عدم النتن بأنه منتقض ببعر الغزلان، وعن المساجد بأنه ترك للمشقة في إزالته مع تجدده في كل وقت، وعندي أنه إذا عمت به البلوى وتعذر الإحتراز عنه يعفى عنه وتصح الصلاة كما يعفى عن طين الشوارع وغبار السرجين.\rKesimpulan saya tetep dima'fu\r> Brojol Gemblung\rإعانة الطالبين - البكري الدمياطي - ج 1 - الصفحة 126\rقوله: ويعفى عما جف من ذرق سائر الطيور. ذكر شرطين للعفو وهما الجفاف وعموم البلوى، وبقي أن ? يتعمد المشي عليه كما مر. وعبارة التحفة: ويستثنى من المكان ذرق الطيور فيعفى عنه فيه أرضه وكذا فراشه على ا?وجه، إن كان جافا ولم يتعمد م?مسته. ومع ذلك ? يكلف تحري غير محله إ? في الثوب مطلقا على المعتمد. اه.\rWallahu A'laamu Bis Showaab.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/562297533793059/\r2352. SUCINYA KOTORAN TELINGA DAN HIDUNG\rPERTANYAAN :\rAbror Ahlul Bid'ah Hasanah\rAssalamu'alaikum, mau nanya, kalau kotoran telinga dan hidung tu najis atau tidak ya ?\rJAWABAN :\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rWa'alaikum salam.. Nitip ibaroh saja..\rو كل مائع خرج من السبيلين نجس............................قوله (و خرج من السبيلين) اى من احد السبيلين القبل و الدبر. و جملة خرج صفة لمائع، و خرج بقوله من السبيلين الخارج من بقية المنافذ فهو طاهر الا القيء الخارج من الفم بعد و صوله الى المعدة و ان لم يتغير البيجوري 1/151المكتبة دار الفكر\"","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"Segala jenis benda cair yang keluar dari 2 jalan (qubul dan dubur) hukumnya najis. Adapun yang keluar dari selain 2 jalan itu (keluar dari lubang selain qubul dan dubur) hukumnya suci. Kecuali muntahan yang berasal dari perut walaupun tidak berubah (zatnya).dengan menilik sekilas tabir di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kotoran telinga dan kotoran hidung adalah tidak najis.\r> Ghufron Bkl\rSetiap sesuatu yang dari selain jalan dua (qubul dan dubur) selain muntah yang, keluar dari perut adalah suci seperti kotoran telinga,ingus,ludah dan mani adalah suci tetapi termasuk sesuatu yang menjijikkan :\r.والنجاسة لغة الشيئ المستقذر ولو طاهرا كالبصاق والمخاط والمني___وخرج بقوله من السبيلين الخارج من بقية المنافذ فهو طاهر إلا القيئ الخارج من الفم بعد وصوله الى المعدة وإن لم يتغير. الباجوري 1/99-100\r> Sunde Pati\rWalaikum salam. Ingus itu tidak najis jadi sah\rالمجموع شرح المهذب (2/ 551)(فرع)قال اصحابنا الرطوبة التى تخرج من المعدة نجسة وحكي الشاشى عن أبي حنيفة ومحمد طهارتها: دليلنا انها خارجة من محل النجاسة وسمى جماعة من اصحابنا هذه الرطوبة بالبلغم وليس بصحيح فليس البلغم من المعدة والمذهب طهارته وانما قال بنجاسته المزني وأما النخاعة الخارجة من الصدر فطاهرة كالمخاط","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"Cabang ashab kita (syafiiyyah) berkata,basah-basah yang keluar dari dalam perut itu hukumnya najisassyasi bercerita dari abu hanifah dan muhammad tentang kesuciannya (sesuatu yang kluar dalam perut) dalil kita (syafiiyyah) bahwa sesuatu tersebut keluar dari tempat najis.suatu golongan dari kita telah menamakan sesuatu yang basah tersebut dengan nama balghom/dahak (riyak-jawa) dan hal itu tidaklah betul karena dahak bukanlah kluar dari dalam perutsedang al-madzhab sendiri mengatakan kesucian dahak (tidak najis)yang mengatakan tentang kenajisannya hanyalah imam almuzanni .Adapun ingus yang keluar dari dada maka hukumnya suci sebagaimana air liur. Wallaahu A'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/583743544981791\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/585517418137737/\r2567. HUKUM PARFUM BERBAHAN KOTORAN SAPI\rPERTANYAAN :\r> Brojol Gemblung","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"Assalamu'alaikum, Wr. Wb. Informasi TeraktuaL – Dua siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti akan mewakili Indonesia pada olimpiade internasional “International Environment Project Olympiad” (INEPO) di Istanbul, Turki. Ajang itu akan dilaksanakan pada 17-20 Mei 2013. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Lamongan Muhamad Zamroni, kedua siswa itu mewakili Indonesia setelah melakukan penelitian ilmiahnya berjudul “Limbah Peternakan Sapi” sebagai pengharum ruangan ramah lingkungan. Karya ilmiah itu mengalahkan 1.000 peserta dalam ajang “Indonesian Science Project Olympiad” (ISPO) yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Februari 2013. “Sukses itu membawa keduanya menjadi wakil Indonesia di ajang internasional yang akan berlangsung di Turki,” kata Zamroni seperti dilansir dari Antara, Minggu (10/3).","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"Sementara itu, Dwi Nailul Izzah mengaku karya ilmiahnya itu menjelaskan tentang pengolahan limbah kotoran (feses) sapi menjadi cairan pengharuman ruangan dengan aroma alami tumbuh- tumbuhan. “Pengharum ruangan yang kami hasilkan murni berbau alami seperti tumbuhan yang menjadi makanan sapi, bukan karena ditambahi dengan bahan kimia agar bisa berbau wangi,” katanya. Dalam karyanya, kedua siswa itu juga membuat kajian ekonomi mengenai pangsa pasar produk pengharum ruangan tersebut. “Pengharum ruangan ini sehat karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya, seperti “benzo acetan” layaknya produk pengharum yang ada di pasaran, dan juga ekonomis karena ongkos produksinya sangat murah, yakni Rp 21 ribu untuk kemasan 225 mililiter,” katanya.\rSUMBER :\rhttp://m.forum.detik.com/parfum-dari-kotoran-sapi-membuat-2-siswa-dikirim-ke-olimpiade-t650253.html\rProses Pembuatan :\r(1) Proses fermentasi kotoran sapi dengan ragi atau jamur yang membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari.\r(2) Setelah itu, kotoran sapi yang sudah di fermentasi di peras dengan bantuan air untuk di ambil ekstraknya.\r(3) Proses selanjutnya adalah destilasi atau penyulingan dengan pengapian yang cukup, pada tahap destilasi ekstrak kotoran sapi dicampur dengan antiseptik yang berguna untuk menghilangkan kuman dan menghentikan fermentasi serta air kelapa.\rPERTANYAAN :\rSUCIKAH PARFUM TERSEBUT ? Terima kasih atas jawabannya dan Assalamu'alaikum...\rJAWABAN :\rMenimbang :","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"1.…Proses bagian ke (1) jelas tidak bisa ditawar karena dalam proses terdapat barang lain yang mencampurinya, sehingga untuk tahap ini hasil fermentasi dihukumi najis.\r2.…Pada bagian ke (2) berangkat dari hasil fermentasi sebelumnya (najis) hasil ekstrak tetap dihukumi najis karena air yang digunakan sebagai pencampur telah berstatus mutanajjis sebab bercampur dengan hasil fermentasi tersebut.\r3.…Pada bagian ke (3) ada proses penyulingan dan penguapan dengan menggunakan api untuk menghasilkan intisari (semacam air embun) dari hasil ekstrak sebelumnya. Maka hasil dari penguapan tersebut tetap dihukumi najis karena uap yang dihasilkan menggunakan pengapian.\rMaka dengan demikian hal itu dapat dirumuskan bahwa :\r- Parfum tersebut terbuat dari intisari uap (semacam embun).\r- Intisari uap adalah bagian dari uap itu sendiri.\r- Uap itu adalah kotoran itu sendiri.\r- Uap dihasilkan dengan menggunakan pengapian.\r- Uap dihasilkan dari bahan yang najis.\r- Kotoran tidak bisa Istihalah\rMaka dengan demikian setelah mengkaji dari tahapan proses pembuatan parfum dan rumusan di atas, melahirkan sebuah kesimpulan bahwa :Hukum parfum tersebut NAJIS dengan alasan intisari uap yang dijadikan bahan parfum itu keluar dari uap yang dihukumi najis.Namun sebagian ulama ada yang menghukumi ketidaknajisan kotoran, maka dengan demikian pertimbangan di atas tidak menjadi acuan menurut pandangan ini, hingga hukum parfum itu pun tidak najis.\rReferensi :\r1.…Syarh al-Manhaj 1/1792.\r2.…Hasyiyah al-Jamal 1/5223.\r3.…I'anah al-Thalibin 1/884.\r4.…Fatawa al-Nawawi (al-Bujairami 'ala al-Manhaj 1/102)","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"5.…Mausu'ah al-Fiqhiyyah 2/145-146 & 31/566. Al-Tanbih hal. 237.\r6.…Bughyah al-Mustarsyidin hal. 13 & 14\rPERUMUS : Brojol Gemblung\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/593809940641818/\rLAMPIRAN : BEBERAPA CATATAN 'IBAROH DAN KOMENTAR MUSYAWIRIN\r> Najwa Asnawi\rApa yang dibahas ? Bukankah A'INUN NAJASAH yang bsa menjadi suci hanya ada 2 (dua) macam :\r1.…Pertama : KHOMR (arak) yang dibiarkan beberapa hari sehingga menjadi cukak.\r2.…Kedua : Kulit binatang(lulang) yang mati dengan tidak disembelih dapat menjadi suci dengan di-sama' (AD-DHBAGH). Pada kasus diatas pembuatan parfum dengan AINUN NAJAS (tai/ as-sirjin) meskipun dengan beberapa proses, pada nasnya NAJIS ya tetep NAJIS.\r( والذي يطهر من نجس العين ) شيئان : ( خمر ) ولو غير محترمة ( تخللت ) أي : صارت خلا ( بلا ) مصاحبة ( عين ) وقعت فيها .... إلى أن قال: ( وجلد ) ولو من غير مأكول ( نجس بالموت فيطهر ) ظاهرا وباطنا ( باندباغه بما ينزع فضوله ) من لحم ودم ونحوهما مما يعفنه ولو كان نجسا كذرق طير أو عاريا عن الماء لأن الدبغ إحالة لا إزالة .حاشية البجيرمي على المنهج\r> Nur Hasyim S. Anam\rWa'alaikum salam war wab, Ulama khilaf, ada yang menghukumi Najis ada pula yang menghukumi suci. Lihat Bughyah :\r(مسألة: ب): ذهب بعضهم إلى طهارة روث المأكول، بل ذهب آخرون إلى طهارة جميع الأرواث حتى من الكلب إلا الآدمي،\r> Mbah Ceméng\rSeingat saya.. Benda najis tidak bisa suci... Pengecualiannya dengan ihalah.. Itupun terbatas\r> Brojol Gemblung","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Justru sekarang saya berbeda dengan pendapat saya yang dulu. Sebab perubahan darah kijang ke misik itu tidak ada campur tangan manusia sebagaimana perubahan khamr ke cuka. Dan untuk masalah ini memandang dari proses serta berdasarkan bahwa 'ainun najasah tidak bisa istihalah maka saya lebih condong ke najis.\rKita bahas jangan berangkat dari khilaf dulu kang karena fiqh memang mazdinnatul ikhtilaf, kita bahas dalam satu qaul dulu yaitu berangkat dari pendapat bahwa rauts, 'adzrah, wanim, dsb. itu najis. Kalau semuanya kita pandang dari sisi khilafnya maka sampai sekarang tak mungkin group kita ini punya 2000 ribu lebih dokumen.Monggo, kita tambah khazanah keilmuan kita dengan cara diskusi sebelum MUI bermusyawarah dan tak ada musyawarah jika tak ada komisi operasional... Asap barang najis dalam madzhab syafi'i khilaf, namun menurut qaul ashah najis. Uap barang najis itu suci, kecuali menurut Syech Zakariya al-Anshari. Dan embun barang najis itu..... (ini kalau saya jawab sama saja saya mendekati jawaban dari pertanyaan saya sendiri).Untuk masalah misik jangan bawa ke sini dulu, biar pembahasan ini berjalan dengan semestinya. Untuk proses misik silahkan anda buka Tuhfah al-Muhtaj karya Ibnu Hajar.Lalu apa jawaban sampeyan untuk pertanyaan saya ini? Silahkan jawabannya yang referensif...","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"Embun itu hanya bahasa saya saja agar mudah dipaham, sebab dalam bahasan bah uap tidak ada istilah embun, dan yang saya maksudkan dengan istilah embun ini adalah rembesan air karena kepulan uap akibat suhu yang panas. Mengapa saya bahasakan demikian? Karena yang dijadikan bahan parfum itu bukan uap tapi air rembesan sebab uap itu.\rMengapa saya merembet ke soal keringat khamr, karena dalam hal parfum ini kita tidak mengatakan bahwa parfum itu terbuat dari uap ataupun asap, melainkan dari rembesan atau embun sebab uap yang didinginkan, sementara sebelum itu penyulingan dilakukan dengan pengapian agar menghasilkan uap di atas keseimbangan suhu. Nah ini gampangnya bilang, parfum itu terbuat dari embunnya uap...Bila di atas kita katakan bahwa uap yang dihasilkan dengan pengapian itu najis, beranikah kita katakan bahwa embun uap itu juga najis??Oleh karenanya saya kaitkan hal ihwal prihal ini pada keringat khamr... Sebab ada sebuah keterangan bahwa keringat khamr itu najisJangan maksudkan kata embun yang saya utarakan sebagai kata secara definitif, itu saya pakai sebagai bahasa sederhana dari hasi uap tersebut, sebagaimana kata Dhabb yang diartikan menjadi Biawak Arab, walaupun toh kata orang arab Dhabb adalah Dhabb bukan biawak dalam arti orang Indo.\r> Abdur Rahman Assyafi'i","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Yupz.. kasus ini terfokuz pada masalah yang ini \"Proses selanjutnya adalah destilasi ataupenyulingan dengan pengapian yang cukup. Hasildestilasi dari ekstrak kotoran sapi selanjutnyadicampur dengan natrium bicarbonat, dandimasukkan ke botol kemasan pengharum ruangan \". Apa itu distilasi ? keterangannya ini : \" Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkansehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.\" Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahancampuran zat cair yang didasarkan pada perbedaantitik didih zat. Proses pemisahan campuran dengancara penyulingan dilakukan dengan dua proses, yaitupenguapan dan pengembunan.\rJadi tinggal nyari ibaroh :\r1. air uapan dari benda najis (Karena bila udah ketemu hukumnya, andai najis, maka tiada guna kita mencari ibaroh untuk yang ke 2, karena barang najis tidak bisa suci dengan sebab dicampur dengan wewangian atau zat aroma. Ini berbeda dengan pencampuran khamr yang dijadikan bahan campuran obat yang ia dapat istihlak, dan di atas kebalikan dari masalah khamr).\r2. air uapan tersebut diberi zat lain sehingga aroma semula tidak tampak.(Ternyata fungsi penambahan zat natrium bikarbonat adalah sebagai pengembang.. jadi bila botol ditekan akan mengeluarkan gas karbondioksida.. sekira hasil dari penyulingan tersebut dihukumi najis, maka parfum tersebut najis).\rMaksudnya bagaimana?","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"الفرق بين دخان النجاسة و بخارها ان الانفصل بواسطة نار و الثانى لا بواسطتها قال الشيخ زكريا. و قال ابو مخرمة هما متردفان فما انفصل بواسطة نار فنجس و ما لا فلا. اما نفس الشعلة اى لسان النار فطهرة قطعا حتى لو اقتبس منها فى شمعة لم يحكم بنجاستها\ritu tidak membahas embunnya kang, tapi prihal asap, uap, dan lidah api.jadi apakah uap yang berubah jadi tetesan air dari benda najis hukumnya najis? Tapi kalau merujuk ke ini bagaimana ?\rفما انفصل بواسطة نار فنجس و ما لا فلا\rJadi kalau uapnya najis, maka perubahannya menjadi air adalah najis..\r> Brojol Gemblung\rIbaroh lengkap dari Kang Abdur Rahman Assyafi'i :\rمسئلة ب: الفرق بين ذخان النجاسة وبخارها إن ا?ول انفصل بواسطة نار . والثاني ?بواسطتها قاله الشيخ زكريا. وقال ابو محرمة هما مترادفان فما انفصل بواسطة نار فنجس وما? ف?. اما نفس الشلعة اي لسان النار فطهرة قطعا حتى لو اقتس منها في شمعة لم يحكم بنجاستها. بغية المسترشدين ص 13","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"Sekalian saya bantu terjemahkan :Masalah BaaFaqih : Perbedaan antara asap najis dan uap najis bahwa yang pertama adalah sesuatu yang terpisah sebab perantara api, dan yang kedua tidak sebab perantaranya, perbedaan ini disampaikan oleh Syech Zakariya. Abu Makhromah berkata: Keduanya mirip, maka sesuatu yang terpisah sebab api itu najis, dan yang tidak ialah tidak najis. Sedangkan lidah api atau jilatan api itu sendiri secara pasti hukumnya suci, hingga andai seseorang menghidupkan lilin darinya maka lilin tersebut tidak dihukumi najis. Letak pandang Kang Rahman :Abu Makhromah berkata: Keduanya mirip, maka sesuatu yang terpisah sebab api itu najis, dan yang tidak ialah tidak najis. Kalau boleh saya memahami ibaroh itu; \"Sesutu\" yang tersebut adalah asap atau uap, bukan embun / rembesan air sebab kepulan uap. Lantas dari sudut pandang yang bagaimana ibaroh itu dijadikan dasar untuk menajiskan parfum itu??\r> Joko Satrio\rKalo seperti itu berarti uap dari hasil sulingan itu najis mnrt qoul ashohkarena penyulingan itu merupakan pembakaran yang menghasilkan uap dan dari uap ini mnjadi embun lalu menetes dan menjadi sari pati dari kotoran itu seperti proses pembuatan minyak kayu putih\r> -Boim Nizta- ????","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"الخواص yang boleh kang. . Tidak termasuk dalam asapnya benda najis, yaitu uap dari benda najis yang tidak disebabkan oleh api, maka uap ini adalah suci. Demikian halnya dengan angin yang keluar dari jamban (sapiteng) atau kentut yang keluar dari dubur juga dihukumi suci. Bahkan seandainya qirbah (sejenis wadah air atau susu yang terbuat dari kulit) berisi penuhdengan angin atau uap tersebut, kemudian seseorang shalat dengan membawa qirbah tersebut di atas punggungnya, maka shalatnya dihukumi sah. (Kasyifah al-Saja hal. 21) Saya ngebayangin memasak kotoran sapi dicampur bumbu2 kimia dalam bejana di atas kompor.. Tah selanjutnya saya ga tau lagi cara mmbuat farfume nya. . Apakah meski ditiriskan di hidangkan kedalam wadah tertentu, trus mendiamkannya hingga gas atw uap atw embun trsebut yang bisa di buat farfume. . Nah yang itu baru suci.\rJustru malah jadi ga beres-beres. . .repost : dan tentang parfume dari extract kotoran sapi, untuk ikhtiyat mungkin ga usah dpke, walopun ingin memakainya kita taqlid saja ke qoul imam ashthokhri atw imam ruyani, yang menukil dari qoul imam maliki, dan ahmad hambali. . Bahwa kotoran atw air kencing hewan ternak(biasa dmakan) adalah suci..","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"Brojol Gemblung > Bila kesimpulannya seperti itu maka tiada guna hal ini dibahas. Dan sebagai istihsan terhadap kalangan Malikiyyah maka solusi darinya hanya sebagai sub tambahan dalam sebuah kesimpulan. Langkah bijak dari sebuah kehati2an bukan berarti kita katakan \"sebaiknya jangan dipakai\" sebagai akhir dari sebuah upaya pencarian hukum, justru solusi \"haram / najis\" adalah sikap ahwathul ahwath dalam hal ini memandang dari aspek yang berkaitan dengan parfum. Insya Allah nanti akan disimpulkan...\rNah jika begitu hal nya keputusan tersebut hanya untuk maqom fatwa. . Sedangkan disini hanya diskusi. .Karna jelas menurut manqul madzhab syafei najis hukumnya kotoran/kencing hewan, dan ada qoul dari imam ashtokhri dan ruyani (syafiiyah) menukil dari pndapat imam maliki dan hambali. .Bisa jdi ini adalah ikhtiyarot. .Dan alangkah indahnya jika kita muroatul lil khilaf. . jadi sebaiknya jgn memakai farfume tersebut sbb kita hanya muqolid.. Dan tidak berani menyebut najis atw haram. .\r> Sunde Pati\rSependek pengetahuanku barang najis tidak bisa berubah jadi suci kecuali kasus cuka yang berubah dengan sendirinya...Barang najis tidak bisa jadi suci dengan sebab maleh rupo/berubah wujud kecuali 2 perkara yaitu arak yang berubah jadi cuka dengann sendirinya dan kulit bangkai binatang yang sudah disamak pada selain hewan anjing dan babi\rالتنبيه (ص: 23)ولا يطهر شيء من النجاسات بالاستحالة الا شيآن الخمر فانها اذا انقلبت بنفسها خلا طهرت وان خللت لم تطهر وجلد الميتة سوى الكلب والخنزير اذا دبغ فإنه يطهر","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"Gini aja jika uap tanpa ada lantaran api alias menguap dengann sendirinya itu tidak najis tapi jika melalui lantaran api atau dengan unsur kesengajaan menguapkan barang najis tersebut maka hukumnya tetap najis karena hal ini masuk kategori dukhon/asap yang najisnya tidak dima'fu walaupun sedikit\rإعانة الطالبين (1/ 88)ويعفى عن يسير عرفا من دخان النجاسة وهو المتصاعد منها بواسطة نار ولو من بخور يوضع على نحو سرجين ومنه ما جرت به العادة في الحمامات فهو نجس لأنه من أجزاء النجاسة تفصله النار منها لقوتها ويعفى عن يسيره بشرط أن لا توجد رطوبة في المحل وأن لا يكون بفعله وإلا فلا يعفى مطلقا لتنزيلهم الدخان منزلة العين وخرج بدخان النجاسة بخارها وهو المتصاعد منها لا بواسطة نار فهو طاهر\rGini aja, dalam proses penyulingan itu ada unsur kesengajaan yang membuat ainun najasah berkurang gak? jika berkurang berarti uap yang dihasilkan penyulingan tadi adalah juz dari najis tersebut alias najis yang terpisah dikarenakan kuatnya tekanan, jadi hukumnya najis\rBismillah","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"حاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري (1/ 522)قوله وبخارها كذلك إلخ ومنه ما يقع من حرق الجلة حتى تصير جمرا لا دخان فيه لكن يصعد منه بخار فهو نجس لأنه بخار بواسطة نار ولو أوقد من هذا الجمر شيء كيدك ودواة دخان فإن كان هناك رطوبة من أحد الجانبين بحيث يتنجس بها الطاهر كان الدخان المتصاعد نجسا وإلا فلا شرح المنهج (1/ 179)دخان النجاسة نجس يعفى عن قليله وبخارها كذلك إن تصاعد بواسطة نار لأنه جزء من النجاسة تفصله النار لقوتها وإلا فطاهر وعلى هذا يحمل إطلاق من أطلق نجاسته أو طهارته والذي يطهر من نجس العين شيئان خمر ولو غير محترمة تخللت أي صارت خلا بلا مصاحبة عين وقعت فيها وإن نقلت من شمس إلى ظل أو عكسه لمفهوم خبر مسلم عن أنس قال سئل النبي صلى الله عليه وسلم أتتخذ الخمر خلا قال لا بدنها أي فتطهر مع دنها للضرورة وإلا لم يوجد خل طاهر من خمر وهذا من زيادتي أما إذا تخللت بمصاحبة عين وإن لم تؤثر في التخليل كحصاة فلا تطهر لتنجسها بعد تخللها بالعين التي تنجست بها ولا ضرورة ولا يشترط طرح العين فيها وإن أفهم كلام الأصل خلافه وأفهم كلامهم أنها تطهر بالتخلل إذا نزعت العين منها قبله وهو ظاهر نعم لو كانت العين المنزوعة قبله نجسة كعظم ميتة لم تطهر كما أفتى به النووي والخمر حقيقة المسكر المتخذ من ماء العنب وخرج به النبيذ وهو المتخذ من الزبيب ونحوه فلا يطهر بالتخلل لوجود الماء فيه لكن اختار السبكي خلافه لأن الماء من ضرورته وفي معنى تخلل الخمر انقلاب دم الظبية مسكا وجلد ولو من غير مأكول نجس بالموت فيطهر ظاهرا وباطنا باندباغه بما ينزع فضوله من لحم ودم ونحوهما مما يعفنه ولو كان نجسا كزرق طير أو عاريا عن الماء لأن الدبغ إحالة لا إزالة fokusدخان النجاسة نجس يعفى عن قليله وبخارها كذلك إن تصاعد بواسطة نار لأنه جزء من النجاسة تفصله النار لقوتها","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Kesimpulannya karena hasil penyulingan itu dari ainun najasah yang terpisah karena kuatnya tekanan maka hukumnya ttp najis\rإظهار التشكيل|إخفاء التشكيل مسألة: التحليل الموضوعيولا يطهر شيء من النجاسات بالاستحالة إلا الخمرة إذا انقلبت بنفسها . وإن خللت لم تطهر ، وقيل : تطهر ، ولا تطهر الأدهان النجسة . وقال أبو الخطاب : يطهر منها بالغسل ما يتأتى غسله وإذا خفي موضع النجاسة لزمه غسل ما يتيقن به إزالتها ، الحاشية رقم: 1( ولا يطهر شيء من النجاسات بالاستحالة ) لأن النبي - صلى الله عليه وسلم - نهى عن أكل الجلالة وألبانها ، لأكلها النجاسة ، ولو طهر بالاستحالة لم ينه عنه ، فعلى هذا إذا وقع [ ص: 241 ] وقع كلب في ملاحة فصار ملحا أو أحرق السرجين النجس فصار رمادا فهو نجس ، وعنه : يطهر ، وذكرها في \" الشرح \" تخريجا قياسا على جلود الميتة إذا دبغت ، فحيوان متولد من نجاسة كدود الجروح والقروح ، وصراصير الكنيف طاهر لا مطلقا ، نص عليه ، وذكر بعضهم روايتين في نجاسة وجه تنور سجر بنجاسة ، ونقل الأكثر يغسل ، ونقل ابن أبي حرب لا بأس ، وعليهما يخرج عمل زيت نجس صابونا ، وتراب جبل بروث حمار ، فإن لم يستحل عفي عن يسيره في رواية ، وذكر الأزجي أن نجس التنور بذلك طهر بمسحه بيابس ، وإن مسح برطب تعين الغسل ، وحمل القاضي قول أحمد : يسجر التنور مرة أخرى على ذلك . فرع : القصرمل ودخان النجاسة وغبارها نجس على الأول لا الثاني ، وكذا ما تصاعد من بخار الماء النجس إلى الجسم الصقيل ، ثم عاد فقطر ، فإنه نجس على الأول ، لأنه نفس الرطوبة المتصاعدة ، وإنما يتصاعد في الهواء كما يتصاعد بخار الحمامات ، وبخار الحمامات طهور . ( إلا الخمرة ) هي مأخوذة من خمر إذا ستر ، ومنه خمار المرأة ، وكل شيء غطى شيئا فقد خمره ، ومنه : خمروا آنيتكم والخمر يخمر العقل أي : يغطيه ويستره ، وهي نجسة إجماعا ، لكن خالف فيه الليث ، وربيعة ، وداود ،","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"وحكاه القرطبي عن المزني ، فقالوا بطهارتها ، واحتج بعضهم للنجاسة بأنه لو [ ص: 242 ] كانت طاهرة لفات الامتنان بكون شراب الجنة طهورا لقوله تعالى : وسقاهم ربهم شرابا طهورا [ الدهر 21 ] أي : طاهرا ، وعلله في \" الشرح \" بأنه يحرم تناولها من غير ضرر أشبه الدم ( إذا انقلبت بنفسها ) فإنها تطهر في المنصوص ، وفي \" الشرح \" لا نعلم فيه خلافا ، لأن نجاستها لشدتها المسكرة ، وقد زالت من غير نجاسة خلفتها ، فوجب أن تطهر كالماء ، لا يقال : حكم سائر النجاسات كذلك أي : تطهر بالاستحالة ، لأن نجاستها لعينها ، والخمرة نجاستها لأمر زال بالانقلاب ، والنبيذ كذلك ، وخالف القاضي فيه ، لأن فيه ماء نجسا ، ودنها مثلها ، قاله الأصحاب . ( وإن خللت لم تطهر ) في ظاهر المذهب لما روى الترمذي أن أبا طلحة سأل رسول الله - صلى الله عليه وسلم - عن أيتام ورثوا خمرا فقال : أهرقها ، قال : أفلا أخللها ؛ قال : لا ، لا . ولو جاز التخليل لم ينه عنه ، ولم تبح إراقته ، وعلى هذا يحرم تخليلها فلا تحل ، ففي النقل أو التفريغ من محل إلى آخر ، وإلقاء جامد فيه وجهان ( وقيل : تطهر ) وهو رواية ، لأن علة التحريم زالت فعلى هذا يجوز ، وعنه : يكره ، وعليهما تطهر ، وفي \" المستوعب \" يكره ، وأن عليها لا تطهر على الأصح ، وفي إمساك خمر ليصير خلا بنفسه أوجه ، ثالثها : يجوز في خمرة خلال ، وهو أظهر ، فيترك حينئذ فعلى هذا تصير هذه الخمرة محرمة ، وعلى المنع يطهر على الأصح ، وإن اتخذ عصيرا للخمر فلم يتخمر وتخلل بنفسه ، ففي حله الخلاف ، واقتضى ذلك أن الحشيشة المسكرة طاهرة ، وقيل : نجسة ، وقيل : إن أميعت\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=96&ID=161\r> Brojol Gemblung","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"Kalau soal itunya ya aja kang, tapi bila dihubungkan pada proses penyulingan ibaroh itu tidak cukup dijadikan sandaran hukum, sebab begini, kalau kita katakan uap dan embunnya itu sama maka saya fikir ini hampir final, tapi bila tidak maka kita harus mencari pertimbangan ibaroh lain untuk mengarahkan ibaroh di atas pada titik kesamaan nitijah hukum.\rJangan bicara alkohol di sini, sampai saat ini alkohol tidak bisa kita vonis sebagai barang yang najis secara sya'an karena memang tidak ada nash sharih tentangnya, silahkan baca keterangan di Fiqh al-Islam wa Adillatuh. Terpulang pada masalah ini yang saya kaitkan dengan prihal keringat khamr, titik tekannya untuk mengarahkan ibaroh yang di I'anah dan selainnya agar dapat dijadikan sandaran bahwa dikala uap itu kita hukumi najis maka embunnya juga najis, sementara yang punya system penularan sifat itu hanya dalam bab khamr, sebab di situ dikatakan bahwa keringat khamr adalah khamr itu sendiri. Sedangkan dalam I'anah dan lainnya tak satupun yang mengatakan bahwa embun dari uap yang najis adalah uap itu sendiri. Dari titik inilah kita dapat ketahui bahwa antara uap dan embunnya bukanlah sesuatu yang terpisah, tapi bahkan masih dalam satu wadak yang sama. Pelik memang difikirkan, tapi ini tak sepelik ulama kita dalam mencetuskan hukum beserta dalilnya untuk kita jadikan referensi pada masa sekarang.\rKalau perihal uap itu sama :","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"فتاوى النووي : 2 - مسألة: لو أغلي الماء فتولد من بخاره رشحٌ فهو طهور في أصح الوجهين ?نه من نفس الماء .(1) (1) دخان النجاسة نجس يعفى عن قليله، وبخارها كذلك إذا تصاعد بواسطة نار؛ ?نه جزء من النجاسة تفصله النار بقوتها وإ? فطاهر وعلى هذا يحمل إط?ق من أطلق نجاسته أو طهارته. اهـ. البجيرمي على المنهج .102 /1\rLink Kitab: http://shamela.ws/browse.php/book-497/page-12\rBagi teman yang ingin baca bahan penalaran saya dalam masalah ini dan untuk mengimbangi semua tanggapan yang masuk silahkan baca ini :","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"الموسوعة الشاملة - الموسوعة الفقهية الكويتية 2/145-146 : دخان وبخار النّجاسة المحرقة: - 9 ذهب الحنفيّة في الصّحيح عندهم وهو المعتمد عند المالكيّة وهو اختيار ابن رشد وبعض من متأخّري الشّافعيّة وهو غير ظاهر المذهب عند الحنابلة إلى القول بالطّهارة مطلقاً . وذهب الحنفيّة في مقابل الصّحيح ، وهو ظاهر المذهب الحنبليّ ، واختاره من المالكيّة اللّخميّ والتّونسيّ والمازريّ وأبو الحسن وابن عرفة ووصفه بعضهم بأنّه المشهور ، إلى عدم طهارة الدّخان المتصاعد من وقود النّجاسة ، والبخار المتصاعد من الماء النّجس إذا اجتمعت منه نداوة على جسم صقيل ثمّ قطر فهو نجس ، وما يصيب الثّوب من بخار النّجاسة ينجّسه . وذهب بعض الشّافعيّة إلى أنّ دخان النّجاسة نجس يعفى عن قليله . وبخار النّجاسة إذا تصاعد بواسطة نار نجس ؛ ?نّ أجزاء النّجاسة تفصلها النّار بقوّتها فيعفى عن قليله . وإذا طبخ طعام بروث آدميّ ، أو بهيمة ، أو أوقد به تحت هباب فصار نشادراً ، فالطّعام طاهر إن لم يكن ما أصابه من دخان النّجاسة كثيراً ، وإ?ّ تنجّس . وكذا النّشادر إن كان هبابه طاهراً ، وإ?ّ فهو نجس . فالهباب المعروف المتّخذ من دخان السّرجين أو الزّيت المتنجّس إذا أوقد به نجس ، كالرّماد ، ويعفى عن قليله ؛ ?نّ المشقّة تجلب التّيسير . الموسوعة الشاملة - الموسوعة الفقهية الكويتية 31 / 56 : ب - العرق بمعنى الخمر :- 6 العرق نوع من المسكرات يقطر من الخمر ، حكمه حكم الخمر ، فهو نجس ويحدّ شاربه قال ابن عابدين : ? شكّ أنّ العرق المستقطر من الخمر هو عين الخمر ، تتصاعد مع الدّخان وتقطر من الطّابق بحيث ? يبقى منها إ?ّ أجزاؤه التّرابيّة ، ولذا يفعل القليل منه في ا?سكار أضعاف ما يفعله كثير الخمر ، والمعتمد المفتى به : أنّ العرق لم يخرج بالطّبخ والتّصعيد عن كونه خمراً ، فيحدّ بشرب قطرة منه وإن لم يسكر ، وأمّا إذا سكر منه ف? شبهة في وجوب الحدّ به ، وقد","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"صرّح في منية المصلّي بنجاسته أيضاً .\rKesamaan antara kandungan khamr (alkohol) dan kotoran ini tidak kuat hingga endingnya pun membuahkan konsekuensi hukum yang berbeda di antara keduanya. Poin-poin penting pada keduanya:\rO Khamr > Rijsun Ghairu Hissiy (najis yang tidak tampak)\rO Rauts > Najsun 'Ainiy (dzat najis)\rO Khamr > mengalami istihalah atau inqilab (perubahan bentuk)\rO Rauts > tidak mengalami\rO Khamr > kandungannya bisa dianggap suci bila tidak ada campur tangan manusia atau ada barang lain yang mencampurinya\rO Rauts > tanpa harus memandang ada dan tidaknya campur tangan manusia kandungannya tidak bisa dianggap suci sehubungan ia najis 'ainiy\rO Rauts > kandungannya tidak bisa suci sebab ada barang lain yang mencampurinya karena dzatiyah rauts memang najis. (contoh air kencing satu gelas, lalu kita teteskan minyak misik atau za'faron agar aromanya berubah maka ya tetap saja kencing )\rO Khamr > bila ada barang lain yang mencampurinya maka mengenai status kandungannya dipertimbangkan sesuai syarat dalam hal khamr.\r> Dwi Handoko","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan.#Menguap yaitu perubahan wujud zat dari cair ke gasMengembun yaitu perubahan wujud zat dari gas ke cair.....Logikanya kan begitu toh Mbah Brojol Gemblung,sebab uap yang di hasilkan dari pemanasan dengan api dari fermentasi tersebut di tampung lagi kedalam suatu ruangan bukan di lepaskan ke udara sehingga hilang,nah pada saat uap/gas tersebut suhunya menurun maka ia berubah jadi titik air/embun,tapi ini hasil rekayasa bukan alami....,maksudsaya gitu mbah...\rTerpulang pada masalah ini yang saya kaitkan dengan prihal keringat khamr, titik tekannya untuk mengarahkan ibaroh yang di I'anah dan selainnya agar dapat dijadikan sandaran bahwa dikala uap itu kita hukumi najis maka embunnya juga najis, sementara yang punya system penularan sifat itu hanya dalam bab khamr, sebab di situ dikatakan bahwa keringat khamr adalah khamr itu sendiri. Sedangkan dalam I'anah dan lainnya tak satupun yang mengatakan bahwa embun dari uap yang najis adalah uap itu sendiri. Dari titik inilah kita dapat ketahui bahwa antara uap dan embunnya bukanlah sesuatu yang terpisah, tapi bahkan masih dalam satu wadak yang sama. Nah yang ini betul banget,bahwa uap dan embun itu tidak terpisah, hanya berubah pada wujud saja,yaitu dari gas ke cairan.\r> Miseri Roeslan Afany","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"Brojol Gemblung Kang sampean ki kan Fukhoha Dalam menetapkan Hukum Penajisan/atau pengharaman sesuatu itu mestinya kan ada alasannya to kang? Sebagai contoh : Khamer yang bahasa kimianya Alkohol itu menjadi haram kan bukan karena barangnya, tetapi bila diminum pada konsentrasi tertentu memabukkan,orang mabuk kehilangan akal,karena kehilangan akal tidak bisa membedakan yang baik dan yang buruk itu kan yang menyebabkan haramnya. Nak menurut saya alkoholnya itu suci bukan barang najis. Sehingga kalau alkohol teroleskan pada bagian tubuh tidak selayaknya dikatakan najis, apalagi alkohol banyak digunakan di dunia kesehatan sebagai contoh untuk anti septik bila kena luka, penurun panas bila di blonyohke ke tubuh dll. bagaimana pendapat sampean ? Saya kurang tahu pendapat Imam Maliki apakah dia menajiskan alkohol atau khamer ? kalau melihat alasan pengharamannya mestinya alkohol itu barang suci.","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"Kang Brojol Gemblung mungkin ini bisa membantu sampean menetapkan hukumnya. Arak/khomer (secara umum mengandung zat pati/karbo hidrat,gula,alkohol,sebagian kecil asam cuka & enzym produk mikroba) prosesnya atau perubahan biokimianyazat Pati/karbohidrat (misal ketan atau ketela,anggur,kurma,nira) ditambahkan ragi/jamus/bakteri sebagai penghasil enzym atau biokatalisator produknyaKhomer/arak (komposisi: sedikit Karbo hidrat, gula,alkohol dan sedikit asam cuka dan biokatalisator/enzym). Bila didiamkan/diinkubasi maka Alkoholnya bisa berubah menjadi cuka karena adanya enzym yang mengubah alkohol menjadi menjadi asam cuka.sementara perubahan dari KH menjadi gula atau gula menjadi alkohol tetap berlangsung dengan produk akhir asam cuka dan air.Bila tuak/khomer kemudian disuling diambil alkoholnya hasil sulingan ini didiamkan ya tetap aja jadi alkohol tidak berubah jadi asam cuka. Dari komposisi bahan dan proses serta produknya , para fukhoha menetapkan hukum bahannya. Pada prinsipnya keharaman khomer/tuak bukan dari bahannya, tapi karena kandungan senyawa alkohol yang ada didalamnya yang bisa mengakibatkan mabok karena orang mabuk kehilangan akal dan orang yang kehilangan akal tak bisa berfikir untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itu menurut pendapat saya khomer itu bukan barang najis tapi barang haram kalau diminum karena dapat memabukkan atau membuat kehilangan akal. Mohon kang Brojol Gemblung melihat padangan imam mahdzab yang lain seperti imam maliki apakah khomer itu najis. Sementara alkohol sebagai komposisi khomer yang membahayakan tidak bisa","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"dihukumi najis karena tak ada nashnya, seperti apa yang kang gemblung sampaikan sebelumnya.Nah Bagaimana dengan kesimpulan status sampean itu ? Kotoran sapi apa komposisi biokimianya, apa peran dari jasad reniknya, komposisi mana yang diubah dari kotoran sapi tersebut (Karbohidrat,serat,protein dll) oleh enzim yang dilepaskan oleh mikroba, senyawa gas apa yang dihasilkan sebagai senyawa pewangi tersebut (dapatkah bila gas/senyawa pewangi tersebut berubah menjadi komponen biokimia dari kotoran sapi bila dikembalikan ke fase cair atau padat? (saya jawab tidak). Dan proses selanjutnya destilasi yang sebenarnya untuk mendapatkan gas parfum secara murni yakni mengubah fase gas menjadi cair. Jadi titik persoalannya pada gas yang dihasilkan. Bila gas parfum yang dihasilkan itu dihukumi najis maka setelah dimurnikan melalui destilasi juga hasilnya najis dan begitu sebaliknya. Dan itupun menurut padangan mahdzab yang mana? Bagimana dengan Imam safii atau bagaimana dengan Maliki. Hal ini di katakan khilafiah perbedaan pendapat baik itu berasal dari ulama semahdzab yang berbeda dalam memahami proses atau perbedaan pandangan mahdzab yang mereka anut. Semoga manfaat.","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"Kang Brojol Gemblung oleh karena itu seorang ahli fikhih sebaiknya menguasai ilmu alam (Fisika /sifat bahan, Kimia /komposisi bahan dan proses, dan matematik sebagai dasar untuk penalaran). Kedepan persoalan persoalan agama banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang menjadi basic/dasar ilmunya adalah ilmu Alam,Fisika,Kimia dan Biologi. Sekalipun ilmu ini tidak diajarkan oleh rosulullah akan tetapi kandungan ayat kauniyah ini dalam alquran bahkan melampaui ayat tentang syariah yakni tidak kurang dari 1000 ayat. Kemajuan dibidang ilmu kealaman yang secara komulatip telah menghadapkan persoalan agama yang sangat pelik yang kadang bahkan banyak tidak kita ketemukan dalam pandangan mahdzab 4. Sementara bila kita memutuskan perkara dengan hukum yang salah bisa kita pastikan kita menjadi dholim sekalipun ada istilah dalam ijtihat bila salah pahalanya 1.\rMaaf saya tidak menyamakan keduanya saya hanya menjelaskan tentang komposisi kimia bahan, Kemudian proses, penggunaan mikroba dalam proses sebagai biokatalisator dan produk yang dihasilkan serta produk kelanjutan hasil extraksi/pemurnian produk. Dalam produksi khomer dan perubahannya menjadi asam cuka begitu juga untuk pembuatan parfum dari kotoran sapi tersebut baik menyangkut komposisi biokimi, penggunaan mikroba sebagai sumber biokatalisator dan produk serta pemurniannya melalui destilasi atau penyulingan. Ini saya maksudkan untuk bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan hukumnya oleh para fukhoha yang berijtihat seperti sampean kang. mudah mudahan bisa dimanfaatkan.","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"Jika dalam mengambil keputusan untuk menentukan halal dan haramnya barang najis untuk berubah jadi suci didasarkan dua hal :\r(1) Khomer /najis menjadi suci bila berubah dengan sendirinya menjadi asam cuka.\r(2) Kulit dari bangkai binatang/najis menjadi tak najis setelah di samak. Jika hanya ini yang dipakai sebagai dasar untuk menentukan barang najis untuk bisa berubah jadi halal maka dengan mudah disimpulkan bahwa pembuatan parfum dari kotoran sapi apapun prosesnya karena tidak bisa berubah dengan sendirinya maka parfumnya tetap najis.\rApa ya seperti ini yang dimaksudkan? 1000 tahun yang lalu ketika para imam madzhab menyusun konsep apakah konsepnya itu dengan perubahan teknologi yang sangat pesat tahun demi tahun tak mengalami perubahan?. katakanlah pada konsep pertama (1) apakah perubahan komer menjadi asam cuka tak ada yang memroses' tentu saja ada yakni enzym atau biokatalisator yang dihasilkan dari mikroba/ragi/bakteri yang ditambahkan saat awal pembuatan khomer. tanpa ada enzym ini alkohol tak bisa secara tiba-tiba berubah jadi asam cuka (2) dalam proses perubahan alkohol menjadi cuka itu sendiri sebenarnya kandungan larutan cuka juga tidak murni sebelum diekstraksi atau dimurnikan cukaknya tapi masih ada Karbo hidrat,gula dan sebagian Alkohol jadi tidak secara otomatis jadi asam cuka semua. tentu saja ini tidak diketahui yang sebenarnya ketika 1000 tahun yang lalu karena ketika Itu Ilmu kimia juga belum berkembang.","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"Khomer menurut saya kok suci, akan menjadi barang haram bila diminum karena dapat memabokkan atau membuat seseorang hilang akal sehingga tak bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk hal ini tidak serta merta disimpulkan khamer atau Alkohol najis. Karena keharaman alkohol terjadi jika diminum. hal ini sejalan dengan pandangan kang Brojol Gemblung bahwa penajisan alkohol/khomer tak ada dalil/nasnya. Senada dengan pengambilan hukum seorang anak hasil perzinahan akan dihukumi haram padahal mereka suci dan dia juga tak meminta jadi anak hasil hubungan Zina. yang haram itu kan perbuatan kedua orang tuanya. Masak anaknya dihukumi najis mugholadhoh hehehe Satu lagi contoh Barang nazis (kotoran hewan dan bangkai) kemudian kita pakai sebagai pupuk tanaman. prosesnya kotoran/bangkai tersebut terurai hasil peruraian tersebut diantaranya adalah mineral dan nitrogen yang ini kemudian diserap tanaman sehingga tanaman menjadi subur dan berbuah lebat apa bisa dikatakan buah tersebut juga nazis, karena dalam proses produksinya menggunakan barang nazis (kotoran dan bangkai? Semoga hal ini juga bisa jadi wawasan.\rMuhajir Madad Salim > tambah lengkap jka ditambahi qiel ulama bahwa api adalah salah satu sarana mensucikan. Jadi sesuatu yang dibakar dalam bara api bisa menjadi suci . . . Ajib sekali perbincangan ini. Syukran katsiro","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"Kang Brojol Gemblung dan mbak Ghizwhatu EL-Husna panjenengan berdua berangkat dari penjabaran ayat ayat syariah, saya akan sedikit mencoba membahas dari segi ayat ayat kauniyahnya, karena itu sangat penting dan selalu kita hadapi dengan kemajuan teknologi yang semakin meroket. Kita tinjau dulu secara agak mendetail tentang bahan dan proses menghasilkan parfum.Bahan baku kotoran sapi/sisa sisa pencernakan dalam tubuh sapi (bahan ini katakan lah kita mengikuti mahdzab safii maka bahan ini najis). Bahan ini mempunyai komposisi secara biokimia adalah Karbohidrat/zat pati, Protein,lemak,mineral dan sebagian kecil dalam bentuk gas seperti H2S,NH3,CH4 dll perlu diketahui farfum yang akan diproduksi bukan merupakan bagian dari komposisi bahan ini dalam bentuk gas tersebut Parfum yang akan diproduksi berasal dari Zat pati/karbohidrat,protein (senyawa sisa pencernaan pada kotoransapi) dengan bantuan biokatalisator/enzym yang dihasilkan oleh zasad mikrobia( bakteri/jamur) Jadi Parfumnya itu berbentuk gas yang komposisi kimianya berbeda. bukan gas yang merupakan komposisi kotoran sapi. seperti awalnya. tapi produk baru. yang tidak sekadar perubahan bentuk fisik seperti air berubah jadi uap (bukan itu) tapi komposisi kimianya berbeda. INI TITIK UTAMA UNTUK MENETAPKAN HUKUMNYA. jadi secara fisik (bau,warna) dan komposisi kimia sudah sangat berbeda dari bahan aslinya.Proses selanjutnya adalah untuk memurnikan atau mengekstraksi gas farfum tersebut yakni melalui destilasi/penyulingan. yang produk akhirnya adalah parfum dalam bentuk fase cair. Perbandingannya dengan Khomer. Komer","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"dihasilkan dari proses yang tidak jauh berbeda dengan parfuk tersebut. Juga berasal dari bahan bahan bukan sisa tapi asli dari karbohidarat/karbohidrat sederhana gula ( yakni Dari, Ketela,ketan,anggur,kurma dll) dalam proses ini Juga memerlukan zasad mikro ragi,atau bakteri sebagai penghasil enzym yag akan bertindak menguibah Karbohidrat/gula pada bahan menjadi Alkohol yang merupakan bahan aktip penyebab terjadinya mabuk bila khomer tersebut di minum. Jadi khomer tersebut mempunyau komposisi campuran antara karbohidrat,gula dan Alkohol (metanol) dan sebagian kecil asam cuka sabagai produk akhir. Sehingga kenapa bila khomer ini di diamkan dalam waktu tertentu menjadi asam cuka karena proses biokimia berjalan terus yakni perubahan karbohidarat menjadi gula,perubahan gula menjadi alkohol dan perubahan alkohol menjadi cuka oleh peran enzym atau biokatalisator yang dihasilkan oleh miroba(ragi,jamur,bakteri) tersebut sehingga pada khomer kadar Alkohol yang menonjol disamping gula dan asam cuka, sedangkan produk akhir bila khomer didiamkan kadar cuka yang menonjol disamping ada alkohol dan gula/karbohidrat.","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"Proses produksi ini menjadi sangat penting untuk dipahami dan ini perlu orang yang mengerti Ilmunya Jabir Ibnu Hayan (Al Kimya) dan cabangnya yakni Biokimia. Jadi menurut saya jika Dari Syafi'iyah dikatakan tidak bisa suci (pross pensucian material yang najis) dengan dibakar/dipanaskan dengan api, berikut untaian AN-Nawawi (AL-Imam Zakariya AL-Anshari W;685H) dalam mensarahi kitab AL-Muhadhab sbb (mbak Gziswathhu) Kasus parfum ini bukan perubahan bahan karena dipanaskan yang mungkin hanya akan mengubah secara fisik atau memurnikan komponen akan tetapi mengubah komposisi bahan menjadi bahan lain yang komposisi kimianya sangat berbeda. sebagi contoh dalam pembuatan kamer bahan karbohidrat diubah menjadi karbohidrat sederhana/gula dan gula diubah menjadi alkohol. dan ini bukan hanya di panaskan trus berubah jadi gas atau uap. Air dipanaskan jadi uap uap jjika didinginkan jadi air kembali bukan seperti itu. Karena alkohol dari komposisi khomer bila bila didinginkan tidak bisa berubah jadi karbohidrat/gula kembali. Begitu juga dari parfum kemudian dikembalikan ke bentuk aslinya komponen kotoran sapi tidak mungkin karena berubah komposisi kimianya apalagi sifat fisiknya seperti bau dan rasa. Kesimpulannya silahkan kepada para fukhoha, mau mendasarkan pendapat mahdzab yang mana, dan aturan yang mana. Saya hanya menyampaikan sisi kauniahnya saja agar dalam menetapkan hukumnya tidak terpeleset. Dan kasus semacam ini akan terjadi terus dengan perkembangan teknologi. Seperti kemarin juga tentang vaksin meningitis, penggunaan insulin untuk orang sakit gula yang diekstrak dari Babi","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"dll.\rMuhajir Madad Salim > Miseri Roeslan Afany. Inti dari pelajaran Kimiya jenengan ketika saya sampaikan kepada seorang anak siswa saya beliau berkomentar begini : \" Benar , Gas baru yang terbentuk bukanlah gas yang sama dari bahan asal yang dikotoran sapi seperti H2S,NH3,CH4 itu..tetapi peralihan wujud dari dzat karbo,TETAPI ZAT KARBO INI KAN NAJIS ??? Maka apakah salah dikatakanbahwa gas yang baru terbentuk ini berasal dari Dzat yang Najis ?\"Hmmm .... Saya mendehem sja, tidak faham Kimia soalnya. Dulu waktu diajari Kimia saat SMA malahsering tak buat gambar Komik sih\rKang Brojol Gemblung aku manut sampean kesimpulannya, karena saya menganggap sampean mengerti apa yang saya maksudkan. Dan aku makmum aja nek salah sampean dosa ya dosane sampean sonngo dewe hehehe, kalau ijtihat sampean dapat pahala ya silahkan diambil sendiri saya sampean ciprati saya juga mau kok. Wassalam.\rKang Muhajir Madad Salim sama kang dengan pertanyaan Khomer itu berasal dari bahan halal karbohidrat/patil (misal anggur,kurma,ketan,nira dll) diproses secara halal melalui fermentasi tapi hasilnya khomer (menurut saffi najis,maliki suci tapi tak mensucikan) dan menjadi sangat haram bila di minum karena bisa memabukkan. Baca aja komen-komen di atas kang nanti sampean tahu jawabannya.","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"Ghizwhatu EL-Husna > sedangkan Ulamak Hanafiyah dalam kitab Fathul Qodir, juz;1 Halaman;200. Bisa nggak mbak dialihbahasakan arab gundul yang jenengan tulis, maaf saya tidak banyak tahu bahasa arab apalagi arab gundul. saya banyak belajar dari buku2 terjamah, dan saya percaya bahwa mereka si penterjemah lebih menguasai bahasa dan ilmu yang terkait persoalannya. Jika punya catatan pendapat mahzab ke lima Djafariyah tolong juga mbak infonya. Karena banyak persoalan2 seperti ini sejalan perkembangan teknologi dewasa ini. Thank sebelumnya. Kang Brojol Gemblung tolong saya di bantu kalau sampean sempat detainya dari padangan Mahdzab safii tentang berubahnya barang nazis menjadi suci tersebut. karena point tersebut saya anggap sangat penting untuk menjawab persoalan persoalan tentang najis dan sucinya bahan yang semakin menumpuk dengan kemajuan teknologi dewasa ini. sebelumnya syukron.","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"\"Kang Muhajir Madad Salim > Miseri Roeslan Afany, Inti dari pelajaran Kimiya jenengan ketika saya sampaikan kepada seorang anak siswa saya beliau berkomentar begini \". Benar, Gas baru yang terbentuk bukanlah gas yang sama dari bahan asal yang dikotoran sapi seperti H2S,NH3,CH4 itu..tetapi peralihan wujud dari dzat karbo, TETAPI ZAT KARBO INI KAN NAJIS ??? Maka apakah salah dikatakan bahwa gas yang baru terbentuk ini berasal dari Dzat yang Najis ? Sisa pencernaan berupa Zat Karbohidrat/zat pati karena komponen dari kotoran sapi itu najis benar. Alkohol itu juga komponen dari khomer(Najis), disamping karbohidrat dan gula. Jika khomer didiamkan (proses enzymatik/aktivitas biokatalisator) maka komponennya yang berupa alkohol (memabukkan) akan berubah menjadi asam asetat/cuka yang tidak memabukkan dan menjadi suci. Jadi jangan diartikan bahwa khomer didiamkan itu tidak ada penyebab atau proses sehingga begitu saja menjadi cuka. Nah ini analog dengan yang sampean katakan bukannya karbohidrat dalam kotoran itu najis,betul. Dan komponen karbohidrat yang najis tersebut bila didiamkan (dengan keberadaan enzym dari mikroba yang ditambahkan) akan berubah komposisi kimianya menjadi Parfum tersebut. bedanya pada perubahan khomer (komponen alkohol) menjadi cuka enzymnya berasal dari mikroba yang ditambahkan pada saat mengubah bahan (ketan,anggur,kurma,ketela dll)menjadi khomer.(dengan komponen alkohol yang memabukkan). Pada pembentukan parfum dari komponen kotoran sapi (najis) berupa karbohidrat dilakukan secara enzymatik oleh pengaruh mikroba yang ditambahkan. SEDANG Pada pembentukan","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"cuka dari komponen khomer berupa Alkohol (metanol) adalah proses enzimatik juga dari mikroba yang ditambahkan pada bahan pembuat khomer yang akan mengakibatkan alkohol(komponen khomer) menjadi as cuka. Penggunaan api dalam proses distilasi itu hanya untuk memisahkan atau memurnikan parfumnya bukan untuk membuat parfumnya, pada proses pembuatan parfum itu Jadi pada dasarnya bila orang memahami proses biokimia dari kedua proses tersebut maka proses itu analog dalam perubahan barang najis menjadi suci atau tak najis. Semoga sampean juga paham Kang Muhajir Madad Salaim. Ini saya undang Kang Ghufron Bkl bagaimana pendapat sampean kang?\rKang brojol saya mau tanya perubahan barang najis menjadi tak najis berupa Khomer yang didiamkan menjadi cuka itu pendapat siapa Kang?. Imam syafii atau yang lain/mahdzab lain? saya belum jelas. ada pendapat kotoran hewan yang najis menjadi tak najis bila sudah berubah jadi tanah. saya baru merenungkan dari aspek perubahan komposisi kimianya.Kemudian pendapat bahwa barang najis tidak bisa berubah jadi suci dengan pemanasan aatau pembakaran? itu kenapa pemikirannya. Apa yang dimaksutkan kalau hanya dipanaskan yang berubah sifat fisiknya sementara sifat kimianya tak berubah sehingga barangnya tetap najis. Pendapat lain tanah yang najis bila dibakar jadi tembikar tetep najis, sementara bila kotoran dibakar setelah jadi abu maka abunya suci tapi asapnya tetap najis. ini apa pendapat juga dari imam safii kang?.","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"Amoniak maksudnya yang murni bahan kimia untuk di laboratorium itu? atau amonia yang terdapat dalam air kencing yang baunya pesing itu? menurut aku yang murni itu walaupun baunya nyegrak suci. sementara amoniak(NH3) dalam air kencing karena merupakan bagian dari yang najis ya mestinya najis.Kotoran jadi debu? misal kotoran manusia atau hewan. Kalau dalam arti kotoran dikeringkan menjadi kering kemudian dibuat bubuk dengan ukuran debu yang menurutku masih najis karena tak ada perubahan komposisi kimia. Tapi kalau kemudian dibakar jadi abu maka menurut saya abunya suci karena sifat fisik bau,rasa,warna berubah dan komposisi kimianya berobah total karena senyawa karbonnya hilang dan tinggal mineralnya. itu sepengetahuan saya.","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"Kang Brojol Gemblung Betul kang tread sudah selesai, saya hanya berbicara masalah analog dari segi proses biokimia untuk menjawab pertanyaan kang Muhajir bukan mengkhiaskan hukumnya, kalau masalah hukumnya kan sudah sampean simpulkan,dan saya menyetujuinya. Yang saya pertanyakan sebenarnya point-point pendapat hukum dari imam safii tentang berubahnya barang najis menjadi suci atau sebaliknya. Ini menurut saya sangat penting karena problem agama yang muncul pada akhir2 ini banyak dan berkisar pada masalah masalah yang seperti ini misalnya vaksin meningitis yang dalam proses biokimianya melibatkan unsur babi, Ekstraksi insulin dari babi untuk pengobatan diabetes, masalah rekayasa genetik pada tanaman bagaimana dengan produk bahan makannya, rekayasa genetika/clonning misalnya apa hasilnya berupa domba doli itu haram untuk dikonsumsi atau tidak, penggunaan pupuk dari kotoran manusia (nigt soil) dsb yang memang membuat pusing para fukhoha dalam menetapkan hukumnya seperti yang sampean katakan, karena harus mempertimbangkan banyak aspek/faktor tidak hanya faktor analog proses biokimiawi saja. Itu kang maksudku sudah jelas to ?\r2591. CARA MENYUCIKAN MULUT SEHABIS MAKAN DAGING ANJING\rPERTANYAAN :\r> Santri Heureuy\rAssalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Tanya, bagaimana kalau kita dalam keadaan terpaksa mengkonsumsi makanan yang dihukumi najis mughalazhoh, apakah mulut kita wajib disucikan seperti apabila menempel pada anggota badan lainnya. mohon jawaban dan referensinya.....\rJAWABAN :\r> Muhajir Madad Salim","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Wa'alaikumussalaam, cukup dengan mencampur debu dengan air dan mengumur-ngumurkannya. dan disunnahkan itu untuk kumuran pertama, dan dilanjutkan 6 kumuran selanjutnya.\r> Ghufron Bkl\rMulutnya wajib dibasuh 7 kali dan dicampur debu. :\r.ولو أكل لحم كلب نص الشافعي على أنه يغسل فمه سبعا ويعفره.هامش أسنى المطالب 1/22\rBila orang yang makan daging anjing tersebut memuntahkan daging tersebut dalam keadaan utuh / dagingya tidak hancur menjadi kotoran maka wajib mulutnya di basuh 7 x lagi dan dicampuri debu, dan bila muntah tidak berupa daging / sudah hancur menjadi kotoran maka bila mulutnya sudahd ibasuh 7 x dan dicampuri debu maka tidak wajib dibasuh 7 kali lagi / cukup dibasuh 1 x saja.:\r.ومن القيئ ما عاد حالا ولو من مغلظ فلا يجب تسبيع الفم منه كالدبر نعم اعتمد ع ش عدم وجوب التسبيع من خروج ما من شأنه الإستحالة وإن لم يستحل كاللحم الا إن خرج من الفم كذلك و وجوبه مما شأنه عدمها وإن استحال. بغية المسترشدين ص : 22\r.ولو تقايأ لحم نحو كلب غير مستحيل وجب عليه تسبيع فمه منه مع التتريب فإن استحال لم يجب ما ذكر اذا خرج منه بعد غسل فمه وتتريبه من الأكل وإلا وجبا فإن خرج من دبره كفاه الإستسجاء من فضلته ولو بالحجر وإن خرج غير مستحيل لأن شأنه ذلك وخرج باللحم العظم فيجب التسبيع بخروجه من الدبر ولو على غير صورته وكذا من الفم ومثل العظم الشعر لأن شأنه عدم الإستحالة ومثل اللحم العظم الرقيق الذي يؤكل معه عادة لأن شأنه الإستحالة. الشرقاوي 1/118-119\rSedangkan mengenai sesuatu yang dari dubur atau qubulnya orang yang maka najis mugholazhoh maka ditafsil sebagai berikut :","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"1. Wajib dibasuh 7 x dan dicampur dengan debu bila yang dimakan berupa sesuatu yang tidak mungkin berubah/tidak jadi kotoran seperti tulang dan rambut / bulu walaupun keluary sudah tidak berupa tulang dan rambut lagi.\r2. Tidak wajib di basuh 7 x dan dicampuri debu bila yang dimakan berupa sesuatu yang berubah menjadi kotoran seperti daging walaupun keluarnya tetap berupa daging. :\r.ولو أكل لحم كلب لم يجب تسبيع دبره من خروجه وإن خرج بعينه قبل إستحالته فيما يظهر وأفتى به البلقيني لأن الباطن محيل.نهاية المحتاج 1/254\r.فإن خرج من دبره كفاه الإستسجاء من فضلته ولو بالحجر وإن خرج غير مستحيل لأن شأنه ذلك وخرج باللحم العظم فيجب التسبيع بخروجه من الدبر ولو على غير صورته وكذا من الفم ومثل العظم الشعر لأن شأنه عدم الإستحالة ومثل اللحم العظم الرقيق الذي يؤكل معه عادة لأن شأنه الإستحالة. الشرقاوي 1/118-119\r.اعتمد ع ش عدم وجوب التسبيع من خروج ما من شأنه الإستحالة وإن لم يستحل كاللحم الا إن خرج من الفم كذلك و وجوبه مما شأنه عدمها وإن استحال. بغية المسترشدين ص : 22\r> Sunde Pati\rYups, idem pak ghufron yaitu mulutnya dibasuih 7 x salah satunya dicampur debu, dan cukup dibasuh 1 x saja saat buang hajat.\rحاشية الرملي - (ج 1 / ص 22)\rولو أكل لحم كلب نص الشافعي على أنه يغسل فمه سبعا ويعفره وأنه يكفي في قبله ودبره من أجل البول أو الغائط مرة واحدة\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/576710659018413\r2600. KASUS DIGIGIT ANJING HINGGA LUKANYA SEMBUH TAPI BELUM DISUCIKAN\rPERTANYAAN :\r> Kamilulhimam WalAmal Vilmillahwaddien","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"Assalamu'alaykum wr wb, butuh jawaban dan solusi... seseorang yang digigit anjing dan tidak mensucikan sebagaimana mestinya sampai lukanya kering / sembuh. Apa najis mughallazhahnya masih tetap ? bagaimana cara mensucikan ? bagaimana shalatnya ? mohon ta'bir. syukron.\rJAWABAN :\rYa, najis mugholadhohnya masih tetap selama belum disucikan sebagaimana mestinya. Cara mensucikannya cukup disucikan 7 x bagian luarnya saja, tidak harus dibedah lagi. Masalah salatnya yang ia lakukan selama belum disucikan itu tidak sah sehingga wajib diqodlo'. Ibarohnya silahkan baca di jawaban masing-masing mujawwib di bawah ini :\r> Nabilah Az-Zahrah\rWa'alaikum salam wr.wb. SELAMA BELUM DI SUCIKAN MAKA AKAN TETAP NAJISNYA. Ta'bir di bawah ini menjelaskan jika mulut sesorang terdapat najis maka jangan menelan makanan atau minuman sebelum membasuhnya / mensucikannya agar perkara yang dimakan tidak menjadi najis, selama belum di basuh / disucikan maka ia tidak akan suci sebelum disucikan dahulu dari najis yang terdapat dari anjing atau babi.\rSeseorang memakan daging anjing maka mulutnya wajib dibasuh 7 x yang salah satunya dicampur debu.dan cukup sekali basuhan pada dubur dan qubul.\rأسنى المطالب ج 1 ص 58","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"خَاتِمَةٌ) إذَا غَسَلَ فَمَه الْمُتَنَجِّسَ فَلْيُبَالِغْ فِي الْغَرْغَرَةِ لِيَغْسِلَ كُلَّ مَا فِي حَدِّ الظَّاهِرِ, وَلَا يَبْتَلِعُ طَعَامًا, وَلَا شَرَابًا قَبْلَ غَسْلِهِ لِئَلا يَكُونَ آكِلًا لِلنَّجَاسَةِ نَقَلَهُ فِي الْمَجْمُوعِ عَنْ الْجُوَيْنِيِّ,(قَوْلُهُ وَلِلْغُسَالَةِ حُكْمُ الْمَحَلِّ بَعْدَ الْغُسْلِ) غُسَالَةٌ لَعَيْن نَجِسَةٍ لَا يَكُونُ حُكْمُهَا بَعْدَ الْغُسْلِ حُكْمُ تِلْكَ الْعَيْنِ فِيمَا يَتَعَلَّقُ بِالطَّهَارَةِ وَصُورَتُهُ فِي التُّرَابِ النَّجِسِ وَالطِّينِ وَنَحْوِهِمَا إذَا غَسَلَهُ فَإِنَّهُ يَعُودُ طَهُورًا حَتَّى يَتَيَمَّمَ بِهِ وَيَغْسِلَ بِهِ مِنْ وُلُوغِ الْكَلْبِ وَأَمَّا غُسَالَتُهُ وَهُوَ الْمَاءُ الْمَأْخُوذُ بَعْدَ أَنْ صَفَا وَرَسَبَ الطِّينُ فَإِنَّهُ طَاهِرٌ لَا طَهُورٌ عَلَى قَاعِدَةِ سَائِرِ الْغُسَالَاتِ.-الى أن فال- وَلَوْ أَكَلَ لَحْمَ كَلْبٍ نَصَّ الشَّافِعِيِّ عَلَى أَنَّهُ يَغْسِلُ فَمَه سَبْعًا وَيُعَفِّرُهُ وَأَنَّهُ يَكْفِي فِي قُبُلِهِ وَدُبُرِهِ مِنْ أَجْلِ الْبَوْلِ أَوْ الْغَائِطِ مَرَّةً وَاحِدَةً د.\rإذَا غَسَلَهُ فَإِنَّهُ يَعُودُ طَهُورًا حَتَّى يَتَيَمَّمَ بِهِ وَيَغْسِلَ بِهِ مِنْ وُلُوغِ الْكَلْبِ\r> Ulilalbab Hafas\rKalo saya lebih condong ke ibarat yang ini mas\r.وَلَوْ أَكَلَ لَحْمَ كَلْبٍ نَصَّ الشَّافِعِيِّ عَلَى أَنَّهُ يَغْسِلُ فَمَه سَبْعًا وَيُعَفِّرُهُ وَأَنَّهُ يَكْفِي فِي قُبُلِهِ وَدُبُرِهِ مِنْ أَجْلِ الْبَوْلِ أَوْ الْغَائِطِ مَرَّةً وَاحِدَةً د\rdengan mengqiyaskan... kalau mengqiaskan pada makan daging nya anjing.. yang mana wajibnya cuma mebasuh 7 x pada mulut tidak usah mencuci ke dalam perut... maka cukup luarnya aja yang dicuci 7 x..\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"Dalam menyucikan gigitan cukup di asuh zhohiry saja :\r.وعضة الكلب يكفي غسل ظاهرها سبعا مع التتريب كغيره.فتح الجواد ص :52\rDan juga ada pendapat yang mencukupkan dengan air saja / tanpa debu :\r.وان غسل بالماء وحده ففيه وجهان أحدهما أنه يجزئه لأن الماء أبلغ من التراب فهو أولى بالجواز. المهذب 1/48\rMenurut Qiil dalam menyucikan najis mughollazhoh selain jilatannya anjing cukup dibasuh satu kali sebagaimana najis biasa. Link :\rhttps://www.library.com/الكتب/842_المجموع-محيى-الدين-النووي-ج-2/الصفحة_586\r.وفي وجه شاذ أنه يكفي في غسل ما سوى الولوغ مرة كغسل سائر النجاسات، وهذا الوجه قال في شرح المهذب أنه متجه وقوى من حيث الدليل لأن الأمر بالغسل سبعا إنما كان لينفرهم عن مؤاكلة الكلب. كفاية الأخيار 1/71 وقيل يكفي غسله في غير الولوغ مرة كسائر النجاسات حكاه المتولي والرافعي وغيرهما وهذا الوجه متجه. المجموع 2/586\rAbdur Rahman Assyafi'i > Guz gufron.. Bila ia menunggu sampai luka kering dan menutup apa juga sama ? Trus apakah sholat nya yang sebelum disucikan 7x itu sah ?\rSah sholatnya\r> Brojol Gemblung\rMenurut qaul yang mu'tamad, tempat gigitan anjing wajib dibasuh sebagaimana mestinya. Namun ada juga pendapat yang menghukumi ma'fu, dan bahkan suci. Jadi hemat saya jika lukanya sudah kering maka tak usah digores lagi untuk kemudian dibasuh, itu malah mudharot.\rبغية المسترشدين في تلخيص فتاوى بعض ا?ئمة من العلماء المتأخرين 16 :","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"فائدة : المذهب وجوب غسل ما أصابه الكلب مع الرطوبة ولو معضاً من صيد على المعتمد ، وقيل : يجب تقويره ، وقيل : يعفى عن محل نابه وظفره ، وقيل : طاهر ، قال في ا?مداد ونقله البجيرمي عن م ر : ما عدا ا?خيرة وزاد ، وقيل : تكفي السبع من غير تتريب ، وقيل : يجب مرة فقط اهـ ، ولو لم تزل العين إ? بست غس?ت مث?ً حسبت مرة على المعتمد ، لكن يكفي التتريب في إحداها قبل إزالة العين ، اهـ حاشية الشرقاوي.\rMemang benar ibaroh di atas khusus digigit anjing pemburu, tapi bisa untuk menjawab permasalahan di atas, atas dasar kesamaan unsur dalam dua masalah.\r> Muhajir Madad Salim\rAda didalam Tazkirunnas Fi Kalami Shohibil Anfas Bab Mubtilatil Wudhu' : Suatu saat Muftis Syafi'iyyah sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan sudah beranjak menuju masjidil haram untuk shalat berjamaah. Disaat itu masjid telah berkummpul ribuan jama'ah yang akan bersiap shalat berjama'ah. Tiba-tiba di tengah jalan kaki beliau di cakaranjing . Maka sedih dan shok beliau . beliau berpikir :\" Jika aku kembali ke rumah dan membasuh 7 kali kakiku maka aku akan kehilangan saat agung berjamaah dengan ribuan kaum muslimin di masjdil haram ini . Lalu bagaimana ?\" ahirnya beliau putuskan kali itu untuk bertaqlid kepada mazhab Malikiyyah yang mengatakan anjing adalah suci... sehingga dengan tiada bertaassub mazhab ini beliau tetap tidak kehilangan fadhilah ibadah agungnya dan tidak pula kehilangan muka sebagai mufti mazhab syafi'iyyahnya..\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/578585838830895/\r2662. BILA MAKAN DAGING ANJING, NAJISKAH TUBUH SI PEMAKAN ?\rPERTANYAAN :\r> Rampak Naung","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"Pertanyaan titipan : Apakah tubuh orang yang makan daging anjing itu najis seumur hidup ?\rJelasnya, andai Sukino makan daging anjing, mulut Sukino sudah dibersihkan, begitu juga dengan anus Sukino. Tapi bagaimana dengan badan Sukino sehubungan Sukino sudah mengkonsumsi daging haram itu, di mana tubuh Sukino sudah menyerap semua kandungan zat dari daging tersebut, apakah badan Sukino selama menjadi najiiiiiiisss ??? Keringat yang keluar dari badannya ikut najis pula ???\rApakah harus diusahain keluar daging anjing yang sudah terolah dalam perut, atau mau dioperasi atau bedah perut / transplantasi perut.. hehe dan bagaimana jika sudah tercampur / tersaring sehingga tercampur dengn yang lain sehingga membentuk gumpalan daging dalam tubuh seiring berjalanya usia...?\rJAWABAN :\r> Nabilah Az-Zahrah\rSeumur hidupnya akan najis jika tidak disucikan dahulu. Ta'bir ini menjelaskan jika mulut sesorang terdapat najis maka jangan menelan makanan atau minuman sebelum membasuhnya/mensucikanya agar perkara yang dimakan tidak menjadi najis.selama belum di basuh/di sucikan maka ia tidak akan suci sebelum di sucikan dahulu dari najis yang terdapat dari anjing atau babi. Seseorang memakan daging anjing maka mulutnya wajib dibasuh 7 x yang salah satunya di campur debu.dan cukup sekali basuhan pada dubur dan qubul.\rأسنى المطالب ج 1 ص 58","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"(خَاتِمَةٌ) إذَا غَسَلَ فَمَه الْمُتَنَجِّسَ فَلْيُبَالِغْ فِي الْغَرْغَرَةِ لِيَغْسِلَ كُلَّ مَا فِي حَدِّ الظَّاهِرِ, وَلَا يَبْتَلِعُ طَعَامًا, وَلَا شَرَابًا قَبْلَ غَسْلِهِ لِئَلا يَكُونَ آكِلًا لِلنَّجَاسَةِ نَقَلَهُ فِي الْمَجْمُوعِ عَنْ الْجُوَيْنِيِّ,(قَوْلُهُ وَلِلْغُسَالَةِ حُكْمُ الْمَحَلِّ بَعْدَ الْغُسْلِ) غُسَالَةٌ لَعَيْن نَجِسَةٍ لَا يَكُونُ حُكْمُهَا بَعْدَ الْغُسْلِ حُكْمُ تِلْكَ الْعَيْنِ فِيمَا يَتَعَلَّقُ بِالطَّهَارَةِ وَصُورَتُهُ فِي التُّرَابِ النَّجِسِ وَالطِّينِ وَنَحْوِهِمَا إذَا غَسَلَهُ فَإِنَّهُ يَعُودُ طَهُورًا حَتَّى يَتَيَمَّمَ بِهِ وَيَغْسِلَ بِهِ مِنْ وُلُوغِ الْكَلْبِ وَأَمَّا غُسَالَتُهُ وَهُوَ الْمَاءُ الْمَأْخُوذُ بَعْدَ أَنْ صَفَا وَرَسَبَ الطِّينُ فَإِنَّهُ طَاهِرٌ لَا طَهُورٌ عَلَى قَاعِدَةِ سَائِرِ الْغُسَالَاتِ.-الى أن فال- وَلَوْ أَكَلَ لَحْمَ كَلْبٍ نَصَّ الشَّافِعِيِّ عَلَى أَنَّهُ يَغْسِلُ فَمَه سَبْعًا وَيُعَفِّرُهُ وَأَنَّهُ يَكْفِي فِي قُبُلِهِ وَدُبُرِهِ مِنْ أَجْلِ الْبَوْلِ أَوْ الْغَائِطِ مَرَّةً وَاحِدَةً د. إذَا غَسَلَهُ فَإِنَّهُ يَعُودُ طَهُورًا حَتَّى يَتَيَمَّمَ بِهِ وَيَغْسِلَ بِهِ مِنْ وُلُوغِ الْكَلْبِ","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"Brojol Gemblung > Ini pertanyaan tidak membahas soal mulut ataupun ghusalah (air bekas basuhan). Apa kaitannya ibarot itu dg pertanyaan... Wong yg ditanyakan soal badan. Ibarot itu kan soal ghusalah, dari 1 km. Ibarot itu tidak masuk sama sekali untuk menjawab pertanyaan di atas, apalagi soal keringat orang cina.Karena pertanyaannya tidak sedang menanyakan apakah mulut orang yang makan daging anjing itu harus dibersihkan ?? Andai ini pertanyaannya maka 2 baris paling atas dari ibarot ibu itu bisa diterima (sedikit, qiqiqiq)...\r> Kaula Dedy\rMuter-muter sono sini gak ada ujungnya.. Ngapain repot.. Yang di hukumi kena najis dan harus dibersihkan/disucikan dgn air atau tanah bilamana terkena bagian dzhohir, kalo sudah masuk ke dalam perut itu tidak di hukumi najis yg harus dibersihkan / disucikan oleh air atau tanah, tetapi di bersihkannya dgn istigfar (tobat).\r> Fakhrur Rozy\rApakah tubuh orang yang makandaging anjing itu najis seumur hidup ?\rTidak najis selamanya. Karena jeroan (bagiam dalamperut) tidak mungkin disucikan.\rتحفة المختاج في شرح المنهاج\rلو أكل مغلظا ثم خرج منه لم يجب تسبيع المخرج لأن الجوف محيل مطهر لانا نقول الجوف لايحيل النجس الى الطهارة مطلقا\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=20&ID=493\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/570602099629269/\r2638. JASAD TUBUH MANUSIA MESKIPUN KAFIR TETAP DIHUKUMI SUCI\rPERTANYAAN :\r> Chabib Musthofa El Qudsy","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Assalaamu'alaykum. Numpang tanya. Saya pernah membaca keterangan bahwa, \"Jasad manusia itu adalah suci / tidak najis meskipun dia kafir. Terbukti bahwa Rasulullah pernah mengikat tawanan perang di dalam Masjid.\"Mohon keterangan lengkap sekaligus sumber redaksinya. Ditunggu. Matur suwun. Jazakumullah. Mungkin pertanyaan di atas perlu saya ralat :\r1. Apakah jasad atau tubuh orang kafir itu najis ?\r2. Bagaimana hukumnya orang kafir masuk masjid menurut ulama syafi'iyah ?\rJAWABAN :\r> Timur Lenk\rWa'alaikumussalam, ini keterangan dalam fathul qorib :\r(والحيوان كله طاهر إلا الكلب والخنزير وما تولد منهما أو من أحدهما)، أي مع حيوان طاهر. وعبارته تصدق بطهارة الدود المتولد من النجاسة، وهو كذلك.(والميتة كلها نجسة إلا السمك والجراد والآدمي). وفي بعض النسخ «ابن آدم» أي ميتة كل منها، فإنها طاهرة.\rSemua hewan itu suci kecuali anjing, babi dan keturunan dari keduanya atau dari salah satunya yakni dari hewan yang suci. Ibaroh mushonnif membenarkan sucinya ulat belatung yang lahir dari najis, dan memang begitulah. Semua bangkai itu najis kecuali bangkai ikan, belalang / walang, dan anak Adam / manusia. Dalam sebagian naskah yang lain disebutkan \"ibnu Adam\" yakni masing-masing semua bangkai dari tiga tersebut suci.\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam... Ini saya sumbang referensi :\rالموسوعة الشاملة - كفاية ا?خيار في حل غاية ا?ختصار 1/70-69 :\rوالميتة كلها نجسة إ? السمك والجراد وابن آدم. الميتات كلها نجسة لقوله تعالى : حرمت عليكم الميتة. وتحريم ما ? حرمة له و? ضرورة في أكل يدل على نجاسته ?ن الشيء إنما يحرم إما لحرمته أو لضرره أو نجاسته.","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"ويستثنى ا?دمي أيضاً فإنه ? ينجس بالموت على الراجح مسلماً كان أو كافراً لقوله تعالى : ولقد كرمنا بني آدم. وقضية التكريم أن ? يحكم بنجاسته، وقال عليه الص?ة والس?م : ? تنجسوا موتاكم فإن المؤمن ? ينجس حياً و? ميتاً. رواه الحاكم، وقال: صحيح على شرط الشيخين، وقال الحافظ ضياء الدين المقدسي: إسناده على شرط الشيخين، وفي الصحيحين عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له وهو جنب: سبحان الله إن المؤمن ? ينجس. وهو يعم المسلم والذمي، وقيل ينجس بالموت ?نه حيوان طاهر في الحياة غير مأكول بعد الموت فينجس كغيره،\rKifayah al-Akhyar 1/69-70 : Semua bangkai itu najis kecuali bangkai ikan, belalang, dan keturunan Adam. Semua bangkai itu najis karena terdapat firman Allah : Diharamkan atas kalian semua ialah bangkai. Pengharaman sesuatu yg tidak mulia dan tidak ada darurat untuk memakannya itu mengindikasikan kenajisannya, karena sesuatu itu diharamkan adakalanya karena mulianya, bahayanya, atau kenajisannya.","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"Dan anak bangsa Adam juga dikecualikan, sesungguhnya dia tidak dihukumi najis sebab mati berdasarkan qaul rajih, baik dia muslim ataupun kafir karena terdapat firman Allah : Dan sungguh Kami muliakan keturunan Adam. Pemulian itu menuntut anak Adam untuk tidak dihukumi najis. Nabi saw. Bersabda : Janganlah kalian menajiskan orang2 mati dari kalian semua, karena sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis, baik hidup dan mati. HR. Al-Hakim, dan ia berkata: Itu shahih berdasarkan syarat Bukhari Muslim. Al-Hafizd Dhiya` al-Diin al-Muqaddasi berkata: Sanadnya berdasarkan syarat Bukhari Muslim. Dan di al-Shahihain dari Aby Hurairah ra. disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah berkata padanya, sedangkan dia dalam keadaan junub : Maha suci Allah, sungguh orang mukmin itu tidak najis. Hadits ini mencakup orang muslim dan kafir dzimmi. Dan ada pendapat yg mengatakan bahwa anak Adam itu najis sebab mati karena ia merupakan hewan suci semasa hidupnya yg tidak boleh dimakan setelah kematiannya, maka ia dihukumi najis seperti lainnya.\rوالحيوان كله طاهر إ? الكلب والخنزيروما تولد منهما أو من أحدهما،( أي معحيوان طاهر. وعبارته تصدق بطهارةالدود المتولد من النجاسة، وهو كذلك.)والميتة كلها نجسة إ? السمك والجرادوا?دمي.( وفي بعض النسخ »ابن آدم«أي ميتة كل منها، فإنها طاهرة","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"Terjemah Fath al-Qarib : Semua hewan itu suci kecuali anjing, celeng, dan peranakan dari keduanya atau salah satunya, maksudnya beserta hewan yg suci. Dan redaksi matan itu mencakup kesucian ulat yg terlahir dari barang najis, dan hukum ulat itu suci. Dan semua bangkai itu najis kecuali ikan, belalang, dan bangsa Adam. Dalam sebagian redaksi menggunakan kata : Keturunan Adam. Maksudnya bangkai dari ketiganya itu suci.\rSabda Nabi yg terselip di tengah-tengah pembahasan tentang bangkai :\rوقال عليه الص?ة والس?م : ? تنجسوا موتاكم فإن المؤمن ? ينجس حياً و? ميتاً. رواه الحاكم،\rNabi saw. Bersabda : Janganlah kalian menajiskan orang-orang yang mati dari kalian semua, karena sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis, baik hidup dan mati. HR. Al-Hakim.\r> Ghufron Bkl\rikut nyumbang ta'bir dikit. :\r.وميتة غير آدمي وسمك وجراد___وقضية تكريمهم أن لا يحكم بنجاستهم بالموت وسواء المسلمون والكفار و أما قوله تعالى انما المشركون نجس فالمراد به نجاسة الإعتقاد أو اجتنابهم كالنجس لا نجاسة الأبدان. الشرقاوي 1/120\r> Muhammad Afifuddin\rSemua bangkai itu dihukumi najis kecuali ikan, belalang dan bangkainya anak adam, baik muslim ataupun kafir, nah adapun menyangkut firman allah yang berbunyi sesungguhnya orang musyrik itu najis, yang dimaksud najis disitu adalalah najis aqidah / i'tikod bukan najis tubuhnya. [Kitab syarqowi 1/12].\r> MeDi Al-Murtaja Rohmata Robbi\rTafsir Qurthubi 8/39 :","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"واختلف العلماء في معنى وصف المشرك بالنجس ، فقال قتادة ومعمر بن راشد وغيرهما : لأنه جنب إذ غسله من الجنابة ليس بغسل . وقال ابن عباس وغيره : بل معنى الشرك هو الذي نجسه . قال الحسن البصري من صافح مشركا فليتوضأ . والمذهب كله على إيجاب الغسل على الكافر إذا أسلم إلا ابن عبد الحكم فإنه قال : ليس بواجب ؛ لأن الإسلام يهدم ما كان قبله\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/581302945225851\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/12/2144-hukum-non-muslim-masuk-masjid.html?m=1\r2643. MENGINJAK NAJIS HUKMIYYAH DAN NIAT DALAM MENSUCIKAN NAJIS\rPERTANYAAN :\r> Mang Guador\rAssalamu'akum! Maaf para asatidz piss-ktb, mo nanya nie:\r1. Apakah kulit bisa najis gara-gara menyentuh najis hukmiyah (najis yang sudah hilang baik dzat maupun sifatnya) ?\r2. Apakah mutanajis bisa bersih padahal membersihkannya tanpa disengaja ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\r1. Tidak bila sama kering, kalo salah satu ada yang basah maka menjadi najis\r.و يطهر متنجس عينية بغسل_____ومتنجس بحكمية كبول جف لم يدرك له صفة بجري الماء عليه مرة،____أى سيلانه عليه ولو من غير فعل فاعل كالمطر. إعانة الطالبين 1/95المراد بالنجاسة الوصف الملاقي للمحل سواء النجاسة عينية أو حكمية المغلظة ما تنجس من الطاهرات بلعابها أو بولها أو عرقها أو بملاقاة أجزاء بدنها مع توسط رطوبة من أحد الجانبين. كاشفة السجا ص : 44\r2. Bisa, bila syarat-syaratnya terpenuhi karena dalam mensucikan najis tidak disyaratkan niat :","part":1,"page":144},{"id":145,"text":".إعلم أنه لا يشترط في غسل النجاسة القصد كما لو صب الماء على ثوب ولم يقصد فإنه يطهر وكذا لو أصابه مطر أو سيل وادعى بعضهم الإجماع على ذلك لكن ابن سريج والقفال من أصحابنا اشترطا النية في غسل النجاسة كالحدث انتهى. كاشفة السجا ص : 45ولا يشترط في إزالتها نية لأنها من باب التروك كترك الزنا والغصب وهو لا يتوقف على نية.الشرقاوي 1/121قد علم مما تقرر أن النجاسة لا يشترط في ازالتها نية بخلاف طهارة الحدث لأنها عبادة كسائر العبادات. الإقناع 1/80\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/581317141891098\r2722. CARA MEMBASUH / MENGHILANGKAN NAJIS\rPERTANYAAN :\r> Dhen Bagoes E Saify\rAslmkm ustadz dan ustadzah.. Bagaimana Cara menghilangkan najisnya orang dewasa (spt. Air kencing), yang mana najis itu tak tau letak dan posisinya,tak kelihatan oleh mata, tetapi anehnya masih tercium baunya, apakah masih dikategorikan najis dan bagaimana mensucikannya ya. ?\rJAWABAN :\r> Ibnu Al-Ihsany\rWa'alaikum salaam\rوكيفية غسل النجاسة إن كانت مشاهدة بالعين وهي المسماة بالعينية تكون بزوال عينها ومحاولة زوال أوصفها من طعم أو لون أو ريح\rCara membasuh najisJika najisnya bisa dilihat oleh mata yang disebut dengan najis ainiyah, maka dengan menghilangkan benda najis dan berusaha menghilangkan sifat-sifatnya yakni rasa, warna, dan bau.\rفإن بقي طعم النجاسة ضر\rJika masih tersisa rasanya maka tetap terdapat najisnya yakni tidak dima'fu.\rأو لون أو ريح عسر زواله لم يضر\rJika tersisa warnanya (saja) atau baunya (saja) maka tidak berbahaya yakni jadi suci.\rFathul qarib hamisy al-bajuri juz 1 hal 102 :\rوإن كانت النجاسة غير مشاهدة وهي المسماة بالحكمية فيكفي جري الماء على المتنجس بها ولو مرة واحدة","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"Jika berupa najis yang tidak bisa dilihat oleh mata yang disebut dengan najis hukmiyah, maka cukup dengan mengalirkan air ke tempat yang terkena najis.\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/630716010284544/\r3888. BOLEHKAH HANYA MENSUCIKAN SEBAGIAN LENGAN BAJU YANG TERKENA NAJIS ?\rPERTANYAAN :\r> SHOLAWAT\rAssalamu'alaikum. Saya mau bertanya, misal ada baju terkena najis tapi cuma sebagian saja contoh lengannya saja. Apa boleh kita cuci bagian yang terkena najis saja, tanpa mencuci semua baju ? atas jawabannya saya ucapkan terima kasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Jika sudah diketahui bahwa najisnya di lengan saja maka yang wajib hanya membasuh/mencuci bagian lengan saja. Beda kasus jika tidak diketahui tempat najisnya maka semua bagian baju wajib dibasuh/dicuci.\r- Fathul Wahhab :\r؛( و لو نجس) بفتح الجيم وكسرها ( بعض شئ منها ) أي من الث?ثة ( وجهل ) ذلك البعض في جميع الشئ . . ( وجب غسل كله ) لتصح ص?ته معه إذ ا?صل بقاء النجاسة ما بقي جزء منه ب? غسل ؛\rوعلم بذلك أنه لو ظن باجتهاد طرفا من ذلك نجسا لم يكف غسله ?ن الواحد ليس مح? ل?جتهاد بل يجب غسل الجميع حتى لو تنجس أحد كمين وجهله . . وجب غسلهما فلو فصلهما أو أحدهما . . كفى غسل ما ظن نجاسته با?جتهاد كالثوبين ولو كان النجس في مقدم الثوب مث? وجهل محله . . وجب غسل مقدمه فقط،\rhttp://islamport.com/w/shf/Web/1084/89.htm\r- Kitab Tuhfah","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"( ولو نجس ) بفتح الجيم وكسرها ( بعض ثوب وبدن ) الواو بمعنى أو ( وجهل ) ذلك البعض في جميعه ( وجب غسل كله ) لتصح الصلاة معه لأن الأصل بقاء النجاسة ما بقي جزء منه بلا غسل وإنما لم ينجس ما مسه لعدم تيقن محل الإصابة وقد مر في مسألة الهرة ما يعلم منه أن الشك في النجاسة المعتضد بأصل بقائها يقتضي بقاءه على نجاسته لا تنجيسه لمماسه عملا بأصل بقاء طهره أما إذا انحصر في بعضه كمقدمه فلا يلزمه إلا غسل المقدم فقط .\rfokus :\rولو كان النجس في مقدم الثوب مث? وجهل محله . . وجب غسل مقدمه فقط، أما إذا انحصر في بعضه كمقدمه فلا يلزمه إلا غسل المقدم فقط\rWallohu a'lam. (Rz)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/888044911218318/\rwww.fb.com/notes/929322230423919\r2858. SOLUSI SULITNYA MEMELIHARA KESUCIAN MASJID DARI NAJIS KOTORAN CICAK DLL\rPERTANYAAN :\r> Hasbie Musyadad Alluthfi\rAssalamu alaikum... sedoyo poro 'alim.. sebelumnya saya sudah mencoba tanya di induk, tapi belum ada tanggapan yang fokus... Soal dilema penjaga musholla dimana sang penjaga di tiap hari selalu menemukan kotoran ato najis di mushola... tolong poro 'alim berkenan memberikan solusi yang valid dimana sang penjaga merasa masyaqoh untuk mensucikan najis-najis tersebut di tiap harinya... mohon maaf saya tidak bisa memindah soal asli dari induk ke sini...","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Jelasnya begini, maaf kalau saya salah... kita smua tahu cara mensucikan najis versi syafi'iyah adalah dengan menghilangkan 'ainiah najisnya(njs ainiyah),stlh ain njs hilang kemudian dikucurkan air yang mengalir hgga merata(jawa:gebyur)... lha tata cara ini sungguh2 masyaqoh untuk dilakukan di tiap harinya... mungkin pemahaman saya ini salah, tapi umpama ada solusi-solusi lain yang bisa lebih memudahkan... saya harapkan kesediaan poro 'alim memberi pencerahan... atas segala perhatiannya saya haturkan jazakumulloh...\r> Zanzanti Yanti Andeslo\rAssalamu'alaikum, penjaga musholla yang dihadapkan dengan masalah najis kotoran-kotoran cicak, burung dan katak yang di tiap pagi ia jumpai... terlebih najis tersebut kadang bercampur dengan air kencing hewan (kasus kotoran katak). Bagaimana membersihkan agar suci dari najis .. dan solusi .. ?\rJAWABAN :\r> Ichsan Nafarin\rUmumul balwa itu jika memang susah dihindari atau dicegah, seperti burung di masjid alHaram, sulit untuk mencegah burung terbang di atas masjid. Beda dengan cicak yang bahkan sunnah dibunuh atau katak yang sangat mudah dicegah dengan dipagari. Jadi solusinya, buru cicaknya atau cegah dengan memasang plafon dan kawat nyamuk di lubang ventilasi. Pagari sekeliling masjid agar tidak gampang dimasuki katak.\rMisal cicak bisa dipagari dengan kawat nyamuk dan plafon. Solusi lain diburu cicaknya sekalian cari pahala. Bisa saja sih cicak masuk umumul balwa, cuman perlu juga dicari ibarohnya. Tapi untuk katak jelas tidak bisa disebut umumul balwa kecuali ada katak terbang atau memang sedang wabah katak.","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"Contoh solusi mengurangi populasi cicak. Panggil anak2 kecil, tawarkan rp 2000 per cicak yang berhasil mereka tangkap. Cuman perlu 100 ribu untuk 50 cicak. Kalu masih kemahalan turunkan tarif jadi 1000 per ekor cicak. Untuk katak, beli jaring yang bisa menutup jalur masuk masjid. Kalau di kampung bisa pakai pagar bambu, bahannya bisa gratis, ongkosnya kalau mau gratis ya kerahkan jamaah buat kerja bakti.\rMemang solusi ini mungkin butuh biaya besar, tapi sebelum ada biaya pemagaran dsb, solusinya penjaga masjid memang harus extra keras bekerja. Tidak mungkin penjaga masjid mengambil solusi mengambil pendapat madzhab lain atau memakai qaul selain mu'tamad karena hal itu berkaitan dengan kepentingan orang banyak yang tidak bisa begitu saja sepakat dengan masyarakat. Bagi penjaga masjid, apa yang diputuskan pengurus itulah yang harus dikerjakan termasuk misalnya ia harus mengepel setiap waktu shalat. Kalau mau cara lain, gunakan tikar, gelar lipat setiap kali jamaah.\rKalau mesjid tempat saya mah duitnya banyak, tapi pengalaman saya menghadapi cicak nggak terlalu butuh biaya karena yang penting bukan menghilangkan akibatnya (tahi cicak) tapi memutus sebabnya (cicak). Kurangi populasi cicak maka masalah pun menjadi kecil. Kalau mengatasi katak pernah diterapkan di tambak kakak saya di juwana. Paling butuh dana sebesar gaji marbot sebulan. Tapi silakan dibahas kemungkinan tahi cicak itu masuk umumul balwa, kalau bisa masih dalam qaul mu'tamad madzhab Syafi'i, madzhab lain buat selingan aja dulu. Monggo..","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"Madzhab Syafi'i tidak mema'fukan kotoran berdasarkan mengalir tidaknya darah, kalau bangkainya baru ma'fu. Tentu beda dengan imam Ibnu Qudamah Al-Hanabilah. Madzhab Syafi'i juga tidak memakfukan kotoran burung karena burung halal dimakan, melainkan karena umumul balwa. Menyamakan itu harus diperbandingkan dengan cermat. Apakah sama antara burung dengan cicak? Burung haram diburu di tanah Haram sedang cicak diperintahkan dibunuh.\rKotoran cicak kok sampai tak teratasi, tak akan terjadi jika sunnah membasmi cicak dijalankan. Tidak layak orang mendapat rukhsoh gara2 tidak menjalankan kesunnahan. Kecuali benar2 tak teratasi karena pasukan dari negeri cicak menyerang. Suruh anak-anak nangkapi dan kasih mereka hadiah.. Kalau ada ibarotnya kotoran cicak itu bisa jadi 'umumul balwa tentu diterima. Sebelum itu, maka alasannya cukup jelas untuk menolaknya, umum balwa itu jika sulit dicegah, sedang cicak tidak sulit dicegah dengan cara membunuhnya. Apalagi membunuh cicak itu berpahala, kurang apalagi. Kalau udah diburu cicaknya masih merajalela baru mungkin diterima. Membunuh cicak berpahala sudah masyhur berdasarkan hadits dalam shahih Muslim :\rمَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنةً. وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً. لِدُونِ الأُولَى. وَإنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً. لِدُونِ الثَّانِيَة","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"Khilafiyah itu solusi buat pribadi, bukan solusi untuk dipaksakan ke orang banyak. Dan khuruj minal khilaf layak diperjuangkan meskipun biayanya mahal. Kalau marbot masjid saya berkata dari pada saya harus ngepel tiap hari mendingan ikut madzhab yang mengatakan kotoran binatang suci itu suci. Saya akan pilih memecatnya diganti orang yang mau mengamankan kepentingan orang banyak.\r> Ardi Dhoank Ajach\rUlama menegaskan bahwa binatang yang tidak memiliki darah merah, seperti serangga, dan sebangsanya, bangkainya tidak najis. Demikian pula kotorannnya.Ibnu Qudamah –ulama Madzhab Hanbali– mengatakan :\rمَا لَا نَفْسَ لَهُ سَائِلَةٌ ، فَهُوَ طَاهِرٌ بِجَمِيعِ أَجْزَائِهِ وَفَضَلَاتِهِ\r“Binatang yang tidak memiliki darah merah mengalir, dia suci, sekaligus semua bagian tubuhnya, dan yang keluar dari tubuhnya.” (al-Mughni, 3:252).\rHal yang sama juga disampaikan ar-Ramli –ulama Madzhab Syafii– dalam an-Nihayah:\rويستثنى من النجس ميته لا دم لها سائل عن موضع جرحها، إما بأن لا يكون لها دم أصلاً، أو لها دم لا يجري\r“Dikecualikan dari benda najis (tidak termasuk najis), bangkai binatang yang tidak memiliki darah yang mengalir ketika dilukai, baik karena tidak memiliki darah sama sekali atau memliki darah, namun tidak mengalir.” (Nihayah al-Muhtaj, 1:237).\r> Abdulloh","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"بغية المسترشدين (ص: 28)(مسألة : ب) : ذهب بعضهم إلى طهارة روث المأكول ، بل ذهب آخرون إلى طهارة جميع الأرواث حتى من الكلب إلا الآدمي ، وجمعهم الشيخ عبد الله بن أبي بكر باشعيب فقال : روث لمأكول لدى زهريهموعطاء والثوري والرويانيوإمام نخع وابن سيرين واصطخرّي والشعبيّ والشيبانيوابن خزيمة منذر حبانهمثم ابن حنبل مالك الريانيطهر وزاد الظاهرية والبخاري لغير فضلة الإنسان\r> Hasbie Musyadad Alluthfi\rKalau bughyahtul mustarsyidin... seperti ibaroh di atas, seluruh kotoran hewan baik halal dimakan dagingnya ato tidak, sebgian ulama ada yang mengatakan suci...kecuali kotoran manusia! hanya permasalanya adalah terkadang najis tersebut di atas basah...nah basah ini bisa jadi karena ainiah najis tersebut atau pada kasus kotoran katak adalah basah air kencing yang bercampur kotorannya... Satu alternatif pilihan solusi, mensucikan najis cukup dengan kain basah yang dibuat ngelap najis sudah mencukupi jika sifat najis sudah hilang dan najis berada di tempat tidak mudah meresap, misal di lantai bukan di karpet.\r> Mohamad Cholil Asyari\rALTERNATIF SOLUSI :\r1. Menambah petugas kebersihan masjid yang bersedia bekerja tanpa bayaran (ikhlas)\r2. Atur jadwal piket kebersihan masjid para jama'ah (warga)\r3. Buat pagar dengan biaya yang terjangkau (semisal dari bambu dll), pengerjaannya pun secara gotong royong.\r4. Ganti ketua takmir segera! :-)\r> Muhammad Faisal\rCoba dibuka fathul muin,ianatuttholibin juz1 hal 126 Darul fikr, bab sholat. Dimaafkan kotoran burung yang kering. Lihat hasyiahnya : ada tiga syarat ma'fuu :\r1. kering,\r2. umum balwa,\r3. tidak bersengaja menyentuh/mengenainya.","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Menurut ibnu zayadi, dimaafkan pula tahi tikus apabila umum balwa, karena masyaqqah memelihara dari najis tsb.\r> Ibnu Al-Ihsany\rMa'fu itu : umumul balwa, masyaqot/ursul ihtiroz, laa yudrikuhuth thorf. Silahkan pilih salah satu\r> Abu Aisya\rMungkin bisa kita simpulkan, kotoran cicak bila ditemukan masih dalam keadaan basah, maka hukumnya wajib menghilangkan bendanya ditambah mencuci tempat nya. Kalau kotoran cicaknya banyak ? apakah termasuk umumil balwa? jawabnya tidak termasuk, kecuali menunggu kotoran itu kering (satu syarat umumil balwa), bila sdh kering, maka yang wajib hanya menghilangkan kotorannya saja, imbasnya, sholat ditempat itu hukumnya sah..tafaddhaluu.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/658995097456635\r2932. NAJISKAH MUNTAHAN BAYI ?\rPERTANYAAN :\r> Ibin Eli\rAssalaamu'alaikum, pertanyaan : Apa hukumnya muntahan bayi yang belum mencapai usia 2 tahun, apakah sama hukumnya seperti muntahan orang dewasa ?\rJAWABAN :\r> Rampak Naung\rWa'alaikumussalam. Bayi bila selalu muntah, menurut fatwa imam ibnu hajar dimaafkan (dima'fu) kalau menyentuh puting susu ibunya yang masuk dalam mulut si bayi, tidak dima'fu (bila menyentuh bagian) di bawah puting dan di pinggir-pinggirnya susu. Juga tidak dima'fu yang mencium dan yang menyentuh si bayi (bila terkena muntahannya).\rفتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين 1/20\rوأفتى شيخنا أن الصبيّ إذا ابتلي بتتابُعِ القيءِ عُفِيَ عن ثَدْيِ أمِّه الداخِلِ في فيه، لا عن مُقبِّله أو مُماسَّه،","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"( قوله وأفتى شيخنا أن الصبي إلخ ) عبارة فتاويه وسئل رضي الله عنه هل يعفى عما يصيب ثدي المرضعة من ريق الرضيع المتنجس بقيء أو ابتلاع نجاسة أم لا فأجاب رضي الله عنه ويعفى عن الصغير وإن تحققت نجاسته\rTapi ibnu Sholah tidak membedakan puting dan lainnya, dan tidak ada beda ibu dan lainya, bila bayi diyakini mulutnya najis maka dima'fu apa yang disentuh oleh mulut bayi, baik ibunya atau orang yang menggedongnya, puting atau lainya semua dima'fu menurut Ibnu Sholah.\rكما صرح به ابن الصلاح فقال يعفى عما اتصل به شيء من أفواه الصبيان مع تحقق نجاستها وإذا تأملت الجواب المذكور تجد فيه أنه لا فرق في العفو عن الصبي بين ثدي أمه الداخل في فيه وغيره من المقبل له والمماس له وليس فيه تخصيص بالثدي المذكور وسينقل الشارح عن ابن الصلاح ما يفيد العموم فهو موافق لجواب الفتاوي المذكور ويمكن أن يقال إن لشيخه فتوى غير هذه لم تقيد في الفتاوي\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/699800250042786/\rwww.fb.com/notes/723274634362014\r3019. NAJISKAH AIR PLENTINGAN KUTU AIR ATAU KURAP ?\rPERTANYAAN :\r> Kang Semar\rAssalamu'alaikum, bagaimana ya hukumnya air yang keluar dari plentingan kutu air / kurap, najiskah ? kelihatannya bukan nanah.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikumus salaam, Bila berbau maka najis :\rالشرقاوي 1/120\rقوله و ماء المتنفط أى الذي له ريح والا فطاهر خلافاللرافعي كما مر والمراد بالمتنفط البقابيق المعروفة\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/746211192068358/\r3152. HUKUM MEMAKAN NAJIS DAN CARA MENSUCIKANNYA\rPERTANYAAN :\r> Pengangguran Sukses","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"Assalamu'alaikum, bagaimana hukumnya orang makan makanan najis baik disengaja ataupun tidak. . ? Apakah perutnya menjadi najis ? Jika iya, bagaimana cara mensucikannya . ? Barakallahu fikum.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam, coba lihat dulu dokumen 2662 www.piss-ktb.com/2013/08/2662-bila-makan-daging-anjing-najiskah.html\r> Rampak Naung\rTidak najis selamanya. Karena jeroan (bagian dalam perut) tidak mungkin disucikan.\rتحفة المختاج في شرح المنهاج\rلو أكل مغلظا ثم خرج منه لم يجب تسبيع المخرج?ن الجوف محيل مطهر ?نا نقول الجوف ?يحيل النجسالى الطهارة مطلقا\r> Ghufron Bkl\r1. Hukumnya harom bila di sengaja :\rالباجوري 1/99\rقوله حرم تنالها أى تعاطيها أكلا أو شربا أو غيرهما وخرج بذلك ما لا يحرم تناله كالخبز ونحوه فإنه طاهر\rالمجموع ج 3 ص 9","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"(وأما غير الحيوان فضربان طاهر ونجس (فأما) النجس فلا يؤكل لقوله تعالى (ويحرم عليهم الخبائث) والنجس خبيث وروى (أن النبي صلى الله عليه وسلم قال في الفأرة تقع في السمن ان كان جامدا فألقوها وما حولها وإن كان مائعا فأريقوه) فلو حل أكله لم يأمر باراقته (وأما) الطاهر فضربان (ضرب) يضر (وضرب) لا يضر فما يضر لا يحل أكله كالسم والزجاج والتراب والحجر والدليل عليه قوله تعالى (ولا تقتلوا أنفسكم) وقوله تعالى (ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة) وأكل هذه الاشياء تهلكة فوجب أن لا يحل وما لا يضر يحل أكله كالفواكه والحبوب والدليل عليه قوله تعالى (قل من حرم زينة الله التى أخرج لعبادة والطيبات من الرزق) * ….(أما) الاحكام ففيها مسائل (إحداها) قال أصحابنا يحرم أكل نجس العين كالميتة ولبن الاتان والبول وغير ذلك وكذا يحرم أكل المتنجس كاللبن والخل والدبس والطبيخ والدهن وغيرها إذا تنجست وهذا لا خلاف فيه وقد سبق في باب ازالة النجاسة وجه ضعيف ان الدهن يطهر بالغسل فعلى هذا الوجه إذا غسل طهر وحل أكله ودليل المسألة ما ذكره المصنف * واعلم أنه يستثني من قولهم لا يحل أكل شئ نجس مسألة وهى الدود المتولد من الفواكه والجبن والخل والباقلا ونحوها فانه إذا مات فيما تولد منه نجس بالموت على المذهب وفي حل أكل هذا الدود ثلاثة أوجه (أصحهما) يحل أكله مع ما تولد منه لا منفردا (والثانى) يحل مطلقا (والثالث) يحرم مطلقا فعلى الصحيح يكون نجسا لا ضرر في أكله ويحل أكله معه فيحتاج إلى استثنائه والله سبحانه أعلم * ولو تنجس فمه حرم عليه الاكل والشرب قبل غسله لان ما يصل إليه ينجس فيكون أكل نجاسة وينبغى أن يبالغ في غسله وقد سبقت هذه المسألة في آخر باب إزالة النجاسة (الثانية) لا يحل أكل ما فيه ضرر من الطاهرات كالسم القاتل والزجاج والتراب الذى يؤذى البدن وهو هذا الذى يأكله بعض النساء وبعض السفهاء وكذلك الحجر الذى يضر أكله وما أشبه ذلك ودليلة","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"في الكتاب قال ابراهيم المروذى وردت أخبار في النهى عن أكل الطين ولم يثبت شئ منها قال وينبغى أن نحكم بالتحريم إن ظهرت المضرة فيه وقد جزم المصنف وآخرون بتحريم أكل التراب وجزم به القاضى حسين في باب الربا قال أصحابنا ويجوز شرب دواء فيه قليل سم إذا كان الغالب منه السلامة واحتيج إليه قال امام الحرمين ولو تصور شخص لا يضره أكل السموم الطاهرة لم يحرم عليه إذا لا ضرر قال الريانى والنبات الذى يسكر وليس فيه شدة مطربة يحرم أكله ولا حد علي أكله قال ويجوز استعماله في الدواء وان أفضى إلى السكر ما لم يكن منه بد قال وما يسكر مع غيره ولا يسكر بنفسه ان لم ينتفع به في دواء وغيره فهو حرام وان كان ينتفع به في التداوي حل التداوى به والله أعلم (الثالثة) كل طاهر لا ضرر فيه فهو حلال الا ثلاثة أنواع وذلك كالخبز والماء واللبن والفواكه والحبوب واللحوم الطاهرة وغير ذلك لما ذكره المصنف والاجماع (وأما) الانواع الثلاثة المستثناة (فاحدها) المستقذرات كالمخاط والمني ونحوهما وهى محرمة على الصحيح المشهور وفيه وجه ضعيف حكاه امام الحرمين وغيره أنها حلال وممن قال به في المنى أبو زيد المروزى وحكم العرق حكم المني والمخاط وقد جزم الشيخ أبو حامد في تعليقه عقب كتاب السلم في مسألة بيع لبن الآدميات بأنه يحرم شرب العرق (الثاني) الحيوان الصغير كصغار العصافير ونحوها يحرم ابتلاعه حيا بلا خلاف لانه لا يحل الا بزكاة هذا في غير السمك والجراد (أما) السمك والجراد فيحل ابتلاعهما في الحياة علي أصح الوجهين (الثالث) جلد الميتة المدبوغ في أكله ثلاثة أقوال أو أوجه سبقت في باب الانية (اصحها) أنه حرام (والثانى) حلال (والثالث) ان كان جلد حيوان مأكول فحلال والا فلا. وهذه الثلاثة ترد على المصنف حيث لم يستثنها والله سبحانه أعلم *\rfokus :","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"قال أصحابنا يحرم أكل نجس العين كالميتة ولبن الاتان والبول وغير ذلك وكذا يحرم أكل المتنجس كاللبن والخل والدبس والطبيخ والدهن وغيرها إذا تنجست وهذا لا خلاف فيه وقد سبق في باب ازالة النجاسة وجه ضعيف ان الدهن يطهر بالغسل فعلى هذا الوجه إذا غسل طهر وحل أكله ودليل المسألة ما ذكره المصنف\r2. Orang yang makan perkara najis mulutnya suci dengan hilangnya benda najisnya :\rمنهاج الصالحين - السيد السيستاني - ج 1 - الصفحة 160 أبوه أو جده،","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"والحكم بالطهارة هنا أيضا مشروط بما تقدم في سابقه. 3 - إذا انقلب الخمر خلا فتبعه في الطهارة الإناء الذي حدث فيه الانقلاب بشرط أن لا يكون الإناء متنجسا بنجاسة أخرى. 4 - إذا غسل الميت تبعه في الطهارة يد الغاسل والسدة التي يغسل عليها والثياب التي يغسل فيها والخرقة التي يستر بها عورته. وأما لباس الغاسل وبدنه وسائر آلات التغسيل فالحكم بطهارتها تبعا للميت محل اشكال. العاشر: زوال عين النجاسة عن بواطن الانسان غير المحضة كالفم والأنف والأذن، وجسد الحيوان الصامت فيطهر منقار الدجاجة الملوث بالعذرة بمجرد زوال عينها ورطوبتها، وكذا بدن الدابة المجروحة، وفم الهرة الملوث بالدم، وولد الحيوان الملوث بالدم عند الولادة بمجرد زوال عين النجاسة، وكذا يطهر باطن فم الانسان إذا أكل نجسا أو شربه بمجرد زوال العين، وكذا باطن عينه عند الاكتحال بالنجس أو المتنجس، وفي ثبوت النجاسة للبواطن المحضة من الانسان والحيوان كما دون الحلق منع، بل وكذا المنع في سراية النجاسة من النجس إلى الطاهر إذا كانت الملاقاة بينهما في الباطن، سواء أكانا متكونين في الباطن كالمذي يلاقي البول في الباطن، أو كان النجس متكونا في الباطن والطاهر يدخل إليه كماء الحقنة فإنه لا ينجس بملاقاة النجاسة في الأمعاء، أم كان النجس في الخارج كالماء النجس الذي يشربه الانسان فإنه لا ينجس ما دون الحلق، وأما ما فوق الحلق فإنه ينجس ويطهر بزوال العين كما مر، وكذا إذا كانا معا متكونين في الخارج ودخلا وتلاقيا في الداخل، كما إذا ابتلع شيئا طاهرا، وشرب عليه ماءا نجسا، فإنه إذا خرج ذلك الطاهر من جوفه حكم عليه بالطهارة، ولا يجري الحكم الأخير في الملاقاة في باطن الفم فلا بد من تطهير الملاقي.\rfokus :\rوكذا يطهر باطن فم الانسان إذا أكل نجسا أو شربه بمجرد زوال العين،\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/773868689302608\r3340. KENAJISAN BULU KUCING\rPERTANYAAN :","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"> Najih Ibn Abdil Hameed\rBulu bulu kucing yang menempel di sofa itu najis dimakfu gak?\rJAWABAN :\r> Langlang Buana\rNajiskah Bulu Kucing ? Kucing adalah hewan yang sangat dekat dengan manusia, ia hidup jinak dengan manusia. Manusia pun mendapat keuntungan karena biasanya kucing suka memburu tikus yang menjadi perusak dan bahkan membawa virus penyakit. Namun, karena kucing termasuk hewan berbulu halus, bulunya tersebut sering rontok dimana ia tidur. Bulu tersebut tak jarang melekat pada pakaian sehari-hari kita.\rPertanyaan : 1. Apakah bulu kucing termasuk dalam najis?\rJawab : Bulu kucing termasuk dalam najis, karena semua anggota hewan yang berpisah ketika hidup dihukumi sama seperti bangkainya. Maka anggota manusia, ikan dan belalang yang terputus ketika masih hidup dihukumi suci. Sedangkan anggota hewan lainnya dihukumi najis baik hewan yang halal dimakan ataupun tidak, kecuali bulu dari hewan yang halal dimakan maka dihukumi suci.\rPertanyaan : 2. Apakah batal shalat dengan sebab pada pakaian kita terdapat bulu kucing?\rJawab : Tidak, karena bulu dari hewan yang tidak halal dimakan termasuk dalam najis yang dimaafkan bila sedikit dan demikian juga bila banyak terhadap orang yang umum bala`.\rReferensi :\r- Nihayatul Muhtaj jilid 1 hal 245 cet. Dar Kutub Ilmiyah :\r( والجزء المنفصل ) بنفسه أو بفعل فاعل ( من ) الحيوان ( الحي ) ( كميتته ) طهارة وضدها لخبر { ما قطع من حي فهو ميت } فاليد من الآدمي طاهرة ولو مقطوعة في سرقة أو كان الجزء من سمك أو جراد ومن نحو الشاة نجسة ، ومنه المشيمة التي فيها الولد طاهرة من الآدمي ، نجسة من غيره","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"أما المنفصل منه بعد موته فله حكم ميتته بلا نزاع ، وأفتى بعضهم فيما يخرج من جلد نحو حية أو عقرب في حياتها بطهارته كالعرق أي بخلاف سمها كما مر وكلامهم يخالفه ( إلا شعر المأكول فطاهر ) بالإجماع في المجزوز وعلى الصحيح في المنتتف وصوفه ووبره وريشه مثله سواء انتتف منه أم انتتف .\rقال الله تعالى { ومن أصوافها وأوبارها وأشعارها أثاثا ومتاعا إلى حين } وهو محمول على ما أخذ حال الحياة أو بعد التذكية وهو مخصص للخبر المتقدم ، والشعر المجهول انفصاله هل هو في حال حياة الحيوان المأكول أو كونه مأكولا أو غيره طاهر عملا بالأصل ، وقياسه أن العظم كذلك وبه صرح في الجواهر بخلاف ما لو رأينا قطعة لحم ملقاة وشككنا هل هي من مذكاة أو لا لأن الأصل عدم التذكية ، ولو قطع عضو يحكم بنجاسته وعليه شعر فهو نجس بطريق التبعية له هذا كله ما لم ينفصل مع الشعر شيء من أصوله ، فإن كان كذلك مع رطوبة فهو متنجس يطهر بغسله كما أفتى به الوالد رحمه الله تعالى\r- Hasyiah Al Bajury jilid 2 hal 290 Cet. Haramain :\r(وما قطع من) حيوان (حي فهو ميت الا الشعر) اى المقطوع من حيوان مأكول وفى بعض النسخ الا الشعور المنتفع بها فى المفارش والملابس وغيرها\r(قوله وما قطع من حيوان حي) اشار الشارح الى ان قول المصنف حي صفة لموصوف محذوف وقوله فهو ميت لخبر ما قطع من حي فهو ميت رواه الحاكم وصححه والمراد انه كميتته طهارة ونجاسة فما قطع من السمك الجراد والادمى والجن طاهر وما قطع من نحو الحمار والشاة نجس\r(قوله الا الشعر) ومثله الصوف والوبر والريش وان كان ملقى على المزابل ونحوها نظرا للاصل والغالب انه من مذكى قال تعالى ومن اوصوافها واوبارها واشعارها اثاثا ومتاعا الى حين","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"(قوله المقطوع من حيوان مأكول) اى كالمعز مالم يكن على قطعة لحم تقصد او على عضو ابين من حيوان مأكول والا فهو نجس تبعا لذلك وخرج بالمأكول غيره كالحمار والهرة فشعره نجس لكن يعفى عن قليله بل وعن كثيره فى حق من ابتلى به كالقصاصين\rSumber :\rhttp://www.as-salafiyyah.com/2012/05/najiskah-bulu-kucing.html\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2013/08/2619-hukum-bulu-yang-terlepas-dari.html\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/696455947043883/\rwww.fb.com/notes/804649692891174\r3470. HUKUM ME-WENTER PAKAIAN DENGAN AIR MUTANAJIS\rPERTANYAAN :\r> Sapu Korek\rAssalamu'alaikum bapak ibu guru. izin bertanya, jika me-wenter (pewarna kain) pakaian menggunakan air mutanajis, apakah warna yang menempel pada pakaian itu dihukumi mutanajis selamanya (selama warna akibat wenter tadi masih ada) dengan kata lain tidak bisa disucikan ?? karena saya pernah mendengar keterangan tersebut (tidak bisa disucikan). Terimakasih banyak..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, bisa menjadi suci. Lihat kitab hasiyah syarwani ala tuhfah :\r( ولا يضر )\rفي الحكم بطهر المحل حقيقة ( بقاء لون أو ريح ) يدرك بشم المحل أو بالهواء وظاهر أنه بعد ظن الطهر لا يجب شم ولا نظر نعم ينبغي سنه هنا فعلم أنه لو زال شمه أو بصره خلقة أو لعارض لم يلزمه سؤال غيره أن يشم أو ينظر له\r- ( عسر زواله )\rالي ان قال - وأفهم المتن أن المصبوغ بالنجس متى تيقنت فهي عين النجاسة بأن ثقل أو كانت تنفصل مع الماء اشترط زوالها أو لونها أو ريحها فقط وعسر عفي عنه\r( قوله أن المصبوغ )","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"إلى قوله ومر في النهاية والمغني كما يأتي قال البجيرمي والحاصل أن المصبوغ بعين النجاسة كالدم أو بمتنجس تفتت النجاسة فيه أو لم تتفتت وكان المصبوغ رطبا يطهر إذا صفت الغسالة مع الصبغ بعد زوال عينه ، وأما إذا صبغ بمتنجس ولم تتفتت فيه النجاسة وكان المصبوغ جافا فإنه يطهر مع صبغه وقولهم لا بد في طهر المصبوغ بنجس من أن تصفو الغسالة محمول على صبغ نجس أو مختلط بأجزاء نجسة العين وفاقا في ذلك لشيخنا الطبلاوي سم ملخصا ا هـ\rKesimpulannya, yang diwenter dengan ain najasah misalnya darah atau dengan mutanajis baik najisnya hancur ataupun tidak dan yang diwenter dalam keadaan basah maka bisa menjadi suci ketika air cuciannya bersih bersama wenterannya dan setelah hilangnya ain najisnya. Adapun jika didiwenter dengan mutanajis dan najisnya tidak hancur di dalamnya sedangkan yang diwenter dalam keadaan kering maka bisa suci dengan wenterannya.\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/827498230606320/\r3658. KOTORAN ANJING YANG TERKENA BANJIR\rPERTANYAAN :\r> Cesc Hakim Khoir\rAssalamu'alaikum... Mbah, yai lan Ustadz mau nanya, kan di jakarta banyak yang memelihara anjing, ada yang dilepas dan berak, kencing sembarangan, yang saya mau tanyakan, ketika banjir otomatis banyak orang terkena kotoran / air kencing anjing nyampur sama air banjir itu hukumnya gimana ?\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, tidak apa-apa, sesuatu yang terkena air banjir tersebut tidak dihukumi najis karena sulitnya menghindar / masyaqqot dan juga karena belum jelas kenajisan air tsb :\rحاشية قليوبي - (1 / 87) ( تنبيه )","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"لا يطهر لبن بكسر الباء عجن بسرجين مطلقا . قوله : ( وقد سئل ) شيخنا الزيادي عن سؤال صورته ما قولكم رضي الله عنكم في الجرار والأزيار والإجانات والقلل وغير ذلك كالبراني والأصحن مما يعجن من الطين بالسرجين هل يصح بيعها ويحكم بطهارة ما وضع فيها من مائع أو ماء دون القلتين ويجوز استعماله وفي الجبن المعمول بالإنفحة المتنجسة هل يصح بيعه ويحكم بطهارته ويجوز أكله حتى لو أصاب شيئا من بدن أو ثوب يحكم بطهارته , وكذا ما تولد منه من المش المعمول به الكشك هل يجوز أكله ويحكم بطهارته ولا تجب المضمضة منه ولا غسل ما أصابه لأن هذا مما تعم به البلوى , وهل يجوز بيع الطوب المعجون بالزبل إذا أحرق وبناء المساجد به وفرش أرضها به , ويصلي عليه بلا حائل , وإذا اتصل به شيء من بدن المصلي أو ملبوسه في شيء من صلاته تصح صلاته . أفتونا أثابكم الله الجنة آمين ,","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"( فأجاب ) بما صورته بحروفه من خطه : الحمد لله : الخزف وهو الذي يؤخذ من الطين ويضاف إلى الطين السرجين مما عمت البلوى في البلاد , فيحكم بطهارته وطهارة ما وضع فيه من الماء والمائعات , لأن المشقة تجلب التيسير , وقد قال الإمام الشافعي رضي الله عنه : إذا ضاق الأمر اتسع . والجبن المعمول بالإنفحة المتنجسة مما عمت به البلوى أيضا فيحكم بطهارته , ويصح بيعه وأكله , ولا يجب تطهير الفم منه , وإذا أصاب شيء منه ثوب الآكل أو بدنه لم يلزمه تطهيره للمشقة . وأما الآجر المعجون بالسرجين فيجوز بيعه وبناء المساجد به , وفرش أرضها به , وتصح الصلاة عليه بلا حائل , حتى قال بعضهم : يجوز بناء الكعبة به . والمش المنفصل عن الجبن المعمول بالإنفحة طاهر لعموم البلوى به حتى لو أصاب شيء منه بدنا أو ثوبا لم يجب تطهيره , والله أعلم , وكتبه علي الزيادي الشافعي . ثم سألت شيخنا المذكور في درسه عن ذلك فقال : قلته من عندي وإن كان مخالفا لظاهر المذهب , ولم أر لأحد تصريحا به , وإنما خرجته على قواعد الإمام الشافعي رضي الله عنه , ثم رأيت ما ذكره شيخنا عن الإمام الشافعي في منظومة ابن العماد وشرحها لشيخ الإسلام .\rحاشية الشروانى : 2/141","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"وسئل ابن الصلاح عن الجوخ الذي اشتهر على ألسنة الناس أن فيه شحم الخنزير، فقال: لا يحكم بنجاسته إلا بتحقق النجاسة، وسئل عن الاوراق التي تعمل وتبسط وهي رطبة على الحيطان المعمولة برماد نجس، فقال: لا يحكم بنجاستها أي عملا بالاصل ومحل العمل به إذا كان مستند النجاسة إلى غلبتها وإلا أي بأن وجد سبب يحال عليه عمل بالظن فلو بال حيوان في ماء كثير وتغير وشك في سبب تغيره أهو البول أو نحو طول المكث حكم بتنجسه عملا بالظاهر لاستناده إلى سبب معين مغني وكذا في النهاية إلا مسألة الجوخ، قال ع ش: قوله م ر: المعمولة الخ أي التي جرت العادة أن تعمل بالرماد أما ما شوهد بناؤه بالرماد النجس فإنه ينجس ما أصابه إذ لا أصل للطهارة يعتمد عليه حينئذ،\rوقوله م ر: أي عملا بالاصل وعليه فلا تنجس الثياب الرطبة التي تنشر على الحيطان المعمولة بالرماد عادة لهذه العلة وكذا اليد الرطبة إذا مس بها الحيطان المذكورة اه ع ش، وقال الرشيدي: قوله م ر: لا يحكم بنجاستها أي الاوراق إذا لم تتحقق نجاسة الرماد ولكن الغالب فيه النجاسة أخذا مما علل به أما إذا تحققت فيه النجاسة فظاهر أنه ليس بطاهر لكن يعفى عن الاوراق الموضوعة، قال ابن العماد في معفواته: والنسخ في ورق آجره عجنوا به النجاسة عفو حال كتبته ما نحسا قلما منه وما منعوامن كاتب مصحفا من حبر ليقته .ويعلم مما ذكر أنه لا يحكم بنجاسة السكر الافرنجي الذي اشتهر أن فيه دم الخنزير ما لم يشاهد خلط الدم به بخصوصه ولا غبرة بمجرد جري عادة الكفار بعمل السكر بخلطه ولكن الورع لا يخفى.\r> Mas Hamzah\rNajis tersebut dima'fu ketika sulit utk menghindarinya. Lihat kitab fathul mu'in\r(وأفتى شيخنا) في طريق لا طين بها بل فيها قذر الادمي وروث الكلاب والبهائم وقد أصابها المطر، بالعفو عند مشقة الاحتراز.\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-963#page-119\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DUSKUSI :","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"www.fb.com/notes/885599914796151\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/865300450159431/\r3705. BAJU TERKENA NAJIS TAPI TIDAK DIKETAHUI TEMPAT NAJISNYA\rPERTANYAAN :\r> Najih Ibn Abdil Hameed\rAda pakaian terkena najis tapi tidak diketahui persis bagian mana yang najis itu, lalu disucikan hanya pada bagian yang \"kemungkinan\" (dhon) najisnya di situ, apakah boleh dipakai sholat?\rJAWABAN :\r> Raden Walangtaga Kaligata Tumiladinata\rBila sebagian badan atau pakaian terkena najis ghoir ma’fu dan TIDAK diketahui bagian (titik) yang terkena najisnya, maka WAJIB membasuh semuanya.\rولو تنجس بعض بدنه أو ثوبه\" بغير معفو عنه \"وجهله\" بأن لم يدر محله فيه \"وجب غسل جميعه\" لأن ما بقي منه جزء فالأصل بقاء النجاسة فيه هو مؤثر في الصلاة لأن لا بد فيها من ظن الطهارة\r: المنهاج القويمالمؤلف: أحمد بن محمد بن علي بن حجر الهيتمي السعدي الأنصاري، شهاب الدين شيخ الإسلام، أبو العباس (المتوفى: 974هـ)1/112\r> Mas Hamzah\rIdem dengan ustadz raden. Jika tidak diketahui persisnya bagian yg mana maka tdk boleh dhon dan mensucikan bagian yg disangka saja tetapi wajib mensucikan semua bagian bajunya. Lihat kitab tuhfah (2/123) :\r( ولو نجس ) بفتح الجيم وكسرها ( بعض ثوب وبدن ) الواو بمعنى أو ( وجهل ) ذلك البعض في جميعه ( وجب غسل كله ) لتصح الصلاة معه لأن الأصل بقاء النجاسة ما بقي جزء منه بلا غسل وإنما لم ينجس ما مسه لعدم تيقن محل الإصابة وقد مر في مسألة الهرة ما يعلم منه أن الشك في النجاسة المعتضد بأصل بقائها يقتضي بقاءه على نجاسته لا تنجيسه لمماسه عملا بأصل بقاء طهره أما إذا انحصر في بعضه كمقدمه فلا يلزمه إلا غسل المقدم فقط .\r( فلو ظن ) بالاجتهاد أن ( طرفا ) متميزا منه هو النجس كيد وكم ( لم يكف غسله على الصحيح )","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"> Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku\rIdem, lihat fathul wahhab juz 1. hal. 88-89 :\r؛( و لو نجس) بفتح الجيم وكسرها ( بعض شئ منها ) أي من الث?ثة ( وجهل ) ذلك البعض في جميع الشئ . . ( وجب غسل كله ) لتصح ص?ته معه إذ ا?صل بقاء النجاسة ما بقي جزء منه ب? غسل ؛\rوعلم بذلك أنه لو ظن باجتهاد طرفا من ذلك نجسا لم يكف غسله ?ن الواحد ليس مح? ل?جتهاد بل يجب غسل الجميع حتى لو تنجس أحد كمين وجهله . . وجب غسلهما فلو فصلهما أو أحدهما . . كفى غسل ما ظن نجاسته با?جتهاد كالثوبين ؛\rولو كان النجس في مقدم الثوب مث? وجهل محله . . وجب غسل مقدمه فقط، ؛\r؛( ولو غسل بعض نجس ) كثوب ( ثم ) غسل ( باقيه فإن غسل مع مجاوره ) مما غسل أو? ( طهر ) كله ( وإ? ) بأن غسل دون مجاوره ( فغير المجاور يطهر، والمجاور نجس بم?قاته وهو رطب لنجس وإنما لم ينجس بالمجاور ومجاوره الرطب ، وهكذا ?ن نجاسة المجاور ? تتعدى إلى ما بعده كالسمن الجامد ينجس منه ما حول النجاسة فقط، وتعبيري ببعض أعم من تعبيره بنصف . ؛\rhttp://islamport.com/w/shf/Web/1084/89.htm\rKESIMPULAN :\rBaju tersebut tidak boleh dipakai untuk sholat karena belum suci, bisa menjadi suci jika semua bagian baju di sucikan. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/877594398930036/\rwww.fb.com/notes/898316956857780\r3751. HUKUM AIR DAN BEJANA ORANG MUSYRIKIN\rPERTANYAAN :\r> Akbar An-Najmi Al-Falah\rAssalamu'alaikum, mohon pencerahannya nih, bagaimana hukumnya jika orang islam tinggal bersama non muslim dan makan bareng dan air yang dipakai mandi itu sama-sama dipakainya, mohon penjelasannya.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Airnya non muslim dihukumi suci sebagaimana airnya orang muslim.\r- kitab aunul ma'bud syarah sunan abu dawud","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"إنا نجاور أهل الكتاب ، وهم يطبخون في قدورهم الخنزير ، ويشربون في آنيتهم الخمر ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \" إن وجدتم غيرها فكلوا فيها واشربوا ، وإن لم تجدوا غيرها فارحضوها بالماء ، وكلوا واشربوا\rAbu tsa'labah berkata :\" sesungguhnya kami bertetanga dengann ahlul kitab dan mereka memasak daging babi pada bejana mereka dan merekapun minum arak dengan gelas-gelas mereka, kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : \"jika engkau menemukan bejana yang lainnya maka makan dan minumlah dengannya tetapi jika tidak menemukan bejana yang lainnya maka cucilah dengan air kemudian makan dan minumlah\". HR abu dawud.\r( فارحضوها ) أي : اغسلوها قال الخطابي : الرحض الغسل والأصل في هذا أنه إذا كان معلوما من حال المشركين أنهم يطبخون في قدورهم الخنزير ويشربون في آنيتهم الخمر فإنه لا يجوز استعمالها إلا بعد الغسل والتنظيف فأما ثيابهم ومياههم فإنها على الطهارة كمياه المسلمين وثيابهم إلا أن يكونوا من قوم لا يتحاشون النجاسات أو كان من عاداتهم استعمال الأبوال في طهورهم فإن استعمال ثيابهم غير جائز إلا أن يعلم أنها لم يصبها شيء من النجاسات انتهى كلام الخطابي .\rFarchidhuha maksudnya adalah cucilah bejananya.al khitobi berkata : \" ar rochdhu adalah mencuci, asalnya dalam masalah ini adalah jika sudah diketahui bahwa keadaan musyrikin tersebut biasanya memasak babi dalam bejana mereka dan meminum arak dalam wadah-wadah mreka maka tidak boleh menggunakan bejana tersebut kecuali setelah mencuci dan membersihkannya.","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"Adapun baju-baju dan air-air mereka maka suci sebagaimana air-airnya muslimin dan juga bajunya, kecuali jk mereka adalah kaum yang tidak menjauhkan diri dari najis atau kebiasaan mereka adalah menggunakan air kencing dalam pencucian pakaiannya maka menggunakan pakaian mereka tidak boleh kecuali jika telah diketahui bahwa baju tersebut tidak terkena sesuatu dari najis.\"\rselesai perkataan al khitobi.\rMenggunakan bejana musyrikin. Hukumya makruh menggunakan bejana ataupun gelasnya non muslim walaupun sudah dicuci dengann air dan tidak ada bejana atau gelas yang lainnya.\r- kitab syarah nawawi alal muslim","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"قوله في حديث أبي ثعلبة : ( إنا بأرض قوم من أهل الكتاب نأكل في آنيتهم ؟ فقال النبي صلى الله عليه وسلم : \" فإن وجدتم غير آنيتهم فلا تأكلوا فيها ، وإن لم تجدوا فاغسلوها ، ثم كلوا ) هكذا روى هذا الحديث البخاري ومسلم ، وفي رواية أبي داود قال : إنا نجاور أهل الكتاب ، وهم يطبخون في قدورهم الخنزير ، ويشربون في آنيتهم الخمر ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \" إن وجدتم غيرها فكلوا فيها واشربوا ، وإن لم تجدوا غيرها فارحضوها بالماء ، وكلوا واشربوا\" قد يقال : هذا الحديث مخالف لما يقول الفقهاء ، فإنهم يقولون : إنه يجوز استعمال أواني المشركين إذا غسلت ، ولا كراهة فيها بعد الغسل ، سواء وجد غيرها أم لا ، وهذا الحديث يقتضي كراهة استعمالها إن وجد غيرها ، ولا يكفي غسلها في نفي الكراهة ، وإنما يغسلها ويستعملها إذا لم يجد غيرها .والجواب أن المراد النهي عن الأكل في آنيتهم التي كانوا يطبخون فيها لحم الخنزير ، ويشربون الخمر كما صرح به في رواية أبي داود ؛ وإنما نهى عن الأكل فيها بعد الغسل للاستقذار ، وكونها معتادة للنجاسة ، كما يكره الأكل في المحجمة المغسولة ، وأما الفقهاء فمرادهم مطلق آنية الكفار التي ليست مستعملة في النجاسات ، فهذه يكره استعمالها قبل غسلها ، فإذا غسلت فلا كراهة فيها ؛ لأنها طاهرة وليس فيها استقذار ، ولم يريدوا نفي الكراهة عن آنيتهم المستعملة في الخنزير وغيره من النجاسات . والله أعلم .","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"Sabda rasul dalam hadisnya abu tsa'labah \" sesungguhnya kami berada di negeri kaum ahli kitab, maka bolehkah kami makan dengan bejana mereka (yakni dengan memakan piring-piring mereka) beliau menjawab, jika kamu mendapatkan yang selainnya maka janganlah kamu makan dengan bejana mereka dan jk kamu tidak mendapatkan (yang lain kecuali bejana mereka) maka cucilah lalu makanlah dengan bejana tersebut.\"\rseperti itulah imam al bukhori dan muslim meriwayatkan hadis ini.\rDan dalam riwayat abu dawud abu tsa'labah berkata : \" sesungguhnya kami bertetanga dengann ahlul kitab dan mereka memasak daging babi pada bejana mereka dan merekapun minum arak dengan gelas-gelas mereka, kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : \"jika engkau menemukan bejana yang lainnya maka makan dan minumlah dengannya tetapi jika tidak menemukan bejana yang lainnya maka cucilah dengan air kemudian makan dan minumlah.\"\rDikatakan bahwa hadis ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh ulama' fikih , mereka berkata bahwa boleh menggunakan bejana-bejananya musyrikin ketika telah di cuci dan tidak ada kemakruhan di dalamnya setelah bejana dicuci, sama saja ketika terdapat bejana yang lainya maupun tidak. Dan hadis ini menunjukkan bahwa makruh hukumnya menggunakan bejana musyrikin yang sdh dicuci jika ada bejana yang lainnya, dan pencucuian tersebut tidak bisa menghilngkan hukum kemakruhannya, pencucian dan penggunaan tersebut hanyalah jika tidak ditemukan bejana yang lainnya.","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"Jawaban pertentangan tersebut adalah, yang dimaksud pencegahan dari makan menggunakan bejana mereka yang telah mereka gunakan untuk memasak daging babi dan mereka gunakan untuk minum arak sebagaimana riwayat abu dawud , alasan pencegahan setelah dicuci adalah lil istiqdzar / merasa jijik, dan sebab bejana tersebut adalah terbiasa untuk barang najis sebagaimana makruhnya makan menggnakan bejana tempat bekam yang telah dicuci.\rAdapun ulama' fikih , maka maksud mereka adalah mutlak semua bejananya kuffar yang tidak digunakan untuk barang-barang najis, maka bejana ini (yang tidak digunakan untuk barang-barang najis) makruh digunakan sebelum dicuci dan ketika telah dicuci maka tidak makruh lagi karena sudah suci dan tidak menjijikkan, dan maksud ahli fikih adalah bukan menafikan kemakruhan bejana orang-orang kafir yang digunakan untuk memasak daging babi atapun selainya dari perkara-perkara yang najis. Wallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/885034961519313/\rwww.fb.com/notes/907638479258961\r3767. NAJIS TEMPAT LEWAT DI SEKITAR KAMAR MANDI DIMA'FU ?\rPERTANYAAN :","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"Assalamu alaikum wrwb, Mohon solusinya, Dari lantai itu para jamaah (shalat) sebagian besar melepaskan sandal-nya, padahal menurut hemat saya lantai itu mutanajjis, karena basah terkena air bawaan dari jeding (hammam), akan tetapi hal itu sudah tidak bisa dihindari, di berbagai tempat ibadah masjid, musholla, dan lain-lain, sudah seperti itu kebiasaanya, entah karena saudi arabia (makkah) adalah pusat tempat ibadah para kaum muslimin dari berbagai negara, tentunya dari mereka ada yang tahu, tidak tahu, dan ada pula yang tidak tahu-menahu, dan disebabkan pula tercampurnya golongan dari berbagai madzhab. Lantas bagaimana dengan saya, yang juga shalat di masjid itu najiskah??? (Kang Rholiez)\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalaam waramatullaah, asal tidak menginjak benda yang nyata-nyata najis ('ainunnajaasah) hukumnya dima'fu, lihat ta'bir dari kitab Busyrol Karim jz 1 halaman 256 :\rويعفى عن طين الشارع أي محل المرر وإن لم يكن شارعا كدهليز حمام ما حول الفساقي المتيقن نجاسته\rta'bir selanjutnya :\rوخرج بالطين عين النجس ..... فلا عفو\rDimaafkan tanah jalan, maksudnya tempat lewat walaupun bukan jalan, seperti pelataran untuk lewat di tempat mandi dan sekitar pancuran air yang yakin kenajisannya.\rBerbeda dengan tanah, kalau 'ainunajis nya sendiri maka tidak ma'fu, misal tinja, kotoran hewan, darah dll. Wallaahu A'lam.\r- Kitab Hasiyah Jamal :\rحاشية الجمل على شرح المنهج – (1 / 420)","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"قوله وعفي عما عسر الاحتراز عنه الخ أي عفى عنه في الصلاة ونحوها ا ه برماوي ولعل المراد بالنحو خصوص الطواف لما تقدم أن العفو عن هذه المذكورات مقيد بالصلاة والطواف مثلها قوله هو أولى من قوله يتعذر أي لأن تعبير الأصل بالتعذر يقتضي أنه لا بد أن يتعذر الاحتراز أي لا يمكن أصلا وليس كذلك فان المدار على التعسر أي يمكن الأحتراز منه لكن بعسر ا ه شيخنا قوله من طين شارع المراد به محل المرور وأن لم يكن شارعا كدهليز بيته ا ه شرح م ر وقوله وإن لم يكن شارعا أي فالمراد به المحل الذي عمت البلوى باختلاطه بالنجاسة كدهليز الحمام وما حول الفساقي مما لا يعتاد تطهيره إذا تنجس كما يؤخذ من قوله عما يتعذر الاحتراز عنه غالبا أما ما جرت العادة بحفظه وتطهيره إذا أصابته نجاسة فلا ينبغي أن يكون مرادا من هذه العبارة بل متى تيقنت نجاسته وجب الاحتراز عنه ولا يعفي عن شيء منه ومنه ممشاة الفساقي فتنبه له ولا تغتر بما يخالفه ا ه ع ش عليه قوله أيضا من طين شارع أي وأن اختلط بمغلظ وخرج به عين النجاسة إذا بقيت في الطريق فلا يعفى عنها ا ه شرح م ر وقوله وخرج به عين النجاسة أي كالبول الذي في الشوارع فلا يعفى عن شيء منه\rMUJAWWIB : Abdullah Afif, Ghufron Bkl\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/photo.php?fbid=1502302003372003\rwww.fb.com/notes/909592802396862\r3931. NAJISKAH CAIRAN BENING DARI LUKA ?\rPERTANYAAN :\r> Salman Al-farizzi\rAssalamu'alaikum Warohmatullah.. Kagem poro Alim Piss-ktb.Apa hukumnya getah bening (cairan bening yang keluar dari luka) atau yang keluar dari ruam-ruam kecil..?? matur nuwun..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rSuci jika airnya tidak berubah jika berubah maka najis .tapi menurut imam rofi'i tetep suci. Wallahu a'lam .(Di)\r- kitab fath mu'in (1/72) :\rوكذا ماء جرح وجدري ونفط إن تغير وإلا فماؤها طاهر.","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"- kitab i'anah (1/101) :\r(قوله: وكذا ماء الخ) أي ومثل الصديد ماء جرح، وماء جدري، وماء نفط.وقوله: إن تغير أي هو نجس إن تغير.(قوله: وإلا) أي وإن لم يتغير.وقوله: فماؤها طاهر الأولى: فهو طاهر، لأن المقام للإضمار.وعبارة شرح الروض: فإن لم يتغير ماء القرح فطاهر كالعرق، خلافا للرافعي.اه.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/930210810335061/\rwww.fb.com/notes/932402503449225\r4003. CARA MENCUCI EMBER MUTANAJJIS\rPERTANYAAN :\r> Aep Sutrisna\rAssalamualaikum..Maaf mau tanya :\r1. Jika suatu wadah/ember kecil berisi air najis/mutanajjis.. yang najis itu airnya saja atau embernya juga..\r2. Tinggal buang airnya kemudian langsung isi lagi atau sebelum isi air yang baru embernya dicuci dahulu; memutar mutarinya dengan air.. Matur suwun..\rJAWABAN :\r> Busyro Habiby\rWa alaikum salam .. Mutanajis semua.. Cara mencucinya upayakan air mengalir dengan memutar-mutar embernya.\r> Abdullah Afif\rwa'alaikumussalaam. sebelum isi air yang baru embernya dicuci dahulu, memutar mutarinya dengan air. Ini ta'bir dari kitab Nihayatul Muhtaj 2/19:\rفَلَوْ طَهَّرَ إنَاءً أَدَارَ الْمَاءَ عَلَى جَوَانِبِهِ\rdan Fathul Mu'in (I'anah 1/96) :\rكصب ماء في إناء متنجس وإدارته بجوانبه ( قوله كصب ماء إلخ ) أي فإنه يكفي في طهارته\rWallaahu A'lam. ( MI )\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/905471832808959/\rwww.fb.com/notes/936154219740720\r4004. KENAJISAN AIR KENCING KUCING\rPERTANYAAN :\r> Pakdhe Jevry Azd Olivee","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"sudah menjadi maklum yang namanya kucing kencing sembarangan. termasuk kadang kencing di body sepeda motor jika dalam keadaan musafir, pasti dong tidak bisa dielakkan itu bau kencing kucing. Pertanyaan ! --apakah air kencing kucing tersebut najis ma'fu / najis mutawassithoh ?\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rTermasuk najis mutawasithoh. Selain pada najisnya anjing dan babi ( mugholladzoh ) dan najisnya bayi laki-laki yang kurang umur 2 tahun yang belum makan apa-apa kecuali ASI ( mukhoffafah ) maka najisnya dilarikan ke najis mutawasithoh ( tengah-tengah) .\rثم ذكر الثالث منها وهي النجاسة المتوسطة وهي منقسمةكما قبلها إلى عينية وإلى حكمية ، وقد شرع يتكلم علىذلك فقال ( وما نجس بغيرهما ) أي غير الكلب وبولالصبي المتقدم ( إن لم تكن عينا ) بأن كانت حكمية ،وهي ما ? يدرك لها عين و? وصف ، سواء أكان عدم ا?دراك لخفاء أثرها بالجفاف كبول جففذهبت عينه و? أثر له و? ريح فذهب وصفه أم ? ، لكونالمحل صقي? ? تثبت عليه النجاسة كالمرآة والسيف( كفى جري الماء عليه ) وإن لم يكن بفعل فاعل كمطرولو سكينا سقيت وهي محماة نجسا ف? يحتاج إلى سقيهاماء طهورا أو لحما طبخ بنجس فيطهر بغسله و? حاجة?غ?ئه و? لعصره ( وإن كانت ) عينا سواء أتوقفطهرها على عدد أم ? ، وهي ما نجس طعما أو لونا أو ريحاكما يؤخذ من تعريف نقيضها المار ( وجب ) بعد زوالها( إزالة الطعم ) وإن عسر زواله لسهولته غالبا فألحق بهنادرها ? سيما وبقاؤه يدل على بقائها\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php\r> Wong Gendeng\rSelain Anjing (Patek madura red) dan Babi, Maka Najis muthawassito kotoran hewan kencing orang tua\rالفقه المنهجي على مذهب الإمام الشافعي","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"النجاسة المتوسطة: وهي غير الكلب والخنزير، وغير بول الصبي الذي لم يطعم إلا لبن، وذلك مثل بول الإنسان، وروث الحيوان، والدم. وسميت متوسطة لأنها لا تظهر بالرش، ولا يجب فيها تكرار الغسل إذا زالت عينها بغسلة واحدة\r> Ghufron Bkl\rTermasuk najis mutawassithoh :\r.مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج * – (1 / 400)\rثم شرع في القسم الثالث من النجاسة ، وهي المتوسطة فقال ( وما تنجس بغيرهما ) أي الكلب ونحوه وبول الصبي المذكور ( إن لم تكن عين ) أي عينية بأن كانت حكمية ، وهو ما تيقن وجودها ولا يدرك لها طعم ولا لون ولا ريح ( كفى جري الماء ) على ذلك المحل إذ ليس ثم ما يزال ، والمراد بالجري وصول الماء إلى المحل بحيث يسيل عليه زائدا على النضح ، ولو عبر بما قدرته لكان أولى وأقرب إلى مراده ، إذ لا يلزم من نفي العين نفي الأثر ( وإن كانت ) عينية ( وجب ) بعد زوال عينها ( إزالة الطعم ) وإن عسر ؛ لأن بقاءه يدل على بقاء العين ، ووجب محاولة إزالة غيره ( ولا يضر بقاء لون ) كلون الدم ( أو ريح ) كرائحة الخمر ( عسر زواله ) فيطهر للمشقة ، بخلاف ما إذا سهل فيضر بقاؤه لدلالة ذلك على بقاء العين ( وفي الريح قول ) أنه يضر بقاؤها كسهل الزوال . قال في البسيط : هذا في رائحة تدرك عند شم الثوب دون ما يدرك في الهواء ، وفي اللون وجه كذلك فترتكب المشقة في زوالهما ( قلت : فإن بقيا ) بمحل واحد ( معا ضرا على الصحيح والله أعلم ) لقوة دلالتهما على بقاء العين .\rWallohu A'lam ( MI )\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934180123271463/\rwww.fb.com/notes/936149433074532\r4010. KENTUT KETIKA BAJU BASAH, JADI NAJISKAH ?\rPERTANYAAN :\r> Aep Sutrisna\rAssalamu'alaikum.. Maaf pak mau curhat :","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"1. Apa benar kentut bisa menajiskan pakaian kita jika pada saat kentut pakaian tersebut basah? dan kita juga harus membasuh dubur kita jika pada saat kentut dubur tersebut basah?\r2. Apa benar air mani itu najis jika sebelum keluar air mani didahului dengan keluarnya madzi? Matursuwun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\r1. benar menurut al hulaimi kentut bisa menajiskan pakaian kita jika pada saat kentut pakaian tersebut basah dan kita juga harus membasuh dubur kita jika pada saat kentut dubur tersebut basah.\r- kitab mugnil muhtaj (1 / 110) :\rوقال الحليمي : إذا خرج من الإنسان رِيحٌ وكانت ثيابه مبلولة تنجست وإن كانت يابسة فلا؛ ـ\rAl-hulaimi berkata : Apabila ada orang kentut sedangkan pakaiannya dalam keadaan basah maka pakaiannya menjadi najis, namun apabila pakaiannya dalam keadaan kering maka tidak.\rNB : tapi menurut imam romli kentut tidak najis.\r- kitab al bujairomi (1/202-203) :\rوَنَصَّ م ر عَلَى أَنَّ الْبُخَارَ الْخَارِجَ مِنْ الْكَنِيفِ طَاهِرٌ ، وَكَذَا الرِّيحُ الْخَارِجُ مِنْ الدُّبُرِ كَالْجُشَاءِ ؛ لِأَنَّهُ لَمْ يَتَحَقَّقْ أَنَّهُ مِنْ عَيْنِ النَّجَاسَةِ لِجَوَازِ أَنْ تَكُونَ الرَّائِحَةُ الْكَرِيهَةُ الْمَوْجُودَةُ فِيهِ لِمُجَاوَرَةِ النَّجَاسَةِ لَا أَنَّهُ مِنْ عَيْنِهَا\r- kitab majmu' (2/533) kentut tidaklah najis :\rقَالَ اَلْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ الله ُ* وَأَمَّا دُخَانُ النَّجَاسَةِ إِذَا أَحْرَقَتْ فَفِيْهِ وَجْهَانِ اَحَدُهُمَا اَنَّهُ نَجِسٌ ِلاَنَّهَا اَجْزَاءٌ مُتَحَلِّلَةٌ مِنَ النَّجَاسَةِ فَهُوَ كَالرَّمَادِ وَالثَّانِى لَيْسَ بِنَجَسٍ ِلاَنَّهُ بُخَارُ نَجَاسَةِ فَهُوَ كَاْلبُخَارِ اَلَّذِىْ يَخْرُجُ مِنَ الْجَوْفِ\r- kitab kasyifah (21) :","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"وَخَرَجَ بِدُخَانِ النَّجَاسَةِ بُخَارُهَا وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا لاَ بِوَاسِطَةِ نَارٍ فَهُوَ طَاهِرٌ وَمِنْهُ الرِّيْحُ الْخَارِجُ مِنَ الْكُنُفِ أَوْ مِنَ الدُّبُرِ فَهُوَ طَاهِرٌ فَلَوْ مَلاَأَ مِنْهُ قِرْبَةٌ وَحَمَلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ وَصَلَّى بِهَا صَحَّتْ صَلاَ تُُهُ\r2. kalo saat jima' maka dima'fu\rwww.piss-ktb.com/2012/04/1428-air-madzi-keluar-bersamaan-dengan.html\rWallaahu a'lam. (DA)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/936245016398307\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/931113706911438/\r4063. TAHNIQ TIDAK MERUBAH STATUS NAJIS\rPERTANYAAN :\r> Tadzo Takezo\rAssalaku'alaykum..ustadz, mau tanya kalo bayi laki-laki ditahnik (benar ga tulisannya?) Itu apa hukum najis mukhofafahnya air kencing jadi hilang (jadi najis mutawasithoh), secara kan sudah makan selain air susu ibu ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam, kalau sekedar ditahnik maka tidak menjadikan najisnya berubah mutawassitoh, tetep mukhoffafah karena tahnik tujuannya bukan untuk makan sebagai kekuatan. Wallahu a'lam (DA)\r- kitab iqna' (1/90) :","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"القَوْل فِي النَّجَاسَة المخففة وإزالتها ثمَّ شرع فِي حكم النَّجَاسَة المخففة فَقَالَ (إِلَّا بَوْل الصَّبِي الَّذِي يَأْكُل الطَّعَام) أَي للتغذي قبل مُضِيّ حَوْلَيْنِ (فَإِنَّهُ يطهر برش المَاء عَلَيْهِ) بِأَن يرش عَلَيْهِ مَا يعمه ويغمره بِلَا سيلان بِخِلَاف الصبية وَالْخُنْثَى لَا بُد فِي بولهما من الْغسْل على الأَصْل ويتحقق بالسيلان وَذَلِكَ لخَبر الشَّيْخَيْنِ عَن أم قيس أَنَّهَا جَاءَت بِابْن لَهَا صَغِير لم يَأْكُل الطَّعَام فأجلسه رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فِي حجره فَبَال عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاء فنضحه وَلم يغسلهُوَلخَبَر التِّرْمِذِيّ وَحسنه يغسل من بَوْل الْجَارِيَة ويرش من بَوْل الْغُلَاموَفرق بَينهمَا بِأَن الائتلاف بِحمْل الصَّبِي يكثر فَخفف فِي بَوْله وَأَن بَوْله أرق من بولها فَلَا يلصق بِالْمحل كلصوق بولها بِهِ وَألْحق بهَا الْخُنْثَى وَخرج بِقَيْد التغذي تحنيكه بِنَحْوِ تمر وتناوله نَحْو سفوف لإِصْلَاح فَلَا يمنعان النَّضْح كَمَا فِي الْمَجْمُوع\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/929805267042282/\rwww.fb.com/notes/939814052708070\r4186. NAJISKAH UAP AIR KENCING ?\rPERTANYAAN :\r> Seputih Awan\rAssalamu'alaikum. Ketika seorang laki-laki buang air kecil, tapi Air kencingnya itu menguap ( seperti air panas ada uapnya ), Lalu uap itu mengenai celana dll, Apakah uap air kencing itu dima'fu..?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaykumussalaam... Uap yang berasal dari najis jika keluarnya dengan perantaraan api maka uapnya najis dan jika sedikit dima'fu dengan syarat tidak ditemukan adanya cairan dan tidak atas perbuatannya sendiri, jika uapnya keluar tidak dengan perantaraan api maka uap tersebut tidak najis.\r- kitab bugyah :","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"مسئلة ب: الفرق بين ذخان النجاسة وبخارها إن ا?ول انفصل بواسطة نار . والثاني ?بواسطتها قاله الشيخ زكريا. وقال ابو محرمة هما مترادفان فما انفصل بواسطة نار فنجس وما? ف?. اما نفس الشلعة اي لسان النار فطهرة قطعا حتى لو اقتس منها في شمعة لم يحكم بنجاستها. بغية المسترشدين ص 13\r- kitab tuhfah (1/274) :\rومن المحكوم بنجاسته البخار الخارج من النجاسة المتصاعد عنها بواسطة نار ، إذ هو من أجزائها تفصله النار منها لقوتها لأنه رماد منتشر لكن يعفى عن قليله\r- kitab ianah (1/88) :\rويعفى عن يسير عرفا من دخان النجاسة وهو المتصاعد منها بواسطة نار ولو من بخور يوضع على نحو سرجين ومنه ما جرت به العادة في الحمامات فهو نجس لأنه من أجزاء النجاسة تفصله النار منها لقوتها ويعفى عن يسيره بشرط أن لا توجد رطوبة في المحل وأن لا يكون بفعله وإلا فلا يعفى مطلقا لتنزيلهم الدخان منزلة العين وخرج بدخان النجاسة بخارها وهو المتصاعد منها لا بواسطة نار فهو طاهر\rKesimpulannya : uap dari kencing tsb tidak najis/suci karena dia keluar bukan dengan perantaraan api. Wallahu a'lam. (DA)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/949756481713827/\rwww.fb.com/notes/953711574651651\r4209. NAJIS-NAJIS YANG DIMA'FU (DIMAAFKAN)\rPERTANYAAN :\r> Alhimni Rusdy\rAssalamualaikum, para mualim kitab saya mohon dicopaskan tentang macam-macam najis ma'fu baik di dalam sholat maupun luar sholat, terima kasih atas jawabannya. Wassalam\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, pembagian Najis di antaranya :","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"1.…najis yang dima'fu baik sedikit maupun banyaknya, baik di baju maupun di badan, yaitu : darahnya kutu loncat, kutu rambut, nyamuk, jerawat, nanah, bisul, cacar dan darah tempatnya bekam.di ma'funya najis-najis tsb dengan 2 syarat :\ra.…bukan atas perbuatan diri sendiri, jadi misalnya membunuh kutu kemudian darahnya mengotori baju dan banyak darahnya maka tidak dima'fu.\rb.…tidak melampaui batas dalam membiarkannya, karena manusia mempunyai kebiasaan mencuci baju,jika baju ditinggalkan tanpa dicuci selama setahun misalnya, dan dibiarkan bertumpuk-tumpuk maka tidak dima'fu.\r2.…najis yang sedikitnya dima'fu, jika banyak tidak dima'fu, yaitu : darahnya orang lain dan tanah jalanan yang diyakini najisnya.\r3.…najis yang dima'fu bekasnya dan tidak di ma'fu dzatiyahnya, yaitu : bekas istinja' dan sisa bau atau warna najis yang sulit hilangnya.\r4.…najis yang tidak dima'fu dztiyah dan bekasnya, yaitu selain najis-najis yang disebut diatas.\rPembagian najis yang dima'fu :\r1.…najis yang dima'fu di air dan baju, yaitu : najis yang tidak terlihat pandangan mata, debu najis yang kering , sedikit asap, rambut, mulutnya kucing dan bayi.yang semisal air adalah benda cair, dan yang semisal baju adalah badan.\r2.…najis yang dima'fu di air dan benda cair tapi tidak di ma'fu dibaju dan badan, yaitu : bangkai hewan yang tidak mempunyai darah mengalir, lobang kotoran burung, kotoran ikan, dan cacing yang muncul dalam benda cair.","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"3.…sebailknya kedua, dima'fu di baju dan badan tapi tidak dima'fu di air dan benda cair, yaitu : darah sedikit, tanah jalanan, ulat sutera jika mati di dalamnya.maka tidak wajib membasuhnya sebagaimana penjelasan al hamawy, sedangkan penjelasan qodhi husain sebaliknya.\r4.…najis yang dima'fu pada tempat saja, yaitu : kotoran burung di masjid dan tempat towaf, dan disamakan dengannya yaitu sesuatu yang berada dalam perut ikan yang kecil .\r- kitab asbah wan nadhoir :\rتقسيم النجاسات\rأقسامأحدها : ما يعفى عن قليله وكثيره في الثوب والبدن وهو : دم البراغيث والقمل والبعوض والبثرات والصديد والدماميل والقروح وموضع الفصد والحجامة ولذلك شرطان\rأحدهما : أن لا يكون بفعله ، فلو قتل برغوثا فتلوث به وكثر : لم يعف عنه\rوالآخر : أن لا يتفاحش بالإهمال فإن للناس عادة في غسل الثياب ، فلو تركه سنة مثلا وهو متراكم لم يعف عنه قال الإمام : وعلى ذلك حمل الشيخ جلال الدين المحلي قول المنهاج إن لم يكن بجرحه دم كثير .\rالثاني : ما يعفى عن قليله دون كثيره وهو : دم الأجنبي وطين الشارع المتيقن نجاسته .\rالثالث : ما يعفى عن أثره دون عينه وهو : أثر الاستنجاء ، وبقاء ريح أو لون عسر زواله .\rالرابع : ما لا يعفى عن عينه ولا أثره وهو ما عدا ذلك .\rتقسيم ثان ما يعفى عنه من النجاسة أقسام :\rأحدها : ما يعفى عنه في الماء والثوب وهو : ما لا يدركه الطرف وغبار النجس الجاف وقليل الدخان والشعر وفم الهرة والصبيان . ومثل الماء : المائع ومثل الثوب : البدن\rالثاني : ما يعفى عنه في الماء والمائع دون الثوب والبدن وهو الميتة التي لا دم لها سائل ومنفذ الطير وروث السمك في الحب والدود الناشئ في المائع .\rالثالث : عكسه ، وهو : الدم اليسير وطين الشارع ودود القز إذا مات فيه : لا يجب غسله صرح به الحموي وصرح القاضي حسين بخلافه","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"الرابع : ما يعفى عنه في المكان فقط ، وهو ذرق الطيور في المساجد والمطاف كما أوضحته في البيوع ويلحق به ما في جوف السمك الصغار على القول بالعفو عنه لعسر تتبعها وهو الراجح .\r> Muhib Salaf Soleh\rMacam-macam najis dari segi dima'funya.\r1.…najis yang dima'fu jika ada di baju dan badan yaitu najis yang sangat kecil yang tidak terlihat oleh mata.\r2.…najis yang dima'fu di baju tapi tidak dima'fu jika ada di air, yaitu : seperti darah yang sedikit.\r3.…najis yang dima'fu di air tapi tidak dima'fu jika ada di baju : seperti bangkai yang tidak mengalir padanya darah, seperti bangkai lalat dan semut.\r4.…najis yang tidak dima'fu sama sekali yaitu selain dari pada najis yang telah disebutkan di atas. Wallohu a'lam bis showab (NN)\rالتقريرات السديدة ج 1 ص 130.\rأقسام النجاسات المعفو عنها أربعة :\r1. ما يعفى عنه في الثوب و الماء و هو ما لا يدرك الطرف .2. ما يعفى عنه في الثوب دون الماء كقليل الدم.3. ما يعفى عنه في الماء دون الثوب : الميتة التي لا دم لها سائل كذباب و نمل.4. ما لا يعفى عنه مطلقا : بقية المجاسات.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/948299325192876/\rwww.fb.com/notes/954880161201459\r4253. KASUS ANJING TERJEBUR KE DALAM SUMUR\rPERTANYAAN :\r> Uais Purnama\rAssalamualaikum.. Ada yang mau ane tanyakan pak ustad/zah? Anjing yang kejebur ke sumur,bagaimana unk mensucikan sumur itu? terimakasih. Wassalamualaikum\rJAWABAN :\r> Al Murtadho\rWa alaikum salam. Kira-kira airnya ada dua kulah atau tidak? Jika air sumurnya mencapai dua kulah maka cukup anjingnya diambil. Apabila air sumur tidak berubah warna, bau dan rasanya maka status airnya masih tetap suci. Dan bila berubah maka najis.","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"- Fatawi al Khaliliy 'ala Madzhab asy Syafi'i juz 1 hal. 88 :\rسئل) في بئر فيه ماء يزيد عن القلتين بشيء كثير، وقع فيه كلب مكث نحو أربعة أيام، ثم أخرج من غير تغير بالماء، ثم ورد عليه ماء من المطر حتى أملاه وفاض منه، أي نزل لآبار تحته ملأها، فما حكم الماء الأول والثاني الوارد؟ (أجاب) الماء الأول الذي وقع فيه الكلب ولم يتغير به، طاهر لكثرته، وكذلك الماء النازل فيه من المطر طاهر، وكل ماء نازل منه لغيره طاهر طهور، نعم باب البير إن أصابه الكلب حال خروجه مع الرطوبة يغسل سبعا بتراب طهور، ويكفيه ماء المطر النازل فيه مع التراب الطاهر من الأرياح، والله تعالى أعلم\rDan apabila airnya sedikit (kurang dari dua kulah) maka mengurasnya tidak dapat menjadikannya suci. Dan sebaiknya tidak dikuras agar airnya keluar (nyumber) menjadi banyak ataupun diisi air agar menjadi banyak. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- Fathul Mu'in hal. 79 :\rإذا تنجس ماء البئر القليل بملاقاة نجس لم يطهر بالنزح بل ينبغي أن لا ينزح ليكثر الماء بنبع أو صب ماء فيه\r- I'anah ath Thalibin juz 1 hal. 117 :\rقوله: لم يطهر بالنزح أي بنزح الماء منه، بل يطهر بالتكثير. (قوله: بل ينبغي) أي يجب وقوله: أن لا ينزح قال في شرح الروض: لأنه وإن نزح فقعر البئر يبقى نجسا، وقد يتنجس جدران البئر أيضا بالنزح اه. (قوله: ليكثر الماء) أي فيطهر به حينئذ كما علمت. وقوله: بنبع أي نبع الماء من عين في قعر البئر. وقوله: أو صب ماء أي أجنبي. وقوله: فيه أي في البئر. (قوله: أو الكثير إلخ) العطف فيه من عطف المفردات، فالكثير معطوف على القليل، وبتغير معطوف على بملاقاة نجس، ولم يطهر معطوف على لم يطهر الأول. والمعنى: إذا تنجس ماء البئر الكثير بتغير بالنجس لم يطهر إلا بزوال التغير\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/952257234797085/","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"www.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/962022153820593\r4301. SEBAB NAJISNYA ANJING\rPERTANYAAN :\r> Fa Qiyoutz\rAssakamualaikum. Ana mau nanya?? Mengapa kalbu wal khinzir asu dan babi itu termasuk najis mugholadoh?? Maksudnya aku ndak pengen nerima matengnya ajah gitu? kalo dalam asu ama babi itu mengandung bibit penyakit ada yang lebih ganas lagi lendir komodo mempunyai beribu ribu bibit penyakit.. Makasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikum salaam warohmatulloh, syeh abdul wahhab as sya'roni dalam kitab mizan kubro berkata : \" aku pernah mendengar sayyidi ali al khowas -semoga Allah merahmatinya- berkata bahwa tidak ada dalil terhadap najis dzatiahnya anjing kecuali apa yang dilarang oleh syari' shollallohu alaihi wasallam dari menjual dan memakan hasil jualan anjing, adapun dari segi sifatnya maka anjing najis sebab sisa makanan anjing itu bisa mematikan hati, oleh karenanya wajib menjauhinya sebagaimana bisa ular dijauhi sebab membahayakan badan, bahkan sisa makanan anjing lebih utama untuk dijauhi karena bisa membahayakan agama.\rKetika sisa makanan anjing bisa mematikan hati yang bisa mencegah dari menerima mau'idhoh penyebab masuknya syurga , maka syari' shollallohu alaihi wasallam memberat membaratkan dalam membasuh dari bekasnya anjing dengan 7 basuhan salah satunya dicampur debu, hal itu tujuannya adalah untuk menolak bekas tersebut secara keseluruhan, penyucian najis anjing tersebut mengumpulkan antara air dan debu, keduanya jika digabungkan maka bisa menumbuhkan tanaman.\r- kitab al mizan kubro (1/114) :","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"وسمعت سيد علي الخواص رحمه الله تعالي يقول ليس لنا دليل علي نجاسة ذات الكلب الا ما نهي عنه الشارع من بيعه او اكل ثمنه\rالي ان قال\rفانه جمع فيه بين الماء والتراب اللذين اذا اجتمعا انبتا الزرع.والله اعلم.\rKesimpulannya : segi najisnya anjing buka dilihat dari segi dhohirnya yang mempunyai banyak bibit penyakit, tapi dari segi batinnya, yaitu sisa makan anjing bisa mematikan hati, dan hal ini lebih berbahaya dari pada madhorot segi dhohir, karena hati yang mati akan merusak agama seseorang, sedangkan bibit-bibit penyakit hanya merusak anggota badan. Wallohu a'lam bis showab (NN).\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/961129307243211/\r4335. KESUCIAN POTONGAN TUBUH MANUSIA\rPERTANYAAN :\r> Wahid\rAssalamu'alaykum. Potongan tubuh manusia yang terpisah, hukumnya najis apa tidak ? terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Bagian yang terpisah dari makhluk hidup maka hukumnya sama dengan bangkainya makhluk hidup tersebut. Jika bangkainya suci maka bagian terpisah tersebut suci, jika bangkainya najis maka bagian terpisah tersebut hukumnya najis. Dalilnya : \" apa yang terpotong dari hewan ketika masih hidup maka hukumnya bangkai \". Maka bagian yang terpisah dari manusia, ikan dan belalang hukumnya suci, sedangkan dari selain ketiga itu hukumnya najis. Wallohu a'lam.\r- Kitab Al Mausu'ah Fiqhiyah Kuwaitiyah (72/4) :\rويقول الشافعية الجزء المنفصل من الحي كميتة ذلك الحي إن كان طاهرا فطاهرا ، وإن كان نجسا فنجس لخبر \" ( ما قطع من البهيمة وهي حية فهي ميتة ) \" ، فالمنفصل من الآدمي أو السمك أو الجراد طاهر ، ومن غيرها نجس\r> Ghufron Bkl\rمغني المحتاج :","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"والجزء المنفصل من ' الحيوان ' الحي ' ومشيمته ' كميتته '، أي ذلك الحي إن طاهرا فطاهر، وإن نجسا فنجس؛ لخبر: (ما قطع من حي فهو ميتة) ، رواه الحاكم وصححه على شرط الشيخين. فالمنفصل من الآدمي أو السمك أو الجراد طاهر، ومن غيرها نجس،\rحاشية الدسوقي على الشرح الكبير\rوالحاصل أن الخلاف فيما أبين من الآدمي في حال حياته وبعد موته كالخلاف في ميتته خلافا لمن قال أن ما أبين منه حيا لا يختلف في نجاسته وليس كذلك بل فيه الخلاف ( تنبيه ) على المعتمد من طهارة ما أبين من الآدمي مطلقا يجوز رد سن قلعت لمحلها لا على مقابله\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/976175149071960/\rhttps://m.facebook.com/notes/981238198565655/\r4356. NAJIS-NAJIS YANG DIKECUALIKAN / DIMAAFKAN\rPERTANYAAN :\rAir kurang dari dua kulah kemasukan najis jadi najis. Namun ulama syafiiyah mengecualikan untuk najis-najis yang ringan atau sulit dihindar (Dalam kitab kifayatul akhyar) Benarkah demikian? najis-najis ringannya seperti apa ya? mohon terjemahan kitab nya, barangkali ada yang punya soft file nya? [Nuzul Dianperdana]\rJAWABAN :\rDan pengecualian dari najis yang bisa memberikan pengaruh yaitu najis yang tidak bisa memberikan pengaruh, imam nawawi dalam kitab roudhoh berkata : \"seperti hewan yang tidak mempunyai darah mengalir misalnya lalat, kecoa dan semisalnya \"\rDan seperti najis yang tidak terlihat mata karena cobaan yang merata, dan seperti ketika lalat jatuh ketempat najis kemudian dia jatuh ke dalam air.cipratan kencing yang tidak telihat mata maka dima'fu.","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"Dan seperti ketika kucing yang mulutnya najis kemudian dia pergi dan ada kemungkinan mulutnya suci setelah dia pergi , maka air sedikit tidak menjadi najis dalam contoh ini.\rDan dikecualikan juga rambut najis yang sedikit maka air sedikit tidak menjadi najis sebagaimana penjelasan imam nawawi dalam bab awani, dan tidak dikhususkan dengan rambut manusia menurut pendapat ashoh, sedkit ini bisa diketahui berdasarkan kebiasaan.imam nawawi dalam syarah muhadzab berkata : \" satu, dua dan tiga rambut di ma'fu \"\rDan dikecualikan juga hewan yang pada lubang kotorannya terdapat najis kemudian dia jatuh ke dalam air maka air tsb tidak menjadi najis menurut pendapat ashoh sebab sulit menjaganya,berbeda kasusnya jika dia adalah seorang yang beristinjak menggunakan batu maka bisa mnajiskannya tanpa ada khilaf, karena masih mungkin menjaganya.\rDan dikecualikan juga ketika ada anak kecil makan najis kemudian dia pergi dan ada kemungkinan sucinya mulut anak kecil tsb, seperti kasus kucing, maka air sedikit tidak menjadi najis sebabnya.hal ini disebutkan oleh ibnu sholah dan ini adalah masalah yang bagus.\rSumber:\r- Kifayatul Akhyar 1/11 :\rواحترز بالنجاسة المؤثرة عن غير المؤثرة قال النووي في الروضة: كالميتة التي لا نفس لها سائلة مثل الذباب والخنافس ونحوها\rوكالنجاسة التي لا يدركها الطرف لعموم البلوى به وكما إذا وقع الذباب على نجاسة ثم سقط في الماء،\rورشاش البول الذي لا يدركه الطرف فيعفى عنه\rوكما إذا ولغت الهرة التي تنجس فمها ثم غابت واحتمل طهارة فمها فإن الماء القليل لا ينجس في هذه الصور،","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"ويستثنى أيضاً اليسير من الشعر النجس فلا ينجس الماء القليل صرح به النووي في باب الأواني من زيادته ونقله عن الأصحاب. قال:(ولا يختص بشعر الآدمي في الأصح) أي تفريعاً على نجاسة شعر الآدمي ثم قال: (ويعرف اليسير بالعرف). قال الإمام: لعله الذي يغلب انتتافه لكنه قال في شرح المهذب: يعفى عن الشعرة والشعرتين والثلاث،\rويستثنى أيضاً الحيوان إذا كان على منفذه نجاسة ثم وقع في الماء فإنه لا ينجسه على الأصح لمشقة صونه ذكره الرافعي في شروط الصلاة بخلاف ما لو كان مستجمراً بحجر فإنه ينجسه بلا خلاف كما قال في شرح المهذب، فإن المستجمر بالحجر ونحوه يمكنه الاحتراز،\rويستثنى أيضاً ما إذا أكل الصبي ششيئاً نجساً ثم غاب واحتمل طهارة فمه كالهرة فإنه لا ينجس الماء القليل ذكر ذلك ابن الصلاح وهي مسألة حسنة.\rPembagian ke 2 najis yang dima'fu (dimaafkan) :\r1.…najis yang dima'fu di air dan baju.yaitu : najis yang tidak terlihat pandangan mata, debu najis yang kering, sedikit asap, rambut, mulutnya kucing dan bayi.yg semisal air adalah benda cair, dan yang semisal baju adalah badan.\r2.…najis yang dima'fu di air dan benda cair tapi tidak dima'fu dibaju dan badan .yaitu : bangkai hewan yang tidak mempunyai darah mengalir, lobang kotoran burung, kotoran ikan, dan cacing yang muncul dalam benda cair.\r3.…sebailknya kedua, dima'fu di baju dan badan tapi tidak dima'fu di air dan benda cair.yaitu : darah sedikit, tanah jalanan, ulat sutera jika mati di dalamnya, maka tidak wajib membasuhnya sebagaimana penjelasan al hamawy, sedangkan penjelasan qodhi husain sebaliknya.","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"4.…najis yang dima'fu pada tempat saja.yaitu : kotoran burung di masjid-masjid dan tempat towaf, dan disamakan dengannya yaitu sesuatu yang berada dalam perut ikan yang kecil.\rSumber :\r- kitab asbah wan nadhoir :\rتقسيم ثان ما يعفى عنه من النجاسة أقسام :\rأحدها : ما يعفى عنه في الماء والثوب وهو : ما لا يدركه الطرف وغبار النجس الجاف وقليل الدخان والشعر وفم الهرة والصبيان . ومثل الماء : المائع ومثل الثوب : البدن\rالثاني : ما يعفى عنه في الماء والمائع دون الثوب والبدن وهو الميتة التي لا دم لها سائل ومنفذ الطير وروث السمك في الحب والدود الناشئ في المائع .\rالثالث : عكسه ، وهو : الدم اليسير وطين الشارع ودود القز إذا مات فيه : لا يجب غسله صرح به الحموي وصرح القاضي حسين بخلافه\rالرابع : ما يعفى عنه في المكان فقط ، وهو ذرق الطيور في المساجد والمطاف كما أوضحته في البيوع ويلحق به ما في جوف السمك الصغار على القول بالعفو عنه لعسر تتبعها وهو الراجح .\rMUJAWWIB : Abdullah Afif, Mas Hamzah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/982317761791032/\rwww.fb.com/notes/985024621520346\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2015/04/4209-najis-najis-yang-di-mafu.html\r4449. KENAJISAN KHOMR ADALAH IJMA' EMPAT MAHDZAB\rPERTANYAAN :\r> Dhedhie Phuttra Tqn\rAssalamu'alaikuum. maaf ustadz apakah najisnya arak / khomr / al-kohol / metanol / racun cair itu ijma / khilaf.? kalau ada qaul madzhab aswaja yang mensucikan, madzhab manakah? makasih. Wassalam.\rJAWABAN :\r> Rizalullah","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"Wa'alaikum salam wr wb. Pendapat yang pertama menyatakan bahawa khamar itu adalah najis. Ini adalah merupakan pendapat jumhur ulama, di antaranya adalah imam mazhab yang empat. Bahwa imam madzhab sepakat atas kenajisan khomr, kecuali ada pendapat dari syeikh robi'ah (gurunya imam malik) dan pendapat imam daud zhohiri yang bawakan oleh qodhi abu thoyib, bahwa khomr itu suci walaupun haram mengkonsumsinya. Wallohu a'lam\r- Al majmu syarh muhadzab :\rالكتب - المجموع شرح المهذب - كتاب الطهارة - باب إزالة النجاسة - نجاسة الخمر - الجزء رقم2\rقال المصنف رحمه الله تعالى : ( وأما الخمر فهي نجسة لقوله عز وجل \" { إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلحون } ولأنه يحرم تناوله من غير ضرورة فكان نجسا كالدم ، وأما النبيذ فهو نجس ; لأنه شراب فيه شدة مطربة فكان نجسا كالخمر ) .\rالحاشية رقم: 1( الشرح ) الخمر نجس عندنا ، وعند مالك وأبي حنيفة وأحمد وسائر العلماء إلا ما حكاه القاضي أبو الطيب وغيره عن ربيعة شيخ مالك وداود أنهما قالا : هي طاهرة وإن كانت محرمة كالسم الذي هو نبات وكالحشيش المسكر ، ونقل الشيخ أبو حامد الإجماع على نجاستها ، واحتج أصحابنا بالآية الكريمة ، قالوا : ولا يضر قرن الميسر والأنصاب والأزلام بها مع أن هذه الأشياء طاهرة ; لأن هذه الثلاثة خرجت بالإجماع فبقيت الخمر على [ ص: 582 ] مقتضى الكلام ، ولا يظهر من الآية دلالة ظاهرة ; لأن الرجس عند أهل اللغة القذر ولا يلزم من ذلك النجاسة ، وكذا الأمر بالاجتناب لا يلزم منه النجاسة وقول المصنف : ولأنه يحرم تناوله من غير ضرر فكان نجسا كالدم لا دلالة فيه لوجهين .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1216&idto=1217&bk_no=14&ID=783\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/1019246104764864/\rwww.fb.com/notes/1030312853658189\r4553. JIKA MENYENTUH NAJIS MUGHOLLADHOH DALAM AIR LEBIH DARI DUA KULAH\rPERTANYAAN :\rAssalamualaikum para asatizah sekalian, apakah hukum memegang najis mughollazoh di dalam air yang lebih dari dua qullah? contoh : memegang khinzir / babi di dalam air yang lebih dua qullah. [Sha'im As-sha'im].\rJAWABAN :\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, bahwasanya bersentuhan atau bersinggungan dengan semisal Anjing atau Babi di dalam air yang ukurannya 2 Qullah ke atas ini tidak menyebabkan anggota badan yang bersentuhan menjadi najis, sebab antara anggota badan si Penyentuh dan semisal babi ini terdapat penghalang berupa Balal (Basah-basahnya air : Murod saya) yang mana ia masih dikategorikan bagian dari air 2 Qullah sehingga memiliki kekuatan untuk menolak hukum najis darinya.\rLain halnya bila Babi atau Anjingnya digenggam dengan erat sehingga antara basah-basahnya air yang berada ditelapak tangannya si Penggenggam dan air secara keseluruhan ini menjadi terpisah oleh jari jemari dan telapak tangan bagian luar. Yang otomatis basah-basahnya air yang berada di telapak tangan ini tidak memiliki kekuatan untuk menolak najis sebab ukurannya kurang dari 2 Qullah yang sudah tidak dikatakan jadi satu dengan air lainnya (dikarenakan ia dikatakan berada di tempat yang berbeda). Dan untuk air yang ukurannya 2 Qullah ke atas ini memiliki kekuatan untuk menolak hukum najis darinya. Wallohu a'lam bis showab\rTA'BIR :\r- Kitab Hasyiyah Syarwani 'alattuhfah 3/350","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"قَالَ ع ش قَوْلُهُ م ر مَانِعَةٌ مِنْ تَنَجُّسِهِ إلَخْ وَمِثْلُهُ مَا لَوْ لَاقَى بَدَنُهُ شَيْئًا مِنْ الْكَلْبِ فِي مَاءٍ كَثِيرٍ فَإِنَّهُ لَا يَنْجَسُ ؛ لِأَنَّ مَا لَاقَاهُ مِنْ الْبَلَلِ الْمُتَّصِلِ بِالْكَلْبِ بَعْضُ الْمَاءِ الْكَثِيرِ بِخِلَافِ مَا لَوْ أَمْسَكَهُ بِيَدِهِ وَتَحَامَلَ عَلَيْهِ بِحَيْثُ لَمْ يَصِرْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ رِجْلِهِ إلَّا مُجَرَّدُ الْبَلَلِ فَإِنَّهُ يَنْجَسُ ؛\r- kitab asnal matholib (1/81):\r( فصل ) الماء ( الجاري ) ، وهو ما يجري في مستو أو منخفض ( متفاصل ) جريانه حكما ، وإن اتصلت حسا إذ كل جرية طالبة لما أمامها هاربة عما خلفها ( ، والمتغير منه بنجاسة ) ملاقية له ( كنجاسة جامدة ) في حكمها ( ، والجامدة إن جرت بجريه ) بهاء الضمير أو بهاء التأنيث أي بجري الماء أو بجريه من جريانه ( فما قبلها ) أي قبل جرية النجاسة ( و ) ما ( بعدها ) من الجريات ( طاهر ، وجرية النجاسة ، وهي قدرها ) أي النجاسة ( في عرض النهر لها حكم الراكد ) فيما مر فينتظر ( إن بلغت قلتين فطاهرة ) مطهرة ( ولا يشترط تباعد ) عن النجاسة بقلتين ، وإن لم تبلغهما فتنجسه ( وللجرية الثانية و ) للجريات ( السبع إن كانت ) أي النجاسة ( كلبية حكم الغسالة ) الآتي بيانه في الباب الآتي ( لأنها تغسل محل النجاسة في طول النهر ) التصريح بهذا من زيادته ، وتفسيره الجرية من زيادته بقوله ، وهي قدرها في عرض النهر قريب من قول المتولي هي القدر المقابل لحافتي النجاسة إلى حافتي النهر ، وقد بينته في شرح البهجة ، وهو مع مخالفته للمشهور قاصر على جرية النجاسة ، والمشهور ما في المجموع عن الأصحاب أنها الدفعة بين حافتي النهر عرضا .\r- kitab nihayatul muhtaj dan hasiyah sibromalisi (1/255) :\rوتكون كثرة الماء مانعة من تنجسه كما صرح به الإمام وغيره .","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"( قوله : مانعة من تنجسه ) ومثله ما لو لاقى بدنه شيئا من الكلب في ماء كثير فإنه لا ينجس لأن ما لاقاه من البلل المتصل بالكلب بعض الماء الكثير ، بخلاف ما لو أمسكه بيده وتحامل عليه بحيث لا يصير بينه وبين رجله إلا مجرد البلل فإنه ينجس لأن الماء الملاقي ليده الآن نجس ، وكتحامله عليه بيده ما لو علمنا تحامل الكلب على محل وقوفه كالحوض بحيث لا يصير بين رجليه ومقره حائل من الماء\r- kitab tuhfatul muhtaj :\rقال ع ش قوله م ر مانعة من تنجسه إلخ ومثله ما لو لاقى بدنه شيئا من الكلب في ماء كثير فإنه لا ينجس ؛ لأن ما لاقاه من البلل المتصل بالكلب بعض الماء الكثير بخلاف ما لو أمسكه بيده وتحامل عليه بحيث لم يصر بينه وبين رجله إلا مجرد البلل فإنه ينجس ؛ لأن الماء الملاقي ليده الآن نجس وكتحامله عليه بيده ما لو علمنا تحامل الكلب على محل وقوفه كالحوض بحيث لا يصير بين رجليه ومقره حائل من الماء ا هـ .\rMUJAAWIB : Abdullah Afif, Ilda Alexandria, Mas Hamzah, Ghufron Bkl dan محمد هارساندي كودونج كانتيل\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1035245146498293/\rISTINJA'\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang istinja' baik buang air kecil (kencing) maupun buang air besar (berak).\r1534. SYARAT-SYARAT ISTINJA\rPERTANYAAN :\rDanar Khalafi\rAssalamu 'alaikum wr kth.Ikut nanya sedulur ..Ada orang jalan jauh keblet BAB (maaf) karena tidak ada Air maka dia cebok pake batu. Waktu Dhuhur tiba dia Sholat. Pertanyaan :\r1. Apakah Cebok pake batu harus di ulang pake Air.\r2. Apakah cebok itu (umum) harus pake Air Muthlaq\rterimkasih sebelumnya atas pencerahan sedulur semua. Harap maklum iki pertanyaane wong Ndeso .\rJAWABAN :\rAbdurrahman As-syafi'i","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"Wa'alaikum salam. Ketika seseorang selesai menunaikan hajatnya,maka wajiblah baginya untuk beristinja.Adapun sarana yang boleh digunakan untuk istinja adalah air dan batu atau pun benda lain yang mempunya sifat seperti batu. Dalam istilah fiqih istinja menggunakan batu adalah cara bersuci yang paling ringan sedangkan dengan air adalah bersuci yang menghilangkan.\rوهو المسمى بالمطهر المخفف و اما الماء فهو المطهر المزيل و يجب الاستنجاء على الفور عند خشية تنجيس غير محله او ارادة نحو الصلاة من كل خارج من الفرج نجس يلوث المحل بغسل بالماء او يمسح بالحجر كاشفة السجا 17\rAdapun syarat air yang boleh digunakan untuk beristinja ada dua yakni :\r1. Suci\r2. Dapat menghilangkan najis\rفاما الماء الذى يصح به الاستنجاء فانه يشترط فيه شرطان احدهما ان يكون طهورا فلا يصح الاستنجاء بالماء الطهر فقط كما لا تصح ازالة النجاسة به. ثانيها ان يكون الماء مزيلا للنجاسة\rالفقه على مذاهب الاربعة\rBila seseorang telah beristinja dengan air maka tidak usah beristinja lagi dengan batu begitu juga sebaliknya.Bila orang tersebut ingin memakai keduanya maka ini adalah cara beristinja yang paling utama.\rانما الافضل استعمال الماء و افضل من ذلك ان يجمع بن الماء و الحجر الفقه على المشاهب الاربعة 1/90\rCara beristinja yang paling baik jika menggunakan air adalah mendahulukan qubul atas dubur,tetpi jika dengan batu maka sebaliknya.\rالشافعيه قالوا يندب لمن يستنجى بالماء ان يقدم غسل القبل على الدبر واما اذا استجمر بالاحجار فانه يندب له تقديم الدبر على القبل الفقه على المذاهب الاربعه 1/90\rJikalau bersuci dengan batu tidak bisa members?kan najis dengan vntas layaknya bersuci dengan aip,maka sisa najis tersebut adalah ma'fu","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"يعفى عن محل استجماره فلو حمل مستجمرا بطلت كما لو حمل حامله بغية المسترشدين 68\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\rLink asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/419543678068446/\r3427. TIDAK WAJIB NIAT KETIKA ISTINJA\rPERTANYAAN :\r> Sanusi Uci\rApakah wajib kita berniat kalau mau istinja ?\rJAWABAN :\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rTidak wajib.Intinya niat ketika istinja menurut kesepakatan 4 madzhab tidaklah disyaratkan. Karena istinja adalah proses membersihkan kotoran dimana bila kotorannya hilang maka hilang pula hukumnya.\rحُكم النِّية للاستنجاء لا تُشترَط النِّية للاستنجاء، وهذا باتِّفاق المذاهب الفقهيَّة الأربعة: الحنفيَّة، والمالكيَّة، والشافعيَّة، والحنابلة، وحُكيَ الإجماع على ذلك. وذلك لأنَّ الاستنجاء نوعٌ من إزالة الخبث، وإزالة الخبث لا يُشترَط لها نِيَّة، فالخبث معنًى متى ما زال، زال حُكمه.\rhttp://www.dorar.net/enc/feqhia/70\r> Santriwati Dumay\rMenurut pendapat yg rojih dari kebanyakan ulama' menghilangkan najis tdk mensyaratkan niat\rالأشباه والنظائر ص: 12\rوأما التروك : كترك الزنا وغيره ، فلم يحتج إلى نية لحصول المقصود منها وهو اجتناب المنهي بكونه لم يوجد ، وإن يكن نية ، نعم يحتاج إليها في حصول الثواب المترتب على الترك . ولما ترددت إزالة النجاسة بين أصلين : الأفعال من حيث إنها فعل ، والتروك من حيث إنها قريبة منها جرى في اشتراط النية خلاف ، ورجح الأكثرون عدمه تغليبا لمشابهة التروك .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/817901788232631/\r2128. ALAT ISTINJA'\rPERTANYAAN :\rStatus-Hamba Yang-Berselimu dengan Noda-dosa","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"Assalamualikum. Ada perta'an Nich mohon di cerahkan njich. Apakah boleh orang yang meninggalkan sholat bisa dibuat alat ISTINJA' (pembersih Sehabis buang Air Besar) terimakasih sebelum nya\rJAWABAN :\r> Abdur Rahman As-syafi'i II\rWa'alaikumussalaam, orang yang meninggalkan sholat, setelah dia tidak mau lagi bertaubat maka termasuk mahluk yang ghoir muhtarom (tidak dimulyakan)\rغير المحترم) و هو ما لا يحرم قتله (ستة) من الاشاء احدها (تارك الصلاة) اى بعد امر الامام و الاستتابة ندبا و قيل وجوبا و على ندب الاستتابة لا يضمن من قتله قبل التوبة لكنه ياثم كاشفة السجا 34\rSedang salah satu syarat dari benda2 yang boleh di jadikan untuk sarana istinja adalah ghoir muhtarom\rصابط الحجر....... ان يكون غير محترم فلا يجزئ العظم و كل مطعوم ادمى و مثله الاوراق التى فيها كلام محترم كعلم التقريرات السديدة 106\rDari singkronisasi keduanyalah timbul pertanyaan : \" apakah orang yang meninggalkan sholat boleh dipakai buat istinja ? \"\r> Abdurrahman As-syafi'i\rDalam bagian lain di jelaskan:\rو الرابع ان يكون غير محترم خرج به المحترم كمطعوم الادميين كالخبز و مطعوم الجن كالعظم و كالجزء منه كيد و يد غيره و كذنب البعير المنفصل و اما الجلد فالاظهر انه ان كان مدبوغا جاز الاستنجاء به و الا فلا كما قاله الحصنى كاشفة السجا 18\rSyarat ke 4 dari benda yang bisa dijadikan sebagai alat istinja yakni tidak dimulyakan, maka tidak boleh istinja menggunakan makanan yang dimakan manusia seperti roti atau makanan jin seperti tulang. Dan tidak boleh menggunakan bagian tubuh dari manusia seperti tanganya sendiri, atau tangan milik orang lain. Atau menggunakan ekor binatang yang putus.","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"Adapun kulit binatang yang telah di samak maka boleh dipakai. Jadi, menilik dari penjabaran singkat ini walaupun dihukumi sebagai ghoir muhtarom maka tidak boleh digunakan sebagai alat istinja. Ibaroh dari al-bajuri :\rو جزء الادمي و لو مهدرا كالحربي لانه محترم من حيث الخلقة و ان كان غير محترم من حيث الاهدار الباجوري 1/90\rTidak boleh istinja menggunakan tubuh manusia walaupun berasal dari orang yang halal untuk dibunuh seperti orang kafir. Karena mereka tetep dimulyakan dalam penciptaanya meski tidak dimulyakan dalam hal kebolehan membunuhnya.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/505782939444519/\r1210. ADAB-ADAB BUANG HAJAT\rPERTANYAAN :\rAyda Az-zahra\r1 lagi pertanyaan titipan :^__^, Bagaimana adab kencing untuk laki-laki n prmpuan. Jazakumullohu khoyron katsiron\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rADAB BUANG HAJAT/ BUANG KOTORAN BESAR ATAU KECIL","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"ومن آداب قاضي الحاجة أن يقدم يسراه في دخول محل قضاء الحاجة ويمناه في الخروج منه ولو بوضع إبريق مثلا وأن يعتمد يساره في الجلوس لقضاء الحاجة وأن يبعد عن الناس بحيث لا يسمع للخارج منه صوت ولا يشم له ريح ولا يبول في ماء راكد ولا في مهب ريح ولا في طريق الناس ولا في مواضع جلوسهم ولا تحت الشجرة المثمرة ولا في الثقب ولا في مكان صلب وأن لا يكون قائما وأن لا ينظر إلى فرجه ولا إلى الخارج منه ولا يعبث بيده ولا يلتفت يمينا ولا شمالا ولا يستقبل الشمس ولا القمر ولا صخرة بيت المقدس ولا يدخل الخلاء حافيا ولا مكشوف الرأس ولا يتكلم ولا يستنجي بالماء في محل قضاء الحاجة بل ينتقل منه إلا في المكان المعد لقضاء الحاجة فلا ينتقل منه ويستبرىء من البول بحسب عادته فإن عادة الإنسان تختلف وإذا صارت عادة الشخص أنه لا ينقطع بوله إلا بالاستبراء وجب ذلك في حقه ويقول كل من دخل الخلاء ( باسم الله اللهم إنى أعوذ بك من الخبث والخبائث ) وإذا خرج قاضي الحاجة يقول ( غفرانك الحمد لله الذي أذهب عني الأذى وعافاني ) ويجب الاستتار عن عين من يحرم نظره ويجب ترك استقبال القبلة واستدبارها حال قضاء الحاجة في غير المعد لذلك ويكره أن يبول في الماء الجاري ليلا وفي الماء الراكد مطلقا ومحل الكراهة إن كان الماء مباحا أو مملوكا له فإن كان الماء مسبلا أو مملوكا لغيره حرم البول فيه إلا بإذن المالك وأن يبول في محل اغتساله فإنه يقع في الوسواس ويحرم قضاء الحاجة على القبر وفي المسجد ولو في إناء تنبيه لو كان مستنجيا بالأحجار حرم عليه الجماع قبل غسل الذكر وإن لم يجد الماء نعم إن خاف الزنا كان عذرا ولو كان فرج المرأة متنجسا أو كانت مستنجية بالأحجار حرم عليها تمكين الحليل قبل تطهيره ولا تعد بعدم التمكين ناشزة\r• Mendahulukan kaki kiri saat memasuki kamar kecil dan kaki kanan saat keluar","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"• Menjadikan kaki kiri sebagai penyangga utama saat duduk dalam membuang hajat\r• Menjauhkan diri dari orang lain sekira tiada mendengar dan mencium aroma kotoran yang ia keluarkan\r• Janganlah kencing di air tenang\r• Janganlah kencing searah dengan bertiupnya angin\r• Janganlah kencing dijalanan yang biasa dilalui manusia\r• Janganlah kencing ditempat yang biasa dijadikan tempat orang\r• Janganlah kencing dibawah pohon yang sedang berbuah\r• Janganlah kencing dilobang tanah\r• Janganlah kencing ditempat/tanah yang keras\r• Janganlah kencing dengan berdiri\r• Janganlah melihat kemaluan saat membuang kotoran\r• Janganlah melihat kotoran yang ia keluarkan\r• Janganlah mempermainkan tangannya\r• Janganlah menoleh kekanan dan kekiri\r• Janganlah menghadap matahari atau rembulan ataupun searah Baitul Maqdis\r• Janganlah memasuki kamar kecil dengan tanpa alas kaki\r• Janganlah memasuki kamar kecil tanpa penutup kepala\r• Janganlah berbicara\r• Janganlah cebok dengan air yang ada ditempat ia buang kotoran tetapi pindahlah ke tempat lainnya kecuali ditempat yang memang disediakan khusus untuk membuang kotoran maka tidak perlu ia pindah tempat\r• Tuntaskan sedapat mungkin air seni yang hendak ia keluarkan dengan cara yang biasa ia lakukan\r• Saat memasuki kamar kecil bacalah “BISMILLAAHI ALLAAHUMMA INNI A’UUDZUUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAA-ITSI”\r• Saat keluar dari kamar kecil bacalah doa “GHUFROONAK, ALHAMDULILLAAHIL LADZII ADZHABA ‘ANNIL ADZAA WA ‘AAFAANII”\r• Wajib membuat penutup diri agar tidak terlihat oleh pandangan orang lain","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"• Wajib untuk tidak menghadap kiblat atau membelakanginya saat membuang hajat kecuali ia berada ditempat yang memang disediakan khusus untuk membuang kotoran. [ Nihaayah az-Zain I/17-18 ]. Wallaahu A'lamu Bis Showaab\rSumber : www.fb.com/groups/piss.ktb/358520724170742/\r0609. BERISTINJA' DENGAN KERTAS TISSU\rPERTANYAAN :\rPai Jo\rMau tanya, bolehkah istinjak dengan kertas tissu karena ada ustadz yang membolehkan istinjak pakai tissu yang bersangkutan ambil contoh di hotel-hotel.....\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rBeristinja' dengan kertas tissu itu BOLEH dan tidak makruh, keterangan di ambil dari :\rيجوز الإستنجاء بأوراق البياض الخالى عن ذكر الله كما فى الإيعاب\rDiperbolehkan istinja’ dengan menggunakan kertas-kertas putih yang tidak terdapat tulisan asma Allah seperti dalam keterangan kitab al-Ii’aab. [ Bughyat al Musytarsyidin 28 ].\rأما الورق الذي لايصلح للكتابة فإنه يجوز الإستجمار به بدون كراهة\rSedang istinja’ memakai kertas yang tidak pantas untuk ditulisi maka boleh tanpa dimakruhkan. [ Al-Madzahib al-Arba’ah I/ 98 ]. Wallaahu A'lamu Bis showaab.\rMbah Jenggot\rSyarat istinja’ dengan tissu dan sejenisnya hendaklah dilakukan sebelum kotoran kering, dan kotoran itu tidak mengenai tempat lain selain tempat keluarnya. Jika kotorang itu sudah kering atau mengenai tempat selain tempat keluarnya, maka tidak sah lagi istinja’ dengan tissu, tetapi wajib dengan air.\r0407. HUKUM KENCING BERDIRI\rPERTANYAAN :\rTommy Sumardi","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"Ustadz yang dimuliakan Allah.. bade tangled,menawi sampun nate kulo di paringi link mawon... Hukum kencing berdiri niku pripun,temanku blng saru tetapi tidak dosa,orang tua bilang katanya nyembuhin setan lumpuh...sbg tambahan kadg karena saking ribetnya pake celana dah kburu akhrnya berdiri takut keluar di celana,ngapunten menawi pertanyaane mboten sopan...mohon dijabarke mas ustadz sedoyo, Kagem mbah jenggot mugi2 enggal pinaringan kesarasan.aamiin..\rJAWABAN :\r1. Alif Kho Ta-Ro\rSEBAGIAN BESAR AHLI KUBUR DISIKSA SEBAB AIR KENCING.... KURANG LEBIH BEGITU INTI DARI SABDA NABI SAW.. MARILAH KITA SAMA2 BERHATI2 DALAM MENJAGA AIR KENCING KITA, AGAR TIDAK TERKENA BADAN KITA.. MUDAH2N bisa MENCEGAH dari SIKSA KUBUR... AAMIIN.... ^___^\r2. Raden Mas LeyehLeyeh\rKencing dengan berdiri dihukumi makruh, kecuali dalam keadaan darurat\rولا تبل ولا تتغوط قائما فذلك مكروه الا عن أي لاجل ضرورة\rKarena Rasulullah saw pernah kencing sambil berdiri :\rلأن النبي صلى الله عليه وسلم أتى سباطة قوم فبال قائما\rDalam memahami hadits ini, ada 3 wajah (pendapat) dari para ‘ulama:\r1. Rasulullah SAW melakukan itu karena tidak bisa duduk akibat adanya bagian tubuh yang sakit.\rرسول الله صلى الله عليه وسلم فعل ذلك لمرض منعه من القعود\r2. Karena sesungguhnya Rasulullah SAW berobat dengan cara itu untuk mengatasi sakit pada sulbi beliau, sebagaimana kebiasaan orang arab yang mengobatinya dengan cara kencing sambil berdiri.\rأنه استشفى بذلك من وجع الصلب جريا على عادة العرب من أنهم يستشفون بالبول قياما","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"3. Karena tidak memungkinkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk duduk ditempat itu, karena terdapat banyak barang najis.\rوالثالث انه لم يتمكن من القعود في ذلك المكان لكثرة النجاسة\r*Imam Nawawi al-Jawi, dalam kitab beliau مراقى العبودية، ص 13 (Maroqil ‘ubudiyah hal.13). [ disampaikan oleh Gus Ayi Yuniar @ KTB-PISS older version ].\r3. Mbah Jenggot\rDari sudut pandang kesehatan posisi kencing dengan jongkok ternyata sangat banyak faedahnya , pertama posisi jongkok menyebabkan bentuk kandung kemih mendapat tekanan lembut dari otot abdominal perut dan otot paha dan otot – otot sekitar kandung kemih sehingga apabila kita kencing maka air kencing yang dikeluarkan dapat secara maksimal keluar tanpa harus kita mengejan untuk mengeluarkan kencing tersebut.. Tekanan pada kandung kemih otomatis akan menarik tekanan pada saluran kencing juga sehingga saluran kencing dapat secara maksimal membantu ginjal mengeluarkan kencing dengan sempurna . posisi jongkok dapat memnbuang batu ginjal , kuman dan menyehatkan prostat juga karena faktor tekanan tersebut. Wallohu A`lam.\r0438. KENAPA TIDAK DIANJURKAN KENCING DI KAMAR MANDI ?\rPERTANYAAN :\rHasan Akses\rAssalamu'alaikum..... pernah baca hadits \"Janganlah seorang diantara kalian kencing di air tempat mandinya kemudian dia berwudhu di dalamnya,sesungguhnya kebanyakan keraguan berasal darinya\"(HR. Perawi yang lima)..\r1. Apa maksud hadist di atas ???\r2. Bolehkah kita berwudhu di kamar mandi ??? Mohon pencerahan para ustadz n sedherek sedoyo...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumussalaam","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"ب - اجْتِنَابُ الْبَوْل فِي مَكَانِ الاِسْتِحْمَامِ خَشْيَةَ الْوَسْوَاسِ :\r14 - نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ عَلَى كَرَاهَةِ الْبَوْل فِي مَكَانِ الاِسْتِحْمَامِ لِحَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال : قَال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي مُسْتَحَمِّهِ ثُمَّ يَغْتَسِل فِيهِ \" وَفِي رِوَايَةٍ : \" ثُمَّ يَتَوَضَّأُ فِيهِ ، فَإِنَّ عَامَّةَ الْوَسْوَاسِ مِنْهُ (1) . وَإِنَّمَا نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ إِذَا لَمْ يَكُنْ لَهُ مَسْلَكٌ يَذْهَبُ فِيهِ الْبَوْل ، أَوْ كَانَ الْمَكَانُ صُلْبًا فَيُوهَمُ الْمُغْتَسِل أَنَّهُ أَصَابَهُ مِنْهُ شَيْءٌ فَيَحْصُل بِهِ الْوَسْوَاسُ (2)\r(1) حَدِيث : \" لاَ يَبُولُنَّ أَحَدُكُمْ فِي مُسْتَحَمِّهِ . . . \" أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد ( 1 / 29 - ط حِمْصَ ) ، وَأَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيّ ( 1 / 33 - ط الْحَلَبِيّ ) مختصرا بِمَعْنَاهُ وَقَال : هَذَا حَدِيث غَرِيب .\r(2) حَاشِيَة ابْن عَابِدِينَ 1 / 230 ، وَمُغْنِي الْمُحْتَاج 1 / 42 ، وَكَشَّاف الْقِنَاع 1 / 62 ، 63 ، وَمَعَالِم السُّنَنِ 1 / 22 بَيْرُوت الْمَكْتَبَة الْعِلْمِيَّة .\rMENJAUHI KENCING DI KAMAR MANDI KARENA KHAWATIR TERJADI WAS-WAS\rKalangan Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah menghukumi makruh kencing dikamar mandi berdasarkan hadits dari Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :\r“Janganlah salah seorang diantara kamu kencing di tempat mandinya kemudian mandi atau dalam riwayat lain kemudian wudhu di tempat tersebut karena sesungguhnya umumnya ganguan (was-was) itu dari situ” [Hadits riwayat Abu Daud I/29, Tirmidzi I/33]","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"Pelarangan tersebut dengan ketentuan bila dia tidak menemukan jalan lain/tempat lain baginya untuk kencing, atau kamar mandinya berupa dataran keras yang dapat memberikan praduga bagi orang yang mandi akan terkena sesuatu dari percikan kencingnya sehingga menimbulkan rasa was-was baginya. (Hasyiyah ‘Aabidiin I/230, Mughni al-Muhtaaj I/42, Kassyaaf alQinaa’ I/62-63, dan Ma’aalim as-sunan I/22) . Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 43/152-153. Wallaahu A'lamu Bis showaab\r0449. HUKUM KENCING BERDIRI\rChabib Musthofa\rAssalamu'alaikum. Jujur, sampai saat ini saya belum tahu hukum pastinya. Bagaimana hukum kencing dengan berdiri ? Mengapa banyak di masjid-masjid besar yang menggunakan wastafel untuk kencing ?\rJAWABAN :\rAlif Jum'an Azend\rWa'alaikumussalaam. Dalam Musnad Ahmad disebutkan :\rحدّثنا عبدالله حدَّثني أبي حدثنا محمد بن أبي عدي عن شعبة عن سليمان عن إبراهيم عن همام بن الحارث : «أن جريراً بال قائماً ثم توضأ ومسح على الخفين وصلى فسألته على ذلك؟ فذكر عن النبيّ صلى الله عليه وسلّم أنه فعل مثل ذلك».\rShahih Ibnu Hibban :\rأخبرنا محمدُ بنُ عبد الله بن الجنيد بِبُست ، قال: حدثنا قتيبةُ بنُ سعيد ، قال: حدثنا أبو عوانةَ ، عن الأعمش ، عن أبي وائِل ، عن حُذيفة قال : رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ أَتَى سُباطَةَ قَوْمٍ، فَبَالَ قائماً، ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ، فَتَوَضَّأَ وَمَسَحَ على خُفَّيْهِ. قال أبو حاتم: عدمُ السبب في هذا الفعل هو عدمُ الإِمكان، وذاك أن المصطفى،أَتَى السباطة، وهي المَزبلة، فأراد أن يبول، فلم يتهيأ له الإِمكان، لأن المرء إذا قعد يبولُ على شيء مرتفع عنه ربما تفشَّى البولُ، فرجع إليه، فَمِنْ أَجلِ عدمِ إمكانِهِ من القُعود لحاجةٍ بال ، قائماً","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"Intinya Makruh Kencing sambil berdiri jika tak ada 'udzur, meskipun ada hadits yang menceritakan nabi pernah kencing berdiri, namun nabi kencing berdiri karena ada beberapa kemungkinan, misal karena sakit yang tidak memungkinkan beliau kencing sambil duduk, untuk memulihkan sakit tulang nya (meniru tradisi orang arab) atau beliau tidak mungkin duduk karena banyaknya najis di tempat itu... Jadi jika ternyata kencing dengan berdiri lebih aman dari najis, itu lebih baik daripada jongkok/duduk tapi malah terpecik najis...\rHasyiyah Bujairomi 'alal Khotib :","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"[أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا] . وَالسُّبَاطَةُ كَالْكُنَاسَةِ لَفْظًا وَمَعْنَى, وَعِبَارَةُ بَعْضِهِمْ: وَيُكْرَهُ أَنْ يَبُولَ قَائِمًا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ لِمَا رُوِيَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: مَا بُلْت قَائِمًا مُنْذُ أَسْلَمْت, وَلا يُكْرَهُ ذَلِكَ لِلْعُذْرِ لِمَا رَوَى [النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا لِعُذْرٍ] , وَقَدْ رُوِيَ مِنْ وَجْهٍ غَيْرِ قَوِيٍّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: [أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا مِنْ جُرْحٍ كَانَ بِمَأْبَضِهِ] بِهَمْزَةٍ سَاكِنَةٍ وَبَعْدَهَا بَاءٌ مُوَحَّدَةٌ مَفْتُوحَةٌ ثُمَّ ضَادٌ مُعْجَمَةٌ مَكْسُورَةٌ وَهُوَ بَاطِنُ الرُّكْبَةِ. وَفِي الْحَدِيثِ ثَلاثَةٌ أَوْجُهٍ: أَحَدُهَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَهُ لِمَرَضٍ مَنَعَهُ مِنْ الْقُعُودِ. وَالثَّانِي: أَنَّهُ اسْتَشْفَى بِذَلِكَ مِنْ مَرَضٍ وَهُوَ وَجَعُ الصُّلْبِ جَرْيًا عَلَى عَادَةِ الْعَرَبِ كَمَا قَالَهُ الشَّافِعِيُّ, وَالْعَرَبُ تَسْتَشْفِي بِالْبَوْلِ قِيَامًا. وَالثَّالِثُ: أَنَّهُ لَمْ يَتَمَكَّنُ مِنْ الْقُعُودِ فِي ذَلِكَ الْمَكَانِ لِكَثْرَةِ النَّجَاسَةِ, فَكَأَنَّهُ بَالَ قَائِمًا مِنْ عُلُوٍّ إلَى أَسْفَلَ\rMisbachuf Munir:","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"guru kencing berdiri murid kencing berlari ....jaman sekarang kerjo umume pakai celana....jarang yang pakai sarung....klu pakai celana...agak repot posisi kencing jongkok...jadi berdiri...klu di arab sono dulu....kencing di pasir...jadi ..lansung merembes..klu disini...kencing di semenan/lantai....jadi posisi..jongkok kurang disarankan kalau memakai celana...klu hanya pakai kolor saja....mungkin masih enak berdiri....makruh ya..kencing berdiri..hanya...memang sekarang umumnya dilakukan terutama yang selalu pakai celana panjang. Wallaahu a'lam Bishshawab.\r1026. KESUNAHAN DEHEM PADA SAAT KENCING\rPERTANYAAN :\rHari Whank\rKatanya kalau kencing disunnahkan berdehem (ehm,.ehm,.ehm) sebanyak 3 kali,.Benerkah itu?? mohon pencerahannya,.\rJAWABAN :\rZacky Al-Damayyi\rDiantara adab ketika membuang air kecil (pipis) adalah :\rوأن يستبرئ من بوله عند انقطاعه بتنحنح ونتر ذكر\rmenuntaskan pipisnya dengan cara berdehem dan mengurut-urut Dzakar (kemaluannya). (FATHUL WAHHAB juz 1 hal 10).\rوأن يستبرئ من البول بالتنحنح والنتر ثلاثا وإمرار اليد على أسفل القضيب\r\"dan menuntaskan pipisnya dengan cara berdehem 3x dan menjalankan tangan di atas penis (mengurut batang dzakar). [ IHYAAU ULUUMIDDIN \"juz 1 halaman 130 ].\r1042. BAWA BANDUL KALUNG BERLAFADZ ALLAH KE KAMAR MANDI\rPERTANYAAN :\rNiah Dewi Suhartini\rAssalamu'alaikum wr.wb. . Bolehkah bandul kalung yng berlafadz الله d'bawa masuk k'kamar kecil/wc . ?? Mhon pencerahan'y. Syukron..\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rWa'alaikumsalam wr wb. Hukumnya makruh membawanya, dan sunnah dilepas\rروضة الطالبين وعمدة المفتين ج 1 - الصفحة 66 النووي","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"واستصحاب ما عليه ذكر الله تعالى على الخلاء مكروه لا حرام\rMembawa sesuatu yang terdapat asma Allah dikamar kecil hukumnya makruh, tidak haram. [ Raudha at-Thaalibiin I/66 ].\rمغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج ج 1 – الصفحة 40 محمد الخطيب الشربيني\r( ولا يحمل ) في الخلاء ( ذكر الله تعالى ) أي مكتوب ذكر من قرآن أو غيره حتى حمل ما كتب من ذلك في درهم أو نحوه تعظيما له واقتداء به صلى الله عليه وسلم فإنه كان إذا دخل الخلاء نزع خاتمه وكان نقشه ثلاثة أسطر محمد سطر و رسول سطر و الله سطر رواه ابن حبان في صحيحه عن أنس …وحمل ما عليه ذكر الله تعالى على الخلاء مكروه لا حرام ومثل ذلك اسم رسوله وكل اسم معظم كما في الكفاية تبعا للإمام قال المصنف في التنقيح ولعل المراد الأسماء المختصة بالله ونبيه مثلا دون ما لا يختص ك عزيز و كريم و محمد و أحمد إذا لم يكن ما يشعر بأن المراد اه\rDan janganlah membawa sesuatu yang terdapat asma Allah dikamar kecil (artinya sesuatu tertulis asma Allah baik berupa alQuran atau lainnya meskipun ditulisnya pada logam uang dirham atau sejenisnya untuk mengagungkan asma Allah dan mengikuti baginda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, “Adalah Nabi Muhammad saat memasuki kamar kecil selalu mencopot cincinnya yang didalamnya terukir tiga tulisan ‘Muhammad, Rosuul dan Allah”. (HR. Ibn Hibban).\rMembawa yang demikian hukumnya makruh tidak haram, begitu juga membawa sesuatu yang tertulisi asma utusan Allah dan setiap asma-asma yang diagungkan seperti keterangan dalam kitab al-Kifaayah.","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"Pengarang berkata “Yang dimaksud adalah asma-asma yang memang keberadaannya khusus dan tertentu milik Allah dan nabiNya berbeda dengan yang tidak khusus seperti ‘Aziiz, Kariim, Muhammad dan ahmad’ bila memang tujuannya tidak mengarah pada Allah dan nabiNya. [ Mughni al-Muhtaaj I/40 ].\rSUNAH DILEPAS\r- 1 - يستحب أن ينحي عنه ما عليه ذكر الله ولو في حجاب ما لم يكن موضوعا في مادة تمنع نفوذ الرائحة إليه لحديث أنس بن مالك رضي الله عنه قال : \" كان النبي صلى الله عليه و سلم إذا دخل الخلاء نزع خاتمه \" ( الترمذي ج 4 / كتاب اللباس باب 16 / 1746 ) وفي الصحيحين أن نقش خاتمه صلى الله عليه و سلم كان : محمد رسول الله \" ( انظر البخاري ج 5 / كتاب اللباس باب 52 / 5539 )\r[ Fiqh al-Ibaadah as0Syaafi’I I/70 ].\rWallaahu A'lamu Bis Showaab.\r1166. HUKUM BERBICARA DI DALAM WC\rPERTANYAAN :\rZain Ullahms\rAssalamu alaikum wr wb.. Bagaimana hukum (maaf) buang air besar sambil berbicara . dengan teman / melalui hp ?\rJAWABAN :\rAwan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy\rHukumya makruh...... disunnahkan ketika buang air kncing atau air besar untuk tidak bicara.brdasarkan hadis nabi,\"jangnlah keluar 2 orang untuk buang air besar dengan membuka auratnya serta berbicara,sesungguhnya allah murka dengan perbuatan tersebut\". Hadits ini menunjukan kemakruhan brbicara saat buang air kecil ataupun air besar,dan tidak membrikan hukum haram. [ kifayatul akhyar 1/31 ].\rMbah Jenggot II\rPERLU DIPERHATIKAN BAGI ORANG YANG HOBBY BERAKTIVITAS DI DALAM WC","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"[فائدة]: ورد أن البصاق على الخارج من الشخص يورث الوسواس وصفرة الأسنان ويبتلى فاعله بالدم، والسواك حال الخلاء يورث النسيان والعمى، وطول القعود فيه يورث وجع الكبد والبواسير، والامتخاط يورث الصمم والهم، وتحريك الخاتم يأوي إليه الشيطان، والتكلم بلا ضرورة يورث المقت، وقتل القمل يبيت معه الشيطان أربعين ليلة ينسيه ذكر الله\r(Faidah)\r?…Sesungguhnya meludahi kotoran yang dikeluarkan seseorang akan menimbulkan penyakit was-was (ragu-ragu) dan kuningnya gigi dan pelakunya akan mendapatkan cobaan suatu penyakit (darah)\r?…orang yang siwakan (sikat gigi) di wc beresiko menjadi pelupa dan buta (hati)\r?…orang terlalu lama duduk diwc menyebebkan sakit liver dan beser.\r?…sisi (mengeluarkan Ingus dari hidung) didalam wc menyebabkan tuli (pendengaran berkurang) dan kesusahan.\r?…Menggerak-gerakkan cincin didalam wc,menyebabkan didatangi syetan\r?…berbicara didalam Wc selain dhorurot menyebabkan murkanNya Alloh\r?…membunuh kutu didalam wc menyebabkan datangnya syetan tiap malam selama 40 malam yang akan mengganggu orang tersebut agar tak dzkir (lupa) pada Alloh.\r[ Ket : Bughyah Al Mustarsyidiin Hal 26 ].\r1876. HUKUM MEMBAWA AZIMAT BERBUNGKUS KE DALAM WC\rPERTANYAAN :\rJauhar Nur Lathiefah\rAssalaamu'alaykum... Apakah zimat yang sudah dibungkus kain itu boleh dibawa ke wc ? mohon pencerahan...\rJAWABAN :\rDidin Banjarmasin\rWa'alaikumussalaam, boleh...\r(وَلَا يَحْمِلُ) دَاخِلَهُ أَيْ الْوَاصِلُ لِمَحَلِّ قَضَاءِ الْحَاجَةِ (ذِكْرَ اللَّهِ) أَيْ مَكْتُوبَ ذِكْرِهِ كَكُلِّ مُعَظَّمٍ مِنْ قُرْآنٍ وَاسْمِ نَبِيٍّ وَمَلَكٍ مُخْتَصٍّ أَوْ مُشْتَرَكٍ وَقَصَدَ بِهِ الْمُعَظَّمَ أَوْ قَام","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"َتْ قَرِينَةٌ قَوِيَّةٌ عَلَى أَنَّهُ الْمُرَادُ بِهِ, وَيَظْهَرُ أَنَّ الْعِبْرَةَ بِقَصْدِ كَاتِبِهِ لِنَفْسِهِ وَإِلا فَالْمَكْتُوبُ لَهُ نَظِيرُ مَا مَرَّ فَيُكْرَهُ حَمْلُ مَا كُتِبَ فِيهِ شَيْءٌ مِمَّا ذُكِرَ لِلْخَبَرِ الصَّحِيحِ [أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْزِعُ خَاتَمَهُ إذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ] وَكَانَ نَقْشُهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ مُحَمَّدٌ سَطْرٌ وَرَسُولُ سَطْرٌ وَاَللَّهِ سَطْرٌ وَلَمْ يَصِحَّ فِي كَيْفِيَّةِ وَضْعِ ذَلِكَ شَيْءٌ وَلَوْ دَخَلَ بِهِ وَلَوْ عَمْدًا غَيَّبَهُ نَدْبًا بِنَحْوِ ضَمِّ كَفِّهِ عَلَيْهِ, وَيَجِبُ عَلَى مَنْ بِيَسَارِهِ خَاتَمٌ عَلَيْهِ مُعَظَّمٌ نَزْعُهُ عِنْدَ اسْتِنْجَاءٍ يُنَجِّسُهُ وَمَالَ الْأَذْرَعِيُّ وَغَيْرُهُ إلَى الْوَجْهِ الْمُحَرَّمِ لِإِدْخَالِ الْمُصْحَفِ الْخَلَاءَ بِلَا ضَرُورَةٍ, وَهُوَ قَوِيُّ الْمَدْرَكِ\rfokus :\rوَلَوْ دَخَلَ بِهِ وَلَوْ عَمْدًا غَيَّبَهُ نَدْبًا بِنَحْوِ ضَمِّ كَفِّهِ عَلَيْهِ تحفة المحتاج باب أسباب الحدث\rKESIMPULAN :\rJika membawa bacaan zikir ke dalam wc dengan sengaja, sunnat ia bikin bacaannya itu menjadi tidak tampak, dengan seumpama digenggamnya dalam tangannya, kalau sudah dibungkus terlebih dahulu, berarti hukum haram atau makruhnya menjadi hilang....\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/469440029745477/\r2243. Hukum Buang Air Besar Di Sungai\rPERTANYAAN :\r> Aslim Tas'ad Sie Pengajian\rHukum buang air besar di sungai ?\rJAWABAN :\r> Abdur Rahman","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"Untuk masalah buang air di sungai kita harus melihat debit airnya terlebih dahulu. Jika termasuk air yang tidak mengalir, maka dilarang. Adapun untuk air yang mengalir, jika airnya sediki maka tidak boleh dan jika airnya banyak maka boleh hanya saja lebih baik jangan. Refrensi :\rو لا يبول فى ماء راكد) لحديث مسلم فقال واقد عن جابر : انه صلى الله عليه و سلم نهى عن ان يبال فى الماء الراكد. و النهى فيه للكراهة و ان كان قليلا لامكانه طهره بالكثرة. اما الجاري فنقل فى شرح المهذب عن جماعة الكراهة فى القليل منه دون الكثير ثم قال : و ينبغى ان يحرم البول فى القليل مطلقا لان فيه اتلافا عليع و على غيره و اما الكثير فالاولى اجتنابه قوله ولا يبول فى ماء ) و الغائط كالبول و صبهما فيه كذلك\rالقليوبى و عميرة 1/59 دار الكتب العلمية\r> Abdurrahman As-syafi'i\rUntuk sungai yang tidak mengalir menurut Imam Rofi'i baik airnya sediki atau banyak tidak boleh. Terlebih lagi jika air sedikit, maka larangan ini semakin kuat lantaran dapat menyebabkan air menjadi najis. Apalagi jika buang hajatnya dimalam hari, maka juga semakin dilarang karena pada malam hari air dikuasai oleh bangsa jin. Adapun untuk air yang mengalir menurut Imam Nawawi bila air sedikit makruh tetapi jika banyak maka tak apa.\rو البول فى الماء الراكد) تقدير كلام الشيخ و يجتنب البول فى الماء الراكد، و قد عد الرافعى عدم البول فيه من الاداب، و تبعه فى الروضة، و احتج لذلك بقوله صلى الله عليه و سلم \" لا يبولن احدكم فى الماء الدائم \" و فى رواية \" الراكد\"","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"قال الرافعى و هذا المنع يشمل القليل و الكثير لما فيه من الاستقذار، و النهى فى القليل اشد، لما فيه من تنجس الماء و فى الليل اشد، لما قيل ان الماء للجن فى الليل فلا ينبغي ان يبال فيه، و لا يغتسل فيه خوفا من افة تصيبه منهم. هذا كله فى الراكد واما الما الجارى فقال النووى فى الشرح المهذب : قال جماعة ان كان قليلا كره و ان كان كثيرا فلا، و فيه النظر،\rو ينبغي ان يحرم البول فى القليل قطعا لان فيه اتلافا عليه و على غيره. و اما الكثير فالاولى اجتنابه لكن جزم ابن الرفعة بالكرهة فى الماء الكثير الجارى ليلا لاجل الجان و الله اعلم\rكفاية الاخيار 1/30 مكتبة الهدية\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/546693635353449/\r2923. HUKUM BACA LAFADZ BASMALAH SAAT MASUK WC\rPERTANYAAN :\r> Ummi Af-idah\rAssalamu'alaykum... afwan, perkenalkan af.idah member baru mau tanya, bagaimana yang benar saat masuk wc, bacaannya langsung ALLOOHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL KHUBUSI WAL KHOBAIST / baca BASMALAH dahulu, baru ALLOOHUMMA...dst ??? sebelumnya terimakasih atas jawabannya — di Malam Maulid Nabi Muhammad SAW\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam\rبِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ.","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"أما الدليل على البسملة رواه الترمذي وابن ماجه : عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : \" سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلَاءَ أَنْ يَقُولَ \" : بِسْمِ اللَّهِ \" \" . قال ا?مام الْمُنَاوِيُّ رحمه الله : \" \" أَنْ يَقُولَ \" : بِسْمِ اللَّهِ \" \" لِأَنَّ اِسْمَه كَالطَّابَعِ عَلَى بَنِي آدَمَ فَلَا يَسْتَطِيعُ الْجِنُّ فَكَّهُ، قَالَ بَعْضُ أَئِمَّتِنَا الشَّافِعِيَّةِ : وَلَا يَزِيدُ \" الرَّحْمَنَ الرَّحِيمَ ؛\" لِأَنَّ الْمَحَلَّ لَيْسَ مَحَلَّ ذِكْرٍ، وَوُقُوفًا مَعَ ظَاهِرِ هَذَا الْخَبَرِ \" . أ . هـ . \" التيسير بشرح الجامع الصغير) 2/56\r> Umam Zein\r“Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits” adalah bacaan doanya, namun disunahkan membaca bismillah dulu sebelumnya, tanpa tambahan arrahmanirrahim.\r( وَيَسْتَعِيذُ ) بِأَنْ يَقُولَ عِنْدَ دُخُولِهِ الْخَلَاءَ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ لِلِاتِّبَاعِ فِيهِمَا رَوَاهُ الشَّيْخَانِ وَزَادَ الْقَاضِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الرِّجْسِ النَّجِسِ الْخَبِيثِ الْمُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ؛ وَيُنْدَبُ أَنْ يَقُولَ قَبْلَهُ : بِسْمِ اللَّهِ .( قَوْلُهُ : بِسْمِ اللَّهِ ) وَإِنَّمَا لَمْ يُطْلَبْ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ أَيْضًا لِدَنَاءَةِ الْمَحَلِّ الَّذِي لَا يَلِيقُ بِأَسْمَاءِ اللَّهِ وَنَحْوِهَا فَطُلِبَ الِاخْتِصَارُ لَا سِيَّمَا وَقَدْ يَقْتَضِي الْحَالُ الْعَجَلَةَ وَعَدَمَ إمْكَانِ الصَّبْرِ عِنْدَ أَوَّلِ الدُّخُولِ إلَى تَمَامِ مَا يَأْتِي بِهِالكتاب : شرح البهجة الوردية ج1 ص450 & 446","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"[Dan membaca ta’awudz] Dengan mengucapkan saat hendak masuk kakus: ‘Wahai Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari syaitan laki-laki dan setan perempuan’ sesuai tuntunan hadits yang diriwayatkan dari Bukhari-Muslim. Qadhi Husain menambahkan bacaan: ‘Wahai Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari sesuatu yang kotor, najis, tercela, dan membuat tercela, yakni dari syaitan yang terkutuk’. Disunahkan sebelum doa itu untuk membaca ‘bismillah’.[bismillah] Adapun bacaan arrahmanirrahim tidak dianjurkan karena hinanya tempat kakus itu sehingga tidak berpatutan dengan asma-asma Allah, maka lebih utama untuk diringkas. Terlebih lagi mengingat situasinya yang menuntut serba cepat dan tidak sabaran mulai dari awal masuk sampai masa selesainya.Wallahu a’lam.\r> Syaiful Muluk\rDalam kitab minhajut tholibin menggunakan kalimat :\rبسم الله اللهم اني اعوذبك من لبخبث والخبائث\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/716803588342452/\r2972. HUKUM MEROKOK SAAT BAB ( Buang Air Besar )\rPERTANYAAN :\r> Ibnu Ahmad\rApa hukumnya ngerokok pada saat berak, terimakasih ?\rJAWABAN :\r> Toni Imam Tontowi\rHukum BAB sambil merokok : Lihat Kifayatul Ahyar I / 31 Cet Thoha Putera Semarang","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"(ولا يتكلم على البول والغائط) أي ندباً، قال أبو سعيد رضي الله عنه سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (لا يخرج الرجلان يضربان الغائط كاشفي عورتيهما يتحدثان فإن الله تعالى يمقت على ذلك). رواه أبو داود والمقت أشد البغض، والحديث مكروه، ولم يفض إلى التحريم كما في قوله صلى الله عليه وسلم: (أبغض الحلال إلى الله تعالى الطلاق) وفي معنى الكلام رد السلام وتشميت العاطس والتحميد، فلو عطس حمد الله تعالى بقلبه ولا يحرك لسانه، قال المحب الطبري : وينبغي أن لا يأكل ولا يشرب ، وينبغي أن لا ينظر ما يخرج منه، ولا إلى فرجه، ولا إلى السماء، ولا يعبث بيده،\rFokus :\rقال المحب الطبري : وينبغي أن لا يأكل ولا يشرب\rBerkata kanjeng Al-Muhib Ath-Thobari \"Dan sebaiknya tidak makan dan minum ketika buang hajat\" - (ini bisa diartikan sebagai sesuatu yang makruh).\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/04/1418-hukum-merokok.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/612349015454577/\r3418. ETIKA BUANG ANGIN (KENTUT)\rPERTANYAAN :\r> Pecinta Scooterist Rasta\rAda gak dasar hukum atau dalil tentang cara etika buang angin (kentut) ? Syukron\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rBismillahirrohmanirrohiim. Bersin, Sendawa, Menguap, dan Kentut termasuk aktivitas yang hampir setiap hari terjadi pada diri kita atau minimal kita melihat orang lain melakukannya. Termasuk keistimewaan syari’at Islam yang mulia adalah tidak satupun aktivitas seorang manusia melainkan telah ada petunjuk dan aturannya di dalam ajaran islam. Salahsatu adab buang angin adalah tidak melakukannya ketika bersama orang lain,tidak mempermainkan suaranya,tidak mentertawakannya.","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"Dilarang menertawakan Kentut. Di antara adab dalam islam yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak menghina keadaan orang lain, yang dirinya sendiri juga melakukannya. Kentut adalah bagian dari rangkaian metabolisme tubuh manusia. Sehingga semua orang yang normal mengalaminya. Untuk itu, ketika kita mendengar ada orang yang kentut, kita dilarang menertawakannya. Karena kita sendiripun pernah mengalaminya.\rDari sahabat Abdullah bin Zam’ah radhiyallahu ‘anhu, Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan khutbah. Beliau menceritakan tentang kisah onta Nabi Sholeh yang disembelih kaumnya yang membangkang. Beliau menafsirkan firman Allah di surat as-Syams. Kemudian beliau menasehati agar bersikap lembut dengan wanita, dan tidak boleh memukulnya.\rKemudian beliau menasehati sikap sahabat yang tertawa ketika mendengar ada yang kentut.\rلَمَ يَضْحَكُ أَحَدُكُمْ مِمَّا يَفْعَلُ؟\r“Mengapa kalian mentertawakan kentut yang kalian juga biasa mengalaminya.” (HR. Bukhari 4942 dan Muslim 2855).\rMenertawakan Kentut adlah Kebiasaan Jahiliyah sebagaimana dalam Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, Al-Mubarokfuri mengatakan :\rوكانوا في الجاهلية إذا وقع ذلك من أحد منهم في مجلس يضحكون فنهاهم عن ذلك\r“Dulu mereka (para sahabat) di masa jahiliyah, apabila ada salah satu peserta majlis yang kentut, mereka pada tertawa. Kemudian beliau melarang hal itu.” (Tuhfatul Ahwadzi, 9/189).\r- Mirqotul mafatih :","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"وعن عبد الله بن زمعة قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - لا يجلد أحدكم امرأته جلد العبد ثم يجامعها في آخر اليوم . وفي رواية يعمد أحدكم فيجلد امرأته جلد العبد فلعله يضاجعها في آخر يومه ثم وعظهم في ضحكهم من الضرطة فقال : لم يضحك أحدكم مما يفعل ؟ . متفق عليه\r- Tuhfatu Ahwadzi :\rحدثنا هارون بن إسحق الهمداني حدثنا عبدة بن سليمان عن هشام بن عروة عن أبيه عن عبد الله بن زمعة قال سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يوما يذكر الناقة والذي عقرها فقال إذ انبعث أشقاها انبعث لها رجل عارم عزيز منيع في رهطه مثل أبي زمعة ثم سمعته يذكر النساء فقال إلام يعمد أحدكم فيجلد امرأته جلد العبد ولعله أن يضاجعها من آخر يومه قال ثم وعظهم في ضحكهم من الضرطة فقال إلام يضحك أحدكم مما يفعل قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/811830952173048/\r3910. APAKAH WAJIB MEMBASUH LUBANG PENIS ?\rPERTANYAAN :\r> Najih Ibn Abdil Hameed\rMohon jawabannya, maaf kesulitan menterjemah / memahami ibaroh di bawah :\rهل يجب غسل اول الاحليل -اي ما ينفتح بتحريك الحشفة - عند الاستنجاء من البول؟ فلو غسله وهو صائم فهل يفطر صومه؟\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rApakah wajib membasuh lubang penis ? Tidak wajib membasuh lubang penis bagian depan (yang terbuka dengan digerakkan jari jari telunjuk) karena secara hukum adalah bagian bathin, sehingga cukup dibasuh dengan tanpa menggerakkan jari jari. Namun dalam hal puasa dihukumi dzohir, artinya puasa tidak batal kalau ada sesuatu yang masuk pada bagian tersebut. Wallohu a'lam. (ALF). Referensi :\rالطالبين ج2 ص229 )","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"(سئل) عن المكان المنفرج عن مخرج البول المعتاد هل اذا غسله حال استنجائه برأس الانملة المسبحة يفسد صومه وهل حكمه حكم الباطن فلا يجب غسله وهل اذاصب على ذكره ماء من غير لمس يد يكفيه ام لا (فاجاب) بانه لايفسد صومه به وحكمه حكم الباطن فلا يجب غسله ويكفيه صب الماء المذكور.اهـ(هامش فتاوى الكبرى ج1 ص36-37)وكذا وصول بعض الانملة الى المسربة كذا اطلقه القاضى وقيده السبكي بما اذا وصل شيئ منها الى المحل المجوف منها بخلاف اولها المنطبق فانه لا يسمى جوفا والحق به اول الاحليل الذى يظهر عند تحريكه بل اولى (قوله بل اولى ) اي بل اول الاحليل اولى من اول المسربة في عدم الفطر بوصول شيئ اليه .اهـ ( اعانة\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/925649877457821/\rwww.fb.com/notes/930988616923947\r4158. HUKUM MEMAKAI TUTUP KEPALA SAAT BUANG HAJAT\rPERTANYAAN :\rAgan saya mau tanya apa emang boleh gituh kalo buang hajat harus pakai penutup kepala tolong penjelasan nya ya.. [Araya PU BandhooUr].\rJAWABAN :\rBerkata Imam Haramain, al-Ghozali, al-Baghowy dan ulama-ulama lainnya “Disunahkan bagi seseorang untuk tidak memasuki kamar kecil (WC) tanpa penutup kepala, berkata pengikut as-Syafi’i bila tidak menjumpai sesuatu maka letakkan lengan bajunya di atas kepalanya, juga disunahkan untuk tidak memasuki kamar kecil dengan tidak memakai alas kaki (seperti yang dituturkan oleh segolongan ulama di antaranya Abu al-Abbas Bin Suraij dalam kitab al-Aqsaam. “Adalah Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam saat memasuki kamar kecil memakai sepatunya dan menutup kepalanya” (HR Baehaqy). Wallohu a'lam.\r- kitab Al-majmuu’ alaa Syarh al-Muhaddzab II/92 :","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"قال امام الحرمين والغزالي والبغوى وآخرون يستحب أن لايدخل الخلاء مكشوف الرأس قال بعض أصحابنا فان لم يجد شيئا وضع كمه علي رأسه ويستحب أن لايدخل الخلاء حافيا ذكره جماعة منهم أبو العباس بن سريج في كتاب الاقسام وروى البيهقى باسناده حديثا مرسلا أن النبي صلى الله عليه وسلم (كان إذا دخل الخلاء لبس حذاءه وغطى رأسه)\r- kitab al iqna' (1/58) :\rوَلَا يدْخل الْخَلَاء حافيا وَلَا مَكْشُوف الرَّأْس لِلِاتِّبَاعِ\r- kitab i'anatut tolobin (1/133) :\rويسن أن لا يأكل ولا يشرب، وأن يضع رداء، وأن يجلس على مرتفع، وأن لا يبول قائما، وأن لا يستقبل الشمس ولا القمر، وأن لا يدخل الخلاء مكشوف الرأس ولا حافيا، ولا يعبث ولا ينظر إلى الخارج إلا لمصلحة كرؤية الحجر في الاستنجاء هل قلع شيئا أو لا، وإن يكشف ثوبه شيئا فشيئا إلا لعذر، وأن يسدل ثوبه كذلك عند انتصابه.\r- kitab Daqoiq madzhab hanafi :\rفروع الفقه الحنبليشرح منتهى ا?راداتمنصور بن يونس البهوتي\r( و ) يسن لداخل خ?ء ونحوه ( انتعاله وتغطية رأسه ) ; ?نه صلىالله عليه وسلم } كان إذا دخل المرفق لبس حذاءه وغطى رأسهالشريف { رواه ابن سعد عن حبيب بن صالح مرس?\rMUJAWWIB : Ummi Af-idah, Mas Hamzah, Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/946436135379195/\rwww.fb.com/notes/949630785059730\rTERKAIT :\rwww.fb.com/PISS.KTB/posts/663177753735641\r1210. ADAB-ADAB BUANG HAJAT\r4248. BUANG AIR BESAR DAN KECIL DI CLOSET\rPERTANYAAN :\rAssalamu alaikum, mohon jawbn dr para asatidz, apa hukumnya ghoid di kloset..??? bukankah ada unsur larangan di dalamnya??\r1. larangan ghoid atau baul di air yang menggenang tenang\r2. larangan ghoid atau baul di lubang??","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"atau khad planggeran larangan itu pada air yang bisa diambil manfaat / yang masih suci bahkan mensucikan saja ?? terus khad dari lubang itu hanya lubang yang ditempati hewan melata saja?? terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, larangan tersebut jika lubangnya bukan tempat yang disediakan untuk buang hajat, jika lubang tersebut memang disediakan untuk buang hajat misalnya closet maka tidak makruh dan tidak pula haram. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab iqna' (1/57) :\r(و) فِي الثقب وَهُوَ بِضَم الْمُثَلَّثَة المستدير النَّازِل للنَّهْي عَنهُ فِي خبر أبي دَاوُد وَغَيره لما قيل إِنَّه مسكن الْجِنّ وَلِأَنَّهُ قد يكون فِيهِ حَيَوَان ضَعِيف فَيَتَأَذَّى أَو قوي فيؤذيه أَو يُنجسهُ وَمثله السرب وَهُوَ بِفَتْح السِّين وَالرَّاء الشق المستطيلقَالَ فِي الْمَجْمُوع يَنْبَغِي تَحْرِيم ذَلِك للنَّهْي عَنهُ إِلَّا أَن يعد لذَلِك أَي لقَضَاء الْحَاجة فَلَا تَحْرِيم وَلَا كَرَاهَة وَالْمُعْتَمد مَا مر من عدم التَّحْرِيم\r> Ghufron Bkl\rمغني المحتاج :","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"ويكره أيضا قضاء الحاجة بقرب الماء الذي يكره قضاؤها فيه؛ لعموم النهي عن البول في الموارد، وصب البول في الماء كالبول فيه. ' و' لا في ' جحر ' وهو بضم الجيم وسكون الحاء المهملة، الخرق النازل المستدير؛ للنهي عنه في خبر أبي داود وغيره؛ لما يقال أنه مسكن الجن، ولأنه قد يكون فيه حيوان ضعيف فيتأذى، أو قوي فيؤذيه، أو ينجسه. قيل: إن سعد بن عبادة أتى سباطة قوم فبال قائما فخر ميتا، فقالت الجن في ذلك:نحن قتلنا سيد الخز رج سعد بن عبادهورميناه بسهم فلم يخط فؤادهوقيل: إن سبب موته أنه بال في جحر، ومثله السرب، وهو بفتح السين والراء: الشق المستطيل، قال في ' المجموع ': ينبغي تحريم ذلك للنهي عنه، إلا أن يعد لذلك، أي لقضاء الحاجة فلا تحريم ولا كراهة\rحاشية البجيرمي على الخطيب :\rو ) يتجنب ذلك ندبا في ( الظل ) للنهي عن التخلي في ظلهم أي في الصيف ، ومثله موضع اجتماعهم في الشمس في الشتاء ( و ) في الثقب وهو بضم المثلثة المستدير النازل للنهي عنه في خبر أبي داود وغيره لما قيل إنه مسكن الجن ، ولأنه قد يكون فيه حيوان ضعيف فيتأذى أو قوي فيؤذيه أو ينجسه ومثله السرب وهو بفتح السين والراء الشق المستطيل .قال في المجموع : ينبغي تحريم ذلك للنهي عنه إلا أن يعد لذلك أي لقضاء الحاجة فلا تحريم ولا كراهة ، والمعتمد ما مر من عدم التحريم .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/951601534862655/\rwww.fb.com/notes/962013670488108\rWUDHU\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang wudhu.\r2707. Tuntunan Shalat : Bab II Wudhu\rBab II Wudhu","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"Untuk melakukan shalat seseorang juga diharuskan suci dari hadas. Hadas ada dua macam, yaitu hadas kecil dan hadas besar. Yang masuk dalam kategori hadas kecil adalah hal-hal yang dapat membatalkan wudhu (lihat: Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu). Hadas kecil bisa dihilangkan dengan cara berwudhu. Dalil yang menjelaskan tentang kewajiban wudhu sebelum shalat adalah firman Allah:\rيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ? وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ? وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ? مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَاكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ\rArtinya: “Wahai sekalian orang yang beriman, bila kamu berdiri akan melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan sikut, dan usaplah kepalamu, dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (QS al Ma’idah [05]: 6).\rRasulullah saw besabda:\rلاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ\rArtinya: “Allah tidak akan menerima shalatnya orang yang hadas sehingga orang itu mengambil wudhu.” (HR Bukhari)\rSyarat-syarat Wudhu\rSebelum kita berwudhu, ada sembilan syarat yang harus dipenuhi:\r1. Yakin bahwa dirinya hadas. Jika masih ragu, maka wudhunya tidak sah.","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"2. Air yang digunakan harus mutlak[1]\r3. Pada anggota wudhu tidak ada sesuatu yang dapat mengubah sifat air pada saat air dibasuhkan, semisal zat pewarna dan lain sebagainya.\r4. Harus beragama Islam. Wudhu tidak sah dilakukan oleh non muslim.\r5. Pada bagian tubuh yang wajib dibasuh / diusap, tidak ada penghalang yang menyebabkan air tidak sampai pada kulit, semisal lilin, cat dan lain sebagainya. Termasuk penghalang, kotoran mata (Jawa: ketek) dan debu yang menumpuk sehingga dapat menghalangi masuknya air.\rBila ada duri yang tertancap pada bagian yang harus dibasuh, maka harus dicabut apabila sebagian dari duri tersebut tampak dari luar. Sebab ketika duri masuk ke dalam tubuh maka daging yang ditancapi duri itu menjadi anggota tubuh bagian luar yang harus dibasuh.[2] Beda halnya jika tidak tampak, maka tidak wajib dicabut karena termasuk anggota tubuh bagian dalam.\r6. Waktu shalat sudah masuk. Syarat ini berlaku hanya bagi orang yang dâ’imul hadas (selalu hadas) seperti wanita yang istihâdhah atau orang yang menderita penyakit beser.\r7. Tamyîz atau sudah pintar[3]. Oleh karena itu, wudhu tidak sah dilakukan oleh anak kecil dan orang gila.\r8. Mengetahui cara wudhu yang benar.\r9. Tidak ada hal yang mencegah kesahan wudhu, seperti haid dan nifas.\rRukun Wudhu\rRukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam wudhu. Rukun wudhu ada enam:\r1. Niat","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"Niat artinya bermaksud melakukan sesuatu pada saat memulainya. Dalam wudhu, niat dilakukan bersamaan dengan membasuh muka. Isi dari niatnya berupa berniat menghilangkan hadas, atau niat bersuci dari hadas atau niat untuk diperbolehkan mengerjakan shalat. Jika diucapkan, contoh niat wudhu adalah sebagai berikut:\rنَوَيْتُ رَفْعَ الْحَدَثِ\rArtinya: Saya niat menghilangkan hadas.\r2. Membasuh wajah sampai rata [4]\rBatas wajah yang harus dibasuh, dari atas ke bawah, mulai dari tempat tumbuhnya rambut hingga kedua tulang dagu. Sedangkan ke samping adalah antara telinga kanan sampai telinga kiri.\rWajib membasuh semua bagian yang berada di dalam lingkup wajah seperti rambut (bulu) dan lainnya. Mengenai jenggot dan cambang yang tebal masih ada pemilahan:\r1) apabila kulit yang ada di dalamnya tidak bisa dilihat dari jarak seukuran orang berbincang-bincang, maka tidak wajib dibasuh sampai ke dalam kulit, melainkan sunnat;\r2) jika kulit di dalam jenggot bisa dilihat, maka hukumnya wajib membasuh sampai ke kulitnya. Sedangkan lubang hidung dan mata tidak wajib dibasuh karena termasuk anggota bagian dalam.\rMembasuh muka sunnat dilakukan tiga kali. Juga sunnat dimulai dari bagian atas muka. Basuhan dianggap satu jika sudah rata. Oleh karena itu, apabila basuhan pertama masih belum rata, maka basuhan kedua tetap disebut basuhan pertama, sebagai penyempurna.\r3. Membasuh kedua tangan","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"Bagian tangan yang harus dibasuh adalah dari ujung jari-jari sampai dengan siku. Cara membasuhnya dimulai dari ujung jari-jari sampai dengan siku, dengan cara mendahulukan tangan kanan. Masing-masing diulangi tiga kali. Begitu juga wajib membasuh semua bagian yang ada di tangan semisal bulu, jari-jari yang lebih dan lainnya.\rKewajiban membasuh kedua tangan tidak bisa ditinggalkan. Apabila tangannya terputus, maka tetap wajib membasuhnya. Hal ini tentu masih tergantung sampai di mana bagian tangannya yang putus. Bila berada di bawah siku maka wajib membasuh sisa yang putus sampai dengan siku. Bila putus sampai di atas siku, maka tidak wajib membasuh ujung bagian yang putus, tetapi disunnatkan.\r4. Mengusap sebagian kepala\rCaranya: basahi telapak tangan lalu usapkan pada rambut kepala. Rambut yang harus diusap paling sedikit adalah bagian dari sehelai rambut. Sunnat dilakukan sebanyak tiga kali. Dalam mengusap sebagian kepala seseorang boleh memilih rambut yang diinginkan, bisa di depan, belakang, dan pinggir, asalkan masih dalam lingkup kepala. Jadi, bila rambutnya panjang sampai melebihi batas kepala, maka tidak cukup membasuh ujungnya yang berada luar batas kepala.\r5. Membasuh kedua kaki\rKedua kaki dibasuh sampai dengan mata kaki. Sunnat dimulai dari ujung jari-jari kaki kanan dan dilakukan sebanyak tiga kali. Wajib membasuh sesuatu yang ada pada kaki semisal bulu dan kuku.\r6. Tartîb (berurutan)\rMaksudnya adalah mengerjakan rukun-rukun wudhu secara berurutan seperti yang disebutkan di atas.\rSunnat-sunnat Wudhu","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"Untuk mencapai kesempurnaan wudhu, maka di samping melakukan rukun juga seyogyanya mengerjakan sunnat-sunnatnya. Sunnat-sunnat wudhu adalah sebagai berikut:\r1. Membaca Basmalah, dilakukan bersamaan dengan membasuh telapak tangan sebelum wudhu. Karena ikut sunnah Nabi saw. Jika lupa membaca Basmalah di awal wudhu dan ingat di pertengahan wudhu maka tetap disunnatkan membaca Basmalah, dengan lafal demikian:\rبِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَأَخِرَهُ.\rArtinya: Dengan menyebut Nama Allah di permulaan dan akhir wudhu.\rBila ingat setelah wudhu selesai, maka sudah tidak disunnatkan lagi membaca Basmalah.\r2. Melafalkan niat. Ini dilakukan sebelum memulai wudhu\r3. Bersiwak atau sikat gigi. Adapun cara yang disunnatkan dalam bersiwak adalah: 1) dimulai dari mulut bagian kanan; 2) menggosokkan siwak secara rata pada semua gigi bagian kanan (atas-bawah, luar-dalam) sampai mulut bagian tengah, lalu gigi kiri (atas-bawah, luar-dalam) sampai mulut bagian tengah.[5]\r4. Membasuh dua telapak tangan. Dilakukan bersamaan dengan membaca Basmalah. Jika airnya sedikit, makruh membasuh telapak tangan dengan langsung memasukkannya ke dalam air, karena dikhawatirkan tangannya terkena najis tanpa disadari. Apabila airnya banyak, maka bisa langsung dimasukkan. Setelah membasuh telapak tangan, sunnat berkumur (nomor 5).\r5. Berkumur. Cara berkumur yang paling sempurna adalah memutarkan air dalam mulut lalu mengeluarkannya. Setelah berkumur, lalu menghirup air (nomor 6).","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"6. Menghirup air ke dalam hidung (istinsyâq). Cara yang yang lebih sempurna dalam istinsyâq adalah dengan menghirup air hingga sampai ke hidung bagian atas lalu disemprotkan. Berkumur dan istinsyâq sunnat dikumnpulkan dalam tiga cidukan air. Maksudnya: satu ciduk air dibuat untuk berkumur, dan sisanya untuk menghirup air ke dalam hidung dan begitu selanjutnya sampai tiga kali. Dalam berkumur dan istinsyâq juga sunnat dikeraskan (mubâlaghah).\r7. Mengusap semua kepala. Adapun cara yang disunnatkan adalah membasahi kedua telapak tangan dengan air, lalu ujung dua jari telunjuk dipertemukan, sedangkan ibu jari berada di pelipis. Kemudian usapkan jari telunjuk mulai dari kepala bagian depan sampai bagian belakang. Lalu kembalikan lagi ke depan.\r8. Mengusap kedua telinga dan dua lubang telinga. Dilakukan sebanyak tiga kali, dengan cara memasukkan ujung jari telunjuk pada lubang telinga dan diputarkan pada lipatan telinga bagian dalam hingga sampai lubang telinga. Sedangkan ibu jari diputarkan di daun telinga bagian luar. Kemudian lakukan istizhhâr dengan cara menempelkan telapak tangan yang basah ke telinga. Kedua telinga boleh diusap secara bersamaan.\r9. Menyelat-nyelati jari-jari. Caranya, ketika membasuh kedua tangan adalah dengan berpanca (memasukkan jemari tangan kanan ke sela-sela jemari tangan kiri dan sebaliknya). Sedangkan ketika membasuh kaki dengan cara memasukkan jari kelingking tangan kiri ke sela-sela jemari kaki, dimulai dari kelingking kaki kanan sampai kelingking kaki kiri.","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"10. Membasuh/mengusap anggota wudhu tiga kali. Basuhan yang kedua dan ketiga disunnatkan jika pada basuhan yang pertama (yang wajib) sudah sempurna. Apabila yang pertama belum rata maka yang kedua dan seterusnya masih dianggap yang pertama.\r11. Mendahulukan yang kanan dalam membasuh kaki dan tangan. Sedangkan selain kedua kaki dan tangan cukup dengan cara membasuh sekaligus seperti kedua pipi dan telapak tangan.\r12. Menghadap kiblat, karena arah kiblat adalah arah yang paling mulia.\r13. Tidak meminta bantuan orang lain kecuali ada udzur. Meminta bantuan orang lain dalam membasuh atau mengusap dianggap taraffuh (memanjakan diri) dan perbuatan itu tidak pantas bagi orang yang beribadah.\r14. Tidak mengibaskan air yang tersisa pada anggota wudhu. Mengibaskan air sisa wudhu terkesan seperti membebaskan diri dari ibadah.\r15. Tidak menyeka atau menghanduki air yang tersisa di anggota wudhu. Hal itu karena menghilangkan bekas ibadah\r16. Menggosok anggota wudhu yang dibasuh.\r17. Melebihkan basuhan dari batas wajah, tangan dan kaki. Yakni, membasuh tangan sehingga mendekati dua bahu dan membasuh kaki sampai dua betis. Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, disebutkan:","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"وحَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الأَيْلِيُّ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلاَلٍ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ رَأَى أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ حَتَّى كَادَ يَبْلُغُ الْمَنْكِبَيْنِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى رَفَعَ إِلَى السَّاقَيْنِ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ\rArtinya: “Harun bin Said al-Ayli menceritakan padaku, Ibn Wahab menceritakan padaku, Umar bin al-Haris memberitakan padaku yang datangnya dari Said bin Abi Hilal, dari Nuaim bin Abdullah bahwasanya ia melihat Abu Hurairah berwudhu, lalu dia membasuh wajahnya, dan kedua tangannya sampai mendekati dua bahu. Kemudian membasuh kedua kakinya sampai atas hingga betis. Kemudian Abu Hurairah berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya umatku akan datang kelak di hari kiamat dengan keadaan bersinar dari bekas wudhu. Maka, barangsiapa dari kalian bisa memanjangkan pancaran itu maka lakukanlah.’” (HR. Muslim).\r18. Muwâlât. Segera melanjutkan basuhan pada anggota wudhu berikutnya sebelum keringnya air basuhan di anggota wudhu sebelumnya\r19. Berdoa setelah wudhu. Dengan menghadap kiblat pandangan mata ke arah langit serta mengangkat kedua tangan. Adapun doanya sebagai berikut:","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِن عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.\rArtinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang ahli taubat, jadikanlah aku termasuk orang yang ahli bersuci dan jadikanlah aku termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang shalih. Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.\rHal-hal yang Dimakruhkan dalam Wudhu\rHal-hal yang makruh dilakukan dalam wudhu adalah sebagai berikut:\r1. Berlebihan dalam menggunakan air, meskipun ia berwudhu di pinggir laut.\r2. Membasuh/mengusap lebih atau kurang dari tiga kali.\r3. Memakai siwak setelah tergelincirnya matahari (waktu zhuhur) bagi orang yang berpuasa. Kemakruhan ini adalah dari segi puasanya bukan karena wudhunya.\r4. Mubâlaghah atau menggerakkan air dengan keras ketika berkumur atau menghirup air, bagi orang yang puasa, sebab dikhawatirkan airnya masuk ke dalam lubang bagian dalam sehingga dapat membatalkan puasa.\r5. Berwudhu di air yang tidak mengalir bagi orang junub.\r6. Berwudhu di dalam jamban atau WC.[6]\r7. Berbicara ketika berwudhu.[7]\rHal-hal yang dapat membatalkan wudhu","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"1. Keluarnya sesuatu dari lubang kemaluan atau dubur (anus/lubang pantat), baik yang keluar itu berupa barang lumrah semisal kentut dan kencing, atau tidak lumrah. Jadi, meskipun yang keluar itu adalah emas atau batu, maka wudhunya tetap batal. Kecuali bila yang keluar adalah mani (sperma), maka wudhunya tidak batal, sebab keluarnya sperma menyebabkan wajibnya mandi yang statusnya lebih besar dibanding wudhu.\r2. Hilangnya akal, bisa karena gila, pingsan, mabuk, epilepsi, tidur dan lain sebagainya. Kecuali tidur dengan posisi duduk dan pantat menetapi tempat duduk (tidak goyang), maka wudhunya tidak batal meskipun ada orang yang bilang bahwa saat tidur pantatnya tidak menetapi tempat duduk. Pengecualian ini hanya berlaku bagi orang bertubuh sedang; tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk. Namun, apabila ada orang yang dapat dipercaya memberitahu bahwa pada saat ia tidur duduk itu ada sesuatu yang keluar dari duburnya seperti kentut misalnya, maka wudhunya batal .[8]\r3. Menyentuh kemaluan atau dubur manusia dengan telapak tangan bagian dalam. Untuk mengetahui batas telapak tangan bagian dalam, maka pertemukan telapak tangan kanan dan kiri dengan sedikit ditekan. Maka, yang dimaksud telapak tangan di sini adalah bagian telapak tangan yang bertemu, serta telapak jari-jari dan bagian-bagian yang melengkung ke arah keduanya (ruas jari-jari bagian dalam).\rAdapun menyentuh alat kelamin dan anus hewan tidak membatalkan wudhu.","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"4. Persentuhan kulit dengan lain jenis yang bukan mahram dan keduanya sudah ada pada batas usia dewasa. Rambut dan kuku tidak termasuk dalam kategori kulit. Jadi, jika disentuh maka tidak membatalkan wudhu.\rMaksud dari dewasa di sini adalah sudah sampai pada batas usia disyahwati bagi orang yang memiliki watak normal.\rMaksud dari mahram adalah orang-orang yang memiliki:\r1) ikatan nasab seperti adik, kakak, kakek, nenek, kedua orang tua, juga saudara kakek-nenek, dan saudara kedua orang tua; atau\r2) ikatan perkawinan (mushâharah) seperti ayah dan ibu mertua; atau\r3) ikatan radhâ’ (tunggal suson: Jawa),[9] seperti perempuan yang menyusuinya, juga suami dan anak-anak dari perempuan itu.\rLarangan bagi orang yang tidak punya wudhu (hadas kecil)\rHal-hal yang haram dilakukan oleh orang yang tidak punya wudhu adalah:\r1. Mengerjakan shalat. Untuk melakukan shalat seseorang diharuskan suci dari hadas. Oleh karena itu haram mengerjakan shalat bagi orang yang tidak punya wudhu,. Begitu juga haram melakukan ibadah yang searti dengan shalat, seperti sujud tilâwah dan sujud syukur. [10]\r2. Thawaf di Ka’bah. Haram berthawaf di Ka’bah jika tidak memiliki wudhu.\r3. Menyentuh Mushaf dan membawa Mushaf (al-Qur’an). Maksud dari Mushaf di sini adalah lembaran kertas yang bertuliskan kalam Allah. Patokan utama apakah benda yang bertuliskan kalam Allah dikatakan Mushaf atau tidak, penilaiannya tergantung uruf (kebiasaan) masyarakat.","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Boleh membawa Mushaf tanpa berwudhu asalkan dibawa bersama barang lain dengan niatan membawa barang tersebut. Menurut Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfah boleh membawanya meskipun bertujuan membawa kedua-keduanya.\r============\rDari buku : Shalat itu Indah dan Mudah (Buku Tuntunan Shalat)\rDiterbitkan oleh Pustaka SIDOGIRI\rPondok Pesantren Sidogiri. Sidogiri Kraton Pasuruan Jawa Timur\rPO. Box 22 Pasuruan 67101. Telp. 0343 420444 Fax. 0343 428751\r============\rFOOTNOTE\r[1] Lihat, sub judul Macam-macam Air\r[2] Lihat Hawâsyi asy-Syarwâni, juz 1 hlm.187.\r[3] Anak kecil bisa dianggap pintar jika sudah bisa makan, minum dan bercebok sendiri,.\r[4] Perlu dibedakan antara kata-kata membasuh (ghaslu) dan mengusap (mashu). Membasuh berarti harus mengalirkan air pada bagian yang harus dibasuh. Sedangkan mengusap berarti menempelkan tangan yang sudah dibasahi dengan air.\r[5] Lihat Iânat al-Thâlibîn, juz 1 hlm.57.\r[6] Lihat Tanwîr al-Qulûb, hlm 131.\r[7] Ibid.\r[8] Lihat Bughyat al-Musytarsyidîn hlm.25.\r[9] Syarat seorang anak yang disusui oleh selain ibunya sehingga menyebabkan adanya ikatan mahram antara keduanya adalah: 1) Anak yang disusui masih belum berumur dua tahun. 2) Disusui dengan lima kali susuan secara terpisah-pisah. Sehingga, perempuan yang menyusui anak tersebut berikut anak-anak, dan suaminya, menjadi mahram bagi sang anak tersebut.\r[10] Sujud Tilawah adalah sujud sebab membaca atau mendengar bacaan ayat-ayat Sajadah. Sedangkan sujud syukur adalah sujud karena mendapatkan nikmat atau terhindar dari bala’.\r0179. Wudhu Dan Mandi Menggunakan Air Hangat\rPERTANYAAN :","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"Norma Aziz\rAssalaamualaikum, bagaimana nih hukumnya bersuci( mandi besar dan wudlu) menggunakan air hangat ?\rJAWABAN\rMasaji Antoro\rWaalaikumsalam, Kalangan Malikiyyah dan Syafi’iyyah memilih tidak makruhnya memakai air yang dihangatkan memakai nyala api ( direbus ) karena tidak adanya dalil nash yang melarangnya, namun dimakruhkan memakai air yang terlalu dingin dan terlalu hangat.. Imam Mujahid memakruhkannya :\rوعلم من ذلك عدم كراهة ما سخن بالنار ولو بنجاسة مغلظة\rNihaayah almuhtaaj I/71\r________________________________\rوحكي عن مجاهد أنه كره الماء المسخن بالنار\rHilyah al-Ulamaa I/59\r__________________________________\r14 - ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّ الْمَاءَ الْمُسَخَّنَ بِالنَّارِ لاَ يُكْرَهُ اسْتِعْمَالُهُ لِعَدَمِ ثُبُوتِ نَهْيٍ عَنْهُ وَلِذَهَابِ الزُّهُومَةِ لِقُوَّةِ تَأْثِيرِهَا ، وَأَضَافَ الشَّافِعِيَّةُ : وَلَوْ كَانَ التَّسْخِينُ بِنَجَاسَةٍ مُغَلَّظَةٍ وَإِنْ قَال بَعْضُهُمْ فِيهِ وَقْفَةٌ .\ral-Mausuu’ah alFiqhiyyah 39/364\r0084. Urutan Sunnah Dalam Berwudlu\rOleh AghitsNy Robby\ra. Sebelum Membasuh Wajah\r1. Memeriksa anggota wudlunya dari sesuatu yang bisa merubah warna, rasa atau bau air dan dari sesuatu yang bisa mencegah sampainya air ke kulit\r2. Yakin bahwa airnya adalah air mutlak(suci mensucikan)\r3. Menghadap kiblat (jika tak bisa maka niatkan ingin melakukannya)\r4. Duduk (jika tak memungkinkan maka niatkan ingin melakukannya)\r5. Tidak berbicara kecuali perlu selama berwudlu\r6. Bersiwak\r7. Melafadzkan niat sunah wudlu\r8. Tak menggunakan air secara berlebihan (“setiap tetesan akan dipertanggung jawabkan”)","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"9. Niat di hati mengerjakan sunah wudlu lalu membaca ta’awudz, basmalah dan syahadat sambil membasuh 2 telapak tangan\r10. Berkumur dengan sungguh-sungguh (kecuali saat puasa) & menghirup air ke hidung (minimal sampainya air ke mulut atau hidung) bersamaan 3x sambil mengingat dosa-dosa lisannya\r11. Membuang air kumuran ke kirinya\r12. Mengeluarkan air dari hidung dengan tangan kiri 3x sambil mengingat dosa-dosa hidung\r13. Melafadzkan niat fardlu wudlu\r14. Mengambil air dengan ke 2 tangannya\rb. Ketika Membasuh Wajah\r15. Memulai dari wajah bagian atas sambil niat fardlu wudlu lalu mengingat dosa-dosa wajahnya & matanya\r16. Memperhatikan 2 ujung matanya dengan jari telunjuk(jika ada beleknya maka wajib)\r17. Mengusap 2 telinganya (masih dengan air yang sama,bukan air baru)\r18. Melebihkan basuhan dari batasan wajah ((اطالة الغرة\r19. Menyela-nyela jenggot yang tebal dengan air yang baru dari bagian bawah (dg air yang baru)\r20. Membasuh wajah 3x\rc. Ketika Membasuh 2 Tangan\r21. Membasuh tangan dimulai dari 2 jari-jarinya\r22. Menggerak-gerikkan cincinnya (jika air tidak bisa sampai ke kulit kecuali dengan di gerakkan maka wajib menggerakkannya)\r23. Mendahulukan yang kanan dan membasuhnya sampai ketiak(afdlol) atau minimal melewati sikut ((اطالة التحجيل3x sambil mengingat dosa-dosa tangannya\r24. Melakukan hal yang sama pada tangan kiri\r25. Menyela-nyala jari-jarinya\rd. Ketika Mengusap kepala\r26. Mengambil air dengan 2 tangannya","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"27. Meletakan 2 ibu jarinya pada 2 pelipisnnya, menempelkan 2 ujung telunjuknya satu sama lain, lalu memutarnya kebelakang dan mengembalikan lagi ke depan jika rambutnya bisa kembali (jika tak bisa kembali karena rambutnya terlalu panjang/pendek maka tidak dikembalikan kedepan) lalu langsung mengusap telinga 3x(dg air yang sama) sambil mengingat dosa-dosa pikiran dan rambutnya\re. Setelah Mengusap Kepala\r28. Mengusap telinga 3x sambil mengingat dosa-dosa telinganya\r29. Mengusap leher dengan tangan kanan\rf. Ketika Membasuh Kaki\r30. Mendahulukan yang kanan\r31. Mulai dari jari-jari dan menyela-nyelanya dari kelingking sampai ibu jari dengan jari kelingking tangan kiri dari bagian bawah\r32. Membasuhnya sampai lutut (afdlol)atau minimal sampai tengah betis (اطالة التحجيل) 3x sambil mengingat dosa-dosa kakinya\r33. Melakukan hal yang sama pada kaki kiri hanyasaja menyela-nyelanya dari ibu jari sampai kelingking\rg. Setelah Selesai Dari Wudlu\r34. Meminum air sisa wudlunya walaupun sedikit, karena ada hadits yang menyatakan hal ini merupakan obat segala penyakit\r35. Berdo’a setelah wudlu sambil menghadap kiblat, melihat ke atas(langit) dan mengangkat 2 tangannya sampai kira-kira terlihat 2 ketiaknya\r36. Membaca surah al-Qodr 3x\r37. Tidak mengelap air wudlunya\r38. Sholat sunah wudlu atau sholat sunah yang lain sebelum air wudlu yang ada di badannya kering\r4295. CARA NIAT WUDHU\rPERTANYAAN :\r> Alhimni Rusdy\rPertanyaan buat piss ktb : cukupkah bila niat wudlu \"nawaitul wudhu'a fardon lillahi ta'ala\", niat wudhu fardhu karena Allah ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"Niat seperti itu sudah cukup, cara niat wudhu bagi orang yang sehat dari penyakit (tidak dalam kondisi istihadhoh dan beser) adalah dengan salah satu dari 3 niat berikut :\r1. niat menghilangkan hadats, atau niat bersuci dari hadas.\r2. niat agar diperbolehkan sholat atau selain sholat dari ibadah-ibadah yang tidak boleh kecuali dengan bersuci.\r3. niat fardhunya wudhu, atau niat ada' wudhu.\rBahkan jika niat wudhu saja maka wudhunya sah menurut pendapat yang ashoh dalam kitab tahqiq.\rYang nomor 3 sudah masuk sebagai jawaban. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab kihayatul akhyar (1/23) :\rوكيفيتها إِن كَانَ المتوضيء سليما لَا عِلّة بِهِ أَن يَنْوِي أحد ثَلَاثَة أُمُورأَحدهَا رفع الْحَدث أَو الطَّهَارَة عَن الْحَدثالثَّانِي أَن يَنْوِي اسْتِبَاحَة الصَّلَاة أَو غَيرهَا مِمَّا لَا يُبَاح إِلَّا بِالطَّهَارَةِالثَّالِث أَن يَنْوِي فرض الْوضُوء أَو أَدَاء الْوضُوء الي ان قالوَلَو نوى الْوضُوء فَقَط صَحَّ على الْأَصَح فِي التَّحْقِيق وَشرح الْمُهَذّب بِخِلَاف مَا إِذا نوى الْغسْل وَهُوَ جنب فَلَا يَكْفِي\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960857863937022/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969797873043021\r4098. CARA MEMBACA BASMALAH DALAM WUDHU\rPERTANYAAN :\r> Amar Ma'ruf Nahi Munkar II\rAssalamu'alaikum. Bab wudhu, Lebih Pas yang mana antara membaca basmallah dulu lalu Baru membasuh telapak tangan ATAU Membaca basmallah nya berbarengan dengan membasuh telapak tangan ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"Wa'alaikum salam. Termasuk kesunahan wudhu adalah membaca basmallah di awwal wudhu, yang dimaksud awwal wudhu adalah awwal membasuh kedua telapak tangan. Hal ini berdasarkan hadis Nabi shollallohu alaihi wasallam dari Anas dengan sanad jayyid , Anas berkata : sebagian sahabat Nabi shollalohu alaihi wasallam mencari air untuk wudhu tapi tidak menemukannya, kemudian Nabi shollallohu alaihi wasallam berkata : \" Adakah salah seorang diantara kalian mempunyai air ?\". kemudian didatangkan air kepada beliau, kemudian beliau memasukkan tangannya kedalah cawan berisi air kemudian beliau bersabda : \" wudhulah kalian, bismillah \" maksudnya mengucapkan bismillah, kemudian kulihat air keluar dari jari2 Nabi hingga sekitar 70 orang berwudhu\". dan juga berdasarkah hadis :\" wudhulah kalian, bismillah \". (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Huzaimah).\r- Kitab Al Iqna' (1/46) :\rالأولى (التَّسْمِيَة) أول الْوضُوء لخَبر النَّسَائِيّ بِإِسْنَاد جيد عَن أنس قَالَ طلب بعض أَصْحَاب النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وضُوءًا فَلم يَجدوا فَقَالَ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم هَل مَعَ أحد مِنْكُم مَاء فَأتي بِمَاء فَوضع يَده فِي الْإِنَاء الَّذِي فِيهِ المَاء ثمَّ قَالَ توضؤوا بِسم الله أَي قائلين ذَلِك\rفَرَأَيْت المَاء يفور من بَين أَصَابِعه حَتَّى تَوَضَّأ نَحْو سبعين رجلا\rوَلخَبَر توضؤوا بِسم الله رَوَاهُ النَّسَائِيّ وَابْن خُزَيْمَة وَإِنَّمَا لم تجب لآيَة الْوضُوء المبينة لواجباته\rوَأما خبر لَا وضوء لمن لم يسم الله فضعيف","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"وأقلها بِسم الله وأكملها كمالها ثمَّ الْحَمد لله على الْإِسْلَام وَنعمته وَالْحَمْد لله الَّذِي جعل المَاء طهُورا وَزَاد الْغَزالِيّ بعْدهَا {رب أعوذ بك من همزات الشَّيَاطِين وَأَعُوذ بك رب أَن يحْضرُون} وَتسن التَّسْمِيَة لكل أَمر ذِي بَال أَي حَال يهتم بِهِ من عبَادَة وَغَيرهَا كَغسْل وَتيَمّم وَذبح وجماع وتلاوة وَلَو من أثْنَاء سُورَة لَا لصَلَاة وَحج وَذكر وَتكره لمحرم أَو مَكْرُوه\rوَالْمرَاد بِأول الْوضُوء أول غسل الْكَفَّيْنِ فينوي الْوضُوء ويسمي الله تَعَالَى عِنْده بِأَن يقرن النِّيَّة بِالتَّسْمِيَةِ عِنْد أول غسلهمَا ثمَّ يتَلَفَّظ بِالنِّيَّةِ ثمَّ يكمل غسلهمَا لِأَن التَّلَفُّظ بِالنِّيَّة وَالتَّسْمِيَة سنة وَلَا يُمكن أَن يتَلَفَّظ بهما فِي زمن وَاحِد\r- Kitab Syarah Muqoddimah Hadromiyah al-Musamma Busyrol Karim (1/98) :\rثم التسمية) ولو بماء مغصوب أو لنحو جنب بقصد الذكر؛ لخبر: \"توضؤوا باسم الله\" أي: قائلين ذلك، وصرفه عن الوجوب خبر: \"توضأ كما أمرك الله\" أي في آية الوضوء، ولا تسمية فيها، وخبر: \"لا وضوء لمن لم يسم الله\" أي: لا وضوء له كامل كـ\"لا صلاة لجار المسجد إلا في المسجد\".\rوأقلها: باسم الله، وأكملها: بسم الله الرحمن الرحيم، ثم الحمد لله على الإسلام ونعمته، الحمد الله الذي جعل الماء طهوراً، والإسلام نوراً.\rزاد الغزالي: (رب أعوذ بك من همزات الشياطين، وأعوذ بك رب أن يحضرون) ويسن التعوذ قبلها، والشهادتان بعدها، وتكون سنة عين كما هنا، وسنة كفاية، كما في الجماع، فتكفي من أحدهما، فيقول: باسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا، وكما في الأكل، لكن تطلب على كل إناء، وممن جاء أثناء الأكل، وكالأذان والإقامة وابتداء السلام.\rوالسنة أن يأتي بها (مقرونة بالنية) القلبية (مع أول غسل الكفين) فينوي بقلبه، ويبسمل بلسانه مع أول غسل الكفين\rfokus :","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"والسنة أن يأتي بها (مقرونة بالنية) القلبية (مع أول غسل الكفين) فينوي بقلبه، ويبسمل بلسانه مع أول غسل الكفين\rKesunahannya adalah membaca basmallah berbarengan dengan niat di dalam hati bersamaan dengan awalnya membasuh kedua telapak tangan, jadi niat di dalam hati dan membaca basmalllah dengan lisan berbarengan dengan awalnya membasuh kedua telapak tangan. Wallohu A'lam (Rz)\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/940228305999978/\rwww.fb.com/notes/942751479080994\r0093. Aurot Yang Terpotong Masihkah Aurat Dan Membatalkan Wudhu ?\rPERTANYAAN :\rEdy Humaidi\rTanya Pak Ustadz...Aurat yang telah terpisah dari tubuh apa masih dinamakan aurat?...misal: 1.rambut wanita yang rontok. 2. Alat Kelamin korban mutilasi...( apakah menyentuhnya membatalkan wudhu ? ) trimakasih sbelumnya...\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rKalau sekira alat kelamin korban mutilasi tersebut masih layak disebut sebagai alat kelamin masih tetap membatalkan wudhu, Syarh sulam attawfiiq hal. 21 :\rوشمل إطلاقه الذكر المبان لصدق الاسم وأما فرج المرأة المبان فحكمه كذلك إن بقي الاسم وإلا فلا يؤخذ من ذلك أن الذكر لو قطع ودق حتى خرج عن كونه يسمى ذكرا أنه لا ينقض وهو كذلك\rKemutlakan penjabaran Mushannif (pengarang kitab-tentang batalnya menyentuh alat kelamin) mencakup pada dzakar (alat kelamin jantan) yang terputus (juga dihukumi membatalkan wudhu) bila masih layak disebut dzakar, sehingga dapat disimpulkan apabila ada dzakar terputus dan tercacah hingga tidak layak untuk disebut dzakar maka tidak membatalkan wudhu begitu juga dengan farji (alat kelamin wanita). [ Nihaayah alMuhtaaj I/119-120 ].","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"Kalau “wulu kempungnya” masih nempel pada pemiliknya ya aurat kang, tapi kalau sudah dikemas dalam plastik ya lain lagi, kecuali kalau njenengan masih deg-deg serr nglihatnya.\rالقاعدة الثامنة عشرة النادر هل يلحق بجنسه أوبنفسه ؟\rفيه خلات و الترجيح مختالف في الفروع :\rفمنها : مس الذكر المبان فيه و جهان أصحهما أنه ينقض ؟ لأنه يسمى ذكرا\rو منها : لمس العضو المبان من المرأة فيه و جهان أصحهما عدم النقض لأنه لا يسمى امرأة و النقض منوط بلمس المرأة\rو منها : النظر إلى العضو المبان من الأجنبية و فيه و جهان أصحهما : التحريم\rKAIDAH YANG KE 18 : HAL YANG LANGKA APA DI SAMAKAN DENGAN JENIS ASLINYA ?\rDi dalamnya terdapat beberapa pengecualian yang pendapat ulama yang paling di unggulkan pun berbeda-beda dalam berbagai masalah bagian agama diantaranya :\r~ Terdapat dua pendapat dalam masalah memegang dzakar yang terputus pendapat yang paling shahih membatalkan wudhu karena meskipun terputus masih dinamakan dzakar\r~ Terdapat dua pendapat dalam masalah menyentuh anggauta tubuh wanita ajnabiyah (bukan mahram) yang terputus pendapat yang paling shahih tidak membatalkan wudhu karena batasan 'menyentuh' yang membatalkan bila yang di sentuh seorang wanita (sedang anggauta yang terputus bukan dinamakan wanita)\r~ Terdapat dua pendapat dalam masalah melihat anggauta badan wanita ajnabiyah (bukan mahram) yang terputus pendapat yang paling shahih menghukumi haram sedang pendapat tandingannya adalah tidak haram karena tidak mungkin lagi terjadi fitnah. [ Asybah wa annadhooir I/330 ].","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"ثُمَّ يَنْبَغِي أَنَّهُ لَا يَنْتَقِضُ وُضُوءُهُ وَوُضُوءُ غَيْرِهِ بِمَسِّهِ وَإِنْ كَانَ ظَاهِرًا مَكْشُوفًا وَلَمْ تُحِلَّهُ الْحَيَاةُ ؛ لِأَنَّ الْعُضْوَ الْمُبَانَ لَا يَنْتَقِضُ الْوُضُوءُ بِمَسِّهِ إلَّا إذَا كَانَ مِنْ الْفَرْجِ وَأَطْلَقَ عَلَيْهِ اسْمَهُ\r\"Semestinya hukum menyentuh anggauta yang terputus tidak membatalkan wudhu baik yang menyentuh ataupun yang di sentuh meskipun jelas dan terbuka (tanpa penghalang) keculi bila yang di sentuh adalah farji (kelamin wanita) yang terputus dan masih layak disebut farji\". [ Tuhfah alMuhtaaj VI/310 ].\rفرع ما لا يجوز النظر إليه متصلا كالذكر وساعد الحرة وشعر رأسها وشعر عانة الرجل وما أشبهها يحرم النظر إليه بعد الإنفصال على الأصح\rوقيل لا وقال الإمام احتمالا لنفسه إن لم يتميز المبان من المرأة بصورته وشكله عما للرجل كالقلامة والشعر والجلدة لم يحرم وإن تميز حرم\rFAR'UN (cabang bahasan). Menurut pendapat yang lebih shahih perkara yang tidak diperbolehkan melihatnya saat masih gandeng tidak boleh pula melihatnya saat terpisah seperti dzakar, kepala wanita, rambutnya, bulu kemaluan laki-laki dsb. Menurut pendapat lain tidak masalah. Menurut pendapat Imam 'bila anggauta terputus tersebut tidak dapat lagi terbedakan bentuknya antara anggauta pria dan wanita tidak haram bila masih dapat di bedakan haram. [ Roudhotut Thoolibiin VII/26 ].\rوَإِنْ أَبَيْنَ ) أَيْ إنْ عَلِمَ أَنَّهُ مِنْ أَجْنَبِيَّةٍ فَإِنْ جَهِلَ جَازَ سم عَلَى الْمَنْهَجِ","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"Dan haram melihat aurat wanita (meskipun sudah terputus) dalam arti bila masih diketahui anggauta tersebut dari seorang wanita lain (bukan mahram) bila sudah tidak dapat diketahui maka boleh. [ Syarh bahjah XIV/179 ].\rJuga beberapa ibarah lain :\rولا ينقض العضو المبان غير الفرج ولو قطعت المرأة نصفين هل ينقض كل منهما أو لا وجهان والأقرب عدم الانتقاض قال الناشري ولو كان أحد الجزأين أعظم نقض دون غيره انتهى\rIqnaa Li assyarbiiny I/63\rوان كان الملموس عضوامبانا منها ففيه وجهان أحدهما أنه كالمتصل الا ترى ان مس الذكر المقطوع كمس الذكر المتصل على الصحيح واصحهما انه لا ينتقض لان اللمس حدث لظاهر الآية وفهم من جهة المعني اعتبار الوقوع في مظنة الشهوة وان لم يعتبر نفس الشهوة ولمس المبان ليس في مظنة الشهوة ولايقال لمن لمسه لمس امرأة بخلاف من مس الذكر المبان فانه قد مس الذكر وان لمس\rSyarh alkabiir II/31\r( قَوْلُهُ : الْمُتَّصِلَةِ ) خَرَجَ بِهِ الْمُنْفَصِلَةُ فَلَا نَقْضَ بِمَسِّهَا صَرَّحَ بِهِ شَرْحُ بَافَضْلٍ وَالْمُغْنِي عِبَارَةُ الثَّانِي وَمَسُّ بَعْضِ الذَّكَرِ الْمُبَانِ كَمَسِّ كُلِّهِ إلَّا مَا قُطِعَ فِي الْخِتَانِ إذْ لَا يَقَعُ عَلَيْهِ اسْمُ الذَّكَرِ قَالَهُ الْمَاوَرْدِيُّ وَأَمَّا قُبُلُ الْمَرْأَةِ وَالدُّبُرِ فَالْمُتَّجِهُ أَنَّهُ إنْ بَقِيَ اسْمُهُمَا بَعْدَ قَطْعِهِمَا نَقَضَ مَسُّهُمَا وَإِلَّا فَلَا ؛ لِأَنَّ الْحُكْمَ مَنُوطٌ بِالِاسْمِ وَيُؤْخَذُ مِنْ ذَلِكَ أَنَّ الذَّكَرَ لَوْ قُطِعَ وَدُقَّ حَتَّى\rصَارَ لَا يُسَمَّى ذَكَرًا وَلَا بَعْضُهُ أَنَّهُ لَا يَنْقُضُ ، وَهُوَ كَذَلِكَ ا هـ .\rTuhfah alMuhtaaj II/107","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"ثُمَّ يَنْبَغِي أَنَّهُ لَا يَنْتَقِضُ وُضُوءُهُ وَوُضُوءُ غَيْرِهِ بِمَسِّهِ وَإِنْ كَانَ ظَاهِرًا مَكْشُوفًا وَلَمْ تُحِلَّهُ الْحَيَاةُ ؛ لِأَنَّ الْعُضْوَ الْمُبَانَ لَا يَنْتَقِضُ الْوُضُوءُ بِمَسِّهِ إلَّا إذَا كَانَ مِنْ الْفَرْجِ وَأَطْلَقَ عَلَيْهِ اسْمَهُ\rTuhfah alMuhtaaj VI/310\rالْحَاصِلُ : أَنَّ اللَّمْسَ يُفَارِقُ الْمَسَّ فِي أُمُورٍ سِتَّةٍ : أَحَدُهَا : أَنَّ اللَّمْسَ لَا يَخْتَصُّ بِعُضْوٍ بِخِلَافِ الْمَسِّ فَإِنَّهُ يَخْتَصُّ بِبَطْنِ الْكَفِّ .\rثَانِيهَا : أَنَّهُ لَا بُدَّ فِي اللَّمْسِ مِنْ اخْتِلَافِ الْجِنْسِ بِخِلَافِ الْمَسِّ يَحْصُلُ بِمَسِّ فَرْجِ نَفْسِهِ .\rثَالِثُهَا : أَنَّ الْفَرْجَ الْمُبَانَ يَنْقُضُ مَسُّهُ بِخِلَافِ الْعُضْوِ الْمُبَانِ .\rرَابِعُهَا : أَنْ يَنْتَقِضُ وُضُوءُ اللَّامِسِ وَالْمَلْمُوسِ ، بِخِلَافِ الْمَسِّ فَإِنَّهُ إنَّمَا يَنْتَقِضُ وُضُوءُ الْمَاسِّ .\rخَامِسُهَا : أَنَّهُ يَنْتَقِضُ بِمَسِّ فَرْجِ الْمَحْرَمِ وَلَا يَنْتَقِضُ بِلَمْسِهَا .\rسَادِسُهَا : اشْتِرَاطُ الْكِبَرِ فِي اللَّمْسِ دُونَ الْمَسِّ .\rHasyiyah bujairomi ala alkhootib II/213\rوَيَنْقُضُ بَعْضُ الذَّكَرِ الْمُبَانِ كَمَسِّ كُلِّهِ إلَّا مَا قُطِعَ فِي الْخِتَانِ ، إذْ لَا يَقَعُ عَلَيْهِ اسْمُ الذَّكَرِ قَالَهُ الْمَاوَرْدِيُّ ، وَأَمَّا قُبُلُ الْمَرْأَةِ وَالدُّبُرُ ، فَالْمُتَّجَهُ أَنَّهُ إنْ بَقِيَ اسْمُهُمَا بَعْدَ قَطْعِهِمَا نَقَضَ مَسُّهُمَا ، وَإِلَّا فَلَا\rHasyiyah bujairomi ala alkhootib II/228\rالسادسة لمس العضو المبان من المرأة لا ينقض أي إذا كان غير الفرج ومس الذكر المبان ناقض ا هـ أطفيحي\rقوله ( ظاهر الجلد ) تقدم عن الأنوار أن البشرة هنا ما عدا السن والشعر والظفر أي من الظاهر ولو نزع جلده وحشى فواضح عدم النقض به ح ل\rHasyiyah bujairomi I/43","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"( ومتى حرم النظر حرم المس ) يستثنى منه طردا وعكسا فالأول العضو المبان يحرم نظره دون مسه\rHasyiyah ‘amiirih III/213\rA Nafik Halim\rAnggota badan aurot yang terpotong, Termasuk aurot yang haram dilihat.\rوتطلق ( العورة ) شرعا ما يحرم نظره وهو جميع بدن المرأة ولو أمة وإن انفصل كشعرها المبان فان ذلك يحرم نظره على الرجال وجميع بدن الرجل فانه يحرم نظره على النساء ويذكرون هذا في النكاح، وعلى .ما يجب ستره في الصلاة.بشرى الكريم 1/92\rDalam bab Nikah Aurat adalah sesuatu yang haram dilihat. Aurat perempuan adalah semua badan sekalipun terpisah dari tubuhnya seperti rambut wanita yang di potong, maka haram di lihat oleh orang laki-laki, dan Aurat orang laki-laki adalah semua badan, sehingga kalau ada bagian tubuh orang laki-laki terpisah maka haram dilihat oleh wanita. Sedangkan yang dimaksud Aurat dalam shalat adalah sesuatu yang wajib ditutupi. [ Busyral Karim 1/92 ].","part":1,"page":249}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (21)","lvl":1,"sub":0}]}