{"pages":[{"id":1,"text":"50\rF0066. Sahabat Owais al-Qarni\rNamanya Owais, ia dikenal sebagai Owais al-Qarni karena dia tinggal di kota yang disebut \"Qarn\" di Yaman. Sayidina Owais Qarni (Allah senang dengan dia) adalah orang yang sangat saleh dan mulia. Meskipun hidupnya tidak signifikan dari sudut pandang duniawi, ia terkenal dan dihormati di antara semua umat Islam, khususnya sufi, karena kesalehan-Nya, praktek Zuhd (iktiyar), serta cinta yang mendalam dan kasih sayang untuk Rasulullah Kekasih Allah . Dikatakan bahwa dia menghabiskan semua waktu dalam kesendirian, puasa, berjaga malam dan shalat (doa).\rDia telah memeluk Islam pada zaman Nabi Kekasih Allah SAW masih hidup. Dia secara alami memiliki keinginan yang sangat kuat untuk melihat Nabi tetapi karena ibunya sudah sangat tua dan dia membutuhkan perawatan terus-menerus dan perhatian, dia tidak bisa mengunjungi Kekasih Allah. Sebagai hadiah pelayanannya kepada ibunya, ia diperlakukan sebagai Sahabat oleh Nabi SAW meskipun ia tidak bisa melihat dia secara pribadi. Namanya masuk daftar Sahabat hanya karena niat yang kuat untuk melihat dan berjumpa Kekasih Allah.\rSetelah sahabat bertanya kepada Nabi Kekasih: \"Apakah Sayidina Owais Qarni pernah mengunjungi Anda ?? Nabi pun menjawab:?\" Tidak, Dia tidak pernah melihat saya secara fisik, tetapi secara rohani ia bertemu dengan saya \"tasawuf didasarkan pada. spiritual koneksi atau link yang antara Nabi Kekasih Allah & Sayidina Owais Qarni, dalam tasawuf bahwa hubungan rohani yang dikenal sebagai \"Nisbat-e-Owaisnya\".","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"Ketika Sayidina Owais Qarni Rahmatullahi 'alaih menerima khabar tentang Rasulullah SAW, bahwa ia telah kehilangan gigi dalam perang \"Uhud\", Sayidina Owais Qarni mencabut salah satu gigi sendiri (karena cintanya terhadap Rasulullah SAW). Ia lantas berpikir bahwa mencabut satu gigi tidak lah tepat, dia tidak tahu persis berapa gigi Rasulullah hilang, dan karena dia mencintai Rasulullah SAW lebih dari dia mencintai dirinya sendiri, dia mecabut semua giginya untuk memastikan bahwa ia telah kehilangan gigi yang sama seperti Sang Kekasih Nabi Muhammad SAW.","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"Selama hari-hari terakhirnya, Sang Kekasih Nabi (Rasulullah SAW) meminta Sayidina Umar dan Sayidina Ali (Rahmatullaahi 'alaihima) untuk mengambil kemejanya (Jubah Mubarak) untuk Sayidina Owais dan memintanya untuk berdoa untuk pengampunan pengikut beliau ( umat muslim). Alasan ini adalah untuk menunjukkan kedudukan yang sangat tinggi dari Sayidina Owais. Sayidina Umar dan Sayidina Ali bertanya kepada masyarakat tentang suatu daerah yang bernama Qarn. Satu orang datang ke depan dan memberitahu mereka bagaimana menemukan tempat itu. Mereka berangkat ke Qarn. Ketika mereka tiba, mereka meminta orang-orang memberitahukan di mana Owais itu. Penduduk desa memberitahu mereka, namun mereka sangat terkejut ketika ditunjukkan oleh penggembala unta yang tidak diketahui. Ketika Sayidina Umar dan Sayidina Ali Rahmatullaahi 'alaihima sampai padanya, mereka melihat Sayidina Owais melantunkan doa-doanya. Saat ia selesai shalat, ia berkata, \"Ini adalah pertama kalinya ada orang yang melihat aku berdoa. Kedua sahabat ini lalu menyampaikan salam dari baginda Rasul dan menyampaikan pesan dari Rasulullah kepada Owais untuk berdoa untuk pengampunan dari pengikut Muhammad. ini dia. Setelah beberapa saat dia berkata, \"Allah telah mengampuni pengikut Muhammad yang telah gugur sebanyak dari bulu domba dari suku-suku Rabia dan Mazhar. Lantas Mereka bertanya kepada Sayidina Owais, \"Jika kamu sangat mencintai Muhammad, mengapa anda tidak mengunjungi dia lebih sering selama hidupnya?\" Dia tidak menjawab, tapi bertanya apakah mereka (ummat Muhammad ) mengambil bagian rampasan dalam pertempuran Uhud? Dan","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"jika demikian, sebab itulah gigi Muhammad tersesat di situ? Sayidina Umar sangat terkesan oleh orang sederhana ini dan meminta Sayidina Owais untuk berdoa baginya. Sayidina Owais menjawab, \"Aku berdoa untuk pengampunan semua orang pada akhir setiap doa, Jika Anda menjaga iman Anda kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad, Anda akan menerima doa saya dalam kuburan Anda..\".\rSyaikh FARID AL-DIN Attar mengatakan kepada kita tentang beliau : \"selama hidupnya di dunia ini, ia (Oways) bersembunyi dari semua dalam rangka untuk mengabdikan dirinya untuk ibadah dan ketaatan\" 'Attar juga menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah menyatakan pada saat kematiannya yang jubahnya harus diberikan untuk Oways, seorang pria yang belum pernah bertemu dalam kehidupan ini. Ketika 'Umar Radi Allahu anhu mencari Uways selama tinggal di Kufah, ia bertanya tentang orang yang berasal dari Qarn dan mereka pun menjawab \"ada satu orang seperti itu, tapi dia adalah seorang gila, orang bodoh yang karena kegilaannya tidak tinggal di antara nya orang-orang sebangsanya (...) Dia tidak berbaur dengan siapa pun dan tidak makan atau minum apa pun yang lain minum dan makan Dia tidak tahu kesedihan atau sukacita;. ketika orang lain tertawa, dia menangis, dan ketika mereka menangis, dia tertawa \".","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"Banyak juga pengikutnya, Rasulullah SAW menyatakan: \"Saya bisa mencium bau keindahan syurga dari tanah Yaman '\". Pernyataan ini adalah referensi langsung tentang kebesaran spiritual Sayidina Owais. Nabi juga mengatakan: \"Saya merasakan angin sejuk penuh rahmat dari Yaman\". Mengenai hadits Rosuulullaah Shallallaahu alaihi Wasallam beliau berkata, \"Banyak orang akan masuk surga melalui perantaraan seorang laki-laki tertentu dari Komunitas ku yaitu dari orang-orang dalam suku Rabi'ah dan Muhdar,\" AL-HASAN AL- Basri mengatakan: \"Itu Owais al-Qarni.\"\rSayidina Umar Radiyallaahu 'anhu mengutip Nabi yang mengatakan \"Oh Umar Dari Yaman seorang pria. Akan tiba yang namanya Owais dan dia memiliki tanda-tanda kusta di tubuhnya, ia merawat ibunya tua dan lemah.! Jika untuk apa pun, ia mengambil sumpah dalam nama Allah, Allah akan memenuhi sumpahnya Jika Anda dapat meminta darinya doa untuk pengampunan Anda sendiri, maka Anda harus melakukannya.. \"\rSayidina Ibnu-Sa'ied (RadhiAllaahu 'anhu) mengutip bahwa Rasuulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berkata: \"Dalam ummatku (pengikut) ku , aku punya teman yang namanya Owais Al Qarni \".\rUwais al-Qarni mengatakan, \"Jauhkan mengawasi hatimu\", \"'Alaika biqolbik\".\rUwais al-Qarni berkata, \"Tersembunyi doa (al-doa dhahr fi al-ghayb) lebih baik daripada mengunjungi dan pertemuan,\" karena kemunafikan (riya) mungkin masuk dalam dua terakhir.","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"Do'a dari Owais al-Qarni : \"Ya Allah, Engkau telah menciptakan ku ketika aku tidak patut disebutkan; Dan Engkau sediakan untukku ketika aku tak punya apa-apa; aku berdosa , dan aku mengaku bersalah. Jika Engkau memaafkan ku, sungguh sama sekali tidak mengurangi kewibawaanMu; Dan jika Engkau menghukum ku, sungguh sama sekali tidak akan meningkatkan kekuasaan Mu. Jika tiada Engkau ma'afkan, Harus kemana lagi aku tuk bisa meminta maaf, kecuali PadaMu. Sungguh, Engkau yang Maha Pemurah hati bagi orang-orang yang menunjukkan belas kasihan. \"\rMoga bermanfa'at..Salaaman wahtirooman...\rALLAAHUMMA SHOLLI WASALLIM WABAARIK WAKARRIM WA ADDIM WA AN'IM 'ALAA SAYYIDINAA WAHABIIBINAA WASYAFII'INAA WAKARIIMINAA WAMAULAANAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM WA'ALAA AALIHII WASHHAABIHI WA AZWAAJIHII WADZURRIYYATIHI WARHAM 'ALAA SAYYIDINAA ABU 'AMAR OWAIS BIN HARB BIN AL MUROODHI AL QARNI WARDHO 'ANHU..\rTukang cat PISS KTB..\rMuhammad Mujtahid Mutlaq\r2451. ISTRI NABI NUH AS MENINGGAL SAAT BANJIR ?\rPERTANYAAN :\rIbnu Sabil\rAssalamu alaykum. Numpang nanya, apa istri nabi nuh meninggal sebelum atau ketika banjir datang ? Mohon dengan referensinya ya...\rJAWABAN :\rYupiter Jet\rWa'alaikumussalaam, ada yang mengatakan istri nabi Nuh AS itu ikut berlayar di atas bahtera Nabi Nuh, namun pendapat yang dzohir menjelaskan bahwa ia ikut tewas (karena banjir) sebab ia mengikuti agama kaumnya, sehingga ia terkena bencana banjir sebagaimana kaumnya, seperti istri nabi Luth yang terkena bencana sebagaimana kaumnya. Lihat Tafsir ibnu katsir :","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"وقيل: بل امرأةُ نوح كانت معهم في السفينة، وهذا فيه نَظَرٌ، بل الظاهر أنها هلكت؛ لأنها كانت على دين قومها، فأصابها ما أصابهم، كما أصاب امرأة لوط ما أصاب قَومها، والله أعلم وأحكم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/605020742854071/\r2525. DAFTAR MAKAM AWLIYA DI JAKARTA\rOleh : Afifuddin Albatawie\r1. AL-HABIB HUSEIN BIN MUHSIN AL-AYDRUS 2. SYARIFAH SALMA BINTI HUSEIN AL-AYDRUS 3. MBAH PANGERAN SYARIF (DATUK BANJIR) BIN SYEIKH ABDURROHMA N (LUBANG BUAYA) 4. AL-HABIB UMAR BIN MUHAMMAD BIN HASAN BIN HUD AL-ATHOS (Al-Khaero t) 5. AL-HABIB ‘ALI BIN HUSEIN AL-ATHOS (Al-Hawi) 6. AL-HABIB AHMAD BIN ABDULLAH BIN HASAN AL-ATHOS (Al-Khaero t) 7. AL-HABIB ‘IDRUS BIN HUSEIN AL-HAMID AL-KHOIROT (Kramat Al-Khaerot ) 8. PANGERAN JAYAKARTA BIN PANGERAN SUNGRASA WIJAYA KARTA BIN TUBAGUS ANGKE (Klender) 9. PANGERAN LAHUT (Klender)10. PANGERAN SEGIRI BIN SULTAN AGUNG TIRTAYASA (Klender)\r11. PANGERAN SURYA (KLENDER) 12. RATU ROFIAH (KLENDER) 13. SYEIKH KOMPI UBAN (KRAMAT CIPINANG) 14. SYEIKH DATUK GEONG (KRAMAT JATI) 15. SYEIKH DATUK BANJAR (KRAMAT JATI) 16. KYAI QOSIM BIN KYAI TOHIR (PULO) 17. AL-HABIB UMAR (KRAMAT KOMPI MAS SEMPER) 18. AL-HABIB MUHAMMAD SYARIF BIN ALWI BIN HASAN BIN ALI ASSEGAF (KOMPI JENGGOT) 19. SYEIKH KOMPI TIMUR (KRAMAT SUNTER) 20. SYEIKH KOMPI BARAT (KRAMAT SUNTER)","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"21. SYEIKH KOMPI RESO (KRAMAT SUNTER) 22. SYEIKH KOMPI PENGANTIN (KRAMAT YOS SUDARSO) 23. AL-HABIB SYARIF BIN ‘ALI BIN HUSEIN BIN UTSMAN (CUCU SUNAN GUNUNG JATI 19, KRAMAT MENGKOK) SEMPER 24. SAYYID ALI (KRAMAT BATU TIMBUL/TUM BUH SEMPER) 25. PANGERAN PUGER BIN MUHAMMAD BIN SULTAN HASANUDIN (KRAMAT DEWA KEMBAR) 26. AL-HABIB SALIM BIN SYEIKH ABU BAKAR (DEWA KEMBAR) 27. AL-HABIB SAYYID HUSEIN BIN HASAN BIN SYEIKH ABU BAKAR (KRAMAT DEWA KEMBAR) 28. AL-HABIB ‘ALI BIN AHMAD ABDULLOH AL-HABSYI/ MBAH SAYYID ARELI DATO KEMBANG (KRAMAT ANCOL) 29. SYARIFAH ENENG (KRAMAT ANCOL) 30. AL-HABIB HANUN BIN SYEIKH ABU BAKAR (KRAMAT ANCOL)\r31. HABABAH SYARIFAH REGOAN BINTI HANUN BINTI SYEIKH ABU BAKAR (KRAMAT ANCOL) 32. AL-HABIB HASAN BIN MUHAMMAD AL-HADDAD (MBAH PRIUK) 33. AL-HABIB SYARIF MUHSIN BIN ‘ALI BIN ISHAQ BIN YAHYA (KRAMAT CILINCING) 34. AL-HABIB SYEIKH ABDUL HALIM BIN YAHYA (KRAMAT AL-ALAM MARUNDA) 35. AL-HABIB MUHAMMAD BIN UMAR AL-QUDSY (KRAMAT KAMPUNG BANDAN) 36. AL-HABIB ‘ALI BIN ABDURROHMA N BA’ALAWY (KRAMAT KAMPUNG BANDAN) 37. AL-HABIB ABDURROHMA N BIN ALWI ASSATIRI (KRAMAT KAMPUNG BANDAN) 38. SYARIFAH FATIMAH KECIL BINTI HUSEIN AL-AYDRUS (KRAMAT PEKOJAN) 39. AL-HABIB HUSEIN BIN ABU BAKAR AL-AYDRUS (KRAMAT LUAR BATANG) 40. AL-HABIB MUHAMMAD BIN SYEIKH BIN HUSEIN AL-BAHAR (KRAMAT TUNGGAK)","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"41. MU’ALLIM SYAFI’I HADZAMI BIN SHOLEH RO’IDI (KEBAYORAN ) 42. AL-HABIB UTSMAN BIN ABDULLOH BIN AQIL BIN YAHYA BIN AL’ALAWY (PONDOK BAMBU) 43. PANGERAN SYARIF HAMID AL-QODRI BIN AL-HABIB SULTON SYARIF ABDUL ROHMAN AL-QODRY BIN MAULANA SYARIF HUSEIN (KRAMAT ANGKE) 44. SYARIFAH AMINAH BINTI PANGERAN SYARIF HUSEIN AL-HABSYI (KRAMAT ANGKE) 45. AL-HABIB SHOLEH AL-HABSYI (KRAMAT ANGKE) 46. KOMPI NA SYEIKH (KRAMAT ANGKE)47. SYEIKH JA’FAR (KRAMAT ANGKE) 48. SYEIKH LIONG (KRAMAT ANGKE) 49. SYARIFAH MARIAM (KRAMAT ANGKE) 50. PANGERAN TUBAGUS ANJANI (KRAMAT ANGKE)\r51. AL-HABIB SAYYID ABU BAKAR BIN SAYYID ALWI BAHSAN JAMALULLAI L (KRAMAT MANGGA DUA) 52. AL-HABIB ALWI BIN AHMAD JAMALULLAI L (KRAMAT MANGGA DUA) 53. AL-HABIB ABU BAKAR BIN ABDULLOH AL-AYDRUS (KRAMAT WACUNG) 54. SYARIFAH HUDZAIFAH BINTI ABDULLOH AL-AYDRUS (KRAMAT WACUNG) 55. PANGERAN WIJAYA KUSUMA (KRAMAT KEDOYA) 56. PANGERAN PAPAK ADIPATI TANJUNG JAYA (KRAMAT PEDONGKELA N)57. AL-HABIB UMAR BIN HAMID BIN HASAN BIN ABDULLOH BIN AHMAD BIIN HASAN BIN SHOHIBUL ROTIB AL-HADDAD (KRAMAT PESING) 58. AL-HABIB ABBAS BIN ABU BAKAR BIN HUSEIN BIN AHMAD BIN ABDULLOH AL-AYDRUS (KRAMAT RAYA BOKOR) 59. AL-HABIB UTSMAN BIN MUHAMMAD BIN AHMAD BANAHSAN (KRAMAT ABIDIN) 60. AL-HABIB UMAR BIN UTSMAN BIN MUHAMMAD BANAHSAN (KRAMAT ABIDIN)","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"61. SHOHIBUL KAROMAH WAL BAROKAH AL-HABIB ABU BAKAR BIN ALWI BIN ABDULLOH AL-AYDRUS (KRAMAT ABIDIN PONDOK BAMBU) 62. SAYYID HABIB HUSEIN BIN UMAR BIN ‘ALI BIN SYAHAB (KRAMAT PECENONGAN ) 63. AL-HABIB ALI BIN SHOLEH ABDURROHMA N AL-QODRY RADEN ATENG KERTADRIA (KRAMAT JAYAKARTA)64. AL-HABABAH SYARIFAH FATHIMAH (KRAMAT SAWAH BESAR) 65. AL-HABIB HASAN BIN ‘IDRUS AL-BAHAR (KRAMAT SALEMBA) 66. AL-HABIB ABDUL QODIR BIN MUHAMMAD AL-BAHAR (KRAMAT SALEMBA) 67. AL-HABIB UMAR BIN ‘IDRUS AL-BAHAR (KRAMAT SALEMBA) 68. AL-HABIB ‘ALI BIN ABDURROHMA N AL-HABSYI (KWITANG) 69. AL-HABIB MUHAMMAD BIN ‘ALI BIN ABDURROHMAN AL-HABSYI KWITANG) 70. SYARIFAH NI’MAH BINTI ZEIN BIN AHMAD BIN SYAHAB (KWITANG)\r71. AL-HABIB ABDURROHMA N BIN ABDULLOH AL-HABSYI (KRAMAT CIKINI)72. SYARIFAH AL-HABSYI (KRAMAT CIKINI)73. SYEIKH UPU DAENG H.ARIF UDIN (KRAMAT SENEN, WAFAT TAHUN 17)74. AL-HABIB ZEIN BIN MUHAMMAD AL-HADDAD (KRAMAT PRIUK)75. AL-HABIB AHMAD ZEIN AL-HADDAD (KRAMAT PRIUK)76. AL-HABIB ‘ALI BIN ZEIN AL-HADDAD (KRAMAT PRIUK)77. AL-HABIB UMAR BIN JA’FAR AL-HADDAD (PASAR MINGGU)78. AL-HABIB ‘ALI BIN HASAN BIN UMAR AL-HADDAD (PASAR MINGGU)79. AL-HABIB THOHA BIN JA’FAR AL-HADDAD (PASAR MINGGU)80. AL-HABIB ABDURROHMA N BIN HASAN BIN SHAHAB (KALIBATA)","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"81. AL-HABIB ABDULLOH BIN JA’FAR BIN THOHA AL-HADDAD (KALIBATA) 82. AL-HABIB AHMAD BIN ‘ALWI BIN AHMAD BIN HASAN BIN ‘ABDULLOH AL-HADDAD / HABIB KUNCUNG (KALIBATA) 83. AL-HABIB ABDULLOH BIN JA’FAR BIN THOHA AL-HADDAD (KALIBATA) 84. AL-HABIB ABDULLOH BIN HUSEIN ASSAMI AL-ATHOS 85. AL-HABIB THOHA BIN MUHAMMAD BIN ABDULLOH BIN JA’FAR BIN THOHA BIN ABDULLOH BIN THOHA BIN UMAR BIN ALWI AL-HADDAD (KALIBATA) 86. SYEIKH RAHMATULLO H (KEBAYORAN ) 87. DATUK BIRU (KRAMAT RAWA BANGKE) 88. AL-HABIB ZEIN BIN ABDULLOH AL-AYDRUS (AL-HAWI) 89. AL-HABIB SALIM BIN JINDAN (AL-HAWI) 90. WAN SYARIFAH FATHIMAH BINTI ABDULLOH AL’AIDID (KRAMAT PETOGOGAN)\r91. AL-HABIB ‘ALI BIN AHMAD BIN ZEIN AL’AIDID (KRAMAT PULAU PANGGANG, KECAMATAN PULAU SERIBU, JAKARTA / KRAMAT TIMUR) 92. AL-HABIB HUSEIN BIN AQIL BIN AHMAD BIN SOFI ASSEGAF (KRAMAT BARAT PULAU PANGGANG) 93. AL-HABIB MUSTOFA BIN IDRUS BIN HASAN AL-BAHAR (KRAMAT LUBANG BUAYA) 94. SAYYID AHMAD BIN HAMZAH AL-ATHOS (KRAMAT PEKOJAN) 95. AL-HABIB ZEIN BIN MUHAMMAD AL-HADDAD (KRAMAT PRIUK) 96. AL-HABIB AHMAD ZEIN AL-HADDAD (KRAMAT PRIUK) 97. AL-HABIB ‘ALI BIN ZEIN ALHADDAD (KRAMAT PRIUK) 98. AL-HABIB MUHAMMAD BIN ABDUL QODIR AL-HADDAD (KRAMAT PRIUK) 99. AL-HABIB SALIM BIN THOHA JA’FAR AL-HADDAD (PASAR MINGGU) 100. AL-HABIB UMAR BIN JA’FAR AL-HADDAD (PASAR MINGGU)","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"101. AL-HABIB ‘ALI BIN HASAN BIN UMAR AL-HADDAD (PASAR MINGGU) 102. RA KANJENG ADIPATI DALAM NEGERI 1 SOSRODININ GRAT (KRAMAT JAYAKARTA) 103. RA AJENG SULARTI (KRAMAT JAYAKARTA) 104. SYEIKH MANSYUR (KRAMAT LIO-PASAR PAGI) 105. HABIB ALWI BIN HUSEIN AL-HABSYI (KRAMAT PEDAENGAN- CAKUNG) 106. HABIB MUHAMMAD BIN ALWI AL-HABSYI (KRAMAT PEDAENGAN- CAKUNG) 107. PANGERAN USMAN (KRAMAT PEDAENGAN- CAKUNG) 108. AL-HABIB SALIM BIN ABDULLOH AL-QODRY / PANGERAN SALIM (KRAMAT PULO GEBANG)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/589310314425114/\r2571. TARIKH : PEMBUNUH SAYYIDINA 'ALI KARROMALLAHU WAJHAH\rPERTANYAAN :\r> Hendra Alfatih Hidayatulloh\rAssalamu'alaikum.Para sesepuh saya mau brtanya. . . . Siapakah pembunuh sayyidina ali ?? Apa motif nya si pembunuh itu ?? Bagaimana akhlaq atau biografi nya si pembunuh itu ?? silahkan yang tahu jawab 3 pertanyaan itu. .Wasalam. . .\rJAWABAN :\r> Brojol Gemblung\rWa'alaikumussalam. Pembunuh itu bernama 'ABDURRAHMAN IBNU MULJAM. Dia sebagian dari orang yang pandai membaca al-Qur'an dan alim fiqh, dia pernah belajar Qur'an pada Mu'adz bin Jabal. Sehingga Imam Abu Muhammad bin Hazam berkata : Sungguh Ibnu Muljam adalah sosok utama penduduk bumi.\rSilahkan baca sendiri detail sejarahnya :\rالبداية والنهاية - ابن كثير - ج - 7 الصفحة 361 - 362:","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"صفة مقتله رضي الله عنه ذكر ابن جرير وغير واحد من علماء التاريخ والسير وأيام الناس: أن ث?ثة من الخوارج وهم عبد الرحمن بن عمرو المعروف بابن ملجم الحميري ثم الكندي حليف بني حنيفة من كندة المصري وكان أسمر حسن الوجه أبلج شعره مع شحمة أذنيه وفي وجهه أثر السجود. والبرك بن عبد الله التميمي وعمرو بن بكر التميمي أيضا - اجتمعوا فتذاكروا قتل علي إخوانهم من أهل النهروان فترحموا عليهم وقالوا: ماذا نصنع بالبقاء بعدهم؟ كانوا ? يخافون في الله لومة ?ئم، فلو شرينا أنفسنا فأتينا أئمة الض?ل فقتلناهم فأرحنا منهم الب?د وأخذنا منهم ثأر إخواننا؟ فقال ابن ملجم: أما أنا فأكفيكم علي ابن أبي طالب. وقال البرك وأنا أكفيكم معاوية: وقال عمرو بن بكر وأنا أكفيكم عمرو بن العاص.\rفتعاهدوا وتواثقوا أن ? ينكص رجل منهم عن صاحبه حتى يقتله أو يموت دونه فأخذوا أسيافهم فسموها واتعدوا لسبع عشرة من رمضان أن يبيت كل واحد منهم صاحبه في بلده الذي هو فيه فأما ابن ملجم فسار إلى الكوفة فدخلها وكتم أمره حتى عن أصحابه من الخوارج الذين هم بها،","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"فبينما هو جالس في قوم من بني الرباب يتذاكرون قت?هم يوم النهروان إذا أقبلت امرأة منهم يقال لها قطام بنت الشجنة ، قد قتل علي يوم النهروان أباها وأخاها، وكانت فائقة الجمال مشهورة به، وكانت قد انقطعت في المسجد الجامع تتعبد فيه، فلما رآها ابن ملجم سلبت عقله ونسي حاجته التي جاء لها، وخطبها إلى نفسها فاشترطت عليه ث?ثة آ?ف درهم وخادما وقينة. وأن يقتل لها علي بن أبي طالب. قال: فهو لك ووالله ما جاء بي إلى هذه البلدة إ? قتل علي، فتزوجها ودخل بها ثم شرعت تحرضه على ذلك وندبت له رج? من قومها، من تيم الرباب يقال له وردان، ليكون معه ردءا، واستمال عبد الرحمن بن ملجم رج? آخر يقال له شبيب بن نجدة ا?شجعي الحروري قال له ابن ملجم: هل لك في شرف الدنيا وا?خرة؟ فقال: وما ذاك: قال؟ قتل علي، فقال: ثكلتك أمك، لقد جئت شيئا إدا كيف تقدر عليه؟ قال أكمن له في المسجد فإذا خرج لص?ة الغداة شددنا عليه فقتلناه، فإن نجونا شفينا أنفسنا وأدركنا ثأرنا، وإن قتلنا فما عند الله خير من الدنيا. فقال: ويحك لو غير علي كان أهون علي؟ قد عرفت سابقته في ا?س?م وقرابته من رسول الله صلى الله عليه وسلم فما أجدني أنشرح صدرا لقتله. فقال: أما تعلم أنه قتل أهل النهروان؟ فقال: بلى قال: فنقتله بمن قتل من إخواننا. فأجابه إلى ذلك بعد ?ي ودخل شهر رمضان فواعدهم ابن ملجم ليلة الجمعة لسبع عشرة ليلة خلت ، وقال: هذه الليلة التي واعدت أصحابي فيها أن يثأروا بمعاوية وعمرو بن العاص فجاء هؤ?ء الث?ثة - وهم ابن ملجم، ووردان، وشبيب - وهم مشتملون على سيوفهم فجلسوا مقابل السدة التي يخرج منها علي،","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"فلما خرج جعل ينهض الناس من النوم إلى الص?ة، ويقول: الص?ة الص?ة فثار إليه شبيب بالسيف فضربه فوقع في الطاق، فضربه ابن ملجم بالسيف على قرنه فسال دمه على لحيته رضي الله عنه، ولما ضربه ابن ملجم قال: ? حكم إ? لله ليس لك يا علي و? ?صحابك، وجعل يتلو قوله تعالى: ومن الناس من يشرط نفسه ابتغاء مرضات الله والله رؤوف بالعباد. البقرة: 207 ونادى علي: عليكم به، وهرب وردان فأدركه رجل من حضرموت فقتله، وذهب شبيب فنجا بنفسه وفات الناس،\rومسك ابن ملجم وقدم على جعدة بن هبيرة بن أبي وهب فصلى بالناس ص?ة الفجر، وحمل علي إلى منزله، وحمل إليه عبد الرحمن بن ملجم فأوقف بين يديه وهو مكتوف - قبحه الله - فقال له: أي عدو الله ألم أحسن إليك؟ قال: بلى: قال. فما حملك على هذا: قال؟ شحذته أربعين صباحا وسألت الله أن يقتل به شر خلقه، فقال له علي ? أراك إ? مقتو? به، و? أراك إ? من شر خلق الله، ثم قال: إن مت فاقتلوه وإن عشت فأنا أعلم كيف أصنع به، فقال جندب بن عبد الله: يا أمير المؤمنين إن مت نبايع الحسن؟ فقال ? آمركم و? أنهاكم، أنتم أبصر. ولما احتضر علي جعل يكثر من قول ? إله إ? الله، ? يتلفظ بغيرها.\rMasalah motif pembunuhan Sayyidina 'Aly silahkan tanyakan pada sosok wanita cantik yang bernama QATTHAM BINTI AL-SYAJNAH. Pembunuhan itu murni karena wanita, memang benar awalnya hasil konspirasi jama'ah tapi hal itu terlupakan dan Ibnu Muljam berubah fikiran pada saat melihat Qattham binti al-Najsyah. Silahkan lihat keterangannya di al-Bidayah karya Ibnu Katsir itu. Ini saya petikkan dari sejarah panjang di atas :","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"فبينما هو جالس في قوم من بني الرباب يتذاكرون قت?هم يوم النهروان إذا أقبلت امرأة منهم يقال لها قطام بنت الشجنة ، قد قتل علي يوم النهروان أباها وأخاها، وكانت فائقة الجمال مشهورة به، وكانت قد انقطعت في المسجد الجامع تتعبد فيه، فلما رآها ابن ملجم سلبت عقله ونسي حاجته التي جاء لها، وخطبها إلى نفسها فاشترطت عليه ث?ثة آ?ف درهم وخادما وقينة. وأن يقتل لها علي بن أبي طالب. قال: فهو لك ووالله ما جاء بي إلى هذه البلدة إ? قتل علي، فتزوجها ودخل بها\rSilahkan dibaca bagi yang ingin tau pembunuh Sayyidina 'Utsman bin 'Affan :\rالبداية والنهاية - ابن كثير - ج - 7 الصفحة 207 :\rوروى ابن عساكر عن ابن عون أن كنانة بن بشر ضرب جبينه ومقدم رأسه بعمود حديد فخر لجنبيه ،(1) وضربه سودان بن حمران المرادي بعدما خر لجنبه فقتله، وأما عمرو بن الحمق فوثب على عثمان فجلس على صدره، وبه رمق، فطعنه تسع طعنات، وقال: أما ث?ث منهن فلله، وست لما كان في صدري عليه.\r(1) في رواية عبد الرحمن بن الحارث عن ابن عون: خر لجبينه. وفي فتوح ابن ا?عثم: سقط على قفاه.\rPembunuh Sayyidina 'Umar bin Khattab adalah :\rفتح الباري - ابن حجر - ج - 7 الصفحة 50 :\rقوله: قتلني أو أكلني الكلب حين طعنه في رواية جرير فتقدم فما هو ا? ان كبر فطعنه أبو لؤلؤة فقال قتلني الكلب في رواية أبي إسحاق المذكورة فعرض له أبو لؤلؤة غ?م المغيرة بن شعبة فتأخر عمر غير بعيد ثم طعنه ث?ث طعنات فرأيت عمر قائ? بيده هكذا يقول دونكم الكلب فقد قتلني واسم أبي لؤلؤة فيروز كما سيأتي.\r> Dewi Rosita","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"Pembunuhnya adalah abdurrahman bin muljam, motifnya untuk sarat mahar penikahan harus dengan darah sayyidina Aliy, beliau dibunuh pada tanggal 17 ramadhan pada waktu subuh dengan sebilah pedang yang dibuat oleh kaulah dari mesir dengan seribu macam racun pedang tersebut tepat di keningnya.\rSumber referensi dalam kitab rijal haolarrosul.\r> Syafeq Alvin\rProfil pembunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib RA. Pernahkah terbayang bahwa sahabat semulia beliau dan orang yang sangat dekat darahnya dengan Rasulullah n akan dibunuh oleh seorang yang dzahirnya ahli ibadah ?\rAbdurrahman bin Muljam Al-Muradi, bukan orang jalanan yang terkenal peminum khamr, pezina, atau seorang fasik. Bukan! Justru orang akan heran ketika mendengar bahwa Ibnu Muljam adalah seorang ahli ibadah, ahli shalat, shaum, dan penghafal Al-Qur’an.\rAkan tetapi demi Allah l, kecerdasan dan semangat ibadahnya tidak disertai dengan kesucian jiwa. Dia tenggelam dalam fitnah Khawarij.\rKhawarij memiliki sekian sifat sebagaimana Rasulullah n sabdakan, yang seluruhnya ada pada diri Ibnu Muljam. Di antaranya, mereka adalah kaum yang banyak membaca Al-Qur’an tetapi tidak memahami apa yang dibaca. Bahkan memahaminya dengan pemahaman yang menyimpang dari kebenaran, bacaannya hanya sekadar melewati kerongkongan. Di antara sifat Khawarij, mereka biarkan para penyembah berhala dan mengkafirkan serta memerangi ahlul Islam. Cukuplah sebagai bukti hal ini, mereka memerangi para shahabat generasi terbaik dari umat ini.\r> Mbah Godek","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"Wa alaikum salam, pembunuhnya adalah abdurrahman bin muljam pada tanggal 17 romadlon,beliau wafat dihantam pedang di keningnya sehingga menembus otaknyacerita singkatnya yaitu ada 3 laki-lak dari kaum khowarij yang bertugas yaitu abdullah bin muljam,albarok bin abdullah attamimi dan amr bin bakar attamimi,ibnu muljam berkata,aku akan membunuh ali untuk kalian,albarok berkata,,aku akan membunuh muawiyah untuk kalian dan amr bin bakar berkata,aku akan bunuh amr bin ash untuk kalian,,mereka telah sepakat dan saling kompromi dan merahasiakan apa rencana mereka,pada suatu hari ibnu muljam berkunjung disuatu golongan dari bani taimir robab kemudian melihat sosok wanita yang bernama qotthom bin syajnah bin addi bin amir bin auf bin tsa'labah bin saad bin dzahal bin taimir robab, yang mana ayah dan saudaranya telah dibunuh ali,,lalu abdullah bin muljam heran dan suka sama wanita tersebut lalu meminangnya tapi wanita itu berkata,saya tidak akan mau menikah denganmu sehingga kamu bisa mengobati hatiku, lalu abdurrahman bin muljam berkata,jangan kamu minta padaku kecuali aku akan memenuhi permintaanmu (apapun yang kau minta akan aku turuti) lalu qottom menjawab,aku minta 3 ribu dan kematian ali lalu ibnu muljam menjawab,demi Allah kedatanganku ke mesir ini hanya untuk membunuh ali maka aku akan menurutii apa yang kamu pintadan ibnu muljam ketemu dengan syabib bin bajroh al-asyba'i,dan menceritakan apa yang direncanakan dan mengajaknya untuk bergabung dan syabib menyetujuinya..ibnu muljam pada malam itu menginap disitu untuk rencana membunuh ali pada waktu subuhnya dimalam yang","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"ditentukan itu,asy'ats bin qois alkandi bermunajat dimasjidnya sehingga fajar tiba,dan berkata pada ibnu muljam,shubuh telah tertawa,lalu ibnu muljam dan syabib bergegas menghunus pedang mereka dan datang lalu duduk didepan lobang/pintu yang mana ali biasa kluar dari pintu tersebut..pedang ibnu muljam mengenai kening ali sampai rata sehingga menembus otak sedangkan pedang syabib terjatuh di kubah.\rأسد الغابة (2/ 304، بترقيم الشاملة آليا)","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"أنبأنا عبد الوهاب بن هبة الله بن عبد الوهاب إذناً، أخبرنا أبو بكر الأنصاري، أخبرنا أبو محمد الجوهري، أنبأنا أبو عمر بن حيوية، أنبأنا أحمد بن معروف، أنبأنا الحسين بن قهم، أنبأنا محمد بن سعد قال: انتدب ثلاثة نفر من الخوارج: عبد الرحمن بن ملجم المرادي، وهو من حمير، وعداده في بني مراد، وهو حليف بني جبلة من كندة. والبرك بن عبد الله التميمي، وعمرو بن بكر التميمي. فاجتمعوا بمكة. وتعاهدوا وتعاقدوا ليقتلن هؤلاء الثلاث علي بن أبي طالب ومعاوية وعمرو بن العاص ويريحوا العباد منهم. فقال ابن ملجم: أنا لكم بعلي، وقال البرك: أنا لكم بمعاوية، وقال عمرو بن بكر: أنا كافيكم عمرو بن العاص فتعاهدوا على ذلك وتعاقدوا عليه، وتواثقوا أن لا ينكص منهم رجل عن صاحبه الذي سمي له، ويتوجه له حتى يقتله أو يموت دونه. فاتعدوا بينهم ليلة سبع عشرة من رمضان، ثم توجه كل رجل منهم إلى المصر الذي فيه صاحبه، فقدم عبد الرحمن بن ملجم الكوفة، فلقي أصحابه من الخوارج، فكاتمهم ما يريد. وكان يزورهم ويزورونه، فزار يوماً نفراً من بني تيم الرباب، فرأى امرأة منهم يقال لها: قطام بنت شجنة بن عدي بن عامر بن عوف بن ثعلبة بن سعد بن ذهل بن تيم الرباب، وكان علي قتل أباها وأخاها بالنهروان، فأعجبته فخطبها، فقالت: لا أتزوجك حتى تشتفي لي. فقال: لا تسأليني شيئاً إلا أعطيتك. فقالت: ثلاثة آلاف، وقتل علي بن أبي طالب. فقال: والله ما جاء بي إلى هذا المصر إلا قتل علي، وقد أعطيتك ما سألت. ولقي ابن ملجم شبيب بن بجرة الأشجعي. فأعلمه ما يريد، ودعاه إلى أن يكون معه، فأجابه إلى ذلك. وظل ابن ملجم تلك الليلة التي عزم فيها أن يقتل علياً في صبيحتها يناجي الأشعث بن قيس الكندي في مسجده حتى يطلع الفجر، فقال له الأشعث: فضحك الصبح، فقام ابن ملجم، وشبيب بن بجرة، فأخذا أسيافهما، ثم جاءا حتى جلسا مقابل السدة التي يخرج منها علي - قال الحسن بن علي: فأتيته سحيراً،","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"فجلست إليه فقال: إني بت الليلة أوقظ أهلي، فملكتني عيناي وأنا جالس، فسنح لي رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقلت: يا رسول الله، ما لقيت من أمتك من الأود واللدد فقال لي: \" ادع الله عليهم \" . فقلت: اللهم أبدلني بهم خيراً منهم، وأبدلهم بي شراً لهم مني. ودخل ابن التياح المؤذن على ذلك فقال: الصلاة، فقام يمشي ابن التياح بين يديه وأنا خلفه، فلما خرج من الباب نادى: \" أيها الناس، الصلاة الصلاة \" ، كذلك كان يصنع كل يوم يخرج ومعه درته يوقظ الناس فاعترضه الرجلان. فقال بعض من حضر: ذلك بريق السيف، وسمعت قائلاً: \" يقول لله الحكم يا علي لا لك \" ثم رأيت سيفاً ثانياً فضربا جميعاً، فأما سيف ابن ملجم فأصاب جبهته إلى قرنه ووصل إلى دماغه، وأما سيف شبيب فوقع في الطاق، فسمع لي يقول: \" لا يفوتنكم الرجل \" . وشد الناس عليهما من كل جانب، فأما شبيب فأفلت، وأخذ ابن ملجم فأدخل على علي، فقال: أطيبوا طعامه، وألينوا فراشه، فإن أعش فأنا ولي دمي: عفو أو قصاص، وإن مت فألحقوه بي أخاصمه عند رب العالمين. فقالت أم كلثوم بنت علي: يا عدو الله، قتلت أمير المؤمنين! قال: ما قتلت إلا أباك. قالت: والله إني لأرجو أن لا يكون على أمير المؤمنين بأس. قال: فلم تبكين إذاً ثم قال: والله لقد سممته شهراً - يعني سيفه - فإن أخلفني أبعده الله وأسحقه\r> Timur Lenk\rAwal teror dalam islam adalah pembunuhan tersebut oleh kaum khowarij , targetnya 'Ali bin abu tholib , 'amr ibn al-'ash dan mu'awiyah bin abu sufyan.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/594410560581756/\r2660. SIAPAKAH SEJATINYA DZULQORNAIN ITU ?\rPERTANYAAN :\r> Imam-Syafiie As-Shoghirokh\rAssalamu'alaiku m. Mau tanya Nich Dzulkarnain atau Zulkarnain Itu Siapa Ya..? Dan sejarah nya bagaimana..?\rJAWABAN :\r> Mbah Godek\rWa'alaykumus salaam, surat alkahfi ayat 83-84","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا\rMereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: \"Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya.\"\rإِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا\rSesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,\rالتسهيل لعلوم التنزيل لابن جزي (ص: 964)\r{ وَيَسْأَلُونَكَ عَن ذِي القرنين }السائلون اليهود ، أو قريش بإشارة اليهود ، وذو القرنين هو الإسكندر الملك ، وهو يوناني وقيل رومي وكان رجلاً صالحاً ، وقيل كان نبياً ، وقيل كان ملكاً بفتح اللام والصحيح أنه ملك بكسر اللام واختلف لم سمي ذو القرنين فقيل : كان له ضفيرتان من شعرهما قرناه ، فسمي بذلك وقيل : لأنه بلغ المشرق والمغرب وكأنه حاز قرني الدنيا\rMereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnainyang bertanya adalah orang yahudi atau orang quraisy dengan memakai isyaroh yahudidzulqornain adalah raja iskandar dari bangsa yunani,ada yang bilang dari bagsa romawidzulqornain adalah lelaki yang sholih, ada yang bilang beliau adalah Nabi ada yang bilang beliau adalah Malakan dengan menfathah lam (malaikat)tapi yang shohih dgn mengkasroh lam (malik/raja)dan terjadi perbedaan pendapat kenapa bisa dinamakan dzulqornain ada yang mengatakan beliau memakai 2 gelungan dari rambutnya seperti ke tanduk maka dinamakanlah beliau sebagai dzulqornain (mempunyai 2 tanduk)ada yang berpendapat bahwa beliau sudah menjelajah sampai kearah timur maupun barat seolah-olah beliau memperoleh 2 tanduk dunia\r> Laskar Saridin","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"Bismillah, surat alkahfi ayat 83-88 :\rوَيَسْأَلُونَكَ عَن ذِى الْقَرْنَيْنِ قُلْ سَأَتْلُواْ عَلَيْكُم مِّنْهُ ذِكْراً\rMereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: \"Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya.\"\rإِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِى الاٌّ رْضِ وَآتَيْنَاهُ مِن كُلِّ شَىْءٍ سَبَباً\rSesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,\rفَأَتْبَعَ سَبَباً\rmaka diapun menempuh suatu jalan.\rحَتَّى إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِى عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِندَهَا قَوْماً قُلْنَا ياذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّآ أَن تُعَذِّبَ وَإِمَّآ أَن تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْناً\rHingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenamdi dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: \"Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikanterhadap mereka.\rقَالَ أَمَّا مَن ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَاباً نُّكْراً\rBerkata Dzulkarnain: \"Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya\rوَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُ جَزَآءً الْحُسْنَى وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْراً\rAdapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.\"","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"Dzulqornain adalh iskandar yang jadi raja dunia, ada pendapat bahwa dunia ini dimiliki 2 orang mukmin yaitu dzulqornain dan sulaiman dan dimiliki 2 orang kafir yaitu namrud dan yakhtansir yang hidupnya setelah namrud.\rMasalah dzulqornain terjadi perbedaan pendapat ada yang bilang beliau adalah hamba yang sholih yang diberi anugrah Alloh bisa memiki dunia dan memberinya ilmu dan hikmah/bijaksana bahkan bisa menundukkan cahaya dan kegelapan,jika beliau berjalan diwaktu malam maka cahaya menerangi jalan didepannya dan kegelapan mengepungnya dari arah belakangada yang bilang dzulqornain adalah seorang Nabi bahkan ada yang bilang beliau adalah salah 1 dari malaikat\rالكشاف عن حقائق التنزيل وعيون الأقاويل في وجوه التأويل (2/ 693)\rذو القرنين : هو الإسكندر الذي ملك الدنيا . قيل : ملكها مؤمنان : ذو القرنين ، وسليمان . وكافران : نمروذ ، وبختنصر ، وكان بعد نمرود . واختلف فيه فقيل : كان عبداً صالحاً ملكه الله الأرض ، وأعطاه العلم والحكمة ، وألبسه الهيبة وسخر له النور والظلمة ، فإذا سرى يهديه النور من أمامه وتحوطه الظلمة من ورائه . وقيل : نبياً . وقيل : ملكاً من الملائكة\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/582826845073461/\r2758. Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail : Jandanya Para Syuhada\rPERTANYAAN :\r> Zanzanti Yanti Andeslo\rAssalamu'alaikum, siapakah Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail ? dengar2 pernah jadi janda syuhada 4 x mengapa demikian apa alasan nya ? dan siapa kah nama-nama suami syuhada nya itu ?\rJAWABAN :\r> Yu Paijah\rWa'alaikumussalaam...\rعاتكة بنت زيد العدوية القرشية صحابية جليلة","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"هي: عاتكة بنت زيد بن عمرو بن نفيل بن عبد العزى بن رياح بن عبد الله بن رزاح بن عدي بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر بن مالك بن قريش بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن إلياس بن مضر بن نزار بن معد بن عدنان، وهي: أخت سعيد بن زيد.\rأسلمت وهاجرت وكانت من حسان النساء وعبادهن، تزوجها عبد الله بن أبي بكر وقتل عنها في غزوة الطائف مع رسول الله، وتزوجها بعده الخليفة عمر بن الخطاب وقتل عنها، ثم تزوجها الزبير بن العوام وقتل عنها، ثم تزوجها محمد بن أبي بكر وقتل عنها في مصر على يد معاوية بن خديج بن جفنة السكوني، حتى قالت: \"لا أتزوج بعد ذلك إني لأحسبني لو تزوجت جميع أهل الأرض لقتلوا عن آخرهم\". ويقال أن الحسين بن علي بن أبي طالب قد تزوجها بعد الزبير بن العوام وقتل عنها في كربلاء. حتى قيل: \"من أراد الشهادة فليتزوج بعاتكة بنت نفيل\". وخطبها مروان بن الحكم بعد الحسين فقالت: ما كنت متخذة حمى بعد رسول الله.\rماتت في أول خلافة معاوية في 41 هجرية.قال بن كثير: \"توفيت سنة 41هـ في خلافة معاوية: عاتكة بنت زيد ابن عَمْرِو بْنِ نُفَيْلِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى، وَهِيَ أُخْتُ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ أَحَدُ الْعَشَرَةِ، أَسْلَمَتْ وَهَاجَرَتْ وَكَانَتْ مِنْ حِسَانِ النِّسَاءِ وَعُبَّادِهِنَّ، تَزَوَّجَهَا عبيد اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ فَتَتَيَّمَ بِهَا، فَلَمَّا قتل في غزوة الطائف آلت أن لا تزوج بَعْدَهُ، فَبَعَثَ إِلَيْهَا عمر بن الخطاب - وَهُوَ ابْنُ عَمِّهَا - فَتَزَوَّجَهَا، فَلَمَّا قُتِلَ عَنْهَا خَلَفَ بعده عليها الزبير بن العوام، فقتل بِوَادِي السِّبَاعِ، فَبَعَثَ إِلَيْهَا علي بن أبي طالب يخطبها فقالت: إِنِّي أَخْشَى عَلَيْكَ أَنْ تُقْتَلَ، فَأَبَتْ أَنْ تتزوجه ولو تزوجته لقتل عنها أيضاً، فإنها لم تزل حَتَّى مَاتَتْ فِي أَوَّلِ خِلَافَةِ مُعَأوِيَةَ فِي هذه السنة رحمها الله.","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%B9%D8%A7%D8%AA%D9%83%D8%A9_%D8%A8%D9%86%D8%AA_%D8%B2%D9%8A%D8%AF\rAtikah Binti Zaid Bin Amr Bin Nufail ... dst\rMenikah dengan Abdullah bin abu bakar yang syahid dalam perang Thoif bersama rasulullah saw. Kemudian diperistri oleh umar bin khotob, kemudian menikah dengan zubair bin awam, dan kemudian menikah lagi dengan Muhammad bin abu bakar, semuanya mati terbunuh. Sehingga dia berujar : saya tidak akan menikah lagi, jika saja semua penduduk bumi menikahiku, mereka semua juga akan terbunuh\rDikatakan pula bahwa Husain bin ali sempat menikahinya setelah zubair bin awam, dan beliau juga mati terbunuh di padang Karbala. Hingga dikatakan : Barang siapa menginginkan mati syahid maka menikahlah dengan atikah. Seorang bernama Marwan bin al-hakim sempat meminang atikah setelah husain bin ali, namun atikah menolak dengan ucapan : saya tidak ingin memiliki mertua lagi setelah rasulullah SAW.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/623676350988510/\r2765. NAMA ASLI NABI KHIDIR\rPERTANYAAN :\r> Harar Ruddin\rAssamualaikum mau Nanya siapakan yang dimaksud dengan Nabi khidir dan siapa nama asli Nabi Hidir matorsuwun assalamualaikum......\rJAWABAN :\r> Kang As'ad\rWa'alaikumussalam, salah satu Nabi Allah....guru Nabiyullah musa, dan dalam satu riwayat, nama beliau adalah Balya bin Malkan\r> Sunde Pati","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"[ Faidah ] Alkhodlir adalah Nabi yang hidup sampai akhir zaman menurut pendapatnya beberapa golongan ulama'namanya adalah barron bin malkan bin qoli' bin arfakhsyadz bin salim bin Nuh dikatakan juga bahwa Nabi ilyas juga hidup sebagaimana Nabi khodlir, beliau (Nabi ilyas) tinggal di khurosan dekat penjara ya'juj ma'juj\rحاشيتا قليوبي وعميرة (1/ 401)\r(فَائِدَةٌ)الْخَضِرِ نَبِيٌّ حَيٌّ إلَى آخِرِ الدَّهْرِ عِنْدَ جَمَاهِيرِ الْعُلَمَاءِ، وَاسْمُهُ بَرَّانُ بْنُ مَلْكَانِ بْنِ قَالِعِ بْنِ ارْفَخْشَذَ بْنِ سَامِ بْنِ نُوحٍ، وَقِيلَ إلْيَاسُ حَيٌّ أَيْضًا وَاقِفٌ بِخُرَاسَانَ عِنْدَ سَدِّ يَأْجُوجَ\r> Yu Paijah\rLihat Tafsir Khozin :\rلباب التأويل في معاني التنزيل المشهور بـ «تفسير الخازن»\r{فوجدوا عبد اً من عبادنا} قيل كان ملكاً من الملائكة والصحيح الذي ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم وجاء في التواريخ أنه الخضر واسمه بليا بن ملكان وكنيته أبو العباس، قيل كان من بني إسرائيل وقيل كان من أبناء الملوك الذين تزهدوا وتركوا الدنيا والخضر لقبله، سمي به لأنه جلس على فروة بيضاء فاخضرت.\r- Nama beliau = BALYA bin MALKAN\r- Kunniyah-nya = ABUL ABBAS\r- Laqob-nya = KHIDLIR\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/645557625467049/\r3381. NABIYALLAH UZAIR 'ALAIHIS SALAM\rPERTANYAAN :\r> Moshi Moshi\rAssalamu'alaykum... Siapakah Nabi Uzair ? Mohon linknya yang tahu kisahnya, Makasih.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dalam Surat Al Baqarah Ayat 259 :","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَاذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ? فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ? قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ? قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ? قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ? وَانظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ ? وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ? فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (259)\rArtinya : Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: \"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?\" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: \"Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?\" Ia menjawab: \"Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.\" Allah berfirman: \"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.\" Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: \"Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.\"\rSebagian kisahnya :\rhttp://constantine23.wordpress.com/.../kisah-nabi-uzair-a-s/","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"- Tafsir Ibnu Katsir :\rBerhubungan dengan ayat sebelumnya 258, maka ayat 259, menurut Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib , ia berkata : \"Ia adalah Uzair\". Pendapat ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Abbas, al-Hasan, Qatadah, as-Suddi, dan Sulaiman bin Buraidah. Pendapat inilah yang mahsyur. Dan negeri yang dimaksud adalah BAITUL MAQDIS.\rIa melintasi negeri itu setelah dihancurkan dan dibunuh penduduknya oleh Raja Bukhtanashar\rوَهِيَ خَاوِيَةٌ \"Yang temboknya roboh menutupi atapnya\", maksudnya tidak ada seorang pun di sana.\rSedangkan firman Allah Ta'ala عَلَى عُرُوشِهَا \"Yang temboknya telah roboh menutupi atapnya artinya bangunan itu sudah runtuh dan temboknya telah roboh ke lantainya. Maka orang itu berdiri seraya berfikir tentang kejadian yang menimpa negeri itu beserta penduduknya, padahal sebelumnya negeri itu dipenuhi oleh bangunan-bangunan yang megah.\rIa pun berkata :\rأَنَّىَ يُحْيِي هََذِهِ اللّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا\r\"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?\" , perkataan itu ia ucapkan setelah menyaksikan kerusakan dan kehancuran perkataan yang sangat parah serta tidak mungkin bisa kembali ramai seperti sediakala.\rMaka Allah Ta'ala berfirman :\rفَأَمَاتَهُ اللّهُ مِئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ\rMaka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.\", Allah berfirman \"Aku membangun kembali negeri itu setelah 70 tahun berlalu dari kematiannya, penduduknya berkumpul kembali dan Bani Israel telah kembali ke negeri tersebut. , ketika Allah membangkitkannya dari kematian.","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"Yang pertama kali dihidupkan Allah adalah kedua matanya, sehingga ia dapat melihat ciptaan Allah, bagaimana Dia menghidupkan kembali badannya, maka setelah ia hidup sempurna, Allah melalui Malaikat Nya bertanya :\rكَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ\r\"Berapa lama kamu tinggal disini ? \"Ia menjawab: \"Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.\" , yang demikian itu disebabkan kematiannya terjadi pada permulaan siang hari, kemudian ALlah Ta'ala membangkitkannya setelah seratus tahun pada akhir siang hari. Ketika ia melihat matahari masih bersinar, ia menyangka itu adalah matahari yang sama pada hari kematiannya., sehingga ia mengatakan \"atau setengah hari\".\rقَالَ بَل لَّبِثْتَ مِئَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ\rAllah berfirman: \"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah\rوَانظُرْ إِلَى حِمَارِكَ\rdan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); , maksudnya bagaimana Allah Ta'ala menghidupkan sedang engkau memperhatikan.\rوَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ\r\"Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Maksudnya adalah sebagai dalil yang menunjukkan adanya hari akhir.\rوَانظُرْ إِلَى العِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali\", artinya Allah mengangkat nya lalu menyusunnya satu persatu dengan yang lainnya. Dalam kitabnya al-Mustadrak , al Hakim meriwayatkan dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit , dari ayahnya bahwa Rasulullah Muhammad salallahu' alaihiwassalam pernah membaca ayat كَيْفَ نُنشِزُهَا membacanya dengan huruf \"dza\" kemudian ia mengatakan \"Hadits tersebut berisnad shahih\", akan tetapi tidak diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.\rثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْماً\rkemudian Kami membalutnya dengan daging.\" As-suddi dan ulama lainnya mengatakan'bahwa tulang belulang keledai orang itu berserakan di sekitarnya , baik di sebelah kanan maupun di sebelah kirinya. Kemudian ia memperhatikan tulang-tulang itu yang tampak jelas karena putihnya. Selanjutnya Allah Ta'ala mengirimkan angin untuk mengumpulkan kembali tulang dari segala tempat. Lalu Allah menyusunnya setiap tulang menjadi seekor keledai yang berdiri dengan tulang tanpa daging. Selanjutnya ALlah Ta'ala membungkusnya dengan daging, urat, pembuluh darah dan kulit. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh melalui kedua lubang hidung kedelai. Dan dengan izin Allah Azza Wajjala keledai itu bersuara. Semua peristiwa itu disaksikan oleh Uzair.\rقَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ\rIa berkata \"AKu yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu\"artinya aku benar-benar mengetahui hal itu, aku telah menyaksikannya dengan kedua mataku. Dan aku adalah orang yang mengetahui hal itu daripada orang - orang lain se-zamanku. Wallahu'alam bishawab","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"( أو كالذي مر على قرية وهي خاوية على عروشها قال أنى يحيي هذه الله بعد موتها فأماته الله مائة عام ثم بعثه قال كم لبثت قال لبثت يوما أو بعض يوم قال بل لبثت مائة عام فانظر إلى طعامك وشرابك لم يتسنه وانظر إلى حمارك ولنجعلك آية للناس وانظر إلى العظام كيف ننشزها ثم نكسوها لحما فلما تبين له قال أعلم أن الله على كل شيء قدير ( 259 ) )\rتقدم قوله تعالى : ( ألم تر إلى الذي حاج إبراهيم في ربه [ أن آتاه الله الملك ] ) وهو في قوة قوله : هل رأيت مثل الذي حاج إبراهيم في ربه ؟ ولهذا عطف عليه بقوله : ( أو كالذي مر على قرية وهي خاوية على عروشها ) اختلفوا في هذا المار من هو ؟ فروى ابن أبي حاتم عن عصام بن رواد عن آدم بن أبي إياس عن إسرائيل عن أبي إسحاق عن ناجية بن كعب عن علي بن أبي طالب أنه قال : هو عزير .\rورواه ابن جرير عن ناجية نفسه . وحكاه ابن جرير وابن أبي حاتم عن ابن عباس والحسن وقتادة والسدي وسليمان بن بريدة وهذا القول هو المشهور .\rوقال وهب بن منبه وعبد الله بن عبيد بن عمير : هو أرميا بن حلقيا . قال محمد بن إسحاق ; عمن لا يتهم عن وهب بن منبه أنه قال : وهو اسم الخضر عليه السلام .\rوقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبي قال : سمعت سليمان بن محمد اليساري الجاري من أهل الجار ، ابن عم مطر فقال : سمعت رجلا من أهل الشام يقول : إن الذي أماته الله مائة عام ثم بعثه اسمه : حزقيل بن بورا .\rوقال مجاهد بن جبر : هو رجل من بني إسرائيل . [ ص: 688 ]\r[ وذكر غير واحد أنه مات وهو ابن أربعين سنة ; فبعثه الله وهو كذلك ، وكان له ابن فبلغ من السن مائة وعشرين سنة ، وبلغ ابن ابنه تسعين وكان الجد شابا وابنه وابن ابنه شيخان كبيران قد بلغا الهرم ، وأنشدني به بعض الشعراء :","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"واسود رأس شاب من قبل ابنه ومن قبله ابن ابنه فهو أكبر يرى أنه شيخا يدب على عصا ولحيته سوداء والرأس أشعر وما لابنه حبل ولا فضل قوة يقوم كما يمشي الصغير فيعثر وعمر ابنه أربعون أمرها ولابن ابنه في الناس تسعين غبر\r]\rوأما القرية : فالمشهور أنها بيت المقدس مر عليها بعد تخريب بختنصر لها وقتل أهلها . ( وهي خاوية ) أي : ليس فيها أحد من قولهم : خوت الدار تخوي خواء وخويا .\rوقوله : ( على عروشها ) أي : ساقطة سقوفها وجدرانها على عرصاتها ، فوقف متفكرا فيما آل أمرها إليه بعد العمارة العظيمة وقال : ( أنى يحيي هذه الله بعد موتها ) وذلك لما رأى من دثورها وشدة خرابها وبعدها عن العود إلى ما كانت عليه . قال الله تعالى : ( فأماته الله مائة عام ثم بعثه ) قال : وعمرت البلدة بعد مضي سبعين سنة من موته وتكامل ساكنوها وتراجعت بنو إسرائيل إليها . فلما بعثه الله عز وجل بعد موته كان أول شيء أحيا الله فيه عينيه لينظر بهما إلى صنع الله فيه كيف يحيي بدنه ؟ فلما استقل سويا قال الله له أي بواسطة الملك : ( كم لبثت قال لبثت يوما أو بعض يوم ) قالوا : وذلك أنه مات أول النهار ثم بعثه الله في آخر نهار ، فلما رأى الشمس باقية ظن أنها شمس ذلك اليوم فقال : ( أو بعض يوم قال بل لبثت مائة عام فانظر إلى طعامك وشرابك لم يتسنه ) وذلك : أنه كان معه فيما ذكر عنب وتين وعصير فوجده كما فقده لم يتغير منه شيء ، لا العصير استحال ولا التين حمض ولا أنتن ولا العنب تعفن ( وانظر إلى حمارك ) أي : كيف يحييه الله عز وجل وأنت تنظر ( ولنجعلك آية للناس ) أي : دليلا على المعاد ( وانظر إلى العظام كيف ننشزها ) أي : نرفعها فتركب بعضها على بعض .\rوقد روى الحاكم في مستدركه من حديث نافع بن أبي نعيم عن إسماعيل بن أبي حكيم عن خارجة بن زيد بن ثابت عن أبيه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ : ( كيف ننشزها ) بالزاي ثم قال : صحيح الإسناد ولم يخرجاه .","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"وقرئ : ( ننشرها ) أي : نحييها قاله مجاهد ( ثم نكسوها لحما ) .\rوقال السدي وغيره : تفرقت عظام حماره حوله يمينا ويسارا فنظر إليها وهي تلوح من بياضها فبعث الله ريحا فجمعتها من كل موضع من تلك المحلة ، ثم ركب كل عظم في موضعه حتى صار حمارا قائما من عظام لا لحم عليها ثم كساها الله لحما وعصبا وعروقا وجلدا ، وبعث الله ملكا فنفخ في منخري الحمار فنهق ، كله بإذن الله عز وجل وذلك كله بمرأى من العزير ، فعند ذلك لما تبين له هذا كله ( قال أعلم أن الله على كل شيء قدير ) أي : أنا عالم بهذا وقد رأيته عيانا فأنا أعلم أهل زماني بذلك ، وقرأ آخرون : \" قال اعلم \" على أنه أمر له بالعلم .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/798524610170349/\r2791. KISAH BARSESO\rPERTANYAAN :\r> Arék Pinggiran\rAssalamu'alaikum, , ada yg tau ceritanya yai barseso ga ya..?? ku cari di group ga nemu... apa aku salah ketik ya...? makasih\rJAWABAN :\r> Sunde Pati\rKisah Barseso diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menceritakan, ada seorang ahli zuhud bernama Barseso. Dia beribadah dalam kuil selama tujuh puluh tahun yang tidak pernah bermaksiat sedikitpun. Lalu iblis ingin menggoda dengan ilmu hilah (rekayasa), maka pada suatu saat dia mengumpulkan para pembesar setan dan berkata, “Adakah di antara kalian yang mampu merusak Barseso?” Setan putih berkata kepada Iblis, “Saya sanggup merusaknya.” Lalu ia berangkat ke tempat Barseso dengan mengenakan pakaian ulama dan mengenakan sesuatu di atas kepalanya, lalu datang ke kuil Barseso dan memanggilnya. Tetapi dia tidak menjawabnya.","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"Barseso tidak berhenti dari beribadah kecuali setiap sepuluh hari sekali. Tatkala setan putih tak mampu mengambil perhatian Barseso, maka dia berpura-pura shalat dan beribadah di dalam kuil itu. Maka setelah Barseso selesai dari shalat dan ibadahnya, dan ingin beranjak keluar, dia melihat setan putih itu tampil seperti ulama yang sedang shalat dan beribadah dengan bentuk yang sangat bagus. Lalu Berseso bertanya kepadanya, “Kamu tadi memanggilku sementara aku sedang sibuk shalat, apa yang kamu perlukan?”\rDia menjawab, saya ingin bersamamu untuk belajar ilmu dan menirukan amalmu serta kita bersama beribadah sehingga aku bisa mendoakanmu dan kamu juga mendoakanku.”\rBarseso berkata, “Saya tidak bisa bersamamu, jika kamu seorang mukmin, maka kamu mendapatkan bagian dari doaku yang kutujukan bagi semua orang mukmin.” Kemudian dia beranjak shalat dan meninggalkan setan itu. Maka setan itu pun beranjak shalat dan setelah itu Barseso tidak menoleh kepadanya selama empat puluh hari.","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Setelah Barseso selesai shalat, dia melihat setan sedang berdiri shalat. Tatkala dia melihat kesungguhannya, maka dia berkata kepadanya, “Apa yang kamu butuhkan?” Setan menjawab, “Saya ingin kamu memberi izin kepadaku untuk naik ke kuil bersamamu.” Lalu dia memberi izin naik di kuil dan beribadah bersama Barseso beberapa waktu, tidak berbuka dan tidak berhenti dari ibadah kecuali setelah empat puluh hari bahkan terkadang sampai delapan puluh hari. Maka tatkala melihat kesungguhan dia dalam beribadah, Barseso merasa rendah hati berada di hadapannya dan kagum terhadap kehebatan ibadah setan putih itu. Dan setelah lama beribadah bersama Barseso, setan berkata kepadanya, “Saya ingin pergi karena saya memiliki teman selain kamu. Saya mendapat berita kamu lebih baik daripadanya, ternyata saya mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan perkiraan saya sebelumnya.”\rKemudian Barseso merasakan sesuatu yang besar dalam batinnya sehingga tidak mau berpisah dengannya karena dianggap lebih baik ibadahnya daripada dirinya.","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"Ringkas cerita, pada saat berpisah, setan mengajari Barseso doa-doa untuk menyembuhkan orang sakit dan gila. Kemudian setan putih itu mengganggu seorang gadis Bani Israil yang memiliki tiga saudara laki-laki. Dahulu bapak mereka adalah raja, setelah bapaknya meninggal, ia digantikan saudara laki-lakinya, yaitu paman gadis itu. Setan menyiksa dan mencekik gadis tersebut. Lalu setan datang kepada keluarga tersebut dan mengabarkan tentang Barseso yang mampu mengobatinya. Setan menyaratkan agar gadis itu ditinggal bersama Barseso dan mempercayakan kepadanya karena dia seorang ahli ibadah.\rPada awalnya Barseso menolak gadis itu untuk dititipkan padanya. Namun akhirnya, saudara-saudaranya membuatkan kuil dekat kuil Barseso dan meninggalkan saudara gadisnya di sana.\rSetelah selesai shalat, Barseso melihat ada gadis cantik berada di dekatnya. Maka dia mulai jatuh hati dan tergoda. Lalu setan mengganggu gadis itu, lalu Barseso berdoa dengan doa yang diajarkan setan dahulu. Setan itupun keluar dan pergi dari gadis itu. Kemudian dia mulai shalat lagi, setan itu datang kembali dan mengganggu sang gadis. Maka tanpa sengaja tubuh gadis itu terbuka dan setan membisikkan Barseso, “Gaulilah gadis itu dan setelah itu kamu bisa bertaubat.” Dan setan pun berhasil, Barseso menggauli gadis tersebut sehingga gadis itu hamil dan terlihat mengandung.","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Kemudian setan berkata kepada Barseso, “Celaka kamu Barseso, bila perbuatanmu itu terungkap. Maukah kamu membunuhnya dan setelah itu kamu bisa bertaubat. Dan apabila keluarganya menanyakan, maka katakan pada mereka bahwa gadis itu dibawa kabur oleh setan yang telah mengganggunya dan kamu tidak kuasa melawannya.” Maka Barseso masuk ke tempat gadis itu dan membunuhnya, lalu dikuburkan di lerang gunung. Pada saat Barseso mengubur gadis itu, setan datang dan menarik ujung pakaian gadis itu sehingga tidak tertimbun tanah dan nampak. Kemudian Barseso kembali ke kuil dan beribadah, tiba-tiba ketiga saudara gadis itu datang untuk menjenguk adik mereka. Mereka menanyakan keadaannya, “Wahai Barseso, apa yang telah kamu lakukan terhadap adik kami?” Dia menjawab, “Setan datang dan aku tidak mampu melawannya.” Maka mereka percaya dan pulang. Pada saat malam hari dalam suasana duka, setan datang dalam mimpi saudara gadis itu yang paling besar dan memberitahukan kejadian yang menimpa adiknya. Namun, orang tersebut tidak mempercayai mimpi itu dan meyakininya berasal dari setan. Setelah tiga malam berturut-turut datang dalam mimpi saudara paling besar tadi, namun tidak dihiraukan maka setan mendatangi kakak yang kedua dan ketiga, memberitahukan seperti yang disampaikan kepada kakak yang pertama. Kemudian ketiganya saling menceritakan apa yang dilihat dalam mimpi mereka dan ternyata sama. Lalu setan mendatangi mereka dan memberitahukan tempat dikuburnya adik mereka dengan ujung pakaiannya yang masih kelihatan. Lalu mereka pergi ke tempat yang ditunjukkan setan dan mendapati apa yang","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"diberitakan olehnya.\rKemudian mereka pulang kepada keluarga dan familinya, lalu mendatangi kuil Barseso dengan membawa linggis dan kapak. Mereka menghancurkan kuil Barseso dan menangkapnya lalu dibawa di hadapan raja. Setan kembali membisiki Barseso, “Kamu membunuhnya kemudian kamu ingkar, akuilah perbuatan itu,” sehingga akhirnya Barseso mengakui perbuatannya. Lalu sang raja menjatuhkan hukuman mati kepadanya dengan disalib di kayu.\rPada saat disalib, setan putih mendatanginya. Lalu setan menawarkan bantuan untuk menyelamatkannya dengan bersujud kepada setan. Barseso menyetujuinya dan bersujud kepadanya. Setelah itu setan pun meninggalkannya dan berujar, “Wahai Barseso! Inilah yang saya kehendaki darimu. Akhirnya kamu mengikutiku dan kafir terhadap Tuhanmu. Sesungguhnya aku berlepas diri dari perbuatanmu dan aku takut terhadap Tuhan semesta alam.” Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hasyr: 16-17,\rكَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"“Seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: \"Kafirlah kamu\", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: \"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam\". Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang dzalim.” (Diringkas dari Mashaibul Insan min Makaid syaithan oleh Syaikh al-Maqdisi al-Hanafi, Imam Thabari menyebutkan kisah Barseso ini dalam tafsirnya QS. Al-Hasyr: 16-17 dari jalur Ibnu Mas’ud, Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa Nihayah Juz II)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/355757741113707/\r2794. KONTROVERSI DAN KHILAF SEPUTAR MASIH HIDUPNYA NABI KHIDIR\rPERTANYAAN :\r> Ghoelam Shofi\rAssalamualaikum wr wb .. ngapunten permisi saya mempunyai abah bukan seorang ulama besar atau kiayi .. namun abah saya sudah pernah berguru ke wali-wali dari banten sampai banyuwangi .. tadi malam beliau bercerita bahwa pernah di temui nabi khidir 3 kali . pertama kali di daerah Sumatera kota Palembang ke dua di Blitar dan Ketiga di Blitar ( lain tempat ) .. di ke tiga tempat itu, orangnya pun sama dan jaraknya berbeda jauh antara satu dengan yang lainya . dan Beliau ( khidir ) memberi sesuatu dan barangnya masih ada sampai sekarang jenis asbak . yang pertama memberi pesan(nasihat) , ke dua memberi Bawang merah + putih . yang ke tiga di kasih Asbak .. Yang saya tanyakan.... Benarkah Nabiyulloh khidir masih hidup sampai zaman sekarang ??? monggo.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"Wa'alaikumussalaam, Dalam KitabTaajul 'Aruus Min jawaahiril Qamus , karya Sayyid Murtadha az Zabidi, juz XI halaman 184-185\rوالصَّحِيحُ من هذه الأَقوَالِ كُلِّها أَنه نَبِيٌّ مُعَمَّرٌ ، محجوبٌ عن الأَبْصَار ، وأَنَّه باقٍ إِلى يَوْمِ القِيَامة ، لشُرْبه مِنْ ماءِ الحياةِ ، وعليه الجماهِيرُ واتِّفاقُ الصُّوفِيّة ، وإِجماعُ كَثِيرٍ من الصّالحين .\rYang shahih dari pendapat-pendapat ini semuanya, sesungguhnya beliau (Al Khadhir) adalah nabi yang dipanjangkan umurnya. beliau mahjub dari penglihatan. Beliau kekal sampai hari qiamat karena beliau meminum MAA`UL HAYAAT.Pendapat ini yang dipegangi juhmhur dan merupakan kesepakatan ulami shufi\rوأَنكَرَ حَياتَه جَماعَةٌ منهم البخارِيّ وابن المُبَارَك والحَرْبِيّ وابنُ الجَوْزِيّ\rSejumlah ulama mengingkari masih hidupnya Nabi Khadhir, diantaranya al Bukhari, Ibnul Mubarak, al Harbi dan Ibnul Jauzi.\rAl hafizh Ibn Katsier dalam tafsirnya juz V halaman 187 menjelaskan:\rقالوا: وكان يكنى أبا العباس، ويلقب بالخضر، وكان من أبناء الملوك، ذكره النووي في تهذيب الأسماء، وحكى هو وغيره في كونه باقيًا إلى الآن ثم إلى يوم القيامة قولين، ومال هو وابن الصلاح إلى بقائه، وذكروا في ذلك حكايات وآثارًا عن السلف وغيرهم وجاء ذكره في بعض الأحاديث. ولا يصح شيء من ذلك، وأشهرها أحاديث التعزية وإسناده ضعيف.ورجح آخرون من المحدثين وغيرهم خلاف ذلك___ومال هو وابن الصلاح إلى بقائه\rWA MAALA HUWA WA IBNUSHSHALAAH ILAA BAQAA`IHII\rImam Nawawi dan Imam Ibnushshalaah condong ke masih hidupnya nabi Khadhir\rورجح آخرون من المحدثين وغيرهم خلاف ذلك\rWA RAJJAHA AAKHARUUNA MINAL MUHADDITSIIN WA GAHIRIHIM KHILAAFA DZAALIK","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"Ulama lain dari muhadditsin dan yang lainnya menguatkan pendapat yang berbeda dengan hal tersebut (maksudnya nabi Khadhir sudah wafat. Pen)\rDiantara argumen ulama yang mengatakan bahwa nabi Khadhir sudah wafat adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (juga Imam Bukhari): Sanad dan matannya sbb:\rحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا وَقَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِىِّ أَخْبَرَنِى سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ سُلَيْمَانَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ لَيْلَةٍ صَلاَةَ الْعِشَاءِ فِى آخِرِ حَيَاتِهِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ فَقَالَ « أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ عَلَى رَأْسِ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ أَحَدٌ ». قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَوَهَلَ النَّاسُ فِى مَقَالَةِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تِلْكَ فِيمَا يَتَحَدَّثُونَ مِنْ هَذِهِ الأَحَادِيثِ عَنْ مِائَةِ سَنَةٍ وَإِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ الْيَوْمَ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ. أَحَدٌ يُرِيدُ بِذَلِكَ أَنْ يَنْخَرِمَ ذَلِكَ الْقَرْنُ.\rSumber : Shahih Muslim juz VII halaman 186, hadits nomor 6642.\rNabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :\rأَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ عَلَى رَأْسِ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ أَحَدٌ\rARA`AITAKUM LAILATAKUM HAADZIHII FA INNA 'ALAA RA`SI MI`ATI SANATIN MINHAA LAA YABQAA MIMMAN HUWA 'ALAA ZHAHRIL ARDHI AHADUN","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"Apakah kalian mengetahui malam kalian ini Karena sesungguhnya pada penghujung seratus tahun darinya tidak tersisa seorang pun di muka bumi.\rImam Nawawi dalam Syarah Muslim juz XVI halaman 90 menerangkan:\rوقد احتج بهذه الاحاديث من شذ من المحدثين فقال الخضرعليه السلام ميت والجمهور على حياته كما سبق في باب فضائله ويتأولون هذه الاحاديث على انه كان على البحر لا على الارض أو انها عام مخصوص\rWA QAD IHTAJJA BIHAADZIHIL AHAADIITSI MAN SYADDZA MINAL MUHADDITSIIN FAQAALA AL KHADHIRU 'ALAIHISSALAAM MAITUN WAL JUMHUURU 'ALAA HAYAATIHII KAMAA SABAQA FII BAABI FADHAA`ILIHII WA YATA`AWWALUUNA HAADZIHIL AHAADIITS 'ALAA ANNAHUU KAANA 'ALAL BAHRI LAA 'ALAL ARDHI AU ANNAHAA 'AAMMUN MAKHSHUUSH\rTelah berhujjah dengan hadits-hadits ini orang yang syadz dari muhadditsin, dia berkata: Nabi Khadhir telah meninggalSementara jumhur berpendapat hidupnya nabi Khadhir, sebagaimana penjelasan yang telah lalu yaitu tentang keutamaan-keutamaan nabi Khadhir.Mereka menakwil hadits-hadits ini, bahwasanya dia diatas lautan bukan diatas bumi (tanah) atau hadits-hadits tersebut 'aam makhshush\rDalam Tafsir al Alusi 11/316-317:\rوسئل البخاري عنه وعن إلياس عليهما السلام هل هما حيان؟ فقال : كيف يكون هذا وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم أي قبل وفاته بقليل\" لا يبقى على رأس المائة ممن هو اليوم على ظهر الأرض أحد \"\rDan di halaman 321 ;","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"فأجابوا عما ذكره البخاري من الحديث الذي لا يوجب نفي حياته في زمانه صلى الله عليه وسلم وإنما يوجب بظاهره نفيها بعد مائة سنة من زمان القول بأنه لم يكن حينئذ على ظهر الأرض بل كان على وجه الماء . وبأن الحديث عام فيما يشاهده الناس بدليل استثناء الملائكة عليهم السلام وإخراج الشيطان ، وحاصله انخرام القرن الأول ، نعم هو نص في الرد على مدعي التعمير كرتن بن عبد الله الهندي التبريزي الذي ظهر في القرن السابع وادعى الصحبة وروى الأحاديث\rAdapun argumen ulama yang mengatakan bahwa Nabi Khadir masih hidup adalah sebagaimana dalam Shahih Muslim juz VIII halaman 199","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"حَدَّثَنِى عَمْرٌو النَّاقِدُ وَالْحَسَنُ الْحُلْوَانِىُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ - وَأَلْفَاظُهُمْ مُتَقَارِبَةٌ وَالسِّيَاقُ لِعَبْدٍ - قَالَ حَدَّثَنِى وَقَالَ الآخَرَانِ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ - وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ - حَدَّثَنَا أَبِى عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِى عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلاً عَنِ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا قَالَ « يَأْتِى وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْتَهِى إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِى تَلِى الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ - أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ - فَيَقُولُ لَهُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِى حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّونَ فِى الأَمْرِ فَيَقُولُونَ لاَ. قَالَ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّى الآنَ - قَالَ - فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلاَ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ ».قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هُوَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ.\rFokus:\rقَالَ أَبُو إِسْحَاقَ يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هُوَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ.\rQAALA ABUU ISHAAQ YUQAALU INNAA HAADZARRAJULA HUWA AL KHADHIRU 'ALAIHISSALAAM\rAbu Ishaq berkata: \"Dikatakan sesungguhnya laki-laki ini adalah Al Khadhir 'alaihissalaam\".\rImam Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan:","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"قوله : ( قال أبو إسحاق : يقال : إن الرجل هو الخضر عليه السلام ) أبو إسحاق هذا هو إبراهيم بن سفيان راوي الكتاب عن مسلم ، وكذا قال معمر في جامعه في أثر هذا الحديث كما ذكره ابن سفيان ، وهذا تصريح منه بحياة الخضر عليه السلام ، وهو الصحيح ، وقد سبق في بابه من كتاب المناقب .\rUcapan Imam Muslim : QAALA ABUU ISHAAQ YUQAALU INNAA HAADZARRAJULA HUWA AL KHADHIRU 'ALAIHISSALAAMAbu Ishaq berkata: \"Dikatakan sesungguhnya laki-laki ini adalah Al Khadhir 'alaihissalaam\".\rAbu Ishaq ini adalah Ibrahim bin Sufyan, rawi kitab dari Imam Muslim.Ini merupakan penjelasan darinya dengan hidupnya Nabi Khadhir 'alaihissalam. Itu adalah yang shahih, sebagaimana keterangan yang lalu dalam Manaqib.\rDisana dikatakan oleh Imam Nawawi:\r( باب من فضائل الخضر صلى الله عليه و سلم ) جمهور العلماء على انه حي موجود بين أظهرنا وذلك متفق عليه عند الصوفية واهل الصلاح والمعرفة وحكاياتهم في رؤيته والاجتماع به والاخذ عنه وسؤاله وجوابه ووجوده في المواضع الشريفة ومواطن الخير اكثر من ان يحصر وأشهر من ان يستر وقال الشيخ ابو عمر بن الصلاح هو حي عند جماهير العلماء والصالحين والعامة معهم في ذلك قال وانما شذ بانكاره بعض المحدثين\rSumber : Syarah Muslim linnawawi 15/135-136\rYang cukup 'aneh' adalah fatwa dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.Beliau dalam kitab Majmu' Fatawa berfatwa dengan dua macam, pertama mengatakan masih hidup, kedua mengatakan sudah wafat :\rPertama :\rFatwa sudah meninggal yaitu di juz IV halaman 337 :","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"وَسُئِلَ - رَحِمَهُ اللَّهُ -عَنْ \" الْخَضِرِ \" وَ \" إلْيَاسَ \" : هَلْ هُمَا مُعَمَّرَانِ ؟ بَيِّنُوا لَنَا رَحِمَكُمْ اللَّهُ تَعَالَى.فَأَجَابَ إنَّهُمَا لَيْسَا فِي الْأَحْيَاءِ ؛ وَلَا مُعَمَّرَانِ؛ وَقَدْ سَأَلَ إبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ عَنْ تَعْمِيرِ الْخَضِرِ وَإِلْيَاسَ وَأَنَّهُمَا بَاقِيَانِ يَرَيَانِ وَيُرْوَى عَنْهُمَا فَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ : مَنْ أَحَالَ عَلَى غَائِبٍ لَمْ يُنْصِفْ مِنْهُ ؛ وَمَا أَلْقَى هَذَا إلَّا شَيْطَانٌ . وَسُئِلَ \" الْبُخَارِيُّ \" عَنْ الْخَضِرِ وَإِلْيَاسَ : هَلْ هُمَا فِي الْأَحْيَاءِ ؟ فَقَالَ : كَيْفَ يَكُونُ هَذَا وَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { لَا يَبْقَى عَلَى رَأْسِ مِائَةِ سَنَةٍ مِمَّنْ هُوَ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ } \" ؟ وَقَالَ أَبُو الْفَرَجِ ابْنُ الْجَوْزِيِّ : قَوْله تَعَالَى { وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ } وَلَيْسَ هُمَا فِي الْأَحْيَاءِ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ......\rJuz 27 halaman 100 :","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"وَمُوسَى لَمْ يَكُنْ يَعْرِفُ الْخَضِرَ وَالْخَضِرُ لَمْ يَكُنْ يَعْرِفُ مُوسَى ؛ بَلْ لَمَّا سَلَّمَ عَلَيْهِ مُوسَى قَالَ لَهُ الْخَضِرُ : وَأَنَّى بِأَرْضِك السَّلَامُ ؟ فَقَالَ لَهُ : أَنَا مُوسَى قَالَ : مُوسَى بَنِي إسْرَائِيلَ ؟ قَالَ : نَعَمْ . وَقَدْ كَانَ بَلَغَهُ اسْمُهُ وَخَبَرُهُ وَلَمْ يَكُنْ يَعْرِفُ عَيْنَهُ . وَمَنْ قَالَ إنَّهُ نَقِيبُ الْأَوْلِيَاءِ أَوْ أَنَّهُ يُعَلِّمُهُمْ كُلَّهُمْ فَقَدْ قَالَ الْبَاطِلَ . وَالصَّوَابُ الَّذِي عَلَيْهِ الْمُحَقِّقُونَ أَنَّهُ مَيِّتٌ وَأَنَّهُ لَمْ يُدْرِكْ الْإِسْلَامَ وَلَوْ كَانَ مَوْجُودًا فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ لَوَجَبَ عَلَيْهِ أَنْ يُؤْمِنَ بِهِ وَيُجَاهِدَ مَعَهُ كَمَا أَوْجَبَ اللَّهُ ذَلِكَ عَلَيْهِ وَعَلَى غَيْرِهِ\rKedua :\rFatwa masih hidup di juz IV halaman 338-339 :","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"سُئِلَ الشَّيْخُ - رَحِمَهُ اللَّهُ - :هَلْ كَانَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلَامُ نَبِيًّا أَوْ وَلِيًّا ؟ وَهَلْ هُوَ حَيٌّ إلَى الْآنَ ؟ وَإِنْ كَانَ حَيًّا فَمَا تَقُولُونَ فِيمَا رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : \" { لَوْ كَانَ حَيًّا لَزَارَنِي } \" هَلْ هَذَا الْحَدِيثُ صَحِيحٌ أَمْ لَا ؟فَأَجَابَ :أَمَّا نُبُوَّتُهُ : فَمِنْ بَعْدِ مَبْعَثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُوحَ إلَيْهِ وَلَا إلَى غَيْرِهِ مِنْ النَّاسِ وَأَمَّا قَبْلَ مَبْعَثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ اُخْتُلِفَ فِي نُبُوَّتِهِ وَمَنْ قَالَ إنَّهُ نَبِيٌّ : لَمْ يَقُلْ إنَّهُ سُلِبَ النُّبُوَّةَ ؛ بَلْ يَقُولُ هُوَ كَإِلْيَاسَ نَبِيٌّ ؛ لَكِنَّهُ لَمْ يُوحَ إلَيْهِ فِي هَذِهِ الْأَوْقَاتِ وَتَرْكُ الْوَحْيِ إلَيْهِ فِي مُدَّةٍ مُعَيَّنَةٍ لَيْسَ نَفْيًا لِحَقِيقَةِ النُّبُوَّةِ كَمَا لَوْ فَتَرَ الْوَحْيُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَثْنَاءِ مُدَّةِ رِسَالَتِهِ . وَأَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ عَلَى أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيًّا مَعَ أَنَّ نُبُوَّةَ مَنْ قَبْلَنَا يَقْرُبُ كَثِيرٌ مِنْهَا مِنْ الْكَرَامَةِ وَالْكَمَالِ فِي الْأُمَّةِ . وَإِنْ كَانَ كُلٌّ وَاحِدٍ مِنْ النَّبِيِّينَ أَفْضَلَ مِنْ كُلِّوَاحِدٍ مِنْ الصِّدِّيقِينَ كَمَا رَتَّبَهُ الْقُرْآنُ وَكَمَا رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : \" { مَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ وَلَا غَرَبَتْ عَلَى أَحَدٍ بَعْدَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ أَفْضَلُ مِنْ أَبِي بَكْرٍ الصَّدِيقِ } \" وَرُوِيَ عَنْهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ \" { إنْ كَانَ الرَّجُلُ لَيَسْمَعُ الصَّوْتَ فَيَكُونُ نَبِيًّا } \" .","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"وَفِي هَذِهِ الْأُمَّةِ مَنْ يَسْمَعُهُ وَيَرَى الضَّوْءَ وَلَيْسَ بِنَبِيِّ ؛ لِأَنَّ مَا يَرَاهُ وَيَسْمَعُهُ يَجِبُ أَنْ يَعْرِضَهُ عَلَى مَا جَاءَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنْ وَافَقَهُ فَهُوَ حَقٌّ وَإِنْ خَالَفَهُ تَيَقَّنَ أَنَّ الَّذِي جَاءَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يَقِينٌ لَا يُخَالِطُهُ رَيْبٌ وَلَا يَحُوجُهُ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْهِ بِمُوَافَقَةِ غَيْرِهِ . .\rوَأَمَّا حَيَاتُهُ : فَهُوَ حَيٌّ . وَالْحَدِيثُ الْمَذْكُورُ لَا أَصْلَ لَهُ وَلَا يُعْرَفُ لَهُ إسْنَادٌ بَلْ الْمَرْوِيُّ فِي مُسْنَدِ الشَّافِعِيِّ وَغَيْرِهِ : أَنَّهُ اجْتَمَعَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ قَالَ إنَّهُ لَمْ يَجْتَمِعْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ قَالَ مَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ الْعِلْمِ الَّذِي لَا يُحَاطُ بِهِ . وَمَنْ احْتَجَّ عَلَى وَفَاتِهِ بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ \" { أَرَأَيْتُكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّهُ عَلَى رَأْسِ مِائَةِ سَنَةٍ لَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مِمَّنْ هُوَ عَلَيْهَا الْيَوْمَ أَحَدٌ } \" فَلَا حُجَّةَ فِيهِ فَإِنَّهُ يُمْكِنُ أَنْ يَكُونَ الْخَضِرُ إذْ ذَاكَ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ . وَلِأَنَّ الدَّجَّالَ - وَكَذَلِكَ الْجَسَّاسَةُ - الصَّحِيحُ أَنَّهُ كَانَ حَيًّا مَوْجُودًاعَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بَاقٍ إلَى الْيَوْمِ لَمْ يَخْرُجْ وَكَانَ فِي جَزِيرَةٍ مِنْ جَزَائِرِ الْبَحْرِ . فَمَا كَانَ مِنْ الْجَوَابِ عَنْهُ كَانَ هُوَ الْجَوَابَ عَنْ الْخَضِرِ وَهُوَ أَنْ يَكُونَ لَفْظُ الْأَرْضِ لَمْ يَدْخُلْ فِي هَذَا الْخَبَرِ أَوْ يَكُونُ أَرَادَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآدَمِيِّينَ","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"الْمَعْرُوفِينَ وَأَمَّا مَنْ خَرَجَ عَنْ الْعَادَةِ فَلَمْ يَدْخُلْ فِي الْعُمُومِ كَمَا لَمْ تَدْخُلْ الْجِنُّ وَإِنْ كَانَ لَفْظًا يَنْتَظِمُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ . وَتَخْصِيصُ مِثْلِ هَذَا مِنْ مِثْلِ هَذَا الْعُمُومِ كَثِيرٌ مُعْتَادٌ . وَاَللَّهُ أَعْلَمُ\rFokus :\rوَأَمَّا حَيَاتُهُ : فَهُوَ حَيٌّ .\rWA AMMAA HAYAATUHUU FA HUWA HAYYUN\rAdapun tentang hidupnya nabi Khadhir, maka dia masih hidup\rFokus juga :\rبَلْ الْمَرْوِيُّ فِي مُسْنَدِ الشَّافِعِيِّ وَغَيْرِهِ : أَنَّهُ اجْتَمَعَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ\rBAL AL MARWIYYU FII MUSNADISYSYAAFI'IYYI WA GHAIRIHII ANNAHUU IJTAMA'A BINNABIYYI SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM\rBahkan yang diriwayatkan didalam Musnad Imam Syafi'i dan yang lainnya bahwasanya nabi Khadhir berkumpul dengan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam\rSelanjutnya tentang riwayat Khalifah 'Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bertemu dengan Nabi Khadhir......\rDalam Kitab al Bidayah wa Annihaayah karya Al hafzih Ibnu Katsier juz IX halaman 221 :\rوقال أبو بكر بن المقري: ثنا أبو عروبة الحسين بن محمد بن مودود الحراني، ثنا أيوب بن محمد الوزان، ثنا ضمرة بن ربيعة، ثنا السري بن يحيى، عن رياح بن عبيدة.قال: خرج عمر بن عبد العزيز إلى الصلاة وشيخ متوكئ على يده، فقلت في نفسي: إن هذا الشيخ جاف، فلما صلى ودخل لحقته فقلت: أصلح الله الامير، من هذا الشيخ الذي أتكأته يدك ؟ فقال: يا رياح رأيته ؟ قلت: نعم ! قال: ما أحسبك يا رياح إلا رجلا صالحا، ذاك أخي الخضر أتاني فأعلمني أني سألي أمر هذه الامة وأني سأعدل فيها","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"Catatan : Cerita tersebut juga termaktub dalam kitab Tahdziibul Kamaal karya al Hafizh al Mizzi juz XXI halaman 48,dan juga dalam kitab Siyar A'lam An Nubala karya al hafizh Adz Dzahabi juz V halaman 121.\rBerikut teks Siyar :\rضَمْرَةُ بنُ رَبِيْعَةَ: عَنِ السَّرِيِّ بنِ يَحْيَى، عَنْ رِيَاحِ بنِ عَبِيْدَةَ، قَالَ:خَرَجَ عُمَرُ بنُ عَبْدِ العَزِيْزِ إِلَى الصَّلاَةِ، وَشَيْخٌ مُتَوَكِّئٌ عَلَى يَدِهِ، فَقُلْتُ فِي نَفْسِي: هَذَا شَيْخٌ جَافٍ.فَلَمَّا صَلَّى وَدَخَلَ، لَحِقْتُهُ، فَقُلْتُ: أَصْلَحَ اللهُ الأَمِيْرَ، مَنِ الشَّيْخُ الَّذِي كَانَ يَتَّكِئُ عَلَى يَدِكَ؟فَقَالَ: يَا رِيَاحُ، رَأَيْتَهُ؟قُلْتُ: نَعَمْ.قَالَ: مَا أَحْسِبُكَ إِلاَّ رَجُلاً صَالِحاً، ذَاكَ أَخِي الخَضِرُ، أَتَانِي، فَأَعْلَمَنِي أَنِّي سَأَلِي أَمْرَ الأُمَّةِ، وَأَنِّي سَأَعْدِلُ فِيْهَا\rTerjemahan riwayat:...dari Ribah bin Abidah, berkata: Umar bin Abdul Aziz keluar untuk melakukan shalat sementara ada seorang syeikh yang berpegangan dengan tangan beliau.Aku (Ribah) berkata dalam hatiku: \"Ini syeikh yang kasar\".Setelah beliau usai shalat, aku menemui beliau, aku mendoakan beliau: \"Semoga Allah memberi kebaikan kepada Amir. Siapakah syaikh yang berpegangan dengan tangan anda ?Umar bin Abdul Aziz berkata: \" Wahai Ribah, engkau melihatnya ?Aku menjawab: \"Ya\".Beliau berkata: \" Aku tidak mengira engkau kecuali seorang laki-laki yang shalih. Syaikh itu adalah saudaraku, Khadhir............\". Wallaahu A'lam.\rDalam Kitab Manaqib Syeikh Abdul Qadir al Jilani disebutkaan ;","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"وَرَافَقَهُ الْخَضِرُ عَلىَ نَبِيِّنَا وَعَلَيْهِ اَفْضَلُ الصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ اَوَّلَ دُخُوْلِهِ الْعِرَاقَ، وَلَمْ يَكُنِ الشَّيْخُ يَعْرِفُهُ وَشَرَطَ عَلَيْهِ الْخَضِرُاَنْ لاَ يُخَالِفَ هُوَالْمُخَالَفَةُ سَبَبُ الْفِرَاقِ، فَقَالَ لَهُ الْخَضِرُ: اُقْعُدْ هَهُنَا! فَقَعَدَ فىِ الْمَكَانِ الَّذِيْ اَشَارَ اِلَيْهِ بِالْقُعُوْدِ فِيْهِ ثَلاَثَ سِنِيْنَ يَأْتِيْهِ فيِْ كُلِّ سَنةٍ مَرَّةً، وَيَقُوْلُ لَهُ: لاَتَبْرَحْ عَنْ مَكَانِكَ حَتَّى اَتِيَكَ\rWA RAAFAQHUU AL KHADHIR 'ALAA NABIYYINAA WA 'ALIHI AFDHALUSHSHALAATI WASSALAAM AWWALA DUKHUULIHII AL 'IRAAQ\rDan Nabi Khadhir menemani beliau, Syeikh Abdul Qadier........\rdan :\rوَاَمَّا الَّذِيْ حَمَلَهُ عَلىَ عَاتِقِهِ فَاَبُوْا الْعَبَّاسِ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ اَخَذَهُ لِيَتَوَلىَّ اَمْرَهُ\rWA AMMALLADZII HAMALaHUU 'ALAA 'AATIQHIHII FA ABUL 'ABBAAS AL KHADHIR 'ALAIHISSALAAM\rAdapun orang yang membawanya diatas pundaknya adalah Abul 'Abbas al Khadhir........\rDalam Kitab Thabaqat Al Hanabilah karya Imam Abu Ya'la, juz I halaman 116 (maktabah syamilah)\rوَقَالَ أَبُو الطَّيِّبِ : قَالَ لِي أَبُو الْقَاسِمِ الْبَغَوِيُّ : قَالَ لِي أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ : خَرَجْتُ أُشَيِّعُ الْحَاجَّ إِلَى أَنْ صِرْتُ فِي ظَهْرِ الْقَادِسِيَّةِ.\rفَوَقَعَ فِي نَفْسِي شَهْوَةُ الْحَجِّ فَفَكَّرْتُ , فَقُلْتُ : بِمَاذَا أَحُجُّ ، وَلَيْسَ مَعِي إِلا خَمْسَةَ دَرَاهِمَ - أَوْ قِيمَةُ ثِيَابِي خَمْسَةٌ ؟ شَكَّ الرَّاوِي - فَإِذَا أَنَا بِرَجُلٍ قَدْ عَارَضَنِي , وَقَالَ : يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ , اسْمٌ كَبِيرٌ وَنِيَّةٌ ضَعِيفَةٌ عَارَضَكَ كَذَا وَكَذَا , فَقُلْتُ : كَانَ ذَاكَ , فَقَالَ : تَعْزِمُ عَلَى صُحْبَتِي ؟ فَقُلْتُ : نَعَمْ.","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"فَأَخَذَ بِيَدِي وَعَارَضْنَا الْقَافِلَةَ , فَسِرْنَا بِسَيْرِهَا إِلَى وَقْتِ الرَّوَاحِ - وَهُوَ بَيْنَ الْعِشَاءِ وَالْعَتَمَةِ - وَنَزَلْنَا , فَقَالَ : تَعْزِمُ عَلَى الإِفْطَارِ ؟ فَقُلْتُ : مَا آبَى ذَلِكَ.\rفَقَالَ لِي : قُمْ ، فَأَبْصِرْ أَيَّ شَيْءٍ هُنَاكَ فَجِئْ بِهِ ، فَأَصَبْتُ طَبَقًا فِيهِ خُبْزٌ حَارٌّ وَبَقْلٌ وَقَصْعَةً فِيهَا عِرَاقٌ يَفُورُ ، وَزِقًّا فِيهِ مَاءٌ ، فَجِئْتُ بِهِ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي.\rفَأَوْجَزَ فِي صَلاتِهِ ، فَقَالَ : يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ كُلْ ، فَقُلْتُ : فَأَنْتَ ؟ فَقَالَ : كُلْ ، وَدَعْنِي أَنَا ، فَأَكَلْتُ وَعَزَمْتُ عَلَى أَنْ أَدَّخِرَ مِنْهُ , فَقَالَ لِي : يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ، إِنَّهُ طَعَامٌ لا يُدَّخَرُ ، فَكَانَ هَذَا سَبِيلِي مَعَهُ كَذَلِكَ ، فَقَضَيْنَا حَجَّنَا. وَكَانَ قُوتِي مِثْلَ ذَلِكَ. حَتَّى وَافَيْنَا إِلَى الْمَوْضِعِ الَّذِي أَخَذَنِي مِنْهُ. فَوَدَّعَنِي وَانْصَرَفَ. فَقَالَ أَبُو الطَّيِّبِ لِلْبَغَوِيِّ : أَتَعْرِفُ الرَّجُلَ ؟ فَقَالَ : أَظُنُّهُ الْخِضْرَ عَلَيْهِ السَّلامُ\r> Sunde Pati\rMemang ulama' beda pndapat mengenai masih hidupnya nabi khidlir sampai sekarang,bahkan imam bukhori sendiri dan sebagian golongan ulama' ahli hadis berpendapat bahwa nabi khidlir itu sudah tiada sebelum habisnya 100 tahun dari hijroh..\rوقال البخارى وطائفة من اهل الحديث مات الخضر قبل انقضاء مائة من الهجرةوقال ونصر شيخنا ابو بكر ابن العربى هذا لقوله صلى الله عليه وسلم على رأس مائة سنة لا يبقى على الارض ممن هو عليه احد\" يريد ممن كان حيا حين هذه المقالة \"\rعناية المفتقر بما يتعلق بسيدنا الخضر عليه السلام صحيفة 11\rقال الثعلبى يقال ان الخضر لا يموت الا فى اخر الزمان عند رفع القرأن","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"Imam tsa'labi berkata,dikatakan bahwa sesungguhnya khidlir itu tidak mati kecuali di akhir zaman ketika hukum alqur'an dihapus\rوقال النووى فى تهذيبه قال الاكثرون من العلماء هو حي موجود بين اظهرنا وذلك متفق عليه عند الصوفية واهل الصلاح والمعرفة\rDan imam nawawi berkata dalam kitab tahdzib karyanya,kebanyakan ulama' berpendapat bahwa khidlir itu masih hidup dan wujud dihadapan kita,dan itu adalah pendapat yg disepakati oleh ahlis shufi,ahlis sholah dan ahlil ma'rifah\rعناية المفتقر بما يتعلق بسيدنا الخضر عليه السلام صحيفة 11\rKarena dalam masalah ini terjadi khilaf, maka gak akan habis-habis untuk berdebat.. diskusi tutup sampai disini saja, terserah dan kembali pada keyakinan masing-masing. Alfatihah\r> Hasyim Toha\rIkut nyumbang ibarot :\rوهو أن الخضر عليه السلام حي باق وهذا قول أكثر العلماء\rDia Nabi Khidhir As tetap hidup demikan adalah pendapat mayoritas Ulama'. (Imam Nawawi via AL-MAJMU')\r> Umar Bin Sholeh AlHamid\rPernah suatu ketika Habib Umar Bin Abdurrahman Al'Athos (Penyusun Ratib Al'Athos) sedang duduk bersama para santrinya dan ada satu santri yang bernama Syekh Ali Baros sedang duduk disamping beliau sambil memijit kaki beliau.\rBeliau terdiam sesaat dan berkata kepada santrinya: \"Kita kedatangan tamu istimewa Nabi Khidir dan sekarang beliau sudah berada di gerbang depan\".\rBerhamburanlah ke gerbang depan semua santrinya menyambut kehadiran Nabi Khidir kecuali Syekh Ali Baros.\rHabib Umar bertanya kepada Syekh Ali: \"Yaa Ali, kenapa kau tidak menyambut Nabi Khidir bersama santri yang lain..??\"","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"Lalu dijawab oleh Syekh Ali: \"Wahai guruku, Nabi Khidir datang sengaja menemuimu, untuk apa aku lepaskan tanganku dari kakimu karena kedudukanmu yaitu guru dimataku sebagai murid jauh lebih mulia dibandingkan Nabi Khidir\".\rMendengar jawaban dari muridnya seperti itu, lalu berucaplah Habib Umar: \"Tidak akan kuterima hadiah fatihah dari siapapun kepadaku kecuali disertai dengan nama Syekh Ali Baros bukti keridhoanku kepadanya\".\rDengan keridhoan guru, Syekh Ali Baros yang berguru puluhan tahun kepada Habib Umar dengan berkhidmat mengabdi bisa menjadi ulama besar yang manfaat.\r> Faisal Ali Al-mdr\rHadits-hadits yang menerangakan bahwa Nabi Khidhir masih hidup adalah:\r1.…Ad-Daraqathni riwayat dari Ibnu ‘Abbas: “Nabi Khidhir dan Nabi Ilyas bertemu setiap tahun saat musim haji, dan mereka berdua saling mencukur (tahallul) kepala satu sama yang lain.” Ibnu Hajar mengatakan sanadnya lemah. Sementara riwayat Ahmad dalam az-Zuhd dan ath-Thabarani dengan penambahan “Mereka berdua berpuasa Ramadhan di Baitul Maqdis.” Ibnu Hajar mengatakan sanadnya hasan.\r2.…Musnad Abu Usamah “Nabi Khidhir di samudra dan Nabi Ilyas di daratan, mereka bertemu tiap malam di samping tembok yang dibuat Dzul Qarnain.” ( Lihat Syawahid al-Haq hlm. 200 tentang 4 hadits yang dibawakan Ibnul Jauzi. )Al-Hafizh al-Munawi mengatakan bahwa hadits tentang ini dha‘if, akan tetapi menjadi kuat (hasan) karena banyaknya riwayat dengan lafazh yang berbeda-beda termasuk dalam al-Mustadrak. Dan kesimpulannya hadits-hadits di atas adalah hasan atau shahih bukan lagi dha‘if. (Faidh al-Qadir juz 3 hlm. 618-619.)","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"( وسئل ) نفع الله بعلومه ورضى عنه هل يمكن الآن الاجتماع بالنبي [ ] في اليقظة والتلقي منه ( فأجاب ) بقوله نعم يمكن ذلك فقد صرح بأن ذلك من كرامات الأولياء الغزالي والبارزي والتاج السبكي والعفيف اليافعي من الشافعية والقرطبي وابن أبي جمرة من المالكية وقد حكى عن بعض الأولياء أنه حضر مجلس فقيه فروى ذلك الفقيه حديثا فقال له الولي هذا الحديث باطل قال ومن أين لك هذا قال هذا النبي [ ] واقف على راسك يقول إني لم أقل هذا الحديث وكشف للفقيه فرآه\rDitanyakan kepada Imam Ibn Hajar Al-Haitami ra.'' apakah mungkin zaman sekarang seseorang berkumpul dengan Nabi dalam keadaan terjaga dan mengambil Ilmu langsung dari beliau? Imam Ibn Hajar menjawab: ''iya, itu bisa terjadi, dan telah dijelaskan bahwa berkumpul dan mengambil ilmu dari Nabi secara langsung adalah sebagian dari karomah wali-wali Allah seperti Imam Ghozali, dan Al-Barizi, dan Tajjud diin as-subki, dan Afiful al-Yafi'i (dari ulama madzhab syafi'i) dan qurthubi dan Ibn abi jamroh (dari ulama madzhab maliki). Dan dikisahkan: bahwasannya ada sebagian waliAllah menghadiri majlis fiqih, kemudian seorang faqih yg sedang mengajar tersebut meriwayatkan sebuah hadist, lalu Wali tersebut berkata: itu hadist bathil. Sang faqih berkata: darimana engkau mengatakan hadist ini bathil? Sang wali menjawab:Itu Nabi sedang berdiri di hadapanmu dan beliau bersabda: ''Inniy lam aqul hadzal hadist'' (sesungguhnya aku tidak mengucapkan hadist ini) Lalu faqih tersebut dibukakan hijabnya dan beliau pun melihat Nabi.(fatawa haditsiya imam Ibn Hajar al-Haitami pertanyaan ke 340, hal: 543)\r> Toni Imam Tontowi\rDalam Siroh halabiyyah III / 99 :","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"وفي تفسير البغوي: أربعة من الأنبياء أحياء إلى يوم البعث اثنان في الأرض وهما الخضر وإلياس، أي وإلياس في البر والخضر في البحر، يجتمعان كل ليلة على ردم ذي القرنين يحرسانه. وأكلهما الكرفس والكمأة، واثنان في السماء إدريس وعيسى عليهما الصلاة والسلام.\rDalam Tafsir Al-Baghowi disebutkan : Ada 4 Nabi yang (dikehendaki Allah) hidup sampai hari kiamat : Dua di bumi , yakni Nabi Khidir di darat dan Nabi Ilyas di laut, mereka berdua setiap malam berkumpul disamping tembok yang dibuat oleh raja Dzul Qornain (untuk mengurung ya'juj ma'juj) , makanan mereka karfas dan kam-at. Dua di langit yakni Nabi Isa dan Nabi Idris 'Alaihimassalaam\rLho ternyata malah ada 4 nabi ..... Ini saya kasih cerita tentang Nabi Khidir berperang melawan dajjal la'natullah 'alaih :\rAn-Nihayah Fil Fitan I / 78 Bab Al-Kalaam 'Alal Ahadits Al-Dajjal","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"وقال مسلم: حدثنا عمرو بن الناقد والحسن الحلواني وعبيد بن حميد وألفاظهم متقاربة والسياق بعيد قال حدثني وقال الآخران: حدثنا يعقوب هو ابن إبراهيم بن سعد، حدثنا أبي عن صالح، عن ابن شهاب، أخبرني عبيد الله بن عبد الله بن عتبة أن أبا سعيد الخدري قال، حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم يوماً حدثنا طويلاً عن الدجال فكان فيما حدثنا قال: \"يأتي وهو محرَّم عليه أن يدخلَ نِقَابَ المدينةِ فينتهي إلى بعض السباخ التي تلي المدينة فيَخرجُ إليه يومئذٍ رجل هو خيرُ الناس أو مِنْ خير الناس فيقول له: أشهد أَنَّك الدجالُ الذي حدّثَنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حديثه فيقول الدجال: أرَايْتُمْ إِن قتلتُ هذا ثم أحْيَيْتُه أتَشكُّون في الأمرِ? فيقولون: لا. قال: فَيَقْتُلُهُ ثم يُحْيِيه 78فيقول حين يُحييه: والله ما كنتُ فيك قَطُّ أشَدّ بصيرةً مني الآن. قال: فيريدُ الدجال أن يقتلَه فلا يُسلّطَ عليه\".قال أبو إسحاق: \"يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هو الخِضْرُ \". قال مسلم: وحدثني عبد الله بن عبد الرحمن الدارمي، حدثنا أبو اليمان، حدثنا شعيب، عن الزهري في هذا الإِسناد بمثله.وقال مسلم: حدثني محمد بن عبد الله بن فهران من أهل مرو، حدثنا عبد الله بن عثمان، عن أبي حمزة، عن قيس بن وهب، عن أبي الوداك، عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"يخرج الدجال فَيَتَوَجَّهُ قِبَلَهُ رجل من المؤمنين فتلقاه الْمَسَالحُ مَسالحُ الدجالِ فيقولون له أين تَعْمَدُ? فيقول: أَعْمَدُ إلى هذا الذي خرج. قال: فيقولون له أو ما تُؤْمن بربنا? فيقول: ما بربنا خَفَاءُ، فيقولون: اقتلوه، فيقول بعضهم لبعض: أليس قد نهاكم ربُّكم أن تقتلوا أحداً دونه? قال: فينطلقون إلى الدجالِ فإِذا رآه المؤمنُ قال يا أيها الناس: هذا الدجالُ الذي ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم.قال: فيأمر الدجال به فَيُشَجُّ فيقول خذوه وشُجوه فَيُوسَعُ ظَهْرَهُ","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"وبَطْنَهُ ضَرْباً قال فيقول: أما تؤمن بي? قال فيقول: أنت المسيح الكذاب.قال: فيؤمر به فَيُنْشَرُ بالمنشارِ من مَفْرِقِهِ حتى يَفْرِقَ بينَ رِجْلَيْه قال: ثم يَمشي الدجال بينَ الْقِطْعَتَيْن ثم يقول له: قُم فَيَسْتَوِي قَائِماً. قال: ثم يقول له أَتؤمِنُ بي? فيقول: مَا ازْدَدْتُ فيك إِلاَّ بصِيرَةً قال: ثم يقول يا أَيها الناس إِنه لا يفعل بعدي بأَحد من الناس مِثْلَ الذي فَعَلَ بي. قال: فيأخذه الدجال ليذبحه فَيَحُول مَا بَيْنَ رقبتِه إِلى تَرْقُوتِهِ نُحاس فلا يستطيع إِليه سبيلاً، قال فيأخذ بيديه ورجليه لِيَقْذِفَ به فَيَحْسِبُ الناس أَنَّما قَذَفَه إِلى النَّارِ وإِنَّمَا ألقِيَ في الجنةِ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"هَذا أعظم الناس شهادة عند رب العالمين\".\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/494145480608265/\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/624902310865914/\rLINK TERKAIT :\rwww.piss-ktb.com/2012/03/f0004-bukti-bahwa-nabi-khidir-as-masih.html\r2804. MASA MENETAPNYA NABI ADAM DI SURGA SEBELUM TURUN KE DUNIA\rPERTANYAAN :\r> An-NazZy Kieen Bin-Mu'adz\rAssalam, tanya all-berapa lama nabi Adam tinggal di surga sbelum diturunkan ke bumi ?\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam. Menurut shahabat Ibn Abbas, nabi Adam berada di syurga dalam rentang waktu antara Asar s/d tenggelam matahari. Menurut Imam Hasan, nabi Adam berada di syurga siang hari selama 1 jam. 1 jam sama dengan 130 jam di alam dunia. Wallaahu A'lam. Dalam Tafsir Ibn Katsier 1/36-237 :","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"وقال الحاكم: حدثنا أبو بكر بن بَالُويه ، عن محمد بن أحمد بن النضر، عن معاوية بن عمرو، عن زائدة، عن عَمَّار بن معاوية البَجَلي، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس، قال: ما أسكنآدم الجنة إلا ما بين صلاة العصر إلى غروب الشمس. ثم قال: صحيح على شرط الشيخين، ولم يخرجاه. وقال عبد بن حميد في تفسيره: حدثنا رَوح، عن هشام، عن الحسن، قال: لبث آدم في الجنة ساعة من نهار، تلك الساعة ثلاثون ومائة سنة من أيام الدنيا.\r> Sunde Pati\rIbnu Abbas berkata masa menetapnya Adam dan Hawa disurga adalah setengah hari dari hitungan hari-hari akhirat yaitu kira-kira 500 tahun dari hitungan tahun didunia. Wallohu a'lam\rبدائع الزهور في وقائع الدهور (ص: 41،\rالمؤلف: جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي قال ابن عباس كانت اقامة آدم وحواء فى الجنة مدة نصف يوم من أيام الآخرة وهو مقدار خمسمائة عام من أعوام الدنيا\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/662184340471044/\r2828. SEBAB DIBUNUHNYA NABI YAHYA ALAIHIS SALAAM\rOleh : Ust. Timur Lenk","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"Nabi Yahya 'alaih asholatu wa as-salam dibunuh karena menolak cinta seorang wanita putri raja dan wanita tersebut menginginkan kematian baginda Nabi Yahya setelah cintanya ditolak. Setelah sang raja membunuh Nabi Yahya dan menghadiahkan kepalanya kepada sang putri maka Allah menenggelamkan mereka dan keluarga mereka kedalam tanah dan rakyatpun bilang : \"Tuhannya Nabi Zakariya telah murka kepada raja kita, mari kita bunuh si Zakariya\", merekapun (bani Isroil) berduyun-duyun mencari Nabi Zakariya 'alaih ash-sholatu wa as-salam namun tak ketemu, Iblispun turun tangan menunjukkan keberadaan Nabi Zakariya yang masuk pohon agar mereka dapat membunuhnya, mereka ingin membakar pohon itu namun Iblis menasehati mereka agar mereka membelahnya dengan gergaji, maka terbelahlah pohon dan jasad mulia Nabi Zakariya namun beliau tidak merasakan sakit.\rPenjelasan tentang sebab dibunuhnya Nabi Yahya 'alaih as-salam / al-Bidayah wa an-Nihayah :\rالبداية والنهاية/الجزء الثاني/بيان سبب قتل يحيى عليه السلام\rبيان سبب قتل يحيى عليه السلام","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"وذكروا في قتله أسبابا من أشهرها: أن بعض ملوك ذلك الزمان بدمشق، كان يريد أن يتزوج ببعض محارمه، أو من لا يحل له تزويجها، فنهاه يحيى عليه السلام عن ذلك، فبقي في نفسها منه، فلما كان بينها وبين الملك ما يحب منها، استوهبت منه دم يحيى فوهبه لها، فبعثت إليه من قتله، وجاء برأسه ودمه في طشت إلى عندها، فيقال: إنها هلكت من فورها وساعتها. وقيل: بل أحبته امرأة ذلك الملك وراسلته فأبى عليها، فلما يئست منه تحيلت في أن استوهبته من الملك، فتمنع عليها الملك، ثم أجابها إلى ذلك، فبعث من قتله وأحضر إليها رأسه ودمه في طشت.وقد ورد معناه في حديث رواه إسحاق بن بشر في كتابه المبتدأ حيث قال: أنبأنا يعقوب الكوفي، عن عمرو بن ميمون، عن أبيه، عن ابن عباس أن رسول الله ليلة أسري به رأى زكريا في السماء، فسلم عليه وقال له: يا أبا يحيى خبرني عن قتلك كيف كان، ولم قتلك بنو إسرائيل؟قال: يا محمد أخبرك أن يحيى كان خير أهل زمانه، وكان أجملهم وأصبحهم وجها، وكان كما قال الله تعالى { وَسَيِّدا وَحَصُورا } وكان لا يحتاج إلى النساء، فهوته امرأة ملك بني إسرائيل، وكانت بغية، فأرسلت إليه وعصمه الله وامتنع يحيى وأبى عليها، فأجمعت على قتل يحيى، ولهم عيد يجتمعون في كل عام، وكانت سنة الملك أن يوعد ولا يخلف ولا يكذب.قال: فخرج الملك إلى العيد فقامت امرأته فشيعته، وكان بها معجبا، ولم تكن تفعله فيما مضى، فلما أن شيعته قال الملك: سليني فما سألتني شيئا إلا أعطيتك، قالت: أريد دم يحيى بن زكريا، قال لها: سليني غيره. قالت: هو ذاك. قال: هو لك.قال: فبعثت جلاوزتها إلى يحيى وهو في محرابه يصلي، وأنا إلى جانبه أصلي، قال: فذبح في طشت وحمل رأسه ودمه إليها.قال: فقال رسول الله :« فما بلغ من صبرك ».قال: ما انفتلت من صلاتي.قال: فلما حمل رأسه إليها، فوضع بين يديها، فلما أمسوا خسف الله بالملك، وأهل بيته وحشمه، فلما أصبحوا قالت بنو إسرائيل: قد غضب إله","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"زكريا لزكريا، فتعالوا حتى نغضب لملكنا فنقتل زكريا.\rقال: فخرجوا في طلبي ليقتلوني، وجاءني النذير فهربت منهم، وإبليس أمامهم يدلهم علي، فلما تخوفت أن لا أعجزهم، عرضت لي شجرة فنادتني وقالت: إليّ إليّ، وانصدعت لي ودخلت فيها.قال: وجاء إبليس حتى أخذ بطرف ردائي، والتأمت الشجرة وبقي طرف ردائي خارجا من الشجرة، وجاءت بنو إسرائيل فقال إبليس: أما رأيتموه دخل هذه الشجرة، هذا طرف ردائه دخلها بسحره، فقالوا: نحرق هذه الشجرة، فقال إبليس: شقوه بالمنشار شقا. قال: فشققت مع الشجرة بالمنشار، قال له النبي :« هل وجدت له مسا أو وجعا ».قال: لا، إنما وجدت ذلك الشجرة التي جعل الله روحي فيها.هذا سياق غريب جدا، وحديث عجيب، ورفعه منكر، وفيه ما ينكر على كل حال، ولم ير في شيء من أحاديث الإسراء ذكر زكريا عليه السلام إلا في هذا الحديث. وإنما المحفوظ في بعض ألفاظ الصحيح في حديث الإسراء: فمررت بابني الخالة يحيى وعيسى، وهما ابنا الخالة.فجاء على قول الجمهور كما هو ظاهر الحديث، فإن أم يحيى أشياع بنت عمران، أخت مريم بنت عمران. وقيل: بل أشياع وهي امرأة زكريا أم يحيى، هي أخت حنة امرأة عمران أم مريم، فيكون يحيى ابن خالة مريم، فالله أعلم.ثم اختلف في مقتل يحيى بن زكريا، هل كان في المسجد الأقصى أم بغيره على قولين؟ فقال الثوري، عن الأعمش، عن شمر بن عطية قال: قتل على الصخرة التي ببيت المقدس سبعون نبيا، منهم يحيى بن زكريا عليه السلام.وقال أبو عبيد القاسم ابن سلام، حدثنا عبد الله بن صالح، عن الليث، عن يحيى بن سعيد، عن سعيد بن المسيب قال: قدم بخت نصر دمشق، فإذا هو بدم يحيى بن زكريا يغلي، فسأل عنه فأخبروه، فقتل على دمه سبعين ألفا فسكن.","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"وهذا إسناد صحيح إلى سعيد بن المسيب، وهو يقتضي أنه قتل بدمشق، وإن قصة بخت نصر كانت بعد المسيح، كما قاله عطاء، والحسن البصري، فالله أعلم.وروى الحافظ ابن عساكر، من طريق الوليد بن مسلم، عن زيد بن واقد قال: رأيت رأس يحيى بن زكريا حين أرادوا بناء مسجد دمشق أخرج من تحت ركن من أركان القبلة الذي يلي المحراب مما يلي الشرق، فكانت البشرة والشعر على حاله لم يتغير، وفي رواية كأنما قتل الساعة، وذكر في بناء مسجد دمشق، أنه جعل تحت العمود المعروف بعمود السكاسكة فالله أعلم.وقد روى الحافظ ابن عساكر في المستقصى في فضائل الأقصى من طريق العباس بن صبح، عن مروان، عن سعيد بن عبد العزيز، عن قاسم مولى معاوية قال: كان ملك هذه المدينة - يعني دمشق - هداد بن هداد وكان قد زوجه ابنه بابنة أخيه أريل ملكة صيدا، وقد كان من جملة أملاكها سوق الملوك بدمشق، وهو الصاغة العتيقة.قال: وكان قد حلف بطلاقها ثلاثا، ثم أنه أراد مراجعتها، فاستفتى يحيى بن زكريا فقال: لا تحل لك حتى تنكح زوجا غيرك، فحقدت عليه وسألت من الملك رأس يحيى بن زكريا، وذلك بإشارة أمها، فأبى عليها ثم أجابها إلى ذلك، وبعث إليه وهو قائم يصلي بمسجد جيرون من أتاه برأسه في صينية، فجعل الرأس يقول له: لا تحل له، لا تحل له حتى تنكح زوجا غيره.فأخذت المرأة الطبق فحملته على رأسها، وأتت به أمها وهو يقول كذلك، فلما تمثلت بين يدي أمها خسف بها إلى قدميها، ثم إلى حقويها، وجعلت أمها تولول والجواري يصرخن، ويلطمن وجوههن، ثم خسف بها إلى منكبيها، فأمرت أمها السياف أن يضرب عنقها، لتتسلى برأسها ففعل، فلفظت الأرض جثتها عند ذلك، ووقعوا في الذل والفناء.ولم يزل دم يحيى يفور، حتى قدم بخت نصر فقتل عليه خمسة وسبعين ألفا.قال سعيد بن عبد العزيز: وهي دم كل نبي، ولم يزل يفور حتى وقف عنده أرميا عليه السلام فقال: أيها الدم أفنيت بني إسرائيل فاسكن بإذن الله، فسكن فرفع السيف وهرب من هرب من","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"أهل دمشق إلى بيت المقدس، فتبعهم إليها فقتل خلقا كثيرا لا يحصون كثرة، وسبا منهم، ثم رجع عنهم.\r> Mbah Godek\rKitab tarikh memang berbeda-beda jika dalam kitab bada_i izzuhur benar apa yang dikatakan neng Dewi Rosita dan itu adalah pendapatnya imam assaddi, ini secuil ceritanya :\r\"....Di isaat nabi yahya sudah disembelih mereka mencari Nabi zakaria tuk sekalian disembelihlalu Nabi zakaria lari sampai tidak diketahui siapapun kecuali sebuah pohon lalu pohon tersebut terbelah jadi 2 kemudian Nabi zakaria masuk didalamnya lalu pohon itu kembali menutup dan seperti sedia kala,,dikala mereka mengejar dan tidak menemuinya maka iblis datang pada mereka dengan menyamar sebagai orang tua renta lalu berucap Zakaria ada didalam pohon ini,,lalu sang raja ambil gergaji dan memotong pohon tersebut imam assaddi berkata disaat gergaji sampai pada leher Zakaria maka ia menjerit : \"...ooohhh/aahhh\" (kesakitan) lalu malaikat jibril mendatanginya dan berucap wahai zakaria sesungguhnya Allah berfirman jika engkau berucap aaahh satu kali lagi maka Allah akan menghapusmu dari daftar kenabian / kantor para Nabi,,lalu zakaria diam dan sabar menerima cobaan sehingga tubuhnya terbelah 2menurut attsa'labi Nabi zakaria berumur kira-kira 300 tahun dan ada yang berpendapat lagi umurnya kurang dari 300 tahun.\rالكتاب: بدائع الزهور في وقائع الدهورالمؤلف: جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي (ص: 118،)","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"فلما ذبحه طلب أباه زكريا ليذبحه أيضا فهرب منه لم ير في وجهه إلا شجرة فقال لها أيتها الشجرة أجيري نبي الله زكريا من القتل فانشقت الشجرة نصفين فدخل زكريا في جوفها وانطبقت عليه كما كانت فلما تتبعوه ولم يجدوه فجاء اليهم ابليس اللعين في صفة شيخ زاهد وقال لهم ان زكريا قد دخل في جوف هذه الشجرة فأحضر الملك منشارا ونشر به تلك الشجرة قال السدى لما بلغ المنشار رأس زكريا صاح آه فنزل اليه جبرائيل وقال له يا زكريا ان الله تعالى يقول لك لئن قلت بعد ذلك آه مرة أخرى ليمحونك من ديوان الأنبياء فسكت زكريا وصبرعلى البلاء حتى نشروه نصفين وهو لايتكلم فاعلم أن الأنبياء أشد بلاء من جميع الناس قال الثعلبي مات زكريا وله من العمر نحو ثلثمائة سنة وقيل دون ذلك والله أعلم\rMengenai nama pohon kami belum tau,,yg kami ketahui adalah pohon itu saat dibelah bersama Nabi Zakaria adalah terletak di tanah Nabilas lalu Nabi zakaria disemayamkan disana,,kemudian dipindah ke tanah Halab yg mana makam Nabi zakaria masyhur disana sampai sekarang ini.\rالكتاب: بدائع الزهور في وقائع الدهورالمؤلف: جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي بدائع الزهور في وقائع الدهور (ص: 118،)\rقال السدى ان الشجرة التي نشر فيها زكريا كانت بنابلس ودفن هناك ثم نقل من بعد ذلك الى حلب وقبره مشهور بها الآن\rAlkhodlir adalah Nabi yg hidup sampai akhir zaman menurut pendapatnya beberapa golongan ulama'namanya adalah barron bin malkan bin qoli' bin arfakhsyadz bin sam bin Nuh dikatakan juga bahwa Nabi ilyas juga hidup sebagaimana Nabi khodlir,beliau (N.ilyas) tinggal dikhurosan dekat penjara ya'juJ ma'juj\rحاشيتا قليوبي وعميرة (1/ 401)","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"(فَائِدَةٌ) الْخَضِرِ نَبِيٌّ حَيٌّ إلَى آخِرِ الدَّهْرِ عِنْدَ جَمَاهِيرِ الْعُلَمَاءِ، وَاسْمُهُ بَرَّانُ بْنُ مَلْكَانِ بْنِ قَالِعِ بْنِ ارْفَخْشَذَ بْنِ سَامِ بْنِ نُوحٍ، وَقِيلَ إلْيَاسُ حَيٌّ أَيْضًا وَاقِفٌ بِخُرَاسَانَ عِنْدَ سَدِّ يَأْجُوجَ\r> Dewan Masjid Assalaam\rKalau menurut saya artinya bukan \"Allah marah UNTUK Zakariyya\" tapi memang \"Allah marah KEPADA Zakariyya\". Ini adalah ucapan Bani Isroil yang mencari kambing hitam atas bencana yang menimpa keluarga raja. Mereka menimpakan kesalahan kepada Nabi Zakariyya dengan berkata bahwa Allah telah marah kepada Zakariyya, karena itulah mereka kemudian memburu Nabi Zakariyya\rAtau ucapan si wanita yang berkata kepada bani isroil, bahwa Allah murka kepada Zakariyya shg menimpakan bencana kepada keluarga raja. Maka bani Isroil termakan ucapan si wanita itu kemudian memburu Nabi Zakariyya.\rفلما أصبحوا قالت بنو إسرائيل: قد غضب إله زكريا لزكريا، فتعالوا حتى نغضب لملكنا فنقتل زكريا\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/648954068460738/\r2963. CUCU NABI YUSUF YANG MENIKAH DENGAN SEORANG NABI\rPERTANYAAN :\r> Awi Cie Atd Dawi's\rAssalamu'alaikum. Siapa nama cucu nabi Yusuf yang menikah dengan seorang nabi ?\rJAWABAN :\r> Mbah Godek\rWa alaikum salam. Nama cucu Nabi Yusuf yang menikah dengan seorang Nabi adalah Rohmah\rالدر المنثور (7/ 197)\rوأخرج ابن عساكر عن وهب بن منبه رضي الله عنه قال : زوجة أيوب عليه السلام رحمة رضي الله عنها بنت ميشا بن يوسف بن يعقوب بن إسحق بن إبراهيم عليهم السلام","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"Ibnu 'asakir menerbitkan keterangan dari Wahab bin Munabbih RA. beliau berkata, istri Nabi Ayyub AS adalah Rohmah RA binti Misya bin Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim 'Alaihimus Sholatu was Salam\rDan kami juga menemukan keterangan yg berbeda mengenai istri Nabi Ayyub, ada yg bilang nama istrinya adalah liya binti Ya'qub jadi Nabi Ayub adalah semangsa/sezaman dengan Nabi Ya'qub dan ibu Nabi Ayyub adalah putrinya Nabi Luth AS dan juga ada yang mengatakan bahwa istri Nabi Ayyub adalah Rohmah binti Ifrotsim bin Yusuf bin Ya'qub Alaihimus Salam.\rKedua pendapat tersebut telah dituturkan oleh At-Thobarri Rohimahulloh\rالجامع لأحكام القرآن (15/ 209)\rوامرأته ليا بنت يعقوب. وكان أيوب في زمن يعقوب وكانت أمه ابنة\rلوط. وقيل : كانت زوجة أيوب رحمة بنت إفرائيم بن يوسف بن يعقوب عليهم السلام. ذكر القولين الطبري رحمه الله.\rWALLOHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/729725037050307\r3006. YANG MEMBANGUN KA'BAH PERTAMA KALI NYA\rPERTANYAAN :\rAssalamualaikum, mau tanya ustadz dan ustadzahadakah yang punya ta'bir membangun ka'bah untuk pertama kalinya sebelum nabi ibrohim dan ismail. [ Chikado Lukime ].\rJAWABAN :\r> Yu Paijah","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"Wa'alaikumussalaam. Ada keterangan di mawaidz ushfuriyah : Ketika Allah hendak menciptakan khalifah di bumi, para malaikat berkata : “ kenapa Engkau hendak menciptakan khalifah dibumi, yaitu orang-orang yang akan berbuat kerusakan & saling menumpahkan darah, sedangkan kami ini (para Malaikat) masih selalu bertasbih, bertauhid, dan mesucikan Engkau” , Allah berfirman : “ sesungguhnya Aku lebih mengetahui terhadap apa yang kalian tidak ketahui “ (Al-Baqarah : 30)\rPara malaikat pun merasa khilaf & berdosa setelah mendengar jawaban dari Allah tersebut, untuk menebus segala dosa-dosanya para malaikat berthowaf (berkeliling) Arsy sebanyak 7 kali, dengan harapan Allah memberikan ampunan bagi mereka, Allah pun mengampuni mereka. Kemudian Allah memerintahkan kepada para malikat itu untuk turun ke bumi dan membangun sebuah Baitullah (Ka’bah) dengan tujuan supaya apabila ada anak Adam (manusia) yang berbuat dosa, mereka mau berthowaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali sehingga Allah mengampuni mereka seperti Allah mengampuni para malaikat setelah mereka berthowaf mengelilingi Arsy.\rAlkisah, ketika terjadi banjir besar di jaman Nabi Nuh as. , Allah mengangkat Baitullah (Ka’bah) ini ke atas langit ke empat (ada yang mengatakan langit ketujuh), yang kemudian disisi Ka’bah tersebut Allah membangun sebuah menara yang kira – kira tingginya adalah sepanjang 500 tahun perjalanan, menara inilah yang dinamakan Baitul Makmur.\rIbaroh :\r~ Al Qiraa li Qaashidi Ummil Qura hal. 261 :","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"عن علي بن الحسين وقد سئل عن ابتداء الطواف فقال : لما قال الله تعالى للملا ئكة { إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا }و{قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ}ظنت الملا ئكة أن ما قالوا رد على ربهم فلا ذوا بالعرش وطافوا به اشفاقا من الغضب عليهم فوضع لهم البيت المعمور وطافوا به ثم بعث ملا ئكة , فقال : أبنوا لي بيتا في ألأرض بمثله , وأمر الله تعالى أن يطوفوا به كمايطوف أهل السماءبالبيت المعمورأخرجهالحافظ أبوالفرج\r~ Mawa'idz ushfuriyah :\rكما قال تعالى { وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ }فخافت الْمَلائِكَة فطافوا حول العرش سبع مرات فتجاوز عنهم فأمرهم الله أن يبنوا بيتا على وجه ألأرض حتى لو أذنب أولاد أدم فيطوفون حول البيت سبع مرات فيتجاوز عنهم كما تجاوز عن الْمَلائِكَة ثم نزلوا وبنوا على ألأرض الكعبة .\r> Ubaid Bin Aziz Hasanan","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"اختلف المؤرخون في أول من بنى الكعبة المشرفة وأن الفترة ا?ولى من بناء الكعبة غابت تفاصيلها عن التاريخ ، والذي أجمع عليه أنها بنيت قبل آدم عليه الس?م وأن الم?ئكة قاموا بتشييد أول بناء لها ، ويقول المحققون : انه إذا ثبت وخلص التاريخ إلى أن الكعبة المعظمة بنيت إحدى عشر مرة ، بنتها 1 ( الم?ئكة 2( سيدنا آدم 3( شيت ابن سيدنا آدم 4( إبراهيم الخليل 5( العمالقة 6( جرهم 7( قصي بن ك?ب 8( قريش 9( عبد الله بن الزبير 10 ( الحجاج بن يوسف 11( السلطان مراد من س?طين آل عثمان ، وذلك سنة أربعين وألف هجرية ، وبذلك يكون التعاقب في البناء على النحو التالي : بناء الم?ئكة عليهم الس?م للكعبة المشرفة ذكر أن الكعبة بنتها الم?ئكة قبل سيدنا آدم عليه الس?م ، وروي أن أول شئ عمله آدم عليه الس?م ، حين نزل من السماء ، أن طاف بالكعبة المشرفة فلقيه الم?ئكة فقالوا له: نسكك يا آدم ، طفنا بهذا البيت قبلك بألفي عام . ومن صحة هذه الرواية تكون الم?ئكة هم أول من بنى الكعبة المشرفة ، مما يرجح رأي من روى أن آدم عليه الس?م هو أول من بناها . بناء آدم عليه الس?م للكعبة المشرفة وردت عدة روايات حول بناء آدم للكعبة ومنها روي أنه لما أهبط آدم من الجنة إلى ا?رض قال : يا رب مالي ? أسمع أصوات الم?ئكة و? أحسهم ؟ قال خطيئتك يا آدم . ولكن أذهب فأبن لي بيتاً فطف به و اذكرني حوله كنحو ما رأيت تصنع الم?ئكة حول عرشي ، فانتهى آدم إلى مكة فبنى البيت الحرام وان جبريل عليه الس?م ضرب بجناحه ا?رض فأبرز عن أس ثابت على ا?رض السفلى فقذفت فيه الم?ئكة من الصخر ما ? يطيق حمل الصخرة منها ث?ثون رج?ً ، وبناها من خمس جبال من لبنان ، وطور زيتا ، وطور سينا ، والجودي وحراء حتى استوت على وجه ا?رض","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"بناء شيت بن آدم عليهم الس?م للكعبة وردت في الروايات أنه بعد وفاة آدم عليه الس?م ، بنوا أبناءه الكعبة من بعده . وقيل لما رفعت الخيمة التي عزى الله بها آدم من حلية الجنة حين وضعت له بمكة في موضع البيت ومات آدم عليه الس?م ، فبنى بنو آدم من بعده مكانها بيتاً بالطين والحجارة فلم يذل معموراً يعمرونه هم ومن بعدهم ، فنسفه الغرق وغير مكانه حتى بوئ ?براهيم عليه الس?م . وذكر أن شيت ابن آدم هو أول من بنى الكعبة بعد وفاة والده آدم عليه الس?م. بناء إبراهيم عليه الس?م إن بناية خليل الله إبراهيم عليه الس?م ثابتة بالقطع من القرآن الكريم ، وذلك بعد هجرة إبراهيم إلى مكة ?ول مرة ، فإذ قال إبراهيم : يا إسماعيل إن ربك أمرني أن أبني له بيتاً ، قال : أطع ربك ، قال إنه قد أمرني أن تعينني عليه ، قال : إذاً أفعل أو كما قال : فقاما فجعل إبراهيم يبني وإسماعيل يناوله الحجارة ويقو?ن : ربنا تقبل منا انك أنت السميع العليم قال : حتى ارتفع البناء ، وضعف الشيخ على نقل الحجارة ، فقام على حجر المقام فجعل يناوله . وقد بنى إبراهيم عليه الس?م الكعبة بحجارة بعضها فوق بعض من غير طين وجص وحفر في باطنها على يمين من دخلها حفرة عميقة عرفت بجب الكعبة وخزانتها يلقى فيها ما يهدى إليها ، ولم يجعل للكعبة سقفاً ، وكان بابها لصقاً با?رض بمثابة فتحة في جدارها الشرقي للد?لة على وجه البيت . وقد كان بناء إبراهيم عليه الس?م للكعبة من خمسة جبال من طور سينا ، ولبنان ، وطور زيتا ، وحراء والجودي . وكانت الم?ئكة تنقل له الحجارة من هذه الجبال . وبناء الكعبة على أساس آدم . بارتفاع تسعة أذرع ، وعرض جدار وجهها الذي فيه الباب اثنين وث?ثين ذراعاً ، والجدار المقابل له أحداً وث?ثين ذراعاً ، وعرض الجدار الذي فيه الميزاب جهة الحجر أثنين وعشرين ذراعاً ، والجدار المقابل له عشرين ذراعاً ، وجعل للكعبة ركنين فقط هما : الركن ا?سود والركن اليماني ولم","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"يجعل لها أركاناً من جهة الحجر بل جعلها على شكل نصف دائرة ، وجعل الحجر على جانبها عريشاً من أراك ، وجعل الباب ?صقاً با?رض\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussalam warahmatullaah. Dalam Kitab I'anatuththolibin juz II halaman 276 :\rوروى الأزرقي أيضا عن علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب رضي الله عنهم قال إن الله تعالى بعث ملائكة فقال ابنوا لي في الأرض بيتا تمثال البيت المعمور وقدره وأمر الله تعالى من في الأرض أن يطوفوا به كما يطوف أهل السماء بالبيت المعمور قال وهذا كان قبل خلق آدم وقال ابن عباس رضي الله عنهما هو أول بيت بناه آدم في الأرض\rAl Arzqi juga meriwayatkan dari Ali bin Hasan bin Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anhum, beliau berkata: Sesungguhnya Allah Ta'ala mengutus Malaikat seraya berfiman: \"Bangunlah oleh kalian di muka bumi bait sama dengan Baitul Ma'mur......dst.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/mujaawib.pissktb/permalink/548744455211771/\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/697022373653907/\rwww.fb.com/notes/747046625318148\r3007. NAMA ASLI SHAHABAT IBNU ABBAS DAN PUTRANYA RA.\rPERTANYAAN :\rAssalamualaikum Warahmatullah, mau tanya. sahabat Rasulullah SAW yang bernama 'Abbas mempunyai anak, anaknya namanya siapa ...? [ Raminten Klayaban ]\rJAWABAN :\r> Ulinuha Asnawi\rWa'alaikumussalam warohmatullahi wa barokatuh , Betul, sahabat Abdullah bin 'Abbas terkenal dengan sebutan Ibnu 'Abbas, dan salah satu putra Abdullah sendiri dinamai 'Abbas, sama seperti nama ayahnya. 'Abbas, ayah 'Abdullah sendiri adalah salah satu paman Nabi yang masuk islam dan membela Nabi dengan gigihnya.","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"عبد الله بن عباس البحر حبر الأمة ، وفقيه العصر ، وإمام التفسير أبو العباس عبد الله ، ابن عم رسول الله -صلى الله عليه وسلم- العباس بن عبد المطلب شيبة بن هاشم ، واسمه عمرو بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر القرشي الهاشمي المكي الأمير -رضي الله عنه. مولده بشعب بني هاشم قبل عام الهجرة بثلاث سنين .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/showalam.php?ids=11\rCoba baca Thobaqah Al-Kubro, punya-nya Abdullah Al-Bashori, tentang Abbas bin Abdulloh bin Abbas bin Abdul Muthalib :\rوَكَانَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَكْبَرَ وَلَدِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَبِهِ كَانَ يُكْنَى , وَقَدْ رُوِيَ عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ , فَوَلَدَ الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَبْدَ اللَّهِ وَأُمُّهُ مَرْيَمُ ابْنَةُ عَبَّادِ بْنِ مَسْعُودِ بْنِ خَالِدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ رِبْعِيِّ بْنِ سَلْمَى بْنِ جَنْدَلِ بْنِ نَهْشَلِ بْنِ دَارِمِ بْنِ مَالِكِ بْنِ حَنْظَلَةَ بْنِ مَالِكِ بْنِ زَيْدِ مَنَاةَ بْنِ تَمِيمِ بْنِ مُرِّ بْنِ أُدِّ بْنِ طَابِخَةَ بْنِ إِلْيَاسَ بْنِ مُضَرَ , وَعَوْنَ بْنَ الْعَبَّاسِ وَأُمُّهُ حَبِيبَةُ بِنْتُ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ بْنِ خُوَيْلِدِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قُصَيٍّ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/698112420211569/\rwww.fb.com/notes/747105595312251\r3118. KISAH TULANG SEORANG NABI DIGUNAKAN UNTUK MENDATANGKAN HUJAN\rPERTANYAAN :\r> Adzim Nayla\rAssalamualaikum warohmatulloh, pernah denger cerita, apa benar tulang orang mati / khususnya seorang Nabi pendahulu sebelum Nabi Muhamad bisa di pakai untuk mendatangkan hujan maupun menghentikan hujan? Mohon pencerahanya.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh, ada kisahnya di kitab As Showaiqul Muchriqoh karangan Imam Ibnu Hajar Al Haitami. Kisah tentang Hasan Al 'Asykari :\rالصواعق المحرقة ابن حجر الهيتمي\rوَلما حبس قحط النَّاس بسر من رأى قحطا شَدِيدا فَأمر الْخَلِيفَة الْمُعْتَمد ابْن المتَوَكل بِالْخرُوجِ للاستسقاء ثَلَاثَة أَيَّام فَلم يسقوا فَخرج النَّصَارَى وَمَعَهُمْ رَاهِب كلما مد يَده إِلَى السَّمَاء هطلت ثمَّ فِي الْيَوْم الثَّانِي كَذَلِك فَشك بعض الجهلة وارتد بَعضهم فشق ذَلِك على الْخَلِيفَة فَأمر بإحضار الْحسن الْخَالِص وَقَالَ لَهُ أدْرك أمة جدك رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قبل أَن يهْلكُوا فَقَالَ الْحسن يخرجُون غَدا وَأَنا أزيل الشَّك إِن شَاءَ الله وكلم الْخَلِيفَة فِي إِطْلَاق أَصْحَابه من السجْن فَأَطْلَقَهُمْ فَلَمَّا خرج النَّاس للاستسقاء وَرفع الراهب يَده مَعَ النَّصَارَى غيمت السَّمَاء فَأمر الْحسن بِالْقَبْضِ على يَده فَإِذا فِيهَا عظم آدَمِيّ فَأَخذه من يَده وَقَالَ استسق فَرفع يَده فَزَالَ الْغَيْم وطلعت الشَّمْس فَعجب النَّاس من ذَلِك فَقَالَ الْخَلِيفَة لِلْحسنِ مَا هَذَا يَا أَبَا مُحَمَّد فَقَالَ هَذَا عظم نَبِي ظفر بِهِ هَذَا الراهب من بعض الْقُبُور وَمَا كشف من عظم نَبِي تَحت السَّمَاء إِلَّا هطلت بالمطر فامتحنوا ذَلِكالْعظم فَكَانَ كَمَا قَالَ وزالت الشُّبْهَة عَن النَّاسوَرجع الْحسن إِلَى دَاره","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"Ketika Imam Hasan Al Asykari di penjara terjadilah musim paceklik yang parah dan hujan nggak turun turun, kemudian Kholifah Al Mu'tamid bin Mutawakkil memerintahkan orang orang unttk keluar dan sholat istisqo' selama 3 hari tapi ternyata tidak ada hasilnya. kemudian orang2 nasrani keluar bersama pendetanya, ketika sang pendeta mengulurkan tangannya ke langit tiba tiba hujan turun dengan lebatnya, kemudia di hari yg kedua juga begitu. sebagian orang orang yg bodoh menjadi ragu ragu bahkan sebagian lagi pada murtad, hal ini membuat rasah sang kholifah, kemudian kholifah menyuruh agar Hasan di datangkan, kholifah berkata kepada Hasan :\r\" temuilah ummatnya kakekmu Muhammad shollallohu alaihi wasallam sebelum mereka binasa\"\rHasan berkata \" suruh orang orang pada keluar besok, aku akan menghilangkan keraguan mereka.\"\rHasan juga berbicara kepada kholifah agar melepaskan teman-temannya dari penjara, dan kholifahpun melepaskan mereka.\rKetika orang orang telah keluar untuk istisqo' dan sang rahib mengangkat tangannya bersama orang orang nasroni tiba tiba langitnya mendung dan Hasan pun memerintahkan agar memegang tangannya rahib, ternyata di tangan rahib terdapat tulang manusia, dan diambillah tulang terseb dari tangannya. Hasan berkata kepada rahib \" mintalah hujan sekarang \", kemudian rahib mengangkat tanganya maka hilanglah mendung tersebut dan muncullah matahari.","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"Orang-orang menjadi heran dengan kejadian tersebut . kholifah berkata kepada Hasan : \" apa ini wahai aba muhamad\", hasan berkata \" ini adalah tulangnya seorang Nabi , pendeta ini mendapatkannya dari sebagian kuburan, dan tidaklah dibuka dari tulangnya seorang Nabi di bawah langit kecuali langit akan mencurahkan hujan dengan lebatnya \". Kemudian orang orang mencoba tulang tersebut dan terjadilah seperti apa yang dikatakan oleh Al Hasan dan hilanglah keraguan dari mereka , akhirnya Al Hasan pun kembali kerumahnya. Wallohu a'lam bis showab\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-6544#page-573\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/737211279635016/\r3149. KISAH MENGAPA NABI IBRAHIM DIGELARI KHOLILULLOH\rPERTANYAAN :\r> Noerwahieb\rAssalamu'alaikum, ada yang tahu tidakk asal usul nabi Ibrohim disebut Kholilullah ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, keterangan mengapa nabi ibrahim disebut sebagai kholilulloh bisa dinukil dari kitab asbabun nuzul, sebenarnya banyak versi ceritanya, diantaranya adalah :\rDari abdulloh, dari umar berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam berkata : \" wahai jibril, mengapa Allah menjadikan ibrahim sebagai kholil ?\". Jibril menjawab : \" karena dia suka memberikan makanan, wahai Muhammad \".\rAbdulloh bin abdurahman berkata : Suatu kali nabi ibrahim memasuki rumah dengan mendadak, kemudian beliau melihat malaikat maut dalam bentuk seorang pemuda yang tidak dikenalinya, nabi ibrahim berkata : \" dengan izin siapa engkau masuk rumah ?\"","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"Malaikat maut menjawab : \" dengan izinnya pemilik rumah \". Kemudian malaikat maut memperkenalkan diri kepada nabi ibrahim alaihis salaam.malaikat maut kemudian berkata : \" sesungguhnya Tuhanmu menjadikan hamba-Nya sebagai kholil .\"\rNabi ibrahim berkata : \" siapakah itu ?\"\rMalaikat maut bertanya : \" apa yang akan kamu lakukan kepadanya ?\"\rNabi ibrahim berkata : \" aku akan menjadi pelayannya hingga aku meninggal .\"\rMalaikat maut berkata : \" sesungguhnya dia adalah engkau sendiri.\". Wallohu a'lam.\rاختلفوا في سبب اتخاذ الله إبراهيم خليلا\r363 - فأخبرنا أبو سعيد النضروي قال : أخبرنا أبو الحسن محمد بن الحسين السراج قال : أخبرنا محمد بن عبد الله الحضرمي قال : حدثنا موسى بن إبراهيم المروزي قال : حدثنا ابن لهيعة ، عن أبي قبيل ، عن عبد الله ، عن عمر قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : يا جبريل لم اتخذ الله إبراهيم خليلا ؟ قال : لإطعامه الطعام يا محمد \" .\r364 - وقال عبد الله بن عبد الرحمن بن أبزى : دخل إبراهيم منزله فجأة ، فرأى ملك الموت في صورة شاب لا يعرفه ، قال له إبراهيم : بإذن من دخلت ؟ فقال : بإذن رب المنزل . فعرفه إبراهيم - عليه السلام - فقال له ملك الموت : إن ربك اتخذ من عباده خليلا ، قال إبراهيم : ومن ذلك ؟ قال : وما تصنع به ؟ قال : أكون خادما له حتى أموت ، قال : فإنه أنت .\rPenyebab nabi ibrahim dijadikan al khalil oleh Allah, dinukil dari kitab hilyatul auliya' karangan al hafidz abu nu'aim al asbihani\rحلية الأولياء وطبقات الأصفياء الإمام الحافظ أبو نعيم أحمد بن عبد الله بن أحمد بن إسحاق بن موسى بن مهران الأصبهاني\rعن عبيد بن عمير ، قال : كان إبراهيم عليه السلام يضيف الناس ، فخرج يوما يلتمس إنسانا يضيفه فلم يجد أحدا ، فرجع إلى داره فوجد فيها رجلا قائما ،","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"Dari ubaid bin umair rodhiyallohu anhu berkata,\" nabi ibrahim biasa memberikan jamuan makanan kepada orang-orang, suatu hari beliau keluar rumah mencari seseorang untuk diberi jamuan makan tapi beliau tdk menemukan seorangpun, kemudian beliau pulang ke rumahnya dan ternyata di rumah telah ada seorang laki-laki yang sedang berdiri.\rفقال : يا عبد الله من أدخلك داري بغير إذني ، قال : دخلتها بإذن ربها ، قال : ومن أنت ؟ قال :أنا ملك الموت أرسلني ربي إلى عبد من عباده أبشره بأن الله قد اتخذه خليلا\rNabi ibrahim berkata kepada lelaki tsb : \" wahai hamba Allah, siapakah yang memasukkan mu ke dalam rumahku tanpa izinku ?\"\rLelaki tsb menjawab : \" aku memasuki rumah ini dgn izin Tuhannya yang punya rumah.\"\r\" siapakah engkau ?\" tanya nabi ibrahim.\r\" aku adalah malaikat maut, Tuhanku mengutusku kepada seorang hamba dari hamba-hamba-Nya, aku akan memberikan kabar gembira kepadanya bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikannya sebagai khalil (kekasih) -Nya.\" jawab lelaki tsb.\rقال : ومن هو ؟ فوالله لئن أخبرتني به ثم كان بأقصى البلاد لآتينه ثم لا أبرح له خادما حتى يفرق بيننا الموت ، قال : ذاك العبد أنت هو ، قال : أنا ؟ قال : نعم أنت ، قال : فبم اتخذني ربي خليلا ؟ قال : إنك تعطي الناس ولا تسألهم .\rNabi ibrahim berkata : \" siapakah dia ? demi Allah jika engkau memberitahukan kepadaku tentang dia walaupun dia di tempat terjauhpun pasti aku akan mendatanginya dan aku akan senantiasa melayani dia hingga maut memisahkan kami.\"\rMalaikat berkata : \" hamba tersebut adalah kamu sendiri. \"\r\" aku ?\" tanya nabi ibrahim.\r\" Iya benar.\" jawab malaikat maut.","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Nabi ibrahim bertanya lagi : \" sebab apakah Tuhanku menjadikan aku sebagai khalil (kekasih) -Nya ?\"\rMalaikat menjawab : \" karena sesungguhnya engkau suka memberi kepada manusia dan engkau tidak pernah meminta kepada mereka.\". Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/772548352767975/\r3203. DEFINISI ATAU TA'RIF SYEIKH\rPERTANYAAN\r> Taqyudin Heki Kimet\rSaya ingin bertanya hamba yang bodoh kasih tau ta'rif \"SYEIKH\" atas jawabannya saya ucapkan terimakasih...\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rTa'rif As-Syaikh dari kitab Lisanul Arob Ibnu Mandzur :\rلسان العرب\rشيخ : الشيخ : الذي استبانت فيه السن وظهر عليه الشيب ; وقيل : هو شيخ من خمسين إلى آخره ، وقيل : هو من إحدى وخمسين إلى آخر عمره ; وقيل : هو من الخمسين إلى الثمانين\rAs-Syaikh adalah orang yang sudah jelas berumur dan terlihat ada ubannya. Dikatakan : dia disebut syaikh mulai dari umur 50 sampai akhirnya. Dikatakan : mulai dari umur 51 sampai akhir umurnya.Dikatakan : mulai dari umur 50 sampai 80 Wallahu A'lam\r> Ghufron Bkl\rSYAIKH secara bahasa adalah orang yg umurnya sudah melewati 40 tahun\rSedangkan SYAIKH secara ishthilah adalah orang yg sudah mencapai derajat ahlil fadlol/punya keutamaan walaupun masih bocah\rقوله الشيخ....وهو في اللغة من جاوز الاربعين لان الانسان ما دام في بطن امه يقال له جنين لاجتنانه واستتاره وبعد الوضع يقال له طفل وذرية وصبي وبعد البلوغ يقال له شاب وفتى وبعد الثلاثين يقال له كهل وبعد الاربعين يقال للذكر شيخ وللانثى شيخة وفي الاصطلاح من بلغ رتبة اهل الفضل ولو صبيا : الباجوري 1/3 :\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/752057521483725\rwww.fb.com/notes/783524458337031","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"3287. INILAH GURU-GURU DARI IMAM IBNU KATSIR\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Nuruddin\rAssalamualaikum Wr Wb. siapakah gurunya Ibnu katsir ?. terima kasih.\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rNamanya ‘Imaduddin Abul Fida Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau bin Katsir bin Zara’ al-Qaisi al-Bashri al-Dimsyiqi al-Syafi’i, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Katsir. Beliau memiliki 16 orang guru seperti yang dituliskan dalam kitab “Thabaqatul Mufassirin”, mereka itu adalah sebagai berikut:\r1. Burhanuddin al-Fizaari,\r2. al-Kamaal bin Qadhi Suhbah,\r3. Abu Hajaaj al-Mizzi (mertuanya),\r4. Ibnu Suwaid,\r5. Qasim bin Asaakir,\r6. Ibnu Sahnah,\r7. Ibnu Zaraad,\r8. Ishaq al-Aamidi,\r9. Ibnu Raadhi,\r10. ad-Dabuusiy,\r11. al-Waani,\r12. al-Hutni,\r13. Ibnu taimiyyah,\r14. al-Ashfahaani,\r15. al-Hajjaar,\r16. az-Zahabi.\rWallahu A'lam\rDan berikut keterangan dari http://ar.wikipedia.org/wiki\rشيوخه\rفي القرآن: ابن غيلان البعلبكي الحنبلي المتوفى سنة 730 هـ.\rفي القراءات: محمد بن جعفر اللباد المتوفى سنة 724 هـ.\rفي النحو: ضياء الدين الزربندي المتوفى سنة 723 هـ.\rالحافظ ابن عساكر المتوفى سنة 723 هـ.\rالإمام بدر الدين ابن جماعة المتوفى سنة 733 هـ.\rالمؤرخ علم الدين البرزالي المتوفى سنة 739 هـ.\rابن الزملكاني المتوفى سنة 727 هـ.\rابن قاضي شهبة المتوفى سنة 726 هـ.\rابن تيمية المتوفى سنة 728 هـ.\rحافظ ذلك الزمان الحافظ المزي المتوفى سنة 742 هـ.\rالحافظ أبو عبد الله محمد بن أحمد الذهبي.\rالشيخ أبو العباس أحمد الحجار الشهير بـ \"ابن الشحنة\".\rالشيخ أبو إسحاق إبراهيم الفزاري.\rالحافظ كمال الدين عبد الوهاب الشهير بـ \"ابن قاضي شهبة\".\rالإمام كمال الدين أبو المعالي محمد بن الزملكاني.\rالإمام محيي الدين أبو زكريا يحيى الشيباني.","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"الإمام علم الدين محمد القاسم البرزالي.\rالشيخ شمس الدين أبو نصر محمد الشيرازي.\rالشيخ شمس الدين محمود الأصبهاني.\rعفيف الدين إسحاق بن يحيى الآمدي الأصبهاني.\rالشيخ بهاء الدين القاسم بن عساكر.\rأبو محمد عيسى بن المطعم.\rعفيف الدين محمد بن عمر الصقلي.\rالشيخ أبو بكر محمد بن الرضى الصالحي.\rمحمد بن السويدي، بارع في الطب.\rالشيخ أبو عبد الله بن محمد بن حسين بن غيلان.\rالحافظ أبو محمد عبد المؤمن الدمياطي.\rموسى بن علي الجيلي.\rجمال الدين سليمان بن الخطيب، قاضي القضاة.\rمحمد بن جعفر اللباد، شيخ القراءات · شمس الدين محمد بن بركات.\rشمس الدين أبو محمد عبد الله المقدسي.\rالشيخ نجم الدين بن العسقلاني.\rجمال الدين أبو العباس أحمد بن القلانسي.\rالشيخ عمر بن أبي بكر البسطي.\rضياء الدين عبد الله الزربندي النحوي.\rأبو الحسن علي بن محمد بن المنتزه.\rالشيخ محمد بن الزراد.\r> Ghufron Bkl\rBerikut Guru-guru Imam Ismail Bin Umar Bin Katsir yang terkenal dengan sebutan Imam IBNU KATSIR :","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"شيوخه : 1-شيخ الإسلام أبو العباس أحمد بن تيمية، رحمه الله. 2-الحافظ أبو الحجاج يوسف المزي، رحمه الله. 3-الحافظ أبو عبد الله محمد بن أحمد الذهبي، رحمه الله. 4-الشيخ أبو العباس أحمد الحجار الشهير بـ \"ابن الشحنة\". 5-الشيخ أبو إسحاق إبراهيم الفزاري، رحمه الله. 6-الحافظ كمال الدين عبد الوهاب الشهير بـ \"ابن قاضي شهبة\". 7-الإمام كمال الدين أبو المعالي محمد بن الزملكاني، رحمه الله. 8-الإمام محيي الدين أبو زكريا يحيى الشيباني، رحمه الله. 9-الإمام علم الدين محمد القاسم البرزالي، رحمه الله. 10-الشيخ شمس الدين أبو نصر محمد الشيرازي، رحمه الله. 11-الشيخ شمس الدين محمود الأصبهاني، رحمه الله. 12-عفيف الدين إسحاق بن يحيى الآمدي الأصبهاني، رحمه الله. 13-الشيخ بهاء الدين القاسم بن عساكر، رحمه الله. 14-أبو محمد عيسى بن المطعم، رحمه الله. 15-عفيف الدين محمد بن عمر الصقلي، رحمه الله. 16-الشيخ أبو بكر محمد بن الرضى الصالحي، رحمه الله. 17-محمد بن السويدي، بارع في الطب. 18-الشيخ أبو عبد الله بن محمد بن حسين بن غيلان، رحمه الله. 19-الحافظ أبو محمد عبد المؤمن الدمياطي، رحمه الله. 20-موسى بن علي الجيلي، رحمه الله. 21-جمال الدين سليمان بن الخطيب، قاضي القضاة. 22-محمد بن جعفر اللباد، شيخ القراءات. 23-شمس الدين محمد بن بركات، رحمه الله. 24-شمس الدين أبو محمد عبد الله المقدسي، رحمه الله. 25-الشيخ نجم الدين بن العسقلاني. 26-جمال الدين أبو العباس أحمد بن القلانسي، رحمه الله. 27-الشيخ عمر بن أبي بكر البسطي، رحمه الله. 28-ضياء الدين عبد الله الزربندي النحوي، رحمه الله. 29-أبو الحسن علي بن محمد بن المنتزه، رحمه الله. 30-الشيخ محمد بن الزراد، رحمه الله\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/778488038840673\r3289. JUMLAH PUTERA DAN PUTERI SAYYIDINA ALI KARROMALLAHU WAJHAHU\rPERTANYAAN :\r> Muhsin Rock Evolution","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"Assalaamu'alaykum wr.wb. Mohon pencerahan dari saudara sekalian.. Berapa anak sayyidina Ali Karromallahu wajhahu. , dan siapa saja itu ? Matur suwun.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rSayyidina 'Ali Karromallahu Wajhahu tercatat sembilan kali menikah dan dikaruniai 31 anak ( 14 laki-laki dan 17 perempuan )\r1. Dari sayyidatina Fatimah Az-Zahro ( Sayyidina Hasan,Sayyidina Husain,Zainab al-Kubro,Ummu Kultsum Al-Kubro)\r2. Dari Ummu Baniin Binti Hazaam ( Abbas, Ja'far, Abdullah, Utsman, semuanya wafat syahid di karbala bersama sayyidina Husain )\r3. Laila Binti Mas'ud ( Abu Bakr dan Abdullah )\r4. Asmaa Binti Umais ( Yahya, Muhammad dan menurut satu kaul 'Aun )\r5. Ummu Habibah Binti Robi'ah ( Umar dan Ruqoyah )\r6. Amamah Binti Al-Ash binti Robi' ( Muhammad Al-ausath )\r7. Khulah Binti ja'far ( Muhammad Al-AKbar / Muhammad Bin Hanafiyyah )\r8. Ummu sa'id binti urwah ( Ummul Hasan dan Romlah )\r9. Mahyah Binti 'Mri`in Al-qois ( Jariyah, wafat ketika masih kecil )\rفقد تزوج علي بن أبي طالب رضي الله عنهوأرضاه الكثير من النساء ، و? يعني هذا أنه جمع بينهن في وقت واحد ، والمحرم شرعا هو أن يتزوج الرجل أكثر من أربع في وقت واحد ، وأما إذا ماتت بعض نسائه أو طلقها فإنها ? تسمى زوجة له ، ويجوز أن يتزوج بغيرها. ونحن نذكر نساء علي رضي الله عنه ال?تي تزوج بهن أو تسرى بهن على ما ثبت عندنا نحن أهل السنة والجماعة :\r1. فاطمة بنت الله رسول صلى الله عليه وسلم وأو?ده منها الحسن والحسين وزينب الكبرى وأم. كلثوم الكبرى.\r2. أم البنين بنت حزام وأو?ده منها العباس وجعفر وعبد الله وعثمان وقد استشهدوا مع الحسين بكرب?ء ولا عقب لهم إ? .العباس\r3. ليلى بنت مسعود اليتيمة ، وولده منها أبو بكر وعبد الله ..","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"4. أسماء بنت عميس ، وولده منها يحيى ومحمد وقيل عون\r5. أم حبيبة بنت ربيعة التغلبية ، وهي الصهباء وولده منها عمر ورقية، وقد عاش عمر بن علي هذا حتىبلغ خمسا وثمانين سنة وحاز نصف ميراث علي ومات بينبع\r6. أمامة بنت العاص بن الربيع ، أمها زينب بنت الله رسول صلى الله عليه وسلم. وولده منها محمد ا?وسط\r7. الحنفية خولة بنت جعفر وولده منها محمد ا?كبر منها المعروف باسم محمد بن الحنفية\r8. أم سعيد بنت عروة الثقفية، وولده منها أم الحسن ورملة .\r9. محياة بنت امرئ القيس الكلبية ، وولده منها جارية ، وهي توفيت صغيرة ، وكانت تخرج إلى المسجد فيقال لها: من أخوالك؟ فتقول: وه وه تعني كلبا.\rوله بنات وبنون أخر رضي الله عنه وأرضاه ، وجميع أو?ده لصلبه أربعة عشر ذكرا وسبع عشرة أنثى.\rوكان النسل من ولد علي لخمسة فقط ، وهم الحسن والحسين ، بن ومحمد بن الحنفية والعباس وعمر بن التغلبية ول?ستزادة راجع تاريخ ابن جرير الطبري وغيره من كتب التاريخ\rونؤكد على م?حظة مهمة وهي أن عليا رضي الله عنه وأرضاه سمى كثيرا من أو?ده بأسماء الصحابة أبي بكر وعمر وعثمان، وهذا يدل على حبه لهم وعظيم منزلتهم عنده بخلاف ما يروج له أهل البدع. والله أعلم\rhttp://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=97299\rWallahu A'lam\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/776254219064055\r3299. PERBEDAAN UMUR SITI FATIMAH AZ-ZAHRO DENGAN SITI 'AISYAH UMMIL MU'MININ\rPERTANYAAN :\r> Dwie Suthe\rMaaf tanya sebenarnya usia ummi Aisyah R.A & ummi fatimah az zahra kira-kira beda berapa tahun ya gus..?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rSelisih umurnya 5 (lima) tahun, lebih tua Siti Fatimah Az-Zahro. Ta'bir kitab al isobah fi tamyizis shohabah imam ibnu hajar :","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"ونقل أبو عمر عن عبيد اللَّه بن محمد بن سليمان بن جعفر الهاشمي- أنها ولدت سنة إحدى وأربعين من مولد النّبيّ صلّى اللَّه عليه وآله وسلّم. وكان مولدها قبل البعثة بقليل نحو سنة أو أكثر، وهي أسنّ من عائشة بنحو خمس سنين، وتزوّجها عليّ أوائل المحرم سنة اثنتين بعد عائشة بأربعة أشهر، وقيل غير ذلك. وانقطع نسل رسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وآله وسلّم إلا من فاطمة.\rAbu amr menukil dari ubaidillah bin muhammad bin sulaiman bin ja'far al hasyimi bahwa sesungguhnya fatimah dilahirkan pada tahun 41 dari kelahiran Nabi shollallohu alaihi wasallam, kelahiran fatimah setahun atau lebih dari sebelum diutusnya nabi, dan fatimah lebih tua daripada aisyah sekitar 5 tahun. Fatimah menikah dengan ali pada awal bulan muharrom tahun kedua setelah aisyah terpaut empat bulan, dan dikatakan selain pendapat tersebut. Keturunan Rasululloh shollallohu alaihi wa alihi wasallam terputus kecuali dari fatimah. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/788976531125157/\r3305. SIAPAKAH IMAM MUTAWALLI ?\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Syafi'i\rAssalamualaikum, mau tanya siapa yang dimaksud dengan imam mutawaly dalam kitab fathul qorib ya? kalau ada yang tau riwayat nya mohon untuk berbagi, matur suwun.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rBerikut biografi beliau dalam Siyar A'lam Annubala` juz 18 halaman 585 :","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"المتولي * العلامة شيخ الشافعية، أبو سعد ، عبدالرحمن بن مأمون بن علي النيسابوري المتولي.درس ببغداد بالنظامية بعد الشيخ أبي إسحاق، ثم عزل بابن الصباغ، ثم بعد مديدة أعيد إليها تفقه بالقاضي حسين ، وبأبي سهل أحمد بن علي ببخارى، وعلى الفوراني بمرو، وبرع، وبذ الاقران.وله كتاب \" التتمة \" الذي تمم به \" الابانة \" لشيخه أبي القاسم الفوراني، فعاجلته المنية عن تكميله، انتهى فيه إلى الحدود. وله مختصر في الفرائض، وآخر في الاصول، وكتاب كبير في الخلافمات ببغداد سنة ثمان وسبعين كهلا، وله اثنتان وخمسون سنة رحمه الله.\r- Siyar A'lam Annubala` juz 19 halaman187 :\rالمتولي * شيخ الشافعية أبو سعد عبدالرحمن بن مأمون بن علي بن محمد الابيوردي المتولي، تفقه ببخارى وغيرها، وهو من أصحاب القاضي حسين، وكان رأسا في الفقه والاصول، ذكيا، مناظرا، حسن الشكل، كيسا متواضعا، تمم كتاب \" الابانة \" للفوراني، فجاء في عشرة أسفار، و \" الابانة \" سفران، وكان يلقب بشرف الائمة.مولده بأبيورد سنة سبع وعشرين وأربع مئة، ومات في شوال سنة ثمان وسبعين وأربع مئة، ورثي بقصائد، وقد درس بالنظامية بعد وفاة الشيخ أبي إسحاق مدة يسيرة ، ثم صرف بابن الصباغ. تفقه عليه جماعة.\r> Sunde Pati\rBeliau adalah Al-allamah abu saad abdur rahman bin muhammad al-mutawalli annaisaburi nama aslinya ma'mun bin ali, ada yang bilang namanya adalah ibrahim, bermadzhab syafii. Lahir tahun 426 H / 1035 M dan wafat tahun 476 H /108 M\rالعلامة شيخ الشافعية أبو سعد المتولي النيسابوري\rلعلامة شيخ الشافعية أبو سعد عبد الرحمن بن مأمون بن مأمون المتولي النيسابوري.\rالمتولي (426 - 478 هـ = 1035 - 1086 م)\rهو العلامة شيخ الشافعية أبو سعد عبد الرحمن بن محمد واسمه مأمون بن علي، وقيل إبراهيم، المعروف بالمتولي الفقيه الشافعي النيسابوري؛","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"https://archive.org/details/AlGhunya_Fi_Ussul_Din .\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/791072324248911/\r3324. PUTERA DAN PUTERI DARI SAYYIDINA UTSMAN BIN AFFAN\rPERTANYAAN :\r> Ben Ben Berlian\rAssalamu'alaikum... tanya ahh... Sohabat usman bin afan.. dikaruniai momongan/anak tidak?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, dikaruniai pak, bahkan banyak sekali, diantaranya adalah :\r- abdulloh ibunya bernama ruqoyyah putri Rasululloh shollallohu alaihi wasallam,\r- abdulloh al asghor ibunya bernama fakhitah binti ghozwan.\r- 'amr, kholid, aban, umar dan maryam, ibu mereka adalah ummu amr binti jundub al azdiyah.\r- walid, sa'id dan ummu sa'id, ibu mereka adalah fatimah binti walid bin abdus sams.\r- abdul malik ibunya bernama ummul banin binti uyainah\r- aisyah, ummu aban dan ummu amr , ibu mereka adalah romlah binti syaibah.\rwaqila, beliau juga mempunyai anak bernama :\r- 'anbasah ibunya bernama nailah binti farofishoh al kalbiah\r- maryam ibunya bernama nailah.\r- ummul baniin ibunya bernama ummu walad.\rWallohu a'lam\rفقد ولد لعثمان من الذكور عبد الله، وأمه رقية بنت الرسول صلى الله عليه وسلم، ثم ولد له عبد الله الأصغر من فاختة بنت غزوان، ثم عمرو وخالد وأبان وعمر ومريم، وأمهم أم عمرو بنت جندب الأزدية، ثم الوليد وسعيد وأم سعيد، وأمهم فاطمة بنت الوليد بن عبد شمس، ثم عبد الملك وأمه أم البنين بنت عيينة بن حصن الفزاري، ثم عائشة وأم أبان وأم عمرو وأمهن رملة بنت شيبة بن ربيعة، وقيل إن له ولداً اسمه عنبسة، وأمه نائلة بنت الفرافصة الكليبية، وله بنت أخرى اسمها مريم وأمها نائلة، وبنت أخرى تسمى أم البنين وأمها أم ولد. وراجع كتب السيرة والتراجم للتفصيل في أخبارهم.","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"والله أعلم.\rhttp://lm.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Ffatwa.islamweb.net%2Ffatwa%2Findex.php%3Fpage%3Dshowfatwa&h=gAQFJ9rxj&s=1\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/792678400754970/\r3351. BIOGRAFI : Al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir\rPERTANYAAN :\r> Abu Hanif Ata\rAssalaamu'alaikum wr wb. Siapakah sayyidi alwi bin ubaidillah?\rJAWABAN :\r> Langlang Buana\rwa'alaikum salam. Al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir [Al-Imam Alwi - Ubaidillah - Ahmad Al-Muhajir - Isa Ar-Rumi - Muhammad An-Naqib - Ali Al-'Uraidhi - Ja'far Ash-Shodiq - Muhammad Al-Baqir - Ali Zainal Abidin - Husain - Fatimah Az-Zahro - Muhammad SAW].\rBeliau adalah Al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-’Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq, dan terus bersambung nasabnya hingga Rasulullah SAW. Beliau seorang yang sangat alim dan dan merupakan salah satu imam besar di jamannya.\rBeliau dilahirkan di Hadramaut dan dibesarkan disana. Semenjak kecil beliau dididik langsung oleh ayahnya dan berjalan pada thariqah yang telah ditempuh oleh ayahnya. Beliau gemar mendalami ilmu dan selalu menyibukkan dirinya untuk menuntut ilmu, sehingga beliau berhasil menguasai berbagai macam ilmu. Beliau juga adalah seorang yang hafal Al-Qur’an. Selain menuntut ilmu di Hadramaut, beliau juga menuntut ilmu sampai ke kota Makkah dan Madinah.\rDisamping kedalaman ilmunya, beliau adalah seorang yang banyak bermujahadah. Beliau banyak melakukan shalat dan puasa. Sifat wara’ dan banyak bersedekah juga selalu menghiasi diri beliau.","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"Beliau adalah orang yang pertama kali diberi nama Alwi, yaitu nama yang asalnya diambil dari nama burung yang terkenal. Beliau dikaruniai banyak keturunan, tersebar dan baik. Keturunan beliau ini dikenal dengan nama keluarga Ba’alawy. Jadi setiap keluarga Ba’alawy di seluruh dunia pasti bernasabkan diri kepada beliau. Keturunan beliau, keluarga Ba’alawy, tersebar di seluruh antero negeri. Nasab mereka lebih terang daripada sinar matahari dan cahaya rembulan.\rBeliau adalah seorang yang sempurna memadukan kemuliaan diri dan nasab. Keutamaan-keutamaan beliau terukir di berbagai lembaran tulisan. Banyak para ulama dan ahli sejarah yang memuji dan mengagungkan beliau.\rDiceritakan dalam salah satu riwayat, yaitu ketika beliau hendak melaksanakan perintah haji dan berziarah ke makam kakeknya Rasulullah SAW. Ikut di dalam rombongan beliau sekitar 80 orang, belum termasuk para pembantu dan sanak kerabatnya. Ikut juga di dalamnya saudaranya yang bernama Jadid. Itu semua beliau yang menanggung biaya perjalanannya. Ditambah lagi beliau sering bersedekah kepada orang lain di saat perjalanan pulangnya. Beliau juga membawa unta-unta dalam jumlah yang banyak untuk dipakai buat orang-orang yang lemah dalam rombongannya.","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"Beliau hanya mempunyai seorang anak yang bernama Muhammad. Tidak berbeda dengan ayahnya, Al-Imam Muhammad juga seorang yang dikaruniai kemuliaan sifat wara’, zuhud dan ibadah. Perkataan, perbuatan dan hal-ihwalnya selalu berada dalam kebaikan. Berkumpul di dalam dirinya keutamaan dan keindahan budi pekerti. Beliau adalah seorang yang sangat pengasih kepada anak-anak yatim, orang-orang lemah dan kaum fakir miskin. Banyak para ulama dan ahli sejarah yang menyebutkan, memuji dan menghormati beliau. Disamping itu, beliau adalah seorang yang berilmu, kalamnya fasih dan pandai.\rBeliau, Al-Imam Muhammad bin Alwi, dilahirkan di daerah Bait Jubair (di Hadramaut) dan dibesarkan disana. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayahnya dan juga dari beberapa ulama yang hidup di jamannya. Beliau meninggal pada umur 56 tahun, dengan tidak diketahui pasti tanggal meninggalnya dan tempat disemayamkannya.\rAdapun anak beliau adalah bernama Alwi. Al-Imam Alwi juga mewarisi sifat-sifat kebaikan dari ayahnya. Beberapa ahli sejarah menyebutkan dan memuji kehidupan beliau. Beliau seorang imam, ulama, ahli zuhud dan ibadah. Selain itu, beliau juga seorang yang dermawan dan tawadhu. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayahnya dan beliau berjalan pada thariqah ayahnya.\rBeliau dilahirkan di Bait Jubair dan dibesarkan disana dalam kemuliaan didikan. Beliau meninggal juga di tempat kelahirannya pada tahun 512 H. Radhiyallohu anhu wa ardhah…\r[Disarikan dari Syarh Al-Ainiyyah, Nadzm Sayyidina Al-Habib Al-Qutub Abdullah bin Alwi Alhaddad Ba'alawy, karya Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Zain Alhabsyi Ba'alawy]","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/manakib/al-imam-alwi-bin-ubaidillah-bin-ahmad-al-muhajir/\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/801219946567482/\rwww.fb.com/notes/807749249247885\r3357. KEUTAMAAN NEGERI DAN PENDUDUK YAMAN\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Hadi Syamsul Arifin\rAssalaamu 'alaikum.. minta hadist yang ada tentang yaman nya.. Makasih pak, gus, kang kyai..\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Banyak nash yang menjelaskan keutamaan ahli yaman. Allah berfirman,surat al-maidah : 54\rيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ? ذَالِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ ? وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ\rKalimat \"kaum\" dalam ayat di atas menurut mufasir adalah Ahli yaman ( kaum dicintai allah dan mencintai Allah ).\r- Tafsir Ibnu katsir\r( فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه ) قال الحسن : هو والله أبو بكر وأصحابه [ رضي الله عنهم ] رواه ابن أبي حاتم .\rوقال أبو بكر بن أبي شيبة : سمعت أبا بكر بن عياش يقول في قوله ( فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه ) هم أهل القادسية . وقال ليث بن أبي سليم عن مجاهد : هم قوم من سبأ . وقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبو سعيد الأشج حدثنا عبد الله بن الأجلح عن محمد بن عمرو عن سالم عن سعيد بن جبير عن ابن عباس قوله : ( فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه ) قال : ناس من أهل اليمن ثم من كندة ثم من السكون .","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"وحدثنا أبي حدثنا محمد بن المصفى حدثنا معاوية - يعني ابن حفص - عن أبي زياد الحلفاني عن محمد بن المنكدر عن جابر بن عبد الله قال : سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قوله : ( فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه ) قال : \" هؤلاء قوم من أهل اليمن ثم من كندة ثم من السكون ثم من تجيب \" . وهذا حديث غريب جدا .\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura5-aya54.html\rعن أبي هريرة قال : لما نزلت : (إِذَا جَا?ءَ نَص?رُ اللَّهِ وَال?فَت?حُ (1) وَرَأَي?تَ النَّاسَ يَد?خُلُونَ فِى دِينِ اللَّهِ أَف?وَاجً?ا (2) ) قال رسول الله : أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية\rDari abi huroiroh berkata: tatkala diturunkan ayat (” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (1) Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2)” ) rosulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata: penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada yaman.\rعن ابن عبّاس قال : بينما النّبيّ بالمدينة إذ قال : الله أكبر ! الله أكبر !, جاء نصر الله و الفتح, و جاء أهل اليمن : قوم نقية قلوبهم ليّنة طباعهم, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية\rDiriwayatkan dari ibnu abbas : suatu ketika nabi berada di madinah tiba-tiba beliau bertakbir : Allahu akbar…. Allahu akbar telah datang pertolongan Allah dan telah datang penduduk yaman, suatu kaum yang bersih hati mereka, lembut tabiat mereka… imam itu ada pada yaman dan fiqih itu ada pada yaman dan hikmah itu ada pada yaman.\r- Bahrul Fawaid","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ عَقِيلٍ ، قَالَ . ح يَحْيَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ ، قَالَ . ح يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ ، قَالَ . ح أَبُو مُعَاوِيَةَ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَلْيَنُ قُلُوبًا ، وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً ، الإِيمَانُ يَمَانٍ ، وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ ، وَرَأْسُ الْكُفْرِ قِبَلَ الْمَشْرِقِ \" ، قَالَ الشَّيْخُ رَحِمَهُ اللَّهُ : وَصَفَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِلِينِ الْقُلُوبِ وَرِقَّتِهَا ، ثُمَّ نَسَبَ الإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ إِلَيْهِمْ ، كَأَنَّهُ أَخْبَرَ أَنَّ بِنَاءَ الإِيمَانِ عَلَى الشَّفَقَةِ عَلَى خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَالرِّقَّةِ عَلَيْهِمْ ، إِذْ كَانَ ذَلِكَ صِفَةَ مَنْ نُسِبَ الإِيمَانُ إِلَيْهِمْ بِقَوْلِهِ : \" الإِيمَانُ يَمَانٍ \" . وَالْحِكْمَةُ هِيَ : الإِصَابَةُ لِمَا يَرْضَى بِهِ اللَّهُ وَمَا يُحِبُّهُ ، وَتَرْكُ مَا يَسْخَطُهُ وَيَكْرَهُهُ ، وَلا يُنَالُ ذَلِكَ إِلا بِرِقَّةِ الْقَلْبِ وَصَفَائِهِ ، فَيَشْهَدُ فِيهِ زَوَاجِرَ الْحَقِّ ، لأَنَّ زَوَاجِرَ اللَّهِ فِي قَلْبِ كُلِّ مُؤْمِنٍ ، فَمَنْ كَانَ أَصْفَى قَلْبًا فَإِنَّهُ أَحْسَنُ إِدْرَاكًا لِذَلِكَ الزَّاجِرِ ، وَأَشَدُّ إِصَابَةً لَهُ ، لِذَلِكَ نُسِبَ الْحِكْمَةُ إِلَى مَنْ رَقَّ قَلْبُهُ ، وَيَكُونُ ذِكْرُ الْقَلْبِ وَالْفُؤَادِ عِبَارَةً عَنْ شَيْءٍ وَاحِدٍ ، وَيَجُوزُ أَنْ يَكُونَ الْفُؤَادُ عِبَارَةً عَنْ بَاطِنِ الْقَلْب\r- Mushonaf Abi Syaibah\rما جاء في اليمن وفضلها","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"( 1 ) حدثنا أبو معاوية عن الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أتاكم أهل اليمن ، هم ألين قلوبا وأرق أفئدة ، الإيمان يمان والحكمة يمانية ، ورأس الكفر قبل المشرق [ ص: 552 ]\r( 2 ) حدثنا أبو أسامة عن إسماعيل عن قيس عن أبي مسعود قال : أشار رسول الله صلى الله عليه وسلم بيده نحو اليمن فقال : إن اليمن هاهنا ، وإن القسوة وغلظ القلوب في الفدادين عند أصول أذناب الإبل في ربيعة ومضر .\r( 3 ) حدثنا يحيى بن آدم عن أبي الأحوص عن الأعمش عن أبي سفيان عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإيمان في أهل الحجاز ، والقسوة وغلظ القلوب قبل المشرق في ربيعة ومضر .\r( 4 ) حدثنا شريك عن أبي إسحاق عن أبي سلمة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإيمان يمان والحكمة يمانية وهم قوم فيهم حياء وضعف ودعاء \" ، قال : عي .\r( 5 ) حدثنا يزيد بن هارون عن ابن أبي ذئب عن الحارث بن عبد الرحمن عن ابن جبير بن مطعم عن أبيه قال : كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في مسير له فقال : يطلع عليكم أهل اليمن كأنهم السحاب ، هم خير من في الأرض ، فقال رجل من الأنصار : إلا نحن يا رسول الله ، فقال كلمة ضعيفة : إلا أنتم .\r( 6 ) حدثنا يزيد بن هارون عن حماد بن سلمة عن جبلة بن عطية عن عبد الله بن عوف الدمشقي قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإيمان يمان في خندف وجذام .\r( 7 ) حدثنا يحيى بن أبي بكير عن شعبة عن عبد الله إمام عمرو بن مرة عن عمرو بن مرة عن خيثمة قال : سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم : أي الناس خير ؟ فقال : أهل اليمن .\r- Keutamaan negeri Yaman dan penduduknya dalam lembaran sunnah rosulullah\rعن أبي هريرة قال : قال رسول الله : أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ أفئدة و ألين قلوبا, الإيمان يمان و الحكمة يمانية (متفق عليه) قال الإمام البغويّ في شرح السنّة","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"Dari Abu huroiroh beliau berkata : Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, Iman itu ada pada yaman, dan hikmah ada pada yaman. [ HR. Bukhari-Muslim]\rBerkata Imam Al-Baghowi dalam kitab syarhus sunnah ketika menerangkan hadits di atas “yang demikian itu merupakan pujian kepada penduduk yaman, dikarenakan mereka adalah kaum yang bersegera dalam beriman kepada rosulullah, dan baiknya keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala”.\r- Ahlu Yaman adalah orang-orang yang pertama minum dari telaga rosulullah\rعن ثوبان أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم\rDari sahabat tsauban berkata : rosulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda “sesungguhnya aku (nanti di akhirat) berada di samping telagaku, aku akan menghalangi setiap manusia yang akan minum dari telagaku sehingga penduduk yaman dapat meminum air dari telagaku terlebih dahulu, aku memukul dengan tongkatku sehingga mengalirlah air telaga tersebut sampai pada mereka. [HR. Muslim]\rBerkata Imam An-Nawawi menjelaskan kandungan hadits di atas : “hal tersebut merupakan karomah bagi ahlu yaman karena rosulullah shalallahu alaihi wa sallam mendahulukan mereka dalam hal meminum air telaga beliau, sebagai balasan atas kebaikan-kebaikan mereka dan bersegeranya mereka dalam memeluk agama islam” [Syarah Shohih Muslim].","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"حدثنا أبو غسان المسمعي ومحمد بن المثنى وابن بشار وألفاظهم متقاربة قالوا حدثنا معاذ وهو ابن هشام حدثني أبي عن قتادة عن سالم بن أبي الجعد عن معدان بن أبي طلحة اليعمري عن ثوبان أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم فسئل عن عرضه فقال من مقامي إلى عمان وسئل عن شرابه فقال أشد بياضا من اللبن وأحلى من العسل يغت فيه ميزابان يمدانه من الجنة أحدهما من ذهب والآخر من ورق\r- Nabi mendo’akan hidayah dan barokah kepada ahlu yaman\rعن أنس عن زيد بن ثابت رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم نظر قبل اليمن فقال اللهم أقبل بقلوبهم\rDari sahabat zaid bin tsabit : bahwasanya nabi mengarahkan pandangannya ke arah negeri yaman, kemudian beliau berkata : Ya Allah… jadikanlah di hati mereka kelapangan dalam menerima islam\r- Tuhfatul Ahwadzi\rقوله: (نظر قبل اليمن) بكسر القاف وفتح الموحدة أي إلى جانبه (اللهم أقبل) أمر من الإقبال، والباء في قوله: (بقلوبهم) للتعدية والمعنى اجعل قلوبهم مقبلة إلينا، وإنما دعى بذلك لأن طعام أهل المدينة كان يأتيهم من اليمن ولذا عقبه ببركة الصاع والمد لطعام يجلب لهم من اليمن فقال (وبارك لنا في صاعنا ومدنا) أراد بهما الطعام المكتال بهما فهو من باب إطلاق الظرف وإرادة المظروف أو المضاف مقدر أي طعام صاعنا ومدنا. قال التوربشتي: وجه التناسب بين الفصلين إن أهل المدينة ما زالوا في شدة من العيش وعوذ من الزاد، لا تقوم أقواتهم لحاجتهم، فلما دعا الله بأن يقبل عليهم بقلوب أهل اليمن إلى دار الهجرة وهم الجم الغفير دعا الله بالبركة في طعام أهل المدينة ليتسع على القاطن بها والقادم عليها فلا يسأم المقيم من القادم عليه ولا تشق الإقامة على المهاجر إليها.\rقوله: (هذا حديث حسن غريب) وأخرجه أحمد.","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"عن عبد الله بن عمر أنّ النبي قال : اللهم بارك لنا في يمننا\rDiriwayatkan dari abdullah bin umar bahwasanya nabi berdo’a : Ya Allah berkahilah kami pada Yaman kami (negeri Yaman) [HR. A-Bukhari]\rRasulullah mendo’akan dengan hidayah dan keberkahan tidaklah yang demikian itu beliau lakukan melainkan karena keutamaan dan kebaikan pada sesuatu yang beliau do’akan, dan pada hadits di atas merupakan penetapan akan keutamaan negeri yaman berupa barokah dari do’a rosulullah.\r- Fathul Baari","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"6681 - قوله عن بن عون هو عبد الله عن نافع عن بن عمر قال ذكر النبي صلى الله عليه و سلم اللهم بارك لنا في شأمنا الحديث كذا أورده عن علي بن عبد الله عن أزهر السمان وأخرجه الترمذي عن بشر بن آدم بن بنت أزهر حدثني جدي أزهر بهذا السند ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال ومثله للإسماعيلي من رواية احمد بن إبراهيم الدورقي عن أزهر وأخرجه من طريق عبيد الله بن عبد الله بن عون عن أبيه كذلك وقد تقدم من وجه آخر عن بن عون في الاستسقاء موقوفا وذكرت هناك الاختلاف فيه قوله قالوا يا رسول الله وفي نجدنا فأظنه قال في الثالثة هناك الزلازل والفتن وبها يطلع قرن الشيطان وقع في رواية الترمذي والدورقي بعد قوله وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شأمنا وبارك لنا في يمننا قال وفي نجدنا قال هناك فذكره لكن شك هل قال بها أو منها وقال يخرج بدل يطلع وقد وقع في رواية الحسين بن الحسن في الاستسقاء مثله في الإعادة مرتين وفي رواية ولد بن عون فلما كان الثالثة أو الرابعة قالوا يا رسول الله وفي نجدنا قال بها الزلازل والفتن ومنها يطلع قرن الشيطان قال المهلب انما ترك صلى الله عليه و سلم الدعاء لأهل المشرق ليضعفوا عن الشر الذي هو موضوع في جهتهم لاستيلاء الشيطان بالفتن وأما قوله قرن الشمس فقال الداودي للشمس قرن حقيقة ويحتمل ان يريد بالقرن قوة الشيطان وما يستعين به على الاضلال وهذا أوجه وقيل ان الشيطان يقرن رأسه بالشمس عند طلوعها ليقع سجود عبدتها له قيل ويحتمل ان يكون للشمس شيطان تطلع الشمس بين قرنيه\rhttp://islamport.com/w/srh/Web/2747/7332.htm\r- Bersegeranya ahlu yaman dalam menyambut dakwah islam","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"عن عمران بن حصين قال عبد الرحمن جاء نفر من بني تميم قال وكيع جاءت بنو تميم إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أبشروا يا بني تميم قالوا يا رسول الله بشرتنا فأعطنا قال عبد الرحمن فتغير وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم قال فجاء حي من يمن فقال اقبلوا البشرى إذ لم يقبلها بنو تميم قالوا يا رسول الله قبلنا جئنا لنتفقه في الدين\rDiriwayatkan dari sahabat ‘Imron bin husein, beliau berkata : suatu hari aku berada di samping rosulullah shalallahu alaihi wa sallam tatkala datang kepada beliau sekelompok kaum dari bani tamim, maka berkata rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka, “aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga), mereka berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : engkau telah memberi kami kabar gembira, maka berilah kepada kami sesuatu (sebagai hadiah) –maka berubahlah wajah rosulullah- kemudian datang penduduk yaman menemui rasulullah, maka berkatalah rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka “ wahai para penduduk yaman aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga) yang mana bani tamim tidak menerima kabar gembira tersebut dariku, ahlu yaman berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : kami menerima seruan engkau, kami mendatangi engkau dalam rangka mempelajari agama.” [HR. Al-Bukhari]\r- Shohih Bukhori\rحدثنا محمد بن كثير: أخبرنا سفيان، عن جامع بن شداد، عن صفوان بن محرز، عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال:","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"جاء نفر من بني تميم إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: (يا بني تميم أبشروا). قالوا: بشرتنا فأعطنا، فتغير وجهه، فجاءه أهل اليمن، فقال: (يا أهل اليمن، اقبلوا البشرى إذ لم يقبلها بنو تميم). قالوا: قبلنا، فأخذ النبي صلى الله عليه وسلم يحدث بدء الخلق والعرش، فجاء رجل فقال: يا عمران راحلتك تفلتت، ليتني لم أقم.\r(3019) - حدثنا عمر بن حفص بن غياث: حدثنا أبي: حدثنا الأعمش: حدثنا جامع بن شداد، عن صفوان بن محرز: أنه حدثه عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال:\rدخلت على النبي صلى الله عليه وسلم وعقلت ناقتي بالباب، فأتاه ناس من بني تميم، فقال: (اقبلوا البشرى يا بني تميم). قالوا: قد بشرتنا فأعطنا، مرتين، ثم دخل عليه ناس من أهل اليمن، فقال: (اقبلوا البشرى يا أهل اليمن، إذ لم يقبلها بنو تميم). قالوا: قد قبلنا يا رسول الله، قالوا: جئناك نسألك عن هذا الأمر، قال: (كان الله ولم يكن شيء غيره، وكان عرشه على الماء، وكتب في الذكر كل شيء، وخلق السماوات والأرض). فنادى مناد: ذهبت ناقتك يا ابن الحصين، فانطلقت فإذا هي يقطع دونها السراب، فوالله لوددت أني كنت تركتها.\r- Tuhfatul Ahwadzi\r- 4046 - حَدّثَنَا مُحمّدُ بنُ بَشّارٍ، أَخبرنا عَبْدُ الرّحْمَنِ بنُ مَهْدِيّ، أَخبرنا سُفْيَانُ عن جامِعِ بنِ شَدّادٍ، عن صَفْوَانَ بنِ مُحْرِزٍ، عن عِمْرَان بنِ حُصَيْنٍ، قالَ: \"جَاءَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي تَميمٍ إِلَى رسولِ اللّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَبْشِرُوا يَا بَنِي تَميمٍ، قالُوا بَشّرْتَنَا فَأَعْطِنَا، قالَ فَتَغَيّرَ وَجْهُ رسولِ اللّهِ صلى الله عليه وسلم، وَجَاءَ نَفَرٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ فَقَالَ: اقْبَلُوا الْبُشْرَى فلَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَميمٍ، قَالُوا قَدْ قَبِلْنَا\". هَذا حديثٌ حَسَنٌ صحيحٌ.\r- Musnad Imam Ahmad","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا وَكِيعٌ , وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ , عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ ، َعنْ صَفْوَانَ بْنِ مُحْرِزٍ ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ، قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ : جَاءَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ ، قَالَ وَكِيعٌ : جَاءَتْ بَنُو تَمِيمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : \" أَبْشِرُوا يَا بَنِي تَمِيمٍ \" قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، بَشَّرْتَنَا فَأَعْطِنَا , قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ : فَتَغَيَّرَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : فَجَاءَ حَيٌّ مِنْ يَمَنٍ ، فَقَالَ : \" اقْبَلُوا الْبُشْرَى إِذْ لَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَمِيمٍ \" قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ قَبِلْنَا .\r- Penduduk yaman adalah sebaik-baik penduduk bumi\rعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيقٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ، فَقَالَ : ” يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْضِ…\rDari jubair bin muthim berkata : suatu ketika kami bersama rasulullah di suatu jalan antara makkah dan madinah, maka berkata rasulullah : hampir-hampir saja bangsa yaman melebihi kalian, seakan-akan mereka seperti gumpalan awan, mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi. [HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi,]\r- Sebaik-baik lelaki adalah lelaki ahlu yaman\rعن عمرو بن عبسة السلميّ…. بل خير الرجال رجال أهل اليمن\rDari sahabat ‘amr bin abasah rasulullah bersabda : sebaik-baik lelaki adalah lelaki penduduk yaman” [HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari]","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"- Kegigihan ahlu yaman dalam menjalani ketaatan kepada Allah\rعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى … «إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم، قلنا: يا رسول الله، أقريش؟ … قال : لا و لكن هم أهل اليمن\rDari abu sa’id al-khudri berkata : rasulullah berkata : “sesungguhnya akan datang suatu kaum yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka” sahabat anas bin malik bertanya : wahai rosulullah, apakah mereka kaum dari kaum quraisy ? berkata rosulullah : “Tidak, akan tetapi mereka adalah kaum dari negeri yaman” [HR. Ibnu Abi Ashim,]\rBerkata Imam ibnu jarir ath-thabari dalam tafsirnya : “sesungguhnya Allah mendatangkan ahlu yaman pada masa kekhilafan umar bin khotob, kala itu sikap mereka terhadap ajaran agama islam merupakan yang paling baik diantara kaum-kaum yang lain yang memeluk islam [dari luar mekkah dan madinah] dan mereka pada waktu itu adalah kaum yang paling banyak memberi pertolongan kepada kaum muslimin.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/803470493009094/\r3372. KATA 'SUNAN' DALAM LITERATUR BAHASA INDONESIA\rPERTANYAAN :\r> Aya E Hadi\rAssalamualaikum, apa arti dari kata sunan?\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Sunan, dalam budaya suku-suku di Pulau Jawa, adalah sebutan bagi orang yang diagungkan dan dihormati, biasanya karena kedudukan dan jasanya di masyarakat. Kata ini merupakan penyingkatan dari susuhunan[1]. Kata ini berarti tempat penerima \"susunan\" jari yang sepuluh, atau dengan kata lain \"sesembahan\".","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"Pada periode sejarah Jawa pra-Islam gelar ini jarang dipakai atau tidak banyak didokumentasi. Pada awal-awal masuknya Islam di Jawa, gelar ini biasa diberikan untuk mubaligh atau penyebar agama Islam, khususnya di tanah Jawa pada abad ke-15 hingga abad ke-16. Selain sunan, ada pula mubaligh lainnya yang disebut syekh, kyai, ustadz, penghulu, atau tuan guru. Gelar \"sunan\" atau \"susuhunan\" juga diberikan kepada penguasa Kraton Surakarta Hadiningrat (Kasunanan Surakarta).\rGelar penguasa Jawa\rPemakaian lainnya untuk istilah \"sunan\" dan \"susuhunan\" adalah sebagai gelar bagi raja-raja dari Kesultanan Mataram semenjak Amangkurat I hingga suksesi pada Kasunanan Surakarta sampai sekarang. Ini adalah warisan Sultan Agung dari kerajaan Mataram Islam, yang mengklaim sebagai Sultan dan Sayidin Panatagama, yaitu raja dan pemimpin agama bagi masyarakat Jawa.\rWalisongo\rWalisongo adalah sembilan orang penyebar agama Islam di pulau Jawa yang paling terkenal di antara mereka yang mendapat sebutan sunan. Istilah Walisongo berasal dari kata wali (bahasa Arab, yang berarti wakil, dan sanga (bahasa Jawa, yang berarti sembilan). Mereka dianggap sebagai mubaligh agung, baik dari segi ilmu agama Islam maupun bobot segala jasa dan karomahnya terhadap kehidupan masyarakat dan kenegaraannya. Berikut ini adalah daftar sembilan wali yang secara umum dianggap sebagai Walisongo tersebut :\r1.…Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim\r2.…Sunan Ampel atau Raden Rahmat\r3.…Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim\r4.…Sunan Drajat atau Raden Qasim\r5.…Sunan Kudus atau Jaffar Shadiq","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"6.…Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin\r7.…Sunan Kalijaga atau Raden Said\r8.…Sunan Muria atau Raden Umar Said\r9.…Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah\rSunan-sunan lain\rBeberapa mubaligh lainnya selain Walisongo, khususnya yang terlibat dalam masa awal penyebaran agama Islam di Jawa, juga disebut sunan. Berikut ini adalah beberapa mubaligh lainnya yang mendapat gelar sunan:\r1.…Sunan Bangkalan\r2.…Sunan Bungkul\r3.…Sunan Dalem\r4.…Sunan Geseng, adalah murid Sunan Kalijaga\r5.…Sunan Ngadilangu\r6.…Sunan Ngerang\r7.…Sunan Ngudung, adalah ayah Sunan Kudus\r8.…Sunan Prawata, adalah putra sulung Sultan Trenggana\r9.…Sunan Sendang Duwur\r10.…Sunan Tembayat atau Sunan Pandanaran II, bupati kedua Semarang\r11.…Sunan Wilis\r12.…Sunan Lawu, Raden Gugur, putra Brawijaya-V\rPenggunaan dalam masyarakat Sunda\rOrang Sunda memakai \"sunan\" untuk menyebut orang yang memiliki kedudukan terhormat (Susuhunan). Salah satu contohnya adalah penyebutan tokoh Sunan Ambu, sosok perempuan mulia yang merupakan \"ibu\" dari kebudayaan dan peradaban Sunda. Wallahu A'lam\rDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/806028889419921/\r3432. ARTI NAMA AL GHAZALI\rPERTANYAAN :\r> Achmad Qusasi AlIkhlash\rAsalamualaikum... mau tanya temen saya mau kasih nama anaknya Al Ghozali itu maknanya apa ya ? terimakasih\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"wa'alaikum salam Warohmatulloh. Al-Ghozali adalah nama marga. Al-Ghozzali (dengan tasydid) adalah nisbat pada pekerjaan \"penenun atau penyulam\". Memberi nama dengan kedua nama tsb sangat baik,tabarruk kepada laqob seorang ulama besar, mujaddid kurun 5 hijriyyah, hujjatul islam, beliau adalah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-ghozali\rمن هو الغزالي: هو: حجة الإسلام وزين الدين ومجدد القرن الخامس الهجري كنيته: أبو حامد\rاسمه: محمد بن محمد بن محمد الغزالي الطوسياسم العائلة: الغزالي وقيل الغزّالي بتشديد الزاي نسبة لعمل أبيه غزالاً للصوف على طريقة أهل بلده.\rمشهورٌ بـ: الغزالي مولده: بالطابران من قرى طوس بإقليم خراسان عام 450 للهجرة الموافق لـ 1048م.\rوفاته: أيضاً بالطابران: طوس بالقرب من مدينة مشهد في شمال شرق جمهورية إيران الإسلامية عام 505 للهجرة الموافق لـ 1111م .\rhttp://www.ghazali.org/site-ar/gz-default-ar.htm\rWallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/807010625988414/\r3459. TEMPAT TURUNNYA NABI ISA ALAIHIS SALAAM\rPERTANYAAN :\r> Urang Coulound II\rAssalamu'alaikum... Yai mau nanya di manakah Nabi Isa As di turunkan ketika menjelang kiamat ? dan bagaimana dengan Negara Israel apakah mereka juga jadi pengikut dajjal hanya yahudi Ishfahan saja? mohon penjelasan dan pembetulannya...\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Menurut satu riwayat Nabiyallah Isa as turun di menara putih di timur damsyiq-syria, turun sebelum subuh dan melaksanakan sholat shubuh berjama'ah. Wallahu a'lam.\rفي وقت نزوله من السماء ومحله وما يجري على يديه من الملاحم .","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"أما محل نزوله فعند المنارة البيضاء شرقي دمشق واضعا كفيه على أجنحة ملكين ، ففي صحيح مسلم من حديث النواس بن سمعان رضي الله عنه أنه صلى الله عليه وسلم قال \" فبينما هو أي الدجال كذلك إذ بعث الله المسيح ابن مريم عليه السلام فينزل عند المنارة البيضاء شرقي دمشق بين مهرودتين واضعا كفيه على أجنحة ملكين إذا طأطأ رأسه قطر وإذا رفع رأسه تحدر منه جمان كاللؤلؤ ، فلا يحل لكافر يجد ريحه إلا مات ، ونفسه ينتهي حيث ينتهي طرفه ) .\rقوله مهرودتين قال في جامع الأصول : رويت في هذه اللفظة بالمهملة والمعجمة يقال للثوب إذا صبغ بالورس ثم بالزعفران جاء لونه مثل زهرة الحوذانة فذلك الثوب مهرود ، وقيل أراد بالمهرود الثوب المصبوغ بالهرد وهو صبغ أصفر قيل إنه الكركم ، وقيل أراد في شقتين من الهرد وهو القطع . انتهى .\rوقال في النهاية : في حديث عيسى عليه السلام إنه ينزل بين مهرودتين أي في شقتين أو حلتين ، وقيل الثوب المهرود الثوب الذي يصبغ بالورس ثم بالزعفران فيجيء لونه مثل لون زهرة الحوذانة ، قال القتيبي هو خطأ من النقلة وأراه مهروتين أي صفراوين يقال هريت العمامة إذا لبستها صفراء وكان فعلت منه هروت فإن كان محفوظا بالدال فهو من الهرد الشق\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=107&ID=223","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.”\rDan apa-apa yang dilakukan nabi Isa a.s bisa dilihat dalam kitab Shohih Bukhori dan muslim. Dan di antaranya adalah : Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta.\"","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"حدثنا إسحاق أخبرنا يعقوب بن إبراهيم حدثنا أبي عن صالح عن ابن شهاب أن سعيد بن المسيب سمع أبا هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم والذي نفسي بيده ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا فيكسر الصليب ويقتل الخنزير ويضع الجزية ويفيض المال حتى لا يقبله أحد حتى تكون السجدة الواحدة خيرا من الدنيا وما فيها ثم يقول أبو هريرة واقرءوا إن شئتم وإن من أهل الكتاب إلا ليؤمنن به قبل موته ويوم القيامة يكون عليهم شهيدا\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=6275&idto=6278&bk_no=52&ID=2077\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/824764454213031/\r3474. KISAH NABI SULAIMAN BERSAMA ASHIF BIN BARKHOYA\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Abdul Mu'thy\rAssalamu'alaikum... Pingin tau dong kisah nabi Sulaiman dengan ashof bin barkhoya..\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dalam al-qur'an surat An-Naml ayat 40 Mufassirin menjelaskan bahwa yang dimaksud :\rالذي عنده علم من الكتاب\radalah orang yang bernama Ashif bin barkhoya \"Katib nabi sulaiman as\". Kisah ringkasnya dalam surat an-naml ayat 38-40 :\rقَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ (38) قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ ? وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ (39) قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ? فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُ قَالَ هَاذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ? وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ? وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ (40)","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"38. berkata Sulaiman : “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.\r39. berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin : “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.\r40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.\rMaka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata : “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.\rTafsir Ibnu Katsir : Muhammad bin Ishaq berkata, bahwasannya Yazid bin Ruman berkata, Ketika para utusan kembali kepada sang ratu dengan membawa pesan dari Sulaiman, ratu pun berkata : “Sungguh demi Allah, aku tahu dia bukanlah seorang raja dan kita tidak memiliki kemampuan serta tidak kuasa untuk menentangnya sedikitpun. Aku akan mengutus kepadanya untuk mengabarkan bahwa aku akan datang membawa raja-raja kaumku, untuk aku lihat apa perintahnya dan agama apa yang ia serukan kepada kami.”","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"Kemudian dia memerintahkan penjagaan singgasana kerjaan tempat duduknya, lalu dibuatlah 7 buah pertahanan yang saling menyambung dan dikuncinya pintu-pintu tersebut. Lalu ia berkata kepada para pengawal yang yang ditinggal di kerajaannya:\r“Jagalah apa yang sudah ada sebelummu dan singgasana kerajaanku. Jangan ada seorang hamba Allah yang mampu lolos menembusnya dan jangan pula ada seorang pun yang melihatnya sampai aku datang.”\rLalu sang ratu menuju kerajaan Sulaiman dengan didampingi 12.000 orang. Satu pendapat mengatakan bahwa para raja Yaman berada di bawah kekuasaannya. Pendapat lain mengatakan, lebih dari 12.000 orang, hingga Sulaiman mengutus jin untuk mengawasi mereka, baik di perjalanan maupun di tempat sampainya, sepanjang siang dan malam. Sehingga ketika rombongan itu sudah dekat, Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya di kalangan jin dan manusia yang berada di bawah kekuasaannya.\rLalu ia berkata : \"yaa ayyuHal mala-u ayyukum ya’tinii bi’arsyiHaa qabla ay ya’tuunii muslimiiin (“Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?”)\".","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"Qaala ‘ifritum minal jinni (“Berkata ‘ifrit [yang cerdik] dari golongan jin”) Mujahid berkata, “Yaitu jin pembangkang.” Syu’aib al-Jubba-i berkata: “Namanya adalah Kuzan.” Demikian yang dikatakan oleh Muhammad bin Ishaq, dari Yazid bin Ruman dan dikatakan pula oleh Wahb bin Munabbih. Sedangkan Abu Shalih berkata, “Dia seakan-akan seperti gunung.”Ana aatiika biHii qabla an taquuma mim maqaamik (“Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari maqammu.”)\rIbnu ‘Abbas berkata, “Yaitu sebelum engkau berdiri dari majelismu.” Mujahid berkata, “Yaitu dari tempat dimana ia duduk untuk memberikan keputusan dan hukuman kepada manusia serta untuk makan dari pagi hingga tergelincir matahari.”. Wa innii ‘alaiHi laqawiyyun amiin (“Sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya dan dapat dipercaya.”). Ibnu ‘Abbas berkata, “Yaitu kuat untuk membawanya dan dapat dipercaya untuk menjaga perhiasan yang ada di dalamnya.” Lalu Sulaiman as. berkata, “Aku ingin yang lebih cepat dari itu.”\rDari sini tampak jelas bahwa Sulaiman ingin mendatangkan singgasana tersebut untuk menujukkan kebesaran kerajaan yang diberikan Allah kepadanya serta bala tentara yang dikuasainya, dimana hal tersebut belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumnya serta tidak ada sesudahnya.Begitu pula hal tersebut menjadi hujjah kenabiannya di hadapan ratu Balqis dan rakyatnya. Karena hal ini merupakan peristiwa yang sangat besar dan luar biasa, dimana ia dapat membawa singgasana sang ratu sebelum mereka datang, padahal semuanya ditutup secara rapat dan terjaga.","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Ketika Sulaiman berkata, “Aku ingin yang lebih cepat daripada itu.” Qaalal ladzii ‘indaHuu ‘ilmum minal kitaabi (“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab.”) Ibnu ‘Abbas berkata, “Yaitu Ashif, sekretaris Sulaiman.” Demikian yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishaq, dari Yazid bin Ruman bahwa laki-laki itu adalah Ashif bin Barkhiya. Dia adalah orang shiddiq [patuh beragama] yang mengetahui ismun A’zham.\rAna aatiika biHii qabla ay yartadda ilaika tharfuka (“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.”) yaitu angkat pandanganmu dan lihatlah sepanjang kemampuan pandanganmu, karena engkau tidak akan melelahkan pandanganmu itu kecuali singgasana itu sudah hadir di hadapanmu. Wahb bin Munabbih berkata, “Tutuplah matamu, maka tidak mencapai sekejap pasti aku sudah membawanya kepadamu. Mereka menceritakan bahwa dia diperintahkan untuk memandang Yaman, tempat singgasana yang dicari itu berada, kemudian ia berdiri dan berwudlu’ serta berdoa kepada Allah Ta’ala.”\rMuhahid berkata, “Dia berdoa: yaa dzal jalaali wal ikraam [wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan.].” az-Zuhri berkata: “Ia berdoa: yaa IlaHanaa wa ilaaHa kullu syai-in ilaaHaw waahidal laa ilaaHa illaa anta i’tunii bi’arsyiHaa (ya Ilah kami dan Ilah segala sesuatu, Ilah yang Esa, tidak ada Ilah kecuali Engkau, datangkanlah kepadaku singgasananya). Dia mencontohkannya di hadapannya.”","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"Mujahid, Sa’id bin Jubair, Muhammad bin Ishaq, Zubair bin Muhammad dan selain mereka berkata : “Tatkala ia berdoa dan meminta kepada Allah untuk didatangkan singgasana Balqis yang berada di Yaman, sedangkan Sulaiman berada di Baitul Maqdis, tiba-tiba singgasana itu hilang menembus bumi, kemudian muncul di hadapan Sulaiman.”‘\rAbdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata : “Sulaiman tidak merasakan sesuatu kecuali singgasana itu telah berada di hadapannya.” Dia berkata: “Ini dibawa oleh para hamba [Allah yang ada di] laut.” Ketika Sulaiman dan para pembesarnya menyaksikan hal itu serta melihatnya berada di sisinya, qaala Haadzaa min fadl-li rabbii (“Ia pun berkata, ‘ Ini termasuk karunia Rabb-ku.’”) yaitu ini adalah di antara nikmat-nikmat Allah kepadaku, liyabluwanii; yaitu untuk mengujiku, a asykuru am akfuru wa man syakara fa innamaa yasykuru linafsiHi (“apakah aku bersyukur atau mengingkari. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk [kebaikan] dirinya sendiri.”\rPerkataannya: wa man kafara fa inna rabbii ghaniyyun kariim (“dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Mahakaya dan Mahamulia.”) yaitu Dia Mahakaya terhadap hamba-hamba-Nya dan tidak membutuhkan peribadahan mereka. dia Mahakarim, yaitu Maha-mulia pada diri-Nya sendiri meskipun tidak ada satu pun yang beribadah kepada-Nya. Karena kebesaran-Nya tidak membutuhkan kepada seseorang pun.","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"Dalam shahih Muslim dijelaskan: “Allah Ta’ala berfirman : ‘Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang yang pertama hingga yang terakhir di antara kamu, manusia maupun jin semuanya bertakwa kepada-Ku seperti orang yang paling bertakwa di antara kamu, maka hal tersebut tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang yang pertama hingga yang terakhir di antara kamu, manusia maupun jin berhati jahat seperti orang paling jahat di antara kamu, maka hal tersebut tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun. Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya semua itu adalah perbuatanmu, kemudian Aku akan membalasnya. Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah. Dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah menyesali kecuali dirinya sendiri.”\rالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ? فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُ قَالَ هَاذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ? وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ? وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ (40) (النمل)","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"قَالَ الَّذِي عِنْده عِلْم مِنْ الْكِتَاب \" قَالَ اِبْن عَبَّاس وَهُوَ آصَف كَاتِب سُلَيْمَان وَكَذَا رَوَى مُحَمَّد بْن إِسْحَاق عَنْ يَزِيد بْن رُومَان أَنَّهُ آصَف بْن بَرْخِيَاء وَكَانَ صِدِّيقًا يَعْلَم الِاسْم الْأَعْظَم وَقَالَ قَتَادَة كَانَ مُؤْمِنًا مِنْ الْإِنْس وَاسْمه آصَف وَكَذَا قَالَ أَبُو صَالِح وَالضَّحَّاك وَقَتَادَة إِنَّهُ كَانَ مِنْ الْإِنْس زَادَ قَتَادَة مِنْ بَنِي إِسْرَائِيل وَقَالَ مُجَاهِد كَانَ اِسْمه أَسْطُوم قَالَ قَتَادَة فِي رِوَايَة عَنْهُ كَانَ اِسْمه بليخا وَقَالَ زُهَيْر بْن مُحَمَّد هُوَ رَجُل مِنْ الْإِنْس يُقَال لَهُ ذُو النُّور وَزَعَمَ عَبْد اللَّه بْن لَهِيعَة أَنَّهُ الْخَضِر وَهُوَ غَرِيب جِدًّا وَقَوْله \" أَنَا آتِيك بِهِ قَبْل أَنْ يَرْتَدّ إِلَيْك طَرْفك \" أَيْ اِرْفَعْ بَصَرك وَانْظُرْ مَدّ بَصَرك مِمَّا تَقْدِر عَلَيْهِ فَإِنَّك لَا يَكِلّ بَصَرك إِلَّا وَهُوَ حَاضِر عِنْدك وَقَالَ وَهْب اِبْن مُنَبِّه اُمْدُدْ بَصَرك فَلَا يَبْلُغ مَدَاهُ حَتَّى آتِيك بِهِ فَذَكَرُوا أَنَّهُ أَمَرَهُ أَنْ يَنْظُر نَحْو الْيَمَن الَّتِي فِيهَا هَذَا الْعَرْش الْمَطْلُوب ثُمَّ قَامَ فَتَوَضَّأَ وَدَعَا اللَّه تَعَالَى قَالَ مُجَاهِد قَالَ يَا ذَا الْجَلَال وَالْإِكْرَام وَقَالَ الزُّهْرِيّ قَالَ : يَا إِلَهنَا وَإِلَه كُلّ شَيْء إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَه إِلَّا أَنْتَ اِئْتِنِي بِعَرْشِهَا قَالَ فَمَثَلَ بَيْن يَدَيْهِ قَالَ مُجَاهِد وَسَعِيد بْن جُبَيْر وَمُحَمَّد بْن إِسْحَاق وَزُهَيْر بْن مُحَمَّد وَغَيْرهمْ لَمَّا دَعَا اللَّه تَعَالَى وَسَأَلَهُ أَنْ يَأْتِيه بِعَرْشِ بِلْقِيس وَكَانَ فِي الْيَمَن وَسُلَيْمَان عَلَيْهِ السَّلَام بِبَيْتِ الْمَقْدِس غَابَ السَّرِير وَغَاصَ فِي الْأَرْض ثُمَّ نَبَعَ مِنْ بَيْن يَدَيْ سُلَيْمَان وَقَالَ","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"عَبْد الرَّحْمَن بْن زَيْد بْن أَسْلَم لَمْ يَشْعُر سُلَيْمَان إِلَّا وَعَرْشهَا يُحْمَل بَيْن يَدَيْهِ قَالَ وَكَانَ هَذَا الَّذِي جَاءَ بِهِ مِنْ عُبَّاد الْبَحْر فَلَمَّا عَايَنَ سُلَيْمَان وَمَلَأَهُ ذَلِكَ وَرَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْده \" قَالَ هَذَا مِنْ فَضْل رَبِّي \" أَيْ هَذَا مِنْ نِعَم اللَّه عَلَيَّ \" لِيَبْلُوَنِي \" أَيْ لِيَخْتَبِرَنِي \" أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُر وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُر لِنَفْسِهِ \" كَقَوْلِهِ \" مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا \" وَكَقَوْلِهِ \" وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ \" وَقَوْله \" وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّ كَرِيم \" أَيْ هُوَ غَنِيّ عَنْ الْعِبَاد وَعِبَادَتهمْ كَرِيم أَيْ كَرِيم فِي نَفْسه فَإِنْ لَمْ يَعْبُدهُ أَحَد فَإِنَّ عَظَمَته لَيْسَتْ مُفْتَقِرَة إِلَى أَحَد وَهَذَا كَمَا قَالَ مُوسَى \" إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْض جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّه لَغَنِيّ حَمِيد \" وَفِي صَحِيح مُسْلِم \" يَقُول اللَّه تَعَالَى : يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلكُمْ وَآخِركُمْ وَإِنْسكُمْ وَجِنّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْب رَجُل مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلكُمْ وَآخِركُمْ وَإِنْسكُمْ وَجِنّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَر قَلْب رَجُل مِنْكُمْ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّه وَمَنْ وَجَدَ غَيْر ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسه \".dst.....\r- http://www.llssll.com/q/t-27-1-40.html- http://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura27-aya40.html\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/835469043142572/","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"3497. BAHASA NABI ISA 'ALAIHIS SALAAM\rPERTANYAAN :\r> Istiqomah Binti Muhamad\rAssalamu'alaikum Wr. WbTanya : BAHASA APA-kah yang dipakai oleh Nabi Isa AS, Baik sehari-hari maupun pada saat ber-DAKWAH ...?Wassalamu'alaikum Wr. Wb..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rBahasa yang digunakan nabi isa adalah bahasa qaumnya yaitu Suryaniyah sebagaimana firman Allah dalam surat ibrahim ayat 4 :\" dan tidaklah kami mengutus para utusan kecuali dengan bahasa qaumnya \", dan hadis marfu' yang menerangkan bahwa Allah memberikan wahyu dan dan juga kitab kepada nabi Isa dan diperintahkan untuk menafsirkannya kepada orang Suryaniyah. Lihat markaz fatwa :\rفإن لغة عيسى عليه السلام هي لغة قومه التي كانوا يتكلمونها في عهده؛ كما قال الله تعالى: وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ {إبراهيم: 4}\rولعل هذه اللغة هي اللغة السريانية، وهي إحدى اللغات السامية فقد جاء في قصص الأنبياء لابن كثير في حديث مرفوع: أوحى الله إلى عيسى ..... وأنا خلقتك آية للعالمين إياي فاعبد، وعلي فتوكل، خذ الكتاب بقوة فسر لأهل السيريانية، بلغ ما بين يديك أني أنا الله الحق القائم الذي لا يزول\rولم نقف على ما يثبت أو ينفي أنه كان يتحدث بلغات أخرى.\rhttp://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa...\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/828527990503344/\r3501. KISAH NABI KHIDIR MEMBUNUH SEORANG GHULAM\rPERTANYAAN :\r> Saiful Hadi","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"Assalamualaikum wr wb. Sedikit ingin bertanya tentang tafsir surat Alkahfi ayat 80, \"Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. (QS. Al Kahfi. 80). Dalam ayat diceritakan bhw Nabi Khidir membunuh anak muda tersebut atas dasar kekhawatiran akan mendorong kedua orang tuanya menjadi kafir, bukankah yang namanya kekhawatiran baru sebatas dugaan saja, tapi kenapa langsung menetapkan vonis dengan dibunuh?. Syukran.\rJAWABAN :\r> Santrialit","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"Wa'alaikum salam Wr Wb. Jika sekilas membaca kisah yang diabadikan dalam salah satu ayat al-Qur’an diatas kita seolah-olah melihat sebuah kontradiksi yang sangat keras. Bagaimana tidak? Ayat di atas menyajikan kisah tentang salah seorang Nabi Allah yang dipuji oleh Allah mempunyai ilmu khusus, yaitu Nabi Khidhir as, yang mana sebagai seorang Nabi ia sudah sepatutnya bersikap lembut dan penuh kasih-sayang. Apalagi terhadap seorang anak. Namun pada ayat di atas disebutkan dengan jelas tindakannya yang langsung membunuh seorang anak (ghulam) yang baru saja ditemuinya di suatu desa. Anak yang sama sekali tidak dikenalnya. Bukankah ini merupakan sebuah keganjilan yang sangat mencolok? Bagaimana bisa seorang Nabi yang dipuji ilmunya oleh Allah Swt dalam al-Qur’an melakukan hal seperti ini? Bagaimana seorang Nabi bisa dengan mudahnya menumpahkan darah seorang anak yang tak berdosa? Bahkan Nabi Musa as. sendiri yang saat itu sedang mengiringinya pun –yang notabenenya sama-sama Nabi- sampai melanggar janjinya sendiri untuk tidak membuka mulutnya dan memprotesnya dengan keras!\rوَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا\rDan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. (QS: Al-Kahfi Ayat: 80).","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"Jika al-Qur’an adalah kalam yang penuh hikmah dan tidaklah semua isinya kecuali hikmah dan kebijaksanaan, maka gerangan apa yang dikehendaki Allah dengan mengabadikan kisah ini di al-Qur’an? Bukankah ini seperti menorehkan tinta hitam pada kertas putih bersih semata? Tidakkah Allah Swt malah mencederai Nabi-Nya sendiri dengan kisah ini? Tidakkah Ia malah memaklumatkan ketidaksempurnaan-Nya dengan hal ini?\rTentu saja, jawabannya adalah tidak! Justru sebaliknya, jika kita pahami dengan lebih teliti, kita akan menemukan kebijaksanaan dan hikmah yang sangat besar di dalamnya.\rHal-hal yang perlu difahami pada ayat-ayat sblmnya dan ayat tsb diatas adalah;\r1. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Nabi Khidir As adalah hamba Allah Swt yang memliki ilmu dan rahmat khusus Ilahi.\r2. Beberapa ayat dan riwayat yang ada memberi pemahaman bahwa terbunuhnya anak yang baru balig (ghulam) tersebut bukanlah akibat dari tindakan yang dilakukan karena kebencian, hawa nafsu atau amarah.\r3. Kematian anak tersebut di tangan Nabi Khidir As atas perintah dan izin Allah Swt.\r4. Tanpa diawali dialog atau percekcokan antara Nabi Khidir As dengan anak tersebut, Nabi Khidir As sengaja dengan penuh kesadaran membunuh anak tersebut. Jadi pembunuhan ini bukan kebetulan atau kecelakaan (ketidaksengajaan).\r5. Ayah dan ibu dari anak yang dibunuh tersebut adalah orang-orang Mukmin yang mendapat anugerah khusus dari Allah Swt. Nabi Khidir As ketika itu sangat mengkhawatirkan kedua orangtua si anak menjadi kafir dan sesat karena perangai buruk anak tersebut kelak.","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"6. Anak laki-laki yang dibunuh Nabi Khidir tersebut tenggelam dalam kekufuran dan tiada harapan sedikitpun untuk menerima hidayah. Kekufuran serta keingkaran terhadap kebenaran mengakar di dalam hatinya, kendati secara lahiriah tampak seperti seorang suci. Dengan kata lain, kejahatan anak laki-laki tersebut adalah kufur atau murtad secara fitrah dan balasan setimpal bagi orang seperti ini tidak lain adalah hukuman mati.\r8. Kematian anak laki-laki tersebut membawa manfaat yang sangat banyak diantaranya adalah terpeliharanya iman kedua orangtuanya, kedua orangtua anak laki-laki tersebut terhindar dari segala bentuk kesedihan akibat adanya hubungan dan rasa kekeluargaan, merasa gembira karena telah sukses menjalani qada dan qadar Ilahi, memperoleh keberkahan yang melimpah (melalui anak perempuannya), Nabi Musa dapat mengetahui sebagian rahasia, ilmu gaib dan hakikat batin, teraplikasinya aturan-aturan Tuhan melalui Nabi Khidir As, mencegah bertambah beratnya pertanggungjawaban amal jelek anak laki-laki tersebut akibat perbuatan yang kelak akan dilakukannya (diantaranya: menyesatkan serta mengganggu kedua orangtuanya) dan lain sebagainya.","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"Setelah kita mengetahui fakta-fakta di atas, maka hal penting lain yang harus kita perhatikan adalah bawa diantara sifat kesempurnaan (kamaliyah) Allah Swt adalah sifat Hakim (Mahabijak). Sifat ini termanifestasi baik pada tataran takwini ataupun tasyri’i. Walaupun mungkin saja semua orang tidak mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang yang tahu tentang sebagian rahasia keberadaan alam. Salah seorang yang mendapat anugerah rahmat dan inayah khusus serta pengajaran Ilahi dan ilmu ladunni adalah Khidir As yang selain memperoleh rahmat dan ilmu Ilahi serta taufik menyampaikan sebagian dari rahasia-rahasia tersebut kepada Nabi Musa As.\rOleh karena itu, terkait dengan tewasnya anak laki-laki tersebut di tangan Nabi Khidir As, dengan memperhatikan fakta-fakta di atas, kita dapat menemukan sebuah jawaban yang sederhana, yaitu bahwa semuanya tak lain dari hikmah dan Kemahapengaturan Allah Azza Wa Jalla yang terejawantahkan melalui tangan Nabi Khidhir as. Kendati kata ghulam memiliki makna yang bermacam-macam, seperti pelayan, anak kecil, anak dewasa, baru balig dan lain sebagainya. Akan tetapi makna yang dianggap sesuai pada (ayat-ayat 74 dan 80 surat Al-Kahfi) adalah anak laki-laki yang baru balig yang baru tumbuh kumisnya dan sesuai pula dengan sebagian ayat dan riwayat. Karena itu berdasarkan hal ini dapat dikatakan bahwa seseorang yang tewas di tangan Nabi Khidir As itu adalah seorang anak laki-laki yang baru balig dan bukan seorang anak kecil.","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"Nabi Khidir As dengan berdasar pada perintah dan hukum Ilahi, bertindak sebagai pelaksana perintah tersebut atau ia berposisi sebagai sebab diantara sebab-sebab takwini pada terealisasinya kehendak dan keinginan Ilahi. Sedangkan Nabi Musa as saat itu bertindak berdasarkan pada hukum Ilahi yang lain yang ada di bawahnya, yaitu hukum tasyri’i atau syari’at. Karena itulah Nabi Musa as memprotes tindakan Nabi Khidhir as yang menurutnya tidak sesuai. Baru setelah dijelaskan oleh Nabi Khidhir as, Nabi Musa as menerimanya dan tunduk padanya.\rDi sisi lain, ayah dan ibu anak laki-laki tersebut adalah orang-orang mukmin yang Allah Swt karunia inayah dan taufik khusus. Dan berdasarkan ilmu zat-Nya Allah Swt tahu bahwa kalau anak laki-lakinya itu hidup, maka kedua orang tua tersebut akan terjerumus ke dalam fitnah, kekufuran dan kesesatan yang luar biasa dimasa mendatang. Dengan alasan ini Allah Swt memerintahkan kepada Nabi Khidir As untuk membunuh anak laki-laki tersebut dan dengan inayah ini Allah Swt memberikan maqam kemuliaan khusus kepada kedua orangtua tersebut di akhirat. Wallahu a'lam\r- Tafsir Ibnu Katsir :\r( وأما الغلام فكان أبواه مؤمنين فخشينا أن يرهقهما طغيانا وكفرا ( 80 ) فأردنا أن يبدلهما ربهما خيرا منه زكاة وأقرب رحما ( 81 ) )\rقد تقدم أن هذا الغلام كان اسمه جيسور . وفي الحديث عن ابن عباس ، عن أبي بن كعب ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : \" الغلام الذي قتله الخضر طبع يوم طبع كافرا \" . رواه ابن جرير من حديث ابن إسحاق ، عن سعيد ، عن ابن عباس ، به ؛ ولهذا قال : ( فكان أبواه مؤمنين فخشينا أن يرهقهما طغيانا وكفرا ) [ ص: 185 ] أي : يحملهما حبه على متابعته على الكفر .","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"قال قتادة : قد فرح به أبواه حين ولد ، وحزنا عليه حين قتل ، ولو بقي كان فيه هلاكهما ، فليرض امرؤ بقضاء الله ، فإن قضاء الله للمؤمن فيما يكره خير له من قضائه فيما يحب\rوصح في الحديث : \" لا يقضي الله للمؤمن قضاء إلا كان خيرا له \" . وقال تعالى : ( وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم ) [ البقرة : 216 ] .\rوقوله [ تعالى ] ( فأردنا أن يبدلهما ربهما خيرا منه زكاة وأقرب رحما ) أي : ولدا أزكى من هذا ، وهما أرحم به منه ، قاله ابن جريج .\rوقال قتادة : أبر بوالديه .\rوقد تقدم أنهما بدلا جارية . وقيل لما قتله الخضر كانت أمه حاملا بغلام مسلم . قاله ابن جريح\r- Tafsir Thobary :\r[ ص: 85 ] القول في تأويل قوله تعالى : ( وأما الغلام فكان أبواه مؤمنين فخشينا أن يرهقهما طغيانا وكفرا ( 80 ) فأردنا أن يبدلهما ربهما خيرا منه زكاة وأقرب رحما ( 81 ) )\rيقول تعالى ذكره : وأما الغلام ، فإنه كان كافرا ، وكان أبواه مؤمنين ، فعلمنا أنه يرهقهما : يقول : يغشيهما طغيانا ، وهو الاستكبار على الله ، وكفرا به . وبنحو الذي قلنا في ذلك قال أهل التأويل ، وقد ذكر ذلك في بعض الحروف . وأما الغلام فكان كافرا .\rذكر من قال ذلك :\rحدثنا الحسن بن يحيى ، قال : أخبرنا عبد الرزاق ، قال : أخبرنا معمر ، عن قتادة : \"وأما الغلام فكان كافرا\" في حرف أبي ، وكان أبواه مؤمنين ( فأردنا أن يبدلهما ربهما خيرا منه زكاة وأقرب رحما ) .\rحدثنا بشر ، قال : ثنا يزيد ، قال : ثنا سعيد ، عن قتادة ( وأما الغلام فكان أبواه مؤمنين ) وكان كافرا في بعض القراءة . وقوله : ( فخشينا ) وهي في مصحف عبد الله : \" فخاف ربك أن يرهقهما طغيانا وكفرا\"\r- Tafsir Jalalain :\r«وأما الغلام فكان أبواه مؤمنين فخشينا أن يرهقهما طغيانا وكفرا» فإنه كما في حديث مسلم طبع كافرا ولو عاش لأرهقهما ذلك لمحبتهما له يتبعانه في ذلك.\r- Tafsir Qurthuby :","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"قوله تعالى { وأما الغلام فكان أبواه مؤمنين} جاء في صحيح الحديث : (أنه طبع يوم طبع كافر) وهذا يؤيد ظاهره أنه غير بالغ، ويحتمل أن يكون خبرا عنه مع كونه بالغا؛ وقد تقدم. قوله تعالى { فخشينا أن يرهقهما طغيانا وكفرا} قيل : هو من كلام الخضر عليه السلام، وهو الذي يشهد له سياق الكلام، وهو قول كثير من المفسرين؛ أي خفنا أن يرهقهما طغيانا وكفرا، وكان الله قد أباح له الاجتهاد في قتل النفوس على هذه الجهة. وقيل : هو من كلام الله تعالى وعنه عبر الخضر؛ قال الطبري : معناه فعلمنا؛ وكذا قال ابن عباس أي فعلمنا، وهذا كما كني عن العلم بالخوف في قوله { إلا أن يخافا ألا يقيما حدود الله} [البقرة : 229]. وحكي أن أبيا قرأ { فعلم ربك} وقيل : الخشية بمعنى الكراهة؛ يقال : فرقت بينهما خشية أن يقتتلا؛ أي كراهة ذلك. قال ابن عطية : والأظهر عندي في توجيه هذا التأويل وإن كان اللفظ يدافعه أنها استعارة، أي على ظن المخلوقين والمخاطبين لو علموا حاله لوقعت منهم خشية الرهق للأبوين. وقرأ ابن مسعود { فخاف ربك} وهذا بين في الاستعارة، وهذا نظير ما وقع القرآن في جهة الله تعالى من لعل وعسى وأن جميع ما في هذا كله من ترج وتوقع وخوف وخشية إنما هو بحسبكم أيها المخاطبون. و { يرهقهما} يجشمهما ويكلفهما؛ والمعنى أن يلقيهما حبه في اتباعه فيضلا ويتدينا بدينه.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/831603493529127/\r3615. SIAPAKAH IBNU SHOYYAD ?\rPERTANYAAN :\r> Agung Nanda\rAssalamualaikum..Permisi , ada yang tahu siapa itu ibnu soyyad ??\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rOrang yang dikira dajjal, syarah miskatul masobih :","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"وفي بعض النسخ : ابن الصياد معرفا . في القاموس : ابن صائد أو صياد الذي كان يظن أنه الدجال ، وقال الأكمل : ابن صائد اسمه عبد الله ، وقيل : صياف . ويقال : ابن صائد وهو يهودي من يهود المدينة . وقيل : هو دخيل فيهم ، وكان حاله في صغره حال الكهان يصدق مرة ويكذب مرارا ، ثم أسلم لما كبر وظهرت منه علامات من الحج والجهاد مع المسلمين ، ثم ظهرت منه أحوال ، وسمعت منه أقوال تشعر بأنه الدجال . وقيل : إنه تاب ومات بالمدينة . وقيل : بل فقد يوم الحرة . وقال ابن الملك - رحمه الله : اختلفوا في حال ابن الصياد ، فقيل : هو الدجال ، وما يقال : إنه مات بالمدينة لم يثبت ، إذ قد روي أنه فقد يوم الحرة ، وأما أنه لم يولد للدجال ، وأنه لا يدخل البلدين ، وأنه يكون كافرا ، فذلك في زمان خروجه ، وقيل : ليس هو الدجال ، ونقل أن جابرا حلف بالله أن ابن صياد هو الدجال ، وأنه سمع عمر بن الخطاب يحلف ذلك عند النبي - صلى الله تعالى عليه وسلم - ولم ينكره ، والظاهر من قصة تميم الداري - رضي الله تعالى عنه - أنه ليس هو الدجال ، نعم كان أمر ابن الصياد ابتلاء من الله تعالى لعباده ، فوقى الله تعالى المسلمين من شره . أقول : ولا ينافيه قصة تميم الداري إذ يمكن أن يكون له أبدان مختلفة ، فظاهره في عالم الحس والخيال دائر مع اختلاف الأحوال ، وباطنه في عالم المثال مقيد بالسلاسل والأغلال ، ولعل المانع من ظهوره كماله في الفتنة وجود سلاسل النبوة وأغلال الرسالة ، والله سبحانه وتعالى أعلم .\r> Kasihku Rinduku\rباب قصة ابن صياد\rBab kisah ibnu shoyyad\rكذا في نسخة السيد وأكثر النسخ المعتمدة . وفي بعض النسخ : ابن الصياد معرفا\rBegitulah yang ada di dalam tulisan as-sayyid dan kebanyakan tulisan yang dibuat pedoman. dan dalam tulisan yang lain berupa ابن الصياد ibnush shoyyad. dengan dima'rifatkan (dengan tambahan al).","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"في القاموس : ابن صائد أو صياد الذي كان يظن أنه الدجال ، وقال ا?كمل : ابن صائد اسمه عبد الله ، وقيل : صياف . ويقال : ابن صائد وهو يهودي من يهود المدينة\rDi dalam qamus : ibnu shooid { ابن صائد } atau ibnu shoyyad { ابن صياد } yaitu yang disangka dia adalah dajjal. al-akmal berkata : ibnu shooid namanya abdullah. dikatakan : shooyyaf. dan dikatakan : ibnu shooid adalah orang yahudi dari kaum yahudi madinah.\rوقيل : هو دخيل فيهم ، وكان حاله في صغره حال الكهان يصدق مرة ويكذب مرارا ، ثم أسلم لما كبر وظهرت منه ع?مات من الحج والجهاد مع المسلمين ، ثم ظهرت منه أحوال ، وسمعت منه أقوال تشعر بأنه الدجال . وقيل : إنه تاب ومات بالمدينة . وقيل : بل فقد يوم الحرة\rDikatakan : dia adalah orang asing/ tamu penduduk madinah, tingkahnya pada waktu masih kecil seperti dukun (kuhhan) sekali jujur dan berulang kali berdusta. kemudian masuk islam ketika dewasa dan tampak tanda-tandanya yang berupa haji dan jihad bersama kaum muslimin. kemudian tampak darinya tingkah laku, dan terdengar darinya ucapan-ucapan yang menunjukkan bahwa dia adalah dajjal. dan dikatakan : dia telah bertaubat dan meninggal di madinah. dikatakan : dia hilang pada yaumul harroh.\rوقال ابن الملك - رحمه الله : اختلفوا في حال ابن الصياد ، فقيل : هو الدجال ، وما يقال : إنه مات بالمدينة لم يثبت ، إذ قد روي أنه فقد يوم الحرة ، وأما أنه لم يولد للدجال ، وأنه ? يدخل البلدين ، وأنه يكون كافرا ، فذلك في زمان خروجه ، : ليقو ليس هو الدجال","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"Ibnul malik - rohimahullohu - berkata : para ulama' berbeda tentang hal ihwal ibnush shoyyad. dikatakan : dia adalah dajjal. dan tentang dikatakannya bahwa dia itu mati di madinah, hal itu tidak ada hujjah yang tetap. karena sungguh telah diriwayatkan bahwa dia tidak ada pada yaumul harroh. Adapun tentang dia tidak dilahirkan untuk dajjal, dan dajjal itu tidak masuk pada dua negara (makkah dan madinah), dan dia termasuk orang kafir. maka hal itu (terjadi) pada saat keluarnya dajjal.\rوقيل : ليس هو الدجال ،\rDan dikatakan dia adalah dajjal\rونقل أن جابرا حلف بالله أن ابن صياد هو الدجال ، وأنه سمع عمر بن الخطاب يحلف ذلك عند النبي - صلى الله تعالى عليه وسلم - ولم ينكره ، والظاهر من قصة تميم الداري - رضي الله تعالى عنه - أنه ليس هو الدجال ، نعم كان أمر ابن الصياد ابت?ء من الله تعالى لعباده ، فوقى الله تعالى المسلمين من شره\rDan telah dinuqil sesungguhnya jabir telah bersumpah dengan nama Allah sesungguhnya ibnu shooyyad adalah dajjal. dam jabir mendengar umar bin al-khoththob bersumpah di sisi Nabi - shollallohu alaihi wasallam - dan Nabi tidak mengingkarinya. Yang dhohir dari kisah tamim ad-dari - rodliyallohu ta'ala anhu - bahwa sesungguhnya ibnu shoyyad bukanlah dajjal. Ya benar. mengenai perkara ibnush shoyyad merupakan ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala kepada hamba-hambaNya. dan semoga Allah menjaga dari kejelekan ujian itu.","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"أقول : و? ينافيه قصة تميم الداري إذ يمكن أن يكون له أبدان مختلفة ، فظاهره في عالم الحس والخيال دائر مع اخت?ف ا?حوال ، وباطنه في عالم المثال مقيد بالس?سل وا?غ?ل ، ولعل المانع من ظهوره كماله في الفتنة وجود س?سل النبوة وأغلال الرسالة ، والله سبحانه وتعالى أعلم\rSaya berkata : kisah tamim ad-dari tidak menafikan terhadap adanya ibnush shoyyad adalah dajjal. karena dimungkinkan dajjal itu mempunyai tubuh yang berbeda-beda. maka yang dhohirnya itu berada di alam indera dan khayal yang berulang beserta perbedaan keadaan. dan batinnya berada di alam mitsal terikata oleh rantai dan belenggu. dan kemungkinan yang mencegah terhadap tampaknya kesempurnaannya sebagai fitnah dajjal itu karena adanya rantai-rantai nubuwwah dan belenggu-belenggu risalah. Allah subhanahu wa ta'ala maha mengetahui.\rDari kitab :\rمرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح » كتاب الفتن » باب قصة ابن صياد\rkarangan :\rعلي بن سلطان محمد القاري\rWALLAHU A'LAM\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/868781699811306/\r3680. SIAPAKAH ISTRI-ISTRI NABI IBRAHIM AS ?\rPERTANYAAN :\r> Si Jali Jali\rAssalammualaikum... mau tanya, apa benar nabi ibrahim as mempunyai istri ke 3 yang bernama siti keturah?? Siti keturah sebutan di melayu, qonturo binti yaqton itu sebutan di kitab.\rJAWABAN:\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb. Beliau menikah dengan dewi qonturo binti yaqton dan mempunyai 6 anak.dan beliau juga mempunyai istri ke empat bernama dewi hajun binti amin mempunyai 5 anak. Anak pertama beliau bernama ismail dari istri yg bernama dewi hajar,kemudian anak kedua bernama ishaq dari istri yg bernama dewi saroh. Wallohu a'lam.","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"- kitab al bidayah wan nihayah imam ibnu katsir (1/407) :\rذكر أولاد إبراهيم الخليل عليه وعليهم الصلاة والسلام\rأول من ولد له إسماعيل من هاجر القبطية المصرية ، ثم ولد له إسحاق من سارة بنت عم الخليل ، ثم تزوج بعدها قنطورا بنت يقطن الكنعانية فولدت له ستة ؛ مدين ، وزمران ، وسرج ، ويقشان ، ونشق ، ولم يسم السادس . ثم تزوج بعدها حجون بنت أمين فولدت له خمسة ؛ كيسان ، وسورج ، وأميم ، ولوطان ، ونافس . هكذا ذكره أبو القاسم السهيلي في كتابه \" التعريف والإعلام \"\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/891233080899501/\rwww.fb.com/notes/895787383777404\r3697. NAMA ORANG TUA SAYYIDINA ALI\rPERTANYAAN :\r> Sanusi Uci\rAssalamualaikum, siapa nama orangtua ali karromallahhuwajhah.?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, Ayahnya sayyidina Ali bernama Abu Tholib sedangkan ibunya bernama Fatimah binti asad\r- kitab siyaru a'lamin nubala imam dzihaby (23/225)\rعلي بن أبي طالب بن عبد مناف بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف ، أمير المؤمنين ، أبو الحسن القرشي الهاشمي .\rوأمه فاطمة بنت أسد بن هاشم بن عبد مناف الهاشمية ، وهي بنت عم أبي طالب . كانت من المهاجرات ، توفيت في حياة النبي صلى الله عليه وسلم بالمدينة .\rWallohu a'lam bis showab.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/876505145705628/\rwww.fb.com/notes/898301920192617\r3708. NAMA-NAMA ASHABUL KAHFI DAN FADHILAHNYA\rOleh : Mbah Godek\rNama-nama ashabul kahfi dan khasiat yang terkandung di balik nama-nama tersebut, dalam kitab tafsir-tafsir terdapat keterangan yang berbeda mengenai nama-nama Ashabul kahfi. Dalam tafsir Al-bahru al-muhith juz 6 hal 109 menjelaskan mereka ada 7 yaitu :\r1.…TAMLIKHO\r2.…MUKSYALBINA\r3.…MUSYALBINA","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"mereka ini dari golongan kanan kerajaan, adapun yang dari golongan kiri adalah\r4.…MARNUSYD\r5.…IBRONUSY\r6.…SYADINUSY\r7.…penggembala yang kebetulan bertemu dengan mereka saat melarikan diri dari ancaman raja Dikyanus,\rdan nama kota mereka adalah Afnus dan nama anjingnya adalah Qitmir\rتفسير البحر المحيط (6/ 109)\rوعن عليّ هم سبعة نفر أسماؤهم تمليخاً ، ومكشلبيناً ومشلبيناً هؤلاء أصحاب يمين الملك ، وكان عن يساره مرنوش ، ودبرنوش ، وشاذنوش وكان يستثير هؤلاء الستة في أمره ، والسابع الراعي الذي وافقهم ، هربوا من ملكهم دقيانوس واسم مدينتهم أفسوس واسم كلبهم قطمير انتهى .\rDalam tafsir Attsa'labi hal 1391 menjelaskan saat raja Armus masuk dipetilasan tamlikho maka ia melihat peti dari tembaga yang ada cetakannya dari perak lalu ia berdiri dipintu goa kemudian memanggil para pembesar kota,lalu peti dibuka dan mereka menemukan 2 papan yang terbuat dari timah putih yang tertulis : sesungguhnya\r1.…MUKSALMINA\r2.…MUJSALMINA\r3.…TAMLIKHO\r4.…MARTULIS\r5.…KASUTUNIS\r6.…BAYUSARSI\r7.…TAKRIYUS\r8.…dan BATHINUS\radalah para pemuda yang melarikan diri dari ancaman raja lalim yang bernama dikyanus karena mereka hawatir terjadi fitnah pada agamanya\rتفسير الثعلبي (ص: 1391)\rثمّ دخل على آثر تمليخا أرموس فرأى تابوتاً من نحاس مختوماً بخاتم من فضة فقام بباب الكهف ، ثمّ دعا رجالاً من عظماء المدينة ففتح التابوت عندهم فوجدوا فيه لوحين من رصاص مكتوباً فيها : ( إن مكسلمينا ومجسلمينا وتمليخا ومرطولس وكسوطونس وبيوسرس وتكريوس وبطينوس كانوا فتية هربوا من ملكهم دقيانوس الجبار مخافة أن يفتنهم عن دينهم\rDalam tafsir As-siroj al-munir juz 2 hal 284 juga menjelaskan keterangan yg sama seperti keterangan di atas","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"تفسير السراج المنير (2/ 284)ثم دخل على أثر تمليخا أريوس فرأى تابوتاً من نحاس مختوماً بخاتم من فضة فقام بباب الكهف ثم دعا رجالاً من عظماء أهل المدينة ففتح التابوت عندهم فوجد فيه لوحين من رصاص مكتوب فيهما مكسلمينا ومخشلمينا وتمليخا ومطرونس وكشطونس وبيرونس وبيطونس كانوا فتية هربوا من ملكهم دقيانوس الجبار مخافة أن يفتنهم عن دينهم\rDalam tafsir mufhamatul aqron fi mubhamatil qur'an hal 15 menjelaskan bahwa Ashabul kahfi ada 7 yaitu\r1.…TAMLIKHO\r2.…MUKSAMLINA\r3.…MUHSALINA\r4.…MARTHUNIS\r5.…KASUTUNIS\r6.…SURIS\r7.…BAKRIYUS atau BATHSUSQOLUS\rKebanyakan ulama' berpendapat bahwa Ashabul kahfi adalah setelah qurun Nabi Isa AS\rمفحمات الأقران في مبهمات القرآن (ص: 15، )\rوأخرج عن ابن مسعود أيضا قال: أنا من القليل، كانوا سبعة.وسماهم ابن إسحاق: تمليخا، ومكسملينا، ومحسلينا، ومرطونس، وكسوطونس، وسورس، وبكربوس، وبطسوس، وقالوس.فائدة: أكثر العلماء على أن أصحاب الكهف كانوا بعد عيسى.وذهب ابن قتيبة إلى أنهم كانوا قبله، وأنه أخبر قومه خبرهم، وأن يقظتهم بعد رفعه زمن الفترة.وحكى ابن أبي خيثمة: أنهم يبعثون في أيام عيسى سإذا نزل، ويحجون البيت.\rDalam tafsir As-showi juz 3 hal 12 menjelaskan :\rوذكرهم سبعة اى وهم مكسلمينا و تمليخا ومرطونس ونينوس وساريولس وذونوانس وفليستطيونس وهو الراعى واسم كلبهم قطمير وقيل حمران وقيل ريان\rIbnu Abbas menyebutkan mereka ada 7 yaitu :\r1.…MUKSALMINA\r2.…TAMLIKHO\r3.…MARTHUNIS\r4.…NAINUWIS\r5.…SARIYULIS\r6.…DZUNAWANIS\r7.…FALYASTADYUNIS sang penggembala. Adapun nama anjingnya adalah Qitmir, ada yang bilang Hamron ada juga yang bilang Royyan.\rقال بعضهم علموا اولادكم اسماء اهل الكهف فانها لو كتبت على باب دار لم تحرق وعلى متاع لم يسرق وعلى مركب لم تغرق","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"Sebagian ulama' berkata,,Ajarilah anak cucu kalian terhadap nama-nama ashabul kahfi karena jika nama-nama tersebut ditulis diatas pintu rumah maka akan selamat dari kebakaran, jika ditulis pada harta benda maka akan selamat dari pencurian, dan jika ditulis pada kapal maka akan selamat dari tenggelam\rوقال ابن عباس رضى الله عنهما خواص اسماء اهل الكهف تنفع لتسعة اشياء للطلب والهرب ولطفء الحريق تكتب على خرقة وترمى فى وسط النار تطفأ باذن الله ولبكاء الاطفال والحمى المثلثة وللصداع تشد على العضد الايمن ولام الصبيان وللركوب فى البر والبحر ولحفظ المال ولنماء العقل ونجاة الآثمين\rIbnu Abbas RA berkata : khasiat nama-nama Ashabul kahfi itu bisa memberi manfaat pada 9 perkara :\r- untuk mencari ,\r- untuk melarikan diri ,\r- untuk memadamkan kebakaran,yaitu ditulis dilembaran kertas / kain lalu lemparkan di tengah-tengah kebakaran maka api akan padam dengan idzin Allah .\r- untuk mengatasi bayi yang menangis terus dan lagi panas badan\r- untuk pereda sakit kepala,yaitu ditulis lalu diikatkan pada lengan bagian kanan\r- untuk mengatasi gangguan jin terhadap bayi\r- untuk keselamatan kendaran entah darat maupun laut\r- untuk menjaga harta benda- dan untuk mencerdaskan otak serta selamat dan tidak terjerumus dari orang-orang yang sering melakukan dosa besar. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/881571801865629/\rwww.fb.com/notes/901201209902688\r3715. BIOGRAFI SYAIKH ISMAIL ZAIN AL-YAMANI\rPERTANYAAN :\r> Chu Andini\rAssalaamu'alaikum. Mohon bantuan terjemah ipun poro yai. Biografi Syekh Ismail Zain\rإسماعيل زين (1352 ـ 1414 هـ ) ـ","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"شيخنا العالم العلامة، البحر الفهامة، ذو المعالي العالية والاخلاق المرضية الاستاذ الفاضل الفقيه المطلع مفيد الطالبين قدوة الانام وشيخ الاسلام: ابو الفداء، اسماعيل بن عثمان بن علي بن سالم بن عبد الرحمن بن ابي الغيث بن ابرهيم بن اسماعيل بن محمد زين، نسبة الي زين بن اسماعيل الحضرمي، وهو جده الثالث في سلسلة نسبه الشريف ، وهو ابن محمد اسماعيل بن علي بن عبد الله بن اسمعيل بن احمد بن ميمون الحضرمي-ويرجع نسبه الي سيف بن ذي زين-الضحوي، اليماني ثم المكي الشافعي.\rولد في شهر ربيع الاول سنة 1352 ه. في مدينة \"الضحي\" باليمن، وكانت محط الحاج من زبيد قديما. ونشأ في حجر والده ، وتعلم منه مبادئ العلوم كالفقه الشافعي والنحو وحفظ عليه عليه المتون كنظم عقيدة العوام في التوحد والدرة اليتيمة في النحو. والتحق بالمدارس الحكومية وتعلم الكتابة والحساب واخذ القرآن الكريم برواية ورش عن قالون.\rولما بلغ الرابعة عشر من عمره توفي والده، فاكملت والدته تربيته الصالحة، ثم اقبل في سن الثامنة عشرة علي تعلم بكل جد، وبهمة عالية، فحفظ كثيرا من المتون العلمية علي مشايخ القطر اليمني، ولازمهم واستفاد منهم، ومنهم شيخ ابراهيم شويش، ثم دخل الزيدية واخذ عن السيد الحسين بن محمد الزوالك، والشيخ احمد محمد عامر، وغيرهما، و بالمنيرة عن السيد محمد بن يحي دوم الأهدل.\rوفي سنة 1380ه. جاور ببيت الله الحرام، وحبب اليه المقام بمكة المكرمة فلازم علماءها كالسيد علوي المالكي والشيخ العربي التباني، وخاصة حلقة الشيخ حسن محمد المشاط (ت 1399ه) ثم بدأ يدرس بها، وعين عام 1382ه. مدرسا \"بالمدرسة الصولتية\" الي عام 1405 ه. وكان شغله الشاغل العلم والتعليم ، وقد درس ايضا بالمدرسة الرحمانية، و \"دار العلوم\" وفي الحرم المكي الشريف وفي منزله، فكان يومه كله مليئا بالدروس ، لا ينام الا قليلا.","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"ورحل الي جاوه ، ومصر ، والسودان، واخذ عن علمائها وعقد الدروس بمنزله، وانتفع به خلق.وفي عام 1410 ه. طلب منه مدير \"المدرسة الصولتية\" ان يقرئ \"صحيح البخاري\" في المدرسة فعقد مجالس لإقرائه في الفترة الصباحية.\rوقد اثني عليه علماء عصره، قال فيه السيد عبد الله الصديق الغماري: الاستاذ الفاضل والشيخ الكامل، الفقيه المحقق\rوقد اجازه شيخنا محمد ياسين الفاداني اجازة كبيرة تقع في اثني عشر مجلدا سماها \"عقود اللجين في اجازة الشيخ اسماعيل عثمان زين\".\rوفي عام 1414 ه. مرض شيخنا في كبده، فلزم فراشه ، وترك التدريس بالصولتيه، واشتد عليه المرض حتي وافته المنية في منزله بمكة المكرمة. رحم الله الشيخ وجزاه عنا خير الجزاء. وقد خلف اربعة اولاد ذكور علماء هم : محمد، وعبد الرحمن، وعبد الله، ونزار، سوى الاناث.\rSumber : Natsrul Jawahir Ad-Durar 1754-17556\rJAWABAN\r> Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku\rWa'alaikumussalaam\rBiografi Syaikh Ismail Zain (1352-1414)","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"Guru kami Al-'Alim (yang alim) Al-'Allamah (yang sungguh-sungguh pandai), Al-Bahrul Fahamah (pemahamannya luas bagaikan lautan), Dzul Ma'ali Al-'Aliyah (yang memiliki derajat luhur) wal Akhlaqi Al-Mardliyah (dan akhlaq yang diridloi), Al-Ustadz (seorang guru) Al-Fadlil (yang utama) Al-Faqih (yang ahli fiqh) Al-Muththoli' (yang banyak belajar, mengawasi dan waspada terhadap perbuatannya) Mufiduth Tholibin (pemberi penjelasan pada para pencari ilmu) Qudwatul Anam (panutan masyarakat) wa Syaikhul Islam (guru agama islam) : Abul Fida', Isma'il bin Utsman bin 'Ali bin Salim bin Abdir Rohman bin Abil Ghoits bin Ibrohim bin Isma'il bin Muhammad Zain. Penisbatan pada Zain bin Isma'il Al-Chadlromiy. yaitu kakeknya yang ketiga dalam rantai (silsilah) nasab beliau yang mulia. yaitu putra dari Muhammad bin Isma'il bin Ali bin Abdullah bin Isma'il bin Ahmad bin Maimun Al-Chadlromiy -- nasabnya meruju' pada Saif bin Dzi Zain -- Adl-Dlochawiy. Al-Yamaniy kemudian Al-Makiy Asy-Syafi'i.\rBeliau dilahirkan pada bulan rabi'ul awwal tahun 1352 H. di kota Adl-Dlochiy di daerah Yaman yang merupakan tempat singgah orang haji yang dari daerah Zabid pada masa dulu.\rBeliau tumbuh dewasa di dalam pengawasan ayahnya. dan dari ayahnya belajar dasar-dasar ilmu seperti fiqh madzhab Syafi'i dan nahwu, dari ayahnya beliau menghafal beberapa matan ilmu seperti nadhom 'Aqidatul 'Awam dalam bidang tauhid, dan Ad-Durr Al-Yatimah dalam bidang nahwu. kemudian mengikuti sekolah-sekolah negeri belajar menulis dan menghitung, beliau mengambil bacaan al-qur'an dari riwayat Warosy bin Qolun.","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"Ketika umur 14 tahun ayahnya wafat, kemudian ibunya menyempurnakan pendidikannya, kemudian menginjak umur 18 tahun beliau belajar dengan sungguh-sungguh dengan cita-cita yang tinggi. sehingga beliau banyak menghafal kitab-kitab matan dari guru-guru di distrik Yaman.\rBeliau menetapi dan mengambil faidah dari mereka, termasuk dari guru-guru beliau : Syaikh Ibrahim Syuwaisy.\rKemudian beliaunmasuk ke madzhab Zaidiyah (madzhab Zaidiah adalah madzhab aliran Syi'ah yang paling dekat dengan aswaja) dari Sayyid Husain bin Muhammad Az-Zawalik, dan Syaikh Ahmad Muhammad 'Amir, dan yang lain. dan madzhab Al-Muniroh dari Sayyid Muhammad bin Yahya Daum Al-Ahdal.\rPada tahun 1380 hijriyah, beliau berdiam berdampingan dengan Baitulloh Al-Haram, dan muqim di Makkah Al-Mukarromah. kemudian melazimi terhadap ulama' Makkah seperti Sayyid Alwiy Al-Malikiy, Syaikh Al-'Arobiy At-Tabbaniy. dan secara khusus halaqohnya Syaikh Hasan Muhammad Al-Misyath (W. 1399 H).\rKemudian beliau mulai mengajar di Makkah dan menetap sebagai pengajar di Madrasah Ash-Shoulatiyah tahun 1387 H - 1405 H. Kesibukannya untuk ilmu dan mengajar. beliau juga mengajar di Madrasah Ar-Rohmaniyah, di Darul Ulum, di Tanah Haram Makkah dan di rumahnya. Hari-hati beliau di penuhi dengan pengajaran dan pendidikan.\rBeliau tidak tidur kecuali sedikit.\rBeliau melakukan perjalan ke Jawa, Mesir, Sudan, dan mengambil ilmu dari ulama'-ulama'nya dan menetapkan sebagai pengajaran di rumah beliau. banyak masyarakat yang mengambil manfaatnya.","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"Pada tahun 1410 hijriyah. Mudir Madrasah Ash-Sholutiyah meminta beliau untuk mengajarkan kitab Sohih Bukhori. dan beliau menetapkan majlis untuk membsca kitan Shohih Bukhori pada pagi hari.\rBanyak ulama' yang menyanjung beliau, As-Sayyid 'Abdullah Ash-Shodiq Al-Ghimari berkata : Beliau adalah Al-Ustadz Al-Fadlil (seorang guru yang utama), Asy-Syaikh Al-Kamil (seorang mahaguru yang sempurna ilmunya), Al-Faqih Al-Muhaqqiq (seorang ahli fiqih yang nyata).\rSyaikh Isma'il Zain juga mendapat ijazah yang besar dari Syaikh Yasin Al-Fadani, yakni berupa 12 jilid kitab yang diberi nama 'Uqudul Lijain Fi Ijazah Asy-Syaikh Ismail 'Utsman Zain.\rPada tahun 1414 H beliau mengalami sakit liver hingga menyebabkan beliau terbaring di tempat tidur tidak bisa kemana mana, hingga menyebabkan beliau meninggalkan mengajar di madrasah.\rSemakin parah sakitnya hingga kemudia beliau wafat di rumah beliau di Makkah Al-Mukarromah.\rSemoga rahmat selalu terlimpah kepada beliau Syekh Ismail Zain, dan semoga segala amal amal beliau dibalas dengan sebaik baik balasan.... Aamiin....\rSyaikh Syekh Ismail Zain Al-Yamani mempunyai empat orang putra, yakni Muhammad, 'Abdullah, 'Abdur Rahman, Nizar, dan mempunyai beberapa putri. Wallaahu A'lam.\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/878349968854479/\r3756. KISAH TAMIM AD-DAARIY BERTEMU DAJJAL\rPERTANYAAN :\rAssalaamu'alaikum. Siapakah nama sahabat Nabi SAW yang pernah bertemu dengan Dajjal ? (Moko Al Ghof)\rJAWABAN :\rWa'alaikumsalaam. Namanya adalah sahabat Tamim Ad-Daariy. Kisah lengkapnya di Hadits Muslim nomer 2942 Bab Qissotul Jasasah :","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاته جلس على المنبر وهو يضحك فقال ليلزم كل إنسان مصلاه ثم قال أتدرون لم جمعتكم قالوا الله ورسوله أعلم قال إني والله ما جمعتكم لرغبة ولا لرهبة ولكن جمعتكم لأن تميما الداري كان رجلا نصرانيا فجاء فبايع وأسلم وحدثني حديثا وافق الذي كنت أحدثكم عن مسيح الدجال حدثني أنه ركب في سفينة بحرية مع ثلاثين رجلا من لخم وجذام فلعب بهم الموج شهرا في البحر ثم أرفئوا إلى جزيرة في البحر حتى مغرب الشمس فجلسوا في أقرب السفينة فدخلوا الجزيرة فلقيتهم دابة أهلب كثير الشعر لا يدرون ما قبله من دبره من كثرة الشعر فقالوا ويلك ما أنت فقالت أنا الجساسة قالوا وما الجساسة قالت أيها القوم انطلقوا إلى هذا الرجل في الدير فإنه إلى خبركم بالأشواق قال لما سمت لنا رجلا فرقنا منها أن تكون شيطانة قال فانطلقنا سراعا حتى دخلنا الدير فإذا فيه أعظم إنسان رأيناه قط خلقا وأشده وثاقا مجموعة يداه إلى عنقه ما بين ركبتيه إلى كعبيه بالحديد قلنا ويلك ما أنت قال قد قدرتم على خبري فأخبروني ما أنتم قالوا نحن أناس من العرب ركبنا في سفينة بحرية فصادفنا البحر حين اغتلم فلعب بنا الموج شهرا ثم أرفأنا إلى جزيرتك هذه فجلسنا في أقربها فدخلنا الجزيرة فلقيتنا دابة أهلب كثير الشعر لا يدرى ما قبله من دبره من كثرة الشعر فقلنا ويلك ما أنت فقالت أنا الجساسة قلنا وما الجساسة قالت اعمدوا إلى هذا الرجل في الدير فإنه إلى خبركم بالأشواق فأقبلنا إليك سراعا وفزعنا منها ولم نأمن أن تكون شيطانة فقال أخبروني عن نخل بيسان قلنا عن أي شأنها تستخبر قال أسألكم عن نخلها هل يثمر قلنا له نعم قال أما إنه يوشك أن لا تثمر قال أخبروني عن بحيرة الطبرية قلنا عن أي شأنها تستخبر قال هل فيها ماء قالوا هي كثيرة الماء قال أما إن ماءها يوشك أن يذهب قال أخبروني عن عين زغر قالوا عن أي شأنها تستخبر قال هل في العين ماء وهل يزرع أهلها بماء","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"العين قلنا له نعم هي كثيرة الماء وأهلها يزرعون من مائها قال أخبروني عن نبي الأميين ما فعل قالوا قد خرج من مكة ونزل يثرب قال أقاتله العرب قلنا نعم قال كيف صنع بهم فأخبرناه أنه قد ظهر على من يليه من العرب وأطاعوه قال لهم قد كان ذلك قلنا نعم قال أما إن ذاك خير لهم أن يطيعوه وإني مخبركم عني إني أنا المسيح وإني أوشك أن يؤذن لي في الخروج فأخرج فأسير في الأرض فلا أدع قرية إلا هبطتها في أربعين ليلة غير مكة وطيبة فهما محرمتان علي كلتاهما كلما أردت أن أدخل واحدة أو واحدا منهما استقبلني ملك بيده السيف صلتا يصدني عنها وإن على كل نقب منها ملائكة يحرسونها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وطعن بمخصرته في المنبر هذه طيبة هذه طيبة هذه طيبة يعني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشأم أو بحر اليمن لا بل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق قالت فحفظت هذا من رسول الله صلى الله عليه وسلم","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"Ketika Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam sudah selesai shalat, beliau duduk diatas mimbar sambil tersenyum beliau bersabda : \" Agar supaya setiap orang menetapi tempat sholatnya \", kemudian beliau bersabda : \" Apakah kalian mengerti kenapa aku mengumpulkan kalian? \" para sahabat menjawab : \" Allah dan Rosulnya lebih mengetahui \" Rasulullah bersabda : ” Demi Allah sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk, akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dariy yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasrani datang padaku kemudian berbaiat dan memeluk agama islam. Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yan pernah aku katakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.\rIa mengisahkan perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak (badai) selama satu bulan. Hingga mereka terdampar di sebuah pulau di (tengah) laut di daerah tempat terbenamnya matahari, Lalu mereka duduk (istirahat) (di tempat yang) lebih dekat dengan kapal.\rSetelah itu mereka masuk kedalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat (sehingga) mereka tidak dapat memperkirakan mana bagian belakang (ekornya) dan mana bagian depan (kepalanya) karena bulunya yang terlalu banyak.","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"Mereka berkata : ” Celaka kamu, (hewan jenis ) apakah kamu ini? ” Ia menjawab : ”Saya adalah Al-Jassasah. \"Mereka bertanya : ”Apakah Al-Jassasah itu? \" (tanpa menjawab) Ia berkata : ” Wahai kaum pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian! ”\rTamim ad Dari berkata : ” Ketika hewan itu telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun ketakutan bahwa ia adalah setan.\" Tamim berkata : \" Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar yang (pernah) kami lihat, dalam keadaan terikat belenggu yang sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke lehernya di antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi.","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"Kami berkata : ”Celaka, siapakah kamu ini?’ ia menjawab : ”Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepadaku, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?’ Mereka menjawab : ” Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang berguncang, lalu ombak mengombang-ambingkan kami selama satu bulan dan kami berlabuh (terdampar) di pulaumu ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal kemudian kami masuk pulau ini maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya karena banyak bulunya. Maka kami berkata : \" Celaka kamu, (hewan jenis) apakah kamu ini?’ia menjawab : ” Aku adalah Al-Jassasah. \"’ Ia berkata : ” Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian bawa!\rLalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan. ”\rLaki-laki besar yang terikat itu berkata : ” Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon kurma yang ada di (daerah) Baisan!” Kami berkata : ” Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya? ” Ia berkata : ” Saya menanyakan tentang pohon-pohon kurma apakah berbuah? \"Kami menjawab : \" Ya. \"Ia berkata : \" Adapun pohon-pohon kurma itu maka ia (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi.\"","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"Kemudian ia berkata lagi : ” Beritakanlah kepadaku tentang laut Tobariyah (Tiberia)! \" Mereka berkata : ” Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya? Ia bertanya : ” Apakah ada airnya? \" kami menjawab : \" laut itu airnya sangat banyak. \" Ia berkata : \" adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis.\"\rKemudian ia berkata lagi : \" Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zaghor!.\" Mereka menjawab : \" Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?\" Ia bertanya : \" Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zaghor itu?\" Kami menjawab : \"benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.\"\rLalu ia berkata lagi : \" Beritakanlah kepadaku tentang nabi yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat?, Mereka menjawab : \" Dia telah keluar dari Mekah dan tinggal di Yatsrib (sekarang Madinah).\" Lalu ia bertanya : \" Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab? , Kami menjawab : \" Ya.\" Ia bertanya : \" Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?\" Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa ia (Nabi) itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya.\" Lalu ia berkata : \"Apakah itu semua telah terjadi?\" kami menjawab : \" Ya \" Ia berkata : \" Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah Al-Masih (Ad-Dajjal) dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar.","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Maka aku akan keluar dan berjalan (menjelajah) di muka bumi dan tidak ada satu pun kampung (negeri) kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekah dan Thaibah (Madinah), kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan disetiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.\"\rFatimah Binti Qais berkata : ” Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda sambil menghentakkan tongkat pendek beliau diatas mimbar,”Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?\" para sahabat menjawab : ”Benar.’ (Beliau shollallohu alaihi wasallam bersabda) : \" Sesungguhnya Saya tertarik dengan cerita Tamim Ad-Dariy, karena ia bersesuaian dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Mekkah. Bukankah ia (tempat Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman? tidak tapi dia di arah timur, dia di arah timur, dia di arah timur. Ia (perempuan) berkata : ”(Hal) ini saya hafalkan dari Rosululloh shollallohu alaihi wasallam.”. Wallahu A'lam.\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Ibnu Al-Ihsany\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/880946135261529/\r3761. KISAH PECINTA SAHABAT ABU BAKAR AS-SHIDDIQ DENGAN ORANG SYI'AH\rOleh Mas Hamzah\rKisah pecinta shohabat abu bakar as shiddiq dengan orang syi'ah dinukil dari kitab Az Zawajir Imam Ibnu Hajar. Alih bahasa oleh kang Kasihku Rinduku :","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"قال الكمال أيضا : وأخبرني أبو العباس بن عبد الواحد عن الشيخ الصالح عمر الرعيني ، قال : كنت مجاورا بالمدينة الشريفة -- على مشرفها أفضل الصلاة والسلام -- فخرجت يوم عاشوراء الذي يجتمع فيه الإمامية في قبة العباس وقد اجتمعوا في القبة\rAl-Kamal (bin Al-Qadiim) berkata lagi : Abul 'Abbas bin Abdul Wahid telah mengkhabarkan kepada saya, dari Asy-Syaikh Ash-Sholih Umar Ar-Ro'iiniy, beliau berkata : \" Saya (tinggal) berdampingan dengan (kota) Al-Madinah Asy-Syarifah -- Semoga paling utamanya sholawat dan salam tercurahkan atas orang yang membuat madinah mulya -- saya keluar pada hari asyuro' hari dimana kaum syiah imamiyah berkumpul di qubbah al-abbas dan mereka sungguh-sungguh telah berkumpul di qubbah tersebut.\"\rقال : فوقفت أنا على باب القبة ، وقلت : أريد في محبة أبي بكر الصديق شيئا ، قال : فخرج إلي شيخ منهم ، وقال : اجلس حتى نفرغ ونعطيك ، فجلست حتى فرغوا ، ثم خرج إلي ذلك الرجل وأخذ بيدي ومضى بي إلى داره وأدخلني الدار وأغلق الباب ورائي وسلط علي عبدين فكتفاني وأوجعاني ضربا ثم أمرهما بقطع لساني فقطعاه ثم أمرهما فح? كتافي ، وقال : اخرج إلى الذي طلبت في محبته ليرد عليك لسانك","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"(Umar) berkata : \" kemudian saya diam (berdiri) di pintu qubbah, dan saya berkata : \"saya mengharapkan sesuatu karena kecintaan pada Abu Bakar Ash-Shiddiq. \"\" (Umar) berkata : \" kemudian seorang syaikh dari syiah keluar (mendatangi) saya, dan berkata : \" duduklah sehingga kami selesai, dan kami memberikan kepada kamu.\" maka saya duduk sehingga mereka selesai. kemudian laki-laki tadi keluar mendatangi saya, memegang tangan saya, pergi bersama saya menuju rumahnya, dia memasukkan saya ke rumahnya dan mengunci pintu yang ada di belakang saya. dia memerintah kedua budaknya untuk memegang saya. kemudian kedua budak itu mengikat kedua tangan saya ke belakang pundak, dan menyakiti saya dengan pukulan. kemudian lelaki itu memerintahkan kedua budak untuk memotong lidah saya, mereka pun memotong lidah saya. setelah itu dia menyuruh keduanya (untuk melepas saya), mereka pun melepas pundak saya. dan lelaki itu berkata : \" keluarlah kamu menuju orang yang kau inginkan karena mencintainya supaya mengembalikan lidahmu!.\"\rقال : فخرجت من عنده إلى الحجرة الشريفة النبوية وأنا أبكي من شدة الوجع وا?لم وقلت في نفسي : يا رسول الله قد تعلم ما أصابني في محبة أبي بكر فإن كان صاحبك حقا فأحب أن يرجع إلي لساني وبت في الحجرة قلقا من شدة ا?لم فأخذتني سنة من النوم فرأيت في منامي أن لساني قد عاد إلى حاله كما كان فاستيقظت فوجدته في فمي صحيحا كما كان وأنا أتكلم فقلت الحمد لله الذي رد علي لساني","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"(Umar) berkata : \" kemudian aku keluar menuju hujroh asy-syarifah an-nabawiyah, dan saya menangis sebab rasanya sangat sakit sekali.\" dan saya berkata pada diri saya : \" Wahai Rosululloh, engkau mengetahui apa yang menimpaku karena cinta pada Abu Bakar, jika sahabatMu itu haq (benar), maka aku sangat menginginkan lidahku dikembalikan.\" aku pun menginap di hujroh dengan gelisah karena rasa sakit yang sangat. dan akupun mengantuk (dan tertidur) kemudian di dalam tidur, saya (bermimpi) melihat lidah saya kembali lagi pada keadaan seperti sedia kala, kemudian saya terbangun dan mendapati mulut saya sembuh seperti sebelumnya dan bisa berbicara. maka saya berkata : \" segala puji bagi Allah yang mengembalikan lidah saya.\"\rقال : فازددت محبة في أبي بكر رضي الله عنه ، فلما كان العام الثاني في يوم عاشوراء اجتمعوا على عادتهم ، فخرجت إلى باب القبة وقلت : أريد في محبة أبي بكر الصديق دينارا ، فقام إلي شاب من الحاضرين وقال : لي اجلس حتى نفرغ ، فجلست\r(Umar berkata) berkata : maka bertambahlah rasa cintaku pada Abu Bakar rodliyallohu anhu. ketika datang tahun kedua di hari asyuro', kaum Syiah Imamiyah berkumpul seperti kebiasaan mereka, maka saya keluar menuju pintu qubbah, dan saya berkata : \" saya mengharapkan dinar karena rasa cinta kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq.\" kemudian seorang pemuda dari orang-orang yang hadir berdiri (menghampiri) menuju saya seraya berkata kepada saya : \" duduklah sehingga kami selesai.\" saya pun duduk.","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"لما فرغوا خرج إلي ذلك الشاب وأخذ بيدي ومضى بي إلى تلك الدار فأدخلني ووضع بين يدي طعاما فأكلنا ، فلما فرغنا قام الشاب وفتح بابا على بيت في داره وجعل يبكي فقمت ?نظر ما سبب بكائه فرأيت في البيت قردا مربوطا فسألته عن قصته فازداد بكاؤه فسكنته حتى سكن ، فقلت بالله أخبرني عن حالك ؟ فقال إن حلفت لي أن ? تخبر أحدا من أهل المدينة أخبرتك فحلفت له\rKetika mereka selesai, kemudian pemuda itu keluar mendatangi saya, memegang tangan saya, pergi bersama saya menuju rumah tersebut, dia memasukkan saya ke rumahnya dan meletakkan makanan di depan saya, kami pun makan.\rKetika kami selesai, pemuda itu berdiri dan membuka pintu sebuah kamar di rumahnya dan dia menangis, saya pun berdiri untuk melihat sesuatu yang menyebabkan dia menangis, kemudian saya melihat di kamar tersebut seekor kera yang terikat, saya pun bertanya padanya tentang cerita kera tersebut, maka bertambah tangisannya, saya menenangkannya sehingga dia tenang, kemudian saya bertanya, demi Allah khabarkan padaku perihal keadaanmu!.\rLalu pemuda itu berkata : \" jika kau bersumpah padaku untuk tidak menceritakan pada seseorang dari penduduk Madinah, maka aku akan menceritakannya padamu. saya pun bersumpah padanya.\rفقال : اعلم أنه أتانا عام أول رجل وطلب في محبة أبي بكر رضي الله عنه شيئا في قبة العباس يوم عاشوراء ، ،فقام إليه أبي وكان من كبار ا?مامية والشيعة وقال : له اجلس حتى نفرغ ؛ فلما فرغوا أتى به هذه الدار وسلط عليه عبدين فضرباه وأمر بقطع لسانه فقطع وأخرجه فمضى لسبيله ولم نعرف له خبرا","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Pemuda itu berkata : ketahuilah sesungguhnya pada tahun pertama seorang lelaki datang kepada kami, dan meminta sesuatu karena rasa cinta kepada Abu Bakar rodliyallohu anhu di qubbah Al-Abbas pada hari asyuro', kemudian ayahku berdiri menghampirinya, dan ayahku adalah pembesar Imamiyyah dan Syiah, ayah berkata padanya : \"duduklah sehingga kami selesai.\" ketika mereka telah selesai ayah datang bersamanya ke rumah ini dan memerintahkan kedua budaknya, kemudian kedua budak itu memukulnya, ayah memerintahkan memotong lidahnya, lidahnya pun dipotong, kemudian mengeluarkan lelaki itu, lelaki itu pun pergi dan kami pun tidak mengetahui kabarnya.\rفلما كان من الليل ونمنا صرخ أبي صرخة عظيمة استيقظنا من شدة صرخته فوجدناه قد مسخه الله قردا ففزعنا منه وأدخلناه هذا البيت وربطناه وأظهرنا للناس موته وها أنا أبكي عليه بكرة وعشيا\rKetika malam hari dan kami sudah tertidur, ayah berteriak dengan keras, kami pun terbangun karena kerasnya teriakan ayah, kemudian kami mendapatinya sungguh Allah telah merubah bentuknya menjadi kera, kami pun terkejut dan takut karenanya, dan kami memasukkannya di kamar ini dan mengikatnya dan kami mengumumkan pada orang-orang tentang kematiannya, dan saya pun menangis tiap pagi dan sore karenanya.\rقال فقلت له إذا رأيت الذي قطع أبوك لسانه تعرفه ؟ قال : ? والله ، قلت : أنا هو والله أنا الذي قطع أبوك لساني وقصصت عليه القصة ، قال : فأكب علي وقبل رأسي ويدي ثم أعطاني ثوبا ودينارا وسألني كيف رد الله علي لساني فأخبرته وانصرفت","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"(Umar) berkata : kemudian saya berkata pada pemuda itu : \" ketika kamu melihat orang yang dipotong lidahnya oleh ayahmu kamu mengenalnya?. \" pemuda itu berkata : \"Tidak. demi Allah.\" saya berkata : \" saya adalah orang itu, demi Allah saya adalah orang yang dipotong lidahnya oleh ayahmu.\" saya pun menceritakan padanya kisah tentang kejadian itu. kemudian pemuda tersebut menelungkupkan diri di depan saya, dan dia mencium kepala dan tangan saya, lalu dia memberi saya pakaian dan uang dinar. dan dia bertanya pada saya bagaimana Allah mengembalikan lidah saya. maka saya menceritakan padanya dan saya pun pergi. Wallohu A'lam\rLink Diskusi :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/883508555005287/\r3871. RIWAYAT WAFATNYA IMAM AS SYAFI'I\rPERTANYAAN :\r> Aep Ezztt\rAssalamualaikum Maaf Pak Mau Tanya.. Mau minta riwayat tentang wafatnya Imam Syafii yang shohih.. Matur suwun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam. Baca kitab tobaqotus syafi'iyin imam ibnu katsir (1/46) :","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"قال الربيع: توفي الشافعي ليلة الجمعة بعد العشاء الآخرة بعد ما صلى المغرب، آخر يوم في رجب، ودفناه يوم الجمعة، وانصرفنا، فرأينا هلال شعبان سنة أربع ومائتين، وهكذا قال غير واحد في تاريخ وفاته، أنه سنه أربع ومائتين، وقد تقدم أنه ولد سنة خمسين ومائة فيكون عمره يوم مات أربعا وخمسين سنة، رحمه الله، ورضي عنه، وقال الحافظ أبو أحمد بن عدي، قرأت على قبر محمد بن إدريس الشافعي، بمصر على لوحين من حجارة، أحدهما عند رأسه، والآخر عند رجليه، نسبته إلى إبراهيم الخليل، صلى الله عليه وعلى نبينا وسلم، هذا قبر محمد بن إدريس، الشافعي، وهو يشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن الجنة حق، وأن النار حق، وأن الساعة آتية لا ريب فيها، وأن الله يبعث من في القبور، وأن صلاته، ونسكه، ومحياه، ومماته لله رب العالمين، لا شريك له، وبذلك أمر، وهو من المسلمين، عليه حيّ، وعليه مات، وعليه يبعث حيا، إن شاء الله، وتوفي أبو عبد الله ليوم بقي من رجب سنة أربع ومائتين.\rAr-rabi' berkata : imam as-syafii wafat pada malam jumat setelah isya' akhir setelah beliau melaksanakan sholat maghrib, akhir hari dari bulan rojab. Kami memakamkan di hari jumat, dan kami pergi. Kemudian kami melihat hilal bulan sya'ban tahun 204 hijriyah. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa beliau dilahirkan tahun 150 hijriyah, maka umur beliau dihari wafatnya adalah 54 tahun. Semoga Allah Ta'ala merohmati dan meridloi beliau.","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"Al-hafidh abu ahmad bin adi berkata : saya membaca pada kubur muhammad bin idris asy-syafii di mesir pada dua papan yang terbuat dari batu, satu di sisi kepala beliau dan yang lain berada di sisi kedua kaki beliau, nasab beliau bersambung pada nabi ibrohim al-kholil shollallohu alaihi wa ala nabiyyina wasallam, ini adalah kubur dari muhammad bin idris, asy-syafii, beliau bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah, yang Tunggal/Esa yang tidak ada sekutu bagiNya, dan sesungguhnya nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusanNya, dan seaungguhnya surga itu haq (benar adanya), dan neraka itu haq, dan sesungguhnya saat (hari kiamat) itu (pasti) datang tidak ada keraguan lagi, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan orang yang ada di kubur, dan sesungguhnya sholat, ibadah, hidup dan wafat beliau itu karena Allah Tuhan alam semesta, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan dengan hal itulah beliau diperintah sedang beliau termasuk orang-orang muslimin (yang berserah diri), pada demikian itu beliau hidup, pada demikian itu beliau wafat, dan pada demikian itu beliau dibangkitkan dalam keadaan hidup, insyaalloh, dan beliau wafat pada sisa hari dari bulan rojab tahun 204 hijriyah.(Terj. Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku).\r- Kitab tuhfatul muhtaj (1/ 215-216) :","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"وَسَبَبُ مَوْتِهِ أَنَّهُ أَصَابَتْهُ ضَرْبَةٌ شَدِيدَةٌ فَمَرِضَ بِهَا أَيَّامًا ، ثُمَّ مَاتَ قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْحَكَمِ سَمِعْت أَشْهَبَ يَدْعُو عَلَى الشَّافِعِيِّ بِالْمَوْتِ فَكَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَمِتْ الشَّافِعِيَّ وَإِلَّا ذَهَبَ عِلْمُ مَالِكٍ فَذَكَرْت ذَلِكَ لِلشَّافِعِيِّ فَقَالَ تَمَنَّى أُنَاسٌ أَنْ أَمُوتَ وَإِنْ أَمُتْ فَتِلْكَ سَبِيلٌ لَسْت فِيهَا بِأَوْحَدِ فَقُلْ لِلَّذِي يَبْغِي خِلَافَ الَّذِي مَضَى تَهَيَّأْ لِأُخْرَى مِثْلِهَا وَكَأَنْ قَدْ فَتُوُفِّيَ بَعْدَ الشَّافِعِيِّ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْمًا فَكَانَ ذَلِكَ كَرَامَةً لِلْإِمَامِ شَيْخِنَا ،زَادَ الْبُجَيْرِمِيُّ قِيلَ الضَّارِبُ لَهُ أَشْهَبُ حِينَ تَنَاظَرَ مَعَ الشَّافِعِيِّ فَأَفْحَمَهُ الشَّافِعِيُّ فَضَرَبَهُ قِيلَ بِكَلْيُونٍ وَقِيلَ بِمِفْتَاحٍ فِي جَبْهَتِهِ ، وَالْمَشْهُورُ أَنَّ الضَّارِبَ لَهُ فَتَيَانِ الْمَغْرِبِيُّ قَالَ بَعْضُهُمْ وَمِنْ جُمْلَةِ كَرَامَاتِ الشَّافِعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَخْفَى ذِكْرَ فَتَيَانِ وَكَلَامَهُ فِي الْعِلْمِ حَتَّى عِنْدَ أَهْلِ مَذْهَبِهِ اهـ\rDan sebab kematian Imam Syafii yaitu beliau terkena pukulan yang sangat keras dan karena hal itu beliu sakit beberapa hari, kemudian wafat. Ibnu Abdil Hakam berkata : saya mendengar Asyhab berdoa untuk Imam Syafii agar meninggal dunia. Dia berkata:\rاللَّهُمَّ أَمِتْ الشَّافِعِيَّ وَإِلَّا ذَهَبَ عِلْمُ مَالِكٍ\rYa Allah wafatkanlah Asy-Syafii, jika tidak maka punahlah ilmu Imam Malik. saya menuturkan hal itu pada Asy-Syafii, beliau berkata :","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"تَمَنَّى أُنَاسٌ أَنْ أَمُوتَ وَإِنْ أَمُتْ فَتِلْكَ سَبِيلٌ لَسْت فِيهَا بِأَوْحَدِ فَقُلْ لِلَّذِي يَبْغِي خِلَافَ الَّذِي مَضَى تَهَيَّأْ لِأُخْرَى مِثْلِهَا\rorang-orang berharap aku mati dan jika aku mati maka itulah jalannya, yang mana aku bukanlah satu-satunya. maka katakanlah pada orang yang menghendaki kontroversi yang telah lalu, \"bersiap-siaplah untuk hal lain yang serupa\". Dan Asyhab meninggal dunia 18 hari sepeninggal Asy-Syafii, dan itu merupakan bentuk karomah Imam Syafii. Wallohu a'lam bis showab. (Terj. Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku).\r- kitab min a'lamis salaf (2/12) :\rمرض الإمام الشافعي ووفاتهمرضه رحمه الله ووفاته: قال الربيع بن سليمان: أقام الشافعي هاهنا أربع سنوات، فأملى (1500) ورقة، وخرج كتاب (الأم) (2000) ورقة، وكتاب (السنة) وأشياء كثيرة كلها في أربع سنين، وكان عليلاً شديد العلة، يكاد ربما يخرج الدم منه وهو راكب، حتى تمتلئ سراويله ومركبه وخفه.كان عنده بواسير رحمه الله، والبواسير عندما تنزف دماً تكون متقدمة.\rوعن يونس بن عبد الأعلى قال: ما رأيت أحداً لقي من السقم ما لقي الشافعي، فدخلت عليه يوماً فقال لي: يا أبا موسى! اقرأ علي ما بعد العشرين والمائة من آل عمران: {وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} [آل عمران:121] إلى آخر السورة، وأخف القراءة، ولا تثقل.فقرأت عليه، فلما أردت القيام قال: لا تغفل عني، فإني مكروب.قال يونس عنى الشافعي بقراءتي بعد العشرين والمائة ما لقى النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه أو نحوه؛ ليتأسى بهم، والإنسان يتصبر بما حدث للنبي صلى الله عليه وسلم والصحابة الكرام في غزوة أحد.","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"وعن الربيع قال: دخل المزني على الشافعي في مرضه الذي مات فيه، فقال له: كيف أصبحت يا أستاذ؟ فقال: أصبحت من الدنيا راحلاً، ولإخواني مفارقاً، ولكأس المنية شارباً، وعلى الله تعالى وارداً، ولسوء عملي ملاقياً، ثم رمى بطرفه نحو السماء واستعبر، ثم أنشأ يقول: إليك إله الخلق أرفع رغبتي وإن كنت يا ذا المن والجود مجرما ولما قسا قلبي وضاقت مذاهبي جعلت الرجا مني لعفوك سلما تعاظمني ذنبي فلما قرنته بعفوك ربي كان عفوك أعظما ما زلت ذا عفو عن الذنب لم تزل تجود وتعفو منة وتكرما ولولاك لا يقوى بإبليس عابد فكيف وقد أغوى صفيك آدما فإن تعف عني تعف عن ذي إساءة ظلوم غشوم قاسي القلب مجرما وإن تنتقم مني فلست بآيس ولو دخلت نفسي بجرمي جهنما فجرمي عظيم من قديم وحادث وعفوك يا ذا العفو أعلى وأجسما قال الربيع بن سليمان: لما كان مع المغرب ليلة مات الشافعي قال له ابن عمه ابن يعقوب: ننزل نصلي؟ قال: تجلسون تنتظرون خروج نفسي؟ قال: فنزلنا ثم صعدنا فقلنا: صلينا أصلحك الله.قال: نعم.فاستسقى وكان شتاء، فقال له ابن عمه: أمزجه بالماء المسخن فقال الشافعي: لا، بل بلب السفرجل، وتوفي مع العشاء الآخرة رحمه الله.\rقال الربيع بن سليمان: توفي الشافعي رحمه الله ورضي عنه ليلة الجمعة بعد المغرب وأنا عنده، ودفن يوم الجمعة بعد العصر آخر يوم من رجب، فانصرفنا من جنازته ورأينا هلال شعبان سنة (204)، وهو ابن أربع وخمسين سنة.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/914398265249649/\rwww.fb.com/notes/928636880492454\r3924. NASAB DAN ASAL NABI ISMAIL & SITI HAJAR\rPERTANYAAN :\r> Khairul Al Syam\rAssalamu'alaikum wr.wb, maaf ustad saya ingin bertanya apa nasabnya nabi ismail a.s dan siti hajar ?? apakah arab asli mohon penjelasannya.\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah. Dalam Kitab Shahih Ibnu Hibban ada sebuah hadits panjang yang menuturkan para nabi dan para rasul, diriwayatkan dari shahabat Abu Dzarr (Sumber:Shahih Ibn Hibban 2/76/361, maktabah syamilah) sbb:\rقلت : يا رسول الله كم الأنبياء ؟ قال : ( مئة ألف وعشرون ألفا ) قلت : يا رسول الله كم الرسل من ذلك ؟ قال : ( ثلاث مئة وثلاثة عشر جما غفيرا )\rSaya (Abu Dzarr) bertanya: “Ya Rasulallah berapakah jumlah para nabi?. Beliau bersabda \"seratus duapuluh ribu\".\rSaya bertanya: “Dari mereka yang menjadi rasul berapa?. Beliau bersabda \"semua berjumlah tigaratus tigabelas\".\rقال : قلت : يا رسول الله من كان أولهم ؟ قال : ( آدم ) قلت : يا رسول الله أنبي مرسل ؟ قال : ( نعم خلقه الله بيده ونفخ فيه من روحه وكلمه قبلا )\rSaya bertanya: “Mereka yang paling awal siapa?. Beliau bersada: \"Adam\".\rSaya bertanya: “Betulkah dia nabi yang menjadi rasul?. Beliau bersabda: \"betul. Allah mencipta dia dengan dua Tangan-Nya dan meniupkan padanya sebagian ruh-Nya, lalu menyempurnakannya sebagai manusia dan berfirman padanya secara langsung\".\rثم قال : يا أبا ذر أربعة سريانيون : آدم وشيث وأخنوخ وهو إدريس وهو أول من خط بالقلم ونوح وأربعة من العرب : هود وشعيب وصالح ونبيك محمد صلى الله عليه و سلم\rBeliau menambahkan: \"Wahai Abu Dzarr, ada empat nabi dari Suryani: Adam, Syits, Khanukh, orang pertama yang menulis dengan pena dan Nuh. Ada empat nabi yang dari Arab: Hud, Shalih, Syu’aib, dan nabimu, Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam\".\rSedangkan Al hafizh Ibn Katsier menulis dalam Kitab Al Bidayah Wannihayah, 1/138, maktabah syamilah:","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"ويقال للعرب الذين كانوا قبل إسماعيل عليه السلام العرب العاربة وهم قبائل كثيرة منهم عاد * وثمود * وجرهم * وطسم * وجديس * وأميم * ومدين * وعملاق * وعبيل * وجاسم * وقحطان * وبنو يقطن * وغيرهم.\rDikatakan untuk arab sebelum Nabi Isma'il 'alaihissalaam AL 'ARAB AL 'AARIBAH. Mereka terdiri dari banyak kabilah, diantaranya: 'Aad, Tsamuud..........Madyan..... dll\rوأما العرب المستعربة فهم من ولد إسماعيل بن إبراهيم الخليل * وكان اسماعيل بن ابراهيم عليهما السلام أول من تكلم بالعربية الفصيحة البليغة * وكان قد أخذ كلام العرب من جرهم الذين نزلوا عند أمه هاجر بالحرم كما سيأتي بيانه في موضعه إن شاء الله تعالى ولكن أنطقه الله بها في غاية الفصاحة والبيان.\rAdapun ARAB MUSTA'RIBAH, mereka adalah berasal dari keturunan Nabi Isma'il bin Ibrahim al Khalil 'alaihimassalaam, orang pertama yang berbicara dengan bahasa arab yang fashih dan lancar................\rوأما أقوام العرب فقد قسمها المؤرخون إلى ثلاثة أقسام؛ بحسب السلالات التي ينحدرون منها\rPara sejarawan membagi kaum arab menjadi tiga bagian, sesuai dengan silsilah keturunan dari mereka\rالعرب البائدة: وهم العرب القدامى الذين انقرضوا تمامًا ولم يمكن الحصول على تفاصيل كافية عن تاريخهم، مثل: عاد، وثمود،\rArab Ba'idahMereka adalah -kaum Arab terdahulu yang sudah punah dan tidak mungkin sejarahnya bisa dilacak secara rinci dan komplit, seperti ?Aad, Tsamuud.......\rالعرب العاربة: وهم العرب المنحدرة من صلب يَشْجُب بن يَعْرُب بن قَحْطان،\rArab 'AribahMereka adalah kaum Arab yang berasal dari keturunan Yasyjub bin Ya’rub bin Qahthaan...........\rالعرب المستعربة وهي العرب المنحدرة من صلب إسماعيل عليه السلام، وتسمى بالعرب العدنانية","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"Arab Musta'ribahYaitu kaum Arab yang berasal dari keturunan Isma'il, yang disebut pula 'Adnaniyah\rSumber : http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=89094\rDalam Musnad Ahmad juz 15 halaman 131-132, maktabah syamilah:\rحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكْذِبْ إِبْرَاهِيمُ إِلَّا ثَلَاثَ كَذِبَاتٍ قَوْلُهُ حِينَ دُعِيَ إِلَى آلِهَتِهِمْ { إِنِّي سَقِيمٌ } وَقَوْلُهُ { فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا\rوَقَوْلُهُ لِسَارَةَ إِنَّهَا أُخْتِي قَالَ وَدَخَلَ إِبْرَاهِيمُ قَرْيَةً فِيهَا مَلِكٌ مِنْ الْمُلُوكِ أَوْ جَبَّارٌ مِنْ الْجَبَابِرَةِ فَقِيلَ دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ اللَّيْلَةَ بِامْرَأَةٍ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ قَالَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ الْمَلِكُ أَوْ الْجَبَّارُ مَنْ هَذِهِ مَعَكَ قَالَ أُخْتِي قَالَ أَرْسِلْ بِهَا قَالَ فَأَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ وَقَالَ لَهَا لَا تُكَذِّبِي قَوْلِي فَإِنِّي قَدْ أَخْبَرْتُهُ أَنَّكِ أُخْتِي إِنْ عَلَى الْأَرْضِ مُؤْمِنٌ غَيْرِي وَغَيْرُكِ قَالَ فَلَمَّا دَخَلَتْ إِلَيْهِ قَامَ إِلَيْهَا قَالَ فَأَقْبَلَتْ تَوَضَّأُ وَتُصَلِّي وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ قَالَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"قَالَ أَبُو الزِّنَادِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهَا قَالَتْ اللَّهُمَّ إِنَّهُ إِنْ يَمُتْ يُقَلْ هِيَ قَتَلَتْهُ قَالَ فَأُرْسِلَ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ وَتُصَلِّي وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ قَالَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ أَبُو الزِّنَادِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّهَا قَالَتْ اللَّهُمَّ إِنَّهُ إِنْ يَمُتْ يُقَلْ هِيَ قَتَلَتْهُ قَالَ فَأُرْسِلَ فَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ مَا أَرْسَلْتُمْ إِلَيَّ إِلَّا شَيْطَانًا ارْجِعُوهَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَأَعْطُوهَا هَاجَرَ قَالَ فَرَجَعَتْ فَقَالَتْ لِإِبْرَاهِيمَ أَشَعَرْتَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ رَدَّ كَيْدَ الْكَافِرِ وَأَخْدَمَ وَلِيدَةً\rWallaahu A'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/722997671056377/\rwww.fb.com/notes/932160170140125\r3950. BIOGRAFI SYEIKH HAMMAD MUSLIM (GURU SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI )\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Sofyan\rAssalamu'alaikum.. Para assatidz mohon penjelasannya. Ada yang tau Tentang riwayat hidup syekh muslim addabas (guru syekh abdul qodir jailani)? Kalo ada mohon bagi-bagi pengetahuannya..Syukroon..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb. Baca kitab siyaru a'lamin nubala' Adz dzihabi (19/594-596) :\rحماد بن مسلم ابن ددوه الشيخ القدم ، علم السالكين ، أبو عبد الله الدباس الرحبي ، رحبة مالك بن طوق .","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"نشأ ببغداد ، وكان يجلس في غرفة كاركه الدبس ، وكان من أولياء الله أولي الكرامات ، انتفع بصحبته خلق ، وكان يتكلم على الأحوال ، كتبوا من كلامه نحوا من مائة جزء ، وكان قليل العلم أميا . فعنه قال : مات أبواي في نهار ولي ثلاث سنين .\rHammad bin muslim bin daduh as syaikh al qodam, ilmunya para salik, abu abdillah ad dabbas ar rohaby, rohbah malik bin touq. Hidup di bagdad, beliau duduk di ruangan .....beliau termasuk waliyulloh yang mempunyai banyak karomah, banyak orang yang mengambil manfaat dengan bergaul pd beliau.berbicara masalah ahwal, ucapan-ucapan beliau ditulis mencapai sekitar 100 juz.beliau sedikit ilmunya dan seorang yang tdk bisa baca tulis.beliau berkata :\" kedua ortuku wafat umurku saat itu 3 tahun \"\rقال أحمد بن صالح الجيلي : سمع من أبي الفضل بن خيرون ، وكان يتكلم على آفات الأعمال ، والإخلاص ، والورع ، قد جاهد نفسه بأنواع المجاهدات ، وزاول أكثر المهن والصنائع في طلب الحلال ، وكان مكاشفا .\rAhmad bin sholih al jaili berkata :\" syeh hammad mendengar hadis dari abil fadhl bin khoirwan, beliau berbicara tentang masalah bahayanya amalan2, ikhlas dan waro', beliau telah memerangi nafsunya dengan berbagai mujahadah, beliau telah menghilangkan banyak hal yang hina dan pekerjaan2 dalam mencari yang halal, beliau seorang ahli kasyf. \"\rفعنه قال : إذا أحب الله عبدا ، أكثر همه فيما فرط ، وإذا أبغض عبدا ، أكثر همه فيما قسمه له .\rوقال : العلم محجة ، فإذا طلبته لغير الله ، صار حجة .\rوقيل : كان يقبل النذر ، ثم تركه ، لقول النبي صلى الله عليه وسلم : إنه يستخرج من البخيل ثم صار يأكل بالمنام .","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"قال المبارك بن كامل : مات العارف الورع الناطق بالحكمة حماد فى سنة خمس وعشرين وخمسمائة ، لم أر مثله ، كان بزي الأغنياء ، وتارة بزي الفقراء .\rAl mubarok bin kamil berkata :\" beliau seorang yang arif , wira'i, yang berbicara dengan hikmah yaitu hammad wafat pada tahun 525, aku tdk melihat yang setara dengannya, beliau berjalan dengan orang2 kaya dan sekali waktu berjalan dengan orang2 fakir \"\rوقال ابن الجوزي كان يتصوف ، ويدعي المعرفة والمكاشفة ، وعلوم الباطن ، وكان عاريا عن علم الشرع ، ونفق على الجهال ، كان ابن عقيل ينفر الناس عنه ، وبلغه عنه أنه كان يعطي المحموم لوزة وزبيبة ليبرأ ، فبعث إليه : إن عدت لهذا ، ضربت عنقك ، توفي في رمضان .\rقلت : نقم ابن الأثير وسبط ابن الجوزي هذا ، وعظما حمادا ، رحمه الله ، وكان الشيخ عبد القادر من تلامذته .\radz dzihabi berkata : \" ibnu atsir dan ibnul jauzi keudnya mencela dan mengagungkan syeh hammad- semoga Allah merahmatinya- dan syeh abdul qodir termasuk salah satu murid beliau \".\r- kitab tobaqotul kubro syeh abdul wahhab as sya'roniالصفحة : 136\rSyeikh hammad muslim ad dabbas -semoga Allah meridhoinya-\rومنهم الشيخ حماد مسلم الدباس رضي الله عنههو أحد العلماء الراسخين في علوم الحقائق انتهت إليه رياسة تربية المريدين، وانعقد عليه الإجماع في الكشف عن مخفيات الموارد وانتمى إليه معظم مشايخ بغداد، وصوفيتهم في وقته وهو أحد من صحب الشيخ عبد القادر رضي الله عنه وأثنى عليه وروى كراماته.","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"Beliau salah seorang ulama' yang ilmunya tertanam teguh di hati dalam hal ilmu hakekat,kepemimpinan mendidik para murid telah mencapai puncak pada beliau, telah menjadi ijma' atasnya dalam hal kasyf dari masalah mawawrid yang tersembunyi,pembesar masayeh baghdad menisbatkan diri kpadnya, beliau adalah sufi mereka di waktunya, beliau adalah salah seorang yang menemani syeh abdul qodir -semoga Allah meridhoinya- beliau memuji syeh abdul qodir dan meriwayatkan karomahnya.\rومن كلامه رضي الله عنه القلوب ثلاثة قلب يطوف في الدنيا وقلب يطوف في الآخرة وقلب يطوف بالمولى لا في المولى فمن طاف في المولى تزندق،\rTermasuk kalam beliau :\" hati ada 3, hati yang bertowaf di dunia, hati yang bertowaf di akherat dan hati yang bertawaf dengan maula bukan di maula, barang siapa yang thowaf di maula maka dia zindik \"\rوكان رضي الله عنه يقول: طهر قلبك باليقين لتجري فيه الأقدار، وكان يقول: أقرب الطرق إلى الله تعالى حبه، ولا يصفو حبه حتى يبقى المحب روحاً بلا نفس، وما دام له نفس لا يذوق قط محبة الله تعالى أبداً،\rBeliau pernah berkata :\" sucikanlah hatimu dengan al yaqin agar ketentuan berjalan di dalamnya.\"beliau prnah berkata:\" jalan terdekat kepada Allah ta'ala adalan cinta kepada-Nya, cinta kepada-Nya tidaklah bisa bersih hingga sang pecinta yang tersisa adalah ruh tanpa nafsu, dan selama ruhnya ada nafsu maka tidak akan merasakan cinta kepada Allah sama sekali selamanya.\"\rوكان يقول: أزل الهوى من القدر تعرف، وأزل الهوى من الخلق، والأمر تخلص، وعلى قدر ما عندك من الأمر تسلم وبقدر ما عندك من القدر تعرف","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"beliau pernah berkata :\" hilangkanlah hawa dari qodr maka engkau akan mengenal, hilangkanlah hawa dari makhluk dan amr maka engkau akan ikhlas, dan bedasar ukuran amr yang ada padamu maka selamat, dan berdasar ukuran qodr yang ada padamu engakau mengenal\". Wallohu a'lam. (AS)\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/932810653408410/\rwww.fb.com/notes/933266166696192\r3952. NABI SHOLEH KETURUNAN NABI NUH ALAIHIS SALAM ?\rPERTANYAAN :\r> Zae Abjal II\rAssalamu'alaikum, wr.wb. Pertanyaan titipan dari murid ngaji saya : Nabi Soleh AS keturunan dari Nabi Nuh AS yang ke berapa ? Terima kasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb, lihat kitab al bidayah wan nihayah (1/304) :\rوهو عبد الله ورسوله صالح بن عبد بن ماسخ بن عبيد بن حاجر بن ثمود بن عابر بن إرم بن سام بن نوح\rBeliau adalah seorang hamba dan utusan Allah, yaitu SHOLEH bin abd bin masikh bin ubaid bin hajir bin tsamud bin abir bin irom bin sam bin NUH. Berarti keturunan ke 9. Wallohu a'lam. (AS)\rLINK DISKUSI:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/933042420051900/\rwww.fb.com/notes/933275453361930\r3972. KISAH LUKMANUL HAKIM\rPERTANYAAN :\r> Hasan Efendi\rLuqmanul hakim dan putranya, siapakah beliau, hidup di zaman siapa, dan bagaimnakah silsilah beliau dan keutamaan beliau, hingga namanya dapat tercantum dalam al-quranul karim ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rKisah lukmanul hakim dinukil dari kitab Tafsir Al Qurtuby (14/56 -57) :","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"Diriwayatkan dari hadisnya ibnu umar berkata ,aku mendengar Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\" Lukman bukanlah seorang Nabi, tetapi dia seorang hamba yang banyak berfikir dan memiliki keyakinan yang baik, dia mencintai Allah Ta’alaa, dan Allah mencintainya. Allah menganugerahinya hikmah, dan Allah memilihnya untuk dijadikan kholifah atau pemimpin untuk menetapkan hukum dengan benar.kemudian lukman berkata : ' wahai Tuhanku, jika Engkau membebaskanku untuk memilih maka aku memilih afiyat dan aku meninggalkan ujian, tapi jika Engkau telah menentukan kepadaku maka aku tunduk dan patuh karena sesungguhnya Engkau akan menjagaku.\"hadis ini dituturkan oleh ibnu athiyah,\rLukmanul hakim hidup pada zaman Nabi Dawud alaihis salam,Nabi Dawud berkata kepada lukman : \" engkau beruntung wahai lukman, engkau diberikan hikmah dan ujian disingkirkan darimu, sedangkan Dawud diberi khilafah dan diberi ujian dan fitnah \"qotadah berkata : \" Allah memberikan pilihan kepada lukman antara kenabian dan hikmah, kemudian lukman lebih memilih hikmah daripada kenabian.datanglah jibril alaihis salam ketika lukman tidur, kemudian jibril menaburkan hikmah kepada lukman.ketika pagi tiba, lukman berbicara dengan hikmah, ditanyakan kepada beliau, 'mengapa engkau lebih memilih hikmah daripada kenabian ?'beliau menjawab : sesungguhnya jika Allah mengutusku sebagai nabi berdasarkan ketetapan maka aku pasti berharap pertolongan dari-Nya dalam kenabian, tetapi Allah memberikanku pilihan maka aku khawatir jika aku tidak mampu terhadap kenabian dan jadilah hikmah hal yang aku sukai.\"","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"Para ulama' berbeda pendapat mengenai pekerjaan lukman,katanya beliau adalah seorang tukang jahit, ini menurut sa'id bin al musayyab.dikatakan kepada orang yang hitam : \" janganlah khawatir karena kamu orang hitam, karena sesungguhnya ada 3 orang terbaik dari kulit hitam yaitu bilal, mahja' maulanya umar dan lukman.\"\rAda yang berpendapat bahwa lukman bekerja mencari kayu utk juragannya.lukman berkata kepada orang yang melihatnya : \" jika engkau melihat tebalnya kedua mulutku maka dari keduanya keluar kalimat2 yang lembut, jika engkau melihat hitamnya kulitku maka hatiku putih \"\rAda yang berpendapat bahwa dulu lukman adalah seorang penggembala, kemudian ada seseorang yang mengenalnya waktu dulu melihat beliau dan berkata,\" bukankah engkau adalah budaknya bani fulan ? \"\"benar \" jawab lukman.\"bgaimana engkau bisa menjadi yang aku lihat sekarang ?\"lukman menjawab : \"sebab takdir Allah, amanah, jujur dalam berbicara dan meninggalkan hal yang tiada gunanya \"","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"Menurut kholid ar robi'i, lukman adalah seorang tukang kayu.juragannya lukman berkata, \" sembelihlah kambing utkku, kemudian kirimkanlah dua daging terbaiknya, \"kemudian lukman mengirimkan hati dan lidah.juragannya mmerintahkan lagi utk memotong kambing dan meminta dua daging yang paling buruk.kemudian lukman mengirimkan lidah dan hati lagi.'juragan berkata :\" aku menyuruhmu utk mengirimiku dua daging terbaik dan engkau mengirimkan lidah dan hati, kemudian aku menyuruhmu lagi tuk mengirimkan dua daging terburuk dan engkau mengirimkan lagi lidah dan hati ? \"lukman berkata :\" sesunggunya, tiada sesuatu yang lebih bagus dari keduanya jika keduanya bagus, dan tiada sesuatu yang lebih buruk dari keduany jika keduanya buruk.\"","part":1,"page":170},{"id":171,"text":".تفسير القرطبيوروي من حديث ابن عمر قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : \" لم يكن لقمان نبيا ولكن كان عبدا كثير التفكر حسن اليقين ، أحب الله تعالى فأحبه ، فمن عليه بالحكمة ، وخيره في أن يجعله خليفة يحكم بالحق ; فقال : رب ، إن خيرتني قبلت العافية وتركت البلاء ، وإن عزمت علي فسمعا وطاعة فإنك ستعصمني \" ذكره ابن عطية . وزاد الثعلبي : \" فقالت له الملائكة بصوت لا يراهم : لم يا لقمان ؟ قال : لأن الحاكم بأشد المنازل وأكدرها ، يغشاه المظلوم من كل مكان ، إن يعن فبالحري أن ينجو ، وإن أخطأ أخطأ طريق الجنة . ومن يكن في الدنيا ذليلا فذلك خير من أن يكون فيها شريفا . ومن يختر الدنيا على الآخرة نفته الدنيا ولا يصيب الآخرة . فعجبت الملائكة من حسن منطقه ; فنام نومة فأعطي الحكمة فانتبه يتكلم بها . ثم نودي داود بعده فقبلها - يعني الخلافة - ولم يشترط ما اشترطه لقمان ، فهوى في الخطيئة غير مرة ، كل ذلك يعفو الله عنه . وكان لقمان يوازره بحكمته ; فقال له داود : طوبى لك يا لقمان ! أعطيت الحكمة وصرف عنك البلاء ، وأعطي داود الخلافة وابتلي بالبلاء والفتنة \" . وقال قتادة : خير الله تعالى لقمان بين النبوة والحكمة ; فاختار الحكمة على النبوة ; فأتاه جبريل عليه السلام وهو نائم فذر عليه الحكمة فأصبح وهو ينطق بها ; فقيل له : كيف اخترت الحكمة على النبوة وقد خيرك ربك ؟ فقال : إنه لو أرسل إلي بالنبوة عزمة لرجوت فيها العون منه ، ولكنه خيرني فخفت أن أضعف عن النبوة ، فكانت الحكمة أحب إلي .واختلف في صنعته ; فقيل : كان خياطا ; قاله سعيد بن المسيب ، وقال لرجل أسود : لا تحزن من أنك أسود ، فإنه كان من خير الناس ثلاثة من السودان : بلال ومهجع مولى عمر ولقمان . وقيل : كان يحتطب كل يوم لمولاه حزمة حطب . وقال لرجل ينظر إليه : إن كنت تراني غليظ الشفتين فإنه يخرج من بينهما كلام رقيق ، وإن كنت تراني أسود فقلبي أبيض .","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"وقيل : كان راعيا ، فرآه رجل كان يعرفه قبل ذلك فقال له : ألست عبد بني فلان ؟ قال : بلى . قال : فما بلغ بك ما أرى ؟ قال : قدر الله ، وأدائي الأمانة ، وصدق الحديث ، وترك ما لا يعنيني ; قاله عبد الرحمن بن زيد بن جابر . وقال خالد الربعي : كان نجارا ; فقال له سيده : اذبح لي شاة وأتني بأطيبها مضغتين ; فأتاه باللسان والقلب ; فقال له : ما كان فيها شيء أطيب من هذين ؟ فسكت ، ثم أمره بذبح شاة أخرى ثم قال له : ألق أخبثها مضغتين ; فألقى اللسان والقلب ; فقال له : أمرتك أن تأتيني بأطيب مضغتين فأتيتني باللسان والقلب ، وأمرتك أن تلقي أخبثها فألقيت اللسان والقلب ؟ ! فقال له : إنه ليس شيء أطيب منهما إذا طابا ، ولا أخبث منهما إذا خبثا .\rKitab Tafsir Ibnu Katsir\rUlama' salaf berbeda pendapat mengenai lukman, apakah dia seorang nabi atau orang sholeh tapi bukan nabi ? menurut mayoritas bahwa beliau adalah bukan nabi.ibnu abbas : lukman adalah seorang budak dari habsyah/etiopia, seorang tukang kayu.jabir bin abdillah : lukman orangnya pendek, berhidung pesek berasal dari nubia.sa'id bin musayyab : lukman berasal dari sudan, mesir, Allah meberikan hikmah kepadanya dan tidak memberikan kenabian.","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"Ada orang kulit hitam mendatangi said bin musayyab sambil bertanya, kemudian said berkata kepadanya :\" jangan bersedih karena engkau orang hitam, karna sesunguhnya ada 3 manusia terbaik dari sudan yang berkulit hitam yaitu, bilal, mahja' maula umar bin khottob, dan lukmanul hakim , beliau orang kulit hitam, dari nubia\". Lukman adalah seorang hamba yang sholeh, hidup pada zamannya nabi Dawud alaihis salam. beliau seorang yang berkulit hitam dan berbibir tebal, pernah juga menjadi qodhinya bani israel pada zamannya nabi Dawud alaihis salaam. Wallohu a'lam. (ALF)","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"تفسير ابن كثيراختلف السلف في لقمان ، عليه السلام : هل كان نبيا ، أو عبدا صالحا من غير نبوة ؟ على قولين ، الأكثرون على الثاني وقال سفيان الثوري ، عن الأشعث ، عن عكرمة ، عن ابن عباس قال : كان لقمان عبدا حبشيا نجارا . وقال قتادة ، عن عبد الله بن الزبير ، قلت لجابر بن عبد الله : ما انتهى إليكم من شأن لقمان ؟ قال : كان قصيرا أفطس من النوبة . وقال يحيى بن سعيد الأنصاري ، عن سعيد بن المسيب قال : كان لقمان من سودان مصر ، ذا مشافر ، أعطاه الله الحكمة ومنعه النبوة . وقال الأوزاعي : رحمه الله ، حدثني عبد الرحمن بن حرملة قال : جاء رجل أسود إلى سعيد بن المسيب يسأله ، فقال له سعيد بن المسيب : لا تحزن من أجل أنك أسود ، فإنه كان من أخير الناس ثلاثة من السودان : بلال ، ومهجع مولى عمر بن الخطاب ، ولقمان الحكيم ، كان أسود نوبيا ذا مشافر . وقال ابن جرير : حدثنا ابن وكيع ، حدثنا أبي ، عن أبي الأشهب ، عن خالد الربعي قال : كان لقمان عبدا حبشيا نجارا ، فقال له مولاه : اذبح لنا هذه الشاة . فذبحها ، فقال : أخرج أطيب مضغتين فيها . فأخرج اللسان والقلب ، فمكث ما شاء الله ثم قال : اذبح لنا هذه الشاة . فذبحها ، فقال : أخرج أخبث مضغتين فيها . فأخرج اللسان والقلب ، فقال له مولاه : أمرتك أن تخرج أطيب مضغتين فيها فأخرجتهما ، وأمرتك أن تخرج أخبث مضغتين فيها فأخرجتهما . فقال لقمان : إنه ليس من شيء أطيب منهما إذا طابا ، ولا أخبث منهما إذا خبثا . وقال شعبة ، عن الحكم ، عن مجاهد : كان لقمان عبدا صالحا ، ولم يكن نبيا . وقال الأعمش : قال مجاهد : كان لقمان عبدا أسود عظيم الشفتين ، مشقق القدمين . وقال حكام بن سلم ، عن سعيد الزبيدي ، عن مجاهد : كان لقمان الحكيم عبدا حبشيا غليظ الشفتين ، مصفح القدمين ، قاضيا على بني إسرائيل . وذكر غيره : أنه كان قاضيا على بني إسرائيل في زمن داود ، عليه السلام . وقال ابن جرير : حدثنا","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"ابن حميد ، حدثنا الحكم حدثنا عمرو بن قيس قال : كان لقمان ، عليه السلام ، عبدا أسود غليظ الشفتين ، مصفح القدمين ، فأتاه رجل وهو في مجلس أناس يحدثهم ، فقال له : ألست الذي كنت ترعى معي الغنم في مكان كذا وكذا ، قال : نعم . فقال : فما بلغ بك ما أرى ؟ قال : صدق الحديث ، والصمت عما لا يعنيني . وقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبو زرعة ، حدثنا صفوان ، حدثنا الوليد ، حدثنا عبد الرحمن بن يزيد عن جابر قال : إن الله رفع لقمان الحكيم بحكمته ، فرآه رجل كان يعرفه قبل ذلك ، فقال له : ألست عبد بني فلان الذي كنت ترعى بالأمس ؟ قال : بلى . قال : فما بلغ بك ما أرى ؟ قال : قدر الله ، وأداء الأمانة ، وصدق الحديث ، وتركي ما لا يعنيني .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934149129941229/\rwww.fb.com/notes/934687229887419\r3990. KISAH 3 (TIGA) PEMUDA YANG TERPERANGKAP DALAM GOA\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Fusyani\rAssalaamu'alaikum. Bagaimanakah kisah sahabat Rosul yang terperangkap dalam goa ? Kalau ada tolong disundul dan dari kitab apa qishoh tersebut,Terima kasih.\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam, Berikut qishohnya :","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khaththab berkata, \"Saya mendengar Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, 'Dulu sebelum kamu, ada tiga orang berjalan-jalan kemudian mereka mendapatkan sebuah gua yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh, maka merekapun masuk ke dalamnya. Kemudian tiba-tiba ada batu dari atas bukit yang menggelinding dan menutupi pintu gua itu sehingga mereka tidak dapat keluar. Salah seorang diantara mereka berkata, 'Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu sekalian dari bencana ini kecuali bila kamu sekalian berdo’a kepada Allah ta'ala dengan menyebutkan amal-amal shalih yang pernah kalian perbuat.'\rSalah seorang di antara mereka menimpali, 'Wahai Allah, saya mempunyai ayah ibu yang sudah tua renta, saya biasa mendahulukan memberi minuman susu kepada keduanya sebelum saya memberikannya kepada keluarga dan budak saya. Pada suatu hari saya terlambat pulang dari mencari kayu dan saya menemui keduanya sudah tidur, saya terus memerah susu untuk persediaan minum keduanya. Karena saya mendapati mereka berdua telah tidur maka saya pun enggan untuk membangunkan mereka. Kemudian saya berjanji tidak akan memberi minum susu itu baik kepada keluarga maupun kepada budak sebelum saya memberi minum kepada ayah bunda.","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Saya menunggu ayah bunda, hingga terbit fajar barulah keduanya bangun sementara anak-anakku menangis, mereka mengelilingi kakiku. Setelah mereka bangun, kuberikan minuman susu kepada keduanya. Wahai Allah jika saya berbuat seperti itu kerana mengharapkan RidhoMu maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini.' Maka bergeserlah sedikit batu itu tetapi mereka belum dapat keluar dari gua tersebut.\rYang lain berkata, 'Wahai Allah, sesungguhnya saya mempunyai saudara sepupu yang sangat saya cintai.' Pada riwayat yang lain dikatakan, 'Saya sangat mencintainya sebagaimana lazimnya orang laki-laki mencintai seorang perempuan, kemudian saya ingin berbuat zina dengannya tetapi ia selalu menolaknya. Selang beberapa tahun ia tertimpa kesulitan kemudian datang kepada saya dan saya berikan kepadanya 120 dinar, dengan syarat ia harus mau bersebadan denganku, dan ia pun setuju.\rKetika saya sudah menguasainya, pada riwayat lain dikatakan, kemudian ketika saya berada di antara kedua kakinya dia berkata, 'Takutlah kamu kepada Allah dan jangan kau robekkan selaput daraku kecuali dengan cara yang benar.' Kemudian saya meninggalkannya, padahal dia adalah seseorang yang sangat saya cintai dan saya telah merelakan emas (dinar) yang saya berikan kepadanya. Wahai Allah, jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan ridhaMu, geserkanlah batu yang menutup gua ini.' Maka bergeserlah batu itu tetapi mereka belum dapat keluar dari gua itu.","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"Orang yang ketiga berkata, 'Wahai Allah, saya mempekerjakan beberapa karyawan dan semuanya saya gaji dengan sempurna kecuali ada seorang yang pergi, meninggalkan saya dan tidak mau mengambil gajinya terlebih dahulu. Kemudian gaji itu saya kembangkan sehingga menjadi banyak.\rSelang beberapa lama dia datang kepada saya dan berkata, 'Wahai hamba Allah, berikanlah gaji saya yang dulu itu.' Saya berkata, 'Semua yang kamu lihat itu baik unta, sapi, kambing maupun budak yang menggembalakannya adalah gajimu.' Ia berkata, 'Wahai hamba Allah, janganlah engkau mempermainkan saya.' Saya menjawab, 'Saya tidak mempermainkan kamu.' Kemudian diapun mengambil semuanya dengan tidak meninggalkan sisa sedikit pun. Wahai Allah jika saya berbuat itu kerana mengharap ridhaMu, maka geserkanlah batu itu.' Lalu batu itupun bergeser dan mereka dapat keluar dari dalam gua\". Wallohu A'lam (Rz).\rSumber : Syarah Nawawi 'ala Muslim\rباب قصة أصحاب الغار الثلاثة والتوسل بصالح الأعمال","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"2743 حدثني محمد بن إسحق المسيبي حدثني أنس يعني ابن عياض أبا ضمرة عن موسى بن عقبة عن نافع عن عبد الله بن عمر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال بينما ثلاثة نفر يتمشون أخذهم المطر فأووا إلى غار في جبل فانحطت على فم غارهم صخرة من الجبل فانطبقت عليهم فقال بعضهم لبعض انظروا أعمالا عملتموها صالحة لله فادعوا الله تعالى بها لعل الله يفرجها عنكم فقال أحدهم اللهم إنه كان لي والدان شيخان كبيران وامرأتي ولي صبية صغار أرعى عليهم فإذا أرحت عليهم حلبت فبدأت بوالدي فسقيتهما قبل بني وأنه نأى بي ذات يوم الشجر فلم آت حتى أمسيت فوجدتهما قد ناما فحلبت كما كنت أحلب فجئت بالحلاب فقمت عند رءوسهما أكره أن أوقظهما من نومهما وأكره أن أسقي الصبية قبلهما والصبية يتضاغون عند قدمي فلم يزل ذلك دأبي ودأبهم حتى طلع الفجر فإن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج لنا منها فرجة نرى منها السماء ففرج الله منها فرجة فرأوا منها السماء وقال الآخر اللهم إنه كانت لي ابنة عم أحببتها كأشد ما يحب الرجال النساء وطلبت إليها نفسها فأبت حتى آتيها بمائة دينار فتعبت حتى جمعت مائة دينار فجئتها بها فلما وقعت بين رجليها قالت يا عبد الله اتق الله ولا تفتح الخاتم إلا بحقه فقمت عنها فإن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج لنا منها فرجة ففرج لهم وقال الآخر اللهم إني كنت استأجرت أجيرا بفرق أرز فلما قضى عمله قال أعطني حقي فعرضت عليه فرقه فرغب عنه فلم أزل أزرعه حتى جمعت منه بقرا ورعاءها فجاءني فقال اتق الله ولا تظلمني حقي قلت اذهب إلى تلك البقر ورعائها فخذها فقال اتق الله ولا تستهزئ بي فقلت إني لا أستهزئ بك خذ ذلك البقر ورعاءها فأخذه فذهب به فإن كنت تعلم أني فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج لنا ما بقي ففرج الله ما بقي وحدثنا إسحق بن منصور وعبد بن حميد قالا أخبرنا أبو عاصم عن ابن جريج أخبرني موسى بن عقبة ح وحدثني سويد بن سعيد","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"حدثنا علي بن مسهر عن عبيد الله ح وحدثني أبو كريب ومحمد بن طريف البجلي قالا حدثنا ابن فضيل حدثنا أبي ورقبة بن مسقلة ح وحدثني زهير بن حرب وحسن الحلواني وعبد بن حميد قالوا حدثنا يعقوب يعنون ابن إبراهيم بن سعد حدثنا أبي عن صالح بن كيسان كلهم عن نافع عن ابن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم بمعنى حديث أبي ضمرة عن موسى بن عقبة وزادوا في حديثهم وخرجوا يمشون وفي حديث صالح يتماشون إلا عبيد الله فإن في حديثه وخرجوا ولم يذكر بعدها شيئا حدثني محمد بن سهل التميمي وعبد الله بن عبد الرحمن بن بهرام وأبو بكر بن إسحق قال ابن سهل حدثنا وقال الآخران أخبرنا أبو اليمان أخبرنا شعيب عن الزهري أخبرني سالم بن عبد الله أن عبد الله بن عمر قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول انطلق ثلاثة رهط ممن كان قبلكم حتى آواهم المبيت إلى غار واقتص الحديث بمعنى حديث نافع عن ابن عمر غير أنه قال قال رجل منهم اللهم كان لي أبوان شيخان كبيران فكنت لا أغبق قبلهما أهلا ولا مالا وقال فامتنعت مني حتى ألمت بها سنة من السنين فجاءتني فأعطيتها عشرين ومائة دينار وقال فثمرت أجره حتى كثرت منه الأموال فارتعجت وقال فخرجوا من الغار يمشون\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/935051469850995/\rwww.fb.com/notes/935758156446993\r4023. KISAH NABI SYITS & 'UZAIR DAN BANI ISRAEL\rPERTANYAAN :\r> Hasan Efendi\rDalam al quran, terdapat nama-nama seperti nabi uzair dan nabi sys alaihumassalam, siapakah beliau, hidup zaman apa dan apa keutamaan beliau? dalam alquran disebut juga bhwa kaum bani israel adlh kaum yang paling unggul d muka bumi ini, siapakah bani israel itu, apa keistimewaan yang mmbuat mereka unggul dan dimanakah keturunan mereka sekarang ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"Wa alaykumusalaam.. Nabi Syits alaihis salaam. Beliau adalah putra Nabi Adam alaihis salaam, ketika nabi adam sakit selama 11 hari, beliau memberikan wasiyat kepada sang putra yaitu syits yang telah diberikan ilmu secara khusus oleh nabi adam dan memerintahkan kepadanya agar menyembunyikan ilmunya dari qobil dan anak-anaknya, karena qobil telah membunuh habil sebab iri darinya, maka jadililah qobil dan anak-anaknya tidak mempunyai ilmu yang bisa diambil manfaatnya.Nabi Syits selalu mukim di makkah, melakukan haji dan umroh sampai beliau wafat,beliau mengumpulkan semua suhuf yang diturunkan kepadanya dan juga yang diturunkan kepada ayahnya adam dan beliau mengamalkan semua isinya.beliau juga membangun ka'bah dengan batu dan tanah.ketikan nabi syits sakit, beliau memberikan wasiyatnya kepada sang putra yaitu anuasy, beliau meninggal dan dikuburkan bersama dengan kedua ortunya di gua abu qubais, Nabi syits lahir setelah umur nabi adam lewat 235 tahun dan Nabi syits ketika wafat berumur 912 tahun.\r- kitab alkamil fit tarikh (1/49 -50)","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"ذكر أن آدم مرض أحد عشر يوما ، وأوصى إلى ابنه شيث وأمره أن يخفي علمه عن قابيل ، وولده لأنه قتل هابيل حسدا منه له حين خصه آدم بالعلم ، فأخفى شيث وولده ما عندهم من العلم ، ولم يكن عند قابيل وولده علم ينتفعون به .وقيل : إنه لم يزل مقيما بمكة يحج ويعتمر إلى أن مات ، وإنه كان جمع ما أنزل عليه وعلى أبيه آدم من الصحف وعمل بما فيها ، وإنه بنى الكعبة بالحجارة والطين .وأما السلف من علمائنا فإنهم قالوا : لم تزل القبة التي جعل الله لآدم مكان البيت إلى أيام الطوفان فرفعها الله حين أرسل الطوفان . وقيل : إن شيثا لما مرض أوصى إلى ابنه أنوش ومات فدفن مع أبويه بغار أبي قبيس ، وكان مولده لمضي مائتي سنة وخمس وثلاثين سنة من عمر آدم ، وقيل غير ذلك ، وقد تقدم ، وكانت وفاته وقد أتت عليه تسعمائة سنة واثنتا عشرة سنة .\rKISAH UZAIR\rDalam surat at taubah ayat 30 Allah berfirman :\rوَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ\r\" dan orang-orang yahudi berkata bahwa uzair adalah putra Allah \"","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"uzair adalah nama salah seorang pendeta yahudi yang agung, beliau sebelumnya adalah seorang tawanan negara babil.nama beliau dalam bahasa ibroni adalah izro bin saroya, keturunan bani laway.uzair hafal kitab taurat dan raja persia kurosy menghormatinya, raja tersebut membebaskannya dari tawanan beserta twanan bani isrel lainnya yang berada di babil, dan mengizinkan mereka kembali kepada kaumnya di arsalim dan membangun peraturan mereka disana, itu terjadi pada tahun 451 SM.uzair adalah pemimpin para pendetanya kaum yahudi yang kembali dengan kaumnya ke arsalim dan memperbaharui peraturan serta mengembalikan syari'at kitab taurat dari hafalan beliau,orang-orang yahudi sangat mengagungkan uzair bahkan sampai batasan pengakuan orang-orang awam mereka bahwa uzair adalah putranya Allah.itu adalah pujian yang berlebihan dari mereka kepada uzair, dan yang mensifati uzair seperti itu adalah segolongan pendeta yahudi yang ada di madinah dan mereka diikuti orang banyak dari kalangan awam mereka.","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"penyebab uzair dianggap sebagai putra Allah adalah, saat itu kaum 'amaliqoh mengalah kan bani israel , mereka membunuh ulama'-ulama'nya bani israel dan memboyong pembesar-pembesarnya, uzair menangis sedih sebab kekalahan bani isrel dan sebab hilangnya ilmu dari mereka.suatu hari uzair bertemu dengan seorang perempuan yang sedang menangis di dekat kuburan dan berkata : \" aduhai, siapakah yang memberiku makan, siapakah yang memberiku baju \"uzair bertanya : \" memangnya siapa sebelumnya yang memberimu makan dan pakaian ?\"perempuan : \" Allah \"uzair : \" sesungguhnya Allah maha hidup, Allah tidak mati \"perempuan : \" wahai uzair, siapakah dulu yang mengajarkan ilmu kepada para ulama' sebelum bani isrel ?\"uzair : \" Allah \"perempuan : \" lalu mengapa engkau menangisi mereka ?\"maka tahulah uzair bahwa dia sedang mendapatkan pelajaran.","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"kemudian dikatakan kepada uzair :\" pergilah kesungai ini dan mandilah disana, sholatlah dua rokaat maka engkau akan bertemu dengan orang tua, jika dia memberimu makan maka makanlah. \"lalu uzair pergi menuju kesungai yang telah ditunjukkan, dia melakukan semua yang diperintahkan, tiba-tiba dia ditemui seorang yang sudah tua dan berkata kepada uzair :\" bukalah mulutmu \"uzair membukan mulutnya, kemudian orang tersebut memasukkan sesuatu seperti batu yang besar sebanyak tiga kali .kemudian kembalilah uzair dan dia sudah menjadi orang yang paling tahu tentang kitab taurat.uzair berkata kepada bani israel :\" wahai bani israel, aku telah datang kepd kalian dengan membawa taurat \"bani israel : \" wahai uzair, engkau bukanlah seorang pembohong \"kemudian uzair menuliskan kitab taurat semuanya dengan pena.ketika orang-orang telah kembali dari musuh-musuh mereka dan para ulama' juga telah kembali, bani israel menceritakan kisah uzair kepada mereka.kemudian mereka mengeluarkan naskah kitab taurat yang disimpan di gunung dan membandingknnya dengan catatan uzair, ternyata keduanya sama. Kemudian sebagian orang yang bodoh dari mereka berkata :\" sesungguhnya uzair bisa berbuat seperti ini hanyalah karena dia putra Allah \"\r- kitab tafsir at tahrir wat tanwir (21/168)","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"وعزير : اسم حبر كبير من أحبار اليهود الذين كانوا في الأسر البابلي ، واسمه في العبرانية ( عزرا ) بكسر العين المهملة بن ( سرايا ) من سبط اللاويين ، كان حافظا للتوراة . وقد تفضل عليه ( كورش ) ملك فارس فأطلقه من الأسر ، وأطلق معه بني إسرائيل من الأسر الذي كان عليهم في بابل ، وأذنهم بالرجوع إلى أورشليم وبناء هيكلهم فيه ، وذلك في سنة 451 قبل المسيح ، فكان عزرا زعيم أحبار اليهود الذين رجعوا بقومهم إلى أورشليم وجددوا الهيكل وأعاد شريعة التوراة من حفظه ، فكان اليهود يعظمون عزرا إلى حد أن ادعى عامتهم أن عزرا ابن الله ، غلوا منهم في تقديسه ، والذين وصفوه بذلك جماعة من أحبار اليهود في المدينة ، وتبعهم كثير من عامتهم .\r- tafsir ibnu katsir (4/134)","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"وذكر السدي وغيره أن الشبهة التي حصلت لهم في ذلك ، أن العمالقة لما غلبت على بني إسرائيل ، فقتلوا علماءهم وسبوا كبارهم ، بقي العزير يبكي على بني إسرائيل وذهاب العلم منهم ، حتى سقطت جفون عينيه ، فبينا هو ذات يوم إذ مر على جبانة ، وإذ امرأة تبكي عند قبر وهي تقول : وامطعماه ! واكاسياه ! [ فقال لها ويحك ] من كان يطعمك قبل هذا ؟ قالت : الله . قال : فإن الله حي لا يموت ! قالت : يا عزير فمن كان يعلم العلماء قبل بني إسرائيل ؟ قال : الله . قالت : فلم تبكي عليهم ؟ فعرف أنه شيء قد وعظ به . ثم قيل له : اذهب إلى نهر كذا فاغتسل منه ، وصل هناك ركعتين ، فإنك ستلقى هناك شيخا ، فما أطعمك فكله . فذهب ففعل ما أمر به ، فإذا شيخ فقال له : افتح فمك . ففتح فمه . فألقى فيه شيئا كهيئة الجمرة العظيمة ، ثلاث مرات ، فرجع عزير وهو من أعلم الناس بالتوراة ، فقال : يا بني إسرائيل ، قد جئتكم بالتوراة . فقالوا : يا عزير ، ما كنت كذابا . فعمد فربط على إصبع من أصابعه قلما ، وكتب التوراة بإصبعه كلها ، فلما تراجع الناس من عدوهم ورجع العلماء ، وأخبروا بشأن عزير ، فاستخرجوا النسخ التي كانوا أودعوها في الجبال ، وقابلوها بها ، فوجدوا ما جاء به صحيحا ، فقال بعض جهلتهم : إنما صنع هذا لأنه ابن الله .\rBani israel adalah anak cucunya nabi Ya'qub alaihis salaam .isroil adalah nama nabi ya'qub yang artinya abdulloh , waqila shofwatulloh .\rيَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَ أَوْفُوْا بِعَهْدِيْ أُوْفِ بِعَهْدِكُمْ وَ إِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ\rWahai Bani Israil : Ingatlah nikmatKu yang telah Aku karuniakan kepada kamu dan penuhilah janjimu, agar Aku penuhi (pula) janjiKu, dan sernata-mata kepadaku sajalah kamu takut.(al baqoroh ayat 40).\r- kitab tafsir ibnu katsir (1/241)","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"يقول تعالى آمرا بني إسرائيل بالدخول في الإسلام ، ومتابعة محمد عليه من الله أفضل الصلاة والسلام ، ومهيجا لهم بذكر أبيهم إسرائيل ، وهو نبي الله يعقوب ، عليه السلام ، وتقديره : يا بني العبد الصالح المطيع لله كونوا مثل أبيكم في متابعة الحق\r- kitab at tahrir wat tanwir (1/449)\rفقوله يا بني إسرائيل خطاب لذرية يعقوب وفي ذريته انحصر سائر الأمة اليهودية ، وقد خاطبهم بهذا الوصف دون أن يقول يا أيها اليهود لكونه هو اسم القبيلة أما اليهود فهو اسم النحلة والديانة ولأن من كان متبعا دين اليهودية من غير بني إسرائيل كحمير لم يعتد بهم لأنهم تبع لبني إسرائيل فلو آمن بنو إسرائيل بالنبيء - صلى الله عليه وسلم - لآمن أتباعهم لأن المقلد تبع لمقلده .\r- kitab tafsir al baghowy (1/86)\rقوله تعالى : ( يا بني إسرائيل ) يا أولاد يعقوب . ومعنى إسرائيل عبد الله ، وإيل هو الله تعالى وقيل صفوة الله وقرأ أبو جعفر : إسرائيل بغير همز\r> Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"فأما اليهود فقالوا في العزير : \" إنه ابن الله \" ، تعالى [ الله ] عن ذلك علوا كبيرا . وذكر السدي وغيره أن الشبهة التي حصلت لهم في ذلك ، أن العمالقة لما غلبت على بني إسرائيل ، فقتلوا علماءهم وسبوا كبارهم ، بقي العزير يبكي على بني إسرائيل وذهاب العلم منهم ، حتى سقطت جفون عينيه ، فبينا هو ذات يوم إذ مر على جبانة ، وإذ امرأة تبكي عند قبر وهي تقول : وامطعماه ! واكاسياه ! [ فقال لها ويحك ] من كان يطعمك قبل هذا ؟ قالت : الله . قال : فإن الله حي لا يموت ! قالت : يا عزير فمن كان يعلم العلماء قبل بني إسرائيل ؟ قال : الله . قالت : فلم تبكي عليهم ؟ فعرف أنه شيء قد وعظ به . ثم قيل له : اذهب إلى نهر كذا فاغتسل منه ، وصل هناك ركعتين ، فإنك ستلقى هناك شيخا ، فما أطعمك فكله . فذهب ففعل ما أمر به ، فإذا شيخ فقال له : افتح فمك . ففتح فمه . فألقى فيه شيئا كهيئة الجمرة العظيمة ، ثلاث مرات ، فرجع عزير وهو من أعلم الناس بالتوراة ، فقال : يا بني إسرائيل ، قد جئتكم بالتوراة . فقالوا : يا عزير ، ما كنت كذابا . فعمد فربط على إصبع من أصابعه قلما ، وكتب التوراة بإصبعه كلها ، فلما تراجع الناس من عدوهم ورجع العلماء ، وأخبروا بشأن عزير ، فاستخرجوا النسخ التي كانوا أودعوها في الجبال ، وقابلوها بها ، فوجدوا ما جاء به صحيحا ، فقال بعض جهلتهم : إنما صنع هذا لأنه ابن الله .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=643&idto=643&bk_no=49&ID=654","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"وعزير : اسم حبر كبير من أحبار اليهود الذين كانوا في الأسر البابلي ، واسمه في العبرانية ( عزرا ) بكسر العين المهملة بن ( سرايا ) من سبط اللاويين ، كان [ ص: 168 ] حافظا للتوراة . وقد تفضل عليه ( كورش ) ملك فارس فأطلقه من الأسر ، وأطلق معه بني إسرائيل من الأسر الذي كان عليهم في بابل ، وأذنهم بالرجوع إلى أورشليم وبناء هيكلهم فيه ، وذلك في سنة 451 قبل المسيح ، فكان عزرا زعيم أحبار اليهود الذين رجعوا بقومهم إلى أورشليم وجددوا الهيكل وأعاد شريعة التوراة من حفظه ، فكان اليهود يعظمون عزرا إلى حد أن ادعى عامتهم أن عزرا ابن الله ، غلوا منهم في تقديسه ، والذين وصفوه بذلك جماعة من أحبار اليهود في المدينة ، وتبعهم كثير من عامتهم . وأحسب أن الداعي لهم إلى هذا القول أن لا يكونوا أخلياء من نسبة أحد عظمائهم إلى بنوة الله - تعالى - مثل قول النصارى في المسيح كما قال متقدموهم اجعل لنا إلها كما لهم آلهة\rقال بهذا القول فرقة من اليهود فألصق القول بهم جميعا لأن سكوت الباقين عليه وعدم تغييره يلزمهم الموافقة عليه والرضا به ، وقد ذكر اسم عزرا في الآية بصيغة التصغير ، فيحتمل أنه لما عرب عرب بصيغة تشبه صيغة التصغير ، فيكون كذلك اسمه عند يهود المدينة ويحتمل أن تصغيره جرى على لسان يهود المدينة تحبيبا فيه .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1144&idto=1144&bk_no=61&ID=1156\rWallohu a'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/936641529691989/\rwww.fb.com/notes/936801053009370\r4046. BIOGRAFI SYEIKH ZAKARIYA AL-ANSHORY\rPERTANYAAN :\r> Intidzorul Farh\rAssalamu'alaikum. Yang tahu biografi dan sejarah / perjalanan hidup syaikhul islam Abu Yahya Zakaria Al-Anshori, bagi bagi dong. Lagi belajar karyanya \"Fathul Wahab\" buat semangat dan motivasi buat ku.makasih\rJAWABAN :","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Pernah dengar dari guruku bahwa Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori mulai belajar secara serius ketika umur 80 tahun. Saat itu beliau lewat depan universitas al azhar, kemudian ada santri yang memanggil beliau dengan memanggil \" wahai syaikul islam \". Sejak saat itulah beliau bersumpah tidak akan keluar dari al azhar sebelum beneran di panggil sebagai \" syaikhul islam\". Salah satu guru beliau adalah Al-Hafidz Ibnu Hajar (pengarang kitab fathul bary) dan salah satu murid beliau adalah Ibnu Hajar Al-Haitamy (pengarang kitab tuhfah), oleh sebab itulah syaikhul islam pernah berkata : \" Aku hidup diantara dua ibnu hajar \".\rSaya nukilkan sedikit dari kitab Tobaqotul Kubro Karangan Syeh Abdul Wahhab As Sya'roni (salah satu murid beliau)\rالطبقات الكبرى تأليف : الشعراني\rومنهم شيخ الإسلام الشيخ زكريا الأنصاري الخزرجي رحمه الله تعالى آمين أحد أركان الطريقين الفقه، والتصوف، وقد خدمته عشرين سنة فما رأيته قط في غفلة ولا اشتغال بما لا يعني لا ليلا، ولا نهاراً،\rSebagian waliyulloh yaitu syaikul islam zakariya al anshori al khozroji -semoga Allah merahmatinya- aamiin. Beliau adalah salah satu tiang dua torekoh yaitu fiqh dan tasawuf, aku telah melayaninya selama 20 tahun tidak pernah sama sekali kulihat beliau dalam kelalaian dan tidak pernah sibuk dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baik malam maupun siang.\rوكان رضي الله عنه مع كبر سنه يصلي سنن الفرائض قائماً، ويقول لا أعود نفسي الكسل، وكان إذا جاءه شخص، وطول في الكلام يقول: بالعجل ضيعت علينا الزمن،","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"Adalah beliau -semoga Allah meridhoinya- beserta umurnya ygan sudah lanjut sholat sunnah dan fardhu dalam keadaan berdiri, beliau berkata : \" Aku tidak akan membiasakan diriku malas \", jika ada seseorang yg datang dan berbicara panjang lebar maka beliau berkata : \" cepatlah, kamu telah menyia-nyiakan waktu terhadap kami.\"\rوكنت إذا أصلحت كلمة في الكتاب الذي أقرؤه عليه أسمعه يقول: بخفض صوته الله الله لا يفتر حتى أفرغ، وكنت أتغدى معه كل يوم، فكان لا يأكل إلا من خبز الخانقاه\rDan aku, ketika aku membenarkan satu kalimat dalam kitab yang aku bacakan atas beliau, aku mendengar beliau berkata dengan suaranya yang lirih \"Allah....Allah..\" terus menerus sampai aku selesai membaca. Aku setiap hari sarapan bersama beliau dan beliau tidaklah makan kecuali dari roti khonikohnya.\rوكنت يوماً أطالع له في شرح البخاري فقال لي: قف اذكر لي ما رأيته في هذه الليلة، وقد كنت رأيت أنني معه في مركب قبعها حرير، وحبالها حرير، وفرشها سندس أخضر، وفيها أرائك، ومتكآت من حرير، والإمام الشافعي رضي الله تعالى عنه جالس فيها، والشيخ زكريا عن يساره فقبلت يد الإمام الشافعي رضي الله عنه.\rولم تزل تلك المركب سائرة بنا حتى أرست على جزيرة من كبد البحر الحلو،\rوإذا فواكهها مدلاة في البحر فطلعت من المركب فوجدت بستاناً من الزعفران كل نوراة منه كالإسباطة العظيمة، وفيه نساء حسان يجنين منه","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"Suatu hari aku memuutola'ah untuk beliau kitab syarah bukhori, kemudian beliau berkata kepadaku : \"Berhentilah, ceritakan kepadaku apa mimpimu tadi malam \". Sebelumnya aku mimpi seolah olah aku bersama dengan beliau dalam satu kendaraan, kubbahnya dari sutra, talinya dari sutra, alasnya dari sutra hijau, di dalamnya terdapat dipan dipan dan tempat duduk terbuat dari sutra sedangkan Imam As Syafi'i -semoga Allah meridhoinya- duduk di dalamnya dan syeikh zakariya disebelah kiri imam syafi'i. Kemudian kucium tangan imam syafi'i -semoga Allah meridhoinya- kendaraan terus melaju bersama kami hingga sampai pada pulau ditengah tengah laut yg manis. Tiba-tiba buah-buahan pulau itu menjuntai di laut, kulihat dari kendaraan ternyata kutemukan kebun dari za'faron setiap bunga darinya seperti tandan kurma yang besar, di dalamnya terdapat perempuan-perempuan cantik yang memetik darinya.\rفلما حكيت له ذلك قال: إن صح منامك يا فلان، فأنا أدفن بالقرب من الإمام الشافعي رضي الله عنه، فلما مات أرسلوا هيئوا له قبراً في باب النصر فصار الشيخ جمال الدين، والشيخ أبو بكر الظاهري يقولان ما صح منامك يا فلان\rKetika mimpi tersebut ku ceritakan kepadanya, beliau berkata : \" jika mimpimu benar maka aku akan di kubur dekat dari imam syafi'i -semoga Allah meridhoinya- \", ketika beliau wafat, mereka menyediakan kuburan untuk beliau di babun nashr, syeikh jamaluddin dan syeikh abu bakar Ad dhohiri berkata kepadaku : \" mimpimu tidaklah benar \".","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"فبينما نحن في ذلك، وإذ بقاصد الأمير خير بك نائب السلطنة بمصر يقول: إن ملك الأمراء ضعيف لا يستطيع الركوب إلى هاهنا، وأمر أن تركبوا الشيخ على تابوت، وتحملوه للأمير ليصلي عليه في سبيل المؤمنين بالرميلة، فحملوه، وصلوا عليه، فقال: ادفنوه بالقرافة فدفنوه عند الشيخ نجم الدين الخبوشتاتي تجاه وجه الإمام الشافعي رضي الله عنهما، وذلك في شهر الحجة سنة ست، وعشرين وتسعمائة.\rKetika kami sedang seperti itu, tiba tiba utusan khoir bik naib kerajaan di mesir berkata : \" Sesungguhnya rajanya pemimpin sedang lemah dan tidak mampu untuk berkendaraan sampai kesini, dan raja memerintahkan agar kalian semua membawa syaikul islam di atas tabut dan membawanya untuk amir agar disholati di sabilil mukminin di daerah ramlah\", kemudian mereka membawa jenazah beliau dan menyolatinya. Amir berkata : \" kuburkanlah di qorofah \", kemudian beliau dikuburkan disamping syeikh Najmuddin Al Khobusytani berhadapan dengan arahnya imam syafi'i -semoga Allah meridhoi keduanya - itu terjadi pada bulan haji tahun 726 H\". Wallohu a'lam.\r> Abdullah Afif\rWa'alaikum salam . Nambahi keterangan dari sumber :I'anatuththolibin juz 1 halaman 26 :\r(قوله: زكريا الانصاري)\rبدل مما قبله، وإنما قدم اللقب على الاسم لشهرته به، مثل قوله تعالى: * (إنما المسيح عيسى ابن مريم) * ولد رضي الله عنه سنة ست وعشرين وثمانمائة بسنيكة ونشأ بها، فحفظ القرآن والعمدة ومختصر التبريزي، ثم تحول للقاهرة سنة إحدى وأربعين ومكث بالجامع الازهر، وأخذ عن مشايخ كثيرين.\rوكان له بر وإيثار لاهل العلم والفقراء ويخير مجالسهم على مجالس الامراء، وكان له تهجد وصبر وترك للقيل والقال، وكان مجاب الدعوة رضي الله عنه.","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"حتى إنه يحكى أنه جاءه رجل أعمى وقال له ادع الله أن يرد بصري. فدعا له فرد الله بصره من ثاني يوم. ولم يزل رضي الله عنه في ازدياد من الترقي حتى لحق بربه العلي وعمره نحو مائة سنة. فرحمه الله رحمة الابرار وأسكنه جنات تجري من تحتها الانهار وأمدنا بمدده.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/939351439420998/\rwww.fb.com/notes/939498379406304\r4078. BIOGRAFI DAN SEJARAH IMAM GHOZALI\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum. Mohon share Biografi dan sejarah imam ghozali, terimakasih [إنتظار الفرج]\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i (lahir di Thus; 1058 / 450 H – meninggal di Thus; 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H; umur 52–53 tahun) Adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. Ia berkuniah Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid. Gelar beliau al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan ayahnya yang bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar Thus, Khurasan, Persia (Iran).","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"Sedangkan gelar asy-Syafi'i menunjukkan bahwa dia bermazhab Syafi'i. Ia berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus. Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya.\r- Al bidayah wa al nihayah :\rلغزالي (أبو حامد)","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"هو محمد بن محمد بن محمد بن أحمد الغزالي, أبو حامد, حجة الإسلام, زين الدين, الطوسي (نسبة إلى مدينة طوس) - يعرف باسم (الغزالي) بتشديد الزاي لمن ينسبه إلى صناعة الغزل, ويقال له (الغزالي) بتخفيف الزاي لمن ينسبه إلى (غزالة) من قرى طوس . توفي والده وهو لا يزال صغير السن, فعهد به وبأخيه أحمد إلى صديق له من المتصوفة فرباهما على العبادة والعلم, فانقطعا إلى العلم. ولما شب سافر إلى (نيسابور) ودرس فقه الشافعية على عبد الملك بن عبد الله الجويني الملقب (إمام الحرمين) ولم يزل ملازما له حتى توفي سنة 478 هـ, وبعد وفاة أستاذه قصد الوزير نظام الملك وأقام معه زمنا, فلما أنشأ الوزير المدرسة النظامية في بغداد عينه مدرسا فيها, فنال شهرة واسعة لفصاحة لسانه, وانصرف إلى دراسة الفلسفة درسا عميقا, فطالع كتب الفارابي وابن سينا وألف كتابه (مقاصد الفلاسفة) , وفيه التزم البحث العلمي والحياد التام, ثم ألف بعده كتاب (تهافت الفلاسفة) وفيه أبدى شكوكه في قيمة العلم وبراهينه المنطقية, وقد بلغت شكوكه حدا جعلته يعتزل التدريس ويترك الأهل والولد ويزهد في المال. وفي عام 488 هـ خرج من بغداد وناب عنه أخوه أحمد في التدريس وقصد الحج, فلما رجع توجه إلى الشام وأقام في دمشق مدة ثم انتقل إلى بيت المقدس ثم قصد مصر وأقام في الإسكندرية مدة, ويقال إنه كان ينوي الركوب في البحر إلى بلاد المغرب للاجتماع بمراكش بالأمير يوسف بن تاشفين أمير المرابطين, غير أنه رجع عن ذلك حين بلغه وفاة الأمير (ت: 500 هـ) , فعاد إلى وطنه (طوس) واشتغل في تأليف الكتب في عدة فنون, فصنف في الفقه كتاب (إحياء علوم الدين) كتاب (الوسيط) و (البسيط) و (الوجيز) , وصنف في أصول الفقه كتاب (المستصفى) وصنف في علم الجدل كتاب (المنحول والمنتحل) وصنف في الفلسفة كتاب (مقاصد الفلاسفة) وكتاب (تهافت الفلاسفة) و (معيار العلم) و (المنقذ من الضلال) و (حقيقة القولين) وألف في","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"الرد على الباطنية (فضائح الباطنية) وبه يرد عليهم ويشهد بفضائل الخليفة العباسي المستظهر بالله (ت: 512 هـ) والمعروف باسم كتاب (المستظهري) . ثم دعي للتدريس في المدرسة النظامية بنيسابور فأجاب, ولم تطل إقامته فيها, وما لبث أن عاد إلى وطنه واتخذ مكانا (خانقاه) للصوفية ومدرسة للمشتغلين بالعلم في جواره, ووزع أوقاته على أعمال الخير ومجالسة أهل التصوف والتدريس إلى أن توفي في الرابع عشر من شهر جمادى الآخرة سنة 505 هـ بعد حياة مليئة بالعلم والتعليم والدعوة إلى الخير دامت خمسا وخمسين سنة ودفن بطوس. وصل الغزالي من دراساته الفلسفية إلى ما وصل إليه الفيلسوف الألماني (كانت kant) فيما بعد, فقد رأى أن العقل ليس مستقلا بالإحاطة بجميع المطالب ولا كاشفا الغطاء عن جميع المعضلات, وأنه لابد من الرجوع إلى القلب فهو الذي يستطيع أن يدرك الحقائق الإلهية بالذوق والكشف, وذلك بعد تصفية النفس بالعبادات والرياضة الصوفية وهو بذلك حاول أن يخضع العلم والعقل للوحي والدين لكي يصل إلى الحقيقة العليا. وعلى الرغم من محاولته إخضاع العلم والعقل للوحي والدين فإنه يمجد العقل ويرى فيه - كما جاء في كتابه إحياء علوم الدين - منبع العلم ومطلعه وأساسه, وإن العلم يجري منه مجرى الثمرة من الشجرة والنور من الشمس. وقد أثار قراءة كتابه إحياء علوم الدين في بلاد المغرب موجة من الغضب عند المرابطين, ذلك أن الغزالي قد فضح في كتابه نزعات الفقهاء في دراساتهم والفقهية وحرصهم على الدنيا وطمعهم في الحصول على المناصب الرفيعة وحسدهم للعلماء والزهاد, ولم يكن العلم في نظر الغزالي حرفة كالحرف أو مهنة دنيوية تعود على صاحبها بالربح العاجل وإنما هو (عبادة القلب وصلاة السر وقربة الباطن إلى الله تعالى) فاتخذ الفقهاء قرارا أملوه على السلطان علي بن يوسف بن تاشقين سنة 503 هـ يقضي بإحراق كتب الغزالي في جميع أنحاء دولة المرابطين, وكان من الطبيعي أن يثور","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"أهل المغرب على هذا التصرف فانبثقت منه ثورة المهدي بن تومرت. له شعر يعبر فيه عما في نفسه منه قوله:\rتركت هوى ليلى وسعدى بمعزل\rوعدت إلى تصحيح أول منزل\rونادت بي الأشواق مهلا فهذه\rمنازل من تهوى رويدك فانزل\rغزلت لهم غزلا دقيقا فلم أجد\rلغزلي نساجا فكسرت مغزلي\r> Muhib Salaf Soleh\rSebagian keistimewaan imam ghozali dan kitab kitabnya. Beliau adalah mujadid agama pada abad ke 5 dan ini telah di sepakati oleh para ulama. Perbedaan antara ulama dunia dan ulama akhirat adalah kepada kecintaannya pada imam gozali, maka barang siapa yang mencintainya maka dia termasuk ulama akhirat dan barang siapa membenci beliau maka dia termasuk ulama dunia.\rSeandainya Allah mengutus lagi seorang nabi setelah rasulullah maka Allah akan mengutus imam ghozali menjadi seorang nabi dan akan Allah jadikan mu'jizatnya pada kitab kitab nya, akan tetapi ini mustahil.\rAl imam al qutb abul hasan asy syadzili berkata : Barang siapa yang mempunyai hajat pada allah maka hendaklah dia bertawasul dg imam ghozali.\rAl imam al qutub al habib abdullah al idrus Berkata : telah bersepakat para ulama arifin bahwasanya tidak ada sesuatu apapun yg lebih bermanfaat untuk hati dan lebih bisa mendekatkan kepada keridoan allah ,\rDari mengikuti imam ghozali dan mencintai kitab kitabnya. Beliau juga berkata : Seandainya allah bangkitkan orang orang yg telah meninggal maka mereka benar benar akan berwasiat kepada orang yg hidup atas apa yg ada di kitab ihya al imam ghozali.\rالمنهج السوي ص 418.\rو لم يختلف النقل أنه المجدد للدين على رأس المئة الخامسة من السنين.\rالفوائد المختارة ص 490.","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"قال بعضهم : الفرق بين علماء الدنيا و الآخرة محبة الغزالي فمن أحبه فهو من علماء الآخرة و من أبغضه فهو من علماء الدنياء .\rالمنهج السوي ص 418.\rقال بعضهم : لو بعث الله نبيا بعد نبينا محمد صلى الله عليه و سلم لبعث الإمام الغزالي و بكانت مؤجزته في كتبه أي لو جاز ذلك و لكنه غير جائز.\rو كان الشيخ أبو الحسن الشاذلي رضي الله عنه يقول لأصحابه : من كانت له إلى الله حاجة فليتوسل بالإمام الغزالي رضي الله عنه.\rقال الشيخ القطب عبد الله العيدروس نفع الله به : أجمع العلماء العارفين بالله على أنه لا شيء أنفع للقلب و أقرب إلى رضا الله من متابعة الغزالي و محبة كتبه.\rشرح العينية ص 92.\rقال سيدنا القطب عبد الله بن أبي بكر العيدروس : لو بعث الله الموتى لما أوصوا الأحياء إلا بما في الإحياء. و الله أعلم.\rARTIKEL TERKAIT BIOGRAFI IMAM GHOZALI :\r1178. KITAB-KITAB KARANGAN IMAM AL-GHOZALI\r3432. ARTI NAMA AL GHAZALI\rWallohu A'lam [Rz]\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/940659405956868/\rwww.fb.com/notes/941169049239237\r4096. KISAH RATU BILQIS ISTRI NABI SULAIMAN AS\rPERTANYAAN :\r> Thukang Mhacul\rAssalaamuAlaikum. Izin bertanya lagi, Ratu Bilqis itu Manusia apa Jin ? lalu kapan wafat nya ? jika ada sumber rujukan nya dari kitab apa?\rJAWABAN\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam, Ratu Bilqis bisa dikatakan setengah jin dan setengah manusia, karena salah seorang orang tuanya adalah jin, yaitu ibunya. Lihat Kitab Durrul Mantsur, Tafsiran Surat An-Naml ayat 23\rأخرج ابن جرير وأبو الشيخ في العظمة وابن مردويه وابن عساكر عن أبي هريرة قال: قال رسول الله : \" إحدى أبوي بلقيس كان جنّيًا \" .\rوأخرج ابن أبي شيبه وابن المنذر عن مجاهد قال: صاحبة سبأ كانت أمها جنّية .","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"وأخرج الحكيم الترمذي وابن مردويه عن عثمان بن حاضر قال : كانت أم بلقيس امرأة من الجن ، يُقال لها بلقمة بنت شيصان .\r- Kitab Ahkamul Qur'an Li Ibnil Arobi 3/1444 :\rقال علماؤنا : هي بلقيس بنت شرحبيل ملكة سبأ ، وأمها جنّية بني أربعين ملكًا . وهذا أمر ينكره الملحدون ويقولون : إن الجن لا يأكلون ولا يلدون ، وهم في ذلك كاذبون .\rذلك صحيح ونكاحهم مع الجن جائز عقلاً . فإن صحّ نقلاً فبها ونعمت ، وإلا بقينا على أصل الجواز العقلي\rKisahnya: Ayah bilqis adalah seorang raja besar dan dia tidak mau menikah dengan orang yaman, kemudian dia menikah dengan jin yang bernama Roihanah binti Sakan, kemudian dari perkawinannya lahirlah seorang perempuan yang bernama Talqomah yaitu Bilqis. Ada riwayat hadits nabi bahwa salah seorang ortunya bilqis adalah jin, tapi hadis ini dhoif. Wallohu A'lam (Rz)\r- Kitab Al Bidayah Wan Nihayah, Juz 2 tentang kisah sulaiman ma'a dawud 'alaihimas salaam\rوكان أبوها من أكابر الملوك ، وكان يأبى أن يتزوّج من أهل اليمن ، فيقال : إنه تزوّج بامرأة من الجن ، إسمها ريحانة بنت السكن ، فولدت له هذه المرأة ، وإسمها تلقمة ، ويقال لها بلقيس . وقد روى الثعلبي من طريق سعيد بن بشير عن قتادة، عن النضر بن أنس، عن بشير بن نهيك ، عن أبي هريرة ، عن النبي أنه قال : \" كان أحد أبوي بلقيس جنيًّا \" . وهذا حديث غريب ، وفي سنده ضعف\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/941717425851066/\rwww.fb.com/notes/942420409114101\r4108. ISTERI DAN KETURUNAN NABI YUSUF 'ALAIHISSALAAM\rPERTANYAAN :\r> Kecapi Warung Araq\rAssalamu'alaikum. Saya mau bertanya tentang riwayat, Apakah nabi Yusuf AS menikah dan mempunyai keturunan ?\rJAWABAN :\r> Wong Gendeng","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"Waalaikum Salam Wr Wb. Nabi Yusuf punya keturunan dari Istri pertama Yang bernama Assinath\rمنسى وإفرايم\rManassa dan Afrayim\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Nabi yusuf menikah dengan Ro'il/zulaikho, mempunyai dua anak yang bernama ifroim dan mansya.Ifroim mempunyai putra bernama Nun, dan Nun punya putra Yusa' temannya Nabi Musa. Sedangkan mansya mempunyai putra bernama musa, sebelum musa bin imron. Wallohu A'lam (Rz)\r- Kitab Al-Kamil Fi al-Tarikh (1/131)\rثم إن الملك الريان زوج يوسف راعيل امرأة سيده ، فلما دخل بها قال : أليس هذا خيرا مما كنت تريدين ؟ فقالت : أيها الصديق لا تلمني فإني كنت امرأة حسناء جميلة في ملك ودنيا وكان صاحبي لا يأتي النساء وكنت كما جعلك الله في حسنك فغلبتني نفسي . ووجدها بكرا ، فولدت له ولدين إفرائيم ومنشا\rالي ان قال\rوولد يوسف إفرائيم ومنشى ، فولد لإفرائيم نون ، ولنون يوشع فتى موسى ، وولد لمنشى موسى ، قبل موسى بن عمران ، وزعم أهل التوراة أنهموسى الخضر ، وولد له رحمة امرأة أيوب في قول .\rBaca Artikel Terkait :\r2963. CUCU NABI YUSUF YANG MENIKAH DENGAN SEORANG NABI\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/941904642499011/\rwww.fb.com/notes/943721348984007\r4122. KISAH UZAIR YANG TERTIDUR SELAMA 100 TAHUN\rPERTANYAAN :\r> Masruroh Fatkholla\rA???l?m?'?l?ik?m ??r?hm?t?ll?hi ??b?r?k?t?h?. Kisah Uzair yang Tertidur Selama 100 Tahun \"Bukti Kekuasaan Allah\". Para kyai Almukarrom, benarkah kisah ini ? Mohon sundulin kisah lengkapnya. Jazakumullah khairan.\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Dalam Surat Al Baqarah Ayat 259 Allah berfirman :","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"( أو كالذي مر على قرية وهي خاوية على عروشها قال أنى يحيي هذه الله بعد موتها فأماته الله مائة عام ثم بعثه قال كم لبثت قال لبثت يوما أو بعض يوم قال بل لبثت مائة عام فانظر إلى طعامك وشرابك لم يتسنه وانظر إلى حمارك ولنجعلك آية للناس وانظر إلى العظام كيف ننشزها ثم نكسوها لحما فلما تبين له قال أعلم أن الله على كل شيء قدير ( 259 )\rArtinya : Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: \"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?\" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: \"Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?\" Ia menjawab: \"Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.\" Allah berfirman: \"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.\" Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: \"Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.\"\rKeterangan Dalam Tafsir Ibnu Katsir","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"Berhubungan dengan ayat sebelumnya 258, maka ayat 259, menurut Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib , ia berkata : \"Ia adalah Uzair\". Pendapat ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Abbas, al-Hasan, Qatadah, as-Suddi, dan Sulaiman bin Buraidah. Pendapat inilah yang mahsyur. Dan negeri yang dimaksud adalah BAITUL MAQDIS. Ia melintasi negeri itu setelah dihancurkan dan dibunuh penduduknya oleh Raja Bukhtanashar.\rKalimat :\r\"وَهِيَ خَاوِيَةٌ\"\rYang temboknya roboh menutupi atapnya\", maksudnya tidak ada seorang pun di sana.\rSedangkan firman Allah Ta'ala :\rعَلَى عُرُوشِهَا\r\"Yang temboknya telah roboh menutupi atapnya artinya bangunan itu sudah runtuh dan temboknya telah roboh ke lantainya. Maka orang itu berdiri seraya berfikir tentang kejadian yang menimpa negeri itu beserta penduduknya, padahal sebelumnya negeri itu dipenuhi oleh bangunan-bangunan yang megah.\rIa pun berkata :\rأَنَّىَ يُحْيِي هََذِهِ اللّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا\r\"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?\" , perkataan itu ia ucapkan setelah menyaksikan kerusakan dan kehancuran perkataan yang sangat parah serta tidak mungkin bisa kembali ramai seperti sediakala.\rMaka Allah Ta'ala berfirman :\rفَأَمَاتَهُ اللّهُ مِئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ\rMaka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.\", Allah berfirman \"Aku membangun kembali negeri itu setelah 70 tahun berlalu dari kematiannya, penduduknya berkumpul kembali dan Bani Israel telah kembali ke negeri tersebut. , ketika Allah membangkitkannya dari kematian.","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"Yang pertama kali dihidupkan Allah adalah kedua matanya, sehingga ia dapat melihat ciptaan Allah, bagaimana Dia menghidupkan kembali badannya, maka setelah ia hidup sempurna, Allah melalui Malaikat Nya bertanya :\rKalimah :\r\"كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ\"\rArtinya : \"Berapa lama kamu tinggal disini ?\" Ia menjawab: \"Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.\" , yang demikian itu disebabkan kematiannya terjadi pada permulaan siang hari, kemudian ALlah Ta'ala membangkitkannya setelah seratus tahun pada akhir siang hari. Ketika ia melihat matahari masih bersinar, ia menyangka itu adalah matahari yang sama pada hari kematiannya., sehingga ia mengatakan \"atau setengah hari\".\rAllah berfirman :\rقَالَ بَل لَّبِثْتَ مِئَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ\r\"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah\rوَانظُرْ إِلَى حِمَارِكَ\rdan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); , maksudnya bagaimana Allah Ta'ala menghidupkan sedang engkau memperhatikan.\rKalimat :\r\"وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ\"\rArtinya: \"Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Maksudnya adalah sebagai dalil yang menunjukkan adanya hari akhir.\rKalimat :\r\"وَانظُرْ إِلَى العِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا\"","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"Artinya : Dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali\", artinya Allah mengangkat nya lalu menyusunnya satu persatu dengan yang lainnya. Dalam kitabnya al-Mustadrak , al Hakim meriwayatkan dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit , dari ayahnya bahwa Rasulullah Muhammad salallahu' alaihiwassalam pernah membaca ayat\rكَيْفَ نُنشِزُهَا\rmembacanya dengan huruf \"dza\" kemudian ia mengatakan \"Hadits tersebut berisnad shahih\", akan tetapi tidak diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.\rKalimat :\r\"ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْماً\"\rArtinya : \"kemudian Kami membalutnya dengan daging.\" As-suddi dan ulama lainnya mengatakan'bahwa tulang belulang keledai orang itu berserakan di sekitarnya , baik di sebelah kanan maupun di sebelah kirinya. Kemudian ia memperhatikan tulang-tulang itu yang tampak jelas karena putihnya. Selanjutnya Allah Ta'ala mengirimkan angin untuk mengumpulkan kembali tulang dari segala tempat. Lalu Allah menyusunnya setiap tulang menjadi seekor keledai yang berdiri dengan tulang tanpa daging. Selanjutnya ALlah Ta'ala membungkusnya dengan daging, urat, pembuluh darah dan kulit. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh melalui kedua lubang hidung kedelai. Dan dengan izin Allah Azza Wajjala keledai itu bersuara. Semua peristiwa itu disaksikan oleh Uzair.\rKalimat :\r\"قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ\"","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"Artinya :\" Ia berkata \"AKu yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu\"artinya aku benar-benar mengetahui hal itu, aku telah menyaksikannya dengan kedua mataku. Dan aku adalah orang yang mengetahui hal itu daripada orang - orang lain se-zamanku. Wallohu A'lam (Rz)\r- Tafsir Ibnu Katsir :\r( أو كالذي مر على قرية وهي خاوية على عروشها قال أنى يحيي هذه الله بعد موتها فأماته الله مائة عام ثم بعثه قال كم لبثت قال لبثت يوما أو بعض يوم قال بل لبثت مائة عام فانظر إلى طعامك وشرابك لم يتسنه وانظر إلى حمارك ولنجعلك آية للناس وانظر إلى العظام كيف ننشزها ثم نكسوها لحما فلما تبين له قال أعلم أن الله على كل شيء قدير ( 259 ) )\rتقدم قوله تعالى : ( ألم تر إلى الذي حاج إبراهيم في ربه [ أن آتاه الله الملك ] ) وهو في قوة قوله : هل رأيت مثل الذي حاج إبراهيم في ربه ؟ ولهذا عطف عليه بقوله : ( أو كالذي مر على قرية وهي خاوية على عروشها ) اختلفوا في هذا المار من هو ؟ فروى ابن أبي حاتم عن عصام بن رواد عن آدم بن أبي إياس عن إسرائيل عن أبي إسحاق عن ناجية بن كعب عن علي بن أبي طالب أنه قال : هو عزير .\rورواه ابن جرير عن ناجية نفسه . وحكاه ابن جرير وابن أبي حاتم عن ابن عباس والحسن وقتادة والسدي وسليمان بن بريدة وهذا القول هو المشهور .\rوقال وهب بن منبه وعبد الله بن عبيد بن عمير : هو أرميا بن حلقيا . قال محمد بن إسحاق ; عمن لا يتهم عن وهب بن منبه أنه قال : وهو اسم الخضر عليه السلام .\rوقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبي قال : سمعت سليمان بن محمد اليساري الجاري من أهل الجار ، ابن عم مطر فقال : سمعت رجلا من أهل الشام يقول : إن الذي أماته الله مائة عام ثم بعثه اسمه : حزقيل بن بورا . وقال مجاهد بن جبر : هو رجل من بني إسرائيل . [ ص: 688 ]","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"[ وذكر غير واحد أنه مات وهو ابن أربعين سنة ; فبعثه الله وهو كذلك ، وكان له ابن فبلغ من السن مائة وعشرين سنة ، وبلغ ابن ابنه تسعين وكان الجد شابا وابنه وابن ابنه شيخان كبيران قد بلغا الهرم ، وأنشدني به بعض الشعراء : واسود رأس شاب من قبل ابنه ومن قبله ابن ابنه فهو أكبر يرى أنه شيخا يدب على عصا\rولحيته سوداء والرأس أشعر وما لابنه حبل ولا فضل قوة يقوم كما يمشي الصغير فيعثر وعمر ابنه أربعون أمرها ولابن ابنه في الناس تسعين غبر\rوأما القرية : فالمشهور أنها بيت المقدس مر عليها بعد تخريب بختنصر لها وقتل أهلها . ( وهي خاوية ) أي : ليس فيها أحد من قولهم : خوت الدار تخوي خواء وخويا .","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"وقوله : ( على عروشها ) أي : ساقطة سقوفها وجدرانها على عرصاتها ، فوقف متفكرا فيما آل أمرها إليه بعد العمارة العظيمة وقال : ( أنى يحيي هذه الله بعد موتها ) وذلك لما رأى من دثورها وشدة خرابها وبعدها عن العود إلى ما كانت عليه . قال الله تعالى : ( فأماته الله مائة عام ثم بعثه ) قال : وعمرت البلدة بعد مضي سبعين سنة من موته وتكامل ساكنوها وتراجعت بنو إسرائيل إليها . فلما بعثه الله عز وجل بعد موته كان أول شيء أحيا الله فيه عينيه لينظر بهما إلى صنع الله فيه كيف يحيي بدنه ؟ فلما استقل سويا قال الله له أي بواسطة الملك : ( كم لبثت قال لبثت يوما أو بعض يوم ) قالوا : وذلك أنه مات أول النهار ثم بعثه الله في آخر نهار ، فلما رأى الشمس باقية ظن أنها شمس ذلك اليوم فقال : ( أو بعض يوم قال بل لبثت مائة عام فانظر إلى طعامك وشرابك لم يتسنه ) وذلك : أنه كان معه فيما ذكر عنب وتين وعصير فوجده كما فقده لم يتغير منه شيء ، لا العصير استحال ولا التين حمض ولا أنتن ولا العنب تعفن ( وانظر إلى حمارك ) أي : كيف يحييه الله عز وجل وأنت تنظر ( ولنجعلك آية للناس ) أي : دليلا على المعاد ( وانظر إلى العظام كيف ننشزها ) أي : نرفعها فتركب بعضها على بعض .\rوقد روى الحاكم في مستدركه من حديث نافع بن أبي نعيم عن إسماعيل بن أبي حكيم عن خارجة بن زيد بن ثابت عن أبيه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ : ( كيف ننشزها ) بالزاي ثم قال : صحيح الإسناد ولم يخرجاه .\rوقرئ : ( ننشرها ) أي : نحييها قاله مجاهد ( ثم نكسوها لحما ) .","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"وقال السدي وغيره : تفرقت عظام حماره حوله يمينا ويسارا فنظر إليها وهي تلوح من بياضها فبعث الله ريحا فجمعتها من كل موضع من تلك المحلة ، ثم ركب كل عظم في موضعه حتى صار حمارا قائما من عظام لا لحم عليها ثم كساها الله لحما وعصبا وعروقا وجلدا ، وبعث الله ملكا فنفخ في منخري الحمار فنهق ، كله بإذن الله عز وجل وذلك كله بمرأى من العزير ، فعند ذلك لما تبين له هذا كله ( قال أعلم أن الله على كل شيء قدير ) أي : أنا عالم بهذا وقد رأيته عيانا فأنا أعلم أهل زماني بذلك ، وقرأ آخرون : \" قال اعلم \" على أنه أمر له بالعلم .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/943725725650236/\rwww.fb.com/notes/944670405555768\r4147. SAHABAT NABI SAW YANG MENDAPAT GELAR SAYYIDU SYUHADA\rPERTANYAAN :\r> Hasan Efendi\rAssalamu'alaikum. Kenapa paman nabi Muhammad saw, Hamzah bin Abdul Mutholib rodhiyallohu 'anhuma dijuluki sayyidussuhada ?\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam. Karena Rasulullah sendirilah yang memberikan laqob tersebut\rروى الحاكم في المستدرك عن جابر بن عبد الله عن النبي \" صلى الله عليه وسلم \" قال \" سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب \" والحديث حسن بمجموع طرقه. و الله أعلم\r> Mas Hamzah\rIdem dengan kang muhib, Itu adalah julukan yang diberikan oleh rasululloh shollallohu alaihi wasallam. Wallohu A'lam\r- Kitab Fathul Bary\rقوله : ( قتل حمزة بن عبد المطلب رضي الله عنه ) كذا لأبي ذر ، ولغيره \" باب قتل حمزة \" فقط ، وللنسفي \" قتل حمزة سيد الشهداء \" وهذا اللفظ قد ثبت في حديث مرفوع أخرجه الطبراني من طريق الأصبغ بن نباتة عن علي قال : \" قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب .\rBaca juga dokument 4148. PEMBUNUH SAYIDINA HAMZAH BIN ABDUL MUTHOLIB R.A\rLINK ASAL :","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/946303838725758/\r4148. INILAH PEMAKAN HATI SAYIDINA HAMZAH BIN ABDUL MUTHOLIB\rPERTANYAAN :\r> Masruroh Fatkholla\rAssalamu'alaikum. Siapakah nama wanita yang memakan hati sayyidina Hamzah pada perang uhud ? Jazaakumullah khairon yai atas jawabannya\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam. Dia adalah Hindun binti utbah. Ibnu Atsir berkata dalam kitab ‘Usud al Ghabah”, Dalam perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy, sampai pada suatu saat dia tergelincir sehingga ia terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan dirobek perutnya . lalu hatinya dikeluarkan oleh Hindun kemudian dikunyahnya hati Hamzah tetapi tidak tertelan dan segera dimuntahkannya.\rKetika Rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib, Dia sangat marah dan Allah menurunkan firmannya ,” Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Qs; an Nahl 126) Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq di dalam kitab,” Sirah Ibnu Ishaq” dari Abdurahman bin Auf bahwa Ummayyah bin Khalaf berkata kepadanya, \"Siapakah salah seorang pasukan kalian yang dadanya dihias dengan bulu bulu itu?\", aku menjawab “Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib”. Lalu Umayyah dberkata Dialah yang membuat kekalahan kepada kami”. Wallohu A'lam\rhttp://id.wikipedia.org/wiki/Hamzah_bin_Abdul-Muththalib\r- Usdul ghobah Ibni atsir :","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"وشهد أحدًا ، فقتل بها يَوْم السبت النصف من شوال ، وكان قتل من المشركين قبل أن يقتل واحدًا وثلاثين نفسًا ، منهم : سباع الخزاعي ، قال له حمزة : هلم إلي يا ابن مقطعة البظور ، وكانت أمه ختانة ، فقتله.\rقال ابن إِسْحَاق : كان حمزة يقاتل يومئذ بسيفين ، فقال قائل : أي أسد هو حمزة ، فبينما هو كذلك إذ عثر عثرة وقع منها عَلَى ظهره ، فانكشف الدرع عن بطنه ، فزرقه وحشي الحبشي ، مولى جبير بْن مطعم ، بحربة فقتله.\rومثل به المشركون ، وبجميع قتلى المسلمين إلا حنظلة بْن أَبِي عامر الراهب ، فإن أباه كان مع المشركين فتركوه لأجله ، وجعل نساء المشركين : هند وصواحباتها يجدعن أنف المسلمين وآذانهم ويبقرون بطونهم ، وبقرت هند بطن حمزة رضي اللَّه عنه فأخرجت كبده ، فجعلت تلوكها فلم تسغها فلفظتها ، فقال النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" لو دخل بطنها لم تمسها النار \"\rفلما شهده النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشتد وجده عليه ، وقال : \" لئن ظفرت لأمثلن بسبعين منهم \" ، فأنزل اللَّه سبحانه وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرينَ وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلا بِاللَّهِ سورة النحل آية 126 - 127 .\rوروى أَبُو هريرة قال : وقف رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حمزة ، وقد مثل به ، فلم ير منظرًا كان أوجع لقلبه منه فقال : رحمك اللَّه ، أي عم ، فلقد كنت وصولًا للرحم فعولًا للخيرات.\r- Isti'ab Ibni abdil Barr :\rوكان قد مثل به قَالَ ابن جريج : مثل الكفار يوم أحد بقتلى المسلمين كلهم إلا حنظلة بن الراهب ، لأن أبا عامر الراهب كان يومئذ مع أبي سفيان ، فتركوا حنظلة لذلك","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"وقال كثير بن زيد ، عن المطلب ، عن حنطب : لما كان يوم أحد جعلت هند بنت عتبة النساء معها يجدعن أنوف المسلمين ، ويبقرن بطونهم ، ويقطعن الآذان إلا حنظلة ، فان أباه كان من المشركين ، وبقرت هند عن بطن حمزة فأخرجت كبدة ، وجعلت تلوك كبده ، ثم لفظته ، فقال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : \" لو دخل بطنها لم تدخل النار\rBaca juga dokument terkait 4147. SAHABAT NABI SAW YANG MENDAPAT GELAR SAYYIDU SYUHADA\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/947212548634887/\rwww.fb.com/notes/948831995139609\r4178. RO'IL ADALAH NAMA LAIN DARI ZULAIKHO\rPERTANYAAN :\r> Syams\rAssalamu'alaikum. Sebenarnya istri nabi Yusuf itu siapa ya?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Berikut keterangan dalam Tafsir Qurthuby :\rوروى مقاتل أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ( لو أن يوسف قال إني حفيظ عليم إن شاء الله لملك في وقته ) . ثم مات إطفير فزوجه الوليد بزوجة إطفير راعيل، فدخل بها يوسف فوجدها عذراء، وولدت له ولدين: إفراثيم ومنشا، ابني يوسف، ومن زعم أنها زليخاء قال: لم يتزوجها يوسف، وأنها لما رأته في موكبه بكت، ثم قالت: الحمد لله الذي جعل الملوك عبيدا بالمعصية، والحمد لله الذي جعل العبيد بالطاعة ملوكا، فضمها إليه، فكانت من عياله حتى ماتت عنده، ولم يتزوجها؛ ذكره الماوردي؛ وهو خلاف ما تقدم عن وهب، وذكره الثعلبي؛ فالله أعلم.","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"Dikatakan bahwa Nabi yusuf menikah dengan RO'IL dan tidak menikah dengan ZALIKHO sebagaimana penuturan Al mawawrdi. Keterangan tersebut bertentangan dengan penjelasan sebelumnya,yaitu keterangan dari wahb dan tsa'labi. Dalam kitab tafsir lainnya,di terangkan bahwa RO'IL adalah nama lain dari ZALIKHO. Dalam kitab kitab arab dinamakan Zalikho,sedangkan orang yahudi menamainya Ro'il. Jadi kalau Nabi Yusuf diterangkan menikah dengan RO'IL maka sama saja menikah dengan ZALIKHO.\r- Kitab Tafsir At Tahrir Wat Tanwir (13/245) :\rوامرأته تسمى في كتب العرب ( زليخا ) بفتح الزاي وكسر اللام وقصر آخره وسماها اليهود راعيل\r- Kitab Tafsir Al Baghowy (4/225) :\r( وقال الذي اشتراه من مصر لامرأته ) واسمها : راعيل وقيل : زليخا\r- Kitab Tafsir Al Kabir (88) :\rوقالوا : اسم تلك المرأة زليخا ، وقيل راعيل\r- Kitab Tafsir Ibnu Katsir (4/378) :\rواسم امرأته راعيل بنت رعائيل . وقال غيره : اسمها زليخا\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam. Diriwayatkan bahwasanya ketika zulaikho telah beriman dan nabi yusuf pun menikahinya,dia (zulaikho) menjadi seorang ahli ibadah yang cintanya hanya kepada allah dan suatu ketika nabi yusuf memintanya untuk berhubungan maka ia tunda sampai siang dan bila mana nabi yusuf memintanya kembali dia tunda lagi hingga malam,lalu zulaikho berkata : dulu aku sangat mencintai mu sebelum aku mengenal allah tapi setelah aku mengenalnya sungguh cintaku sangat besar pada-Nya. Lalu nabi yusuf pun menjawab : \"wahai zulaikho sesungguhnya allah mewahyukan padaku dan mentakdirkan bahwa akan keluar dari rahimmu 2 (dua) anak yang keduanya akan menjadi nabi\". Wallohu a'lam","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"إحياء علوم الدين ج 4 ص 331\rروي أن زليخا لما آمنت وتزوج بها يوسف عليه الس?م انفردت عنه وتخلت للعبادة وانقطعت إلى الله تعالى فكان يدعوها إلى فراشه نهارا فتدافعه إلى الليل فإذا دعاها لي? سوفت به إلى النهار وقالت: يا يوسف إنما كنت أحبك قبل أن أعرفه فأما إذ عرفته فما أبقت محبته محبة لسواه وما أريد به بد? حتى قال لها إن الله جل ذكره أمرني بذلك وأخبرني أنه مخرج منك ولدين وجاعلهما نبيين فقالت: أما إذا كان الله تعالى أمرك بذلك وجعلني طريقا إليه فطاعة ?مر الله تعالى فعندها سكنت إليه. و الله أعلم\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/948687321820743/\rwww.fb.com/notes/952819631407512\r4190. ANTARA KA'BAH DAN NABI SULAIMAN ALAIHIS SALAAM\rPERTANYAAN :\r> Amiruzzaman Azzamani\rNumpang nanya..... Assalamualaikum w.b.r. k. Tanya pada saat nabi sulaiman berjalan menaiki permadani bersama rombongannya, Nabi Sulaiman melewati kota Mekkah dan nabi sulaiman tidak mampir ke ka'bah. Pertanyaan:\r1. Sejak kapan ka'bah itu ada?\r2. Keterangan seperti di atas ada dimana? Mohon disertakan dengn ibarohnya..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh.\rJawaban nomor 1. ka'bah itu ada sejak sebelum adanya manusia, lihat kitab tafsir al qurtuby (4/130) :\rقال علي بن أبي طالب - رضي الله عنه - : أمر الله تعالى الملائكة ببناء بيت في الأرض وأن يطوفوا به ; وكان هذا قبل خلق آدم ، ثم إن آدم بنى منه ما بنى وطاف به ، ثم الأنبياء بعده ، ثم استتم بناءه إبراهيم عليه السلام .","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"Sahabat Ali bin abu talib rodhiyallohu anhu berkata :\" Allah ta'ala memerintahkan kepada malaikat utk membangun baitulloh di bumi dan memerintahkan malaikat untuk bertowaf dengannya, hal ini adanya sebelum penciptaan nabi adam, kemudian nabi adam membangunnya lagi dan towaf dengannya, kemudian para nabi, kemudian nabi ibrahim alaihis salam menyempurnakan bangunannya. \"\r> Muhib Salaf Soleh\rJawaban nomor 2 :\rحَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ\rHingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari;Surah An-Naml (27:18)\rJadi ketika nabi sulaiman sampai ke mekah beliau melihat di sekitar ka'bah banyak berhala berhala , kemudian beliau hanya melewatinya dan tidak singgah untuk solat di ka'bah, maka menangislah ka'bah karena sedih mengapa nabi sulaiman tidak singgah padanya, kemudian allah mewahyukan pada ka'bah, mengapa engkau menangis ? ka'bah menjawab : Ya allah telah lewat padaku seorang nabi akan tetapi ia tidak singgah dulu padaku. Maka allah pun menjawab : jangan lah engkau menangis kelak akan kupenuhi engkau dengan orang-orang yg bersujud padaku dan akan kujadikan nabi terakhir nabi yg paling aku cintai diutus di sekitarmu. Wallohu a'lam bis showab (NN)\rتفسير الخازن ج 3 ص 340.","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"قوله عز وجل (حتى إذا أتوا على واد النمل) أي أشرفوا على وادي النمل روي عن كعب ا?حبار قال: كان سليمان إذا ركب حمل أهله وخدمه وحشمه، وقد اتخذ مطابخ ومخابز فيها تنانير الحديد والقدور العظام تسع كل قدر عشرة من ا?بل، فيطبخ الطباخون ويخبز الخبازون وهو بين السماء وا?رض واتخذ ميادين للدواب فتجري بين يديه والريح تهوي به فسار من إصطخر يريد اليمن فسلك على مدينة الرسول صلى الله عليه وسلم فقال سليمان:\rهذه دار هجرة نبي يكون في آخر الزمان طوبى لمن آمن به، وطوبى لمن اتبعه. ولما وصل مكة رأى حول البيت، أصناما تعبد فجاوزه سليمان فلما جاوزه بكى البيت ،\rفأوحى الله إليه ما يبكيك قال يا رب أبكاني هذا نبي من أنبيائك ومعه قوم من أوليائك مروا علي، ولم يهبطوا ولم يصلوا عندي وا?صنام تعبد حولي من دونك\rفأوحى الله إليه ? تبك، فإني سوف أملؤك وجوها سجدا وأنزل فيك قرآنا جديدا، وأبعث منك نبيا في آخر الزمان أحب أنبيائي إلي، وأجعل فيك عمارا من خلقي يعبدونني، وأفرض عليهم فريضة يزفون إليك زفيف النسر إلى وكرها ويحنون إليك حنين الناقة إلى ولدها والحمامة إلى بيضها، وأطهرك من ا?وثان وا?صنام والشيطان ثم مضى سليمان حتى مر بوادي السدير واد من الطائف فأتى على وادي النمل كذا قال كعب ا?حبار.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/938078059548336/\rwww.fb.com/notes/954335437922598\r4266. PERBEDAAN ULAMA' TENTANG NASABNYA NABI KHIDHIR\rPERTANYAAN :\r> Ikhlas\rSalam, minta nasab nya nabi khidir as yang sampai ke nabi adam as? penting buat saya, makasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"Wa alaikum salaam. Para ulama' berbeda pendapat mengenai nasabnya Nabi khidir, alhafidz ibnu asakir berkata bahwa Khidir adalah putranya Nabi Adam alaihis salaam. Menurut guru-gurunya syeh abu hatim as sijistani diantaranya adalah abu ubaidah bahwa khidhir adalah putranya qobil bin Adam alaihis sallam. Ibnu qutaibah dalam kitab al ma'arif menuturkan dari wahb bin munabbih bahwa nama khidir adalah balya atau iliya bin malkan bin faligh bin 'aabir bin syalikh bin arfakhsyadz bin sam bin Nuh alaihis salaam.\rIsmail bin abi uwais berkata bahwa telah sampai kepada beliau nama khidir adalah al ma'mar bin malik bin abdulloh bin nashr bin al azad. Dan yang lainnya berkata bahwa namanya adalah khodrun bin 'amyayil bin al yafis bin al'ish bin ishaq bin Ibrahim al kholil alaihis salaam. Ada yang berkata bahwa nama khidhir adalah armiya' bin chalqiya. Wallohu a'lam bis showab (NN)\r- kitab al bidyah wan nihayah imam ibnu katsir (2/243-244) :\rوقد اختلف في الخضر; في اسمه ، ونسبه ، ونبوته ، وحياته إلى الآن ، على أقوال سأذكرها لك هاهنا إن شاء الله وبحوله وقوته .","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"قال الحافظ ابن عساكر : يقال : إنه الخضر بن آدم ، عليه السلام ، لصلبه . ثم روى من طريق الدارقطني : حدثنا محمد بن الفتح القلانسي ، حدثناالعباس بن عبد الله الترقفي ، حدثنا رواد بن الجراح ، حدثنا مقاتل بن سليمان ، عن الضحاك ، عن ابن عباس قال : الخضر ابن آدم لصلبه ، ونسئ له في أجله حتى يكذب الدجال . وهذا منقطع وغريب .وقال أبو حاتم سهل بن محمد بن عثمان السجستاني : سمعت مشيختنا; منهم ، أبو عبيدة وغيره ، قالوا : إن أطول بني آدم عمرا الخضر ، واسمه : خضرون بن قابيل بن آدم . قال : وذكر ابن إسحاق أن آدم ، عليه السلام ، لما حضرته الوفاة ، أخبر بنيه أن الطوفان سيقع بالناس ، وأوصاهم إذا كان ذلك أن يحملوا جسده معهم في السفينة ، وأن يدفنوه في مكان عينه لهم . فلما كان الطوفان ، حملوه معهم ، فلما هبطوا إلى الأرض ، أمر نوح بنيه أن يذهبوا ببدنه فيدفنوه حيث أوصى ، فقالوا : إن الأرض ليس بها أنيس ، وعليها وحشة ، فحرضهم ، وحثهم على ذلك . وقال : إن آدم دعا لمن يلي دفنه بطول العمر ، فهابوا المسير إلى ذلك الموضع في ذلك الوقت ، فلم يزل جسده عندهم ، حتى كان الخضر هو الذي تولى دفنه ، وأنجز الله ما وعده ، فهو يحيى إلى ما شاء الله له أن يحيى . وذكر ابن قتيبة في \" المعارف \" ، عن وهب بن منبه ، أن اسم الخضر بليا . ويقال : إيليا بن ملكان بن فالغ بن عابر بن شالخ بن أرفخشذ بن سام بن نوح عليه السلام . وقال إسماعيل بن أبي أويس : اسم الخضر فيما بلغنا - والله أعلم - المعمر بن مالك بن عبد الله بن نصر بن الأزد . وقال غيره : هو خضرون بن عمياييل بن اليفز بن العيص بن إسحاق بن إبراهيم الخليل . ويقال : هو أرميا بن حلقيا . فالله أعلم\r> Abdullah Afif\rDalam kitab Taarikh Dimasyqa, lil hafizh Ibn Asakir juz 16 halaman 399 :","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"وذكر عن وهب بْن منبه : أن اسم الخضر بليا ، ويقال : إيليا بْن ملكان بْن فالغ بْن عابر بْن شالخ بْن أرفخشد بْن سام بْن نوح ، ويقال : أرميا بْن طنغا ، ويقال : إنه من الفرس ، ويقال : هو الخضر بْن ملكان بْن فالغ بْن عابر بْن شالخ بْن شاكم بْن أرفخشد بْن سام بْن نوح.\rوقال ابْن قتيبة : اسم الخضر بليا بْن ملكان بْن فالغ بْن عابر بْن شالخ بْن أرفخشد بْن سام بْن نوح\rNabi Khadhir Namanya Balya bin Malkan bin Falagh bin Abir bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh. Dalam kitab Tahqiqul Maqom, Hasyiyah Kifayatul Awam, karya syeikh Ibrahim al Bajuri halaman 211-212 : Nabi Nuh ‘alaihissalaam bin Laamak bin Mattuusyalkha (ada yang mengatakan beliau adalah Nabi Idris 'alaihissalaam) bin Khanuukh bin Yardaih bin Mahlaayiil bin Qainan bin Yaanasy bin Nabi Syits ‘alaihissalaam bin Nabi Adam ‘alaihissalaam.\rTambahan : Nabi Khadhir adalah IBN KHOOLAH (sepupu) Dzul Qarnain. Berikut kisah 'perburuan' MAA`UL HAYAT yang dilakukan oleh Dzul Qarnain dimana beliau mengajak Nabi Khadhir yang merupakan menterinya sekaligus sepupunya. Beliau melakukan atas petunjuk Malaikat yang bernama Riyafil yang merupakan kawannya. Beliau tidak mengutarakan tujuan kepergiannya kepada Nabi Khadhir. Namun yang berhasil menemukan MAA`UL HAYAAT malahan Nabi Khadhir. Dzul Qarnain mencari tempat terbitnya matahari hingga sampai ujung yang gelap selama 12 tahun. Beliau berjalan bersama Nabi Khadhir. Pada saat itu Nabi Khadhir melihat mata air di sebuah jurang dimana disitu ada air yang lebih putih dari salju, lebih manis dari madu. Beliaupun meminum, wudhu dan mandi dari mata air tsb........ dst","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"أما سبب حياة الخضر - عليه السلام - فهو أنه شرب من عين الحياة، وسبب شربه منها أن ذا القرنين كان عبداً صالحاً ملك ما بين المشرق والمغرب، وكان له خليل من الملائكة اسمه «رِيَافِيل» يأتي ذا القرنين ويزوره، فبينما هما يوماً يتحدثان قال ذو القرنين: يا ريافيل أخبرني كيف عبادتكم في السماء؟ فبكى وقال: يا ذا القرنين وما عبادتكم في الأرض عند عبادتنا في السماوات، من الملائكة من هو قائم أبداً، ومنهم الساجد لا يرفع رأسه أبداً، ومنهم الراكع لا يستوي قائما أبداً، ومنهم الواضع وجهه لا يجلس أبداً، ومنهم من يقولون: سبحان الملك القدوس رب الملائكة والروح، ربنا ما عبدناك حق عبادتك، فقال ريافيل: أو تحب ذلك؟ قال: نعم، قال: فإن لله عينا في الأرض تسمى عين الحياة، فمن شرب منها شربة لن يموت حتى يكون هو الذي يسأل الموت، فقال: يا ريافيل هل تعلمون بمحل تلك العين؟ فقال: لا غير أننا نتحدث في السماء أن لله ظلمة لم يطأها أنس ولا جن، فنحن نظن أن تلك العين في الظلمة، فجمع ذو القرنين الحكماء والعلماء وسألهم عنها، وفي أي جهة هي، فقال له عالم كبير: إنها عند قرن الشمس فسار ذو القرنين يطلب مطلع الشمس إلى أن بلغ طرف الظلمة ثنتي عشر سنة، فإذا هي ظلمة ليست بليل، تثور مثل الدخان، فسلك ذو القرنين الظلمة ومعه الخضر وكان وزيره وابن خالته، وأخفى ذو القرنين عليه أمره، فوقع الخضر بالعين في واد فإذا ماء أشد بياضاً من الثلج، وأحلى من العسل الشهد، فشرب وتوضأ اغتسل ولبس ثيابه، وصلى شكر الله تعالى - عز وجل -، وأخفى ذلك على ذى القرنين، وجاوزها ذو القرنين واستمر ذو القرنين أربعين يوماً وليلة، حتى جاوزها إلى ضوء ليس بضوء شمس ولا قمر، وأرض حمراء ورمل، ثم رجع ولم يقع بها.","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Sumber : Kitab Al Majaalis Al Wa'zhiyyah fii yarhi ahaadits Khairil Bariyyah, Syarh Shahih Bukhari, karya Syeikh Syamsuddin Muhammad bin Umar Assafiri Asysyaafi'i (wafat 956 H). Wallaahu A'lam\r> Moh Ilhamudin\rSilsilah nabi Khidhr :\r1.) Nabi Khidlir ( Barron )\r2.) Malkan\r3.) Qoli'\r4.) Arfahsyadz\r5.) Sam\r6.) N. Nuh AS ( Abd.Ghoffar / Yasykur)\r7.) Lamak\r8.) Matusyalkho\r9.) Khunukh ( N.Idris AS )\r10.) Yarid11.) Mahla'il\r12.) Qoinan\r13.) Anusy\r14.) Nabi Syits AS\r15.) Nabi Adam AS\rحاشيتا قليوبي وعميرة (1/ 401)\r(فَائِدَةٌ)الْخَضِرِنَبِيٌّ حَيٌّ إلَى آخِرِ الدَّهْرِ عِنْدَ جَمَاهِيرِالْعُلَمَاءِ، وَاسْمُهُ بَرَّانُ بْنُ مَلْكَانِ بْنِ قَالِعِ بْنِ ارْفَخْشَذَ بْنِ سَامِ بْنِ نُوحٍ، وَقِيلَ إلْيَاسُ حَيٌّ أَيْضًا وَاقِفٌ بِخُرَاسَانَ عِنْدَ سَدِّ يَأْجُوج\rو نقص عليكم اليوم قصة عظيمةلاول نبي على الارض وهو من اول العزم نوح عليه السلام هو نوح بن لامك بن متوشلخ بن خنوخ ، وهو إدريس بن يرد بن مهلائيل بن قينن بن أنوش بن شيث بن آدم أبي البشر عليه السلام\rhttp://islemmonamour.blogspot.in/2014/12/blog-post_35.html\r> Ghufron Bkl\rحاشية العلامة الصاوي على تفسير الجلالين\rالحاشية رقم: 1جمهور العلماء على أنه حي موجود بين أظهرنا ، وذلك متفق عليه عند الصوفية ، وأهل الصلاح والمعرفة ، وحكاياتهم في رؤيته والاجتماع به والأخذ عنه وسؤاله وجوابه ووجوده في المواضع الشريفة ومواطن الخير أكثر من أن يحصر ، وأشهر من أن يستر .","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"قال الشيخ أبو عمرو بن الصلاح هو حي عند جماهير العلماء والصالحين . والعامة معهم في ذلك . قال : وإنما شذ بإنكاره بعض المحدثين قال الحبري المفسر وأبو عمرو : هو نبي . واختلفوا في كونه مرسلا . وقال القشيري وكثيرون : هو ولي وحكى الماوردي في تفسيره ثلاثة أقوال : أحدها نبي ، والثاني ولي ، والثالث أنه من الملائكة وهذا غريب باطل .\rقال المازري : اختلف العلماء في الخضر هل هو نبي أو ولي ؟ قال : واحتج من قال بنبوته بقوله : وما فعلته عن أمري فدل على أنه نبي أوحي إليه ، وبأنه أعلم من موسى ، ويبعد [ ص: 519 ] أن يكون ولي أعلم من نبي . وأجاب الآخرون بأنه يجوز أن يكون قد أوحى الله إلى نبي في ذلك العصر أن يأمر الخضر بذلك .\rوقال الثعلبي المفسر : الخضر نبي معمر على جميع الأقوال ، محجوب عن الأبصار ، يعني عن أبصار أكثر الناس . قال : وقيل : إنه لا يموت إلا في آخر الزمان حين يرفع القرآن ، وذكر الثعلبي ثلاثة أقوال في أن الخضر كان من زمن إبراهيم الخليل صلى الله عليه وسلم أم بعده بقليل أم بكثير .\rكنية الخضر أبو العباس ، واسمه ( بليا ) بموحدة مفتوحة ثم لام ساكنة ثم مثناة تحت ، ابن ( ملكان ) بفتح الميم وإسكان اللام ، وقيل : ( كليان ) . قال ابن قتيبة في المعارف : قال وهب بن منبه : اسم الخضر ( بليا بن ملكان بن فالغ بن عابر بن شالخ بن أرفخشد بن سام بن نوح ) . قالوا : وكان أبوه من الملوك .\rواختلفوا في لقبه الخضر ، فقال الأكثرون : لأنه جلس على فروة بيضاء ، فصارت خضراء ، والفروة وجه الأرض . وقيل : لأنه كان إذا صلى اخضر ما حوله والصواب الأول ، فقد صح في البخاري عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : \" إنما سمي الخضر لأنه جلس على فروة فإذا هي تهتز من خلفه خضراء \" وبسطت أحواله في تهذيب الأسماء واللغات والله أعلم .","part":1,"page":223},{"id":224,"text":")قوله الخضر ) بفتح الخاء مع كسر الضاد أو سكونها وبكسر الخاء مع سكون الضاد ففيه ثلاث لغات وهذا لقبه واسمه بليا بفتح الباء وسكون اللام بعدها ياء تحتية آخره ألف مقصورة ومعناه بالعربية أحمد بن ملكان وكنيته أبو العباس قال بعض العارفين : من عرف اسمه واسم ابيه وكنيته ولقبه مات على الإسلام ولقب بالخضر لأنه جلس على الأرض فاخضرت تحته وقيل لأنه كان إذا صلى اخضر ما حوله وهو من نسل نوح وكان أبوه من الملوك، قوله نبوة في قول أى وقد صححه جامعة والجمهور على أنه حي إلى يوم القيامة لشربه من ماء الحياة يجتمع به خواص الأولياء ويأخذون عنه.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/955074671182008/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/965819333440875\r4278. TENTANG NABI ISA, NABI ILYAS DAN NABI KHIDHIR ALAIHIMUS SALAAM\rPERTANYAAN :\r> Ikhlas\rSalam.. Nabi 'isya penguasa langit..Nabi ilyas penguasa daratan dan Nabi khidir penguasa lautan..bener ga?\rJAWABAN :\r> Af-idahtus Sholihah\rWa'alaykumussalaam...wr.wb. Tersebut dalam Musnad Abu Usamah : “Nabi Khidhir di samudra dan Nabi Ilyas di daratan, mereka bertemu tiap malam di samping tembok yang dibuat Dzul Qarnain.” ( Lihat Syawahid al-Haq hlm. 200 tentang 4 hadits yang dibawakan Ibnul Jauzi).\rAl-Hafizh al-Munawi mengatakan bahwa hadits tentang ini dha‘if, akan tetapi menjadi kuat (hasan) karena banyaknya riwayat dengan lafazh yang berbeda-beda termasuk dalam al-Mustadrak. Dan kesimpulannya hadits-hadits di atas adalah hasan atau shahih bukan lagi dha‘if. (Faidh al-Qadir juz 3 hlm. 618-619.)\rwww.piss-ktb.com/2012/03/f0004-bukti-bahwa-nabi-khidir-as-masih.html\r> Mas Hamzah","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"Di riwayatkan dari hasan al bisri bahwa nabi ilyas di wakilkan menguasai daratan dan nabi khidir diwakilkan menguasai lautan dan keduanya diberi umur panjang di dunia sampai tiupan pertama, dan keduanya bertemu saat musim haji setuap tahunnya. Dari anas berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda \" Nabi Khidhir di samudra dan Nabi Ilyas di daratan, mereka bertemu tiap malam di samping tembok yang dibuat Dzul Qarnain ....\". Ibnu syahin meriwayatkan dengan sanad yg lemah sampai ke khoshif berkata :\" ada empat Nabi yg masih hidup, dua di langit yaitu Nabi Isa dan Nabi idris, dan dua di bumi yaitu Nabi khidir dan Nabi ilyas,adapun Nabi khidir sesungguhnya beliau di lautan dan Nabi Ilyas di daratan. \"riwayat yg serupa dari makkhul dari ka'b. Wallohu a'lam.\r- kitab al ishobah (1/297) :\rويروى عن الحسن البصري قال: وكل إلياس بالفيافي ووكل الخضر بالبحور وقد أعطيا الخلد في الدنيا إلى الصيحة الأولى وأنهما يجتمعان في موسم كل عام.قال الحارث بن أبي أسامة في مسنده حدثنا عبد الرحيم بن واقد حدثني محمد بن بهرام حدثنا أبان عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \" إن الخضر في البحر واليسع في البر يجتمعان كل ليلة عند الردم الذي بناه ذو القرنين بين الناس وبين يأجوج ومأجوج ويحجان ويعتمران كل عام ويشربان من زمزمكم شربة تكفيهما إلى قابل \" . قلت: وعبد الرحيم وأبان متروكان.\rوروى بن شاهين بسند ضعيف إلى خصيف قال: أربعة من الأنبياء أحياء: اثنان في السماء عيسى وإدريس واثنان في الأرض: الخضر وإلياس فأما الخضر فإنه في البحر وأما صاحبه فإنه في البر\r- kitab al bidayah wan nihayah (2/274) :","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"وقال مكحول عن كعب : أربعة أنبياء أحياء ، اثنان في الأرض : إلياس والخضر ، واثنان في السماء : إدريس وعيسى .\r> Bilhubbi Anabik Brandalle Ronggolawe\rTambahan:\rوقال الحافظ أبو القاسم بن عساكر: أنبأنا أبو القاسم بن الحصين، أنبأنا أبو طالب محمد بن محمد، أنبأنا أبو إسحق المزكي، حدثنا محمد بن إسحق بن خزيمة، حدثنا محمد بن أحمد بن يزيد أملاه علينا بعبادان، أنبأنا عمرو بن عاصم، حدثنا الحسن بن زريق، عن ابن جريج، عن عطاء، عن ابن عباس، قال: ولا أعلمه إلا مرفوعا إلى النبي ، قال: « يلتقي الخضر وإلياس كل عام في الموسم، فيحلق كل واحد منهما رأس صاحبه، ويتفرقان عن هؤلاء الكلمات: بسم الله ما شاء الله لا يسوق الخير إلا الله، ما شاء الله لا يصرف الشر إلا الله، ما شاء الله ما كان من نعمة فمن الله، ما شاء الله لا حول ولا قوة إلا بالله ». وقال ابن عباس: من قالهن حين يصبح وحين يمسي ثلاث مرات، آمنه الله من الغرق والحق والسرق. قال: وأحسبه قال: ومن الشيطان، والسلطان، والحية، والعقرب. قال الدارقطني في الأفراد: هذا حديث غريب من حديث ابن جريج لم يحدث به غير هذا الشيخ عنه، يعني الحسن بن زريق هذا. وقد روى عنه محمد بن كثير العبدي أيضا، ومع هذا قال فيه الحافظ أبو أحمد بن عدي: ليس بالمعروف. وقال الحافظ أبو جعفر العقيلي: مجهول وحديثه غير محفوظ. وقال أبو الحسن بن المنادي: هو حديث واه بالحسن بن زريق.\r> Ghufron Bkl\rومنها مَا روي ، عَنِ الْحَسَن البصري ، أَنَّهُ قَالَ : وكل إلياس بالفيافي ، ووكل الخضر بالبحور ، وَقَدْ أعطيا الخلد فِي الدنيا إِلَى الصيحة الأولى ، وأنهما يجتمعان فِي موسم كُل فِي كُل عام.","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"ومنها مَا أَخْبَرَنَا بِهِ إِسْحَاق بْن إِبْرَاهِيمَ الختلي ، قَالَ : حَدَّثَنِي عُثْمَان بْن سَعِيد الأنطاكي ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِي بْن الهيثم المصيصي ، عَنْ عَبْد الحميد بْن بحر ، عَنْ سلام الطويل ، عَنْ دَاوُد بْن يَحْيَى مولى عون الطفاوي ، عَنْ رجل كَانَ مرابطا فِي بَيْت المقدس ، وبعسقلان ، قَالَ : بينا أنا أسير فِي وادي الأردن إذا أنا برجل فِي ناحية الوادي قائم يصلي ، فَإِذَا سحابة تظله من الشمس ، فوقع فِي قلبي إنه إلياس النَّبِي ، فأتيته فسلمت عَلَيْهِ ، فانفتل من صلاته ، فرد عَلِي السَّلام ، فَقُلْتُ : من أَنْتَ رحمك اللَّه ؟ فلم يرد عَلِي شَيْئًا ، فأعدت القول مرتين ، فَقَالَ : أَنَا إلياس النَّبِي ، فأخذتني رعدة شديدة خشيت عَلَى عقلي أَن يذهب ، فَقُلْتُ لَهُ : إِن رأيت رحمك اللَّه أَن تدعو لي أَن يذهب عني مَا أجد حَتَّى أفهم حَدِيثك ، فدعا لي بثمان دعوات ، فَقَالَ : يا رحيم ، يا حي ، يا قيوم ، يا حنان ، يا منان فَذَهَبَ عني مَا كنت أجد ، فَقُلْتُ : إِلَى من بعثت ؟ قَالَ : إِلَى أَهْل بعلبك\r> Erlangga As Sumatrani\rNambahkan ibaroh :\rقال العلائي. في تفسيره ان الخضر. والياس عليهما السلام باقيان الى يوم القيامة فالخضر يدور في البحار يهدي من ضل فيها والياس يدور في الجبال يهدي من ضل فيها هذا دأبهما في النهار وفي الليل يجتمعان عند سد يأجوج ومأجوج يحفظانه وعن ابن عباس رضي الله عنهما يلتقي الخضر والياس في كل عام بمنى فيحلق كل رأس صاحبه ويفترقان عن هؤلاء الكلمات: بسم الله ماشاء الله لايسوق الخير الاالله بسم الله ما،شاءالله لايصرف السوءالاالله بسم الله ما شاءالله ما كان من نعمة فمن الله بسم الله ماشاءالله لاحول ولاقوة الابالله فمن قال هذه الكلمات حين يصبح وحين يمسي أمن من الغرق والحرق والسرق والشيطان والسلطان والحية والعقرب","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"(Al Ala'i telah berkata dalam tafsirnya sesungguhnya Khidir dan Ilyas masih hidup sampai hari kiamat maka Nabi Khidir berkeliling laut seraya memberi petunjuk kepada orang yang tersesat di laut dan Nabi Ilyas berkeliling di gunung seraya memberi petunjuk kepada orang yang tersesat di gunung inilah rutinitas mereka disiang hari adapun dimalam hari mereka berada di benteng tempat Ya'juj dan ma'juj dikurung seraya menjaganya. dari Ibnu Abbas rhuma Nabi Khidir dan Ilyas berjumpa di Mina setiap tahun dan mereka saling mencukur rambut kepala dan mereka berpisah dengan kalimat ini :\rبسم الله ما شاء الله لا يسوق الخير الا الله بسم الله ما شاء الله لايصرف السوء الا الله بسم الله ماشاء ماكان من،نعمة فمن الله بسم الله ما شاء الله لا حول ولاقوة الا بالله\rMaka barang siapa Yang mengucapkannya diwaktu pagi dan petang Maka ia akan aman dari tenggelam dilaut kebakaran ,pencurian,gangguan syetan, penguasa,ular dan kalajengking. Wallohu a'lam bis showab (NN)\r(Dinukil dari kitab Al Asrarur Robbaniyyah walfuyudhotur rohmaniyyah alas sholawatid dardariyyah Saikh Ahmad As Showi Al Maliki).\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/958407947515347/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/965841553438653\r4329. TARIKH : TRAGEDI PERANG JAMAL\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Nurus Shoba\rAssalamu'alaikum. Ngapunten mau tanya, ingin tahu sejarahnya perang jamal. Suwun.\rJAWABAN :\r> Santrialit","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"Wa'alaikum salam. Perang Jamal telah terjadi antara kholifah Ali bin Abi Tholib kw dan pengikutnya disatu pihak dengan Ummul Mukminin Aisyah, Tolhah dan Zubair Rodhiallohu Anhum serta pengikutnya dipihak lain. Perang ini terjadi pada pertengahan bulan Jumadil Akhir tahun tiga puluh enam Hijriyah. Pertempuran ini berjalan dari siang hari sampai sorenya, dan menelan korban sepuluh ribu Muslimin, bahkan dalam riwayat yang lain tiga belas ribu orang.\rAdapun kronologi sampai terjadinya pertempuran tersebut sebagai berikut:\rSetelah Tolhah ra dan Zubair ra membaiat Sayyidina Ali kw sebagai Kholifah, yang berkedudukan di Madinah, maka keduanya meminta ijin dari Kholifah untuk melaksanakan ibadah Umroh.\rKemudian ketika mereka berada di Mekah, keduanya menemui Ummul Mukminin Aisyah ra, yang saat itu sedang berada di Mekah setelah selesai melaksanakan ibadah Haji.\rDalam pertemuan itu mereka bersepakat untuk meminta kepada Sayyidina Ali kw agar secepatnya mengambil Gishos terhadap pembunuh pembunuh Kholifah Usman Ibnu Affan ra.\rSelang beberapa hari kemudian, mereka bertiga dan pengikut pengikutnya berangkat menuju kota Basrah.\rKholifah Ali bin Abi Tholib kw begitu mendengar keberangkatan serta tujuan mereka segera memutuskan untuk berangkat ke Kufah. Namun sebelumnya, beliau terlebih dahulu mengirin sahabat sahabatnya termasuk Sayyidina Hasan putranya dan Ammar bin Yasir, guna menggalang kekuatan dan dukungan bagi Kholifah.\rSelanjutnya setelah beberapa hari, beliau baru menyusul menuju Kufah bersama pengikut pengikutnya.","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"Kedatangan Kholifah Ali kw dan rombongannya di Kufah juga didengar oleh Siti Aisyah ra, Tolhah ra dan Zubair ra.\rSelanjutnya kedua belah pihak saling mengirim surat dan utusan untuk mengadakan perundingan dan membicarakan langkah apa yang harus ditempuh oleh kedua belah pihak. Dan akhirnya mereka sepakat dan setuju untuk mengadakan Ishlah.\rUntuk itu Kholifah Ali kw menunjuk Sahabat Al Go’gok Attamimi sebagai utusan mewakili Kholifah Ali kw, dalam berunding dengan Siti Aisyah ra, Tolhah ra dan Zubair ra.\rPada awalnya mereka berkata, bahwa mereka datang untuk Ishlah dan untuk meminta agar orang orang yang terlibat dalam pembunuhan terhadap Kholifah Usman ra diadili atau dilakukan Gishos terhadap mereka. Sebab mereka ( Siti Aisyah ra cs) berkeyakinan, apabila tidak dilaksanakan Gishos, berarti mereka telah meninggalkan Nas yang tertera dalam Al Qur’an.\rKemudian Al Go’gok menjawab, bahwa semua yang mereka kehendaki tersebut bisa dilaksanakan, apabila suasananya sudah aman dan tenang. Karenanya agar semua kebaikan yang mereka kehendaki tercapai dan terlaksana, maka mereka harus membuat suasana menjadi baik, yaitu dengan langkah mereka membaiat Imam Ali kw sebagai Kholifah. Tapi apabila usulnya tersebut mereka tolak dan justru membesar besarkan masalah tersebut, maka keadaan akan semakin keruh dan tidak terkendali yang akibatnya justru menjauhkan apa apa yang mereka kehendaki.","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"Rupanya jawaban Al Go’gok tersebut membuat Siti Aisyah ra, Tolhah ra dan Zubair ra merasa senang dan puas dan mereka setuju untuk dilaksanakan. Kemudian mereka berkata; Kembalilah ke Ali dan sampaikan apa yang kamu sarankan. Apabila dia juga menerima saranmu tersebut, maka Ishlah ini akan terlaksana.\rSelanjutnya ketika saran Al Go’gok tersebut disampaikan kepada Kholifah Ali kw, beliau setuju\rDemikian hasil pertemuan antara fihak Kholifah Ali kw dengan fihak Siti Aisyah ra dan berita perdamaian tersebut disambut gembira oleh penduduk Kufah dan Basrah. Sehingga malamnya membuat penduduk kedua kota bisa tidur tenang.\rNamun bagi orang orang yang terlibat dalam pembunuhan terhadap Kholifah Usman ra, berita perdamaian tersebut sangat tidak menyenangkan bagi mereka. Sebab apabila perdamaian sampai terlaksana, maka lambat laun mereka pasti akan dikejar kejar dan diadili. Karenanya mereka sekuat tenaga berusaha menggagalkan perdamaian tersebut.\rBerbagai usaha mereka lakukan dalam usaha mereka mengeruhkan keadaan, diantaranya pada malam hari disaat kelompok Siti Aisyah ra sedang tidur nyenyak, mereka menyusup ketempat kelompok Siti Aisyah ra, bahkan sengaja meninggalkan senjata. Dengan tujuan agar fihak Siti Aisyah ra mengira ada musuh yang masuk menyelinap dimalam hari. Bahkan ada yang meriwayatkan ada beberapa kemah yang dibakar.\rHal ini tentu saja membuat fihak Siti Aisyah ra curiga dan marah. Dan itulah yang membuat kesalah pahaman antara kedua belah fihak, sehingga keadaan tidak bisa terkendali dan terjadilah peperangan.","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"Peperangan ini dikenal dengan perang Jamal, karena saat pertempuran, Siti Aisyah ra memimpin peperangan dengan mengendarai unta atau Jamal.\rDalam peperangan ini Kholifah Ali kw berpesan kepada pengikutnya agar jangan sampai melukai Siti Aisyah ra dan beliau berkata bahwa Aisyah adalah istri Rosululloh di dunia dan akhirat.\rNamun melihat pertempuran terus berjalan, sedang korban dari keduabelah pihak terus berjatuhan, maka Kholifah Ali kw memerintahkan agar unta yang dinaiki Siti Aisyah ra dihantam kakinya sampai roboh.\rTernyata strategi Imam Ali kw ini berhasil, sebab begitu unta yang dinaiki Siti Aisyah ra roboh, pengikutnya yang selalu mendampinginya berlarian ketakutan.\rAkhirnya peperangan ini dimenangkan oleh kelompok kholifah Ali kw. Terbunuh dalam pertempuran ini Sayyidina Tolhah ra, sedang Sayyidina Zubair ra tidak ikut berperang, dia meninggalkan rombongannya dikarenakan dia teringat akan sabda Rosululloh SAW yang ditujukan kepadanya, bahwa dia (Zubair) akan berselisih dengan Ali, sedang dia difihak yang salah. Karenanya beliau segera meninggalkan medan pertempuran, menuju Wadi Suba’ kira kira lima mil dari Basrah.\rNamun ternyata beliau diikuti oleh Amer bin Jurmuz dan disaat akan sholat beliau ditikam sampai meninggal.\rSetelah membunuh Sayyidina Zubair ra, Ibnu Jurmuz mengambil kudanya serta senjata dan cincinnya, kemudian dia memberitahu teman temannya akan kejadian tersebut.\rDisaat kholifah Ali kw mendengar berita tersebut beliau segera berkata; Saksikanlah bahwa aku pernah mendengar Rosululloh SAW bersabda: Pembunuh Zubeir di Neraka. (Kanzul Ummal)","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"Adapun Siti Aisyah ra yang tertawan saat itu, Kholifah Ali kw memperlakukannya dengan sangat hormat dan baik. Kemudian Kholifah Ali kw memerintahkan Muhamad bin Abubakar Assiddiq ( saudara seayah dengan Siti Aisyah ra) untuk menemui dan melihat keadaan Siti Aisyah ra. Selanjutnya Kholifah Ali kw memeriksa orang orang yang terbunuh serta memerintahkan agar semuanya dimakamkan. Dan setelah dikumpulkan, Kholifah Ali kw mensholati semua orang yang terbunuh dalam pertempuran tersebut, baik dari fihaknya maupun dari fihak Siti Aisyah ra.\rHal ini membuktikan bahwa semuanya adalah Muslimin, dan andaikata orang orang yang memerangi Imam Ali kw dianggap keluar dari Islam, sebagaimana golongan Syi’ah menghukum mereka, niscaya Kholifah Ali kw tidak mau mensholati mereka.\rKemudian Kholifah Ali kw menghampiri Siti Aisyah ra seraya berkata :\rBagaimana keadaanmu Ya Ummah ?.\rSiti Aisyah ra Menjawab: Baik.\rKemudian Kholifah Ali kw berkata;\rSemoga Alloh Mengampunimu.\rSiti Aisyah ra menjawab: Begitu pula kamu.\rSelanjutnya begitu Kholifah Ali kw memasuki kota Basrah, semua pengikut Siti Aisyah ra dan semua penduduk kota Basrah membaiat Kholifah Ali bin Abi Tholib kw.\rSelang berapa hari Kholifah Ali kw mempersiapkan pemberangkatan Siti Aisyah ra ke Mekah. Sebab Siti Aisyah ra berkeinginan untuk melaksanakan ibadah Haji. Namun dalam riwayat yang lain diceritakan bahwa Siti Aisyah akan kembali ke Madinah.\rSemua orang yang datang bersama Siti Aisyah ra dari Mekah (pengikut Siti Aisyah) jika mau kembali ke Mekah dipersilahkan, dan yang akan menetap di Basrah dan Kufah juga diperbolehkan.","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"Kemudian Kholifah Ali kw memerintahkan Muhahamad bin Abubakar untuk mengawal saudaranya, serta memerintahkan empat puluh wanita dari kota Basrah untuk mendampingi Siti Aisyah ra dalam perjalanannya menuju Mekah.\rPada waktu rombongan akan meninggalkan kota Basrah Kholifah Ali kw dan beberapa orang ikut melepas mereka. Dan saat itu Ummul Mukminin Aisyah ra berkata; “Wahai anakku janganlah diantara kita saling menyalahkan”.\rKemudian Kholifah Ali ra berkata; Sesungguhnya beliau adalah istri Rosululloh didunia dan di akhirat.\rDemikian telah kami sampaikan secara ringkas peristiwa Perang Jamal, yang terjadi antara Kholifah Ali bin Abi Tholib kw dan pengikutnya disatu fihak dengan Ummul Mukminin Aisyah, Tolhah dan Zubeir Rodhiallohu Anhum dan pengikutnya. Wallho a'lam\rSumber :\rIslamuna Islamic Search : PERANG JAMAL\rAl bidayah wan nihayah :\rفصل في ذكر أعيان من قتل يوم الجمل\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960549770634498/\rhttps://m.facebook.com/notes/979200082102800/\r4357. INILAH 12 IMAM PENGGANTI NABI (KHOLIFAH) VERSI AHLUSSUNNAH\rPERTANYAAN :\rجابر ابن سمرةيقول: سمعت رسول الله يقول: لايزال الإسلام عزيزا الى اثنى عشر خليفة، ثم قال كلمة لم افهمها فقلت لابي، ما قال؟ فقال كلهم من قريش ( صحيح مسلم، كتاب الامارة)","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"Jabir ibn Samroh berkata; aku mendengar Rasul bersabda: Akan ada dalam pemimpin dlm islam berjumlah 12 khalifah (HR. Muslim, Kitab Imaroh). Tidak sedikit hadits-hadits shohih yang menyebutkan tentang 12 imam. Kaum Syiah (imamiyah isna Asyar) telah menetapkan imam mereka, tanpa mengikutkan Abu Bakar Umar Utsman. Bagaimana dengan pandangan ahlussunnah ? Siapa saja 12 imam menurut Ahlussunnah ? [Rief'an Husein]\rJAWABAN :\rBerikut beberapa keterangan tentang siapa saja 12 imam yang menjadi khalifah Nabi :\r- kitab tarikhul khulafa' imam suyuti halaman 12 :\rإن ّ المراد وجود اثني عشر خليفة في جميع مدّة الاسلام إلي يوم القيامه يعملون بالحق ّ وإن لم تتوال أيّامهم ...وعلى هذا فقد وُجد من الاثني عشر خليفة الخلفاء الاربعة ، والحسن ، ومعاوية ، وابن الزّبير، وعمر بن عبد العزيز، هؤلاء ثمانية . ويحتمل أن يُضم ّ إليهم المهتدي من العبّاسيّين ، لانّه فيهم كعمر بن عبد العزيز في بني أُميّة . وكذلك الطاهر لما اوتي من العدل ، وبقي الاثنان المنتظران أحدهما المهدي لانّه من آل بيت محمّد صلّي الله عليه [وآله ] وسلّم .","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"Hanya ada dua belas Khalifah sampai hari kiamat. Dan mereka akan terus melangkah dalam kebenaran, meski mungkin kedatangan mereka tidak secara berurutan. Kita lihat bahwa dari yang dua belas itu, 4 adalah Khalifah Rasyidin, lalu Hasan, lalu Muawiyah, lalu Ibnu Zubair, dan akhirnya Umar bin Abdul Aziz. Semua ada 8. Masih sisa 4 lagi. Mungkin Mahdi, Bani Abbasiyah bisa dimasukkan ke dalamnya sebab dia seorang Bani Abbasiyah seperti Umar bin Abdul Aziz yang (berasal dari) Bani Umayyah. Dan Tahir Abbasi juga bisa dimasukkan sebab dia pemimpin yang adil. Jadi, masih dua lagi. Salah satu di antaranya adalah Mahdi, sebab ia berasal dari Ahlul Bait Nabi (as).”\r- kitab tafsir ibnu katsir (3/65) :\rومعنى هذا الحديث البشارة بوجود اثني عشر خليفة صالحًا ، يقيم الحق ويعدل فيهم ، ولا يلزم من هذا تواليهم وتتابع أيامهم ، بل قد وجد منهم أربعة على نَسَق ، وهم الخلفاء الأربعة : أبو بكر ، وعمر ، وعثمان ، وعلي ، رضي الله عنهم ، ومنهم عمر بن عبد العزيز بلا شك عند الأئمة ، وبعض بني العباس .ولا تقوم الساعة حتى تكون ولايتهم لا محالة ، والظاهر أن منهم المهدي المبشر به في الأحاديث الواردة بذكره","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Makna hadits adalah kabar gembira dengana danya 12 khalifah yang sholeh, menegakkan kebenaran dan keadilan, dan adanya mereka tidak harus berurutan waktunya, tapi terkadang 4 diantaranya ditemukan berurutan yaitu kholifah yang empat abu bakar, umar, usman dan ali rodhiyallohu anhum.dan diantara mereka adalah umar bin abdul aziz tanpa ada keragua diantara para imam, dan sebagian keturunan Abbas.hari kiyamat tidak akan tegak hingga ke 12 imam telah berkuasa, dan ini sudah pasti.dhohirnya hadis bahwa diantara mereka adalah al mahdi yang diberitakan kabar gembiranya dalam hadis-hadis yang datang dengan penuturannya.\r- kitab al mufhim imam qurtuby (4/8) :\rهم خلفاء العَدْلِ ؛ كالخلفاء الأربعة ، وعمر بن عبد العزيز ، ولا بُدَّ من ظهور من يَتَنَزَّلُ مَنْزِلَتهم في إظهار الحق والعدل ، حتى يَكْمُل ذلك العدد ، وهو أولى الأقوال عندي\rMereka adalah para kholifah yang adil misalnya kholifah yang empat, dan umar bin abdul aziz, dan sudah pasti jelas adanya orang-orang yang menempati tempat mereka dalam memperlihatkan kebenaran dan keadilan hingga semourna hitungan 12 tsb. Wallohu a'lam.\rReferensi tambahan :\r- Syarah Nawawi 'ala muslim\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=5525&idto=5539&bk_no=53&ID=861\r- Fathul baari\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=52&ID=13211\r- Umdatul qori\rhttp://islamport.com/w/srh/Web/840/17327.htm\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Rizalullah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/982540035102138/\rwww.fb.com/notes/985038928185582\r4369. SANAD KEILMUAN SANTRI PONPES AL-ANWAR SARANG REMBANG JATENG\rOleh : Yai Mbah Godek","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"Di atas adalah sanad bagian ilmu syariat, ada juga sanad bagian ilmu syariat yang lain.\rAllah mengutus malaikat jibril untuk sowan pada Rosululloh dgn membawa 3 ilmu yaitu :\r1. ilmu keimanan ( tauhid)\r2. ilmu hukum ( syariat)\r3. ilmu maqom ihsan ( tashowwuf)\rDi antara sanad dari ilmu syariat yaitu :\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/notes//988082027881272/\r4393. DIMANA MAQOM IBU HAWA ?\rPERTANYAAN :\r> Kai Mulan\rBenar kah maqom abu hawa ada di Jiddah ? mohon jawabannya para ustad sertakan ibarot nya\rJAWABAN :\r> Opick Syahreza\rYa, makam siti hawa berada di pertengahan kota jiddah. Wallohu A'lam.\r. مقبرة أمنا حواء أو قبر حواء هو موقع أثري يقع في وسط مدينة جدة، وبالتحديد في حي العمارية. وسبب التسمية بهذا ا?سم يعود إلى اعتقاد المسلمين بأن حواء توفيت ودفنت في ذلك الموقع من مدينة جدة، وهو أيضا أحد مصادر تسمية مدينة \"جدة\" نسبة إلى كلمة \"جَدة\" )بمعنى والدة ا?ب أو ا?م (. وينسب سكان المدينة التسمية ?م البشر حواء التي يقولون أنها دفنت في هذه المدينة التي نزلت إليها من الجنة بينما نزل جدنا آدم في الهند والتقيا عند جبل عرفات ودفنت هي في جدة. و هذه إحدى ا?راء الذي ذكرها ابن كثير في كتابه البداية والنهاية\rar.m.wikipedia.org/wiki/مقبرة_أمنا_حواء\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/989299824426159\rwww.fb.com/notes/992568674099274\r4462. ORANG YANG PERTAMA KALI MEMBUAT MENARA MASJID\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Hidayat\rAssalaamu`alaikum. Siapakah penggagas pertama pembuatan menara masjid? Mohon ta`birnya..!\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalaam, orang yang pertama kali membuat menara masjid untuk adzan adalah Salamah bin Kholaf as shohaby.\rhttp://www.yafea1.com/vb/showthread.php?t=82471","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"تاريخ المنارات في الإسلام\rبسم الله الرحمن الرحيم ذكر ابن أبي العز في شرح الطحاوية أن أول من أحدث المنارة في المسجد للأذان هو سلمة بن خلف الصحابي، وكان أميرا على مصر في زمن معاوية. والفقهاء قد نصوا على استحباب ارتفاع المؤذن، واستدلوا لذلك بما روى أبو داود في السنن أن بلالا كان يجلس على أرفع بيت قريب من المسجد، وبوب عليه أبو داود بقوله: باب الأذان فوق المنارة. وروى ابن سعد بسند فيه الواقدي رواية في حديث بلال أصرح في قضية المنارة، فروى عن النوار قالت: كان بيتي أطول بيت حول المسجد، فكان بلال يؤذن فوقه من أول ما أذن إلى أن بنى رسول الله صلى الله عليه وسلم مسجده، فكان يؤذن بعد على ظهر المسجد، وقد رفع له شيء فوق ظهره. وروى ابن أبي شيبة بسنده عن عبدالله بن شقيق قال: من السنة الأذان في المنارة والإقامة في المسجد. وكان ابن مسعود يفعله، وروى الإمام أحمد عن أبي هريرة قال: كان قيام النبي صلى الله عليه وسلم قدر ما ينزل المؤذن من المنارة ويصل إلى الصف.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1033576849998456/\rwww.fb.com/notes/1034153219940819\r4538. NABI YAHYA LEBIH TUA DARIPADA NABI ISA ALAIHIMAS SALAAM ?\rPERTANYAAN :\r> Ishaq Udin\rAssalamualaikum Wr Wb. Lebih tua Nabi Isa AS atau Nabi Yahya AS ? Syukron.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, nabi Yahya alaihis salaam lebih tua dibanding nabi Isa as, terpaut 3 tahun, menurut pendapat lainnya terpaut 6 bulan. Nabi Yahya adalah orang yang pertama kali beriman kepada Nabi Isa alaihis salaam dan keduanya adalah saudara sepupu. Wallohu a'lam bis showab\r- kitab tafsir al qurtuby (4/72) :","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"و \" يحيى \" أول من آمن بعيسى عليهما السلام وصدقه ، وكان يحيى أكبر من عيسى بثلاث سنين ويقال بستة أشهر . وكانا ابني خالة ، فلما سمع زكريا شهادته قام إلى عيسى فضمه إليه وهو في خرقه . وذكر الطبري أن مريم لما حملت بعيسى حملت أيضا أختها بيحيى ; فجاءت أختها زائرة فقالت : يا مريم أشعرت أني حملت ؟ فقالت لها مريم : أشعرت أنت أني حملت ؟ فقالت لها : وإني لأجد ما في بطني يسجد لما في بطنك . وذلك أنه روي أنها أحست جنينها يخر برأسه إلى ناحية بطن مريم . قال السدي : فذلك قول مصدقا بكلمة من الله .\rMenurut ibnu abbas rodhiyallohu anhuma bahwa nabi Yahya lebih tua enam bulan daripada nabi Isa alaihimas salaam.\r- kitab tafsir al kabir imam fakhruddin ar razy :\rوقال ابن عباس : إن يحيى كان أكبر سنا من عيسى بستة أشهر ، وكان يحيى أول من آمن وصدق بأنه كلمة الله وروحه ، ثم قتل يحيى قبل رفع عيسى -عليهما السلام -\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1022887567734051/\rKAJIAN KITAB KUNING\rBab ini berisi dokumen kajian kitab kuning salaf baik berupa analisis maupun sekedar terjemahannya.\r1265. KRITERIA KITAB-KITAB MU'TABARAH\rPERTANYAAN :\rKhamidah Nda\rAssalamu'alaikum wr wb...... saya ingin tanya pada ustadz......! setiap bahsul masail ilmu FIQH selalu di anjurkan mengikuti kitab2 mu'tabarah.!..yang saya tanyakan ukuran/ kretaria kitab2 MU'TABARAH itu yang bagaimana ?. wa'alaikum salam wr wb.\rJAWABAN :\r> Raden Mas NegeriAntahberantah\rونقل ابن صلاح عن الإجتماع أنه لايجوز تقليد غير الأئمة الأربعة الى ان قال ومن افتى بكل قول او وجه من غير نظر الى ترجيح فهو جاهل خارق للإجماع.","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"Tidak boleh bertaqlid (mengikut) pada selain imam empat. ... sampe pada kata2 …. Barang siapa memberi fatwa dengan pendapat atau wajah (kasus hukum) tanpa memandang atas tarjih (yang unggul) maka ia bodoh dan menentang terhadap ijma’/kesepakatan para ulama’. [ Bughyah Mustarsyidin/7 ].\r> Armal Muriydu Zzawaj\rقواعد الفقه ج : 1 ص : 574ولا ينبغي الإفتاء من الكتب المختصرة كالنهر وشرح الكنز للعيني والدر المختار والأشباه وأشباهها وان كانت معتبرة ما لم يستعن بالحواشي والشروح او بعد نظر غائر وفكر دائر حتى لا يقع في الغلط وكذا ما عز وندر وجوده من الكتب كأنه مفقود لكن يختلف هذا بحسب الأزمان والإعصار ولا يجوز الإفتاء على شرح الكنز للملا مسكين وشرح النقابة للقهستاني لعدم الإطلاع على حال مؤلفيها وكذا على القنية والحاوي والسراج لنقل الأقوال الضعيفة إلا إذا علم المنقول عنه من الكتب المعتبرة وكذا لا يعتمد على مشتمل الأحكام وكنز العباد ومطالب المؤمنين وخزانة الروايات وشرعة الإسلام وقيل معتبر والفتاوى الصوفية والفتاوى الطوري وفتاوى إبراهيم شاهي وفتاوى ابن نجيم وشرح الكنز لأبي المكارم وخلاصة الكيداني والحكم في هذه الكتب الغير المعتبرة أن لا يؤخذ منها ما كان مخالفا لكتب الطبقة العليا ويتوقف في ما وجد فيها من المسائل ولم يوجد في غيرها ما لم يدخل ذلك في أصل شرعي والله اعلم فائدة كلمة عند تدل على المذهب وعن تستعمل في الرواية وقالوا عامة فيما فيه اختلاف ولا يجزم بالضعيف بصيغة التمريض كقيل ويقال إلا بقرينة السياق أو التزام قائله كمؤلف الملتقي والكراهة إذا أطلقت فالمراد بها التحريم وقد يراد بها التنزيه والسنة إذا أطلقتفهي المؤكدة وقد يراد بها المستحب كعكسه والفرض","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"Memang dalam mernggali dan mengambil suatu hukum kita perlu hati2 itu berlaku dalam stia penyenggara'an bahtsu. Adapun dari kalangan syafi'iiyah yang dianggap mu'tamad ini ;\rأن المعتمد في المذهب للحكم والفتوى ما اتفق عليه الشيخان فما جزم به النووي فالرافعي فما رجحه الأكثر فالأعلم والأورع ورأيت في فتاوي المرحوم بكرم الله الشيخ أحمد الدمياطي ما نصه فإن قلت ما الذي يفتي به من الكتب وما المقدم منها ومن الشراح والحواشي ككتب ابن حجر والرمليين وشيخ الإسلام والخطيب وابن قاسم والمحلى والزيادي والشبراملسي وابن زياد اليمني والقليوبي والشيخ خضر وغيرهم فهل كتبهم معتمدة أو لا وهل يجوز الأخذ بقول كل من المذكورين إذا اختلفوا أو لا وإذا اختلفت كتب ابن حجر فما الذي يقدم منها وهل يجوز العلم بالقول الضعيف والإفتاء به والعمل بالقول المرجوح أو خلاف الأصح أو خلاف الأوجه أو خلاف المتجه أو لا الجواب كما يؤخذ من أجوبة العلامة الشيخ سعيد بن محمد سنبل المكي والعمدة عليه كل هذه الكتب معتمدة ومعول عليها لكن مع مراعاة تقديم بعضها على بعض والأخذ في العمل للنفس يجوز بالكل وأما الإفتاء فيقدم منها عند الاختلاف التحفة والنهاية فإن اختلفا فيخير المفتي بينهما إن لم يكن أهلا للترجيح فإن كان أهلا له ففتى بالراجح ثم بعد ذلك شيخ الإسلام في شرحه الصغير على البهجة ثم شرح المنهج له لكن فيه مسائل ضعيفة فإن اختلفت كتب ابن حجر مع بعضها فالمقدم أولا التحفة ثم فتح الجواد ثم الإمداد ثم الفتاوي وشرح العباب سواء لكن يقدم عليهما شرح بافضل وحواشي المتأخرين غالبا موافقة للرملي فالفتوى بها معتبرة فإن خالفت التحفة والنهاية فلا يعول عليها وأعمد أهل الحواشي الزيادي ثم ابن قاسم ثم عميرة ثم بقيتهم لكن لا يؤخذ بما خالفوا فيه أصول المذهب كقول بعضهم ولو نقلت صخرة من أرض عرفات إلى غيرها صح الوقوف عليها وليس كما قال وأما الأقوال الضعيفة","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"فيجوز العمل بها في حق النفس لا في حق الغير ما لم يشتد ضعفها ولا يجوز الإفتاء ولا الحكم بها والقول الضعيف شامل لخلاف الأصح وخلاف المعتمد وخلاف الأوجه وخلاف المتجه وأما خلاف الصحيح فالغالب أنه يكون فاسدا لا يجوز الأخذ به ومع هذا كله فلا يجوز للمفتي أن يفتي حتى يأخذ العلم بالتعلم من أهله المتقين له العارفين به وأما مجرد الأخذ من الكتب من غير أخذ عمن ذكر فلا يجوز لقوله صلى الله عليه وسلم إنما العلم بالتعلم\rPertimbangan dalam setiap bahtsu itu tidak sembarang kitab yang bisa diterima munkn karena keterangan ini ;\rوأما مجرد الأخذ من الكتب من غير أخذ عمن ذكر فلا يجوز لقوله صلى الله عليه وسلم إنما العلم بالتعل\r> Khamidah Nda\rBagaimana tentang kitab FIQH SUNAH karangan Sayid Sabik, ada yang menerangkan kitan mu'tabaroh dan ada yang mengatakan tidak mu'tabaroh...! ....trims.\r> Hakam Ahmed ElChudrie\rFiqh Sunnah kalau menurut saya cuma dijadikan penggembira. Artinya jgn dijadikan rujukan utama. Bilapun dalam ktb mu'tabrah tidak ada, maka jgn mengambil ibaroh dari ktb itu.. karena mazhb pengarangnya tidak jelas dan juga pnjelasan dalam ktb itu tidak jelas kuat lemahnya pendapat menrt masing-masing mazhab..\rLink Diskusi >>www.fb.com/groups/piss.ktb/366726993350115/\r4054. MAKNA SINGKATAN MUSHONNIF DALAM KITAB FIQIH\rPERTANYAAN :\r> Alhimni Rusdy\rAssalamualaikum, mohon dirinci tentang singkatan kalimat dalam kitab fiqih semacam ع ش dll berikut arti dan maksudnya. Wassalam\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rwa'alaikum salam Wr Wb. Rumus-rumus Catatan Kecil Para madzhab Syafi’i dan yang lainnya menggunakan rumus-rumus tertentu, diantara rumus-rumusnya sebagai berikut :","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"Rumus-rumus Catatan Kecil Para madzhab Syafi’i dan yang lainnya menggunakan rumus-rumus tertentu, diantara rumus-rumusnya sebagai berikut :\r1. (م – ر) maksud disini adalah Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Hamzah Ar-romly pengarang (نهاية المحتاج), wafat pada tahun 1004 H\r2. (الشهاب م – ر) yang dimaksud adalah Syaikh Ahmad bin Hamzah Ar-Romly muridnya syaikh Zakaria Al-Anshory dan anak dari Muhammad Ar-Romly As-sabiq wafat pada tahun 971 H\r3. (خ – ط) Kode ini menunjukkan kepada Syaikh Muhammad bin Ahmad As-syarbini yang dikenal dengan Al-Khotib Asy-Syarbini pengarang buku – مغني المحتاج- wafat pada tahun 977 H\r4. (حج) Yang dimaksud disini adalah Al-Allamah Asy-Syihab Ahmad bin Muhammad bin Hajar Al-haitamy, pengarang bukun – تخفة المحتاج- wafat pada tahun 974 H\r5. (زي) Yang dimaksud disini adalah Syaikh Ali bin Yahya Az-Ziyad , wafat pada tahun 1024 H\r6. (سم) Yaitu Syaikh Al-Allamah Ahmad bin Qosim Al-Ibady , wafat pada tahun 994 H\r7. (طب) Yaitu syaikh Muhammad Manshur Ath-Thiblawy wafat dan lahirnya di Qohiroh, wafatnya pada tahun 1014 H\r8. (ح – ل) Yaitu Syaikh Ali bin Ibrohim Al-Halby pengarang – السيرة الحلية- wafat pada tahun 1044 H\r9. (س – ل) Yaitu Syaikh Sulthon bin Ahmad Al-Mazahy wafat pada tahun 1075 H\r10. (ع – ش) Yaitu Syaikh Ali bin Asy-Syaromilsy wafat pada tahun 1087 H\r11. (ب – ر) Yang dimaksud disini adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Dayim Al-Barmawy, wafat pada tahun 831 H\r12. (ع – ن) Yaitu bSyaikh Muhammad bin Daud Al-Ghonany, wafat pada tahun 1098 H\r13. (أ – ط) Yaitu Syaikh Al-athfihy.\r14. (ج) Yaitu Syaikh Alwi bin Saqof Al-jafri, wafat pada tahun 1335 H","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"15. (ي) Yang dimaksud adalah Syaikh Abdullah bin Umar bin Yahya.\r16. (ك) Yaitu Syaikh Myuhammad bin Sulaiman Al-kardy, wafat pada tahun 1194 H\r17. (ح – ض) Yaitu Syaikh Hadr Asy-syaubiry.\r18. (م – د) Syaikh Muhammad Al-madabaghi,\r19. (أ – ج) Yang dimaksud adalah Syaikh Athiyah bin Athiyah Al-Ajhury, wafat pada tahun 1190 H\r20. (ح – ف) atau (حف) Yaitu Syaikh Muhammad bin Salim bin Ahmad Al-hafnawy atau Al-hafany Syamsuddin, wafat pada tahun 1181 H\r21. (ب – ج) Syaikh Sulaiman bin Muhammad Al-bajirmy , wafat pada tahun 221 H\r22. (با – ج) Syaikh Ibrohim bin Muhammad Al-bajury Sytaikh Al-azhar, wafat pada tahun 1277 H\r23. (ش – ق) Syaikh Abdullah bin Hajazy Asy-sayrowy wafat pada tahun 1228 H\r24. (حميد) atau (عبد) yaitu Abdul Hamid bin Ad-daghostany.\r25. (ق – ل) Yaitu Syaikh Ahmad bin Isa Al-qilyuby, weafat pada tahun 689 H\r26. (ش) Yang dimaksud adalah Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Al-asykhor Al-yamany yang wafat pada tahun 989 H\r27. (ب) Yaitu Abdullah bin Husain dari peninggalan beliau adalah – شرح الجرومية- wafat pada tahun wafat pada abad ke 11.\rhttp://nerashuke.blogspot.hk/2014/03/istilah-istilah-khusus-dalam-fiqh.html\rWallahu a'lam (DA)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/938801802809295/\rwww.fb.com/notes/939761016046707\r2841. RISALAH PENTINGNYA MENGIKUTI MADZHAB EMPAT KARYA KH. HASYIM ASY'ARI\rرِسَالَةٌ فِيْ تَأَكُّدِ الْأَخْذِ بِمَذَاهِبِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ تَأْلِيْفُ الشَّيْخِ مُحَمَّدْ هَاشِمْ أَشْعَرِي (1287-1366هـ)\rRisalah Tentang Pentingnya Mengikuti Madzhab Empat Karya Hadlratusysyaikh KH.Hasyim Asy’ari (1287H-1366H)","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"اِعْلَمْ أَنَّ فِي الْأَخْذِ بِهَذِهِ الْمَذَاهِبِ الْأَرْبَعَةِ مَصْلَحَةً عَظِيْمَةً وَفِي الْإِعْرَاضِ عَنْهَا كُلِّهَا مَفْسَدَةً كَبِيْرَةً\rKetahuilah, bahwa sesungguhnya mengikuti madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) mengandung kemaslahatan yang besar, dan meninggalkan seluruhnya membawa resiko kerusakan yang fatal.\rوَنَحْنُ نُبَيِّنُ ذَلِكَ بِوُجُوْهٍ\rKami akan menjelaskan persoalan diatas dari beberapa aspek:\rأَحَدُهَا أَنَّ الْأُمَّةَ اِجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَعْتَمِدُوْا عَلَى السَّلَفِ فِيْ مَعْرِفَةِ الشَّرِيْعَةِ\rPertama, bahwa umat Islam telah sepakat bulat untuk mengacu dan menjadikan ulama salaf sebagai pedoman dalam mengetahui, memahami, dan mengamalkan syariat Islam secara benar.\rفَالتَّابِعُوْنَ اِعْتَمَدُوْا فِيْ ذَلِكَ عَلَى الصَّحَابَةِ وَتُبَّعُ التَّابِعِيْنَ اِعْتَمَدُوْا عَلَى التَّابِعِيْنَ وَهَكَذَا فِيْ كُلِّ طَبَقَةٍ اِعْتَمَدَ الْعُلَمَاءُ عَلَى مَنْ قَبْلَهُمْ\rDalam hal ini, para tabi'in mengikuit jejak para sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, lalu para pengikut tabi'in meneruskan langkah dengan mengikuti jejak para tabi'in. Demikianlah seterusnya, pada setiap generasi, para ulama pasti mengacu dan merujuk kepada orang-orang dari generasi sebelumnya.\rوَالْعَقْلُ يَدُلُّ عَلَى حُسْنِ ذَلِكَ لِأَنَّ الشَّرِيْعَةَ لَا تُعْرَفُ إِلَّا بِالنَّقْلِ وَالْإِسْتِنْبَاطِ","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"Akal yang sehat menunjukkan betapa baiknya pola pemahaman dan pengamalan syariat Islam yang seperti itu. Sebab syariat Islam tidak dapat diketahui kecuali dengan cara naql (mengambill dari generasi sebelumnya) dan istinbath (mengeluarkan dari sumbernya, Al Quran dan al Hadits, melalui ijtihad untuk menetapkan hukum).\rوَالنَّقْلُ لَا يَسْتَقِيْمُ إِلَّا بِأَنْ تَأْخُذَ كُلُّ طَبَقَةٍ عَمَّنْ قَبْلَهَا بِالْإِتِّصَالِ\rNaql tidak mungkin dilakukan dengan benar kecuali dengan cara setiap generasi mengambil langsung dari generasi sebelumnya secara berkesinambungan.\rوَلَا بُدَّ فِي الْإِسْتِنْبَاطِ أَنْ يَعْرِفَ مَذَاهِبَ الْمُتَقَدِّمِيْنَ لِئَلَّا يَخْرُجَ عَنْ أَقْوَالِهِمْ فَيَخْرِقُ الْإِجْمَاعَ وَيَبْنِيْ عَلَيْهَا وَيَسْتَعِيْنُ فِيْ ذَلِكَ بِمَنْ سَبَقَهُ\rSedangkan untuk istinbath, disyaratkan harus mengetahui madzhab-madzhab ulama generasi terdahulu agar tidak menyimpang dari pendapat-pendapat mereka yang bisa berakibat menyalahi kesepakatan mereka (ijma’). Dan melanjutkan madzhab-madzhab tersebut dengan ditunjang madzhab-madzhab ulama generasi sebelumnya\rلِأَنَّ جَمِيْعَ الصِّنَاعَاتِ كَالصَّرْفِ وَالنَّحْوِ وَالطِّبِّ وَالشِّعْرِ وَالْحِدَادَةِ وَالتِّجَارَةِ وَالصِّيَاغَةِ لَمْ تَتَيَسَّرْ لِأَحَدٍ إِلَّا بِمُلَازَمَةِ أَهْلِهَا وَغَيْرُ ذَلِكَ نَادِرٌ بَعِيْدٌ لَمْ يَقَعْ وَإِنْ كَانَ جَائِزًا فِي الْعَقْلِ","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"Sebab, semua pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki seseorang, misalnya dibidang shorof, nahwu, kedokteran, kesusastraan, pandai besi, perdagangan dan keahlian logam mulia, tidak mungkin begitu saja mudah dipelajari oleh seseorang kecuali dengan terus menerus belajar kepada ahlinya. Diluar cara itu, sungguh sangat langka dan jauh dari kemungkinan, bahkan nyaris tidak pernah terjadi, kendatipun secara akal boleh saja terjadi.\rوَإِذَا تَعَيَّنَ الْإِعْتِمَادُ عَلَى أَقَاوِيْلِ السَّلَفِ فَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ تَكُوْنَ أَقْوَالُهُمْ اَلَّتِيْ يُعْتَمَدُ عَلَيْهَا مَرْوِيَّةً بِالْإِسْنَادِ الصَّحِيْحِ أَوْ مُدَوَّنَةً فِيْ كُتُبٍ مَشْهُوْرَةٍ\rJika pendapat-pendapat para ulama salaf telah menjadi keniscayaan untuk dijadikan pedoman, maka pendapat-pendapat mereka yang dijadikan pedoman itu haruslah diriwayatkan dengan sanad (mata-rantai) yang benar dan bisa dipercaya, atau dituliskan dalam kitab-kitab yang masyhur\rوَأَنْ تَكُوْنَ مَخْدُوْمَةً بِأَنْ يُبَيَّنَ الرَّاجِحُ مِنْ مُحْتَمَلَاتِهَا وَيُخَصَّصَ عُمُوْمُهَا فِيْ بَعْضِ الْمَوَاضِعِ وَيُقَيَّدَ مُطْلَقُهَا فِيْ بَعْضِ الْمَوَاضِعِ وَيُجْمَعَ الْمُخْتَلَفُ مِنْهَا وَيُبَيَّنَ عِلَلُ أَحْكَامِهَا وَإِلَّا لَمْ يَصِحَّ الْاِعْتِمَادُ عَلَيْهَا","part":1,"page":248},{"id":249,"text":"Dan telah diolah (dikomentari) dengan menjelaskan pendapat yang unggul dari pendapat lain yang serupa, menyendirikan persoalan yang khusus (takhshish) dari yang umum, membatasi yang muthlaq dalam konteks tertentu, menghimpun dan menjabarkan pendapat yang berbeda dalam persoalan yang masih diperselisihkan serta menjelaskan alasan timbulnya hukum yang demikian. Karena itu, apabila pendapat-pendapat ulama tadi tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan seperti diatas, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan pedoman.\rوَلَيْسَ مَذْهَبٌ فِيْ هَذِهِ الْأَزْمِنَةِ الْمُتَأَخِّرَةِ بِهَذِهِ الصِّفَةِ إِلَّا هَذِهِ الْمَذَاهِبُ الْأَرْبَعَةُ اَللَّهُمَّ إِلَّا مَذْهَبَ الْإِمَامِيَّةِ وَالزَّيْدِيَّةِ وَهُمْ أَهْلُ الْبِدْعَةِ لَا يَجُوْزُ الْاِعْتِمَادُ عَلَى أَقَاوِيْلِهِمْ\rTidak ada satu madzhabpun di zaman akhir ini yang memenuhi syarat dan sifat seperti diatas selain madzhab empat ini. Memang ada juga madzhab yang mendekati syarat dan sifat diatas, yaitu madzhab Imamiyah (Syi'ah) dan Zaydiyah (golongan Syi'ah). Namun keduanya adalah golongan ahlu bid'ah, sehingga keduanya tidak boleh dijadikan pegangan.\rوَثَانِيْهَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِتَّبِعُوا السَّوَادَ الْأَعْظَمَ\rوَلَمَّا انْدَرَسَتْ اَلْمَذَاهِبُ الْحِقَّةُ إِلَّا هَذِهِ الْأَرْبَعَةَ كَانَ اتِّبَاعُهَا اِتِّبَاعًا لِلسَّوَادِ الْأَعْظَمِ وَالْخُرُوْجُ عَنْهَا خُرُوْجًا عَنِ السَّوَادِ الْأَعْظَمِ\rKedua, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: \"Ikutilah golongan terbesar (as-Sawad al-A'zham)!”.","part":1,"page":249},{"id":250,"text":"Ketika beberapa madzhab yang tergolong benar telah hilang dan yang tersisa hanya tinggal empat madzhab ini, maka nyatalah bahwa mengikuti empat madzhab berarti mengikuti as-Sawad al-A'zham, dan keluar dari sana berarti telah keluar dari as-Sawad al-A'zham.\rوَثَالِثُهَا أَنَّ الزَّمَانَ لَمَّا طَالَ وَبَعُدَ الْعَهْدُ وَضُيِّعَتِ الْأَمَانَاتُ لَمْ يَجُزْ أَنْ يُعْتَمَدَ عَلَى أَقْوَالِ عُلَمَاءِ السُّوْءِ مِنَ الْقُضَاةِ الْجَوَرَةِ وَالْمُفْتِيْنَ التَّابِعِيْنَ لِأَهْوَائِهِمْ حَتَّى يَنْسِبُوْا مَا يَقُوْلُوْنَ إِلَى بَعْضِ مَنْ اِشْتَهَرَ مِنَ السَّلَفِ بِالصِّدْقِ وَالدِّيَانَةِ وَالْأَمَانَةِ إِمَّا صَرِيْحًا أَوْ دَلَالَةً وَحِفْظِ قَوْلِهِ فِيْ ذَلِكَ وَلَا عَلَى قَوْلِ مَنْ لَا نَدْرِيْ هَلْ جَمَعَ شُرُوْطَ الْإِجْتِهَادِ أَوْ لَا\rKetiga, pada saat zaman sudah begitu lama berputar, makin jauh (dari masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam), dan amanat menjadi begitu mudah disia-siakan, maka tidak boleh berpegang pada pendapat-pendapat oknum-oknum ulama yang buruk, baik dari kalangan hakim-hakim yang menyeleweng maupun mufti-mufti yang hanya mengikuti hawa nafsunya, meskipun mereka mengaku bahwa pendapatnya itu sesuai dengan pendapat ulama salaf yang masyhur integritas pribadinya, loyalitas agamanya dan amanah moralnya, baik secara eksplisit maupun secara implisit, serta memelihara pendapatnya secara bertanggung jawab. Kitapun tidak boleh mengikuti pendapat orang yang kita belum mengetahui persis apakah yang bersangkutan sudah memenuhi persyaratan ijtihad atau belum.","part":1,"page":250},{"id":251,"text":"فَإِذَا رَأَيْنَا الْعُلَمَاءَ الْمُحَقِّقَيْنَ فِيْ مَذَاهِبِ السَّلَفِ عَسَى أَنْ يَصْدُقُوْا فِيْ تَخْرِيْجَاتِهِمْ عَلَى أَقْوَالِهِمْ وَاسْتِنْبَاطِهِمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَأَمَّا إِذَا لَمْ نَرَ مِنْهُمْ ذَلِكَ فَهَيْهَاتَ\rApabila kita melihat para ulama ahli tahqiq (penelitian) yang menekuni madzhab-madzhab para ulama salaf, maka ada harapan bahwa mereka akan memperoleh kebenaran dalam usahanya merumuskan pendapat dan penggalian ketentuan-ketentuan hukum dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Sebaliknya, apabila kita tidak melihat hal itu kepada mereka, maka sungguh jauh dari kemungkinan memperoleh kebenaran yang diharapkan.\rوَهَذَا الْمَعْنَى الَّذِيْ أَشَارَ إِلَيْهِ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ حَيْثُ قَالَ يَهْدِمُ الْإِسْلَامَ جِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَابْنُ مَسْعُوْدٍ حَيْثُ قَالَ مَنْ كَانَ مُتَّبِعًا فَلْيَتَّبِعْ مَنْ مَضَى\rInilah pengertian yang secara tidak langsung ditunjukkan oleh Khalifah ‘Umar bin Khatthab radhiyallaahu ‘anhu melalui perkataannya: \"Islam akan hancur akibat kelihaian orang-orang munafik dalam berdebat dengan menggunakan al-Qur'an.\"\rDan juga sahabat Ibnu Mas'ud berpesan: \"Barangsiapa menjadi pengikut (yang baik) maka hendaklah mengikuti (para ulama) generasi sebelumnya.\"\rفَمَا ذَهَبَ اِلَيْهِ ابْنُ حَزْمٍ حَيْثُ قَالَ اَلتَّقْلِيْدُ حَرَامٌ إِلَى آخِرِهْ إنَّمَا يَتِمُّ فِيْمَنْ لَهُ ضَرْبٌ مِنَ الْاِجْتِهَادِ وَلَوْ فِيْ مَسْأَلَةٍ وَاحِدَةٍ","part":1,"page":251},{"id":252,"text":"Dengan demikan gagasan yang pernah dilontarkan Ibnu Hazm bahwa taqlid itu hukumnya haram, sesungguhnya hanya ditujukan kepada orang yang memiliki kemampuan berijtihad meskipun hanya dalam satu permasalahan,\rوَفِيْمَنْ ظَهَرَ عَلَيْهِ ظُهُوْرًا بَيِّنًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَذَا وَنَهَى عَنْ كَذَا وَأَنَّهُ لَيْسَ بِمَنْسُوْخٍ إِمَّا بِأَنْ يَتَتَبَّعَ الْأَحَادِيْثَ وَأَقْوَالَ الْمُخَالِفِ وَالْمُوَافِقِ فِي الْمَسْأَلَةِ فَلَا يَجِدُ لَهَا نَسْخًا\rSerta buat orang yang konkrit meyakini bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan ini atau melarang itu, sedang perintah atau larangan itu belum dihapuskan. Keyakinan mungkin dapat diperoleh dengan meneliti banyak Hadits dan pendapat para ulama yang menentang maupun yang setuju, lalu jelas bahwa ketentuannya belum terhapuskan\rأَوْ بِأَنْ يَرَى جَمًّا غَفِيْرًا مِنَ الْمُتَبَحِّرِيْنَ فِي الْعِلْمِ يَذْهَبُوْنَ إِلَيْهِ وَيَرَى الْمُخَالِفَ لَهُ لَا يَحْتَجُّ اِلَّا بِقِيَاسٍ أَوْ اِسْتِنْبَاطٍ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ\rAtau mungkin dengan melihat mayoritas terbesar dari golongan ulama yang mendalami ilmunya ternyata sependapat dalam ketentuan tersebut, sementara golongan yang menentangnya tidak mampu mengajukan dalil kecuali hanya berupa qiyas atau istinbath atau yang sejenisnya (bukan berupa dalil nash).\rفَحِيْنَئِذٍ لَا سَبَبَ لِمُخَالَفَةِ حَدِيْثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا نِفَاقٌ خَفِيٌّ أَوْ حُمْقٌ جَلِيٌّ","part":1,"page":252},{"id":253,"text":"Jika demikian maka tidak ada dalih untuk menyalahi Hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam selain kemunafikan yang terselubung atau kebodohan yang nyata.\rوَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا بُدَّ لِلْمُكَلَّفِ غَيْرِ الْمُجْتَهِدِ الْمُطْلَقِ مِنْ اِلْتِزَامِ التَّقْلِيْدِ لِمَذْهَبٍ مُعَيَّنٍ مِنْ مَذَاهِبِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ وَلَا يَجُوْزُ لَهُ الْاِسْتِدْلَالُ بِالْآيَاتِ وَالْأَحَادِيْثِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى وَلَوْ رَدُّوْهُ إِلَى الرَّسُوْلِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنَ مِنْهُمْ\rDan ketahuilah, bahwa setiap orang yang sudah mukallaf (aqil baligh) yang tidak mampu berijtihad secara mutlak, harus mengikuti salah satu dari empat madzhab dan tidak boleh baginya untuk ber-istidlal (mengambil dalil secara langsung) dari al-Qur'an atau Hadits.\rIni didasarkan pada firman Allah Ta’ala (yang artinya kurang lebih): “Dan seandainya menyerahkan (urusan itu) kepada Rasul dan ulil amri (yang menguasai pada bidangnya) diantara mereka, niscayalah orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri).”.\rوَمَعْلُوْمٌ أَنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنَهُ هُمُ الَّذِيْنَ تَأَهَّلُوْا لِلْاِجْتِهَادِ دُوْنَ غَيْرِهِمْ كَمَا هُوَ مَبْسُوْطٌ فِيْ مَحَلِّهِ\rDan telah dimaklumi, bahwa mereka yang dapat ber-istinbath (mengambil dalil langsung dari al-Qur'an dan Hadits) adalah orang-orang yang telah memiliki cukup keahlian dan kemampuan berijtihad, bukan orang lain, sebagaimana keterangan yang diuraikan dalam bab ijtihad di berbagai kitab.","part":1,"page":253},{"id":254,"text":"أَمَّا الْمُجْتَهِدُ فَيَحْرُمُ عَلَيْهِ التَّقْلِيْدُ فِيْمَا هُوَ مُجْتَهِدٌ فِيْهِ لِتَمَكُّنِهِ مِنَ الْاِجْتِهَادِ الَّذِيْ هُوَ أَصْلُ التَّقْلِيْدِ لَكِنِ الْمُجْتَهِدُ الْمُسْتَقِلُّ بِوُجُوْدِ الشَّرَائِطِ الَّتِيْ ذَكَرَهَا الْأَصْحَابُ فِيْ أَوَائِلِ الْقَضَاءِ مَفْقُوْدٌ مِنْ نَحْوِ سِتِّمِائَةِ سَنَةٍ كَمَا قَالَهُ ابْنُ الصَّلَاحِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى\rAdapun orang yang dapat menyandang status mujtahid, maka haram baginya untuk bertaqlid dalam persoalan yang ia sendiri mampu berijtihad, karena kemampuannya berijtihad justru menjadi acuan bagi mereka yang taqlid.\rNamun demikian, mujtahid mustaqill (mujtahid yang mampu menggali hukum langsung dari sumbernya, al-Qur'an dan Hadits) dengan memenuhi segala persyaratnnya sebagimana yang telah dijelaskan oleh para pengikutnya dalam permulaan bab qodlo', ternyata sudah tidak ditemukan lagi sejak kira-kira enam ratus tahun yang silam, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Shalah rahimahullaau ta’ala\rحَتَّى قَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ إِنَّ النَّاسَ لَا إِثْمَ عَلَيْهِمْ اَلْآنَ بِتَعْطِيْلِ هَذَا الْفَرْضِ أَيْ بُلُوْغِ دَرَجَةِ الْاِجْتِهَادِ الْمُطْلَقِ لِأَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ بُلَدَاءُ بِالنِّسْبَةِ إِلَيْهَا وَفَرْضُ الْكِفَايَةِ فِيْ طَلَبِ الْعُلُوْمِ لَا يُتَوَجَّهُ إِلَى الْبَلِيْدِ\rBahkan tidak sekedar satu orang yang menyatakan manusia sekarang tidak berdosa seandainya meninggalkan kewajiban berijtihad ini, karena manusia zaman sekarang ini terlalu bodoh untuk mencapai derajat ijtihad. Padahal fardlu kifayah dalam hal mencari ilmu tidak mungkin ditujukan kepada orang-orang yang bodoh.","part":1,"page":254},{"id":255,"text":"وَلَيْسَتِ الْمَذَاهِبُ الْمَتْبُوْعَةُ مُنْحَصِرَةٌ فِي الْأَرْبَعَةِ بَلْ لِجَمَاعَةٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ مَذَاهِبُ مَتْبُوْعَةٌ أَيْضًا كَالسُّفْيَانَيْنِ وَإِسْحَاقَ بْنِ رَاهَوَيْهِ وَدَاوُدَ اَلظَّاهِرِيِّ وَالْأَوْزَاعِيِّ\rSebenarnya madzhab-madzhab yang boleh diikuti tidak hanya terbatas hanya kepada empat madzhab saja, bahkan ada golongan ulama dari madzhab yang bisa diikuti, seperti madzhab Sufyan Tsawri dan Sufyan bin ‘Uyaynah, Ishaq bin Rahawayh, madzhab Dawud ad-Zhahiri dan madzhab al-Awza'i.\rوَمَعَ ذَلِكَ فَقَدْ صَرَّحَ جَمْعٌ مِنْ أَصْحَابِنَا بِأَنَّهُ لَا يَجُوْزُ تَقْلِيْدُ غَيْرِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ ، وَعَلَّلُوْا ذَلِكَ بِعَدَمِ الثِّقَةِ بِنِسْبَتِهَا إِلَى أَرْبَابِهَا لِعَدَمِ الْأَسَانِيْدِ الْمَانِعَةِ مِنَ التَّحْرِيْفِ وَالتَبْدِيْلِ\rMeskipun demikian para ulama pengikut madzhab Syafi'i menjelaskan bahwa mengikuti selain empat madzhab adalah tidak boleh, karena tidak ada jaminan kebenaran atas hubungan madzhab itu dengan para imam yang bersangkutan, sebab tidak adanya sanad (mata-rantai) yang dapat menjamin daari beberapa kekeliruan dan perubahan\rبِخِلَافِ الْمَذَاهِبِ الْأَرْبَعَةِ فَإِنَّ أَئِمَّتَهَا بَذَلُوْا أَنْفُسَهُمْ فِيْ تَحْرِيْرِ الْأَقْوَالِ وَبَيَانِ مَا ثَبَتَ عَنْ قَائِلِهِ وَمَالَمْ يَثْبُتْ فَأَمِنَ أَهْلُهَا مِنْ كُلِّ تَغْيِيْرٍ وَتَحْرِيْفٍ وَعَلِمُوا الصَّحِيْحَ مِنَ الضَّعِيْفِ ،","part":1,"page":255},{"id":256,"text":"Berbeda dengan madzhab empat, karena para pemimpinnya telah mencurahkan jerih payahnya dalam mengkodifikasi (menghimpun) pendapat-pendapat serta menjelaskan hal-hal yang telah ditetapkan atau yang tidak ditetapkan oleh pendiri madzhab. Dengan begitu, maka para pengikutnya menjadi aman dari segala perubahan dan kekeliruan, serta bisa mengetahui mana pendapat yang benar dan yang lemah.\rوَلِذَا قَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ فِي الْإِمَامِ زَيْدِ بْنِ عَلِيٍّ إِنَّهُ إِمَامٌ جَلِيْلُ الْقَدْرِ عَالِي الذِّكْرِ وَ إِنَّمَا ارْتَفَعَتْ اَلثِّقَةُ بِمَذْهَبِهِ لِعَدَمِ اعْتِنَاءِ أَصْحَابِهِ بِالْأَسَانِيْدِ فَلَمْ يُؤْمَنْ عَلَى مَذْهَبِهِ التَّحْرِيْفُ وَالتَّبْدِيْلُ وَنِسْبَةُ مَالَمْ يَقُلْهُ إِلَيْهِ ، فَالْمَذَاهِبُ الْأَرْبَعَةُ هِيَ الْمَشْهُوْرَةُ الْآنَ الْمُتَّبَعَةُ ، وَقَدْ صَارَ إِمَامُ كُلٍّ مِنْهُمْ لِطَائِفَةٍ مِنْ طَوَائِفِ الْإِسْلَامِ عَرِيْفًا بِحَيْثُ لَا يَحْتَاجُ السَّائِلُ عَنْ ذَلِكَ تَعْرِيْفًا\rOleh karena itu, tidak sedikit orang yang memberi komentar terhadap Imam Zayd bin 'Ali. Beliau adalah seorang imam yang agung kedudukannya dan tinggi reputasinya, akan tetapi kepercayaan terhadap madzhabnya menjadi hilang karena para murid-muridnya kurang dalam memberikan perhatian pada pentingnya sanad yang menjamin kesinambungan suatu madzhab.\rفَالْمَذَاهِبُ الْأَرْبَعَةُ هِيَ الْمَشْهُوْرَةُ الْآنَ الْمُتَّبَعَةُ ، وَقَدْ صَارَ إِمَامُ كُلٍّ مِنْهُمْ لِطَائِفَةٍ مِنْ طَوَائِفِ الْإِسْلَامٍ عَرِيْفًا بِحَيْثُ لَا يَحْتَاجُ السَّائِلُ عَنْ ذَلِكَ تَعْرِيْفًا","part":1,"page":256},{"id":257,"text":"Maka madzhab empat inilah madzhab yang sekarang masyhur dan diikuti. Para imam dari masing-masing empat madzhab ini begitu dikenal, sehingga orang yang bertanya tidak perlu lagi diberikan pengenalan kepada mereka, karena begitu nama mereka disebut, dengan sendirinya orang bertanya pasti mengenalnya. Wallaahu A’lamu Bishshowaab.\rTerjemah Oleh KH. Abdullah Afif\rPekalongan, 23 Dzul Hijjah 1434 H / 28 Oktober 2013 M\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/673901229299355/\r1998. Interpretasi Kitab Kuning\rOleh : Jalil Abdul\rIstilah kitab kuning sudah tidak asing lagi bagi para santri dan kiai yang pernah mengeyam pendidikan di pesantren terutama pesantren yang ada nilai kesalafannya. Kitab tersebut sudah diajarkan sejak zaman dahulu oleh pendiri-pendiri Islam di Indonesia. Kitab kuning adalah sebuah istilah yang disematkan kepada kitab-kitab yang berbahasa Arab, yang biasa digunakan oleh beberapa pesantren atau madrasah Diniyah sebagai bahan pelajaran. Dinamakan kitab kuning karena kertasnya berwarna kuning.Sebenarnya warna kuning itu hanya suatu kebetulan saja, lantaran zaman dahulu barang kali belum ada jenis kertas seperti zaman sekarang yang putih warnanya.","part":1,"page":257},{"id":258,"text":"Mungkin di masa lalu yang tersedia memang itu saja. Juga dicetak dengan alat cetak sederhana, dengan tata letak dan lay-out yang monoton, kaku dan cenderung kurang nyaman dibaca. Bahkan kitab-kitab itu seringkali tidak dijilid, melainkan hanya dilipat saja dan diberi cover dengan kertas yang lebih tebal (kurasan).Untuk sekarang, kitab-kitab tersebut sudah banyak yang dicetak dengan memakai kertas putih dan dijilid dengan rapi. Penampilannya tidak kalah menariknya dengan penampilan buku-buku yang selain memakai bahasa Arab, seperti kitab-kitab yang dicetak dari percetakan Dar al Kotob Al Ilmiyah, Beirut Lebanon dan Al Haramain Surabaya.Kitab baru yang sudah masuk dalam kategori kitab kuning contohnya \"Fiqhul Islam\" terbitan 1995. Sedangkan kitab kuning tulisan ulama Indonesia di antaranya kitab \"Sirojul Tholibbin\". Kitab yang memperjelas kitab \"Minhajul Abidin\" karya Imam al-Ghazali itu ditulis Syaikh Ikhsan dari Pondok Pesantren Jampes, Kediri. \"Sirojul Tholibbin\" hingga kini menjadi bacaan wajib di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Contoh kitab kuning dari ulama Indonesia lainnya adalah kitab \"Sullamut Taufiq\" karya Imam Nawawi dari Banten, yang bertarikh 1358 (Majalah Tempo Interaktif, 2009).Istilah kitab kuning bertujuan untuk memudahkan orang dalam menyebut.","part":1,"page":258},{"id":259,"text":"Sebutan “kitab kuning” ini adalah ciri khas Indonesia. Ada juga yang menyebutnya, “kitab gundul”. Ini karena disandarkan pada kata per kata dalam kitab yang tidak berharakat, bahkan tidak ada tanda baca dan maknanya sama sekali. Tidak seperti layaknya kitab-kitab sekarang yang sudah banyak diberi makna dan harakat sampai catatan pinggirnya.Istilah “kitab kuno” juga sebutan lain untuk kitab kuning. Sebutan ini mengemuka karena rentangan waktu yang begitu jauh sejak kemunculannya dibanding sekarang. Karena saking kunonya, model kitab dan gaya penulisannya kini jarang lagi digunakan kecuali di pesantren yang masih kental dengan nilai-nilai kesalafan seperti pondok Lirboyo, Sarang dan Ploso.Meski atas dasar rentang waktu yang begitu jauh, ada yang menyebutnya dengan sebutan “kitab klasik” (al-kutub al-qadimah).","part":1,"page":259},{"id":260,"text":"Secara umum, kitab kuning dipahami oleh beberapa kalangan sebagai kitab referensi keagamaan yang merupakan produk pemikiran para ulama pada masa lampau (al-salaf) yang ditulis dengan format khas pra-modern, sebelum abad ke-17-an M.Untuk lebih detail lagi, kitab kuning dapat didefinisikan dengan tiga pengertian: Pertama, kitab yang ditulis oleh ulama-ulama asing, tetapi secara turun-temurun menjadi referensi yang dipedomani oleh para ulama Indonesia. Kedua, ditulis oleh ulama Indonesia sebagai karya tulis yang independen. Dan ketiga, ditulis ulama Indonesia sebagai komentar atau terjemahan atas kitab karya ulama asing. Dalam tradisi intelektual Islam, khususnya di Timur Tengah, dikenal dua istilah untuk menyebut kategori karya-karya ilmiah berdasarkan kurun atau format penulisannya (Rifqi, 2012). Kategori pertama disebut kitab-kitab klasik (al-kutub al-qadimah), sedangkan kategori kedua disebut kitab-kitab Modern (al-kutub al-‘ashriyah). Perbedaan yang pertama dari yang kedua dicirikan, antara lain, oleh cara penulisannya yang tidak mengenal pemberhentian, tanda baca (punctuation), dan kesan bahasanya yang berat, klasik, dan tanpa syakl (harakat).","part":1,"page":260},{"id":261,"text":"Apa yang disebut kitab kuning pada dasarnya mengacu pada kategori yang pertama, yakni kitab-kitab klasik (al-kutub al-qadimah).Dalam perkembangannya, istilah kitab kuning yang sudah mendarah daging untuk kalangan pesantren salaf telah dibuat plesetan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dengan dikonotasikan sebagai idiom atas kotoran yang berwarna kuning (Intelektual Pesantren, 2003). Statemen ini jelas sangat menghina para kiai dan santri serta menghina nilai-nilai yang tertera di dalam kitab tersebut.Menanggapi masalah istilah kitab kuning, KH Maimoen Zubair, pengasuh Pesantren Al Anwar dan juga mudir ‘Am majalah At Turast (majalah pegon di Yogyakarta) mempunyai pemikiran yang cemerlang. Menurutnya, kuning yang ada dalam istilah kitab kuning itu diambil dari kata Arab “ashfar” yang mempunyai arti kosong.","part":1,"page":261},{"id":262,"text":"Jadi, kalau seseorang ingin menjadi kiai atau ulama yang alim dalam masalah agama, dia harus bisa membaca kitab dengan kosong, tanpa memakai makna gandul (makna pegon ditulis miring) dan harakat (22/09/2012).Untuk mencapai derajat kiai yang alim seperti yang telah dikemukakan oleh KH. Maimoen Zubair tadi, tentunya seseorang harus belajar dengan tekun untuk memahami Gramatika Arab, seperti kitab Al Jurumiyah (karya Syaikh Muhammad As Sonhaji), Al Imrithi (karya Syaikh Sarifudin Yahya) dan Alfiyah (karya Syaikh Muhammad Jamaludin bin Malik). Di dalam tiga kitab ini memuat kaidah-kaidah yang dapat mengantarkan kita untuk memahami kitab kuning. Ujungnya, kita akan memahami sumber pokok hukum Islam, al-Quran dan al-Hadist. *Penulis Adalah aktivis Ma’had Aly Al Anwar dan ketua Website PP. Al Anwar Sarang Rembang Jateng asal Pati.\rhttp://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,40418-lang,id-c,kolom-t,Interpretasi+Kitab+Kuning-.phpx\r2983. HUKUM BELAJAR KITAB ONLINE TANPA GURU\rPERTANYAAN :\r> Arif Fivers\rUstadz, saya mau bertanya. Misalnya kan kita download kitab online dari website seseorang, bilang saja kitab tafsir. Lalu kita pelajari kitab tersebut dari hp atau laptop kita tanpa guru bimbingan.. Apakah itu termasuk perbuatan yang otodidak.? Bolehkah mempelajari ilmu filsafat ustadz ? Bagaimana toh ustadz..\rJAWABAN :\r> Ical Rizaldysantrialit\rSyeikh Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqan fiUlum menerangkan :","part":1,"page":262},{"id":263,"text":"ا?جازة من الشيخ غير شرط في جواز التصديل?قراء وا?فادة، فمن علم من نفسها?هلية جاز له ذلك وإن لم يجزه أحد، وعلى ذلكالسلف ا?ولون والصدرالصالح، وكذلك في كل علم وفي ا?قراء وا?فتاء ..وإنما اصطلح الناس علىا?جازة ?ن أهلية الشخص ? يعلمها غالبا من يريدا?خذ عنه من المبتدئينونحوهم لقصور مقامهم عن ذلك، والبحث عنا?هلية قبل ا?خذ شرط، فجعلتا?جازة كالشهادة من الشيخ للمجاز با?هلية\rIjazah dari seorang guru bukanlah sebuah syarat bolehnya mengajar dan membacakan kitab. Selama seseorang punya keyakinan bahwa dia sudah ahli maka boleh baginya untuk membacakandan berfatwa walaupun dia tidak mendapat ijazah dari siapapun. Pendapat ini dianut kalangan salaf klasik(al-awwalun). Begitu juga dalam setiap ilmu. Bahwasanya ada orang yang menganggap perlu adanya ijazah itu karena keahlian sesorang umumnya tidak dapat dicapai tanpa guru. Sedangkan keahlian itu menjadi syarat untuk mengajar. Maka ijazah itu ibarat sertifikat dari guru pada murid (yang diijazahi/al-mujaz) atas tercapainya suatu keahlian.\rImam Abu Hayyan Al Andalusy berkata:\rوقَال أبو حَيان ا?ندلسِي:\rيظنّ الغُمْرُ أن الكُتْبَ تَهدي ## أخَا جَهلٍ ?دْراكِالعُلومِومَا يَدري\rالجهولُ بأنّ فِيها ## غَوامِض حَيّرت عَقلَالفهيمِ\rإذا رُمت العُلومَ بغيرِ شيخٍ ## ضللتَ عَن الصِراطالمُستقِيم\rوتلتَبِسُ ا?مُورُ عليكَ حَتى ## تصيرَ أضلَّ مِن تُوماالحَكيم","part":1,"page":263},{"id":264,"text":"Khalayak ramai menyangka bahwa kitab-kitab itu dapat menuntun orang bodoh untuk menggapai ilmu padahal orang yang amat bodoh tidak tahu bahwa di dalam kitab kitab itu banyak masalah rumit yang membingungkan akal orang cerdas.Apabila engkau mencari ilmu tanpa guru maka engkau dapat tersesat dari jalan yang lurus.Maka segala hal yang berkaitan akan menjadi samar buatmu hingga engkau menjadi lebih sesat dibanding si Thomas (Ahli filsafat). (Hasyiyah Al Thalib ibnu Hamdun ala lamiyatal ‘af’al hal 44).\rTentang filsafat, dalam kitab “ I'anatuth tholibin juz 2 halaman 47 disebutkan :\rكالف?سفة وهم منكرو حدوث العالم وعلمه تعالى بالجزئية والبعث ل?جسام وهذه الث?ثة هي أصل كفرهم\r“Filosof adalah orang-orang yang mengingkari khudus (sifat baru dari) alam, mengingkari ilmunya allah dengan juz'iyyah, dan mengingkari kebangkitan dengan tubuh, dan 3 masalah inilah yang menjadi asal kekafiran mereka”\rDan imam sanusi sangat mewanti-wanti,dan memberi peringatan kepada orang- orang yang baru belajar agar jangan mengambil ushuluddin dari kitab-kitab yang bercampur dengan kalam falsafah,berikut ini perkatan beliau;\rوليحذر المبتدي جهده أن يأخذ أصول دينه من الكتب التي حشيت بك?م الف?سفة\r“Hendaklah orang yang baru belajar menghindari kesungguhannya mengambil ilmu ushulluddin dari kitab- kitab yang bercampur dengan perkataan filsafah”","part":1,"page":264},{"id":265,"text":"Bahkan bukan hanya ilmu ushulludin yang bercampur dengan filsafah saja yang di wanti-wanti untuk dihindari, juga ilmu mantiq. Bahkan iman nawawi dan ibnu shalah mengharamkan mempelajari ilmu mantiq yang bercampur dengan filsafah,seperti yang disinggung oleh Abdurrahman al-ahdhari dalam kitab Sulamul Munawwaroq :\rوالخلف في جواز ا?شتغال فابن الص?ح والنووي حرما والقولة المشهورة الصحيحة ممارس السنة والكتاب\r“ Terjadinya perbedaan wacana( antara para ahli) tentang status hukum kebolehan memperdalam ilmu retorika qurani (ilmu mantiq/logika),dapat diklasifikasikan menjadi tiga,yaitu Pertama,ibnu shalah dan imam nawawi berpendapat haram,dan (kelompok yang kedua) sebagian kelompok ulama mengatakan ilmu ini sebaiknya diketahui,dan pendapat(ketiga) yang terkenal menyatakan bahwa memperdalam ilmu retorica qurani(mantiq) adalah shahih(benar) bagi mereka yang memiliki kesempatan bernalar,berakal,yang mengerti seluk beluk hadis dan qur’an,yang menguasai betul hadis dan al-qur’an.hal ini supaya mereka yang bernalar logis bisa memperoleh petunjuk dari ilmu retorica( mantiq) sampai pada kebenaran yang hakiki.\rKesimpulannya :\rHukum mempelajari ilmu mantiq terbagi tiga\r1. Haram,menurut Imam Nawawi dan Ibnu Sholah.\r2. Jawaz atau Boleh menurut jam'un.\r3. Sunah menurut Imam Al-Ghozali.\rNamun hukum sunah mempelajarinya bagi orang yg punya nalar dan cerdas,dan betul-betul menjalankan hukum syar'i. Wallahu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/727995313889946/\r0066. Meraih Husnul Khotimah\rOleh Mumu BSA","part":1,"page":265},{"id":266,"text":"Dan sekarang saya (ibn hajar) ingin mengambil keberkahan dengan mengemukakan 2 hadist yang mulia lagi agung.\rAdapun hadist yang pertama ialah hadist yang telah di-ijaza-kan kepada saya oleh Al 'Allamah syekh Muhammad Al-Khotib, berbangsa Syam kemudian Madinah bermadzhab Hambali.\rBeliau adalah Ibnu Usman bin Abbas bin Usman, dari gurunya bersambung sampai Abu Dzar Al-Ghiffariy RA, dari Rasulullah SAW, dalam hadist yang beliau riwayatkan dari Tuhannya yang Maha Mulia lagi Maha Agung.\r(Hadist pertama) . Allah ta'ala berfirman: ''Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas diriKu, dan aku telah jadikan Kedzhaliman itu hal yang haram, maka janganlah kalian berbuat Zhalim.\rWahai hamba-hambaKu, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Aku beri pentunjuk kepadanya, maka mohon petunjuklah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan memberi petunjuk kepada kalian.\rWahai hamba-hambaKu, kalian semua lapar, kecuali orang yang telah aku beri makan kepadanya, maka minta makanlah kalian kepadaKu, niscaya Aku memberi kalian makan.\rWahai hamba-hambaKu, kalian semua telanjang, kecuali orang yang aku beri pakaian kepadanya, maka minta pakaianlah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan memberi kalian pakaian.\rWahai hamba-hambaKu sesungguhnya kalian berbuat salah di waktu malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni segala dosa, maka mohon ampunlah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.","part":1,"page":266},{"id":267,"text":"Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak akan sampai memberi Mudhorot kepadaKu, lalu kalian memudhorotkanKu, dan kalian tidak akan sampai memberi manfa'at kepadaKu, lalu kalian memberi manfa'at kepadaKu.\rWahai hamba-hambaKu, sungguh seandainya orang yang terdahulu di antara kalian dan yang terakhir, manusia dan jin, mereka semua lebih takwa dari hati orang yang paling takwa di antara kalian,maka hal itu tidak akan menambah apapun didalam kerajaanKu\rWahai hamba-hambaKu, sesungguhnya seadainya orang terdahulu diantara kalian dan yang paling akhir, manusia dan jin, mereka semua lebih durhaka dari hati orang yang paling durhaka,maka hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun didalam kerajaanKu.\rWahai hamba-hambaKu,sesungguhnya seandainya orang yang terdahulu diantara kalian dan yang paling akhir, manusia dan jin, mereka semua berada di satu tempat yang tinggi, lalu mereka semua meminta kepadaKu, lalu Aku memberi kepada setiap orang sesuai permintaannya,maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada padaKu, melainkan hanya seperti jarum mengurangi (air) apabilah jarum dimasukan ke dalam lautan.\rWahai hamba-hambaKu, sesungguhnya semua itu hanyalah amal kalian yang Aku perhitungkan bagi kalian, kemudian Aku penuhi kalian dengan amal itu, maka barangsiapa menemukan kebaikan hendaklah ia memuji Allah dan barangsiapa menemukan kejelekan, maka janganlah sekali-kali mencela, kecuali terhadap dirinya sendiri''","part":1,"page":267},{"id":268,"text":"(Hadist yang kedua) hadist yang telah di-ijazah-kan kepada saya (ibn hajar al-asqolaniy) oleh Al Allamah Sayyid Ahmad Al-Mursafi Al-Mishri setelah saya di-Ijazakannya oleh sayyid Abdulwahab bin Ahmad Farohat Asy-Syafi'i dari guru-guru beliau yang bersambung (musalsal) kepada orang yang paling awal,sampai kepada Abdullah bin Amru bin Ash dari Nabi SAW, bahwasannya Nabi Telah bersabda:\r''orang-orang yang pengasih(penyayang) akan dikasih sayangi oleh Zat yang maha pengasih, maha Suci dan maha Tinggi, maka sayangilah Makhluk yang ada dibumi, niscaya Makhluk yang ada dilangit akan menyayangi kalian''\rDan maknanya adalah orang yang menyayangi makhluk yang ada dibumi, baik manusia dan hewan yang kita tidak diperintahkan untuk membunuhnya, dengan cara berbuat baik kepada mereka, maka Allah yang Maha Pengasih akan berbuat baik kepada mereka.\rKasih sayanglah kepada makhluk yang mampu engkau sayangi, dari berbagai jenis makhluk-makhluk Allah ta'ala walaupun terhadap makhluk yang tidak berakal dengan berbuat lembut kepada mereka, dan dengan do'a kalian untuk mereka agar memperoleh rahmat dan ampunan, maka para malaikat akan merahmati kalian.\rDan malaikat yang mengasihinya adalah meliputi semua malaikat penghuni langit, yang mereka jumlahnya lebih banyak daripada penghuni bumi.","part":1,"page":268},{"id":269,"text":"Tidak diperbolehkan bagi seseorang berdo'a untuk seluruh kaum muslimin agar diampuni seluruh dosa mereka, atau berdo'a untuk orang fakir, agar dia mendapat uang 100 dinar dan orang fakir tersebut tidak mempunyai cara yang mempermudah dirinya mendapatkan 100 dinar itu, dan ia berkata: ''Ini Rahmat Allah kepada Makhluk'', karena hal itu bertentangan dengan Nash-Nash Syariat. (selesai Tabarruk Syeikh)\rseseorang pernah memimpikan Imam Ghozali didalam tidurnya, lalu orang tersebut bertanya kepada imam Ghozali: '' Apa yang Allah lakukan kepadamu?''\rlalu beliau menjawab: ''Allah menghentikan aku dihadapan-Nya, dan Allah berfirman kepadaku: ''dengan bekal apa engkau menghadap kepada-Ku?''\rLalu aku menyebutkan semua amalku.\rlalu Allah berfirman:''Aku tidak menerima amal-amalmu, sesungguhnya Aku hanya menerima darimu amal, yang pada suatu hari seekor lalat hinggap di atas tinta penamu untuk minum darinya,padahal engkau sedang menulis, lalu engkau berhenti menulis hingga lalat itu mengambil bagiannya itu, karena rasa sayangmu kepadanya''\rKemudian Allah berfirman: ''bawa pergilah terus (wahai para malaikat-Ku) hamba-Ku ini ke surga.''\rDiantara sebab-sebab meraih Husnul Khotimah adalah merutinkan Do'a berikut, yaitu: ''ALLAHUMMA AKRIM HADZIHIL UMMATAL MUHAMMADIYYATA BI-JAMILI AWAIDIKA FID DARAINI IKRAMAN LIMAN JA'ALTAHA MIN UMMATIHI SHOLLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM'' (Ya Allah muliakanlah Umat Nabi Muhammad ini dengan keindahan orang-orang yang kembali kepada-Mu di dua negri (dunia dan akhirat) berupa kemulian bagi orang yang telah Engkau jadikan sebagai umat Nabi Muhammad SAW.)''","part":1,"page":269},{"id":270,"text":"Dan Diantaranya (penyebab husnul khotimah) adalah Merutinkan Do'a berikut ini diantara Sholat Sunnah Shubuh dan Fardhu Shubuh, yaitu: ALLAHUMMA IGHFIR LIUMMATI SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMAR HAM UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMAS STUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMAJ JBUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMA ASLIH UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMA 'AAFI UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMA IHFADH UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN, ALLAHUMMAR HAM UMMATA SAYYIDINA MUHAMMADIN RAHMATAN 'AAMMATA YAA RABBAL 'ALAMIIN, ALLAHUMMAG FIR LII UMMATI SAYYIDINA MUHAMMADIN MAGHFIROTAN 'AMMATAN YAA RABBAL 'ALAMIIN, ALLAHUMMA FARRIJ 'AN UMMATI SAYYIDINA MUHAMMADIN FARAJAN 'AAJILAN YAA RABBAL 'ALAMIIN.\r(Ya Allah, sayangilah umat baginda kami Muhammad, Ya Allah, tamballah (kekurangan) umat baginda kami Muhammad, Ya Allah, perbaikilah umat baginda kami Muhammad, Ya Allah, sehatkanlah umat baginda kami Muhammad, Ya Allah peliharalah umat baginda kami Muhammad, Ya Allah, sayangilah umat baginda kami Muhammad dengan rahmat yang menyeluruh, Wahai Tuhan semesta alam, Ya Allah berilah pengampunan yang menyeluruh, Wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah lapangkanlah umat baginda kami Muhammad dengan kelapangan yang segerah, Wahai Tuhan semesta alam.)\rDan Diantaranya (penyebab husnul Khotimah) adalah membiasakan do'a ini yaitu: YAA RABBA KULLI SYAIIN BIQUDROTIKA 'ALA KULLI SYAIIN IGHFIRLIY KULLA SYAIIN WA LAA TAS,ALANIY 'AN KULLI SYAIIN WA LAA TUHASIBNIY FI KULLI SYAIIN WA A'THINI KULLA SYAIIN.","part":1,"page":270},{"id":271,"text":"(Wahai Tuhan segala sesuatu, dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, ampunilah aku akan segala sesuatu, janganlah Engkau menanyakan kepadaku tentang setiap sesuatu, janganlah Engkau menghisabku mengenai segala sesuatu, dan berilah aku segala sesuatu.'' (Selesai di antara sebab memperoleh husnul khotimah) syukron yang menambahkannya. (NASHOIHUL IBAD)\r0137. NASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI AL-BANTANIE 2\rNASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI AL-BANTANIE merupakan syarah atas kitab AS-SYAIKH SYIHABUDDIN AHMAD BIN HAJAR AL-ASQOLANI (IBNU HAJAR AL-ASQOLANI).\rBAB TSUNA'I (dua-dua).\rDi dalamnya terdapat 30 nasehat,yaitu 4 khobar, dan 26 atsar. Yang kami (imam Nawawie Al-bantanie) maksud dengan Khobar ialah sabda-sabda Nabi SAW, sedangkan Atsar ialah ucapan-ucapan sahabat dan tabi'in. Diantara 30 nasehat itu..","part":1,"page":271},{"id":272,"text":"Maqolah yang pertama : Hadist yang diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasannya beliau bersabda: (DUA PERKARA, TIDAK ADA SESUATU APAPUN yang LEBIH UTAMA DARI KEDUANYA YAITU BERIMAN KEPADA ALLAH DAN MEMBERI MANFA'AT KEPADA ORANG ISLAM) baik dengan ucapan, kedudukan,harta, atau dengan badan. Rasulullah SAW bersabda: '' siapa saja yang memasuki pagi hari, ia tidak berniat Mendzolimi seseorang, maka diampuni baginya terhadap segala dosa. Dan siapa saja yang memasuki pagi hari berniat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi keperluan orang islam, maka baginya pahala seperti pahala haji mabrur''. Dan Nabi SAW bersabda: '' hamba yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfa'at bagi manusia lainnya. Dan amal perbuatan yang paling utama ialah memasukkan rasa senang ke dalam hati orang yang beriman, dengan cara menyingkirkan rasa lapar darinya, atau menghilangkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya.''","part":1,"page":272},{"id":273,"text":"(DUA PERILAKU, TIDAK ADA SESUATUPUN YANG LEBIH KOTOR DARI KEDUANYA YAITU MENYEKUTUKAN ALLAH DAN MEMBAHAYAKAN ORANG2 ISLAM) pada tubuh2 mereka, atau harta2 mereka. karena sesungguhnya seluruh perintah Allah ta'ala kembali kepada 2 perkara yaitu mengagungkan Allah dan menyayangi makhluk-Nya. Sebagaimana Allah berfirman:...''dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat'' (qs. Al-baqarah:43). Dan firman Allah ta'ala:....''bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu''...(qs:lukman:14). Diriwayatkan dari Uwais Al-Qarniy, bahwasannya beliau berkata: ''aku lewat di salah satu pantai bertemu dengan seorang rahib (pendeta yahudi), lalu aku berkata: ''wahai rahib,apa derajat awal yang bisa dicapai oleh seorang murid''.\rRahib berkata:''melawan kedzhaliman dan meringankan punggung dari berbagai tanggung jawab, karena sesungguhnya tidak akan meningkat amal seseorang,sementara ia mempunyai tanggung jawab atau perbuatan dzholim''\rMaqolah kedua Nabi SAW bersabda: (HENDAKLAH KALIAN DUDUK DENGAN ULAMA) yakni mereka yang beramal sesuai dengan ilmunya (DAN MENDENGARKAN PERKATAAN ORANG-ORANG BIJAK) yakni mereka yang mengenal/mengetahui Zat Allah ta'ala, mereka yang sesuai dengan kebenaran dalam ucapan dan tindakannya/amalnya (KARNA SESUNGGUHNYA ALLAH TA'ALA MENGHIDUPKAN HATI YANG MATI DENGAN CAHAYA HIKMAH) yakni ilmu yang bermanfa'at(SEBAGAIMANA DIA MENGHIDUPKAN BUMI YANG MATI DENGAN AIR HUJAN).","part":1,"page":273},{"id":274,"text":"Dan didalam hadist riwayat imam Thobroni dan Abu Hanifa:''duduklah kalian dengan para pembesar ilmu,bertanyalah kalian kepadaa ulama,dan bergaullah kalian dengan hukama/orang bijak''. Dan didalam riwayat lain:''duduklah dengan ulama dan para pemilik kebijaksanaan,dan bergaullah dengan para pembesar ilmu''. Maksudnya adalah..ulama itu ada 3 macam:\r1.ulama yang menguasai hukum-hukum Allah ta'ala, mereka adalah para pemegang/ahli fatwa.\r2.ulama yang hanya ma'rifat kepada Zat Allah saja, mereka adalah para Hukama (orang-orang bijak/sufi). Maka didalam bergaul dengan mereka terjadi pencerahan Akhlak, karena hati mereka memancarkan ma'rifatullah, dan sirr mereka memancarkan cahaya-cahaya keagungan Allah.\r3.ulama dengan kedua macam tersebut mereka adalah Al-Kubaro (pembesar ulama), karena sesungguhnya bergaul dengan Ahlillah menghasilkan perilaku yang terpuji.\rManfa'at pandangan melebihi manfa'at ucapan. Maka siapa saja yang pandangannya bermanfa'at kepadamu,maka akan bermanfa'at segala ucapannya, dan siapa yang tidak demikian (pandangannya), maka tidak bermanfa'at (ucapannya). Imam Suhrowardiy perna mengelilingi salah satu masjid Khoif di mina, wajah beliau berseri-seri. Lalu beliau ditanya mengenai hal itu. Lalu beliau berkata: ''sungguh Allah mempunyai hamba-hamba yang apabila mereka melihat seseorang, maka orang tersebut mendapatkan kebahagian (dunia/akhirat) dan aku sedang mencari hal itu. Nabi SAW. Bersabda: ''akan datang suatu zaman atas umatku, dimana mereka lari/menjauhi para Ulama dan Fuqoha, lalu Allah menguji mereka dengan 3 macam ujian:","part":1,"page":274},{"id":275,"text":"Ujian pertama, Allah ta'ala menghilangkan keberkahan dari usaha mereka.\rUjian kedua, Allah ta'ala memberikan kekuasaan kepada penguasa Dzolim atas mereka.\rYang ketiga, mereka keluar dari dunia (mati) tanpa iman.''. Naudzu billah min dzalik\rMaqolah yang ketiga : Dari Abu Bakar Shiddiq RA: (''SIAPA SAJA YANG MASUK KUBUR TANPA BEKAL) yakni berupa amal sholeh (MAKA SEAKAN-AKAN IA MENGARUNGI LAUTAN TANPA PERAHU'') yakni, maka ia akan benar2 tenggelam dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya, kecuali orang-orang yang bisa menyelamatkannya. Sebagaimana Nabi SAW bersabda: ''keadaan mayat didalam kubur tak ubahnya seperti orang yang tenggelam yang butuh pertolongan.''. yakni, yang mencari sesuatu agar mendapatkan pertolongan.\rMaqolah ke empat : (DARI UMAR RA) dikutip dari syekh Abdul Mu'thiy as-samlawi: '' bahwasannya Nabi SAW bersabda kepada Malaikat Jibril AS: ''jelaskan padaku kebaikan-kebaikan Umar'' Lalu jibril berkata: ''seandainya lautan menjadi tinta,pepohonan menjadi pena, maka pasti aku tidak dapat menghitungnya''. Lalu Nabi Bersabda: ''jelaskan padaku kebaikan-kebaikan Abubakar''. Lalu Jibril berkata: ''Umar adalah salah satu kebaikan dari berbagai kebaikan Abubakar''. (KEMULIAN DUNIA DENGAN HARTA,DAN KEMULIAN AKHIRAT DENGAN AMAL SHALEH) . Maksudnya: tidak akan kuat dan baik urusan dunia kecuali dengan harta benda, dan tidak akan menjadi kuat dan baik urusan Akhirat kecuali dengan amal-amal Shaleh.","part":1,"page":275},{"id":276,"text":"Maqolah kelima : (DARI UTSMAN RA: ''GELISAH TERHADAP DUNIA ADALAH KEGELAPAN DIDALAM HATI, DAN GELISA TERHADAP AKHIRAT ADALAH CAHAYA DIDALAM HATI). Maksudnya adalah bersedih dalam urusan yang berkaitan dengan urusan dunia, akan menjadikan kegelapan didalam hati, sedangkan bersedih dalam urusan yang berkaitan dengan akhirat menjadikan penerang hati. Ya Allah, jangan Engkau jadikan dunia sebagai kegelisahan kami yang paling besar dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai tempat tujuan ilmu kami.\rMaqolah ke enam : (DARI ALI RA.:''SIAPA SAJA MENCARI ILMU,MAKA SURGA BERADA DALAM PENCARIAANYA. DAN SIAPA SAJA MENCARI MA'SIAT MAKA NERAKA BERADA DALAM PENCARIANNYA'') maksudnya: siapa saja yang sibuk dengan ilmu yang bermanfa'at yang tidak boleh bagi setiap orang baligh lagi berakal tidak mengetahuinya,maka hakikatnya adalah sebagai pencari surga dan Ridho Allah ta'ala dan siapa saja yang ingin bermaksiat,maka hakikatnya adalah ia sebagai pencari neraka dan murka Allah ta'ala.\rMaqolah ketujuh : (DARI YAHYA BIN MU'ADZ RA: TIDAK PERNAH BERMAKSIAT KEPADA ALLAH,SEORANG YANG MULIA). Yakni orang yang terpuji perbuatannya, yaitu orang yang memuliakan dirinya dengan bertakwa dan menjaga diri dari maksiat. (DAN TIDAK PERNAH MENDAHULUKAN KEPENTINGAN DUNIA). Yakni tidak mengedepankan dan mengutamakannya. (ATAS AKHIRAT,SEORANG YANG BIJAK). Yakni orang yang benar dalam perbuatannya, yaitu orang yang menahan dirinya dari sesuatu yang bertentangan dengan akal sehatnya.","part":1,"page":276},{"id":277,"text":"Maqolah ke delapan : (DARI AL-A'MASYI) nama beliau adalah Sulaiman bin Mahron Al-Kufiy RA. (''SIAPA SAJA YANG MODALNYA TAKWA, MAKA LISANNYA TIDAK MAMPU MENYIFATI KEUNTUNGAN AGAMANYA, DAN SIAPA SAJA YANG MODALNYA DUNIA, MAKA LISANNYA TIDAK MAMPU MENYIFATI KERUGIAN AGAMANYA.''). Maksudnya adalah: siapa saja yang berpegang pada ketakwaan dengan tunduk patuh pada perintah2 Allah ta'ala dan menjauhi segala maksiat dengan mendasari segala perbuatannya sesuai dengan syariat agama, maka ia memiliki kebaikan yang banyak yang tidak terhingga (sehingga lisan tidak mampu menyifatinya). Dan siapa saja yang berpegang pada perkara2 yang bertentangan dengan syariat agama, maka ia memiliki kejelekan yang banyak, tidak mampu lisan untuk menyebutkan banyaknya jumlah kejelekannya itu.\rMaqola kesembilan : (DARI SUFYAN ATS-TSAURIY RA) beliau adalah guru Imam Malik ra. Beliau berkata: (SETIAP MAKSIAT) yang timbul (DARI NAFSU) yakni keinginan jiwa terhadap sesuatu (MAKA HAL ITU DAPAT DIHARAPKAN AMPUNANNYA) yakni ampunan dari maksiat itu. (SETIAP MAKSIAT) yang timbul (DARI KESOMBONGAN) yakni mengaku mempunyai kelebihan/keutamaan (MAKA SESUNGGUHNYA HAL ITU TIDAK DAPAT DIHARAPKAN AMPUNANNYA, karena MAKSIAT IBLIS BERSUMBER DARI KESOMBONGAN) iblis menyangka bahwa sesungguhnya ia lebih baik dari baginda kita Nabi Adam. (DAN KESALAHAN) Nabi Adam AS. (BERSUMBER DARI NAFSU) dengan sebab keinginan beliau untuk merasakan buah Syahwat yang telah dilarang.","part":1,"page":277},{"id":278,"text":"Maqolah kesepuluh : (DARI SEBAGIAN ORANG ZUHUD). Mereka adalah orang2 yang meremehkan dunia dan mereka tidak memperdulikannya, tetapi mereka hanya mengambil dari dunia sekedar kebutuhan mereka. Mereka berkata: (SIAPA SAJA YANG BERBUAT DOSA). Yakni ia menanggung/membawa dosa itu. (SEDANGKAN IA TERTAWA). Yakni dalam keadaan gembira dengan menanggung dosa tersebut. (MAKA ALLAH AKAN MEMASUKANNYA KE NERAKA,DALAM KEADAAN IA MENANGIS). Karena sesungguhnya haknya adalah menyesal dan memohon ampun kepada Allah terhadap dosa tersebut. (DAN SIAPA yang MELAKUKAN KETA'ATAN SEDANGKAN IA MENANGIS). karena malu kepada Allah ta'ala dan takut kepada-Nya atas kelalaiannya dalam keta'atannya itu. (MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH AKAN MEMASUKANNYA KE DALAM SURGA DALAM KEADAAN TERTAWA). Yakni ia bergembira dengan sangat gembira karena berhasil dalam pencariaanya, yaitu ampunan Allah ta'ala. [ Mumu BSA ].\r0147. NASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI AL-BANTANIE 3\rMaqolah ke sebelas : (DARI SEBAGIAN ORANG BIJAK) yakni para wali,mereka berkata: (JANGANLAH KALIAN MEREMEHKAN DOSA-DOSA KECIL) yakni janganlah kalian menghitungnya sebagai dosa kecil (KARNA SESUNGGUHNYA DARI DOSA KECIL ITU AKAN BERCABANG-CABANG DOSA-DOSA YANG BESAR) dan terkadang murka Allah pada dosa-dosa kecil tersebut.\rMaqolah ke 12 : (DARI NABI SAW: BUKAN DOSA KECIL, MAKSIAT YANG DISERTAI DENGAN TERUS DIKERJAKAN)\rKarena dosa kecil yang terus menerus dilakukan menjadi besar sehingga menjadi dosa besar, dan juga sesungguhnya dosa kecil yang diniatkan untuk senantiasa dikerjakan akan menjadi dosa besar.","part":1,"page":278},{"id":279,"text":"Karna niat seseorang dalam melakukan maksiat adalah perbuatan maksiat.\r(DAN BUKAN DOSA BESAR MAKSIAT YANG DISERTAI DENGAN PERMOHONAN AMPUN)\rYakni bertaubat dengan syarat-syaratnya, karena sesungguhnya taubat dapat menghapus pengaruh perbuatan salah meskipun kesalahan itu besar.\rMaqolah ketiga belas : (DIKATAKAN: CITA2 'ARIF ADALAH PUJIAN)\rYakni keinginan orang2 Ahli ma'rifat kepada Allah adalah memuji Allah ta'ala dengan keindahan sifat-sifatNya.\r(DAN CITA2 ORANG ZUHUD IALAH DO'A)\rYakni keinginan orang yang berpaling dari sesuatu yang melebihi ukuran yang dibutuhkan dari urusan dunia dengan hatinya adalah do'a, yaitu merendahkan diri kepada Allah ta'ala dengan memohon segala yang ada disisi-Nya.\r(KARNA SESUNGGUHNYA CITA2 ORANG 'ARIF ADALAH TUHANNYA) bukan pahala dan bukan surga\r(SEDANGKAN CITA2 ORANG ZUHUD ADALAH DIRINYA SENDIRI)\rYakni manfa'at dirinya sendiri berupa pahala dan surga.\rMaka bedakanlah antara orang yang cita2nya memperoleh bidadari dan orang yang cita2nya menyingkap satir (rahasia Allah)\rMaqolah ke empat belas : (DARI SEBAGIAN AL-HUKAMA/ORANG BIJAK: ''SIAPA SAJA MENYANGKA BAHWA IA MEMPUNYAI PENOLONG YANG LEBIH UTAMA DARI ALLAH, MAKA SANGAT SEDIKIT PENGETAHUANNYA TENTANG ALLAH).\rmaknanya siapa saja yang menyangka bahwa ia memiliki penolong yang lebih dekat daripada Allah, dan lebih banyak menolong daripada-Nya,maka orang itu belum mengenal Allah Ta'ala.\r(DAN SIAPA SAJA YANG MENYANGKA BAHWA IA MEMPUNYAI MUSUH YANG LEBIH MENGANCAM DARI NAFSUNYA, MAKA SANGAT SEDIKIT PENGETAHUANNYA TENTANG DIRINYA)","part":1,"page":279},{"id":280,"text":"maksudnya adalah siapa saja yang menyangka bahwa ia memiliki musuh yang lebih kuat dari nafsu amarahnya dan nafsu tercela, maka sesungguhnya orang itu belum mengenal dirinya.\rMaqolah kelima belas : (DARI SAYYIDINA ABUBAKAR ASH-SHIDDIQ RA. MENGENAI FIRMAN ALLAH TA'ALA ''TELAH NAMPAK KERUSAKAN DI DARAT DAN DI LAUT...(QS:AR-RUM:41)'' BELIAU BERKATA:) yakni sayyidina Abubakar dalam menafsirkan ayat tersebut: (DARAT ADALAH LISAN, SEDANGKAN LAUT ADALA HATI, APABILA LISAN ITU RUSAK) dengan mencaci maki umpamanya (MAKA MENANGISLAH JIWA-JIWA MANUSIA) yakni orang2 dari keturunan Nabi Adam AS. (DAN APABILA HATI RUSAK) dengan riya' umpamanya (MAKA MENANGISLAH PARA MALAIKAT)\rsebagian ulama mengatakan: ''hikma adanya lisan itu satu adalah: peringatan awal bagi seorang hamba, bahwasannya ia tidak sepatutnya berbicara kecuali dalam hal yang penting atau berbicara tentang kebaikan'' dan pendapat lain mengatakan:''hikma adanya lisan itu satu adalah: \"karna sesungguhnya lisan mengucapkan segala bahasa yang diucapkan kepada Dzat yang maha Esa yaitu Allah ta'ala demikian juga hati. berbeda halnya dengan mata dan telinga, karena sesuatu yang dilihat dan didengar itu berbilangan. sebagian lain mengatakan: kebutuhan mendengar dan melihat lebih banyak daripada kebutuhan berbicara.\rsesungguhnya sayyidina Abubakar menyerupakan hati dengan laut, karena sangat dalam dan luasnya. intaha\rMaqolah ke enam belas : (DIKATAKAN:''SESUNGGUHNYA HAWA NAFSU ITU DAPAT MENJADIKAN RAJA-RAJA SEBAGAI BUDAK)\rKarna sesungguhnya orang yang mencintai sesuatu, maka jadilah orang itu budaknya.","part":1,"page":280},{"id":281,"text":"(SEDANGKAN SABAR MENJADIKAN BUDAK SEBAGAI RAJA) karena sesungguhnya seorang budak dengan kesabarannya akan meraih apa yang ia inginkan.\r(TIDAKKAH ENGKAU MELIHAT) yakni tidak sampaikah pengetahuanmu (TERHADAP) kisah baginda kita yang mulia,putra orang mulia,putra orang mulia,putra orang mulia, yaitu (NABI YUSUF) Ash-Shiddiq putra Nabi Ya'kub yang sabar, putra Nabi Ishaq yang murah hati, Putra Nabi Ibrohim sang kekasih yang banyak berdo'a (DAN SITI ZULAIKHA'')\rKarna sesungguhnya siti Zulaikha mencintai Baginda kita Nabi Yusuf, dengan cinta yang bergelora, sementara Nabi Yusuf tetap bersabar menghadapi tipu daya dari gangguan Siti Zulaikha.\rMaqolah ke tujuh belas : (DIKATAKAN: ''BERUNTUNGLAH) yakni mendapatkan kebaikan yang banyak (BAGI ORANG YANG AKALNYA JADI PIMPINAN),dengan jalan ia mengikuti akalnya yang sempurna, (SEDANG NAFSUNYA) yakni kecenderungan nafsunya kepada sesuatu yang tidak ia inginkan tanpa ada ajakan syariat (MENJADI TAWANAN) yakni terhalan dari melakukan hal itu.\r(DAN CELAKALAH) yakni sangat binasa (BAGI ORANG YANG NAFSUNYA JADI PIMPINAN) dengan melepas hawa nafsunya kepada hal yang diinginkan, (SEDANG AKALNYA MENJADI TAWANAN'') yakni terhalang dari berfikir tentang nikmat-nikmat Allah ta'ala dan tentang keagungan Allah ta'ala.\rMaqolah ke 18 : (DIKATAKAN : ''SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN DOSA, MAKA AKAN LEMBUT HATINYA) sehingga ia akan dapat menerima nasehat dan khusyu/penuh perhatian pada nasehat tersebut.","part":1,"page":281},{"id":282,"text":"(DAN SIAPA SAJA yang MENINGGALKAN SEGALA YANG HARAM) dalam makanan, pakaian, dan lain2 (DAN MEMAKAN SEGALAH yang HALAL, MAKA AKAN JERNIH FIKIRANNYA'') terhadap ciptaan2 Allah ta'ala, yang menunjukan atas kekuasaan Allah ta'ala menghidupkan makhluk setelah mati dan atas ke-Esaan Allah ta'ala, keMaha kuasaan-Nya dan keMaha tahuan-Nya.\rMaqolah ke 19 : (TELAH DIRIWAYATKAN KEPADA SEBAGIAN PARA NABI: ''TAATILAH AKU DI DALAM SEGALA HAL YANG TELAH AKU PERINTAHKAN KEPADAMU,DAN JANGAN ENGKAU DURHAKA KEPADAKU PADA SEGALAH HAL YANG TELAH AKU NASEHATKAN KEPADAMU) maksudnya adalah: dalam segala hal yang telah Aku serukan kepadamu menuju hal2 yang didalamnya terdapat kebaikan dan Aku melarangmu dari segala hal yang didalamnya terdapat kerusakan.\rMaqolah ke 20 : (DIKATAKAN: '' SEMPURNANYA AKAL ITU ADALAH MENGIKUTI KERIDHOAN ALLAH TA'ALA DAN MENJAUHI MURKA-NYA) maka yang menyelisihi dari kedua perkara tersebut adalah perbuatan gila. (tidak sempurna akalnya).\r0930. NASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI AL-BANTANIE 4\rMaqolah ke 21 : (DIKATAKAN: ''TIDAK ADA KEASINGAN BAGI ORANG YANG MEMPUNYAI KEUTAMAAN,DAN TIDAK ADA TANAH AIR BAGI ORANG BODOH'')\rMaksudnya: orang yang disifati dengan keilmuan dan mengamalkan ilmunya, maka ia dimuliakan lagi terhormat di sisi manusia, di negri manapun ia berada, maka keberadaannya di setiap negri di sisinya adalah tanah airnya, meskipun ia pendatang,\rSedangkan orang bodoh kebalikan dari hal itu.\rMaqolah ke 22 : (DIKATAKAN: ''SIAPA SAJA YANG DENGAN KETA'ATANNYA DISISI ALLAH DEKAT,MAKA IA DITENGAH2 MANUSIA MENJADI TERASING'')","part":1,"page":282},{"id":283,"text":"Maksudnya adalah: siapa saja yang senang menyibukan diri dengan berbuat ta'at kepada Allah ta'ala,jadilah ia terasing jauh dari manusia.\rMaqolah ke 23 : (DIKATAKAN:''GERAKAN TA'AT MENUNJUKAN MA'RIFAT, SEBAGAIMANA GERAKAN TUBUH MENUNJUKAN KEHIDUPAN.'')\ryakni: sesungguhnya perbuatan ta'at seorang hamba kepada Allah merupakan tanda atas ke ma'rifatannya kepada Allah. Dan Apabila sedikit, maka sedikit pula, karena sesungguhnya dhohir itu adalah cerminan batin.\rMaqolah ke 24 : (NABI SAW.BERSABDA: ''SUMBER SEMUA KESALAHAN ADALAH CINTA DUNIA) yaitu sesuatu yang melebihi kebutuhan (DAN SUMBER FITNAH ADALAH TIDAK MENGELUARKAN 1/10) zakat pertanian DAN ZAKAT) pada umumnya.\rIni adalah athof 'am ala khos.\rKarna sesungguhnya al-'Usryru(1/10) itu hanya khusus pada tanaman dan buah2an,sedangkan zakat meliputi al 'Usyru tersebut,zakat emas dan perak,binatang ternak,dan zakat badan (zakat fitrah)\rMaqolah ke 25 : (DIKATAKAN: ''ORANG YANG MENGAKUI KEKURANGAN ) yakni lemah dari perbuatan ta'at (SELAMANYA ADALAH ORANG YANG TERPUJI, DAN MENGAKUI KEKURANGAN ITU TANDA-TANDA DITERIMANYA AMAL'')\rKarna hal itu menunjukan tidak adanya sifat 'ujub dan sombong.\rMaqolah ke 26 : (DIKATAKAN:'' KUFUR NIKMAT ITU TERCELAH)\rYakni tidak bersyukur terhadap nikmat menunjukan kerendahan jiwa\r(DAN BERTEMAN DENGAN ORANG BODOH)\rYaitu orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya padahal ia mengerti kejelekannya (ADALAH SIAL'')\rYakni tidak berkah.\rSebagaimana imam Thobroniy meriwayatkan dari Busyair, bahwasannya Nabi SAW.bersabda: ''ishrimil ahmaq'' (putuskanlah orang bodoh).","part":1,"page":283},{"id":284,"text":"Yakni putuskanlah mencintainya. Maknanya jangan menemaninya karena kejelekan prilakunya, dan karena sesungguhnya tabiat itu suka mencuri, dan kadang2 tabiatmu mencuri dari dirinya. (ATH-THIBA'A SARROQOTUN WA QOD YASRUQU TOB'UKA MINHU)\r(LIANNA ATH-THIBA'A SARROQOTUN WA QOD YASRUQU TOB'UKA MINHU)\rDiriwaytkan oleh imam turmudzi dari ibn Amr, bahwasannya Nabi SAW. Bersabda:''ada 2 perilaku,siapa saja yang ada 2 perilaku itu pada dirinya, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan orang yang sabar, dan siapa saja yang keduanya tidak ada pada dirinya, maka Allah tidak mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan tidak pula orang yang sabar:\r1.orang yang dalam urusan agamanya melihat kepada orang diatasnya,lalu ia mengikutinya dan dalam urusan dunianya ia melihat kepada orang di bawahnya,lalu ia memuji Allah atas segala karunia yang diberikan Allah kepadanya, maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar.\r2.dan orang yang dalam urusan agamanya melihat kepada orang dibawahnya, dan dalam urusan dunianya melihat kepada orang di atasnya,lalu ia bersedih atas segala ketertinggalannya, maka Allah tidak akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar''\rMaqolah ke 27 : seorang penyair berkata: -WAHAI ORANG YANG SIBUK DENGAN DUNIANYA*SUNGGUH TERTPU DIRINYA OLEH PANJANG ANGAN2 -ATAU SENANTIASA DALAM KELALAIAN*HINGGA SEMAKIN DEKATKEPADA DIRINYA SANG AJAL -KEMATIAN DATANG DENGAN TIBA2*SEMENTARA KUBUR ADALAH PETI AMAL -SABARLAH MENGHADAPI KEADAAN DUNIA*TIADA KEMATIAN KECUALI DENGAN AJAL","part":1,"page":284},{"id":285,"text":"Diriwayatkan oleh imam Dailamiy bahwasannya Nabi Saw bersabda:\r''meninggalkan dunia lebih pahit dari buah jadam dan lebih berat dari tebasan pedang di jalan Allah.\rTidaklah seseorang yang meninggalkan dunia, melainkan Allah pasti akan memberinya ganjaran yang telah Allah berikan kepada para syuhada.\rMeninggalkan dunia itu ialah menyedikitkan makan, rasa kenyang, dan tidak menyukai pujian dari manusia.\rKarna sesungguhnya, siapa saja yang lebih menyukai pujian dari manusia, maka ia lebih mencintai dunia dan kenikmatannya,\rdan siapa saja yang dibahagiakan oleh kenikmatan yang paling nikmat (surga), maka hendaklah ia tinggalkan dunia dan pujian dari manusia''\rMaqolah ke 28 : (DARI ABU BAKAR ASY-SYIBLIY RA.)\rBagdad tempat kelahiran beliau dan tumbuh dewasanya, beliau bersahabat dengan Syekh Al-Junaid dan beliau bermadzhab maliki.\rBeliau ''hidup'' selama 87 tahun, dan meninggal tahun 334 h., dan makam beliau ada di bagdad.\r(SYEKH ASY-SYIBLIY TERMASUK DIANTARA PEMBESAR AHLI MA'RIFAT)\rKepada Allah ta'ala\r(BELIAU BERKATA:)\rDidalam munajatnya: (''WAHAI TUHANKU SESUNGGUHNYA AKU MENYUKAI UNTUK MEMEBERIKAN KEPADA-MU SELURUH KEBAIKANKU SERTA KEFAKIRANKU)","part":1,"page":285},{"id":286,"text":"Yakni kebutuhanku kapada kebaikan itu (DAN KELEMAHANKU) yakni ketidak-mampuanku memperbanyak ibadah. (MAKA BAGAIMANA ENGKAU TIDAK SUKA WAHAI TUAN-KU, UNTUK MEMBERIKAN SESUATU KEPADAKU) yakni Engkau memberi ma'af bagiku (AKAN SELURUH KESALAHANKU, DISERTAI MAHA KAYANYA ENGKAU, WAHAI TUHANKU, DARIKU'') yakni dari menyiksaku, karena segala kesalahanku tidak akan membahayakan Engkau dan segala kebaikanku tidak akan memberi manfa'at kepada-Mu.\rBerikut ini adalah bait-bait syair yang telah diizakan kepadaku(Syekh nawawi Al-bantanie) oleh salah seorang ulama untuk dibaca 7 kali usai shalat jum'at.\rilahi lastu lilfirdausi ahlan#wa laa aqwa ala naaril jahimi.\rFahab liy zullatiy wa ighfir dzunubi#fa innaka ghoofirud Dzanbil Adhiimi.\rWa'Aamilniy mu'amalatil Kariimi#wa tsabitnii 'alan Nahjil Qowiimi.\r'ya Tuhanku. Tak layak bagiku menghuni surga firdaus-Mu#namun aku tak kuat bila menempati neraka jahim.\rMa'afkan semua kesalahanku,dan ampunilah dosaku#karna hanya Engkaulah yang mengampuni dosa2 besar.\rPerlakukanlah aku sebagaimana engkau memperlakukan orang2 Mulia#dan kokohkanlah keyakinanku pada jalan yang lurus.\r(HIKAYAT) Syeikh Asy-Syibliy perna berkunjung kepada Ibnu Mujahid, lalu beliau dipeluk oleh Ibnu Mujahid dan dicium diantara kedua matanya (dahinya).\rLalu Ibnu mujahid ditanya mengenai hal itu.\rBeliau berkata: ''Aku perna melihat Nabi Saw di dalam tidur, dan sunggu Asy-Syibliy mendatangi Nabi Saw. lalu Nabi Saw berdiri menyambutnya dan mencium keningnya.","part":1,"page":286},{"id":287,"text":"Lalu aku berkata: ''wahai Rasulullah, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap Asy-Syibliy? Beliau menjawab: ''karna, tidaklah ia mengerjakan Shalat Fardhu, melainkan dia membaca dua ayat di akhir sholatnya.\r''LAQOD JA A KUM ROSUULUN MIN ANFUSIKUM 'AZIIZUN ALAIHI MAA 'ANITTUM HARISHUN 'ALAIKUM BIL MU'MINIINA RO'UUFUR ROHIIM (128) FAA IN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAHU LAA ILAHA ILLA HUWA, 'ALAIHI TAWAKKALTU, WA HUWA ROBBUL 'ARSYIL 'ADHIIM (qs: At-Taubah:128-129) kemudian ia mengucapkan ''SHOLLALLAHU 'ALAIKA YAA MUHAMMAD (semoga Allah melimpahkan shalawat-Nya kepadamu, wahai Muhammad).\r''Lalu aku bertanya kepada Asy-Syibli tentang hal yang beliau baca setelah sholat, lalu beliau menyebutkan sama seperti itu''\rMaqolah ke 29 : (BERKATA) syekh Asy-Syibliy (''APABILA ENGKAU INGIN MERASA NYAMAN DENGAN ALLAH) yakni hatimu tenang bersama Allah dan tidak lari dari-Nya (MAKA LEPASKAN DIRIMU DARI NAFSUMU'') yakni, maka putuskanlah segala yang disukai oleh nafsumu.\rSyeikh Asy-Syibily ditanya setelah beliau meninggal tentang keadaan dirinya, didalam mimpi (seseorang), lalu beliau berkata: ''Allah berfirman kepadaku: '' hai Abu bakar, tahukah engkau mengapa Aku mengampunimu?\rAku berkata:''sebab amal sholehku''\rAllah berfirman:''bukan''\rAku berkata:''sebab keikhlasan ibadah-ibadahku''\rAllah berfirman: ''bukan''\rAku berkata: ''sebab hajiku,puasaku,dan sholatku''\rAllah berfirman: ''bukan''\rAku berkata:''sebab hijraku ke orang-orang sholeh dan menuntut ilmu''\rAllah berfirman: ''bukan''\rAku berkata: ''Wahai Tuhanku, jadi sebab apa?","part":1,"page":287},{"id":288,"text":"Maka Allah ta'ala berfirman: ''ingatkah ketika engkau berjalan di gerbang kota bagdad,lalu engkau menemukan seekor kucing kecil, yang sungguh hawa dingin telah membuatnya lemah,dan ia terpojok karena sangat dinginnya. Lalu engkau mengambilnya karena rasa sayang kepada kucing itu dan memasukannya di jubahmu sebagai perlindungan kepada kucing itu''? Maka aku berkata: ''ya''. Lalu Allah berfirman: ''sebab rasa sayangmu kepada kucing itulah,maka Aku menyayangimu''\rMaqolah ke 30 : (Berkata) Syekh Asy-Syibliy (''SEANDAINYA ENGKAU TELAH MERASAKAN LEZATNYA BERHUBUNGAN) yakni dekat bersama Allah ta'ala (PASTI ENGKAU MENGETAHUI PAHITNYA PUTUS) dengan-Nya, yakni: jauh dari Allah ta'ala, karena sesungguhnya hal itu merupakan siksaan terbesar di sisi kekasih Allah. Diantara do'a Nabi Saw adalah : ALLAHUMMAR ZUQNI LADDZATAN NADHRI ILA WAJHIKAL KARIIM WAS SAUQO ILA LIQQOIKA. ''Ya Allah berilah aku rizki berupa kelezatan memandang Wajah-Mu yang mulia dan kerinduan bertemu dengan-Mu''.\r0939. NASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI AL-BANTANIE 5\rBab Ats-Tsulatsiyyu (tiga-tiga)\rDidalamnya berisi 55 nasihat, 7 khobar, dan sisanya atsar.\rMaqolah ke 1 : (DIRIWAYATKAN DARI NABI SAW., BELIAU BERSABDA: SIAPA SAJA YANG BERPAGI HARI) yakni memasuki waktu pagi (DAN IA MENGELUHKAN) kepada orang-orang (AKAN KESULITAN HIDUPNYA, MAKA SEAKAN-AKAN IA MENGELUHKAN TUHANNYA).\rMengeluh/mengadu itu tidak pantas kecuali hanya kepada Allah, karena mengadu/mengeluh termasuk do'a. Adapun mengadu/mengeluh kepada manusia, maka itu termasuk tanda-tanda tidak ridho dengan pembagian Allah ta'ala kepadanya.","part":1,"page":288},{"id":289,"text":"Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, beliau berkata: ''Rasulullah saw bersabda: ''maukah kalian aku ajarkan beberapa kalimat yang telah diucapkan oleh Nabi Musa as ketika beliau mengarungi lautan bersama bani isroil?''\rLalu kami berkata: ''tentu ya Rasulullah''\rNabi bersabda: ''ucapkanlah oleh kalian, '' ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA'AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM''\r(ya Allah hanya bagi-Mu segala puji,dan hanya kepada-Mu keluhan diadukan,dan Engkaulah yang dimintai pertolongan, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang maha luhur lagi maha agung)\rSyekh Al-A'masy berkata: '' maka aku tidak perna meninggalkan kalimat do'a itu semenjak aku mendengarnya dari saudara kandungku, yaitu Al-Asadiy Al-kufiy, dan beliau menerima dari Sayyidina Abdullah ra.''\rSyekh Al-A'masy berkata: ''telah datang kepadaku aat (sebangsa malaikat) beliau berkata: ''wahai sulaiman tambahkan pada do'a tersebut dengan kalimat ini: WA NASTA'INUKA 'ALA FASAADI FIINA WA NAS'ALUKA SOLAAHA AMRINAA KULLIHI''\r(dan kami memohon pertolongan-Mu atas kerusakan yang ada pada kami, dan kami memohon kepada-Mu kebaikan urusan kami seluruhnya).\r(''SIAPA SAJA BERPAGI HARI) yakni memasuki pagi hari (MERASA SEDIH TERHADAP URUSAN DUNIA, MAKA SUNGGUH DIPAGI HARI IA TELAH MEMBENCI ALLAH)","part":1,"page":289},{"id":290,"text":"Maknanya, siapa saja yang bersusah hati atas urusan dunia, maka sungguh ia telah marah kepada Allah, karena berarti ia tidak Ridho dengan Qodho Allah dan ia tidak sabar atas cobaan-Nya, dan ia tidak percaya dengan takdir-Nya, karena sesungguhnya setiap sesuatu yang terjadi di dunia, adalah berdasarkan Qodho dan Qodar-Nya.\r(SIAPA SAJA YANG MERENDAHKAN DIRI TERHADAP ORANG KAYA karena KEKAYAANNYA, MAKA SUNGGUH TELAH HILANG 2/3 AGAMANYA'')\rMaksudnya, karena sesungguhnya syariat mengajarkan bahwa adanya pengagungan terhadap menusia itu adalah karena alasan amal sholehnya dan karena ilmunya, bukan pengagungan karena alasan hartanya.\rSyekh Abdul Qadir Al-Jailany ra, berkata: ''haruslah bagi setiap orang beriman melakukan 3 perkara dalam seluruh keadaanya, yaitu:\r1.terhadap perintah,ia harus mematuhinya.\r2.terhadap larangan,ia mesti menjauhinya.\r3.terhadap takdir ia mesti merelakannya''.\rMaka sekurang-kurangnya keadaan orang yang beriman, tidak boleh kosong pada dirinya salah satu dari 3 perkara tersebut. Maka selayaknya baginya menetapkan cita-citanya (terhadap 3 perkara tersebut) di dalam hatinya,dan membicarakan hal itu (3 perkara tersebutt) pada dirinya dan ia mempergunakan anggota tubuhnya dengan halnya (3 perkara tersebutt) itu pada seluruh keadaanya.\rMaqolah ke 2 : dari sayidina Abubakar Ash-Shiddiq ra: ''TIGA PERKARA TIDAK AKAN TERCAPAI DENGAN TIGA PERKARA,\r-KAYA DENGAN ANGAN-ANGAN) maksudnya kaya tidak bisa diperoleh dengan angan-angan/lamunan-lamuna\rn, akan tetapi berdasarkan pembagian dari Allah ta'ala.\r(-MUDA DENGAN SEMIR)","part":1,"page":290},{"id":291,"text":"yakni, muda tidak bisa diperoleh dengan menyemir rambut menggunakan inai (pacar rambut) dan semacamnya.\r(-SEHAT DENGAN OBAT)\ryakni, sehat tidak akan didapat dengan obat saja,akan tetapi melalui penyembuhan dari Allah ta'ala.\rMaqolah ke 3 : dari sayina Umar ra (''RASA SAYANG) mencintai (KEPADA MANUSIA ADALAH SETENGAH DARI KECERDASAN AKAL)..\rSebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, Thobroniy dan Baihaqi dari Jabir bin Abdullah, bahwasannya Nabi saw bersabda:''ramah tamah terhadap manusia adalah shodaqoh''\rYakni: berlaku lemah lembut kepada manusia dengan ucapan dan perbuatan, akan diberi pahala perbuatannya itu sebagai pahala shodaqoh.\rDiantara keramahan Nabi saw adalah, beliau tidak pernah mencelah makanan, tidak pernah membentak pembantu, dan tidak perna memukul istri.\rRamah tamah adalah meninggalkan dunia untuk tujuan agama, kebalikan dari mencari muka.\r(PERTANYAAN YANG BAIK) kepada ulama (ADALAH SETENGAH ILMU) karena ilmu itu dapat diperoleh melalui bertanya.\rDan (PERENUNGAN YANG BAIK) yakni melakukan segala perkara berdasarkan pengetahuan tentang akibatnya (MERUPAKAN SETENGAH KEHIDUPAN'') yaitu lahan usaha seseorang yang bisa hidup dengan sebab-sebab tersebut.\rMaqolah ke 4 : (DARI SAYYIDINA UTSMAN RA:- SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN DUNIA) yakni dengan menyedikitkan kenyang dan makan, dan tidak menyukai pujian dari manusia, (MAKA IA AKAN DICINTAI ALLAH TA'ALA) karena meninggalkan riya' dan keangkuhan.","part":1,"page":291},{"id":292,"text":"(-SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN DOSA,MAKA IA AKAN DICINTAI OLEH MALAIKAT), karena ia tidak melelahkan malaikat penulis, yaitu malaikat yang selalu mencatat perbuatan jelek.\r(-DAN SIAPA SAJA YANG MENANGGALKAN SIFAT TAMAK TERHADAP MILIK MUSLIM LAIN),yakni memutuskannya (NISCAYA AKAN DICINTAI OLEH ORANG LAIN) orang yang menanggalkan sifat rakus/tamak terhadap milik orang lain akan dicintai semua orang, sebab dia tidak menjadi beban pikiran orang lain.\rMaqolah ke 5 : (DARI SAYYIDINA ALI RA:''SESUNGGUHNYA DARI SEKIAN BANYAK NIKMAT DUNIA, CUKUPLAH ISLAM SEBAGAI NIKMAT BAGIMU)\rKarna sesungguhnya nikmat Allah yang paling besar bagi seorang hamba adalah Allah menciptakannya dari tidak ada menjadi ada, dan mengeluarkannya dari kegelapan kufur kepada cahaya islam.\r(SESUNGGUHNYA DARI SEKIAN BANYAK KESIBUKAN, CUKUPLAH KETA'ATAN SEBAGAI KESIBUKAN BAGIMU)\rKarna ta'at kepada Allah ta'ala merupakan kesibukan yang paling besar.\r(DAN DARI SEKIAN BANYAK PELAJARAN, CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI PELAJARAN BAGIMU'').\rKarna sesungguhnya kematian adalah nasehat yang paling besar bagi manusia.\rMaqolah ke 6 : (DARI ABDULLAH BIN MAS'UD RA:'' BETAPA BANYAK MANUSIA YANG DIHUKUM SECARA BERANGSUR-ANGSUR MELALUI KENIKMATAN YANG DIBERIKAN KEPADANYA.\rBETAPA BANYAK MANUSIA YANG MENDAPAT FITNAH) yakni mendapat cobaan (DENGAN PUJIAN) dengan banyaknya pujian orang2 (KEPADANYA)\r(DAN BETAPA BANYAK ORANG YANG TERTIPU) yakni merasa tenang hatinya di dunia dan melalaikan akhirat (DENGAN TERTUTUP) yakni dengan sebab Allah menutup aibnya (ATAS DIRINYA'').","part":1,"page":292},{"id":293,"text":"Maqolah ke 7 : (DARI NABI DAWUD AS. BELIAU BERSABDA: ''TELAH DIWAHYUKAN DI DALAM KITAB ZABUR) yaitu kitab yang telah diturunkan kepada beliau (HAK ATAS ORANG BERAKAL) yakni kewajiban atasnya adalah (IA TIDAK MENYIBUKAN DIRI, KECUALI DENGAN TIGA) perkara (MENYEDIAKAN BEKAL UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH) yakni untuk akhiratnya, dengan melaksanakan segala perbuatan baik.\r(MENYEDIAKAN ONGKOS UNTUK KEHIDUPAN) yakni memenuhi urusan hariaanya dan menjaga kehormatannya. Dalam ibarat lain dikatakan: pandai dalam mengatur kehidupannya.\r(DAN MENCARI KELEZATAN DENGAN SESUATU YANG HALAL) karena sesungguhnya usaha yang halal hukumnya wajib.\rMaqolah ke 8 : (DARI ABU HURAIROH RA.)nama beliau adalah Abdurahman bin Shorin (BAHWASANNYA TELAH BERSABDA) Nabi Saw. (ADA TIGA PERKARA YANG DAPAT MENYELAMATKAN) yakni penyandangnya dari adzab (ADA TIGA PERKARA YANG DAPAT MEMBINASAKAN) yakni yang akan menimpa pelakunya di dalam kebinasaan. (ADA TIGA PERKARA YANG DAPAT MENINGGIKAN DERAJAT) yakni kedudukan yang tinggi di akhirat. (DAN ADA TIGA PERKARA YANG DAPAT MENGHAPUS DOSA) dosa-dosa pelakunya.\r(ADAPUN YANG MENYELAMATKAN ADALAH: -TAKUT KEPADA ALLAH TA'ALA BAIK KETIKA BERADA DITEMPAT SEPI MAUPUN KETIKA BERADA DI TEMPAT RAMAI) didahulukan kata sepi, karena sesungguhnya taqwa kepada Allah secara diam-diam lebih tinggi derajatnya.\r(-HIDUP SEDERHANA BAIK DI SAAT FAQIR DAN KAYA) yakni bersikap sedang didalam kehidupan, dengan tidak melewati batasan dalam kehidupan, dan ridho dengan hal tersebut.\r(ADIL, BAIK DISAAT SENANG MAUPUN MARAH) dengan cara ia marah karena Allah dan ridho karena ridho Allah.","part":1,"page":293},{"id":294,"text":"(TIGA PERKARA YANG DAPAT MEMBINASAKAN YAITU:- SANGAT KIKIR) yakni sangat pelit, hingga ia tidak melaksanakan apa yang wajib atasnya dari hak Allah dan hak Makhluk.\rdidalam riwayat lain:''sangat kikir yang dituruti'': yakni pelit yang diturutioleh manusia. Adapun jika pelit yang ada pada dirinya tidak dituruti, maka pelit itu tidak mencelakakan, karena sesungguhnya pelit termasuk sifat-sifat yang melekat/sifat dasar dalam jiwa manusia.\r-(HAWA NAFSU YANG DITURUTI) yakni dengan mengikuti apa yang diperintahkan oleh hawa nafsunya.\r(-DAN KEKAGUMAN SESEORANG PADA DIRINYA SENDIRI) yakni pandangannya kepada dirinya sempurna serta melupakan karunia Allah ta'ala dan merasa aman dari hilangnya karunia itu.\r(ADAPUN YANG MENINGGIKAN DERAJAT YAITU:- MENEBARKAN SALAM) yakni mengucapkan ucapan salam diantara sesama manusia dengan cara engkau mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.\r(-MEMBERI MAKAN BERUPA MAKANAN) kepada tamu dan kepada orang yang lapar.\r(DAN SOLAT DI MALAM HARI SEMENTARA ORANG-ORANG SEDANG TIDUR) yakni sholat tahhajud di tengah malam, di saat manusia sedang terlena dalam kenikmatan tidur.\r(ADAPUN TIGA PERKARA YANG DAPAT MENGHAPUS DOSA) yakni segala perbuatan yang biasanya dapat menghapus dosa-dosa\r(YAITU MENYEMPURNAKAN WUDHU DI WAKTU DINGIN) yakni dengan melakukan sunnah-sunnahnya.\r(MELANGKAKAN KAKI UNTUK MELAKUKAN SOLAT BERJAMA'AH\r-MENANTI SHOLAT SETELAH SHOLAT) yakni menunggu tibanya waktu sholat yang ke dua usai mengerjakan shalat yang pertama. dan seperti ini pula menunggu untuk melakukan setiap kebaikan.","part":1,"page":294},{"id":295,"text":"Maqolah ke 9 : (JIBRIL AS. BERKATA: ''WAHAI MUHAMMAD HIDUPLAH ENGKAU SEKEHENDAKMU, SESUNGGUHNYA ENGKAU AKAN MATI) karena sesungguhnya akhir kehidupan adalah kematian\r(DAN CINTAILAH ORANG YANG ENGKAU KEHENDAKI, SESUNGGUHNYA ENGKAU AKAN BERRPISAH DENGANNYA) yakni berpisah dengan orang yang kau kehendaki sebab kematian.\r(DAN BERAMALLAH SEKEHENDAKMU, SESUNGGUHNYA ENGKAU AKAN DIBALAS) karena semua hamba akan dibalas atas semua amal perbuatan mereka. jika amalnya baik, maka baik pula balasannya, dan jika jelek, maka jelek pula balasannya.\rMaqolah ke 10 : ''(NABI SAW. BERSABDA: ''ADA TIGA KELOMPOK MANUSIA YANG MEREKA AKAN DIBERI NAUNGAN OLEH ALLAH DI BAWA NAUNGAN ARSY-NYA DI HARI TIDAK ADA NAUNGAN KECUALI NAUNGAN-NYA) yakni hari kiamat.\r1(ORANG YANG BERWUDHU DI WAKTU YANG TIDAKMENYENANGKAN) Maksudnya adalah di waktu2 yang memberatkan yaitu di waktu2 yang sangat dingin.\r2.(ORANG YANG BERJALAN KE MASJID DI WAKTU GELAP) Untuk tujuan sholat bersama jama'ah\r3.(ORANG YANG MEMBERI MAKAN ORANG YANG LAPAR)''\r0959. NASHOIHUL IBAD Karya SYEIKH NAWAWI AL-BANTANIE 6\rMaqolah ke 11 : (DITANYAKAN KEPADA NABI IBRAHIM ''KARENA APA ALLAH MENJADIKANMU SEBAGAI KEKASIH?\rBELIAU BERSABDA: karena 3 HAL:\r1.AKU LEBIH MEMILIH/MENGUTAMAKAN PERINTAH ALLAH DIATAS PERINTAH SELAIN-NYA.) di naskah yang lain dengan menggunakan kalimat: ''aku tidak memilih/mengutamakan perintah yang lain diatas perintah Allah Ta'ala\r(2.AKU TIDAK MERISAUKAN/MENGHAWATIRKAN SESUATU YANG TELAH DITANGGUNG OLEH ALLAH UNTUKKU) Yakni, tidak bersikukuh dengan sesuatu urusan yang telah ditanggung oleh Allah untukku dari rizki-Nya.","part":1,"page":295},{"id":296,"text":"(3.AKU TIDAK MAKAN, BAIK DI PADA SOREH HARI MAUPUN PAGI HARI, KECUALI BERSAMA TAMU.'')\rDiriwiyatkan bahwasannya Nabi Ibrahim as, selalu berjalan sejauh 1 mil atau 2 mil untuk mencari orang yang akan makan bersama beliau alaihi salam.\rMaqolah ke 12 : (DARI SEBAGIAN ORANG-ORANG BIJAK) yakni pengobat hati\r(ADA 3 HAL YANG DAPAT MENGHILANGKAN KEGUDAHAN/KECEMASAN:\r1.DZIKIR KEPADA ALLAH TA'ALA)\rdengan shigot (kalimat) apa saja yang ada, seperti ia banyak mengucapkan kalimat: LAA ILAHA ILLALLAH WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH, atau bermunajat, seperti ia mengucapkan: '' Wahai Dzat yang memberi pertolongan kepada setiap pengeluh yang menyeruh-Nya, Wahai Dzat yang mengabulkan setiap yang butuh yang memohon kepada-Nya, Wahai Dzat yang memberi kecukupan kepada orang yang lebih mengutamakan-Nya atas dunianya, aku memohon kepada-Mu untuk mencapai sesuatu yang tidak bisa aku mencapainya kecuali dengan pertolongan-Mu, dan menolaknya, kecuali dengan kekuatan-Mu.\rDan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang berisi 'afiyah (sehat jasmani dan rohani) dan 'afiyah yang mengandung kebaikan, dengan rahmat-Mu wahau Dzat yang maha pengasih di antara orang2 yang welas asih''.\r(2.MENEMUI PARA WALI ALLAH) dari ulama dan orang-orang sholeh.\r(3.mendengarkan PETUAH ORANG-ORANG BIJAK'')\rYakni orang2 yang menunjukan kedua kebaikan, dunia dan akhirat.\rMaqolah ke 13 : (DARI HASAN AL-BASHRIY RA.) beliau termasuk pemuka/pembesar tabi'in (BELIAU BERKATA: SIAPA SAJA YANG TIDAK ADA ADAB PADA DIRINYA) terhadap Allah ta'ala dan dan terhadap makhluk (MAKA TIDAK ADA ILMU PADA DIRINYA) yakni dianggap tidak berilmu.","part":1,"page":296},{"id":297,"text":"(SIAPA SAJA YANG TIDAK ADA KESABARAN PADA DIRINYA) dalam menanggung cobaan dan gangguan makhluk, dan tidak sabar atas kesulitan menjauhi segala ma'siat serta tidak sabar atas penunaian segala kewajiban (MAKA TIDAK ADA AGAMA PADA DIRINYA) yakni dianggap tidak beragama (sempurna)\r(DAN SIAPA SAJA YANG TIDAK MEMILIKI SIFAT WARO' PADA DIRINYA) yakni terhadap segala hal yang haram dan syubhat, (MAKA TIDAK ADA DERAJAT PADA DIRINYA) yakni ia tidak mempunyai kedudukan di sisi Allah dan tidak mempunyai kedekatan dari Allah ta'ala.\rMaqolah ke 14 : (DIRIWAYATKAN, BAHWA SEORANG LAKI-LAKI DARI BANI ISRO'IL KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU. LALU SAMPAILAH HAL ITU KEPADA NABI MEREKA,LALU BELIAU MENGUTUS SESEORANG KEPADA LAKI-LAKI ITU, LALU laki-laki ITU MENGHADAP NABI. KEMUDIAN BERKATALAH NABI AS. KEPADANYA) yakni kepada laki-laki tersebut.\r(WAHAI PEMUDA, SESUNGGUHNYA AKU AKAN MENASEHATIMU DENGAN 3 HAL YANG BERISI ILMU ORANG2 TERDAHULU DAN YANG AKAN DATANG) yakni cukuplah engkau dengan 3 hal itu.\r(1. TAKUTLAH KEPADA ALLAH,DALAM KEADAAN SENDIRIAN DAN DALAM BERAMAI-RAMAI)\rYakni disaat sembunyi dari orang2 dan di saat terlihat di hadapan mereka.\r(2.TAHAN LISANMU DARI MAKHLUK,JANGAN ENGKAU BERCAKAP TERHADAP MEREKA KECUALI TENTANG KEBAIKAN).\r(3.PERHATIKAN ROTIMU YANG ENGKAU MAKAN, HINGGA KEADAANNYA) yakni roti tersebut (BERASAL DARI YANG HALAL).\rMaka saat itulah engkau boleh memakannya,dan bila tidak,maka kamu jangan memakannya.\r(LALU PEMUDA ITU MENAHAN DIRI KELUAR) ke negri lain untuk mencari ilmu.","part":1,"page":297},{"id":298,"text":"Maqolah ke 15 : (DIRIWAYATKAN BAHWA SEORANG PRIA DARI BANI ISRO'IL TELAH MENGUMPULKAN 80 PETI ILMU, DAN) pria itu (TIDAK MEMPEROLEH MANFA'AT DENGAN ILMUNYA. LALU ALLAH TA'ALA MEMBERI WAHYU KEPADA NABI MEREKA,) Alaihis salam (''KATAKAN KEPADA PENGUMPUL ILMU INI: WALAUPUN ENGKAU TELAH MENGUMPULKAN BANYAK ILMU, ILMU ITU TIDAK AKAN MEMBERI MANFA'AT KEPADAMU KECUALI ENGKAU MENGERJAKAN 3 HAL, YAITU:\r1.JANGAN MENCINTAI DUNIA)\rYakni harta benda dunia dan keindahannya\r(KARNA DUNIA ITU BUKAN NEGRI ORANG BERIMAN).\rMaksudnya adalah, karena sesungguhnya dunia bukanlah negri ganjaran bagi orang2 beriman, karena sesungguhnya negri ganjaran mereka adalah surga.\r(2. JANGAN BERTEMAN DENGAN SETAN)\rdengan mematuhi perintahnya yang bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.\r(KARNA DIA BUKAN SAHABAT ORANG BERIMAN)\rYakni karena setan bukan sahabat bagi mereka.\r(3.JANGAN MENYAKITI/MENGGANGGU SEORANGPUN) dari hamba2 Allah\r(KARNA MENYAKITI/MENGGANGGU ITU BUKAN PEKERJAAN ORANG BERIMAN'')\rYakni karena menyakiti/mengganggu itu bukan perbuatan orang beriman.\rMaqolah ke 16 : (DARI ABU SULAIMAN AD-DARONIY)\rNama beliau adalah Abdurahman bin 'Athiya ra, dan Daron adalah nama suatu desa diantara desa2 yang ada di damaskus (syiria). Beliau meninggal tahun 215 H.\r(BAHWASANNYA BELIAU BERKATA DALAM MUNAJATNYA) kepada Allah (''WAHAI TUHANKU, JIKA ENGKAU MENUNTUTKU SEBAB DOSA-DOSAKU, MAKA AKU MENUNTUT-MU SEBAB PENGAMPUNANMU)\rkarna sesungguhnya ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku.","part":1,"page":298},{"id":299,"text":"(DAN JIKA ENGKAU MENUNTUT SEBAB KEKIKIRANKU) dengan menghalangi kewajiban atau menolak orang yang meminta dari segala kelebihan yang ada padaku, (MAKA PASTI AKU MENUNTUT-MU SEBAB KEDERMAWANAN-MU) yakni karena kemurahan-Mu.\r(DAN JIKA ENGKAU MEMASUKANKU KEDALAM NERAKA, MAKA PASTI AKU AKAN MEMBERITAHUKAN KEPADA PENGHUNI NERAKA BAHWASANNYA AKU MENCINTAI-MU'')\rMaqolah ke 17 : (DIKATAKAN: MANUSIA YANG PALING BAHAGIA ADALAH MANUSIA YANG MEMILIKI HATI YANG MENGETAHUI) bahwasannya Allah ta'ala menyertainya selalu dimanapun ia berada, (DAN TUBUH YANG SABAR) menjalani keta'atan-keta'atan dan celaan-celaan (DAN BERSIFAT QONA'AH) yakni Ridho/rela (DENGAN APA YANG ADA DI TANGAN)\rdari pembagian Allah ta'ala dan tenangnya hati ketika tidak ada hal-hal yang biasa dimiliki.\rMaqolah ke 18 : (DARI IBRAHIM AN-NAKHO'I BELIAU BERKATA: ''SESUNGGUHNYA KERUSAKAN YANG MENYEBABKAN RUSAKNYA ORANG-ORANG SEBELUM KAMU) dari umat2 sebelummu (ITU DENGAN 3 HAL,YAITU: SEBAB BERLEBIHAN BICARA) yaitu bicara yang tidak ada kebaikan didalamnya dalam urusan agama dan dunia.\r(BERLEBIHAN MAKAN)\rYaitu makan yang tidak dapat membantunya dalam urusan agama\r(DAN BERLEBIHAN TIDUR)\rYaitu tidur yang tidak ada manfa'atnya dalam agama.\rMaqolah ke 19 : (DARI YAHYA BIN MU'ADZ AR-RAZIY)\rBeliau adalah sang pemberi nasihat, beliau mempunyai ujaran tentang pengharapan rahmat Allah khususnya, dan kata2 tentang ma'rifat kepada Allah.\rBeliau merantau sampai ke kota Balkan,dan bertempat tinggal disana sebentar.\rBeliau kembali ke Naisabur, dan meninggal di sana tahun 258 H.","part":1,"page":299},{"id":300,"text":"Beliau berkata: (''SUNGGUH BERUNTUNG BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN DUNIA,SEBELUM DUNIA MENINGGALKANNYA)\rYakni kebaikan yang banyak bagi orang yang menyalurkan semua hartanya dalam berbagai macam kebaikan sebelum harta itu hilang darinya.\r(DAN IA MEMBANGUN KUBURAN SEBELUM IA MEMASUKINYA)\rDengan melakukan amalan-amalan yang bisa menyenangkannya di dalam kubur.\r(DAN IA RIDHO KEPADA TUHANNYA) dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (SEBELUM IA MENEMUI-NYA'') dengan kematian.\rMaqolah ke 20 : (DARI SAYIDINA 'ALI RA. BELIAU BERKATA: ''SIAPA SAJA YANG TIDAK ADA PADA DIRINYA SUNNATULLAH) yakni kebiasaan-Nya (SUNNAH ROSUL-NYA) yakni perilaku Rasul (DAN SUNNAH PARA WALI) yakni urusan para wali (MAKA TIDAK ADA DITANGANNYA SESUATUPUN) yakni maka tidak ada sesuatupun pada dirinya yang dapat diperhitungkan.\r(DITANYAKAN KEPADA BELIAU) yakni kepada sayidina Ali (APA SUNNATULLAH ITU? SAYIDINA ALI BERKATA: ''MENYEMBUNYIKAN RAHASIA'') yakni sesuatu yang disembunyikan oleh manusia dari cerita di hadapan seseorang maka menyembunyikan rahasia itu wajib.\r(DAN DITANYAKAN:APA SUNNAH ROSUL ITU? BELIAU BERKATA: ''RAMAH TAMAH TERHADAP MANUSIA'')\rSebagaimana sebagian ulama berkata: ''ramah tamalah kepada mereka selagi masih di negri mereka, dan relahlah menghadapi mereka, selagi masih di bumi mereka.''","part":1,"page":300},{"id":301,"text":"(DAN DITANYAKAN: APA SUNNAH PARA WALI ALLAH ITU? BELIAU BERKATA: ''MENANGGUNG SAKIT TERHADAP DERITA MANUSIA. DAN KEBERADAAN MEREKA (wali) SEBELUM KITA) dari Umat2 sebelum kita (MEREKA TELAH SALING BERWASIAT) yakni sebagian mereka berwasiat kepada sebagian yang lain (DENGAN 3 PERKARA DAN MEREKA SALING MENULIS WASIAT TERSEBUT) yakni sebagian mereka mengirim tulisan 3 hal tersebut kepada sebagian yang lain. Dan wasiat tersebut adalah:\r(1.SIAPA SAJA YANG BERBUAT BAIK) sesuatu dari amal-amal (UNTUK AKHIRATNYA, MAKA ALLAH AKAN MENCUKUPINYA DALAM URUSAN AGAMA DAN DUNIANYA), yakni maka orang itu berada dalam pemeliharaan Allah ta'ala di seluru keadaannya.\r(2.SIAPA SAJA YANG MEMBAGUSKAN BATINNYA) yakni batin hatinya (MAKA ALLAH AKAN MEMPERBAGUS LAHIRIYAHNYA) ,karna yang lahir menunjukan atas yang batin.\r(3.DAN SIAPA SAJA YANG MEMPERBAIKI HUBUNGAN ANTARA DIRINYA DENGAN ALLAH) dengan melakukan amal perbuatan yang terbebas dari sikap riya', 'ujub dan sum'ah (MAKA ALLAH, AKAN MEMULUSKAN HUBUNGAN ANTARA IA DENGAN SESAMA MANUSIA''), karena siapa saja yang dicintai oleh Allah ta'ala, maka ia akan dicintai oleh makhluk sesamanya.\rXXXX. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 01\rSiapakah pengarang kitab Al-Hikam? mari kita baca biografi beliau :\rKelahiran dan keluarganya","part":1,"page":301},{"id":302,"text":"Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Athoillah al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Ia berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Yastrib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aribah. Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum, namun kapan sufi agung ini dilahirkan tidak ada catatan yang tegas. Dengan menelisik jalan hidupnya DR. Taftazani bisa menengarai bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 658 sampai 679 H.\rAyahnya termasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Athoillah dalam kitabnya Lathoiful Minan Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendengar beliau mengatakan: “Demi Allah, kalian telah menanyai aku tentang suatu masalah yang tidak aku ketahui jawabannya, lalu aku temukan jawabannya tertulis pada pena, tikar dan dinding.","part":1,"page":302},{"id":303,"text":"Keluarga Ibnu Athoillah adalah keluarga yang terdidik dalam lingkungan agama, kakek dari jalur nasab ayahnya adalah seorang ulama fiqih pada masanya. Tajuddin remaja sudah belajar pada ulama tingkat tinggi di Iskandariah seperti al-Faqih Nasiruddin al-Mimbar al-Judzami. Kota Iskandariah pada masa Ibnu Athoillah memang salah satu kota ilmu di semenanjung Mesir, karena Iskandariah banyak dihiasi oleh banyak ulama dalam bidang fiqih, hadits, usul, dan ilmu-ilmu bahasa arab, tentu saja juga memuat banyak tokoh-tokoh tasawwuf dan para Auliya’Sholihin.\rOleh karena itu tidak mengherankan bila Ibnu Athoillah tumbuh sebagai seorang faqih, sebagaimana harapan dari kakeknya. Namun kefaqihannya terus berlanjut sampai pada tingkatan tasawuf. Hal mana membuat kakeknya secara terang-terangan tidak menyukainya.","part":1,"page":303},{"id":304,"text":"Ibnu Athoillah menceritakan dalam kitabnya Lathoiful minan Bahwa kakeknya adalah seorang yang tidak setuju dengan tasawwuf, tapi mereka sabar akan serangan dari kakeknya. Di sinilah guru Ibnu Athoillah yaitu Abul Abbas al-Mursy mengatakan: “Kalau anak dari seorang alim fiqih Iskandariah (Ibnu Athoillah) datang ke sini, tolong beritahu aku”, dan ketika aku datang, al-Mursi mengatakan: “Malaikat jibril telah datang kepada Nabi bersama dengan malaikat penjaga gunung ketika orang quraisy tidak percaya pada Nabi. Malaikat penjaga gunung lalu menyalami Nabi dan mengatakan: ” Wahai Muhammad.. kalau engkau mau, maka aku akan timpakan dua gunung pada mereka”. Dengan bijak Nabi mengatakan : ” Tidak,, aku mengharap agar kelak akan keluar orang-orang yang bertauhid dan tidak musyrik dari mereka”. Begitu juga, kita harus sabar akan sikap kakek yang alim fiqih (kakek Ibnu Athoillah) demi orang yang alim fiqih ini.\rPada akhirnya Ibn Atho’illah memang lebih terkenal sebagai seorang sufi besar. Namun menarik juga perjalanan hidupnya, dari didikan yang murni fiqh sampai bisa memadukan fiqh dan tasawuf. Oleh karena itu buku-buku biografi menyebutkan riwayat hidup Athoillah menjadi tiga masa :\rMasa pertama","part":1,"page":304},{"id":305,"text":"Masa ini dimulai ketika ia tinggal di Iskandariah sebagai pencari ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqih, usul, nahwu dan lain-lain dari para alim ulama di Iskandariah. Pada periode itu beliau terpengaruh pemikiran-pemikiran kakeknya yang mengingkari para ahli tasawwuf karena kefanatikannya pada ilmu fiqih, dalam hal ini Ibnu Athoillah bercerita: “Dulu aku adalah termasuk orang yang mengingkari Abu al-Abbas al-Mursi, yaitu sebelum aku menjadi murid beliau”. Pendapat saya waktu itu bahwa yaang ada hanya ulama ahli dzahir, tapi mereka (ahli tasawwuf) mengklaim adanya hal-hal yang besar, sementara dzahir syariat menentangnya.\rMasa kedua","part":1,"page":305},{"id":306,"text":"Masa ini merupakan masa paling penting dalam kehidupan sang guru pemburu kejernihan hati ini. Masa ini dimulai semenjak ia bertemu dengan gurunya, Abu al-Abbas al-Mursi, tahun 674 H, dan berakhir dengan kepindahannya ke Kairo. Dalam masa ini sirnalah keingkarannya ulama’ tasawwuf. Ketika bertemu dengan al-Mursi, ia jatuh kagum dan simpati. Akhirnya ia mengambil Thariqah langsung dari gurunya ini. Ada cerita menarik mengapa ia beranjak memilih dunia tasawuf ini. Suatu ketika Ibn Atho’ mengalami goncangan batin, jiwanya tertekan. Dia bertanya-tanya dalam hatinya : “apakah semestinya aku membenci tasawuf. Apakah suatu yang benar kalau aku tidak menyukai Abul Abbas al-Mursi ?. setelah lama aku merenung, mencerna akhirnya aku beranikan diriku untuk mendekatnya, melihat siapa al-Mursi sesungguhnya, apa yang ia ajarkan sejatinya. Kalau memang ia orang baik dan benar maka semuanya akan kelihatan. Kalau tidak demikian halnya biarlah ini menjadi jalan hidupku yang tidak bisa sejalan dengan tasawuf.","part":1,"page":306},{"id":307,"text":"Lalu aku datang ke majlisnya. Aku mendengar, menyimak ceramahnya dengan tekun tentang masalah-masalah syara’. Tentang kewajiban, keutamaan dan sebagainya. Di sini jelas semua bahwa ternyat al-Mursi yang kelak menjadi guru sejatiku ini mengambil ilmu langsung dari Tuhan. Dan segala puji bagi Allah, Dia telah menghilangkan rasa bimbang yang ada dalam hatiku”. Maka demikianlah, ketika ia sudah mencicipi manisnya tasawuf hatinya semakin tertambat untuk masuk ke dalam dan lebih dalam lagi. Sampai-sampai ia punya dugaan tidak akan bisa menjadi seorang sufi sejati kecuali dengan masuk ke dunia itu secara total, menghabiskan seluruh waktunya untuk sang guru dan meningalkan aktivitas lain. Namun demikian ia tidak berani memutuskan keinginannya itu kecuali setelah mendapatkan izin dari sang guru al-Mursi.\rDalam hal ini Ibn Athoilah menceritakan : “Aku menghadap guruku al-Mursi, dan dalam hatiku ada keinginan untuk meninggalkan ilmu dzahir. Belum sempat aku mengutarakan apa yang terbersit dalam hatiku ini tiba-tiba beliau mengatakan : “Di kota Qous aku mempunyai kawan namanya IbnuNaasyi. Dulu dia adalah pengajar di Qous dan sebagai wakil penguasa. Dia merasakan sedikit manisnya tariqah kita. Kemudian ia menghadapku dan berkata : “Tuanku, apakah sebaiknya aku meninggalkan tugasku sekarang ini dan berkhidmat saja pada tuan?”. Aku memandangnya sebentar kemudian aku katakan : “Tidak demikian itu tariqah kita. Tetaplah dengan kedudukan yang sudah di tentukan Allah padamu. Apa yang menjadi garis tanganmu akan sampai padamu juga”.","part":1,"page":307},{"id":308,"text":"Setelah bercerita semacam itu yang sebetulnya adalah nasehat untuk diriku beliau berkata: Beginilah keadaan orang-orang al-Siddiqiyyin. Mereka sama sekali tidak keluar dari suatu kedudukan yang sudah ditentukan Allah sampai Dia sendiri yang mengeluarkan mereka”. Mendengar uraian panjang lebar semacam itu aku tersadar dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Dan alhamdulillah Allah telah menghapus angan kebimbangan yang ada dalam hatiku, sepertinya aku baru saja melepas pakaianku. Aku pun rela tenang dengan kedudukan yang diberikan oleh Allah”.\rMasa ketiga\rMasa ini dimulai semenjak kepindahan Ibn Atho’ dari Iskandariah ke Kairo. Dan berakhir dengan kepindahannya ke haribaan Yang Maha Asih pada tahun 709 H. Masa ini adalah masa kematangan dan kesempurnaan IbnuAthoillah dalam ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf. Ia membedakan antara Uzlah dan kholwah. Uzlah menurutnya adalah pemutusan (hubungan) maknawi bukan hakiki, lahir dengan makhluk, yaitu dengan cara si Salik (orang yang uzlah) selalu mengontrol dirinya dan menjaganya dari perdaya dunia. Ketika seorang sufi sudah mantap dengan uzlah-nya dan nyaman dengan kesendiriannya ia memasuki tahapan khalwah. Dan khalwah dipahami dengan suatu cara menuju rahasia Tuhan, kholwah adalah perendahan diri dihadapan Allah dan pemutusan hubungan dengan selain Allah SWT.","part":1,"page":308},{"id":309,"text":"Menurut Ibnu Athoillah, ruangan yang bagus untuk ber-khalwah adalah yang tingginya, setinggi orang yang berkhalwat tersebut. Panjangnya sepanjang ia sujud. Luasnya seluas tempat duduknya. Ruangan itu tidak ada lubang untuk masuknya cahaya matahari, jauh dari keramaian, pintunya rapat, dan tidak ada dalam rumah yang banyak penghuninya.\rIbnu Athoillah sepeninggal gurunya Abu al-Abbas al-Mursi tahum 686 H, menjadi penggantinya dalam mengembangkan Tariqah Syadziliah. Tugas ini ia emban di samping tugas mengajar di kota Iskandariah. Maka ketika pindah ke Kairo, ia bertugas mengajar dan ceramah di Masjid al-Azhar. Ibnu Hajar berkata: “Ibnu Athoillah berceramah di Azhar dengan tema yang menenangkan hati dan memadukan perkatan-perkatan orang kebanyakan dengan riwayat-riwayat dari salafus soleh, juga berbagai macam ilmu. Maka tidak heran kalau pengikutnya berjubel dan beliau menjadi simbol kebaikan”. Hal senada diucapkan oleh Ibnu Tagri Baradi : “Ibnu Athoillah adalah orang yang sholeh, berbicara di atas kursi Azhar, dan dihadiri oleh hadirin yang banyak sekali. Ceramahnya sangat mengena dalam hati. Dia mempunyai pengetahuan yang dalam akan perkataan ahli hakekat dan orang orang ahli tariqah”. Termasuk tempat mengajar beliau adalah Madrasah al-Mansuriah di Hay al-Shoghoh. Beliau mempunyai banyak anak didik yang menjadi seorang ahli fiqih dan tasawwuf, seperti Imam Taqiyyuddin al-Subki, ayah Tajuddin al-Subki, pengarang kitab Tobaqoh al-syafiiyyah al-Kubro.","part":1,"page":309},{"id":310,"text":"Sebagai seoarang sufi yang alim Ibn Atho’ meninggalkan banyak karangan sebanyak 22 kitab lebih. Mulai dari sastra, tasawuf, fiqh, nahwu, mantiq, falsafah sampai khitobah.\rKaromah Ibn Athoillah\rAl-Munawi dalam kitabnya Al-Kawakib al-durriyyah mengatakan: SyaikhKamal Ibnu Humam ketika ziarah ke makam wali besar ini membaca Surat Hud sampai pada ayat yang artinya: “Diantara mereka ada yang celaka dan bahagia…”. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam liang kubur Ibn Athoillahdengan keras: “Wahai Kamal tidak ada diantara kita yang celaka”. Demi menyaksikan karomah agung seperti iniIbnu Humam berwasiat supaya dimakamkan dekat dengan IbnuAthoillah ketika meninggal kelak.\rDi antara karomah pengarang kitab al-Hikam adalah, suatu ketika salah satu murid beliau berangkat haji. Di sana si murid itu melihat Ibn Athoillahsedang thawaf. Dia juga melihat sang guru ada di belakang maqam Ibrahim, di Masa dan Arafah. Ketika pulang, dia bertanya pada teman-temannya apakah sang guru pergi haji atau tidak. Si murid langsung terperanjat ketiak mendengar teman-temannya menjawab “Tidak”. Kurang puas dengan jawaban mereka, dia menghadap sang guru. Kemudian pembimbing spiritual ini bertanya : “Siapa saja yang kamu temui ?” lalu si murid menjawab : “Tuanku saya melihat tuanku di sana “. Dengan tersenyum al-arif billah ini menerangkan : “Orang besar itu bisa memenuhi dunia. Seandainya saja Wali Qutb di panggil dari liang tanah, dia pasti menjawabnya.\rIbn Atho’illah wafat","part":1,"page":310},{"id":311,"text":"Tahun 709 H adalah tahun kemalangan dunia maya ini. Karena tahun tersebut wali besar yang tetap abadi nama dan kebaikannya ini harus beralih ke alam barzah, lebih mendekat pada Sang Pencipta. Namun demikian madrasah al-Mansuriyyah cukup beruntung karena di situlah jasad mulianya berpisah dengan sang nyawa. Ribuan pelayat dari Kairo dan sekitarnya mengiring kekasih Allah ini untuk dimakamkan di pemakaman al-Qorrofah al-Kubro. —\rبسم الله الرحمن الرحيم\rSegala puji bagi Allah, Zat yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan dan hikmah dalam ciptaan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada figur terbaik dalam memberikan nasihat dan sosok yang paling adil dalam menetapkan hukum, Nabi Muhammad saw., tuan para pendahulu dan generasi yang akan datang. Dan, semoga senantiasa tercurah kepada segenap keluarga dan para sahabat beliau.\rBAB I : TANDA-TANDA ORANG YANG ARI\rHARAPAN MENGECIL KETIKA DIHADAPKAN PADA KEGAGALAN\rمِنْ عَلَامَاتِ الْاِعْتِمَادِ عَلىَ الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِالزَّلَلِ.\rSalah satu tanda (orang yang banyak) berharap pada amalnya, berkurangnya kertergantungan saat menemui kegagalan\rTanda-tanda ketergantungan seorang amil (orang yang beramal) terhadap amalnya adalah berkurangnya harapan akan rahmat Allah ketika muncul kegagalan. Mafhumnya adalah besarnya harapan seseorang ketika melakukan amal dengan sebaik-baiknya, dan meninggalkan harapan itu ketika terjadi kegagalan. Ini merupakan hikmah yang sesuai dengan orang-orang arif yang bersaksi bahwa semua amal berasal dari Tuhan semesta alam, sebagaimana firman Allah SWT :","part":1,"page":311},{"id":312,"text":"”Dan Allah menciptakan kamu dan amal-amalmu.” (Ash-Shâfât: 96)\rHarapan mereka tidak terlalu berlebihan ketika melakukan amal shaleh, karena mereka tidak merasa beramal semata-mata karena diri mereka. Demikian juga, tidak berkurang harapan mereka akan rahmat Allah walaupun ketaatan mereka secara formal berkurang ataupun melakukan sebuah kegagalan. Hal ini karena mereka tenggelam dalam lautan ridha terhadap takdir Allah. Mereka berpegang pada qadha’ Tuhannya yang menciptakan sesuatu dan memilih apa saja yang Dia kehendaki, karena ridha terhadap qadha’ merupakan kewajiban bagi setiap kaum muslimin. Hanya saja yang tercela adalah apabila terlalu fatalis, dengan meninggalkan usaha sama sekali. Dalam sebuah syairnya, penulis berkata :\rDosa seseorang tidaklah menghalanginya dalam mengapai harapan-harapannya\rKarena sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala dosa.\rSedangkan yang relevan bagi seorang sâlik (ahli ibadah bagi kalangan sufi) adalah merasa bahagia ketika melakukan amal shaleh dan merasa khawatir karena berkurangnya harapan ketika munculnya kegagalan.\rHal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Imam ad-Dardiri,\rKekhawatiran telah mendominasi seseorang dan mengalahkan harapan\rDan bergembiralah karena ketentuan Tuhanmu dengan tanpa berdiam diri\rAllah SWT. menjadikan amal-amal shaleh sebagai sebab untuk mengangkat derajat seseorang di Hari Kiamat nanti, sedangkan amal-amal jelek menjadi sebab dilemparnya seseorang dalam neraka yang paling bawah.\rHal ini sebagaimana firman Allah SWT :","part":1,"page":312},{"id":313,"text":"”Adapun orang-orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (Al-Lail: 5-10).\rMaksud hikmah ini adalah memberikan motifasi agar salik (Penempuh Jalan Ilahi) mampu menumbuhkan semangatnya dalam beramal dan mengangkat cita-citanya, serta tidak bergantung pada siapa pun. Ia harus menyandarkan amalnya hanya kepada Allah SWT, sebagaimana diisyaratkan oleh Ibnu Al-Farid:\rBerpeganglah pada kerendahan hawa nafsu, dan lepaskanlah rasa malu\rMaka lepaslah jalan orang-orang yang ibadah, walaupun ia mengkilap","part":1,"page":313},{"id":314,"text":"Syair ini mengingatkan, agar tidak tergantung dan hanya berpegang pada substansi amal seseorang walaupun itu amal yang mulia. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa amal seseorang sama sekali tidak mampu memasukkan seseorang ke surga, para sahabat bertanya, ”Demikian juga engkau wahai Rasulullah”, beliau menjawab, ”Demikian juga saya, kecuali jika Allah SWT melimpahkan karunia dan rahmatnya kepada saya.” Hadits ini dan ayat yang menyebutkan, ”Masuklah ke surga dengan amal yang telah kamu perbuat” dapat dikombinasikan bahwa amal seseorang tidaklah bermanfaat kecuali jika amal itu diterima dan diterimanya amal tersebut karena karunia dari Allah, sehingga benarlah bahwa masuknya seseorang ke surga hanya semata-mata karena karunia Allah. Amal perbuatan merupakan sebab zhahir yang masih bergantung pada ridha Allah SWT.\rDalam hal I’timad (menyandarkan diri), manusia terbagi menjadi 3 macam, yaitu :\r1. Orang yang menyandarkan diri pada amal perbuatannya, biasanya orang yang seperti ini selalu berbuat sembrono dan tergesa-gesa. Ia selalu berusaha melakukan perbuatan yang menjadi sandarannya, dengan melihat dari lahiriahnya saja, dan orang yang seperti ini selalu berputar pikirannya antara amal dengan Roja’(pengharapan) dan Khouf(rasa takut gagal).\rولتنظر نفس ما قد مت لغد\r“Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok “. (QS. Al-Hasyr 18)","part":1,"page":314},{"id":315,"text":"2. Orang yang menyandarkan diri pada rahmat dan karunia Alloh SWT., orang seperti ini memandang bahwa segala sesuatu yang ada adalah anugerah dan karunia dari Alloh, manusia tidak mempunyai kekuatan untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan dan tiada kekuatan untuk berbuat amal kebajikan kecuali dengan pertolongan dan rahmat dari Alloh SWT.\rوما بكم من نعمة فمن الله ثم اذا مسكم الضر فاليه تجئرون\r“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Alloh lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudhorotan, maka hanya kepada Nya kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl 53) Adapun cirri-ciri orang yang menyandarkan diri pada karunia Alloh adalah mengembalikan semua kepada Alloh. Pada saat bahagia ia memuji dan bersyukur kepada Alloh, dan pada saat susah ia introspeksi diri dengan merenungi kesalahannya dan selalu berdo’a kepada Alloh SWT.\r3. Orang yang menyandarkan diri pada pembagian dan ketetapan yang telah ditentukan oleh Alloh SWT. orang seperti ini memandang sesuatu sebagai takdir Alloh,\rقل الله ثم ذرهم فى خوضهم يلعبون\r“Katakanlah : Alloh lah (yang menurunkan Taurat), kemudian(sesudah kamu menyampaikan Al-Qur’an kepada mereka) biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan.” (QS. An-An’am 91)","part":1,"page":315},{"id":316,"text":"Adapun cirri-ciri orang seperti ini adalah selalu pasrah dan diam (menerima) terhadap terjadinya ketentuan (takdir) Alloh. Jadi Roja’ (pengharapan) nya tidak akan bertambah dan tidak pula berkurang dikarenakan suatu hal, jika ditimbang Roja’ (pengharapan) dan Khouf (perasaan takut) nya pasti imbang dalam setiap perbuatannya, orang seperti ini kelihatan selalu gembira padahal dalam hatinya juga ada rasa susah.\rXXXX. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 02\rTAJRID YANG DIPERBOLEHKAN SECARA SYARA', AKAL DAN PERASAAN\rإِرَادَتُكَ التَّجْرِيْدَ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي الْأَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ, وَإِرَادَتُكَ الْأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي التَّجْرِيْد اِنْحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَلِيَّةِ.\rKeinginanmu untuk lepas dari urusan duniawi, padahal Allah membekalimu dengan sarana penghidupan, adalah syahwat yang samar (tersembunyi). Sedangkan keinginanmu untuk memperoleh sarana penghidupan, padahal Allah telah melepaskanmu dari urusan duniawi, adalah suatu kemunduran dari cita-cita luhur.\rKeterangan:\rAsbab (bentuk jamak dari sabab) yaitu hal-hal yang dijadikan perantara untuk mendapatkan sesuatu yang dituju (diinginkan) dalam kehidupan dunia. Misalnya kesibukan seseorang dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tajrid adalah memperoleh sesuatu yang dituju dalam kehidupan dunia tanpa perlu melakukan hal-hal yang menjadi perantaranya. Misalnya seseorang yang mendapatkan rezeki tanpa perlu melakukan suatu pekerjaan.","part":1,"page":316},{"id":317,"text":"Jika dilihat dari perlu atau tidaknya seseorang melakukan kegiatan untuk mendapatkan sesuatu dalam kehidupan dunia, maka kedudukan manusia terbagi menjadi 2 yaitu :\r1. Maqom Asbab\rKedudukan seseorang yang memerlukan kegiatan (pekerjaan) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya\rAllah SWT berfirman :\rوَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِى اْلأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَ\rDan sesungguhnya kami telah menempatkan kalian di bumi, dan kami telah menjadikan bagi kalian pekerjaan-pekerjaan di dalamnya [S. al-A’raf : 10]\rRasulullah SAW bersabda :\rمَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَظُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللهُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ\rTiada seseorang yang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan dari (hasil) pekerjaan tangannya, dan sesungguhnya nabi Dawud AS memakan (makanan) dari pekerjaan tangannya. [HR al-Bukhori]\rTandanya:\rJika ia merasa tenang dalam beribadah saat ia memiliki pekerjaan, dan ia dapat melakukan kedua hal itu (ibadah dan bekerja) dengan baik, lancar dan kebutuhannya tercukupi.\r2. Maqom Tajrid\rKedudukan seseorang yang tidak memerlukan kegiatan (pekerjaan) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya\rTandanya adalah jika merasa tidak tenang dalam beribadah jika ia bekerja dan ia tidak dapat melakukan keduanya dengan baik atau adanya halangan-halangan saat ia bekerja.\rAllah SWtT berfirman :\rوَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَاْلإِنْجِيْلَ وَمَا اُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ َلأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ","part":1,"page":317},{"id":318,"text":"Seandainya mereka (orang-orang ahli kitab) sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Quran) yang diturunkan kepada mereka niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. [S. al-Maidah: 66]\rRasulullah SAW bersabda:\rلَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُوْنَ عَلىَ اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزَقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا، وَتَرُوْحُ بِطَانً\rSeandainya kamu bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sesungguhnya maka Allah akan memberi rezeki kalian seperti Allah memberi rezeki pada burung yang berangkat dalan keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.\r[HR Ahmad, an-Nasa-I dalam Sunan al-Kubra dan at-Tirmidzi beliau berkata: Hadis hasan sohih.\rHadis ini dsohihkan pula oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim]\rJika seseorang telah ditentukan oleh Allah di maqom asbab kemudian ia berpindah ke maqom tajrid dengan kemauannya sendiri maka perbuatannya ini sebenarnya adalah sayhwat (nafsu) yang tersembunyi.\rsetiap orang itu memiliki maqom (kedudukan) sendiri-sendiri yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Dan ia tidak dapat berpindah ke satu maqom ke maqom yang lain kecuali telah ditetapkan oleh Allah SWT.\rJika seseorang tidak tahu apakah ia termasuk maqom asbab ataukah maqom tajrid maka hendaklah ia mencari guru yang soleh dan makrifat yang dapat menunjukkan atau menetapkan maqomnya di dunia ini.\rJika seseorang telah ditentukan oleh Allah di maqom asbab kemudian ia berpindah ke maqom tajrid dengan kemauannya sendiri maka perbuatannya ini sebenarnya adalah sayhwat (nafsu) yang tersembunyi.","part":1,"page":318},{"id":319,"text":"Misalnya karena ia melihat orang lain yang tidak bekerja hanya tinggal di rumah sudah memperoleh rezeki tanpa perlu bekerja maka ia pun meninggalkan pekerjaan dan hanya beibadah saja dan mengharapkan kedatangan rezeki. Mungkin dalam hatinya ada rasa malas untuk bekerja dan tidak ingin bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mungkin pula ia ingin mendapatkan penghormatan atau kedudukan di masyarakat. Ini sebenarnya adalah syahwat (nafsu) yang tersembunyi yang diselubungi dalam bentuk kebaikan dan ibadah. Tandanya jika ia dalam keadaan miskin atau kebutuhannya tidak tercukupi maka ia kembali lagi sibuk mencari pekerjaan.\rDemikian pula jika seseorang telah ditaqdirkan Allah di maqom tajrid maka ia berpindah ke maqom asbab dengan keinginannya sendiri, maka sebenarnya ia telah menurunkan derajatnya sendiri baik di sisi Allah maupun di sisi manusia.\rMisalnya ia melihat orang lain sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia pun meninggalkan ibadahnya untuk bekerja. Padahal meskipun ia tidak bekerja selalu ada rezeki yang dating kepadanya. Maka ini dalam dirinya terjadi 2 penurun derajat. Yang pertama, penurunan derajat disisi Allah karena berkurangnya rasa tawakkalnya. Yang kedua, berkurangnya kehormatannya di sisi manusia, misalnya seorang ulama yang biasa dihormati masyarakatnya kemudian jika ia bekerja maka ia menjadi menjadi bawahan atau pesuruh majikannya.","part":1,"page":319},{"id":320,"text":"Jadi seseorang ditempatkan oleh dalam maqom asbab atau tajrid itu karena adanya hikmah dan kehendak yang baik dari Allah. Kita harus menerima maqom kita masing-masing dengan baik dan ikhlas karena kita tidak mengetahui rahasia Allah saat menentukan kedudukan maqom kita.\rAllah SWT berfirman:\rوَعَسَى اَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ، وَعَسَى اَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ، وَاللهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ\rBoleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah lah yang mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahuinya. [S. al-Baqoroh: 216]\rPerpindahan dari maqom asbab (amal dhohir) kepada maqom tajrid (amal batin) itu seharusnya menampakkan bekas kepada anggota-anggota tubuh seorang hamba.\rAllah SWT berfirman:\rإِنَّ الْمُلُوْكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوْهَا\rSesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri niscaya mereka akan merusaknya. [S. an-Naml: 34]\rTampaknya bekas pada anggota-anggota tubuh setelah perpindahan ke amal batin inilah yang disebut dengan tajrid.\rMenurut ahli tasawuf tajrid itu ada 3 macam:\r1. Tajrid adl-dlohir\rTajrid adl-dlohir adalah meninggalkan sebab-sebab dunia dan penghalang-penghalang jasmani.\rArtinya meninggalkan setiap hal yang menyibukkan anggota tubuhnya dari ingat kepada Allah.\rTajrid adl-dhohir yang sempurna adalah dengan meninggalkan sebab-sebab dunia dan mengosongkan tubuh dari pakaian-pakaian yang umum.\r2. Taajrid al-batin","part":1,"page":320},{"id":321,"text":"Tajrid al-Batin adalah meninggalkan ikatan-ikatan jiwa dan penghalang-penghalang keingingan.\rArtinya meninggalkan setiap hal yang menyibukkan hati dari kehadiran hatinya bersama Allah.\rTajrid batin yang sempurna adalah dengan mengosongkan hati dari setiap sifat yang tercela.\r3. Tajrid adl-dhohir wal batin\rTajrid adl-dlohir wal batin adalah meninggalkan ikatan-ikatan batin dan penghalang-penghalang jasmani.\rArtinya menyendirikan hati dan tubuhnya hanya untuk Allah saja.\rAbu al-Hasan asy-Syadzili berkata: Adab seseorang yang tajrid ada 4 yaitu:\r1. Memulyakan orang yang lebih tua\r2. Menyayangi orang yeng lebih muda\r3. Menyadari (insaf) akan nafsunya\r4. Tidak menuruti (menolong) nafsunya\rAdab orang yang asbab ada 4 yaitu:\r1. Menyayangi dan membantu orang-orang yang baik\r2. Menjauhi orang-orang yang fajir (durhaka)\r3. Mengerjakan shalat berjama’ah\r4. Menyayangi orang-orang miskin\rBagi orang di maqom asbab hendaknya ia juga berusaha melakukan adab orang yang tajrid, karena akan menjadi kesempurnaan baginya. Termasuk adab orang di maqom asbab adalah terus menerus (konsisten) melakukan pekerjaannya sampai Allah SWT memindahnya dari maqom asbab ke maqom tajrid.\rTandanya ada isyarat dari gurunya atau jika semua usaha (pekerjaan) yang ia lakukan sudah tidak menghasilkan. Maka barulah ia berpindah ke maqam tajrid.\rKesimpulan:\rSesungguhnya orang yang tajrid dan orang yang asbab adalah 2 pekerja Allah SWT, karena kedua-duanya dapat menghasilkan ibadah kepada Allah SWT. Hal ini dapat diibaratkan seperti majikan yang punya 2 pembantu, maka ia berkata kepada salah satunya :","part":1,"page":321},{"id":322,"text":"“Bekerjalah lalu makanlah”, dan ia berkata kepada yang lainnya :”Tetaplah bersamaku nanti aku akan memberimu makan.” Seseorang yang melakukan tajrid tanpa ijin dari Allah maka sebenarnya ia tetap dalam maqom sabab. Dan orang yang melakukan asbab dengan ijin Allah maka sebenarnya ia telah melakukan tajrid.\rياحي ياقيوم ، برحمتك استغيث ، فاصلح لي شأني كله ، ولا تكلني الى نفسي طرفة عين\rنفعنا الله به والمؤمنين\rامـ?يـ?ــــن يا رب العالميين\r0816. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 03\rOleh Mbah Jenggot II\rSEBAB-AKIBAT TIDAK AKAN BERPENGARUH, KECUALI HANYA DENGAN QADHA ALLAH\rسَوَابِقُ الْهِمَمِ لَا تَخْرِفُ أَسْوَارَ الْأَقْدَارِ.\rMenggebunya semangat tak akan mampu menerobos benteng takdir.\rHimmah ( keinginan/cita-cita ) adalah kekuatan yang mendorong hati dalam mencari sesuatu dan menganggapnya penting.\rJika sesuatu itu adalah perkara yang luhur (tinggi) seperti ma’rifatullah (mengetahui Allah) maka disebut Himmah ‘Aaliyah.\rJika sesuatu itu adalah perkara yang rendah seperti mencari dunia dan bagian-bagiannya maka disebut Himmah Daniyyah.\rSeseorang yang ma’rifatullah atau seseorang yang menghendaki sesuatu dengan keinginan yang kuat maka Allah SWT akan mewujudkan hal itu dengan kekuasaan-Nya dalam satu waktu sehingga urusannya tersebut menjadi urusan Allah SWT pula. Rasulullah SAW bersabda :","part":1,"page":322},{"id":323,"text":"إِنَّ اللهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍٍ أَحَبَّ إِليَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتىَّ أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي عَبْدِي َلأُعْطِيَنَّهُ، وَ َلإِنِ اسْتَعَاذَنِي َلأُعِيْذَنَّهُ\rSesungguhnya Allah berfirman: Barangsiapa memusuhi wali-Ku (kekasih-Ku) maka Aku sungguh-sungguh mengumumkan kepadanya dengan peperangan. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku sukai daripada perkara yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan tidaklah seorang hamba senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya Maka jika Aku mencintainya naka Aku menjadi pendengaran baginya yang ia mendengar menjadi pendengaran baginya yang ia mengdengar dengannya, menjadi penglihatan baginya yang ia melihat dengannya, menjadi tangan baginya yang ia memukul dengannya, menjadi kaki baginya yang ia melangkah dengannya. Dan jika hamba-Ku meminta sesuatu maka Aku akan memberikannya, dan jika ia berlindung pada-Ku maka Aku akan melindunginya. [ Hadis riwayat al-Bukhori dari Abu Hurairah ].\r> Himmah yang kuat ini dan kemudian terwujud jika terjadi pada seseorang yang soleh (wali) disebut dengan Karamah.\r> Dan jika terjadi pada sesorang yang tidak soleh atau bukan muslim disebut Istidraj, seperti yang terjadi pada penyihir.","part":1,"page":323},{"id":324,"text":"0817. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 04\rOeh Mbah Jenggot\rأَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيْرِ. فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ.\rIstirahatlah kamu dari mengatur urusanmu, karena segala yang telah diurus untukmu oleh “selainmu” (Yakni Alloh), tak perlu engkau turut mengurusnya.\rTadbir yang dimaksud di sini adalah mencemaskan masa depan dengan berlebihan sehingga mengerahkan seluruh daya upaya untuk mewujudkan masa depan yang diimpikan oleh nafsunya. Tadbir dalam arti ini sangat tidak baik karena hal ini dapat merampas ketenangan hidup dan lebih-lebih pada kenyataannya, tidak seluruh yang ditakutkan akan benar-benar terjadi. Kesempatan ibadah pun akan berkurang drastis karenanya.\rAllah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya dengan cara yang misterius. Masa depan setiap orang sesungguhnya adalah tanggungan-Nya. Dialah yang menjamin rizki tiap makhluk. Lihatlah cecak, Allah menjamin kecukupan makanannya dari serangga-serangga kecil yang beterbangan, padahal cecak diciptakan tidak bisa terbang untuk menjemput makanannya. Tenangkan hatimu yang gelisah karena hal-hal yang belum tentu terjadi, pasrahkan dirimu pada Allah dengan usaha terbaikmu dan yakinlah bahwa Allah tidak akan menelantarkanmu. Bukankah Allah telah menjaga, membesarkan dan merawatmu hingga kini? itu pula yang akan dilakukan-Nya untukmu di masa depan sampai waktu berkunjungmu di dunia ini berakhir. Bukankah sekuat apapun engkau membuat rencana-rencana hasilnya tetap ditentukan oleh izin Allah semata?","part":1,"page":324},{"id":325,"text":"Buanglah seluruh pertanyaan-pertanyaan negatif seperti: bagaimana bila nanti suami meninggal? Bagaimana bila nanti bisnisku merugi? Bagaimana bila nanti tidak dapat mencukupi kebutuhan anak-anak? Bagaimana bila nanti SPP naik dan sebagainya yang sering meresahkan. Gantilah dengan kata-kata positif seperti “bila nanti di depan ada kesulitan, Allah pasti akan menunjukkan jalan keluarnya untukku seperti yang sudah-sudah” atau “bila Allah menutup satu pintu untukku, maka Dia pasti membuka pintu yang lain untuk kulewati, aku hanya perlu mencarinya” dan sebagainya.\rAllah berfirman yang artinya: “Setan menjanjikan kamu kemiskinan sedangkan Allah menjanjikanmu pengampunan” (al-Baqarah: 268). Rasa takut rugi, takut miskin dan cemas berlebihan perihal ekonomi adalah dari bisikan setan agar manusia lupa akan ke-Maha Pengasihan-Nya.\rAdapun tadbir yang berarti planning/perencanaan masa depan secara wajar tanpa menjadikannya sebagai fokus utama kehidupan, seperti contoh memikirkan strategi bisnis yang sedang dijalani, maka itu diperbolehkan. Karenanya, Rasul bersabda: “Tadbir (dalam arti bisnis planning) adalah separuh dari penghidupan“.\rFokuskan sebagian besar pikiranmu untuk hal-hal yang sudah pasti terjadi, yaitu: kematian dan pertanggung jawaban di akhirat karena dii akhiratlah kehidupan yang sejati dimulai, bukan di dunia ini. Berbuat baiklah dan maksimalkan potensimu dalam kebaikan sejak kini.\r0818. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 05\rOleh Mbah Jenggot\rاِجْتِهَادُكَ فِيْمَا ضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيْرُكَ فِيْمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيْلٌ عَلىَ اِنْطِمَاسِ الْبَصِيْرَةِ مِنْكَ.","part":1,"page":325},{"id":326,"text":"Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata batinmu.\rTerkadang dunia begitu melenakan kita, padahal hidup di alam ini fana belaka. Dan Allah sudah mengatur detil kebutuhan kita, bukan ketamakan keinginan kita. Sehingga dengan penuh semangat dan antusias kita imbangi permainan dunia ini. Ibarat main game-lah, betapa asyiknya kita tanpa peduli waktu dan kesempatan. Kita merasa kemuliaan kita di dunia ini variabel dengan kemuliaan kita di akhirat.\rSementara akhirat adalah kehidupan yang abadi. Percaya atau tidak, kitab Allah yang berbicara seperti itu, boleh percaya boleh tidak, hanya iman didada yang mampu menjawabnya. Dan sejujurnya betapa persiapan untuk kehidupan abadi itu sering kita lalaikan. Kita terlalu silau oleh kemuliaan kehidupan didunia ini.\rPernahkah kita menyadari bahwa kehidupan dunia dan isinya Allah telah jaminkan atas hidup kita?, sementara Allah ‘hanya’ menuntut kita untuk mempersiapkan kehidupan akhirat kita. Namun dalam perjalannya permainan dunia demikian kuat pusarannya sehingga kita terlalu sering melupakan tujuan kita sesungguhnya. Terlalu ngotot dengan apa yang kita lihat dan kita raba di dunia ini. Sehingga kita lupa dengan sumpah kita saat di Lauhul Mahfudz, dalam Surat Al A’raf 172-173","part":1,"page":326},{"id":327,"text":"“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)“,.\rBila kita telah bersaksi dihadapanNya sedemikian rupa dan dalam prosesnya di dunia kita seolah lupa maka, sepantasnya bila Syekh Ath Thailah mengolok bahwa mata batin kita telah rabun.\rKesungguhan seseorang dalam mencari karunia Allah SWT, termasuk juga mencari rizki harusnya selalu berkeyaqinan dengan firman Allah:\r”Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rizkinya.” (Hûd: 6)\rAllah meminta pertanggungjawaban kepada manusia, dengan menjadikan harta yang telah dianugerahkan Allah kepada para hamba berfungsi untuk ibadah; hendaknya diberlakukan sebagai ibadah dan untuk kepentingan yang berfaedah bagi syiar agama Allah, seperti firman-Nya,\r”Wahai sekalian manusia, beribadahlah kepada Tuhanmu.” (Al-Baqarah: 21)\rAyat ini merupakan dalil dan bukti yang membimbing hati manusia untuk mengetahui hal-hal yang rahasia dan hal-hal yang tampak jelas.","part":1,"page":327},{"id":328,"text":"Penulis menjelaskan bahwa terkadang orang yang mencari rizki sedikit mengurangi amal ibadahnya, namun apabila ia mencari rizki dan tidak mengurangi ibadahnya kepada Allah, maka ia sebagaimana hadits Nabi, ”Barangsiapa yang tertidur karena capek mencari rizki halal, maka dia tertidur dalam keadaan diampuni dosanya oleh Allah.”\rYa Allah mohon ampun Rabb, atas rabunnya mata jiwa ini, semoga Engkau menakdirkan kami menjadi golongan orang-orang yang engkau beri Nikmat dunia wal akhirat. Allahumma amin.\r0819. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 06\rOleh Mbah Jenggot\rلا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء - موجبا ليأسك ؛ فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لا فما تختار لنفسك وفي الوقت الذي يريد ، لا في الوقت الذي تريد .\rMakno Djenggot (gandul)\r\"Ojo ono opo mundure mangsane peparingane Allah sedeng oleh jaluk (donga) ira ing Allah iku kelawan nggethu iku anyebabake dadi luwase (putus asane) iro oleh donga.Maka utawi Allah iku wis nanggung ing sira kelawan nembadani ing barang kang dadi pilihane Allah,dudu ing barang kang sira karepi milih lan ing dalem wektu kang Allah kersa ake,dudu ing dalem wektu kang sira kersa ake.\"\rMaksude,lamun sira wis nggethu olehe jaluk/donga ing Allah nuli durung diijabah dening Allah maka ojo iku dadi putus asane awak ira.Sebab saben-saben donga iku mesti den ijabah dening Allah,ananging kabeh gumantung ing putusane Allah lan pilihane Allah,kerana sak becik-becik pilihan iku pilihane Allah...Sing penting sira yakin seperti kang wis didhawuhake Gusti Allah ing dalem Al-Quran...\"Padha dongaa sira kabeh ing ing Ingsun,mesti Ingsun ijabah.\"\rTERJEMAH BAHASA NASIONAL:","part":1,"page":328},{"id":329,"text":"Janganlah engkau putus asa karena tertundanya pemberian, padahal engkau telah mengulang-ulang doa. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini.\rDi antara syarat diterimanya doa adalah apabila dilaksanakan dengan penuh harapan dan tidak berputus asa. Belum terkabulnya doa seorang hamba, padahal ia telah berulang-ulang berdoa jangan sampai menjadikannya putus asa, karena Allah berfirman,\r”Berdoalah kalian kepada-Ku maka Aku akan mengabulkanmu.” (Ghâfir: 60)\rAllah SWT. akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Namun demikian, terkabulnya doa tidaklah terikat dengan kemauan si hamba akan tetapi lebih terikat dengan kehendak dan rencana Allah. Karena Allah Maha Mengetahui akan kondisi hamba-hamba-Nya; terkadang Allah menolak permintaan seorang hamba, karena memang yang terbaik adalah tidak terkabulnya doa itu. Dalam konteks ini, ketika Allah menolak suatu doa sebenarnya secara tersirat memberi, sebagaimana dikatakan oleh syaikh Atha’, ”Ketika Allah menolak sebuah permintaan sebenarnya memberi dan ketika memberi sebenarnya menolak.” Untuk memperkuat pandangan ini, simaklah ayat berikut ini,\rوَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216)","part":1,"page":329},{"id":330,"text":"”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)\rPenolakan Allah dalam merealisasikan suatu doa, mempunyai substansi pemberian yang tepat bagi manusia. Demikian juga, Dia mengabulkan sebuah doa pada waktu yang ditentukan-Nya, bukan pada waktu yang engkau tentukan. Jadilah seperti Musa yang sabar, karena sabar dan tidak tergesa-gesa merupakan sifat yang utama bagi seorang hamba. Simaklah kisah Musa dan Harun yang berdoa agar Fir’aun dan kaumnya beriman kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, ”Ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau.” (Yûnus: 88) Sampai akhir ayat yang mengisahkan tentang permohonan Musa dan Harun agar kaumnya beriman kepada Allah, dan ternyata permohonan itu baru dikabulkan setelah empat puluh (40) tahun berlalu, sebagaimana firman Allah berikutnya,\r”Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu teteplah kalian berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” (Yûnus: 89)\rDalam sebuah hadits disebutkan, ”Sesungguhnya Allah menyukai kesabaran dalam doa.”\rJuga dalam hadits lain disebutkan, ”Sesungguhnya hamba yang shaleh apabila berdoa kepada Allah, malaikat Jibril berkata: Wahai Tuhanku, hamba-Mu fulan telah berdoa, maka kabulkanlah. Kemudian Allah berfirman: Berdoalah wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku senang mendengar suaramu.”","part":1,"page":330},{"id":331,"text":"Demikianlah, tata krama dalam berdoa yang telah ditunjukkan oleh Allah agar menjadi pedoman bagi umat Islam. Terkadang Allah mengabulkan atau mengganti dengan hal lain yang notabene merupakan kebaikan dan tambahan yang lebih baik.\r3294. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 09\rOleh: Yai Mbah Jenggot II\rبسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيد المرسلين وإمام المتقين نبينا محمد وعلى جميع إخوانه من النبيين والمرسلين وعلى ءاله الطيبين شرح الحكم العطائية لابن عطاء الله السكندري: تنوعت أجناس الأعمال ، لتنوع واردات الأحوال .\rAmal itu beragam lantaran beragamnya keadaan yang menimpa hati. Bentuk-bentuk amal zhahir beraneka ragam karena beragamnya situasi, kondisi dan motifasi dalam hati yang melatarbelakangi munculnya amal tersebut.\rAmal ibadah itu terikat dengan niat seseorang, dan ia berlaku sesuai dengan niatnya pula. Hasil dari suatu ibadah ditentukan oleh bagaimana seseorang menempatkan niat dalam hatinya ketika ia beramal, sebagaimana disebutkan dalam hadits, ”Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal darah, apabila ia baik maka akan baik semua yang ada pada tubuh, namun apabila ia rusak maka rusaklah semua yang ada pada tubuh, ingatlah bahwa segumpal darah itu adalah hati.”\rرب عمل صغير تعظمه النية, ورب عمل كبير تصغره النية\rTerkadang, pekerjaan kecil menjadi besar (dampaknya) karena bagus) niatnya, dan pekerjaan besar menjadi kecil (dampaknya) karena (salah) niatnya.\rApabila hati mengetahui keutamaan shalat malam kemudian tergerak untuk melakukannya, maka organ tubuh akan ikut tergerak untuk melakukannya, demikian juga dengan shadaqah, puasa dan ibadah-ibadah lainnya.","part":1,"page":331},{"id":332,"text":"Nampaknya kita perlu renungi apa yang diungkapkan oleh Imam al-Ghazali tentang ikhlas yang menyatakan bahwa seluruh pekerjaan itu akan sia-sia tanpa adanya ikhlas.\rفالناس كلهم هلكى إلا العالمون, والعالمون كلهم هلكى إلا العاملون, والعاملون كلهم هلكى إلا المخلصون, والمخلصون على خطر عظيم. فالعمل بغير نية عناء, والنية بغير إخلاص رياء[12]. وهو للنفاق كفاء ومع العصيان سواء…….\rSeluruh manusia akan binasa kecuali yang berilmu, dan setiap yang berilmu akan binasa kecuali yang mengamalkannya, dan orang yang mengamalkan ilmu akan binasa kecuali orang yang ikhlas, dan orang yang ikhlas itu adalah dalam bahaya besar. Maka pekerjaan yang tidak disertai niat adalah tertawan, dan niat tanpa ikhlas adalah riya.\rPekerjaan seperti itu adalah cukup untuk orang yang munafik dan orang yang gemar melakukan dosa…..\r(والله أعلم بالصواب والخطاء)\rاللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا إلى النار مصيرنا، اللهم لا تجعل مصيبتنا في ديننا، اللهم اجعل الحياة زيادة لنا في كل خير والموت راحة لنا من كل شر، اللهم اختم لنا بخير واجعل عواقب أمورنا إلى خير وتوفنا وأنت راضٍ عنا.\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/photo.php?fbid=633435196749476\r3294. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 10\rOleh: Yai Mbah Jenggot II\rبسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيد المرسلين وإمام المتقين نبينا محمد وعلى جميع إخوانه من النبيين والمرسلين وعلى ءاله الطيبين\rIKHLAS ADALAH RUH DAN RAHASIA DITERIMANYA AMAL","part":1,"page":332},{"id":333,"text":"شرح الحكم العطائية لابن عطاء الله السكندري الَأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ وَأَرْوَاحُهَا وُجُوْدُ سِرِّ الْإِخْلَاصِ فِيْهَا.\rAmal adalah gambaran yang berdiri tegak, sedangkan ruhnya ialah keikhlasan yang ada padanya.\rAmal kebaikan itu ibaratnya adalah kerangka, sedangkan ruhnya yang menjadi sumber kehidupannya adalah keikhlasan dalam beramal.\rAmal ibadah yang tegak kuat dan kokoh ikatannya dengan iman ialah dilaksanakan oleh hati yang ikhlas.\rApabila seseorang beramal dengan tanpa ikhlas maka amalnya akan sia-sia, seperti seorang yang memberikan hadiah kepada seorang dengan berharap imbalan duniawi maka ia sebenarnya tidak ikhlas. Alloh berfirman :\rوما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين\rDan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah, dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata (al-Bayyinah: 5) :\rعن ابي اما مة اليا هلي رضي اللة عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ان الله لايقبل من العمل الا ما كان له خالصا ويبتغي به وجهه (رواه النسائ\rDari Abu Umamah Al-bahiliy r,a. berkata, Rasullah SAW. Bersabda, sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amal kecuali yang ikhlas untuk-Nya, dan bertujuan untuk mencari ridha-Nya . (HR Nasa’i).\rDalam Hadist Lain dijelaskan","part":1,"page":333},{"id":334,"text":"عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .\rDari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.\rDan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.\rSiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya.\rDan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.\rDalam keterangan yang lain dijelaskan tentang pembagian Ikhlas :\r1.…- Pertama, ikhlasnya seorang hamba adalah bersihnya amal mereka dari unsur riya’, baik yang jelas maupun yang tersembunyi, ia beramal hanya karena Allah SWT dengan mengharap pahala-Nya dan menghidarkan diri dari siksa-Nya.","part":1,"page":334},{"id":335,"text":"2.…- Kedua, ikhlasnya orang yang cinta kepada Allah adalah dengan beramal hanya karena Allah sebagai bentuk ta’zhim (mengagungkan), karena Allah berhak untuk diagungkan, tidak karena yang lainnya juga bukan karena apa-apa. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Rabi’ah Al-Adawiyah: Mereka semua beribadah kepada-Mu hanya karena takut akan siksa neraka Dan mereka menganggap bahwa kesuksesan adalah target yang paling utama Atau dengan tujuan agar menjadi penghuni surga-Mu Dengan amal-amal yang sedikit, dan agar dapat meminum salsabila Saya tidak mengharapkan surga dan neraka sebagai tujuan sama sekali Saya juga tidak ingin meraih suatu pengganti apapun atas kecintaanku kepada-Mu.\r3.…- Sedangkan ketiga, adalah ikhlasnya orang-orang yang dekat kepada Allah dimana mereka ketika beramal tidak merasa memiliki apa-apa. Mereka hanya beramal karena Allah, bahkan merasa bahwa mereka tidak beramal sama sekali untuk diri mereka.\r- Adapun penjelasan lain tentang ikhlas silahkan merujuk pada dokumen berikut ini :\rwww.piss-ktb.com/2013/05/2372-lain-lain-definisi-ikhlas.html\r- Adapun kajian Hikam sebelumnya :\rwww.fb.com/photo.php?fbid=633435196749476\r(والله أعلم بالصواب والخطاء)\rاَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/photo.php?fbid=641555775937418\r3342. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 11\rOleh: Yai Mbah Jenggot","part":1,"page":335},{"id":336,"text":"HINDARI BERAMAL DENGAN TUJUAN AGAR MASYHUR\rبسم الله الرحمن الرحيم\rإن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله والصلاة والسلام على إمام المرسلين وعلى آله وصحبه والتابعين\rالحكم العطائية لابن عطاء الله السكندري\rاِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ.\r“Pendamlah wujudmu dalam “tanah” tak dikenal, karena sesuatu yang tumbuh dari benih yang tak ditanam (terlebih dahulu), tidaklah sempurna buahnya.”\rKuburlah dalam-dalam nafsu syahwatmu, sebagaimana bumi mengubur orang yang meninggal dunia.\rJanganlah engkau tersibukkan dengan keinginan untuk terkenal dan jauhkanlah kecintaan terhadap materi, karena dengan cara itulah engkau bisa merintis keikhlasan.\rTidak ada amal yang lebih berbahaya dari keinginan beramal agar menjadi masyhur, karena perbuatan itu walaupun untuk kebaikan namamu, tetapi bertolak belakang dengan amal ikhlas.\rTidak akan tumbuh suatu tanaman apapun apabila ia tidak ditanam. Demikian juga manusia, apabila hanya mengejar agar terkenal dalam memulai suatu amal, maka ia tidak akan meraih apa-apa dari amalnya itu.\rRosululloh Bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim :\rفَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ","part":1,"page":336},{"id":337,"text":"Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kamu. Tetapi aku khawatir atas kamu jika dunia dihamparkan atas kamu sebagaimana telah dihamparkan atas orang-orang sebelum kamu, kemudian kamu akan saling berlomba (meraih dunia) sebagaimana mereka saling berlomba (meraih dunia), kemudian dunia itu akan membinasakan kamu, sebagaimana telah membinasakan mereka (sebelum Kamu).”\rDalam hadits lain beliau bersabda:\rإِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ\rSesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. (HR. Ahmad )\rSeseorang telah berkata kepada Basyar bin Al-Harits, ”Berilah saya wasiat”,\rBeliaupun menjawab: ”Janganlah keinginanmu untuk dikenal justru akan menghilangkan nilai agamamu, dan karena nya kamu tidak akan menerima kemanisan di akhirat.”\rUlama lain mengatakan, ”Allah tidak membenarkan seorang berbuat demikian, kecuali ia merahasiakan dan tidak menyiarkan amal ibadahnya.”\rSyech Ibrahim bin Adham berkata, ”Perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk mencapai kemasyhuran melalui ibadah, tidaklah dibenarkan oleh Allah SWT.”\rوالله أعلم بالصواب\rرَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا\rرَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ\rامين يا رب العالميين\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/794206940602116/\rwww.fb.com/notes/804693572886786\r3341. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 12\rOleh: Yai Mbah Jenggot","part":1,"page":337},{"id":338,"text":"بسم الله الرحمن الرحيم\rإن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله والصلاة والسلام على إمام المرسلين وعلى آله وصحبه والتابعين\rالحكم العطائية لابن عطاء الله السكندري\rمَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْءٌ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانُ فِكْرَةٍ.\rTiada sesuatu pun yang berguna bagi hati sebagaimana uzlah untuk memasuki medan perenungan. Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati selain mengasingkan diri dari dunia ramai, menuju sebuah kontemplasi, dengan tujuan menghidupkan jiwa dan mensucikan pikiran dari pengaruh-pengaruh yang merusak. Selain itu juga memikirkan semua ciptaan Allah di darat, laut dan udara untuk mengetahui keagungan Allah. Dalam uzlah alam pikiran manusia akan menjadi tenang dan luas jangkauannya, wawasan berfikirnya pun bertambah, sedangkan jiwanya menjadi bersih dan tenteram. Dengan uzlah dan memikirkan ciptaan Allah akan memperkuat pikiran sehat, menerangi logika dengan sinar Allah, menjauhkan diri dari pikiran maksiat dan perbuatan dosa. Cara uzlah ini sekaligus memelihara iman dan keyakinan kita serta akan membersihkan kita dari dosa-dosa.\rالقلوب مزارع فازرع فيها الكلمة الطيبة ، فإن لم تتمتع بثمرها تتمتع بخضرها ( لقمان الحكيم )\rHati itu seperti ladang, maka tanamlah kalimat-kalimat (ucapan)yg baik, maka kalau kamu tidak bisa mendapatkan kesenangan dari buahnya maka kamu akan mendapatkan kesenangan dari hijau daunnya\r(Lukman Hakim)\rRasulullah Saw. pernah bersabda:\rتفكر ساعة خير من عبادة سنة","part":1,"page":338},{"id":339,"text":"Tafakur sesaat lebih baik daripada ibadah satu tahun (HR. Bukhari).\rKarena itu Allah SWT. dalam beberapa firmanNya juga mendorong manusia untuk melakukan tafakur.\rMisalnya Banyak penggalan ayat yang berbunyi:\rأَفَلاَ تَتَفَكَّرُونَ\rMaka Apakah kamu tidak merenung? (Al An’am:50).\rJuga dalam penggalan ayat yang berbunyi:\rلَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَُ\rSupaya kamu berfikir (tafakkur). (Al-Baqarah: 219).\rDalam firmanNya juga kita bisa mengetahui, bahwa tafakur merupakan diantara ibadah yang melekat pada diri orang-orang yang cerdas di mata Allah SWT.\rإِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.\rSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (cerdas). (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): \"Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (Ali Imran 190-191).","part":1,"page":339},{"id":340,"text":"Hal ini karena dengan berfikir, manusia dapat mengetahui substansi sesuatu, dan semakin menambah makrifat kepada Allah. Akal sehat dan pikiran yang jernih akan membiarkan manusia memilih mana yang maslahat dan mana yang mafsadah, mengetahui bujuk rayu syetan dan rendahnya kehidupan dunia ini. Sedangkan uzlah akan memberi kesempatan bagi si hamba untuk menyibukkan diri dengan kesucian hati, lidah dan perilaku, serta menghindarkan diri dari kesibukan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Uzlah yang mendorong berfikir jernih merupakan salah satu metode yang tepat untuk menuju makrifat kepada Allah.\rImam Ahmad bin Sahl menjelaskan kepada kita dengan berkata, ”Musuhmu ada empat, yaitu:\r- Pertama, dunia; senjatanya adalah makhluk dan penjaranya adalah uzlah.\r- Kedua, syetan; senjatanya adalah kenyang dan penjaranya adalah lapar.\r- Ketiga, nafsu; senjatanya adalah tidur dan penjaranya adalah terjaga.\r- Keempat, hawa; senjatanya adalah berbicara dan penjaranya adalah diam.”\rKetahuilah bahwa uzlah itu harus dilakukan dengan sepenuh hati dan dengan menjauhkan diri dari keramaian manusia. Tetapi terkadang ada juga yang hanya menggunakan dengan hati saja, sedangkan fisiknya selalu berinteraksi dengan mereka dan hatinya selalu mendekatkan diri kepada Allah.\rHal ini sebagaimana dikatakan oleh Rabi’ah Al-Adawiyah :\rSungguh saya telah menjadikan-Mu sebagai pujaan dalam hati\rDan saya mencari-cari orang yang menginginkan kedudukan saya\rFisik saya bersikap lemah lembut terhadap orang yang berinteraksi dengan saya\rSedangkan kekasih hati saya itulah yang bisa menghibur saya\rوالله أعلم بالصواب","part":1,"page":340},{"id":341,"text":"رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا\rرَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ\rامين يا رب العالميين\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/798844443471699/\r3343. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 13\rOleh: Yai Mbah Jenggot\rبسم الله الرحمن الرحيم\rإن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله والصلاة والسلام على إمام المرسلين وعلى آله وصحبه والتابعين\rالحكم العطائية لابن عطاء الله السكندري\rكَيْفَ يَشْرُقُ قَلْبٌ صُوَرُ الْأَكْوَانِ مُنْطَبِعَةٌ فِيْ مِرْآتِهِ أَمْ كَيْفَ يَرْحَلُ إِلىَ اللهِ وَهُوَ مُكَبَّلٌ بِشَهَوَاتِهِ أَمْ كَيْفَ يَطْمَعُ أَنْ يَدْخُلَ حَضْرَةَ اللهِ وَهُوَ لَمْ يَتَطَهَّرْ مِنْ جَنَابَةِ غَفَلَاتِهِ أَمْ كَيْفَ يَرْجُوْ أَنْ يَفْهَمَ دَقَائِقَ الْأَسْرَارِ وَهُوَ لَمْ يَتُبْ مِنْ هَفَوَاتِهِ.\rBagaimana hati dapat bersinar sementara gambar dunia terlukis dalam cerminnya?\rAtau, bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah sementara ia masih terbelenggu oleh syahwatnya?\rAtau, bagaimana hati akan berantusias menghadap ke hadirat Allah bila ia belum suci dari “janabah” kelalaiannya?\rAtau, bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya ?\rHikmah ini sangat berhubungan dengan hikmah sebelumnya. Karena uzlah yang dibarengi dengan berfikir jernih akan mampu membersihkan hati, mendekatkan diri kepada Allah dan mendorong seseorang untuk mengetahui berbagai rahasia yang halus-halus.","part":1,"page":341},{"id":342,"text":"Sedangkan hati yang masih memantulkan beraneka ragam gambaran tentang alam kemakhlukan, maka sesungguhnya ia telah terbelenggu dalam nafsu syahwat. Ia tidak akan mampu mencapai derajat tinggi dan masuk ke golongan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan. Hal ini karena ia belum mampu membersihkan diri dari kelalaiannya yang diibaratkan dengan janabat, maka kelalaian itu akan menghalangi seseorang dari derajat kemuliaan, sebagaimana kondisi junub juga menghalangi seseorang dari memasuki masjid yang nota bene merupakan tempat untuk munajat dan mustajab.\rEmpat pertanyaan di atas merupakan bentuk pengingkaran yang bermakna nafi.\ra.…Pertama, Tidak mungkin cahaya Allah dapat ditangkap untuk menghiasi hati manusia, apabila cermin hatinya masih tertutup oleh kegelapan dunia.\rb.…Kedua, Seseorang tidak akan mampu menjumpai Allah, apabila ia masih terbelenggu dalam kubangan syahwatnya.\rc.…Ketiga, Tidak mungkin seorang hamba dengan keinginan kerasnya untuk masuk ke hadirat Allah, padahal ia belum bersih dari janabat kelalaiannya.\rd.…Sedangkan keempat, tidak mungkin manusia mampu memahami rahasia yang halus-halus apabila ia masih belum juga bertaubat dari kesalahannya.\rOleh karena itu, keempat prasyarat utama ini harus dimiliki oleh manusia apabila ingin memperoleh empat derajat kemuliaan. Karena cermin hati itu dapat memancarkan cahaya apabila telah mendapatkan sinar keimanan, syahwat harus ditundukkan, membersihkan diri dari janabat kelalaian dan bertaubat dari berbagai kesalahan.","part":1,"page":342},{"id":343,"text":"Bersatunya dua perkara yang berlawanan adalah mustahil (sesuatu yang tidak mungkin terjadi) seperti bersatunya gerak dan diam, bersatunya cahaya dan kegelapan. Dan beberapa permasalahan yang disampaikan di atas adalah sesuatu yang berlawanan yang tidak akan mungkin dapat bertemu.\rSesungguhnya bersinarnya hati itu disebabkan oleh cahaya iman dan yakin berlawanan dengan الظلمة (kegelapan) yang menguasainya sehingga menyebabkan berdamainya dia denganالاغيار (Segala sesuatu selain Allah SWT) dan berdamainya pula ia dengan hal duniawi serta berpegangan erat ia dengannya.\rAdapun berangkat menuju pendekatan diri kepada Allah SWT adalah dengan memotong jeratan hawa nafsu dan pengekangan syahwat, tidak dengan pelepasannya yang mengakibatkan diri menjadi terbelenggu tak berdaya untuk bergerak berangkat menuju Allah SWT.\rAdapun masuk ke hadirat Allah SWT mewajibkan kesucian dari orang yang memasukinya serta kelurusan hati. Tidak dengan kekeruhan hati dan kelalaiannya yang akan menyebabkan kejauhan hati dari Allah SWT.\rUntuk dapat memahami rahasia perkara yang halus dapat diperoleh dengan taqwa, tidak dengan berlarut-larutnya berbuat maksiyat.\rYang demikian ini telah diisyaratkan oleh firman Allah SWT\rواتقو الله ويعلمكم الله\rDan takutlah kamu kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadamu ilmu pengetahuan.\rDan sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits\rمن عمل بما يعلم ورثه الله العلم ما لم يعلم\rBarang siapa yang mengamalkan ilmu yang ia ketahui maka Allah SWT akan memberikan ilmu (baru) yang belum ia ketahui.","part":1,"page":343},{"id":344,"text":"Imam Ahmad bin Hambal berkata kepada Ahmad Ibn Aby al-Hawary RA, “Wahai Ahmad ceritakan kepadaku sebuah kisah yang pernah engkau dengar dari ustadz engkau Abu Sulaiman”.\rKemudian Abi Al Hawary menjawab, “Aku pernah mendengar Abu Sulaiman berkata,’Apa bila hawa nafsu dibelenggu dengan meninggalkan perbuatan dosa maka hati akan dapat menjelajah alam malakut dan hati akan menjadi tempat datangnya hikmah walaupun ia tidak di bimbing oleh orang yang yang alim’”.\rMendengar itu maka Ahmad bin Hambal berdiri dari tempat duduknya tiga kali dan duduk kembali tida kali sambil berkata, “Belum pernah aku mendengar di dalam hikayat islam sesuatu yang lebih mentakjubkan daripada ini”. Kemudian Ibnu Hambal membacakan hadits di atas dan berkata kepada Ahmad Abi al-Hawary, “Engkau benar wahai Ahmad, dan benar pula ustadz engkau, “.\rDan karena inilah Al-Muallif merasa heran terhadap orang yang beri’tiqad adanya persekutuan dari dua hal yang berlawanan tadi dan itu adalah sesuatu yang mustahil.\rوالله أعلم بالصواب\rرَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا\rرَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ\rامين يا رب العالميين\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/802369453119198/\rwww.fb.com/notes/804696572886486\r3346. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 14\rOleh: Mbah Jenggot II\rالْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ وَاِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُوْرُالْحَقِّ فِيْهِ فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَلَمْ يَشْهَدْهُ عِنْدَهُ أَوْ فِيْهِ أَوْقَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُوْدُ الاَنْوَارِ","part":1,"page":344},{"id":345,"text":"وَحُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوْشُ الْمَعَارِفِ بِسُحْبِ الاَثَارِ\rAlam semuanya adalah kegelapan dan yang meneranginya adalah karena padanya kelihatan Yang Haq ( tanda tanda Allah ). Barang siapa melihat alam, tetapi dia tidak melihat Allah, baik di dalamnya, di sampingnya, sebelumnya, atau sesudahnya, maka dia benar benar memerlukan adanya cahaya cahaya itu. Dan tertutup baginya cahaya makrifat oleh tebalnya awan benda benda alam.\rPenjelasan :\rAlam pada hakekatnya adalah gelap, tidak wujud. Wujud Allah s.w.t yang memunculkan wujudnya alam. Tidak ada satu kewujudan yang terpisah dari kewujudan Allah.\rAgak sulit memahami konsep ada tetapi tidak ada, tidak bersama tetapi tidak terpisah, ini adalah konsep ketuhanan yang tidak mampu dipecahkan oleh akal tanpa diterangi oleh nur dari lubuk hati.Mata hati yang diterangi oleh nur Ilahi dapat melihat kaitan antara ada dengan tidak ada, tidak bersama tetapi tidak terpisah. Maka kekuatan mata hati bisa melihat keghaiban yang tidak terpisah dengan kejadian alam ini.\rمما يدلك على وجود قهره سبحانه أن حجبك عنه بما ليس بموجود معه\rSalah satu hal yang menunjukkan sifat Maha Kuasa الله adalah dengan menghalangi engkau untuk dapat melihat-Nya dengan sesuatu yang sebenarnya tidak wujud / عدم(tidak ada).\rAda empat tingkatan pandangan mata hati terhadap kaitan alam dengan Allah Sang Maha Pencipta:","part":1,"page":345},{"id":346,"text":"-Pertama : Mereka yang melihat Allah dan tidak melihat alam ini.Walaupun mereka berada di tengah hiruk pikuknya makhluk ini, namun mata hati tetap tertumpu kepada Allah, dan tidak terganggu oleh hingar bingarnya makhluk di sekitarnya.Lintasan makhluk di sekitarnya adalah ibarat cermin yang diterangi cahaya, pandangan mereka tidak melekat pada cermin.\r-Kedua : Mereka yang melihat makhluk pada level dhahir, dan melihat Allah pada level batin. Mata hati mereka melihat alam sebagai perwijudan sifat sifat Allah. Segala yang ada merupakan tulisan yang menceritakan tentang Allah. Setiap perwujudan dari alam ini membawa makna yang menceritakan tentang Allah s.w.t.\r-Ketiga : Mereka yang melihat Allah secara dhahirnya sedangkan melihat mkahluk secara tersembunyi. Mata hati mereka lebih dahulu melihat Allah sebagai sumber dari segala sesuatu. Kemudian barulah mereka melihat makhluk yang menerima karunia dari Allah.Alam tidak lain tidak bukan melainkan perbuatan Nya, gubahan Nya, lukisan Nya, atau hasil kerja tangan Nya.\r-Keempat : Mereka yang melihat makhluk lebih dahulu barulah melihat Allah. Mereka memasuku jalan dengan hati hati dan waspada, memerlukan waktu untuk menghilangkan keraguan,berdalil dengan akal sehingga membuahkan satu kesimpulan ternyata Allah lah yang wujud menguasai wujudnya makhluk.","part":1,"page":346},{"id":347,"text":"Firman Allah dalam surah Al-Hasyr : 24 yang artinya:Dialah Allah, yang menciptakan seluruh makhluk, yang mengadakan ( dari tidak ada menjadi ada ), yang membentuk rupa ( makhluk makhluknya menurut yag Dia kehendaki ), bagi Nya jugalah nama nama yang baik dan mulia, bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi dan Dia lah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.\rMaka, cara pandang kepada Allah dan makhluk Nya dapat dikategorikan sebagai berikut;\ra.…'Asyikin : Memandang kepada alam ciptaan dan merenunginya, semakin dia merenunginya semakin tampak keelokan dan kesempurnaan Sang Maha Pencipta.Dia ayik dengan apa yang dipandanginya.\rb.…Mutakhalliq : Dia menyaksikan sifat sifat Allah yang dikenal di dalam Asma al husna. Alam adalah isyarat untuk mengetahui nama nama Allah dan sifat sifat kesempurnaan Nya. Setiap apa yang dipandang menceritakan sesuatu tentang Allah s.w.t.\rc.…Muwahhid : Fana dalam dzat Nya.Kesadaran dirinya hilang, melalui lisanya terucaplah firman firman Allah yang ditirunkan dalam Al-Quran sebagai petunjuk menuju Allah.\rd.…Mutahqqiq : Kembali kepada kesadaran kemanusiaanya, untuk memikul tugas membimbing umat manusia ke jalan Allah s.w.t. Hatinya senantiasa memandang kepada Allah, dan hanya bergantung kepada Nya. Kehidupan ini adalah medan dakwah baginya, segala unsur alam adalah alat untuk memakmurkan bumi. Wallahu 'Alam\rDikutip dari http://hikam-ibnuatho.blogspot.com/2012/09/hikmah-14-allah-yang-mendhahirkan-alam.html\rLINK ASAL:\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/806426176046859/\rwww.fb.com/notes/806700006019476\r3925. KAJIAN AL-HIKAM BAGIAN 16\rOleh : M Baiquny","part":1,"page":347},{"id":348,"text":"بسم الله الرحمن الرحيم\rإن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله والصلاة والسلام على إمام المرسلين وعلى آله وصحبه والتابعين\rالحكم العطائية لابن عطاء الله السكندري\rSEGALA SESUATU TERGANTUNG PADA ALLAH\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِيْ أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ بِكُلِّ شَيْءٍ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ لِكُلِّ شَيْءٍ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِيْ الظَاهِرُ قَبْلَ وُجُوْدِ كُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِيْ أظْهَِرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الْوَاحِدُ الَّذِيْ لَيْسَ مَعَهُ شَيْءٌ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ أَقْرَبُ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.\rكَيْفَ يَتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَلَوْلَاهُ مَا كَانَ وُجُوْدُ كُلِّ شَيْءٍ.\rيَا عَجَبًا, كَيْفَ يَظْهَرُ الْوُجُوْدُ فِي الْعَدَمِ.\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sementara Dialah Yang Menampakkan segala sesuatu?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu sanggup mengaling-Nya, bila Dialah Yang Tampak pada segala sesuatu?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu mampu mengalingi-Nya, sedangkan Dialah Yang Tampak dalam segala sesuatu?","part":1,"page":348},{"id":349,"text":"• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu kuasa mengalingi-Nya, padahal Dialah Yang Tampak untuk segala sesuatu?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sementara Dialah Yang Ada sebelum ada segala sesuatu ?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu sanggup mengalingi-Nya, bila Dia lebih jelas ketimbang segala sesuatu?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sedangkan Dia Esa, yang tiada disamping-Nya sesuatu apa pun?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu kuasa mengalingi-Nya, padahal Dia lebih dekat kepadamu daripada segala sesuatu?\r• Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sementara seandainya Dia tak ada, niscaya tak akan ada segala sesuatu?Betapa ajaib, bagaimana bisa tampak dalam ketiadaan?\r• Atau, bagaimana sesuatu yang baru bisa bersanding dengan Yang Mahadahulu.\rPenulis menjelaskan dalam hikmah ini dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Allah SWT tidak terhalangi oleh sesuatu, dan menghadirkan logika berfikir yang bisa diterima oleh akal, dengan mengatakan, ”Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu itu bisa menghalangi-Nya, sementara Dialah Yang Menampakkan segala sesuatu. Bahkan Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaannya. Sesuatu yang tergantung kepada-Nya tidaklah layak, dan juga tidak mungkin mampu menghalanginya. Yang bisa diterima adalah, segala sesuatu menunjukkan maujud-Nya, karena pengaruh yang muncul menunjukkan Dzat Yang mempengaruhinya, Dzat Yang Maha Esa. Sebagaimana firman-Nya,","part":1,"page":349},{"id":350,"text":"سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ\r”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar.” (Fushshilat: 53)\rTanda-tanda kekuasaan-Nya yang terdapat dalam segala sesuatu menunjukkan keagungan-Nya. Sedangkan semua makhluk-Nya adalah hina di hadapan-Nya, untuk mencapai derajat kemuliaan, maka mereka haruslah berusaha untuk menuju tingkatan makrifat kepada Allah Ta’ala dan bertasbih kepada-Nya, karena semua makhluk juga bertasbih kepada-Nya. Dia berfirman,\rوَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ -\r”Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (Al-Isrâ’: 44)\rAllah Mahadahulu dan mendahului segala sesuatu, Dzatnya telah ada sejak zaman azali dan langgeng, sehingga tidak mungkin Dia terhalangi oleh makhluk-makhluk-Nya, karena Dzat yang tampak secara mutlak eksistensinya lebih kuat dari makhluk yang tampak dengan menggantungkan diri kepada-Nya. Dengan demikian, keberadaan-Nya lebih kuat dibandingkan dengan makhluknya yang serba terbatas, seperti kelelawar yang hanya mampu melihat di malam hari dan tidak bisa melihat di siang hari.\rDialah Dzat Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Karena semua selain Dia pada dasarnya tiada dan Dia jugalah yang mengadakannya. Sungguh dalam Al-Qur’an telah ada bukti tentang keesaan-Nya, sebagaimana disebutkan,","part":1,"page":350},{"id":351,"text":"لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا\r”Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah kedua-nya itu telah rusak.” (Al-Anbiyâ: 22)\rJuga firman-Nya,\rوَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ\r”Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qâf: 16)\rTanpa Allah, tidak mungkin semua ini ada, karena semuanya adalah ciptaan Allah. Dia tidak datang dalam sesuatu atau dalam sesuatu, atau di atasnya atau di bawahnya. Karena jika Dia datang dari sesuatu, berarti dia diciptakan dan dibatasi jangka waktu hidup-Nya. Jika Dia ada di atas sesuatu maka Dia bersemayam di atasnya, jika Dia ada di dalam sesuatu berarti Dia terkurung di dalamnya dan jika Dia ada di bawah sesuatu, berarti Dia berada di bawah kekuasaannya. Apa pun yang tampak di alam kesaksian ini merupakan pancaran Dzat Tuhan, yang kekal dan dapat dirasakan sesuai dengan keadaan dan kepekaan si penerima. Tiada makhluk yang mempunyai realitas yang kekal dan bebas, tiada yang kekal kecuali Sang Pencipta.\rوالله أعلم بالصواب\rرَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا\rرَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ\rامين يا رب العالميين\rLINK KAJIAN HIKAM :\rBiografi pengarang kitab hikam\rwww.piss-ktb.com/f0063-biografi-pengarang-kitab-al…\rKajian hikam 01\rwww.piss-ktb.com/2011/08/kajian-kitab-al-hikam.html\rKajian hikam 02\rwww.piss-ktb.com/2011/08/kajian-kitab-al-hikam-bagian-2.html\rKajian hikam 03\rwww.piss-ktb.com/kajian-kitab-al-hikam-bagian-3.html\rKajian hikam 04","part":1,"page":351},{"id":352,"text":"www.piss-ktb.com/kajian-kitab-al-hikam-bagian-4.html\rKajian hikam 05\rwww.piss-ktb.com/818-kajian-al-hikam-bag-05.html\rKajian hikam 06\rwww.piss-ktb.com/819-kajian-al-hikam-bag-06.html\rKajian hikam 07\rhttp://ktb-piss.blogspot.com/20/kajian-hikam-bag-07.html\rKAJIAN Hikam 8\rhttp://ktb-piss.blogspot.com/20/kajian-hikam-bag-08.html\rKAJIAN HIKAM 9\rwww.fb.com/photo.php?fbid=633435196749476\rKAJIAN HIKAM 10\rwww.fb.com/photo.php?fbid=641555775937418\rKAJIAN Hikam 11\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/794206940602116/\rKAJIAN HIKAM 12\rwww.fb.com/photo.php?fbid=649992235093772\rkajian Hikam 13\rwww.fb.com/photo.php?fbid=653456094747386\rKajian Hikam 14-15\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/806426176046859/\rWallohu a'lam [Rz]\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/815808331775310/\rwww.fb.com/notes/932379436784865\r0891. MAKALAH : KITAB KUNING DAN PESANTREN\rKITAB KUNING DAN PESANTREN : Sebuah Pembacaan Epistemologis\rOleh Irwan Masduqi","part":1,"page":352},{"id":353,"text":"Penelitian tentang asal-usul sistem pendidikan pesantren telah dilakukan oleh banyak pakar. Amir Hamzah Wirjasukarto dan Soegarda Poerbakawatja menyatakan bahwa asal-usul pesantren jika dilihat dari bentuk dan sistemnya adalah dari India. Sebelum terjadinya Islamisasi di Indonesia, sistem pesantren telah digunakan untuk lembaga pendidikan Hindu di Jawa. Setelah Islam diterima di Jawa, lambat-laun sistem Hindu tersebut diadopsi oleh Islam. Pendapat ini berdasarkan pada alasan terminologis bahwa istilah pondok, pesantren, dan ngaji tidak berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa India. Pendapat ini disangkal oleh Karel A. Steenbrink dengan alasan karena sistem ala pesantren sebetulnya bisa ditemui di dunia Arab, antara lain Baghdad. Istilah pondok pun kemungkinan berasal dari istilah Arab funduk yang artinya pesanggrahan atau asrama. Dengan alasan ini Steenbrink berpendapat bahwa pesantren berasal dari Arab, meskipun unsur-unsur lokal sangat mewarnai dalam proses asimilasinya.[1]","part":1,"page":353},{"id":354,"text":"Tanpa mengurangi urgensitas penelitian asal-usul pesantren dari aspek terminologis, penulis akan mengkaji asal-usul pesantren dari aspek epistemologis. Dengan menggunakan pembacaan epistemologis, maka kerangka berpikir dunia pesantren akan dapat dipahami secara holistik. Pendekatan ini memunculkan sejumlah pertanyaan; apa itu pengetahuan menurut dunia pesantren? Bagaimana pengetahuan itu diperoleh oleh para santri? Dan bersumber dari manakah pengetahuan itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini diperlukan analisis historis terkait proses transmisi keilmuan pesantren dari dunia Arab. Hal ini tidak dapat diabaikan sebab sejarah kemunculan pesantren dan kurikulumnya tidak bisa dilepaskan dari dinamika pemikiran di dunia Islam pada umumnya. Inilah alasan mengapa pesantren dinilai sebagai sebuah lembaga pendidikan yang unik dan paradoks. Dalam satu aspek, pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional yang ada di Indonesia, namun, dalam aspek lain, pesantren memiliki orientasi ideologis trans-nasional yang terkait dengan peta pemikiran yang berkembang di Arab.","part":1,"page":354},{"id":355,"text":"Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang kurikulumnya mengacu pada tradisi pemikiran Islam yang berkembang dalam kebudayaan Arab-Islam. Para ulama besar di Indonesia mengambil ilmu-ilmu yang bersumber dari Makkah dan Madinah yang merupakan pusat Islam. Mereka melakukan ekspedisi spiritual dan intelektual ke kantong-kantong keilmuan Islam dan menjadi media yang menghubungkan antara tradisi pemikiran Arab-Islam dengan tradisi Islam di Indonesia yang masih dalam fase formatif (‘ashr al-takwin). Transmisi keilmuan Arab-Islam ke Indonesia tersebut pada mulanya terjadi sekitar abad ke-16 M, sebuah periode dimana kebudayaan Arab-Islam telah mengalami fase kemunduran (‘ashr al-inhithath) sejak abad ke-12 M. Sebagian besar produk kitab yang muncul pada era kemunduran merupakan komentar atau elaborasi karya sebelumnya (syarh), resume atas komentar yang panjang (mukhtashar), penggabungan teks-teks yang terpisah tetapi saling berkaitan tanpa ada upaya sintesis, penataan ulang teks-teks yang masih simpang-siur, dan penyimpulan dari premis-premis yang telah dibangun oleh ulama pendahulu. Kebanyakan karya-karya yang berkembang pada masa ini merupakan produk pembacaan repetitif atau pengulang-ulangan (qira’ah al-tikrar) atas capaian para ulama terdahulu, bukan pembacaan produktif inovatif (qira’ah al-muntijah). Oleh karena itu, Kenneth E. Nollin menyebut karya-karya ulama pada masa ini sebagai “corpus of conservative tradisionalism”.[2]","part":1,"page":355},{"id":356,"text":"Corpus of conservative tradisionalism ini kemudian dibakukan menjadi kurikulum pesantren. Kalangan pesantren menyebutnya “kitab kuning” karena bahan dasar kertasnya berwana kuning. Kitab kuning yang diterima di kalangan pesantren adalah hasil seleksi yang ketat berdasarkan kerangka ideologis Sunni yang dilakukan oleh ulama Indonesia, sehingga kitab kuning cakupannya sangat sempit jika dibandingkan dengan cakupan istilah turats. Turats mencakup semua peninggalan intelektual ulama klasik dan skolastik, baik dari sekte Sunni, Mu’tazilah, maupun Syiah.[3] Namun kitab kuning cakupannya hanya pada kitab-kitab Sunni, bahkan lebih sempit lagi hanya mencakup madzhab empat dalam bidang fikih, Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam bidang akidah, dan tasawuf al-Ghazali, Junaid al-Baghdadi, dan Abd al-Qadir al-Jilani. Corpus of conservative tradisionalism yang diterima oleh pesantren pun kebanyakan bukanlah karya-karya primer, melainkan karya sekunder yang ditulis oleh para komentator madzhab. Dalam bidang fikih, karya-karya yang dikaji bukanlah Fiqh al-Akbar karya Abu Hanifah atau al-Umm karya al-Syafi’i, melainkan Fath al-Qarib karya Ibn al-Qasim, al-Mahali karya al-Qulyubi dan Umayrah, Fath al-Wahab karya Zakaria al-Anshari, Fath al-Mu’in karya Zainudin bin Abd al-Aziz al-Malibari, dan lain-lain yang notabene merupakan karya-karya periode kemunduran. Dalam bidang akidah, karya primer seperti al-Ibanah karangan al-Asy’ari dan al-Tauhid karangan al-Maturidi sangat jarang dikaji. Yang sering dikaji justru karya sekunder seperti Umm al-Barahin karya al-Sanusi. Diterimanya karya-karya","part":1,"page":356},{"id":357,"text":"sekunder secara luas di pesantren ini menunjukkan bahwa transmisi keilmuan Arab-Islam ke Indonesia lebih mengacu pada produk periode kemunduran ketimbang produk periode keemasan Islam (al-‘ashr al-dzahabi).\rSelain merujuk pada khazanah Islam di kota-kota suci Hijaz, transmisi keilmuan Islam di Indonesia juga terpengaruh oleh dinamika pemikiran Islam yang berkembang di India. Martin Van Bruinessen memberikan contoh bahwa besarnya pengaruh tarekat Syatariyah dan popularitas berbagai adaptasi tasawuf-falsafi wahdah al-wujud Ibn Arabi menunjukkan adanya pengaruh dari India, namun pengaruh itupun masuk ke Indonesia melalui ulama India yang mengajar di kota-kota Hijaz.[4] Hanya saja model tasawuf falsafi Ibn Arabian ini kemudian mendapatkan resistensi yang kuat di kalangan pesantren akibat pengalaman historis Siti Jenar, penganut tasawuf-falsafi, yang dieksekusi oleh ulama Demak yang mewakili otoritas formalisme syariat. Sebagai alternatif, tasawuf-‘amali ala al-Ghazali dan Abd al-Qadir al-Jilani lebih diapresiasi di kalangan pesantren. Ulama-ulama nusantara sendiri banyak memberi kontribusi dalam pengkayaan kitab kuning yang dikaji di pesantren saat ini, seperti Syaikh Nawawi Banten, Syaikh Mahfudh Termas, Syaikh Ihsan Jampes, Syaikh Yasin Padang, dan lain-lain.","part":1,"page":357},{"id":358,"text":"Kitab kuning yang dikaji di pesantren tersebut hampir semuanya merupakan ilmu-ilmu yang berbasis pada epistemologi bayani dan ‘irfani. Episteme bayani adalah sistem pengetahuan eksplikasi dalam bidang bahasa, fikih, ushul fiqh, kalam, dan balaghah. Sistem eksplikasi muncul dari teori-teori penafsiran teks-teks al-Quran dan hadits. Karakteristik episteme eksplikasi secara umum menggunakan metode analogi. Para ahli hukum dan nahwu menyebutnya dengan istilah Qiyas, para teolog menyebutnya dengan al-istidlal bi al-shahid (=far') 'ala al-ghaib (=ashl), sementara ahli balaghah memilih istilah al-tasybih. Sedangkan episteme ‘irfani adalah sistem pengetahuan gnostik dalam bidang tasawuf. Epistemologi kitab kuning di pesantren menganut bayani dan ‘irfani dalam arti yang sempit; sistem bayani dibatasi pada ilmu-ilmu tekstual Sunni, sementara sistem ‘irfani dibatasi pada tasawuf-amali sehingga pesantren menolak tasawuf-falsafi ala Ibn Arabi.[5]","part":1,"page":358},{"id":359,"text":"Dengan demikian maka epistemologi pesantren adalah berbasis pada bayani dan ‘irfani, karena kitab kuning yang dianggap otoritatif dan terpandang (kutub mu’tabarah) lebih mengacu pada disiplin ilmu al-naqliyyah dan al-isyariyyah (tasawuf). Pesantren tradisional kurang mengapresiasi, bahkan ada resistensi, terhadap disiplin ilmu-ilmu rasional (‘ulum al-‘aqliyyah) dan empirik (‘ulum al-tajribiyyah). Satu-satunya ilmu rasional yang terima hanyalah ilmu logika (mantiq) yang berasal dari syllogism Aristoteles. Diterimanya mantiq ini berkat lisensi yang diberikan oleh al-Ghazali. Ia mengkafirkan para filosof Yunani dalam Tahafut al-Falasifah, namun dalam al-Mustasfa ia tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada mantiq. Lisensi itu diungkapkannya dalam sebuah statemen; “Seseorang yang tidak memahami mantiq maka ilmunya tidak bisa dipercaya”.[6] Berkat lisensi al-Ghazali inilah akhirnya logika Yunani diterima secara luas di kalangan pesantren. Salah satu kitab mantiq yang secara luas dikaji di pesantren adalah Syarh} Idhah al-Mubham karya al-Damanhuri. Fakta ini menunjukkan bahwa pesantren tidak terbuka menerima episteme burhani secara luas yang mencakup ilmu-ilmu rasional dan empirik, kecuali hanya secara parsial mengajarkan mantiq.","part":1,"page":359},{"id":360,"text":"Berdasarkan episteme bayani dan ‘irfani yang dianut oleh pesantren, maka karya-karya filsafat Ibn Rusyd, al-Kindi, al-Farabi, dan lain-lain dilarang dikaji di pesantren. Karya Ibn Rusyd yang terima di pesantren hanyalah Bidayah al-Mujtahid dalam bidang fikih. Namun Fashl al-Maqal yang berisi upaya harmonisasi antara syariat dan filsafat maupun al-Kasyf ‘an Manahij Adilah yang mengkritik metode Asy’ariyah dalam bidang teologi kurang mendapat penghargaan. Tidak diapresiasinya karya-karya filsafat di pesantren ini disebabkan beberapa faktor; pertama, pada abad kemunduran kebudayaan Arab-Islam, pemikiran rasional dan empirik tidak tersebar di Arab-Timur, tak terkecuali di kota-kota Hijaz. Yang tersebar secara luas dalam kebudayaan Arab-Timur adalah ilmu-ilmu agama yang berbasis pada episteme bayani dan ‘irfani. Hal ini berbeda dengan di Andalusia, Granada, Sevila, dan kota-kota Arab-Barat (Maghrib) dimana pemikiran rasional-empirik berkembang luas.[7] Pemikiran Islam rasional-empirik lebih banyak berkembang di Arab-Barat dan berpengaruh di Eropa sebelum Abad Pencerahan ketimbang di dunia Arab-Timur. Peta pemikiran Arab ini menjelaskan kepada kita bahwa mayoritas khazanah keilmuan Islam di pesantren ditransmisikan dari pemikiran yang berkembang di Arab-Timur ketimbang Arab-Barat. Jikalau ada sejumlah kitab kuning karya ulama Andalusia, Granada, Sevila, dan Arab-Barat yang diterima di pesantren, maka karya itu terbatas pada bidang nahwu dan fikih, seperti Alfiyah karya Ibn Malik dan Bidayah al-Mujtahid karya Ibn Rusyd yang telah diterima di Arab-Timur; kedua, pengkafiran","part":1,"page":360},{"id":361,"text":"al-Ghazali terhadap para filosof dianggap sebagai kebenaran mutlak oleh ulama tradisional, sehingga mereka tidak sudi mempertimbangkan pembelaan Ibn Rusyd terhadap para filosof dari kritikan al-Ghazali. Di mata ulama tradisional, al-Ghazali adalah Hujjah al-Islam yang lebih berwibawa dan disegani ketimbang Ibn Rusyd.\rKritik al-Ghazali terhadap para filosof ini mengakibatkan dampak besar di kalangan pesantren tradisional dimana sebagian besar menolak rasionalisme dan empirisisme. Akibatnya, kurang ada penghargaan dari pesantren tradisional terhadap ilmu-ilmu metafisika Aristotelian, sosiologi, psikologi, kosmologi, kimia, kedokteran, dan lain-lain. Pesantren secara tak terelakkan kemudian tergiring pada paradigma fikihisme dan sufisme yang ahistoris. Mitos tampak mengalahkan logos. Teks lebih superior dibandingkan dengan akal. Kajian-kajian fikih dalam forum Bahtsul Masail pun terasa kering dari analisis sosiologis, psikologis, dan medis. Tak diragukan lagi bahwa para santri mampu memahami produk-produk hukum fikih klasik, namun—diakui atau tidak—mereka gagap ketika harus mendialogkannya dengan realitas kontemporer yang kompleks. Konsekuensinya, problem-problem realitas sosial dipaksa tunduk di bawah norma-norma teks klasik yang sejatinya muncul untuk konteks sosio-kultural masa lalu.","part":1,"page":361},{"id":362,"text":"Melihat kesenjangan antara tradisionalisme dengan kemajuan zaman saat ini, bukan mustahil muncul gagasan-gagasan yang ingin mendorong terjadinya pergeseran paradigma pesantren ke arah yang rasionalistik dan empirik. Pesantren diharapkan menanamkan benih-benih inklusivisme sehingga mampu membuka diri dari ilmu-ilmu rasional-empirik. Hal ini merupakan langkah krusial apabila pesantren ingin menyelaraskan peran vitalnya dengan semangat zaman. Selain mengapresiasi episteme bayani dan ‘irfani, pesantren diharapkan sudi mengapresiasi episteme burhani agar terjadi keseimbangan yang dinamis antara teks, hati, akal, dan realitas sosial empirik. Keseimbangan ini merupakan komposisi pemikiran yang mampu menjawab pertanyaan para sarjana muslim Arab modern, limadza taakhkhara al-muslimun wa taqaddama al-gharbiyyun?; kenapa umat muslim tertinggal, sementara Barat maju? Umat muslim tertinggal karena kuatnya cengkraman tradisionalisme yang mengabaikan ilmu-ilmu rasional-empirik, sementara modernitas Barat dicapai melalui rasionalisme dan empirisisme. Namun hal ini bukan berarti bahwa upaya modernisasi pemikiran pesantren tradisional harus meniru seutuhnya modernitas Barat. Thaha Abdurahman, pemikir Maroko yang cukup ternama saat ini, mengusulkan bahwa modernisasi pemikiran tradisional Islam harus berdasarkan pada rasionalisme-etis (al-‘aqlaniyyah al-akhlaqiyyah).[8] Di sinilah kita perlu menyadari pentingnya keseimbangan pemikiran pesantren yang berbasis pada teks, hati, akal, dan realitas empirik agar pesantren mampu menjawab tantangan-tantangan zaman secara dialogis.","part":1,"page":362},{"id":363,"text":"Yogyakarta, 18 November 2011\r[1] Karel A. Steenbrink, Pesantren Madrasah Sekolah (Jakarta: LP3ES, 1986), hlm. 20-22.\r[2] Kenneth E. Nollin, The al-Itqan and Its Sources: A Study of Itqan fi 'Ulum al-Qur'an by Jalal al-Din al-Suyuthi with Special Reference to al-Burhan fi 'Ulum al-Qur'an by Badr al-Din al-Zarkasyi (Disertasi di Hartfor Seminary Foundation, USA, 1968, disadur dan dikritisi oleh Ilham Saenong, Jurnal Studi Al-Quran, vol. I, No. I, Januari, 2006), hlm. 153.\r[3] Abed al-Jabri, Nahnu wa Turats (Beirut: Markaz Dirasah al-Wahdah al-'Arabiyyah, cet. II, 1999), hlm. 16-18. Bandingkan dengan Abed al-Jabri, al-Turath wa al-Hadatsah (Beirut: Markaz Dirasah al-Wahdah al-'Arabiyyah, cet. III, 2006), hlm. 15-33.\r[4] Martin Van Bruinessen, Kitab Kuning: Pesantren dan Tarekat (Bandung: Penerbit Mizan, cet. 1, 1995), hlm. 23.\r[5] Di dunia Arab kontemporer, Mohammed Abed al-Jabri merupakan pemikir yang mengenalkan analisis epistemologis ini untuk mengkaji peta pemikiran Arab-Islam. Penulis mencoba mengaplikasikannya untuk membaca epistemologi pesantren. Lihat Abed al-Jabri, Takwin al-'Aql al-'Arabi (Beirut: Markaz Dirasah al-Wahdah al-'Arabiyyah, cet. VIII, 2002). Bandingkan Abed al-Jabri, Binyah al-'Aql al-'Arabi (Beirut: Markaz Dirasah al-Wahdah al-'Arabiyyah, cet. VIII, 2004).\r[6] Al-Damanhuri, Syarh Idhah al-Mubham (Surabaya: Hidayah), hlm. 5.","part":1,"page":363},{"id":364,"text":"[7] Klasifikasi Arab-Timur (Masyriq) dan Arab-Barat (Maghrib) ini mengacu pada batas kebudayaan maupun geografis. Mashriq secara umum mencakup wilayah negara-negara Arab di sebelah timur Mesir dan utara Semenanjung Arab. Masyriq mengacu pada area yang luas di Timur Tengah, dibatasi antara Laut Mediterania dan Iran. Sedangkan Maghreb, yang berarti “Barat”, merujuk pada negara-negara berbahasa Arab di sebelah Barat Afrika Utara. Mesir menempati posisi ambigu karena memiliki ikatan budaya, etnis dan linguistik dengan Mashriq dan Maghrib, namun Mesir dianggap lebih lekat dengan budaya Mashriq.\r[8]http://www.arabphilosophers.com/Arabic/aphilosophers/acontemporary/acontemporary-names/Taha_Abdulrahman/Arabic_Article_Abdulrahman/Arabic_Article_Abdulrahman.htm\r(http://0.facebook.com/notes/10150410768472002&refid=21)\r1134. MASALAH SYATTA : APAKAH KITAB SALAF MASIH RELEVAN ?\rPERTANYAAN :\r> Khozin Elqomiy\rApakah kitab salaf masih berlaku ?\rJAWABAN :\r> Dewan Masjid Assalaam","part":1,"page":364},{"id":365,"text":"Ilmu itu pastinya dinamis, jika ilmu itu stagnan maka manusia dipertanyakan keberadaan akalnya. Ada hal-hal yang belum terjadi dan belum difikirkan oleh para ulama salaf, karenanya ulama khalaf kemudian membahasnya dan menyampaikan fatwa-fattwa. Bagaimana dengan ilmu-ilmu yang sudah ada sejak dahulu? Apakah boleh difikirkan kembali? Mengapa tidak, pintu ijtihad tidak pernah ditutup. Hanya saja secara logis, fatwa ulama salaf tentang suatu masalah yang sudah ada dahulu semisal masalah shalat tentu lebih bisa dipertanggungjawabkan karena mereka lebih mengerti. Akan tetapi hal-hal yang berkembang kemudian, semisal berkembangnya teknologi transportasi yang lantas membuat fatwa rukhsoh jama'/qashar ditelaah kembali tentu bukan hal yang keliru. Demikian pula posisi uang kertas yang menggantikan emas perak sebagai naqd, sangat layak untuk digali kembali ijtihadnya. Lantas, apakah fatwa salaf menjadi tidak berlaku untuk hal-hal yang baru berkembang? Tentu saja tidak, suatu hasil ijtihad tidak menggugurkan hasil ijtihad yang lain. Ijtihad salaf tidak gugur oleh ijtihad khalaf sebagaimana qaul qadim tidak kemudian gugur oleh qaul jadid..\r> EL Saironjii","part":1,"page":365},{"id":366,"text":"Salaf:adalah para ulama yang hidup pada abad 3 H, terdiri dari para sahabat tabiin tabit tabiin, kurun ini mrupakan kurun terbaik sesudah rosul, kholaf al mutqodimin : adalah para ulama yang hidup setelah abad 3 H, istilah ini identik dengan al ashab yang di maksud adalah para ulama yang hidup pada abad 4 H, ketika disebut almutqodimin pada umum nya yang dimaksud adalah para ulama yang mempunyai kemampuan menggali hukum melalui qaidah-qaidah dan nash al mujtahid seperti al-gozali dan al qoffal namun ada juga ashab yang melakukan ijtihad tanpa mlalui qaidah dan nash al mujtahid seperti al mujani dan ibnu tsaur, untuk pendapat tersebut tidak dianggap sebagai wajhun minal wujuh. Al-muta-ahirin :adalah para ulama yang hidup sesudah abad 4 H. Sumber keterangan : Buku Rumus Fuqoha.\r> Gofar Sadja\rCopas dari ebook bahtsul masa_il edisi I : Apakah Kitab Kuning Masih Relevan Dengan Zaman\rDeskripsi Masalah :\rSering kita melihat dan mendengar orang orang yang skeptis terhadap kitab kuning, mereka menggugat para mushonnifin bahwa kitab-kitab tersebut perlu dikaji dan dikritisi lebih lanjut bahkan ada yang mengatakan produk-produk hukumnya sudah tidak relevan lagi pada saat sekarang mengingat dalam mengarang kitab sudah berabad-abad yang lampau.\rPertanyaan:\r1.…Dapatkah dibenarkan kabar yang semacam itu?\r2.…Kapan suatu produk hukum itu dikatakan tidak relevan?\r3.…Bagaimana kaitannya dengan kaidah fiqih:\rلاينكر تغيير الأحكام بتغيير الأزمنة والأمكنة\rJawaban :","part":1,"page":366},{"id":367,"text":"Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan, meskipun pada dasarnya diperbolehkan mengkaji serta mengkritisi kitab-kitab tersebut dengan prosedur yang santun.\rIbarat\rالميزان الكبرى الجزء الأول ص: 74-75 مكتبة اوسها كلواركا سماراع\rوإذا أبان تبرى الأئمة كلهم من الرأى فاعمل بكل ما تجده من كلام الأئمة بانشراح صدر ولو لم تعرف مدركه فإنه لا يخرج عن أحدى مرتبى الميزان ولا يخلو أن تكون أنت من أهل مرتبة منهما وإياك والتوقف عن العمل بكلام أحد من الأئمة الأربعة y فإنهم ما وضعوا قولا من أقوالهم إلا بعد المبالغة فى الاحتياط لأنفسهم وللأمة ولا تفرق بين أئمة المذاهب بالجهل والتعصب فإن من فرق بين الأئمة فكأنه فرق بين الرسل كما مر بيانه فى الفصول قبله وإن تفاوت المقام فإن العلماء ورثة الرسل وعلى مدرجهم سلكوا فى مذاهبه- إلى أن قال– فإياك أن تنقبض نفسك من العمل بقول من أقوالهم إذا لم تعرف منزعه فإنك عامى بالنسبة إليهم والعامى ليس من مرتبته الإنكار على العلماء لأنه جاهل بل اعمل يا أخى بجميع أقوال العلماء ولو مرجوحة أو رخصة بشرطها المعروف بين العلماء.\rبغية المسترشدين ص : 7","part":1,"page":367},{"id":368,"text":"(مسألة) شخص طلب العلم وأكثر من مطالعة الكتب المؤلفة من التفسير والحديث والفقه وكان ذا فهم وذكاء فتحكم برأيه أن جملة هذه الأمة ضلوا وأضلوا عن أصل الدين وطريق سيد المرسلين e فرفض جميع مؤلفات أهل العلم ولم يلتزم مذهبا بل عدل إلى الاجتهاد وادعي الاستنباط من الكتاب والسنة بزعمه وليس فيه شروط الإجتهاد عند أهل العلم ومع ذلك يلزم الأمة الأخذ يقوله ويوجب متابعته فهذا الشخص المدعي الاجتهاد يجب عليه الرجوع إلى الحق ورفض الدعاوى الباطلة وإذا طرح مؤلفات أهل الشرع فليت شعري بماذا يتمسك فإنه لم يدرك بماذا يتمسك فانه لم يدرك النبي عليه الصلاة والسلام ولا أحدا من اصحابه رضوان الله عليهم فان كان عنده شيء من العلم فهو من مؤلفات أهل الشرع وحيث كانت علي ضلالة فمن اين وقع علي الهدي فليبينه لنا فان كتب الأئمة الأربعة رضوان الله عليهم ومقلديهم جل مأخذها من الكناب والسنة وكيف أخذ هو ما يخالفها ودعواه الإجتهاد اليوم في غاية البعد كيف وقد قال الشيخان وسبق هما الفخر الرازي الناس اليوم كالمجعين علي انه لامجتهد ونقل ابن حجر عن بعض الأصوليين انه لم يوجد بعد عشر الشافعي مجتهد اي مستقل وهذا الإمام السيوطي مع سعة اطلاعه وباعه في العلوم وتفننه بما لم يسبق اليه ادعي الأجتها النسبي لاإستقلالي فلم يسلم له وقد نافت مؤلفاته علي الخمسمائة واما حمل الناس علي مذهبه فغير جائز وان فرض انه مجتهد مستقل ككل مجتهد.\rسلم التوفيق ص : 86","part":1,"page":368},{"id":369,"text":"وأطلب ممن اطلع عليه من أولى المعرفة وأتى فيه على خطإ أو زلل أن ينبه على ذلك بالرد الصريح ليحذر الناس من اتباعي. (أن ينبه على ذلك بالرد الصريح) بأن يقول أو يكتب على الهامش مثلا هذا سبق قلم أو سهو أو تحريف من النساخ ولعل صوابه كذا من غير تشنيع ولا تقريع ولا يجوز تغيير ذلك بأن يزيله ويكتب بدله فإنه لو فتح باب ذلك لأدى إلى عدم الوثوق بشيئ من كتب المؤلفين لاحتمال أنه من اصلاح من اطلع على كتبهم ففاعل ذلك ضال مضل\rشواهد الحق ص : 32","part":1,"page":369},{"id":370,"text":"إذا علمت ذلك تعلم أن ما يهذي به الآن بعض طلبة العلم من بلوغهم درجة الاجتهاد المطلق وأنهم تأهلوا لاستمباط الأحكام الشرعية من الكتاب والسنة بأنفسهم ولم يبق لهم حاجة إلى تقليد أحد من الأئمة الأربعة حتى تركوا مذاهبهم التى نشئوا عليها وصاروا يعترضون بأفهامهم السقيمة على المذاهب ويقولون نحن لا نعمل بآراء الرجال وما أشبه ذلك من عتارات المغرورين الجهال هو من الوساوس الشيطانية والدعاوى النفسانية التى حملهم عليها قلة العقل والدين ورضاهم عن نفوسهم وجهلهم بما انطوت عليه من العيوب وقد انعكس عليهم ما أرادوه من هذا الهوس والحماقة والقاحة فلم يحصلوا بهم من علو المنزلة عند الناس ومقتهم الله وكره فيهم خلقه فصاروا عندهم مرذولين يهزمون بهم \"ومن جهلت نفسه # رأى غيره منه ما لا يرى\" وقد رأيت بعضهم يدعو عوام الناس إلى استنتاط الأحكام الشرعية من القرآن وصحيح البخاري. فانظر هذا الجهل العظيم والضلال المبين فإياك يا أخي ثم إياك من الاجتماع على أمثال هؤلاء الحمقى والزم مذهبك وقلد أي إمام شئت من الأئمة الأربعة بدون تتبع الرخص والتلفيق في الأحكام بحيث يحصل من ذلك هيئة لايقول بها يعرفون شيئا فإن ذلك ممنوع وممن يدعون الاجتهاد علماء صالحون ولكنهم مغفلون يعرفون شيئا من الحديث والعربية وبعض العلوم المتداولة معرفة متوسطة تجوز في مثل هذا العصر السافل إطلاق لفظ العالم على أحدهم وهم مع ذلك بينهم وبين درجة الاجتهاد في أحكام الدين كما بين الشرطة والسلاطين إن نقل كما بين الملائكة والشياطين ولكن لغفلتهم وقلة عقولهم ورضاهم عن نفوسهم وظنهم فيها الكمال ظنا ظاهر الزلل واضح الخطاء والخطل\rتنوير القلوب 74-75 دار الفكر","part":1,"page":370},{"id":371,"text":"ويجب اتباع السلف الصالح في أقوالهم وأفعالهم وفيما تأولوه واستنبطوه واقتناء آثارهم باطنا وظاهرا فمن أطاع بظاهره دون باطنه فهو عاص وليس بمطيع – إلى أن قال- ومما يجب اعتقاده أن أئمة الدين كلهم عدول ومن قلد واحدا منهم نجاز الأئمة ثلاثة أقسام قسم اعتنوا بضبط الفقه وتحريره على الكتاب والسنة والمشهور منهم أبو حنيفة ومالك والشافعى وأحمد y وكلهم على هدى من الله وتقليد واحد منهم فرض لقوله e ألا سألوا إذ لم يعلموا ولا يجوز تقليد غيرهم بعد عقد الإجماع عليهم لأن مذاهب الغير لم تدون ولم تضبطبخلاف هؤلاء ومن لم يقلد واحدا منهم وقال أنا اعمل بالكتاب والسنة مدعيا فهم الأحكام منهما فلا يسلم له بل هو مخطئ ضال مضل سيما في هذا الزمان الذى عم فيه الفسق وكثرت الدعوى الباطلة لأنه استظهر على أئمة الدين وهو دونهم في العلم والعمل والعدالة والاطلاع إذ لا يسمع لغيرهم كلام حتى يزيد عليهم أو يماثلهم في العلم والعدالة والإحاطة بعلم العربية وأقوال الصحابة والأصول والتفسير والحديث وفي تحقيق بقية شروط الاجتهاد وهذا مستحيل لأن من الأئمة أبا حنيفة وهو تابعي وكذا قيل في مالك والشافعي وأحمد من تابعي التابعين\rإسعاد الرفيق 2/93\rومنها كل كلام يقدح أي يؤدى إلى قدح أى ذم في الدين أو في أحد من المرسلين أو من الأنبياء عليهم الصلاة والسلام أو في أحد من الصحابة والتابعين وتابعيهم أو في أحد من العلماء إذ يجب علينا تعظيمهم زالقياو بحقوقهم وقد تقدم أن بعض العلماء كفر من صغر عمامة العالم كأن قال عميمة فلان\rلب الأصول ص: 110\rجاحد مجمع عليه معلوم من الدين ضرورة كافر إن كان فيه نص وكذا إن لم يكن فى الأصح (قوله فى الأصح ) لما مر وقيل لا لعدم النص وخرج بالمجمع عليه غيره وإن كان فيه نص وبالمعلوم ضرورة غيره كفساد الحج بالوطء قبل الوقوف\rأصول الفقه الحضرى بك ص: 288","part":1,"page":371},{"id":372,"text":"والقول الضابط فيه أن من أنكر طريقا فى ثبوت الشرع لم يكفر ومن اعترف بكون الشيئ من الشرع ثم جحده كان منكرا الشرع وإنكار جزء من الشرع كإنكار كله\rموعظة المؤمنين الجزء الأول ص :179 دار الفكر\rالثالث أن يكون كونه منكرا معلوما بغير اجتهاد فكل ما هو فى محل الاجتهاد فلا نكران فيه فليس للحنفى أن ينكر على الشافعى ما هو من مجارى الاجتهاد يعنى المسائل المختلف فيها بين الأئمة إذ لا يعلم خطا المخالف قطعا بل ظنا فلابد أن يكون المنكر متفقا عليه وكذا إنما ينكر على الفرق المبتدعة فى خطئهم المعلوم على القطع بخلاف الخطأ فى مظان الاجتهاد\rإسعاد الرفيق 2/91-92\rوفي التحفة تنبيه ما أفهمه كلامه من جواز النقل من الكتب المعتمدة ونسبته لمؤلفها مجمع عليه وإن لم يتصل سندالناقل بمؤلفها نعم ان النقل من نسخة كتاب لايجوز إلا إن وثق بصحتها أو تعددت تعددا يغلب على الظن معه صحتها أو رأى لفظها منتظما وهو خير فطن يدرك السقط والتحريف اهـ\rترشيح المستفدين 3\rاعلم أنه لابد للمكلف غير المجتهد المطلق من التزام التقليد لمذهب معين من مذاهب الأئمة الأربعة في الفروع الاجتهادية أما المجتهد فيحرم عليه التقليد فيما هو مجتهد فيه لتمكنه من الاجتهاد لكن المجتهد المستقل بوجود الشرائط التى ذكرها الاصحاب في أوائل القضاء مفقود من نحو ستمائة سنة\rمجموعة سبعة كتب مفيدة ص : 44 مكتبة الهداية\rوالذى يتعين إعتماده أن هؤلاء الأئمة المذكورين من أرباب الشروح و الحواشى كلهم أئمة فى المذهب يستمد بعضهم من بعض يجوز العمل والإفتاء والقضاء بقول كل منهم و إن خالف من سواه ما لم يكن سهوا اوغلطا او ضعيفا ظاهر الضعف لان الشيخ ابن حجر نفسه قال فى مسألة الدور زلات العلماء لا يجوز تقليدهم فيها .اهـ\rقواعد الفقه لمحمد عميمى المجددى البركتي الجزء الأول ص : 565 –567 الصدف ببلشرز 1986 م","part":1,"page":372},{"id":373,"text":"وأما من يحفظ أقوال المجتهدين فليس بمفت وفتواه ليست حقيقية بل هو نقل كلام والإطلاق عليه مجاز ولكن حل له الإفتاء إن كان صوابه أكثر من خطائه وإن لم يكن من أهل الإجتهاد نعم لا يفتى إلا بطريق النقل والحكاية فيحكى ما يحفظ من أقوال الفقهاء وطريق من كتاب معروف وتداولته الأيدي والثاني هو المختار في عصرنا قال أبو بكر الرازي فأما ما يوجد من كلام رجل ومذهبه في كتاب معروف به وقد تداولت النسخ يجوز لمن نظر فيه أن يقول قال فلان كذا وفلان كذا وأن لم يسمعه من أحد نحو كتب محمد والموطأ لمالك ونحو هما من الكتب المصنفة في أصناف العلم لأن وجودها على هذا الوصف بمنزلة الخبر المتواتر والمستفيض ولا يحتاج مثله إلى إسناد .والله أعلم\rأدب الفتوى الجزء الأول ص : 32-34 دار الفكر 1407 هـ","part":1,"page":373},{"id":374,"text":"فإن قيل من حفظ كتابا أو أكثر في المذهب وهو قاصر لم يتصف بصفة أحد ممن سبق ولم يجد العامي في بلده غيره هل له الرجوع إلى قوله فالجواب إن كان ببلد مفت يجد السبيل إليه وجب التوصل إليه بحسب إمكانه فإن تعذر ذكر مسألته للقاصر فإن وجدها بعينها في كتاب موثوق بصحته وهو ممن يقبل خبره نقل له حكمها بنصه وكان العامي فيها مقلدا صاحب المذهب قال أبو عمرو وهذا وجدته في ضمن كلام بعضهم والدليل يعضده وإن لم يجدها مسطورة بعينها لم يقسها على مسطور عنده وإن اعتقده من قياس لا فارق لأنه قد يتوهم ذلك موضعه فإن قيل هل لمقلد أن يفتي بما هو مقلد فيه قلنا قطع أبو عبد الله الحليمي وأبو محمد الجويني وأبو المحاسن الروياني وغيرهم بتحريمه وقال القفال المروزي يجوز وقال أبو عمرو: قول من منعه معناه لا يذكره على صورة من يقوله من عند نفسه بل يضيفه إلى إمامه الذي قلده فعلى هذا من عددناه من المفتين المقلدين ليسوا مفتين حقيقة لكن لما قاموا مقامهم وأدوا عنهم عدوا معهم وسبيلهم أن يقولوا مثلا مذهب الشافعي كذا أو نحو هذا ومن ترك منهم الإضافة هو إكتفاء بالمعلوم من الحال عن التصريح به ولا بأس بذلك\rSebenarnya semua produk hukum syariat selalu relevan di setiap masanya. Terlebih lagi menurut keterangan dalam Al-Bahr al-Mukhit semua hukum yang dicetuskan lewat Al-Qur'an, As-Sunah, Al-Ijma' dan Al-Qiyas tidak akan pernah beubah sepanjang masa. Namun syariat menawarkan sebuah fleksibilitas (kelenturan) dengan memperbolehkan perubahan hukum pada beberapa katagori :\r1.…Jenis hukum yang dilandasi atas konsep urfi/ 'adat.\r2.…Katagori hukum yang dialasi oleh sebuah 'ilat\r3.…Hukum-hukum yang berkaitan dengan kondusif dan stabilnya baitul maal.\rIbarat\rبحر المحيط ج 1 ص 217-221","part":1,"page":374},{"id":375,"text":"مسألة (أحكام الشرع ثابتة إلى يوم القيامة) كل حكم ثبت لنا بقول الله أو بقول رسوله أو بإجماع أو قياس فهو دائم إلى يوم القيامة وأما قول النبي e (ينزل عيسى ابن مريم حكما عدلا فيكسر الصليب ويقتل الخنزير ويضع الجزية) فقيل يضعها عليهم بعد أن يرفعها فلا يقبل منهم إلا الإسلام واستشكل بأنه نزل مقررا لشريعة نبينا ومن شريعته إقرارهم بالجزية وقيل بل من شريعته في ذلك الوقت عدم التقرير لا يصح لأن شريعته ما أتى بها وهو قبل شرع الجزية وقضيته بقاؤه إلى يوم القيامة لما سلف وفي الباب حديث رواه أبو القاسم الطبراني في معجمه: حدثنا يحيى بن عثمان بن صالح البصري حدثنا نعيم بن حماد المروزي حدثنا سفيان بن عيينة عن أبي الزناد عن الأعرج عن أبي هريرة قال: قال رسول الله e (أنتم في زمان من ترك عشر ما أمر به هلك وسيأتي عليكم زمان من عمل بعشر ما أمر به نجا) وهذا الحديث تفرد به عن سفيان نعيم بن حماد المروزي وكان يقول: هذا الحديث ينكرونه علي وإنما كنت مع سفيان فمر يمشي فأنكره ثم حدثني به وحكى العباس بن مصعب أن نعيما هذا ناقض محمد بن الحسن ووضع ثلاثة عشر كتابا في الرد على الجهمية وخرج إلى مصر وأقام بها نيفا وأربعين سنة ثم حمل إلى العراق مع البويطي في امتحان القرآن مقيدين فمات نعيم في الحبس بسر من رأى سنة تسع وعشرين ومئتين ونقل عن الشيخ عز الدين بن عبد السلام أنه قال: يحدث للناس في كل زمان من الأحكام ما يناسبهم وقد يتأيد هذا بما في البخاري عن عائشة أنها قالت: لو علم النبي e ما أحدثته النساء بعده لمنعهن من المساجد وقول عمر بن عبد العزيز يحدث للناس أقضية على قدر ما أحدثوا من الفجور أي يجددون أسبابا يقضي الشرع فيها أمورا لم تكن قبل ذلك لأجل عدمه منها قبل ذلك لا لأنها شرع مجدد فلا نقول: إن الأحكام تتغير بتغير الزمان بل باختلاف الصورة الحادثة وقال الشيخ نجم الدين البالسي: وكنت أنفر من هذا القول وأعلل فساده بأن صاحب","part":1,"page":375},{"id":376,"text":"الشرع شرع شرعا مستمرا إلى قيام الساعة مع علمه بفساد الأمر فيهم ثم رأيت في \"النهاية\" قد قرر ما في نفسي فقال قدس الله روحه: لو كانت قضايا الشرع تختلف باختلاف الناس وتناسخ العصور لانحل رباط الشرع قال: ولما ذكر صاحب التقريب \" مقالات الأصحاب في التعزير روي الحديث في نفي الزيادة على عشرة أسواط ثم قال: ولو بلغ الشافعي لقال به انتهى وقد أكثر الروياني في \"الحلية\" من اختيارات خلاف مذهب الشافعي ويقول: في هذا الزمان وقال العبادي في فتاويه \": الصدقة أفضل من حج التطوع في قول أبي حنيفة وهي تحتمل في هذا الزمان وأفتى الشيخ عز الدين بالقيام للناس وقال: لو قيل بوجوبه في هذه الأزمنة لما كان بعيدا وكل ذلك فإنما هو استنباط من قواعد الشرع لا أنه خارج عن الأحكام المشروعة فاعلم ذلك فإنه عجيب\rفوائد الجنية الجزء الأول ص 302\rوكل ما لم ينضبط شرعا ولا وضعا لغويا فللعرف رجوعه انجلى وذلك كالحرز في السرقة فيرجع فيه إلى العرف (قوله كالحرز) أي المكان الذي يحفظ فيه ويختلف باختلاف الأموال والأحوال والأوقات-إلى ان قال- (فيرجع إلى العرف) اي فالمحكم فيه العرف إذا لم يجد في الشرع ولا في اللغة كالقبض والإحياء اهـ\rسبيل الإستفادة ص : 21","part":1,"page":376},{"id":377,"text":"اما النصوص القابلة للتغير فهى ثلاثة: 1- النص المعلل بعلة ثم تتغير العلة كامتناع النبى r واله وسلم عن التسعير بقوله \" ان الله هو القابض الباسط الرزاق المسعر \" لأن مسوغ التسعير لم يوجد وهو مغالة التجار بالأسعار ثم تغير العرف فأفتى فقهاء المدينة السبعة والإمام مالك ومتأخرو الزيدية فيما عدا قوت الأدمى والبهيمة بجواز التسعير لأن غلاء الأسعار فى عهد التابعين وائمة المذاهب صار بسبب من التجار انفسهم لطمعهم وجشعهم الخ 2- النص العرفى المراعى فيه حال المبادلة القائم بالكيل فى الأموال الربوية \" المكيال مكيال اهل المدينة والوزن وزن اهل مكة ثم تغير فأصبح اسلوب التبادل بالوزن الخ 3- الأحكام التى روعى فيها تنظيم بيت المال مثل عدم اعطاء الزكاة لبنى هاشم وبنى المطلب وان الزكاة لاتحل لهم كما لاتحل للنبى r وهذا كان سائغا فى العهد النبوى حيث كان لهم سهم من الفيء والغنائم فلما فسد نظام بيت المال وحجب عنهم هذا السهم افتى فقهاء الحنفية والمالكية بعطائهم من الزكاة حفاظا عليهم وابقاء على كرامتهم\rأصول الفقه أبي زهرة ص: 275","part":1,"page":377},{"id":378,"text":"وإن الإحكام التي تنبي على القياس الظني تتغير بتغير الأزمان ولذا قالوا إنه يجوز أن يخالف المتأخرون مذهب المتقدمين منهم إذا كان اجتهاد المتقدمين مبنيا على القياس لأنهم في أقسيتهم يكونون متأثرين بأعرافهم ويقول ابن عابدين ذلك: إن المسائل الفقهية إما أن تكون ثابتة بصريح النص وهي الفصل الأول وان تكون ثابتة بضرب اجتهادي ورأي وكثير منها يبنيه المجتهد على ما كان في عرف زمانه بحيث لو كان في زمان العرف الحادث لقال بخلاف ما قاله أولا ولهذا قالوا في شرط الاجتهاد إنه لابد من معرفة عادة الناس فكثير من الأحكام تختلف باختلاف الزمان بحيث لو بقي الحكم على ما كان عليه أولا للزم منه المشقة والضرر بالناس ولخالف قواعد الشريعة المبنية على التخفيف والتيسير ودفع الضرر والفساد لبقاء العالم على أحسن نظام وأتم إحكام ولهذا نرى مشايخ المذهب خالفوا على ما نص عليه المجتمع في مواضع كثيرة بناها على ما كان في زمانه ولعلهم أنه لو كان في زمانهم لقال ما قالوا أخذا من قواعد مذهبه وبالبناء على القاعدة المقررة وجدنا المتأخرين خالفوا المتقدمين في كثير من المسائل المبنية على العرف الماضي إذا خالفت العرف الحاضر ومن ذلك تضمين من سعى بغيره كذبا حتى أوقعه في أذى في المال أو لجسم وإن ذلك يخالف قاعدة مقررة في المذهب الحنفي وهو أن الضمان دائما على المباشر دون المسبب وأن الذي أنزل الضرر هو من سعى إليه الساعي بالنميمة والكذب فكان بمقتضى القاعدة أن يكون هو الضامن ولكن روى العدول عن موجب القياس بها إلى تضمين الواشي لكثرة فساد الواشين وليكون ذلك درعا بل إن بغض الفقهاء أفتى بجواز قتل الساعي في أيام الفتنة حسما لدائه وليلا يكثر المرجفون الذين يفسدون النفوس\rإعلام الوقعين 4/82","part":1,"page":378},{"id":379,"text":"فصل المخرج العاشر زوال سبب اليمين المخرج العاشر مخرج زوال السبب وقد كان الأولى تقديمه على هذا المخرج لقوته وصحته فإن الحكم يدور مع علته وسببه وجودا وعدما ولهذا إذا علق الشارع حكما بسبب أو علة زال ذلك الحكم بزوالهما كالخمر علق بها حكم التنجيس ووجوب الحد لوصف الإسكار فإذا زال عنها وصارت خلا زال الحكم وكذلك وصف الفسق علق عليه المنع من قبول الشهادة والرواية فإذا زال الوصف زال الحكم الذي علق عليه وكذلك السفه والصغر والجنون والإغماء تزول الأحكام المعلقة عليها بزوالها والشريعة مبنية على هذه القاعدة فهكذا الحالف إذا حلف على أمر لا يفعله لسبب فزال السبب لم يحنث بفعله لأن يمينه تعلقت به لذلك الوصف فإذا زال الوصف زال تعلق اليمين فإذا دعي إلى شراب مسكر ليشربه فحلف أن لا يشربه فانقلب خلا فشربه لم يحنث\rدرر الحكام الجزء الأول ص: 46-47\rقد ذكرنا أن اجتهاد الإمام أبي يوسف في النص أنه إذا كان مبنيا على العرف والعادة كالحديث الوارد في الذهب والفضة أنهما من الموزونات والملح والشعير والبر من المكيلات يترك ويصار إلى العرف والعادة إذا تبدلت بتبدل الأزمان فالذهب والفضة في زماننا يقربان أن يكونا عدديين والتمر والملح أصبحا وزنيين والقمح والشعير كادا أن يصيرا وزنيين وأما إذا كان النص غير مستند على العرف والعادة فيعتبر النص ولا يصار إلى العرف والعادة خلافا للإمام أبي حنيفة ومحمد رحمهما الله فإنهما يعتبران النص كيفما كان ولا يتركانه بداعي تغير الأحوال بتغير الأزمان والمختار للمجلة قول أبي يوسف\rالبحر المحيط 7/145","part":1,"page":379},{"id":380,"text":"مسألة وهي تنقسم إلى عقلية وهي لا تصير علة بجعل جاعل بل بنفسها وهي موجبة لا تتغير بالأزمان كحركة المتحرك وشرعية وهي التي صارت علة بجعل جاعل كالإسكار في الخمر وكانت قبل مجيء الشرع وتتخصص بزمان دون زمان ولا تتخصص بعين دون عين مسألة العلة حقيقة في العقلية كالحركة علة في كون المتحرك متحركا كما قاله الشيخ أبو إسحاق وإنما تسمى العلل الشرعية علة مجازا أو اتساعا وإلا ففي الحقيقة العلة ما أوجب الحكم بنفسه وهي العلة العقلية وأما التي توجبه بغيرها فليست بعلة في وضع المتكلمين وإنما هي أمارة على الحكم .\rأصول السرخسي ج: 2 ص: 185-178","part":1,"page":380},{"id":381,"text":"ثم الحكم الثابت بالعلة إذا كان بحيث يحتمل الرفع لا يبقى بعد انعدام العلة كالحكم الثابت بالبيع وهو الملك لا يبقى بعد فسخ البيع ورفعه واشتراط قيام المنصوص عليه في الحالين ولا حكم له ليعلم به أن ثبوت الحكم بوجود علته لا بصورة النص وذلك نحو آية الوضوء ففي النص ذكر القيام إلى الصلاة والعلة الموجبة للطهارة الحدث فإن الحكم يدور مع الحدث وجودا وعدما والمنصوص عليه وهو القيام إلى الصلاة قائم في الحالين ولا حكم له وقوله عليه السلام لا يقضي القاضي حين يقضي وهو غضبان فيه تنصيص على الغضب والعلة فيه شغل القلب حتى دار الحكم معه وجودا وعدما والمنصوص عليه قائم في الحالين ولا حكم له وقال عليه السلام الحنطة بالحنطة مثلا بمثل ثم العلة الموجبة للحرمة والفساد الفضل على الكيل لأن الحكم يدور معه وجودا وعدما والمنصوص عليه وهو الحنطة بالحنطة قائم في الحالين ولا حكم له وجواب أهل الفقه عن هذه الكلمات ظاهر فإن الظواهر الدالة على جواز العمل بالقياس بالاتفاق لا تدل على أن كل وصف من أوصاف الأصل صالح لأن يكون علة فإنه لو كان كذلك لتحير المعلل وارتفع معنى الابتلاء بطلب الحكم في الحوادث أصلا وإذا اتفقنا على أن دلالة هذه النصوص لوصف من بين أوصاف الأصل قد ابتلينا بطلبه حين أمرنا بالاعتبار فلا بد من أن يكون في ذلك الوصف معنى معقول يمكن التمييز به بينه وبين سائر الأوصاف ليوقف عليه وما هذا إلا نظير النصوص المثبتة لصفة الشهادة لهذه الأمة فإن ذلك لا يمنع القول باختصاص الصلاحية ببعض الأوصاف واختصاص الأداء بلفظ الشهادة من بين سائر الألفاظ وهذا لأن أوصاف النص تعلم بالحس أو السماع وذلك يشترك فيه أهل اللغة وغيرهم ممن له حاسة صحيحة مع الفقهاء ثم التعليل بالقياس لإثبات الحكم قد اختص به الفقهاء فعرفنا أن اختصاصهم بذلك لم يكن إلا لمعنى معقول في الوصف الذي هو علة لا يمكن الوقوف عليه إلا بالتأمل من طريق الفقه","part":1,"page":381},{"id":382,"text":"Maksud dari ungkapan tersebut adalah mengenai perubahan hukum yang disandarkan atas dasar urf dan 'adat.\rدرر الحكام الجزء الأول ص : 48\r(المادة 39) لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان إن الأحكام التي تتغير بتغير الأزمان هي الأحكام المستندة على العرف والعادة لأنه بتغير الأزمان تتغير احتياجات الناس وبناء على هذا التغير يتبدل أيضا العرف والعادة وبتغير العرف والعادة تتغير الأحكام حسبما أوضحنا آنفا بخلاف الأحكام المستندة على الأدلة الشرعية التي لم تبن على العرف والعادة فإنها لا تتغير مثال ذلك جزاء القاتل العمد القتل فهذا الحكم الشرعي الذي لم يستند على العرف والعادة لا يتغير بتغير الأزمان أما الذي يتغير بتغير الأزمان من الأحكام فإنما هي المبنية على العرف والعادة كما قلنا وإليك الأمثلة كان عند الفقهاء المتقدمين أنه إذا اشترى أحد دارا اكتفى برؤية بعض بيوتها وعند المتأخرين لا بد من رؤية كل بيت منها على حدته وهذا الاختلاف ليس مستندا إلى دليل بل هو ناشئ عن اختلاف العرف والعادة في أمر الإنشاء والبناء وذلك أن العادة قديما في إنشاء الدور وبنائها أن تكون جميع بيوتها متساوية وعلى طراز واحد فكانت على هذا رؤية بعض البيوت تغني عن رؤية سائرها وأما في هذا العصر فإذ جرت العادة بأن الدار الواحدة تكون بيوتها مختلفة في الشكل والحجم لزم عند البيع رؤية كل منها على الانفراد وفي الحقيقة اللازم في هذه المسألة وأمثالها حصول علم كاف بالمبيع عند المشتري ومن ثم لم يكن الاختلاف الواقع-في مثل هذه المسألة المذكورة تغييرا للقاعدة الشرعية وإنما تغير الحكم فيها بتغير أحوال الزمان فقط وكذا تزكية الشهود سرا وعلنا ولزوم الضمان غاصب مال اليتيم ومال الوقف مبنيان على هذه القاعدة وقد رأى الإمام الأعظم عدم لزوم تزكية الشهود في دعوى المال ما لم يطعن الخصم فيهم وسبب ذلك صلاح الناس في زمانه أما الصاحبان وقد شهدا زمنا غير","part":1,"page":382},{"id":383,"text":"زمنه تفشت فيه الأخلاق الفاسدة فرأيا لزوم تزكية الشهود سرا وعلنا والمجلة قد أخذت بقولهما وأوجبت تزكية الشهود وكذا من القواعد أن لا يجتمع أجر وضمان إلا أن المتأخرين من الفقهاء لما وجدوا أن الناس في عصرهم لا يبالون باغتصاب مال اليتيم والأوقاف والتعدي عليها كلما سنحت لهم فرصة أوجبوا ضمان منافع المال المغصوب العائد للوقف واليتيم قطعا للأطماع ونختم قولنا مكررين- أن الأحكام الثابتة بناء على النص لا تتغير أحكامها لأن النص أقوى من العرف إذ لا يحتمل أن يكون مستندا على باطل بخلاف العرف والعادة فقد تكون مبنية على باطل كأن يتعامل الناس مثلا بالبيوع الفاسدة وغيرها من الممنوعات فذلك لا يجعلها جائزة شرعا\rالوجيز ص :258-259","part":1,"page":383},{"id":384,"text":"241- تغير الأحكام بتغير الأزمان: اِلأحكام المبنية على العرف والعادة إذا تغيرت العادة وهذا هو المقصود من قول الفقهاء: لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان وفي هذا يقول الإمام بهاء الدين القرافي: \"إن الأحكام المترتبة على العوائد تدور معها كيفما دارت وتبطل معها إذا بطلت كالنقود في المعاملات والعيوب في الأعواض في البياعات ونحو ذلك فلو تغيرت العادة في النقد والنسكة إلى سكة أخرى لحل الثمن في البيع على السكة التى تجددت العادة بها دون ما قبلها وكذلك إذا كان الشيء عيبا في الثياب في عادة رددنا به المبيع فإذا تغيرت العادة وصار ذلك المكروه محبوبا موجبا لزيادة الثمن لم ترد به وبهذا القانون تعتبر جميع الأحكام المترتبة على العوائد وهو تحقيق مجمع عليه العلماء وعلى هذا القانون تراعى الفتاوي على طول الأيام فمهما تجدد العرف فاعتبره ومهما سقط فأسقطه\" وعلى هذا الأساس اختلفت الأحكام من ذلك ما ذهب إليه أبوحنيفة الإكتفاء بالعدالة الظاهرة فلم يشترط تزكية الشهود فيما عدا الحدود والقصاص لغلبة الصلاح على الناس وتعاملهم الصدق ولكن في زمان أبي يوسف ومحمد كثر الكذب فصار في الأخذ بظاهر العدالة مفسدة وضياع الحقوق فقالا بلزوم تزكية الشهود وقال الفقهاء عن هذا الاختلاف بين أبي حنيفة وصاحبيه: إنه اختلاف عصر وزمان لا اختلاف حجة وبرهان ومثله أيضا: سقوط خيار الرؤية برؤية ظاهر البيت وبعض حجره وهذا ما أفتى به أئمة الحنفيه لأن الحجر كانت تبني على نمط واحد ولكن لما تغيرت عادة الناس في البناء أفتى متأخروهم بعدم سقوط خيار الرؤية إلا برؤية جميع حجر البيت ومثله أيضا: أخد الأجرة على تعليم القرآن على ما أفتى به متأخرو الفقهاء لأن العادة قد تبدلت إذ كان الأمر في السابق تخصيص العطاء لهؤلاء المعلمين من بين المال فلما انقطع أفتى المتأخرون بجواز أخذ الأجرة لئلا يهجر القرآن ويندرس ومثله: أن النبي r فرض صدقة الفطر صاعا من تمر أو","part":1,"page":384},{"id":385,"text":"صاعا من شعير أو صاعا من زبيب أو صاعا من أقط وهذه كانت غلب أقواتهم في المدينة فإذا تبدلت الأقوات أعطى الصاع من الأقوات الجيدة 242- وهذا التغير في الأحكام لا يتناول إلا الأحكام المبنية على العرف كما قلنا فلا يتناول الأحكام القطيعة التي جاءت بها الشريعة كما أن هذا التغير لا يعد نسخا للشريعة لأن الحكم باق وإنما لم تتوافر له شروط التطبيق فطبق غيره بوضوحه أن العادة إذا تغيرت ومعنى ذلك: أن حالة جديدة قد طرأت تستلزم تطبيق حكم آخر أو أن الحكم الأصلي باق ولكن تغير العادة استلزم توافر شروط معينة لتطبيقه بالشرط في الشهود العدالة الظاهرة كانت كافية لتحققها فلما كثر الكذب استلزم هذا الشرط التزكية. وفي هذا يقول الشاطبي:\"ومعنى الاختلاف: أن العوائد إذا اختلفت رجعت كل عادة إلى أصل شرعي يحكم به عليها\"\rأصول الفقه الأسلامي لوهبة الزحيلي الجزء الثاني ص: 1116-1117","part":1,"page":385},{"id":386,"text":"المطلب الرابع – تغير الأحكام بتغير الأزمان أو تغير الفتوى بتغير الزمان: كل ما ذكر يتعلق بتغير الاجتهاد بالنسبة لنفس المجتهد أما بالنسبة لتغير الزمان فذلك أمر أخر إذ أن الأحكام فد تتغير بسبب تغير العرف أو تغير مصالح الناس أو لمراعاة الضرورة أو لفساد الأخلاق وضعف الوزاع الديني أو لتطور الزمان وتنظيماته المستحدثة فيجب تغير الحكم الشرعي لتحقيق المصلحة ودفع المفسدة وإحقاق الحق والخير وهذا يجعل مبدأ تغير الأحكام أقرب إلى نظرية المصالح المرسلة منه إلى نظرية العرف وذلك كائن بالنسبة للأحكام الإحتهادية القياسية أو المصلحة المتعلقة بالمعاملات أو الأحوال المدينة من كل ما له صلة بشؤون الدنيا وحاجات التجارة والاقتصاد وتغير الأحكام فيها في حدود المبدأ الشرعي وهو إحقاق الحق وجلب المصالح ودرء المفاسد أما الأحكام التعبدية والمقدارت الشرعية وأصول الشريعة الدائمة فلا تقبل التبديل مطلقا مهما تبدل المكان وتغير الزمان كحرمة المحارم ووجوب التراضي في العقود وضمان الضرر الذي يلحقه الإنسان بغيره وسريان إقراره على نفسه وعدم مؤاخذة بريئ بذنب غيره. ومن أمثلته 1- الإفتاء بجواز أخذ الأجرة أو الراتب على تعليم القرآن والقيام بالشعائر الدينية كالإمامة والخطابة يوم الجمعة ونحوها نظرا لتغير العرف بسبب انقطاع المكافآت والعطايا من أولئك المشتغلين بهذه الوظائف\r0892. MAKALAH : Kisah Isro' Mi'roj Nabi Muhammad Saw\rOleh Mumu BSA\rDiterjemahkan dengan ringkas dari Kitab Al Anwaarul Bahiyyah Min Israa’ Wa Mi’raaj Khoiril Bariyyah, Karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy Al Hasany RA.","part":1,"page":386},{"id":387,"text":"Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka’bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS.\rDalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail:\r“Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”.\rDan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT.\rKemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS.","part":1,"page":387},{"id":388,"text":"Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.\rSaat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: “Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)”, mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya’ yang menaiki buroq ini.\rDalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa’ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali.\r(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: “Turunlah disini dan sholatlah”, setelah Beliau sholat, Jibril berkata: “Tahukah anda di mana Anda sholat?”, “Tidak”, jawab beliau, Jibril berkata: “Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah”.","part":1,"page":388},{"id":389,"text":"Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: “berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!”, setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun.\rDalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina’, sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: “Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam”.\rSetelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata:“Tidakk\rah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?”","part":1,"page":389},{"id":390,"text":"Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”, Jibril menjawab:” mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakan\rsampai 700 kali.\rKemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak, beliau bertanya: “Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”, “Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Firaun, dan anak-anaknya”, jawab Jibril AS.\rMasyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun, ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh, spontan dia mengatakan: “Bismillah, celakalah Firaun”, mendengar ini anak Firaun bertanya: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?”, Masyithoh menjawab: “Ya”.Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. Setelah dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu, dia berkata: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?”, Masyithoh menjawab: “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”.","part":1,"page":390},{"id":391,"text":"Mengetahui keteguhan iman Masyithoh, kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali dia dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad, jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa, tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya, justru dia berkata: “Jika kamu hendak membinasakan kami, silahkan, dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami dalam satu tempat”.\rMaka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanasi, setelah betul-betul mendidih, dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya, satu persatu mereka syahid, sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya, kemudian anak itu berkata: “Wahai ibuku, lompatlah, jangan takut, sungguh engkau berada pada jalan yang benar”, kemudian dilemparlah dia dan anaknya.\rKemudian di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur, setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat.","part":1,"page":391},{"id":392,"text":"Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi ternyata mereka lebih memilih untuk menyantap daging yang mentah lagi busuk, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab: “Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina), dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”.\rKetika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan:“Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku”, tapi Rasulullah tidak memperdulikannya.\rKemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi, seandainya beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya, yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya. Walhamdulillah.\rKemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: “Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”, tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya, Jibril berkata: “Wahai Nabi itu adalah dunia, seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat”.","part":1,"page":392},{"id":393,"text":"Demikianlah perjalanan ditempuh oleh beliau SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail, begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid, yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana.\rKemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS, masing-masing sholat dua rakaat. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia, ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah, lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka, kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju, kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya’ dan Mursalin.\rSetelah itu Rasulullah SAW merasa haus, lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu, Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya, Jibril berkata: “Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam, jika anda memilih khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda”.","part":1,"page":393},{"id":394,"text":"Setelah melakukan Isra’ dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha, Baitul Maqdis, kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS siap untuk melakukan Mi’raj yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa sampai akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya, yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu. Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi umat ini, di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan menentukan perintah ibadah yang sangat mulya ini. Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah sholat. Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau, namun tidak dengan ibadah sholat, Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini.\rKetika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama), ternyata disana berdiri malaikat yang bernama Ismail, malaikat ini tidak pernah naik ke langit atasnya dan tidak pernah pula turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya Rasulullah SAW, dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat, yang masing-masing malaikat ini membawahi 70 ribu malaikat pula.\rJibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka, maka malaikat yang menjaga bertanya:\r“Siapakah ini?”\rJibril menjawab: “Aku Jibril.”\rMalaikat itu bertanya lagi: “Siapakah yang bersamamu?”\rJibril menjawab: “Muhammad saw.”\rMalaikat bertanya lagi: “Apakah beliau telah diutus (diperintah)?”\rJibril menjawab: “Benar”.","part":1,"page":394},{"id":395,"text":"Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah malaikat yang bermukim disana menyambut dan memuji beliau dengan berkata:\r“Selamat datang, semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin, andalah sebaik-baik saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang”.\rMaka dibukalah pintu langit dunia ini”.\rSetelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya.\rNabi saw bersalam kepadanya, Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata:\r“Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh”.\rDi kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok, jika melihat ke arah kanannya, beliau tersenyum dan berseri-seri, tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya, beliau menangis dan bersedih. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah, bahwa kelompok disebelah kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga sedang yang di kirinya adalah calon penghuni neraka.\rKemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini, tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging panggang dan lezat di hadapannya, tapi mereka lebih memilih untuk menyantap bangkai disekitarnya. Ternyata mereka adalah manusia yang suka berzina, meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram.","part":1,"page":395},{"id":396,"text":"Kemudian beliau berjalan sejenak, dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular, dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar, sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba.Disana beliau juga menemui suatu kaum, daging mereka dipotong-potong\rlalu dipaksa agar memakannya, lalu dikatakan kepada mereka:\r“makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia, yakni menggunjing atau berghibah”.\rKemudian beliau naik ke langit kedua, seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya seperti pertanyaan di langit pertama. Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya. Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya, keduanya hampir serupa baju dan gaya rambutnya. Masing-masing duduk bersama umatnya.\rNabi saw menyifati Nabi Isa bahwa dia berpostur sedang, putih kemerah-merahan warna kulitnya, rambutnya lepas terurai seakan-akan baru keluar dari hammam, karena kebersihan tubuhnya. Nabi menyerupakannya\rdengan sahabat beliau ‘Urwah bin Mas’ud ats Tsaqafi.\rNabi bersalam kepada keduanya, dan dijawab salam beliau disertai sambutan: “Selamat datang wahai saudaraku yang sholeh dan nabi yang sholeh”.\rKemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga, setelah disambut baik oleh para malaikat, beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya’kub. Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa.","part":1,"page":396},{"id":397,"text":"Nabi berkomentar: “Sungguh dia telah diberikan separuh ketampanan”. Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Dialah paling indahnya manusia yang diciptakan Allah, dia telah mengungguli ketampanan manusia lain ibarat cahaya bulan purnama mengalahkan cahaya seluruh bintang”.\rKetika tiba di langit keempat, beliau berjumpa Nabi Idris AS. Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya.\rDi langit kelima, beliau berjumpa Nabi Harun bin ‘Imran AS, separuh janggutnya hitam dan seperuhnya lagi putih (karena uban), lebat dan panjang. Di sekitar Nabi Harun tampak umatnya sedang khusyu’ mendengarkan petuahnya.\rSetelah sampai di langit keenam, beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat mereka masing-masing, ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang, ada lagi dengan umat di atas itu, bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya.\rKemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk, ternyata mereka adalah Nabi Musa dan kaumnya. Kemudian beliau diperintah agar mengangkat kepala beliau yang mulya, tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak, menutupi seluruh ufuk dari segala sisi, lalu ada suara:“Itulah umatmu, dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab “.\rPada tahapan langit keenam inilah beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS, seorang nabi dengan postur tubuh tinggi, putih kemerah-merahan","part":1,"page":397},{"id":398,"text":"kulit beliau. Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa. Setelah itu Nabi Musa berkata: “Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulyanya manusia di sisi Allah, padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku”.\rSetelah Rasulullah melewati Nabi Musa, beliau menangis. Kemudian ditanya akan hal tersebut. Beliau menjawab: “Aku menangis karena seorang pemuda yang diutus jauh setelah aku, tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku”.\rKemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh, di sana beliau berjumpa Nabi Ibrahim AS sedang duduk di atas kursi dari emas di sisi pintu surga sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur, di sekitarnya berkumpul umatnya.\rSetelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik, Nabi Ibrahim berpesan: “Perintahkanlahumatmu untuk banyak menanam tanaman surga, sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas”. Rasulullah bertanya: “Apakah tanaman surga itu?”, Nabi Ibrahim menjawab: “(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim“.\rDalam riwayat lain beliau berkata: “Sampaikan salamku kepada umatmu, beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh sangat indah tanahnya, tawar airnya dan tanaman surgawi adalah Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar”.","part":1,"page":398},{"id":399,"text":"Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha, sebuah pohon amat besar sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun. Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau, rasa dan warnanya, sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih. Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun mampu melukiskan keindahannya.\rKemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya berada di hadapan telaga Al Kautsar, telaga khusus milik beliau saw. Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan.\rB\regitu pula ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik, malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya.\rDalam satu riwayat, setelah beliau melihat surga dan neraka, maka untuk kedua kalinya beliau diangkat ke Sidratul Muntaha, lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna, pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri, karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini, berjumpa dengan Allah SWT.\rSetelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah, tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana, tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya, beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT.\rAllah berfirman: “Wahai Muhammad.”Labba","part":1,"page":399},{"id":400,"text":"ik wahai Rabbku”, sabda beliau.\r“Mintalah sesuka hatimu”, firman Nya.\rNabi bersabda: “Ya Allah, Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat), Engkau mengajak bicara Musa, Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar, Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin, manusia dan syaitan serta angin, Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati”.\rKemudian Allah berfirman: “Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu”.\rDalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, bahwa rasulullah bersabda: ” … kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari semalam, lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam), lalu dia bertanya: “Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?”\rAku menjawab: “50 sholat”,\rMusa berkata: “kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya”,\rMaka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku, lalu diringankan 5 sholat (jadi 45 sholat), lalu aku turun kembali kepada Musa, tapi Musa berkata: “Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya, maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah”.\rMaka aku kembali lagi kepada Allah, dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam, setiap satu sholat seperti dilipatgandakan\rmenjadi 10, maka jadilah 50 sholat”.\rMaka aku beritahukan hal ini kepada Musa, namun tetap dia berkata:“Kembal","part":1,"page":400},{"id":401,"text":"ilah kepada Rabbmu agar minta keringanan”,\rMaka aku katakan kepadanya: “Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa”.\rSetelah beliau menerima perintah ini, maka beliau turun sampai akhirnya menaiki buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah, sedang saat itu masih belum tiba fajar.\rPagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya, maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila dan tukang sihir, saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar, maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman, kembali murtad keluar dari syariat.\rSungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW, sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya), Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya). Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.\rInilah ringkasan dari perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang kami nukil dengan ringkas dari kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat, keduanya karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA, Mahaguru dari Al Ustadz al habib Sholeh bin Ahmad al Aydrus.","part":1,"page":401},{"id":402,"text":"001. (Maha Suci) artinya memahasucikan (Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya) yaitu Nabi Muhammad saw. (pada suatu malam) lafal lailan dinashabkan karena menjadi zharaf. Arti lafal al-isra ialah melakukan perjalanan di malam hari; disebutkan untuk memberikan pengertian bahwa perjalanan yang dilakukan itu dalam waktu yang sedikit; oleh karenanya diungkapkan dalam bentuk nakirah untuk mengisyaratkan kepada pengertian itu (dari Masjidilharam ke Masjidilaksa) yakni Baitulmakdis; dinamakan Masjidil aksa mengingat tempatnya yang jauh dari Masjidilharam (yang telah Kami berkahi sekelilingnya) dengan banyaknya buah-buahan dan sungai-sungai (agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami) yaitu sebagian daripada keajaiban-keajaiban kekuasaan Kami. (Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) artinya yang mengetahui semua perkataan dan pekerjaan Nabi saw. Maka Dia melimpahkan nikmat-Nya kepadanya dengan memperjalankannya di suatu malam; di dalam perjalanan itu antara lain ia sempat berkumpul dengan para nabi; naik ke langit; melihat keajaiban-keajaiban alam malakut dan bermunajat langsung dengan Allah swt. Sehubungan dengan peristiwa ini Nabi saw. menceritakannya melalui sabdanya, \"Aku diberi buraq; adalah seekor hewan yang berbulu putih; tingginya lebih dari keledai akan tetapi lebih pendek daripada bagal; bila ia terbang kaki depannya dapat mencapai batas pandangan matanva. Lalu aku menaikinya dan ia membawaku hingga sampai di Baitulmakdis. Kemudian aku tambatkan ia pada tempat penambatan yang biasa dipakai oleh para nabi.","part":1,"page":402},{"id":403,"text":"Selanjutnya aku memasuki Masjidilaksa dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya. Setelah itu aku keluar dari Masjidilaksa datanglah kepadaku malaikat Jibril seraya membawa dua buah cawan; yang satu berisikan khamar sedangkan yang lain berisikan susu. Aku memilih cawan yang berisikan susu, lalu malaikat Jibril berkata, 'Engkau telah memilih fitrah (yakni agama Islam).' Nabi saw. melanjutkan kisahnya, kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit dunia (langit pertama), lalu malaikat Jibril mengetuk pintu langit; ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Jibril.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menemui-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Kemudian pintu langit pertama dibukakan bagi kami; tiba-tiba di situ aku bertemu dengan Nabi Adam. Nabi Adam menyambut kedatanganku, dan ia mendoakan kebaikan untukku. Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang kedua, malaikat Jibril mengetuk pintu langit yang kedua. Lalu ditanyakan kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Jibril.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah orang yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Maka pintu langit yang kedua dibukakan bagi kami; tiba-tiba aku bertemu dengan dua orang anak bibiku, yaitu Nabi Yahya dan Nabi Isa.","part":1,"page":403},{"id":404,"text":"Lalu keduanya menyambut kedatanganku, dan keduanya mendoakan kebaikan buatku. Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang ketiga, maka malaikat Jibril mengetuk pintu langit yang ketiga, lalu ditanyakan kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Jibril.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah orang yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menemui-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Maka dibukakanlah pintu langit ketiga bagi kami, tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Yusuf; dan ternyata ia telah dianugerahi separuh daripada semua keelokan. Nabi Yusuf menyambut kedatanganku, lalu ia mendoakan kebaikan bagiku. Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang keempat, maka malaikat Jibril mengetuk pintu langit. Lalu ditanyakan kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab. 'Jibril.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah orang yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menemui-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Maka pintu langit yang keempat dibukakan bagi kami; tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Idris, ia menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan bagiku.","part":1,"page":404},{"id":405,"text":"Kemudian malaikat Jibril membawaku ke langit yang kelima, lalu malaikat Jibril mengetuk pintu langit yang kelima, maka ditanyakan kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Jibril.' Dan ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah orang yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menemui-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Lalu dibukakanlah pintu langit yang kelima bagi kami; tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Harun, ia menyambut kedatanganku dan mendoakan kebaikan bagiku. Selanjutnya malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang keenam, lalu ia mengetuk pintunva, ditanyakan kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Jibril.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah orang yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menemui-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Maka dibukakanlah pintu langit yang keenam buat kami, tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Musa, lalu Nabi Musa menyambut kedatanganku, dan ia mendoakan kebaikan bagiku.","part":1,"page":405},{"id":406,"text":"Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang ketujuh, lalu ia mengetuk pintunya. Ditanyakan kepadanya, 'Siapakah kamu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Jibril.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah orang yang bersamamu itu?' Malaikat Jibril menjawab, 'Muhammad.' Ditanyakan lagi kepadanya, 'Apakah dia telah diutus untuk menemui-Nya?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia telah diutus untuk menemui-Nya.' Maka dibukakanlah pintu langit yang ketujuh bagi kami; tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Ibrahim. Kedapatan ia bersandar pada Baitulmakmur.\rTernyata Baitulmakmur itu setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat, yang selanjutnya mereka tidak kembali lagi padanya. Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke Sidratul Muntaha, kedapatan daun-daunnya bagaikan telinga-telinga\rgajah dan buah-buahan bagaikan tempayan-tempayan yang besar. Ketika semuanya tertutup oleh nur Allah, semuanya menjadi berubah. Maka kala itu tidak ada seorang makhluk Allah pun yang dapat menggambarkan keindahannya.","part":1,"page":406},{"id":407,"text":"Rasulullah saw. melanjutkan kisahnya, maka Allah mewahyukan kepadaku secara langsung, dan Dia telah (mewajibkan) kepadaku lima puluh kali salat untuk setiap hari. Setelah itu lalu aku turun hingga sampai ke tempat Nabi Musa (langit yang keenam). Maka Nabi Musa bertanya kepadaku, 'Apakah yang diwajibkan oleh Rabbmu atas umatmu?' Aku menjawab, 'Lima puluh kali salat untuk setiap harinya.' Nabi Musa berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah keringanan dari-Nya karena sesungguhnya umatmu niscava tidak akan kuat melaksanakannya; aku telah mencoba Bani Israel dan telah menguji mereka.' Rasulullah saw. melanjutkan kisahnya, maka aku kembali kepada Rabbku, lalu aku memohon, 'Wahai Rabbku, ringankanlah buat umatku.' Maka Allah meringankan lima waktu kepadaku.\rLalu aku kembali menemui Nabi Musa. Dan Nabi Musa bertanya, 'Apakah yang telah kamu lakukan?' Aku menjawab, 'Allah telah meringankan lima waktu kepadaku.' Maka Nabi Musa bertanya, 'Sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat melakukan hal tersebut, maka kembalilah lagi kepada Rabbmu dan mintalah keringanan buat umatmu kepada-Nya.' Rasulullah melanjutkan kisahnya, maka aku masih tetap mondar-mandir antara Rabbku dan Nabi Musa, dan Dia meringankan kepadaku lima waktu demi lima waktu. Hingga akhirnya Allah berfirman, 'Hai Muhammad, salat lima waktu itu untuk tiap sehari semalam; pada setiap salat (tafsir jalalain).\r1433. KAJIAN KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM BAGIAN 1\rOLEH : Aby Yahsya\rBimbingan Untuk Para Penuntut Ilmu – Kitab Ta’limul Muta’alim Karya Syekh Az-Zarnuji\rMukaddimah\rبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ","part":1,"page":407},{"id":408,"text":"Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.\rالحمد لله الذى فضل على بنى آدم بالعلم والعمل على جميع العالم، والصلاة والسلام على محمد سيد العرب والعجم، وعلى آله وأصحابه ينابيع العلوم والحكم.\rSegala puji bagi Allah yang telah mengangkat harkat derajat manusia dengan ilmu dan amal, atas seluruh alam. Salawat dan Salam semoga terlimpah atas Nabi Muhammad, pemimpin seluruh umat manusia, dan semoga pula tercurah atas keluarga dan para sahabatnya yang menjadi sumber ilmu dan hikmah.\rوبعد…فلما رأيت كثيرا من طلاب العلم فى زماننا يجدون إلى العلم ولايصلون [ومن منافعه وثمراته ـ وهى العمل به والنشر ـ يحرمون] لما أنهم أخطأوا طريقه وتركوا شرائطه، وكل من أخطأ الطريق ضل، ولاينال المقصود قل أو جل، فأردت وأحببت أن أبين لهم طريق التعلم على ما رأيت فى الكتب وسمعت من أساتيذى أولى العلم والحكم، رجاء الدعاء لى من الراغبين فيه، المخلصين، بالفوز والخلاص فى يوم الدين، بعد ما استخرت الله تعالى فيه،","part":1,"page":408},{"id":409,"text":"Kalau saya memperhatikan para pelajar (santri), sebenarnya mereka telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Hal itu terjadi karena cara mereka menuntut ilmu salah, dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan. karena, barangsiapa salah jalan, tentu tersesat tidak dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu saya ingin menjelaskan kepada santri cara mencari ilmu, menurut kitab-kitab yang saya baca dan menurut nasihat para guru saya yang ahli ilmu dan hikmah. Dengan harapan semoga orang-orang yang tulus ikhlas mendo’akan saya sehingga saya mendapatkan keuntungan dan keselamatan di akherat. Begitu do’a saya dalam istikharah ketika akan menulis kitab ini.\rوسميته: تعليم المتعلم طريق التعلم وجعلته فصولا: فصل : فى ماهية العلم، والفقه، وفضله.فصل : فى النية فى حال التعلم.فصل : فى اختيار العلم، والأساتذ، والشريك، والثبات.فصل : فى تعظيم العلم وأهله.فصل : فى الجد والمواظبة والهمة.فصل : فى بداية السبق وقدره وترتيبه.فصل : فى التوكل.فصل : فى وقت التحصيل.فصل : فى الشفقة والنصيحة.فصل : فى الإستفادة واقتباس الأدب.فصل : فى الورع.فصل : فيما يورث الحفظ، وفيما يورث النسيان.فصل : فيما يجلب الرزق، وفيما يمنع، وما يزيد فى العمر، وما ينقص.\rKitab ini saya beri nama Ta’limul Muta’alim Thariqatta’allum. Yang terdiri dari tiga belas pasal :\r1.…Pertama, menerangkan hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaannya.\r2.…Kedua, niat dalam mencari ilmu\r3.…Ketiga, cara memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan.\r4.…Keempat, cara menghormati ilmu dan guru","part":1,"page":409},{"id":410,"text":"5.…Kelima, kesungguhan dalam mencari ilmu, beristiqamah dan cita-cita yang luhur.\r6.…Keenam, ukuran dan urutannya\r7.…Ketujuh, tawakal\r8.…Kedelapan, waktu belajar ilmu\r9.…Kesembilan, saling mengasihi dan saling menasehati\r10.…Kesepuluh, mencari tambahan ilmu pengetahuan\r11.…Kesebelas, bersikap wara’ ketika menuntut ilmu\r12.…Kedua belas, hal-hal yang dapat menguatkan hapalan dan yang melemahkannya.\r13.…Ketiga belas, hal-hal yang mempermudah datangnya rijki, hal-hal yang dapat memperpanjang, dan mengurangi umur.\rوما توفيقى إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب.\rTidak ada penolong kecuali Allah, hanya kepada-Nya saya berserah diri, dan kehadirat-Nya aku kembali.\rفصل فى ماهية العلم، والفقه، وفضله\rFASAL 1 PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA.\rA. Kewajiban Belajar\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة\rRasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”.\rاعلم, بأنه لايفترض على كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال\rPerlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata, “Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku.” Yang dimaksud ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya.","part":1,"page":410},{"id":411,"text":"ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة،\rOleh karena setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat dengan sempurna.\rويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن كان يتجر.\rSetiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.\rقيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟ قال: قد صنفت كتابا فى البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات.\rMuhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, “aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli.” Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.","part":1,"page":411},{"id":412,"text":"وكذلك فى سائر المعاملات والحرف، وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه. وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى، فإنه واقع فى جميع الأحوال.\rSetiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan.\rB. Keutamaan Ilmu\rوشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم.\rTidak seorang pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan.\rوبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له.\rAllah Ta’ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Diatas para malaikat. Oleh karena itu, malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.\rوإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا: تعلم فإن العلم زين لأهله وفضل وعنوان لكل محامد وكن مستفيدا كل يوم زيادة من العلم واسبح فى بحور الفوائد تفقه فإن الفقه أفضل قائد الى البر والتقوى وأعدل قاصد هو العلم الهادى الى سنن الهدى هو الحصن ينجى من جميع الشدائد فإن فقيها واحدا متورعا أشد على الشيطان من ألف عابد","part":1,"page":412},{"id":413,"text":"Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.”\rBelajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.\rC. Belajar Ilmu Akhlaq\r(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها.","part":1,"page":413},{"id":414,"text":"Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.\rوقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم حفظها.\rAsy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.\rD. Ilmu Yang Fardu Kifayah dan Yang Haram dipelajari\rوأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل البلدة على ذلك.\rAdapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.","part":1,"page":414},{"id":415,"text":"قيل: إن العلم ما يقع على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك. وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه (فى بعض الأوقات).\rDikatakan bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.\rوعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.\rSedangkan mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.\rفينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.\rOleh karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Allah, berdo’a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca Al-Qur’an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.\rاللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك\rBoleh mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat.\rوأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب. وقد تداوى النبى عليه السلام،","part":1,"page":415},{"id":416,"text":"Boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi juga pernah berobat.\rوقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس.\rImam Syafi’I rahimahullah berkata, “ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan.”\rE. Definisi Ilmu\rوأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل به، والعمل به ترك العاجل الآجل.\rIlmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan orientasi demi akhirat.\rفينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه.","part":1,"page":416},{"id":417,"text":"Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya.\rوقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب.\rDalam masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan..\rLink Asli > www.fb.com/groups/piss.ktb/389571967732284/\r1434. KAJIAN KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM BAGIAN 2\rOLEH : Aby Yahsya\rفصل\rفى النية فى حال التعلم\rFASAL II NIAT DI WAKTU BELAJAR\rNiat Belajar\rثم لابد له من النية فى زمان تعلم العلم، إذ النية هى الأصل فى جميع الأفعال لقوله عليه السلام: إنما الأعمال بالنيات. حديث صحيح.\rWajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana sabda nabi saw : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnya” Hadits shahih.\r[روى] عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية.","part":1,"page":417},{"id":418,"text":"Dari beliau pula diriwayatkan sebuah hadits : ”Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia namun karena bagus niatnya maka menjadi bagian amal akhirat. Adapula amal perbuatan yang terlihat amal akhirat lalu menjadi amal dunia yang karena buruk niat.”\rNiatan Baik dan Buruk.\rوينبغى أن ينوى المتعلم بطلب العلم رضاء الله والدار الآخرة، وإزالة الجهل عن نفسه، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاء الإسلام، فإن بقاء الإسلام بالعلم، ولايصح الزهد والتقوى مع الجهل.\rوأنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الدين صاحب الهداية لبعضهم شعرا:\rفساد كبير عالم متهتك وأكبر منه جاهل متنسك\rهما فتنة للعالمين عظيمة لمن بهما فى دينه يتمسك\rDi waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah swt. Kebahagian akhirat, memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh, mengembangkan agama dan melanggengkan islam sebab kelanggengan islam itu harus diwujudkan dengan ilmu. Zuhud dan taqwapun tidak sah jika tanpa berdasar ilmu. Syaikhul imam Ajall Burhanuddin Shahibul Hidayah menyanyikan syair gubahan sebagian ulama :\rHancur lebur, orang alim tak teratur\rLebih lebur, bila si jahil ibadah ngawurKeduanya menjadi fitnah,menimpa ganas di dunia\rAtas yang mengikutinya, sebagai dasar peri agama.\rوينوى به: الشكر على نعمة العقل، وصحة البدن, ولا ينوى به إقبال الناس عليه، ولا استجلاب حطام الدنيا، والكرامة عند السلطان وغيره.\rDengan belajar pula, hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatan akal dan badan yang sehat. Belajar jangan diniatkan untuk mencari pengaruh, kenikmatan dunia ataupun kehormatan di depan sultan dan penguasai-penguasa lain.","part":1,"page":418},{"id":419,"text":"وقال محمد بن الحسن رحمة الله عليهما: لو كان الناس كلهم عبيدى لأعتقتهم وتبرأت عن ولائهم.\rMuhammad Ibnul Hasan berucap: ‘andaikan seluruh manusia itu manjadi budak belianku, niscaya kumerdekakan seluruhnya dan bebaskan dari kekuasaanku.”\rKelezatan dan Hikmah Ilmu\r[وذلك لأن] من وجد لذة العلم والعمل به، قلما يرغب فيما عند الناس. أنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل الصفار الأنصارى إملاء لأبى حنيفة رحمة الله عليه:\rمن طلب العلم للمعاد فاز بفضل من الرشاد\rفيالخسران طالبيه لنيل فضل من العباد\rSiapa saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal, maka semakin kecillah kegemarannya akan harta benda dunia. Syaikhul Imamil Ajall Ustadz Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail Ash-Shoffar Al-Anshoriy membacakan kami syair imla’ abu hanifah :\rSiapa saja gerangan, menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan, anugrah Allah penunjuk jalanAduh, saja merugi, penuntut ilmu nan suci\rHanya buat sesuap nasi, dari hamba ilahi.\rاللهم إلا إّذا طلب الجاه للأمر بالمعروف والنهى عن المنكر، وتنفيذ الحق، وإعزاز الدين لا لنفسه وهواه، فيجوز ذلك بقدر ما يقيم به الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر.\rTetapi jikalau dalam meraih keagungan itu demi amar ma’ruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri makadiperbolehkan sejauh batas telah dapat menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tersebut.","part":1,"page":419},{"id":420,"text":"وينبغى لطالب العلم: أن يتفكر فى ذلك، فإنه يتعلم العلم بجهد كثير، فلايصرفه إلى الدنيا الحقيرة القليلة الفانية. (قال النبى صلى الله عليه وسلم: اتقوا الدنيا، فوالذى نفس محمد بيده إنها لأسحر من هاروت وماروت). شعر: هى الدنيا أقل من القليل وعاشقها أذل من الذليل تصم بسحرها قوما وتعمى فهم متخيرون بلا دليل\rPenuntut ilmu hendaknya memperhatikan apa yang tersebut diatas. Ia telah mengatasi kepayahan yang cukup banyak, maka jangan sampai ilmu yang telah ia peroleh itu digunakan sarana bendahara duniawi yang hina, sedikit nilainya dan segera hancur ini. Syair menyebutkan :\rDunia itu sedikit, dan paling sedikit\rPecintanyapun hina, nan hina dina\rSihir dunia, membuat tuli dan buta\rKebingungan, tak tahu ke mana jalan\rPantangan Ahli ilmu\rوينبغى لأهل العلم أن لايذل نفسه بالطمع فى غير المطمع ويحترز عما فيه مذلة العلم وأهله. ويكون متواضعا، والتواضع بين التكبر والذلة، والعفة كذلك، ويعرف ذلك فى كتاب الأخلاق\rOrang berilmu itu hendaklah jangan membuat dirinya sendiri menjadi hina lantaran tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, jangan sampai terjerumus ke dalam lembah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. Ia supaya berbuat tawadu’ (sikap tengah-tengah antara sombong dan kecil hati), berbuat iffah, yang keterangan lebih jauhya bisa kita dapati dalam kitab akhlaq.\rأنشدنى الشيخ الإمام الأستاذ ركن الدين المعروف بالأديب المختار شعرا لنفسه:\rSyaikhul imamil ajall ustadz ruknul islam yang terkenal sebagai sasterawan ternama mengemukakan gubahan syi’irnya:\rإن التواضع من خصال المتقى وبه التقى إلى المعالى يرتقى\rومن العجائب عجب من هو جاهل فى حالة أهو السعيد أم الشقى","part":1,"page":420},{"id":421,"text":"أم كيف يختم عمره أو روحه يوم النوى متسفل أو مرتقى\rوالكبرياء لربنا صفة له مخصوصة فتجنبها واتقى\rTata kerama, benar-benar budi orang taqwa\rIa menanjak tinggi, dengan sikapAjaib, ajaiblah orang tidak tahu dirinya sendiri\rBahagiakah nanti, apa malah celaka diri ?Bagaimana waktu meninggalkan dunia, pungkasan umur nyawanya.\rSuul khatimah, apa husnul khatimah?Keagungan, itu khusus sifat ar-rahman\rSingkirlah, waspadalah!\rقال أبو حنيفة رحمة الله عليه لأصحابه: عظموا عمائمكم ووسعوا أكمامكم. وإنما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم وأهله\rKepada sahanat-sahabatnya, abu Hanifah berkata : ”besarkanlah putaran serban kalian, dan perlebarlah lobang lengan baju kalian”. ucapan ini dikemukakan agar supaya ilmu dan ahli ilmu tidak terpandang remeh.\rSaran Khusus Buat pelajar\rوينبغى لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصية التى كتبها أبو حنيفة رضى الله عليه ليوسف بن خالد السمتى عند الرجوع إلى أهله، يجده من يطلب العل وقد كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين على بن أبو بكر قدس الله روحه العزيز أمرنى بكتابته عند الرجوع إلى بلدى فكتبته، ولابد للمدرس والمفتى فى معاملات الناس منه، وبالله التوفيق.","part":1,"page":421},{"id":422,"text":"Sebaiknya pelajar bisa mendapatkan buku wasiat tulisan Abu Hanifah (yang tadinya) untuk Yusuf Bin Khalid As-Simty waktu pulang kembali ketengah-tengah keluarganya. Dan buku ini bisa didapatkan oleh yang mau mencarinya. Guru kita sendiri, yaitu Syaikhul Imam Burhanul Immah Aliy Abu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang mulya itu adalah juga memerintahkan kami waktu mau pulang ke daerah agar menulis buku tersebut, dan kamipun melakukannya. Sang guru dan mufti (pemberi fatwa) bidang pergaulan manusia, tidak boleh tidak juga memegangi buku wasiat tersebut.\rLink Asli > www.fb.com/groups/piss.ktb/390330307656450/\r1435. KAJIAN KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM BAGIAN 3\rOLEH : Aby Yahsya\rفصل\rفى اختيار العلم والأستاذ والشريك والثبات\rFASAL III MEMILIH ILMU, GURU, TEMAN DAN KETABAHAN BERILMU\rA. Syarat-syarat Ilmu Yang Dipilih\rوينبغى لطالب العلم أن يختار من كل علم أحسنه وما يحتاج إليه فى أمر دينه فى الحال، ثم ما يحتاج إليه فى المآل.\rBagi pelajar, dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang terbagus dan dibutuhkan dalam kehidupan agmanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu yang akan datang.\rويقدم علم التوحيد والمعرفة ويعرف الله تعالى بالدليل، فإن إيمان المقلد ـ وإن كان صحيحا عندنا ـ لكن يكون آثما بترك الإستدلال\rHendaknya lebih dahulu mempelajari ilmu tauhid, mengenali Allah lengkap dengan dalilnya. Karena orang yang imannya hanya taklid sekalipun menurut pendapat kita sudah syah, adalah tetap berdosa karena ia tidak mau beristidlal dalam masalah ini.","part":1,"page":422},{"id":423,"text":"ويختار العتيق دون المحدثات، قالوا: عليكم بالعتيق وإياكم بالمحدثات، وإياك أن تشتغل بهذا الجدال الذى ظهر بعد انقراض الأكابر من العلماء، فإنه يبعد عن الفقه ويضيع العمر ويورث الوحشة والعداوة، وهو من أشراط الساعة وارتفاع العلم والفقه،كذا ورد فى الحديث\rHendaknya pula memiluh ilmi-ilmu yang kuna, bukan yang baru lahir. Banyak ulama berkata : “Tekunilah ilmu kuna, bukan yang baru saja ada.” Awas, jangan sampai terkena pengaruh perbantahan yang tumbuh subur setelah habisnya ualama besar, sebab menjurus untuk menjauhkan pelajar dari mengenali fiqh, hanya menghabiskan usia dengan tanpa guna, menumbuhkan sikap anti-pati/buas dan gemar bermusuhan. Dan itulah termasuk tanda-tanda kiamat akan tiba serta lenyapnya fiqih dan pengetahuan-pengetahuan lain, demikianlah menurut hadits.B. Syarat-syarat Guru Yang dipilih\rأما اختيار الأستاذ: فينبغى أن يختارالأعلم والأورع والأسن، كما اختار أبو حنيفة، رحم الله عليه، حماد بن سليمان، بعد التأمل والتفكير،\rDalam memilih guru, hendaklah mengambil yang lebih alim, waro’ dan juga lebih tua usianya. Sebagaimana Abu Hanifah setelah lebih dahulu memikir dan mempertimbangkan lebih lanjut, maka menentukan pilihannya kepada tuan Hammad Bin Abu Sulaiman.\r، قال: وجدته شيخا وقورا حليما صبورا فى الأمور. وقال: ثبت عند حماد بن سليمان فنبت\rDalam hal ini dia berkata : “beliau saya kenal sebagai orang tua yang budi luhur, berdada lebar serta penyabar. Katanya lagi: saya mengabdi di pangkuan tuan Hammad Bin Abu Sulaiman, dan ternyata sayapun makin berkembang.”C. Bermusyawarah","part":1,"page":423},{"id":424,"text":"وقال أبو حنيفة رحمة الله عليه: سمعت حكيما من حكماء سمرقند قال: إن واحدا من طلبة العلم شاورنى فى طلب العلم، وكان قد عزم على الذهاب إلى بخارى لطلب العلم\rAbu Hanifah berkata : Saya mendengar salah seorang ahli hikmah Samarkand berkata: Ada salah seorang pelajar yang mengajakku bermusyawarah mengenai masalah-masalah mencari ilmu, sedang ia sendiri telah bermaksud ke Bochara untuk belajar disana.\rوهكذا ينبغى أن يشاور فى كل أمر، فإن الله تعالى أمر رسوله عليه الصلاة والسلام بالمشاورة فى الأمور ولم يكن أحد أفطن منه، ومع ذلك أمر بالمشاورة، وكان يشاور أصحابه فى جميع الأمور حتى حوائج البيت. قال على كرم الله وجهه: ما هلك امرؤ عن مشورة\rDemikianlah, maka seharusnya pelajar suka bermusyawarah dalam segala hal yang dihadapi. demikian, karena Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw. Agar memusyawarahkan segala halnya. Toh tiada orang lain yang lebih pintar dari beliau, dan masih diperintahkan musyawarah, hingga urusan-urusan rumah tangga beliau sendiri.\rقيل: [الناس] رجل [تام] ونصف رجل، ولا شيئ فالرجل: من له رأي صائب ويشاور العقلاء، ونصف رجل: من له رأي صائب لكن لا يشاور، أو يشاور ولكن لا رأي له، ولا شيئ: من لا رأي له ولا يشاور. وقال جعفر الصادق لسفيان الثورى: شاور فى أمرك الذين يخشون الله تعالى","part":1,"page":424},{"id":425,"text":"Ali ra berkata : “Tiada seorangpun yang rusak karena musyawarah”, Ada dikatakan : “Satu orang utuh, setengah orang dan orang tak berarti. Orang utuh yaitu yang mempunyai pendapat benar juga mau bermusyawarah; sedang setengah orang yaitu yang mempunyai pendapat benar tetapi tidak mau bermusyawarah, atau turut bermusyawarah tetapi tidak mempunyai pendapat; dan orang yang tidak berarti adalah yang tidak mempunyai pendapat lagi pula tidak mau ikut musyawarah.” Kepada Sufyan Ats-Tsuriy, Ja’far Ash-Shodik ra berkata: “Musyawarahkan urusanmu dengan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah.”\rفطلب العلم من أعلى الأمور وأصعبها، فكانت المشاورة فيه أهم وأوجب.\rMenuntut ilmu adalah perkara paling mulya, tetapi juga paling sulit. Karena itulah, musyawarah disi lebih penting dan diharuskan pelaksanaannya.\rقال الحكيم رحمة الله عليه: إذا ذهبت إلى بخارى فلا تعجل فى الإختلاف إلى الأئمة وامكث شهرين حتى تتأمل وتختار أستاذا، فإنك إن ذهبت إلى عالم وبدأت بالسبق عنده فربما لا يعجبك درسه فتتركه فتذهب إلى آخر، فلا يبارك لك فى التعلم. فتأمل فى شهرين فى اختيار الأستاذ، وشاور حتى لا تحتاج إلى تركه والاعراض عنه فتثبت عنده حتى يكون تعلمك مباركا وتنتفع بعلمك كثيرا.","part":1,"page":425},{"id":426,"text":"Al-Hakim berucap : “Jikalau engkau pergi ke Bochara, janganlah engkau ikut-ikut perselisihan para imam. Tenanglah lebih dulu selama dua bulan, guna mempertimbangkan dan memilih guru. Karena bisa juga engkau pergi kepada orang alim dan mulai belajar kepadanya, tiba-tiba pelajarannya tidak menarik dan tidak cocok untukmu, akhirnya belajarmupun tidak dapat berkah. Karena itu, pertimbangkanlah dahulu selama dua bulan untuk memilih gurumu itu, dan bermusyawarahlah agar tepat, serta tidak lagi ingin berpindah ataupun berpaling dari guru tersebut. Dengan begitu, engkau mendapat kemantapan belajar di situ, mendapat berkah dan banyak kemampaatan ilmu yang kamu peroleh.”D. Sabar dan Tabah Dalam Belajar\rواعلم أن الصبر والثبات أصل كبير فى جميع الأمور ولكنه عزيز، كما قيل:\rلكل إلى شأو العلا حركات ولكن عزيز فى الرجال ثبات\rKetahuilah! Sabar dan tabah itu pangkal keutamaan dalam segala hal, tetapi jarang yang bisa melakukan. Sebagaimana syaiir dikatakan:\rSegala sesuatau, maunya tinggi yang di tujuTapi jarang, hati tabah di emban orang\r[قيل]: الشجاعة صبر ساعة. فينبغى أن يثبت ويصير على أستاذ وعلى كتاب حتى لا يتركه أبتر، وعلى فن حتى لا يشتغل بفن آخر قبل أن يتقن الأول، وعلى بلد حتى لا ينتقل إلى بلد آخر من غير ضرورة، فإن ذلك كله يفرق الأمور ويشغل القلوب ويضيع الأوقات ويؤذى المعلم.","part":1,"page":426},{"id":427,"text":"Ada dikatakan : “Keberanian ialah sabar sejenak.” Maka sebaiknya pelajar mempunyai hati tabah dan sabar dalam belajar kepada sang guru, dalam mempelajari suatu kitab jangan sampai ditinggalkan sebelum sempurna dipelajari, dalam satu bidang ilmu jangan sampai berpindah bidang lain sebelum memahaminya benar-benar, dan juga dalam tempat belajar jangan sampai berpindah kelain daerah kecuali karena terpaksa. Kalau hal ini di langgar, dapat membuat urusan jadi kacau balau, hati tidak tenang, waktupun terbuang dan melukai hati sang guru.\rوينبغى أن يصبر عما تريده نفسه وهواه. قال الشاعر:\rإن الهوى لهو الهوان بعينه وصريع كل هوى صريع هوان\rSebaiknya pula, pelajar selalu memegangi kesabaran hatinya dalam mengekang kehendak hawa nafsunya. Seorang penyair berkata :\rHawa nafsu, dialah hinaTiap jajahan nafsu, berarti kalahan si hina\rويصير على المحن والبليات. قيل: خزائن المنن، على قناطير المحن.\rولقد أنشدت، وقيل إنه لعلى بن أبى طالب كرم الله وجهه شعرا:\rألا لن تنال العلم إلا بستة سأنبيك عن مجموعها ببيان\rذكاء وحرص واصطباروبلغة وإرشاد أستاذ وطول زمان\rJuga berhati sabar dalam menghadapi cobaan dan bencana. Ada dikatakan : “Gudang simpanan cita, terletak pada banyaknya bencana.”\rDi syairkan untuk saya ada yang berpendapat bahwa syair ini dari gubahan Ali bin Abu Tholib sebagai berikut:\rTak bisa kau raih ilmu, tanpa memakai 6 senjata Kututurkan ini padamu, kan jelaslah semuanya. Cerdas, sabar dan loba, jangan lupa mengisi sakuSang guru mau membina, kau sanggup sepanjang waktu\rMemilih Teman","part":1,"page":427},{"id":428,"text":"وأما اختيار الشريك، فينبغى أن يختار المجد والوراع وصاحب الطبع المستقيم المتفهم، ويفر من الكسلان والمعطل والمكثاروالمفسد والفتان.\rTentang memilih teman, hendaklah memilih yang tekun, waro, bertabiat jujur serta mudah memahami masalah. Menyingkiri orang pemalas, penganggur, banyak bicara, suka mengacau dan gemar memfitnah.\rقال الشاع:\rعن المرء لا تسل وأبصر قرينه فإن القرين بالمقارن يقتدى\rفإن كان ذا شر فجنبه سرعة وإن كان ذا خير فقارنه تهتدى\rSyiir dikatakan : Jangan bertanya siapakah dia? Cukup kau tahu oh itu temannya.karena siapapun dia, mesti berwataq seperti temannya.Bila kawanya durhaka, singkirilah dia serta merta.bila bagus budinya, rangkullah dia, berbahagia!\rوأنشدت شعرا آخر:\rلا تصحب الكسلان فى حالته كم صالح بفساد آخر يفسد\rعدوى البليد إلى الجليد سريعة كالجمر يوضع فى الرماد فيخمد\rDisyi’irkan buatku : Jangan kau temani sipemalas, hindari segala halnya, banyak orang shaleh menjadi kandas, sebab rerusuh sandarannyaMenjalar tolol kepada cendikia, amat cepat terlalu laksana api bara, ia padam di atas abu\rقال النبى صلى الله عليه وسلم: كل مولود يولد على فطرة الإسلام، إلا أن أبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه. الحديث\rNabi saw bersabda : Semua bayi itu dilahirkan dalam keadaan kesucian islam, hanya kedua orang tuanyalah yang membuatnya jadi yahudi, nasrani, atau majusi.\rويقال فى الحكمة بالفارسية:\rباربد بدتر بود ازماربد بحق ذات باك الله الصمد\rباربد ازدترا سوى حجيم بار نيكوكير نابى نعيم\rAda dikatakan kata hikmah dalam bahasa persi :\rTeman yang durhaka, lebih berbisa daripada ular yang bahaya\rDemi Allah Yang Maha Tinggi, Nan Maha Suci\rTeman buruk, membawamu ke neraka jahim","part":1,"page":428},{"id":429,"text":"Teman bagus, mengajakmu ke sorga na’im\rوقيل:\rإن كنت تبغى العلم وأهله أو شاهدا يخبر عن غائب\rفاعتبر الأرض بأسمائها واعتبر الصاحب بالصاحب\rAda Disyi’irkan :\rBilakau ingin mendapat ilmu dari ahlinya\rAtau ingin tahu yang gaib dan memberitakannya\rmaka dari nama bumi, ambillah pelajaran tentang isinya\rdan dari oarang yang di temani, ibaratkanlah tentang dia.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/390846370938177/\r1436. KAJIAN KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM BAGIAN 4\rOLEH : Aby Yahsya\rفصل\rفى تعظيم العلم وأهله\rFASAL IV MENGAGUNGKAN ILMU DAN AHLI ILMU\rMengagungkan ilmu\rاعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره.\rPenting diketahui, Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya.\rقيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر باستخفافها، وبترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ\rAda dikatakan : “Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. “Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.\rMengagungkan Guru\rقال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق.","part":1,"page":429},{"id":430,"text":"Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu menghormati pada sang guru. Ali ra berkata: “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.”\rوقد أنشدت فى ذلك:\rرأيت أحق الحق حق المعلم وأوجبه حفظا على كل مسلم\rلقد حق أن يهدى إليه كرامة لتعليم حرف واحد ألف درهم\rفإن من علمك حرفا واحدا مما تحتاج إليه فى الدين فهو أبوك فى الدين.\rDalam masalah ini saya kemukakan Syi’irnya:\rKeyakinanku tentang haq guru, hak paling hak adalah itu\rPaling wajib di pelihara, oleh muslim seluruhnya\rdemi memulyakan, hadiah berhak di haturkan\rseharga dirham seribu, tuk mengajar huruf yang Satu\rMemang benar, orang yang mengajarmu satu huruf ilmu yang diperlukan dalam urusan agamamu, adalah bapak dalam kehidupan agamamu.\rوكان أستاذنا الشيخ الإمام سديد الدين الشيرازى يقول: قال مشايخنا: من أراد أن يكون ابنه عالما ينبغى أن يراعى الغرباء من الفقهاء، ويكرمهم ويطعمهم ويطيعهم شيئا، وإن لم يكن ابنه عالما يكون حفيده عالما.\rGuru kita Syaikhul Imam Sadiduddin Asy-Syairaziy berkata : Guru-guru kami berucap : “bagi orang yang ingin putranya alim, hendaklah suka memelihara, memulyakan, mengagungkan, dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan ilmiyahnya. Kalau toh ternyata bukan putranya yang alim, maka cucunyalah nanti.”\rومن توقير المعلم أن لايمشى أمامه، ولا يجلس مكانه، ولا يبتدئ بالكلام عنده إلا بإذنه، ولا يكثر الكلام عنده، ولا يسأل شيئا عند ملالته ويراعى الوقت، ولا يدق الباب بل يصبر حتى يخرج الأستاذ.","part":1,"page":430},{"id":431,"text":"Termasuk arti menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti diluar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah.\rفالحاصل: أنه يطلب رضاه، ويجتنب سخطه، ويمتثل أمره فى غير معصية لله تعالى، فإنه لا طاعة للمخلوق فى معصية الخالق كما قال النبى صلى الله عليه وسلم: إن شر الناس من يذهب دينه لدنيا بمعصية الخالق. ومن توقيره: توقير أولاده ومن يتعلق به.\rPada pokoknya, adalah melakukan hal-hal yang membuatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjungjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama, sebab orang tidak boleh taat kepada makhluk dalam melakukan perbuatan durhak kepada Allah Maha Pencipta. Termasuk arti menghormati guru pula, yaitu menghormati putera dan semua oarang yang bersangkut paut dengannya.\rوكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين صاحب الهداية رحمة الله عليه حكى: أن واحدا من أكابر الأئمة بخارى كان يجلس مجلس الدرس، وكان يقوم فى خلال الدرس أحيانا فسألوا عنه, فقال: إن ابن أستاذى يلعب مع الصبيان فى السكة، ويجيئ أحيانا إلى باب المسجد، فإذا رأيته أقوم له تعظيما لأستاذى.\rDi sini Guru kita Syaikhul Islam Burhanuiddin Shahibul Hidayah pernah bercerita bahwa ada seorang imam besar di Bochara, pada suatu ketika sedang asyiknya di tenmgah majlis belajar ia sering berdiri lalu duduk kembali. Setelah ditanyai kenapa demikian, lalu jawabnya : ada seorang putra guruku yang sedang main-main dihalaman rumah dengan teman-temannya, bila saya melihatnya sayapun berdiri demi menghormati guruku.","part":1,"page":431},{"id":432,"text":"والقاضى الإمام فخر الدين الأرسابندى كان رئيس الأئمة فى مرو وكان السلطان يحترمه غاية الاحترام وكان يقول: إنما وجدت بهذا المنصب بخدمة الأستاذ فإنى كنت أخدم الأستاذ القاضى الإمام أبا زيد الدبوسى وكنت أخدمه وأطبخ طعامه [ثلاثين سنة] ولا آكل منه شيئا.\rQodli Imam Fakhruddin Al-Arsyabandiy yang menjabat kepala para imam di marwa lagi pula sangat di hormati sultan itu berkata : “Saya bisa menduduki derajat ini, hanyalah berkah saya menghormati guruku. Saya menjadi tukang masak makanan beliau, yaitu beliau Abi Yazid Ad-Dabbusiy, sedang kami tidak turut memakannya.”\rوكان الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى رحمة الله عليه قد خرج من بخارى وسكن فى بعض القرى أياما لحادثة وقعت له وقد زاره تلاميذه غير الشيخ الإمام شمس الأئمة القاضى بكر بن محمد الزرنجرى رحمه الله تعالى، فقال له حين لقيه: لماذا لم تزرنى؟ قال: كنت مشغولا بخدمة الولادة. قال: ترزق العمر، لاترزق رونق الدرس، وكان كذلك، فإنه كان يسكن فى أكثر أوقاته فى القرى ولم ينتظم له الدرس\rSyaikhul Imamil Ajall Syaikhul Aimmah Al-Khulwaniy, karena suatu peristiwa yang menimpa dirinya, maka berpindah untuk beberapa lama, dari Bochara kesuatu pedesaan. Semua muridnya berziarah kesana kecuali satu orang saja, yaitu syaikhul imam Al-qadli Abu Bakar Az-Zarnujiy. Setelah suatu saat bisa bertemu, beliau bertanya: “kenapa engkau tidak menjengukku? Jawabnya : “Maaf tuan, saya sibuk merawat ibuku” beliau berkata: “Engkau dianugrahi panjang usia, tetapi tidak mndapat anugrah buah manis belajar.” Lalu kenyataanya seperti itu, hingga sebagian banyak waktu Az-Zarnujiy digunakan tinggal di pedesaan yang membuatnya kesulitan belajar.","part":1,"page":432},{"id":433,"text":"فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولا ينتفع بالعلم إلا قليلا.\r[إن المعلم والطبيب كلاهما! لا ينصحان إذا هما لم يكرما]\r[فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه! واقنع بجهلك إن جفوت معلما]\rBarang siapa melukai hati sang gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit kemamfaatannya.\rSungguh, dokter dan guru\rTak akan memberi nasehat, bila tak di hormat\rterimalah penyakitmu, bila kau acuh doktermu\rdan terimalah bodohmu, bila kau tentang sang guru\rحكى أن الخليفة هارون راشيد بعث ابنه إلى الأصمعى ليعلمه العلم والأدب فرآه يوما يتوضأ ويغسل رجله، وابن الخليفة يصب الماء على رجله، فعاتب الأصمعى [فى ذلك] بقوله: إنما بعثت إليك لتعلمه وتؤدبه فلماذا لم تأمره بأن يصب الماء بإحدى يديه، ويغسل بالأخرى رجلك؟\rSuatu hikayat : Khalifah Harun Ar-Rasyid mengirim putranya kepada Al-Ashma’iy agar diajar ilmu dan adab. Pada suatu hari, Khalifah melihat Al-Ashma’iy berwudlu dan membasuh sendiri kakinya, sedang putra khalifah cukup menuang air pada kaki tersebut. Maka, Khalifahpun menegur dan ujarnya : “Putraku saya kirim kemari agar engkau ajar dan didik; tapi mengapa tidak kau perintahkan agar satu tangannya menuang air dan tangan satunya lagi membasuh kakimu?”\rMemuliakan Kitab\rومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يأخذ الكتاب إلا بطهارة. وحكىعن الشيخ شمس الأئمة الحلوانى رحمه الله تعالى أنه قال: إنما نلت هذا العلم بالتعظيم، فإنى ما أخذت الكاغد إلا بطهارة. والشيخ الإمام شمس الأئمة السرخسى كان مبطونا فى ليلة، وكان يكرر، وتوضأ فى تلك الليلة سبع عشرة مرة لأنه كان لا يكرر إلا بالطهارة، وهذا لأن العلم نور والوضوء نور فيزداد نور العلم به.","part":1,"page":433},{"id":434,"text":"Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu memulyakan kitab, karena itu, sebaiknya pelajar jika mengambil kitabnya itu selalu dalam keadaan suci. Hikayat, bahwa Syaikhul islam Syamsul Aimmah Al-Khulwaniy pernah berkata : “Hanya saya dapati ilmu ilmuku ini adalah dengan mengagungkan. Sungguh, saya mengambil kertas belajarku selalu dalam keadaan suci.\rSyaikhul Imam Syamsul Aimmah As-sarkhasiy pada suatu malam mengulang kembali pelajaran-pelajarnnya yang terdahulu, kebetulan terkena sakit perut. Jadi sering kentut. Untuk itu ia melakukan 17 kali berwudlu dalam satu malam tersebut, karena mempertahankan supaya belajar dalam keadaan suci. Demikianlah sebab ilmu itu cahaya, wudlupun cahaya. Dan cahaya ilmu akan semakin cemerlang bila di barengi cahaya berwudlu.\rومن التعظيم الواجب للعالم أن لا يمد الرجل إلى الكتاب ويضع كتاب التفسير فوق سائر الكتب [تعظيما] ولا يضع شيئا آخر على الكتاب.\rTermasuk memulykan yang harus dilakukan, hendaknya jangan membentangkan kaki kearah kitab. Kitab tafsir letaknya diatas kitab-kitab lain, dan jangan sampai menaruh sesuatu diatas kitab.\rوكان أستاذنا الشيخ برهان الدين رحمه الله تعالى يحكى عن شيخ من المشايخ: أن فقيها كان وضع المحبرة على الكتاب، فقال له [بالفارسية]: برنيايى\rGuru kita Burhanuddin pernah membawakan cerita dari seorang ulama yang mengtakan ada seoranag ahli fikih meletakan botol tinta di atas kitab. Ulama itu sraya berkata : “Tidak bermanfaat ilmumu.\rوكان أستاذنا القاضى الإمام الأجل فخر الدين المعروف بقاضى خان رحمه الله تعالى يقول: إن يرد بذلك الاستخفاف فلا بأس بذلك والأولى أن يحترز عنه.","part":1,"page":434},{"id":435,"text":"Guru kita Qodli Fakhrul Islam yang termasyur dengan Qodli Khan pernah berkata: “Kalau yang demikian itu tidak dimaksud meremehkan, maka tidak mengapalah. Namun lebih baiknya disingkiri saja.”\rومن التعظيم: أن يجود كتابة الكتاب ولا يقرمط ويترك الحاشية إى عند الضرورة.\rورأى أبو حنيفة رحمه الله تعالى كتابا يقرمط فى الكتابة فقال: لا تقرمط خطك، إن عشت تندم وإن مت تشتم. يعنى إذا شخت وضعف نور بصرك ندمت على ذلك.وحكى عن الشيخ الإمام مجد الدين الصرخكى، حكى أنه قال: ما قرمطنا ندمنا، وما انتخبنا ندمنا، وما لم نقابل ندمنا\rTermasuk pula arti mengagungkan, hendak menulis kitab sebaik mungkin. Jangan kabur, jangan pula membuat catatan penyela/penjelas yang membuat tulisan kitab tidak jelas lagi, kecuali terpaksa harus dibuat begitu. Abu hanifah pernah mengetahui seorang yang tidak jelas tulisannya, lalu ujarnya: “Jangan kau bikin tulisanmu tidak jelas, sedang kau kalau ada umur panjang akan hidup menyesal, dan jika mati akan dimaki.” Maksudnya, jika kau semakin tua dan matamua rabun, akan menyesali perbuatanmua sendiri itu. Diceritakan dari Syaikhul Imam Majduddin Ash-Shorhakiy pernah berkata: “Kami menyesal;I tulisan yang tidak jelas, catatan kami yang pilih-pilih dan pengetahuan yang tidak kami bandingkan dengan kitab lain.”\rوينبغى أن يكون تقطيع الكتاب مربعا، فإنه تقطيع أبى حنيفة رحمه الله تعالى، وهو أيسر على الرفع والوضع والمطالعة\rSebaiknya format kitab itu persegi empat, sebagaimana format itu pulalah kitab-kitab Abu Hanifah. Dengan format tersebut, akan lebih memudahkan jika dibawa, diletakkan dan di muthalaah kembali.","part":1,"page":435},{"id":436,"text":"وينبغى أن لا يكون فى الكتابة شيئ من الحمرة، فإنه من صنيع الفلاسفة لا صنيع السلف، ومن مشايخنا كرهوا استعمال المركب الأحمر.\rSebaiknya pula jangan ada warna merah didalam kitab, karena hal itu perbuatan kaum filsafat bukan ulama salaf. Lebih dari itu ada diantara guru-guru kita yang tidak suka memakai kendaraan yang berwarna merah.\rMenghormati Teman\rومن تعظيم العلم: تعظيم الشركاء [فى طلب العلم والدرس] ومن يتعلم منه. والتملق مذموم إلا فى طلب العلم. فإنه ينبغى أن يتملق لأستاذه وشركائه ليستفيد منهم\rTermasuk makna mengagungkan ilmu pula, yaitu menghormati teman belajar dan guru pengajar. Bercumbu rayu itu tidak dibenarkan, selain dalam menuntut ilmu. Malah sebaliknya di sini bercumbu rayu degnan guru dan teman sebangku pelajarannya.\rSikap Selalu Hormat Dan Khidmah\rوينبغى لطالب العلم أن يستمع العلم والحكمة بالتعظيم والحرمة، وإن سمع مسألة واحدة أو حكمة واحدة ألف مرة. وقيل: من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه فى أول مرة فليس بأهل العلم.\rHendaknya penuntut ilmu memperhatikan segala ilmu dan hikmah atas dasar selalu mengagungkan dan menghormati, sekalipun masalah yang itu-itu saja telah ia dengar seribu kali. Adalah dikatakan : “Barang siapa yang telah mengagungkannya setelah lebih dari 1000 kali tidak sebagaimana pada pertama kalinya, ia tidak termasuk ahli ilmu.”\rJangan Memilih Ilmu Sendiri\rوينبغى لطالب العلم أن لا يختار نوع العلم بنفسه، بل يفوض أمره إلى الأستاذ، فإن الأستاذ قد حصل له التجارب فى ذلك، فكان أعرف بما ينبغى لكل واحد وما يليق بطبيعته.","part":1,"page":436},{"id":437,"text":"Hendaklah sang murid jangan menentukan pilihan sendiri terhadap ilmu yang akan dipelajari. Hal itu dipersilahkan sang guru untuk menentukannya, karena dialah yang telah berkali-kali melakukan percobaan serta dia pula yang mengetahui ilmu yang sebaiknya diajarkan kepada seseorang dan sesuai dengan tabiatnya.\rوكان الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الحق والدين رحمه الله تعالى يقول:\rكان طلبة العلم فى الزمان الأول يفوضون أمرهم فى التعلم إلى اساتذهم، وكانوا يصلون إلى مقصودهم ومرادهم، والآن يختارون بأنفسهم، فلا يحصل مقصودهم من العلم والفقه.\rSyaikhul Imam Agung Ustadz Burhanul Haq Waddin ra. Berkata: “Para siswa dimasa dahulu dengan suka rela menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan belajar kepada gurunya, ternyata mereka peroleh sukses apa yang di idamkan; tetapi sekarang pada menentukan pilihan sendiri, akhirnyapun gagal cita-citanya dan tidak bisa mendapatkan ilmu dan fihq.”\rوكان يحكى أن محمد بن إسماعيل البخارى رحمه الله تعالى كان بدأ بكتابة الصلاة على محمد بن الحسن رحمه الله، فقال له محمد بن الحسن: إذهب وتعلم علم الحديث، لما روى أن ذلك العلم أليق بطبعه، فطلب علم الحديث فصار فيه مقدما على جميع أئمة الحديث\rHikayat orang, bahwa Muhammad bin Ismail Al-Bukhariy pada mulanya adalah belajar shalat kepada Muhammad Ibnul Hasan. Lalu sang guru ini memerintahkan kepadanya : “Pergilah belajar ilmu hadist! “setelah mengetahui justru ilmu inilah yang lebih sesuai untuk Bukhariy. Akhirnya pun ia belajar hadist hingga menjadi imam hadist paling terkemuka.\rJangan Duduk Terlalu Dekat Dengan Guru","part":1,"page":437},{"id":438,"text":"وينبغى لطالب العلم أن لايجلس قريبا من الأستاذ عند السبق بغير ضرورة، بل ينبغى أن يكون بينه وبين الأستاذ قدر القوس فإنه أقرب إلى التعظيم.\rDiwaktu belajar, hendaklah jangan duduk terlalu mendekati gurunya, selain bila terpaksa. Duduklah sejauh antar busur panah. Karena dengan begitu, akan terlihat mengagungkan sang guru.\rMenyingkiri Akhlak Tercela\rوينبغى لطالب العلم أن يحترز عن الأخلاق الذميمة، فإنها كلاب معنوية، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب أو صورة. وإنما يتعلم الإنسان بواسطة ملك.\rوالأخلاق الذميمة تعرف فى كتاب الأخلاق وكتابنا هذا لا يحتمل بيانها.\r[وليحترز] خصوصا عن التكبر ومع التكبر لا يحصل العلم.\rقيل: العلم حرب [للفتى] المتعالى كالسيل حرب للمكان العالى\rقيل: بجد لا بجد كل مجد فهل جد بلا جد بمجدى\rفكم من عبد يقوم مقام حر وكم حر يقوم مقام عبد\rPelajar selalu memnjaga dirinya daripada akhlak-akhlak yang tercela. Karena akhlak buruk itu ibarat anjing. Rasulullah saw bersabda: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau anjing”. Padahal orang belajar itu dengan perantara malaikat. Dan terutama yang disingkiri adalah sikap takabur dan sombong. Syai’ir dikatakan:\rilmu itu musuh bagi penyombong diri\rlaksana air bah, musuh dataran tinggi\rDiraih keagungan dengan kesungguhan bukan semata dengan harta tumpukan\rbisakah agung didapat? Dengan harta tanpa semangat?\rBanyak sahaya, menduduki tingkat merdeka\rBanyak orang merdeka, menduduki tingkat sahaya.\rLink Asli > www.fb.com/groups/piss.ktb/391301494225998/\r1437. KAJIAN KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM BAGIAN 5\rOLEH : Aby Yahsya\rفصلفى الجد والمواظبة والهمة","part":1,"page":438},{"id":439,"text":"FASAL V SUNGGUH-SUNGGUH, KONTINUITAS DAN CITA-CITA LUHUR\rKesungguhan Hati\rثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة. وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا\rSelain itu semua, pelajar juga harus bersungguh hati dalam belajar serta kontinu (terus-terusan). Seperti itu pula di tunjukkan firman Allah: “Dan Orang-orang yang mencari keridhaan Kami, niscaya Kami tunjukkan mereka kepada jalan-jalan Kami” (Surat 29, Al-Ankabut 69).\rوقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج. وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى.\rAda dikatakan pula : “siapa sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu pastilah ketemu” “Brangsiapa mengetuk pintu bertubi-tubi, pasti dapat memasuki”. ada dikatakan lagi: “Sejauhmana usahamu, sekian pula tercapai cita-citamu”\rوقيل: يحتاج فى التعلم والتفقه إلى جد ثلاثة: المتعلم، والأستاذ، والأب، إن كان فى الأحياء\rAda dikatakan : “Dalam mencapai kesuksesan mempelajari ilmu dan fiqh itu diperlukan kesungguhan tiga fihak. Yaitu guru, pelajar dan wali murid jika masih ada.”\rأنشدنى الشيخ الإمام الأجل الأستاذ سديد الدين الشيرازى للشافعى رحمهما الله:\rالجد يدنى كل أمر شاسع والجد يفتح كل باب مغلق\rوأحق خلق الله تعالى بالهم امرؤ ذو همة يبلى بعيش ضيق\rومن الدليل على القضاء وحكمه بؤس اللبيب وطيب عيش الأحمق\rلكن من رزق الحجا حرم الغنى ضدان يفترقان أى تفرق\rSyi’ir gubahan Asy-Syafi’iy dikemukan kepadaku oleh Al Ustadz Sadiduddin Asy-Syairaziy:","part":1,"page":439},{"id":440,"text":"Dengan kesungguhan, hal yng jauh jadi berada pintu terkuncipun jadi terbukaTitah Allah yang paling berhaq bilang sengsara, yang bercita tinggi namun hidupnya miskin papaDisini bukti kelestarian taqdir dan hukumNya, bila sipandai hidup sengsara, sedang sibodoh cukup berhartaTapi yang hidup akalny, tidak di beri harta dan benda, keduanya pada berpisah, satu disini satu disana\rوأنشدت لغيره:\rتمنيت أن تمسى فقيها مناظرا بغير عناء والجنون فنون\rوليس اكتساب المال دون مشقة تحملها فالعلم كيف يكون؟\rSyi’ir gubahan lain Asy-Syafi’iy dikemukan padaku:\rKau idamkan menjadi paqih penganlisa, padahal tidak mu sengsara, macam-macam sajalah penyakit gilaTidak bakal engkau memboyong harta, tanpa menanggung masakat derita, ilmupun begitu pula\rقال أبو الطيب المتنبى:\rولم أرى فى عيوب الناس عيبا كنقص القادرين على التمام\rAbut Thayib berkata : Tak kulihat aib orang sebagai cela, bagaikan orang kuasa yang tak mau memenuhi apa mestinya.\rPelajar pula harus sanggup tidak tidur bermalam-malam sebagaimana\rولا بد لطالب العلم من سهر الليالى كما قال الشاعر:\rبقدر الكد تكتسب المعالى ومن طلب العلى سهر الليالى\rتروم العز ثم تنام ليلا يغوص فى البحر من طلب اللآلى\rعلو الكعب بالهمم العوالى وعن المرء فى سهر الليالى\rتركت النوم ربى فى الليالى لأجل رضاك يامولى الموالى\rومن رام العلى من غير كد أضاع العمر فى طلب المحال\rفوفقنى إلى تحصيل علم وبلغنى إلى أقصى المعالى\rقيل: اتخذ الليل جملا تدرك به أملا","part":1,"page":440},{"id":441,"text":"Kata penyair : Seukur kesulitan, ukuran keluhuran, siapa ingin luhur, jangan tidur semalamanKau ingin mulya, tapi tidur di malam hari,dengan menyelam laut, permata kan didapatiKeluhuran derajat, dengan hikmah yang tinggi, keluhuran seseorang, dengan berjaga di malam hariOh tuhan, kubuang tidurku di malam hari, demi ridhaMu Ya Maulal MawaliSiapa tanpa mau sengsara inginkan keluhuran, mengulur umur yang takkan kedapatanTolonglah saya agar mendapat ilmu, sampaikan saya dikemulyaan sisiMuJadikanlah malam, unta tunggangann buat kau dapat, yang kau citakan\rقال المصنف وقد اتفق لى نظم فى هذا المعنى شعر:\rمن شاء أن يحتوى آماله جملا فليتخذ ليله فى دركها جملا\rإقلل طعامك كى تحظى به سهرا إن شئت يا صاحبى أن تبلغ الكملا\rوقيل: من أسهر نفسه بالليل، فقد فرح قلبه بالنهار.\rPengarang kitab berkata : I ada Nadzam yang sema’na dengan syi’ir-syi’ir di atas, yaitu:\rBarangsiapa ingin semua maksudnya tercapai, jadikanlah malam, tunggangan untuk mencpaiKurangilkah makan, agar kau mampu berjaga, bila kau idamkan, mendapat sempurna\rAda dikatakan : “Barang siapa tidak tidur dimalam hari, hatinya bahagia di siang hari.”\rKontinuitas dan mengulang pelajaran\rولا بد لطالب العلم من المواظبة على الدرس والتكرار فى أول الليل وآخره، فإن ما بين العشائين، ووقت السحر، وقت مبارك.\rTidak boleh tidak, pelajar harus dengan kontinyu sanggup dan mengulangi pelajaran yang telah lewat. Hal itu dilakukan pada awal waktu malam, akhir waktu malam. Sebab waktu diantara maghrib dan isya, demikian pula waktu sahur puasa adalah membawa berkah.\rقيل فى هذا المعنى:\rيا طالب العلم باشر الورعا وجانب النوم واترك الشبعا","part":1,"page":441},{"id":442,"text":"وداوم على الدرس لا تفارقه فإن العلم بالدرس قام وارتفعا\rhai pelajaran, patuhilah waro’\rsingkiri tidur, dari perut kenyang\rlanggengkan pelajar, jangan kau rusak\rdengan belajar, ilmu tegak dan makin menanjak\rفيغتنم أيام الحداثة وعنفوان الشباب، كما قيل:\rبقدر الكد تعطى ما تروم فمن رام المنى ليلا يقوم\rوأيام الحداثة فاغتنمها ألا إن الحداثة لاتدوم\rHendaknya pula mengambil kesempatan masa muda dan awal remajanya. Syi’ir mengemukakan:\rSebesar sengsara, itulah kesuksesan citamu.\rSiapa menuju cita, jangan tidur di malam berlalu\rSempatkan dirimu, di masa muda\rDan ingat, masa itu tak lama berada\rMenyantuni Diri\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا إن هذا الدين متين فأوغل فيه برفق، ولا تبغض نفسك فى عبادة الله تعالى فإن المنبت لا أرضا قطع ولا ظهرا أبقى.\rوقال عليه السلام: نفسك مطيتك فارفق بها\rJangan membuat dirinya sendiri bersusah payah, hingga jadi lemah dan tak mampu berbuat apa-apa. Ia harus selalu menyantuni dirinya sendiri. Kesantunan itu mendasari kesuksesan segala hal. Rasulullah saw. Bersabda: “Ingatlah, bahwa islam itu agama yang kokoh. Santunilah dirimu dalam menunaikan tugas agama, jangan kau buat dirimu sengsara lantaran ibadahmu kepada Allah. Karena orang yang telah hilang kekuatannya itu, tiada bisa memutus bumi dan tiada pula kendaraan tunggangannya.” . Nabi saw bersabda : “dirimu itu kendaraanmu, maka santunilah ia.”\rCita-cita Luhur\rفلا بد لطالب العلم من الهمة العالية فى العمل، فإن المرء يطير بهمته كالطير يطير بجناحيه.\rوقال أبو الطيب رحمه الله:\rعلى قدر أهل العزم تأتى العزائم وتأتى على قدر الكرام المكارم\rوتعظم فى عين الصغير صغارها وتصغر فى عين العظيم العظائم","part":1,"page":442},{"id":443,"text":"Pelajar harus luhur cita-citanya dalam berilmu. Manusia itu akan terbang dengan cita-citanya, sebagaimna halnya burung terbang dengan kedua sayapnya. Abuth-Thoyyib berucap:\rSeberapa kadar ahli cita, si cita-cita kan didapati\rSeberapa kadar orang mulya, sikemulyaan kan di temui\rBarang kecil tampaknya besar, dimata orang bercita kecil\rBarang besar dimata oarang bercita besar, tampaknya kecil\rوالركن فى تحصيل الأشياء الجد والهمة العالية، فمن كانت همته حفظ جميع كتب محمد بن الحسن، واقترن بذلك الجد والمواظبة، فالظاهر أنه يحفظ أكثرها أو نصفها، فأما إذا كانت له همة عالية ولم يكن له جد، أو كان له جد ولم تكن له همة عالية لا يحصل له العلم إلا قليلا.\rPangkal kesuksesan adalah kesungguhan dan himmah yang luhur. Barang siapa berhimmah menghapalkan seluruh kitab Muhammad Ibnul Hasan, lagi pula disertai usaha yang sungguh-sungguh dan tak kenal berhenti, maka menurut ukuran lahir pasti akan bisa menghafal sebagian besar atau separohnya.\rDemikian pula sebaliknya, bila ita-citanya tinggi tapi tidak ada kesungguhan berusaha, atau sungguh-sungguh tetapi tidak bercita-cita tinggi, maka hanya sedikit pula ilmu yang berhasil didapatkannya.\rوذكر الشيخ الامام الأجل الأستاذ رضى الدين النيسابورى فى كتاب مكارم الأخلاق أن ذا القرنين لما أراد أن يسافر ليستولى على المشرق والمغرب، شاور الحكماء وقال: كيف أسافر بهذا القدر من الملك، فإن الدنيا قليلة فانية، وملك الدنيا أمر حقير، فليس هذا من علو الهمة.\rفقال الحكماء: سافر ليحصل لك ملك الدين والآخرة. فقال: هذا أحسن.\rوقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله يحب معالى الأمور ويكره سفسافها.\rوقيل : فلا تعجل بأمرك واستدمه فما صلى عصاك كمستديم","part":1,"page":443},{"id":444,"text":"Di dalam kitab Makarimul Akhlak, Syaikhul Imam Al-Ustadz Ridladdin mengemukakan, bahwa kaisar Dzul Qarnain dikala berkehendak menaklukan dunia timur dan barat bermusyawarah dengan para Hukama’ dan katanya : Bagaimana saya harus pergi untuk memperoleh kekuasaan dan kerajaan ini, padahal dunia ini hanya sedikit nilainya, fana dan hina, yang berarti ini bukan ita-cita luhur? Hukama menjawab : “Pergilah Tuan, demi mendapat dunia dan akherat.” Kaisar menyahut: “Inilah yang baik.”\rRasulullah saw. Bersabda : “Sungguh, Allah senang perkara-perkara yang luhur tetapi benci yang hina.’Syi’ir dikatakan;\rJangan tergesa menangani perkaramu, senantiasalah begitu!\rTakada yang bisa meluruskan tongkatmu, seperti yang meluruskannya selalu.\rقيل: قال أبو حنيفة رضى الله لأبى يوسف: كنت بليدا أخرجتك المواظبة، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة.\rAda dikatakan : Abu Hanifah berkata kepada Abu Yusuf : ” Hati dan akalmu tertutup. Tapi engkau bisa keluar dari belenggu itu dengan cara terus-terusanbelajar. Jauhilah malas-malas yang jahat dan petaka itu.”\rقال الشيخ الإمام أبو نصر الصفار الأنصارى:\rيا نفس يا نفس لا ترخى عن العمل فى البر والعدل والإحسان فى مهل\rفكل ذى عمل فى الخير مغتبط وفى بلاء وشؤم كل ذى كسل\rSyaikh Abu Nashr Ash-Shoffar Al-Anshariy berkata:\rDiriku oh diriku, janganlah kau bermalas-malasan\rUntuk berbakti, adil, berbuat bagus perlahan-lahan\rSetiap yang beramal kebajikan, untung kan didapat\rTapi yang bermalasan, tertimpa balak dan keparat.\rقال المصنف: وقد اتفق لى فى هذا المعنى شعر:\rدعى نفسى التكاسل والتوانى وإلا فاثبتى فى ذا الهوان\rفلم أر للكسالى الحظ [ يعطى] سوى ندم وحرمان الأمانى","part":1,"page":444},{"id":445,"text":"Ada syi’ir gubahanku yang semakna itu:\rTinggalkanlah oh diriku, bermalasan dan menunda urusan\rKalau tidak, letakkan saja aku, dijurang kehinaan\rTak kulihat, orang pemals mendapat imbal\rSelain sesal, dan cita-cita menjadi gagal.\rوقيل: كم من حياء وكم عجز وكم ندم جم تولد للإنسان من كسل\r[ إياك عن كسل فى البحث عن شبه فما علمت وما قد شذ عنك سل]\rوقد قيل : الكسل من قلة التأمل فى مناقب العلم وفضائله،\rSyi’ir diucapkan:\rBertumpuk malu, lemah dan sesal\rKebanyakan dari akibat orang malas beramal\rBuanglah segan untuk membahas yang belum jelas\rSegala yang kau tahu, dan yang masih ragu akibat malas\rKata-kata mutiara di ucapkan : Sikap malas adalah timbul dari akibat jarang menghayati kemulyaan dan keutamaan ilmu.”\rUsah sekuat Tenaga\rفينبغى أن يتعب نفسه على التحصيل والجد والمواظبة بالتأمل فى فضائل العلم، فإن العلم يبقى [ببقاء المعلومات] والمال يفنى، كما قال أمير المؤمنين على بن أبى طالب كرم الله وجهه:\rرضينا قسمة الجبار فينا لنا علم وللأعداء مال\rفإن المال يفنى عن قريب وإن العلم يبقى لا يزال\rHendaklah pelajar bersungguh-sungguh sampai terasa letih guna mencapai kesuksesan, dan tak kenal berhenti, dan dengan cara menghayati keutamaan ilmu. Ilmu itu kekal, sedang harta adalah fana, seperti apa yang dikemukakan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib:\rKami rela, bagian Allah untuk kami\rIlmu untuk kami, harta buat musuh kami\rDalam waktu singkat, harta jadi musna\rNamun ilmu, abaditak akan sirna\rوالعلم النافع يحصل به حسن الذكر ويبقى ذلك بعد وفاته فغنه حياة أبدية.\rوأنشدنا الشيخ الإمام الأجل ظهير الدين مفتى الأئمة الحسن بن على المعروف بالمرغينانى:\rالجاهلون موتى قبل موتهم والعالمون وإن ماتوا فأحياء","part":1,"page":445},{"id":446,"text":"Ilmu yang bermanfaat akan menjunjung tinggi nama seseorang, tetap harum namanya walaupun ia sudah mati. Dan karena begitu, ia dikatakan selalu hidup abadi. Syaikhul Ajall Al-Hasan bin Ali Al-Marghibaniy membawakan syi’ir buat kami:\rKaum bodoh, telah mati sebelum mati\rOrang alim, tetap hidup walaupun mati\rوأنشدنى الشيخ الإمام الأجل برهان الدين رحمه الله:\rوفى الجهل قبل الموت موت لأهله فأجسامهم قبل القبور قبور\rوإن امرؤ لم يحيى بالعلم ميت فليس له حين النشور نشور\rDemikian pula Syaikhul Islam Burhanuddin :\rKebodohan membunuh si bodoh sebelum matinya\rBelum dikubur, badanya telah jadi pusara\rOrang hidup tanpa berilmu, hukumnya mati\rBila bangkit kembali, tak kan bisa bangkit kembali\r[وقال غيره]:\rأخو العلم حي خالد بعد موته وأوصاله تحت التراب رميم\rوذو الجهل ميت وهو يمشى على الثرى يظهر من الأحياء وهوعديم\rLain lagi :\rOrang berilmu, hidup kekal setelah mati\rRuas tubuhnya telah hancur lebur di timbun duli\rOrang bodoh, jalan di bumi, mati hukumnya\rDikira hidup, nyatanya mati\rوأنشدنى أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمة الله عليه شعرا:\rذا العلم أعلى رتبة فى المراتب ومن دونه عز العلى فى المواكب\rفذو العلم يبقى عزه متضاعفا وذو الجهل بعد الموت فى الترائب\rفهيات لا يرجو مداه من ارتقى رقى ولى الملك والى الكتائب\rسأملى عليكم بعض ما فيه فاسمعوا فبى حصر عن ذكر كل المناقب\rهو النور كل النور يهدى عن العمى وذو الجهل مر الدهر بين الغياهب؛\rهو الذروة الشماء تحمى من التجا إليها ويمشى آمنا فى النوائب\rبه ينتجى والناس فى غفلاتهم به يرتجى والروح بين الترائب\rبه يشفع الإنسان من راح عاصيا إلى درك النيران شر العواقب\rفمن رامه رام المآرب كلها ومن حازه قد حاز كل المطالب","part":1,"page":446},{"id":447,"text":"هو المنصب العالى يا صاحب الحجا إذا نلته هون بفوت المناصب\rفإن فاتك الدنيا وطيب نعيمها [ فغمض] فإن العلم خير المواهب\rSyakhul Islam Burhanuddin membawakan Syi’ir buat kita :\rKalau sang ilmu, tingkat tertinggi tuk tempat singgah\rKalau lainnya, meninggi bila banyak anak buah\rOrang berilmu, namanya harum berlipat tinggi\rOrang bodoh, begitu mati tertimbun duli\rMendaki tinggi, kepuncak ilmu, mustahil bisa\rBila maksudnya, bagai komandan pasukan kuda\rDengarkan dulu, sedikit saja dikte buatmu\rCuma ringkasan, kemulyaan ilmu yang aku tahu\rIa cahaya, penerang buta, terang benderang\rtapi si bodoh, sepanjang masa gelap menantang\rDia puncak, menjulang tinggi, pelindung siapa berlindung\rMakanya aman, dari segala aral melintang\rjuru penyelamat, dikala insan terjerat tipu\rharapan manis, kala sang nyawa diambang pintu\rIa sarana, guna menolong teman durhaka\rYang jalan bengkok, akibat bobrok, lapis neraka\rYang bertujuan ilmu, berarti telah menuju “segala”\rYang dapat ilmu, artinya telah dapatsegala\rWahai kaum berakal, ilmu itu pangkat mulia\rBila telah didapat, pangkat lain lepas tak mengapa\rBila engkau meninggalkan dunia dengan segala nikmatnya\rPejamkan mata, cukuplah ilmu jadi anugrah berharga\rmendaki tinggi kepuncak ilmu mustahil bisa\rbila maksudnya bagai komandan pasukan kuda\rDengarkan dulu sedikit saja dikte buatmu\rCuma ringkasan kemulyaan ilmu yang aku tahu\rIa cahaya penerang buta terang benderang\rTapi si bodoh sepanjang masa gelap menantang\rDia puncak menjelang tinggi pelindung siapa berlindung\rMakanya aman dari segala aral melintang\rJuru penyelamat dikala insan terjerat tipu","part":1,"page":447},{"id":448,"text":"Harapan manis kala sang nyawa diambang pintu\rIa sarana guna menolong teman durhaka\rYang jalan bengkok akibat bobrok lapis neraka\rYang bertujuan ilmu berarti telah menuju segala\rYang dapat ilmu artinya telah dapat segala\rWahai kaum berakal ilmu itu pangkat mulia\rBila telah didapat, pangkat lain lepas tak mengapa\rbila engkau meninggalkan dunia dengan segala nikmatnya\rpejamkan mata, cukuplah ilmu jadi anugrah terharga\rوقيل فى هذا المعنى:\rإذا ما اعتز ذو علم بعلم فعلم الفقه أولى باعتزاز\rفكم طيب يفوح ولا كمسك وكم طير يطير ولا كبازى\rSyi’ir gubahan sebagian para ulama’ dibawakan buatku:\rJikalau karena ilmu, orang alim menjadi mulya\rIlmu fiqh membawa mulya kan lebih bisa\rBanyak semerbak yang dengan misik tidak menandingi\rBanyak penerbang yang tak seperti raja wali\rوأنشدت أيضا لبعضهم:\rالفقه أنفس كل شيئ أنت ذا خره من يدرس العلم لم تدرس مفاخره\rفاكسب لنفسك ما أصبحت تجهله فأول العلم إقبال وآخره\rDibawakan lagi untukku :\rFiqh itu ilmu termahal,engkaulah yang memungut\rSiapa belajar, tak kan habis hikmah di dapat\rCurahkan dirimu, mempelajari yang belum tahu\rAwal bahagia, akhirpun bahagia, itulah ilmu\rوكفى بلذة العلم والفقه والفهم داعيا وباعثا للعاقل على تحصيل العلم.\rBagi orang yang berakal, telah cukuplah merasa terpanggil Menuju kesuksesan berilmu oleh sebagaimana kelezatan-kelezatan ilmu, fiqh dan kebahagian yang timbul bila sedang faham terhadap suatu masalah.\rSebab Kemalasan\rوقد يتولد الكسل من كثرة البلغم والرطوبات،\rSikap malas itu bisa timbul akibat dari lendir dahak atau badan berminyak yang disebabkan orang terlalu banyak makan.","part":1,"page":448},{"id":449,"text":"وطريق تقليله، تقليل الطعام.قيل: اتفق سبعون طبيبا على أن النسيان من كثرة البلغم، وكثرة البلغم من كثرة شرب الماء، وكثرة شرب الماء من كثرة الأكل،\rAdapun cara mengurangi dahak itu sendiri adalah bisa dilakukan dengan cara mengurangi makan. Ada dikatakan: “tujuh puluh orang Nabi sependapat bahwa sering lupa itu akibat dahak terlalu banyak, dahak terlalu banyak karena minum terlalu banyak, dan biasa adanya minum terlalu banyak itu karena makan yang terlalu banyak pula.”\rوالخبز اليابس يقطع البلغم، وكذلك أكل الزبيب على الريق، ولا يكثر منه، حتى لايحتاج إلى شرب الماء فيزيد البلغم.\rMakan roti kering dan menelan buah anggur kering dapat juga menghilangkan dahak. Namun jangan terlalu banyak, agar tidak mengakibatkan ingin minum, yang kesudahannya memperbanyak lendir dahak pula.\rوالسواك يقلل البلغم، ويزيد الحفظ والفصاحة، فإنه سنة سنية، تزيد فى ثواب الصلاة، وقراءة القرآن،\rBersiwak juga dapat menghilangkan dahak pula. Disamping memperlancar hafalan dan kefasihan lisan. Demikianlah, perbuatan itu termasuk sunah Nabi yang bisa memperbesar pahala ibadah sahlat dan membaca Al-Qur’an.\rوكذا القيء يقلل البلغم والرطوبات\rMuntah juga dapat mengurangi lendir dahak, dan mengurangi perminyakan badan (yang disebabkan makan terlalu banyak).\rCara Mengurangi Makan\rوطريق تقليل الأكل التأمل فى منافع قلة الأكل هى: الصحة والعفة والإيثار. وقيل فيه شعر:\rفعار ثم عار ثم عار شقاء المرء من أجل الطعام\rوعن النبى عليه السلم أنه قال: ثلاثة يبغضهم الله من غير جرم: الأكول والبخيل والمتكبر","part":1,"page":449},{"id":450,"text":"Cara mengurangi makan bisa dilakukan dengan cara menghayati faedah dan mamfaat yang timbul dari makan sedikit. Antara lain adalah badan sehat, lebih terjaga dari yang haram dan berarti pula ikut memikirkan nasib orang lain. Dalam hal ini ada syi’ir menyebutkan :\rcelaka, celaka dan celaka\rkarena makan, manusia jadi celaka\rHadist Nabi Saw. Menyebutkan : “tiga orang yang di benci Allah bukan karena ia berdosa, yaitu orang pelahap makan, orang kikir dan orang sombong.\rوتأمل فى مضار كثرة الأكل وهى: الأمراض وكلالة الطبع، وقيل: البطنة تذهب الفطنة.\rحكى عن جالينوس أنه قال: الرمان نفع كله، والسمك ضرر كله، وقليل السمك خير من كثرة الرمان.\rوفيه أيضا: إتلاف المال، والأكل فوق الشبع ضرر محض ويستحق به العقاب ودار الآخرة، والأكول بغيض فى القلوب.\rBisa pula dengan cara menghayati madlarat yang timbul dari akibat makan terlalu banyak, antara lain sakitdan tolol. Ada dikatakan: “Perut kenyang, kecerdasan hilang”. Ada dikatakan ucapan galinus sebagai berikut: “Semua buah delima bermamfaat, semua ikan laut madlarat. Tetapi masih lebih bagus makan ikan laut sedikit, daripada delima tapi banyak, karena bisa menghabiskan harta. Makan lagi setelah perut kenyang hanyalah membawa madlarat, dan mendatangkan siksa kelak diakherat. Orang terlalu banyak makan itu dibenci setiap orang.”\rوطريق تقلييل الأكل: أن يأكل الأطعمة الدسمة ويقدم فى الأكل الألطف والأشهى، ولايأكل مع الجائع إلا إذا كان له غرض صحيح، بأن يتقوى به على الصيام والصلاة والأعمال الشاقة فله ذلك.","part":1,"page":450},{"id":451,"text":"Caranya lagi untuk mengurangi makan, adalah dengan makanan yang berlemak atau berzat pemuak. Makan mana yang lebih lembut dan disukai terlebih dahulu. Dan jangan bersama-sama orang yang sedang lapar sekali selain bila hal itu justru harus dilakukan karena bertujuan bak. Misalnya agar kuat berpuasa, mengerjakan shalat atau perbuatan-perbuatan lain yang berat, bolehlah dilakukan.\rLink Diskusi > www.fb.com/groups/piss.ktb/391890224167125/\r1454. KAJIAN KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM BAGIAN 6\rOLEH : Aby Yahsya\rفصل فى بداية السبق وقدره وترتيبه\rFASAL VI PERMULAN BELAJAR UKURAN BELAJAR DAN TATA TERTIBNYA\rHari Mulai Belajar\rكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يوقف بداية السبق على يوم الأربعاء، وكان يروى فى ذلك حديثا ويستدل به ويقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم\rGuru kita Syaikhul Islam Burhanuddin memulai belajar tepat Pada hari rabu. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadist sebagai dasarnya, dan ujarnya: Rasulullah saw bersabda: ” tiada lain segala sesuatu yang di mulai pada hari rabu, kecuali akan menjadi sempurna.”\rوهكذا كان يفعل أبى. وكان يروى هذا الحديث عن أستاذه الشيخ الإمام الأجل قوام الدين أحمد بن عبد الرشيد رحمه الله\rDan seperti ini pula yang dikerjakan Abu Hanifah. Mengenai hadist di atas, beliau juga diriwayatkan dari guru beliau Syaikhul Imam Qawamuddin Ahmad bin Abdur Rasyid.\rوسمعت ممن أثق به، أن الشيخ يوسف الهمذانى رحمه الله، كان يوقف كل عمل من الخير على يوم الأربعاء.\rSaya mendengar dari orang kepercayaanku, bahwa Syekh Abu Yusuf Al-Hamdani juga menepatkan semua perbuatan bagus pada hari rabu.","part":1,"page":451},{"id":452,"text":"وهذا لأن يوم الأربعاء يوم خلق فيه النور، وهو يوم نحس فى حق الكفار فيكون مباركا للمؤمنين.\rDemikianlah, karena pada hari rabu itu Allah menciptakan cahaya, dan hari itu pyla merupakan hari sial bagi orang kafir yang berarti bagi orang mukmin hari yang berkah.\rPanjang Pendeknya Pelajaran\rوأما قدر السبق فى الإبتداء: كان أبو حنيفة رحمه الله يحكى عن الشيخ القاضى الإمام عمر بن أبى بكر الزرنجرى رحمه الله أنه قال: قال مشايخنا رحمهم الله: ينبغى أن يكون قدر السبق للمبتدئ قدر ما يمكن ضبطه بالإعادة مرتين بالرفق ويزيد كل يوم كلمة حتى أنه وإن طال وكثر يمكن ضبطه بالإعادة مرتين، ويزيد بالرفق والتدريج، وأما إذا طال السبق فى الإبتداء واحتاج إلى الإعادة عشر مرات فهو فى الإنتهاء أيضا يكون كذلك، لأنه يعتاد ذلك، ولا يترك تلك الإعادة إلا بجهد كثير\rMengenai ukuran seberapa panjang panjang yang baru dikaji, menurut keterangan Abu Hanifah adalah bahwa Syaikh Qadli Imam Umar bin Abu Bakar Az-Zanji berkata: guru-guru kami berkata: “sebaiknya bagi oarang yang mulai belajar, mengambil pelajaran baru sepanjang yang kira-kira mampu dihapalkan dengan faham, setelah diajarkannya dua kali berulang. Kemudian untuk setiap hari, ditambah sedikit demi sedikit sehingga setelah banyak dan panjang pun masih bisa menghapal dengan paham pula setelah diulanga dua kali. Demikianlah lambat laun setapak demi setapak. Apabila pelajaran pertama yang dikaji itu terlalu panjang sehingga para pelajar memerlukan diulanganya 10 kali, maka untuk seterusnya sampai yang terakhirpun begitu. Karena hal itu menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan kecuali dengan susah payah.”\rوقد قيل: السبق حرف، والتكرار ألف","part":1,"page":452},{"id":453,"text":"Ada dikatakan: “pelajaran baru satu huruf, pengulangannya seribu kali.”\rTingkat Pelajaran Yang DiDahulukan\rوينبغى أن يبتدئ بشيئ يكون أقرب إلى فهمه، وكان الشيخ الإمام الأستاذ شرف الدين العقيلى رحمه الله يقول: الصواب عندى فى هذا ما فعله مشايخنا رحمهم الله، فإنهم كانوا يختارون للمبتدئ صغارات المبسوط لأنه أقرب إلى الفهم والضبط، وأبعد من الملالة، وأكثر وقوعا بين الناس.\rSebaiknya dimulai dengan pelajaran-pelajaran yang dengan mudah telah bisa di fahami. Syaikhul Islam Ustadz Syarifuddin Al-Uqaili berkata; “Menurut saya, yang benar dalam masalah ini adalah seperti yang telah dikemukakan oleh para guru kita. Yaitu untuk murid yang baru, mereka pilihkan kitab-kitab yang ringkas/kecil. Sebab dengan begitu akan lebih mudah di fahami dan di hapal, serta tidak membosankan lagi pula banyak terperaktekan.\rMembuat Catatan\rوينبغى أن يعلق السبق بعد الضبط والإعادة كثيرا، فإنه نافع جد\rSebaiknya sang murid membuat catatan sendiri mengenai pelajaran-pelajaran yang sudah di fahami hafalannya, untuk kemudian sering diulang-ulang kembali. Karena dengan cara begitu, akan bermanfaat sekali.\rولا يكتب المتعلم شيئا لا يفهمه، فإنه يورث كلالة الطبع ويذهب الفطنة ويضيع أوقاته.\rJangan sampai menulis apa saja yang ia sendiri tidak tahu maksudnya, karena hal ini akan menumpulkan otak dan waktupun hilang dengan sia-sia belaka.\rUsaha Memahami Pelajaran\rوينبغى أن يجتهد فى الفهم عن الأستاذ بالتأمل وبالتفكر وكثرة التكرار، فإنه إذا قل السبق وكثرة التكرار والتأمل يدرك ويفهم. قيل: حفظ حرفين، خير من سماع وقرين، وفهم حرفين خير من حفظ سطرين. وإذا تهاون فى الفهم ولم يجتهد مرة أو مرتين يعتاد ذلك فلا يفهم الكلام اليسير","part":1,"page":453},{"id":454,"text":"Pelajar hendaknya mencurahkan kemampuannya dalam memahami pelajaran dari sang guru, atau boleh juga dengan cara diangan-angan sendiri, di fikir-fikir dan sering diulang-ulang sendiri. Karena bila pelajaran yang baru itu hanya sedikit dan sering diulang-ulang sendiri, akhirnyapun dapat dimengerti. Orang berkata : “Hafal dua huruf lebih bagus daripada mendengarkan saja dua batas pelajaran. Dan memahami dua huruf lebih baik daripada menghapal dua batas pelajaran. Apabila seseorang telah pernah satu atau dua kali mengabaikan dan tidak mau berusaha, maka menjadi terbisakan, dan menjadi tidak bisa memahami kalimat yang tidak panjang sekalipun.\rBerdo’a\rفينبغى أن لا يتهاون فى الفهم بل يجتهد ويدعو الله ويتضرع إليه فإنه يجيب من دعاه، ولا يخيب من رجاه. وأنشدنا الشيخ الأجل قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل الصفار الأنصارى إملاء للقاضى الخليل بن أحمد الشجرى فى ذلك شعرا:\rأخدم العلم خدمة المستفيد وأدم درسه بفعل حميد\rوإذا ما حفظت شيئا أعده ثم أكده غاية التأكيد\rكى لا يزول ثم علقه كى تعود إليه وإلى درسه على التأبيد\rفإذا ما أمنت منه فواتا فانتدب بعده لشيئ جديد\rمع تكرار ما تقدم منه واقتناء لشأن هذا المزيد\rذاكر الناس بالعلوم لتحيا لا تكن من أولى النهى ببعيد\rإذا كتمت العلوم أنسيت حتى لا ترى غير جاهل وبليد\rثم ألجمت فى القيامة نارا وتلهبت بالعذاب الشديد\rHendaknya pula, dengan sungguh-sungguh memanjatkan do’a kepada Allah dan meratap serta meronta. Allah pasti mengabulkan do’a yang di mohonkan, dan tidak mengabaikan orang yang mengharapkan.","part":1,"page":454},{"id":455,"text":"Sya’ir Imlak Al-Qadli Al-Khalil Asy-Syajarzi dibawakan kepada kami oleh guru kami syaikh Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail As-Shaffar, sebagai berikut :\rAbdilah ilmu, bagaikan anda seorang abdi\rPelajari selalu, dengan berbuat sopan terpuji\ryang telah kau hafal, ulangi lagi berkali-kali\rlalu tambatkan dengan temali kuat sekali\rLalu catatlah, agar kau bisa mengulangi lagi\rDan selamanya, ku bisa mempelajari\rJikalau engkau, telah percaya tak kan lupa\rIlmu yang baru, sesudah itu masuki segera\rMengulang-ulang, ilmu yang dulu, jangan terlalai\rDan bersungguhan, agar yang ini, kan menambahi\rPercakapilah mereka, agar ilmumu hidup selalu\rJangan menjauh, dari siap berakal maju\rBila ilmu, kau sembunyikan jadi membeku\rKau kan kenal, jadi si bodoh yang tolol dungu\rApi neraka kan membelenggumu nanti kiamat\rSiksa yang pedihpun menimpamu menjilat-jilat\rMudzakarah Munadharah Dan Mutharahah\rولا بد لطالب العلم من المذاكرة، والمناظرة، والمطارحة، فينبغى أن يكون كل منها بالإنصاف والتأنى والتأمل، ويتحرز عن الشغب [والغضب]، فإن المناظرة والمذاكرة مشاورة، والمشاورة إنما تكون لاستخراج الصواب وذلك إنما يحصل بالتأمل والتأنى والإنصاف، ولا يحصل بالغضب والشغب.","part":1,"page":455},{"id":456,"text":"Seorang pelajar seharusnya melakukan Mudzakarah (forum saling mengingatkan), munadharah (forum saling mengadu pandangan) dan mutharahah (diskusi). Hal ini dilakukan atas dasar keinsyafan, kalem dan penghayatan serta menyingkiri hal-hal yang berakibat negatif. Munadharah dan mudzakarah adalah cara dalam melakukan musyawarah, sedang permusyawaratan itu sendiri dimaksudkan guna mencari kebenaran. Karena itu, harus dilakukan dengan penghayatan, kalem dan penuh keinsyafan. Dan tidak akan berhasil, bila dilaksanakan dengan cara kekerasan dan berlatar belakang yang tidak baik.\rفإن كانت نيته من المباحثة إلزام الخصم وقهره، فلا تحل، وإنما يحل ذلك لإظهار الحق. والتمويه والحيلة لا يجوز فيها، إلا إذا كان الخصم متعنتا، لا طالبا للحق. وكان محمد بن يحيى إذا توجه عليه الإشكال ولم يحضره الجواب يقول: ما ألزمته لازم، وأنا فيه ناظر، وفوق كل ذى علم عليم.\rApabila di dalam pembahasan itu dimaksudkan untuk sekedar mengobarkan perang lidah, maka tidak diperbolehkan menurut agama. Yang diperbolehkan adalah dalam rangka mencari kebenaran. Bicara berbelit-belit dan membuat alasan itu tidak diperkenankan, selama musuh bicaranya tidak sekedar mencari kemenangan dan masih dalam mencari kebenaran. Bila kepada Muhammad bin Yahya diajukan suatu kemuskilan yang beliau sendiri belum menemukan pemecahannya, maka ia katakan : “pertanyaan anda saya catat dahulu untuk kucari pemecahannya. Diatas orang berilmu, masih ada yang lebih banyak ilmunya.”","part":1,"page":456},{"id":457,"text":"وفائدة المطارحة والمناظرة أقوى من فائدة مجرد التكرار لأن فيه تكرارا وزيادة. وقيل: مطارحة ساعة، خير من تكرار شهر. لكن إذا كان [مع] منصف سليم الطبيعة. وإياك والمذاكرة مع متعنت غير مستقيم الطبع، فإن الطبيعة متسرية، والأخلاق متعدية، والمجاورة مؤثرة.\rFaedah mutharahah dan mudzakarah itu jelas lebih besar daripada sekedar mengulang pelajaran sendirian, sebab disamping berarti mengulang pelajaran, juga menambah pengetahuan yang baru. Ada dikatakan : “Sesaat mutharahah dilakukan, lebih bagus mengulang pelajaran sebulan. “Sudah tentu harus dilakukan dengan orang yang insaf dan bertabiat jujur. Awas jangan mudzakarah dengan orang yang sekedar mencari menang dalam pembicaraan semata, lagi pula bertabiat tidak jujur. Sebab tabiat itu suka merampas, akhlak mudah menjalar sedang perkumpulan pengaruhnya besar.\rوفى الشعر الذى ذكره الخليل بن أحمد فوائد كثيرة، قيل:\rالعلم من شرطه لمن خدمه أن يجعل الناس كلهم خدمه\rSyi’ir yang dibawakan oleh Khalil bin ahmad di atas, telah banyak membawa petunjuk. Ada dikatakan :\rPersyaratan ilmu bagi pengabdinyaMenjadikan seluruh manusia, agar mengabdi kepadanya\rMenggali Ilmu\rوينبغى لطالب العلم أن يكون متأملا فى جميع الأوقات فى دقائق العلوم ويعتاد ذلك، فإنما يدرك الدقائق بالتأمل، فلهذا قيل: تأمل تدرك.\rPelajar hendaknya membiasakan diri sepanjang waktu untuk mengangan-angan dan memikirkan. Karena itu, orang berkata : “angan-anganlah, pasti akan kau temukan.”\rولا بد من التأمل قبل الكلام حتى يكون صوابا، فإن الكلام كالسهم، فلا بد من تقويمه قبل الكلام حتى يكون مصيبا. وقال فى أصول الفقه: هذا أصل كبير وهوأن يكون كلام الفقيه المناظر بالتأمل.","part":1,"page":457},{"id":458,"text":"قيل: رأس العقل أن يكون الكلام بالتثبت والتأمل.\rقال قائل شعرا: أوصيك فى نظم الكلام بخمسة إن كنت للموصى الشفيق مطيعا\rلا تغفلن سبب الكلام ووقته والكيف والكم والمكان جميعا\rTidak bisa tidak, agar omongan tepat itu harus terlebih dahulu di angan-angan sebelum berbicara. Ucapan adalah laksana anak panah, dimana tepat pada sasaran bila dibidikan terlebih dahulu dengan mengangan-angan. Dalam Ushul Fiqh ada dikatakan bahwa mengangan-angan adalah dasar yang amat penting. Maksudnya, hendaklah ucapan ahli fiqh yang teliti itu terlebih dahulu harus diangan-angan. Ada diaktakan : “Modal akal ialah ucapan yang tidak sembarangan serta diangan-angan terlebih dahulu.” Lain orang berkata :\rPesan untukmu, tata bicara ada lima perkara\rJika kau taat pada pemesan yang suka rela\rjangan sampai terlupa :\rapa sebabnya, kapan waktunya, bagaimana caranya,\rberapa panjangnya dimana tempatnya itulah semua.\rويكون مستفيدا فى جميع الأوقات والأحوال من جميع الأشخاص قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الحكمة ضالة المؤمن أينما وجدها اخذها. وقيل: خذ ما صفا، ودع ما كدر. وسمعت الشيخ الإمام الأجل الأستاذ فخر الدين الكاشانى يقول: كانت جارية أبى يوسف أمانة عند محمد [ بن الحسن] فقال لها: هل تحفظين أنت فى هذا الوقت عن أبى يوسف فى الفقه شيئا؟ فقالت: لا، إلا أنه كان يكرر ويقول: سهم الدور ساقط، فحفظ ذلك منها، وكانت تلك المسألة مشكلة على محمد فارتفع أشكاله بهذه الكلمة. فعلم أن الإستفادة ممكنة من كل أحد.","part":1,"page":458},{"id":459,"text":"Seluruh waktunya dan dalam situasi bagaimanapun, pelajar hendaknya mengambil pelajaran dari siapapun. Rasulullah saw bersabda: “Hikmah itu barang hilangnya orang mukmin dimana asal ia temui supaya diambil juga.” Ada dikatakan: “Ambillah yang jernih tinggalkanlah yang keruh.” Saya mendengar ucapan Syaikhul Imam Ustadz Fakhrudin Al-Kasyani : “Adalah jariyah Abu Yusuf menjadi amanat buat Muhammad, lalu kepada Muhammad bertanya: Adakah sekarang saudari masih hafal sedikit tentang fiqh dari Abu Yusuf? Jawabnya : ah, tidak tuan, hanya saya ketahui ia sering mengulang-ulang ilmunya dan pernah berkata: “Saham daur itu gugur tak dapat bagian. “Dengan itu Muhammad lalu menjadi hafal dan yang tadinya masalah saham daur terasa sulit bagi muhammad, sekarang sudah terpecahkan. Akhirnya tahulah bahwa belajar itu bisa dilaksanakan dari siapa saja.”\rولهذا قال ابو يوسف حين قيل: بم أدركت العلم؟ قال: ما استنكفت من الإستفادة من كل أحد وما بخلت من الإفادة. وقيل لابن عباس رحمه الله: بم أدركت العلم؟ قال: بلسان سؤول، وقلب عقول.\rDikala kepada Abu Yusuf ditanyakan: “Dengan apakah tuan memperoleh ilmu? beliau menjawab: “Saya tidak merasa malu belajar dan tidak kikir mengajar”. Ada ditanyakan kepada Ibnu Abbas ra : “dengan apakah tuan mendapat ilmu?” beliau menjawab : “Dengan lisan banyak bertanya dan hati selalu berpikir.”\rوإنما سمي طالب العلم: ما تقول، لكثرة ما كانوا يقولون فى الزمان الأول. ما تقول فى هذه المسألة؟.\rAdanya pelajar digelari dengan “Ma Taqulu” (Bagaimana keteranganmu) sebab pada masa dulu mereka amat terbiasa untuk mengucapakan “Bagaimana keterangan anda dalam masalah ini?”","part":1,"page":459},{"id":460,"text":"وإنما تفقه أبو حنيفة رحمه الله بكثرة المطارحة والمذاكرة فى دكانه حين كان بزازا. فبهذا يعلم أن تحصيل العلم والفقه يجتمع مع الكسب. وكان أبو حفص الكبير يكتسب ويكرر العلوم، فإن كان لا بد لطالب العلم من الكسب لنفقة العيال وغيره فليكتسب وليكرر وليذاكر ولا يكسل.\rHanya dengan banyak mutharahah dan mudzakarah di kedainyalah, Abu Hanifah pedagang kain itu menjadi alim fiqh. Melihat kenyataan tersebut, kita bisa tahu bahwa menuntut ilmu dan fiqh itu bisa pula dilakukan bersama-sama dengan bekerja mencari uang. Abu Hafsh Al-Kabir sendiri bekerja sambil mengulang-ulang pelajarannya sendiri. Karena itu, apabila seorang pelajar harus juga mencarikan nafkah keluarga dan segenap tanggungannya, bisalah kiranya di tengah-tengah keasyikan bekerjanya itu sambil mempelajari sendiri pelajarannya dengan semangat dan segiat mungkin.\rPembiayaan Untuk Ilmu\rوليس لصحيح العقل والبدن عذر فى ترك التعلم والتفقه، فإنه لا يكون أفقر من أبى يوسف، ولم يمنعه ذلك من التفقه.\rOrang yang kebetulan sehat badan dan pikirannya, tiada lagi alasan baginya untuk tidak belajar dan tafaqquh sebab tidak ada lagi yang lebih melarat daripada Abu Yusuf, tapi toh tidak pernah melupakan pelajarannya.\r. فمن كان له مال كثير فنعم المال الصالح للرجل الصالح، المنصرف فى طريق العلم. قيل لعالم: بم أدركت العلم؟ قال: بأب غني. لأنه كان ينتفع به أهل العلم والفضل، فإنه سبب زيادة العلم لأنه شكر على نعمة العقل والعلم، وإنه سبب الزيادة. قيل: قال أبو حنيفة رحمه الله: إنما أدركت العلم بالحمد والشكر، فكلما فهمت ووفقت على فقه وحكمة قلت: الحمد لله، فازداد علمى.","part":1,"page":460},{"id":461,"text":"Apabila seseorang kebetulan kaya raya, alangkah bagusnya bila harta yang halal itu di miliki orang shaleh. Ada ditanyakan kepada seorang yang alim “dengan apa tuan mendapatkan ilmu?” lalu menjawabnya: “Dengan ayahku yang kaya. Dengan kekayaan itu, beliau berbakti kepada ahli ilmu dan ahli keutamaan”. Perbuatan seperti ini, berarti mensyukuri nikmat akal dan ilmu, yang hal itu menyebabkan bertambahnya ilmu. ada dikatakan orang, bahwa Abu Hanifah berucap: “Hanya saja kudapatkan ilmu dengan Bersyukur dan Hamdallah. Tiap-tiap berhasil kufahami fiqh dan hikmah selalu saja kuucapkan Hamdalah. Dengan cara itu, jadi berkembanglah ilmuku.”\rBersyukur\rوهكذا ينبغى لطالب العلم أن يشتغل بالشكر باللسان والجنان والأركان والحال ويرى الفهم والعلم والتوفيق من الله تعالى ويطلب الهداية من الله تعالى بالدعاء له والتضرع إليه، فإن الله تعالى هاد من استهداه.\rDemikianlah, pelajar harus menyatakan syukurnya dengan lisan, hati, badan dan juga hartanya. Mengetahui/menyadari bahwa kefahaman, ilmu dan taufik itu semuanya datang dari hadirat Allah Swt. Memohon hidayahnya dengan berdo’a dan meronta, karena hanya Dialah yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang memohon.","part":1,"page":461},{"id":462,"text":"فأهل الحق ـ وهم أهل السنة والجماعة ـ طلبوا الحق من الله تعالى، الحق المبين الهادى العاصم، فهداهم الله وعصمهم عن الضلالة. وأهل الضلالة أعجبوا برأيهم وعقلهم وطلبوا الحق من المخلوق العاجز وهو العقل، لأن العقل لا يدرك جميع الأشياء كالبصر، فإنه لا يبصر جميع الأشياء فحجبوا وعجزوا عن معرفته، وضلوا وأضلوا. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الغافل من عمل بغفلته والعاقل من عمل بعقله. فالعمل بالعقل أولا: أن يعرف عجزنفسه, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من عرف نفسه فقد عرف ربه, فإذا عرف عجز نفسه عرف قدرة الله عزوجل, ولا يعتمد على نفسه وعقله بل يتوكل على الله, ويطلب الحق منه. ومن يتوكل على الله فهو حسبه ويهد يه إلى صراط مستقيم.\rAkhlul Haq yaitu Ahli Sunah Wal Jama’ah selalu mencari kebenaran dari Allah yang maha benar, petunjuk, penerang yang memelihara, Maka Allahpun menganugrahi mereka hidayah dan membimbing dari jalan yang sesat. Lain halnya dengan ahli sesat, dimana ia membanggakan pendapat dan akal sendiri, mereka mencari kebenaran berdasar akal semata, yaitu suatu makhluk yang lemah. Merekapun lemah dan terhalangi dari kebenaran, serta sesat yang menyesatkan, kerena akal itu tak ubahnya seperti pandangan mata yang tidak mampu mencari segala yang ada secara menyeluruh.","part":1,"page":462},{"id":463,"text":"Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa mengetahui dirinya sendiri, maka dia mengetahui Tuhannya. “Artinya, siapa tahu kelemahan dirinya, maka akan tahulah kebesaran kekuasaan Allah. Karena orang itu jangan berpegang dengan diri dan akal sendiri, tapi haruslah bertawakal kepada Allah, dan kepadaNya pula ia mencari kebenaran. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka akan dicukupinya dan di bimbing ke jalan yang lurus.\rPengorbanan Harta Demi Ilmu\rومن كان له مال كثير فلا يبخل, وينبغى أن يتعوذ بالله من البخل. قال النبى عليه السلام: أي دواء أدوأ من البخل. وكان أبو الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى, رحمه الله فقيرا يبيع الحلواء, وكان يعطى الفقهاء من الحلواء ويقول: أدعوا لابنى, فببركة جوده واعتقاده وشفقته وتضرعه إلى الله تعالى نال ابنه ما نال\rOrang kaya jangan kikir, dan hendaklah mohon perlindungan kepada Allah agar tidak kikir. Nabi saw bersabda: “Manakah penyakit yang lebih keras daripada kikir? Bapaknya Syaikhul Imam Agung Syamsul Aimmah Al-Halwaniy adalah seorang fakir penjual kue halwak. Bapak ini menghadiahkan beberapa biji tersebut kepada fuqaha, dan katanya: “Kumohon tuan mendo’akan putraku.” Demikianlah, sehingga atas berkah dermawan, I’tikad baik, suka rela dan merontanya itu, sang putra mendapat kesuksesan cita-citanya.\rويشترى بالمال الكتب ويستكتب فيكون عونا على التعلم والتفقه\rDengan harta yang dimiliki, hendaklah suka membeli kitab dan mengaji menulis jika diperlukan. Demikian itu akan lebih memudahkan belajar dan bertafaqquh.","part":1,"page":463},{"id":464,"text":"وقد كان لمحمد بن الحسن مال كثير حتى كان له ثلاثمائة من الوكلاء على ماله وأنفقه كله فى العلم والفقه, ولم يبق له ثوب نفيس فرآه أبو يوسف فى ثوب خلق فأرسل إليه ثيابا نفيسة فلم يقبلها فقال: عجل لكم, وأجل لنا, ولعله إنما لم يقبله وإن كان قبول الهدية سنة, لما رأى فى ذلك مذلة لنفسه. قال رسول الله عليه الصلاة والسلام: ليس للمؤمن أن يذل نفسه\rMuhammad Ibnul Hasan adalah seorang yang hartawan besar yang mempunyai 300 orang pegawai yang mengurusi kekayaannya, toh suka membelanjakan sekalian kekayaannya demi ilmu, sehingga pakaiannya sendiripun tiada yang bagus. Dalam pada itu, Abu Yusuf menghaturkan sepotong pakaian yang masih bagus untuknya, namun tidak berkenan menerimanya dan malah ujarnya: Untukmulah harta dunia, dan untukku harta akherat saja. “Yang demikian itu sekalipun menerima hadiah sendiri hukumnya sunnah, barangkali memandangnya dapat mencemarkan dirinya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: “Orang yang mencemarkan dirinya sendiri, tidaklah termasuk ke dalam golongan kaum muslimin.”\rوحكي أن الشيخ فخر الإسلام الأرسابندى رحمه الله جمع قشور البطيخ الملقاة فى مكان خال فأكلها فرأته جارية فاخبرت بذلك مولاها فاتخذ له دعوة فدعاه إليها فلم يقبل لهذا\rSuatu hikayat, bahwa fakrul Islam Al-Arsyabandiy makan kulit-kulit semangka yang dibuang orang, dimana ia kumpulkan sendiri dari tempat-tempat yang sepi. Pada suatu ketika ada seorang jariyah yang mengetahuinya, lalu melaporkan hal itu kepada tuannya. Maka setelah disediakan jamuan makan, Fakhrul Islampun dimohon kehadirannya. Namun demi menjaga dirinya agar tidak tercemar, beliau tidak berkenan menghadiri jamuan tersebut.","part":1,"page":464},{"id":465,"text":"Loba Dan Tama’\rوهكذا ينبغى لطالب العلم أن يكون ذا همة عالية لا يطمع فى أموال الناس. قال النبى صلى الله عليه وسلم: إياك والطمع فإنه فقر حاضر. ولا يبخل بما عنده من المال بل ينفق على نفسه وعلى غيره.\rDemikianlah, sehingga para pelajar jangan sampai tama’ mengharapkan harta orang lain. Ia hendaknya memiliki Himmah yang luhur. Nabi saw bersabda : “Hindarilah tama’ karena dengan tama’ berarti kemiskinan telah menjadi”. Tapi tuan juga jangan kikir, sukalah membelanjakan hartanya untuk keperluan diri sendiri dan kepentingan orang lain.\rPelaksanaan Pelajaran Keterampilan\rقال النبى عليه الصلاة والسلام: الناس كلهم فى الفقر مخافة الفقر وكانوا فى الزمان الأول يتعلمون الحرفة ثم يتعلمون العلم حتى لايطمعوا فى أموال الناس. وفى الحكمة من استغنى بمال الناس افتقر\rNabi saw bersabda : “Karena khawatir melarat, semua manusia telah jadi melarat’. Pelajar-pelajar dimasa dulu sebelum mempelajari ilmu agama, lebih dahulu belajar bekerja, agar dengan begitu tidak tama’ mengharap harta orang lain. Dalam kata hikmah disebutkan: “Barangsiapa mencukupi diri dengan harta orang lain, berarti ia melarat.”\rوالعالم إذا كان طماعا لا يبقى له حرمة العلم ولا يقول بالحق ولهذا كان يتعوذ صاحب الشرح عليه السلام ويقول أعوذ بالله من طمع يدنى إلى طبع.\rJika orang alim bersifat tama’, hilanglah nilai ilmunya dan ucapannya tidak bisa dibenarkan lagi. Karena itu, Rasulullah saw pembawa syareat berlindung diri dari sabdanya: “Aku berlindung diri kepada Allah dari sifat tama’ yang membawa kepada tabiat jahat.”\rLillahi Ta’ala","part":1,"page":465},{"id":466,"text":"وينبغى أن لا يرجو الأمن الله تعالى ولا يخاف إلا منه ويظهر ذلك بمجاوزة حد الشرع وعدمها فمن عصى الله تعالى خوفا من المخلوق فقد خاف غير الله تعالى، فإذا لم يعص الله تعالى لخوف المخلوق وراقب حدود الشرع فلم يخف غير الله تعالى بل خاف الله تعالى وكذا فى جانب الرجاء.\rTumpuan harapan sang pelajar hanyalah kepada Allah, takutpun hanya kepadaNya. Sikap tersebut bisa di ukur dengan melampaui batas-batas agama atau tidak. Barangsiapa takut kepada sesama makhluk lalu ia mendurhakai Allah, maka berarti telah takut kepada selain Allah. Tapi sebaliknya bila ia telah takut kepada makhluk namun telah taat kepada Allah dan berjalan pada batas-batas syareat, maka tidak bisa dianggap telah takut kepada selain Allah. Ia masih dinilai takut kepada Allah. Begitu pula dalam masalah harapan seseorang.\rMengukur Kemampuan Diri Sendiri\rوينبغى لطالب العلم أن يعد ويقدر لنفسه تقديرا فى التكرار فإنه لا يستقر قلبه حتى يبلغ ذلك المبلغ.\rHendaknya (yang lebih efisien dan efektif untuk menghafalkan pelajaran yaitu) : Pelajaran hari kemarin diulang 5 kali, hari lusa 4 kali hari kemarin lusa 3 kali, hari sebelum itu 2 kali dan hari sebelumnya lagi 1kali.\rMetoda Menghafal\rوينبغى لطالب العلم أن يكرر سبق الأمس خمس مرات وسبق اليوم الذى قبل الأمس أربع مرات والسبق الذى قبله ثلاثا والذى قبله اثنين والذى قبله واحدا فهذا أدعى إلى الحفظ.\rSuatu cara yang efisien dan efektif untuk menghafalkan pelajaran yaitu : Pelajaran hari kemarin diulang 5 kali, hari lusa 4 kali, hari kemarin lusa 3 kali, hari sebelum itu 2 kali, dan hari sebelumnya lagi satu kali.","part":1,"page":466},{"id":467,"text":"وينبغى أن لا يعتاد المخافة فى التكرار لأن الدرس والتكرار ينبغى أن يكون بقوة ونشاط، ولا يجهر جهرا يجهد نفسه كيلا ينقطع عن التكرار، فخير الأمور أوسطها. وحكى أن أبا يوسف رحمه الله كان يذاكر الفقه مع الفقهاء بقوة ونشاط، وكان صهره عنده يتعجب فى أمره ويقول: أنا أعلم أنه جائع منذ خمسة أيام، ومع ذلك يناظر بقوة ونشاط.\rHendaknya dalam mengulangi pelajarannya itu jangan pelan-pelan. Belajar lebih bagus bersuara kuat dengan penuh semangat. Namun jangan terlalu keras, dan jangan pula hingga menyusahkan dirinya yang menyebabkan tidak bisa belajar lagi. Segala sesuatu yang terbaik adalah yang cukupan. Suatu hikayat menceritakan, bahwa suatu saat Abu Yusuf sedang mengikuti mudzakarah fiqh dengan suara kuat dan penuh semangat. Lalu dengan rasa heran, iparnya berkata: “saya tahu Abu Yusuf telah lima hari kelaparan, tapi ia tetap munadharah dengan suara keras dan penuh semangat.\rPanik Dan Bingung\rوينبغى أن لا يكون لطالب العلم فترة فإنها آفة، وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يقول: إنما غلبت شركائى بأنى لا تقع لى الفترة فى التحصيل. وكان يحكى عن الشيخ الأسبيجابى أنه وقع فى زمان تحصيله وتعلمه فترة اثنتى عشرة سنة بانقلاب الملك، فخرج مع شريكه فى المناظرة [إلى حيث يمكنهما الإستمرار فى طلب العلم وظلا يدرسانه معا] ولم يتركا الجلوس للمناظرة اثنتى عشرة سنة. فصار شريكه شيخ الإسلام للشافعيين وكان هو شافعيا.","part":1,"page":467},{"id":468,"text":"Seyogyanya pelajar tidak panik dan kebingungan, sebab itu semua adalah afat. Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin berkata: “Sesungguhnya saya dapat melebihi teman-temanku adalah karana selama belajar tidak pernah merasa panik, kendor dan kacau”. Hikayat menceritakan, bahwa Syaikh Al-Asbijabiy di masa belajarnya mengalami masa jumud selama 12 tahun lantaran pergantian Raja. Iapun pergi keluar negeri bersama seorang sahabatnya guna mengadakan munadharah setiap hari di sana. Demikian munadharah dilakukan selama 12 tahun. Akhirnyapun sahabat tadi menjadi Syaikhul Islam beraliran madzhab Syafi’I ikutan kaum syafi’iyyin.R. Sebuah Methode Belajar.\rوكان أستاذنا الشيخ القاضى الإمام فخر الإسلام قاضى خان يقول: ينبغى للمتفقه أن يحفظ [كتابا] واحدا من [كتب] الفقه دائما فيتيسر له بعد ذلك حفظ ما سمع من الفقه.\rGuru kami Syaikh Qadli Imam Fakhrul Islam Qadlikhan berkata: Bagi pelajar Fiqh, agar selalu hafal di luar kepala sebuah kitab fiqh. Dengan begitu, akan lebih memudahkan dalam mnghafalkan ilmu fiqh yang baru yang didengarkan.\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/393890070633807/","part":1,"page":468}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (50)","lvl":1,"sub":0}]}