{"pages":[{"id":1,"text":"2\r3964. INILAH URUTAN PERISTIWA SETELAH HARI KIAMAT\rPERTANYAAN :\r> Santriwati Dumay\rAssalamu 'alaikum wr.wb. Bagaimana urutan peristiwa setelah hari kiyamat kelak ? mulai bangkit dari kubur sampai masuk syurga atau neraka. Bagi yang tahu, silahkan berbagi ilmunya....\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikumussalam, berikut urutan peristiwa setelah hari kiyamat kelak menurut kitab Ghoyatul Muna hal. 99 :\r1. dibangkitkan\r2. berkumpul di padang mahsyar.\r3. menghadap Allah.\r4. amal amal perbuatan dilihatkan.\r5. terbang dan dibagikannya catatan amal.\r6. pengambilan catatan amal.\r7. pertanyaan ( hisab ).\r8. mizan ( timbangan amal ).\r9. shirot. Yang lolos jembatan shirot maka masuk surga, sedang yang jatuh masuk neraka. Wallohu A'lam. (ALF)\rIbaroh :\rبسم الله الرحمن الرحيم. غاية المنى ص 99.\rو الحاصل أنه لابد من الإيمان بمراحل اليوم الآخر وهي :البعث فالحشر فالقيام لرب العالمين فالعرض فتطاير الصحف فأخذها بالأيمان و الشمائل فالسؤال فالميزان فالصراط. و الله أعلم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/933718856650923/\rwww.fb.com/notes/933843399971802\r3967. CIRI-CIRI (CALON) AHLI SURGA SAAT DI DUNIA\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum, bagaimana ciri-ciri orang ahli surga ketika di dunia.... ada hadist nya gak? pernah baca dan dengar ceramah wajah nya ceria dll tapi lupa apalagi .... ya ? [ Zanzanti Yanti Andeslo ]\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam warohmatullooh... Dari beberapa firman Allah dan riwayat hadits bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri calon orang yang masuk surga, bahkan ada yang bisa masuk tanpa dihisab adalah :","part":1,"page":1},{"id":2,"text":"1. Orang bewajah putih berseri-seri (ahlussunnah waljama'ah dan pengikutnya)\r2. Orang yang selalu berwudu'\r3. Orang yang tidak minta diruqyah\r4. Orang yang tidak memperaktekkan ka'i\r5. Orang yang tidak pernah bertathayur\r6. Orang yang bertawakkal kepada Allah dari segala ujian, cobaan dan musibah\r7. Tidak menjadi orang kafir dan orang munafiq\r8. Orang yang selalu bertaqwa kepada Allah.\r9. Orang yang memelihara dan menanggung anak yatim ''\rBerikut beberapa hadits dan ayat yang menunjukkan hal tersebut :\rDari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu , katanya: \"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:\"Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini.\" Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu.\" (Riwayat Bukhari).\rDalam Kitab Sunan Addarimi 1/45, maktabah syamilah :\rأخبرنا يعقوب بن إبراهيم ثنا عمر بن أبي خليفة قال سمعت زياد بن مخراق ذكر عن عبد الله بن عمر قال * أرسل رسول الله صلى الله عليه وسلم معاذ بن جبل وأبا موسى إلى اليمن قال تساندا وتطاوعا ويسرا ولا تنفرا فقدما اليمن فخطب الناس معاذ فحضهم على الإسلام وأمرهم بالتفقه في القرآن وقال إذا فعلتم ذلك فاسألوني أخبركم عن أهل الجنة من أهل النار فمكثوا ما شاء الله أن يمكثوا فقالوا لمعاذ قد كنت أمرتنا إذا نحن تفقهنا وقرأنا أن نسألك فتخبرنا بأهل الجنة من أهل النار فقال لهم معاذ إذا ذكر الرجل بخير فهو من أهل الجنة وإذا ذكر بشر فهو من أهل النار\rFokus :\rإذا ذكر الرجل بخير فهو من أهل الجنة\rHadits Darimi 224 :","part":1,"page":2},{"id":3,"text":"أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَبِي خَلِيفَةَ قَالَ سَمِعْتُ زِيَادَ بْنَ مِخْرَاقٍ ذَكَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ وَأَبَا مُوسَى إِلَى الْيَمَنِ قَالَ تَسَانَدَا وَتَطَاوَعَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا فَقَدِمَا الْيَمَنَ فَخَطَبَ النَّاسَ مُعَاذٌ فَحَضَّهُمْ عَلَى الْإِسْلَامِ وَأَمَرَهُمْ بِالتَّفَقُّهِ وَالْقُرْآنِ وَقَالَ إِذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ فَاسْأَلُونِي أُخْبِرْكُمْ عَنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمَكَثُوا مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَمْكُثُوا فَقَالُوا لِمُعَاذٍ قَدْ كُنْتَ أَمَرْتَنَا إِذَا نَحْنُ تَفَقَّهْنَا وَقَرَأْنَا أَنْ نَسْأَلَكَ فَتُخْبِرَنَا بِأَهْلِ الْجَنَّةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَ لَهُمْ مُعَاذٌ إِذَا ذُكِرَ الرَّجُلُ بِخَيْرٍ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِذَا ذُكِرَ بِشَرٍّ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ","part":1,"page":3},{"id":4,"text":"Hendaknya kalian saling bersandar, & saling membantu, & hendaknya kalian berdua memberikan (kepada mereka) kabar gembira & janganlah kalian berdua membuat (mereka) lari (dari ajaran islam), kemudian keduanya datang ke Yaman, lalu Mu'adz memberikan khutbah kepada orang-orang, mengajak mereka untuk masuk islam, & memerintahkan kepada mereka untuk memperdalam isi Al Qur`an, & ia juga berkata:'Jika kalian sudah lakukan itu semua maka tanyalah kepadaku, akan kukabarkan kepada kalian tentang penghuni surga & penghuni neraka, mereka (para penghuni surga & neraka) berada di dalamnya tergantung seberapa lama Allah menghendaki, kemudian mereka berkata kepada Mu'adz: 'Sungguh kamu telah memerintahkan kami, jika kami sudah memperdalam islam & telah membaca (mempelajari) Al Qur`an agar kami menanyakanmu (tentang penghuni surga & neraka), maka kabarkanlah kepada kami tentang penghuni surga & neraka',kemudian Mu'adz berkata kepada mereka: 'Jika seorang dikenal baik, ia penghuni surga, & jika seorang dikenal jelek, ia penghuni neraka' . [HR. Darimi No.224]\rAl-Qur'an Surat Al-Imran ayat 106 :\rيَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ\rArtinya : Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): \"Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu\".\rLihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 Halaman 92 :","part":1,"page":4},{"id":5,"text":"وقوله تعالى: { يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ } يعني: يوم القيامة، حين تبيض وجوه أهل السنة والجماعة، وتسودّ وجوه أهل البِدْعَة والفرقة، قاله ابن عباس، رضي الله عنهما.{ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ } قال الحسن البصري: وهم المنافقون: { فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ } وهذا الوصف يَعُمّ كل كافر.\rPenjelasannya : Allah berfirman : “pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, dan ada pula muka yang menjadi hitam muram”. (QS. Al-Imran : 106). Yakni kelak di hari kiamat, di waktu seri putih wajah ahli sunnah wal jama’ah dan tampak hitam muram wajah ahli bid’ah dan perpecahan. Semikianlah menurut penafsiran Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma.\rAllah berfirman : ”Adapun orang-orang yang menjadi hitam muram mukanya (kepada mereka di katakan), mengapa kalian kafir sesudah kalian beriman”. (QS. Al-Imran : 106). Menurut Al-Hasan Al-Basri mereka adalah orang-orang munafiq.\rAllah berfirman : “Karena itu, Rasakanlah adzab di sebabkan kekafiran kalian itu”. (QS. Al-Imran : 106). Gambaran ini bersifat umum menyangkut semua orang kafir.\rوَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ\rArtinya : Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Imran : 107).\rLihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 Halaman 92 :","part":1,"page":5},{"id":6,"text":"{ وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ } يعني: الجنة، ماكثون فيها أبدا لا يبغون عنها حوَلا. وقد قال أبو عيسى الترمذي عند تفسير هذه الآية: حدثنا أبو كُرَيْب، حدثنا وَكِيع، عن رَبِيع -وهو ابن صَبِيح وحَمَّاد بن سلمة، عن أبي غالب قال: رأى أبو أمامة رءوسا منصوبة على دَرَج دمشق، فقال أبو أمامة: كلاب النار، شر قتلى تحت أديم السماء، خَيْرُ قتلى من قتلوه، ثم قرأ: { يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ } إلى آخر الآية. قلت لأبي أمامة: أنت سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ قال: لو لم أسمعه إلا مرة أو مرتين أو ثلاثا أو أربعا -حتى عَدّ سبعا-ما حَدّثتكموه.ثم قال: هذا حديث حسن: وقد رواه ابن ماجة من حديث سفيان بن عيينة عن أبي غالب، وأخرجه أحمد في مسنده، عن عبد الرزاق، عن مَعْمَر، عن أبي غالب، بنحوه. وقد روى ابن مَرْدُويَه عند تفسير هذه الآية، عن أبي ذر، حديثًا مطولا غريبا عجيبا جدا.\rPenjelasannya : Allah berfirman : “Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam Rahmat (surga) Allah, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Imran : 107). Maksudnya, mereka tinggal di dalam surga untuk selama-lamanya dan mereka tidak mau pindah darinya.","part":1,"page":6},{"id":7,"text":"Abu Isa At-Tirmidzi dalam tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami abu kuraib, telah menceritakan kepada kami waki’, dari ar-rabi’ ibnu sabih, dan hammad ibnu salamah, dari abu galib yang menceritakan bahwa abu umamah melihat banyak kepala di pancangkan di atas tangga masuk masjid di masyqi, maka abu umamah mengatakan, Anjing-anjing neraka adalah seburuk-buruk orang yang terbunuh di kolong langit ini, sebaik-baik orang yang terbunuh adalah orang-orang yang di bunuhnya. Kemudian abu umamah membacakan firman-Nya :”Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, dan ada pula muka yang menjadi hitam muram”. (QS. Al-Imran : 106). Hingga akhir ayat.\rKemudian aku bertanya kepada abu umamah, apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah saw? Abu umamah menjawab, seandainya aku bukan mendengarnya melainkan sekali atau dua kali atau tiga kali atau empat kali dan bahkan sampai tujuh kali, niscaya aku tidak akan menceritakannya kepada kalian. Kemudian imam tirmiszi mengatakan bahwa hadist ini hasan.\rIbnu majah meri wayatkan melalui hadist sufyan ibnu ayaynah, dari abu galib, dan imam ahmad mengetengahkan, di dalam kitab musnadnya, dari abdur-razzaq, dari ma’mar, dari abu galib dengan lafasz yang semisal.\rIbnu murdawaih meriwayatkan dalam tafsir ayat ini dari abu dzar, sebuah hadist yang panjang tapi isinya sangat aneh dan mengherankan.\rوَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لاَ نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ","part":1,"page":7},{"id":8,"text":"dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.( QS Al A'raf ; 42 )\rحدثنا عمران بن ميسرة حدثنا ابن فضيل حدثنا حصين عن عامر عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال : لا رقية إلا من عين أو حمة . فذكرته لسعيد بن جبير فقال حدثنا ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( عرضت علي الأمم فجعل النبي والنبيان يمرون معهم الرهط والنبي ليس معه أحد حتى رفع لي سواد عظيم قلت ما هذا ؟ أمتي هذه ؟ قيل هذا موسى وقومه قيل انظر إلى الأفق فإذا سواد يملأ الأفق ثم قيل لي انظر ها هنا وها هنا في آفاق السماء فإذا سواد قد ملأ الأفق قيل هذه أمتك ويدخل الجنة من هؤلاء سبعون ألفا بغير حساب ) . ثم دخل ولم يبين لهم فأفاض القوم وقالوا نحن الذين آمنا بالله واتبعنا رسوله فنحن هم أو أولادنا الذين ولدوا في الإسلام فإنا ولدنا في الجاهلية فبلغ النبي صلى الله عليه و سلم فخرج فقال ( هم الذين لا يسترقون ولا يتطيرون ولا يكتوون وعلى ربهم يتوكلون ) . فقال عكاشة بن محصن أمنهم أنا يا رسول الله ؟ قال ( نعم ) . فقام آخر فقال أمنهم أنا ؟ قال ( سبقك بها عكاشة )","part":1,"page":8},{"id":9,"text":"Artinya : Telah menceritakan kepada kami Imran bin Maisarah telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Fudlail telah menceritakan kepada kami Hushain dari 'Amir dari Imran bin Hushain radliallahu 'anhuma dia berkata; Tidak ada ruqyah (jampi-jampi dari Qur'an dan Sunnah) kecuali dari penyakit 'Ain atau demam, lalu hal itu kusampaikan kepada Sa'id bin Jubair, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Beberapa ummat pernah ditampakkan kepadaku, maka nampaklah seorang nabi dan dua orang nabi lain lewat bersama dengan beberapa orang saja, dan seorang nabi lagi yang tidak bersama seorang pun, hingga tampak olehku segerombolan manusia yang sangat banyak, aku pun bertanya; Apakah segerombolan manusia itu adalah ummatku? di beritahukan; Ini adalah Musa dan kaumnya. Lalu diberitahukan pula kepadaku; Lihatlah ke ufuk. Ternyata di sana terdapat segerombolan manusia yang memenuhi ufuk, kemduian di beritahukan kepadaku; Lihatlah di sebelah sini dan di sebelah sana, yaitu di ufuk langit. Ternyata di sana telah di padati dengan segerombolan manusia yang sangat banyak, di beritahukan kepadaku; Ini adalah ummatmu, dan di antara mereka terdapat tujuh puluh ribu yang masuk surga tanpa hisab. Setelah itu beliau masuk ke rumah dan belum sempat memberi penjelasan kepada mereka (para sahabat), maka orang-orang menjadi ribut, mereka berkata; Kita adalah orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan mengikuti jejak Rasul-Nya, mungkinkah kelompok tersebut adalah kita ataukah anak-anak kita yang dilahirkan dalam keadaan Islam sementara kita","part":1,"page":9},{"id":10,"text":"dilahirkan di zaman Jahiliyah. Maka hal itu sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lantas beliau keluar dan bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah minta untuk di ruqyah, tidak pernah bertathayur (menganggap sial pada binatang) dan tidak pula melakukan terapi dengan kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang sakit), sedangkan kepada Rabb mereka bertawakkal. Lalu Ukasah bin Mihshan berkata; Apakah aku termasuk di antara mereka ya Rasulullah? beliau menjawab; Ya. Selanjutnya sahabat yang lain berdiri dan berkata; Apakah aku termasuk dari mereka? beliau bersabda: Ukasah telah mendahuluimu. (HR. Bukhori No. 5378 Juz 5 Halaman 2157)\rوَحَدَّثَنِى هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الأَيْلِىُّ حَدَّثَنِى ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِى عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِى هِلاَلٍ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ رَأَى أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ حَتَّىكَادَ يَبْلُغُ الْمَنْكِبَيْنِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى رَفَعَ إِلَى السَّاقَيْنِ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ ».","part":1,"page":10},{"id":11,"text":"Artinya : Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Sa'id al-Aili telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada kami Amru bin al-Harits dari Sa'id bin Abu Hilal dari Nu'aim bin Abdullah bahwa dia melihat Abu Hurairah berwudlu, lalu membasuh wajahnya dan kedua tangannya hingga hampir mencapai lengan, kemudian membasuh kedua kakinya hingga meninggi sampai pada kedua betisnya, kemudian dia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Sesungguhnya umatku datang pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudlu. Maka barangsiapa di antara kalian mampu untuk memanjangkan putih pada wajahnya maka hendaklah dia melakukannya'. (HR. Muslim No. 603 Juz 1 Halaman 149). Wallaahu A'lam. (ALF)\rMUJAWWIB : Ummi Af-idah, Kumbang Gurun, Abdullah Afif, Hariz Jaya\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/717172744972203/\rwww.fb.com/notes/933996283289847\r3971. MAKSUD ALLAH MENDEKAT\rPERTANYAAN :\rAssalamu'alaikum... Saya menyukai lagu-lagu Bimbo di antaranya yang berjudul \"Tuhan\" kalo tidak salah, setelah disimak baik-baik ada lirik yang sedikit ga sreg didengar yaitu \"aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat\". Bukankah yang menjauh atau mendekat itu manusianya ? Mohon penjelasan dari para Ustazd. Terima kasih. (Nina Siti Balkah).\rJAWABAN :","part":1,"page":11},{"id":12,"text":"Walaikumsalam. Yang dimaksud dengan mendekatnya manusia kemudian Allah mendekat adalah manusia mendekat kepada Allah dengan keta'atan-ketaatan yang sedikit maka Allah akan mendekat dengan memberikan balasan berupa pahala yang banyak.kalimat menjauh dan mendekat disitu hanyalah majaz atau kiasan karena tidak mungkin Allah bersifat seperti itu, maka menjadi wajib membawakan maknanya seperti yang disebutkan tadi. Lihat kitab fathul bary :\rوقال الكرماني : لما قامت البراهين على استحالة هذه الأشياء في حق الله تعالى وجب أن يكون المعنى : من تقرب إلي بطاعة قليلة جازيته بثواب كثير وكلما زاد في الطاعة أزيد في الثواب وإن كانت كيفية إتيانه بالطاعة بطريق التأني يكون كيفية إتياني بالثواب بطريق الإسراع ، والحاصل أن الثواب راجح على العمل بطريق الكيف والكم ولفظ القرب والهرولة مجاز على سبيل المشاكلة أو الاستعارة أو إرادة لوازمها .\rJarak yang dimaksud mestilah bukan jarak dalam pengertian manusia, menggambarkan kalo iman manusia itu naik turun, begitupun rasa kedekatannya pada Tuhan meski dalam Quran Dia telah berfirman, jikalau hamba Ku bertanya tentang Aku maka jawablah Aku dekat ! Allah SWT Menurut Persangkaan Hamba-Nya\rحدثنا عمر بن حفص، حدثنا أبي، حدثنا ا?عمش، سمعت أبا صالح، عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: \" يقول الله تعالى: §أنا عند ظن عبدي بي، وأنا معه إذا ذكرني، فإن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي، وإن ذكرني في م? ذكرته في م? خير منهم، وإن تقرب إلي بشبر تقربت إليه ذراعا، وإن تقرب إلي ذراعا تقربت إليه باعا، وإن أتاني يمشي أتيته هرولة \"","part":1,"page":12},{"id":13,"text":"Allah berfirman, Aku menurut persangkaan hamba Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingat Ku, jika ia mengingat Ku dalam dirinya, Aku ingat ia dalam diri Ku, jika ia mengingat Ku dalam suatu tempat, Aku mengingatnya di tempat yang lebih baik, jika ia mendekat kepada Ku sejengkal tangan (syibr), Aku mendekat padanya satu lengan (dziro), jika ia mendekat kepada Ku satu lengan, Aku mendekat padanya dua lengan, ketika ia mendatangi Ku berjalan, Aku mendatanginya berlari. (Shahih Bukhari). Wallohu A'lam. (ALF)\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Ata Amrullah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/933688193320656/\rwww.fb.com/notes/934237623265713\r3979. APAKAH NIKMAT QUBUR SAMA DENGAN NIKMAT DI SURGA ?\rPERTANYAAN :\r> Kang Rholiez\rAssalamu alaikum wr.wb : Apakah kenikmatan Qubur sama dengan kenikmatan di syurga nanti ? Terus berkaitan dengan ayat ini :\r( وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ) الزخرف/71 ..\rYang ini sudah pasti di syurga, tapi apakah yang seperti ini juga berlaku di alam kubur ? begitu maksud saya sebenarnya, jika mau dipanjangin, karena memang pertanyaan itu muncul ketika saya membaca ayat ini..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rNikmat kubur berbeda dengan nikmat di syurga, karena kubur bagi orang mukmin hanya bagaikan salah satu taman dari tamannya syurga dan dari kubur tersebut terbukalah pintu menuju syurga, dari situ orang mukmin bisa mencium wanginya syurga, dia menjadi tenang karena melihat bidadari, istana, sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahnya syurga.\rImam at-Tirmidzi –rahimahullah- berkata di kitab Jami’ (Sunan at-Tirmidzi):","part":1,"page":13},{"id":14,"text":"حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنُ مَدُّوَيْهِ التِّرْمِذِيُّ، حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْحَكَمِ الْعُرَنِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْوَصَّافِيُّ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ :دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُصَلاَّهُ فَرَأَى نَاساً كَأَنَّهُمْ يَكْتَشِرُونَ قَالَ :أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ أَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى فَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى الْقَبْرِ يَوْمٌ إِلاَّ تَكَلَّمَ فِيهِ فَيَقُولُ: أَنَا بَيْتُ الْغُرْبَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ .فَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ مَرْحَباً وَأَهْلاً أَمَا إِنْ كُنْتَ لأَحَبَّ مَنْ يَمْشِى عَلَى ظَهْرِى إِلَىَّ فَإِذْ وُلِّيتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَىَّ فَسَتَرَى صَنِيعِي بِكَ .قَالَ: فَيَتَّسِعُ لَهُ مَدَّ بَصَرَهِ وَيُفْتَحُ لَهُ بَابٌ إِلَى الْجَنَّةِ. وَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْفَاجِرُ أَوِ الْكَافِرُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ لاَ مَرْحَباً وَلاَ أَهْلاً أَمَا إِنْ كُنْتَ لأَبْغَضَ مَنْ يَمْشِى عَلَى ظَهْرِى إِلَىَّ فَإِذْ وُلِّيتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَىَّ فَسَتَرَى صَنِيعِى بِكَ. قَالَ فَيَلْتَئِمُ عَلَيْهِ حَتَّى تَلْتَقِىَ عَلَيْهِ وَتَخْتَلِفَ أَضْلاَعُهُ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِأَصَابِعِهِ فَأَدْخَلَ بَعْضَهَا فِى جَوْفِ بَعْضٍ قَالَ :وَيُقَيِّضُ اللَّهُ لَهُ سَبْعِينَ تِنِّيناً لَوْ أَنَّ وَاحِداً مِنْهَا نَفَخَ فِي الأَرْضِ مَا أَنْبَتَتْ شَيْئاً مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا فَيَنْهَشْنَهُ وَيَخْدِشْنَهُ حَتَّى يُفْضَى بِهِ إِلَى الْحِسَابِ .قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى","part":1,"page":14},{"id":15,"text":"الله عليه وسلم :إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ\r( ويفتح له باب إلى الجنة ) أي ليأتيه من روحها ونسيمها ويشم من طيبها وتقر عينه بما يرى فيها من حورها وقصورها وأنهارها وأشجارها وأثمارها\rTelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Madduwaih at-Tirmidzi, telah menceritakan kepada kami al-Qasim bin al-Hakam al-‘Urani, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin al-Walid al-Washshafi, dari ‘Athiyyah, dari Abu Sa’id (al-Khudri), dia berkata:(Pada suatu hari) Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memasuki tempat shalatnya lalu melihat orang-orang (di sana) seakan-akan pada berseringai tawa. Beliau pun bersabda:Ingatlah, sesungguhnya seandainya kalian banyak-banyak mengingat pemutus kelezatan, niscaya kalian akan dibuat sibuk dari hal yang kulihat. Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian! Karena sesungguhnya tidak ada satu hari pun berlalu kecuali kubur itu berbicara:“Aku adalah rumah keterasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah tanah, aku adalah rumah cacing-cacing.”Apabila seorang mukmin dimakamkan, berkatalah kubur itu kepadanya:“Marhaban wa ahlan! Ingatlah, dulu kau adalah orang yang paling kusukai yang berjalan di atas punggungku. Sekarang aku diberi kuasa untuk menanganimu, dan kau telah kembali kepangkuanku maka akan kau lihat apa yang akan kuperbuat kepadamu.”Maka diluaskanlah baginya kubur sejauh pandang matanya dan dibukakan baginya pintu-pintu menuju surga.","part":1,"page":15},{"id":16,"text":"Adapun jika seorang hamba yang keji atau kafir dimakamkan, berkatalah kubur itu kepadanya:“La marhaban wa la ahlan! Ingatlah, dulu kau adalah orang yang paling kubenci yang berjalan di atas punggungku. Sekarang aku diberi kuasa untuk menanganimu, dan kau telah kembali kepangkuanku maka akan kau lihat apa yang akan kuperbuat kepadamu.”Maka disempitkanlah kubur baginya hingga menghimpitnya dan membuat tidak karuan tulang-tulang rusuknya.Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerikan hal itu seraya memasukkan jari-jarinya ke celah-celah di antara jari-jari lainnya, lalu bersabda, “Lalu Allah mendatangkan baginya tujuh puluh ular naga yang apabila satu ekor saja dari ular-ular naga itu meniupkan nafas di bumi, niscaya takkan ada sesuatu pun yang tumbuh di bumi selama bumi itu ada. Lalu ular-ular naga itu menggigit dan mencabiknya sampai hari penghisaban.”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,“Sesungguhnya kubur itu merupakan salah satu taman di antara taman-taman surga atau salah satu lubang di antara lubang-lubang neraka.” (HR. at-Tirmidzi)\rSedang yang berkaitan dengan ayat di atas itu belum kang rholies, ta'bir di atas ada sedikit penjelasan hadisnya dari kitab tuhfatul ahwadzi. Dalam hadis cuma disebutkan salah satu taman syurga dan pintu syurga dibukakan untuknya, oleh pensyarah hadis dijelaskan bahwa dari pintu tsb mukmin yg didalam kubur bisa mencium bau wanginya syurga dan dia menjadi tenang karena bisa MELIHAT bidadari, istana, sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahnya syurga. Jadi baru MELIHAT saja, belum merasakan sendiri.","part":1,"page":16},{"id":17,"text":"( ويفتح له باب إلى الجنة ) أي ليأتيه من روحها ونسيمها ويشم من طيبها وتقر عينه بما يرى فيها من حورها وقصورها وأنهارها وأشجارها وأثمارها\rMungkin Kesimpulannya memang sama-sama nikmat, tapi fasilitasnya saja yang berbeda, ibarat syurga itu istana, maka kenikmatan kubur hanya bagian kebun di halamannya, kita bisa melihat apapun yang ada dalam istana tanpa menyentuhnya. Semoga gambarannya demikian. Wallohu a'lam. (ALF)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934220943267381/\rwww.fb.com/notes/934730626549746\r3985. HUKUM MENGUBUR KEPALA HEWAN AGAR TERHINDAR DARI GANGGUAN JIN\rPERTANYAAN :\r> Membaca Menyimak\rAssalamualaikum. Bolehkah memotong kepala kambing untuk membuat jembatan ? Sudah sering terjadi jika kami tidak meletakkan kepala kambing dibawah jembatan ,maka Jembatan selalu Ambruk .Mohon sundulkan jika sudah ada dalam dokomen\rJAWABAN :\r> Rizalullah Santrialit\rWa'alaikum salam Wr Wb. Tidak boleh mengubur kepala kambing dengan kayakinan bahwa hal tersebut mampu mengrhindarkan gangguan jin. Boleh menyembelih hewan ditempat tertentu,dengan niat taqorrub kepada allah ,dan menyebut nama Allah saat penyembelihan, dengan tujuan mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan jin ditempat tersebut. Adapun dagingnya di shodaqohkan dan di konsumsi oleh muslimin.\rContoh Kasus Lain adalah Selamatan Jalan Raya. Bagaimanakah hukum selamatan untuk jalan raya karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas dimana warga setempat menyembelih hewan misalnya ayam untuk dimakan bersama? [Hanif Mojokerto].\rJawaban : Hukumnya ditafsil (diperinci) sebagai berikut:","part":1,"page":17},{"id":18,"text":"(1) Boleh, jika dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan terhindar dari hal-hal yang dilarang.\r(2) Haram, jika tidak dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengandung larangan agama.\r(3) Kufur, jika dimaksudkan untuk menyembah kepada selain Allah.\rSeperti dijelaskan oleh Syaikh Zainuddin al-Malibari: \"Barangsiapa yang menyembelih hewan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah untuk menolak bahaya Jin, maka tidak haram. Tapi juga tujuannya adalah untuk para Jin maka hukumnya haram (hewan sembelihannya dihukumi bangkai)\" (Fathul Mu'in).\rDan lebih lengkap penjelasan Syaikh Abu Bakar ad-Dimyathi \"Apabila mensedekahkan makanan tersebut dengan tujuan mendekatkan diri (taqorrub) pada Allah agar terhindar dari kejahatan jin maka tidak haram karena tidak ada taqorrub pada selain Allah. Apabila ditujukan pada jin maka haram hukumnya. Bahkan apabila bertujuan mengagungkan dan menyembah pada selain Allah maka kufur karena diqiyaskan pada nash dalam masalah penyembelihan (dzabhi)\". (I’anatu al-Thalibbin II / 349).\rإعانة الطالبين - (ج 2 / ص 397)\r(قوله: فائدة: من ذبح) أي شيئا من الابل، أو البقر، أو الغنم. وقوله: تقربا لله تعالى أي بقصد التقرب والعبادة لله تعالى وحده. وقوله: لدفع شر الجن عنه علة الذبح، أي الذبح تقربا لاجل أن الله سبحانه وتعالى يكفي الذابح شر الجن عنه. وقوله: لم يحرم أي ذبحه، وصارت ذبيحته مذكاة، لان ذبحه لله لا لغيره، (قوله: أو بقصدهم: حرم) أي أو ذبح بقصد الجن لا تقربا إلى الله، حرم ذبحه، وصارت ذبيحته ميتة. بل إن قصد التقرب والعبادة للجن كفر كما مر فيما يذبح عند لقاء السلطان أو زيارة نحو ولي.","part":1,"page":18},{"id":19,"text":"Dengan demikian, supaya terhindar dari hukum haram bahkan kufur, maka harus ditujukan untuk ibadah kepada Allah semata dan niat bersedekah, baik selamatan jalan raya, pembangunan rumah, sedekah bumi (Rukat), dan lain sebagainya. Wallohu A'lam. (Rz)\rhttp://hujjahnu.blogspot.com/.../selamatan-jalan-raya.html\rBeberapa Referensi Tambahan :\rبغية المسترشدين - ( ص 249 )\r(مسئلة ك) جعل الوسائط بين العبد وبين ربه فإن صار يدعوهم كما يدعو الله فى الأمور ويعتقد تأثيرهم فى شيء من دون الله تعالى فهوكفر. وإن كان التوسل بهم إليه تعالى في قضاء مهماته مع اعتقاد أن الله هو النافع الضار المؤثر فى الأمور دون غيره فالظاهر عدم كفره, وإن كان فعله قبيحا.اهـ\rبغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي - (ج 2 / ص 68)\r[فائدة]: حكم العرف والعادة حكم منكر ومعارضة لأحكام الله ورسوله، وهو من بقايا الجاهلية في كفرهم بما جاء به نبينا محمد عليه الصلاة والسلام بإبطاله، فمن استحله من المسلمين مع العلم بتحريمه حكم بكفره وارتداده، واستحق الخلود في النار نعوذ بالله من ذلك اهـ فتاوى بامخرمة. ومنها يجب أن تكون الأحكام كلها بوجه الشرع الشريف، وأما أحكام السياسة فما هي إلا ظنون وأوهام، فكم فيها من مأخوذ بغير جناية وذلك حرام، وأما أحكام العادة والعرف فقد مرّ كفر مستحله، ولو كان في موضع من يعرف الشرع لم يجز له أن يحكم أو يفتي بغير مقتضاه.\rسراج العارفين (ص57)\rاما وضع الطعام والازهارفي الطرق والمزارع اوالبيوت لروح الميت وغيره في الايام المعتادة كيوم العيدويوم العيدويوم الجمعة وغيرهمافكل ذالك من الامورالمحرمة ومن عادةالجاهلية ومن عمل اهل الشرك اهـ\rسراج الطالبين (ج1 / ص110)","part":1,"page":19},{"id":20,"text":"ومن الأول أيضا ما عم به الإبتلاء من تزيين الشيطان للعامة تخلية حائط أي بأن يخلقوه بالخلوق وهو نوع من الطب أو تخليط عمود وتعظيم نحو عين أو حجر أو شجرة لرجاء شفاء أو قضاء حاجة وقبائحهم في هذا ظاهرة غنية من الإيضاح والبيان. اهـ\rإتحاف السادة المتقين (ج2 / ص286)\rواتفقوا على أن ما كان من جنس دعوة الكواكب السابقة أو غيرها أو خطابها أو السجود لها والتقرب إليها بما يناسبها من اللباس والخواتم والنجوم ونحو ذلك فإنه كفر وهو أعظم أبواب الشر –إلى أن قال- ولا يجوز الإستعانة بالجن في قضاء حوائجه وامتثال أوامره وإخباره بشيء من المغيبات ونحو ذلك. اهـ\rفتح المعين مع إعانة الطالبين-(ج 2/ص : 349) دار الفكر\rفائدة من ذبح تقربا لله تعالى لدفع شر الجن عنه لم يحرم أو بقصدهم حرم (قوله فائدة من ذبح) أي شيئا من الإبل أو البقر أو الغنم (وقوله تقربا لله تعالى) أي بقصد التقرب والعبادة لله تعالى وحده وقوله لدفع شر الجن عنه علة الذبح أي الذبح تقربا لأجل أن الله سبحانه وتعالى يكفي الذابح شر الجن عنه وقوله لم يحرم أي ذبحه وصارت ذبيحته مذكاة لأن ذبحه لله لا لغيره (قوله أو بقصدهم حرم) أي أو ذبح بقصد الجن لا تقربا إلى الله حرم ذبحه وصارت ذبيحته ميتة بل إن قصد التقرب والعبادة للجن كفر كما مر فيما يذبح عند لقاء السلطان أو زيارة نحو ولي اهـ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/877390578950418/\rwww.fb.com/notes/934867309869411\r3995. KEBERADAAN NABI ADAM DI SYURGA PADA AWAL TERCIPTANYA\rPERTANYAAN :\r> Polem Useuman\rAssalamualaikum semua...Ana mau tanya, Di dalam syurga kan tidak tidur, Lalu mengapa Allah mengambil tulang rusuk Nabi Adam as saat beliau sedang tidur ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":20},{"id":21,"text":"Wa'alaikum salam. Syurga Nabi Adam as berbeda dengan syurga yang tidak ada tidurnya. Dhohirnya ayat menunjukkan bahwa ibu Hawa diciptakan sebelum masuk ke syurga.\r- Kitab Qoshoshul Anbiya' (1/13) :\rوَسِيَاق هَذِه الْآيَات يقتضى أَن خلق حَوَّاء كَانَ قبل دُخُول آدم [إِلَى] الْجنَّة لقَوْله: \" وَيَا آدم اسكن أَنْت وزوجك الْجنَّة \" وَهَذَا قد صرح بِهِ إِسْحَاق ابْن يَسَارٍ وَهُوَ ظَاهِرُ هَذِهِ الْآيَاتِ.\rMenurut pendapat lainnya bahwa syurga yang ditempati Nabi Adam as bukanlah syurga Khuld , Karena disana Nabi Adam di taklif tidak boleh makan dari pohon tersebut, Nabi adam tidur , Dikeluarkan dari sana dan iblis masuk kesana. Semua hal itu menunjukkan bahwa itu bukanlah jannatul ma'wa.\r- Kitab Qoshoshul Anbiya' (1/15)\rوَقَالَ آخَرُونَ: بَلِ الْجَنَّةُ الَّتِي أُسْكِنَهَا آدَمُ لَمْ تَكُنْ جَنَّةَ الْخلد، لانه كلف فِيهَا أَلا يَأْكُلَ مِنْ تِلْكَ الشَّجَرَةِ، وَلِأَنَّهُ نَامَ فِيهَا وَأَخْرَجَ مِنْهَا، وَدَخَلَ عَلَيْهِ إِبْلِيسُ فِيهَا، وَهَذَا مِمَّا يُنَافِي أَنْ تَكُونَ جَنَّةَ الْمَأْوَى.\rوَهَذَا الْقَوْلُ مَحْكِيٌّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ وَسُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ، وَاخْتَارَهُ ابْنُ قُتَيْبَةَ فِي الْمَعَارِفِ، والقاضى مُنْذر بن سعيد\r> Sunde Pati\rWa'alaikum salam. Dalam kitab Bada'i iz Zuhur juga dijelaskan bahwa Nabi Adam dan ibu Hawa dimasukkan surga itu setelah pernikahan mereka. Wallohu a'lam. (Rz)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/934847679871374/\rwww.fb.com/notes/935781663111309\r4018. KEHIDUPAN PARA NABI DI ALAM KUBUR\rPERTANYAAN :\r> Polem Useuman","part":1,"page":21},{"id":22,"text":"Assalamu'alaikum ada sebuah hadis, jika ummat memberi salam kepada Nabi Muhammad, lalu Allah mengembalikan ruh Nabi agar menjawab salam. Dalam hadis yang lain, para Nabi mereka hidup di dalam kuburnya. Pertanyaan : Kehidupan yang bagaimanakah ? apakah sama dengan hidup di bumi?\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rو عليكم السلام و رحمة الله و بركاته.\rKehidupan mereka para nabi di alam kubur sama seperti kehidupan mereka di dunia dengan jasad dan ruh mereka, mereka sholat , dan ibadah-ibadah yang lain di kubur kubur mereka dan mereka tidak makan dan tidak minum.\rإنباء الأذكياء في حياة الأنبياء للإمام الحافظ السيوطي ص 9.\rقال شيخ تاج الدين السبكي : حياة الأنبياء و الشهداء في القبر كحياتهم في الدنيا و يشهد له صلاة موسى في قبره فإن الصلاة تستدعى جسدا حيا و كذلك صفات الأنبياء المذكورة في الأنبياء ليلة الإسراء كلها صفة الأجسام و لا يلزم من كونها حياة حقيقية أن تكون الأبدان معها كما كانت في الدنيا من الإحتياج إلى الطعام و الشراب و أما الإدركات كالعلم السماع فلا شك أن ذلك ثابت لهم و لسائر الموتى.\rAkan tetapi walaupun mereka hidup dengan jasad dan ruh mereka, Ruh lah yang mendominasi kehidupan mereka maka dari itu mereka bisa berpindah pindah tempat dengan sangat cepat seperti kisah isro dan mi'roj, rasulullah melihat para nabi sholat di kuburan-kuburan mereka lalu mereka ada di masjid aqso lalu mereka ada juga di langit padahal kesemuanya itu dalam waktu saat itu juga (waktunya hanya sebentar).\rJadi jika seseorang telah meninggal, ruh lah yang mendominasi sebagaimana ketika di dunia jasad lah yang mendominasi. Wallahu a'lam. (DA)","part":1,"page":22},{"id":23,"text":"منهج السلف للإمام المحدث السيد أبوي محمد بن علوي المالكي الحسني ص 140.\rو لا إشكال في رؤية النبي صلى الله عليه و سلم الأنبياء يصلون في قبورهم ثم رؤيته لهم في المسجد الأقصى ثم رؤيته لهم في السموات في تلك اللحظة لأن الغلبة بعد الموت للأرواح و أفعال الأرواح لا تقاس بعقل فالأجساد بعد الموت تابعة للأرواح و هي لطيفة كما أن الأرواح في الدنيا تابعة للأجساد و هي كثيفة.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/936270579729084\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/935088789847263/\r4028. BENARKAH ORANG MUNAFIQ TERMASUK KAFIR ?\rPERTANYAAN :\rAssalaamu alaikum wr. wb. Orang munafiq termasuk kafir bukan ? [ Santriwati Dumay ].\rJAWABAN :\rWa'alaikumussalaam. Sebenarnya Nifaq (munafiq) itu ada dua yakni :\r1. Nifaq akbar, pelakunya termasuk dihukumi kafir\r2. Nifaq ashghar atau yang disebut nifaq amal, pelakunya tidak termasuk dihukumi kafir.\rJadi Orang munafiq memang bisa termasuk dihukumi kafir, bahkan lebih parah daripada kafir, sebagaimana penjelasan kitab kasyifatus saja syeh nawawi banten.\rKufur dibagi empat, yaitu :\r1- Kufur ingkar yaitu tidak mengetahui Allah sama sekali dan tidak mengakui-Nya\r2- Kufur juhud yaitu mengetahui Allah dengan hatinya tapi tidak mau mengakui dengan lisannya, misal kufurnya iblis dan orang yahudi.\r3- kufur 'inad yaitu mengetahui Allah dengan hatinya, mengakui Allah dengan lisannya tapi tidak beragama dengannya, misal kufurnya paman Nabi yaitu Abu Thalib.\r4- KUFUR NIFAQ yaitu mengakui adanya Allah dengan lisan tetapi tidak meyakini dalam hati.","part":1,"page":23},{"id":24,"text":"[فائدة]قال محمد الشربيني في كتابه التفسير الملقب بالسراج المنير: والكفر لغة ستر النعمة وأصله الكفر بالفتح وهو الستر وفي الشرع إنكار ما علم بالضرورة مجيء رسول به وينقسم إلى أربعة أقسام: كفر إنكار وكفر جحود وكفر عناد وكفر نفاق، فكفر الإنكار هو أن لا يعرف الله أصلاً ولا يعترف به، وكفر الجحود هو أن يعرف الله بقلبه ولا يقر بلسانه ككفر إبليس واليهود قال الله تعالى: فلما جاءهم ما عرفوا كفروا به} ((2) البقرة:89) وكفر العناد هو أن يعرف الله بقلبه ويعترف بلسانه ولا يدين به ككفر أبي طالب حيث يقول:ولقد علمت بأن دين محمد ** من خير أديان البرية دينالولا الملامة أو حذار مسبة ** لوجدتني سمحاً بذاك مبيناوأما كفر النفاق فهو أن يقر باللسان ولا يعتقد بالقلب اه\rDalam surat an nisa' ayat 145-146 Allah berfirman :\rإِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا\rSesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka . Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah serta dengan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah Maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.\r- kitab tafsir ibnu katsir (2/442) :\rثم أخبر تعالى : ( إن المنافقين في الدرك الأسفل من النار ) أي : يوم القيامة ، جزاء على كفرهم الغليظ .","part":1,"page":24},{"id":25,"text":"Firman Allah : \" sesungguhnya orang-oran munafiq itu ditempatkan pada tingkatan paling bawah dari neraka \"maksudnya kelak di hari kiamat, itu sebagai balasan atas KEKUFURAN mereka yang tebal.\r- kitab tafsir al qurtuby dalam tafsir surat an nisa' ayat 145 :\rفالمنافق في الدرك الأسفل وهي الهاوية ؛ لغلظ كفره وكثرة غوائله وتمكنه من أذى المؤمنين .\rMaka orang munafik berada dalam tingkatan neraka paling bawah yaitu neraka hawiyah sebab tebalnya KEKUFURANnya, banyak kejahatannya dan pengaruhnya dari menyakiti muslimin.\r- kitab tafsir al baghowy (2/303) :\r( إلا الذين تابوا ) من النفاق وآمنوا ( وأصلحوا ) عملهم ( واعتصموا بالله ) وثقوا بالله ( وأخلصوا دينهم لله ) أراد الإخلاص بالقلب ، لأن النفاق كفر القلب ، فزواله يكون بإخلاص القلب ،\rFirman Allah : (kecuali orang-orang yang bertaubat ) dari kemunafikannya dan beriman ( dan memperbaiki ) amalan mereka (dan berpegang teguh pada Allah ) dan bertaqwa kepada Allah ( serta tulus ikhlas menjalankan agama karena Allah ) maksudnya ikhlas dengan hati, karena kemunafikan adalah KUFUR qolby, maka hilangnya kemunafikan adalah dengan ikhlasnya hati .\r- kitab tafsir al kabir :\rالمسألة الرابعة : لما كان المنافق أشد عذابا من الكافر لأنه مثله في الكفر ، وضم إليه نوع آخر من الكفر ، وهو الاستهزاء بالإسلام وبأهله ، وبسبب أنهم لما كانوا يظهرون الإسلام يمكنهم الاطلاع على أسرار المسلمين ثم يخبرون الكفار بذلك فكانت تتضاعف المحنة من هؤلاء المنافقين ، فلهذه الأسباب جعل الله عذابهم أزيد من عذاب الكفار .","part":1,"page":25},{"id":26,"text":"Ketika kedaan orang munafiq lebih berat siksaannya daripada orang kafir karena orang munafiq serupa dengan orang KAFIR dalam KEKUFURANnya, dan juga digabungkan padanya jenis kekufuran yg lainnya yaitu penghinaan thd agama islam dan pemeluknya, dan sebab sesungguhnya mereka memperlihatkan keislaman memungkinkan mereka utk melihat rahasianya orang2 muslim kemudian mengkhabarkannya kepada orang2 kafir maka jadilah cobaan muslimin menjadi berlpat ganda dari orang2 munafiq,maka karena sebab-sebab inilah Allah menjadikan siksaan munafik lebih bertambah daripada siksaannya orang kafir.\rDalam kitab Kasyifatussajaa halaman 84:\r[فائدة] قال محمد الشربيني في كتابه التفسير الملقب بالسراج المنيروالكفر لغة ستر النعمة وأصله الكفر بالفتح وهو الستر وفي الشرع إنكار ما علم بالضرورة مجيء رسول به\rوينقسم إلى أربعة أقسام: كفر إنكار وكفر جحود وكفر عناد وكفر نفاق\rفكفر الإنكار هو أن لا يعرف الله أصلاً ولا يعترف به\rوكفر الجحود هو أن يعرف الله بقلبه ولا يقر بلسانه ككفر إبليس واليهود قال الله تعالى: فلما جاءهم ما عرفوا كفروا به\rوكفر العناد هو أن يعرف الله بقلبه ويعترف بلسانه ولا يدين به ككفر أبي طالب حيث يقول:ولقد علمت بأن دين محمد >< من خير أديان البرية دينالولا الملامة أو حذار مسبة >< لوجدتني سمحاً بذاك مبينا\rوأما كفر النفاق فهو أن يقر باللسان ولا يعتقد بالقلب اهـ\rAsysyarif Ali bin Muhammad al Jurjani dalam kitab Atta'rifat halaman 298 menjelaskan :\rالمنافق هو الذي يضمر الكفر اعتقادا ، ويظهر الإيمان قولا\rImam al hafizh Ibn Rajab al hanbali dalam kitab Jami'ul Ulum wal Hikam juz 50 halaman 2-3:\rوالذي فسره به أهلُ العلم المعتبرون أنَّ النفاقَ في اللغة هو من جنس الخداع والمكر وإظهار الخير ، وإبطان خلافه","part":1,"page":26},{"id":27,"text":"وهو في الشرع ينقسم إلى قسمين :أحدهما : النفاقُ الأكبرُ ، وهو أنْ يظهر الإنسانُ الإيمانَ بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر ، ويُبطن ما يُناقض ذلك كلَّه أو بعضه ، وهذا هو النِّفاق الذي كان على عهد النَّبيِّ - صلى الله عليه وسلم - ، ونزل القرآن بذمِّ أهله وتكفيرهم ، وأخبر أنَّ أهله في الدَّرْكِ الأسفل من النار\rوالثاني : النفاق الأصغر ، وهو نفاق العمل ، وهو أنْ يُظهر الإنسانُ علانيةًصالحةً ، ويُبطن ما يُخالف ذلك .\rImam Nawawi dalam Syarh Muslim juz 1 halaman 150 :\rوَفِي رِوَايَة : ( آيَة الْمُنَافِق ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اُؤْتُمِنَ خَانَ )\rهَذَا الْحَدِيث مِمَّا عَدَّهُ جَمَاعَة مِنْ الْعُلَمَاء مُشْكِلًا مِنْ حَيْثُ إِنَّ هَذِهِ الْخِصَال تُوجَد فِي الْمُسْلِم الْمُصَدِّق الَّذِي لَيْسَ فِيهِ شَكٌّ .\rوَقَدْ أَجْمَع الْعُلَمَاء عَلَى أَنَّ مَنْ كَانَ مُصَدِّقًا بِقَلْبِهِ وَلِسَانه وَفَعَلَ هَذِهِ الْخِصَال لَا يُحْكَمُ عَلَيْهِ بِكُفْرٍ ، وَلَا هُوَ مُنَافِق يُخَلَّد فِي النَّار ؛ فَإِنَّ إِخْوَة يُوسُف صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعُوا هَذِهِ الْخِصَال . وَكَذَا وُجِدَ لِبَعْضِ السَّلَف وَالْعُلَمَاء بَعْض هَذَا أَوْ كُلّه .\rوَهَذَا الْحَدِيث لَيْسَ فِيهِ بِحَمْدِ اللَّه تَعَالَى إِشْكَال ، وَلَكِنْ اِخْتَلَفَ الْعُلَمَاء فِي مَعْنَاهُ .","part":1,"page":27},{"id":28,"text":"فَاَلَّذِي قَالَهُ الْمُحَقِّقُونَ وَالْأَكْثَرُونَ وَهُوَ الصَّحِيح الْمُخْتَار : أَنَّ مَعْنَاهُ أَنَّ هَذِهِ الْخِصَال خِصَال نِفَاق ، وَصَاحِبهَا شَبِيه بِالْمُنَافِقِ فِي هَذِهِ الْخِصَال ، وَمُتَخَلِّق بِأَخْلَاقِهِمْ . فَإِنَّ النِّفَاق هُوَ إِظْهَار مَا يُبْطِن خِلَافه ، وَهَذَا الْمَعْنَى مَوْجُود فِي صَاحِب هَذِهِ الْخِصَال ، وَيَكُون نِفَاقه فِي حَقّ مَنْ حَدَّثَهُ ، وَوَعَدَهُ ، وَائْتَمَنَهُ ، وَخَاصَمَهُ ، وَعَاهَدَهُ مِنْ النَّاس ،\rلَا أَنَّهُ مُنَافِق فِي الْإِسْلَام فَيُظْهِرُهُ وَهُوَ يُبْطِنُ الْكُفْر . وَلَمْ يُرِدْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا أَنَّهُ مُنَافِق نِفَاق الْكُفَّار الْمُخَلَّدِينَ فِي الدَّرْك الْأَسْفَل مِنْ النَّار .\rوَقَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا )مَعْنَاهُ شَدِيد الشَّبَه بِالْمُنَافِقِينَ بِسَبَبِ هَذِهِ الْخِصَال .\rقَالَ بَعْض الْعُلَمَاء : وَهَذَا فِيمَنْ كَانَتْ هَذِهِ الْخِصَال غَالِبَة عَلَيْهِ . فَأَمَّا مَنْ يَنْدُر فَلَيْسَ دَاخِلًا فِيهِ . فَهَذَا هُوَ الْمُخْتَار فِي مَعْنَى الْحَدِيث .\rوَقَدْ نَقَلَ الْإِمَام أَبُو عِيسَى التِّرْمِذِيُّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ مَعْنَاهُ عَنْ الْعُلَمَاء مُطْلَقًا فَقَالَ : إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا عِنْد أَهْل الْعِلْم نِفَاقُ الْعَمَل .\rKesimpulan : Nifaq (munafiq) ada dua yakni :\r1. Nifaq akbar, pelakunya termasuk kafir\r2. Nifaq ashghar atau yang disebut nifaq amal, pelakunya tidak termasuk kafir.\rWallaahu A'lam. (ALF)\rMUJAWWIB : Abdullah Afif, Mas Hamzah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/936324376390371/\rwww.fb.com/notes/936841496338659\r4033. NASIB ORANG PEDALAMAN YANG TIDAK TERSENTUH DAKWAH ISLAM SAMA SEKALI\rPERTANYAAN :","part":1,"page":28},{"id":29,"text":"> Mashuri Blajar Wras\rBismillah... Assalamu'alaikum mohan obornya bagaimana bila orang di pedalaman yang belum tersentuh oleh penyeru-NYA padahal yang terkena hukum adalah yang telah sampai namun menolak ? duduk plonga-plongo menunggu jawaban...\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rMenurut aqidah ahlus sunnah wal jama'ah, orang pedalaman yang belum tersentuh oleh dakwah penyeru-NYA tidak terkena taklif, sehingga tidak berkewajiban apa-apa. Jadi orang pedalaman seperti itu yang tidak mendapatkan dakwah islam sama sekali maka kelak mereka akan selamat dan termasuk ahli syurga. Wallohu A'lam. (ALF)\r- kitab nihayatuz zain (1/9)\rوَمن نَشأ بشاهق جبل وَلم تبلغه دَعْوَة الْإِسْلَام غير مُكَلّف بِشَيْء وَكَذَا من خلق أعمى أَصمّ فَإِنَّهُ غير مُكَلّف بِشَيْء إِذْ لَا طَرِيق لَهُ إِلَى الْعلم بذلك وَلَو كَانَ ناطقا لِأَن النُّطْق بِمُجَرَّدِهِ لَا يكون طَرِيقا لمعْرِفَة الْأَحْكَام الشَّرْعِيَّة\r- kitab tafsir munir (15/48-49)","part":1,"page":29},{"id":30,"text":"تدل آية وَما كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا على أن أهل الفترة (فترة انقطاع الرسل) الذين لم تصلهم رسالة، وماتوا ولم تبلغهم الدعوة وهم أهل الجاهلية وأمثالهم في الجزر النائية الذين لم يسمعوا بالإسلام في زماننا هم ناجون، من أهل الجنة. ومثلهم أولاد المشركين والكفار الذين ماتوا وهم صغار قبل التكليف، وآباؤهم كفار، وكذا المجنون والأصم والشيخ الخرفأما الناس بعد البعثة- بعثة الرسول صلّى الله عليه وآله وسلّم- فهم كما أبان الغزالي رحمه الله أصناف ثلاثةالأول- من لم تبلغهم دعوته، ولم يسمعوا به أصلا، فهؤلاء في الجنةالثاني- من بلغتهم دعوته ومعجزاته ولم يؤمنوا به كالكفار في زماننا، فهؤلاء في النارالثالث- من بلغتهم دعوته صلّى الله عليه وآله وسلّم بأخبار مكذوبة أو بنحو مشوه، فهؤلاء يرجى لهم الجنة\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/937392426283566/\rwww.fb.com/notes/937717456251063\r4065. SEBENARNYA SIAPA YANG AKAN DISEMBELIH NABI IBRAHIM ALAIHI SALAM ?\rPERTANYAAN :\r> Uais Purnama\rAssalamualaikum,para ustad/zah, mohon penjelasannya dan bimbingannya, siapakah yang akan disembelih nabi ibrohim as. Putranya ismail as atau ishaq as.?Terimakasih..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaykumussalaam ... yang akan disembelih adalah Nabi Ismail, bukan Nabi ishaq alaihimas salaam, itu adalah pendapat yang shohih. yang mengatakan bahwa yang akan disembelih adalah Nabi ishaq, dia mengambil kisah tsb dari nukilan kisah bani israel yang telah mengganti dan merubah kitab taurat dan injil. Dan mereka mengganti dengan tangan mereka tentang kisah ini dari kisah sebenarnya yang telah diturunkan dalam kitabnya. Wallahu a'lam (DA)\r- kitab al bidayah wan nihayah (1/442) :\rذكر إسماعيل عليه السلام","part":1,"page":30},{"id":31,"text":"وقد كان للخليل بنون كما ذكرنا ، ولكن أشهرهم الأخوان النبيان العظيمان الرسولان أسنهما وأجلهما الذي هو الذبيح على الصحيح إسماعيل بكرإبراهيم الخليل من هاجر القبطية المصرية عليها السلام من العظيم الجليل ، ومن قال : إن الذبيح هو إسحاق فإنما تلقاه من نقلة بني إسرائيل الذين بدلوا وحرفوا وأولوا التوراة والإنجيل وخالفوا بأيديهم في هذا من التنزيل فإن إبراهيم أمر بذبح ولده البكر ، وفي رواية الوحيد . وأيا ما كان فهوإسماعيل بنص الدليل ففي نص كتابهم إن إسماعيل ولد ولإبراهيم من العمر ست وثمانون سنة ، وإنما ولد إسحاق بعد مضي مائة سنة من عمر الخليل، فإسماعيل هو البكر لا محالة ، وهو الوحيد صورة ومعنى على كل حالة أما في الصورة فلأنه كان وحده ولده أزيد من ثلاث عشرة سنة ، وأما أنه وحيد في المعنى فإنه هو الذي هاجر به أبوه ومعه أمه هاجر وكان صغيرا رضيعا فيما قيل فوضعهما في وهاد جبال فاران ، وهي الجبال التي حول مكة، نعم المقيل ، وتركهما هنالك ليس معهما من الزاد والماء إلا القليل ، وذلك ثقة بالله وتوكلا عليه ، فحاطهما الله تعالى بعنايته وكفايته فنعم الحسيب والكافي والوكيل والكفيل . . فهذا هو الولد الوحيد في الصورة ، والمعنى ، ولكن أين من يتفطن لهذا السر ؟ وأين من يحل بهذا المحل ؟ والمعنى لا يدركه ، ويحيط بعلمه إلا كل نبيه نبيل .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/931458920210250/\rwww.fb.com/notes/939823626040446\r4066. SIAPA SAJA YANG MENDAPAT PERTANYAAN KUBUR ?\rPERTANYAAN :\r> Coco Soed\rAssalamualaikum, pertanyaan :\r1. Apakah pertanyaan malaikat munkar dan nakir ditujukan kepada umat Rosululloh SAW saja atau juga di tujukan kepada umat umat sebelumnya ?\r2. Apakah anak-anak juga mendapatkan pertanyaan di dalam kubur? mohon pencerahannya\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam.","part":1,"page":31},{"id":32,"text":"1. Menurut Hakim at tirmidzi dalam nawadirul ushul bahwa yang mendapat pertanyaan kubur hanyalah umat ini secara khusus, karena umat-umat terdahulu sudah ada utusan yang membawa risalah kepada mereka dan ketika mereka menolak maka siksaan dipercepat atas mereka.\r- Kitab Tadzkirotul Qurtuby (1/414) :\rقال أبو عبد الله الترمذي في نوادر الأصول: وإنما سؤال الميت في هذه الأمة خاصة.\rلأن الأمم قبلنا كانت الرسل تأتيهم بالرسالة فإذا أبوا كفت الرسل، واعتزلوا وعوجلوا بالعذاب، فلما بعث الله محمداً صلى الله عليه وسلم بالرحمة وأماناً للخلق فقال: {وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين} أمسك عنهم العذاب وأعطى السيف حتى يدخل في دين الإسلام\r2. Anak kecil yang belum tamyiz menurut imam qurtuby dalam kitab tadzkiroh berpendapat bahwa dia ditanyai dalam kubur, ini adalah pendapat yang dinukil dari madzhab hanafy, sedangkan ulama' syafi'iyah bukan hanya satu berpendapat bahwa anak kecil yang belum tamyiz tidak ditanyai dalam kubur oleh sebab itulah tidak disunnahkan untuk mentalqin mereka. Walllohu A'lam [ Rz ]\r- Kitab Fathul Baary :\rواختلف في الطفل غير المميز ، فجزم القرطبي في التذكرة بأنه يسأل ، وهو منقول عن الحنفية ، وجزم غير واحد من الشافعية بأنه لا يسأل ، ومن ثم ، قالوا : لا يستحب أن يلقن .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/939777289378413/\rwww.fb.com/notes/939907092698766\r4070. MENGAPA KITA BERSHOLAWAT MENDO'AKAN NABI MUHAMMAD SAW ?\rPERTANYAAN :\rAssalamu alaikum wr wb. Mohon pencerahanya, Apakah bersholawat itu mendo'akan nabi Muhamad ? Kenapa harus dido'ain kan beliau kan sudah sempurna ? Terima kasih yai.. [Siti Khotijah].\rJAWABAN :","part":1,"page":32},{"id":33,"text":"Wa' alaykumussalam warohmatullohi wabarokatuh, memang benar bahwa Rasululoh sudah sempurna, tapi fadhilah Allah tidaklah terbatas. Kita membaca sholawat kepada Rasululloh agar beliau derajatnya bertambah dan Rasululloh terus menerus selamanya naik di kehadirot kedekatan dan fadhilah yang sempurna.\r- kitab durrul mandhud ibnu hajar (1/48) :\rوالحاصل: أن في الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم فائدة له بطلب زيادة ما مرّ له بزيادة درجاته فيه؛ إذ لا غاية لفضل الله تعالى وإنعامه، وهو صلى الله عليه وسلم لا يزال دائم الترقّي في حضرات القرب، وسوابغ الفضل، فلا بدع أن تحصل له بصلاة أمته زيادات في ذلك لا غاية لها ولا انتهاء\rPendapat yang lain : sholawat dari seorang hamba adalah doa, doanya hamba ada kalanya agar kebutuhannya terpenuhi oleh Allah atau seorang hamba memuji kepada kekasih-Nya, menambah kemuliyaanya dan mempopulerkan sebutan dan pangkatnya. Tidak diragukan bahwa Allah menyukai itu begtu juga Rasulnya, jadi orang yang bersholawat telah menggunakan permintaan dan kecintaannya untuk mencari kecintaan Allah dan Rasulnya dan dia mengalahkan pencarian kebutuhannya sendiri.\r- kitab durrul mandhud (1/49)\rالصلاة عليه صلى الله عليه وسلم من العبد دعاء، ودعاء العبد إما بقضاء الله تعالى لحوائجه، أو بأن يثني على حبيبه، ويزيد في تشريفه وإشهار ذكره ورفعته، ولا شك أن الله تعالى يحب ذلك، وكذا رسوله، فالمصلّي عليه قد صرف سؤاله ورغبته إلى طلب محابّ الله تعالى ورسوله، وآثر ذلك على طلب حوائجه، فقد آثر الله ومحابّه على ما سواه، والجزاء من جنس العمل.","part":1,"page":33},{"id":34,"text":"Ibnu sirrin ditanyai tentang masalah doa dan istigfar untuk mayyit yang masih kecil padahal anak kecil tidak punya dosa, beliau menjawab bahwa Rasululoh shollallohu alaihi wasallam telah diampuni dosa-dosa yang terdahulu dan dosa yang akan datang dan Allah memerintahlan kita membaca sholawat kepada beliau, ini seolah-olah memberikan isyarat bahwa doa dan isrighfar tidaklah melazimkan adanya dosa bahkan terkadang adanya doa dan istighfar adalah utk menambah derajat kedekatan,sebagaimana isyarat istighfarnya Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dalam sehari semalam sebanyak 100 kali.\rسئل ابن سيرين عن الدعاء بالمغفرة للميت الصغير- مع أنه لا ذنب له- فأجاب بأنه صلى الله عليه وسلم غفر له ما تقدّم من ذنبه وما تأخّر، وأمرنا بالصلاة عليه، وكأنه يشير إلى أن الدعاء بالمغفرة لا يستلزم وجود ذنب، بل قد يكون لزيادة درجات القرب ، كما يشير إليه استغفاره صلى الله عليه وسلم في اليوم والليلة مئة مرّة\rJadi rasulullah tidak butuh pada solawat kita akan tetapi kita yg membutuhkannya , karena sesungguhnya solawat kita pada rasulullah untuk menampakan akan keagungan beliau sebagaimana allah tidak membutuhkan pada ibadah kita akan tetapi itu agar kita mengetahui dan menampakan akan keagungan allah .\rفضل الصلاة على النبي صلى الله عليه و سلم للإمام القاضي الأزدري المالكي ص 9. من مقدمته.\rو السؤال المتبادر بعد ذلك هو :\rإذا كان الله تعالى هو المصلي عليه و ملائكته فما حاجته صلى الله عليه و سلم لصلاتنا ؟.","part":1,"page":34},{"id":35,"text":"أجاب عن ذلك الإمام الفخر الرازي في تفسيره : نقول الصلاة عليه صلى الله عليه و سلم ليس لحاجته إليها و إلا فلا حاجة إلى صلاة الملائكة مع صلاة الله عليه و إنما هو لإظهار تعظيمه كما أن الله تعالى أوجب علينا ذكر نفسه و لا حاجة له إليه و إنما هو لإظهار تعظيمه منا شفقة علينا ليثيبنا عليه.\rوالصلاة وهي من الله رحمة ومن الملائكة إستغفار ومن الآدميين تضرع و دعاء.الشرقاوي 1 / 19\rكاشفة السجا :\r(وصلى الله) أي زاده الله عطفاً وتعظيماً (وسلم) أي زاده الله تحية عظمى بلغت الدرجة القصوى.[مسألة] قال إسماعيل الحامدي: فإن قيل إن الرحمة للنبي حاصلة فطلبها تحصيل الحاصل. فالجواب: أن المقصود بصلاتنا عليه طلب رحمة لم تكن فإنه ما من وقت إلا وهناك رحمة لم تحصل له، فلا يزال يترقى في الكمالات إلى ما لا نهاية له فهو ينتفع بصلاتنا عليه على الصحيح، لكن لا ينبغي أن يقصد المصلي ذلك بل يقصد التوسل إلى ربه في نيل مقصوده\r- Kitab Tuhfah Muhtaj :\r. وَالصَّلَاةُ مِنْ اللَّهِ رَحْمَةٌ مَقْرُونَةٌ بِتَعْظِيمٍ ، وَمِنْ الْمَلَائِكَةِ اسْتِغْفَارٌ وَمِنْ الْآدَمِيِّينَ أَيْ وَمِنْ الْجِنِّ تَضَرُّعٌ وَدُعَاءٌ قَالَهُ الْأَزْهَرِيُّ وَغَيْرُهُ\rImam ashari menyatakan, adapun maksud, Alloh swt bersholat kpda nabi, bermakna rahmat dan ta'dhim, adapun showatnya malaikat ialah memohonkan pengampunan sedangkan sholawat manusia dan jin bermakna doa.\rhttp://www.islamicbook.ws/asol%5Cshafi/mgni-almhtaj-001.html\r- Kitab Kasifatussaja :\r.. وبقوله صلىالله عليه وسلّم: \" من صلى علي في كتاب لم تزلالم?ئكة تصلي عليه ما دام اسمي في ذلكالكتاب\" قال عبدالمعطي السم?وي في معنى هذاالحديث أي من كتب الص?ة وصلى أو قرأالص?ة المرسومة في تأليف حافل أو رسالة لمتزل الم?ئكة تدعو بالبركة أو تستغفر له","part":1,"page":35},{"id":36,"text":"Siapa yang menulis sholwat pada sebuah buku,maka malaikat akan senantiasa memohonkan ampun selama tulisan sholawat itu masih dalam buku tersebut. Wallohu A'lam. (ALF)\rhttp://www.fatihsyuhud.org/2013/06/rohmah-barang\rMUJAWWIB : Mas Hamzah, Ghufron Bkl, Wong Cilik, Muhib Salaf Soleh\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/938143879541754/\rwww.fb.com/notes/940426035980205\r4071. SIAPAKAH MALAIKAT KARUBIYUN DAN RUHANIYUN ?\rPERTANYAAN :\rAssalamu alaikum. Mau nanya siapakah malaikat karubiyun Dan siapakah malaikat ruhaniyun.terima kasih. [نورفوق نور]\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum Salam. Malaikat karubiyun adalah pemimpin para malaikat, yaitu malaikat muqorrobin. Ada riwayat bahwa tempat tinggalnya angin adalah dibawah sayapnya malaikat karubiyun. Malaikat ruhaniyyun adalah malaikat yang berada di hadirotul quds di langit ke tujuh, ketika malam lailatul qodr malaikat ini meminta izin kepada Allah untuk turun kebumi kemudian mereka diizinkan. Maka tidaklah mereka melewati masjid yang digunakan sholat dan tidaklah bertemu dengan seseorang dijalan kecuali mereka akan mendoakannya, maka dia akan mendapatkan barokah dari lailatul qodr.\r- Kitab Al-Habaik Imam Suyuthi :\rالصفحة : 41-42\rأخرج ابن عساكر عن جابر قال: قال رسول الله صلى الله عليهوسلم: )إن لله ملائكة وهم الكروبيون من شحمة أذن أحدهم إلى ترقوته مسيرة خمسمائة عام للطائر السريع في انحطاط(. وأخرج أبو الشيخ عن عثمان الأعرج قال: إن مساكن الرياح تحت أجنحة الكروبيين حملة العرش.","part":1,"page":36},{"id":37,"text":"أخرج البيهقي في شعب الإيمان عن على بن أبي طالب قال: إن في السماء السابعة حظيرة يقال لها حظيرة القدس، فيها ملائكة يقال لهم الروحانيون، فإذا كان ليلة القدر استأذنوا ربهم في النزول إلى الدنيا فيأذن لهم فلا يمرون على مسجد يصلي فيه ولا يستقبلون أحدا في طريق إلا دعوا له فأصابه منهم بركة.\r- Kitab Al-Nihayah fi Ghoribil Atsar\rوفي حديث أبي العالية : \" الكروبيون سادة الملائكة \" هم المقربون\r- Tafsir Ibnu Katsir\rيخبر تعالى عن الملائكة المقربين من حملة العرش الأربعة ، ومن حوله من الكروبيين ، بأنهم يسبحون بحمد ربهم ، أي : يقرنون بين التسبيح الدال على نفي النقائص ، والتحميد المقتضي لإثبات صفات المدح\r- Tafsir Al-Baghowy\rقوله عز وجل : ( الذين يحملون العرش ومن حوله ) حملة العرش والطائفون به وهم الكروبيون ، وهم سادة الملائكة .\r> Mbah Godek\rالذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم ويؤمنون به ويستغفرون للذين آمنوا ربنا وسعت كل شيء رحمة وعلما فاغفر للذين تابوا واتبعوا سبيلك وقهم عذاب الجحيم\rومن حوله من الكروبيين ، بأنهم يسبحون بحمد ربهم ، أي : يقرنون بين التسبيح الدال على نفي النقائص ، والتحميد المقتضي ?ثبات صفات المدح ، ( ويؤمنون به ) أي :\rخاشعون له أذ?ء بين يديه ، وأنهم ( يستغفرون للذين آمنوا ) أي : من أهل ا?رض ممن آمن بالغيب ، فقيض الله سبحانه م?ئكته المقربين أن يدعوا للمؤمنين بظهر الغيب ،\rولما كان هذا من سجايا الم?ئكة عليهم الص?ة والس?م ، كانوا يؤمنون على دعاء المؤمن ?خيه بظهر الغيب ، كما ثبت في صحيح مسلم : \" إذا دعا المسلم ?خيه بظهر الغيب قال الملك : آمين ولك بمثله \"\r> Santrialit","part":1,"page":37},{"id":38,"text":"Wa'alaikum Salam. Terdapat beberapa tafsir dan pendapat ulama tentang siapa mereka. Keterangan berikut di kutip dari kitab \"Daqo`iqul Akhbaar fi Dzikril Jannati wa Al-naar\" ,karya Al-imam Abdur rohiim bin Ahmad al-qodhi, Halaman 5\rKarubiyyun [Fashlun] Malaikat Mikail as,Allah ciptakan setelah Malaikat isrofil as dengan jarak lima ratus tahun.Wujud malaikat Mikail,dari kepala sampai kedua kakinya di penuhi bulu dari ja'faron,Dan sayapnya dari Zabarjad hijau.Pada setiap helai bulu dan rambutnya mempunyai satu juta wajah,dan pada setiap wajah mempunyai satu juta mata,dan setiap matanya menangis dan menitikan air mata karena rasa rohmat (memohonkan ampunan) bagi mu'minin yang melakukan dosa.Pada setiap wajahnya terdapat satu juta mulut,Dan pada setiap mulut terdapat satu juta lisan ,Dan setiap lisan mampu berbicara dengan satu juta bahasa,Setiap lisannya membaca istighfar/memohonkan ampunan bagi mu'minin yang melakukan dosa.Pada setiap matanya menangis dan menitikkan 70.000 tetesan.Pada setiap tetes air matanya ,ALLAH menciptakan satu malaikat dengan wujud yang sama dengan malaikat Mikail as,dan malaikat yang tercipta itu membaca tasbih sampai datangnya hari kiamat.Dan malaikat yang tercipta dari air mata malaikat mikail as tersebut bernama Karubiyyun.Mereka menjadi teman/pembantu malaikat Mikail as dalam menjalankan tugasnya.","part":1,"page":38},{"id":39,"text":"Ruhaniyyun [Fashlun] Malaikat Jibril as,Allah ciptakan setelah malaikat Mikail as dengan rentang waktu lima ratus tahun,Malaikat Jibril memiliki 1600 sayap,dari mulai kepala sampai kedua kakinya ditumbuhi bulu/rambut dari za'faron. Sedangkan matahari berada diantara kedua matanya. Pada setiap helai bulu/rambutnya seumpama bulan dan bintang.Setiap harinya malaikat Jibril masuk kedalam LAUT CAHAYA sebanyak 370 kali. Ketika ia keluar dari LAUT CAHAYA , maka dari setiap sayapnya menetes satu juta tetesan,Dan dari setiap tetesnya kemudian diciptakan satu malaikat lagi dengan wujud yang sama dengan malaikat JIbril, mereka membaca tasbih sampai datangnya hari kiamat.mereka adalah malaikat Ruhaniyyun. Wallahu a'lam [Rz]\rدقائق الاخبار في ذكر الجنة والنار ، ص : 5 للامام عبد الرحيم بن احمد القاضي\r[فصل]\rواما ميكائيل عليه السلام فخلقه الله تعالي بعد اسرافيل عليه السلام بخمسمائة عام، ومن راسه الي قدميه شعور من زعفران واجنحته من زبرجد احضر وعلي كل شعرة الف الف وجه وفي كل وجه الف الف عين ويبكي بكل عين رحمة للمذنبين من المؤمنين ، وفي كل وجه الف الف فم ، وفي كل فم الف الف لسان، كل لسن ينطق بألف الف لغة وكل لسان يستغفرون الله تعالي للمؤمنين والمذنبين ويقطر من كل عين سعون الف قطرة فيخلق الله تعالي من كل قطرطء ملكا واحدا علي صورة ميكائيل ،يسبحون الله تعالي الي يوم القيامة. واسمآءهم كروبيون وهم اعوان لميكائيل عليه السلام موكلون علي المطر والنبات والارزاق والثمار ، فما من شيء في البحار والاثمار علي الشجرة والنباتات علي الارض الا وعليه ملك موكل به\r[فصل]","part":1,"page":39},{"id":40,"text":"واما جبرائيل عليه السلام فخلقه الله تعالي بعد ميكائيل عليه السللم بخمسمائة عام ، وله الف وستمائة جناح. ومن راسه الي قدميه شعور من زعفران والشمس بين عينيه وعلي كل شعرة مثل القمر والكواكب، وكل يوم يدخل في بحر النور ثلاثمائة وسبعين مرة . فإذا خرج سقط من كل جناح الف الف قطرة فيخلق الله تعالي من كل قطرة ملكا واحدا علي صورة جبرائيل عليه السلام يسبحون الله تعالي الي يوم القيامة وهم الروحانيون\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/940353552654120/\rwww.fb.com/notes/940649172624558\r4072. HUKUM MENGAJARI MUALAF DAN NON MUSLIM\rPERTANYAAN :\r> Fitri Ningsih\rAssalamu`alaikum. Salam ta'dzim untuk semua. Bagaimana cara mengajarkan ngaji untuk orang sepuh mualaf, dimulai dari apa ? Terus bolehkah kita mengajarkan ngaji untuk orang non islam atau bule ? Nuwun\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Untuk orang muallaf ajari cara bersuci dahulu kemudian ajari caranya sholat. Untuk orang non muslim, jika diharapkan masuk islam maka boleh mengajarinya dengan al qur'an, jika tidak diharapkan masuk islamnya maka tidak boleh mengajarinya. Wallohu a'lam [Rz]\r- Kitab Majmu' (2/78) :\rقال أصحابنا : لا يمنع الكافر سماع القرآن ، ويمنع مس المصحف ، وهل يجوز تعليمه القرآن؟ ينظر إن لم يرج إسلامه لم يجز ، وإن رجي جاز في أصح الوجهين ، وبه قطع القاضي حسين ، ورجحه البغوي وغيره ، والثاني : لا يجوز ، كما لا يجوز بيعه المصحف وإن رجي إسلامه . قال البغوي : وحيث رآه معاندا لا يجوز تعليمه بحال ، وهل يمنع التعليم؟ فيه وجهان حكاهما المتولي والروياني . هما أصحهما يمنع\r- Kitab Hasiyah Qolyuby (1/95) :","part":1,"page":40},{"id":41,"text":"ويجوز تعليمه لكافر غير معاند ورجي إسلامه سواء الذكر أو الأنثى ، وهذا مراد من عبر بقراءته ؛ لأنها بمعنى إقرائه ؛ إذ قراءته لا يمنع منها مطلقا ، وعبروا في الكافر بعدم المنع من المكث والقراءة ، ولم يعبروا بالجواز لبقاء الحرمة عليه ؛ لأنه مكلف بفروع الشريعة ، ويمنع من مس المصحف وحمله لأن حرمته أبلغ بدليل جواز قراءة المحدث دون نحو مسه\r- Kitab Nihayatul Muhyaj (1/221) :\rومحل منع قراءة الجنب إذا كان مسلما ، أما الكافر فلا يمنع منها لعدم اعتقاده حرمتها ، ولا يجوز تعليمه للكافر المعاند ، ويمنع تعلمه في الأصح ، وغير المعاند إن لم يرج إسلامه لم يجز تعليمه وإلا جاز\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/940302355992573/\rwww.fb.com/notes/940657002623775\r4075. ADAKAH NABI DARI KALANGAN PEREMPUAN ?\rPERTANYAAN :\r> Ahmad Shoumantri\rAssalamu'alaikum. Pertanyaan titipan, Adakah nabi dari kalangan perempuan ? Jika tidak ada mengapa ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Tidak ada nabi dari kalangan perempuan karena syaratnya harus laki-laki sebagaimana firman Allah dalam surat yusuf ayat 109 :\rوَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ\r\" Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu \".\rAyat tersebut menetapkan bahwa risalah bagi laki-laki yang mendapatkan wahyu dan menafikan hal itu dari selain mereka maka tiada nabi dari kalangan perempuan.\r- Kitab Lawami'ul Anwar al Bahiyyah (2/266)","part":1,"page":41},{"id":42,"text":"وشرط من أكرمه الله بالنبوة أيضا \" ذكورة \" أي : أن يتصف بالذكورية لقوله تعالى ( وما أرسلنا من قبلك إلا رجالا نوحي إليهم ) فأثبت الرسالة للرجال الموحى إليهم وأشعر بنفي ذلك عن غيرهم ، فلا تكون أنثى نبية خلافا لأهل التوراة الزاعمين بنبوة مريم بنت عمران أخت موسى وهارون عليهما السلام ، وقد خالف في اشتراط الذكورة أبو الحسن الأشعري ثم القرطبي ، وتبعهما على ذلك أناس من العلماء ، والحق اعتبار الذكورية لأن الرسالة تقتضي الاشتهار بالدعوة ، والأنوثة تقتضي التستر وتنافي الاشتهار لما بين الاشتهار والاستتار من التمانع ، وقد حكى العلامة ابن الملقن في شرحه على عمدة الأحكام خلافا في نبوة مريم وآسية وسارة وهاجر وأم موسى عليه السلام ، واسمها يخابذ بنت لاوى بن يعقوب كما قال شيخ السنة البغوي ، والحافظ ابن الجوزي في تبصرته .\r> Santrialit\rWa'alaikum salam, Nambahi ibaroh\r- Hasyiyah Bujairomi 'alal Khothib (1/128-129) :\r( والنبي إنسان ) حر ذكر من بني آدم سليم عن منفر طبعا ، وعن دناءة أب وخنا أم أوحي إليه بشرع ولم يؤمر بتبليغه ، فإن أمر به فنبي ورسول ، والنبي مأخوذ من النبأ وهو الخبر لأنه مخبر بصيغة اسم الفاعل أو المفعول عن الله\rتعالى أو من النبوة وهي الرفعة لأنه مرفوع الرتبة ، وخرج بقولنا ذكر الأنثى فلا رسول من الإناث خلافا لمن قال بنبوة مريم وآسية وهاجر وسارة ، وحينئذ يؤول إنسان بناء على أنه لا يقال للمرأة إنسان بل إنسانة ، وفي الصحاح يقال للمرأة إنسان لا إنسانة ح ل .\rhttp://islamport.com/d/2/shf/1/19/1177.html\r- Tahdzib Syarh Jaoharoh Tauhid :\rتهذيب شرح جوهرة التوحيد\rوالقول بنبوة مريم وآسية وحواء وأم موسى وهاجر وسارة مرجوح، قال صاحب \"بدء الأمالي\" وما كانت نبياً قط أنثى * ولقمان لم يكن نبياً بل تلميذ الأنبياء.","part":1,"page":42},{"id":43,"text":"LINK TERKAIT : 0209. TAUHID : JUMLAH NABI DAN RASUL SERTA PERBEDAAN ANTARA KEDUANYA. Wallohu A'lam [Rz]\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/940834435939365/\rwww.fb.com/notes/941152845907524\r4084. MENGENAL GOLONGAN SYI'AH\rPERTANYAAN :\r> Adid Cozy\rAssalamu'alaikum .Minta tolong angkatin postingan macam-macam syi'ah. Karena saya tidak tahu nyari dokumennya. Terus ada istilah syiah rofidhoh itu yang bagaimana tadz ? Mohon pencerahannya. Terima kasih sebelumnya\rJAWABAN :\r> Mas hamzah\rWa'alaikum salam. Syi'ah adalah orang-orang yang mengikuti sayyidina Ali -semoga Allah meridhoinya- secara khusus dan mereka mengatakan keimaman dan kekhilafahan Ali secara nash dan wasiyat, baik secara jelas maupun secara samar. Dan mereka meyakini bahwa imamah tidak akan keluar dari keturunan Ali (maksudnya, yang menjadi imam hanyalah keturunan Ali ), jika ada yang keluar maka itu sebab ada kedholiman dari selainnya atau sebab kepura-puraan orang disampingnya. Syi'ah secara global terbagi atas 5 (lima) firqoh, yaitu :\r1. Kaisaniyah\r2. Zaidiyah\r3. Imamiyah\r4. Ghulatiyah\r5. Ismailiyah\rSebagian mereka ada yang condong pada ushulnya kelompok mu'tazilah, ada yang condong pada ushulnya ahlus sunnah dan ada pula yang condong pada kelompok musyabihah.\r- Kitab Al Milal wan Nihal as Syahrastani Halaman 49 :\rالباب السادسا لشيعة الشيعة","part":1,"page":43},{"id":44,"text":"هم: الذين شايعوا علياً رضي الله عنه على الخصوص، وقالوا بإمامته وخلافته: نصاً ووصية؛ إما جلياً وإما خفياً. واعتقدوا أن الإمامة لا تخرج من أولاده؛ وإن خرجت فبظلم يكون من غيره، أو بتقية من عنده. وقالوا: ليست الإمامة قضية مصلحة تناط باختيار العامة وينتصب الإمام بنصبهم؛ بل هي قضية أصولية، وهي ركن الدين؛ لا يجوز للرسل عليهم السلام إغفاله وإهماله، ولا تفويضه إلى العامة وإرساله.\rويجمعهم القول بوجوب التعيين والتنصيص، وثبوت عصمة الأنبياء والأئمة وجوباً عن الكبائر والصغائر، والقول بالتولي والتبري: قولاً، وفعلاً، وعقداً؛ إلا في حال التقية.\rويخالفهم بعض الزيدية في ذلك. ولهم في تعدية الإمامة: كلام، وخلاف كثير؛ وعند كل تعدية، وتوقف: مقالة، ومذهب، وخبط.\rوهم خمس فرق: كيسانية، وزيدية، وأمامية، وغلاة وإسماعيلية. وبعضهم يميل في الأصول إلى الاعتزال، وبعضهم إلى السنة، وبعضهم إلى التشبيه.\rTerus ada istilah syiah rofidhoh itu yang bagaimana ? Itu pecahannya, lima yang utama di atas tadi masih ada cabang-cabang lain yang banyak sekali. Selengkapnya bisa baca di kitab al milal wan nihal. Wallohu A'lam (Rz)\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/938852702804205/\rwww.fb.com/notes/941691645853644\r4087. TERBELAHNYA BULAN SEBAGAI MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW\rPERTANYAAN :\r> Hasan Efendi\rBulan akan/pernah terbelah? bagaimana menurut teman-teman ? ayo diskusi..\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rAllah ta'ala berfirman :\rاقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ\rTelah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (QS: Al-Qamar Ayat: 1)","part":1,"page":44},{"id":45,"text":"Peristiwa terbelahnya bulan telah terjadi pada zaman Rasululloh shollallohu alaihi wasallam sebagaimana telah tetap dalam hadis-hadis mutawatir dengan sanad yang shohih. Dan telah menjadi kesepakatan ulama' tentang terbelahnya bulan ini dan ini adalah salah satu mu'jizat Rasululloh shollallohu alaihi wasallam yang jelas. Wallaahu A'lam. ( MI ).\r- kitab tafsir ibnu katsir (7/472)\rوقوله : ( وانشق القمر ) : قد كان هذا في زمان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - كما ثبت ذلك في الأحاديث المتواترة بالأسانيد الصحيحة . وقد ثبت في الصحيح عن ابن مسعود أنه قال : \" خمس قد مضين : الروم ، والدخان ، واللزام ، والبطشة ، والقمر \" . وهذا أمر متفق عليه بين العلماء أي انشقاق القمر قد وقع في زمان النبي - صلى الله عليه وسلم - وأنه كان إحدى المعجزات الباهرات .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/941312669224875/\rwww.fb.com/notes/941846185838190\r4097. AGAMA NABI ADAM 'ALAIHISALAAM\rPERTANYAAN :\r> Cinta Ku Pada Mu\rAssalamu 'alaikum, Nderek tanglet agama nabi adam ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam , Agama semua Nabi adalah Islam, termasuk Nabi Adam.Dalam surat Al-Baqoroh ayat 133 Allah berfirman :\rأَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ الهكَ وَاله آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ الها وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ","part":1,"page":45},{"id":46,"text":"Adakah kamu hadir ketika Ya´qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: \"Apa yang kamu sembah sepeninggalku?\" Mereka menjawab: \"Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya\".\rPenjelasan Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya\rوَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ\r\"Dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya\".\rSebagaimana firman Allah dalam surat ali imran ayat 83 :\rأَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ\rMaka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.\rSalam dan Islam yg bermakna tunduk dan patuh adalah agamnya para semua Nabi tanpa terkecuali walaupun bermacam-macam syare'at mereka dan berbeda-beda manhajnya, sebagaimana firman Allah dalam surat al ambiya' ayat 25 :\rوَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا اله إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ\rDan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: \"Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku\".\rDan ayat-ayat lain yang serupa dengan ini banyak sekali, dan juga hadis diantaranya sabda Rasululloh shollallohu alaihi wasallam :\r“Kami para nabi adalah anak-anak yang berlainan ibu, sedang agama kami adalah satu”. (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)","part":1,"page":46},{"id":47,"text":"- Kitab Tafsir Ibnu Katsir (1/447) :\r( ونحن له مسلمون ) أي : مطيعون خاضعون كما قال تعالى : ( وله أسلم من في السماوات والأرض طوعا وكرها وإليه يرجعون ) [ آل عمران : 83 ] وسلم والإسلام هو ملة الأنبياء قاطبة ، وإن تنوعت شرائعهم واختلفت مناهجهم ، كما قال تعالى : ( وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون ) [ الأنبياء : 25 ] . والآيات في هذا كثيرة والأحاديث ، فمنها قوله صلى الله عليه وسلم نحن معشر الأنبياء أولاد علات ديننا واحد .\r> Al Murtadho\rWa'alaikum salam , Kita yakini saja bahwa Nabi Adam 'alaihis salam beragama tauhid layaknya agama Islam yang kita anut. Meski secara syari'iat berbeda. Hal ini berdasarkan hadits Nabi:\rوَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ\rPara Nabi itu saudara seayah, Ibu mereka berbeda-beda dan agama mereka satu. (Shahih Bukhari juz 4 hal. 167 no. 3443).\r- Fathul Bari li Ibni Hajar, juz 6 hal. 489 :\rوالأنبياء إخوة لعلات والعلات بفتح المهملة الضرائر وأصله أن من تزوج امرأة ثم تزوج أخرى كأنه عل منها والعلل الشرب بعد الشرب وأولاد العلات الإخوة من الأب وأمهاتهم شتى وقد بينه في رواية عبد الرحمن فقال وأمهاتهم شتى ودينهم واحد وهو من باب التفسير كقوله تعالى إن الإنسان خلق هلوعا إذا مسه الشر جزوعا وإذا مسه الخير منوعا ومعنى الحديث أن أصل دينهم واحد وهو التوحيد وإن اختلفت فروع الشرائع\rWallohu A'lam (Rz)\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/941819705840838/\rwww.fb.com/notes/942425332446942\r4101. BISAKAH MELIHAT ALLAH SWT DI DUNIA ?\rPERTANYAAN :\r> Akka Mikhail\rAssalamu 'alaykum. Saya mau bertanya, Apakah saat ini Malaikat dan Iblis bisa melihat Allah SWT ? Mohon pencerahannya\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":47},{"id":48,"text":"Wa'alaikum salam. Malaikat, jin , syetan dan manusia saat ini tidak bisa melihat Allah, karena Allah tidak bisa dilihat di dunia, tapi Allah bisa dilihat kelak di akherat. Lihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir (3/309-310) :\rوقوله تعالى : ( لا تدركه الأبصار ) فيه أقوال للأئمة من السلف :\rأحدها : لا تدركه في الدنيا ، وإن كانت تراه في الآخرة كما تواترت به الأخبار عن رسول الله صلى الله عليه وسلم من غير ما طريق ثابت في الصحاح والمسانيد والسنن ، كما قال مسروق عن عائشة أنها قالت : من زعم أن محمدا أبصر ربه فقد كذب . وفي رواية : على الله فإن الله يقول : ( لا تدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار ) .\rرواه ابن أبي حاتم من حديث أبي بكر بن عياش ، عن عاصم بن أبي النجود ، عن أبي الضحى ، عن مسروق . ورواه غير واحد عن مسروق ، وثبت في الصحيح وغيره عن عائشة من غير وجه\r. الي ان قال\rحدثنا أبو زرعة ، حدثنا منجاب بن الحارث السهمي حدثنا بشر بن عمارة ، عن أبي روق ، عن عطية العوفي ، عن أبي سعيد الخدري ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في قوله : ( لا تدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار ) قال : \" لو أن الجن والإنس والشياطين والملائكة منذ خلقوا إلى أن فنوا صفوا صفا واحدا ، ما أحاطوا بالله أبدا \"\rBACA DOKUMEN TERKAIT : 3527. PENDUDUK SYURGA DAPAT MELIHAT ROBB-NYA\rWallohu a'lam (Rz)\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/942167169139425/\rwww.fb.com/notes/942767779079364\r4120. SIAPAKAH MALAIKAT RUMAN ?\rPERTANYAAN\r> Nyuprih Restu\rAssalamu'alaikum.Bismillah. Adakah malaikat bernama ruman (رومان) ? Apakah tugasnya?\rJAWABAN\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam. Malaikat Ruman adalah salah satu malaikat kubur bahkan ada riwayat bahwa malaikat ruman itu ketuanya malaikat di alam kubur\rشرح الصدور ص 124.","part":1,"page":48},{"id":49,"text":"وأخرج إبن ?ل و إبن الجوزي في الموضوعات عن ضمرة بن حبيب مرفوعا فتانو القبر أربعة منكر ونكير وناكور وسيدهم رومان قال إبن الجوزي هذا الحديث ? أصل له وضمرة تابعي ورواية الوقف عليه أثبت إنتهى وسئل شيخ ا?س?م ابن حجر هل يأتي للميت ملك إسمه رومان فأجاب بأنه ورد بسند فيه لين.\rحلية الأولياء ج 6 ص 104.\rحدثنا أبي، ثنا إبراهيم، ثنا أحمد، ثنا عثمان بن سعيد، عن عتبة بن ضمرة عن أبيه قال: فتان القبر ث?ثة: أنكر وناكور وسيدهم رومان. و الله أعلم.\r> Pujangga Jomblo\rWa'alaikum salam. Dalam Kitab Ittihaf Saddah al- Muttaqiin, al-Zabidi mengatakan : “Hafizh Ibnu Hajar ditanyai, apakah malaikat yang bernama Rumaan mendatangi mayat, beliau menjawab : “hadits mengenai itu datang dengan sanad lemah.”\rKemudian al-Zabidi mengatakan bahwa al-Suyuthi telah mengingkari penisbatan hadits yang menyebut nama Rumaan sebagai salah satu malaikat yang menjadi fitnah dalam kuburan kepada Ibnu Mas’ud, al-Suyuthi mengatakan : “ Tidak ada pada jalur-jalur hadits soal dalam kubur disebut Rumaan dan tidak ada juga dua malaikat yang menjadi fitnah dalam kubur sebelum datang malaikat Munkar dan Nakir, tetapi keduanya hanya Munkar dan Nakir saja. (al-Zabidi, Ittihaf Saddah al-Muttaqiin, Muarrisah li Tarikh al- Arabi, Beirut, Juz. X, Hal. 420 -421)\rDalam al-Fatawa al- Haditsiyah, Ibnu Hajar al- Haitami mengatakan :\rوفي مرسل ضعيف زيادة اثنين آخرين وهما ناكور ورومان، فعليه تكون الم?ئكة الذين يسألون أربعة\rArtinya : Dalam hadist mursal yang dha’if ada penambahan dua orang malaikat lain, yaitu Nakur dan Rumaan. Maka berdasarkan ini, malaikat yang bertanya dalam kuburan adalah empat. Wallohu A'lam (Rz)\rLINK ASAL","part":1,"page":49},{"id":50,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/944602095562599/\rwww.fb.com/notes/944663188889823\r4149. UBAN ITU UTUSAN MALAIKAT MAUT ?\rPERTANYAAN :\r> Masruroh Fatkholla\rAssalamu'alaikum. Mau tanya :\r• Benarkah uban itu salah satu utusan malaikat maut ?\r• Jika benar apa saja utusan malaikat maut dalam memperingati manusia supaya ingat hari akhir ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam. Bab datangnya utusan malaikat maut sebelum kematian.\r- Kitab Tadzkirotul Qurthuby (1/198-199) :\rبالب ما جاء في رسل ملك الموت قبل الوفاة\rورد في الخبر: أن بعض الأنبياء عليهم السلام قال لملك الموت عليه السلام: أمالك رسول تقدمه بين يديك ليكون الناس على حذر منك؟ قال: نعم لي والله رسل كثيرة من الإعلال والأمراض والشيب والهموم وتغير السمع والبصر، فإذا لم يتذكر من نزل به ولم يتب، فإذا قبضته ناديته: ألم أقدم إليك رسولاً بعد رسول ونذيراً بعد نذير؟ فأنا الرسول الذي ليس بعدي رسول، وأنا النذير الذي ليس بعدي نذير\rفما من يوم تطلع فيه شمس ولا تغرب إلا وملك الموت ينادي: يا أبناء الأربعين، هذا وقت أخذ الزاد، أذهانكم حاضرة وأعضاؤكم قوية شداد\rيا أبناء الخمسين قد دنا وقت الأخذ والحصاد\rبا ابناء الستين نسيتم العقاب وغفلتم عن رد الجواب فما لكم من نصير {أولم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر وجاءكم النذير}\rذكره أبو الفرج ابن الجوزي في كتاب روضة المشتاق والطريق إلى الملك الخلاق","part":1,"page":50},{"id":51,"text":"Diceritakan bahwa sebagian para Nabi bertanya kepada Malaikat maut,\"Apakah kamu mempunyai utusan yang memberi peringatan kepada manusia agar mereka bersiap-siap menerima kedatanganmu?\". Malaikat Maut menjawab,\"ya , demi Allah aku mengirim utusan yang sangat banyak,diantaranya penyakit, uban, kesedihan, dan berubahnya pendengaran dan penglihatan. Apabila orang itu belum juga bertaubat, padahal aku telah mengirim utusan-utusan yang banyak kepadanya. Maka ketika aku mencabut nyawanya, akan kukatakan kepadanya : \"Bukankah aku telah mengirimkan kepadamu utusan setelah datang para utusan dan memberikan peringatan kepadamu setelah datang pemberi peringatan? Aku adalah utusan dan pemberi peringatan terakhir\".\rSelama matahari tetap terbit dan terbenam maka malaikat maut selalu berseru,\"Wahai orang-orang yang berumur empat puluh tahun, ini saatnya bagi kalian untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, karena pikiran serta kekuatanmu masih kuat. Wahai orang-orang yang telah berumur lima puluh tahun,waktu menuai telah dekat. Wahai orang-orang yang telah berumur enam puluh tahun,engkau telah lupa dengan siksaan dan tidak mengindahkan panggilan maka tidak seorangpun yang akan menjadi penolongmu. \"Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir dan apakah tidak datang kepadamu pemberi peringatan\". (QS.Fathir:37). Di tuturkan oleh abul faroj ibnul jauzy dalam kitab roudhotul mustaq.\rوروي أن ملك الموت دخل على داود عليه السلام فقال من أنت؟ فقال من لا يهاب الملوك ولاتمنع منه القصور ولا يقبل الرشا، قال: فإذا أنت ملك الموت قال: نعم.","part":1,"page":51},{"id":52,"text":"قال: أتيتني ولم أستعد بعد؟ قال يا دواد أين فلان قريبك؟ أين فلان جارك؟ قال: مات، قال أما كان لك في هؤلاء عبرة لتستعد.\rوقيل: النذير الحمى. ومنه قوله صلى الله عليه وسلم «الحمى نذير الموت» أي رائد الموت.\rقال الأزهري معناه أن الحمى رسول الموت أي كأنها تشعر بقدومه وتنذر بمجيئه وقيل: موت الأهل والأقارب والأصحاب والإخوان، وذلك إنذار الرحيل في كل وقت وأوان وحين وزمان\rDiceritakan bahwa malaikat maut datang menemui Nabi Daud alaihis salaam ,dan ketika bertemu Nabi Daud bertanya,\"Siapakah engkau\"? Malaikat maut berkata,\"Tidak ada seorang pembesar yang aku takuti, tidak ada satu benteng yang sanggup mencegahku dan tidak ada seorangpun yang bisa menyuapku\". Daud kemudian berkata,\"Jadi engkau adalah malaikat maut\"? Malaikat maut menjawab,\"Benar\". Daud kemudian berkata,\"kenapa engkau mendatangiku sedangkan aku masih belum siap\". Malaikat maut lalu bertanya,\"dimana si fulan temanmu itu? Dimana tetanggamu si fulan? \". Daud menjawab,\"Dia telah meninggal\". Malaikat maut berkata,\"mereka merupakan peringatan bagimu agar kmau siap menghadap mati\".\rDikatakan bahwa demam adalah peringatan datangnya kematian,dalilnya adalah sabda Rasululloh shollallohu alaihi wasallam : \" demam adalah peringatan dari maut \". Al-Azhari berkata,\"makna hadis adalah Demam merupakan utusan kematian, maksudnya seolah2 maut bisa dirasakan dengan kedatangan demam dan mengingatkan kita tentang adanya kematian dengan kedatnagn demam\". Ada juga yang berkata,\"kematian keluarga,sahabat,karib-kerabat serta keluarga merupakan peringatan untuk kita disetiap waktu\". Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :","part":1,"page":52},{"id":53,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/947212548634887/\rwww.fb.com/notes/948868018469340\r4180. BAHASA PENDUDUK SURGA\rPERTANYAAN :\r> Zainal Abidin\rAssalamu'alaikum. Mau tanya ni... apakah bahasa.. di syurga..?? apakah arab atau bahasa sesuai asal negara masing-masing..?? mohon lampunya beserta referensinya... terimakasih..\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rWa'alaikum salam Wr Wb\rحديث:\" أحبوا العرب لثلاث: لأني عربي، والقرءان عربي، وكلام أهل الجنة عربي \".\rRosulullah SAW bersabda : Cintailah Al arab karena tiga hal : Karena Aku terlahir di arab, karena Qur`an berbahasa arab dan karena bahasa ahli / penduduk syurga adalah bahasa arab.\rAda ikhtilaf Ulama Muhadditsin mengenai derajat hadits ini\rرواه العقيلي في الضعفاء والطبراني في الكبير والحاكم في المستدرك والبيهقي في شعب الإيمان عن ابن عباس.\rخلاصة القولِ فيهِ أنه إمّا حسنٌ لغيره باعتبار مجموع الطرق وإما ضعيف ضعفًا خفيفا تجوز روايتُه في الترغيب والترهيب.\rImam Uqoily meriwayatkan dalam Ad dhu'afa, Imam Athobrony meriwayatkan dalam kitab beliau \"Al mu'jam al Kabir\", Imam Hakim dalam Al mustadrok, dan Imam Baihaqy dalam Syu'bul Iman.\rKesimpulan dari derajat hadits ini adalah :\r- Hasan Li ghoirihi, artinya dhoif karena ada periwayat yang dinilai lemah, namun ada hadits lain yang shohih yang senada dengan hadits ini.\r- Dho'if yang ringan, kelemahan dari sisi perowi belum dinilai sampai pada derajat makdzub, sehingga dipersilahkan meriwayatkannya dalam kaitannya Targhib wa Tarhib\rAdapun secara ma'na hadits,Hadits ini Hasan dan shohih, dan dinilai dho'if dari segi sanadnya saja","part":1,"page":53},{"id":54,"text":"أما معناه فهو حسن المعنى صحيح، لكن الكلام في إسنادِه، وأما تفصيلا فقد استقصاه الحافظ شمس الدين السخاوي في المقاصد الحسنة وقال ما نصه:\rImam Suyuthi dalam karyanya Al Jami'i Al Shoghir menilai hadits ini shohih\rقال السيوطي في الجامع الصغير ، المجلد الأول ،باب: حرف الألف:\" صحيح\"اهـ\rديث:\" أحبوا العرب لثلاث: لأني عربي، والقرءان عربي، وكلام أهل الجنة عربي \".\rرواه العقيلي في الضعفاء والطبراني في الكبير والحاكم في المستدرك والبيهقي في شعب الإيمان عن ابن عباس.\rخلاصة القولِ فيهِ أنه إمّا حسنٌ لغيره باعتبار مجموع الطرق وإما ضعيف ضعفًا خفيفا تجوز روايتُه في الترغيب والترهيب.\rأما معناه فهو حسن المعنى صحيح، لكن الكلام في إسنادِه، وأما تفصيلا فقد استقصاه الحافظ شمس الدين السخاوي في المقاصد الحسنة وقال ما نصه:","part":1,"page":54},{"id":55,"text":"رواه الطبراني في معجميه الكبير والأوسط والحاكم في مستدركه والبيهقي في الشعب وتمام في فوائده وآخرون كلهم من حديث العلاء بن عمرو الحنفي حدثنا يحيى بن يزيد الأشعري عن ابن جريج عن عطاء عن ابن عباس رضي الله عنهما رفعه بهذا وابن يزيد والراوي عنه ضعيفان وقد تفردا به كما قاله الطبراني والبيهقي ومتابعة محمد بن الفضل التي أخرجها الحاكم أيضا من جهته عن ابن جريج لا يعتد بها فابن الفضل لا يصلح للمتابعة ولا يعتبر بحديثه للاتفاق على ضعفه واتهامه بالكذب. ولكن لحديث ابن عباس شاهد رواه الطبراني أيضا في معجمه الأوسط من رواية شبل بن العلاء بن عبد الرحمن عن أبيه عن جده عن أبي هريرة مرفوعا ( أنا عربي والقرءان عربي وكلام أهل الجنة عربي ) وهو مع ضعفه أيضا أصح من حديث ابن عباس، وأخرج أبو الشيخ في الثواب بسند ضعيف عن عطاء بن أبي ميمونة عن أبي هريرة مرفوعا ( أحبوا العرب وبقاءهم فإن بقاءهم نور في الإسلام وإن فناءهم ظلمة في الإسلام ) وفي حب العرب أحاديث كثيرة أفردها بالتأليف العراقي منها ما في الأفراد للدراقطني عن ابن عمر رفعه ( حب العرب إيمان وبغضهم نفاق ) وعن أنس مثله بزيادة أخرجه الديلمي وعن البراء أخرجه البيهقي في الشعب ولكنه قال إن المحفوظ من حديث البراء معناه في الأنصار قال وإنما يعرف هذا المتن من حديث الهيثم بن جماز عن ثابت عن أنس يعني كما أخرجه الديلمي ، ومنها ما للبيهقي أيضا من حديث زيد بن جبير عن داود بن الحصين عن أبي رافع عن أبيه عن علي مرفوعا ( من لم يعرف حق عترتي والأنصار فهو لأحد ثلاث إما منافق وإما لزنية وإما لغير طهور ) يعني حملته أمه على غير طهور وقال زيد غير قوي في الرواية.انتهى\rقال السيوطي في الجامع الصغير ، المجلد الأول ،باب: حرف الألف:\" صحيح\"اهـ","part":1,"page":55},{"id":56,"text":"قال العجلوني في كشف الخفاء، حرف الهمزة ،الهمزة مع الحاء المهملة :\" أحبوا العرب لثلاث: لأني عربي، والقرءان عربي، وكلام أهل الجنة عربي\". وفي لفظ \"وكلام أهل الجنة في الجنة عربي\"، قال في الأصل رواه الطبراني والحاكم والبيهقي وآخرون عن ابن عباس مرفوعا بسند فيه ضعيف جدا، ورواه الطبراني أيضا عن أبي هريرة مرفوعا بلفظ: أنا عربي والقرءان عربي وكلام أهل الجنة عربي، وهو مع ضعفه أقوى من حديث ابن عباس، وأخرجه أبو الشيخ بسند ضعيف أيضا عن أبي هريرة مرفوعا بلفظ: أحبوا العرب وبقاءهم، فإن بقاءهم نور في الإسلام، وإن فناءهم ظلمة في الإسلام، ورواه الدارقطني عن ابن عمر بلفظ : حب العرب إيمان وبغضهم نفاق، ورواه الدارقطني أيضا عن علي صفحة بلفظ: من لم يعرف حق عترتي والأنصار والعرب فهو لأحد ثلاث، إما منافق، وإما لريبة، وإما لغير طهور يعني حملت به أمه في الحيض أو هو ولد زنا، وقد وردت أخبار كثيرة في حب العرب يصير الحديث بمجموعها حسنا، وقد أفردها بالتأليف جماعة منهم الحافظ العراقي ومنهم صديقنا الكامل السيد مصطفى البكري، لا زالت علينا عوائد الأفضال تجري، فإنه ألف بذلك رسالة نحو العشرين كراسة جمعت غرر الفوائد وجواهر القلائد، سماها الفرق المؤذن بالطرب، في الفرق بين العجم والعرب\"اهـ\rقال الحافظ الهيثمي في مجمع الزوائد. المجلد العاشر، تابع كتاب المناقب ،باب ما جاء في فضل العرب: وعن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"أحبوا العرب لثلاث: لأني عربي، والقرءان عربي، وكلام أهل الجنة عربي\". رواه الطبراني في الكبير والأوسط إلا أنه قال: \"ولسان أهل الجنة عربي\". وفيه العلاء بن عمرو الحنفي وهو مجمع على ضعفه\"اهـ.\rفالحديث بمجموع طرقِه حسنٌ لغيرهِ أو يرتقي من الضعف الشديد إلى الضعف الخفيف كما مر ولا بأس بروايتِهِ تَبَعًا للقواعد الحديثية، والله تعالى أعلمُ وأحكم\rالمقاصد الحسنة فيما اشتهر على الألسنة\rكشف الخفاء","part":1,"page":56},{"id":57,"text":"لسان العرب - ابن منظور\rشعب الإيمان للبيهقي\rرد المحتار على الدر المختار\rالجامع الصغير لجلال الدين السيوطي\r> Mas Hamzah\rHadis riwayat ibnu abi dunya bahwa penduduk syurga menggunakan bahasanya Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam.menurut Ibnu Abbas bahasanya pendududk syurga adalah bahasa arab.begitu juga menurut Az Zuhri. Wallohu a'lam.\r- kitab al bidayah wan nihayah (20/425-426) :\rقال أبو بكر بن أبي الدنيا : حدثني القاسم بن هاشم ، حدثنا صفوان بن صالح ، حدثني رواد بن الجراح العسقلاني ، حدثنا الأوزاعي ،عن هارون بن رئاب ، عن أنس بن مالك ، قال : قال رسول الله ، صلى الله عليه وسلم : \" يدخل أهل الجنة الجنة على طول آدم ، ستين ذراعا بذراع الملك ، على حسن يوسف ، وعلى ميلاد عيسى ثلاث وثلاثين ، وعلى لسان محمد صلى الله عليه وسلم ، جرد مرد مكحلون \" . وروى داود بن الحصين ، عن عكرمة ، عن ابن عباس قال : لسان أهل الجنة عربي .\rوقال عقيل ، عن الزهري قال : لسان أهل الجنة عربي .\rSedikit terjemah dari ta'bir atas :\rعن أنس بن مالك ، قال : قال رسول الله ، صلى الله عليه وسلم : \" يدخل أهل الجنة الجنة على طول آدم ، ستين ذراعا بذراع الملك ، على حسن يوسف ، وعلى ميلاد عيسى ثلاث وثلاثين ، وعلى لسان محمد صلى الله عليه وسلم ، جرد مرد مكحلون \" .","part":1,"page":57},{"id":58,"text":"Dari Anas bin Malik berkata , Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :\"Ahli surga akan masuk ke surga dengan tingginya Nabi Adam: 60 hasta dengan ukuran hasta malaikat, dengan bagusnya Nabi Yusuf (setampan beliau), dengan umurnya Nabi Isa (ketika beliau diangkat ke langit): 33 tahun, dan dengan ucapannya Nabi Muhammad (berbahasa Arab). Ahli surga itu bersih jasadnya, tampan, lagi bercelak mata (otomatis bercelak saat masuk surga)”. HR Ibnu Abi Dunya. Wallohu a'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/950416598314482/\r4182. PERKARA YANG DIKEKALKAN ALLAH SWT\rPERTANYAAN :\r> Dhedhie Phuttra Tqn\rAssalaamu'alaikuum. Maaf para asatidz saya mau tanya, di hari kiamat nanti surga neraka 'arasy, kursiy, lauhul mahfudz dan terompet kiamat hancur tidak? tolong sertakan ibarohnya, atas jawabannya saya haturkan terma kasih, wassalaamu'alaikuum.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb, dalam surat al qoshos ayat 88 Allah ta'ala berfirman :\rكُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ\rTiap-tiap sesuatu pasti rusak/hancur, kecuali Allah. Makna rusak/hancur dalam ayat tsb para ulama' ahli tafsir berbeda pendapat :\r1. makna hancur adalah hilang, jadi maknanya Allah menghilangkan segala sesuatu selain Dia.\r2. makna hancur adalah keluar dari manfaatnya, bisa karena mati atau karena bagian-bagiannya sudah terpisah walaupun bagian-bagian tsb masih ada, misalnya kalimat baju rusak atau barang rusak maka maksudnya bukan baju atau barangnya hilang, tapi baju atau barang tsb sudah tidak bisa dimanfaatkan.","part":1,"page":58},{"id":59,"text":"3. makna hancur adalah menerima kehancuran dzatnya karena segala sesuatu selain Allah adalah mungkin wujud untuk dzatnya, dan setiap yang mungkin wujud maka menerima ketiadaan jadi dia juga menerima kehancuran, oleh karena itulah dimutlakkan nama hancur jika melihat dari segi ini.\rOrang-orang mu'tazilah menggunakan ayat ini sbagai dalil bahwa syurga dan neraka keduanya bukanlah makhluk, karena ayat ini memberikan ketetapan hukum bahwa segala sesuatu akan hancur jika keduanya adalah makhluk tentunya syurga dan neraka juga hancur.tapi pendapat tsb bertentangan dengan firman Allah surat ar ra'd ayat 35 :\" buahnya syurga langgeng \".\rBisa saja makna \" segala sesuatu pasti rusak \" dibawakan pada makna \" kebanyakan \" sebagaimana firman Allah dalam surat an naml ayat 23 :\" dan dia (bilqis) dianugerahi segala sesuatu \"atau makna \" buahnya syurga langgeng \" dibawakan pada makna zaman rusaknya syurga dan neraka cuma sebentar jika di nisbatkan dengan zaman langgengnya, maka sudah pasti di-itlakkan lafadz langeng padanya. Wallohu a'lam.\r- kitab tafsir al kabir\r( كل شيء هالك إلا وجهه ) وفيه مسائل :","part":1,"page":59},{"id":60,"text":"المسألة الأولى : اختلفوا في قوله : ( كل شيء هالك ) فمن الناس من فسر الهلاك بالعدم ، والمعنى أن الله تعالى يعدم كل شيء سواه ، ومنهم من فسر الهلاك بإخراجه عن كونه منتفعا به ، إما بالإماتة أو بتفريق الأجزاء ، وإن كانت أجزاؤه باقية، فإنه يقال هلك الثوب وهلك المتاع ولا يريدون به فناء أجزائه ، بل خروجه عن كونه منتفعا به ، ومنهم من قال : معنى كونه هالكا كونه قابلا للهلاك في ذاته ، فإن كل ما عداه ممكن الوجود لذاته ، وكل ما كان ممكن الوجود كان قابلا للعدم فكان قابلا للهلاك ، فأطلق عليه اسم الهلاك نظرا إلى هذا الوجه .\rالمسألة الرابعة : استدلت المعتزلة به على أن الجنة والنار غير مخلوقتين ، قالوا : لأن الآية تقتضي فناء الكل فلو كانتا مخلوقتين لفنيتا ، وهذا يناقض قوله تعالى في صفة الجنة : ( أكلها دائم ) (الرعد : 35 ) والجواب : هذا معارض بقوله تعالى في صفة الجنة : ( أعدت للمتقين ) (آل عمران : 133 ) وفي صفة النار ( وقودها الناس والحجارة أعدت للكافرين ) (البقرة : 24 ) ثم إما أن يحمل قوله : ( كل شيء هالك ) على الأكثر ، كقوله وأوتيت من كل شيء ) (النمل : 23 ) أو يحمل قوله : ( أكلها\rدائم ) على أن زمان فنائهما لما كان قليلا بالنسبة إلى زمان بقائهما لا جرم أطلق لفظ الدوام عليه\r> Ghufron Bkl\rحاشية العلامة الصاوي :\rقوله كل شيئ هالك إلا وجهه : أى و كل ما سوى الله تعالى قابل للهلاك وجائز عليه لأن وجوده ليس ذاتيا إلى أن قال قيل المراد بالهلاك الإنعدام بالفعل، ويستثنى منه ثمانية أشياء نظمها السيوطي :ثمانية حكم البقاء يعمها @ من الخلق والباقون في حيز العدم هو العرش والكرسي ونار وجنة @ وعجب وأرواح كذا اللوح والقلم.\rAda delapan perkara yang dikehendaki tidak rusak oleh ALLAH :\r1. 'Arasy.\r2. Kursi\r3. Neraka\r4. Surga\r5. Tulang ekor/pinggang\r6. Ruh\r7. Lauh Al Mahfuzh\r8. Qolam. Wallohu a'lam\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":60},{"id":61,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/951968321492643/\r4188. MUSLIM YANG BERDOSA MASUK NERAKA DULU SEBELUM MASUK SYURGA ?\rPERTANYAAN :\r> Firda Faradissabil\rAsslamu'alaykum Wr Wb. Para Asatidz. Mohon penjelasan. Manakah hadis yang menjelakan bahwa semua umat islam pada akhirnya akan masuk Surga, walau sebelumnya akan 'dicuci' dahulu di Neraka ? Hatur Nuhun.\rJAWABAN :\r> Yai Abdullah Afif\rWa'alaikumussalaam warahmatullaah. Dalam Shahih Bukhari 1/48:\rحَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ أَبَانُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِيمَانٍ مَكَانَ مِنْ خَيْرٍ\r......... Dari Anas, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: \"Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dan dalam hatinya ada kebaikan seberat sya'irah (juwawut Jw)\r> Mas Hamzah","part":1,"page":61},{"id":62,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh. Hadits panjang tentang syafa'at riwayat imam muslim : “Ketika orang-orang mukmin selamat dari neraka, Demi jiwaku yang ada di Tangan-Nya, ada seorang di antara kalian yang paling semangat menuntut kepada Allah mendatangkan kebenaran dari kalangan orang mukmin yang masih di neraka. Mereka mengatakan, ‘Wahai Tuhan kami, mereka dahulu berpuasa, shalat dan haji bersama kami. Dikatakan kepada mereka, ‘Keluarkan orang yang anda kenal. Maka diharamkan gambar mereka dari neraka. Maka banyak sekali makhluk yang dikeluarkan dari neraka yang telah dilalap (api) neraka sampai setengah kali dan sampai ke kedua lututnya.\rKemudian mereka mengatakan: “Wahai Tuhan kami, sudah tidak ada lagi orang yang telah Anda perintahkan kepada kami. (Allah) berfirman: “Kembalilah, Siapa saja yang kamu dapatkan di hatinya seberat dinar dari kebaikan, maka keluarkan dia. Maka banyak sekali makhluk yang dikeluarkan.\rKemudian mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, sudah tidak ada lagi orang yang telah Anda perintahkan. (Allah) berfirman: “Kembalilah, Siapa saja yang kamu dapatkan di hatinya seberat setengah dinar dari kebaikan, maka keluarkan dia. Maka banyak sekali makhluk yang dikeluarkan.\rKemudian mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, sudah tidak ada lagi orang yang telah Anda perintahkan. (Allah) berfirman: “Kembalilah, Siapa saja yang kamu dapatkan di hatinya seberat Dzarroh (atom) dari kebaikan, maka keluarkan dia. Maka banyak sekali makhluk yang dikeluarkan. Kemudian mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, sudah tidak ada lagi orang yang berbuat kebaikan.”","part":1,"page":62},{"id":63,"text":"Dan Abu Said Al-Khudri mengatakan, ‘Kalau sekiranya kamu semua tidak mempercayaiku dengan hadits ini, maka kalau mau bacalah ayat ‘Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS. An-Nisaa: 40)\rMaka Allah Azza Wajalla berfirman, ‘Para malaikat telah memberikan syafaat, para Nabi telah memberikan syafaat, orang-orang mukmin telah memberikan syafaat. Tidak tersisa kecuali Yang Maha memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang dikasihani. Maka (Allah) menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan suatu kaum yang belum pernah sama sekali melakukan kebaikan. Telah gosong kembali, maka dilemparkan ke sungai surga yang disebut ‘Sungai kehidupan (Nahrul Hayah). Maka mereka keluar bagaikan biji-bijian yang cepat tumbuhdi tanah. Mereka keluar bagaikan mutiara di leher mereka dan tanda yang penduduk ahli surga mengetahuinya. Mereka adalah yang dimerdekakan oleh Allah. Allah masukkan mereka ke dalam surga tanpa amalan yang mereka lakukan dan kebaikan yang mereka persembahkan.”\rini saya copaskan sebagian saja :\rقيل يا رسول الله وما الجسر قال دحض مزلة فيه خطاطيف وكلاليب وحسك تكون بنجد فيها شويكة يقال لها السعدان فيمر المؤمنون كطرف العين وكالبرق وكالريح وكالطير وكأجاويد الخيل والركاب فناج مسلم ومخدوش مرسل ومكدوس في نار جهنم حتى","part":1,"page":63},{"id":64,"text":"حتى إذا خلص المؤمنون من النار فوالذي نفسي بيده ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار يقولون ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون فيقال لهم أخرجوا من عرفتم فتحرم صورهم على النار فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه وإلى ركبتيه ثم يقولون ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به فيقول ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه فيخرجون خلقا كثيرا ثم يقولون ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا ثم يقول ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال نصف دينار من خير فأخرجوه فيخرجون خلقا كثيرا ثم يقولون ربنا لم نذر فيها ممن أمرتنا أحدا ثم يقول ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال ذرة من خير فأخرجوه فيخرجون خلقا كثيرا ثم يقولون ربنا لم نذر فيها خيرا وكان أبو سعيد الخدري يقول إن لم تصدقوني بهذا الحديث فاقرءوا إن شئتم إن الله لا يظلم مثقال ذرة وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجرا عظيما فيقول الله عز وجل شفعت الملائكة وشفع النبيون وشفع المؤمنون ولم يبق إلا أرحم الراحمين فيقبض قبضة من النار فيخرج منها قوما لم يعملوا خيرا قط قد عادوا حمما فيلقيهم في نهر في أفواه الجنة يقال له نهر الحياة فيخرجون كما تخرج الحبة في حميل السيل ألا ترونها تكون إلى الحجر أو إلى الشجر ما يكون إلى الشمس أصيفر وأخيضر وما يكون منها إلى الظل يكون أبيض فقالوا يا رسول الله كأنك كنت ترعى بالبادية قال فيخرجون كاللؤلؤ في رقابهم الخواتم يعرفهم أهل الجنة هؤلاء عتقاء الله الذين أدخلهم الله الجنة بغير عمل عملوه ولا خير قدموه ثم يقول ادخلوا الجنة فما رأيتموه فهو لكم فيقولون ربنا أعطيتنا ما لم تعط أحدا من العالمين فيقول لكم عندي أفضل من هذا فيقولون يا ربنا أي شيء أفضل من هذا فيقول رضاي فلا أسخط عليكم بعده أبدا\r> Santrialit","part":1,"page":64},{"id":65,"text":"Syafa'at dan macam-macamnya, lihat Irsyadul 'ibad hal. 81 :\rحواشي إرشاد العباد\rان الشفاعة خمس : اولها الاراحة من هول الموقف وتعجيل الحساب وهي مختصة بمحمد صلي الله عليه وسلم . والثانية في ادخال قوم الجنة بغير حساب وهي ايضا وردت له صلي الله عليه وسلم . والثالثة قوم استوجبوا النار فيشفع فيهم نبينا،ومن شاء الله له يشفع له . والرابعة في زيادة الدرجات في الجنة لاهلها . والخامسة فيمن دخل النار من المذنبين فيشفع فيهم نبينا وغيره من الأنبياء والملائكة واخوانهم المؤمنين . ثم يخرج الله كل من قال لا اله الا الله من غير شفاعة شافع حت لا يبقي فيها الا الكافرون .\rSesungguhnya Syafa'at (pertolongan) itu ada lima macam :\r1.…Pertama, Tenang dan tenteram dari ewuh pakewuhnya padang mahsyar dan cepat dalam proses hisab, dan syafa'at ini dikhususkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.\r2.…Kedua, Memasukkan kaum kedalam syurga tanpa hisab ,dan syafa'at ini juga di khususkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.\r3.…Ketiga, Kaum yang padanya telah diputuskan masuk neraka, Maka Nabi SAW memberikan syafa'at / pertolongan padanya.Dan orang yang dikehendaki Allah SWT mendapat syafa'at ini,maka Nabi SAW memberikan syafa'at beliau padanya.\r4.…Keempat, Menambah dan atau meninggikan derajat bagi ahli syurga. dan","part":1,"page":65},{"id":66,"text":"5.…Kelima, Diberikan kepada orang yang menjadi penghuni neraka dari kalangan muslimin yang melakukan dosa, maka mereka mendapat syafa'at dengan diangkat dari neraka dan ditempatkan ke dalam syurga. Dan jenis Syafa'at kelima ini tidak saja dimiliki baginda Nabi SAW,namun juga dimiliki oleh para nabi, para malaikat, dan saudara mereka (penghuni neraka) yang mu'min nan sholih (seperti para auliya dan ulama) .\rKemudian Allah mengeluarkan/mengangkat dari neraka setiap orang yang pernah berucap\rلا اله الا الله\rketika di dunia ,ini dilakukan tanpa syafa'at dari makhluk yang diberi kuasa oleh Allah SAW untuk memberikan syafa'at. Satu persatu mu'minin yang melakukan dosa diangkat dari neraka hingga tiada tersisa dalam neraka kecuali orang-orang kafir. Wallohu a'lam\rDokumen & artikel terkait :\rSYAFA'AT DAN MACAM-MACAMNYA\r3536 : MACAM DAN JENIS SYAFA'AT NABI MUHAMMAD SAW\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/950858514936957/\rwww.fb.com/notes/pustaka-ilmu-sunni-salafiyah-ktb-piss-ktb/4188-muslim-yang-berdosa-masuk-neraka-dulu-sebelum-masuk-syurga/953835211305954\r4203. STATUS ORANG YANG BUNUH DIRI\rPERTANYAAN :\r> Ficky Show\rAssalamu'alaikum... saya ingin menanyakan status orang yang melakukan bunuh diri.. apakah masuk surga atau neraka ??? terimakasih\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, orang bunuh diri masuk ke dalam kehendak Allah, tidak bisa langsung divonis kafir dan masuk neraka.\r- kitab syarah nawawi ala muslim (1/299)\rباب الدليل على أن قاتل نفسه لا يكفر","part":1,"page":66},{"id":67,"text":"عَنْ جَابِرٍ اَنَّ الطُّفَيْلَ بْنَ عَمْرٍو الدَّوْسِيَّ اَتَى النَّبِيَّ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ لَكَ فِى حِصْنٍ حَصِيْنٍ وَ مَنْعَةٍ؟ (قَالَ حِصْنٌ كَانَ لِدَوْسٍ فِى اْلجَاهِلِيَّةِ) فَاَبَى ذلِكَ النَّبِيُّ ص لِلَّذِى ذَخَرَ اللهُ لِْلاَنْصَارِ. فَلَمَّا هَاجَرَ النَّبِيُّ ص اِلَى اْلمَدِيْنَةِ هَاجَرَ اِلَيْهِ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو وَ هَاجَرَ مَعَهُ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ. فَاجْتَوَوُا اْلمَدِيْنَةَ فَمَرِضَ فَجَزِعَ فَاَخَذَ مَشَاقِصَ لَهُ، فَقَطَعَ بِهَا بَرَاجِمَهُ، فَشَخَبَتْ يَدَاهُ حَتَّى مَاتَ. فَرَآهُ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو فِى مَنَامِهِ. فَرَآهُ وَ هَيْئَتُهُ حَسَنَةٌ. وَ رَآهُ مُغَطِّيًا يَدَيْهِ فَقَالَ لَهُ: مَا صَنَعَ بِكَ رَبُّكَ؟ فَقَالَ غَفَرَلِى بَهِجْرَتِى اِلَى نَبِيِّهِ ص. فَقَالَ: مَا لِى اَرَاكَ مُغَطِّيًا يَدَيْكَ؟ قَالَ قِيْلَ لِى. لَنْ نُصْلِحَ مِنْكَ مَا اَفْسَدْتَ. فَقَصَّهَا الطُّفَيْلُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص. اَللّهُمَّ وَ لِيَدَيْهِ فَاغْفِرْ. مسلم\rBab tentang dalil bahwa orang yang membunuh dirinya tidak dihukumi kafir.","part":1,"page":67},{"id":68,"text":"Dari Jabir, bahwa Ath-Thufail bin Amr Ad-Dausiy datang kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mau berada dalam benteng yang kokoh dan kuat ?”. (Benteng itu milik keluarga Daus di zaman Jahiliyah). Rasulullah shollallohu alaihi wasallam menolak untuk itu, karena sudah ada yang disimpankan Allah pada golongan Anshar. Ketika Nabi shollallohu alaihi wasallam hijrah ke Madinah, Ath-Thufail bin Amr juga hijrah ke sana disertai seseorang dari kaumnya. Ternyata mereka tidak kerasan tinggal di Madinah.Kemudian orang yang menyertai Ath-Thufail bin Amr tersebut sakit. Dia tidak sabar dengan sakitnya, maka diambilnya anak panah bermata lebar miliknya. Dengan itu dia potong ruas-ruas jarinya, sehingga kedua tangannya mengalirkan darah dengan deras, sehingga mati.\rSuatu hari Ath-Thufail bin Amr memimpikan orang itu. Dalam mimpinya Ath-Thufail melihat orang tersebut dalam keadaan baik, tetapi dia menutupi kedua tangannya. Lalu Ath-Thufail bertanya, “Apa tindakan Tuhanmu terhadapmu ?”. Orang itu menjawab, “Dia mengampuniku karena hijrahku kepada Nabi-Nya shollallohu alaihi wasallam”.Ath-Thufail bertanya lagi, “Kenapa aku lihat engkau menutupi kedua tanganmu ?”.Orang itu menjawab, “Dikatakan kepadaku : “Kami tidak akan memperbaiki dirimu apa yang telah engkau rusak”.Kemudian Ath-Thufail menceritakan mimpinya kepada Rasulullah shollallohu alaihi wasallam lalu beliau berdoa, “Ya Allah, untuk kedua tangannya, maka ampunilah dia”. (HR. Muslim)\r- Penjelasan imam nawawy :","part":1,"page":68},{"id":69,"text":"أما أحكام الحديث ففيه حجة لقاعدة عظيمة لأهل السنة أن من قتل نفسه أو ارتكب معصية غيرها ومات من غير توبة فليس بكافر ، ولا يقطع له بالنار ، بل هو في حكم المشيئة . وقد تقدم بيان القاعدة وتقريرها . وهذا الحديث شرح للأحاديث التي قبله الموهم ظاهرها تخليد قاتل النفس وغيره من أصحاب الكبائر في النار ، وفيه إثبات عقوبة بعض أصحاب المعاصي فإن هذا عوقب في يديه ففيه رد على المرجئة القائلين بأن المعاصي لا تضر . والله أعلم .\rAdapun hukum-hukum dalam hadis ini, maka di dalamnya terdapat hujjah bagi kaedah yang agung untuk kelompok ahlus sunnah wal jama'ah bahwa orang yang membunuh dirinya atau melakukan maksiyat lainnya kemudian meninggal tanpa bertaubat maka tidak dihukumi kafir dan tidak dipastikan masuk neraka, tetapi dia masuk kedalam hukum kehendak Allah. Dan hadis ini adalah penjelasan bagi hadis-hadis sbelumnya yang disalah pahami makna dhohirnya, yaitu langgengnya orang yang bunuh diri dan pemilik dosa besar di dalam neraka. Dalam hadis juga ada penetapan hukuman bagi sebagian orang yang bermaksiyat, karena orang ini dihukum sebab kedua tangannya.dalam hadia terdapat penolakan thd kaum murji'ah yang berpendapat bahwa maksiyat itu tidak membahayakan. Wallohu a'lam.\r> Muhib Salaf Soleh\rOrang yang mati bunuh diri tidak mengeluarkan dia dari islam. Dan seandainya dia masuk neraka maka dia tidak akan kekal di dalam nya.\rدار الإفتاء المصرية.\r- حكم الانتحار:الانتحار حرام شرعا لما ثبت في كتاب الله وسنة النبي -صلى الله عليه وسلم وإجماع المسلمين على حرمة الانتحار فالمنتحر وقع في كبيرة من عظائم الذنوب وكبائرها إلا أنه مع وقوعه في هذه الكبيرة لا يخرج عن الملة ويظل على إسلامه.","part":1,"page":69},{"id":70,"text":"Dalam menyikapi hadits :\rعن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: كان برجل جراح فقتل نفسه فقال الله: بدرني عبدي بنفسه حرمت عليه الجنة. رواه البخاري 1364.\rAtau hadits :\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من قتل نفسه بحديدة فحديدته في يده يتوجأ بها في بطنه في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا ومن شرب سما فقتل نفسه فهو يتحساه في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا ومن تردى من جبل فقتل نفسه فهو يتردى في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا. رواه مسلم 175.\rSeandainya ada mengatakan dg hanya ma'na dzohir hadits nya saja maka akan ta'arudh(berbenturan dg ayat atau hadits yang lain yang menyatakan bahwa setiap muslim itu akan masuk surga walaupun mampir dulu di neraka)\rTa'arudh dg ayat :\rإِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ? وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا\rSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.Surah An-Nisa' (4:48).\rDan juga ta'arudh dg hadits :\rعن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أتاني آت من ربي فأخبرني أو قال: بشرني أنه:من مات من أمتي ? يشرك بالله شيئا دخل الجنة قلت: وإن زنى وإن سرق؟ قال: وإن زنى وإن سرق . رواه البخاري 1237.\rJuga hadits :\rعن أبي سفيان عن جابر قال: أتى النبي صلى الله عليه وسلم رجل فقال: يا رسول الله ما الموجبتان؟ فقال: من مات ? يشرك بالله شيئا دخل الجنة، ومن مات يشرك بالله شيئا دخل النار.رواه مسلم 151.\rJuga hadits mutawatir :\rمن شهد أن لا إله إلا الله وجبت له الجنة.","part":1,"page":70},{"id":71,"text":"Sebagaimana tercantum dalam kitab :\rالأخبار المتواترة للإمام السيوطي ص 31.\rKesimpulan :\rJadi orang yang bunuh diri itu tidak kekal di neraka jika tidak menghalalkan pekerjaannya itu. Adapun hadits hadits yang dzohirnya kekal di neraka itu masih banyak ta'wilan ulama mengenai nya sebagai mana yang telah dibahas oleh ustadz Mas Hamzah di atas. Berikut beberapa ta'wilan agak serupa dg imam nawawi oleh imam qustolani dalam syarah bukhorinya irsyadu sari. Mengenai hadits :\rفقال الله: بدرني عبدي بنفسه حرمت عليه الجنة . رواه البخاري 1364.\rAdalah :\r1.…kekal jika : menghalalkan tindakan bunuh diri tsb.\r2.…tidak masuk surga dg orang orang yang terlebih dahulu masuk surga artinya dia masuk belakangan.\r3.…diharamkan bagi dia surga tertentu seperti surga 'adn.\r4.…imam nawawi menambahkan : bisa saja yang dimaksud hadits ini adalah menjadi kufurnya orang yang bunuh diri atau melakukan dosa besar di umat umat dulu. Wallohu a'lam bis showab (NN).\rإرشاد الساري ج 2 ص 457.\rفقال الله) عز وجل: (بدرني عبديبنفسه) أي: لم يصبر حتى أقبض روحه من غير سبب له في ذلك بل استعجل وأراد أن يموت قبل ا?جل الذي لم يطلعه الله تعالى عليه فاستحق المعاقبة المذكورة في قوله: (حرمت عليه الجنة) لكونه مستح? لقتل نفسه فعقوبته مؤبدة أو حرمتها عليه في وقت ما كالوقت الذي يدخل فيه السابقون أو: الوقت الذي يعذب فيه الموحدون في النار ثم يخرجون، أو: حرمت عليه جنة معينة كجنة عدن مث?، أو ورد على سبيل التغليظ والتخويف فظاهره غير مراد. قال النووي: أو يكون شرع من مضى أن أصحاب الكبائر يكفرون بها.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/928651520490990/\rwww.fb.com/notes/954374141252061\r4216. PEMIMPIN DAN JUMLAH MALAIKAT\rPERTANYAAN :","part":1,"page":71},{"id":72,"text":"> Zam Bukh\rAssalamu'alaikum, mohon pencerahannya.\r1. Siapakah kepala malaikat\r2. Ada berapa jumlahnya malaikat. Terimakasih sebelumnya\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salaam\r1. Malaikat Jibril adalah malaikat yang paling utama\rغاية المنى ص 86\rجبريل : عليه السلام أمين الوحي و هو أفضل الملائكة\r2. Tidak ada yang mengetahui jumlah malaikat kecuali Allah.\rو ما يعلم جنود ربك إلا هو (المدثر 31)\rصفوة التفاسير ج 3 ص 454\rوما يعلم جنود ربك إ? هو}\rأي وما يعلم عدد الم?ئكة، وقوتهم وضخامة خلقهم، وكثرتهم إ? الله رب العالمين. و الله أعلم\r> Mas Hamzah\r1. Empat pimpinan malaikat yang mengurusi urusan dunia : Malaikat Jibril, Mikail, Malakul Maut dan Isrofil 'alaihimus salaam\r- Kitab Al Habaik Imam Suyuthi (1/166) :\rرؤوس الملائكة الأربعة الذين يدبرون أمر الدنيا\rأخرج ابن أبى شيبة وابن أبى حاتم، وأبو الشيخ في العظمة، والبيهقى في الشعب، عن ابن سابط قال: يدبر أمر الدنيا أربعة: جبريل، وميكائيل، وملك الموت، وإسرافيل، فأما جبريل: فموكل بالرياح، والجنود، وأما ميكائيل: فموكل بالقطر، والنبات، وأما ملك الموت: فموكل بقبض الأرواح، وأما إسرافيل: فهو ينزل بالأمر عليهم.\r2. Tidak ada yang tahu jumlahnya malaikat kecuali Allah. Wallohu A'lam\r- Kitab Tafsir Ibnu Katsir (8/270) :\rوقوله : ( وما يعلم جنود ربك إلا هو ) أي : ما يعلم عددهم وكثرتهم إلا هو تعالى ، لئلا يتوهم متوهم أنهم تسعة عشر فقط ، كما قد قاله طائفة من أهل الضلالة والجهالة ومن الفلاسفة اليونانيين ، ومن تابعهم من الملتين الذين سمعوا هذه الآية ، فأرادوا تنزيلها على العقول العشرة والنفوس التسعة ،التي اخترعوا دعواها وعجزوا عن إقامة الدلالة على مقتضاها ، فأفهموا صدر هذه الآية وقد كفروا بآخرها ، وهو قوله : ( وما يعلم جنود ربك إلا هو)","part":1,"page":72},{"id":73,"text":"وقد ثبت في حديث الإسراء المروي في الصحيحين وغيرهما . عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال في صفة البيت المعمور الذي في السماء السابعة : \" فإذا هو يدخله في كل يوم سبعون ألف ملك ، لا يعودون إليه آخر ما عليهم \" .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/949939311695544/\rwww.fb.com/notes/955467494476059\r4223. HUKUM MEMBANTU MAJIKAN MENANCAPKAN DUPA\rPERTANYAAN :\r> Yadi Hidayatullah AlMadrowiy\rAssalamu’alaikum Wr.. Wb....Pak ustadz... Bu ustadzah.... Saya ingin bertanya... Kebetulan saya bekerja di luar negeri... Majikan saya beragama bundha... Kakek sering melakukan sembayang membakar dupan... Setiap kali sembahyang kakek selalu menyuruh saya menancapkan dupan di area sembayang... yang jadi pertanyaannya haram tidak bagi saya melakukannya...??? Tapi di dalam hati tidak ada niat menyekutukan allah... Niat saya hanya menolong kakek menancapkan dupa... Mohon pencerahannya... Terimakasih... Wassalamualaikum wr.wb. Mohon sangat bantuan jawabanya untuk saudariku ge mana solusinya dan pencerahan agar tentram hatinya.\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam... Hukumnya Termasuk tergolong maksiat .\rإسعاد الرفيق جزء 2 ص 127 (و) منها (الإعانة على المعصية) أى على معصية من معاصى الله بقول أو فعل أو غيره ثم إن كانت المعصية كبيرة كانت الإعانة عليها كبيرة كذلك كما فى الزواجر قال فيها وذكرى لهذين أى الرضا بها والاعانة عليها\rتحفة المحتاج في شرح المنهاج جزء 10 ص 68","part":1,"page":73},{"id":74,"text":"ووسيلة الطاعة طاعة كما أن وسيلة المعصية معصية ، ومن ثم أثيب عليه ثواب الواجب كما قاله القاضي وقوله تعالى { وما أنفقتم من نفقة أو نذرتم من نذر فإن الله يعلمه } أي : يجازي عليه على أن جمعا أطلقوا أنه قربة وحملوا النهي على من ظن من نفسه أنه لا يفي بالنذر ، أو اعتقد أن له تأثيرا ما وقد يوجه بأن اللجاج وسيلة لطاعة أيضا وهي الكفارة أو ما التزمه ويؤيده ما يأتي أن الملتزم بالنذرين قربة وإنما يفترقان في أن المعلق به في نذر اللجاج غير محبوب للنفس وفي أحد نوعي نذر التبرر محبوب لها وقد يجاب بأن نذر اللجاج لا يتصور فيه قصد التقرب فلم يكن وسيلة لقربة من هذه الحيثية .\rوفي الحاوي الكبير جزء 14 ص 391\rقال الماوردي إذا آجر المسلم نفسه من نصرني بعمل يعمله له فهو على ضربين - الى أن قال- والصحيح عندي أن يعتبر حال الإجارة فإن كانت معقودة على عمل يعمله الأجير في يد نفسه لا في يد مستأجره ويتصرف فيه على موجب عقده لا على رأي مستأجره كالخياطة والنساجة والصياغة صحت الإجارة وإن كانت معقودة على تصرف الأجير في يد المستأجر عن أمره كالخدمة لم يجز لأنه في هذا مستذل وفي الأول مصان ف\rPandangan Imam Hanafiyah : I'anah (Menolong maksiah ) atau menolong atas perbuatan yang terlarang maka hukum nya adalah haram, akan tetapi jika perbuatan tersebut hanya semata mata mengharapkan gaji maka hukum nya BOLEH menurut imam Hanafiyah seperti hal nya seorang muslim menyewakan diri nya kepada orang kafir dzimi untuk membuat gereja maka hal semacam ini hukum nya tidak mengapa. Wallahu a'lam. (DA).\rالبحر الرائق شرح كنز الدقائق جزء 8 ص 231","part":1,"page":74},{"id":75,"text":"قال : رحمه الله تعالى ( وحمل خمر الذمي بأجر ) يعني جاز ذلك وهذا عند الإمام وقالا يكره لأنه عليه الصلاة والسلام { لعن في الخمر عشرة وعد منها حاملها } وله أن الإجارة على الحمل وهو ليس بمعصية وإنما المعصية بفعل فاعل مختار فصار كمن استأجره لعصر خمر العنب وقطفه ، والحديث يحمل على الحمل المقرون بقصد المعصية وعلى هذا الخلاف إذا أجر دابة ليحمل عليها الخمر أو نفسه ليرعى له الخنازير فإنه يطيب له الأجر عنده وعندهما يكره وفي التتارخانية : ولو أجر المسلم نفسه لذمي ليعمل في الكنيسة فلا بأس به وفي الذخيرة إذا دخل يهودي الحمام هل يباح للخادم المسلم أن يخدمه قال : إن خدمه طمعا في فلوسه فلا بأس به وإن خدمه تعظيما له ينظر إن فعل ذلك ليميل قلبه إلى الإسلام فلا بأس به وإن فعله تعظيما له كره ذلك وعلى هذا إذا دخل ذمي على مسلم فقام له طمعا في إسلامه فلا بأس به وإن قام له تعظيما له كره له ذلك\rالموسوعة الفقهية الكويتية جزء 10 ص 230","part":1,"page":75},{"id":76,"text":"وذهب الصاحبان من الحنفية ، إلى أنه لا ينبغي للمسلم أن يفعل ذلك ، لأنه إعانة على المعصية ، فهو مكروه عندهما ، خلافا للإمام ، وليس بحرام ، خلافا لما ذهب إليه الجمهور . وبحث الحنفية نظير هذه المسألة في الإجارة ، كما سبق عند الحنابلة ، كما لو آجر شخص نفسه ليعمل في بناء كنيسة ، أو ليحمل خمر الذمي بنفسه أو على دابته ، أو ليرعى له الخنازير ، أو آجر بيتا ليتخذ بيت نار ، أو كنيسة أو بيعة ، أو يباع فيه الخمر ، جاز له ذلك عند أبي حنيفة ، لأنه لا معصية في عين العمل ، وإنما المعصية بفعل المستأجر ، وهو فعل فاعل مختار كشربه الخمر وبيعها ، ففي هذا يقول المرغيناني : إن الإجارة ترد على منفعة البيت ( ونحوه ) ولهذا تجب الأجرة بمجرد التسليم ، ولا معصية فيه ، وإنما المعصية بفعل المستأجر ، وهو مختار فيه ، فقطع نسبته عنه : ويرى الصاحبان كراهة ذلك ، لما فيه من الإعانة على المعصية . وطرح بعضهم الحنفية هذا الضابط : وهو أن ما قامت المعصية بعينه : يكره بيعه تحريما ( كبيع السلاح من أهل الفتنة ) وما لم تقم بعينه يكره تنزيها . . .\rMUJAAWIB : Ghufron Bkl, ماس همزاه, Abdurrofik Qodir, Akhbib Maulana, Jasmail Jeep\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/943222892367186\rwww.fb.com/notes/4223/958215120867963\r4224. NAMA-NAMA SURGA\rPERTANYAAN :\r> Emha Den Bagus\rDulur-dulur , bagi yang tahu nama nama surga beserta penghuninya tolong dikasih tahu...............\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam...Nama-nama syurga yang disebut dalam alqur'an di antaranya adalah :\r1. firdaus\r2. darus salam\r3. darul khuld\r4. darul muqomah\r5. jannatul ma'wa\r6. jannatun na'im\r7. jannatul muqom\r8. jannatul amin\r9. jannatu 'adn\r10. maq'adu sidqi wal husna\r11. darul hayawan.\rWallahu a'lam. (DA)\r- kitab fathul bary :","part":1,"page":76},{"id":77,"text":"ولمح المصنف هنا بأسماء الجنة وهي عشرة أو تزيد الفردوس وهو أعلاها ودار السلام ودار الخلد ودار المقامة وجنة المأوى والنعيم والمقام الأمين وعدن ومقعد صدق والحسنى وكلها في القرآن وقال - تعالى - وإن الدار الآخرة لهي الحيوان فعد بعضهم في أسماء الجنة دار الحيوان وفيه نظر\rDaftar penghuni surga. nabiyyin shiddiqqin syuhada' sholihin.\rMUJAAWIB : ماس همزاه, Dik Ibnu Al-Ihsany Rinduku\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/944606248895517\rwww.fb.com/notes/4224/958284294194379\r4232. HUKUM BERKUNJUNG KE TEMPAT SAUDARA YANG MERAYAKAN NATAL\rPERTANYAAN :\r> Muhamad Maruf Amrullah\rAssalamualaikum, apakah boleh ? sengaja berkunjung ke tempat saudara yang kristen yang sedang merayakan hari natal ?\rJAWABAN :\rWa'alaykumussalaam... bisa menjadi kufur apabila kedatangannya disertai perasaan seperti senang terhadap mereka atau agamanya atau munkarat-munkarat yang lain.\rتفسير نووى ج 1 ص 94 | تفسير رازى ج 8 ص 10-11\rواعلم أن كون المؤمن موالياً للكافر يحتمل ثلاثة أوجه أحدها : أن يكون راضياً بكفره ويتولاه لأجله ، وهذا ممنوع منه لأن كل من فعل ذلك كان مصوباًله في ذلك الدين ، وتصويب الكفر كفر والرضا بالكفر كفر ، فيستحيل أن يبقى مؤمناً مع كونه بهذه الصفة . وثانيها : المعاشرة الجميلة في الدنيا بحسب الظاهر ، وذلك غير ممنوع منه . والقسم الثالث : وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة ، والمظاهرة ، والنصرة إما بسبب القرابة ، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لايوجب الكفر إلا أنه منهي عنه ، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه ، وذلك يخرجه عن الإسلام","part":1,"page":77},{"id":78,"text":"“Ketahuilah bahwa orang mukmin menjalin sebuah ikatan dengan orang kafir berkisar pada tiga hal :\r1.…Pertama, ia rela atas kekufurannyadan menjalin ikatan karena factor tersebut. Hal ini dilarang karena kerelaan terhadap kekufuran merupakan bentuk kekufuran tersendiri.\r2.…Kedua, interaksi social yang baik dalam kehidupan di dunia sebatas dlahirnya saja.\r3.…Ketiga, tolong-menolong yang disebabkan jalinan kekerabatan atau karena kesenangan, disertai sebuah keyakinan bahwa agama kekafirannya adalah agama yang tidak benar.\rHal tersebut tidak menjerumuskan seorang mukmin pada kekafiran, tetapi ia tidak diperbolehkan (menjalin ikatan di atas). Sebab jalinan yang semacam ini (nomer 3) terkadang memberi pengaruh untuk memuluskan jalan kekafiran dan kerelaan terhadapnya. Dan factor inilah yang dapat mengeluarkannya dari Islam”.\rDalam kitab Ahkam Ahli Dzimmah dinyatakan :\rوكما أنهم لا يجوز لهم إظهاره فلا يجوز للمسلمين ممالأتهم عليه ولا مساعدتهم ولا الحضور معهم باتفاق أهل العلم الذين هم أهله\r”Sebagaimana mereka (orang nasrani) tidak diizikan untuk menampakkan hari rayanya, maka tidak boleh bagi kaum muslimin untuk turut serta bersama mereka dalam perayaan itu, atau membantu mereka, atau menghadiri natalan bersama mereka, dengan sepakat ulama, yang mereka memahami kasus ini.” (Ahkam Ahli Dzimmah, 3/87).\rAbul Qosim, Hibatullah bin Hasan as-Syafii mengatakan :\rولا يجوز للمسلمين أن يحضروا أعيادهم لأنهم على منكر وزور وإذا خالط أهل المعروف أهل المنكر بغير الإنكار عليهم كانوا كالراضين به المؤثرين له فنخشى من نزول سخط الله على جماعتهم فيعم الجميع نعوذ بالله من سخطه","part":1,"page":78},{"id":79,"text":"Kaum muslimin tidak boleh menghadiri hari raya mereka, karena mereka berada di atas kemungkaran. Jika orang baik berada di tempat yang sama dengan orang yang melakukan kemungkaran, tanpa ada pengingkaran kepada mereka, statusnya sebagaimana orang yang ridha terhadap kemungkaran itu, dan akan memberikan dampak kepadanya. Kami khawatir akan turut murka Allah kepada jamaah itu, sehingga mengenai semuanya. Kami berlindung kepada Allah dari murkanya. Wallahu a'lam bish-showaab.(DA)\rMUJAWIB : Ghufron Bkl, Af-idahtus Sholihah\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/908977225791753\rwww.fb.com/notes/piss-ktb/4232/961866287169513\r4236. SIFAT QUDRAT ALLAH TA'ALAA\rPERTANYAAN :\r> Nasjul Ankabut\rAssalaamu alaikum, logiskah pertanyaan yang tidak logis ini sya jawab wahai sahabat piss \"mampukah Allah menciptakan sebongkah batu besar yang tidak bisa dia angkat \", ini dari kaum rasionalis, jika sudi tolong beri pencerahannya. Syukron\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, pertanyaan tersebut nggak perlu dijawab, karena nggak nyambung, sifat qudrot Allah tidak berhubungan kecuali dengan hal-hal yang mungkin saja, kalau mau menjawab maka jawablah : \" itu hal mustahil, dan sifat qudrotnya Allah tidak berhubungan dengan hal-hal yang mustahil\".\r- kitab fathul majid hal 23 :","part":1,"page":79},{"id":80,"text":"فاذا قال لك قائل هل الله قادر ان يتخذ شريكا او زوجة او ولدا فلا تقل له هو قادر علي ذالك لان ذالك مستحيل والقدرة لا تتعلق به ولا تقل له ليس بقادر لانك تثبت له العجز والعجز عليه تعالي محال وانما تقول هذا مستحيل وقدرته تعالي لا تتعلق بالمستحيل فتنبه لذلكفقدرته تعالي لا تتعلق الا بالممكنات لا بالواجبات ولا بالمستحيلات\r> Abdullah Afif\rفتح المجيد ص 23\rفائدة: رُوي أن سيدنا إدريس عليه الصلاة والسلام جاءه مرة إبليس في صورة إنسان وكان سيدنا إدريس يخيط وفي كل دخلة وخرجة يقول سبحان الله والحمد لله، فجاءه إبليس اللعين بقشرة وقال له: الله تعالى يقدر أن يجعل الدنيا في هذه القشرة؟\rفقال له سيدنا إدريس: الله تعالى قادر أن يجعل الدنيا في سَمّ هذه الإبرة أي ثقبها، ونخس بالإبرة في إحدى عينيه وجعله أعور\r[Faidah] Diriwayatkan bahwasanya suatu ketika Nabiyalloh Idris AS sedang menjahit pakaiannya,maka datanglah Iblis dalam rupa manusia dengan membawa sebutir cangkang telur. Nabi Idris AS ketika memasukkan dan mengeluarkan jahitannya selalu berdzikir kepada Allah dengan mengucapkan subhanallaah wal hamdu lillaah, Iblis pun datang seraya bertanya kepada Nabi idris AS : \" Apakah Allah kuasa memasukan dunia ini kedalam telur ini \" ? Maka Nabi Idris menjawab : \" Bahkan Allah Maha Kuasa memasukkan dunia ini melalui lubang jarum ini \". Beliau berkata demikian sambil menusukkan jarum tersebut pada salah satu mata iblis, hingga iblis ini buta. Wallaahu A'lam bis showab (NN)\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/949708111718664/\rwww.fb.com/notes/961988710490604\r4247. SETIAP WAKTU ALLAH DALAM KESIBUKAN\rPERTANYAAN :\r> Q Buyut Bazigzag","part":1,"page":80},{"id":81,"text":"Assalamualaikum.wr.wb. Mau nanya tentang akidah. Ada orang yang nanya begini kepada saya : Hari sekarang, jam sekarang, menit sekarang, detik sekarang gusti Allah sedang apa? Mohon dengan sangat bantuannya, Terima kasih.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, dalam surat ar rahman ayat 29 Allah ta'ala berfirman :\rكُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ\r\" Setiap waktu Dia dalam kesibukan \", termasuk kesibukan Allah adalah menjawab doa, memberi peminta, menyembuhkan yang sakit, menghilangkan kesulitan, menolong yang sedang terpepet, mengampuni dosa, menghidupkan, mematikan, mendidik anak kecil, melepaskan tawanan, memerdekakan budak, mengangkat derajat suatu kaum dan merendahkannya. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab tafsir ibnu katsir (7/495) :\rقال الأعمش ، عن مجاهد ، عن عبيد بن عمير : ( كل يوم هو في شأن ) ، قال : من شأنه أن يجيب داعيا ، أو يعطي سائلا أو يفك عانيا ، أو يشفي سقيما .\rوقال ابن أبي نجيح ، عن مجاهد قال : كل يوم هو يجيب داعيا ، ويكشف كربا ، ويجيب مضطرا ويغفر ذنبا .\rوقال قتادة : لا يستغني عنه أهل السماوات والأرض ، يحيي حيا ، ويميت ميتا ، ويربي صغيرا ، ويفك أسيرا ، وهو منتهى حاجات الصالحين وصريخهم ، ومنتهى شكواهم .\rوقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبي ، حدثنا أبو اليمان الحمصي ، حدثنا حريز بن عثمان ، عن سويد بن جبلة - هو الفزاري - قال : إن ربكم كل يوم هو في شأن ، فيعتق رقابا ، ويعطي رغابا ، ويقحم عقابا .","part":1,"page":81},{"id":82,"text":"وقال ابن جرير : حدثني عبد الله بن محمد بن عمرو الغزي ، حدثني إبراهيم بن محمد بن يوسف الفريابي ، حدثني عمرو بن بكر السكسكي ، حدثناالحارث بن عبدة بن رباح الغساني ، عن أبيه ، عن منيب بن عبد الله بن منيب الأزدي ، عن أبيه قال : تلا رسول الله - صلى الله عليه وسلم - هذه الآية : ( كل يوم هو في شأن ) ، فقلنا : يا رسول الله ، وما ذاك الشأن ؟ قال : \" أن يغفر ذنبا ، ويفرج كربا ، ويرفع قوما ، ويضع آخرين \" .\rوقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبي ، حدثنا هشام بن عمار ، وسليمان بن أحمد الواسطي قالا : حدثنا الوزير بن صبيح الثقفي أبو روح الدمشقي - والسياق لهشام - قال : سمعت يونس بن ميسرة بن حلبس ، يحدث عن أم الدرداء عن أبي الدرداء ، عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال : \" قال الله عز وجل : ( كل يوم هو في شأن ) قال : \" من شأنه أن يغفر ذنبا ، ويفرج كربا ، ويرفع قوما ، ويضع آخرين \" .\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/951680614854747/\rwww.fb.com/notes/962012133821595\r4258. HUKUM MENGAKUI ADA NABI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW\rPERTANYAAN :\r> Rizal Fahmy\rAssalamu alualykm..ada soal titipan : masalah aqidah orang yang mengakui bahwa ada nabi sesudah nabi saw... itu termasuk syirik bukan? dan tergolong orang apa? nuwun..\rJAWABAN :\r> 'Abdur Rohim\rJika dia tidak percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir, maka hukumnya kafir dan harus bertaubat. Itu perkara yang harusnya otomatis diketahui seluruh umat islam (ma'lum minad diin bid-dharuurah) yang seharusnya wajib diketahui oleh orang Islam bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad Saw..\rLihat QS. Al-Ahzab ayat 40 :","part":1,"page":82},{"id":83,"text":"مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً\rJuga Hadits : Sabda Nabi Saw \"Laa Nabiyya Ba'dii\" :\rكَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ، كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي، وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ\r> Mas hamzah\rOrang yang mengingkari bahwa Muhammad shollallohu alaihi wasallam adalah Nabi terakhir maka dia telah kafir dan keluar dari agama islam, begitu juga dengan orang yang mengakui adanya Nabi setelah Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam maka dia telah kafir walaupun dia masih mengakui bahwa Muhammad shollallohu alaihi wasallam adalah utusan Allah untuk manusia seluruhnya. Wallohu a'lam bis showab (NN).\r- kitab tafsir at tahrir wat tanwir (23/45) :\rوقد أجمع الصحابة على أن محمدا - صلى الله عليه وسلم - خاتم الرسل والأنبياء وعرف ذلك وتواتر بينهم وفي الأجيال من بعدهم ولذلك لم يترددوا في تكفير مسيلمة ، والأسود العنسي فصار معلوما من الدين بالضرورة فمن أنكره فهو كافر خارج عن الإسلام ولو كان معترفا بأن محمدا - صلى الله عليه وسلم - رسول الله للناس كلهم .الي ان قالولذلك لا يتردد مسلم في تكفير من يثبت نبوءة لأحد بعد محمد - صلى الله عليه وسلم - وفي إخراجه من حظيرة الإسلام\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/953585164664292/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/962034907152651\r4296. SYURGA DIHARAMKAN BAGI NON MUSLIM ?\rPERTANYAAN :\r> Singkong'van Jhava","part":1,"page":83},{"id":84,"text":"Assalamualaikum, maaf mau tanya akhy \\ ukty, agama islam kalau meninggl ada yang masuk syurga, kalau agama non islam kalau meninggal ada yang masuk syurga tidak ? sedangkan dalam agama itu, satu-satunya agama itu agama islam, yang non islam itu bagaimana?\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa alaikum salaam, selain orang muslim Allah haramkan surga. Jadi tidak ada seseorang di surga melainkan dia adalah seorang muslim.\rلَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ? وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ? إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ? وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ\rSesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam, padahal Al Masih (sendiri) berkata : Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Surah Al-Ma'idah (5:72). Wallohu a'lam bis showab (NN)\rصفوة التفاسير ج 1 ص 330.\r{إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة}أي من يعتقد بألوهية غير الله فلن يدخل الجنة أبدا ?نها دار الموحدين {ومأواه النار}.\rصفوة التفاسير ج 1 ص 174.\r{إن الدين عند الله ا?س?م} أي الشرع المقبول عند الله هو ا?س?م، و? يدن يرضاه الله سوى ا?س?م . و الله أعلم.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960408610648614/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969797909709684\r4297. BACAAN TASBIHNYA MALAIKAT JIBRIL\rPERTANYAAN :","part":1,"page":84},{"id":85,"text":"> Muhammad Rangga\rAssalamualaikum.wr.wb. Ustadz/zah Piss-KTB mau nanya : apa isi dari Tasbih Malaikat Jibril dan apakah benar kalau kita mengamalkannya kita dapat melihat tempat kita di syurga ? Mohon pencerahannya? Syukron,jazaakumullah\rJAWABAN :\r> Kumbang Gurun\rWa alaikum salaam. Setiap malaikat memiliki tugas tersendiri \" Pendapat Imam Gozali rah : \" Para malaikat berada satu maqom \", kalau diciptakan untuk sujud maka bersujud sampai hari kiamat, begitu juga yang diciptakan untuk bertasbih maka terus bertasbih sampai hari kiyamat tidak berpindah-pindah tidak seperti manusia\". Malaikat Jibril tugasnya menyampaikan wahyu \". Tentang bacaan tasbih tersebut \" yang dibaca oleh para malaikat penjaga laut \" barangsiapa membecanya 100 kalau dalam sehari maka tidak akan mati sebelum ia melihat tempat duduknya di surga \" ini kisah Ibrahim bin Adam rah , ketika ada dipinggir laut \" mendengar bacaan tasbih seperti lebah. ( Kisahnya ada dalam Ihya uluumuddin milik Imam Gozali rah ).\r> Erlangga As Sumatrani\rBenar. Telah berkata Abu Thalib Al Makki dalam kitab “Quutul Quluub”: Diceritakan kepada kami dari Ibrahim Bin Adham dari sebagian Wali Abdal, bahwasanya pada suatu malam ia sholat di tepi laut, Kemudian ia mendengar suara nyaring mengucapkan tasbih tanpa Kelihatan siapa yang mengucapkannya. Ia berkata, Lalu aku Berteriak : “Siapakah anda? saya mendengar suaramu tetapi tidakmelihat Rupamu?”\rJawab: “Aku adalah malaikat penjaga laut ini, aku selalu mengucapkan tasbih ini sejak aku diciptakan”\rAku bertanya : “Siapa namamu?\rJawab : “Mahlahyaabil”","part":1,"page":85},{"id":86,"text":"Tanya : “Apa pahala orang yang mengucap tasbih tersebut?”\rJawab : “Barang siapa mengucapkannya seartus kali, maka ia tidak akan mati melainkan setelah melihat tempatnya di surga Atau diperlihatkan kepadanya.\rسبحا ن الله العلي الد ىا ن سبحا ن الله شد يد الا ر كا ن سبحا ن الله من ىاء تى با لليل و ىذ هب با لنهار سبحا ن من لا يشغله ساءن عن ساءن سبحا ن الله الحنا ن المنا ن سبحا ن الله في كل مكا ن\rDan didalam riwayat lain dari Abi Zahra : tukang adzan di Masjidil Muqaddis,beliau berkata : suatu ketika saya sholat di Baitul Muqaddis, lalu saya sholat witir di padang pasir, tiba-tiba datang kantukku sehingga saya tertidur, akhirnya pintu kotapun di tutup. Saya tidak terjaga sama sekali, melainkan setelah mendengar Suara halus sayap- sayap malaikat yang telah memenuhi padang Pasir. Salah satu malaikat yang denganku berkata :”Apakah anda manusia?”. Saya jawab :”ya”\rLalu saya jelaskan bahwa saya tertidur disitu. Ia berkata :”tidak apa-apa”. Kemudian saya mendengar suatu suara disebelah kananku mengucapkan :\rسبحا ن القا ئم الدائم سبحا ن الواحدالاحدالفردالصمدالحي القيوم سبحا ن الذى لاىموت سبحان الله وبحمده سبحا ن الملك القدوس سبوح قدوس رب الملا ئكة والروح سبحا ن العلي الا علا سبحا نه و تعال\rDan suara disebelah kiriku mengucapkan ucapan yang serupa. Dan akhirnya malaikat-malaikat yang ada di situ semuanya Mengucapkan tasbih tersebut. Maka saya bertanya kepada Malaikat di dekatku :”Siapakah malaikat disebelah kanan itu?”\rJawab :”itu adalah Jibril”. Saya bertanya lagi :”Dan disebelah kiri itu siapa?”. Jawab :”itu Mikail”","part":1,"page":86},{"id":87,"text":"Lalu saya berkata kepadanya :”Apa pahala bagi orang yang mengucapkan tasbih seperti yang kalian ucapkan ini?”\rIa menjawab :”Barang siapa mengucapkan seperti apa yang kami ucapkan sebanyak hitungan hari dalam setahun, setiap hari satu atau jadikan satu, maka kelak akan melihat tempatnya di surga”\rSaya berkata dalam hati :”Mungkin saya tidak akan hidup sampai satu tahun untuk mencukupi hitungannya, maka lebih baik saya berkhalwat dan saya baca sekaligus 360 kali”. (Ditukil dari kitab Al-Qirthaas oleh Habib Ali bin Hasan Al Athas).\rhttps://koetaradja.wordpress.com/2013/07/17/tasbih-malaikat-penjaga-laut-dan-malaikat-jibril/\rوحدثونا عن إبراهيم بن أدهم عن بعض الأبدال أنه قام ذات ليلة يصلي على شاطئ البحر فسمع صوتاً عالياً بالتسبيح ولم يرَ أحداً فقال: من أنت أسمع صوتك ولا أرى شخصك، فقال أنا ملك من الملائكة موكل بهذا البحر أسبح الله عزّ وجلّ هذا التسبيح منذخلقت قلت فما اسمك؟ قال مهيهيائيل، قلت: فما ثواب من قاله؟ قال: من قاله مائة مرة لم يمت حتى يرى مقعده من الجنة أو يرى له، وهو هذا التسبيح: سبحان الله العلي الديان، سبحان الله شديد الأركان، سبحان من يذهب بالليل ويأتي بالنهار سبحان من لا يشغله شأن عن شأن، سبحان اللّّه الحنان، المنان، سبحان الله المسبح في كل مكان، وإن كان للعبد من الصلاة أوراد معلومة فحسناً قد فعل كان من التابعين من ورده في كل يوم ثلاثمائة ركعة وأربعمائة ركعة وكان منهم من ورده ستمائة ركعة إلى ألف ركعة وأقل ما نقل عنه من الأوراد مائة ركعة في اليوم، وكان كرز بن وبرة مقيماً بمكة وكان\rhttp://shamela.ws/browse.php/book-482/page-71\r> Mas Hamzah\r- kitab tarikh dimasyqo ibnu asakir :","part":1,"page":87},{"id":88,"text":"عَنْ أَبَانٍ ، عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ مَرَّةً : سُبْحَانَ الْقَائِمِ الدَّائِمِ , سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّومِ ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ ، سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الأَعْلَى ، سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى ، لَمْ يَمُتْ حتى يَرَى مَكَانَهُ مِنَ الْجَنَّةِ أَوْ يُرَى لَهُ \" ، انْتَهَى . .\rDari aban, dari anas berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : \" Barang siapa setiap hari membaca sekali kalimat : subhanalloh al-qoim ad-daim, subhanal hayyil qoyyum....dst, maka tidak akan meninggal hingga melihat tempatnya di syurga atau diperlihatkan kepadanya \". Wallohu a'lam bis showab (NN).\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/960092377346904/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/969797976376344\r4310. TURUNNYA NABI ISA 'ALAIHISSALAM KE DUNIA PADA AKHIR ZAMAN\rPERTANYAAN :\r> Fahri Alfin Mubarok\rAssalamualaikum, pada pengurus Pustaka Ilmu SunniSalafiyah - KTB (PISS-KTB) serta pengikutnya smoga slalu dlam lindungan Allah swt.saya pernah pernah denger katanya nabi isa as,akan turun lagi ke dunia pada akhir zaman, untuk meluruskan ajaran nabi Muhammad saw, memberantas berhala & mematahkan salib, apa itu betul kalau betul tolong carikan dalil alqur'an dan hadistnya. mohon kerelaan ilmunya trimakasih, wassalam.\rJAWABAN :\r> Abdul Malik\rWa'alaikumussalam. Benar apa yang tertera di atas. Dalam sebuah hadist syarah shohih bukhori diterangkan kebenarannya sebagai berikut :","part":1,"page":88},{"id":89,"text":"حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا الليث عن ابن شهاب عن ابن المسيب أنه سمع أبا هريرة رضي الله عنه يقول قال رسول الله صلى الله عليه وسلم والذي نفسي بيده ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما مقسطا فيكسر الصليب ويقتل الخنزير ويضع الجزية ويفيض المال حتى لا يقبله أحد.\rSampai pada keterangan\rفي نزول عيسى بن مريم فيكسر الصليب ويقتل الخنزير ، وسيأتي الكلام عليه مستوفى في أحاديث الأنبياء ، وموضع الترجمة منه قوله : \" ويقتل الخنزير \" أي : يأمر بإعدامه مبالغة في تحريم أكله ، وفيه توبيخ عظيم\rللنصارى الذين يدعون أنهم على طريقة عيسى ثم يستحلون أكل الخنزير ويبالغون في محبت\r> Mas Hamzah\rAbu Hurairah radhiallahu anhu berkata :\rقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « والذي نفسي بيده ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا ، فيكسر الصليب ، ويقتل الخنزير ، ويضع الجزية ، لا يقبلها من كافر ، ويفيض المال حتى لا يقبله أحد ، حتى تكون السجدة الواحدة خير من الدنيا وما فيها »ثم يقول أبو هريرة رضي الله عنه : اقرأوا إن شئتم : { وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا }","part":1,"page":89},{"id":90,"text":"Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : Demi yang jiwaku di tangan-Nya sungguh hampir saja turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai Hakim yang Adil, Dia mematahkan salib, dan membunuh babi, dan meletakkan Jizyah, tidak menerimanya dari orang kafir, datang harta yang banyak namun tidak ada seorangpun yang mau menerimanya, sehingga satu sujud lebih baik dari dunia seisinya, kemudian Abu Hurairah berkata : jika kalian mau bacalah ayat Allah : (( Tidak seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya, dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka)).(HR Bukhori dan Muslim )\r- kitab albidayah wan nihayah (19/224) :\rوقال الإمام أحمد : حدثنا عفان ، حدثنا همام ، أخبرنا قتادة ، عن عبد الرحمن ، وهو ابن آدم مولى أم برثن صاحب السقاية ، عن أبي هريرة ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : \" الأنبياء إخوة لعلات ، أمهاتهم شتى ، ودينهم واحد ، وإني أولى الناس بعيسى ابن مريم; لأنه لم يكن بيني وبينه نبي ، وإنه نازل ، فإذا رأيتموه فاعرفوه ، رجل مربوع إلى الحمرة والبياض ، عليه ثوبان ممصران ، كأن رأسه يقطر وإن لم يصبه بلل ، فيدق الصليب ، ويقتل الخنزير ويضع الجزية ، ويدعو الناس إلى الإسلام ، ويهلك الله في زمانه الأمم كلها إلا الإسلام ، ويهلك الله في زمانه المسيح الدجال ، ثم تقع الأمنة على الأرض ، حتى ترتع الأسود مع الإبل ، والنمار مع البقر ، والذئاب مع الغنم ، ويلعب الصبيان بالحيات ، لا تضرهم ، فيمكث أربعين سنة ثم يتوفى ، ويصلي عليه المسلمون \" . وهكذا رواه أبو داود ، عن هدبة بن خالد ، عن هشام بن يحيى ، عن قتادة به .","part":1,"page":90},{"id":91,"text":"Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : \" Para Nabi adalah saudara sebapak, ibu-ibu mereka berbeda-beda tapi agama mereka satu, dan aku orang yang lebih berhak kepada Isa bin Maryam, karena tidak ada Nabi diantara aku dengannya, dan bahwa dia akan turun, maka apabila kalian melihatnya kenalilah : dia adalah seorang laki yang sedang tingginya antara kemerahan dan keputih-putihan, memakai dua pakaian mumshirani ( pakaian yang berwarna kekuning-kuningan), seakan-akan kepalanya meneteskan air, meskipun tidak terkena basahan air, lali dia mematahkan salib, dan membunuh babi, dan menghapuskan jizyah, dan menyeru manusia kedalam islam, dan dizamannya Allah melenyapkan semua ajaran kecuali islam, dan Allah Menghancurkan dizamannya Masih Ad Dajjal,kemudian rasa aman menyelimuti bumi, sehingga …..anak-anak bermain dengan ular namun tidak melukai mereka, lalu dia tinggal selama empat puluh tahun, kemudia wafat, dan disholatkan oleh kaum muslimin\". (HR Ahmad dan Abu Dawud ).\rTurunnya Nabi isa termasuk tandanya kiyamat yang besar, ini berdasarkan al qur'an, hadits dan ijma'nya ummat\rDalil qur'annya adalah :Firman Allah Ta’alaa :\rقوله تعالى : { وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا } .\rTidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya . dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.[ An Nisa’ : 159 ]\rDalil hadisnya :Hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata :","part":1,"page":91},{"id":92,"text":"قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « والذي نفسي بيده ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا ، فيكسر الصليب ، ويقتل الخنزير ، ويضع الجزية ،\rRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : demi yang jiwaku ditanganNya sungguh hampir saja turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai Hakim yang Adil, Dia mematahkan salib, dan membunuh babi, dan meletakkan Jizyah \"(HR Muslim )\rJabir radhiallahu anhu berkata :\rسمعت النبي صلى الله عليه وسلم : « \" لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين إلى يوم القيامة \" ، قال : \" فينزل عيسى ابن مريم عليه السلام فيقول أميرهم : تعال صل لنا ، فيقول : لا ، إن بعضكم على بعض أمراء ، تكرمة الله لهذه الأمة » .\rArtinya : aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : \" senantiasa ada segolongan dari umatku berperang diatas kebenaran sampai hari kiamat, lalu Beliau berkata : lalu turunlah Isa bin Maryam alaihi wasallam lalu berkata amir mereka : marilah jadilah imam sholat bagi kami, lalu beliau berkata : tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah amir bagi sebagian yang lain, sebagai kemulian yang Allah Berikan atas umat ini \". (HR Muslim ).\rIjma' ummat Umat telah bersepakat akan turunnya Nabi Isa, tidak seorangpun dari pengikut syariah yang menyelisihinya, yang mengingkarinya hanyalah ahli falsafah yang keluar dari islam yang tidak dinggap penyelisihannya,dan ijma’ umat telah berlaku bahwa beliau akan turun dan menghukumi dengan syariat Muhammad ini, tidak turun dengan syariat sendiri ketika beliau turun dari langit, meskipun beliau melaksanakannya dan disifati dengannya. Wallohu a'lam.\r- kitab lawami'ul anwar al bahiyyah (2/94-95) :","part":1,"page":92},{"id":93,"text":"( و ) ) منها أي من علامات الساعة العظمى العلامة الثالثة أن ينزل من السماء السيد ( ( المسيح ) ) عيسى ابن مريم عليه السلام ونزوله ثابت بالكتاب والسنة وإجماع الأمة أما الكتاب فقوله ( وإن من أهل الكتاب إلا ليؤمنن به قبل موته ) أي ليؤمنن بعيسى قبل موت عيسى وذلك عند نزوله من السماء آخر الزمان حتى تكون الملة واحدة ملة إبراهيم حنيفا مسلما .\rونوزع في الاستدلال بهذه الآية الكريمة وأن الضمير في قوله قبل موته ليهود ويؤيده قراءة أبي رضي الله عنه قبل موتهم .\rوأما السنة ففي الصحيحين وغيرهما عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم \" والذي نفسي بيده ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا فيكسر الصليب ويقتل الخنزير ويضع الجزية \" الحديث . وفي مسلم عنه \" والله لينزلن ابن مريم حكما عدلا فليكسرن الصليب \" بنحوه .\rوأخرج مسلم أيضا عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم \" لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين إلى يوم القيامة فينزل عيسى ابن مريم فيقول أميرهم : تعال صل بنا فيقول : لا إن بعضكم على بعض أمراء تكرمة الله هذه الأمة \" .\rوأما الإجماع فقد أجمعت الأمة على نزوله ولم يخالف فيه أحد من أهل الشريعة ، وإنما أنكر ذلك الفلاسفة والملاحدة ممن لا يعتد بخلافه ، وقد انعقد إجماع الأمة على أنه ينزل ويحكم بهذه الشريعة المحمدية وليس ينزل بشريعة مستقلة عند نزوله من السماء وإن كانت النبوة قائمة به وهو متصف بها ، ويتسلم الأمر من المهدي ويكون المهدي من أصحابه وأتباعه كسائر أصحاب المهدي حتى أصحاب الكهف الذين هم من أتباع المهدي كما مر .\r> Ghufron Bkl","part":1,"page":93},{"id":94,"text":"وثالثها ) نزول عيسى عليه الصلاة والسلام على المنارة البيضاء شرقي دمشق فينزل واضعا حالة نزوله كفيه على أجنحة ملكين وقت صلاة الصبح فيدعوه الناس للصلاة بهم فيمتنع ويقول : إمامكم منكم، فيتقدم المهدي فيصلى إماما به وبهم إكراما لهذه الأمة ولنبيها عليه الصلاة والسلام، وحينئذ يكون الدجال محاصرا أهل بيت المقدس وبابه مغلق فيقول: افتحوا الباب فيفتحونه، فيراه الدجال فيولى هاربا هو ومن معه، فيخرج عيسى والمهدي في طلبه فيضيق الله عليه الأرض فيلحقه عيسى ومن معه على بضعة عشر ذراعا عند باب (لد) قرية قريبة من الرملة، فإذا نظر إليه عيسى عليه السلام يقول: أقم الصلاة، فيقول الدجال: يانبي الله قد أقيمت، فيقول: ياعدوالله إنك زعمت أنك رب العالمين فلمن تصلى؟ فيضربه بحربة فتنفذه ويخرجها وقد تلوثت بدمائه ويقول: يامعشر المسلمين انظروا. ويحكم بشريعة نبينا محمد صلى الله عليه وسلم، ويكثر الأمن في زمنه والخصب والرخاء والبركة، ويمكثون على هذه الحالة أربعين سنة ويتزوج عيسى ويولد له ولدان ويموت المهدي ويصلى عليه عيسى ويدفنه ببيت المقدس، ثم يموت عيسى بالمدينة ويدفن بجوار أبى بكر الصديق رضي الله عنه\rsarjanaspdi.blogspot.com/2013/01/tanwirul-qulub.html?m=1\rإظهار التشكيل|إخفاء التشكيلمسألة: الجزء الخامس التحليل الموضوعيقوله تعالى : وإن من أهل الكتاب إلا ليؤمنن به قبل موته ويوم القيامة يكون عليهم شهيدا","part":1,"page":94},{"id":95,"text":"قوله تعالى : وإن من أهل الكتاب إلا ليؤمنن به قبل موته قال ابن عباس والحسن ومجاهد وعكرمة : المعنى ليؤمنن بالمسيح قبل موته أي الكتابي ؛ فالهاء الأولى عائدة على عيسى ، والثانية على الكتابي ؛ وذلك أنه ليس أحد من أهل الكتاب اليهود والنصارى إلا ويؤمن بعيسى عليه السلام إذا عاين الملك ، ولكنه إيمان لا ينفع ؛ لأنه إيمان عند اليأس وحين التلبس بحالة الموت ؛ فاليهودي يقر في ذلك الوقت بأنه رسول الله ، والنصراني يقر بأنه كان رسول الله . وروي أن الحجاج سأل شهر بن حوشب عن هذه الآية فقال : إني لأوتى بالأسير من اليهود والنصارى فآمر بضرب عنقه ، وأنظر إليه في ذلك الوقت فلا أرى منه الإيمان ؛ فقال له شهر بن حوشب : إنه حين عاين أمر الآخرة يقر بأن عيسى عبد الله ورسوله فيؤمن به ولا ينفعه ؛ فقال له الحجاج : من أين أخذت هذا ؟ قال : أخذته من محمد بن الحنفية ؛ فقال له الحجاج : أخذت من عين صافية . وروي عن مجاهد أنه قال : ما من أحد من أهل الكتاب إلا يؤمن بعيسى قبل موته ؛ فقيل له : إن غرق أو احترق أو أكله السبع يؤمن بعيسى ؟ فقال : نعم ! [ ص: 374 ] وقيل : إن الهاءين جميعا لعيسى عليه السلام ؛ والمعنى ليؤمنن به من كان حيا حين نزوله يوم القيامة ؛ قال قتادة وابن زيد وغيرهما واختاره الطبري . وروى يزيد بن زريع عن رجل عن الحسن في قوله تعالى : وإن من أهل الكتاب إلا ليؤمنن به قبل موته قال : قبل موت عيسى ؛ والله إنه لحي عند الله الآن ؛ ولكن إذا نزل آمنوا به أجمعون ؛ ونحوه عن الضحاك وسعيد بن جبير . وقيل : ليؤمنن به أي بمحمد عليه السلام وإن لم يجر له ذكر ؛ لأن هذه الأقاصيص أنزلت عليه والمقصود الإيمان به ، والإيمان بعيسى يتضمن الإيمان بمحمد عليه الصلاة والسلام أيضا ؛ إذ لا يجوز أن يفرق بينهم . وقيل : ليؤمنن به أي بالله تعالى قبل أن يموت ولا ينفعه الإيمان عند المعاينة . والتأويلان الأولان أظهر . وروى الزهري عن سعيد بن","part":1,"page":95},{"id":96,"text":"المسيب عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : لينزلن ابن مريم حكما عدلا فليقتلن الدجال وليقتلن الخنزير وليكسرن الصليب وتكون السجدة واحدة لله رب العالمين ، ثم قال أبو هريرة : واقرءوا إن شئتم وإن من أهل الكتاب إلا ليؤمنن به قبل موته قال أبو هريرة : قبل موت عيسى ؛ يعيدها ثلاث مرات . وتقدير الآية عند سيبويه : وإن من أهل الكتاب أحد إلا ليؤمنن به . وتقدير الكوفيين : وإن من أهل الكتاب إلا من ليؤمنن به ، وفيه قبح ، لأن فيه حذف الموصول ، والصلة بعض الموصول فكأنه حذف بعض الاسم .\rقوله تعالى : ويوم القيامة يكون عليهم شهيدا أي بتكذيب من كذبه وتصديق من صدقه\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/974985059190969/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/976209005735241\r4311. BENARKAH AJBU DZANAB ( TULANG EKOR ) ITU TIDAK BISA MUSNAH ?\rPERTANYAAN :\r> Puthu Anggoro Kasih\rAssalamualaikum wr.wb. Kyai mohon penjelasan tentang apa dan bagaimana itu 'AJBU DANB (tulang ekor), katanya dia (ajbu danab) tidak rusak walau si mayit sdh hancur berlalang tanah. benerkah...? matur suwun, wassalamualaikum wr.wb.\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa'alaikum salam wr.wb, ajbu dzanbi atau tulang ekor itu letaknya ada di bawah tulang sulbi dan inilah yang pertama kali allah ciptakan dari penciptaan manusia dan tulang inilah yang tidak akan hancur ketika manusia meninggal.\rشرح صحيح مسلم للإمام النووي ج 18 ص 93.","part":1,"page":96},{"id":97,"text":"قوله (عجب الذنب) هو بفتح العين وإسكان الجيم أي العظم اللطيف الذي في أسفل الصلب وهو رأس العصعص ويقال له عجم بالميم وهو أول ما يخلق من ا?دمي وهو الذي يبقى منه ليعاد تركيب الخلق عليه قوله صلى الله عليه وسلم (كل بن آدم يأكله التراب ا? عجم الذنب) هذا مخصوص فيخص منه ا?نبياء صلوات الله وس?مه عليهم فإن الله حرم على ا?رض أجسادهم كما صرح به في الحديث.\rHikmahnya adalah karena allah menciptakan awal mula manusia tulang ekor dulu dan allah tetapkan tulang ekor agar tidak binasa di terengus tanah lalu allah bangkitkan lagi manusia dari tulang ekornya sebagaimana dulu allah ciptakan.\rعمدة القارى بشرح البخاري ج 19 ص 146.\rفإن قلت: ما الحكمة في تخصيص العجب بعدم البلى دون غيره؟\rقلت: ?ن أصل الخلق منه ومنه يركب وهو قاعدة بدء ا?نسان وأسه الذي يبنى عليه، فهو أصلب من الجميع كقاعدة الجدار، وقال بعضهم: زعم بعض الشراح أن المراد بأنه ? يبلى أي: يطول بقاؤه ? أنه ? يبلى أص?، وهذا مردود ?نه خ?ف الظاهر بغير دليل. انتهى.\r> Mas Hamzah\rعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: \" كُلَّ ابْنِ آدَمَ تَأْكُلُ الْأَرْضُ، إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ، مِنْهُ خُلِقَ، وَفِيهِ يُرَكَّبُ \"\rDari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Semua (jasad) anak Adam akan dimakan tanah, kecuali tulang ekornya. Darinya ia diciptakan, dan darinya pula ia akan dihimpun kembali” Diriwayatkan oleh Abu Daawud. Wallohu a'lam.\r- kitab aunul ma'bud :","part":1,"page":97},{"id":98,"text":"( كل ابن آدم ) بالنصب مفعول مقدم أي جميع جسده ( إلا عجب الذنب ) بفتح العين وسكون الجيم ، العظم الذي في أسفل الصلب عند العجز ( منه ) أي من عجب الذنب ( خلق ) بصيغة المجهول ، أي ابتدئ منه خلق الإنسان أولا ( وفيه ) أي ومنه ، وفي تأتي مرادفة لمن ( يركب ) بصيغة المجهول ، أي في الخلق الثاني .\rقال النووي في شرح مسلم : عجب الذنب هو بفتح العين وإسكان الجيم ، أي العظم اللطيف الذي في أسفل الصلب ، وهو أول ما يخلق من الآدمي ، وهو الذي يبقى منه ليعاد تركيب الخلق عليه ، وهذا مخصوص فيخص منه الأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم ، فإن الله حرم على الأرض أجسادهم انتهى .\rوأخرج البخاري في التفسير ومسلم في الفتن عن أبي معاوية الضرير ، عن الأعمش ، عن أبي صالح ، عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما بين النفختين أربعون ، قالوا : يا أبا هريرة ، أربعين يوما؟ قال أبيت قالوا : أربعين شهرا؟ قال أبيت ، قالوا : أربعين سنة؟ قال : أبيت ثم ينزل الله من السماء ماء فينبتون كما ينبت البقل ، قال : وليس من الإنسان شيء إلا يبلى إلا عظما واحدا وهو عجب الذنب ومنه يركب الخلق يوم القيامة واللفظ لمسلم .\rوعند مسلم من طريق أبي الزناد عن الأعرج ، عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : كل ابن آدم يأكله التراب إلا عجب الذنب منه خلق وفيه يركب .\rوعنده من طريق همام بن منبه عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم إن في الإنسان عظما لا تأكله الأرض أبدا فيه يركب يوم القيامة قالوا : أي عظم هو يا رسول الله؟ قال : عجب الذنب انتهى\r> Ghufron Bkl\rتفسير الصاوي :\rثمانية حكم البقاء يعمها *** من الخلق والباقون في حيز العدم\rهي العرش والكرسي ونار وجنة *** وعجب وأرواح كذا اللوح والقلم\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/975586302464178/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/976218829067592","part":1,"page":98},{"id":99,"text":"4325. HUKUM MEMILIKI KHODAM GHAIB\rPERTANYAAN :\r> Afyf Al-akhfa Asyatibi\rAsalamu'alaikum wr.wb. Mau tanya ustadz/ustazdah. Bagiamana hukumnya orang yang memiliki khodam/jin ? Ada yang mengatakan musyrik/syirik. Dalam artian memiliki ilmu kekebalan. Mohon minta pejelasannya. Wasalamu'alaikum wr.wb.\rJAWABAN :\r> Masaji Antoro\rWa'alaikumsalam wr wb. Bila pelakunya disiplin syari’at ( mutasyarri’ ), yang dibaca (mantera) tidak bertentangan dengan syari?t, khodamnya juga yang baik dan tidak menimbulkan dloror syar’i ( termasuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi tidak ada manfaat yang sebanding ) maka hukumnya boleh\r( مسألة: فى أقسام السحر وحكمه )الى أن قال ومنها الاستعانة بالأرواح الأرضية بواسطة الرياضة وقراءة العزائم إلى حيث يخلق الله تعالى عقب ذلك على سبيل جرى العادة بعض خوارق وهذا النوع قالت المعتزلة إنه كفر لأنه لا يمكن معه معرفة صدق الرسل عليهم الصلاة والسلام للالتباس, ورد بأن العادة الإلهية جرت بصرف المعارضين للرسل عن إظهار خارق ثم التحقيق أن يقال إن كان من يتعاطى ذلك خيرا متشرعا فى كامل ما يأتى ويدر وكان من يستعين به من الأرواح الخيرة وكانت عزائمه لا تخالف الشرع وليس فيما يظهر على يده من الخوارق ضرر شرعى على أحد فليس ذلك من السحر بل من الأسرار والمعونة وإلا فهو حرام إن تعلمه ليعمل به بل يكفر إن اعتقد حل ذلك فإن تعلمه ليتوقاه فمباح وإلا فمكروه. إهـ هامش فتح الوهاب الجزء الثانى ص : 151 دار إحياء الكتب العربية\rMAS'ALAH : Dalam pembahasan bentuk-bentuk sihir dan hukumnya......dst","part":1,"page":99},{"id":100,"text":"Di antara macam sihir adalah meminta pertolongan dengan arwah arodhiyah dengan cara laku riyadhoh dan membaca azimat-azimat yang setelahnya akan menimbulkan hal-hal aneh diluar kebiasaan pada umumnya, menurut kaum Mu'tazilah ini termasuk perbuatan kufur karena dapat menyerupai dan melemahkan kebenaran para utusan Allah akan mukjizatnya, sedang menurut pendapat ulama yang TAHQIIQ (kuat dalam pernyataannya) hukumnya di perinci :\r1.…Boleh : Apabila pelakunya disiplin syari’at (mutasyarri’), kemudian yang dibaca (mantera) tidak bertentangan dengan syari?t dan tidak menimbulkan dloror syar’i (termasuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi tidak ada manfaat yang sebanding). Bila yang terjadi semacam ini, maka hal tersebut bukanlah sihir tetapi kelebihan dan ma'unah\r2.…Tidak boleh (haram) : Apabila pelakunya tidak disiplin syari?t (fasiq) atau yang dibaca dilarang menurut syara’ atau menimbulkan dloror syar’i (termasuk hilangnya kesadaran dan tidak ada manfaat sebanding). [Hamisy Fath Alwahaab II/151].\rwww.piss-ktb.com/2012/02/710-amaliyah-mengundang-khodam-asma.html\r> Erlangga As Sumatrani\rWa'alaikum salam wr wb. Hukum Khodam jin muslim /meminta pertolongan kepada jin Muslim adalah BOLEH,asalkan diyakini sebagai perantara sebagaimana dinukil dalam kitab Al Ajwibatul Gholiyah fii aqidati firqotin naajiyyah karya Habib Zainal Abidin Ba'lawi\rس: فهل يجوز طلب الإغاثة من غير الله ؟","part":1,"page":100},{"id":101,"text":"ج: نعم، يجوز طلبها من غيره تعالى باعتبار أنَّ المخلوق - المستغاث به - سبب و واسطة، فإن الإغاثة وإن كانت من الله عز وجل على الحقيقة فلا ينافي أن الله تعالى جعل لذلك أسباباً و وسائط أعدَّها له، والدليل على ذلك قوله صلى الله عليه وسلم: (( والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه )) رواه مسلم . وقوله صلى الله عليه وسلم في حقوق الطريق: (( وأن تغيثوا الملهوف وتهدوا الضال )) رواه أبو داود . فنسب الإغاثة إلى العبد وأضافها إليه وندب العباد أن يعين بعضهم بعضا ، فالمستعين بغير لله لا يطلب منه أن يخلق شيئاً وإنما قصده منه أن يدعو الله له في تخليصه من شدة مثلاً .\r... س: ما الدليل على مشروعية الاستغاثة ؟\rج: لذلك أدلة كثيرة، منها ما رواه البخاري في صحيحه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إنَّ الشمس تدنو يوم القيامة حتى يبلغ العرق نصف الإذن، فبينما هم كذلك استغاثوا بآدم ثم بموسى ثم بمحمد صلى الله عليه وسلم ... )) الحديث، فقد أجمع أهل الموقف كلهم على جواز الاستغاثة بالأنبياء عليهم السلام وذلك بإلهام من الله تعالى لهم وفي ذلك أدلّ دليل على مشروعية الاستغاثة بغير الله . ومنها ما رواه الطبراني أنه صلى الله عليه وسلم قال: (( إذا ضل أحدكم - أي عن الطريق - أو أراد عوناً وهو بأرض ليس فيها أنيس، فليقل: ياعباد الله أغيثوني )) وفي رواية: (( أعينوني فإن لله عباداً لا ترونهم )) . فهذا الحديث صريح في جواز الاستغاثة والنداء بالغائبين من الأحياء والأموات، والله أعلم .\rSoal : Bolehkah meminta tolong kepada selain Allah ?","part":1,"page":101},{"id":102,"text":"Jawaban : Ya boleh meminta pertolongan kepada selain daripada Allah dengan keyakinan bahwa makhluk yang dimintai pertolongan adalah sebagai sebab dan perantara, maka sesungguh pertolongan itu dari Allah secara haqiqi dan tidak bisa dinafikan bahwa pertolongan Allah itu memiliki sebab sebab dan perantara. Perantara yang Allah sediakan untuk manusia dan dalil itu ialah sabda rasulullah: \"Allah akan menolong hambanya selagi hambanya menolong saudaranya\". (HR Muslim)\rDan sabda rosulullah mengenai hak hak jalan : \"Hendaklah kamu menolong orang yang Mengeluh dan memberi petunjuk kepada orang yang tersesat dijalan\".(HR Abu dawud ).\rMaka dinisbahkan pertolongan itu kepada hamba dan disandarkan kepadanya dan disunnahkan bagi seorang hambah menolong hambah yang lainnya. Maka yang dimintai pertolongan kepada selain Allah tidak harus dituntut dapat menciptakan sesuatu dan sesungguhnya ia itu bermaksud berdoa memohon kepada Allah untuk melepaskan kesulitan itu sebagai misal.\rSoal : Apa dalil syariat tentang itu ?\rJawaban : Dalil tentang itu banyak, diantaranya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam shohihnya rasul bersabda: \"Sesungguhnya didekat matahari pada hari kiamat nanti sehingga keringat bercucuran sampai ketelinga manusia meminta tolong kepada nabi Adam kemudian nabi Musa lalu kepada nabi Muhammad shollahu alaihi wasallam\". (Al Hadis).","part":1,"page":102},{"id":103,"text":"Telah sepakat Ahlu tauqif semuanya bolehnya meminta tolong kepada Para nabi itu dengan ilham dari Allah berkaitan dengan itu pula terdapat dalil syara' bolehnya meminta pertolongan selain dari Allah diantaranya hadits riwayat Thabrani Nabi bersabda: \"Apabila diantara kamu tersesat disuatu jalan dan mengharapkan pertolongan yang mana ditempat itu tidak ada seorang pun manusia maka katakanlah: \"Wahai hamba Allah Aghitsuni (tolonglah aku) dalam suatu riwayat (a'inuni ) maka sesunggunya Allah memiliki hamba hamba yang mana engkau tidak melihat mereka. Hadits ini maknanya terang dalam hal kebolehan memohon pertolongan dan menyeru yang ghaib bagi yang hidup maupun yang sudah mati. Wallahu a'lam\rCatatan :\rMemiliki dan meminta bantuan Khodam jin muslim adalah BOLEH. Asalkan diyakini hanya sebagai sebab dan perantara, sedangkan memohon bantuan kepada khodam jin kafir adalah HARAM\r> Kumbang Gurun\rSyirik itu bentuk dosanya sedangkan musyrik adalah pelakunya. Dihukumi musyrik bila sipelaku menyakini penuh jin / khodam tersebut memiliki kekuatan mutlak dan pandanganya terbatas kepada khodam tersebut tidak menyaksikan keseluruhannya dari Alloh swt. Wallohu a'lam (Rz).\rLINK ASAL\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/959124790776996/\rwww.fb.com/notes/www.piss-ktb.com/979122018777273\r4350. MUSIBAH BISA MENGHAPUS DOSA ?\rPERTANYAAN :\r> Muthia Raihani\rAsalamu'aliakum, saya ingin bertanya Setiap musibah, dosa kita terhapuskan apakah benar? Tolong dijawab terimakasih.\rJAWABAN :\r> Pencari Ilmu\rWa'alaikum salam, bisa terhapuskan jika sabar dalam menghadapinya.","part":1,"page":103},{"id":104,"text":"من أعطي فشكر و ابتلي \"فصبر\"وظلم فاستغفر و ظلم فغفر ثم سكت فقالوا يا رسول الله ماله ؟قال أولئك لهم الأمن و هم مهتدون ~رواه الطبراني\rSabda nabi saw : mereka yang diberi nikmat lalu bersyukur, yang DIUJI dengan MUSIBAH KEMUDIAN IA BERSABAR,yang mendzalimi orang kemudian beristighfar, yang didzalimi kemudian memaafkan, nabi saw diam hingga para sahabat bertanya : \"apa yang didapatkan mereka wahai rasulullah? \", nabi saw menjawab : mereka akan mendapat keamanan dan merekalah orang yang diberi petunjuk. HR Thabrani\rإن العبد إذا سبقت له من الله منزلة فلم يبلغها بعمل إبتلاه الله في جسده أو ماله أو ولده \"ثم صبر\"على ذلك حتى يبلغه المنزلة التي سبقت له من الله عز و جل ~رواه أحمد\rSesungguhnya hamba jika sudah ditaqdirkan memiliki tempat disisi Allah dan ia tidak bisa mendapatkannya dengan amal maka Allah akan menberinya cobaan kepada jasadnya, hartanya, atau anak anaknya, yang jika ia SABAR maka ia akan mendapatkan tempat di sisi Allah itu. HR Ahmad. Wallaahu a'lam\r> Mas Hamzah\rSakit, kesusahan, kesedihan dan semua cobaan bisa melebur dosa. Dinukil dari kitab bisyarotul mahbub bitakfiiridz dzunuub karangan syeh al qobuni :\rبشارة المحبوب بتكفير الذنوب القابوني\rعن أبي سعيد وأبي هريرة- رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (ما يصيب المؤمن من نصب، ولا وصب، ولا هم، ولا حزن، ولا أذى، ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه). رواه البخاري ومسلم.","part":1,"page":104},{"id":105,"text":"Dari abu sa'id dan abu hurairoh rodhiyallohu 'anhuma, dari nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, \" tidaklah menimpa seorang mukmin dari suatu kepayahan, tidak pula penyakit yang terus terusan, kegalauan, kesedihan, rasa sakit hingga terkena duri kecuali itu semua Allah akan meleburkan kesalahan-kesalahannya sebab terkena hal-hal tsb.\". HR. imam bukhori dan imam muslim\rورواه أحمد: (ما من شيء يصيب المؤمن في جسده يؤذيه إلا كفر الله به من سيئاته). وفي رواية لمسلم: (لا يصيب المؤمن شوكة فما فوقها إلا رفعه الله بها درجة وحط عنه بها خطيئة)\rImam ahmad meriwayatkan, \" tidaklah sesuatu yang menimpa seorang mukmin pada jasadnya yang membuatnya sakit kecuali Allah akan melebur kejelekan-kejelekannya sebab sakit tsb\"dalam satu riwayat dari imam muslim, \" tidaklah menimpa seorang mukmin berupa duri ataupun yang lebih tinggi daripada duri kecuali Allah akan mengangkat derajat orang tersebut dan juga menghapus kesalahannya sebab duri tsb\".\rوعن أبي هريرة- رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ما يزال البلاء بالمؤمن، والمؤمنة في نفسه، وولده، وماله، حتى يلقى الله وما عليه خطيئة) رواه الترمذي وغيره، وقال: حسن صحيح.\rDari abu hurairoh rodhiyallohu 'anhu berkata, Rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, \" selama cobaan itu menimpa seorang yang mukmin baik laki-laki maupun perempuan pada dirinya, anaknya, dan juga hartanya sampai dia bertemu dengan Allah maka ketika itu dia sdh tidak punya kesalahan lagi \". Diriwayatkan oleh imam tirmidzi dan juga lainnya, imam tirmidzi berkata \" hadis ini hasan shohih\"","part":1,"page":105},{"id":106,"text":"وعنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (من وعك ليلة فصبر ورضي بها عن الله عز وجل خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه). رواه ابن أبي الدنيا في كتاب المرضى والكفارات.\rوعن ابن عباس- رضي الله عنهما- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من أصيب بمصيبة بماله أو في نفسه فكتمها، ولم يشكها إلى الناس كان حقا على الله أن يغفر له) رواه الطبراني ولا بأس بإسناده.\rDan juga dari abu hurairoh dari nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda,\" barang siapa yang terkena demam semalam dan dia bersabar dan ridho kepada Allah tentang demam tsb maka dia keluar dari dosanya seperti hari ketika ibunya melahirkan dia \". Diriwayatkan oleh ibnu abid dunya dlm kitab almardho wal kaffaaroot.\rDan dari ibnu abbas rodhiyallohu anhuma berkata, rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, \" barang siapa yang terkena suatu musibah baik itu harta ataupun dirinya sendiri kemudian dia menyembunyikannya dan tidak mengadukannya kepada manusia maka menjadi nyata bagi Allah untuk mengampuni dia\"diriwayatkan oleh imam thobroni dan sanadnya tidak ada masalah.\rوعن عائشة- رضي الله عنها- قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إذا كثرت ذنوب العبد ولم يكن له ما يكفرها ابتلاه الله بالحزن ليكفرها عنه) رواه أحمد، ورواته ثقات إلا ليث بن أبي سليم.وعنها قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (ما ضرب على عبد عرق قط إلا حط الله عنه به خطيئة، وكتب له حسنة، ورفع له درجة). رواه الحاكم وغيره وقال: صحيح الإسناد.","part":1,"page":106},{"id":107,"text":"Dari 'aisyah rodhiyallohu 'anha berkata, rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, \" ketika seorang hamba itu banyak dosanya dan tidak ada perkara yang meleburnya maka Allah akan memberinya cobaan berupa kesedihan untuk melebur dosa tsb\". Diriwayatkan oleh imam ahmad, perowinya semua tsiqqoh kecuali lais bin abi salim\rDari 'aisyah jg beliau berkata, aku mendengar rasululloh sholallohu 'alaihi wasallam bersabda, \" tidaklah seorang hamba yang menjadi sakit sebab penyakit encok kecuali Allah akan menghapusnya satu kesalahan dan menuliskannya satu kebaikan mengangkat satu derajat baginya.\" Diriwayatkan oleh imam hakim dan yang lainnya , imam hakim berkata \" sanadnya shohih\"\rوعن أبي هريرة- رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (ما من عبد يمرض مرضا إلا يأمر الله الله تعالى حافظه أن ما عمل من سيئة فلا يكتبها، وما عمل من حسنة أن يكتبها عشر حسنا، وأن يكتب له من العمل الصالح كما كان يعمل وهو صحيح). رواه أبو يعلى وابن أبي الدنيا\rDari abu hurairoh rodhiyallohu 'anhu berkata, rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, \" tidaklah suatu hamba itu terkena suatu penyakit kecuali Allah akan memerintahkan malaikat yang menjaganya yaitu, apa-apa yang dikerjakan dari kejelekan-kejelekan maka jangan ditulis, apa-apa yang dikerjakan dari kebaikan agar ditulis sepuluh kali dan juga ditulis baginya amal sholih seperti yang dilakukannya ketika sehat\". Diriwayatkan oleh abu ya'la dan ibnu abid dunya.","part":1,"page":107},{"id":108,"text":"وعنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (قال الله تعالى: إذا ابتليت عبدي المؤمن فلم يشكني إلى عواده أطلقته من أسارى، ثم أبدلته لحما خيرا من لحمه، ودما خيرا من دمه، ثم يستأنف العمل). رواه الحاكم، وقال: صحيح على شرطهما.\rوعن ابن عمر- رضي الله عنهما- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (من صدع راسه في سبيل الله فاحتسب غفر له ما كان قبل ذلك من ذنب). رواه الطبراني والبزار بإسناد حسن.\rDan dari abu hurairoh berkata, rasululloh sholallohu 'alaihi wasallam bersabda, Allah ta'ala berfirman dlm hadis qudsi \" ketika aku memberikan cobaan kepada seorang yang beriman kemudian dia tidak mengadukanku kepada orang-orang yang menjenguknya maka aku akan membebaskannya dari boyonganku, kemudian aku akan menggantikan dagingnya dengan daging yang lebih baik dari dagingnya, menggantikan darah yang lebih baik dari darahnya kemudian memulai beramal dari awal lagi\".Diriwayatkan oleh imam hakim beliau berkata, \" shohih berdasarkan sarat imam bukhori dan muslim\"\rDari ibnu umar rodhiyallohu 'anhu, sesungguhnya rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, \" barang siapa yang kepalanya sakit dijalan Allah kemudian menerima, maka Allah mengampuni dosa-dosa sebelum dia sakit kepala tadi\". Diriwayatkan oleh imam tobroni dan imam bazzar dengan sanad yang hasan.\rوعن أنس- رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (عودوا المرضى، ومروهم فليدعوا لكم، فإن دعوة المريض مستجابة وذنبه مغفور). رواه الطبراني في الأوسط.وروى ابن أبي الدنيا: ( لا ترد دعوة المريض حتى يبرأ).","part":1,"page":108},{"id":109,"text":"وعن سعد بن مالك- رضي الله عنه- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: في قوله تعالى: (لا إِلَهَ إِلاّ أَنتَ سُبحانَكَ إِنّي كُنتُ مِنَ الظالِمين) أيما مسلم دعا به في مرضه أربعين مرة فمات في مرضه ذلك أعطى أجر شهيد، وإن برأ برأ وقد غفر له جميع ذنوبه). رواه الحاكم.\rDari shohabat anas rodhiyallohu anhu berkata, rasululloh shollallohu 'alaihi wsallam bersabda, \" kunjungilah orang-orang yang sakit, dan perintahkanlah mereka agar berdoa untuk kalian karena sesungguhnya doanya orang yang sakit itu mustajab dan dosanya diampuni.\"diriwayatkan oleh imam tobroni dlm kitab al ausat.ibnu abid dunya meriwayatkan \" doanya orang yang sakit itu tidak ditolaak hingga dia sembuh\"\rDari sa'id bin malik rodhiyallohu 'anhu sesungguhnya rasululloh bersabda ttg firman Allah laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin , setiap orang muslim yang berdoa dengan doa tsb 40 kali ketika sakit kemudian dia meninggal sebab sakit tsb maka dia akan diberi pahalanya orang yang mati sahid, dan jika semuh maka dia sembuh dalam keadaan diampuni semua dosa-dosanya\". Diriwayatkan oleh imam hakim. Wallohu a'lam.\r> Ghufron Bkl\rوعنه ، وعن أبي سعيد - رضي الله عنه - عن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال : \" ما يصيب المسلم من نصب ، ولا وصب ، ولا هم ، ولا حزن ، ولا أذى ، ولا غم ، حتى الشوكة يشاكها ، إلا كفر الله بها خطاياه \" متفق عليه .","part":1,"page":109},{"id":110,"text":"Nabi bersabda, \" tidaklah menimpa seorang mukmin dari suatu kepayahan, tidak pula penyakit yang terus terusan, kegalauan, kesedihan, rasa sakit hingga terkena duri kecuali itu semua Allah akan meleburkan kesalahan-kesalahannya sebab terkena hal-hal tsb. Wallohu a'lam bis showab.\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=79&ID=3071\rحَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/978744295481712/\rwww.fb.com/notes/984958964860245\r4387. ORANG YANG TELAH WAFAT BISA MENDO'AKAN YANG MASIH HIDUP ?\rPERTANYAAN :\r> Ali Fazry\rAssalamu'alaikum para ustad dan santri Piss-KTB.Jika salah satu atau keduanya dari orang tua kita meninggal dunia dan kita berziarah kemakamnya dengan tujuan agar orang tua yang sudah meninggal tersebut mendoakan kita yang masih hidup. Pertanyaannya: bisakah orang yang sudah meninggal mendoakan kita yang masih hidup ? Mohon pencerahan & refrensi nya. Terimakasih.\rJAWABAN :\r> Santrialit\rWa'alaikum salam. Betul, orang tua yang telah meninggal masih bisa mendo'akan anak cucunya. Rosulalloh shallallohu 'alaihi wasallam bersabda :\rإن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا)","part":1,"page":110},{"id":111,"text":"Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami. (HR. Ahmad dalam musnadznya). Wallohu a'lam. Hadits tersebut dimuat di antaranya dalam :\r- Musnad Imam Ahmad\r- Al Hawiy Fatawi Imam Suyuthi\rالكتاب : الحاوي للفتاوي للسيوطي","part":1,"page":111},{"id":112,"text":"وأما المسألة الثانية وهي علم الأموات بأحوال الأحياء وبما هم فيه فنعم أيضا، روى الإمام أحمد في مسنده ثنا عبد الرزاق عن سفيان عمن سمع أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا وإن كان غير ذلك قالوا اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا\" وقال أبو داود الطيالسي في مسنده حدثنا الصلت بن دينار عن الحسن عن جابر ابن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"إن أعمالكم تعرض على عشائركم وعلى أقربائكم في قبورهم فإن كان خيرا استبشروا به وإن كان غير ذلك قالوا اللهم ألهمهم أن يعملوا بطاعتك، وروى الطبراني في الأوسط من طريق مسلمة بن علي وهو ضعيف عن زيد بن واقد وهشام بن الغاز عن مكحول عن عبد الرحمن بن سلامة عن أبي رهم عن أبي أيوب الأنصاري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أن نفس المؤمن إذا قبضت تلقاها أهل الرحمة من عباد الله كما تلقون البشير من أهل الدنيا فيقولون أنظروا صاحبكم ليستريح فإنه في كرب شديد ثم ليسألونه ما فعل فلان وفلانة هل تزوجت فإذا سألوه عن الرجل قد مات قبله فيقول أيهات قد مات ذاك قبلي فيقولون إنا لله وإنا إليه راجعون ذهبت به إلى أمه الهاوية فبئست الأم وبئست المربية، وقال إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من أهل الآخرة فإن كان خيرا فرحوا واستبشروا وقالوا اللهم هذا فضلك ورحمتك فأتمم نعمتك عليه وأمته عليها ويعرض عليهم عمل المسيء فيقولون اللهم ألهمه عملا صالحا ترضى به وتقربه إليك، ورواه ابن أبي الدنيا في كتاب المنامات عن محمد بن الحسين عن محمد بن إسحاق عن عبد الله ابن المبارك عن ثور بن يزيد عن أبي رهم عن أبي أيوب قال تعرض أعمالكم على الموتى فإن رأوا حسنا فرحوا واستبشروا وإن رأوا سواء قالوا اللهم راجع به، وروى الترمذي الحكيم في نوادر الأصول من حديث عبد الغفور بن عبد العزيز عن أبيه عن جده قال","part":1,"page":112},{"id":113,"text":"http://islamport.com/w/ftw/Web/904/840.htm\r- Tafsir Ibnu Katsir :\r{ وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (105) }\rقال مجاهد: هذا وَعيد، يعني من الله تعالى للمخالفين أوامره بأن أعمالهم ستعرَضُ عليه تبارك وتعالى، وعلى الرسول، وعلى المؤمنين. وهذا كائن لا محالة يوم القيامة، كما قال: { يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ } [الحاقة: 18]، (1) وقال تعالى: { يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ } [الطارق: 9]، وقال { وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ } [العاديات: 10] وقد يظهر ذلك للناس في الدنيا، كما قال الإمام أحمد:\rحدثنا حسن بن موسى، حدثنا ابن لَهِيعة، حدثنا دَرَّاج، عن أبي الهيثم، عن أبي سعيد، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: \"لو أن أحدكم يعمل في صخرة صَماء ليس لها باب ولا كُوَّة، لأخرج الله عمله للناس كائنًا ما كان\". (2) .\rوقد ورد: أن أعمال الأحياء تُعرَض على الأموات من الأقرباء والعشائر في البرزخ، كما قال أبو داود الطيالسي: حدثنا الصلت بن دينار، عن الحسن، عن جابر بن عبد الله قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: \"إن أعمالكم تعرض على أقربائكم وعشائركم في قبورهم، فإن كان خيرًا استبشروا به، وإن كان غير ذلك قالوا: \"اللهم، ألهمهم أن يعملوا بطاعتك\". (3)\rوقال الإمام أحمد: أخبرنا عبد الرزاق، عن سفيان، عمَّن سمع أنسًا يقول: قال النبي صلى الله عليه وسلم: \"إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات، فإن كان خيرًا استبشروا به، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم، لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا\". (4)\rوقال البخاري: قالت عائشة، رضي الله عنها: إذا أعجبك حُسن عمل امرئ، فقل: { اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ } (5) .","part":1,"page":113},{"id":114,"text":"وقد ورد في الحديث شبيه بهذا، قال الإمام أحمد:\rحدثنا يزيد، حدثنا حُمَيد، عن أنس، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: \"لا عليكم أن تعجبوا بأحد حتى تنظروا بم يختم له؟ فإن العامل يعمل زمانًا من عمره -أو: بُرهَة من دهره -بعمل صالح لو مات عليه لدخل الجنة، ثم يتحول فيعمل عملا سيئًا، وإن العبد ليعمل البرهة من دهره بعمل سيئ، لو مات عليه دخل النار، ثم يتحول فيعمل عملا صالحًا، وإذا أراد الله بعبد خيرًا استعمله قبل موته\". قالوا: يا رسول الله وكيف يستعمله: قال: \"يوفقه لعمل صالح ثم يقبضه عليه\" (1) تفرد به أحمد من هذا الوجه.\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura9-aya105.html\rSumber http://arh789.blogspot.com/\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/990958820926926\rwww.fb.com/notes/991089917580483\r4388. BERITA IMAM AHMAD BIN HANBAL TENTANG KENDURI 7 HARI\rMengapa para ulama mengajarkan kepada umat Islam agar selalu mendoakan keluarganya yang telah meninggal dunia selama 7 hari berturut-turut ? Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ahli hadits kenamaan mengatakan bahwa beliau mendapatkan riwayat dari Hasyim bin al-Qasim, yang mana beliau meriwayatkan dari Al-Asyja’i, yang beliau sendiri mendengar dari Sofyan, bahwa Imam Thawus bin Kaisan radliyallahu ‘anhu pernah berkata :\rإن الموتى يفتنون في قبورهم سبعا، فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام\r“Sesungguhnya orang mati difitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam quburnya selama 7 hari, dan “mereka” menganjurkan (mensunnahkan) agar memberikan makan (pahalanya) untuk yang meninggal selama 7 hari tersebut”.","part":1,"page":114},{"id":115,"text":"Riwayat ini sebutkan oleh Imam Ahmad Ahmad bin Hanbal didalam az-Zuhd [1]. Imam Abu Nu’aim al-Ashbahani (w. 430 H) juga menyebutkannya didalam Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Ashfiyah.[2] Sedangkan Thawus bin Kaisan al-Haulani al-Yamani adalah seorang tabi’in (w. 106 H) ahli zuhud, salah satu Imam yang paling luas keilmuannya. [3] Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974) dalam al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa dan Imam al-Hafidz as-Suyuthi (w. 911 H) dalam al-Hawil lil-Fatawi mengatakan bahwa dalam riwayat diatas mengandung pengertian bahwa kaum Muslimin telah melakukannya pada masa Rasulullah, sedangkan Rasulullah mengetahui dan taqrir terhadap perkara tersebut. Dikatakan (qil) juga bahwa para sahabat melakukannya namun tidak sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Atas hal ini kemudian dikatakan bahwa khabar ini berasal dari seluruh sahabat maka jadilah itu sebagai Ijma’, dikatakan (qil) hanya sebagian shahabat saja, dan masyhur dimasa mereka tanpa ada yang mengingkarinya. [4]\rIni merupakan anjuran (kesunnahan) untuk mengasihi (merahmati) mayyit yang baru meninggal selama dalam ujian didalam kuburnya dengan cara melakukan kenduri shadaqah makan selama 7 hari yang pahalanya untuk mayyit. Kegiatan ini telah dilakukan oleh para sahabat, difatwakan oleh mereka. Sedangkan ulama telah berijma’ bahwa pahala hal semacam itu sampai dan bermanfaat bagi mayyit.[5] Kegiatan semacam ini juga berlangsung pada masa berikutnya, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Imam al-Hafidz as-Suyuthiy ;","part":1,"page":115},{"id":116,"text":"“Sesungguhnya sunnah memberikan makan selama 7 hari, telah sampai kepadaku (al-Hafidz) bahwa sesungguhnya amalan ini berkelanjutan dilakukan sampai sekarang (masa al-Hafidz) di Makkah dan Madinah. Maka secara dhahir, amalan ini tidak pernah di tinggalkan sejak masa para shahabat Nabi hingga masa kini (masa al-Hafidz as-Suyuthi), dan sesungguhnya generasi yang datang kemudian telah mengambil amalan ini dari pada salafush shaleh hingga generasai awal Islam. Dan didalam kitab-kitab tarikh ketika menuturkan tentang para Imam, mereka mengatakan “manusia (umat Islam) menegakkan amalan diatas kuburnya selama 7 hari dengan membaca al-Qur’an’.[6]\rShadaqah seperti yang dilakukan diatas berlandaskan hadits Nabi yang banyak disebutkan dalam berbagai riwayat. [7] Lebih jauh lagi dalam hadits mauquf dari Sayyidina Umar bin Khaththab, disebutkan dalam al-Mathalib al-‘Aliyah (5/328) lil-Imam al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852) sebagai berikut :\rقال أحمد بن منيع حدثنا يزيد بن هارون حدثنا حماد بن سلمة عن علي بن زيد عن الحسن عن الحنف بن قيس قال كنت أسمع عمر رَضِيَ الله عَنْه يقول لا يدخل أحد من قريش في باب إلا دخل معه ناس فلا أدري ما تأويل قوله حتى طعن عمر رَضِيَ الله عَنْه فأمر صهيبا رَضِيَ الله عَنْه أن يصلي بالناس ثلاثا وأمر أن يجعل للناس طعاماً فلما رجعوا من الجنازة جاؤوا وقد وضعت الموائد فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه فجاء العباس بن عبد المطلب رَضِيَ الله عَنْه فقال يا أيها الناس قد مات الحديث وسيأتي إن شاء الله تعالى بتمامه في مناقب عمر رَضِيَ الله عَنْه","part":1,"page":116},{"id":117,"text":"“Ahmad bin Mani’ berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Ali bin Zayd, dari al-Hasan, dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku pernah mendengar ‘Umar radliyallahu ‘anh mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali seseorang masuk menyertainya, maka aku tidak mengerti apa yang maksud perkataannya sampai ‘Umar radliyallahu ‘anh di tikam, maka beliau memerintahkan Shuhaib radliyallahu ‘anh agar shalat bersama manusia selama tiga hari, dan juga memerintahkan agar membuatkan makanan untuk manusia. Setelah mereka kembali (pulang) dari mengantar jenazah, dan sungguh makanan telah dihidangkan, maka manusia tidak mau memakannya karena sedih mereka pada saat itu, maka sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib radliyallahu ‘anh datang, kemudian berkata ; wahai.. manusia sungguh telah wafat .. (al-hadits), dan InsyaAllah selengkapnya dalam Manaqib ‘Umar radliyallah ‘anh”.\rHikmah dari hadits ini adalah bahwa adat-istiadat amalan seperti Tahlilan bukan murni dari bangsa Indonesia, melainkan sudah pernah dicontohkan sejak masa sahabat, serta para masa tabi’in dan seterusnya. Karena sudah pernah dicontohkan inilah maka kebiasaan tersebut masih ada hingga kini.\rRiwayat diatas juga disebutkan dengan lengkap dalam beberapa kitab antara lain Ithaful Khiyarah (2/509) lil-Imam Syihabuddin Ahmad bin Abi Bakar al-Bushiriy al-Kinani (w. 840).","part":1,"page":117},{"id":118,"text":"وعن الأحنف بن قيس قال: “كنت أسمع عمر بن الحنطاب- رضي الله عنه- يقول: لا يدخل رجل من قريش في باب إلا دخل معه ناس. فلا أدري ما تأويل قوله، حتى طعن عمر فأمر صهيبا أن يصلي بالناس ثلاثا، وأمر بأن يجعل للناس طعاما، فلما رجعوا من الجنازة جاءوا وقد وضعت الموائد فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه، فجاء العباس بن عبد المطلب قال: يا أيها الناس، قد مات رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فأكلنا بعده وشربنا، ومات أبو بكر فأكلنا بعده وشربنا، أيها الناس كلوا من هذا الطعام. فمد يده ومد الناس أيديهم فأكلوا، فعرفت تأويل قوله “.رواه أحمد بن منيع بسند فيه علي بن زيد بن جدعان","part":1,"page":118},{"id":119,"text":"“Dan dari al-Ahnaf bin Qays, ia berkata : aku mendengar ‘Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anh mengatakan, seseorang dari Quraisy tidak akan masuk pada sebuah pintu kecuali manusia masuk bersamanya. Maka aku tidak maksud dari perkataannya, sampai ‘Umar di tikam kemudian memerintahkan kepada Shuhaib agar shalat bersama manusia dan membuatkan makanan hidangan makan untuk manusia selama tiga hari. Ketika mereka telah kembali dari mengantar jenazah, mereka datang dan sungguh makanan telah dihidangkan namun mereka tidak menyentuhnya karena kesedihan pada diri mereka. Maka datanglah sayyidina ‘Abbas bin Abdul Muththalib, seraya berkata : “wahai manusia, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah wafat, dan kita semua makan dan minum setelahnya, Abu Bakar juga telah wafat dan kita makan serta minum setelahnya, wahai manusia.. makanlah oleh kalian dari makanan ini, maka sayyidina ‘Abbas mengulurkan tanggan (mengambil makanan), diikuti oleh yang lainnya kemudian mereka semua makan. Maka aku (al-Ahnaf) mengetahui maksud dari perkataannya. Ahmad bin Mani telah meriwayatkannya dengan sanad didalamnya yakni ‘Ali bin Zayd bin Jud’an”.","part":1,"page":119},{"id":120,"text":"Disebutkan juga Majma’ az-Zawaid wa Manba’ul Fawaid (5/159) lil-Imam Nuruddin bin ‘Ali al-Haitsami (w. 807 H), dikatakan bahwa Imam ath-Thabrani telah meriwayatkannya, dan didalamnya ada ‘Ali bin Zayd, dan haditsnya hasan serta rijal-rijalnya shahih ; Kanzul ‘Ummal fiy Sunanil Aqwal wa al-Af’al lil-Imam ‘Alauddin ‘Ali al-Qadiriy asy-Syadili (w. 975 H) ; Thabaqat al-Kubra (4/21) lil-Imam Ibni Sa’ad (w. 230 H) ; Ma’rifatu wa at-Tarikh (1/110) lil-Imam Abu Yusuf al-Farisi al-Fasawi (w. 277 H) ; Tarikh Baghdad (14/320) lil-Imam Abu Bakar Ahmad al-Khathib al-Baghdadi (w. 463 H). Wallahu A’lam.\r[1] Lihat : Syarah ash-Shudur bisyarhi Hal al-Mautaa wal Qubur ; Syarah a-Suyuthi ‘alaa Shahih Muslim, Hasyiyah as-Suyuthi ‘alaa Sunan an-Nasaa’i dan al-Hafi lil-Fatawi lil-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi ; Lawami’ al-Anwar al-Bahiyyah (2/9) lil-Imam Syamsuddin Muhammad as-Safarainy al-Hanbali (w. 1188 H) ; Sairus Salafush Shalihin (1/827) lil-Imam Isma’il bin Muhammad al-Ashbahani (w. 535 H) ; Imam al-Hafidz Hajar al-Asqalani (w. 852 H) didalam al-Mathalibul ‘Aliyah (834).","part":1,"page":120},{"id":121,"text":"[2] Lihat : Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Ashfiyaa’ lil-Imam Abu Nu’aim al-Ashbahaniy : “menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Malik, menceritakan kepada kami Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, menceritakan kepada kami ayahku (Ahmad bin Hanbal), menceritakan kepada kami Hisyam bin al-Qasim, menceritakan kepada kami al-Asyja’iy, dari Sufyan, ia berkata : Thawus telah berkata : “sesungguhnya orang mati di fitnah (diuji oleh malaikat) didalam kuburnya selama 7 hari, maka ‘mereka’ menganjurkan untuk melakukan kenduri shadaqah makan yang pahalanya untuk mayyit selama 7 hari tersebut”.\r[3] Lihat : al-Wafi bil Wafiyaat (16/236) lil-Imam ash-Shafadi (w. 764 H), disebutkan bahwa ‘Amru bin Dinar berkata : “aku tidak pernah melihat yang seperti Thawus”. Dalam at-Thabaqat al-Kubra li-Ibni Sa’ad (w. 230 H), Qays bin Sa’ad berkata ; “Thawus bagi kami seperti Ibnu Siirin (sahabat) bagi kalian”.\r[4] Lihat ; al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra (2/30-31) lil-Imam Syihabuddin Syaikhul Islam Ibnu Hajar al-Haitami ; al-Hawi al-Fatawi (2/169) lil-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthiy.\r[5] Lihat : Syarah Shahih Muslim (3/444) li-Syaikhil Islam Muhyiddin an-Nawawi asy-Syafi’i.\r[6] Lihat : al-Hawi al-Fatawi (2/179) lil-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi.\rDisarikan dari tulisan : al-Ustadz H. Luthfi Bashori\rSumber : http://www.sarkub.com/2011/anjuran-untuk-tahlilan-7-hari-berturut-turut/\r4399. TAWASSUL DALAM BENTUK PANGGILAN\rPERTANYAAN :\r> Ceng Anoom","part":1,"page":121},{"id":122,"text":"Assalamu'alaikum wr wb. Pertanyaan titipan...Ada seseorang yang diberi amalan oleh seorang kyai supaya dilancarkan semua urusannya..Doanya adalah \"Yaa Sayyidi Yaa Rasulallah\" hanya segitu saja doanya.\rA. bagaimana hukum mengamalkannya? mengingat dalam kalimat tersebut tidak ada meminta kepada Allah..\rB. apakah tidak termasuk menyimpang dari aqidah orang yang memberi dan yang mengamalkannya? Monggo petromaknya kyai.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikum salam wr.wb. Di antara dalil yang menganjurkan dan membolehkan istighatsah/meminta pertolongan adalah hadits mauquf dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad.\rعَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه أَنَّهُ خَدِرَتْ رِجْلُهُ فَقِيْلَ لَهُ: اُذْكُرْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيْكَ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، فَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ\r“Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa suatu ketika kaki beliau terkena mati rasa, maka salah seorang yang hadir mengatakan kepada beliau: “Sebutkanlah orang yang paling Anda cintai!”Lalu Ibnu Umar berkata: “Ya Muhammad”. Maka seketika itu kaki beliau sembuh.”","part":1,"page":122},{"id":123,"text":"Yaa Sayyidi Yaa Rasulallah\"itu bukan sholawat, tapi panggilan kepada beliau shollallohu alaihi wasallam, mirip dengan atsar ibnu umar diatas. Sholawat itu ada kalimat sholla yang artinya memohonkan rahmat,misalnya shollallohu alaihi wasallam atau shollallohu ala muhammad dll. Panggilan kepada beliau merupakan salah satu bentuk tawasssul, bisa di cek dalam kitab mafahim karya sayyid alwy. Ucapan \"Yaa Sayyidi Yaa Rasulallah\" merupakan salah satu bentuk tawassul kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam, jadi boleh diamalkan dan tidak menyimpang dari akidah\r- kitab mafahim sayyid alwy :\rالتوسل به في المرض والشدائد عن الهيثم بن خنس قال : كنا عند عبد الله بن عمر رضي الله عنهما فخدرت رجله فقال له رجل : أذكر أحب الناس إليك ، فقال : يا محمد ، فكأنما نشط من عقال .وعن مجاهد قال : خدرت رِجْل رَجُل عند ابن عباس رضي الله عنهما ،فقال له ابن عباس : أذكر أحب الناس إليك ، فقال : محمد ، فذهب خدره. فهذا توسل في صورة النداء .\rTAWASSUL DENGAN NABI SAW PADA SAAT SAKIT DAN MENGALAMI MUSIBAH","part":1,"page":123},{"id":124,"text":"Dari Al Haitsam ibn Khanas, ia berkata, “Saya berada bersama Abdullah Ibn Umar. Lalu kaki Abdullah mengalami kram. “Sebutlah orang yang paling kamu cintai !,” saran seorang lelaki kepadanya. “Yaa Muhammad,” ucap Abdullah. Maka seolah-olah ia terlepas dari ikatan. Dari Mujahid, ia berkata, “Seorang lelaki yang berada dekat Ibnu Abbas mengalami kram pada kakinya. “Sebutkan nama orang yang paling kamu cintai,” kata Ibnu Abbas kepadanya.Lalu lelaki itu menyebut nama Muhammad dan akhirnya hilanglah rasa sakit akibat kram pada kakinya. Tawassul menggunakan ungkapan Ya Muhammad adalah tawassul dalam bentuk panggilan. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL:\rhttps://www.facebookcom/groups/piss.ktb/993648337324641/\rwww.fb.com/notes/997147476974727\r4409. TIDAK ADA LARANGAN HARI UNTUK BERZIARAH\rPERTANYAAN :\r> Isyak Kurfika\rالسلام عليکم ورحمة الله وبركاته\rNumpang nanya : Adakah hari yang tidak diperbolehkan ziaroh kubur??? Terimakasih atas penjelasannya....\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatullohi wabarokaatuh, nggak ada hari larangan ziarah kubur, bagi laki-laki boleh ziarah kubur kapanpun tanpa dibatasi waktu, yang afdholnya adalah hari jum'at. Wallohu a'lam.\r- kitab majmu' (8/259) :\r( فرع ) يستحب أن يخرج كل يوم إلى البقيع خصوصا يوم الجمعة\r- kitab minahul jalil (1/506) :\r( و ) جاز بمعنى ندب للرجال خاصة ( زيارة القبور بلا حد ) أي تحديد بيوم من الأسبوع أو وقت من اليوم أو بمدة مكث عندها مالك رضي الله تعالى عنه بلغني أن الأرواح بفناء المقابر فلا تختص زيارتها بيوم بعينه ، وإنما خص يوم الجمعة لفضله والفراغ فيه أو دعاء\rLINK ASAL :\rhttps://www.facebookcom/groups/piss.ktb/994930450529763/","part":1,"page":124},{"id":125,"text":"4434. DOSA YANG DISEGERAKAN ADZABNYA DI DUNIA\rPERTANYAAN :\r> Salim WongGendeng SingoraEdan\rAssalamu'alaikum. Numpang nanya, adakah dosa yang langsung dibalas oleh Allah di dunia?\rJAWABAN :\r> Neng Yasmin\rWa'alaikum salam wr wb. Rosululloh shllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:\rمَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُهُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنْ قَطِيْعَةِ الرَّحِمِ وَالْخِيَانَةِ، وَاْلكَذِبَ وَإِنَّ أَعْجَلَ الطَّاعَةِ ثَوْاباً لِصِلَةِ الرَّحِمِ، حَتَّى إِنَّ أَهْلَ اْلبَيْتِ لِيَكُوْنُوْا فَجَرَةً فتنموْا أَمْوَالَهُمْ، وَيَكْثُرُ عَدَدُهُمْ إِذَا تُوَاصِلُوْا\r“Tidaklah sebuah dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya di dunia dan juga disimpan di akhirat dibanding dosa memutuskan silaturrohim, khianat, dan juga berdusta, dan sesungguhnya amalan ketaatan yang paling disegerakan pahalanya adalah menyambung silaturrohim, sesungguhnya dengan silaturrohim keluarga akan bahagia, harta akan melimpah dan jumlah keluarga akan bertambah, jika mereka saling menyambung tali silaturrohim.”. Wallahu a'lam.\r- Musnad abdullah bin mubarok :\r(حديث مرفوع) عَنْ عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْغَطَفَانِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي بَكْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا , مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ , وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ \" .\rhttp://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=28&pid=810717\r- 'Aunul ma'bud syarah sunan abi dawud :","part":1,"page":125},{"id":126,"text":"4902 حدثنا عثمان بن أبي شيبة حدثنا ابن علية عن عيينة بن عبد الرحمن عن أبيه عن أبي بكرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من ذنب أجدر أن يعجل الله تعالى لصاحبه العقوبة في الدنيا مع ما يدخر له في الآخرة مثل البغي وقطيعة الرحم\rالحاشية رقم: 1( ما من ذنب أجدر ) : بالجيم أي أحق وأولى ( لصاحبه ) : أي لمرتكب الذنب ( العقوبة ) : مفعول يعجل ( مع ما يدخر ) : بتشديد الدال المهملة وكسر الخاء المعجمة أي مع ما يؤجل من العقوبة ( له ) : أي لصاحب الذنب ( مثل البغي ) : أي بغي الباغي وهو الظلم أو الخروج على السلطان أو الكبر ( وقطيعة الرحم ) : أي ومن قطع صلة ذوي الأرحام .\rقال المنذري : وأخرجه الترمذي وابن ماجه ، وقال الترمذي : صحيح .\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=55&ID=8480\r- Tuhfatul ahwadzi :\r- 2629 - حَدّثنا عَلِيّ بنُ حُجْرٍ، أخبرنا إِسْمَاعِيلُ بنُ إِبْرَاهِيمَ عن عُيَيْنَةَ بنِ عبدِ الرحمنِ، عن أَبِيهِ، عن أَبي بَكْرَةَ قال: قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: \"مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجّلَ الله لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ في الدّنْيَا مَعَ مَا يَدّخِرُ لَهُ في الآَخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرّحِمِ\".\rهذا حديثٌ صحيحٌ.\rقوله: (أخبرنا إسماعيل بن إبراهيم) هو المعروف بابن علية (عن عيينة) بتحتانيتين مصغراً (ابن عبد الرحمن) بن جوشن بجيم ومعجمة مفتوحتين بينهما واو ساكنة الغطفاني بفتح المعجمة والمهملة ثم فاء صدوق من السابعة (عن أبيه) هو عبد الرحمن بن جوشن بصري ثقة من الثالثة.","part":1,"page":126},{"id":127,"text":"قوله: (ما من ذنب) ما نافية ومن زائدة للاستغراق (أجدر) أي أحرى (أن يعجل الله) صلة أجدر على تقدير الباء أي بتعجيله سبحانه (لصاحبه) أي لمرتكب الذنب (العقوبة) مفعول يعجل (مع ما يدخر) بتشديد الدال المهملة وكسر الخاء المعجمة أي مع ما يؤجل من العقوبة (له) أي لصاحب الذنب (من البغي) أي من بغي الباغي وهو الظلم أو الخروج على السلطان أو الكبرى ومن تفضيلية (وقطيعة الرحم) أي ومن قطع صلة ذوي الأرحام.\rقوله: (هذا حديث صحيح) وأخرجه أبو داود وابن ماجه وابن حبان والحاكم وقال صحيح الإسناد.\rقوله: (عن المثنى بن الصباح) بالمهملة والموحدة الثقيلة اليماني الأبناوي كنيته أبو عبد الله أو أبو يحيى نزيل مكة ضعيف اختلط بآخره، وكان عابداً من كبار السابعة.\rقوله: (من نظر في دينه) أي خصلة من نظر في أمر دينه من الأعمال الصالحة (إلى من هو فوقه) أي إلى من هو أكثر منه علماً وعبادة وقناعة ورياضة أحياء وأمواتاً (ومن نظر في دنياه) أي وخصلة من نظر في أمر دنياه وهذه الخصلة هي الثانية (إلى من هو دونه) أي إلى من هو أفقر منه وأقل منه مالا وجاهاً (كتبه الله شاكراً) أي للخصلة الثانية (صابراً) أي للخصلة السابقة ففيه لف ونشر مشوش اعتماداً على فهم ذوي العقول. ولما كان المفهوم قد يعتبر وقد لا يعتبر ومع اعتباره المنطوق أقوى أيضاً صرح بما علم ضمناً حيث قال (ومن نظر في دينه إلى من هو دونه) أي في الأعمال الصالحة وأنتجه الغرور والعجب والخيلاء (ونظر في دنياه إلى من هو فوقه) أي من أصحاب المال والجاه وأورثه الحرص والأمل والرياء (فأسف) بكسر السين أي حزن (على ما فاته منه) أي من المال وغيره بعدم وجوده أو بحصول فقده وقد قال تعالى: لِكَيْلاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ (لم يكتبه الله شاكراً ولا صابراً) لعدم صدور واحد منه بل قام بضديهما من الكفران والجزع والفزع باللسان والجنان.","part":1,"page":127},{"id":128,"text":"قوله: (حدثنا موسى بن حزام) بزاي الترمذي أبو عمران نزيل بلخ ثقة فقيه عابد من الحادية عشرة (أخبرنا علي بن إسحاق) السلمي مولاهم المروزي أصله من ترمذ. ثقة من العاشرة.\rقوله: (هذا حديث غريب) في سنده المثنى بن الصباح، وهو ضعيف كما عرفت.\rقوله: (انظروا إلى من هو أسفل منكم) أي في أمور الدنيا (ولا تنظروا إلى من هو فوقكم) فيها (فإنه) أي فالنظر إلى من هو أسفل لا إلى من هو فوق (أجدر) أي أحرى (أن لا تزدروا) أي بأن لا تحتقروا. والازدراء الاحتقار فكان أصله الازتراء فأبدلت التاء بالدال (نعمة الله عليكم) فإن المرء إذا نظر إلى من فضل عليه في الدنيا استصغر ما عنده من نعم الله فكان سبباً لمقته، وإذا نظر للدون شكر النعمة وتواضع وحمد. فينبغي للعبد أن لا ينظر إلى تجمل أهل الدنيا فإنه يحرك داعية الرغبة فيها ومصداقه: وَلاَ تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا\rقوله: (هذا حديث صحيح) وأخرجه أحمد ومسلم وابن ماجه.\rhttp://www.sonnaonline.com/DisplayExplanation.aspx?ExplainId=83789&HadithID=9157\r.: شرح الحديث :.\rقوله: (أخبرنا إسماعيل بن إبراهيم) هو المعروف بابن علية (عن عيينة) بتحتانيتين مصغراً (ابن عبد الرحمن) بن جوشن بجيم ومعجمة مفتوحتين بينهما واو ساكنة الغطفاني بفتح المعجمة والمهملة ثم فاء صدوق من السابعة (عن أبيه) هو عبد الرحمن بن جوشن بصري ثقة من الثالثة.\rsonnaonline.com ·\rLINK DISKUSI :\rwww.facebook.com/groups/piss.ktb/196355227053960\rwww.facebook.com/notes/1018663274823147\r4436. KOK NABI MUHAMMAD SAW DISIFATI ASMAUL HUSNA ARROUF DAN ARROHIM ?\rPERTANYAAN :\r> Muhammad Khoirul Anam","part":1,"page":128},{"id":129,"text":"Di dalam kitab simtud duror, ada tertulis : Allaahumma sholli wa sallim asyrofash sholaati wat tasliim, 'alaa sayyidina muhammadinir rouufir rohiim. Pertanyaannya, nabi Muhammad disifati ar rouuf, dan ar rohiim. Dimana kedua sifat itu milik Allah dalam asmaul husna, sedangkan Allah laysa kamislihi syaiun, lahul asmaul husna. Bagaimana hukumnya ini?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rPenyifatan itu Allah sendiri yang memberinya nama pak, jadi nggak masalah. Lihat surat at taubah ayat 128 :\rلَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ\r\" Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.\r- kitab tafsir al kabir halaman 188\rقوله ( بالمؤمنين رءوف رحيم ) قال ابن عباس - رضي الله عنهما - : سماه الله تعالى باسمين من أسمائه\rFirman Allah \" amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin \"Ibnu abbas rodhiyallohu anhuma berkata :Allah ta'ala menamai Nabi muhammad dengan dua nama dari nama-nama-Nya.\r- kitab tafsir al qurtuby (8/218)\rوقال الحسين بن الفضل : لم يجمع الله لأحد من الأنبياء اسمين من أسمائه إلا للنبي محمد صلى الله عليه وسلم ; فإنه قال : بالمؤمنين رءوف رحيم وقال : إن الله بالناس لرءوف رحيم .\rAl hasan bin al fadhl berkata : Allah tdk mengumpulkan thd salah seorang Nabi dua nama dari nama-nama-Nya kecuali kepada Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, sesungguhnya Allah berfirman :\rبِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ","part":1,"page":129},{"id":130,"text":"\" (Rasul yg telah datang ) amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin \"at taubah ayat 128\rdan Allah berfirman :\rإِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ\r\" Sesungguhnya Allah terhadap manusia adalah amat belas kasihan lagi Penyayang \" al baqarah ayat 143\rSama dalam hal satu dua sifat tidak bisa langsung divonis Allah serupa dengan makhluknya, contoh mudahnya Allah mempunyai sifat sama' dan bashor yang artinya mendengar dan melihat, manusia juga punya sifat tsb, meskipun begitu tidak serta merta Allah serupa dengan manusia. Wallohu a'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1000269803329161/\rwww.fb.com/notes/1020945801261561\r4437. TIDAK ADA SIANG DAN MALAM DI SURGA ?\rPERTANYAAN :\r> Kang Rholiez\rKuasamu tuhan... Siang malam silih berganti. Kala fajar menyingsing sang surya terbit mengawali sinar di pagi hari. Terik mentari nan menyengat di siang haripun perlahan redup dan terbenam di ufuk senja. Itulah siang dan malam dan inilah kronologi dan basa-basi Saja. Di akhirat itu ada siang dan malam gak ya ?\rJAWABAN :\r> Rizalullah\r1. Ahli syurga di dalamnya tidak pernah tidur\r- Majma' al zawaid :\rباب أهل الجنة لا ينامون .\r18740 - عن جابر بن عبد الله قال : سئل رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فقيل : يا رسول الله ، أينام أهل الجنة ؟ فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم : \" النوم أخو الموت ، وأهل الجنة لا ينامون \" . رواه الطبراني في الأوسط ، والبزار ، ورجال البزار رجال الصحيح .","part":1,"page":130},{"id":131,"text":"\"Dari jabir bin abdillah berkata: Rosulullah di tanya : Ya rosulallah, apakah ahli syurga tidur ? berkata rosulullah : Tidur itu saudara kematian, dan ahli surga tidak pernah tidur\". HR Thobrony dalam Mu'jam ausath, dan riwayat daro al-bazzar, dengan sanad yang shohih.\r2. Di dalam syurga tidak ada siang dan tidak ada malam, hanya terang 'seperti' siang hadits diriwayatkan oleh al hasan dan abi qilabah.\r- Adhwaul bayan :\rالجواب الخامس : هو ما رواه الترمذي الحكيم في ) نوادر الأصول ( من حديث أبان عن الحسن وأبي قلابة ، قالا : قال رجل : يا رسول الله ، هل في الجنة من ليل ؟ قال : \" وما يهيجك على هذا \" ؟ قال : سمعت الله تعالى يذكر : ولهم رزقهم فيها بكرة وعشيا ، فقلت : الليل بين البكرة والعشي ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \" ليس هناك ليل ، إنما هو ضوء ونور ، يرد الغدو على الرواح والرواح على الغدو ، تأتيهم طرف الهدايا من الله تعالى لمواقيت الصلاة التي كانوا يصلون فيها في الدنيا ، وتسلم عليهم الملائكة \" . انتهى [ ص: 471 ] بواسطة نقل صاحب الدر المنثور والقرطبي في تفسيره ، وقال القرطبي بعد أن نقل هذا : وهذا في غاية البيان لمعنى الآية ، وقد ذكرناه في كتاب ) التذكرة ( ، ثم قال : وقال العلماءليس في الجنة ليل ولا نهار ، وإنما هم في نور أبدا ، إنما يعرفون مقدار الليل من النهار بإرخاء الحجب ، وإغلاق الأبواب ، ويعرفون مقدار النهار برفع الحجب ، وفتح الأبواب ، ذكره أبو الفرج الجوزي والمهدوي وغيرهما . انتهى منه ، وهذا الجواب الأخير الذي ذكره الحكيم الترمذي عن الحسن وأبي قلابة عن النبي صلى الله عليه وسلم راجع إلى الجواب الأول ، والعلم عند الله تعالى . \\\r- Tafsir qurthuby, surat maryam ayat 62 :","part":1,"page":131},{"id":132,"text":"لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا ? وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا(62)\rوخرج الترمذي الحكيم في ( نوادر الأصول ) من حديث أبان عن الحسن وأبي قلابة قالا قال رجل يا رسول الله هل في الجنة من ليل ؟ قال وما هيجك على هذا قال سمعت الله تعالى يذكر في الكتاب : ولهم رزقهم فيها بكرة وعشيا فقلت : الليل بين البكرة والعشي وقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : ليس هناك ليل إنما هو ضوء ونور يرد الغدو على الرواح والرواح على الغدو وتأتيهم طرف الهدايا من الله تعالى لمواقيت الصلاة التي كانوا يصلون فيها في الدنيا وتسلم عليهم الملائكة وهذا في غاية البيان لمعنى الآية وقد ذكرناه في كتاب ( التذكرة ) وقال العلماء ليس في الجنة ليل ولا نهار وإنما هم في نور أبدا إنما يعرفون مقدار الليل من النهار بإرخاء الحجب وإغلاق الأبواب ويعرفون مقدار النهار برفع الحجب وفتح الأبواب ذكره أبو الفرج الجوزي والمهدوي وغيرهما .\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/qortobi/sura19-aya62.html\r- Tafsir Ruhul ma'ani 62 :","part":1,"page":132},{"id":133,"text":"- وارد على عادة المتنعمين في هذه الدار أخرج ابن المنذر عن يحيى ابن كثير قال : كانت العرب في زمانها انما لها أكلة واحدة فمن اصاب اكلتين سمى فلان الناعم فانزل الله تعالى هذا يرغب عباده فيما عنده وروى نحو ذلك عن الحسن وقيل : المراد دوام رزقهم ودروره وإلا فليس في الجنة بكرة ولا عشى لكن جاء في بعض الآثار أن أهل الجنة يعرفون مقدار الليل بارخاء الحجب وإغلاق الأبواب ويعرفون مقدار النهار برفع الحجب وفتح الأبواب وأخرج الحكيم الترمذي في نوادر الأصول من طريق ابان عن الحسن وابى قلابه قالا : جاء رجل إلىرسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم فقال : يا رسول الله هل في الجنة من ليل قال : وما هيجك على هذا قال : سمعت الله تعالى يذكر في الكتاب ولهم رزقهم فيها بكرة وعشيا فقلت : اليل من البكرة والعشي فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ليس هناك ليل وإنما هو ضوء ونور يرد الغدو على الرواح والرواح على الغدو وتاتيهم طرف الهدايا من الله تعالى لمواقيت الصلاة التي كانوا يصلون فيها في الدنيا وتسلم عليهم الملائكة عليهم السلامتلك الجنة التي نورث من عبادنا من كان تقيا\rhttp://islamport.com/w/tfs/Web/2393/3735.htm\r> Muhammad Rangga\rPertanyaanya di akhirat itu ada siang dan malam nggak? setahu pengetahuan saya yang minim ketika hari kiamat nanti kita dikumpulkan di bawah matahari, nah mungkin pada waktu itu siang hari.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:","part":1,"page":133},{"id":134,"text":"تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ\r“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)\r> Akhbib Maulana\rIni sudah jelas","part":1,"page":134},{"id":135,"text":"لا يرون فيها شمسا أي لا يرون في الجنة شدة حر كحر الشمس ولا زمهريرا أي ولا بردا مفرطا ; قال الأعشى : منعمة طفلة كالمها ة لم تر شمسا ولا زمهريرا وعن أبي صالح عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : \" اشتكت النار إلى ربها - عز وجل - قالت : يا رب أكل بعضي بعضا ، فجعل لها نفسين نفسا في الشتاء ونفسا في الصيف ، فشدة ما تجدون من البرد من زمهريرها\rأو كنت ريحا كنت زمهريرا وقال ثعلب : الزمهرير : القمر بلغة طيئ ; قال شاعرهم : وليلة ظلامها قد اعتكر قطعتها والزمهرير ما زهر ويروى : ما ظهر ; أي لم يطلع القمر . فالمعنى لا يرون فيها شمسا كشمس الدنيا ولا قمرا كقمر الدنيا ، أي إنهم في ضياء مستديم ، لا ليل فيه ولا نهار ; لأن ضوء النهار بالشمس ، وضوء الليل بالقمر . وقد مضى هذا المعنى مجودا في سورة ( مريم ) عند قوله تعالى : ولهم رزقهم فيها بكرة وعشيا . وقال ابن عباس : بينما أهل الجنة في الجنة إذ رأوا نورا ظنوه شمسا قد أشرقت بذلك النور الجنة ، فيقولون : قال ربنا : لا يرون فيها شمسا ولا زمهريرا فما هذا النور ؟ فيقول لهم رضوان : ليست هذه شمسا ولا قمرا ، ولكن هذه فاطمة وعلي ضحكا ، فأشرقت الجنان من نور ضحكهما\rKalau di surga ikut ibaroh di atas tidak ada matahari dan bulan, yang artinya tidak ada siang dan malam, yang ada hanyalah kesenangan. ...\"ketika mereka melihat cahaya mereka berpikir matahari telah bersinar begitu terang di syurga, Tuhan kita berkata: Tidak ada mereka melihat matahari dan bulan,mengatakan kepada mereka:? Ini bukan matahari atau bulan, tapi ini Fatimah dan Ali tertawa... Wallahua'lam.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1001674656522009\rwww.fb.com/notes/1020958414593633\rwww.piss-ktb.com/2012/10/1925-apakah-di-syurga-ada-matahari.html?m=1","part":1,"page":135},{"id":136,"text":"4439. MENINGGAL MALAM JUM'AT BEBAS SIKSA KUBUR ?\rPERTANYAAN :\r> Haris Fauzy\rAssalamualaikum wr.wb. Apakah benar orang yang mati malam jumat bebas dari siksa kubur dan tidak bertemu dengan malaikat mungkar nakir ?, terimakasih.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalam, meninggal di hari atau malam jum'at terjaga dari fitnah kubur :\rعن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ ) . رواه الترمذي\rDari Abdullah bin Amru radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR Tirmidzi).\rYang dimaksud dengan fitnah kubur adalah siksa dan pertanyaan kubur. Hadis ini merupakan dalil bahwa kemuliaan waktu mempunyai pengaruh yang besar sebagaimana keutamaan tempat juga mempunyai pengaruh yang besar. Hadis tsb memang dhoif tapi mempunyai banyak syahid.\r- kitab tuhfatul ahwadzi syarah sunan tirmidzi :","part":1,"page":136},{"id":137,"text":"( إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ) أَيْ حَفِظَهُ ( فِتْنَةَ الْقَبْرِ) أَيْ عَذَابَهُ وَسُؤَالَهُ وَهُوَ يَحْتَمِلُ الْإِطْلَاقَ وَالتَّقْيِيدَ وَالْأَوَّلُ هُوَ الْأَوْلَى بِالنِّسْبَةِ إِلَى فَضْلِ الْمَوْلَى وهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ شَرَفَ الزَّمَانِ لَهُ تَأْثِيرٌ عَظِيمٌ كَمَا أَنَّ فَضْلَ الْمَكَانِ لَهُ أَثَرٌ جَسِيمٌ قَوْلُهُ ( وَلَا نَعْرِفُ لِرَبِيعَةَ بْنِ سَيْفٍ سَمَاعًا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو) فَالْحَدِيثُ ضَعِيفٌ لِانْقِطَاعِهِ لَكِنْ لَهُ شَوَاهِدُ قَالَ الْحَافِظُ فِي فَتْحِ الْبَارِي بَعْدَ ذِكْرِ هَذَا الْحَدِيثِ فِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ وَأَخْرَجَهُ أَبُو يَعْلَى مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ نَحْوَهُ وَإِسْنَادُهُ أَضْعَفُ انْتَهَى وقال القارىء فِي الْمِرْقَاةِ ذَكَرَهُ السُّيُوطِيُّ فِي بَابِ مَنْ لَا يُسْأَلُ فِي الْقَبْرِ.","part":1,"page":137},{"id":138,"text":"قُلْتُ وَمِنْ تَتِمَّةِ ذَلِكَ أَنَّ مَنْ مَاتَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لَهُ أَجْرُ شَهِيدٍ فَكَانَ عَلَى قَاعِدَةِ الشُّهَدَاءِ فِي عَدَمِ السُّؤَالِ كَمَا أَخْرَجَهُ أَبُو نُعَيْمٍ فِي الْحِلْيَةِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أُجِيرَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهِ طَابَعُ الشُّهَدَاءِ وأخرج حميد في ترغيبه عن إياس بن بَكِيرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ شَهِيدٍ وَوُقِيَ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَأَخْرَجَ من طريق بن جريح عَنْ عَطَاءٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ أَوْ مُسْلِمَةٍ يَمُوتُ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ إِلَّا وُقِيَ عَذَابَ الْقَبْرِوَفِتْنَةَ الْقَبْرِ وَلَقِيَ اللَّهَ وَلَا حِسَابَ عَلَيْهِ وَجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَعَهُ شُهُودٌ يَشْهَدُونَ لَهُ أَوْ طَابَعٌ وَهَذَا الْحَدِيثُ لَطِيفٌ صُرِّحَ فِيهِ بِنَفْيِ الْفِتْنَةِ وَالْعَذَابِ مَعًا انْتَهَى كَلَامُ السُّيُوطِيُّ\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/notes/1020964534593021\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1001965679826240/\r4458. BAITUL MA'MUR KIBLAT PARA MALAIKAT DI LANGIT ?\rPERTANYAAN :\r> Sun Bo Kong\rAssalamu'alaikum wr wb.. “Baitul-Ma'mur” merupakan kiblat bagi para malaikat di langit.. Seperti halnya “Baitullah” (Ka'bah) menjadi kiblat bagi para manusia yang ada di bumi.. Pertanyaannya;\r1. Apakah BENTUK & RUPA “Baitul-Ma'mur” sama persis dengan “Baitullah” yang ada di bumi..???","part":1,"page":138},{"id":139,"text":"2. Kalau tidak sama, seperti apakah BENTUK & RUPA “Baitul-Ma'mur” tersebut..??? Syukron..\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rWa'alaikum salam wr wb, Kyai Abdullah Afif menjelaskan : Dalam Kitab I'anatuththolibin juz II halaman 276 :\rوروى الأزرقي أيضا عن علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب رضي الله عنهم قال إن الله تعالى بعث ملائكة فقال ابنوا لي في الأرض بيتا تمثال البيت المعمور وقدره وأمر الله تعالى من في الأرض أن يطوفوا به كما يطوف أهل السماء بالبيت المعمور قال وهذا كان قبل خلق آدم وقال ابن عباس رضي الله عنهما هو أول بيت بناه آدم في الأرض\rAl Arzqi juga meriwayatkan dari Ali bin Hasan bin Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anhum, beliau berkata: Sesungguhnya Allah Ta'ala mengutus Malaikat seraya berfiman: \"Bangunlah oleh kalian di muka bumi bait sama dengan Baitul Ma'mur......dst\rhttps://web.facebook.com/notes/747046621984815\r> Mas Hamzah\rBaitul makmur berbentuk menara dan terbuat dari 'akik tingginya jarak perjalanan 500 tahun, ketika hari jum'at maka malaikat jibril naik ke atas menara tsb kemudian adzan, malaikat isrofil khutbah di atas mimbar kemudian malaikat mikail mengimami para malaikat. Wallohu a'lam.\r- kitab mawa'idh ushfuriyah hal. 7 :\rفبانوا علي الارض الكعبة ثم رفع الله تعالي وقت الطوفان الي السماءالرابعة وخلق الله منارة في جنب البيت يعني الكعبة ثم سماه البيت المعمور وطول المنارة خمسمائة عام فاذا كان يوم الجمعة يصعد جبرائل عليه السلام علي المنارة ويؤذن ويصعد اسرافيل علي المنبر ويخطب ويؤم ميكائل علي الملائكة\r- kitab qishshotul mi'roj hal. 19 :","part":1,"page":139},{"id":140,"text":"فائدة ساءل الملك الظاهر برقوق عن البيت المعمور من اي شئ هو فقال بعض الحاضرين نقلا عن بعض التفاسير انه من عقيق قاله المئلف والاجهرى وغيرهما\r> Neng Yasmin\rBaitul Makmur disebut dalam QS. At-Thur 6-7 :\rوَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِْ وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِْ . وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ\r“dan demi Baitul Ma’mur , dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,”\rLetak Baitul Ma’mur : Baitul Ma’mur berada di langit ke 7 di sekitar ‘Arasy, ada juga yang mengatakan di bawah ‘Arasy. Letaknya searah dengan Ka’bah di Masjidil Haram, sehingga jika seandainya Ba’tul Ma’mur jatuh ke bumi maka ia akan menjatuhi Ka’bah.\rDiriwayatkan dari rasulullah saw, beliau bersabda kepada para sahabat :\rهل تدرون ما البيت المعمور؟ \" قالوا : الله ورسوله أعلم. قال صلى الله عليه وسلم: \" فإنه مسجد في السماء بحيال الكعبة لو خر لخر عليها , يصلى فيه كل يوم سبعون ألف ملك، إذا خرجوا منه لم يعودوا آخر ما عليهم \".\r“Tahukah kalian. Apa itu Baitul Ma’mur?”. Jawab sahabat: “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Ialah masjid di langit searah dengan Ka’bah, seandainya (Baitul Ma’mur) itu jatuh maka ia akan jatuh diatasnya (Ka’bah). Setiap harinya ada 70.000 Malaikat shalat didalamnya dan ketika mereka keluar, mereka tidak kembali lagi untuk selamanya”.\r- Tafsir qurthuby , surat ath-thur : 4","part":1,"page":140},{"id":141,"text":"وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (4)قوله تعالى : والبيت المعمور قال علي وابن عباس وغيرهما : هو بيت في السماء حيال الكعبة يدخله كل يوم سبعون ألف ملك ، ثم يخرجون منه فلا يعودون إليه . قال علي رضي الله عنه : هو بيت في السماء السادسة . وقيل : في السماء الرابعة ; روى أنس بن مالك ، عن مالك بن صعصعة ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أوتي بي إلى السماء الرابعة فرفع لنا البيت المعمور فإذا هو حيال الكعبة لو خر خر عليها يدخله كل يوم سبعون ألف ملك إذا خرجوا منه لم يعودوا إليه ؛ ذكره الماوردي . وحكى القشيري عن ابن عباس أنه في السماء الدنيا . وقال أبو بكر الأنباري : سأل ابن الكواء عليا رضي الله عنه قال : فما البيت المعمور ؟ قال : بيت فوق سبع سموات تحت العرش يقال له الضراح . وكذا في \" الصحاح \" : والضراح - بالضم - بيت في السماء وهو البيت المعمور عن ابن عباس . وعمرانه كثرة غاشيته من الملائكة . وقال المهدوي عنه : حذاء العرش . والذي في صحيح مسلم عن مالك بن صعصعة عن النبي صلى الله عليه وسلم في حديث الإسراء : ثم رفع إلى البيت المعمور فقلت : يا جبريل ما هذا ؟ قال : هذا البيت المعمور يدخله كل يوم سبعون ألف ملك إذا خرجوا منه لم يعودوا إليه آخر ما عليهم وذكر الحديث . وفي حديث ثابت عن أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : أتيت بالبراق . . . الحديث ; وفيه : ثم عرج بنا إلى السابعة فاستفتح جبريل عليه السلام فقيل من هذا قال جبريل قيل ومن معك قال محمد - صلى الله عليه وسلم - قيل وقد بعث إليه قال قد بعث إليه ففتح لنا فإذا أنا بإبراهيم عليه السلام مسندا ظهره إلى البيت المعمور وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألف ملك لا يعودون إليه .وعن ابن عباس أيضا قال : لله في السماوات والأرضين خمسة عشر بيتا ، سبعة في السماوات . وسبعة في الأرضين والكعبة ، وكلها مقابلة للكعبة . وقال الحسن : البيت المعمور هو الكعبة","part":1,"page":141},{"id":142,"text":"، البيت الحرام الذي هو معمور من الناس ، يعمره الله كل سنة بستمائة ألف ، فإن عجز الناس عن ذلك أتمه الله بالملائكة ، وهو أول بيت وضعه الله للعبادة في الأرض . وقال الربيع بن أنس : إن البيت المعمور كان في الأرض موضع الكعبة في زمان آدم عليه السلام ، فلما كان زمان نوح عليه السلام أمرهم أن يحجوا فأبوا عليه وعصوه ، فلما طغى الماء رفع فجعل بحذائه في السماء الدنيا ، فيعمره كل يوم سبعون ألف ملك ، ثم لا يرجعون إليه حتى ينفخ في الصور ، قال : فبوأ الله جل وعز لإبراهيم مكان البيت حيث كان ; قال الله تعالى : وإذ بوأنا لإبراهيم مكان البيت أن لا تشرك بي شيئا وطهر بيتي للطائفين والقائمين والركع السجود .\rhttp://quran.ksu.edu.sa/tafseer/qortobi/sura52-aya4.html\rDalam suatu hadis di jelaskan sbb :\r10530- اَلْبَيْتُ الْمَعْمُوْرُ فِى السَّمَاءِ يُقَالُ لَهُ الضَّرَاحُ وَهُوَ عَلَى مِثْلِ اْلبَيْتِ الْحَرَامِ بِحِيَالِهِ لَوْ سَقَطَ لَسَقَطَ عَلَيْهِ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُوْنَ أَلْفِ مَلَكٍ لَمْ يَرَوْهُ قَطُّ وَإِنَّ لَهُ فِى السَّمَاءِ حُرْمَةً عَلَى قَدْرِ حُرْمَةِ مَكَّةَ (الطَّبْرَانِى ، وَابْنُ مَرْدَوَيْهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَضَعَّفَ)\rأَخْرَجَهُ الطَّبْرَانِى (11/417 ، رَقْمُ 12185) . قَالَ الْهَيْثَمِى (7/114) : فِيْهِ إِسْحَاقُ بْنُ بِشْرٍ أَبُو حُذَيْفَةَ ، وَهُوَ مَتْرُوْكٌ .","part":1,"page":142},{"id":143,"text":"Baitul ma`mur berada di langit di beri nama Dhorroh . Ia seperti Baitul haram ( Ka`bah ) atau lurus dengannya . Bila jatuh akan jatuh kepadanya . Setiap harinya sekitar 70.000 malaikat masuk kepadanya dan mereka juga tidak melihatnya sama sekali . Baitul makmur itu di langit memiliki kehormatan sebagaimana kehormatan kota Mekkah. Syawahid dan Takhrij haditsnya bisa dilihat dalam kitab-kitab hadits mu'tabaroh :\rhttp://library.islamweb.net/hadith/hadithServices.php?type=2&cid=2219&sid=4883\r- Al-bidayah wan nihayah :\rوقال الطبراني: أنبأنا الحسن بن علوية القطان، حدثنا إسماعيل بن عيسى العطار، حدثنا إسحاق بن بشر أبو حذيفة، حدثنا ابن جريج، عن صفوان بن سليم، عن كريب، عن ابن عباس، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:\r« البيت المعمور في السماء، يقال له: الضُراح، وهو على مثل البيت الحرام بحياله، لو سقط لسقط عليه، يدخله كل يوم سبعون ألف ملك، ثم لا يرونه قط، فإن له في السماء حرمة على قدر حرمة مكة » يعني في الأرض.\rوهكذا قال العوفي، عن ابن عباس، ومجاهد، وعكرمة، والربيع بن أنس، والسدي، وغير واحد، وقال قتادة: ذكر لنا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال يومًا لأصحابه:\r« هل تدرون ما البيت المعمور؟ قالوا الله ورسوله أعلم، قال: قال: مسجد في السماء بحيال الكعبة، لو خر لخر عليها، يصلي فيه كل يوم سبعون ألف ملك، إذا خرجوا منه لم يعودوا آخر ما عليهم ».\rوزعم الضحاك أنه تعمره طائفة من الملائكة، يقال لهم: الجن، من قبيلة إبليس لعنه الله، كان يقول: سدنته وخدامه منهم، والله أعلم.\rوقال آخرون: في كل سماء بيت، يعمره ملائكته بالعبادة فيه، ويفدون إليه بالنوبة والبدل، كما يعمر أهل الأرض البيت العتيق بالحج في كل عام، والاعتمار في كل وقت، والطواف والصلاة في كل آن.","part":1,"page":143},{"id":144,"text":"قال سعيد بن يحيى بن سعيد الأموي، في أوائل كتابه المغازي: حدثنا أبو عبيد في حديث مجاهد أن الحرم حرم مناه، يعني قدره من السماوات السبع، والأرضين السبع، وأنه رابع أربعة عشر بيتًا في كل سماء بيت، وفي كل أرض بيت، لو سقطت سقط بعضها على بعض.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1012260848796723\rwww.fb.com/notes/1033936596629148\r4464. TURUNNYA WAHYU SEPERTI SUARA GEMERINCING LONCENG ?\rPERTANYAAN :\r> Taj-Subki\rTentang proses turunnya wahyu, ada pendapat yang mengatakan bahwa wahyu diturunkan seperti suara gemrincing lonceng, apakah benar? Tolong referensinya!\rJAWABAN :\r> Rizalullah\rSaat turun nya wahyu diterima baginda nabi dalam keadaan berbeda. Ada wahyu yang disampaikan langsung oleh Allah ke dalam qolbu baginda, di lain waktu banyak wahyu yang disampaikan dengan perantara malaikat jibril. Dan datangnya wahyu / firman Allah yang paling terberat diterima baginda adalah ketika datang seperti suara lonceng yang bergemerincing, dan ini dijelaskan sendiri oleh baginda rosulillah SAW. Beliau Shallallahu 'alaihi wasalam ditanya :\rيَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ","part":1,"page":144},{"id":145,"text":"\"Wahai, Rasulullah. Bagaimanakah cara wahyu sampai kepadamu?\" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,\"Terkadang wahyu itu datang kepadaku seperti suara lonceng, dan inilah yang terberat bagiku, dan aku memperhatikan apa dia katakan. Dan terkadang seorang malaikat mendatangi dengan berwujud seorang lelaki, lalu dia menyampaikannya kepadaku, maka akupun memperhatikan apa yang dia ucapkan\". Berdasarkan riwayat dan penjelasan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ini, maka dapat dipahami bahwa saat menerima semua wahyu, Rasulullah merasa berat. Namun, yang paling berat ialah cara yang semacam ini.\r- Kitab Shohih bukhori :\r(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا مَالِكٌ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَل رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : \" أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي ، وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ \" ، قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا .\r- Kitab Al Tamhid limaa fil muwatho minal ma'ani wal asaanid - Ibni Abdil Barr :\r474 حديث ثالث لهشام بن عروة","part":1,"page":145},{"id":146,"text":"مالك عن هشام بن عروة ، عن أبيه ، عن عائشة أن الحارث بن هشام سأل رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : كيف يأتيك الوحي ؟ فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : أحيانا يأتيني في مثل صلصلة الجرس ، وهو أشده علي [ ص: 113 ] فيفصم عني وقد وعيت ما قال ، وأحيانا يتمثل لي الملك رجلا فيكلمني فأعي ما يقول . قالت عائشة : ولقد رأيته ينزل عليه في اليوم الشديد البرد فيفصم عنه ، وإن جبينه ليتفصد عرقا .\rالحاشية رقم: 1في هذا الحديث دليل على أن أصحاب رسول الله - صلى الله عليه وسلم - كانوا يسألونه - عليه السلام - عن كثير من المعاني ، وكان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يجيبهم ويعلمهم ، وكانت طائفة تسأل وطائفة تحفظ وتؤدي وتبلغ حتى أكمل الله دينه والحمد لله .\rوفي هذا الحديث نوعان أو ثلاثة من صفة نزول الوحي عليه وكيفية ذلك ، وقد ورد في غير ما أثر ضروب من صفة الوحي حتى الرؤيا ، فرؤيا الأنبياء وحي أيضا ، ولكن المقصد بهذا الحديث إلى نزول القرآن والله أعلم ، وقد بينا معنى هذا الحديث وشبهه في باب إسحاق بن عبد الله بن أبي طلحة من هذا الكتاب والحمد لله .\rوأما قوله : صلصلة الجرس ، فإنه أراد في الجرس ، والصلصلة الصوت ، يقال : صلصلة الطست ، وصلصلة الجرس ، وصلصلة الفخار ، وقد روى حماد بن سلمة عن عطاء بن السائب ، عن سعيد بن جبير ، عن ابن عباس أنه قال : كان الوحي إذا نزل سمعت الملائكة صوت مرار أو إمرار السلسلة على الصفا ، وفي حديث حنين أنهم سمعوا صلصلة بين السماء والأرض كإمرار الحديد على الطست الجديد ، وروي عن مجاهد في قول الله تعالى ( وما كان لبشر أن يكلمه الله إلا وحيا أو من وراء حجاب ) قال : موسى حين [ ص: 114 ] كلمه الله ( أو يرسل رسولا ) قال : جبريل إلى محمد - صلى الله عليهما وسلم - وأشباهه من الرسل .","part":1,"page":146},{"id":147,"text":"وروى ابن وهب عن يونس عن ابن شهاب أنه سئل عن هذه الآية ( وما كان لبشر أن يكلمه الله إلا وحيا أو من وراء حجاب أو يرسل رسولا فيوحي بإذنه ما يشاء إنه علي حكيم ) قال : نرى هذه الآية تعد من أوحى الله إليه من البشر ، فالكلام : ما كلم الله موسى من وراء حجاب ، والوحي : ما يوحي الله إلى النبي من الهداية فيثبت الله ما أراد من وحيه في قلب النبي ، فيتكلم به النبي - صلى الله عليه وسلم - ويكتبه ، فهو كلام الله ووحيه ومنه ما يكون بين الله وبين رسله ، لا يكلم به أحد من الأنبياء أحدا من الناس ، ولكنه يكون سر غيب بين الله وبين رسله ، ومنه ما يتكلم به الأنبياء ولا يكتبونه ، ولكنهم يحدثون به الناس ويأمرونهم ببيانه ويبينون لهم أن الله أمرهم أن يبينوه للناس ويعلموهم إياه ، ومن الوحي ما يرسل الله من يشاء من ملائكته فيوحيه وحيا في قلوب من يشاء من رسله ، وقد بين لنا في كتابه أنه كان يرسل جبريل إلى محمد - عليهما السلام - ، فقال في كتابه : ( قل من كان عدوا لجبريل فإنه نزله على قلبك بإذن الله ) ، وقال - عز وجل - : ( وإنه لتنزيل رب العالمين نزل به الروح الأمين على قلبك ) إلى قوله : ( بلسان عربي مبين ) .\rوأما قوله : فيفصم عني ، فمعناه ينفرج عني ويذهب كما تفصم الخلخال إذا فصمته لتخرجه من الرجل ، وكل عقدة حللتها فقد فصمتها ، قال الله - عز وجل - : ( فقد استمسك بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع عليم ) [ ص: 115 ] وانفصام العروة أن تفك عن موضعها وأصل الفصم عند العرب أن يفك الخلخال ، ولا يبين كسره ، فإذا كسرته فقد قصمته - بالقاف - ، قال ذو الرمة :\rكأنه دملج من فضة نبه في ملعب من عذارى الحي مفصوم\rLNK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1015176395171835\rwww.fb.com/notes/1034458719910269\r4480. TERNYATA ADA PERBUATAN BAIK YANG PELAKUNYA TIDAK DAPAT PAHALA\rPERTANYAAN :\r> Fajar Ismail","part":1,"page":147},{"id":148,"text":"Perbuatan baik yang tidak mendapatkan pahala contohnya apa ? Maaf, maksudnya dari perbuatan itu sendiri, terlepas dari niat pelaku atau perbuatan lain yang mengiringi.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rPerbuatan baik yang tidak mendapatkan pahala contohnya adalah sholatnya orang yang tidak khusyu' dan sholatnya orang yang minum khomr selama 40 hari walaupun sudah memenuhi syarat dan rukunnya sholat. Lihat ta' bir :\r- kitab fathul mu'in (1/125) :\rوسن فيها أي في صلاته كلها خشوع بقلبه بأن لا يحضر فيه غير ما هو فيه وإن تعلق بالآخرة.\rوبجوارحه بأن لا يعبث بأحدها وذلك لثناء الله تعالى في كتابه العزيز على فاعليه بقوله: {قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ}\rولانتفاء ثواب الصلاة بانتفائه كما دلت عليه الأحاديث الصحيحة\r- kitab tuhfatul ahwadzi (5/601) :\r1.…عن عبد الله بن عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من شرب الخمر لم يقبل الله له صلاة أربعين صباحا\r2.…والمعنى لم يكن له ثواب، وإن برئت ذمته، وسقط القضاء بأداء أركانه مع شرائطه، كذا قالوا، وقال النووي: إن لكل طاعة اعتبارين: أحدهما: سقوط القضاء عن المؤدي، وثانيهما: ترتيب حصول الثواب، فعبر عن عدم ترتيب الثواب بعدم قبول الصلاة. انتهى\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1049151155107692/\rwww.fb.com/notes/1053713917984749\r4485. DI ATAS 'ARSY TIDAK ADA MAKHLUQ LAGI ?\rPERTANYAAN :\r> Rindualiy Muhammad\rAssalamu'alaikum. Sepengetahuan saya langit ada 7, di atasnya ada sidrotul muntaha, kemudian 'arsy (maaf kalau salah) pertanyaan saya di atas arsy ada apa? dan batas akhirnya dimana ?\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa'alaikumussalam, 'Arsy adalah makhluk yang paling tinggi, jadi nggak ada makhluk lagi di atas arsy","part":1,"page":148},{"id":149,"text":"عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لما قضى الله الخلق كتب في كتابه فهو عنده فوق العرش إن رحمتي غلبت غضبي\r- kitab fathul bary :\rقوله : ( فهو عنده فوق العرش ) قيل معناه دون العرش ، وهو كقوله تعالى بعوضة فما فوقها ، والحامل على هذا التأويل استبعاد أن يكون شيء من المخلوقات فوق العرش\r- kitab minhalul hadits :\r(فوق العرش) استشكل بذكر كلمة فوق لما هو معلوم أن العرش لا يعلوه شيء\r> Ghufron Bkl\rArasy itu paling tinggi dan di atasnya arasy tidak ada makhluq :","part":1,"page":149},{"id":150,"text":"وقال الإمام أحمد : حدثنا عبد الرزاق ، حدثنا يحيى بن العلاء ، عن عمه شعيب بن [ ص: 16 ] خالد ، حدثني سماك بن حرب ، عن عبد الله بن عميرة ، عن عباس بن عبد المطلب ، قال : كنا جلوسا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالبطحاء فمرت سحابة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أتدرون ما هذا قال قلنا : السحاب قال : والمزن قال : قلنا : والمزن قال : والعنان قال : فسكتنا فقال : هل تدرون كم بين السماء والأرض ؟ قال : قلنا : الله ورسوله أعلم قال : بينهما مسيرة خمسمائة سنة ، ومن كل سماء إلى سماء مسيرة خمسمائة سنة وكثف كل سماء مسيرة خمسمائة سنة وفوق السماء السابعة بحر بين أسفله وأعلاه كما بين السماء والأرض ، ثم فوق ذلك ثمانية أوعال بين ركبهن وأظلافهن كما بين السماء والأرض ، ثم فوق ذلك العرش بين أسفله وأعلاه كما بين السماء والأرض والله فوق ذلك ، وليس يخفى عليه من أعمال بني آدم شيء . هذا لفظ الإمام أحمد ورواه أبو داود ، وابن ماجه ، والترمذي من حديث سماك بإسناده نحوه ، وقال الترمذي : هذا حديث حسن ، وروى شريك بعض هذا الحديث عن سماك ووقفه . ولفظ أبي داود : [ ص: 17 ] وهل تدرون بعد ما بين السماء والأرض ؟ قالوا : لا ندري . قال : بعد ما بينهما إما واحدة أو اثنتان أو ثلاثة وسبعون سنة . والباقي نحوه . وقال أبو داود : حدثنا عبد الأعلى بن حماد ، ومحمد بن المثنى ، ومحمد بن بشار ، وأحمد بن سعيد الرباطي ، قالوا : حدثنا وهب بن جرير قال أحمد : كتبناه من نسخته وهذا لفظه قال : حدثنا أبي قال : سمعت محمد بن إسحاق يحدث عن يعقوب بن عقبة ، عن جبير بن محمد بن جبير بن مطعم ، عن أبيه ، عن جده قال : أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم أعرابي فقال : يا رسول الله جهدت الأنفس ، وجاعت العيال ، ونهكت الأموال ، وهلكت الأنعام ، فاستسق الله لنا ، فإنا نستشفع بك على الله ، ونستشفع بالله عليك ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ويحك","part":1,"page":150},{"id":151,"text":"أتدري ما تقول ؟ ! وسبح رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فما زال يسبح حتى عرف ذلك في وجوه أصحابه ، ثم قال ويحك إنه لا يستشفع بالله على أحد من خلقه ، شأن الله أعظم من ذلك ، ويحك أتدري ما الله ؟ إن عرشه على سماواته لهكذا وقال بأصابعه مثل القبة عليه وإنه ليئط به أطيط الرحل بالراكب . قال ابن بشار في حديثه : \" إن الله فوق عرشه وعرشه فوق سماواته\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=3&idto=3&bk_no=59&ID=4#docu\rيقول تعالى [ مخبرا ] عن عظمته وكبريائه ، وارتفاع عرشه العظيم العالي على جميع مخلوقاته كالسقف لها ،\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1642&idto=1642&bk_no=49&ID=1684\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1047240735298734/\rwww.fb.com/notes/1053773894645418\r4487. HUKUM MENAMAI SESEORANG DENGAN NAMA \"TUHAN\"\rPERTANYAAN :\r> Ubaidillah Hasan\rAssalamualaikum. Di Banyuwangi ada seorang muslim sekarang berumur 42 tahunan bernama Tuhan. Pertanyaannya : bagaimana hukumnya memberi / memakai nama tersebut? Sekian terimakasih.\rJumat, 21 Agustus 2015 | 11:57 WIB\rBANYUWANGI, KOMPAS.com — Tukang kayu asal Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, ini mendadak tersohor dan banyak diperbincangkan karena bernama Tuhan. Ayah dua anak itu mengaku tidak mengetahui alasan bapak dan ibunya memberikan nama Tuhan kepada dirinya.\r\"Bapak dan ibu saya sudah meninggal. Nama kakak-kakak saya juga seperti orang kebanyakan,\" ujar Tuhan ketika ditemui, Jumat (21/8/2015). Dia juga mengaku bahwa selama ini dirinya tidak merasa aneh dengan nama yang disandangnya.","part":1,"page":151},{"id":152,"text":"\"Hanya, beberapa minggu terakhir ini, banyak yang tanya nama saya yang sebenarnya. Mereka tidak percaya nama saya Tuhan. Ya sudah, saya kasih (lihat) KTP saya saja,\" ungkapnya. Lelaki kelahiran 30 Juni 1973 itu menjelaskan, sebagian besar tetangganya menyebutnya \"Toha\". Tuhan merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara dari pasangan Jumhar dan Dawiyah. Saudara-saudaranya bernama Juni, Aisyah, Halifah, Ainan, Nasiah, dan Isroli.\r\"Saya asli Desa Kluncing sini,\" ungkapnya.\rKedua anak perempuannya bernama Novita Sari dan Dwi Lestari. \"Yang satu sudah menikah, dan satunya masih SD kelas VI,\" ungkap Tuhan. Sementara itu, Husnul Hotimah, istri Tuhan, mengaku tidak masalah dengan nama unik yang disandang oleh suaminya. \"Sama sekali tidak jadi beban. Sama orang-orang malah sering buat guyona. (Mereka bilang) bahwa saya menikah sama Tuhan dan rumah Tuhan ada di Desa Kluncing, Banyuwangi,\" katanya sambil tersenyum.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl (edited)\rWa'alaikumussalam. Yang tidak boleh itu memberi nama dengan nama yang khusus bagi ALLAH, namun etikanya sebaiknya namanya diganti atau ditambahkan kata Hamba di depannya, menjadi \"Hamba Tuhan\". Lebih detail baca keterangan berikut :\rNama-nama yang diperbolehkan, dianjurkan dan dilarang digunakan\rPertanyaan : Assalamualaikum. Sebaiknya menamai anak yang paling bagus itu yang seperti apa ? Dan sebaiknya jangan menamai anak yang seperti apa agar tidak melanggar sunah ? Wassalam. ( Dari : Anita Raihan )","part":1,"page":152},{"id":153,"text":"Jawaban : Wa'alaukum salam warohmatullohi wabarokatuh. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami paparkan penjelasan mengenai hukum seputar pemberian nama kepada anak.\rNama-nama yang diperbolehkan dan disunahkan\rMemberikan nama apapun bagi seorang anak itu diperbolehkan terkecuali nama-nama yang memang dilarang untuk dipergunakan oleh agama. Namun disunatkan untuk memberi nama dengan nama-nama yang memiliki arti yang bagus seperti \"Harits\" ( Orang yang mempelajari, menyelidiki, memahami, mengingat ) atau \"Hamam\" ( Orang yang bila punya cita-cita atau keinginan dilaksanakan ) berdasarkan sabda nabi ;\rإِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ، وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ، فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ\r\"Sesungguhnya kalian akan dipanggil nanti pada Hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka, perbaguslah nama-nama kalian\". ( Sunan Abu Dawud, no.4948, Shohih Ibnu Hibban, no.5818, Sunan Ad-Daromi, no.2736, Musnad Ahmad, no.21693 dan As-Sunan Al-Kubro Lil-Baihaqi, no.19308 )\rBerikut ini kami uraikan hukum-hukum seputar pemberian nama anak dengan nama-nama tertentu :\r1. Nama-nama Alloh\rPara ulama' sepakat tentang kesunatan memberikan nama pada seorang anak dengan nama hamba ( abdun) yang disandarkan pada nama-nama Alloh seperti \"Abdulloh\" (hamba Alloh), \"Abdurrohman\" ( Hamba dzat yang maha pengasih ) atau \"Abdul Ghofur\" ( Hamba dzat yang pemaaf ). Dan dari sekian banyak nama-nama Alloh tersebut nama yang paling disukai adalah \"Abdulloh\" dan \"Abdurrohman\". Hal ini berdasarkan hadits nabi :","part":1,"page":153},{"id":154,"text":"إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللهِ عَبْدُ اللهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ\r\"Sesungguhnya nama yang paling disukai oleh Alloh dari nama-nama kalian adalah Abdulloh dan Abdurrohman\". ( Shohih Muslim, no.2132 )\r2. Nama-nama para nabi\rAda satu pendapat yang dinisbatkan kepada Shohabat Umar bin Khottob rodhiyallohu 'anhu yang menyatakan bahwa memberikan nama dengan nama-nama para nabi hukumnya makruh. Dalam kitab \"Tuhfatul Maudud Fi Ahkamil Maulud\" dijelaskan bahwa kemungkinan alasannya untuk menjaga agar nama-nama tersebut tidak direndahkan oleh orang yang mengucapkannya ketika marah semisal. Maksudnya, seumpama ada orang yang diberi nama \"Ibrohim\" yang kurang baik akhlaknya dan membuat orang lain marah karena ucapan atau tingkah lakunya, orang dibuat marah tadi memaki-makinya dengan ucapan \"Ibrohim bejat\" contohnya, hal tersebut dianggap merendahkan nama nabi, karena itu nama-nama nabi tidak usah dibuat nama seseorang demi menjaganya agar tidak diremehkan.\rDalam kitab \"Tarikh Ibnu Khoitsamah\" dikisahkan bahwa shohabat Tholhah rodhiyallohu 'anhu mempunyai sepuluh orang anak yang kesemuanya diberi nama para nabi, sedangkan shohabat Az-Zubair bin Al-'Awam memiliki sepuluh anak yang diberi nama-nama syuhada' ( orang-orang yang mati syahid ). Suatu ketika saat mereka bertemu Tholhah berkata kepada Zubair ; \"Aku memberi nama anak-anakku dengan nama-nama nabi sedangkan engkau memberi nama anak-anakmu dengan nama-nama syuhada'\", Zubair menjawab ; \"Aku mengharap anak-anakku akan menjadi syuhada' sedangkan engkau tidak berharap anak-anakmu menjadi nabi\".","part":1,"page":154},{"id":155,"text":"Sedangkan menurut mayoritas ulama' memberikan nama-nama para nabi diperbolehkan dan tidak makruh, sebagaimana diketahui bahwa Nabi Muhammad sendiri memberikan nama \"Ibrohim\" kepada salah satu putra beliau, begitu juga para sahabat memberikan nama-nama para nabi saat beliau masih hidup dan setelah beliau wafat. Dalam satu hadits diterangkan ;\rتَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ، وَأَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَأَصْدَقُهَا حَارِثٌ، وَهَمَّامٌ، وَأَقْبَحُهَا حَرْبٌ وَمُرَّةُ\r\"Buatlah nama sebagaimana nama para Nabi, nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan 'Abdurrahman. Dan Yang paling benar adalah Hammam dan Harits dan yang paling jelek adalah Harb dan Murroh\". ( Sunan Abu Dawud, no.4950 ).\rDalam satu riwayat diterangakan ;\rعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ : إذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَخْرَجَ اللَّهُ تَعَالَى أَهْلَ التَّوْحِيدِ مِنْ النَّارِ وَأَوَّلُ مَنْ يَخْرُجُ مَنْ وَافَقَ اسْمُهُ اسْمَ نَبِيٍّ\r\"Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya beliau berkata : Pada hari kiamat nanti Alloh akan mengeluarkan orang-orang Islam dari neraka, dan yang pertama dikeluarkan adalah orang yang namanya menyamai nama nabi\".\rSecara khusus juga terdapat hadits yang memperbolehkan memberikan nama seseorang dengan nama Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam ;\rوُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلاَمٌ فَسَمَّاهُ القَاسِمَ، فَقَالُوا: لاَ نَكْنِيهِ حَتَّى نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «سَمُّوا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي","part":1,"page":155},{"id":156,"text":"“Seorang bayi telah dilahirkan untuk seseorang di antara kami, lalu dia memberinya nama al-Qasim, maka kami berkata, ‘Kami tidak akan memberikan kuniyah kepadamu Abu al-Qasim sampai kami bertanya kepada Rasulullah Shollollahu ‘alaihi wasallam , maka beliau bersabda, ‘Namakanlah anakmu dengan namaku, dan janganlah kalian memberikan nama dengan kunyahku”. ( Shohih Bukhori, no.6187 ).\rBahkan terdapat beberapa hadits dan riwayat yang menunjukkan keutamaan memberi nama seorang anak dengan nama Nabi Muhammad. Dalam satu hadits yang dalam kitab \"Musnad Al-Harits bin Abu Usamah\" nabi bersabda ;\rمَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ وَلَمْ يُسَمِّ أَحَدَهُمْ بِمُحَمَّدٍ فَقَدْ جَهِلَ\r\"Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak dan tak satupun yang diberi nama \"Muhammad\" itu berarti satu kebodohan\".\rDalam kitab \"Alkhosho'ish\" karya syekh Ibnu Sab' juga diriwayatkan ;\rعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ «أَنَّهُ إذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ نَادَى مُنَادٍ أَلَا لِيَقُمْ مَنْ اسْمُهُ مُحَمَّدٌ فَلْيَدْخُلْ الْجَنَّةَ كَرَامَةً لِنَبِيِّهِ مُحَمَّدٍصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ\r\"Dari Ibnu Abbas, bahwasanya nanti pada hari kiamat akan ada yang mengumumkan bagi siapa saja yang bernama \"Muhammad\", maka hendaklah masuk surga karena memuliakan nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam\".\rImam Malik Rodhiyallohu 'anhu berkata :\rسَمِعْت أَهْلَ الْمَدِينَةِ يَقُولُونَ مَا مِنْ أَهْلِ بَيْتٍ فِيهِمْ اسْمُ مُحَمَّدٍ إلَّا رُزِقُوا رِزْقَ خَيْرٍ\r\"Aku mendengar penduduk madinah mengatakan bahwa jika dalam satu rumah ada orang yang bernama Muhammad, maka mereka semua akan diberi rizki yang baik\".","part":1,"page":156},{"id":157,"text":"3. Nama-nama Malaikat\rImam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan : \"Menurut madzhab kita (madzhab syafi'i) dan jumhur ulama' diperbolehkan memberi nama dengan nama-nama para nabi dan malaikat Sholawatullohi wasalamuhu 'alaihim ajma'in dan tidak ditemukan pendapat yang berbeda mengenai masalah inikecuali Umar bin Al-Khottob yang melarang memberikan nama dengannama-nama nabi dan Hard bin Maskan yang menghukumi makruh memberi nama malaikat pada seseorang, dan diriwayatkan pula bahwa Imam Malik menghukumi makruh memberikan nama seseorang dengan nama Jibril dan Yasin.\rNama-nama yang dimakruhkan\r1. Nama-nama yang yang biasa dibuat untuk tathoyyur ( Meramal adanya suatu hal ) seperti \"Robah\" (keuntungan), \"Aflah\" (keberuntungan), Najah (Kesuksesan), \"Yasar\" (kemudahan), atau Nafi' (orang yang bermanfaat) berdasarkan hadits nabi ;\rلا تُسَمِّ غُلَامَكَ رَبَاحًا وَلَا يَسَارًا وَلَا أَفْلَحَ وَلَا نَافِعًا\r\"Janganlah kamu memberi nama anakmu dengan 'Rabah' (beruntung), 'Yasar' (Mudah), Aplah (paling beruntung), dan Nafi' (bermanfaat)\". ( Shohih Muslim, no.2136 )\r2. Nama-nama yang pada umunnya tidak disukai. Seperti \"Harb\" (peperangan), \"Murroh\" (pahit), \"Syihab\" (Obor), \"Khimar\" (keledai), \"Kalb\" (anjing), \"Dholim\" (orang yang semena-mena) atau nama orang-orang dholim seperti \"Fir'aun\". Diceritaan dalam satu hadits ;","part":1,"page":157},{"id":158,"text":"عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلَقْحَةٍ تُحْلَبُ مَنْ يَحْلُبُ هَذِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ مُرَّةُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْلِسْ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَحْلُبُ هَذِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ فَقَالَ حَرْبٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْلِسْ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَحْلُبُ هَذِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ فَقَالَ يَعِيشُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْلُبْ","part":1,"page":158},{"id":159,"text":"\"Dari Yahya bin Sa'id bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata tentang unta yang hampir melahirkan lalu diperah susunya: \"Siapa yang akan memerah susu ini?\" Lalu berdirilah seorang laki-laki, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: \"Siapa namamu?\" laki-laki itu menjawab; \"Aku Murrah.\" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: \"Duduklah! \" beliau bertanya lagi: \"Siapakah yang akan memerah susu ini?\" berdirilah seorang laki-laki. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: \"Siapa namamu?\" laki-laki itu menjawab, \"Aku Harb.\" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: \"Duduklah! \" beliau bertanya lagi: \"Siapakah yang akan memerah susu ini?\" lalu berdirilah seorang laki-laki. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: \"Siapakah namamu?\" laki-laki itu menjawab; \"Ya'isy.\" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun kemudian berkata kepadanya: \"Perahlah! \". ( Al-Muwaththo', no.1540 ).\rNama-nama yang haromkan\rNama-nama yang diharomkan untuk diberikan kepada seseorang adalah nama-nam yang khusu bagi Alloh Subhanahu wata'ala seperti \"Al-Kholiq\" (dzat yang menciptakan), \"Ar-Roziq\" (dzat yang memberi rizqi), \"Al-Quddus' (dzat yang suci) atau nama-nama yang hanya layak digunakan untuk Alloh, seperti \"Malikul Muluk\" (raja dari semua raja), dan \"Hakimul Hukkam\" (penguasa dari segala penguasa).\rDalilnya adalah sabda nabi ;\rأَخْنَى الأَسْمَاءِ يَوْمَ القِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ","part":1,"page":159},{"id":160,"text":"\"Sehina-hinanya nama di sisi Allah pada hari Kiamat kelak adalah seseorang yang bernama Malikil Amlak (raja diraja)\". ( Shohih Bukhori, no.6205 ).\rMenurut madzhab Hanbali diharomkan pula memberikan nama yang hanya layak disandang oleh Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam seperti \"Sayyidu waladi adam' (tuan semua anak adam) dan \"Sayyidun Nas\" (tuan seluruh umat manusia). Diharomkan pula memberikan nama \"Abdun\" (hamba) yang disandarkan pada selain nama Alloh, seperti \"Abdul Uzza\" (hamba uzza, berhala orang-orang kafir quraisy) atau \"Abdul Ka'bah\" (hamba ka'bah). Wallohu a'lam.\r( Oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Mazz Rofii, الرحمن الألوى, Mbah Godek, Sunde Pati dan Siroj Munir )\rReferensi :\r1. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Juz : 11 Hal : 331-335\r2. Al-Majmu', Juz : 8 Hal : 436-437\r3. Mughnil Muhtaj, Juz : 6 Hal : 140-142\r4. Nihayatul Muhtaj, Juz : 8 Hal : 148\r5. Tuhfatul Muhtaj, Juz : 9 Hal : 373-374\r6. Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud, Hal : 112\r7. Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud, Hal : 127-128\rIbarot :\r- Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Juz : 11 Hal : 331-335\rما تستحب التسمية به من الأسماء\rالأصل جواز التسمية بأي اسم إلا ما ورد النهي عنه مما سيأتي","part":1,"page":160},{"id":161,"text":"وتستحب التسمية بكل اسم معبد مضاف إلى الله سبحانه وتعالى، أو إلى أي اسم من الأسماء الخاصة به سبحانه وتعالى؛ لأن الفقهاء اتفقوا على استحسان التسمية به. وأحب الأسماء إلى الله عبد الله وعبد الرحمن. وقال سعيد بن المسيب: أحبها إلى الله أسماء الأنبياء. والحديث الصحيح يدل على أن أحب الأسماء إليه سبحانه وتعالى: عبد الله وعبد الرحمن. ويدل لذلك ما أخرجه مسلم في صحيحه عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن أحب أسمائكم إلى الله عبد الله وعبد الرحمن. ولما أخرجه أبو داود في سننه عن أبي الجشمي رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: تسموا بأسماء الأنبياء، وأحب الأسماء إلى الله: عبد الله وعبد الرحمن، وأصدقها: حارث وهمام، وأقبحها: حرب ومرة –الى أن قال\rوأما التسمية بأسماء الأنبياء فقد اختلف، الفقهاء في حكمها، فذهب الأكثرون إلى عدم الكراهة، وهو الصواب. قال صاحب تحفة المحتاج: ولا تكره التسمية باسم نبي أو ملك، بل جاء في التسمية باسم نبينا عليه الصلاة والسلام فضائل. ومن ذلك ما رواه العتبي أن أهل مكة يتحدثون: ما من بيت فيه اسم محمد إلا رأوا خيرا ورزقوا. وذكر صاحب كشاف القناع من الحنابلة: أنه يحسن التسمية بأسماء الأنبياء بل قال سعيد بن المسيب، كما تقدم النقل عنه: إنها أحب الأسماء إلى الله","part":1,"page":161},{"id":162,"text":"وذهب آخرون إلى كراهة التسمية بأسماء الأنبياء، وقد نسب هذا القول إلى عمر بن الخطاب رضي الله عنه. قال صاحب تحفة المودود: ولعل صاحب هذا القول قصد صيانة أسمائهم عن الابتذال وما يعرض لها من سوء الخطاب، عند الغضب وغيره. وقال سعيد بن المسيب: أحب الأسماء إلى الله أسماء الأنبياء. وفي تاريخ ابن خيثمة: أن طلحة كان له عشرة من الولد، كل منهم اسمه اسم نبي، وكان للزبير عشرة كلهم تسمى باسم شهيد، فقال له طلحة: أنا سميتهم بأسماء الأنبياء، وأنت تسميهم بأسماء الشهداء، فقال له الزبير: فإني أطمع أن يكون بني شهداء، ولا تطمع أن يكون بنوك أنبياء\rويدل على جواز التسمية بأسماء الأنبياء ما أخرجه أبو داود في سننه عن أبي الجشمي قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: تسموا بأسماء الأنبياء\rويدل على جواز التسمية باسم نبينا محمد صلى الله عليه وسلم ما أخرجه البخاري في صحيحه عن جابر رضي الله عنه قال: ولد لرجل منا غلام فسماه القاسم، فقالوا: لا نكنيه حتى نسأل النبي صلى الله عليه وسلم فقال: سموا باسمي ولا تكنوا بكنيتي\rما تكره التسمية به من الأسماء","part":1,"page":162},{"id":163,"text":"تكره تنزيها التسمية بكل اسم يتطير بنفيه، كرباح وأفلح ونجاح ويسار وما أشبه ذلك، فإن هذه الأسماء وما أشبهها يتطير بنفيها، فيما لو سئل شخص سمى ابنه رباحا: أعندك رباح؟ فيقول: ليس في البيت رباح، فإن ذلك يكون طريقا للتشاؤم. هذا وقد أخرج مسلم في صحيحه عن سمرة بن جندب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تسمين غلامك يسارا ولا رباحا ولا نجيحا ولا أفلح، فإنك تقول: أثم هو؟ فلا يكون، فيقول: لا. إلا أن ذلك لا يحرم لحديث عمر رضي الله عنه إن الآذن على مشربة رسول الله صلى الله عليه وسلم عبد يقال له: رباح وعن جابر رضي الله عنه أراد صلى الله عليه وسلم أن ينهى عن أن يسمى بيعلى وببركة وبأفلح وبيسار وبنافع وبنحو ذلك، ثم رأيته بعد سكت عنها، فلم يقل شيئا، ثم قبض رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم ينه عن ذلك، ثم أراد عمر رضي الله عنه أن ينهى عن ذلك ثم تركه. وتكره التسمية أيضا بالأسماء التي تكرهها النفوس وتشمئز منها كحرب ومرة وكلب وحية\rوقد صرح المالكية بمنع التسمية بكل اسم قبيح. قال صاحب مواهب الجليل: يمنع بما قبح كحرب وحزن وضرار\rوقال صاحب مغني المحتاج: تكره الأسماء القبيحة، كشيطان وظالم وشهاب وحمار وكلب. إلخ","part":1,"page":163},{"id":164,"text":"وذكر الحنابلة أنه تكره تسميته بأسماء الجبابرة كفرعون وأسماء الشياطين. وجاء في مطالب أولي النهى كراهية التسمية بحرب. هذا، وقد كان النبي عليه الصلاة والسلام يكره الاسم القبيح للأشخاص والأماكن والقبائل والجبال. أخرج مالك في الموطأ عن يحيى بن سعيد أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال للقحة تحلب: من يحلب هذه؟ فقام رجل، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما اسمك، فقال له الرجل: مرة. فقال له رسول صلى الله عليه وسلم: اجلس. ثم قال: من يحلب هذه؟ فقام رجل، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما اسمك؟ ، فقال: حرب. فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: اجلس. ثم قال: من يحلب هذه؟ فقام رجل فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم ما اسمك؟ فقال: يعيش، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: احلب\rالتسمية بأسماء الملائكة\rذهب أكثر العلماء إلى أن التسمية بأسماء الملائكة كجبريل وميكائيل لا تكره. وذهب مالك إلى كراهة التسمية بذلك، قال أشهب: سئل مالك عن التسمي بجبريل، فكره ذلك ولم يعجبه. وقال القاضي عياض: قد استظهر بعض العلماء التسمي بأسماء الملائكة، وهو قول الحارث بن مسكين، وأباح ذلك غيره\rما تحرم التسمية به من الأسماء","part":1,"page":164},{"id":165,"text":"تحرم التسمية بكل اسم خاص بالله سبحانه وتعالى، كالخالق والقدوس، أو بما لا يليق إلا به سبحانه وتعالى كملك الملوك وسلطان السلاطين وحاكم الحكام، وهذا كله محل اتفاق بين الفقهاء. وأورد ابن القيم فيما هو خاص بالله تعالى: الأحد، والصمد، والخالق، والرازق، والجبار، والمتكبر، والأول، والآخر، والباطن، وعلام الغيوب. هذا، ومما يدل على حرمة التسمية بالأسماء الخاصة به سبحانه وتعالى كملك الملوك مثلا: ما أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه - ولفظه في البخاري - قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أخنى الأسماء يوم القيامة عند الله رجل تسمى ملك الأملاك. ولفظه في صحيح مسلم أغيظ رجل على الله يوم القيامة، أخبثه وأغيظه عليه: رجل كان يسمى ملك الأملاك، لا ملك إلا الله. وأما التسمية بالأسماء المشتركة التي تطلق عليه سبحانه وتعالى وعلى غيره فيجوز التسمي بها كعلي ورشيد وبديع. قال ابن عابدين: وظاهره الجواز ولو معرفا بأل. قال الحصكفي: ويراد في حقنا غير ما يراد في حق الله تعالى. وقال الحنابلة: تحرم التسمية بالأسماء التي لا تليق إلا بالنبي صلى الله عليه وسلم كسيد ولد آدم، وسيد الناس، وسيد الكل؛ لأن هذه الأسماء كما ذكر الحنابلة لا تليق إلا به صلى الله عليه وسلم. وتحرم التسمية بكل اسم معبد مضاف إلى غير الله سبحانه وتعالى كعبد العزى، وعبد الكعبة، وعبد الدار، وعبد علي، وعبد الحسين، أو عبد فلان. إلخ. كما صرح به الحنفية والشافعية والحنابلة\r- Al-Majmu', Juz : 8 Hal : 436-437","part":1,"page":165},{"id":166,"text":"الثالثة : يستحب تحسين الاسم وأفضل الأسماء عبد الله وعبد الرحمن للحديث الذي ذكره المصنف. وعن جابر إن النبي صلى الله عليه وسلم قال لرجل (سم ابنك عبد الرحمن) رواه البخاري ومسلم, وعن أنس (أن النبي صلى الله عليه وسلم سمى ابن أبي طلحة عبد الله) رواه البخاري ومسلم وسمى صلى الله عليه وسلم ابنه إبراهيم, وعن أبي وهب الجشمي الصحابي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (تسموا بأسماء الأنبياء وأحب الأسماء إلى الله عبد الله وعبد الرحمن وأصدقها حارث وهمام وأقبحها حرب ومرة) رواه أبو داود والنسائي وغيرهما, وعن أبي الدرداء قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فاحسنوا أسمائكم) رواه أبو داود بإسناد جيد وهو من رواية عبد الله بن زيد بن إياس بن أبي زكريا عن أبي الدرداء والأشهر أنه سمع أبا الدرداء وقال البيهقي وطائفة لم يسمعه فيكون مرسلا\rفرع : مذهبنا ومذهب الجمهور جواز التسمية بأسماء الأنبياء والملائكة صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ولم ينقل فيه خلاف إلا عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أنه نهى عن التسمية بأسماء الانبياء وعن الحرد بن مسكن أنه كره التسمية بأسماء الملائكة وعن مالك كراهة التسمية بجبريل وياسين. دليلنا تسمية النبي صلى الله عليه وسلم ابنه إبراهيم وسمى خلائق من أصحابه بأسماء الأنبياء في حياته وبعده مع الأحاديث التي ذكرناها ولم يثبت نهي في ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم فلم يكره","part":1,"page":166},{"id":167,"text":"الرابعة : تكره الأسماء القبيحة والأسماء التي يتطير بنفيها في العادة لحديث سمرة الذي ذكره المصنف وجاءت أحاديث كثيرة في الصحيح بمعناه فمن الأسماء القبيحة حرب ومرة وكلب وكليب وجري وعاصية ومغرية - بالغين المعجمة - وشيطان وشهاب وظالم وحمار وأشباهها وكل هذه تسمى بها ناس. ومما يتطير بنفيه هذه الألفاظ المذكورة في حديث سمرة وهي يسار ورباح ونافع ونجاح وبركة وأفلح ومبارك ونحوها والله أعلم\rفرع :صح عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال (إن أخنع اسم عند الله رجل تسمى ملك الاملاك) وفي رواية (أخنا) وفي رواية (أغيظ رجل عند الله يوم القيامة وأخبثه رجل كان تسمى ملك الأملاك لا ملك إلا الله) رواه البخاري ومسلم إلا الرواية الآخرة فإنها لمسلم قال سفيان بن عيينة (ملك الاملاك مثل شاهان شاه) ثبت ذلك عنه في الصحيح قال العلماء معنى أخنع وأخنا أذل وأوضع وأرذل قالوا والتسمية بهذا الاسم حرام\r- Mughnil Muhtaj, Juz : 6 Hal : 140-142","part":1,"page":167},{"id":168,"text":"ويسن أن يحسن اسمه لخبر «إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فحسنوا أسماءكم» . وأفضل الأسماء عبد الله وعبد الرحمن لخبر مسلم «أحب الأسماء إلى الله تعالى عبد الله وعبد الرحمن زاد أبو داود وأصدقها حارث وهمام، وأقبحها حرب ومرة» وتكره الأسماء القبيحة، كشيطان وظالم وشهاب وحمار وكليب، وما يتطير بنفيه عادة، كنجيح وبركة لخبر «لا تسمين غلامك أفلح ولا نجيحا ولا يسارا ولا رباحا فإنك إذا قلت أثم هو؟ قال لا» ، ويسن أن تغير الأسماء القبيحة وما يتطير بنفيه لخبر مسلم «أنه - صلى الله عليه وسلم - غير اسم عاصية، وقال أنت جميلة» . وفي الصحيحين «أن زينب بنت جحش كان اسمها برة فقيل تزكي نفسها، فسماها النبي - صلى الله عليه وسلم - زينب» ، ويكره كراهة شديدة كما في المجموع التسمية بست الناس أو العلماء أو القضاة أو العرب لأنه كذب ولا تعرف الست إلا في العدد، ومراد العوام بذلك سيدة، ولا تجوز التسمية بملك الأملاك وشاهان شاه، ومعناه ملك الأملاك، ولا ملك الأملاك إلا الله، ونقل الأذرعي عن القاضي أبي الطيب التحريم في قاضي القضاة وأبلغ منه حاكم الحكام، وفي منهاج الحليمي جاء عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - أنه قال «لا تقولوا الطبيب وقولوا الرفيق فإنما الطبيب الله» وإنما سمي الرفيق، لأنه يرفق بالعليل وأما الطبيب فهو العالم بحقيقة الداء والدواء والقادر على الصحة والشفاء، وليس بهذه الصفة إلا الله تعالى، ولا تكره التسمية بأسماء الملائكة والأنبياء ويس وطه خلافا لمالك - رحمه الله تعالى - ففي تفسير القرطبي عند قوله تعالى {السلام المؤمن المهيمن} [الحشر: 23] عن ابن عباس أنه قال «إذا كان يوم القيامة أخرج الله تعالى أهل التوحيد من النار وأول من يخرج من وافق اسمه اسم نبي حتى إذا لم يبق فيها من وافق اسمه اسم نبي قال الله تعالى أنتم المسلمون وأنا السلام وأنتم المؤمنون وأنا المؤمن، فيخرجهم من النار ببركة هذين","part":1,"page":168},{"id":169,"text":"الاسمين» وفي كتاب الخصائص لابن سبع عن ابن عباس «أنه إذا كان يوم القيامة نادى مناد ألا ليقم من اسمه محمد فليدخل الجنة كرامة لنبيه محمد - صلى الله عليه وسلم -» وفي مسند الحارث بن أبي أسامة أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال «من كان له ثلاثة من الولد ولم يسم أحدهم بمحمد فقد جهل» وقال مالك سمعت أهل المدينة يقولون ما من أهل بيت فيهم اسم محمد إلا رزقوا رزق خير، قال ابن رشيد يحتمل أن يكونوا عرفوا ذلك بالتجربة أو عندهم في ذلك أثر، والتسمية بعبد النبي قد تجوز إذا قصد به التسمية لا النبي - صلى الله عليه وسلم - ومال الأكثرون إلى المنع منه خشية التشريك لحقيقة العبودية، واعتقاد حقيقة العبودية كما أنه لا يجوز التسمي بعبد الكعبة وعبد العزى قيل شهد رجل عند الحارث فقال له الحارث ما اسمك؟ قال جبريل فقال له الحارث قد ضاقت عليك أسماء بني آدم حتى تسميت باسم الملائكة فقال له الرجل قد ضاقت عليك الأسماء حتى تسميت باسم الشيطان، فإن اسمه الحارث\r- Nihayatul Muhtaj, Juz : 8 Hal : 148","part":1,"page":169},{"id":170,"text":"ويندب تحسين الأسماء وأحبها عبد الله ثم عبد الرحمن، ولا يكره اسم نبي أو ملك، بل جاء في التسمية بمحمد فضائل جمة، ويكره بقبيح كحرب ومرة وما يتطير بنفيه كيسار ونافع وبركة ومبارك، ويحرم بملك الملوك إذ لا يصلح لغيره تعالى، وكذا عبد الكعبة أو الدار أو علي أو الحسن لإيهام التشريك، ومثله عبد النبي على ما قاله الأكثرون، والأوجه جوازه لا سيما عند إرادة النسبة له - صلى الله عليه وسلم -، ويؤخذ من العلة حرمة التسمية بجار الله ورفيق الله ونحوهما لإيهامه المحذور أيضا، وحرمة قول بعض العوام إذا حمل ثقيلا الحملة على الله، ولا بأس باللقب الحسن إلا ما توسع فيه الناس حتى سموا السفلة بفلان الدين، ويكره كراهة شديدة بنحو ست الناس أو العرب أو القضاة أو العلماء لأنه من أقبح الكذب، ويحرم التكني بأبي القاسم مطلقا كما مر في الخطبة بما فيه مما يأتي مجيئه هنا\r- Tuhfatul Muhtaj, Juz : 9 Hal : 373-374\rيسن تحسين الأسماء وأحبها عبد الله وعبد الرحمن ولا يكره اسم نبي أو ملك بل جاء في التسمية بمحمد فضائل عليه ومن ثم قال الشافعي في تسمية ولده محمدا سميته بأحب الأسماء إلي وكأن بعضهم أخذ منه قوله معنى خبر مسلم «أحب الأسماء إلى الله عبد الله وعبد الرحمن» إنها أحبية مخصوصة لا مطلقة لأنهم كانوا يسمون عبد الدار وعبد العزى","part":1,"page":170},{"id":171,"text":"فكأنه قيل لهم أحب الأسماء المضافة للعبودية هذان لا مطلقا لأن أحبها إليه كذلك محمد وأحمد إذ لا يختار لنبيه - صلى الله عليه وسلم - إلا الأفضل اهـ. وهو تأويل بعيد مخالف لما درجوا عليه وما علل به لا ينتج له ما قاله؛ لأن من أسمائه - صلى الله عليه وسلم - عبد الله كما في سورة الجن ولأن المفضول قد يؤثر لحكمة هي هنا الإشارة إلي حيازته لمقام الحمد وموافقته للمحمود من أسمائه تعالى كما مر ويؤيد ذلك أنه - صلى الله عليه وسلم - سمى ولده إبراهيم دون واحد من تلك الأربعة لإحياء اسم أبيه إبراهيم ولا حجة له في كلام الشافعي؛ لأن عدوله عن الأفضل لنكتة لا تقتضي أن ما عدل إليه هو الأفضل مطلقا\rومعنى كونه أحب الأسماء إليه أي بعد ذينك فتأمله ولا تغتر بمن اعتمده غير مبال لمخالفته لصريح كلامهم ويكره قبيح كشهاب وحرب ومرة وما يتطير بنفيه كيسار ونافع وبركة ومبارك ويحرم ملك الملوك؛ لأن ذلك ليس لغير الله تعالى وكذا عبد النبي أو الكعبة أو الدار أو علي أو الحسين لإيهام التشريك ومنه يؤخذ حرمة التسمية بجار الله ورفيق الله ونحوهما لإيهامه المحذور أيضا وحرمة قول بعض العامة إذا حمل ثقيلا الحملة على الله قال الأذرعي نقلا عن بعض الأصحاب ومثله قاضي القضاة وأفظع منه حاكم الحكام اهـ.","part":1,"page":171},{"id":172,"text":"وما ذكره عن بعض الأصحاب يرده تجويز القاضي أبي الطيب الأول واستدلاله بتجويزهم الثاني لكن فيه نظر بالنسبة للأول بل الذي عليه الماوردي وغيره تحريمه وزعم القاضي أن المراد ملك ملوك الأرض بعيد؛ لأن اللفظ صريح في خلافه وأما الثاني فحله محتمل ثم أطبق العلماء وغيرهم عليه ويفرق بأن هذا أشهر في المخلوقين فقط بخلاف الأول وحاكم الحكام يتردد النظر فيه وإلحاقة بقاضي القضاة فيما ذكرناه أقرب ولا نسلم أن أفظعيته إن سلمت تقتضي تحريمه لأنه مع ذلك محتمل لا صريح بخلاف ملك الملوك ولما تسمى به وزير كان الماوردي أقرب الناس عنده فاستفتى عنه فأفتى بحرمته ثم هجره فسأل عنه وزاد في تقريبه\rوقال لو كان يحابي أحدا لحاباني وقال الحليمي قال الحاكم في حديث «لا تقولوا الطبيب وقولوا الرفيق فإنما الطبيب الله» ووجهه بأنه رفيق بالعليل والطبيب العالم بحقيقة الداء والدواء والقادر على الشفاء اهـ. والأوجه حله إلا إن صح الحديث الذي ذكره بل مع صحته لا يبعد أن النهي للتنزيه لتجويزهم التسمية والوصف بغير لفظ الله والرحمن بل ظاهر هذا عدم الكراهة أيضا فإن سلمت اطردت في كل ما أشبه الطبيب في أنه لا يتبادر منه إلا الله وحده ولا بأس باللقب الحسن إلا ما توسع فيه الناس حتى سموا السفلة بفلان الدين ومن ثم قيل إنها الغصة التي لا تساغ ويكره كراهة شديدة نحو ست الناس أو العرب أو القضاة أو العلماء لأنه من أقبح الكذب ولا تعرف الست إلا في العدد ومرادهم سيدة ويحرم التكني بأبي القاسم مطلقا كما مر في الخطبة بما فيه مما ينبغي مجيئه هنا وأن الحرمة خاصة بالواضع أولا\r- Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud, Hal : 112\rالفصل الثاني فيما يستحب من الأسماء وما يكره منها","part":1,"page":172},{"id":173,"text":"عن أبي الدرداء قال قال رسول الله إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وبأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم رواه أبو داود بإسناد حسن وعن ابن عمر قال رسول الله إن أحب أسمائكم إلى الله عز وجل عبد الله وعبد الرحمن رواه مسلم في صحيحه وعن جابر قال ولد لرجل منا غلام فسماه القاسم فقلنا لا نكنيك أبا القاسم ولا كرامة فأخبر النبي فقال سم ابنك عبد الرحمن - متفق عليه\rوعن أبي وهب الجشمي قال قال رسول الله تسموا بأسماء الأنبياء وأحب الأسماء إلى الله عبد الله وعبد الرحمن وأصدقها حارث وهمام وأقبحها حرب ومرة قال أبو محمد بن حزم اتفقوا على استحسان الأسماء المضافة إلى الله كعبد الله وعب الرحمن وما أشبه ذلك فقد اختلف الفقهاء في أحب الأسماء إلى الله فقال الجمهور أحبها إليه عبد الله وعبد الرحمن قال سعيد بن المسيب أحب الأسماء إليه أسماء الأنبياء والحديث الصحيح يدل على أن أحب الأسماء إليه عبد الله وعبد الرحمن\r- Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud, Hal : 127-128 :","part":1,"page":173},{"id":174,"text":"فصل : واختلف في كراهة التسمي بأسماء الأنبياء على قولين أحدهما أنه لا يكره وهذا قول الأكثرين وهو الصواب والثاني يكره قال أبو بكر بن أبي شيبة في باب ما يكره من الأسماء حدثنا الفضل بن دكين عن أبي جلدة عن أبي العالية تفعلون شرا من ذلك تسمون أولادكم أسماء الأنبياء ثم تلعنونهم وأصرح من ذلك ما حكاه أبو القاسم السهيلي في الروض فقال وكان من مذهب عمر بن الخطاب كراهة التسمي بأسماء الأنبياء قلت وصاحب هذا القول قصد صيانة أسمائهم عن الابتذال وما يعرض لها من سوء الخطاب عند الغضب وغيره وقد قال سعيد بن المسيب أحب الأسماء إلى الله أسماء الأنبياء وفي تاريخ ابن أبي خيثمة أن طلحة كان له عشرة من الولد كل منهم اسم نبي وكان للزبير عشرة كلهم تسمى باسم شهيد فقال له طلحة أنا أسميهم بأسماء الأنبياء وأنت تسمي بأسماء الشهداء فقال له الزبير فإني أطمع أن يكون بني شهداء ولا تطمع أن يكون بنوك أنبياء\rوقد ثبت في صحيح مسلم عن أبي موسى قال ولد لي غلام فأتيت به النبي فسماه إبراهيم وحنكه بتمرة\rوقال البخاري في صحيحه باب من تسمى بأسماء الأنبياء حدثنا ابن أيمن حدثنا ابن بشر حدثنا اسماعيل قال قلت لابن أبي أوفى رأيت إبراهيم ابن النبي مات صغيرا ولو قضي أن يكون بعد محمد نبي عاش ابنه ولكن لا نبي بعده ثم ذكر حديث البراء لما مات إبراهيم قال النبي إن له مرضعا في الجنة وفي صحيح مسلم باب التسمي بأسماء الأنبياء والصالحين ثم ذكر حديث المغيرة بن شعبة قال لما قدمت نجران سألوني فقالوا إنكم تقرؤون يا أختا هارون وموسى قبل عيسى بكذا وكذا فلما قدمت على رسول الله سألته عن ذلك فقال إنهم كانوا يسمون بأنبيائهم والصالحين قبلهم\rSumber :\rhttp://www.fikihkontemporer.com/2012/10/nama-nama-yang-diperbolehkan-dianjurkan.html?m=1\r> Akhbib Maulana","part":1,"page":174},{"id":175,"text":"Saya melirik dulu pada kata dasarnya, Kata ‘tuhan’ ternyata berasal dari kata ‘tuan’ yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak lain berarti:\r1. orang tempat mengabdi,\r2. yang memberi pekerjaan,\r3. orang laki-laki yang patut dihormati. Singkatnya ‘tuan’ memiliki arti ‘yang ditinggikan‘ yang sepadan dengan pengertian kata ‘lord’ dalam bahasa Inggris.\rAslinya ummat muslim hanya mengenal kata ALLAH sebagai pencipta alam.\r> SandalKayu HilangSatu\rKata 'Tuhan' merupakan kata asli produk Nusantara, bukan serapan dari bahasa asing. Pada umumnya, kata Tuhan diartikan sbg dzat yg disembah (ilah اله), dlm masyarakat muslim Nusantara; Tuhan = Allah swt. Ummat Nasrani Nusantara juga menyebut Tuhan Allah dan Tuhan Yesus, Bgitu juga dlm agama2 lain. Itu artinya bhw kata tuhan tdk hanya dimiliki muslimin (Tuhan= الله).\rSependek pengetahuan saya, kata Tuhan berasal dr kepercayaan KAPITAYAN yg tersebar di Jawa barat.\r? Tu Han: sosok yg mjd simbol kebaikan\r? Han Tu: sosok yg mjd simbol keburukan\r? Tu Ah: pengaruh positif dr sesuatu\r? Tu Lah: pengaruh negatif\r> Kang Dul\rTambahan dari :\r- fathul mu'in :\rوالله: علم للذات الواجب الوجود وهو اسم جنس لكل معبود ثم عرف بأل وحذفت الهمزة ثم استعمل في المعبود بحق وهو ا?سم ا?عظم عند ا?كثر ولم\rيسم به غيره ولو تعنتا.\r- kitab tafsir rozy :","part":1,"page":175},{"id":176,"text":"قال تعالى: هل تعلم له سميا [مريم: 65] وأطبقوا على أن المراد منه لفظة «الله» وأما ا?كثرون فقد سلموا كونها لفظة عربية، أما القائلود تخلصوا عن هذه المباحث، وأما المنكرون لذلك فلهم قو?ن: قال الكوفيون: أصل هذه اللفظة إ?ه، فأدخلت ا?لف وال?م عليها للتعظيم، فصار ا??ه، فحذفت الهمزة استثقا?، لكثرة جريانها على ا?لسنة، فاجتمع ?مان، فأدغمت ا?ولى فقالوا: «الله» وقال البصريون أصله ?ه، فألحقوا بها ا?لف وال?م فقيل: «الله» وأنشدوا: - كحلفة من أبي رباح ... يسمعها ?هه الكبار فأخرجه على ا?صل\r- kitab ianatuttholibin :\rTidak akan kuwat seseorang menamai anak dengan nama ALLOH\r(قوله: ولم يسم به غيره) أي بل سمى نفسه به قبل أن يعرفه لخلقه، ثم أنزله على آدم ليعرفه لهم. ويدل لذلك قوله تعالى: * (هل تعلم له سميا) * أي هل تعلم أن أحدا غير الله تسمى بهذا ا?سم؟. وا?ستفام ل?نكار. (وقوله: ولو تعنتا) أي أنه ? يستطيع أحد التسمية به ولو على وجه التعنت، أي التشدد والتعصب. قال في القاموس: عنته تعنيتا، أي شدد عليه، وألزمه ما يصعب عليه أداؤه. ويقال: جاءه متعنتا أي طالبا زلته. انتهى.\rDiceritakan ada seorang wanita menamai anaknya dengan nama \"Alloh\"lalu yang terjadi ada petir yang menyambar dan membakarnya...\rويروى أن امرأة سمت ولدها الله فنزلت صاعقة وأحرقته.\rLINK ASAL :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1049250345097773\rwww.fb.com/notes/1053805781308896\r4506. SYAFAAT MALAIKAT\rPERTANYAAN :\r> Syukuri Lah\rAssalamu'alaikum Wr Wb. Tentang syafa'at malaikat, mohon para ustadz dan teman-teman yang punya ibaroh tentang cara mendapat syafaat dari malaikat sudilah kiranya untuk membaginya di sini. Nuwun.\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah","part":1,"page":176},{"id":177,"text":"Wa'alaikum salam wr.wb. Yang mendapatkan syafa'at malaikat adalah orang yang bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Menurut mujahid adalah semua orang yang Allah ridho kepadanya. Wallohu a'lam\r- kitab tafsir al qurtuby (11/191)\rولا يشفعون إلا لمن ارتضى قال ابن عباس : هم أهل شهادة أن لا إله إلا الله . وقال مجاهد : هم كل من رضي الله عنه ، والملائكة يشفعون غدا في الآخرة كما في صحيح مسلم وغيره ، وفي الدنيا أيضا ؛ فإنهم يستغفرون للمؤمنين ولمن في الأرض ، كما نص عليه التنزيل على ما يأتي . وهم يعني الملائكة من خشيته يعني من خوفه مشفقون أي خائفون لا يأمنون مكره\r> Ghufron Bkl\rالكتب - تفسير الطبري - تفسير سورة الأنبياء - القول في تأويل قوله تعالى \" يعلم ما بين...\r( ولا يشفعون إلا لمن ارتضى ) يقول : ولا تشفع الملائكة إلا لمن رضي الله عنه . وبنحو الذي قلنا في ذلك قال أهل التأويل . ذكر من قال ذلك :\rحدثني علي قال : ثنا أبو صالح قال : ثني معاوية عن علي عن ابن عباس قوله ( ولا يشفعون إلا لمن ارتضى ) يقول : الذين ارتضى لهم شهادة أن لا إله إلا الله .\rحدثني محمد بن عمرو قال : ثنا أبو عاصم قال : ثنا عيسى وحدثني الحارث قال : ثنا الحسن قال : ثنا ورقاء جميعا ، عن ابن أبي نجيح عن مجاهد قوله ( إلا لمن ارتضى ) قال : لمن رضي عنه .\rالكتب - تفسير البغوي - سورة الأنبياء - تفسير قوله تعالى \" وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا...\rولا يشفعون إلا لمن ارتضى ) قال ابن عباس : أي لمن قال لا إله إلا الله ، وقال مجاهد : أي لمن رضي عنه\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1041816122507862/\rwww.fb.com/notes/1060262090663265\r4539. 'AZAM DAN RIDHO DENGAN KEKUFURAN\rPERTANYAAN :\r> Ria","part":1,"page":177},{"id":178,"text":"Assalam'alaikum.. maaf saya mau tanya, bagaimana hukumnya jika ada orang yang berkata : \"saya mau kluar dari Islam saja ya?\" atau \"alhamdulillah saya bisa keluar dari Islam\". Apakah dengan berkata seperti itu sudah termasuk murtad? mohon sertakan dalilnya, terima kasih..\rJAWABAN :\r> Muhib Salaf Soleh\rWa alaikumus salaam warohmatulloh, bisa menjadi kafir sebab dia rido akan kekafirannya.\rثم قال : ( إنكم إذا مثلهم ) . والمعنى : أيها المنافقون أنتم مثل أولئك الأحبار في الكفر . قال أهل العلم : هذا يدل على أن من رضي بالكفر فهو كافر.\r> Mas Hamzah\rIdem, termasuk kufur karena telah ridho dengan kekufuran\r- kitab tafsir al qurtuby (5/357) :\rقوله تعالى : فلا تقعدوا معهم حتى يخوضوا في حديث غيره أي غير الكفر . إنكم إذا مثلهم فدل بهذا على وجوب اجتناب أصحاب المعاصي إذا ظهر منهم منكر ؛ لأن من لم يجتنبهم فقد رضي فعلهم ، والرضا بالكفر كفر ؛ قال الله عز وجل : إنكم إذا مثلهم .\r> Kang Dul\rShu'udu al-Tashdiq Syarah Sulam al-taufiq hal. 11 :\rاو عزم علي الكفر في المستقبل( بان يعزم الان ان يكفر غدا فيكفر حالا لان استدامة الاسلام شرط فاذا عزم علي الكفر كفر حالا...)او علي فعل شيء ( اي او عزم علي اتيانه في الحال )مما ذكر( اي من الكفر بان نوي ان يكفر في الحال )او تردد فيه ( اي في الكفر ... كما اذا تردد هل يكفر اولا وانما كان التردد مكفرا....) لا وسواسه ( اي الكفر اي حطوره علي باله وتحركه بان جري في فكره فلا يكفر لان الوسواس غير مناقض للجزم فان ذلك مما يبتلي به الموسوس كما افاده الشرقاوي","part":1,"page":178},{"id":179,"text":"Sebelum kalimah di atas mualif telah panjang lebar menerangkan perkara-perkara yang menyebabkan murtad, baik ucapan, perbuatan atau i'tiqod dalam hatiDiantara perkara yang menjatuhkan seorang muslim pada kemurtadan (keluar dari islam) adalah :\r- Azam akan kufur\rMerencanakan akan kufur maka sesungguhnya ia telah kufur/murtad seketika itu juga.\rContoh : jika hari ini ,dengan sholatku allahtidak membantuku keluar dari masalah, maka besok aku akan kembali memeluk agama non islam lagi, dan banyak lagi contohnya.\r- Tarodud\rContoh : bimbang dalam hatinya , apakah ia akan tetap memeluk islam atau kembali pada agama sebelumnya atau umpama mencari jalan keluar dengan memuja syetan umpamanya Dll\r- Sedangkan jika waswas kufur, tidak menjatuhkan nya pada kekufuran / kemurtadan .\rContoh : seorang atau santri yang sedang mengaji kitab aqidah, ketika muthola'ah/muroji kembali, fikirannya berimajinasi tentang sifat allah begini dan begini.. maka waswas / imajinasinya ini tidak menyebabkan kufur- Adapun tentang niat kufur, sudah jelas ia jatuh pada kekufuran seketika itu juga.karena sudah ma'lum bahwa Niat adalah bermaksud akan kufur dengan dibarengi pekerjaan kufur atau segera diiringi pekerjaan kufur.\r> Ghufron Bkl\rMurtad/menjadi kafir seketika itu jga :","part":1,"page":179},{"id":180,"text":"قال المتولي : ولو قال المسلم : يا كافر بلا تأويل ، كفر ; لأنه سمى الإسلام كفرا ، والعزم على الكفر في المستقبل كفر في الحال ، وكذا التردد في أنه يكفر أم لا ، فهو كفر في الحال ، وكذا التعليق بأمر مستقبل ، كقوله : إن هلك مالي أو ولدي تهودت ، أو تنصرت ، قال : والرضى بالكفر كفر ، حتى لو سأله كافر يريد الإسلام أن يلقنه كلمة التوحيد ، فلم يفعل ، أو أشار عليه بأن لا يسلم ، أو على مسلم بأن يرتد ، فهو كافر بخلاف ما لو قال لمسلم : سلبه الله الإيمان ، أو لكافر : لا رزقه الله الإيمان ، فليس بكفر ; لأنه ليس رضى بالكفر ، لكنه دعا عليه بتشديد الأمر والعقوبة عليه\rOrang yang berencana keluar dari agama islam maka dia menjadi kufur / murtad seketika itu juga. Wallohu a'lam bis showab.\rإعانة الطالبين 4/133\r:.و شرعا قطع مكلف مختار فتلغو من صبي و مجنون و مكره عليها إذا كان قلبه مؤمنا إ سلاما بكفر عزما حالا أو مآلا فيكفر به حالا ، قوله حالا أو مآلا يعني أن العزم على الكفر يقطع الإسلام سواء عزم أن يكفر حالا أو عزم أن يكفر غدا و مثل العزم عليه التردد فيه فيكفر به أيضا ، قوله فيكفر به حالا أى فيكفر بعزمه على الكفر في المآل أى المستقبل حالا.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1022612451094896/\r4540. SEMUA UMAT ISLAM MASUK SYURGA ?\rPERTANYAAN :\r> Zae AbJal\rAssalamunalaikum, pertanyaan titipan : kalau gak salah ada keterangan yang menyatakan kalau umatnya nabi Muhammad itu semuanya bakal masuk surga..hanya prosesnya bisa berbedabeda.. seperti ada yang langsung masuk ke surga, atau ada yang mampir dulu ke neraka. Kalau boleh tahu, keterangannya lengkap haditsnya seperti apa ya? terima kasih\rJAWABAN :\r> Fatih ElMufid","part":1,"page":180},{"id":181,"text":"Wa alaikumus salaam warohmatulloh. Kalau yang masuk surga dengan macam-macam proses : tanpa hisab, dengan hisab dst itu ada di mu'jam kabir thobroni :\rحَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي الطَّاهِرِ بْنِ السَّرْحِ الْمِصْرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَزِيزٍ، ثنا سَلَامَةُ بْنُ رَوْحٍ، عَنْ عَقِيلِ بْنِ شِهَابٍ،حَدَّثَنِي عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: \" أُمَّتِي ثَلَاثُ أَثْلَاثٍ: فَثُلُثٌ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ، وَثُلُثٌ يُحَاسَبُونَ حِسَابًا يَسِيرًا ثُمَّ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، وَثُلُثٌ يُمَحَّصُونَ وَيُكْشَفُونَ، ثُمَّ يَأْتِي الْمَلَائِكَةُ فَيَقُولُونَ: وَجَدْنَاهُمْ يَقُولُونَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، وَيَقُولُ اللهُ: صَدَقُوا لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا، أَدْخِلُوهُمُ الْجَنَّةَ بِقَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ،\rKalau yang paling shohih menunjukkan semua ummat Nabi masuk surga tapi bukan yang proses-proses itu, cuman dibedakan membangkang atau tidak.\rحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ، حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ، حَدَّثَنَا هِلاَلُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ [ص: 93] ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى»\r\"Semua ummatku masuk surga kecuali yang membangkang, .......dst","part":1,"page":181},{"id":182,"text":"Yang ini banyak di kitab hadits termasuk shohih bukhori. Kalau lihat hadits dari mu'jam thobroni di atas, semua ahlu lailaha illallah pasti masuk surga. Maka masih pantaskah kita mengkafirkan yang lain? Atau pakai hastag #BukanIslam padahal mereka ahli syahadat????\r> Abu Cenghood\rكل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى قالوا يا رسول الله ومن يأبى قال من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى\rDalam hadits ini diterangkan bahwa semua umat Nabi saw bakal masuk surga. Juga diterangkan ada golongan umatnya yang dikecualikan, yaitu orang yang enggan masuk surga, sehingga para sahabat kaget mendengar ada diantara umatnya yang enggan masuk surga, lalu Nabi saw menerangkan bahwa masuk surga itu bagi umatnya yang taat kepada Beliau.Dan diterangkan bahwa orang yang maksiat kepadaNya itu adalah orang yang enggan masuk surga.\r- Kitab fathul bary :\rوالموصوفون بالإباء وهو الامتناع إن كان كافرا فهو لا يدخل الجنة أصلا وان كان مسلما فالمراد منعه من دخولها مع أول داخل إلا من شاء الله تعالى\rOrang yang enggan masuk surga yang artinya enggan mentaati Beliau saw jika dia kafir maka tidak akan masuk surga sama sekali, dan jika dia itu muslim maka maksudnya dia tidak akan masuk surga beserta orang-orang yang pertama memasukinya. Jadi dia bakal masuk tapi ada proses dulu yang membuat masuknya lambat.\r> Mas Hamzah\rLihat Kitab tuhfatul murid halaman 242 :\rوالحاصل ان الناس علي قسمين مؤمن وكافر فالكافر مخلد في النار اجماعا والمؤمن علي قسمين طائع وعاص فالطائع في الجنة اجماعا والعاصي علي قسمين تائب وغير تائب فالتائب في الجنة اجماعا وغير تائب في مشيئة الله وعلي تقدير عذابه لا يخلد في النار","part":1,"page":182},{"id":183,"text":"Kesimpulannya : sesungguhnya manusia ada dua bagian :\r1. mukmin\r2. kafir\rOrang kafir maka abadi di neraka berdasarkan ijma', sedangkan orang mukmin ada dua bagian :\r1. orang yang ta'at\r2. orang yang maksiat.\rMukmin yang ta'at maka masuk surga berdasarkan ijma', sedangkan mukmin yang maksiyat ada dua bagian :\r1. orang yang taubat\r2. orang yang belum bertaubat.\rOrang mukmin yang maksiyat dan sudah bertaubat maka masuk syurga berdasarkan ijma', sedangkan mukmin yang maksiyat dan belum bertaubat di dalam masyi'ah / kehendak Allah (maksudnya bisa saja diampuni dan masuk syurga atau disiksa di dalam neraka ), dan jika disiksa di dalam neraka maka tidak abadi di dalamnya. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1022668447755963/\r4550. DIPAKSA SUJUD KEPADA SELAIN ALLAH\rPERTANYAAN :\r> P?r?s??n M?nd?l?m ?tr??t J?k?rt?\rAssalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Kita tidak boleh sujud selain ke Alloh, yang ingin saya tanyakan :\r1. jika orang menodongkan pistol ke kita kemudian kita disuruh sujud kepada dia terus apa yang harus dilakukan??...\r2. atau kalo cuma disuruh ruku ke dia apa yang harus kita lakukan?? sebelumnya saya minta maaf\rJAWABAN :\r> Mas Hamzah\rWa alaikumus salaam warohmatullohi wabarokaatuh, paksaan kufur ada dua jenis :\r1. berupa ucapan, misalnya dipaksa utk mengucapkan kata-kata yang bisa menyebabkan kekufuran.\r2. berupa tindakan, misalnya dipaksa melakukan suatu pekerjaan yang bisa mneyebabkan kekufuran","part":1,"page":183},{"id":184,"text":"Jika dipaksa untuk mengucapkan kalimat kufur dan ancamannya adalah kematian maka para ulama' membolehkan utk mengucapkan kalimat kufur tsb, tapi sebatas ucapan saja dan hati tidak meyakininya.\rJika dipaksa untuk melakukan suatu pekerjaan yang menyebabkan kufur semisal sujud kepada selain Allah maka ulama' berbeda pendapat, ada yang membolehkan ada yang tidak, dan jumhur ulama' membolehkannya. Sebagian ulama' lainnya ada yang memberikan perincian, jika yang disujudi berada di arah kiblat maka boleh sujud dengan niat sujud karena Allah, jika tidak diarah kiblat maka tidak boleh sujud. Sedangkan pendapat yang benar menurut imam qurtuby dalam kitab tafsirnya adalah boleh sujud walaupun yang disujudi tidak di arah kiblat. Wallohu a'lam.\r- kitab tafsir al qurtuby (10/165-166) :","part":1,"page":184},{"id":185,"text":"الرابعة : أجمع أهل العلم على أن من أكره على الكفر حتى خشي على نفسه القتل ، أنه لا إثم عليه إن كفر وقلبه مطمئن بالإيمان ، ولا تبين منه زوجته ولا يحكم عليه بحكم الكفر ; هذا قول مالك والكوفيين والشافعي ; غير محمد بن الحسن فإنه قال : إذا أظهر الشرك كان مرتدا في الظاهر ، وفيما بينه وبين الله - تعالى - على الإسلامالخامسة : ذهبت طائفة من العلماء إلى أن الرخصة إنما جاءت في القول ، وأما في الفعل فلا رخصة فيه ، مثل أن يكرهوا على السجود لغير الله أو الصلاة لغير القبلة ، أو قتل مسلم أو ضربه أو أكل ماله ، أو الزنا وشرب الخمر وأكل الربا ; يروى هذا عن الحسن البصري ، - رضي الله عنه - . وهو قول الأوزاعي وسحنون من علمائنا . وقال محمد بن الحسن : إذا قيل للأسير : اسجد لهذا الصنم وإلا قتلتك . فقال : إن كان الصنم مقابل القبلة فليسجد ويكون نيته لله - تعالى - ، وإن كان لغير القبلة فلا يسجد وإن قتلوه . والصحيح أنه يسجد وإن كان لغير القبلة ، وما أحراه بالسجود حينئذ ; ففي الصحيح عن ابن عمر قال : كان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يصلي وهو مقبل من مكة إلى المدينة على راحلته حيث كان وجهه ، قال : وفيه نزلت فأينما تولوا فثم وجه الله في رواية : ويوتر عليها ، غير أنه لا يصلي عليها المكتوبة . فإذا كان هذا مباحا في السفر في حالة الأمن لتعب النزول عن الدابة للتنفل فكيف بهذا . واحتج من قصر الرخصة على القول بقول ابن مسعود : ما من كلام يدرأ عني سوطين من ذي سلطان إلا كنت متكلما به . فقصر الرخصة على القول ولم يذكر الفعل ، وهذا لا حجة فيه ; لأنه يحتمل أن يجعل للكلام مثالا وهو يريد أن الفعل في حكمه . وقالت طائفة : الإكراه في الفعل والقول سواء إذا أسر الإيمان . روي ذلك عن عمر بن الخطاب ومكحول ، وهو قول مالك وطائفة من أهل العراق . روى ابن القاسم عن مالك أن من أكره على شرب الخمر وترك الصلاة أو الإفطار في رمضان ، أن","part":1,"page":185},{"id":186,"text":"الإثم عنه مرفوع .\r- kitab fathul bary :\rقوله : ( بسم الله الرحمن الرحيم كتاب الإكراه ) هو إلزام الغير بما لا يريده وشروط الإكراه أربعة :\rالأول : أن يكون فاعله قادرا على إيقاع ما يهدد به والمأمور عاجزا عن الدفع ولو بالفرار .\rالثاني : أن يغلب على ظنه أنه إذا امتنع أوقع به ذلك .\rالثالث : أن يكون ما هدده به فوريا ، فلو قال إن لم تفعل كذا ضربتك غدا لا يعد مكرها ويستثنى ما إذا ذكر زمنا قريبا جدا أو جرت العادة بأنه لا يخلف\rالرابع : أن لا يظهر من المأمور ما يدل على اختياره كمن أكره على الزنا فأولج وأمكنه أن ينزع ويقول أنزلت فيتمادى حتى ينزل ، وكمن قيل له طلق ثلاثا فطلق واحدة وكذا عكسه .\rولا فرق بين الإكراه على القول والفعل عند الجمهور\rSyarat bisa dikatakan paksaan ada 4 :\r1.…pemaksa mampun utk melaksanakan ancamannya dan yang dipaksa tidak mampu utk menolaknya walaupun dengan melarikan diri.\r2.…yang dipaksa punya keyakinan kuat bahwa jika dia menolaknya maka ancaman tsb terjadi.\r3.…sifat ancaman adalah saat itu juga, jadi jika dikatakan : \" jika tidak kamu lakukan maka besok kamu tak pukul \" maka ini tidak bisa disebut sebagai paksaan.\r4.…hal yang dikerjakan tidak terlihat bahwa hal itu adalah atas usahanya sendiri, misalnya ada orang dipaksa utk zina, kemudian dia memasukkan dzakarnya ke farji perempuan dan ada kemungkinan untuk mencabut dzakarnya kemudian bilang bahwa dia telah klimaks, tapi malah tidak dilakukan dan dia terus melakukan perzinaannya sampai klimaks beneran, atau misalnya dipaksa utk mentalak istrinya tiga kali tapi dia berkata satu kali atau sebaliknya, maka yang seperti ini namanya bukan paksaan tapi atas usaha sendiri. Wallohu a'lam bis showab\rLINK DISKUSI :","part":1,"page":186},{"id":187,"text":"www.fb.com/groups/piss.ktb/1035484889807652/\r4561. HUKUM ORANG YAHUDI ATAU NASRANI MERUQIYAH ORANG MUSLIM\rPERTANYAAN :\r> Santriwati Dumay\rAssalaamu 'alaikum wr wb. Bolehkah orang Yahudi atau Nasrani meruqiyah seorang muslim ?\rJAWABAN :\r> Muhammad Harsandi Kudung Kantil\rWa alaikumus salaam warohmatulloh. Lihat Mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah :\rرقية الكافر للمسلم وعكسه\rMeruqyahnya kafir terhadap muslim dan sebaliknya\rأ - رقية الكافر للمسلم :\rMeruqyahnya kafir terhadap muslim\rاختلف الفقهاء في جواز رقيةالكافر للمسلم فذهب الحنفيّة وا?مامالشّافعيّ ، وهو رواية عن مالك إلى :جواز رقية اليهوديّ والنّصرانيّ للمسلمإذا رقى بكتاب اللّه وبذكراللّه\rAhli Fiqh berselisih pendapat akan bolehnya orang kafir meruqyah orang muslim. Hanafiyyah, imam Syafii dan satu riwayat dari imam Malik memperbolehkan orang Yahudi dan Nashrani meruqyah orang muslim ketika ruqyahnya menggunakan Al Qur'an dan Dzikir-dzikiran kepada Alloh.\rلما روي في موطّأ مالك : أنّ أبا بكر رضي الله عنه دخل على عائشة رضي الله تعالى عنها وهي تشتكي ، ويهوديّة ترقيها ، فقال أبو بكر : ارقيها بكتاب اللّه .\rBerdasarkan riwayat yang tertera dalam kitab Muwaththa', bahwasanya sayyidina Abu Bakr pernah mendatangi sayyidah Aisyah yang sedang sakit dan wanita Yahudi sedang meruqyahnya. Lantas sayyidina Abu Bakr berkata, \" Ruqyahlah dengan menggunakan Kitabulloh\".\rقال الباجيّ : يحتمل - واللّه أعلم - أنيريد بقوله \" بكتاب اللّه \" أي \" بذكراللّه عزّ وجلّ \" أو رقية موافقة لما في كتاب اللّه\rSyekh Al Baji berkata, \" Ada kemungkinan yang dikehendaki oleh sayyidina Abu Bakr dari kalimat \"\rبكتاب الله \"","part":1,"page":187},{"id":188,"text":"adalah Dzikir - dzikiran kepada Alloh Azza wa Jalla, atau ruqyah yang (tata cara dan metodenya) sesuai dengan yang ada di dalam Al Qur'an.\rYang ini masih bingung Marji'nya.. hehe .. sebab susunannya agak membingungkan, mungkin cetakannya salah\rويعلم صحّة ذلك بأن تظهررقيتها ، فإن كانت موافقة لكتاب اللّه أمر بها .......\rوفي رواية أخرى عن مالك أنّهقال : أكره رقى أهل الكتاب ، و? أحبّه ،?نّنا ? نعلم هل يرقون بكتاب اللّه ، أوبالمكروه الّذي يضاهي السّحر .\rDalam riwayat yang lain dari imam Malik, bahwasanya beliau pernah berkata, \" Saya benci dan tidak suka dengan ruqyahnya ahli kitab, sebab kita tidak tahu, apakah mereka meruqyahnya dengan menggunakan kitabulloh, atau menggunakan kalimat - kalimat yang tidak baik yang menyerupai sihir.\r> Mas Hamzah\rYahudi atau nasroni boleh meruqiyah muslim jika mengunakan al qur'an, atau menggunakan taurat jika bahasa arab atau aman dari perubahn mereka terhadapnya, menggunakan asma dan sifat-sifat Allah dan menggunakan bahasa arab dan menggunakan bahasa yg diketahui maknanya dari selainya dengan syarat yakin bahwa ruqiyah tidak dapat memberikan pengaruh dengan sendirinya tapi atas taqdir Allah. Wallohu a'lam bis showab.\r- kitab syarah az zarqoni alal muwatto' :","part":1,"page":188},{"id":189,"text":"( مالك عن يحيى بن سعيد ) بن قيس الأنصاري ، ( عن عمرة بنت عبد الرحمن ) بن سعد بن زرارة الأنصارية : ( أن أبا بكر الصديق دخل على عائشة ، وهي تشتكي ، ويهودية [ ص: 519 ] ترقيها ، فقال أبو بكر : ارقيها بكتاب الله ) القرآن ، إن رجي إسلامها ، أو التوراة إن كانت معربة بالعربي ، أو أمن تغييرهم لها ، فتجوز الرقية به ، وبأسماء الله وصفاته ، وباللسان العربي ، وبما يعرف معناه من غيره بشرط اعتقاد أن الرقية لا تؤثر بنفسها ، بل بتقدير الله .\rقال عياض : اختلف قول مالك في رقية اليهودي ، والنصراني المسلم ، وبالجواز قال الشافعي .\rقال الربيع : سألت الشافعي عن الرقية ، فقال : لا بأس أن ترقي بكتاب الله ، وبما يعرف من ذكر الله ، قلت : أيرقي أهل الكتاب المسلمين ؟ قال : نعم ، إذا رقوا من كتاب الله .\r> Kasihku Sayankku Rinduku\rIdem dengan yang di atas, lihat juga kitab al-umm :\rباب ما جاء في الرقية .\rسألت الشافعي عن الرقية فقال : ? بأس أن يرقي الرجل بكتاب الله وما يعرف من ذكر الله قلت : أيرقي أهل الكتاب المسلمين ؟ فقال : نعم إذا رقوا بما يعرف من كتاب الله أو ذكر الله فقلت : وما الحجة في ذلك ؟ قال : غير حجة ، فأما رواية صاحبنا وصاحبك فإن مالكا أخبرنا عن يحيى بن سعيد عن عمرة بنت عبد الرحمن أن أبا بكر دخل على عائشة وهي تشتكي ويهودية ترقيها فقال أبو بكر : ارقيها بكتاب الله فقلت للشافعي : فإنا نكره رقية أهل الكتاب فقال : ولم وأنتم تروون هذا عن أبي بكر و? أعلمكم تروون عن غيره من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم خ?فه وقد أحل الله جل ذكره طعام أهل الكتاب ونساءهم وأحسب الرقية إذا رقوا بكتاب الله مثل هذا أو أخف .\rIni dari syarh shohih muslim syarh an-nawawiy alal muslim :","part":1,"page":189},{"id":190,"text":"قال المازري : جميع الرقى جائزة إذا كانت بكتاب الله ، أو بذكره ، ومنهي عنها إذا كانت باللغة العجمية ، أو بما ? يدرى معناه ، لجواز أن يكون فيه كفر .\rقال : واختلفوا في رقية أهل الكتاب ، فجوزها أبو بكر الصديق رضي الله عنه ، وكرهها مالك خوفا أن يكون مما بدلوه . ومن جوزها قال : الظاهر أنهم لم يبدلوا الرقى ، فإنهم لهم غرض في ذلك بخ?ف غيرها مما بدلوه .\rوقد ذكر مسلم بعد هذا أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( اعرضوا علي رقاكم ? بأس بالرقى ما لم يكن فيها شيء ) . وأما قوله في الرواية ا?خرى : ( يا رسول الله إنك نهيت عن الرقى ) فأجاب العلماء عنه بأجوبة أحدها كان نهى أو? ، ثم نسخ ذلك ، وأذن فيها ، وفعلها ، واستقر الشرع على الإذن .\rوالثاني أن النهي عن الرقى المجهولة كما سبق .\rوالثالث أن النهي لقوم كانوا يعتقدون منفعتها وتأثيرها بطبعها كما كانت الجاهلية تزعمه في أشياء كثيرة\rhttp://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=6594&idto=6601&bk_no=53&ID=1038\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1059191570770317/\rwww.fb.com/notes/1087429704613170\r4574. TUJUH PULUH DUA GOLONGAN ISLAM, YANG MASUK NERAKA\rPERTANYAAN :\r> Sugi\rAssalamualaikum, poro kyai dan poro sesepuh grup....... Mau nanya katanya islam terbgi 73 golongan dan hanya satu golongan yang selamat....Terus yang 72 Golongan itu islam yang mana ?\rJAWABAN :\r> Ibnu Al-Ihsany","part":1,"page":190},{"id":191,"text":"Wa'alaikum salam. Ahlussunnah wal jamaah adalah satu-satunya aliran yang benar dan pilihan salafus sholih. sebagaimana diterangkan dalam kitab Bughyah bahwa Al-Allamah Asy-Syaikh Ali bin Abi Bakar As-Segaf berkata di dalam kitabnya “ Ma’arijul Hidayah” : (yang intinya sebagai berikut) \"73 pecahan kaum muslimin semuanya sesat dan hanya satu yang benar sebagaimana dalam hadits yaitu ahlussunnah wal jamaah.\rPangkal dari bid'ah adalah dalam hal ushuluddin. para ahlu bid'ah tergolong dalam 7 golongan.Adapun perinciannya sebagai berikut :\r1). Mu’tazilah, yang berpendapat bahwa :\r• hamba itu menciptakan perbuatan mereka.\r• mentiadakan bisa melihat Allah kelak.\r• mewajibkan pada Allah untuk memberi pahala dan siksaan. (meyakini bahwa hal tersebut adalah wajib bagi Allah).\rGolongan ini terbagi menjadi 20 pecahan.\r2). Syi’ah, golongan yang berlebihan/melebihi batas dalam mencintai sayyidina Ali karromallohu wajhah. Golongan ini terbagi menjadi 22 pecahan.\r3). Khowarij, golongan yang berlebihan dalam membenci sayyidina Ali rodliyallohu anh, mengkafirkan sayyidina Ali dan orang yang berbuat dosa besar. Golongan terbagi menjadi 20 pecahan.\r4). Murjiah, yang menyatakan dengan adanya iman, ma'shiat itu tidak ada pengaruhnya dan ketaatan tidak ada manfaatnya dengan adanya kekafiran. Golongan ini terbagi menjadi 5 pecahan.\r5). Najjariyah, bersesuaian dengan ahlussunnah dalam hal terciptanya perbuatan-perbuatan makhluk, tapi juga bersesuaian dengan mu'tazilah dalam mentiadakan sifat-sifat dan menyatakan barunya sifatk kalam, golongan ini terbagi menjadi 3 pecahan.","part":1,"page":191},{"id":192,"text":"6). Jabbariyah, yang berpendapat tidak adanya ikhtiyar dari hamba. Hanya ada 1 pecahan.\r7). Musyabbihah, yang menyamakan Dzat Allah dengan dzat mahluk dalam hal berjisim dan bertempat. Hanya ada satu pecahan.\rSemua berjumlah 72 pecahan adalah ahlul bid’ah dan sesat dan semuanya di neraka. Firqoh yang selamat yaitu Ahlussunnah wal jamaah.\" Wallohu a'lam. Lihat bughyatul mustarsyidin 288 :\rبغية المسترشدين / 298؛ (مسألة ) : قال الع?مة المجتهد الشيخ علي بن أبي بكر بن السقاف علوي نفع الله به في كتابه معارج الهداية . فصل : واحذر يا أخي من البدع وأهلها ، وانبذها واهجر أهلها، وأعرض عن مجالسة أربابها، واعلم أن أصول البدع في ا?صول كما ذكره العلماء يرجع إلى سبعة : الأول : المعتزلة القائلون بأن العباد خالقو أعمالهم، وينفون الرؤية ويوجبون الثواب والعقاب وهم عشرون فرقة . والثاني : الشيعة المفرطة في حب سيدنا علي كرم الله وجهه، وهم اثنان وعشرون فرقة . والثالث : الخوارج المفرطة في بغض ّعلي رضي الله عنه المكفرة له ولمن أذنب ذنبا كبيرا وهم عشرون فرقة .والرابع : المرجئة القائلة بأنه ? يضر مع ا?يمان معصية و? ينفع مع الكفر طاعة، وهم خمس فرق . والخامس : النجارية الموافقة ?هل السنة في خلق ا?فعال ، وللمعتزلة في نفي الصفات وحدوث الك?م، وهم ث?ث فرق . السادس : الجبرية القائلة بسلب ا?ختيار عن العباد، وهم فرقة واحدة . السابع: المشبهة الذين يشبهون الحق بالخلق في الجسمية والحلول ، وهم فرقة واحدة أيضا . فتلك اثنان وسبعون كلهم في النار،\rوالفرقة الناجية هم أهل السنة البيضاء المحمدية والطريقة النقية ، ولها ظاهر يسمى بالشريعة، شرعة للعامة ، وباطن رسم بالطريقة ًاجاهنم للخاصة، وخ?صة خصت بالحقيقة معراجا ?خص الخاصة ، فا?وّل نصيب ا?بدان للخدمة، والثاني نصيب القلوب","part":1,"page":192},{"id":193,"text":"من العلم والمعرفة والحكمة، والثالث نصيب ا?رواح من المشاهدة والرؤية اهـ\rLINK TERKAIT:\r4145. HADITS : UMAT ISLAM TERBAGI DALAM 73 GOLONGAN\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/permalink/1088533027836171\rF0108. MENCARI ILMU DENGAN SANAD\rhttp://www.piss-ktb.com/2012/03/f0108-mencari-ilmu-dengan-sanad.html\rUMAT ISLAM TERPECAH MENJADI 73 GOLONGAN\rwww.fb.com/PISS.KTB/posts/661088223944594\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/1088533027836171\rwww.fb.com/notes/1107058349316972\rTHAHARAH\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang thaharah ( bersuci ).\r2706. Tuntunan Shalat : Bab I Bersuci\rThahârah (Bersuci)\rDalam ajaran Islam sebelum mengerjakan beberapa ibadah, terutama shalat, disyaratkan bersuci terlebih dahulu. Hal ini disebabkan karena Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa membersihkan diri, baik lahir maupun batin. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan ibadah teragung dalam Islam, yaitu shalat. Shalat merupakan dialog rohani dengan Tuhan. Oleh karena itu, kesucian merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum seseorang memasuki dialog rohani yang agung tersebut.\rPengertian Thahârah\rThahârah secara harfiah artinya adalah bersih atau suci dari segala kotoran. Tapi sebagai istilah syara’ thahârah adalah mengerjakan sesuatu yang menyebabkan seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan shalat seperti menghilangkan hadas dan najis. Dapat disimpulkan, suci diartikan dalam dua arah: suci secara dzahir (kongkrit), sebagaimana suci dari najis dan kotoran, juga suci secara ma’nawi (abstrak), sebagaimana suci dari hadas. Dalam al-Qur’an Allah berfirman:","part":1,"page":193},{"id":194,"text":"لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ? فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا ? وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ\rArtinya: “…sesungguh-nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS al-Taubah [09]: 108).\rAllah juga berfirman:\rإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ\rArtinya: “Sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang banyak bertaubat dan senang (pula) kepada orang-orang yang bersih” (QS al-Baqarah [02]: 222)\rDalam sebuah hadits disebutkan, suci adalah kunci shalat.\rمِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ\rArtinya: “Kunci shalat adalah suci.”\rPengertian Najis dan Klasifikasinya\rNajis adalah setiap benda yang haram untuk dimakan secara mutlak (kecuali dalam keadaan terpaksa) bukan karena menjijikan. Najis ada tiga macam: najis mughallazhah (berat), najis mutawassithah (sedang) dan najis mukhaffafah (ringan).\r1. Najis Mughallazhah\rNajis mughallazhah adalah najis berat. Yang masuk pada najis jenis ini adalah anjing, babi dan binatang yang lahir dari keduanya (perkawinan silang antara anjing dan babi), atau keturunan silang dengan hewan lain yang suci. Cara menyucikan najis mughallazhah adalah membasuhnya dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satu basuhannya dicampur dengan debu yang suci. Bisa pula dengan lumpur atau pasir yang mengandung debu.","part":1,"page":194},{"id":195,"text":"Benda dan sifat najis harus sudah hilang pada saat basuhan pertama. Jika tidak, maka harus diulang-ulang sampai hilang, baru dilanjutkan dengan basuhan kedua, ketiga dan seterusnya sampai ketujuh. Jadi, yang dianggap sebagai basuhan pertama adalah basuhan yang menghilangkan benda dan sifat dari najis mughallazhah. Jika masih belum hilang, maka belum bisa dianggap satu basuhan. Campuran debu bisa diletakkan dalam basuhan yang mana saja. Tapi yang lebih utama pada saat basuhan pertama. Jika air yang digunakan adalah air keruh dengan debu, semisal air banjir, maka sudah dianggap cukup tanpa harus mencampurnya dengan debu.\r2. Najis Mutawassithah\rNajis mutawassithah adalah najis tingkat sedang. Najis jenis ini ada lima belas macam:\r1. Setiap benda cair yang memabukkan.[1]\r2. Air kencing, selain kencing bayi laki-laki di bawah dua tahun yang belum makan apa-apa selain air susu ibu.\r3. Madzi, yaitu cairan berwarna putih agak pekat yang keluar dari kemaluan. Cairan madzi biasanya keluar ketika syahwat sebelum memuncak (ejakulasi)\r4. Wadi, yaitu cairan putih, keruh dan kental yang keluar dari kemaluan. Wadi biasanya keluar setelah kencing ketika ditahan, atau di saat membawa benda berat.\r5. Tinja atau kotoran manusia.\r6. Kotoran hewan, baik yang bisa dimakan dagingnya atau tidak.\r7. Air luka yang berubah baunya.\r8. Nanah, baik kental atau cair.\r9. Darah, baik darah manusia atau lainnya, selain hati dan limpa.\r10. Air empedu.\r11. Muntahan, yakni benda yang keluar dari perut ketika muntah.\r12. Kunyahan hewan yang dikeluarkan dari perutnya.","part":1,"page":195},{"id":196,"text":"13. Air susu hewan yang tidak bisa dimakan dagingnya. Sedangkan air susu manusia dihukumi suci kecuali jika keluar dari anak perempuan yang belum mencapai umur baligh (9 tahun), maka dihukumi najis.[2]\r14. Semua bagian tubuh dari bangkai, kecuali bangkai belalang, ikan dan jenazah manusia. Yang dimaksud bangkai dalam istilah fikih adalah hewan yang mati tanpa melalui sembelihan secara syara’ seperti mati sendiri, terjepit, ditabrak kendaraan atau lainnya.\r15. Organ hewan yang dipotong/terpotong ketika masih hidup (kecuali bulu atau rambut hewan yang boleh dimakan dagingnya).\rNajis mutawassithah tersebut ada dua macam, yaitu najis hukmiyah dan najis ainiyah. Najis hukmiyah adalah najis yang mana benda, rasa, bau dan warnanya sudah hilang atau tidak tertangkap oleh indera kita. Cara menyucikan najis hukmiyah cukup dengan mengalirkan air pada bagian yang terkena najis.\rSedangkan najis ainiyah adalah najis yang salah satu dari benda, rasa, bau dan warnanya masih ada atau tertangkap oleh indera. Cara menyucikannya adalah dengan membasuh najis tersebut sampai benda dan sifat-sifatnya hilang.\rJika najis ainiyah berada di tengah-tengah lantai misalnya, maka ada cara yang lebih praktis untuk menyucikannya, yaitu dengan dijadikan najis hukmiyah terlebih dahulu (dihilangkan benda, bau, rasa dan warnanya dengan digosok menggunakan kain basah misalnya, kemudian tempat najisnya dikeringkan). Setelah itu cukup mengalirkan air ke tempat yang tadinya basah. Cara ini bisa digunakan agar tidak usah mengepel lantai seluruhnya.\r3. Najis Mukhaffafah","part":1,"page":196},{"id":197,"text":"Najis mukhaffafah adalah najis yang ringan. Yang masuk dalam kategori mukhaffafah hanyalah kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain air susu ibu dan umurnya belum mencapai dua tahun. Adapun kencing bayi perempuan tidak masuk dalam kategori mukhaffafah, melainkan mutawassithah.\rCara menyucikan najis mukhaffafah cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena najis, setelah menghilangkan benda dan sifat-sifat najisnya (basahnya air kencing) terlebih dahulu.\rBahan untuk Meyucikan\rBenda yang dapat menyucikan ada dua macam, yaitu air dan debu. Fungsi air untuk menyucikan telah ditegaskan dalam al-Qur’an:\rوَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا\rArtinya: “Kami (Allah) turunkan dari langit berupa air sebagai bersuci” (QS al-Furqân [25]: 48)\rMengenai fungsi debu, Rasulullah Muhammad saw bersabda.:\rجُعِلَتْ لَنَا الأَرْضَ مَسْجِدًا وَتُرْبَتُهَا لَنَا طَهُوْرًا\rArtinya: “Telah dijadikan untuk kita bumi sebagai masjid (tempat shalat), dan debunya UNTUK bersuci.” (HR. Muslim)[3]\rAir bisa digunakan untuk menyucikan najis juga hadas. Sedangkan debu hanya bisa digunakan untuk tayamum dan campuran air ketika membasuh najis mughallazhah.","part":1,"page":197},{"id":198,"text":"Selain air dan debu sebetulnya, masih ada dua proses penyucian najis yang disebutkan oleh ulama, yaitu takhallul dan dabghu. Takhallul adalah perubahan khamer (arak) menjadi cuka, juga darah kijang menjadi minyak misik. Sedangkan dabghu adalah penyamakan kulit bangkai. Penyamakan dilakukan dengan cara menghilangkan bagian-bagian selain kulit yang membuatnya busuk (seperti sisa daging dan lain sebagainya) dengan menggunakan benda yang terasa sepat/kelat, seperti kulit delima, dan lain sebagainya.\rMacam-macam Air\rDitinjau dari segi kegunaan sebagai sarana bersuci (thahârah), air dibagi menjadi empat macam:\r1. Air suci yang bisa menyucikan dan tidak makruh digunakan\rYang bisa masuk dalam kategori ini adalah tujuh macam air yang keluar dari perut bumi atau yang turun dari langit (air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air sumber, air es atau salju, dan air embun.).[4] Tujuh macam air di atas hukumnya suci, bisa menyucikan dan tidak makruh digunakan, asal tidak termasuk dalam 3 kategori air yang akan diterangkan berikutnya.\r2. Air suci yang tidak bisa menyucikan\rYang masuk dalam kategori ini adalah:\ra) Air musta’mal, yaitu air yang sudah digunakan untuk menghilangkan hadas atau najis. Air ini hanya bisa digunakan untuk kebutuhan selain bersuci, seperti minum, memasak dan lain sebagainya. Maka dari itu, seumpama melakukan wudhu dan airnya kurang dari dua kullah maka diharapkan menggunakan alat ciduk, tidak mengambil air secara langsung. Hal itu untuk menjaga kemurnian air.\rb) Air buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan semacam air kelapa, dan air semangka.","part":1,"page":198},{"id":199,"text":"c) Air mutlak yang tercampur benda suci yang larut, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan mencolok pada sifat air. Contohnya, air teh atau air yang tercampur oleh sabun sampai terjadi perubahan mencolok sehingga ada perubahan nama dari air saja menjadi air teh. Jika perubahannya hanya sedikit maka tetap bisa menyucikan.\rTidak masuk dalam kategori ini:\r1) air yang berubah karena terlalu lama diam;\r2) air yang berubah sifatnya karena tertular oleh benda yang mendampinginya, misalnya air yang berbau busuk karena di dekat air itu ada bangkai;\r3) air yang berubah disebabkan benda yang terendam di dalam air itu asal benda itu tidak larut dan bisa dibedakan dari airnya dengan mata telanjang, misalnya air yang berubah busuk baunya karena direndami kayu,\r4) air yang berubah karena tercampur benda yang memang lazim bersinggungan dengan air, semisal debu, dan lumut.\rEmpat kategori ini masih tetap bisa menyucikan meskipun terjadi perubahan mencolok pada bau, warna, maupun rasa dari air itu.\r3. Air suci dan dapat menyucikan namun makruh digunakan.\rAir ini makruh digunakan karena ada efek negatif, yaitu air yang panas karena terkena sinar matahari dan wadahnya terbuat dari bahan yang dicetak dengan menggunakan api, seperti besi dan sejenisnya.[5] Tidak termasuk dalam kategori ini, wadah yang terbuat dari emas dan perak. Begitu juga makruh, menggunakan air yang terlalu panas dan terlalu dingin. Hukum makruh tersebut tidak berlaku jika airnya sudah dingin.\r4. Air najis\rYang dimaksud di sini adalah air yang terkena najis. Air bisa menjadi najis karena dua kemungkinan:","part":1,"page":199},{"id":200,"text":"1) jika airnya banyak (mencapai dua qullah) lalu terkena najis, maka air tersebut menjadi najis apabila terjadi perubahan pada salah satu sifatnya (bau, rasa dan warna). Bila tidak terjadi perubahan sama sekali maka tetap suci;\r2) jika airnya sedikit, kemudian terkena najis, maka air tersebut menjadi najis, baik terjadi perubahan sifat atau tidak.\rAir bisa disebut sedikit apabila tidak mencapai dua qullah. Mengenai ukuran dua qullah ulama masih beda pendapat. Menurut Imam Nawawi dua qullah = 174,580 liter (ukuran wadah bersegi empat = 55,9 cm3); menurut Imam Rafi’i = 176,245 liter (ukuran wadah bersegi empat = 56,1 cm3) [6]\r============\rDari buku : Shalat itu Indah dan Mudah (Buku Tuntunan Shalat)\rDiterbitkan oleh Pustaka SIDOGIRI\rPondok Pesantren Sidogiri. Sidogiri Kraton Pasuruan Jawa Timur\rPO. Box 22 Pasuruan 67101. Telp. 0343 420444 Fax. 0343 428751\r============\rFOOTNOTE\r[1] Sedangkan benda tidak cair yang tidak memabukkan dihukumi suci tapi tetap haram dikonsumsi.\r[2] Lihat Syarh at-Tanbîh hlm. 84\r[3] Lihat Faidh al-Qadîr juz 3 hlm. 459.\r[4] Dalam kitab-kitab fikih, air jenis ini biasa disebut dengan “air muthlaq”, yakni air suci yang tidak memiliki qayyid permanen (embel-embel/batasan yang mengikat), juga tidak tercampur oleh benda lain sehingga dapat mengubah nama atau status air tersebut.","part":1,"page":200},{"id":201,"text":"Maksud dari qayyid permanen yang bisa menghilangkan ke-muthlaq-an air di sini adalah nama tambahan yang tidak bisa terlepas, seperti air kelapa atau air mawar. Kata “kelapa” atau “mawar” merupakan embel-embel yang tidak akan terlepas meskipun air itu dipindah dari satu tempat ke tempat lain.\rBila embel-embel itu bisa lepas maka tidak mempengaruhi ke-mutlaq-an dari air, misalnya air laut, air hujan, air sumur, dst. Tambahan kata “laut” disebabkan karena memiliki ikatan dengan tempat, yaitu laut. Jika airnya dipindah maka namanya juga akan berubah menjadi air kendi, air gelas dan lain sebagainya. Qayyid “laut” juga akan hilang ketika air tersebut dipindah ke jeding sehingga menjadi “air jeding”. Ketika dimasukkan ke dalam kendi maka menjadi “air kendi”. Maka hukum dari air tersebut tetap termasuk air muthlaq yang suci dan menyucikan.\r[5] Sebenarnya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai makruhnya menggunakan air yang panas akibat sinar matahari. Imam Nawawi menyatakan bahwa air tersebut tidak makruh digunakan.\r[6] Lihat Kaifiah dan Hikmah Shalat vesi Kitab Salaf hlm. 09.\rF0033. KAJIAN FIQIH THAHAROH BAGIAN 1\rOleh Mbah Jenggot\rبسم الله الرحمن الرحيم\rA. PENGERTIAN THOHAROH\rThoharoh secara bahasa berarti bersuci sedangkan menurut syara' adalah mengerjakan suatu perkara yang menyebabkan sahnya sholat.\rThoharoh ada dua macam, yaitu :\r1. Bersuci dari najis\r2. Bersuci dari hadas\rB. ALAT-ALAT THOHAROH\rAlat-alat yang digunakan untuk thoharoh, yaitu: air, batu, debu.\rAir ada tiga macam, yaitu :","part":1,"page":201},{"id":202,"text":"1. Air suci mensucikan, yaitu segala air yang bersumber dari bumi dan turun dari langit antara lain air sumur, air sungai, air hujan, air laut, air danau, air embun, air salju, dan lain-lain.\r2. Air suci namun tidak mensucikan:\ra. Yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci dan kurang dari dua qulah *\rb. Air yang keluar dari tumbuh-tumbuhan seperti air kelapa, air tebu, santan, dll.\rc. Air yang tercampur benda suci lainnya yang merubah sifat air seperti: air gula, air teh, air syrup, dll.\r3. Air mutanajis, yaitu air yang telah terkena najis yang kurang dari dua qulah serta belum berubah sifatnya. Atau Airnya lebih dari dua kulah sifatnya telah berubah karena benda najis tersebut.\rAIR DUA KULAH\rKadar air dua Qullah menurut beberapa versi Ulama :\r?…Imam Nawawi : -+ 55,9 CM = 174,58 Liter\r?…Imam Rofi'i : -+ 56,1 CM = 176,245 Liter\r?…Ulama Iraq : -+ 63,4 CM = 255,325 Liter\r?…Mayoritas Ulama : -+ 60 CM = 216 Liter\rAir kurang dua Qullah yang kemasukan najis tersebut menjadi najis , baik mengalami perubahan atau tidak, dan tidak bisa lagi dipakai untuk :\r?…ROF'I ALHADTS : Menghilangkan hadats (besar atau kecil) seperti untuk mandi wajib wajib dan wudhu\r?…IZAALATIN NAJIS : Mengangkat barang yang terkena najis....\rAir tersebut dapat digunakan lagi setelah ditambah dengan air suci lagi hingga menjadi lebih dari dua Qullah dan tidak ada perubahan padanya,.......\rADA SESUATU DI AIR\r1. jika suci - berdampingan - tidak terurai yang mnjadikannya bercampur = SUCI MENSUCIKAN, seperti: kayu, minyak, dll","part":1,"page":202},{"id":203,"text":"2. jika suci - berdampingan - terurai yang mnjadikannya bercampur = SUCI tidak MENSUCIKAN, seperti: buah-buahan yang dicelupin di air lalu merubah rasa air tersebut.\r3. jika suci - bercampur - tak bisa dijauhi dari air = SUCI MENSUCIKAN, spt: tanah, lumut, dll\r4. jika suci - bercampur - bisa dijaga dari jatuh ke air - berubahnya sedikit = SUCI MENSUCIKAN, seperti: sabun yang jatuh ke air sehingga membuat air sedikit berubah\r5. jika suci - bercampur - bisa dijaga dari jatuh ke air - berubahnya mencolok = SUCI tidak MENSUCIKAN, seperti: air teh, kopi, dll\r6. jika najis yang dima’afkan = SUCI MENSUCIKAN, seperti: bangke hewan yang darahnya ga mengalir yang jatuh ke air, sedikit bulu yang najis (yang bukan mugolazoh)\r7. jika najis - pada air yang kurang dari 2 kulah = MUTANAJJIS, seperti: nyuci luka (darah) di ember\r8. jika najis - pada air yang 2 kulah / lebih - tidak berubah= SUCI MENSUCIKAN, seperti: nyuci luka di empang\r9. jika najis - pada air yang 2 kulah / lebih - berubah = MUTANAJJIS, seperti: bangke tikus yang jatuh di kolam yang 2 kulah/lebih\r(dari kitab Syamsul muniroh, Taqrirotus sadidah, Mughnil muhtaj, dkk)\rFardhunya mandi :\r1. Niat\r2. Menghilangkan Najis. Fardlu menghilangkan najis hanya khusus dilakukan saat pada tubuh orang yang mandi ditemukan najis a'in atau najis hukmiyyah (najis yang hanya cukup sekali basuhan untuk menghilangkannya).\r3. Menyiramkan Air\rPada saat melakukan mandi yang sangat perlu diperhatikan adalah menyiramkan air sampai rata ke seluruh tubuh termasuk rambut. Sebab Rasulullah SAW bersabda:","part":1,"page":203},{"id":204,"text":"مَنْ تَرَكَ مَوْضِعَ شَعْرَةٍ مِنْ جِنَابَةٍ لَمْ يَغْسُلْ يَفْعَلُ كَذَا وَكَذَا مِنَ الناَرِ. (رواه أبو داود)\r\"Barangsiapa meninggalkan tempat sehelai rambut dari mandi jinabah yang tidak membasuhnya, maka dengan begitu akan diberlakukan ini dan itu dari neraka\". (HR. Abu Dawud)\rHadist di atas menunjukkan wajibnya menyiramkan air keseluruh anggota tubuh yang dhahir (luar) termasuk membasahi semua rambut kepala atau rambut yang yang lain meskipun lebat. Termasuk anggauta bagian luar yang wajib dibasuh adalah;\r- Lubang telinga yang kelihatan dari luar.\r- Lubang farjinya perempuan yang terlihat saat duduk jongkok.\r- Lipat-lipatan organ tubuh.\r- Bagian dalam \"kunclup\" orang yang belum khitan.\r- Dan bagian dalam dubur (anus) yang kelihatan saat duduk jongkok.\rSyarat air sedikit bisa mensucikan najis bila airnya yang mendatangi najis (menurut pendapat yang paling shahih), dalam pertanyaan Mas Adang najisnya mendatangi air, namun dibilasan terakhir airnya yang mendatangi najis, berarti sudah cukup. Kalau menurut pendapat lain asal dalam mencelupkan najis pada air sedikit tersebut ada tujuan menghilangkan najis, meskipun airnya sedikit tetap suci.\r( ويشترط ورود الماء ) على المحل إن كان قليلا في الأصح لئلا يتنجس الماء لو عكس لما علم مما سلف أنه ينجس بمجرد وقوع النجاسة فيه\rوالثاني وهو قول ابن سريج لا يشترط لأنه إذا قصد بالغمس في الماء القليل إزالة النجاسة طهر كما لو كان الماء واردا بخلاف ما إذا ألقته الريح","part":1,"page":204},{"id":205,"text":"Menurut pendapat yang paling shahih (benar) saat air kurang dua Qullah disyaratkan air yang mendatangi najisnya, agar air tidak menjadi najis bila di balik (barang mendatangi najisnya) sebab hanya dengan kejatuhan najis air sedikit/kurang dua Qullah bisa langsung najis, menurut pendapat yang kedua, pendapatnya Imam Suraij \"Hal tersebut tidak disyaratkan, karena bila tujuan saat mencelupkan najis pada air sedikit tersebut menghilangkan najis maka dihkumi suci sebagaimana bila air yang mendatangi najis berbeda bila masuknya najis pada air tanpa ada tujuan seperti saat dijatuhkan angin\". [ Mughni Al-Muhtaaj I/86 ].\rوالمستعمل الطاهر في إزالة النجاسة (وهو الغسالة) يشترط فيه شروط ثلاثة:\r1 - أن يكون الماء وارداً على محل النجاسة إن كان قليلاً في الأصح لا كثيراً، لئلا يتنجس الماء، لو عكس الأمر، لأن الماء ينجس بمجرد وقوع النجاسة فيه.\r2 - أن ينفصل طاهراً بحيث لم يتغير أحد أوصافه، وقد طهر المحل.\r3 - ألا يزيد وزنه بعد اعتبار ما يأخذه الثوب من الماء ويعطيه من الوسخ الظاهر. فإذا تغير الماء أو زاد وزنه، أو لم يطهر المحل بأن بقي لون النجس وريحه معاً، أو طعمه وحده،ولم يعسر زواله، صار نجساً؛ لدلالة ذلك على بقاء عين النجاسة.\rالمبحث الرابع ـ حكم الغُسَالة:\rالغُسَالة: هي الماء المستعمل في إزالة حدث أو خبث أي إزالة النجاسة الحكمية أو الحقيقية. وحكمها عند الجمهور غير الحنفية أنها طاهرة إذا طهر المحل المغسول. وللفقهاء تفصيلات في شأنها.\rقال الحنفية (2) : غسالة النجاسة نوعان: غسالة النجاسة الحقيقية، وغسالة النجاسة الحكمية وهي الحَدَث.\rأما غُسالة النجاسة الحكمية: وهي الماء المستعمل، فهو في ظاهر الرواية طاهر غير مطهر، أي لا يجوز التوضؤ به، لكن في الراجح يجوز إزالة النجاسة الحقيقية به.","part":1,"page":205},{"id":206,"text":"(2) البدائع:66/1-69، رد المحتار:300/1.\rGHUSAALAH (air bekas untuk membersihkan najis/menghilangkan hadats) :\rMenurut Kalangan Madzhab Maliki, Syafi’I dan Hanbali hukumnya suci bila memenuhi sarat :\r1. Bila saat pemakaiannya air yang mendatangi barang (keterangannya sama dengan pertanyaan No. 1)\r2. Bila saat berpisah dengan najis airnya tidak berubah dan barang yang disucikan juga sudah suci\r3. Bila timbangannya tidak bertambah dengan mengukur kadar air yang terserap barang\rBila tidak memenuhi tiga syarat ini hukumnya NAJIS. Sedang menurut pendapat Kalangan Hanafiyah Ghusaalah terbagi menjadi dua macam bagian ; Yang dipakai membersihkan najis hakiki dan dipakai menghilangkan hadats, Ghusaalah yang dipakai untuk menghilangkan hadats (misalnya air bekas wudhu dan mandi wajib) menurut Hanafiyah hukumnya musta’mal tidak dapat dipakai untuk berwudhu lagi tetapi menurut pendapat yang kuat masih bisa digunakan untuk menghilangkan najis hakiki. Lihat al-badaai’ I/66 dan Rod alMukhtaar I/300. [ Fiqh al-Islaam wa Adillatuh I/236, 290 ].\rApakah dengan mensiram air kencing di kamar mandi tersebut sudah di yakini hilang najisnya ??\rKalau belum hilang salah satu sifat najisnya (bau, rasa dan warnanya) maka masih najis meskipun sudah kering dan akan berpengaruh saat terkena sesuatu yang basah (seperti percikan air bekas wudhu).\rTapi bila saat menyiram kencing mekipun tanpa disikat dalam kamar mandi tersebut sudah tidak ada sifat-sifatnya najis lagi, berarti sudah suci dan tidak berpengaruh lagi meski terkena hal yang basah.......","part":1,"page":206},{"id":207,"text":"الأول) طهارة الثوب والبدن والمكان من النجاسات وهي:الخمر والبول والغائط والروث والدم والقيح والقيء والكلب والخنزير وفرع أحدهما والميتة وشعرها وظلفها وجلدها إلا ميتة الآدمي والسمك والجراد والمذكاة المباح أكلها. فمتى لاقت هذه النجاسات ثوب الانسان أو بدنه أو مصلاه أو غيرها من الجامدات مع رطوبة فيها أو في ملاقيها فإن كان لها طعم أو لون أو ريح وجب غسلها حتى يزول\r[ Matan Safiinah an-Najaah I/12 ].\rF0037. KAJIAN FIQIH THAHAROH BAGIAN 2\rB. THOHAROH DARI HADAS\rBersuci dari hadas ada 2 macam, yaitu :\r1.…Bersuci dari hadas kecil : Bersuci dari hadas kecil dengan cara wudlu atau tayamum jika tidak mendapaatkan air atau berhalangan menggunakan air karena sakit.\r2.…Bersuci dari hadas besar : Bersuci dari hadas besar dengan cara mandi atau tayamum jika tidak mendapaatkan air atau berhalangan menggunakan air karena sakit\rWudlu dan Tayamum\ra. Wudlu\rWudlu adalah menggunakan air pada anggota tertentu yang dimulai dengan niat\rSyarat-syarat wudlu :\r1. Islam\r2. Tamyiz (bisa membedakan yang baik dan yang buruk)\r3. Tidak ada sesuatu yang menghalangi sampainya air pada anggota wudlu\r4. Dengan air yang suci dan mensucikan\rFardlu wudlu\r1. Niat (dalam hati ketika membasuh muka yang pertama)\r2. Membasuh muka / Wajah","part":1,"page":207},{"id":208,"text":"Batas wajah yaitu memanjang dari tumbuhnya rambut (kebanyakan orang) yaitu 4 jari di atas alis kita sampai dagu (ditambah satu jari di bawah dagu untuk menyempurnakannya), dan melebar dari 2 telinga kanan sampai ke bunga telinga kiri. Diantara semua itu harus terbasuh air, termasuk ujung lubang hidung dan ujung kedua mata (kalau ada kotoran harus dihilangkan dahulu), serta bagi mereka yang punya kumis, cambang dan jenggot tebal (tidak kelihatan kulitnya dalam jarak 1 hasta, sekitar 53 cm) maka disunnahkan menyela-nyela dengan tangan yang dibasahi dengan air hingga basah. Apabila jenggotnya tipis maka wajib dibasuh dengan air sampai kena kulitnya.\r3. Membasuh kedua tangan hingga siku-siku\r4. Mengusap sebagian kepala\r5. Membasuh kaki hingga mata kaki\r6. Tertib sesuai urutan diatas.\rSunnah-sunnah wudlu\r1. Membaca Basmallah\r2. Membasuh kedua telapak tangan\r3. Berkumur-kumur\r4. Menghisap air ke dalam hidung\r5. Mengusap seluruh kepala\r6. Mengusap kedua telinga\r7. Mensela-selai jari tangan dan kaki\r8. Menigakalikan dalam membasuh\r9. Menigakalikan dalam membasuh dan mengusap\r10. Berturut-turut\r11. Berdo'a setelah wudlu\rPerkara yang membatalkan wudlu\r1. Keluarnya segala sesuatu dari kubul dan dubur\r2. Tidur, kecuali sambil duduk yang metepakan pantatnya.\r3. Hilangnya akal seperti gila, pingsan, dll\r4. Bersentuhan kulit antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahromnya\r5. Menyentuh farji (kubul dan dubur) dengan telapak tangan.\rLafadz Niat Wudlu :\rنَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَاثِ الاَصْغَرِ فَرْضًا لله تَعالَى","part":1,"page":208},{"id":209,"text":"“Aku sengaja berniat wudlu untuk menghilangkan hadas kecil fardlu karena Allah ta'ala”\rDo'a sesudah wudlu:\rاَشْهَدُ اَنْ لا اِلهَ اِلاالله وَحْدَه لا شَرِيْكَ لَه وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُوْلُه اللّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ\r“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mensucikan diri. Dan jadikan aku termasuk gologan hambaMu yang sholih”.\rb. Tayamum\rTayamum adalah menyampaikan debu yang suci pada wajah dan kedua tangan sebagai ganti dari wudlu dan mandi\rSyarat-syarat tayamum\r1. Berhalangan menggunakan air seperti karena sakit\r2. Telah masuk waktu sholat\r3. Telah berusaha mencari air (bg yang tayamum karena tak ada air)\r4. Menggunakan debu yang suci\rFardlu tayamum\r1. Niat (dalam hati ketika hendak mengusap wajah)\r2. Mengusap wajah dua kali\r3. Mengusap kedua tangan hingga siku-siku\r4. Tertib\rSunnah-sunnah tayamum\r1. Mambaca basmallah\r2. Mendahulukan anggota yang kanan\r3. Berturut-turut\rPerkara yang membatalkan tayamum\r1. Segala seuatu yang membatalkan wudlu\r2. Melihat air sebelum sholat\r3. Murtad (keluar dari Islam)\rLafadz Niat tayamum :\rنَوَيْتُ التَّيَمُمَ لِاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ فَرْضًا لله تَعَالى\r“Saya berniat tayamum agar diperbolehkan sholat fardlu, fardlu karena Allah ta’ala”\rc. Mandi","part":1,"page":209},{"id":210,"text":"Mandi adalah mengalirkan air secara merata ke seluruh tubuh.\r1. Sebab-sebab mandi\r• Keluar air mani\r• Hubungan suami istri\r• Haidh\r• Nifas (darah yang keluar setelah melahirkan)\r• Wiladah (melahirkan)\r• Mati (kecuali mati syahid)\r2. Rukun/fadlu mandi\r• Niat dalam hati ketika membasuh permulaan bagian tubuh\r• Meratakan air\r3. Sunnah-sunnah mandi\r• Istinjak\r• Berwudlu\r• Menigakalikan dalam membasuh\r• Menggosok tubuh\r• Berdo’a setelah mandi\r4. Syarat-syarat mandi dan makruh mandi\rSyarat-syarat mandi dan makruh mandi sama dengan wudlu\rLafadz Niat mandi :\rنَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَاثِ الْاَكْبَرِمِنَ الْجِنَابَةِ/الْحَيْضِ/الْنِّفَاسِ/ الْوِلادَةِ اِلَى جَمِيْعِ الْبَدَنِيْ فَرْضًا لله تَعَالى\r*TATA CARA TAYAMUM UNTUK PENGGANTI WUDHU DAN PENGGANTI MANDI ADALAH SAMA.\rAIR\rBab ini berisi dokumen tanya jawab dan diskusi tentang air sebagai media bersuci.\r0356. Air dalam dua kotak apakah dianggap satu ?\rPERTANYAAN :\rعبد الرحيم الفاتح\rASSALAMU`ALAIKUM.. Mau tanya Ustadz,, \"Kolam wudhu, adakalanya memanjang dengan beberapa sekat pemisah dan di tengahnya dibuatkan lubang kecil sebagai penghubung, sehingga berbentuk kotak-kotak. Apakah ukuran 2 (dua) qullah / tidaknya dihitung perKotak, karena dianggap pisah2 ataukah smuanya dianggap satu tempat ?\rJAWABAN :\rAbdullah Afif\rBerikut ta'bir dalam kitab al Baajuri juz I halaman 36:\rوفي محال مع قوة الاتصال بحيث لو حرك واحد منها تحركا عنيفا يتحرك الآخر ولو ضعيفا\rWA FII MAHAALLI MA'A QUWWATIL ISTTISHAALI BIHAITSU LAU HURRIKA WAAHIDUN MINHAA TAHARRUKAN 'ANIIFAN YATAHARRAKU AL AAKHARU WA LAU DHA'IIFAN","part":1,"page":210},{"id":211,"text":"Dan air tersebut terdapat dalam beberapa tempat dengan kuatnya bertemu, yaitu jika salah satu tempat tersebut airnya digerakkan dengan kuat maka air ditempat yang lain ikut bergerak meskipun lemah. Wallaahu A'lam.\r0290. Bolehkah Bersuci Memakai Air PAM ?\rPERTANYAAN :\rVanillamint Sick Walkalone\rAir PAM berbau kaporit apakah termasuk air mutlaq (suci & bisa dipakai bersuci) ataukah bukan ?? saya jadi ragu pakai air pam.. karena berbau dan rasany sedkit berbeda dengan air dari dalam tanah ??\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rAir PAM itu Air muthlaq. Jadi boleh bersuci dengan air tersebut. Dalam literatur kutubus salaf dijelaskan, bahwa air mutaghayyir adalah air yang salah satu sifatnya berubah sampai menghilangkan kemutlakan nama air dan hukumnya suci tapi tidak mensucikan. Kendati demikian, masih ada beberapa hal yang perlu ketegasan terkait keterangan diatas. Diantaranya adalah batasan hilang dan tidaknya sebuah kemutlakan nama air.\rSejauh mana perubahan bisa dikatakan “menghilangkan kemutlakan nama air” ?\rJawab : Sekira ketika air tercampur dengan sesuatu, bentuk perubahannya banyak dan air tidak akan disebut, kecuali dengan sebutan yang mengikat, seperti; air teh, air kuah, air susu, atau semacamnya. Berbeda jika perubahannya sedikit. Sehingga hanya disebut dengan air yang BERBAU SUSU atau bau teh juga berbau KAPORIT.\rReferensi:\rالأم الجزء 1 صحـ : 21 مكتبة دار المعرفة","part":1,"page":211},{"id":212,"text":"( قَالَ ) وَإِذَا وَقَعَ فِي الْمَاءِ شَيْءٌ حَلاَلٌ فَغَيَّرَ لَهُ رِيحًا أَوْ طَعْمًا وَلَمْ يَكُنِ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَذَلِكَ أَنْ يَقَعَ فِيهِ الْبَانُ أَوْ الْقَطِرَانُ فَيَظْهَرُ رِيحُهُ أَوْ مَا أَشْبَهَهُ وَإِنْ أُخِذَ مَاءٌ فَشِيبَ بِهِ لَبَنٌ أَوْ سَوِيْقٌ أَوْ عَسَلٌ فَصَارَ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ لَمْ يُتَوَضَّأْ بِهِ ِلانَّ الْمَاءَ مُسْتَهْلَكٌ فِيهِ إنَّمَا يُقَالُ لِهَذَا مَاءُ سَوِيْقٍ وَلَبَنٍ وَعَسَلٍ مَشُوْبٌ اهـ\rقرة العين بفتاوى إسمعيل الزين صحـ : 47\rفَالْجَوَابُ وَاللهُ الْمُوَفِّقُ لِلصَّوَابِ أَنَّ تَغَيُّرَ اْلمَاءِ بِالْكَدُوْرَاتِ وَنَحْوِهَا مِنَ اْلأَشْيَاءِ الطََّاهِرَةِ لاَ يَسْلُبُ طَهُوْرِيَّتَهُ وَإِنْ تَغَيَّرَ رِيْحُهُ فَيَبْقَى طَاهِرًا مُطَهِّرًا عَلَى اْلأَصْلِ وَإِذَا عُوْلِجَ بِمَا ذُكِرَ فِي السُؤَالِ مِنَ اْلأَدْوِيَّةِ لِتَصْفِيَّتِهِ كَانَ ذَلِكَ نَوْعَ تَرَفُّهٍ ِلأجْلِ التَنْظِيْفِ لاَ ِلأَجْلِ التَّطْهِيْرِ بِشَرْطِ أَنْ تَكُوْنَ تِلْكَ اْلأَدْوِيَةُ غَيْرَ نَجِسَةٍ وَحِيْنَئِذٍ فَيَصِحُّ الْوُضُوْءُ وَسَائِرُ أَنْوَاعِ الطَّهَارَةِ بِالْمَاءِ الْمَذْكُوْرِ قَبْلَ الْمُعَالَجَةِ أَوْ بَعَدَهَا اهـ\r0738. Ukuran Air Dua Qullah\rPERTANYAAN :\rAdang Sutarman","part":1,"page":212},{"id":213,"text":"Maaf numpang tanya sekalian mslh thoharoh, bahwa dalam mazhab syafi'i tuh kan air yang 2 qulah itu ukuran kalau 216 liter, pertanyaanya; 1.brp kalau dalam ukuran meter? 2. bagaimana dengan air yang kurang dari 2 kulah kemasukan najis tapi ga sampe merubah warna, rasa dan bau, sbagaimana kalau dipake bersuci (wudhu/mandi wajib)tuh ga boleh,tapi bisakah kalau dipake mandi biasa dan mencuci? atau misal kita mencuci dengan air dalam jolang/ember tanpa diguyur, misalnya dengan mencuci pakean itu sampe 3x dengan 3x ganti air dalam jolang tersebut? mksh\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rKadar air dua Qullah menurut beberapa versi Ulama :\r1.…Imam Nawawi = -+ 55,9 CM = 174,58 Liter\r2.…Imam Rofi'i = -+ 56,1 CM = 176,245 Liter\r3.…Ulama Iraq = -+ 63,4 CM = 255,325 Liter\r4.…Mayoritas Ulama = -+ 60 CM = 216 Liter\rAir kurang dua Qullah yang kemasukan najis tersebut menjadi najis , baik mengalami perubahan atau tidak, dan tidak bisa lagi dipakai untuk :\r1.…ROF'I ALHADTS = Menghilangkan hadats (besar atau kecil) seperti untuk mandi wajib wajib dan wudhu\r2.…IZAALATIN NAJIS = Mengangkat barang yang terkena najis....\rAir tersebut dapat digunakan lagi setelah ditambah dengan air suci lagi hingga menjadi lebih dari dua Qullah dan tidak ada perubahan padanya,.......\rPERTANYAAN :\rHusin Ba'bud\rTerus bagaimana misal ny orang memakai air yang menjadi najis/mencelumuri najis ap hukum nya\rJAWABAN :\rMasaji Antoro\rوأما الماء القليل المستعمل في إزالة النجس ويسمى غسالة النجاسة فقد وقع الإجماع على أن حكمه حكم المحل بعد الغسل إن كان نجسا بعد فنجس وإلا فطاهر بشروط :","part":1,"page":213},{"id":214,"text":"أولها - أن ينفصل بعد غسل الشيء المتنجس ولم يتغير أحد أوصافه بالخبث\rوثانيهما - ألا تزيد زنة الماء المنفصل عن المحل المتنجس بعد إسقاط ما يتشربه المغسول من الماء وإسقاط ما يتحلل من الأوساخ في الماء عادة\rوثالثهما - أن يكون الماء واردا على الشيء المتنجس فإن كان مورودا بأن غمس الثوب المتنجس فيه فينجس وهذا الفرق بين الوارد والمورود قاعدة أخذها الشافعية من قوله صلى الله عليه و سلم : ( إذا استيقظ أحدكم من نومه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها ثلاثا فإنه لا يدري أين باتت يده ) ( مسلم ج 1 / كتاب الطهارة باب 26 / 87 ، في رواية عن أبي هريرة رضي الله عنه )\rSama hukumnya seperti kita memakai barang najis.\rAir bekas cucian najis tersebut sebenarnya bisa menjadi suci dengan syarat :\r1. Air dan najisnya dapat dipisah dan tidak berubah salah satu sifat airnya\r2. Bobot air bekas cucian najis tersebut tidak bertambah dengan mengukur kadar air yang terserap pada cucian serta kotorannya\r3. Cara pencuciannya air yang kebarang bukan di balik, berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim Juz I Kitab Thoharoh\r[ Fiqh al’Ibaadaat Li Assyaafi’iy I/52 ].\rSepanjang tidak yakin itu terperciki najis, tidak masalah.....\rوحاصل المعتمد ان يقال كل من الرغوة والرشاش ان تحقق كونه من البول فنجس والا فطاهر\rKesimpulan pendapat yang kuat kalau ada kejelasan bahwa busa dan percikan tersebut dari kencing maka menjadi najis, kalau tidak ada kejelasan maka suci........ [ Fath Aljawaad 59 ].\r1102. CIPRATAN AIR KETIKA KENCING DI SUNGAI\rPERTANYAAN :\rToni Imam Tontowi\rالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته ، حمدا وشكرا لله\r، بسم الله الرحمن الرحيم","part":1,"page":214},{"id":215,"text":"Deskrisi masalah : si Otong kencing di sungai , karena air kencingnya langsung mengarah ke air sungai maka ada percikan halus yang mengarah kemana mana dan diantaranya ada yang mengenai sarungnya. Pertanyaan : termasuk air apakah percikan tadi ? silahkan dibahas pelan-pelan.... Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad\rJAWABAN :\rHadlro Maut\rواما الرشاش بسبب صدم البول او البعرة للماء الكثير فطاهر\r[ Tarsyikhul mustafidin 15 ].\rGhufron Bkl\rApabila kencing pada air banyak, najis bila percikan itu jelas berubah salah satu sifatnya atau jelas berupa kencing.\rولو بال فى البحر مثلا فارتفعت منه رغوة فهي نجسة إن تحقق أنها من عين النجسة أو من المتغير أحد أوصافه بها والا فلا\r[ i'anah 1 / 32 ].\r1384. AIR YANG TERKENA PERCIKAN AIR MUSTA'MAL\rPERTANYAAN :\rAlex Delfy\rAssalamualaikum, ikut nanya, Apakah air yang musta'mal itu bisa memusta'malkan air yang laen ? Terimakasih.. wassalamu'alaikum\rJAWABAN :\rTidak ada istilah air musta’mal dapat memusta’malkan air yang lain, karena pengertian air musta’mal adalah air yang telah digunakan untuk menghilangkan hadats atau najis yang tidak mengalami perubahan didalamnya, namun apabila air musta’mal tersebut tercampur dengan air lainnya baik airnya kurang atau lebih dari dua Qullah maka hukum air yang tercampuri terdapat beberapa pendapat ulama sebagai berikut :\r1.…Bila diperkirakan pencampurannya mengakibatkan perubahan maka tidak dapat dipakai mensucikan lagi, bila tidak mengalami perubahan masih bisa dipakai mensucikan, ini pendapat yang paling shahih","part":1,"page":215},{"id":216,"text":"2.…Bila air musta’mal yang mencampuri lebih sedikit maka masih bisa dipakai mensucikan lagi, bila lebih banyak atau sepadan maka tidak bisa dipakai mensucikan lagi\r3.…Bila air musta’mal yang mencampuri banyak dan membuat perubahan maka tidak dapat digunakan bersuci bila sedikit maka masih bisa\rREFERENSI :\r1. I’aanah at-Thoolibiin I/37 (Oleh ; Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy dan Dewan Masjid Assalaam)\r2. Fath al-Qariib (Oleh ; Najih Mabruk)\r3. Raudhatut Tholibiin (Oleh Toni Imam Tontowi dan Dewan Masjid Assalaam)\r4. Al-Majmuu’ala Syarh al-Muhadzdzab I/151 (Oleh Masaji Antoro)\r5. Al-Fiqh al-Islaam I/238 (Oleh Masaji Antoro)\r6. Al-Mughni I/44 (Oleh Masaji Antoro dan Abdullah Afif)\rواعلم أن شروط الاستعمال أربعة، تعلم من كلامه: قلة الماء واستعماله فيما لا بد منه، وأن ينفصل عن العضو، وعدم نية الاغتراف في محلها وهو في الغسل بعد نيته، وعند مماسة الماء لشئ من بدنه.فلو نوى الغسل من الجنابة ثم وضع كفه في ماء قليل ولم ينو الاغتراف صار مستعملا.وفي الوضوء بعد غسل الوجه وعند إرادة غسل اليدين، فلو لم ينو الاغتراف حينئذ صار الماء مستعملا.\rAda empat syarat air bisa dikatakan musta’mal:\r(1) Volume air sedikit (kurang dari dua qullah),\r(2) Sudah pernah digunakan dalam rukun wajib thoharoh,\r(3) sudah terpisah dari anggota,\r(4) tidak ada niat Ightirof (nyiduk:Jawa) ketika memasukkan tangan ke dalam wadah air ataupun ketika anggota tubuh menyentuh air. Syarat terakhir ini hanya berlaku dalam konteks mandi wajib setelah niat. [ I’aanah at-Thoolibiin I/37 ].","part":1,"page":216},{"id":217,"text":"والقسم الثالث طاهر في نفسه غير مطهر لغيره وهو الماء المستعمل في رفع أو إزالة نجس ان لم يتغير ولم يزد وزنه بعد انفصاله عما كان بعد اعتبار ما يتشربه المغسول من الماء والمتغير أي ومن هذا القسم الماء المتغير أحد أوصافه بما أي بشيء خالطه من الطاهرات تغيرا يمنع اطلاق اسم الماء عليه فإنه طاهر غير طهور حسيا كان التغير أو تقديريا كان اختلط بالماء ما يوافقه في صفاته كماء الورد المنقطع الرائحة والماء المستعمل فان لم يمنع اطلاق اسم الماء عليه بأن كان تغيره بالطاهر يسيرا أو بما يوافق الماء في صفاته وقدر مخالفا ولم يغيره فلا يسلب طهوريته فهو مطهر لغيره واحترز بقوله خالطه عن الطاهر المجاور له فإنه باق على طهوريته ولو كان التغير كثيرا وكذا المتغير بمخالط لايستغنى الماء عنه كطين وطحلب وما في مقره وممره والمتغير بطول المكث فإنه طهور","part":1,"page":217},{"id":218,"text":"Pembagian yang ketiga adalah suci tapi tidak mensucikan yaitu air musta’mal (air yang telah digunkan) untuk menghilangkan hadast atau najis apabila tidak berubah dan timbangannya tidak bertambah setelah pisahnya air dari air yang menyerap pada sesuatu yang akan dibasuh dan air yang berubah atau dari pembagian ini air yang berubah salah satu sifatnya sebab bercampur dengan sesuatu yang suci sekiranya perubahannya dapat mencegah kemutlakan air sehingga air menjadi suci tapi tidak mensucikan baik perubahan yang nyata atau perkiraan seperti bercampur dengan sesuatu yang sama dengan sifat-sifar air seperti air kembang yang terpisah baunya dan air musta’mal, maka jika kemutlakan air tidak tercegah sekiranya perubahan sebab benda suci itu sedikit atau sebab sesuatu yang sama sifatnya dengan air kemudian air tersebut tidak berubah maka tidak sampai menghilangkan kesucian air tersebut sehingga dapat mensucikan lainnya. Dikecualikan dengan ucapan pengarang (air yang bercampur) adalah air yang berdampingan dengan benda lain sekiranya dapat dibedakan/dipisahkan, maka air tersebut tetap suci dan mensucikan meskipun perubahannya terhitung banyak seperti halnya perubahan sebab sesuatu yang bercampur yang airnya tidak mencukupi seperti tanah liat, ganggang, sesuatu yang ada ditempatnya air dan tempat mengalirnya air serta perubahan sebab lamanya berdiam diri, maka air tersebut suci dan mensucikan. (fath al-Qariib al-Mujiib bab Miyaah).","part":1,"page":218},{"id":219,"text":"روضة الطالبين وعمدة المفتين - (ج 1 / ص 3) فرع إذا اختلط بالماء الكثير أو القليل مائع يوافقه في الصفات كماء الورد المنقطع الرائحة وماء الشجر والماء المستعمل فوجهان أصحهما إن كان المائع قدرا لو خالف الماء في طعم أو لون أو ريح لتغير التغير المؤثر يسلب الطهورية وإن كان لا يؤثر مع تقدير المخالفة لم يسلب. والثاني إن كان المائع أقل من الماء لم يسلب وإن كان أكثر منه أو مثله سلب وحيث لم يسلب فالصحيح أنه يستعمل الجميع وقيل يجب أن يبقى قدر المائع وقيل إن كان الماء وحده يكفي لواجب الطهارة فله استعمال الجميع وإلا بقي.\rKetika tercampur pada air banyak ataupun sedikit, cairan yang serupa sifatnya dengan air tersebut semisal air mawar yang tak berbau lagi dan air tanaman dan AIR MUSTA'MAL maka ada dua pendapat :\r1.…Pendapat 1 dan Yang shahih jika cairan tersebut DIPERKIRAKAN saat mencampuri memiliki rasa, warna atau bau dapat merubah dengan perubahan yang dianggap (perubahan yang besar) maka terlepaslah ke-tahurannya, dan jika diperkirakan tidak berpengaruh maka tidak menghilangkan thahurnya.\r2.…Pendapat ke-2, jika cairan tersebut lebih sedikit dari air yang dicampurinya maka tidak terpengaruh thahurnya, dan jika cairannya lebih banyak atau setara maka hilang thahurnya.\rMaka pendapat yang shahih boleh menggunakan air tersebut (yang telah tercampur) keseluruhannya. Dan qiila : Wajib menyisakan air tersebut sebanyak cairan yang mencampuri. Dan qiila : Jika air tanpa pencampur cukup untuk membasuh bagian yang wajib maka boleh menggunakan seluruhnya, dst... [ Raudhah at-Thoolibiin I/3 ].\rقد ذكرنا أن المستعمل طاهر عندنا بلا خلاف وليس بمطهر علي المذهب وفي المسألتين خلاف للعماء.","part":1,"page":219},{"id":220,"text":"فاما كونه طاهرا فقد قال به مالك واحمد وجمهور السلف والخلف: وقال أبو يوسف نجس وعن أبي حنيفة ثلاث روايات.\rاحداها رواية محمد بن الحسن طاهر كمذهبنا.\rقال صاحب الشامل وغيره وهو المشهور عنه.\rوالثانية نجس نجاسة مخففة.\rوالثالثة نجس نجاسة مغلظة.\rTelah kami (Syafi’iyyah) sebutkan “Hukum air musta’mal itu suci tanpa ada perbedaan pendapat (antara kalangan Syafi-iyyah) dan tidak bisa mensucikan menurut pendapat yang kami jadikan madzhab, dalam 2 permasalahan ini terdapat diantara Ulama Fiqh :\r• Muhammad Bin Hasan “Air musta’mal suci seperti madzhab kita (Syafi’iyyah)\r• Pendapat ke dua menghukuminya najis mukhaffafah\r• Pendapat Ulama ketiga menghukuminya najis Mughalladzah. [ Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab I/151 ].\rويعفى عن يسير الماء المستعمل الواقع في الماء؛ لأن النبي صلّى الله عليه وسلم وأصحابه كانوا يتوضؤُون من الأقداح، ويغتسلون من الجفان، واغتسل النبي وعائشة من إناء واحد، تختلف\rأيديهما فيه، كل واحد منهما يقول لصاحبه: أبق لي، ومثل هذا لا يسلم من رشاش يقع في الماء. فإن كثر الواقع وتفاحش لم تجز الطهارة به على الرواية الراجحة، وهو مذهب الشافعية أيضاً كما بينت\rDan dima’fu (diampuni) sedikitnya air musta’mal yang jatuh kedalam air karena baginda nabi shallallaahu alaihi wsallam dan para sahabat biasa wudhu dengan air dari gelas, dan mandi dengan air dari mangkuk besar, dan baginda nabi bersama ‘Aisyah sering mandi bersama dalam satu wadah air , tangan keduanya saling bergantian didalamnya, saling berkata dengan pasangannya “tuangkan untukku..!”. Yang semacam ini tentu tidak akan terselamatkan dari percikan-percikan dalam air.","part":1,"page":220},{"id":221,"text":"Bila percikan yang jatuh tersebut banyak dan membuat keruh maka tidak boleh bersuci memakainya menurut riwayat yang kuat, pendapat ini juga pendapat madzhab syafi’iyyah seperti yang telah kami jelaskan dimuka. [ Al-Fiqh al-Islaam I/238 ].\rفصل : إذا كان الواقع في الماء ماء مستعملا\rفصل : و ان كان الواقع في الماء ماء مستعملا عفي عن يسيره قال إسحاق بن منصور قلت ل أحمد الرجل يتوضأ فينضح من وضوئه في إنائه ؟ قال لا بأس به قال إبراهيم النخعي : لا بد من ذلك ونحوه عن الحسن وهذا ظاهر حال النبي صلى الله عليه و سلم وأصحابه لأنهم كانوا يتوضؤون من الاقداح والانوار ويغتسلون من الجفان وقد روي أن النبي صلى الله عليه و سلم كان يغتسل هو وميمونة من جفنة فيها أثر العجين واغتسل هو وعائشة من اناء واحد تختلف أيديهما في كل واحد منهما يقول لصاحبه أبق لي ومثل هذا لا يسلم من رشاششش يقع في الماء وان كثر الواقع تفاحش منع على إحدى الروايتين وقال أصحاب الشافعي إن كان الأكثر المستعمل منع وإن كان الأقل لم يمنع\rPASAL : BILA AIR KEJATUHAN AIR MUSTA’MAL\rDan bila air kejatuhan air musta’mal maka dima’fu (diampuni) sedikitnya air yang jatuh.... Baginda nabi shallallaahu alaihi wsallam dan para sahabat biasa wudhu dengan air dari gelas, dan mandi dengan air dari mangkuk besar, dan baginda nabi bersama ‘Aisyah sering mandi bersama dalam satu wadah air , tangan keduanya saling bergantian didalamnya, saling berkata dengan pasangannya “tuangkan untukku..!”. Yang semacam ini tentu tidak akan terselamatkan dari percikan-percikan dalam air. Bila percikan yang jatuh tersebut banyak dan membuat keruh maka tidak boleh bersuci memakainya menurut riwayat yang kuat.","part":1,"page":221},{"id":222,"text":"Para Ashab as-Syafi’i berkata : “BILA AIR MUSTA’MALNYA YANG LEBIH BANYAK MAKA DILARANG (BERSUCI DENGANNYA), BILA LEBIH SEDIKIT MAKA TIDAK DILARANG”. [ Al-Mughni I/44 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab\rLink Diskusi : www.fb.com/groups/piss.ktb/352664961422985/\r1517. DEFINISI QOYYID LAZIM DAN CONTOHNYA\rPERTANYAAN :\rJenxkol Ngora\rAssalmualaikum, apa yang di maksud tentang koid lajim dan cotoh nya air yang masuk ke pada koid lajim itu air apa,,,,,,terima kasih,,\rJAWABAN :\r> Kang As'ad\rQayid lazim yah maksdnya ? Disebut air muthlak adalah air yang tidak terqoayyidi dengan qayyid lazim (air yang tidak disebut dengan penyebutan yang permanen), penyebutan air menjadi permanen/tetap (terqayyidi lazim) dikarenakan adanya benda lain yang mencampuri, seperti air yang dicampur dengan teh akan berubah nama menjadi air teh, air yang dicampur kopi akan berubah nama menjadi air kopi, air yang dicampur susu akan berubah nama menjadi air susu, demikian seterusnya. Penyebutan ini tidak akan berubah meskipun air teh yang semula diletakkan di kendi kemudian dituangkan ke gelas, namanya tetap disebut sebagai air teh, dan seterusnya. Air semacam ini (yang sudah tidak mutlak lagi) tidak dapat digunakan untuk bersuci seperti untuk wudlu, mandi, ataupun menghilangkan najis. (Lihat, Hasyiah al-Baijuri juz 1 hlm 40-41)","part":1,"page":222},{"id":223,"text":"Qayyid yang tidak merubah status kemuthlakan air sehingga bisa dipakai untuk bersuci adalah qayyid munfik, yaitu penyebutan air yang disandarkan pada wadah atau tempat air. Contohnya adalah air laut, disebut sebagai air laut karena air tersebut letaknya di laut dan ketika sudah dipindahkan ke dalam kendi (wadah air) maka namanya akan berubah menjadi air kendi, dimasukkan ke jeding menjadi air jading, dan demikian seterusnya.\r> Jenxkol Ngora\rKang as'ad@bukannya contoh yng di atas mah contoh air yang masuk ke koyid yng tdinya lzim jadi munfik,,nah ini mah yang tidak bisa munfik,,,,,,\r> Kang As'ad\rAir yang terqayyidi lazim contohnya adalah air muthlak yang dicampuri teh, maka ia akan menjadi air teh. air muthlak dicampuri kopi, mka akan menjadi air kopi, dst. Air yang terqayyidi dengn qayyid munfik contohnya adalah disebut air laut karena tempatnya dilaut, disebut air kendi karena wadahnya di kendi, disebut air botol karena wadahnya dibotol, di sebut air jeding karena wadahnya di jeding, dst....qayyid munfik semacam ini tidak permanen, dan tidak berpengaruh atas kemuthlakan air sehingga tetap bisa digunakan unuk thohaaroh.\r> Abdullah Afif\rMungkin yang dikehendaki saa`il : Air yang masuk dalam qayyid laazim (yaitu MAA`UN GHAIRU MUTHLAQ). misalnya:\rماء البطيخ\rMAA`UL BITHTHIIKH (air buah semangka), dimanapun berada tetap dinamakan air buah semangka. Adapun air yang tidak masuk qayyid laazim misalnya:\rماء البئر\rMAA`UL BI`RI (air sumur), ketika sudah ditimba dan dimasukkan ke kolam maka dinamakan air kolam...dst. WallaahuA'lam","part":1,"page":223},{"id":224,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/408985715790909/\r1739. MENGGUNAKAN AIR MUSTA'MAL UNTUK BERSUCI\rPERTANYAAN :\rAmri Ahmad\rAssalamu'alaikum... Salam Ta'dzim, Semoga Allah SWT selalu mengucurkan Rahmat dan HidayahNya kepada Sedulur PISS-KTB Semua dan Jajaran Dewan Asatidz/zh dengan limpahan Sehat dan Luapan Rizqi yang Halal lagi berkah... Aamiin... KRONOLOGI : musim kemarau yang sudah berjalan ini membuat sebagian daerah (bisa di liat di media, ex: purwodadi / grobogan, Mblora ... dll) mengalami kesulitan dalam mencari air yang suci dan mensucikan (mutlak).pada kasus tertentu untuk istinjaa' (bersuci dari hadas BAB), bolehkah si Fulan memakai Air bekas Wudlu (musta'mal) untuk bersuci ??? silahkan poro sedulur dan dewan Asatidz/zh memberikan pencerahan kepada kami...\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rBisa disiasati dengan menampung air mustakmal agar mencapai lebih dari dua kulah.kalo dalam bak mandi kan g usah dikumpulkan otomatis udah terkumpul.sisa basuhan muka tangan dll akan kembali dalam bak mandi.\r( فائدة ) جزم الرافعي في الشرحين والمحرر بأن المستعمل مطلق منع من استعماله تعبدا .وقال النووي في تصحيح التنبيه : إنه الصحيح عند الأكثرين ، لكن صحح في التحقيق وشرح المهذب والفتاوى أنه ليس بمطلق .\r( والمستعمل في فرض الطهارة ) عن الحدث كالغسلة الأولى فيه ( قيل ونفلها ) كالغسلة الثانية والثالثة والوضوء المجدد والغسل المسنون ( غير طهور في الجديد ) لأن الصحابة رضي الله عنهم لم يجمعوا المستعمل في أسفارهم القليلة الماء ليتطهروا به ، بل عد","part":1,"page":224},{"id":225,"text":"لوا عنه إلى التيمم والقديم أنه طهور لوصف الماء في الآية السابقة بلفظ طهور المقتضي تكرر الطهارة به ، كضروب لمن يتكرر منه الضرب .وأجيب بتكرر الطهارة به فيما يتردد على المحل دون المنفصل جمعا بين الدليلين ، والأصح أن المستعمل في نفل الطهارة على الجديد طهور ، وشملت العبارة ما اغتسلت به الذمية لتحل لزوجها المسلم فهو على الجديد غير طهور لأنه أزال المانع وقيل إنه طهور لأن غسلها ليس بعبادة وما توضأ به الصبي فهو أيضا غير طهور إذ المراد بالفرض هنا ما لا بد منه أثم بتركه أم لا ولا بد لصحة صلاة الصبي مثلا من وضوئه ، وسيأتي المستعمل في النجاسة في بابها ( فإن جمع ) المستعمل على الجديد ( فبلغ قلتين فطهور في الأصح ) كما لو جمع النجس فبلغ قلتين من غير تغير ، والثاني لا .\rWallaahu A'laamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/445245392164941/\r1751. BERSUCI MENGGUNAKAN AIR YANG TERCAMPUR BANGKAI IKAN\rPERTANYAAN :\rMad Rose\rAssalamu'alaikum, mau tanya bila air sumur sedikit berbau \"bangkai\" tapi sumbernya penyebabnya setelah dicari tidak ditemukan, apakah masih boleh buat bersuci ? Andaikan penyebabnya baunya dari bangkai ikan, apakah masih boleh ?\rJAWABAN :\rMbah Jenggot II\rBila karena bangkai ikan yang terendam dalam air meskipun mengakibatkan perubahan secara menyeluruh tidak mampu mengurangi nilai kemutlakan air, karena bangkai ikan tersebut hukumnya suci, namun bila ada juz dari pada bangkai ikan yang terpisah dan tercampur serta berdampak terhadap perubahan air, maka air tersebut hukumnya suci tapi tidak bisa mensucikan.","part":1,"page":225},{"id":226,"text":"فرع استطرادى) وقع السؤال عن بئرتغير ماؤه ولم يعلم لتغيره سبب ثم فتش فيها فوجد فيها سمكة ميتة وأحيل التغير عليها فهل الماء طاهر او متنجس والجواب أن الظاهر بل المتعين الطهارة لان ميتة السمك طاهرة والمتغير بالطاهر لا يتنجس ثم ان لم ينفصل منها أجزاء تخالط الماء وتغيرت فهو طهور لان تغيره مجاور والا فغيرطهور ان كثر التغير بحيث يمنع اطلاق اسم الماء عليه.(حاشية الجمال ص269 جز 5\rWallaahu A'laamu Bis Showaab\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/449814131708067/\r1806. HUKUM AIR YANG BERUBAH KARENA ASHLUL KHILQOH\rPERTANYAAN :\rBaitul Ang Qis\rNajis / sucikah air sumber yang rasanya pahit dan baunya tidak sedap dan warna hitam, Namun air tersebut adalah aslul khilqoti (asli dalam kejadiannya) ?\rJAWABAN :\r> Mbah Jenggot II\rحاشيتا قليوبي وعميرة الجزء 1 صحـ : 22 مكتبة دار إحياء التراث العربية\rقَوْلُهُ ( وَضُبِطَ الْمُجَاوِرُ بِمَا يُمْكِنُ فَصْلُهُ وَالْمُخَالِطُ بِمَا لاَ يُمْكِنُ فَصْلُهُ ) وَهُوَ اْلأَرْجَحُ عِنْدَ الْجُمْهُورِ أَوْ بِمَا يَتَمَيَّزُ فِي رَأ\rْيِ الْعَيْنِ كَالتُّرَابِ وَعَكْسُهُ الْمُخَالِطُ وَيُمْكِنُ رَدُّ أَحَدِهِمَا لِْلآخَرِ وَاعْلَمْ أَنَّ الشَّيْءَ قَدْ يَكُونُ مُجَاوِرًا ابْتِدَاءً وَدَوَامًا كَاْلأَحْجَارِ أَوْ دَوَامًا كَالتُّرَابِ أَوْ ابْتِدَاءً كَاْلأَشْجَارِ اهـ\r> Abdullah Afif\rTidak apa-apa, masih suci dan mensucikan, karena masuk air muthlaq, dalam fat-hul Mu'in / Hamisy I'anah 1/30 :\rوبقولي غني عنه ما لا يستغني عنه كما في مقره وممره من نحو طين وطحلب متفتت وكبريت\r> Mbah Ceméng\r[ما نزل من السماء او نبع من الأرض على اي صفة كان]من طعم او لون او ريح [من اصل الخلقة] اي من اصل الوجود..... توشيح على ابن قاسم ص 8\rKAN MASIH KATAGORI AIR MUTHLAQ...","part":1,"page":226},{"id":227,"text":"Link Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/455200327836114/\r1833. KATEGORI AIR MUSYAMMAS\rPERTANYAAN :\r? Alvin Hadi\rDiskusi serius.. dalam kitab mukhtasor al muzani:\r(قال الشافعي) فكل ماء من بحر عذب أو مالح أو بئر أو سماء أو برد أو ثلج مسخن وغير مسخن فسواء والتطهر به جائز\rmohon penjelasan lafadz :\rأو ثلج مسخن\rmaksudnya dipanaskan dengan sendirinya / matahari atau dipanaskan dengan Api...?\rJAWABAN :\r? Abdullah Afif\rDalam kitab Al Haawi lil Maawardi 1/39-41\rمَسْأَلَةٌ : قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ : وَكُلُّ مَاءٍ مِنْ بَحْرٍ عَذْبٍ أَوْ مَالِحٍ أَوْ بِئْرٍ أَوْ سَمَاءٍ أَوْ بَرَدٍ أَوْ ثَلْجٍ مُسَخَّنٍ وَغَيْرِ مُسَخَّنٍ فَسَوَاءٌ\rوَأَمَّا قَوْلُهُ \" مُسَخَّنٍ وَغَيْرِ مُسَخَّنٍ فَسَوَاءٌ ، وَالتَّطَهُّرُ بِهِ جَائِزٌ \" فَإِنَّمَا قَصَدَ بِالْمُسَخَّنِ أَمْرَيْنِ : أَحَدُهُمَا : الْفَرْقُ بَيْنَ الْمُسَخَّنِ بِالنَّارِ وَبَيْنَ الْحَامِي بِالشَّمْسِ فِي أَنَّ الْمُسَخَّنَ غَيْرُ مَكْرُوهٍ وَالْمُشَمَّسَ مَكْرُوهٌ\rوَالثَّانِي : الرَّدُّ عَلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ مُجَاهِدٌ ، وَزَعَمُوا أَنَّ الْمُسَخَّنَ بِالنَّارِ مَكْرُوهٌ ، وَهَذَا غَيْرُ صَحِيحٍ ، لِمَا رُوِيَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُسَخَّنُ لَهُ الْمَاءُ فَيَسْتَعْمِلُهُ في الوضوء وَالصَّحَابَةُ يَعْلَمُونَ ذَلِكَ مِنْهُ ، وَلَا يُنْكِرُونَهُ ، وَلِأَنَّ تَسْخِينَ الْمَاءِ بِمَنْزِلَةِ التَّبْرِيدِ يُرْفَعَانِ عَنْهُ تَارَةً وَيَحِلَّانِ فِيهِ أُخْرَى ،","part":1,"page":227},{"id":228,"text":"فَلَمَّا لَمْ يَكُنْ تَبْرِيدُهُ مَانِعًا مِنَ اسْتِعْمَالِهِ لَمْ يَكُنْ تَسْخِينُهُ الدَّافِعَ لِرَدِّهِ مَانِعًا مِنَ اسْتِعْمَالِهِ ، وَلَعَلَّ مُجَاهِدًا كَرِهَ مِنْهُ مَا اشْتَدَّ حَمَاهُ ، فَلَمْ يُمْكِنِ اسْتِعْمَالُهُ ، وَذَلِكَ عِنْدَنَا مَكْرُوهٌ ، وَكَذَلِكَ كَمَا اشْتَدَّ بَرْدُهُ فَلَمْ يُمْكِنِ اسْتِعْمَالُهُ\rIntinya yang dikehendaki dengan:\rمسخن\radalah :\rالْمُسَخَّنِ بِالنَّارِ\rWallaahu A'lam\r? Mazz Rofii\rTetep suci ! dan bisa digunakan bersuci\rالحاوي في فقه الشافعي (1/ 39) مسألة : قال الشافعي رحمه الله : وكل ماء من بحر عذب أو مالح أو بئر أو سماء أو برد أو ثلج مسخن وغير مسخن فسواء ،\rPoin/inti :\rوالتطهر به جائز\r? Mbah Singo Dimejo\rSedikit tambahan untuk kemakruhan air\rالمشمس\rmutlak baik itu sengaja dipanaskan ataupun terpapar dengan sendirinya :\rنهاية المحتاج إلى شرح المنهاج الجزء الأول hal 69\r( ويكره ) تنزيها ( المشمس ) أي ما سخنته الشمس كما قاله الشارح ردا على ما قال : إن حقه أن يعبر بمتشمس ، وسواء أكان قليلا أم كثيرا ولو مائعا دهنا كان أو غيره لاطراد العلة في الجميع ، بل الدهن أولى لشدة سريانه في البدن سواء المشمس بنفسه أم لا ، لكن بشرط أن يستعمله في البدن في طهارة أو غيرها كأكل وشرب ، سواء أكان استعماله لحي أم ميت ، وإن أمن منه على غاسله أو من إرخاء بدنه أو من إسراع فساده ، إذ في استعمال ذلك فيه إهانة له وهو محترم كما في الحياة ، ولا فرق في ذلك بين الأبرص وغيره ، ومن عمه البرص وغيره لخوف زيادته أو شدة تمكنه لما روي { أن عائشة رضي الله عنها سخنت ماء في الشمس للنبي صلى الله عليه وسلم فقال : لا تفعلي يا حميراء فإنه يورث البرص } .\rfokus :\rسواء المشمس بنفسه أم لا","part":1,"page":228},{"id":229,"text":"Link : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=25&ID=4&idfrom=31&idto=85&bookid=25&startno=6\rWalaupun kena matahari seharian tapi kalau tetep dingin (karena saking banyaknya air) maka tidak masuk dalam kategori air musyammas, kitab nihayah 1 : 70 :\rوضابط المشمس أن تؤثر فيه السخونة بحيث تفصل من الإناء أجزاء سمية تؤثر في البدن\rLink Asal : www.fb.com/groups/piss.ktb/465694873453326/\r1861. PENGOLAHAN AIR MUTANAJJIS DENGAN RESERVE OSMOSIS\rPERTANYAAN :\rNovri Al Hadzami\rAssalamu'alaikum wr.wb... Baru-baru ini banyak hotel & apartemen memakai sistem pengairan yang disebut \"reverse osmosis\" yaitu pengolahan air kotor, tinja dan sebagainya yang disaring / difilter kotorannya hingga air itu terlihat menjadi bersih. Bagamana kedudukan air tersebut ?? silahkan di-share..\rJAWABAN :\r> Abdullah Afif\rWa'alaikumussaalaam warahmatullaah. Air mutanajjis. Bagaimana jika air mutanajjis tersebut dikumpulkan sehingga menjadi dua kulah atau lebih, dan air tersebut sudah hilang warna, rasa dan bau najisnya, asalkan hilang dengan sendirinya.... Bukankah air tersebut menjadi suci ? dalam Fat_hul Wahhaab / hamisy hasyiyah Jamal 1/42-43 :\rفإن زال تغيره) الحسى أو التقديري (بنفسه) أي لا بعين كطول، مكث (أو بماء) انضم إليه ولو نجسا أو أخذ منه والباقي قلتان (طهر) لانتفاء علة التنجس، ولا يضر عود تغيره إذا خلا عن نجس جامد. أما إذا زال حسا بغيرهما كمسك وتراب وخل فلا يطهر للشك في أن التغير زال أو استتر بل، الظاهر أنه استتر. فإن صفا الماء ولا تغير به طهر","part":1,"page":229},{"id":230,"text":"Anapun tetkalane ilang opo owah kanthi kadriyo ( dengan apa yang bisa dilihat panca indera ) kelawan liyane karone ilang dewe utowo dicemplungi banyu liyo, contone minyak misik, lebu lan cukak, mongko banyu mau ora biso suci kerono ono kemamangan opotoh owahe banyu bener2 ilang utowo ketutup, malah menurut zhahire owahe banyu ketutup ( maksudnya berubahnya air masih tertutup dengan adanya minyak wangi/debu/cuka, misalnya bau najis tertutup dengan bau minyyak wangi ), Mongko lamun wis bening opo banyu, lan ora ono owah, mongko suci opo banyu.\r> Abdurrahman As-syafi'i\rKarena sumber air bersih dari tahun ke tahun semakin langka, maka digunakanlah berbagai metode untuk memperoleh air bersih dan memenuhi standar kesehatan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode Reserve Osmosis atau yang dikenal dengan istilah osmosis terbalik yaitu proses penyaringan berbagai zat dari suatu larutan dengan menambahkan tekanan ketika larutan tersebut berada di membran penyaring.\rWalhasil zat-zat yang berbaur dengan larutan seperti karbon dioksida, hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Selain itu partikel-partikel mineral yang terlarut seperti besi, mangan dll akan teroksidasi secara cepat membentuk endapan. Larutan yang sudah jernih tadi akan kembali disaring untuk ke-2 atau ke-3 kalinya untuk menghasilkan hasil yang optimal. Dari hasil pengolahan tersebut terciptalah suatu air yang jernih, higienis, dan tidak berbau.","part":1,"page":230},{"id":231,"text":"Dalam tinjauan fiqih air yang sudah kembali murni ini, dalam artian tidak berasa, berbau dan berwarna maka dihukumi suci sehingga boleh dikonsumsi ataupun digunakan untuk bersuci.\rفان صافا الماء و لا تغير به طهر(قوله فان صاف الماء) اي زال ريح المسك او لون التراب او طعم الخل، (وقوله طهر) اي حكمنا بطهريته لانتفاء علة التنجيس\r\"Apabila air menjadi jernih dan tidak berubah sama sekali maka sucilah air itu, yang dimaksud jernih adalah bahwa bau misik atau warna tanah atau rasa cuka telah hilang, dan yang dimaksud suci yakni hukumnya suci lantaran 'illat kenajisan telah tiada\". (Ket. Hasyiyah albujairimi juz 1 hal.26).\rالحاصل انه اذا صاف الماء و لم يبق فيه تكدر يحصل به الشك في زوال التغير طهر كل من الماء والتراب سواء كان الباقي عما رسب فيه التراب قلتين ام لا\r\"Kesimpulan bahwa apabila air menjad jernih dan di dalamnya tidak tersisa kekeruhan yang menimbulkan keraguan mengenai hilangnya perubahan air,maka masing-masing air dan tanah menjadi suci baik air yang tersisa setelah penyerapan mencapai 2 kulah atau tidak\". (Ket. Hasyiyah aljamal juz 1 hal 42).\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/418940954795385/\r1989. TEORI TURUNNYA AIR HUJAN MENURUT FIQIH\rPERTANYAAN\rBayou Nur Bayou","part":1,"page":231},{"id":232,"text":"As-salaamu 'Alaikum. Kalau tidak salah pernah baca dalam Bajuri Ibnu Qosim Juz 1 tentang masalah air yang turun dari langit adalah air laut yang menguap naik ke atas karena sinar matahari, itu adalh i'itiqod mutazilah... Jika itu benar, lalu bagaimana dengan teori IPA dalam pelajaran sekolah, meski tak wajib mengitiqodkannya tapi jika di i'itiqodkan dan tidak sesuai dengan pandangan agama sebenarnya mungkin saja bisa jatuh kufur... Mohon penjelasannya...Terima kasih\rJAWABAN\rKhodim Piss-ktb II\rWa'alaikum salam. Berikut ta'bir dari al-Bajuri\rوَمَا قِيْلَ مِنْ أَنَّ السَّحَابَ يَنْزُلُ فِي الْبَحْرِ الْمِلْحِ فَيَغْتَرِفُ مِنْهُ كَالسَّفِنْجِ ثُمَّ يَرْتَفِعُ وَيَنْعَصِرُ فَيَنْزُلُ مِنْهُ الْمَاءُ وَتَقْصَرُهُ الرِّيَاحُ فَيَخْلُو فَمِنْ زَعْمِ الْعَرَبِ وَلِذَلِكَ قَالَ الشَّاعِرُ *شَرِبْنَ بِمَاءِ الْبَحْرِ ثُمَّ تَرفَّعَتْ* اَلْبَيْتُ. وَهُوَ كَلَامُ الْمُعْتَزِلَةِ.\r\"Pendapat yang mengatakan bahwa sesungguhnya awan bergerak turun di lautan yang asin, lalu menciduk air laut sebagaimana spons, lalu naik ke atas dan terperas sehingga turunlah hujan, lantas angin mengikis awan itu dan akhirnya hilang terurai, maka hal itu adalah persangkaan orang Arab. Dalam syair dikatakan: Mereka minum dari air laut lalu bergerak naik, ini merupakan ucapan kaum mu'tazillah.\" (Hasyiyah al-Bajuri, 1/34).","part":1,"page":232},{"id":233,"text":"Kaum mu'tazillah di era tersebut berteori bahwa air hujan berasal dari awan yang melandai turun ke laut, menyerap airnya, dan naik lagi hingga tiba masanya turun hujan. Ini jelas berbeda dengan teori ilmu alam sekarang yang menyatakan hujan berasal dari kumpulan partikel air yang naik ke atas akibat perbedaan tekanan udara dan membentuk awan. Teori tersebut sudah diakui dan dikutipkan oleh ar-Razi ketika mengkaji ayat 'wa anzala minas sama-i ma-an'.\rالسؤال الثالث : قوله : {وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً} يقتضي نزول المطر من السماء وليس الأمر كذلك فإن الأمطار إنما تتولد من أبخرة ترتفع من الأرض وتتصاعد إلى الطبقة الباردة من الهواء فتجتمع هناك بسبب البرد وتنزل بعد اجتماعها وذلك هو المطر. والجواب من وجوه : أحدها : أن السماء إنما سميت سماء لسموها فكل ما سماك فهو سماء فإذا نزل من السحاب فقد نزل من السماء وثانيها : أن المحرك لإثارة تلك الأجزاء الرطبة من عمق الأرض الأجزاء الرطبة {أَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً} وثالثها : أن قول الله هو الصدق وقد أخبر أنه تعالى ينزل المطر من السماء ، فإذا علمنا أنه مع ذلك ينزل من السحاب فيجب أن يقال ينزل من السماء إلى السحاب ، ومن السحاب إلى الأرض.\r\"Pertanyaan ketiga: firman Allah 'dan Dia menurunkan air [hujan] dari langit' menuntut pemahaman turunnya hujan berasal dari langit padahal faktanya tidak demikian. Mengingat hujan timbul dari uap air yang naik dari bumi dan terus membumbung sampai pada lapisan udara yang dingin, lalu membentuk kumpulan akibat suhu dingin tadi, dan turun ke bumi dalam bentuk hujan.\rJawaban bisa dari beberapa sisi:","part":1,"page":233},{"id":234,"text":"Pertama, bahwa langit dinamakan sama-u (langit) dikarenakan tingginya. Maka semua yang di atasmu dinamakan langit. Ketika diungkapkan hujan turun dari awan maka boleh juga diungkapkan hujan turun dari langit.\rKedua, bahwa faktor yang menggerakkan partikel basah dari sari bumi sebenarnya adalah partikel basah 'air yang Dia turunkan dari langit' [perbedaan tekanan udara, pen].Ketiga, bahwa maha benar firman Allah sementara Allah telah berfirman tentang turunnya air dari langit. Ketika kita sudah tahu bahwa hujan turun dari awan maka menjadi ketetapan untuk dikatakan hujan turun dari langit ke awan, dari awan ke bumi.\". (Tafsir Fakhrur Razi, 1/266). Wallahu a'lam.\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/482283978461082/\r2020. STATUS HUKUM DARI AIR BASUHAN NAJIS HUKMIYAH\rPERTANYAAN :\rToni Imam Tontowi\rAssalaaamu'alaikum, numpang tanya gan, Apa status hukum dari air basuhan najis hukmiyyah ? a. najis atau b. musta'mal. contoh gampang : kalau kita dilantai ada najis hukmiyyah maka cara menyucikannya adalah dengan menyiramkan air ke najis tadi, satu kali saja sudah cukup, nah ..... air itu statusnya najis atau musta'mal ? ibaroh pendahuluan / umpan pertama :\rوأما النجس الحكمي فالغسلة الواحدة تكفي فيه عن الحدث والخبث حيث كان الماء القليل وارداً وعم موضع النجاسة بلا تفصيل كردي\rHawasyi Asysyarwani , marji'ul akbar\rumpan kedua :","part":1,"page":234},{"id":235,"text":"فرع: لو صب الماء على مكان النجاسة وانتشر حولها لم يحكم بنجاسة محل الانتشار كما في الروض وأصله أي والمغني ولكن ظهر مع م ر أنه لو لم يطهر مكان النجاسة تنجس محل الانتشار حتى لو كان فيه دم معفوّ عنه لم يعف عن إصابة الماء له ولا يقال إن هذا من إصابة ماء الطهارة ويحمل كلام الروض وأصله على ما لو طهر مكان النجاسة بالصب ثم انتشرت الرطوبة اهـ فليحرر سم بحذف قول المتن (كفى جري الماء) من غير اشتراط نية هنا وفيما مر ويأتي لأنها من باب التروك شرح بافضل وقيل تجب النية ونسب لجمع منهم ابن سريج لكن قال في المجموع إنه وجه باطل مخالف للإجماع وقال الشارح في الإيعاب وحينئذ فلا يندب الخروج من خلافه كردي قوله: (ومن ذلك) أي المتنجس بالنجاسة الحكمية قوله: (وحب نقع الخ) أي حتى انتفخ شيخنا عبارة البصري ظاهره وإن لم تبق فيه قوة الإنبات وكان الفرق بينه وبين ما مر أي في شرح وبول أن المدار ثم على الاستحالة في الباطن ووصوله لتلك الحالة قرينة عليها اهـ.\rHawasyi Asysyarwani bab najasah / najis hukmiyyah, marji'ul akbar\rJAWABAN :\rArwan\rفتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب - (1 / 5)\r(و) القسم الثالث (طاهر) في نفسه (غير مطهر) لغيره (وهو الماء المستعمل) في رفع حدث أو إزالة نجس إن لم يتغير، ولم يزد وزنه بعد انفصاله عما كان بعد اعتبار ما يتشرّبه المغسول من الماء\rPembagian air yang ketiga adalah air suci tapi tidak bisa dipakai bersuci (tidak mensucikan), yakni air musta'mal, yaitu air bekas basuhan hadats dan air bekas untuk menghilangkan najis jika tidak berubah sifatnya, dan tidak bertambah timbangannya / volumenya. [ Fat-hul Qorib halaman 5 ].\rLink Asal :\rfb.com/groups/piss.ktb/487071524648994/\r2070. PERBEDAAN MUKHALIT DAN MUJAWIR\rPERTANYAAN :\rNina Sayyidatul Hamidah","part":1,"page":235},{"id":236,"text":"Assalamu'alaikum. Perbedaan air mukhalit dan mujawir itu apa ? Dan seperti apa contohnya ?\rJAWABAN :\r> Kang As'ad\rAir yang telah berubah salah satu sifatnya yaitu; rasa, warna, dan bau. Air ini disebut dengan air Mutaghyyir. Berdasarkan sebabnya, air muthaghayyir dibagi menjadi tiga macam, yaitu;\ra. Mutaghayyir bi al-mukhalith. Yaitu air yang berubah sifat-sifatnya sebab bercampur dengan benda suci lainnya hingga mempengaruhi terhadap nama dan statusnya, semisal air kopi, teh, sirup, susu, dll.\rb. Mutaghayyir bi al-mujawir. Yaitu, air yang berubah sifat-sifatnya sebab terpengaruh benda lain yang ada disekitarnya. Contohnya adalah air yang berdekatan dengan bunga mawar sehingga tercium aroma mawar pada air tersebut.\rc. Mutaghayyir bi ath-thuli al-muktsi. Yaitu air yang berubah sifat-sifatnya sebab terlalu lama diam. Seperti air kolam yang tidak pernah digunakan oleh seseorang sehingga berubah sifatnya.\rDi antara ketiga jenis air muthaghayyir tersebut hanya dua yang bisa digunakan untuk bersuci yaitu air mutaghayyir bi al-mujawir dan mutaghayyir bi ath-thuli al-muktsi. Dan yang tidak bisa digunakan untuk bersuci adalah air mutaghayyir bi al-mukhalith.\r> Alie Sibawaih\rمجور : ما يمكن الفصل ,","part":1,"page":236},{"id":237,"text":"Artinya mukholit adalah benda yang bercampur dengan air itu tdak bisa dipisahkan lagi sehingga mnjadi air murni kembali, contoh air yang dicmpur kopi, kalao mujawir benda yang bercmpur dengan air itu bisa dipisahkan kembali sehingga bisa menjadi air murni kembali, contoh air yang dicampur debu, cukup diheningkan beberapa menit debu akan mngendap nah itu dinamakan mujawir, lihat bajuri juz 1.\r> Alif Jum'an Azend\rSebetulnya tidak ada istilah air mukhalit dan mujawir, adanya air mutaghoyyir sebab mukholit atau mujawwir.\rMukholit = sesuatu yang mencampuri / terlarut dalam air ( solute ) sehingga sulit dipisah/dibedakan mana air mana zat yang mencampuri nya... Contoh : garam, gula pasir, pewarna, susu..\rMujawir = sesuatu yang mencampuri air namun tidak melarut / menyatu sehingga mungkin untuk dipisahkan dari air dengan mudah. Contoh : batu, tanah, kayu, minyak, lumut, ganggang...\rJika mukholit dan mujawir nya najis, maka air sedikit ( kurang dari dua kulah ) menjadi mutanajis, sedang air banyak ( dua kulah atau lebih ) juga mutanajis jika mengalami perubahan ( warna, bau atau rasanya ). Jadi nggak sah untuk bersuci...\rJika mukholit dan mujawir itu suci, maka air menjadi suci tapi tak mensucikan ( thohir ghoiru muthohir ) jika hilang kemutlakan air tersebut, contoh setelah kecampuran air tersebut menjadi disebut air kopi, air teh, air sabun misalnya... Berbeda Jika misalnya air tercampur kopi tapi airnya tak sampai dinamai air kopi, maka tetap bisa digunakan untuk bersuci..","part":1,"page":237},{"id":238,"text":"Mukholit dan mujawir alami ( misal tanah, lumut, pasir, ganggang, daun ) yang sulit dihindari hingga bisa merubah air, maka tidak mengapa...\rLink Asal :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/471228206233326/\r2300. KESUCIAN AIR BEKAS JILATAN KUCING\rPERTANYAAN :\rOpick Syahreza\rAssalamualaikum, Ustadz... Mau tanya kan saya mau minum terus airnya dijilatin sama kucing apakah airnya najis.. Mohon pnjlsnya dan ibarohnya wasalamualaikum\rJAWABAN :\r> Ayda Az-zahra\rWa'alaikumsalam. Kalangan Syafi'iyyah dan para pakar fuqaha lainnya membolehkannya kecuali menurut Imam Abu Hanifah\r(فرع) ثؤر الحيوان مهموز وهو ما بقى في الاناء بعد شربه أو اكله ومراد الفقهاء بقولهم ثؤر الحيوان طاهر أو نجس لعابه ورطوبة فمه ومذهبنا أن سؤر الهرة طاهر غير مكروه وكذا سؤر جميع الحيوانات من الخيل والبغال والحمير والسباع والفار والحيات وسام أبرص وسائر الحيوان المأكول وغير المأكون فسؤر الجميع وعرقه طاهر غير مكروه الا الكلب والخنزير وفرع أحدهما\r[ SUB BAHASAN ] “Yang dimaksud dalam bahasan para ulama Fiqh dengan Air bekas binatang” adalah air yang tersisa dalam sebuah wadah setelah dibuat minum atau makan binatang. Sedang pengertian Air bekas binatang suci atau najis adalah bekas air liurnya.\rDalam Madzhab kami (Syafi’iyyah) menilai bahwa air bekas kucing suci dan tidak makruh demikian juga air bekas semua binatang-binatang lainnya seperti kuda, keledai, binatang buas, tikus dan binatang lainnya baik yang boleh dimakan dagingnya atau tidak maka air bekas dan keringatnya hukumnya suci kecuali anjing dan babi dan binatang peranakannya.[ Al-Majmuu’ Ala Syarh al-Muhadzdzab I/173 ].","part":1,"page":238},{"id":239,"text":"وقال الشافعية والحنابلة (2) : 1 ً - سؤر الآدمي طاهر، سواء أكان مسلماً أم كافراً، وهذا متفق عليه بين العلماء، كما بينا، لقوله صلّى الله عليه وسلم : «المؤمن لا ينجس» .\r2 ً - سؤر الحيوان المأكول اللحم طاهر، قال ابن المنذر: أجمع أهل العلم على أن سؤر ما أكل لحمه يجوز شربه والتوضؤ به.\r3 ً - سؤر الهر والفأر وابن عُرْس ونحوها من حشرات الأرض كالحيات وسام أبرص: طاهر، يجوز شربه والتوضؤ به، ولا يكره عند أكثر أهل العلم من الصحابة والتابعين، إلا أبا حنيفة، فإنه كره الوضوء بسؤر الهر، كما أوضحنا فإن فعل أجزأ.\rBerkata Kalangan Syafi’iyyah dan Hanabilah :\r1.…Air bekas anak adam hukumnya suci baik ia muslim atau non muslim dan yang demikian disepakati diantara para ulama seperti yang telah kami terangkan berdasarkan hadits nabi Saw. “Orang mukmin tidak menajiskan”.\r2.…Air bekas hewan yang halal dimakan dagingnya hukumnya juga suci, Ibn Mundzir berkata “Para pakar ilmu sepakat bahwa air bekas hewan yang halal dimakan dagingnya boleh diminum dan digunakan untuk wudhu”.\r3.…Air bekas kucing,tikus dan sebagainya seperti ular hukumnya suci boleh diminum dan digunakan untuk wudhu dan tidak makruh menurut mayoritas pakar ilmu dari para shahabat nabi dan para tabi’in kecualimenurut Imam Ibu Hanifah yang memakruhkan wudhu menggunakan air bekas kucing. [ Al-Fiqh al-Islaam I/245 ]. Wallaahu A'lam.\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/571080842914728\r2387. SAHKAH BERWUDHU DENGAN AIR DARI AC ( AIR CONDITIONER)\rPERTANYAAN :\rAlkannas Sadja\rAssalamualaikum.... Prtanyaan titipan. Air dari pembuangan AC bisa buat berwudhu kah ??\rJAWABAN :\rGhufron Bkl","part":1,"page":239},{"id":240,"text":"Kalo air AC tersebut air yang di bawa udara maka suci dan mensuci bila memenuhi syarat-syaratnya air muthlaq, karena termasuk :\r.ما نزل من السماء أو نبع من الأرض على أي صفة كانت من أصل الخلقة. الباجوري 1/28Tpi\rkalo air tersebut murni timbul dari AC maka tidak bisa mensucikan.\r:,وغير المطهر من مطلق الماء شيئان لأنه إما طاهر فقط وهو ثلاثة____أو ما استخرج من طاهر كماء الورد،قوله أو استخرج أى اعتصر من شيئ طاهر كشجر و ورد و زهر و بطيخ و فجل و نحوها___و يستثنى ما استخرج من طاهر انعقد من ماء كثلج أو برد أو جمد أو ملح ماء فإنه طهور لا طاهر فقط. الشرقاوي 1/33-35\rWallohu a'lam\rLINK DISKUSI :\rwww.fb.com/groups/piss.ktb/592155324140613\r2531. KESUNNAHAN MENUTUP WADAH TEMPAT AIR\rPERTANYAAN :\r> Zanzanti Yanti Andeslo\rAssalamu'alaikum mau tanya,\r1. apakah benar kesunahan menutupi gelas minum jika mau menghidangkan ?\r2. nah kalau di walimahan yang tamu nya bnyak dan tidak mencukupi tutupnya bagaimana ? soalnya biasanya pake teh manis.\rJAWABAN :\r> Ghufron Bkl\rWa'alaikum salam, Baru menemukan ini :\r.و يستحب أن يكف الصبيان أول ساعة من الليل وأن يغطى الأواني ولو بنحو عود يعرض عليها. إعانة الطالبين 2/341\rDan disunnatkan mencegah anak-anak pada awal waktu malam ( mencegah anak-anak dari keluar rumah ) dan menutupi wadah-wadah walaupun hanya dengan umpamanya batang yang dihalangkan di atasnya.\rPemahaman saya kalau melihat ta'bir yang dibawa oleh gus MEDIE tentang faedahnya menutup wadah, juga ta'bir yang dibawa oleh gus RADEN, maka disunahkan juga menutup walawpun di siang hari. Mohon koreksinya\r> MeDi Al-Murtaja Rohmata Robbi","part":1,"page":240},{"id":241,"text":"Ini ta bawakan hadist yang dimaksud keterangan I'anah tolibin oleh kang gufron :\rحدثنا إسحاق بن منصور أخبرنا روح بن عبادة أخبرنا ابن جريج قال أخبرني عطاء أنه سمع جابر بن عبد الله رضي الله عنهما يقول قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا كان جنح الليل أو أمسيتم فكفوا صبيانكم فإن الشياطين تنتشر حينئذ فإذا ذهب ساعة من الليل فحلوهم فأغلقوا الأبواب واذكروا اسم الله فإن الشيطان لا يفتح بابا مغلقا وأوكوا قربكم واذكروا اسم الله وخمروا آنيتكم واذكروا اسم الله ولو أن تعرضوا عليها شيئا وأطفئوا مصابيحكم\rTermasuk ghito asyribah juga dalam keterangan lanjutan dari ibarot di atas\r:قوله : ( باب تغطية الإناء ) ذكر فيه حديث جابر في الأمر بغلق الأبواب وغير ذلك من الآداب ، وفيه وخمروا آنيتكم وفي الرواية الثانية وخمروا الطعام والشراب ومعنى التخمير التغطية ، وقد تقدم شيء من شرح الحديث في بدء الخلق ، ويأتي شرحه مستوفى في كتاب الاستئذان ، وتقدم في \" باب شرب اللبن شرح قوله : ولو أن تعرض عليه عودا\rDalam ibarot yang ana tampilkan di atas, kalimat terakhir penjelsan juga ada pada bab syurb laban , mungkin ini ibarotnya :\rحدثنا قتيبة حدثنا جرير عن الأعمش عن أبي صالح وأبي سفيان عن جابر بن عبد الله قال جاء أبو حميد بقدح من لبن من النقيع فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم ألا خمرته ولو أن تعرض عليه عودا\rMasih blm mengena, namun keterangan di atas mengambil keumuman tentang menutup minuman pada keterangan hadist ini. WaAllahu'alam.\rوقع لمسلم من طريق أبي معاوية عن الأعمش عن أبي صالح وحده عن جابر كنا مع رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فاستسقى ، فقال رجل : يا رسول الله ألا نسقيك نبيذا ؟ قال : بلى ، فخرج الرجل يسعى فجاء بقدح فيه نبيذ ، فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ألا خمرته","part":1,"page":241},{"id":242,"text":"Ibaroh yang di ianah tentang faedahnya menutup wadah air :\r:قال الرملي: قال الأئمة: وفائدة ذلك من ثلاثة أوجه.أحدها: ما ثبت في الصحيحين عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: فإن الشيطان لا يحل سقاء، ولا يكشف إناء.ثانيها: ما جاء في رواية لمسلم: أنه - صلى الله عليه وسلم - قال: في السنة ليلة ينزل فيها وباء لا يمر بإناء ليس عليه غطاء أو سقاء ليس عليه وكاء إلا نزل فيه من ذلك الوباء.ثالثها: صيانتها من النجاسة ونحوها\r> Abdur Rahman Assyafi'i\rMungkin ini diambil dari hadist... Kalau yang dari guz gufron kesunahan menutup wadah pada malam hari, yang aku baca juga sama seperti ibaroh Guz ghufron.\rحدثنا موسى بن اسماعيل حدثنا همام عن عطاء عن جابر : ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال اطفؤا المصابيح اذا رقدتم و غلقوا الابواب و اوكوا الاسقية و خمروا الطعام و الشراب و احسبه قال و لو بعود تعرضه عليه صحيح البخارى 3/505حديث نومور 5623\r> Soesilo Bambang Yudhoyono\rDalam shahih ibn khuzaimah :\rباب ذكر الخبر المفسر للفظة المجملة التي ذكرتها ، والدليل على أن النبي - صلى الله عليه وسلم - إنما أمر بتغطية الأواني بالليل لا بالنهار جميعا\rBab menuturkan khabar yang menjelaskan satu lafazh mujmal yang telah aku sebutkan dan dalil bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan menutup wadah hanya pada malam hari tidak pada siang hari secara keseluruhan\r> Timur Lenk\rDianjurkan dengan sangat :\r1. Menutup wadah-wadah termasuk gelas dsb di waktu malam\r2. Menutup pintu terutama ketika hendak tidur atau keluar rumah\r3. Mematikan/menutup api ketika akan tidur\r4. Menghindari minum air yang di wadah yang di waktu malamnya tidak ditutup\rRisalah al-Mu'awanah al-Habib 'Abdullah bin 'Alwi al-Haddad :","part":1,"page":242},{"id":243,"text":"(وعليك) بشد أفواه الأسقية، وتخمير الأواني، وإغلاق باب المنزل لا سيما عند النوم وعند الخروج منه، ولا تنم حتى تطفئ كل نار في البيت من سراج وغيره أو تواريها، وإذا أصبح الإناء مكشوفاً أو السقاء مفتوحاً فلا تشرب الماء الذي فيه ولا تستعمله إلا فيما يستعمل فيه الماء المتنجس، وهو طاهر ولكن في استعماله خطر، وقد ذكر الشيخ ابن عربي في الفتوحات أن في السنة ليلة مبهمة تنزل فيها الأدواء فلا تصادف إناء مكشوفاً ولا سقفاً محلولاً إلا دخلته، ولذلك أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بشد الأسقية وتخمير الآنية2، وإذا لم تجد ما تغطي به الإناء فاجعل عليه عوداً واذكر اسم الله عليه وتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين\rShohih muslim :\rبَابُ الْأَمْرِ بِتَغْطِيَةِ الْإِنَاءِ وَإِيكَاءِ السِّقَاءِ، وَإِغْلَاقِ الْأَبْوَابِ، وَذِكْرِ اسْمِ اللهِ عَلَيْهَا، وَإِطْفَاءِ السِّرَاجِ وَالنَّارِ عِنْدَ النَّوْمِ، وَكَفِّ الصِّبْيَانِ وَالْمَوَاشِي بَعْدَ الْمَغْرِبِ\r96 - (2012) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، وَلَا يَفْتَحُ بَابًا، وَلَا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا، وَيَذْكُرَ اسْمَ اللهِ، فَلْيَفْعَلْ، فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ»، وَلَمْ يَذْكُرْ قُتَيْبَةُ فِي حَدِيثِهِ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ،","part":1,"page":243},{"id":244,"text":"(2012) - وحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ غَيْرَ أَنَّهُ، قَالَ: «وَأَكْفِئُوا الْإِنَاءَ، أَوْ خَمِّرُوا الْإِنَاءَ»، وَلَمْ يَذْكُرْ: تَعْرِيضَ الْعُودِ عَلَى الْإِنَاءِ،\r2 - وحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَغْلِقُوا الْبَابَ، فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ اللَّيْثِ، غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ: وَخَمِّرُوا الْآنِيَةَ، وَقَالَ: تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ ثِيَابَهُمْ،\r3 - وحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمْ، وَقَالَ: «وَالْفُوَيْسِقَةُ تُضْرِمُ الْبَيْتَ عَلَى أَهْلِهِ»\r97 - (2012) وحَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ - أَوْ أَمْسَيْتُمْ - فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ»،","part":1,"page":244},{"id":245,"text":"(2012) - وحَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ نَحْوًا مِمَّا أَخْبَرَ عَطَاءٌ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَقُولُ: «اذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ»،\r2 - وحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ النَّوْفَلِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، بِهَذَا الْحَدِيثِ عَنْ عَطَاءٍ، وَعَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، كَرِوَايَةِ رَوْحٍ\r98 - (2013) وحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، ح وحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ»،\r(2013) - وحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ حَدِيثِ زُهَيْرٍ","part":1,"page":245},{"id":246,"text":"99 - (2014) وحَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ اللَّيْثِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَكَمِ، عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لَا يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ»،\r(2014) - وحَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، بِهَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ: «فَإِنَّ فِي السَّنَةِ يَوْمًا يَنْزِلُ فِيهِ وَبَاءٌ»، وَزَادَ فِي آخِرِ الْحَدِيثِ: قَالَ اللَّيْثُ: فَالْأَعَاجِمُ عِنْدَنَا يَتَّقُونَ ذَلِكَ فِي كَانُونَ الْأَوَّلِ\r100 - (2015) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ»","part":1,"page":246},{"id":247,"text":"101 - (2016) حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ، وَأَبُو عَامِرٍ الْأَشْعَرِيُّ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، وَاللَّفْظُ لِأَبِي عَامِرٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ: احْتَرَقَ بَيْتٌ عَلَى أَهْلِهِ بِالْمَدِينَةِ مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا حُدِّثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَأْنِهِمْ، قَالَ: «إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ»\rوعن جابر - رضي الله عنه - عن رسولِ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - قال: «غَطُّوا الإنَاءَ، وَأَوْكِئُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَحُلُّ سِقَاءً، وَلاَ يَفْتَحُ [ص:464] بَابًا، وَلاَ يَكْشِفُ إنَاءً. فإنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إلاَّ أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إنَائِهِ عُودًا، وَيَذْكُرَ اسْمَ اللهِ، فَلْيَفْعَل، فإنَّ الفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أهْلِ البَيْتِ بَيْتَهُمْ». رواه مسلم. (1)«الفُويْسِقَةُ»: الفَأرَةُ، «وَتُضْرِمُ»: تُحْرِقُ.\r> Raden Mas LeyehLeyeh","part":1,"page":247},{"id":248,"text":"قوله : ( قال أبو حميد ، وهو الساعدي راوي هذا الحديث : إنما أمر بالأسقية أن توكأ ليلا ، وبالأبواب أن تغلق ليلا ) هذا الذي قاله أبو حميد من تخصيصهما بالليل ، ليس في اللفظ ما يدل عليه ، والمختار عند الأكثرين من الأصوليين وهو مذهب الشافعي وغيره رضي الله عنهم : أن تفسير الصحابي إذا كان خلاف ظاهر اللفظ ليس بحجة ، ولا يلزم غيره من المجتهدين موافقته على تفسيره ، وأما إذا لم يكن في ظاهر الحديث ما يخالفه بأن كان مجملا فيرجع إلى تأويله ، ويجب الحمل عليه ؛ لأنه إذا كان مجملا لا يحل له حمله على شيء إلا بتوقيف ، وكذا لا يجوز تخصيص العموم بمذهب الراوي عند الشافعي والأكثرين . والأمر بتغطية الإناء عام فلا يقبل تخصيصه بمذهب الراوي ، بل يتمسك بالعموم .\r~ شرح النووي على صحيح مسلم\rNurut keterangan yang saya kutip itu sepemahaman saya SUNNAH juga menutup wadah kapan saja, tidak malam hari saja. ust. Abdur Rahman Assyafi'i : mungkin dengan ta'bir yang ini bisa jadi sendok & sedotan juga bisa ....\rLihat Fathul Bari :\rقوله : ( تعرض ) بفتح أوله وضم الراء قاله الأصمعي ، وهو رواية الجمهور ، وأجاز أبو عبيد كسر الراء وهو مأخوذ من العرض أي تجعل العود عليه بالعرض ، والمعنى أنه إن لم يغطه فلا أقل من إن يعرض عليه شيئا . وأظن السر في الاكتفاء بعرض العود أن تعاطي التغطية أو العرض يقترن بالتسمية فيكون العرض علامة على التسمية فتمتنع الشياطين من الدنو منه","part":1,"page":248}],"titles":[{"id":1,"title":"Piss-Ktb (20)","lvl":1,"sub":0}]}